Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Akhlak’ Category

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. … … “. (Terjemah QS. Ali Imran(3) :110).

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana“.(Terjemah At-Taubah:71).

2 ayat diatas adalah contoh dari banyak ayat Al-Quran yang memerintahkan kita agar ber-amar nahi mungkar, yaitu menyuruh kepada yang ma’ruf/kebaikan, dan mencegah dari yang mungkar/keburukan. Kebaikan dan keburukan yang dimaksud sudah pasti berdasarkan pandangan Islam karena kebaikan dan keburukan menurut kaca mata manusia tidak selalu sama. Meski pada fitrahnya harusnya sama. Iblislah yang kemudian menggelincirkan manusia hingga berbuat yang sebaliknya sebagaimana diabadikan surat Al-A’raf ayat 16 dan 17 berikut:.

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (manusia) dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at)”.  ( Terjemah QS. Al-A’raf(7):16-17).

Itu sebabnya dalam Islam sekedar mempunyai ahlak yang baik saja tidaklah cukup. Ahlak yang baik harus dilandasi iman dan niat karena Allah swt. Namun ibadah mahdhah/ibadah murni seperti shalat, zakat, umrah/haji dll meski diiringi ahlak yang baik juga kurang sempurna bila tidak ada unsur dakwahnya/mengajak orang untuk mencontohnya.

Inilah yang dilakukan Rasulullah Muhammad saw. Rasulullah adalah seorang hamba Allah yang taat dengan ahlak sempurna yang tak diragukan sedikitpun. Tetapi itu tidak cukup. Allah swt memerintahkan beliau untuk berdakwah, mengajak agar orang mengikuti beliau, agar ber-amar nahi mungkar.

Dan begitu Rasulullah melaksanakan perintah tersebut, putra Abdullah yang tadinya tak pernah dibenci dan dimusuhi seorangpun itu, sontak dijauhi dan dimusuhi, terutama oleh para penguasa yang merasa kekuasaannya terancam. Mereka ini bahkan berencana membunuh rasulullah saw.  

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung“. ( Terjemah QS. Al-Imron:104).

Menyuruh kepada yang ma’ruf, mungkin banyak yang bisa melakukannya. Contohnya menyuruh/mengingatkan orang agar shalat, ber-zakat, menolong orang dll. Namun tidak demikian dengan mencegah perbuatan mungkar/keburukan, seperti melarang mencuri, korupsi, ber-zina dll. Mengapa?? Karena mencegah kejahatan memerlukan keberanian khusus. Tidak semua orang mampu menjalankan tugas maha berat tersebut.

Dan agar dapat memberikan efek jera serta tidak diikuti/dicontoh orang lain pelaku kejahatan harus diberi hukuman setimpal dengan kejahatannya. Oleh sebab itu tugas mencegah kejahatan yang paling efektif seyogyanya di pegang/dikendalikan oleh penguasa negara.

https://almanhaj.or.id/2708-amar-maruf-nahi-mungkar-menurut-hukum-islam.html

Sayangnya, tugas berat tersebut sering kali tidak berjalan dengan baik. Tak heran bila akhirnya tokoh-tokoh super hero seperti Superman, Batman, Spiderman dll menjadi favorit tua muda pecinta dunia perfilman. Rupanya petugas keamanan seperti polisi, pejabat dll di seantero dunia sama saja, mudah disogok … Na’udzubillah min dzalik … Setidaknya itulah yang sering ditampilkan film-film tersebut.

Tak heran pula para tokoh super hero yang dipuja-puja rakyat hampir dapat dipastikan selalu dimusuhi para petugas dan penguasa. Yang bahkan balihonya saja bisa membuat si penguasa uring-uringan, seperti yang terjadi pada pamflet pangeran Diponegoro yang dibakar oleh pemerintah Hindia Belanda pada masa lalu. Maka tak perlu heran  bila di suatu negri antah berantah ada seorang yang begitu dipuja-puja karena  kegarangannya dalam memberantas kemungkaran terus dikejar dengan segala tuduhan dan fitnah yang mengada-ada oleh penguasa.  

Barang siapa yang melihat satu kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman“. [HR Muslim].     

Sebaliknya tugas kita sebagai rakyat kecil, berpartisipasi dalam merubah kemungkaran dapat dimulai dari diri sendiri dan anggota keluarga kita. Mari kita kenalkan Al-Quran dan As-Sunnah pada anak sejak mereka kecil. Biasakan  mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Yang juga tak kalah pentingnya anak dari kecil wajib dikenalkan nilai kebaikan menurut kaca mata agama kita. Jangan sampai mereka terbawa arus “modern” menyesatkan, yang membolak-balikkan kebaikan dan kejahatan. Hingga akhirnya salah memilih idola, bukannya Spiderman malah Joker si tokoh antagonis musuh utama Spiderman yang dijadikan panutan. Itulah salah satu tanda akhir zaman yang kini sedang terjadi di hadapan kita. 

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu tiba-tiba, tetapi mencabutnya dengan mewafatkan para ulama, sampai tidak tersisa seorang berilmu. Akhirnya manusia menjadikan orang-orang bodoh (sebagai ulama), akhirnya mereka (orang-orang bodoh tadi) memberi fatwa tanpa ilmu dan mereka menyesatkan”.

Tanda-tanda Hari Kiamat adalah disingkirkannya orang-orang baik, dan diangkatnya orang-orang jahat“. (HR. Hakim dalam al-Mutadrak)

https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2018/09/20/150993/karakter-ulama-su-dan-fitnah-akhir-zaman.html

Sebaliknya bila pemimpin tidak menjalankan kekuasaan dengan baik demo bisa menjadi pilihan. Beruntung negara kita tidak melarang demo alias unjuk rasa, dengan berbagai kekecualiannya. Hal ini masih sesuai dengan ajaran Islam meski ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama.   

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/09/25/jangan-asal-demo-pahami-aturannya

Namun bila kita merujuk bagaimana khalifah Abu Bakar ra dan Umar bin Khattab ra berujar pada hari mereka diangkat sebagai pemimpin tertinggi, yaitu bahwa pemimpin adalah amanah terberat dalam hidup. Umar yang dikenal keras hingga sempat membuat resah masyarakat Madinah ketika itu juga mengatakan bahwa sikap kerasnya telah Allah lembutkan kecuali kepada orang-orang yang berlaku zalim dan memusuhi kaum Muslimin.

Sebaliknya Umar juga meminta rakyatnya tidak ragu untuk menegurnya jika di kemudian hari ia membuat kesalahan. Bahkan Umar meminta rakyat tak ragu menuntutnya jika ia menyusahkan mereka.

“Bantulah aku dalam tugas menjalankan amar makruf nahi munkar dan bekalilah diriku dengan nasihat-nasihat kalian sehubungan dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku demi kepentingan saudara-saudara sekalian“, ujar Umar menutup pidato panjangnya.     

Adalah hak rakyat untuk berdemo mengemukakan pendapat bila dirasa ada hukum yang membuat hidup menjadi sulit apalagi yang berkaitan dengan ibadah kita sebagai kaum Muslimin, seperti  dihapusnya mata pelajaran agama, jam istirahat kerja yang terlalu sempit hingga tidak cukup untuk melakukan shalat dll. Selama demo dilakukan sesuai aturan yang berlaku pemerintah tidak berhak melarang apalagi memukuli dan menangkap peserta demo.

Namun bila demo tidak berhasil menyadarkan penguasa, kejahatan terus saja terjadi, korupsi, pelacuran, perjudian, khamr makin meraja-lela, ulama terus saja di bully, hukum yang tumpul ke atas tajam ke bawah dll, jangan salahkan bila kemudian muncul “super hero” bak Spiderman sang pahlawan pembela rakyat melawan kejahatan. Yang didukung ormasnya berani memberantas segala kejahatan menurut cara yang dibenarkan agamanya, agama mayoritas negri tercinta ini.

Semoga Allah swt meridhoi sepak terjang sang super hero dan senantiasa melindunginya dari segala keburukan. Dan semoga rezim ini dapat segera menyadari kesalahan serta memperbaiki cara kerja dan berpikir meteka, aamiin taa robbal ‘aalamiin. Kejahatan memang tidak akan mungkin berdampingan dengan kebaikan, selamanya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 3 Desember 2020.

Vien AM.

Read Full Post »

Hijab adalah Fitrah.

Lauren Booth adalah jurnalis Inggris yang dikenal gencar membela Palestina dan menentang perang Irak. Pada tahun 2008 bersama 46 aktivis, saudari tiri istri mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair ini, dengan menumpang kapal dari Siprus memasuki Gaza. Rombongan aktivis tersebut datang  dengan membawa misi kemanusiaan.  2 tahun kemudian yaitu tahun 2010 ia mengumumkan ke-Islam-annya.

Berikut adalah cerita Booth mengenai reaksi kedua putrinya yang berusia 8 dan 10 tahun ketika ia mengatakan akan memeluk Islam.

Kami punya 3 pertanyaan, tolong ibu jawab”, pinta kedua putri Booth.

“Pertanyaan pertama, ketika ibu sudah masuk Islam, apakah ibu masih menjadi ibu kami?

Tentu aku tetap menjadi ibumu, bahkan aku akan menjadi ibu yang lebih baik dari sebelumnya’, jawab Booth.

Pertanyaan kedua, ketika ibu sudah masuk Islam, apakah ibu  masih minum alkohol?

Ibu tidak akan pernah mendekati alkohol setelah ini. Selama-lamanya”, jawab Booth lagi.

Pertanyaan ketiga, ketika ibu sudah masuk Islam, apakah ibu masih memakai baju yang memperlihatkan sebagian tubuh ibu?

Kenapa kalian bertanya seperti ini?”, tanya Booth keheranan.

Karena ibu suka memakai baju yang kelihatan dadanya. Dan kami tidak suka itu”, jawab Holy, salah satu putri Booth.

Setelah aku masuk Islam, maka aku akan terus memakai baju yang tertutup ketika keluar rumah”, jawab Booth.

Tiba-tiba keduanyapun berteriak: “Aku suka kalau ibu masuk Islam. Aku suka agama Islam”.

Itulah yang terjadi. Dan Alhamdulillah anak-anakku sekarang adalah muslimah dan shalat bersamaku. Subhanallah”, ujar Booth mengakhiri ceritanya.

Masya Allah … Alangkah indahnya Islam. Tampak jelas bahwa menutup aurat adalah fitrah perempuan. Bahkan anak umur 8 dan 10 tahunpun sudah bisa merasa risih melihat ibunya berpakaian memperlihatkan sebagian dadanya. Tampaknya anak-anak tersebut sudah bisa membedakan kehormatan yang ditrima perempuan yang mengumbar aurat dengan yang menjaganya dengan baik.

Maklum ratu mereka yaitu ratu Inggris, selalu tampil anggun dengan gaun panjang lengkap dengan sarung tangan panjang hingga setengah lengan. Dan hanya orang tertentu saja yang bisa mendapat izin mencium tangan ratu mereka, dengan penuh khidmad pula.

Atau bisa jadi anak-anak tersebut sering melihat suster gereja berpakaian rapat menutup aurat, dari ujung rambut hingga ujung kaki, persis yang diajarkan Islam. Namun dalam Islam menutup aurat bukan khusus untuk “orang suci”, tapi untuk semua perempuan yang mengaku beriman.     

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. ( Terjemah QS. Al-Ahzab (33):59).

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka … … Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. ( Terjemah QS. An-Nuur (24):31).

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Semoga Allah merahmati para perempuan generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat: “dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya”, maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.

Begitulah reaksi umat Islam generasi awal menyikapi ayat-ayat yang turun. Mereka segera melaksanakan perintah-Nya.

Sungguh alangkah beruntungnya Lauren Booth. Berapa banyak Muslimah yang sejak lahir sudah Islam namun tidak menutup aurat mereka sebagaimana perintah-Nya. Tidakkah mereka menyadari betapa Islam begitu memuliakan mereka???

Perumpamaannya ibarat emas permata berlian yang dijual di toko mewah dengan pengawasan cctv, ditata rapi di dalam lemari kaca terkunci, dibandingkan dengan perhiasan imitasi yang dijual di emperan yang bisa dan boleh disentuh siapapun tanpa harus membelinya.

Ironisnya peradaban Barat yang dianggap maju dan modern, telah berhasil menyesatkan kaum Muslimah bahwa kecantikan dan daya tarik kaum hawa boleh dinikmati bukan hanya dirinya sendiri tapi juga untuk orang lain termasuk lelaki yang bukan muhrimnya. Kita bisa menyaksikan bagaimana film-film barat dengan ringannya mengekspos tubuh perempuan sebagai komoditi yang sangat menguntungkan. Tanpa sedikitpun rasa risih mereka menampilkan perbuatan zina yang dalam kaca mata Islam merupakan dosa besar.

Hingga akhirnya sebagian muda-mudi Islampun memandangnya sebagai hal yang biasa. Padahal Islam mengajarkan bahkan mendekatinyapun haram. Namun apa daya pacaran/berduaan/nge-date  yang sejatinya merupakan budaya Barat sekarang ini sudah dianggap lumrah oleh sebagian besar Muslim di negri tercinta ini.

Laki-laki dan perempuan memang ditakdirkan memiliki saling ketertarikan. Lewat hubungan intim antar ke dua mahluk inilah Allah swt melanggengkan keberadaan manusia di muka bumi. Namun Islam mengajarkan harus melalui ikatan pernikahan agar jelas pertanggung-jawabannya.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. ( Terjemah QS. Al-Isra’(17):32).

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, jangan sekali-kali ia berdua-duaan dengan wanita (ajnabiyah/ yang bukan mahram) tanpa disertai oleh mahram si wanita karena yang ketiganya adalah setan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Hebatnya lagi bila kaum perempuan diwajibkan menutup aurat maka kaum lelaki diperintahkan untuk menjaga pandangan dan nafsu birahi mereka.

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat“. ( Terjemah QS. An-Nuur (24):30).

Sebaliknya perempuan Barat yang sudah terbiasa mengumbar aurat dan melakukan seks bebas pada titik tertentu justru menemukan kejenuhan. Mereka merasa telah dijadikan objek pemuasan nafsu laki-laki yang tidak bertanggung-jawab, yang dengan mudahnya mencampakkan mereka begitu merasa bosan dan menemukan perempuan lain. Hidup bebas tanpa aturan pada akhirnya hanya menyisakan kekosongan jiwa.   

Itu sebabnya ketika Nazma Khan, seorang Muslimah asal Amerika, menyerukan hak perempuan ber-hijab dihormati mereka bisa memahaminya. Nazma dan kawan-kawan memilih 1 Februari 2020 sebagai hari gerakan perempuan dunia yang mereka namakan “World Hijab Day”. Hijab diartikan tidak sebagai fashion/ pakaian, bahkan juga tidak sebagai simbol agama tertentu, melainkan sebagai simbol gerakan kaum perempuan sedunia agar diakui kehormatan dan pilihannya dalam berhijab.

Bagi yang belum mengenakan jilbab, momen ini bisa membantu mereka menguatkan niatnya untuk menutupi auratnya,” ujar Nazma.

Tema hijab yang mereka usung memang bukan persoalan agama semata. Karena salah satu tujuannya adalah untuk melawan hijab-phobia akut, yaitu ketakutan orang kepada para perempuan ber-hijab. Jadi tak usah heran pada hari tersebut kaum hawa non Muslim dari berbagai negara ikut berpartisipasi mengenakan hijab.   

Semoga kaum Muslimah segera menyadari betapa Allah Azza wa Jala sangat memuliakan kaum perempuan. Berhijab adalah fitrah yang mempunyai banyak keuntungan, dan bila dikerjakan demi menggapai ridho-Nya akan mendapat balasan tinggi dari-Nya.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 25 November 2020.

Vien AM.

Read Full Post »

Banyak sekali ayat-ayat Al-Quranul Karim yang memerintahkan kita agar berbuat baik kepada kedua orang-tua kita. Berkat mereka, dengan izin Allah swt, kita ada di dunia ini. Melalui mereka kita jadi mempunyai kesempatan memasuki surga-Nya, dengan syarat lulus dari ujian kehidupan di dunia yang fana ini. Menariknya lagi, dalam suatu hadist Rasulullah bersabda yang mengisyaratkan bahwa ibu berhak mendapatkan perlakuan baik dari anak-anaknya 3x lebih banyak dari ayah.

Dari Abu Hurairah, dia berkata, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?’ Rasul pun menjawab: ‘Ibumu’. ‘Lalu siapa lagi?’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ayahmu’.”

Para ulama sepakat mengatakan hal tersebut karena 3 hal yaitu ibu mengandung, melahirkan dan menyusui. Meski ini tidak berarti hanya sebatas itu tugas ibu. Sementara tanggung jawab terbesar ayah adalah bekerja keras menafkahi keluarganya. Yang juga bukan berarti mengecilkan peran ayah dalam keluarga.

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya … … “.( Terjemah QS. Al-Ahqaf(46):15).

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma`ruf. … … “.( Terjemah QS. Al-Baqarah 233).

Mungkin ada sebagian ibu yang tidak menyadari bahwa mengandung, melahirkan dan menyusui mendapat penghargaan yang begitu tinggi dari Allah Azza wa Jala. Karena bukankah mengandung dan melahirkan terutama, bukan kehendak dan kemauan kita melainkan kehendak-Nya. Dengan kata lain ibu mengandung dan melahirkan adalah sunnatullah, kecuali Allah menghendaki lain. Seorang perempuan yang menikah sudah seharusnya siap mengandung dan kemudian melahirkan. Dan bagi umumnya ibu ( dan juga ayah) ini adalah sesuatu yang sangat diharapkan.

Sementara menyusui agak berbeda, karena tidak setiap ibu dianugerahi ar susu yang banyak. Meski pada umumnya seorang ibu yang baru melahirkan otomatis akan memproduksinya. Dan ternyata ilmu pengetahuan baru belakangan ini menemukan bahwa air susu ibu di hari-hari awal melahirkan mengandung zat yang sangat baik bagi bayi, yaitu kolostum. Cairan ini  mengandung antibodi penghambat pertumbuhan virus dan bakteri, protein, vitamin A dan mineral. Namun demikian menyusui bukan keharusan melainkan anjuran, yaitu hingga anak mencapai usia 2 tahun. Bahkan boleh anak di susukan perempuan lain seperti yang dialami Rasulullah saw.

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma`ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan“.( Terjemah QS. Al-Baqarah 233).

Lebih jauh lagi. Tentu kita sering mendengar hadist “ Surga di bawah telapak kaki ibu”. Mayoritas ulama berpendapat bahwa hadist tersebut palsu. Namun ada hadist lain yang dihukumi sebagai hadits hasan oleh Syaikh al-Albani, yang isinya kurang lebih sama.

Dari Mu’awiyah bin Jahimah as-Sulami bahwa ayahnya datang kepada Nabi Muhammad n dan berkata, : “Wahai Rasûlullâh! Aku ingin ikut dalam peperangan dan aku datang untuk meminta pendapatmu.” Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mempunyai ibu?” Dia menjawab, “Ya.” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tetaplah bersamanya! Karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya.”

Sungguh betapa tingginya kedudukan ibu di sisi Allah swt. Berbahagialah wahai kaum ibu … Pertanyaannya, apakah semua ibu mempunyai kedudukan demikian? Adakah syarat dan kriteria tertentu agar ibu sebagai pintu surga anak-anaknya bisa terus terjaga?

Ayat-ayat amalan berbakti kepada orang tua hampir selalu didahului dengan perintah larangan berbuat syirik. Diantaranya adalah sebagai berikut :

“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Rabbmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa.” (Terjemah QS. Al-An’am(6): 151).

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. … … “. ( Terjemah QS. Al-Isra(17):23).

Artinya meski amalan bakti kepada kedua orang-tua sangat tinggi kedudukannya namun tetap dibawah perintah untuk senantiasa menyembah hanya kepada Sang Pencipta, Allah Azza wa Jala. Ini juga bisa diartikan bahwa itulah syarat minimal ibu yang memiliki kedudukan tinggi untuk dihormati anak-anaknya yaitu tauhid.

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua ( ayah dan ibu) dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.( Terjemah QS. Al-Isra(17):24).

Selanjutnya bila kita memperhatikan ayat di atas, mereka adalah yang yang telah mendidik anak-anaknya ketika kecil. Mendidik apa? Tentu saja untuk mengenal Tuhannya yaitu Allah Subhana wa Ta’ala sebagaimana doa yang sering kita baca sebagai berikut :

doa ortu“Robbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran”, yang artinya :

Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil”

Namun pada ayat-ayat lain dapat kita temui bahwa berbakti kepada ibu/orang-tua tidak hanya kepada ibu/orang-tua yang beriman dan mentaati segala perintah-Nya. Tapi juga kepada orang-tua yang kafir bahkan jahat sekalipun. Dengan syarat bila orang-tua menyuruh kepada kesyirikan anak harus menolak tapi dengan cara yang santun, tidak boleh kasar.

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentangnya, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergauilah keduanya dengan baik”. ( Terjemah QS. Luqman(31):15).

Asbabun nuzul ayat di atas adalah kisah ke-Islam-an Sa’ad bin Abi Waqqash, satu dari sepuluh sahabat yang dijamin Rasulullah masuk surga. Ketika itu Sa’ad masih ber-usia 17 tahun. Ibu Sa’ad marah dan kesal kala mengetahui anaknya masuk Islam.

Hai Sa’ad, kalau engkau tidak meninggalkan agamamu (Islam) maka aku tidak akan makan dan minum sampai mati sehingga engkau akan dikenal sebagai pembunuh ibu,” gertaknya berulang kali.

Karena merasa terus dipojokkan akhirnya Sa’ad menegaskan bahwa ia tidak akan meninggalkan Islam apapun yang terjadi termasuk bila ibunya meninggal karena tidak mau makan. Keyakinan Sa’ad yang begitu bulat dan kuat itu ternyata membuat ibunya luluh. Sang ibupun akhirnya mengalah, dan menghentikan aksi mogoknya.

Dengan kata lain, Allah swt menjadikan ibu sebagai pintu surga anak-anaknya karena kaum ibu adalah kaum yang dipilih Allah untuk mengemban amanat berat mempertahankan kelangsungan keberadaan manusia di muka bumi. Ini adalah tugas maha berat dan mulia yang tidak mungkin diwakilkan kepada siapapun. Itu sebabnya seorang ibu ikhlas atau tidak, muslim atau kafir, sholehah ataupun tidak, semua berhak mendapat balasan perlakuan baik dari anak-anaknya. Allah  swt bahkan melarang seorang anak mengucapkan kata “ugh” atau “akh” sebagai tanda penolakan terhadap perintah orang-tua.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. ( Terjemah QS. Al-Isra(17):23).

Begitulah Allah swt mengajarkan adab dan cara berterima-kasih kepada orang yang berjasa dalam kehidupan seseorang. Orang yang pandai berterima-kasih kepada sesama manusia biasanya juga akan lebih mudah berterima-kasih dan bersyukur kepada Yang Maha Pencipta.

Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi).

Setiap dosa, Allah akan menunda (hukumannya) sesuai dengan kehendakNya pada hari Kiamat, kecuali durhaka kepada orang tua. Sesungguhnya orangnya akan dipercepat (hukumannya sebelum hari Kiamat.” [HR Bukhari]

Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan dan dosa besar”. [HR Bukhari].

Namun demikan ibu yang baik tentu tidak ingin menyusahkan anak-anaknya. Ibu yang beriman dan sholehah, yang bisa mencontohkan kesholehahannya kepada anak-anaknya pasti lebih mudah bagi anak untuk berbakti kepadanya. Sebaliknya ibu yang kafir apalagi ditambah akhlak yang buruk tentu sulit bagi anak untuk menyayangi apalagi mentaatinya.

“Tiga doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi).

Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizholimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua pada anaknya.” (HR. Ibnu Majah).

Kedua hadist di atas menunjukkan bahwa doa orang-tua adalah satu dari tiga doa yang mustajab. Oleh sebab itu orang-tua, terutama ibu, harus extra hati-hati terhadap apa yang keluar dari lisannya. Kisah Imam Al-Bukhary yang sejak kecil buta dan kisah rahib Yahudi Juraij adalah bukti yang sering kita dengar.

Al-Bukhary bisa melihat kembali setelah Allah Azza wa Jala mengabulkan doa ibunya  yang sering memohon kesembuhan putra tercintanya. Sementara Juraij mengalami kesialan akibat doa buruk ibunya yang kesal melihat panggilannya tidak digubris anaknya,

Semoga Allah swt ridho menjadikan kita sebagai ibu yang mudah ditaati anak-anaknya hingga pintu surgapun mudah terbuka bagi mereka. Ibu yang senantiasa di doakan anak-anaknya yang sholeh/sholehah agar kelak dapat bertemu lagi dengan mereka di surga … aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 2 Juli 2020.

Vien AM.

Read Full Post »

Sejarah mencatat bahwa selama berabad-abad Islam pernah mengalami masa kejayaan. Zaman keemasan tersebut terbagi dua periode  yaitu periode Klasik (650-1250M) dan periode Pertengahan (1250-1800M). Kejayaan ini dimulai dengan berdirinya negara Madinah dibawah langsung kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw (622–632M) dan Kekhalifahan Khulafaur Rasyidin (632-661M) yang 4, yaitu Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Ustman bin Affan ra dan Ali bin Abi Thalib ra.

Pada masa inilah dasar-dasar ajaran Islam dengan pedoman Al-Quran dan As-Sunnah diterapkan secara sungguh-sungguh. Diantaranya dengan berdirinya Baitul Maal. Pada zaman Umar bin Khattab ra berkuasa tidak ada seorangpun rakyat kelaparan. Ini terjadi karena zakat dijalankan dengan sangat baik, tidak ada sistim riba di dalamnya.

Sedangkan periode Klasik adalah masa dimana berkuasa dinasti Umayyah yang beribu-kota di Damaskus (661-750M), kekhalifahan Cordoba yang berkuasa di Andalusia (755 -1031 M), dilanjutkan periode Taifa ( kerajaan-kerajaan kecil di Andalusia ) pada 1031-1492M, serta dinasti Abbasiyah yang berkuasa selama 505 tahun (750-1258 M). Pada masa tersebut, tepatnya pada abad sembilan sampai ketiga belas,  dunia Islam dipenuhi dengan era perkembangan ilmiah, religius, filsafat, dan kebudayaan dalam skala kedalaman yang tak tertandingi sejarah, baik sebelum maupun sesudah era tersebut.

Pada masa itulah bermunculan tokoh-tokoh Islam mumpuni yang hingga hari ini namanya masih terus dikenang karena jasanya yang begitu besar dalam dunia Sains. Diantaranya adalah Ibnu Sina/Avicena, Ibnu Rusyd/ Averroes, Abu Musa Jabir bin Hayyan/Geber, Ibnu Batuta dll.

Sementara periode Pertengahan adalah masa kerajaan Mughal di India, Afawiah di Persia dan yang terbesar adalah kekhalifahan Islam Turki Ottoman/Ustmaniyah (1300–1924 M). Pada masa ini kejayaan Islam secara bertahap terus menurun. Puncaknya adalah dengan jatuhnya kekhalifahan Ustmaniyah pada tahun 1924 akibat kalah perang dalam Perang Dunia I hingga tercerai berai menjadi 50 negara.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/17/03/03/om8ffh282-3-maret-1924-akhir-riwayat-kekhalifahan-islam-dunia

Expansion-Ottoman-EmpireKesultanan Turki Ottoman mencapai puncak kejayaan dibawah kepemimpinan Sulaiman I atau Sulaiman Agung (1520-1566M). Kekuasaan kesultanan ini membentang di sebagian benua Eropa, Asia, dan Afrika selama 623 tahun, dengan budaya, agama dan bahasa yang berbeda-beda.  Kejayaannya dapat disejajarkan dengan kekaisaran Romawi di masa lalu.

Kesultanan  ini runtuh secara bertahap karena banyak hal. Diantaranya adalah lemah dan tidak berwibawanya sejumlah sultan yang berkuasa di akhir abad 18. Penyebab lainnya adalah terlalu banyaknya campur tangan asing, kehidupan mewah dan berlebihan di kalangan pejabat hingga banyak terjadi penyimpangan dalam keuangan negara. Termasuk dana pertahanan militer yang terus digerogoti. Konspirasi Yahudi yang menginginkan tanah Palestina dengan jeli memanfaatkan celah tersebut. Bekerja sama dengan Barat, ia terus menekan para sultan dengan segala cara busuk.

“Selama aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islamiyah. Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup.” Demikian jawaban surat Sultan Abdul Hamid II kepada perwakilan Zionis Yahudi yang berusaha menyogoknya.

Sultan Abdul HamidSultan Abdul Hamid II dikenal dekat dengan para ulama dan selalu menaati nasihat-nasihat mereka. Ia berusaha keras memperbaiki kesultanan yang diwarisinya dalam keadaan carut marut. Berbagai upaya ia lakukan termasuk menyatukan umat Islam yang terpuruk, dan membantu mereka agar dapat melawan para penjajah yang menjadi penguasa di negeri mereka sendiri.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/17/03/03/om8gc8282-konspirasi-yahudi-di-balik-tumbangnya-khalifah-utsmani

Dari sebuah hadist riwayat Ahmad, diberitakan tentang masalah kepemimpinan yang terbagi atas 5 bagian periode perjalanan sejarah umat manusia lebih khusus lagi umat Islam, yaitu:

  1. Manusia dipimpin oleh para nabi dan para rasul (masa kenabian).
  2. Manusia dipimpin oleh Khulafaur Rasyidin (masa khilafah sesuai dengan pedoman Rasulullah SAW.
  3. Manusia dipimpin oleh raja-raja yang menggigit (masa malik ‘adhon).
  4. Manusia dipimpin oleh raja-raja ada penguasa yang diktator dan tidak berpedoman pada ajaran Islam.
  5. Manusia dipimpin kembali oleh sistem sesuai pedoman yang dibawa nabi Muhammad SAW.

https://www.dakwatuna.com/2011/12/01/16954/hadits-tentang-periodisasi-kekuasaan/#axzz6K7QBhp4H

Para ulama sepakat bahwa saat ini kita berada di akhir periode 4 menuju periode 5, periode dimana umat kembali menjalankan kehidupannya sesuai Al-Quran dan As-Sunnah. Tentu tidak semudah membalik tangan. Diperlukan usaha dan keseriusan kaum Muslimin untuk bersatu demi menegakkan Islam yang kaffah, Islam yang menjadi rahmat tidak saja bagi umat Islam tapi juga bagi seluruh isi alam semesta ini.

Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. ( Terjemah QS. Al-Anbiya(22):107).

Untuk itu para ulama menyusun 10 karakter yang harus dimiliki setiap Muslim sebagai berikut:

  1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih).

Aqidah adalah dasar utama seorang Muslim. Tanpa aqidah yang bersih tidak ada artinya seorang Muslim. Aqidah yang bersih, tidak bercampur sedikitpun dengan kesyirikan, akan melahirkan ketakwaan yang sebenarnya. Ia yakin setiap gerak-geriknya senantiasa diawasi Allah swt, dan segala sesuatu terjadi karena Allah swt.   Yang dengan demikian seseorang tidak akan takut kepada selain-Nya. Inilah yang menjadi kunci kemenangan perang Badar di awal periode Islam. Ketika itu jumlah kaum Muslimin hanya 313 orang, 1/3 jumlah musuh, tanpa peralatan perang memadai pula. Namun bisa menang karena modal keyakinan Allah swt senantiasa beserta mereka.

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. ( Terjemah QS. Al-An’aam(6):62)

  1. Shahihul Ibadah (Ibadah yang benar).

Yaitu ibadah sesuai dengan apa yang dicontohkan rasulullah saw, tidak mengada-ada. Ini untuk menunjukkan ketaatan tidak hanya kepada Allah swt, tapi juga kepada Rasulullah saw.

…  Barangsiapa ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar”. ( Terjemah QS. An-Nisa(4):13).

Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat.”. (HR. Baihaqi).

  1. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh).

Yaitu dengan mencontoh akhlak rasulullah. Diantaranya yaitu jujur, amanah, sabar, tidak sombong, rendah hati dll.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. ( Terjemah QS. Al-Ahzab(33):21).

  1. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani).

Kekuatan ini tidak hanya diperlukan untuk melakukan berbagai ibadah seperti shalat, puasa, haji dll. Namun juga ketika kita harus menghadapi musuh. Bahkan cara memakai kain ihram yang dibuka pada sisi kanan bahu (idtiba’), bukannya tanpa maksud. Ini untuk menunjukkan pada musuh-musuh Islam bahwa kaum Muslimin itu kuat, jangan coba-coba meremehkannya.

Muslim yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah subhanahu wa ta’ala daripada Muslim yang lemah.” [HR. Muslim].

  1. Mutsaqqoful Fikri (Intelek dalam berpikir).

Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran yang memerintahkan kita untuk senantiasa berpikir. Alam semesta beserta segala isinya ini diciptakan penuh dengan perhitungan, tidak asal-asalan. Dan kita manusia diberi tugas sebagai khalifah agar dapat mengelola seluruh fasilitas tersebut dengan sebaik mungkin.

“Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (Terjemah QS. Ali Imran(3):191).

  1. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu).

Seorang Muslim sejati harus selalu sadar bahwa musuh utama manusia adalah syaitan. Syaitan inilah yang pekerjaannya menghembus-hembuskan hawa nafsu agar tidak mentaati perintah Allah swt. Cinta yang berlebihan terhadap kenikmatan dunia adalah awal petaka yang dapat menjerumuskan manusia pada kehinaan. Inilah yang terjadi pada awal mundurnya kesultanan Ottoman.

Dan awal dari segala hawa nafsu yang harus diperangi adalah sifat sombong sebagaimana yang diabadikan ayat 13-18 surat Al-Baqarah berikut:

Allah berfirman:“Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.

Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan“.

Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at)”.

Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.

  1. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu).

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. ( Terjemah QS. Al-Ashr(103):1-3)

Dari Ibnu Abbas ra: Rasulullah saw bersabda dan menasehati pada seseorang: “Gunakan yang lima sebelum datang yang lima: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa lapangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum masa matimu,” (HR Al-Hakim).

Islam mengajarkan kaum Muslimin untuk menggunakan waktunya sebaik mungkin, diantaranya shalat yang mempunyai waktu-waktu tertentu bahkan gerakan yang sudah ditentukan dan mempunyai batas waktu. Dan yang utama adalah yang di awal waktu. Inilah awal dari kedisiplinan.

  1. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan).

Dengan kedisiplinan seorang Muslim akan lebih mudah menyelesaikan segala urusan secara tertata/tertib/teratur. Apapun yang dikerjakan, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah, profesionalisme selalu diperhatikan, dikerjakan secara sungguh-sungguh. Dalam ayat 282-283 surat Al-Baqarah Allah swt menerangkan secara terperinci bagaimana cara bermualamah dalam Islam.

Dengan berbekal ilmu seorang Muslim akan mampu menyelesaikan pekerjaannya secara professional, sesuai dengan kedudukan dan jabatan masing-masing. Apakah itu sebagai kepala keluarga, ketua RT/RW/Kelurahan hingga bos perusahaan bahkan mentri dan presiden.

Demikian pula ketika berperang sebagai ayat berikut :

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh”. (Terjemah QS. Ash-Shaff(61): 4).

“Kebenaran yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir.” ( Ali bin Thalib ra).

  1. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/ mandiri).

Muslim sejati adalah yang tidak tergantung pada orang lain yang beresiko menjadikannya tergadai dan terhina. Apalagi bila ketergantungannya itu terhadap orang kafir. Karena yang demikian bisa menyebabkannya tidak saja harga diri yang tergadai tapi bahkan aqidah.

“Tangan yang diatas adalah yang memberi (mengeluarkan infaq) sedangkan tangan yang di bawah adalah yang meminta”.(HR. Bukhari).

  1. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain).

Inilah ciri Muslim sejati yang mewakili ajaran Islam Rahmatan Lil Aalamiin. Ia bagaikan pohon rindang yang bisa digunakan orang untuk berteduh, akarnya yang kuat mampu menyangga orang yang bersandar, buahnya lezat, dan bunganya indah dipandang mata.

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. … “. ( Terjemah QS.Ibrahim (14):24-25).

Sayangnya saat ini kita saksikan kondisi umat Islam secara umum masih saja terpuruk dibawah pengaruh Barat yang sekuler bahkan kafir. Korupsi, khamr, perzinahan, prilaku menyimpang homoseksual  dll yang makin merajela. Belum lagi ikatan persatuan sesama Muslim yang sangat rentan hingga mudah di adu domba musuh-musuh Islam.

“Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya seperti satu bangunan yang tersusun rapi, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.” Dan beliau merekatkan jari-jemarinya”. (HR. Bukhari).

Berikut yang dikatakan  Abdallah ibn Buluggin, seorang cendekiawan yang melihat langsung awal kejatuhan Kerajaan Cordoba pada tahun 1000-an M hingga tercerai-berai menjadi kerajaan-kerajaan kecil Islam yang saling bertikai.

“Ketika dinasti Amirid (al Mansur) berakhir dan rakyat ditinggal tanpa pemimpin, maka setiap komandan militer bangkit membangun kotanya dan melindungi diri mereka sendiri dengan benteng untuk memperkuat posisinya, membangun tentara dan memperkokoh sumber dayanya sendiri. Orang-orang ini saling bersaing dengan lainnya untuk merebut kekuasaan dan mengalahkan lawan-lawannya.”

Tampaknya baru Turki dibawah Recep Tayyip Erdogan yang terlihat siap menghadapi kebangkitan Islam. Ia berhasil membawa kembali Kesultanan Turki Ustmaniyah yang ambruk nyaris 100 tahun silam ke masa kejayaannya. Hanya Erdogan satu-satunya kepala negara di dunia ini yang berani melawan kejahatan Zionis Israel terhadap Palestina secara terang-terangan. Kaum perempuan di era Erdogan juga berhasil mendapatkan kembali haknya menutup aurat dengan baik setelah puluhan tahun lamanya dilarang dibawah pemerintahan Turki yang sekuler. Demikian pula adzan yang kembali dikumandangkan di seantero negri.

Dilansir dari berbagai sumber, Turki baru dibawah Erdogan telah melakukan lompatan ekonomi yang besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16, dengan rata-rata peningkatan 10 % pertahun, yang berarti masuknya Turki kedalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia.

https://www.hidayatullah.com/artikel/opini/read/2015/06/30/73321/bagaimana-erdogan-membangun-turki-dan-menumbangkan-sekulerisme-1.html

Bahkan selama pandemi Covid19 Turki memperlihatkan kedigjayaannya dengan mengirim bantuan medis ke Italia dan Spanyol sebagai bagian dari upaya memerangi pandemi virus tersebut. Italia dan Spanyol adalah dua negara yang terdampak virus Corona paling parah di dunia. Bantuan medis yang dikirim tersebut berupa masker, pakaian pelindung dan cairan antibakteri yang diproduksi oleh pabrik serta fasilitas jahit milik Kementerian Pertahanan Turki.

https://news.detik.com/internasional/d-4961337/pandemi-virus-corona-turki-kirim-bantuan-medis-ke-italia-dan-spanyol

Semoga dengan adanya pandemi Covid19 yang menyebabkan kita terpaksa mengurung di dalam rumah masing-masing mampu membuat kita untuk segera berbenah diri, bertobat memohon ampunan-Nya hingga Allah swt pun ridho memberi kita kemenangan dan kejayaan sebagaimana yang pernah dialami para sahabat dan pendahulu-pendahulu kita, bukan sekedar bebas dari virus menular ganas tersebut.

Semoga Allah swt masukkan kita ke dalam bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari tersebut dalam keadaan bukan hanya sehat wal afiat, tapi juga aqidah yang kokoh dan hati yang bersih bebas dari segala kotoran dan buruk sangka.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 20 April 2020.

Vien AM.

Read Full Post »

Kaum Muslimin sebagai kaum minoritas kembali menjadi korban kekerasan dan kebiadaban. Kali ini terjadi di India yang mayoritas penduduknya memeluk agama Hindu. Pemicunya adalah Citizenship Amendment Act (CAA) sebuah RUU yang memungkinkan pemerintah India memberikan kewarganegaraan pada warga ber-agama minoritas, kecuali Islam. Kecuali Islam???

Perdana Menteri Narendra Modi berdalih undang-undang baru itu diperlukan untuk membantu dan memberi perlindungan (amnesti) kaum minoritas yang melarikan diri ke India dari penganiayaan agama di negara mayoritas Muslim di Afghanistan, Bangladesh dan Pakistan yang merupakan tetangga terdekat India. Namun ia tidak menjelaskan penganiayaan yang dimaksudkannya tersebut.

Tidak semua rakyat India termasuk yang beragama Hindu menyetujui  undang-undang sepihak dan diskriminatif tersebut. Mereka berpendapat bahwa hukum tersebut sangat bertentangan dengan semangat konstitusi sekuler negara.

https://www.merdeka.com/dunia/deretan-aktor-bollywood-dukung-demo-penolakan-uu-kewarganegaraan-baru-india.html

Para kritikus bahkan meyakini bahwa RUU itu adalah bagian dari upaya partai BJP (Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata) yang merupakan pemegang kekuasaan, untuk meminggirkan Umat Islam. Ini demi mengejar agenda pro-Hindu sebagai yang dijanjikan ketika terpilih kembali sebagai PM tahun lalu. Namun demikian Modi menyangkal adanya bias terhadap populasi Muslim India yang jumlahnya lebih dari 180 juta orang itu.

Pimpinan lembaga Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet juga mengatakan undang-undang baru yang diadopsi Desember lalu itu memang “sangat memprihatinkan”. Namun, ia mengimbau agar semua pihak menghindari kekerasan.

Saya menghimbau semua pemimpin politik untuk mencegah kekerasan,” kata Bachelet dalam pidatonya di dewan HAM PBB di Jenewa, sebagaimana dilaporkan The Guardian.

Demo antara demonstran pendukung (Hindu) dan penolak CAA yang mayoritas beragama Islam pertama kali terjadi pada Minggu (23/02/2020). Kerusuhan demi kerusuhan terus terjadi selama kunjungan resmi pertama presiden AS Donald Trump ke India.

Dalam kerusuhan tersebut terjadi aksi pembakaran, penjarahan, penganiayaan, pelemparan batu dll. Korban terakhir tercatat 38 orang meninggal, lebih dari 150 orang mengalami luka serius, mayoritas Muslim. Dilaporkan banyak pula warga yang menderita luka tembak.

Yang juga menyedihkan adalah adanya perusakan masjid. Secara brutal mereka menaiki menara masjid dan mencabut simbol bulan sabit yang ada di atasnya lalu menggantinya dengan lambang Hanuman yang merupakan lambang sakral umat Hindu.

https://www.viva.co.id/berita/dunia/1202063-pecah-kerusuhan-bendera-hanoman-dikibarkan-di-menara-masjid?medium=terpopuler-widget

india riotriot india1Dengan beringas, ber-ramai-ramai mereka pukuli orang yang sedang menuju masjid, mereka masuki rumah-rumah kaum Muslimin  yang telah puluhan tahun ditinggali, memaksa meninggalkannya bahkan selanjutnya membakarnya. Belum lagi penyerbuan polisi ke Universitas Jamia Millia Islamia. … Astaghfirullahaladzim …

Menjadi pertanyaan besar mengapa umat Islam ketika posisinya minoritas sering kali di dzalimi??? Mengapa mereka yang tidak menyukai bahkan membenci Islam bisa dan berani berbuat semena-mena terhadap saudara-saudari kita ?? Sungguh menyedihkan … Belum juga usai penderitaan kaum Muslimin di Palestina, Suriah, Rohingnya, Uighur … kini India …

Dimana ikatan persaudaraan Islam yang harusnya mampu mencegah dan melindungi saudara-saudari kita yang terdzalimi di negri dimana mereka hanya minoritas???

Seorang Muslim itu saudara bagi Muslim yang lainnya. Tidak boleh mendzaliminya dan tidak boleh pula menyerahkan kepada orang yang hendak menyakitinya. Barangsiapa yang memperhatikan kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan kesulitan seorang Muslim, niscaya Allah akan melapangkan kesulitan-kesulitannya di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi kesalahan seorang Muslim, niscaya Allah akan menutupi kesalahannya kelak di hari kiamat”. [HR. Bukhari dan Muslim].

Bukankah jumlah kaum Muslimin di dunia ini cukup banyak, bukan hanya sedikit hingga tidak mampu berbuat sesuatu. Sungguh benar apa yang dikatakan Rasulullah saw berabad-abad silam.

Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati”. [HR. Abu Daud dan Ahmad].

Tampaknya hanya Tayyip Erdogan, presiden Turki, satu-satunya kepala negara mayoritas Muslim yang secara lantang berani membela dan memprotes apa yang dialami kaum Muslimin. Jokowi presiden negara mayoritas Muslim terbesar tidak sedikitpun mengeluarkan pernyataan keprihatinan.

Aktivis pembela kemanusiaan, Natalius Pigai, mempertanyakan peran dari Jokowi, “Hari ini umat Islam di India dibantai, di mana Ir. Joko Widodo?” kata Pigai dalam siaran persnya kepada VIVAnews, Jumat, 28 Februari 2020.

Dalam kesempatan tersebut ia membandingkan dengan apa yang dilakukan Soekarno, presiden pertama Indonesia dalam menghadapi apa yang dilakukan India terhadap kaum Muslimin di Kashmir beberapa puluh tahun yang lalu.

“Saya bantu karena solidaritas bangsa Muslim”, begitu jawaban Soekarno terhadap pertanyaan Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India ketika itu) yang kaget dengan sikap Soekarno, sahabatnya,

https://www.vivanews.com/berita/nasional/38454-natalius-pigai-umat-islam-dibantai-di-india-di-mana-jokowi?medium=autonext

Bandingkan pula dengan pernyataan Modi di awal tulisan, yang berdalih CAA dibuat demi membantu kaumnya yang ia anggap tertindas meski anggapan tersebut tidak terbukti dan belum tentu benar. Karena Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan dan pemaksaan apalagi dalam hal keimanan.

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. … “.( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):256).

Namun harus diakui tindakan partai Hindu yang mengusung Modi demi  memprioritaskan kaum Hindu yang merupakan mayoritas adalah tindakan yang patut dihargai. Caranya yang terlalu mencolok hingga menyakiti dan menimbulkan bentrokan berdarah antar kaum beragama tanpa usaha maksimal penguasa, yang harus kita cela.

Hal yang rasanya tidak mungkin terjadi di negri kita tercinta yang katanya mayoritas Islam ini. Yang mendengar kata “khilafah” saja sudah alergi. Maka tak heran ketika ormas seperti FPI, GNPF Ulama serta PA 212 melakukan demo besar-besaran di depan kedutaan India pada Jumat 6 Maret 2020 lalu tidak satupun media mainstream meliputnya. Yang ada malah sejumlah orang yang mengaku Muslim nyinyir menanggapinya … Na’udzubillah min dzalik …

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200306110017-20-481028/demo-kedubes-india-pa-212-tuntut-putus-hubungan-diplomatik

“Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim).

Wallahu’alam bish shawab.

Jakarta, 9 Maret 2020.

Vien AM.

Note:

Kabar terakhir, sebuah video menunjukkan hampir 3000 warga Hindu India berbondong-bondong memeluk Islam paska kerusuhan CAA. Allahu Akbar …

Read Full Post »

Radikalisme.

Perseteruan Pilpres akhirnya berlalu sudah meski dengan proses dan hasil jauh dari memuaskan. Bahkan Prabowo Subianto sebagai mantan capres masuk ke dalam jajaran kabinet dibawah ex capres yang mengalahkannya. Sesuatu yang amat langka terjadi. Meski alasan mantan danjen tersebut menerima posisi mentri Pertahanan patut diacungi jempol. Yaitu demi untuk menjaga negara dari serangan musuh dari luar yang selama masa kampanye memang menjadi perhatian utamanya. Membuktikan kecintaannya terhadap negara jauh lebih penting dari sekedar harga diri dan gengsi pribadinya. Semoga saja Prabowo bisa tegar dan kuat memperjuangkan keinginan mulia tersebut.

Namun apa lacur belum juga sepekan susunan kabinet diumumkan beberapa mentri sudah bereaksi menyudutkan umat Islam, yaitu dengan melempar isu radikalisme.

Mahfud MD sebagai Menkopolhukam memang menyatakan bahwa radikalisme yang diperangi pemerintah bukan umat Islam, melainkan mereka yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara melawan aturan-aturan. Namun pada acara ILC TV-One ia menyebut anak SD sebagai virus jahat yang harus diperangi. Ini hanya lantaran ia mendapat kabar tentang seorang anak perempuan usia 11 tahun yang tidak mau keluar kelas dengan alasan ajaran agamanya melarang bertemu lelaki yang  bukan muhrimnya.

https://www.portal-islam.id/2019/10/mahfud-md-anak-kelas-5-sd-sudah.html

Apa yang salah dengan hal tsb, mengapa Mahfud seorang Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogya ini begitu geram ? Usia 11 tahun bukan usia yang terlalu belia untuk bisa membedakan mana muhrim mana bukan. Bukankah anak seusia tersebut biasanya sudah haid? Agama yang dimaksud anak tersebut  sudah pasti agama Islam.  Islam memerintahkan perempuan yang sudah baligh agar menutup auratnya di hadapan laki-laki yang bukan muhrim demi menjaga kehormatannya, dan melarang agar tidak bercampur baur.

Sementara mentri Agama Fachrul Razi di hari-hari pertama tugasnya justru sibuk mengurusi soal cadar dan celana cingkrang yang menurutnya, lagi-lagi sebagai lambang radikalisme. Mantan wakil panglima TNI ini bersikukuh melarang pemakaian keduanya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) meski dihujani kritik oleh mayoritas anggota Komisi VIII DPR yang membidangi agama dalam rapat perdana di gedung parlemen.

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-50334697

Dalam khotbah perdananya pada shalat Jumat di masjid Istiqal ia mengutip ayat 13 surat Al-Hujurat sebagai berikut :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Ayat yang sangat indah. Tapi sayangnya mentri agama tersebut mengutip ayat di atas bukan untuk menunjukkan bahwa yang paling mulia adalah yang paling takwa, yaitu umat Islam yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Melainkan untuk menekankan toleransi sebagai dalil yang harus diterapkan kepada non Muslim. Tidak salah sebenarnya karena Islam memang mengajarkan hal tersebut. Masalahnya toleransi seperti apa yang dimaksudkannya??

Untuk diingat, beberapa waktu lalu mentri tersebut mengemukakan keinginannya untuk bertemu ustad Abdul Somad (UAS) yang belakangan ini ini tampak “di incar”. UAS adalah seorang ustad kondang yang dikenal secara terang-terangan mendukung Prabowo pada pilpres yang baru lalu.

Video ceramah jawaban ustad lulusan Maroko atas pertanyaan jamaah mengenai patung dan salib contohnya, yang tiba-tiba viral padahal sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, lagi pula terjadi di dalam masjid usai ceramah. Terakhir jawaban UAS terhadap pertanyaan jamaah tentang haramnya catur dan dadu yang ditanggapi sang mentri “ tidak usah didengarkan”.

Ada apakah gerangan ?? Bukankah tugas seorang ustad/ulama berdakwah kepada umat dan menjawab pertanyaan jamaah secara jujur bedasarkan dalil, tanpa menterlibatkan kepentingan siapapun, baik pribadi apalagi sudut pandang pejabat tertentu. Soal didengarkan atau tidak bukan urusan sang ustad apalagi pak mentri agama.

Sebagai catatan, Fachrul Razi diangkat sebagai mentri agama oleh Jokowi karena  latar belakang militernya yang dianggap mampu menumpas radikalisme di Indonesia. Isu radikalisme ini memang demikian hebohnya sampai-sampai menjelang pelantikan mentri baliho dengan tema tumpas radikalisme bertebaran di sepanjang jalan utama Jakarta.

Pada acara pelantikan para mentri, Jokowi bahkan sempat melempar wacana mengubah istilah radikalisme dengan manipulator agama.

“Atau mungkin enggak tahu, apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama. Saya serahkan kepada pak Menko Polhukam untuk mengkoordinasikan masalah ini,” jelasnya.

Sebelumnya Jokowi memang menyatakan bahwa salah satu fokus pemerintahannya lima tahun kedepan adalah pemberantasan radikalisme dan intoleransi, dan ingin agar secara konkret.

https://www.merdeka.com/peristiwa/jokowi-usul-ganti-istilah-radikalisme-jadi-manipulator-agama.html

Beberapa waktu lalu, ketua KPK memanggil seorang bawahannya yang mengundang UAS berceramah di instansinya. Padahal bila kita perhatikan tidak satupun isi ceramah UAS yang berpotensi mengundang radikalisme. Kecuali bila pernyataan penceramah kondang tersebut mengenai kehidupan dunia yang hanya senilai setengah sayap nyamuk dianggap menyinggung pihak tertentu hingga harus dimasukkan sebagai radikal ! Atau kata “kafir” yang belakangan menjadi isu sensitif ..

“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi).

Maka tak heran bila ketika sang menag berwacana mengeluarkan daftar sertifikasi ulama bahkan majlis taklim yang didominasi emak-emak itu harus mendaftar maka reaksi umatpun beragam. Diantaranya adalah Din Samsudin, tokoh Muhammadiyah yang saat ini menjabat sebagai ketua MUI. Ironisnya, tokoh yang juga dikenal sebagai tokoh lintas agama ini justru di isukan masuk ke dalam daftar terorisme dunia.

https://www.wartaekonomi.co.id/read253724/din-syamsuddin-dituduh-biayai-teroris-cetus-bang-fahri-permainan-orang-sakit.html

Sertifikasi dengan alasan agar ulama lebih mengedepankan persatuan bangsa apapun agamanya, sementara majlis taklim agar pemerintah dapat mudah menyalurkan bantuan, sungguh adalah alasan yang terkesan sangat dicari-cari.

https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2019/11/22/173941/kemenag-siapkan-program-ulama-bersertifikat.html

https://nasional.tempo.co/read/1278468/majelis-taklim-harus-daftar-kementerian-agama-untuk-pembinaan/full&view=ok

Din juga mempertanyakan urgensi wacana sertifikasi nikah yang akan dikeluarkan kemenag. Bukankah menikah adalah sunnah yang sebaiknya disegerakan bila seseorang memang sudah siap. Apalagi di zaman sekarang dimana budaya Barat sudah begitu merasuki cara berpikir dan bergaul muda mudi bangsa ini. Pernikahan seharusnya dipermudah bukan malah dipersulit.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. ( Terjemah QS. Al-Isra(17):32).

‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).’”[HR. Al-Bukhari].

https://news.detik.com/berita/4789292/din-soal-wacana-sertifikat-nikah-jangan-hal-sakral-diikat-terlalu-formal

Terakhir adalah viralnya tentang seorang direktur BTN yang dituduh terpapar radikalisme hanya karena sang bersangkutan pada tahun 2017 lalu memposting “Gerakan 7 juta status. Kami percaya Ulama dan mendukung perjuangannya. Jangan dishare tapi di copy, agar tembus 7 jt. VIRALKAN !!! #Gerakan7jutastatus” di status medsosnya. Lengkap dengan foto Habib Rizieq yang bertuliskan, “Kami Percaya Ulama, Habib Rizieq dan Mendukung Perjuangannya.”

https://bisnis.tempo.co/read/1278425/viral-direktur-btn-terpapar-radikalisme-sikap-kementerian-bumn/full&view=ok

Semakin jelas apa sebenarnya yang dimaksud radikal/radikalisme dalam pandangan pemerintah. Na’uzubillah min dzalik …

Yaa Allah lindungi kami dan anak cucu kami dari fitnah Dajjal yang makin nekad menunjukkan keberaniannya melawan kekuasaan-Mu. Yaa Allah Jangan biarkan musuh kaum beriman itu mengadu domba kaum Muslimin dengan doktrin Islam Nusantaranya yang menyesatkan itu. Bukankah Islam itu hanya satu yaitu Islam yang rahmatan lil aa’lamiin, yang dibawa rasulullah Muhammad saw untuk disebarkan kepada seluruh umat manusia dimanapun berada. Islam yang merupakan ajaran warisan para nabi, untuk tidak menyekutukan Allah swt dengan siapapun dan apapun.

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):132).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 1 Desember 2019.

Vien AM.

Read Full Post »

Older Posts »