Feeds:
Posts
Comments

Energi Al-Maidah (4).

Meski telah didemo secara besar-besaran oleh jutaan umat Islam dari seluruh penjuru negri, bahkan hingga 3x, kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok di pulau Seribu pada  27 September 2016 lalu belum juga tuntas.

Sidang yang diselenggarakan pada 3 Januari 2017 berlangsung cukup alot. Pembela kedua kubu yang hadir di persidangan dikabarkan nyaris bentrok. Ketika azan berkumandang dan para pembela kebenaran segera menegakkan shalat berjamaah di jalanan, para pembela Ahok yang selalu berkoar demi toleransi dan persatuan NKRI, justru mempertontonkan sikap buruk yang sungguh bertentangan dengan ucapan mereka. Tanpa tahu sopan santun mereka menyetel musik keras-keras dan berjoged di depan jamaah sambil mengejek mereka yang sedang menghadap Tuhannya. Na’udzubillah min dzalik …

http://metro.sindonews.com/read/1167780/170/kawal-sidang-ahok-massa-gnpf-mui-salat-berjamaah-di-jalan-1483425334

Novel Bamukmin, sekretaris FPI, yang hadir sebagai saksi pada sidang hari itu, memaparkan bahwa sidang terkesan mengada-ada dan melebar ke arah yang tidak substansif. Contohnya adalah BAP tentang dirinya, yang sempat menjadi viral selama beberapa waktu. Ahok yang berstatus tersangka itu malah mempermasalahkan dan menuduh bahwa Fitsa Hats yang dalam BAP tercatat sebagai tempat Bamukmin pernah bekerja, sebenarnya adalah Pizza HUT yang sengaja dipelintir karena saksi malu pernah bekerja di perusahaan Amerika yang notabene negara kafir. Padahal BAP itu ditulis oleh pihak kepolisian bukan saksi.

Tuduhan Ahok tentu bukannya tanpa perhitungan matang. Gubernur petahana ini bermaksud menyasar umat Islam yang masih ragu menentukan sikap dalam cara memilih pemimpin, dengan membentuk opini negatif bahwa bahkan seorang anggota FPIpun tidak konsisten dalam bersikap. Berikut sebuah artikel yang dapat dijadikan panduan bagaimana hukum seorang Muslim bekerja di perusahaan non Muslim, dan apa bedanya dengan memilih pemimpin non Muslim.

http://www.dakwatuna.com/2017/01/09/84793/novel-bamukmin-fitsa-hats-dan-hukum-muslim-bekerja-perusahaan-non-muslim/#axzz4VFLxSM3G  

Selain itu juga adalah sikap salah satu kuasa hukum Ahok yaitu Vivi Evitha yang tak lain adalah adik bungsu tersangka. Perempuan ini menyandingkan kasus Habib Rizieq Shihab dengan kasus Ahok dengan mengemukakan bukti yang sama yaitu video rekaman yang menurutnya telah melecehkan agama lain. Tentu saja Novel langsung mengajukan keberatan, yang beruntung diterima oleh majelis hakim lantaran memang tidak ada korelasinya.

“Dia mengangkat Habieb Rizieq memakai ayat, menilai ulama bukan kapasitasnya. Itu yang disampaikan adik Ahok. Dan saya tahu adik Ahok bukan Islam, ngapain bawa-bawa ayat, bukan kapasitasnya,” ujar Novel di luar sidang.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/03/063832327/saksi-ini-keberatan-pertanyaan-adik-ahok-yang-sebut-rizieq

Demikian pula dengan sidang ke 5 yang di gelar pada 10 Januari. Pembela mempertanyakan sikap saksi Irena Handono, yang dianggap tidak tabayun dalam menyikapi pernyataan Ahok di kepulauan Seribu. Namun dengan sigap Irena, mantan biarawati yang sejak beberapa tahun lalu menjadi dai, justru mempecundangi si pembela dengan pernyataan bahwa tabayun adalah istilah yang merujuk dalam hukum Islam, yang artinya adalah mengkonfirmasi ulang sebuah pernyataan.

“Ketahuilah, istilah tabayun itu merujuk pada istilah dalam hukum Islam. Di Al-Quran Bapak temukan di mana? NKRI ini kita ini berdiri berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang 1945. Kalau Indonesia ini pakai hukum Islam, terdakwa sudah kami usir”, tegas Irena.

Dari beberapa contoh di atas dapat disimpulkan bahwa sidang penistaan agama kali ini terkesan jelas ingin dipersulit. Bandingkan dengan budayawan Arswendo Atmowiloto yang pernah divonis 4 tahun akibat dinilai menodai agama pada tahun 1990. Juga Lia Aminudin yang pernah dua kali dijatuhi hukuman penjara 2 tahun 6 bulan pada tahun 2006 dan 2 tahun 5 bulan pada 2009. Demikian pula seorang pendeta bernama Antonius Richmond Bawengan yang divonis 5 tahun penjara karena dinilai melecehkan agama Islam dan sekaligus Katholik. Belum lagi politikus Permadi yang pernah dipenjara karena penistaan agama.

“Dan puluhan orang yang dituduh melakukan penistaan agama langsung ditangkap, langsung ditahan, langsung diadili, langsung dipenjara. Termasuk saya,” aku Permadi yang kesal melihat perbedaan mencolok sikap pengadilan antara dirinya dengan Ahok.

Atau yang terakhir adalah kasus Habib Riziek yang tak sampai 3 minggu dari adanya pelaporan telah dipanggil kepolisian. Padahal kalau mau kita simak bersama kasus Habib tidaklah sama dengan Ahok. Habib sebagai seorang ulama berceramah di depan umatnya sendiri. Mengenai materi yang dianggap melecehkan umat agama lain tentu tidak dapat dipersalahkan, karena beliau memang sedang menerangkan tafsir surat Al-Ikhlas yang merupakan ruh ajaran yang diimaninya, yaitu tauhid.

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. ( Terjemah QS. Al-Ikhlas (112):1-4).

Anehnya lagi, pengacara Ahok, Trimoelja D. Soerjadi, seperti juga para pembenci Islam, menuduh bahwa kasus Ahok bermuatan politis, agar kliennya itu batal sebagai cagub. Padahal jelas yang jadi pemicu kasus Ahok memang ayat tentang cara memilih pemimpin dalam Islam, yang diyakini cagub tersebut bakal membuatnya kalah, bila umat Islam yang merupakan mayoritas rakyat taat terhadap kitab sucinya. Artinya Ahoklah yang memulai mempolitisasi ayat tersebut demi ambisi besarnya menjadi DKI-1, bukan umat Islam .

Tak heran bila untuk itu maka Trimoelja yang nyata-nyata sudah gagal paham memaknai perjuangan umat Islam dalam membela agamanya itu, bersumpah akan menghancurkan kredibilitas para saksi. Dan sumpah itu terbukti dengan bukti-bukti di atas, dengan tidak relevannya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam persidangan.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/09/063834114/pengacara-ahok-kami-akan-hancurkan-kredibilitas-saksi

http://www.panjimas.com/citizens/2017/01/16/temuan-tim-advokasi-gnpf-mui-kriminalisasi-para-saksi-perkara-penistaan-agama/

Tak hanya pengacara Ahok, para penguasa negri yang tampak ingin melindungi Ahok itu, terus berusaha keras mencari-cari kesalahan para ketua maupun pembina  GNPF dan MUI. Habib Riziek, Pembina sekaligus ketua FPI itu dituduh dengan berbagai pengaduan yang mengada-ada, diantaranya tuduhan pelecehan Pancasila.

http://suaranasional.com/2016/10/29/dituding-lecehkan-pancasila-ini-jawaban-skakmat-habib-rizieq-ke-sukmawati/

Sementara ustad Bahtiar Nasir ketua GNPF dituduh sebagai kaki tangan ISIS hanya karena rekening yayasan yang rutin menyalurkan  bantuan zakat infak sodaqoh umat Islam untuk rakyat Suriah yang menjadi korban kekejaman pemerintahan Syiah Bashar Assad. Dan pemicunya tak lain adalah infak yang terkumpul ketika demo Aki Bela Islam 212 yang mencapai 3.5 milyar.

“Silahkan saja di cek. Saya sudah meminta pihak bank untuk mem-print dana yang masuk, yang jumlahnya 700 ribu lembar itu. Ada yang transfer 20 ribu, 50 ribu, 100 ribu hingga yang jutaan. Jadi g usah khawatir infak antum yang hanya 20 ribu semua tercatat rapi”, ujar ustad Bahtiar Nasir mengomentari asal dana ABI sambil tersenyum simpul dan disambut takbir jamaah yang berkumpul di masjid Al-Azhar untuk shalat Subuh berjamaah Minggu 15 januari kemarin.

tengku-zulkarnaen-dicegatJuga MUI yang terus dikriminalisasi dengan bermacam tuduhan tak berdasar, tak hanya dengan menyebar fitnah tapi juga tindakan anarkis. Contohnya Tengku Zulkarnaen, sekjen MUI, yang disambut sekelompok orang bersenjata tradisional di bawah tangga pesawat begitu pesawat yang membawa ulama ini mendarat di bandara Sintang, Kalimantan Barat. Sungguh ajaib, bagaimana mungkin sekelompok orang bersenjata bisa masuk ke sebuah bandara bahkan hingga tangga pesawat?? Dimana polisi dan petugas bandara yang biasanya dengan ketat memeriksa orang yang akan masuk bandara???

http://www.panjimas.com/news/2017/01/12/astaghfirullah-wasekjen-mui-diancam-massa-dayak-ini-tanah-kafir-jangan-diinjak/

Demikian pula para anggota FPI yang sedang mengawal sidang Habib Riziek di pengadilan Mapolda Jawa Barat. Sejak awal persidangan mereka memang sudah di provokasi oleh GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) sebuah ormas binaan Irjen Anton Charliyan, kapolda Jabar. ( Padahal ada peraturan polisi/aparat negara tidak diperbolehkan berada/memayungi suatu ormas). Namun mereka tetap bertahan tidak mau melayani provokasi ormas yang menginginkan agar Habib ditahan itu.

Namun di akhir persidangan, ketika para pendukung Habib sudah membubarkan diri, beberapa anggota FPI diserang oleh anggota GMBI hingga ada yang terluka di kepala bahkan ada yang tak sadarkan diri hingga semalaman. Mereka juga memukuli kendaraan FPI yang sedang terjebak macet hingga kaca-kacanya pecah. Ironisnya hal itu terjadi di depan kantor polisi hingga terkesan polisi memang sengaja mendiamkannya.

http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/01/13/109571/sejumlah-anggota-fpi-diserang-anggota-ormas-seusai-kawal-pemeriksaan-habib-rizieq.html

demo-1601-di-depan-alazhardemo-1601-di-dpn-mabesPada peringatan Maulud Nabi di masjid Al-Azhar Jumat 13 Januari, Habib menuturkan tampaknya dirinyalah yang sebenarnya ingin dijadikan sasaran. Namun sebagai orang yang taat hukum yang dilakukan pimpinan FPI itu hanyalah mengajak kaum Muslimin agar siang ini, Senin 16 Januari, untuk long march dari masjid Al-Azhar menuju mabes Polri dengan tujuan agar kapolda Jabar dicopot dari jabatannya karena telah menyalah-gunakan wewenang..

Sementara FUIB ( Forum Umat Islam Bersatu ) Sulawesi Selatan menyampaikan pernyataan sikap atas peristiwa pelecehan dan penyerangan terhadap kaum muslimin, khususnya anggota FPI di Bandung  dan penghadangan ulama di Bandara Sintang , Kalimantan Barat, diantaranya agar kepolisian mencopot jabatan kapolda Jawa Barat dan kapolda Kalimantan Barat.

http://www.panjimas.com/news/2017/01/15/fuib-sulsel-insiden-kalbar-dan-jabar-bukti-konspirasi-bungkam-kebangkitan-islam/

Anehnya, kantor berita mainstream diantaranya CNN malah memberitakan hal yang sebaliknya !

http://www.dakwahmedia.net/2017/01/cnn-plintir-fpi-serang-gmbi-fakta-gmbi.html

Berikut rekamannya, silahkan dinilai siapa sebenarnya yang anarkis?

https://www.youtube.com/watch?v=FJCE9dJYnVU

Menjadi pertanyaan besar mengapa demi seorang Ahok pemerintah tega mendzalimi para ulama dan umat Islam yang merupakan mayoritas negri tercinta ini. Ada apa gerangan dengan Ahok? Siapa sebenarnya kekuatan di belakang orang no 1 DKI yang begitu ngotot mempertahankan proyek raksasa reklamasi teluk Jakarta yang hanya menguntungkan segelintir orang dan jelas-jelas bertentangan dengan rekomendasi kajian KKP ( Kementrian Kelautan dan Perikanan) dibawah pimpinan mentri Susi Pudjiastuti??

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/17/01/16/ojv8ij382-ahok-dikecam-karena-terbitkan-pergub-reklamasi-tabrak-aturan

Sungguh umat Islam nampaknya sedang mengalam ujian berat. Ironisnya, tidak hanya dari luar namun juga dari dalam, itulah kaum munafikun, yaitu mereka yang mengaku Islam tapi prilakunya suka memojokkan kaumnya sendiri, benar-benar menyakitkan …

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. ( Terjemah QS. An-Nisa(4):138-139).

Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan, “Orang-orang munafik itu akan terus ada sepanjang masa. Apalagi tatkala kekuatan Islam nampak dan mereka benar-benar tidak bisa mengalahkannya. Saat itulah mereka memeluk Islam dengan tujuan memasang makar buat Islam dan orang-orang Islam dalam hati mereka.”

Semakin jelas bahwa peristiwa pelecehan Ahok terhadap ayat 51 surat Al-Maidah di kepulauan Seribu September lalu adalah skenario Allah untuk memperlihatkan sekaligus memisahkan mana Muslim sejati dan mana Munafikun. Na’udzubillah min dzalik.

Wallahu’alam bish shawab.

Jakarta, 16 Januari 2017.

Vien AM.

Berhaji Dengan Bersepeda.

… …  mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):97).

Ya ibadah haji adalah kewajiban bagi yang mengaku Muslim dan memiliki kemampuan untuk melakukannya. Kemampuan yang dimaksud dalam ayat tersebut bukannya harus kaya raya dalam arti mempunyai harta yang berlimpah. Melainkan cukup memiliki biaya untuk mengadakan perjalanan pulang pergi ke tanah suci, biaya hidup selama disana dan biaya cukup bagi keluarga yang ditinggalkan selama yang bersangkutan berhaji. Serta yang utama dalam keadaan sehat sehingga ia mampu melakukan seluruh rentetan rukun dan wajib haji.

Haji adalah impian bagi seorang Muslim sejati. Puncaknya adalah wukuf di Arafah. Itulah saat dimana semua orang berkumpul dalam kedudukan yang sama di hadapan Tuhannya, Allah Azza wa Jalla. Baik yang kaya maupun miskin, raja maupun rakyat biasa, lelaki maupun perempuan, tua maupun muda, apapun warna kulitnya, semua bersimpuh, rukuk dan sujud memohon ampunan dan ridho-Nya. Bagi seorang Muslim, hari-hari haji adalah hari-hari yang merupakan puncak spiritual yang sungguh tinggi nilainya dihadapan Sang Khalik. Pada hari itu para jamaah memandangi langit Arafah. Disebutkan dalam hadits qudsi bahwa Allah berfirman kepada para malaikat:

Lihatlah kepada hamba-Ku di Arafah yang lesu dan berdebu. Mereka datang kesini dari penjuru dunia. Mereka datang memohon rahmat-Ku sekalipun mereka tidak melihat-Ku. Mereka minta perlindungan dari azab-Ku, sekalipun mereka tidak melihat Aku”.

Saat itu Allah mendekat sedekat-dekatnya kepada hamba-hamba-Nya yang wuquf di Arafah untuk mendengarkan ungkapan dan keluhan hati mereka, menatap dari dekat wajah dan perilaku mereka. Nabi Muhammad saw bersabda :

“ . . . Ia (Allah) mendekat kepada orang-orang yang di Arafah. Dengan bangga Ia bertanya kepada para malaikat, Apa yang diinginkan oleh orang-orang yang sedang wukuf itu ? “

Maka tak heran bila kita sering mendengar kisah seorang Muslim, dengan segala keterbatasannya, pergi menunaikan haji. Keterbatasan tersebut bermacam-macam, ada yang kurang mampu secara harta, ada yang secara fisik, dan ada juga yang dengan perjuangan berat dengan berbagai alasan. Perjalanan haji di jaman modern ini tidaklah begitu sulit dilakukan. Akan tetapi, tidak semua orang seberuntung itu, ada sebagian orang yang harus menempuh perjalanan berbulan-bulan untuk sampai ke Mekah. Berikut adalah diantara kisahnya :

1. Bulat Nassib Abdulla , seorang pemuda Rusia.

mualaf-rusia-berhaji-dng-bersepedaPada tanggal 8 September 2016, Bulat  Nassib Abdulla, seorang pemuda Rusia,  tiba di Makkah, setelah bersepeda menempuh jarak 6600 km dari tempat tinggalnya.  Ia diterima sebagai tamu kehormatan dan mendapat banyak penghargaan dari organisasi pramuka Saudi. Selain melakukan ibadah haji, pemuda berusia 24 tahun tersebut mendapatkan kehormatan bergabung dalam tim relawan yang bertugas melayani para jamaah dari berbagai negara. Pemuda tersebut dimasukkan ke dalam kloter peziarah Pramuka Hulaifah Saudi.

Bulat meninggalkan Rusia pada hari pertama Ramadhan, 6 Juni 2016. Setelah melewati beberapa negara seperti Azerbaizan, Yordania, Cyprus, Turki. Tiga bulan kemudian, akhirnya ia berhasil sampai di Madinah.

Haji diwajibkan untuk sekali dalam seumur hidup bagi semua umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahun Muslim di seluruh dunia mengunjungi Makkah untuk melakukan ibadah tersebut. Pada haji tahun 2016 ini, semoga Allah menerima ibadah haji dan doa kami serta melindungi kita dari setiap hal yang buruk,” ujarnya.

2. Mohammad, dari RRC.

muslim-cinaMohammad, demikian nama lelaki setengah baya yang melakukan perjalanan sejauh 8.150 kilometer dengan mengayuh sepeda dari rumahnya di provinsi Xinjiang menuju Arab Saudi. Setelah menempuh perjalanan 2 bulan, pada tanggal 21 Agustus 2016, tibalah Muhammad di tujuan.

Mohammad berkisah bahwa ia termasuk orang yang tak mampu membayar biaya berhaji secara normal. Namun hal tersebut tak membuatnya putus asa. Ia mengumpulkan bekal sebisanya, kemudian sebagai seorang yang terbiasa bersepeda iapun mengkomunikasikan perjalanan spektakulernya kepada komunitas sepeda di Arab Saudi. Alhasil, begitu ia sampai di kota Thaif, kota peristirahatan  tak jauh dari Makkah, ia pun disambut oleh kelompok bersepeda kota itu dan mengiringinya hingga ke Mekah.

Kami adalah klub sepeda pertama di Arab Saudi yang menyambut pesepeda Muslim Cina, dan kami berharap pada klub-klub sepeda lokal lainnya untuk dapat menerima Mohammad dengan hangat serta memperkenalkannya dengan kota-kota mereka,” kata Nayef Al Rawas, Ketua klub sepeda lokal di kota Taif.

3. Senad Hadzic dari Bosnia.

senadhadzic-haji-berjalankakiPada tahun 2012, demi mencapai impian melaksanakan haji, Senad Hadzic (47 tahun), berjalan kaki sejauh 5.900 km dari desanya di Bosnia menuju Mekah. Ia meninggalkan kota kelahirannya, Banovici, Bosnia, dan berjalan kaki sekitar 3.540 mil melintasi Bosnia, Serbia, Bulgaria, Turki, Suriah, Yordania dan Arab Saudi untuk akhirnya mencapai Mekah.

Saya berjalan atas nama Allah, untuk Islam, untuk Bosnia-Herzegovina, untuk orang tua saya, dan untuk kakak perempuan saya,” jelas Hadzic.

Berbekal ransel seberat 20 kg berisi peralatan hidup sekedarnya dan uang 200 euro di tangan, Hadzic memulai perjalanan spiritualnya. Bila ia lelah atau malam hari tiba ia istirahat dan tidur di masjid yang ditemuinya, atau di taman kota, dan kadang-kadang juga di jalanan. Namun demikian ia menyatakan perjalanannya yang berat itu terasa ringan begitu akhirnya ia tiba di Mekah : “Aku benar-benar sangat senang dan menurutku ini adalah tempat yang paling indah di dunia.”

4. Nathim Cairncross dan Imtiyaz Ahmad Haron, dari Cape Town

afrika-selatanPada tahun 2010, Nathim Cairncross (28) dan Imtiyaz Ahmad Haron (25), dua orang pemuda dari Cape Town, Afrika Selatan mengayuh sepeda ke Arab Saudi untuk melakukan perjalanan haji.

“Mengayuh sepeda ke Arab Saudi dari Cape Town adalah pengalaman yang melelahkan. Kami memang berniat melakukan perjalanan haji dengan cara ini agar kami bisa merasakan sendiri kerasnya melakukan ibadah haji,” kata Cairncross, seorang pemuda yang berprofesi sebagai perencana tata kota.

Ketika ditanya mengapa mereka memilih untuk naik sepeda, Cairncross berkata: “Ini memberi kita banyak kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang dari negara yang berbeda. Selain itu, selama perjalanan kami bisa berdakwah di mana pun kami berhenti untuk menginap.”

5.Salim Moumou, seorang pemuda Perancis.

salim-moumou-eljeddahoui-monasPada tahun 2007, Salim Moumou, seorang mahasiswa Perancis berusia 25 tahun melakukan perjalanan sejauh 4800 km ke tanah suci dengan bersepeda. Ia memulai perjalanannya dari kota asalnya di Perancis. Ia melalui Belgia, Swiss dan Italia lalu dari Italia berlayar ke Turki. Ia mengakui bahwa perjalanan spiritual tersebut termotivasi oleh kisah kakeknya yang mengayuh sepeda mulai dari Suriah, Jordania, kemudian Arab Saudi.

Kakek saya butuh waktu enam bulan untuk sampai ke Mekah, saat itu kondisi untuk makan dan tidur masih sangat sulit. Saya ingin merasakan kondisi yang sama dan kesulitan yang sama.” katanya penuh semangat.

6. Dzhanar Aliyev Magomed Ali dari Chechnya.

dzhanar-aliyev-magomed-ali-monasMagomed Ali membutuhkan sekitar 10 minggu perjalanan dari Urus-Martan, sebuah desa kecil di Chechnya, ke kota suci Mekah di Arab Saudi. “Aku hanya takut kepada Allah, dan kemungkinan bahwa aku tidak akan sampai ke tujuan,” kata Magomed Ali setelah pulang dari perjalanan ibadah hajinya.

Magomed Ali bukanlah seorang yang masih muda namun semangat dan kemauannya yang begitu tinggi sangat patut diacungi jempol. Dalam usianya yang sudah 63 tahun, ia mencari pengalaman spiritual terbesar dalam hidupnya. Pada tahun 2007 dengan sepedanya yang sudah karatan, ia berhasil melakukan perjalanan sepanjang 12 ribu kilometer, dengan melintasi 13 negara untuk kemudian bergabung dengan hampir tiga juta Muslim dari seluruh dunia untuk melakukan ibadah haji.

Rupanya perjalanan tersebut adalah bentuk nazar Magomed kepada sang ibu, yaitu jika ada sedikit rezeki untuk bertamu ke Baitullah, maka dia ingin melakukannya lewat jalan darat.

7. Konvoi sepeda motor rombongan dari Malaysia.

Pada Mei 2014 serombongan calon jamaah dari Malaysia bersepeda motor dari Kuala Lumpur menuju Madinah. Rombongan berjumlah 12 orang ini berhasil memasuki tanah suci dengan mengendarai 8 sepeda motor dan satu mobil kecil,setelah melewati 12 negara dan mampir di 53 kota.

Pengalaman dua bulan di jalan nyaris tanpa kendala, kecuali ketika tiba di perbatasan antarnegara. Kedutaan Besar Malaysia di masing-masing negara transit harus selalu turun tangan untuk membantu memfasilitasi perjalanan mereka. “Kebanyakan soal prosedur perbatasan saja,” kata mereka.

Perjalanan spiritual dengan cara konvoi sepeda motor yang dilakukan rombongan ini adalah untuk yang ke 3 kalinya.

Tentu masih banyak lagi kisah perjalanan haji mereka yang berangkat tidak secara yang biasa kita dengar.  Bahkan saking menggebunya tidak jarang calon jamaah nekad melakukan perjalanan tanpa izin resmi. Choiron Nasichin, adalah salah satu contohnya. Pada tahun 1992, lelaki asal Jombang Indonesia ini nekad menyusup ke dalam pesawat jamaah haji yang berangkat dari bandara Juanda Surabaya. Aksinya baru ketahuan menjelang pesawat turun di bandara King Abdul Aziz Jedah, hingga akhirnya terpaksa dipulangkan ke tanah air. Namun demikian perbuatan kurang baik yang dilandasi keinginan yang begitu tinggi agar bisa beribadah di rumah-Nya ini berbuah menyenangkan. Dua kali ia dibiayai seseorang untuk berhaji, yaitu pada tahun 1994 dan 2005. Allahu Akbar …

Sementara dari Pakistan dilaporkan satu kelompok yang tidak memiliki izin resmi berhasil memasuki  pegunungan Taif yang terletak 80 km dari Mekkah. Mereka ini bahkan tak memakai alas kaki dan bekal yang cukup. Dan kalau kita perhatikan di sana memang banyak sekali jamaah yang keadaannya demikian, terutama dari Pakistan dan India.

Jadi sungguh aneh bila di zaman modern ini masih saja ada orang yang mengaku Muslim tapi dengan berbagai alasan enggan menjalankan rukun Islam ke 5 ini padahal ia mampu melakukannya. Apa sebenarnya yang menghalanginya???

Semoga kisah perjuangan para jamaah haji di atas mampu menggerakkan hati mereka yang belum ingin pergi haji segera melakukannya, aamiin ya robbal ‘aalamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 25 Desember 2016.

Vien AM.

Energi Al-Maidah 51 (3).

Sesuai dengan temanya yaitu demo super damai, Aksi Bela Islam III 212 yang baru lalu, berjalan dengan mulus, amat sangat damai. Dibawah awan mendung, angin sepoi-sepoi, hujan rintik-rintik yang sesekali turun, kemudian hujan deras tepat ketika shalat Jumat dimulai dan berhenti secara perlahan di akhir acara, benar-benar menambah nikmat dan syahdunya suasana. Menjadi berkah tersendiri bagi jamaah yang telah batal wudhu untuk memperbarui wudhu mereka. Maklum, sebagian jamaah telah datang sejak Subuh dan lagi tidak mudah untuk keluar dari kerumunan jutaan manusia untuk sekedar mencari air wudhu.  Allahu Akbar !

Doa qunut yang dibacakan imam di bawah derasnya hujan justru makin menambah keseriusan umat dalam berdoa. Berdoa memohon agar Allah swt sudi mengabulkan doa jutaan umat Muslim yang berkumpul siang itu dengan satu tujuan utama, yaitu agar para pemimpin mau serius menangani si penista agama, agar hukum tidak hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, agar keadilan berlaku tidak hanya bagi minoritas tapi terlebih lagi bagi kami kaum mayoritas, dan juga agar NKRI tetap bersatu, tidak terpecah belah. Berdoa dengan posisi tangan menengadah ke atas hingga dapat merasakan guyuran air yang turun langsung dari langit, sungguh mampu membangkitkan semangat dan rasa optimis bahwa Allah swt  pasti mendengar dan akan mengabulkan doa umat Muslim.

Pagi itu sekitar pukul 10, bersama suami, yang sengaja mengambil cuti, adik saya serta suaminya yang baru kali ini ikut turun ke jalan, alias berdemo, kami tiba di Istiqlal.  Dari masjid terbesar di Asia Tenggara ini kami berjalan kaki menuju pintu Gambir, yang berdasarkan info yang saya trima dikhususkan bagi kaum Muslimah. Di sepanjang jalan yang kami lalui itu, tak henti-hentinya makanan dan minuman ditawarkan, secara gratis !

wudhu-monas212Sejumlah ambulan dengan posko medisnya, WC mobile dan  mobil pemadam yang sudah disulap menjadi tempat wudhu terlihat di beberapa sudut. Juga yang tak kalah pentingnya adalah tim kebersihan dan mereka yang bertugas mengingatkan untuk tidak menginjak rumput ! Masya Allah …

monas-212tugu-pak-tani-212Yang mengherankan adalah area sekitar pintu Gambir yang tidak terlalu padat. Adik saya sampai berkomentar ” G seramai waktu 411 kayaknya mbak ya?“. Saya hanya mengangkat bahu, jujur, bingung. Jawaban baru kami dapatkan di perjalanan pulang. Kami baru menyadari bahwa jamaah membludak tidak hanya di Monas tapi juga hingga Sudirman-Thamrin, sesuai keinginan awal GNPF yang kemudian ditentang polisi, dengan alasan mengganggu ketertiban umum. Namun nyatanya bahkan membludak hingga kawasan patung pak Tani di Kwitang. Masya Allah …

Pantaas, ketika shalat tadi beberapa kali kami mendengar suara seperti deru angin yang sangat kencang, kami sempat menyangka bahwa itu suara angin puyuh. Suara itu terdengar datang dari sisi depan kiri yang tak lain adalah sisi Thamrin-Sudirman. Dan belakangan kami baru sadar bahwa itu adalah suara takbir yang terbawa angin … Allahu Akbar !!!

monas2-212monas3-212Rupanya kami benar2 beruntung bisa masuk Monas di saat akses menuju lokasi utama terhambat jutaan jamaah, dan shalat persis di depan monumen tersebut. Dan itupun sudah penuh ketika menjelang waktu Zuhur. Sungguh tidak percuma kami memaksakan diri hadir di pesta akbar ini karena pagi tadi, tepat sebelum berangkat mobil kami mogok, hal yang benar-benar tidak pernah terjadi. Untung satpam kompleks segera memberitahukan bahwa tetangga kami ada yang punya jumper, yaitu alat pemancing aki. Segera  suami bertindak cepat, dan Alhamdulillah berhasil. Dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan suami memutuskan mampir membeli aki baru dan menggantinya sebelum berangkat ke tkp.

santriciamis

Santri Ciamis berbondong menuju Jakarta

Anehnya, ketika umat Islam sedang bergembira atas keberhasilan aksi super damai ini, 2 hari kemudian muncul aksi di tempat yang sama. Rupanya ini adalah aksi tandingan yang diselenggarakan mereka yang tidak senang dengan aksi 211. Sungguh aneh, aksi 211 yang dipersiapkan jauh-jauh hari secara matang oleh tim GNPF, yang bahkan beberapa kali sempat ditentang pihak berwajib dengan alasan mengganggu ketertiban dan sebagainya. Hingga mengakibatkan peserta aksi dari Ciamis yang berjarak 270 km dari Jakarta, memutuskan untuk berjalan kaki menuju ibu kota karena polisi melarang bus-bus mengangkut mereka. Namun aksi tandingan bisa tiba-tiba saja muncul tanpa persiapan, dan direstui pula oleh kepolisian.

monas4-212Ajaibnya lagi, aksi yang mereka beri nama aksi budaya dengan slogan menjaga ke-bhineka-an, pada kenyataannya malah membawa-bawa bendera partai penyelenggara aksi, dengan pengerahan pns pulak. Aksi ini juga melibatkan perusahaan-perusahaan besar milik para taipan dan konglomerat kelas kakap yang mewajibkan pegawainya untuk hadir. Hmmm … apa sebenarnya maksud dibalik aksi ini???

Yang juga kemudian menjadi viral adalah munculnya pernyataan resmi PT Nippon Indosari Co, sebagai pemilik Sari Roti bahwa perusahaan tersebut tidak ikut mendukung aksi 212. Alasannya Sari Roti berkomitmen menjaga keutuhan , kesatuan dan ke-bhineka-an.  Apa maksudnya ??? Yang pasti hal ini dipicu karena adanya seorang donatur yang memborong sejumlah gerobak roti dari merk tersebut dan menggratiskannya bagi peserta aksi 212.

Namun yang menggembirakan adalah paska aksi dimana umat Islam kemudian bersatu dan sadar akan pentingnya membangun sendiri ekonomi Islam yang tidak perlu tergantung kepada umat lain. Karena harus diakui kekuatan ekonomi dunia saat ini, khususnya Indonesia, berada pada genggaman non Muslim.  Kita pasti tahu bank-bank swasta seperti BCA, Danamon, BII, Niaga dan lain-lain itu bukan milik Muslim. Juga swalayan besar seperti Carrefour dan Gyant hingga yang kecil seperti Alfamart dan Indomaret. Demikian pula produk yang setiap hari kita gunakan dan konsumsi, mulai bangun tidur gosok gigi memakai Pepsodent, mandi memakai sabun Lux, sarapan dengan beras impor Thailand atau sereal impor dll.

Semangat  ini demikian membuncahnya hingga pada tausiyah ustad Bahtiar Nasir seminggu setelah aksi 211,  seorang notaris yang hadir di tausiyah tersebut naik ke atas panggung dan menyatakan ia dan kawan-kawan siap membantu kaum Muslimin yang ingin mendirikan perusahaan. Ia bercerita bahwa pendirian asosiasi notaris Muslim itu secara spontan paska 211. Dan melihat antusias kaum Muslimin yang begitu tinggi, tampaknya pendirian supermarket dengan rencana bernama Muslim212Mart hampir menjadi kenyataan.

http://www.iqromedia.net/2016/12/Ratusan-Umat-Islam-Hadiri-Rapat-Pendirian-Supermarket-Islami-atau-Muslim212Mart-Hebohkan-Netizen.html

subuhpusdai

Jamaah Subuh masjid Pusdai Bandung

Dan yang juga tak kalah penting adalah lahirnya kesadaran shalat Subuh berjamaah di masjid bagi kaum lelaki. Gerakan yang digalakkan pada hari Senin, 12 Desember bersamaan dengan hari libur nasional dalam rangka memperingati Maulud Nabi ini berlangsung di hampir semua kota-kota besar di Indonesia. Di Bandung yang dipusatkan di masjid Pusdai jamaah mencapai 25 ribu, sementara tak sedikit jamaah masjid lain di kota selain Bandung yang meluber ke jalanan layaknya shalat Jumat, sesuatu yang amat ditakuti musuh Islam, Yahudi khususnya. Semoga ini dapat menjadi awal kebangkitan Islam yang telah diprediksi rasulullah muncul menjelang akhir zaman. Allahu Akbar …

Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang Munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari).

Anehnya, pemerintah malah meng-izinkan secara resmi agama Yahudi di negri ini. Ya Allah apa yang sedang terjadi dengan bumi pertiwi ini? Yahudi adalah agama yang dilaknat Allah karena kedzaliman pemeluknya yang suka berbuat kerusakan, menukar-nukar ayat-ayat-Nya, juga membunuh para nabi dan rasul. Bahkan hingga detik ini kita bisa menyaksikan betapa Zionis Yahudi tak hentinya menindas Muslim Palestina. Ya Allah skenario apakah yang sedang Kau persiapan bagi kami yang lemah ini? Apakah ini azab-Mu karena umat ini kurang gigih membela ayat-ayat-Mu ? Ya Allah beri kami kekuatan yang lebih besar untuk melawan kedzaliman ini.

http://www.nasional.info/2016/12/pemerintah-jokowi-akui-yahudi-sebagai.html

Sementara itu, tujuan utama aksi umat Islam agar pemerintah segera mengadili dan memberikan hukuman setimpal bagi penista agama, dalam hal ini Ahok, hingga detik ini belum menunjukkan tanda-tanda berarti. Sidang perdana memang telah dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Desember lalu. Sidang ini menjadi heboh karena Ahok sebagai tersangka tampil berbeda dengan kebiasaan sehari-harinya. Beberapa kali ia memperlihatkan sikap minta dikasihani, bahkan menangis. ???!?? Padahal baru sehari sebelumnya ia muncul di net-tv, debat cagub bersama pasangan Anis-Sandiaga n dan Agus-Sylvi. Sandiwara apa pulakah ini??? Bagaimana mungkin seorang tersangka bisa ikut debat cagub???

Yang menyedihkan lagi ditengah ketidak-pastian hukum yang mampu membela kepentingan kaum Musimin muncul berita tak sedap. Yaitu penolakan pemerintah bergabung dengan 34 negara Muslim demi melindungi kaum Muslimin dari terorisme, khususnya rakyat Suriah dari makin brutalnya rezim Syiah Bashar Asad yang didukung Rusia serta Iran. Alasannya Indonesia masih ingin menggunakan pendekatan Islam rahmatan lil’aalamiin … ??!? … Korban sudah demikian parahnya, Islam sudah demikian tidak memiliki harga diri masih juga beralasan ?? Dimana letak persaudaraan sesama Muslim yang sejak lama telah hilang dari bumi pertiwi dengan alasan toleransi dan kebhinekaan yang terus didengungkan para pengikut JIL dan kroninya???i

http://news.metrotvnews.com/read/2015/12/16/201951/ini-alasan-indonesia-tak-gabung-aliansi-arab-saudi

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau berkata: “Rasulullah SAW bersabda: Seorang Muslim itu adalah saudara Muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzdalimi dan meremehkannya dan jangan pula menyakitinya.” (HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim).

joko-iranBahkan dengan teganya presiden kita malah mengunjungi Iran dan membuat perjanjian dengan negri para imam dedengkot Syiah itu. Ya Allah lindungi kami kaum Muslimin yang sejak awal kemerdekaan bahkan sebelum zaman penjajahan Belanda adalah dari golongan Sunni yang bertolak belakang dengan ajaran Syiah yang sangat memusuhi kami. Yang jelas-jelas tega melaknat para sahabat utama dan istri-istri rasulullah.

https://almanhaj.or.id/3630-pokok-pokok-kesesatan-aqidah-syiah.html

http://www.mediapribumi.com/2016/12/iran-dukung-penuh-pembantaian-aleppo.html?m=1

jlnbeijingBelum lagi sejumlah kebijakan pemerintah yang sangat pro RRC. Mungkinkah ini yang menyebabkan pemerintah sulit mengatasi imigran gelap illegal cina, meski terbukti mereka telah mengibarkan bendera Cina di proyek yang ada di Indonesia, membawa masuk narkoba, menanam cabe beracun dll??? Termasuk juga bangkitnya kembali pki sejalan dengan paham komunisme yang dianut Republik China??

http://www.kabarsatunews.com/2016/11/tak-hanya-bendera-china-dikibarkan-di.html

http://suaranasional.com/2016/12/17/digerebek-imigrasi-pekerja-china-di-gresik-ngacir-terbirit-birit

http://www.faktamedia.net/2016/04/indikasi-kebangkitan-pki-makin-sangat.html

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 19 Desember 2016.

Vien AM.

Energi Al-Maidah 51 (2).

Pada tanggal 16 November 2016 Bareskrim ( Badan Reserse Kriminal Polri ) akhirnya menetapkan Ahok sebagai tersangka. Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penistaan agama. Ia dinilai melanggar Pasal 156a KUHP dan Pasal 28 Ayat (1) UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Langkah Bareskrim ini tentunya tak terlepas dari demo Aksi Bela Islam II yang diselenggarakan pada 4 November lalu dan diikuti jutaan umat Islam. Mengapa demikian? Karena penetapan menjadi tersangka ini tergolong lambat bila dibanding mereka yang juga diduga menista agama.

Politikus Permadi, seniman Arswendo Atmowiloto dan penulis H. B. Jassin adalah contohnya. Begitu mereka diadukan telah menistakan agama polisi langsung mengamankan mereka sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Sementara Ahok, sejak kejadian di pulau Seribu pada tanggal 27 September hingga 4 November belum juga ditanggapi. Jadi wajar bila akhirnya umat Islampun marah dan jengkel.

Apa hal itu karena Ahok adalah gubernur petahana sekaligus calon gubernur PDIP? Jadi aneh juga sebenarnya pernyataan polisi juga presiden yang menuduh demo ditunggangi muatan politik. Tidakkah itu terbalik ??

Anehnya lagi, pasal yang digunakan untuk menjadikan Ahok tersangka, mengapa pasal tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, bukannya pasal tentang penistaan agama ??? Hingga akhirnya justru Buni Yani, yang dijadikan tersangka dengan pasal yang sama dengan Ahok. Yang pastinya akan membuat orang berpikir dua kali  bila ingin melaporkan kejahatan, meski mempunyai bukti kuat rekaman video. Ironisnya,  begitu dijadikan tersangka Buni Yanipun langsung ditahan, kalau saja tidak ada protes dari masyarakat.

http://tekno.kompas.com/read/2016/11/16/12015287/uu.ite.dipakai.jerat.ahok.pengamat.sebut.aneh.dan.tidak.logis

http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/11/24/oh51ad301-pakar-hukum-pidana-ahok-tersangka-artinya-buni-yani-tidak-bohong

Disamping itu keberadaan media sosial yang tidak sedikit memamerkan foto-foto kedekatan kapolri dengan Ahok maupun Teman Ahok membuat masyarakat makin pesimis proses hukum bakal berjalan sesuai harapan. Meski sebaiknya masyarakat lebih waspada dan hati-hati menyikapinya karena berita hoax dan foto-foto editan makin meraja-lela hingga sulit dibedakan mana yang asli mana yang palsu.

Dalam rangka meng-antsipasi hal tersebut maka GNPF-MUI kembali berniat menggelar demo Aksi Bela Islam III. Rencana awal demo ini akan dilaksanakan di sepanjang jalan Thamrin-Sudirman, dengan tema gelar sajadah alias shalat Jumat. Tidak ada orasi, yang ada hanya zikir, membaca Al-Quran dan tausiyah oleh para ulama, sambil menunggu waktu shalat Jumat. Oleh sebab itu demo Aksi Belas Islam III ini disebut demo super damai, bukan hanya damai lagi.

Namun rupanya polisi tidak mengizinkan jalan protocol digunakan untuk shalat karena menganggu kepentingan umum. Dan hasilnya setelah beberapa kali mengadakan pertemuan, terakhir kunjungan kapolri Jenderal Tito Karnavian ke kantor pusat MUI pada Senin 28 November, disepakati demo akan dilangsungkan di Monas, masjid Istiqlal dan sekitarnya, dengan kawalan resmi aparat keamanan. Allahu Akbar !

Pertemuan yang dihadiri wakil GNPF – MUI Habib Riziek, Ustad Bahtiar Nasir, ustad Zaitun serta Aa Gym ini dibuka oleh ketua MUI Ma’ruf Amin dengan menyebutnya sebagai Yaumun Rahman atau pertemuan kasih sayang.  Ma’ruf Amin juga menerangkan bahwa paska 211 akan diadakan rujuk nasional yang bertujuan untuk memperbaiki hubungan polisi ( pemerintah) dengan MUI ( umat Islam) yang sempat terganggu dengan adanya kasus penistaan tersebut. Yang paling menyakitkan adalah pernyataan polisi ( dan presiden ) bahwa para pendemo 411 adalah teroris !

Dalam pertemuan tersebut Habib Riziek, ketua GNPF-MUI sekaligus FPI dengan legowo menerangkan alasan mengapa mereka memilih Thamrin Sudirman sebagai lokasi awal. Menurut beliau, berdasarkan pengalaman demo 411 lalu, masjid Istiqlal tidak mampu memuat peserta demo yang mencapai 2.3 juta itu. Puncaknya adalah ketika mereka harus berdesak-desakan keluar masjid hingga akhirnya banyak yang jatuh pingsan. Sementara akses ambulance yang dibutuhkan untuk membantu mereka yang membutuhkan sangatlah sulit.

Jadi bukannya kami keras kepala, ngotot ingin memaksakan kehendak”, jelas Habib Riziek.

Habib juga menegaskan, perjuangan GNPF – MUI tetap satu yaitu agar fatwa MUI bahwa Ahok telah menistakan agama ditindak lanjuti pada jalur yang benar. Demi utuhnya NKRI, tidak boleh satupun orang baik rakyat biasa apalagi pejabat melecehkan agama yang ada di negri tercinta ini. Baik itu agama minoritas apalagi agama mayoritas.

Sementara ustad Bahtiar Nasir dengan santai mempersilahkan peserta demo untuk datang lebih awal di Istiqlal agar bisa shalat Subuh berjamaah. “Semoga demo 212  ini menjadi awal momentum pembiasaan diri shalat Subuh berjamaah sebagaimana mestinya”. Masya Allah.

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

Hal ini mengingatkan Turki yang saat ini mulai menampakkan kembali cahayanya. Masjid mulai dipenuhi jamaah shalat Subuh.  Tidak hanya itu pemimpin Turki, Sultan Erdogan, telah berhasil membawa negaranya menjadi negara  yang tidak lagi bergantung kepada Barat. Pembangunan dan ekonomi negri yang dulu dikenal sebagai kerajaan Islam Ottoman ini mengalami kemajuan pesat.

http://www.hidayatullah.com/artikel/opini/read/2015/06/30/73321/bagaimana-erdogan-membangun-turki-dan-menumbangkan-sekulerisme-1.html

Membuktikan bahwa menjadi negara sekuler tidak menjamin kemajuan sebuah negara. Bosnia adalah contoh lain negara berpenduduk mayoritas Muslim yang mengalami keterpurukan karena rakyatnya  meninggalkan syariat dan memilih untuk sekuler.

http://www.republika.co.id/berita/kolom/fokus/16/06/30/o9jkwl336-belajar-dari-genosida-muslim-bosnia-refleksi-terhadap-toleransi-beragama

Dalam pertemuan tersebut kapolri juga menegaskan bahwa larangan bus mengangkut peserta demo akan dihapuskan. Meski di lapangan, ratusan umat Islam dari Ciamis sejak Selasa 29 November telah terlanjur menuju ibu kota, dengan berjalan kaki …

Singkat kata demo super damai 212 Aksi Bela Islam III telah disetujui polisi. Kapolri bahkan berjanji akan membantu penyelenggaraannya seperti mendirikan mimbar shalat, penyediaan toilet, air wudhu, ambulance dll. Allahu Akbar …

Terima-kasih ya Allah, semoga pelaksanaan Aksi Bela Islam III besok benar-benar lancar dan aman, dan yang terpenting tujuannya tercapai, aamiin ya robbal ‘aalamiin …

Berikut video lengkap pertemuan Senin 28/10/2106 di kantor MUI.

Yang juga harus diingat, janji Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang bersabar dan senantiasa mendirikan shalat, adalah pasti. Allah swt tidak akan mengecewakan doa hamba-hamba yang sholeh. Apalagi doa orang yang terdzalimi. Tengoklah apa yang terjadi di tanah Palestina, yang selama puluhan tahun diduduki dan direbut Zionis. Yang selama puluhan tahun menyiksa rakyat Palestina dengan begitu kejam dan sadisnya.

Kebakaran hebat hingga hari ke 6 tidak juga surut. Api tidak hanya melahap hutan tapi juga perumahan bahkan gudang senjata Israel yang menjadi andalan untuk menindas rakyat Palestina. Kebakaran hebat ini terjadi hanya selang beberapa hari setelah Zionis Israel melarang azan dikumandangkan di Masjidil Aqsho dan menetapkan denda 200 dollar pada setiap kali azan di semua masjid seantero negri pendudukan tersebut. Kebakaran ini juga mengakibatkan ribuan warga terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya”. (QS. Terjemah QS. Al-An’am (6):123).

http://datariau.com/internasional/Merinding–Begini-Foto-foto-Kebakaran-di-Israel–Api-Ada-Dimana-mana-Laksanakan-Neraka

Semoga kejadian diatas dapat makin mempertebal keimanan kaum Muslimin, membuat kaum Munafikun berhenti mengolok-olok dan melecehkan ayat-ayat suci Al-Quran, serta kaum Kafirun berpikir 2 x bila ingin menyiksa kaum Muslimin dmanapun berada, aamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 1 Desember 2016.

Vien AM.

Shafiyyah binti Huyay bin Akhthab bin Sa’yah adalah seorang wanita keturunan bangsawan, cerdas, cantik, dan taat beragama. Wanita ini berasal dari keturunan Al-Lawi, putra Ya’qub ( Israel) bin Ishak bin Ibrahim as, yang juga merupakan kakek moyang dari nabi Harun as. Ayahnya yaitu Huyay bin Akhthab bin Sa’yah adalah seorang pendeta sekaligus pembesar Yahudi bani Qurayzhah. Ibunya, Barrah binti Samaual juga seorang Yahudi dari bani yang sama. Mereka tinggal di Madinah yang ketika itu masih bernama Yatsrib.

Sejak kecil Shafiyyah sudah menyukai ilmu pengetahuan dan rajin mempelajari sejarah dan kepercayaan bangsanya. Dari kitab suci agamanya, Taurat, ia mengetahui bahwa suatu hari nanti akan datang seorang nabi dari Jazirah Arab yang akan menjadi penutup para nabi.

Maka ketika suatu hari ia mendengar kabar bahwa di Mekah ada seorang laki-laki  yang mengaku nabi, dan saat ini sedang menuju ke kotanya, Yatsrib, ia tak heran. Yang justru ia heran adalah sikap kaumnya termasuk ayahnya yang tidak mau mempercayai hal tersebut, padahal ia adalah seorang pendeta. Bahkan dengan gigih memusuhinya.

Hal itu ia dengar sendiri ketika ayah dan pamannya baru pulang untuk mencari tahu tentang sang nabi baru yang hijrah ke Madinah dan mampir di Quba’ sebagai tamu Bani Amr bin ‘Auf. Ketika itu ayah dan paman Syafiyyah pergi meninggalkan rumah seharian penuh.

Namun ketika akhirnya keduanya pulang, sesampai di rumah mereka tidak mencari apalagi menyapa Syafiyah, anak kesayangan mereka, seperti biasanya. Sebaliknya, Syafiyyah justru melihat keduanya pulang dalam keadaan kesal, dongkol dan sangat marah. Pada saat itu ia mendengar percakapan keduanya :

“Apakah itu orangnya?” tanya paman.

“Ya, betul,” jawab ayah.

“Apa kamu mengenalnya?” tanya paman.

“Ya,” jawab ayah.

“Bagaimana pendapatmu tentang dia,” kata paman.

“Aku akan memusuhinya selama aku hidup,” kata ayah.

Dan sejak itu pula kaum Yahudi selalu memerangi nabi baru yang tak lain tak bukan adalah rasulullah Muhammad saw. Sebaliknya dengan Shafiyah, ia justru  makin yakin bahwa nabi baru tersebut adalah nabi yang dimaksud dalam kitabnya.

Syafiyyah menjadi saksi betapa besarnya kebencian ayahnya terhadap ajaran islam dan rasulnya. Beberapa kali ayahya sebagai seorang pemimpin Yahudi melanggar perjanjian yang dibuat oleh rasulullah saw. Padahal perjanjian Madinah yang diciptakan demi tercapainya keamanan kota Madinah yang bukan lagi hanya didiami suku-suku Yahudi, melainkan juga kaum Muslimin baik kaum Anshar ( Muslimin Madinah) maupun kaum Muhajirin ( Muslimin Mekah yang hijrah ke Madinah) itu ditanda-tangani oleh para pemimpin Yahudi.

Kebencian Huyay bin Akhtab sendiri terhadap kaum Muslimin makin menjadi-jadi sejak diusirnya Yahudi bani Nadhir dari Madinah pada tahun ke 4 Hijriyah karena telah berusaha membunuh Rasulullah saw. Setahun kemudian, dalam perang Khandaq, ketika Madinah diserang dan kaum Muslimin sedang kesulitan melawan kaum Qurays Mekah dan suku-suku Arab lainnya, Huyay menusuk dari belakang. Ia berkhianat dengan mengadakan pertemuan rahasia dengan pihak musuh demi mengalahkan pasukan Muslimin.

Usai perang Khandaq, atas perintah Allah swt melalui malaikat Jibril as, Rasulullah saw segera menuju perkampungan bani Quraydzah. Setelah dikepung selama 15 atau 25 malam, akhirnya mereka berhasil ditundukkan. Tapi Huyay, yang juga membawa serta putri kesayangannya, Shafiyyah, sempat meloloskan diri dan pindah ke Khaibar, yang merupakan kota terbesar Yahudi. Di kota inilah Huyay bersama para pemimpin Yahudi lainnya membentuk pertahanan yang kuat untuk persiapan menyerang kaum Muslimin.

https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/10/xx-jihad-fi-sabilillah3/

Penaklukan Khaibar

Khaibar adalah kota terbesar Yahudi yang memiliki banyak benteng dan ladang-ladang kurma. Tanah kota tersebut dikenal amat subur, airnya berlimpah dan berbagai buah tumbuh dengan mudah di tanah ini. Kota yang merupakan  benteng utama Yahudi ini terletak sekitar 165 km utara Madinah.

Pada tahun ke 6 Hijriyah, usai perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah menerima perintah agar memerangi Khaibar. Perang ini berlangsung dahsyat dengan kemenangan di tangan kaum Muslimin. Pasukan kaum Muslimin berhasil mengalahkan benteng pertahanan terakhir dan terkuat Yahudi tersebut. Huyay mati terbunuh dalam peperangan itu. Demikian pula Kinanah, suami ke 2 Shafyiyah. Sementara Syafiyyah beserta kaum wanitanya dan anak-anaknya tertawan.

https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/10/xxii-perang-khaibar/

Dalam suatu riwayat, diceritakan bahwa Bilal menggiring Shafiyah sebagai salah satu tawanan, melewati banyak mayat keluarga dan kaumnya untuk menghadap Rasulullah. Melihat itu, Rasulullah bangkit dan mendekati Bilal seraya berkata, “Apakah kau sudah tidak punya perasaan kasih sayang hingga membiarkan wanita-wanita itu melewati mayat orang-orang yang mereka cintai?”

Masuk Islam dan Menikah dengan Rasulullah.

Shafiyyah masuk dalam bagian pendapatan perang seorang sahabat, Dahiyyah bin Khalifah. Namun kemudian seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah seraya berkata, “Ya Rasulullah, engkau memberikan bagian kepada Dahiyyah, Shafiyah binti Huyay, putri pemimpin Bani Quraizhah dan Bani Nadhir, padahal ia hanya layak untuk engkau.”

Mendengar itu Rasulullahpun memanggil Dahiyyah dan menyuruhnya agar memilih tawanan yang lain. Sementara Rasulullah yang memang mempunyai hak harta perang seperlima bagian memberikan pilihan kepada Shafiyah, apakah ingin dimerdekakan, kemudian dikembalikan kepada kaumnya yang masih hidup di Khaibar, ataukah masuk Islam kemudian dinikahi oleh Rasulullah. Ternyata Shafiyah yang sejak awal sudah yakin dengan adanya nabi baru, memilih untuk masuk Islam dan menikah dengan Rasulullah, dengan maskawin kemerdekaannya.

Pada saat itu, Shafiyah berkata, “Ya Rasulullah, saya memeluk Islam dan saya sudah percaya kepadamu sebelum engkau mengajak saya. Saya sudah sampai pada perjalananmu. Saya tidak punya keperluan kepada orang-orang Yahudi. Saya sudah tidak mempunyai bapak, dan tidak mempunyai saudara yang merdeka. Lalu untuk apa saya kembali kepada kaumku?”

Bukti bahwa Shafiyyah sudah mengimani nabi jauh sebelum ia bertemu nabi, tercermin dari kisah berikut. Suatu hari rasulullah bertanya tentang bekas luka di wajah Shafiyyah dan bertanya, “Apa ini?”. Syafiyah menjawab, “Ya Rasul, suatu malam aku bermimpi melihat bulan muncul di Yastrib, kemudian jatuh di kamarku. Lalu aku ceritakan mimpi itu kepada suamiku, Kinanah. Dia berkata, ‘Apakah engkau suka menjadi pengikut raja yang datang dari Madinah itu?’ Kemudian dia menampar wajahku.”

Sayang kedatangan istri ke 9 Rasulullah ini disambut sinis oleh istri-istri nabi yang lain. Ini disebabkan selain karena ia seorang Yahudi, juga karena kecemburuan para istri terhadap kecantikan Shafiyyah.

Berikut penuturan Aisyah, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam tengah dalam perjalanan. Tiba-tiba unta Shafiyyah sakit, sementara unta Zainab berlebih. Rasulullah berkata kepada Zainab, ‘Unta tunggangan Shafiyyah sakit, maukah engkau meminjamkan salah satu untamu?’ Zainab menjawab, ‘Akankah aku memberi kepada seorang perempuan Yahudi?’

Di dalam hadits riwayat Tirmidzi diceritakan, “ Shafiyyah sedang menangis, kemudian Rasulullah menghampirinya dan bertanya, ‘Mengapa engkau menangis?’ Ia menjawab, “Hafshah mengejekku bahwa aku wanita Yahudi’. Kemudian Rasulullah bersabda, ‘Engkau adalah anak nabi, pamanmu adalah nabi, dan kini engkau berada di bawah perlindungan nabi. Apa lagi yang dia banggakan kepadamu?’. Kemudian Rasulullah menegur Hafshah, ‘Bertakwalah engkau kepada Allah, wahai Hafshah!”

Sementara pada hadits yang diriwayatkan Ibnu Saad, ketika istri-istri Nabi berkumpul menjelang Rasulullah wafat, Shafiyyah berkata, “Demi Allah, ya Nabi, aku ingin apa yang engkau derita juga menjadi deritaku.” Istri-istri Rasulullah memberikan isyarat satu sama lain. Melihat hal yang demikian, Rasul bersabda, “Berkumurlah!” Dengan terkejut para istri bertanya, “Dari apa?” Rasul menjawab, “Dari isyarat mata kalian terhadapnya. Demi Allah, dia adalah benar.”

Setelah Rasulullah wafat, yaitu 4 tahun setelah Shafiyyah dinkahi, ia merasa makin terasing di tengah kaum Muslimin karena mereka selalu menganggapnya berasal dari Yahudi. Meski demikian, ummul Mukminin ini tetap tegar dan terus mendukung perjuangan Islam. Ketika terjadi fitnah besar atas kematian Utsman bin Affan, Shaifiyyah berada di barisan Utsman.

Kinanah berkata, “Aku menuntun kendaraan Shafiyyah ketika hendak membela Utsman. Kami dihadang oleh Al-Asytar, lalu ia memukul wajah keledainya hingga miring. Melihat hal itu, Shafiyyah berkata, ‘Biarkan aku kembali, jangan sampai orang ini mempermalukanku.’ Kemudian, Shafiyyah membentangkan kayu antara rumahnya dengan rumah Utsman guna menyalurkan makanan dan air minum”.

Hal itu terjadi ketika musuh-musuh Ustman menyandera khalifah ke 3 tersebut di kamarnya sendiri, tanpa diperbolehkan mendapat makanan dan minuman.

Shafiyyaf ra wafat pada masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Marwan bin Hakam menshalatinya, kemudian menguburkannya di Baqi’ berdampingan dengan ummul Mukminin yang lain.

Shafiyah merawikan 10 hadits dari nabi saw. Di antaranya, “Suatu malam, nabi beri’tikaf di masjid, lalu aku datang mengunjungi beliau. Setelah selesai mengobrol, aku berdiri dan hendak pulang. Beliaupun berdiri untuk mengantarku. Tiba-tiba dua laki-laki Anshar lewat. Tatkala mereka melihat nabi, mereka mempercepat langkah mereka. “Perlahankanlah langkah kalian! Sesungguhnya ini adalah Shafiyah binti Huyai!” kata nabi. “Maha suci Allah, wahai Rasulullah”, kata mereka. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya setan itu berjalan pada aliran darah manusia. Sebenarnya aku khawatir, kalau-kalau setan membisikkan tuduhan dusta atau hal yang tidak baik dalam hati kalian.” (HR. Al-Bukhari).

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 22 November 2016.

Vien AM.

Energi Al-Maidah 51(1).

Tekad para ulama untuk kembali ke jalan alias berunjuk rasa pada Jumat 4 November, bila pemerintah berkeras tidak juga memanggil Ahok dan menjadikannya tersangka, menjadi kenyataan. Unjuk rasa ini tetap konsisten dengan tujuannya yaitu Ahok harus segera diadili.

Uniknya karena unjuk rasa ini dipicu oleh adanya pelecehan terhadap ayat suci Al-Quran,  tak heran bila melalui pengajian/majlis taklim persiapan unjuk rasa berawal. Melalui grup-grup WA majlis taklim pengumpulan dana bermula. Tanpa adanya paksaan infak terkumpul dengan cepat. Karena umat Islam berkeyakinan membela agama adalah jihad yang sangat tinggi nilainya.

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”. ( Terjemah QS.Al-Anfal (8):60).

Jihad yang berasal dari kata Jahada yang bisa berarti bersungguh-sungguh, tidak selalu berarti perang secara fisik. Tapi juga bisa segala amal perbuatan yang dikerjakan secara sungguh-sungguh dan maksimal demi mencari ridho-Nya. Termasuk berinfak, itulah yang disebut berinfak di jalan Allah swt.

Ibnu Taimiyah (wafat tahun 728H) mendefinisikan jihad dengan pernyataan, “Jihad artinya mengerahkan seluruh kemampuan yaitu kemampuan mendapatkan yang dicintai Allah dan menolak yang dibenci Allah”.

Beliau rahimahullah juga menyatakan, “Jihad hakikatnya adalah bersungguh-sungguh mencapai sesuatu yang Allah cintai berupa iman dan amal sholeh dan menolak sesuatu yang dibenci Allah berupa kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan”.

demo411-2Itulah sebabnya dalam waktu singkat terkumpul uang yang kabarnya mencapai puluhan milyar rupiah. Dana inilah yang kemudian dipakai ibu-ibu sukarelawan untuk memasak makanan dan membeli minuman bagi mereka yang ber-unjuk rasa di hari Jumar, 4 November 2016.  Juga penyediaan akomodasi selama mereka berada di Jakarta, gratis. ( Dan ternyata masih bersisa hingga dapat digunakan untuk mengobati dan menyantuni mereka yang terluka akibat gas air mata di penghujung unjuk rasa. ). Jadi sungguh ngawur pernyataan bahwa dana unjuk rasa 411 berasal dari uang korupsi, apalagi bila dihubungkan dengan mantan presiden SBY, apa hubungannyaa?!??

http://beritahangat157.blogspot.com/2016/11/mengungkap-fakta-dana-terselubung-aksi.html

demo411-1Inilah energi Al-Maidah 51, sebuah energi raksasa yang berhasil menyedot 2.3 juta umat Islam di seluruh Indonesia untuk datang berkumpul di masjid Istiqal dan mengadakan long march hingga ke istana. Termasuk saya dan suami yang seumur hidup tidak pernah sekalipun ikut apa yang namanya unjuk rasa, padahal usia kami berdua sudah tidak lagi muda, melainkan sudah diatas setengah abad.

Jadi sungguh kami merasa begitu terhina ketika ada yang mengatakan bahwa orang yang ikut ber-unjuk rasa 4 November lalu adalah mereka yang ingin mencari perhatian, ingin masuk tv. Na’udzubillah min dzalik.( Lebih parah lagi, beberapa hari lalu dalam sebuah wawancara tv Australia, Ahok yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, secara sembarangan mengatakan bahwa pendemo dibayar 500 ribu oleh seseorang yang ia sebutkan Jokowi mengetahuinya. Pantaskah seorang pejabat mengatakan sesuatu yang tidak ada buktinya sama sekali ??!!? ).

https://nasional.tempo.co/read/news/2016/11/18/063821250/pernyataan-lengkap-ahok-kepada-tv-australia-soal-demo-rp-500-ribu

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Ankabut(29):69).

img-20161104-wa0005img-20161104-wa0006-1-1Keikut-sertaan kami berdua, dan sebagian besar kaum Muslimin pada aksi unjuk rasa damai beberapa hari lalu murni karena dorongan ingin membela ayat-ayat Allah yang telah dilecehkan. Memang ada sebagian Muslim yang dengan nyinyir mengatakan Islam tidak akan terhina atas perkataan Ahok di pulau Seribu 27 September lalu.

Memang tidak ! Namun ibaratnya seorang ibu yang sangat kita cintai dilecehkan orang, pantaskah seorang anak yang baik berdiam diri dan tidak membelanya ??? Persis seperti apa yang dikatakan Aa Gym, hanya orang yang mempunyai hati, yang benar-benar mencintai Al-Quran, yang menganggap bahwa Allah swt, rasulullah Muhammad saw dan kitab suci Al-Quran adalah yang paling patut dicintai dibanding apapun, yang akan merasakan sakitnya hati atas perkataan Ahok. Jadi sungguh tidak benar apa yang dikatakan Jokowi paska demo bahwa demo ditunggangi kepentingan politik.

http://www.tarbiyah.net/2016/11/apa-yang-menggerakkan-jutaan-orang-demo.html 

Itu pula sebabnya mengapa unjuk rasa atau demo besar-besaran tetap terjadi meski Jokowi beberapa hari sebelum hari H, menyempatkan diri menemui Prabowo Subiyanto, ex rival politiknya di pemilihan presiden lalu. Meski Jokowi mengatakan bahwa pertemuan tersebut hanya hal biasa, tidak ada hubungan dengan rencana demo 411.

http://www.warta.co/2016/10/pertemuan-prabowo-dan-presiden-jokowi_51.html

Sayangnya, setelah masuk Isya, demo damai ini ternodai. Yaitu ketika polisi menghujani pendemo dengan gas air mata dan peluru karet.  Anehnya, ketika kapolri memerintahkan agar polisi menghentikan tembakan, tidak ada yang mematuhi perintah tersebut!

http://www.aktual.com/tak-dengarkan-instruksi-kapolri-habib-rizieq-ada-komando-lain-kepolisian/

Namun demikian, karena tujuan demo memang bukan untuk mencari keributan, huru-hara apalagi kudeta, para pemimpin demo damai dibawah bendera GNPF-MUI ( Gerakan Nasional Pengawal Fatwa – MUI) baik Habib Riziek dari FPI maupun ustad Bahtiar Nasir dari AQL, juga ustad Arifin Ilham dari Az-Zikra dan Syeih Ali Jaber yang ikut terluka terkena tembakan gas air mata, memerintahkan jamaah/pendemo agar tetap diam di tempatnya, tidak lari apalagi membalas dengan perbuatan anarkis. Dan akhirnya untuk mundur agar tidak mengakibatkan korban lebih banyak lagi.

http://www.aktual.site/2016/11/video-bukti-demonstran-duduk-damai-ketika-tiba-tiba-dihujani-tembakan-gas-airmata.html

Meski kalaupun ada sebagian pendemo yang kesal, hal itu mudah dipahami. Karena mereka itu jauh-jauh datang dari luar kota bahkan ada yang dari luar Jawa, ingin agar Jokowi sebagai orang nomor 1 di republik ini, muncul menemui wakil mereka, untuk mendengar keluhan dan aspirasi mereka. Bukankah demikian tugas dan tanggung jawab seorang presiden?

Itu sebabnya demo yang seharusnya berakhir pada pukul 18.00 sesuai izin, berakhir molor. Apalagi mereka makin menyadari bahwa sang presiden ingin melindungi si penista. Maklum rakyat sudah hampir semua tahu kedekatan hubungan antar keduanya. Siapa yang tak tahu bahwa semua kasus yang menyangkut Ahok, seperti kasus RS Sumber Waras, Transjakarta, reklamasi pulau G, tak satupun yang berhasil dibawa ke pengadilan.

Namun rakyat masih memilih diam. Juga terhadap sikap Ahok yang sering menyakitkan umat Islam. Pelarangan takbir keliling, kebijaksanaannya tentang penjualan miras dan daging anjing, olok2 tentang jilbab, penggusuran masjid dll, adalah contohnya. Namun yang paling menyakitkan adalah jargon “ lebih baik kafir tapi baik daripada muslim tapi korupsi” yang tiba-tiba menjadi populer jelang pilkada.

Tetapi ternyata Allah swt  tidak ridho. Maka dibuat-Nya Ahok tergelincir melalui ayat 51 Al-Maidah lewat lisannya yang memang tak pernah bisa dikendalikannya itu.  Dan inilah yang terjadi. Tak satupun kaum Muslimin sejati yang mau menerima dan memaafkannya.

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):54).

Ironisnya, besoknya Jokowi justru sibuk mendatangi ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Mengapa pak presiden harus sibuk mendatangi ormas-ormas tersebut sementara ketika 2 jutaan rakyat dengan susah payah mendatangi istana tidak dilayani??

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memimpin urusan manusia kemudian ia menutup pintunya bagi orang yang miskin atau bagi orang yang dizhalimi atau bagi orang yang mempunyai keperluan, maka Allah akan menutup pintu kasih sayangnya bagi orang tersebut”. (HR Ahmad).

Apa sebenarnya yang dicari pak presiden, bukankah MUI sebagai lembaga ke-Islam-an tertinggi dimana NU dan Muhammadiyah sudah terwakili di dalamnya, telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahok positif telah melecehkan ajaran Al-Quran? Jangan sampai gara-gara melindungi 1 orang kita jadi terpecah-belah. Tampaknya apa yang dikatakan pangdam RI Gatot Nurmantyo di acara ILC beberapa waktu lalu harus benar-benar kita perhatikan agar bangsa ini tidak dijadikan bulan-bulanan mereka yang tidak ingin Indonesia maju dan aman.

Yang pasti, harus dicatat bahwa demo 4 November yang baru saja berlalu itu sebuah demo yang sangat indah. Dengan jumlah peserta hingga diatas 2 juta, demo terbesar sepanjang sejarah, bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia, tentu tidak mudah untuk mengendalikan agar demo dapat berjalan rapi, aman dan teratur.

Bahkan dai kondang aa Gym dengan timnya, secara suka rela mau berpartisipasi pada bagian kebersihan. Beliau sama sekali tidak berorasi. Dengan modal sapu lidi, pengki dan kresek di tangan, mereka menyusuri area demo sepanjang masjid Istiqlal hingga depan istana Merdeka dari sampah makanan dan minuman gratis peserta demo. Uniknya lagi, sampah-sampah tersebut tidak sampai menunggu menggunung baru dibersihkan, tetapi merekalah yang berinisiatif berkeliling membawa kresek “ Sampah sampah” dan para pendemopun memasukkan sampah mereka ke kresek-kresek tersebut.

shalat411wudhu411Juga kisah bagaimana para pendemo membantu kelancaran pernikahan pasangan non Muslim di gereja Katedral yang memang terletak persis di depan masjid Istiqlal. Juga ketika masuk waktu Asar, para pendemo saling membantu menuangkan air mineral untuk berwudhu, bahkan antara petugas kemananan dan pendemo. Untuk kemudian shalat berjamaah, masya Allah !

injaktaman1injaktaman2Juga tentang taman, yang belakangan memang jadi isu sensitive sejak “Metrotipu” begitu para pendemo menyebut Metrotv, menjadikan head line “ taman rusak gara-gara perusuh”. Padahal itu hanyalah akal-akalan Metrotv yang sengaja men-shoot taman yang sengaja ditinggalkan rusak dan ceritanya akan dibersihkan relawan Ahok. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut para pendemo saling mengingatkan untuk tidak menginjak taman/rumput. Meski tidak di semua tempat, karena kami juga melihat mereka shalat di atas rumput, bukan taman memang.

Tapi dari semua pengalaman diatas, bagi saya pribadi yang paling berkesan adalah ketika kami berada persis di  perempatan air mancur BI.  Di tempat tersebut saking padatmya manusia, kami tidak bisa bergerak, maju maupun mundur. Dalam keadaan seperti itulah tiba-tiba ada sekelompok orang yang mulai bershalawat. Maka tanpa dikomando semua orang yang ada di sekitar kamipun ikut bershalawat. Masya Allah … nikmatnya ….

“ Ini demo atau umrah yaaa?” celetuk suami terheran-heran.

Sebelumnya ustad Andian Parlindungan, ustad yang membimbing kami umrah tahun lalu, sempat berkomentar “ Masya Allah .. serasa haji pindah ke Jakarta nih”.

Ya, kami merasakan hal yang sama. Siang itu, ba’da shalat Jumat di bilangan Kuningan tempat ustad Andian memberikan khutbah Jumat, kami langsung berangkat menuju Sarinah dan memarkir kendaraan di tempat tersebut. Dari situ kami berjalan kaki menuju istana, meski akhirnya tidak berhasil karena jalanan terlalu padat. Langkah kami terhenti di depan gedung MK yang jaraknya tinggal 600 meter dari istana.  Dari kami ber-tujuh, hanya ustad Andian dan istri yang terus berjuang menembus jalur ke istana.

Meski tak dapat dipungkiri di beberapa titik kami sempat menyaksikan ada kelompok yang ber-orasi dengan kata-kata keras, juga spanduk dengan tulisan keras seperti hukum bunuh dan yang semacamnya. Dan menurut saya tidak bisa disalahkan juga karena kalau meggunakan hukum syariah memang begitu. Itu sebabnya saya pikir apa yang dilakuan GNPF-MUI mengajukan tuntutan agar Ahok segera diadili sudah bagus. Ini sangat penting demi meredam tuntutan hukum syariah yang bisa jadi menyebabkan isu yang tidak menyenangkan.

Disamping itu, kami juga merasakan kebesaran Allah melalui udara yang begitu bersahabat. Bayangkan, berjalan kaki di Jakarta pada sekitar pukul 1 siang, tapi kami tidak merasakan panas sebagaimana biasanya. Payung dan kacamata hitam yang sudah saya siapkan dari rumah ternyata tidak perlu ke luar dari tas. Allahuakbar …

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/11/04/og4cwa383-bmkg-terjadi-perubahan-cuaca-mendadak-saat-demo-4-november  

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 11 November 2016.

Vien AM.

Kasus pelecehan ayat 51 surat Al-Maidah oleh Ahok, gubernur DKI yang menggantikan Jokowi karena Jokowi terpilih sebagai presiden, bergulir makin tak terkendali. Demo yang terjadi pada Jumat 14 Oktober di Jakarta dan 22 Oktober di kota-kota besar lainnya, dengan tujuan agar pemerintah segera mengadili Ahok, berbuntut panjang. Padahal demo yang diikuti ratusan ribu orang dari berbagai ormas, dengan Habib Riziek dari FPI sebagai pimpinan, berjalan damai.

Ironisnya lagi, MUI, yang beberapa hari sebelumnya mengeluarkan fatwa bahwa orang no 1 di DKI tersebut terbukti telah melecehkan Al-Quran dan ulama, justru di-bully. Demikian pula para ulama yang mayoritas memang sependapat dengan keputusan MUI.

Perbuatan Ahok jelas telah melanggar rambu-rambu toleransi. Apa maksudnya “ dibohongi (pake) Al-Maidah 51”, dengan atau tanpa kata pake”, yang isinya jelas-jelas melarang umat Islam memilih pemimpin kafir alias non Muslim sementara ia sendiri adalah si calon pemimpin kafir??? Ayat tersebut jelas merugikannya maka tak heran bila ia berkata demikian dengan tujuan agar kaum Muslimin mengabaikan ayat tersebut dan tetap memilihnya. Itu sudah teramat sangat jelas, tanpa perlu bantuan ahli bahasa awampun sudah dapat menangkapnya. Demi ambisi politiknya yang demikian menggebu dilanggarnyalah pembatas toleransi

Bila ia mengomentari ayat suci umat Islam tersebut di dalam gereja di depan para pemeluknya mungkin masih bisa ditrima. Tapi di depan pejabat negara dan warga sebuah pulau tak jauh dari daerah kekuasaannya, dengan mengenakan seragam kerja pula??

Untuk diingat, pelecehan terhadap Rasulullah dan ayat-ayat Allah sudah ada sejak zaman hidup Rasulullah, yaitu oleh orang-orang Yahudi dan musyrikin Mekah. Pengusiran perkampungan Yahudi bani Qainuqa di sekitar Madinah pada awal tahun 2 H yang akhirnya dilakukan Rasulullah, adalah buntut dari pelecehan terhadap seorang Muslimah.

https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/11/xvi-pengkhianatan-pertama-yahudi-dan-munculnya-tanda-tanda-kemunafikan/ .

https://almanhaj.or.id/3015-hukum-istihza-bid-din-memperolok-agama.html

“Jika mereka merusak sumpah (perjanjian damai)nya sesudah mereka berjanji dan mereka mencerca agama kalian, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti.” (Terjemah QS. At-Taubah [9]: 12)

Indonesia memang bukan negara Islam meski mayoritas penduduknya Muslim. Oleh sebab itu para ulama berusaha menahan diri untuk tidak menuntut Ahok secara hukum syariat. Namun sebagai negara hukum sudah sepantasnya bila kemudian kaum Muslimin berdemo menuntut agar pemerintah segera mengadili Ahok.

Tapi mengapa justru MUI, FPI dan para ulama yang jadi sasaran tembak? Bahkan orang yang merekam dan menyebarkan video rekaman peristiwa tersebut secara resmi telah diadukan ke kepolisian.

http://islamedia.id/din-syamsuddin-luar-biasa-hukum-negeri-kita-ini-yang-salah-itu-ahok-kok-malah-buni-yani-yang-mau-jadi-tersangka/

Anehnya lagi, hal tersebut juga dilakukan oleh orang yang mengaku Muslim. Padahal jangankan menyalahkan, membela dan sekedar mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan saja Allah melarangnya.

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu wahyu di dalam Al-Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya kalau kamu tetap duduk bersama mereka, tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di dalam neraka Jahanam.” (Terjemah QS. An-Nisa’ (4): 140)

Tampak jelas, Ahok secara sengaja atau tidak telah berhasil memecah-belah bangsa yang dibangun oleh darah para syuhada dengan susah payah ini. Demi mengejar ambisinya, koar-koarnya di awal agar tidak menggunakan isu SARA menjelang pilkada nyatanya justru dilanggarnya sendiri. Mungkinkah Ahok tidak menyadari akibat perbuatan busuknya itu ??? Adakah ia mempunyai tujuan dan maksud tertentu ???

Sebaiknya kita segera mengingat apa yang terjadi di sebagian negara di Timur Tengah, khususnya tragedi memilukan Suriah, yang telah memasuki tahun ke 5. Tragedi mengerikan ini diawali dengan adanya tuntutan rakyat terhadap pemerintahan Basar Assad yang dinilai tidak adil memperlakukan rakyatnya. Untuk diingat, Basar adalah penganut Syiah yang merupakan minoritas di tengah rakyatnya yang mayoritas Sunni.

Di Indonesia, Syiah baru belakangan ini saja berhasil menyusup ke tengah masyarakatnya yang mayoritas Sunni. Ini semua tak terlepas dari makin menguatnya pengaruh paham liberal dengan JILnya ( Jaringan Islam Liberal) yang terus merongrong aqidah umat Islam di bumi tercinta ini.

Nusron Wahid, contohnya, yang walaupun berlatar belakang NU, namun kenyataannya amat sangat membela Ahok. Dengan “ gagah” jurkam sekaligus ketua tim pemenangan Pilkada  Golkar untuk Ahok – Djarot ini berkata “ Yang paling tahu tentang apa yang disampaikan Ahok di Pulau Seribu, ya Ahok sendiri”.

Ia juga menyalahkan para ulama yang dianggapnya sok pintar dengan pernyataan “ “Yang namanya Alquran, yang paling sah untuk menafsirkan dan paling tahu tentang Alquran itu sendiri adalah Allah SWT dan Rasul SAW !” .

Pernyataan tersebut sungguh tidak sejalan dengan paham Liberal yang dianutnya selama ini, yaitu bahwa segala sesuatu harus sesuai dengan akal dan pikiran manusia. Bagaimana manusia harus menyikapi Al-Quran bila hanya Allah dan Rasulullah yang memahaminya. Lagi pula ayat yang di-lecehkan Ahok itu adalah ayat yang jelas, tidak perlu penafsiran khusus. Bahkan terjemah “teman setia” untuk kata “ awliya” yang dikeluarkan depag secara resmi beberapa tahun yang lalu, tidak menggugurkan keharaman memilih pemimpin kafir. Bayangkan bila teman setia saja dilarang, apa lagi pemimpin. Bukankah seorang pemimpin lebih bisa memaksakan kehendak dari pada teman setia ?? Anehnya lagi, bila hanya Allah dan Rasulullah  yang bisa memahami ayat-ayat-Nya, mengapa Ahok bisa, padahal meng-iman-inyapun tidak ???

Mungkin inilah yang Allah sering namakan “ menjual ayat” dan menukarnya dengan jumlah yang tidak sedikit. Yaitu demi mensukseskan Ahok, agar tidak terjegal di pilkada apalagi gagal menjadi DKI1 maka diplintirnyalah ayat-ayat Allah, apapun resikonya.

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):174).

https://rumaysho.com/14628-surat-al-maidah-ayat-51-jangan-memilih-pemimpin-non-muslim.html

Kembali kepada fenomena yang terjadi di Timur Tengah. Perpecahan dan perang saudara antar sesama Muslim, sudah pasti membuat umat ini lemah, yang akibatnya dengan mudah menjadi bulan-bulanan musuh-musuh Islam yang telah lama mengincar dan mengharapkan jatuhnya Islam. Lihat apa yang dilakukan pasukan Amerika, Inggris, Perancis, Jerman, Rusia dll di negri-negri Islam tersebut?? Apa kepentingan mereka ???

Sejarah membuktikan betapa semangat jihad kaum Muslimin di masa lalu sungguh tidak terkalahkan. Islam adalah rahmatan lil ‘alamiin tapi bukan berarti bisa dihina dan dilecehkan. Hukum Allah untuk ditegakkan bukan hanya untuk dibaca dan disimpan di hati. Dakwah dan ajakan untuk memeluk Islam, menyembah hanya kepada-Nya adalah demi menjalankan perintah-Nya, dan untuk kepentingan manusia sendiri, bukan untuk Nya.

Namun orang-orang yang berpenyakit hati tidak mau menerimanya, bahkan memusuhinya. Maka dicarilah strategi baru untuk mengalahkan Islam, yaitu melalui isu toleransi dan demokrasi yang berlebihan, liberalime bahwa semua agama adalah sama dan benar, dll. Syariat Islam seperti jihad membela agama dan  persaudaraan sesama muslim dicitrakan sebagai hal yang negative. Celakanya, semua itu dikemas sedemikian halusnya hingga kaum Muslimin tidak menyadarinya, hingga sedikit demi sedikit merasa malu dan merasa tidak percaya diri dengan ajarannya. Itulah yang dinamakan perang pemikiran atau Ghazwul Fikri.

Toleransi contohnya. Dengan kasat mata kita bisa menyaksikan bagaimana Barat memusuhi Islam. Bahkan calon presiden AS, Donald Trump terang-terangan tidak akan mengizinkan Islam berkembang di negaranya bila ia terpilih sebagai presiden nanti. Hak Muslim yang hidup di negara-negara yang katanya toleran itu juga tidak terpenuhi. Masjid terbatas, shalat, jilbab dipersulit dll. Demo anti Islam di negara-negara dimana Islam hanya minoritas hampir setiap hari terus berjalan. Belum lagi apa yang terjadi terhadap Muslim di Myanmar yang merupakan minoritas. Para perempuan yang diperkosa, rumah dijarah dan dibakar.

http://www.reuters.com/article/us-myanmar-rohingya-exclusive-idUSKCN12S0AP

Sebaliknya, di negara-negara mayoritas Islam demo anti agama di luar Islam hampir tidak pernah ada. Di Indonesia, gereja jumlahnya tak terhingga, orang memakai salib tidak ada yang mempermasalahkan, hari besar keagamaan libur, dll.

Ironisnya, kantor-kantor berita main stream termasuk di Indonesia, selalu memberitakan hal-hal buruk mengenai Islam, bahwa Islam adalah agama yang tidak toleran, radikal, teroris dll. Bahkan Muslim Palestina yang setiap hari ditindas Zionis Israel, di negaranya sendiri pula, tetap selalu disalahkan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya Allah meridhoi kamu tiga perkara dan membenci kamu tiga perkara ; Dia meridhoi kamu apabila kamu beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu kepada-Nya, dan apabila kamu berpegang teguh kepada tali Allah semua dan kamu tidak berpecah-belah” [HR Muslim : 3236]

Dan beginilah akhirnya. Umat Muslim akhirnya terpecah belah, bahkan dalam hal memilih pemimpin padahal sangat jelas ayatnya.  Kini kita tinggal menanti, apakah para pemimpin republik ini mau mendengar seruan para ulama yang berpegang teguh pada Al-Quranul Karim dan As-Sunnah agar segera mengadili Ahok yang telah melanggar toleransi beragama, atau tetap mendiamkannya hingga kesabaran umat yang sudah memanas ini makin meluap tak terkendali. Yang  juga patut menjadi catatan, bila negri tercinta ini sampai mengalami nasib seperti Suriah, na’udzubillah min dzalik, bukan hanya umat Islam yang menderita, tapi juga umat agama lain. Sementara hidup di pengungsianpun bukan hal yang menjanjikan.

Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan” [HR Tirmidzi].

Dari Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Aku tinggalkan kepadamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selamanya yaitu kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya’ [HR Imam Malik].

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (awliya); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS.Al-Maidah (5):51).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman”. ( Terjemah QS.Al-Maidah (5):57).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 24 Oktober 2016.

Vien AM.