Feeds:
Posts
Comments

Diriwayatkan dari Said bin Jubair RA dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: “Kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara: minum madu, sayatan pisau bekam, dan sundutan besi panas, dan aku melarang umatku (menggunakan) pengobatan dengan besi panas” (HR. Al-Bukhari, dikeluarkan juga oleh Ibnu Majah, Ahmad dan Al-Bazzar)

Segala puji bagi Allah SWT, yang dengan kehendak-Nya Dia menurunkan penyakit dan juga obatnya. Shalawat dan salam kita haturkan kepada Rasulullah SAW yang telah mengajarkan kepada umatnya segala sesuatu yang bermanfaat, baik dalam perkara agama maupun dunia mereka, yang diantaranya adalah mengajarkan umatnya bagaimana cara menjaga kesehatan ruhani dan jasmani serta cara pengobatan dari beragam penyakit. Juga shalawat dan salam kita sampaikan kepada keluarga beliau, sahabat-sahabatnya serta siapa saja yang berjalan di atas jalan mereka hingga akhir zaman.

Dunia Pengobatan Umum

Dunia pengobatan semenjak dulu selalu berjalan seiring dengan kehidupan manusia. Karena, sebagai makhluk hidup, manusia amatlah akrab dengan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Keinginan untuk berlepas diri dari berbagai penyakit itulah yang mendorong manusia berupaya menyingkap berbagai metode pengobatan, mulai dari mengkonsumsi berbagai jenis tumbuhan secara tunggal maupun yang sudah terkontaminasi, yang diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit tertentu, atau sistem pemijatan, akupuntur, pembekaman hingga operasi dan pembedahan.

Namun seiring dengan perkembangan peradaban manusia, budaya konsumerisme dan materialisme menggiring manusia mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang dianggap praktis, lezat dan penuh variasi. Sayangnya kebanyakan mereka tidak menyadari bahwa produksi makanan semacam itu seringkali terpaksa menggunakan berbagai jenis bahan kimia berbahaya, seperti boraxformalin, Rhodamin B dan Metanil Yellow (bahan pewarna sintetis), antibiotik kloramfenikol,dietilpirokarbonatdulsinnitrofurazon dan berbagai bahan kimia yang amat merusak kesehatan. Orang yang sudah banyak mengkonsumsi berbagai jenis makanan berkomposisi kimia menjadi sering terserang penyakit komplikasi yang beragam. Sehingga obat-obatan yang diperlukan juga obat-obatan berkomposisi kimia berat.

Bukan rahasia lagi, pengobatan dengan bahan kimia sintetis (pengobatan barat/modern) mungkin dapat mengobati suatu penyakit, tetapi dapat juga menimbulkan penyakit bawaan yang lain sebagai bentuk side effect buruk dari sifat bahan kimia. Satu penyakit dapat disembuhkan tetapi dapat muncul penyakit lain. Jadilah lingkaran setan yang tidak ada habisnya dalam dunia pengobatan modern. Ternyata mahalnya obat kimia sintetis bukan jaminan kesembuhan.

Pengobatan Ilahiyah dan Misykat Nubuwah

Teknologi medis boleh saja merambati modernisasi dan shopisticasi yang sulit diukur. Namun perkembangan jenis penyakit juga tidak kalah cepat beregenerasi. Sementara banyak manusia yang tidak menyadari bahwa Allah SWT tidak pernah menciptakan manusia dengan ditinggalkan begitu saja. Setiap kali penyakit muncul, pasti Allah SWT juga menciptakan obatnya.

Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan penyembuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah).

Hanya saja ada manusia yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Kenyataan lain yang harus disadari oleh manusia, bahwa apabila Allah SWT secara tegas memberikan petunjuk pengobatan, maka petunjuk pengobatan itu sudah pasti lebih bersifat pasti dan bernilai absolut. Dan memang demikianlah kenyataannya. Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, bukan saja memberi petunjuk tentang perikehidupan dan tata cara ibadah kepada Allah SWT secara khusus yang akan membawa keselamatan dunia dan akhirat, tetapi juga memberikan banyak petunjuk praktis dan formula umum yang dapat digunakan untuk menjaga keselamatan lahir dan batin, termasuk yang berkaitan dengan terapi atau pengobatan.

Petunjuk praktis dan kaidah medis tersebut banyak sekali didemonstrasikan oleh Rasulullah SAW dan diajarkan kepada para sahabatnya. Bila kesemua formula dan kaidah praktis itu dipelajari secara seksama, tidak syak lagi bahwa kaum Muslimin dapat mengembangkannya menjadi sebuah sistem dan metode pengobatan yang tidak ada duanya. Disitulah akan terlihat korelasi yang erat antara sistem pengobatan Ilahi dengan sistem pengobatan manusia.

Karena Allah SWT telah menegaskan: “Telah diciptakan bagi kalian semua segala apa yang ada di muka bumi ini.” Ilmu pengobatan berikut segala media dan materinya, termasuk yang diciptakan oleh Allah SWT untuk kepentingan umat manusia.

Camkanlah! Islam adalah agama yang sempurna, yang dibawa Rasulullah SAW bukan hanya kepada orang sehat tapi juga kepada orang yang sakit, maka syariatnya juga disediakan.

Untuk itu seyogyanya kaum Muslimin menghidupkan kembali kepercayaan terhadap berbagai jenis obat dan metode pengobatan yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai metode terbaik untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

Namun tentu semua jenis pengobatan dan obat-obatan tersebut hanya terasa khasiatnya bila disertai dengan sugesti dan keyakinan. Karena-demikian dinyatakan Ibnul Qayyim-keyakinan adalah doa. Bila pengobatan manusia mengenal istilahplacebo (semacam penanaman sugesti lalu memberikan obat netral yang sebenarnya bukan obat dari penyakit yang dideritanya), maka Islam mengenal istilah doa dan keyakinan. Dengan pengobatan yang tepat, dosis yang sesuai disertai doa dan keyakinan, tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati, kecuali penyakit yang membawa kematian. Jabir RA membawakan hadits dari Rasulullah SAW: “Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah SWT.” (HR. Muslim)

Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih sarat dengan beragam penyembuhan dan obat yang bermanfaat dengan izin Allah SWT. Sehingga mestinya kita tidak terlebih dahulu berpaling dan meninggalkannya untuk beralih kepada pengobatan kimiawi yang ada di masa sekarang.

Karena itulah Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata: “Sungguh para tabib telah sepakat bahwa ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan maka jangan beralih kepada obat-obatan kimiawi. Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, maka jangan beralih memakai obat yang kompleks. Mereka mengatakan: ‘Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan-makanan tertentu dan pencegahan, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan kimiawi’.”

Ibnul Qayyim juga berkata: “Berpalingnya manusia dari cara pengobatan nubuwwah seperti halnya berpalingnya mereka dari pengobatan dengan Al-Qur`an, yang merupakan obat bermanfaat.” Dengan demikian, tidak sepantasnya seorang muslim menjadikan pengobatan nabawiyyah sekedar sebagai pengobatan alternatif. Justru sepantasnya dia menjadikannya sebagai cara pengobatan yang utama, karena kepastiannya datang dari Allah SWT lewat lisan Rasul-Nya SAW. Sementara pengobatan dengan obat-obatan kimiawi (pengobatan cara barat) kepastiannya tidak seperti kepastian yang didapatkan denganthibbun nabawi. Pengobatan yang diajarkan Nabi SAW diyakini kesembuhannya karena bersumber dari wahyu. Sementara pengobatan dari selain Nabi SAW kebanyakannya dugaan atau dengan pengalaman / uji coba.

Namun tentunya, berkaitan dengan kesembuhan suatu penyakit, seorang hamba tidak boleh bersandar semata dengan pengobatan tertentu, dan tidak boleh meyakini bahwa obatlah yang menyembuhkan sakitnya. Seharusnya ia bersandar dan bergantung kepada Dzat yang memberikan penyakit dan menurunkan obatnya sekaligus, yakni Allah SWT. Seorang hamba hendaknya selalu bersandar kepada-Nya dalam segala keadaannya. Hendaknya ia selalu berdoa memohon kepada-Nya agar menghilangkan segala kemudharatan yang tengah menimpanya.

Bekam, Cara Pengobatan Terbaik

Dari Jabir RA, bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan racun ke dalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah SAW. Beliau mengambil bagian kaki dan memakan sebagian darinya. Beberapa orang sahabat yang bersamanya juga ikut memakannya. Sebagian sahabat yang terlanjur memakannya ada yang meninggal. Lalu Rasulullah SAW melakukan pengobatan dengan hijamah di bagian pundaknya karena daging yang terlanjur beliau makan. Yang mengobatinya adalah Abu Hindun, dengan menggunakan tulang tanduk dan mata pisau.

Untuk pembinaan kesehatan rohani dan jasmani, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai teknik pengobatan atau terapi sebagaimana terdapat dalam Shahih Bukhari dari Said Ibnu Jabir RA dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW, bahwa Rasululllah SAW bersabda: “Kesembuhan itu ada dalam tiga hal, yaitu dalam minum madu, sayatan alat hijamah atau sundutan api. Namun aku melarang umatku melakukan sundutan.

Bahkan Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam).” (Muttafaq ‘alaihi) Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah bekam (hijamah).” (HR. Ibnu Majah, Abu Dawud) Sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah.” (HR. Ahmad, shahih)

Beberapa Hadits tentang Hijamah (Bekam)

Para malaikat menyampaikan wasiat tentang hijamah. Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata: “Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh Beliau SAW dengan mengatakan: “Perintahkanlah umatmu untuk berbekam“” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib). Pada malam aku di-isra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata: “Wahai Muhammad suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami’us Shaghir 2/731)

Dari Ibnu ‘Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku berjalan melewati segolongan malaikat pada malam aku diisra’kan, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: ‘Wahai Muhammad, engkau harus berbekam’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, Syaikh al-Albani (II/259)) Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku melewati satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan: ‘Hai Muhammad, perintahkan ummatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))

Hukum Bekam

Imam Ghazali berpendapat, yang dinukilkan dalam kitab Tasyirul Fiqih lil Muslimil Mu’ashir oleh Dr. Yusuf Qardhawi: “Al Hijamah adalah termasuk fardhu kifayah. Jika di suatu wilayah tidak ada seorang yang mempelajarinya, maka semua penduduknya akan berdosa. Namun jika ada salah seorang yang melaksanakannya serta memadai, maka gugurlah kewajiban dari yang lain. Menurut saya, sebuah wilayah kadang membutuhkan lebih dari seorang. Tapi yang terpenting adalah adanya jumlah yang mencukupi dan memenuhi seukuran kebutuhan yang diperlukan. Jika di sebuah wilayah tidak ada orang yang Muhtajib (ahli bekam), suatu kehancuran siap menghadang dan mereka akan sengsara karena menempatkan diri di ambang kehancuran. Sebab Dzat yang menurunkan penyakit juga menurunkan obatnya, dan memerintahkan untuk menggunakannnya serta menyediakan sarana untuk melaksanakannya, maka dengan meremehkannya berarti sebuah kehancuran telah menghadang.

Apa itu Bekam?

Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. Dalam istilah medis dikenal dengan istilah ‘Oxidant Release Therapy’ atau ‘Oxidant Drainage Therapy’ atau istilah yang lebih populer adalah ‘detoksifikasi’. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan cara pemberian obat antioksidan (obat kimiawi) yang bertujuan untuk menetralkan oksidan di dalam tubuh sehingga kadarnya tidak makin tinggi. Tapi jika efek obat antioksidan sudah habis, oksidan akan tumbuh dan berkembang kembali. Karena itu, para dokter biasanya memberikan obat antioksidan secara kontinyu.

Untuk mengeluarkan oksidan dari dalam tubuh butuh ketrampilan khusus. Caranya dengan penyedotan menggunakan alat khusus yang sebelumnya didahului dengan pembedahan minor (sayatan khusus) secara hati-hati di titik-titik tertentu secara tepat dalam tubuh. Jika oksidan dapat dikeluarkan semua maka penyumbatan aliran darah ke organ-organ tertentu dalam tubuh dapat diatasi, sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh kembali normal.

Penelitian Bekam

Pada saat ini di negeri-negeri barat (Eropa dan Amerika) melalui penelitian ilmiah, serius dan terus-menerus menyimpulkan fakta-fakta ilmiah bagaimana keajaiban bekam sehingga mampu menyembuhkan berbagai penyakit secara lebih aman dan efektif dibandingkan metode kedokteran modern. Sehingga bekam mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan bermuncullah Ahli Bekam serta Klinik Bekam di kota-kota besar di Amerika dan Eropa.

Bahkan pada tahun-tahun terakhir ini pengobatan dengan bekam telah dipelajari dalam kurikulum fakultas kedokteran di Amerika, walaupun mereka tidak pernah mau mengakui bahwa bekam adalah warisan Rasulullah SAW, dokter terbaik sepanjang zaman. Ironisnya, sekarang ini orang Islam sendiri masih memandang sinis terhadap thibbun nabawi, padahal kita semua mengakui secara lisan bahwa Rasulullah SAW adalah uswatun khasanah. Semoga Allah SWT menyelamatkan aqidah kita!

Berdasarkan laporan umum penelitian tentang pengobatan dengan metode bekam tahun 2001 M (300 kasus) dalam buku Ad Dawa’ul-Ajib yang ditulis oleh ilmuwan Damaskus Muhammad Amin Syaikhu didapat data sebagai berikut: 1) dalam kasus tekanan darah tinggi, tekanan darah turun hingga mencapai batas normal, 2) dalam kasus tekanan darah rendah, tekanan darah naik hingga batas normal, 3) kadar gula darah turun pada pengidap kencing manis dalam 92,5 % kasus, 4) jumlah asam urat di darah turun pada 83,68% kasus, 5) pada darah bekam yang keluar, didapati bahwa eritrosit yang didalamnya berbentuk aneh, tidak berfungsi normal, menganggu kinerja sel lain.

Renungan

Di tengah derasnya serbuan pengobatan modern dan pengobatan alternatif dari dalam atau luar negeri kedalam lingkungan kaum muslimin, tanpa jaminan kehalalan, memaksa kita menggunakan bahan dan cara yang haram, bahkan dapat membawa kita kepada perbuatan syirik, sangat mahal tapi tanpa jaminan kesembuhan secara sempurna, bahkan mungkin menimbulkan komplikasi yang lebih berat, maka kembali kepada thibbun nabawi adalah solusi yang tepat dan selamat. Keuntungan ganda akan kita peroleh, yaitu kesehatan tubuh dan terselamatkannya aqidah umat Islam.

Bekam menjadi pilihan terbaik untuk berobat, karena murah, aman, praktis dan sesuai sunnah Rasulullah SAW. Apabila bekam dilakukan secara baik dan benar sesuai kaidah medis, maka akan memberikan hasil yang luar biasa. Insya Allah!!! (7/10/2011-Kasmui)

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Mei 2013.

Vien AM.

Dicopy dari :

http://kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2011/10/07/bekam-al-hijamah-cara-pengobatan-menurut-sunnah-nabi-saw-401596.html

Muhasabah atau introspeksi diri adalah ciri seorang Muslim yang baik. Ini adalah usaha seorang hamba untuk mengetahui seberapa  besar amal ibadah yang telah dikerjakannya  selama ini. Muhasabah diperlukan agar ia dapat mengira-ngira apakah perbuatannya selama itu bisa dihitung sebagai amal ibadah, sebagai tiket untuk memasuki surga-Nya, kelak setelah hari yang dijanjikan-Nya itu tiba.

Merenung,  mengingat, menghitung dan mengkalkulasi diri amal apa yang belum sempat dikerjakan,  seberapa banyak dosa yang telah dilakukan, dan  sudahkah ia bertobat atas kesalahan-kesalahan tersebut, adalah merupakan bagian dari Muhasabah. Dengan kata lain, Muhasabah adalah sebuah upaya untuk selalu menghadirkan kesadaran bahwa segala sesuatu yang dikerjakannya itu senantiasa disaksikan oleh Sang Khalik, bahkan dihisab dan dicatat oleh 2 malaikat penjaga, yaitu Raqib dan Atid.

Itu sebabnya alangkah baiknya bila kita mau menghisab diri sebelum kita dihisab oleh Nya di hari perhitungan ( Al-Yaumil Hisab) nanti, dengan tujuan agar kita dapat segera memperbaiki diri, menuju takwa. Ini adalah bagian dari persiapan diri.  Karena bekal manusia yang paling baik dan berharga dalam menemui-Nya adalah taqwa.

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri, memperhatikan bekal apa yang dipersiapkannya untuk hari esok (kiamat). Bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.(QS.Al-Hasry(59):18).

Umar r.a pernah mengucapkan kata-katanya yang sangat terkenal: “Haasibu anfusakum qabla antuhasabu” (Hisablah dirimu sebelum kelak engkau dihisab).

Al-Hasan rahimahullah mengatakan: “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berhenti (untuk muhasabah) saat bertekad (untuk berbuat sesuatu). Jika (amalnya) karena Allah, maka ia terus melaksanakannya dan jika karena selain-Nya ia mengurungkannya.”

Dari ucapan Al-Hasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Muhasabah juga dapat bermakna berhenti. Yaitu berhenti sejenak, merenung,  untuk mengevaluasi apakah apa yang kita perbuat itu lillahi taála, murni demi mencari keridhoan Allah swt, bukan hal lain.

Muhasabah dibagi menjadi 2, yaitu berhenti untuk merenung sebelum melakukan kegiatan dan yang kedua, berhenti untuk merenung setelah melakukan kegiatan. Perumpamaan Muhasabah seperti ini ibarat kendaraan yang melaju cepat ke suatu tempat. Ia berhenti untuk memastikan apakah jalan yang dilaluinya sudah tepat.  Sekaligus memeriksa apakah tujuan berikutnya sudah benar pula.

Karena ada kalanya seseorang beribadah dengan tekun, setiap hari. Namun ternyata tanpa disadarinya sebenarnya ia telah kehilangan ruhnya. Mengapa? Karena bisa jadi ia melakukannya hanya karena kebiasaan, karena rutinitas. Meski ini masih jauh lebih baik daripada karena riya, misalnya. Ini bukan hal yang mustahil terjadi. Sebab bisa saja, karena sudah terbiasa dinilai sebagai ahli ibadah, iapun jadi malu jika tidak beribadah seperti yang biasa dilakukannya. Namun yang paling parah jika ibadah tanpa disadari telah mengarah kepada kemusryikan, na’udzubillah min dzalik.

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS.Al-Anám(6):82).

Muhasabah juga bertujuan agar seorang yang beriman tidak meremehkan apalagi terbiasa melakukan dosa-dosa kecil.  Karena dosa kecil yang dilakukan hampir setiap hari, akhirnya bisa menumpuk dan menjadi dosa besar..

Untuk itu seorang Muslim seyogyanya senantiasa berpikir dahulu sebelum bertindak. Sebaiknya dipikirkan dahulu secara matang apakah tindakan yang akan dilakukannya itu memang benar-benar bermanfaat, apakah lebih banyak manfaat daripada mudharatnya. Jangan sampai ibadah hanya sekedar ikut-ikutan bukan berdasarkan ketaatan kepada-Nya.

Ada beberapa tahapan Muhasabah, diantaranya adalah :

1. Ma’rifatullah, yaitu mengenal Allah swt.

Ini adalah tahap awal Muhasabah  Semua Muslim pasti tahu bahwa kita ini adalah hamba Allah, yang mendapat tugas untuk beramal sholeh di dunia. Kita juga pasti tahu bahwa akhirat dengan surga dan nerakanya adalah kehidupan nanti, di akhirat. Dan setiap Muslim yang baik pasti masuk surga adalah cita-cita.

Untuk itu sudah sewajarnya bila kita ini harus mengenal Sang Pemilik, yang tidak saja memiliki surga namun juga diri kita ini. Ada beberapa cara untuk mengenal Sang Pencipta, Allah swt, yaitu melalui ayat-ayat Al-Quranul Karim ( ayat Qauliyah),  merenungkan fenomena alam semesta ( ayat Kaulinah), mengenal sifat-sifat-Nya dan memperhatikan penciptaan diri sendiri. Ini adalah hak semua manusia. ( Baca :  http://vienmuhadisbooks.com/2009/07/01/bab-i-hak-manusia/ ).

 “Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja ( Al-Malik), Yang Maha Suci ( Al-Quddus) , Yang Maha Sejahtera ( As-salaam ), Yang Mengaruniakan keamanan ( Al-Mukmin), Yang Maha Memelihara ( Al-Muhaimin), Yang Maha Perkasa ( Al-Azis), Yang Maha Kuasa ( Al-jabbar), Yang Memiliki segala keagungan ( Al-Mutakabbir), Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan ( Al-kholiq)), Yang Mengadakan (Al-Barri’), Yang Membentuk Rupa (Al-Mushowwir), Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ».(QS.Al-Hasry (59) :23-24).

2.Musyaraqah, yaitu membuat perjanjian dengan Sang Khalik, Allah Azza wa Jalla.

Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan”.(QS.Qaaf(50):32-34).

Seperti juga pada sejumlah peristiwa penting dalam hidup, pernikahan misalnya, akad atau perjanjian antara calon mempelai lelaki dan perempuan adalah hal yang sangat menentukan. Demikian pula dalam Muhasabah.

Perjanjian Sang Khalik dengan hamba-Nya adalah suatu ikatan yang  teramat kuat dan sangat menentukan.  Inilah perjanjian dimana Alllah swt menawarkan surga  sebagai balasan bagi para hamba yang senantiasa memelihara dan mentaati aturan-aturan-Nya. Aturan-aturan tersebut tercantum jelas dalam Al-Quranul Karim dan diperjelas lagi secara detil dalam Sunah Rasul-Nya.

Lafaz  Syahadah yang merupakan pintu gerbang seorang Muslim adalah contoh yang paling tegas. Juga bacaan dalam Iftitah “ Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi robbil ‘alamiin”, yang artinya : “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” yang senantiasa kita baca dalam shalat kita.

3. Muraqabah, yaitu upaya diri untuk senantiasa merasa terawasi oleh Allah ( Muraqabatullah).

“ … Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun”. (QS. Al-Baqarah(2): 235).

Seorang Muslim harus meyakini bahwa Allah swt selalu mengawasi dirinya. Apapun dan dimanapun kita berada,  akan diketahui-Nya. Tidak ada sesuatupun yang dapat disembunyikan dari-Nya, bahkan bisikan yang  ada di dalam hati sekalipun. Kesadaran inilah yang mustinya akan membuat seseorang senantiasa berhati-hati dalam bertindak.

“…Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.(QS.Al-Hadid(57):4), “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya”.(QS. Qoof(50):16),

Nabi saw bersabda, “Jangan engkau mengatakan engkau sendiri, sesungguhnya Allah bersamamu. Dan jangan pula mengatakan tak ada yang mengetahui isi hatimu, sesungguhnya Allah mengetahui”. (HR. Ahmad).

Muraqabatullah atau kesadaran tentang adanya pengawasan Allah yang tinggi akan melahirkan Ma’iyatullah (kesertaan Allah). Contohnya adalah peristiwa ketika Rasulullah saw dalam perjalanan hijrah ke Madinah dan nyaris tertangkap pasukan Quraisy. Ketika itu Rasulullah saw dan Abu Bakar ra sedang bersembunyi di dalam gua. Abu Bakar amat khawatir karena melihat pasukan telah berada di mulut gua dimana mereka berada.  Tetapi Allah swt telah membutakan orang-orang Musyrik itu hingga tidak melihat Rasulullah dan Abu Bakar. Sesuatu yang mustahil terjadi bila Sang Khalik tidak turun tangan. ( ayat 40 surat At-taubah). Muqarabah yang seperti ini akan melahirkan ketenangan jiwa.

4.Mujahadah, yaitu upaya keras untuk bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah kepada Allah, menjauhi segala yang dilarang dan mengerjakan apa saja yang diperintahkan-Nya.

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS.Al-Ankabut(29): 69).

Contoh yang paling menarik dalam ber-mujahadah adalah kisah seorang sahabat bernama Ka’ab bin Malik. Kelalaian sahabat Nabi SAW yakni Ka’ab bin Malik sehingga tertinggal rombongan saat perang Tabuk adalah karena ia sempat kurang bermujahadah untuk mempersiapkan kuda perang dan sebagainya. Ka’ab bin Malik mengakui kelalaian dan kekurangan mujahadah pada dirinya secara jujur kepada Rasulullah saw.

Meski akibatnya ia harus membayarnya dengan sangat mahal. Ia diasingkan selama kurang lebih 50 hari sebelum akhirnya turun ayat Allah yang memberikan pengampunan padanya. Namun demikian ia tidak pernah menyesali keputusannya tersebut, bahkan puas menerima dan menjalaninya. Karena ini berarti Allah swt benar-benar telah mengampuni dosa dan kesalahannya dan membebaskannya dari api neraka.

dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.(QS.At-Taubah (9):118).

 5.Taslim, yaitu penyerahan diri dan kepatuhan kepada perintah Allah swt.

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu ( Muhammad)  hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”(QS. An-Nisa (4):65).

Tidak ada hukum lain diatas hukum-Nya yang lebih dipatuhinya. Seorang Muslim harus menyadari hal ini.

(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar”.(QS. An-Nisa (4):13).

Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan”.(QS. An-Nisa (4):14).

6. Ridho.

Ini  adalah tahap akhir seorang Muslim menuju puncak pengabdiannya. Mereka ini mengerjakan amal kebaikan tanpa pamrih. Mereka ridho berhukum kepada hukum Allah meski harus bertentangan dengan adat dan kebiasaan masyarakat. Meski tidak jarang mungkin hukum tersebut  tidak menguntungkan dan tidak berpihak padanya. Bahkan boleh jadi membuatnya dimusuhi orang sekitarnya. Namun ia tidak peduli. Padahal mereka tahu bahwa balasan dari Sang Khalik baru datang nanti, setelah mereka meninggal dunia kelak. Meski tidak jarang pula siapa yang mematuhi dan berani menegakkan hukum-Nya, urusan duniapun dapat digenggamnya.

Hal ini hanya dapat dilakukan  oleh mereka yang yakin, haqqul yakin, bahwa kehidupan di dunia hanya sementara dan hanya cobaan. Negri akhirat adalah tujuan dan lebih abadi. Untuk itu Allah swtpun ridho membalas perbuatan agung  mereka. Balasan mereka adalah surga tertinggi. Itulah keberuntungan yang tiada taranya.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya”.(QS.Al-Bayyinah(98):8).

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar”. (QS. At-Taubah(9):72).

Wallahu’alam bish shawwab.

 Jakarta, 3 Mei 2013.

Vien AM.

Ukasyah bin Mihshan al Asadi adalah seorang sahabat Muhajirin yang berasal dari Bani Abdu Syams. Ia telah memeluk Islam pada masa-masa awal sehingga termasuk dalam as Sabiqunal Awwalin.

Suatu ketika Nabi SAW menceritakan kepada sahabat-sahabatnya, bahwa kelak di hari kiamat beliau akan memamerkan umat beliau di hadapan para pemimpin (Nabi-nabi terdahulu). Dengan bangganya beliau akan memperlihatkan umat beliau yang begitu banyak hingga memenuhi dataran dan bukit. Lalu Allah berfirman kepada Nabi SAW, “Ridhakah engkau, ya Muhammad?”

Maka Nabi SAW akan menjawab, “Aku ridha, ya Tuhanku!”

Kemudian Allah berfirman lagi, “Sesungguhnya ada tujuh puluh ribu dari umatmu yang masuk surga tanpa hisab dengan wajah seperti bulan purnama.”

Para sahabat pun terkagum-kagum dengan cerita Nabi SAW. Namun tiba-tiba Ukasyah mendekati beliau dan berkata, “Ya Rasulullah, doakanlah aku termasuk golongan itu.”

“Engkau termasuk golongan mereka!!” Kata Nabi SAW.

Melihat tindakan Ukasyah, beberapa sahabat mendekati beliau dan meminta didoakan seperti halnya Ukasyah. Beliau tersenyum melihat reaksi para sahabat tersebut dan bersabda, “Kalian sudah didahului Ukasyah.”

Perang Badar merupakan perang yang banyak memunculkan pahlawan-pahlawan Islam. Perang pertama yang sangat menentukan, apakah Islam akan tenggelam dan lenyap selagi masih embrio, ataukah akan terus tumbuh berkembang pesat? Dan sejarah membuktikan, 313 orang yang belum cukup berpengalaman dengan persenjataan terbatas dan perbekalan seadanya, apalagi memang tidak dipersiapkan untuk bertempur tetapi hanya untuk mencegat kafilah dagang Quraisy, ternyata mampu mengalahkan seribu orang pasukan kafir Quraisy yang dipimpin Abu Jahal yang berpengalaman, dengan persenjataan lengkap dan perbekalan yang lebih banyak. Tentunya semua itu terjadi tidak lepas dari pertolongan Allah SWT.

Salah satu pahlawan yang lahir di medan perang Badar ini adalah Ukasyah bin Mihshan bin Harsan  Al-Asadi. Begitu dahsyatnya ia bertempur sehingga pedangnya pun patah. Melihat hal itu, Rasulullah SAW menghampiri Ukasyah sambil membawa sebuah ranting pohon, sambil bersabda, “Berperanglah dengan ini wahai Ukasyah.”

Begitu diterima dari Nabi SAW dan digerak-gerakkan, ranting pohon itupun berubah menjadi sebuah pedang yang panjang, kuat, mengkilat dan tajam. Ukasyahpun meneruskan pertempurannya hingga Allah memberikan kemenangan pada umat Islam.

Pedang yang kemudian diberi nama “Al ‘Aun” menjadi senjata andalan Ukasyah dalam setiap pertempuran yang diikutinya, baik bersama atau tanpa Rasulullah SAW. Begitupun ketika Ukasyah menjemput syahidnya di Perang Riddah, pedang dari ranting pemberian Nabi SAW setia menemaninya.

Pada hari-hari akhir hidup Rasulullah, Rasulullah pernah mengumpulkan para sahabat dan mempersilahkan mereka untuk meng-qishos beliau bila pernah merasa beliau zalimi. Tak ada seorangpun yang berani berdiri hingga Ukasyah akhirnya berdiri.

“Ya Rasul Allah, Dulu aku pernah bersamamu di perang Badar. Untaku dan untamu berdampingan, dan aku pun menghampirimu agar dapat menciummu, duhai kekasih Allah, Saat itu engkau melecutkan cambuk kepada untamu agar dapat berjalan lebih cepat, namun sesungguhnya engkau memukul lambung samping ku” ucap ‘Ukasyah.

Mendengar ini Nabi pun menyuruh Bilal mengambil cambuk di rumah putri kesayangannya, Fatimah. Tampak keengganan menggelayuti Bilal, langkahnya terayun begitu berat, ingin sekali ia menolak perintah tersebut. Ia tidak ingin, cambuk yang dibawanya melecut tubuh kekasih yang baru saja sembuh. Namun ia juga tidak mau mengecewakan Rasulullah. Segera setelah sampai, cambuk diserahkannya kepada Rasul mulia. Dengan cepat cambuk berpindah ke tangan ‘Ukasyah. Masjid seketika mendengung seperti sarang lebah.

Abu Bakar ra, Umar ra  dan Ali bin Abi thalib ra tentu saja kecewa dan tak tinggal diam.

“Hai hamba Allah, inilah aku yang masih hidup siap menggantikan qishos Rasul, inilah punggungku, ayunkan tanganmu sebanyak apapun, deralah aku”

Namun Rasulullah mencegah para sahabat yang tak diragukan lagi kesetiaannya itu. Dengan tenamg beliau saw tetap mempersilahkan Ukasyah meneruskan niatnya.

Masjid kembali ditelan senyap. Banyak jantung yang berdegup kian cepat. Tak terhitung yang menahan nafas. ‘Ukasyah tetap tegap menghadap Nabi. Kini tak ada lagi yang berdiri ingin menghalangi ‘Ukasyah mengambil            qishos. “Wahai ‘Ukasyah, jika kau tetap berhasrat mengambil qishos, inilah ragaku,” Nabi selangkah maju mendekatinya.

“Ya Rasul Allah, saat Engkau mencambukku, tak ada sehelai kainpun yang menghalangi lecutan cambuk itu”. Tanpa berbicara, Nabi langsung melepaskan ghamisnya yang telah memudar. Dan tersingkaplah tubuh suci Rasulullah. Seketika pekik takbir menggema, semua yang hadir menangis pedih.

Melihat tegap badan manusia yang di maksum itu, ‘Ukasyah langsung menanggalkan cambuk dan berhambur ke tubuh Nabi. Sepenuh cinta direngkuhnya Nabi, sepuas keinginannya ia ciumi punggung Nabi begitu mesra. Gumpalan kerinduan yang mengkristal kepada beliau, dia tumpahkan saat itu. ‘Ukasyah menangis gembira, ‘Ukasyah bertasbih memuji Allah, ‘Ukasyah berteriak haru, gemetar bibirnya berucap sendu,

“Tebusanmu, jiwaku ya Rasul Allah, siapakah yang sampai hati mengqishos manusia indah sepertimu. Aku hanya berharap tubuhku melekat dengan tubuhmu hingga Allah dengan keistimewaan ini menjagaku dari sentuhan api neraka”.

Dengan tersenyum, Nabi berkata: “Ketahuilah duhai manusia, sesiapa yang ingin melihat penduduk surga, maka lihatlah pribadi lelaki ini”. ‘Ukasyah langsung tersungkur dan bersujud memuji Allah. Sedangkan yang lain berebut mencium ‘Ukasyah. Pekikan takbir menggema kembali.

“Duhai, ‘Ukasyah berbahagialah engkau telah dijamin Nabi sedemikian pasti, bergembiralah engkau, karena kelak engkau menjadi salah satu yang menemani Rasul di surga”. Itulah yang kemudian dihembuskan semilir angin ke seluruh penjuru Madinah.

Pembunuh Ukasyah adalah Thulaihah al Asadi yang saat itu mengaku sebagai nabi, tetapi kemudian menjadi sadar dan kembali kepada Islam dan menjadi baik keislamannya. Ketika Umar bertemu dengan Thulaihah, ia berkata, “Apakah engkau yang telah membunuh orang yang saleh, Ukasyah bin Mihshan??”

Thulaihah menjawab, “Ukasyah menjadi orang yang bahagia (menjadi syahid) karena diriku, dan aku menjadi orang celaka karena dirinya. Tetapi aku memohon ampun kepada Allah…”

Kemudian Thulaihah menyitir sabda Nabi SAW, “Surga itu diliputi oleh hal-hal yang dibenci dan neraka itu ditaburi oleh hal-hal yang disukai…”

Umar bin Khaththab hanya tersenyum dan membenarkan Thulaihah.

Subhanallah …

Jakarta, 29 April 2013.

Vien AM.

Dikutip dari :

http://www.sdmutiaraislam.com/2012/01/ukasyah-bin-mihshan-ra.html

http://www.suaramedia.com/sejarah/sejarah-islam/21861-ukasyah-dan-keberaniannya-mencambuk-rasulullah.html

Incest ( baca Inses) yang dalam bahasa Indonesia sering disebut hubungan sumbang adalah perkawinan ( resmi maupun tidak resmi) antar anggota keluarga. Atau tepatnya hubungan seksual yang dilakukan diantara mereka. Bisa ayah dengan anak perempuannya, ibu dengan anak lelakinya, antar saudara kandung, saudara tiri atau juga paman atau tante dengan ponakan dan sebaliknya.

Dalam dunia kesehatan modern hari ini, hubungan seperti diatas sangatlah tidak dianjurkan, karena ternyata amat berbahaya bagi kesehatan. Hubungan tersebut berpotensi tinggi menghasilkan keturunan yang lemah, cacat, baik fisik maupun mental. Bahkan bisa mengakibatkan kematian !

Hal ini dimungkinkan karena gen-gen pembawa sifat lemah terakumulasi pada keturunannya. Penelitian menunjukkan bahwa anak hasil perkawinan seperti ini memiliki risiko lebih besar menderita penyakit-penyakit genetik tertentu dari pada perkawinan pada umumnya. Biasanya penyakit tersebut adalah penyakit yang berhubungan dengan kelainan darah. Thalasemia dan Haemophilia adalah salah satunya. Seperti yang terjadi pernah pada abad 19, di lingkungan keluarga kerajaan Inggris, dimana perkawinan antar keluarga masih sering dilakukan.

Sejarah mencatat bahwa beberapa masyarakat kuno terbiasa melakukan perkawinan antar keluarga tersebut tanpa menyadari resikonya. Ada beberapa alasan mengapa mereka melakukan hal ini. Yang terbanyak adalah karena alasan politik, yaitu demi melanggengkan kekuasaan. Bisa juga demi alasan kemurnian keturunan atau ras.

Dalam mitologi Yunani kuno, dewa Zeus yang merupakan dewa tertinggi adalah suami dari dewi Hera, yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri. Sedangkan dalam mitologi Mesir kuno, pasangan dewa Osiris dan dewi Isis sebenarnya juga adalah 2 saudara kakak beradik.  Demikian juga Ptolemeus II, seorang raja Mesir kuno. Salah satu istrinya, yaitu Elsinoe, adalah saudara perempuannya sendiri. Juga ratu legendaris Mesir masa lalu, Cleopatra, ia pernah menikahi dua orang saudara kandungnya sendiri.

Di Indonesia hal ini juga tercatat pernah terjadi, meski hanya sebatas legenda. Yang terkenal yaitu kisah Sangkuriang dari Jawa Barat dan kisah Prabu Watugunung dari Bali. Kedua kisah ini memiliki kemiripan, yaitu tentang pemuda yang ingin mengawini ibu mereka. Keduanya awalnya tidak mengetahui bahwa perempuan jelita yang mereka cintai itu adalah ibu mereka sendiri.

Kisah Sangkuriang adalah kisah yang melatar belakangi lahirnya kota Bandung, dengan gunung Tangkuban Perahunya. Ibunya bernama Dayang Sumbi. Namun perkawinan antar anak dan ibu ini akhirnya bisa terhindari berkat usaha sang ibu yang akhirnya menyadari bahwa pemuda yang jatuh cinta padanya dan ingin mengawininya itu adalah anak kandungnya sendiri.

Ia menyadari hal tersebut setelah melihat bekas luka dikepala sang pemuda. Luka tersebut adalah luka pukulan sang ibu karena Sangkuriang telah membunuh ayah kandungnya, meski sebenarnya tidak sengaja. Kemudian Sangkuraing lari melarikan diri dan baru bertemu lagi dengan ibunya Sumbi setelah ia dewasa. Ia tidak mengetahui bahwa perempuan tersebut adalah ibunya. Demikian pula Dayang Sumbi, ia tidak tahu bahwa pemuda tersebut adalah anaknya.

Sebaliknya dengan Prabu Watugunung, istrinya yaitu Dewi Sinta, sangat terlambat mengetahui bahwa suaminya ternyata adalah anak kandungnya sendiri. Ini terjadi setelah ia melahirkan 28 anak dari suaminya itu. Ia baru menyadari hal itu setelah suatu hari melihat luka di kepala sang suami. Luka tersebut adalah luka akibat pukulan sang ibu bertahun-tahun yang lalu karena kenakalan putranya, yang menyebabkannya melarikan diri dan baru bertemu lagi setelah ia dewasa.

Saat ini, sejumlah Negara barat seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Australia, Incest dikategorikan sebagai suatu kejahatan pidana, dan pelakunya harus mendapat hukuman. Amerika misalnya, Incest dinyatakan illegal dengan hukuman bervariasi di tiap Negara bagiannya. Massachusetts adalah Negara bagian paling keras hukumannya yakni bisa mencapai 20 tahun penjara, sedang di Hawai hanya 5 tahun. Sementara di Inggris, hukumannya adalah 12 tahun penjara.

Pada tahun 2000-an, masyarakat Jerman pernah dihebohkan dengan kasus perkawinan Incest. Adalah Patrick dan Susan, pasangan suami istri yang juga saudara kakak beradik kandung. Perkawinan illegal mereka baru terbongkar setelah berjalan bertahun-tahun lamanya. Setelah proses panjang pengadilan, 2001 hingga 2008, keduanya akhirnya harus menjalani hukuman penjara 2 tahun.

Namun pasangan yang telah memiliki 4 orang anak, 2 cacat, tersebut sempat naik banding. Mereka beralasan bahwa larangan perkawinan Incest yang telah berlaku sejak tahun 1871 itu sudah ketinggalan zaman dan melanggar HAM. Karenanya harus diteliti kembali. Perdebatan hangatpun muncul di berbagai media massa.

Namun dengan tegas, profesor Juergen Kunze, seorang ahli genetika di Rumah Sakit Berlin, mengatakan, undang-undang ini diperlukan bukan hanya di Jerman tapi juga di seluruh Eropa.

“Penelitian menunjukkan risiko terjadinya kelainan genetik sangat tinggi akibat hubungan Incest. Kemungkinan lebih dari 50 persen anak akan cacat,” ujarnya.

Sekedar info tambahan, temuan tersebut baru terungkap beberapa tahun belakangan ini saja, yaitu diawali dengan ditemukannya teori tentang Genetika pada akhir abad 19 oleh George Mendel.

Lalu bagaimana ajaran Islam sendiri memandang perkawinan antar keluarga seperti ini ?

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”,(QS. An-Nisa (4):23).

Subhanallah … Ayat ini telah diturunkan pada abad 7, jauuuh sebelum adanya penemuan ilmiah bahwa perkawinan antar anggota keluarga beresiko menurunkan keturunan yang rentan dan lemah, bahkan bisa mematikan.

Ini makin membuktikan bahwa perintah dan larangan yang diturunkan Allah swt itu pasti mengandung hikmah, yang pada akhirnya akan menguntungkan kita. Meski sebenarnya, takwa, adalah tujuan utamanya. Artinya, tidak penting apakah ayat tersebut  menguntungkan kita atau tidak. Karena sebenarnya hanya dengan izin-Nya jua semuanya bisa terjadi.

Kisah Qabil dan Habil, dua putra nabi Adam as dan Siti Hawa adalah contohnya. Ketika itu, demi berkembangnya manusia didunia ini, Allah swt memerintahkan agar ke 6 pasang putra nabi pertama sekaligus manusia pertama di dunia ini saling menikahi saudaranya masing-masing, dengan syarat bukan kembarannya sendiri.

Namun ternyata Qabil tidak mau mentaati perintah tersebut. Dengan nekad, ia malah membunuh Habil, saudaranya yang diperintahkan menikahi kembaran Qabil. Ini terjadi setelah keduanya ditantang Sang Khalik agar melakukan kurban, dan kurban Qabil tidak diterima oleh-Nya. Inilah peristiwa pembunuhan pertama yang terjadi di muka bumi ini. Akibatnya Qabilpun menyesal dan hidup menderita selamanya.

“Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa”.(QS. Al-Maidah(5):27).

Kalau kita cermati contoh-contoh kasus Incest yang terjadi, kebanyakan mereka adalah saudara kandung atau anak yang terpisah dari saudara atau ayah-ibunya. Mereka bertemu dan jatuh cinta tanpa mengetahui bahwa sebenarnya mereka bersaudara dan mempunyai hubungan darah.

Dari sini, satu lagi hikmah ayat Al-quran dapat kita petik, yaitu dilarangnya mengambil anak angkat tanpa menyebutkan asal usulnya. Ini yang terjadi pada Zaid bin Haritsah, putra angkat Rasulullah saw, yang sebelum turunnya perintah Allah menggunakan nama Zaid bin Muhammad. Yang dengan demikian dapat menghindarkan kemungkinan jatuh cinta dan menikah dengan saudara kandung sendiri.

Dari `Uqbah ibn Harits bahwa dia menikahi anak perempuan Ihab ibn `Azis. Maka datang kepadanya seorang perempuan maka (dia) berkata, “Sesungguhnya saya telah menyusui `Uqbah dan (perempuan) yang dia nikahi.” Maka berkata kepadanya `Uqbah, “Aku tidak tahu kalau engkau telah menyusuiku dan engkau tidak pula memberitahuku.” Maka (`Uqbah) berkendara menuju Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam di Madinah, maka dia bertanya kepada beliau. Maka bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, “Bagaimana (lagi) padahal sudah dikatakan (bahwa kalian adalah bersaudara susuan)?” Maka `Uqbah menceraikannya (istri) dan menikahi istri (perempuan) selainnya. (HR Bukhari).

Hadist diatas juga membuktikan betapa di masa lalupun, umat Islam telah terbiasa memperhatikan siapa saja saudara sesusuan mereka. Ini penting agar perkawinan Incest tidak terjadi.

Ironisnya, perkawinan yang tidak diridhoi Allah swt ini masih saja terus terjadi, di sekitar kita.  Adalah suku Polahi. Suku Polahi adalah sebuah suku masyarakat yang tinggal di suatu daerah di hutan pedalaman Gorontalo, Sulawesi Selatan. Menurut kabar, suku ini adalah suku masyarakat pelarian zaman penjajahan Belanda yang melakukan eksodus ke hutan karena takut dan tidak mau dijajah oleh kolonial Belanda, sehingga menjadikan mereka sebagai suku terasing sampai dengan saat ini.

Suku ini masih sangat terbelakang. Mereka  belum mengenal pakaian, mereka hanya mengenakan daun palma dan kulit kayu sebagai penutup syahwat mereka. Rumah mereka sangat sederhana, tak ada dinding pembatas di dalamnya. Mereka juga tak mengenal sekolah dan fasilitas kesehatan modern. Kabarnya mereka hanya bisa menghitung sampai angka 4, lebih dari itu dikatakan “banyak”. Yang lebih parah, masyarakat yang hanya berjumlah 500 orang ini terbiasa mengawini anggota keluarga mereka sendiri. Tak tanggung-tanggung, antar kakak beradikpun jadi !

Namun yang lebih menyedihkan lagi, belakangan ini kasus pemerkosaan yang dilakukan ayah terhadap anak kandung perempuannya sendiri makin meningkat. Apa yang terjadi dengan umat ini? Apa dan bagaimana tanggung jawab penguasa negri ini? Tidakkah cukup segala musibah yang melanda negri ini??

Nau’dzubillah min dzalik.

Jakarta, 23 April 2013.

Vien AM.

grand archKeluar dari 4 temps, mall yang kabarnya terbesar di Eropa itu, Grand Arch, tugu raksasa setinggi  110 meter yang dibangun pada tahun 1985 langsung menyambut saya. Tugu ini merupakan duplikat Arch de Triomphe, dalam versi modernnya, sesuai dengan lingkungan sekitarnya, yaitu La Defense.

La Defense adalah bagian Paris modern dimana gedung-gedung tinggi pencakar langit layaknya Manhattan di New York, kokoh berdiri menantang langit. Disinilah selama hampir 3 tahun suami tercinta pergi ‘ngantor’, dengan hanya berjalan kaki selama kurang lebih 10 menit.  Hal yang mustahil terjadi di Jakarta, kantor barunya setelah pulang ke tanah air. Dari  stasiun metro La Defense, ujung metro line 1 ini pulalah kami pulang pergi melaksanakan berbagai kegiatan kami selama itu.

Grand Arch bersama dengan Arch de Triomphe dan Arch de Triomphe du Carousel yang ukurannya lebih kecil lagi dari Arch de Triomphe,  membentuk satu garis lurus yang dikenal dengan nama Axe Historique, garis lurus bersejarah. Bulevard terkenal Champs Elysees dan Place de la Concorde yang fenomenal itu terletak diantara Arch de Triomphe dan Arch de Triomphe du Carousel.  Arch de Triomphe du Carousel sendiri berada di ujung akhir Jardin de Tuleries, persis di depan Pyramida kaca raksasa yang merupakan pintu gerbang Musee du Louvre .

Yang mengejutkan, adalah temuan bahwa Axe Historique ini ternyata menuju ke 1 titik, yaitu Ka’bah di Mekkah ! Paling tidak, itulah yang dikatakan Hanum putri Amien Rais dan suaminya , Rangga, dalam buku « 99 cahaya di Langit Eropa » karya pasangan muda tersebut. Ini berdasarkan keterangan seorang Muslimah, mualaf asli Perancis, peneliti yang bekerja di Institut du Monde Arab, Paris.

arch de triomp carouselEntahlah, apakah itu suatu kebetulan atau tidak. Yang pasti tugu kemenangan bernama Arch de Triomph du Carousel itu faktanya memang dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte yang juga dikenal sebagai Napoleon 1.  Sementara sejumlah sumber  menyatakan bahwa Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis yang terkenal itu, pernah menyatakan kekagumannya atas Islam.  Ini berawal pada tahun 1798, ketika ia berkunjung ke Mesir dan menaklukan negri 1000 menara ini. Waktu itu ia belum menjadi kaisar.

« Puis enfin, à un certain moment de l’histoire, apparut un homme appelé Mahomet. Et cet homme a dit la même chose que Moïse, Jésus, et tous les autres prophètes : il n’y a qu’Un Dieu. C’était le message de l’Islam. L’Islam est la vraie religion. Plus les gens liront et deviendront intelligents, plus ils se familiariseront avec la logique et le raisonnement. Ils abandonneront les idoles, ou les rituels qui supportent le polythéisme, et ils reconnaîtront qu’il n’y a qu’Un Dieu. Et par conséquent, j’espère que le moment ne tardera pas où l’Islam prédominera dans le monde. »

“Lalu akhirnya, pada beberapa titik dalam sejarah, muncul seorang pria bernama Muhammad. Dan orang ini mengatakan hal yang sama bahwa Musa, Yesus dan nabi-nabi lainnya: hanya ada satu Tuhan. Itu adalah pesan Islam. Islam adalah agama yang benar. Makin banyak orang membaca makin banyak orang menjadi lebih cerdas, mereka menjadi akrab dengan logika dan penalaran. Mereka meninggalkan berhala, atau ritual yang mendukung politeisme, dan mereka mengakui bahwa hanya ada satu Tuhan. Dan karena itu saya berharap bahwa suatu waktu nanti akan segera tiba waktunya Islam mendominasi dunia.

Tulisan di atas bukan satu-satunya bukti kekaguman Napoleon yang sangat hobby membaca ini, atas Islam. Ada sejumlah tulisan lain yang menerangkan kekaguman Napoleon pada Rasulullah Muhammad saw dan para sahabat. Diantaranya yaitu pernyataan kekagumannya tentang keberhasilan penyebaran Islam, yang dalam waktu kurang dari 100 tahun telah manpu ‘meng-Islam-kan’ hampir separuh dunia.  Bahkan ada pula catatan bahwa  ketika berada di Mesir, Napoleon pernah bersyahadat ! Meski sebagian berpendapat bahwa itu hanyalah bagian dari politik Napoleon. Wallahu’alam .. Napoleon memang dikenal sebagai tokoh besar yang kontroversial.

Tulisan diatas sendiri disadur dari Jurnal Sainte Helene, pada tahun 1815 – 1818. Sainte Helene atau Santa Helena adalah tempat Napoleon di asingkan pada tahun 1812, tak lama setelah kekalahannya. Pulau ini terletak di tengah lautan Atlantik sebelah selatan, 1900 kilo meter dari Afrika. Dibutuhkan 2.5 bulan untuk mencapai pulau ini, dengan menumpang kapal.

Sedangkan jurnal St Helene adalah catatan harian orang-orang yang menemani Napoleon selama di pengasingan. Sebagai informasi, selama di Santa Helena, Napoleon memang selalu mendiktekan biografi hidupnya kepada orang-orang dekat yang mendampinginya. Salah satunya adalah asisten pribadinya yang bernama Ali.

Di pulau terpencil nun jauh di ujung sana inilah Napoleon hidup selama 6 tahun hingga akhir hayatnya. Disinilah kabarnya ia menghabiskan waktunya untuk lebih mengenal Islam yang pernah dikaguminya, dan mungkin bersyahadat, secara serius …

german embassy 1Namun pagi ini saya mendapat surprised. Melalui Face Book, saya melihat sebuah foto hasil jepretan seorang teman di Paris. Foto tersebut adalah foto langit-langit sebuah ruangan dengan hiasan mirip kaligrafi. Tebakan saya kaligrafi tersebut berbunyi « La illaha illa Allah ».

Lalu apa surprisednya ? Bila tulisan tersebut berada di masjid atau tempat-tempat milik Muslim tentu hal biasa. Tapi bila tulisan tersebut berada di langit-langit salah satu ruangan di dalam rumah duta besar Jerman di Paris, tentu berbeda. Dan info yang saya dapat kemudian, ternyata bangunan tersebut awalnya adalah milik putri Napoleon 1 !  Subhanallah … Dapatkah ini dijadikan bukti bahwa Napoleon memang benar-benar telah bersyahadat jauh sebelum dipenjarakan di pengasingannya di Santa Helena? Wallahu’alam ..

Berikut video mengenai Napoleon dan Islam :

http://www.youtube.com/watch?v=bL6DTlAnwek

Adalah kenyataan, bahwa salah seorang jendral kepercayaan Napoleon yang ikut mendampingi Napoleon dalam ekspedisinya ke Mesir yaitu, jendral Francois Menou, telah bersyahadat. Jendral yang mempunyai julukan Baron de Boussay ini kemudian menikah dengan seorang Muslimah Mesir dan mengganti namanya menjadi Abdallah. Sebelum wafatnya pada tahun 1810, ia sempat menduduki jabatan gubernur jendral Tuscany dan Venezia.

Sementara orang terdekat Napoleon, Raza Roustam, yang senantiasa setia mendampingi Napoleon kemanapun sang kaisar pergi, adalah seorang Muslim sejati. Roustam yang ahli berkuda itu adalah seorang  Mesir kelahiran Georgia yang diberikan penguasa Mesir kepada Napoleon pada lawatannya ke Mesir. Dengan penuh rasa percaya diri, sang asisten pribadi istimewa ini selalu berpakaian ala Mameluk lengkap dengan sorbannya, hingga menarik perhatian siapapun yang melihatnya.

german embassy 2Dan sejumlah foto yang dipajang di salah satu ruangan rumah duta besar Jerman yang dilihat beberapa teman saya di Paris beberapa hari lalu itu, kabarnya memang foto para sahabat Muslim Napoleon dari Mesir. Orang-orang yang menginspirasi kebesaran dan kebenaran Islam.

Marion, demikian nama peneliti yang disebutkan Hanum dalam bukunya, juga berani berkata bahwa Napoleonic Code, hukum yang dibuat Napoleon sekembalinya dari Mesir itu, jika dicermati secara serius, sebenarnya senafas dengan syariah Islam.

Kini, melihat kenyataan bahwa Islam berkembang pesat di negri yang pernah dikuasainya, seperti yang pernah diimpikannya, bagaimana kira-kira perasaan Napoleon bila ia masih hidup, puaskah ia? Yang pasti, selang beberapa hari setelah kami meninggalkan Paris, pemerintahan Perancis dibawah kepresidenan Francois Holland telah mengirimkan tentaranya ke Mali, untuk menghancurkan pasukan Mujahidin Mali yang sedang berjuang untuk menerapkan hukum Islam di negaranya.

“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”.(QS.Al-Jatsiyah(45):18).

Apakah aksi berlebihan pemerintah Perancis ini merupakan reaksi ketidak-senangan mereka terhadap perkembangan Islam di negaranya? Apakah berbagai larangan seperti pelarangan jilbab, pelarangan azan, pelarangan pembangunan masjid dll yang dilontarkan pemerintah terhadap umat Islam di negri itu berhasil menghentikan penyebaran agama yang diridhoi-Nya itu?

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”(QS.Ali Imran(3):54).

Entahlah. Yang jelas, kami berdua hanya dapat berharap dan berdoa semoga saudara-saudari kita di negri ini bisa tetap istiqomah menjalankan syariat agama ini meski hanya sebagai kaum minoritas.

Sebagai penutup, tulisan yang saya buat ini bukan dimaksudkan sebagai  ‘íming-iming’agar para pembaca berkunjung ke Paris. Justru sebaliknya, saya berharap agar tulisan ini dapat cukup mewakili keinginan tersebut. Kecuali bila pembaca telah menunaikan kewajiban haji bila memang mampu dan masih memiliki kelebihan harta setelah melaksanakan kewajiban-kewajiban lain sebagai Muslim. Atau bila itu adalah memang tugas perusahaan, tentu saja. Itupun masih ditambah dengan tujuan untuk kepentingan dakwah, insya Allah.

eifel totindoAkhir kata, saya ucapkan banyak terima-kasih kepada sahabat-sahabat dan teman-teman yang telah membuat kami betah tinggal di kota ini, dengan segala suka dukanya. Teman-teman Totindo dimana kami secara rutin berkumpul untuk mengkaji ayat-ayat suci Al-Quranul Karim, baik melalui pengajian biasa maupun pengajian via Skype. Ataupun sekedar kumpul-kumpul sambil mencicipi masakan Indonesia yang memang top. Ataupun juga sekedar berjalan-jalan menikmati keindahan kota sambil berfoto-ria. …  :-)  ..

Au revoir “, kata dalam bahasa Perancis yang pada umumnya diartikan sebagai sampai bertemu kembali ini tampaknya kurang cocok untuk dijadikan judul dalam artikel ini.  Mungkin ” Good Bye” atau “A Dieu”  dalam bahasa Perancisnya,  lebih tepat. Meski “Dieu” yang artinya Tuhan itu kedengaran sedikit lebay, karena rata-rata orang Perancis tidak percaya Tuhan.  Tetapi ternyata kata itu tetap saja exist … :-)

Terima-kasih ya Allah, telah Kau beri kami kesempatan untuk menyaksikan berbagai kejadian dan peristiwa di belahan barat bumi-Mu ini. Semoga kami memiliki kemampuan untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari segala kejadian tersebut. Aamiin aamiin aamiin ya robbal álamin ..

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”.(QS.Al-Mulk(67):15).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 1 April 2013.

Vien AM.

Paris, Au Revoir (3).

Apapun, masjid adalah tempat silaturahim yang baik. Disini pula suatu hari saya pernah mengantar seorang  reporter TV tanah air menemui direktur masjid ini. Dalam wawancaranya itu, beliau mengaku kagum dengan Muslim Indonesia yang terlihat kompak dan mudah diatur ketika berhaji. Dalam kesempatan itu beliau juga menyampaikan salam ukhuwahnya untuk Muslim negri kita.

Yang juga cukup membanggakan, masjid ini terletak di lokasi yang cukup bergengsi. Masjid ini terletak di sudut  jalan, di depan Jardin de Plantes, yaitu kebun raya tanaman bio yang cukup luas  dan museum National d’Histoire Naturelle, museum yang menyimpan sejarah bintang langka, seperti Dinosaurus dll. Kedua situs ini banyak dikunjungi wisatawan dan hampir setiap hari selalu ramai.

Di sudut jalan ini berdiri sebuah restoran halal ala Maroko. Berbagai makanan khas Maroko seperti kuskus dan tajin yang banyak disukai bule  Perancis dijual di tempat ini. Di restoran ini terdapat  hamam, yaitu permandian air panas ala Maroko, yang dipisahkan antara laki2 dan perempuan. Jangan heran bila melihat antrian panjang bule-bule, mengantri di sudut masjid ini. Sekedar info, orang Perancis banyak yang sangat menyukai hal-hal yang eksotis – orientalis.

Bagi kaum Muslimin penggemar masakan khas Perancis juga ada kabar gembira. Restoran yang menyajikan masakan khas seperti crepe asin isi salmon, raclette dll dapat dijumpai tak jauh dari sini. Letaknya di belakang stasiun metro Place Monge.

Sementara itu di sudut lain masjid berdiri sebuah toko buku Islam dalam berbagai bahasa, selain toko buku di depan masjid yang hanya menjual buku dalam bahasa Perancis dan Arab. Di kedua toko ini dijual pula berbagai pernak pernik berbau  ‘islam’ seperti parfum Arab, Henna cat kuku dan rambut, gamis dll, disamping tentu saja sajadah dan tasbih.

Saya sempat mengobrol lumayan sering dengan  pemilik toko buku yang di ujung jalan itu. Ia adalah seorang pria setengah umur yang ramah dan sangat santun. Istrinya adalah orang bule asli Perancis  yang menutup auratnya dengan sangat sempurna. Cadar menutupi sebagian wajahnya. Hal yang banyak dilakukan mualaf asli negri ini. Sedangkan suaminya adalah orang Syria yang sejak lama telah tinggal di Perancis dan menjadi  warga Negara Perancis. Keduanya terlihat sangat sholeh dan sholehah.  Mereka sangat menjungjung tinggi agama Islam. Kagum saya pada mereka.

Kenangan yang juga tak patut dilupakan adalah keberadaan kedutaan Indonesia.  Disinilah masyarakat Indonesia sering bertemu. Tidak hanya ketika Ramadhan, Lebaran atau Natal. Namun juga ketika kebetulan sedang mengurus passport.  Bahkan persatuan ibu-ibu pejabat yang tergabung dalam Dharma Wanita juga menyelenggarakan arisan dan pertemuan rutin bulanan. Acara ini terbuka untuk seluruh warga Indonesia, baik yang sudah puluhan tahun tinggal di Paris dan menikah dengan bule maupun yang sedang tugas mendampingi suami,  seperti saya ini.

Di bagian belakang gedung perwakilan Negara ini berdiri pula semacam koperasi merangkap kantin. Disinilah berbagai keperluan dapur khas Indonesia seperti kecap, bumbu kacang, indomie  dll dapat ditemukan.  Begitu juga  masakan jadi khas Indonesia buatan masyarakat Indonesia di Paris.

Sayangnya, masakan tersebut belum tentu halal. Biasanya, untuk mengetahui kehalalan masakan tersebut kita harus mencari tahu dulu siapa yang memasak lauk pauk tersebut.  Beruntung tahun lalu, ada istri teman sekantor suami, seorang Muslmah,  yang hobby memasak dan mau menerima pesanan masakan. Jadi terjamin halal, Alhamdulillah …

Namun dalam urusan perut, sebenarnya kaum Muslimin tidak perlu terlalu khawatir. Sekarang ini banyak sekali toko daging ( mentah) halal di Paris, orang menamakannya “ Boucheri Musulman”, baik di pusat  kota maupun di banlieu, kota-kota satelit di sekitar Paris. Malah di supermarket besarpun tidak jarang ditemukan adanya stand daging halal.  Itupun bukan hanya sebatas daging sapi, kambing dan ayam tapi juga masakan siap saji seperti lasagne, pizza, ayam goreng, sandwich, burger dll.

Begitupun bumbu dapur dan rempah-rempah, selain di kedutaan, kita juga bisa berbelanja di china town, seperti super market Tang Freres yang terletak di Paris 13. Atau toko-toko kelontong kecil milik orang Cina atau orang India yang jumlahnya lumayan banyak, bisa menjadi alternatif menarik. Jadi tidak ada alasan tinggal di Paris itu bakal sulit makan nasi atau masak masakan khas daerah kesayangan suami. … :-) ..  Meski memang, tentu saja,  bumbunya tidak selengkap di tanah air.

IMG_4692Yang juga tak kalah menggembirakan, di objek-objek wisata resto halal juga tidak terlalu sulit ditemui. Di Musee du Louvre misalnya, di area food court museum ini , sejak beberapa waktu lalu telah tersedia sebuah counter resto halal. 2009-07 Paris_2198Juga di Sacre Couer, sebuah resto fast food halal yang menjual ayam goreng  ala Kentucky, bisa ditemui. Lumayan, untuk pengganjal perut setelah lelah berjalan mendaki bukit kecil dimana gereja tua berwarna putih ini berdiri. Bukit ini sering disebut sebagai atapnya Paris. Karena dari sini kita bisa memandang sebagian kota.

Sementara tak terlalu jauh dari Arc de Triomph, tugu pahlawan yang terletak di bundaran jalan dimana 12 jalan raya bertemu, salah satunya adalah Champs Elysees,  sebuah resto halal yang cukup enak boleh dijajal. Di dinding resto masakan  khas Perancis ini tergantung beberapa lukisan tokoh Turki. Pemilik resto ini memang orang Turki.

Kabarnya, tak jauh dari tugu dengan relief memukau ini juga ada restoran Indonesia. Sayang,  beberapa kali saya mencari tidak menemukannya. Yang saya tahu resto Indonesia yang berada di rue Vaugirard, tidak jauh dari Palais de Luxembourg,  Paris 6.

Bagi yang suka berbelanja di Galery Lafayette, mall mewah terkenal di Paris yang memiliki kubah biru nan elok itu,  juga tidak perlu resah. Sebuah resto halal yang menyajikan masakan Perancis milik seorang Muslim asal Maroko bisa ditemui tidak terjalu jauh dari galeri yang selalu dipadati turis ini.

Sedangkan di sekitar boulevard St Germain, salah satu jalan utama kota Paris yang dirancang secara apik oleh Haussmann di akhir abad 19, sebuah resto halal yang menyajikan masakan Cina dapat menjadi obat penawar kangen masakan Asia yang lumayan enak.  Resto ini terletak di rue Dauphine, tak berapa jauh dari toko bernama « Terima-Kasih ».  Surprised ya ? Begitu juga saya … :-)

toko terimakasihItu sebabnya, saya segera masuk dan melihat-lihat toko yang ternyata berisi pernak pernik dan sejumlah furniture kayu khas Indonesia. Kebetulan saya bertemu dengan si pemilik, seorang asli Perancis.  Usut punya usut, si pemilik memang pecinta produk negri kita. Itu sebabnya tokonya ia beri nama Terima-kasih. Ia bercerita bahwa ia sering berkunjung ke Jakarta dan Surabaya. Selain untuk urusan bisnis, ia mengaku telah jatuh cinta kepada 2 kota besar itu, dengan segala hiruk pikuknya.

Begitupun di 4temps, pusat perbelanjaan modern di ujung Paris, yang terletak di La Defense, sebuah cafe halal siap saji a la Mc Donald bernama Lal’s cafe, siap melayani kaum Muslimin yang peduli akan kehalalan makanan yang masuk ke perut mereka.

Saya jadi teringat kepada 2 orang Muslimah yang di hari-hari terakhir menghampiri saya. Dari kejauhan mereka sudah melihat ke arah saya. Awalnya saya ragu, berpikir keras apakah saya mengenal kedua perempuan cantik berwajah Arab Aljazair tersebut.  Pertanyaan saya tak lama segera terjawab. Ternyata mereka hanya ingin menanyakan letak café halal tersebut.

Tadinya saya hanya memberi ‘ancer-ancer’nya saja. Tapi kemudian saya berubah pikiran, setelah teringat pengalaman tak terlupakan diantar saudara Muslim ketika suatu hari kami nyasar di negara orang. “Cari pahala ah, selagi masih ada kesempatan”. Maka jadilah saya berbalik arah, mengejar dan mengantar keduanya hingga terlihat papan arah penujuk jalan “Lal’s café”.  Indahnya persaudaraan ..

Namun sebenarnya, untuk mendapatkan makanan halal di kota ini sama sekali tidak sulit, minimal kebab, yang terbanyak adalah kebab Turki. Makanan ini ada hampir di semua sudut kota. Bahkan di tempat-tempat terbuka model pasar kaget kalau di Jakarta, kemungkinan hot dog atau jajanan lain halal yang semacamnya selalu ada. Kuncinya perhatikan dulu penjualnya.  Bila wajahnya menunjukkan ‘wajah Islam ‘,  seperti Aljazair, Maroko, Aljazair atau Turki, 4 etnis Muslim terbanyak di kota ini, cobalah beranikan diri bertanya, apakah makanan yang dijualnya itu halal. Tanyakan dengan suara pelan saja.

Beberapa kali saya melakukan hal itu. Dan ternyata benar. “ Oui, bien sure. Je suis musulman, je m’appelle Muhammad”.  Dengan semangat tanpa ditanya ia memperkenalkan diri, bahwa ia seorang Muslim dan bernama Muhammad.  Selanjutnya, ketika saya menanyakan mengapa tidak diberi tanda halal.  Ia menjawab bahwa resikonya terlalu berat, pelanggan bule bisa menjauh dan mencibir.  Apa boleh buat .. :-(

Ada juga beberapa resto, contohnya di sekitar Sacre Couer atau di sekitar St Michel, tempat dimana turis sering ngantri mencari makan. Meski resto tidak memasang tanda halal, namun begitu melihat ada perempuan berjilbab sedang celingukan mencari resto,  secara spontan sang penjual langsung berteriak bahwa restonya halal.  Ada juga beberapa resto yang  tanpa ditanya mengatakan bahwa ayamnya halal, namun tidak sapinya. Aneh yaa, tapi begitulah …

Lepas dari Lal’s café, sayapun melanjutkan langkah menuju arah lain 4 temps. Sore itu saya janji bertemu dengan seorang teman asal Azerbaijan yang juga sedang di Paris dalam rangka menemani suaminya bertugas. Seperti kebanyakan warga Negara bekas pecahan Rusia, teman saya ini juga Muslim. Sayang ilmu ke-Islam-annya amat minim. Ia mengaku bahwa dirinya belum bisa 100 % meninggalkan kebiasaannya  mengkonsumsi alcohol, terutama bila suaminya, yang juga Muslim menawarkannya, hiks ..

Ia juga bercerita bahwa dirinya baru mulai mengerjakan shalat setahun belakangan ini. Itu sebabnya pada perjumpaan terakhir ini saya menghadiahkan mukena untuknya. Plus buku cerita anak bergambar tentang kehidupan Rasulullah saw untuk kedua putrinya yang masih balita. Dengan harapan, semoga biografi  sederhana tersebut mampu mendekatkan mereka kepada nabi-Mu serta Islam yang tampak jauuh itu. Shalawat dan salam sejahtera bagimu ya Rasul …

“ Aduh bagus sekali, koq kamu tahu kalau saya hanya punya mukena satu, yang segera saya cuci ketika saya sedang haid”, sambutnya senang, dalam bahasa Perancis yang sangat fasih.

( Bersambung)

Paris, Au Revoir (2) !

Seminggu menjelang berakhirnya masa tugas suami, apartemen yang selama ini kami tinggali sudah harus dikembalikan ke perusahaan. Kami diberi kebebasan mencari sendiri hotel apartemen, dengan tanggungan mereka. Dengan penuh semangat, saya usulkan agar suami memilih hotel di pusat keramaian kota. Ini adalah kesempatan baik dan mungkin terakhir, karena selama ini kami tinggal di apartemen di Courbevoie, tidak berapa jauh dari kantor suami di La Defense.

IMG_4637IMG_4638Maka selama seminggu itu, sungai Seine yang membelah kota Paris menjadi 2 bagian yaitu Rive Gauche ( bagian kiri ) dan Rive Droit ( bagian kanan) menjadi pemandangan kami begitu kami membuka jendela kamar kami, Subhanallah …

Stasiun metro St Michel dan stasiun Pont Neuf  terletak hanya beberapa  puluh meter  dari tempat ini. Meski sebenarnya untuk menjelajahi Quartier Latin yang terletak di Paris 5 ini, kita tidak perlu  menggunakan metro. Quartier Latin adalah  bagian tertua kota yang ramai dipadati turis. Dengan berjalan kaki, Place St Michel, Notre dame de Paris, bulevard St Germain, Sorbonne,  Pantheon bahkan Palais de Luxembourg yang agak jauh di selatanpun bisa dicapai. Menyeberangi sungai, ke arah utara, Hotel de Ville atau ke arah barat, musee du Louvre juga masih dapat digapai.

place de la concordeDemikian juga Place de la Concorde, yang merupakan salah satu tempat paling bersejarah di negri ini. Pelataran terluas di Paris ini dikelilingi bangunan-bangunan penting seperti gedung Asembly National yang berhadapan dengan bangunan kembarannya yaitu gereja Madeile, hotel Crillon, hotel paling bergengsi di Paris dimana tamu negara sering menginap serta jardin Tuleries yang fenomenal itu.

Pelataran ini juga dikelilingi oleh 8 patung yang melambangkan 8 kota besar yang menjadi batas Paris dengan kota-kota tersebut. 8 kota tersebut adalah Brest, Rouen, Lille, Strasbourg, Lyon, Marseille, Bordeaux dan Nantes. Pelataran ini terbuat dari paving block, memberi kesan kuno namun tetap cantik …

Sementara persis di bagian tengahnya berdiri tugu Obelisk, tugu kuno peninggalan raja Ramses, yang merupakan hadiah dari raja Mesir Mohammad Ali pada tahun 1829 untuk Perancis, sebagai lambang persahabatan ke 2 negara. Tugu ini  diapit oleh 2 buah air mancur kembar nan indah mempesona, dengan patung-patung erotiknya, seperti biasa  ..

Ironisnya, dibalik kecantikan penampilannya, tempat ini menyimpan kenangan yang sungguh pahit. Disinilah raja Louis XVI dan permaisurinya, Marie Antoinette di guilotine alias hukum pancung pada tahun 1793.  Dengan cara yang sama, ratusan orang menjadi korban keganasan dan kemarahan rakyat  yang merasa terzalimi selama bertahun-tahun hidup mereka dibawah tirani kerajaan.

Alexandre Dumas, seorang penulis kenamaan Perancis berhasil mengabadikan tragedi berdarah ini melalui novelnya yang berjudul La Femme au collier de velours . Hasil karyanya ini dipublikasikan pada tahun 1850.

Suatu hari di hari-hari akhir itu, saya berjalan-jalan ke arah Chatelet, tujuan saya Centre Pompidou yang terletak di Paris 4. ( Paris terbagi atas 20  wilayah / arrondissement). Biasanya di tempat ini, tepatnya di depan pelataran di depan perpustakaan Pompidou yang merupakan perpustakaan terbesar di Eropa,  sering ada atraksi gratis. Ternyata benar, hari itu saya berkesempatan menonton pesulap Canada beraksi.  Ia menutup sulapnya dengan atraksi yang cukup memukau.  Dengan gaya lucu, khas interpreneur profesional,  di atas sepeda  tingginya ia memainkan atraksi berbahaya, yaitu melempar pisau secara bergantian di antara dua tangannya.

Pertunjukkan yang berlangsung hampir 1 jam lamanya itu diakhiri dengan tepuk tangan panjang penonton. Berkali-kali sang maestropun membungkukkan badannya dalam-dalam sambil mengucapkan « Thank you .. Thank You “. Setelah itu iapun melemparkan topinya ke atas, menangkapnya kembali lalu berkeliling mendekati penonton.

This is free, of couse .. But the trip from Canada to French is not “, serunya sambil mengedipkan mata penuh arti. “ If you are satisfied,  half euro or even 20 euro doesn’t matter”, lanjutnya lagi dengan nada kocak, memancing tawa penonton.  Sekedar info, rata-rata orang memberi setengah euro untuk pertunjukkan seperti itu.

Alhasil, topi sang maestro yang digeletakkan di lantai itupun akhirnya penuh terisi koin- koin euro,    menjadi tanda sukses pertunjukkannya hari itu. Satu hal yang lazim terjadi di kota ini. Atraksi semacam ini memang hal biasa dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis manca negara.

Setelah itu penontonpun bubar, berpencar mencari hiburan lain. Demikian juga saya. Pandangan saya tertumbuk pada bendera Palestina yang sedang berkibar, tidak jauh dari tempat saya berdiri. Saya segera mendekati tempat tersebut.  Ternyata ini aksi solidaritas untuk kemerdekaan Palestina. Sejumlah poster dan foto-foto kekejaman tentara Israel dipajang di tempat tersebut.  Sementara sebuah meja panjang dengan beberapa kursi terlihat dipenuhi pengunjung. Di atas meja terlihat sebuah kotak berisi postcard dan sebuah kotak pos bertuliskan : » Mr le president de la republique », dengan alamat lengkap istana Elysees, istana resmi kepresidenan.

Usut punya usut, ternyata ini semacam poling/ jejak pendapat terhadap berdirinya Palestina merdeka. Pengunjung dipersilahkan memilih satu atau lebih post card yang tersedia di atas meja, kemudian menuliskan apa yang ingin dikatakannya tentang post card yang dipilihnya itu.

Seperti poster dan foto-foto  yang dipajang di sekitar lokasi, post card-post card tersebut menggambarkan berbagai kekejaman tentara Israel terhadap rakyat Palestina. Yang lebih menarik, post card pilihan pengunjung tersebut ditujukan kepada presiden Perancis, dan tanpa perangko, karena penyelenggara yang akan langsung menyerahkannya kepada orang no 1 negri tersebut.

Tentu saja saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan berharga  tersebut. Kapan lagi bisa menulis surat kepada presiden, isinya tentang penderitaan saudara-saudari kita di Palestina dan harapan bagi kemerdekaan mereka pula.

Dari  An-Nu’man B. Basyir ra, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

 “Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi, dan bantu-membantu itu seperti suatu jasad. Apabila salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain akan turut merasakan sakitnya, dengan tanpa dapat tidur dan demam.” (Shahih Muslim, no. 2586. Bab: Mencintai orang-orang beriman, bantu-mebantu, dan saling kerjasama)

Tidak itu saja, penyelenggara juga menjual T-shirt bertuliskan « Boycot Israel”di bagian depan dan “Go to Hell Israel”di bagian belakangnya.  Sesuatu yang rasanya mustahil terjadi tanah air.  T-shirt berwarna hijau yang hari itu dijadikan seragam penyelenggara itu dijual dengan harga 8 euro.

Namun jangan salah duga. Aksi tersebut tidak berarti bahwa penyelenggara berpihak kepada kaum Muslimin. Ini hanyalah salah satu bentuk toleransi  mereka. Sama halnya ketika mereka berteriak  bahwa kaum LGBT ( Lesbian  Gay Biseksual Transgender) juga mempunyai hak untuk hidup dan dihormati … :-(

Oya, tidak jauh dari tempat saya berdiri ini, berdiri patung baru yang cukup menarik perhatian.  Patung tembaga tersebut adalah patung raksasa Zinedine Zidane,  sedang menyeruduk  lawannya. L ..Kejadian menghebohkan ini terjadi pada tahun 2006 di pesta kejuaraan sepak bola di Berlin.  Meski keberadaan patung raksasa setinggi 5 meter ini berhasil menarik pengunjung, saya yakin, pasti sang pahlawan persepak-bolaan Perancis kelahiran  Aljazair ini tidak senang  dirinya diabadikan dalam posisi seperti itu.

Pasti ia sakit hati, sama seperti sakitnya hati ini, dan juga mungkin kawan-kawan lainnya, karena kabarnya, Zidane terprovokasi melakukan tindakan kasar tersebut karena lawannya yang asal Itali itu selama pertandingan berlangsung terus membuntutinya sambil membisikan kata-kata ejekan terhadap saudara perempuannya  yang berjilbab. Zidane memang berasal dari keluarga Muslim. Betul-betul taktik busuk yang berhasil …

Lepas dari Centre Pompidou, saya segera menuju stasiun metro. Waktu telah menunjukkan pukul 17.30. Artinya sebentar lagi masuk waktu Asar. Tujuan saya adalah Mosquee de Paris, masjid terbesar yang ada di kota ini. Masjid ini terletak di, 39 rue Geoffrey Saint-Hilaire, Paris 5.  Bila naik metro, kita harus menumpang metro  no 7 dan berhenti di stasiun Place Monge.

Mosquee de Paris46443_426522137053_685982053_5062294_6303357_nMasjid ini dibangun pada tahun 1926 untuk menghormati 70.000  pahlawan Muslim Perancis yang gugur dalam perang melawan Jerman pasca perang Dunia I. Arsitektur masjid ini mirip dengan arsitektur istana Alhambra di Spanyol, lengkap  dengan Patio de Leons yang terkenal itu. Tapi ini tanpa Leons atau singanya.

Disinilah saya selama 2 tahun lebih melaksanakan shalat Jumat, bersama ratusan Muslimah Perancis. Benar-benar sebuah kenangan yang sangat indah, mendengarkan kutbah Jumat tausiyah di tanah orang kafir. Sayang, tausiyah tersebut diberikan dalam bahasa Arab. Padahal saya perhatikan meski mayoritas jamaah adalah turunan Arab, harap maklum, Maroko, Alajazair dan Tunisia adalah Negara bekas jajahan Perancis,  namun anak-anak mudanya yang merupakan generasi ke 2, ke 3 atau bahkan mungkin ke 4, tidak lagi begitu mampu berbahasa Arab.

Menjadi pertanyaan besar, mungkinkah ini disengaja, karena saya pernah mendengar bahwa masjid agung ini sangat berbau pemerintah. Oleh sebab itu pemerintah melarang menggunakan tausiyah dalam bahasa Perancis, supaya orang Perancis tidak paham. ??!?

“ Katakanlah: “… … , kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. … … “.(QS.Al-Baqarah(2):217).

Atau mungkinkah saya saja yang su’udzon, karena  sebelum khutbah resmi, katanya, ringkasan khutbah telah diberikan dalam bahasa Perancis. Yang pasti, masjid lain yang ada di negri tidak ada yang mau mengikuti aturan masjid agung ini. Bahkan kebijaksanaan UOIF, organisasi Islam terbesar di negri ini, sering bersebrangan dengan keputusan dan aturan mesjid ini. Dan sering kali melawan kebijaksanaan pemerintah.

Namun sebagai masjid terbesar dan masjid yang paling mudah dicapai oleh Muslim yang tinggal di pusat Paris, masjid ini tetap ramai dikunjungi jamaah. Meski, seperti apa yang telah diprediksi Rasulullah, sebagai salah satu tanda akhir zaman, setiap hari mesjid ini membuka dirinya untuk turis, untuk dilihat-lihat dan berfoto ria. Meski kalau kita mau usnudzon, bisa saja ini menjadi dakwah tersendiri.

( Bersambung).

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 48 other followers