Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Catatan Mualaf’ Category

Islam adalah agama yang paling pesat perkembangannya di Eropa dan Amerika Serikat.” —New York Times

Lembaga riset asal Amerika Serikat (AS) Pew Research Center (PRC) memprediksi, Islam akan menjadi agama terbesar di dunia pada 2075. Hal ini terjadi seiring dengan terus bertambahnya kelahiran di keluarga Muslim. Hasil riset yang dilansir the Guardian, beberapa waktu lalu itu juga menyebut, selama dua dekade mendatang jumlah bayi yang lahir dari keluarga Muslim akan menyalip jumlah bayi yang lahir dari keluarga Kristen.

Pada 2020, jumlah Muslim mencapai kurang lebih 25 persen dari sekitar 7.7  miliar jiwa penduduk dunia. Pertumbuhan Islam itu, harus diakui banyak disumbang dari proses perpindahan iman (mualaf) yang mulai marak pasca tragedi 9/11 di Amerika. Namun sejatinya perpindahan iman tersebut telah terjadi jauh sebelum itu. Berikut 5 tokoh mualaf manca negara yang mampu membawa perubahan dalam sejarah dunia.

1.  Berke Khan (1209- 1266), penakluk Eropa Timur dari Mongol.

Berke Khan adalah cucu Jenghis Khan, penakluk kenamaan Mongol.  Ia adalah orang Mongol pertama yang memeluk Islam. Ia berkuasa pada tahun 1257 hingga syahidnya di medan perang pada 1266. Kekuasaannya meliputi Rusia, Bulgaria, Rumania dan wilayah Kaukasus. Selanjutnya Berke memperluas kekuasaannya hingga ke Polandia dan Lithuania.

Berke bersama saudaranya Batu Khan, mendapatkan mandat untuk menaklukan Eropa Timur, bersamaan dengan Hulaghu Khan, cucu Jengis Khan lain yang mendapatkan tugas untuk menaklukan Asia Tengah dan Timur Tengah  yang ketika itu dibawah kekuasaan dinasti Muslim Abbasiyah.

Dalam perjalanannya menuju Rusia, rombongan Berke berpapasan dengan kafilah dagang Muslim di kota Bukhara. Pasukannya lalu menginterogasi mereka, dan Berke sangat terkesan oleh keberanian, ketenangan, dan ketangkasan ulama yang menjadi juru bicara dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan pasukannya. Berkepun kemudian memeluk Islam, diikuti banyak pengikutnya.

Pada saat yang sama ia mendengar berita kebrutalan yang dilakukan Hulaghu pada saat menaklukan wilayah dinasti Abbasiyah. Sepupunya itu melakukan pembantaian terhadap penduduk yang tidak berdosa, merusak warisan ilmu yang dimiliki, serta menghancurkan berbagai bangunan bersejarah. Berke sangat marah dan kecewa bercampur malu.

Maka ketika Syaifudin Qutuz, sultan Mamluk penguasa Mesir, memintanya untuk membantu menghadapi pasukan Hulaghu, Berke dengan senang hati mengabulkan permintaan tersebut. Di kemudian hari pasukan gabungan Berke dan Mamluk dalam perang Ain Jalut yang fenomenal tersebut dikenang sebagai penyelamat dunia Islam dari kebrutalan bangsa Mongol. Mereka berhasil menghentikan laju pasukan  Hulaghu dan mempertahankan wilayah Mesir, Syria, dan Hijaz dari serangan pasukan Mongol yang kejam.

2. Zaganos Pasha ( 1446 – 1461 M), penasehat Sultan Muhammad al-Fatih.

Zaganos Pasha adalah seorang penganut Kristen asal Albania. Ia direkrut menjadi Yenicheri, pasukan elit kesultanan Turki Utsmani. Seperti Yenicheri lainnya, ia dibekali ilmu agama Islam, administrasi pemerintahan, dan pelatihan militer. Ia ditunjuk menjadi mentor dan penasihat calon raja ketujuh Dinasti Utsmani Sultan Muhammad al-Fatih yang ketika itu masih sangat belia.

Saat al-Fatih dilantik sebagai raja Utsmani, Zaganos yang juga masih relative muda diangkat menjadi seorang menteri. Zaganos selalu dilibatkan dalam semua urusan negara, terutama rencana penaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453. Dalam pengepungan Konstantinopel, pasukannya yang pertama kali berhasil mencapai menara benteng yang dikenal sangat kokoh tersebut. Zaganoslah yang menancapkan bendera Turki di atap Menara. Dan atas prestasinya itu, salah satu menara di benteng Konstantinopel dinamakan dengan namanya yaitu Menara Zaganos Pasha.

Zaganos dikenal sangat loyal dan penuh semangat. Ia berhasil membantu mengembalikan tekad dan semangat para pasukan yang pada saat itu sempat dilanda keputus-asaan karena selama beberapa bulan pengepungan tidak juga  berhasil membobol pertahanan kota bersejarah tersebut. Peninggalan-peninggalan Zaganos masih tersisa di wilayah Edrine berupa masjid, dapur umum, dan pemandian umum. Sayang awal ke-Islam-an Zaganos tidak diketahui secara umum. 

3. Ibrahim Muteferrika (1674 – 1745 M), duta dinasti Turki Utsmani untuk Prancis dan Swedia

Ibrahim Muteferrika adalah seorang berdarah Hungaria yang di kemudian hari memeluk Islam. Ia menjabat sebagai duta dinasti Turki Utsmani untuk Prancis dan Swedia pada saat dinasti tersebut sedang mengalami stagnansi inovasi.

Usai tugas di kedua negara Eropa Barat tersebut, Muteferrinka kembali ke Istanbul membawa ide Renaisans dan penggunaan mesin cetak. Dengan bantuan alat tersebut ia berhasil mengkopi atlas, kamus, dan buku-buku Islam.  Di antara banyak karya yang dicetaknya, ada atlas buatan ahli geografi terkenal Katip Çelebi yang dibuat pada tahun 1728. Atlas tersebut memuat ilustrasi dunia dengan detail dan tingkat presisi yang mengagumkan untuk ukuran saat itu. Satu diantara isi dari serial Cihannuma (Geografi Alam Semesta) yang diilustrasikan oleh  buku peta cetakan pertama tersebut adalah peta Indonesia.  

Muteferrinka juga menulis dan mencetak buku-buku dengan berbagai topik, seperti sejarah, teologi, sosiologi, dan astronomi. Muteferrika meninggal di Istanbul. Patungnya hingga kini berdiri tegak di Sahaflar Çarşısı, Grand Bazaar,  Istanbul.

4. Alexander Russel Webb (1846 – 1916 M), diplomat Amerika.

Di akhir abad 19, dunia jurnalistik Amerika mulai memasuki era baru. Pengaruh dunia tulis-menulis sangat besar dan efektif dalam membentuk opini di masyarakat. Salah seorang yang berperan dalam perkembangan tersebut adalah Alexander Russel Webb.

Webb dilahirkan dari orang-tua beragama Kristen, namun semakin hari agama tersebut malah menimbulkan keraguan baginya, hingga hilanglah kepercayaannya dengan agamanya tersebut. Setelah kepercayaan terhadap agama Kristen hilang, ia mulai membuka diri dan mempelajari agama-agama selain Kristen.

Penunjukkan dirinya sebagai seorang pejabat kedutaan Amerika di Philipina pada tahun 1887, makin membuka ketertarikannya pada Islam. Ia mengawalinya ke-Islam-annya melalui paham Ahmadiyah. Namun ia terus belajar dan memperdalam ke-Islam-annya dengan menuntut ilmu ke berbagai negeri Islam dan bertemu dengan para ulama sehingga ia mendapatkan pemahaman yang baik tentang Islam dan terlepas dari pengaruh Ahmadiyah.

Tahun 1893, ia mengundurkan diri dari dunia diplomatik dan kembali ke Amerika. Di negeri Paman Sam inilah ia memulai dakwahnya menyeru kepada Islam. Dengan kemampuan jurnalistiknya, ia menulis sejumlah buku dan kolom-kolom opini di media masa menjelaskan kepada masyarakat Amerika tentang Islam. Di awal abad 20, ia semakin dikenal sebagai seorang Muslim yang giat dan vokal dalam mendakwahkan Islam di Amerika, bahkan Sultan Utsmani, Sultan Abdul Hamid II, memberinya gelar kehormatan dari kerajaan sebagai apresiasi terhadap apa yang telah ia lakukan.

5. Muhammad Marmaduke Pickthall (1875-1936), jurnalis novelis Inggris.

Pickthall lahir dari keluarga kelas menengah Inggris dengan nama William Pickthall. Ayahnya adalah seorang pendeta Anglikan yang meninggal ketika ia masih kanak-kanak. Pada usia muda Pickthall mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap ilmu Bahasa termasuk bahasa Arab. Ia berharap suatu saat bisa memperoleh pekerjaan sebagai seorang konsuler di Palestina. Di usianya yang belum genap 18 tahun, ia memutuskan untuk berlayar ke Port Said, Mesir.

Perjalanan ke Port Said ini menjadi awal mula petualangannya ke negara-negara Muslim di kawasan Timur Tengah dan Turki. Keahliannya dalam berbahasa Arab telah memikat penguasa Ottoman. Atas undangan dari pihak Kesultanan Ottoman, Pickthall yang kala itu belum menjadi seorang Muslim, mendapat tawaran untuk belajar mengenai kebudayaan Timur. Hasinya, selama masa Perang Dunia I tahun 1914-1918, ia banyak menulis surat dukungan untuk Turki Usmaniyah.

Setelah akhirnya memutuskan memeluk Islam pada tahun 1917, Pickthall aktif dalam berbagai kegiatan dakwah.  Ia mempunyai cita-cita besar untuk menterjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Inggris. Ia berkeyakinan adalah tanggungjawab semua umat Muslim untuk memahami Al-Quran secara utuh. Cita-cita mulia tersebut  akhirnya terealisasi 11 tahun kemudia, yaitu pada tahun 1928.

Karya Pickthall ini menjadi karya pertama penulisan makna Al-Quran dalam bahasa Inggris oleh orang Inggris asli. Karya mulia tersebut tercatat sebagai salah satu dari dua karya terjemahan Al-Quran dalam bahasa Inggris yang sangat populer. Karya lainnya ditulis oleh Abdullah Yusuf Ali dari India.

Terjemah Al-Quran ke dalam Bahasa Inggris juga pernah dilakukan seorang mualaf, yaitu Leopold Weiss ( Muhammad Asad), jurnalis asal Austria/Hungaria yang tadinya memeluk Yahudi. Asad bahkan melengkapi terjemahan yang berjudul “The Message of the Qur’an” itu dengan tafsir singkat berdasarkan pengetahuannya dalam bahasa Arab klasik dan tafsir-tafsir klasik. “Road To Mecca” adalah salah satu buku tulisannya yang terkenal.

Akhir kata semoga Islam terus berkembang menyinari seluruh sudut-sudut dunia yang fana ini, aamiin yaa robbal ‘aalamiin.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 11 Januari 2021.

Vien AM.

Diambil dari beberapa sumber:

https://rmol.id/read/2020/04/07/429203/mengenang-berke-khan-muslim-mongol-pertama-penyelamat-dunia-islam

https://republika.co.id/berita/ocdg6b313/4-mualaf-ini-pengaruhi-sejarah-dunia

https://republika.co.id/berita/q65cfd440/muhammad-marmaduke-pickthall-sang-mualaf-penerjemah-alquran

https://republika.co.id/berita/qhakr4320/kala-pohon-bicara-dengan-rasulullah-saw-dan-islamkan-badui

Read Full Post »

Siapa yang tak kenal Jenghis Khan, kaisar Mongol yang terkenal karena kebengisan dan kebrutalannya dalam menaklukkan tanah dan negri yang dimasukinya termasuk negri-negri Islam. Pada puncak kekuasaannya, Jenghis dan anak cucunya berhasil menaklukkan wilayah Asia Tengah, China, Rusia, sebagian Timur Tengah, dan Eropa Timur.

Namun karena penaklukkannya tersebut tidak berlandaskan ideology apapun kecuali bermodalkan kekuatan militer dan nafsu menguasai maka banyak di antara mereka yang pada akhirnya terpengaruh oleh budaya dan agama bangsa/penduduk yang mereka jajah. Bahkan kemudian memeluk Islam. Tughluk Timur adalah salah satunya. Sementara yang pertama masuk Islam adalah Berke Khan (w. 1266). Ia adalah cucu Jenghis Khan dari anak pertamanya, Jochi. Berke Khan masuk Islam di tangan Saifuddin Boharzi, seorang Syeikh sufi dari Bukhara,

Tughluk Timur merupakan keturunan Jenghis Khan yang ketujuh, dari jalur Chagatai. Ia hidup lebih dari satu abad setelah Jenghis Khan. Kekuasaannya pada jaman sekarang ini mencakup wilayah Uzbekistan, Tajikistan, Kyrgystan, Kazakhstan, dan Barat Laut China (Xinjiang) yang penduduknya ketika itu mayoritas beragama Budha.

Sejarah pemerintahan Tughluk Timur dan keturunannya secara khusus tertulis dalam buku Tarikh-i-Rashidi yang disusun oleh Mirza Muhammad Haidar, seorang emir dari keluarga Dughlat. Mirza sendiri sempat memimpin wilayah Kashmir dan meninggal di wilayah itu.

Tarikh-i-Rashidi menceritakan kisah masuk Islam-nya Tughluk Timur. Pada suatu hari, Tughluk Timur yang masih berumur 18 tahun pergi berburu bersama beberapa orang bawahannya. Ketika itu tampaknya ia baru menjelang diangkat sebagai khan atau pemimpin Moghulistan. Tughluk memerintahkan orang-orang untuk menyertainya berburu, tidak boleh ada yang absen.

Ketika itu, ia melihat ada beberapa orang yang sedang duduk beristirahat tak jauh dari tempatnya berburu. Maka ia pun memerintahkan agar orang-orang ini ditangkap, karena mereka telah melanggar perintahnya untuk ikut serta berburu. Mereka kemudian dibawa ke hadapan Tughluk Timur.

Orang-orang yang ditangkap ini adalah rombongan kecil yang dipimpin oleh Syeikh Jamaluddin, seorang ulama keturunan Tajik. Saat berada di hadapannya, Tughluk bertanya kepadanya, “Mengapa kalian melawan perintah saya?”

Syeikh Jamaluddin kemudian menjawab, “Kami ini orang asing yang meninggalkan reruntuhan kota Katak. Kami tidak mengerti tentang perburuan dan aturan dalam berburu, karena itu kami tidak melanggar perintahmu.”

Apa yang dikatakan Syeikh Jamaluddin memang benar, sehingga Tughluk tidak memiliki alasan untuk menahan atau menghukumnya. Ia pun memutuskan untuk membebaskan mereka. Tapi mungkin masih ada rasa kesal dalam hatinya terhadap Syeikh Jamaluddin, sehingga ia mengajukan pertanyaan terakhir yang bertujuan menghinakannya. Ketika itu ia sedang memberi makan anjingnya dengan potongan daging babi. Maka ia pun bertanya kepada Syeikh Jamaluddin, “Apakah kamu lebih baik daripada anjing ini; atau anjing ini yang lebih baik daripada kamu?”

Syeikh Jamaluddin memberikan jawaban yang bijak, “Kalau saya memiliki iman, maka saya lebih baik daripada anjing ini; tapi kalau saya tidak memiliki iman, maka anjing ini lebih baik daripada saya.”

Tughluk rupanya terkesan dengan jawaban ini. Setelah selesai dari aktivitasnya, ia memutuskan untuk pulang dan ia memerintahkan anak buahnya untuk menaikkan Syeikh Jamaluddin ke atas kuda dan membawanya untuk menemuinya. Anak buah Tughluk kemudian membawa seekor kuda dan mempersilahkan Syeikh Jamaluddin naik ke atasnya. Saat melihat ada bekas darah babi pada sadel kuda itu, Syeikh Jamaluddin memutuskan untuk berjalan kaki. Tapi karena terus didesak, ia akhirnya mengendarai kuda itu dengan meletakkan sehelai sapu tangan di atas sadel kuda itu.

Saat tiba di hadapan Tughluk, ia kembali ditanya, “Apa itu tadi yang sekiranya dimiliki oleh seseorang ia akan lebih baik daripada anjing?”

Iman,” jawab Syeikh Jamaluddin. Beliau kemudian menjelaskan apa itu iman dan menjelaskan tentang Islam kepada Tughluk Timur sehingga yang terakhir ini tersentuh dan menangis.

Tughluk kemudian berkata kepada Syeikh Jamaluddin, “Kalau nanti saya menjadi seorang Khan dan memiliki kekuasaan yang mutlak, kamu harus datang lagi kepada saya, dan saya berjanji akan menjadi seorang Muslim.” Ia kemudian menyuruh orang-orangnya untuk membawa pergi Syeikh Jamaluddin dengan penuh penghormatan.

Tak lama setelah kejadian itu, sebelum Tughluk diangkat menjadi seorang penguasa, Syeikh Jamaluddin meninggal dunia. Namun sebelum meninggalnya, ia menceritakan pengalamannya itu kepada anaknya yang bernama Arshaduddin yang juga alim dan soleh.

Ia berpesan kepada anaknya itu, “Karena saya mungkin akan meninggal dunia tak lama lagi, maka hendaknya hal ini menjadi perhatian kamu. Jika pemuda itu menjadi seorang Khan, ingatkan dia tentang janjinya untuk menjadi seorang Muslim; dengan begitu berkah kebaikan ini mudah-mudahan terjadi dengan perantaraanmu, dan karenanya dunia akan menjadi terang benderang (dengan cahaya Islam, pen.).”

Tidak lama setelah itu, Tughluk Timur diangkat menjadi seorang Khan yang berkuasa penuh atas wilayah Moghulistan. Saat mendengar hal ini, Syeikh Arshaduddin segera berangkat ke Moghulistan dan mencari jalan untuk bertemu dengan Tughluk Khan. Tetapi berkali-kali mencoba, ia tetap tidak berhasil menjumpainya.

Ia terus menunggu kesempatan untuk bertemu dengan Khan yang baru diangkat itu. Sementara itu, ia punya kebiasaan melantunkan azan subuh setiap pagi di tempat yang tidak terlalu jauh dari tenda tempat tinggal Tughluk Khan. Pada suatu pagi, Tughluk Khan memanggil seorang pengawalnya dan berkata, “Ada orang yang bersuara keras seperti ini setiap pagi, pergi dan bawalah ia ke sini.”

Syeikh Arshaduddin masih di tengah lantunan azannya ketika pengawal itu datang dan terus menangkap dan membawanya ke hadapan Tughluk Khan. Tughluk kemudian bertanya kepadanya, “Siapa kamu yang selalu mengganggu tidur saya setiap pagi di waktu yang awal ini?”

Saya putra seseorang yang pada satu ketika dulu Anda berjanji kepadanya untuk menjadi seorang Muslim,” jawab Syeikh Arshaduddin. Ia pun menceritakan apa yang dahulu pernah terjadi antara ayahnya dan Tughluk Khan sehingga yang terakhir ini ingat.

Engkau diterima,” kata Tughluk Khan, “dan dimana ayahmu?”

Ayah saya telah meninggal dunia, tetapi ia memberikan amanah misi ini kepada saya,” jawab Syeikh Arshad.

Sejak saya naik ke tampuk kepemimpinan saya ingat bahwa saya mempunyai sebuah janji, tetapi orang yang saya beri janji itu tidak pernah datang. Sekarang saya menerimamu. Apa yang mesti saya lakukan?”

Maka Syeikh Arshaduddin membimbingnya untuk melakukan wudhu dan mengucapkan kalimat syahadat selepasnya. Kemudian ia mengajarinya hal-hal yang mendasar dalam Islam. Mereka juga sepakat untuk mengajak setiap emir di pemerintahan Tughluk Khan untuk masuk Islam. Satu demi satu emir-emir kepercayaannya diseru kepada Islam dan mereka menerima ajakan ini. Ternyata beberapa emir itu ada yang sudah masuk Islam secara diam-diam sebelumnya. Mereka merahasiakan hal ini karena khawatir Tughluk Khan tidak akan menyukainya.

Keislaman Tughluk Timur Khan telah membawa perubahan besar dalam pemerintahan di Moghulistan. Ia lah yang secara resmi untuk pertama kalinya menjadikan Islam sebagai agama negara di wilayah ini. Semuanya berawal dari pertemuannya dengan seorang Syeikh yang soleh dan mampu menjelaskan kepadanya tentang hakikat iman; bahwa iman itulah yang menentukan nilai kemuliaan seorang hamba dan membedakannya dari seekor hewan.

https://www.hidayatullah.com/kajian/sejarah/read/2013/05/17/1376/kisah-islamnya-tughluk-timur-khan.html

Tughluk Timur gugur bersama putra mahkotanya Ilyas Khoja pada tahun 1363M ketika harus menghadapi Timur Lenk, penakluk Mongol yang tak kalah kejamnya dengan Jenghis Khan, padahal ia telah masuk Islam. Tughuk Timur berperang untuk mempertahankan kekuasaannya di Transoxiana (Uzbekistan dan Turkmenistan) yang ingin dikuasai calon penakluk Mongol tersebut. Mungkin saking senangnya Timur Lenk berperang ia tidak pernah sempat membaca dan mempelajari bahwa Islam melarang manusia berbuat zalim kepada siapapun, dan bahwa sesama Muslim adalah bersaudara.

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan“. (Terjemah QS. Al-Isra(17):33).

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam.” (HR Muslim).

Atau bisa jadi ajaran Islam yang ditrimanya tidak benar karena kabarnya Timur Lenk adalah seorang penganut Syiah yang menghalalkan darah penganut Suni. Na’udzubillah min dzalik …

https://ihram.co.id/berita/qaqpqy385/kisah-islam-dalam-rentang-kejayaan-kekaisaran-mongol-part1

https://almanhaj.or.id/3630-pokok-pokok-kesesatan-aqidah-syiah.html


Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 21 Desember 2020.

Vien AM.

Read Full Post »

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Alquran adalah kitab yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu karena mendahului sains modern dengan fakta paling akurat sebagai temuan ilmiah terbaru. Gary Miller merupakan seorang profesor matematika.

Dia dibesarkan di Kanada. Sekolah-sekolah keagamaan adalah tempatnya menimba ilmu. Selain mendapatkan pengetahuan, dia di sana juga mendapatkan keimanan. Dia kemudian belajar teologi di Universitas Wheeling Jesuit, Amerika Serikat. Prestasi akademik banyak diraihnya di sana. Anugerah kecerdasan telah memudahkannya memahami berbagai ilmu pengetahuan. Berkat kecerdasan dan bakatnya, dia menjadi pendukung penyebaran agamanya yang aktif dalam berbagai kesempatan.

Dia menyebarkan keyakinannya kepada khalayak ramai. Dengan penuh semangat, lelaki itu berdiri di podium dan menjelaskan ajaran keimanan yang ketika itu diyakininya benar. Ceramahnya juga ditayangkan di televisi. Kemudian, ia mendapat gelar doktor dalam bidang matematika dari Universitas Toronto. Pemikiran ilmiah Miller kerap berbenturan dengan ajaran agama yang dianut. Hal ini membuatnya tidak nyaman sehingga dia lebih memutuskan untuk berpindah ke agama lain. Dia juga berpidah-pindah rumah ibadahnya selama sembilan tahun karena tidak mendapatkan jawaban dari pemuka agama soal ketuhanan.

Pertanyaan dan penjelasan Miller kerap membuat pusing pemuka agama. Mereka yang seharusnya mampu memberikan jawaban untuk menambah keimanan masyarakat, malah terdiam. Pemuka agama itu tak dapat memberikan jawaban yang memuaskan kepada Miller. Ketidakpuasan yang muncul karena jawaban itu tidak didiamkan. Miller mencoba mencari cara lain untuk mendapatkan jawaban yang dapat menghilangkan rasa penasarannya. Kali ini dia tidak lagi menghujani pemuka agama dengan berbagai pertanyaan mengenai ketuhanan. Dia mem baca buku-buku tentang Islam karangan orientalis.

Ketika membaca buku itu, Miller tidak melepaskan sikap kritis. Dia tetap mempertanyakan kesimpulan-kesimpulan orientalis yang kerap memojokkan ajaran Islam dan Nabi Muhammad. Bagaimana mungkin seorang nabi yang ajarannya kini mendunia disebut tidak waras. Apakah mungkin sosok utusan Sang Pencipta yang membawa dan menyebarkan risalah Ilahiyah hidup dengan abnormal. Kesimpulan-kesimpulan semacam itu sama sekali tidak masuk akal. Dia mengabaikannya.

Miller menginginkan kebenaran. Jika Muhammad adalah orang yang baik dan cerdas, mengapa dia harus berbohong untuk mengklaim kenabiannya. Atau, jika Rasul gila sehingga tidak sadar dengan tindakannya, bagaimana mungkin dia memahami wahyu Ilahi. Jawaban tentang semua kegelisahan Miller ternyata ada dalam Alquran surah az-Zariyat ayat 52-53. Bunyinya adalah,

“Tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, ‘Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila.’ Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.”

Sindiran Allah dalam firman itu menyadarkannya bahwa tudingan orientalis bukan hal baru. Mereka hanya mengulang apa yang dilakukan masyarakat dahulu yang menolak risalah Islam. Alquran jelas menerangkan Rasulullah tidak berdusta. Kemudian, pandangannya kembali terbuka ketika membaca kisah anak Rasul Ibrahim yang meninggal dunia. Ibrahim meninggal bersamaan dengan gerhana matahari yang terjadi. Seorang sahabat Nabi pernah berkata, matahari hilang karena anak Rasulullah telah wafat. Rasulullah pun membantah perkataan sahabat,

“Matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian atau hilangnya nyawa seseorang.” Jawaban itu adalah bukti yang jelas bahwa Nabi Muhammad bukan pembohong ataupun orang gila.

Inspirasi dari kalam Ilahi itu menghadirkan kepuasan tersendiri. Miller kemudian makin semangat mendalami Islam. Pada tahun 1977 dia memutuskan untuk membaca Alquran. Dia juga mencari tahu apa yang benar dan salah di dalamnya. Dalam tiga hari dia membaca ayat-ayat Ilahi. Setelah selesai, dia berkata kepada diri sendiri, “Inilah keyakinan yang telah saya katakan dan percaya selama 15 tahun terakhir ini.”

Pada mulanya dia meyakini, Alquran merupakan otobiografi yang membahas kehidupan Nabi Muhammad, keluarga, dan lingkungannya. Dia menganggapnya seperti kitab agama sebelumnya yang berisi hikayat orang-orang dulu. Namun, ia terkejut menemukan hal yang tak terduga. Ternyata Alquran hanya menyebutkan nama Rasulullah sebanyak lima kali. Sementara, Alquran menyebutkan nama Nabi Isa sebanyak 25 kali. Adapun nabi Musa disebutkan lebih dari seratus kali.

Dia makin tercengang ketika menemukan surah Maryam. Sebaliknya, dia tidak menemukan satu surah pun dengan nama Khadijah, Aisyah, atau Fatimah. Dia juga tidak menemukan cerita yang berhubungan dengan perasaan pribadi Rasulullah. Selain itu, tak ada ayat Alquran yang menceritakan euforia kemenangan Perang Badar atau penderitaan setelah Perang Uhud. Miller menemukan tidak ada satu kata pun yang disebutkan dalam Alquran tentang kesedihan yang menimpa Rasulullah. Karena kitab ini berasal dari Allah, bukan Muhammad.

Pada saat pertama kali mengetahui Alquran, dia sempat berpikir bahwa konten di dalamnya adalah pengetahuan kuno yang dibuat oleh pria gurun pasir ribuan tahun lalu. Setelah membaca ayat-ayat di dalamnya, dia menyadari prediksi itu tidak tepat.

Alquran adalah kitab yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu karena mendahului sains modern dengan fakta paling akurat sebagai temuan ilmiah terbaru. Miller kemudian memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Alquran.

Dua ratus tahun lalu, ilmuwan Belanda Antony Leeuwenhoek telah menemukan bahwa 80 persen tubuh manusia terdiri atas air. Dia tidak tahu bahwa Alquran telah lebih dahulu menyebutkannya. Allah mengatakan hal itu dalam surah al-Anbiya ayat 30 dan Fussilat ayat 11.

Hal yang sama terjadi di tahun 2011 ketika Saul Perlmutter, Adam Riess, dan Brian Schmidt telah memenangkan Nobel fisika. Penghargaan yang mereka terima adalah untuk menemukan fenomena percepatan ekspansi alam semesta. Sekali lagi, fakta ilmiah ini sudah ada di dalam Alquran dalam surah az-Zariyat ayat 47. 

Ayat Embrio.

Al-Quran juga telah berbicara tentang tahap-tahap embrio. Surah al-Hajj ayat 5 menarik perhatian Profesor Keith Moore, rekan sejawat Miller di Universitas Toronto. Moore adalah profesor embriologi dan penulis buku terkenal, The Developing Human. Buku ini merupakan referensi mahasiswa fakultas kedokteran dunia. Al-Quran membuat tanda di buku-buku Profesor Keith Moore. Dalam edisi selanjutnya, dia menambahkan informasi yang dia pelajari dari Alquran tentang embriologi.

Namun, dunia telah bangkit saat Keith Moore mengeluarkan buku tentang embriologi klinis. Di dalamnya, dia menulis tentang diutamakannya Alquran dalam menyebutkan fakta perkembangan embrio. Miller kagum dengan kesepakatan penulis Barat bahwa Alquran tidak dapat ditulis oleh Rasulullah. Karena ini adalah buku pengetahuan berisikan topik yang menakjubkan. Kesimpulan tersebut menunjukkan dengan arif bahwa Alquran adalah wahyu Ilahi.

Klaim yang paling mudah adalah bahwa beberapa komite anonim membantu Rasul mengerjakannya. Namun, ada yang bilang, setan membantunya mengarangnya. Ini adalah kesimpulan yang penuh fitnah. Miller memikirkan secara mendalam tentang klaim terakhir dan menganggapnya sebagai semacam pelarian dan kegagalan untuk menghadapi kebenaran.

Jika Alquran diilhami setan, mengapa iblis mengisi bukunya dalam penghinaan terhadap setan. Makhluk pengganggu manusia itu selalu mengajak manusia untuk mengingkari perintah Allah sehingga mereka akan masuk ke dalam neraka penuh siksa. Banyak buku tidak dapat menyuguhkan penjelasan yang dapat diterima tentang keajaiban Quran. Berbagai kesimpulan buruk tentang Islam selalu dilontarkan dalam berbagai media. Namun, itu semua justru menjadi pemicu orang untuk lebih mendalami hakikat Islam.

Gary Miller memeluk Islam pada tahun 1978. Dia memilih nama mualaf Abdul Wahid Omar. Dia mengundurkan diri dari pekerjaannya di departemen matematika dan lebih memilih mengabdi untuk berdakwah di Kanada. Buku yang ditulisnya menarik perhatian banyak orang berjudul The Stunning Quran.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 27 September 2020.

Vien AM.

Dicopas dari :

https://republika.co.id/berita/qgin9s430/kisah-profesor-matematika-jadi-mualaf-sebab-surat-azzariyat

Read Full Post »

Di tengah pandemi virus corona ternyata mendorong sebuah penemuan yang luar biasa yakni alat tes cepat virus corona. Rupanya alat tersebut ditemukan seorang ilmuwan muslim Profesor Jackie Ying. Saat ini ia menjadi Kepala Laboratorium NanoBio di Agency for Science, Technology and Research, Singapura.

Dilansir dari website Rahyafteha, Selasa (21/4/2020), Profesor Jackie Ying, 46 tahun, lahir di Taiwan namun ia dan keluarganya pindah ke Singapura. Ia juga merupakan seorang pakar kimia dan telah memenangkan banyak penghargaan termasuk di antaranya 100 insinyur era modern yang dinobatkan oleh American Institute of Chemical Engineers, dan satu dari 100 anak muda di dunia yang diharapkan menjadi inovator terkemuka abad ke-21 oleh Technology Review, majalah inovasi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika.

 Jackie Ying

Profesor Jackie Ying memang muslimah yang luar biasa. Ia menjadi profesor di MIT pada usia 35 tahun dan terpilih untuk Leopoldina (Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Jerman) pada usia 39 tahun.

Ia juga telah menulis ratusan artikel di bidangnya tentang bahan dan perangkat berstruktur nano dan memiliki lebih dari 130 paten yang diterbitkan atau ditangguhkan. Profesor Jackie Ying baru-baru ini terpilih sebagai Fellow Masyarakat Riset Material 2013. Menurutnya, masyarakat adalah organisasi peneliti, dan bahan penelitian terbesar di dunia.

Sebagai seseorang yang memiliki kecerdasan luar biasa Profesor Jackie Ying selalu haus akan ilmu pengetahuan. Bahkan sejak sekolah menengah pertama di Singapura, ia belajar berbagai agama, termasuk Islam.

Tepat pada tahun 2004, Profesor Jackie Ying memutuskan untuk memeluk agama Islam saat usianya yang telah memasuki umur 30-an. Ia juga sudah melaksanakan umroh pada 2013 lalu dan memutuskan untuk menggunakan hijab setelah kembali dari Makkah.

Bagi Profesor Jackie Ying, memakai hijab merupakan kewajiban agama. Ia tak peduli dengan apa yang dikatakan orang lain tentangnya sebab agama adalah masalah personal. Hal yang mendorong ia memutuskan menjadi mualaf, karena Islam mendorong umatnya untuk terus belajar dan selalu mencari pengetahuan. Melalui ilmu pengetahuan maka seorang muslim bisa bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya. Ini jika dilakukan untuk mendapatkan ridha Allah SWT maka akan mendapatkan pahala karena sebagai bentuk ibadah.

Saat mempelajari ilmu pengetahuan, saya selalu berpikir keberadaan Allah SWT. Ia merupakan Tuhan yang menciptakan segalanya, termasuk ilmu pengetahuan, jadi bagi saya sejatinya agama dan ilmu pengetahuan itu tak saling bertentangan,” ujar Profesor Jackie Ying.

Profesor Jackie Ying menceritakan, memang ada tantangan sebagai seorang peneliti perempuan dan juga seorang muslim. Kedua hal ini merupakan minoritas. Namun ia menilai dalam hidup selalu ada tantangan dan perjuangan yang harus dijalani tanpa putus asa.

Ia juga mengaku bekerja dua kali lebih keras dan beruntung dipromosikan dengan cepat sebagi profesor. Selama bertahun-tahun ia juga selalu berinisiatif untuk memperkenalkan sains kepada generasi muda agar lebih tertarik dan mencintai sains. Profesor Jackie Ying sering membawa para siswa ke laboratorium dan memberikan mereka pemahaman dan juga pentingnya keberadaan sains. Nampaknya usaha yang dilakukannya tidak sia-sia, 134 siswa telah mengambil beasiswa sains dan 34 dari mereka telah bergabung dengannya sebagai staf. Alhamdulillah, pencapaian yang luar biasa ya!

Jakarta, 9 Juni 2020.

Vien AM.

Dikutip dari :

https://muslim.okezone.com/read/2020/04/21/614/2202543/kisah-profesor-jackie-ying-penemu-alat-tes-cepat-virus-corona-masuk-islam?page=2

Read Full Post »

Selama ini Italia dikenal sebagai kelezatan pizza dan pastanya. Bagi orang Italia, pasta sudah menjadi makanan sehari-harinya. Tidak lengkap rasanya jika tidak ada sajian pasta dalam sehari saja. Nah, di Negeri Menara Pissa ini mencari daging cincang yang menjadi ‘teman’ pasta tidak sulit, terutama yang dalam proses penyembelihannya mengucapkan asma Allah. Terdapat toko daging halal di Kota Cesena, salah satu kota kecil di Italia. Sebab di negeri inilah Islam terus berkembang dari waktu ke waktu.

Sejak abad ke-9, keberadaan muslim di Italia terus bertambah melalui Sisilia sebagai pintu masuk Islam dari Afrika Utara. Kini, hampir dua juta jiwa muslim hidup di Italia.
Meski demikian, sampai dengan hari ini Italia sendiri masih belum sepenuhnya mengakui keberadaan agama Rahmatan Lil Alamin in. Padahal Islam banyak tertoreh dalam lembaran sejarah negara tersebut.

Berbeda dengan Inggris dan Jerman yang memiliki ratusan masjid dengan kubah dan menara yang khas, di Italia hanya ada dua masjid besar. Keduanya terletak di Kota Roma. Namun banyak pendatang yang terus berdatangan untuk mengais rezeki di Ibu Kota Italia itu. Kebanyakan dari mereka yang datang berasal dari negeri Islam. Sejak itu, Italia sudah menjadi negara yang lebih terbuka terhadap gelombang multikultur setelah krisis ekonomi yang melanda sejak awal tahun 2010 lalu.

komunitas muslim muda Italia atau Giovanni Musulmani De Italia (GMI)/Tim Jazirah Islam Trans7

Kaum muslim yang datang ke Italia dari waktu ke waktu akhirnya membentuk komunitas muslim muda Italia atau Giovanni Musulmani De Italia (GMI). GMI merupakan organisasi besar yang menaungi seluruh muslim muda di Italia dan berpusat di Kota Milan. Organisasi ini sudah berdiri sejak 15 tahun dan anggotanya terus bertambah. Komunitasnya juga menyebar di setiap penjuru Italia.

Di kota kecil bernama Cesena, tepatnya di Garage Aquilone, terdapat kelas melukis yang diselenggarakan oleh komunitas muslimah di sana. Kegiatan tersebut tidak dikhususkan untuk muslimah, tetapi juga siapa saja yang tertarik untuk belajar seni lukis kulit dengan henna, dipersilakan datang.

Seni ini telah mengakar selama lima ribu tahun lamanya yang berasal dari India dan Timur Tengah. Seni ini digunakan sebagai salah satu media untuk memperkuat ukhuwah dan menyebarkan citra Islam yang positif di Casena.

Alasan kami membuat kelas henna ini adalah pertama, sebagai media dakwah untuk menyebarkan pesan Nabi Muhammad SAW. Biasanya di kegiatan ini kita juga menyediakan buku-buku Islam dan Alquran terjemahan berbahasa Italia dari Roberto Picardo secara gratis. Kami mau menyebarkan pesan yang sesungguhnya dari Islam bukan pesan yang disampaikan oleh berbagai media bahwa Islam adalah teroris karena Islam adalah damai,” ujar gadis muslim bernama Kaltum Kamal Idrissi saat berbincang.

Belajar seni lukis kulit dengan henna/ Tim Jazirah Islam Trans7

Kaltum menceritakan, kegiatan melukis ini berawal dari keinginannya untuk membagikan buku Islam dan menjawab pertanyaan seputar Islam. Lalu salah satu dari anggota komunitasnya mahir membuat henna sehingga mereka sepakat membuka kelas henna.

Proyek yang diinisiasi Kaltum dan kawan-kawan mendapat apresiasi positif. Tidak sedikit perempuan yang datang untuk belajar. Sejak itulah, Kaltum membagikan buku-buku Islam di kelas ini. Semua yang datang juga memberi sumbangan untuk membeli alat-alat henna, buku dan henna.

Untuk itulah bagi siapa saja yang mau mengikuti kegiatan di kelas, peserta akan dikenakan biaya 3 Euro guna mendapatkan peralatan henna dan makanan ringan. Bahan pewarna cat yang digunakan berasal dari bubuk henna atau daun tanaman Lawsonia Inermisi.

Tim Jazirah Islam/ Trans7

Selain menawarkan seni, GMI juga rutin mengadakan diskusi untuk mengenal Islam lebih dekat. Diskusi ini sudah diadakan selama dua kali. Berbagai pertanyaan dari peserta kerap muncul, mulai dari hijab hingga masalah poligami.

Kami ingin memberikan tempat untuk masyarakat yang ingin tahu tentang Islam juga untuk orang yang lahir sebagai muslim namun tidak mengetahui cara menjalankan agama Islam dengan benar. Kita harus bangga sebagai muslim,” kata dia.

Kaltum dan kawan-kawan juga kini tengah mengembangkan investasi marketingnya melalui sosial media, satu diantaranya melalui Facebook. Dalam laman itu, mereka menjabarkan Islam.

Seni lukis henna terus berkembang di Cesena dari waktu ke waktu. Kota tersebut merupakan kota kecil dengan total penduduk 90 ribu jiwa. Banyak muslim yang bermukim di kota ini, namun sayang tidak banyak masjid yang bisa dijumpai. Tak ayal, sebagian warga menyulap garasinya menjadi musala untuk sekadar bisa salat berjamaah.

Kaltum dan salah seorang rekannya yang juga mualaf bernama Fatiha menilai Islam masih menjadi minoritas di kota yang terdiri dari deretan gedung tua ini. Namun hal itu tidak menjadikan mereka terasingkan.

Bicara mengenai minoritas, kami tidak menemui banyak kesulitan. Kami memiliki banyak teman dan rekan yang mencintai kami,” terangnya.

Aksi terorisme yang sempat terjadi di Paris dan Brussel beberapa waktu lalu sempat melukai hati umat muslim yang berada di Eropa. Sebab lagi-lagi mereka harus menerima anggapan Islam sarat dengan kekerasan.

Mendengar komentar negatif menjadi hal yang biasa. Sebagai muslim di Barat, kini kami merasa seperti mengulang tragedi 9 September di Amerika. Ada beberapa kasus seperti kami tidak bisa mengenakan hijab saat bekerja, namun kami selalu mengupayakan berbagai cara agar kami tidak lagi menjadi korban karena penting bagi mereka tahu siapa kami dan bagaimana nilai kami di masyarakat,” imbuh Kaltum.

Tim Jazirah Islam/ Trans7

Setiap malam, Kaltum dan Fatiha menyempatkan diri mengulik telepon pintarnya untuk membuat kampanye salat subuh. Mereka kemudian menggunggah foto seruan untuk salat subuh di akun Facebook milik GMI Cesena. Keduanya kerap menggunakan berbagai aplikasi edit foto untuk membuat gambar poster salat subuh. Kemudian mereka membubuhkan aneka petikan kalimat yang berisi ajakan salat subuh.

Kami mulai membuat kampanye ini untuk mengajak orang-orang subuh karena jika kita melakukan salat subuh maka akan mudah melakukan salat yang lainnya. Namun jika kita kelewatan salat subuh maka akan sangat menyesal karena dengan salat subuh kita akan dapat banyak keuntungan,” kata Kaltum.

Tujuan kita hanya satu membuat semakin banyak orang yang salat subuh,” imbuhnya.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 10 Januari 2020.

Vien AM.

Dicopas dari : https://news.detik.com/berita/d-3228980/melihat-kegiatan-anak-muda-italia-kenalkan-islam-di-negeri-pizza

Read Full Post »

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Meski menjalankan agama sebaik mungkin, pemuda Inggris, Chris, tak juga memiliki akhlak mulia. Dia sering menenggak minuman keras (miras) bersama teman-teman. Lingkungannya sangat buruk. Banyak orang sekitarnya mudah berputus asa menghadapi permasalahan hidup. Sebagian menempuh jalan tragis yang dianggap menyelesaikan hidup: bunuh diri.

Pemuda bertubuh besar ini sering melihat orang yang dikenalnya mengembuskan napas karena hal tersebut. Namun, dia tidak ingin melakukan tindakan pengecut itu. Pria berambut pirang ini selalu berpikir bahwa kehidupan harus dijalani dengan baik.

Sekali dalam sepekan dia mengunjungi rumah ibadah untuk berdoa seorang diri. Sementara, ayahnya tak mau beribadah karena tak memercayai keberadaan Tuhan. Dalam keluh kesahnya kepada Tuhan, dia berharap ada orang yang dapat membawanya kepada kehidupan yang lebih baik, menjadi insan yang bermanfaat bagi banyak orang. Harapan itu selalu disampaikan dalam doa hingga tiga bulan.

Perlahan tapi pasti, Tuhan yang Maha mendengar mengarahkan pria 27 tahun itu menuju kebenaran. Suatu ketika saat berselancar di media sosial, Chris melihat sebuah video tentang Nabi Isa. Berdasarkan keyakinannya, Isa adalah anak Tuhan.Namun, video itu menceritakan hal berbeda, memosisikan Nabi Isa sebagai utusan Tuhan. Bagaimana mungkin? tanya Chris dalam hatinya.

Dia terus menonton video berjudul Hamba yang Penyayang selama dua bulan. Namun, selama menonton, dia masih belum meyakini kebenarannya. Kemudian dia juga menonton tayangan video biografi Nabi Muhammad. Chris mengetahui video yang kedua menceritakan tentang syiar Islam. Dia tak terlalu tertarik karena Islam, sepengetahuannya, adalah agama teror, radikal, yang jauh dari kesantunan. Keyakinan itu dia dapatkan berdasarkan omongan orang di Barat yang benci setengah mati terhadap Islam.

Suatu hari dia naik sebuah taksi.Selama di dalam taksi dia bertanya mengenai Isa yang merupakan Nabi Allah. Sopir yang berasal dari Asia itu hanya menjawab dengan senyuman. Pria Asia itu kemudian menjelaskan bahwa Islam memang mengajari demikian.

Chris belum bisa menerima jawaban singkat itu karena dalam pemahamannya, Muslim adalah teroris dan pembunuh. Mana mungkin agama mereka memiliki Isa yang dianggap sebagai seorang penyelamat.

Dia kemudian menatap Chris dan memintanya terus menonton video itu. Namun, selama beberapa pekan dia meninggalkan video tersebut dan tak lagi menontonnya. “Anehnya ada pe rasaan dalam diri ini yang tak biasa, seperti selalu ingin mengetahui hal baru. Sangat mengganggu ketenangan,” kata dia.

Dia lawan perasaan itu dengan mabuk miras bersama teman-temannya. Namun, perasaan tersebut tak kunjung pergi. Dia selalu datang, bahkan semakin membesar. Dia kemudian teringat akan kisah nabi yang pernah ditontonnya. Mereka adalah sosok yang tegar, tak mudah putus asa dalam menghadapi cobaan yang luar biasa. Ada yang dibuang ke dalam sumur, seperti yang dialami Nabi Yusuf.Ada juga yang dilempari kotoran manusia, seperti yang dialami Rasulullah, ada yang dikucilkan kaumnya sendiri, bahkan diperangi, seperti yang dialami Isa.

Kisah itu menginspirasi Chris untuk tegar menghadapi kehidupan. Semangatnya semakin membesar. Dia mencoba bangkit dari keterpurukan dirinya. Pemuda berkulit putih itu menonton kembali sejumlah video tentang kenabian, terutama Rasulullah.

Setiap malam, dia berbicara kepada Tuhan sebelum tidur. Dia selalu berharap dan memohon Tuhan akan membantunya dalam kehidupan ini.Chris berbicara dengan Tuhan menggunakan caranya sendiri karena dia tidak mengerti bagaimana berdoa secara Islam.

“Selama ini orang-orang hanya mengatakan hal buruk mengenai Muhammad sehingga saya salah paham tentang Islam dan Muhammad. Setelah menonton ini, saya menjadi suka dan kisah inilah yang saya inginkan,”kata dia.

Kemudian, Chris mulai bekerja di Broadway, Bradford, sebagai petugas keamanan. Dia kemudian bertemu dengan seorang pria Nigeria bernama Bashir. Sebelumnya dia berpikir bahwa semua temannya adalah orang yang keras. Dia tidak ingin teman Muslimnya juga bersifat demikian.

Chris bekerja bersama Bashir selama beberapa bulan. Dia banyak berbicara mengenai Islam dan bahkan mengundangnya makan bersama.Lambat laun Chris menyadari bahwa Bashir adalah teman dekat yang menuntunnya kepada Islam. Darinyalah Chris mendapatkan banyak penjelasan dan pengetahuan Islam.

Bersyahadat

Pada 5 November 2017, Chris merayakan malam api unggun bersama teman- temannya. Dia kembali mabuk bersama teman-temannya. Setelah itu tertidur dan tak mengetahui apa yang terjadi setelahnya.

Setelah terbangun, dia merasa bersalah atas apa yang sudah dilakukannya. Rasanya ingin memohon ampunan kepada Sang Pencipta karena perbuatannya adalah salah. Chris menelpon Bashir dan bertekad untuk pergi ke masjid bersama.

Bashir tak langsung mengiyakannya.Dia meminta Chris untuk mempelajari Islam terlebih dahulu sebelum ke masjid.Chris menjelaskan bahwa dia telah mempelajari Islam selama 10 bulan terakhir.

Bashir kemudian membawanya ke Masjid. Di sana mereka menemui seorang imam, Mas’ud. Pertemuan itu sangat dinantikan Chris yang menginginkan pertobatan.Imam bertanya beberapa hal kepada Chris seputar keyakinannya untuk memeluk Islam. Setelah merasa yakin sepenuhnya, Mas’ud membimbingnya bersyahadat.

Menjadi Muslim pertama kali adalah hal yang tidak terlupakan. Chris masih mengingat perasaan ketika mengucapkan syahadat, terutama saat pertama kali membahas Islam secara terbuka. Meski begitu, dia tak mampu menjelaskannya dengan kata-kata. Takjub, satu kata yang dia ungkapkan ketika mengingat kembali perjalanannya dalam menemukan Islam.Setelah bersyahadat, dia tinggal di masjid beberapa malam.

Hingga saat ini, dia sering bermalam di masjid, bahkan masih merasa takjub. Terutama saat belajar hal-hal baru. Kini, orang-orang melihatnya lebih cerah, bersemangat. Dulu dia tidak pernah menghomati orang tua dan saudaranya. Setiap hari yang dilakukan dengan teman-temannya hanya berdebat.

Sekarang Islam mengajarinya untuk memperlakukan orang, menjalani kehidupan sosial dengan kesantunan dan kebersamaan. Islam menjadi pedoman hidupnya. “Islam adalah panduan, saya tidak melihat Alquran hanya sebagai buku aturan, tetapi juga panduan hidup. Segala sesuatu dalam Islam sungguh bermanfaat, ” kata dia.

Mengganti Kebiasaan Mabuk

Satu hal yang membuatnya khawatir, yaitu kembali mabuk-mabukan. Chris selalu berusaha meninggalkan kebiasaan buruk itu.Dia bersyukur bertemu dengan Bashir yang mendukungnya untuk meninggalkan miras.

Bashir tak hanya menemani saat pertama kali berikrar memeluk Islam. Dia tak pernah meninggalkannya begitu saja. Hingga kini, Bashir masih menelepon dan memberi dukungannya untuk tetap berkomitmen menjalani ajaran Islam.

“Ketika bersyahadat, saya memiliki keraguan, dan semua orang akan memiliki keraguan, tetapi sekali Anda menemukan cinta untuk Tuhan dan Anda menemukan cinta untuk Nabi Muhammad (SAW)banyak hal berubah dalam hidup. Sebuah lampu menyala dalam kegelapan, Anda tahu. Anda harus masuk, dan Anda harus konsisten dan komitmen untuk memeluk Islam sepenuh hati,” kata dia.

Jika menginginkan sesuatu maka harus bekerja keras. Dalam beristiqamah, dia telah bekerja sangat keras tahun lalu dan sekarang dia melihat manfaatnya. “Anda tahu, ketika saya berdoa, saya merasakannya. Jadi, hal ini juga membuat saya bangga pada diri sendiri, dan itu membawa rasa bahagia kepada saya. Itu membuka pintu lain, seperti ayah saya lebih mengerti tentang Islam sekarang,”ujar dia.

Ayahnya kini tahu bukan hanya dari apa yang dia dengar, tapi mempelajarinya langsung. Pilihannya saat ini adalah yang terbaik untuk dirinya. Chris menyarankan untuk selalu percaya kepada hati nurani. Karena di dalam hati ada kebahagiaan dan kedamaian.

Janganlah merasa takut untuk berhijrah, karena di luar sana akan ada orang yang membantu dan mendukung. Jika ingin mempelajari Islam bicaralah dengan saudara Muslim, karena mereka tahu apa yang setiap orang inginkan dalam mempelajari Islam.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 30 November 2019.

Vien AM.

Dicopy dari :

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/18/04/26/p7rb0c313-sirah-nabi-mengubah-kehidupan-chris

Read Full Post »

Older Posts »