Feeds:
Posts
Comments

Selama ini Italia dikenal sebagai kelezatan pizza dan pastanya. Bagi orang Italia, pasta sudah menjadi makanan sehari-harinya. Tidak lengkap rasanya jika tidak ada sajian pasta dalam sehari saja. Nah, di Negeri Menara Pissa ini mencari daging cincang yang menjadi ‘teman’ pasta tidak sulit, terutama yang dalam proses penyembelihannya mengucapkan asma Allah. Terdapat toko daging halal di Kota Cesena, salah satu kota kecil di Italia. Sebab di negeri inilah Islam terus berkembang dari waktu ke waktu.

Sejak abad ke-9, keberadaan muslim di Italia terus bertambah melalui Sisilia sebagai pintu masuk Islam dari Afrika Utara. Kini, hampir dua juta jiwa muslim hidup di Italia.
Meski demikian, sampai dengan hari ini Italia sendiri masih belum sepenuhnya mengakui keberadaan agama Rahmatan Lil Alamin in. Padahal Islam banyak tertoreh dalam lembaran sejarah negara tersebut.

Berbeda dengan Inggris dan Jerman yang memiliki ratusan masjid dengan kubah dan menara yang khas, di Italia hanya ada dua masjid besar. Keduanya terletak di Kota Roma. Namun banyak pendatang yang terus berdatangan untuk mengais rezeki di Ibu Kota Italia itu. Kebanyakan dari mereka yang datang berasal dari negeri Islam. Sejak itu, Italia sudah menjadi negara yang lebih terbuka terhadap gelombang multikultur setelah krisis ekonomi yang melanda sejak awal tahun 2010 lalu.

komunitas muslim muda Italia atau Giovanni Musulmani De Italia (GMI)/Tim Jazirah Islam Trans7

Kaum muslim yang datang ke Italia dari waktu ke waktu akhirnya membentuk komunitas muslim muda Italia atau Giovanni Musulmani De Italia (GMI). GMI merupakan organisasi besar yang menaungi seluruh muslim muda di Italia dan berpusat di Kota Milan. Organisasi ini sudah berdiri sejak 15 tahun dan anggotanya terus bertambah. Komunitasnya juga menyebar di setiap penjuru Italia.

Di kota kecil bernama Cesena, tepatnya di Garage Aquilone, terdapat kelas melukis yang diselenggarakan oleh komunitas muslimah di sana. Kegiatan tersebut tidak dikhususkan untuk muslimah, tetapi juga siapa saja yang tertarik untuk belajar seni lukis kulit dengan henna, dipersilakan datang.

Seni ini telah mengakar selama lima ribu tahun lamanya yang berasal dari India dan Timur Tengah. Seni ini digunakan sebagai salah satu media untuk memperkuat ukhuwah dan menyebarkan citra Islam yang positif di Casena.

Alasan kami membuat kelas henna ini adalah pertama, sebagai media dakwah untuk menyebarkan pesan Nabi Muhammad SAW. Biasanya di kegiatan ini kita juga menyediakan buku-buku Islam dan Alquran terjemahan berbahasa Italia dari Roberto Picardo secara gratis. Kami mau menyebarkan pesan yang sesungguhnya dari Islam bukan pesan yang disampaikan oleh berbagai media bahwa Islam adalah teroris karena Islam adalah damai,” ujar gadis muslim bernama Kaltum Kamal Idrissi saat berbincang.

Belajar seni lukis kulit dengan henna/ Tim Jazirah Islam Trans7

Kaltum menceritakan, kegiatan melukis ini berawal dari keinginannya untuk membagikan buku Islam dan menjawab pertanyaan seputar Islam. Lalu salah satu dari anggota komunitasnya mahir membuat henna sehingga mereka sepakat membuka kelas henna.

Proyek yang diinisiasi Kaltum dan kawan-kawan mendapat apresiasi positif. Tidak sedikit perempuan yang datang untuk belajar. Sejak itulah, Kaltum membagikan buku-buku Islam di kelas ini. Semua yang datang juga memberi sumbangan untuk membeli alat-alat henna, buku dan henna.

Untuk itulah bagi siapa saja yang mau mengikuti kegiatan di kelas, peserta akan dikenakan biaya 3 Euro guna mendapatkan peralatan henna dan makanan ringan. Bahan pewarna cat yang digunakan berasal dari bubuk henna atau daun tanaman Lawsonia Inermisi.

Tim Jazirah Islam/ Trans7

Selain menawarkan seni, GMI juga rutin mengadakan diskusi untuk mengenal Islam lebih dekat. Diskusi ini sudah diadakan selama dua kali. Berbagai pertanyaan dari peserta kerap muncul, mulai dari hijab hingga masalah poligami.

Kami ingin memberikan tempat untuk masyarakat yang ingin tahu tentang Islam juga untuk orang yang lahir sebagai muslim namun tidak mengetahui cara menjalankan agama Islam dengan benar. Kita harus bangga sebagai muslim,” kata dia.

Kaltum dan kawan-kawan juga kini tengah mengembangkan investasi marketingnya melalui sosial media, satu diantaranya melalui Facebook. Dalam laman itu, mereka menjabarkan Islam.

Seni lukis henna terus berkembang di Cesena dari waktu ke waktu. Kota tersebut merupakan kota kecil dengan total penduduk 90 ribu jiwa. Banyak muslim yang bermukim di kota ini, namun sayang tidak banyak masjid yang bisa dijumpai. Tak ayal, sebagian warga menyulap garasinya menjadi musala untuk sekadar bisa salat berjamaah.

Kaltum dan salah seorang rekannya yang juga mualaf bernama Fatiha menilai Islam masih menjadi minoritas di kota yang terdiri dari deretan gedung tua ini. Namun hal itu tidak menjadikan mereka terasingkan.

Bicara mengenai minoritas, kami tidak menemui banyak kesulitan. Kami memiliki banyak teman dan rekan yang mencintai kami,” terangnya.

Aksi terorisme yang sempat terjadi di Paris dan Brussel beberapa waktu lalu sempat melukai hati umat muslim yang berada di Eropa. Sebab lagi-lagi mereka harus menerima anggapan Islam sarat dengan kekerasan.

Mendengar komentar negatif menjadi hal yang biasa. Sebagai muslim di Barat, kini kami merasa seperti mengulang tragedi 9 September di Amerika. Ada beberapa kasus seperti kami tidak bisa mengenakan hijab saat bekerja, namun kami selalu mengupayakan berbagai cara agar kami tidak lagi menjadi korban karena penting bagi mereka tahu siapa kami dan bagaimana nilai kami di masyarakat,” imbuh Kaltum.

Tim Jazirah Islam/ Trans7

Setiap malam, Kaltum dan Fatiha menyempatkan diri mengulik telepon pintarnya untuk membuat kampanye salat subuh. Mereka kemudian menggunggah foto seruan untuk salat subuh di akun Facebook milik GMI Cesena. Keduanya kerap menggunakan berbagai aplikasi edit foto untuk membuat gambar poster salat subuh. Kemudian mereka membubuhkan aneka petikan kalimat yang berisi ajakan salat subuh.

Kami mulai membuat kampanye ini untuk mengajak orang-orang subuh karena jika kita melakukan salat subuh maka akan mudah melakukan salat yang lainnya. Namun jika kita kelewatan salat subuh maka akan sangat menyesal karena dengan salat subuh kita akan dapat banyak keuntungan,” kata Kaltum.

Tujuan kita hanya satu membuat semakin banyak orang yang salat subuh,” imbuhnya.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 10 Januari 2020.

Vien AM.

Dicopas dari : https://news.detik.com/berita/d-3228980/melihat-kegiatan-anak-muda-italia-kenalkan-islam-di-negeri-pizza

Derita Uighur

592a684575c7e-negara-yang-pernah-melarang-penduduknya-berpuasa-di-bulan-ramadhan_665_374Uighur kembali menjadi sorotan dunia. Etnis Muslim penduduk asli Xinjiang ini dikabarkan mengalami penindasan, penganiayaan dan pemaksaan pikiran yang jelas-jelas melanggar hak kebebasan dan hak asasi manusia.

Nicholas Bequelin, Direktur Regional di Amnesty International, memaparkan temuan di situs Amnesty International tentang situasi di Xinjiang. Dikutip dari situs Amnesty.org, 19 Desember 2019, Amnesty International telah mewawancarai 400 lebih orang kerabat Xinjiang yang mengungsi ke luar negeri.

Mereka menyebut ada penyiksaan di Xinjiang. Amnesty International juga meneliti bukti foto satelit dan dokumen pemerintah Cina tentang program penahanan. Sementara unggahan Twitter Mesut Ozil, pemain bola klub Arsenal, yang mengecam perlakuan Cina terhadap Muslim Uighur di Xinjiang menambah sorotan dunia terhadap kekejaman tersebut.

Diperkirakan satu juta orang yang mayoritas beragama Islam, seperti Uighur dan Kazakh, telah ditahan di kamp-kamp interniran di Xinjiang, barat laut Cina. Pemerintah  Cina berulang kali menyangkal keberadaan kamp, menyebutnya sebagai pusat pendidikan kejuruan sukarela. Meski nyatanya mereka yang dikirim tidak memiliki hak untuk menentang keputusan tersebut.

https://dunia.tempo.co/read/1285496/amnesty-international-paparkan-8-fakta-kondisi-muslim-uighur?fbclid=IwAR0c6OaykhVUjcuhIiP8JTqPli2_NkyHTDsWc-Hu9I-BHY3GZV1Xs5_G4O8

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orang-orang yang ruku”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):43).

Kebiadaban rezim Cina yang memang komunis terhadap Muslim etnis Uighur sudah diluar batas. Mereka nekad melarang umat Islam melakukan shalat yang merupakan kewajiban utama, memaksa makan babi yang haram hukumnya dalam Islam, juga melarang pemakaian jilbab serta janggut. Untuk itu merekapun menangkapi ribuan pemeluk Islam dengan tuduhan radikal. Benar-benar menyakitkan hati, siapa sebenarnya yang mereka musuhi?? Kabar terakhir mereka ternyata juga melarang umat Kristiani melakukan ibadah.

https://lobakmerah.com/kami-dipaksa-makan-babi-dan-dilarang-solat-pendedahan-mengejut-seorang-etnik-uighur-terhadap-layanan-istimewa-diterima-di-kem-tahanan-xinjiang/?fbclid=IwAR02kq2nSDVUWEWwmXjbPH4zsdbTKTmD8WBY8TZOvW0bwvIKFMyJnCMRJi8

https://www.fimadani.net/2019/12/dianggap-radikal-china-tangkap-40-ribu.html?fbclid=IwAR3aFk_-V6YTsKmqwYo77hPaVwLgXOCq7Z_lxhqzYRki8jV_VJJj1rWikRI

Namun demkian pihak rezim penguasa tidak mau mengakui hal tersebut. Bahkan mengatakan sebagai hoax alias berita bohong. Tak tanggung-tanggung di Indonesia mereka mengundang dan mempersilahkan sejumlah organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama untuk datang dan menyaksikan keadaan di Xinjiang.

Kepala Hubungan Internasional MUI, Muhyiddin Junaiddin mengatakan kunjungannya ke Xinjiang pada Februari lalu sangat dipantau ketat oleh pihak berwenang Cina. Ia juga mengklaim orang-orang Uighur yang ia temui di sana terlihat ketakutan. Muhyiddin mengatakan upaya Cina mengundang tokoh-tokoh Islam berpengaruh di Indonesia ke Xinjiang didesain untuk “mencuci” otak opini publik yang semula mengkritik agar mau berbalik membela Cina dalam memperlakukan Uighur.

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20191212202601-106-456537/media-asing-china-rayu-ormas-islam-ri-agar-diam-soal-uighur?fbclid=IwAR2WmgE8jiABCd8VIQnIcpahNGJWYbl6gw0zRVg0zSw90cm4nbK8jf6sBtc

Ironisnya lagi bahkan pemerintah Indonesia yang mayoritas Muslim tidak bergabung bersama 22 negara yang menandatangani pernyataan menentang kekejaman pemerintah Cina terhadap etnis Muslim Uighur. Surat pernyataan tersebut ditujukan kepada Ketua Dewan HAM PBB dan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berdalih, Pemerintah Indonesia tidak ikut campur urusan dalam negeri Cina terkait masalah Muslim Uighur di Xinjiang. Menurut Moeldoko, masing-masing negara punya cara dalam mengatur urusan dalam negeri.

http://itoday.co.id/politik/read/19162/RI-tak-Ikut-22-Negara-yang-Bela-Uighur-Peneliti-INSISTS-Ormas-Islam-Besar-Diam-Rezim-Ngapain-Saja?fbclid=IwAR1b6lPz_5Vtau0wO3O0qAyT58IxA30i2Y3Wjdtn3UP6Jqb0h4X1j-hClao

http://www.konfrontasi.com/content/tokoh/delegasi-uighur-dikabarkan-ditolak-jokowi-salim-said-indonesia-merdeka-apa-dijajah

Komitmen pemerintah Indonesia terhadap nasib Muslim Uighur di Xinjiang  diragukan oleh pengamat pertahanan dan keamanan, Salim Said. Pasalnya pada tahun 2016 ketika isu Uighur baru muncul Jokowi pernah menolak delegasi Uighur yang berkunjung ke istana. Delegasi tersebut dipimpin oleh ketua Muhammadiyah, Din Syamsudin.

Ini sumbernya Din Syamsudin, presiden tidak ingin menyakiti hati pemerintah Cina,” jelas Salim Said.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) ini sangat prihatin atas sikap Jokowi yang dianggapnya tak ubahnya seperti saat masih mengalami masa penjajahan.

Begitulah cerminan sikap sekuler yang makin hari makin diterapkan negri tercinta ini. Bagi mereka hal tersebut pasti dianggap tak jauh dari sikap radikal yang sedang dijadikan momok dan target utama yang dimusuhi rezim ini. Isu separatis memang yang paling mudah dijadikan alasan. Apalagi jika memikirkan hutang negara yang menggunung kepada Cina, yang sudah pasti membuat negara penghutang tersandera.

Namun yang menyedihkan adalah sikap seorang ustad kondang yang dengan santai menyatakan bahwa Uighur baik-baik aja. Itupun hanya dengan modal rekaman youtube kenalannya bukan hasil rekaman mata kepala sendiri.

https://www.eramuslim.com/berita/nasional/ini-dia-data-ngawur-yusuf-mansur-soal-uighur-yang-ditelanjangi-founder-ami-foundation.htm

Uighur bagaimanapun adalah masalah bersama, bukan umat Islam semata tapi juga semua yang peduli kemanusiaan. Persis seperti yang dihadapi rakyat Palestina yang berpuluh-puluh tahun hidup tertindas di tanah airnya sendiri. Mengenai Barat, Amerika Serikat khususnya, yang bersikap bertolak belakang  terhadap Israel yang menjajah Palestina, adalah hal lain. Bisa jadi perseteruannya dengan Cina yang membuatnya getol memberitakan kejahatan negara Tirai Bambu tersebut. Yang pasti bukankah kemerdekaan adalah hak setiap bangsa??

Menengok sedikit sejarah Uighur. Tanah Uighuristan ( sekarang Xinjiang yang dalam bahasa Cina  memiliki arti “wilayah terdepan baru”) merupakan tanah subur dengan luas 1.6 juta kilometer persegi atau hampir seperenam wilayah Tiongkok, menjadikannya provinsi terbesar di Cina. Jaraknya dengan Beijing ibu kota Cina adalah 1.500 mil dengan Kazakstan sebagai batas di utara, Mongolia Uighur di timur laut,  Kirghiztan dan Tajikistan di barat laut dan Afghanistan serta Pakistan di barat daya.

Propinsi ini masuk ke wilayah kekuasaan Repblik Rakyat Cina pada tahun 1949 yaitu sejak berdirinya republik tersebut. Bangsa Uighur sebagai mayoritas penduduk telah tinggal di tanah tersebut selama 2 ribu tahun. Sepanjang itu, mereka telah mengembangkan kebudayaan uniknya, sistem masyarakat, dan banyak menyumbang dalam peradaban dunia.

Setelah masuknya Islam ke wilayah tersebut pada tahun 934M, dominasi kebudayaan Uighur asli tetap bertahan di Asia Tengah. Karya sastra dan ilmu Uighur bahkan semakin berkembang. Beberapa karya sastra milik Kutatku bilik karya Yusuf Has Najib (1069-1070), Divani Lugarit Turk oleh Mahmud Kashari, dan Atabetul Hakayik oleh Ahmet Yukneki dikenal pada masa itu.

Bangsa Uighur berbeda dengan ras Cina-Han, mereka lebih mirip Eropa Kaukasus, sedang Han mirip Asia pada umumnya. Bangsa ini pada tahun 1933 pernah berusaha mendirikan negara Islam yaitu Turkistan Timur dengan Kashgar sebagai ibu kotanya.

Ironis pada tahun 1949 di awal masuknya kedalam RRC, 96 persen penduduk Xinjiang yang tadinya adalah klan Turki, pada sensus Cina terakhir menyebutkan kini tinggal 7,2 juta dari 15 juta warga Xinjiang. Dengan kata lain tak sampai 50 % dari jumlah penduduk.

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/03/16/m0zcbk-siapakah-bangsa-uighur

Kenyataan di atas lagi-lagi menunjukkan bahwa nasib bangsa Uighur tak jauh beda dengan Palestina yang terjajah di negrinya sendiri. Menjadi pertanyaan besar akankah kita mengulangi kesalahan besar dengan menjadi saksi bisu saudara-saudari kita seiman mengalami kedzaliman tanpa kita berbuat apapun???

Orang-Orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)”. ( HR. Muslim)

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 31 Desember 2019.

Vien AM.

Shibghah Allah.

“Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):138).

Shibghah, apakah Shibghah itu?? Shibghah artinya adalah tathiir (pensucian) sebagaimana asbabunuzul berikut,

Ibnu Jarir berkata, “Sesungguhnya orang-orang Nasrani bila anak mereka dilahirkan, maka mereka datang kepada pendeta pada hari yang ketujuh, mereka memandikannya dengan air yang disebut ‘al-Ma’mudi untuk membaptisnya. Mereka mengatakan, “Ini adalah kesucian pengganti khitan. Maka apabila mereka telah mengerjakannya jadilah anak itu seorang Nasrani yang sebenarnya.” Maka Allah menurunkan ayat ini”.

Ayat diatas adalah sindiran terhadap kaum Nasrani yang merasa ritual pembaptisan kepada bayi mereka lebih baik dari pada ritual khitan yang biasa dilakukan kaum Muslimin. Tentu saja hal ini tidak benar. Islam mengajarkan bahwa bayi yang baru lahir itu bersih, bebas dari segala dosa. Oleh sebab itu tidak perlu pensucian ( pembaptisan).

“Setiap manusia dilahirkan ibunya di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Muslim).

Fitrah manusia adalah bersih dari segala dosa termasuk dosa syirik yang merupakan dosa terbesar manusia. Tidak ada Tuhan yang disembah melainkan Allah Subhanallahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Satu, Esa, tidak beranak dan diperanakkan.

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Terjemah QS. Ar-Rum (30):30)

Dan yang lebih penting lagi cara pembersihan dosa tidak dengan cara baptis melainkan taubat nasuha, yaitu taubat yang benar-benar tidak akan mengulanginya lagi. Itupun bukan dengan cara pengakuan dosa di depan ulama/pendeta atau orang yang dianggap suci seperti yang biasa dilakukan kaum Nasrani. Melainkan langsung kepada Sang Pencipta Allah Azza wa Jala Yang Maha Menerima Tobat, tanpa perlu seorangpun saksi.

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, … … “. (Terjemah QS. At-Tahrim (66):8).

Sebaliknya khitan bertujuan untuk kesehatan dan kebersihan tubuh bukan semata kebersihan jiwa. Dan hari ini ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa khitan memang sangat baik bagi kesehatan manusia.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Lima dari fitrah yaitu khitan, istihdad (mencukur bulu kemaluan), mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan mencukur kumis”.[HR Muslim].

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,”‘Barangsiapa masuk Islam, maka berkhitanlah, sekalipun sudah dewasa” ; Syaikh kami (Ibnu Taymiah) berkata,’Ibrahim mengkhitan Ishaq pada hari ketujuh dan mengkhitan Isma’il ketika hendak baligh. Jadilah khitan Ishaq menjadi sunnah (tradisi) bagi anak cucunya, dan juga khitan Ismail menjadi sunnah bagi anak cucunya.Wallahu a’lam’.”

Khitan juga ternyata adalah ajaran para nabi, sejak nabi Ibrahim as hingga nabi Isa as. Jadi khitan sejatinya bukan hanya berlaku untuk umat Islam tapi juga untuk seluruh pemeluk agama Samawi kalau tidak mau dikatakan untuk seluruh manusia yang peduli kesehatan.

Untuk itulah Allah swt menegaskan bahwa shibghah Allah adalah shibghah yang paling baik. Shibghah yang juga berarti celupan. Sibhghah Allah, “celupan Allah” yaitu iman kepada Allah yang diikuti pembuktian tidak hanya ritual menyembah hanya kepada-Nya, tapi juga dengan mentaati semua perintah dan menjauhi segala larangan.

Perumpamaan mudah Shibghah Allah adalah seperti kain dan celupan warna dalam pewarnaan sebuah kain. Untuk mendapatkan warna yang sempurna kain harus dimasukkan ke dalam celupan secara keseluruhan, tidak separuh-separuh. Dan celupannyapun harus benar-benar sesuai dengan warna yang kita inginkan. Dengan demikian setelah kain dikeluarkan dari celupan hasilnya akan benar-benar sempurna. Warnanya tampak jelas, persis seperti celupannya, tidak belang-belang, setengah berwarna setengah tidak.

Wahai orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam. janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian,” (Terjemah QS. Al-Baqarah (2):208).

Shibghoh Allah adalah dien, komitmen totalitas hidup, ritual maupun non ritual kepada Allah swt, Sang Pencipta. Komitmen yang akan mewarnai hidup kita dengan ajaranNya. Tidak cukup hanya dengan iman di dalam hati tapi juga harus tampak dari luar. Itulah Islam yang kaffah, yang tidak setengah-setengah, tidak tebang pilih ayat yang sesuai nafsu dan keinginan.

Rasulullah terbiasa mengganti nama para sahabat yang bermakna tidak baik, seperti Abdul Uzza yang artinya hamba Uzza. (Uzza adalah nama tuhannya orang jahiliyah).  Demikian juga kaum perempuan dengan hijabnya, yang dengan demikian akan lebih mudah untuk dikenali, dan tidak diganggu orang jahat.

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. ( Terjemah QS. Al-Ahzab(33):59).

Ibaratnya adalah seragam suatu sekolah yang membuat pihak sekolah mudah mengenali identitas murid-muridnya, memberikan bantuan dan perlindungan. Sebaliknya seragam juga membawa baik dan buruk nama sekolah.

Begitupun dengan kaum Muslimin. Penampilan harus dibarengi prilaku dan sikap yang Islami, yang sesuai dengan kehendak-Nya, sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Al-Hadist.

Al Hasan Al Bashri mengatakan,

Di antara tanda kemunafikan adalah berbeda antara hati dan lisan, berbeda antara sesuatu yang tersembunyi dan sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar.”

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ada empat tanda, jika seseorang memiliki empat tanda ini, maka ia disebut munafik tulen. Jika ia memiliki salah satu tandanya, maka dalam dirinya ada tanda kemunafikan sampai ia meninggalkan perilaku tersebut, yaitu: (1) jika diberi amanat, khianat; (2) jika berbicara, dusta; (3) jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi; (4) jika berselisih, dia akan berbuat zalim.” (HR. Muslim no. 58)

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 12 Desember 2019.

Vien AM.

Radikalisme.

Perseteruan Pilpres akhirnya berlalu sudah meski dengan proses dan hasil jauh dari memuaskan. Bahkan Prabowo Subianto sebagai mantan capres masuk ke dalam jajaran kabinet dibawah ex capres yang mengalahkannya. Sesuatu yang amat langka terjadi. Meski alasan mantan danjen tersebut menerima posisi mentri Pertahanan patut diacungi jempol. Yaitu demi untuk menjaga negara dari serangan musuh dari luar yang selama masa kampanye memang menjadi perhatian utamanya. Membuktikan kecintaannya terhadap negara jauh lebih penting dari sekedar harga diri dan gengsi pribadinya. Semoga saja Prabowo bisa tegar dan kuat memperjuangkan keinginan mulia tersebut.

Namun apa lacur belum juga sepekan susunan kabinet diumumkan beberapa mentri sudah bereaksi menyudutkan umat Islam, yaitu dengan melempar isu radikalisme.

Mahfud MD sebagai Menkopolhukam memang menyatakan bahwa radikalisme yang diperangi pemerintah bukan umat Islam, melainkan mereka yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara melawan aturan-aturan. Namun pada acara ILC TV-One ia menyebut anak SD sebagai virus jahat yang harus diperangi. Ini hanya lantaran ia mendapat kabar tentang seorang anak perempuan usia 11 tahun yang tidak mau keluar kelas dengan alasan ajaran agamanya melarang bertemu lelaki yang  bukan muhrimnya.

https://www.portal-islam.id/2019/10/mahfud-md-anak-kelas-5-sd-sudah.html

Apa yang salah dengan hal tsb, mengapa Mahfud seorang Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogya ini begitu geram ? Usia 11 tahun bukan usia yang terlalu belia untuk bisa membedakan mana muhrim mana bukan. Bukankah anak seusia tersebut biasanya sudah haid? Agama yang dimaksud anak tersebut  sudah pasti agama Islam.  Islam memerintahkan perempuan yang sudah baligh agar menutup auratnya di hadapan laki-laki yang bukan muhrim demi menjaga kehormatannya, dan melarang agar tidak bercampur baur.

Sementara mentri Agama Fachrul Razi di hari-hari pertama tugasnya justru sibuk mengurusi soal cadar dan celana cingkrang yang menurutnya, lagi-lagi sebagai lambang radikalisme. Mantan wakil panglima TNI ini bersikukuh melarang pemakaian keduanya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) meski dihujani kritik oleh mayoritas anggota Komisi VIII DPR yang membidangi agama dalam rapat perdana di gedung parlemen.

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-50334697

Dalam khotbah perdananya pada shalat Jumat di masjid Istiqal ia mengutip ayat 13 surat Al-Hujurat sebagai berikut :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Ayat yang sangat indah. Tapi sayangnya mentri agama tersebut mengutip ayat di atas bukan untuk menunjukkan bahwa yang paling mulia adalah yang paling takwa, yaitu umat Islam yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Melainkan untuk menekankan toleransi sebagai dalil yang harus diterapkan kepada non Muslim. Tidak salah sebenarnya karena Islam memang mengajarkan hal tersebut. Masalahnya toleransi seperti apa yang dimaksudkannya??

Untuk diingat, beberapa waktu lalu mentri tersebut mengemukakan keinginannya untuk bertemu ustad Abdul Somad (UAS) yang belakangan ini ini tampak “di incar”. UAS adalah seorang ustad kondang yang dikenal secara terang-terangan mendukung Prabowo pada pilpres yang baru lalu.

Video ceramah jawaban ustad lulusan Maroko atas pertanyaan jamaah mengenai patung dan salib contohnya, yang tiba-tiba viral padahal sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, lagi pula terjadi di dalam masjid usai ceramah. Terakhir jawaban UAS terhadap pertanyaan jamaah tentang haramnya catur dan dadu yang ditanggapi sang mentri “ tidak usah didengarkan”.

Ada apakah gerangan ?? Bukankah tugas seorang ustad/ulama berdakwah kepada umat dan menjawab pertanyaan jamaah secara jujur bedasarkan dalil, tanpa menterlibatkan kepentingan siapapun, baik pribadi apalagi sudut pandang pejabat tertentu. Soal didengarkan atau tidak bukan urusan sang ustad apalagi pak mentri agama.

Sebagai catatan, Fachrul Razi diangkat sebagai mentri agama oleh Jokowi karena  latar belakang militernya yang dianggap mampu menumpas radikalisme di Indonesia. Isu radikalisme ini memang demikian hebohnya sampai-sampai menjelang pelantikan mentri baliho dengan tema tumpas radikalisme bertebaran di sepanjang jalan utama Jakarta.

Pada acara pelantikan para mentri, Jokowi bahkan sempat melempar wacana mengubah istilah radikalisme dengan manipulator agama.

“Atau mungkin enggak tahu, apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama. Saya serahkan kepada pak Menko Polhukam untuk mengkoordinasikan masalah ini,” jelasnya.

Sebelumnya Jokowi memang menyatakan bahwa salah satu fokus pemerintahannya lima tahun kedepan adalah pemberantasan radikalisme dan intoleransi, dan ingin agar secara konkret.

https://www.merdeka.com/peristiwa/jokowi-usul-ganti-istilah-radikalisme-jadi-manipulator-agama.html

Beberapa waktu lalu, ketua KPK memanggil seorang bawahannya yang mengundang UAS berceramah di instansinya. Padahal bila kita perhatikan tidak satupun isi ceramah UAS yang berpotensi mengundang radikalisme. Kecuali bila pernyataan penceramah kondang tersebut mengenai kehidupan dunia yang hanya senilai setengah sayap nyamuk dianggap menyinggung pihak tertentu hingga harus dimasukkan sebagai radikal ! Atau kata “kafir” yang belakangan menjadi isu sensitif ..

“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi).

Maka tak heran bila ketika sang menag berwacana mengeluarkan daftar sertifikasi ulama bahkan majlis taklim yang didominasi emak-emak itu harus mendaftar maka reaksi umatpun beragam. Diantaranya adalah Din Samsudin, tokoh Muhammadiyah yang saat ini menjabat sebagai ketua MUI. Ironisnya, tokoh yang juga dikenal sebagai tokoh lintas agama ini justru di isukan masuk ke dalam daftar terorisme dunia.

https://www.wartaekonomi.co.id/read253724/din-syamsuddin-dituduh-biayai-teroris-cetus-bang-fahri-permainan-orang-sakit.html

Sertifikasi dengan alasan agar ulama lebih mengedepankan persatuan bangsa apapun agamanya, sementara majlis taklim agar pemerintah dapat mudah menyalurkan bantuan, sungguh adalah alasan yang terkesan sangat dicari-cari.

https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2019/11/22/173941/kemenag-siapkan-program-ulama-bersertifikat.html

https://nasional.tempo.co/read/1278468/majelis-taklim-harus-daftar-kementerian-agama-untuk-pembinaan/full&view=ok

Din juga mempertanyakan urgensi wacana sertifikasi nikah yang akan dikeluarkan kemenag. Bukankah menikah adalah sunnah yang sebaiknya disegerakan bila seseorang memang sudah siap. Apalagi di zaman sekarang dimana budaya Barat sudah begitu merasuki cara berpikir dan bergaul muda mudi bangsa ini. Pernikahan seharusnya dipermudah bukan malah dipersulit.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. ( Terjemah QS. Al-Isra(17):32).

‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).’”[HR. Al-Bukhari].

https://news.detik.com/berita/4789292/din-soal-wacana-sertifikat-nikah-jangan-hal-sakral-diikat-terlalu-formal

Terakhir adalah viralnya tentang seorang direktur BTN yang dituduh terpapar radikalisme hanya karena sang bersangkutan pada tahun 2017 lalu memposting “Gerakan 7 juta status. Kami percaya Ulama dan mendukung perjuangannya. Jangan dishare tapi di copy, agar tembus 7 jt. VIRALKAN !!! #Gerakan7jutastatus” di status medsosnya. Lengkap dengan foto Habib Rizieq yang bertuliskan, “Kami Percaya Ulama, Habib Rizieq dan Mendukung Perjuangannya.”

https://bisnis.tempo.co/read/1278425/viral-direktur-btn-terpapar-radikalisme-sikap-kementerian-bumn/full&view=ok

Semakin jelas apa sebenarnya yang dimaksud radikal/radikalisme dalam pandangan pemerintah. Na’uzubillah min dzalik …

Yaa Allah lindungi kami dan anak cucu kami dari fitnah Dajjal yang makin nekad menunjukkan keberaniannya melawan kekuasaan-Mu. Yaa Allah Jangan biarkan musuh kaum beriman itu mengadu domba kaum Muslimin dengan doktrin Islam Nusantaranya yang menyesatkan itu. Bukankah Islam itu hanya satu yaitu Islam yang rahmatan lil aa’lamiin, yang dibawa rasulullah Muhammad saw untuk disebarkan kepada seluruh umat manusia dimanapun berada. Islam yang merupakan ajaran warisan para nabi, untuk tidak menyekutukan Allah swt dengan siapapun dan apapun.

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):132).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 1 Desember 2019.

Vien AM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Meski menjalankan agama sebaik mungkin, pemuda Inggris, Chris, tak juga memiliki akhlak mulia. Dia sering menenggak minuman keras (miras) bersama teman-teman. Lingkungannya sangat buruk. Banyak orang sekitarnya mudah berputus asa menghadapi permasalahan hidup. Sebagian menempuh jalan tragis yang dianggap menyelesaikan hidup: bunuh diri.

Pemuda bertubuh besar ini sering melihat orang yang dikenalnya mengembuskan napas karena hal tersebut. Namun, dia tidak ingin melakukan tindakan pengecut itu. Pria berambut pirang ini selalu berpikir bahwa kehidupan harus dijalani dengan baik.

Sekali dalam sepekan dia mengunjungi rumah ibadah untuk berdoa seorang diri. Sementara, ayahnya tak mau beribadah karena tak memercayai keberadaan Tuhan. Dalam keluh kesahnya kepada Tuhan, dia berharap ada orang yang dapat membawanya kepada kehidupan yang lebih baik, menjadi insan yang bermanfaat bagi banyak orang. Harapan itu selalu disampaikan dalam doa hingga tiga bulan.

Perlahan tapi pasti, Tuhan yang Maha mendengar mengarahkan pria 27 tahun itu menuju kebenaran. Suatu ketika saat berselancar di media sosial, Chris melihat sebuah video tentang Nabi Isa. Berdasarkan keyakinannya, Isa adalah anak Tuhan.Namun, video itu menceritakan hal berbeda, memosisikan Nabi Isa sebagai utusan Tuhan. Bagaimana mungkin? tanya Chris dalam hatinya.

Dia terus menonton video berjudul Hamba yang Penyayang selama dua bulan. Namun, selama menonton, dia masih belum meyakini kebenarannya. Kemudian dia juga menonton tayangan video biografi Nabi Muhammad. Chris mengetahui video yang kedua menceritakan tentang syiar Islam. Dia tak terlalu tertarik karena Islam, sepengetahuannya, adalah agama teror, radikal, yang jauh dari kesantunan. Keyakinan itu dia dapatkan berdasarkan omongan orang di Barat yang benci setengah mati terhadap Islam.

Suatu hari dia naik sebuah taksi.Selama di dalam taksi dia bertanya mengenai Isa yang merupakan Nabi Allah. Sopir yang berasal dari Asia itu hanya menjawab dengan senyuman. Pria Asia itu kemudian menjelaskan bahwa Islam memang mengajari demikian.

Chris belum bisa menerima jawaban singkat itu karena dalam pemahamannya, Muslim adalah teroris dan pembunuh. Mana mungkin agama mereka memiliki Isa yang dianggap sebagai seorang penyelamat.

Dia kemudian menatap Chris dan memintanya terus menonton video itu. Namun, selama beberapa pekan dia meninggalkan video tersebut dan tak lagi menontonnya. “Anehnya ada pe rasaan dalam diri ini yang tak biasa, seperti selalu ingin mengetahui hal baru. Sangat mengganggu ketenangan,” kata dia.

Dia lawan perasaan itu dengan mabuk miras bersama teman-temannya. Namun, perasaan tersebut tak kunjung pergi. Dia selalu datang, bahkan semakin membesar. Dia kemudian teringat akan kisah nabi yang pernah ditontonnya. Mereka adalah sosok yang tegar, tak mudah putus asa dalam menghadapi cobaan yang luar biasa. Ada yang dibuang ke dalam sumur, seperti yang dialami Nabi Yusuf.Ada juga yang dilempari kotoran manusia, seperti yang dialami Rasulullah, ada yang dikucilkan kaumnya sendiri, bahkan diperangi, seperti yang dialami Isa.

Kisah itu menginspirasi Chris untuk tegar menghadapi kehidupan. Semangatnya semakin membesar. Dia mencoba bangkit dari keterpurukan dirinya. Pemuda berkulit putih itu menonton kembali sejumlah video tentang kenabian, terutama Rasulullah.

Setiap malam, dia berbicara kepada Tuhan sebelum tidur. Dia selalu berharap dan memohon Tuhan akan membantunya dalam kehidupan ini.Chris berbicara dengan Tuhan menggunakan caranya sendiri karena dia tidak mengerti bagaimana berdoa secara Islam.

“Selama ini orang-orang hanya mengatakan hal buruk mengenai Muhammad sehingga saya salah paham tentang Islam dan Muhammad. Setelah menonton ini, saya menjadi suka dan kisah inilah yang saya inginkan,”kata dia.

Kemudian, Chris mulai bekerja di Broadway, Bradford, sebagai petugas keamanan. Dia kemudian bertemu dengan seorang pria Nigeria bernama Bashir. Sebelumnya dia berpikir bahwa semua temannya adalah orang yang keras. Dia tidak ingin teman Muslimnya juga bersifat demikian.

Chris bekerja bersama Bashir selama beberapa bulan. Dia banyak berbicara mengenai Islam dan bahkan mengundangnya makan bersama.Lambat laun Chris menyadari bahwa Bashir adalah teman dekat yang menuntunnya kepada Islam. Darinyalah Chris mendapatkan banyak penjelasan dan pengetahuan Islam.

Bersyahadat

Pada 5 November 2017, Chris merayakan malam api unggun bersama teman- temannya. Dia kembali mabuk bersama teman-temannya. Setelah itu tertidur dan tak mengetahui apa yang terjadi setelahnya.

Setelah terbangun, dia merasa bersalah atas apa yang sudah dilakukannya. Rasanya ingin memohon ampunan kepada Sang Pencipta karena perbuatannya adalah salah. Chris menelpon Bashir dan bertekad untuk pergi ke masjid bersama.

Bashir tak langsung mengiyakannya.Dia meminta Chris untuk mempelajari Islam terlebih dahulu sebelum ke masjid.Chris menjelaskan bahwa dia telah mempelajari Islam selama 10 bulan terakhir.

Bashir kemudian membawanya ke Masjid. Di sana mereka menemui seorang imam, Mas’ud. Pertemuan itu sangat dinantikan Chris yang menginginkan pertobatan.Imam bertanya beberapa hal kepada Chris seputar keyakinannya untuk memeluk Islam. Setelah merasa yakin sepenuhnya, Mas’ud membimbingnya bersyahadat.

Menjadi Muslim pertama kali adalah hal yang tidak terlupakan. Chris masih mengingat perasaan ketika mengucapkan syahadat, terutama saat pertama kali membahas Islam secara terbuka. Meski begitu, dia tak mampu menjelaskannya dengan kata-kata. Takjub, satu kata yang dia ungkapkan ketika mengingat kembali perjalanannya dalam menemukan Islam.Setelah bersyahadat, dia tinggal di masjid beberapa malam.

Hingga saat ini, dia sering bermalam di masjid, bahkan masih merasa takjub. Terutama saat belajar hal-hal baru. Kini, orang-orang melihatnya lebih cerah, bersemangat. Dulu dia tidak pernah menghomati orang tua dan saudaranya. Setiap hari yang dilakukan dengan teman-temannya hanya berdebat.

Sekarang Islam mengajarinya untuk memperlakukan orang, menjalani kehidupan sosial dengan kesantunan dan kebersamaan. Islam menjadi pedoman hidupnya. “Islam adalah panduan, saya tidak melihat Alquran hanya sebagai buku aturan, tetapi juga panduan hidup. Segala sesuatu dalam Islam sungguh bermanfaat, ” kata dia.

Mengganti Kebiasaan Mabuk

Satu hal yang membuatnya khawatir, yaitu kembali mabuk-mabukan. Chris selalu berusaha meninggalkan kebiasaan buruk itu.Dia bersyukur bertemu dengan Bashir yang mendukungnya untuk meninggalkan miras.

Bashir tak hanya menemani saat pertama kali berikrar memeluk Islam. Dia tak pernah meninggalkannya begitu saja. Hingga kini, Bashir masih menelepon dan memberi dukungannya untuk tetap berkomitmen menjalani ajaran Islam.

“Ketika bersyahadat, saya memiliki keraguan, dan semua orang akan memiliki keraguan, tetapi sekali Anda menemukan cinta untuk Tuhan dan Anda menemukan cinta untuk Nabi Muhammad (SAW)banyak hal berubah dalam hidup. Sebuah lampu menyala dalam kegelapan, Anda tahu. Anda harus masuk, dan Anda harus konsisten dan komitmen untuk memeluk Islam sepenuh hati,” kata dia.

Jika menginginkan sesuatu maka harus bekerja keras. Dalam beristiqamah, dia telah bekerja sangat keras tahun lalu dan sekarang dia melihat manfaatnya. “Anda tahu, ketika saya berdoa, saya merasakannya. Jadi, hal ini juga membuat saya bangga pada diri sendiri, dan itu membawa rasa bahagia kepada saya. Itu membuka pintu lain, seperti ayah saya lebih mengerti tentang Islam sekarang,”ujar dia.

Ayahnya kini tahu bukan hanya dari apa yang dia dengar, tapi mempelajarinya langsung. Pilihannya saat ini adalah yang terbaik untuk dirinya. Chris menyarankan untuk selalu percaya kepada hati nurani. Karena di dalam hati ada kebahagiaan dan kedamaian.

Janganlah merasa takut untuk berhijrah, karena di luar sana akan ada orang yang membantu dan mendukung. Jika ingin mempelajari Islam bicaralah dengan saudara Muslim, karena mereka tahu apa yang setiap orang inginkan dalam mempelajari Islam.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 30 November 2019.

Vien AM.

Dicopy dari :

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/18/04/26/p7rb0c313-sirah-nabi-mengubah-kehidupan-chris

Yang juga melegakan adalah banyaknya restoran halal dan toko daging halal di kota tersebut. Masjid juga ada beberapa meskipun sederhana dan agak di luar kota. Sayang tidak ditemukan data akurat tentang jumlah Muslim di kota ini. Data terakhir (2001) hanya menyebut bahwa jumlah Muslim adalah 6.3 % dari jumlah penduduk. Menjadikannya sebagai agama minoritas terbanyak di Newcastle.

 

Meski masih kalah dibanding jumlah Muslim di London yang tercatat sebanyak 12.39 %, cukup melegakan dibanding mayoritas Kristen yang 56.4% dan 27.8% mengaku tidak beragama. Jumlah yang cukup signifikan untuk ukuran Barat yang sedang mengalami Islamphobia akut.

Bahkan wali kota London sendiri adalah seorang Muslim keturunan Pakistan. Kakeknya bermigrasi dari India ke Pakistan paska pembagian India pada tahun 1947. Sadiq Aman Khan, demikian nama sang wali kota, lahir di London tak lama setelah orang tuanya bermigrasi ke Inggris. Khan yang berprofesi sebagai pengacara ini menjabat sebagai wali kota sejak 2016 lalu.  Sayang ke-Islam-annya banyak dipertanyakan orang karena selain tidak mempunyai komitmen jelas terhadap kejahatan Yahudi, juga menyetujui pernikahan sesama jenis yang jelas-jelas dikutuk Islam sebagaimana kisah kaum nabi Luth berikut.

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS. Huud(11):82-83).

Sejarah masuknya Islam di Inggris memang agak rumit. Sejak Islam diturunkan ke muka bumi dengan diutusnya rasulullah Muhammad saw pada tahun 610 M, baru ratusan tahun kemudian tembus ke Inggris. Itupun hanya dengan masuknya 1 orang Ksatria Templar bernama Robert of St. Albans pada 1185. Begitu ber-syahadat Robert langsung bergabung dengan pasukan Raja Salahudin berbalik melawan tentara Salib. Ia wafat hanya 2 tahun setelah memeluk Islam. Semoga Allah swt meridhoinya, aamiin …

Selanjutnya Islam baru masuk ke Inggris secara bergelombang paska pecahnya Perang Dunia I tahun 1917 an. Dengan berbondong-bondong pengungsian dari berbagai negara Muslim yang terlibat perang memasuki Inggris. Banyak diantara mereka ini yang kemudian pindah kewarga-negaraan dan bergabung dengan tentara Inggris tanpa melepas ke-Islam-an mereka. Diantaranya Muslim Turki Siprus yang terkena dampak Turki Siprus Diaspora yang banyak menelan korban pembantaian.

3

London Central Mosque

7Sebelum tragedy Siprus paska dominasi Inggris, Muslim Turki Siprus datang ke Inggris sebagai pelajar dan turis. Selanjutnya setelah berhasil mengembangkan bisnis, pada tahun 1970an mereka mengajak keluarga besar mereka termasuk yang di Turki daratan, untuk membantu bisnis mereka yang berkembang pesat. Mereka inilah yang kemudian membangun masjid yang hingga kini banyak bertebaran di Inggris. Termasuk The London Central Mosque yang juga dikenal dengan nama the Islamic Cultural Centre (ICC) atau Regent’s Park Mosque karena letaknya yang memang di Regent’s Park, pusat kota London.

Disamping itu, sebagai akibat Inggris yang banyak menjajah negara-negara Muslim, maka berdatangan pula keluarga-keluarga negara jajahan seperti India, Pakistan, Bangladesh, Somalia dan beberapa negara Afrika lainnya. Belakangan Malaysia yang merupakan bagian dari negara persemakmuran (Commonwealth) banyak mendatangkan pelajar-pelajarnya ke Inggris untuk memperdalam ilmu mereka di berbagai perguruan tinggi  di negara tersebut.

Namun tidak sedikit pula orang asli Inggris seperti orang-orang Skotlandia, Irlandia dan Wales yang tertarik dengan ajaran Islam lalu memeluknya. Diantaranya adalah  Marmaduke William Pickthall yang mengganti namanya menjadi Muhammad Marmaduke Pickthall  sejak masuk Islam pada akhir 1917. Jurnalis sekaligus politikus tersebut adalah orang pertama yang menterjemahkan Al-Quran ke dalam Bahasa Inggris. Maha karya yang ditulis pada 1930 tersebut diakui secara resmi oleh Universitas Al-Azhar Mesir, dan masih digunakan hingga detik ini. Berikut kisah ke-Islam-an beberapa tokoh Inggris era Ratu Victoria :

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/16/07/31/ob6f7n313-cerita-muslim-inggris-era-victoria

Tak heran bila kini Islam tercatat sebagai agama paling pesat berkembang di Inggris. Antara kurun waktu 2001 – 2009 jumlah Muslim melonjak 10 kali lebih cepat dibanding agama lain. Tampaknya tragedy keji September 2001 yang meluluh lantakan WTC dan sekitarnya justru memancing keingin-tahuan Barat  untuk lebih mengenal Islam yang sesungguhnya. Allahu Akbar …

“ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran(3):54).

Syukur Alhamdulillah Allah swt memberi kami bertiga kesempatan untuk mengunjungi London (beberapa tahun yang lalu) dan kini beberapa kota yang tidak terlalu jauh dari Newcastle. Dengan mengendarai mobil sewaan kami mengunjungi Durham yang hanya berjarak beberapa km dari Newcastle, Windermere dan Keswick yang terletak di Lake District, Glassgow dan Edinburg, ibu kota Skotlandia, untuk terus kembali ke Newcastle.

20190920_145241Durham menjadi daya tarik sendiri, setidaknya bagi putri kami, karena disitulah dilakukan shooting film Harry Potter. Namun sungguh tak dinyana dalam perjalanan menuju gereja abad pertengahan tempat shooting diakukan kami menemukan adanya resto dengan tulisan HALAL terpampang.

Belakangan kami baru tahu bahwa Durham University ternyata memiliki fakultas Ekonomi dan Keuangan Islam yang telah berusia 25 tahun.  Maka kamipun tak heran mengetahui universitas tertua ke 3 ( lebih dari 600 tahun) di UK ini juga memiliki masjid yang dikelola Islamic Association kampus tersebut. Sementara di Lake District kami tidak sempat menemukan restoran berlabel Halal maupun masjid. Dari hasil googling Muslim di wilayah tersebut termasuk yang paling sedikit dibandingkan wilayah lain di Inggris.

Dari Lake District kami menuju ke utara yaitu Edinburg, ibu kota di Skotlandia, dengan melalui Glasgow. Kami tiba di Glasgow, kota terbesar keempat di Eropa, setelah London, Paris dan Berlin tersebut ketika matahari sudah terbenam. Kami hanya melewati kota tersebut untuk istirahat mencari makan malam. Sayangnya ternyata tidak mudah menemukan restoran Halal di kota tersebut.

Menurut Wikipedia, berdasarkan sensus 2011,  Muslim di Skotlandia memang sedikit sekali, yaitu hanya 1.4 % dari populasi. Muslim pertama yang tercatat masuk Skotlandia adalah seorang mahasiswa India jurusan kedokteran Edinburg University pada tahun 1858. Meski demikian dari pengamatan Google map, masjid di Glasgow lumayan banyak bahkan lebih bagus dibandingkan masjid yang ada di Newcastle. Masjid juga dapat ditemukan di universitas Glasgow. Seperti juga di Newcastle dan Durham, masjid tersebut dikelola oleh Islamic Association universitas bersangkutan.

edinburg mosque20190922_19024920190922_19124420190922_132905Sementara itu di Edinburg, ibu kota Skotlandia yang sebagian kotanya adalah kota tua abad pertengahan yang terdaftar sebagai situs warisan Unesco, selain resto kebab Halal, secara tidak sengaja kami menemukan sebuah masjid megah, Masjid Central Edinburg. Masjid yang terletak tidak jauh dari universitas Edinburg ini sebagian besar dana pembangunannya berasal dari raja Fahd dari Arab Saudi. Masjid ini resmi dibuka pada tahun 1998.

Masjid Dar Al-Arqam Edinburg UKDar Al-Arqam 1Belakangan melalui google map, terlihat adanya masjid bernama Dar Al-Arqam. Masjid ini terletak di sisi lain Edinburg University. Dari kejauhan orang pasti tidak akan mengira bahwa bangunan tersebut adalah bangunan rumah ibadah umat Islam. Sayang tidak ada keterangan resmi sejak kapan bangunan yang tampaknya bekas sebuah gereja itu berubah fungsi menjadi masjid.

Tidak didapat keterangan pasti berapa jumlah Muslim di Inggris sekarang ini. Namun berita pada Maret 2018 dari London mengatakan bahwa ratusan gereja di London telah ditutup. Sementara ratusan masjid bermunculan, sebagian dari bekas gereja yang sudah tidak lagi terpakai. Meski demikian jumlah masjid yang ada tersebut tetap tidak mampu menampung jamaah yang akan melakukan shalat Jumat. Allahu Akbar …

Masih menurut sumber yang sama, hampir setengah dari Muslim Inggris berusia di bawah 25 tahun. Sementara seperempat orang Kristen berusia di atas 65 tahun. Kota-kota besar yang tercatat memiliki banyak Muslim adalah Manchester (15,8%), Birmingham (21,8%) dan Bradford (24,7%).

“Dalam 20 tahun ke depan, akan ada lebih banyak Muslim yang aktif daripada orang-orang gereja,” kata Keith Porteous Wood, direktur Sekuler Nasional Masyarakat.

https://duniaekspress.com/2018/05/31/geliat-islam-di-london-500-gereja-tutup-buka-423-mesjid/

Tampak dengan makin banyaknya pelajar Muslim dari berbagai belahan negara yang menimba ilmu di negri ini telah makin membuka mata dan hati penduduk Inggris mudah menerima Islam sebagai satu-satunya ajaran yang diridhoi-Nya. Islam yang merupakan agama tauhid yang dibawa para nabi termasuk nabi Musa nabinya umat Yahudi maupun nabi Isa nabinya umat Nasrani, yang 14 abad kemudian disempurnakan oleh rasulullah Muhammad saw.

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam“. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):132).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 10 November 2019.

Vien AM.

Setelah penerbangan selama 15 jam ditambah transit 2 jam di Amsterdam, KLM yang kami tumpangipun akhirnya mendarat selamat di Newcastle, Inggris. Kota ini adalah kota di Inggris pertama yang pernah kami kunjungi selain London. Waktu menunjukkan sekitar pukul 9 pagi waktu setempat. Angin dingin langsung menyergap tubuh begitu kami keluar dari bandara kota tersebut. Temperatur sekitar 16 derajat. Sebenarnya temperature yang cukup ideal namun karena anginnya yang  kencang maka terasa lebih dingin dari yang sesungguhnya.

Newcastle terletak 396 km utara London, 148 km tenggara Edinburg ibukota Skotlandia. Newcastle selama ini dikenal orang karena club sepak bolanya yang mendunia, yaitu Newcastle United, disamping universitas Newcastle. Belakangan kami baru tahu ternyata di Australia, yaitu di New South Wales juga ada kota dengan nama Newcastle, yang juga memiliki universitas bernama Newcastle University. Untuk menghindari kesalahan ada baiknya yang di Inggris disebut secara lengkap , yaitu Newcastle Upon Tyne. Tyne adalah nama sungai yang mengalir di selatan kota tersebut.

IMG-20190918-WA0028Kedatangan kami ke Newcastle adalah untuk mendampingi putri bungsu kami melanjutkan study di Newcastle University. Salah satu alasan mengapa kami mengizinkan putri kami tersebut memilih Inggris, karena Inggris dikenal lebih terbuka terhadap dunia Islam dibanding negara Eropa lain.

Sejarah dan latar belakang kota Newcastle cukup menarik untuk ditelusuri. Kota ini berawal pada tahun 122 M dengan didirikannya tembok Hadrian dan jembatan yang menyebrangi sungai Tyne. Keduanya dibangun pada masa kaisar Hadrian dari Romawi yang ketika itu berhasil menaklukkan tanah Inggris dan memasukkan negara di ujung barat Eropa tersebut sebagai daerah jajahan Romawi.

Namun demikian kota Newcastle sendiri baru berdiri secara resmi sekitar abad 12. Pada saat itulah gereja, biara dll didirikan. Peninggalan pusat kota tua tersebut masih bisa kita lihat di beberapa tempat hingga sekarang. Meski sudah tidak ada yang asli, karena bangunan-bangunan religi tersebut ditutup untuk kemudian dihancurkan pada masa raja Henry VIII berkuasa. Raja Henry VIII adalah raja Inggris pertama yang berhasil memisahkan pengaruh kekuasaan Romawi pusat terhadap kerajaan Inggris.

20190916_191126 (2)

Newcastle Castle

20190928_184631 (2)

20190928_183556 (2)Saat ini bila kita ingin berjalan kaki menuju tepi sungai dimana berdiri “Gateshead Milennium Bridge” yang merupakan ikon kota, kita akan melewati apa yang dinamakanNewcastle castle”. Ini adalah bekas benteng peninggalan abad pertengahan.

Sementara jembatan gantung khusus pejalan kaki dan sepeda “Gateshead Milennium Bridge” berbentuk harpa ini baru dibangun belakangan, yaitu pada tahun 1998. Jembatan yang bisa diangkat “dawainya” ketika kapal besar akan lewat ini menghubungkan Newcastle yang merupakan kota pelabuhan dengan Gateshead yang berada di sebrangnya. Disamping jembatan tersebut ada 4 jembatan mobil yang menyebrangi Tyne, termasuk sebuah jembatan kuno yang tetap dipertahankan keberadaannya.

20190916_190952 (2)

Black Gate

Selain “Newcastle castle” ada lagi bangunan abad pertengahan lain yang berada di lokasi tersebut. Yaitu “Black Gate” yang merupakan gerbang utara benteng “Newcastle castle”. Di dalam bangunan tua tersebut hingga saat ini masih terlihat bekas ruangan-ruangan sempit tempat penyiksaan tahanan.

Di beberapa sudut kota potongan-potongan tembok tua bekas benteng juga masih dipertahankan. Di dalam benteng inilah dulunya kota tua Newcastle yang religius berada.

20190923_171144 (2)20190928_113431 (2)Di area yang kini sudah berubah menjadi Cina Town tersebut berdiri sebuah restoran mewah yang menyajikan masakan khas Inggris, dengan nama Blackfriars. Restoran ini memanfaatkan bangunan tua abad pertengahan bekas biara Blackfriars di masa lalu. Blackfriars adalah nama salah satu persatuan persaudaraan gereja ketika itu. Mereka adalah pendakwah Kristen pertama yang memasuki tanah Inggris. Di area Blackfriars itu pulalah dulu pernah berdiri penginapan yang sering digunakan raja Henry III ketika berusaha menalukkan Skotlandia.

20190917_115302 (2)

Grey Monument

Sementara Pilgrim Street yang bersambungan dengan Northumberland Street,  pedestrian dimana berjejer toko-toko, restoran, pub dll yang selalu ramai pengunjung, dulunya adalah jalur peziarah Kristen yang akan menuju gereja  yang ada di utara kota tersebut. Di sepanjang jalan tersebut dulunya berdiri banyak penginapan untuk para peziarah. Kedua jalan tersebut berujung di Grey Monument yang merupakan landmark kota.

Ironisnya, Newcastle seperti juga kebanyakan kota-kota di Barat, kini jauh dari kehidupan religi. Gereja sudah jarang dikunjungi. Kaum perempuan dengan pakaian minim tak peduli udara dingin mengigit terlihat dimana-mana. Di setiap akhir pekan, penduduk kota, bukan hanya muda mudi tapi juga yang sudah cukup berumurpun, tumpah ruah memenuhi jalanan pusat kota, resto, pub untuk  bermabuk-mabukan. Kabarnya banyak pelajar dari universitas sekitar seperti Durham University, misalnya, yang hanya butuh waktu 30 menit ber-kereta-api, tiap akhir pekan berbondong-bondong menghabiskan waktu malam mereka di kota ini.

20190928_110811(1)

Stasiun kereta Newcastle

Karena brisik, di suatu akhir pekan, suami pernah protes kepada pihak hotel tempat kami menginap (kebetulan hotel berlokasi tidak jauh dari stasun kereta api). Tampaknya kamar di depan kami malam itu dijadikan tempat pesta mabuk-mabukan. Bau alkohol terasa menyengat di gang depan kamar kami. Hingar bingar musik terdengar setiap kali pintu terbuka, menandakan adanya orang keluar masuk kamar tersebut. Namun petugas hotel hanya menjawab ringan, “ Maklum pak ini kan malam week-end”. Yaa Allah …

20190916_113959 (2)20190919_124824 (4)Hal ini sekaligus menjawab keheranan kami di awal kedatangan pada Ahad sekitar pukul 9 pagi yang terlihat lengang, nyaris tak ada kegiatan apapun. Lepas pukul 3 sore kota baru terlihat mulai ramai. Mengingatkan kami ketika mengunjungi kota pelajar Salamanca di Spanyol beberapa tahun lalu. Menurut petugas hotel, Ahad pagi hingga siang penduduk yang sebagian besar pelajar itu masih teler akibat begadang semalaman. Mungkin begitu pula Newcastle dimana di dalamnya terdapat 2 universitas besar yaitu Newcastle University dan Northumbria University.

Hhhmmm … ngeri juga kalau membayangkan menyekolahkan anak di kota seperti ini. Ini yang menjadi salah satu pertimbangan mengapa kami tidak ingin menyekolahkan anak di Barat ketika mereka baru lulus SMA. Khawatir keimanan mereka belum cukup kuat melihat budaya dan kebiasaan buruk masyarakat di sana. Meski bukan jaminan juga mahasiswa S2 pasti lolos dari godaaan tersebut.  Kabarnya, Culture Shock, itulah istilah kerennya, sering melanda mahasiswa/i Indonesia yang menimba ilmu di luar negri terutama di negri dengan budaya yang jauh berbeda dengan budaya dan ajaran agama kita.

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar ( alkohol) dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya”.  … .“( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):219).

Ya Allah lindungi dan beri kekuatan serta kesabaran putri kami dalam menghadapi berbagai kesulitan di tempat barunya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

20190918_13352620190918_13362920190918_134813 (2)Itu sebabnya surprised juga kami ketika mendapati Newcastle University memiliki masjid, meski tidak besar,  yang biasa digunakan shalat 5 waktu dan shalat Jumat staff dan mahasiswa kampus tersebut. Masya Allah …

Alhamdulillah, maka sebagai orang-tua siswa kamipun bisa merasakan nikmatnya shalat Zuhur berjamaah di dalam kampus yang telah berusia lebih dari 100 tahun tersebut. Kampus yang didirikan pada tahun 1834 dimana Sir Rowan Atkinson atau lebih dikenal sebagai Mr Bean pernah kuliah di dalamnya.

Masjid Newcastle University dikelola secara serius oleh Newcastle University Islamic Society (NUIS). Sekretariat komunitas ini menempati area salah sudut kampus utama di Queen Victoria Boulevard. Disitu pulalah masjid berada.

https://www.newcastleisoc.com/

IMG-20191031-WA0000_1573486240837IMG-20191031-WA0001_1573486240777 (2)NUIS tidak hanya menyediakan dan mengatur waktu shalat tapi juga berbagai kegiatan lain, seperti olah raga, seni, ketrampilan dll. Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin dan teratur. Diantaranya pembuatan barang keramik seperti yang sempat diikuti putri kami beberapa waktu lalu.

Dalam wadah inilah bertemu dan berkenalan Muslim dari berbagai negara, yang dengan demikian akan melahirkan ikatan persaudaraan Muslim yang merupakan bagian dari ajaran Islam. Persaudaraan dan solidaritas yang makin hari makin diabaikan oleh sebagian besar Muslim hingga mudah di adu domba dan dilecehkan serta menyebabkan timbulnya Islamophobia akut. Ironisnya korbannya bukan saja non Muslim tapi bahkan sebagian yang mengaku Islam.

“Perumpamaan kaum mukminin satu dengan yang lainnya dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling berlemah-lembut di antara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota badan sakit, maka semua anggota badannya juga merasa demam dan tidak bisa tidur”. (HR. Bukhari dan Muslim).

“Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana bangunan, satu sama lain saling menguatkan”. ( HR. Muttafaq ‘Alaihi).

Bersambung