Feeds:
Posts
Comments

Radikalisme.

Perseteruan Pilpres akhirnya berlalu sudah meski dengan proses dan hasil jauh dari memuaskan. Bahkan Prabowo Subianto sebagai mantan capres masuk ke dalam jajaran kabinet dibawah ex capres yang mengalahkannya. Sesuatu yang amat langka terjadi. Meski alasan mantan danjen tersebut menerima posisi mentri Pertahanan patut diacungi jempol. Yaitu demi untuk menjaga negara dari serangan musuh dari luar yang selama masa kampanye memang menjadi perhatian utamanya. Membuktikan kecintaannya terhadap negara jauh lebih penting dari sekedar harga diri dan gengsi pribadinya. Semoga saja Prabowo bisa tegar dan kuat memperjuangkan keinginan mulia tersebut.

Namun apa lacur belum juga sepekan susunan kabinet diumumkan beberapa mentri sudah bereaksi menyudutkan umat Islam, yaitu dengan melempar isu radikalisme.

Mahfud MD sebagai Menkopolhukam memang menyatakan bahwa radikalisme yang diperangi pemerintah bukan umat Islam, melainkan mereka yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara melawan aturan-aturan. Namun pada acara ILC TV-One ia menyebut anak SD sebagai virus jahat yang harus diperangi. Ini hanya lantaran ia mendapat kabar tentang seorang anak perempuan usia 11 tahun yang tidak mau keluar kelas dengan alasan ajaran agamanya melarang bertemu lelaki yang  bukan muhrimnya.

https://www.portal-islam.id/2019/10/mahfud-md-anak-kelas-5-sd-sudah.html

Apa yang salah dengan hal tsb, mengapa Mahfud seorang Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogya ini begitu geram ? Usia 11 tahun bukan usia yang terlalu belia untuk bisa membedakan mana muhrim mana bukan. Bukankah anak seusia tersebut biasanya sudah haid? Agama yang dimaksud anak tersebut  sudah pasti agama Islam.  Islam memerintahkan perempuan yang sudah baligh agar menutup auratnya di hadapan laki-laki yang bukan muhrim demi menjaga kehormatannya, dan melarang agar tidak bercampur baur.

Sementara mentri Agama Fachrul Razi di hari-hari pertama tugasnya justru sibuk mengurusi soal cadar dan celana cingkrang yang menurutnya, lagi-lagi sebagai lambang radikalisme. Mantan wakil panglima TNI ini bersikukuh melarang pemakaian keduanya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) meski dihujani kritik oleh mayoritas anggota Komisi VIII DPR yang membidangi agama dalam rapat perdana di gedung parlemen.

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-50334697

Dalam khotbah perdananya pada shalat Jumat di masjid Istiqal ia mengutip ayat 13 surat Al-Hujurat sebagai berikut :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Ayat yang sangat indah. Tapi sayangnya mentri agama tersebut mengutip ayat di atas bukan untuk menunjukkan bahwa yang paling mulia adalah yang paling takwa, yaitu umat Islam yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Melainkan untuk menekankan toleransi sebagai dalil yang harus diterapkan kepada non Muslim. Tidak salah sebenarnya karena Islam memang mengajarkan hal tersebut. Masalahnya toleransi seperti apa yang dimaksudkannya??

Untuk diingat, beberapa waktu lalu mentri tersebut mengemukakan keinginannya untuk bertemu ustad Abdul Somad (UAS) yang belakangan ini ini tampak “di incar”. UAS adalah seorang ustad kondang yang dikenal secara terang-terangan mendukung Prabowo pada pilpres yang baru lalu.

Video ceramah jawaban ustad lulusan Maroko atas pertanyaan jamaah mengenai patung dan salib contohnya, yang tiba-tiba viral padahal sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, lagi pula terjadi di dalam masjid usai ceramah. Terakhir jawaban UAS terhadap pertanyaan jamaah tentang haramnya catur dan dadu yang ditanggapi sang mentri “ tidak usah didengarkan”.

Ada apakah gerangan ?? Bukankah tugas seorang ustad/ulama berdakwah kepada umat dan menjawab pertanyaan jamaah secara jujur bedasarkan dalil, tanpa menterlibatkan kepentingan siapapun, baik pribadi apalagi sudut pandang pejabat tertentu. Soal didengarkan atau tidak bukan urusan sang ustad apalagi pak mentri agama.

Sebagai catatan, Fachrul Razi diangkat sebagai mentri agama oleh Jokowi karena  latar belakang militernya yang dianggap mampu menumpas radikalisme di Indonesia. Isu radikalisme ini memang demikian hebohnya sampai-sampai menjelang pelantikan mentri baliho dengan tema tumpas radikalisme bertebaran di sepanjang jalan utama Jakarta.

Pada acara pelantikan para mentri, Jokowi bahkan sempat melempar wacana mengubah istilah radikalisme dengan manipulator agama.

“Atau mungkin enggak tahu, apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama. Saya serahkan kepada pak Menko Polhukam untuk mengkoordinasikan masalah ini,” jelasnya.

Sebelumnya Jokowi memang menyatakan bahwa salah satu fokus pemerintahannya lima tahun kedepan adalah pemberantasan radikalisme dan intoleransi, dan ingin agar secara konkret.

https://www.merdeka.com/peristiwa/jokowi-usul-ganti-istilah-radikalisme-jadi-manipulator-agama.html

Beberapa waktu lalu, ketua KPK memanggil seorang bawahannya yang mengundang UAS berceramah di instansinya. Padahal bila kita perhatikan tidak satupun isi ceramah UAS yang berpotensi mengundang radikalisme. Kecuali bila pernyataan penceramah kondang tersebut mengenai kehidupan dunia yang hanya senilai setengah sayap nyamuk dianggap menyinggung pihak tertentu hingga harus dimasukkan sebagai radikal ! Atau kata “kafir” yang belakangan menjadi isu sensitif ..

“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi).

Maka tak heran bila ketika sang menag berwacana mengeluarkan daftar sertifikasi ulama bahkan majlis taklim yang didominasi emak-emak itu harus mendaftar maka reaksi umatpun beragam. Diantaranya adalah Din Samsudin, tokoh Muhammadiyah yang saat ini menjabat sebagai ketua MUI. Ironisnya, tokoh yang juga dikenal sebagai tokoh lintas agama ini justru di isukan masuk ke dalam daftar terorisme dunia.

https://www.wartaekonomi.co.id/read253724/din-syamsuddin-dituduh-biayai-teroris-cetus-bang-fahri-permainan-orang-sakit.html

Sertifikasi dengan alasan agar ulama lebih mengedepankan persatuan bangsa apapun agamanya, sementara majlis taklim agar pemerintah dapat mudah menyalurkan bantuan, sungguh adalah alasan yang terkesan sangat dicari-cari.

https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2019/11/22/173941/kemenag-siapkan-program-ulama-bersertifikat.html

https://nasional.tempo.co/read/1278468/majelis-taklim-harus-daftar-kementerian-agama-untuk-pembinaan/full&view=ok

Din juga mempertanyakan urgensi wacana sertifikasi nikah yang akan dikeluarkan kemenag. Bukankah menikah adalah sunnah yang sebaiknya disegerakan bila seseorang memang sudah siap. Apalagi di zaman sekarang dimana budaya Barat sudah begitu merasuki cara berpikir dan bergaul muda mudi bangsa ini. Pernikahan seharusnya dipermudah bukan malah dipersulit.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. ( Terjemah QS. Al-Isra(17):32).

‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).’”[HR. Al-Bukhari].

https://news.detik.com/berita/4789292/din-soal-wacana-sertifikat-nikah-jangan-hal-sakral-diikat-terlalu-formal

Terakhir adalah viralnya tentang seorang direktur BTN yang dituduh terpapar radikalisme hanya karena sang bersangkutan pada tahun 2017 lalu memposting “Gerakan 7 juta status. Kami percaya Ulama dan mendukung perjuangannya. Jangan dishare tapi di copy, agar tembus 7 jt. VIRALKAN !!! #Gerakan7jutastatus” di status medsosnya. Lengkap dengan foto Habib Rizieq yang bertuliskan, “Kami Percaya Ulama, Habib Rizieq dan Mendukung Perjuangannya.”

https://bisnis.tempo.co/read/1278425/viral-direktur-btn-terpapar-radikalisme-sikap-kementerian-bumn/full&view=ok

Semakin jelas apa sebenarnya yang dimaksud radikal/radikalisme dalam pandangan pemerintah. Na’uzubillah min dzalik …

Yaa Allah lindungi kami dan anak cucu kami dari fitnah Dajjal yang makin nekad menunjukkan keberaniannya melawan kekuasaan-Mu. Yaa Allah Jangan biarkan musuh kaum beriman itu mengadu domba kaum Muslimin dengan doktrin Islam Nusantaranya yang menyesatkan itu. Bukankah Islam itu hanya satu yaitu Islam yang rahmatan lil aa’lamiin, yang dibawa rasulullah Muhammad saw untuk disebarkan kepada seluruh umat manusia dimanapun berada. Islam yang merupakan ajaran warisan para nabi, untuk tidak menyekutukan Allah swt dengan siapapun dan apapun.

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):132).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 1 Desember 2019.

Vien AM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Meski menjalankan agama sebaik mungkin, pemuda Inggris, Chris, tak juga memiliki akhlak mulia. Dia sering menenggak minuman keras (miras) bersama teman-teman. Lingkungannya sangat buruk. Banyak orang sekitarnya mudah berputus asa menghadapi permasalahan hidup. Sebagian menempuh jalan tragis yang dianggap menyelesaikan hidup: bunuh diri.

Pemuda bertubuh besar ini sering melihat orang yang dikenalnya mengembuskan napas karena hal tersebut. Namun, dia tidak ingin melakukan tindakan pengecut itu. Pria berambut pirang ini selalu berpikir bahwa kehidupan harus dijalani dengan baik.

Sekali dalam sepekan dia mengunjungi rumah ibadah untuk berdoa seorang diri. Sementara, ayahnya tak mau beribadah karena tak memercayai keberadaan Tuhan. Dalam keluh kesahnya kepada Tuhan, dia berharap ada orang yang dapat membawanya kepada kehidupan yang lebih baik, menjadi insan yang bermanfaat bagi banyak orang. Harapan itu selalu disampaikan dalam doa hingga tiga bulan.

Perlahan tapi pasti, Tuhan yang Maha mendengar mengarahkan pria 27 tahun itu menuju kebenaran. Suatu ketika saat berselancar di media sosial, Chris melihat sebuah video tentang Nabi Isa. Berdasarkan keyakinannya, Isa adalah anak Tuhan.Namun, video itu menceritakan hal berbeda, memosisikan Nabi Isa sebagai utusan Tuhan. Bagaimana mungkin? tanya Chris dalam hatinya.

Dia terus menonton video berjudul Hamba yang Penyayang selama dua bulan. Namun, selama menonton, dia masih belum meyakini kebenarannya. Kemudian dia juga menonton tayangan video biografi Nabi Muhammad. Chris mengetahui video yang kedua menceritakan tentang syiar Islam. Dia tak terlalu tertarik karena Islam, sepengetahuannya, adalah agama teror, radikal, yang jauh dari kesantunan. Keyakinan itu dia dapatkan berdasarkan omongan orang di Barat yang benci setengah mati terhadap Islam.

Suatu hari dia naik sebuah taksi.Selama di dalam taksi dia bertanya mengenai Isa yang merupakan Nabi Allah. Sopir yang berasal dari Asia itu hanya menjawab dengan senyuman. Pria Asia itu kemudian menjelaskan bahwa Islam memang mengajari demikian.

Chris belum bisa menerima jawaban singkat itu karena dalam pemahamannya, Muslim adalah teroris dan pembunuh. Mana mungkin agama mereka memiliki Isa yang dianggap sebagai seorang penyelamat.

Dia kemudian menatap Chris dan memintanya terus menonton video itu. Namun, selama beberapa pekan dia meninggalkan video tersebut dan tak lagi menontonnya. “Anehnya ada pe rasaan dalam diri ini yang tak biasa, seperti selalu ingin mengetahui hal baru. Sangat mengganggu ketenangan,” kata dia.

Dia lawan perasaan itu dengan mabuk miras bersama teman-temannya. Namun, perasaan tersebut tak kunjung pergi. Dia selalu datang, bahkan semakin membesar. Dia kemudian teringat akan kisah nabi yang pernah ditontonnya. Mereka adalah sosok yang tegar, tak mudah putus asa dalam menghadapi cobaan yang luar biasa. Ada yang dibuang ke dalam sumur, seperti yang dialami Nabi Yusuf.Ada juga yang dilempari kotoran manusia, seperti yang dialami Rasulullah, ada yang dikucilkan kaumnya sendiri, bahkan diperangi, seperti yang dialami Isa.

Kisah itu menginspirasi Chris untuk tegar menghadapi kehidupan. Semangatnya semakin membesar. Dia mencoba bangkit dari keterpurukan dirinya. Pemuda berkulit putih itu menonton kembali sejumlah video tentang kenabian, terutama Rasulullah.

Setiap malam, dia berbicara kepada Tuhan sebelum tidur. Dia selalu berharap dan memohon Tuhan akan membantunya dalam kehidupan ini.Chris berbicara dengan Tuhan menggunakan caranya sendiri karena dia tidak mengerti bagaimana berdoa secara Islam.

“Selama ini orang-orang hanya mengatakan hal buruk mengenai Muhammad sehingga saya salah paham tentang Islam dan Muhammad. Setelah menonton ini, saya menjadi suka dan kisah inilah yang saya inginkan,”kata dia.

Kemudian, Chris mulai bekerja di Broadway, Bradford, sebagai petugas keamanan. Dia kemudian bertemu dengan seorang pria Nigeria bernama Bashir. Sebelumnya dia berpikir bahwa semua temannya adalah orang yang keras. Dia tidak ingin teman Muslimnya juga bersifat demikian.

Chris bekerja bersama Bashir selama beberapa bulan. Dia banyak berbicara mengenai Islam dan bahkan mengundangnya makan bersama.Lambat laun Chris menyadari bahwa Bashir adalah teman dekat yang menuntunnya kepada Islam. Darinyalah Chris mendapatkan banyak penjelasan dan pengetahuan Islam.

Bersyahadat

Pada 5 November 2017, Chris merayakan malam api unggun bersama teman- temannya. Dia kembali mabuk bersama teman-temannya. Setelah itu tertidur dan tak mengetahui apa yang terjadi setelahnya.

Setelah terbangun, dia merasa bersalah atas apa yang sudah dilakukannya. Rasanya ingin memohon ampunan kepada Sang Pencipta karena perbuatannya adalah salah. Chris menelpon Bashir dan bertekad untuk pergi ke masjid bersama.

Bashir tak langsung mengiyakannya.Dia meminta Chris untuk mempelajari Islam terlebih dahulu sebelum ke masjid.Chris menjelaskan bahwa dia telah mempelajari Islam selama 10 bulan terakhir.

Bashir kemudian membawanya ke Masjid. Di sana mereka menemui seorang imam, Mas’ud. Pertemuan itu sangat dinantikan Chris yang menginginkan pertobatan.Imam bertanya beberapa hal kepada Chris seputar keyakinannya untuk memeluk Islam. Setelah merasa yakin sepenuhnya, Mas’ud membimbingnya bersyahadat.

Menjadi Muslim pertama kali adalah hal yang tidak terlupakan. Chris masih mengingat perasaan ketika mengucapkan syahadat, terutama saat pertama kali membahas Islam secara terbuka. Meski begitu, dia tak mampu menjelaskannya dengan kata-kata. Takjub, satu kata yang dia ungkapkan ketika mengingat kembali perjalanannya dalam menemukan Islam.Setelah bersyahadat, dia tinggal di masjid beberapa malam.

Hingga saat ini, dia sering bermalam di masjid, bahkan masih merasa takjub. Terutama saat belajar hal-hal baru. Kini, orang-orang melihatnya lebih cerah, bersemangat. Dulu dia tidak pernah menghomati orang tua dan saudaranya. Setiap hari yang dilakukan dengan teman-temannya hanya berdebat.

Sekarang Islam mengajarinya untuk memperlakukan orang, menjalani kehidupan sosial dengan kesantunan dan kebersamaan. Islam menjadi pedoman hidupnya. “Islam adalah panduan, saya tidak melihat Alquran hanya sebagai buku aturan, tetapi juga panduan hidup. Segala sesuatu dalam Islam sungguh bermanfaat, ” kata dia.

Mengganti Kebiasaan Mabuk

Satu hal yang membuatnya khawatir, yaitu kembali mabuk-mabukan. Chris selalu berusaha meninggalkan kebiasaan buruk itu.Dia bersyukur bertemu dengan Bashir yang mendukungnya untuk meninggalkan miras.

Bashir tak hanya menemani saat pertama kali berikrar memeluk Islam. Dia tak pernah meninggalkannya begitu saja. Hingga kini, Bashir masih menelepon dan memberi dukungannya untuk tetap berkomitmen menjalani ajaran Islam.

“Ketika bersyahadat, saya memiliki keraguan, dan semua orang akan memiliki keraguan, tetapi sekali Anda menemukan cinta untuk Tuhan dan Anda menemukan cinta untuk Nabi Muhammad (SAW)banyak hal berubah dalam hidup. Sebuah lampu menyala dalam kegelapan, Anda tahu. Anda harus masuk, dan Anda harus konsisten dan komitmen untuk memeluk Islam sepenuh hati,” kata dia.

Jika menginginkan sesuatu maka harus bekerja keras. Dalam beristiqamah, dia telah bekerja sangat keras tahun lalu dan sekarang dia melihat manfaatnya. “Anda tahu, ketika saya berdoa, saya merasakannya. Jadi, hal ini juga membuat saya bangga pada diri sendiri, dan itu membawa rasa bahagia kepada saya. Itu membuka pintu lain, seperti ayah saya lebih mengerti tentang Islam sekarang,”ujar dia.

Ayahnya kini tahu bukan hanya dari apa yang dia dengar, tapi mempelajarinya langsung. Pilihannya saat ini adalah yang terbaik untuk dirinya. Chris menyarankan untuk selalu percaya kepada hati nurani. Karena di dalam hati ada kebahagiaan dan kedamaian.

Janganlah merasa takut untuk berhijrah, karena di luar sana akan ada orang yang membantu dan mendukung. Jika ingin mempelajari Islam bicaralah dengan saudara Muslim, karena mereka tahu apa yang setiap orang inginkan dalam mempelajari Islam.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 30 November 2019.

Vien AM.

Dicopy dari :

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/18/04/26/p7rb0c313-sirah-nabi-mengubah-kehidupan-chris

Yang juga melegakan adalah banyaknya restoran halal dan toko daging halal di kota tersebut. Masjid juga ada beberapa meskipun sederhana dan agak di luar kota. Sayang tidak ditemukan data akurat tentang jumlah Muslim di kota ini. Data terakhir (2001) hanya menyebut bahwa jumlah Muslim adalah 6.3 % dari jumlah penduduk. Menjadikannya sebagai agama minoritas terbanyak di Newcastle.

 

Meski masih kalah dibanding jumlah Muslim di London yang tercatat sebanyak 12.39 %, cukup melegakan dibanding mayoritas Kristen yang 56.4% dan 27.8% mengaku tidak beragama. Jumlah yang cukup signifikan untuk ukuran Barat yang sedang mengalami Islamphobia akut.

Bahkan wali kota London sendiri adalah seorang Muslim keturunan Pakistan. Kakeknya bermigrasi dari India ke Pakistan paska pembagian India pada tahun 1947. Sadiq Aman Khan, demikian nama sang wali kota, lahir di London tak lama setelah orang tuanya bermigrasi ke Inggris. Khan yang berprofesi sebagai pengacara ini menjabat sebagai wali kota sejak 2016 lalu.  Sayang ke-Islam-annya banyak dipertanyakan orang karena selain tidak mempunyai komitmen jelas terhadap kejahatan Yahudi, juga menyetujui pernikahan sesama jenis yang jelas-jelas dikutuk Islam sebagaimana kisah kaum nabi Luth berikut.

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS. Huud(11):82-83).

Sejarah masuknya Islam di Inggris memang agak rumit. Sejak Islam diturunkan ke muka bumi dengan diutusnya rasulullah Muhammad saw pada tahun 610 M, baru ratusan tahun kemudian tembus ke Inggris. Itupun hanya dengan masuknya 1 orang Ksatria Templar bernama Robert of St. Albans pada 1185. Begitu ber-syahadat Robert langsung bergabung dengan pasukan Raja Salahudin berbalik melawan tentara Salib. Ia wafat hanya 2 tahun setelah memeluk Islam. Semoga Allah swt meridhoinya, aamiin …

Selanjutnya Islam baru masuk ke Inggris secara bergelombang paska pecahnya Perang Dunia I tahun 1917 an. Dengan berbondong-bondong pengungsian dari berbagai negara Muslim yang terlibat perang memasuki Inggris. Banyak diantara mereka ini yang kemudian pindah kewarga-negaraan dan bergabung dengan tentara Inggris tanpa melepas ke-Islam-an mereka. Diantaranya Muslim Turki Siprus yang terkena dampak Turki Siprus Diaspora yang banyak menelan korban pembantaian.

3

London Central Mosque

7Sebelum tragedy Siprus paska dominasi Inggris, Muslim Turki Siprus datang ke Inggris sebagai pelajar dan turis. Selanjutnya setelah berhasil mengembangkan bisnis, pada tahun 1970an mereka mengajak keluarga besar mereka termasuk yang di Turki daratan, untuk membantu bisnis mereka yang berkembang pesat. Mereka inilah yang kemudian membangun masjid yang hingga kini banyak bertebaran di Inggris. Termasuk The London Central Mosque yang juga dikenal dengan nama the Islamic Cultural Centre (ICC) atau Regent’s Park Mosque karena letaknya yang memang di Regent’s Park, pusat kota London.

Disamping itu, sebagai akibat Inggris yang banyak menjajah negara-negara Muslim, maka berdatangan pula keluarga-keluarga negara jajahan seperti India, Pakistan, Bangladesh, Somalia dan beberapa negara Afrika lainnya. Belakangan Malaysia yang merupakan bagian dari negara persemakmuran (Commonwealth) banyak mendatangkan pelajar-pelajarnya ke Inggris untuk memperdalam ilmu mereka di berbagai perguruan tinggi  di negara tersebut.

Namun tidak sedikit pula orang asli Inggris seperti orang-orang Skotlandia, Irlandia dan Wales yang tertarik dengan ajaran Islam lalu memeluknya. Diantaranya adalah  Marmaduke William Pickthall yang mengganti namanya menjadi Muhammad Marmaduke Pickthall  sejak masuk Islam pada akhir 1917. Jurnalis sekaligus politikus tersebut adalah orang pertama yang menterjemahkan Al-Quran ke dalam Bahasa Inggris. Maha karya yang ditulis pada 1930 tersebut diakui secara resmi oleh Universitas Al-Azhar Mesir, dan masih digunakan hingga detik ini. Berikut kisah ke-Islam-an beberapa tokoh Inggris era Ratu Victoria :

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/16/07/31/ob6f7n313-cerita-muslim-inggris-era-victoria

Tak heran bila kini Islam tercatat sebagai agama paling pesat berkembang di Inggris. Antara kurun waktu 2001 – 2009 jumlah Muslim melonjak 10 kali lebih cepat dibanding agama lain. Tampaknya tragedy keji September 2001 yang meluluh lantakan WTC dan sekitarnya justru memancing keingin-tahuan Barat  untuk lebih mengenal Islam yang sesungguhnya. Allahu Akbar …

“ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran(3):54).

Syukur Alhamdulillah Allah swt memberi kami bertiga kesempatan untuk mengunjungi London (beberapa tahun yang lalu) dan kini beberapa kota yang tidak terlalu jauh dari Newcastle. Dengan mengendarai mobil sewaan kami mengunjungi Durham yang hanya berjarak beberapa km dari Newcastle, Windermere dan Keswick yang terletak di Lake District, Glassgow dan Edinburg, ibu kota Skotlandia, untuk terus kembali ke Newcastle.

20190920_145241Durham menjadi daya tarik sendiri, setidaknya bagi putri kami, karena disitulah dilakukan shooting film Harry Potter. Namun sungguh tak dinyana dalam perjalanan menuju gereja abad pertengahan tempat shooting diakukan kami menemukan adanya resto dengan tulisan HALAL terpampang.

Belakangan kami baru tahu bahwa Durham University ternyata memiliki fakultas Ekonomi dan Keuangan Islam yang telah berusia 25 tahun.  Maka kamipun tak heran mengetahui universitas tertua ke 3 ( lebih dari 600 tahun) di UK ini juga memiliki masjid yang dikelola Islamic Association kampus tersebut. Sementara di Lake District kami tidak sempat menemukan restoran berlabel Halal maupun masjid. Dari hasil googling Muslim di wilayah tersebut termasuk yang paling sedikit dibandingkan wilayah lain di Inggris.

Dari Lake District kami menuju ke utara yaitu Edinburg, ibu kota di Skotlandia, dengan melalui Glasgow. Kami tiba di Glasgow, kota terbesar keempat di Eropa, setelah London, Paris dan Berlin tersebut ketika matahari sudah terbenam. Kami hanya melewati kota tersebut untuk istirahat mencari makan malam. Sayangnya ternyata tidak mudah menemukan restoran Halal di kota tersebut.

Menurut Wikipedia, berdasarkan sensus 2011,  Muslim di Skotlandia memang sedikit sekali, yaitu hanya 1.4 % dari populasi. Muslim pertama yang tercatat masuk Skotlandia adalah seorang mahasiswa India jurusan kedokteran Edinburg University pada tahun 1858. Meski demikian dari pengamatan Google map, masjid di Glasgow lumayan banyak bahkan lebih bagus dibandingkan masjid yang ada di Newcastle. Masjid juga dapat ditemukan di universitas Glasgow. Seperti juga di Newcastle dan Durham, masjid tersebut dikelola oleh Islamic Association universitas bersangkutan.

edinburg mosque20190922_19024920190922_19124420190922_132905Sementara itu di Edinburg, ibu kota Skotlandia yang sebagian kotanya adalah kota tua abad pertengahan yang terdaftar sebagai situs warisan Unesco, selain resto kebab Halal, secara tidak sengaja kami menemukan sebuah masjid megah, Masjid Central Edinburg. Masjid yang terletak tidak jauh dari universitas Edinburg ini sebagian besar dana pembangunannya berasal dari raja Fahd dari Arab Saudi. Masjid ini resmi dibuka pada tahun 1998.

Masjid Dar Al-Arqam Edinburg UKDar Al-Arqam 1Belakangan melalui google map, terlihat adanya masjid bernama Dar Al-Arqam. Masjid ini terletak di sisi lain Edinburg University. Dari kejauhan orang pasti tidak akan mengira bahwa bangunan tersebut adalah bangunan rumah ibadah umat Islam. Sayang tidak ada keterangan resmi sejak kapan bangunan yang tampaknya bekas sebuah gereja itu berubah fungsi menjadi masjid.

Tidak didapat keterangan pasti berapa jumlah Muslim di Inggris sekarang ini. Namun berita pada Maret 2018 dari London mengatakan bahwa ratusan gereja di London telah ditutup. Sementara ratusan masjid bermunculan, sebagian dari bekas gereja yang sudah tidak lagi terpakai. Meski demikian jumlah masjid yang ada tersebut tetap tidak mampu menampung jamaah yang akan melakukan shalat Jumat. Allahu Akbar …

Masih menurut sumber yang sama, hampir setengah dari Muslim Inggris berusia di bawah 25 tahun. Sementara seperempat orang Kristen berusia di atas 65 tahun. Kota-kota besar yang tercatat memiliki banyak Muslim adalah Manchester (15,8%), Birmingham (21,8%) dan Bradford (24,7%).

“Dalam 20 tahun ke depan, akan ada lebih banyak Muslim yang aktif daripada orang-orang gereja,” kata Keith Porteous Wood, direktur Sekuler Nasional Masyarakat.

https://duniaekspress.com/2018/05/31/geliat-islam-di-london-500-gereja-tutup-buka-423-mesjid/

Tampak dengan makin banyaknya pelajar Muslim dari berbagai belahan negara yang menimba ilmu di negri ini telah makin membuka mata dan hati penduduk Inggris mudah menerima Islam sebagai satu-satunya ajaran yang diridhoi-Nya. Islam yang merupakan agama tauhid yang dibawa para nabi termasuk nabi Musa nabinya umat Yahudi maupun nabi Isa nabinya umat Nasrani, yang 14 abad kemudian disempurnakan oleh rasulullah Muhammad saw.

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam“. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):132).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 10 November 2019.

Vien AM.

Setelah penerbangan selama 15 jam ditambah transit 2 jam di Amsterdam, KLM yang kami tumpangipun akhirnya mendarat selamat di Newcastle, Inggris. Kota ini adalah kota di Inggris pertama yang pernah kami kunjungi selain London. Waktu menunjukkan sekitar pukul 9 pagi waktu setempat. Angin dingin langsung menyergap tubuh begitu kami keluar dari bandara kota tersebut. Temperatur sekitar 16 derajat. Sebenarnya temperature yang cukup ideal namun karena anginnya yang  kencang maka terasa lebih dingin dari yang sesungguhnya.

Newcastle terletak 396 km utara London, 148 km tenggara Edinburg ibukota Skotlandia. Newcastle selama ini dikenal orang karena club sepak bolanya yang mendunia, yaitu Newcastle United, disamping universitas Newcastle. Belakangan kami baru tahu ternyata di Australia, yaitu di New South Wales juga ada kota dengan nama Newcastle, yang juga memiliki universitas bernama Newcastle University. Untuk menghindari kesalahan ada baiknya yang di Inggris disebut secara lengkap , yaitu Newcastle Upon Tyne. Tyne adalah nama sungai yang mengalir di selatan kota tersebut.

IMG-20190918-WA0028Kedatangan kami ke Newcastle adalah untuk mendampingi putri bungsu kami melanjutkan study di Newcastle University. Salah satu alasan mengapa kami mengizinkan putri kami tersebut memilih Inggris, karena Inggris dikenal lebih terbuka terhadap dunia Islam dibanding negara Eropa lain.

Sejarah dan latar belakang kota Newcastle cukup menarik untuk ditelusuri. Kota ini berawal pada tahun 122 M dengan didirikannya tembok Hadrian dan jembatan yang menyebrangi sungai Tyne. Keduanya dibangun pada masa kaisar Hadrian dari Romawi yang ketika itu berhasil menaklukkan tanah Inggris dan memasukkan negara di ujung barat Eropa tersebut sebagai daerah jajahan Romawi.

Namun demikian kota Newcastle sendiri baru berdiri secara resmi sekitar abad 12. Pada saat itulah gereja, biara dll didirikan. Peninggalan pusat kota tua tersebut masih bisa kita lihat di beberapa tempat hingga sekarang. Meski sudah tidak ada yang asli, karena bangunan-bangunan religi tersebut ditutup untuk kemudian dihancurkan pada masa raja Henry VIII berkuasa. Raja Henry VIII adalah raja Inggris pertama yang berhasil memisahkan pengaruh kekuasaan Romawi pusat terhadap kerajaan Inggris.

20190916_191126 (2)

Newcastle Castle

20190928_184631 (2)

20190928_183556 (2)Saat ini bila kita ingin berjalan kaki menuju tepi sungai dimana berdiri “Gateshead Milennium Bridge” yang merupakan ikon kota, kita akan melewati apa yang dinamakanNewcastle castle”. Ini adalah bekas benteng peninggalan abad pertengahan.

Sementara jembatan gantung khusus pejalan kaki dan sepeda “Gateshead Milennium Bridge” berbentuk harpa ini baru dibangun belakangan, yaitu pada tahun 1998. Jembatan yang bisa diangkat “dawainya” ketika kapal besar akan lewat ini menghubungkan Newcastle yang merupakan kota pelabuhan dengan Gateshead yang berada di sebrangnya. Disamping jembatan tersebut ada 4 jembatan mobil yang menyebrangi Tyne, termasuk sebuah jembatan kuno yang tetap dipertahankan keberadaannya.

20190916_190952 (2)

Black Gate

Selain “Newcastle castle” ada lagi bangunan abad pertengahan lain yang berada di lokasi tersebut. Yaitu “Black Gate” yang merupakan gerbang utara benteng “Newcastle castle”. Di dalam bangunan tua tersebut hingga saat ini masih terlihat bekas ruangan-ruangan sempit tempat penyiksaan tahanan.

Di beberapa sudut kota potongan-potongan tembok tua bekas benteng juga masih dipertahankan. Di dalam benteng inilah dulunya kota tua Newcastle yang religius berada.

20190923_171144 (2)20190928_113431 (2)Di area yang kini sudah berubah menjadi Cina Town tersebut berdiri sebuah restoran mewah yang menyajikan masakan khas Inggris, dengan nama Blackfriars. Restoran ini memanfaatkan bangunan tua abad pertengahan bekas biara Blackfriars di masa lalu. Blackfriars adalah nama salah satu persatuan persaudaraan gereja ketika itu. Mereka adalah pendakwah Kristen pertama yang memasuki tanah Inggris. Di area Blackfriars itu pulalah dulu pernah berdiri penginapan yang sering digunakan raja Henry III ketika berusaha menalukkan Skotlandia.

20190917_115302 (2)

Grey Monument

Sementara Pilgrim Street yang bersambungan dengan Northumberland Street,  pedestrian dimana berjejer toko-toko, restoran, pub dll yang selalu ramai pengunjung, dulunya adalah jalur peziarah Kristen yang akan menuju gereja  yang ada di utara kota tersebut. Di sepanjang jalan tersebut dulunya berdiri banyak penginapan untuk para peziarah. Kedua jalan tersebut berujung di Grey Monument yang merupakan landmark kota.

Ironisnya, Newcastle seperti juga kebanyakan kota-kota di Barat, kini jauh dari kehidupan religi. Gereja sudah jarang dikunjungi. Kaum perempuan dengan pakaian minim tak peduli udara dingin mengigit terlihat dimana-mana. Di setiap akhir pekan, penduduk kota, bukan hanya muda mudi tapi juga yang sudah cukup berumurpun, tumpah ruah memenuhi jalanan pusat kota, resto, pub untuk  bermabuk-mabukan. Kabarnya banyak pelajar dari universitas sekitar seperti Durham University, misalnya, yang hanya butuh waktu 30 menit ber-kereta-api, tiap akhir pekan berbondong-bondong menghabiskan waktu malam mereka di kota ini.

20190928_110811(1)

Stasiun kereta Newcastle

Karena brisik, di suatu akhir pekan, suami pernah protes kepada pihak hotel tempat kami menginap (kebetulan hotel berlokasi tidak jauh dari stasun kereta api). Tampaknya kamar di depan kami malam itu dijadikan tempat pesta mabuk-mabukan. Bau alkohol terasa menyengat di gang depan kamar kami. Hingar bingar musik terdengar setiap kali pintu terbuka, menandakan adanya orang keluar masuk kamar tersebut. Namun petugas hotel hanya menjawab ringan, “ Maklum pak ini kan malam week-end”. Yaa Allah …

20190916_113959 (2)20190919_124824 (4)Hal ini sekaligus menjawab keheranan kami di awal kedatangan pada Ahad sekitar pukul 9 pagi yang terlihat lengang, nyaris tak ada kegiatan apapun. Lepas pukul 3 sore kota baru terlihat mulai ramai. Mengingatkan kami ketika mengunjungi kota pelajar Salamanca di Spanyol beberapa tahun lalu. Menurut petugas hotel, Ahad pagi hingga siang penduduk yang sebagian besar pelajar itu masih teler akibat begadang semalaman. Mungkin begitu pula Newcastle dimana di dalamnya terdapat 2 universitas besar yaitu Newcastle University dan Northumbria University.

Hhhmmm … ngeri juga kalau membayangkan menyekolahkan anak di kota seperti ini. Ini yang menjadi salah satu pertimbangan mengapa kami tidak ingin menyekolahkan anak di Barat ketika mereka baru lulus SMA. Khawatir keimanan mereka belum cukup kuat melihat budaya dan kebiasaan buruk masyarakat di sana. Meski bukan jaminan juga mahasiswa S2 pasti lolos dari godaaan tersebut.  Kabarnya, Culture Shock, itulah istilah kerennya, sering melanda mahasiswa/i Indonesia yang menimba ilmu di luar negri terutama di negri dengan budaya yang jauh berbeda dengan budaya dan ajaran agama kita.

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar ( alkohol) dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya”.  … .“( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):219).

Ya Allah lindungi dan beri kekuatan serta kesabaran putri kami dalam menghadapi berbagai kesulitan di tempat barunya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

20190918_13352620190918_13362920190918_134813 (2)Itu sebabnya surprised juga kami ketika mendapati Newcastle University memiliki masjid, meski tidak besar,  yang biasa digunakan shalat 5 waktu dan shalat Jumat staff dan mahasiswa kampus tersebut. Masya Allah …

Alhamdulillah, maka sebagai orang-tua siswa kamipun bisa merasakan nikmatnya shalat Zuhur berjamaah di dalam kampus yang telah berusia lebih dari 100 tahun tersebut. Kampus yang didirikan pada tahun 1834 dimana Sir Rowan Atkinson atau lebih dikenal sebagai Mr Bean pernah kuliah di dalamnya.

Masjid Newcastle University dikelola secara serius oleh Newcastle University Islamic Society (NUIS). Sekretariat komunitas ini menempati area salah sudut kampus utama di Queen Victoria Boulevard. Disitu pulalah masjid berada.

https://www.newcastleisoc.com/

IMG-20191031-WA0000_1573486240837IMG-20191031-WA0001_1573486240777 (2)NUIS tidak hanya menyediakan dan mengatur waktu shalat tapi juga berbagai kegiatan lain, seperti olah raga, seni, ketrampilan dll. Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin dan teratur. Diantaranya pembuatan barang keramik seperti yang sempat diikuti putri kami beberapa waktu lalu.

Dalam wadah inilah bertemu dan berkenalan Muslim dari berbagai negara, yang dengan demikian akan melahirkan ikatan persaudaraan Muslim yang merupakan bagian dari ajaran Islam. Persaudaraan dan solidaritas yang makin hari makin diabaikan oleh sebagian besar Muslim hingga mudah di adu domba dan dilecehkan serta menyebabkan timbulnya Islamophobia akut. Ironisnya korbannya bukan saja non Muslim tapi bahkan sebagian yang mengaku Islam.

“Perumpamaan kaum mukminin satu dengan yang lainnya dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling berlemah-lembut di antara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota badan sakit, maka semua anggota badannya juga merasa demam dan tidak bisa tidur”. (HR. Bukhari dan Muslim).

“Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana bangunan, satu sama lain saling menguatkan”. ( HR. Muttafaq ‘Alaihi).

Bersambung

Ashabul Ukhdud adalah sekelompok orang yang pernah menyiksa orang-orang beriman dengan cara memasukkan orang-orang tak berdosa tersebut ke dalam parit berisi kayu bakar, kemudian membakarnya hidup-hidup. Na’udzubillah min dzalik …

Al-Quran mengabadikan peristiwa keji tersebut dalam surat Al-Buruj ayat 4 – 9 berikut.

“Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit ( Asbabul Ukhdud), yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan karena orang-orang mu’min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu”.

Peristiwa kejam dan sadis yang menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya menelan 20.000 korban tersebut cukup populer di kalangan penduduk jazirah Arab ketika itu. Karena memang terjadi hanya 47 tahun sebelum lahirnya Nabi Muhammad saw, yaitu pada tahun 523 M. Tragedi tersebut terjadi di Najran, sebuah wilayah perbatasan antara Arab Saudi dan Yaman, atas perintah rajanya yang kaya raya dan memiliki kekuasaan yang amat sangat luas, yaitu Dzu Nuwaas.

Surat Al-Buruj yang turun di Mekah sebelum hijrahnya Rasulullah ini dimaksudkan sebagai hiburan bagi kaum Muslimin agar bersabar menghadapi cobaan demi cobaan yang dihadapi ketika itu. Agar kaum Muslimin bertekad kuat mempertahankan keimanan dan keislaman mereka sebagaimana orang-orang beriman di masa lalu yang meski disiksa sedemikian kejam tetap bertahan. Bahkan memilih mati dibakar hidup-hidup daripada hidup dalam kekafiran.

Ayat-ayat tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak ayat hiburan bagi umat Muhammad, bahwasanya kepahitan dan penderitaan yang mereka alami bukanlah sesuatu yang baru. Kekejaman dan penindasan terhadap kaum Mukminin sudah terjadi di masa-masa para Nabi dan Rasul sebelum Rasulullah Muhammad saw.  Allah berfirman:

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Terjemah QS.Al-Baqarah(2): 214)

Ketika Al-Quran menyebut Ashhabul Ukhdud Rasulullah saw mengucapkan taawuz, bermohon agar Allah swt melindungi umat Islam dari cobaan berat yang menimpa kaum tersebut. Banyak hikmah yang dapat dipetik dari kisah memilukan tersebut diantaranya yaitu bahwa pertolongan bisa jadi Allah swt berikan di akhirat nanti tidak di dunia.

Karena dunia hanyalah sementara sedangkan akhirat jauh lebih kekal. Jadi meskipun tampaknya di dunia tersiksa tapi di akhirat nanti terbebas dari siksa neraka yang jauh lebih mengerikan dari apapun siksa terberat di dunia ini. Keyakinan inilah yang harus tertanam kuat di setiap diri orang yang mengaku beriman. Bahwa orang beriman dan mengerjakan amal saleh pasti masuk surga sebaliknya orang kafir apalagi yang suka menyiksa orang beriman dan tidak mau bertobat pasti masuk neraka.

72452416_10157011461137054_3663444191083495424_n“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mu’min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar”. (Terjemah QS. Al-Buruj (85):10).

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar”. (Terjemah QS. Al-Buruj (85):11).

Secara panjang lebar kisah Asbabul Ukhdud tertuang dalam hadist riwayat Muslim no. 3005 sebagai berikut :

Dari Shuhaib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dahulu ada seorang raja dari golongan umat sebelum kalian, ia mempunyai seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir tersebut berada dalam usia senja, ia mengatakan kepada raja bahwa ia sudah tua dan ia meminta agar dikirimkan anak yang akan jadi pewaris ilmu sihirnya. Maka ada seorang anak yang diutus padanya. Tukang sihir tersebut lalu mengajarinya.

Di tengah perjalanan ingin belajar, anak ini bertemu seorang rahib (pendeta) dan ia pun duduk bersamanya dan menyimak nasehat si rahib. Ia pun begitu takjub pada nasehat-nasehat yang disampaikan si rahib. Ketika ia telah mendatangi tukang sihir untuk belajar, ia pun menemui si rahib dan duduk bersamanya. Ketika terlambatnya mendatangi tukang sihir, ia dipukul, maka ia pun mengadukannya pada rahib. Rahib pun berkata, “Jika engkau khawatir pada tukang sihir tersebut, maka katakan saja bahwa keluargaku menahanku. Jika engkau khawatir pada keluargamu, maka katakanlah bahwa tukang sihir telah menahanku.”

Pada suatu saat ketika di waktu ia dalam keadaan yang demikian itu, lalu tibalah ia di suatu tempat dan di situ ada seekor binatang besar yang menghalangi orang banyak (di jalan yang dilalui mereka). Anak itu lalu berkata, “Pada hari ini saya akan mengetahui, apakah penyihir itu yang lebih baik ataukah rahib itu.” Ia pun mengambil sebuah batu kemudian berkata, “Ya Allah, apabila perkara rahib itu lebih dicintai di sisi-Mu daripada tukang sihir itu, maka bunuhlah binatang ini sehingga orang-orang banyak dapat berlalu.”

Lalu ia melempar binatang tersebut dan terbunuh. Lalu orang-orang bisa lewat.  Lalu ia mendatangi rahib dan mengabarkan hal tersebut. Rahib tersebut pun mengatakan, “Wahai anakku, saat ini engkau lebih mulia dariku. Keadaanmu sudah sampai pada tingkat sesuai apa yang saya lihat. Sesungguhnya engkau akan mendapat cobaan, maka jika benar demikian, janganlah menyebut namaku.”

Anak itu lalu dapat menyembuhkan orang buta dan yang berpenyakit kulit. Ia pun dapat menyembuhkan orang-orang dari berbagai macam penyakit. Berita ini pun sampai di telinga sahabat dekat raja yang telah lama buta. Ia pun mendatangi pemuda tersebut dengan membawa banyak hadiah. Ia berkata pada pemuda tersebut, “Ini semua bisa jadi milikmu asalkan engkau menyembuhkanku.” Pemuda ini pun berkata, “Aku tidak dapat menyembuhkan seorang pun. Yang mampu menyembuhkan hanyalah Allah. Jika engkau mau beriman pada Allah, aku akan berdo’a pada-Nya supaya engkau bisa disembuhkan.” Ia pun beriman pada Allah, lantas Allah menyembuhkannya.

Sahabat raja tadi kemudian mendatangi raja dan ia duduk seperti biasanya. Raja pun bertanya padanya, “Siapa yang menyembuhkan penglihatanmu?” Ia pun menjawab, “Rabbku.” Raja pun kaget, “Apa engkau punya Rabb (Tuhan) selain aku?” Sahabatnya pun berkata, “Rabbku dan Rabbmu itu sama yaitu Allah.” Raja tersebut pun menindaknya, ia terus menyiksanya sampai ditunjukkan anak yang tadi. (Ketika anak tersebut datang), raja lalu berkata padanya, “Wahai anakku, telah sampai padaku berita mengenai sihirmu yang bisa menyembuhkan orang buta dan berpenyakit kulit, serta engkau dapat melakukan ini dan itu.” Pemuda tersebut pun menjawab, “Sesungguhnya aku tidaklah dapat menyembuhkan siapa pun. Yang menyembuhkan adalah Allah.”

Mendengar hal itu, raja lalu menindaknya, ia terus menyiksanya, sampai ditunjukkan pada pendeta yang menjadi gurunya. (Ketika pendeta tersebut didatangkan), raja pun memerintahkan padanya, “Kembalilah pada ajaranmu!” Pendeta itu pun enggan. Lantas didatangkanlah gergaji dan diletakkan di tengah kepalanya. Lalu dibelahlah kepalanya dan terjatuhlah belahan kepala tersebut. Setelah itu, sahabat dekat raja didatangkan pula, ia pun diperintahkan hal yang sama dengan pendeta, “Kembalilah pada ajaranmu!” Ia pun enggan. Lantas (terjadi hal yang sama), didatangkanlah gergaji dan diletakkan di tengah kepalanya. Lalu dibelahlah kepalanya dan terjatuhlah belahan kepala tersebut.

Kemudian giliran pemuda tersebut yang didatangkan. Ia diperintahkan hal yang sama, “Kembalikan pada ajaranmu!” Ia pun enggan. Kemudian anak itu diserahkan kepada pasukan raja. Raja berkata, “Pergilah kalian bersama pemuda ini ke gunung ini dan itu. Lalu dakilah gunung tersebut bersamanya. Jika kalian telah sampai di puncaknya, lalu ia mau kembali pada ajarannya, maka bebaskan dia. Jika tidak, lemparkanlah ia dari gunung tersebut.” Lantas pasukan raja tersebut pergi bersama pemuda itu lalu mendaki gunung. Lalu pemuda ini berdo’a, “Ya Allah, cukupilah aku dari tindakan mereka dengan kehendak-Mu.” Gunung pun lantas berguncang dan semua pasukan raja akhirnya jatuh.

Lantas pemuda itu kembali berjalan menuju raja. Ketika sampai, raja berkata pada pemuda, “Apa yang dilakukan teman-temanmu tadi?” Pemuda tersebut menjawab, “Allah Ta’ala telah mencukupi dari tindakan mereka.” Lalu pemuda ini dibawa lagi bersama pasukan raja. Raja memerintahkan pada pasukannya, “Pergilah kalian bersama pemuda ini dalam sebuah sampan menuju tengah lautan. Jika ia mau kembali pada ajarannya, maka bebaskan dia. Jika tidak, tenggelamkanlah dia.”

Mereka pun lantas pergi bersama pemuda ini. Lalu pemuda ini pun berdo’a, “Ya Allah, cukupilah aku dari tindakan mereka dengan kehendak-Mu.” Tiba-tiba sampan tersebut terbalik, lalu pasukan raja tenggelam. Pemuda tersebut kembali berjalan mendatangi raja. Ketika menemui raja, ia pun berkata pada pemuda, “Apa yang dilakukan teman-temanmu tadi?” Pemuda tersebut menjawab, “Allah Ta’ala telah mencukupi dari tindakan mereka.”

Ia pun berkata pada raja, “Engkau tidak bisa membunuhku sampai engkau memenuhi syaratku.” Raja pun bertanya, “Apa syaratnya?” Pemuda tersebut berkata, “Kumpulkanlah rakyatmu di suatu bukit. Lalu saliblah aku di atas sebuah pelepah. Kemudian ambillah anak panah dari tempat panahku, lalu ucapkanlah, “Bismillah robbil ghulam, artinya: dengan menyebut nama Allah Tuhan dari pemuda ini.” Lalu panahlah aku karena jika melakukan seperti itu, engkau pasti akan membunuhku.”

Lantas rakyat pun dikumpulkan di suatu bukit. Pemuda tersebut pun disalib di pelepah, lalu raja tersebut mengambil anak panah dari tempat panahnya kemudian diletakkan di busur. Setalah itu, ia mengucapkan, “Bismillah robbil ghulam, artinya: dengan menyebut nama Allah Tuhan dari pemuda ini.” Lalu dilepaslah dan panah tersebut mengenai pelipisnya. Lalu pemuda tersebut memegang pelipisnya tempat anak panah tersebut menancap, lalu ia pun mati. Rakyat yang berkumpul tersebut lalu berkata, “Kami beriman pada Tuhan pemuda tersebut. Kami beriman pada Tuhan pemuda tersebut.”

Raja datang, lantas ada yang berkata, “Apa yang selama ini engkau khawatirkan? Sepertinya yang engkau khawatirkan selama ini benar-benar telah terjadi. Manusia saat ini telah beriman pada Tuhan pemuda tersebut.”

Lalu raja tadi memerintahkan untuk membuat parit di jalanan lalu dinyalakan api di dalamnya. Raja tersebut pun berkata, “Siapa yang tidak mau kembali pada ajarannya, maka lemparkanlah ia ke dalamnya.” Atau dikatakan, “Masuklah ke dalamnya.” Mereka pun melakukannya, sampai ada seorang wanita bersama bayinya. Wanita ini pun begitu tidak berani maju ketika akan masuk di dalamnya. Anaknya pun lantas berkata, “Wahai ibu, bersabarlah karena engkau di atas kebenaran.”

Sudah menjadi sunnatullah bahwa akan senantiasa terjadi pertikaian antara Al-haq dengan yang batil sepanjang masa dan di manapun jua. Adalah satu ketetapan pula dari Allah swt bahwa setiap orang yang mengatakan dirinya beriman tentu tidak lepas dari berbagai ujian.

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujiannya?” Beliau menjawab: “Para Nabi. Kemudian yang mengikuti mereka (orang-orang mulia). Kemudian yang mengikuti mereka (orang-orang mulia). Seseorang diuji sesuai dengan kadar dien (iman)-nya. Kalau imannya kokoh, maka berat pula ujiannya. Apabila imannya lemah, dia diuji sesuai dengan kadar imannya. Dan senantiasa ujian itu menimpa seorang hamba sampai membiarkannya berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak lagi mempunyai dosa.”

Yaa Allah yaa Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.

Yaa Allah kabulkan doa kami, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

Berikut beberapa hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa diatas:

https://rumaysho.com/3427-kisah-orang-beriman-yang-dibakar-dalam-parit.html

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Oktober 2019.

Vien AM.

Hikmah Birul Walidain

20190918_12405120190919_124824Hari-hari ini adalah hari yang cukup berat bagi kami sebagai orang–tua yang baru melepas anak gadis satu-satunya bontot pula untuk melanjutkan stydynya jauh di seberang benua sana. Meski sebenarnya hati sudah cukup tenang karena kami sudah mengantar dan melihat  sendiri keadaan kota tempat tinggalnya, kampusnya dll.

2019-09-19 05.11.31_1570459365283Apartemen yang dekat dengan kampus, teman-teman tetangga kamarnya, teman-teman setanah-air, kampus yang ternyata memiliki masjid yang meski tidak besar namun aktif digunakan untuk shalat sehari-hari bahkan shalat Jumat. Atas izin-Nya Ia pertemukan pula ia dengan Muslimah asal Thoif Mekah yang juga sedang melanjutkan studynya. Berkatnya putri kamipun saat ini sudah bergabung dengan persaudaraan Muslim kampusnya. Restoran berlabel Halal dan toko-toko daging Halal juga tidak sulit ditemukan. Alhamdulillah …20190928_210420

Lalu mengapa hati ini tetap merasa ada yang mengganjal ??

Mungkin saya yang terlalu posesif. Selama ini hubungan saya dengan si bontot memang sangat erat. Kami biasa saling menceritakan hari-hari yang kami lalui, nyaris tanpa ada yang disembunyikan.

Hari ini berkat kecanggihan teknologi mutakhir, komunikasi bukan lagi menjadi masalah. Namun mungkin karena masalah perbedaan waktu atau kesibukan baru yang menuntut banyak waktu, putri kami tersebut tidak selalu cepat merespons WA saya meski saya tahu ia sedang “online”.

Tiba-tiba saya terhenyak, teringat kumandang adzan yang tidak selalu saya respons dengan cepat. Astaghfirullah … Bukankah adzan adalah panggilan Allah swt untuk segera menemui-Nya?? Kalau saya sebagai ibu saja sudah merasa “memiliki” dan menuntut hak saya sebagai “pemilik” untuk segera berjumpa dengan anak, apalagi Allah Azza wa Jala yang merupakan sebenar-benar pemilik !!! Ya Allah ampunilah hamba-Mu yang hina ini …

Harus diakui tidak sedikit orang-tua yang suka menuntut anak-anaknya agar patuh dan menuruti semua perintah dan keinginan orang-tua. Apalagi mereka yang merasa telah mengorbankan segala upaya, mendidik, memeras keringat, membanting tulang, mengorbankan waktu dan seluruh harta yang dimiliki demi anak-anak yang mereka sayangi dan cintai, yang dikandung ibunya selama kurang lebih 9 bulan lamanya, dan menyusuinya selama 2 tahun. Salahkah itu??

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. ( Terjemah QS. Lukman(31):14).

Masya Allah … Ternyata Al-Quran telah mengatur hal tersebut. Itulah yang dinamakan Birul Walidain yaitu perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang-tua. Tapi dengan catatan; perbuatan baik, bakti, sayang, cinta, hormat, mendahulukan orang-tua dll tersebut bukan karena tuntutan orang-tua, melainkan karena perintah Allah swt. Yaitu sebagai bagian dari adab, rasa syukur atas segala kebaikan, cinta, kasih- sayang dan pengorbanan orang-tua kepada anak yang memang sudah kodrat manusia.

Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan).

Yang dengan demikian akan melahirkan sikap dan sifat tahu diri, syukur dan trima-kasih tidak saja kepada kedua orang-tua tapi juga kepada orang yang lebih tua. Dan puncaknya kepada Sang Khalik Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Itulah setinggi-tinggi penghambaan. Allah Azza wa Jala adalah satu-satunya tempat bergantung, meminta tolong. Maka dapat dipastikan anak yang selalu mendahulukan kedua orang-tuanya ia lebih dekat dan bisa mengenal Tuhannya dibanding anak yang menyepelekan orang-tuanya.

Hal penting lain, kita sebagai orang-tua, yang selama ini merasa memiliki cinta dan kasih sayang yang begitu besar terhadap anak-anak kita, ternyata  tidak ada apa-apanya dibanding cinta dan kasih sayang Sang Khalik kepada hamba-Nya … Allahu Akbar ..

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu ( Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):186).

Yaa Allah lindungi, jaga, sayangi dan kasihanilah putri kami tercinta. Mudahkan segala urusannya, sehat dan kuatkanlah hati, iman serta islamnya. Berilah ia kemampuan untuk menimba ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya, aamiin yaa robbal ‘aalamin ..

Hebatnya lagi Birul Walidain tetap berlaku meski orang-tua tidak satu aqidah dengan anak. Tapi sebagai seorang Muslim si anak tidak boleh menuruti perintah orang-tua untuk menyembah kepada selain Allah swt.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Terjemah QS. Al-Isra’(17):23).

Ayat diatas dengan jelas  menerangkan bahkan mengatakan “ah” saja Allah swt melarangnya. Dengan demikian mengacuhkan orang-tua ketika mereka sedang berbicara kepada anak, atau kalau di zaman now ini tidak mendahulukan apalagi mengabaikan WA ketika anak tidak sedang sibuk tentu bukan perbuatan terpuji. Karena hal tersebut akan dapat menyakiti hati orang-tua. Allah swt melarang hal tersebut.

Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Akhir kata, alangkah beruntungnya orang yang masih memiliki orang-tua apalagi yang dalam perawatan mereka. Karena itu adalah ladang amal yang sungguh rugi bila tidak dimanfaatkan sebaik mungkin.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 7 Oktober 2019.

Vien AM.

ILMU geografi di dunia Islam mulai berkembang pada masa era kekhalifahan Abbasiyah yang berpusat di Baghdad. Ketika itu, Khalifah Harun Ar-Rasyid mendorong para sarjana Muslim menerjemahkan naskah-naskah kuno dari Yunani ke dalam bahasa Arab.

Diantara buku yang diterjemahkan adalah Alemagest dan Geographia. Kedua buku ini membahas tentang ilmu geografi. Dari sinilah kemudian banyak pelajar yang mempelajari ilmu tersebut sehingga dalam waktu yang tidak lama lahir para pakar geografi.

Ketertarikan kaum Muslimin terhadap geografi diawali dengan kegandrungannya kepada astronomi. Dari ilmu inilah kemudian membawa mereka menggeluti ilmu bumi. Peta yang dibuat bangsa Yunani dan Romawi menarik minat pelajar Muslim untuk mempelajarinya.islam_Geografi1a-2y7rplb1urriikdptycfls

Bangsa Yunani adalah bangsa yang pertama dikenal secara aktif menjelajahi geografi. Beberapa tokoh Yunani yang berjasa mengeksplorasi geografi sebagai ilmu dan filosofi antara lain; Thales dari Miletus, Herodotus, Eratosthenes, Hipparchus, Aristotle, Dicaearchus dari Messana, Strabo, dan Ptolemy. Sedang bangsa Romawi turut memberi sumbangan pada pemetaan setelah mereka banyak menjelajahi negeri dan menambahkan teknik baru. Salah satu tekniknya adalah periplus, deskripsi pada pelabuhan, dan daratan sepanjang garis pantai yang bisa dilihat pelaut di lepas pantai.

Namun para sarjana Muslim tidak hanya menerjemahkan dan mempelajari karya-karya Yunani tetapi juga mengkombinasikannya dengan pengetahuan yang telah berkembang di pusat kebudayaan di Mesir, India, dan Persia.

Inilah yang membuat ilmu geografi di tangan kaum Muslimin maju pesat. Demikian pula ilmu-ilmu yang berhubungan dengan geografi seperti perpetaan dan kosmografi mengalami kemajuan yang besar. Dari sinilah kemudian muncul istilah mil untuk mengukur jarak. Sedangkan orang Yunani menggunakan istilah stadion.

Dalam hal ini seorang sarjana Barat seperti Gustave Le Bon dalam bukunya Arabs Civilizationhal 468 mengatakan bahwa meski geografi sebagai ilmu pengetahuan dimulai sebelum Islam, namun kontribusi umat Islam sangatlah besar. “Meski kaum Muslimin belajar geografi kepada ilmuwan Yunani seperti Ptolemy, namun ilmu mereka melampaui guru mereka,” jelas Gustave.

Sederet geografer Muslim telah banyak memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu bumi. Al-Kindi diakui begitu berjasa sebagai geografer pertama yang memperkenalkan percobaan ke dalam ilmu bumi. Sedangkan, Al-Biruni didapuk sebagai ‘bapak geodesi’ yang banyak memberi kontribusi terhadap geografi dan juga geologi.

John J O’Connor dan Edmund F Robertson menuliskan pengakuannya terhadap kontribusi Al-Biruni dalam MacTutor History of Mathematics. Menurut mereka, ‘’Al-Biruni telah menyumbangkan kontribusi penting bagi pengembangan geografi dan geodesi. Dialah yang memperkenalkan teknik pengukuran bumi dan jaraknya dengan menggunakan triangulation.’’

Al-Biruni-lah yang menemukan radius bumi mencapai 6.339,6 km. Hingga abad ke-16 M, Barat belum mampu mengukur radius bumi seperti yang dilakukan Al-Biruni.Bapak sejarah sains, George Sarton, juga mengakui kontribusi sarjana Muslim dalam pengembangan geografi dan geologi.

‘’Kita menemukan dalam tulisannya metedo penelitian kimia, sebuah teori tentang pembentukan besi.’’

Salah satu kekhasan yang dikembangkan geografer Muslim adalah munculnya bio-geografi. Hal itu didorong oleh banyaknya orang Arab di era kekhalifahan yangtertarik untuk mendistribusi dan mengklasifikasi tanaman, binatang, dan evolusi kehidupan. Para sarjana Muslim mencoba menganalisis beragam jenis tanaman.

Dukungan Penguasa

Geliat mempelajari ilmu geografi semakin besar ketika Khalifah Al-Mam’un, penerus Harul Al-Rasyid memerintahkan para geografer Muslim untuk mengukur kembali jarak bumi. Untuk mendukung proyek tersebut, Al-Ma’mun juga membiayai semua perjalanan yang dilakukan dalam menjelajahi dunia.

Tentu saja dukungan ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para sarjana islam. Apalagi mereka melakukan ekespedisi juga dalam rangka menyebarkan dakwah Islam.

Tak pelak umat Islam pun mulai mengarungi lautan dan menjelajah daratan untuk menyebarkan agama Allah Subhanahu Wata’ala. Seiring meluasnya ekspansi dan ekspedisi rute-rute perjalanan melalui darat dan laut pun mulai bertambah. Tak heran, jika sejak abad ke-8 M, kawasan Mediterania telah menjadi jalur utama umat Islam.

Atas upaya dan kerja keras para geografer Muslim, akhirnya apa yang diharapkan Al-Ma’mun bisa terwujud. Para sarjana Muslim mampu menghitung volume dan keliling bumi. Berbekal keberhasilan itu, Khalifah Al-Ma’mun memerintahkan untuk menciptakan peta bumi yang besar. Adalah Musa Al-Khawarizmi bersama 70 geografer lainnya mampu membuat peta globe pertama pada tahun 830 M.

Khawarizmi juga berhasil menulis kitab geografi yang berjudul Surah Al- Ard (Morfologi Bumi) sebuah koreksi terhadap karya Ptolemaeus. Kitab itu menjadi landasan ilmiah bagi geografi Muslim tradisional.

Pada abad yang sama, Al-Kindi juga menulis sebuah buku bertajuk ‘Keterangan tentang Bumi yang Berpenghuni’.

Sejak saat itu, geografi pun berkembang pesat. Sejumlah geografer Muslim berhasil melakukan terobosan dan penemuan penting.
Di awal abad ke-10 M, secara khusus, Abu Zayd Al-Balkhi yang berasal dari Balkh mendirikan sekolah di kota Baghdadyang secara khusus mengkaji dan membuat peta bumi.

Di abad ke-11 M, seorang geografer termasyhur dari Spanyol, Abu Ubaid Al- Bakri berhasil menulis kitab di bidang geografi, yakni Mu’jam Al-Ista’jam (EksiklopediGeografi) dan Al-Masalik wa Al-Mamalik (Jalan dan Kerajaan).

Buku pertama berisi nama-nama tempat di Jazirah Arab. Sedangkan yang kedua berisi pemetaan geografis dunia Arab zaman dahulu.

Pada abad ke-12, geografer Muslim, Al-Idrisi berhasil membuat peta dunia. Al-Idrisi yang lahir pada tahun 1100 di Ceuta Spanyol itu juga menulis kitab geografi berjudul Kitab Nazhah Al- Muslak fi Ikhtira Al-Falak (Tempat Orang yang Rindu MenembusCakrawala). Kitab ini begitu berpengaruh sehingga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Geographia Nubiensis.

Seabad kemudian, dua geografer Muslim yakni, Qutubuddin Asy-Syirazi (1236 M -1311 M) dan Yaqut Ar-Rumi (1179 M -1229 M) berhasil melakukan terobosan baru. Qutubuddin mampu membuat peta Laut Putih/Laut Tengah yang dihadiahkan kepada Raja Persia.

Sedangkan, Yaqut berhasil menulis enam jilid ensiklopedi bertajuk Mu’jam Al-Buldan(Ensiklopedi Negeri-negeri).

MuljanAlBuldan

Penjelajah Muslim asal Maroko, Ibnu Battuta di abad ke-14 M memberi sumbangan dalam menemukan rute perjalanan baru. Hampir selama 30 tahun, Ibnu Battuta menjelajahi daratan dan mengarungi lautan untuk berkeliling dunia. Penjelajah Muslim lainnya yang mampu mengubah rute perjalanan laut adalah Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok. Dia melakukan ekspedisi sebanyak tujuh kali mulai daritahun 1405 hingga 1433 M.Dengan menguasai geografi, di era keemasan umat Islam mampu menggenggam dunia.

Tak pelak, Islam banyak memberi kontribusi bagi pengembangan geografi. Sumbangan dunia Islam meliputi pengetahuan klimatologi (termasuk angin munson), morfologi, proses geologi, sistem mata pencaharian, organisasi kemasyarakatann, mobilitas penduduk, serta koreksi akan kesalahan yang tertulis pada buku yang ditulis ptolomeus.

Karya-karya sarjana Muslim seperti Al-Biruni, Ibnu Sina, Ai Istakhiri, Al Idrisi, Ibn Khaldun dan Ibn Batuta telah menjadi dasar pemicu kembalinya perkembangan ilmu pengetahuan. Bukan hanya geografi namun juga dalam berbagai ilmu lain. Karena demikian besar jasanya dalam geografi dan Kartografi, Al-Idrisi diangkat diangkat sebagai penasihat dan pengajar di istana raja Sicilia, Roger II (1154), dan akhir-akhir ini namanya (Idrisi) diabadikan untuk nama perangkat lunak yang dikembangkan Universitas Clark di Worcester (Amerika Serikat) untuk alat bantu analsisis geografi, citra digital, kartografi, dan sistem informasi geografis.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Dicopy dari :

https://www.hidayatullah.com/spesial/ragam/read/2014/12/29/35914/sumbangan-islam-pada-ilmu-geografi.html