Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Serba-serbi Perjalanan Haji’ Category

Kesiapan tuan rumah dalam menyambut tamu-tamu Allah mulai dari pembagian konsumsi selama kami di Mina dan Arafah, pembagian air minum dan snack sejak dari perjalanan masuk ke kota Mekah, berlimpahnya buah-buahan dan air baik di toilet maupun di tempat-tempat wudhu, jujur, membuat saya takjub. Takjub karena tanah Arab adalah tanah yang gersang. Belum lagi dengan [...]

Read Full Post »

« Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? » (QS.Ar-Rahman(55):28-30). Dimulai dari Muzdalifah, lautan pasir dengan sajadah sebagai alas dan langit sebagai atapnya lalu Mina, bumi perkemahan dengan matras lipat [...]

Read Full Post »

Selasa, 12 Zulhijjah. Flue yang mulai menyerang saya ketika  mabit di Muzdalifah makin terasa mengganggu. Untuk itu pagi ini kami berniat ke pondokan Aziziyah agar bisa sedikit beristirahat. Ikut bersama kami, Raga dan suami yang kemarin sama-sama batal MCK alias Mandi Cuci Kakus ke pondokan. Namun setelah istirahat hingga siang hari di kamar pondokan yang relative [...]

Read Full Post »

Senin, 11 Zulhijjah, ba’da Subuh, ber-4 bersama suami dan sepasang suami istri, istrinya asal Maroko dan suaminya, seorang mualaf, dokter asli Guadalope, kami berangkat menuju Mekkah Al Mukarammah untuk mentuntaskan haji yang kemarin tertunda yaitu tawaf dan sai. Fousia dkk yang kemarin pergi bersama kami rupanya masih terlalu lelah hingga memilih untuk menunggu. Hal yang [...]

Read Full Post »

Minggu, 6 November 2011 / 10 Zulhijjah 1433H. Usai subuh, saya segera merebahkan diri yang benar-benar penat ini ke atas matras lipat yang sekarang rasanya bagaikan kasur Dunlopillo ternyaman di dunia. Lega rasanya hati ini telah melewati bagian yang menurut saya tersulit yaitu mabit di Muzdalifah. Namun baru saja saya mau memejamkan mata, saya melihat [...]

Read Full Post »

Menjelang pukul 21.00 bus memasuki Muzdalifah. Awalnya saya tidak menyadari bahwa bus telah sampai tujuan. Saya hanya bertanya-tanya mengapa para jamaah hilir mudik di tepi jalan raya penuh debu beterbangan ini?  Saya sama sekali tidak mengira bahwa inilah Muzdalifah. Terus terang saya memang tidak begitu ingat Muzdalifah. Karena ketika haji 11 tahun lalu kami hanya [...]

Read Full Post »

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.