Feeds:
Posts
Comments

Umat Islam hari ini semakin berduka dengan  terpilihnya Donald Trump sebagai orang no 1 Amerika Serikat menggantikan Barack Obama yang telah menyelesaikan 2 periode kepresidenan. Pemilik Trump Tower darimana milyuner gaek ini menjalankan bisnis raksasanya, resmi menjadi presiden AS ke pada 8 November 2016. Keprihatinan tersebut bukannya tanpa alasan.

Saat kampanye ia melontarkan beragam pernyataan yang mengkhawatirkan umat muslim. Diantaranya adalah gagasan untuk memantau masjid-masjid di seantero AS dan agar umat Islam diawasi aparat sebagai langkah melawan terorisme.

Trump menampilkan sikap konfrontatif bukan hanya pada Islam dan kaum Muslim, tetapi juga pada China, Meksiko, dan juga banyak sekutu Eropa-nya. Sikap rasis itu tampaknya sudah menjadi karakternya, karena pada tahun 1971 ketika usianya masih 25 tahun, ia pernah di[panggil Departemen Kehakiman dengan tuduhan diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam yang ingin menyewa apartemen miliknya. Terpilihnya Trump yang beberapa kali dilaporkan melakukan pelecehan seksual ini, ternyata kurang disukai rakyatnya sendiri. “Penyuka” perempuan sekaligus pemilik organisasi miss universe penyelenggara miss universe dan miss US ini hanya menang tipis terhadap saingannya yang juga kebetulan mahluk hawa yaitu Hillary Clinton.

Yang pasti, terpilihnya Trump menjadi Presiden Amerika, menambah deretan panjang pemimpin dan pemuka negara pembenci Islam. Diantaranya yaitu pemimpin kelompok radikal bhiksu Myanmar, pemimpin politik sayap kanan Eropa Le Pen (Prancis) dan Wilder Geert (Belanda). Para pemimpin tersebut segera merapat dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memojokkan Islam.

Kekhawatiran umat Islam ternyata terbukti tak lama setelah Trump dilantik, yaitu dengan adanya  pelarangan masuk AS warga tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim, yaitu, Iran, Syria, Iraq, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman. Alasannya, banyak warga keenam negara ini terlibat dalam radikalisme dan terorisme. Trump juga menghentikan penerimaan pengungsi Suriah. Meski demikian, dia mengecualikan pengungsi Suriah yang berasal dari komunitas minoritas, yaitu penganut Nasrani. Sekali lagi, Trump menunjukkan sikapnya yang menjadikan kaum Muslim sebagai target.

idlib1

idlib2

Idlib -Suriah

Namun serangan rudal Amerika Serikat ke beberapa target penting di Suriah beberapa hari lalu telah membuat kita terhenyak. Apa lagi bila benar alasannya adalah kemarahan gedung putih terhadap kebiadaban pemerintah Syiah pimpinan Basyar Assad yang menggunakan senjata kimia untuk menyerang sipil, rakyatnya sendiri. Menurut laporan serangan dengan senjata kimia tersebut telah menelan 87 warga, sebagian besar anak-anak dan perempuan.

Perang di Suriah yang berkecamuk sejak tahun 2011 memang menjadi semakin rumit. Protes damai yang dilakukan rakyat atas kebijakan Assad yang tidak pro rakyat malah ditanggapi dengan kekerasan. Hingga hari ini konflik telah menewaskan lebih dari 400 ribu warga dan menyebabkan separuh penduduk negri mengungsi mencari tempat yang lebih aman. Inilah salah satu penyebab Islamphobia akut negara-negara Eropa termasuk Trump yang melarang kedatangan pengungsi Suriah ke negaranya.

Ironisnya Rusia tanpa malu-malu malah ikut membantu dan mendukung pemerintahan Assad yang keji. Juga negara tetangga, Iran yang memang sama-sama Syiah. Rusia untuk ke 8 kalinya bahkan menjatuhkan veto untuk membela presiden Suriah tersebut. Veto terakhir untuk mementahkan rancangan resolusi mengecam serangan senjata kimia yang dilancarkan rezim Assad di Khan Syaykun, Idlib, Suriah yang merupakan basis penentang Assad.

Namun yang paling menyedihkan sekaligus memalukan adalah sikap Indonesia. Sebagai negara mayoritas berpenduduk Muslim, Sunni pula, harusnya kitalah yang berkewajiban membantu penderitaan saudara-saudari kita yang  terdzalimi di negaranya sendiri.

“Perumpamaan orang Islam yang saling mengasihi dan mencintai satu sama lain adalah ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit dan tidak bisa tidur ”. ( HR. Bukhari).

Sungguh ironis, presiden kita Jokowi bahkan tanpa ragu menolak bergabung dengan koalisi 34 negara-negara Islam yang bertujuan membantu dan melindungi Islam dari kelompok yang meneror pihak yang tidak bersalah. Padahal Indonesia sudah berjanji akan memerangi terorisme termasuk ISIS, organisasi biadab yang mengaku Islam namun sama sekali tidak mencerminkan ke-Islaman-nya. Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, Malaysia, Pakistan dan beberapa negara teluk serta negara Afrika termasuk dalam koalisi ini.

Indonesia, khususnya kaum Musliminnya, hari ini tampaknya memang sedang mengalami kemunduran dasyat. Berbagai penyakit kronis menghinggapi tidak saja rakyatnya yang miskin tapi terlebih lagi pemimpin dan pemuka-pemukanya.

Pantas bila DR Zakir Naik, cendekiawan Muslim asal India, yang beberapa hari lalu ber-safari dakwah di 6  kota besar di Indonesia,  merasa benar-benar prihatin. Betapa tidak, sejumlah anak muda datang pada acara beliau, berbicara di depan umum menggunakan mike, dan dengan bangga mengaku lahir dari keluarga Muslim namun kemudian murtad. Sementara tidak sedikit non Muslim yang justru bersyahadat di bawah tuntunan beliau.

Mana tanggung-jawab para orang-tua dan komunitas yang katanya mayoritas Muslim?”, tanya DR Zakir dengan nada prihatin.

Kami di India, adalah minoritas. Tapi kami sungguh malu bila ada yang murtad”, sambung beliau.

Ulama kenamaan yang datang seminggu menjelang pilkada ( pemilihan kepala daerah ) atas kehendak sendiri ini, sungguh  menjadi hiburan bagi bangsa yang sedang dirundung duka mendalam. Pasalnya, calon kuat  pemimpin yang banyak didukung anak muda itu adalah non Muslim yang berstatus tersangka akibat pelecehan ayat Al-Quran yaitu Al-Maidah ayat 51 tentang kepemimpinan. Bahkan dengan santainya masih berani berseloroh akan meluncurkan wifi bernama Almadah dengan password kafir. Kaum Muslimin amat berharap kedatangan beliau sanggup mengembalikan sebagian Muslim yang ngotot membela dan memilih paslon bermasalah  tersebut.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman“. (Terjemah QS. Al-Maidah(5):57).

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam”, ( Terjemah QS. An-Nisa (4):140).

Padahal “kesalahan” calon tersebut bukan hanya karena non Muslim tapi juga lisannya yang telah berhasil membuat kaum Muslimin terpecah, terkotak-kotak bahkan saling serang untuk menjatuhkan. Ironisnya lagi, calon tersebut tidak sebersih yang digembar-gemborkan media main stream selama ini. Berbagai kasus sebenarnya telah menjeratnya, seperti kasus reklamasi yang jelas-jelas telah diputuskan bermasalah oleh pengadilan, kasus RS Sumber Waras, pengadaan bus Transjakarta dll. Tapi tak satupun kasus tersebut ditindak-lanjuti. Bahkan pemerintahpun tampak jelas ingin menutupi dan membelanya.

Pengadilan Ahok yang tak kunjung usai bahkan ditunda dengan alasan yang mengada-ada,  peresmian masjid raya Daan Mogot oleh Jokowi menjelang pilkada yang terkesan dipaksakan adalah salah satu contohnya.

Tidak berhenti disitu, fitnah dan kekerasan juga digunakan, ntah oleh siapa. Beberapa hari lalu penyidik KPK, Novel Bawesdan, disiram cairan kimia ( diduga air keras) oleh 2 orang tak dikenal, hingga menyebabkan mata kirinya nyaris buta. Peristiwa keji tersebut terjadi ketika Novel sedang pulang dari shalat Subuh berjamaah di masjid tak jauh dari rumahnya. Namun dengan santainya kapolda Metrojaya M.Iriawan berkomentar kejadian itu berhubungan dengan bisnis online jualan jilbab istri Novel !

Padahal ini adalah serangan ke enam selama Novel menjabat di KPK. Novel dikenal sebagai penyidik yang menangani berbagai kasus besar seperti e-KTP yang kabarnya melibatkan nama banyak pejabat, juga kasus lama RS Sumber Waras yang melibatkan gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang tak kunjung tuntas.

http://news.detik.com/berita/d-3359666/ketua-kpk-saya-dapat-info-baru-kasus-sumber-waras-bpk-ajak-ketemu

Belum lagi ulama-ulama kondang GNPF-MUI seperti Habib Riziek Syihab dan Bahtiar Nasir yang dikenal sebagai penggerak Aksi Bela Islam 411 dan 212, aksi super damai memprotes pernyataan Ahok yang melecehkan ayat suci umat Islam Oktober 2016.

Bukan hanya sekali dua kali Habib Riziek tertimpa fitnah kejam. Terakhir adalah Minggu malam 15 April lalu, sebuah mobil terbakar tidak jauh dari tempat berkumpulnya ribuan jamaah yang sedang mendengarkan ceramah Habib hingga menimbulkan kebakaran besar. Sementara dua mobil lain dengan beberapa jeriken berisi bensin di dalamnya, terlihat terparkir tidak jauh dari mobil Riziek diparkir. Anehnya lagi polisi yang dihubungi begitu kejadian baru datang 3 jam kemudian. Tapi dengan santainya kapolres Jaktim meminta untuk tidak membesar-besarkan kejadian tersebut.

https://news.detik.com/berita/d-3475790/fpi-jelaskan-kronologi-mobil-terbakar-di-cawang 

Lain lagi dengan ustad Bahtiar Nasir yang dituding sebagai penghubung ISIS hanya karena menerima titipan dana umat demi terselenggaranya ABI yang begitu besar. Dan ironisnya kapolri Tito Karnavian terpaksa membatalkan tuntutan ngawur tersebut setelah LSM di Turki yang biasa menyalurkan dana titipan Bahtiar, mengancam melaporkan Tito ke mahmakam internasional karena tuduhan palsu tersebut.

https://www.intelijen.co.id/ada-apa-dengan-kapolri-tito-karnavian/

Prilaku buruk Ahok juga mengajarkan keberanian seorang etnis Tionghoa melecehkan dan menghina orang lain. Pemuda tersebut dengan arogan memaki seorang “pribumi” dengan kata-kata “tiko” yang berarti tikus kotor bahkan bisa juga berarti anjing atau babi. Kejadian tersebut terjadi di bandara Singapura, dan ironisnya yang ia maki adalah Zainul Mujadi, gubernur NTB yang dikenal alim dan santun !

Terakhir, hari ini, 2 hari sebelum pilkada, panitia berseragam kotak-kotak merah khas terlihat membagikan amplop berisi uang dan sembako gratis menyerbu perkampungan-perkampungan DKI. Dengan uang rupanya mereka ingin membeli suara rakyat. Ironisnya kegiatan tersebut dilakukan secara terang-terang dan massif, yakin tindakan kotor mereka tidak akan dicegah pihak berwajib. ???

Apapun, itulah cerminan rakyat Indonesia, Muslim warga ibu kota Jakarta khususnya. Dengan modal keimanan yang hanya sebatas perut, maksimal akal yang merasa pintar, tidak sampai ke hati sanubari, bagaimana mungkin mampu memikirkan hal-hal besar seperti memikirkan apalagi membantu penderitaan saudara-saudarinya di Suriah, Palestina, Myanmar dll.  yang terdzalimi di negrinya sendiri??

Bahkan ketika dibohongi bahwa membawa ayat-ayat agama ke ranah politik bisa mengakibatkan krisis seperti di Suriahpun mudah saja percaya. Itulah fitnah yang dilemparkan seorang guru besar politik UI, Arbi Sanit. Islam adalah ajaran yang sempurna. Allah swt melalui Al-Quran dan nabi-Nya telah mengajarkan dan memberikan semua solusi permasalahan, baik masalah pribadi maupun sosial dan kenegaraan.

Maka ketika negara-negara besar di dunia telah menentukan sikap dan arah dengan jelas, dimanakah posisi kita?? Sebagai pelaku, saksi atau malah hanya korban??

“Hampir terjadi keadaan yang mana ummat-ummat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang yang makan mengerumuni makanannya”. “ Salah seorang sahabat berkata; “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?”. Nabi menjawab: “Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pasti Allah akan cabut rasa segan yang ada didalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn. “Kata para sahabat: “Wahai Rasulullah, apa Wahn itu?”.Beliau bersabda: “Cinta dunia dan takut mati. “. (HR Abu Daud ).

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 17 April 2017.

Vien AM.

AGAMA.

Perbedaan dalam Islam adalah indah, itulah rahmatan lillaalamiin yang amat sangat patut kita syukuri. Perbedaan dapat menambah wawasan hingga kita dapat lebih bijak dan lebih menghargai perbedaan dalam menghadapi permasalahan. Perbedaan bukan berarti perpecahan. Sebaliknya perbedaan yang mengarah pada potensi perpecahan harus di waspadai. Itu sebabnya ada batas-batas yang harus ditaati dan dipahami seberapa jauh perbedaan  dapat ditolerir.

Rasulullah saw bersabda: ”Kutinggalkan kepadamu dua perkara, dan kamu sekalian tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya)”. (HR. Muslim)  .

“Barangsiapa mencari agama SELAIN agama ISLAM, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang RUGI”. (Terjemah QS. Ali Imran (3);85).

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Terjemah QS. Al-Hijr: (15):9).

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan PENUTUP nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (Terjemah QS. Al-Ahzab(33):40).

Kalian akan melihat perselisihan yang hebat sepeninggalku, maka berpeganglah kalian pada sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin Al Mahdiyin sepeninggalku. Gigitlah ia dengan gigi geraham (peganglah kuat-kuat), dan jauhilah perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena setiap bid’ah adalah sesat.” (Shahih Sunan Ibnu Majah)

“ Orang-orang terdahulu lagi pertama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah… “.( Terjemah QS. At-Taubah(9):100).

Dari ayat dan hadist di atas dapat disimpulkan bahwa perbedaan dapat ditrima dan dibenarkan selama mengacu pada ayat-ayat Al-Quran, hadist-hadist shoheh dan mengikuti apa yang dicontohkan para sahabat khulafa’ur Rasyidin. Perbedaan selama tidak menyangkut aqidah/tauhid yaitu ke-Esa-an Allah swt serta sifat-sifat-Nya, Rasulullah Muhammad saw adalah penutup para nabi, Al-Quran adalah murni tidak terjadi pembengkokan di dalamnya serta Islam adalah satu-satunya agama yang benar yang diridho-i Allah Azza wa Jalla, tidak ada masalah. Keempat hal tersebut adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dipertentangan.

Itu sebabnya MUI menyatakan dengan tegas bahwa Syiah dan  Ahmadiyah adalah sesat. Sementara JIL ( Jaringan Islam Liberal) dengan jargon SIPILIS nya ( Sekuler Pluralis Liberalis) berdasarkan fatwa MUI 2005 haram bagi umat Islam untuk mengikutinya.

http://arsyadal-baghdadi.blogspot.co.id/2012/09/fatwa-mui-tentang-jil.html

Sayangnya, pemerintah hingga detik ini tidak/kurang meng-apresiasi fatwa lembaga ke-Islam-an tertinggi tersebut. Ini dapat terlihat jelas dengan adanya kenyataan ketiga aliran sesat tersebut yang tetap saja exist. Bahkan kabarnya sudah merambah ke dalam pemerintahan. Bahkan lagi,

Jadi disadari atau tidak, perbedaan tajam tersebut memang ada, dan inilah yang dimanfaatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tersangka penista agama yang hingga detik ini tetap bebas beraktifitas bahkan tetap menjabat gubernur DKI, dan bertarung dalam pilkada. Padahal aturan pemerintah tentang seseorang dengan status tersangka harus meletakkan jabatan yang sedang dipegang, ada.

Maka tak heran bila pernyataan berbau SARA yang dilontarkan Ahok di pulau Seribu beberapa bulan lalu ditanggapi dengan bermacam pendapat. Tidak semua ulama sepakat dan mau menerima fatwa yang dikeluarkan MUI bahwa pernyataan tersebut adalah sebuah penistaan agama. Akibatnya mudah ditebak, umat Islam saling gontok-gontokan, masing-masing mencari pembenaran dengan cara merujuk ulama-ulama yang sesuai dengan keinginan dan kecenderungan hatinya. Tidak peduli atau lupa adakah ulama yang diikuti itu menjadikan Al-Quran dan hadist sebagai pegangan atau tidak. Tidak peduli Syiah, Ahmadiyah, JIL atau simpatisannya. Itulah yang ditunggu-tunggu musuh-musuh Islam, perpecahan yang semakin nyata dan runcing !

Tak aneh bila kemudian dalam sidang pengadilan,  tim pengacara Ahok berani mengajukan ulama sebagai saksi ahli seperti Ahmad Ishomuddin, contohnya. Dalam kesaksiannya, dosen IAIN ini menyatakan larangan memilih pemimpin nonmuslim dalam surat Al Maidah 51 tidak berlaku lagi untuk saat ini.Tentu saja pernyataan kontroversial ini memicu banyak reaksi. Termasuk teman-teman Ishomuddin sesama alumni IAIN yang merasa kecewa dan dikhianati hingga akhirnya mengeluarkan pernyataan berlepas darinya.

http://inilampung.com/alumni-iain-radin-intan-kecewa-pada-kesaksian-ahmad-ishomuddin-pada-sidang-ahok/

http://www.portal-islam.id/2017/03/membongkar-kedok-gelar-dan-jabatan.html

Yang menjadi pertanyaan apakah Ishomuddin lupa bahwa ayat yang melarang memilih pemimpin kafir bukan cuma ayat 51 Al-Maidah. Tapi juga Ali Imran 28, 118, 149-150, An-Nisa 144, Al-Maidah 57, At-Taubah 23, Al-Mujadilah 22 dll. Apakah semua ayat tersebut juga sudah tidak berlaku lagi ???

http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/10/03/20572/inilah-dalildalil-mengharamkan-umat-islam-memilih-pemimpin-kafir/#sthash.vYAAiT7f.dpbs

Perlu menjadi catatan, sejak lama umat Islam dibuat tidak peduli terhadap masalah politik termasuk kepemimpinan. Tentu kita ingat jargon “ Islam Yes Politik No” yang di populerkan tokoh JIL alm Cak Nur pada tahun  1970an. JIL yang merupakan salah satu produk Yahudi Zionis itu memang sengaja dirancang untuk menghancurkan Islam dari dalam. Dengan berbekal slogan demokrasi, toleransi, HAM dan yang semacamnya jaringan ini berhasil masuk dan mengelabui umat Islam.  Islam digambarkan seolah hanya mengurusi hubungan manusia dengan Tuhannya, agama adalah urusan pribadi yang tidak perlu diperlihatkan kepada umum dan mencampur adukannya dengan masalah kenegaraan dan kepemimpinan. Maka dapat kita rasakan akibatnya sekarang, ayat-ayat yang berhubungan dengan kepemimpinanpun akhirnya diabaikan dan dianggap sepele. Bahkan Jokowi terang-terangan melontarkan keinginannya memisahkan agama dari politik !.

http://www.panjimas.com/news/2017/03/26/jokowi-ingin-pisahkan-agama-dan-politik-pemuda-muhammadiyah-ini-bertentangan-dengan-pancasila/

Siasat Yahudi dengan adu dombanya bukankah hal baru. Sebelum datangnya Islam, suku Aus dan Khahraj sering di adu domba oleh Yahudi yang sama-sama menetap di Yatsrib ( Madinah). Perseteruan kedua suku  yang merupakan cikal bakal kaum Anshor tersebut membuat kedua suku tersebut tidak mampu  menghadapi dominasi Yahudi di kota tersebut. Hal itu terus terjadi hingga hijrahnya Rasulullah saw ke Madinah dan mempersaudarakan suku Aus dan Khahraj dengan kaum Muhajirin. Dan dengan adanya persatuan dan persaudaraan tersebut akhirnya runtuhlah dominasi Yahudi di Madinah. Inilah yang menambah kebencian Yahudi terhadap Islam.

Persaudaraan dan persatuan dalam Islam adalah kunci kemenangan Islam. Hal ini sangat disadari musuh-musuh Islam. Sayang justru sebagian Muslim kurang menyadarinya. “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam.” (HR. Muslim).

Namun bagaimanapun apa yang diucapkan Ahok di kepulauan Seribu beberapa waktu lalu tidak terlepas dari skenario Allah Azza wa Jalla. Seperti juga apa yang terjadi di Madinah paska turunnya ayat jihad menuju kemenangan Islam, Allah swt memperlihatkan mana muslimin sejati dan mana yang tidak alias munafikun.

https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/11/xvi-pengkhianatan-pertama-yahudi-dan-munculnya-tanda-tanda-kemunafikan/

“Tidak, bahkan jumlah kalian banyak. Namun kalian seperti buih di air bah, sungguh Allah akan mencabut rasa takut dari hati musuh-musuh kalian, dan sungguh Allah akan memasukan penyakit Wahn didalam hatimu. Kami bertanya, “Apakah penyakit Wahn itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Sesuai peringatan Rasulullah saw 15 abad lalu, di akhir zaman nanti jumlah umat Islam memang banyak tapi sayang hanya seperti buih. Penyebabnya karena kecintaan yang berlebihan kepada segala yang bersifat duniawi, seperti harta benda, kemegahan dan yang semacamnya. Lupa bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, dunia adalah ladang mencari amal untuk kehidupan akhirat. Lupa bahwa 1000 tahun hitungan manusia hanyalah 1 hari di sisi Allah. Artinya bila usia kita sama dengan Rasulullah saw yaitu kurang lebih 63 tahun, berarti itu sama dengan 1.5 jam di akhirat.

Pertanyaannya akankah kita menyia-nyiakan waktu yang hanya sangat sedikit itu dengan memilah ayat sesuka hati kita dan lebih memilih hal-hal keduniawian yang tidak mendatangkan manfaat bahkan mudharat ???

“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu”. ( Terjemah QS. Al-Hajj ( 22):47).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 26 Maret 2017.

Vien AM.

Kedatangan raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz al-Saud, Sang Penjaga Dua Kota Suci ( Khadimul Haramain) pada hari Selasa, 1 Maret 2017, disambut meriah oleh berbagai pihak. Ini adalah kunjungan pertama setelah 47 tahun silam almarhum raja Abdullah bin Abdul Aziz mengunjungi Indonesia. Padahal selama kurun waktu tersebut presiden kita seperti Gus Dur, SBY dan Megawati telah berkunjung ke Arab Saudi. Terakhir adalah Jokowi yaitu pada September 2015.

Kunjungan kepala negara produsen minyak terbesar di dunia tersebut bagaikan oasis di padang pasir bagi sebagian besar umat Islam yang sejak beberapa bulan belakangan ini terasa terpinggirkan. Kasus penistaan agama yang berlarut-larut, menyebabkan perpecahan baik di antara umat Islam sendiri maupun dengan umat agama lain, bahkan merambat hingga ke sentiment anti Arab. Olok-olok “ sok Arab”, “ onta”, “pindah saja ke Arab” dll menjadi hal biasa di medsos. Belum lagi ulama-ulama MUI dan GNPF-MUI yang terus dicari-cari kesalahannya oleh pihak kepolisian.

( Kabar terakhir menurut ustad Bahtiar Nasir, kapolri telah menemui beliau dan menyatakan bahwa kasus beliau akan segera ditutup dan tidak akan diperpanjang. Hhmm  … semoga saja benar, Alhamdulillah … )

https://www.kaskus.co.id/thread/586a3b6d5c779832138b4568/dituduh-bantu-teroris-di-suriah-lembaga-kemanusiaan-turki-siapkan-gugatan-ke-indo/

Kedatangan raja beserta rombongan besar, dengan membawa sendiri kendaraan canggih lengkap dengan segala perlengkapannya, apalagi dengan membawa dana pinjaman yang jumlahnya sangat besar, tanpa bunga dan tanpa tenaga kerja seperti yang apa yang dilakukan RRC, sungguh membuat hati ini terhibur.  Seolah ini adalah jawaban permohonan jutaan kaum Muslimin pada aksi bela Islam 411, 212 dan 112 dari Sang Khalik.

Siapa yang berjalan untuk  membantu saudaranya sesama muslim maka Allah akan menuliskan baginya suatu  kebaikan dari tiap langkah kakinya sampai dia pulang dari menolong orang  tersebut. Jika dia telah selesai dari menolong saudaranya tersebut, maka dia  telah keluar dari segala dosa-dosanya bagaikan dia dilahirkan oleh ibunya, dan  jika dia ditimpa kecelakaan (akibat menolong orang tersebut) maka dia akan  dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab ”  (HR. Abu Ya’la ).

Seperti kita ketahui hubungan pemerintahan RRC dengan Indonesia di era Jokowi saat ini sedang berada di puncaknya.  Termasuk pinjaman hutang yang nilainya fantastis. Celakanya lagi, pinjaman tersebut juga mencakup tenaga kerja buruh dari daratan Tiongkok sana. Padahal pengangguran di negri ini semakin hari semakin menumpuk.

https://ekbis.sindonews.com/read/1005965/33/china-sebut-kerja-sama-era-jokowi-terbaik-1432716916

http://www.konfrontasi.com/content/global/utang-era-jokowi-dan-utang-raksasa-china

http://www.dakwatuna.com/2015/09/02/73984/buruh-cina-di-era-jokowi-dan-keresahan-masyarakat/#axzz4aE7UMz58

Bahkan kasus penistaan agama yang berlarut-larut itupun kabarnya ada indikasi campur tangan 9 naga/taipan cina yang mempunyai kepentingan agar proyek reklamasi berjalan lancar. Maka tak heran jalan apapun ditempuh demi terpilihnya si petahana sekaligus penista yang telah berstatus tersangka itu.

https://www.nahimunkar.com/inilah-trio-mata-sipit-biang-kerok-kongkalikong-reklamasi-teluk-jakarta-ahok-aguan-dan-trihatma/

http://www.mediabangsaku.com/2017/03/raja-salman-datang-ke-indonesia.html

Sayangnya, pada acara penyambutan raja Salman yang sangat dielu-elukan itu, Jokowi tetap mengajak orang yang telah membuat heboh negri ini. Meski memang posisinya yang masih aktif sebagai gubernur DKI memungkinkan hal tersebut. Tapi juga jangan lupa adanya Undang-Undang ( Pemda) pasal 83 ayat 1 tentang seorang pejabat dengan status tersangka harus di non aktifkan secara sementara.

Keberpihakan pemerintah terhadap orang-orang yang memusuhi Islam memang tidak dapat disembunyikan. Selain Ahok, Jokowi juga memberi kesempatan khusus  ketua umum PDIP Megawati dan putrinya, Puan Maharani yang kebetulan menjabat sebagai menko, untuk bertemu langsung dengan raja Salman. Tanpa sedikitpun merasa risih, mantan presiden RI ini menemui sang  Khadimul Haramain tanpa menutup auratnya. Padahal bahkan ratu Elizabeth dari Inggris yang notabene non Muslim saja menutupnya ketika berhadapan dengan raja Arab Saudi.

Megawati selama ini dikenal sangat memusuhi Islam dan segala yang berbau Arab. Pada pidato terakhir di acara ulang tahun partai yang dipimpinnya ia bahkan melontarkan pernyataan yang berbau komunisme yaitu mempertanyakan adanya kehidupan akhirat yang merupakan ruh semua agama.

Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan diri mereka sebagai pembawa ‘self full filling prophecy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan apa yang pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, padahal notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya’.

Selanjutnya, pada acara temu ulama yang digelar di istana dimana puluhan ulama pimpinan pesantren dan ormas dundang. Ternyata nama Habib Riziek Syihab sebagai ketua ormas besar FPI dan ustad Bachtiar Nasir yang merupakan ketua umum GNPF-MUI, tidak termasuk di dalam daftar yang diundang. Padahal ke dua tokoh tersebut sedang mencuat namanya. Pasti raja Salman yang dikenal sangat peduli terhadap dunia Islam sudah mendengar kiprah keduanya. Demikian pula aa Gym, dai kondang pimpinan pesantren terkenal Darut Tauhid, yang selama ini dikenal kalem dan tidak pernak bicara politk namun belakangan ikut bicara keras tentang ayat haramnya memilih pemimpin kafir. Beliau juga tidak termasuk dalam daftar undangan.

Mungkin menjadi pertanyaan mengapa umat Muslim begitu menaruh harapan kepada raja Salman yang baru pada Januari 2015 dinobatkan sebagai raja Arab Saudi. Berikut beberapa diantara alasannya:

  1. Raja Salman adalah seorang raja yang sangat takut pada Tuhannya. Ia seorang yang taat beribadah. Pada usia 10 tahun Salman muda sudah menjadi hafizd.
  2. Jauh sebelum diangkat menjadi presiden, raja Salman sudah mendukung Mursi, presiden Mesir yang bermaksud menerapkan syariat Islam tapi kemudian dikudeta, agar diberi kesempatan menyelesaikan jabatannya.
  3. Begitu menjadi raja, raja Salman mencopoti pejabat yang diangkat berdasarkan hubungan kekerabatan. Bahkan raja tidak ragu menjatuhan hukuman pancung di hadapan khalayak terhadap keponakannya sendiri karena membunuh orang.  Raja Salman mengatakan, “Tidak ada perbedaan antara pangeran dan rakyat biasa dihadapan hukum. Semua diperlakukan sama.”
  4. Raja Salman menjalin hubungan yang sangat baik dengan Turki dibawah presiden Erdogan yang sama-sama menjunjung syariat.
  5. Dan lain-lain.

Ironisnya, di tengah hebohnya penyambutan raja Salman, mereka yang mengaku Islam tapi membenci agamanya sendiri, terus saja memojokkan Islam. Para Munafikun, bekerja sama dengan orang-orang Syiah, terlihat jelas ingin  menjatuhkan marwah dan martabat raja Salman beserta kerajaannya, diantaranya dengan isu Wahabi. Mereka juga menyebarkan foto eksotis putri Ameera yang mereka nisbatkan sebagai putri raja Salman. Padahal itu sama sekali tidak benar. Ameera adalah bekas mantu raja karena sudah bercerai dari suaminya, yaitu pangeran al-Waleed bin Thalal putra raja. Seandainyapun putri raja bersikap demikian, jangankan anak raja yang notebene manusia biasa, putra nabi Nuh as pun, bukanlah seorang yang patuh pada perintah Tuhannya.

http://www.masjumat.com/2017/03/06/princess-ameera-putri-raja-salman-yang-tidak-berjilbab/

Yang lebih menjengkelkan lagi, foto itu kemudian disandingkan dengan beberapa foto Muslimah Indonesia berhijab dan diberi komentar nyinyir “ sok Arab”. Sungguh menyakitkan. Tidakkah mereka menyadari bahwa perintah berhijab adalah perintah Allah, bukan ikut-ikutan atau latah “sok Arab” !

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. ( Terjemah QS.Al-Ahzab (33):59).

wahabi-vs-wahabiMengenai Wahabi. Isu wahabi adalah isu lama yang dihembus-hembuskan musuh Islam agar sesama Muslim saling bermusuhan. Padahal aliran sesat Wahabi yang dibawa Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum al Farisi pada abad ke 2 H itu adalah ajaran Khawarij. Sedangkan “wahabi” yang dinisbatkan kepada kerajaan Arab Saudi adalah merujuk kepada Muhammad bin Abdul Wahab an-Najd yang hidup pada abad 12 H. Ulama kenamaan asal Najd ( Arab) ini adalah seorang ahlussunnah wal jamaah tulen.

http://www.jurnalmuslim.com/2016/04/buya-hamka-mereka-memusuhi-wahabi-demi-penguasa-pro-penjajah.html?m=1

http://www.voa-islam.com/read/opini/2015/05/06/36785/wahabi-versus-dan-siapa-sesat/#sthash.YkVU4t9G.M2P7Qw6y.dpbs

http://beritajatim.com/internasional/291329/sosok_tegas,_raja_salman_pernah_eksekusi_pangeran.html

Menjadi pertanyaan besar,  bagaimana kira-kira reaksi raja Salman mendengar berita ustad Dr Khalid Balsamah yang di tengarai “wahabi” digruduk banzer NU ketika sedang berceramah ??? Padahal paska pertemuan lintas agama di istana beberapa hari lalu, raja Salman memberikan pujian terhadap toleransi ber-agama di Indonesia.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. ( Terjemah QS. Al-Hujurat (49)13).

Sungguh sedih dan malu hati ini membayangkan kekecewaan yang bakal muncul dari balik wajah lembut sang khadimul Haramain. Kekecewaan demi kekecewaan, dari hari pertama penyambutan hingga hari-hari akhir yaitu ketika penanaman pohon. Seakan tidak belajar dari pengalaman, bagaimana raja Salman meninggalkan Obama yang ketika itu masih menjabat presiden negara adi daya Amerikat Serikat, demi memenuhi panggilan shalat. Pada hari penanaman pohon bersama Jokowi, setelah dibisiki ajudannya, raja Salman segera meninggalkan lokasi padahal acara belum selesai. Ada apa gerangan ?? Ternyata azan Zuhur telah berkumandang … Itu sebabnya ketika acara penyiraman pohon Jokowi terlihat tidak ditemani sang tamu agung yang lebih memilih mendahulukan panggilan Tuhannya … Allahu Akbar …

Dari ‘Abdullah bin Mas’uud radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Aku pernah bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang amal apakah yang paling dicintai oleh Allah. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Shalat pada waktunya”. Ibnu Mas’uud berkata : “Lalu apa ?”. Beliau menjawab : “Berbuat baik kepada kedua orang tua”. Ibnu Mas’uud berkata : “Lalu apa ?”. Beliau menjawab : “Jihad di jalan Allah”. ( HR. Bukhari Muslim).

Demikianlah Allah swt membalas hamba-Nya yang taat, yang ber-ahklak mulia dengan balasan yang setinggi-tingginya, tidak hanya di akhirat nanti tapi juga di dunia … Masya Allah …

http://www.masjumat.com/2017/01/27/kelebihan-arab-saudi-dalam-hal-suksesi-kepemimpinan/

http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2017/03/01/raja-salman-sang-penjaga-dua-kota-suci-yang-peduli-kemanusiaan-394864

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 6 Maret 2017.

Vien AM.

Seorang sahabat memohon kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah lapangkan hatimu kepada Abdullah bin Ubay. Sungguh Abdullah bin Ubay bin Salul itu adalah orang yang sakit hati. Sebelum engkau menjelang datang ke Madinah, kaumnya telah bersepakat mengangkatnya menjadi raja. Sudah menyiapkan tahta dan singgasananya. Tapi kemudian engkau hadir ya Rasulullah. Lalu kaumnya batal mengangkatnya jadi raja. Maka betapa sakit hatinya ia karena kedatanganmu ya Rasulullah…

Itulah awal ketidak-sukaan Abdullah bin Ubay bin Salul terhadap Rasulullah dan Islam. Abdullah bin Ubay bin Salul adalah seorang pemuka Madinah dari suku Khazraj yang disegani penduduk Madinah. Ketika itu Madinah masih bernama Yathrib. Namun dengan kedatangan Rasulullah ke kota tersebut, dan disambut serta di elu-elukan penduduk, baik suku Aus maupun Kazraj yang sebelumnya selalu bertikai, pamornyapun turun.

Kedatangan Rasulullah yang disambut dan langsung didaulat penduduk Madinah tentu tak lepas dari skenario Allah swt. Bagaimana tidak, Rasulullah yang berdakwah selama 10 tahun di Mekah hanya berhasil mengajak 70 orang menjadi Musiim. Itupun setelah melalui penentangan dan permusuhan yang amat sangat dari penduduk. Bahkan Rasulullah beserta pengikut dan keluarga pernah di boikot secara ekonomi oleh mereka. Sedangkan di Madinah hanya dalam waktu 2 tahun Islam telah berhasil memiliki kekuatan militer hingga mampu melawan pasukan Qurasy yang didukung Yahudi.

Keberhasilan dakwah Rasulullah di Madinah dimulai dengan terjadinya baiat Aqibat 1 dan 2 pada tahun ke 11 dan 12 kerasulan, yaitu pada tahun 622 M. Dengan bekal ke 2 baiat yang intinya merupakan janji setia penduduk Madinah kepada Allah, Rasul dan ajarannya, maka Rasulullah beserta seluruh sahabat hijrah ke Madinah. Di sanalah akhirnya terbentuk negara Islam Madinah, dengan Rasulullah sebagai kepala negaranya. Pada masa itu pulalah Yatsrib berganti nama menjadi Madinah.

Madinah di zaman sebelum datangnya Islam selain dihuni suku Aus dan Khazraj, terdapat pula orang-orang Yahudi. Mereka terdiri dari tiga qabilah besar yaitu kabilah Qainuqa’, kabilah al-Nadhir dan kabilah Quraidzah. Ketiga kabilah ini menguasai ekonomi penduduk kota Madinah.

Hasil pendapatan mereka yang terbesar adalah keuntungan dari penggadaian barang dan riba. Keadaan Madinah sebagai kawasan pertanian memberi peluang mereka melakukan kedua hal tersebut. Orang-orang Yahudi yang sejak dulu dikenal licik dan licin itu memeras suku Aus dan Khazraj yang kebanyakan petani itu, dengan cara gadai, sementara menunggu datangnya musim panen. Lebih menyedihkan lagi barang yang digadaikan bukan hanya uang atau harta benda, tapi juga kaum perempuan dan anak-anak !.

Tak heran bila akhirnya ke dua suku tersebut sangat membenci orang-orang Yahudi. Namun sekali lagi dengan modal sifat licin mereka, ke dua suku yang sejak awal sudah sering bermusuhan itu, sering dipanas-panasi dan di adu domba hingga keduanya tidak pernah akur dan mau bersatu. Akibatnya orang-orang Yahudi tetap bisa menguasai mereka hingga datangnya Islam. Dan sejak itulah kedua suku tersebut dinamakan kaum Anshar yang artinya membantu, yaitu membantu Rasulullah dan para sahabat. Sedangkan para sahabat selanjutnya disebut kaum Muhajirin.

Sayangnya, Abdullah bin Ubay bin Salul, pemuka Madinah yang batal menjadi raja itu, tidak berhasil menyingkirkan rasa sakit hatinya. Meski ia ikut memeluk Islam sebagaimana kaumnya, penyakit yang terus dipeliharanya itu akhirnya berkembang menjadi duri menyakitkan yang merugikan kekuatan umat yang baru terbentuk itu.

Kedekatan dan persahabatannya dengan kaum Yahudi yang sangat membenci kaum Muslimin, menambah ketidak-sukaan tersebut. Hingga ketika Rasulullah memerintahkan hukuman bagi bani Qainuqa yang telah mengkhianati perjanjian perdamaian antara kaum Muslimin dengan Yahudi, ia berani membantah perintah tersebut.

“Hai Muhammad, perlakukanlah para sahabatku itu dengan baik.“, serunya.

Tanpa memperhatikan air  muka Rasulullah yang kesal, hal itu terus diulanginya sampai 3 kali. Akhirnya Rasulullahpun menjawab ketus : “Mereka itu kuserahkan padamu dengan syarat mereka harus keluar meninggalkan Madinah dan tidak boleh hidup berdekatan dengan kota ini !”.

https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/11/xvi-pengkhianatan-pertama-yahudi-dan-munculnya-tanda-tanda-kemunafikan/

Dalam perang Uhud, pemuka Madinah ini berhasil menghasut 300 orang pasukannya untuk mundur ( desersi) saking takutnya melihat jumlah musuh yang banyak. Akhirnya pasukan kaum Muslimin yang tinggal 700 orang itu terpaksa berperang dengan susah payah melawan 3000 musuh. Al-Quran mengabadikan kejadian tersebut di dalam ayat 121 -125 surat Ali Imran.

Selanjutnya, dalam perjalanan pulang ke Madinah, usai perang melawan Yahudi banu Musthaliq, Abdullah bin Ubay kembali berulah. Ia yang merasa kuat itu, berkata kepada pasukannya bahwa ia akan mengusir kaum Muslimin, yang dianggapnya kaum yang lemah. Zaid bin Arqam yang mendengar hal tersebut melaporkannya kepada Rasulullah, hingga Umar bin Khaththab yang ketika itu berada di samping Rasul meminta Rasul agar membunuh tokoh munafik tersebut. Akan tetapi Abdullah tidak mengakuinya dan malah menuduh Zaid telah memfitnahnya. Hingga turun ayat yang membenarkan kesaksian Zaid yaitu ayat 8 surat Al-Munafikun. Namun demikian Rasulullah tetap tidak mau memenuhi permohonan Umar.

“Tidak wahai Umar. Nanti apa kata orang bahwa Muhammad membunuh sahabatnya. Demi Allah tidak.”

Pada peristiwa fitnah yang menimpa Aisyah ra, Abdullah juga terbukti berperan mengomporinya sehingga Rasulullahpun hampir ikut mempercayainya.

Sikap lembut dan lunak Rasulullah terhadap Abdullah, meski sudah terbukti berkali-kali meng-khianati Islam, menunjukkan harapan agar suatu ketika tokoh Madinah ini mau insyaf, dan mau beriman dengan sebenar-benar iman. Sepertii yang terjadi terhadap tokoh Quraisy Abu Sofyan, yang awalnya sangat memusuhi Islam namun setelah memeluk Islam membuktikannya dengan sangat baik.

Hingga suatu hari di tahun ke sembilan Hijriyah, sepulang dari perang Tabuk, Rasulullah saw mendengar kabar bahwa Abdullah bin Ubay menderita sakit. Rasulullah saw menyempatkan diri untuk membesuknya. Dan ketika akhirnya Abdullah bin Ubay meninggal, putranya, Abdullah bin Abdullah, meminta Rasulullah meminjamkan jubah Rasulullah, Rasulpun juga mengabulkannya. Begitupun ketika putra Abdullah yang merupakan salah satu sahabat pilihan meminta agar Rasulullah sudi men-sholatkannya, Rasulpun tidak menolak permintaan tersebut.

Hingga Umar berkata “ Ya Rasulullah, Allah melarangmu memohonkan ampun mereka. Ia memfitnah Aisyah berzina, ia mengatakan akan mengeluarkan orang mukmin dari Madinah. Ia pembuat fitnah. Ia memisahkan diri dari perang. Ia memecah belah kaum muslimin”.

Tidakkah engkau dengar wahai Umar? Tuhanku memberikan pilihan bagiku.. ‘engkau mohonkan ampun atau tidak engkau mohonkan ampun sama saja”, (surat A-Taubah ayat 80), maka aku akan memilih memohonkan ampun wahai Umar…”.

Umar terkesiap, dan segera ia beristighfar dan memohon ampun atas kelancangannya memaksa nabi. Meski kemudian, selesai Rasulullah men-shalat-kan tokoh munafik tersebut, turun ayat berikut : “Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” [QS At Taubah(9): 84]

Maka sejak itu Rasulullah melarang dan tidak pernah lagi men-shalat-kan orang yang jelas-jelas menunjukkan kemunafikan. Karena sebagai manusia kita hanya bisa melihat keadaan dzahir seseorang, urusan hati dan batinnya adalah kewenangan Allah SWT. Namun dengan menyimak apa yang telah dilakukan Abdullah bin Ubay bin Salul, sifat-sifat ke-munafik-an dapat kita lihat dan pelajari.

Dari Abu Hurairah “Kamu sekalian, satu sama lain janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling menjauhi dan janganlah membeli barang yang sedang ditawar orang lain. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada beliau tiga kali). Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram darahnya bagi muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya”. (HR. Muslim).

Tetapi apa yang terjadi hari ini sungguh memilukan. Persaudaraan sesama Muslim sangat rapuh. Bahkan para ulamapun dikriminalisasi, difitnah dan dijadikan bulan-bulanan sesama Muslim. Dan itu semua demi melindungi satu orang kafir yang saking inginnya dipilih menjadi pemimpin maka iapun menyinggung-nyinggung ayat kitab suci yang bukan agamanya. Tidakkah itu lebih parah dari pada perbuatan Abdullah bin Ubay si tokoh munafikun  yang melindungi teman Yahudinya dari hukuman yang dijatuhkan Rasulullah ??? Tidakkah itu sama dengan mengkhianati perjuangan Rasulullah dan para sahabat yang telah bersusah-payah menegakkan Islam di muka bumi ini???

Ironisnya lagi, tetap saja ada orang yang mengaku Muslim namun tetap memilih orang tersebut. Padahal ayat larangan tersebut bukannya hanya satu, tapi banyak. Yaitu Ali Imran ayat 28 dan 49, An-Nisa ayat 138-144, Al-Maidah ayat 51-57, At-Taubah ayat 23 dan Al-Mujadillah ayat 14. Bahkan ayat-ayat tersebut berlanjut dengan berbagai ancaman, diantaranya label Munafik, yang tempatnya adalah neraka tingkatan paling bawah! Itulah tingkatan neraka yang paling mengerikan. Na’udzubillah min dzalik …

Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIK bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang KAFIR menjadi AULIYA  dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. ( Terjemah QS. An-Nisa (4):138-139).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang KAFIR  menjadi AULIYA dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? Sesungguhnya orang-orang MUNAFIK itu (ditempatkan) pada TINGKATAN PALING BAWAH NERAKA. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”.( Terjemah QS. An-Nisa (4):144,145).

Dalil penolakan yang mereka gunakan bermacam-macam. Diantaranya adalah bahwa AULIYA yang dimaksud adalah teman setia/kepercayaan, bukan pelindung apalagi pemimpin. Padahal kalau teman setia atau pelindung saja tidak boleh apalagi mengangkatnya sebagai pemimpin!

Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai AULIYA orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai AULIYA, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. ( Mumtahanah (60): 9).

Ayat diatas sering dijadikan alasan pembenaran dalam memilih pemimpin non Muslim, khususnya gubernur DKI petahana, Ahok. Pertanyaannya, benarkah Allah swt membolehkan hal tersebut?  Berikut adalah asbabun nuzul ayat di atas.

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa seorang wanita kafir yang bernama Qatilah iaitu ibu kandung kepada Asma datang kepada Asma binti Abu Bakar. Setelah itu Asma bertanya kepada Rasulullah: “Bolehkah saya berbuat baik kepadanya?” Rasulullah menjawab: “Ya boleh”. Maka turunlah ayat ini (Surah al Mumtahanah: 60: 8) sebagai penjelasan bahawa Allah tidak melarang berbuat baik kepada orang yang tidak memusuhi agama Allah. (Diriwayatkan oleh al Bukhari dari Asma binti Abu Bakar)

Itu sebabnya maka para ulamapun menyimpulkan bahwa Auliya yang dimaksud ayat tersebut adalah teman setia/orang dekat, bukan pemimpin. Inilah bentuk keadilan dan toleransi dalam Islam. Silaturahim antar umat beragama sangat penting, dan itu harus dijaga serta dipelihara dengan baik. Tapi tidak berarti boleh menjadikan mereka sebagai pemimpin.  Karena pemimpin, terutama pemimpin strategis, adalah orang yang berhak membuat kebijakan bagi orang yang dipimpinnya. Bagaimana mungkin seseorang bisa tunduk kepada kebijaksanaan seorang pemimpin yang tidak meng-imani apa yang di-imaninya??

Dan lagi, seandainyapun Aulia di atas diartikan sebagai pemimpin, adakah Ahok memiliki kriteria sebagaimana disebutkan ayat di atas ? Bila ya, mengapa ia suka menyakiti umat Islam, dengan mengolok-olok jilbab yang katanya seperti serbet, melarang takbir keliling, boleh minum bir asal tidak mabuk, mempermasalahkan kurban di sekolah, mengganti seragam Muslim murid SD, bolak balik menggusur penduduk dan menjauhkan mereka dari masjid tempat mereka biasa berkumpul, penduduk Luang Batang misalnya, yang telah tinggal di tempat mereka sejak zaman Belanda. Juga penghancuran masjid bersejarah di TIM yang katanya akan direnovasi namun hingga detik ini tidak ada tanda-tandanya, dan masih banyak lagi. Terakhir ia malah berani mengutak-ngatik ayat kepemimpinan dalam Al-Quran, melecehkannya dengan menjadikannya wifi dengan password kafir, bahkan seenaknya membentak-bentak ulama!!

Sekali lagi, kita memang tidak berhak menghakimi bahwa seseorang munafik atau tidak. Apalagi bila kemunafikannya tidak diperlihatkan secara dzahir.( Munafik terdari dari 2 macam, yaitu munafik besar/Keyakinan (Nifaq I’tiqadi) dan munafik kecil/Perbuatan ( Nifaq ‘Amali). ( Lihat https://almanhaj.or.id/3164-nifaq-definisi-dan-jenisnya.html).

Tapi paling tidak Al-Quran telah menerangkan tanda-tandanya dengan jelas. Maka sudah sewajarnya bila kita harus berhat-hati, jangan sampai Allah swt memasukkan kita ke dalam golongan orang munafik. Na’udzubillah min dzalik …

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. ( Terjemah QS. An-Nisa (4):142).

“Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya”.(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 22 Februari 2017.

Vien AM.

Energi Al-Maidah (5).

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3:54).

Ayat diatas rasanya sangat tepat untuk mencerminkan apa yang terjadi pada sidang lanjutan kasus penistaan agama pada Selasa 31 Januari lalu. Dalam sidang tersebut Ahok melakukan intimidasi dan ancaman yang sangat tidak pantas terhadap Ketua MUI sekaligus Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) KH Ma’ruf Amin yang saat itu menjadi saksi ahli. Sikap kasar gubernur DKI non aktif tersebut memperlihatkan ke-aroganan diri dan tidak adanya rasa hormat kepada ulama besar yang merupakan sesepuh dan panutan kaum Muslimin yang merupakan mayoritas rakyat yang dipimpinnya.  Itulah cara Sang Khalik membuka kedok orang yang telah melecehkan ayat-ayat-Nya.

https://nasional.sindonews.com/read/1176295/13/mengancam-kh-ma-ruf-amin-ahok-buka-topeng-siapa-dia-sebenarnya-1485987355

kunjungan-ke-rumah-amin-marufAnehnya lagi, tak sampai 24 jam kemudian, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, kapolda DKI M Iriawan dan beberapa orang lainnya datang mengunjungi sesepuh NU itu alias sowan, kalau orang Jawa bilang. Apa hubungan sikap Ahok dengan pejabat pemerintah tersebut?? Mengapa mereka sebegitu paniknya atas kelakuan tidak beradab calon gubernur dengan status tersangka tersebut??? ( Rasanya dalam sejarah baru kali ini ada seorang tersangka bisa ikut pilgub… ).

Kesewotan pemerintah juga terlihat dari sikap kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan yang baru beberapa bulan menduduki jabatan barunya. Kasus penyerangan GMBI, gerombolan ex napi bimbingan kapolda, terhadap kaum Muslimin dan anggota FPI yang sedang mengawal pengadilan Habib Riziek Shihab, bukannya diselesaikan dengan baik. Padahal kasus tersebut menyebabkan seorang anggota FPI harus meregang nyawa. Akan tetapi Charliyan malah menjadikan Habib Riziek menjadi tersangka. Anehnya ketika pengacara Habib beberapa kali menanyakan surat resmi penetapan tersangka pihak kepolisian tidak bisa menunjukkannya. Ini yang menyebabkan Habib Riziek menolak panggilan kepolisian.

muhaballah-hrsTidak berhenti disitu saja, Habib juga difitnah melakukan perbuatan asusila, tak tanggung-tanggung dengan murid sekaligus simpatisan yang mengenal baik istri Habib. Kali ini Habib menantang sang pemfitnah dengan sumpah Laknat ( Mubahalah), seperti yang pernah diajarkan Rasulullah terhadap musuh-musuh Islam.

http://indonews.id/berita/soal-video-perselingkuhan–fpi–itu-fitnah-keji-dan-hoax-jatuhkan-habib-rizieq/

http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2017/01/29/ahokers-bela-habib-rizieq-pasca-heboh-selingkuh-firza-husein-simak-videonya/

Namun dengan izin Allah swt fitnah murahan yang bertubi-tubi tersebut justru membuat para pembela Ahok yang masih bersih hatinya berpikir ulang. Dan akhirnya membela pimpinan FPI tersebut. Bahkan belakangan ratusan simpatisan PDIP seperti Boy Sadikin dll akhirnya malah berbalik mendukung lawan Ahok, yaitu paslon Anies – Sandiaga. Allahu Akbar ….

Korban selanjutnya adalah Patrialis Akbar, hakim mahkamah, yang selama ini dikenal kukuh dalam ber-Islam. Patrialis juga diketahui mendukung aksi yang diadakan umat Islam beberapa waktu lalu. Hakim ini ditangkap polisi secara OTT ( Operasi Tangkap Tangan) yaitu menerima suap uji materi suatu undang-undang. Tapi kenyataannya polisi tidak bisa menunjukkan uang hasil OTT tersebut. Dan yang lebih menyakitkan lagi Patrialis dikabarkan ditangkap ketika sedang selingkuh dengan seorang perempuan. Padahal pada kenyataannya Patrialis sedang berjalan-jalan dengan istrinya. Anehnya berita tersebut mempunyai 3 versi tempat penangkapan yang berbeda, yaitu di sebuah hotel, di lapangan golf dan satu lagi di sebuah mall. Mana yang benar, munkingkah satu orang yang sama bisa berada di 3 tempat sekaligus ??? Sungguh menggelikan dan sama sekali tidak masuk akal!

https://liputansingkat.com/2017/01/29/tanggapan-pengacara-senior-soal-ott-patrialis-akbar/

Ketidak-berpihakan penguasa terhadap mereka yang tidak melindungi Ahok makin terlihat dengan adanya sertfikasi ulama. Karena seperti yang ketahui para ulama saat ini sedang berjuang keras mengingatkan umat agar melaksanakan perintah Allah swt agar tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin.

hp-ubnKetidak-sukaan ini juga terlihat jelas dengan tidak ditindak-lanjutinya prilaku sekelompok orang yang menakui-nakuti sekjen MUI Teuku Zulkarnaen di bawah tangga pesawat bandara Sintang beberapa waktu lalu. Terakhir, pengumuman ustad Bahtiar Nasir bahwa no hp sekjen GNPF tersebut telah di cloning oleh seseorang sejak Sabtu 11 Februari kemarin. Uztad kondang pimpinan AQL ( Al-Quran Learning) tersebut baru beberapa hari lalu dipriksa kepolisian dengan tuduhan pencucian dana umat. Pihak kepolisian mengancam bahwa mereka memiliki bukti kuat. Ini dilakukan setelah sebelumnya dituduh sebagai antek-antek ISIS !!

https://news.detik.com/berita/3418756/kata-pengacara-bachtiar-nasir-soal-pengumpulan-dana-212-via-yayasan

Bersyukur ABI (Aksi Bela Islam) 112 di masjid Istiqlal yang semula dilarang Kapolri dengan alasan masa tenang akhirnya dapat berlangsung lancar, bersamaan dengan kubu Ahok yang tanpa kendala bisa menyelenggarakan kampanye di Kemayoran. Itupun dengan perasaan was-was karena adanya ancaman bahwa kepolisian akan memanggil paksa Habib Riziek bila hingga tengah malam tersebut tidak juga memenuhi panggilan polisi.

Tito Karnavian sebagai Kapolri sebelumnya berkali-kali juga memperingatkan dengan keras agar gelar acara 112 tidak dipolitisasi. Padahal ABI sesuai namanya, dan telah diselenggarakan untuk kesekian kalinya  adalah aksi yang lahir karena umat Islam sakit hati atas pelecehan Ahok terhadap ayat suci Al-Quran. Dan ayat tersebut adalah ayat tentang memilih pemimpin yang berarti adalah hak politik kaum Muslimin. Jadi sungguh peringatan kapolri sangat tidak masuk akal. Sama dengan tidak masuk akalnya tuduhan ketua PBNU Said Aqil bahwa ABI bukan bertujuan memperkarakan Ahok melainkan ingin mengadu domba ulama-ulama garis keras dan ulama liberal.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/02/11/058845512/ketua-pbnu-tahu-siapa-penggerak-dan-tujuan-aksi-112

Syukur Alhamdulillah ABI 112 yang diikuti ratusan ribu peserta dari berbagai daerah yang rencananya akan long march namun ditentang, akhirnya berlangsung tertib di masjid Istiqlal. Acara tersebut diawali dengan shalat Tahajud kemudian shalat Subuh lalu ditutup dengan shalat Zuhur berjamaah. Dan yang tak dapat dihindari adalah long march, walaupun tidak sesuai rencana awal.  Long march terpaksa dilakukan mulai patung pak Tani di Kwitang hingga lokasi utama, masjid Istiqlal, saking banyaknya peserta yang antusias menghadiri acara. Acara ini juga dihadiri oleh ke 2 calon pasangan yaitu paslon no 3 Anies – Sandiaga dan calon no 1, Agus Yudhoyono. Ketiga orang calon tersebut terlihat shalat berdampingan dalam satu shaf, serius mendengarkan tausiyah para ulama, bahkan mesra saling bergandengan tangan. Masya Allah …

krewmetrotvSayangnya peristiwa ini harus dikotori seperti biasa oleh krew Metrotv yang berulah melaporkan bahwa dirinya diserang peserta aksi hingga kepalanya berdarah-darah. Padahal peserta aksi hanya menyoraki krew tersebut karena reputasi stasiun tv tempat ia bekerja memang sering memojokkan umat Isam. Dan laporan yang dibuat krew tersebut makin membuktikan keburukan mereka.

Keberpihakan penguasa kembali diperlihatkan kemarin malam, yaitu dengan diaktifkannya kembali Basuki Purnama Tjahja alias Ahok menjadi gubernur setelah masa cuti kampanye selesai, bahkan 8 jam sebelum masa tersebut habis. Padahal sebelumnya rezim penguasa sudah membebaskan Ahok dari undang-undang tersebut dengan alasan yang bersangkutan sedang cuti kampanye.

Begitu cutinya nanti habis kami berhentikan,” kata Tjahjo Kumolo di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jawa Barat, Jumat (16/12).

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20161227124908-12-182350/sidang-berlanjut-ahok-pasrah-tak-lagi-bertugas-di-balai-kota/

uu-pemda-pasal-83-ayat-1Dimana disembunyikan undang-undang yang menyebutkan bahwa seorang terdakwa harus di non-aktifkan secara sementara dari jabatannya??? Sebegitu pentingnyakah Ahok untuk diamankan hingga undang-undangpun harus dikalahkan?? Ada apa gerangan di negri tercinta ini???

Pilkada, khususnya pilgub DKI yang merupakan barometer negara, tinggal menghitung jam. Ahok yang dijagokan penguasa berapapun harganya, yang didukung dana tak terhingga dari 9 taipan raksasa yang  sangat berkepentingan dengan kelangsungan reklamasi, yang tak satupun kasusnya tersentuh meski bukti sudah menumpuk dan konyolnya tetap di elu-elukan pendukung fanatiknya, termasuk sebagian orang yang mengaku Muslim padahal jelas-jelas Ahok telah melecehkan ayat suci Al-Quran.

Namun atas kehendak-Nya aib-aibnya dibukakan-Nya sedikit demi sedikit. Masihkah kita mau memilih pemimpin yang seperti itu, seandainyapun tidak ada perintah Sang Khalik agar tidak memilihnya?? Relakah kita negri yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh darah kaum syuhada ini dikuasai komunis, yang notabene adalah kaum kafir tulen, paling kafir dari seluruh kafir yang ada di muka bumi ini?? Inikah fitnah akhir zaman Ya’juj Ma’jud yang dimaksud pada ayat 94 surat Al-Kahfi ??

Mereka berkata: “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”

ayat-memilih-pemimpinInilah saatnya kita bersatu, menjauhkan segala perbedaan mendasar, demi menyambut awal kebangkitan Islam yang telah diprediksi Rasulullah 15 abad silam. Ayo kita bangun dari tidur panjang yang telah melenakan kita hingga kita lalai akan tugas dan kewajiban kita dilahirkan ke dunia ini, yaitu sebagai khalifah di muka bumi. Pilih pemimpin Muslim yang amanah, yang tidak berhutang budi pada rezim kekuasaan manapun, serta yang dekat dan mau mendengarkan ulama. Tidak perlu memikirkan kicauan Ahok yang mengatakan memilih pemimpin berdasarkan agama adalah melanggar konstitusi.

https://news.detik.com/berita/d-3420395/tepis-ahok-hidayat-memilih-berdasar-agama-tak-langgar-konstitusi

Republik Turki dengan Tayyib Erdogan-nya telah memulai menunjukkan kebangkitan tersebut, rakyat negara-negara di Eropa dan Amerika yang berbondong-bondong bersyahadat, Masjidil Aqsho di Yerusalem yang nyaris jatuh ke tangan Zionis Yahudi Israel, ditambah lagi dengan Donald Trump seorang lelaki bejat tidak berakhlak yang justru terpilih menjadi negara adi daya Amerika dan jelas-jelas memperlihatkan permusuhan dan kebencian yang amat sangat terhadap Islam. Itulah sebagian tanda-tanda akhir zaman yang akan diawali dengan kebangkitan Islam.

Nabi SAW bersabda: “Akan datang kepada kalian (1) masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang (2) masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, (3) masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang (4) masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah (5) masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam”. [HR. Imam Ahmad]

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Februari 2017.

Vien AM.

 

Kekuatan Doa

“ Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”.( Terjemah QS. Al-Ahzab (33):41-43).

Kata DZIKIR berasal dari adz-dzikr dalam bahasa Arab, yang berarti mengingat, mengucap atau menyebut. Ayat diatas dan juga pada banyak ayat Al-Quran perintah berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla banyak kita jumpai. Dzikir kepada Allah dan segala kebesaran-Nya adalah penyebab dikeluarkannya kita dari kegelapan/ kesulitan/ keterpurukan menuju kepada cahaya/ kemudahan/ kemenangan/ kesuksesan. Doa dan shalat termasuk dalam dzikir.

Doa yang merupakan kekuatan dasyat yang diberikan kepada kaum Muslimin, adalah sebuah cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.  Allah swt sangat menyukai dan mencintai hamba yang senantiasa berdoa; memohon kepada-Nya apa yang diinginkannya, merengek dan mengadukan segala kesulitan kepada-Nya agar diberi jalan keluarnya.

Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu memulai segala aktifitas dengan berdoa. Itu sebabnya sejak kecil umat Islam telah diajarkan dan dibiasakan membaca bermacam doa, seperti doa hendak tidur, doa hendak makan, doa hendak bepergian, doa masuk kamar kecil dll.

Isi doa selain seperti yang diajarkan Rasulullah di atas, bisa juga mengambil ayat-ayat Al-Quran, dan bisa juga dengan kata-kata sendiri dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah atau bahasa  apapun yang ada di dunia ini. Namun tentu saja ada adabnya. Diantaranya didahului dengan bertasbih yaitu memuji-Nya dan bershalawat untuk Rasulullah saw.

https://konsultasisyariah.com/9561-13-ada-dalam-berdoa.html

Sayangnya, kita berdoa pada umumnya hanya untuk kepentingan diri dan keluarganya sendiri. Tak banyak Muslim yang rajin berdoa agar di anugerahi pemimpin yang amanah, yang mampu dan mau benar-benar memikirkan kepentingan umatnya.

Padahal sesukses dan sekaya apapun kita dan keluarga kita, bila pemimpinnya tidak amanah, keberkahannya dapat dipastikan cepat menguap tak berbekas. Dan yang harus juga diingat jika ini terjadi yang paling menderita adalah kelas menengah atas. Mengapa demikian?? Karena rakyat kelas bawah sudah terbiasa hidup susah dan kekurangan. Lain halnya dengan kelas menengah atas yang terbiasa hidup mapan dan nyaman.

Suriah adalah contohnya. Sebelum tahun 2011 rakyat Suriah, Aleppo khususnya yang merupakan kota industry, kota terbesar ke 2 setelah Damaskus,  tidak pernah mengira bahwa kota dan negaranya bakal hancur seperti sekarang ini. Padahal Aleppon, kota yang tercatat sebagai salah satu tua tertua di dunia ini tadinya tersohor sebagai kota pariwisata yang menawan. Penduduknya banyak yang sukses dan hidup makmur. Tapi kini sebagian besar rakyatnya baik yang miskin maupun yang sukses dan kaya raya terpaksa mengungsi dan hidup di pengungsian dengan kodisi yang jauh dari nyaman. Begitu juga Beirut ibukota Lebanon yang mendapat julukan “ Parisnya Timur Tengah” sebelum pecah perang saudara. ( 1975- 1990).

Pemimpin adalah kunci kesuksesan sebuah negara. Untuk itu diperlukan pemimpin yang amanah. Pemimpin amanah adalah seorang Muslim sholeh, yang sangat takut pada Tuhannya. Yang dengan demikian menyadari betapa berat tugas dan tanggung-jawab seorang pemimpin. Itu sebabnya ia tidak akan berani korupsi, dalam hal apapun, tidak suka berbohong apalagi berbuat curang. Ia benar-benar menyadari bahwa amanah yang dititipkan umat ditujukan agar ia mau mengurusi kebutuhan spiritual dan material rakyat yang dipimpinnya. Memberikan kemudahan agar umat dapat beribadah, memuji Tuhannya dengan sebaik mungkin. Menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya, apapun agama, suku dan rasnya. Dan semuanya ini dilakukannya demi mencari ridho Sang Khalik, Allah Azza wa Jallat, penciptanya.

Berikut cuplikan pidato Umar ibn Khattab pada pelatikan beliau sebagai khalifah :

” Kewajibanku adalah aku tidak akan memilih orang-orang diantara kalian atau apa yang telah Allah anugerahkan kepada kalian, kecuali adanya pertimbangan yang tepat. Dan aku berkewajiban menambah pendapatan kalian atau rezeki kalian. Jika Allah berkehendak, maka aku naikkan upah kalian. Kewajibanku kepada kalian adalah tidak menyesatkan kalian pada bencana. Jika kalian hilang dalam suatu perintah dan perjalanan, maka aku akan mencarinya. Mengenai harta Allah, aku memposisikan diriku disini seperti anak yatim. Jika aku diberi kekayaan, maka aku akan menjadi ornag yang pemurah. Jika aku miskin, aku akan memakan makanan yang baik dan halal. Bertaqwalah kalian semua, wahai hamba Allah.

Bantulah aku dengan urusan yang ada pada kalian semua dengan menjalankannya dengan baik. Dan semoga diteguhkan kepadaku untuk selalu memerintahkan kebaikan dan mencegah terjadi kemungkaran dan selalu menasihatkan kebaikan ketika aku memerintah nanti.

Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).

Jadi sungguh tidak benar slogan “ Lebih baik kafir tapi jujur daripada Muslim  tapi Korupsi”. Perbandingan tersebut bukan perbandingan yang seimbang. Karena kafir  sendiri berarti tidak beriman kepada Allah Yang Satu yaitu Allah swt, itulah dosa terbesar dalam kacamata Islam.

Patut diingat, setiap agama pasti mempunyai standard dan aturan masing-masing. Dan bukan hal yang aneh bila suatu negara membuat peraturan pemimpin harus seagama dengan mayoritas rakyatnya. Itulah adalah fitrah manusia, karena setiap manusia pasti lebih nyaman bila pemimpinnya memahami apa yang dibutuhkannya. Sebagai contoh, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris atau  Perancis yang notabene mayoritas rakyatnya Nasrani, dan mengaku sebagai negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan toleransi, tidak pernah tercatat mempunyai presiden beragama Islam.

Begitu pula Islam. Islam  adalah ajaran yang sangat spesifik. Ia memiliki sejumlah aturan sendiri yang wajib dipatuhi pemeluknya, bukan hanya sebagai pribadi tapi juga dalam hubungan sosial kemasyarakatan. Umat Islam membutuhkan komunitas, fasilitas  dan kebijaksanaan yang sangat khas. Misalnya, kebutuhan akan masjid, pelaksanaan shalat pada jam kerja, shalat berjamaah di masjid pada hari Jum’at, menjalankan puasa pada bulan Ramadhan, penentuan hari raya iedul fitri dan iedul adha, mengenakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari, pemotongan hewan halal, menjauhi riba, minuman keras, perjudian serta pelacuran, hukum waris, hukum perkawinan  dan masih banyak lagi. Bahkan ketika meninggal duniapun seorang Muslim wajib dimakamkan dengan aturan tertentu.

Itu sebabnya umat Islam memerlukan pemimpin, pemimpin yang benar-benar mengerti, memahami dan menguasai kebutuhan orang yang dipimpinnya. Dan tentu saja kalau bukan dari kalangan umat Islam sendiri siapa lagi yang lebih patut menjadi pemimpin tersebut. Apalagi Allah swt dengan tegas telah memerintahkan hal tersebut, bukan hanya dengan 1 atau 2 ayat, tapi sampai 7 ayat ! Diantaranya yaitu surat Al-Maidah ayat 51 yang belakangan menjadi populer berkat kasus pelecehan yang dilakuan gubernur DKI, Ahok alias Basuki Purnama Cahaya,.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS.Al-Maidah(5):51).

Artinya, bila kita tetap nekad memilih pemimpin yang bukan dari kalangan kita sendiri ( baca Islam), Allah swt tidak lagi mau melindungi kita. Dan dampak perbuatan ini tidak saja ‘hanya’ kita terima di akhirat nanti, tapi juga di dunia. Allah swt memerintahkan dengan jelas agar tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, untuk kepentingan dan kebaikan kita sendiri, yaitu agar umat Islam dapat menjalani kehidupan sosial sesuai ajarannya. Karena pemimpin adalah orang yang diberi mandat untuk menentukan segala kebijakan dalam suatu pemerintahan.

Jadi sungguh aneh bila ada sebagian orang yang mengaku Islam tapi berpendapat bahwa orang Islam tidak perlu berpolitik. Dengan dalih Islam adalah rahmatan alamiin, maka cukup berbuat baik saja. Itulah jargon sesat tokoh JIL almarhum Nurcholis Majjid “ Islam Yes Partai Islam No”, yang hingga saat ini masih dipegang sebagian umat Islam.  Ini pula yang terjadi di Lebanon dan Pantai Gading hingga akhirnya harus pasrah memiliki presiden non Muslim ( Nasrani) padahal mayoritas penduduknya Muslim.

Sebaliknya seorang pemimpin Muslim yang tidak amanah juga beresiko menyengsarakan rakyatnya. Kekacauan mengerikan di Suriah terjadi diawali karena pemimpinnya yaitu Bashar Assad yang otoriter, tidak mau menerima kritik rakyatnya yang mayoritas Islam Sunni. Bashar sendiri adalah seorang Syiah. Kini Suriah menjadi ajang pertempuran banyak pihak dengan berbagai kepentingan. Demkian pula negara-negara teluk yang hingga saat ini terus bergejolak. Pemimpin mereka memang Muslim namun tidak/kurang amanah. Mereka menjadikan kaum kafir sebagai sekutu bahkan penolong dengan meninggalkan sesama Muslim. Itu sebabnya mereka menjadi tergantung, lemah dan mudah di adu domba oleh mereka yang tidak menyukai Islam.

Untuk itu kita umat Indonesia yang sebentar lagi akan menghadapi pilkada, marilah kita mengambil hikmahnya. Apa lagi saat ini, di zaman dimana para ulama garis lurus di kriminalisasi hanya karena tidak sejalan dengan kemauan penguasa, umat Islam yang terus diprovokasi dan di adu domba dengan berbagai cara.

Kita mulai dengan ber-doa. Patut dicamkan, doa itu bukan”hanya”. Doa adalah niat, harapan yang mengawali sebuah perbuatan. Jadi adalah wajib bagi seluruh umat Islam untuk berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon kepada Sang Khalik, pemimpin seperti apa yang ingin kita miliki.  Dan agar doa terkabul wajib bagi kita untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Kenali Tuhan kita.

Ada sebuah perumpamaan menarik. Ketika seseorang terus digonggongi seekor anjing padahal ia orang yang benar-benar takut pada anjing. Otomatis tentu ia akan lari terbirit-birit sambil berusaha  melempari anjing tersebut dengan batu atau apa saja yang ia temui. Akankah ia berhasil keluar dari ketakutannya itu? Mana yang lebih efektif, dengan bila ia melapor kepada si empunya agar segera mengendalikan anjingnya? Masalahnya kenalkah ia dengan si pemilik anjing?

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Terjemah QS. Al-Baqarah: 186).

Begitu pula dengan doa, kenali Sang Pemilik, dekati dan pelajari apa yang Ia kehendaki dari kita. Setelah doa, kita harus berusaha keras mewujudkan doa tersebut. Diantaranya dengan ikut memilih, tidak golput, lebih baik lagi bila bisa ikut mengawasi jalannya pemilihan. Mari kita rapatkan barisan, pilih pemimpin yang amanah, yang benar-benar mau menegakkan nilai-nilai Islam dan membela rakyatnya. Penting untuk diingat, tidak ada manusia yang sempurna. Tapi yakinilah Allah swt pasti akan menolong dan mengisi kekurangan tersebut, selama yang bersangkutan dekat dengan ulama dan mau mendengar nasehat mereka.

Terakhir kita tutup usaha kita dengan kembali berdoa, pasrah dan yakin bahwa ketetapan-Nya adalah yang terbaik untuk kita semua, pasti ada hikmah yang dapat kita ambil. Bukankah Islam mengajarkan manusia hanyalah dapat berusaha sedangkan keputusan akhir adalah hak-Nya? Dan usaha inilah yang akan dinilai-Nya bukan hasilnya. Allahu Akbar …

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Terjemah QS.-Taubah (9):105).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 26 Januari 2017.

Vien AM.