Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

Umat Islam kembali harus mengelus dada. Pasalnya yaitu keinginan Jokowi untuk menggunakan dana haji milik umat Islam yang jumlahnya trilyunan itu, untuk mempercepat pembangunan.

“Ini sebuah potensi yang sangat besar. Kurang lebih ada Rp80 sampai Rp90 triliun. Jumlahnya triliun, bukan miliar, Rp 93 triliun yang ini kalau dimanfaatkan dengan baik, ditaruh di tempat-tempat yang memberikan keuntungan yang besar, juga akan mempercepat pembangunan negara kita,” kata Jokowi dalam sambutannya di peluncuran Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan peresmian pembukaan Silatnas Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Di luar pro kontra, setuju tidak dan halal tidaknya dana haji dimanfaatkan untuk pembangunan negara, yang jelas umat Islam merasa sakit hati. Bagaimana mungkin dana yang dikumpulkan secara susah payah sedikit demi sedikit oleh sebagian umat yang bermimpi ingin menunaikan rukun Islam ke 5 itu bakal digunakan untuk sesuatu yang bukan tujuannya. Sementara pemerintah selama ini dirasa tidak adil memperlakukan umat Islam.

Kita bisa melihat sendiri bagaimana sikap dan prilaku pemerintah paska gagalnya Ahok dalam pilkada yang baru lalu. Kegagalan mantan gubernur DKI yang naik jabatan lantaran Jokowi terpilih menjadi RI1 itu sebenarnya banyak disebabkan lisannya sendiri yang mengutak-atik ayat suci Al-Quranul Karim. Ialah yang memprovokasi kemarahan umat Islam, bagaikan membangunkan singa tidur yang selama ini tidak begitu memperdulikan ayat-ayat kepemimpinan yang sudah ada sejak 15 abad silam.

Ironisnya, pemerintah malah menyalahkan para ulama, tokoh dan mereka yang ikut dalam demo ABI ( Aksi Bela Islam) meskipun demo tersebut terbukti berjalan rapi dan santun. Maka sejak itulah dimulai kriminalisasi para ulama dan tokoh ABI, pemblokiran situs-situs Islam dll. Mereka tak henti-hentinya difitnah dengan segala macam tudingan, seperti makar, anti Pancasila, anti NKRI, Islam radikal dll. Mereka ini juga  dibenturkan dengan umat agama lain, dituduh intoleran dll. Sesama umat Islam akhirnya saling menjelekkan dan saling tuduh. Inilah tehnik adu domba sesama Muslim yang benar-benar keji dan merusak persaudaraan Islam yang sejatinya merupakan kekuatan yang maha dasyat.

“Perumpamaan orang Islam yang saling mengasihi dan mencintai satu sama lain adalah ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit dan tidak bisa tidur ”. (HR.Bukhori).

Terakhir adalah pembubaran HTI dengan alasan makar. FPI beserta 14 ormas lainnya adalah target selanjutnya. Sementara ormas yang jelas-jelas telah mengancam ulama bahkan ada ormas di Papua yang berani mengibarkan bendera Israel bebas dari ancaman pembubaran.

Anehnya lagi, pegawai negri yang dicurigai pernah mendukung kegiatan HTI yang diperkirakan mempunyai anggota dan partisan puluhan ribu orang itu diancam untuk segera mengundurkan diri dari instansi dimana mereka bekerja. Padahal organisasi tersebut selama itu telah mengantongi izin resmi dari pemerintah, dan baru dibubarkan belum lama ini.

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/07/25/otn2ab377-pns-disuruh-keluar-hti-ini-komentar-yusril

Dapat dibayangkan bagaimana kesal dan kecewanya umat Islam diperlakukan seperti itu. Belum lagi ancaman menkeu Sri Mulyani “ Pilih potong gaji pns atau hutang??”.

http://www.gemarakyat.id/menkeu-pilih-utang-atau-gaji-pns-dipotong/

Sebegitu mendesaknyakah keadaan keuangan repubik kita tercinta ini?? Bukankah tugas negara untuk mensejahterakan dan melindungi kepentingan rakyat? Mengapa harus dana haji milik rakyat atau gaji pegawai negri, bukannya gaji atau tunjangan istimewa para pejabat negara yang suka korupsi atau anggaran pejabat yang tidak/kurang penting, seperti pesawat kepresidenan yang super mewah itu misalnya??? Atau kejarlah para koruptor kelas kakap seperti mereka yang merampok dana  BLBI yang jumlahnya trilyunan itu.

Bagaimana pula dengan tax amnesty yang merupakan ide Sri Mulyani dan menurutnya bisa untuk menjerat dan mendapatkan dana segar para konglomerat yang diamankan di bank-bank internasonal. Khususnya konglomerat kelas wahid keturunan Cina yang tak dapat dipungkiri memang lihai dalam berbisnis.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa hampir semua bisnis dan ekonomi negri ini berada dalam cengkeraman 9 taipan tersebut. Hampir semua mega proyek mulai dari pembangunan perumahan, gedung perkantoran, mall hingga pembangunan jalan, jembatan dan proyek pembangkit listrik & energy, merekalah yang memegang kendali.

Tengoklah proyek raksasa pembangunan kota baru Meikarta di Bekasi yang di targetkan akan menjadi saingan Jakarta. Proyek Lippo grup milik James Riyadi bernilai ratusan trilyun ini berencana membangun ratusan pencakar langit yang dibangun sekaligus, meski sebenarnya belum mendapatkan izin resmi dari pemda. Tak dapat dibayangkan berapa besarnya asset dan kekayaan mereka.

http://katadata.co.id/berita/2017/08/02/deddy-mizwar-minta-lippo-hentikan-sementara-proyek-meikarta

http://stabilitas.co.id/home/detail/menguatnya-cengkeraman-sang-naga

http://ekonomi.kompas.com/read/2015/04/25/165045026/Tiongkok.Sapu.Bersih.Proyek.Infrastruktur.Indonesia

Juga bukan rahasia demi nafsu mengejar ketertinggalan kita dengan negara-negara lain maka pemerintahpun nekad berhutang. Ntah berapa besar tepatnya, kepada siapa saja, bagaimana dan kapan hutang tersebut bakal lunas. Apakah semua itu tidak diperhitungkan lebih dahulu?? Tidak adakah standard prioritas mana yang harus didahulukan, yang lebih pro rakyat kecil, selain untuk mengurangi resiko mangkraknya pembangunan?? Atau mungkinkah ada tekanan dari pihak lain hingga pemerintah tidak berani menolak si pemberi hutang??

Yang pasti dengan hutang yang demikian besarnya tak heran bila akhirnya sang pemberi hutangpun dengan mudah ikut masuk ke dalam percaturan politik dan ikut menentukan arah kepemimpinan negri kita tercinta Indonesia. Negri yang katanya menyimpan kekayaan besar yang terpendam ntah dimana.

Padahal Islam yang merupakan ajaran dan agama mayoritas penduduk Indonesia, sejak awal telah melarang kebiasaan buruk berhutang. Tangan di atas ( memberi) lebih baik dari tangan di bawah ( meminta/hutang).

“Berhati-hati kamu dalam berhutang, sesungguhnya hutang itu mendatangkan kerisauan di malam hari dan menyebabkn kehinaan di siang hari”.(HR Al-Baihaqi).

Kasus Srilanka di bawah amat sangat patut menjadi renungan kita. Relakah kita bila suatu hari nanti kita mengalami hal serupa???

http://www.beritaislam24h.info/2017/07/tak-bisa-bayar-utang-sri-lanka-lepas.html

Kembali kepada rencana pemerintah untuk memanfaatkan dana haji milik umat Islam yang jumlahnya trilyunan itu. Islam tidak pernah memisahkan masalah keagamaan dengan kenegaraan. Hal yang menjadi momok menakutkan rezim Jokowi, yang menginginkan agar agama tidak di campur-adukkan dengan politik. Rezim yang alergi terhadap bendera tauhid dan kata “ kekhalifahan” hingga harus mengeluarkan perppu pembubaran ormas seperti HTI itu ternyata kini menginginkan dana haji milik umat Islam. Alasannya  untuk biaya infrastruktur.

Bukankah Cina dan Arab Saudi baru saja menggelontorkan pinjaman trilyunan rupiah?? Tidak cukupkah semua itu?? Apa jangan-jangan sudah menguap ntah kemana seperti biasa ???

Dan lagi betulkah dana tersebut untuk biaya infrastruktur, infrastruktur apa, yang mana? Apakah ada kaitannya dengan tujuan utama tabungan haji, perbaikan fasilitas pondokan dan transport di Mekah dan Madinah, misalnya. Karena selama ini kedua fasilitas tersebut kalah jauh dengan apa yang didapat jamaah haji Malaysia.

Bila saja penduduk negri mayoritas Islam, dimana pejabat negara termasuk presiden disumpah dibawah kitab suci Al-Quran, mau sedikit saja memahami makna “ Masuklah kedalam Islam secara kaffah”, masalah hutang sebenarnya tidak  akan menjadi masalah besar.

Adalah Baitul maal yang berdiri pada zaman nabi dan juga para khalifah. Di dalam lembaga ini tersimpan semua dana rakyat termasuk harta pampasan perang, zakat, infak, sodaqoh, wakaf dan lain-lain. Dengan mengelola dana itulah para pemimpin ketika itu berhasil mensejahterakan rakyat tanpa adanya riba seperti bunga, bahkan tanpa harus berhutang kepada siapapun. Itulah zaman keemasan Islam yang tidak dapat dipungkiri sejarah. Mereka benar-benar berdiri di atas kaki sendiri tanpa harus tergantung negara/pihak lain.

Selama 8 abad Islam dibawah para khalifah berhasil menguasai dunia dalam segala hal baik ekonomi, pembangunan, seni budaya dll. Termasuk kebebasan dalam beragama. Jadi sungguh tidak benar apa yang dikatakan politikus Partai Nasdem yang menuduh sistim khilafah akan memaksa semua orang shalat, berjilbab dll. Berikut pengakuan seorang pemuka Katolik tentang Aceh yang sejak beberapa tahun ini telah menegakkan syariat.

http://www.planetmuslim.id/2017/01/pemuka-agama-katolik-di-aceh-syariat.html?m=1

“Untukmu agamamu dan untukku agamaku”. (TerjemahQS.Al-Kafirun(109):6).

Para pemimpin terutama di zaman kekhalifahan yang 4, tidak hanya menunjukkan keberhasilan yang sifatnya duniawi seperti yang dicapai Barat saat ini. Tetapi juga keberhasilan ukhrowi. Ketakwaan mereka kepada Sang Khalik benar-benar patut diacungi jempol. Demikian pula rakyatnya. Karena pemimpin sejatinya adalah panutan yang harus ditiru.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.( Terjemah QS. At-Taubah (9);23).

Jadi tak perlu heran bila sekarang ini sebagian besar umat Islam keberatan dana haji yang mereka tabung selama bertahun-tahun dan dicicil sedikit demi sedikit itu akan digunakan pemerintah. Meski kabarnya MUI menyetujui rencana tersebut, tampaknya tidak akan mudah membujuk para pemilik dana haji agar ridho menyerahkan tabungan mereka. Apalagi untuk meyakinkan bahwa dana mereka akan aman, tidak dikorupsi serta dijamin tidak akan mengganggu jadwal keberangkatan mereka.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 6 Agustus 2017.

Vien AM.

Advertisements

Read Full Post »

Beberapa hari terakhir ini pengguna medsos heboh beramai-ramai menulis status “  Saya … , saya Pancasila” dengan lambang Garuda Pancasila berlatar belakang bendera merah putih. Puncaknya terjadi  pada tanggal 1 Juni 2017, hari lahir Pancasila, yang  diresmikan presiden Jokowi sebagai hari libur nasional. Meski sebenarnya ada perbedaan pendapat di antara kalangan pakar hukum mengenai hari tersebut.

http://www.antaranews.com/berita/378447/yusril-pancasila-lahir-18-agustus-1945

Kehebohan masih ditambah dengan adanya undangan kepresidenan untuk Afi Nihaya agar hadir di acara peringatan tersebut. Afi adalah seorang murid SMA yang beberapa hari terakhir ini telah membuat kegaduhan. Yaitu berkenaan dengan tulisannya yang kontroversial karena bernada liberal. Tulisan tersebut berjudul “ Islam bukan agama warisan”.  Dan ironisnya lagi, tepat pada hari H nya, beredar kabar bahwa tulisan tersebut bukan tulisan asli hasil karyanya, melainkan hasil plagiat dari seorang bernama Mita Handayani yang selama ini dikenal sebagai pendukung prilaku menyimpang homoseksual ( LGBT).  Na’udzubillah min dzalik …

http://www.portal-islam.id/2017/06/geger-jejak-plagiarisme-afi-nihaya.html

http://www.rakyatjakarta.com/telak-jawaban-untuk-dek-afi-agama-islam-bukan-warisan-berikut-alasannya/

Viralnya tulisan Afi, di luar benar tidaknya hasil plagiat atau bukan, sebenarnya mencerminkan masih adanya perseteruan antara pendukung Ahok dan penentangnya. Meski pilkada DKI yang merupakan pilkada terheboh yang pernah ada dalam sejarah itu telah usai, dengan hasil kalahnya pasangan Ahok-Jarot secara demokrasi. Ini masih disusul dengan hasil sidang pengadilan yang menyatakan bahwa Ahok bersalah atas kasus penistaan agama yang dilontarkannya di pulau Seribu. Mantan gubernur yang menduduki jabatan tertinggi di DKI berkat naiknya Jokowi sebagai presiden ini, diganjar hukuman  2 tahun penjara. Inilah tampaknya yang menjadi biang kekecewaan dan sakit hati para pendukung Ahok. “Sudah jatuh tertimpa tangga pula”, pepatah yang sangat tepat untuk menggambarkan kekecewaan mereka.

Anehnya, kekecewaan dan sakit hati tersebut bukan hanya melanda para Ahokers, tapi juga pemerintah. Ini terbukti dengan pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan, mantan Menko Polhukam yang kini menjabat Menteri Kemaritiman. Dengan nada kesal ia menyatakan jika Jakarta tenggelam maka Anis – Sandi yang harus bertanggung-jawab. Hal tersebut ia lontarkan sehubungan proyek reklamasi yang ditentang Anis – Sandi karena selain menyusahkan nelayan yang biasa melaut di pantai tersebut juga dibangun tanpa rekomendasi amdal yang meyakinkan. Proyek reklamasi ini adalah proyek andalan Ahok yang sempat heboh karena ditengarai hanya proyek titipan yang hanya menguntungkan pengembang.

Disamping itu sejak awal pilkada Luhut sudah menunjukkan ketidak-senangannya terhadap umat Islam yang melakukan Aksi Bela Islam selama pilkada berlangsung. Ia bahkan tega menuduh para peserta aksi sebagai Islam radikal, dan mengecam Habib Riziek Syihab sebagai biang kekalahan Ahok di pilkada.

“Kami punya data yang cukup rinci tentang dia. Kita lihat apa yang terjadi. Kami tahu apa yang akan kami lakukan,” ujar Luhut.

http://www.suaramedan.com/2016/12/waspada-luhut-panjaitan-incar-habib.html

Dan itulah yang terjadi. Tak lama setelah Habib Riziek dijadikan tersangka perbuatan yang tidak terbukti dilakukannya, dan tanpa ada satupun persidangan. Ironisnya, fitnah tersebut berupa chatting asusila yang sama sekali jauh dari sifat Islam, khususnya ulama, yang pasti tahu jangankan berzina, bahkan mendekatinya pun dilarang !

“ Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.(Terjemah QS. Al-Isra (17):32).

Tak heran bila Habib menolak memenuhi panggilan, malah sebaliknya menantang mubahalah. Mubahalah adalah tantangan bersumpah atas nama Allah dimana yang berdusta harus bertobat jika tidak ia harus siap menerima azab Sang Khalik. Untuk diketahui Luhut adalah seorang pemeluk Nasrani.

Peristiwa mubahalah pernah dilakukan oleh Rasulullah saw terhadap pendeta Kristen dari Najran pada tahun ke-9 Hijriah, sebagaimana disebutkan dalam surat Ali Imron ayat 61 sebagai berikut :

“Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”

Ironisnya, dengan mudahnya Said Aqil Siraj,  mantan ketua PBNU yang memang dikenal nyleneh,  menyatakan bahwa pornografi lebih baik dari pada mendengarkan ceramah islam radikal. Apa yang dimaksud islam radikal oleh ulama yang sering melontarkan pernyataan menyakitkan hati umat Islam ini??

Yang pasti beberapa hari sebelum ia mengatakan hal tersebut, Aqil sempat menuduh masjid Salman ITB adalah sarang Islam radikal. Namun ketika para pengurus masjid milik perguruan tinggi negri bergengsi tersebut datang menemui dan meminta penjelasannya, ia segera meminta maaf.

Sungguh menyedihkan apa yang terjadi di negri tercinta ini. Perseteruan paska pilkada yang seharusnya telah usai, justru diarahkan menjadi pertentangan antara ex pendukung Anis yang dicitrakan sebagai Islam radikal, melawan ex pendukung  Ahok yang dicitrakan sebagai pendukung NKRI dan ke-Bhineka-an. Sebuah upaya adu domba yang sama sekali tidak lucu.

http://www.gemarakyat.id/yusril-era-jokowi-pancasila-lebih-banyak-dibenturkan-dengan-umat-islam/ 

Para ulama dan tokoh yang mendukung Aksi Bela Islam yang terbukti berjalan tertib dan aman, terus dipojokkan dengan berbagai cara dan jalan. Selain Habib Riziek, uztad Bahtiar Nasir dari GNPF-MUI yang sempat difitnah terlibat dengan organisasi bejat ISIS, belakangan ini dilarang ceramah di berbagai kampus.

Sementara ustad Alfian Tanjung, dosen sebuah universitas Islam yang juga merupakan wakil ketua Komite Dakwah Khusus MUI Pusat, ditangkap polisi. Ia dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh kepala staf kepresidenan Teten Masduki karena ceramahnya tentang Partai Komunis Indonesia (PKI). Alfian Tanjung selama ini memang dikenal sebagai ustad spesialis PKI karena kelengkapan info dan data yang dimilikinya. Tak heran bila ia tetap tenang karena yakin bukti-bukti yang dimilikinya dapat ia pertanggung-jawabkan di depan pengadilan nanti.

Berita lain, Irjen Rycko Amelza Dahniel yang baru 9 bulan menjabat sebagai  Kapolda Sumatera Utara tiba-tiba dimutasi. Kapolri menyatakan mutasi di tubuh kepolisian adalah sesuatu yang biasa. Namun tak urung isu kedekatan Rycko dengan Habib Riziek ditengarai sebagai penyebab ia dimutasi. Ketika Habib datang ke Medan pada 28 Desember 2016 dalam rangka aksi bela Islam, Rycko menyambut ketua umum FPI itu di bandara dan bahkan ikut dalam aksi. Dalam orasinya Rycko menyebut Habib Rizieq sebagai imam besar umat Islam.

http://www.portal-islam.id/2017/06/kapolda-sumut-yang-menyatakan-habib.html

Hal yang sama menimpa 3 hakim yang menangani kasus penodaan agama oleh Ahok. Usai memvonis Ahok 2 tahun penjara, Dwiarso Budi yang mengetuai majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara bersama 3 rekannya dimutasi ke berbagai daerah.

Sementara itu dokter Chilafat Dalimunthe, dokter spesialis anak yang akrab di panggil dokter Chacha, diberhentikan secara sepihak dari rumah sakit tempatnya bekerja setelah menyerukan gerakan Dokter Bela Islam.

“Saya diberhentikan secara sepihak dari Rumah Sakit Sahid Sahirman sejak 23 Mei kemarin,” kata Chilafat kepada Kiblat.net di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (25/05).

https://www.kiblat.net/2017/05/25/galang-gerakan-dokter-bela-islam-dokter-ini-dipecat-dari-tempat-kerjanya/

Demikian juga kapolres Solok yang dipecat Kapolri karena dianggap kurang tegas menangani “persekusi” terhadap seorang dokter yang melecehkan dan mengata-ngatai Habib Rizek melalui medsos. Padahal menurut warga kota yang dikenal dengan julukan serambi Madinah itu, tidak ada tindakan “persekusi” sepeti yang dilaporkan dokter tersebut.

“Kota Solok selama ini dan hingga detik ini aman dan nyaman, tidak seperti apa yang di opinikan dokter tersebut di media massa, tidak ada persekusi dan intimidasi apalagi teror, karena semua sudah selesai dengan damai tanpa ada tekanan dan paksaan, tapi kenapa dia menggambarkan seakan kota kita kota teror. Sekarang justru dia yang membuat masalah baru sehingga berhujung pencopotan kepada Kapolres” kata seorang peserta aksi.

https://anekainfounik.net/2017/06/05/anggap-dr-fiera-lovita-bikin-masalah-warga-solok-gelar-aksi-protes/

http://www.liputan-terkini.com/11821/bundo-kanduang-di-kota-bareh-solok-turun-kejalan-protes-dr-fiera-lovita.html

Kemudian ada lagi kasus seorang CEO Indosat yang dipecat hanya karena memposting status di medsos membela Habib Riziek.  Petinggi perusahaan komunikasi tersebut mengatakan bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan kebijaksanaan perusaahaan yang harus sejalan dengan pemerintah. Dan dikategorikan sebagai perbuatan anti NKRI. ???

https://www.portal-piyungan.com/wow-pegawai-indosat-bela-habib-rizieq-kritik-pemerintah-ceo-nya-bilang-anti-nkri-langsung-dipecat/

Terakhir adalah Amin Rais, mantan ketua MPR dan ketua Muhammadiyah yang dikenal aktif sangat mendukung Aksi Bela Islam. Dalam sidang dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan yang terjadi pada tahun 2004, tiba-tiba saja jaksa penuntut umum melontarkan nama Amin Rais sebagai penerima aliran dana, tanpa adanya bukti kuat keterlibatan Amin dalam kasus tersebut. Hal tersebut diumumkan tepat pada Jumat 2 Juni, hari dimana rencananya Amin Rais bersama alumi 212 akan menggelar demo meminta pemerintah agar berhenti mengkrimalisasi para ulama, Habib Riziek khususnya.

http://www.tribunislam.com/2017/06/fakta-persidangan-buktikan-amien-rais-tidak-terlibat-korupsi-alkes.html

Pertanyaannya sampai kapan perseteruan tidak sehat ini akan berlangsung ?? Apa sebenarnya maksud dan tujuan presiden kita meresmikan hari lahir Pancasila di tengah suasana yang tidak kondusif ini?? Apalagi dengan munculnya kembali wacana bahwa pelajaran Agama di sekolah akan dihapuskan dan hanya akan dijadikan kegiatan exkul. Wacana yang pernah dikeluarkan beberapa tahun lalu oleh seorang tokoh JIL Musdah Mulia dari PDI Perjuangan. Padahal Jerman saja mulai tahun ini malah memasukkan pelajaran Islam ke dalam kurikulum mereka.

http://www.atjehcyber.net/2013/03/jerman-masukkan-pelajaran-islam-dalam.html

Itukah cerminan “ Aku Pancasila” yang bunyi sila pertamanya “ Ketuhanan Yang Maha Esa”?? Sila pertama yang lahir dengan perjuangan alot karena dalam  Piagam Jakarta yang merupakan cikal bakal dasar negara Pancasila, menyebutkan “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”.

https://id.wikipedia.org/wiki/Piagam_Jakarta

Umat Islam sebagai mayoritas penduduk negri tercinta ini, tampaknya masih harus terus bersabar menghadapi mereka yang tidak menyukai ajaran yang dibawa Rasulullah Muhamad saw 15 abad silam. Ironisnya mereka yang terus menyudutkan Islam masih juga mengaku Islam. Menjadi bukti bahwa persaudaraan sesama Muslim yang merupakan sumber kekuatan Islam, sudah jauh panggang dari api. Bukannya saling menasehati malah saling lempar fitnah.

“Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat: 12).

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulullah SAW bersabda: Seorang muslim itu adalah saudara muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzdalimi dan meremehkannya dan jangan pula menyakitinya.” (HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga, orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya” (HR. Bukhari dan Muslim ).

Yang dimaksud tetangga pada hadist di atas termasuk non Muslim. Jadi tidak benar bila ada yang berpendapat Islam tidak toleran terhadap non Muslim. Namun itu bukan berarti umat Islam bisa dijadikan bulan-bulanan seperti yang terjadi hari ini dimana para ulama di kriminasilasi sesuka hati. Pernyataan-pernyataan seperti “ Lebih baik pemimpin kafir dari pada pemimpin korupsi” dan “ Menghormati yang tidak berpuasa” jelas sangat melecehkan Islam.

Pada bulan suci Ramadhan tahun ini kita bisa melihat bagaimana sebagian besar rumah-makan, besar maupun kecil, leluasa membuka usahanya tanpa sedikitpun tabir seperti  tahun-tahun sebelumnya.  Sementara pada bulan Desember, para pelayan toko dan rumah makan diwajibkan memakai topi Sinterklas dalam rangka Natal. Juga pada hari Nyepi di Bali, bukan “hanya” adzan dilarang berkumandang, bahkan penerbanganpun dihentikan. Itukah yang dinamakan toleransi beragama??

Sebuah pertanyaan besar, mengapa para pemimpin negri tercinta yang berpenduduk mayoritas Islam ini seperti terkena dampak Islamophia yang sedang menyerang Barat. PBB misalnya, yang meminta pemerintah agar mempertimbangkan kembali hukuman Ahok. Kemudian ratu Elizabeth dari Inggris yang bermaksud akan memberikan Ahok penghargaan khusus.  ( Meski ada berita lain bahwa itu hoax). Apa urusan mereka dengan keputusan dalam negri kita???

http://sinarharapan.net/2017/05/ahok-terima-penghargaan-ratu-inggris-murni-hoax/

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):120).

Na’udzubillah min  dzalik.

Jakarta, 14 Juni 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

Halusinasi dan Rukyah

1 Ramadhan 1438 H. Kami mengawalinya dengan takziyah ke rumah bude, sepupu ibu yang wafat, meski agak terlambat karena almarhumah telah dimakamkan sehari sebelumnya. Selama ini bude tinggal bersama putra sulung beliau yang mengalami kelumpuhan sejak 3 tahun yang lalu. Dengan penuh kasih sayang bude yang sudah sepuh itu merawat putranya yang juga sudah tidak muda itu, yaitu 48 tahun. Kebetulan putra beliau tersebut memang belum menikah.

Ketika kami tiba di rumah duka, Andi, katakanlah begitu nama sang putra sulung, sedang dimandikan perawatnya. Setelah menyampaikan duka cita dan berbincang seputar hari-hari akhir almarhumah dengan salah satu putra bude yang menemui kami, dan Andipun sudah selesai dirapikan perawat, kamipun menemuinya.

Tak disangka, ternyata Andi masih mengenali kami semua, ia bahkan ingat nama-nama kami, dan bisa berkomunikasi seadanya. Padahal bila dilihat keadaannya cukup mengenaskan, tulang kedua kaki dan kedua tangannya tampak bengkok. Dan tak jarang ia mengulang-ngulang perkataan dan apa yang dinginkannya sambil menjeduk-jedukkan kepalanya ke bantal. Kadang-kadang ia juga menatap ke atas beberapa lama, tanpa berkedip, tanpa ekspresi.

Hingga saya terpancing bertanya : “Apa yang kamu lihat Andi?”. “ G ada”, jawabnya cepat.

“Kalau begitu apa yang kamu pikirkan?”, tanya saya lagi. “Allah”, jawabnya tegas.

Saya terkesiap, masya Allah. Memang sejak tadi ia terdengar bershalawat, kadang membaca Al-Fatihah atau ayat Qursi, di sela-sela permintaannya meminta air minum yang diucapkan looping alias tak henti-henti dan dengan nada yang datar.

Ketika saya menasehatinya agar berdoa, memohon kepala Allah agar diberi kesembuhan, sontak iapun berucap “ Ya Allah, aku mau sembuh” secara berulang-ulang meski dengan nada datar tanpa intonasi. Spontan sayapun berucap ” Sabar yaa … ini semua adalah cobaan dari Allah swt. Jangan pernah bosan berdoa. Insya Allah, nanti kalau Allah berkehendak memanggil kamu menyusul ibu dan bapak, Allah akan memasukkan kamu ke surga, dikasih istri yang cantik, sholehah”. “Aamiin”, jawabnya, sambil terus menatap saya, penuh harap.

Sama koq, orang yang diberi pasangan hidup, anak, sehat, rezeki berlimpah, semua itu cobaan”, lanjut saya lagi. Tapi “jleb”, saya terhenyak, tersentil oleh kata-kata saya sendiri. Astaghfirullah … Ya Allah, benar sekali, semua ini hanyalah cobaan, titipan-Mu yang pada saatnya nanti harus dikembalikan dan dipertanggung-jawabkan penggunaannya.

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.( Terjemah QS. Al-Fajr(89(15-16).

Susah maupun senang adalah ujian, bukan kemuliaan bukan juga kehinaan. Keduanya harus dipertanggung-jawabkan. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un … Ya Allah jangan lalaikan kami dari peringatan-Mu, aamiin …

Dari cerita adiknya, saya baru tahu, ternyata sepupu saya tersebut divonis dokter mengidap gangguan mental yang nama kerennya Skizofrenia. Sejujurnya saya tidak begitu mengenal penyakit tersebut. Tapi dari hasil searching internet, Skizofrenia yang berasal dari kata skizo ( retak atau pecah) dan frenia ( jiwa) dalam bahasa Yunani, adalah gangguan mental atau keretakan jiwa/ kepribadian yang menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku.

Ranti, sang adik, bercerita bahwa hal itu terjadi sejak ayah mereka yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Andi, wafat. Rupanya ia tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Selama beberapa waktu ia selalu murung dan cenderung mengucilkan diri. Beberapa kali ia menceritakan didatangi almarhum ayah yang sangat dicintainya itu.

Saya tidak tahu bagaimana prosesnya, yang pasti, akhirnya Andi dibawa berobat ke seorang psikiater. Dan sejak itu, hingga hari ini, Andi harus selalu mengkonsumsi obat-obatan. Belakangan ia juga sempat terserang stroke hingga 2 kali.

Menurut informasi yang saya dapat, penderita Skizofrenia tidak dapat disembuhkan. Mereka tergantung obat seumur hidup karena bila tidak, bisa menyusahkan bahkan membahayakan orang lain. Saya jadi teringat kasus di Kalbar, dimana seorang polisi membunuh dan memutilasi 2 anaknya, tanpa rasa menyesal sedikitpun. Menurut istrinya, suaminya itu sering mendapat bisikan mahluk halus. Diduga polisi tersebut mengidap  Skizofrenia.

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya…”. (Terjemah QS. Al-Maidah(5: 32)

Ranti juga sempat bercerita, sehari setelah ibu mereka wafat, Ahmad, salah satu adik Andi, melihat “ayah dan ibu” mereka mengunjungi Andi, mereka berdiri di samping tempat tidur Andi. Ironisnya, ketika saya menanyakan hal tersebut kepada Ahmad, ia tertawa.

“Wah mb Ranti ya yang cerita. Nanti aku dikira mengidap Skizofrenia juga niih”, ucapnya dengan nada agak kecut. Menurut Ranti, adiknya itu sejak lama memang memiliki kemampuan melihat hal-hal seperti itu.

Saya segera melirik suami saya. Kebetulan suami saya juga sempat memiliki kemampuan melihat yang ghaib. Demikian pula bapak saya yang sudah 3 tahun lebih menderita kelumpuhan mirip Andi, tapi daya ingat dan komunikasi bapak masih sangat bagus.

Saya teringat, hari-hari pertama bapak mengalami kelumpuhan, beliau sering sekali berhalusinasi. Bapak sering sekali marah-marah dan menyuruh pergi “seseorang” yang dianggap suka mengganggunya. Akhirnya adik saya berinisiatif mendatangkan seorang ustad yang dikenal sering merukyah alias mengusir roh jahat yang datang mengganggu. Alhamdulillah bapak sekarang sudah terbebas dari gangguan tersebut.

Berikut  hadist menarik yang diceritakan oleh Aisyah R.ha dan Ibnu Mas’ud R.a :

Rasulullah saw bersabda, ” Setiap kamu ada Qarin dari bangsa jin, dan juga Qarin dari bangsa malaikat. Mereka bertanya: “Engkau juga ya Rasulullah.”
“Ya aku juga ada, tetapi Allah swt telah membantuku sehingga Qarin itu dapat aku islamkan dan hanya mengajakku dalam hal kebajikan saja.”
(Riwayat Ahmad dan Muslim).

https://adamfirdauz.wordpress.com/2012/12/25/tentang-qorin-jin-pendamping-manusia/

Saya jadi berpikir betulkah vonis yang dijatuhkan dokter kepada Andi tempo hari ?? Bukanlah jin termasuk qarin kembaran kita, tidak mengenal mati kecuali pada hari Kiamat nanti, hingga dengan demikian kemungkinan qarin itulah yang menampakkan diri dan mengganggu manusia. Yang ilmu kedokteran kemudian menyebutnya halusinasi ???

Yang pasti ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil. Yang pertama, kita tidak boleh mencintai seseorang, baik itu suami/istri/anak/orang-tua, apalagi harta benda, secara berlebihan. Karena semua itu hanya titipan yang pada suatu hari kelak pasti diminta kembali oleh Sang Pemilik. Kecintaan tertinggi hanya untuk Allah swt.

“Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Yang kedua, sebagai orang beriman, kita tentu yakin dengan adanya yang ghaib. Dan ada orang-orang tertentu yang diberi-Nya kemampuan melihat dan merasakan hal tersebut. Sebagai contoh yaitu para nabi. Demikian juga ayat-ayat suci Al-Quranul Karim yang turun kepada rasulullah Muhammad saw. Sebagian ayat turun dalam bentuk suara, tanpa terlihat siapa yang berbicara, disamping apa yang disampaikan oleh malaikat Jibril as yang datang dalam bentuk laki-laki biasa. Itu sebabnya nabi saw sering dituduh gila (majnun) oleh orang-orang Quraisy yang tidak meng-imani beliau. Na’udzubillah min dzalik …

“Berkat ni’mat Tuhanmu, kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila. Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila”.( Terjemah QS. Al-Qalam (68):2-6).

Yang ketiga, rasulullah saw mengajarkan kita, kaum Muslimin, agar terbiasa merukyah diri kita sendiri. Diantaranya yaitu dengan membaca surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas,  Al-Falaq, An-Naas, Al-Baqarah ayat 255 ( ayat Qursi) serta 3 ayat terakhir surat Al-Baqarah.

“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Terjemah QS. Al-Isro (17): 82).

Bacakan ruqyah-ruqyah kalian kepadaku, tidak apa-apa dengan ruqyah yang tidak mengandung kesyirikan didalamnya.” (HR. Muslim).

http://ruqyahislam.blogspot.co.id/2013/12/ayat-dan-doa-dalam-meruqyah.html

Ke-empat, Islam menganjurkan kita, kaum Muslimin agar menjenguk orang yang sakit dan mengantar jenazah ke kubur. Tujuannya tak lain adalah agar kita banyak bersyukur dan senantiasa mengingat bahwa pada saatnya nanti kitapun akan mati.

” Tiada seorang muslim yang menjenguk orang muslim lainnya pada pagi hari kecuali ia didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga sore hari; dan jika ia menjenguknya pada sore hari maka ia didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga pagi hari, dan baginya kurma yang dipetik di taman surga.” (HR Tirmidzi).

Terakhir, yuuk kita biasakan membaca ta’awuuz, yaitu “A’uzubillahi minas Syaitonir Rajim” sebelum memulai segala aktifitas kita, terutama sebelum membaca Al-Quran, agar kita dijauhkan dari segala macam godaan syaitan terkutuk.

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Terjemah QS. Al-A’raaf(7): 200).

Syukur Alhamdulillah, Andi sekarang telah terbiasa merukyah dirinya sendiri. Beberapa kali ia memanggil-manggil kami, agar senantiasa mendoakannya “ Doain aku ya, baca Al-Fatihah 3x, Al-Ikhlas 3x,  Al-Falaq 3x, An-Naas 3x, ayat Qursi 3x”. Secara berulang-ulang ia mengatakan hal tersebut, meski dengan nada datar dan tanpa ekspresi.

Ya Allah, berilah sepupu kami tersebut kesabaran dalam menghadapi cobaan-Mu, berilah ia kesembuhan yang baik, bila Kau me-ridhonya, aamiin.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 31 Mei 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

Pada tanggal 5 Mei 2017, untuk kesekian kalinya GNPF-MUI menggelar Aksi Bela Islam, kali ini dengan nama Aksi Simpatik 55. Aksi damai ini diselenggarakan setelah shalat Jum’at di masjid Istiqlal, dengan agenda khusus ber-munajat kepada Allah swt agar Sang Khalik sudi mengabulkan permintaan delegasi yang dikirim untuk menemui perwakilan Mahkamah Agung RI.

http://www.panjimas.com/news/2017/05/05/sebelum-aksi-simpatik-55-perhatikan-seruan-ustadz-bachtiar-nasir/

Permintaan tersebut adalah agar MA menjaga independensi dari pengaruh luar. Karena seperti yang kita ketahui bersama kecenderungan tersebut amatlah kentara, diantaranya dengan adanya tuntutan hukum yang sangat ringan. Yaitu 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun, yang berarti Ahok tidak akan masuk penjara kecuali dalam waktu 2 tahun membuat kesalahan yang sama. Bandingkan dengan hukuman yang dijatuhkan terhadap para terdakwa kasus penodaan agama seperti Arswendo (4 tahun), Lia Eden (2.5 tahun), Permadi (7 bulan) dan Rusgiani (14 bulan).

https://www.nahimunkar.com/penodaan-agama-ahok-sampai-arswendo/

Berikut adalah sebagian pengantar yang diucapkan Ustad Bachtiar Nasir (UBN) selaku ketua GNPF-MUI, sebelum acara digelar :

” Kepada hakim yang terhormat dan hakim yang mulia, kami tidak pada posisi untuk menekan sistem peradilan sedikit pun. Kami hanya bermunajat kepada Allah SWT di Masjid Istiqlal dan menyampaikan aspirasi kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia, dan setelah itu kami serahkan keputusan kepada yang Mulia Majelis Hakim, dan kami bertawakkal kepada Allah SWT Yang Maha Adil”.

Dengan demikian Aksi Simpatik 55 yang merupakan rangkaian ABI (Aksi Bela Islam) 411, 212 dan 112, adalah aksi terakhir yang diprakasai GNPF-MUI, apapun putusan hakim pada Selasa 9 Mei besok. Sebuah rangkaian aksi yang diikuti jutaan peserta yang disatukan oleh iman, dan dapat berjalan dengan tertib, santun, aman dan damai. Allahu Akbar …

Ya manusia memang hanya bisa berusaha, Allah lah penentu segalanya. Sebagian umat Islam telah melakukan usaha maksimal, yaitu melalui Aksi Bela Islam yang berkali-kali itu. Sebagai warga negara yang baik mereka berusaha untuk tidak main hakim sendiri, untuk mentaati hokum negara. Meski mereka bisa melihat kenyataan betapa hokum berjalan lamban, dan terkesan ogah-ogahan. Padahal mereka tahu bahwa menurut hukum Islam, orang yang mengolok-olok ayat-ayat-Nya bisa dijatuhi hukuman berat, yaitu hukuman mati.

Pada saat yang sama, panitia  KPU DKI secara resmi menetapkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih priode 2017-2022. Tak salah bila kemudian UBN menyebut bahwa tanggal 5 bulan 5 adalah hari yang istimewa, sesuai ayat 5 surat 5 yaitu Al-Maidah sebagai berikut :

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)”.

Penetapan pemenang pilkada yang diselenggarakan di kantor KPU, juga cukup membuat merinding. Karena begitu Anies Bawesdan mengucap bahwa kemenangan tersebut tak lepas dari ridho Allah swt, adzan Asarpun berkumandang. Dan calon gubernur tersebutpun menghentikan sambutannya untuk mendengar azan hingga selesai dikumandangkan. Masya Allah …

Betul memang, kemenangan pasangan Anies dan Sandi tak lepas dari kuasa Sang Khalik. Di tengah suasana panas pilkada, terpanas dan terheboh dalam sejarah pilkada Indonesia, pasangan Muslim tersebut bisa meraih kemenangan. Padahal pihak pasangan Ahok, sang terdakwa, dan Jarot, yang didukung partai-partai besar, para cukong bahkan pemerintahan Jokowi, telah habis-habisan menguras tenaga dan dana demi kemenangan pasangan yang mereka dukung.

Bahkan Ahok, tampaknya tak menyadari, bahwa perbuatan buruknya membawa-bawa ayat 51 surat Al-Maidah, justru menjadi bumerang bagi dirinya. Sebagian umat Islam yang tadinya tidak tahu, atau kurang begitu peduli terhadap adanya larangan memilih pemimpin dari kalangan non Muslim, dengan perbuatan Ahok malah jadi tahu, dan tidak memilihnya. Meski bisa saja ada banyak faktor penyebab selain itu.

“ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran(3):54).

Yang juga harus disadari umat Islam, adalah adanya tuduhan bahwa tuntutan umat Islam terhadap Ahok adalah politisasi, agar Ahok tidak bisa dipilih menjadi gubernur. Agak aneh. Ayat larangan memilih pemimpin dari kalangan non Muslim/kafir, ada banyak, tidak hanya ayat 51 Al-Maidah. Jika itu yang dimaksud politisasi, Islam memang bukan agama yang hanya mengurusi persoalan akhirat, tapi juga semua segi kehidupan termasuk masalah sosial dan politik. Ayat-ayat tersebut sudah ada jauh sebelum negri ini diproklamirkan.

Justru Ahoklah yang tiba-tiba memunculkan dan membahas ayat tersebut, karena merasa kepentingan politiknya terhalangi ayat tersebut. Jadi jelas ialah yang mempolitisasi ayat Al-Quran, ironisnya lagi, ayat kitab suci yang tidak di-imani-nya, ayat suci umat lain, yang tidak sepantasnya ia utak-atik. Itu sebabnya meski Ahok telah kalah, umat Islam tetap menuntut agar Ahok tetap dipenjara mempertanggung-jawabkan prilakunya yang merusak persatuan NKRI dan ke-Bhineka-an yang selama ini terjaga dengan baik, agar tidak ada lagi orang yang berani mengolok-olok ajaran dan kitab suci agama umat lain.

Hal ini makin memperjelas betapa Maha Kuasanya Allah swt. Larangan tersebut sungguh tepat dan pada tempatnya. Bagaimana mungkin seseorang mempunyai pemimpin yang berbeda cara pandang dengan orang yang dipimpin?? Hal yang demikian pasti akan melahirkan banyak permasalahan.

Sungguh alangkah beruntungnya kita, Allah swt telah memberikan kemenangan bagi pasangan Anies-Sandi yang sama-sama Muslim.  Semoga keduanya dapat menjaga amanah dengan baik, mengembalikan persatuan antar sesama umat beragama, menjadikan ibu kota tercinta aman, tentram dan nyaman bagi seluruh warganya, baik rakyat kecil atau pejabat, miskin ataupun kaya, apapun agamanya, aamiin ya robbal ‘aalamiin …

Sementara Ahok, dipenjara ataupun tidak, semoga Allah swt memberinya hidayah, dan segera ber-taubat, aamiin … Mari kita memasuki bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari dengan hati yang bersih dan damai …

Wallahu ‘alam bish shawwab.

Jakarta, 8 Mei 2017.

Vien AM.

Catatan:

Majelis hakim Pengadilan Jakarta Utara, Selasa 9 Mei 2017 memutuskan vonis 2 tahun penjara bagi Ahok … Allahu Akbar … Trima-kasih ya Allah yang telah mengabulkan doa dan harapan kaum Muslimin. Semoga hal ini dapat menambah rasa syukur kaum Muslimin betapa besarnya cinta-Nya kepada kita … Masya Allah …

http://spiritriau.com/view/Nasional/93375/Hakim-Vonis-Ahok-2-Tahun-Penjara.html#.WRKKDuWGOUk

Read Full Post »

AGAMA.

Read Full Post »

Energi Al-Maidah (5).

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3:54).

Ayat diatas rasanya sangat tepat untuk mencerminkan apa yang terjadi pada sidang lanjutan kasus penistaan agama pada Selasa 31 Januari lalu. Dalam sidang tersebut Ahok melakukan intimidasi dan ancaman yang sangat tidak pantas terhadap Ketua MUI sekaligus Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) KH Ma’ruf Amin yang saat itu menjadi saksi ahli. Sikap kasar gubernur DKI non aktif tersebut memperlihatkan ke-aroganan diri dan tidak adanya rasa hormat kepada ulama besar yang merupakan sesepuh dan panutan kaum Muslimin yang merupakan mayoritas rakyat yang dipimpinnya.  Itulah cara Sang Khalik membuka kedok orang yang telah melecehkan ayat-ayat-Nya.

https://nasional.sindonews.com/read/1176295/13/mengancam-kh-ma-ruf-amin-ahok-buka-topeng-siapa-dia-sebenarnya-1485987355

kunjungan-ke-rumah-amin-marufAnehnya lagi, tak sampai 24 jam kemudian, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, kapolda DKI M Iriawan dan beberapa orang lainnya datang mengunjungi sesepuh NU itu alias sowan, kalau orang Jawa bilang. Apa hubungan sikap Ahok dengan pejabat pemerintah tersebut?? Mengapa mereka sebegitu paniknya atas kelakuan tidak beradab calon gubernur dengan status tersangka tersebut??? ( Rasanya dalam sejarah baru kali ini ada seorang tersangka bisa ikut pilgub… ).

Kesewotan pemerintah juga terlihat dari sikap kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan yang baru beberapa bulan menduduki jabatan barunya. Kasus penyerangan GMBI, gerombolan ex napi bimbingan kapolda, terhadap kaum Muslimin dan anggota FPI yang sedang mengawal pengadilan Habib Riziek Shihab, bukannya diselesaikan dengan baik. Padahal kasus tersebut menyebabkan seorang anggota FPI harus meregang nyawa. Akan tetapi Charliyan malah menjadikan Habib Riziek menjadi tersangka. Anehnya ketika pengacara Habib beberapa kali menanyakan surat resmi penetapan tersangka pihak kepolisian tidak bisa menunjukkannya. Ini yang menyebabkan Habib Riziek menolak panggilan kepolisian.

muhaballah-hrsTidak berhenti disitu saja, Habib juga difitnah melakukan perbuatan asusila, tak tanggung-tanggung dengan murid sekaligus simpatisan yang mengenal baik istri Habib. Kali ini Habib menantang sang pemfitnah dengan sumpah Laknat ( Mubahalah), seperti yang pernah diajarkan Rasulullah terhadap musuh-musuh Islam.

http://indonews.id/berita/soal-video-perselingkuhan–fpi–itu-fitnah-keji-dan-hoax-jatuhkan-habib-rizieq/

http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2017/01/29/ahokers-bela-habib-rizieq-pasca-heboh-selingkuh-firza-husein-simak-videonya/

Namun dengan izin Allah swt fitnah murahan yang bertubi-tubi tersebut justru membuat para pembela Ahok yang masih bersih hatinya berpikir ulang. Dan akhirnya membela pimpinan FPI tersebut. Bahkan belakangan ratusan simpatisan PDIP seperti Boy Sadikin dll akhirnya malah berbalik mendukung lawan Ahok, yaitu paslon Anies – Sandiaga. Allahu Akbar ….

Korban selanjutnya adalah Patrialis Akbar, hakim mahkamah, yang selama ini dikenal kukuh dalam ber-Islam. Patrialis juga diketahui mendukung aksi yang diadakan umat Islam beberapa waktu lalu. Hakim ini ditangkap polisi secara OTT ( Operasi Tangkap Tangan) yaitu menerima suap uji materi suatu undang-undang. Tapi kenyataannya polisi tidak bisa menunjukkan uang hasil OTT tersebut. Dan yang lebih menyakitkan lagi Patrialis dikabarkan ditangkap ketika sedang selingkuh dengan seorang perempuan. Padahal pada kenyataannya Patrialis sedang berjalan-jalan dengan istrinya. Anehnya berita tersebut mempunyai 3 versi tempat penangkapan yang berbeda, yaitu di sebuah hotel, di lapangan golf dan satu lagi di sebuah mall. Mana yang benar, munkingkah satu orang yang sama bisa berada di 3 tempat sekaligus ??? Sungguh menggelikan dan sama sekali tidak masuk akal!

https://liputansingkat.com/2017/01/29/tanggapan-pengacara-senior-soal-ott-patrialis-akbar/

Ketidak-berpihakan penguasa terhadap mereka yang tidak melindungi Ahok makin terlihat dengan adanya sertfikasi ulama. Karena seperti yang ketahui para ulama saat ini sedang berjuang keras mengingatkan umat agar melaksanakan perintah Allah swt agar tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin.

hp-ubnKetidak-sukaan ini juga terlihat jelas dengan tidak ditindak-lanjutinya prilaku sekelompok orang yang menakui-nakuti sekjen MUI Teuku Zulkarnaen di bawah tangga pesawat bandara Sintang beberapa waktu lalu. Terakhir, pengumuman ustad Bahtiar Nasir bahwa no hp sekjen GNPF tersebut telah di cloning oleh seseorang sejak Sabtu 11 Februari kemarin. Uztad kondang pimpinan AQL ( Al-Quran Learning) tersebut baru beberapa hari lalu dipriksa kepolisian dengan tuduhan pencucian dana umat. Pihak kepolisian mengancam bahwa mereka memiliki bukti kuat. Ini dilakukan setelah sebelumnya dituduh sebagai antek-antek ISIS !!

https://news.detik.com/berita/3418756/kata-pengacara-bachtiar-nasir-soal-pengumpulan-dana-212-via-yayasan

Bersyukur ABI (Aksi Bela Islam) 112 di masjid Istiqlal yang semula dilarang Kapolri dengan alasan masa tenang akhirnya dapat berlangsung lancar, bersamaan dengan kubu Ahok yang tanpa kendala bisa menyelenggarakan kampanye di Kemayoran. Itupun dengan perasaan was-was karena adanya ancaman bahwa kepolisian akan memanggil paksa Habib Riziek bila hingga tengah malam tersebut tidak juga memenuhi panggilan polisi.

Tito Karnavian sebagai Kapolri sebelumnya berkali-kali juga memperingatkan dengan keras agar gelar acara 112 tidak dipolitisasi. Padahal ABI sesuai namanya, dan telah diselenggarakan untuk kesekian kalinya  adalah aksi yang lahir karena umat Islam sakit hati atas pelecehan Ahok terhadap ayat suci Al-Quran. Dan ayat tersebut adalah ayat tentang memilih pemimpin yang berarti adalah hak politik kaum Muslimin. Jadi sungguh peringatan kapolri sangat tidak masuk akal. Sama dengan tidak masuk akalnya tuduhan ketua PBNU Said Aqil bahwa ABI bukan bertujuan memperkarakan Ahok melainkan ingin mengadu domba ulama-ulama garis keras dan ulama liberal.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/02/11/058845512/ketua-pbnu-tahu-siapa-penggerak-dan-tujuan-aksi-112

Syukur Alhamdulillah ABI 112 yang diikuti ratusan ribu peserta dari berbagai daerah yang rencananya akan long march namun ditentang, akhirnya berlangsung tertib di masjid Istiqlal. Acara tersebut diawali dengan shalat Tahajud kemudian shalat Subuh lalu ditutup dengan shalat Zuhur berjamaah. Dan yang tak dapat dihindari adalah long march, walaupun tidak sesuai rencana awal.  Long march terpaksa dilakukan mulai patung pak Tani di Kwitang hingga lokasi utama, masjid Istiqlal, saking banyaknya peserta yang antusias menghadiri acara. Acara ini juga dihadiri oleh ke 2 calon pasangan yaitu paslon no 3 Anies – Sandiaga dan calon no 1, Agus Yudhoyono. Ketiga orang calon tersebut terlihat shalat berdampingan dalam satu shaf, serius mendengarkan tausiyah para ulama, bahkan mesra saling bergandengan tangan. Masya Allah …

krewmetrotvSayangnya peristiwa ini harus dikotori seperti biasa oleh krew Metrotv yang berulah melaporkan bahwa dirinya diserang peserta aksi hingga kepalanya berdarah-darah. Padahal peserta aksi hanya menyoraki krew tersebut karena reputasi stasiun tv tempat ia bekerja memang sering memojokkan umat Isam. Dan laporan yang dibuat krew tersebut makin membuktikan keburukan mereka.

Keberpihakan penguasa kembali diperlihatkan kemarin malam, yaitu dengan diaktifkannya kembali Basuki Purnama Tjahja alias Ahok menjadi gubernur setelah masa cuti kampanye selesai, bahkan 8 jam sebelum masa tersebut habis. Padahal sebelumnya rezim penguasa sudah membebaskan Ahok dari undang-undang tersebut dengan alasan yang bersangkutan sedang cuti kampanye.

Begitu cutinya nanti habis kami berhentikan,” kata Tjahjo Kumolo di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jawa Barat, Jumat (16/12).

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20161227124908-12-182350/sidang-berlanjut-ahok-pasrah-tak-lagi-bertugas-di-balai-kota/

uu-pemda-pasal-83-ayat-1Dimana disembunyikan undang-undang yang menyebutkan bahwa seorang terdakwa harus di non-aktifkan secara sementara dari jabatannya??? Sebegitu pentingnyakah Ahok untuk diamankan hingga undang-undangpun harus dikalahkan?? Ada apa gerangan di negri tercinta ini???

Pilkada, khususnya pilgub DKI yang merupakan barometer negara, tinggal menghitung jam. Ahok yang dijagokan penguasa berapapun harganya, yang didukung dana tak terhingga dari 9 taipan raksasa yang  sangat berkepentingan dengan kelangsungan reklamasi, yang tak satupun kasusnya tersentuh meski bukti sudah menumpuk dan konyolnya tetap di elu-elukan pendukung fanatiknya, termasuk sebagian orang yang mengaku Muslim padahal jelas-jelas Ahok telah melecehkan ayat suci Al-Quran.

Namun atas kehendak-Nya aib-aibnya dibukakan-Nya sedikit demi sedikit. Masihkah kita mau memilih pemimpin yang seperti itu, seandainyapun tidak ada perintah Sang Khalik agar tidak memilihnya?? Relakah kita negri yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh darah kaum syuhada ini dikuasai komunis, yang notabene adalah kaum kafir tulen, paling kafir dari seluruh kafir yang ada di muka bumi ini?? Inikah fitnah akhir zaman Ya’juj Ma’jud yang dimaksud pada ayat 94 surat Al-Kahfi ??

Mereka berkata: “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”

ayat-memilih-pemimpinInilah saatnya kita bersatu, menjauhkan segala perbedaan mendasar, demi menyambut awal kebangkitan Islam yang telah diprediksi Rasulullah 15 abad silam. Ayo kita bangun dari tidur panjang yang telah melenakan kita hingga kita lalai akan tugas dan kewajiban kita dilahirkan ke dunia ini, yaitu sebagai khalifah di muka bumi. Pilih pemimpin Muslim yang amanah, yang tidak berhutang budi pada rezim kekuasaan manapun, serta yang dekat dan mau mendengarkan ulama. Tidak perlu memikirkan kicauan Ahok yang mengatakan memilih pemimpin berdasarkan agama adalah melanggar konstitusi.

https://news.detik.com/berita/d-3420395/tepis-ahok-hidayat-memilih-berdasar-agama-tak-langgar-konstitusi

Republik Turki dengan Tayyib Erdogan-nya telah memulai menunjukkan kebangkitan tersebut, rakyat negara-negara di Eropa dan Amerika yang berbondong-bondong bersyahadat, Masjidil Aqsho di Yerusalem yang nyaris jatuh ke tangan Zionis Yahudi Israel, ditambah lagi dengan Donald Trump seorang lelaki bejat tidak berakhlak yang justru terpilih menjadi negara adi daya Amerika dan jelas-jelas memperlihatkan permusuhan dan kebencian yang amat sangat terhadap Islam. Itulah sebagian tanda-tanda akhir zaman yang akan diawali dengan kebangkitan Islam.

Nabi SAW bersabda: “Akan datang kepada kalian (1) masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang (2) masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, (3) masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang (4) masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah (5) masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam”. [HR. Imam Ahmad]

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Februari 2017.

Vien AM.

 

Read Full Post »

Kekuatan Doa

“ Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”.( Terjemah QS. Al-Ahzab (33):41-43).

Kata DZIKIR berasal dari adz-dzikr dalam bahasa Arab, yang berarti mengingat, mengucap atau menyebut. Ayat diatas dan juga pada banyak ayat Al-Quran perintah berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla banyak kita jumpai. Dzikir kepada Allah dan segala kebesaran-Nya adalah penyebab dikeluarkannya kita dari kegelapan/ kesulitan/ keterpurukan menuju kepada cahaya/ kemudahan/ kemenangan/ kesuksesan. Doa dan shalat termasuk dalam dzikir.

Doa yang merupakan kekuatan dasyat yang diberikan kepada kaum Muslimin, adalah sebuah cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.  Allah swt sangat menyukai dan mencintai hamba yang senantiasa berdoa; memohon kepada-Nya apa yang diinginkannya, merengek dan mengadukan segala kesulitan kepada-Nya agar diberi jalan keluarnya.

Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu memulai segala aktifitas dengan berdoa. Itu sebabnya sejak kecil umat Islam telah diajarkan dan dibiasakan membaca bermacam doa, seperti doa hendak tidur, doa hendak makan, doa hendak bepergian, doa masuk kamar kecil dll.

Isi doa selain seperti yang diajarkan Rasulullah di atas, bisa juga mengambil ayat-ayat Al-Quran, dan bisa juga dengan kata-kata sendiri dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah atau bahasa  apapun yang ada di dunia ini. Namun tentu saja ada adabnya. Diantaranya didahului dengan bertasbih yaitu memuji-Nya dan bershalawat untuk Rasulullah saw.

https://konsultasisyariah.com/9561-13-ada-dalam-berdoa.html

Sayangnya, kita berdoa pada umumnya hanya untuk kepentingan diri dan keluarganya sendiri. Tak banyak Muslim yang rajin berdoa agar di anugerahi pemimpin yang amanah, yang mampu dan mau benar-benar memikirkan kepentingan umatnya.

Padahal sesukses dan sekaya apapun kita dan keluarga kita, bila pemimpinnya tidak amanah, keberkahannya dapat dipastikan cepat menguap tak berbekas. Dan yang harus juga diingat jika ini terjadi yang paling menderita adalah kelas menengah atas. Mengapa demikian?? Karena rakyat kelas bawah sudah terbiasa hidup susah dan kekurangan. Lain halnya dengan kelas menengah atas yang terbiasa hidup mapan dan nyaman.

Suriah adalah contohnya. Sebelum tahun 2011 rakyat Suriah, Aleppo khususnya yang merupakan kota industry, kota terbesar ke 2 setelah Damaskus,  tidak pernah mengira bahwa kota dan negaranya bakal hancur seperti sekarang ini. Padahal Aleppon, kota yang tercatat sebagai salah satu tua tertua di dunia ini tadinya tersohor sebagai kota pariwisata yang menawan. Penduduknya banyak yang sukses dan hidup makmur. Tapi kini sebagian besar rakyatnya baik yang miskin maupun yang sukses dan kaya raya terpaksa mengungsi dan hidup di pengungsian dengan kodisi yang jauh dari nyaman. Begitu juga Beirut ibukota Lebanon yang mendapat julukan “ Parisnya Timur Tengah” sebelum pecah perang saudara. ( 1975- 1990).

Pemimpin adalah kunci kesuksesan sebuah negara. Untuk itu diperlukan pemimpin yang amanah. Pemimpin amanah adalah seorang Muslim sholeh, yang sangat takut pada Tuhannya. Yang dengan demikian menyadari betapa berat tugas dan tanggung-jawab seorang pemimpin. Itu sebabnya ia tidak akan berani korupsi, dalam hal apapun, tidak suka berbohong apalagi berbuat curang. Ia benar-benar menyadari bahwa amanah yang dititipkan umat ditujukan agar ia mau mengurusi kebutuhan spiritual dan material rakyat yang dipimpinnya. Memberikan kemudahan agar umat dapat beribadah, memuji Tuhannya dengan sebaik mungkin. Menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya, apapun agama, suku dan rasnya. Dan semuanya ini dilakukannya demi mencari ridho Sang Khalik, Allah Azza wa Jallat, penciptanya.

Berikut cuplikan pidato Umar ibn Khattab pada pelatikan beliau sebagai khalifah :

” Kewajibanku adalah aku tidak akan memilih orang-orang diantara kalian atau apa yang telah Allah anugerahkan kepada kalian, kecuali adanya pertimbangan yang tepat. Dan aku berkewajiban menambah pendapatan kalian atau rezeki kalian. Jika Allah berkehendak, maka aku naikkan upah kalian. Kewajibanku kepada kalian adalah tidak menyesatkan kalian pada bencana. Jika kalian hilang dalam suatu perintah dan perjalanan, maka aku akan mencarinya. Mengenai harta Allah, aku memposisikan diriku disini seperti anak yatim. Jika aku diberi kekayaan, maka aku akan menjadi ornag yang pemurah. Jika aku miskin, aku akan memakan makanan yang baik dan halal. Bertaqwalah kalian semua, wahai hamba Allah.

Bantulah aku dengan urusan yang ada pada kalian semua dengan menjalankannya dengan baik. Dan semoga diteguhkan kepadaku untuk selalu memerintahkan kebaikan dan mencegah terjadi kemungkaran dan selalu menasihatkan kebaikan ketika aku memerintah nanti.

Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).

Jadi sungguh tidak benar slogan “ Lebih baik kafir tapi jujur daripada Muslim  tapi Korupsi”. Perbandingan tersebut bukan perbandingan yang seimbang. Karena kafir  sendiri berarti tidak beriman kepada Allah Yang Satu yaitu Allah swt, itulah dosa terbesar dalam kacamata Islam.

Patut diingat, setiap agama pasti mempunyai standard dan aturan masing-masing. Dan bukan hal yang aneh bila suatu negara membuat peraturan pemimpin harus seagama dengan mayoritas rakyatnya. Itulah adalah fitrah manusia, karena setiap manusia pasti lebih nyaman bila pemimpinnya memahami apa yang dibutuhkannya. Sebagai contoh, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris atau  Perancis yang notabene mayoritas rakyatnya Nasrani, dan mengaku sebagai negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan toleransi, tidak pernah tercatat mempunyai presiden beragama Islam.

Begitu pula Islam. Islam  adalah ajaran yang sangat spesifik. Ia memiliki sejumlah aturan sendiri yang wajib dipatuhi pemeluknya, bukan hanya sebagai pribadi tapi juga dalam hubungan sosial kemasyarakatan. Umat Islam membutuhkan komunitas, fasilitas  dan kebijaksanaan yang sangat khas. Misalnya, kebutuhan akan masjid, pelaksanaan shalat pada jam kerja, shalat berjamaah di masjid pada hari Jum’at, menjalankan puasa pada bulan Ramadhan, penentuan hari raya iedul fitri dan iedul adha, mengenakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari, pemotongan hewan halal, menjauhi riba, minuman keras, perjudian serta pelacuran, hukum waris, hukum perkawinan  dan masih banyak lagi. Bahkan ketika meninggal duniapun seorang Muslim wajib dimakamkan dengan aturan tertentu.

Itu sebabnya umat Islam memerlukan pemimpin, pemimpin yang benar-benar mengerti, memahami dan menguasai kebutuhan orang yang dipimpinnya. Dan tentu saja kalau bukan dari kalangan umat Islam sendiri siapa lagi yang lebih patut menjadi pemimpin tersebut. Apalagi Allah swt dengan tegas telah memerintahkan hal tersebut, bukan hanya dengan 1 atau 2 ayat, tapi sampai 7 ayat ! Diantaranya yaitu surat Al-Maidah ayat 51 yang belakangan menjadi populer berkat kasus pelecehan yang dilakuan gubernur DKI, Ahok alias Basuki Purnama Cahaya,.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS.Al-Maidah(5):51).

Artinya, bila kita tetap nekad memilih pemimpin yang bukan dari kalangan kita sendiri ( baca Islam), Allah swt tidak lagi mau melindungi kita. Dan dampak perbuatan ini tidak saja ‘hanya’ kita terima di akhirat nanti, tapi juga di dunia. Allah swt memerintahkan dengan jelas agar tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, untuk kepentingan dan kebaikan kita sendiri, yaitu agar umat Islam dapat menjalani kehidupan sosial sesuai ajarannya. Karena pemimpin adalah orang yang diberi mandat untuk menentukan segala kebijakan dalam suatu pemerintahan.

Jadi sungguh aneh bila ada sebagian orang yang mengaku Islam tapi berpendapat bahwa orang Islam tidak perlu berpolitik. Dengan dalih Islam adalah rahmatan alamiin, maka cukup berbuat baik saja. Itulah jargon sesat tokoh JIL almarhum Nurcholis Majjid “ Islam Yes Partai Islam No”, yang hingga saat ini masih dipegang sebagian umat Islam.  Ini pula yang terjadi di Lebanon dan Pantai Gading hingga akhirnya harus pasrah memiliki presiden non Muslim ( Nasrani) padahal mayoritas penduduknya Muslim.

Sebaliknya seorang pemimpin Muslim yang tidak amanah juga beresiko menyengsarakan rakyatnya. Kekacauan mengerikan di Suriah terjadi diawali karena pemimpinnya yaitu Bashar Assad yang otoriter, tidak mau menerima kritik rakyatnya yang mayoritas Islam Sunni. Bashar sendiri adalah seorang Syiah. Kini Suriah menjadi ajang pertempuran banyak pihak dengan berbagai kepentingan. Demkian pula negara-negara teluk yang hingga saat ini terus bergejolak. Pemimpin mereka memang Muslim namun tidak/kurang amanah. Mereka menjadikan kaum kafir sebagai sekutu bahkan penolong dengan meninggalkan sesama Muslim. Itu sebabnya mereka menjadi tergantung, lemah dan mudah di adu domba oleh mereka yang tidak menyukai Islam.

Untuk itu kita umat Indonesia yang sebentar lagi akan menghadapi pilkada, marilah kita mengambil hikmahnya. Apa lagi saat ini, di zaman dimana para ulama garis lurus di kriminalisasi hanya karena tidak sejalan dengan kemauan penguasa, umat Islam yang terus diprovokasi dan di adu domba dengan berbagai cara.

Kita mulai dengan ber-doa. Patut dicamkan, doa itu bukan”hanya”. Doa adalah niat, harapan yang mengawali sebuah perbuatan. Jadi adalah wajib bagi seluruh umat Islam untuk berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon kepada Sang Khalik, pemimpin seperti apa yang ingin kita miliki.  Dan agar doa terkabul wajib bagi kita untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Kenali Tuhan kita.

Ada sebuah perumpamaan menarik. Ketika seseorang terus digonggongi seekor anjing padahal ia orang yang benar-benar takut pada anjing. Otomatis tentu ia akan lari terbirit-birit sambil berusaha  melempari anjing tersebut dengan batu atau apa saja yang ia temui. Akankah ia berhasil keluar dari ketakutannya itu? Mana yang lebih efektif, dengan bila ia melapor kepada si empunya agar segera mengendalikan anjingnya? Masalahnya kenalkah ia dengan si pemilik anjing?

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Terjemah QS. Al-Baqarah: 186).

Begitu pula dengan doa, kenali Sang Pemilik, dekati dan pelajari apa yang Ia kehendaki dari kita. Setelah doa, kita harus berusaha keras mewujudkan doa tersebut. Diantaranya dengan ikut memilih, tidak golput, lebih baik lagi bila bisa ikut mengawasi jalannya pemilihan. Mari kita rapatkan barisan, pilih pemimpin yang amanah, yang benar-benar mau menegakkan nilai-nilai Islam dan membela rakyatnya. Penting untuk diingat, tidak ada manusia yang sempurna. Tapi yakinilah Allah swt pasti akan menolong dan mengisi kekurangan tersebut, selama yang bersangkutan dekat dengan ulama dan mau mendengar nasehat mereka.

Terakhir kita tutup usaha kita dengan kembali berdoa, pasrah dan yakin bahwa ketetapan-Nya adalah yang terbaik untuk kita semua, pasti ada hikmah yang dapat kita ambil. Bukankah Islam mengajarkan manusia hanyalah dapat berusaha sedangkan keputusan akhir adalah hak-Nya? Dan usaha inilah yang akan dinilai-Nya bukan hasilnya. Allahu Akbar …

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Terjemah QS.-Taubah (9):105).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 26 Januari 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

Older Posts »