Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Namun sekali lagi bukan orang Jepang namanya kalo mudah menyerah. Paska bom yang meluluh-lantakkan sebagian besar kota Jepang, mereka segera bangkit dari keterpurukan. Tidak ada waktu untuk berlama-lama meratapi nasib dan kekalahan yang mereka alami.

IMG_0179IMG_0164Jepang segera berbenah diri dan membangun kotanya kembali. Tak terkecuali Hiroshima yang menjadi sasaran utama bom atom sekutu. Kota pelabuhan yang diapit perbukitan ini terlihat tenang dan damai seakan tidak pernah menjadi korban perang. Hiroshima hari ini bahkan dikenang dunia sebagai kota perdamaian. Di kota ini berdiri Hiroshima Peace Memorial Museum yang dibangun hanya selang 10 tahun setelah tragedy, yaitu tahun 1955. Museum ini didirikan tidak jauh dari pusat pengeboman.

IMG_0203IMG_0197Di dalam museum ini diperlihatkan selain foto keadaan kota Hiroshima baik sebelum maupun sebelum pengeboman, kisah derita para korban, juga pelajaran tentang nuklir dan bahayanya. Itu sebabnya banyak pelajar tidak hanya murid-murid lokal tapi juga pelajar manca negara yang datang mengunjungi museum tersebut. Museum ini juga menyuguhkan animasi detik-detik jatuhnya bom atom yang dalam hitungan detik menghancurkan kota tersebut.

Tak dapat dipungkiri perang memang sangat kejam. Tiba-tiba saya teringat bagaimana para orang-tua kita menceritakan penderitaan mereka.

Jaman pendudukan Jepang dulu tentaranya kejam-kejam”, ujar bapak.

Perempuan dipenggal kepalanya, terus kepalanya ditancapkan di tiang di pinggir jalan,  hanya gara-gara ketahuan ngomong Bahasa Belanda”, sambung ibu bergidik ngeri.

Ya orang-tua saya memang sempat mengalami masa-masa kelam tersebut. Banyak yang mengatakan 3 tahun dibawah penjajahan Jepang lebih sengsara dari 3.5 abad dijajah Belanda. Kekejaman dan kesadisan tentara Jepang memang bukan rahasia lagi. Tidak heran ketika akhirnya pihak Sekutu memborbardir negara matahari tersebut banyak orang yang gembira dan lega mendengarnya, termasuk rakyat Indonesia. Tentu kita semua tahu bahwa salah satu penyebab kemerdekaan Indonesia adalah karena kalahnya Jepang dalam PD II.

Itu pula sebabnya banyak pihak berasumsi bahwa Jepang yang kini menjadi salah satu negara terkaya di dunia banyak membantu negara lain adalah demi menebus dosa dan kesalahan mereka di masa silam. Ntahlah … Yang pasti orang bisa berubah. Dan Jepang membuktikan hal tersebut. Selama 8 hari berada  di beberapa kota Jepang kami merasakan kehangatan dan keramahan mereka.

20171005_113250IMG_20171002_165622Kemajuan Jepang hari ini sungguh tak dapat dipungkiri seorangpun, Dalam waktu singkat Jepang kini masuk dalam daftar negara termaju dan terkaya didunia. Jepang yang saat ini sedang bersiap-siap menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar dunia yaitu Olimpiade 2020 giat mempromosikan berbagai tour wisata Jepang. Mulai dari bunga Sakura dan gunung Fuji yang ternyata tidak selalu bersalju, kuil, hingga kuliner dan berbagai wahana permainan seperti Disneyland, aquarium dll.

IMG_052520171005_141517jepang halalMereka juga telah mempersiapkan diri menyambut tamu-tamu Muslimin dari berbagai negara.

ZHF1

Bersama penjual kebab Turki yang menguasai berbagai bahasa asing.

Diantaranya yaitu dengan makanan Halal. Meski harus dimaklumi belum semua sesuai harapan. Namun paling tidak mereka telah berusaha mengantisipasinya. Dari brosur yang kami trima dari seorang penjual kebab Turki di Tokyo, resto Halal dibagi dalam 4 kategori, yaitu 1. Seluruh makanan halal dan tidak ada minuman ber-alkohol, 2. Halal tapi menjual minuman ber-alkohol, 3. Menyediakan menu halal dan 4. Menyediakan makanan non babi.

IMG_0527IMG_0524Di sebuah resto ramen, masakan khas Jepang, berlabel halal di Kyoto kami sempat berbincang dengan seorang pramuniaganya. Ternyata ia adalah seorang mahasiswa Indonesia yang bekerja paruh waktu. Mahasiswa asal Majalengka tersebut sempat bercerita tidak mengalami kesulitan untuk shalat di kampusnya. Yang juga surprised, resto dimana ia bekerja mau menjadikan sedikit pojoknya sebagai mushola ( prayer room). Meski sang pemilik ternyata bukan seorang Muslim.

Di Jepang memang terdapat banyak mahasiswa Indonesia. Sebagian ada yang dengan beasiswa pemerintah Jepang tapi tidak sedikit juga yang berangkat dengan biaya sendiri. Mahasiswa Indonesia di Jepang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Menurut beberapa sumber, biaya hidup dan kuliah di Jepang jauh lebih rendah di banding dengan di Amerika Serikat, Australia ataupun di Eropa.

Bahkan ada pendapat tidak lebih mahal dari pada kuliah di universitas swasta bergengsi di Indonesia, Jakarta khususnya. Apalagi dengan adanya fakta bahwa penerimaan masyarakat Jepang terhadap Islam jauh lebih baik dari pada Barat yang sedang menderita Islamophobia akut itu. Mungkin sudah menjadi suratan takdir, bahwa keberadaan mahasiswa Muslim Indonesia di Jepang merupakan dakwah tersendiri agar masyarakat Jepang lebih mengenal Islam.

20171008_15402120171008_15400420171008_154038TM36Alhamdulillah selama di Tokyo Allah swt memberi kami kesempatan mengunjungi Tokyo Camii Turkish Culture Center, masjid termegah di ibu kota Jepang. Dengan menggunakan subway yang merupakan alat transportasi umum warga Tokyo kami menuju ke masjid yang dibangun pada tahun 1938 tersebut. Masjid ini merupakan masjid kedua setelah masjid Kobe. Setelah berjalan kaki sekitar 15 menit dari stasiun Yoyogi-Uehara tibalah kami di bait Allah yang sungguh cantik tersebut.

Ketika kami memasuki masjid siang itu terlihat sejumlah pemuda dan pemudi Jepang dengan penuh antusias mendengarkan ceramah yang diberikan seseorang. Dugaan kami ia imam masjid tersebut.

20171008_16045020171008_160526TM46TM69Ceramah diberikan oleh dua orang dai secara bergantian, dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris, memberi kesempatan para pengunjung yang tidak memahami Bahasa tuan rumah ikut mendengarkannya. Ceramah yang berlangsung dalam suasana akrab itu kemudian ditutup dengan sesi diskusi. Sungguh merupakan kehormatan bisa menjadi saksi acara tersebut. Terima-kasih ya Allah …

Hal lain, selama di Tokyo kami juga sempat merasakan gempa. Hal tersebut terjadi sekitar pukul 11 malam di tingkat 8 apartemen yang kami sewa. Guncangan terasa cukup kencang. Beberapa saat kemudian kami mendapat kabar bahwa memang baru saja terjadi gempa berkekuatan sekitar 6.3 SR. Was-was juga hati ini menghadapinya meski katanya semua gedung di Jepang dibangun siap meng-antisipasi gempa. Karena gempa yang sering melanda negri ini tidak jarang menelan korban.

Gempa Maret 2011 misalnya. Gempa berkekuatan 9,0 SR dengan lebih dari seratus gempa susulan ini mengakibatkan gelombang tsunami setinggi 10 meter. Gempa ini menewaskan hampir 20.000 orang dan lebih dari 8.000 orang  lainnya hilang. Padahal sinyal peringatan awal gempa yang dikirimkan ke televise seluruh Jepang bekerja dengan baik. Gempa ini menimbulkan peringatan tsunami untuk pantai Pasifik Jepang dan sedikitnya 20 negara, termasuk seluruh pantai Pasifik Amerika dari Alaska ke Chili.

Gempa dan tsunami Maret 2011 tersebut juga memicu krisis nuklir terburuk di dunia dalam 25 tahun terakhir. Gempa ini dianggap sebagai yang terbesar mengguncang Jepang dalam kurun waktu 1.200 tahun terakhir. Gempa ini adalah salah satu yang terbesar dan paling merusak setelah gempa 8.9 SR di Fukushima pada 2007 dan menyebabkan tsunami. Gempa Fukushima 2007 mengakibatkan ditutupnya PLTN ( Pusat Listrik Tenaga Nuklir) di kota tersebut selama 21 bulan.

Katakanlah: “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” … “ ( Terjemah QS. Al-Ahzab (33):17).

Ya umat Islam dimanapun berada meyakini, bencana apapun tidak akan terjadi tanpa izin Yang Maha Kuasa, Allah Azza wa Jalla. Tak ada yang kuasa mencegahnya bila Ia berkehendak.

Seperti Jepang, Indonesia juga terletak di area Ring Of Fires. Bila Jepang yang sudah mati-matian berusaha agar gempa sesedikit mungkin menelan korban, bagaimana dengan Indonesia?  Meski gempa dasyat yang terjadi di negri kita tercinta tidak sesering Jepang bukankah resiko itu tetap tinggi ??

Jadi sungguh sudah sepatutnya kita ini bersyukur atas penjagaan Sang Khalik yang menjauhkan kita dari bencana dasyat seperti gempa dll. Dan syukur tersebut tidak cukup hanya dengan ucapan, tapi juga dalam bentuk nyata.

Tapi apa yang dilakukan umat hari ini sungguh keterlaluan. Ulama dibully sementara perlakuan menyimpang homoseksual dibiarkan bahkan terkesan dilindungi. Apa itu namanya bukan menantang azab-Nya???

“Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”. ( Terjemah QS. Al-A’raf(7):81).

“Mereka (malaikat) menjawab: “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth), agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah yang (keras), yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas”. ( Terjemah QS. Adz-Dzariyat(51):32-34).

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Sebaliknya Jepang yang saat ini belum begitu mengenal Islam, berbekal semangat yang tidak mengenal putus asa, semoga suatu hari nanti Allah swt ridho memberi mereka hidayah. Semoga kehadiran Islam di negri tersebut sedikit demi sedikit mampu mengeluarkan mereka dari kegelapan yang sebenarnya.

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. (Terjemah QS. Al-Baqarah(2):257).

Semoga dengan ber-Islam, Jepang bukan hanya bercita-cita menjadikan negrinya maju secara fisik tetapi juga secara spiritual. Yang dengan demikian dapat mendatangkan rahmat-Nya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 29 Desember 2017.

Vien AM.

Advertisements

Read Full Post »

Menurut sejarawan Sima Qian (145 – 90 SM), pembangunan makam agung kaisar Qin Shi Huang dimulai disekitar 246 SM, saat usia sang Kaisar baru menginjak usia 13 tahun, dengan memperkerjakan kurang lebih 700.000 pekerja.

http://harianinternasional.blogspot.co.id/2016/01/sejarah-dinasti-qin-zaman-musim-semi.html

Bergidik hati ini menyaksikan bagaimana Sang Raja Alam Semesta, Allah swt, memperlihatkan Kebesaran dan Kekuasaan-Nya dengan membongkar harta karun kaisar Qin yang telah terpendam selama ribuan tahun lamanya, dalam keadaan relative utuh. Disamping tidak mungkin juga kita menyingkirkan kenyataan, betapa pandainya manusia, yang sejak ribuan tahun lalu telah mampu membangun peradaban yang begitu tingginya.

Lulu bercerita bahwa tehnologi pembuatan patung Terracotta sangat rumit dan canggih. Sementara teknik pembuatan senjata perunggunya lebih menakjubkan lagi. Pedang perunggu yang ditemukan di dalam lubang Terakota tersebut sangat tajam dan halus, tidak berkarat bahkan berkilau seperti baru. Senjata tersebut mengandung berbagai macam logam, permukaannya adalah lapisan oksidasi garam kromium setebal 10 mikro meter, dan derajat kekerasannya setara dengan baja karbon medium yang dikeraskan. Senjata-senjata perunggu yang tergali dari lubang tersebut dibuat dengan cara tuangan (cor), bahannya terutama tembaga dan timah. Ini adalah teknik tingkat tinggi dalam sejarah metalurgi dunia.

http://indonesian.cri.cn/chinaabc/chapter22/chapter220111.htm

Dzulqarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu“. ( Terjemah QS. Al-Kahfi (18):95-96).

Para ahli tafsir sepakat bahwa Dzulkarnain yang dimaksud pada kisah di atas adalah seorang raja alim yang diberi Allah swt kekuasaan sangat besar. Sebagian ada yang berpendapat Dzulkarnaen hidup sezaman dengan nabi Ibrahim as, dan pernah tawaf bersama sang nabi as. Namun ada juga yang berpendapat Dzulkarnaen hidup di masa nabi Musa as. Pendapat lain mengatakan bahwa Dzulkarnaen hidup di masa dinasti Zhou, dinasti pendahulu Qin. Catatan sejarah memang mengatakan teknologi perunggu di masa itu sedang mencapai puncaknya.

Berdasarkan kajian mendalam ayat 86-99 surat Al-Kahfi yang sarat dengan pesan sains dan ilmu alam, sebagian ahli tafsir menyimpulkan bahwa lokasi dimana Dzulkarnaen membantu suatu kaum dari ancaman kebengisan Ya’juj Ma’juj yang akan muncul di akhir zaman nanti, adalah suatu daerah di dataran tinggi Cina. Ayat-ayat di atas juga sekaligus menjadi saksi betapa Cina sejak ribuan tahun lampau telah mencapai kemajuan dan peradaban yang tinggi.

Tak dapat dipungkiri, Cina hari ini sungguh sangat berbeda dengan Cina beberapa tahun yang lalu. Selain kemajuan dalam berbagai bidang, termasuk kebersihan kota-kotanya, disiplin masyarakat Cina, terutama anak-anak mudanya, patut diacungi jempol.

Berkat majunya pendidikan”, jelas Lulu tegas, ketika kami mengajukan keheranan kami. Kami juga beberapa kali melihat gadis tersebut menegur orang setengah tua Cina yang meludah atau membuang sampah sembarangan.

Dzulqarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”. Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya”. ( Terjemah QS. Al-Kahfi (18):98-99).

Dominasi negara-negara Asia Timur (Cina, Jepang dan Korea) sebagaimana yang diprediksi para ahli tafsir dan ilmuwan Muslim, Cina khususnya, baru terjadi 10 tahun-an belakangan ini. Orang-orang Cina, hari ini, dapat kita saksikan, telah menyebar hampir di seluruh pelosok dunia, bercampur dengan penduduk asli tapi tetap dalam komunitasnya sendiri, yaitu China town.

Menjadi tanda tanya besar, mungkinkah yang dimaksud hancur luluhnya dinding di akhir zaman pada ayat di atas adalah temuan spektakuler sang penakluk Cina raja Qin yang telah ribuan tahun terpendam di perut bumi? Atau memang nyata dinding buatan Dzulkarnaen yang menyatukan dua puncak gunung yang kemungkinan berada di Cina itu belum ditemukan??

Siapa dan dimana kira2 kaum yang meminta pertolongan Zulkarnaen agar dibuatkan tembok sebagai benteng perlindungan dari kekejaman kaum lain? Siapa pula yang dimaksud kaum bengis itu? Mungkinkah ia adalah raja Qin, si penakluk Cina, yang pasti banyak dibuat membencinya??

Masih terngiang ucapan uztad Bahtiar Nasir pada salah satu kajiannya, “Bisa jadi hari ini adalah era kejayaan Cina. Namun tidak berarti kita harus terus mengekor Cina”.

Ya, patutkah kita tunduk kepada negara ex komunis yang kini menuju sosialis kapitalis, yang terang-terangan melarang rakyatnya (Muslim Xinjiang) menjalankan ibadah?? Yang dengan berang menantang perang Erdogan, hanya karena presiden Turki tersebut geram terhadap kebengisan tentara Myanmar terhadap Muslim Rohingya?

http://www.kabarsatu.news/2017/09/wow-china-ancam-perang-turki-jika.html

Dengan membawa sejuta pertanyaan di atas, usai sudah kunjungan ke Xian. Tiba saatnya kami menuju bandara untuk selanjutnya terbang ke Guilin sebagai penutup rihlah kali ini. Alhamdulillah Lulu menyempatkan mengantar kami ke masjid yang ada di jalur menuju bandara. Ia bahkan sempat masuk, memperhatikan kami wudhu dan membaca papan berisikan beberapa ajaran Islam yang terpampang di depan pintu masjid.

“Oh jadi orang Islam itu terbiasa ber-puasa yaa ..  pantas kamu langsing”, komentar Lulu sambil terus membaca pengumuman-pengumuman yang ada di sana. Kebetulan Lulu memang agak besar badannya, dan beberapa kali mengeluh ingin kurus. 🙂

20170429_191740Oya, di dalam pesawat kami mendapat surprised makanan halal padahal kami tidak memesannya karena memang tidak menyangka ada pilihan untuk itu. Saking terheran-herannya saya sampai melirik ke meja penumpang lain untuk mengetahui apakah hanya kami saja yang mendapat pelayanan istimewa. Ternyata tidak, semua penumpang mendapat jatah snack sama, yaitu bungkusan coklat dengan label HALAL di atasnya. Sekedar info, pesawat yang kami tumpangi adalah pesawat lokal Air China.

******

Guilin, 30 April – 2 May 2017.

Guilin adalah kota menengah di Cina Selatan yang memiliki pemandangan unik menakjubkan. Kota ini selain dikelilingi sungai dan 4 buah danau, juga oleh pegunungan kars dengan ribuan puncak, yang menjadikannya salah satu  pegunungan kars terbesar di dunia.

20170430_115839IMG_0634Kami mengawali penjelajahan dengan cruise menyusuri sungai Li yang panjangnya 83 km, menuju Yangshuo yang ditempuh dalam waktu 4-5 jam. Waktu berlalu tidak terasa terlalu lama berkat pemandangan yang sungguh mencengangkan. Dari sejak awal hingga usai perjalanan, tumpukan gunung dengan bermacam bentuk dan ketinggian, menyesaki pandangan. Masya Allah …

IMG_0690Tak heran bila kemudian pemerintah setempat memanfaatkan salah satu spot cantik di tempat tersebut sebagai latar belakang uang pecahan 20 Yuan. Pepatah Cina mengatakan Guilin adalah “tempat terindah, surga dunia”.

Keberadaan pegunungan kars dengan puncak-puncak lancip bagaikan pasak /paku dan gua disana-sini, menunjukkan bahwa Guilin ratusan juta tahun yang lalu adalah merupakan dasar laut, yang disebabkan adanya perubahan alam, terangkat hingga membentuk apa yang terlihat saat ini.

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?”( Terjemah QS. An-Naba’(78):6-7).

Sekitar jam 2 siang setelah cruise selesai, kami berjalan-jalan melihat-lihat aneka pernak-pernik barang lokal yang dijajakan di sepanjang jalan keluar pelabuhan. Termasuk yang paling menarik adalah cara pembuatan permen jahe, dimana jahe yang sudah diolah sedemikian rupa menyerupai gulungan besar dililitkan di sebuah tiang. Kemudian gulungan tersebut ditarik, digulung, ditarik-gulung   berkali-kali, hingga akhirnya dipotong-potong kecil dan dibungkus menjadi permen jahe yang lezat.

20170430_16545220170430_162234Selanjutnya Cory, guide kami menawarkan extra kunjungan ke sebuah bukit dimana dari sana terlihat pemandangan sungai dengan gunung-gunungnya dari ketinggian. Meski harus mengeluarkan tambahan biaya dan sedikit terengah-engah menaiki tangga, sungguh tidak percuma bukit yang ia perkenalkan dengan nama  bukit Wow itu, memang benar-benar “wow”.

“Bukan hanya wow tapi katakan Allahu Akbar”, sambil bercanda saya mengoreksinya. “Bayangkan, kalau ciptaan-Nya saja seperti ini apalagi yang menciptakan-Nya”.

20170501_110644IMG_0817Singkat cerita, Guilin ternyata mempunyai lumayan banyak tujuan wisata. Diantaranya adalah The elephant trunk hill, bukit berbentuk gajah yang agak dipaksakan, dan Reed Flute Cave, gua yang sudah dipercantik dengan lampu sorot warna-warni dengan bermacam tema hingga menampilkan pemandangan yang cantik menarik. Tak kalah cantiknya adalah pemandangan danau di dalam kota.

20170501_175915IMG_0804Namun yang di luar perkiraan adalah keberadaan masjid dan restoran halal di kota ini. Di restoran halal yang kami kunjungi untuk makan siang maupun malam itu kami berjumpa dengan rombongan 2 bus besar yang membawa turis Malaysia. Mereka datang dari Guangzhou yang jaraknya 6 jam perjalanan dengan bus. Di restoran ini dipajang lukisan menarik sepasang muda lelaki Arab khas dengan pakaian Arabnya, dan gadis Cina dengan kepang rambutnya. Mungkin pemilik restoran, bisik saya kepada suami .. sotoy … 🙂

20170501_16150320170501_16162520170501_163950IMG_0859 - Copy20170501_161352Akan halnya dengan masjid, Guilin ternyata mempunyai 6 buah masjid. Rata-rata masjid tersebut dibangun pada masa kekuasaan dinasti Qing (1644-1911 M), dinasti terakhir empurium Cina. Muslim di Guilin adalah suku Hui. Sayang Cory hanya sempat mengajak kami mengunjungi 1 masjid saja, yaitu  Guilin Chongshan Street Mosque. Karena memang inilah satu-satunya masjid yang masih terawat dan berfungsi dengan baik.

http://www.muslim2china.com/china-mosques/Guilin-Chongshan-Street-Mosque-17.html 

Menurutnya, kebetulan sejak kecil ia tinggal di sebelah masjid, dulu di lingkungan tersebut berdiri sebuah sekolah Islam. Ketika usia TK ia bahkan sempat bersekolah di sekolah tersebut. Ia tidak begitu ingat sejak kapan sekolah tersebut tutup. Yang pasti dengan nada kecut, pemuda yang mengaku tidak percaya kepada adanya Tuhan sebagaimana rata-rata orang Cina, masih menurutnya, punya pengalaman buruk dengan lingkungan orang-orang masjid.

“Kalau ketahuan ada orang membawa daging babi ke rumah, mereka memukulinya”, ceritanya.

Menurut suami saya, ia memang tampak alergi bila suami saya sekali-sekali memancing pembicaraan kearah agama. Ntah bagaimana perasaannya ketika kami meminta tolong padanya agar menjaga barang-barang kami sementara kami shalat di hadapannya, di pelataran bukit wow, karena waktu yang tidak memungkinkan shalat di hotel ataupun masjid.

Semoga suatu hari nanti Allah swt berkenan membuang citra buruk Islam yang ada di kepalanya dengan yang lebih baik, dan semoga suatu hari nanti Islam dapat ditrima di negri Tirai Bambu ini, aamiin ya robbal ‘aalamiin …

Wallahu ‘alam bish shawab.

Jakarta, 25 September 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

Pada tanggal 16 November 2016 Bareskrim ( Badan Reserse Kriminal Polri ) akhirnya menetapkan Ahok sebagai tersangka. Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penistaan agama. Ia dinilai melanggar Pasal 156a KUHP dan Pasal 28 Ayat (1) UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Langkah Bareskrim ini tentunya tak terlepas dari demo Aksi Bela Islam II yang diselenggarakan pada 4 November lalu dan diikuti jutaan umat Islam. Mengapa demikian? Karena penetapan menjadi tersangka ini tergolong lambat bila dibanding mereka yang juga diduga menista agama.

Politikus Permadi, seniman Arswendo Atmowiloto dan penulis H. B. Jassin adalah contohnya. Begitu mereka diadukan telah menistakan agama polisi langsung mengamankan mereka sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Sementara Ahok, sejak kejadian di pulau Seribu pada tanggal 27 September hingga 4 November belum juga ditanggapi. Jadi wajar bila akhirnya umat Islampun marah dan jengkel.

Apa hal itu karena Ahok adalah gubernur petahana sekaligus calon gubernur PDIP? Jadi aneh juga sebenarnya pernyataan polisi juga presiden yang menuduh demo ditunggangi muatan politik. Tidakkah itu terbalik ??

Anehnya lagi, pasal yang digunakan untuk menjadikan Ahok tersangka, mengapa pasal tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, bukannya pasal tentang penistaan agama ??? Hingga akhirnya justru Buni Yani, yang dijadikan tersangka dengan pasal yang sama dengan Ahok. Yang pastinya akan membuat orang berpikir dua kali  bila ingin melaporkan kejahatan, meski mempunyai bukti kuat rekaman video. Ironisnya,  begitu dijadikan tersangka Buni Yanipun langsung ditahan, kalau saja tidak ada protes dari masyarakat.

http://tekno.kompas.com/read/2016/11/16/12015287/uu.ite.dipakai.jerat.ahok.pengamat.sebut.aneh.dan.tidak.logis

http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/11/24/oh51ad301-pakar-hukum-pidana-ahok-tersangka-artinya-buni-yani-tidak-bohong

Disamping itu keberadaan media sosial yang tidak sedikit memamerkan foto-foto kedekatan kapolri dengan Ahok maupun Teman Ahok membuat masyarakat makin pesimis proses hukum bakal berjalan sesuai harapan. Meski sebaiknya masyarakat lebih waspada dan hati-hati menyikapinya karena berita hoax dan foto-foto editan makin meraja-lela hingga sulit dibedakan mana yang asli mana yang palsu.

Dalam rangka meng-antsipasi hal tersebut maka GNPF-MUI kembali berniat menggelar demo Aksi Bela Islam III. Rencana awal demo ini akan dilaksanakan di sepanjang jalan Thamrin-Sudirman, dengan tema gelar sajadah alias shalat Jumat. Tidak ada orasi, yang ada hanya zikir, membaca Al-Quran dan tausiyah oleh para ulama, sambil menunggu waktu shalat Jumat. Oleh sebab itu demo Aksi Belas Islam III ini disebut demo super damai, bukan hanya damai lagi.

Namun rupanya polisi tidak mengizinkan jalan protocol digunakan untuk shalat karena menganggu kepentingan umum. Dan hasilnya setelah beberapa kali mengadakan pertemuan, terakhir kunjungan kapolri Jenderal Tito Karnavian ke kantor pusat MUI pada Senin 28 November, disepakati demo akan dilangsungkan di Monas, masjid Istiqlal dan sekitarnya, dengan kawalan resmi aparat keamanan. Allahu Akbar !

Pertemuan yang dihadiri wakil GNPF – MUI Habib Riziek, Ustad Bahtiar Nasir, ustad Zaitun serta Aa Gym ini dibuka oleh ketua MUI Ma’ruf Amin dengan menyebutnya sebagai Yaumun Rahman atau pertemuan kasih sayang.  Ma’ruf Amin juga menerangkan bahwa paska 211 akan diadakan rujuk nasional yang bertujuan untuk memperbaiki hubungan polisi ( pemerintah) dengan MUI ( umat Islam) yang sempat terganggu dengan adanya kasus penistaan tersebut. Yang paling menyakitkan adalah pernyataan polisi ( dan presiden ) bahwa para pendemo 411 adalah teroris !

Dalam pertemuan tersebut Habib Riziek, ketua GNPF-MUI sekaligus FPI dengan legowo menerangkan alasan mengapa mereka memilih Thamrin Sudirman sebagai lokasi awal. Menurut beliau, berdasarkan pengalaman demo 411 lalu, masjid Istiqlal tidak mampu memuat peserta demo yang mencapai 2.3 juta itu. Puncaknya adalah ketika mereka harus berdesak-desakan keluar masjid hingga akhirnya banyak yang jatuh pingsan. Sementara akses ambulance yang dibutuhkan untuk membantu mereka yang membutuhkan sangatlah sulit.

Jadi bukannya kami keras kepala, ngotot ingin memaksakan kehendak”, jelas Habib Riziek.

Habib juga menegaskan, perjuangan GNPF – MUI tetap satu yaitu agar fatwa MUI bahwa Ahok telah menistakan agama ditindak lanjuti pada jalur yang benar. Demi utuhnya NKRI, tidak boleh satupun orang baik rakyat biasa apalagi pejabat melecehkan agama yang ada di negri tercinta ini. Baik itu agama minoritas apalagi agama mayoritas.

Sementara ustad Bahtiar Nasir dengan santai mempersilahkan peserta demo untuk datang lebih awal di Istiqlal agar bisa shalat Subuh berjamaah. “Semoga demo 212  ini menjadi awal momentum pembiasaan diri shalat Subuh berjamaah sebagaimana mestinya”. Masya Allah.

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

Hal ini mengingatkan Turki yang saat ini mulai menampakkan kembali cahayanya. Masjid mulai dipenuhi jamaah shalat Subuh.  Tidak hanya itu pemimpin Turki, Sultan Erdogan, telah berhasil membawa negaranya menjadi negara  yang tidak lagi bergantung kepada Barat. Pembangunan dan ekonomi negri yang dulu dikenal sebagai kerajaan Islam Ottoman ini mengalami kemajuan pesat.

http://www.hidayatullah.com/artikel/opini/read/2015/06/30/73321/bagaimana-erdogan-membangun-turki-dan-menumbangkan-sekulerisme-1.html

Membuktikan bahwa menjadi negara sekuler tidak menjamin kemajuan sebuah negara. Bosnia adalah contoh lain negara berpenduduk mayoritas Muslim yang mengalami keterpurukan karena rakyatnya  meninggalkan syariat dan memilih untuk sekuler.

http://www.republika.co.id/berita/kolom/fokus/16/06/30/o9jkwl336-belajar-dari-genosida-muslim-bosnia-refleksi-terhadap-toleransi-beragama

Dalam pertemuan tersebut kapolri juga menegaskan bahwa larangan bus mengangkut peserta demo akan dihapuskan. Meski di lapangan, ratusan umat Islam dari Ciamis sejak Selasa 29 November telah terlanjur menuju ibu kota, dengan berjalan kaki …

Singkat kata demo super damai 212 Aksi Bela Islam III telah disetujui polisi. Kapolri bahkan berjanji akan membantu penyelenggaraannya seperti mendirikan mimbar shalat, penyediaan toilet, air wudhu, ambulance dll. Allahu Akbar …

Terima-kasih ya Allah, semoga pelaksanaan Aksi Bela Islam III besok benar-benar lancar dan aman, dan yang terpenting tujuannya tercapai, aamiin ya robbal ‘aalamiin …

Berikut video lengkap pertemuan Senin 28/10/2106 di kantor MUI.

Yang juga harus diingat, janji Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang bersabar dan senantiasa mendirikan shalat, adalah pasti. Allah swt tidak akan mengecewakan doa hamba-hamba yang sholeh. Apalagi doa orang yang terdzalimi. Tengoklah apa yang terjadi di tanah Palestina, yang selama puluhan tahun diduduki dan direbut Zionis. Yang selama puluhan tahun menyiksa rakyat Palestina dengan begitu kejam dan sadisnya.

Kebakaran hebat hingga hari ke 6 tidak juga surut. Api tidak hanya melahap hutan tapi juga perumahan bahkan gudang senjata Israel yang menjadi andalan untuk menindas rakyat Palestina. Kebakaran hebat ini terjadi hanya selang beberapa hari setelah Zionis Israel melarang azan dikumandangkan di Masjidil Aqsho dan menetapkan denda 200 dollar pada setiap kali azan di semua masjid seantero negri pendudukan tersebut. Kebakaran ini juga mengakibatkan ribuan warga terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya”. (QS. Terjemah QS. Al-An’am (6):123).

http://datariau.com/internasional/Merinding–Begini-Foto-foto-Kebakaran-di-Israel–Api-Ada-Dimana-mana-Laksanakan-Neraka

Semoga kejadian diatas dapat makin mempertebal keimanan kaum Muslimin, membuat kaum Munafikun berhenti mengolok-olok dan melecehkan ayat-ayat suci Al-Quran, serta kaum Kafirun berpikir 2 x bila ingin menyiksa kaum Muslimin dmanapun berada, aamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 1 Desember 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Liburan Lebaran tahun ini kami memilih Lombok sebagai tujuan. Sebenarnya sudah agak lama kami berniat ingin mengunjungi Lombok, yaitu sejak melihat foto-foto anak kami yang baru pulang dari hiking ke gunung Rinjani. Foto-foto gunung ke 2 tertinggi di Indonesia ( 3726m) dengan danau Segara Anakan tersebut sungguh memukau hati.

Sayangnya untuk menikmati pemandangan menakjubkan ciptaan Allah ini tidaklah mudah, karena harus dengan cara hiking lebih dari 24 jam. Itu bila dihitung dari pos pendakian terdekat. Hal yang rasanya mustahil dilakukan orang-orang seumur kami dan tidak terbiasa hiking pula. Akhirnya kandaslah keinginan tersebut. Hingga suatu hari kami mendengar kabar bahwa Lombok bukan hanya Rinjani dan danau Segara Anakan.

Setelah googling dan bertanya kesana kemari maka hatipun mantab liburan kali ini ke Lombok – Nusa Tenggara Barat. Dan Surya Travel Lombok Paket Suka-Suka adalah travel yang kami putuskan bakal mendampingi kami selama 5 hari 4 malam. Travel ini kami pilih karena dapat leluasa memilih obyek turis yang diinginkan.

Pariwisata Lombok memang sedang naik daun, menyaingi Bali yang sejak lama sudah mendunia. Lombok yang terletak tepat di sebelah timur Bali ini mempunyai luas kurang lebih sama dengan Bali, yaitu 5.435 km², selisih sedikit dengan Bali yang luasnya 5.636 km2.

Lombok terbagi atas 4 kabupaten yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara, dengan ibu kota di Mataram. Sementara dataran tinggi dimana gunung Rinjani berada terletak di Lombok Utara. Di ke 4 kabupaten tersebut tersimpan keindahan alam Lombok yang sungguh mempesona.

                                                                              *****

Dengan menumpang Citylink kami ber-empat ( saya, suami dan putra-putri ) tiba di bandara Lombok International Airport (LIA)  pada Sabtu, 9 Juli 2016 lebih kurang pukul 10.00 wit. Bandara yang diresmikan penggunaannya pada 2011 ini terletak di Praya, Lombok Tengah menggantikan bandara lama di Mataram.

Begitu keluar bandara, mas Ziyadi dari travel perjalanan yang selama 5 hari akan memandu kami sudah menunggu dan terlihat diantara para penjemput. Sesuai rencana dengan mengendarai Avanza kami langsung melaju ke Tanjung Ringgit dan pantai Pink yang letaknya tidak berjauhan. Oya karena jarak Tanjung Ringgit cukup jauh sementara disana tidak ada penjual makanan maka di bandara sebelum keluar tadi kami sengaja membeli bekal makan siang.

Harap maklum Tanjung Ringgit yang terletak di ujung tenggara Lombok kabupaten Lombok Timur itu belum begitu tersentuh. Tidak banyak travel yang bersedia mengantar wisatawan ke tempat ini, karena selain jaraknya yang jauh, jalanannyapun sebagian masih rusak parah.  Kami sempat memergoki sebuah mobil terperosok ke dalam lubang besar semacam got kering yang ada di tepi jalan. Ironisnya lagi, kelihatannya mobil tersebut sudah berada di tkp beberapa hari. Kemungkinan besar mobil derek tidak bisa datang dan mengangkatnya, karena sulitnya medan.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam tibalah kami di pertigaan menuju pantai Pink dan Tanjung Ringgit. Mas Ziadi mengusulkan untuk mengunjungi lebih dulu pantai Pink atau pantai Tangsi orang Lombok menyebutnya, baru Tanjung Ringgit.

“ Sempatkan naik ke bukit, pemandangan dari atas sangat indah”, pesan guide kami sebelum kami turun dari mobil.

Pantai Pink

Pantai Pink

Pantai Pink

Pantai Pink

Dan memang tidak salah apa yang dikatakannya itu. Pantai Pink ini sudah unik berkat pasir lembutnya yang berwarna pink. Airnya yang jernih biru tosca menambah keindahannya. Namun dilihat dari atas bukit kecantikan pantai Pink makin terlihat nyata. Perbedaan warna air laut antara yang biru, hijau kebiruan dan tosca terlihat makin jelas, yang saking jernihnya bebatuan yang ada di dalam lautpun bisa terlihat. Sejumlah perahu dengan warna dasar biru menambah semarak pantai ini.

Tak lama setelah puas menikmati pantai ini kami segera menuju Tanjung Ringgit. Ternyata perjalanan dari pantai Pink menuju Tanjung ini lebih parah lagi. Jalanan ini lebih tepat disebut jalan setapak yang menembus semak belukar. Tampaknya ini bukan jalan umum. Selain motor rasanya tidak mungkin kendaraan bisa memasuki areal ini, kecuali nekad. Itu kesan saya pribadi. Dan nyatanya memang tidak ada jalan selain jalan yang baru kami lalui ini.

Bisanya naik boat dari pantai Pink bu, kalau tidak mau lewat jalan ini”, jelas mas Ziyadi menjawab rasa penasaran saya.

“Wah pantas kebanyakan travel g mau ngantar wisatawan ke tanjung ini. Sayang mobilnyalah”, bisik suami saya.

Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit

Namun begitu kendaraan muncul dari balik semak di ketinggian, dibawah sana tampak pemandangan yang benar-benar menakjubkan, mengingatan Cliff of Moher di Irlandia yang terkenal  itu. Allahuakbar. Deretan tebing batu terlihat berkelok menghiasi tepi samudra Hindia yang berwarna hijau kebiruan. Ombak putih tampak susul menyusul membenturkan diri ke  sepanjang tebing terjalnya, menimbulkan deburan ombak yang sungguh membuat hati ini tentram mendengarnya. Airnya yang begitu jernih mampu memperlihatkan bebatuan yang ada di dalamnya.

Uniknya lagi, di bawah salah satu tebing curam ini terdapat sumur air tawar yang airnya dapat diminum.  Sumur tersebut berada tak jauh dari goa raksasa yang ada di tanjung ini.

“ … … Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”(QS. Ar-Rahman(55):16-21).

Disamping keindahannya yang begitu mempesona, Tanjung Ringgit memiliki situs sejarah peninggalan dari masa penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia, diantaranya yaitu meriam dan mercusuar yang masih aktif hingga saat ini. Tanjung Ringgit adalah wilayah pertahanan Belanda dan Jepang di wilayah selatan Indonesia yang memisahkannya dari benua Australia, dengan lautan Hindia sebagai pembatasnya.

Ingin rasanya berlama-lama menikmati keindahan alam cipta-Nya tersebut kalau tidak mengingat waktu yang terbatas. Sore ini kami masih harus menjalani perjalanan ke Senggigi dimana kami akan menginap. Juga mampir ke tempat tenun Lombok yang khas itu. Memang hari pertama ini adalah perjalanan terjauh yang akan kami tempuh. Kami masuk hotel sekitar pukul 9 malam setelah mampir makan malam di sebuah restoran di Senggigi, tak begitu jauh dari hotel.

20160823_083838

Senggigi

Senggigi

Senggigi

Senggigi

IMG_9239Esok paginya selesai sarapan kami menyempatkan diri menikmati keindahan pantai yang ada di belakang hotel. Sekali lagi kami harus mengakui betapa jernihnya air laut di pulau seribu masjid ini. Warna airnya yang biru kehijauan sungguh mempesona. Uniknya lagi, batu-batu karang yang ada di sepanjang pantai tersebut juga berwarna biru. Bentuknyapun tidak seperti umumnya yang dijumpai di  pantai lain.

Setelah itu kami segera bersiap-siap melanjutkan perjalanan ke 3 gili yaitu gili Kedis, gili Sudak dan gili Nanggu. Ke tiga gili ( gili artinya pulau dalam bahasa Lombok) ternyata tak kalah indahnya dengan Gili Trawangan yang telah dikenal lebih dulu. Setidaknya ketiga gili tersebut belum seramai gili Trawangan hingga pantai dan air lautnya masih sangat bersih.

Gili Kedis yang ditempuh hanya dalam waktu 15 menit dengan perahu dari penyebrangan di tepi jalan raya Sekotong adalah benar-benar pulau yang super mungil. Tak sampai 5 menit kita bisa mengelilingi pulau imut tersebut. Pulau yang juga sering disebut pulau romantik ini tidak berpenghuni dan tidak ada satupun bangunan diatasnya. Yang ada hanya sederetan pepohonan dengan beberapa bangku panjang dan toilet dimana kita bisa salin pakaian.

Gili Kedis

Gili Kedis

Gili Kedis

Gili Kedis

Air laut di pulau berpasir putih ini sungguh mempesona yaitu gradasi biru dan hijau tosca dengan dasar laut tidak begitu dalam yang saking jernihnya bisa terlihat dasarnya. Karang-karang besar di tepi pantai yang seolah sengaja ditata sebagai pengganti kursi benar-benar menantang untuk dimanfaatkan menikmati pemandangan indah di sekeliling pantai. Yaitu perbukitan hijau yang berada di daratan Lombok yang jaraknya tidak seberapa jauh, selain gugusan pulau yang menyembul di laut lepas di balik pulau tersebut.

Gili Sudak

Gili Sudak

Tak lama dengan perahu yang sama kami melanjutkan perjalanan ke

DCIM100MEDIA

gili Sudak dan gili Nanggu yang jauh lebih besar dari gili Kedis. Setelah makan siang di satu-satunya restoran yang ada di gili Sudak yang  harganya sama sekali tidak sesuai dengan apa yang kita makan, kami langsung lanjut ke gili Nanggu. Disini kami mencoba ber-snorkeling ria, hal yang belum pernah saya lakukan seumur hidup. Alhamdulillah, trima-kasih ya Allah …

Walaupun awalnya agak sulit mengatur nafas melalui snorkeling akhirnya bisa juga kami menikmati alam bawah laut ciptaan Allah di gili ini. Terus terang surprised bisa melihat keindahan terumbu, aneka warna karang laut dan ikan tanpa harus terlalu jauh berenang dari bibir pantai. Dengan bermodalkan botol kemasan berisi potongan kecil roti tawar, aneka jenis ikanpun merebut mendekat, Masya Allah …

Kami kembali menyebrang ke daratan Lombok menjelang pukul 5 sore. Setelah numpang mandi di kamar mandi penduduk tak jauh dari tempat penyeberangan dan shalat Zuhur – Ashar yang di jamak qoshor, kamipun langsung tertidur pulas di dalam kendaraan.

“Apabila Nabi bergegas untuk melakukan perjalanan maka ia mengakhirkan shalat Zhuhur sampai waktu Ashar dan menjamak keduanya. Dan mengakhirkan shalat Maghrib sampai mengumpulkan (menjamak) antara Maghrib dan Isya ketika bayang-bayang merah sudah terbenam (tanda masuk waktu Isya)”. (HR. Muslim).

Sekitar 2 jam kemudian sampailah kami di ibu kota Mataram.  Mas Ziyadi meromendasikan sate Rembiga sebagai menu malam hari ini. Tidak salah memang, karena sate yang terbuat dari daging sapi ini benar-benar lezat. Sayang pedasnya bukan main, maklum sambalnya dimasak bersama satenya, tidak bisa dipisahkan. Sebagai info, rata-rata makanan Lombok memang terkenal pedas, tidak terkecuali ayam taliwang dan kangkung plecing yang khas Lombok itu. Juga nasi balap puyung, semacam nasi rames kalau di Jakarta. Untung ayam taliwangnya bisa dipisahkan sambalnya hingga saya bisa ikut mencicipinya.  Alhamdulillah …

20160710_111202Selesai makan, kami berkeliling kota sebentar. Dengan bangga mas Ziyadi memperlihatkan masjid baru yang dalam waktu dekat akan menerima ratusan qori dan qoriah terbaik untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran ( MTQ) Nasional ke 26 di kota ini. Setelah itu kami langsung menuju hotel untuk berstirahat.

Berikutnya adalah air terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep yang menjadi tujuan kami. Kedua air terjun yang letaknya berdekatan ini berada di taman nasional gunung Rinjani desa Senaru kecamatan Bayan Lombok Utara. Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Senggigi ke tempat ini. Dalam perjalanan mas Ziyadi sempat bercerita tentang adanya masjid di kecamatan Bayan yang merupakan masjid pertama di Lombok.

Masjid  ini dibangun pada abad 16-17, menandakan bahwa Islam telah lama masuk dan dikenal penduduk asli Lombok yaitu suku Sasak.  Dari masa inilah dikenal istilah wetu telu yaitu shalat yang telu ( tiga) kali sehari. Hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kabarnya hal ini dikarenakan para pembawa ajaran Islam pada waktu itu sebelum sempat menyampaikan ajaran Islam secara sempurna karena alasan tertentu harus meninggalkan Lombok.

https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Bayan_Beleq

Untuk diketahui suku Sasak dulunya adalah penganut animisme, kemudian Hindu sebelum akhirnya memeluk Islam, yaitu paska runtuhnya kerajaan Majapahit. Ketika itu para wali yang datang dari Jawa diantaranya sunan Prapen mengajarkan Islam secara bertahap dengan memanfaatkan adat dan tradisi lama. Tak heran bila sampai saat ini ajaran Islam di Lombok masih sedikit menyisakan adat dan tradisi di sana sini.

Namun demikian ajaran wetu telu sendiri sudah tidak lagi dipraktekkan masyarakat Lombok kecuali generasi tua yang sudah tidak lagi banyak. Ini adalah berkat kerja keras ulama-ulama yang datang kemudian demi menyempurnakan ajaran Islam. Lombok yang juga dikenal dengan julukan pulau seribu masjid dimana ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB) berada, kini dipimpin oleh seorang gubernur yang dikenal sangat Islami. Tokoh muda kelahiran tahun 1972 yang patut dijadikan idola di tengah krisis  keteladanan pemimpin tersebut adalah TGH M Zainul Majdi yang dikenal dengan nama  Tuan Guru Bajang, cucu pendiri organisasi Islam terbesar di NTB.

( Bersambung).

Read Full Post »

Jadi sungguh bukan hal yang mengherankan mengapa negara-negara Islam termasuk Turki belakangan ini terus saja dilanda kerusuhan dan fitnah yang tak kunjung henti. Isu teroris yang dialamatkan kepada umat Islam makin menjadi-jadi bahkan cenderung mulai tak terkendali. ISIS contohnya, yang awalnya dicitrakan sebagai “negara Islam” yang dengan brutal menteror Barat/non Islam, belakangan mulai menampakkan belangnya dan sedikit demi sedikit memperlihatkan jati diri aslinya.  Serangan bom terhadap bandara Istanbul Turki 3 minggu sebelum kudeta, yang notabene Islam adalah buktinya.

http://donatqofficial.blogspot.co.id/2015/03/isis-dibuat-oleh-cia-dan-mossad-untuk.html

Juga serangan terhadap Nice, kota pelabuhan di selatan Perancis yang belum lama terjadi. Dalam tragedy brutal yang menewaskan 84 orang dimana sebuah truk tronton sengaja ditabrakkan ke sekumpulan orang yang sedang menyaksikan pesta kembang api dalam rangka kemerdekaan Perancis itu, ternyata korban/sasaran pertamanya adalah seorang Muslimah yang menjalankan ajarannya dengan baik. Bahkan berdasarkan laporan terakhir lebih dari 1/3 korban adalah Muslim !

http://international.sindonews.com/read/1123921/41/isis-klaim-bertanggung-jawab-atas-teror-nice-1468668262

Memang berdasarkan pemeriksaan polisi, si penabrak yang kemudian tewas ditembakaparat, adalah seorang yang mengaku Muslim. Pria keturunan Tunisia itu bernama Mohamed Lahouaiej Bouhlel (31). Namun para tetangganya mencermati bahwa pria tersebut sama sekali tidak menunjukkan keislamannya. Ia dikenal sebagai pria yang suka minum alkohol dan makan babi. Ia juga tercatat sebagai penjahat kecil yang sering membuat onar.

Begitulah cerminan anggota ISIS, persis seperti kesaksian seorang  warga Perancis yang suatu ketika pernah ditawan kelompok teroris. Ia menceritakan bahwa ia tidak pernah melihat anggota ISIS shalat maupun membaca Al-Quran. Sekedar info, di Nice jumlah penduduk Muslim yang terus saja bertambah banyak telah membuat pemerintah Perancis merasa khawatir negaranya bakal didominasi Muslim yang kebanyakan adalah pendatang.

https://iamisty.wordpress.com/artikel-islam/ketakuatan-barat-atas-jumlah-kaum-muslim/

Namun yang juga tak kalah menarik, Perancis yang masih berada dalam “masa darurat” sejak 3 bulan lalu dan harusnya akan berakhir pada 26 Juli mendatang. Mengapa justru pada perayaan kemerdekaan akbar 14 Juli sebuah truk tronton bisa berada di tengah kerumuman orang yang begitu padat ??? Dimanakah gerangan para petugas yang di beri tanggung-jawab mengamankan suksesnya “masa darurat”???

Yang juga patut diperhatikan, pemerintah Perancis yang pada tanggal 13 Juli tiba-tiba menutup perwakilan mereka di Istanbul dan Ankara demi alasan keamanan, lalu 2 hari kemudian kita dikejutkan dengan adanya percobaan kudeta di Turki. Suatu kebetulankah???

Kedutaan Perancis di Ankara, juga konsulat jenderal di Istanbul akan ditutup pada Rabu, 13 Juli, pukul 13.00, hingga pemberitahuan selanjutnya.

http://www.cnnindonesia.com/internasional/20160713182039-134-144609/perancis-tutup-kantor-perwakilan-di-turki/

Barat sangat menyadari umat Islam dengan konsep jihadnya seperti pada waktu lalu, sulit untuk dikalahkan melalui perang terbuka. Maka diciptakanlah perang pemikiran ( Gazwl Fikri). Isu Demokrasi, Toleransi, Sekulerisme, Pluralisme dan Liberlisme adalah contohnya, yang dalam prakteknya berstandard ganda alias sangat rancu, tergantung pelakunya.

Negara adi daya Amerika Serikat yang dikenal paling bernafsu melawan terorisme, contohnya. Ketika Erdogan secara resmi meminta agar otak kudeta berdarah yang sejak beberapa tahun tinggal di AS di ekstradisi, AS terlihat mempersulit permintaan tersebut. Ada apakah sebenarnya?? Mengapa AS yang merupakan sekutu terdekat sekaligus pelindung Israel ini begitu ingin melindunginya?? Perhatikan pidato Obama di depan AIPAC ( American Israel Public Affairs) beberapa tahun lalu, sesuatu yang selalu ditutupinya ketika berada di depan umum.

http://safeshare.tv/w/WfohHOLdCE

http://www.suarapalestina.com/in/?action=showdetail&seid=1103

Ironisnya tidak sedikit umat Islam yang termakan propaganda tersebut. Tidak sedikit umat Islam yang justru menyalahkan keputusan Erdogan. Begitupun dengan penetapan masa darurat yang diambil Erdogan. Ketika presiden Turki ini memutuskan status darurat bagi negaranya yang baru lolos dari percobaan kudeta, sebagaimana Perancis yang juga menetapkan masa darurat dan paska tragedi Nice memperpanjangnya, media sekuler, seperti kebakaran jenggot beramai-ramai mencemoohnya. Bahkan tega memfitnah bahwa kudeta hanyalah akal-akal Erdogan agar ada alasan membuat status darurat. Apakah itu berarti rakyat yang bangun di pagi buta kemudian ke luar rumah berbondong-bondong menghalau tentara juga bagian dari sandiwara ???

Kudeta terhadap pemerintahan yang sah, yang terpilih secara demokratis adalah berlawanan dengan demokrasi itu sendiri. Namun kudeta yang dilakukan jendral Fattah Al-Sisi pada tahun 2013 terhadap presiden Mesir Mohammad Morsi yang terpilih secara demokratis hingga kini baik-baik saja. Jendral tersebut melenggang sebagai presiden Mesir hingga detik ini.  Tidak ada kecaman serius termasuk dari negara kita yang katanya mayoritas Muslim. Untuk diingat, seperti Erdogan, Morsi juga sedang berusaha menerapkan hukum syariat begitu dirinya terpilih sebagai presiden.

http://www.portalpiyungan.com/2016/07/jokowi-tidak-mengecam-kudeta-di-turki.html

Sikap mendukung kudeta juga diperlihatkan sejumlah pejabat kita, juga media sekuler seperti MetroTv, Kompas, Tempo dan Detik. Media-media tersebut dengan sigap memberitakan kudeta penggulingkan Erdogan dengan nada kemenangan. Begitupun media Mesir yang pro militer. Setidaknya 3 surat kabar Mesir memberitakan kudeta tersebut dan menyambut dengan suka cita sebelum akhirnya meralat kegagalan kudeta. Mesir yang merupakan anggota tidak tetap DK-PBB bahkan mengajukan keberatan atas resolusi dewan agar mengecam kudeta Turki.

http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/16/07/18/oah244377-kenapa-mesir-menolak-kecaman-kudeta-turki

Sungguh pada diri sebagian kaum Muslimin tersebuti tidak tampak sedikitpun ghirah (cemburu dan marah/tersakiti/tersinggung) terhadap agama yang terdzalimi. Tidak juga terbetik adanya rasa persaudaraan sebagai sesama Muslim.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam”.( HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)

Lemahnya rasa persaudaraan diantara umat Islam ini tentu saja tidak luput dari perhatian musuh-musuh Islam. Ditambah lagi dengan adanya kaum Munafikun yang terus merongrong dari dalam. Juga mereka yang mengaku Islam tapi enggan menjalankan syariat agamanya bahkan memusuhi saudara-saudarinya sendiri yang mereka anggap kolot dan kuno karena kukuh menjalankan syariat. Juga adanya orang yang mengaku Islam namun mengabaikan ajaran agamanya sendiri agar mematuhi pemimpin, selama sang pemimpin tidak mendzalimi Tuhannya dan tidak melecehkan agamanya, layaknya imam dalam shalat.

Bukankah adanya perbedaan , selama hanya di cabang/furu’ bukan di ushul/prinsip adalah bagian dari indahnya Islam yang harus kita syukuri? Bukan malah dipertentangkan apalagi dipertajam ??

Inilah yang kemudian dimanfaatkan musuh-musuh Islam untuk menyerang dari dalam. Hanya dengan sedikit dikipas saja jadilah perpecahan umat, persis seperti yang terjadi di negara-negara mayoritas Muslim saat ini. Kerusuhan bahkan perang saudara yang tak kunjung surut sungguh membuat kita makin lemah, sekaligus pemandangan menyenangkan bagi para pembenci Islam.

Masih belum cukupkah semua itu kita jadikan pelajaran berharga ??? Relakah kita menyaksikan Turki yang sedang menuju kemajuan dan kebesaran Islam kembali terhempas dilanda kerusuhan yang masih mungkin terjadi paska kudeta yang gagal ini, terlepas siapapun dalang di baliknya??

Ya Allah, lindungilah umat Islam dimanapun berada, khususnya rakyat Turki yang saat ini sedang berada dalam situasi genting. Buka dan satukan hati umat Islam agar tidak mudah terpecah hingga mudah di adu domba dan menjadi mangsa empuk mereka yang tidak ingin Islam kembali mencapai puncak kejayaan.

 Ya Allah bersihkan hati umat Islam termasuk para pemimpinnya dari segala kotoran dan nafsu duniawi yang menyebabkan lupa dari menyembah dan mengagungkan-Mu, lupa bahwa dunia adalah lahan untuk mengumpulkan amal demi mendapatkan ridho dan surga-Mu. Aamiin aamiin aamiin ya Robbal ‘ Aalamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 22 Juli 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Belum genap 3 minggu Turki berduka dengan adanya rangkaian ledakan bom di bandara internasional Ataturk, Istanbul dan menewaskan 42 korban meninggal serta 239 korban luka berat dan ringan. Ironisnya tidak ada liputan khusus sebagaimana serangan teroris yang terjadi di Paris, Nice atau Orlando beberapa waktu lalu.  Tidak juga hash tag “Pray for Istanbul” atau yang sejenisnya di media social. Bahkan  UEFA,  Federasi Sepakbola Eropa, yang sedang menyelenggarakan pesta bola Eropa 2016 ketika peristiwa nahas itu terjadi, menolak usulan mengheningkan cipta (hold minute’s silence before games) yang biasanya merupakan bagian dari pertandingan bila terjadi tragedy seperti Paris Attack 2015 lalu. Padahal Turki termasuk yang berpartisipasi dalam pesta bola akbar tersebut.

http://www.middleeastupdate.net/uefa-menolak-mengheningkan-cipta-untuk-korban-serangan-bom-di-bandara-istanbul/

Kini Turki kembali dilanda duka, kali ini percobaan kudeta. Meski akhirnya gagal berkat partisipasi rakyat yang datang secara massif demi membela negara dan presiden yang mereka cintai. Percobaan merebut kekuasaan oleh sekelompok militer ini terjadi di dua kota utama Turki yaitu Istanbul dan Ankara, pada hari Jumat malam, 15 Juli 2016.

Pengkudeta berhasil menguasai stasiun tv pemerintah serta sempat mengumumkan bahwa mereka telah mengambil alih pemerintahan. Bahkan istana kepresidenan di Ankarapun kabarnya sempat dikuasai meski ketika itu Recep Tayyip Erdogan, sang presiden yang memegang tampuk pimpinan melalui proses demokrasi yang sah, sedang berada di peristirahatan di luar Ankara. Untuk catatan, bukan hanya kali ini presiden Turki tersebut mengalami percobaan pembunuhan.

Mantan Jaksa Agung Turki, Mohammad Dameer pada akhir desember 2014 mengatakan bahwa pihak asing berkordinasi dengan dengan berbagai institusi dalam negeri Turki pernah merencanakan untuk menghabisi Presiden Racep Tayyeb Erdogan setelah mereka gagal mengkudeta pemerintahan Erdogan. Seperti yang dilansir oleh arabic.yenisafak.com (23/12/2014).

Damer mengatakan bahwa banyak pihak tidak senang atas berbagai prestasi sukses dan keunggulan serta pertumbuhan ekonomi yang kini dicapai Turki, mereka ingin menghambat dan membatasi kemajuan Turki dengan melemparkan berbagai tuduhan palsu dan melakukan makar-makar murahan, dan setelah mereka gagal mewujudkannya lewat pemilu akhirnya mereka menempuh cara kotor dengan rencana pembunuhan Presiden Erdogan, namun semua rencana buruk mereka gagal.

http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/jaksa-agung-turki-rencana-pembunuhan-erdogan.html

Begitu pula dengan percobaan kudeta dan pembunuhan kali ini. Dengan pertolongan Allah swt, Erdogan berhasil memanfaatkan kecanggihan teknologi ponsel. Yaitu dengan mengirim pesan darurat ke sebuah stasiun tv dan meminta rakyat turun ke jalan sebagai tanda menolak kudeta. Permintaan di pagi buta Sabtu tersebut segera disambut masjid di seantero negri dengan bergemanya takbir bersahut-sahutan, membangunkan rakyat yang serentak berbondong-bondong ke luar rumah dan tanpa rasa takut mencegat para tentara pengkhianat, Allhuakbar …

“ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):54).

Meski demikian tak urung tercatat 265 orang tewas dalam upaya kudeta yang digagalkan dalam semalam itu. 104 diantaranya adalah dari pihak pengkudeta. Sementara itu dilaporkan 1.440 orang terluka di ibu kota Ankara dan Istanbul.

Kudeta, bagi negara yang dulu pernah lama mengenyam masa kejayaan Islam, bukan hal asing. Sejak berdirinya Turki Baru yang sekular pada tahun 1924, negara ini telah beberapa kali mengalami kudeta. Kudeta yang dilancarkan militer ini terjadi setiap kali penguasa Turki dinilai akan meninggalkan ke-sekuleran-nya menuju ke arah ke-Islam-an. Militer sejak awal pembentukan Turki Baru oleh pendirinya, Mustafa Kemal Ataturk yang kabarnya seorang Yahudi tulen, memang disumpah sebagai penjaga kesekuleran negara, atau yang dikemudian hari dikenal sebagai penganut Kemalisme.

Turki sejak berada di bawah pemerintahan Kemal Ataturk berubah drastis. Tak tampak sedikitpun sisa wajah Islam. Azan memang masih berkumandang namun tidak dalam bahasa aslinya yaitu Arab, meainkan dalam bahasa Turki, karena Ataturk yang sangat membenci Islam dan segala yang berbau Islam dan Arab, melarangnya. Ialah yang memperkenalkan budaya ke-Barat-an, melarang pemakaian jilbab, merubah fungsi Hagia Sofa dari masjid menjadi museum dll.

http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/siapa-sebenarnya-mustafa-kemal-attaturk.htm#.V3ifBrh96Uk

Penguasa pertama Turki yang menjadi korban kudeta adalah Ali Adnan Menderes. Kudeta terhadap presiden yang terpilih 2x secara demokratis, yaitu pada tahun 1950 dan 1953, terjadi pada tahun 1960. Begitu terpilih Menderes merealisasikan janjinya ketika kampanye yaitu mengembalikan adzan ke dalam bahasa Arab, mencabut UU larangan pakaian muslimah, pendididkan agama di sekolah dan pemakmuran masjid.

Namun demikian kudeta baru terjadi 4 tahun setelah Menderes mengusir dubes Israel untuk Turki. Itupun setelah sebelumnya terjadi beberapa kali percobaan pembunuhan terhadap dirinya, termasuk “ kecelakaan”  pesawat pada tahun 1959 dimana ia bisa lolos secara ajaib. Nasib Menderes berakhir di tiang gantungan paska kudeta.

http://www.monitorday.com/detail/37928/kudeta-turki-adnan-menderes-pm-pertama-turki-yang-digulingkan/2

Sedangkan kudeta pada awal tahun 1997 terhadap Nekmettin Erbakan yang ketika itu sedang memegang tampuk kekuasaan, militer hanya memaksa sang presiden agar membentuk pemerintahan baru. Hal ini disebabkan tudingan militer bahwa Erbakan telah mencoreng ke-sekuler-an Turki dengan aturan syariat yaitu dengan diperbolehkannya hijab, pendirian pendidikan pesantren, dan beragam kebijakan islami lainnya.

Akan halnya kudeta yang baru beberapa hari menimpa pemerintahan Recep Tayyip Erdoğan. Erdogan yang merupakan murid Erbakan, terpilih menjadi orang no 1 Turki setelah menang dalam pemilihan presiden 2014 secara demokratis, hal yang sangat dipuja Barat khususnya. Sebelumnya Erdogan pernah menjadi wali kota Istanbul, yaitu pada 1994 – 1998. Dan sebagai perdana mentri selama 3 periode yaitu 2003, 2007 serta 2011.

Turki selama berada dibawah Erdogan, banyak prestasi yang telah dicapai. Erdogan bukan hanya berhasil mengembalikan wajah Islam yang selama ini tertutup namun juga dalam bidang ekonomi dan pembangunan. Erdogan telah mampu membuat lompatan besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16, dengan rata-rata peningkatan 10 % pertahun, yang berarti masuknya Turki kedalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia.

https://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/2016/07/12/kondisi-terkini-turki-turki-campakkan-sekulerisme-tuai-kejayaan/

Kabar terakhir Erdogan telah berhasil mengembalikan fungsi Hagia Sofia sebagai masjid dimana adzan dapat berkumandang dengan lantangnya, dalam bahasa aslinya, Arab tentu saja.  Ia juga memberi kebebasan pelajar dan mahasiswi Muslimah untuk berhijab. Serta berhasil memotivasi para pemuda agar melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid. Kini bukan merupakan pemandangan yang aneh melihat anak-anak muda Turki datang  berbondong-bondong memenuhi panggilan Subuh di masjid-masjid.

Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam shalat Subuh dan Isya’ maka mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Muslim dan AnNasaa’i).

Hal yang ternyata sangat ditakuti kaum Yahudi, yaitu ketika Subuh berjamaah di masjid lebih ramai dari shalat Jumat. Dan fenomena ini telah terbukti dengan gagalnya kudeta yang baru lalu, disamping militer yang saat ini terpecah antara pendukung sekuler dan yang tidak sekuler.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (Terjemah QS. Al-Baqarah (2):120).

Sejarah mencatat bahwa perang Salib dan sejumlah perang antara kaum Muslimin dan kaum Salibis/Yahudi yang pernah terjadi ratusan tahun silam adalah bukti nyata ayat di atas. Perseteruan dan persaingan antar agama langit ini tampaknya sudah menjadi suratan takdir yang tak mungkin dapat dihindari hingga akhir zaman nanti. Rasulullah saw menceritakan perang akhir zaman tersebut dalam banyak hadist. Yang ternyata amat sangat sesuai dengan apa yang sedang terjadi hari ini. Pendudukan Zionis di Palestina dan perang Suriah adalah salah satu diantaranya.

http://www.fimadani.com/prediksi-perang-akhir-zaman-sampai-kiamat/   

( Bersambung)

Read Full Post »

Mekah dan Madinah dingiiin .. bbbrrr … Buat sebagian orang mungkin aneh, tapi begitulah nyatanya. Musim Dingin ternyata bukan hanya monopoli negara Barat, tetapi juga di Arab Saudi. Negara gurun pasir  ini mengenal 2 musim yaitu musim dingin dan musim panas.

Musim Dingin di negara ini terjadi antara bulan November – Februari. Puncaknya di bulan Desember dengan suhu bisa mencapai 2 % C dengan kelembaban udara sekitar 32% – 35 %.  Bahkan beberapa tahun belakangan salju beberapa kali turun di jazirah ini. Sedangkan musim Panas berkisar antara Mei – Agustus. Puncaknya di bulan Juni- Juli dengan suhu sekitar 50 % C.

bandara Madinah

Bandara Madinah

Dengan menumpang Arab Saudi Airways yang melakukan penerbangan 9 jam nonstop Jakarta – Madinah, kami mendarat di bandara Madinah pada tanggal 27 Desember malam  disambut udara sejuk sekitar 18% C disertai angin yang cukup kencang. Artinya lebih dingin dibanding ruang ber-AC yang biasanya dipasang pada 21 – 22% C.

Masjid Bir Ali (2)

Masjid Bir Ali

Setelah mengurus bagasi dan melalui urusan imigrasi yang relative singkat dibanding kalau mendarat di bandara Jedah kami langsung naik bus menuju hotel. Alhamdulillah kami mendapat hotel yang relative cukup dekat dengan area Masjid Nabawi.  Recananya kami akan berada 3 hari 3 malam di Madinah, sebelum menuju Mekah untuk ber-umrah dengan mengambil miqat di Bir Ali.

Nabawi1 (2)Satu diantara banyak keistimewaan masjid Nabawi selain ganjaran 1000 x shalat di masjid lain adalah adanya Raudhah. Raudhah berada di bawah kubah berwarna hijau dimana bernaung makam rasulullah Muhammad saw, bersisihan dengan makam sahabat sekaligus khalifah yaitu Abu Bakar Shiddiq ra dan Umar Ibnul Khattab ra.

Tidak ada perubahan berarti baik masjid secara keseluruhan maupun Raudhah yang berarti kebun sebagaimana hadist berikut : “Dari Abi Sa’id al-Khurdri ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Tempat di antara rumahku dan mimbarku adalah raudhoh (yaitu) taman dari surga, dan mimbarku di atas kolam”. ( HR. Bukhari).

Di dalam Raudhah selain terdapat makam yang dulunya adalah kamar Aisyah dimana rasulullah wafat, terdapat juga mihrab Nabi dimana Rasulullah dulu selalu berkhutbah. Di dalam ruangan ini terdapat enam tiang bersejarah, yaitu “Tiang Utusan” yang digunakan Nabi dahulu sebagai tempat menerima utusan yang datang, “Tiang Pengawal” tempat berdirinya para pengawal Nabi,  “Tiang Tempat Tidur” yang merupakan tempat Nabi tidur selama i’tikaf, “Tiang Abu Lubabah” yaitu tiang tempat Abu Lubabah mengikatkan diri karena menyesal telah  membocorkan rahasia kepada orang Yahudi, “Tiang Aisyah” yang diyakini ditunjuk Aisyah sebagai tempat Rosulullah mengimami shalat berjamaah dan “Tiang Mukholaqah” yaitu tempat bersandar Nabi ke batang pohon kurma saat khutbah Jum’at.

Secara khusus sebenarnya tidak ditemukan dalil tentang keutamaan shalat atau berdo’a di Raudhoh selain pernyataan Rasulullah saw dalam hadits di atas. Namun ntah mengapa Raudhah setiap waktu selalu disesaki jamaah yang seringkali ntah sengaja atau tidak saling sikut dan dorong demi dapat melaksanakan shalat atau berdoa di tempat ini. Meski pihak masjid tampak telah berusaha keras mengatur jadwal kunjungan jamaah yang jumlahnya jauh melebihi kapasitas yang sangat terbatas ini. Apakah usaha tersebut kurang maksimal, atau mungkin memang jamaah yang sulit diatur ? Ntahlah …

Tidak dapat dipungkiri umrah kali ini memang amat crowded layaknya musim haji. Hal ini diakui ustad  yang membimbing kami. “ Selama saya membimbing umrah baru kali ini saya lihat umrah seperti haji saja. Biasanya hanya umrah Ramadhan yang dapat mengalahkan kepadatan musim haji”.

Jabal Rahmah (2)

Jabal Rahmah

Dan ini terjadi dimana saja baik di Madinah, Mekah maupun obyek religius lain seperti Jabal Rahmah dll. Hebatnya lagi, sebagian besar jamaah tersebut adalah jamaah Indonesia kecuali jamaah yang di Mekah. Tampaknya ini karena musim libur sekolah yang bersamaan dengan libur akhir tahun. Memang ada trend baru di kalangan masyarakat Indonesia kelas menengah atas yang telah memiliki kesadaran beragama untuk memanfaatkan libur natal dan tahun baru dengan ber-umrah. Langkah yang patut diacungi jempol dari pada berhura-hura merayakan sesuatu yang tidak Islami.

Masjidil Haram Desember 2015Tanpa sadar kami melewati peralihan tahun baru Masehi di Masjidil Haram dengan suasana yang benar-benar berbeda. Tanpa sedikitpun bunyi terompet maupun petasan tidak juga pijar kembang api. Namun itu semua tidak mengurangi “ kemeriahan” suasana masjid yang setiap hari terang benderang baik oleh lampu-lampu masjid, pelataran masjid yang sangat luas dengan lantai marmer putihnya, hotel-hotel yang bertebaran mengelilingi masjid maupun lampu jalanan. Tidak ada musik selain alunan suara indah ayat-ayat suci Al-Quran.

Di dalam masjid sendiri, karena kebetulan tahun baru jatuh pada malam Jumat maka masjidpun makin ramai saja, yaitu oleh penduduk setempat yang datang dengan membawa anak cucu mereka. Maklum Jumat adalah hari libur bagi warga Timur Tengah seperti hari Minggu bagi kita yang di Indonesia. Dan hari Kamis biasanya banyak warga yang berpuasa. Itu sebabnya mengapa banyak warga lokal yang datang menjelang Magrib dengan berbagai panganan dan minuman. Rupanya mereka bersilaturahim sekaligus berbuka puasa …

Nuansa Mekah dan Madinah sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memang lain dari pada yang lain. Seluruh denyut kegiatan berpusat pada shalat dan shalat. Setiap menjelang waktu shalat semua kegiatan terhenti. Toko-toko dan restoran tutup, semua pegawainya berhamburan untuk shalat, meski tidak harus ke masjid melainkan bisa hanya di sekitar toko dan restoran mereka. Maka mau tidak mau tamunyapun harus demikian, menunda makan dan belanja untuk shalat, dimanapun, untuk kemudian diteruskan lagi, Allahu Akbar …

Selama di Mekah 4 hari 4 malam saya dan putri kami sempat sekali melakukan hal tersebut, sementara suami tetap berada di dalam masjid. Waktu itu kami berdua ingin memanfaatkan waktu luang diantara waktu shalat untuk mencari oleh-oleh di mall yang banyak didapati sekitar masjid. Kami keluar mall agak terlambat, akibatnya jalan keluar mallpun sudah dipadati jamaah yang hendak menunaikan shalat, padahal kami belum wudhu dan ingin buang air kecil dulu. Dengan susah payah akhirnya kami bisa mendapat “ kapling” shalat di pelataran  masjid, tidak jauh dari wc, dan terpaksa ketika shalatpun pasrah membiarkan beberapa orang, laki maupun perempuan yang terlambat shalat, berlarian melintasi kami demi mencari “ kapling” untuk shalat.

“Apabila salah seorang di antara kalian melakukan shalat, maka shalatlah dengan sutrah/pembatas, dan mendekatlah kepada sutrah itu. Dan jangan biarkan seorang pun lewat di depannya”. (HR Ibnu Majah).

Kalau seandainya orang yang lewat di depan orang shalat mengetahui (keburukan) apa yang dia dapatkan maka berdiri menanti empat puluh lebih baik baginya daripada lewat di depannya”. (HR al-Bukhari dan Muslim).

Walaupun mungkin, tampaknya hukum sutrah diatas tidak bisa dipratekkan dalam keadaan darurat seperti kasus diatas. Sama dengan bercampur atau adanya bagian shaft tertentu perempuan yang ada di depan bagian shaft laki-laki di Masjidil Haram, mengingat luar biasa padatnya masjid di waktu-waktu tertentu. Contohnya ketika shalat Jumat.

Harap maklum shalat Jumat di masjid ini memang agak berbeda  dengan di tanah air. Disini kaum perempuanpun berlomba datang untuk shalat Jumat. Dalam khutbahnya imam Masjidil Haram tak lupa mendoakan saudara/i kita yang tertindas baik di Palestina, Suriah dan belahan bumi manapun agar diberi kesabaran dan dapat segera keluar  dari kesulitan.

Kami bertiga juga pernah shalat Isya di pelataran antara masjid dan mall setelah makan malam yang agak terburu-buru. Kami disambut udara lumayan dingin dan angin yang kencang begitu keluar pintu mall .. bbrr .. Namun Subhanallah, semua itu tidak mengurangi kekhusukan kami shalat. Karena begitu imam memulai takbir suasana seketika menjadi hening. Tak dapat dipungkiri sound system yang terpasang di masjid memang benar-benar patut mendapat acungan jempol, gemanya benar-benar bersih membahana hingga  ke relung hati yang terdalam.

Masjid Nabawi terutama Masjidil Haram memang sedang menjalani renovasi besar-besaran. Khadimul Haramain (Pelayan Dua Tanah Suci), yaitu raja Arab Saudi, pada 26 Agustus 2011, meletakkan batu pertama dimulainya proyek akbar perluasan Masjidil Haram. Rencananya masjid ini akan mengalami penambahan seluas 400 ribu m2 hingga daya tampungnya akan menjadi 1.2 juta jamaah.

Umrah Desember2015Saat ini puluhan crane masih terlihat di seputar masjid, sejumlah akses banyak yang masih terlihat ditutup, kegiatan proyek pembangunan masih berjalan, tak jarang para pekerja proyek dengan helm dan sepatu botnya berseliweran diantara jamaah. Area tawaf baru yang dibangun di lantai 1 melingkari Ka’bah sudah terlihat bisa digunakan. Sayang kami tidak berhasil mencobanya karena pintu masuk jembatan ditutup.

“ Penuh bu jadi pintu dibuka-tutup “, ujar seorang pekerja Indonesia yang kebetulan sedang disana, dengan logat Jawa yang kental. Memang PT Waskita Karya, sebuah perusahaan kontraktor Indonesia sejak tahun 2013 ikut terlibat dalam proyek dibawa pengawasan Saudi Bin Ladin Grup ini, Alhamdulillah, ikut bangga juga hati ini.

(Baca : http://www.suara-islam.com/read/tab/168/Proyek-Akbar-Perluasan-Masjidil-Haram ).

Hal lain yang juga cukup menarik perhatian adalah keberadaan pepohonan di sekitar Mekah dan Madinah, yang menunjukkan kesuburan tanah di gurun yang dulunya dikenal tandus dan gersang itu. Air yang begitu berlimpah baik di Masid Nabawi maupun Masjidil Haram adalah salah satu buktinya. Meski sayangnya karunia Allah tersebut kurang dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan toilet kota, toilet bandara Jeddah misalnya. Padang rumput dan juga turunnya salju di jazirah ini, sekali lagi menjadi bukti kebenaran apa yang dikatakan Rasulullah 15 abad silam.

“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai (HR Muslim)“.

(Baca : http://www.rumahallah.com/2014/01/salju-dan-menghijaunya-tanah-arab.html#sthash.elu8B9H0.dpuf )

Namun dari semua yang paling indah dan berkesan di hati adalah dikabulkannya doa kami berdua agar Allah swt membuka mata hati anak gadis kami semata wayang supaya ia mau menutup auratnya dengan baik.

Saya merasakan tanda awal tersebut ketika berada di salah satu ruang menuju Raudhah. Saat itu kami sedang berada di antara jamaah Indonesia dan Malaysa yang sedang mengantri giliran masuk Raudhah ketika tiba-tiba terdengar senandung shalawat nabi yang makin lama makin kencang bergaung indah. Tampaknya alunan shalawat inilah yang mengawali terbukanya hati putri kami tersebut. Subhanallah …

Malu bu .. rasanya Dilla cuma berdoa mulu tapi g mau nurut perintah Allah”, begitu jawabnya suatu ketika saya menanyakan apa yang membuat hatinya terbuka. Alhamdulillah betapa leganya hati kami berdua, terima-kasih ya Allah, semoga Engkau selalu menjaga dan melindungi putri kami tercinta, agar ia istiqomah hingga akhir hayat, semoga perubahan ini juga berimbas kepada kedua kakak lelakinya dan kakak ipar perempuannya, aamiin aamiin aamiin YRA  …

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, …… “. ( Terjemah QS. An-Nuur(24):31).

Hal lain yang juga cukup berkesan adalah tausiyah pembimbing kami mengenai bekal 2 gelas. Beliau menasehati jamaah agar kemanapun pergi senantiasa membawa bekal 2 gelas, 1 gelas kosong dan gelas satunya lagi berisi penuh. Gelas-gelas ini diumpamakan sebagai hati yang siap berbagi untuk memberi dan menerima. Orang sombong cenderung suka membawa 2 gelas berisi penuh hingga tidak bisa menerima nasehat dan pendapat orang lain. Sementara orang yang tidak memiliki pendirian suka membawa 2 gelas kosong hingga hanya bisa menerima tanpa mampu memberi.

Sebaliknya jujur saya kurang setuju dengan doa pembimbing kami agar diberi kesempatan kembali mengunjungi Baitullah, kecuali bila baru beberapa kali umrah. Ini hanya pendapat pribadi, apakah tidak lebih baik bila kelebihan rezeki tersebut diberikan kepada seseorang yang sangat ingin berumrah namun kesulitan biaya daripada digunakan sendiri setiap tahun misalnya.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani ).

Kecuali bila sudah bertahun-tahun tidak melakukan umrah mungkin tidak mengapa. Karena bagaimanapun wajar saja bila seseorang dikarunia kesempatan dan rezeki berlebih ingin membersihkan dirinya kembali dari dosa-dosa.

Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Wallahu ‘alam bish shawwab.

Jakarta 13 Januari 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Older Posts »