Feeds:
Posts
Comments

Pada Kamis 9 April 2026, tepat 40 hari setelah ditutup, penjajah Israel membuka kembali Masjidi Aqsho, Alhmdulillah wa syukurillah.  Hal ini dilakukan bersamaan dengan genjatan senjata antara AS-Israel vs Iran setelah perang berlangsung selama 40 hari. Memang karena alasan itulah Israel menutup masjid ke 3 tersuci tersebut. Selain Masjidil Aqsho mereka juga menutup gereja Makam Kudus yang merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Kristen, selama periode yang sama dan alasan yang sama.

Pembukaan kembali masjid tepat di waktu azan Subuh  tersebut disambut penduduk dengan perasaan lega. Banyak diantara mereka yang menitikan air mata dan melakukan sujud Syukur. Dengan berbondong-bondong mereka memasuki masjid untuk melakukan shalat Subuh berjamaah.  

Namun demikian patut dicermati bahwasanya masjid dibuka dan ditutup sesuka pihak penjajah Israel. Imam masjidil Aqsho memang sempat meminta perhatian kaum Muslimin agar ikut berpikir dan bertanggung jawab atas penutupan masjid tersebut. Namun nyatanya Masjidil Aqsho dibuka kembali  tanpa satupun campur tangan atau tekanan berarti dari kaum Muslimin.

Artinya bukan mustahil Israel suatu saat akan menutupnya kembali sesuka mereka. Apalagi beberapa hari sebelum Israel memutuskan membukanya, mentri Israel secara terbuka telah berani terang-terangan meminta dunia internasional agar umat Yahudi dapat melakukan ibadah di dalam masjid tersebut. Sebelumnyapun beberapa kali ia telah memprovokasi pemukim Israel melakukan hal tersebut. Bahkan pada Agustus 2024, di bawah perlindungan polisi Israel pula, ia memimpin ratusan orang Yahudi memasuki kompleks masjid Aqsho untuk melakukan ritual Yahudi. Dengan sesumbar ia juga mengatakan akan membangun rumah suci di kompleks tersebut.

Kita harus memenangkan perang ini. Kita harus menang dan tidak pergi ke perundingan di Doha atau Kairo,” serunya, menunjukkan jelas tujuan sebenarnya perang melawan Palestina.  

Sontak kementerian Luar Negeri Yordania tegas mengutuk hal tersebut, dan menyebutnya sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional. Yordania adalah penanggung-jawab situs-situs suci di Yerusalem termasuk kompleks Masjidil Aqsho. Hal itu disepakati pada perjanjian damai Yordania-Israel tahun 1994. Status tersebut diperkuat lagi dalam perjanjian Yordania-Palestina pada tahun 2013, yang menegaskan raja Yordania sebagai penjaga situs suci di Yerusalem yang bertugas melindungi, melestarikan, mengelola, dan mewakili kepentingan situs suci pada forum internasional.

Namun kenyataanya Zionis Yahudi Israel tidak pernah berhenti berusaha untuk mencaplok dan merubah status kompleks Masjidil Aqsho, bahkan semakin hari semakin mencolok. Sejumlah arkeolog melaporkan bahwa saat ini sebagian struktur Masjid Al-Aqsa berpotensi mengalami keruntuhan. Ini disebabkan aktivitas penggalian yang dilakukan otoritas Israel di sekitar kompleks suci dan kawasan Kota Tua Yerusalem. Dengan dalih penelitian arkeologis, sejak beberapa tahun terakhir, otoritas Israel secara sistematis menggali terowongan di bawah Al-Aqsa dan sekitarnya.

Lebih parah lagi tidak hanya kompleks masjid namun juga tanah Palestina secara keseluruhan. Ini terbukti dari beredarnya peta baru Israel dengan nama Israel Raya yang wilayahnya meliputi seluruh Israel, Tepi Barat, Gaza, Suriah, Yordania, Lebanon, Mesir dan Arab Saudi.

Jadi apa yang dituduhkan kepada Zionis Israel bahwa mereka sedang melakukan genosida terhadap rakyat Palestina memang sangat masuk akal. Pada akhir Januari 2026 jumlah korban meninggal tercatat mencapai 72 ribu padahal genjatan senjata diberlakukan sejak Oktober 2024. Sementara ribuan korban hilang tak berbekas tak dapat ditemukan hingga hari ini. Itupun masih terus bertambah karena hampir setiap hari secara sporadis tentara Israel terus melakukan pembunuhan hingga detik ini, tidak hanya di Gaza tapi juga di kota-kota Tepi Barat.      

Ditambah lagi dengan adanya Board of Peace buatan Trump serta adanya proposal  “Gaza Reconstitution, Economic Acceleration and Transformation Trust”, atau GREAT, yang berisi tentang rencana gila Trump untuk menyulap Jalur Gaza menjadi resor mewah Riviera Timur Tengah.

https://www.antaranews.com/berita/5078313/trump-siapkan-skema-relokasi-gaza-dengan-token-digital-dan-subsidi

Alasan AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari lalu karena nuklir hanyalah mengada-ada. Persis yang pernah dilakukan AS terhadap Irak pada 2003. Ironisnya lagi serangan pertama ke Teheran tersebut menyasar sekolah anak perempuan usia SD hingga menewaskan ratusan siswanya. Demikian juga serangan Israel ke Lebanon yang dilakukan hanya selang beberapa jam usai genjatan senjata hingga memakan korban lebih 2000 rakyat sipil serta hilangnya ratusan kota/desa di Lebanon, tak syak lagi adalah bagian dari realisasi peta tersebut.        

Maka tak heran bila hari ini negara-negara sekutu Nato mulai menunjukkan keengganannya mengabulkan permintaan Trump agar membantu memboikot Iran. Sejak beberapa hari lalu orang nomor 1 AS tersebut memblokade selat Hormuz setelah gagalnya negosiasi antar ke 2 negara tersebut. Trump menyebutnya sebagai bagian upayanya untuk “mengambil kembali selat Hormuz” yang ditutup Iran, dan memboikot ekonomi Iran.

Anehnya justru negara-negara tetangga Timur Tengah berpenduduk mayoritas Islam yang malah bersekutu membela AS dan Israel. Termasuk juga negara kita tercinta Indonesia. Buktinya cukup banyak, diantaranya dengan tetap menjadi anggota BoP, pidato yang jelas mengatakan “ Israel harus dijamin keselamatannya”, tidak mengutuk langsung AS dan Israel atas gugurnya 3 prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL)  di Lebanon Selatan, tidak spontan menyampaikan duka cita atas gugurnya pimpinan tertinggi Iran. Belakangan bahkan mengecam Iran keras kepala karena tidak mau tunduk kepada AS yang langsung dibalas pejabat Iran karena mereka punya martabat … Masya Allah ..  

Sejarah mencatat bagaimana nasib pemimpin negara yang tidak mau tunduk pada kemauan dan dominasi AS. Diantaranya adalah Fidel Castro dari Kuba (1961), Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi (1973), Saddam Hussein dari Irak (2003),  Muammar Gaddafi dari Libia (2011) dan terakhir Nicolas Maduro serta istri dari Venezuela ( 2026).

https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8412000/11-pemimpin-dunia-yang-pernah-dikudeta-atau-diserang-amerika-serikat.

Namun tampaknya baru kali ini ada seorang pemimpin yang berani secara terbuka mengecam perbuatan ala preman jalanan tersebut. Ia adalah Lukashenko, presiden Belarusia. Di dalam negri AS rakyat sudah mulai muak dengan prilaku presiden mereka. Demo “No King” yang ditujukan kepada kediktatoran Trump merebak di berbagai kota besar AS. Sementara banyak pimpinan tertinggi negara-negara Barat seperti Spanyol, Irlandia, Norwegia, Belanda dll mengecam tindakan brutal Israel. Apalagi setelah parlemen Israel pada awal April ini mengesahkan undang-undang yang sangat kontroversial mengenai hukuman mati bagi tahanan Palestina tanpa perlu proses pengadilan. Untuk diingat,  jumlah tahanan Palestina di penjara Israel per April 2026 dilaporkan melampaui 9.600 orang termasuk perempuan dan anak-anak.      

Menjadi seorang pemimpin memang maha berat apalagi dalam pandangan Islam. Tanggung-jawabnya tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat.  Pemimpin harus bisa bersikap adil, jujur, dan tidak semena-mena, tidak boleh zalim. Pemimpin tidak boleh menyusahkan rakyat dan bangsanya.

Sesungguhnya, dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.”(Terjemah QS. Asy-Syura : 42).

“Ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia.” (HR Muslim).

Umar bin Khattab ra adalah contoh pemimpin terbaik yang pernah dimiliki dalam Sejarah Islam. Khalifah ke dua ini tidak saja piawai dalam memimpin negara yang wilayah kekuasaannya sangat luas, namun juga seorang ahli ibadah yang jujur, amanah dan sangat peduli kepada rakyatnya. Dibawah kekuasaannya Islam mencapai kejayaannya.

Pada masa itu pula Palestina dibawah panglima perang Khalid bin Walid ditaklukan dengan cara damai. Sang khalifah dengan pakaian lusuh datang dari Madinah dengan mengendarai kuda memasuki Yerusalem dengan hanya ditemani seorang ajudannya. Beliau datang untuk memenuhi permintaan Sophronius, patriarch (uskup agung) Yerusalem sekaligus panglima Romawi yang meminta agar perjanjian penyerahan Yerusalem ditandatangani langsung oleh sang khalifah.

Perjanjian tersebut menjanjikan jaminan keamanan penduduk Yerusalem. Tidak ada pertumpahan darah, tidak ada gereja yang dimusnahkan, tidak ada paksaan untuk memeluk Islam. Dan Umarpun memenuhinya hingga Sophroniuspun tanpa ragu menyerahkan kunci kota langsung ke tangan Umar. Penaklukan yang terjadi pada tahun 637 M (15 H) inilah yang membuka jalan bagi penyebaran Islam di Palestina dan menjadikannya wilayah aman di bawah naungan kekhalifahan Islam.

Demikian juga dengan Shalahuddin Al-Ayyubi, penguasa Mesir yang menaklukkan Palestina untuk kedua kalinya. Penaklukan berlangsung dengan damai, menunjukkan perbedaan mencolok antara penaklukan Islam dan penaklukan Salib 88 tahun sebelumnya.

Masjidil Aqsha adalah satu dari tiga masjid paling mulia dalam Islam, tempat yang Allah kaitkan langsung dengan perjalanan Isra’rasulullah. Di tanah suci ini para nabi pernah hidup, berdakwah, bahkan dimakamkan, menjadikannya pusat sejarah dan peradaban tauhid. Masjidil Aqsho Adalah kiblat pertama umat Islam sebelum Allah swt memerintahkannya berpindah ke Masjidil Haram di Mekah.

Janganlah kalian menempuh perjalanan jauh kecuali menuju ke tiga masjid: masjidku ini (Masjid Nabawi), masjid Al Haram, dan masjid Al Aqsha” (HR. Bukhari no. 1115 dan Muslim no. 1397).

Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsa lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad dari Abu Darda).

Adalah tanggung jawab kaum Muslimin, bukan hanya penduduk Palestina, untuk menjaga dan membela Masjidil Aqsha sebagai amanah hingga akhir zaman. Jadi sungguh tidak pantas ketika masjid agung tersebut ditutup oleh penjajah Israel kita hanya berdiam diri bahkan tidak peduli.

Semoga Allah swt ridho membuka hati kaum Muslimin dimanapun berada agar mau bersatu dan berani melawan penjajah Israel dan sekutunya. Kalaupun tidak seberani dan sedasyat saudara-saudara kita di Gaza dan Iran setidaknya seperti mereka yang saat ini berpartisipasi dalam Global Sumud Flotilla yang didukung lebih dari 70 kapal dan sekitar 1.000 peserta dari berbagai negara. Karena tidak perlu menjadi Islam untuk membela rakyat Palestina dan memahami kejahatan Zionis Israel.

Wallahu ‘alam bi shawwab.

Jakarta, 21 April 2026/ 4 Dzulkaedah 1447H.

Vien AM.    

Tragedi Al-Aqsho (1).

Untuk pertama kalinya sejak 1967, Masjidil Aqsho di Al-Quds (Yerusalem)  yang merupakan masjid tersuci ke 3 setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, ditutup. Penutupan oleh otoritas Israel ini dimulai pada 28 Februari 2026  bertepatan dengan 10 Ramadhan 1447 H. Penutupan tersebut berlanjut hingga akhir Ramadhan membuat ribuan warga Palestina tidak bisa menunaikan shalat Iedul Fitri yang merupakan hari raya umat Islam terpenting disamping hari raya Iedul Adha.

Syekh Ekrima Sabri, khatib Masjid Al-Aqsho dan mantan mufti besar Yerusalem, mengeluarkan fatwa agar umat Islam melaksanakan shalat Ied di titik terdekat yang bisa dijangkau dari masjid tersebut. Namun, kehadiran militer yang masif di lorong-lorong Kota Tua membuat situasi tetap mencekam dan rawan bentrokan.

Penutupan dengan dalih keamanan yang diberlakukan tepat pada saat dimulainya serangan AS-Israel ke Iran tersebut tentu saja memicu kemarahan dan kesedihan tidak saja warga Yerusalem namun juga umat Islam seluruh dunia. Hamas menilai penutupan itu sebagai bagian dari kebijakan sistematis yang bertujuan memaksakan kendali penuh atas kompleks Al-Aqsha yang selama 60 tahun berada dibawah kendali otoritas Palestina.

Negara2 Arab tetangga seperti Yordania, Arab Saudi, Qatar, UAE, Kuwait, Bahrain dll segera mengutuk tindakan yang dinilai melanggar kesepakatan internasional tersebut. Sayangnya seperti juga tindakan brutal dan biadab yang selama ini dilakukan Israel terhadap Palestina, Gaza khususnya, Lebanon, Yaman dll hanya sekedar dikutuk tanpa tindakan nyata dan upaya serius untuk menghentikannya. Bahkan atas izin negara-negara teluk dimana pangkalan militer  AS bercokol, AS bisa leluasa menyerang Iran.

Itu sebabnya kemudian Iran menyerang balik pangkalan-pangkalan militer tersebut. Namun sayangnya sekali lagi, negara-negara teluk berpenduduk mayoritas Islam tersebut tidak mau trima,  dengan alasan serangan Iran menimpa sejumlah fasilitas vital meski Iran menyangkalnya. Belakangan terbukti bahwa itu adalah perbuatan sengaja AS !! Sungguh sebuah upaya adu domba yang tidak lucu.   

Ajaibnya lagi tanpa sedikitpun rasa malu Israel mengadu kepada PBB bahwa Iran telah melanggar perjanjian internasional dengan mengebom kota-kota Israel hingga mengakibatkan korban sipil. Lupa seolah dunia tidak melihat apa yang dilakukannya di Gaza dimana kota luluh lantak, puluhan ribu korban meninggal sebagian besar anak-anak dan perempuan.    

Di saat yang sama ketika perhatian dunia tersedot ke arah perang AS-Israel melawan Iran, pemukim Yahudi dengan dibantu tentara Israel seenaknya menyerobot lahan dan rumah penduduk Palestina di kota-kota Tepi Barat serta mengusir sang pemilik bahkan menganiaya dan membunuhnya. Mereka juga seenaknya memasuki area Masjidil Aqsho dan melakukan ritual agama mereka.

Begitupun Gaza yang katanya sedang dalam keadaan genjatan senjata, namun tak henti-hentinya pasukan Israel menjatuhinya bom hingga detik ini. Truk-truk bantuan makanan dan obat-obatan yang merupakan bagian dari perjanjian genjatan senjata  juga mengalami pemblokiran membuat rakyat Gaza terus menderita kelaparan akut dan kesengsaraan berkepanjangan.    

Sejumlah ulama spesialis akhir zaman, termasuk Shamsi Ali, imam besar asal Indonesia yang berdomisili di New York, Amerika Serikat, secara tegas menyatakan bahwa tindakan provokatif Israel merupakan usaha demi terwujudnya impian Zionis yaitu Israel Raya dengan Yerusalem sebagai ibukota. Lebih khusus lagi demi tegaknya kembali the Kingdom of David alias Temple of Solomon yang berdiri tepat di atas Masjidil Aqsha, persis prediksi Rasulullah s.a.w ribuan abad silam.  

Padahal perbuatan biadab dan kekejian yang dilakukan Yahudi Israel dibantu sekutu sejatinya AS yang sudah sangat keterlaluan itu, sesungguhnya hanyalah akan mempercepat datangnya siksaan dan hukuman Allah sebagaimana ayat 7 surat Al-Isra’ berikut,

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”.

Ayat diatas memastikan akan lenyapnya bangsa Yahudi dari permukaan bumi ini. Maha Suci Allah yang memberitahukan kepada kaum Muslimin bahwa kaum Muslimin akan memasuki Masjidil Aqsa, sebagaimana pertama kali dahulu (di masa pemerintahan Umar bin Khathab r.a menaklukan bumi Palestina). Namun dengan catatan bila kaum Muslimin bersatu sebagaimana penaklukan pertama. Allah swt bahkan telah menjanjikan pertolongan dengan batu yang dapat berbicara.

“Kaum Yahudi nanti akan memerangi kalian. Akan tetapi, kalian (diberi kekuatan) menguasai (mengalahkan) mereka, kemudian (sampai) batu pun berkata, ‘Wahai Muslim, ada orang Yahudi di belakangku, bunuhlah dia.‘” (HR Tirmidzi No. 2236).

Dr. Bassam Nahad Jarrar dalam buku terjemahan “Kehancuran Israel tahun 2022” menguraikan bahwa dua janji Allah kepada Bani Israil yang diturunkan dalam kitab Taurat dan Al-Quran baru terlaksana sekali. Berarti masih akan terjadi sekali lagi. Menurutnya, dalam Kitab Taurat, Allah telah memutuskan bahwa bani Israil akan memasuki bumi yang diberkati, yaitu Palestina. Bahkan di sana mereka akan mendirikan pemerintahan. Tetapi kemudian mereka membuat kerusakan besar sehingga menyebabkan Allah swt menghukum mereka dengan cara mengirim hamba-hamba-Nya yang tangguh, itulah umat Islam. Setelah kerajaan mereka binasa, mereka diusir dan dicerai-beraikan.

Masalahnya, akankah umat Islam bersatu, dalam waktu dekat ini?? Sampai kapan umat Islam akan terus tunduk dan mengekor AS dan Israel yang saat ini memang sedang diberi Allah swt kejayaan yang menyesatkan??  Padahal negara-negara Nato sekutu dekat AS seperti Spanyol, Italia, Inggris, Perancis dan Jermanpun sudah menyatakan kemuakannya dan tidak ingin telibat perang melawan Iran. Dan Iranpun sudah secara terbuka mengajak negara-negara Muslim untuk bersatu melawan kejahatan AS dan Israel.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):51).

Atau akankah Iran yang dengan gagah berani sendirian terus menghadapi Yahudi Israel hingga memborong balasan pahala tertinggi dari-Nya tanpa satupun kita mendapatkan bagian pahala? Alangkah meruginya !!! Karena sesungguhnya ketetapan Allah Azza wa Jala pasti terjadi meski tak satupun manusia di dunia ini berpartisipasi.

Kami tidak berniat hendak memerangi Abrahah karena kami tidak memiliki kekuatan untuk itu. Rumah suci itu ( Ka’bah) adalah milik Allah yang dibangun oleh nabi Ibrahim a.s.  Jika Allah  hendak mencegah penghancurannya itu adalah urusan Pemilik Rumah suci itu tetapi jika Allah hendak membiarkannya dihancurkan orang maka kami tidak sangggup mempertahankannya”.

Itulah jawaban pemuka Quraisy penguasa Mekah  penjaga Ka’bah, Abdul Mutthalib kakek Rasulullah Muhammad s.a.w atas tantangan Abrahah penguasa Yaman yang datang ke Mekah dengan pasukan gajahnya yang bertujuan menghancurkan Ka’bah. Maka Allah swt mendatangkan pertolonganNya sebagaimana terekam dalam surat Al-Fill berikut,

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka`bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)”.  

Akhir kata, semoga kita bisa mengambil hikmahnya, menjadi bagian kemenangan semampu kita meski hanya dengan doa yang sejatinya adalah senjata terkuat umat Islam, aamiin …

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 26 Maret 2026 / 6 Syawal 1447 H.

Vien AM.

Trump kembali berulah. Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama sekutu dekatnya, Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran setelah sebelumnya berulang kali mengeluarkan sejumlah ancaman. Serangan brutal tersebut selain memakan korban ratusan murid sekolah dasar meninggal juga menyebabkan wafatnya Ali Khamenei, pimpinan tertinggi spiritual Iran.   

Sudah pasti Iran murka dan langsung membalas serangan tersebut. Sasarannya selain wilayah Israel juga pangkalan militer AS yang berada di negara-negara teluk seperti UEA, Qatar, Kuwait dll. Ironisnya, negara-negara teluk berpenduduk mayoritas Muslim tersebut tidak mau trima dan bersumpah akan membalasnya. Meski memang kabarnya ada target fasilitas umum yang terdampak.   

Sebaliknya negara-negara NATO ragu-ragu mengabulkan permintaan Trump agar pangkalan militer mereka diizinkan untuk digunakan menyerang Iran. Mereka beralasan tindakan kedua negara tersebut tidak sejalan dengan PBB dan dianggap mengabaikan sistim hukum internasional yang berlaku. Sejumlah negara bahkan berani memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Sementara beberapa negara menarik duta besar mereka, Spanyol salah satunya.  

Di Indonesia sendiri umat Islam berbeda pendapat, antara yang berpihak kepada AS-Israel dan kepada Iran. Alasan utamanya karena Iran adalah Syiah yang selama ini dianggap tidak sama dengan Islam bahkan memusuhi Islam Sunni yang merupakan mayoritas di Indonesia. Sementara itu Prabowo terlihat ragu memberikan pernyataan duka cita atas wafatnya Khameini, dan akhirnya baru mengirimkan pernyataan tersebut 5 hari setelah tragedi. Padahal sejak awal dubes Iran di Indonesia secara resmi telah memohon dukungan resmi Indonesia.  

Di luar itu banyak pihak termasuk ikatan dosen UGM, Unpad, wakil presiden Jusuf Kalla, MUI dll tak lama setelah serangan brutal tersebut kembali meminta Prabowo agar keluar dari BoP yang baru ditanda-tangani beberapa waktu lalu. Dengan alasan selain isi perjanjian yang sangat tidak seimbang bahkan cenderung memberatkan rakyat, tidak melibatkan  Palestina juga prilaku Amerika sebagai pencetus ide perdamaian namun justru bertindak sebagai biang kericuhan.

Kabar terakhir berkenaan dengan Trump adalah ancamannya kepada Kuba sebagai next target setelah Iran. Usut punya usut ternyata pada (5/9/2025) dalam konferensi pers di Gedung Putih secara resmi ia mengumumkan perubahan nama Departemen Pertahanan Amerika Serikat menjadi Departemen Perang. Alasannya mengikuti apa yang pernah dilakukan pendahulunya. “Dengan nama inilah Departemen Perang, bersama dengan Departemen Angkatan Laut yang kemudian dibentuk, memenangkan Perang 1812, Perang Dunia I, dan Perang Dunia II, yang menginspirasi kekaguman dan kepercayaan diri pada militer negara kita, dan memastikan kebebasan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Amerika,” ucap Trump pongah, jelas mencerminkan kesukaannya dengan perang!

Sehubungan dengan Syiahnya Iran, sejumlah ulama besar seperti UBN ( ust Bahtiar Nasir) dan UAH ( ust Adi Hidayat) mengemukakan pendapat bahwa tindakan AS dan Israel bukan asal dasar pertimbangan agama melainkan politik. Sebagaimana tindakan keji Trump menculik presiden Venezuela yang berlatar politik maka seharusnya kitapun mencelanya. Mengenai menshalati almarhum Khameini secara ghaib karena tidak sesuai syariah sebaiknya tidak usah dilakukan.

Namun Iran tetap perlu dibela apalagi kita semua tahu Iran adalah satu-satunya negara yang secara aktif berpihak kepada Palestina. Palestina dimana didalamnya berdiri Masjidil Aqsho yang harus dijaga keberadaannya bukan hanya oleh rakyat Palestina namun juga oleh seluruh umat Islam, jangan sampai jatuh ke tangan pihak lain apalagi Israel. Jadi isu Palestina tidak cuma sekedar kemerdekaan Palestina tapi juga jaminan keamanan dan kepemilikannya.

Iran dibawah bendera Republik Islam Iran juga dikenal sebagai satu-satunya negara yang tidak mau tunduk kepada AS. Maka tak heran AS dan Israel begitu bernafsu menjatuhkan pemerintahan Iran agar dapat segera menggantinya dengan Reza Pahlevi, putra mahkota syah Iran yang dilengserkan melalui revolusi Iran pada tahun 1979, dan yang sejak itu terpaksa mengasingkan diri ke AS.

Iran dibawah dinasti Pahlevi yang sekuler, yang berkuasa sejak tahun 1925 hingga 1979 dikenal sangat loyal pada Barat, AS khususnya. Dinasti ini berkuasa melalui kudeta yang dibantu Inggris dan AS. Dibawah syah Iran Reza yang sangat memuja Koresy agung, pendiri empurium Persia, ia mengubah awal kalender Iran dari Kalender Hijriyah ke tahun penobatan sang pujaan hati.  

Dan kini secara terang-terangan putra mahlota tersebut telah menyatakan kesiapannya untuk memimpin kembali Iran. Dalam rekaman yang viral di media sosial X, Jumat (6/3/2026), ia bahkan mengajak Eropa bergabung dengan AS dan Israel untuk “perang Salib “ melawan Iran. Menjadi pertanyaan besar, perang Salib yang pernah terjadi beberapa kali pada lampau itu, adalah perang antara pasukan Islam melawan pasukan Kristen. Artinya ia secara jelas menempatkan diri sebagai musuh Islam !

https://www.cnbcindonesia.com/news/20260306120442-4-716614/putra-shah-iran-serukan-perang-salib-lawan-teheran-minta-eropa-ikut

Belum lagi dengan wacana yang dilontarkan PM Israel Netanyahu yang mengajak negara-negara Teluk untuk memerangi Syiah-Sunni. Apa maksudnya?? Apa yang ada di benaknya tentang negara-negara Teluk? Apakah ia tidak melihatnya sebagai pemeluk Islam???    

Sementara itu pada waktu yang sama Masjidil Aqsho yang merupakan kiblat pertama umat Islam hari ini memasuki hari ke 8 ditutup baik untuk shaalat Isya, Taraweh maupun shalat Jumat. Shalat Jumat bahkan sudah tiga kali Jumat. Ustad Hasan Gaza pada Jumat 6 Maret juga mengabarkan bahwa ia mendapat bocoran video yang menampilkan Yusif Izrai seorang rabbi Yahudi, bahwa masjid utama ke 3 termulia tersebut akan dihancurkan lewat skenario drone Iran yang tersasar. Na’udzubillah min dzalik.

Tak dapat disangkal Israel adalah bangsa yang sejak dulu suka berbuat berbagai fitnah kejahatan. Antisemit ( kebencian bangsa Eropa terhadap bangsa Israel) yang sempat lama melanda Eropa adalah salah satu buktinya. Mohammad Safa, seorang direktur eksekutif non pemerintah (PVA) yang juga anggota perwakilan utama PBB, melaporkan bahwa rudal yang membidik pasukan PBB di Lebanon adalah hasil kerja rahasia Israel yang berusaha mengadu domba antar negara teluk. Persis seperti skandal Lavon Affair yang pernah dilakukan Israel untuk mengadu domba Mesir dan AS pada tahun 1954.    

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Fenomena diatas telah diprediksi Rasululah saw ribuan tahun silam. Saat ini kita berada di tahap 4 dari 5 sistim pemerintahan yaitu Mulkan Jabariyyah ( raja/ penguasa dzalim yang tidak memegang teguh Al-Quranul Karim). Saat dimana dunia dengan segala kenikmatan dan gemerlapnya membutakan kita dari hari akhirat. Saat semua negara tergoda untuk berlomba mencapai kemajuan dalam segala bidang kehidupan tak peduli harus berhutang sebesar apapun, tak peduli kepada siapa kita berhutang, pun bila harus membayar bunga pinjaman berkali lipat pinjaman padahal Islam jelas-jelas melarangnya.   

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. …” ( Terjemah Al-Baqarah (2):249).

Sungguh berat tugas seorang pemimpin menjaga amanah apalagi memasuki akhir zaman ini. Tak heran bila syurga tertinggi adalah balasannya jika bisa berbuat adil namun neraka bila zalim.

Sesungguhnya, dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (Terjemah QS Asy-Syura (42: 42).

Sebaliknya bagi umatpun berat hidup di masa ini, perlu kesabaran extra menghadapinya. Tetap berjalan di atas kebenaran, mengikuti arus zaman namun kokoh tidak hanyut dalam arus kenikmatan yang menyesatkan serta tetap berbuat sesuai kemampuan.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 49).      

“Sebab di belakang kalian ada hari-hari (yang kalian wajib) bersabar, sabar pada saat itu seperti seseorang yang memegang bara api, dan orang yang beramal pada saat itu pahalanya sebanding dengan lima puluh kali amalan orang yang beramal seperti amalnya, ia menambahkan untukku, “seperti amalan selainnya.” Abu Tsa’labah bertanya, “Wahai Rasulullah, seperti pahala lima puluh orang dari mereka!” beliau menjawab: “(Bahkan) seperti pahala lima puluh orang dari kalian.” (Riwayat Abu Dawud 3778).

Semoga Ramadhan kali ini Allah swt benar-benar ridho mengampuni segala dosa dan menerima amal ibadah kita, tidak saja amal pribadi seperti shalat, puasa, tilawah, zakat infak sodaqoh namun juga kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan ujian maha berat seperti yang dialami rakyat Palestina, Gaza khususnya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …  

Jakarta, 22 Ramadhan 1447 H/ 12 Maret 2026 M.

Wallahu’alam bi shawwab.

Vien AM.

Gaza dan Board of Peace.

Board Of Peace adalah sebuah badan internasional keamanan yang kalau dibaca dari namanya terdengar meneduhkan. Dalam laporannya badan ini dibentuk dengan tujuan khusus untuk membangun Gaza yang porak poranda paska genosida yang dilakukan Israel selama 2 tahun sejak 7 Oktober 2023 hingga dicapainya genjata senjata pada 10 Oktober 2025 dan telah menewaskan lebih dari 67 ribu orang meninggal. Selanjutnya badan ini mengeluarkan piagam yang harus ditanda-tangani para kepala Negara sebagai tanda persetujuan kesediaan menjadi salah satu anggotanya. Termasuk yang dilakukan presiden kita Prabowo di Davos, Swiss pada Kamis (22/1/2026).

Sayangnya pencetus lahirnya badan ini adalah Donald Trump, presiden AS sekutu dekat Israel yang selama ini selalu memveto apapun yang berhubungan dengan keselamatan dan kemerdekaan Palestina. Aneh bukan??? Apalagi ditengah genjatan senjata yang hampir setiap hari selama 3 bulan tersebut selalu dilanggar Israel hingga menambah korban meningkat menjadi lebih dari 70 ribu korban meninggal !!.

Tak dapat dipungkiri orang no 1 AS ini memang suka sekali melakukan hal-hal kontroversial. Penculikan Nicolas Meduro, presiden Venezuela, di kediamannya di Caracas ibu kotaVenezuela ini terjadi pada 3 Januari 2026 lalu. Tragedi yang menelan korban tewas 83 orang, termasuk 47 pasukan keamanan presiden ini benar-benar telah melanggar kedaulatan sebuah Negara merdeka.

Pada saat yang sama, Trump juga melontarkan ancaman serupa kepada Gustavo Petro, presiden Kolombia yang selama puluhan tahun dikenal sebagai sekutu dekat dalam perang melawan narkotika. Berkali-kali Trump juga mengungkapkan keinginan menggebunya membeli paksa Green Land,  pulau terbesar di dunia milik Canada, tetangga terdekatnya, yang subur dan kaya sumber daya alam.          

Belum lagi ancamannya presiden AS tersebut untuk campur tangan di Iran dengan dalih persoalan nuklir dan tuduhan mengenai penindasan mematikan terhadap demonstran padahal belum terbukti benar. Disamping itu Trump juga membuat keputusan kenaikan tarif import barang dari Negara lain yang membuat banyak negara terbelalak karena dinilai memberatkan.

Di dalam negri ulah Trump juga membuat rakyatnya gelisah, diantaranya berkenaan dengan harga-harga yang terus naik dan masalah keimigrasian. Beberapa waktu lalu petugas imigrasi telah menembak mati 2 orang warganya serta menangkap seorang bocah imigran usia 5 tahun yang akhirnya memicu demonstrasi besar-besaran di negri paman Sam tersebut. Dan untuk yang kesekian kalinya isu pemakzulan Trump berkembang.

Isu mengenai kondisi kejiwaan Donald Trump telah beredar beberapa saat setelah ia dilantik menjadi presiden Amerika Serikat. Sedikitnya ada 10 hal terungkap dalam buku berjudul “Fire and Fury: Inside the Trump White House”, karya jurnalis Michael Wolff. Terakhir, pada acara penghargaan musik Grammy Awards, sejumlah artis mengenakan pin anti-ICE (Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS). Sementara beberapa pemenang penghargaan di atas panggung secara terbuka mengkritik berbagai kebijakan dan prilaku presiden mereka.

Termasuk host acara bergengsi tersebut, yang melontarkan lelucon yang menyinggung hubungan Trump dengan Jeffrey Epstein. Jeffrey Epstein adalah seorang  milyarder sekaligus pelaku perdagangan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur yang mengguncang Amerika Serikat dan menarik perhatian dunia karena banyak melibatkan tokoh ternama. Akibatnya Trumppun mengancam akan mengejar host acara tersebut agar mempertanggung-jawabkan lelucon yang ia anggap tidak benar. Teranyar, rakyat Amerika dibuat geger akibat video yang diunggah di akun Truth Social milik Trump. Video tersebut menampilkan potongan gambar mantan presiden AS Barack Obama dan ibu Negara Michelle Obama yang diedit menjadi monyet. Meski hanya beberapa detik video tersebut menuai kecaman luas karena dinilai rasis.

Kembali pada isu Palestina, Gaza khususnya. Pada Ahad (31/8/2025) surat kabar terkenal AS, Washington Post, melaporkan adanya proposal  “Gaza Reconstitution, Economic Acceleration and Transformation Trust”, atau GREAT, yang berisi tentang rencana gila Trump untuk menyulap Jalur Gaza menjadi pusat wisata.

https://www.antaranews.com/berita/5078313/trump-siapkan-skema-relokasi-gaza-dengan-token-digital-dan-subsidi

Dalam proposal setebal 38 halaman tersebut disebutkan ia akan mengelola Gaza selama setidaknya 10 tahun, membangunnya kembali menjadi resor wisata dan pusat manufaktur. Dan bahwa  warga Gaza akan ditawarkan iming-iming US$5.000 ( setara Rp82 juta ) untuk keluar dari Gaza secara sukarela dan akan dirancang agar terlihat seperti “sukarela”.  

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20250901174522-120-1268955/rencana-gila-trump-bikin-gaza-pusat-wisata-warga-diimingi-rp82-juta.

Sebagai imbalan, Israel bakal mendapatkan sebagian Tepi Barat dimana berdiri di dalamnya Masjidil Aqsho, masjid ke 3 tersuci umat Islam. Dan memang saat ini pemerintah Israel telah mengeluarkan berbagai peraturan yang menandakan pencaplokan Tepi Barat sedang berlangsung. Itu sebabnya penyerbuan tentara Israel ke banyak kota di Tepi Barat terus meningkat. 

Rencana tersebut amat sangat sejalan dengan seruan Trump pada Mei 2025 yang menyebut akan membuat Gaza jadi resor mewah Riviera Timur Tengah. Hebatnya lagi, rencana tersebut digadang-gadang akan menghasilkan keuntungan tanpa menggunakan dana pemerintah AS. Dengan demikian tak perlu kita heran mengapa tiap peserta piagam Board of Peace buatan Trump diminta membayar 17 triyun rupiah !   

Tentu saja hal tersebut memicu protes banyak orang dan pihak di Indonesia termasuk MUI dan banyak tokoh-tokoh penting seperti diplomat Dino Patti Jalal yang meminta Prabowo agar tidak memenuhinya. Masalahnya tidak hanya iuran sebesar itu, apalagi saat ini dengan banyaknya bencana yang menimpa negri ini. Tapi juga siapa sebenarnya yang akan menikmati uang yang akan digunakan untuk membangun Gaza tersebut, betulkah rakyat Gaza??? Benarkah kota ala Barat modern dimana gedung pencakar langit bertebaran, pantai yang tadinya tenang dan damai disulap menjadi dengan resor yang dijejali bule-bule berbikini akan membuat rakyat Gaza senang dan bahagia??

Jika memang demikian impian mereka mengapa mereka rela berperang mati-matian mengorbankan begitu banyak anggota keluarga, rumah, sekolah,masjid, rumah sakit, kantor dll hancur lebur demi mempertahankan tanah air mereka??  Gaza adalah tanah milik bangsa Palestina. Mengapa tiba-tiba ada orang asing masuk, seenaknya membuat rencana pembangunannya lalu mengajak orang lain untuk berpartisipasi, bahkan ikut saweran tanpa pihak tuan rumah dilibatkan??  

Bukankah saat ini genjata senjata tahap ke 2 sedang berlangsung, ntah gencatan senjata yang keberapa dalam 2 tahun terakhir ini. Tahap yang semestinya pemerintahan transisi sedang dibentuk. Hamas yang telah memerintah wilayah tersebut sejak 2007 bahkan sudah bersedia menyerahkan kekuasaan kepada Otoritas Palestina yang selama ini mengelola Tepi Barat, namun setelah mengalami reformasi nanti.  Meski Hamas tidak bersedia menyerahkan senjata sebelum pemerintahan Palestina benar-benar terbentuk demi mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan. Sesuatu yang sangat wajar mengingat Israel yang terbukti sering melanggar janji dan memang jelas-jelas berniat mencaplok tanah Palestina secara keseluruhan.  

Menjelang genjatan senjata 10 Oktober 2025 lalu, Israel “baru” menguasai 53 % tanah Gaza. Tapi karena tekanan dunia Netanyahu terpaksa menerima genjatan senjata, disamping memang Israel telah kehabisan tenaga menghadapi perlawanan sengit Hamas dan fraksi-fraksinya. Dalam perjanjian genjata senjata yang ditanda-tangani AS, Qatar dan Turki juga disebutkan tidak akan ada warga Palestina yang akan dipaksa meninggalkan Gaza, mereka yang ingin pergi akan bebas kembali. Namun bukti di lapangan berkata sebaliknya. Israel terus melakukan pelanggaran serius. Tampak jelas bahwa BoP buatan Trump yang muncul tak lama setelah genjatan senjata itu sejatinya adalah lanjutan usaha Israel untuk merebut tanah Gaza yang tersisa, tanpa harus berperang. Ironisnya bahkan dibantu negara-negara Muslim yang ikut menanda-tanganinya.

Tak heran bila kemudian Negara-negara Barat sekutu AS menolak bergabung dalam badan tesebut dengan alasan rakyat Palestina berhak menentukan nasibnya sendiri bukan didikte pihak lain. Alasan yang sama dengan Negara tetangga kita, Malaysia, yang menolak bergabung. Hal yang sungguh patut diacungi jempol. Lebih lanjut Negara-negara yang menolak begabung tersebut juga mengganggap bahwa BoP mengangkangi PBB. Meski PBB sendiri selama ini tidak berdaya menghadapi ulah Israel yang selalu didukung AS. Saat ini hanya AS satu-satunya Negara pemegang veto yang memveto kemerdekaan Palestina. Inggris belakangan mendukung kemerdekaan Palestina. Sementara PM Israel Netanyahu berkali-kali terang-terangan menolak mentah-mentah. Anehnya lagi Israel masuk sebagai anggota BoP, sedangkan Palestina tidak.

Sungguh miris mendengar  presiden kita dengan lantang dan percaya diri malah berpidato di depan majlis internasional bahwa Israel harus dilindungi bila Palestina ingin mendapatkan kemerdekaannya. Bahkan hingga dua kali hal tersebut disampaikan dalam forum internasional yang sudah barang tentu langsung mendapat pujian dari Trump maupun Netanyahu.  

Menyadari gelombang protes banyak pihak, Prabowopun segera mengundang sejumlah ormas dan tokoh yang tidak setuju dengan tindakannya tersebut. Hasilnya, usai pertemuan menteri agama Nasaruddin Umar yang sebelumnya menjabat imam besar Istiqlal dan pernah menghebohkan umat karena kedekatannya dengan Israel mengumumkan bahwa 16 ormas termasuk MUI, Muhammadiyah dan NU telah merubah pendirian menjadi setuju meski dengan opsi harus dapat keluar bisa ternyata tidak sesuai tujuan utama yaitu kemerdekaan Palestina. Nasaruddin bahkan berani menyamakan tindakan Prabowo tersebut dengan perjanjian Hudaibbiyah yang tentu saja membuat umat geleng-geleng kepala.    

Sontak Muhammad Gaza seorang ustad muda yang konsiten berjuang untuk Palestina dan sempat lama tinggal di Gaza bahkan menikahi gadis setempat mengingatkan adanya upaya adu domba rakyat Indonesia antara yang pro dan kontra BoP. Dan ini sudah terbukti dengan dibullynya ustad Felix Siaw, ustad yang sejak awal konsisten membela Palestina. Untuk diingat, di negri yang katanya mayoritas Muslim ini Yahudi pesek memang cukup banyak.

Syukur Alhamdulillah berita terbaru mengabarkan bahwa Muhammadiyah meminta pemerintah untuk menunda keanggotaan di BoP. Ini dikemukakan setelah mempelajari lebih dalam isi BoP yaitu bahwa Trump adalah ketua BoP seumur hidup dan hanya ia satu-satunya pemegang hak veto. Semoga ormas lain segera menyusul dan Prabowo mau mendengar sebelum terlanjur mengirimkan sekitar 8000 pasukan TNI ke Jalur ke Gaza sebagai bagian dari ISF (Pasukan Stabilisasi Internasional) di bawah payung BoP. Pimpinan Hamaspun segera mengingatkan bahwa setiap pasukan internasional harus berpegang pada peran netral di perbatasan dan tidak mengambil posisi yang bertentangan dengan kehendak rakyat Palestina atau menjadi pengganti pendudukan Israel.

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imron (3):54).

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 12 Februari 2026/ 24 Sya’ban 1447H.

Vien AM.

Di jantung negara bagian Texas, Amerika Serikat, di sebuah kota kecil yang seluruhnya beragama Kristen dan hampir tidak ada seorang pun yang tahu tentang Islam, hidup seorang pemuda bernama Robert DuVilla. Ia tinggal di sebuah panti asuhan Kristen.

Robert mengalami kecelakaan mobil dahsyat yang membuatnya lumpuh total dari leher ke bawah. Ia hanya dapat mengendalikan tubuhnya dengan mata dan lidahnya, dan bergantung pada komputer yang dikendalikannya dengan perintah suara untuk menjelajah dan berkomunikasi secara daring. Robert adalah seorang Kristen yang taat dan berpendidikan yang bersyukur kepada Tuhan atas karunia kehidupan meskipun memiliki cacat fisik yang parah. Namun, ia mencari jalan yang lebih dekat kepada Tuhan, jadi ia berterima kasih kepada Tuhannya dan menerima kehendak-Nya.

Kemudian datanglah penglihatan yang mengubah segala nya. Ia melihat dalam mimpinya,seorang pria yang berkata kepadanya: “Allah tidak mengutus para utusan untuk disembah selain Dia, melainkan Dia mengutus mereka agar manusia menyembah Allah semata. Yesus, semoga kedamaian menyertainya, adalah seorang nabi manusia yang makan, minum, dan perlu menggunakan kamar mandi seperti manusia lainnya. Dia bukanlah tuhan, tetapi seorang utusan dari Tuhan Semesta Alam”.

Robert terbangun dan menyadari bahwa pria dalam mimpinya adalah Nabi Muhammad ﷺ. Ia segera menggunakan perintah suara untuk membuka Google dan mencari “Muhammad, Rasulullah.” Di sana, ia menemukan Islam. Dia membaca tentangnya, menonton debat dan ceramah dari para pendakwah Amerika, dan mengikuti ceramah Syekh Noman Ali Khan, yang diikuti oleh jutaan orang di seluruh dunia (seorang pendakwah Amerika keturunan Pakistan, pendiri Institut Bayyinah untuk pengajaran Al-Quran dan bahasa Arab).

Dengan kesederhanaan yang menakjubkan, Robert masuk Islam sendirian di dalam rumah, melafalkan dua kalimat syahadat tanpa benar-benar bertemu dengan seorang Muslim pun, dan tanpa beranjak dari tempat tidurnya. Ia mulai belajar bahasa Arab secara otodidak, menghafal Surah Al-Fatihah dan kemudian sepuluh surah pendek lainnya, dan mulai melafalkan Al-Qur’an dengan suara yang jelas meskipun lumpuh.

Suatu hari, ketika ia sedang membaca Surah Al-Asr dengan suara lantang: “Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, yang saling menasihati dalam kebenaran, dan yang saling menasihati dalam kesabaran.”

Seorang pekerja perawat asal Mesir di gedung itu mendengar suaranya. Pemuda ini telah menjauhkan diri/murtad dari Islam dan memeluk gereja, jadi dia terkejut mendengar Al-Quran di tempat yang tidak pernah dia duga.

Dia mendekat dan bertanya kepada Robert, “Apa yang sedang kamu dengarkan?

Robert menjawab: “Saya tidak mendengarkan… Saya yang membaca.”

Pemuda Mesir itu bertanya kepadanya: “Apakah Anda seorang Muslim?

Robert berkata: “Ya, saya masuk Islam.

Robert menceritakan seluruh kisahnya: visi untuk mencari Islam, dan komitmennya pada Al-Quran dan salat meskipun memiliki keterbatasan fisik. Pemuda Mesir itu sangat terpengaruh, sehingga ia kembali kepada agamanya dan memeluk Islam serta menjadi teman dekat Robert. Dia senantiasa duduk bersamanya, mengajarinya, dan berdoa kepada Tuhan agar mengabulkan keinginan Robert untuk bertemu dengan Sheikh Noman Ali Khan, yang sangat dicintai dan diidolakan Robert.

Alhamdulillah… Setelah beberapa saat, pemuda Mesir itu datang ke sebuah masjid tempat Syekh Numan datang untuk memberikan khutbah. Setelah salat Jumat, pemuda Mesir itu menceritakan seluruh kisahnya kepada Syekh Numan, dan ia berkata kepadanya: “Saya rasa Allah telah mengabulkan doa Robert dan doa saya.”

Syekh Nauman Khan memutuskan untuk segera mengunjungi Robert. Dia pergi bersama tim dari Bayna Institute ke panti jompo dan bertemu Robert, dan ia sangat gembira. Robert diminta untuk membacakan sebuah surah, lalu ia membacakan Surah Al-Asr dengan suara merdunya… dan semua orang menangis, air mata mengalir di wajah mereka.

Kemudian, Robert bersikeras untuk pergi ke salat Jumat di masjid untuk pertama kalinya. Ia merasakan sakit di tulang punggungnya karena guncangan di jalan dan iapun diberitahu bahwa ia tidak akan bisa menggunakan kursi roda selama berbulan-bulan, tetapi ia berkata: “Saya tidak pernah merasa setenang ini dalam hidup saya seperti saat berada di masjid. Nanti setelah sembuh, saya akan kembali melaksanakan salat Jumat setiap minggu, karena saya belum pernah merasakan ketenangan batin seperti ini sebelumnya.”

Syekh Nouman Ali Khan berkata tentang Robert: “Saya belum pernah melihat wajah yang secerah dan setenang wajahnya. Robert benar-benar puas dengan hidupnya, sangat bahagia. Tujuh atau delapan pidato terakhir saya berkisar pada sebuah kata yang dia ucapkan. Robert adalah guru saya, syekh saya… Jika seseorang bertanya siapa syekh saya, saya akan menjawab: Robert Duvilla.”

Kisah ini membuktikan bahwa Allah membimbing siapa pun yang Dia kehendaki, bahkan jika mereka berada dalam kesendirian dan ketidakberdayaan yang paling besar, dan bahwa Islam menyentuh hati dengan cara yang paling sederhana…

Segala puji bagi Dia yang menjadikan orang lemah sebagai alasan untuk membimbing orang lain, dan menjadikan orang cacat sebagai inspirasi bagi orang sehat. Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat zalim.

Robert Devila, ia meninggal dunia pada Juli 2022.

Kami memohon kepada Allah agar mengampuninya, mengasihaninya, dan menganugerahinya taman-taman yang luas di Surga, serta menganugerahi kami dan Anda keteguhan dalam agama-Nya, agama Islam.

Wallahu’alam.

Jakarta, 11 Februari 2026.

“Life begins at 40”.

“Life begins at 40” yang diartikan dalam bahasa Indonesia dengan “hidup dimulai pada usia 40” adalah pepatah Barat yang tidak asing di telinga kita. Ini untuk menggambarkan bahwa orang di usia 40 mulai matang, siap memasuki tahapan yang stabil baik secara finansial maupun emosional. Menandakan pada usia inilah karier seseorang mulai menanjak pesat.  

Namun siapa sangka ternyata pepatah Barat diatas sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana ayat 15 surat Al-Ahqof berikut :

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, “ … … sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai EMPAT PULUH TAHUN ia berdo`a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

Ayat di atas menunjukkan bahwa orang di usia 40 akan mengalami kematangan jiwa. Ia baru menyadari betapa banyak nikmat yang Allah swt telah ia dapatkan. Mulai dari nikmat dalam perut ibu yang telah mengandung dan menyusuinya selama 30 bulan ( dalam kandungan antara 6-9 bulan dan menyusui maksimal 24 bulan) hingga ia dewasa menikah dan mendapat keturunan. Untuk itu maka ia bertobat dan memohon petunjuk kepada Sang Pencipta bagaimana cara mensyukuri nikmat tersebut.    

Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-’Adhim (7/280) berkata, “Umur 40 tahun adalah umur dimana akal seseorang menjadi sempurna, pemahamannya lebih matang dan cenderung lebih bijak”. 

Tak heran bila Allah swt mengangkat nabi Muhammad ﷺ  menjadi rasul pada usia 40 tahun. Dengan demikian dapat disimpulkan, selain kematangan finansial dan emosional, kematangan spritualpun dialami oleh orang di usia 40.

Usia 40 tahun adalah usia yang istimewa dan mengandung banyak rahasia maupun hikmah. Pada usia 40 biasanya seseorang telah berkeluarga dan memiliki anak usia remaja, sementara kedua orangtuanyapun kemungkinan besar masih ada. Hingga dengan demikian dalam waktu bersamaan ia memiliki dua generasi yang menjadi tanggung jawabnya. Yaitu anak dan dua orang tua.

Tanggung jawab yang cukup berat, karena seperti kita ketahui bersama anak usia remaja dalam rangka mencari jatinya adalah usia yang penuh tantangan. Sering kali anak suka memberontak dan melawan perintah dan keinginan orang-tua. Saat itulah ia akan teringat betapa sulitnya dulu kedua orang-tua mendidiknya.

Sementara orangtua yang sudah lanjut usia dan sudah pensiun, bisa jadi selain membutuhkan bantuan keuangan juga menginginkan perhatian lebih. Sedangkan ia sendiri sedang menuju puncak karier yang pasti memerlukan tenaga dan waktu yang tidak sedikit.   

Maka tak heran bila kemudian ia tersadar bahwa ia butuh “sesuatu” yang mampu membantunya menyelesaikan permasalahannya. Itulah kebutuhan spiritual. Itu sebabnya para ulama sepakat bahwa usia 40 tahun dapat menentukan masa depan seseorang, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Bila ia bertobat dan segera memperbaiki kesalahannya, ia akan selamat. Sebaliknya bila ia tetap dalam keburukan dan kesesatannya, celakalah ia … Na’udzu billah min dzalik …

Ibnu ‘Abbās berkata, “Barang siapa telah mencapai umur 40 tahun, sedangkan perbuatan baiknya belum dapat mengalahkan perbuatan jahatnya, maka hendaklah ia bersiap-siap untuk masuk neraka.”

Diriwayatkan dari al-Qasim bin ‘Abdurrahman bahwa ia bertanya kepada Maruq, “Kapan seseorang dihukum karena dosa-dosanya?” Beliau berkata, “Jika anda sudah sampai umur 40 tahun, maka berhati-hatilah.”

Berkata al-Hajaj bin ‘Abdullah al-Hakami, salah satu Amir bani Umayah di Damaskus, “Saya meninggalkan maksiat dan dosa selama 40 tahun karena malu kepada masyarakat. Setelah itu, saya meninggalkan maksiat dan dosa, karena malu kepada Allah.”

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah membagi periode kehidupan manusia dalam 4 (empat) periode, yaitu: 1. periode kanak kanak/thufuliyah (mulai lahir hingga baligh), 2. periode muda/syabab (mulai dari usia baligh sampai 40 tahun), 3. periode dewasa/kuhulah(40 tahun sampai 60 tahun) dan 5. periode tua/syaikhukhah(60-70 tahun).

Dengan kata lain, usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa kecil dan mudanya, dan beralih menapaki masa dewasa penuh yang disebut dengan usia dewasa madya (paruh baya) atau kuhulah. Situasi kejiwaan yang paling menarik pada usia 40 tahun adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agama/spiritualisme dibanding masa-masa sebelumnya. Para pakar psikologi menyebutnya sebagai “least religious period of life”. Usia 40 tahun merupakan titik balik untuk introspeksi dan meningkatkan produktivitas dalam berbagai bidang kehidupan yang positif tidak hanya demi masa depan dunianya tapi juga untuk bekal kehidupan di akhirat kelak.

Kabar baiknya lagi bila seseorang telah mencapai usia 40 segera bertobat dan istiqomah melakukan kebaikan maka ketika di hari tuanya  ia tidak lagi mampu melakukan kebaikan-kebaikan yang biasa dilakukannya, mungkin karena sakit, pikun dll, maka Allah swt tetap mencatat kebaikan tersebut.

Ditambah lagi ketika ia meninggal nanti jika semasa hidupnya ia melakukan 3 hal yaitu sadaqah jariyah ( seperti membangun masjid yang selalu ramai digunakan, menanam pohon yang bermanfaat, membuat pompa air, dll), ilmu yang bermanfaat atau anak saleh yang mendoakannya maka pahalanya akan terus ia dapatkan.

“Apabila manusia meninggal dunia terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya”. (HR. Muslim dari Abū Hurairah).

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 22 Januari 2026.

Vien AM.