Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2024

Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan, sesungguhnya, pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.  Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (Terjemah QS. Ali Imran(3):185).

Tidak sedikit ayat suci A-Quranul Karim yang menerangkan bahwa semua orang pasti akan mati. Hanya saja kita tidak pernah tahu kapan dan dimana kita akan meninggal. Keyakinan ini tidak saja dimiliki oleh orang beriman semata tapi juga orang kafir. Bahkan orang yang tidak percaya akan adanya Tuhanpun meyakini hal tersebut.

Namun bagi orang beriman kematian tidak dapat dianggap sepele. Karena kematian sejatinya adalah awal kehidupan yang sesungguhnya. Kematian adalah gerbang kehidupan akhirat yang jauh lebih kekal dibanding kehidupan dunia.

Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti seseorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang tersisa di jarinya jika ia keluarkan dari laut?” (HR Muslim no 2868).

Sayangnya, kehidupan akhirat hanya ada 1 pilihan, yaitu surga atau neraka. Padahal neraka adalah tempat kembali yang sangat mengerikan dan panas tak terhingga, Penghuni neraka akan disiksa dengan siksa sangat pedih. Bahkan penjaganyapun sangat menakutkan.

Dikatakan (kepada mereka): “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri”. (Terjemah QS.Az-Zumar( 39):72).

Sedangkan surga adalah tempat kembali yang benar-benar indah dan menyenangkan sebagaimana hadist Qudsi, “Kami sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu, yang tak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terlintas oleh hati manusia…”

“ … … Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya“.(Terjemah QS. AZ-Zumar (39:73).

Maka sebagai seorang yang beriman sudah sewajarnya masuk surga adalah cita-cita tertinggi dalam hidup. Meninggal dalam keadaan terbaiknya yaitu husnul khotimah. Untuk itu wajib kita mengetahui caranya, yaitu dengan mempelajari Al-Quranul Karim, As-Sunnah dan tentu saja mengamalnya.

Dalam sebuah hadis, Nabi SAW bersabda: “Setiap orang akan dibangkitkan sesuai kematiannya.” (HR. Muslim).

Para ulama sepakat yang dimaksud hadist diatas adalah wafat sesuai dengan kebiasaannya dan dibangkitkan sesuai kebiasaan tersebut. Artinya agar wafat dalam keadaan husnul khotimah wajib hukumnya agar kita membiasakan diri dengan hal-hal yang baik, baik sesuai pandangan Allah swt tentunya.

Kita semua juga tahu bahwasanya kematian datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan. Tidak peduli dengan kondisi apakah seorang hamba dalam keadaan ketaatan kepada Allah atau sedang bermaksiat. Apakah dalam keadaan sakit atau sehat. Apakah masih muda atau sudah tua.

Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan“. (Terjemah QS.Al-Munafiqun(63):11).

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi dan kokoh“.(Terjemah QS.An-Nisa(4):78).

Kemungkinan orang meninggal sesuai kebiasaan atau hobbynya memang sangat tinggi. Betapa seringnya kita mendengar kabar seorang pawang singa atau ular wafat diterkam binatang piaraannya. Pembalap meninggal dalam kecelakaan balap mobil/motor. Artis, penyanyi, penari, pembawa acara meninggal ketika sedang melakukan profesi atau hobbynya tersebut.

Namun yang paling mengerikan adalah ketika seorang pezina dimatikan ketika dalam keadaan sedang berzina. Na’udzu billah min dzalik … Sebaliknya tidak sedikit orang yang terbiasa menjaga wudhu, shalat, sujud,  membaca Al-Quran Allah wafatkan dalam keadaan yang ia sukai itu. Masya Allah alangkah indahnya … 

Itu sebabnya kita harus pintar-pintar dalam memilih kebiasaan, hobby bahkan profesi/pekerjaan. Karena, kita akan dimatikan dalam kebiasaan tersebut. Orang yang terbiasa dalam ketaatan insya Allah akan diwafatkan dalam ketaatannya, husnul khotimah.

Untuk itulah pentingnya peran orang-tua. Perkenalkan anak pada kebiasaan dan  hobby yang baik sejak dini. Seperti membaca Al-Quran, lisan yang selalu berdzikir dll. Jangan sampai hobby menari, menyanyi, bermain piano, bermain bola dll membuat anak lupa dari mengingat kepada Sang Khalik. Apalagi setelah lebih besar nanti, anak akan lebih banyak lagi tantangan dalam hidupnya.

Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hal lain yang tak kalah pentingnya, adalah hadist berikut :

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)

Hadist di atas mengingatkan kita untuk senantiasa berhati-hati dalam bertindak dan selalu memohon kepada Allah swt agar istiqomah beramal ibadah hingga akhir hayat dan wafat dalam keadaan husnul khotimah. Karena tidak sedikit orang yang banyak beramal sholeh namun Allah matikan justru ketika sedang berbuat maksiat hingga ia mengalami kematian yang buruk (su’ul khotimah).

Sebaliknya ada juga ahli maksiat yang menjelang ajalnya bertobat dan segera beramal ibadah. Lalu Allah wafatkan ia dalam keadaan demikian hingga iapun mengalami husnul khotimah.  Orang seperti ini sangatlah beruntung karena sebenarnya ia tidak pernah tahu kapan ia akan dimatikan. Sungguh beruntung Allah swt memberinya kesempatan bertobat.  

Sebagai catatan, beramal ibadah maksudnya adalah bersyahadat, shalat, puasa dan amal kebaikan lain.  Sedang berbuat maksiat adalah murtad, kafir ataupun tidak menjaga pendengaran, lisan, pandangan, hati yang penuh dengan beragam penyakit hati, malas dan meninggalkan ibadah, lisannya jauh dari berdzikir dan mengingat Allah.

Masuk surga atau neraka adalah hak prerogative Allah Azza wa Jala, bukan semata karena amal ibadah kita. Melainkan berkat rahmat-Nya. Karena seumur hidup beramal ibadahpun tidak akan mampu membalas segala kebaikan-Nya. Untuk itu doa sepanjang waktu sangat diperlukan.

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“. ( Terjemah QS. Ghofir(40):60).

Doa memohon kepada Allah swt agar kita istiqomah beramal ibadah hingga akhir hayat, dimatikan dalam keadaan terbaik kita, menutupnya dengan kalimat tauhid “Laa ilaha illa Allah”,  dan husnul khotimah. Jangan sampai kita lalai, lelah beramal ibadah lalu tiba-tiba Allah mencabut nyawa kita dalam keadaan maksiat. Na’udzubillah min dzalik …       

Dalam kitab Shahih Tirmidzi disebutkan dalam hadis Shahihnya, bahwa Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. (HR. Tirmidzi).

Diterangkan dalam Risalah Majmu’ Fatawa, Ibnu Utsaimin berkata bahwa hendaknya manusia banyak merenung karena sebenarnya setiap orang senantiasa dalam bahaya disebabkan kematian selalu mengintai dan tidak ada batas waktu yang diketahui.

Hal ini merupakan sebuah perkara yang mewajibkan kita untuk menggunakan kesempatan umur sebaik-baiknya, yaitu dengan taubat kepada Allah Azza wa Jalla. Sudah seharusnya manusia selalu merasa dirinya banyak melakukan kesalahan hingga harus bertaubat dan memperbaiki kesalahan. Terus membiasakan diri dalam kebaikan hingga ajal tiba dalam sebaik-baik keadaan. Sesungguhnya seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa ia jalani.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 22 Juni 2024.

Vien AM.

Read Full Post »

Hari Kiamat adalah rukun ke 5 dari Rukun Iman yang merupakan pilar tegaknya seorang beriman. Hari yang merupakan berakhirnya kehidupan seluruh manusia dan alam semesta ini wajib diyakini oleh umat Islam. Hari Kiamat didahului dengan datangnya tiupan sangkakala (terompet raksasa)  pertama. Maka hancurlah alam semesta. Kemudian ketika sangkakala kembali bertiup maka seluruh manusia yang pernah ada di bumi ini akan hidup kembali. Itulah hari Berbangkit.

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)“.( Terjemah QS. Az-Zumar(39):68).

Ia adalah sesuatu yang ghaib. Tidak ada yang mengetahui kapan akan terjadi kecuali Allah swt. Rasulullah saw bersabda jarak antara hari Kiamat dengan beliau seperti jarak antara jari telunjuk dan jari tengah. Menandakan bahwa hari tersebut tidaklah terlalu lama akan terjadi.      

Manusia bertanya kepadamu tentang hari Berbangkit. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu wahai (Muhammad), boleh jadi hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya”. ( Terjemah QS. Al-Ahzaab(33): 63).

Rasulullah hidup pada abad 7. Sedangkan kini kita berada di abad 21. Dalam pandangan kita jarak 15 abad tentu sangat jauh. Tapi dibanding umur bumi dan alam semesta ini tidak ada artinya. Dan lagi sebenarnya tidak penting kita mempermasalahan kapan Kiamat akan terjadi karena kiamat kecil yaitu hari Allah swt memanggil kita jauh lebih dekat. Pengetahuan dan keyakinan datangnya hari Kiamat adalah bagian dari keimanan yang tidak penting untuk diperdebatkan.    

Namun demikian demi memenuhi sifat manusia yang selalu ingin tahu, Allah swt  memberikan tanda-tandanya. Yaitu melalui ayat suci Al-Quranul Karim dan hadist Rasulullah saw yang jumlahnya sangat banyak. Pada tulisan kali ini yang akan dibahas adalah 3 hal yaitu pemimpin yang bodoh, gempa dan kembali suburnya tanah Arab Saudi.

Mengenai pemimpin yang bodoh telah dibahas pada artikel sebelum ini. Hal tersebut sangat berkaitan dengan masalah Palestina yang makin hari makin tak terkendali. Yang secara tak langsung karena masalah kepemimpinan Islam yang tidak tangguh alias bodoh menurut syariat.

Palestina dan Fenomena Akhir Zaman (1) -Kepemimpinan Dalam Islam.

Selanjutnya adalah,

2. Gempa dengan korban yang sangat banyak.

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda bahwa di antara tanda semakin dekatnya Hari Kiamat adalah banyaknya gempa bumi dan banyak orang meninggal dunia karena musibah tersebut. (HR. Bukhari no.XIII/81-82, Shahih; HR. Ahmad no.IV/104, Hasan/Shahih).

Dapat kita saksikan belakangan ini betapa seringnya gempa melanda bumi kita tercinta. Diantaranya yang terdasyat adalah gempa Aceh yang disusul gelombang tsunami di tahun 2004. Gempa berskala 9.3 SR yang menelan korban tewas sekitar 227.898 orang ini terasa hingga di  14 negara. Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Somalia, dan Maladewa adalah negara yang paling parah terkena dampaknya.

Menyebabkannya tercatat sebagai gempa bumi terkuat di Asia, ketiga di dunia sejak tahun 1900 setelah gempa Valdivia 1960 dan gempa Alaska 1964. Wikipedia mencatat gempa Aceh merupakan patahan terpanjang ( 1.200 km hingga 1.300 km ) dengan durasi guncangan terlama ( setidaknya 10 menit). Gempa ini bahkan menyebabkan seluruh planet Bumi bergetar 1 sentimeter dan memicu aktivitas gempa di berbagai wilayah, termasuk Alaska. Total kerugian finansial akibat bencana ini mencapai USD$14 miliar atau sekitar Rp 51,4 triliun, sehingga membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun untuk pemulihan seperti kondisi sebelum bencana.

https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_dan_tsunami_Samudra_Hindia_2004

Gempa yang menelan korban sangat banyak dapat dipastikan akibat disusulnya  tsunami. Dan ini terjadi pertama kali pada abad 15 yaitu tahun 1498 di Jepang. Gempa berkekuatan 8.3 SR ini menewaskan 31.000 jiwa.

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6771006/10-tsunami-terbesar-di-dunia-dengan-korban-terbanyak-2-terjadi-indonesia

Bumi yang kita tinggali ini memang sudah amat renta. Gunung yang merupakan pasak/paku bumi hingga tempat manusia tinggal selama ribuan tahun ini dapat berdiri tegak dan stabil itu, kini mulai goyah. Gesekan antar lempengan di dasar kerak bumi akhirnya tak dapat dihindarkan. Maka bumipun bergoncang.  Itulah gempa yang makin hari makin sering kita rasakan.

“Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu,…” (Terjemah QS.An-Nahl(16):15).

“Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka,…”. ( Terjemah QS.An-Anbiya(21):31).

Pada ayat 88 surat An-Naml dikatakan bahwa gunung-gunung itu sebenarnya tidak diam melainkan berjalan sebagaimana jalannya awan yang terbawa angin. Hal ini makin membuktikan betapa Allah swt sebagai Zat Pencipta mengetahui segala sesuatu yang kita sebagai mahluk ciptaan, sangkakan.    

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

3. Menghijaunya kembali tanah Arab.

Hari kiamat tidak berlaku sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.” (HR Muslim).

Sejumlah ilmuwan yang dikutip dalam buku “Kiamat Sudah Dekat?” karya Dr. Muhammad al-‘Areifi, menunjukkan bukti bahwa perambatan sungai es sekarang bergerak ke arah Jazirah Arab dengan membawa salju turun dan hujan. Keduanya biasanya menjadi faktor tumbuhnya tanaman dan kemakmuran.

https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-6512800/hadits-tanah-arab-kembali-hijau-jadi-tanda-kiamat-dulu-pernah-subur-makmur

Sejarah mencatat bahwa jazirah Arab dulunya adalah tanah yang subur, dengan padang rumput dan sungai-sungainya. Hal ini dikatakan seorang ahli geologi asal Institute of Geosciences Johannes Gutenberg-University Jerman, Alfred Kroner, sebagaimana termuat dalam buku Mausu’ah al-Ijaz al-Qur’ani karya Nadiah Tharayyarah.

Dalam perbincangannya dengan seorang dai muslim bernama Syekh Abdul Majid al-Zindani saat membahas tanah Arab yang gersang dulunya adalah padang rumput yang hijau, Alfred Kroner mengatakan bahwa para pakar geologi sudah mengetahui hal itu. Ia mengatakan, bila tanah di Jazirah Arab digali, akan ditemukan jejak-jejak yang membuktikan bahwa wilayah tersebut dulunya adalah tanah yang subur. Salah satunya pernah ditemukan kampung hijau bernama Al-Faw di bawah gurun pasir Rub’ al-Khali.

Kroner menjelaskan bukti ilmiah mengapa Jazirah Arab yang dulunya hijau bisa berubah menjadi gersang dan kemungkinan akan kembali menghijau. Berdasarkan penelitian sejarah bumi di masa lampau yang ia lakukan, hal ini terjadi lantaran Jazirah Arab pernah mengalami fase zaman es.

Lebih lanjut ia menjelaskan, fase zaman es ini terjadi ketika air laut dalam volume besar akan berubah menjadi es dan berkumpul di Kutub Utara yang beku, lalu bergerak perlahan menuju arah selatan. Pergerakan inilah yang akan memengaruhi keadaan tanah yang ada di sekitarnya.

Di antara daerah yang tanahnya mengalami perubahan kondisi adalah semenanjung Arab. Cuaca menjadi dingin. Tanah Arab akan menjadi negeri yang paling banyak curah hujannya dan aliran-aliran sungainya,” jelas Kroner seperti diterjemahkan oleh M. Zaenal Arifin dkk.

Selain Alfred Kroner, seorang pakar geologi asal Amerika juga memprediksi kembalinya danau-danau ke gurun pasir Jazirah Arab dan kembalinya air ke sungai-sungai yang kini terpendam di bawah gurun pasir. Dalam riset modern, bumi mengalami zaman es sekitar 100 ribu tahun yang lalu. Setelah itu, bumi berada pada periode interglasial (hangat) yang berlangsung 10 hingga 20 ribu tahun.

Dalam kenyataannya kita telah tahu bahwa beberapa tahun belakangan ini Mekah dan Madinah beberapa kali mengalami hujan lebat bahkan hujan es. Ini adalah peristiwa langka. Itu sebabnya ketika hujan  datang banjir hampir selalu terjadi. Arab Saudi dan juga negara2 Teluk lainnya sep Dubai, UEA (Uni Emirat Arab) dll, memang tidak mempunyai sistim drainase yang baik karena amat jarang sekali mengalami hujan.

Dengan makin canggihnya teknologi, demi mengatasi suhu panas extrim  yang merupakan suasana sehari-hari, beberapa waktu lalu sebuah perusahaan di UEA berusaha memindahkn gunung es/iceberg yang berada di laut Antartika. Yaitu dengan cara menyeret bongkahan es raksasa yang jaraknya ribuan km itu ke pantai UEA.

https://jagatbisnis.com/2023/06/06/arab-saudi-akan-memindahkan-gunung-es-antartika/

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 3 Juni 2024.

Vien AM.

Read Full Post »