Feeds:
Posts
Comments

Namun yang mengejutkan, penelitian terakhir melaporkan bahwa Tutankhamon kemungkinan besar bukan putra pasangan Akhenaton dan permaisuri Nefertiti, namun dengan adik kandung Akhenaton sendiri !  Cacat fisik yang diderita fir’aun muda tersebut dan terdeteksi melalui pemeriksaan CT scan membuktikan bahwa ia lahir dari produk incest, alias hubungan seks antara saudara kandung.

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”,(QS.An-Nisa(4):23).

Zulkarnaen memang hidup jauh sebelum Al-Quran diturunkan. Tetapi sebagai seorang hamba yang dikisahkan Al-Quran sebagai sosok yang diagungkan-Nya rasanya sungguh mustahil berbuat zalim, meski pada zaman itu perkawinan antar anggota keluarga adalah hal yang lazim saja, terutama antar anggota kerajaan.

Kabar terbaru, Februari 2010, mummi Akhenaton telah ditemukan. Mummi ini sebenarnya telah lama ditemukan, yaitu pada tahun 1907, lagi2 di Wadi Al-Mulk.  Namun baru pada tahun 2005-2009 diteliti oleh tim khusus melalui pemeriksaan DNA. Dan kesimpulannya, mummi tersebut adalah  mummi Akhenaton yang selama ini dianggap raib itu.

Bagaimana dengan orang mukmin dari keluarga fir’aun yang hidup di masa nabi Musa as, pada ayat 28 surat Al-Mukminin, yang pernah dianggap sebagai Zulkarnaen? Fir’aun mana yang dimaksud ayat tersebut? Betulkah firaun yang mengejar nabi Musa ketika melintasi laut dan akhirnya ditenggelamkan-Nya?

Sejak lama orang Barat beranggapan bahwa fir’aun yang dimaksud adalah Ramses II. Ini  berdasarkan pendapat seorang pendeta Yahudi yang hidup pada tahun 300 an SM, jauh sebelum ditemukannya mummi fir’aun tersebut. Mummi  baru ditemukan pada tahun 1881 M di Wadi Al-Mulk. Namun sejak tahun1960-an dengan makin majunya ilmu pengetahuan, para arkeolog mulai meragukan kebenaran hal tersebut.

Adalah Maurice Bucaille, seorang dokter Perancis yang meminta agar pemerintahnya ‘meminjam’ mumi Ramses II yang disimpan di museum Kairo untuk diteliti melalui CTscan dinegaranya. Dari hasil penelitian inilah disimpulkan bahwa Ramses II adalah Pharaoh the Exodus atau fir’aun yang hidup di zaman nabi Musa as. Ini karena banyaknya kadar garam yang ditemukan dalam tubuh mumi tersebut.

Disimpulkan bahwa fir’aun yang tenggelam di laut Merah ini segera dimumikan dan dimakamkan di Wadi Al-Mulk, makam para fir’aun, begitu jenazahnya ditemukan mengambang di tepi laut.

“ Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami”.(QS.Yunus(10):92).

Kabarnya, temuan yang sangat cocok dengan ayat diatas inilah yang kemudian membuat Bucaille, sang dokter Perancis Nasrani tersebut, memeluk Islam. Subhanallah .. Meski di belakang hari, akibat pendapat dan buku2nya yang cenderung selalu mengaitkan Islam dengan sains yang dianggap berlebihan, membuat sebagian ulama meragukan ke-islam-annya itu. Karena sains, bagaimanapun bisa keliru dan terus berkembang. Sementara ayat Al-Quran adalah abadi. Sains yang harus mengikuti Al-Quran bukan sebaliknya.

Seperti juga temuan-temuan mumi fir’aun yang bisa saja keliru, Istri Ramses II, contohnya. Sains menyatakan bahwa Nefertari dan Isisnefret adalah permaisuri Ramses II. Dikatakan bahwa Nefertari memiliki 5 anak lelaki dan 4 anak perempuan. Sedangkan Isisnefret mempunyai  3 anak lelaki dan 2 anak perempuan.

Padahal Islam menyakini bahwa Asiah binti Muzahim, permaisuri kesayangan fir’aun yang hidup di zaman nabi Musa as, tidak memiliki seorangpun anak. Itu sebabnya ia memohon suaminya agar mau mengambil Musa menjadi anak angkat mereka. Yang saking sayangnya terhadap permaisurinya ini fir’aun rela menahan amarahnya ketika anak angkatnya merenggut janggutnya. Janggut yang merupakan lambang kehormatannya sebagai penguasa tertinggi. Hebatnya lagi, dikisahkan bahwa Asiah tetap ‘virgin’ hingga akhir hayatnya karena Allah swt melindunginya dari kekuasaan fir’aun zalim tersebut, sebagai seorang suami.

Disamping itu Ramses II dikenal sebagai penguasa Mesir tersukses. Ia dianggap adil dan bijaksana. Selama kekuasaannya Mesir mencapai puncak kejayaan. Kekuasaannya sangat luas dan kekayaannya melimpah. Tulisan yang tergores di patung Obelisk yang berdiri tegak di Place de la Concorde, bundaran termegah dan terkenal di Paris, adalah salah satu buktinya.

« Ramses, penakluk seluruh rakyat asing, raja dari segala raja. Ramses yang menaklukan jutaan manusia, memerintahkan agar seluruh dunia tunduk kepada kekuasaannya, tunduk berdasarkan suara ayahnya, Amon ».   

Amon adalah dewa tertinggi, tuhannya orang Mesir kuno. Obelisk sendiri adalah tugu khas Mesir. Pemerintah Mesir menghadiahkan obelisk ini kepada pemerintah Perancis pada era Napoleon Bonaparte berkuasa.

Atau mungkinkah ayat berikut dimaksudkan bagi Ramses II, penguasa terbesar Mesir tersebut?

“ Musa berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir`aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksan yang pedih.”(Yunus(10):88).

Sementara Al-Quran juga menceritakan bagaimana pada suatu waktu fir’aun ini pernah memerintahkan agar para bayi lelaki yang lahir segera dibunuh karena takut akan ramalan bahwa ia bakal terguling karena adanya bayi tersebut.

“Sesungguhnya Fir`aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir`aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”.(QS.Al-Qashsosh(28):4).

Alangkah indahnya bila saja para cendekiawan Muslim bersatu membuat penelitian ilmiah dengan dasar dan pegangan Al-Quran untuk menggali segala macam peninggalan sejarah di dunia ini, termasuk para fir’aun dan orang-orang yang diabadikan-Nya, baik maupun buruk. Peninggalan Karun misalnya ..

 “ Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri“.(QS.Qashash(28):76).

Bila peninggalan Tutankhamon saja bisa sebegitu hebohnya, bisa membuat dunia terkagum-kagum dan menjadi ladang emas bagi penemunya, padahal Al-Quran tidak mengabadikannya, bagaimana dengan Karun, yang bahkan kunci-kunci gudangnya saja sampai harus dipikul sejumlah orang kuat ….

Peninggalan tersebut kabarnya memang telah ditemukan yaitu di Al-Fayyum, sekitar 150 km di barat daya Kairo. Tempat ini berdekatan dengan danau Qarun. Namun temuan tersebut masih sangat minim, mengingat Allah swt mengabadikannya dalam Al-Quran.

Adalah tugas kita sebagai Muslim yang mewarisi Al-Quran, yang dipercaya menerima  kabar ghaib itu langsung dari Sang Khalik. Agar mencari, menggali, meneliti dan membuktikan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta,9 Agustus 2012.

Vien AM.

Kompleks makam para firaun periode Kerajaan Baru ( the New Kingdom) di Wadi Al-Mulk ( Valley of the King atau Lembah para raja) yang dibangun sejak abad 16 SM hingga 11 SM jauh lebih baru dibanding makam fir’aun berbentuk piramid di Mesir. Piramid yang jumlahnya 135 ( yang sudah ditemukan ) dan tersebar di negri berjulukan 1000 menara  ini dibangun pada abad 20 SM, antara tahun 2575 SM – 2150 SM pada periode Kerajaan Lama ( the Old Kingdom) yang terdiri dari dinasti 4, 5 dan 6.  Yang paling terkenal adalah kompleks makam piramid Giza Necropolis  di Kairo.

Expedisi pencarian dan penggalian makam para fir’aun sebenarnya telah terjadi sejak lama. Tercatat, pada tahun 1799 anggota expedisi Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis kala itu, pernah membuat peta makam firaun di Wadi Al-Mulk. Jadi terungkapnya makam keluarga besar para raja dari New Kingdom ini sebenarnya berlangsung  selama bertahun-tahun dan secara bertahap pula. Namun temuan Howard pada tahun 1922 atas makam raja yang di kemudian hari diidentifikasikan sebagai firaun Tutankhamon adalah yang terbesar dan terheboh. Dengan adanya temuan spektakuler ini ditutup sudah penggalian kompleks  makam di Wadi Al-Mulk. Makam ini dianggap sebagai makam terakhir di lembah tersebut.

Temuan inilah yang kami saksikan pamerannya sambil ngabuburit minggu lalu. Pameran yang  diberi judul “Tutankhamon ; makam dan harta peninggalannya “ ini kabarnya memakan waktu 5 tahun untuk persiapannya saja. Pertunjukkan diawali dengan sajian film dokumenter tentang sejarah singkat Mesir era para firaun. Dilanjutkan lagi dengan film, juga dokumenter, tentang proses penemuan dan penggalian pemakaman. Juga film tentang riwayat singkat penemunya, Howard Carter, yang pada usia 17 tahun telah bergabung dengan tim expedisi penggalian makam para firaun.

Selanjutnya adalah pameran harta peninggalan itu sendiri. Meski sebagian besar temuan  yang kami saksikan di pameran tersebut hanya duplikatnya saja tetap saja mampu membuat para penonton berdecak kagum. Duplikat tersebut dibuat sedemikian rupa menyerupai aslinya, baik bentuk, ukuran maupun detailnya. Bahkan bahan dan metodenyapun diusahakan sedapat mungkin mirip dengan aslinya.

Demikian pula nasib mummi sang firaun itu sendiri. Mummi ini baru berhasil dibuat duplikatnya setelah mengalami penelitian 2 tahun lamanya. Sementara topeng muka Tuthankamon yang asli baru pada tahun 2005 diputuskan untuk tidak lagi dibawa berkeliling dunia untuk dipamerkan.  Pihak pemerintah Mesir  memutuskan hal ini, demi mencegah makin rusaknya barang berharga tersebut.

Duplikat inilah yang kemudian dipamerkan di berbagai  expo di sejumlah kota-kota besar dunia. Amerika Serikat,  Rusia, Jepang, Kanada dan Jerman adalah diantaranya. Tercatat expo pada tahun 1972 di British Museum, London adalah penyelenggaraan tersukses temuan Howard tersebut.

Akan halnya expo Paris, kami disuguhi sebanyak 1000 macam peninggalan berharga  Tutankhamon. Mulai peti raksasa pertama hingga peti ketiga dimana tersimpan mummi sang firaun, peti tempat penyimpanan organ dalam,   tempat penyimpanan mummi 4 janin anak2  Tutankhamon, kursi kerajaan, kereta kuda hingga pernak-pernik perhiasan semua berada di tempat tersebut.  Sebagian besar harta tersebut  berlapiskan emas dan bertahtakan batu- batu mulia warna-warni yang sungguh cantik.

Termasuk  juga yang paling menarik perhatian  yaitu  topeng dan peti mumi sang raja belia, Tutankhamon yang pada usia 8 atau 9 tahun telah diangkat menjadi raja dan pada usia 18 tahun telah meninggal dunia.

Ini yang sebenarnya membuat temuan tersebut menjadi buah bibir di seluruh penjuru dunia.  Sang raja yang telah dibalsem dan dijadikan mumi itu ditemukan terkubur bersama 5000 macam barang tetek bengek, yang kesemuanya nyaris terbuat dari emas murni. Mumi itu sendiri ditemukan tersimpan rapi di dalam peti emas berukir berukuran 187 cm x 51 cm x 51 cm dengan berat 110.5 kg ! Peti ini terletak di di dalam peti ke 3 yang kesemuanya adalah  emas murni. Sementara hartanya tersimpan didalam 2 ruang lain di sisi kiri dan kanan ruang “tidurnya”. Saat ini, seluruh temuan tersebut disimpan dan dipamerkan di Museum Kairo, Mesir. Legenda mengatakan bahwa sebagian harta tersebut adalah harta yang bakal diperlukan sang penguasa di dunia selanjutnya, setelah ia dibangunkan lagi. Itulah alam akhirat, nanti …

Merinding bulu kuduk ini, mengingat bagaimana nantinya nasib orang yang menyimpan harta, emas dan peraknya .. apalagi bila tanpa di zakatkan. Kalau saja firaun ini mengetahui ayat dan hadis dibawah ini, akankah ia tetap mengubur harta karunnya bersama dirinya seperti itu ?? Hiii … L

 “ … … Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,(QS.At-taubah(9):34).

Rasulullah bersabda : “ Tidaklah pemilik emas dan pemilik perak yang tidak menunaikan haknya (perak) darinya (yaitu zakat), kecuali jika telah terjadi hari kiamat (perak) dijadikan lempengan-lempengan di neraka, kemudian dipanaskan di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarlah dahinya, lambungnya dan punggungnya. Tiap-tiap lempengan itu dingin, dikembalikan (dipanaskan di dalam Jahannam) untuk (menyiksa)nya. (Itu dilakukan pada hari kiamat), yang satu hari ukurannya 50 ribu tahun, sehingga diputuskan (hukuman) diantara seluruh hamba. Kemudian dia akan melihat (atau: akan diperlihatkan) jalannya, kemungkinan menuju surga, dan kemungkinan menuju neraka.”

Nama Tutankhamon sendiri sebagai firaun sebenarnya sama sekali tidak dikenal kecuali setelah penemuan spektakuler tersebut.  Untuk  saya pribadi, yang lebih menarik dari firaun muda ini adalah kenyataan bahwa Tutankhamon yang memerintah Mesir pada  1337 SM hingga 1327 SM itu adalah putra dari Akhenaton. Akhenaton atau Amenhotep IV adalah firaun yang dianggap oleh sejumlah cendekiawan Muslim Mesir sebagai Dzuqarnaen, raja adil yang tersebut dalam Al-Qur’an, pada surat Al-Kahfi ayat 83 hingga 101.

“Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya“.(QS.Al-Kahfi(18):83).

Akhenaton memang secara umum dikenal sebagai satu-satunya penguasa negri para firaun yang menyembah Tuhan yang satu, yaitu Aton. Padahal semua firaun menyembah banyak tuhan bahkan sebagian mengganggap dirinya sendiri Tuhan, sebagaimana juga Tutankhamon. Demi menegakkan keyakinannya ini pulalah Akhenaton yang mulanya memiliki julukan Amenhotep IV mengganti gelarnya dengan Akhenaton yang artinya hamba Aton dan memindahkan ibu kota lamanya yang penuh berbagai patung dan sesembahan ke Amarna, sebelah selatan ibu kota lama, Thebes.

Ironisnya, begitu firaun yang dianggap kontroversial karena pendiriannya itu wafat, kota Amarna dihancurkan oleh putra mahkotanya sendiri, yaitu Tutankhamon. Sang firaun yang masih belia ini mengembalikan penyembahan kepada sesembahan lama, yaitu para dewa-dewi, Amon yang terbesar. Bahkan malah menganggap dirinya sebagai penjelmaan dewa itu sendiri.

Yang juga dijadikan alasan sebagian cendekiawan Muslim yang menduga bahwa Akhenaton adalah Zulkarnaen adalah kenyataan sejarah tentang fakta tidak adanya makam Akhenaton. Yang ‘ mustinya’ berada di Walid Al-Mulk, seperti lazimnya firaun2 lainnya yang pada umumnya dimakamkan di lembah tersebut.

Dengan demikian ini cocok  dengan ayat 83 hingga 96 surat Al-Kahfi, yang menyatakan kepergian hamba Allah yang shaleh tersebut ke suatu negri jauh diujung sana ( di timur, tempat matahari terbit) dimana ia tidak dapat memahami bahasanya. Negri dimana Zulkarnaen membangun tembok besi agar penduduknya terlindung dari kezaliman Ya’juj dan Ma’juj.

“Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu”,(QS.Al-Kahfi(18):90).

( bila berminat dengan analisa tentang Zulkarnaen ini silahkan baca «  Munculnya Ya’juj dan Ma’juj di Asia “ oleh Syaikh Hamdi bin Hamzah Abu Zaid).

( Bersambung)

Sabtu, 21 Juli 2012, saya berdua suami ‘ngabuburit ‘, istilah bahasa Sunda untuk mengisi waktu sambil menunggu waktu berbuka puasa, dengan mengunjungi expo « Tutankhamon,  makam dan harta peninggalannya ». Pameran ini diselenggarkan Paris Expo, di hall 8 Porte De Versailles, Paris,  selama 3.5 bulan, sejak tanggal 12 Mei 2012 hingga 1 September 2012. Tujuan utama pameran ini adalah untuk  memperlihatkan hasil temuan Howard Carter, arkeolog Inggris pada tahun 1922 lalu, lengkap dengan prosesnya, melalui video serta replika temuan spektakuler tersebut.

Tak dapat dipungkiri, berita mengenai Mesir dengan fir’aun dan temuannya selalu menarik untuk disimak. Bahkan sampai muncul imu untuk mempelajari hal ini. Egyptology, begitulah nama ilmu tersebut. Ilmu ini secara khusus mempelajari sejarah Mesir kuno, yaitu Mesir sejak tahun 5000 SM hingga abad 4 AD. Termasuk didalamnya tentang bahasa, agama, seni dan segala hal yang berhubungan dengannya.

Saya sendiri secara pribadi tertarik mengikuti sejarah firáun karena  Al-Quran dan juga hadist banyak menyinggung hal ini. Kisah nabi Ibrahim as bersama istri pertamanya Saras, pergi ke Mesir hingga akhirnya kembali ke negri asalnya dengan membawa Siti Hajar yang merupakan hadiah dari fir’aun, nabi Yusuf as dengan kisah panjang hidupnya hingga diangkat menjadi penasehat fir’aun di Mesir dan yang paling ‘heboh’ adalah kisah nabi Musa as.

Kisah nabi bertubuh gagah perkasa ini diabadikan dalam Al-Quran dalam banyak surat, secara acak. Dari beliau masih bayi dan dihanyutkan di sungai hingga dewasa, menikah dan berdakwah melawan kekejaman fir’aun yang tak lain ayah angkatnya sendiri.

« Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir`aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir`aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. Dan berkatalah isteri Fir`aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfa`at kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak“, sedang mereka tiada menyadari ».(QS.Al-Qashash(28) :8-9).

Rasulullah bersabda, “Ada empat wanita mulia yang juga penghulu segala wanita di dunia. Mereka adalah Asiah binti Muzahim, istri Fir’aun; Maryam binti Imran, ibunda Isa; Khadijah binti Khuwalid, istri Rasulullah SAW; dan Fatimah binti Muhammad” (HR Bukhari).

Istri fir’aun yang dimaksud ayat 9 surat .Al-Qashash di atas adalah Asiah binti Muzahim, sebagaimana sabda Rasulullah di atas. Rasulullah saw menyebutkan bahwa Asiah sederajat dengan Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwalid, dan Fatimah binti Muhammad, putri Rasulullah karena  meski suami Asiah seorang tokoh yang sangat kejam, zalim dan menuhankan diri, Asiah tetap kokoh berani mempertahankan keimanannya.

“Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mu’jizat yang besar. Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”.”.  ( QS. An-Naziyat (79):20-24).

Pada beberapa kisah nabi Musa juga disinggung adanya Karun, pembesar Mesir kaya raya yang bahkan kunci-kunci gudang hartanya saja harus dipikul sejumlah bodyguard, saking beratnya.

“ Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri“.(QS.Qashash(28):76).

Sementara kehidupan nabi Yusuf as diabadikan dalam surat 12 dengan nama yang sama yaitu, surat Yusuf.  Ini merupakan satu-satunya kisah nabi Allah yang diceritakan secara utuh dan berurut  dalam satu surat Al-Quranul Karim. Ayat 54 dan ayat 55 surat Yusuf berikut adalah ayat yang menunjukkan bahwa nabi yang dikisahkan sebagai nabi yang paling tampan ini, pernah menduduki jabatan penting di Mesir.

Dan raja berkata: “Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku”. Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami”.

Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.”  

Sedangkan kisah nabi Ibrahim di Mesir diceritakan oleh Rasulullah melalui beberapa hadist. Disamping itu masih ada ayat lain tentang negri Mesir yang juga cukup menarik. Yaitu kisah Dzul Qarnain, yang berarti si pemilik dua tanduk. Dikisahkan bahwa Dzul Qarnain adalah seorang  raja yang sangat adil dan bijaksana. Kekuasaannya meluas hingga ke dataran tinggi Cina dimana disana ia membangun tembok besi. Al-Quran menceritakan bahwa di akhir zaman nanti tembok ini akan dihancurkan oleh Ya’juj Ma’juj, orang-orang jahat bermata sipit pembuat kerusakan,  sebagai salah satu tanda datangnya Hari Kiamat.

Mereka berkata: “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” “.(QS.Al-Kahfi(18):94).

Dzulqarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar“.(QS.Al-Kahfi(18):98).

Meski Al-Quran tidak menerangkan lebih jauh siapa raja adil tersebut, namun ada sebagian cendekiawan Muslim yang memperkirakan bahwa raja tersebut adalah salah satu fir’aun, yaitu Akhenaton. Sejarah mengatakan bahwa Akhenaton adalah satu-satunya raja Mesir yang menganut Monotheisme ( satu tuhan), berlawanan dengan fir’aun lain yang Polytheisme ( banyak tuhan) dan Paganisme.

Menariknya lagi, raja tersebut ada kemungkinan adalah orang dekat fir’aun yang hidup pada zaman nabi Musa as dan diam-diam calon raja tersebut telah beriman kepada Tuhan-nya Musa. Dengan lantang, laki-laki ini berani menantang fir’aun, sang tirani, dengan membela Musa dan ajaran Tauhidnya.

 “ Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir`aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta”.(QS.Al-Ghafir(40):28).

Pendapat lain mengatakan bahwa Dzulqarnaen kemungkinan adalah Alexander the great, raja dari Masedonia yang terkenal itu. Namun mayoritas ulama menolaknya.

Kembali ke expo tentang Tutankhamon. Howard Carter ( 1874-1939) memulai karirnya di Mesir pada tahun 1891 di usianya yang ke  17 tahun sebagai seorang seniman. Ia dipekerjakan tim expedisi penggalian makam para firáun karena keahliannya dalam menggambar dan meniru dekorasi peninggalan barang-barang berharga temuan tim. Ia mewarisi bakat seni tersebut dari darah ayahnya, yang memang seorang seniman.

Howard mulai bergabung pada tahun 1907 dengan tim expedisi yang dipimpin Lord Carnavon, seorang bangsawan milyarder Inggris yang sangat terobsesi dengan sejarah para firaun. Pada tahun 1922, setelah melalui perjuangan yang panjang dan sempat terhenti oleh adanya PD I ( 1914 – 1917 ) akhirnya Howard dan timnya berhasil menemukan makam Tutankhamon, fir’aun ke 11 dari dinasti ke 18, Kerajaan Baru ( the New Kingdom).

Kompleks pemakaman spektakuler ini ditemukan di Valley of the king ( Wadi Al-Mulk atau lembah para raja) yang  terletak  di bukit Theban di tepi sungai Nil, Thebes ( Luxor)  900 km di selatan Kairo. Ini adalah kompleks makam raksasa milik para firaun dari dinasti 18- dinasti 19 yang berlangsung selama 5 abad, yaitu dari 16 SM hingga 11 SM. Di bawah lembah inilah selama kurang lebih 3700 tahun tersembunyi 63 makam dan ratusan ruangan berisi peninggalan berharga para firaun, penguasa Mesir yang sering dianggap dan menggagap diri tuhan itu.

Sesuai adat dan kebiasaan Mesir kuno, jenasah para fir’aun itu ditemukan dalam keadaan sudah dibalsem alias dibuat menjadi mumi. Diantara mumi para fir’aun ini terdapat mumi Ramses II, fir’aun terakhir The New Kingdom. Ramses II terdaftar sebagai firaun ke 3 dari dinasti ke 19.  Ia  memerintah Mesir dari tahun 1279 SM hingga 1213 SM. Ia mendapat julukan Ramses the Great karena dianggap sebagai firaun yang paling sukses dan terkenal.

Lebih menarik lagi, Ramses II inilah yang paling sering dianggap sebagai firaun yang hidup pada zaman nabi Musa as. Dasarnya adalah karena muminya mengandung kadar garam yang sangat banyak, cocok dengan firaun yang ditenggemkan Sang Khalik di laut Merah.

“ Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. Maka Fir`aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka”. (QS. Toha(20):77-78).

Maha Benar Allah Dengan Segala Firman-Nya.

( Bersambung).

 “Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)”. (QS.Al-Anbiya(21):1).

Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata: Aku mendengar Nabi saw. bersabda sambil memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah: Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti ini (mengisyaratkan dekatnya waktu kiamat). (Shahih Muslim No.5244)

Ayat dan peringatan Rasulullah diatas telah terjadi 14 abad silam. Bagi sebagian orang, mungkin hal ini agak membingungkan. Karena hingga hari ini ternyata hari Kiamat belum juga terjadi.  Mungkinkah Allah swt menyalahi janji-Nya ? Jawabnya jelas tidak mungkin. Sebaliknya, kita tampaknya yang harus lebih teliti dalam mengamati dan memaknai ayat-ayat dan hadist tentang hari Kiamat dan segala yang berkaitan dengannya.

Para ulama, berdasarkan Al-Quran dan hadist yang mereka kuasai, tentu saja, membagi Kiamat menjadi 2, yaitu Kiamat besar atau Kiamat Kubro dan Kiamat kecil atau Kiamat Sugro.  Kiamat besar adalah hari berakhirnya dunia dan alam semesta ini, secara keseluruhan. Sedangkan Kiamat kecil adalah hari kematian seseorang, yaitu berakhirnya kehidupan seorang manusia di dunia ini.

Kiamat kecil ini pasti akan mendatangi tiap yang berjiwa, termasuk manusia. Ia akan datang secara tiba-tiba, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Dan pasti akan terjadi; kapan, dimana dan kemanapun kita bersembunyi.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung …. … ”.(QS.Ali Imran(3) :185)

 “ Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, … “(An-Nisa (4):78)

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(Al-Munafikun(63):11).

Selanjutnya setelah Kiamat besar terjadi barulah Sang Khalik akan memperhitungkan apa yang  telah kita kerjakan didunia, untuk dibalas dengan pahala atau siksa. Kiamat akan terjadi begitu terdengar tiupan sangkakala. Sangkakala ini ditiup oleh malaikat Israfil atas perintah Sang Khalik.

“ Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,”.(QS.Al-Haqqah(69):13-15).

Maka terjadilah hari Kiamat yang didustakan orang-orang yang kafir itu. Pada hari bumi berguncang hebat, membuat manusia berlarian ketakutan bagaikan anai-anai yang bertebaran, melupakan kekerabatan bahkan anak yang sedang disusuinya !

“(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras”.(QS.Al-Hajj(22):2).

Dibenturkan-Nya gunung-gunung terhadap bumi tempat kita selama in tinggal hingga hancur-luluh, bagaikan debu dan bulu yang beterbangan. Bumi bergetar sehebat-hebatnya, memusnahkan semua yang ada dan memuntahkan segala isinya. Bahkan matahari yang selama ini sering dijadikan sesembahan beberapa peradaban kunopun digulung-Nya hingga kegelapan total yang sungguh mencekam menyelimuti seluruh permukaan bumi ini.

Dalam suasana kepanikan hebat itulah langit terbelah, menghancurkan gugusan mliyaran bintang yang menghiasinya hingga jatuh berserakan. Kemudian muncullah 8 malaikat menjunjung Sang Khalik di atas Ársy-Nya ke hadapan para hamba-Nya.

 «  Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan,” (QS.At-Takwir(81) :1-3)

  “ Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu yang beterbangan”, (QS.Al-Waqiyah(56):4-6).

“ Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.(Al-Qaryah(101):4-5).

« Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah)”.(QS.Al-Haqqah(69):17-18).

Selanjutnya, atas kehendak-Nya matilah semua yang ada di alam semesta ini. Yang tinggal hanyalah Sang Kekuatan Dasyat, Sang Maha Pemilik, Allah Azza wa Jalla. Di tengah keheningan dan kegelapan mencekam itu kemudian Ia memerintahkan malaikat Israfil yang dibangunkan-Nya kembali agar meniup sangkakala, untuk kedua kalinya.

Maka keluarlah seluruh manusia, mulai dari nabi Adam as sebagai manusia pertama, dari tidur panjangnya di alam kubur hingga manusia terakhir yang baru saja dimatikan-Nya itu.  Inilah saat dimana manusia harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya selama hidup di dunia. Bagi orang-orang yang selama hidup selalu mendustakan hal ini, hati mereka benar-benar kecut dan gentar menghadapi kenyataan yang harus mereka hadapi.

“ Pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut, pandangannya tunduk. (Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?”. (QS.An-Naziat(79):6-10)

“ Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)”.(Az-Zumar(39):68).

“ Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka”.(QS.Al-Zalzalah(99):6).

Kembali ke ayat  1 surat Al-Anbiya di awal artikel, apa sebenarnya yang dimaksud “ telah dekat“ pada ayat tersebut. Mari kita perhatikan ayat-ayat berikut:

“… Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu”.(QS. Al-Hajj(22):47).

“ Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”.(QS. As-Sajdah(32):5).

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.(QS. Al-Al-Ma’rij(70):4).

Ya, seribu tahun atau bahkan lima ribu tahun menurut kita sama dengan sehari saja  dalam perhitungan Allah Azza wa Jala. Sungguh, betapa kecilnya kita ini, bukan?? Allahuakbar ..

Ayat-ayat Al-Quran turun sekitar 1400 tahun silam. Berarti tidak sampai satu setengah hari menurut perhitungan-Nya, bila kita mengambil patokan 1 hari adalah 1000 tahun. Bila 5000 tahun? Bahkan 1/3 haripun tidak sampai ! Subhanallah ..

“Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang. Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan”.(QS.Thoha(20):15).

Meski Allah swt merahasiakan waktu tepat terjadinya Kiamat  namun Rasulullah saw, sebagai utusan terakhir-Nya, diberi-Nya informasi tentang tanda-tanda datangnya hari yang sungguh dasyat tersebut. Tanda-tanda tersebut terbagi 2 yaitu tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar.

Tanda-tanda kecil sejak lama sudah semua keluar dan akan terus berlanjut hingga akhir zaman. Munculnya nabi-nabi palsu, perzinahan yang meraja lela, alat musik dimana-mana, berlomba dan berbangga dalam menghias masjid, hubungan tetangga yang buruk, orang hina mendapat kedudukan terhormat, banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang  adalah beberapa contohnya. Bahkan fenomena menjadi suburnya tanah Arab belakangan ini ternyata adalah bagian dari tanda kecil datangnya Kiamat.

”Tidak akan datang hari kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi padang rumput dan”sungai-sungai. (HR. Sahih Muslim).

Sementara tanda-tanda besar kedatangan Kiamat adalah sebagai berikut,

Suatu saat, ketika para sahabat sedang berkumpul dan berbicang perihal hari Kiamat, datanglah Rasulullah. Segera mereka menanyakan hal tersebut, maka Rasulullahpun bersabda : “Tidak akan terjadi hari Kiamat sehingga kalian melihat sepuluh tanda : Terbit Matahari dari arah Barat, kabut, Binatang melata, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya Isa putra Maryam, Dajjal dan tiga gerhana : gerhana di timur, di Barat, dan di jazirah Arab dan api yang keluar dari jurang Adn yang akan menggiring manusia atau mengumpulkan manusia. Api itu akan menginap bersama mereka di manapun mereka menginap dan akan beristirahat siang dengan mereka tatkala mereka tidur siang”.

Yang juga patut mendapat catatan, riwayat mengatakan bahwa datangnya tanda-tanda besar Kiamat itu bagaikan untaian kalung. Begitu salah satu tandanya muncul maka yang lainnya akan berhamburan keluar, layaknya untaian kalung yang terlepas.

”Peristiwa –peristiwa ajaib laksana untaian kalung, saling berdekatan satu sama lainya.” sabda Rasulullah saw ketika menjelaskan tanda-tanda kiamat.

( Untuk mengetahui tanda-tanda Kiamat secara lengkap, click web berikut :

 http://ilmuislam2011.wordpress.com/2012/03/01/tanda-tanda-kiamat/  )

Disamping itu, berdasarkan sains, tanda-tanda berakhirnya alam semesta juga dapat diikuti. Global warming atau Pemanasan Global atas suhu rata-rata atmosfer, bumi dan laut adalah buktinya. Dampaknya benar-benar dapat dirasakan kita semua. Temperatur dan iklim yang tidak menentu dan berbagai bencana alam seperti bencana Tsunami, meletusnya gunung-gunung secara beruntun, asteroid raksasa yang diperkirakan bakal jatuh menabrak bumi adalah contoh yang nyata.

”Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,dan apabila lautan dipanaskan,”.(QS.At-Takwir (81):1-6).

” dan apabila lautan dijadikan meluap ”,(QS.Al-Infithar(82):3).

Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh (mustahil). Sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi) ». (QS. Al-Ma’ rij(70):5-7).

« Alif Laam Miim. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung»..(QS.Al-Baqarah(2) :1-5).

Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya. Alangkan beruntungnya kaum Muslimin, yang mau membaca kitab-Nya dan menjadikannya pegangan. Dalam suatu hadis dikatakan bahwa Muslim yang hidup di akhir zaman tidak akan mengalami huru-hara mengerikan Hari Akhir ini. Dengan rahmat-Nya, mereka akan dimatikan sebelum kejadian tersebut berlangsung.

“Tiba-tiba Allah mengirimkan angin yang baik lantas menerpa mereka lewat ketiak mereka,  kemudian mengambil ruh tiap-tiap orang mukmin dan muslim dan tinggallah manusia-manusia jahat yang keadaannya kacau balau seperti himar. Maka pada zaman mereka inilah hari kiamat terjadi “.( HR.Shahih Muslim).

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 24 Juli 2012.

Vien AM.

“ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.(QS.Al-Insyirah(94):5-6).

Sebagian besar diantara kita pasti hafal betul ke dua potongan ayat surat Al-Insyirah diatas, yang juga sering disebut surat Alam Nasyrah karena bunyi awal surat tersebut memang demikian. Meski mungkin dalam penerapan kesehariannya tidak semua orang memahami dan menguasai ayat pamungkas mengatasi kesulitan tersebut.

Kesulitan dalam hidup adalah hal biasa. Bahkan hidup tanpa sedikitpun kesulitan rasanya tidak akan menarik. Karena justru dengan adanya kesulitan atau masalah maka kemudahan akan lebih terasa nikmatnya. Inilah tantangan hidup.

Setiap orang pasti pernah mengalami masalah yang kurang menyenangkan dalam hidupnya. Ntah itu sakit, kecewa, sakit hati atau berbagai kegagalan dalam hal apapun. Kegagalan dalam mengikuti pelajaran sekolah, dalam berkarier atau dalam cinta dan berumah-tangga, misalnya. Walaupun mungkin  berbeda tingkat kesulitannya, bagaimana cara memandang dan menghadapinya.

Dan  yang terpenting, sebenarnya bangkit atau keluar dari kesulitan itu sendiri merupakan hikmah yang mustinya dapat menambah kwalitas hidup seseorang. Asam garam kehidupan , begitu kira-kira. Inilah seninya hidup, kesulitan dan kemudahan yang silih berganti membentuk roda kehidupan. C’est la vie, kata orang Perancis, yang artinya : Itulah hidup!

Hingga suatu saat Sang Khalik memintanya kembali, tentu saja.

Saya jadi teringat “ The Truman Show”, film tahun 1998 yang dibintangi actor komedi Jim Carrey itu. Jujur, sebenarnya saya bukan penggemar Jim Carrey, aktor favorit anak saya yang jago mempermainkan mimik muka itu , dan bukan juga penggemar film, jenis apapun. Namun film yang satu ini sungguh menarik untuk dicermati.

Film ini bercerita tentang ambisi seorang produser  televisi yang ingin menaikkan rating acara televisinya.  Truman, tokoh utama film ini, yang bertugas menarik perhatian sebanyak mungkin penonton. Ia sengaja “dipersiapkan”  sejak  bayi agar melakukan tugas tersebut, tanpa disadarinya.  Tujuannya supaya  film terlihat “hidup”, jadi  bukan sekedar acting, seperti layaknya sebuah film.

Sebelum itu sang sutradara telah mempersiapkan “dunia” buatan bagi tokohnya itu. Dunia tersebut terbuat dari bola super raksasa dimana didalamnya ia merekayasa sebuah kota lengkap dengan orang tua “ buatan”,  teman-teman dan orang –orang yang bakal menjadi pelengkap lingkup hidupnya.

Disanalah kehidupan Truman dipotret dan diikuti oleh penggemarnya, dari seluruh penjuru dunia. Ratusan alat perekam  dipasang di seluruh perabot rumah Truman dan seluruh jalanan yang bakal dilewati Truman.

Hingga suatu waktu, ketika Truman telah dewasa, ia berkeinginan  ke luar dari kota yang dirasa mulai membosankan dan mengungkungnya. Disinilah masalah mulai timbul. Puncaknya adalah ketika sang sutradara  yang mengganggap dirinya Tuhan bagi mahluk rekayasanya itu mulai panik. Karena akhirnya Truman mendapati bahwa dunianya adalah hanya sebuah balon raksasa buatan. Dan ia memutuskan untuk keluar, baik dari dunia palsunya maupun cengkeraman rekayasa sang Tuhan palsu.

“ Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” .(QS.Al-Hadid(57):20).

Ya, itulah kehidupan kita, persis Truman dalam shownya.  Bedanya, karena Tuhan dalam show tersebut hanyalah tuhan palsu, maka ia tidak dapat mencegah keinginan aktornya untuk keluar dari kendalinya. Sebaliknya dalam kehidupan nyata, dimana Tuhan adalah Allah Azza wa Jalla, mustahil kita minta berhenti alias pensiun atau keluar dari panggung buatan-Nya itu. Bunuh diri mungkin satu-satunya jalan. Itupun bila Sang Khalik tidak mengizinkan, mustahil akan berhasil .. L. Sialnya, kalaupun berhasil, hukuman maha berat telah menantinya di alam akhirat nanti. Na’udzubillah min dzalik ..

« Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes  air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya) ».(QS. Al-Mukminun(40):67).

Jadi memang tidak ada jalan lain. Kita harus menjalani peran yang telah ditetapkan-Nya, senang atau tidak senang, sulit atau mudah, terpaksa maupun tidak terpaksa. Sang Khalik menuntut para aktor dan aktris-Nya itu agar berusaha sekuat tenaga menjalani peran tersebut, dengan tetap berpegang teguh pada aturan-Nya, bila ingin berhasil, sukses di panggung ( dunia) maupun di « kehidupan nyata » (akhirat) .

Apakah aturan tersebut ? Bagi aktor dan aktris yang hidup setelah turunnya ayat-ayat suci kepada Rasulullah Muhammad saw hingga akhir zaman nanti, itulah kitab suci Al-Quran.  Sedangkan bagi mereka yang hidup sebelum itu, Allah swt telah menurunkan beberapa kitab melalui para Rasul-Nya. Dengan catatan, sebelum ayat-ayat tersebut diselewengkan.

Dan yang tak kalah pentingnya,  kita harus yakin bahwa  tidak mungkin Allah swt memberikan beban dan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.  … …”.(QS.Al-Baqarah(2):286).

Sekedar sharing. Belakangan ini, hanya dalam waktu 2 bulan saya mengalami cobaan beruntun. Diawali dengan sakit di kepala, mual dan akhirnya hampir kehilangan kesadaran, ketika di dalam pesawat terbang, sendirian pula, kemudian terpaksa di rawat di RS dengan keluhan yang sama. Disusul dengan kejadian yang sama pula, ketika terbang kembali menemui suami tercinta di rantau.

Dua minggu kemudian, pulang berlibur bersama anak dan suami, ke 4 roda mobil kami raib dilucuti maling ! Ironisnya, hal ini terjadi di garasi apartemen kami sendiri yang kebetulan memang rusak pintunya, hingga orang bebas keluar masuk, siang malam. Suami saya mengetahui hal tersebut ketika pukul 4 pagi menuju garasi hendak berangkat ke masjid untuk Subuh berjamaah.  Kami tidak habis berpikir, bagaimana nasib suami kalau pada pagi buta tersebut, maling masih berada di garasi, berkutat melepas ban-ban tersebut dan kemudian mengganjal mobil  dengan 2 ban butut, yang pastinya butuh waktu yang tidak sedikit . Allahuakbar .. Terima-kasih Ya Allah ..

Belum lepas dari keterkejutan ternyata Paris sama dengan kota –kota besar dunia lainnya, dalam hal keganasannya, kembali kami harus terhenyak.  Di suatu pagi, kali ini sekitar pukul 10 pagi, pintu apartemen kami tiba-tiba dibuka orang dengan kunci, dari luar. Namun kali ini saya hanya terpaksa dapat mengelus dada. Karena orang yang membuka pintu tersebut adalah petugas penyemprot insektisida. Ia dapat  masuk karena penjaga apartemen meminjamkan kunci apartemen, yang memang resmi haknya.

Yah begitulah, nasib tinggal di apartemen yang dibayar oleh perusahaan dimana suami bekerja.  Judulnya, kan hanya numpang .. Meski sebenarnya bukan numpang juga. Ini adalah hubungan timbal balik; anda bekerja kami membayar .. Namun begitulah kenyataaannya …

Nah, kalau  begitu apalagi kita hidup di dunia ini .. Kita ini sebenarnya benar-benar hanya numpang di bumi, milik Allah. Yang bukan saja tanpa dipungut bayaran alias gratis, tapi juga diberi segala fasilitas memuaskan seperti udara, air, matahari, tanaman, buah-buahan dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Subhanallah ..

«  Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu ».(QS.An-Naziat(79) :30-33).

Lalu apa pula hikmah sakit yang saya alami beberapa hari itu? Salah satunya, adalah kesendirian ..  Doa yang saya panjatkan secara serius waktu itu adalah agar saya tidak dipanggil-Nya di tempat asing tanpa seorangpun yang saya sayangi dan menyayangi saya.  Jujur, pengalaman tersebut benar-benar pengalaman yang sungguh menakutkan.

Sementara beberapa malam di rawat dan tidur  di RS memberikan beberapa hikmah lain. Meski sempat ditemani  anak perempuan yang pasti amat menyayangi ibunya,  tetap saja ketika malam terbangun karena merasakan sakit, saya musti menghadapinya sendiri.

Jangankan ketika sakit. Bahkan ketika kita dalam mimpipun, kebetulan saya adalah orang yang hampir tiap malam “ hobby” mimpi, sangat terasa bahwa kita itu sendirian dalam menghadapi hidup. Karena meski suami berada pada satu ranjang, dan sudah berpesan berkali-kali untuk membangunkannya jika saya bermimpi menakutkan, tetap saja ia tidak dapat “masuk” dalam dunia mimpi buruk tersebut

Hikmah lain adalah betapa hebat dan makin canggihnya ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu.  Para dokter dengan bantuan teknologi  terbarunya dapat mendeteksi dan mengetahui berbagai penyakit.  Anehnya, berbagai pengobatan yang mereka usahakan secara maksimal itu tetap tidak dapat menjadi jaminan bahwa  pasien bakal sembuh 100 persen !

Saya yakin, hal ini pasti membuat para dokter yang benar-benar pintar  tersebut menjadi makin “ melek” dan makin terkagum-kagum dengan ciptaan Sang Khalik yang satu ini; manusia dengan berbagai kerumitan sistim kerja tubuhnya.

Terakhir,  adalah apa yang dialami anak gadis kami. Ia bercerita bahwa bahwa pada detik-detik terakhir penerbangannya, dari Paris ke Jakarta, pesawat hampir  mengalami kecelakaan. Pesawat  yang nyaris mengeluarkan roda dan mendaratkannya di rerumputan tersebut tiba-tiba terbang lagi dan berputar-putar rendah di atas laut, membuat panik seluruh penumpangnya.

“ Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo`a kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.”(QS.Al-An’am(6):63).

Demikianlah Allah menciptakan kesulitan. Karena  dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.  Pasti ada hikmah dibalik segala peristiwa.  Kita harus mencarinya bila tidak menemukan hikmah tersebut. Dan hanya dengan sabar, shalat serta tawakal sajalah maka Allah swt akan menolong kita.

“ Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.(QS.Al-Baqarah(2):45).

Dalam sebuah hadist dikatakan,

“Jagalah Allah maka engkau akan mendapatkan-Nya dihadapanmu, kenalilah Allah di kala senang maka Dia akan mengenalmu di kala susah. Ketahuilah sesungguhnya apa yang tidak menimpamu maka dia tidak akan menimpamu dan apa yang akan menimpamu pasti dia akan menimpamu (tidak akan meleset). Dan ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan.”

Wallahu’alam bish shawwab.

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Paris, 17 Juli 2012.

Vien AM.

 

 

 

Copy Paste dari : http://arrahmah.com/read/2012/06/30/21300-bukti-kebesaran-allah-pada-tulang-ekor.html

Sabtu, 30 Juni 2012 06:14:41

(Arrahmah.com) – “Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” ( HR. Al Bukhari , Nomor : 4935 )

Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.

“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).

Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama.

Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovumtelah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.

Han Spemann, Ilmuwan Jerman

Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.

Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).

Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm,mesoderm, dan endoderm terbentuk.

– Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.

– Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.

– Sedangkan, Endoderm, membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai TULANG EKOR.

Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak ‘hancur’.

Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan penelitian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat. Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana’a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, profesor bidanghistology dan pathologi di Sana’a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.

Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, “Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energy negative atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.

Dari sinilah, balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dicipta, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka. Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.” (HR. al Bukhari, nomor 4935).

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nomor 2955),

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.”

Dari petunjuk hadist di atas, Ilmuwan muslim pada paruh kedua abad ke-20 telah mendasarkan pemahaman mereka mengenai kemukjizatan hadis tentang tulang ekor ini pada kaidah pengetahuan yang paling dasar, yaitu “Tulang ekor merupakan bagian pertama yang tumbuh dari janin, biasa disebut dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga”.

“Akan Kami tunjukkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami pada alam dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”(Fushshilat: 53)

Wallahu alam bish showab.

(saif/zzl/arrahmah.com).

Subhanallah Allahuakbar !!

Semoga semakin menambah tebalnya keimanan.

Paris, 13 Juli 2012.

Vien AM.

Dalam kehidupan sehari-hari, simbol, lambang, tanda atau ikon adalah hal yang biasa adanya. Simbol atau lambang bisa mewakili negara, bangsa, agama, kelompok pecinta tertentu seperti kelompok musik, klub olah-raga dll. Bendera sebagai simbol negara adalah yang paling umum dan sering digunakan. Didalam bendera inilah biasanya tercermin semangat  dan motivasi pencetus kelompok yang membuatnya. Tanda, simbol, angka bahkan warnanyapun biasanya memilki arti khusus yang sangat penting dan berarti bagi pengikutnya.

Dibawah tanda dan simbol-simbol inilah bersatu para anggotanya, membentuk pendukung dan simpatisan kelompok. Simbol Nazi sebagai pendukung Hitler dan simbol bintang Davis bagi pengikut Yahudi adalah salah satu contohnya. Saking pentingnya arti dan makna sebuah lambang, kabarnya kota Washingtonpun dipenuhi oleh lambang bintang Davis, semakin membuktikan bahwa kota ini memang telah dikuasai para Mason, simpatisan Yahudi. Sementara lambang bintang dan bulan sabit yang baru pada zaman Ottoman mewakili dunia Islam masih menjadi perdebatan. Karena keduanya sebenarnya adalah masih bagian dari lambang paganisme, kaum penyembah matahari di masa lalu.

Dalam kelompok-kelompok berlambang ini biasanya ada tokoh-tokoh yang diagungkan, yang dianggap sebagai karakter kuat yang dapat mewakili warna kelompoknya. Tokoh-tokoh ini biasanya menjadi panutan  yang ditiru segala gerak-geriknya oleh para pengikut atau fansnya. Katakanlah fans grup musik atau fans berat klub sepak bola tertentu. Mungkin ada diantara kita yang masih teringat bagaimana Mohammad Ali, petinju legendaris di tahun 1970-an itu mampu membuat  fans beratnya mendadak terkena serangan jantung melihat ia berlaga, meski hanya melihat pertunjukan adu jotos itu di depan layar kaca.

Atau bagaimana ganasnya para bonek, kependekan kata Bondo Nekat alias modal nekad, yaitu para pendukung berat Persebaya ketika menonton klub pujaannya bertanding. Atau bagaimana ulah para holigan, pendukung fanatik klub sepak bola dengan wajah coreng moreng mampu membuat ambruk sebuah stadion bola dan mengakibatkan sejumlah kematian penontonnya. Atau ada pula fans kelompok musik dimana mereka meniru apa dan bagaimana saja sang idola bersikap dan berpenampilan. Tak peduli apakah sikapnya itu baik atau tidak. . Ini adalah contoh fanatisme negative kelompok.

Namun di luar itu, ada juga fanatisme kelompok yang sifatnya positif. Salah satu contohnya adalah dalam beragama. Islam mengajukan para rasul sebagai contoh keteladanan, terutama nabi Ibrahim as sebagai bapak para rasul dan Rasulullah Muhammad saw sendiri sebagai sosok keteladanan terbaik .

“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.(QS.Al-Ahzab(33):21).

Rasulullah saw adalah sebaik-baik manusia, tidak ada yang melebihi beliau dalam hal kemuliaan dan kehormatan. Meniru apa dan bagaimana sikap Rasulullah adalah hal yang sangat baik. Kita memang dianjurkan untuk mengikuti dan mencontoh prilaku beliau. Bahkan wajib bagi kita agar mencintai Rasulullah lebih dari pada kecintaan terhadap diri kita sendiri, orang tua, anak, istri dan seluruh umat manusia.

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”.(QS.At-Taubah(9):24).

Namun demikian kecintaan tersebut tidak boleh berlebihan apalagi hingga ke tingkat pengkultusan, seperti yang terjadi pada masa lalu. Yaitu pada diri nabi Isa as dan orang-orang sholeh terdahulu.

“Janganlah kalian mengkultuskan diriku, sebagaimana orang-orang Nasrani mengkultuskan Isa bin Maryam. Hanyalah aku ini seorang hamba, maka katakanlah: “(Aku adalah) hamba Allah dan Rasul-Nya.” (H.R Al Bukhari).

Sejarah bercerita, beberapa lama setelah nabi Musa as wafat, hidup seorang sholeh bernama Uzair. Ketika itu pada umumnya masyarakat berada dalam tingkat kebejatan yang amat parah. Uzair berusaha untuk mengingatkan mereka agar kembali ke jalan yang benar. Namun usaha mulia tersebut tampaknya sia-sia hingga akhirnya Allah swt mewafatkannya.

Suatu hari saking sedih melihat kondisi masyarakatnya, Uzair, dengan menunggang keledainya, meninggalkan kota. Ia melewati sebuah desa yang telah dihancurkan sekelompok penjarah. Ia melihat mayat-mayat bergeletakkan disana-sini. Terkesima, Uzair berpikir kritis, bagaimana Tuhannya mampu menghidupkan kembali negri beserta mayat-mayat yang terlihat sungguh mengenaskan itu.  Dalam keadaan demikianlah Uzair jatuh tertidur.

Ternyata ini adalah bagian dari skenario besar Sang Khalik dalam menjawab pertanyaan dan keraguan hamba-Nya yang sholeh. Seratus tahun kemudian dibangunkan-Nya Uzair dari tidur lelapnya. Kisah menarik ini dikemudian hari  diabadikan dalam surat Al-Baqarah ayat 259 sebagai berikut :

« Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya.

Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?”

Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali.

Allah bertanya: “Berapa lama kamu tinggal di sini?”

Ia menjawab: “Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari“.

Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging”.

Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Maha Benar Allah Dengan Firman-Nya.

Selanjutnya dikisahkan bahwa Uzair kembali ke kotanya, untuk membuktikan kebesaran Allah azza wa jalla bahwa Ia telah menidurkannya selama 100 tahun. Tentu saja penduduk tidak mempercayainya. Untuk itu mereka menantang Uzair agar membuktikan hal yang menurut orang awam sangat mustahil tersebut.

”Sejak penyerbuan Nebukadnezar terhadap kami, bani Israil,  tentara mereka membakar semua kitab Taurat hingga tak seorang pun dari kami yang hafal isi Taurat kecuali Uzair. Maka kalau benar anda Uzair, sebutkan isi kitab Taurat.”, tantang mereka.

Uzairpun membacakan isi Taurat dengan fasih dan lancar. Maka sejak itu mereka percaya bahwa Uzair, orang sholeh itu, telah kembali dari tidur panjangnya selama 100 tahun. Uzairpun menjadi buah bibir dan menjadi tokoh yang diagungkan dan disucikan. Bahkan di kemudian hari orang-orang Yahudi menjadikannya sebagai anak Tuhan. Persis seperti orang-orang Nasrani menganggap Yesus, Isa as, sebagai putra Allah.

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? “(QS. At-Taubah (9):30).

( Menjadi catatan penting, kisah Uzair membuktikan bahwa kesolehan suatu masyarakat bukan karena jasa seseorang meski ia orang soleh sekalipun. Uzair terbangun 100 tahun kemudian dan mendapati masyarakatnya telah menjadi masyarakat yang sholeh, atas kehendak-Nya, bukan karena dirinya).

Ironisnya, meski Al-Quran dan Rasulullah berkali-kali mengingatkan hal tersebut, pengkultusan tetap saja terjadi. Bahkan di kalangan umat Islam sendiri. Salah satu contohnya adalah kaum Sufi, yang meyakini bahwa Rasulullah saw terbuat dari cahaya ! Juga orang-orang Syiah yang menganggap semua keturunan Rasulullah saw adalah orang-orang yang maksum, yang tidak mungkin berbuat kesalahan.

Padahal bahkan Rasulullahpun adalah seorang manusia seperti kita semua, yaitu terbuat dari tanah, bisa meninggal dan bisa berbuat kesalahan. Bedanya,  Allah swt senantiasa menjaga beliau dari perbuatan buruk dan mengingatkan beliau begitu beliau khilaf. Allah swt meninggikan derajat Rasulullah karena beliau adalah utusan-Nya yang terakhir, utusan yang paling dicintai dan disayangi-Nya. Di tangan beliau Al-Quranul Karim dipercayakan.

Ironisnya lagi, ada kelompok tertentu yang mengaku Muslim, terpana dengan kehebatan Al-Quran melalui angka-angkanya, maka menganggap sang “penemu”mukjizat angka tersebut, sebagai Rasul baru, penerus Rasulullah Muhammad saw! Dan menjadikan angka 19 sebagai simbol mereka.

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.(QS.Al-Ahzab(33):40).

“ (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit  dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan ?” Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia”. (QS.Al-Mudattsir(74):29-31).

( Baca https://vienmuhadi.com/2010/01/21/ketika-ayat-mutasyabihat-di-takwilkan-rasyad-khalifa/ ).

Demikianlah Allah swt menyesatkan orang yang suka berlebihan dalam segala hal. Bahkan dalam ibadah sekalipun kita dilarang berlebihan.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. : tiga orang laki-laki berkunjung ke rumah istri-istri Nabi Saw menanyakan bagaimana (kualitas) Nabi Saw beribadah kepada Allah. ketika mereka diberitahu perihal itu, mereka merasa ibadah yang selama ini mereka lakukan sangat tidak memadai dan berkata, “begitu jauhnya kita dari Nabi Saw yang dosa masa lampau dan masa depannya telah diampuni Allah”. lalu salah seorang dari mereka berkata, “aku akan mengerjakan shalat sepanjang malam”. yang lain berkata, “aku akan berpuasa sepanjang tahun”. dan yang lainnya lagi berkata, “aku tidak akan menikah seumur hidupku”. Rasulullah Saw menemui mereka dan berkata, “apakah kalian orang-orang yang berkata ini dan itu? demi Allah, aku lebih tunduk dan takut kepada Allah daripada kalian. tetapi aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur, dan menikahi perempuan. maka barang siapa yang membenci sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku”.

Wallhu’alam bish shwwab.

Paris, 6 Juli 2012.

Vien AM.