Feeds:
Posts
Comments

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Tahun ini adalah tahun ke 4 kami berada di Perancis. Selesai sudah akhirnya masa tugas suami. Begitu banyak pengalaman, suka dan duka yang kami alami selama kami berada di negri ini, baik sebagai Muslim minoritas maupun sebagai warga Indonesia di perantauan.

Disamping menjelajahi kota-kota cantik di Perancis kami juga memanfaatkan waktu kami untuk bepergian mengunjungi kota-kota lain di Negara tetangga. Inilah salah satu nikmatnya hidup di Eropa.  Kita dapat melancong ke Negara-negara tetangga ( Eropa Barat) tanpa harus mengeluarkan ongkos terlalu banyak. Perjalanan dapat dilakukan melalui darat, tanpa visa dan tidak perlu menukar uang.

Spanyol, Inggris, Belanda, Jerman, Switzerland dan Italia yang merupakan tetangga terdekat maupun Irlandia, Austria, Yunani, Turki bahkan Rusia yang lumayan jauh dari Perancispun, atas izin-Nya, sudah kami tandangi, Alhamdulillah …

« Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya … … ».(QS. Al-Mulk(67) :15).

« Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu“.(QS.Nuh(71) :19-20).

P1010795P1010875Kehl2IMG_4497P1020214IMG_3868IMG_0413

Masjid Lyon, Perancis

Masjid Lyon, Perancis

Mosquee de ParisIMG_6986

Mosque de Pau - France

Mosque de Pau – France

london mosque

london mosque

Bahkan sebagian rumah-Nya sempat pula kami sambangi. Disanalah kami bersua  saudara-saudari seiman dari berbagai bangsa, berbincang  dan saling mengucapkan salam. Dari sana pula kami dapat mendengar sendiri bagaimana suka dan dukanya Muslim yang hidup sebagai minoritas di tengah kaum yang mayoritas Ahli  Kitab ataupun Ateis.

Dan ternyata Muslim Perancis lebih beruntung daripada saudara mereka Muslim di Yunani. Karena di Yunani pemerintah sama sekali tidak mengizinkan pembangunan masjid. Demikian juga pemotongan daging halal. Meski kalau dibanding Muslim di Belanda atau Jerman, Muslim Perancis tetap kalah. Di kedua negara tersebut murid-murid SMP dan SMA dapat mengenakan jilbab ke sekolah tanpa kesulitan.

Terima-kasih Ya Allah ya robbi, telah Kau berikan kami kesempatan untuk bertemu dengan saudara-saudari kami seiman di Eropa ini. Sungguh banyak pelajaran yang Kau berikan pada kami melalui mereka. Semoga Kau beri pula kami kemampuan untuk  memetik hikmah segala kejadian yang kami alami di benua ini.

Dari Abu Hurairah Ra berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Seorang muslim adalah saudara sesama muslim, tidak boleh menganiaya sesamanya, tidak boleh membiarkannya teraniaya dan tidak boleh merendahkannya. Taqwa (kepatuhan kepada Allah) itu letaknya disini….” Dan beliau mengisyaratkan ke dadanya. Perkataan ini diulanginya sampai tiga kali. ”Cukup besar kesalahan seseorang, apabila dia menghinakan (merendahkan) saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap sesama muslim, terlarang menumpahkan darahnya (membunuh atau melukai), merampas hartanya dan merusak kehormatannya (nama baiknya).”

Namun saat ini yang paling berkesan bagi saya pribadi adalah saat ‘packing’, alias bebenah  .. Betapa tidak, setelah nyaris 4 tahun berada di 2 kota di Perancis ini yaitu Pau, di Perancis Selatan perbatasan Spanyol dan Paris, ibu kota Negara, diberi-Nya kami kesempatan untuk ‘menguasai’ sejumlah harta benda-Nya. Hingga tiba saatnya kami harus menyortir, mana barang yang masih bisa dan bakal terpakai di tanah air nanti, mana yang lebih terpakai orang-orang disini. Baju dingin, sepatu boot dan selimut tebal adalah contohnya.

Ternyata, ‘jatah’ angkutan yang diberikan perusahaan kepada pegawainya, termasuk kami ini, ada hikmahnya. Karena dengan demikian kita harus berhati-hati memilah barang titipan tersebut. Bila tidak maka kita harus siap membayar kelebihan ‘jatah’tersebut dengan harga yang tidak murah.

Disamping itu, perlu juga diperhitungkan apakah tempat tinggal tujuan kami nanti bakal bisa memuat barang-barang pindahan tersebut. Selain itu masih ada sortir lain, yaitu barang yang mau dibawa sendiri dan yang menyusul. Karena angkutan kapal laut bisa makan waktu 2 bulan.

Kesimpulannya, sortir atau memilah-milah barang ternyata adalah hal yang paling berat. Meski sebenarnya kepulangan tersebut sudah kami perkirakan 6 bulan sebelumnya. Tiba-tiba saja hal ini mengingatkan saya akan “panggilan pulang” oleh-Nya.

Panggilan ini tidak ada peringatannya. Sewaktu-waktu Yang Maha Kuasa bisa saja memanggilkan kita. Paling sakit keras dan ketuaan yang kadang bisa menjadi tanda-tandanya. Namun itupun tidak menjadi jaminan dan kepastian.

Dapat dibayangkan bagaimana repotnya menghadapi hal ini. Bagi orang yang tidak percaya akan adanya kehidupan akhirat mungkin tidak begitu masalah. Neraka, pasti adalah tempatnya. Namun bagi kita, orang beragama,  yang yakin akan hal tersebut tentu lain ceritanya.

Kita tahu bahwa kehidupan akhirat hanya dua, yaitu surga dan neraka. Kesanalah tempat kita kembali. Sementara tiket kepulangan tersebut hanya amal ibadah kita. Lalu bagaimana dengan harta benda kita yang menumpuk tersebut ?? Kita pulang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Berarti kita tidak punya waktu untuk menyortir barang-barang yang kita miliki, yang dapat dianggap sebagai amal ibadah. Padahal kita tentu tidak ingin dijebloskan ke neraka, bukan ?

Allah swt tidak melarang hamba-Nya untuk menjadi kaya dan ‘menguasai’ serta merasakan sebagian kecil kekayaan yang merupakan titipan-Nya itu. Namun karena Ia telah menetapkan bahwa tiket ke surga hanyalah amal ibadah, maka tidak ada jalan lain, harta kekayaan tersebut harus bisa ‘berubah’menjadi amal yang dimaksudkan-Nya. Kesimpulannya, alangkah beruntungnya orang yang mendapat kesempatan memiliki kekayaan melimpah, selama ia dapat memanfaatkan kekayaan tersebut.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.(QS. Al-Qashosh(28):77).

Sebaliknya, demi mengantisipasi ‘panggilan mendadak’ dari Yang Maha Memiliki,  alangkah baiknya bila secara rutin kita senantiasa menyortir harta kekayaan tersebut. Jangan hanya puas dengan zakat yang 2.5 % saja. Jangan biarkan diri kita jalan tertatih-tatih membopong harta benda kita dan mengantri di pintu gerbang surga menjalani pemeriksaan panjang tak berkesudahan sementara harumnya surga sudah begitu dekat. Jangan sampai harta yang pada awalnya adalah kenikmatan akhirnya malah menjadi petaka.  Na’udzubullah min dzalik …L …

Akhir kata, jangan sampai kita menyesali nikmat hidup ini, yang pada hakekatnya teramat sangat pendek dan singkat. Perumpamaannya hanya satu sore atau pagi di antara tahun-tahun yang panjang.

“Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari”. (Qs. An-Naziat(79):46).

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 10 Desember 2012.

Vien AM.

Terbunuhnya Muhammad Merah, pemuda yang dicap sebagai teroris Islamiste karena telah membunuh beberapa orang Yahudi dan militer di Toulouse beberapa bulan lalu, ternyata berbuntut panjang. Kali ini konflik keluarga yang membuat kasus ini makin kusut.

Betapa tidak, kakak lelaki Merah, Abdulghani, yang selama ini tidak dikenal umum, tiba-tiba muncul dan meluncurkan buku berjudul “Mon frère, ce terroriste “ yang berarti “ Saudara saya, teroris itu”, buku buah karangannya sendiri. Dalam buku tersebut ia menceritakan bahwa adiknya adalah korban kebencian keluarga besarnya terhadap Yahudi.

Untuk membuktikan kebenaran ceritanya ini, ia sengaja mengajak seorang reporter TV untuk menemui adik perempuannya, Souad Merah. Ia kemudian memancing adiknya itu dengan pertanyaan seputar adik mereka. Dengan modal kamera tersembunyi, maka terekamlah bagaimana reaksi dan perasaan adik perempuannya ini terhadap tindak tanduk Merah, adik lelaki yang diakuinya sangat disayanginya itu.

“ Saya bangga terhadapnya, ia telah bertempur sampai akhir !”, katanya emosional. Hasil potongan rekaman candid camera inipun lalu disebar dan diputar berulang kali di televisi nasional.

Selanjutnya mudah ditebak, sang penulis baru tersebutpun langsung diundang stasiun televisi bersangkutan dan diwawancarai  dengan bermacam pertanyaan seputar kegiatan adiknya dan keterlibatan keluarga besarnya. Rupanya lelaki yang beristrikan perempuan Perancis Yahudi ini menyimpan sakit hati terhadap keluarganya, karena perkawinannya tersebut ditentang.

Dengan tegas, ia berkata bahwa keluarga besarnyalah yang harus bertanggung-jawab atas prilaku adiknya. “ Semua keluarga Arab, sejak kecil telah dididik untuk membenci Yahudi”, “Keluarga kami adalah keluarga antisemit, yang membenci tidak saja Yahudi tapi juga orang Perancis”, katanya sengit.

Lebih menyedihkan lagi, dengan lancangnya ia juga menuduh tanpa bukti jelas bahwa itu semua adalah ulah kaum Salafis. Tampak kebencian dan dendam telah berhasil menguasai lelaki yang telah bertekuk lutut di hadapan perempuan yang menurut ajaran Islam jelas-jelas dilarang dikawininya. Meski ada juga sebagian ulama yang menyatakan hukumnya bukan haram tapi makruh bila memang tidak ada lagi Muslimah yang dapat dinikahi. Perbedaan ini disebabkan penafsiran terhadap kaum Musyrikin.

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”.( QS. Al-Baqarah(2):221).

Allah swt berfirman bahwa ahli kitab yaitu kaum Nasrani dan Yahudi adalah kafir, karena mereka telah mempersekutukan-Nya (syirik). Allah azza wa jalla juga menerangkan bahwa orang kafir itu terdiri atas 2 bagian besar, yaitu orang musrik dan ahli kitab.

Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, “(QS.Al-Bayyinah)98):1).

Yang pasti, menikahi perempuan atau lelaki dari kaum yang tidak seiman pasti akan melahirkan banyak masalah. Pada kasus saudara Merah diatas, tanpa rasa malu apalagi bersalah, ia mengatakan bahwa ibu kandungnya sampai mengancam akan bunuh diri bila ia sampai membicarakan masalah keluarganya ini di depan umum. Namun ia tidak mempedulikan hal itu. Padahal Islam mengajarkan bagaimana berprilaku terhadap ke dua orang-tuanya. “Saya siap untuk dibuang dan dijauhi keluarga”, katanya dengan nada minta dikasihani, khilaf, sebenarnya siapa yang patut dikasihani.

Lagi pula atas dalil apa ia berani mengambing-hitamkan kaum Salafis. Tidak ada dalil dalam Islam yang membolehkan membunuh sesama manusia tanpa alasan yang jelas. Permusuhan antara Yahudi dan kaum Muslimin bukanlah permusuhan pribadi. Islam diturunkan untuk menegakkan keadilan dan memerangi kezaliman.

Yahudi sejak dulu, jauh sebelum Islam datang,  terbukti sering berbuat kerusakan dan kezaliman. Tak terhitung berapa banyak musuh yang dimilikinya. Bahkan Benyamin Franklin, salah satu pendiri Amerika Serikat, yang pernah menjadi anggota Freemason, pernah meramalkan kerusakan yang akan dialami Amerika bila mereka tetap ‘berteman baik’ dengan Yahudi. Ramalan tersebut ditulis berkenaan dengan Rencana Undang-Undang Negara tahun 1789 dan dimuat di Charles Pinsky Journal, South Carolina. Teks asli tersebut hingga kini bisa ditemukan di Franklin Institute Philadelphia, AS. ( Sumber : Eramuslim Digest Edisi
Koleksi 4).

Berapa banyak nabi dan utusan Allah yang mereka bunuh dan aniaya. Lebih parah lagi, kerusakan yang mereka perbuat bukan hanya terhadap sesama manusia namun juga terhadap Tuhannya ! Beraninya mereka mengubah-ngubah kitab suci dan menyembuyikan kebenaran.

“ Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui”.(QS.Al-Baqarah(2);146).

Kerusakan dan kezaliman itu tetap mereka perbuat hingga detik ini. Rakyat Palestina adalah contoh nyatanya. Yahudi dengan Zionisnya telah berbuat semena-mena terhadap mereka. Setiap hari setiap saat ada saja rakyat Palestina yang dianiaya dan dibunuh. Listrik dan air bersih sangat dibatasi. Secara sengaja pemerintahan penjajah tersebut memperlakukan rakyat Palestina secara berbeda dengan rakyat Yahudi. Ini yang membuat Muslim sedunia membenci pemerintahan Israel.

Namun Barat yang notabene memegang kekuasaan dunia saat ini tidak pernah mau tahu. Di mata mereka, Israel selalu benar dan wajib dibela. Sementara Palestina dan Islam adalah kumpulan orang barbar, teroris yang harus ditekan dan dienyahkan. Ntah atas dasar apa mereka beranggapan demikian buruknya. Padahal merekalah yang selama ini gencar memproklamirkan diri sebagai bangsa beradab yang menjunjung tinggi demokrasi, toleransi dan keadilan.

Jadi jelas, pernyataan Abdulghani mengenai Salafis adalah fitnah, adu domba antar Muslim yang sama sekali tidak lucu. Ini masih ditambah lagi dengan adanya indikasi sejumlah remaja yang menganggap perbuatan Muhammad Merah membunuh orang Yahudi adalah perbuatan mulia !

Kontan hal ini menjadi pembicaraan hangat para politikus Perancis. Manuel Valls, mentri dalam negri dan kebudayaan Perancis yang keturunan Spanyol itu dituduh tidak becus mengurus keamanan dalam negri. Kebijaksanaan terakhirnya agar status kewarganegaraan bagi kaum imigran dipermudah akhirnya juga memancing reaksi partai lawan.

« Kewarganegaraan Perancis telah di obral « , protes keras Marine Le Pen yang dikenal sangat anti Islam. Nyatanya, memang imigran di Perancis kebanyakan berasal dari negara-negara jajahan Perancis, yaitu Aljazair, Maroko dan Tunisia yang mayoritas Muslim.

Inikah skenario Sang Khalik dalam meluaskan perkembangan Islam ? Wallahu’alam. Yang pasti, bulan September lalu umat Islam patut bersyukur. Sebuah departemen baru dengan nama “L’art Islam” telah diresmikan menjadi salah satu departemen di Musee Du Louvre, museum terbesar dan bergengsi di Perancis, bahkan mungkin di dunia. Tidak tanggung-tanggung, yang meresmikanpun orang no 1 Perancis, yaitu presiden François Hollande. Yang dalam pidato sambutannya sangat menghargai Islam yang diakuinya pernah menjadi kiblat Barat di masa lalu. ( Kabar terakhir, Perancis merupakan negara Barat pertama yang menyetujui Palestina masuk sebagai anggota PBB tidak tetap).

Berbagai peninggalan seni di pamerkan di museum ini.  Potongan-potongan kaligrafi, bejana, piring,   vas, karpet dan lain-lain memenuhi ruangan yang di beri atap bergelombang indah ini. Tak ketinggalan sejarah penyebaran Islam juga dipaparkan melalui video dan skema. Berbagai model tulisan “Bismillahi Rahmani Rahim” dalam huruf-huruf Arab muncul bergantian melalui video, menghiasi dinding di sisi tangga. Demikian pula cara membaca huruf-huruf Arab dalam Al-Quran. Subhanallah …

Meski pada kenyataannya isi departemen seni Islam ini agak janggal. Karena sebagian besar peninggalan seni yang diperlihatkan dan dipamerkan di museum tersebut  adalah keramik berbagai bentuk dengan hiasan gambar-gambar mahluk hidup. Padahal kita tahu bahwa Islam melarang penggambaran seperti itu. Banyak hadist yang menerangkan hal ini, diantaranya adalah :

Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda : “Siapa yang membuat satu gambar di dunia, dia dibebani (disuruh) untuk meniupkan ruh pada gambar itu dan ia bukan peniupnya (tidak akan mampu meniup ruh untuk menghidupkan gambar tsb, red)”. (Muttafaqun ‘alaihi).

Sebagian besar barang yang dipamerkan tersebut, menurut catatan yang tertulis di bawahnya,   diambil di sekitar Iran-Irak di abad 7- 10. Kelihatannya pengaruh Syiah yang banyak mendominasi isi museum tersebut. Lukisan yang diambil dari buku Syiah, book of divination “Fal”, tentang imam Reza yang sedang melindungi rakyat dalam perjalanan laut adalah contohnya. Di gambar itu imam Reza terlihat sedang duduk di atas kudanya sambil melemparkan panah ke arah mahluk berbentuk ajaib,  syetan.

Bahkan potongan-potongan patung kepala mirip yang sering ada di candi dan pura Budha dan Hindupun banyak dipajang di museum ini. Jelas, tempat ini bukan tempat yang tepat untuk belajar tentang Islam yang benar. Sama dengan tidak benarnya melihat Islam hanya dari pemeluknya, terutama bila pemeluk tersebut tidak mengerti ajarannya sendiri.

Namun bagi orang yang mau berpikir jernih, bagaimanapun keberadaan departemen baru ini pasti akan membuka mata mereka, bahwa  Islam sangat patut untuk dipelajari.

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.(QS.Al-Alaq(96):1-5).

Wallahu’alam bi shawwab.

Paris, 24 November 2012.

Vien AM.

http://haluanpalestin.haluan.org.my

Seorang jurnalis dan pengarang yang berasal dari Belgium, Michel Collon, mengecam media Eropah kerana sikap mereka yang telah berabad-abad berbohong kepada masyarakat awam semata-mata untuk memberi sokongan kepada negara haram Israel. Melalui buku beliau yang bertajuk Israel, let’s talk about it, Collon telah menyenaraikan “10 pembohongan besar” yang telah disebarkan oleh media Barat bagi “menjustifikasi kewujudan dan tindakan-tindakan kejam rejim Zionis Israel”.

Berikut adalah pembohongan-pembohongan yang dimaksudkan:

1. Pembohongan pertama adalah bahawa negara haram Israel tertubuh sebagai reaksi kepada pembunuhan beramai-ramai kaum Yahudi ketika peperangan dunia kedua. Dakwaan ini sangat tidak betul, kerana penubuhan Israel pada hakikatnya adalah sebuah perancangan tirani yang kejam dan otokratik, yang telah dipersetujui oleh Kongres Zionis yang pertama di Basel, Switzerland pada tahun 1897. Dari sinilah puak-puak nasionalis Yahudi memutuskan untuk menakluk dan menzalimi Palestin.

2. Justifikasi kedua bagi mereka mendirikan negara haram Israel adalah bahawa kaum Yahudi kembali ke bumi nenek moyang mereka, dari mana mereka telah dihalau pada tahun 70 A.D. Ini hanyalah satu cerita dongeng! Collon telah berbincang dengan beberapa orang tokoh sejarah Israel, termasuklah Shlomo Sand, dan mereka semua percaya bahawa tidak pernah berlaku pemindahan beramai-ramai kaum Yahudi. Jadi “kembali ke bumi asal” adalah suatu yang tidak benar. Mereka yang menetap di Palestin pada zaman lampau tidak pernah meninggalkan bumi itu.

Malahan keturunan Yahudi yang berasal dari Palestin adalah mereka yang sekarang ini tinggal di Palestin. Mereka yang mendakwa untuk kembali ke bumi Palestin adalah sebenarnya berasal daripada Barat, Eropah Timur dan Afrika Utara.

Shlomo Sand menegaskan bahawa tidak pernah wujud sebuah negara Yahudi. Malahan, puak-puak Yahudi tidak pernah mempunyai persamaan dalam sejarah, bahasa mahupun budaya. Satu-satunya perkara yang mempunyai persamaan antara mereka adalah agama, dan agama tidak membentuk sebuah negara.

3. Pembohongan ketiga adalah bahawa ketika pendatang-pendatang Yahudi memasuki dan menduduki Palestin, bumi tersebut merupakan sebuah negara yang “kosong’ dan tidak diduduki. Sesungguhnya terdapat dokumen-dokumen dan bukti-bukti yang mengesahkan terdapat transaksi mengekspot barangan pertanian daripada Palestin ke negara-negara luar, termasuk Perancis, dalam abad ke sembilan belas.

4. Keempat, ada pihak yang mendakwa bahawa rakyat Palestin meninggalkan negara mereka secara sukarela. Ini adalah satu lagi pembohongan besar yang dipercayai ramai, termasuklah Collon sendiri, sehinggalah tokoh-tokoh sejarah Israel seperti Benny Morris dan Ilan Pappe menyatakan bahawa warga Palestin telah dihalau dan dihapuskan dari tanahair mereka melalui kekerasan, jenayah dan kekejaman.

5. Dikatakan bahawa negara Zionis Israel yang wujud hari ini adalah satu-satunya negara yang mengamalkan demokrasi di Timur Tengah, jadi negara itu harus dilindungi kerana ianya adalah sebuah negara yang menegakkan undang-undang.

Tetapi menurut Collon, bukan sahaja Israel sebuah negara yang tidak menegakkan undang-undang, malahan Israel juga adalah satu-satunya negara yang tidak mempunyai undang-undang yang dapat menjelaskan di mana wilayah dan sempadan negaranya.

Semua negara di dunia ini mempunyai undang-undang atau konstitusi yang memberi denifisi jelas berkenaan wilayah dan sempadan negara mereka, tetapi perkara ini tidak pernah wujud bagi negara Israel. Israel hanyalah sebuah projek penaklukan yang berkembang tanpa mengenal sempadan, dan undang-undang yang ada bagi negara tersebut benar-benar berbentuk perkauman. Menurut undang-undang mereka, Israel adalah sebuah negara untuk Yahudi dan penduduk Israel yang bukan daripada keturunan Yahudi tidak diiktiraf sebagai manusia. Adakah undang-undang seperti ini membentuk sebuah demokrasi?

6. Amerika dikatakan cuba menegakkan demokrasi di Timur Tengah dengan membantu dan mempertahankan negara Israel. Kita semua maklum bahawa bantuan kewangan tahunan Amerika kepada Israel mencecah sehingga USD 3 bilion. Dana ini sebenarnya digunakan untuk menghancurkan negara-negara yang berjiran dengan Israel.

Amerika tidak pernah menegakkan demokrasi di Timur Tengah, mereka mungkin hanya membantu mengukuhkan pemerintah yang sedia ada dan penguasaan kekayaan minyak di wilayah tersebut.

7. Mereka mendakwa Amerika membantu usaha mencapai persetujuan dalam perjanjian antara Israel dan Palestin. Ini juga suatu yang tidak benar dan pembohongan. Mantan Ketua Polisi Luar Kesatuan Eropah, Javier Solana pernah menyebut bahawa Israel adalah negara yang ke-21 dalam Kesatuan Eropah. Industri pertahanan Eropah bekerjasama dengan industri pertahanan Israel dan malahan membantu mereka dari segi kewangan. Tetapi apabila rakyat Palestin memilih pemerintah kerajaan mereka, negara-negara Eropah tidak mahu mengiktirafnya dan membenarkan Israel menyerang dahsyat bumi Gaza.

8. Apabila seseorang bercakap tentang perkara-perkara seperti ini dan juga sejarah pergolakan Israel dan Palestin, apabila seseorang mendedahkan kepentingan Amerika terhadap isu ini, dia akan didakwa sebagai anti-semit untuk memberi tekanan supaya beliau menutup mulut.

Tetapi kita harus menyebut bahawa bilamana kita mengkritik Israel, itu bukanlah suatu bentuk perkauman atau anti-semitism. Kita mengkritik sebuah kerajaan yang tidak mengiktiraf persamaan antara pemganut-penganut Yahudi, Kristian dan Islam, dan seterusnya menghapuskan keharmonian di kalangan penganut-penganut agama yang berbeza.

9. Media massa juga mendakwa bahawa rakyat Palestin melakukan jenayah dan keganasan. Kita percaya bahawa penaklukan secara kejam yang dilakukan oleh tentera Israel adalah sebenarnya satu jenayah dan keganasan, begitu juga dengan polisi mereka merampas tanah dan rumah-rumah milik rakyat Palestin adalah satu keganasan yang nyata. Rakyat Palestin hanyalah mempertahankan hak dan bumi milik mereka daripada jenayah dan keganasan Israel.

10. Ramai yang mengatakan bahawa tidak ada langsung harapan untuk menyelesaikan konflik ini, dan tidak akan ada penyelesaikan terhadap kebencian yang terbentuk akibat aksi-aksi ganas Israel dan sekutunya.

Percayalah di sana ada satu penyelesaian. Salah satu perkaya yang dapat menghentikan konflik ini adalah dengan memberi tekanan terhadap Israel, Amerika, Eropah dan sekutu-sekutu mereka yang lain. Media massa perlu diberi tekanan supaya memberitakan apa yang benar dan menghentikan pembohongan.

Gunakan internet dan apa sahaja media yang ada bagi menyebarkan perkara yang sebenarnya berkenaan Palestin dan apa yang berlaku di sana.

Dicopi dari :
Paris, 19 November 2012.
Vien AM

7 bulan telah berlalu sejak peristiwa kontroversial Muhamnad Merah. François Hollande telah terpilih menjadi presiden Perancis menggantikan Nicolas Zarkozy yang diakhir pemerintannya makin memperlihatkan keberpihakannya pada Yahudi.

Tampaknya himbauan sekitar 700 ‘masjid’ di Perancis agar kaum Muslimin mengggunakan hak pilihnya  benar-benar didengar. Dan tentu saja, atas izin-Nya, Perancis telah memiliki pemimpin  baru yang diharapkan lebih ‘menjanjikan’’. Sekedar info,  Perancis saat ini memang dikabarkan telah memiliki  ribuan masjid. Namun sebenarnya masjid tersebut kalau di tanah air kita hanya patut disebut musholla atau langgar. Masjid sebagaimana masjid yang kita kenal dapat dihitung dengan jari tangan.

Contohnya adalah ‘masjid’ di jalan Myrha di Paris 18. Di sekitar masjid ini ada masjid lain yang berdiri tidak begitu berjauhan.  Sejak beberapa tahun belakangan, kedua masjid kecil ini tidak mampu memuat umat Islam yang ingin mendirikan kewajiban shalat Jumat. Akibatnya jamaahpun tumpah ruah ke jalan-jalan di antara dua masjid tersebut.

Ini yang akhirnya membuat pemerintah mengeluarkan larangan shalat di jalanan. Sebagai gantinya pemerintah menawarkan sebuah bekas gudang besar untuk digunakan shalat Jumat. Sayangnya, lokasi yang ditawarkan tersebut jauh dari tempat tinggal Muslim di daerah Paris 18 ini. Demikian pula, masjid Agung Paris atau Grande Mosquee de Paris yang terletak di Paris 5.

Tak dapat dipungkiri, perkembangan Islam di Perancis memang sangat pesat. Sama sekali tidak sebanding  dengan jumlah masjid yang ada. Masjid sebagai rumah ibadah jelas merupakan kebutuhan yang tak dapat diabaikan. Dengan alasan laicite, pemerintah tidak boleh memberikan bantuan keuangan untuk pembangunan peribadatan agama apapun. Untuk itu kaum Muslimin harus mencari dana sendiri.

Itu sebabnya, setiap Jumat selalu ada himbauan dari masjid agar kaum Muslimin mau mengulurkan tangan. Suami saya menceritakan, di ‘masjid tenda’ tempat ia biasa mendirikan shalat, selalu ada saja jamaah yang menginfakkan dana yang sangat besar untuk pembangunan masjid ini. Tidak tanggung-tanggung, 1000 euro per orang ! Subhanallah ..

Namun demikian, tetap saja membangun masjid bukan hal semudah membalik tangan. Ntah berapa banyak masjid yang tersendat-sendat penyelesaiannya meski dana sudah mencukupi. Grand Mosque di Toulouse adalah salah satu contohnya. Sejak 2 tahun lalu masjid ini sebenarnya tinggal menanti finishing setelah 5 tahun pembangunan yang tersendat-sendat.

Menurut seorang pemilik restoran Indonesia di kota tersebut,  penduduk setempat tidak mengizinkan adanya masjid di lingkungan mereka. Akibatnya masjidpun tetap dalam keadaan demikian. Tertutup bedeng tinggi menunggu dimakan rayap ! Padahal masjid itu dibangun tidak jauh dari lokasi masjid lama yang terselip di antara pemukiman. Sementara sekitar 2000 hingga 2500 jamaah Jumat mengantri untuk shalat di depan masjid kecil yang hanya mampu memuat 5 % dari jamaah tersebut.

Lain lagi halnya dengan Masjid Agung Strasburg. Masjid ini baru terealisasi setelah 20 tahun lamanya menjadi proyek dan wacana. Bulan September lalu masjid yang saat ini menjadi masjid terbesar di Perancis ini memperingati satu tahun hari jadinya. Hebatnya, Manuel Valls, mentri dalam negri dan kebudayaan Perancis, hadir dalam acara tersebut. Alhamdulillah …

Namun, lagi-lagi  FN ( Front Nasional) partai politik pimpinan ayah dan anak Mari dan Marine Le Pen, tokoh yang dikenal sangat memusuhi Islam, mencoba mengangkat dan mempermasalahkan sumber dana yang digunakan masjid tersebut. 25 % dana pembangunan masjid adalah hasil infak umat Islam setempat. Sedangkan sisanya adalah bantuan dari pemerintah Maroko, Arab Saudi dan Kuwait. Ini yang dijadikan masalah.

Menurut Marine, dana bantuan yang diterima dari luar negri adalah bentuk campur tangan dan tekanan terhadap negara. Apalagi dana bantuan tersebut digunakan untuk pembangunan rumah ibadah. « Ini adalah pengkhianatan terselubung terhadap prinsip negara yang sekuler », katanya. Namun Valls menolak pernyataan tersebut. « Marine Le Pen tidak berhak sesumbar mendifinisikan apa itu sekuler. Ini adalah provokasi”, ujar mentri dalam negri tersebut.

Bukan Marine Le Pen namanya kalau ia lalu surut menghadapi tanggapan negative sang mentri. Beberapa minggu kemudian, tersebar kabar bahwa masjid yang sedang dibangun di kota Poitiers  di duduki oleh sekelompok orang. Poitiers terletak di 340 km selatan Paris. Mudah ditebak, mereka adalah dari kelompok Le Pen.

Lebih mengesalkan lagi, orang-orang ini berdiri di atap masjid yang belum selesai dibangun itu sambil membentangkan spanduk raksasa bertuliskan « Charles Martel ».  Charles Martel adalah tokoh terkemuka Perancis, kakek  Charlemagne salah seorang raja Perancis,  yang dianggap sebagai pahlawan besar karena keberhasilannya menghentikan penyebaran Islam ke pelosok  Eropa, Perancis khususnya. Peristiwa pahit ini terjadi pada tahun 732 M.

 Baca : https://vienmuhadi.com/2010/06/06/menilik-jejak-islam-di-eropa-8-perancis-selatantenggara/ ).

Apa ini maksudnya?? Apakah mereka bermaksud mengulang “kemenangan” tokoh tersebut  mengusir kaum Muslimin dari negri ini ??  Astaghfirullah .. Bila saja mereka mengetahui nikmatnya Islam, pasti mereka akan menyesal, meratap sedih mengapa “pahlawan”mereka menolak kedatangan kebenaran, bahkan mengusirnya .

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; .. dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.  Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu)“.(QS. Fathir (35):15-16).

Terlihat jelas bahwa dendam kesumat masih bercokol di dada orang-orang yang mengaku bangsa maju dan beradab ini. Bayangkan, kemelut pertempuran ribuan tahun lalu masih saja  digenggam hingga detik ini.Lupakah mereka bahwa saat ini kita hidup di zaman demokrasi dimana orang bebas memilih agama. Abad modern dimana perjanjian antar Negara harus ditegakkan, dimana batas-batas Negara dan hukum tiap Negara harus dihormati. Abad dimana penjajahan dan perebutan wilayah suatu Negara adalah bentuk suatu kejahatan yang tidak dapat diampuni.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.(QS. Al-Hujurat(49):13).

Sebenarnya tidak hanya itu saja. Bahkan mantan presiden AS George G Bush pun ternyata tetap menyimpan dendam Perang Salib yang terjadi di abad 10 – 11 lalu. Pernyataan ini, entah sengaja entah tidak, pernah diungkapkannya ketika ia masih menjabat orang no 1 negara adidaya ini. Jadi, mungkin saja, memang ada orang atau kelompok tertentu yang ingin agar rasa permusuhan di antara kaum Muslimin dan Nasrani itu tetap tumbuh subur.

Padahal demi terjaganya perdamaian dunia adalah alasan utama didirikannya PBB. Meski pada kenyataannya Israel yang selama puluhan tahun  menduduki tanah Palestina tetap saja bisa ongkang-ongkang kaki. Bahkan Barat tampak jelas mendukungnya. Ironisnya lagi, Barat yang katanya berpikiran pintar dan modern, dengan tenangnya mengeroyok Afganistan dan Irak, apapun alasannya.

Belum selesai dengan FN, ada lagi masalah lain. Adalah Jean-François Copé, calon presiden dari UMP. Beberapa waktu lalu, pada suatu pertemuan  resmi tiba-tiba ia berolok-olok tentang seorang anak muda yang bakal dirampas rotinya oleh sekelompok preman dengan alasan Ramadhan tidak boleh makan !  Apa maksudnya ?? Peristiwa yang di kemudian hari dikenal dengan nama « Pain au Chocolat » karena roti yang diceritakan dirampas itu adalah pain au chocolat, roti coklat yang populer di negri ini, tentu saja memancing reaksi di sana sini.

Untuk itu, CCIF, sebuah organisasi yang dibentuk pada tahun 2003 dan bertujuan khusus melawan Islamophobia, istilah untuk rasa takut terhadap Islam, menggelar operasi yang diberi nama « Pain au Chocolate pour tous ». Pada acara ini puluhan anggota CCIF membagi-bagikan lebih dari 400 roti coklat lezat kepada para pejalan kaki yang baru saja turun dari kereta api. Acara ini digelar di pelataran stasiun St Lazare yang setiap hari dibanjiri ribuan penumpang yang datang dan pergi dari berbagai daerah satelit kota Paris.

Acara di bulan Oktober yang ditujukan utamanya untuk menanggapi pernyataan konyol Copé diatas secara santai, juga dimaksudkan untuk sosialisasi tentang manisnya Islam. Jadi selain membagi-bagikan roti secara gratis, para anggota CCIF dan simpatisannya ini juga membuka konsultasi untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar Islam. Sebuah upaya yang patut diacungi jempol.

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 10 November 2012.

Vien AM

( Sambungan : https://vienmuhadi.com/2015/03/20/legenda-yunani-santorini-athena-dan-hikmahnya-4/  )

Begitulah kami mengakhiri malam itu dengan berbagai perasaan yang bercampur aduk. Esok paginya, sesuai rencana kami kembali lagi ke Parthenon. Resepsionis hotel memberi saran, dengan waktu yang hanya 3-4 jam kami hanya memiliki 2 pilihan. Mengunjungi Parthenon dan the New Acropolis Museum yang letaknya masih di kompleks Acropolis. Atau mengunjugi Parthenon dan berkeliling kompleks Acropolis serta sebagian kota dengan kereta mini. Pilihan kompak, jatuh pada piihan ke 2, Alhamdulillah ..

Di depan sebuah bangunan di kaki bukit menuju Acropolis dimana kami bertemu dengan pria Muslim asli Aljazair kemarin, kami berhenti dan berfoto sebentar. Bangunan yang sebagiannya dipagari karena sudah menjadi puing tersebut adalah bekas masjid dan sejak lama telah berubah fungsi menjadi sebuah museum.IMG_3265

Setelah puas memandang bekas masjid ber-arsitektur Usmaniyah ini kamipun segera menuju kereta mini merah yang di parkir tidak jauh dari tempat tersebut. Singkat cerita, kereta lalu bergerak perlahan menaiki bukit dimana kompleks reruntuhan bangunan peninggalan Yunani/Romawi kuno berdiri tegak. Kereta ini berhenti di beberapa situs penting. Penumpang dapat turun dan naik lagi sesuka hati. Namun kereta baru akan datang lagi setiap setengah jam sekali. Sesuai kesepakatan, kamipun lalu turun di Parthenon yang terletak di puncak tertinggi bukit.

Dari ketinggian  ini kota Athena yang berada di pinggir laut Aegea dapat kita nikmati. Demikian juga sisa-sisa peninggalan kuno Yunani yang berada di kompleks ini. Diantaranya yaitu amphiteater kuno dimana pertunjukkan barbar di masa lalu, antara para tahanan dan binatang buas sering dipertontonkan.

Parthenon

Parthenon

Ketika kami sedang asyik-asyiknya mengamati Parthenon, kuil marmer berwarna putih gading,  berpilar raksasa tanpa atap, tiba-tiba angin bertiup dengan sangat kencangnya. Refleks, saya langsung berpegangan pada tambang yang sengaja dipasang memagari kuil agar pengunjung tidak menjamah dinding-dindingnya. Saya sempat melihat beberapa pengunjung yang hampir jatuh terpeleset. Maklum, sisa lantai yang sempal disana sini memang terbuat dari marmer yang amat licin.

Saat itulah saya melihat papan keterangan tentang Parthenon. Dari situ saya baru tahu ternyata Parthenon pernah dijadikan masjid, yaitu pada era Ottoman berkuasa di Yunani. Yunani memang memiliki sejarah yang teramat panjang. Negri ini pernah menjadi bagian dari kekaisaran Romawi, Byzantium dan kesultanan Ottoman.

Kekuasaan Turki Ottoman mulai menjamah Yunani di akhir abad ke 14, yaitu pasca jatuhnya Konstatinopel ( Istanbul) dari Romawi Timur di tahun 1453. Romawi sejak dulu memang memiliki arti khusus bagi kaum Muslimin.

« Telah dikalahkan bangsa Rumawi,di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). ” (QS.Ar-Ruum(30):2-4).

Ayat yang turun di abad ke 7 ini menjadi salah satu bukti kebenaran Al-Quran, sekaligus tanda awal kemenangan dan kejayaan Islam. Karena, Rumawi yang ketika itu adalah kerajaan besar memang jatuh tak lama setelah turunnya ayat di atas. Yaitu ketika Rumawi kalah terhadap kerajaan Parsia/Byzantium yang selalu bermusuhan dan secara silih berganti mereka kalah dan menang. Peperangan yang melelahkan ini akhirnya membuat keduanya mudah dijatuhkan oleh pasukan Muslim. Dan sejak itulah Islam berkibar.

Rasulullah bersabda “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad].

Hadist diatas baru terealisasi pada tahun 1453 M dan penakluknya adalah Sultan Muhammad al-Fatih. Inilah awal Islam memasuki bumi Yunani. Sementara Parthenon, kuil yang awalnya dipergunakan untuk memuja dewi Yunani kuno ternyata juga pernah digunakan sebagai gereja oleh umat Kristen Ortodoks, sebelum penaklukan Ottoman. Yaitu pada masa Byzantium berkuasa.

Parthenon menjadi seperti sekarang ini, tanpa atap dan hancur disana sini setelah pasukan Venesia membombardir Ottoman di Athena pada abad 17 lalu. Ketika itu orang-orang Ottoman menjadikan Parthenon yang masih berfungsi sebagai masjid sebagai tempat perlindungan.  Padahal di salah satu bagian bangunan raksasa itu pula pasukan Ottoman menyimpan bubuk mesiu. Akibatnya dapat dibayangkan. Parthenon hancur bersama ratusan orang yang bersembunyi di dalamnya. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiún ..

The Parthenon

The Parthenon

Namun, Parthenon tidak sepenuhnya hancur. Bagian tengahnya memang rusak parah, tetapi pilar-pilar luarnya masih banyak yang berdiri kokoh dan tegak. Seolah menantang orang-orang yang memandangnya. Menjadi saksi bisu kebrutalan orang-orang yang menyerang mereka yang berlindung di rumah-Nya.

Sejak itulah kesultanan Islam Ottoman dan pengaruhnya lenyap dari bumi Yunani. Tidak pernah ada satupun masjid berdiri di negri yang konon dipercaya sebagai tempat lahirnya Demokrasi ini. Tidak ada bukti bahwa toleransi pernah ada di negri ini. Kecuali di Santorini. Di pulau yang terbentuk melalui proses yang memilukan tersebut terdapat bukti nyata bagaimana Islam dibawah Ottoman merealisasikan toleransi.

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.(QS.An-Nahl(16):125).

Penduduk pulau yang mayoritas beragama Kristen Orthodox itu dibiarkan menjalankan agama mereka. Puluhan gereja cantik berwarna putih biru menjadi lambang kemakmuran dan kejayaan pulau ini. Santorini faktanya memang mencapai puncak kemakmuran di era Ottoman. Padahal pulau ini sangat jauh letaknya dari pusat pemerintahan Konstantinopel yang Islam. Namun kebutuhan penduduknya tetap menjadi prioritas dan perhatian pusat.

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia memuliakan tetangganya.” (HR. Bukhari).

Akhirnya kamipun menutup perjalanan ini dengan berkeliling kota, dengan perasaan yang kacau. Dengan meneruskan menaiki kereta mini berwarna merah itu, kami beruntuing karena sempat menyaksikan pertukaran penjaga kediaman resmi sang presiden.

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 2 November 2012.

Vien AM.

IMG_2456IMG_2691IMG_3079IMG_2864Santorini saat ini adalah bagian dari Yunani yang mampu mendatangkan devisa yang tidak sedikit. Tiap tahun jutaan turis datang mengunjungi pulau ini untuk mengagumi keindahannya yang begitu eksotis. Tak sedikitpun tampak kepedihan atau kenangan buruk dimasa lalu. Semuanya terkubur dan menguap ntah kemana.

Seolah tak mampu mengambil pelajaran dan hikmah hilangnya separuh pulau ini, Mykonos, salah satu pulau di kepulauan Cyclades yang lebih dekat letaknya dengan Athena, kabarnya adalah surga bagi kaum Homoseksual yang makin lama makin populer diduna yang fana ini. Perbuatan ini persis seperti yang dilakukan kaum nabi Luth yang kemudian di azab oleh Yang Maha Kuasa. Di pulau yang kabarnya tak kalah cantiknya dengan Santorini ini mereka berkumpul dan berpesta tanpa sedikitpun rasa khawatir azab bakal menerkam sebagaimana tetangga mereka ribuan tahun lalu. Naúdzubillah min dzalik.

Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?”

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,  yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim”.(QS.Huud(11):81-83).

Dan disinilah kami berada. Semoga banyak hikmah yang dapat kami ambil, aamiin. Di pagi hari bulan Juni, dibawah matahari yang bersinar cerah itu, kami bertiga menyusuri Santorini bagian utara. Dengan mengendarai mobil kecil yang kami sewa di bandara kami memulai penjelajahan, dimulai dari bandara yang terletak di pesisir timur pantai bagian tengah menuju lokasi-lokasi menarik yang biasa dikunjungi wisatawan. Bersyukur petugas yang mengurus mobil sewaan kami orang yang benar-benar ramah. Apalagi mengetahui kami datang dari Perancis dan bisa berbahasa Perancis. Sontak, dengan bahasa Perancisnya yang lumayan lancar, ia menandai tempat-tempat tersebut di atas peta kami, sembari berceloteh panjang.

« Jangan khawatir. Semua makanan di pulau ini halal koq », katanya mengejutkan, yakin tamunya pasti Muslim. Apalagi mengetahui bahwa kami adalah orang Indonesia. « Asal tidak lupa membaca Basmallah », lanjutnya sambil mengedipkan sebelah matanya. “Mau shalat juga g masalah, bukankah bumi Allah ini luas”, tambahnya lagi, sambil mengutip sebuah ayat Al-Quran, dalam bahasa Arabnya pula, membuat kami terbelalak kagum.

Usut punya usut, ternyata ia pernah 9 tahun tinggal dan bekerja di Riyad. “ Santorini juga aman lho, bebas dari kejahatan. Karena disini hukum pancung dan potong tangan juga berlaku”, sindirnya lagi sambil tersenyum-senyum.

Saya dan suami hanya saling pandang, sama sekali tidak berminat menanggapi ocehannya itu. Pernyataannya tentang kehalalan makanan di pulau ini lebih menarik untuk dicari maksudnya apa.

Fira, ibu kota Santorini; Imerovigli, kota dimana hotel kami berada, hingga Oia, kota yang paling disenangi turis di ujung utara kepala pulau dan  Amoudi bay di ujung selatan kepala pulau kami tandangi pagi hingga menjelang sore hari itu juga. Ini berarti setengah Santorini bisa dijelajahi dalam satu hari saja. Santorini memang hanya pulau kecil. Namun sungguh mati, pemandangannya benar-benar menakjubkan. Subhanallah .. Alangkah indahnya ciptaan-Mu ya Allah ..

Kemanapun kami berjalan, laut biru tua tenang nan jernih dengan tebing-tebing panjang curamnya yang berliku-liku memenuhi pandangan mata kami. Beberapa kali kami berpapasan dengan motor-motor besar yang di kendarai pasangan-pasangan bule bercelana pendek, berkaos tank top lengkap dengan topi dan kaca mata hitamnya. Santorini dengan mataharinya yang bersinar terik tampaknya benar-benar surga bagi mereka, mengingat matahari yang demikian hanya berlangsung 2 atau 3 bulan saja, yaitu pada waktu musim panas.

Setelah makan siang yang kesorean di salah satu restoran sea food dengan pemandangan yang sungguh menakjubkan kamipun menuju hotel untuk beristirahat. Selama perjalanan tersebut rasanya tak satupun resto berlabel “Halal”kami lewati.

Besok kita cari kebab yuk, mungkin baru tuuh halal ”, ucap suami, menghibur.

Sorenya, menjelang magrib kami kembali meninggalkan hotel untuk kembali berkeliling menikmati keindahan pulau. Magrib sengaja kami niatkan untuk digabung dengan Isya, nanti sepulang bepergian. Kami kan musafir, jadi tidak masalah.

Sun set kami lewati di tengah perjalanan, di antara kelokan-kelokan  tajam jalanan. Sayang, info  tempat terbaik untuk menyaksikan sun set ini terlambat kami dapatkan. Mustinya Ioa adalah tempatnya. Namun kami cukup puas. Malam itu kami kembali ke hotel dan tidur dengan lelap. Sarapan di teras dengan pemandangan super menakjubkan telah menanti keesokan paginya.

“ Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”.(QS.Ar-Rahman(55):13).

Hari-hari berikutnya kami memuaskan mata dan hati menikmati kebesaran-Nya dengan berkeliling pulau, baik dengan kendaraan maupun berjalan kaki. Permukaan pulau yang sama sekali tidak datar memaksa penduduk Santorini agar membangun rumah tinggal mereka dengan cara memahat dan memotong tebing-tebing curamnya. Hotel, villa, toko dan rumah penduduk setempat berbaur menjadi satu, berdiri berdempetan di gang-gang sempit yang juga berkelak-kelok dan naik turun. Tembok yang diwarnai putih dan biru terlihat mendominasi Santorini. Demikian pula puluhan gereja sederhananya yang bertebaran di seantero pulau berpenduduk mayoritas Kristen ini.

Tapi jangan membayangkan hotel atau villa bertingkat 5, misalnya, sama dengan hotel pada umumnya. Karena  rata-rata hotel dan villa disini setiap lantainya hanya mempunyai dua bahkan ada yang cuma 1 kamar. Villa 2 kamar yang kami tempati tercatat di lantai 5. Namun ternyata kami bukannya harus naik tapi sebaliknya malah harus turun tangga, bukan lift, hingga 5 lantai ke bawah. Itupun tangganya benar-benar super terjal. Jadi siap-siap saja badan pegal-pegal dan tangan ber-spir karena kita harus mengangkat sendiri koper dan barang bawaan kita. .. 🙂 …

3 hari 2 malam puas sudah kami menikmati pulau cantik karya-Nya meski melalui latar belakang yang memilukan. Pemandangan dari bagian atas pulau baik dari gang-gang sempit di sela-sela rumah-rumah penduduk dan villa-villanya maupun dari atas cable car, dari pelabuhan tua di bagian terendah pulau hingga pesisir pantai putih maupun pantai tanah merahnya dengan airnya yang biru, tenang dan super jernih, semuanya sungguh mengagumkan mata dan hati ini. Subhanallah .. Sungguh indah ciptaan-Mu ya Allah .. Semoga Kau berikan orang yang memandangnya kemampuan untuk mengambil hikmah dibalik semua itu. Allahu Akbar !

(Bersambung : https://vienmuhadi.com/2015/03/20/legenda-yunani-santorini-athena-dan-hikmahnya-4/ )

Berdasarkan situs arkeologis Santorini, kehadiran manusia di pulau ini dimulai pada masa Neolitik, fase-fase akhir zaman batu menuju zaman perunggu. Di tahun 3600 SM peradaban penting di pulau ini telah lahir. Peradaban yang sama dengan peradaban yang ada di pulau Kreta, 110 km selatan pulau ini.

Peradaban tersebut adalah peradaban Minoa. Penemuan di sekitar kota Akrotiri dan pantai Merah di pulau Santorini adalah buktinya. Pada masa itu peradaban ini telah bersentuhan dengan kerajaan lama Mesir, Mesopotamia, Syria, Kanaan dan Siprus Peradaban ini baru ditemukan lagi pada awal abad 20-an oleh Sir Arthur Evans, seorang arkeolog Inggris. Ia menyimpulkan bahwa peradaban kuno yang telah lama hilang ini merupakan cikal bakal peradaban barat yang ada sekarang ini.

Masyarakat Minoa dilaporkan telah memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi di bidang kelautan. Mereka membangun koloni-koloni ke pulau-pulau lain dilautan Aegea bahkan hingga ke Yunani daratan. Dalam bidang arsitektur mereka juga sudah maju. Mereka telah berhasil membangun kota-kota beraspal batu dan memiliki selokan serta saluran air yang baik.

Mereka menghias dinding-dinding mereka dengan lukisan-lukisan. Tembikar adalah bentuk seni yang dominan pada bangsa Minoa. Istana-istananya yang indah menambah bukti bahwa Santorini pernah mengalami masa keemasan. Ini tampaknya yang menjadi alasan mengapa banyak sainstis beranggapan bahwa Santorini adalah kota Atlantis yang hilang itu.

Lomba Lompat Banteng

Lomba Lompat Banteng

Lomba lompat banteng yang dilakukan baik oleh kaum lelaki maupun perempuan dalam berbagai festival keagamaan yang diadakan menunjukkan bukti bahwa kedudukan lelaki dan perempuan kala itu adalah sama. Mungkin ini pula yang menjadi salah satu alasan mengapa Evans menganggap peradaban Minoa adalah awal mata rantai peradaban Barat sekarang ini. Disamping budaya Demokrasi yang tampaknya sudah ada pada masa itu.

“ Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma`ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.(QS.Al-Baqarah(2):228).

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.  … … “. (QS.An-Nisa(4):34).

Sementara Islam mengajarkan bahwa kedudukan lelaki dan perempuan tidak sama persis. Namun perbedaan satu tingkat tersebut tidak menjadikan arti bahwa perempuan adalah mahluk yang rendah apalagi hina. Perbedaan tersebut proposional karena adanya perbedaan fisik, fungsi dan tugas serta tanggung jawab masing-masing. Ada tali keterikatan, ketergantungan dan kebutuhan antara keduanya.

Image Dewi

Image Dewi

Bangsa Minoa menyimpan kelebihan hasil panen mereka di dalam istana-istananya. Istana-istana ini juga berfungsi sebagai altar para dewi. Ya, masyarakat Minoa memang menyembah dewi-dewi. Dewi Potnia adalah dewi tertinggi mereka. Para dewi dilambangkan dengan simbol ular, banteng, burung, kuncup bunga, dan bentuk-bentuk hewan aneh di atas kepala mereka.

Dan seperti juga peradaban-peradaban kuno lainnya, orang-orang Minoa juga mempunyai tradisi upacara kurban bagi sesembahan mereka. Ironisnya, kurban tersebut adalah manusia!

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do`a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do`a mereka?”(QS.Al-Ahqaf(46):5).

Mungkin ini yang menjadi penyebab lenyapnya peradaban Minoa. Tentu kita tahu, berapa banyaknya ayat-ayat Al-Quran yang menceritakan agar suatu kaum tidak mengambil sesembahan lain selain Allah azza wa jalla. Untuk itu dikirim-Nya utusan-utusan untuk mengingatkan hal tersebut. Penyembahan dan pengagungan hanyalah milik-Nya semata. Dewa-dewi atau sesembahan apapun bentuknya tidak akan dapat memberikan manfaat apapun. Tidak pula mudarat.

Dan lagi mana mungkin Tuhan memerintahkan pengurbanan manusia. Perintah yang pernah diberikan Sang Khalik ribuan tahun lalu kepada nabi Ibrahim as agar menyembelih putra satu-satunya hanyalah ujian dan cobaan. Allah swt hanya ingin mengetahui dan menguji seberapa jauh ketakwaan nabi kesayangan-Nya itu. Ini terbukti dengan segera digantinya putra semata beliau dengan domba besar, begitu beliau mengayunkan pedangnya.

Kisah menarik tersebut diabadikan dalam surat As-Shafaat ayat 102 hingga  111 berikut :

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!”

Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”.

Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”.

Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

Begitulah cara orang-orang beriman mensyukuri apa yang telah dikaruniakan Tuhannya. Tidak demikian dengan bangsa Minoa. Kemakmuran, kebesaran dan kejayaan yang dilimpahkan kepada mereka malah membuat mereka lalai. Hingga tibalah keputusan-Nya. Peradaban Minoa tidak mampu bertahan lebih lama lagi. Ia harus mengalami nasib seperti peradaban kaum yang telah dimusnahkan-Nya, yaitu hilang lenyap tanpa bekas.

“ Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain. Tidak (dapat) sesuatu umatpun mendahului ajalnya, dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu). Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman”. (QS.Al-Hajj(22);42-44).

Peradaban Minoa lenyap kemudian muncullah peradaban Mikenai. Perpindahan peradaban ini ditandai dengan lahirnya peralatan dari besi menggantikan peralatan dari perunggu yang biasa digunakan bangsa Minoa. Peradaban Mikenai inilah yang mencoba menceritakan kembali bahwa di dunia ini pernah ada peradaban yang dinamai peradaban Minoa. Namun hingga detik ini sistim penulisan bahasa bekas penduduk Santorini di masa lalu itu belum juga berhasil di temukan.

(Bersambung)