Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

20180620_052053CYMERA_20180620_074959Paginya, sekitar pukul 6.30 setelah sarapan ringan, dengan sekoci kami bergantian menuju pulau Padar yang kecantikannya sudah mulai terlihat. Harus dengan sekoci karena kapal tidak bisa benar-benar merapat ke pantai. Air laut yang bersih kehijauan dan udara pagi dengan kabut tipisnya menyambut kami. Sebuah tangga kayu yang lumayan terjal dan panjang terpampang di depan mata. Kamipun segera menaikinya. Suasana masih agak sepi. Rupanya tamu-tamu lain yang semalam kapalnya parkir bersama kami sudah lebih dulu naik. Tiba di ujung tangga, pak Latief berujar,

“ Ke kiri bu, pak. Ke kanan belum ada tangga. Dan lagi yang ke kiri memang yang sedang viral”.

“ Bapak ibu beruntung. Tangga ini baru beberapa bulan dibuat. Sebelum ada tangga para tamu harus trekking lumayan berat”, tambahnya. Anak-anak sudah tak terlihat, meninggalkan kami jauh di belakang. Rupanya mereka sudah tidak sabar ingin melihat keelokan dari puncak sana.

20180620_05331620180620_055011IMG_20180620_07304920180620_054644Sementara saya dan suami sebentar-sebentar berhenti, selain untuk mengagumi keindahannya, juga untuk mengatur nafas dan menjaga kaki supaya tidak terlalu lelah mendaki tangga yang cukup panjang dan tinggi itu …  maklum faktor U … 🙂 … Akhirnya kamipun tiba di atas bukit pulau Padar dengan mata terbelalak … Masya Allah, sungguh indah ciptaan-Mu … Rasanya inilah pemandangan alam tercantik yang pernah kami saksikan selama ini.

CYMERA_20180620_07410220180706_110431-1[1]Bentuk pulau Padar dilihat dari udara memang unik. Garis pantainya yang berlekak-lekuk ditambah pasir putih, air laut yang biru kehijauan dan bukit disana-sini sungguh menakjubkan. Rerumputan kemuning akibat kekeringan yang sering melanda propinsi ini justru menambah keunikannya. Kemanapun pandangan kita alihkan, keindahannya benar-benar memukau mata dan hati ini. Sungguh indah ciptaan-Mu Ya Allah …

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):

“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” . (Terjemah QS. Ali Imran (3): 190-191.

Kalau tidak ingat waktu ingin rasanya berlama-lama memandangi keindahan tersebut. Apalagi ketika itu belum terlalu ramai dan mataharipun masih belum terlalu terik. Dan benar saja ketika kami mulai menuruni bukit terlihat kapal-kapal mulai merapat menurunkan tamu-tamunya dengan sekoci, dan berbondong-bondong menaiki bukit.

Tak lama kamipun sudah berada  di atas kapal kembali, dan segera berlabuh. Sambil menikmati sarapan nasi goreng buatan chef kapal, mata kami masih terus dimanjakan pemandangan indah pulau Padar dari bawah dan pulau-pulau kecil berbukit di sekitarnya.  Tujuan kami berikutnya adalah snorkling di pantai Pink pulau Komodo yang jaraknya tidak begitu jauh dari pulau Padar.

“ Silahkan bapak ibu, mas mbak bersiap snorkeling. Kita sudah sampai”, kata pak Latief mengagetkan.

Kami sama-sama ngelingukan mencari mana yang namanya pulau Pink. Sejujurnya kami agak kecewa melihat lokasi snorkeling yang menurut pak Latief terbaik di NTT. Meskipun setelah kami turun ke pantai, sekali lagi dengan sekoci, ternyata airnya yang biru kehijauan itu sangat jernih.

IMG-20180706-WA0007IMG-20180706-WA0008Demikian pula pasirnya, sesuai namanya, memang berwarna pink. Kami menyempatkan diri menaiki bukitnya yang tidak seberapa tinggi, meski hanya demi menuruti anjuran pak Latief. Dan sesuai perkiraan kami, pemandangan dari bukit tidak terlalu istimewa kecuali airnya yang bening berkilau bagaikan kristal.

“ Mungkin karena dari kemarin kita disuguhi pemandangan spektakuler kali yaa .. jadi kurang istimewa”, bisik saya kepada suami.

Namun kekecewaan kami terobati setelah bersnorkling-ria. Tanpa perlu jauh-jauh berenang ke tengah laut bahkan hanya beberapa meter dari bibir pantai keindahan dasar lautnya yang dangkal itu, dapat kita nikmati. Biolaut seperti terumbu karang dan ikan yang beraneka warna dapat kita nikmati dengan mudahnya, bahkan dapat kita raba kalau mau. Komodo bersama Raja Ampat di Papua, pada tahun 2015 ternyata memang pernah menduduki peringkat 2 dan 1  lokasi snorkeling terbaik di dunia, mengalahkan kepulauan Galapagos.

https://www.suara.com/lifestyle/2016/01/03/111803/rajaampat-dan-pulau-komodo-lokasi-snorkeling-terbaik-di-dunia

Setelah puas menikmati keindahan bawah laut pantai tersebut, kamipun berbenah. Rencananya kami akan kembali snorkeling di pulau Kanawa. Tapi karena ketika kami bertanya kepada pak Latief, bagus mana Kanawa dengan pantai Pink, “ Pantai Pink”, jawabnya tegas.  Maka kami memutuskan untuk langsung kembali ke Labuan Bojo. Dan lagi waktu memang sudah menunjukkan pukul 2 siang. Untuk ke Kanawa masih dibutuhkan waktu sekitar 3 jam. Rasanya snorkeling jam 5 sudah terlalu sore. Apalagi tadi kami semua sudah cukup puas.

Sementara itu kapten kapal mengingatkan untuk segera menyantap makan siang yang telah disiapkan koki kapal dan telah tersedia di atas meja makan. Kapal akan menunggu kami selesai makan karena  setelah itu, yaitu perjalanan kembali ke Labuan Bajo akan menghadapi ombak yang lebih besar dari waktu berangkat. Begitu jelasnya.

CYMERA_20180620_083537CYMERA_20180624_095756[1]CYMERA_20180620_085822Dan memang CYMERA_20180620_083810benar apa yang dikatakannya. Mula-mula memang menyenangkan apalagi pemandangan yang disuguhkan sungguh mengagumkan. Bentuk pulau yang kami lewati makin bermacam-macam meski rata-rata tetap berwarna kuning keemasan. Perpaduan yang benar-benar indah, antara segarnya laut yang berwarna biru tua menandakan dalamnya laut, dan hamparan kuning laksana permadani yang lembut nan empuk. Belum lagi pantai berbatu karang yang bolak balik menyemburkan hempasan air gelombang yang menerjangnya, bagaikan air terjun kecil yang sungguh memukau. Masya Allah …

“ G kalah deh sama Islandia”, celetuk putra kami berdecak penuh kekaguman. Ia memang pernah mengunjungi negara di belahan ujung utara tersebut.

“ Sama Norway juga yaa .. g kalah kayaknya .. ”, tanggap adiknya.

“ Iyaaa … sama Santorini jugaaa, g kalah deh  ..”, sahut saya.

Suami saya hanya manggut-manggut, puas pastinya, bisa mengajak dan menyenangkan anak-istrinya tadabur alam demi mengagumi ciptaan Allah swt yang sungguh menakjubkan. Milik sekaligus ciptaan-Nya, di belahan bumi manapun memang menakjubkan, Allahu Akbar …

 “ Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”. (Terjemah QS. Al-Mulk(67):15).

Namun goncangan kapal yang tak kalah dasyatnya dengan keindahan ciptaan-Nya tak urung membuat hati ini kecut. Beberapa kali gelombang air laut sempat masuk ke galangan kapal. Ombak bahkan juga mampu membuat gelas-gelas yang ada di atas meja makan berjatuhan. Dengan rasa khawatir saya segera masuk kamar dan berdoa sambil berbaring di atas tempat tidur. Tapi tak lama saya duduk lagi, khawatir muntah. Maklum gelombang membuat kepala dan kaki naik turun dengan cepat, bukan hanya menguncang tubuh ke kiri dan kanan.

Tiba-tiba saya teringat kecelakaan yang menimpa kapal penumpang di danau Toba Sumatra Utara,  tepat di hari pertama kami tiba di Labuan Bajo yang tidak sempat saya ikuti perkembangannya. Saya sengaja tidak menceritakan kepada anak-anak kejadian tersebut, khawatir membuat mereka takut dan merusak suasana liburan.

Sungguh menyedihkan. Apalagi penyebabnya adalah kelalaian manusia. Betapa tidak, kapasitas kapal yang hanya 43 penumpang disesaki dengan 80 bahkan ada kabar 200 penumpang! Lebih menyedihkan lagi ditempat yang sama, yaitu di danau Toba sebuah kapal motor kembali mengalami kecelakaan karena menabrak keramba ikan. Ironisnya lagi, terjadi hanya selang 4 hari kemudian. Dan penyebabnya hanya karena lampu penerangan kapal yang rusak.  Astaghfirullahaldzim …  Artinya kecelakaan terjadi karena kelalaian manusia, meski tentu saja atas izin-Nya.

https://www.suara.com/news/2018/06/21/011500/tragedi-danau-toba-km-sinar-bangun-diduga-kelebihan-muatan

Dan ternyata, ketika sorenya kami mengobrol di lobby hotel sambil menonton berita televise, pak Latief mengatakan bahwa di Taman Nasional Komodopun tidak jarang terjadi kecelakaan kapal. Bahkan kapal coklat kayu yang pernah dikomentari bagus oleh suami saya kemarin, menurut pak Latief baru saja direnovasi karena pernah tenggelam. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un …

“ Tidak usah dibahas ya”, potongnya ketika kami ingin mengetahui cerita lengkapnya.

Kami dapat memakluminya, pasti ia trauma.

“ Untung kita milih paket yang hanya satu malam di kapal yaa ”, berkata saya kepada suami dan anak-anak, bergidik ngeri.

“ Yaah namanya juga kecelakaan. Kalau memang Allah berkehendak mau apa kita. Disyukuri aja .. Alhamdulillah ”, sahut suami.

IMG_20180618_185427Malam itu kami menutup liburan penuh makna itu dengan makan malam di restoran “Tree Top” yang terletak di jalan Sukarno Hatta dimana lalu lalang turis-turis bule. Rupanya restoran ini merupakan restoran favorit di Labuan Bajo. Selain posisinya yang memang di tepi pelabuhan masakannyapun lezat. Dan yang terpenting halal, Alhamdulillah  … Meski sayangnya tidak terlihat adanya tanda Halal resmi dari MUI.

“ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):173).

Menurut pak Latief, ada peraturan tak tertulis bahwa restoran di sepanjang jalan tersebut dilarang menjual masakan babi. Maklum mayoritas penduduk ibu kota ibu  kota kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur tersebut, termasuk pulau Komodo adalah Muslim. Kebalikan dari pulau Flores yang mayoritas Kristen, meskipun Labuan Bajo sendiri terletak di pulau Flores.

Esok harinya, karena pesawat baru akan take off pukul 2 siang lebih, kami memanfaatkan pagi hari tersebut untuk mengunjungi gua yang terletak tidak jauh dari Labuan Bajo, serta mampir ke toko oleh-oleh khas NTT. Gua tersebut bernama Gua Batu Cermin, yang maaf, tidak istimewa. Sementara oleh-oleh yang istimewa dari NTT adalah kain tenun yang sudah dikenal kecantikannya, meski harganya cukup mahal.

Sekitar 2 jam sebelum keberangkatan kami sudah tiba di bandara, dengan harapan bisa makan siang dulu di bandara. Ternyata kami kecele, bandara baru yang terlihat cantik, modern dan bersih tersebut belum mempunyai tempat makan yang memadai bagi tamunya. Yang ada hanya ada 2 kedai kopi kecil dan 1 kantin terbuka yang hanya menjual makanan kecil dan pop mie yang dijual 25 ribu per cup .. olala … Untung kami naik pesawat dengan fasilitas makan siang di dalamya .. kalau tidak …

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Juli 2018.

Vien AM.

Read Full Post »

Ber-husnuzhan atau berbaik sangka kepada Allah swt adalah perbuatan yang sangat tinggi nilai ibadahnya. Baik sangka kepada Sang Pencipta, terutama ketika terjadi musibah atau hal-hal yang tidak kita sukai, tidak hanya membuat hati menjadi tenang, namun juga mendatangkan pahala yang tak terkira dari-Nya. Allah swt sangat mencintai orang yang berbaik sangka pada-Nya.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingat-Ku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu dikeramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR. Bukhari  dan Muslim).

Kasih sayang Allah swt jauh lebih besar dari kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya.  Oleh karena itu tidak mungkin Allah swt men-dzalimi hamba-Nya. Dia akan mengabulkan doa dan permintaan orang yang memintanya. Masalahnya banyak orang yang berdoa dan meminta sesuatu yang dianggapnya baik dan bakal menyenangkannya. Padahal Dia mengetahui apa yang paling baik bagi hamba-Nya. Ia memperkenankan doa melalui apa yang Ia anggap patut untuk kita, dengan cara-Nya.

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Terjemah QS. Ghofir(40): 60).

Nabi sallallahu’alaihi wa sallam; ‘Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan (doanya).’ (HR. Tirmizi).

Berikut kisah khalifah Umar bin Khattab ra yang suatu ketika pernah kecewa karena tawarannya kepada khalifah Abu Bakar ra maupun khalifah Ustman bin Affan untuk menikahi putrinya, Hafsah, ditolak dengan alasan yang tidak begitu jelas.

“Hafsah akan dinikahi oleh orang yang lebih baik dari Abu Bakar dan Utsman sedangkan Ustman akan menikahi wanita yang lebih baik daripada Hafsah (yaitu putri beliau Ummu Kultsum)”, begitu jawaban Rasulullah ketika Umar mengadu hal yang merisaukannya itu.

Dan ternyata laki-laki yang dimaksud Rasulullah lebih baik dari Abu Bakar dan Utsman tak lain dan tak bukan adalah Rasulullah sendiri. Betapa bahagianya Umar mendengar jawaban tersebut. Dikemudian hari Umar mengungkapkan penyesalannya atas buruk sangkanya pada Allah swt.

Sementara itu beberapa waktu sebelum turunnya surat Al-Kautsar, orang-orang Quraisy mengejek dan mentertawakan nasib yang menimpa rasulullah. Pasalnya adalah putra-putri yang dimiliki rasulullah. Allah swt menganugerahi rasulullah 4 putri dan 2 putra dari rahim satu-satunya istri Rasulullah ketika itu, yaitu Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha. Dan seorang putra yang lahir dari Maria al-Qibtiyah. Malangnya ketiga putra rasulullah tersebut wafat sebelum usia mereka mencapai 2 tahun. Padahal ketika itu putra laki-laki adalah lambang kehormatan. Sedangkan anak perempuan adalah aib dan lambang kehinaan.

https://kisahmuslim.com/4279-mengenal-putra-dan-putri-rasulullah.html

Dengan turunnya surat Al-Kautsar, Allah swt menerangkan bahwa keyakinan orang-orang Quraisy tersebut tidak benar. Barang siapa bersikukuh dengan pendirian jahiliyah tersebut maka terputuslah ia dari rahmat Allah swt.

Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”.( Terjemah QS. Al-Kautsar(108):3).

Turunnya surat tersebut juga merupakan hiburan tersendiri bagi rasulullah. Banyak hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa tersebut. Diantaranya contoh kesabaran rasulullah dalam menghadapi wafatnya anggota keluarga, tidak hanya 3 putra tapi juga ke 4 putrinya yang tidak berumur panjang. Wafatnya putra-putra rasulullah juga bisa diambil hikmahnya agar di kemudian hari orang tidak mengkultuskan mereka. Karena sebagaimana kita ketahui Hasan dan Husein bin Ali bin Abu Thalib yang “hanya” cucu saja telah dikultuskan orang-orang Syiah.

Demikian pula dengan adanya ayat warisan 2:1 untuk anak laki-laki. Tidak sepatutnya kita berburuk sangka pada Sang Khalik. Ia Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Laki-laki bertanggung-jawab terhadap istri, anak-anak dan kedua orang-tuanya. Bahkan saudarinya bila saudarinya tersebut belum menikah. Jadi harta yang 2 bagian tersebut harus dibagikan kepada mereka.

Sementara perempuan hanya bertanggung-jawab pada dirinya sendiri. Jadi bagian yang hanya 1 itu tidak perlu dibagi kepada siapapun, bahkan bisa dan boleh ia habiskan sendiri.

Namun demikian tidak sedikit ketentuan Allah yang tidak dapat kita ikuti melalui akal dan pikiran kita. Oleh sebab itu agar kita tidak sakit hati dan putus asa ketika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita, lebih baik kita pasrahkan segalanya pada-Nya. Tidak perlu kita menerka-nerka apa yang tidak kita miliki ilmunya.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. … … “.(Terjemah QS.Al-Baqarah (2):286).

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Terjemah QS.Al-Baqarah(2:216).

Itulah yang terjadi terhadap Shalahuddin al Ayyubi, pahlawan besar sang penakluk Yerusalem pada tahun 1187M. Shalahudin seperti layaknya anak muda pada masanya sangat mencintai dunia sepak bola. Sedikitpun tidak pernah terlintas dalam pikirannya suatu ketika ia harus berperang apalagi menjadi pemimpin perang dalam suatu perang besar yang menjadi titik balik kebesaran Islam. Meskipun Shalahuddin tidak membencinya, karena sebenarnya ayah dan bahkan pamannya waktu itu adalah seorang panglima perang.

http://manfaatputih.blogspot.co.id/2013/08/sejarah-singkat-salahuddin-al-ayyubi.html

Namun demikian ber-husnuzhan itu tidak lantas kita bisa bertindak semau kita. Husnuzhan harus diiringi dengan perbuatan yang sesuai dengan syariat, sesuai dengan apa yang diinginkan-Nya dan mengikuti apa yang dicontohkan Rasulullah saw.

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Telah jelas perbedaan antara husnuzhan dan ghurur (terpedaya diri sendiri). Berprasangka baik mendorong lahirnya amal, menganjurkan, membantu dan menuntun untuk melakukannya. Inilah sikap yang benar. Tapi kalau mengajak kepada pengangguran dan bergelimang dalam kemaksiatan, maka itu adalah ghurur (terpedaya diri sendiri). Berprasangka baik itu adalah pengharapan (roja’), barangsiapa pengharapannya membawa kepada ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan, maka itu adalah pengharapan yang benar. Dan barangsiapa yang keengganannya beramal dianggap sebagai sikap berharap, dan sikap berharapnya berarti enggan beramal atau meremehkan, maka itu termasuk terpedaya.‘ (Al-Jawab Al-Kafi, hal. 24)

Syekh ShAleh Al-Fauzan hafizahullah berkata: “Prasangka yang baik kepada Allah harus disertai meninggalkan kemaksiatan. Kalau tidak, maka itu termasuk sikap merasa aman dari azab Allah. Jadi, prasangka baik kepada Allah harus disertai dengan melakukan sebab datangnya kebaikan dan sebab meninggalkan kejelekan, itulah pengharapan yang terpuji. Sedangkan prasangka baik kepada Allah dengan meninggalkan kewajiban dan melakukan yang diharamkan, maka itu adalah pengharapan yang tercela. Ini termasuk sifat merasa aman dari makar Allah.”

Dari Jabir radhiallahu anhu dia berkata, Aku mendengar Nabi sallallahu’alaihi wa sallam tiga hari sebelum wafat bersabda: “Janganlah salah satu di antara kalian meninggal dunia kecuali dia berprasangka baik kepada Allah.” (HR. Muslim, 2877)

Wallahu ‘alam bish shawwab.

Jakarta, 29 Januari 2018.

Vien AM.

Read Full Post »

Namun sekali lagi bukan orang Jepang namanya kalo mudah menyerah. Paska bom yang meluluh-lantakkan sebagian besar kota Jepang, mereka segera bangkit dari keterpurukan. Tidak ada waktu untuk berlama-lama meratapi nasib dan kekalahan yang mereka alami.

IMG_0179IMG_0164Jepang segera berbenah diri dan membangun kotanya kembali. Tak terkecuali Hiroshima yang menjadi sasaran utama bom atom sekutu. Kota pelabuhan yang diapit perbukitan ini terlihat tenang dan damai seakan tidak pernah menjadi korban perang. Hiroshima hari ini bahkan dikenang dunia sebagai kota perdamaian. Di kota ini berdiri Hiroshima Peace Memorial Museum yang dibangun hanya selang 10 tahun setelah tragedy, yaitu tahun 1955. Museum ini didirikan tidak jauh dari pusat pengeboman.

IMG_0203IMG_0197Di dalam museum ini diperlihatkan selain foto keadaan kota Hiroshima baik sebelum maupun sebelum pengeboman, kisah derita para korban, juga pelajaran tentang nuklir dan bahayanya. Itu sebabnya banyak pelajar tidak hanya murid-murid lokal tapi juga pelajar manca negara yang datang mengunjungi museum tersebut. Museum ini juga menyuguhkan animasi detik-detik jatuhnya bom atom yang dalam hitungan detik menghancurkan kota tersebut.

Tak dapat dipungkiri perang memang sangat kejam. Tiba-tiba saya teringat bagaimana para orang-tua kita menceritakan penderitaan mereka.

Jaman pendudukan Jepang dulu tentaranya kejam-kejam”, ujar bapak.

Perempuan dipenggal kepalanya, terus kepalanya ditancapkan di tiang di pinggir jalan,  hanya gara-gara ketahuan ngomong Bahasa Belanda”, sambung ibu bergidik ngeri.

Ya orang-tua saya memang sempat mengalami masa-masa kelam tersebut. Banyak yang mengatakan 3 tahun dibawah penjajahan Jepang lebih sengsara dari 3.5 abad dijajah Belanda. Kekejaman dan kesadisan tentara Jepang memang bukan rahasia lagi. Tidak heran ketika akhirnya pihak Sekutu memborbardir negara matahari tersebut banyak orang yang gembira dan lega mendengarnya, termasuk rakyat Indonesia. Tentu kita semua tahu bahwa salah satu penyebab kemerdekaan Indonesia adalah karena kalahnya Jepang dalam PD II.

Itu pula sebabnya banyak pihak berasumsi bahwa Jepang yang kini menjadi salah satu negara terkaya di dunia banyak membantu negara lain adalah demi menebus dosa dan kesalahan mereka di masa silam. Ntahlah … Yang pasti orang bisa berubah. Dan Jepang membuktikan hal tersebut. Selama 8 hari berada  di beberapa kota Jepang kami merasakan kehangatan dan keramahan mereka.

20171005_113250IMG_20171002_165622Kemajuan Jepang hari ini sungguh tak dapat dipungkiri seorangpun, Dalam waktu singkat Jepang kini masuk dalam daftar negara termaju dan terkaya didunia. Jepang yang saat ini sedang bersiap-siap menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar dunia yaitu Olimpiade 2020 giat mempromosikan berbagai tour wisata Jepang. Mulai dari bunga Sakura dan gunung Fuji yang ternyata tidak selalu bersalju, kuil, hingga kuliner dan berbagai wahana permainan seperti Disneyland, aquarium dll.

IMG_052520171005_141517jepang halalMereka juga telah mempersiapkan diri menyambut tamu-tamu Muslimin dari berbagai negara.

ZHF1

Bersama penjual kebab Turki yang menguasai berbagai bahasa asing.

Diantaranya yaitu dengan makanan Halal. Meski harus dimaklumi belum semua sesuai harapan. Namun paling tidak mereka telah berusaha mengantisipasinya. Dari brosur yang kami trima dari seorang penjual kebab Turki di Tokyo, resto Halal dibagi dalam 4 kategori, yaitu 1. Seluruh makanan halal dan tidak ada minuman ber-alkohol, 2. Halal tapi menjual minuman ber-alkohol, 3. Menyediakan menu halal dan 4. Menyediakan makanan non babi.

IMG_0527IMG_0524Di sebuah resto ramen, masakan khas Jepang, berlabel halal di Kyoto kami sempat berbincang dengan seorang pramuniaganya. Ternyata ia adalah seorang mahasiswa Indonesia yang bekerja paruh waktu. Mahasiswa asal Majalengka tersebut sempat bercerita tidak mengalami kesulitan untuk shalat di kampusnya. Yang juga surprised, resto dimana ia bekerja mau menjadikan sedikit pojoknya sebagai mushola ( prayer room). Meski sang pemilik ternyata bukan seorang Muslim.

Di Jepang memang terdapat banyak mahasiswa Indonesia. Sebagian ada yang dengan beasiswa pemerintah Jepang tapi tidak sedikit juga yang berangkat dengan biaya sendiri. Mahasiswa Indonesia di Jepang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Menurut beberapa sumber, biaya hidup dan kuliah di Jepang jauh lebih rendah di banding dengan di Amerika Serikat, Australia ataupun di Eropa.

Bahkan ada pendapat tidak lebih mahal dari pada kuliah di universitas swasta bergengsi di Indonesia, Jakarta khususnya. Apalagi dengan adanya fakta bahwa penerimaan masyarakat Jepang terhadap Islam jauh lebih baik dari pada Barat yang sedang menderita Islamophobia akut itu. Mungkin sudah menjadi suratan takdir, bahwa keberadaan mahasiswa Muslim Indonesia di Jepang merupakan dakwah tersendiri agar masyarakat Jepang lebih mengenal Islam.

20171008_15402120171008_15400420171008_154038TM36Alhamdulillah selama di Tokyo Allah swt memberi kami kesempatan mengunjungi Tokyo Camii Turkish Culture Center, masjid termegah di ibu kota Jepang. Dengan menggunakan subway yang merupakan alat transportasi umum warga Tokyo kami menuju ke masjid yang dibangun pada tahun 1938 tersebut. Masjid ini merupakan masjid kedua setelah masjid Kobe. Setelah berjalan kaki sekitar 15 menit dari stasiun Yoyogi-Uehara tibalah kami di bait Allah yang sungguh cantik tersebut.

Ketika kami memasuki masjid siang itu terlihat sejumlah pemuda dan pemudi Jepang dengan penuh antusias mendengarkan ceramah yang diberikan seseorang. Dugaan kami ia imam masjid tersebut.

20171008_16045020171008_160526TM46TM69Ceramah diberikan oleh dua orang dai secara bergantian, dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris, memberi kesempatan para pengunjung yang tidak memahami Bahasa tuan rumah ikut mendengarkannya. Ceramah yang berlangsung dalam suasana akrab itu kemudian ditutup dengan sesi diskusi. Sungguh merupakan kehormatan bisa menjadi saksi acara tersebut. Terima-kasih ya Allah …

Hal lain, selama di Tokyo kami juga sempat merasakan gempa. Hal tersebut terjadi sekitar pukul 11 malam di tingkat 8 apartemen yang kami sewa. Guncangan terasa cukup kencang. Beberapa saat kemudian kami mendapat kabar bahwa memang baru saja terjadi gempa berkekuatan sekitar 6.3 SR. Was-was juga hati ini menghadapinya meski katanya semua gedung di Jepang dibangun siap meng-antisipasi gempa. Karena gempa yang sering melanda negri ini tidak jarang menelan korban.

Gempa Maret 2011 misalnya. Gempa berkekuatan 9,0 SR dengan lebih dari seratus gempa susulan ini mengakibatkan gelombang tsunami setinggi 10 meter. Gempa ini menewaskan hampir 20.000 orang dan lebih dari 8.000 orang  lainnya hilang. Padahal sinyal peringatan awal gempa yang dikirimkan ke televise seluruh Jepang bekerja dengan baik. Gempa ini menimbulkan peringatan tsunami untuk pantai Pasifik Jepang dan sedikitnya 20 negara, termasuk seluruh pantai Pasifik Amerika dari Alaska ke Chili.

Gempa dan tsunami Maret 2011 tersebut juga memicu krisis nuklir terburuk di dunia dalam 25 tahun terakhir. Gempa ini dianggap sebagai yang terbesar mengguncang Jepang dalam kurun waktu 1.200 tahun terakhir. Gempa ini adalah salah satu yang terbesar dan paling merusak setelah gempa 8.9 SR di Fukushima pada 2007 dan menyebabkan tsunami. Gempa Fukushima 2007 mengakibatkan ditutupnya PLTN ( Pusat Listrik Tenaga Nuklir) di kota tersebut selama 21 bulan.

Katakanlah: “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” … “ ( Terjemah QS. Al-Ahzab (33):17).

Ya umat Islam dimanapun berada meyakini, bencana apapun tidak akan terjadi tanpa izin Yang Maha Kuasa, Allah Azza wa Jalla. Tak ada yang kuasa mencegahnya bila Ia berkehendak.

Seperti Jepang, Indonesia juga terletak di area Ring Of Fires. Bila Jepang yang sudah mati-matian berusaha agar gempa sesedikit mungkin menelan korban, bagaimana dengan Indonesia?  Meski gempa dasyat yang terjadi di negri kita tercinta tidak sesering Jepang bukankah resiko itu tetap tinggi ??

Jadi sungguh sudah sepatutnya kita ini bersyukur atas penjagaan Sang Khalik yang menjauhkan kita dari bencana dasyat seperti gempa dll. Dan syukur tersebut tidak cukup hanya dengan ucapan, tapi juga dalam bentuk nyata.

Tapi apa yang dilakukan umat hari ini sungguh keterlaluan. Ulama dibully sementara perlakuan menyimpang homoseksual dibiarkan bahkan terkesan dilindungi. Apa itu namanya bukan menantang azab-Nya???

“Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”. ( Terjemah QS. Al-A’raf(7):81).

“Mereka (malaikat) menjawab: “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth), agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah yang (keras), yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas”. ( Terjemah QS. Adz-Dzariyat(51):32-34).

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Sebaliknya Jepang yang saat ini belum begitu mengenal Islam, berbekal semangat yang tidak mengenal putus asa, semoga suatu hari nanti Allah swt ridho memberi mereka hidayah. Semoga kehadiran Islam di negri tersebut sedikit demi sedikit mampu mengeluarkan mereka dari kegelapan yang sebenarnya.

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. (Terjemah QS. Al-Baqarah(2):257).

Semoga dengan ber-Islam, Jepang bukan hanya bercita-cita menjadikan negrinya maju secara fisik tetapi juga secara spiritual. Yang dengan demikian dapat mendatangkan rahmat-Nya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 29 Desember 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

Menurut sejarawan Sima Qian (145 – 90 SM), pembangunan makam agung kaisar Qin Shi Huang dimulai disekitar 246 SM, saat usia sang Kaisar baru menginjak usia 13 tahun, dengan memperkerjakan kurang lebih 700.000 pekerja.

http://harianinternasional.blogspot.co.id/2016/01/sejarah-dinasti-qin-zaman-musim-semi.html

Bergidik hati ini menyaksikan bagaimana Sang Raja Alam Semesta, Allah swt, memperlihatkan Kebesaran dan Kekuasaan-Nya dengan membongkar harta karun kaisar Qin yang telah terpendam selama ribuan tahun lamanya, dalam keadaan relative utuh. Disamping tidak mungkin juga kita menyingkirkan kenyataan, betapa pandainya manusia, yang sejak ribuan tahun lalu telah mampu membangun peradaban yang begitu tingginya.

Lulu bercerita bahwa tehnologi pembuatan patung Terracotta sangat rumit dan canggih. Sementara teknik pembuatan senjata perunggunya lebih menakjubkan lagi. Pedang perunggu yang ditemukan di dalam lubang Terakota tersebut sangat tajam dan halus, tidak berkarat bahkan berkilau seperti baru. Senjata tersebut mengandung berbagai macam logam, permukaannya adalah lapisan oksidasi garam kromium setebal 10 mikro meter, dan derajat kekerasannya setara dengan baja karbon medium yang dikeraskan. Senjata-senjata perunggu yang tergali dari lubang tersebut dibuat dengan cara tuangan (cor), bahannya terutama tembaga dan timah. Ini adalah teknik tingkat tinggi dalam sejarah metalurgi dunia.

http://indonesian.cri.cn/chinaabc/chapter22/chapter220111.htm

Dzulqarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu“. ( Terjemah QS. Al-Kahfi (18):95-96).

Para ahli tafsir sepakat bahwa Dzulkarnain yang dimaksud pada kisah di atas adalah seorang raja alim yang diberi Allah swt kekuasaan sangat besar. Sebagian ada yang berpendapat Dzulkarnaen hidup sezaman dengan nabi Ibrahim as, dan pernah tawaf bersama sang nabi as. Namun ada juga yang berpendapat Dzulkarnaen hidup di masa nabi Musa as. Pendapat lain mengatakan bahwa Dzulkarnaen hidup di masa dinasti Zhou, dinasti pendahulu Qin. Catatan sejarah memang mengatakan teknologi perunggu di masa itu sedang mencapai puncaknya.

Berdasarkan kajian mendalam ayat 86-99 surat Al-Kahfi yang sarat dengan pesan sains dan ilmu alam, sebagian ahli tafsir menyimpulkan bahwa lokasi dimana Dzulkarnaen membantu suatu kaum dari ancaman kebengisan Ya’juj Ma’juj yang akan muncul di akhir zaman nanti, adalah suatu daerah di dataran tinggi Cina. Ayat-ayat di atas juga sekaligus menjadi saksi betapa Cina sejak ribuan tahun lampau telah mencapai kemajuan dan peradaban yang tinggi.

Tak dapat dipungkiri, Cina hari ini sungguh sangat berbeda dengan Cina beberapa tahun yang lalu. Selain kemajuan dalam berbagai bidang, termasuk kebersihan kota-kotanya, disiplin masyarakat Cina, terutama anak-anak mudanya, patut diacungi jempol.

Berkat majunya pendidikan”, jelas Lulu tegas, ketika kami mengajukan keheranan kami. Kami juga beberapa kali melihat gadis tersebut menegur orang setengah tua Cina yang meludah atau membuang sampah sembarangan.

Dzulqarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”. Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya”. ( Terjemah QS. Al-Kahfi (18):98-99).

Dominasi negara-negara Asia Timur (Cina, Jepang dan Korea) sebagaimana yang diprediksi para ahli tafsir dan ilmuwan Muslim, Cina khususnya, baru terjadi 10 tahun-an belakangan ini. Orang-orang Cina, hari ini, dapat kita saksikan, telah menyebar hampir di seluruh pelosok dunia, bercampur dengan penduduk asli tapi tetap dalam komunitasnya sendiri, yaitu China town.

Menjadi tanda tanya besar, mungkinkah yang dimaksud hancur luluhnya dinding di akhir zaman pada ayat di atas adalah temuan spektakuler sang penakluk Cina raja Qin yang telah ribuan tahun terpendam di perut bumi? Atau memang nyata dinding buatan Dzulkarnaen yang menyatukan dua puncak gunung yang kemungkinan berada di Cina itu belum ditemukan??

Siapa dan dimana kira2 kaum yang meminta pertolongan Zulkarnaen agar dibuatkan tembok sebagai benteng perlindungan dari kekejaman kaum lain? Siapa pula yang dimaksud kaum bengis itu? Mungkinkah ia adalah raja Qin, si penakluk Cina, yang pasti banyak dibuat membencinya??

Masih terngiang ucapan uztad Bahtiar Nasir pada salah satu kajiannya, “Bisa jadi hari ini adalah era kejayaan Cina. Namun tidak berarti kita harus terus mengekor Cina”.

Ya, patutkah kita tunduk kepada negara ex komunis yang kini menuju sosialis kapitalis, yang terang-terangan melarang rakyatnya (Muslim Xinjiang) menjalankan ibadah?? Yang dengan berang menantang perang Erdogan, hanya karena presiden Turki tersebut geram terhadap kebengisan tentara Myanmar terhadap Muslim Rohingya?

http://www.kabarsatu.news/2017/09/wow-china-ancam-perang-turki-jika.html

Dengan membawa sejuta pertanyaan di atas, usai sudah kunjungan ke Xian. Tiba saatnya kami menuju bandara untuk selanjutnya terbang ke Guilin sebagai penutup rihlah kali ini. Alhamdulillah Lulu menyempatkan mengantar kami ke masjid yang ada di jalur menuju bandara. Ia bahkan sempat masuk, memperhatikan kami wudhu dan membaca papan berisikan beberapa ajaran Islam yang terpampang di depan pintu masjid.

“Oh jadi orang Islam itu terbiasa ber-puasa yaa ..  pantas kamu langsing”, komentar Lulu sambil terus membaca pengumuman-pengumuman yang ada di sana. Kebetulan Lulu memang agak besar badannya, dan beberapa kali mengeluh ingin kurus. 🙂

20170429_191740Oya, di dalam pesawat kami mendapat surprised makanan halal padahal kami tidak memesannya karena memang tidak menyangka ada pilihan untuk itu. Saking terheran-herannya saya sampai melirik ke meja penumpang lain untuk mengetahui apakah hanya kami saja yang mendapat pelayanan istimewa. Ternyata tidak, semua penumpang mendapat jatah snack sama, yaitu bungkusan coklat dengan label HALAL di atasnya. Sekedar info, pesawat yang kami tumpangi adalah pesawat lokal Air China.

******

Guilin, 30 April – 2 May 2017.

Guilin adalah kota menengah di Cina Selatan yang memiliki pemandangan unik menakjubkan. Kota ini selain dikelilingi sungai dan 4 buah danau, juga oleh pegunungan kars dengan ribuan puncak, yang menjadikannya salah satu  pegunungan kars terbesar di dunia.

20170430_115839IMG_0634Kami mengawali penjelajahan dengan cruise menyusuri sungai Li yang panjangnya 83 km, menuju Yangshuo yang ditempuh dalam waktu 4-5 jam. Waktu berlalu tidak terasa terlalu lama berkat pemandangan yang sungguh mencengangkan. Dari sejak awal hingga usai perjalanan, tumpukan gunung dengan bermacam bentuk dan ketinggian, menyesaki pandangan. Masya Allah …

IMG_0690Tak heran bila kemudian pemerintah setempat memanfaatkan salah satu spot cantik di tempat tersebut sebagai latar belakang uang pecahan 20 Yuan. Pepatah Cina mengatakan Guilin adalah “tempat terindah, surga dunia”.

Keberadaan pegunungan kars dengan puncak-puncak lancip bagaikan pasak /paku dan gua disana-sini, menunjukkan bahwa Guilin ratusan juta tahun yang lalu adalah merupakan dasar laut, yang disebabkan adanya perubahan alam, terangkat hingga membentuk apa yang terlihat saat ini.

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?”( Terjemah QS. An-Naba’(78):6-7).

Sekitar jam 2 siang setelah cruise selesai, kami berjalan-jalan melihat-lihat aneka pernak-pernik barang lokal yang dijajakan di sepanjang jalan keluar pelabuhan. Termasuk yang paling menarik adalah cara pembuatan permen jahe, dimana jahe yang sudah diolah sedemikian rupa menyerupai gulungan besar dililitkan di sebuah tiang. Kemudian gulungan tersebut ditarik, digulung, ditarik-gulung   berkali-kali, hingga akhirnya dipotong-potong kecil dan dibungkus menjadi permen jahe yang lezat.

20170430_16545220170430_162234Selanjutnya Cory, guide kami menawarkan extra kunjungan ke sebuah bukit dimana dari sana terlihat pemandangan sungai dengan gunung-gunungnya dari ketinggian. Meski harus mengeluarkan tambahan biaya dan sedikit terengah-engah menaiki tangga, sungguh tidak percuma bukit yang ia perkenalkan dengan nama  bukit Wow itu, memang benar-benar “wow”.

“Bukan hanya wow tapi katakan Allahu Akbar”, sambil bercanda saya mengoreksinya. “Bayangkan, kalau ciptaan-Nya saja seperti ini apalagi yang menciptakan-Nya”.

20170501_110644IMG_0817Singkat cerita, Guilin ternyata mempunyai lumayan banyak tujuan wisata. Diantaranya adalah The elephant trunk hill, bukit berbentuk gajah yang agak dipaksakan, dan Reed Flute Cave, gua yang sudah dipercantik dengan lampu sorot warna-warni dengan bermacam tema hingga menampilkan pemandangan yang cantik menarik. Tak kalah cantiknya adalah pemandangan danau di dalam kota.

20170501_175915IMG_0804Namun yang di luar perkiraan adalah keberadaan masjid dan restoran halal di kota ini. Di restoran halal yang kami kunjungi untuk makan siang maupun malam itu kami berjumpa dengan rombongan 2 bus besar yang membawa turis Malaysia. Mereka datang dari Guangzhou yang jaraknya 6 jam perjalanan dengan bus. Di restoran ini dipajang lukisan menarik sepasang muda lelaki Arab khas dengan pakaian Arabnya, dan gadis Cina dengan kepang rambutnya. Mungkin pemilik restoran, bisik saya kepada suami .. sotoy … 🙂

20170501_16150320170501_16162520170501_163950IMG_0859 - Copy20170501_161352Akan halnya dengan masjid, Guilin ternyata mempunyai 6 buah masjid. Rata-rata masjid tersebut dibangun pada masa kekuasaan dinasti Qing (1644-1911 M), dinasti terakhir empurium Cina. Muslim di Guilin adalah suku Hui. Sayang Cory hanya sempat mengajak kami mengunjungi 1 masjid saja, yaitu  Guilin Chongshan Street Mosque. Karena memang inilah satu-satunya masjid yang masih terawat dan berfungsi dengan baik.

http://www.muslim2china.com/china-mosques/Guilin-Chongshan-Street-Mosque-17.html 

Menurutnya, kebetulan sejak kecil ia tinggal di sebelah masjid, dulu di lingkungan tersebut berdiri sebuah sekolah Islam. Ketika usia TK ia bahkan sempat bersekolah di sekolah tersebut. Ia tidak begitu ingat sejak kapan sekolah tersebut tutup. Yang pasti dengan nada kecut, pemuda yang mengaku tidak percaya kepada adanya Tuhan sebagaimana rata-rata orang Cina, masih menurutnya, punya pengalaman buruk dengan lingkungan orang-orang masjid.

“Kalau ketahuan ada orang membawa daging babi ke rumah, mereka memukulinya”, ceritanya.

Menurut suami saya, ia memang tampak alergi bila suami saya sekali-sekali memancing pembicaraan kearah agama. Ntah bagaimana perasaannya ketika kami meminta tolong padanya agar menjaga barang-barang kami sementara kami shalat di hadapannya, di pelataran bukit wow, karena waktu yang tidak memungkinkan shalat di hotel ataupun masjid.

Semoga suatu hari nanti Allah swt berkenan membuang citra buruk Islam yang ada di kepalanya dengan yang lebih baik, dan semoga suatu hari nanti Islam dapat ditrima di negri Tirai Bambu ini, aamiin ya robbal ‘aalamiin …

Wallahu ‘alam bish shawab.

Jakarta, 25 September 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

Pada tanggal 16 November 2016 Bareskrim ( Badan Reserse Kriminal Polri ) akhirnya menetapkan Ahok sebagai tersangka. Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penistaan agama. Ia dinilai melanggar Pasal 156a KUHP dan Pasal 28 Ayat (1) UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Langkah Bareskrim ini tentunya tak terlepas dari demo Aksi Bela Islam II yang diselenggarakan pada 4 November lalu dan diikuti jutaan umat Islam. Mengapa demikian? Karena penetapan menjadi tersangka ini tergolong lambat bila dibanding mereka yang juga diduga menista agama.

Politikus Permadi, seniman Arswendo Atmowiloto dan penulis H. B. Jassin adalah contohnya. Begitu mereka diadukan telah menistakan agama polisi langsung mengamankan mereka sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Sementara Ahok, sejak kejadian di pulau Seribu pada tanggal 27 September hingga 4 November belum juga ditanggapi. Jadi wajar bila akhirnya umat Islampun marah dan jengkel.

Apa hal itu karena Ahok adalah gubernur petahana sekaligus calon gubernur PDIP? Jadi aneh juga sebenarnya pernyataan polisi juga presiden yang menuduh demo ditunggangi muatan politik. Tidakkah itu terbalik ??

Anehnya lagi, pasal yang digunakan untuk menjadikan Ahok tersangka, mengapa pasal tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, bukannya pasal tentang penistaan agama ??? Hingga akhirnya justru Buni Yani, yang dijadikan tersangka dengan pasal yang sama dengan Ahok. Yang pastinya akan membuat orang berpikir dua kali  bila ingin melaporkan kejahatan, meski mempunyai bukti kuat rekaman video. Ironisnya,  begitu dijadikan tersangka Buni Yanipun langsung ditahan, kalau saja tidak ada protes dari masyarakat.

http://tekno.kompas.com/read/2016/11/16/12015287/uu.ite.dipakai.jerat.ahok.pengamat.sebut.aneh.dan.tidak.logis

http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/11/24/oh51ad301-pakar-hukum-pidana-ahok-tersangka-artinya-buni-yani-tidak-bohong

Disamping itu keberadaan media sosial yang tidak sedikit memamerkan foto-foto kedekatan kapolri dengan Ahok maupun Teman Ahok membuat masyarakat makin pesimis proses hukum bakal berjalan sesuai harapan. Meski sebaiknya masyarakat lebih waspada dan hati-hati menyikapinya karena berita hoax dan foto-foto editan makin meraja-lela hingga sulit dibedakan mana yang asli mana yang palsu.

Dalam rangka meng-antsipasi hal tersebut maka GNPF-MUI kembali berniat menggelar demo Aksi Bela Islam III. Rencana awal demo ini akan dilaksanakan di sepanjang jalan Thamrin-Sudirman, dengan tema gelar sajadah alias shalat Jumat. Tidak ada orasi, yang ada hanya zikir, membaca Al-Quran dan tausiyah oleh para ulama, sambil menunggu waktu shalat Jumat. Oleh sebab itu demo Aksi Belas Islam III ini disebut demo super damai, bukan hanya damai lagi.

Namun rupanya polisi tidak mengizinkan jalan protocol digunakan untuk shalat karena menganggu kepentingan umum. Dan hasilnya setelah beberapa kali mengadakan pertemuan, terakhir kunjungan kapolri Jenderal Tito Karnavian ke kantor pusat MUI pada Senin 28 November, disepakati demo akan dilangsungkan di Monas, masjid Istiqlal dan sekitarnya, dengan kawalan resmi aparat keamanan. Allahu Akbar !

Pertemuan yang dihadiri wakil GNPF – MUI Habib Riziek, Ustad Bahtiar Nasir, ustad Zaitun serta Aa Gym ini dibuka oleh ketua MUI Ma’ruf Amin dengan menyebutnya sebagai Yaumun Rahman atau pertemuan kasih sayang.  Ma’ruf Amin juga menerangkan bahwa paska 211 akan diadakan rujuk nasional yang bertujuan untuk memperbaiki hubungan polisi ( pemerintah) dengan MUI ( umat Islam) yang sempat terganggu dengan adanya kasus penistaan tersebut. Yang paling menyakitkan adalah pernyataan polisi ( dan presiden ) bahwa para pendemo 411 adalah teroris !

Dalam pertemuan tersebut Habib Riziek, ketua GNPF-MUI sekaligus FPI dengan legowo menerangkan alasan mengapa mereka memilih Thamrin Sudirman sebagai lokasi awal. Menurut beliau, berdasarkan pengalaman demo 411 lalu, masjid Istiqlal tidak mampu memuat peserta demo yang mencapai 2.3 juta itu. Puncaknya adalah ketika mereka harus berdesak-desakan keluar masjid hingga akhirnya banyak yang jatuh pingsan. Sementara akses ambulance yang dibutuhkan untuk membantu mereka yang membutuhkan sangatlah sulit.

Jadi bukannya kami keras kepala, ngotot ingin memaksakan kehendak”, jelas Habib Riziek.

Habib juga menegaskan, perjuangan GNPF – MUI tetap satu yaitu agar fatwa MUI bahwa Ahok telah menistakan agama ditindak lanjuti pada jalur yang benar. Demi utuhnya NKRI, tidak boleh satupun orang baik rakyat biasa apalagi pejabat melecehkan agama yang ada di negri tercinta ini. Baik itu agama minoritas apalagi agama mayoritas.

Sementara ustad Bahtiar Nasir dengan santai mempersilahkan peserta demo untuk datang lebih awal di Istiqlal agar bisa shalat Subuh berjamaah. “Semoga demo 212  ini menjadi awal momentum pembiasaan diri shalat Subuh berjamaah sebagaimana mestinya”. Masya Allah.

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

Hal ini mengingatkan Turki yang saat ini mulai menampakkan kembali cahayanya. Masjid mulai dipenuhi jamaah shalat Subuh.  Tidak hanya itu pemimpin Turki, Sultan Erdogan, telah berhasil membawa negaranya menjadi negara  yang tidak lagi bergantung kepada Barat. Pembangunan dan ekonomi negri yang dulu dikenal sebagai kerajaan Islam Ottoman ini mengalami kemajuan pesat.

http://www.hidayatullah.com/artikel/opini/read/2015/06/30/73321/bagaimana-erdogan-membangun-turki-dan-menumbangkan-sekulerisme-1.html

Membuktikan bahwa menjadi negara sekuler tidak menjamin kemajuan sebuah negara. Bosnia adalah contoh lain negara berpenduduk mayoritas Muslim yang mengalami keterpurukan karena rakyatnya  meninggalkan syariat dan memilih untuk sekuler.

http://www.republika.co.id/berita/kolom/fokus/16/06/30/o9jkwl336-belajar-dari-genosida-muslim-bosnia-refleksi-terhadap-toleransi-beragama

Dalam pertemuan tersebut kapolri juga menegaskan bahwa larangan bus mengangkut peserta demo akan dihapuskan. Meski di lapangan, ratusan umat Islam dari Ciamis sejak Selasa 29 November telah terlanjur menuju ibu kota, dengan berjalan kaki …

Singkat kata demo super damai 212 Aksi Bela Islam III telah disetujui polisi. Kapolri bahkan berjanji akan membantu penyelenggaraannya seperti mendirikan mimbar shalat, penyediaan toilet, air wudhu, ambulance dll. Allahu Akbar …

Terima-kasih ya Allah, semoga pelaksanaan Aksi Bela Islam III besok benar-benar lancar dan aman, dan yang terpenting tujuannya tercapai, aamiin ya robbal ‘aalamiin …

Berikut video lengkap pertemuan Senin 28/10/2106 di kantor MUI.

Yang juga harus diingat, janji Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang bersabar dan senantiasa mendirikan shalat, adalah pasti. Allah swt tidak akan mengecewakan doa hamba-hamba yang sholeh. Apalagi doa orang yang terdzalimi. Tengoklah apa yang terjadi di tanah Palestina, yang selama puluhan tahun diduduki dan direbut Zionis. Yang selama puluhan tahun menyiksa rakyat Palestina dengan begitu kejam dan sadisnya.

Kebakaran hebat hingga hari ke 6 tidak juga surut. Api tidak hanya melahap hutan tapi juga perumahan bahkan gudang senjata Israel yang menjadi andalan untuk menindas rakyat Palestina. Kebakaran hebat ini terjadi hanya selang beberapa hari setelah Zionis Israel melarang azan dikumandangkan di Masjidil Aqsho dan menetapkan denda 200 dollar pada setiap kali azan di semua masjid seantero negri pendudukan tersebut. Kebakaran ini juga mengakibatkan ribuan warga terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya”. (QS. Terjemah QS. Al-An’am (6):123).

http://datariau.com/internasional/Merinding–Begini-Foto-foto-Kebakaran-di-Israel–Api-Ada-Dimana-mana-Laksanakan-Neraka

Semoga kejadian diatas dapat makin mempertebal keimanan kaum Muslimin, membuat kaum Munafikun berhenti mengolok-olok dan melecehkan ayat-ayat suci Al-Quran, serta kaum Kafirun berpikir 2 x bila ingin menyiksa kaum Muslimin dmanapun berada, aamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 1 Desember 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Liburan Lebaran tahun ini kami memilih Lombok sebagai tujuan. Sebenarnya sudah agak lama kami berniat ingin mengunjungi Lombok, yaitu sejak melihat foto-foto anak kami yang baru pulang dari hiking ke gunung Rinjani. Foto-foto gunung ke 2 tertinggi di Indonesia ( 3726m) dengan danau Segara Anakan tersebut sungguh memukau hati.

Sayangnya untuk menikmati pemandangan menakjubkan ciptaan Allah ini tidaklah mudah, karena harus dengan cara hiking lebih dari 24 jam. Itu bila dihitung dari pos pendakian terdekat. Hal yang rasanya mustahil dilakukan orang-orang seumur kami dan tidak terbiasa hiking pula. Akhirnya kandaslah keinginan tersebut. Hingga suatu hari kami mendengar kabar bahwa Lombok bukan hanya Rinjani dan danau Segara Anakan.

Setelah googling dan bertanya kesana kemari maka hatipun mantab liburan kali ini ke Lombok – Nusa Tenggara Barat. Dan Surya Travel Lombok Paket Suka-Suka adalah travel yang kami putuskan bakal mendampingi kami selama 5 hari 4 malam. Travel ini kami pilih karena dapat leluasa memilih obyek turis yang diinginkan.

Pariwisata Lombok memang sedang naik daun, menyaingi Bali yang sejak lama sudah mendunia. Lombok yang terletak tepat di sebelah timur Bali ini mempunyai luas kurang lebih sama dengan Bali, yaitu 5.435 km², selisih sedikit dengan Bali yang luasnya 5.636 km2.

Lombok terbagi atas 4 kabupaten yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara, dengan ibu kota di Mataram. Sementara dataran tinggi dimana gunung Rinjani berada terletak di Lombok Utara. Di ke 4 kabupaten tersebut tersimpan keindahan alam Lombok yang sungguh mempesona.

                                                                              *****

Dengan menumpang Citylink kami ber-empat ( saya, suami dan putra-putri ) tiba di bandara Lombok International Airport (LIA)  pada Sabtu, 9 Juli 2016 lebih kurang pukul 10.00 wit. Bandara yang diresmikan penggunaannya pada 2011 ini terletak di Praya, Lombok Tengah menggantikan bandara lama di Mataram.

Begitu keluar bandara, mas Ziyadi dari travel perjalanan yang selama 5 hari akan memandu kami sudah menunggu dan terlihat diantara para penjemput. Sesuai rencana dengan mengendarai Avanza kami langsung melaju ke Tanjung Ringgit dan pantai Pink yang letaknya tidak berjauhan. Oya karena jarak Tanjung Ringgit cukup jauh sementara disana tidak ada penjual makanan maka di bandara sebelum keluar tadi kami sengaja membeli bekal makan siang.

Harap maklum Tanjung Ringgit yang terletak di ujung tenggara Lombok kabupaten Lombok Timur itu belum begitu tersentuh. Tidak banyak travel yang bersedia mengantar wisatawan ke tempat ini, karena selain jaraknya yang jauh, jalanannyapun sebagian masih rusak parah.  Kami sempat memergoki sebuah mobil terperosok ke dalam lubang besar semacam got kering yang ada di tepi jalan. Ironisnya lagi, kelihatannya mobil tersebut sudah berada di tkp beberapa hari. Kemungkinan besar mobil derek tidak bisa datang dan mengangkatnya, karena sulitnya medan.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam tibalah kami di pertigaan menuju pantai Pink dan Tanjung Ringgit. Mas Ziadi mengusulkan untuk mengunjungi lebih dulu pantai Pink atau pantai Tangsi orang Lombok menyebutnya, baru Tanjung Ringgit.

“ Sempatkan naik ke bukit, pemandangan dari atas sangat indah”, pesan guide kami sebelum kami turun dari mobil.

Pantai Pink

Pantai Pink

Pantai Pink

Pantai Pink

Dan memang tidak salah apa yang dikatakannya itu. Pantai Pink ini sudah unik berkat pasir lembutnya yang berwarna pink. Airnya yang jernih biru tosca menambah keindahannya. Namun dilihat dari atas bukit kecantikan pantai Pink makin terlihat nyata. Perbedaan warna air laut antara yang biru, hijau kebiruan dan tosca terlihat makin jelas, yang saking jernihnya bebatuan yang ada di dalam lautpun bisa terlihat. Sejumlah perahu dengan warna dasar biru menambah semarak pantai ini.

Tak lama setelah puas menikmati pantai ini kami segera menuju Tanjung Ringgit. Ternyata perjalanan dari pantai Pink menuju Tanjung ini lebih parah lagi. Jalanan ini lebih tepat disebut jalan setapak yang menembus semak belukar. Tampaknya ini bukan jalan umum. Selain motor rasanya tidak mungkin kendaraan bisa memasuki areal ini, kecuali nekad. Itu kesan saya pribadi. Dan nyatanya memang tidak ada jalan selain jalan yang baru kami lalui ini.

Bisanya naik boat dari pantai Pink bu, kalau tidak mau lewat jalan ini”, jelas mas Ziyadi menjawab rasa penasaran saya.

“Wah pantas kebanyakan travel g mau ngantar wisatawan ke tanjung ini. Sayang mobilnyalah”, bisik suami saya.

Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit

Namun begitu kendaraan muncul dari balik semak di ketinggian, dibawah sana tampak pemandangan yang benar-benar menakjubkan, mengingatan Cliff of Moher di Irlandia yang terkenal  itu. Allahuakbar. Deretan tebing batu terlihat berkelok menghiasi tepi samudra Hindia yang berwarna hijau kebiruan. Ombak putih tampak susul menyusul membenturkan diri ke  sepanjang tebing terjalnya, menimbulkan deburan ombak yang sungguh membuat hati ini tentram mendengarnya. Airnya yang begitu jernih mampu memperlihatkan bebatuan yang ada di dalamnya.

Uniknya lagi, di bawah salah satu tebing curam ini terdapat sumur air tawar yang airnya dapat diminum.  Sumur tersebut berada tak jauh dari goa raksasa yang ada di tanjung ini.

“ … … Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”(QS. Ar-Rahman(55):16-21).

Disamping keindahannya yang begitu mempesona, Tanjung Ringgit memiliki situs sejarah peninggalan dari masa penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia, diantaranya yaitu meriam dan mercusuar yang masih aktif hingga saat ini. Tanjung Ringgit adalah wilayah pertahanan Belanda dan Jepang di wilayah selatan Indonesia yang memisahkannya dari benua Australia, dengan lautan Hindia sebagai pembatasnya.

Ingin rasanya berlama-lama menikmati keindahan alam cipta-Nya tersebut kalau tidak mengingat waktu yang terbatas. Sore ini kami masih harus menjalani perjalanan ke Senggigi dimana kami akan menginap. Juga mampir ke tempat tenun Lombok yang khas itu. Memang hari pertama ini adalah perjalanan terjauh yang akan kami tempuh. Kami masuk hotel sekitar pukul 9 malam setelah mampir makan malam di sebuah restoran di Senggigi, tak begitu jauh dari hotel.

20160823_083838

Senggigi

Senggigi

Senggigi

Senggigi

IMG_9239Esok paginya selesai sarapan kami menyempatkan diri menikmati keindahan pantai yang ada di belakang hotel. Sekali lagi kami harus mengakui betapa jernihnya air laut di pulau seribu masjid ini. Warna airnya yang biru kehijauan sungguh mempesona. Uniknya lagi, batu-batu karang yang ada di sepanjang pantai tersebut juga berwarna biru. Bentuknyapun tidak seperti umumnya yang dijumpai di  pantai lain.

Setelah itu kami segera bersiap-siap melanjutkan perjalanan ke 3 gili yaitu gili Kedis, gili Sudak dan gili Nanggu. Ke tiga gili ( gili artinya pulau dalam bahasa Lombok) ternyata tak kalah indahnya dengan Gili Trawangan yang telah dikenal lebih dulu. Setidaknya ketiga gili tersebut belum seramai gili Trawangan hingga pantai dan air lautnya masih sangat bersih.

Gili Kedis yang ditempuh hanya dalam waktu 15 menit dengan perahu dari penyebrangan di tepi jalan raya Sekotong adalah benar-benar pulau yang super mungil. Tak sampai 5 menit kita bisa mengelilingi pulau imut tersebut. Pulau yang juga sering disebut pulau romantik ini tidak berpenghuni dan tidak ada satupun bangunan diatasnya. Yang ada hanya sederetan pepohonan dengan beberapa bangku panjang dan toilet dimana kita bisa salin pakaian.

Gili Kedis

Gili Kedis

Gili Kedis

Gili Kedis

Air laut di pulau berpasir putih ini sungguh mempesona yaitu gradasi biru dan hijau tosca dengan dasar laut tidak begitu dalam yang saking jernihnya bisa terlihat dasarnya. Karang-karang besar di tepi pantai yang seolah sengaja ditata sebagai pengganti kursi benar-benar menantang untuk dimanfaatkan menikmati pemandangan indah di sekeliling pantai. Yaitu perbukitan hijau yang berada di daratan Lombok yang jaraknya tidak seberapa jauh, selain gugusan pulau yang menyembul di laut lepas di balik pulau tersebut.

Gili Sudak

Gili Sudak

Tak lama dengan perahu yang sama kami melanjutkan perjalanan ke

DCIM100MEDIA

gili Sudak dan gili Nanggu yang jauh lebih besar dari gili Kedis. Setelah makan siang di satu-satunya restoran yang ada di gili Sudak yang  harganya sama sekali tidak sesuai dengan apa yang kita makan, kami langsung lanjut ke gili Nanggu. Disini kami mencoba ber-snorkeling ria, hal yang belum pernah saya lakukan seumur hidup. Alhamdulillah, trima-kasih ya Allah …

Walaupun awalnya agak sulit mengatur nafas melalui snorkeling akhirnya bisa juga kami menikmati alam bawah laut ciptaan Allah di gili ini. Terus terang surprised bisa melihat keindahan terumbu, aneka warna karang laut dan ikan tanpa harus terlalu jauh berenang dari bibir pantai. Dengan bermodalkan botol kemasan berisi potongan kecil roti tawar, aneka jenis ikanpun merebut mendekat, Masya Allah …

Kami kembali menyebrang ke daratan Lombok menjelang pukul 5 sore. Setelah numpang mandi di kamar mandi penduduk tak jauh dari tempat penyeberangan dan shalat Zuhur – Ashar yang di jamak qoshor, kamipun langsung tertidur pulas di dalam kendaraan.

“Apabila Nabi bergegas untuk melakukan perjalanan maka ia mengakhirkan shalat Zhuhur sampai waktu Ashar dan menjamak keduanya. Dan mengakhirkan shalat Maghrib sampai mengumpulkan (menjamak) antara Maghrib dan Isya ketika bayang-bayang merah sudah terbenam (tanda masuk waktu Isya)”. (HR. Muslim).

Sekitar 2 jam kemudian sampailah kami di ibu kota Mataram.  Mas Ziyadi meromendasikan sate Rembiga sebagai menu malam hari ini. Tidak salah memang, karena sate yang terbuat dari daging sapi ini benar-benar lezat. Sayang pedasnya bukan main, maklum sambalnya dimasak bersama satenya, tidak bisa dipisahkan. Sebagai info, rata-rata makanan Lombok memang terkenal pedas, tidak terkecuali ayam taliwang dan kangkung plecing yang khas Lombok itu. Juga nasi balap puyung, semacam nasi rames kalau di Jakarta. Untung ayam taliwangnya bisa dipisahkan sambalnya hingga saya bisa ikut mencicipinya.  Alhamdulillah …

20160710_111202Selesai makan, kami berkeliling kota sebentar. Dengan bangga mas Ziyadi memperlihatkan masjid baru yang dalam waktu dekat akan menerima ratusan qori dan qoriah terbaik untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran ( MTQ) Nasional ke 26 di kota ini. Setelah itu kami langsung menuju hotel untuk berstirahat.

Berikutnya adalah air terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep yang menjadi tujuan kami. Kedua air terjun yang letaknya berdekatan ini berada di taman nasional gunung Rinjani desa Senaru kecamatan Bayan Lombok Utara. Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Senggigi ke tempat ini. Dalam perjalanan mas Ziyadi sempat bercerita tentang adanya masjid di kecamatan Bayan yang merupakan masjid pertama di Lombok.

Masjid  ini dibangun pada abad 16-17, menandakan bahwa Islam telah lama masuk dan dikenal penduduk asli Lombok yaitu suku Sasak.  Dari masa inilah dikenal istilah wetu telu yaitu shalat yang telu ( tiga) kali sehari. Hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kabarnya hal ini dikarenakan para pembawa ajaran Islam pada waktu itu sebelum sempat menyampaikan ajaran Islam secara sempurna karena alasan tertentu harus meninggalkan Lombok.

https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Bayan_Beleq

Untuk diketahui suku Sasak dulunya adalah penganut animisme, kemudian Hindu sebelum akhirnya memeluk Islam, yaitu paska runtuhnya kerajaan Majapahit. Ketika itu para wali yang datang dari Jawa diantaranya sunan Prapen mengajarkan Islam secara bertahap dengan memanfaatkan adat dan tradisi lama. Tak heran bila sampai saat ini ajaran Islam di Lombok masih sedikit menyisakan adat dan tradisi di sana sini. Namun demikian ajaran wetu telu sendiri sudah tidak lagi dipraktekkan masyarakat Lombok kecuali generasi tua yang sudah tidak lagi banyak.

https://id.wikipedia.org/wiki/Wetu_Telu

Ini adalah berkat kerja keras ulama-ulama yang datang kemudian demi menyempurnakan ajaran Islam. Lombok yang juga dikenal dengan julukan pulau seribu masjid dimana ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB) berada, kini dipimpin oleh seorang gubernur yang dikenal sangat Islami. Tokoh muda kelahiran tahun 1972 yang patut dijadikan idola di tengah krisis  keteladanan pemimpin tersebut adalah TGH M Zainul Majdi yang dikenal dengan nama  Tuan Guru Bajang, cucu pendiri organisasi Islam terbesar di NTB.

( Bersambung).

Read Full Post »

Jadi sungguh bukan hal yang mengherankan mengapa negara-negara Islam termasuk Turki belakangan ini terus saja dilanda kerusuhan dan fitnah yang tak kunjung henti. Isu teroris yang dialamatkan kepada umat Islam makin menjadi-jadi bahkan cenderung mulai tak terkendali. ISIS contohnya, yang awalnya dicitrakan sebagai “negara Islam” yang dengan brutal menteror Barat/non Islam, belakangan mulai menampakkan belangnya dan sedikit demi sedikit memperlihatkan jati diri aslinya.  Serangan bom terhadap bandara Istanbul Turki 3 minggu sebelum kudeta, yang notabene Islam adalah buktinya.

http://donatqofficial.blogspot.co.id/2015/03/isis-dibuat-oleh-cia-dan-mossad-untuk.html

Juga serangan terhadap Nice, kota pelabuhan di selatan Perancis yang belum lama terjadi. Dalam tragedy brutal yang menewaskan 84 orang dimana sebuah truk tronton sengaja ditabrakkan ke sekumpulan orang yang sedang menyaksikan pesta kembang api dalam rangka kemerdekaan Perancis itu, ternyata korban/sasaran pertamanya adalah seorang Muslimah yang menjalankan ajarannya dengan baik. Bahkan berdasarkan laporan terakhir lebih dari 1/3 korban adalah Muslim !

http://international.sindonews.com/read/1123921/41/isis-klaim-bertanggung-jawab-atas-teror-nice-1468668262

Memang berdasarkan pemeriksaan polisi, si penabrak yang kemudian tewas ditembakaparat, adalah seorang yang mengaku Muslim. Pria keturunan Tunisia itu bernama Mohamed Lahouaiej Bouhlel (31). Namun para tetangganya mencermati bahwa pria tersebut sama sekali tidak menunjukkan keislamannya. Ia dikenal sebagai pria yang suka minum alkohol dan makan babi. Ia juga tercatat sebagai penjahat kecil yang sering membuat onar.

Begitulah cerminan anggota ISIS, persis seperti kesaksian seorang  warga Perancis yang suatu ketika pernah ditawan kelompok teroris. Ia menceritakan bahwa ia tidak pernah melihat anggota ISIS shalat maupun membaca Al-Quran. Sekedar info, di Nice jumlah penduduk Muslim yang terus saja bertambah banyak telah membuat pemerintah Perancis merasa khawatir negaranya bakal didominasi Muslim yang kebanyakan adalah pendatang.

https://iamisty.wordpress.com/artikel-islam/ketakuatan-barat-atas-jumlah-kaum-muslim/

Namun yang juga tak kalah menarik, Perancis yang masih berada dalam “masa darurat” sejak 3 bulan lalu dan harusnya akan berakhir pada 26 Juli mendatang. Mengapa justru pada perayaan kemerdekaan akbar 14 Juli sebuah truk tronton bisa berada di tengah kerumuman orang yang begitu padat ??? Dimanakah gerangan para petugas yang di beri tanggung-jawab mengamankan suksesnya “masa darurat”???

Yang juga patut diperhatikan, pemerintah Perancis yang pada tanggal 13 Juli tiba-tiba menutup perwakilan mereka di Istanbul dan Ankara demi alasan keamanan, lalu 2 hari kemudian kita dikejutkan dengan adanya percobaan kudeta di Turki. Suatu kebetulankah???

Kedutaan Perancis di Ankara, juga konsulat jenderal di Istanbul akan ditutup pada Rabu, 13 Juli, pukul 13.00, hingga pemberitahuan selanjutnya.

http://www.cnnindonesia.com/internasional/20160713182039-134-144609/perancis-tutup-kantor-perwakilan-di-turki/

Barat sangat menyadari umat Islam dengan konsep jihadnya seperti pada waktu lalu, sulit untuk dikalahkan melalui perang terbuka. Maka diciptakanlah perang pemikiran ( Gazwl Fikri). Isu Demokrasi, Toleransi, Sekulerisme, Pluralisme dan Liberlisme adalah contohnya, yang dalam prakteknya berstandard ganda alias sangat rancu, tergantung pelakunya.

Negara adi daya Amerika Serikat yang dikenal paling bernafsu melawan terorisme, contohnya. Ketika Erdogan secara resmi meminta agar otak kudeta berdarah yang sejak beberapa tahun tinggal di AS di ekstradisi, AS terlihat mempersulit permintaan tersebut. Ada apakah sebenarnya?? Mengapa AS yang merupakan sekutu terdekat sekaligus pelindung Israel ini begitu ingin melindunginya?? Perhatikan pidato Obama di depan AIPAC ( American Israel Public Affairs) beberapa tahun lalu, sesuatu yang selalu ditutupinya ketika berada di depan umum.

http://safeshare.tv/w/WfohHOLdCE

http://www.suarapalestina.com/in/?action=showdetail&seid=1103

Ironisnya tidak sedikit umat Islam yang termakan propaganda tersebut. Tidak sedikit umat Islam yang justru menyalahkan keputusan Erdogan. Begitupun dengan penetapan masa darurat yang diambil Erdogan. Ketika presiden Turki ini memutuskan status darurat bagi negaranya yang baru lolos dari percobaan kudeta, sebagaimana Perancis yang juga menetapkan masa darurat dan paska tragedi Nice memperpanjangnya, media sekuler, seperti kebakaran jenggot beramai-ramai mencemoohnya. Bahkan tega memfitnah bahwa kudeta hanyalah akal-akal Erdogan agar ada alasan membuat status darurat. Apakah itu berarti rakyat yang bangun di pagi buta kemudian ke luar rumah berbondong-bondong menghalau tentara juga bagian dari sandiwara ???

Kudeta terhadap pemerintahan yang sah, yang terpilih secara demokratis adalah berlawanan dengan demokrasi itu sendiri. Namun kudeta yang dilakukan jendral Fattah Al-Sisi pada tahun 2013 terhadap presiden Mesir Mohammad Morsi yang terpilih secara demokratis hingga kini baik-baik saja. Jendral tersebut melenggang sebagai presiden Mesir hingga detik ini.  Tidak ada kecaman serius termasuk dari negara kita yang katanya mayoritas Muslim. Untuk diingat, seperti Erdogan, Morsi juga sedang berusaha menerapkan hukum syariat begitu dirinya terpilih sebagai presiden.

http://www.portalpiyungan.com/2016/07/jokowi-tidak-mengecam-kudeta-di-turki.html

Sikap mendukung kudeta juga diperlihatkan sejumlah pejabat kita, juga media sekuler seperti MetroTv, Kompas, Tempo dan Detik. Media-media tersebut dengan sigap memberitakan kudeta penggulingkan Erdogan dengan nada kemenangan. Begitupun media Mesir yang pro militer. Setidaknya 3 surat kabar Mesir memberitakan kudeta tersebut dan menyambut dengan suka cita sebelum akhirnya meralat kegagalan kudeta. Mesir yang merupakan anggota tidak tetap DK-PBB bahkan mengajukan keberatan atas resolusi dewan agar mengecam kudeta Turki.

http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/16/07/18/oah244377-kenapa-mesir-menolak-kecaman-kudeta-turki

Sungguh pada diri sebagian kaum Muslimin tersebuti tidak tampak sedikitpun ghirah (cemburu dan marah/tersakiti/tersinggung) terhadap agama yang terdzalimi. Tidak juga terbetik adanya rasa persaudaraan sebagai sesama Muslim.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam”.( HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)

Lemahnya rasa persaudaraan diantara umat Islam ini tentu saja tidak luput dari perhatian musuh-musuh Islam. Ditambah lagi dengan adanya kaum Munafikun yang terus merongrong dari dalam. Juga mereka yang mengaku Islam tapi enggan menjalankan syariat agamanya bahkan memusuhi saudara-saudarinya sendiri yang mereka anggap kolot dan kuno karena kukuh menjalankan syariat. Juga adanya orang yang mengaku Islam namun mengabaikan ajaran agamanya sendiri agar mematuhi pemimpin, selama sang pemimpin tidak mendzalimi Tuhannya dan tidak melecehkan agamanya, layaknya imam dalam shalat.

Bukankah adanya perbedaan , selama hanya di cabang/furu’ bukan di ushul/prinsip adalah bagian dari indahnya Islam yang harus kita syukuri? Bukan malah dipertentangkan apalagi dipertajam ??

Inilah yang kemudian dimanfaatkan musuh-musuh Islam untuk menyerang dari dalam. Hanya dengan sedikit dikipas saja jadilah perpecahan umat, persis seperti yang terjadi di negara-negara mayoritas Muslim saat ini. Kerusuhan bahkan perang saudara yang tak kunjung surut sungguh membuat kita makin lemah, sekaligus pemandangan menyenangkan bagi para pembenci Islam.

Masih belum cukupkah semua itu kita jadikan pelajaran berharga ??? Relakah kita menyaksikan Turki yang sedang menuju kemajuan dan kebesaran Islam kembali terhempas dilanda kerusuhan yang masih mungkin terjadi paska kudeta yang gagal ini, terlepas siapapun dalang di baliknya??

Ya Allah, lindungilah umat Islam dimanapun berada, khususnya rakyat Turki yang saat ini sedang berada dalam situasi genting. Buka dan satukan hati umat Islam agar tidak mudah terpecah hingga mudah di adu domba dan menjadi mangsa empuk mereka yang tidak ingin Islam kembali mencapai puncak kejayaan.

 Ya Allah bersihkan hati umat Islam termasuk para pemimpinnya dari segala kotoran dan nafsu duniawi yang menyebabkan lupa dari menyembah dan mengagungkan-Mu, lupa bahwa dunia adalah lahan untuk mengumpulkan amal demi mendapatkan ridho dan surga-Mu. Aamiin aamiin aamiin ya Robbal ‘ Aalamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 22 Juli 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Older Posts »