Feeds:
Posts
Comments

Energi Al-Maidah (5).

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3:54).

Ayat diatas rasanya sangat tepat untuk mencerminkan apa yang terjadi pada sidang lanjutan kasus penistaan agama pada Selasa 31 Januari lalu. Dalam sidang tersebut Ahok melakukan intimidasi dan ancaman yang sangat tidak pantas terhadap Ketua MUI sekaligus Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) KH Ma’ruf Amin yang saat itu menjadi saksi ahli. Sikap kasar gubernur DKI non aktif tersebut memperlihatkan ke-aroganan diri dan tidak adanya rasa hormat kepada ulama besar yang merupakan sesepuh dan panutan kaum Muslimin yang merupakan mayoritas rakyat yang dipimpinnya.  Itulah cara Sang Khalik membuka kedok orang yang telah melecehkan ayat-ayat-Nya.

https://nasional.sindonews.com/read/1176295/13/mengancam-kh-ma-ruf-amin-ahok-buka-topeng-siapa-dia-sebenarnya-1485987355

kunjungan-ke-rumah-amin-marufAnehnya lagi, tak sampai 24 jam kemudian, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, kapolda DKI M Iriawan dan beberapa orang lainnya datang mengunjungi sesepuh NU itu alias sowan, kalau orang Jawa bilang. Apa hubungan sikap Ahok dengan pejabat pemerintah tersebut?? Mengapa mereka sebegitu paniknya atas kelakuan tidak beradab calon gubernur dengan status tersangka tersebut??? ( Rasanya dalam sejarah baru kali ini ada seorang tersangka bisa ikut pilgub… ).

Kesewotan pemerintah juga terlihat dari sikap kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan yang baru beberapa bulan menduduki jabatan barunya. Kasus penyerangan GMBI, gerombolan ex napi bimbingan kapolda, terhadap kaum Muslimin dan anggota FPI yang sedang mengawal pengadilan Habib Riziek Shihab, bukannya diselesaikan dengan baik. Padahal kasus tersebut menyebabkan seorang anggota FPI harus meregang nyawa. Akan tetapi Charliyan malah menjadikan Habib Riziek menjadi tersangka. Anehnya ketika pengacara Habib beberapa kali menanyakan surat resmi penetapan tersangka pihak kepolisian tidak bisa menunjukkannya. Ini yang menyebabkan Habib Riziek menolak panggilan kepolisian.

muhaballah-hrsTidak berhenti disitu saja, Habib juga difitnah melakukan perbuatan asusila, tak tanggung-tanggung dengan murid sekaligus simpatisan yang mengenal baik istri Habib. Kali ini Habib menantang sang pemfitnah dengan sumpah Laknat ( Mubahalah), seperti yang pernah diajarkan Rasulullah terhadap musuh-musuh Islam.

http://indonews.id/berita/soal-video-perselingkuhan–fpi–itu-fitnah-keji-dan-hoax-jatuhkan-habib-rizieq/

http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2017/01/29/ahokers-bela-habib-rizieq-pasca-heboh-selingkuh-firza-husein-simak-videonya/

Namun dengan izin Allah swt fitnah murahan yang bertubi-tubi tersebut justru membuat para pembela Ahok yang masih bersih hatinya berpikir ulang. Dan akhirnya membela pimpinan FPI tersebut. Bahkan belakangan ratusan simpatisan PDIP seperti Boy Sadikin dll akhirnya malah berbalik mendukung lawan Ahok, yaitu paslon Anies – Sandiaga. Allahu Akbar ….

Korban selanjutnya adalah Patrialis Akbar, hakim mahkamah, yang selama ini dikenal kukuh dalam ber-Islam. Patrialis juga diketahui mendukung aksi yang diadakan umat Islam beberapa waktu lalu. Hakim ini ditangkap polisi secara OTT ( Operasi Tangkap Tangan) yaitu menerima suap uji materi suatu undang-undang. Tapi kenyataannya polisi tidak bisa menunjukkan uang hasil OTT tersebut. Dan yang lebih menyakitkan lagi Patrialis dikabarkan ditangkap ketika sedang selingkuh dengan seorang perempuan. Padahal pada kenyataannya Patrialis sedang berjalan-jalan dengan istrinya. Anehnya berita tersebut mempunyai 3 versi tempat penangkapan yang berbeda, yaitu di sebuah hotel, di lapangan golf dan satu lagi di sebuah mall. Mana yang benar, munkingkah satu orang yang sama bisa berada di 3 tempat sekaligus ??? Sungguh menggelikan dan sama sekali tidak masuk akal!

https://liputansingkat.com/2017/01/29/tanggapan-pengacara-senior-soal-ott-patrialis-akbar/

Ketidak-berpihakan penguasa terhadap mereka yang tidak melindungi Ahok makin terlihat dengan adanya sertfikasi ulama. Karena seperti yang ketahui para ulama saat ini sedang berjuang keras mengingatkan umat agar melaksanakan perintah Allah swt agar tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin.

hp-ubnKetidak-sukaan ini juga terlihat jelas dengan tidak ditindak-lanjutinya prilaku sekelompok orang yang menakui-nakuti sekjen MUI Teuku Zulkarnaen di bawah tangga pesawat bandara Sintang beberapa waktu lalu. Terakhir, pengumuman ustad Bahtiar Nasir bahwa no hp sekjen GNPF tersebut telah di cloning oleh seseorang sejak Sabtu 11 Februari kemarin. Uztad kondang pimpinan AQL ( Al-Quran Learning) tersebut baru beberapa hari lalu dipriksa kepolisian dengan tuduhan pencucian dana umat. Pihak kepolisian mengancam bahwa mereka memiliki bukti kuat. Ini dilakukan setelah sebelumnya dituduh sebagai antek-antek ISIS !!

https://news.detik.com/berita/3418756/kata-pengacara-bachtiar-nasir-soal-pengumpulan-dana-212-via-yayasan

Bersyukur ABI (Aksi Bela Islam) 112 di masjid Istiqlal yang semula dilarang Kapolri dengan alasan masa tenang akhirnya dapat berlangsung lancar, bersamaan dengan kubu Ahok yang tanpa kendala bisa menyelenggarakan kampanye di Kemayoran. Itupun dengan perasaan was-was karena adanya ancaman bahwa kepolisian akan memanggil paksa Habib Riziek bila hingga tengah malam tersebut tidak juga memenuhi panggilan polisi.

Tito Karnavian sebagai Kapolri sebelumnya berkali-kali juga memperingatkan dengan keras agar gelar acara 112 tidak dipolitisasi. Padahal ABI sesuai namanya, dan telah diselenggarakan untuk kesekian kalinya  adalah aksi yang lahir karena umat Islam sakit hati atas pelecehan Ahok terhadap ayat suci Al-Quran. Dan ayat tersebut adalah ayat tentang memilih pemimpin yang berarti adalah hak politik kaum Muslimin. Jadi sungguh peringatan kapolri sangat tidak masuk akal. Sama dengan tidak masuk akalnya tuduhan ketua PBNU Said Aqil bahwa ABI bukan bertujuan memperkarakan Ahok melainkan ingin mengadu domba ulama-ulama garis keras dan ulama liberal.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/02/11/058845512/ketua-pbnu-tahu-siapa-penggerak-dan-tujuan-aksi-112

Syukur Alhamdulillah ABI 112 yang diikuti ratusan ribu peserta dari berbagai daerah yang rencananya akan long march namun ditentang, akhirnya berlangsung tertib di masjid Istiqlal. Acara tersebut diawali dengan shalat Tahajud kemudian shalat Subuh lalu ditutup dengan shalat Zuhur berjamaah. Dan yang tak dapat dihindari adalah long march, walaupun tidak sesuai rencana awal.  Long march terpaksa dilakukan mulai patung pak Tani di Kwitang hingga lokasi utama, masjid Istiqlal, saking banyaknya peserta yang antusias menghadiri acara. Acara ini juga dihadiri oleh ke 2 calon pasangan yaitu paslon no 3 Anies – Sandiaga dan calon no 1, Agus Yudhoyono. Ketiga orang calon tersebut terlihat shalat berdampingan dalam satu shaf, serius mendengarkan tausiyah para ulama, bahkan mesra saling bergandengan tangan. Masya Allah …

krewmetrotvSayangnya peristiwa ini harus dikotori seperti biasa oleh krew Metrotv yang berulah melaporkan bahwa dirinya diserang peserta aksi hingga kepalanya berdarah-darah. Padahal peserta aksi hanya menyoraki krew tersebut karena reputasi stasiun tv tempat ia bekerja memang sering memojokkan umat Isam. Dan laporan yang dibuat krew tersebut makin membuktikan keburukan mereka.

Keberpihakan penguasa kembali diperlihatkan kemarin malam, yaitu dengan diaktifkannya kembali Basuki Purnama Tjahja alias Ahok menjadi gubernur setelah masa cuti kampanye selesai, bahkan 8 jam sebelum masa tersebut habis. Padahal sebelumnya rezim penguasa sudah membebaskan Ahok dari undang-undang tersebut dengan alasan yang bersangkutan sedang cuti kampanye.

Begitu cutinya nanti habis kami berhentikan,” kata Tjahjo Kumolo di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jawa Barat, Jumat (16/12).

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20161227124908-12-182350/sidang-berlanjut-ahok-pasrah-tak-lagi-bertugas-di-balai-kota/

uu-pemda-pasal-83-ayat-1Dimana disembunyikan undang-undang yang menyebutkan bahwa seorang terdakwa harus di non-aktifkan secara sementara dari jabatannya??? Sebegitu pentingnyakah Ahok untuk diamankan hingga undang-undangpun harus dikalahkan?? Ada apa gerangan di negri tercinta ini???

Pilkada, khususnya pilgub DKI yang merupakan barometer negara, tinggal menghitung jam. Ahok yang dijagokan penguasa berapapun harganya, yang didukung dana tak terhingga dari 9 taipan raksasa yang  sangat berkepentingan dengan kelangsungan reklamasi, yang tak satupun kasusnya tersentuh meski bukti sudah menumpuk dan konyolnya tetap di elu-elukan pendukung fanatiknya, termasuk sebagian orang yang mengaku Muslim padahal jelas-jelas Ahok telah melecehkan ayat suci Al-Quran.

Namun atas kehendak-Nya aib-aibnya dibukakan-Nya sedikit demi sedikit. Masihkah kita mau memilih pemimpin yang seperti itu, seandainyapun tidak ada perintah Sang Khalik agar tidak memilihnya?? Relakah kita negri yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh darah kaum syuhada ini dikuasai komunis, yang notabene adalah kaum kafir tulen, paling kafir dari seluruh kafir yang ada di muka bumi ini?? Inikah fitnah akhir zaman Ya’juj Ma’jud yang dimaksud pada ayat 94 surat Al-Kahfi ??

Mereka berkata: “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”

ayat-memilih-pemimpinInilah saatnya kita bersatu, menjauhkan segala perbedaan mendasar, demi menyambut awal kebangkitan Islam yang telah diprediksi Rasulullah 15 abad silam. Ayo kita bangun dari tidur panjang yang telah melenakan kita hingga kita lalai akan tugas dan kewajiban kita dilahirkan ke dunia ini, yaitu sebagai khalifah di muka bumi. Pilih pemimpin Muslim yang amanah, yang tidak berhutang budi pada rezim kekuasaan manapun, serta yang dekat dan mau mendengarkan ulama. Tidak perlu memikirkan kicauan Ahok yang mengatakan memilih pemimpin berdasarkan agama adalah melanggar konstitusi.

https://news.detik.com/berita/d-3420395/tepis-ahok-hidayat-memilih-berdasar-agama-tak-langgar-konstitusi

Republik Turki dengan Tayyib Erdogan-nya telah memulai menunjukkan kebangkitan tersebut, rakyat negara-negara di Eropa dan Amerika yang berbondong-bondong bersyahadat, Masjidil Aqsho di Yerusalem yang nyaris jatuh ke tangan Zionis Yahudi Israel, ditambah lagi dengan Donald Trump seorang lelaki bejat tidak berakhlak yang justru terpilih menjadi negara adi daya Amerika dan jelas-jelas memperlihatkan permusuhan dan kebencian yang amat sangat terhadap Islam. Itulah sebagian tanda-tanda akhir zaman yang akan diawali dengan kebangkitan Islam.

Nabi SAW bersabda: “Akan datang kepada kalian (1) masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang (2) masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, (3) masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang (4) masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah (5) masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam”. [HR. Imam Ahmad]

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Februari 2017.

Vien AM.

 

Kekuatan Doa

“ Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”.( Terjemah QS. Al-Ahzab (33):41-43).

Kata DZIKIR berasal dari adz-dzikr dalam bahasa Arab, yang berarti mengingat, mengucap atau menyebut. Ayat diatas dan juga pada banyak ayat Al-Quran perintah berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla banyak kita jumpai. Dzikir kepada Allah dan segala kebesaran-Nya adalah penyebab dikeluarkannya kita dari kegelapan/ kesulitan/ keterpurukan menuju kepada cahaya/ kemudahan/ kemenangan/ kesuksesan. Doa dan shalat termasuk dalam dzikir.

Doa yang merupakan kekuatan dasyat yang diberikan kepada kaum Muslimin, adalah sebuah cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.  Allah swt sangat menyukai dan mencintai hamba yang senantiasa berdoa; memohon kepada-Nya apa yang diinginkannya, merengek dan mengadukan segala kesulitan kepada-Nya agar diberi jalan keluarnya.

Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu memulai segala aktifitas dengan berdoa. Itu sebabnya sejak kecil umat Islam telah diajarkan dan dibiasakan membaca bermacam doa, seperti doa hendak tidur, doa hendak makan, doa hendak bepergian, doa masuk kamar kecil dll.

Isi doa selain seperti yang diajarkan Rasulullah di atas, bisa juga mengambil ayat-ayat Al-Quran, dan bisa juga dengan kata-kata sendiri dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah atau bahasa  apapun yang ada di dunia ini. Namun tentu saja ada adabnya. Diantaranya didahului dengan bertasbih yaitu memuji-Nya dan bershalawat untuk Rasulullah saw.

https://konsultasisyariah.com/9561-13-ada-dalam-berdoa.html

Sayangnya, kita berdoa pada umumnya hanya untuk kepentingan diri dan keluarganya sendiri. Tak banyak Muslim yang rajin berdoa agar di anugerahi pemimpin yang amanah, yang mampu dan mau benar-benar memikirkan kepentingan umatnya.

Padahal sesukses dan sekaya apapun kita dan keluarga kita, bila pemimpinnya tidak amanah, keberkahannya dapat dipastikan cepat menguap tak berbekas. Dan yang harus juga diingat jika ini terjadi yang paling menderita adalah kelas menengah atas. Mengapa demikian?? Karena rakyat kelas bawah sudah terbiasa hidup susah dan kekurangan. Lain halnya dengan kelas menengah atas yang terbiasa hidup mapan dan nyaman.

Suriah adalah contohnya. Sebelum tahun 2011 rakyat Suriah, Aleppo khususnya yang merupakan kota industry, kota terbesar ke 2 setelah Damaskus,  tidak pernah mengira bahwa kota dan negaranya bakal hancur seperti sekarang ini. Padahal Aleppon, kota yang tercatat sebagai salah satu tua tertua di dunia ini tadinya tersohor sebagai kota pariwisata yang menawan. Penduduknya banyak yang sukses dan hidup makmur. Tapi kini sebagian besar rakyatnya baik yang miskin maupun yang sukses dan kaya raya terpaksa mengungsi dan hidup di pengungsian dengan kodisi yang jauh dari nyaman. Begitu juga Beirut ibukota Lebanon yang mendapat julukan “ Parisnya Timur Tengah” sebelum pecah perang saudara. ( 1975- 1990).

Pemimpin adalah kunci kesuksesan sebuah negara. Untuk itu diperlukan pemimpin yang amanah. Pemimpin amanah adalah seorang Muslim sholeh, yang sangat takut pada Tuhannya. Yang dengan demikian menyadari betapa berat tugas dan tanggung-jawab seorang pemimpin. Itu sebabnya ia tidak akan berani korupsi, dalam hal apapun, tidak suka berbohong apalagi berbuat curang. Ia benar-benar menyadari bahwa amanah yang dititipkan umat ditujukan agar ia mau mengurusi kebutuhan spiritual dan material rakyat yang dipimpinnya. Memberikan kemudahan agar umat dapat beribadah, memuji Tuhannya dengan sebaik mungkin. Menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya, apapun agama, suku dan rasnya. Dan semuanya ini dilakukannya demi mencari ridho Sang Khalik, Allah Azza wa Jallat, penciptanya.

Berikut cuplikan pidato Umar ibn Khattab pada pelatikan beliau sebagai khalifah :

” Kewajibanku adalah aku tidak akan memilih orang-orang diantara kalian atau apa yang telah Allah anugerahkan kepada kalian, kecuali adanya pertimbangan yang tepat. Dan aku berkewajiban menambah pendapatan kalian atau rezeki kalian. Jika Allah berkehendak, maka aku naikkan upah kalian. Kewajibanku kepada kalian adalah tidak menyesatkan kalian pada bencana. Jika kalian hilang dalam suatu perintah dan perjalanan, maka aku akan mencarinya. Mengenai harta Allah, aku memposisikan diriku disini seperti anak yatim. Jika aku diberi kekayaan, maka aku akan menjadi ornag yang pemurah. Jika aku miskin, aku akan memakan makanan yang baik dan halal. Bertaqwalah kalian semua, wahai hamba Allah.

Bantulah aku dengan urusan yang ada pada kalian semua dengan menjalankannya dengan baik. Dan semoga diteguhkan kepadaku untuk selalu memerintahkan kebaikan dan mencegah terjadi kemungkaran dan selalu menasihatkan kebaikan ketika aku memerintah nanti.

Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).

Jadi sungguh tidak benar slogan “ Lebih baik kafir tapi jujur daripada Muslim  tapi Korupsi”. Perbandingan tersebut bukan perbandingan yang seimbang. Karena kafir  sendiri berarti tidak beriman kepada Allah Yang Satu yaitu Allah swt, itulah dosa terbesar dalam kacamata Islam.

Patut diingat, setiap agama pasti mempunyai standard dan aturan masing-masing. Dan bukan hal yang aneh bila suatu negara membuat peraturan pemimpin harus seagama dengan mayoritas rakyatnya. Itulah adalah fitrah manusia, karena setiap manusia pasti lebih nyaman bila pemimpinnya memahami apa yang dibutuhkannya. Sebagai contoh, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris atau  Perancis yang notabene mayoritas rakyatnya Nasrani, dan mengaku sebagai negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan toleransi, tidak pernah tercatat mempunyai presiden beragama Islam.

Begitu pula Islam. Islam  adalah ajaran yang sangat spesifik. Ia memiliki sejumlah aturan sendiri yang wajib dipatuhi pemeluknya, bukan hanya sebagai pribadi tapi juga dalam hubungan sosial kemasyarakatan. Umat Islam membutuhkan komunitas, fasilitas  dan kebijaksanaan yang sangat khas. Misalnya, kebutuhan akan masjid, pelaksanaan shalat pada jam kerja, shalat berjamaah di masjid pada hari Jum’at, menjalankan puasa pada bulan Ramadhan, penentuan hari raya iedul fitri dan iedul adha, mengenakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari, pemotongan hewan halal, menjauhi riba, minuman keras, perjudian serta pelacuran, hukum waris, hukum perkawinan  dan masih banyak lagi. Bahkan ketika meninggal duniapun seorang Muslim wajib dimakamkan dengan aturan tertentu.

Itu sebabnya umat Islam memerlukan pemimpin, pemimpin yang benar-benar mengerti, memahami dan menguasai kebutuhan orang yang dipimpinnya. Dan tentu saja kalau bukan dari kalangan umat Islam sendiri siapa lagi yang lebih patut menjadi pemimpin tersebut. Apalagi Allah swt dengan tegas telah memerintahkan hal tersebut, bukan hanya dengan 1 atau 2 ayat, tapi sampai 7 ayat ! Diantaranya yaitu surat Al-Maidah ayat 51 yang belakangan menjadi populer berkat kasus pelecehan yang dilakuan gubernur DKI, Ahok alias Basuki Purnama Cahaya,.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS.Al-Maidah(5):51).

Artinya, bila kita tetap nekad memilih pemimpin yang bukan dari kalangan kita sendiri ( baca Islam), Allah swt tidak lagi mau melindungi kita. Dan dampak perbuatan ini tidak saja ‘hanya’ kita terima di akhirat nanti, tapi juga di dunia. Allah swt memerintahkan dengan jelas agar tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, untuk kepentingan dan kebaikan kita sendiri, yaitu agar umat Islam dapat menjalani kehidupan sosial sesuai ajarannya. Karena pemimpin adalah orang yang diberi mandat untuk menentukan segala kebijakan dalam suatu pemerintahan.

Jadi sungguh aneh bila ada sebagian orang yang mengaku Islam tapi berpendapat bahwa orang Islam tidak perlu berpolitik. Dengan dalih Islam adalah rahmatan alamiin, maka cukup berbuat baik saja. Itulah jargon sesat tokoh JIL almarhum Nurcholis Majjid “ Islam Yes Partai Islam No”, yang hingga saat ini masih dipegang sebagian umat Islam.  Ini pula yang terjadi di Lebanon dan Pantai Gading hingga akhirnya harus pasrah memiliki presiden non Muslim ( Nasrani) padahal mayoritas penduduknya Muslim.

Sebaliknya seorang pemimpin Muslim yang tidak amanah juga beresiko menyengsarakan rakyatnya. Kekacauan mengerikan di Suriah terjadi diawali karena pemimpinnya yaitu Bashar Assad yang otoriter, tidak mau menerima kritik rakyatnya yang mayoritas Islam Sunni. Bashar sendiri adalah seorang Syiah. Kini Suriah menjadi ajang pertempuran banyak pihak dengan berbagai kepentingan. Demkian pula negara-negara teluk yang hingga saat ini terus bergejolak. Pemimpin mereka memang Muslim namun tidak/kurang amanah. Mereka menjadikan kaum kafir sebagai sekutu bahkan penolong dengan meninggalkan sesama Muslim. Itu sebabnya mereka menjadi tergantung, lemah dan mudah di adu domba oleh mereka yang tidak menyukai Islam.

Untuk itu kita umat Indonesia yang sebentar lagi akan menghadapi pilkada, marilah kita mengambil hikmahnya. Apa lagi saat ini, di zaman dimana para ulama garis lurus di kriminalisasi hanya karena tidak sejalan dengan kemauan penguasa, umat Islam yang terus diprovokasi dan di adu domba dengan berbagai cara.

Kita mulai dengan ber-doa. Patut dicamkan, doa itu bukan”hanya”. Doa adalah niat, harapan yang mengawali sebuah perbuatan. Jadi adalah wajib bagi seluruh umat Islam untuk berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon kepada Sang Khalik, pemimpin seperti apa yang ingin kita miliki.  Dan agar doa terkabul wajib bagi kita untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Kenali Tuhan kita.

Ada sebuah perumpamaan menarik. Ketika seseorang terus digonggongi seekor anjing padahal ia orang yang benar-benar takut pada anjing. Otomatis tentu ia akan lari terbirit-birit sambil berusaha  melempari anjing tersebut dengan batu atau apa saja yang ia temui. Akankah ia berhasil keluar dari ketakutannya itu? Mana yang lebih efektif, dengan bila ia melapor kepada si empunya agar segera mengendalikan anjingnya? Masalahnya kenalkah ia dengan si pemilik anjing?

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Terjemah QS. Al-Baqarah: 186).

Begitu pula dengan doa, kenali Sang Pemilik, dekati dan pelajari apa yang Ia kehendaki dari kita. Setelah doa, kita harus berusaha keras mewujudkan doa tersebut. Diantaranya dengan ikut memilih, tidak golput, lebih baik lagi bila bisa ikut mengawasi jalannya pemilihan. Mari kita rapatkan barisan, pilih pemimpin yang amanah, yang benar-benar mau menegakkan nilai-nilai Islam dan membela rakyatnya. Penting untuk diingat, tidak ada manusia yang sempurna. Tapi yakinilah Allah swt pasti akan menolong dan mengisi kekurangan tersebut, selama yang bersangkutan dekat dengan ulama dan mau mendengar nasehat mereka.

Terakhir kita tutup usaha kita dengan kembali berdoa, pasrah dan yakin bahwa ketetapan-Nya adalah yang terbaik untuk kita semua, pasti ada hikmah yang dapat kita ambil. Bukankah Islam mengajarkan manusia hanyalah dapat berusaha sedangkan keputusan akhir adalah hak-Nya? Dan usaha inilah yang akan dinilai-Nya bukan hasilnya. Allahu Akbar …

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Terjemah QS.-Taubah (9):105).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 26 Januari 2017.

Vien AM.

Energi Al-Maidah (4).

Meski telah didemo secara besar-besaran oleh jutaan umat Islam dari seluruh penjuru negri, bahkan hingga 3x, kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok di pulau Seribu pada  27 September 2016 lalu belum juga tuntas.

Sidang yang diselenggarakan pada 3 Januari 2017 berlangsung cukup alot. Pembela kedua kubu yang hadir di persidangan dikabarkan nyaris bentrok. Ketika azan berkumandang dan para pembela kebenaran segera menegakkan shalat berjamaah di jalanan, para pembela Ahok yang selalu berkoar demi toleransi dan persatuan NKRI, justru mempertontonkan sikap buruk yang sungguh bertentangan dengan ucapan mereka. Tanpa tahu sopan santun mereka menyetel musik keras-keras dan berjoged di depan jamaah sambil mengejek mereka yang sedang menghadap Tuhannya. Na’udzubillah min dzalik …

http://metro.sindonews.com/read/1167780/170/kawal-sidang-ahok-massa-gnpf-mui-salat-berjamaah-di-jalan-1483425334

Novel Bamukmin, sekretaris FPI, yang hadir sebagai saksi pada sidang hari itu, memaparkan bahwa sidang terkesan mengada-ada dan melebar ke arah yang tidak substansif. Contohnya adalah BAP tentang dirinya, yang sempat menjadi viral selama beberapa waktu. Ahok yang berstatus tersangka itu malah mempermasalahkan dan menuduh bahwa Fitsa Hats yang dalam BAP tercatat sebagai tempat Bamukmin pernah bekerja, sebenarnya adalah Pizza HUT yang sengaja dipelintir karena saksi malu pernah bekerja di perusahaan Amerika yang notabene negara kafir. Padahal BAP itu ditulis oleh pihak kepolisian bukan saksi.

Tuduhan Ahok tentu bukannya tanpa perhitungan matang. Gubernur petahana ini bermaksud menyasar umat Islam yang masih ragu menentukan sikap dalam cara memilih pemimpin, dengan membentuk opini negatif bahwa bahkan seorang anggota FPIpun tidak konsisten dalam bersikap. Berikut sebuah artikel yang dapat dijadikan panduan bagaimana hukum seorang Muslim bekerja di perusahaan non Muslim, dan apa bedanya dengan memilih pemimpin non Muslim.

http://www.dakwatuna.com/2017/01/09/84793/novel-bamukmin-fitsa-hats-dan-hukum-muslim-bekerja-perusahaan-non-muslim/#axzz4VFLxSM3G  

Selain itu juga adalah sikap salah satu kuasa hukum Ahok yaitu Vivi Evitha yang tak lain adalah adik bungsu tersangka. Perempuan ini menyandingkan kasus Habib Rizieq Shihab dengan kasus Ahok dengan mengemukakan bukti yang sama yaitu video rekaman yang menurutnya telah melecehkan agama lain. Tentu saja Novel langsung mengajukan keberatan, yang beruntung diterima oleh majelis hakim lantaran memang tidak ada korelasinya.

“Dia mengangkat Habieb Rizieq memakai ayat, menilai ulama bukan kapasitasnya. Itu yang disampaikan adik Ahok. Dan saya tahu adik Ahok bukan Islam, ngapain bawa-bawa ayat, bukan kapasitasnya,” ujar Novel di luar sidang.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/03/063832327/saksi-ini-keberatan-pertanyaan-adik-ahok-yang-sebut-rizieq

Demikian pula dengan sidang ke 5 yang di gelar pada 10 Januari. Pembela mempertanyakan sikap saksi Irena Handono, yang dianggap tidak tabayun dalam menyikapi pernyataan Ahok di kepulauan Seribu. Namun dengan sigap Irena, mantan biarawati yang sejak beberapa tahun lalu menjadi dai, justru mempecundangi si pembela dengan pernyataan bahwa tabayun adalah istilah yang merujuk dalam hukum Islam, yang artinya adalah mengkonfirmasi ulang sebuah pernyataan.

“Ketahuilah, istilah tabayun itu merujuk pada istilah dalam hukum Islam. Di Al-Quran Bapak temukan di mana? NKRI ini kita ini berdiri berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang 1945. Kalau Indonesia ini pakai hukum Islam, terdakwa sudah kami usir”, tegas Irena.

Dari beberapa contoh di atas dapat disimpulkan bahwa sidang penistaan agama kali ini terkesan jelas ingin dipersulit. Bandingkan dengan budayawan Arswendo Atmowiloto yang pernah divonis 4 tahun akibat dinilai menodai agama pada tahun 1990. Juga Lia Aminudin yang pernah dua kali dijatuhi hukuman penjara 2 tahun 6 bulan pada tahun 2006 dan 2 tahun 5 bulan pada 2009. Demikian pula seorang pendeta bernama Antonius Richmond Bawengan yang divonis 5 tahun penjara karena dinilai melecehkan agama Islam dan sekaligus Katholik. Belum lagi politikus Permadi yang pernah dipenjara karena penistaan agama.

“Dan puluhan orang yang dituduh melakukan penistaan agama langsung ditangkap, langsung ditahan, langsung diadili, langsung dipenjara. Termasuk saya,” aku Permadi yang kesal melihat perbedaan mencolok sikap pengadilan antara dirinya dengan Ahok.

Atau yang terakhir adalah kasus Habib Riziek yang tak sampai 3 minggu dari adanya pelaporan telah dipanggil kepolisian. Padahal kalau mau kita simak bersama kasus Habib tidaklah sama dengan Ahok. Habib sebagai seorang ulama berceramah di depan umatnya sendiri. Mengenai materi yang dianggap melecehkan umat agama lain tentu tidak dapat dipersalahkan, karena beliau memang sedang menerangkan tafsir surat Al-Ikhlas yang merupakan ruh ajaran yang diimaninya, yaitu tauhid.

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. ( Terjemah QS. Al-Ikhlas (112):1-4).

Anehnya lagi, pengacara Ahok, Trimoelja D. Soerjadi, seperti juga para pembenci Islam, menuduh bahwa kasus Ahok bermuatan politis, agar kliennya itu batal sebagai cagub. Padahal jelas yang jadi pemicu kasus Ahok memang ayat tentang cara memilih pemimpin dalam Islam, yang diyakini cagub tersebut bakal membuatnya kalah, bila umat Islam yang merupakan mayoritas rakyat taat terhadap kitab sucinya. Artinya Ahoklah yang memulai mempolitisasi ayat tersebut demi ambisi besarnya menjadi DKI-1, bukan umat Islam .

Tak heran bila untuk itu maka Trimoelja yang nyata-nyata sudah gagal paham memaknai perjuangan umat Islam dalam membela agamanya itu, bersumpah akan menghancurkan kredibilitas para saksi. Dan sumpah itu terbukti dengan bukti-bukti di atas, dengan tidak relevannya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam persidangan.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/09/063834114/pengacara-ahok-kami-akan-hancurkan-kredibilitas-saksi

http://www.panjimas.com/citizens/2017/01/16/temuan-tim-advokasi-gnpf-mui-kriminalisasi-para-saksi-perkara-penistaan-agama/

Tak hanya pengacara Ahok, para penguasa negri yang tampak ingin melindungi Ahok itu, terus berusaha keras mencari-cari kesalahan para ketua maupun pembina  GNPF dan MUI. Habib Riziek, Pembina sekaligus ketua FPI itu dituduh dengan berbagai pengaduan yang mengada-ada, diantaranya tuduhan pelecehan Pancasila.

http://suaranasional.com/2016/10/29/dituding-lecehkan-pancasila-ini-jawaban-skakmat-habib-rizieq-ke-sukmawati/

Sementara ustad Bahtiar Nasir ketua GNPF dituduh sebagai kaki tangan ISIS hanya karena rekening yayasan yang rutin menyalurkan  bantuan zakat infak sodaqoh umat Islam untuk rakyat Suriah yang menjadi korban kekejaman pemerintahan Syiah Bashar Assad. Dan pemicunya tak lain adalah infak yang terkumpul ketika demo Aki Bela Islam 212 yang mencapai 3.5 milyar.

“Silahkan saja di cek. Saya sudah meminta pihak bank untuk mem-print dana yang masuk, yang jumlahnya 700 ribu lembar itu. Ada yang transfer 20 ribu, 50 ribu, 100 ribu hingga yang jutaan. Jadi g usah khawatir infak antum yang hanya 20 ribu semua tercatat rapi”, ujar ustad Bahtiar Nasir mengomentari asal dana ABI sambil tersenyum simpul dan disambut takbir jamaah yang berkumpul di masjid Al-Azhar untuk shalat Subuh berjamaah Minggu 15 januari kemarin.

tengku-zulkarnaen-dicegatJuga MUI yang terus dikriminalisasi dengan bermacam tuduhan tak berdasar, tak hanya dengan menyebar fitnah tapi juga tindakan anarkis. Contohnya Tengku Zulkarnaen, sekjen MUI, yang disambut sekelompok orang bersenjata tradisional di bawah tangga pesawat begitu pesawat yang membawa ulama ini mendarat di bandara Sintang, Kalimantan Barat. Sungguh ajaib, bagaimana mungkin sekelompok orang bersenjata bisa masuk ke sebuah bandara bahkan hingga tangga pesawat?? Dimana polisi dan petugas bandara yang biasanya dengan ketat memeriksa orang yang akan masuk bandara???

http://www.panjimas.com/news/2017/01/12/astaghfirullah-wasekjen-mui-diancam-massa-dayak-ini-tanah-kafir-jangan-diinjak/

Demikian pula para anggota FPI yang sedang mengawal sidang Habib Riziek di pengadilan Mapolda Jawa Barat. Sejak awal persidangan mereka memang sudah di provokasi oleh GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) sebuah ormas binaan Irjen Anton Charliyan, kapolda Jabar. ( Padahal ada peraturan polisi/aparat negara tidak diperbolehkan berada/memayungi suatu ormas). Namun mereka tetap bertahan tidak mau melayani provokasi ormas yang menginginkan agar Habib ditahan itu.

Namun di akhir persidangan, ketika para pendukung Habib sudah membubarkan diri, beberapa anggota FPI diserang oleh anggota GMBI hingga ada yang terluka di kepala bahkan ada yang tak sadarkan diri hingga semalaman. Mereka juga memukuli kendaraan FPI yang sedang terjebak macet hingga kaca-kacanya pecah. Ironisnya hal itu terjadi di depan kantor polisi hingga terkesan polisi memang sengaja mendiamkannya.

http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/01/13/109571/sejumlah-anggota-fpi-diserang-anggota-ormas-seusai-kawal-pemeriksaan-habib-rizieq.html

demo-1601-di-depan-alazhardemo-1601-di-dpn-mabesPada peringatan Maulud Nabi di masjid Al-Azhar Jumat 13 Januari, Habib menuturkan tampaknya dirinyalah yang sebenarnya ingin dijadikan sasaran. Namun sebagai orang yang taat hukum yang dilakukan pimpinan FPI itu hanyalah mengajak kaum Muslimin agar siang ini, Senin 16 Januari, untuk long march dari masjid Al-Azhar menuju mabes Polri dengan tujuan agar kapolda Jabar dicopot dari jabatannya karena telah menyalah-gunakan wewenang..

Sementara FUIB ( Forum Umat Islam Bersatu ) Sulawesi Selatan menyampaikan pernyataan sikap atas peristiwa pelecehan dan penyerangan terhadap kaum muslimin, khususnya anggota FPI di Bandung  dan penghadangan ulama di Bandara Sintang , Kalimantan Barat, diantaranya agar kepolisian mencopot jabatan kapolda Jawa Barat dan kapolda Kalimantan Barat.

http://www.panjimas.com/news/2017/01/15/fuib-sulsel-insiden-kalbar-dan-jabar-bukti-konspirasi-bungkam-kebangkitan-islam/

Anehnya, kantor berita mainstream diantaranya CNN malah memberitakan hal yang sebaliknya !

http://www.dakwahmedia.net/2017/01/cnn-plintir-fpi-serang-gmbi-fakta-gmbi.html

Berikut rekamannya, silahkan dinilai siapa sebenarnya yang anarkis?

https://www.youtube.com/watch?v=FJCE9dJYnVU

Menjadi pertanyaan besar mengapa demi seorang Ahok pemerintah tega mendzalimi para ulama dan umat Islam yang merupakan mayoritas negri tercinta ini. Ada apa gerangan dengan Ahok? Siapa sebenarnya kekuatan di belakang orang no 1 DKI yang begitu ngotot mempertahankan proyek raksasa reklamasi teluk Jakarta yang hanya menguntungkan segelintir orang dan jelas-jelas bertentangan dengan rekomendasi kajian KKP ( Kementrian Kelautan dan Perikanan) dibawah pimpinan mentri Susi Pudjiastuti??

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/17/01/16/ojv8ij382-ahok-dikecam-karena-terbitkan-pergub-reklamasi-tabrak-aturan

Sungguh umat Islam nampaknya sedang mengalam ujian berat. Ironisnya, tidak hanya dari luar namun juga dari dalam, itulah kaum munafikun, yaitu mereka yang mengaku Islam tapi prilakunya suka memojokkan kaumnya sendiri, benar-benar menyakitkan …

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. ( Terjemah QS. An-Nisa(4):138-139).

Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan, “Orang-orang munafik itu akan terus ada sepanjang masa. Apalagi tatkala kekuatan Islam nampak dan mereka benar-benar tidak bisa mengalahkannya. Saat itulah mereka memeluk Islam dengan tujuan memasang makar buat Islam dan orang-orang Islam dalam hati mereka.”

Semakin jelas bahwa peristiwa pelecehan Ahok terhadap ayat 51 surat Al-Maidah di kepulauan Seribu September lalu adalah skenario Allah untuk memperlihatkan sekaligus memisahkan mana Muslim sejati dan mana Munafikun. Na’udzubillah min dzalik.

Wallahu’alam bish shawab.

Jakarta, 16 Januari 2017.

Vien AM.

Berhaji Dengan Bersepeda.

… …  mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):97).

Ya ibadah haji adalah kewajiban bagi yang mengaku Muslim dan memiliki kemampuan untuk melakukannya. Kemampuan yang dimaksud dalam ayat tersebut bukannya harus kaya raya dalam arti mempunyai harta yang berlimpah. Melainkan cukup memiliki biaya untuk mengadakan perjalanan pulang pergi ke tanah suci, biaya hidup selama disana dan biaya cukup bagi keluarga yang ditinggalkan selama yang bersangkutan berhaji. Serta yang utama dalam keadaan sehat sehingga ia mampu melakukan seluruh rentetan rukun dan wajib haji.

Haji adalah impian bagi seorang Muslim sejati. Puncaknya adalah wukuf di Arafah. Itulah saat dimana semua orang berkumpul dalam kedudukan yang sama di hadapan Tuhannya, Allah Azza wa Jalla. Baik yang kaya maupun miskin, raja maupun rakyat biasa, lelaki maupun perempuan, tua maupun muda, apapun warna kulitnya, semua bersimpuh, rukuk dan sujud memohon ampunan dan ridho-Nya. Bagi seorang Muslim, hari-hari haji adalah hari-hari yang merupakan puncak spiritual yang sungguh tinggi nilainya dihadapan Sang Khalik. Pada hari itu para jamaah memandangi langit Arafah. Disebutkan dalam hadits qudsi bahwa Allah berfirman kepada para malaikat:

Lihatlah kepada hamba-Ku di Arafah yang lesu dan berdebu. Mereka datang kesini dari penjuru dunia. Mereka datang memohon rahmat-Ku sekalipun mereka tidak melihat-Ku. Mereka minta perlindungan dari azab-Ku, sekalipun mereka tidak melihat Aku”.

Saat itu Allah mendekat sedekat-dekatnya kepada hamba-hamba-Nya yang wuquf di Arafah untuk mendengarkan ungkapan dan keluhan hati mereka, menatap dari dekat wajah dan perilaku mereka. Nabi Muhammad saw bersabda :

“ . . . Ia (Allah) mendekat kepada orang-orang yang di Arafah. Dengan bangga Ia bertanya kepada para malaikat, Apa yang diinginkan oleh orang-orang yang sedang wukuf itu ? “

Maka tak heran bila kita sering mendengar kisah seorang Muslim, dengan segala keterbatasannya, pergi menunaikan haji. Keterbatasan tersebut bermacam-macam, ada yang kurang mampu secara harta, ada yang secara fisik, dan ada juga yang dengan perjuangan berat dengan berbagai alasan. Perjalanan haji di jaman modern ini tidaklah begitu sulit dilakukan. Akan tetapi, tidak semua orang seberuntung itu, ada sebagian orang yang harus menempuh perjalanan berbulan-bulan untuk sampai ke Mekah. Berikut adalah diantara kisahnya :

1. Bulat Nassib Abdulla , seorang pemuda Rusia.

mualaf-rusia-berhaji-dng-bersepedaPada tanggal 8 September 2016, Bulat  Nassib Abdulla, seorang pemuda Rusia,  tiba di Makkah, setelah bersepeda menempuh jarak 6600 km dari tempat tinggalnya.  Ia diterima sebagai tamu kehormatan dan mendapat banyak penghargaan dari organisasi pramuka Saudi. Selain melakukan ibadah haji, pemuda berusia 24 tahun tersebut mendapatkan kehormatan bergabung dalam tim relawan yang bertugas melayani para jamaah dari berbagai negara. Pemuda tersebut dimasukkan ke dalam kloter peziarah Pramuka Hulaifah Saudi.

Bulat meninggalkan Rusia pada hari pertama Ramadhan, 6 Juni 2016. Setelah melewati beberapa negara seperti Azerbaizan, Yordania, Cyprus, Turki. Tiga bulan kemudian, akhirnya ia berhasil sampai di Madinah.

Haji diwajibkan untuk sekali dalam seumur hidup bagi semua umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahun Muslim di seluruh dunia mengunjungi Makkah untuk melakukan ibadah tersebut. Pada haji tahun 2016 ini, semoga Allah menerima ibadah haji dan doa kami serta melindungi kita dari setiap hal yang buruk,” ujarnya.

2. Mohammad, dari RRC.

muslim-cinaMohammad, demikian nama lelaki setengah baya yang melakukan perjalanan sejauh 8.150 kilometer dengan mengayuh sepeda dari rumahnya di provinsi Xinjiang menuju Arab Saudi. Setelah menempuh perjalanan 2 bulan, pada tanggal 21 Agustus 2016, tibalah Muhammad di tujuan.

Mohammad berkisah bahwa ia termasuk orang yang tak mampu membayar biaya berhaji secara normal. Namun hal tersebut tak membuatnya putus asa. Ia mengumpulkan bekal sebisanya, kemudian sebagai seorang yang terbiasa bersepeda iapun mengkomunikasikan perjalanan spektakulernya kepada komunitas sepeda di Arab Saudi. Alhasil, begitu ia sampai di kota Thaif, kota peristirahatan  tak jauh dari Makkah, ia pun disambut oleh kelompok bersepeda kota itu dan mengiringinya hingga ke Mekah.

Kami adalah klub sepeda pertama di Arab Saudi yang menyambut pesepeda Muslim Cina, dan kami berharap pada klub-klub sepeda lokal lainnya untuk dapat menerima Mohammad dengan hangat serta memperkenalkannya dengan kota-kota mereka,” kata Nayef Al Rawas, Ketua klub sepeda lokal di kota Taif.

3. Senad Hadzic dari Bosnia.

senadhadzic-haji-berjalankakiPada tahun 2012, demi mencapai impian melaksanakan haji, Senad Hadzic (47 tahun), berjalan kaki sejauh 5.900 km dari desanya di Bosnia menuju Mekah. Ia meninggalkan kota kelahirannya, Banovici, Bosnia, dan berjalan kaki sekitar 3.540 mil melintasi Bosnia, Serbia, Bulgaria, Turki, Suriah, Yordania dan Arab Saudi untuk akhirnya mencapai Mekah.

Saya berjalan atas nama Allah, untuk Islam, untuk Bosnia-Herzegovina, untuk orang tua saya, dan untuk kakak perempuan saya,” jelas Hadzic.

Berbekal ransel seberat 20 kg berisi peralatan hidup sekedarnya dan uang 200 euro di tangan, Hadzic memulai perjalanan spiritualnya. Bila ia lelah atau malam hari tiba ia istirahat dan tidur di masjid yang ditemuinya, atau di taman kota, dan kadang-kadang juga di jalanan. Namun demikian ia menyatakan perjalanannya yang berat itu terasa ringan begitu akhirnya ia tiba di Mekah : “Aku benar-benar sangat senang dan menurutku ini adalah tempat yang paling indah di dunia.”

4. Nathim Cairncross dan Imtiyaz Ahmad Haron, dari Cape Town

afrika-selatanPada tahun 2010, Nathim Cairncross (28) dan Imtiyaz Ahmad Haron (25), dua orang pemuda dari Cape Town, Afrika Selatan mengayuh sepeda ke Arab Saudi untuk melakukan perjalanan haji.

“Mengayuh sepeda ke Arab Saudi dari Cape Town adalah pengalaman yang melelahkan. Kami memang berniat melakukan perjalanan haji dengan cara ini agar kami bisa merasakan sendiri kerasnya melakukan ibadah haji,” kata Cairncross, seorang pemuda yang berprofesi sebagai perencana tata kota.

Ketika ditanya mengapa mereka memilih untuk naik sepeda, Cairncross berkata: “Ini memberi kita banyak kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang dari negara yang berbeda. Selain itu, selama perjalanan kami bisa berdakwah di mana pun kami berhenti untuk menginap.”

5.Salim Moumou, seorang pemuda Perancis.

salim-moumou-eljeddahoui-monasPada tahun 2007, Salim Moumou, seorang mahasiswa Perancis berusia 25 tahun melakukan perjalanan sejauh 4800 km ke tanah suci dengan bersepeda. Ia memulai perjalanannya dari kota asalnya di Perancis. Ia melalui Belgia, Swiss dan Italia lalu dari Italia berlayar ke Turki. Ia mengakui bahwa perjalanan spiritual tersebut termotivasi oleh kisah kakeknya yang mengayuh sepeda mulai dari Suriah, Jordania, kemudian Arab Saudi.

Kakek saya butuh waktu enam bulan untuk sampai ke Mekah, saat itu kondisi untuk makan dan tidur masih sangat sulit. Saya ingin merasakan kondisi yang sama dan kesulitan yang sama.” katanya penuh semangat.

6. Dzhanar Aliyev Magomed Ali dari Chechnya.

dzhanar-aliyev-magomed-ali-monasMagomed Ali membutuhkan sekitar 10 minggu perjalanan dari Urus-Martan, sebuah desa kecil di Chechnya, ke kota suci Mekah di Arab Saudi. “Aku hanya takut kepada Allah, dan kemungkinan bahwa aku tidak akan sampai ke tujuan,” kata Magomed Ali setelah pulang dari perjalanan ibadah hajinya.

Magomed Ali bukanlah seorang yang masih muda namun semangat dan kemauannya yang begitu tinggi sangat patut diacungi jempol. Dalam usianya yang sudah 63 tahun, ia mencari pengalaman spiritual terbesar dalam hidupnya. Pada tahun 2007 dengan sepedanya yang sudah karatan, ia berhasil melakukan perjalanan sepanjang 12 ribu kilometer, dengan melintasi 13 negara untuk kemudian bergabung dengan hampir tiga juta Muslim dari seluruh dunia untuk melakukan ibadah haji.

Rupanya perjalanan tersebut adalah bentuk nazar Magomed kepada sang ibu, yaitu jika ada sedikit rezeki untuk bertamu ke Baitullah, maka dia ingin melakukannya lewat jalan darat.

7. Konvoi sepeda motor rombongan dari Malaysia.

Pada Mei 2014 serombongan calon jamaah dari Malaysia bersepeda motor dari Kuala Lumpur menuju Madinah. Rombongan berjumlah 12 orang ini berhasil memasuki tanah suci dengan mengendarai 8 sepeda motor dan satu mobil kecil,setelah melewati 12 negara dan mampir di 53 kota.

Pengalaman dua bulan di jalan nyaris tanpa kendala, kecuali ketika tiba di perbatasan antarnegara. Kedutaan Besar Malaysia di masing-masing negara transit harus selalu turun tangan untuk membantu memfasilitasi perjalanan mereka. “Kebanyakan soal prosedur perbatasan saja,” kata mereka.

Perjalanan spiritual dengan cara konvoi sepeda motor yang dilakukan rombongan ini adalah untuk yang ke 3 kalinya.

Tentu masih banyak lagi kisah perjalanan haji mereka yang berangkat tidak secara yang biasa kita dengar.  Bahkan saking menggebunya tidak jarang calon jamaah nekad melakukan perjalanan tanpa izin resmi. Choiron Nasichin, adalah salah satu contohnya. Pada tahun 1992, lelaki asal Jombang Indonesia ini nekad menyusup ke dalam pesawat jamaah haji yang berangkat dari bandara Juanda Surabaya. Aksinya baru ketahuan menjelang pesawat turun di bandara King Abdul Aziz Jedah, hingga akhirnya terpaksa dipulangkan ke tanah air. Namun demikian perbuatan kurang baik yang dilandasi keinginan yang begitu tinggi agar bisa beribadah di rumah-Nya ini berbuah menyenangkan. Dua kali ia dibiayai seseorang untuk berhaji, yaitu pada tahun 1994 dan 2005. Allahu Akbar …

Sementara dari Pakistan dilaporkan satu kelompok yang tidak memiliki izin resmi berhasil memasuki  pegunungan Taif yang terletak 80 km dari Mekkah. Mereka ini bahkan tak memakai alas kaki dan bekal yang cukup. Dan kalau kita perhatikan di sana memang banyak sekali jamaah yang keadaannya demikian, terutama dari Pakistan dan India.

Jadi sungguh aneh bila di zaman modern ini masih saja ada orang yang mengaku Muslim tapi dengan berbagai alasan enggan menjalankan rukun Islam ke 5 ini padahal ia mampu melakukannya. Apa sebenarnya yang menghalanginya???

Semoga kisah perjuangan para jamaah haji di atas mampu menggerakkan hati mereka yang belum ingin pergi haji segera melakukannya, aamiin ya robbal ‘aalamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 25 Desember 2016.

Vien AM.

Energi Al-Maidah 51 (3).

Sesuai dengan temanya yaitu demo super damai, Aksi Bela Islam III 212 yang baru lalu, berjalan dengan mulus, amat sangat damai. Dibawah awan mendung, angin sepoi-sepoi, hujan rintik-rintik yang sesekali turun, kemudian hujan deras tepat ketika shalat Jumat dimulai dan berhenti secara perlahan di akhir acara, benar-benar menambah nikmat dan syahdunya suasana. Menjadi berkah tersendiri bagi jamaah yang telah batal wudhu untuk memperbarui wudhu mereka. Maklum, sebagian jamaah telah datang sejak Subuh dan lagi tidak mudah untuk keluar dari kerumunan jutaan manusia untuk sekedar mencari air wudhu.  Allahu Akbar !

Doa qunut yang dibacakan imam di bawah derasnya hujan justru makin menambah keseriusan umat dalam berdoa. Berdoa memohon agar Allah swt sudi mengabulkan doa jutaan umat Muslim yang berkumpul siang itu dengan satu tujuan utama, yaitu agar para pemimpin mau serius menangani si penista agama, agar hukum tidak hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, agar keadilan berlaku tidak hanya bagi minoritas tapi terlebih lagi bagi kami kaum mayoritas, dan juga agar NKRI tetap bersatu, tidak terpecah belah. Berdoa dengan posisi tangan menengadah ke atas hingga dapat merasakan guyuran air yang turun langsung dari langit, sungguh mampu membangkitkan semangat dan rasa optimis bahwa Allah swt  pasti mendengar dan akan mengabulkan doa umat Muslim.

Pagi itu sekitar pukul 10, bersama suami, yang sengaja mengambil cuti, adik saya serta suaminya yang baru kali ini ikut turun ke jalan, alias berdemo, kami tiba di Istiqlal.  Dari masjid terbesar di Asia Tenggara ini kami berjalan kaki menuju pintu Gambir, yang berdasarkan info yang saya trima dikhususkan bagi kaum Muslimah. Di sepanjang jalan yang kami lalui itu, tak henti-hentinya makanan dan minuman ditawarkan, secara gratis !

wudhu-monas212Sejumlah ambulan dengan posko medisnya, WC mobile dan  mobil pemadam yang sudah disulap menjadi tempat wudhu terlihat di beberapa sudut. Juga yang tak kalah pentingnya adalah tim kebersihan dan mereka yang bertugas mengingatkan untuk tidak menginjak rumput ! Masya Allah …

monas-212tugu-pak-tani-212Yang mengherankan adalah area sekitar pintu Gambir yang tidak terlalu padat. Adik saya sampai berkomentar ” G seramai waktu 411 kayaknya mbak ya?“. Saya hanya mengangkat bahu, jujur, bingung. Jawaban baru kami dapatkan di perjalanan pulang. Kami baru menyadari bahwa jamaah membludak tidak hanya di Monas tapi juga hingga Sudirman-Thamrin, sesuai keinginan awal GNPF yang kemudian ditentang polisi, dengan alasan mengganggu ketertiban umum. Namun nyatanya bahkan membludak hingga kawasan patung pak Tani di Kwitang. Masya Allah …

Pantaas, ketika shalat tadi beberapa kali kami mendengar suara seperti deru angin yang sangat kencang, kami sempat menyangka bahwa itu suara angin puyuh. Suara itu terdengar datang dari sisi depan kiri yang tak lain adalah sisi Thamrin-Sudirman. Dan belakangan kami baru sadar bahwa itu adalah suara takbir yang terbawa angin … Allahu Akbar !!!

monas2-212monas3-212Rupanya kami benar2 beruntung bisa masuk Monas di saat akses menuju lokasi utama terhambat jutaan jamaah, dan shalat persis di depan monumen tersebut. Dan itupun sudah penuh ketika menjelang waktu Zuhur. Sungguh tidak percuma kami memaksakan diri hadir di pesta akbar ini karena pagi tadi, tepat sebelum berangkat mobil kami mogok, hal yang benar-benar tidak pernah terjadi. Untung satpam kompleks segera memberitahukan bahwa tetangga kami ada yang punya jumper, yaitu alat pemancing aki. Segera  suami bertindak cepat, dan Alhamdulillah berhasil. Dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan suami memutuskan mampir membeli aki baru dan menggantinya sebelum berangkat ke tkp.

santriciamis

Santri Ciamis berbondong menuju Jakarta

Anehnya, ketika umat Islam sedang bergembira atas keberhasilan aksi super damai ini, 2 hari kemudian muncul aksi di tempat yang sama. Rupanya ini adalah aksi tandingan yang diselenggarakan mereka yang tidak senang dengan aksi 211. Sungguh aneh, aksi 211 yang dipersiapkan jauh-jauh hari secara matang oleh tim GNPF, yang bahkan beberapa kali sempat ditentang pihak berwajib dengan alasan mengganggu ketertiban dan sebagainya. Hingga mengakibatkan peserta aksi dari Ciamis yang berjarak 270 km dari Jakarta, memutuskan untuk berjalan kaki menuju ibu kota karena polisi melarang bus-bus mengangkut mereka. Namun aksi tandingan bisa tiba-tiba saja muncul tanpa persiapan, dan direstui pula oleh kepolisian.

monas4-212Ajaibnya lagi, aksi yang mereka beri nama aksi budaya dengan slogan menjaga ke-bhineka-an, pada kenyataannya malah membawa-bawa bendera partai penyelenggara aksi, dengan pengerahan pns pulak. Aksi ini juga melibatkan perusahaan-perusahaan besar milik para taipan dan konglomerat kelas kakap yang mewajibkan pegawainya untuk hadir. Hmmm … apa sebenarnya maksud dibalik aksi ini???

Yang juga kemudian menjadi viral adalah munculnya pernyataan resmi PT Nippon Indosari Co, sebagai pemilik Sari Roti bahwa perusahaan tersebut tidak ikut mendukung aksi 212. Alasannya Sari Roti berkomitmen menjaga keutuhan , kesatuan dan ke-bhineka-an.  Apa maksudnya ??? Yang pasti hal ini dipicu karena adanya seorang donatur yang memborong sejumlah gerobak roti dari merk tersebut dan menggratiskannya bagi peserta aksi 212.

Namun yang menggembirakan adalah paska aksi dimana umat Islam kemudian bersatu dan sadar akan pentingnya membangun sendiri ekonomi Islam yang tidak perlu tergantung kepada umat lain. Karena harus diakui kekuatan ekonomi dunia saat ini, khususnya Indonesia, berada pada genggaman non Muslim.  Kita pasti tahu bank-bank swasta seperti BCA, Danamon, BII, Niaga dan lain-lain itu bukan milik Muslim. Juga swalayan besar seperti Carrefour dan Gyant hingga yang kecil seperti Alfamart dan Indomaret. Demikian pula produk yang setiap hari kita gunakan dan konsumsi, mulai bangun tidur gosok gigi memakai Pepsodent, mandi memakai sabun Lux, sarapan dengan beras impor Thailand atau sereal impor dll.

Semangat  ini demikian membuncahnya hingga pada tausiyah ustad Bahtiar Nasir seminggu setelah aksi 211,  seorang notaris yang hadir di tausiyah tersebut naik ke atas panggung dan menyatakan ia dan kawan-kawan siap membantu kaum Muslimin yang ingin mendirikan perusahaan. Ia bercerita bahwa pendirian asosiasi notaris Muslim itu secara spontan paska 211. Dan melihat antusias kaum Muslimin yang begitu tinggi, tampaknya pendirian supermarket dengan rencana bernama Muslim212Mart hampir menjadi kenyataan.

http://www.iqromedia.net/2016/12/Ratusan-Umat-Islam-Hadiri-Rapat-Pendirian-Supermarket-Islami-atau-Muslim212Mart-Hebohkan-Netizen.html

subuhpusdai

Jamaah Subuh masjid Pusdai Bandung

Dan yang juga tak kalah penting adalah lahirnya kesadaran shalat Subuh berjamaah di masjid bagi kaum lelaki. Gerakan yang digalakkan pada hari Senin, 12 Desember bersamaan dengan hari libur nasional dalam rangka memperingati Maulud Nabi ini berlangsung di hampir semua kota-kota besar di Indonesia. Di Bandung yang dipusatkan di masjid Pusdai jamaah mencapai 25 ribu, sementara tak sedikit jamaah masjid lain di kota selain Bandung yang meluber ke jalanan layaknya shalat Jumat, sesuatu yang amat ditakuti musuh Islam, Yahudi khususnya. Semoga ini dapat menjadi awal kebangkitan Islam yang telah diprediksi rasulullah muncul menjelang akhir zaman. Allahu Akbar …

Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang Munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari).

Anehnya, pemerintah malah meng-izinkan secara resmi agama Yahudi di negri ini. Ya Allah apa yang sedang terjadi dengan bumi pertiwi ini? Yahudi adalah agama yang dilaknat Allah karena kedzaliman pemeluknya yang suka berbuat kerusakan, menukar-nukar ayat-ayat-Nya, juga membunuh para nabi dan rasul. Bahkan hingga detik ini kita bisa menyaksikan betapa Zionis Yahudi tak hentinya menindas Muslim Palestina. Ya Allah skenario apakah yang sedang Kau persiapan bagi kami yang lemah ini? Apakah ini azab-Mu karena umat ini kurang gigih membela ayat-ayat-Mu ? Ya Allah beri kami kekuatan yang lebih besar untuk melawan kedzaliman ini.

http://www.nasional.info/2016/12/pemerintah-jokowi-akui-yahudi-sebagai.html

Sementara itu, tujuan utama aksi umat Islam agar pemerintah segera mengadili dan memberikan hukuman setimpal bagi penista agama, dalam hal ini Ahok, hingga detik ini belum menunjukkan tanda-tanda berarti. Sidang perdana memang telah dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Desember lalu. Sidang ini menjadi heboh karena Ahok sebagai tersangka tampil berbeda dengan kebiasaan sehari-harinya. Beberapa kali ia memperlihatkan sikap minta dikasihani, bahkan menangis. ???!?? Padahal baru sehari sebelumnya ia muncul di net-tv, debat cagub bersama pasangan Anis-Sandiaga n dan Agus-Sylvi. Sandiwara apa pulakah ini??? Bagaimana mungkin seorang tersangka bisa ikut debat cagub???

Yang menyedihkan lagi ditengah ketidak-pastian hukum yang mampu membela kepentingan kaum Musimin muncul berita tak sedap. Yaitu penolakan pemerintah bergabung dengan 34 negara Muslim demi melindungi kaum Muslimin dari terorisme, khususnya rakyat Suriah dari makin brutalnya rezim Syiah Bashar Asad yang didukung Rusia serta Iran. Alasannya Indonesia masih ingin menggunakan pendekatan Islam rahmatan lil’aalamiin … ??!? … Korban sudah demikian parahnya, Islam sudah demikian tidak memiliki harga diri masih juga beralasan ?? Dimana letak persaudaraan sesama Muslim yang sejak lama telah hilang dari bumi pertiwi dengan alasan toleransi dan kebhinekaan yang terus didengungkan para pengikut JIL dan kroninya???i

http://news.metrotvnews.com/read/2015/12/16/201951/ini-alasan-indonesia-tak-gabung-aliansi-arab-saudi

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau berkata: “Rasulullah SAW bersabda: Seorang Muslim itu adalah saudara Muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzdalimi dan meremehkannya dan jangan pula menyakitinya.” (HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim).

joko-iranBahkan dengan teganya presiden kita malah mengunjungi Iran dan membuat perjanjian dengan negri para imam dedengkot Syiah itu. Ya Allah lindungi kami kaum Muslimin yang sejak awal kemerdekaan bahkan sebelum zaman penjajahan Belanda adalah dari golongan Sunni yang bertolak belakang dengan ajaran Syiah yang sangat memusuhi kami. Yang jelas-jelas tega melaknat para sahabat utama dan istri-istri rasulullah.

https://almanhaj.or.id/3630-pokok-pokok-kesesatan-aqidah-syiah.html

http://www.mediapribumi.com/2016/12/iran-dukung-penuh-pembantaian-aleppo.html?m=1

jlnbeijingBelum lagi sejumlah kebijakan pemerintah yang sangat pro RRC. Mungkinkah ini yang menyebabkan pemerintah sulit mengatasi imigran gelap illegal cina, meski terbukti mereka telah mengibarkan bendera Cina di proyek yang ada di Indonesia, membawa masuk narkoba, menanam cabe beracun dll??? Termasuk juga bangkitnya kembali pki sejalan dengan paham komunisme yang dianut Republik China??

http://www.kabarsatunews.com/2016/11/tak-hanya-bendera-china-dikibarkan-di.html

http://suaranasional.com/2016/12/17/digerebek-imigrasi-pekerja-china-di-gresik-ngacir-terbirit-birit

http://www.faktamedia.net/2016/04/indikasi-kebangkitan-pki-makin-sangat.html

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 19 Desember 2016.

Vien AM.

Energi Al-Maidah 51 (2).

Pada tanggal 16 November 2016 Bareskrim ( Badan Reserse Kriminal Polri ) akhirnya menetapkan Ahok sebagai tersangka. Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penistaan agama. Ia dinilai melanggar Pasal 156a KUHP dan Pasal 28 Ayat (1) UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Langkah Bareskrim ini tentunya tak terlepas dari demo Aksi Bela Islam II yang diselenggarakan pada 4 November lalu dan diikuti jutaan umat Islam. Mengapa demikian? Karena penetapan menjadi tersangka ini tergolong lambat bila dibanding mereka yang juga diduga menista agama.

Politikus Permadi, seniman Arswendo Atmowiloto dan penulis H. B. Jassin adalah contohnya. Begitu mereka diadukan telah menistakan agama polisi langsung mengamankan mereka sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Sementara Ahok, sejak kejadian di pulau Seribu pada tanggal 27 September hingga 4 November belum juga ditanggapi. Jadi wajar bila akhirnya umat Islampun marah dan jengkel.

Apa hal itu karena Ahok adalah gubernur petahana sekaligus calon gubernur PDIP? Jadi aneh juga sebenarnya pernyataan polisi juga presiden yang menuduh demo ditunggangi muatan politik. Tidakkah itu terbalik ??

Anehnya lagi, pasal yang digunakan untuk menjadikan Ahok tersangka, mengapa pasal tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, bukannya pasal tentang penistaan agama ??? Hingga akhirnya justru Buni Yani, yang dijadikan tersangka dengan pasal yang sama dengan Ahok. Yang pastinya akan membuat orang berpikir dua kali  bila ingin melaporkan kejahatan, meski mempunyai bukti kuat rekaman video. Ironisnya,  begitu dijadikan tersangka Buni Yanipun langsung ditahan, kalau saja tidak ada protes dari masyarakat.

http://tekno.kompas.com/read/2016/11/16/12015287/uu.ite.dipakai.jerat.ahok.pengamat.sebut.aneh.dan.tidak.logis

http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/11/24/oh51ad301-pakar-hukum-pidana-ahok-tersangka-artinya-buni-yani-tidak-bohong

Disamping itu keberadaan media sosial yang tidak sedikit memamerkan foto-foto kedekatan kapolri dengan Ahok maupun Teman Ahok membuat masyarakat makin pesimis proses hukum bakal berjalan sesuai harapan. Meski sebaiknya masyarakat lebih waspada dan hati-hati menyikapinya karena berita hoax dan foto-foto editan makin meraja-lela hingga sulit dibedakan mana yang asli mana yang palsu.

Dalam rangka meng-antsipasi hal tersebut maka GNPF-MUI kembali berniat menggelar demo Aksi Bela Islam III. Rencana awal demo ini akan dilaksanakan di sepanjang jalan Thamrin-Sudirman, dengan tema gelar sajadah alias shalat Jumat. Tidak ada orasi, yang ada hanya zikir, membaca Al-Quran dan tausiyah oleh para ulama, sambil menunggu waktu shalat Jumat. Oleh sebab itu demo Aksi Belas Islam III ini disebut demo super damai, bukan hanya damai lagi.

Namun rupanya polisi tidak mengizinkan jalan protocol digunakan untuk shalat karena menganggu kepentingan umum. Dan hasilnya setelah beberapa kali mengadakan pertemuan, terakhir kunjungan kapolri Jenderal Tito Karnavian ke kantor pusat MUI pada Senin 28 November, disepakati demo akan dilangsungkan di Monas, masjid Istiqlal dan sekitarnya, dengan kawalan resmi aparat keamanan. Allahu Akbar !

Pertemuan yang dihadiri wakil GNPF – MUI Habib Riziek, Ustad Bahtiar Nasir, ustad Zaitun serta Aa Gym ini dibuka oleh ketua MUI Ma’ruf Amin dengan menyebutnya sebagai Yaumun Rahman atau pertemuan kasih sayang.  Ma’ruf Amin juga menerangkan bahwa paska 211 akan diadakan rujuk nasional yang bertujuan untuk memperbaiki hubungan polisi ( pemerintah) dengan MUI ( umat Islam) yang sempat terganggu dengan adanya kasus penistaan tersebut. Yang paling menyakitkan adalah pernyataan polisi ( dan presiden ) bahwa para pendemo 411 adalah teroris !

Dalam pertemuan tersebut Habib Riziek, ketua GNPF-MUI sekaligus FPI dengan legowo menerangkan alasan mengapa mereka memilih Thamrin Sudirman sebagai lokasi awal. Menurut beliau, berdasarkan pengalaman demo 411 lalu, masjid Istiqlal tidak mampu memuat peserta demo yang mencapai 2.3 juta itu. Puncaknya adalah ketika mereka harus berdesak-desakan keluar masjid hingga akhirnya banyak yang jatuh pingsan. Sementara akses ambulance yang dibutuhkan untuk membantu mereka yang membutuhkan sangatlah sulit.

Jadi bukannya kami keras kepala, ngotot ingin memaksakan kehendak”, jelas Habib Riziek.

Habib juga menegaskan, perjuangan GNPF – MUI tetap satu yaitu agar fatwa MUI bahwa Ahok telah menistakan agama ditindak lanjuti pada jalur yang benar. Demi utuhnya NKRI, tidak boleh satupun orang baik rakyat biasa apalagi pejabat melecehkan agama yang ada di negri tercinta ini. Baik itu agama minoritas apalagi agama mayoritas.

Sementara ustad Bahtiar Nasir dengan santai mempersilahkan peserta demo untuk datang lebih awal di Istiqlal agar bisa shalat Subuh berjamaah. “Semoga demo 212  ini menjadi awal momentum pembiasaan diri shalat Subuh berjamaah sebagaimana mestinya”. Masya Allah.

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

Hal ini mengingatkan Turki yang saat ini mulai menampakkan kembali cahayanya. Masjid mulai dipenuhi jamaah shalat Subuh.  Tidak hanya itu pemimpin Turki, Sultan Erdogan, telah berhasil membawa negaranya menjadi negara  yang tidak lagi bergantung kepada Barat. Pembangunan dan ekonomi negri yang dulu dikenal sebagai kerajaan Islam Ottoman ini mengalami kemajuan pesat.

http://www.hidayatullah.com/artikel/opini/read/2015/06/30/73321/bagaimana-erdogan-membangun-turki-dan-menumbangkan-sekulerisme-1.html

Membuktikan bahwa menjadi negara sekuler tidak menjamin kemajuan sebuah negara. Bosnia adalah contoh lain negara berpenduduk mayoritas Muslim yang mengalami keterpurukan karena rakyatnya  meninggalkan syariat dan memilih untuk sekuler.

http://www.republika.co.id/berita/kolom/fokus/16/06/30/o9jkwl336-belajar-dari-genosida-muslim-bosnia-refleksi-terhadap-toleransi-beragama

Dalam pertemuan tersebut kapolri juga menegaskan bahwa larangan bus mengangkut peserta demo akan dihapuskan. Meski di lapangan, ratusan umat Islam dari Ciamis sejak Selasa 29 November telah terlanjur menuju ibu kota, dengan berjalan kaki …

Singkat kata demo super damai 212 Aksi Bela Islam III telah disetujui polisi. Kapolri bahkan berjanji akan membantu penyelenggaraannya seperti mendirikan mimbar shalat, penyediaan toilet, air wudhu, ambulance dll. Allahu Akbar …

Terima-kasih ya Allah, semoga pelaksanaan Aksi Bela Islam III besok benar-benar lancar dan aman, dan yang terpenting tujuannya tercapai, aamiin ya robbal ‘aalamiin …

Berikut video lengkap pertemuan Senin 28/10/2106 di kantor MUI.

Yang juga harus diingat, janji Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang bersabar dan senantiasa mendirikan shalat, adalah pasti. Allah swt tidak akan mengecewakan doa hamba-hamba yang sholeh. Apalagi doa orang yang terdzalimi. Tengoklah apa yang terjadi di tanah Palestina, yang selama puluhan tahun diduduki dan direbut Zionis. Yang selama puluhan tahun menyiksa rakyat Palestina dengan begitu kejam dan sadisnya.

Kebakaran hebat hingga hari ke 6 tidak juga surut. Api tidak hanya melahap hutan tapi juga perumahan bahkan gudang senjata Israel yang menjadi andalan untuk menindas rakyat Palestina. Kebakaran hebat ini terjadi hanya selang beberapa hari setelah Zionis Israel melarang azan dikumandangkan di Masjidil Aqsho dan menetapkan denda 200 dollar pada setiap kali azan di semua masjid seantero negri pendudukan tersebut. Kebakaran ini juga mengakibatkan ribuan warga terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya”. (QS. Terjemah QS. Al-An’am (6):123).

http://datariau.com/internasional/Merinding–Begini-Foto-foto-Kebakaran-di-Israel–Api-Ada-Dimana-mana-Laksanakan-Neraka

Semoga kejadian diatas dapat makin mempertebal keimanan kaum Muslimin, membuat kaum Munafikun berhenti mengolok-olok dan melecehkan ayat-ayat suci Al-Quran, serta kaum Kafirun berpikir 2 x bila ingin menyiksa kaum Muslimin dmanapun berada, aamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 1 Desember 2016.

Vien AM.

Shafiyyah binti Huyay bin Akhthab bin Sa’yah adalah seorang wanita keturunan bangsawan, cerdas, cantik, dan taat beragama. Wanita ini berasal dari keturunan Al-Lawi, putra Ya’qub ( Israel) bin Ishak bin Ibrahim as, yang juga merupakan kakek moyang dari nabi Harun as. Ayahnya yaitu Huyay bin Akhthab bin Sa’yah adalah seorang pendeta sekaligus pembesar Yahudi bani Qurayzhah. Ibunya, Barrah binti Samaual juga seorang Yahudi dari bani yang sama. Mereka tinggal di Madinah yang ketika itu masih bernama Yatsrib.

Sejak kecil Shafiyyah sudah menyukai ilmu pengetahuan dan rajin mempelajari sejarah dan kepercayaan bangsanya. Dari kitab suci agamanya, Taurat, ia mengetahui bahwa suatu hari nanti akan datang seorang nabi dari Jazirah Arab yang akan menjadi penutup para nabi.

Maka ketika suatu hari ia mendengar kabar bahwa di Mekah ada seorang laki-laki  yang mengaku nabi, dan saat ini sedang menuju ke kotanya, Yatsrib, ia tak heran. Yang justru ia heran adalah sikap kaumnya termasuk ayahnya yang tidak mau mempercayai hal tersebut, padahal ia adalah seorang pendeta. Bahkan dengan gigih memusuhinya.

Hal itu ia dengar sendiri ketika ayah dan pamannya baru pulang untuk mencari tahu tentang sang nabi baru yang hijrah ke Madinah dan mampir di Quba’ sebagai tamu Bani Amr bin ‘Auf. Ketika itu ayah dan paman Syafiyyah pergi meninggalkan rumah seharian penuh.

Namun ketika akhirnya keduanya pulang, sesampai di rumah mereka tidak mencari apalagi menyapa Syafiyah, anak kesayangan mereka, seperti biasanya. Sebaliknya, Syafiyyah justru melihat keduanya pulang dalam keadaan kesal, dongkol dan sangat marah. Pada saat itu ia mendengar percakapan keduanya :

“Apakah itu orangnya?” tanya paman.

“Ya, betul,” jawab ayah.

“Apa kamu mengenalnya?” tanya paman.

“Ya,” jawab ayah.

“Bagaimana pendapatmu tentang dia,” kata paman.

“Aku akan memusuhinya selama aku hidup,” kata ayah.

Dan sejak itu pula kaum Yahudi selalu memerangi nabi baru yang tak lain tak bukan adalah rasulullah Muhammad saw. Sebaliknya dengan Shafiyah, ia justru  makin yakin bahwa nabi baru tersebut adalah nabi yang dimaksud dalam kitabnya.

Syafiyyah menjadi saksi betapa besarnya kebencian ayahnya terhadap ajaran islam dan rasulnya. Beberapa kali ayahya sebagai seorang pemimpin Yahudi melanggar perjanjian yang dibuat oleh rasulullah saw. Padahal perjanjian Madinah yang diciptakan demi tercapainya keamanan kota Madinah yang bukan lagi hanya didiami suku-suku Yahudi, melainkan juga kaum Muslimin baik kaum Anshar ( Muslimin Madinah) maupun kaum Muhajirin ( Muslimin Mekah yang hijrah ke Madinah) itu ditanda-tangani oleh para pemimpin Yahudi.

Kebencian Huyay bin Akhtab sendiri terhadap kaum Muslimin makin menjadi-jadi sejak diusirnya Yahudi bani Nadhir dari Madinah pada tahun ke 4 Hijriyah karena telah berusaha membunuh Rasulullah saw. Setahun kemudian, dalam perang Khandaq, ketika Madinah diserang dan kaum Muslimin sedang kesulitan melawan kaum Qurays Mekah dan suku-suku Arab lainnya, Huyay menusuk dari belakang. Ia berkhianat dengan mengadakan pertemuan rahasia dengan pihak musuh demi mengalahkan pasukan Muslimin.

Usai perang Khandaq, atas perintah Allah swt melalui malaikat Jibril as, Rasulullah saw segera menuju perkampungan bani Quraydzah. Setelah dikepung selama 15 atau 25 malam, akhirnya mereka berhasil ditundukkan. Tapi Huyay, yang juga membawa serta putri kesayangannya, Shafiyyah, sempat meloloskan diri dan pindah ke Khaibar, yang merupakan kota terbesar Yahudi. Di kota inilah Huyay bersama para pemimpin Yahudi lainnya membentuk pertahanan yang kuat untuk persiapan menyerang kaum Muslimin.

https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/10/xx-jihad-fi-sabilillah3/

Penaklukan Khaibar

Khaibar adalah kota terbesar Yahudi yang memiliki banyak benteng dan ladang-ladang kurma. Tanah kota tersebut dikenal amat subur, airnya berlimpah dan berbagai buah tumbuh dengan mudah di tanah ini. Kota yang merupakan  benteng utama Yahudi ini terletak sekitar 165 km utara Madinah.

Pada tahun ke 6 Hijriyah, usai perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah menerima perintah agar memerangi Khaibar. Perang ini berlangsung dahsyat dengan kemenangan di tangan kaum Muslimin. Pasukan kaum Muslimin berhasil mengalahkan benteng pertahanan terakhir dan terkuat Yahudi tersebut. Huyay mati terbunuh dalam peperangan itu. Demikian pula Kinanah, suami ke 2 Shafyiyah. Sementara Syafiyyah beserta kaum wanitanya dan anak-anaknya tertawan.

https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/10/xxii-perang-khaibar/

Dalam suatu riwayat, diceritakan bahwa Bilal menggiring Shafiyah sebagai salah satu tawanan, melewati banyak mayat keluarga dan kaumnya untuk menghadap Rasulullah. Melihat itu, Rasulullah bangkit dan mendekati Bilal seraya berkata, “Apakah kau sudah tidak punya perasaan kasih sayang hingga membiarkan wanita-wanita itu melewati mayat orang-orang yang mereka cintai?”

Masuk Islam dan Menikah dengan Rasulullah.

Shafiyyah masuk dalam bagian pendapatan perang seorang sahabat, Dahiyyah bin Khalifah. Namun kemudian seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah seraya berkata, “Ya Rasulullah, engkau memberikan bagian kepada Dahiyyah, Shafiyah binti Huyay, putri pemimpin Bani Quraizhah dan Bani Nadhir, padahal ia hanya layak untuk engkau.”

Mendengar itu Rasulullahpun memanggil Dahiyyah dan menyuruhnya agar memilih tawanan yang lain. Sementara Rasulullah yang memang mempunyai hak harta perang seperlima bagian memberikan pilihan kepada Shafiyah, apakah ingin dimerdekakan, kemudian dikembalikan kepada kaumnya yang masih hidup di Khaibar, ataukah masuk Islam kemudian dinikahi oleh Rasulullah. Ternyata Shafiyah yang sejak awal sudah yakin dengan adanya nabi baru, memilih untuk masuk Islam dan menikah dengan Rasulullah, dengan maskawin kemerdekaannya.

Pada saat itu, Shafiyah berkata, “Ya Rasulullah, saya memeluk Islam dan saya sudah percaya kepadamu sebelum engkau mengajak saya. Saya sudah sampai pada perjalananmu. Saya tidak punya keperluan kepada orang-orang Yahudi. Saya sudah tidak mempunyai bapak, dan tidak mempunyai saudara yang merdeka. Lalu untuk apa saya kembali kepada kaumku?”

Bukti bahwa Shafiyyah sudah mengimani nabi jauh sebelum ia bertemu nabi, tercermin dari kisah berikut. Suatu hari rasulullah bertanya tentang bekas luka di wajah Shafiyyah dan bertanya, “Apa ini?”. Syafiyah menjawab, “Ya Rasul, suatu malam aku bermimpi melihat bulan muncul di Yastrib, kemudian jatuh di kamarku. Lalu aku ceritakan mimpi itu kepada suamiku, Kinanah. Dia berkata, ‘Apakah engkau suka menjadi pengikut raja yang datang dari Madinah itu?’ Kemudian dia menampar wajahku.”

Sayang kedatangan istri ke 9 Rasulullah ini disambut sinis oleh istri-istri nabi yang lain. Ini disebabkan selain karena ia seorang Yahudi, juga karena kecemburuan para istri terhadap kecantikan Shafiyyah.

Berikut penuturan Aisyah, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam tengah dalam perjalanan. Tiba-tiba unta Shafiyyah sakit, sementara unta Zainab berlebih. Rasulullah berkata kepada Zainab, ‘Unta tunggangan Shafiyyah sakit, maukah engkau meminjamkan salah satu untamu?’ Zainab menjawab, ‘Akankah aku memberi kepada seorang perempuan Yahudi?’

Di dalam hadits riwayat Tirmidzi diceritakan, “ Shafiyyah sedang menangis, kemudian Rasulullah menghampirinya dan bertanya, ‘Mengapa engkau menangis?’ Ia menjawab, “Hafshah mengejekku bahwa aku wanita Yahudi’. Kemudian Rasulullah bersabda, ‘Engkau adalah anak nabi, pamanmu adalah nabi, dan kini engkau berada di bawah perlindungan nabi. Apa lagi yang dia banggakan kepadamu?’. Kemudian Rasulullah menegur Hafshah, ‘Bertakwalah engkau kepada Allah, wahai Hafshah!”

Sementara pada hadits yang diriwayatkan Ibnu Saad, ketika istri-istri Nabi berkumpul menjelang Rasulullah wafat, Shafiyyah berkata, “Demi Allah, ya Nabi, aku ingin apa yang engkau derita juga menjadi deritaku.” Istri-istri Rasulullah memberikan isyarat satu sama lain. Melihat hal yang demikian, Rasul bersabda, “Berkumurlah!” Dengan terkejut para istri bertanya, “Dari apa?” Rasul menjawab, “Dari isyarat mata kalian terhadapnya. Demi Allah, dia adalah benar.”

Setelah Rasulullah wafat, yaitu 4 tahun setelah Shafiyyah dinkahi, ia merasa makin terasing di tengah kaum Muslimin karena mereka selalu menganggapnya berasal dari Yahudi. Meski demikian, ummul Mukminin ini tetap tegar dan terus mendukung perjuangan Islam. Ketika terjadi fitnah besar atas kematian Utsman bin Affan, Shaifiyyah berada di barisan Utsman.

Kinanah berkata, “Aku menuntun kendaraan Shafiyyah ketika hendak membela Utsman. Kami dihadang oleh Al-Asytar, lalu ia memukul wajah keledainya hingga miring. Melihat hal itu, Shafiyyah berkata, ‘Biarkan aku kembali, jangan sampai orang ini mempermalukanku.’ Kemudian, Shafiyyah membentangkan kayu antara rumahnya dengan rumah Utsman guna menyalurkan makanan dan air minum”.

Hal itu terjadi ketika musuh-musuh Ustman menyandera khalifah ke 3 tersebut di kamarnya sendiri, tanpa diperbolehkan mendapat makanan dan minuman.

Shafiyyaf ra wafat pada masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Marwan bin Hakam menshalatinya, kemudian menguburkannya di Baqi’ berdampingan dengan ummul Mukminin yang lain.

Shafiyah merawikan 10 hadits dari nabi saw. Di antaranya, “Suatu malam, nabi beri’tikaf di masjid, lalu aku datang mengunjungi beliau. Setelah selesai mengobrol, aku berdiri dan hendak pulang. Beliaupun berdiri untuk mengantarku. Tiba-tiba dua laki-laki Anshar lewat. Tatkala mereka melihat nabi, mereka mempercepat langkah mereka. “Perlahankanlah langkah kalian! Sesungguhnya ini adalah Shafiyah binti Huyai!” kata nabi. “Maha suci Allah, wahai Rasulullah”, kata mereka. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya setan itu berjalan pada aliran darah manusia. Sebenarnya aku khawatir, kalau-kalau setan membisikkan tuduhan dusta atau hal yang tidak baik dalam hati kalian.” (HR. Al-Bukhari).

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 22 November 2016.

Vien AM.