Feeds:
Posts
Comments

Dalam kehidupan sehari-hari, simbol, lambang, tanda atau ikon adalah hal yang biasa adanya. Simbol atau lambang bisa mewakili negara, bangsa, agama, kelompok pecinta tertentu seperti kelompok musik, klub olah-raga dll. Bendera sebagai simbol negara adalah yang paling umum dan sering digunakan. Didalam bendera inilah biasanya tercermin semangat  dan motivasi pencetus kelompok yang membuatnya. Tanda, simbol, angka bahkan warnanyapun biasanya memilki arti khusus yang sangat penting dan berarti bagi pengikutnya.

Dibawah tanda dan simbol-simbol inilah bersatu para anggotanya, membentuk pendukung dan simpatisan kelompok. Simbol Nazi sebagai pendukung Hitler dan simbol bintang Davis bagi pengikut Yahudi adalah salah satu contohnya. Saking pentingnya arti dan makna sebuah lambang, kabarnya kota Washingtonpun dipenuhi oleh lambang bintang Davis, semakin membuktikan bahwa kota ini memang telah dikuasai para Mason, simpatisan Yahudi. Sementara lambang bintang dan bulan sabit yang baru pada zaman Ottoman mewakili dunia Islam masih menjadi perdebatan. Karena keduanya sebenarnya adalah masih bagian dari lambang paganisme, kaum penyembah matahari di masa lalu.

Dalam kelompok-kelompok berlambang ini biasanya ada tokoh-tokoh yang diagungkan, yang dianggap sebagai karakter kuat yang dapat mewakili warna kelompoknya. Tokoh-tokoh ini biasanya menjadi panutan  yang ditiru segala gerak-geriknya oleh para pengikut atau fansnya. Katakanlah fans grup musik atau fans berat klub sepak bola tertentu. Mungkin ada diantara kita yang masih teringat bagaimana Mohammad Ali, petinju legendaris di tahun 1970-an itu mampu membuat  fans beratnya mendadak terkena serangan jantung melihat ia berlaga, meski hanya melihat pertunjukan adu jotos itu di depan layar kaca.

Atau bagaimana ganasnya para bonek, kependekan kata Bondo Nekat alias modal nekad, yaitu para pendukung berat Persebaya ketika menonton klub pujaannya bertanding. Atau bagaimana ulah para holigan, pendukung fanatik klub sepak bola dengan wajah coreng moreng mampu membuat ambruk sebuah stadion bola dan mengakibatkan sejumlah kematian penontonnya. Atau ada pula fans kelompok musik dimana mereka meniru apa dan bagaimana saja sang idola bersikap dan berpenampilan. Tak peduli apakah sikapnya itu baik atau tidak. . Ini adalah contoh fanatisme negative kelompok.

Namun di luar itu, ada juga fanatisme kelompok yang sifatnya positif. Salah satu contohnya adalah dalam beragama. Islam mengajukan para rasul sebagai contoh keteladanan, terutama nabi Ibrahim as sebagai bapak para rasul dan Rasulullah Muhammad saw sendiri sebagai sosok keteladanan terbaik .

“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.(QS.Al-Ahzab(33):21).

Rasulullah saw adalah sebaik-baik manusia, tidak ada yang melebihi beliau dalam hal kemuliaan dan kehormatan. Meniru apa dan bagaimana sikap Rasulullah adalah hal yang sangat baik. Kita memang dianjurkan untuk mengikuti dan mencontoh prilaku beliau. Bahkan wajib bagi kita agar mencintai Rasulullah lebih dari pada kecintaan terhadap diri kita sendiri, orang tua, anak, istri dan seluruh umat manusia.

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”.(QS.At-Taubah(9):24).

Namun demikian kecintaan tersebut tidak boleh berlebihan apalagi hingga ke tingkat pengkultusan, seperti yang terjadi pada masa lalu. Yaitu pada diri nabi Isa as dan orang-orang sholeh terdahulu.

“Janganlah kalian mengkultuskan diriku, sebagaimana orang-orang Nasrani mengkultuskan Isa bin Maryam. Hanyalah aku ini seorang hamba, maka katakanlah: “(Aku adalah) hamba Allah dan Rasul-Nya.” (H.R Al Bukhari).

Sejarah bercerita, beberapa lama setelah nabi Musa as wafat, hidup seorang sholeh bernama Uzair. Ketika itu pada umumnya masyarakat berada dalam tingkat kebejatan yang amat parah. Uzair berusaha untuk mengingatkan mereka agar kembali ke jalan yang benar. Namun usaha mulia tersebut tampaknya sia-sia hingga akhirnya Allah swt mewafatkannya.

Suatu hari saking sedih melihat kondisi masyarakatnya, Uzair, dengan menunggang keledainya, meninggalkan kota. Ia melewati sebuah desa yang telah dihancurkan sekelompok penjarah. Ia melihat mayat-mayat bergeletakkan disana-sini. Terkesima, Uzair berpikir kritis, bagaimana Tuhannya mampu menghidupkan kembali negri beserta mayat-mayat yang terlihat sungguh mengenaskan itu.  Dalam keadaan demikianlah Uzair jatuh tertidur.

Ternyata ini adalah bagian dari skenario besar Sang Khalik dalam menjawab pertanyaan dan keraguan hamba-Nya yang sholeh. Seratus tahun kemudian dibangunkan-Nya Uzair dari tidur lelapnya. Kisah menarik ini dikemudian hari  diabadikan dalam surat Al-Baqarah ayat 259 sebagai berikut :

« Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya.

Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?”

Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali.

Allah bertanya: “Berapa lama kamu tinggal di sini?”

Ia menjawab: “Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari“.

Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging”.

Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Maha Benar Allah Dengan Firman-Nya.

Selanjutnya dikisahkan bahwa Uzair kembali ke kotanya, untuk membuktikan kebesaran Allah azza wa jalla bahwa Ia telah menidurkannya selama 100 tahun. Tentu saja penduduk tidak mempercayainya. Untuk itu mereka menantang Uzair agar membuktikan hal yang menurut orang awam sangat mustahil tersebut.

”Sejak penyerbuan Nebukadnezar terhadap kami, bani Israil,  tentara mereka membakar semua kitab Taurat hingga tak seorang pun dari kami yang hafal isi Taurat kecuali Uzair. Maka kalau benar anda Uzair, sebutkan isi kitab Taurat.”, tantang mereka.

Uzairpun membacakan isi Taurat dengan fasih dan lancar. Maka sejak itu mereka percaya bahwa Uzair, orang sholeh itu, telah kembali dari tidur panjangnya selama 100 tahun. Uzairpun menjadi buah bibir dan menjadi tokoh yang diagungkan dan disucikan. Bahkan di kemudian hari orang-orang Yahudi menjadikannya sebagai anak Tuhan. Persis seperti orang-orang Nasrani menganggap Yesus, Isa as, sebagai putra Allah.

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? “(QS. At-Taubah (9):30).

( Menjadi catatan penting, kisah Uzair membuktikan bahwa kesolehan suatu masyarakat bukan karena jasa seseorang meski ia orang soleh sekalipun. Uzair terbangun 100 tahun kemudian dan mendapati masyarakatnya telah menjadi masyarakat yang sholeh, atas kehendak-Nya, bukan karena dirinya).

Ironisnya, meski Al-Quran dan Rasulullah berkali-kali mengingatkan hal tersebut, pengkultusan tetap saja terjadi. Bahkan di kalangan umat Islam sendiri. Salah satu contohnya adalah kaum Sufi, yang meyakini bahwa Rasulullah saw terbuat dari cahaya ! Juga orang-orang Syiah yang menganggap semua keturunan Rasulullah saw adalah orang-orang yang maksum, yang tidak mungkin berbuat kesalahan.

Padahal bahkan Rasulullahpun adalah seorang manusia seperti kita semua, yaitu terbuat dari tanah, bisa meninggal dan bisa berbuat kesalahan. Bedanya,  Allah swt senantiasa menjaga beliau dari perbuatan buruk dan mengingatkan beliau begitu beliau khilaf. Allah swt meninggikan derajat Rasulullah karena beliau adalah utusan-Nya yang terakhir, utusan yang paling dicintai dan disayangi-Nya. Di tangan beliau Al-Quranul Karim dipercayakan.

Ironisnya lagi, ada kelompok tertentu yang mengaku Muslim, terpana dengan kehebatan Al-Quran melalui angka-angkanya, maka menganggap sang “penemu”mukjizat angka tersebut, sebagai Rasul baru, penerus Rasulullah Muhammad saw! Dan menjadikan angka 19 sebagai simbol mereka.

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.(QS.Al-Ahzab(33):40).

“ (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit  dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan ?” Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia”. (QS.Al-Mudattsir(74):29-31).

( Baca https://vienmuhadi.com/2010/01/21/ketika-ayat-mutasyabihat-di-takwilkan-rasyad-khalifa/ ).

Demikianlah Allah swt menyesatkan orang yang suka berlebihan dalam segala hal. Bahkan dalam ibadah sekalipun kita dilarang berlebihan.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. : tiga orang laki-laki berkunjung ke rumah istri-istri Nabi Saw menanyakan bagaimana (kualitas) Nabi Saw beribadah kepada Allah. ketika mereka diberitahu perihal itu, mereka merasa ibadah yang selama ini mereka lakukan sangat tidak memadai dan berkata, “begitu jauhnya kita dari Nabi Saw yang dosa masa lampau dan masa depannya telah diampuni Allah”. lalu salah seorang dari mereka berkata, “aku akan mengerjakan shalat sepanjang malam”. yang lain berkata, “aku akan berpuasa sepanjang tahun”. dan yang lainnya lagi berkata, “aku tidak akan menikah seumur hidupku”. Rasulullah Saw menemui mereka dan berkata, “apakah kalian orang-orang yang berkata ini dan itu? demi Allah, aku lebih tunduk dan takut kepada Allah daripada kalian. tetapi aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur, dan menikahi perempuan. maka barang siapa yang membenci sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku”.

Wallhu’alam bish shwwab.

Paris, 6 Juli 2012.

Vien AM.

Advertisements

Segala puji bagi Allah SWT, sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, shahabat, keluarga serta orang-orang yang masih berittiba’ (mengikuti) kepada beliau sampai hari kiamat.

Al Qur’an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering untuk ditimba, penuh dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah dan teladan. Salah satu isi pokok dari Al Qur’an adalah kisah perjalanan kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh dari umat-umat sebelum nabi Muhammad SAW. Hikmah diceritakannya sirah manusia-manusia pilihan itu tidak lain karena besarnya manfaat dari keteladanan iman, sifat dan akhlaq mereka. Maka disini akan saya angkat sebuah kisah Luqman Al Hakim yang penuh dengan hikmah bagi kita semua.

1. Tidak menyekutukan Allah.
Sebesar-besar kedzaliman dan kemungkaran adalah menyekutukan Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(Q.S. Luqman:13)

Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali ia bertobat dan meninggalkan perbuatannya. Sesungguhnya hanya Allah sajalah yang berhak untuk disembah (Allahu mustahiqqul ‘ibaadah). Dia lah yang berhaq di mintai pertolongan. Hanya kepada-Nyalah segala urusan diserahkan, takut (khouf), berharap (raja’) hanya layak ditujukan kepada Allah swt, bukan kepada yang lainnya

2. Berbuat baik kepada kedua orang tua.
Firman Allah SWT.
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”( QS.Luqman: 14)

Di dalam riwayat Bukhari, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat:
“Amalan apakah yang dicintai oleh Allah ?Beliau menjawab: Shalat pada waktunya, ia bertanya lagi: Kemudian Apa ?, Beliau menjawab: berbuat baik kepada orang tua, .Ia bertanya lagi: kemudian apa?, Belau menjawab: Jihad di jalan Allah” (shahih Bukhari V/2227, hadits No.5625)

3. Ketaatan kepada kedua orang tua harus dilandasi oleh ketaatan kepada Allah; karena tidak boleh
taat kepada keduanya dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah, lebih-lebih menyekutukan Allah ( syirik ). Allah berfirman
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”(QS. Luqman: 14).

4. Mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah SWT
Firman Allah SWT
Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS. Luqman: 15)

Disini Luqman memberikan sebuah nasehat kepada anaknya agar ia mengikuti jejak orang-orang yang kembali kepada Allah SWT yaitu para nabi dan rasul serta orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang selalu bertaubat kepada Allah SWT, yang telah diberi Allah SWT hidayah, yaitu tetap dalam agama yang hanif yakni Islam.

5. Allah akan membalas semua perbuatan manusia.
Firman Allah swt :
(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(Q.S: 16)

“Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”. (QS. Al Zalzalah: 7-8).

6. Menegakkan sholat.
Shalat adalah tiang agama, sehingga ia tidak akan tegak tanpa shalat. Maka sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan menegakkannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 17 yang berbunyi :
“Hai anakku, dirikanlah shalat …”

Shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah SWT.
…”Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabuut: 45)

7. Amar Ma’ruf nahi Munkar.
Ada dua komponen penting dalam Islam yang memberikan sebuah dorongan yang kuat kepada setiap muslim untuk mendakwahkan agama yang dianutnya, yaitu Amar ma’ruf nahi mungkar (memerintahkan berbuat kebajikan dan mencegah yang mungkar). Perintah untuk beramar ma’ruf nahi mungkar sangat banyak di dalam Al Qur’an seperti :
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”.(QS. Ali Imran:104).

8. Bersabar terhadap apa yang menimpa kita.
Sesungguhnya segala cobaan yang menimpa seorang muslim itu adalah merupakan sesuatu yang mesti terjadi karena itulah bentuk ujian (ikhtibar) dari Allah SWT, apakah ia sabar atau tidak ?, firman Allah SWT.
“Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”(QS. Luqman:17)

9. Tidak Menyombongkan diri
Sifat takabur atau merasa besar dihadapan manusia adalah sifat yang dibenci oleh Allah SWT.
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

10. Bersikap pertengahan dalam segala hal dan berakhlaq yang baik
Islam tidak menghendaki sikap Ghuluw (berlebih-lebihan) juga tidak menginginkan untuk bersikap tahawun (meremehkan) dalam segala hal termasuk juga dalam perkara-perkara yang menurut penilaian sebagian orang dianggap kecil seperti sikap berjalan, berbicara dsb. Allah SWT mengatur itu semua sebagaimana firmanNya:
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Manusia akan mempunyai nilai jika menampakkan akhlaq yang baik, karena tujun diutusnya Rasulullah SAW selain untuk menyeru kepada Allah ( Ad-dakwah ilallah) adalah untuk menyempurnakan Akhlaq dan budi pekerti.

Dicopy dari :

http://alkisah.web.id/2009/12/nasehat-luqman-al-hakim-kepada-putranya.html

Paris, 3 Juli 2012.

Vien AM.

 “ Allahu akbar, Allahu akbar , tiada  tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah “.

Kawasan Haram Asy-Syarif

Kawasan Haram Asy-Syarif

2008-05 Umrah_59Suara kumandang azan bergema keras di telinga Dr Yahya A Lehman. Ketika itu ia baru saja melewati dinding ratapan yang suram, sisa peninggalan kuil Herodian, tempat peribadatan umat Yahudi yang hingga kini masih mereka hormati. Kemudian Dr Yahya berusaha memanjat The Holy Temple Rock ( As-Sakrah) yang memang berada di kawasan yang sama yaitu Haram Asy-Syarif ( Temple Mount) di Yerusalem.

Sempat terpana, tak lama kemudian ia melihat orang-orang Muslim Palestina datang berbondong-bondong menuju Masjidil Aqso memenuhi panggilan tersebut. Di pagi buta sebelum fajar menyingsing itulah ia menyaksikan Muslim shalat bersama-sama ; rukuk dan sujud, mengabdikan diri kepada Tuhan Yang Satu.

Dr Yahya terperangah. Hatinya benar-benar tergetar menyaksikan pemandangan di depan matanya. Ia berusaha memahami bacaan shalat dalam bahasa Arab yang didengungkan sang imam dengan begitu khusuk dan merdu. “ Alangkah indahnya”, bisik Yahya, syahdu.

Beberapa lama kemudian dari balik gunung di kejauhan sana mataharipun menampakkan sinarnya yang begitu kemilau. Hati Yahya  bergemuruh. Cahaya tersebut seolah memanggilnya, mengajaknya untuk membuka mata agar mau menerima pandangan baru tentang kebenaran hakiki yang memang sedang ia teliti.  Itulah Islam, sebuah agama yang benar-benar baru baginya. Karena selama ini agama yang diperkenalkan orang-tua dan sistim di negaranya, Jerman, hanyalah Kristen dan Yahudi saja.

Dr Yahya sebenarnya datang ke kota ini dalam rangka menghadiri upacara Paskah. Ia adalah seorang peneliti dalam kajian khusus Gulungan Laut Mati ( the dead sea scroll) yang kontroversial itu. Selama di kota ini ia juga terus beribadah di gereja dengan tekun.

Namun sejak ia mendengar panggilan shalat dan menyaksikan umat Islam shalat berjamaah hatinya mulai gundah. Cahaya Sang Khalik menuntunnya, hingga ke semenanjung Malaysia, dimana ia bekerja sebagai pendeta dan pendidik. Di sinilah, ia menyelesaikan penelitiannya yang sungguh sulit, yaitu tesis doktoralnya  tentang perkembangan awal Kristen dan tulisan-tulisan tentang Perjanjian Baru.

“ Pernyataan agama Monoteistik Islam dari menara di atas tempat suci di Yerusalem terdengar bagi saya seperti pesan agama baru yang mempunyai kekuatan besar dan menantang. Masa study pasca-sarjana saya selama beberapa tahun di bidang perbandingan agama dan penelitian khusus dari pergerakan Yahudi pada zaman Yesus dan dampaknya terhadap perkembangan awal agama Kristen, telah membimbing saya secara pasti, kepada kebenaran Islam, membawa saya lebih dekat akan pesan asli Yesus,  nabi dari Nazaret yang diutus Tuhan, yang memanggil para pengikutnya kembali ke jalan agama yang benar dan telah dirintis nabi-nabi Yahudi terdahulu. Juga Ibrahim, agar berserah diri kepada Tuhan yang Satu, Allah swt, Pencipta semua mahluk,  dan agar  berjuang menegakkan persaudaraan di antara sesama manusia”.      

“ Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Qur’an, mereka beriman (pula) dengan Al Qur’an itu. Dan apabila dibacakan (Al Qur’an itu) kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Qur’an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan Kami, sesungguhnya Kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan (nya). Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan”.(QS.Al-Qashash(28):52-54).

Ayat diatas diturunkan kepada raja Najasyi, Negus, seorang ahli kitab yang hidup pada masa Al-Quran turun. Ia betul-betul tersentuh ketika surat Maryam dibacakan dihadapannya. Selanjutnya iapun lalu mengakui bahwa ajaran yang dibawa Rasulullah adalah ajaran yang benar, ajaran yang diturunkan Tuhan semesta alam..

Lain lagi dengan pengalaman Ahmed Holt. Seperti umumnya orang Barat, sejak kecil ia telah dicekoki pemikiran bahwa Islam disebarkan dengan ancaman pedang, bahwa kaum Muslimin dan orang-orang Palestina adalah kaum teroris yang tidak berperikemanusiaan dan bahwa kaum Yahudi adalah kaum minoritas yang tertindas.  Akibatnya timbullah kebencian terhadap kaum Muslimin dan simpati kepada Yahudi. Ia juga sangat setuju dengan pendapat bahwa sudah seharusnya orang-orang Yahudi di pengungsian pulang ke tanah leluhur mereka di Yerusalem.

Hingga suatu hari niat menggebu-gebu Holt untuk merealisasikan rasa simpatinya untuk membela dan berperang demi kaum ini terlaksana. Namun sesampainya di tanah suci ke 3 agama besar ini, Holt tidak merasa dimusuhi oleh orang-orang Muslim Palestina. Mereka tetap memperlihatkan sikap ramah, kasih sayang dan persahabatan padahal mereka tahu bahwa ia berada di pihak Yahudi. Namun demikian mereka juga tidak berusaha membicarakan apa itu Islam apalagi memperkenalkannya.

Lama kelamaan, tanpa disadari, hal ini telah mempengaruhi sikap Holt terhadap mereka. Hingga akhirnya, Holt justru diusir oleh pemerintah Yahudi karena dianggap terlalu akrab dengan orang-orang Palestina.

Selama di Yerusalem, Holt memang tidak bisa menutup mata bahwa ia melihat penderitaan orang-orang Muslim di tanah tersebut. Ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana kejamnya perlakuan pemerintah Israel terhadap mereka. Para pemuda dipenjara dan disiksa. Tanah mereka disita kemudian pemiliknya diusir. Bahkan ia menyaksikan sendiri polisi-polisi Yahudi memukuli anak-anak sekolah Palestina.

Hingga suatu hari di London, ketika ia berbincang dengan orang Inggris setempat, ia berujar : “ Anda seorang Muslim tapi anda tidak menyadarinya”. Holt sempat terhenyak. Tampaknya, tanpa disadarnya, pengalaman selama di Yerusalem telah mempengaruhi pikirannya. Dari sinilah ia mulai mencari kebenaran agama yang selama ini dianutnya.

« Sebelum aku memeluk Islam ada kendala yang harus kuatasi. Ini menyangkut Isa as. Selama ini aku menerima Yesus sebagai ‘anak Tuhan’, dan ‘ manusia yang diciptakan Tuhan’. Aku mulai membuat rasionalisasi. Kepada siapa Yesus berdoa? Bagaimana ia berdoa? Ia pergi ke padang pasir dan bersujud kepada yang Maha Kuasa, Sang Maha Pencipta. Aku mulai memikirkan pembukaan doa yang diajarkan Yesus sendiri”.

“ Bapak kami yang di surga”. “ Bukan Bapakku tetapi Bapak kami. Jadi Yesus member tahu kita bahwa Allah adalah Bapak dari semua makhluk, Bapak dari semua ciptaan karena semua diciptakan Allah. Ini melegakan nurani dalam pikiranku, dan dengan penuh bahagia, aku menjadi Muslim”.  

Demikianlah Allah swt memberikan hidayah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.  Dr Yahya A Lehman dan Ahmed Holt hanya 2 diantara banyak orang yang dibukakan mata dan hatinya di tanah suci Yerusalem dimana Masjidil Aqsha berdiri tegar, meski dinding-dinding tuanya telah lapuk tertelan usia.

“ Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjisar dil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS.Al-Isra(17):1).

Disinilah umat tiga agama besar “ Monotheisme” yang dibawa para Rasul Allah bersengketa. Yaitu umat nabi Musa as ( Moses) yaitu umat Yahudi, umat nabi Isa as (Yesus) yaitu umat Nasrani dan umat nabi Muhammad as yaitu umat Islam. Padahal ketiga nabi tersebut tidak pernah bertikai dan satu sama lain saling menghormati. Karena pada dasarnya mereka membawa ajaran yang sama, yaitu meng-Esa-kan Sang Khalik, Allah azza wa jalla. Tidak ada sekutu bagi-Nya.

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. At-Taubah (9):30).

“ Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.(QS. Al-Ikhlas (112):1-4).

Saat ini umat Yahudi menjadikan sebagian tembok yang terletak sisi barat Haram Asy-Syarif dimana berdiri 2 bangunan utama, Masjidil Aqsha dan Masjid As-Sakrah ( Kubah Batu atau Dome of the Rock),  sebagai tempat suci mereka.  Tembok Ratapan, demikian mereka memberi nama tembok ini, dianggap umat Yahudi sebagai rumah ibadah nenek moyang mereka yang tersisa hingga kini. Menurut kepercayaan mereka, rumah ibadah ini dibangun oleh nabi Sulaiman as pada tahun 950 SM.  Dan kemudian dihancurkan oleh tentara Romawi pada tahun 70 M. Mulanya panjang tembok tersebut  485 meter namun saat ini yang tersisa hanya 60 meter saja.

Ini yang menjadi ambisi besar pemerintah Israel saat ini. Yaitu membangun kembali kejayaan Yahudi, dengan mendirikan kembali rumah Yahudi di tempat yang sama, yaitu di atas Haram As-Syarif, tanpa peduli bahwa di atas tanah tersebut sejak lama telah berdiri 2 rumah suci umat Islam. Masjidil Aqsha dan Masjid As-Sakrah adalah bangunan masjid milik umat Islam yang masih berfungsi, hingga detik ini, meski otoritas Israel selalu berusaha keras melarangnya.

Ironisnya lagi, sebenarnya tidak ada bukti kuat yang mengatakan bahwa rumah ibadah buatan raja Solomon ( nabi Sulaiman as) pernah ada di tempat tersebut. Ini hanya akal-akalan poltik Zionis untuk mencari pembenaran merampas tanah Palestina dari umat Islam.

P1010015

Masjid Nabawi

Masjid Nabawi

Sementara bagi umat Nasrani, gereja Makam Kudus, yang dijaga seorang Muslim secara turun temurun itu, adalah tempat tersuci bagi mereka. Di dalam gereja yang terletak di bukit Golgota inilah mereka meyakini bahwa Yesus ( nabi Isa as) disalibkan, dikuburkan dan dibangkitkan nanti di akhir zaman. Bagi umat Islam sendiri, Masjidil Aqsho adalah masjid tersuci ketiga setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Dari sinilah Rasulullah saw miraj’ ke Sidratul Muntaha. Umat Islam menguasai Palestina termasuk Yerusalem pada tahun 638 M, pada masa kekahilfahan Umar bin Khattab.  Ketika itu bahkan penguasa Nasrani Yerusalem  sendiri yang berkenan menyerahkan langsung kunci kota kepada sang khalifah dengan suka rela. Ini disebabkan kepahamannya bahwa umat Islam dibawah khalifah terkenal bijak itu tidak akan menzalimi rakyatnya, jauh lebih baik dibanding bila kekuasaan jatuh kepada Yahudi.

Itulah yang terjadi saat ini. Umat Islam dibawah pemerintah kolonoal Israel terbukti memang terbukti sangat tertindas. Namun tipu daya Allah jauh lebih hebat dari tipu daya orang atau bangsa manapun. Penindasan Yahudi terhadap umat Islam ternyata malah membuat  mata dunia terbuka bahwa islam adalah agama yang hak.

« Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya ».(QS.Ali Imran(3) :54).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 20 Juni 2012

Vien AM.

Cahaya Al-Quran

Secara sederhana, dalam pengertian awam, cahaya adalah sesuatu yang membuat mata normal dapat melihat benda yang ada di depan kita. Cahaya paling akrab yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari adalah cahaya matahari dan cahaya lampu. Itu sebabnya ketika malam tiba, ketika kegelapan datang menyergap, secara otomatis kita menyalakan lampu. Sebab kalau tidak, kita tidak akan bisa melihat apapun. Dengan demikian cahaya menjadi sangat penting bagi kita semua.

IMG_3410Bagi pencinta fotografi, keberadaan cahaya merupakan suatu keharusan, mutlak hukumnya. Karena hanya kurang sedikit saja cahaya, kecantikan sebuah obyek foto akan berkurang.

IMG_0885Birunya laut nan indah mempesona tetapi awan menghalanginya, maka keindahan fotopun akan sangat berkurang. Birunya laut nan indah mempesona menjadi tidak seindah biru ketika matahari bersinar cerah tanpa sedikitpun penghalang. Intinya, tanpa cahaya keindahan warna adalah tiada. Tanpa cahaya hidup menjadi kelabu. Cahaya adalah sumber keindahan, sumber kehidupan, sumber kebahagiaan.

Begitupun wajah manusia. Secantik apapun seorang perempuan tanpa cahaya yang memancar dari dalam dirinya, pasti nilai kecantikan tersebut akan sangat berkurang. Sebaliknya seorang perempuan bersahaja namun memiliki cahaya dalam dirinya pasti akan jauh lebih menarik. Iniah yang dinamakan Inner Beauty. Pertanyaannya, cahaya yang bagaimana dan bagaimanakah caranya agar kita mendapatkan cahaya Inner Beauty tersebut ? Karena kita ini buatan Allah Azza wa Jalla maka sudah sewajarnya bila yang kita buka adalah Al-Quranul Karim …

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mu`jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an)”.(QS. An-Nisa(4):174).

“Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu ( Muhammad) supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”.(QS.Ibrahim(14):1).

Ya, Al-Quranul Karim itulah cahaya yang kita cari. Tentu saja yang dimaksudkan disini bukan Al-Quran sebagai kitab, lembaran-lembaran buku secara fisik. Namun isinya. Kumpulan ayat berisi perintah, larangan dan berbagai informasi dari Sang Khalik yang disampaikan malaikat Jibril as 14 abad silam kepada Rasulullah saw selama kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari ini sebenarnya adalah sebuah cahaya yang sungguh tak terhingga nilainya. Dengannya seseorang tidak akan tersesat, terjatuh atau tersakiti. Dengannya seseorang dapat berjalan tegap melintasi badai, angin dan topan. Dengannya ia akan merasakan kebahagiaan hakiki.

Al-Quran adalah kitab berisi ayat-ayat suci yang harus diamalkan. Meski dengan hanya membaca, mendengar dan menyimaknya, walau hanya 1 huruf, Allah swt menjanjkan pahala yang besar, namun tanpa pengamalan cahaya tersebut tidak akan berfungsi secara maksimal.

Ibn Mas’ud ra berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka mendapat Hasanat/ kebaikan dan tiap Hasanat mempunyai pahala berlipat sepuluh kali. Saya tidak berkata: Alif lam mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”.(HR. Attirmidzy).

Cahaya Al-Quran adalah hidayah dari Sang Pencipta. Namun tidak seperti sinar matahari atau cahaya bulan yang dapat terhalang oleh sesuatu, seperti awan, gunung, bangunan, topi dll, cahaya Al-Quran tidak mungkin dihalangi dan terhalangi oleh apapun, kecuali oleh hati yang kotor. Itulah buruk sangka..

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku”. (Muttafaqun alaih).

Manusia diciptakan dari tanah hitam kering yang kemudian dibentuk oleh-Nya. Ruh atau nur alias cahaya-Nya ditiupkan pada usia sekitar 3 atau 4 bulan kehamilan ibunya. Kehamilan ini akan terus disempurnakan hingga mencapai 9 bulan 10 hari.

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.(QS.Shad(38):71-72).

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah saw berkata, “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh … (HR.Bukhari Muslim)

Maka ketika bayi lahir ke dunia, akibat nur-Nya inilah, setiap bayi itu bersih tanpa dosa setitikpun. Sifat-sifat Ilahiah seperti sifat pemaaf, penyayang, penolong, pemurah dll, mewarnai hati bayi yang baru lahir ini. Berbekal hati yang sebening kaca inilah cahaya Al-Quran mudah masuk meresap ke dalam hati seorang anak manusia yang rajin membaca Al-Quran, mengkaji, menghafal dan mengamalkannya. Hingga dengan demikian terpancarlah cahaya sejuk dari dalam dirinya.

Sebaliknya hati yang kotor, yang penuh syak wasangka, cahaya Al-Quran sulit untuk masuk, kecuali atas kehendak-Nya. Syak wasangka adalah bisikan syaitan yang amat jahat. Itu sebabnya Allah swt mengajarkan untuk membaca ta’awudz sebelum membaca ayat-ayat-Nya.

Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya”.(QS.An-Nahl(16):98-99).

Jadi hati itu sifatnya bagaikan cermin. Bila hati bersih maka pantulan cahayanya juga bersih. Dan bila hati kotor maka pantulan cahayanyapun kotor. Cahaya inilah yang memberi warna wajah dan tubuh kita. Dampak dari pelaksanaan rukun Islam yang 5 seperti syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji yang didirikan atas dasar ketakwaan, akan terlihat, menjema menjadi insan yang ber-ahlak yang mulia, Ahlakul Khorimah. Insan yang pandai menjaga tangan, lidah dan hatinya dari perbuatan jahat, kotor dan keji. Sehingga kehidupannya di dunia akan tentram dan damai. Ini baru dampak di dunia.

” … … Rasulullah kemudian bersabda, Umatku nanti akan datang dalam keadaan bercahaya pada dahi, kedua tangan dan kaki karena bekas wudhu mereka.” (HR Muslim).

Pada ayat 11 hingga 15 surat Hadid berikut ini dikisahkan bahwa Allah swt akan menganugerahkan cahaya yang bersinar di depan dan samping kanan orang-orang Mukmin, laki-laki maupun perempuan, yang mau meminjamkan pinjaman yang baik kepada-Nya. Pinjaman ini adalah perumpamaan bagi seluruh amal kebajikan yang dikerjakan orang-orang Mukmin dengan niat mencari ridho Sang Khalik.

Siapa yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak, (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mu’min laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka):

“Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak”.

Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman:

“Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”.

Dikatakan (kepada mereka):

“Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”.

Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mu’min) seraya berkata:

“Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?”

Mereka menjawab:

“Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu. Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu. Dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali”.

Di akhirat nanti, cahaya tersebut akan menerangi kubur orang Mukmin, menolong perjalanannya menyeberangi jembatan Shiratal Mustaqin serta membelanya pada pengadilan hari akhir nanti. Cahaya ini akan sangat kita butuhkan karena pada hari Kiamat, hari dimana bumi digoncangkan dengan sekencang-kencangnya goncangan, Allah Azza wa Jalla akan membenturkan matahari yang selama ini menjadi sumber cahaya bumi, dengan bumi itu sendiri. Maka pada hari itu, bumi akan menjadi rata dan gelap gulita.

Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan”.(QS. Al-An’am(6):122).

Sementara ayat 14 – 20 surat Al-Baqarah dibawah menerangkan bagaimana nasib orang Munafik di alam akhirat nanti.

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan:

“Kami telah beriman.”

Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan:

“Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”.
Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).

Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.

Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

Demikianlah Allah swt menurunkan Al-Quran sebagai cahaya bagi orang-orang yang mau menjadikannya pelindung, petunjuk, pembeda ( antara jalan yang benar dan sesat) serta penerang bagi kehidupan baik dunia maupun akhiratnya. Ironisnya, ada saja orang yang bersikeras memilih syaitan sebagai pelindung mereka. Itulah orang-orang yang kafir, orang-orang yang diperbudak oleh hawa nafsunya, yang merasa cukup senang dan puas dengan kehidupan dunianya yang kelihatannya gemerlap, padahal menipu dan hanya sesaat. Sebuah fatamorgana yang menuju pada kegelapan total, tanpa secuilpun cahaya penerang. Kegelapan mencekam ini akan berakhir di neraka jahanam dengan api abadinya yang panas membara, yang membakar dari ujung kaki hingga ubun-ubun orang yang mendustakan-Nya. Na’udzubillah min dzalik.

“Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.(QS.Al-Baqarah(2):257).

Wallahu’alam bish shawwab.
Jakarta, 8 Juni 2012.
Vien AM.

( Sambungan ).

Penduduk Irlandia saat ini memang mayoritas Kristen Katolik. Namun dulunya mereka adalah pemeluk agama pagan alias penyembah dewa-dewa, agama warisan nenek moyang mereka, yaitu bangsa Celtes. Nama Irlandia sendiri berasal dari kata Eire atau Eiru yang dalam bahasa Irlandia, adalah nama dewi menantu dewa Ogma, salah satu dewa yang disembah orang Celtes.

Odille, guide kami, menerangkan bahwa agama Kristen masuk ke negara pulau ini pada abad 5 melalui santo Patrik. Ajaran ini dengan mudah masuk dan berkembang berkat kelihaian santo tersebut menggabungkannya dengan kepercayaan pagan, yang juga merupakan kepercayaan Romawi pada abad tersebut.

Menurut legenda, santo Patrik ini pulalah yang memberi inspirasi bangsa Irlandia untuk menggunakan shamrock ( clover), sejenis semanggi yang mempunyai tiga helai daun, sebagai lambang Negara. Ketiga helai daun tersebut menunjukkan keyakinan Kristen tentang konsep tritunggal, ‘tiga pribadi dalam satu Allah’ yang bertentangan dengan keyakinan Arianisme yang populer pada masa itu.

“Arianisme adalah sebuah pandangan kristologis yang dianut oleh para pengikut Arius, seorang presbiter Kristen yang hidup dan mengajar di Alexandria, Mesir, pada awal abad ke-4. Arius mengajarkan bahwa berbeda dengan Allah Bapa, Allah Anak tidak sama-sama kekal dengan Sang Bapa. Ia mengajarkan bahwa Yesus sebelum menjelma adalah makhluk ilahi, namun ia diciptakan oleh Sang Bapa pada suatu saat tertentu — dan oleh karenanya statusnya lebih rendah daripada Sang Bapa. Sebelum penciptaan-Nya itu, Sang Putra tidak ada. Dalam bahasa yang lebih sederhana, kadang-kadang dikatakan bahwa kaum Arian percaya bahwa Yesus, dalam konteks ini, adalah suatu “makhluk”. Kata yang digunakan dalam pengertian aslinya adalah “makhluk ciptaan.”

Konflik antara Arianisme dan keyakinan Trinitarian adalah konfrontasi doktriner besar pertama dalam gereja setelah agama Kristen dilegalisasikan oleh Kaisar Konstantin I. Kontroversi tentang Arianisme ini meluas hingga sebagian besar dari abad ke-4 dan melibatkan sebagian terbesar anggota gereja, orang-orang percaya yang sederhana dan para biarawan, serta para uskup dan kaisar. Sementara Arianisme memang selama beberapa dasawarsa mendominasi di kalangan keluarga kaisar, kaum bangsawan kekaisaran dan para rohaniwan yang lebih tinggi kedudukannya, pada akhirnya Trinitarianismelah yang menang secara teologis dan politik pada akhir abad ke-4. dan sejak saat itu telah menjadi doktrin yang praktis tidak tertandingi di semua cabang utama gereja Timur dan Barat. Arianisme, yang diajarkan oleh misionaris Arian Ulfilas kepada suku-suku Jermanik, memang bertahan selama beberapa abad di antara sejumlah suku Jermanik di Eropa barat, khususnya suku-suku Goth dan Longobard tetapi sejak itu tidak memainkan peranan teologis yang penting lagi.”

(tulisan bercetak miring dalam tanda kutip diatas adalah copy paste dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Arianisme .

Baca juga : http://id.wikipedia.org/wiki/Konsili_Nicea_ tentang perjanjian Nicea yang dilakukan di Nicaea ( sekarang Iznik, Turki) pada tahun 325 M oleh kaisar Romawi Konstantin I).

Yang juga penting untuk diketahui, kerajaan Romawi yang pada abad 5 merupakan kekuatan terbesar di dunia adalah penganut pagan, seperti umumnya penduduk dunia saat itu. Dewa matahari adalah dewa tertinggi yang mereka sembah. Kaisar Konstantin I, kaisar Romawi Timur ketika itu, menjadi gusar sekaligus panik ketika mengetahui bahwa ternyata sebagian besar rakyatnya mulai tertarik pada ajaran yang dibawa nabi Isa as.

Padahal ajaran tersebut datang pada awal-awal abad 1. Artinya ada jeda beberapa ratus tahun antara datangnya ajaran dan mulai tersebarnya ajaran Monotheisme itu. Hal yang sangat berlawanan dengan ajaran pagan yang menyembah banyak dewa. Maka demi mencegah perpecahan rakyat yang mungkin terjadi, sang kaisarpun segera menggabungkan kedua kepercayaan tersebut, Kristen dan pagan. Bagaimana caranya ?

Dari beberapa sumber, termasuk juga Odille, dikatakan bahwa nabi Isa as atau Yesus di identikkan dengan dewa matahari. Itu sebabnya dalam penggambaran orang-orang suci Kristen selalu terlihat lingkaran bersinar di belakang kepala. Tanggal 25 Desember, hari di saat mana matahari berada pada titik terjauh dari katulistiwa ( The Winter Saltice ) sekaligus hari lahir dewa matahari ditetapkan sebagai hari lahir Yesus. Sun day atau hari matahari yang dianggap hari suci bagi pagan ditetapkan sebagai hari suci Kristen.

« Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara ».(QS.An-Nisa(4) :171).

Salib Celtic

Salib Celtic

Begitulah akhirnya pada tahun 325 M dibawah perjanjian Nicea yang ditanda tangani kaisar Konstantin I, Kristen menjadi agama resmi Romawi. Dan tersebar ke Eropa termasuk Irlandia. Bahkan rakyat Irlandia hingga beberapa tahun belakangan masih tercatat sebagai rakyat yang sangat religius dibanding Negara Eropa lainnya. Meski tidak dapat dipungkiri percampurannya dengan ajaran pagan lebih terlihat kental dari pada Negara Eropa yang lain.

Agak kaget juga saya mendengar penjelasan Odille yang dengan jujur dan tegas berani mengatakan semua itu di depan tamu-tamu Perancisnya yang kemungkinan besar beragama Kristen. Ingin rasanya saya melihat reaksi dan air muka mereka. Namun mustahil karena penjelasan tersebut di berikan guide cantik kami itu di dalam bus. Dan lagi penjelasan tersebut diberikan secara sebagian-sebagian dalam beberapa hari sesuai keadaan dan kondisi hingga tidak terkesan membosankan apalagi mendikte.

 
Cliffden

Cliffden

Westport

Westport

Tralee

Tralee

IMG_1109

Galway

Setiap malam kami memang menginap di kota yang berbeda. Berangkat pukul 8.30 dan masuk hotel berikutnya sekitar pukul 7 malam kemudian keluar lagi untuk makan malam bersama. Begitulah ritual kami selama 8 hari. … 🙂

“ Orang Perancis kan rata-rata atheis”, bisik suami saya mengingatkan. Saya jadi teringat, Pauline, teman sekaligus guru saya bahasa Inggris di Paris pernah mengatakan bahwa sejak tahun 80-an anak muda Irlandia banyak yang mengikuti jejak saudara-saudara mereka di daratan Eropa, yaitu tidak mempercayai adanya Tuhan alias atheis. Pauline, perempuan setengah baya warga Irlandia yang taat pada agamanya, Kriten Katolik itu menceritakan kondisi tersebut dengan nada sedih campur kecewa.

Janji Sang Khalik terbukti benar, tipu daya manusia tidak mungkin dapat mengalahkan-Nya.

“ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”.(QS.Ali Imran(3):54).

“ Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya ‘.(QS.Al-An’am(6):123).

Di era modern seperti sekarang ini informasi memang tidak mungkin dapat dibendung. Dengan hanya duduk manis di depan komputer atau bahkan hanya dengan modal HP seseorang dapat surfing kemanapun ia suka untuk mendapatkan berbagai informasi. Dunia maya yang penuh misteri dapat dijelajahinya. Bahkan ayat-ayat suci Al-Quran dan hadist berikut penjelasannya dapat dengan mudah di acces. Meski tentu saja mempelajari keduanya tanpa bimbingan sama sekali sangat berbahaya, karena Al-Quran memang bukan bacaan biasa yang dapat ditafsirkan sesuka orang yang membacanya.

Dari pengalaman selama 8 hari di Irlandia, saya juga jadi tahu bahwa rakyat Irlandia ternyata sangat menyukai sesuatu yang bersifat mistis. Mereka beranggapan bahwa beberapa batu-batuan memiliki kekuatan tertentu. Ini terbukti dengan banyaknya batu-batu berwarna tertentu dengan macam-macam bentuk seperti kalung, cincin, bros dll yang dijual di semua toko di kota-kota yang kami kunjungi. Disitu dicantumkan dengan jelas bahwa tiap warna batu mempunyai sifat dan keberuntungannya masing-masing.

Hal ini membuat saya teringat akan kisah bagaimana orang-orang Quraisy dahulu suka membawa-bawa batu pemujaan ketika mereka bepergian, dengan harapan membawa keselamatan dan kesuksesan perdagangan mereka. Suatu hal yang menjadi penyebab  utama diutusnya rasulullah Muhammad saw agar mengingatkan mereka bahwa hal tersebut adalah hal yang keliru. Ini adalah termasuk dosa syirik, dosa besar yang tak terampuni.

“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar “.(QS.An-Nisa (4): 48).

Hikmah lain yang juga patut untuk dicatat adalah pengalaman 2 orang teman sebagai berikut.

“ Vin, coba dong fromage-nya”, bujuk Monique, seorang warga Perancis asal Vietnam yang bersuamikan orang asli Perancis, sambil menyodorkan keju ke hadapan saya. “ Dulu saya anti sama yang namanya keju, tapi saya sekarang suka sekali. Dulu saya tidak pernah minum wine, sekarang tidak ketemu wine sehari rasanya garing mulut ini”, ujarnya sambil tersenyum. Lebih dari separuh hidup perempuan berambut pendek ini memang dilewatkannya di Perancis. Ia meninggalkan tanah airnya ketika ia baru berumur 5 tahun dimana kemudian ia diadopsi oleh keluarga Perancis.

Sementara Tandar, seorang gadis budha asli Myanmar bercerita : ” Di negri kami, makan tidak boleh sambil berbicara, makan harus perlahan-lahan, makanan di dalam piring tidak boleh habis sampai licin”. “ Disini, saya makan selalu diolok-olok karena lambat. Orang selalu mengajak saya bicara dan diprotes kalau makanan di piring bersisa”. “ Akibatnya, ketika saya pulang kampung, saya dipelototi keluarga besar saya karena saya makan cepat sampai piringnya licin dan sambil berbicara pula”. Ia sudah 3 tahun bekerja di Paris dan akan selesai penugasan akhir tahun ini. “ Gawat nih”, katanya sambil tertawa lebar.

Penyesuaian diri memang sangat diperlukan. Selama hal itu tidak bertentangan dengan akidah dan mempunyai nilai positif, mengapa tidak .. Yang berbahaya kalau sampai mengganggu akidah. Tidak ringan memang perjuangan hidup di negri yang berbeda kultur dan kepercayaan , batin saya.

Suatu hari Odille menceritakan bahwa rakyat Irlandia, pada umumnya sangat menyukai taruhan, diantaranya yaitu balapan anjing atau greyhound. Untuk itulah maka kami diajak menyaksikan balapan yang cukup bergengsi ini. Balapan diadakan di stadion khusus di kota Tralee. Di luar dugaan kami, saya dan suami, ternyata stadion tersebut merangkap sebagai restoran. Jadi sambil menikmati hidangan, pelayan datang berkeliling mencatat anjing mana yang kita jagokan sekaligus membayar taruhannya. Na’udzubilah min dzalik ..Tak urung, terbersit rasa malu di hati ini .. Meski tiap taruhan minimum hanya perlu membayar 2 euro sekali putaran tetap saja ini dilarang dalam Islam.

“ Kalian tidak ikut taruhan ?”, tanya Nicole, teman kami semeja, teman satu grup tur. Dengan sopan dan sedikit tersenyum saya hanya menjawab : “ Non, c’est pas bien”, maksudnya itu tidak baik. Kontan wajah perempuan setengah baya tersebut langsung memerah, malu. “ Iya sih, tapi ini kan hanya main-main. Cuma 2 euro koq. Dan lagi sebenarnya baru 2x ini saya ikut. Sebelumnya pernah sekali menemani anak lelaki saya, bertahun-tahun yang lalu”, katanya berusaha membela diri. Kami hanya tersenyum menanggapinya.

Namun yang juga tak kalah mengagetkan, ternyata peristiwa ini sekaligus untuk merayakan hari terakhir para gadis yang akan menikah keesokan harinya. Kami berdua sempat terhenyak melihat sejumlah miss Tralee membopong-bopong organ vital tubuh lelaki yang tidak pantas di perlihatkan di muka umum, ke atas podium. Padahal disitu banyak anak-anak menyaksikan peristiwa tersebut. Merupakan tradisi, mereka beralasan. Astaghfirullahaladzim, kami hanya bisa mengelus dada.

Saya bergidik ngeri, tidakkah kebiasaan dan tradisi buruk seperti diatas ditambah lagi dengan hobby meminum minuman beralkohol, mempercayai kekuatan batu-batuan, penyembahan tuhan yang tidak tepat alias kesyirikan dll, akan memancing kemurkaan Sang khalik ?? Bukankah mereka orang-orang beragama ?

Dalam hati saya berpikir, ternyata beragama saja tanpa mempertanyakan apakah agama dan Tuhan yang disembah itu sudah benar dan tepat, tidaklah cukup. Allah swt, Tuhan seluruh alam semesta yang Satu, yang tidak lazim beranak dan diperanakkan, telah mengutus sejumlah rasul untuk mengingatkan dan mengajak kepada penyembahan yang benar. Namun bila ternyata manusia tidak mau mendengar ajakan tersebut ?? Bahkan mendustakannya …

Tidakkah mereka memahami bagaimana Sang Khalik mengazab kaum yang demikian, melalui berbagai bencana seperti gempa, angin puyuh dll .. Tidakkah mereka memperhatikan apa yang terjadi pada penduduk kota Pompei di Italia yang sungguh mengenaskan itu … Berlindung dibalik sains dan pengetahuan alam, orang-orang pandai selalu berdalih bahwa bencana alam adalah memang fenomena alam yang sudah seharusnya demikian. Tidakkah mereka mengetahui bahwa tanpa izin dan ridho Sang Pemilik semua itu tidak akan terjadi ??

Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri. Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: “Sesungguhnya nenek moyang kamipun telah merasai penderitaan dan kesenangan”, maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”.(QS. Al-A’raf(7): 94-96).

Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pengajaran?” (QS.At-Taubah(9):126).

IMG_0885Padahal begitu banyak nikmat yang telah dilimpahkan kepada rakyat Irlandia. Kecantikan alam yang begitu mempesona, ikan salmon yang hanya bisa ditemui di lautan Atlantik dan lautan Pasifik dengan cara hidupnya yang menakjubkan itu, domba dan sapi yang begitu mudah hidup dan berkembang hingga daging, susu dan bulunya dapat mereka manfaatkan.fb1

Oya, kami sempat dibawa ke peternakan lho, untuk menyaksikan peternak domba mencukur bulu dombanya. Juga ke tempat penggembala domba lain untuk menyaksikan bagaimana ia melatih 2 ekor anjingnya dalam membantu menggembalakan 1300 domba miliknya !.

“ Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa) nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu)”.(QS. An-Nahl (16):80).

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya”.(QS. An-Nahl(16):66).

Mungkin inilah saat yang tepat bagi kaum Muslimin untuk memberikan informasi yang benar tentang Sang Khalik, tuhan semesta alam yang mustinya harus disembah seluruh manusia tanpa perlu merasa congkak dan sombong karena kita lebih dahulu tahu dari mereka. Bahkan Allah swt berjanji mengganjar pahala 2 x lipat bagi ahli kitab yang mau kembali ke jalan yang benar, sebagaimana yang diterima raja Habasyah yang memeluk Islam setelah mendengar surat Maryam dibacakan oleh Ja’far bin Abi Thalib, salah satu sahabat yang ketika itu hijrah ke negrinya.

“ Dan apabila dibacakan (Al Qur’an itu) kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Qur’an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan Kami, sesungguhnya Kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan (nya). Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan” .(QS.Al-Qashash(28):54).

Jadi mungkin tidak berlebihan jika saya berharap semoga Allah swt menghitung perjalanan kami berdua ke Irlandia ini sebagai amal ibadah. Paling tidak, semoga keberadaan kami diantara 15 anggota grup kecil ini dapat sedikit memberikan gambaran mengenai Islam. Tentang apa itu makanan halal, bagaimana puasa, apa itu ijtihaj dll. Karena memang selama perjalanan tersebut ada saja teman yang menanyakan hal-hal tersebut. Bahkan juga ada yang bertanya tentang perempuan bekerja dalam Islam, tentang hubungan madu dan akhir zaman. Meski sebenarnya, dengan berjilbab saja tanpa peru berkata banyak, seorang Muslimah bisa dianggap berdakwah.

“Wow, kamu mencuci sepatu kamu? Debu banget yaa !», komentar Lawrence, seorang teman seperjalanan ketika melihat saya sedang mengelap sepatu saya sebagai bagian dari wudhu, di toilet perempuan.

“ Bukan, ini persiapan untuk shalat”, jawab saya.
Kamu mau shalat dimana?” tanyanya lagi.
Ya di bus saja. Karena hari ini perjalanan sangat padat, kalau harus menunggu sampai kami masuk hotel, seperti yang biasa kami lakukan, g akan keburu », jawab saya lagi.

“ Saya dengar, Al-Quran berkata bahwa kalau madu sudah sulit ditemukan di muka bumi ini, artinya itulah tanda akhir zaman, betul g ?”, begitu tanya Caroline, perempuan asli Perancis asal Lille, utara Perancis yang tampaknya seorang pecinta madu itu.

“ Wah, kalau Al-Quran rasanya g pernah dengar tuh, mungkin hadist. Yang pasti saya tahu, salah satu tanda akhir zaman itu bila homoseksual makin merajalale di muka bumi, seperti sekarang ini », jawab saya, yakin.

“Oh, soalnya homoseksual membuat terhentinya perkembangan manusia sih ya .. “, katanya lagi, juga yakin.

Wallahu’alam bish shawwab.
Jakarta, 1 Juni 2012.
Vien AM.

( Sambungan ).

Selama 8 hari di Irlandia, kami menggunakan mini bus yang dikemudikan oleh seorang sopir bule, asli Irlandia. Sementara guide kami, adalah seorang gadis Perancis yang telah 7 tahun tinggal di negri tersebut. Guide bernama Odille ini, benar-benar seorang guide yang luar biasa. Pengetahuan dan cara menyampaikan pengetahuannya tersebut patut mendapat acungan jempol. Selama perjalanan, gadis yang fasih berbahasa Inggris ini, dalam bahasa Perancis menceritakan berbagai hal, mulai dari sejarah resmi Irlandia, masuknya Kristen ke Irlandia lengkap dengan berbagai legendanya, hal-hal teknis seperti cara pembentukan bog atau tanah rawa atau tourbieres dalam bahasa Perancis, yang banyak dijumpai di negri ini, hingga mengajarkan lagu daerah yang populer di Irlandia, « Molly Mallone ». Molly Mallone adalah tokoh legendaris gadis penjaja buah-buahan yang mewakili penderitaan rakyat Irlandia.

Molley Mallone

Molley Mallone

IMG_0639

Athlone

Perjalanan dimulai dari ibu kota Irlandia, Dublin, di sisi timur, dan berakhir di Cork, kota ke 2 terbesar setelah Dublin, di barat daya. Dari Dublin kami menuju bagian tengah negri, Co. Westmeath, dan menginap di kota Athlone. Dalam perjalanan tersebut, situs penting yang kami kunjungi adalah biara kuno (monastere) Clonmacnoise, yang terletak di tepi sungai Shanon. Shanon adalah sungai terbesar yang membelah Irlandia. Dengan menaiki kapal kayu traditional, kami menyusuri sungai selama kurang lebih 1 jam hingga kami tiba di Athlone, dimana kami kemudian bermalam.

Biara kuno Clonmacnoise, sebenarnya hanya tinggal reruntuhan. Biara yang dibangun pada tahun 545 M oleh Santo Kieran de Clonmacnoise, adalah merupakan biara tertua di Irlandia. Kieran sendiri yang dianggap sebagai rasul/utusan Tuhan oleh umat Kristen Irlandia, meninggal dunia 6 tahun setelah ia membangun biara tersebut, dalam usia tidak lebih dari 30 tahun, karena penyakit pes.

Dari Athlone kami menuju Achille island, di barat laut. Dari pulau ini kami mulai menyusuri tepi barat Irlandia yang berbatasan langsung dengan samudra Atlantik, ke barat daya negri, untuk akhirnya berakhir di Cork dan kembali terbang ke Paris.

Cliff of Moher

Cliff of Moher

Bagian barat daya Irlandia khususnya Dingle dengan pantainya yang dinamakan Inche, adalah bagian terindah negri ini. Cliff of Moher, tebing cantik yang terkenal itu salah satunya.

Bayangkan saja, bus berjalan menyusuri jalan berliku yang diapit oleh laut biru dengan gunung-gunung kecil yang menyembul di antara birunya laut, di sisi kanan, dan jajaran dataran lumayan tinggi di sisi kiri, yang dipenuhi domba dan sapi yang dipelihara para peternak. Deretan gunung-gunung tersebut layaknya pasak atau paku yang ditancapkan agar bumi tetap kokoh berdiri pada tempatnya dan tidak mudah goyah.  Subhanallah .. betapa indahnya ciptaan-Mu ya Allah … Allahuakbar …

Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. …. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” .(QS.Ar-Raad(13):3).

“ Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?” ,(QS.An-Nabaa’(78):6-7).

Ironisnya, dalam salah satu kunjungan wisata yang diprogramkan oleh biro perjalanan kami itu, ville fantome atau dalam bahasa Indonesianya kota hantu, dijadikan salah satu obyek wisata. Kota yang telah menjadi reruntuhan batu tersebut terletak di dataran tinggi dengan pemandangannya yang sungguh indah, yaitu laut berpantai dan berbukit.

Sejarah Irlandia memang sangat tragis. Negri yang pernah dijajah selama ratusan tahun oleh Inggris ini pernah beberapa kali menderita kelaparan hebat. Yang terparah adalah antara tahun 1845 -1849. Kentang yang menjadi makanan pokok mereka diserang hama hingga sama sekali tidak dapat dikonsumsi. Padahal penjajah mereka, Inggris, sama sekali tidak mau perduli. Bahkan bantuan sultan Ottoman, Abdul Meshid, sebesar 10.000 pound bagi rakyat Irlandiapun diprotes oleh ratu Victoria, ratu Inggris ketika itu. Ia hanya menyetujui 1/10 nya dan menambahkan 2000 pound lagi dari negrinya.

Akibatnya 5 juta penduduk Irlandia mati kelaparan. Sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi ke luar negri diantaranya ke Canada, Inggris dan Amerika Serikat. Sedangkan orang-orang tahanan, pemerintah kolonial mengirim mereka ke Australia bila mereka bersedia membayar biaya perjalanannya, yang tentu saja sangat tinggi.

Selama periode itu pula, rakyat Irlandia dipaksa bekerja di tanah yang direbut orang-orang Inggris bila mereka ingin mendapat upah, 1 penny per hari. Jumlah yang sama sekali tidak ada artinya. Namun karena frustasi, tidak tahu apa yang harus dikerjakan, mereka tetap mengerjakannya. Meski pekerjaan itu hanyalah menumpuk batu-batu, tanpa tujuan apapun.

Tumpukan bebatuan tanpa bentuk yang jelas tersebut hingga saat ini dapat kita saksikan di seluruh penjuru negri, terutama di bagian tengah Irlandia, yang memang merupakan wilayah termiskin. Kabarnya, pemerintah Inggris pernah meminta agar peninggalan yang menyisakan citra buruk negrinya itu dihancurkan, tetapi rakyat Irlandia menolak karena mereka ingin menjadikannya kenangan, kenangan yang sangat menyakitkan hati. Malah di suatu lokasi di tepi jalan raya ( saya tidak begitu ingat dimana tepatnya) mereka mendirikan ornamen patung yang memperlihatkan seorang anak kecil sedang mengetuk pintu rumah seorang kaya karena kedua orang tuanya meninggal kelaparan.

Irlandia ( selatan) yang mayoritas beragama Katolik itu, baru berhasil memerdekakan diri dari penjajahan pada tahun 1948, setelah perjuangan yang sangat alot. Namun dibanding dengan negara kita tercinta, Indonesia yang merdeka 3 tahun lebih awal dari negri ini, Irlandia termasuk cepat dalam mengejar ketertinggalannya. Dalam kurun waktu kurang dari 35 tahun, Irlandia telah mengalami kemajuan pesat., terlebih setelah menjadi bagian dari Uni Eropa pada tahun 2000. Meski sejak tahun 2009, dengan adanya krisis ekonomi yang melanda seluruh Eropa, negri ini dilaporkan menjadi negri yang paling menderita dalam menghadapi krisis tersebut.

Sekedar informasi tambahan, tanah Irlandia bukanlah tanah yang subur. Hampir seluruh negri adalah tanah rawa yang membentuk lapisan gambut. Lapisan ini tertutup lapisan vegetasi yang telah melapuk, yang tidak jarang bisa mencapai ketebalan hingga 5 meter. Tanah ini sangat sulit untuk ditanami tanaman.

Pada salah satu kunjugan ke museum arkeologi di Dublin pada hari ke 2, kami sempat melihat sejumlah mumi yang bisa awet hingga hari ini karena tersimpan di bawah tanah jenis tersebut. Mumi-mumi yang ditemukan pada tahun 2003 lalu dan diperkirakan sebagai manusia yang hidup 2300 tahun lampau itu kemungkinan adalah korban sesembahan bagi tuhan agama pagan yang menjadi agama nenek moyang mereka.

Tiba-tiba saja saya bergidik, teringat mumi firaun, raja Mesir, yang ditemukan utuh padahal usianya telah ribuan tahun.

“ Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya)”.(QS.An-Naziat(79:21-26) .

“ Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami”.(QS.Yunus(10):92).

Ayat 92 surat Yunus diatas adalah firman Allah swt yang menunjukkan bahwa ditemukannya jasad firaun yang tenggelam di laut Merah ketika ia beserta pasukannya sedang mengejar nabi Musa as adalah atas izin Sang Khalik agar menjadi pelajaran berharga bagi umat yang datang kemudian, yaitu kita. Diantaranya yaitu jangan menyembah tuhan yang salah apalagi mengaku-ngaku sebagai tuhan, Naudzubillah min dzalik.

Croagh Patrick Mountain

Croagh Patrick Mountain

Westport

Westport

Patut menjadi catatan, adalah gunung bernama Croagh Patrick. Gunung ini terletak 8 km dari kota pelabuhan Westport di Co. Mayo ( Co adalah singkatan County, kurang lebih propinsi). Gunung ini terkenal karena sejak lama telah menjadi tempat ziarah umat Kristen manca Negara. Dengan bertelanjang kaki para peziarah mendaki gunung berketinggian 764 meter tersebut. Hal ini untuk mengikuti jejak santo Patrik, orang suci yang sering dianggap sebagai santo pelindung Irlandia sekaligus nabi, yang pada abad 5 pernah bertapa selama 40 hari di puncak gunung tersebut. Meski sebenarnya beberapa sumber menyebutkan bahwa ritual ini telah terjadi jauh sebelum kedatangan sang santo. Jadi sebenarnya ini hanyalah kelanjutan ritual paganisme yang dianut nenek moyang bangsa mereka, bangsa Celtes.

Untuk mengenang jasa santo Patrik yang dianggap telah memperkenalkan ajaran Kristen Celtik maka tanggal 17 Maret yang merupakan tanggal meninggalnya santo tersebut, diperingati sebagai hari besar resmi Irlandia. Malah belakangan, hari yang dikenal dengan nama St Patrick day ini diperingati oleh seluruh umat Kriten dunia. Hal ini dikarenakan baru pada abad 17 saja sang santo dikanonisasi.

Sebelumnya, selama seribu tahun pertama kedatangan Kristen, kanonisasi ( diakui sebagai orang suci dan berhak mendapat sejumlah penghormatan) hanya berhak dilakukan oleh keuskupan, tak lama setelah yang bersangkutan wafat. Dengan kata lain, santo Patrik sebenarnya tidak pernah secara resmi dikanonisasi oleh seorang Paus. Namun demikian ia tetap dihormati oleh umat Kristen seluruh dunia.

( Bersambung)

Jakarta, 29 Mei 2012.

Vien AM.

Senin 30 April 2012 pukul 10.25 pagi, saya dan suami menjadi bagian dari grup kecil wisatawan dari Paris – Perancis yang terbang menuju Dublin – Irlandia selama 1.5 jam. Beda waktu antara Perancis dan Irlandia adalah 1 jam, Irlandia lebih awal. Grup perjalanan dimana kali ini kami bergabung  adalah grup perjalanan khusus bagi karyawan perusahaan dimana suami bekerja, tetapi agen perjalannya sendiri adalah swasta.  Meski demikian, sebagian besar dari mereka, sebelum ini,  tidak saling mengenal, karena perusahaan raksasa Perancis ini memang  mempunyai pegawai hingga belasan ribu orang. Grup ini terdiri atas 15 orang.  Pegawai diizinkan membawa pasangan masing-masing. Itu sebabnya saya berada di sini, Alhamdulillah .. Dan yang juga tak kalah penting, ongkos perjalanannyapun istimewa. Perusahaan memberikan potongan yang cukup signifikan.

Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman (55):13).

Dublin_day1_098

Sungai Liffey – Dublin

Dublin_day1_120Irlandia adalah sebuah negara pulau yang terletak di sebelah barat Inggris. Negara dengan ibu kota Dublin ini selama 8 abad berada di bawah kekuasaan Inggris sebelum akhirnya memerdekan diri pada tahun  1948. Sementara Irlandia bagian utara yang mencakup 1/6 bagian dari pulau, dengan Belfast sebagai ibu kotanya, tetap berada di bawah kekuasaan Inggris. Hingga detik ini negara kerajaan di bawah ratu Elizabeth II ini masih harus kewalahan menghadapi perlawawan rakyat Irlandia utara.

Dibanding Negara-negara tetangganya di Eropa, Irlandia yang sejak tahun 2000 masuk menjadi bagian Uni Eropa, tampak tertinggal. Bahkan wajahDublin, kota dimana sungai Liffey membaginya menjadi 2 bagian, Dublin utara dan Dublin selatan, tampak tua dan kuyu. Yang terlihat mencolok dari kota ini adalah bentuk pintu rumahnya. Rumah, apartemen bahkan hotel-hotelnya memiliki kemiripan bentuk pintu yang diberi warna-warna mencolok, seperti merah, kuning, hijau dan biru. Sementara toko-tokonya, temboklah yang dicat war-warni. Ini kesan pertama yang tertangkap di semua kota yang kami kunjungi.

Di Dublin, kami mengunjungi Trinity College – universitas tertua di negri ini,  the Old Jameson – tempat penyulingan wisky dan braseri Guinness – tempat pembuatan bir hitam Guiness. Ke 3 tempat ini kabarnya adalah merupakan daya tarik utama wisatawan mancanegara ke Irlandia. Irlandia memang dikenal dengan wiski ( Irish whisky) dan bir Guinessnya. Tampaknya wiski dan bir bagi masyarakat negri ini ibarat nafas dalam kehidupan. Betapa tidak, ke2 jenis minuman beralkohol ( khamar) yang bagi umat Islam terlarang ini, bagi mereka adalah mutlak keberadaannya.

Dublin_day1_054Di setiap sudut kota, baik kota besar maupun kota kecil, bar-bar bertebaran menawarkan keduanya. Di tempat inilah berkumpul penduduk untuk sekedar bersilaturahmi, membicarakan berbagai macam masalah. Anehnya, beberapa sumber mengatakan, bahwa wiski dan alkohol di negri ini bukan penyebab utama kerusuhan dan keributan sebagaimana biasanya terjadi ditempat lain. Alasannya, alkohol yang dikandungnya sangat sedikit .

« Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya“. … Demikian ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, »(QS. Al-Baqarah (2) :219).

Apapun alasannya, bagi kita, turis Muslim, hal ini agak merepotkan. Ini pengalaman kami. Pada hari pertama kunjungan, rombongan makan siang di sebuah bar ( bar di sana adalah resto biasa yang tidak hanya untuk minum minuman keras). Tidak banyak pilihan makanan. Daging halal, tentu saja kami tidak berharap banyak. Inilah kekurangan bepergian dengan tur asing, ke negri minoritas muslim pula.  Pilihan kami tinggal makanan laut, binatang yang tidak perlu disembelih ketika kita hendak mengkonsumsinya.

“ Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya. Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas”. (QS. Al-Anám(6):118-119).

Ayat diatas memang memberikan kita keringanan yaitu boleh memakannya bila terpaksa. Namun karena saat itu kami masih mempunyai pilihan maka kami tidak/belum ingin menggunakan keringanan tersebut, dengan mengkonsumsi ayam atau daging yang tidak halal, misalnya. Bukan babi, tentunya.

Ketika itu, satu-satunya makanan laut yang tersedia hanya fish n chips, makanan favorit asal Inggris, yang juga menjadi makanan favorit Irlandia, Australia, New Zealand, Canada dan Afrika selatan. Ke 5 negara tersebut memang bekas koloni Inggris. Di kemudian hari, nyaris selama 8 hari tur tersebut, makanan inilah yang selalu menjadi menu utama kami semua. Alhamdulillah … 🙂

Yang menjadi masalah, tepung yang menjadi baham campuran utama penggoreng ikan, ternyata dicampur dengan wiski ! Ealah … 😦  .. Untung, akhirnya pihak resto mau mengerti keberatan kami hingga bersedia mengganti masakan tersebut dengan masakan yang bebas alkohol, setelah kami memintanya, tentu saja. Alhamdulillah .. Tetapi jangan lupa, saking sukanya dengan wiski, teh dan kopi merekapun dicampur dengan wiski lho, begitu pula permennya. Irish coffee, yang merupakan minuman khas Irlandia yang terkenal di dunia itu, mengandung wiski.

Yang menggembirakan, sejak kejadian di hari pertama itu, ada saja anggota grup yang sengaja mendekati kami untuk berbincang seputar hukum Islam. Diantaranya adalah seorang perempuan setengah baya berdarah Iran. Mulanya kami tidak mengira kalau ia seorang Muslim. Apalagi melihat wajah suaminya yang asli bule, seorang dokter asli Canada, yang ternyata adalah suami keduanya. Mereka baru menikah 5 tahun yang lalu. Kebetulan ulang tahun perkawinan mereka jatuh pada salah satu hari tur kami ini.

Dari perbincangan tersebut kami jadi tahu bahwa ia hijrah ke Paris dari Teheran, Iran, pada era kejatuhan Syah Reza Pahlevi di tahun 1979. Kami membahas banyak mengenai hukum Islam diantaranya tentang makanan halal, jilbab dan kedudukan perempuan dalam Islam.

Tu n’est pas une bonne musulman, alors “, demikian komentar suaminya di tengah-tengah percakapan, sambil memandang tajam istrinya.  Arti kalimat diatas kurang lebih adalah « kalau begitu kamu bukan Muslim yang baik dong ». Dari situlah kami baru tahu kalau perempuan bernama Choleh ( agak aneh ya, biasanya kalau di negri kita, Shaleh ini nama laki-laki) ini adalah seorang Muslimah. « Saya Syiah », akunya.

Malah ketika kami menceritakan alasan mengapa anak perempuan kami yang berusia 18 tahun memilih kembali ke tanah air karena sulit menjaga shalat, dengan nada pahit ia berkomentar : « Betapa  menyakitkannya hal tersebut ». Pandangannya terlihat menerawang jauh. Saya yakin, pasti ia teringat saat-saat pertama dulu ia pindah ke negri ini.

Saya hanya berharap semoga sekarang ia bisa menjalankan agama dengan lebih baik meski penampilannya yang terbuka disana-sini tidak mencerminkan hal tersebut. Bahkan sekali-sekali ia terlihat mau mencicipi bir yang ditawarkan sang suami tercinta yang tampaknya seorang penikmat bir hitam Guiness .. 😦   Minimal lega hati ini mendengar pengakuannya bahwa perkawinannya dengan pak dokter bule itu secara Islam.

Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”.(QS.Al-Baqarah (2):221).

Perlu dicatat, salah satu hal menarik mengapa kami ingin berkunjung ke Irlandia adalah karena adanya info bahwa beberapa tahun belakangan, Muslim di negri terujung barat Eropa ini berkembang cukup pesat. Foto masjid dengan bentuk unik yang saya temukan di internet sebelum keberangkatan kami, membuat kami makin mantab menjelajahi negri yang terkenal memiliki keindahan alam ini.

Sengaja kami mencatat alamat masjid dan cara bagaimana mencapainya. Alhamdulillah, di sore hari pertama tur itu, dengan menumpangi bus umum kami berhasil menemukannya. Kami sempat bertemu dan berbincang dengan 2 mahasiswi asal Malaysia yang kebetulan berada dalam satu bus dengan tujuan sama. Dari keduanya kami mengetahui bahwa Muslim banyak didapati di  Dublin ini. Bahkan di Griffith College, perguruan tinggi dimana mereka menuntut ilmu, Muslim bisa dibilang mendominasi kampus tersebut, sebagian besar mahasiswa asal Malaysia .. Subhanallah …

Masjid Dublin dibangun pada tahun 1983 oleh mahasiswa Muslim Dublin yang merasakan perlunya rumah ibadah bagi mereka, karena tak satupun masjid ada di kota ini. Dengan berpatungan membeli rumah penduduk yang terletak di sebelah kampus ( Griffith College) merekapun kemudian sedikit merenovasinya hingga layak menjadi tempat shalat. Di kantin masjid inilah berkumpul tidak saja mahasiswa Muslim kampus tersebut namun juga mahasiswa non Muslim hingga kerap terjadi dialog antar keduanya.

Hingga pada tahun 1996 akhirnya dibangun masjid terbesar di Dublin karena masjid kampus tidak lagi mampu menampung membludaknya jamaah. Sayang kami tidak sempat mengunjunginya karena info tersebut baru kami terima sore itu.  Seorang Muslim asal Pakistan yang menceritakan hak tersebut. Kami bertemu dengannya ketika kami sedang mengantri bus kembali dari masjid.

Dublin bukan rumah kami, umat Muslim pendatang. Maka dengan berlaku sopan dan tahu diri, tidak menjelek-jelekan agama mereka dan memojokannya, insya Allah justru membuka hati tuan rumah untuk mengenal Islam dan menerima kami dengan lebih baik ”, terangnya. Alangkah indahnya, teduh hati ini mendengarnya  …

“ Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan”. (QS. Al-Anám(6):108).

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

( Bersambung)

Paris, 20 Mei 2012.

Vien AM.