Feeds:
Posts
Comments

Buah Ramadhan

Untuk kesekian kalinya Ramadhan kembali menjumpai kita. Perintah menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan penuh di bulan suci tersebut sudah kita ketahui sejak kita masih kecil. Ketika itu tentu saja orang-tua atau guru kita tidak langsung menyuruh kita agar puasa sejak Subuh hingga Magrib seperti yang kita lakukan saat ini, melainkan bertahap. Sebagian kita juga mungkin masih ingat apa itu puasa buka tutup, yaitu puasa hingga jam 12 siang, berbuka, kemudian puasa lagi hingga Magrib.  Di usia 9-10 tahun biasanya anak sudah mampu berpuasa penuh sebagaimana yang diperintahkan-Nya.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Kini setelah bertahun-tahun berlalu, Ramadhan demi Ramadhan kita jalani, sudahkan kita menjalankan puasa sebagaimana perintah pada ayat 183 surat Al-Baqarah diatas? Yaitu agar menjadi hamba Allah yang takwa ? Atau jangan-jangan masih seperti ketika kita masih kanak-kanak, yaitu puasa sekedar menahan lapar dan haus, sekedar menggugurkan kewajiban? Puasa yang tidak membuahkan prilaku dan keimanan yang lebih  baik dari tahun-tahun sebelumnya?

Tidak ada kata terlambat selagi nafas masih di kandung badan, mari kita perhatikan secara seksama ayat perintah puasa di atas. Ayat tersebut di awali dengan kalimat “Hai orang-orang yang beriman” bukan “ Hai manusia”. Artinya perintah tersebut khusus untuk orang beriman. Sedangkan perintah di bulan Ramadhan termaktub jelas pada ayat 185 surat yang sama.  

Selanjutnya tentang kriteria orang beriman banyak ayat Al-Quran yang menunjukannya. Salah satunya adalah ayat 1 – 10 surat Al-Mukminun yang menyatakan bahwa orang beriman itu beruntung karena mereka mengerjakan banyak kebaikan diantaranya adalah khusyu` dalam shalatnya, menunaikan zakat, menjaga nafsu dan memelihara amanah.

Sedangkan agar menjadi takwa, satu kata kunci utama dapat kita temukan pada 21 surat Al-Baqarah berikut :

“ Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa”.

Sementara dalam surat Ali Imron ayat 133-135 secara terperinci disebutkan hal-hal yang harus dipenuhi agar kita mencapai takwa. Yaitu:

  1. Segera bertaubat begitu menyadari kesalahan kita. Jangan pernah menunda taubat karena kita tidak tahu kapan Allah swt akan mencabut nyawa kita.
  2. Tidak mengulangi kesalahan yang sama karena Allah swt hanya menerima taubat nasuha/taubat yang sungguh-sungguh. Yaitu taubat yang disertai penyesalan dan tidak mau mengulanginya lagi.
  3. Perbanyak infak. Infak tidak hanya dilakukan ketika sedang lapang namun juga ketika sempit. Berinfak ketika lapang adalah hal biasa, namun ketika sempit memerlukan tekad kuat. Tak heran Allah swt membalas infak dalam keadaan sempit lebih tinggi dibanding dengan berinfak dalam keadaan lapang.
  4. Menahan amarah. Amarah adalah perbuatan syaitan. Oleh karenanya kita harus pandai mengendalikannya. Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kuat bukan diukur dengan bertarung. Orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  5. Mudah memaafkan kesalahan orang. Dengan memaafkan hati akan menjadi lebih tenang karena tidak ada beban tersimpan di hati. 
  6. Perbanyak berbuat kebaikan. Kebaikan sekecil apapun bila diniatkan demi meraih ridho Allah swt, Ia akan mencatatnya. Dan contoh terbaik dalam berbuat kebaikan adalah dengan mencontoh sikap Rasulullah saw.
  7. Senantiasa memohon ampunan-Nya. Tak ada seorangpun yang bebas dari salah dan dosa. Bahkan rasulullah seorang nabi yang mulia dan telah dijanjikan surgapun senantiasa berdzikir 100x dalam sehari.       

Pada ayat 197 surat Al-Baqarah Allah swt memerintahkan kita agar berbekal, berbekal kemana?? Tentu saja ke surga-Nya … dan bekal terbaik adalah bekal takwa … Yang juga perlu diingat ayat ini ditujukan khusus untuk orang-orang yang berakal …

“ … … Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”.

Dengan kata lain orang beriman yang berhasil lulus menjadi orang takwa dalam menjalankan perintah puasa Ramadhan balasannya adalah surga. Itulah nikmat terbesar dalam hidup  …

Sungguh Ramadhan adalah nikmat dari Allah yang harus kita syukuri dan manfaatkan sebaik mungkin, Ini adalah kesempatan setahun sekali untuk meraih “gelar” takwa, demi mencari ridho-Nya, gelar termulia dalam pandangan Allah swt.  

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.( Terjemah QS Al-Hujurat(49);13).

Buah Ramadhan yaitu takwa akan terlihat jelas dari akhlaknya. Yaitu akhlak yang mulia sebagaimana akhlak Rasulullah swt yang diabadikan Allah swt pada ayat 21 surat Al-Ahzab sebagai berikut :

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Akhlak Rasulullah Muhammad saw yang utama ada 4 yaitu:

1. Shiddiq, artinya jujur.

Syaikh As-Sa’di menerangkan makna Shiddiq adalah orang yang jujur dalam perkataan, perbuatan, keadaan, membenarkan semua perintah Allah, sehingga ilmu yang dimiliki meresap dan berperngaruh ke dalam hati, ilmunya pun memberikan rasa yakin yang besar dan menghasilkan amalan shalih yang sempurna.

2. Amanah, artinya dapat dipercaya.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Menunaikan amanat yang dimaksudkan adalah umum mencakup segala yang diwajibkan pada seorang hamba, baik hak Allah atau hak sesama manusia”.

3.Tablig, yaitu menyampaikan wahyu.

Rasulullah menyampaikan seluruh yang diwahyukan Allah swt melalui malaikat Jibril as, termasuk ayat yang berisi teguran terhadap beliau dalam surat An-Naba. Surat ini menceritakan masamnya wajah Rasulullah ketika datang seorang buta bertanya tentang sesuatu. Ketika itu Rasulullah sedang serius berdakwah kepada para pembesar

Quraisy. Hal yang sebenarnya wajar bila terjadi terhadap orang awam.   

4.Fathonah, artinya cerdas.

Tugas kerasulan adalah tugas yang maha berat. Tanpa bekal kecerdasan tidak mungkin Islam bisa menyebar ke seluruh jazirah Arab.  Bahkan Michael H Hart, seorang penulis kenamaan dunia yang sangat membenci Islam, terpaksa menempatkan nabi Muhammad saw sebagai tokoh nomor 1 dalam bukunya “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History“, mengungguli Yesus dan tokoh-tokoh dunia lainnya.  

 “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik”. (HR. Bukhari).

Jadi sebenarnya sungguh tidak pantas negara kita tercinta Indonesia, yang katanya mayoritas Muslim, tapi korupsi makin hari mari merajela ?!? Ada apakah gerangan?? Dimana takwa, buah Ramadhan yang dikerjakan setiap tahun itu??? Semoga kita bisa mengambil hikmahnya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …  

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 21 Maret 2023.

Vien AM.

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.( Terjemah QS. Al-‘Alaq(96):1-5).

Ayat diatas adalah yang pertama kali diturunkan Allah swt kepada Rasulullah Muhammad saw melalui malaikat Jibril as. Ini menandakan bahwa umat Muhammad saw wajib pandai membaca. Diawali dengan membaca seseorang akan menjadi pandai, dengan izin Allah swt tentunya. Tidak sedikit ayat-ayat Al-Quranul Karim yang menerangkan tingginya derajat orang berilmu, diantaranya adalah ayat 11 surat Al-Mujadillah berikut:   

“ …  Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Namun demikian derajat tinggi yang dijanjikan sang Khalik haruslah memenuhi persyaratan. Persyaratan tersebut adalah ilmu yang dapat mencapai pada pengenalan terhadap-Nya hingga membuatnya takluk dan patuh terhadap segala kehendak-Nya. Dan pengenalan terhadap Sang Pencipta hanya mungkin tercapai oleh mereka yang mau merenung dan banyak berpikir tentang alam semesta dan segala isinya.

Waktu untuk merenungi penciptaan langit dan bumi yang terbaik adalah pada malam hari yang hening. Karena hanya di malam hari itulah langit nan luas dengan bintang-bintangnya yang kemerlip dapat kita saksikan. Membuktikan betapa kecil dan tidak berartinya manusia. Tidak seperti siang hari dimana semua orang sibuk beraktifitas. Siang hari dibawah terang benderangnya sinar matahari yang membuat benda-benda langit seolah lenyap tak berbekas ntah kemana. Ibarat ketika kita sedang berkegiatan di atas meja dengan bantuan lampu sorot yang fokus pada pekerjaan kita, itulah siang hari atau kehidupan dunia. Sementara bagian meja yang tidak tersorot lampu terlihat gelap hingga tidak tampak adanya berbagai benda yang berada di atasnya. Padahal itulah sejatinya kehidupan akhirat yang banyak orang mendustakannya.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):190-191).

Itu sebabnya mengapa belakangan ini kita sering mendengar banyaknya ilmuwan yang awalnya tidak mau percaya akan keberadaan Tuhan Sang Pencipta  akhirnya tunduk pasrah dan kemudian bersyahadat memeluk Islam yang tadinya mereka benci. Kemajuan sains dan teknologi yang berkembang pesat tidak dapat dipungkiri adalah penyebab terbesar masuknya mereka ke dalam Islam. Temuan demi temuan yang ternyata sejalan dengan ayat-ayat Al-Quranul Karim yang turun 1400 tahun lalu terus saja terjadi. Meski seandainya ternyata tidak sesuai dapat dipastikan yang benar adalah Al-Quranul Karim atau bisa saja pemahaman terhadap Al-Quran yang kurang tepat.    

Temuan-temuan canggih seperti teori pembentukan alam semesta dan penghancurannya yang dikenal dengan nama Big Bang dan Big Cruch, berbagai teori tentang bintang seperti bintang jatuh, komet, planet, matahari, galaksi dll, menyatakan bahwa matahari yang selama ini kita lihat sebagai satu-satunya matahari ternyata hanya 1 dari matahari yang tak terhitung banyaknya di alam semesta ini. Karena matahari sejatinya adalah bintang yang merupakan pusat peredaran sekumpulan benda-benda langit dalam 1 tatanan yang dinamakan tata surya ( Solar System). Dan planet kita yaitu Bumi, bersama 8 planet lainnya yang berada dalam 1 tata surya, hanya memiliki 1 matahari yang jaraknya ratusan juta km. Sementara tata surya tidak hanya 1 melainkan milyaran!

Para ilmuwan astronom mengelompokkan setiap tata surya ke dalam kelompok gugusan bintang atau galaksi. Galaksi kita adalah apa yang dinamakan galaksi Bima Sakti atau Milky Way dalam Bahasa Inggrisnya. Dan untuk memudahkan para astronom untuk meneliti jarak antar benda-benda langit yang maha jauh tersebut, mereka memberikan satuan khusus yang diberi nama satuan tahun cahaya. 1 AU (satuan astronomi) adalah patokan yang diberikan untuk jarak dari bumi ke matahari kita yang setara dengan 150 juta km. Dengan kata lain dalam tahun cahaya, matahari berjarak 0,00001581 tahun cahaya dari bumi.

Belum lagi dengan adanya teori mengenai benda langit seperti Black hole dan Wormhole yang baru ditemukan belakangan ini. Black hole adalah bagian dari ruang waktu yang merupakan gravitasi paling kuat, yang saking kuatnya tidak hanya mampu menghisap benda-benda yang berada di sekitarnya tapi juga cahaya yang melintasinya. Tak heran benda langit yang jaraknya dari bumi sekitar 26.000 tahun cahaya disebut sebagai kuburan angkasa. Sedangkan Wormhole atau Lorong Waktu adalah jalan pintas melalui ruang dan waktu. Sejumlah pesawat terbang dan kapal laut yang tiba-tiba hilang ketika melintas di atas Segitiga Bermuda lautan Atlantik kabarnya terhisap oleh Worm Hole ini. 

Manusia dengan akal dan segala kepandaiannya telah begitu jauh melangkah mengungkap rahasia-rahasia langit yang dulu sama sekali tidak diketahui. Dan atas izin-Nya diberikan kunci-kunci tersebut. Sesuatu yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dipersilahkannya kita menembus segala penjuru langit dan bumi, dengan bekal kekuatan/ilmu .

Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”.(Terjemah QS.Ar-Rahman(55:33).     

Dengan adanya temuan-temuan maha dasyat yang membuktikan betapa luasnya alam semesta ini sungguh aneh bila ada manusia terutama ilmuwan beranggapan bahwa Tuhan, surga, neraka dll adalah sesuatu yang mengada-ada alias mustahil. Mungkinkah alam semesta dengan segala keteraturan dan kesempurnaannya terjadi dengan sendirinya??

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):255).

Demikian pula surga dan neraka, keduanya pasti ada meski tak seorangpun tahu dimana dan bagaimana. Kalaupun ternyata Allah “hanya” menempatkan kita di salah satu bintang dari milyaran bintang yang ada di alam semesta, yang dengan segala keindahannya, pasti setiap manusia dengan senang hati memasukinya, atau dengan segala kepedihannya, tak satupun manusia mau memasukinya bahkan meliriknyapun tidak …

Dan bersegeralah (berlomba-lombalah) kamu untuk (meraih) pengampunan dari Rabbmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (Terjemah QS.Ali Imran(3:133).

 “Aku sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih kenikmatan (tinggi di surga) yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan terlintas dalam hati manusia”. [HR. Bukhari dan Muslim].

Sesuatu yang dahulu kala dianggap ghaib belum tentu memang benar-benar ghaib. Karena bisa jadi ghaib karena kita tidak tahu. Itu sebabnya mukjizat yang diberikan kepada nabi Muhammad saw bukan seperti nabi-nabi yang lain yang sifatnya instan melainkan Al-Quranul Karim yang sarat sains dan pengetahuan. Diantaranya adalah ayat-ayat yang menggambarkan peristiwa dasyat Big Bang dan Big Crunch sebagai berikut: 

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”.   (Terjemah QS.Al-Anbiya (21):30).

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. Dan bumi itu Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami)”. (Terjemah QS.Adz-Dzariyat (51):47-48).

(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya”. (Terjemah QS.Al-Anbiya(21):104).

Para ahli medis seperti dokter yang pastinya sangat menguasai ilmu tentang tubuh manusia dan proses penciptaan manusia sejak di dalam rahim ibunya pasti terkesima dengan ayat 57 surat Al-Ghofir berikut :

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Dengan memahami betapa dasyat Sang Pencipta dan segala ciptaan-Nya sudah seharusnya kitapun yakin bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Termasuk perjalanan semalam Isra Rasulullah dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsho di Palestina sebagaimana orang sekarang bepergian dengan pesawat terbang dalam waktu singkat. Sedangkan Mi’raj Rasulullah dari  Masjidil Aqsho ke Sidratul Muntaha, singgasana Allah swt di langit tertinggi … bila seorang astronot saja bisa bepergian dari bumi ke bulan meski dalam waktu yang lama, mengapa Rasulullah tidak???

Maka berdasarkan ayat 5 surat As-Sajdah yang ternyata sesuai dengan temuan sains yang menunjukkan betapa jauhnya jarak bumi dengan benda-benda langit, yaitu 1 hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia :

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”, 62 tahun yang merupakan usia Rasulullah Muhammad saw dan sering dijadikan sebagai patokan rata-rata usia umatnya, adalah sama dengan 1.5 jam di akhirat.

Dan karena hidup ini adalah ujian untuk menentukan akhir hidup kita, yaitu surga atau neraka, masuk akalkah bila kita menggunakan waktu yang hanya 1.5 jam itu dengan terus bersenda-gurau??? Jangan pernah lupa, perjalanan kita setelah kematian kita nanti masih amat sangat panjang, seperti luasnya alam semesta ini, sebelum akhirnya memasuki surga atau neraka Allah. Itulah perjalanan mempertanggung-jawabkan apa yang telah kita lakukan di dunia sebagai hamba Allah sekaligus khalifah di bumi.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 28 Februari 2023.

Vien AM.

https://www.sainskomputer.com/2019/01/big-crunch-teori-bagaimana-alam-semesta.html

https://lifestyle.kontan.co.id/news/mengenal-apa-itu-black-hole-atau-lubang-hitam-begini-penjelasannya

https://id.wikipedia.org/wiki/Ledakan_Dahsyat

Ketika orang mendengar kalimat “the City that Never Sleeps” yang langsung terbayang biasanya adalah kota New York di Amerika Serikat. Paling tidak itulah yang dipopulerkan penyanyi  legendaris Frank Sinatra melalui lagunya yang terkenal yaitu New York New York. New York adalah kota terpadat di Amerika Serikat dimana bertebaran berbagai tempat hiburan seperti restoran, café, bar, club malam dll yang buka hingga pagi hari. Bahkan transportasi bawah tanah kota tersebut buka selama 24 jam penuh.   

Namun yang akan dibahas dalam tulisan ini bukan New York yang merupakan gudang kemaksiatan dan kesenangan duniawi. Melainkan 2 kota di semenanjung Arab yaitu Mekkah dan Madinah yang merupakan pusat peribadatan kaum Muslimin dari seluruh pelosok dunia. Mekah dan Madinah tidak pernah sepi dari pengunjung sepanjang hari sepanjang pekan sepanjang bulan sepanjang tahun. Setiap saat tamu-tamu dari berbagai negara dengan bermacam bangsa, bahasa, ras dan warna kulit berdatangan memadati jalan dan hotel di dua kota suci tersebut.  

Di Mekkah pusat keramaian berada di sekitar Ka’bah yang merupakan kiblat/arah shalat seluruh pemeluk Islam di muka bumi. Ka’bah ini berada di dalam Masjidil Haram.  Sedangkan di Madinah, Raudhah yang merupakan makam nabi Muhammad saw merupakan tempat yang paling dimuliakan. Makam ini berada di bawah kubah hijau di dalam Masjid Nabawi. Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memiliki nilai berlipat ganda dibanding di masjid lain. Itu sebabnya kaum Muslimin berbondong-bondong pergi mengunjungi ke dua masjid tersebut tanpa mengenal waktu.

Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsa lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad dari Abu Darda).

Jam berapapun Raudah dan Ka’bah khususnya, selalu ramai dengan orang-orang yang thawaf, sai dan shalat.  Thawaf dan Sai adalah ibadah yang usianya telah mencapai ribuan tahun yaitu sejak zaman nabi Ibrahim as, seperti juga Mekkah yang merupakan kota tertua di muka bumi bahkan sebagai pusat bumi.

https://www.republika.co.id/berita/o7s4s3394/kabah-ternyata-terletak-tepat-di-pusat-bumi

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdo`a): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):127-128).

Mekah dan Madinah mencapai puncak kepadatannya pada musim Haji yang jatuh pada setiap bulan Dzulhijjah. Berhaji adalah kewajiban kaum Muslimin sekali dalam seumur hidup bagi yang mampu. Sekitar 2.5 juta jamaah dari berbagai negara tumpah ruah di Mekah tepatnya di Padang Arafah pada satu hari dan waktu yang sama. Selanjutnya selama kurang lebih 1 bulan lamanya sebagian besar jamaah haji tersebut akan memadati Mekah dan Madinah untuk beribadah seperti shalat, membaca Al-Quran, berdzikir dll, tanpa mengenal waktu siang dan malam.

” … mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; …” ( Terjemah QS. Ali IMran (3):97)

Tak salah bila kemudian sejumlah astronout seperti Noguchi Soichi dari Jepang (2019), Sergey Ryazanskiy dari Rusia (2017), Randy Bresnik  asal Amerika Serikat (2014) membagikan hasil jepretan Mekah dengan Kabahnya dari luar angkasa. Ketiganya mengatakan bahwa pada malam hari Ka’bah dan sekitarnya terlihat sangat mencolok dari tempat mereka berada. Sesuatu yang sangat sejalan dengan hadist berikut:

Sesungguhnya, rumah yang dibacakan di dalamnya Alquran, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi” (HR Ahmad).

https://nationalgeographic.grid.id/read/132690993/astronaut-jepang-unggah-foto-mekkah-yang-dipotret-dari-luar-angkasa?page=all

Selain melaksanakan ibadah haji dan umrah, selama di tanah suci jamaah  biasanya juga  mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang berada di sekitar ke dua kota tersebut. Diantaranya yaitu gua Hira dimana Rasulullah menerima wahyu pertama, gua Tsur tempat Rasulullah berlindung dari kejaran musyirikin Quraisy ketika hijrah ke Madinah, masjid Quba masjid yang pertama kali dibangun Rasulullah di Madinah, masjid Qiblatain masjid dimana turun perintah Allah swt agar merubah qiblat dari Baitul Maqdis (Palestina) ke Baitul Haram (Makkah) dll.

Di luar tempat-tempat tersebut di atas yang harus ditempuh dengan kendaraan, ada beberapa tempat bersejarah yang dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki. Diantaranya yaitu masjid Awan Al-Ghomamah. Masjid yang dibangun pada masa khalifah Ustman bin Affan ini hanya berjarak beberapa puluh meter dari Masjid Nabawi. Masjid ini berada di depan bangunan hotel-hotel baru yang dibangun belakangan. Di tempat yang di masa Rasulullah hanya berupa tanah lapang ini Rasulullah pernah memimpin kaum Muslimin melakukan shalat Istisqa, yaitu shalat memohon hujan. Setelah shalat yang sangat lama, Allah swt kemudian berkenan mengirimkan awan (ghomamah) lalu hujan lebatpun turun. 

Tak jauh dari masjid Al-Ghomamah berdiri pula masjid Abu Bakar as Siddiq yang tadinya merupakan rumah sahabat terdekat nabi ini. Di sekitar tempat tersebut sebenarnya terdapat pula masjid Ali bin Abi Thalib dan masjid Umar bin Khattab yang pada awalnya juga adalah rumah tempat tinggal mereka. Sayangnya keduanya tidak dapat dilihat karena tertutup oleh suatu pembatas. Masjid Ali bin Abi Thalib masih terlihat atap dan menaranya sedangkan masjid Umar bin Khattab sama sekali tidak terlihat. Kabarnya ke dua masjid bersejarah tersebut akan dirobohkan guna perluasan Masjid Nabawi yang masuk dalam program Saudi Vision 2030. Beruntung kami masih berkesempatan mengunjunginya  meski hanya dari luar. Karena selama ini tampaknya terlupakan oleh sebagian besar travel haji dan umrah yang ada. Museum Sirah Muhammad The Messenger of Allah Exhibition yang terletak di salah satu sisi masjid Nabawi adalah bagian dari mega proyek tersebut. Museum ini diresmikan pada Februari 2021.

Sementara di Mekah bangunan peninggalan bersejarah hanya tersisa sedikit sekali.  Berdasarkan estimasi Gulf Institute 95 persen bangunan yang rata-rata berumur 1,000 tahun tersebut telah dihancurkan dalam 20 tahun terakhir. Diantaranya adalah rumah dimana Rasulullah dilahirkan yang kini menjadi perpustakaan, rumah Khadijah ra di posisi toilet umum sekarang berada dan rumah Abu Bakar Siddiq yang skemudian dijadikan masjid hingga kini namun posisinya telah berada di suatu lantai hotel mewah di samping masjidil Haram.  

https://nu.or.id/internasional/95-persen-situs-berusia-1000-tahun-telah-dihancurkan-LKpZm

Sedangkan masjid Jin yang terletak tidak jauh dari pemakaman umum Ma’la adalah termasuk yang luput dari penggusuran. Masjid ini dinamakan masjid Jin karena ketika Rasulullah membacakan surat Al-Jin di tempat tersebut, para jin berdatangan lalu mengimani Allah dan kerasulan Muhammad SAW.

Akhir kata semoga dengan adanya mega proyek Saudi Vision 2030 yang tinggal beberapa tahun ini, denyut dan gemerlap cahaya Mekkah dan Madinah berkat tamu-tamunya yang datang untuk beribadah demi mengagungkannya akan terus bertambah. Bukan malah sebaliknya seperti NewYork dengan segala macam pusat hiburan dan wisatanya, yang berpotensi mengurangi kwalitas ibadah para tamu-tamu-Nya,  naudzu’billah min dzalik …..

Meski sebenarnya umrah dan haji tidak harus melulu ibadah namun juga memerlukan istirahat, makan bahkan juga bisa jadi belanja ( atau juga berjualan) baik untuk keperluan diri sendiri maupun oleh-oleh yang tak dapat dipungkiri memiliki nilai keindahan tersendiri. Dalam kesempatan ini pula kita bisa menemukan berbagai barang khas buatan negara lain yang dibawa oleh para jamaah berbagai negara, seperti boneka kayu khas Rusa dll. Di sini pula kita melihat dan mengenal wajah, bahasa dan kebiasaan saudara-saudara kita sesama Muslim dari belahan dunia lain. Masya Allah ….

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.( Terjemah QS. Al-Hujurat(49):13)

Namun demikian kegiatan tersebut diisi untuk sambil menunggu waktu shalat bukan sebailknya seperti yang biasa dilakukan banyak orang ketika sedang tidak berumrah/haji. Itu sebabnya restoran dan toko di Mekkah dan Madinah segera tutup begitu adzan berkumandang … Allahu Akbar ….

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku“.( Terjemah QS. Adz-Dzariyat(51):56).

Mega proyek Saudi Vision 2030 yang merupakan ide putra mahkota Mohammad bin Salman demi memodernisasi negaranya tak dapat disangkal memang mengundang pro dan kontra,  bukan saja oleh rakyatnya tapi juga umat Islam di seluruh dunia. Maklum sejatinya Mekkah dan Madinah adalah milik umat Islam bukan milik bangsa Arab semata.

Wallahu ‘alam bi shawwab.

Jakarta, 6 Februari 2023.

Vien AM.     

Siapa bilang Islam anti terhadap tradisi lokal? Dalam banyak kasus, bahkan sudah terjadi sejak zaman Rasulullah saw, agama samawi ini cenderung akomodatif pada tradisi setempat. Selama tidak bertentangan dengan syariat, Islam sangat terbuka dengan lingkungan di mana ia dilabuhkan.

Jauh sebelum Islam menjejakkan kaki di kota Makkah, masyarakat jahiliah setempat sudah memiliki tradisi yang cukup mapan. Kendati mereka belum tersentuh ajaran wahyu dari Rasulullah, bangsa Arab sudah memiliki budaya dan tradisi moral yang luhur. Jadi, jangan sampai begitu kita mendengar kata ‘jahiliah’, kemudian berpikir bahwa nilai-nilai moral pada saat itu sangat bobrok sama sekali dan sangat jauh dari semangat moral ajaran Islam.

Bangsa Arab jahiliah dengan segala dinamikanya tetap memiliki budaya yang luhur, bahkan beberapa semangat tradisi saat itu masih dilestarikan Islam sampai hari ini. Bulan-bulan yang dimuliakan Salah satu budaya lokal bangsa Arab jahiliah adalah menghormati bulan-bulan haram (asyhurul ḫurum) yang ada empat, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijah, Muharam, dan Sya’ban. Dinamakan ‘haram’ karena pada bulan tersebut dilarang untuk melakukan peperangan dan perbuatan keji.

Sejarawan Jawad Ali menjelaskan dalam kitabnya, al-Mufasshal fi Tarîkhil ‘Arab Qablal Islâm, bangsa Arab jahiliah membagi bulan menjadi dua. Pertama sebagai bulan biasa (i’tiyâdiyah) yang jumlahnya ada delapan, yaitu Safar, Rabiul awal, Rabiul Akhir, Jumadil ula, Jumadil akhir, Sya’ban, Ramadhan, dan Syawal. 

Sementara yang kedua adalah bulan-bulan suci/mulia yang jumlahnya ada empat, yaitu Muharam. Rajab, Dzulqa’dah dan Dzulhijah. Untuk menjaga kemuliaannya, pada bulan-bulan tersebut masyarakat dilarang untuk melakukan peperangan dan perbuatan keji.   Berbeda dengan ke delapan bulan lainnya, aktivitas peperangan masih diperbolehkan. Bahkan seorang laki-laki tidak boleh menyerang atau membalas seorang yang membunuh ayah atau saudaranya sendiri pada bulan mulia tersebut.

Asal mula tradisi penghormatan ini tidak lepas dari tabiat bangsa Arab Badui (pedalaman). Nasib hidup yang serba kekurangan membuat mereka menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup, termasuk jika harus menghunuskan pedang. Akibatnya, peperangan dan pertikaian berkepanjangan menjadi bagian integral dari kehidupan mereka, termasuk tidak segan untuk merampok dan memerangi rombongan dagang yang melintas untuk dirampas hartanya.

Hidup dalam kondisi sosial yang penuh ketegangan, tentu membuat Arab Badui tidak nyaman. Mereka membutuhkan waktu sebagai jeda untuk menyelesaikan hal-hal yang tidak bisa tersentuh dalam kondisi masyarakat yang tidak stabil. Sebab itulah mereka menentukan waktu jeda yang kemudian ditetapkan empat bulan tersebut.

Selanjutnya kondusifitas waktu ini juga diteruskan oleh bangsa Arab secara umum, bukan hanya dari kalangan Badui. (Jawad Ali, Al-Mufasshal fi Tarîkhil ‘Arab Qablal Islâm, [Maktabah Syamilah Online], juz 16, h. 105) Tradisi penghormatan tersebut masih tetap eksis dalam ajaran Islam sampai hari ini.

Jika pada masa jahiliah bentuk penghormatannya dengan larangan perang dan perbuatan keji, maka pada masa Islam dengan berbagai keistimewaan yang dijanjikan pada bulan tersebut. Seperti pelipatgandaan pahala amal shaleh, anjuran berpuasa, penekanan untuk menghindari dosa, dan banyak lainnya.

Allah swt dalam surat At-Taubah ayat 36) berfirman yang artinya sebaga berikut:

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

Berkaitan ayat di atas, Imam Fakhruddin ar-Razi dalam tafsirnya, Mafatihul Ghaib menjelaskan, para ulama sepakat bahwa Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijah, dan Muharam merupakan bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam.Maksud kata al-ḫurum pada ayat tersebut adalah perbuatan maksiat pada bulan-bulan tersebut akan mendapat balasan siksa lebib berat di banding bulan lain. Demikian pula perbuatan baik akan mendapat pahala lebih besar. (Fakhruddin ar-Razi, Mafatihul Ghaib, juz XVI, h. 52).

Selain disinggung dalam nash Al-Qur’an, penegasan ini juga disebutkan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi Saw bersabda yang artinya: “Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan, di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati: 3 bulan berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram serta satu bulan yang terpisah yaitu Rajab Mudhar, yang terdapat di antara bulan Jumada Akhirah dan Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam tradisi Islam, mengistimewakan amal shaleh berdasarkan waktu dan tempat tertentu memang banyak ditemui. Seperti mengistimewakan kota suci Makkah dibanding kota atau negara lainnya, hari Jumat dibanding hari-hari pada umumnya, hari ‘Arafah dibanding hari yang lain, bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lain, malam lailatul qadar dibanding malam-malam lain, dan sebagainya. (Fakhruddin ar-Razi, juz XVI, h. 52).

Keistimewaan empat bulan itu banyak dijelaskan banyak hadits Nabi. Bahkan tidak sedikit ulama yang menulis kitab dengan pembahasan secara khusus tentang keutamaan-keutamaannya. Seperti Ibnu Hajar al-Atsqalani menulis kitab berjudul Tabyînul ‘Ajab bi Mâ Warada fî Fadhli Rajab yang menghimpun hadits-hadits seputar amalan pada bulan Rajab dan keutamaannya.

Penulis : Muhamad Abror, alumnus Pondok Pesantren KHAS Kempek-Cirebon dan Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah Jakarta.

Sumber: https://islam.nu.or.id/sirah-nabawiyah/tradisi-pra-dan-pasca-islam-memuliakan-bulan-bulan-haram-G9u9d#

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 3 Februari 2023.

Vien AM.

Mengenang Thaif.

Thaif adalah sebuah kota di provinsi Makkah yang terletak sekitar 65 kilometer di sebelah tenggara kota Makkah. Kota ini berhawa sejuk karena berada di lembah pegunungan yaitu pegunungan Asir yang merupakan 1 dari lebih 7 pegunungan yang mengeliling kota Mekkah.   

Kota ini dijuluki dengan julukan ‘Qoryatul Muluk’ yang artinya desa para raja. Disebut demikian karena sejak dahulu kala para pembesar Makkah menjadikannya tempat berlibur. Kini kota tersebut tidak saja menjadi tempat liburan para pembesarnya tapi juga rakyat biasa.  Di beberapa daerah tertentu para amir dan konglomerat Arab Saudi membangun vila-vila mewah mereka, dengan penjagaan super ketat tentunya.

Di Thaif inilah Rasulullah 15 abad lalu berkunjung, berharap siapa tahu dalam keadaan santai para pemimpin Quraisy yang sedang berlibur mampu berpikir jernih untuk menerima Islam. Ketika itu Rasulullah nyaris putus asa karena selama 10 tahun berdakwah hanya berhasil menarik 40 pengikut. Dan meskipun ke 40 pemeluk Islam tersebut semua berasal dari suku Quraisy namun sebagian besar dari mereka menolak Islam bahkan sangat memusuhi Rasulullah.

Suku Quraisy dimana Rasulullah berasal, adalah satu dari banyak suku yang menempati Mekkah. Suku yang merupakan keturunan dari nabi Ismail as ini adalah suku yang paling terpandang di Mekkah. Merekalah yang dipercaya untuk menjaga Ka’bah yang sejak dahulu sudah menjadi pusat peribadatan penduduk jazirah Arab.

Mereka ini pulalah satu-satunya suku yang  memiliki hak sekaligus kewajiban menerima dan menjamu tamu-tamu yang berdatangan dari segala penjuru jazirah demi memuliakan Ka’bah. Ibadah haji yang merupakan ibadah ritual yang disyariatkan Islam memang sudah ada sejak nabi Ibrahim as diutus ribuan tahun sebelum datangnya Islam, sebagaimana ayat 127 dan 128 surat Al-Baqarah berikut : 

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdo`a): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.

Ironisnya, justru  itulah tampaknya yang membuat mereka terutama para pembesarnya, sulit menerima dakwa Rasullah SAW. Mereka khawatir dengan datangnya Islam mereka akan kehilangan kebesaran dan kemuliaan yang selama ratusan tahun telah mereka miliki. Itulah sebabnya perlawanan mereka terhadap Rasulullah makin menjadi-jadi apalagi sejak wafatnya Abu Thalib, pemuka Quraisy sekaligus paman yang senantiasa melindungi Rasulullah.

Untuk itu Rasulullah bertekad mendatangi para pemuka Quraisy ke Thoif. Mungkin dalam keadaan santai bersama keluarga di tempat yang sejuk pula, mereka lebih bisa diajak berbicara, paling tidak mau memberikan pertolongan dan perlindungan dari orang-orang yang memusuhi beliau, demikian pikiran Rasulullah.

Maka pada suatu hari di tahun 620M, tak lama setelah wafatmya dua orang yang sangat beliau sayangi, yaitu Siti Khadijah dan Abu Thalib, pergilah Rasulullah ke Thaif. Secara diam-diam, ditemani   Zaid bin Haritsah, Rasulullah memasuki kota Thaif. Perlu perjuangan yang tidak sedikit untuk mencapai kota tersebut apalagi dengan berjalan kaki. Namun tekad Rasulullah sudah bulat. Selama sepuluh hari Rasulullah berdiam di kota berhawa sejuk tersebut.

Namun pemuka-pemuka Quraisy benar-benar keras kepala. Alih-alih menemui, mereka malah memerintahkan orang-orangnya untuk melempari Rasulullah SAW hingga beliau terpaksa berlindung ke suatu kebun. Di kebun anggur milik  Uthbah dan Saibah bin Rabi’ah ini, Zaid bin Haritsah mengobati kaki dan kepala Rasulullah yang terluka akibat lemparan orang-orang Quraisy tersebut.  

Betapa sedihnya Rasulullah melihat kekerasan hati pemuka-pemuka Quraisy. Dengan penuh kepedihan diadukannya kesedihannya tersebut kepada Sang Khalik melalui doa berikut :

Ya Allah! Sesungguhnya kepadaMu-lah aku mengadukan kelemahan diriku, sedikitnya upayaku serta hina dinanya diriku di hadapn manusia, Wahai Yang Maha Pengasih di antara para pengasih! Engkau adalah Rabb orang-orang yang tertindas, Engkaulah Rabbku, kepada siapa lagi Engkau menyerahkan diriku?

(Apakah) kepada orang lain yang selalu bermuka masam terhadapku? Atau kepada musuh yang telah menguasai urusanku? Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka aku tidak peduli, akan tetapi ampunan yang Engkau anugerahkan adalah lebih luas bagiku.

Aku berlindung dengan perantaraan Nur Wajahmu yang menyinari segenap kegelapan dan yang karenanya urusan dunia dan akhirat menjadi baik agar Engkau tidak turunkan murkaMU kepadaku atau kebencianMu melanda diriku. Engkaulah yang berhak menegurku hingga Engkau menjadi ridha. Tiada daya serta upaya melainkan KarenaMu.”

Mendengar hal tersebut, rasa belah kasih Uthbah dan Syaibah bin Rabi’ah tergerak. Mereka segera memanggil budak mereka yang beragama Nasrani bernama Addas seraya berkata kepadanya, “Ambillah setangkai anggur ini dan antarkan kepada orang tersebut (Nabi),”

Tatkala Addas menaruhnya di hadapan Nabi, beliau mengulurkan tangannya untuk mengambilnya dengan membaca “Bismillah“, lalu memakannya.

Addas berkata, “Sesungguhnya ucapan ini tidak biasa diucapkan oleh penduduk negeri ini.

Lantas Nabi bertanya kepada Addas, “Kamu berasal dari negeri mana? Dan apa agamamu?

Addas menjawab, “Aku seorang Nasrani dari penduduk Ninawa (Nineveh).

Nabi berkata lagi, “Dari negeri seorang pria shalih bernama Yunus bin Matta?”

Addas berkata, “Apa yang kamu ketahui tentang Yunus bin Matta?

Nabi menjawab, “Dia adalah saudaraku, dia seorang Nabi, demikian pula dengan diriku.

Addas langsung merengkuh Nabi, kedua tangan dan kedua kaki Nabi pun diciuminya. Sementara, Uthbah dan Syaibah bin Rabi’ah saling berkata satu sama lainnya, “Budakmu itu telah dibuatnya menentangmu.

Maka, tatkala Addas datang, keduanya berkata kepadanya, “Bagaimana kamu ini! Apa yang telah kamu lakukan?”

Wahai tuanku! Tidak ada sesuatu pun di muka bumi ini yang lebih baik dari orang ini! Dia telah memberitahukan kepadaku suatu hal yang hanya diketahui oleh seorang Nabi,” jawab Addas tegas.

Tak heran bila saat ini dapat kita temui masjid bernama Addas yang dibangun untuk mengenang bekas budak yang kemudian memeluk Islam tesebut. Sementara itu demi menjawab doa Sang Kekasih Allah swt mengirim 2 malaikat gunung untuk menghibur beliau seraya berkata,

Wahai Rasulullah, maukah engkau jika aku jatuhkan dua gunung kepada mereka? (Jika engkau mau, maka akan aku lakukan).”

Namun Rasulullah menolak bahkan menjawab, “Aku justru berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang rusuk mereka generasi yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.

Doa yang tulus dipanjatkan Rasulullah tersebut dikabulkan Allah swt. Terbukti beberapa tahun kemudian penduduk Thaif memeluk Islam. Bahkan menjadi satu-satunya suku Arab yang tak satupun pemeluknya murtad setelah wafatnya Rasulullah beberapa tahun kemudian.     

Ahamdulillah Allah swt memberi kami kesempatan mengunjungi kota tersebut pada November lalu dengan menaiki bus yang disediakan travel umrah yang kami gunakan. Ntah mengapa Thaif yang menyimpan peristiwa bersejarah tersebut baru beberapa tahun belakangan ini menjadi salah satu tujuan para jamaah haji dan umroh. Cukup banyak tempat ziarah yang bisa dikunjungi di kota ini. Di antaranya adalah masjid dan makam sahabat Nabi Abdullah bin Abbas, Masjid Addas, Masjid Kuk, dan Pasar Ukaz.

Kami melaksanakan shalat jama’ Zuhur dan Ashar di masjid Abdullah bin Abbas. Abdullah bin Abbas RA  adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang berpengetahuan luas dan banyak hadis sahih yang diriwayatkan melalui dirinya. Ia jugalah yang menurunkan seluruh khalifah dari Bani Abbasiyah.Abdullah bin Abbas lahir tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah. Saat Rasulullah wafat, ia baru berusia 13 tahun. Namun hubungannya dengan Rasulullah sangat dekat. Rasulullah sangat menyayanginya.

Ya Ghulam ( anak kecil) , maukah kau mendengar beberapa kalimat yang sangat berguna?” tanya Rasulullah. “Jagalah (ajaran-ajaran) Allah, niscaya kamu akan mendapatkan-Nya selalu menjagamu. Jagalah (larangan-larangan) Allah, maka kamu akan mendapati-Nya selalu dekat di hadapanmu.” 

Nasihat tersebut rupanya dipegang Abdullah bin Abbas hingga akhir hayatnya. Saking waro dan tawadhunya, di akhir-akhir hidupnya ia memilih tinggal di Thaif dari pada di Mekkah yang makin hari makin ramai. Abdullah bin Abbas wafat pada usia 71 tahun. Jasadnya kemudian dikebumikan di tempat dimana kini berdiri masjid Abdullah bin Abbas.  

Kini Thaif selain penduduknya yang taat menyembah hanya kepada Allah swt, alamnyapun subur dan menjadi salah satu daerah pertanian terpenting di Arab Saudi. Aneka buah-buahan seperti kurma, jeruk, anggur, plum, tin dll dengan mudah dapat kita temui di kota tersebut.

Demikian juga beragam macam sayur-mayur dan bunga-bungaan.  Bunga-bungaan seperti mawar, misk, dan yasmin dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat minyak wangi. Hasil tanaman yang melimpah ruah tersebut sebagian diekspor ke berbagai negara. Rashed Husain Alqorashei Factory sebuah tempat penyulingan bunga mawar  di Thaif adalah salah satu tujuan wisata Thaif. Di tempat tersebut pengunjung dapat menyaksikan presentasi bagaimana cara  mengolah bunga mawar hingga menjadi parfum, sabun, lotion dll. 

Tak jauh dari tempat tersebut dapat ditemui toko yang menjual hasil sulingannya. Selanjutnya untuk mengisi perut yang telah mulai keroncongan sebuah rumah makan yang menyajikan nasi mandi yang merupakan makanan khas Timur Tengah lengkap dengan teh herbalnya siap menanti.  

Thaif juga rupanya dapat dinikmati melalui kereta gantung ( cable car/periferik). Dari atas kereta yang meluncur di atas bebatuan cadas ini kita dapat melihat jalan raya mulus yang meliuk bagaikan ular di tengah bentangan pemandangan pegunungan yang mengelilingi Thaif.

Hal lain yang tak kalah menarik dari Thaif adalah keberadaan pohon Zaqqum, pohon yang namanya tercantum dalam surat Al-Waqiah ayat 52-56. Dalam ayat tersebut diceritakan bahwa pohon langka yang durinya tajam dan besar tersebut adalah makanan penghuni neraka. Pohon yang rasanya pahit luar biasa ini kabarnya tidak tumbuh dimanapun kecuali di kota Thaif ini.  

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 9 Januari 2023.

Vien AM.

Piala Dunia yang merupakan ajang sepakbola paling bergengsi di dunia, tahun 2022 ini diselenggarakan di Qatar. Ini adalah kali pertama Piala Dunia diselenggarakan di negara kecil, di Timur Tengah pula. Qatar resmi dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara kejuaraan sepak bola 4 tahunan ini pada tahun 2010, mengalahkan empat negara pesaingnya. Yaitu Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Australia. Kemenangan tersebut berdasarkan suara terbanyak dalam pemungutan suara dari 22 anggota eksekutif Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).

Menjadi tuan rumah Piala Dunia memang selalu diperebutkan banyak negara. Salah satu alasannya adalah untuk menarik wisatawan manca negara berdatangan yang sudah pasti akan meningkatkan pendapatan dan ekonomi sang negara penyelenggara. Sebaliknya untuk menjadi penyelenggara FIFA mengajukan kriteria yang tidak sedikit. Diantaranya adalah kekayaan negara. Qatar adalah negara yang kaya raya. Total PDB Qatar mencapai USD146,4 miliar (2020). Pemerintah Qatar membuktikan keseriusannya dengan melakukan renovasi pada 8 stadion yang mereka miliki, menjadikannya negara yang menggelontorkan dana terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp 3,13 kuadriliun.

Qatar seperti juga negara Timur Tengah lainnya adalah negara Islam yang sangat menjunjung tinggi ajaran dan kultur Islam. Qatar menyadari Islamophobia akut yang tengah melanda dunia saat ini. Ini tampaknya yang menjadi salah satu alasan mengapa Qatar mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia. Qatar ingin  memperlihatkan kepada dunia wajah sejati Islam, Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Islam yang merupakan rahmat bagi seluruh alam semesta.

Untuk itu Qatar tampil percaya diri menunjukkan jati dirinya sebagai negara Islam yang menjadi tuan rumah pesta sepak bola terbesar dunia ini. Dikeluarkannyalah berbagai peraturan Islami yang tidak pernah terjadi pada acara Piala Dunia sebelum ini. Diantaranya yaitu larangan menginap dalam  1 kamar bagi pasangan bukan suami istri. Tak heran kemudian beberapa pemain bola top dunia akhirnya memutuskan untuk segera menikahi pasangan mereka yang telah bertahun-tahun mereka lakoni. Yang bahkan ada  yang sudah dikarunia 2 anak.

https://bola.okezone.com/read/2022/07/04/51/2623032/larangan-seks-bebas-di-piala-dunia-2022-qatar-bikin-3-pesepakbola-top-dunia-ini-menikah-cristiano-ronaldo-dan-georgina-rodriguez-menyusul

Agar para tamu memahami peraturan-peraturan tersebut panitiapun menyelenggarakan bermacam pameran  tentang Islam. Pameran-pameran tersebut dapat diakses dalam banyak bahasa. Hal yang sama dengan sejumlah kamar hotel di Doha yang dilengkapi barcode khusus tentang dunia Islam dalam berbagai bahasa.

Selain itu panitia menyiapkan tempat sholat lengkap dengan tempat wudhunya, mikrofon untuk adzan dengan muadzinnya yang sengaja dipilih yang memiliki suara merdu di semua stadion dimana pertandingan bola diselenggarakan. Panitia juga tidak lupa menempatkan berbagai hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam di setiap sudut stadion dan kota penyelenggara kejuaraan. Diantaranya yang artinya sebagai berikut,

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Qatar tak tanggung-tanggung. Ia memulai acara pembukaan yang berlangsung di Stadion Al Bayt, Doha, Ahad, 20 November 2022, dengan memunculkan ayat 13 surat Al Hujurat yang artinya sebagai berikut :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal”.

Ayat tersebut dibacakan oleh Ghanim Muftah dengan suara yang jernih bergema syahdu. Ghanim Muftah adalah seorang penyandang disabilitas asal Qatar yang dikenal sebagai seorang pengusaha muda dengan segudang aktifitas kemanusiaan, sekaligus juga seorang penghafal Al-Quran ( hafiz).Al-Muftah membacakan ayat tersebut sebagai atas respons kepada Morgan Freeman, aktor legendaris Hollywood, yang mempertanyakan perihal banyaknya tamu dari berbagai negara dengan bermacam bahasa dan budaya pada acara akbar tersebut.

Dialog menarik tersebut ditampilkan dengan latar belakang film digital gurun pasir dimana La’eeb, sang maskot Piala Dunia 2022  melayang-layang diatasnya. La’eeb yang berwujud kepala manusia dengan penutup khas Timur Tengah ini menggambarkan pemain dengan kemampuan super. Sementara itu para penonton yang hadir dikejutkan dengan bingkisan berisi bermacam hadiah, baik yang diberikan ketika mereka memasuki pintu stadion maupun yang telah disiapkan di semua bangku stadion.  

Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas“.( Terjemah (QS. Al-Syu’ara(26):165-166).

Ayat diatas adalah ayat yang melarang LGBT. Untuk itu panitia melarang LGBT dengan segala symbol dan atributnya. Demikian pula alcohol yang dikenal sering memancing berbagai keributan. Namun karena desakan FIFA akhirnya panitia terpaksa mengalah dengan mengizinkannya di area-area tertentu dan syarat-syarat tertentu. Meski pada kenyataannya banyak tamu yng merasa diuntungkan dengan adanya larangan alcohol tersebut. Terutama kaum wanitanya. Mereka mengaku merasa aman selama jalannya perhelatan akbar tersebut. “Baru kali ini Piala Dunia tidak ada perkelahian dan tidak ada pelecehan seksual“, aku mereka.

Panitia mengalah karena yakin Allah swt pasti akan bertindak sendiri dengan cara-NYa. Dan ini memang terbukti. Negara-negara besar pendukung LGBT yang selama ini dikenal sering keluar sebagai pemenang Piala Dunia, seperti Jerman, Inggris, Belanda dan Belgia, satu-satu berguguran. Bersama pendukungnya yang getol mempromosikan symbol-simbol prilaku laknat tersebut, mereka  terpaksa hengkang dari Qatar, lebih cepat dari semestinya. 

Sebaliknya tim Maroko yang selama ini tidak pernah diperhitungkan justru masuk 4 besar. Tim Maroko yang dikenal dengan sebutan Singa Atlas ini berhasil menyingkirkan kesebelasan Spanyol dan Portugal yang dikenal kuat itu pada babak-babak sebelumnya.   

Menariknya, sebelum memasuki babak penetuan tersebut pelatih Walid Regragui bersama Federasi Sepak Bola Maroko sepakat mengambil langkah yang di luar kebiasaan. Yaitu dengan meminta para pemain mengundang orang tua atau orang tercinta pilihan mereka untuk menyaksikan pertandingan yang akan mereka lakukan. Kehangatan keluarga inilah tampaknya yang menjadi kunci semangat dan kemenangan tim Maroko. Kemenangan yang mewakili Afrika, dunia Arab serta dunia Islam yang selama ini kurang diperhitungkan lawan.

Banyak hal menarik dari kemenangan tim underdog ini. Yang pertama yaitu tadi, dukungan keluarga yang sudah pasti akan mendoakan kemenangan tim mereka, terutama doa ibu yang bagi kaum Muslimin sudah diketahui kemakbulannya. Yang kedua, pendukung yang terus mendoakan dan banyak berzikir pada Allah swt. Yang ketiga, rasa syukur yang dipanjatkan seluruh pemain, diperlihatkan melalui sujud beramai-ramai. Dan keempat, yang paling menyentuh, yaitu kekompakan seluruh pendukung yang menyambut kemenangan tim Maroko dengan bernyanyi, bukan lagu untuk Sang Pemenang, melainkan untuk  Palestina!

Bersama mereka menyanyikan lagu perjuangan pembebasan Palestina, dengan lirik diantaranya sebagai berikut :

Maafkan bangsa Arab yang masih terlelap dalam mimpinya

Takkan kami biarkan kau sendirian, Gaza

Walau jarak memisahkan

Umat kita sudah muak oleh korupsi dan penindasan

Dan kerusakan para penguasa

Kemenangan tim Singa Atlas Maroko tentu bukan sekedar kebetulan meski baru kali ini masuk babak semi final.  Capaian terbaik sebelumnya adalah masuk babak 16 besar, 36 tahun silam, yaitu pada tahun 1986. Maroko kini memiliki sejumlah pemain dari generasi emas mereka. Mereka ini banyak yang sering tampil di sejumlah klub liga top Eropa. Sebanyak 14 dari mereka sejak kecil hidup bahkan lahir bukan di Maroko. Melainkan di Kanada, Perancis, Spanyol, Italia, Belgia dan Belanda. Maroko dibawah pelatih barunya yang juga bukan kelahiran Maroko ini, tampaknya berhasil mengundang dan menyatukan para pemainnya yang selama ini berdiaspora untuk kembali ke negara mereka demi membela dan mengharumkan tanah leluhur mereka.

Hampir tidak ada rumah tangga di Maroko yang tak memiliki seorang keluarga atau lebih di kalangan diaspora luar negeri,” ujar Mohamed Ben Moussa, profesor ilmu komunikasi di Universitas Sharjah, Uni Emirat Arab.

Harap dimaklumi Maroko adalah negara jajahan Perancis sejak 1912 hingga perang kemerdekaan pada 1956. Namun sebelumnya yaitu pada tahun 1800an ( abad 17)  Perancis bersama negara-negara Eropa lain seperti Inggris, Belanda, Spanyol, Portugal, Belgia, Italia, Jerman telah memulai invasinya secara besar-besaran di wilayah Afrika. Termasuk Maroko, Aljazair, Tunisia, Mesir, Libia yang mayoritas Muslim.

Disana mereka menyebarkan budaya Eropa dan agama Kristen sebagai kewajiban “ras yang lebih beradab” untuk mendidik “ras-ras inferior”. Begitu dalih mereka. Tak heran bila kemudian terjadilah perlawanan sengit yang menelan korban tak terhitung banyaknya. Inilah yang menyebabkan diasporanya penduduk Afrika ke Eropa.   

Semoga pesta bola kali ini tidak hanya mampu merealisasikan mimpi Sang Singa Atlas menjadi juara. Namun juga mampu mengembalikan jati diri mereka yang mungkin sempat terserabut dari akarnya. Semoga juga cita-cita luhur Qatar untuk melawan Islamophobia akut yang melanda dunia saat ini dapat membuahkan hasilnya. Semoga dengan banyaknya orang yang memeluk Islam di acara akbar ini mampu membuat Muslim negara kita tercinta Indonesia yang murtad untuk berpikir ulang. Untuk diketahui, Indonesia yang pada era 1980an penduduknya 90 % Muslim saat ini tinggal 71 % !!! 

Semoga para kaum lgbt dan simpatisannya segera menyadari prilakunya yang menyimpang itu tidak hanya saja merugikan diri sendiri tapi juga orang banyak. Selain dikutuk semua agama, bukan hanya Islam. Bahkan Rusia yang selama beberapa dekade dikenal sebagai negara komunis, telah menandatangani UU anti-LGBT pada Senin (5/12/2022), sekitar sepekan setelah parlemen Rusia meloloskan RUU anti-LGBT. Presiden Vladimir Putin dalam pidatonyanya menyatakan bahwa lgbt adalah politik Amerika dan tidak sesuai dengan tradisi nenek moyang mereka. Di bawah UU baru tersebut, Rusia melarang semua bentuk propaganda LGBT, mulai dari tindakan hingga kampanye di publik, internet, film, buku, atau iklan. Warga yang melanggar bisa didenda hingga setara Rp100 juta.

https://www.inilah.com/putin-sahkan-uu-anti-lgbt-pelanggar-bisa-didenda-rp100-juta

Akhir kata semoga para elit politik Indonesia mampu mengikuti jejak Rusia apalagi MUI juga telah mengeluarkan fatwa tegas terhadap pengikut dan pembela hawa nafsu syeitan terkutuk tersebut.

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (manusia) dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Terjemah QS. Al A’raf(7): 16-17).

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”    (Terjemah QS. Muhammad(47):7).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Desember 2022.

Vien AM.