Feeds:
Posts
Comments

Misteri jatuhnya menara kembar WTC.

Pada 11 September 2001 menara kembar World Trade Center (WTC) di  kota New York yang merupakan ikon kebanggaan Amerika Serikat luluh lantak dalam waktu 2 jam. Dalam rekaman yang disiarkan secara terus menerus di seluruh dunia itu terlihat bahwa gedung tersebut runtuh akibat ditabrak 2 pesawat komersial, menelan 3000 korban meninggal.

Selain gedung pencakar langit  berlantai 110 tersebut, menara 7 WTC dimana kantor CIA berada dan gedung Pentagon yang berada tak jauh dari lokasi, ikut terkena serangan. Namun Menara 7 WTC ambruk beberapa jam setelahnya bukan karena ditabrak pesawat melainkan akibat kebakaran. Demikian yang dirilis oleh The National Institute of Standards and Technology.

Namun demikian tidak sedikit pihak yang merasakan kejanggalan tragedy tersebut.  Diantaranya para ilmuwan yang tergabung dalam tim investigasi 9/11 Truth. Mereka mengatakan bahwa penjelasan yang diungkapkan oleh The National Institute of Standards and Technology tak masuk akal. Mereka berpendapat bahwa telah terjadi penghancuran terkendali dengan menggunakan bahan peledak atau yang dikenal dengan controlled demolition. WTC 7 adalah gedung pencakar langit pertama yang terbuat dari baja yang sangat sulit terbakar.

“Tower Seven merupakan bukti konkrit dari peristiwa 9/11. Seorang siswa kelas enam dapat melihat gedung ini jatuh pada kecepatan serupa terjun bebas, simetris, halus, dan itu bukan merupakan proses alami (seperti kebakaran). Bangunan yang jatuh karena proses alami tak mengalami hal seperti itu”, jelas pendiri 9/11 Truth, Richard Gage seperti dikutip dari BBC, Rabu (31/8/2016).

https://www.liputan6.com/global/read/2590625/misteri-runtuhnya-menara-ketiga-pada-teror-911-sengaja-dibom

Bagi saya laporan mengenai peristiwa itu ibarat sebuah film kartun karena di sana keterlibatan masif unsur pemerintah,” kata David Ray Griffin, salah satu anggota 9/11 Scholars for Truth sekaligus pendiri Center for a Postmodern World di Claremont University. Ia adalah seorang filsuf dan teolog liberal terkemuka Amerika Serikat. 

Bersama setidaknya 75 akademisi AS, Griffin tak henti mempelajari dan mengutak-utik peristiwa tersebut. Steven E Jones pemimpin 9/11 Scholars for Truth, seorang profesor kimia di Brigham Young University, Utah, setelah  mempelajari runtuhan menara kembar berkesimpulan runtuhnya bangunan itu disebabkan oleh ledakan yang terkontrol yang dipercepat ribuan pon bahan peledak jenis termite berkualitas prima. Jones juga yakin bahwa peristiwa itu hasil pekerjaan ‘orang dalam’.

”Kami tidak yakin bahwa ke-19 pembajak dan beberapa orang lain yang selama ini tinggal di gua-gua Afghanistan melakukan aksi itu sendiri. Oleh karena itu kami menantang teori yang selama ini ada dan kami akan membuktikan teori kami,” imbuhnya.

Tokoh lain yang meyakini adanya campur tangan pemerintah AS adalah Morgan O Reynolds. Ia berpendapat tragedy keji tersebut merupakan hasil karya tiga pihak, yakni sebuah elemen di Washington, M-16, dan Mossad. Semuanya itu membuka jalan bagi pemerintah Bush untuk hadir di Afganistan, seperti juga yang terjadi dengan Irak.

https://www.republika.co.id/berita/qgbjrj320/teori-konspirasi-911-mossad-israelm16-inggris-terlibat

Sementara itu beredar pula kabar yang mengatakan bahwa tidak ada orang Yahudi yang terbunuh dalam serangan tersebut. Karena 4.000 karyawan Yahudi yang bekerja di World Trade Center menerima peringatan melalui surel agar tidak bekerja besok hari.

Tentu saja berbagai teori konspirasi yang tersebar luas tersebut serta merta dibantah pihak resmi pemerintah. Bahkan dalam waktu sangat singkat Amerikat Serikatpun segera menyimpulkan bahwa pelakunya adalah Al Qaeda pimpinan Osamah bin Laden yang sebelumnya telah mereka labeli sebagai kelompok teroris yang harus diperangi.

Dan karena Taliban dianggap melindungi kelompok tersebut maka AS dipimpin NATO, bersama koalisinya, langsung memborbardir Afganistan dan memaksa Taliban keluar dari Afganistan. Pertanyaannya, mengapa bukan Arab Saudi yang mereka serang, bukankah Osama bin Laden warga Arab Saudi?? Jawabannya jelas pasti mereka tidak bisa membayangkan bila umat Islam bersatu membalas mereka. Lain halnya bila Afganistan yang dijadikan kambing hitam.

Tapi tak berhenti disitu. Bush, presiden AS saat itu juga berkoar, “You are either with us, or with the terrorists” yang artinya menuntut siapa yang tidak berpihak kepada AS berarti teroris. Dan karena Al-Qaeda adalah Islam maka sang teroris adalah Islam dan siapapun yang tidak berpihak pada AS maka ia teroris. Inilah yang kemudian memicu lahirnya Islamophobia akut, hingga hari ini.

Dampak Islamophobia.

Islamophobia adalah rasa curiga dan takut terhadap Islam dan segala yang berhubungan dengannya. Pernyataan Bush di atas tampaknya cukup sukses melanda sebagian besar penduduk dunia. Tak terkecuali mereka yang mengaku Islam. Dan akibatnya sungguh mengerikan, selain menjadi tidak PD alias Percaya Diri, persaudaraan sesama Muslim yang merupakan bagian dari ajaran Islampun akhirnya ikut tergerus. Tak heran bila akhirnya tak ada pembelaan untuk Taliban. Bahkan banyak Muslim yang ikut memberikan label teroris kepada mereka.

Sebaliknya berita baik justru datang dari Barat, Diantaranya dari Yvonne Ridley, seorang jurnalis surat kabar  Inggris yang pada September 2001 dikabarkan diculik oleh Taliban. Padahal ia ditangkap tentara Taliban karena masuk ke perbatasan Afganistan secara illegal, tanpa paspor maupun visa. Perempuan setengah baya tersebut masuk melalui Pakistan untuk melakukan tugas jurnalistik.

Namun apa yang disaksikannya di luar dugaannya. Ia diperlakukan dengan sopan dan hormat. Persentuhannya langsung dengan Taliban justru membuatnya dapat merasakan perbedaan dengan tuduhan yang dilontarkan selama ini. Ridley menyebut Taliban sebagai keluarga terbesar dan terbaik di dunia yang pernah dilihatnya.

Setelah selama 11 hari di interogasi dalam tahanan, ia akhirnya dibebaskan. Dengan syarat ia harus dapat membuktikan bahwa Taliban/Islam tidak memperlakukan kaum perempuan secara tidak adil seperti yang diberitakan selama ini. Ridley memenuhi janjinya. Begitu bebas ia segera mempelajari Islam lewat Al-Quran. Dan berujung dengan ke-Islamannya. Pada tahun 2003 ia memutuskan masuk Islam.

Al-Quran membuat jelas bahwa perempuan setara dalam spiritualitas, nilai dan pendidikan. Apa yang semua orang lupa adalah bahwa Islam itu sempurna, namun manusia tidak,” tegas Ridley dilansir Guardian.

Ridley bukan satu-satunya orang Barat yang memeluk Islam paska tragedy 911. Ada banyak lagi Ridley-Ridley lain yang tak terhitung jumlahnya. Mereka tertarik mempelajari  Islam justru karena penasaran. Karena sejatinya tak ada satupun agama mengajarkan kekerasan. . 

Invasi Amerika Serikat dan Sekutu.

Invasi ini dimulai pada Oktober sampai dengan November 2001. Sejak itu pasukan Amerika dan negara sekutu seperti Britania Raya dan Jerman menduduki Afganistan dengan dalih untuk menumpas Taliban dan membantu menjaga keamanan negara.

Selanjutnya struktur politik Afganistan diganti dengan pemerintah pro-Barat yang dipilih melalui proses demokrasi. Negara ini memproklamirkan diri sebagai republik Islam, Islam diakui sebagai agama resmi negara.

Namun tidak sedikit rakyat Afganistan yang mengatakan bahwa keadaan Afganistan tidak membaik. Kekacauan sering tetap terjadi. Hingga akhirnya pada Mei 2021, pasukan AS dan sekutunya mulai menarik diri dari Afganistan secara bertahap. Pemerintah AS akhirnya menyadari biaya yang mereka keluarkan untuk menguasai Afganistan telah melampaui batas kemampuan dan keuangan mereka. Trilyunan rupiah telah mereka habiskan diantaranya untuk mendirikan pangkalan milter, mendatangkan dan membiayai hidup ribuan militer AS serta keluarganya dll. Afganistan dengan Talibannya terlalu sulit untuk ditaklukkan. AS tampaknya tidak bisa mengambil pelajaran dari agresi mereka ke Vietnam puluhan tahun lalu.  

Sementara itu Taliban yang selama 20 tahun terus melakukan perlawanan segera memanfaatkan peluang tersebut. Dalam waktu kurang dari 2 minggu Taliban berhasil menguasai seluruh Afganistan dan kembali mengambil alih tampuk pemerintahan. Beberapa pengamat politik Timur Tengah berpendapat bahwa kemenangan Taliban yang demikian singkat bahkan tanpa korban dan perlawanan, menandakan bahwa mereka didukung oleh rakyat sehingga mudah menguasai ibu kota Kabul dan kota-kota lainnya.

Mereka bahkan berhasil bernegosiasi dengan pemerintah Afganistan terkait penyerahan kekuasaan secara damai hingga terbentuklah negara Emirat Islam Afghanistan. Selanjutnya presiden Ashraf Ghani dan beberapa diplomat AS di Afganistan segera dievakuasi dan meninggalkan Afghanistan .

https://www.tribunnews.com/internasional/2021/08/19/taliban-umumkan-pembentukan-emirat-islam-afghanistan-dibentuk-dewan-penguasa

( Bersambung),

Berdirinya Republik Demokratik Afganistan.

Setelah berhasil merebut kekuasaan dari Zahir Syah, Daoud Khan merubah Afganistan dari bentuk kerajaan menjadi negara republik yaitu Republik Afganistan yang merupakan republik pertama Afganistan. Namun republik ini hanya berumur 5 tahun. Karena pada tahun 1978 kembali terjadi kudeta hingga lahirlah Republik Demokratik Afganistan yang berfaham komunis. Republik ini beraliansi dengan Uni Sovyet.

Pada masa itulah pemerintah memperkenalkan sejumlah kebijakan revolusioner Marxisme, yang bertentangan dengan mayoritas rakyat yang sejak berabad-abad telah memeluk Islam dengan segala budaya Islamnya. Hal yang sudah pasti membuat gejolak rakyat.  

Selain itu di tubuh rezim komunis tersebut terjadi perebutan kekuasaan antar pejabat dan antar partai yang menambah kacaunya keadaan. Saling sikut, bahkan saling bunuh pejabat beserta keluarga adalah hal biasa. Pejabat yang tidak mau mendukung program pemerintah disingkirkan bahkan tidak sedikit yang dihabisi.  Semua perusahaan dinyatakan sebagai milik pemerintah.

Invasi Uni Sovyet.

Ketegangan terus berlanjut hingga pada 1979 Uni Soviet menginvasi Afghanistan yang sebelumnya sudah sangat tergantung pada negara pusat komunis tersebut. Milyaran rubel telah dilimpahkan Sovyet dalam berbagai bentuk mulai bantuan ekonomi, persenjataan, militer dll. Demi menghadapi perlawanan rakyat yang makin massif rezim komunis tersebut bahkan tidak segan-segannya meminta bantuan militer Sovyet, lengkap dengan personil dan persenjataan beratnya.

Maka dengan menyamar sebagai tentara Afganistan, tentara Sovyet   memasuki ibu kota Kabul dan dengan mudah merebut istana kepresidenan. Mereka juga berhasil menguasai sejumlah kota besar, mengangkat dan memilih orang-orang Afganistan yang mau diperbudak melanjutkan pemerintahan boneka tersebut.  

Perang saudarapun tak terhindarkan. Afganistan makin kacau, rakyat hidup dalam keadaan tegang. Perang membuat infrastruktur yang ada hancur,  aktivitas ekonomi terhambat, perdagangan dan transportasi terganggu seiring dengan hilangnya tenaga kerja dan modal.

Berbagai kelompok mujahidin bermunculan menentang penjajahan tersebut.  Namun rezim kejam tersebut tidak tanggung-tanggung. Dengan segala upaya mereka melindungi kepentingan Sovyet. Diantaranya dengan memborbardir sebuah kampung berpenduduk 24 ribu orang demi membalas para mujahidin yang menyerang dan membunuh pejabat-pejabat Sovyet.

Namun para mujahidin pantang menyerah. Dengan dana dan persenjataan yang dipasok oleh Amerika Serikat yang memang merupakan rival Sovyet, juga Pakistan, China, Iran, dan Arab Saudi, mereka melawan habis-habisan. Dari wilayah pedesaan yang tidak berhasil dikuasai rezim mereka terus bergerak. Hingga akhirnya Gorbachev, pemimpin Soviet ketika itu, menyadari bahwa mereka tak bisa melanjutkan perang tanpa harus banyak menelan biaya. Padahal ekonomi negaranya sedang memburuk.

Akhirnya setelah bertahan selama 10 tahun, maka pada tahun 1988 Gorbachevpun memutuskan menarik pasukannya. Namun Afghanistan tak pernah sepenuhnya pulih dari perang yang meninggalkan negara ini dalam keadaan porak-poranda. Perang ini menimbulkan sekitar 1,5 juta korban jiwa dan sekitar lima juta pengungsi.

Afghanistan menjadi semacam Vietnam-nya Uni Soviet. Seperti juga Amerika Serikat, negri tirai bambu ini harus menanggung malu dikalahkan oleh para gerilyawan lokal padahal telah memakan biaya yang sangat mahal. Tak lama Uni Sovietpun pecah.

Sebagai catatan, pada masa pemerintahan Republik Demokratik Afganistan yang komunis tersebut, meski pemberontakan terus terjadi namun bidang pendidikan, khususnya bagi kaum perempuan, mengalami kemajuan, meski hanya di kota-kota besar. Pada tahun 1988, tercatat 40% dokter dan 60% guru di Universitas Kabul adalah perempuan. Sebaliknya di pedesaan penduduk masih banyak yang tidak kenal huruf. Setelah invasi Soviet, perang menghancurkan sebagian besar sarana pendidikan. Para gurupun berhamburan mengungsi ke negara lain.

Analis pertahanan dan kebijakan luar negeri, David Isby yang juga penulis buku, “ Afghanistan, Graveyard of Empires” (2010) berujar, “Perang ini adalah salah satu kesalahan terbesar Uni Soviet.”

“Selama berabad-abad, Afghanistan tak ubahnya ‘makam’ bagi pasukan dan kekuatan asing yang berusaha mengendalikannya. Meskipun pada awalnya mereka terlihat sukses menginvasi, tapi cepat atau lambat, mereka terpaksa meninggalkan negara tersebut”.

“Ini bukan karena masyarakat Afghanistan punya kekuatan besar, tapi apa yang terjadi di sana adalah kesalahan dari penguasa itu sendiri, karena keterbatasan dan permasalahan imperialisme”, imbuhnya.

Taliban dan Lahirnya Republik Islam Afganistan.

Ironisnya meski penjajah telah hengkang perang saudara tidak juga usai.  Najibullah sang presiden boneka tetap ingin mempertahankan kekuasaannya, tidak peduli pemberontakan makin meluas di seluruh penjuru negri. Hingga pada April 1992 Kabul jatuh ke tangan para mujahidin. Tak lama berdirilah republik Afganistan yang berdasarkan hukum Islam. Dan ini semua tak lepas dari peran gerakan mujahidin yang dikenal sebagai gerakan Taliban.

Taliban adalah kata dalam bahasa Pasthun dan Persia yang berarti murid, siswa atau pelajar yang merupakan kata serapan dari bahasa Arab dengan arti yang sama. Pasthun juga adalah nama etnis terbesar di Afganistan.  

Ketika terjadi agresi Sovyet pada tahun 1979 seperti juga mujahidin-mujahidin lain, Mohammed Omar yang ketika itu sedang duduk di bangku sekolah madrasah, ikut tergerak demi memenuhi panggilan agama. Maka iapun mengumpulkan rekan-rekannya sesama pelajar untuk bergabung melawan penjajahan komunis. Jumlah mereka ketika itu 50 orang. Para pelajar yang kemudian dikenal dengan nama Gerakan Taliban tersebut bersumpah untuk membela negara demi memulihkan ketertiban, perdamaian dan keamanan Afghanistan berdasarkan syariat Islam.

Dengan cepat gerakan ini berkembang dan didukung sebagian besar rakyat. Bahkan banyak mujahidin dari sejumlah negara tetangga ikut bergabung. Diantaranya adalah Osama bin Laden dari Arab Saudi. Gerakan ini juga didukung secara resmi oleh Pakistan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) juga  Amerika Serikat, yang merupakan seteru Sovyet. Mayoritas anggota gerakan Taliban adalah etnis Pasthun.

Berkat kegigihannya Omar yang digambarkan sebagai sosok yang sangat karismatik, hidup dalam kesederhanaan serta memiliki selera humor yang tinggi itu dianugerahi gelar Amir Al-Mukmin, gelar yang diberikan kepada pemimpin yang saleh, oleh para pendukungnya. Ia juga dikenal sebagai kepribadian yang tenang, tak mudah terbawa emosi, ramah, dan rendah hati. Bahkan kabarnya tidak memiliki rumah ataupun rekening bank asing.

Dibawah pimpinan Omar gerakan ini berhasil merebut kembali ibu kota Kabul yang selama beberapa tahun sempat dikuasai Sovyet. Selanjutnya pada tahun 1991, Omar yang dalam pertempuran sempat kehilangan mata kanannya itupun mendirikan Keemiratan Islam Afghanistan. Keemiratan yang memberlakukan syariat Islam secara ketat ini menguasai hampir seluruh wilayah Afghanistan sejak tahun 1996 hingga  2001.

Masyarakat Afghanistan yang sudah lelah dengan perang dan pertikaian,  menyambut kemunculan Taliban sebagai ‘juru Selamat’. Popularitas Taliban makin besar karena keberhasilan mereka memberantas korupsi dan membangun jalan-jalan di wilayah Afghanistan. Taliban juga dikabarkan tidak menjarah harta milik warga, tidak memerkosa atau pun menculik seperti yang sering diberitakan media mainstream dunia.

Pada tahun 2000 secara resmi Omar bahkan melarang perdagangan narkoba dan penanaman opium yang selama itu telah menjadi lahan penghidupan rakyat di negaranya. Tahun berikutnya yaitu di tahun 2001, produksi opium nyaris berhasil diberantas tuntas (99%). Di bawah pemerintahan Taliban, pengguna dan pengedar narkoba diadili dengan berat.

Untuk diketahui, Afganistan memiliki ladang bunga poppy yang amat sangat luas lagi subur. Dan menurut penelitian, hampir seluruh bagian bunga ini dapat mengandung jenis bahan baku narkotika atau alkaloid, terutama morfin dan kodein, meskipun kecil persentasenya. Budidaya bunga poppy sebagai penghasil utama opium tercatat sebagai sumber utama dana perang sejak meletusnya perang Afghanistan-Soviet.

Ironisnya, setahun kemudian Amerika Serikat dan sekutunya yang sebelumnya mendukung Taliban berbalik arah, dan malah menyerang Afganistan. Dengan kekuatan besarnya mereka menginvasi dan menggulingkan pemerintahan Taliban. AS menuduh Taliban telah melindungi Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda yang dituduh sebagai otak serangan menara kembar WTC, New York pada September 2001. Departemen Luar Negeri AS bahkan menawarkan hadiah 10 juta dolar AS bagi siapa saja yang bisa menemukan pimpinan tertinggi negara tersebut.

Dalam sebuah buku yang berjudul The Secret Life of Mullah Omar yang ditulis oleh wartawan Belanda, Bette Dam, diceritakan bahwa Omar tidak pernah bersembunyi di Pakistan seperti yang diyakini oleh AS. Omar, setelah jatuhnya Taliban, bersembunyi di sebuah ruang rahasia di sebuah tempat yang jaraknya hanya tiga mil dari pangkalan operasi AS di provinsi Zabul Afganistan. Pemimpin Taliban tersebut tetap di tempat persembunyiannya hingga kematiannya karena sakit pada 2013.

Menjadi pertanyaan besar, apa sebenarnya daya tarik Afganistan, selain posisinya yang berada di jalur sutra, hingga negara-negara besar seperti AS, Inggris, Rusia dll ingin menguasai negri tersebut??

Dari beberapa sumber yang dapat dipercaya, ternyata sumber daya alam yang dimiliki negri yang terkurung daratan ini cukup melimpah. Terdapat sumber daya alam berupa hasil tambang seperti emas, perak, tembaga, seng dan bijih besi yang dapat ditemukan di bagian tenggara. Negara ini juga kaya akan batu mulia dan semi mulia yang banyak ditemukan di wilayah timur laut. Minyak bumi dan gas alam juga menjadi andalan Afganistan yang banyak ditemukan di bagian utara. Dan tentu saja lahan bunga poppynya yang berpotensi menghasilkan kekayaan melimpah bila tidak memikirkan akibat negatifnya yang sungguh sangat mengerikan.   

 ( Bersambung).

Berita mengenai keberhasilan Taliban menguasai kembali Afganistan pada pertengahan Agustus lalu hingga hari (26/6/2021) ini masih menjadi berita hangat. Sebelumnya yaitu pada periode 1996 – 2001 Taliban pernah memegang kekuasaan di Afganistan setelah akhirnya digulingkan Amerika Serikat dengan dalih Taliban tidak mau menyerahkan Osama bin Laden yang dituduh sebagai pelaku peledakan gedung WTC pada peristiwa 911.

Kantor-kantor berita resmi mainstream juga dengan gencar memberitakan potensi terjadinya perang saudara paska berkuasanya kembali Taliban. Yang dimaksud perang saudara tersebut adalah antara pendukung rezim lama yaitu presiden Ashraf Ghani, dan pendukung pejuang Taliban. Padahal jauh sebelum itupun perang saudara sudah sering sekali terjadi. Dan pemicu utamanya sebenarnya terlalu banyaknya campur tangan asing. Diantaranya adalah Amerika Serikat, Inggris dan Rusia.

Dalam diskusi ‘Masa Depan Afghanistan dan Peran Diplomasi Perdamaian Indonesia’ yang berlangsung secara daring pada Sabtu (21/8), Yusuf Kalla (JK) mantan wakil presiden RI yang juga ketua Dewan Masjid Indonesia  menyatakan bahwa perang yang terjadi di Afghanistan sebenarnya iadalah antara Taliban dengan Amerika Serikat (AS).

Jadi sebenarnya ini dari tiga kelompok : Amerika, pemerintah Presiden Ghani dan Taliban. Ada tiga pihak sebenarnya berada dalam situasi perang. Tapi perang sebenarnya adalah Taliban dengan Amerika,” kata JK saat menjadi pembicara dalam diskusi ‘Masa Depan Afghanistan dan Peran Diplomasi Perdamaian Indonesia’ yang berlangsung secara daring, Sabtu (21/8).

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210821155925-20-683438/jusuf-kalla-perang-sebenarnya-adalah-taliban-dengan-as

Sejarah Singkat Afganistan.

Afghanistan adalah negara yang terletak diantara  Asia Selatan dan Asia Tengah, terkurung tanpa memiliki akses ke laut. Wilayahnya meliputi 652.000 km², menjadikannya negara terbesar ke-41 di dunia. Dengan penduduk sekitar 32 juta, mendudukannya sebagai negara ke 42  padat penduduk di dunia. Negara ini berbatasan dengan Pakistan di selatan dan timur, Iran di barat, Turkmenistan, Uzbekistan dan Tajikistan di utara, serta Tiongkok di timur laut. Lokasinya yang strategis di sisi sepanjang jalur sutra menghubungkannya dengan budaya Timur Tengah dan Asia bagian lain.

John Ford Shroder dalam Afghanistan Archived menyebutkan, para arkeolog telah menemukan tempat tinggal manusia di Afghanistan kuno sejak sekitar 50 ribu sebelum Masehi (SM). Dari artefak yang ada diketahui bahwa masyarakat adat berprofesi sebagai petani dan para gembala. Mereka mengelompokkan diri menjadi suku dan membentuk kerajaan kecil selama berabad-abad. Sementara peradaban perkotaan yang mencakup modern Afghanistan, India Utara, dan Pakistan dimulai pada 3000-2000 SM.

Afghanistan yang merupakan bagian dari Khurasan Raya menjadi rebutan banyak kekuatan politik maupun militer. Secara bergantian wilayah ini dikuasai sejumlah dinasti dan kerajaan besar. Tercatat Aleksander Agung dari Macedonia, bangsa Maurya, Arab Muslim, Mongolia hingga dunia Barat seperti Inggris dan Rusia di era modern, pernah menguasai Afghanistan. Sebagian besar wilayah Afghanistan baru masuk wilayah Islam pada tahun 882 M, sekitar 150 tahun paska penaklukan Persia dibawah pimpinan panglima Khalid bin Walid di masa kekhalifahan Umar bin Khattab pada 633 M. Khurasan sendiri sudah pernah disebutkan Rasulullah dalam banyak hadist tentang akhir zaman.

Negara dengan wilayah pegunungan dan gurun yang sulit dilalui ini sebelum menjadi bagian dari dinasti Safawiyah yang berdiri pada tahun 1500-an adalah bagian dari kerajaan Parsi Islam. Pada puncak kejayaan dinasti Safawiah meliputi Iran, Azerbaijan, Armenia, sebagian besar Irak, Georgia, Afganistan, Kaukasus, dan sebagian Pakistan, Turkmenistan dan Turki. Dinasti Safawiyah yang menjadikan Syiah sebagai agama resmi pemerintah adalah cikal bakal Iran modern.

Kesultanan Afganistan.

Afganistan yang mayoritas Islam Sunni, memiliki banyak etnis, budaya dan bahasa ini baru lepas dari dinasti Safawiyah pada tahun 1709. Mirwais Hotak, dari etnis Pashtun, etnis terbesar di Afganistan, yang memimpin negara tersebut keluar dari wilayah kekuasaan Safawiyah hingga akhirnya berdirilah dinasti Hotak dengan Kandahar sebagai ibu kotanya. Dari kata Pashtun ini lahir nama Afghanistan sebagai negara kerajaan.

Dinasti Hotak tidak berlangsung lama. Pada tahun 1747 dinasti Durrani menggantikan dinasti Hotak dan selanjutnya dianggap sebagai pendiri dari negara Afghanistan modern. Pada masa itulah ibu kota dipindahkan ke Kabul hingga saat ini. Dinast atau kekaisaran Durrani juga sering disebut kekaisaran Afgan atau kesultanan Afghan yaitu kerajaan Islam Afghanistan.

Pada akhir abad 19 kekaisaran Rusia ( Uni Sovyet) dan kerajaan Inggris sebagai negara supremasi terlibat perseteruan ketat memperebutkan kekuasaan di wilayah Asia Tengah dan selatan. Selama tiga kali, yaitu pada 1839-1919, Inggris berusaha menginvasi Afghanistan, karena khawatir didahului Rusia.  

Invasi Inggris ke Afganistan.

Pada serangan pertama, selama tiga tahun (1839-1841) pasukan Inggris memang berhasil merebut Afganistan. Tapi setelah itu negara adi daya yang ketika itu dikenal memilki persenjataan terbesar dan terkuat di dunia tersebut harus menanggung malu. Ia dikalahkan oleh suku-suku Afghan yang hanya bermodalkan persenjataan amat sangat sederhana. Rakyat Afgan berhasil mengusir pasukan Inggris dari ibu kota Kabul.

Nyaris empat dekade kemudian, Inggris mencoba lagi menguasai Afganistan. Perang yang terjadi pada 1878-1880 tersebut berakhir dengan masuknya Afghanistan menjadi protektorat Inggris. Meski akhirnya Inggris memilih untuk mendukung emir Afghan yang baru dan menarik pasukan dari negara tersebut.

Namun pada 1919, Perang Anglo-Afghan pecah kembali, yaitu saat emir Amanullah Khan mendeklarasikan kemerdekaan dari Inggris. Pada saat yang sama ancaman Rusia terhadap Inggris memudar, ditambah lagi Perang Dunia I telah menguras dana perang Inggris. Maka setelah empat bulan berperang, Inggris akhirnya menyerah dan secara resmi mengakui kemerdekaan Afghanistan.

Masa Keemasan Kesultanan Afganistan.

Tahun berikutnya yaitu pada 1920 emir Amanullah Khan mencoba mereformasi Afghanistan, salah satu upayanya yaitu menghapuskan kewajiban burqa bagi kaum perempuan. Tetapi hal tersebut mendapatkan perlawanan dari para kepala suku dan tokoh ulama, yang kemudian memicu terjadinya perang sipil berkepanjangan. Hingga akhirnya terjadi kudeta.

Afganistan mengalami masa damai dibawah pemerintahan Zahir Syah yang berkuasa selama empat puluh tahun, yaitu pada tahun 1933 -1973. Pemerintah Afganistan memberinya gelar kerajaan “He who puts his trust in God, follower of the firm religion of Islam” (“Dia yang menaruh kepercayaannya kepada Tuhan, pengikut agama Islam yang teguh”) pada hari penobatannya sebagai raja/syah/sultan. Ketika itu ia baru berusia 19 tahun.

Zahir Shah membuktikan keseriusannya dalam menegakkan persaudaraan sesama Muslim yang memang merupakan salah satu tonggak Islam dengan memberikan bantuan persenjataan, dan pejuang Afghanistan kepada Muslim Uighur dan Kirghiz yang telah mendirikan Republik Turkestan Timur Pertama. Meski republik tersebut hanya bertahan selama 1 tahun sebelum akhirnya kembali menjadi wilayah Republik Cina yang menganut faham komunis.

Namun demikian sebenarnya Zahir baru efektif memegang pucuk pemerintah 20 tahun setelah diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya yang terbunuh. Ia menyerahkan urusan pemerintahan pada pamannya. Baru pada tahun 1964 sang raja mengumumkan konstitusi baru. Ia membuat program modernisasi politik dan ekonomi, membuat legislasi demokratis, dan pendidikan untuk kaum perempuan.

Selama pemerintahannya Afganistan mengeluarkan setidaknya 5 keping receh bertuliskan “Al-Mutawakkil ‘ala Allah Muhammad Zahir Shah” dalam tulisan Arab yang berarti “Yang Tawakal/Berserah Diri pada Allah, Muhammad Zahir Shah”.

Namun Afganistan dibawah Zahir Syah juga menjalin hubungan yang baik dengan dunia Barat. Terbukti dengan masuknya sebagai anggota PBB meski menolak memihak dalam Perang Dunia II. Menjadikannya satu dari sedikit negara di dunia yang memilih netral. Dalam sebuah wawancara Zahir Shah mengatakan bahwa ia bukan seorang kapitalis tapi juga tidak menginginkan sosialis. Ia menyatakan tidak ingin menjadi budak negara manapun dan akhirnya menjadi tergantung.

Walaupun paska berakhirnya Perang Dunia II ia menyadari perlunya modernisasi Afghanistan. Untuk itu ia terpaksa merekrut sejumlah penasihat asing, juga meminta bantuan keuangan baik dari Amerika Serikat maupun Uni Soviet. Membuatnya menjadi satu dari sedikit negara yang menerima bantuan dari kedua musuh dalam Perang Dingin. Selama periode itu pula universitas modern pertama Afghanistan didirikan.  

Ironisnya pada tahun 1973 ketika sang Syah pergi ke Italia untuk berobat Mohammed Daoud Khan, sepupunya melakukan kudeta.  Perang sipilpun tak terhindarkan hingga sebagian besar Afganistanpun luluh lantak. Zhahir Syah selanjutnya hidup di pengungsian di Roma Italia bersama istri dan sejumlah keluarga besarnya. Zahir baru kembali ke negaranya pada tahun 2002 dan mendapat gelar Bapak Bangsa. Ia wafat pada tahun 2007.

( Bersambung).

Rahmat Dan Azab Allah SWT.

Dari Abu Mas’ud Al-Badri radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808).

Imam Nawawi menyatakan bahwa maksud dari memberi kecukupan padanya –menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti shalat malam. Ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit.

Sementara Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin berpendapat yang dimaksud diberi kecukupan pada hadist adalah dijaga dan diperintahkan oleh Allah, juga diperhatikan dalam do’a karena dalam ayat tersebut terdapat doa untuk maslahat dunia dan akhirat.

Namun dibalik itu semua terdapat hikmah besar yang mendasari turunnya ke 2 ayat istimewa di atas. Yaitu turunnya ayat 284 Al-Baqarah berikut :  

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Terjemah QS Al-Baqarah (2):284).

Mendengar itu para sahabat merasa kecil hati, khawatir tidak sanggup menjalankannya. Shalat, puasa, sedekah bahkan jihad mengorbankan diri mereka sanggup menjalaninya. Namun apa yang ada di dalam hati?? Bisikan-bisikan yang bisa jadi berasal dari syaitan yang memang merupakan musuh terberat manusia, sanggupkah manusia menghindarinya??

Para sahabat bagaimanapun adalah manusia biasa yang tidak jarang bisa lengah dan lelah. Mereka juga mempunyai keinginan duniawi bahkan keluarga yang mungkin belum begitu kuat keimanannya. Jadi sungguh wajar bila mereka sangat khawatir ketika harus mempertanggung-jawabkan apa yang terlintas dalam hati mereka.      

“Abu Hurairah ra menceritakan, “ Hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah SAW, lalu mereka mendatangi Rasulullah SAW seraya berlutut di atas lutut masing-masing dan berkata: “Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan yang kami sanggup mengerjakannya seperti: Shalat, Puasa, Jihad dan Sedekah. Sekarang telah diturunkan kepada anda ayat ini ( surat Al-Baqarah ayat: 284), dan kami tidak sanggup.”

Namun apa jawaban Rasulullah??

Apakah kamu ingin mengucapkan apa yang sudah diucapkan kedua golongan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) sebelum kamu; “ Kami dengar dan kami durhakai?”.

Selanjutnya Rasulullah bersabda, katakanlah “ Kami dengar dan kami taati, ampunilah kami ya Rabb kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Dan apa pula jawaban para sahabat??

“Mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taati, ampunilah kami ya Rabb kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Masya Allah …

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.” “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.(Terjemah QS, An-Nuur (24):51).

Para sahabat memang bukan tandingan kita. Ketaatan mereka pada Rasulullah benar-benar mengagumkan. Karena mereka memang tahu betul, haqul yaqin, bahwa cucu pemuka Quraisy Abdul Muthalib itu adalah seorang utusan Allah, Tuhan Yang Menciptakan manusia dan seluruh alam semesta ini. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana ayat-ayat diturunkan dan bagaimana Rasulullah menyikapinya.

Dari Rasululah pula mereka mengetahui bagaimana kaum Yahudi dan kaum Nasrani bersikap terhadap ayat-ayat yang diturunkan kepada dua golongan ahli kitab tersebut. Hingga Allah SWT pun mengabadikannya dalam ayat terakhir surat Al-Fatihah, bacaan yang wajib kita baca dalam shalat.

… … bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.      

Yang dimaksud mereka yang dimurkai ( Al-Maghdhub) dalam ayat di atas adalah orang-orang Yahudi karena mereka adalah orang-orang yang berilmu tapi tidak beramal. Sedangkan mereka yang sesat ( Al-Dhoolin) adalah orang-orang Nasrani, mereka beramal tapi tanpa ilmu.

Allah swt mewajibkan kita membaca Al-Fatihah dalam setiap rakaat shalat kita diantaranya agar kita tidak melakukan hal yang sama dengan kedua kaum tersebut. Tak heran bila kemudian Sang Khalikpun menjawab tanggapan dasyat para sahabat dengan yang lebih dasyat lagi. Yaitu dengan turunnya 2 ayat terakhir Al-Baqarah tadi, ayat 285 dan 286 sebagaimana berikut :

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari Rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “kami dengar dan kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah Kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali“. ( Terjemah Al-Baqarah(2):285).

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya”. ( Terjemah Al-Baqarah(2):286).

Allahu Akbar …

Allah Azza wa Jala tidak pernah menyalahi janjinya. Sesuai janji-Nya pada ayat 51 surat An-Nuur bahwa mereka yang berkata “Kami mendengar dan kami patuh”, mereka adalah orang-orang yang beruntung.

Dengan mengulang ikrar Rasul dan para sahabat yang diabadikan dalam ayat 285, Allahpun melanjutkannya dengan janji tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. Masya Allah …

Sesungguhnya Allah memaafkan umatku terhadap tiga perkara, yaitu keliru, lupa dan dipaksa”. (HR. Ibnu Majah; shahih)

Sungguh alangkah beruntungnya kita … Bayangkan bila apa yang ada dalam hati harus kita pertanggung-jawabkan … Alangkah celakanya …

Dengan begitu Allah swt telah menasikh ( menghapus) ayat 284 dan me-mansubkannya (mengganti) dengan ayat 286, bahwa Allah swt tidak akan memberatkan hamba-Nya yaitu apa yang ada dalam hati seseorang. Hanya niat yang baik yang Allah balas sedangkan niat buruk selama hanya dalam hati Allah tidak menghisabnya.     

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa yang berniat melakukan kebaikan lalu tidak mengerjakannya, maka Allah menulis itu di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna, dan jika dia berniat mengerjakan kebaikan lalu mengerjakannya, maka Allah menulis itu di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus lipat hingga perlipatan yang banyak.

Dan jika dia berniat melakukan keburukan lalu tidak jadi mengerjakannya, maka Allah menulis itu di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna, dan jika dia berniat melakukan keburukan lalu mengerjakannya, maka Allah menulis itu sebagai satu keburukan.” (HR. Bukhari, no. 6491 dan Muslim, no. 131 di kitab sahih keduanya dengan lafaz ini).

Memang terdapat perbedaan pendapat diantara para ulama. Ada yang menyatakan bahwa ayat-ayat tersebut ayat nasikh-mansub tapi ada pula yang bukan. Masing-masing dengan dalil yang kuat. Tapi sebagai orang awam hal tersebut bukanlah masalah. Yang pasti Allah swt telah menunjukkan kasih sayang-Nya yang begitu besar, terutama bagi orang-orang yang taat pada Allah dan Rasul-Nya. Rahmat Allah lebih luas dari langit dan bumi beserta segala isinya. Sekaligus juga peringatan bahwa Ia mengerahui segala isi hati dan bisikan, yang baik maupun jahat.

Selanjutnya , dalam ayat yang sama ( Al-Baqarah ayat 286) Allah Azza wa Jala mengajarkan bagaimana cara kita memohon kepada-Nya agar dijauhkan dari segala beban dan kesalahan.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Ma’afkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Yang juga tak kalah menarik, adalah hadist berikut :

“Lalu siapa, wahai Rasul?,” tanya para sahabat. Lalu Nabi SAW bersabda, “Kaum yang hidup sesudahku. Mereka beriman kepadaku, dan mereka tidak pernah melihatku, mereka membenarkanku, dan mereka tidak pernah bertemu dengan aku. Mereka menemukan kertas yang menggantung, lalu mereka mengamalkan apa yang ada pada kertas itu. Maka, mereka-mereka itulah yang orang-orang yang paling utama di antara orang-orang yang beriman”. 

Itu adalah jawaban Rasulullah atas pertanyaan “Katakan kepadaku, siapakah makhluk Allah yang paling besar imannya?” yang diajukan kepada para sahabat. Dan itu adalah kita, selama kita terus berada dalam keimanan dan bersiteguh “Kami dengar dan kami taat.”. Allahu Akbar ..

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 23 September 2021.

Vien AM. 

1. Alexander Russel Webb, ilmuwan Amerika Serikat.

Nama lengkapnya adalah Alexander Russel Webb. Dia seorang mualaf yang tadinya memegang teguh doktrin-doktrin lama tentang ketuhanan maupun sekularisme yang dia anut. Berkenalan dengan Islam, cahaya Illahi masuk ke relung jiwanya melalui jalur intelektualitas yang ia geluti.

Berdasarkan buku Tujuh Mualaf yang Mengharumkan Islam karya Tofik Pram dijelaskan, Russel mulai tertarik dengan Islam saat dirinya mempelajari agama-agama timur. Dia membaca buku-buku karya Mill, Kant, Locke, Hegel, Fitchte, Huxley yang kesemuanya membahas tentang protoplasma (unsur-unsur atom dalam pembentukan jasad makhluk hidup). Namun demikian, dia tak mendapati seorang pun yang dapat menerangkan tentang jiwa/ruh sesudah jasad manusia mati.

Setelah mengenal Islam, dia pun menyadari bahwa selain jasad terdapat hal krusial yang juga dimintai pertanggung jawaban kelak usai kematian. Proses perkenalan kepada Islam pun terus dia jalankan. Dia juga menegaskan dan memilih Islam sebagai agama yang dia anut dan percaya.

Dia menyebut bahwa ketika memilih menjadi seorang Muslim, hal itu bukan karena ikut-ikutan buta atau dorongan emosi semata. Akan tetapi, memeluk Islam adalah hasil dari penelitian dan pelajaran yang sungguh-sungguh, jujur, tekun, dan bebas yang disertai penelidikan mendalam olehnya. Dia menyimpulkan, inti dari ajaran Islam adalah akidah yang murni yaitu berserah kepada Allah SWT. Adapun tanda penjelmaan berserah diri adalah melalui shalat. Islam mengajak pada persaudaraan dan kecintaan umat manusia di seluruh dunia agar dapat berbuat baik pada sesama.

Berlatar belakang sebagai seorang intelektual, semangat Islam itulah yang kemudian ditelurkan Russel dalam aksi. Dialah tokoh penting yang membangun Islamic Center di New York. Islamic Center yang didirikannya ini terbukti banyak membantu pendirian masjid dan perpustakaan-perpustakaan Islam di Amerika.

Adapun sumber pendanaan pendirian Islamic Center kala itu bersumber dari Daulah Utsmaniyah yang saat itu dipimpin oleh Sultan Abdul Hamid II. Dari ikhtiar Russel inilah Islam mulai bertumbuh di kota-kota Amerika.

Alexander Russel juga akhirnya didaulat sebagai wakil utama Islam di konferensi agama-agama tingkat dunia yang didakan di Chicago, pada 1893. Dia juga lah yang menjadi juru bicara Islam di Amerika pada masanya. Bahkan, banyak pemikir-pemikir terkemuka yang telah menyimak paparannya perihal pengaruh Islam terhadap keadaan sosial pada 1893. Inilah ihwal pokok ajaran Islam yang dia sampaikan dan mempengaruhi pemikiran penulis besar, Mark Twain. Russel wafat pada 1916.

2. Laurence Brown, dokter yang ditinggalkan istrinya karena menjadi Islam.

“Saya kira adalah hal yang sulit bagi siapapun ketika membuat perubahan drastis dalam hidup mereka. Terutama di dunia Barat ketika Anda menjadi Muslim, maka pastinya Anda akan menghadapi kesulitan,” kata Laurence Brown, dikutip dari YouTube Ayatuna Ambassador, Rabu (27/1/2021).

Diakui Laurence, saat memutuskan memeluk Islam, ia merasakan kedamaian dan ketenangan dalam hidupnya.

“Saya ingat pada masa awal jadi Muslim, saya merasakan kedamaian dan kenyamanan luar biasa. Perasaan itu tidak pernah lekang dari saya,” tuturnya.

Hanya saja, keputusannya memeluk Islam itu bukanlah perkara mudah. Langkah besar yang diambilnya tersebut menyebabkan banyak perubahan terjadi dalam hidupnya. Salah satunya dijauhi orang tuanya.

“Tapi kehidupan dunia saya hancur, orang tua saya tidak bisa mengerti akan pilihan saya,” ungkapnya.

Kata Laurence, ia dikenalkan Islam oleh saudara laki-lakinya yang lebih dahulu menjadi Muslim. Itu sebabnya, saat Laurence memutuskan jadi mualaf, orang tuanya merasa sangat kehilangan.

“Kami hanya dua bersaudara, saya dan saudara laki-laki saya. Maka ketika saya menjadi Muslim, orang tua saya merasa kehilangan anak yang satunya lagi karena Islam,” ucapnya.

“Orang tua saya ketika saya masih bersama mereka, mereka bukan Kristen yang taat. Tapi sama saja, mereka merasa, perpindahan saya ke Islam adalah kehancuran dalam hidup mereka,” sambungnya.

Tak hanya dijauhi orang tuanya, dokter Laurence Brown juga sampai diceraikan sang istri.

Keputusan dr.Laurence Brown memeluk Islam berakhir dengan perceraian. Ia bahkan harus kehilangan anak-anaknya karena hak asuh jatuh ke tangan mantan istrinya.

“Ketika saya jadi Muslim, saya diceraikan, lalu Allah beri saya istri yang lain. Saya kehilangan anak-anak saya karena putusan pengadilan di keluarga sebelumnya, Allah beri saya anak yang lain dan keluarga baru,” ungkapnya.

Meski demikian, diakui Laurence, perceraian tersebut tidak membuatnya sedih. Sebaliknya, ia merasa bahagia karena mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

“Dalam film, ketika Anda bercerai, Anda jadi merana, mulai memukul tembok sampai berlubang, dan dengan sengaja menabrakkan mobil Anda, tidak berdaya. Tapi, saya malah bahagia,” katanya.

Lebih lanjut, Laurence juga mengungkapkan kehilangan lainnya yang ia hadapi setelah memeluk Islam. Bersamaan dengan hal baik yang Allah SWT gantikan untuknya.

“Saya lepaskan pekerjaan saya, Allah beri saya pekerjaan yang lebih baik. Saya kehilangan rumah karena perceraian, Allah berikan saya rumah di kota suci Madinah. Saya kehilangan harta, Allah ganti dan lipat gandakan,” ujarnya.

Sebenarnya Laurence tidak benar-benar merasa kehilangan. Karena ia percaya bahwa Allah mengganti hal tersebut dengan yang lebih baik. Begitu pula terkait hubungan dengan orang tuanya yang juga membaik.

“Saya tidak kehilangan orang tua saya selamanya. Akhirnya, kami berbicara kembali, dan saya merasa hubungan kami sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Islam di mata dokter Laurence Brown.

Bagi dr.Laurence Brown, Islam adalah agama yang damai. Ia bahkan mengaku sebelum masuk Islam, tidak menemukan kedamaian dalam hidupnya.

“Seingat saya, saya tidak pernah merasakan kedamaian sampai saya masuk Islam. Setelah masuk Islam, saya merasakan ketenangan dalam setiap perbuatan saya,” ujarnya.

Sebelum masuk Islam, ia terlena dengan kehidupan dunia. Namun setelah masuk Islam, ia kehilangan hasrat untuk kehidupan gaya Barat tersebut.

“Saya tertarik pada pisau, senjata api, main paintball, saya ada dalam militer, itu yang kami lakukan, sesuatu yang kami nikmati di Barat. Saya nonton film Rambo, Commando, James Bond, saya memimpikan kehidupan seperti itu,” tuturnya.

Kini, Laurence merasa hidupnya yang dahulu tidak beraturan dan paranoid berubah jadi damai. Ia juga kini menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

“Saya menjadi diri saya yang sekarang, seorang yang berdamai dengan diri, orang di sekitar, dan masyarakat umum,” katanya.

3. Nicole Queen, dari kehidupan malam menjadi pendakwah,

Hidayah dapat datang kapan saja kepada siapa pun. Tak ada yang tidak mungkin ketika Allah SWT sudah berkehendak. Bahkan hati manusia yang gelap dapat berubah seketika.

Dunia malam sudah bukan hal tabu di negara bebas seperti Amerika Serikat. Klub dan berbagai jenis bar ramai didatangi orang-orang di malam hari. Termasuk Nicole Queen, penggemar pesta yang kini menjadi hijaber dan tokoh muslimah inspiratif.

Nicole Queen hanyut dalam gemerlap dunia malam di tahun 2005 silam. Wanita asal Dallas, Amerika Serikat itu kerap berdandan dan pergi berkeliaran dengan teman-temannya. Ia selalu berpesta dan mencoba berbagai jenis aktivitas dunia malam. Nicole yang kala itu berprofesi sebagai seorang fotografer sering berpindah-pindah dari satu klub ke klub lain di sekitar Kota Dallas.

“Saya bekerja di industri malam dan telah menghabiskan banyak waktu di sekitar orang-orang yang minum dan berpesta,” ungkap Nicole, dikutip dari The National News, Jumat (05/03/21).

Selama menjalankan profesi sebagai fotografer dunia malam, Nicole Queen terpengaruh gaya hidup bebas yang membuatnya jadi ketagihan minum dan berpesta. Parasnya yang cantik serta kemampuan memotret yang andal membuat Nicole juga dilirik oleh para artis Hollywood.

Ia mendapatkan banyak pesohor sebagai kliennya, seperti Justin Timberlake dan Kate Hudson. Hal itu membuatnya semakin terjerumus di kehidupan malam. Hal itu membuat Nicole merasakan pergolakan batin. Ia merasa hidupnya hampa hingga kemudian bertemu Hasan, pria muslim asal Yordania yang kini menjadi suaminya.

Ketertarikan Nicole terhadap Hasan membawanya ke dunia Islam. Nicole bertemu dengan sejumlah teman muslim. Hatinya pun terketuk sehingga ia mulai tertarik untuk mempelajari Islam. Nicole kemudian mulai mengikuti kelas agama Islam di sebuah masjid yang berlokasi di sekitar tempat tinggalnya. Simak kisah Nicole Queen di halaman berikutnya ya, Bunda.

Nicole Queen membutuhkan waktu enam bulan belajar Islam. Ia akhirnya resmi menjadi mualaf pada tahun 2007. Tak lama kemudian, Nicole juga memutuskan untuk memakai hijab. Ia menutup tubuhnya dengan busana muslim. Namun perjalanan Nicole menjadi muslimah inspiratif masih panjang, Bunda. Berbagai cobaan mulai menghampiri Nicole Queen usai memeluk Islam. Hatinya hancur ketika keluarganya tidak menerima keputusan Nicole untuk menjadi mualaf.

Kariernya pun ikut tenggelam. Ia banyak ditolak saat melamar pekerjaan karena mengenakan hijab. Kini hidup sebagai golongan minoritas di Negeri Paman Sam, Nicole kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang di sekitarnya.

Selain diskriminasi, ia juga menjadi sasaran empuk kebencian. Nicole pernah mendapat perlakuan buruk ketika pelayan restoran dengan sengaja menaruh potongan daging babi ke dalam minumannya. Cobaan demi cobaan terus Nicole lalui. Namun hatinya tidak pernah goyah dan tetap berpegang teguh pada Islam. Kegigihan Nicole membuatnya tumbuh semakin kuat, Bunda. Nicole percaya bahwa Islam dapat memberikannya kedamaian hidup. Perlahan-lahan, ia kembali menggeluti profesinya sebagai fotografer. Namun ia sudah tidak lagi berhubungan dengan kehidupan dunia malam.

Mantap memeluk Islam, Nicole kerap mengunggah konten seputar agama di YouTube. Ia banyak membicarakan topik seputar menjadi mualaf, mendidik anak hingga persahabatan antara orang berbeda agama. Ia kini menjadi sosok muslimah inspiratif. Nicole beberapa kali tampil sebagai pembicara di masjid. Di sana, ia bertemu dengan hijaber lainnya. Nicole pun bersahabat dengan wanita bernama Monica Traverzo itu.

“Kami sangat cocok. Di perjalanan pulang ke rumah, kami banyak mengobrol dan bahkan tetap berada di apartemen untuk berbincang,” kata Nicole.

Kedua muslimah inspiratif itu sepakat berkolaborasi meluncurkan tayangan podcast yang diberi nama Salam Girl! Bersama-sama, mereka memperkenalkan Islam kepada komunitas non-muslim di Dallas, Texas. Nicole membawakan dakwah dengan gaya yang modern sehingga sesuai dengan masyarakat Amerika Serikat. Ia juga memakai istilah umum ketika berbicara di hadapan non-muslim, seperti mengganti nama ‘Allah’ dengan ‘Tuhan’.

Podcast Salam Girl! kini sudah diunduh lebih dari 60 ribu kali lewat aplikasi Apple Podcast dan Spotify. Jumlah pendengar podcast mereka juga telah bertambah banyak sejak 10 episode pertama. Nicole dan Monica juga banyak membahas soal fashion muslim. Mereka bahkan sengaja merancang feed Instagram yang didominasi oleh tone warna pink pastel agar terlihat estetik dan menarik perhatian publik. Mereka mengunggah berbagai foto OOTD hijab, perlengkapan sholat seperti tasbih, Al-Quran hingga interior Masjid.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 31 Agustus 2021.

Diambil dari :

https://www.republika.co.id/berita/q8qdei320/alexander-russel-mualaf-as-di-balik-karya-besar-mark-twain

https://www.haibunda.com/trending/20210305122153-93-196511/kisah-mualaf-bule-hijaber-dari-terjerumus-dunia-malam-hingga-jadi-pendakwah

4. Fitnah Kekuasaan.

Abu Dzarr berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Abu Dzarr, sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah. Kekuasaan itu adalah amanah, dan kekuasaan tersebut pada hari kiamat menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mendapatkan kekuasaan tersebut dengan haknya dan melaksanakan kewajibannya pada kekuasaannya itu.” (HR. Muslim).

Itulah yang dikatakan Rasulullah kepada Abu Dzarr, seorang sahabat yang suatu kali pernah menanyakan mengapa Rasulullah tidak memberinya jabatan. Hadist diatas mengisyaratkan bahwa kekuasaan adalah amanah yang sangat berat pertanggung-jawabannya. Tidak banyak pemimpin dunia yang mampu lolos dari fitnah kekuasaan.   

Dalam surat Al-Kahfi Allah swt memilih Dzukarnaen, seorang raja yang alim lagi bijaksana, sebagai panutan. Dzukarnaen senantiasa menyandarkan kekuasaan dan kemampuannya sebagai seorang penguasa kepada Allah swt. Sementara dalam urusan keduniawiannya ia tidak lupa melibatkan rakyatnya agar berpartisipasi dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Baginya kekuasaan bukan tujuan melainkan alat untuk menegakkan agama agar tercipta masyarakat beriman, aman dari segala kejahatan dan ketakutan.

Dzulkarnaen yang hidup ratusan tahun sebelum Masehi adalah seorang raja yang sangat terkenal. Terdapat beberapa pendapat tapi mayoritas ulama sepakat bahwa Dzulkarnaen yang dikisahkan Al-Quran bukanlah Aleksander Agung sebagaimana yang diyakini Barat.   

Orang-orang Quraisy pada masa awal datangnya Islam rupanya juga pernah mendengar kisah tentang raja tersebut.  Oleh sebab itu mereka menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah saw.

Maka Rasulpun menyampaikan ayat 83 hingga 98 surat Al-Kahfi. Melalui ayat-ayat di atas Allah swt menceritakan sepak terjang Dzulkarnaen, mulai dari perjalanannya dari Barat ke Timur hingga akhirnya bertemu dengan suatu kaum yang memohon pertolongannya.

Mereka berkata: “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” ( Terjemah Al-Kahfi(18):94).

Di dalam beberapa hadits tentang tanda-tanda hari Kiamat Kubra, disebutkan ada sepuluh tanda hari kiamat. Di antaranya adalah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj. Pada kelanjutan ayat di atas, diterangkan bagaimana Dzulkarnaen kemudian membangun dinding tinggi terbuat dari besi yang bisa mencegah turunnya Ya’juj dan Ma’juj hingga menjelang hari Kiamat nanti.

Hingga apabila dibukakan (dinding) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah datangnya janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata), ‘Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS. Al-Anbiya(21):96-97).

Bagi orang awam termasuk orang-orang Qurasiy yang menanyakan hal tersebut, kisah Dzulkarnaen agak sulit untuk dipahami. Bahkan hingga hari inipun siapa sebenarnya Dzulkarnaen, dari mana asalnya, apa nama kerajaannya, apakah ia nabi atau bukan, siapa pula yang dimaksud Ya’juj dan Ma’juj, dll, semua masih merupakan misteri. Para ulama berbeda pendapat. Persis seperti kisah pemuda Al-Kahfi, siapa para pemuda tersebut, dimana letak gua Kahfi, bahkan jumlah pemudanyapun masih diperdebatkan.

Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya”. Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka”. ( Terjemah Al-Kahfi(18):22).

Kewajiban kita sebagai orang beriman adalah mempercayainya. “Kami dengar dan kami patuh”, jangan seperti kebanyakan orang Yahudi “ Kami dengar tapi tidak mau patuh”.

Meski tidak ada salahnya bila para ilmuwan, ilmuwan Muslim khususnya, berusaha memecahkan misteri tersebut, selama bisa menambah keimanan bukan malah sebaliknya. Apalagi Allah swt dalam surat Al-Kahfi, khususnya, telah memberikan sebagian tanda-tanda yang bisa menjadi kunci dibukanya misteri tersebut. Al-Quran memang bukan kitab sejarah bukan pula kitab panduan Ilmu Pengetahuan dan Sains namun demikian banyak sekali ayat-ayatnya yang mengandung ke 2 pengetahuan tersebut. 

Yang juga tak kalah pentingnya, surat Al-Kahfi ternyata dapat melindungi kita dari fitnah Dajjal yang juga merupakan salah satu dari 10 tanda-tanda besar menjelang Hari Kiamat.  

“Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Dajjal tidak bisa memudharatkannya.” (HR Dailami).

Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal.” (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan, “Dari akhir surat Al-Kahfi.” (HR. Muslim).

Fitnah Dajjal adalah fitnah terberat dalam hidup karena menggabungkan sekaligus ke 4 fitnah di atas, yaitu fitnah agama, fitnah kekayaan, fitnah ilmu dan fitnah kekuasaan

Lebih mengerikannya lagi, fitnah yang disebarkannya tersebut sangat lembut hingga orang tidak merasa sedang tertipu. Kebebasan berpendapat alias demokrasi yang kebablasan diantaranya bahwa tubuh adalah milik pribadi yang adalah haknya untuk berbuat sesukanya hingga melahirkan prilaku menyimpang seperti LGBT, perzinahan, persamaan hak laki-laki dan perempuan, dll adalah salah satu contohnya. Belum lagi sistim ekonomi riba yang telah menyusup ke negara-negara mayoritas Islam tanpa pelakunya merasa sedikitpun bersalah.   

Itu sebabnya Dajjal disebut Al-Masih Al-Dajjal yang berarti Dajjal si pengusap, yang mengusap korbannya dengan penuh “kelembutan dan kasih sayang”. Sebutan yang sama dengan nabiyullah Isa Al-Masih as, namun dengan konotasi negative … Na’udzubillah min dzalik.

Untuk itu Rasulullah mengajarkan umatnya untuk senantiasa membaca doa berikut pada tahiyat akhir shalat.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 7 Agustus 2021.

Vien AM.