Feeds:
Posts
Comments

Kedatangan raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz al-Saud, Sang Penjaga Dua Kota Suci ( Khadimul Haramain) pada hari Selasa, 1 Maret 2017, disambut meriah oleh berbagai pihak. Ini adalah kunjungan pertama setelah 47 tahun silam almarhum raja Abdullah bin Abdul Aziz mengunjungi Indonesia. Padahal selama kurun waktu tersebut presiden kita seperti Gus Dur, SBY dan Megawati telah berkunjung ke Arab Saudi. Terakhir adalah Jokowi yaitu pada September 2015.

Kunjungan kepala negara produsen minyak terbesar di dunia tersebut bagaikan oasis di padang pasir bagi sebagian besar umat Islam yang sejak beberapa bulan belakangan ini terasa terpinggirkan. Kasus penistaan agama yang berlarut-larut, menyebabkan perpecahan baik di antara umat Islam sendiri maupun dengan umat agama lain, bahkan merambat hingga ke sentiment anti Arab. Olok-olok “ sok Arab”, “ onta”, “pindah saja ke Arab” dll menjadi hal biasa di medsos. Belum lagi ulama-ulama MUI dan GNPF-MUI yang terus dicari-cari kesalahannya oleh pihak kepolisian.

( Kabar terakhir menurut ustad Bahtiar Nasir, kapolri telah menemui beliau dan menyatakan bahwa kasus beliau akan segera ditutup dan tidak akan diperpanjang. Hhmm  … semoga saja benar, Alhamdulillah … )

https://www.kaskus.co.id/thread/586a3b6d5c779832138b4568/dituduh-bantu-teroris-di-suriah-lembaga-kemanusiaan-turki-siapkan-gugatan-ke-indo/

Kedatangan raja beserta rombongan besar, dengan membawa sendiri kendaraan canggih lengkap dengan segala perlengkapannya, apalagi dengan membawa dana pinjaman yang jumlahnya sangat besar, tanpa bunga dan tanpa tenaga kerja seperti yang apa yang dilakukan RRC, sungguh membuat hati ini terhibur.  Seolah ini adalah jawaban permohonan jutaan kaum Muslimin pada aksi bela Islam 411, 212 dan 112 dari Sang Khalik.

Siapa yang berjalan untuk  membantu saudaranya sesama muslim maka Allah akan menuliskan baginya suatu  kebaikan dari tiap langkah kakinya sampai dia pulang dari menolong orang  tersebut. Jika dia telah selesai dari menolong saudaranya tersebut, maka dia  telah keluar dari segala dosa-dosanya bagaikan dia dilahirkan oleh ibunya, dan  jika dia ditimpa kecelakaan (akibat menolong orang tersebut) maka dia akan  dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab ”  (HR. Abu Ya’la ).

Seperti kita ketahui hubungan pemerintahan RRC dengan Indonesia di era Jokowi saat ini sedang berada di puncaknya.  Termasuk pinjaman hutang yang nilainya fantastis. Celakanya lagi, pinjaman tersebut juga mencakup tenaga kerja buruh dari daratan Tiongkok sana. Padahal pengangguran di negri ini semakin hari semakin menumpuk.

https://ekbis.sindonews.com/read/1005965/33/china-sebut-kerja-sama-era-jokowi-terbaik-1432716916

http://www.konfrontasi.com/content/global/utang-era-jokowi-dan-utang-raksasa-china

http://www.dakwatuna.com/2015/09/02/73984/buruh-cina-di-era-jokowi-dan-keresahan-masyarakat/#axzz4aE7UMz58

Bahkan kasus penistaan agama yang berlarut-larut itupun kabarnya ada indikasi campur tangan 9 naga/taipan cina yang mempunyai kepentingan agar proyek reklamasi berjalan lancar. Maka tak heran jalan apapun ditempuh demi terpilihnya si petahana sekaligus penista yang telah berstatus tersangka itu.

https://www.nahimunkar.com/inilah-trio-mata-sipit-biang-kerok-kongkalikong-reklamasi-teluk-jakarta-ahok-aguan-dan-trihatma/

http://www.mediabangsaku.com/2017/03/raja-salman-datang-ke-indonesia.html

Sayangnya, pada acara penyambutan raja Salman yang sangat dielu-elukan itu, Jokowi tetap mengajak orang yang telah membuat heboh negri ini. Meski memang posisinya yang masih aktif sebagai gubernur DKI memungkinkan hal tersebut. Tapi juga jangan lupa adanya Undang-Undang ( Pemda) pasal 83 ayat 1 tentang seorang pejabat dengan status tersangka harus di non aktifkan secara sementara.

Keberpihakan pemerintah terhadap orang-orang yang memusuhi Islam memang tidak dapat disembunyikan. Selain Ahok, Jokowi juga memberi kesempatan khusus  ketua umum PDIP Megawati dan putrinya, Puan Maharani yang kebetulan menjabat sebagai menko, untuk bertemu langsung dengan raja Salman. Tanpa sedikitpun merasa risih, mantan presiden RI ini menemui sang  Khadimul Haramain tanpa menutup auratnya. Padahal bahkan ratu Elizabeth dari Inggris yang notabene non Muslim saja menutupnya ketika berhadapan dengan raja Arab Saudi.

Megawati selama ini dikenal sangat memusuhi Islam dan segala yang berbau Arab. Pada pidato terakhir di acara ulang tahun partai yang dipimpinnya ia bahkan melontarkan pernyataan yang berbau komunisme yaitu mempertanyakan adanya kehidupan akhirat yang merupakan ruh semua agama.

Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan diri mereka sebagai pembawa ‘self full filling prophecy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan apa yang pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, padahal notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya’.

Selanjutnya, pada acara temu ulama yang digelar di istana dimana puluhan ulama pimpinan pesantren dan ormas dundang. Ternyata nama Habib Riziek Syihab sebagai ketua ormas besar FPI dan ustad Bachtiar Nasir yang merupakan ketua umum GNPF-MUI, tidak termasuk di dalam daftar yang diundang. Padahal ke dua tokoh tersebut sedang mencuat namanya. Pasti raja Salman yang dikenal sangat peduli terhadap dunia Islam sudah mendengar kiprah keduanya. Demikian pula aa Gym, dai kondang pimpinan pesantren terkenal Darut Tauhid, yang selama ini dikenal kalem dan tidak pernak bicara politk namun belakangan ikut bicara keras tentang ayat haramnya memilih pemimpin kafir. Beliau juga tidak termasuk dalam daftar undangan.

Mungkin menjadi pertanyaan mengapa umat Muslim begitu menaruh harapan kepada raja Salman yang baru pada Januari 2015 dinobatkan sebagai raja Arab Saudi. Berikut beberapa diantara alasannya:

  1. Raja Salman adalah seorang raja yang sangat takut pada Tuhannya. Ia seorang yang taat beribadah. Pada usia 10 tahun Salman muda sudah menjadi hafizd.
  2. Jauh sebelum diangkat menjadi presiden, raja Salman sudah mendukung Mursi, presiden Mesir yang bermaksud menerapkan syariat Islam tapi kemudian dikudeta, agar diberi kesempatan menyelesaikan jabatannya.
  3. Begitu menjadi raja, raja Salman mencopoti pejabat yang diangkat berdasarkan hubungan kekerabatan. Bahkan raja tidak ragu menjatuhan hukuman pancung di hadapan khalayak terhadap keponakannya sendiri karena membunuh orang.  Raja Salman mengatakan, “Tidak ada perbedaan antara pangeran dan rakyat biasa dihadapan hukum. Semua diperlakukan sama.”
  4. Raja Salman menjalin hubungan yang sangat baik dengan Turki dibawah presiden Erdogan yang sama-sama menjunjung syariat.
  5. Dan lain-lain.

Ironisnya, di tengah hebohnya penyambutan raja Salman, mereka yang mengaku Islam tapi membenci agamanya sendiri, terus saja memojokkan Islam. Para Munafikun, bekerja sama dengan orang-orang Syiah, terlihat jelas ingin  menjatuhkan marwah dan martabat raja Salman beserta kerajaannya, diantaranya dengan isu Wahabi. Mereka juga menyebarkan foto eksotis putri Ameera yang mereka nisbatkan sebagai putri raja Salman. Padahal itu sama sekali tidak benar. Ameera adalah bekas mantu raja karena sudah bercerai dari suaminya, yaitu pangeran al-Waleed bin Thalal putra raja. Seandainyapun putri raja bersikap demikian, jangankan anak raja yang notebene manusia biasa, putra nabi Nuh as pun, bukanlah seorang yang patuh pada perintah Tuhannya.

http://www.masjumat.com/2017/03/06/princess-ameera-putri-raja-salman-yang-tidak-berjilbab/

Yang lebih menjengkelkan lagi, foto itu kemudian disandingkan dengan beberapa foto Muslimah Indonesia berhijab dan diberi komentar nyinyir “ sok Arab”. Sungguh menyakitkan. Tidakkah mereka menyadari bahwa perintah berhijab adalah perintah Allah, bukan ikut-ikutan atau latah “sok Arab” !

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. ( Terjemah QS.Al-Ahzab (33):59).

wahabi-vs-wahabiMengenai Wahabi. Isu wahabi adalah isu lama yang dihembus-hembuskan musuh Islam agar sesama Muslim saling bermusuhan. Padahal aliran sesat Wahabi yang dibawa Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum al Farisi pada abad ke 2 H itu adalah ajaran Khawarij. Sedangkan “wahabi” yang dinisbatkan kepada kerajaan Arab Saudi adalah merujuk kepada Muhammad bin Abdul Wahab an-Najd yang hidup pada abad 12 H. Ulama kenamaan asal Najd ( Arab) ini adalah seorang ahlussunnah wal jamaah tulen.

http://www.jurnalmuslim.com/2016/04/buya-hamka-mereka-memusuhi-wahabi-demi-penguasa-pro-penjajah.html?m=1

http://www.voa-islam.com/read/opini/2015/05/06/36785/wahabi-versus-dan-siapa-sesat/#sthash.YkVU4t9G.M2P7Qw6y.dpbs

http://beritajatim.com/internasional/291329/sosok_tegas,_raja_salman_pernah_eksekusi_pangeran.html

Menjadi pertanyaan besar,  bagaimana kira-kira reaksi raja Salman mendengar berita ustad Dr Khalid Balsamah yang di tengarai “wahabi” digruduk banzer NU ketika sedang berceramah ??? Padahal paska pertemuan lintas agama di istana beberapa hari lalu, raja Salman memberikan pujian terhadap toleransi ber-agama di Indonesia.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. ( Terjemah QS. Al-Hujurat (49)13).

Sungguh sedih dan malu hati ini membayangkan kekecewaan yang bakal muncul dari balik wajah lembut sang khadimul Haramain. Kekecewaan demi kekecewaan, dari hari pertama penyambutan hingga hari-hari akhir yaitu ketika penanaman pohon. Seakan tidak belajar dari pengalaman, bagaimana raja Salman meninggalkan Obama yang ketika itu masih menjabat presiden negara adi daya Amerikat Serikat, demi memenuhi panggilan shalat. Pada hari penanaman pohon bersama Jokowi, setelah dibisiki ajudannya, raja Salman segera meninggalkan lokasi padahal acara belum selesai. Ada apa gerangan ?? Ternyata azan Zuhur telah berkumandang … Itu sebabnya ketika acara penyiraman pohon Jokowi terlihat tidak ditemani sang tamu agung yang lebih memilih mendahulukan panggilan Tuhannya … Allahu Akbar …

Dari ‘Abdullah bin Mas’uud radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Aku pernah bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang amal apakah yang paling dicintai oleh Allah. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Shalat pada waktunya”. Ibnu Mas’uud berkata : “Lalu apa ?”. Beliau menjawab : “Berbuat baik kepada kedua orang tua”. Ibnu Mas’uud berkata : “Lalu apa ?”. Beliau menjawab : “Jihad di jalan Allah”. ( HR. Bukhari Muslim).

Demikianlah Allah swt membalas hamba-Nya yang taat, yang ber-ahklak mulia dengan balasan yang setinggi-tingginya, tidak hanya di akhirat nanti tapi juga di dunia … Masya Allah …

http://www.masjumat.com/2017/01/27/kelebihan-arab-saudi-dalam-hal-suksesi-kepemimpinan/

http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2017/03/01/raja-salman-sang-penjaga-dua-kota-suci-yang-peduli-kemanusiaan-394864

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 6 Maret 2017.

Vien AM.

Seorang sahabat memohon kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah lapangkan hatimu kepada Abdullah bin Ubay. Sungguh Abdullah bin Ubay bin Salul itu adalah orang yang sakit hati. Sebelum engkau menjelang datang ke Madinah, kaumnya telah bersepakat mengangkatnya menjadi raja. Sudah menyiapkan tahta dan singgasananya. Tapi kemudian engkau hadir ya Rasulullah. Lalu kaumnya batal mengangkatnya jadi raja. Maka betapa sakit hatinya ia karena kedatanganmu ya Rasulullah…

Itulah awal ketidak-sukaan Abdullah bin Ubay bin Salul terhadap Rasulullah dan Islam. Abdullah bin Ubay bin Salul adalah seorang pemuka Madinah dari suku Khazraj yang disegani penduduk Madinah. Ketika itu Madinah masih bernama Yathrib. Namun dengan kedatangan Rasulullah ke kota tersebut, dan disambut serta di elu-elukan penduduk, baik suku Aus maupun Kazraj yang sebelumnya selalu bertikai, pamornyapun turun.

Kedatangan Rasulullah yang disambut dan langsung didaulat penduduk Madinah tentu tak lepas dari skenario Allah swt. Bagaimana tidak, Rasulullah yang berdakwah selama 10 tahun di Mekah hanya berhasil mengajak 70 orang menjadi Musiim. Itupun setelah melalui penentangan dan permusuhan yang amat sangat dari penduduk. Bahkan Rasulullah beserta pengikut dan keluarga pernah di boikot secara ekonomi oleh mereka. Sedangkan di Madinah hanya dalam waktu 2 tahun Islam telah berhasil memiliki kekuatan militer hingga mampu melawan pasukan Qurasy yang didukung Yahudi.

Keberhasilan dakwah Rasulullah di Madinah dimulai dengan terjadinya baiat Aqibat 1 dan 2 pada tahun ke 11 dan 12 kerasulan, yaitu pada tahun 622 M. Dengan bekal ke 2 baiat yang intinya merupakan janji setia penduduk Madinah kepada Allah, Rasul dan ajarannya, maka Rasulullah beserta seluruh sahabat hijrah ke Madinah. Di sanalah akhirnya terbentuk negara Islam Madinah, dengan Rasulullah sebagai kepala negaranya. Pada masa itu pulalah Yatsrib berganti nama menjadi Madinah.

Madinah di zaman sebelum datangnya Islam selain dihuni suku Aus dan Khazraj, terdapat pula orang-orang Yahudi. Mereka terdiri dari tiga qabilah besar yaitu kabilah Qainuqa’, kabilah al-Nadhir dan kabilah Quraidzah. Ketiga kabilah ini menguasai ekonomi penduduk kota Madinah.

Hasil pendapatan mereka yang terbesar adalah keuntungan dari penggadaian barang dan riba. Keadaan Madinah sebagai kawasan pertanian memberi peluang mereka melakukan kedua hal tersebut. Orang-orang Yahudi yang sejak dulu dikenal licik dan licin itu memeras suku Aus dan Khazraj yang kebanyakan petani itu, dengan cara gadai, sementara menunggu datangnya musim panen. Lebih menyedihkan lagi barang yang digadaikan bukan hanya uang atau harta benda, tapi juga kaum perempuan dan anak-anak !.

Tak heran bila akhirnya ke dua suku tersebut sangat membenci orang-orang Yahudi. Namun sekali lagi dengan modal sifat licin mereka, ke dua suku yang sejak awal sudah sering bermusuhan itu, sering dipanas-panasi dan di adu domba hingga keduanya tidak pernah akur dan mau bersatu. Akibatnya orang-orang Yahudi tetap bisa menguasai mereka hingga datangnya Islam. Dan sejak itulah kedua suku tersebut dinamakan kaum Anshar yang artinya membantu, yaitu membantu Rasulullah dan para sahabat. Sedangkan para sahabat selanjutnya disebut kaum Muhajirin.

Sayangnya, Abdullah bin Ubay bin Salul, pemuka Madinah yang batal menjadi raja itu, tidak berhasil menyingkirkan rasa sakit hatinya. Meski ia ikut memeluk Islam sebagaimana kaumnya, penyakit yang terus dipeliharanya itu akhirnya berkembang menjadi duri menyakitkan yang merugikan kekuatan umat yang baru terbentuk itu.

Kedekatan dan persahabatannya dengan kaum Yahudi yang sangat membenci kaum Muslimin, menambah ketidak-sukaan tersebut. Hingga ketika Rasulullah memerintahkan hukuman bagi bani Qainuqa yang telah mengkhianati perjanjian perdamaian antara kaum Muslimin dengan Yahudi, ia berani membantah perintah tersebut.

“Hai Muhammad, perlakukanlah para sahabatku itu dengan baik.“, serunya.

Tanpa memperhatikan air  muka Rasulullah yang kesal, hal itu terus diulanginya sampai 3 kali. Akhirnya Rasulullahpun menjawab ketus : “Mereka itu kuserahkan padamu dengan syarat mereka harus keluar meninggalkan Madinah dan tidak boleh hidup berdekatan dengan kota ini !”.

https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/11/xvi-pengkhianatan-pertama-yahudi-dan-munculnya-tanda-tanda-kemunafikan/

Dalam perang Uhud, pemuka Madinah ini berhasil menghasut 300 orang pasukannya untuk mundur ( desersi) saking takutnya melihat jumlah musuh yang banyak. Akhirnya pasukan kaum Muslimin yang tinggal 700 orang itu terpaksa berperang dengan susah payah melawan 3000 musuh. Al-Quran mengabadikan kejadian tersebut di dalam ayat 121 -125 surat Ali Imran.

Selanjutnya, dalam perjalanan pulang ke Madinah, usai perang melawan Yahudi banu Musthaliq, Abdullah bin Ubay kembali berulah. Ia yang merasa kuat itu, berkata kepada pasukannya bahwa ia akan mengusir kaum Muslimin, yang dianggapnya kaum yang lemah. Zaid bin Arqam yang mendengar hal tersebut melaporkannya kepada Rasulullah, hingga Umar bin Khaththab yang ketika itu berada di samping Rasul meminta Rasul agar membunuh tokoh munafik tersebut. Akan tetapi Abdullah tidak mengakuinya dan malah menuduh Zaid telah memfitnahnya. Hingga turun ayat yang membenarkan kesaksian Zaid yaitu ayat 8 surat Al-Munafikun. Namun demikian Rasulullah tetap tidak mau memenuhi permohonan Umar.

“Tidak wahai Umar. Nanti apa kata orang bahwa Muhammad membunuh sahabatnya. Demi Allah tidak.”

Pada peristiwa fitnah yang menimpa Aisyah ra, Abdullah juga terbukti berperan mengomporinya sehingga Rasulullahpun hampir ikut mempercayainya.

Sikap lembut dan lunak Rasulullah terhadap Abdullah, meski sudah terbukti berkali-kali meng-khianati Islam, menunjukkan harapan agar suatu ketika tokoh Madinah ini mau insyaf, dan mau beriman dengan sebenar-benar iman. Sepertii yang terjadi terhadap tokoh Quraisy Abu Sofyan, yang awalnya sangat memusuhi Islam namun setelah memeluk Islam membuktikannya dengan sangat baik.

Hingga suatu hari di tahun ke sembilan Hijriyah, sepulang dari perang Tabuk, Rasulullah saw mendengar kabar bahwa Abdullah bin Ubay menderita sakit. Rasulullah saw menyempatkan diri untuk membesuknya. Dan ketika akhirnya Abdullah bin Ubay meninggal, putranya, Abdullah bin Abdullah, meminta Rasulullah meminjamkan jubah Rasulullah, Rasulpun juga mengabulkannya. Begitupun ketika putra Abdullah yang merupakan salah satu sahabat pilihan meminta agar Rasulullah sudi men-sholatkannya, Rasulpun tidak menolak permintaan tersebut.

Hingga Umar berkata “ Ya Rasulullah, Allah melarangmu memohonkan ampun mereka. Ia memfitnah Aisyah berzina, ia mengatakan akan mengeluarkan orang mukmin dari Madinah. Ia pembuat fitnah. Ia memisahkan diri dari perang. Ia memecah belah kaum muslimin”.

Tidakkah engkau dengar wahai Umar? Tuhanku memberikan pilihan bagiku.. ‘engkau mohonkan ampun atau tidak engkau mohonkan ampun sama saja”, (surat A-Taubah ayat 80), maka aku akan memilih memohonkan ampun wahai Umar…”.

Umar terkesiap, dan segera ia beristighfar dan memohon ampun atas kelancangannya memaksa nabi. Meski kemudian, selesai Rasulullah men-shalat-kan tokoh munafik tersebut, turun ayat berikut : “Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” [QS At Taubah(9): 84]

Maka sejak itu Rasulullah melarang dan tidak pernah lagi men-shalat-kan orang yang jelas-jelas menunjukkan kemunafikan. Karena sebagai manusia kita hanya bisa melihat keadaan dzahir seseorang, urusan hati dan batinnya adalah kewenangan Allah SWT. Namun dengan menyimak apa yang telah dilakukan Abdullah bin Ubay bin Salul, sifat-sifat ke-munafik-an dapat kita lihat dan pelajari.

Dari Abu Hurairah “Kamu sekalian, satu sama lain janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling menjauhi dan janganlah membeli barang yang sedang ditawar orang lain. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada beliau tiga kali). Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram darahnya bagi muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya”. (HR. Muslim).

Tetapi apa yang terjadi hari ini sungguh memilukan. Persaudaraan sesama Muslim sangat rapuh. Bahkan para ulamapun dikriminalisasi, difitnah dan dijadikan bulan-bulanan sesama Muslim. Dan itu semua demi melindungi satu orang kafir yang saking inginnya dipilih menjadi pemimpin maka iapun menyinggung-nyinggung ayat kitab suci yang bukan agamanya. Tidakkah itu lebih parah dari pada perbuatan Abdullah bin Ubay si tokoh munafikun  yang melindungi teman Yahudinya dari hukuman yang dijatuhkan Rasulullah ??? Tidakkah itu sama dengan mengkhianati perjuangan Rasulullah dan para sahabat yang telah bersusah-payah menegakkan Islam di muka bumi ini???

Ironisnya lagi, tetap saja ada orang yang mengaku Muslim namun tetap memilih orang tersebut. Padahal ayat larangan tersebut bukannya hanya satu, tapi banyak. Yaitu Ali Imran ayat 28 dan 49, An-Nisa ayat 138-144, Al-Maidah ayat 51-57, At-Taubah ayat 23 dan Al-Mujadillah ayat 14. Bahkan ayat-ayat tersebut berlanjut dengan berbagai ancaman, diantaranya label Munafik, yang tempatnya adalah neraka tingkatan paling bawah! Itulah tingkatan neraka yang paling mengerikan. Na’udzubillah min dzalik …

Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIK bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang KAFIR menjadi AULIYA  dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. ( Terjemah QS. An-Nisa (4):138-139).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang KAFIR  menjadi AULIYA dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? Sesungguhnya orang-orang MUNAFIK itu (ditempatkan) pada TINGKATAN PALING BAWAH NERAKA. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”.( Terjemah QS. An-Nisa (4):144,145).

Dalil penolakan yang mereka gunakan bermacam-macam. Diantaranya adalah bahwa AULIYA yang dimaksud adalah teman setia/kepercayaan, bukan pelindung apalagi pemimpin. Padahal kalau teman setia atau pelindung saja tidak boleh apalagi mengangkatnya sebagai pemimpin!

Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai AULIYA orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai AULIYA, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. ( Mumtahanah (60): 9).

Ayat diatas sering dijadikan alasan pembenaran dalam memilih pemimpin non Muslim, khususnya gubernur DKI petahana, Ahok. Pertanyaannya, benarkah Allah swt membolehkan hal tersebut?  Berikut adalah asbabun nuzul ayat di atas.

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa seorang wanita kafir yang bernama Qatilah iaitu ibu kandung kepada Asma datang kepada Asma binti Abu Bakar. Setelah itu Asma bertanya kepada Rasulullah: “Bolehkah saya berbuat baik kepadanya?” Rasulullah menjawab: “Ya boleh”. Maka turunlah ayat ini (Surah al Mumtahanah: 60: 8) sebagai penjelasan bahawa Allah tidak melarang berbuat baik kepada orang yang tidak memusuhi agama Allah. (Diriwayatkan oleh al Bukhari dari Asma binti Abu Bakar)

Itu sebabnya maka para ulamapun menyimpulkan bahwa Auliya yang dimaksud ayat tersebut adalah teman setia/orang dekat, bukan pemimpin. Inilah bentuk keadilan dan toleransi dalam Islam. Silaturahim antar umat beragama sangat penting, dan itu harus dijaga serta dipelihara dengan baik. Tapi tidak berarti boleh menjadikan mereka sebagai pemimpin.  Karena pemimpin, terutama pemimpin strategis, adalah orang yang berhak membuat kebijakan bagi orang yang dipimpinnya. Bagaimana mungkin seseorang bisa tunduk kepada kebijaksanaan seorang pemimpin yang tidak meng-imani apa yang di-imaninya??

Dan lagi, seandainyapun Aulia di atas diartikan sebagai pemimpin, adakah Ahok memiliki kriteria sebagaimana disebutkan ayat di atas ? Bila ya, mengapa ia suka menyakiti umat Islam, dengan mengolok-olok jilbab yang katanya seperti serbet, melarang takbir keliling, boleh minum bir asal tidak mabuk, mempermasalahkan kurban di sekolah, mengganti seragam Muslim murid SD, bolak balik menggusur penduduk dan menjauhkan mereka dari masjid tempat mereka biasa berkumpul, penduduk Luang Batang misalnya, yang telah tinggal di tempat mereka sejak zaman Belanda. Juga penghancuran masjid bersejarah di TIM yang katanya akan direnovasi namun hingga detik ini tidak ada tanda-tandanya, dan masih banyak lagi. Terakhir ia malah berani mengutak-ngatik ayat kepemimpinan dalam Al-Quran, melecehkannya dengan menjadikannya wifi dengan password kafir, bahkan seenaknya membentak-bentak ulama!!

Sekali lagi, kita memang tidak berhak menghakimi bahwa seseorang munafik atau tidak. Apalagi bila kemunafikannya tidak diperlihatkan secara dzahir.( Munafik terdari dari 2 macam, yaitu munafik besar/Keyakinan (Nifaq I’tiqadi) dan munafik kecil/Perbuatan ( Nifaq ‘Amali). ( Lihat https://almanhaj.or.id/3164-nifaq-definisi-dan-jenisnya.html).

Tapi paling tidak Al-Quran telah menerangkan tanda-tandanya dengan jelas. Maka sudah sewajarnya bila kita harus berhat-hati, jangan sampai Allah swt memasukkan kita ke dalam golongan orang munafik. Na’udzubillah min dzalik …

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. ( Terjemah QS. An-Nisa (4):142).

“Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya”.(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 22 Februari 2017.

Vien AM.

Energi Al-Maidah (5).

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3:54).

Ayat diatas rasanya sangat tepat untuk mencerminkan apa yang terjadi pada sidang lanjutan kasus penistaan agama pada Selasa 31 Januari lalu. Dalam sidang tersebut Ahok melakukan intimidasi dan ancaman yang sangat tidak pantas terhadap Ketua MUI sekaligus Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) KH Ma’ruf Amin yang saat itu menjadi saksi ahli. Sikap kasar gubernur DKI non aktif tersebut memperlihatkan ke-aroganan diri dan tidak adanya rasa hormat kepada ulama besar yang merupakan sesepuh dan panutan kaum Muslimin yang merupakan mayoritas rakyat yang dipimpinnya.  Itulah cara Sang Khalik membuka kedok orang yang telah melecehkan ayat-ayat-Nya.

https://nasional.sindonews.com/read/1176295/13/mengancam-kh-ma-ruf-amin-ahok-buka-topeng-siapa-dia-sebenarnya-1485987355

kunjungan-ke-rumah-amin-marufAnehnya lagi, tak sampai 24 jam kemudian, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, kapolda DKI M Iriawan dan beberapa orang lainnya datang mengunjungi sesepuh NU itu alias sowan, kalau orang Jawa bilang. Apa hubungan sikap Ahok dengan pejabat pemerintah tersebut?? Mengapa mereka sebegitu paniknya atas kelakuan tidak beradab calon gubernur dengan status tersangka tersebut??? ( Rasanya dalam sejarah baru kali ini ada seorang tersangka bisa ikut pilgub… ).

Kesewotan pemerintah juga terlihat dari sikap kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan yang baru beberapa bulan menduduki jabatan barunya. Kasus penyerangan GMBI, gerombolan ex napi bimbingan kapolda, terhadap kaum Muslimin dan anggota FPI yang sedang mengawal pengadilan Habib Riziek Shihab, bukannya diselesaikan dengan baik. Padahal kasus tersebut menyebabkan seorang anggota FPI harus meregang nyawa. Akan tetapi Charliyan malah menjadikan Habib Riziek menjadi tersangka. Anehnya ketika pengacara Habib beberapa kali menanyakan surat resmi penetapan tersangka pihak kepolisian tidak bisa menunjukkannya. Ini yang menyebabkan Habib Riziek menolak panggilan kepolisian.

muhaballah-hrsTidak berhenti disitu saja, Habib juga difitnah melakukan perbuatan asusila, tak tanggung-tanggung dengan murid sekaligus simpatisan yang mengenal baik istri Habib. Kali ini Habib menantang sang pemfitnah dengan sumpah Laknat ( Mubahalah), seperti yang pernah diajarkan Rasulullah terhadap musuh-musuh Islam.

http://indonews.id/berita/soal-video-perselingkuhan–fpi–itu-fitnah-keji-dan-hoax-jatuhkan-habib-rizieq/

http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2017/01/29/ahokers-bela-habib-rizieq-pasca-heboh-selingkuh-firza-husein-simak-videonya/

Namun dengan izin Allah swt fitnah murahan yang bertubi-tubi tersebut justru membuat para pembela Ahok yang masih bersih hatinya berpikir ulang. Dan akhirnya membela pimpinan FPI tersebut. Bahkan belakangan ratusan simpatisan PDIP seperti Boy Sadikin dll akhirnya malah berbalik mendukung lawan Ahok, yaitu paslon Anies – Sandiaga. Allahu Akbar ….

Korban selanjutnya adalah Patrialis Akbar, hakim mahkamah, yang selama ini dikenal kukuh dalam ber-Islam. Patrialis juga diketahui mendukung aksi yang diadakan umat Islam beberapa waktu lalu. Hakim ini ditangkap polisi secara OTT ( Operasi Tangkap Tangan) yaitu menerima suap uji materi suatu undang-undang. Tapi kenyataannya polisi tidak bisa menunjukkan uang hasil OTT tersebut. Dan yang lebih menyakitkan lagi Patrialis dikabarkan ditangkap ketika sedang selingkuh dengan seorang perempuan. Padahal pada kenyataannya Patrialis sedang berjalan-jalan dengan istrinya. Anehnya berita tersebut mempunyai 3 versi tempat penangkapan yang berbeda, yaitu di sebuah hotel, di lapangan golf dan satu lagi di sebuah mall. Mana yang benar, munkingkah satu orang yang sama bisa berada di 3 tempat sekaligus ??? Sungguh menggelikan dan sama sekali tidak masuk akal!

https://liputansingkat.com/2017/01/29/tanggapan-pengacara-senior-soal-ott-patrialis-akbar/

Ketidak-berpihakan penguasa terhadap mereka yang tidak melindungi Ahok makin terlihat dengan adanya sertfikasi ulama. Karena seperti yang ketahui para ulama saat ini sedang berjuang keras mengingatkan umat agar melaksanakan perintah Allah swt agar tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin.

hp-ubnKetidak-sukaan ini juga terlihat jelas dengan tidak ditindak-lanjutinya prilaku sekelompok orang yang menakui-nakuti sekjen MUI Teuku Zulkarnaen di bawah tangga pesawat bandara Sintang beberapa waktu lalu. Terakhir, pengumuman ustad Bahtiar Nasir bahwa no hp sekjen GNPF tersebut telah di cloning oleh seseorang sejak Sabtu 11 Februari kemarin. Uztad kondang pimpinan AQL ( Al-Quran Learning) tersebut baru beberapa hari lalu dipriksa kepolisian dengan tuduhan pencucian dana umat. Pihak kepolisian mengancam bahwa mereka memiliki bukti kuat. Ini dilakukan setelah sebelumnya dituduh sebagai antek-antek ISIS !!

https://news.detik.com/berita/3418756/kata-pengacara-bachtiar-nasir-soal-pengumpulan-dana-212-via-yayasan

Bersyukur ABI (Aksi Bela Islam) 112 di masjid Istiqlal yang semula dilarang Kapolri dengan alasan masa tenang akhirnya dapat berlangsung lancar, bersamaan dengan kubu Ahok yang tanpa kendala bisa menyelenggarakan kampanye di Kemayoran. Itupun dengan perasaan was-was karena adanya ancaman bahwa kepolisian akan memanggil paksa Habib Riziek bila hingga tengah malam tersebut tidak juga memenuhi panggilan polisi.

Tito Karnavian sebagai Kapolri sebelumnya berkali-kali juga memperingatkan dengan keras agar gelar acara 112 tidak dipolitisasi. Padahal ABI sesuai namanya, dan telah diselenggarakan untuk kesekian kalinya  adalah aksi yang lahir karena umat Islam sakit hati atas pelecehan Ahok terhadap ayat suci Al-Quran. Dan ayat tersebut adalah ayat tentang memilih pemimpin yang berarti adalah hak politik kaum Muslimin. Jadi sungguh peringatan kapolri sangat tidak masuk akal. Sama dengan tidak masuk akalnya tuduhan ketua PBNU Said Aqil bahwa ABI bukan bertujuan memperkarakan Ahok melainkan ingin mengadu domba ulama-ulama garis keras dan ulama liberal.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/02/11/058845512/ketua-pbnu-tahu-siapa-penggerak-dan-tujuan-aksi-112

Syukur Alhamdulillah ABI 112 yang diikuti ratusan ribu peserta dari berbagai daerah yang rencananya akan long march namun ditentang, akhirnya berlangsung tertib di masjid Istiqlal. Acara tersebut diawali dengan shalat Tahajud kemudian shalat Subuh lalu ditutup dengan shalat Zuhur berjamaah. Dan yang tak dapat dihindari adalah long march, walaupun tidak sesuai rencana awal.  Long march terpaksa dilakukan mulai patung pak Tani di Kwitang hingga lokasi utama, masjid Istiqlal, saking banyaknya peserta yang antusias menghadiri acara. Acara ini juga dihadiri oleh ke 2 calon pasangan yaitu paslon no 3 Anies – Sandiaga dan calon no 1, Agus Yudhoyono. Ketiga orang calon tersebut terlihat shalat berdampingan dalam satu shaf, serius mendengarkan tausiyah para ulama, bahkan mesra saling bergandengan tangan. Masya Allah …

krewmetrotvSayangnya peristiwa ini harus dikotori seperti biasa oleh krew Metrotv yang berulah melaporkan bahwa dirinya diserang peserta aksi hingga kepalanya berdarah-darah. Padahal peserta aksi hanya menyoraki krew tersebut karena reputasi stasiun tv tempat ia bekerja memang sering memojokkan umat Isam. Dan laporan yang dibuat krew tersebut makin membuktikan keburukan mereka.

Keberpihakan penguasa kembali diperlihatkan kemarin malam, yaitu dengan diaktifkannya kembali Basuki Purnama Tjahja alias Ahok menjadi gubernur setelah masa cuti kampanye selesai, bahkan 8 jam sebelum masa tersebut habis. Padahal sebelumnya rezim penguasa sudah membebaskan Ahok dari undang-undang tersebut dengan alasan yang bersangkutan sedang cuti kampanye.

Begitu cutinya nanti habis kami berhentikan,” kata Tjahjo Kumolo di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jawa Barat, Jumat (16/12).

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20161227124908-12-182350/sidang-berlanjut-ahok-pasrah-tak-lagi-bertugas-di-balai-kota/

uu-pemda-pasal-83-ayat-1Dimana disembunyikan undang-undang yang menyebutkan bahwa seorang terdakwa harus di non-aktifkan secara sementara dari jabatannya??? Sebegitu pentingnyakah Ahok untuk diamankan hingga undang-undangpun harus dikalahkan?? Ada apa gerangan di negri tercinta ini???

Pilkada, khususnya pilgub DKI yang merupakan barometer negara, tinggal menghitung jam. Ahok yang dijagokan penguasa berapapun harganya, yang didukung dana tak terhingga dari 9 taipan raksasa yang  sangat berkepentingan dengan kelangsungan reklamasi, yang tak satupun kasusnya tersentuh meski bukti sudah menumpuk dan konyolnya tetap di elu-elukan pendukung fanatiknya, termasuk sebagian orang yang mengaku Muslim padahal jelas-jelas Ahok telah melecehkan ayat suci Al-Quran.

Namun atas kehendak-Nya aib-aibnya dibukakan-Nya sedikit demi sedikit. Masihkah kita mau memilih pemimpin yang seperti itu, seandainyapun tidak ada perintah Sang Khalik agar tidak memilihnya?? Relakah kita negri yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh darah kaum syuhada ini dikuasai komunis, yang notabene adalah kaum kafir tulen, paling kafir dari seluruh kafir yang ada di muka bumi ini?? Inikah fitnah akhir zaman Ya’juj Ma’jud yang dimaksud pada ayat 94 surat Al-Kahfi ??

Mereka berkata: “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”

ayat-memilih-pemimpinInilah saatnya kita bersatu, menjauhkan segala perbedaan mendasar, demi menyambut awal kebangkitan Islam yang telah diprediksi Rasulullah 15 abad silam. Ayo kita bangun dari tidur panjang yang telah melenakan kita hingga kita lalai akan tugas dan kewajiban kita dilahirkan ke dunia ini, yaitu sebagai khalifah di muka bumi. Pilih pemimpin Muslim yang amanah, yang tidak berhutang budi pada rezim kekuasaan manapun, serta yang dekat dan mau mendengarkan ulama. Tidak perlu memikirkan kicauan Ahok yang mengatakan memilih pemimpin berdasarkan agama adalah melanggar konstitusi.

https://news.detik.com/berita/d-3420395/tepis-ahok-hidayat-memilih-berdasar-agama-tak-langgar-konstitusi

Republik Turki dengan Tayyib Erdogan-nya telah memulai menunjukkan kebangkitan tersebut, rakyat negara-negara di Eropa dan Amerika yang berbondong-bondong bersyahadat, Masjidil Aqsho di Yerusalem yang nyaris jatuh ke tangan Zionis Yahudi Israel, ditambah lagi dengan Donald Trump seorang lelaki bejat tidak berakhlak yang justru terpilih menjadi negara adi daya Amerika dan jelas-jelas memperlihatkan permusuhan dan kebencian yang amat sangat terhadap Islam. Itulah sebagian tanda-tanda akhir zaman yang akan diawali dengan kebangkitan Islam.

Nabi SAW bersabda: “Akan datang kepada kalian (1) masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang (2) masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, (3) masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang (4) masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah (5) masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam”. [HR. Imam Ahmad]

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Februari 2017.

Vien AM.

 

Kekuatan Doa

“ Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”.( Terjemah QS. Al-Ahzab (33):41-43).

Kata DZIKIR berasal dari adz-dzikr dalam bahasa Arab, yang berarti mengingat, mengucap atau menyebut. Ayat diatas dan juga pada banyak ayat Al-Quran perintah berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla banyak kita jumpai. Dzikir kepada Allah dan segala kebesaran-Nya adalah penyebab dikeluarkannya kita dari kegelapan/ kesulitan/ keterpurukan menuju kepada cahaya/ kemudahan/ kemenangan/ kesuksesan. Doa dan shalat termasuk dalam dzikir.

Doa yang merupakan kekuatan dasyat yang diberikan kepada kaum Muslimin, adalah sebuah cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.  Allah swt sangat menyukai dan mencintai hamba yang senantiasa berdoa; memohon kepada-Nya apa yang diinginkannya, merengek dan mengadukan segala kesulitan kepada-Nya agar diberi jalan keluarnya.

Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu memulai segala aktifitas dengan berdoa. Itu sebabnya sejak kecil umat Islam telah diajarkan dan dibiasakan membaca bermacam doa, seperti doa hendak tidur, doa hendak makan, doa hendak bepergian, doa masuk kamar kecil dll.

Isi doa selain seperti yang diajarkan Rasulullah di atas, bisa juga mengambil ayat-ayat Al-Quran, dan bisa juga dengan kata-kata sendiri dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah atau bahasa  apapun yang ada di dunia ini. Namun tentu saja ada adabnya. Diantaranya didahului dengan bertasbih yaitu memuji-Nya dan bershalawat untuk Rasulullah saw.

https://konsultasisyariah.com/9561-13-ada-dalam-berdoa.html

Sayangnya, kita berdoa pada umumnya hanya untuk kepentingan diri dan keluarganya sendiri. Tak banyak Muslim yang rajin berdoa agar di anugerahi pemimpin yang amanah, yang mampu dan mau benar-benar memikirkan kepentingan umatnya.

Padahal sesukses dan sekaya apapun kita dan keluarga kita, bila pemimpinnya tidak amanah, keberkahannya dapat dipastikan cepat menguap tak berbekas. Dan yang harus juga diingat jika ini terjadi yang paling menderita adalah kelas menengah atas. Mengapa demikian?? Karena rakyat kelas bawah sudah terbiasa hidup susah dan kekurangan. Lain halnya dengan kelas menengah atas yang terbiasa hidup mapan dan nyaman.

Suriah adalah contohnya. Sebelum tahun 2011 rakyat Suriah, Aleppo khususnya yang merupakan kota industry, kota terbesar ke 2 setelah Damaskus,  tidak pernah mengira bahwa kota dan negaranya bakal hancur seperti sekarang ini. Padahal Aleppon, kota yang tercatat sebagai salah satu tua tertua di dunia ini tadinya tersohor sebagai kota pariwisata yang menawan. Penduduknya banyak yang sukses dan hidup makmur. Tapi kini sebagian besar rakyatnya baik yang miskin maupun yang sukses dan kaya raya terpaksa mengungsi dan hidup di pengungsian dengan kodisi yang jauh dari nyaman. Begitu juga Beirut ibukota Lebanon yang mendapat julukan “ Parisnya Timur Tengah” sebelum pecah perang saudara. ( 1975- 1990).

Pemimpin adalah kunci kesuksesan sebuah negara. Untuk itu diperlukan pemimpin yang amanah. Pemimpin amanah adalah seorang Muslim sholeh, yang sangat takut pada Tuhannya. Yang dengan demikian menyadari betapa berat tugas dan tanggung-jawab seorang pemimpin. Itu sebabnya ia tidak akan berani korupsi, dalam hal apapun, tidak suka berbohong apalagi berbuat curang. Ia benar-benar menyadari bahwa amanah yang dititipkan umat ditujukan agar ia mau mengurusi kebutuhan spiritual dan material rakyat yang dipimpinnya. Memberikan kemudahan agar umat dapat beribadah, memuji Tuhannya dengan sebaik mungkin. Menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya, apapun agama, suku dan rasnya. Dan semuanya ini dilakukannya demi mencari ridho Sang Khalik, Allah Azza wa Jallat, penciptanya.

Berikut cuplikan pidato Umar ibn Khattab pada pelatikan beliau sebagai khalifah :

” Kewajibanku adalah aku tidak akan memilih orang-orang diantara kalian atau apa yang telah Allah anugerahkan kepada kalian, kecuali adanya pertimbangan yang tepat. Dan aku berkewajiban menambah pendapatan kalian atau rezeki kalian. Jika Allah berkehendak, maka aku naikkan upah kalian. Kewajibanku kepada kalian adalah tidak menyesatkan kalian pada bencana. Jika kalian hilang dalam suatu perintah dan perjalanan, maka aku akan mencarinya. Mengenai harta Allah, aku memposisikan diriku disini seperti anak yatim. Jika aku diberi kekayaan, maka aku akan menjadi ornag yang pemurah. Jika aku miskin, aku akan memakan makanan yang baik dan halal. Bertaqwalah kalian semua, wahai hamba Allah.

Bantulah aku dengan urusan yang ada pada kalian semua dengan menjalankannya dengan baik. Dan semoga diteguhkan kepadaku untuk selalu memerintahkan kebaikan dan mencegah terjadi kemungkaran dan selalu menasihatkan kebaikan ketika aku memerintah nanti.

Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).

Jadi sungguh tidak benar slogan “ Lebih baik kafir tapi jujur daripada Muslim  tapi Korupsi”. Perbandingan tersebut bukan perbandingan yang seimbang. Karena kafir  sendiri berarti tidak beriman kepada Allah Yang Satu yaitu Allah swt, itulah dosa terbesar dalam kacamata Islam.

Patut diingat, setiap agama pasti mempunyai standard dan aturan masing-masing. Dan bukan hal yang aneh bila suatu negara membuat peraturan pemimpin harus seagama dengan mayoritas rakyatnya. Itulah adalah fitrah manusia, karena setiap manusia pasti lebih nyaman bila pemimpinnya memahami apa yang dibutuhkannya. Sebagai contoh, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris atau  Perancis yang notabene mayoritas rakyatnya Nasrani, dan mengaku sebagai negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan toleransi, tidak pernah tercatat mempunyai presiden beragama Islam.

Begitu pula Islam. Islam  adalah ajaran yang sangat spesifik. Ia memiliki sejumlah aturan sendiri yang wajib dipatuhi pemeluknya, bukan hanya sebagai pribadi tapi juga dalam hubungan sosial kemasyarakatan. Umat Islam membutuhkan komunitas, fasilitas  dan kebijaksanaan yang sangat khas. Misalnya, kebutuhan akan masjid, pelaksanaan shalat pada jam kerja, shalat berjamaah di masjid pada hari Jum’at, menjalankan puasa pada bulan Ramadhan, penentuan hari raya iedul fitri dan iedul adha, mengenakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari, pemotongan hewan halal, menjauhi riba, minuman keras, perjudian serta pelacuran, hukum waris, hukum perkawinan  dan masih banyak lagi. Bahkan ketika meninggal duniapun seorang Muslim wajib dimakamkan dengan aturan tertentu.

Itu sebabnya umat Islam memerlukan pemimpin, pemimpin yang benar-benar mengerti, memahami dan menguasai kebutuhan orang yang dipimpinnya. Dan tentu saja kalau bukan dari kalangan umat Islam sendiri siapa lagi yang lebih patut menjadi pemimpin tersebut. Apalagi Allah swt dengan tegas telah memerintahkan hal tersebut, bukan hanya dengan 1 atau 2 ayat, tapi sampai 7 ayat ! Diantaranya yaitu surat Al-Maidah ayat 51 yang belakangan menjadi populer berkat kasus pelecehan yang dilakuan gubernur DKI, Ahok alias Basuki Purnama Cahaya,.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS.Al-Maidah(5):51).

Artinya, bila kita tetap nekad memilih pemimpin yang bukan dari kalangan kita sendiri ( baca Islam), Allah swt tidak lagi mau melindungi kita. Dan dampak perbuatan ini tidak saja ‘hanya’ kita terima di akhirat nanti, tapi juga di dunia. Allah swt memerintahkan dengan jelas agar tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, untuk kepentingan dan kebaikan kita sendiri, yaitu agar umat Islam dapat menjalani kehidupan sosial sesuai ajarannya. Karena pemimpin adalah orang yang diberi mandat untuk menentukan segala kebijakan dalam suatu pemerintahan.

Jadi sungguh aneh bila ada sebagian orang yang mengaku Islam tapi berpendapat bahwa orang Islam tidak perlu berpolitik. Dengan dalih Islam adalah rahmatan alamiin, maka cukup berbuat baik saja. Itulah jargon sesat tokoh JIL almarhum Nurcholis Majjid “ Islam Yes Partai Islam No”, yang hingga saat ini masih dipegang sebagian umat Islam.  Ini pula yang terjadi di Lebanon dan Pantai Gading hingga akhirnya harus pasrah memiliki presiden non Muslim ( Nasrani) padahal mayoritas penduduknya Muslim.

Sebaliknya seorang pemimpin Muslim yang tidak amanah juga beresiko menyengsarakan rakyatnya. Kekacauan mengerikan di Suriah terjadi diawali karena pemimpinnya yaitu Bashar Assad yang otoriter, tidak mau menerima kritik rakyatnya yang mayoritas Islam Sunni. Bashar sendiri adalah seorang Syiah. Kini Suriah menjadi ajang pertempuran banyak pihak dengan berbagai kepentingan. Demkian pula negara-negara teluk yang hingga saat ini terus bergejolak. Pemimpin mereka memang Muslim namun tidak/kurang amanah. Mereka menjadikan kaum kafir sebagai sekutu bahkan penolong dengan meninggalkan sesama Muslim. Itu sebabnya mereka menjadi tergantung, lemah dan mudah di adu domba oleh mereka yang tidak menyukai Islam.

Untuk itu kita umat Indonesia yang sebentar lagi akan menghadapi pilkada, marilah kita mengambil hikmahnya. Apa lagi saat ini, di zaman dimana para ulama garis lurus di kriminalisasi hanya karena tidak sejalan dengan kemauan penguasa, umat Islam yang terus diprovokasi dan di adu domba dengan berbagai cara.

Kita mulai dengan ber-doa. Patut dicamkan, doa itu bukan”hanya”. Doa adalah niat, harapan yang mengawali sebuah perbuatan. Jadi adalah wajib bagi seluruh umat Islam untuk berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon kepada Sang Khalik, pemimpin seperti apa yang ingin kita miliki.  Dan agar doa terkabul wajib bagi kita untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Kenali Tuhan kita.

Ada sebuah perumpamaan menarik. Ketika seseorang terus digonggongi seekor anjing padahal ia orang yang benar-benar takut pada anjing. Otomatis tentu ia akan lari terbirit-birit sambil berusaha  melempari anjing tersebut dengan batu atau apa saja yang ia temui. Akankah ia berhasil keluar dari ketakutannya itu? Mana yang lebih efektif, dengan bila ia melapor kepada si empunya agar segera mengendalikan anjingnya? Masalahnya kenalkah ia dengan si pemilik anjing?

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Terjemah QS. Al-Baqarah: 186).

Begitu pula dengan doa, kenali Sang Pemilik, dekati dan pelajari apa yang Ia kehendaki dari kita. Setelah doa, kita harus berusaha keras mewujudkan doa tersebut. Diantaranya dengan ikut memilih, tidak golput, lebih baik lagi bila bisa ikut mengawasi jalannya pemilihan. Mari kita rapatkan barisan, pilih pemimpin yang amanah, yang benar-benar mau menegakkan nilai-nilai Islam dan membela rakyatnya. Penting untuk diingat, tidak ada manusia yang sempurna. Tapi yakinilah Allah swt pasti akan menolong dan mengisi kekurangan tersebut, selama yang bersangkutan dekat dengan ulama dan mau mendengar nasehat mereka.

Terakhir kita tutup usaha kita dengan kembali berdoa, pasrah dan yakin bahwa ketetapan-Nya adalah yang terbaik untuk kita semua, pasti ada hikmah yang dapat kita ambil. Bukankah Islam mengajarkan manusia hanyalah dapat berusaha sedangkan keputusan akhir adalah hak-Nya? Dan usaha inilah yang akan dinilai-Nya bukan hasilnya. Allahu Akbar …

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Terjemah QS.-Taubah (9):105).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 26 Januari 2017.

Vien AM.

Energi Al-Maidah (4).

Meski telah didemo secara besar-besaran oleh jutaan umat Islam dari seluruh penjuru negri, bahkan hingga 3x, kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok di pulau Seribu pada  27 September 2016 lalu belum juga tuntas.

Sidang yang diselenggarakan pada 3 Januari 2017 berlangsung cukup alot. Pembela kedua kubu yang hadir di persidangan dikabarkan nyaris bentrok. Ketika azan berkumandang dan para pembela kebenaran segera menegakkan shalat berjamaah di jalanan, para pembela Ahok yang selalu berkoar demi toleransi dan persatuan NKRI, justru mempertontonkan sikap buruk yang sungguh bertentangan dengan ucapan mereka. Tanpa tahu sopan santun mereka menyetel musik keras-keras dan berjoged di depan jamaah sambil mengejek mereka yang sedang menghadap Tuhannya. Na’udzubillah min dzalik …

http://metro.sindonews.com/read/1167780/170/kawal-sidang-ahok-massa-gnpf-mui-salat-berjamaah-di-jalan-1483425334

Novel Bamukmin, sekretaris FPI, yang hadir sebagai saksi pada sidang hari itu, memaparkan bahwa sidang terkesan mengada-ada dan melebar ke arah yang tidak substansif. Contohnya adalah BAP tentang dirinya, yang sempat menjadi viral selama beberapa waktu. Ahok yang berstatus tersangka itu malah mempermasalahkan dan menuduh bahwa Fitsa Hats yang dalam BAP tercatat sebagai tempat Bamukmin pernah bekerja, sebenarnya adalah Pizza HUT yang sengaja dipelintir karena saksi malu pernah bekerja di perusahaan Amerika yang notabene negara kafir. Padahal BAP itu ditulis oleh pihak kepolisian bukan saksi.

Tuduhan Ahok tentu bukannya tanpa perhitungan matang. Gubernur petahana ini bermaksud menyasar umat Islam yang masih ragu menentukan sikap dalam cara memilih pemimpin, dengan membentuk opini negatif bahwa bahkan seorang anggota FPIpun tidak konsisten dalam bersikap. Berikut sebuah artikel yang dapat dijadikan panduan bagaimana hukum seorang Muslim bekerja di perusahaan non Muslim, dan apa bedanya dengan memilih pemimpin non Muslim.

http://www.dakwatuna.com/2017/01/09/84793/novel-bamukmin-fitsa-hats-dan-hukum-muslim-bekerja-perusahaan-non-muslim/#axzz4VFLxSM3G  

Selain itu juga adalah sikap salah satu kuasa hukum Ahok yaitu Vivi Evitha yang tak lain adalah adik bungsu tersangka. Perempuan ini menyandingkan kasus Habib Rizieq Shihab dengan kasus Ahok dengan mengemukakan bukti yang sama yaitu video rekaman yang menurutnya telah melecehkan agama lain. Tentu saja Novel langsung mengajukan keberatan, yang beruntung diterima oleh majelis hakim lantaran memang tidak ada korelasinya.

“Dia mengangkat Habieb Rizieq memakai ayat, menilai ulama bukan kapasitasnya. Itu yang disampaikan adik Ahok. Dan saya tahu adik Ahok bukan Islam, ngapain bawa-bawa ayat, bukan kapasitasnya,” ujar Novel di luar sidang.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/03/063832327/saksi-ini-keberatan-pertanyaan-adik-ahok-yang-sebut-rizieq

Demikian pula dengan sidang ke 5 yang di gelar pada 10 Januari. Pembela mempertanyakan sikap saksi Irena Handono, yang dianggap tidak tabayun dalam menyikapi pernyataan Ahok di kepulauan Seribu. Namun dengan sigap Irena, mantan biarawati yang sejak beberapa tahun lalu menjadi dai, justru mempecundangi si pembela dengan pernyataan bahwa tabayun adalah istilah yang merujuk dalam hukum Islam, yang artinya adalah mengkonfirmasi ulang sebuah pernyataan.

“Ketahuilah, istilah tabayun itu merujuk pada istilah dalam hukum Islam. Di Al-Quran Bapak temukan di mana? NKRI ini kita ini berdiri berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang 1945. Kalau Indonesia ini pakai hukum Islam, terdakwa sudah kami usir”, tegas Irena.

Dari beberapa contoh di atas dapat disimpulkan bahwa sidang penistaan agama kali ini terkesan jelas ingin dipersulit. Bandingkan dengan budayawan Arswendo Atmowiloto yang pernah divonis 4 tahun akibat dinilai menodai agama pada tahun 1990. Juga Lia Aminudin yang pernah dua kali dijatuhi hukuman penjara 2 tahun 6 bulan pada tahun 2006 dan 2 tahun 5 bulan pada 2009. Demikian pula seorang pendeta bernama Antonius Richmond Bawengan yang divonis 5 tahun penjara karena dinilai melecehkan agama Islam dan sekaligus Katholik. Belum lagi politikus Permadi yang pernah dipenjara karena penistaan agama.

“Dan puluhan orang yang dituduh melakukan penistaan agama langsung ditangkap, langsung ditahan, langsung diadili, langsung dipenjara. Termasuk saya,” aku Permadi yang kesal melihat perbedaan mencolok sikap pengadilan antara dirinya dengan Ahok.

Atau yang terakhir adalah kasus Habib Riziek yang tak sampai 3 minggu dari adanya pelaporan telah dipanggil kepolisian. Padahal kalau mau kita simak bersama kasus Habib tidaklah sama dengan Ahok. Habib sebagai seorang ulama berceramah di depan umatnya sendiri. Mengenai materi yang dianggap melecehkan umat agama lain tentu tidak dapat dipersalahkan, karena beliau memang sedang menerangkan tafsir surat Al-Ikhlas yang merupakan ruh ajaran yang diimaninya, yaitu tauhid.

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. ( Terjemah QS. Al-Ikhlas (112):1-4).

Anehnya lagi, pengacara Ahok, Trimoelja D. Soerjadi, seperti juga para pembenci Islam, menuduh bahwa kasus Ahok bermuatan politis, agar kliennya itu batal sebagai cagub. Padahal jelas yang jadi pemicu kasus Ahok memang ayat tentang cara memilih pemimpin dalam Islam, yang diyakini cagub tersebut bakal membuatnya kalah, bila umat Islam yang merupakan mayoritas rakyat taat terhadap kitab sucinya. Artinya Ahoklah yang memulai mempolitisasi ayat tersebut demi ambisi besarnya menjadi DKI-1, bukan umat Islam .

Tak heran bila untuk itu maka Trimoelja yang nyata-nyata sudah gagal paham memaknai perjuangan umat Islam dalam membela agamanya itu, bersumpah akan menghancurkan kredibilitas para saksi. Dan sumpah itu terbukti dengan bukti-bukti di atas, dengan tidak relevannya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam persidangan.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/09/063834114/pengacara-ahok-kami-akan-hancurkan-kredibilitas-saksi

http://www.panjimas.com/citizens/2017/01/16/temuan-tim-advokasi-gnpf-mui-kriminalisasi-para-saksi-perkara-penistaan-agama/

Tak hanya pengacara Ahok, para penguasa negri yang tampak ingin melindungi Ahok itu, terus berusaha keras mencari-cari kesalahan para ketua maupun pembina  GNPF dan MUI. Habib Riziek, Pembina sekaligus ketua FPI itu dituduh dengan berbagai pengaduan yang mengada-ada, diantaranya tuduhan pelecehan Pancasila.

http://suaranasional.com/2016/10/29/dituding-lecehkan-pancasila-ini-jawaban-skakmat-habib-rizieq-ke-sukmawati/

Sementara ustad Bahtiar Nasir ketua GNPF dituduh sebagai kaki tangan ISIS hanya karena rekening yayasan yang rutin menyalurkan  bantuan zakat infak sodaqoh umat Islam untuk rakyat Suriah yang menjadi korban kekejaman pemerintahan Syiah Bashar Assad. Dan pemicunya tak lain adalah infak yang terkumpul ketika demo Aki Bela Islam 212 yang mencapai 3.5 milyar.

“Silahkan saja di cek. Saya sudah meminta pihak bank untuk mem-print dana yang masuk, yang jumlahnya 700 ribu lembar itu. Ada yang transfer 20 ribu, 50 ribu, 100 ribu hingga yang jutaan. Jadi g usah khawatir infak antum yang hanya 20 ribu semua tercatat rapi”, ujar ustad Bahtiar Nasir mengomentari asal dana ABI sambil tersenyum simpul dan disambut takbir jamaah yang berkumpul di masjid Al-Azhar untuk shalat Subuh berjamaah Minggu 15 januari kemarin.

tengku-zulkarnaen-dicegatJuga MUI yang terus dikriminalisasi dengan bermacam tuduhan tak berdasar, tak hanya dengan menyebar fitnah tapi juga tindakan anarkis. Contohnya Tengku Zulkarnaen, sekjen MUI, yang disambut sekelompok orang bersenjata tradisional di bawah tangga pesawat begitu pesawat yang membawa ulama ini mendarat di bandara Sintang, Kalimantan Barat. Sungguh ajaib, bagaimana mungkin sekelompok orang bersenjata bisa masuk ke sebuah bandara bahkan hingga tangga pesawat?? Dimana polisi dan petugas bandara yang biasanya dengan ketat memeriksa orang yang akan masuk bandara???

http://www.panjimas.com/news/2017/01/12/astaghfirullah-wasekjen-mui-diancam-massa-dayak-ini-tanah-kafir-jangan-diinjak/

Demikian pula para anggota FPI yang sedang mengawal sidang Habib Riziek di pengadilan Mapolda Jawa Barat. Sejak awal persidangan mereka memang sudah di provokasi oleh GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) sebuah ormas binaan Irjen Anton Charliyan, kapolda Jabar. ( Padahal ada peraturan polisi/aparat negara tidak diperbolehkan berada/memayungi suatu ormas). Namun mereka tetap bertahan tidak mau melayani provokasi ormas yang menginginkan agar Habib ditahan itu.

Namun di akhir persidangan, ketika para pendukung Habib sudah membubarkan diri, beberapa anggota FPI diserang oleh anggota GMBI hingga ada yang terluka di kepala bahkan ada yang tak sadarkan diri hingga semalaman. Mereka juga memukuli kendaraan FPI yang sedang terjebak macet hingga kaca-kacanya pecah. Ironisnya hal itu terjadi di depan kantor polisi hingga terkesan polisi memang sengaja mendiamkannya.

http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/01/13/109571/sejumlah-anggota-fpi-diserang-anggota-ormas-seusai-kawal-pemeriksaan-habib-rizieq.html

demo-1601-di-depan-alazhardemo-1601-di-dpn-mabesPada peringatan Maulud Nabi di masjid Al-Azhar Jumat 13 Januari, Habib menuturkan tampaknya dirinyalah yang sebenarnya ingin dijadikan sasaran. Namun sebagai orang yang taat hukum yang dilakukan pimpinan FPI itu hanyalah mengajak kaum Muslimin agar siang ini, Senin 16 Januari, untuk long march dari masjid Al-Azhar menuju mabes Polri dengan tujuan agar kapolda Jabar dicopot dari jabatannya karena telah menyalah-gunakan wewenang..

Sementara FUIB ( Forum Umat Islam Bersatu ) Sulawesi Selatan menyampaikan pernyataan sikap atas peristiwa pelecehan dan penyerangan terhadap kaum muslimin, khususnya anggota FPI di Bandung  dan penghadangan ulama di Bandara Sintang , Kalimantan Barat, diantaranya agar kepolisian mencopot jabatan kapolda Jawa Barat dan kapolda Kalimantan Barat.

http://www.panjimas.com/news/2017/01/15/fuib-sulsel-insiden-kalbar-dan-jabar-bukti-konspirasi-bungkam-kebangkitan-islam/

Anehnya, kantor berita mainstream diantaranya CNN malah memberitakan hal yang sebaliknya !

http://www.dakwahmedia.net/2017/01/cnn-plintir-fpi-serang-gmbi-fakta-gmbi.html

Berikut rekamannya, silahkan dinilai siapa sebenarnya yang anarkis?

https://www.youtube.com/watch?v=FJCE9dJYnVU

Menjadi pertanyaan besar mengapa demi seorang Ahok pemerintah tega mendzalimi para ulama dan umat Islam yang merupakan mayoritas negri tercinta ini. Ada apa gerangan dengan Ahok? Siapa sebenarnya kekuatan di belakang orang no 1 DKI yang begitu ngotot mempertahankan proyek raksasa reklamasi teluk Jakarta yang hanya menguntungkan segelintir orang dan jelas-jelas bertentangan dengan rekomendasi kajian KKP ( Kementrian Kelautan dan Perikanan) dibawah pimpinan mentri Susi Pudjiastuti??

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/17/01/16/ojv8ij382-ahok-dikecam-karena-terbitkan-pergub-reklamasi-tabrak-aturan

Sungguh umat Islam nampaknya sedang mengalam ujian berat. Ironisnya, tidak hanya dari luar namun juga dari dalam, itulah kaum munafikun, yaitu mereka yang mengaku Islam tapi prilakunya suka memojokkan kaumnya sendiri, benar-benar menyakitkan …

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. ( Terjemah QS. An-Nisa(4):138-139).

Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan, “Orang-orang munafik itu akan terus ada sepanjang masa. Apalagi tatkala kekuatan Islam nampak dan mereka benar-benar tidak bisa mengalahkannya. Saat itulah mereka memeluk Islam dengan tujuan memasang makar buat Islam dan orang-orang Islam dalam hati mereka.”

Semakin jelas bahwa peristiwa pelecehan Ahok terhadap ayat 51 surat Al-Maidah di kepulauan Seribu September lalu adalah skenario Allah untuk memperlihatkan sekaligus memisahkan mana Muslim sejati dan mana Munafikun. Na’udzubillah min dzalik.

Wallahu’alam bish shawab.

Jakarta, 16 Januari 2017.

Vien AM.

Berhaji Dengan Bersepeda.

… …  mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):97).

Ya ibadah haji adalah kewajiban bagi yang mengaku Muslim dan memiliki kemampuan untuk melakukannya. Kemampuan yang dimaksud dalam ayat tersebut bukannya harus kaya raya dalam arti mempunyai harta yang berlimpah. Melainkan cukup memiliki biaya untuk mengadakan perjalanan pulang pergi ke tanah suci, biaya hidup selama disana dan biaya cukup bagi keluarga yang ditinggalkan selama yang bersangkutan berhaji. Serta yang utama dalam keadaan sehat sehingga ia mampu melakukan seluruh rentetan rukun dan wajib haji.

Haji adalah impian bagi seorang Muslim sejati. Puncaknya adalah wukuf di Arafah. Itulah saat dimana semua orang berkumpul dalam kedudukan yang sama di hadapan Tuhannya, Allah Azza wa Jalla. Baik yang kaya maupun miskin, raja maupun rakyat biasa, lelaki maupun perempuan, tua maupun muda, apapun warna kulitnya, semua bersimpuh, rukuk dan sujud memohon ampunan dan ridho-Nya. Bagi seorang Muslim, hari-hari haji adalah hari-hari yang merupakan puncak spiritual yang sungguh tinggi nilainya dihadapan Sang Khalik. Pada hari itu para jamaah memandangi langit Arafah. Disebutkan dalam hadits qudsi bahwa Allah berfirman kepada para malaikat:

Lihatlah kepada hamba-Ku di Arafah yang lesu dan berdebu. Mereka datang kesini dari penjuru dunia. Mereka datang memohon rahmat-Ku sekalipun mereka tidak melihat-Ku. Mereka minta perlindungan dari azab-Ku, sekalipun mereka tidak melihat Aku”.

Saat itu Allah mendekat sedekat-dekatnya kepada hamba-hamba-Nya yang wuquf di Arafah untuk mendengarkan ungkapan dan keluhan hati mereka, menatap dari dekat wajah dan perilaku mereka. Nabi Muhammad saw bersabda :

“ . . . Ia (Allah) mendekat kepada orang-orang yang di Arafah. Dengan bangga Ia bertanya kepada para malaikat, Apa yang diinginkan oleh orang-orang yang sedang wukuf itu ? “

Maka tak heran bila kita sering mendengar kisah seorang Muslim, dengan segala keterbatasannya, pergi menunaikan haji. Keterbatasan tersebut bermacam-macam, ada yang kurang mampu secara harta, ada yang secara fisik, dan ada juga yang dengan perjuangan berat dengan berbagai alasan. Perjalanan haji di jaman modern ini tidaklah begitu sulit dilakukan. Akan tetapi, tidak semua orang seberuntung itu, ada sebagian orang yang harus menempuh perjalanan berbulan-bulan untuk sampai ke Mekah. Berikut adalah diantara kisahnya :

1. Bulat Nassib Abdulla , seorang pemuda Rusia.

mualaf-rusia-berhaji-dng-bersepedaPada tanggal 8 September 2016, Bulat  Nassib Abdulla, seorang pemuda Rusia,  tiba di Makkah, setelah bersepeda menempuh jarak 6600 km dari tempat tinggalnya.  Ia diterima sebagai tamu kehormatan dan mendapat banyak penghargaan dari organisasi pramuka Saudi. Selain melakukan ibadah haji, pemuda berusia 24 tahun tersebut mendapatkan kehormatan bergabung dalam tim relawan yang bertugas melayani para jamaah dari berbagai negara. Pemuda tersebut dimasukkan ke dalam kloter peziarah Pramuka Hulaifah Saudi.

Bulat meninggalkan Rusia pada hari pertama Ramadhan, 6 Juni 2016. Setelah melewati beberapa negara seperti Azerbaizan, Yordania, Cyprus, Turki. Tiga bulan kemudian, akhirnya ia berhasil sampai di Madinah.

Haji diwajibkan untuk sekali dalam seumur hidup bagi semua umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahun Muslim di seluruh dunia mengunjungi Makkah untuk melakukan ibadah tersebut. Pada haji tahun 2016 ini, semoga Allah menerima ibadah haji dan doa kami serta melindungi kita dari setiap hal yang buruk,” ujarnya.

2. Mohammad, dari RRC.

muslim-cinaMohammad, demikian nama lelaki setengah baya yang melakukan perjalanan sejauh 8.150 kilometer dengan mengayuh sepeda dari rumahnya di provinsi Xinjiang menuju Arab Saudi. Setelah menempuh perjalanan 2 bulan, pada tanggal 21 Agustus 2016, tibalah Muhammad di tujuan.

Mohammad berkisah bahwa ia termasuk orang yang tak mampu membayar biaya berhaji secara normal. Namun hal tersebut tak membuatnya putus asa. Ia mengumpulkan bekal sebisanya, kemudian sebagai seorang yang terbiasa bersepeda iapun mengkomunikasikan perjalanan spektakulernya kepada komunitas sepeda di Arab Saudi. Alhasil, begitu ia sampai di kota Thaif, kota peristirahatan  tak jauh dari Makkah, ia pun disambut oleh kelompok bersepeda kota itu dan mengiringinya hingga ke Mekah.

Kami adalah klub sepeda pertama di Arab Saudi yang menyambut pesepeda Muslim Cina, dan kami berharap pada klub-klub sepeda lokal lainnya untuk dapat menerima Mohammad dengan hangat serta memperkenalkannya dengan kota-kota mereka,” kata Nayef Al Rawas, Ketua klub sepeda lokal di kota Taif.

3. Senad Hadzic dari Bosnia.

senadhadzic-haji-berjalankakiPada tahun 2012, demi mencapai impian melaksanakan haji, Senad Hadzic (47 tahun), berjalan kaki sejauh 5.900 km dari desanya di Bosnia menuju Mekah. Ia meninggalkan kota kelahirannya, Banovici, Bosnia, dan berjalan kaki sekitar 3.540 mil melintasi Bosnia, Serbia, Bulgaria, Turki, Suriah, Yordania dan Arab Saudi untuk akhirnya mencapai Mekah.

Saya berjalan atas nama Allah, untuk Islam, untuk Bosnia-Herzegovina, untuk orang tua saya, dan untuk kakak perempuan saya,” jelas Hadzic.

Berbekal ransel seberat 20 kg berisi peralatan hidup sekedarnya dan uang 200 euro di tangan, Hadzic memulai perjalanan spiritualnya. Bila ia lelah atau malam hari tiba ia istirahat dan tidur di masjid yang ditemuinya, atau di taman kota, dan kadang-kadang juga di jalanan. Namun demikian ia menyatakan perjalanannya yang berat itu terasa ringan begitu akhirnya ia tiba di Mekah : “Aku benar-benar sangat senang dan menurutku ini adalah tempat yang paling indah di dunia.”

4. Nathim Cairncross dan Imtiyaz Ahmad Haron, dari Cape Town

afrika-selatanPada tahun 2010, Nathim Cairncross (28) dan Imtiyaz Ahmad Haron (25), dua orang pemuda dari Cape Town, Afrika Selatan mengayuh sepeda ke Arab Saudi untuk melakukan perjalanan haji.

“Mengayuh sepeda ke Arab Saudi dari Cape Town adalah pengalaman yang melelahkan. Kami memang berniat melakukan perjalanan haji dengan cara ini agar kami bisa merasakan sendiri kerasnya melakukan ibadah haji,” kata Cairncross, seorang pemuda yang berprofesi sebagai perencana tata kota.

Ketika ditanya mengapa mereka memilih untuk naik sepeda, Cairncross berkata: “Ini memberi kita banyak kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang dari negara yang berbeda. Selain itu, selama perjalanan kami bisa berdakwah di mana pun kami berhenti untuk menginap.”

5.Salim Moumou, seorang pemuda Perancis.

salim-moumou-eljeddahoui-monasPada tahun 2007, Salim Moumou, seorang mahasiswa Perancis berusia 25 tahun melakukan perjalanan sejauh 4800 km ke tanah suci dengan bersepeda. Ia memulai perjalanannya dari kota asalnya di Perancis. Ia melalui Belgia, Swiss dan Italia lalu dari Italia berlayar ke Turki. Ia mengakui bahwa perjalanan spiritual tersebut termotivasi oleh kisah kakeknya yang mengayuh sepeda mulai dari Suriah, Jordania, kemudian Arab Saudi.

Kakek saya butuh waktu enam bulan untuk sampai ke Mekah, saat itu kondisi untuk makan dan tidur masih sangat sulit. Saya ingin merasakan kondisi yang sama dan kesulitan yang sama.” katanya penuh semangat.

6. Dzhanar Aliyev Magomed Ali dari Chechnya.

dzhanar-aliyev-magomed-ali-monasMagomed Ali membutuhkan sekitar 10 minggu perjalanan dari Urus-Martan, sebuah desa kecil di Chechnya, ke kota suci Mekah di Arab Saudi. “Aku hanya takut kepada Allah, dan kemungkinan bahwa aku tidak akan sampai ke tujuan,” kata Magomed Ali setelah pulang dari perjalanan ibadah hajinya.

Magomed Ali bukanlah seorang yang masih muda namun semangat dan kemauannya yang begitu tinggi sangat patut diacungi jempol. Dalam usianya yang sudah 63 tahun, ia mencari pengalaman spiritual terbesar dalam hidupnya. Pada tahun 2007 dengan sepedanya yang sudah karatan, ia berhasil melakukan perjalanan sepanjang 12 ribu kilometer, dengan melintasi 13 negara untuk kemudian bergabung dengan hampir tiga juta Muslim dari seluruh dunia untuk melakukan ibadah haji.

Rupanya perjalanan tersebut adalah bentuk nazar Magomed kepada sang ibu, yaitu jika ada sedikit rezeki untuk bertamu ke Baitullah, maka dia ingin melakukannya lewat jalan darat.

7. Konvoi sepeda motor rombongan dari Malaysia.

Pada Mei 2014 serombongan calon jamaah dari Malaysia bersepeda motor dari Kuala Lumpur menuju Madinah. Rombongan berjumlah 12 orang ini berhasil memasuki tanah suci dengan mengendarai 8 sepeda motor dan satu mobil kecil,setelah melewati 12 negara dan mampir di 53 kota.

Pengalaman dua bulan di jalan nyaris tanpa kendala, kecuali ketika tiba di perbatasan antarnegara. Kedutaan Besar Malaysia di masing-masing negara transit harus selalu turun tangan untuk membantu memfasilitasi perjalanan mereka. “Kebanyakan soal prosedur perbatasan saja,” kata mereka.

Perjalanan spiritual dengan cara konvoi sepeda motor yang dilakukan rombongan ini adalah untuk yang ke 3 kalinya.

Tentu masih banyak lagi kisah perjalanan haji mereka yang berangkat tidak secara yang biasa kita dengar.  Bahkan saking menggebunya tidak jarang calon jamaah nekad melakukan perjalanan tanpa izin resmi. Choiron Nasichin, adalah salah satu contohnya. Pada tahun 1992, lelaki asal Jombang Indonesia ini nekad menyusup ke dalam pesawat jamaah haji yang berangkat dari bandara Juanda Surabaya. Aksinya baru ketahuan menjelang pesawat turun di bandara King Abdul Aziz Jedah, hingga akhirnya terpaksa dipulangkan ke tanah air. Namun demikian perbuatan kurang baik yang dilandasi keinginan yang begitu tinggi agar bisa beribadah di rumah-Nya ini berbuah menyenangkan. Dua kali ia dibiayai seseorang untuk berhaji, yaitu pada tahun 1994 dan 2005. Allahu Akbar …

Sementara dari Pakistan dilaporkan satu kelompok yang tidak memiliki izin resmi berhasil memasuki  pegunungan Taif yang terletak 80 km dari Mekkah. Mereka ini bahkan tak memakai alas kaki dan bekal yang cukup. Dan kalau kita perhatikan di sana memang banyak sekali jamaah yang keadaannya demikian, terutama dari Pakistan dan India.

Jadi sungguh aneh bila di zaman modern ini masih saja ada orang yang mengaku Muslim tapi dengan berbagai alasan enggan menjalankan rukun Islam ke 5 ini padahal ia mampu melakukannya. Apa sebenarnya yang menghalanginya???

Semoga kisah perjuangan para jamaah haji di atas mampu menggerakkan hati mereka yang belum ingin pergi haji segera melakukannya, aamiin ya robbal ‘aalamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 25 Desember 2016.

Vien AM.

Energi Al-Maidah 51 (3).

Sesuai dengan temanya yaitu demo super damai, Aksi Bela Islam III 212 yang baru lalu, berjalan dengan mulus, amat sangat damai. Dibawah awan mendung, angin sepoi-sepoi, hujan rintik-rintik yang sesekali turun, kemudian hujan deras tepat ketika shalat Jumat dimulai dan berhenti secara perlahan di akhir acara, benar-benar menambah nikmat dan syahdunya suasana. Menjadi berkah tersendiri bagi jamaah yang telah batal wudhu untuk memperbarui wudhu mereka. Maklum, sebagian jamaah telah datang sejak Subuh dan lagi tidak mudah untuk keluar dari kerumunan jutaan manusia untuk sekedar mencari air wudhu.  Allahu Akbar !

Doa qunut yang dibacakan imam di bawah derasnya hujan justru makin menambah keseriusan umat dalam berdoa. Berdoa memohon agar Allah swt sudi mengabulkan doa jutaan umat Muslim yang berkumpul siang itu dengan satu tujuan utama, yaitu agar para pemimpin mau serius menangani si penista agama, agar hukum tidak hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, agar keadilan berlaku tidak hanya bagi minoritas tapi terlebih lagi bagi kami kaum mayoritas, dan juga agar NKRI tetap bersatu, tidak terpecah belah. Berdoa dengan posisi tangan menengadah ke atas hingga dapat merasakan guyuran air yang turun langsung dari langit, sungguh mampu membangkitkan semangat dan rasa optimis bahwa Allah swt  pasti mendengar dan akan mengabulkan doa umat Muslim.

Pagi itu sekitar pukul 10, bersama suami, yang sengaja mengambil cuti, adik saya serta suaminya yang baru kali ini ikut turun ke jalan, alias berdemo, kami tiba di Istiqlal.  Dari masjid terbesar di Asia Tenggara ini kami berjalan kaki menuju pintu Gambir, yang berdasarkan info yang saya trima dikhususkan bagi kaum Muslimah. Di sepanjang jalan yang kami lalui itu, tak henti-hentinya makanan dan minuman ditawarkan, secara gratis !

wudhu-monas212Sejumlah ambulan dengan posko medisnya, WC mobile dan  mobil pemadam yang sudah disulap menjadi tempat wudhu terlihat di beberapa sudut. Juga yang tak kalah pentingnya adalah tim kebersihan dan mereka yang bertugas mengingatkan untuk tidak menginjak rumput ! Masya Allah …

monas-212tugu-pak-tani-212Yang mengherankan adalah area sekitar pintu Gambir yang tidak terlalu padat. Adik saya sampai berkomentar ” G seramai waktu 411 kayaknya mbak ya?“. Saya hanya mengangkat bahu, jujur, bingung. Jawaban baru kami dapatkan di perjalanan pulang. Kami baru menyadari bahwa jamaah membludak tidak hanya di Monas tapi juga hingga Sudirman-Thamrin, sesuai keinginan awal GNPF yang kemudian ditentang polisi, dengan alasan mengganggu ketertiban umum. Namun nyatanya bahkan membludak hingga kawasan patung pak Tani di Kwitang. Masya Allah …

Pantaas, ketika shalat tadi beberapa kali kami mendengar suara seperti deru angin yang sangat kencang, kami sempat menyangka bahwa itu suara angin puyuh. Suara itu terdengar datang dari sisi depan kiri yang tak lain adalah sisi Thamrin-Sudirman. Dan belakangan kami baru sadar bahwa itu adalah suara takbir yang terbawa angin … Allahu Akbar !!!

monas2-212monas3-212Rupanya kami benar2 beruntung bisa masuk Monas di saat akses menuju lokasi utama terhambat jutaan jamaah, dan shalat persis di depan monumen tersebut. Dan itupun sudah penuh ketika menjelang waktu Zuhur. Sungguh tidak percuma kami memaksakan diri hadir di pesta akbar ini karena pagi tadi, tepat sebelum berangkat mobil kami mogok, hal yang benar-benar tidak pernah terjadi. Untung satpam kompleks segera memberitahukan bahwa tetangga kami ada yang punya jumper, yaitu alat pemancing aki. Segera  suami bertindak cepat, dan Alhamdulillah berhasil. Dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan suami memutuskan mampir membeli aki baru dan menggantinya sebelum berangkat ke tkp.

santriciamis

Santri Ciamis berbondong menuju Jakarta

Anehnya, ketika umat Islam sedang bergembira atas keberhasilan aksi super damai ini, 2 hari kemudian muncul aksi di tempat yang sama. Rupanya ini adalah aksi tandingan yang diselenggarakan mereka yang tidak senang dengan aksi 211. Sungguh aneh, aksi 211 yang dipersiapkan jauh-jauh hari secara matang oleh tim GNPF, yang bahkan beberapa kali sempat ditentang pihak berwajib dengan alasan mengganggu ketertiban dan sebagainya. Hingga mengakibatkan peserta aksi dari Ciamis yang berjarak 270 km dari Jakarta, memutuskan untuk berjalan kaki menuju ibu kota karena polisi melarang bus-bus mengangkut mereka. Namun aksi tandingan bisa tiba-tiba saja muncul tanpa persiapan, dan direstui pula oleh kepolisian.

monas4-212Ajaibnya lagi, aksi yang mereka beri nama aksi budaya dengan slogan menjaga ke-bhineka-an, pada kenyataannya malah membawa-bawa bendera partai penyelenggara aksi, dengan pengerahan pns pulak. Aksi ini juga melibatkan perusahaan-perusahaan besar milik para taipan dan konglomerat kelas kakap yang mewajibkan pegawainya untuk hadir. Hmmm … apa sebenarnya maksud dibalik aksi ini???

Yang juga kemudian menjadi viral adalah munculnya pernyataan resmi PT Nippon Indosari Co, sebagai pemilik Sari Roti bahwa perusahaan tersebut tidak ikut mendukung aksi 212. Alasannya Sari Roti berkomitmen menjaga keutuhan , kesatuan dan ke-bhineka-an.  Apa maksudnya ??? Yang pasti hal ini dipicu karena adanya seorang donatur yang memborong sejumlah gerobak roti dari merk tersebut dan menggratiskannya bagi peserta aksi 212.

Namun yang menggembirakan adalah paska aksi dimana umat Islam kemudian bersatu dan sadar akan pentingnya membangun sendiri ekonomi Islam yang tidak perlu tergantung kepada umat lain. Karena harus diakui kekuatan ekonomi dunia saat ini, khususnya Indonesia, berada pada genggaman non Muslim.  Kita pasti tahu bank-bank swasta seperti BCA, Danamon, BII, Niaga dan lain-lain itu bukan milik Muslim. Juga swalayan besar seperti Carrefour dan Gyant hingga yang kecil seperti Alfamart dan Indomaret. Demikian pula produk yang setiap hari kita gunakan dan konsumsi, mulai bangun tidur gosok gigi memakai Pepsodent, mandi memakai sabun Lux, sarapan dengan beras impor Thailand atau sereal impor dll.

Semangat  ini demikian membuncahnya hingga pada tausiyah ustad Bahtiar Nasir seminggu setelah aksi 211,  seorang notaris yang hadir di tausiyah tersebut naik ke atas panggung dan menyatakan ia dan kawan-kawan siap membantu kaum Muslimin yang ingin mendirikan perusahaan. Ia bercerita bahwa pendirian asosiasi notaris Muslim itu secara spontan paska 211. Dan melihat antusias kaum Muslimin yang begitu tinggi, tampaknya pendirian supermarket dengan rencana bernama Muslim212Mart hampir menjadi kenyataan.

http://www.iqromedia.net/2016/12/Ratusan-Umat-Islam-Hadiri-Rapat-Pendirian-Supermarket-Islami-atau-Muslim212Mart-Hebohkan-Netizen.html

subuhpusdai

Jamaah Subuh masjid Pusdai Bandung

Dan yang juga tak kalah penting adalah lahirnya kesadaran shalat Subuh berjamaah di masjid bagi kaum lelaki. Gerakan yang digalakkan pada hari Senin, 12 Desember bersamaan dengan hari libur nasional dalam rangka memperingati Maulud Nabi ini berlangsung di hampir semua kota-kota besar di Indonesia. Di Bandung yang dipusatkan di masjid Pusdai jamaah mencapai 25 ribu, sementara tak sedikit jamaah masjid lain di kota selain Bandung yang meluber ke jalanan layaknya shalat Jumat, sesuatu yang amat ditakuti musuh Islam, Yahudi khususnya. Semoga ini dapat menjadi awal kebangkitan Islam yang telah diprediksi rasulullah muncul menjelang akhir zaman. Allahu Akbar …

Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang Munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari).

Anehnya, pemerintah malah meng-izinkan secara resmi agama Yahudi di negri ini. Ya Allah apa yang sedang terjadi dengan bumi pertiwi ini? Yahudi adalah agama yang dilaknat Allah karena kedzaliman pemeluknya yang suka berbuat kerusakan, menukar-nukar ayat-ayat-Nya, juga membunuh para nabi dan rasul. Bahkan hingga detik ini kita bisa menyaksikan betapa Zionis Yahudi tak hentinya menindas Muslim Palestina. Ya Allah skenario apakah yang sedang Kau persiapan bagi kami yang lemah ini? Apakah ini azab-Mu karena umat ini kurang gigih membela ayat-ayat-Mu ? Ya Allah beri kami kekuatan yang lebih besar untuk melawan kedzaliman ini.

http://www.nasional.info/2016/12/pemerintah-jokowi-akui-yahudi-sebagai.html

Sementara itu, tujuan utama aksi umat Islam agar pemerintah segera mengadili dan memberikan hukuman setimpal bagi penista agama, dalam hal ini Ahok, hingga detik ini belum menunjukkan tanda-tanda berarti. Sidang perdana memang telah dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Desember lalu. Sidang ini menjadi heboh karena Ahok sebagai tersangka tampil berbeda dengan kebiasaan sehari-harinya. Beberapa kali ia memperlihatkan sikap minta dikasihani, bahkan menangis. ???!?? Padahal baru sehari sebelumnya ia muncul di net-tv, debat cagub bersama pasangan Anis-Sandiaga n dan Agus-Sylvi. Sandiwara apa pulakah ini??? Bagaimana mungkin seorang tersangka bisa ikut debat cagub???

Yang menyedihkan lagi ditengah ketidak-pastian hukum yang mampu membela kepentingan kaum Musimin muncul berita tak sedap. Yaitu penolakan pemerintah bergabung dengan 34 negara Muslim demi melindungi kaum Muslimin dari terorisme, khususnya rakyat Suriah dari makin brutalnya rezim Syiah Bashar Asad yang didukung Rusia serta Iran. Alasannya Indonesia masih ingin menggunakan pendekatan Islam rahmatan lil’aalamiin … ??!? … Korban sudah demikian parahnya, Islam sudah demikian tidak memiliki harga diri masih juga beralasan ?? Dimana letak persaudaraan sesama Muslim yang sejak lama telah hilang dari bumi pertiwi dengan alasan toleransi dan kebhinekaan yang terus didengungkan para pengikut JIL dan kroninya???i

http://news.metrotvnews.com/read/2015/12/16/201951/ini-alasan-indonesia-tak-gabung-aliansi-arab-saudi

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau berkata: “Rasulullah SAW bersabda: Seorang Muslim itu adalah saudara Muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzdalimi dan meremehkannya dan jangan pula menyakitinya.” (HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim).

joko-iranBahkan dengan teganya presiden kita malah mengunjungi Iran dan membuat perjanjian dengan negri para imam dedengkot Syiah itu. Ya Allah lindungi kami kaum Muslimin yang sejak awal kemerdekaan bahkan sebelum zaman penjajahan Belanda adalah dari golongan Sunni yang bertolak belakang dengan ajaran Syiah yang sangat memusuhi kami. Yang jelas-jelas tega melaknat para sahabat utama dan istri-istri rasulullah.

https://almanhaj.or.id/3630-pokok-pokok-kesesatan-aqidah-syiah.html

http://www.mediapribumi.com/2016/12/iran-dukung-penuh-pembantaian-aleppo.html?m=1

jlnbeijingBelum lagi sejumlah kebijakan pemerintah yang sangat pro RRC. Mungkinkah ini yang menyebabkan pemerintah sulit mengatasi imigran gelap illegal cina, meski terbukti mereka telah mengibarkan bendera Cina di proyek yang ada di Indonesia, membawa masuk narkoba, menanam cabe beracun dll??? Termasuk juga bangkitnya kembali pki sejalan dengan paham komunisme yang dianut Republik China??

http://www.kabarsatunews.com/2016/11/tak-hanya-bendera-china-dikibarkan-di.html

http://suaranasional.com/2016/12/17/digerebek-imigrasi-pekerja-china-di-gresik-ngacir-terbirit-birit

http://www.faktamedia.net/2016/04/indikasi-kebangkitan-pki-makin-sangat.html

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 19 Desember 2016.

Vien AM.