Feeds:
Posts
Comments

Pertolongan Allah.

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. …”, ( Al-Baqarah(2):45).

Bagi kaum Muslimin ayat di atas tentu tidak asing meski pada prakteknya mungkin tidak mudah. Karena harus diakui tidak sedikit orang yang mengerjakan shalat karena sekedar memenuhi kewajiban semata. Shalat memang adalah kewajiban yang pertama dihisab di hari akhirat nanti.

Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi”. (HR. Tirmidzi).

Ironisnya, dalam sebuah hadist dikatakan bahwa shalat adalah tali pertolongan terakhir yang dilepaskan manusia.  Artinya tali pertolongan Allah itu sejatinya banyak. Namun kebanyakan manusia meremehkannya yaitu dengan tidak menjalankannya. Maka bila tali terakhirpun diabaikan yaitu shalat, sungguh tidak ada artinya orang yang mengaku Islam. Allah swt tidak akan mau menolong bahkan melaknatnya dengan neraka jahanam.  Tali pertama yang dilepaskan manusia adalah hukum atau syariat Islam. Ini terbukti jelas dengan sangat banyaknya negara yang mengabaikan hukum Islam padahal penduduknya mayoritas mengaku Muslim.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Buhul/ikatan Islam akan terputus satu demi satu. Setiap kali putus satu buhulan, manusia mulai perpegang pada tali berikutnya. Yang pertama-kali putus adalah adalah hukum, dan yang terakhir adalah shalat.”

Sayangnya tidak semua shalat dapat mendatangkan petolongan Allah. Shalat yang dikerjakan bukan karena Allah swt dan yang riya (pamer) adalah diantaranya.

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, ( itulah) orang-orang yang berbuat riya”. ( Terjemah QS. Al-Maun(107):4-6).

Lalu shalat yang yang bagaimanakah yang dimaksud ayat 45 surat Al-Baqarah di atas? Mari kita perhatikan kelanjutan ayat tersebut.

“Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” ( Al-Baqarah(2):45-46).

Ya hanya orang yang yakin akan menemui Tuhannya dan bahwa suatu hari kelak mereka akan kembali kepada-Nya, merekalah yang akan ditolong-Nya. Keyakinan ini harus terus melekat di hati sanubari kita, dalam keadaan apapun, susah maupun senang, ketika sendiri maupun bersama orang lain.  Dan sesuai ayat di atas memang bukan hal yang mudah, bahkan amat berat.

Untuk itulah diperlukan kesabaran. Manusia hanya bisa berusaha Allah yang menentukan hasilnya. Dan wajib hukumnya kita menerima ketentuan takdir dari-Nya. Itulah cobaan Allah yang akan mengarahkan kehidupan kita kelak di akhirat, yaitu surga atau neraka.

Nabi SAW bersabda: “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Sungguh segala keadaannya selalu baik buat dirinya, dan ini tidak diperoleh kecuali siapa yang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur maka ini baik baginya, dan bila ia ditimpa musibah, ia bersabar, ini pun baik baginya” (H.R. Muslim melalui Shuhaib Ibn Sinan).

Maka ketika suatu hari kami ( saya dan suami) menerima kabar bahwa putri kami tercinta yang sedang melanjutkan study di sebrang benua nun jauh di sana, mengalami masalah yang tidak kami ketahui secara pasti karena ia tak mengatakannya dengan jelas, kami hanya pasrah. Bukankah Allah berjanji akan menolong hambanya yang mau bersabar dan menjalankan shalat dengan khusuk?  Di akhir shalat kami hanya dapat memohon supaya Allah swt ridho memberinya jalan keluar terbaik, apapun kesulitan yang dihadapinya.

Namun tak ayal betapa shocknya kami ketika 16 hari kemudian akhirnya putri kami tersebut menceritakan apa yang sebenarnya dialaminya. Rupanya ia kehilangan dompet dengan segala isinya termasuk passport. Padahal ketika itu ia sedang berlibur bersama teman-temannya di sebuah negara Eropa Timur. Parahnya lagi instansi yang berwenang mengeluarkan passport sementara di kota tersebut hanya buka sekali sepekan ! Akibatnya ia tidak bisa meninggalkan kota untuk kembali ke Newcaste Inggris tempat ia menuntut ilmu, setidaknya selama 2 pekan-an.

Artinya selama 16 hari kami berhubungan 2 hari sekali melalui video call putri kami tersebut tidak berada di tempat yang semestinya. Yang sedihnya kami tidak menyadarinya sama sekali kecuali di hari-hari terakhir.

“Itu tulisan-tulisan di gedung belakang Dilla koq aneh yaa  .. Kayak huruf Rusia”, komentar suami selesai kami ber-video call dengannya.

Rupanya putri kami sengaja tidak mau menceritakan musibah yang dialamiya kepada kami berdua karena khawatir membuat kami risau. Kami memang sempat bertanya-tanya melihat ekspresi wajahnya yang sedikit galau. Ia mengungkapkan itu disebabkan kegundahan karena terpaksa berbohong kepada kami. Itu sebabnya ia selalu melaporkan segala kejadian kepada kakaknya yang berada di Jakarta dengan syarat tidak menyampaikannya kepada kami. Masya Allah …

dillabudapest2Tapi yang sungguh membuat kami meng-haru biru adalah prilaku teman-temannya yang sangat peduli terhadapnya. Mereka langsung bergerak cepat ada yang melapor ke kantor polisi, melapor KBRI Budapest, UK embassy serta menghubungi PPI Budapest memohon kesediaan menampung putri kami tersebut selama urusan passport belum tuntas.

Bahkan di hari besoknya yang seharusnya melanjutkan liburan ke Praha Cekoslavakia mereka batalkan demi menemaninya. Mereka rela membeli tiket baru pesawat Budapaest-Newcastle langsung tanpa mampir Praha ke esokan harinya, setelah yakin temannya itu ada yang bisa menampungnya. Belum lagi salah seorang teman yang rela meminjamkan kartu kreditnya tanpa diminta, hingga selama 16 hari di kota tersebut putri kami tidak keteteran … Allahu Akbar …

Pertanyaan besar, siapa yang kuasa membuka hati mereka untuk berbuat baik kepada putri kami tercinta tersebut??

Jangan salah, teman-teman tersebut bukanlah teman lama melainkan teman-teman yang baru 6 bulan berkenalan karena sama-sama kuliah di kampus yang jauh dari orang-orang yang mereka sayangi. Alasan kebersamaan sebagai sesama pelajar di luar negri? Bisa jadi … namun tetap bila Allah tidak mengizinkannya tidak mungkin mereka rela melakukannya.

dillabudapest1

Gul Baba Museum Budapest

Museum Gul Baba 

Demikian pula teman-teman PPI Budapest yang berkenan menerimanya tinggal di tempat mereka selama 16 hari tanpa meminta sepeserpun imbalan. Bahkan mau menghiburnya dengan berjalan-jalan menikmati kota, hiking bahkan mengajaknya mengunjungi museum Islam Gul Baba yang ada di kota tersebut.

dillabudapest3Belum lagi seorang teman yang rela terbang dari Newcastle menuju Budapest untuk membawakan beberapa baju ganti dan lap top agar putri kami tersebut tetap bisa mengikuti pelajarannya di kampus. Masya Allah … Semoga Allah swt membalas kebaikan mereka dengan yang lebih baik.

Sungguh alangkah besarnya cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Diturunkannya pertolongan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Bergidik hati ini bila mengingat kejadian yang belum lama terjadi. Yaitu kisah seorang pelajar Indonesia di Manchester Inggris yang menganiaya ratusan orang dengan sangat keji. Bagaimana bila putri bungsu kami tercinta tersebut jatuh ke tangan orang seperti itu ??? Na’udzubllah min dzalik …

Ataukah ini salah satu buah kesabaran putri kami dalam menutup aurat yang jika di lakukan di tanah air mungkin hal biasa namun tidak ketika berada di lingkungan dimana Islam adalah minoritas. Apalagi di kelas yang jumlahnya ratusan hanya ia sendiri yang mengenakkan hijab?? Wallahu ‘alam …

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. ( Terjemah QS. Al-Ahzab(33:59).

Yaa Allah berilah kami dan putri kami kemampuan untuk dapat merasakan cinta-Mu yang demikian besar. Berilah pula kami kemampuan untuk dapat mengambil hikmah segala kejadian, meyakini kebesaran-Mu, agar mau lebih mendekatkan diri lagi kepada-Mu, dengan langkah nyata yaitu dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Mu, hingga akhir hayat kelak.

Beri juga putri kami kepahaman dan keyakinan betapa kuatnya doa kedua orang-tua terhadap anak meski mereka tidak tahu persis kesulitan apa yang dihadapinya. Dan tolonglah kami agar tidak menjadi orang yang kufur terhadap nikmat sebagaimana ayat berikut, na’udzubillah min dzalik.

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan”.(Terjemah QS. Yunus(10):12).

Berikut kisah inspiratif bahwa ketika berdoa memohon pertolongan kepada-Nya, Allah Azza wa Jala mengizinkan kita menyebutkan amal kebaikan yang pernah kita perbuat. Karena amal sekecil apapun, seperti menolong orang yang dalam kesulitan, menuntut ilmu dll, selama diniatkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, Allah swt mencatat dan pasti membalasnya.

https://rumaysho.com/3390-kisah-tiga-orang-yang-tertutup-batu-dalam-goa.html

Wallahu ‘alam bish shawwab.

Jakarta, 21 Februari 2020.

Vien AM.

sarangan1IMG_20191216_143949Dengan disambut hujan rintik-rintik, atas izin-Nya, sampai juga kami di tepian telaga Sarangan yang cantik itu. Pemandangan gunung Lawu dengan pohon pinusnya yang menjadi latar belakang danau sungguh menambah keindahan danau yang airnya jernih tersebut. Tak salah bila telaga ini juga dinamai Cermin Raksasa. Sejumlah perahu boat dengan aneka warnanya terlihat diparkir di tepi danau, siap mengantar pengunjung mengelilingi danau berudara sejuk tersebut. Disamping juga kuda, yang siap mengitarinya dari daratan.

Sayang hujan makin lama turun makin lebat. Dengan berat hati, akhirnya kamipun meninggalkan danau yang punya kenangan indah tersendiri bagi saya itu. Kenangan puluhan tahun lalu ketika orang-tua saya mengajak kami, anak-anak yang masih kecil, mengunjungi danau tersebut …

Dalam perjalanan kembali menuju Solo, di tengah hujan yang masih mengguyur, keindahan pemandangan pegunungan masih terus menampakkan diri. Hingga ketika terlihat sederetan warung di pinggir jalan, Bimo menyeletuk “Makan mie rebus enak nih kayaknya”, “ Tambah jagung bakar sama pisang goreng”, sahut Laras penuh selera, “ plus kopi panas”, imbuh bapaknya seraya melirik saya, seolah menunggu izin.

Walhasil menepilah kami di salah satu warung yang ditunggui seorang ibu tua. Kami segera keluar dan memesan makanan. Udara terasa dingin menggigit.

Ini masih lumayan bu, paling cuma 12 drajat. Kalau malam lebih dingin lagi”, ujar si ibu pemilik warung. Kami saling pandang penuh arti,” … Waah g nyangka rupanya orang desapun tahu satuan drajat yaa .. hebring, bisik saya kagum … 🙂

sarangan3Untung tak lama, munculah kopi, mie rebus, pisang goreng dan jagung bakar pesanan kami. Sambil menikmati dinginnya udara dan cantiknya pemandangan kamipun segera menyantapnya. Angin berhembus datang pergi membawa kabut tebal “menelan” perbukitan deretan bukit hijau kekuningan yang melatar-belakangi warung.

IMG_20191216_161712Tak lama kamipun meneruskan perjalanan. Rupanya tempat kami tadi berhenti persis di depan Cemara Kandang, pos bagi mereka yang hendak mendaki ke puncak Gunung Lawu. Pos ini terletak tidak terlalu dengan perbatasan Jateng – Jatim.

Esoknya, kami mengunjungi pasar Klewer untuk membeli sekedar oleh-oleh batik. Setelah itu, dengan berjalan kaki kami menyebrangi jalan dan tiba di masjid Agung yang letaknya bersebelahan dengan kraton ( kerajaan) Solo/Surakarta.

20191217_14075220191217_140307Masjid kuno yang dibangun oleh Sunan Pakubuwono III pada tahun 1763 dan selesai pada tahun 1768 ini awalnya memang milik kraton Surakarta. Selain digunakan untuk shalat Jumat sebagaimana layaknya masjid agung, masjid juga digunakan untuk berbagai kegiatan tradisi seperti Sekaten (festival memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW) dengan Garebeg sebagai acara puncaknya.

Pada puncak acara tersebut iring-iringan gunungan, yaitu susunan berbagai makanan yang biasanya terdiri dari hasil bumi, beras ketan, makanan, buah-buahan serta sayur-sayuran yang diusung sejumlah orang diarak dari istana menuju masjid Agung. Setelah didoakan, gunungan yang melambangkan kesejahteraan dan lambang keberkahan tersebut dibagikan kepada masyarakat yang sudah menunggu sejak pagi hari. Selanjutnya sebagian gunungan tersebut dibawa pulang dan ditanam di sawah/ladang mereka dengan harapan agar sawah\ladang mereka menjadi subur dan bebas dari segala macam bencana dan malapetaka.

Menurut beberapa sumber, tradisi Garebeg telah dilakukan sejak masa kerajaan Majapahit yang menganut ajaran Hindu, dan berlanjut hingga masa kerajaan Mataram. Wali Songo yang kemudian datang memperkenalkan ajaran Islam memperbolehkan tradisi tersebut berlanjut sebagai jembatan peralihan menuju ajaran Islam.

Kami memang tidak melihat acara tersebut tapi siang itu ketika kami menuju Pasar Klewer terjadi kemacetan parah. Usut punya usut akhirnya kami mendapat info bahwa sedang berlangsung acara haul Habib Ali bin Muhammad.

Awalnya kami tidak paham acara apakah gerangan. Setelah googling kami baru tahu bahwa Habib Ali bin Muhammad adalah seorang ulama besar asal Yaman keturunan rasululah Muhammad saw dari jalur Husein bin Ali bin Abu Thalib, putra dari Fatimah Az-Zahra putri rasulullah saw. Meski ulama Yaman tersebut seumur hidupnya tidak pernah menginjakkan kakinya di Indonesia namun namanya sangat dekat dengan masyarakat Indonesia, khususnya Solo. Itu disebabkan salah keturunan Habib Ali yang menetap di Solo, dan mempunyai banyak murid di kota ini.

https://www.solopos.com/gagasan-haul-dan-risalah-maulid-simtuddurar-883666

Habib Ali wafat pada tahun usia 74 tahun, bertepatan dengan 20 Rabiulakhir 1333 Hijriah atau tahun 1912 Masehi. Hari wafatnya itulah yang kemudian tiap tahunnya diperingarti masyarakat Solo. Itulah yang dinamakan Haul. Beberapa tahun terakhir, jemaah yang mengikuti Haul terus bertambah, tidak hanya dari Solo melainkan juga dari kota-kota lain di Indonesia bahkan dari negara tetangga seperti Singapur, Malaysia, Yaman dll.

Namun seperti juga Maulud ( peringatan hari kelahiran nabi Muhammad saw), Haul sejatinya adalah bagian dari tradisi masyarakat bukan ajaran Islam. Karena Islam hanya mengenal 2 hari besar yaitu hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha sebagaimana hadist berikut:

Anas radhiyallahu ‘anhu berkata,

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)” (HR. An Nasai no. 1556 dan Ahmad 3: 178, sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim sebagaimana kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).

Demikian juga upacara Cembengan yang juga dikenal dengan sebutan Tebu Manten. Ritual ini biasa dilakukan pabrik-pabrik gula di Indonesia sebagai ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus permohonan akan kelancaran selama proses penggilingan.

Cembengan berasal dari kata Ching Bing (Cheng Beng) yaitu ritual khas Cina untuk mendoakan roh nenek moyang. Istilah ini dikenalkan oleh para pekerja asal daratan Cina yang ketika itu sengaja didatangkan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk bekerja di berbagai perkebunan milik penjajah Belanda tersebut, termasuk pabrik-pabrik gula. Mereka itulah itulah yang pertama kali membawa tradisi Ching Bing, sebagai ritual diawal musim giling tebu.

Selanjutnya Mangkunegara IV sebagai pemilik pabrik gula Colomadu di Solo, dengan mencampurkan adat Jawa di dalamnya, meneruskan ritual tersebut. Hal ini terekam di dalam museum De Tjolomadoe yang kami kunjungi keesokan harinya.

tjolomadoe1Musium megah ini rupanya bekas pabrik gula Colomadu yang pernah mengalami kejayaan di masa lalu. Pabrik ini didirikan tahun 1861. Selain krisis ekonomi tahun 1997–1998, pergantian lahan dari perkebunan tebu menjadi persawahan di sekitar lokasi adalah pemicu berhenti beroperasinya pabrik gula tersebut.

tjolomadoe2tjolomadoe3tjolomadoe4Di dalam museum ini pengunjung selain diajak melihat proses pembuatan gula juga diajak mengenang kesuksesan pabrik pertama milik pribumi tersebut. Melalui gula hasil pengolahan pohon tebu pabrik tersebut kekeratonan Solo membiayai hampir seluruh kebutuhan kraton termasuk pemberian beasiswa pendidikan anak-anak pekerja pabrik.

Tak heran bila kemudian sang sultan mengajarkan rakyatnya untuk mensyukuri keberkahan tersebut melalui acara Cembengan. Seperti juga dalam acara Sekaten, Cembengan juga diisi dengan acara arak-arakan sesaji seperti aneka jajan pasar, hasil bumi, nasi tumpeng, nasi merah lengkap dengan tujuh kepala kerbau.

Setiba di pabrik, sesaji kemudian diletakkan di bagian bawah mesin produksi. Khusus kepala kerbau diyakini sebagai penolak bala agar proses giling tebu terhindarkan dari kejadian yang tak diinginkan.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Terjemah QS.Al-Baqarah: 186)

Ini masih dilanjutkan keesokan harinya dengan apa yang dinamakan acara Tebu Manten. Pada acara puncak tersebut, sepasang pohon tebu didandani layaknya manten/pengantin, lalu di arak dengan iringan sesaji dan kepala kerbau seperti hari sebelumnya, hingga masuk ruang giling, digiling, disusul belasan pasang tebu pengiringnya.

Filosofi dari tebu manten adalah layaknya seperti mantu. Kita ibaratkan, saat ini adalah perpaduan tebu dari pabrik dan dari petani. Harapannya adalah hasil melimpah,” ujar seorang penanggung jawab upacara.

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, … “.( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):45).

https://www.liputan6.com/regional/read/2936185/cembengan-ritual-kuno-arakan-kepala-kerbau-di-pabrik-gula.

Demikianlah kami menutup liburan kami di Solo dan sekitarnya, yang penuh makna dan variasi, dari kulinernya yang menggugah selera, budayanya yang kental hingga pemandangan alamnya yang mempesona. Alhamdulillah …

Trima-kasih yaa Allah, beri kami kemampuan untuk mengambil pelajaran atas segala yang kami lihat dan alami … aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 29 Januari 2020.

Vien AM.

Pada pertengahan Desember yang baru lalu, kami ( saya dan suami) menerima undangan mantu seorang kerabat di Salatiga, Jawa Tengah. Kesempatan ini kami manfaatkan untuk sekaligus berwisata ke Solo dan sekitarnya yang memang belum pernah sama sekali kami kunjungi. Kebetulan anak lelaki kami kedua yang baru menikah beberapa bulan lalu, bersama istrinya, bisa cuti dan ingin menemani kami, bahkan menggebu ingin meng-“intertain” kami selama 4 hari liburan tersebut.

“Mumpung belum ada tanggungan. Ayah ibu yang bikin itinerynya, terserah pinginnya kemana ayah ibu … Boleh ayah ibu yaa .. “, mohon keduanya, tulus … Masya Allah … Terharu hati ini … Semoga Allah swt mencatatnya sebagai amal kebaikan yang tak terhingga nilainya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. … “. (Terjemah QS. Al-Isra’(17):23).

IMG_20191213_073600Maka jadilah kami ber-empat memulai wisata singkat kami.  Kami memulai perjalanan dari bandara Adi Soemarmo Solo dengan mobil sewaan. Di pintu keluar bandara sepasang kereta kencana keraton menyambut kami. Sementara orang yang mengantarkan mobil sewaan meng-infokan adanya museum menarik bernama De Tjolomadu yang baru dibuka tahun lalu.

Menurutnya sayang kalau dilewatkan, apalagi lokasinya tidak jauh dari bandara dan pasti dilewati. Tapi ternyata tidak semudah itu karena mbah Google menyarankan melewati jalan-jalan potong kecil hingga akhirnya malah nyasar ntah kemana. Akhirnya kami putuskan untuk kembali ke rencana semula yaitu, mengunjungi batik. Museum bila memungkinkan, di hari terakhir sebelum ke bandara.

Berkunjung ke Solo tanpa menyambangi batik rasanya memang kurang afdol. Ada beberapa pilihan menarik diantaranya pasar Klewer, Kampung Batik Kauman dan kampung Batik Laweyan yang merupakan tempat tinggal para pengrajin Batik Solo.

Kota berjulukan “Spirit of Java” ini memang menyimpan banyak kekayaan budaya, batik adalah salah satu contohnya. Batik telah ada sejak dulu dan masih eksis hingga kini. Motif kawung dan parang adalah dua di antara berbagai motif khas batik Solo yang mempunyai penggemar tersendiri.

IMG_20191213_084323Khusus di Kampung Batik Kauman dan kampung Batik Laweyan pengunjung selain dapat berbelanja batik dengan harga yang relative murah juga dapat melihat proses pembuatan batik. Untuk itu kami memutuskan mengunjungi salah satu darinya yaitu Kampung Batik Laweyan. Sayang ketika kami tiba di lokasi sekitar pukul 10 pagi sebagian besar toko belum buka.

“ Dari pada balik lagi mending lihat batik di tempat lain kali yaa .. Lusa tapi, balik dari Salatiga”, usul saya.

Besok dan lusa pagi sesuai rencana memang khusus disiapkan untuk menghadiri acara mantu kerabat sekaligus silaturahim keluarga besar di Salatiga.

IMG_20191213_150307IMG_20191213_150312Akhirnya kamipun berburu kuliner yang daftarnya sudah kami kantongi dari jauh-jauh hari. Solo kabarnya memang surga bagi pencinta kuliner. Mulai dari es dawet di dalam traditional Pasar Gede, serabi Notosuman, Soto Tengkleng hingga Timlo Solo, Selat Solo dan Nasi Liwet yang merupakan masakan khas kota tersebut.

Uniknya masakan yang direkomendasi umumnya bukan yang di restoran besar tapi di warung kaki lima, dengan harga yang relative murah namun rasanya tak kalah dengan yang di jual di restoran.

Namun dari sejumlah warung kaki lima dan resto yang kami kunjungi, bagi saya pribadi, rumah makan Adem Ayem yang terletak di jalan Slamet Riyadi, Laweyan adalah yang paling top. Karena selain label Halal MUI yang terpampang jelas dan besar, pilihan juga banyak dan enak, tempatnyapun bersih dan nyaman. Apalagi bila mengingat tidak sedikit restoran di kota ini yang menjual masakan babi yang jelas-jelas  haram bagi umat Islam.

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):168).

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.  … … “. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):173).

Esoknya sesuai rencana kami ke Salatiga. Ada cerita cukup menarik begitu kami tiba di kota dingin ini. Beberapa meter sebelum mencapai hotel yang sengaja kami pilih berdekatan dengan lokasi acara pernikahan, ternyata jalan di tutup karena ada pawai menjelang Natal, hingga kami harus berputar-putar mencari jalan lain. Syukur Alhamdulillah akhirnya mobil berhasil menyelinap tepat di depan arak-arakan dan masuk ke lokasi acara.  Harap maklum Salatiga memang dikenal sebagai kota yang banyak pemeluk Nasraninya ( 21 %). Universitas Kristen Satya Wacana salah satu universitas Kristen swasta ternama di Indonesia, berada di kota ini.

“Itu bukti kota kami adalah kota yang toleran”, jelas kerabat kami menjawab penjelasan alasan keterlambatan kedatangan kami.

Tentu tidak menjadi masalah selama tidak ada paksaan untuk merayakan acara keagamaan yang bukan agamanya. Toleransi dalam agama adalah saling menghormati agama tanpa harus melibatkan diri ke dalamnya, apalagi yang sampai merusak akidah.

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

Singkat cerita usai acara keluarga dan silaturahim, sorenya kami  melanjutkan perjalanan. Tujuan kami adalah Tawangmangu tempat wisata pegunungan di kabupaten Karanganyar yang berjarak 21 km dari Solo, atau sekitar 80 km dari Salatiga. Objek wisata di lereng barat gunung Lawu ini sudah dikenal sejak masa kolonial Belanda.

Sayang kami memasuki kawasan wisata ketika matahari telah jauh terbenam. Padahal kami harus menghadapi jalanan pegunungan kecil sempit berliku tajam nan terjal. Sementara resort hotel yang telah kami booking jauh-jauh hari tidak memberikan respons ketika kami hubungi berkali-kali. Akhirnya meski dengan susah payah, kami berhasil tiba di “resort hotel” tersebut. Namun dengan berbagai alasan kami memutuskan untuk batal dan mencari hotel lain. Alhamdulillah kami mendapatkannya meski tidak begitu sesuai harapan.

Esok harinya kami segera menuju objek wisata yang banyak dimiliki daerah tersebut. Salah satunya adalah Grojogan Sewu yang merupakan bagian dari Hutan Wisata Grojogan Sewu. Penamaan Grojogan Sewu yang berarti air terjun seribu (dalam bahasa Jawa grogojan artinya air terjun sedangkan sewu adalah seribu) merujuk pada tingginya air terjun, yaitu seribu pecak, atau sekitar 81 meter. Pecak adalah satuan jarak yang biasa digunakan ketika itu. Satu pecak sama dengan satu telapak kaki orang dewasa.

Awalnya kami sempat ragu mengunjungi grogojan tsb karena infonya jalan menuju kesana tidak mudah, harus melewati ratusan anak tangga. Apalagi ketika di Salatiga kemarin hnp alias syaraf kejepit saya sempat kambuh. Tapi setiba di Karanganyar kami mendapat info untuk menuju ke lokasi ada 2 pintu masuk. Pintu utama, yang masuk dari arah bagian atas air terjun memang harus melalui anak tangga yang jumlahnya ratusan. Sementara pintu yang satu yaitu yang dari arah bagian bawah air terjun relative mudah karena landai.

20191216_101146IMG_20191216_102034Akhirnya kami putuskan masuk lewat pintu tersebut. Jalanan terlihat lengang, kelihatannya bukan jalan umum. Bus dan mobil besar tidak bisa lewat jalan tersebut. Dan memang keputusan yang sangat tepat. Selain landai jalur tersebut mengikuti jalur sungai, sesuatu yang sangat saya sukai. Yang lebih mengejutkan lagi, tidak seperti umumnya sungai di Indonesia yang kurang bersih dan banyak sampah, sungai maupun jalan setapak menuju air terjun ini benar-benar bersih, dan jernih. Batu-batu besar dan kecil menghiasi sungai tersebut … Masya Allah …

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan”.( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):74).

20191216_10364520191216_111722IMG_20191216_111020Puas menikmati keindahan pemandangan dan suara gemericik air kamipun melanjutkan perjalanan ke telaga Sarangan, yang jaraknya sekitar 40 km dari Grogojan Sewu.  Telaga cantik ini terletak di kabupaten Magetan Jawa Timur, di lereng Gunung Lawu, di sisi belakang Grogojan Sewu pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, tidak jauh dari perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Meski ini adalah rute pegunungan tak disangka ternyata jalanannya beraspal lebar dan mulus. Sayang mobil yang kami sewa ternyata kurang oke. Perkiraan suami mungkin perjalanan mendaki malam kemarin yaitu ketika kami mencari hotel adalah penyebab tipisnya cakram rem. Maka untuk mencegah kemungkinan lebih buruk terpaksa kami berhenti beberapa kali agar rem tidak terlalu panas.

(Bersambung).

Selama ini Italia dikenal sebagai kelezatan pizza dan pastanya. Bagi orang Italia, pasta sudah menjadi makanan sehari-harinya. Tidak lengkap rasanya jika tidak ada sajian pasta dalam sehari saja. Nah, di Negeri Menara Pissa ini mencari daging cincang yang menjadi ‘teman’ pasta tidak sulit, terutama yang dalam proses penyembelihannya mengucapkan asma Allah. Terdapat toko daging halal di Kota Cesena, salah satu kota kecil di Italia. Sebab di negeri inilah Islam terus berkembang dari waktu ke waktu.

Sejak abad ke-9, keberadaan muslim di Italia terus bertambah melalui Sisilia sebagai pintu masuk Islam dari Afrika Utara. Kini, hampir dua juta jiwa muslim hidup di Italia.
Meski demikian, sampai dengan hari ini Italia sendiri masih belum sepenuhnya mengakui keberadaan agama Rahmatan Lil Alamin in. Padahal Islam banyak tertoreh dalam lembaran sejarah negara tersebut.

Berbeda dengan Inggris dan Jerman yang memiliki ratusan masjid dengan kubah dan menara yang khas, di Italia hanya ada dua masjid besar. Keduanya terletak di Kota Roma. Namun banyak pendatang yang terus berdatangan untuk mengais rezeki di Ibu Kota Italia itu. Kebanyakan dari mereka yang datang berasal dari negeri Islam. Sejak itu, Italia sudah menjadi negara yang lebih terbuka terhadap gelombang multikultur setelah krisis ekonomi yang melanda sejak awal tahun 2010 lalu.

komunitas muslim muda Italia atau Giovanni Musulmani De Italia (GMI)/Tim Jazirah Islam Trans7

Kaum muslim yang datang ke Italia dari waktu ke waktu akhirnya membentuk komunitas muslim muda Italia atau Giovanni Musulmani De Italia (GMI). GMI merupakan organisasi besar yang menaungi seluruh muslim muda di Italia dan berpusat di Kota Milan. Organisasi ini sudah berdiri sejak 15 tahun dan anggotanya terus bertambah. Komunitasnya juga menyebar di setiap penjuru Italia.

Di kota kecil bernama Cesena, tepatnya di Garage Aquilone, terdapat kelas melukis yang diselenggarakan oleh komunitas muslimah di sana. Kegiatan tersebut tidak dikhususkan untuk muslimah, tetapi juga siapa saja yang tertarik untuk belajar seni lukis kulit dengan henna, dipersilakan datang.

Seni ini telah mengakar selama lima ribu tahun lamanya yang berasal dari India dan Timur Tengah. Seni ini digunakan sebagai salah satu media untuk memperkuat ukhuwah dan menyebarkan citra Islam yang positif di Casena.

Alasan kami membuat kelas henna ini adalah pertama, sebagai media dakwah untuk menyebarkan pesan Nabi Muhammad SAW. Biasanya di kegiatan ini kita juga menyediakan buku-buku Islam dan Alquran terjemahan berbahasa Italia dari Roberto Picardo secara gratis. Kami mau menyebarkan pesan yang sesungguhnya dari Islam bukan pesan yang disampaikan oleh berbagai media bahwa Islam adalah teroris karena Islam adalah damai,” ujar gadis muslim bernama Kaltum Kamal Idrissi saat berbincang.

Belajar seni lukis kulit dengan henna/ Tim Jazirah Islam Trans7

Kaltum menceritakan, kegiatan melukis ini berawal dari keinginannya untuk membagikan buku Islam dan menjawab pertanyaan seputar Islam. Lalu salah satu dari anggota komunitasnya mahir membuat henna sehingga mereka sepakat membuka kelas henna.

Proyek yang diinisiasi Kaltum dan kawan-kawan mendapat apresiasi positif. Tidak sedikit perempuan yang datang untuk belajar. Sejak itulah, Kaltum membagikan buku-buku Islam di kelas ini. Semua yang datang juga memberi sumbangan untuk membeli alat-alat henna, buku dan henna.

Untuk itulah bagi siapa saja yang mau mengikuti kegiatan di kelas, peserta akan dikenakan biaya 3 Euro guna mendapatkan peralatan henna dan makanan ringan. Bahan pewarna cat yang digunakan berasal dari bubuk henna atau daun tanaman Lawsonia Inermisi.

Tim Jazirah Islam/ Trans7

Selain menawarkan seni, GMI juga rutin mengadakan diskusi untuk mengenal Islam lebih dekat. Diskusi ini sudah diadakan selama dua kali. Berbagai pertanyaan dari peserta kerap muncul, mulai dari hijab hingga masalah poligami.

Kami ingin memberikan tempat untuk masyarakat yang ingin tahu tentang Islam juga untuk orang yang lahir sebagai muslim namun tidak mengetahui cara menjalankan agama Islam dengan benar. Kita harus bangga sebagai muslim,” kata dia.

Kaltum dan kawan-kawan juga kini tengah mengembangkan investasi marketingnya melalui sosial media, satu diantaranya melalui Facebook. Dalam laman itu, mereka menjabarkan Islam.

Seni lukis henna terus berkembang di Cesena dari waktu ke waktu. Kota tersebut merupakan kota kecil dengan total penduduk 90 ribu jiwa. Banyak muslim yang bermukim di kota ini, namun sayang tidak banyak masjid yang bisa dijumpai. Tak ayal, sebagian warga menyulap garasinya menjadi musala untuk sekadar bisa salat berjamaah.

Kaltum dan salah seorang rekannya yang juga mualaf bernama Fatiha menilai Islam masih menjadi minoritas di kota yang terdiri dari deretan gedung tua ini. Namun hal itu tidak menjadikan mereka terasingkan.

Bicara mengenai minoritas, kami tidak menemui banyak kesulitan. Kami memiliki banyak teman dan rekan yang mencintai kami,” terangnya.

Aksi terorisme yang sempat terjadi di Paris dan Brussel beberapa waktu lalu sempat melukai hati umat muslim yang berada di Eropa. Sebab lagi-lagi mereka harus menerima anggapan Islam sarat dengan kekerasan.

Mendengar komentar negatif menjadi hal yang biasa. Sebagai muslim di Barat, kini kami merasa seperti mengulang tragedi 9 September di Amerika. Ada beberapa kasus seperti kami tidak bisa mengenakan hijab saat bekerja, namun kami selalu mengupayakan berbagai cara agar kami tidak lagi menjadi korban karena penting bagi mereka tahu siapa kami dan bagaimana nilai kami di masyarakat,” imbuh Kaltum.

Tim Jazirah Islam/ Trans7

Setiap malam, Kaltum dan Fatiha menyempatkan diri mengulik telepon pintarnya untuk membuat kampanye salat subuh. Mereka kemudian menggunggah foto seruan untuk salat subuh di akun Facebook milik GMI Cesena. Keduanya kerap menggunakan berbagai aplikasi edit foto untuk membuat gambar poster salat subuh. Kemudian mereka membubuhkan aneka petikan kalimat yang berisi ajakan salat subuh.

Kami mulai membuat kampanye ini untuk mengajak orang-orang subuh karena jika kita melakukan salat subuh maka akan mudah melakukan salat yang lainnya. Namun jika kita kelewatan salat subuh maka akan sangat menyesal karena dengan salat subuh kita akan dapat banyak keuntungan,” kata Kaltum.

Tujuan kita hanya satu membuat semakin banyak orang yang salat subuh,” imbuhnya.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 10 Januari 2020.

Vien AM.

Dicopas dari : https://news.detik.com/berita/d-3228980/melihat-kegiatan-anak-muda-italia-kenalkan-islam-di-negeri-pizza

Derita Uighur

592a684575c7e-negara-yang-pernah-melarang-penduduknya-berpuasa-di-bulan-ramadhan_665_374Uighur kembali menjadi sorotan dunia. Etnis Muslim penduduk asli Xinjiang ini dikabarkan mengalami penindasan, penganiayaan dan pemaksaan pikiran yang jelas-jelas melanggar hak kebebasan dan hak asasi manusia.

Nicholas Bequelin, Direktur Regional di Amnesty International, memaparkan temuan di situs Amnesty International tentang situasi di Xinjiang. Dikutip dari situs Amnesty.org, 19 Desember 2019, Amnesty International telah mewawancarai 400 lebih orang kerabat Xinjiang yang mengungsi ke luar negeri.

Mereka menyebut ada penyiksaan di Xinjiang. Amnesty International juga meneliti bukti foto satelit dan dokumen pemerintah Cina tentang program penahanan. Sementara unggahan Twitter Mesut Ozil, pemain bola klub Arsenal, yang mengecam perlakuan Cina terhadap Muslim Uighur di Xinjiang menambah sorotan dunia terhadap kekejaman tersebut.

Diperkirakan satu juta orang yang mayoritas beragama Islam, seperti Uighur dan Kazakh, telah ditahan di kamp-kamp interniran di Xinjiang, barat laut Cina. Pemerintah  Cina berulang kali menyangkal keberadaan kamp, menyebutnya sebagai pusat pendidikan kejuruan sukarela. Meski nyatanya mereka yang dikirim tidak memiliki hak untuk menentang keputusan tersebut.

https://dunia.tempo.co/read/1285496/amnesty-international-paparkan-8-fakta-kondisi-muslim-uighur?fbclid=IwAR0c6OaykhVUjcuhIiP8JTqPli2_NkyHTDsWc-Hu9I-BHY3GZV1Xs5_G4O8

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orang-orang yang ruku”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):43).

Kebiadaban rezim Cina yang memang komunis terhadap Muslim etnis Uighur sudah diluar batas. Mereka nekad melarang umat Islam melakukan shalat yang merupakan kewajiban utama, memaksa makan babi yang haram hukumnya dalam Islam, juga melarang pemakaian jilbab serta janggut. Untuk itu merekapun menangkapi ribuan pemeluk Islam dengan tuduhan radikal. Benar-benar menyakitkan hati, siapa sebenarnya yang mereka musuhi?? Kabar terakhir mereka ternyata juga melarang umat Kristiani melakukan ibadah.

https://lobakmerah.com/kami-dipaksa-makan-babi-dan-dilarang-solat-pendedahan-mengejut-seorang-etnik-uighur-terhadap-layanan-istimewa-diterima-di-kem-tahanan-xinjiang/?fbclid=IwAR02kq2nSDVUWEWwmXjbPH4zsdbTKTmD8WBY8TZOvW0bwvIKFMyJnCMRJi8

https://www.fimadani.net/2019/12/dianggap-radikal-china-tangkap-40-ribu.html?fbclid=IwAR3aFk_-V6YTsKmqwYo77hPaVwLgXOCq7Z_lxhqzYRki8jV_VJJj1rWikRI

Namun demkian pihak rezim penguasa tidak mau mengakui hal tersebut. Bahkan mengatakan sebagai hoax alias berita bohong. Tak tanggung-tanggung di Indonesia mereka mengundang dan mempersilahkan sejumlah organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama untuk datang dan menyaksikan keadaan di Xinjiang.

Kepala Hubungan Internasional MUI, Muhyiddin Junaiddin mengatakan kunjungannya ke Xinjiang pada Februari lalu sangat dipantau ketat oleh pihak berwenang Cina. Ia juga mengklaim orang-orang Uighur yang ia temui di sana terlihat ketakutan. Muhyiddin mengatakan upaya Cina mengundang tokoh-tokoh Islam berpengaruh di Indonesia ke Xinjiang didesain untuk “mencuci” otak opini publik yang semula mengkritik agar mau berbalik membela Cina dalam memperlakukan Uighur.

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20191212202601-106-456537/media-asing-china-rayu-ormas-islam-ri-agar-diam-soal-uighur?fbclid=IwAR2WmgE8jiABCd8VIQnIcpahNGJWYbl6gw0zRVg0zSw90cm4nbK8jf6sBtc

Ironisnya lagi bahkan pemerintah Indonesia yang mayoritas Muslim tidak bergabung bersama 22 negara yang menandatangani pernyataan menentang kekejaman pemerintah Cina terhadap etnis Muslim Uighur. Surat pernyataan tersebut ditujukan kepada Ketua Dewan HAM PBB dan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berdalih, Pemerintah Indonesia tidak ikut campur urusan dalam negeri Cina terkait masalah Muslim Uighur di Xinjiang. Menurut Moeldoko, masing-masing negara punya cara dalam mengatur urusan dalam negeri.

http://itoday.co.id/politik/read/19162/RI-tak-Ikut-22-Negara-yang-Bela-Uighur-Peneliti-INSISTS-Ormas-Islam-Besar-Diam-Rezim-Ngapain-Saja?fbclid=IwAR1b6lPz_5Vtau0wO3O0qAyT58IxA30i2Y3Wjdtn3UP6Jqb0h4X1j-hClao

http://www.konfrontasi.com/content/tokoh/delegasi-uighur-dikabarkan-ditolak-jokowi-salim-said-indonesia-merdeka-apa-dijajah

Komitmen pemerintah Indonesia terhadap nasib Muslim Uighur di Xinjiang  diragukan oleh pengamat pertahanan dan keamanan, Salim Said. Pasalnya pada tahun 2016 ketika isu Uighur baru muncul Jokowi pernah menolak delegasi Uighur yang berkunjung ke istana. Delegasi tersebut dipimpin oleh ketua Muhammadiyah, Din Syamsudin.

Ini sumbernya Din Syamsudin, presiden tidak ingin menyakiti hati pemerintah Cina,” jelas Salim Said.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) ini sangat prihatin atas sikap Jokowi yang dianggapnya tak ubahnya seperti saat masih mengalami masa penjajahan.

Begitulah cerminan sikap sekuler yang makin hari makin diterapkan negri tercinta ini. Bagi mereka hal tersebut pasti dianggap tak jauh dari sikap radikal yang sedang dijadikan momok dan target utama yang dimusuhi rezim ini. Isu separatis memang yang paling mudah dijadikan alasan. Apalagi jika memikirkan hutang negara yang menggunung kepada Cina, yang sudah pasti membuat negara penghutang tersandera.

Namun yang menyedihkan adalah sikap seorang ustad kondang yang dengan santai menyatakan bahwa Uighur baik-baik aja. Itupun hanya dengan modal rekaman youtube kenalannya bukan hasil rekaman mata kepala sendiri.

https://www.eramuslim.com/berita/nasional/ini-dia-data-ngawur-yusuf-mansur-soal-uighur-yang-ditelanjangi-founder-ami-foundation.htm

Uighur bagaimanapun adalah masalah bersama, bukan umat Islam semata tapi juga semua yang peduli kemanusiaan. Persis seperti yang dihadapi rakyat Palestina yang berpuluh-puluh tahun hidup tertindas di tanah airnya sendiri. Mengenai Barat, Amerika Serikat khususnya, yang bersikap bertolak belakang  terhadap Israel yang menjajah Palestina, adalah hal lain. Bisa jadi perseteruannya dengan Cina yang membuatnya getol memberitakan kejahatan negara Tirai Bambu tersebut. Yang pasti bukankah kemerdekaan adalah hak setiap bangsa??

Menengok sedikit sejarah Uighur. Tanah Uighuristan ( sekarang Xinjiang yang dalam bahasa Cina  memiliki arti “wilayah terdepan baru”) merupakan tanah subur dengan luas 1.6 juta kilometer persegi atau hampir seperenam wilayah Tiongkok, menjadikannya provinsi terbesar di Cina. Jaraknya dengan Beijing ibu kota Cina adalah 1.500 mil dengan Kazakstan sebagai batas di utara, Mongolia Uighur di timur laut,  Kirghiztan dan Tajikistan di barat laut dan Afghanistan serta Pakistan di barat daya.

Propinsi ini masuk ke wilayah kekuasaan Repblik Rakyat Cina pada tahun 1949 yaitu sejak berdirinya republik tersebut. Bangsa Uighur sebagai mayoritas penduduk telah tinggal di tanah tersebut selama 2 ribu tahun. Sepanjang itu, mereka telah mengembangkan kebudayaan uniknya, sistem masyarakat, dan banyak menyumbang dalam peradaban dunia.

Setelah masuknya Islam ke wilayah tersebut pada tahun 934M, dominasi kebudayaan Uighur asli tetap bertahan di Asia Tengah. Karya sastra dan ilmu Uighur bahkan semakin berkembang. Beberapa karya sastra milik Kutatku bilik karya Yusuf Has Najib (1069-1070), Divani Lugarit Turk oleh Mahmud Kashari, dan Atabetul Hakayik oleh Ahmet Yukneki dikenal pada masa itu.

Bangsa Uighur berbeda dengan ras Cina-Han, mereka lebih mirip Eropa Kaukasus, sedang Han mirip Asia pada umumnya. Bangsa ini pada tahun 1933 pernah berusaha mendirikan negara Islam yaitu Turkistan Timur dengan Kashgar sebagai ibu kotanya.

Ironis pada tahun 1949 di awal masuknya kedalam RRC, 96 persen penduduk Xinjiang yang tadinya adalah klan Turki, pada sensus Cina terakhir menyebutkan kini tinggal 7,2 juta dari 15 juta warga Xinjiang. Dengan kata lain tak sampai 50 % dari jumlah penduduk.

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/03/16/m0zcbk-siapakah-bangsa-uighur

Kenyataan di atas lagi-lagi menunjukkan bahwa nasib bangsa Uighur tak jauh beda dengan Palestina yang terjajah di negrinya sendiri. Menjadi pertanyaan besar akankah kita mengulangi kesalahan besar dengan menjadi saksi bisu saudara-saudari kita seiman mengalami kedzaliman tanpa kita berbuat apapun???

Orang-Orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)”. ( HR. Muslim)

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 31 Desember 2019.

Vien AM.

Shibghah Allah.

“Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):138).

Shibghah, apakah Shibghah itu?? Shibghah artinya adalah tathiir (pensucian) sebagaimana asbabunuzul berikut,

Ibnu Jarir berkata, “Sesungguhnya orang-orang Nasrani bila anak mereka dilahirkan, maka mereka datang kepada pendeta pada hari yang ketujuh, mereka memandikannya dengan air yang disebut ‘al-Ma’mudi untuk membaptisnya. Mereka mengatakan, “Ini adalah kesucian pengganti khitan. Maka apabila mereka telah mengerjakannya jadilah anak itu seorang Nasrani yang sebenarnya.” Maka Allah menurunkan ayat ini”.

Ayat diatas adalah sindiran terhadap kaum Nasrani yang merasa ritual pembaptisan kepada bayi mereka lebih baik dari pada ritual khitan yang biasa dilakukan kaum Muslimin. Tentu saja hal ini tidak benar. Islam mengajarkan bahwa bayi yang baru lahir itu bersih, bebas dari segala dosa. Oleh sebab itu tidak perlu pensucian ( pembaptisan).

“Setiap manusia dilahirkan ibunya di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Muslim).

Fitrah manusia adalah bersih dari segala dosa termasuk dosa syirik yang merupakan dosa terbesar manusia. Tidak ada Tuhan yang disembah melainkan Allah Subhanallahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Satu, Esa, tidak beranak dan diperanakkan.

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Terjemah QS. Ar-Rum (30):30)

Dan yang lebih penting lagi cara pembersihan dosa tidak dengan cara baptis melainkan taubat nasuha, yaitu taubat yang benar-benar tidak akan mengulanginya lagi. Itupun bukan dengan cara pengakuan dosa di depan ulama/pendeta atau orang yang dianggap suci seperti yang biasa dilakukan kaum Nasrani. Melainkan langsung kepada Sang Pencipta Allah Azza wa Jala Yang Maha Menerima Tobat, tanpa perlu seorangpun saksi.

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, … … “. (Terjemah QS. At-Tahrim (66):8).

Sebaliknya khitan bertujuan untuk kesehatan dan kebersihan tubuh bukan semata kebersihan jiwa. Dan hari ini ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa khitan memang sangat baik bagi kesehatan manusia.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Lima dari fitrah yaitu khitan, istihdad (mencukur bulu kemaluan), mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan mencukur kumis”.[HR Muslim].

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,”‘Barangsiapa masuk Islam, maka berkhitanlah, sekalipun sudah dewasa” ; Syaikh kami (Ibnu Taymiah) berkata,’Ibrahim mengkhitan Ishaq pada hari ketujuh dan mengkhitan Isma’il ketika hendak baligh. Jadilah khitan Ishaq menjadi sunnah (tradisi) bagi anak cucunya, dan juga khitan Ismail menjadi sunnah bagi anak cucunya.Wallahu a’lam’.”

Khitan juga ternyata adalah ajaran para nabi, sejak nabi Ibrahim as hingga nabi Isa as. Jadi khitan sejatinya bukan hanya berlaku untuk umat Islam tapi juga untuk seluruh pemeluk agama Samawi kalau tidak mau dikatakan untuk seluruh manusia yang peduli kesehatan.

Untuk itulah Allah swt menegaskan bahwa shibghah Allah adalah shibghah yang paling baik. Shibghah yang juga berarti celupan. Sibhghah Allah, “celupan Allah” yaitu iman kepada Allah yang diikuti pembuktian tidak hanya ritual menyembah hanya kepada-Nya, tapi juga dengan mentaati semua perintah dan menjauhi segala larangan.

Perumpamaan mudah Shibghah Allah adalah seperti kain dan celupan warna dalam pewarnaan sebuah kain. Untuk mendapatkan warna yang sempurna kain harus dimasukkan ke dalam celupan secara keseluruhan, tidak separuh-separuh. Dan celupannyapun harus benar-benar sesuai dengan warna yang kita inginkan. Dengan demikian setelah kain dikeluarkan dari celupan hasilnya akan benar-benar sempurna. Warnanya tampak jelas, persis seperti celupannya, tidak belang-belang, setengah berwarna setengah tidak.

Wahai orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam. janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian,” (Terjemah QS. Al-Baqarah (2):208).

Shibghoh Allah adalah dien, komitmen totalitas hidup, ritual maupun non ritual kepada Allah swt, Sang Pencipta. Komitmen yang akan mewarnai hidup kita dengan ajaranNya. Tidak cukup hanya dengan iman di dalam hati tapi juga harus tampak dari luar. Itulah Islam yang kaffah, yang tidak setengah-setengah, tidak tebang pilih ayat yang sesuai nafsu dan keinginan.

Rasulullah terbiasa mengganti nama para sahabat yang bermakna tidak baik, seperti Abdul Uzza yang artinya hamba Uzza. (Uzza adalah nama tuhannya orang jahiliyah).  Demikian juga kaum perempuan dengan hijabnya, yang dengan demikian akan lebih mudah untuk dikenali, dan tidak diganggu orang jahat.

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. ( Terjemah QS. Al-Ahzab(33):59).

Ibaratnya adalah seragam suatu sekolah yang membuat pihak sekolah mudah mengenali identitas murid-muridnya, memberikan bantuan dan perlindungan. Sebaliknya seragam juga membawa baik dan buruk nama sekolah.

Begitupun dengan kaum Muslimin. Penampilan harus dibarengi prilaku dan sikap yang Islami, yang sesuai dengan kehendak-Nya, sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Al-Hadist.

Al Hasan Al Bashri mengatakan,

Di antara tanda kemunafikan adalah berbeda antara hati dan lisan, berbeda antara sesuatu yang tersembunyi dan sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar.”

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ada empat tanda, jika seseorang memiliki empat tanda ini, maka ia disebut munafik tulen. Jika ia memiliki salah satu tandanya, maka dalam dirinya ada tanda kemunafikan sampai ia meninggalkan perilaku tersebut, yaitu: (1) jika diberi amanat, khianat; (2) jika berbicara, dusta; (3) jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi; (4) jika berselisih, dia akan berbuat zalim.” (HR. Muslim no. 58)

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 12 Desember 2019.

Vien AM.

Radikalisme.

Perseteruan Pilpres akhirnya berlalu sudah meski dengan proses dan hasil jauh dari memuaskan. Bahkan Prabowo Subianto sebagai mantan capres masuk ke dalam jajaran kabinet dibawah ex capres yang mengalahkannya. Sesuatu yang amat langka terjadi. Meski alasan mantan danjen tersebut menerima posisi mentri Pertahanan patut diacungi jempol. Yaitu demi untuk menjaga negara dari serangan musuh dari luar yang selama masa kampanye memang menjadi perhatian utamanya. Membuktikan kecintaannya terhadap negara jauh lebih penting dari sekedar harga diri dan gengsi pribadinya. Semoga saja Prabowo bisa tegar dan kuat memperjuangkan keinginan mulia tersebut.

Namun apa lacur belum juga sepekan susunan kabinet diumumkan beberapa mentri sudah bereaksi menyudutkan umat Islam, yaitu dengan melempar isu radikalisme.

Mahfud MD sebagai Menkopolhukam memang menyatakan bahwa radikalisme yang diperangi pemerintah bukan umat Islam, melainkan mereka yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara melawan aturan-aturan. Namun pada acara ILC TV-One ia menyebut anak SD sebagai virus jahat yang harus diperangi. Ini hanya lantaran ia mendapat kabar tentang seorang anak perempuan usia 11 tahun yang tidak mau keluar kelas dengan alasan ajaran agamanya melarang bertemu lelaki yang  bukan muhrimnya.

https://www.portal-islam.id/2019/10/mahfud-md-anak-kelas-5-sd-sudah.html

Apa yang salah dengan hal tsb, mengapa Mahfud seorang Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogya ini begitu geram ? Usia 11 tahun bukan usia yang terlalu belia untuk bisa membedakan mana muhrim mana bukan. Bukankah anak seusia tersebut biasanya sudah haid? Agama yang dimaksud anak tersebut  sudah pasti agama Islam.  Islam memerintahkan perempuan yang sudah baligh agar menutup auratnya di hadapan laki-laki yang bukan muhrim demi menjaga kehormatannya, dan melarang agar tidak bercampur baur.

Sementara mentri Agama Fachrul Razi di hari-hari pertama tugasnya justru sibuk mengurusi soal cadar dan celana cingkrang yang menurutnya, lagi-lagi sebagai lambang radikalisme. Mantan wakil panglima TNI ini bersikukuh melarang pemakaian keduanya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) meski dihujani kritik oleh mayoritas anggota Komisi VIII DPR yang membidangi agama dalam rapat perdana di gedung parlemen.

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-50334697

Dalam khotbah perdananya pada shalat Jumat di masjid Istiqal ia mengutip ayat 13 surat Al-Hujurat sebagai berikut :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Ayat yang sangat indah. Tapi sayangnya mentri agama tersebut mengutip ayat di atas bukan untuk menunjukkan bahwa yang paling mulia adalah yang paling takwa, yaitu umat Islam yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Melainkan untuk menekankan toleransi sebagai dalil yang harus diterapkan kepada non Muslim. Tidak salah sebenarnya karena Islam memang mengajarkan hal tersebut. Masalahnya toleransi seperti apa yang dimaksudkannya??

Untuk diingat, beberapa waktu lalu mentri tersebut mengemukakan keinginannya untuk bertemu ustad Abdul Somad (UAS) yang belakangan ini ini tampak “di incar”. UAS adalah seorang ustad kondang yang dikenal secara terang-terangan mendukung Prabowo pada pilpres yang baru lalu.

Video ceramah jawaban ustad lulusan Maroko atas pertanyaan jamaah mengenai patung dan salib contohnya, yang tiba-tiba viral padahal sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, lagi pula terjadi di dalam masjid usai ceramah. Terakhir jawaban UAS terhadap pertanyaan jamaah tentang haramnya catur dan dadu yang ditanggapi sang mentri “ tidak usah didengarkan”.

Ada apakah gerangan ?? Bukankah tugas seorang ustad/ulama berdakwah kepada umat dan menjawab pertanyaan jamaah secara jujur bedasarkan dalil, tanpa menterlibatkan kepentingan siapapun, baik pribadi apalagi sudut pandang pejabat tertentu. Soal didengarkan atau tidak bukan urusan sang ustad apalagi pak mentri agama.

Sebagai catatan, Fachrul Razi diangkat sebagai mentri agama oleh Jokowi karena  latar belakang militernya yang dianggap mampu menumpas radikalisme di Indonesia. Isu radikalisme ini memang demikian hebohnya sampai-sampai menjelang pelantikan mentri baliho dengan tema tumpas radikalisme bertebaran di sepanjang jalan utama Jakarta.

Pada acara pelantikan para mentri, Jokowi bahkan sempat melempar wacana mengubah istilah radikalisme dengan manipulator agama.

“Atau mungkin enggak tahu, apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama. Saya serahkan kepada pak Menko Polhukam untuk mengkoordinasikan masalah ini,” jelasnya.

Sebelumnya Jokowi memang menyatakan bahwa salah satu fokus pemerintahannya lima tahun kedepan adalah pemberantasan radikalisme dan intoleransi, dan ingin agar secara konkret.

https://www.merdeka.com/peristiwa/jokowi-usul-ganti-istilah-radikalisme-jadi-manipulator-agama.html

Beberapa waktu lalu, ketua KPK memanggil seorang bawahannya yang mengundang UAS berceramah di instansinya. Padahal bila kita perhatikan tidak satupun isi ceramah UAS yang berpotensi mengundang radikalisme. Kecuali bila pernyataan penceramah kondang tersebut mengenai kehidupan dunia yang hanya senilai setengah sayap nyamuk dianggap menyinggung pihak tertentu hingga harus dimasukkan sebagai radikal ! Atau kata “kafir” yang belakangan menjadi isu sensitif ..

“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi).

Maka tak heran bila ketika sang menag berwacana mengeluarkan daftar sertifikasi ulama bahkan majlis taklim yang didominasi emak-emak itu harus mendaftar maka reaksi umatpun beragam. Diantaranya adalah Din Samsudin, tokoh Muhammadiyah yang saat ini menjabat sebagai ketua MUI. Ironisnya, tokoh yang juga dikenal sebagai tokoh lintas agama ini justru di isukan masuk ke dalam daftar terorisme dunia.

https://www.wartaekonomi.co.id/read253724/din-syamsuddin-dituduh-biayai-teroris-cetus-bang-fahri-permainan-orang-sakit.html

Sertifikasi dengan alasan agar ulama lebih mengedepankan persatuan bangsa apapun agamanya, sementara majlis taklim agar pemerintah dapat mudah menyalurkan bantuan, sungguh adalah alasan yang terkesan sangat dicari-cari.

https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2019/11/22/173941/kemenag-siapkan-program-ulama-bersertifikat.html

https://nasional.tempo.co/read/1278468/majelis-taklim-harus-daftar-kementerian-agama-untuk-pembinaan/full&view=ok

Din juga mempertanyakan urgensi wacana sertifikasi nikah yang akan dikeluarkan kemenag. Bukankah menikah adalah sunnah yang sebaiknya disegerakan bila seseorang memang sudah siap. Apalagi di zaman sekarang dimana budaya Barat sudah begitu merasuki cara berpikir dan bergaul muda mudi bangsa ini. Pernikahan seharusnya dipermudah bukan malah dipersulit.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. ( Terjemah QS. Al-Isra(17):32).

‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).’”[HR. Al-Bukhari].

https://news.detik.com/berita/4789292/din-soal-wacana-sertifikat-nikah-jangan-hal-sakral-diikat-terlalu-formal

Terakhir adalah viralnya tentang seorang direktur BTN yang dituduh terpapar radikalisme hanya karena sang bersangkutan pada tahun 2017 lalu memposting “Gerakan 7 juta status. Kami percaya Ulama dan mendukung perjuangannya. Jangan dishare tapi di copy, agar tembus 7 jt. VIRALKAN !!! #Gerakan7jutastatus” di status medsosnya. Lengkap dengan foto Habib Rizieq yang bertuliskan, “Kami Percaya Ulama, Habib Rizieq dan Mendukung Perjuangannya.”

https://bisnis.tempo.co/read/1278425/viral-direktur-btn-terpapar-radikalisme-sikap-kementerian-bumn/full&view=ok

Semakin jelas apa sebenarnya yang dimaksud radikal/radikalisme dalam pandangan pemerintah. Na’uzubillah min dzalik …

Yaa Allah lindungi kami dan anak cucu kami dari fitnah Dajjal yang makin nekad menunjukkan keberaniannya melawan kekuasaan-Mu. Yaa Allah Jangan biarkan musuh kaum beriman itu mengadu domba kaum Muslimin dengan doktrin Islam Nusantaranya yang menyesatkan itu. Bukankah Islam itu hanya satu yaitu Islam yang rahmatan lil aa’lamiin, yang dibawa rasulullah Muhammad saw untuk disebarkan kepada seluruh umat manusia dimanapun berada. Islam yang merupakan ajaran warisan para nabi, untuk tidak menyekutukan Allah swt dengan siapapun dan apapun.

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):132).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 1 Desember 2019.

Vien AM.