Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Paham filsafat itu baik, yang tak baik adalah menempatkannya di atas segalanya. Seorang filosof adalah dia yang mencari kebenaran, keutuhan, keharmonisan, dan kedamaian dengan caranya. Dengan kelurusannya mereka menemukan resonansi, angka-angka, etika dan estetika yang dengan sendirinya harmonis dengan sifat dan sikapnya. Dengan itu, lahirlah para ilmuwan mengagumkan.

Dalam perkembangannya hingga pada abad ke-19 dan 20, masih banyak ilmuwan Barat yang masih bersusah payah menolak kebenaran adanya tuhan dan agama; menolak risalah Alquran dan Injil. Para ilmuwan kenamaan dunia itu hanya hidup di atas nama ilmu pengetahuan yang mereka anggap serba ilmiah, dan dihasilkan dari sebuah penelitian massif.

Namun, secara tidak sengaja mereka menemukan keajaiban-keajaiban yang tersembunyi, sesuatu yang kemudian membuka mata hati mereka kepada tuhan, maka munculnya teori Big Bang pada 1929 yang membuka mata rantai antara sains dan ketuhanan. Tulisan ini akan mengulas bagaimana para ilmuwan Barat menemukan keajaiban agama, khususnya rasa takjub mereka terhadap Alquran dan Nabi Muhammad SAW.

Alquran adalah kitab penuh dengan mukjizat, literatur bahasa arab terbaik dan sesuai dengan sains. Mungkin di masa depan zamannya berbeda lagi. Tidak seperti sekarang yang seakan kebenaran selalu diukur dengan sains dan teknologi. Tapi bagaimanapun kondisi masa depan, maka Alquran sebagai firman Tuhan akan membuktikan kebenaran dirinya,” begitu kata cendekiawan Muslim, Dr Zakir Naik, ketika ditanya oleh Rahul, seorang Hindu dari India mengenai kitab agama mana yang paling ilmiah.  (Transkripsi video dari Youtube oleh Baitul Maqdis, 2015). 

Uangkapan Zakir Naik tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam Alquran. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (Qs: Al-Hijr: 9).

Berikut ini adalah 8 Ilmuwan yang dibuat kagum oleh Islam:

1.Dia adalah seorang Direktur Gunma Astronomical Observatory, mantan direktur National Astronomical Observatory of Japan. Dia menghabiskan hampir separuh hidupnya untuk meneliti dinamika langit hingga dikenal sebagai Mekanisme Kozai. Mekanisme ini menggambarkan titik orbit asteroid, yang sekarang digunakan dalam studi tabrakan galaksi dan exoplanets.

Para ilmuan lain menyatakan itu adalah asap yang berkabut. Namun Kozai mengatakan kabut tidaklah cocok untuk menggambarkan asap tersebut, sebab kabut memiliki sifat dingin yang khas dingin, sedangkan asap kosmis agak panas.

Bertemulah Kozai dengan Sheikh Abdul-Majeed A. Zindani yang menyajikan sejumlah ayat Alquran yang menjelaskan awal mula alam semesta dan langit, serta hubungan bumi dan langit.

“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: Datanglah kamu: Keduanya menuruti perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa, keduanya menjawab: Kami datang dengan suka hati.” (QS Fushshilat: 11).

Ayat itu membuat Kozai heran sekaligus takjub, apalagi setelah mengatahui bahwa Alquran diturunkan pada 1400 tahun yang lalu. Menurut dia, Alquran menggambarkan alam semesta seperti yang terlihat dari titik pengamatan tertinggi.

“Saya sangat terkesan dengan menemukan fakta-fakta astronomi yang benar dalam Alquran, dan bagi kami para astronom modern yang telah mempelajari potongan-potongan yang sangat kecil dari semesta. Kami telah memusatkan upaya kami untuk memahami bagian yang sangat kecil. Karena dengan menggunakan teleskop, kita dapat melihat hanya sedikit bagian dari langit tanpa berpikir tentang seluruh alam semesta. Jadi, dengan membaca Alquran dan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan, saya pikir saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta,” kata Kozai.

Karena itu, Kozai percaya bahwa Alquran tidak mungkin bersal dari manusia, tapi sang pencipta. Profesor itu kemudian memusatkan penelitiannya berdasarkan sumber Alquran.

2. Ahli Anatomi, Profesor of Pediatrics and Child Health, dan Profesor Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Universitas Manitoba, Winnipeg, Manitoba, Kanada. Di sana, ia menjadi Ketua Departemen Anatomi selama 16 tahun.

Persaud sangat terkenal di bidangnya. Dia adalah penulis atau editor dari 22 buku dan menerbitkan lebih dari 180 karya ilmiah. Pada tahun 1991, ia menerima penghargaan paling terkemuka di bidang anatomi di Kanada, the JCB Grant Award from the Canadian Association of Anatomists.

Uniknya, Profesor Persaud memasukan beberapa ayat Alquran dan hadis di beberapa buku-bukunya. Dia juga kerap mengungkapkan ayat-ayat dan hadis di beberapa konferensi. Ketika ia ditanya tentang keajaiban ilmiah dalam Alquran yang telah diteliti. Inilah pernyataan takjub sang profesor tersebut:

“Muhammad hanya orang biasa, dia tidak dapat membaca atau menulis, dia seorang yang buta huruf, dan kita berbicara mengenai seseorang yang hidup 1200 atau 1300 tahun yang lalu, namun dapat mengeluarkan satu pernyataan tegas mengenai ilmu pengetahuan alam yang secara ajaib ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan. Saya pikir ini tidak mungkin bisa disebut kebetulan, terlalu banyak keakuratan (yang terdapat di dalamnya). Jadi, tidak sulit bagi saya menerima bahwa ini adalah semacam ilham yang diterimanya yang membuatnya mampu menyampaikan pernyataan itu.”

3. Profesor dan Ketua Departemen Anatomi dan Perkembangan Biologi. Johnson juga merupakan Direktur Institut Daniel Baugh, Thomas Jefferson University, Philadelphia, Pennsylvania, USA. Johnson pun telah menulis lebih dari 200 karya yang telah dipublikasikan. Profesor Johnson mulai tertarik pada tanda-tanda ilmiah dalam Alquran saat menghadiri Saudi Medical Conference ketujuh tahun 1982, ketika sebuah komite khusus dibentuk untuk menyelidiki tanda-tanda ilmiah dalam Alquran dan Hadis.

Pada awalnya, Profesor Johnson tidak menerima bahwa ada ayat-ayat yang menjelaskan tentang perkembangan biologi dalam Alquran dan Hadis. Tapi setelah diskusi dengan Sheikh Zindani, ia mulai berminat dan berkonsentrasi meneliti terkait tahap internal serta pengembangan eksternal janin dalam tubuh manusia. Melalui serangkaian penelitian itulah dia berdecak kagum pada apa yang tertulis pada kitab berumur 1400 tahun yang lalu.

“Sebagai ilmuwan, saya hanya berurusan dengan sesuatu yang secara spesifik dapat saya lihat. Saya bisa memahami tentang embriologi, tahap perkembangan makhluk hidup, saya dapat memahami tentang kata-kata yang diterjemahkan kepada saya yang berasal dari Alquran. Sebagaimana saya telah berikan contoh sebelumnya, seandainya saya dapat kembali ke masa itu (zaman Nabi Muhammad), dengan pengetahuan yang saya miliki sekarang, dan saya harus menjelaskan semua itu, saya tetap tidak dapat menjelaskannya. Saya tidak melihat ada bukti yang kuat yang bisa digunakan untuk menyangkal konsep bahwa Muhammad telah mendapatkan informasi ini dari suatu tempat. Jadi saya melihat bahwa sebuah campur tangan ketuhanan telah menjelaskan hal-hal besar yang kemudian diungkap oleh ilmu pengetahuan saat ini. Mengingat bahwa dia (Muhammad saw) adalah seorang yang buta huruf,” katanya.

Dia melanjutkan. “Dalam beberapa ayat Alquran, tercantum penggambaran yang jelas mengenai perkembangan manusia sejak masa tercampurnya Gamet melalui proses organogenesis. Tidak ada catatan yang lengkap dan jelas tentang perkembangan manusia, seperti klasifikasi, istilah dan penggambarannya, yang ada sebelum ini. Secara keseluruhannya, penggambaran (dalam Alquran) ini mendahului beberapa abad dalam hal penggambaran mengenai berbagai tahap embrio manusia dan perkembangan janin yang terdapat dalam literatur ilmiah yang ada.”

4. Presiden American Association of Clinical Anatomi (AACA) pada 1989. Juga seorang ilmuawan Anatomi dan Embriologi dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains. Dia menulis bersama profesor Arthur F. Dalley II, Clinically Oriented Anatomy, yang merupakan literatur berbahasa Inggris paling populer dan menjadi buku kedokteran pegangan di seluruh dunia. Buku mereka juga digunakan oleh para ilmuwan, dokter, fisioterapi dan siswa seluruh dunia.

Pada tahun 1980, Moore diundang ke Arab Saudi untuk memberikan kuliah anatomi dan embriologi di Universitas King Abdulaziz. Di sana, Moore didekati oleh Komite Embriologi dari Universitas agar membantu menafsirkan ayat-ayat tertentu dalam Alquran dan Hadis tentang reproduksi manusia dan perkembangan embriologi. Selama tiga tahun bekerja bersama Komite Embriologi tersebut, dia telah membantu menafsirkan banyak pernyataan dalam Alquran dan Sunnah yang mengacu pada reproduksi manusia dan perkembangan janin.

“Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan alaqoh (sesuatu yang melekat), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya mahluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik”. (Terjemah (QS. Al Mu’minuun): 13-14).

Sang profesor awalnya mengaku heran dengan akurasi isi surat yang terekam pada abad ke-7 tersebut, sebelum ilmu embriologi didirikan. “Tidak mungkin ayat ini ditulis pada tahun 7 Masehi, karena apa yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah fakta ilmiah yang baru diketahui oleh ilmu pengetahuan modern! Ini tidak mungkin, Muhammad pasti menggunakan mikroskop!,” katanya. Namun, dia mengatakan ungkapan mikroskop itu hanya candaan. “Saya hanya bercanda, tidak mungkin Muhammad yang mengarang ayat seperti ini.”

Moore mengungkapkan kebahagiaannya karena telah menemukan kebenaran saat dia membantu mengklarifikasi isi ayat Alquran tersebut. “Jelas bagi saya bahwa pernyataan Alquran ini telah diterima Muhammad dari Tuhan atau Allah. Karena semua hal ini tidak terungkapkan hingga berabad-abad kemudian. Hal ini membuktikan kepada saya bahwa Muhammad pasti seorang Rasul atau utusan Tuhan atau Allah.”

5. Seorang ahli bedah berkebangsaan Perancis. Ia menjadi terkenal karena menulis buku tentang Islam, Alquran dan ilmu pengetahuan modern. Berawal pada 1975, ketika Prancis menawari bantuan kepada Mesir untuk meneliti mumi Firaun. Bucaille lah yang menjadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian tersebut.

Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan. Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk dijadikan mumi agar awet. Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan: Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal telah dikeluarkan dari laut. Bucaille pun mengeluarkan laporan akhir yang diyakininya sebagai penemuan baru dengan judul ‘Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern’, judul aslinya; ‘Les Momies des Pharaons et la Midecine’.

Saat menyiapkan laporan akhirnya itu, salah seorang rekannya membisikkan sesuatu di telinga Bucaille bahwa kaum Muslimin telah lama berbicara tentang tenggelamnya mumi ini. Dia mengacukannya, tapi cukup membuatnya penasaran. Dia mulai berpikir dan bertanya-tanya, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.

Dari sini, terjadilah diskusi antara dia dengan peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa AS, perbuatan yang dilakukan Firaun dan pengejarannya terhadap Musa hingga dia tenggelam. Kemudian bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.

Dia pun disuguhkan dengan sebuah ayat yang mencengangkan. “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (Terjemah QS Yunus(10: 92).

Bucaille tersentuh hingga ia berdiri di hadapan orang-orang yang hadir. “Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman pada Alquran ini”.

7. Seorang ahli Oceanografer dan penyelam terkemuka dari Perancis pada era 90-an.

Pada suatu hari, ia melakukan eksplorasi di bawah laut dan tiba-tiba menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya. Air itu tidak bercampur atau tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya sehingga seolah-olah ada dinding membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim dan menceritakan fenomena ganjil itu kepadanya.

Profesor tersebut lalu membeberkan ayat Alquran surat Ar-Rahman ayat 19-20, yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”

Kemudian surat Al-Furqan ayat 53: “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

Terpesonalah Costeau mendengar ayat-ayat Alquran itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Dia mengakui kebenaran Alquran yang berisi firman Allah.

8. Sseorang pendidik dan pemimpin di Carnegie Mellon University, di mana dia adalah seorang profesor ilmu biologi. Brown adalah anggota dari komunitas Carnegie Mellon sejak tahun 1973, ketika ia bergabung dengan fakultas sebagai asisten profesor ilmu biologi di Mellon College of Science (MCS).

Pada 1981, terbit Journal of Plant Molecular Biologies yang mengungkapkan hasil penelitian sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat yang dipimpin Profesor William Brown. Itu tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Suara itu berulang lebih dari 1.000 kali tiap detiknya. Tim berhasil merekam suara itu menggunakan alat perekam canggih.

Dari alat perekam itu, getaran ultrasonik kemudian diubah menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditampilkan ke layar monitor. Dengan teknologi ini, getaran ultrasonik tersebut dapat dibaca dan dipahami, karena suara yang terekam menjadi terlihat pada layar monitor dalam bentuk rangkaian garis. Para ilmuwan ini lalu membawa hasil penemuan mereka ke hadapan tim peneliti Inggris, di mana salah seorangnya adalah peneliti muslim.

Yang mengejutkan, getaran halus ultrasonik yang tertransfer dari alat perekam menggambarkan garis-garis yang membentuk lafadz Allah dalam layar. Para ilmuwan Inggris ini lantas terkagum-kagum dengan apa yang mereka saksikan. Peniliti muslim mengatakan bahwa temuan tersebut sesuai dengan keyakinan kaum Muslimin sejak 1400 tahun yang lalu.

Bertasbih kepada-Nya langit yang tujuh, dan bumi (juga), dan segala yang ada di dalamnya. Dan tidak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun, lagi Maha Pengampun.” (Terjemah QS Isra(17): 44).

Setelah menjelaskan tentang Islam dan ayat tersebut, sang peneliti muslim itu memberikan hadiah Alquran dan terjemahanya kepada Profesor William.

Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Alquran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain,” kata William beberapa hari setelah mendapatkan terjemahan Alquran.

Banyak yang menganggap Albert Einstein yang lahir dari keluarga Yahudi Jerman adalah seseorang yang tak mengenal agama. Namun, beberapa catatan mensyaratkan ilmuwan besar abad 20 dan penemu teori relativitas itu dekat dengan agama.

Melalui surat yang ditujukan kepada temannya, Guy H. Raner Jr. pada Juli 1945 dan September 1949, Einstein menyatakan dengan gamblang terkait pemikirannya tentang Tuhan dan agama. “Dari sudut pandang seorang ateis, itu selalu menyesatkan ketika menggunakan konsep anthropomorphical dalam menangani hal terluar dari lingkungan manusia. Analogi yang kekanak-kanakan,” bunyi petikan surat Einstein kepada Raner.

Einstein, dalam makalah terakhirnya ‘Die Erklarung’ (Deklarasi) yang ditulis pada tahun 1954 di Amerika Serikat dalam bahasa Jerman menelaah teori relativitas dalam ayat-ayat Alquran dan ucapan Imam Ali bin Abi Thalib dalam kitab Nahjul Balaghah. Einstein menyebut penjelasan Imam Ali tentang mimpi perjalanan Mi’raj jasmani Nabi Muhammad ke langit dan alam malaikat yang hanya dilakukan dalam beberapa detik sebagai penjelasan paling bernilai.

Einstain juga disebut pernah menyurati ulama Iran, Ayatollah Al Udzma Sayid Hossein Boroujerdi, terkait pandangannya terhadap Islam dan menyatakan ketertarikan terhadap konsep ajaran agama yang dibawa nabi Muhammad SAW. Hal itu dilaporkan Radio Israel pada Maret 2014.

Laporan tersebut mengutip video dari Ketua Majelis Ahli Iran, Ayatollah Mahadavi Kani. Ia menjelaskan ketika Einstein mendengar tentang peristiwa kenaikan Nabi Muhammad, sebuah proses yang lebih cepat daripada kecepatan cahaya, dia menyadari hal ini merupakan gerakan relativitas yang sama dengan apa yang Einstein telah pahami.

“Einstein berkata, ‘ketika saya mendengar tentang kisah Nabi Muhammad dan tentang Ahlul Bait (keluarga nabi), saya menyadari mereka mengerti hal ini jauh sebelum kita,” kata Kani, mengutip perkataan Einstein.

Namun tidak ada satu bukti autentik yang menyatakan Einstein menerima Islam.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 14 Juni 2021.

Vien AM.

Dicopas dari : https://www.republika.co.id/berita/o6z79y361/8-ilmuwan-yang-dikejutkan-oleh-kebenaran-alquran

Read Full Post »

7. Air sedikit menjadi banyak.

Dalam sebuah perjalanan, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya kehabisan bekal air. Padahal tidak ada air di sekitar mereka. Tak lama mereka bertemu seorang perempuan yang membawa sedikit air. Lalu  Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap kantung air milik perempuan tersebut. Kemudian para shahabat yang kehausan itu meminumnya. Jumlah mereka 40 orang. Setelah puas minum, mereka mengisi kantung air masing-masing hingga juga penuh.(HR. Al-Bukhari, no. 3571).

8.Berbicara dengan unta.

Dari Abdullah bin Ja’far ra, ia berkata : “Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam kebun salah seorang laki-laki Anshar. Tiba-tiba di tempat itu ada seekor unta . Ketika Rasulullah  melihatnya, unta itu merintih dan bercucuran air matanya. Rasulullah kemudian mendatangi unta itu seraya mengusapnya dari perut sampai ke punuh dan tulang telinga unta itu hingga menjadi tenanglah unta itu. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda : “Siapakah pemilik unta ini ?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata : “Unta itu milikku, wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda pula : “Tidakkah engkau bertaqwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah. Binatang ini telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar disebabkan membebani punggungnya dengan beban yang terlampau berat”. (HR. Ahmad & Abu Dawud).

9. Makanan sedikit cukup untuk orang banyak.

Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terlihat lemas karena menahan lapar. Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu yang mendengar hal itu akhirnya menemui istrinya. Abu Thalhah dan istrinya berniat mengundang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk makan.

Singkat cerita, Abu Thalhah dan istrinya ternyata hanya memiliki makanan yang sedikit. Padahal Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak banyak sahabat untuk ikut makan di rumah Abu Thalhah. Abu Thalhah menjadi cemas; makanan sedikit apakah cukup untuk menjamu tamu sebanyak itu? Dengan perasaan gundah pasangan suami istri tersebut hanya bisa pasrah menyambut kedatangan Rasulullah beserta para sahabat. Sebelum acara makan dimulai, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan makanan yang dihidangkan. Setelah itu para tamu diminta makan bergantian. Yang pertama makan adalah 10 sahabat. Lalu, 10 sahabat berikutnya, kemudian 10 sahabat berikutnya, begitu seterusnya.

Akhirnya semua sahabat yang datang itu makan sampai kenyang, sedangkan jumlah mereka waktu itu 70 atau 80 orang. Setelah itu, barulah Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarga Tholhah makan pula hingga kenyang pula. (Sumber: H.r. Al-Bukhari, no. 3385; Muslim, no. 2040)

10. Berbicara dengan jin dan mengikatnya.  

Dalam sebuah Hadist dikisahkan bahwa suatu hari ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak memasuki masjid, terlihat iblis sedang melongok-longok di sisi pintu masjid.

Wahai Iblis apa yang sedang kamu lakukan di sini?” Maka iblis itu menjawab, “Aku hendak masuk masjid dan akan merusak shalat orang yang sedang shalat ini, tetapi aku takut pada lelaki yang tengah tidur ini.

Lalu Nabi berkata, “Wahai Iblis, kenapa kamu bukannya takut pada orang yang sedang shalat, padahal dia dalam keadaan ibadah dan bermunajat pada Tuhannya, dan justru takut pada orang yang sedang tidur, padahal ia dalam posisi tidak sadar?” Iblis pun menjawab, “Orang yang sedang shalat ini bodoh, mengganggu shalatnya begitu mudah. Akan tetapi orang yang sedang tidur ini orang alim (pandai).”

Dalam riwayat lain, dari Muhammad bin Ja’far dari Muhammad bin Ziyad, dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam  yang bersabda, “Sesungguhnya Ifrit dari kalangan jin tadi malam telah datang kepadaku dan berusaha mengganggu shalatku, tetapi Allah memberiku kemampuan untuk mengalahkannya. Aku ingin mengikatnya di salah satu pilar masjid, agar pada waktu subuh kalian dapat melhatnya, tetapi aku teringat kata-kata saudara Sulaiman, (seperti dinyatakan dalam Al-Qur’an), ‘Ya Tuhanku! Ampunilah aku dan berilah aku kerajaan yang tiada seorang pun sesudahku patut memilikinya.’ (Shad: 35)”. Lalu berkata, “Kemudian beliau mengusirnya dalam keadaan hina.” (HR Al-Bukhari).

11. Dapat melihat orang yang disiksa dalam kubur.

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata, Nabi saw pernah melewati dua buah kuburan, lalu beliau berkata; “Kedua penghuni kubur ini sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena dosa besar melainkan karena dia tidak menyucikan diri dari kencingnya, sedangkan yang lain karena suka mengadu domba.”

Kemudian beliau mengambil pelepah kurma basah dan membelahnya menjadi dua bagian. Masing-masing ditancapkannya di dua kuburan tersebut. Para sahabat lantas bertanya, “Ya Rasulullah, kenapa engkau lakukan itu?” Beliau bersabda, “Semoga diringankan siksa kubur keduanya, selama kedua pelepah ini belum kering.” (HR. Bukhari).

Saat itu pula, ketika Rasulullah berjalan, tiba – tiba saja awan menaungi beliau. Rahib pun semakin yakin dengan kenabian Muhammad SAW. Di Syam

12. Hilang dari pandangan manusia.

“ Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat”.(QS.Yasin(36):9 ).

Riwayat menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum meninggalkan kamar menaburkan pasir ke muka orang-orang kafir Quraisy yang ketika itu ditugaskan mengawasi Rasulullah dan berjaga di depan kamar beliau sambil membaca ayat di atas.

Peristiwa tersebut terjadi pada malam Rasulullah secara diam-diam  meninggalkan rumah beliau di Mekah untuk menuju Madinah demi meloloskan diri dari pembunuhan yang telah direncanakan secara matang oleh pejabat-pejabat Mekah yang sangat memusuhi Islam. Beberapa hari kemudian ketika Rasulullah yang ditemani Abu Bakar bersembunyi di dalam gua para pengejarnya kembali tidak berhasil menemukan mereka berdua. Padahal para pengejar tersebut telah berdiri tepat di depan gua.  Dengan kuasa Allah Azza wa Jala gua yang baru dimasuki keduanya tiba-tiba tertutup sarang laba-laba. Seekor burung besar berjaga di mulut gua.

13. Mengetahui berbagai berita gaib.

Ketika terjadi Perang Mu’tah, komandan pasukan perang yang ditunjuk  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memimpin pasukan muslimin terbunuh. Yang pertama terbunuh adalah Zaid bin Haritsah. Setelah Zaid terbunuh, komandan pasukan digantikan oleh Ja’far bin Abi Thalib. Kemudian, Ja’far bin Abi Thalib juga terbunuh. Sebelum kematian dua komandan itu sampai ke Madinah, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitakan kematian Zaid bin haritsah dan Ja’far bin Abi Thalib kepada para shahabatnya. Inilah salah satu mukjizat  Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam; Allah beri wahyu kepada beliau tentang berita gaib. (Sumber: H.r. Al-Bukhari,  no. 3630)

14. Berbagai hadist nabi yang terbukti benar belakangan ini baik karena terbukti terjadi maupun yang  sesuai ilmu pengetahuan, kedokteran dan sains.

Contohnya adalah tentang jatuhnya Konstatinopel pada 1453 M atau 7 abad setelah prediksi nabi. Kemudian manfaat berpuasa 3 hari dalam sebulan, manfaat habatus sauda ( Jintan hitam), cara tidur dan makan nabi, terakhir bahkan cara menghadapi pandemi dengan cara karantina seperti yang saat ini sedang melanda dunia yaitu covid 19, terlepas  adanya teori konspirasi ataupun tidak.

“Dari Abdullah bin Amir bin Rabi‘ah, Umar bin Khattab RA menempuh perjalanan menuju Syam. Ketika sampai di Sargh, Umar mendapat kabar bahwa wabah sedang menimpa wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf mengatakan kepada Umar bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Bila kamu mendengar wabah di suatu daerah, maka kalian jangan memasukinya. Tetapi jika wabah terjadi wabah di daerah kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.’ Lalu Umar bin Khattab berbalik arah meninggalkan Sargh,” (HR Bukhari dan Muslim).

15. dan masih banyak lagi.

Bersambung.

Read Full Post »

4. Mengobati sakit mata.

Sebelum penaklukan Benteng Khaibar, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu sebagai pemegang bendera pasukan. Namun ternyata Ali sedang menderita sakit mata. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam segera memanggilnya, lalu mengusap mata Ali yang sakit dengan ludah beliau. Seketika, mata Alipun menjadi sembuh seolah-olah tak pernah sakit mata.

Di lain waktu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendapat kabar bahwa keluarga Qatadah berniat memotong dan membuang mata  Qatadah radhiyallahu ‘anhu yang tercongkel dalam Perang Uhud karena sakit yang tak tertahankan, dan berpikir mustahil untuk disembuhkan. Ketika itu bola matanya keluar bersama urat-uratnya, menjulur ke wajah beserta darah yang mengalir deras.

Maka Rasulullah segera memanggil Qatadah. Kemudian dengan telapak tangan beliau bola mata yang terjulur tersebut didorong masuk ke dalam lubang matanya. Seketika itu pula sembuh mata Qatadah seperti tidak pernah terluka.

5. Berbicara dengan pohon.

“Maukah kamu aku pindahkan ke kebun kurma semula, sehingga bisa berbuah dan memberikan makanan bagi orang-orang yang beriman? atau aku pindahkan ke surga, setiap akarmu meminum air dari minuman surga, lalu para penghuni surga menikmati buah kurmamu?”

Itulah yang dikatakan Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sebuah pohon yang berada tidak jauh dari rasulullah dan para sahabat.  Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah rasulullah memulai khutbah dari yang biasanya bersandar ke pohon kurma tersebut pindah ke mimbar. Ketika itu para sahabat terkejut mendengar ada suara mirip tangisan keluar dari pohon tersebut.

Rasulullahpun  segera mendekati pohon tersebut. Kemudian berbicara sebagaimana diatas sambil meletakkan tangan beliau ke batang pohon kurma tersebut dan mengusapnya. Setelah itu beliau memeluk pohon kurma tersebut hingga suara raungan mereda dan akhirnya berhenti.

Ternyata pohon kurma tersebut memilih pilihan kedua. Nabipun bersabda: af’al Insha Allah sebanyak 3 kali. Kemudian kepada para sahabat Nabi bersabda kembali; “Demi Allah, yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalau tidak aku tenangkan dia, dia akan terus merintih sampai hari kiamat karena kerinduannya kepadaku”.

Tempat dimana pohon kurma dulu berdiri itu hingga sekarang masih bisa kita temui di dalam Masjid Nabawi. Itulah yang dinamakan Ustuwanah Hannanah yang artinya ‘Pilar Tangisan’. Pilar tersebut terletak di selatan area Raudhah persis di belakang mimbar.

Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara dengan pohon tidak hanya sekali itu saja.

Suatu hari, Jabir dan para sahabat lain berjalan bersama Rasulullah, hingga berhenti di sebuah lembah yang luas. Rasulullah kemudian pergi untuk membuang hajat. Jabir lantas mengikuti beliau dengan membawa kantong kulit berisi air. Saat itu, Nabi melihat ke sekeliling dan tidak menemukan sesuatu yang bisa dijadikan sebagai tabir (penghalang).

Di pinggir lembah, terdapat dua pohon. Rasulullah kemudian menghampiri salah satu pohon dan meraih satu dahan sambil berkata, “Menunduklah kepadaku dengan izin Allah!” Pohon itu pun menunduk di hadapan Rasulullah seperti unta yang penurut.

Kemudian, Rasulullah menghampiri pohon yang lain, lalu meraih sebuah dahan sambil mengatakan, “Menunduklah kepadaku atas izin Allah!” Pohon itu pun menunduk di hadapan beliau, dan muncullah celah di antara kedua pohon itu.

“Saling mendekatlah kalian kepadaku atas izin Allah!” kata Nabi. Kedua pohon itu pun saling mendekat dan melekat.

Kemudian, Jabir pun menjauh dari tempat itu karena khawatir jika Rasul mengetahui ia di dekatnya. Jabir menjauh darinya sambil berbicara kepada diri sendiri, hingga ia mendengar suara mendekat. Ternyata, itu suara Rasulullah yang sedang mendekat ke arahnya. Ia melihat kedua pohon itu telah berpisah dan masing-masing telah berdiri tegak kembali.

Para sahabat diantaranya Ibnu Abbas dan diriwayatkan oleh At Tirmidzi juga menceritakan suatu hari pernah melihat sebuah pohon menjadi saksi kerasulan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika itu Rasulullah mengajak seorang Baduy untuk bersyahadat. Namun orang tersebut tidak serta merta mempercayai Rasulullah.

“Siapa yang menjadi saksi atas apa yang kau katakan itu?” tanya orang tersebut.

“Pohon ini,” Rasulullah menunjuk sebuah pohon, ada yang berpendapat bahwa itu adalah pohon kurma. Pohon itu berdiri tegak di atas akarnya, di tepi sebuah lembah.

Begitu Rasulullah menunjuknya, pohon itu tiba-tiba bergerak. Dengan ajaib, pohon kurma itu berjalan menuju Rasulullah kemudian berhenti tepat di hadapan nabiyullah. Pohon itu pun kemudian merunduk di hadapan sang kekasih.

Rasulullah lalu meminta pohon tersebut untuk bersaksi tiga kali sebagaimana sabda beliau. Yakni bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah. Pohon itu pun melakukannya. Ia bersyahadat tiga kali. Setelah itu, Rasulullah menyuruh pohon itu kembali ke tempatnya. Ia menurut dan berjalan kembali ke tepian lembah. Arab Badui yang menyaksikan begitu terkejut. Ia menyaksikan keajaiban mukjizat Rasulullah dengan mata kepalanya. Pria Badui itu pun kemudian bersyahadat di hadapan nabi, saat itu juga.

6. Segelas susu mengenyangkan banyak orang.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu adalah shahabat Nabi yang sangat miskin tetapi amat banyak ilmunya dan kuat hafalannya. Dia sering mengalami kelaparan. Pada suatu hari ketika Abu Hurairah sedang duduk di jalan, Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam melewatinya dan tersenyum melihatnya. Beliau sangat mengerti akan penderitaan Abu Hurairah. Karenanya, berkatalah Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Yaa Aba Hirr!” Abu Hurairah menjawab, “Labbaika, yaa Rasulullah (aku datang memenuhi panggilanmu, wahai Rasulullah).” beliau berkata, “Ikutilah aku!”

Maka Abu Hurairah mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai ke rumahnya. Kemudian beliau mengizinkannya masuk. Di sana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menemukan segelas susu.

Beliau bertanya kepada istrinya, “Dari mana susu ini?” Istrinya menjawab, “Dari Fulan, ia menghadiahkannya untukmu.” Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian memanggil Abu Hurairah, “Yaa Aba Hirr!” “Labbaika, yaa Rasulullah,” jawabnya. “Pergilah dan panggil ahlush shuffah.”

Ahlush shuffah adalah sekumpulan sahabat yang tinggal di masjid Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam karena tidak punya harta dan keluarga di kota Madinah. Abu Hurairah merasa berhak mendapat seteguk lebih dahulu agar kekuatannya yang hilang bisa kembali. Nanti, jika ahlush shuffah datang, tentu Abu Hurairah yang akan melayani mreka. Ia khawatir jika tidak kebagian.

Namun Abu Hurairah tidak mau menentang perintah Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Abu Hurairah segera memanggil ahlush shuffah. Mereka pun datang ke rumah Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Abu Hurairah, “Yaa Aba Hirr!” “Labbaika, yaa Rasulullah.” “Terimalah ini dan bagikan kepada mereka!” Maka Abu Hurairah memberikan gelas berisi susu itu kepada orang pertama. Orang itu meminumnnya sampai puas.

Kemudian gelas tersebut dikembalikan kepada Abu Hurairah. Lalu diberikan lagi kepada orang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya hingga semua merasa puas. Sungguh menakjubkan! Gelas itu pun diterima kembali oleh Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian tersenyum kepada Abu Hurairah dan berkata, “Yaa Aba Hirr!” “Labbaika, yaa Rasulullah.” Sekarang tinggal aku dan kamu.” “Benar, wahai Rasulllah.” “Duduklah dan minum!”

Dengan penuh suka cita maka Abu Hurairahpun duduk dan minum.  Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam terus memerintahkannya minum sampai Abu Hurairah berkata, “Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, sudah tidak ada tempat lagi dalam perutku”. Kemudian  Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berikan kepadaku gelas itu.” Beliau memuji Allah dan bersyukur lalu membaca, “Bismillah,” dan meminum sisa susu itu. (Sumber: H.r. Al-Bukhari, no. 6087).

Bersambung.

Read Full Post »

Para nabi dan rasul adalah manusia istimewa yang dipilih Tuhannya dengan tugas yang juga istimewa. Tugas tersebut tugas yang amat sangat berat, yaitu mengajak manusia untuk menyembah hanya kepada Allah subhanallahu wa ta’ala, Sang Maha Pencipta Yang Hanya Satu. Untuk itu Sang Khalik membekali mereka dengan berbagai bentuk mukjizat sebagai bukti kebenaran kenabian mereka, bahwa mereka benar-benar diutus oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Kata dasar Mukjizat adalah dari ‘Ajaza-Yu’jizu yang artinya membuat orang lemah. Maksudnya agar orang yang melihat mukjizat menjadi lemah tak berdaya karena tidak mempunyai alasan untuk tidak percaya apa yang dibawa para nabi dan rasul. Itu sebabnya Mukjizat adalah sesuatu yang di luar nalar dan pengetahuan manusia. Sesuatu yang luar biasa, yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia biasa. Mukjizat juga biasanya tidak bisa dilakukan lagi, hanya sekali terjadi, tidak bisa dilakukan berulang-ulang meski yang bersangkutan menginginkannya.

Mukjizat setiap nabi dan rasul berbeda-beda, biasanya Allah sesuaikan dengan keadaan kaumnya. Sebagai contoh mukjizat nabi Ibrahim as yang bisa keluar dari kobaran api dengan selamat tanpa tersentuh api sedikitpun. Atau nabi Musa as yang hidup di zaman keemasan sihir. Maka Allah memberikan nabi Musa mukjizat tongkat yang ketika dilempar berubah menjadi ular. Atau nabi Isa as yang diutus pada suatu kaum dimana ilmu kedokteran sedang berkembang pesat. Maka Allah berikan nabi Isa mukjizat menyembuhkan orang yang sakit lepra. Bahkan pernah suatu saat menghidupkan orang yang sudah mati, dengan izin Allah tentu saja.

Sementara nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang hidup di zaman tanah Arab berada pada puncak keemasan keindahan dan kefasihan bahasa dengan sya’ir-sya’irnya, maka Allah turunkan Al-Qur’an yang merupakan kalamullah/firman Allah, dengan ketinggian dan keindahan bahasanya. Yang di kemudian hari terbukti bukan hanya unggul dalam keindahan bahasanya tapi juga kandungannya yang sesuai ilmu pengetahuan dan sains hari ini. Karena Al-Quran memang Allah turunkan untuk semua manusia hingga akhir zaman nanti. Itu sebabnya Al-Quran disebut sebagai mukjizat terbesar nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal tersebut diakui banyak ilmuwan masa kini.

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: ‘Tidak seorang nabipun kecuali ia diberi beberapa mukjizat yang tak bisa diserupai oleh apapun sehingga manusia mengimaninya, dan sesungguhnya yang diberikan kepadaku adalah berupa wahyu yang Allah wahyukan kepadaku, maka aku berharap menjadi manusia yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat”.

Namun demikian sebenarnya Rasulullah memiliki mukjizat selain Al-Quran yang tak terhitung jumlahnya. Bahkan seperti nabi Sulaiman yang diberi kemampuan bisa berbicara dengan binatang dan menaklukan jin, begitu pula Rasulullah. Sayang riwayat-riwayat tersebut kurang dipublikasikan.  Para ulama menyebutkan bahwa Allah swt mengaruniakan Rasulullah tak kurang dari tiga ribu mukjizat, selain Al-Qur’an. Padahal Al-Qur’an sendiri mengandung enam puluh atau tujuh puluh ribu mukjizat.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahumallah berkata, “Ayat-ayat dan burhan yang menunjukkan kenabian Nabi kita Muhammad sangat banyak dan beragam, lebih banyak dan lebih agung daripada ayat-ayat nabi sebelum beliau”.

Berikut beberapa mukjizat Rasulullah selain Al-Qur’anul Karim :

1. Isra’ Mi’raj.

Isra’Miraj adalah mukjizat Rasulullah terbesar setelah Al-Quran. Pada peristiwa tersebut dengan menaiki Buraq, binatang sejenis burung, Rasulullah  terbang dari Mekah menuju Masjidil Aqsho di Palestina. Dari masjid ke tiga tersuci umat Islam tersebut Buraq membawa Rasulullah ke langit menuju singgasana Sang Khaliq. Disanalah Rasulullah menerima perintah shalat 5 waktu yang kemudian menjadi kewajiban seluruh umat Islam dimanapun berada.

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. ( Terjemah QS. Al-Isra(17):1).   

“Hingga akhirnya Allah berfirman, “Hai Muhammad, shalat lima waktu itu untuk tiap sehari semalam; pada setiap shalat berpahala sepuluh shalat, maka itulah lima puluh kali shalat”. … …  Setelah itu aku turun hingga sampai ke tempat nabi Musa, lalu aku ceritakan hal itu kepadanya. Maka ia berkata, “Kembalilah kepada Rabbmu, lalu mintalah kepada-Nya keringanan buat umatmu, karena sesungguhnya umatmu tidak akan kuat melaksanakannya”. Maka aku menjawab, “Aku telah mondar-mandir kepada Rabbku hingga aku malu terhadap-Nya”. (Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim; dan lafal hadis ini berdasarkan Imam Muslim).

2. Terbelahnya bulan

Suatu ketika orang-orang kafir Mekah menantang Rasulullah untuk membuktikan ke-rasulannya. Maka Allah menunjukkannya dengan terbelahnya bulan di hadapan mereka.

Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mu`jizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus“.(Terjemah QS. Al-Qomar(54):1-2).

Peristiwa terbelahnya bulan tidak hanya dijelaskan dalam Al-Quran tapi juga dalam hadist. Itupun tidak hanya sekali melainkan dua kali sebagaimana hadist berikut :

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Ia berkata,

Dua kali beliau perlihatkan bulan terbelah.” (HR. Muslim dalam Kitab Sifat al-Qiyamah wa al-Jannah wa an-Nar 2802 dan Ahmad 13177).

Peristiwa pertama terjadi di Mina.

Bulan terbelah. Saat itu kami bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Mina.” (HR. al-Bukhari dalam Kitab Fadhail ash-Shahabah 3656).

Dan kejadian kedua terjadi di Mekah. Yaitu sebagaimana diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu:

“Aku melihat bulan terbelah menjadi dua bagian sebanyak dua kali. Peristiwa ini terjadi di Mekah sebelum hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Satu potongan di atas Gunung Abu Qubais dan potongan lainnya di atas as-Suwaida. Mereka berkata, ‘Bulan telah disihir’. Turunlah firman-Nya: ‘Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan’.” (HR. al-Hakim 3757. Ia berkata, “Hadits ini shahih sesuai dengan syarat al-Bukhari dan muslim walaupun keduanya tidak meriwayatkannya. Disepakati oleh adz-Dzhabai).

Mukjizat tersebut disaksikan tidak hanya oleh para sahabat tapi juga orang-orang kafir Mekkah. Meski demikian orang-orang kafir tersebut mendustakan beliau bahkan menyebutnya sebagai sihir.  Dikemudian hari sejumlah ilmuwan yang meneliti bulan mengakui bahwa ada tanda-tanda bahwasanya pada suatu ketika bulan pernah terbelah.  

3. Air memancar dari sela-sela jemari.

Sebuah wadah air pernah disodorkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mencelupkan tangannya ke dalam wadah air itu. Maka, air memancar dari sela-sela jemari tangan beliau. Dengan air itu, para sahabat berwudhu. Jumlah mereka waktu itu adalah 300 orang. (HR. Al-Bukhari, no. 3572).

Bersambung.

Read Full Post »

Sebaliknya Perancis yang katanya negara maju, modern, beradab dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan/humanisme, nyatanya tidak mampu melihat dan menghormati perbedaan. Menyakiti hati orang yang berbeda keyakinan apalagi secara sengaja sudah pasti bukan perbuatan orang yang beradab, apapun alasannya, termasuk kebebasan berpendapat.

Macron tampaknya lupa pada kejadian Agustus tahun lalu yaitu ketika istrinya yang berumur 25 tahun lebih tua darinya itu dijadikan bahan olok-olok oleh Bolsonaro, presiden Brasil. Peristiwa memalukan itu terjadi di tengah panasnya pertemuan KTT G7 di Biarritz, Perancis. Sebelumnya hubungan antara Macron dan Bolsonaro memang tidak baik, Hinaan Bolsonaro tak ayal menambah sengitnya hubungan mereka.    

Apa yang bisa saya katakan? Menyedihkan. Menyedihkan baginya dan bagi orang Brasil. Saya rasa para wanita Brasil mungkin malu membaca bahwa presiden mereka telah melakukan itu.”

Saya pikir orang Brasil, orang-orang hebat, sedikit malu dengan perilaku ini,” ujar Macron kesal.

https://www.merdeka.com/dunia/macron-kecam-presiden-brasil-karena-ejek-istrinya-di-facebook.html

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. (Terjmah QS. Hujuraat(49):11).

Hari ini giliran rakyat Perancis yang harusnya menanggung malu perbuatan pemimpinnya yang tampaknya lupa bagaimana rasanya sakit hati. Tak tanggung-tanggung bukan cuma istri yang ia hina melainkan nabi!! Kalau saja mereka tahu ayat di atas, bagaimana Islam yang pemimpinnya menyebut agama krisis agama teroris, mengajarkan orang beradab harusnya berprilaku. 

Menyebalkannya lagi Olivier Chambard, duta besar Perancis untuk Indonesia beberapa waktu lalu menanggapi boikot yang dilakukan kaum Musllimin di berbagai negara termasuk Indonesia, dengan cara yang sungguh menyakitkan. Ia mengatakan boikot tidak hanya merugikan negaranya tapi juga rakyat Indonesia sendiri. Jelas terasa jelas kesan pongah dan mengancam dalam ucapannya.

Ada 50 ribu orang yang bekerja di perusahaan Perancis di Indonesia. Ada banyak orang yang terdampak jika aksi boikot terus dilakukan”, katanya.

Ada 200 perusahaan Perancis, dengan ukuran yang berbeda. Jika Anda bicara Danone, itu adalah perusahaan besar di Prancis, di dunia dengan 30 pabrik di Indonesia”, tambahnya.

Alih-alih meminta maaf, Chambard malah menerangkan bahwa ucapan Macron yang telah membuat gaduh dunia Islam itu sejatinya ditujukan bagi kelompok “Islam radikal” di dunia termasuk di Perancis. Ia bahkan berani mengatakan “ seperti juga di lndonesia”, ada “Islam moderat” ada “Islam radikal”. Apa maksudnya ?!?! Apa yang ia ketahui tentang ajaran Islam?

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5247558/dubes-prancis-blak-blakan-soal-boikot-orang-indonesia-terdampak/2

Islam adalah ajaran yang rahmatan lillaalamiin ( rahmat/kebahagiaan untuk semesta alam/semua orang). Namun tidak berarti boleh dan bisa dilecehkan dan dipermainkan. Ini yang ingin dimanfaatkan Barat. Islam yang diam ketika mereka olok-olok bahkan tunduk kepada kemauan dan aturan mereka adalah Islam moderat. Sedangkan yang tidak demikian adalah Islam radikal.

Sayangnya umat Islam tidak menyadari bahwa mereka sedang diadu domba. Kita lihat hari ini betapa parahnya perpecahan dan perseteruan sesama Muslim. Padahal Islam mengajarkan pentingnya persatuan, saling menyayangi agar kuat dan tidak mudah di lecehkan dan dikalahkan.    

Perumpamaan kaum Mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Pengalaman membuktikan adu domba terhadap sesama Muslim adalah senjata ampuh yang sangat efektif. Lihat apa yang terjadi di negara-negara seperti Suriah, Irak dll. Siapa yang paling diuntungkan kalau bukan para pembuat senjata perang??

Paska tragedy mengenaskan 911 dengan ambruknya Menara Kembar WTC pada tahun 2001 berujung dengan  pengerahan kekuatan militer Amerika Serikat ke Afghanistan dan Irak. Dalihnya untuk memerangi terorisme, seperti yang dikatakan Bush “ either with me or the terrorists”. Mantan presiden AS yang sangat kental ke-Yahudi-annya ini jelas memposisikan umat Islam. Siapa yang tidak mau bekerja sama dengan Barat berarti teroris !!   

Politik adu domba/ pecah-belah/devide et impera yang dilakukan Barat sudah dikenal sejak lama. Itulah penyebab utama kekalahan Islam, termasuk Indonesia hingga jatuh ke tangan penjajah Belanda.    

“ … … Mereka ( orang-orang kafir) tidak henti-hentinya memerangi kamu (kaum Muslimin) sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. … … “.(Terjemah QS. Al-Baqarah(2):217).    

Indonesia saat ini memang sudah merdeka dari penjajah Belanda. Tapi secara ekonomi, teknologi dll sudahkah kita merdeka?? Apa yang dikatakan duta besar Perancis di atas bisa jadi benar. Boikot tidak hanya merugikan Perancis tapi juga Indonesia.  

Tapi kita tidak perlu takut dan pesimis. Ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk segera keluar dari ketergantungan kita dari dominasi Barat. Ketergantungan yang menyebabkan kita lemah dan tidak memiliki harga diri maupun harga tawar.    

Sebaliknya Perancis dengan semboyan Fraternity (persaudaran), Egalite (persamaan) dan Liberte (kebebasan) sejatinya tidak konsisten  dengan semboyannya sendiri. Setidaknya bagi rakyatnya yang Muslim. Di negara tersebut tidak ada yang namanya libur lebaran, bahkan di kalendernya tercantumpun tidak, masjid diawasi, jilbab apalagi cadar dilarang. Bandingkan dengan Indonesia dimana pemeluk Nasrani, Hindu, Budha yang meskipun minoritas tetap dihormati, diberi tempat ibadah dan bebas melakukan ibadah. 

Perancis beberapa waktu lalu menerima kabar gembira dengan dibebaskannya Sophie Petronin, seorang relawan kemanusiaan Perancis. Perempuan berusia 75 tahun itu beserta dua warga negara Italia dan seorang politisi Mali terkemuka telah disandera selama 4 tahun oleh sebuah kelompok Dukungan untuk Islam dan Muslim (GSIM) yang kabarnya berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Macron khusus datang ke bandara untuk menyambut pembebasan yang ditebusnya dengan uang senilai 10 Juta Euro ditambah pembebasan 200 tahanan tersebut. Namun di luar dugaan siapapun, Petronin muncul dengan hijab di kepala dan pakaian tertutup ala Muslimah. Ternyata Petronin telah memeluk Islam. Selanjutnya, tanpa pemberitahuan jelas, Macron yang sedianya akan memberikan sambutan membatalkannya. Ada apakah gerangan?? Kecewakah ia karena mantan misionaris itu berpindah ke agama yang ia sebut sebagai agama krisis???

Akan halnya Petronin, ia berkata bahwa ia masuk Islam secara sukarela, tanpa paksaan. Ia menceritakan ke-Islam-annya diantaranya karena perlakuan baik para penyanderanya. Bandingkan dengan perlakuan kejam penjara Guantanamo terhadap dokter perempuan Aafia Siddiqui, seorang dokter ahli syaraf perempuan asal Pakistan yang ditangkap dan dipenjara bersama 3 anaknya oleh FBI, dengan tuduhan tidak jelas. 

https://tausyah.wordpress.com/2012/10/17/dr-aafia-siddiqui-seorang-ilmuwan-muslimah-pakistan-yang-di-perkosa-disiksa-dan-dilecehkan-di-dalam-penjara-beserta-pidato-lauren-booth-bahwa-aafia-kerap-bermimpi-bertemu-dengan-rasulullah-dan-aisya/

Kabar terakhir Siddiqiu dalam keadaan stress dan ingatan yang kacau saking seringnya menerima siksaan di penjara yang dikenal paling sadis di dunia itu. Dokter dengan nomor 650 yang dikenai hukuman 86 tahun penjara ini dikenal juga dikenal sebagai seorang yang taat ibadah sekaligus seorang hafizah (penghafal Al-Quran).

https://tausyah.wordpress.com/2012/10/17/dr-aafia-siddiqui-seorang-ilmuwan-muslimah-pakistan-yang-di-perkosa-disiksa-dan-dilecehkan-di-dalam-penjara-beserta-pidato-lauren-booth-bahwa-aafia-kerap-bermimpi-bertemu-dengan-rasulullah-dan-aisya/

Berikut surat ibunda dokter Aafia Siddiqui kepada PM Pakistan Imran Khan sebelum kunjungannya ke AS, memohon pembebasan putri tercintanya. 

https://mediaumat.news/ibunda-aafia-siddiqui-tulis-surat-kepada-pm-pakistan-sebelum-kunjungannya-ke-as/

Lebih lanjut, Petronin menceritakan sering melihat para penjaganya shalat dan membaca Al-Quran.  Petronin sejak lama memang sering mengunjungi Mali demi tugas misionaris yang diembannya. Jadi ia sudah mengenal Islam walaupun tidak banyak. Beruntung Allah swt memberinya hidayah.

Akhir kata semoga Macron mau segera menyadari kesalahannya, meminta maaf dan mencabut kebijakannya atas kebebasan menghina Islam, khususnya nabi Muhammad, sebelum radikalisme makin merajalela.

Sebaliknya umat Islam agar dapat merenung mengapa umat Islam begitu lemah tak berdaya hingga mudah dibully dan di olok-olok oleh musuh-musuh Islam. Mari kita bersatu bergandengan tangan, jauhkan perbedaan, jadikan moment untuk belajar mandiri tidak bergantung kepada kaum lain, dan yang terpenting, segera kembali menjadikan Al-Quranul Karim dan As-Sunnah sebagai pegangan hidup.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 15 November 2020.

Vien AM.

Read Full Post »

Semangat Hijrah(2).

Persaudaraan sesama Muslim adalah hikmah yang sering dilupakan orang ketika berbicara tentang hijrah. Padahal tak lama setelah Rasulullah tiba di kota Madinah ketika hijrah 14 abad silam, beliau segera mempersaudarakan kaum Anshar yang merupakan penduduk asli Madinah dengan kaum Muhajirin yaitu para sahabat yang hijrah dari Mekah ke Madinah. Contohnya yaitu Umar bin Khattab ( Muhajirin) dipersaudarakan dengan Itban bin Malik al-Khazraji (Anshar) dan Abdurrahman bin Auf ( Muhajirin) dengan Sa’ad bin Rabi (Anshar).

Berikut salah satu kisah menarik tentang persaudaaan antar kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang diabadikan dalam ayat 9 surat Al-Hasyr :

Suatu hari datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seseorang (dalam keadaan lapar), lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim utusan kepada para istri beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Kami tidak memiliki apapun kecuali air”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapakah di antara kalian yang ingin menjamu orang ini?”

Salah seorang kaum Anshâr berseru: “Saya,” lalu orang Anshar ini membawa lelaki tadi ke rumah istrinya, (dan) ia berkata: “Muliakanlah tamu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Istrinya menjawab: “Kami tidak memiliki apapun kecuali jatah makanan untuk anak-anak”.

Orang Anshâr itu berkata: “Siapkanlah makananmu itu. Nyalakanlah lampu, dan tidurkanlah anak-anak kalau mereka minta makan malam.” Kemudian, wanita itu pun menyiapkan makanan, menyalakan lampu, dan menidurkan anak-anaknya. Dia lalu bangkit, seakan hendak memperbaiki lampu dan memadamkannya. Kedua suami-istri ini memperlihatkan seakan mereka sedang makan. Setelah itu mereka tidur dalam keadaan lapar.

Keesokan harinya, sang suami datang menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Malam ini Allah tertawa atau ta’ajjub dengan perilaku kalian berdua. Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat-Nya, (yang artinya): dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung –Qs. al-Hasyr/59 ayat 9. [HR Bukhari] 

Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung”. ( Terjemah QS. Al-Hasyr (59):9).

Kisah persaudaraan antara Abdurrahman bin Auf dengan Sa’ad bin Rabi berikut juga tak kalah menariknya. 

Sa’ad ra berkata kepada Abdurrahman ra, “Aku adalah kaum Anshâr yang paling banyak harta. Aku akan membagi hartaku setengah untukmu. Pilihlah di antara istriku yang kau inginkan, (dan) aku akan menceraikannya untukmu. Jika selesai masa ‘iddahnya, engkau bisa menikahinya”. Mendengar pernyataan saudaranya itu, ‘Abdurrahmân menjawab: “Aku tidak membutuhkan hal itu. Adakah pasar (di sekitar sini) tempat berjual-beli?” Lalu Sa’ad menunjukkan pasar Qainuqa’. Maka mulai saat itu Abdurrahmân sering pergi ke pasar untuk berniaga hingga akhirnya ia berkecukupan dan tidak lagi tergantung  bantuan Sa’ad, saudaranya, atau siapapun. [HR. Bukhari].

Tak dapat dipungkiri rasa persatuan dan rasa persaudaraan diantara sesama Muslim pada periode tersebut adalah kunci kemenangan Islam dalam menghadapi dominasi kekuatan kaum Kuffar. Kaum Muslimin yang waktu itu hanya menguasai kota Madinah namun berhasil mempecundangi  dua super power dunia ketika itu yaitu Romawi Timur dan Byzantium.

Dibawah kekhalifahan yang 4 yaitu para Khulafaur Rasyidin ( Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Ustman bin Affan rad an Ali bin Abu Thalib ra) yang merupakan generasi sahabat terbaik, dakwah Islam secara cepat berkembang hingga ke separuh belahan dunia. Simak apa yang dikatakan Napoleon Bonaparte kaisar kenamaan Perancis yang terekam dalam “Bonaparte et L’Islam” karya Christian Cherfils pada hal 105.     

“Musa telah menerangkan adanya Tuhan kepada bangsanya, Yesus kepada dunia Romawi dan Muhammad kepada seluruh dunia … Enam abad sepeninggal Yesus bangsa Arab adalah bangsa penyembah berhala, yaitu ketika Muhammad memperkenalkan penyembahan kepada Tuhan yang disembah oleh Ibrahim, Ismail, Musa dan Isa. Sekte Arius dan sekte-sekte lainnya telah mengganggu kesentausaan Timur dengan jalan membangkit-bangkitkan persoalan tentang Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus. Muhammad mengatakan, tidak ada tuhan selain Allah yang tidak berbapa, tidak beranak dan “Trinitas” itu kemasukkan ide-ide sesat … Muhamad seorang bangsawan, ia mempersatukan semua patriot. Dalam beberapa tahun kaum Muslimin dapat menguasai separuh bola bumi … Muhammad memang seorang manusia besar. Sekiranya revolusi yang dibangkitkannya itu tidak dipersiapkan oleh keadaan, mungkin ia sudah dipandang sebagai “dewa”. Ketika ia muncul bangsa Arab telah bertahun-tahun terlibat dalam berbagai perang saudara”.

Kejayaan Islam selama berabad-abad dimulai pada periode Madinah yaitu sejak hijrahnya rasulullah pada tahun 622 M hingga akhir kekhalifahan Ottoman pada tahun 1923. Kejayaan ini terbagi atas beberapa periode dan fase. Kejatuhan kejayaan Islam terjadi secara bertahap, tidak secara tiba-tiba. Penyebab utamanya adalah lemahnya rasa persatuan umat hingga mudah diadu domba oleh mereka yang tidak menyukai Islam. Cinta dunia dan takut mati yang berlebihan seperti gila harta dan kekuasaan hingga tidak mau berjuang untuk Islam, makin mempercepat kejatuhan Islam. Dan hal tersebut terus berlanjut hingga detik ini. 

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” [HR. Abu Daud dan Ahmad].

Oleh sebab itu fenomena banyaknya pemuda yang hijrah belakangan ini merupakan angin segar tanda kebangkitan Islam yang telah lama dinantikan. Namun demikian hal yang harus dicatat, hijrah haruslah 100 % alias hijrah total, tidak setengah-setengah.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.(Terjemah QS. Al-Baqarah(2):208).

Jangan kita memilah-milah hukum Allah, ditaati hukum yang kita sukai dan ditinggalkan hukum yang tidak kita sukai. Hukum menutup aurat, hukum waris, hukum riba, poligami dan jihad perang adalah beberapa contoh hukum yang sering ditolak sebagian kaum Muslimin.

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Terjemah QS. Al-Baqarah(2):216).

Allah swt memerintahkan kita untuk tuntas dalam melakukan segala sesuatu, tidak setengah-setengah. Dalam ilmu kedokteran mungkin kita bisa menyetarakannya dengan pasien yang minum antibiotic. Semua orang pasti tahu bahwa minum antibiotik harus sampai habis. Kalau tidak maka akan percuma, dan harus diulang dari awal.

Contohnya dalam shalat. Waktu dan jumlah rakaat tiap shalat sudah tertentu. Subuh 2 rakaat, haram hukumnya kita menambahnya menjadi 3 atau 4 rakaat dengan alasan 2 rakaat terlalu sedikit misalnya. Atau shalat yang sudah nyaris selesai tinggal salam, tetapi tiba-tiba buang angin. Sah kah shalat kita??? Tidak … kita harus mengulang dari awal, bahkan dari wudhu. Bahkan wudhupun harus sesuai syariat, tidak boleh sesuka hati.

Begitulah syariah Islam. Janji Allah Islam adalah rahmatan lil ‘aalamiin, kebaikan untuk seisi alam semesta, akan terpenuhi bila syariah dijalankan secara keseluruhan/tuntas tidak sebagian-sebagian. Bangsa Indonesia adalah mayoritas Muslim, merupakan jamaah haji terbesar seluruh dunia. Tapi adakah keberkahan di bumi kita tercinta?? Bukankah Allah swt telah menganugerahi bangsa ini tanah yang sangat subur, dengan sumber kekayaan alamnya yang tak terhingga?

Mari kita introspeksi, tingkat berapakah korupsi negara kita di dunia? Bagaimana dengan sistim per-bank-an kita yang sarat riba itu?? Bagaimana pula tingkat kriminalitas, perkosaan, pedophili, prilaku menyimpang seperti homoseksualitas, perzinaan, pengguguran kandungan dll yang semua jelas-jelas terlarang dalam Islam??? Belum lagi perpecahan antar kelompok Islam yang makin lama meruncing seolah tidak ada rasa kasih sayang antar mereka.  

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

Harus diingat musuh kita bukan “cuma” syaitan yang membisik-bisiki hati, tapi juga musuh nyata yang menyerang berbagai lini kehidupan, yang popular dengan sebutan 7 F( Fashion, Food, Film, Free thingking, Free sex, Fun dan Friction).

Jadi bila kita memang sungguh-sungguh ingin kembali mencapai kejayaan Islam seperti dulu maka tidak ada jalan lain selain harus hijrah sebenar-benar hijrah, hijrah dalam segala hal, dengan niat murni demi menggapai ridho-Nya.

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 12 September 2020.

Vien AM.

Read Full Post »

Older Posts »