Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

P1010763Jumat 10 Juli 2020 umat Muslim, khususnya Muslim Turki mencatat sejarah besar. Hagia/Aya Sophia yang selama 85 tahun tercatat sebagai museum kembali menjadi masjid. Hal ini berkat kegigihan presiden Turki Recep Erdogan yang berusaha keras mengembalikan status bangunan bersejarah tersebut.

Meski mendapat banyak tekanan internasional, Pengadilan Tinggi Turki pada Jumat tersebut memutuskan untuk membatalkan dekrit Kabinet 1934 tentang status Aya Sophia yang mengubah status masjid menjadi museum. Dekrit ini dikeluarkan oleh pendiri Turki Sekuler Kemal Attaturk  10 tahun setelah jatuhnya kekhalifahan Turki Ottoman.

Menurut undang-undang wakaf, apa yang diwakafkan harus difungsikan sesuai tujuannya,” tegas Menteri Kehakiman Turki yang mengungkapkan Aya Sophia secara hukum dimiliki oleh yayasan yang didirikan oleh Sultan Al-Fatih, Sang Penakluk. Sultan Al-Fatih dikenal juga dengan sebutan Sultan Muhammad II atau Sultan Mehmed.

“Aya Sophia diwakafkan oleh Muhammad Al-Fatih khusus untuk tempat ibadah umat Islam, yaitu masjid. Jadi sudah seharusnya penguasa Turki menjaga hak hukum terhadap warisan tersebut”, imbuhnya. Untuk itu Erdogan menyerukan seluruh dunia agar menghormati keputusan pengadilan Turki. Presiden Turki ke 12 itu juga menegaskan bahwa hal tersebut merupakan hak kedaulatan Turki.

Langkah pemerintah sekuler Turki tahun 1934 yang saat itu dipimpin Mustafa Kemal Attaturk mentranformasi Hagia Sofia dari masjid menjadi museum adalah pengkhianatan terhadap sejarah. Aya Sophia bukan milik negara atau yayasan manapun namun milik Sultan Muhammad Al-Fatih”, tegasnya.

Langkah Erdogan memperjuangkan kembalinya status Aya Sophia menjadi masjid bukan sekedar keinginan pribadi tapi juga didasari keluhan rakyat Turki yang mempermasalahkan hal yang berpuluh tahun mengganjal hati mereka. Gugatan telah dimulai sejak 16 tahun yang lalu. Bahkan 10 tahun sebelumnya yaitu ketika Erdogan masih menjabat walikota Istanbul ia pernah menjanjikan kebebasan bangunan warisan penakluk Konstatinopel tersebut.

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):114).

Selanjutnya Erdogan bahkan berani berkata bahwa tranformasi Aya Sophia menjadi masjid adalah langkah awal menuju pembebasan Baitul Maqdis.  Pengembalian Aya Sophia setelah 85 tahun sempat menjadi museum mengingatkan  Baitul Maqdis yang selama 88 tahun pernah dikuasai kaum Salibis. Baitul Maqdis kembali ke pangkuan kaum Muslimin dibawah pasukan Sultan Salahuddin Al-Ayuubi pada tahun 1187M.

https://tirto.id/janji-salahuddin-merebut-yerusalem-dalam-perang-salib-cqJF

Sungguh Kostantinopel akan dibebaskan, sebaik–baik amir adalah amirnya dan sebaik–baik pasukan adalah pasukan tersebut.” [HR.Bukhari dan Muslim].

Makmurnya Baitul Maqdis (yakni dengan banyak penduduk, bangunan dan harta) adalah tanda keruntuhan kota Madinah, runtuhnya kota Madinah adalah tanda terjadinya peperangan besar, terjadinya peperangan besar adalah tanda dari pembukaan kota Konstantinopel, dan pembukaan kota Konstantinopel adalah tanda keluarnya Dajjal”. [HR. Abu Daud].

Dua prediksi Rasulullah 15 abad lalu di atas inilah yang telah banyak meng-inspirasi kaum Muslimin untuk membebaskan Istanbul dari cengkeraman kaum Kuffar. Beberapa kali pasukan Muslimin mencoba menguasai ibu kota Bizantium/Romawi Timur tersebut tapi gagal. Dibawah komando Sultan Muhammad Al-Fatih pada tahun 1453 barulah kota tersebut berhasil ditaklukan.

https://kisahmuslim.com/4287-muhammad-al-fatih-penakluk-konstantinopel.html

Tak heran keputusan pengadilan tinggi Turki tersebut menyulut kontroversi internasional. Amerika Serikat, Rusia, Yunani serta beberapa petinggi gereja menentang pengubahan status bangunan bersejarah yang sejak abad 6 sudah merupakan ikon Istanbul tersebut.

Namun Erdogan tidak bergeming, apalagi keputusan tersebut didukung 86% rakyat Turki. Sesuai dengan semboyan negaranya “Kedaulatan tanpa syarat adalah milik Bangsa”, secara tegas mengatakan setiap intervensi asing atas musyawarah internal Turki termasuk status Aya Sophia adalah serangan terhadap kedaulatan negaranya. Turki sebagai negara mayoritas Muslim akan selalu melindungi hak-hak Muslim tanpa mengesampingkan minoritas yang tinggal di negaranya. Ia juga menambahkan Turki tak pernah ikut campur dalam urusan keagamaan negara lain.

Begitu juga, tak ada pihak asing yang berhak untuk mencampuri masalah yang menyangkut tempat ibadat kami,” tekan Erdogan.

Ada sekitar 435 gereja dan sinagog di Turki. Semua orang menikmati hak mereka untuk menjalankan kepercayaan mereka”, imbuhnya.

Erdogan juga menyindir bahwa bangsa Turki tak memiliki sifat penghancur unsur budaya sebelumnya, seperti yang dilakukan Spanyol dan Portugal, yang suka menghancurkan masjid-masjid yang ada di negara mereka.

https://republika.co.id/berita/qdbage2097364635/hagia-sophia-jadi-masjid-setelah-jeda-85-tahun-pesan-apa-yang-diberikan-turki

Tentu kita tahu apa yang terjadi paska kejatuhan Islam di Andalusia (Spanyol dan Portugal) pada tahun 1492. Ini adalah dampak kekalahan yang berkali-kali dialami pasukan Salib dalam melawan pasukan Muslim. Perang yang diberi nama Perang Salib ini pertama terjadi pada tahun 1099 atas perintah Paus Urbanus yang berkedudukan di Avignon Perancis. Tujuan utamanya untuk merebut Yerusalem yang ketika itu telah dikuasai Muslimin.

katedral Lisbon

Katedral Lisbon Portugal

seville-cathedral

Katedral Sevilla, Spanyol

katedral Toledo Spanyol

Katedral Toledo Spanyol

2009-11 Jerez_4

Katedral Jerez – Spanyol

Katedral Malaga, Spanyol

Katedral Malaga, Spanyol

masjid katedral cordoba-

Katedral Cordoba

Maka ketika akhirnya mereka berhasil mengalahkan kerajaan Islam di Andalusia dengan semena-mena mereka menghancurkan masjid-masjid, disamping mengusir dan membantai kaum Muslimin.

Masjid-masjid yang besar dan bagus mereka ubah menjadi katedral, hingga detik ini. Adakah dunia international peduli???

masjid-al-ahmar Palestina

masjid-al-ahmar Palestina

Yang juga tak kalah mengesalkan, baru-baru ini sebuah masjid di sebuah kota Palestina yang dikuasai Yahudi  bahkan dijadikan klub malam. Masjid bernama Al-Ahmar tersebut padahal masjid yang paling bersejarah di kota tersebut. Pada tahun 1948 masjid tersebut pernah menjadi rumah bagi 12 ribu warga Palestina yang dipaksa keluar dari rumah mereka oleh Zionis Israel. Sekretariat Islamic Centre yang ada di kita tersebut telah mengajukan protes. Adakah dunia international peduli???

https://aceh.tribunnews.com/2020/07/18/gaduh-hagia-sophia-menjadi-masjid-israel-ubah-masjid-bersejarah-jadi-bar-dan-aula-pernikhan

Umat Islam shalat di antara puing-puing masjid

Umat Islam shalat di antara puing-puing masjid

Demikian pula dengan masjid Babri di India. Masjid bersejarah peninggalan dinasti Mughal yang didirikan pada tahun 1527 itu dihancurkan oleh kelompok Hindu garis keras pada tahun 1992. Kerusuhanan tersebut menelan 2000 korban sebagian besar Muslim yang merupakan minoritas di negri tersebut. Ironisnya lagi PM India yang saat ini berkuasa telah menjanjikan berdirinya kuil megah di atas reruntuhan masjid tersebut. Adakah dunia international peduli???

https://tirto.id/amarah-dan-kebencian-yang-menghancurleburkan-masjid-babri-b7GH

Sementara paska kejatuhan Konstatinopel di tahun 1453, katedral Aya Sophia yang dibangun pada tahun 537 tidak semerta-merta dialih fungsikan menjadi masjid. Sultan Al-Fatih membelinya terlebih dahulu dari pihak penguasa gereja sebelum akhirnya diwakafkan menjadi masjid.

Ketika Al-Fatih membeli katedral tersebut keadaannya sudah tidak terawat bahkan sebagian sudah hancur. Aya Sophia memang pernah beberapa kali mengalami gempa. Karena tak sanggup memperbaikinya akibat keadaan ekonomi yang buruk, penguasa  Bizantium sempat menutup tempat ibadah itu selama beberapa periode.

Empat menara raksasa yang mempercantik bangunan kuno tersebut dibangun pada masa Ottoman berkuasa. Begitu pula beberapa kubah kecil yang terletak di sekitarnya, yang dibangun sebagai tempat wudhu, berdzikir dll. Menara dan kubah-kubah tersebut dibangun oleh Mimar Sinan, arsitek kenamaan Ottoman yang hidup pada abad 16. Kehebatannya diakui dunia setara dengan Michelangelo arsitek kenamaan Italia yang banyak membangun gereja. Mimar adalah satu dari sekian banyak orang Turki Kristen yang menjadi saksi keagungan Islam. Itu sebabnya ia kemudian memeluk Islam di usia dewasanya.

Sedangkan kaitannya dengan warisan dunia dan landmark kota, berapa banyaknya kota-kota besar dunia yang menjadikan katedral sebagai landmark. Katedral Notre Dame dan Basilika Sacre-Coeur di Paris, contohnya. Disamping membuka diri bagi turis, kedua tempat tersebut tetap aktif sebagai tempat ibadah umat Nasrani. Ini yang akan dilakukan Erdogan. Hagia Sophia selain berfungsi sebagai tempat ibadah kaum Mulimin akan tetap terbuka untuk turis mancanegara.

Akan halnya Yunani, negara tetangga Turki yang paling vokal menentang perubahan status Hagia Sophia, tercatat sebagai satu-satunya negara di dunia yang di ibukota negaranya tidak memiliki masjid yang dibiayai pemerintah. Muslim di Athena dan juga turis yang bertandang ke kota tersebut harus rela hanya bisa shalat di mushola-mushola kecil yang sulit dicari keberadaannya.

Link dibawah ini adalah pengalaman menyedihkan  kami ketika berada di Yunani (Athena dan Santorini).

https://vienmuhadi.com/2015/03/20/legenda-yunani-santorini-athena-dan-hikmahnya-4/

https://www.aa.com.tr/id/dunia/erdogan-tidak-ada-satu-pun-masjid-yang-tersisa-di-athena/1860376

Pertarungan antara Islam dan Kristen/Yahudi, antara yang haq dan yang bathil, sampai kapanpun memang tidak akan bisa dihindarkan. Barat yang notabene Kristen/Yahudi namun selalu terlihat menggaungkan sekulerisasi sejatinya tidak pernah lupa akan kekalahan mereka terhadap pasukan Muslim. Kekalahan Romawi Timur yang ketika itu beribu kota di Konstatinopel yang juga berarti jatuhnya katedral Hagia Sophia sudah pasti sangat menyakitkan hati mereka.

Oleh sebab itu ketika Ottoman jatuh pada tahun 1924, dan 10 tahun kemudian Kemal Attaturk merubah status Hagia Sophia yang selama 481 tahun berstatus masjid menjadi museum, mereka sangat senang dan lega. Apalagi ketika kemudian Attaturk sebagai pendiri sekaligus presiden pertama Republik Turki menghapus seluruh jejak Islam yang ada di negara eks kekhalifahan tersebut, diantaranya pelarangan jilbab dan haji, azan diganti dengan Bahasa Turki, digantinya huruf Hijaiyah menjadi huruf abjad Latin, dll. Itulah Turki sekuler yang kita temukan hingga di awal berkuasanya Recep Tayeb Erdogan.

Apa daya Barat kini terpaksa gigit jari mendapati sejumlah kebijakan Erdogan yang banyak berpihak kepada Muslim yang sampai saat ini memang masih mayoritas Muslim. Tak heran bila selama berkuasa 18 tahun ( sebagai perdana mentri sejak tahun 2003 hingga 2014, presiden 2014 hingga saat ini) telah berkali-kali mengalami percobaan kudeta dan pembunuhan. Namun berkat dukungan rakyatnya yang solid, dan dengan izin Allah swt tentu saja, Erdogan lolos dari ancaman-ancaman tersebut.

Akhir kata mari kita doakan semoga Allah swt senantiasa melindungi dan menjaga singa Turki tersebut dari segala fitnah. Semoga ia tidak mengalami nasib buruk seperti Adnan Menderes, PM Turki periode 1950-1960 yang banyak merubah kebijakan sekuler hingga di kudeta dan dijatuhi hukuman gantung, atau Muhammad Mursi mantan presiden Mesir yang juga di kudeta karena alasan yang sama. Jangan biarkan Barat terus menjejalkan paham sekuler/kafirnya ke dunia internasional, dunia Islam khususnya.

“Katakanlah “Wahai orang-orang kafir! aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” ( QS. Al-Kafirun(109):1-6).

151435Masjid Aya Sophia akan menyelenggarakan shalat Jumat perdananya pada Jumat pekan depan, yaitu 24 Juli 2020. Semoga Allah swt meridhoinya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin … ( Foto di upload pada 24 Juli 2020),

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 17 Juli 2020.

Vien AM.

Read Full Post »

Sejarah-Lahirnya-Kalender-Hijriyah(Arrahmah.com) – Kalender Hijriyah adalah identitas kaum Muslimin. Bulan-bulan yang kita kenal sekarang juga sudah dikenal oleh masayarakat Arab. Hanya saja mereka belum mengenal penahunan. Di masa itu, penamaan tahun bukan dengan angka. Tapi menggunakan peristiwa yang paling menonjol di tahun tersebut. Seperti tahun gajah. Karena diserangnya Ka’bah oleh pasukan gajah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan di dalam Al-Quran bahwa hilal, matahari, dan bulan adalah waktu untuk manusia. Seperti dalam firman-Nya,

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi.” [Quran Al-Baqarah: 197]

Demikian juga firman-Nya,

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Quran Yunus: 5].

Kemudian muncullah kebutuhan kaum muslimin akan adanya penamaan yang baku pada tahun. Penamaan yang urut sehingga memudahkan aktivitas dan muamalah yang mereka lakukan. Kebutuhan ini terasa begitu mendesak di zaman pemerintahan Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu. Kemudian ia memerintahkan untuk menyusun tahun hijriyah.

Sebelum Penyusunan

Perhitungan tahun yang hakiki adalah dimulai sejak Allah menciptakan langit, bumi, matahari, dan bulan. Tatkala Adam ‘alaihissalam turun dari surga. Kemudian lahirlah anak-anaknya, maka keturunannya menghitung waktu dari turunnya Adam tersebut. Perhitungan tersebut terus berlangsung hingga diutusnya Nuh ‘alaihissalam. Kemudian perhitungan tahun mulai dari diutusnya Nuh hingga banjir yang membuat bumi tenggelam. Kemudian perhitungan tahun mulai dari topan hingga pembakaran Ibrahim ‘alaihissalam.

Saat anak keturunan Ismail sudah banyak, mereka bermigrasi ke berbagai wilayah. Mereka menyebar. Kemudian anak keturunan Ishaq membuat penanggalan dari peristiwa pembakaran Nabi Ibrahim hingga diutusnya Yusuf. Dari diutusnya Yusuf sampai diutusnya Musa. Dari zaman diutusnya Nabi Musa hingga masa Nabi Sulaiman. Dari masa Sulaiman hingga Nabi Isa. Dari masa Nabi Isa hingga diutusnya Rasulullah, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (Ibnul Jauzi: al-Muntazham fi Tarikh al-Mulk wa-l Umam, Daru-l Kutubi-l Ilmiyah, 4/226-227).

Dulu, orang-orang Arab sebelum Islam, mereka menamai tahun dengan kejadian. Misalnya: Tahun Pembangunan Ka’bah, Tahun al-Fijar (terjadi Perang Fijar), Tahun Gajah, Tahun Sail al-Arim (Banjir Arim), dll. Kemudian setelah diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan munculnya syiar Islam di Mekah kemudian hijrah ke Madinah, kaum muslimin memiliki penamaan tersendiri. Penamaan tersebut memiliki nama-nama yang khusus juga. Seperti: Tahun al-Khandaq, dimana terjadi Perang Khandaq. Tahun Kesedihan, karena terdapat peristiwa yang begitu membuat Rasulullah sedih. Yaitu wafatnya Khadijah dan Abu Thalib. Tahun al-Wada’, tahun terjadinya haji al-wada’, Tahun ar-Ramadah (abu), karena kemarau yang panjang di tahun tersebut hingga tanah menjadi abu karena terbakar matahari. Ini terjadi di masa pemerintah Umar radhiallahu ‘anhu (Muhammad Shalih al-Munajid: Tafrigh Lihalaqat Barnamij al-Rashid, 12/54).

Yang Membuat Penanggalan Hijriyah

Tahun-tahun senantiasa disebut dengan peristiwanya hingga terjadi sesuatu di zaman pemerintahan Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu. Negeri-negeri banyak yang bergabung dengan Madinah. Muncullah kebutuhan untuk mengurutkan tahun. Disebutkan dalam satu riwayat bahwa ada seseorang yang mengadukan kepada Umar bin al-Khattab perihal utang-piutang. Ada seseorang yang berutang yang jatuh tempo di bulan Sya’ban. Karena ia belum membayar saat jatuh tempo tersebut, pihak pemberi utang melaporkannya kepada Amirul Mukminin Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu. Kemudian Umar meresponnya dengan menanyakan bulan Sya’ban tahun kapan. Dari situlah akhirnya dirumuskan permasalahan penetapan tahun.

Amirul Mukminin Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu mengumpulkan para sahabat dan berdiskusi dengan mereka. Kata Umar, “Tentukan sesuatu untuk masyarkat yang mereka bisa mengetahui waktu.” Ada yang mengatakan, “Tulislah dengan menggunakan penanggalan Romawi.” Pernyataan ini dikomentari, “Mereka itu membuat penanggalan sejak zaman Dzul Qarnain. Itu terlalu jauh masanya.”

Kemudian ada yang mengatakan, “Tulislah dengan penanggalan Persia.” Lalu ditanggapi, “Orang-orang Persia kalau berganti raja, maka warisan (kebijakan penguasa) sebelumnya ditinggalkan.” Kemudian para sahabat bersepakat untuk menghitung, “Berapa lamakah Rasulullah tinggal di Madinah?” Lamanya adalah 10 tahun. Lalu ditulislah penanggalan dengan menghitung sejak Rasulullah berhijrah.

Permasalahan berikutnya adalah tentang awal bulan dalam satu tahun tersebut. Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata, “Ada seseorang yang datang kepada Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu, orang itu berkata, ‘Tetapkanlah penanggalan’. Umar berkata, ‘Penanggalan apa?’ Orang itu menjawab, ‘Sesuatu seperti yang dilakukan oleh orang-orang non Arab. Mereka menulis di bulan sekian pada tahun sekian’. Umar berkata, ‘Itu bagus. Tetapkanlah penanggalan’. Mereka berkata, ‘Dari bulan apa kita memulai?’ Ada yang mengatakan, ‘Bulan Ramadhan’. Ada lagi yang mengatakan, ‘Dari bulan Muharram. Karena ini adalah waktu dimana orang-orang pulang dari haji. Itulah bulan Muharram’. Mereka pun menyepakatinya.” (ath-Thabari: Tarikh ar-Rusul wa-l Mulk. Cet. Ke-3 1387 H, 2/388-389).

Pada 20 Jumadil Akhiroh 17 tahun dari hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dimulailah penggungnaan penanggalan Islam, penanggalan hijriyah (Ibnul Jauzi: al-Muntazhom fi-t Tarikh al-Mulk wa-l Umam 4/227). Peristiwa ini bertepatan dengan 15 Juli 622 M. Dan tahun ini disebut dengan tahun izin (Arab: سنة الإذن). Maksudnya diizinakannya Rasulullah dan para sahabatnya untuk hijrah dari Mekah ke Madinah (al-Mausu’ah al-Arabiyah al-Amaliyah, Hal: 2).

Digunakanlah penanggalan hijriyah dengan menjadikan bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam setahun. Penanggalan ini sudah dikenal oleh bangsa Arab. Karena mereka orang-orang Arab menentukan waktu dengan bulan. Hari pertama dimulai dengan masuknya waktu malam. Berbeda dengan kaum lainnya yang menentukan waktu dengan matahari (Ibnul Jauzi: al-Muntazhom fi-t Tarikh al-Mulk wa-l Umam 4/228).

Tahun hijriyah ini terdiri dari 12 bulan qamariyah. Jadi satu tahun hijriyah itu sama dengan 354 hari. Dan satu bulan terdiri dari 29 atau 30 hari.

Mengapa Muharam?

Tentang awal bulan untuk tahun hijriyah, para sahabat mengajukan beberapa usulan kepada Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu. Ada yang mengusul bulan Sya’ban sebagai awal tahun. Ada yang mengajukan Ramadhan. Kemudian mengerucut ke pendapat Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu, yaitu bulan Muharram. Dengan alasan karena di bulan ini jamaah haji pulang dan Muharram adalah bulan Allah. Ini alasan dari sisi syariat. Adapun dari sisi sosial-budaya, Muharam merupakan bulan yang dipilih oleh bangsa Arab untuk memulai tahun-tahun mereka sebelum Islam datang. Sehingga mereka telah terbiasa dengan keadaan ini. Setelah Islam datang, Rasulullah mengukuhkannya dengan menyebut bulan ini syahrullah (bulan Allah).

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya Allah membuka tahun dengan bulan haram. Dan tidak ada bulan setelah bulan Ramadhan yang lebih mulia di sisi Allah melebih bulan Muharram. Bulan ini dinamai dengan bulan Allah karena saking besar kemuliaannya (al-Mausu’ah al-Arabiyah al-Amaliyah, Hal: 2).

Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Muharram

Bulan Muharram adalah bulan suci dalam Islam. Di bulan ini pula banyak terdapat peristiwa-peristiwa penting dalam syariat maupun dalam sejarah.

Pertama: Penting Secara Syariat

Dianjurkannya Puasa 10 Muharram

Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma, ia berkata,

قَدِمَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم المدينةَ فرأى اليهود تصوم يوم عاشوراء، فقال: “مَا هَذَا؟” قالوا: هذا يومٌ صَالِح، هذا يوم نجَّى الله بني إسرائيل من عدوِّهم فصامه موسى، قال:”فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ”. فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ»

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah. Lalu beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura (10 Muharram). Beliau bertanya, ‘Mengapa demikian?’ Mereka menjawab, ‘Ini adalah hari baik. Hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Lalu Musa pun berpuasa di hari tersebut’. Nabi berkata, ‘Aku lebih berhak terhadap Musa dibanding kalian’. Rasulullah berpuasa dan memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa di hari itu.” (HR. al-Bukhari dalam Kitab ash-Shaum 1900 dan Muslim dalam Kitab ash-Shiyam 1130)

Kedua: Peristiwa Penting dalam Catatan Sejarah

Beberapa peristiwa penting dalam catatan sejarah yang terjadi di bulan Muharram adalah datangnya orang-orang Habasyah dengan pasukan gajah mereka di Kota Mekah. Mereka dipimpin oleh Abrahah al-Asyram dengan misi merobohkan Ka’bah. Di bulan ini juga kiblat kaum muslimin berpindah. Semula di Baitul Maqdis kemudian menuju Ka’bah. Perubahan ini terjadi sekitar 16 atau 17 bulan setelah Rasulullah hijrah ke Madinah.

Pada bulan Muharram ini pula, kaum muslimin di masa kekhalifahan Umar berhasil menguasai kota penting di Irak, Bashrah. Hal ini terjadi pada tahun 14 H. Kemudian pada tahun 20 H, kaum muslimin berhasil menaklukkan Mesir dengan panglima mereka Amr bin al-Ash radhiallahu ‘anhu. Kemudian bulan ini juga mencatat duka dengan syahidnya cucu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Husein bin Ali radhiallahu ‘anhuma, di Karbala (al-Mausu’ah al-Arabiyah al-Amaliyah, Hal: 3).

Peristiwa-peristiwa lainnya juga yang disebut-sebut terjadi pada bulan ini adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan Nabi Nuh ‘alaihissalam dari banjir besar. Diangkatnya Nabi Idris ‘alaihissalam ke langit keempat. Padamnya api Namrud di masa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Nabi Ya’qub ‘alaihissalam yang lama berduka dipertemukan lagi dengan putranya, Nabi Yusuf ‘alaihisslam. Diterimanya taubat Nabi Dawud ‘alaihissalam. Kemudian ia dijadikan pemimpin di bumi. Dikembalikannya kekuasaan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Nabi Musa ‘alaihissalam dan kaumnya diselamatkan dari Firaun. Dan di bulan ini pula Nabi Isa ‘alaihissalam diangkat ke langit (al-Mausu’ah al-Arabiyah al-Amaliyah, Hal: 3).

Oleh Nurfitri Hadi (IG: @nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com

(fath/arrahmah.com)

Disalin dari: https://www.arrahmah.com/sejarah-lahirnya-kalender-hijriyah/

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 7 Mei 2020.

Vien AM.

Read Full Post »

Ramadhan 1441H yang sedang dijalani umat Islam saat ini adalah Ramadhan yang benar-benar berbeda dengan Ramadhan-Ramadhan yang pernah dilalui selama ini. Betapa tidak … Masjid yang selama ini menjadi pusat ibadah kaum Muslimin terutama di bulan Ramadhan, tidak dapat menjalankan fungsinya seperti sebelum-sebelumnya. Bahkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawipun mengalami hal yang sama. Dan ini semua hanya gara-gara mahluk super kecil yang tak terjangkau pandangan mata, yaitu virus Corona atau yang juga dinamakan Covid-19.

“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah”. ( Terjemah QS. A-Hajj(22):73).

Allah swt menjadikan lalat sebagai perumpamaan betapa kecil dan tidak berdayanya manusia itu. Ilmu kedokteran menyebutkan mahluk kecil bersayap ini mampu membuat manusia jatuh sakit setidaknya dengan 12 macam penyakit yang dibawanya. Diantaranya yang paling sering terjadi adalah typhus.

Disamping itu penelitian yang dilakukan tim kesehatan sebuah universitas di Arab Saudi tentang sayap lalat membuktikan bahwa tidak ada yang sia-sia dalam segala penciptaan-Nya, termasuk lalat yang kotor dan sarat membawa penyakit itu.

https://www.gomuslim.co.id/read/khazanah/2019/02/10/10506/-p-sebelum-sains-modern-rasulullah-ungkap-rahasia-obat-pada-sayap-lalat-p-.html

Dari Abu Hurairah RA, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang dari kalian, maka celupkanlah ia, sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obat penawarnya, maka dari itu celupkan semuanya,” (HR Abu Daud).

Dilansir dari buku “Amazing You! Resep Rahasia Kehidupan Luar Biasa (2011)”  karya dr. Andhyka P. Sedyawan, dijelaskan bahwa lalat memiliki 100.000 sel otak aktif yang jauh lebih kompleks dari otak lebah. Dengan otak itu, lalat memiliki sistem yang sangat cepat untuk mengantisipasi bahaya yang datang, termasuk bahaya tepukan yang berujung kematian. Menghindari tepukan bagi lalat, bukanlah hal yang sulit. Saat terancam, otak lalat akan merespons dengan melakukan menuver yang supercepat. Bahkan, maneuver tersebut dapat dilakukan lalat dengan melakukan ke arah yang berlawanan. Dengan kata lain, lalat sulit dipukul karena mereka bisa bereaksi terhadap suatu gerakan 5 kali lebih cepat dari manusia. Bulu senstif pada tubuh mereka mengirim langsung data ke sayap sehingga lalat bisa langsung mengambil respons cepat.

https://health.kompas.com/read/2020/02/22/170100168/12-penyakit-yang-dapat-ditularkan-lalat?page=all.

Kembali kepada virus Corona yang ditetapkan sebagai pandemic karena daya tularnya yang maha dasyat padahal ukurannya jauh lebih kecil dari lalat,  yaitu 125 nanometer.( 1 nanometer sama dengan 1/1000 mikrometer). Virus yang kabarnya berasal dari kelelawar dan menyerang saluran pernafasan ini mampu membuat geger dunia, tak peduli dengan datangnya bulan suci Ramadhan yang mulia. Bulan dimana ayat pertama Al-Quranul Karim diturunkan, yaitu pada 17 Ramadhan yang diperingati kaum Muslimin sebagai Peringatan Nuzulul Quran.

Pada bulan tersebut pula terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Itulah malam Lailatul Qadar, malam yang paling dinantikan umat Muslim.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”. ( Terjemah QS. Al-Qadr(97):1-3).

Bulan Ramadhan juga disebut juga bulan maghfiroh/pengampunan. Pada bulan tersebut segala amal ibadah dilipat gandakan balasannya, termasuk shalat Tarawih dan shalat Witir.

Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau” (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya).

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni, ”Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, At Tirmidzi ).

Namun sekarang dengan ditutupnya pintu-pintu masjid apakah itu berarti tertutup pula kesempatan untk mendapatkan berkah dan kemuliaan Ramadhan yang begitu berlimpah??

Tentu saja tidak. Bukankan bumi Allah luas? Shalat tidak harus di masjid bila tidak memungkinkan. Imbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah dan menjaga jarak dengan orang lain bukan halangan untuk dapat menjalankan Ramadhan sebaik-baiknya. Bahkan bisa jadi lebih baik bila kita mau merenungkan apa sebenarnya hikmah di balik musibah ini. Selain tentu saja kesempatan untuk menjalankan seluruh shalat kita, baik wajib maupun sunnah, bersama keluarga tercinta.

“Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari, no. 645 dan Muslim, no. 650)

Bisa jadi ini adalah ujian dari Allah swt untuk melihat keseriusan kita dalam beribadah. Apakah dengan berhari-hari bahkan berpekan-pekan diam di rumah membuat kita lebih dekat kepada-Nya, dengan banyak membaca Al-Quran dan mentadaburinya, membantu mereka yang kekurangan, tetap shalat di awal waktu layaknya ketika pintu masjid masih terbuka lebar, dll. Atau justru menjauh dengan mengisi hal-hal yang tidak berguna, seperti bermain game, menonton film, hiburan tv dll secara berlebihan.

Ini adalah saat yang tepat untuk muhasabah ( introspeksi), sudah benarkah ibadah kita selama ini? Shalat, puasa, zakat, haji dan umrah kita?? Ditrimakah amal ibadah kita oleh-Nya?? Jangan-jangan Allah hanya menganggap semua itu ritual belaka, ibadah rutin yang tidak disertai hati kita … Na’udzubillah mun dzalik …

Bukankah Islam adalah rahmatan lil ‘aalamiin, yang dengannya seharusnya umat Islamlah yang memimpin dan menjaga bumi ini dengan baik hingga yang demikian Allahpun ridho menurunkan rahmat-Nya.

Berita perkembangan terakhir menyebutkan 2 negara adi daya, Amerika Serikat dan Cina saling tuduh bahwa merekalah penyebab malapetaka ini. Apapun itu yang pasti Allah swt ternyata mengizinkannya. Bukankah tanpa izin-Nya mustahil segalanya bisa terjadi …

Yaa Allah munculkanlah di bulan suci ini pemimpin Muslim tangguh yang mampu menjaga amanah, sanggup memimpin dan melindungi kaum Muslimin, serta ilmuwan Muslim yang mampu menemukan penangkal virus Corona sebagaimana para ilmuwan Muslim Arab Saudi menemukan kebenaran mukjizat sayap lalat.

Yaa Allah jadikan Ramadhan ini melahirkan generasi yang mampu mengeluarkan kaum Muslimin dari keterpurukan dan ketertinggalannya dari kaum Kafirin.

Yaa Allah ampuni kami, maafkan kami, trimalah tobat kami, dan jadikanlah Ramadhan ini sebagai pembersih dosa, salah dan khilaf kami, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 3 Mei 2020.

Vien AM.

Read Full Post »

Sejarah mencatat bahwa selama berabad-abad Islam pernah mengalami masa kejayaan. Zaman keemasan tersebut terbagi dua periode  yaitu periode Klasik (650-1250M) dan periode Pertengahan (1250-1800M). Kejayaan ini dimulai dengan berdirinya negara Madinah dibawah langsung kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw (622–632M) dan Kekhalifahan Khulafaur Rasyidin (632-661M) yang 4, yaitu Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Ustman bin Affan ra dan Ali bin Abi Thalib ra.

Pada masa inilah dasar-dasar ajaran Islam dengan pedoman Al-Quran dan As-Sunnah diterapkan secara sungguh-sungguh. Diantaranya dengan berdirinya Baitul Maal. Pada zaman Umar bin Khattab ra berkuasa tidak ada seorangpun rakyat kelaparan. Ini terjadi karena zakat dijalankan dengan sangat baik, tidak ada sistim riba di dalamnya.

Sedangkan periode Klasik adalah masa dimana berkuasa dinasti Umayyah yang beribu-kota di Damaskus (661-750M), kekhalifahan Cordoba yang berkuasa di Andalusia (755 -1031 M), dilanjutkan periode Taifa ( kerajaan-kerajaan kecil di Andalusia ) pada 1031-1492M, serta dinasti Abbasiyah yang berkuasa selama 505 tahun (750-1258 M). Pada masa tersebut, tepatnya pada abad sembilan sampai ketiga belas,  dunia Islam dipenuhi dengan era perkembangan ilmiah, religius, filsafat, dan kebudayaan dalam skala kedalaman yang tak tertandingi sejarah, baik sebelum maupun sesudah era tersebut.

Pada masa itulah bermunculan tokoh-tokoh Islam mumpuni yang hingga hari ini namanya masih terus dikenang karena jasanya yang begitu besar dalam dunia Sains. Diantaranya adalah Ibnu Sina/Avicena, Ibnu Rusyd/ Averroes, Abu Musa Jabir bin Hayyan/Geber, Ibnu Batuta dll.

Sementara periode Pertengahan adalah masa kerajaan Mughal di India, Afawiah di Persia dan yang terbesar adalah kekhalifahan Islam Turki Ottoman/Ustmaniyah (1300–1924 M). Pada masa ini kejayaan Islam secara bertahap terus menurun. Puncaknya adalah dengan jatuhnya kekhalifahan Ustmaniyah pada tahun 1924 akibat kalah perang dalam Perang Dunia I hingga tercerai berai menjadi 50 negara.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/17/03/03/om8ffh282-3-maret-1924-akhir-riwayat-kekhalifahan-islam-dunia

Expansion-Ottoman-EmpireKesultanan Turki Ottoman mencapai puncak kejayaan dibawah kepemimpinan Sulaiman I atau Sulaiman Agung (1520-1566M). Kekuasaan kesultanan ini membentang di sebagian benua Eropa, Asia, dan Afrika selama 623 tahun, dengan budaya, agama dan bahasa yang berbeda-beda.  Kejayaannya dapat disejajarkan dengan kekaisaran Romawi di masa lalu.

Kesultanan  ini runtuh secara bertahap karena banyak hal. Diantaranya adalah lemah dan tidak berwibawanya sejumlah sultan yang berkuasa di akhir abad 18. Penyebab lainnya adalah terlalu banyaknya campur tangan asing, kehidupan mewah dan berlebihan di kalangan pejabat hingga banyak terjadi penyimpangan dalam keuangan negara. Termasuk dana pertahanan militer yang terus digerogoti. Konspirasi Yahudi yang menginginkan tanah Palestina dengan jeli memanfaatkan celah tersebut. Bekerja sama dengan Barat, ia terus menekan para sultan dengan segala cara busuk.

“Selama aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islamiyah. Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup.” Demikian jawaban surat Sultan Abdul Hamid II kepada perwakilan Zionis Yahudi yang berusaha menyogoknya.

Sultan Abdul HamidSultan Abdul Hamid II dikenal dekat dengan para ulama dan selalu menaati nasihat-nasihat mereka. Ia berusaha keras memperbaiki kesultanan yang diwarisinya dalam keadaan carut marut. Berbagai upaya ia lakukan termasuk menyatukan umat Islam yang terpuruk, dan membantu mereka agar dapat melawan para penjajah yang menjadi penguasa di negeri mereka sendiri.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/17/03/03/om8gc8282-konspirasi-yahudi-di-balik-tumbangnya-khalifah-utsmani

Dari sebuah hadist riwayat Ahmad, diberitakan tentang masalah kepemimpinan yang terbagi atas 5 bagian periode perjalanan sejarah umat manusia lebih khusus lagi umat Islam, yaitu:

  1. Manusia dipimpin oleh para nabi dan para rasul (masa kenabian).
  2. Manusia dipimpin oleh Khulafaur Rasyidin (masa khilafah sesuai dengan pedoman Rasulullah SAW.
  3. Manusia dipimpin oleh raja-raja yang menggigit (masa malik ‘adhon).
  4. Manusia dipimpin oleh raja-raja ada penguasa yang diktator dan tidak berpedoman pada ajaran Islam.
  5. Manusia dipimpin kembali oleh sistem sesuai pedoman yang dibawa nabi Muhammad SAW.

https://www.dakwatuna.com/2011/12/01/16954/hadits-tentang-periodisasi-kekuasaan/#axzz6K7QBhp4H

Para ulama sepakat bahwa saat ini kita berada di akhir periode 4 menuju periode 5, periode dimana umat kembali menjalankan kehidupannya sesuai Al-Quran dan As-Sunnah. Tentu tidak semudah membalik tangan. Diperlukan usaha dan keseriusan kaum Muslimin untuk bersatu demi menegakkan Islam yang kaffah, Islam yang menjadi rahmat tidak saja bagi umat Islam tapi juga bagi seluruh isi alam semesta ini.

Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. ( Terjemah QS. Al-Anbiya(22):107).

Untuk itu para ulama menyusun 10 karakter yang harus dimiliki setiap Muslim sebagai berikut:

  1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih).

Aqidah adalah dasar utama seorang Muslim. Tanpa aqidah yang bersih tidak ada artinya seorang Muslim. Aqidah yang bersih, tidak bercampur sedikitpun dengan kesyirikan, akan melahirkan ketakwaan yang sebenarnya. Ia yakin setiap gerak-geriknya senantiasa diawasi Allah swt, dan segala sesuatu terjadi karena Allah swt.   Yang dengan demikian seseorang tidak akan takut kepada selain-Nya. Inilah yang menjadi kunci kemenangan perang Badar di awal periode Islam. Ketika itu jumlah kaum Muslimin hanya 313 orang, 1/3 jumlah musuh, tanpa peralatan perang memadai pula. Namun bisa menang karena modal keyakinan Allah swt senantiasa beserta mereka.

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. ( Terjemah QS. Al-An’aam(6):62)

  1. Shahihul Ibadah (Ibadah yang benar).

Yaitu ibadah sesuai dengan apa yang dicontohkan rasulullah saw, tidak mengada-ada. Ini untuk menunjukkan ketaatan tidak hanya kepada Allah swt, tapi juga kepada Rasulullah saw.

…  Barangsiapa ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar”. ( Terjemah QS. An-Nisa(4):13).

Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat.”. (HR. Baihaqi).

  1. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh).

Yaitu dengan mencontoh akhlak rasulullah. Diantaranya yaitu jujur, amanah, sabar, tidak sombong, rendah hati dll.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. ( Terjemah QS. Al-Ahzab(33):21).

  1. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani).

Kekuatan ini tidak hanya diperlukan untuk melakukan berbagai ibadah seperti shalat, puasa, haji dll. Namun juga ketika kita harus menghadapi musuh. Bahkan cara memakai kain ihram yang dibuka pada sisi kanan bahu (idtiba’), bukannya tanpa maksud. Ini untuk menunjukkan pada musuh-musuh Islam bahwa kaum Muslimin itu kuat, jangan coba-coba meremehkannya.

Muslim yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah subhanahu wa ta’ala daripada Muslim yang lemah.” [HR. Muslim].

  1. Mutsaqqoful Fikri (Intelek dalam berpikir).

Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran yang memerintahkan kita untuk senantiasa berpikir. Alam semesta beserta segala isinya ini diciptakan penuh dengan perhitungan, tidak asal-asalan. Dan kita manusia diberi tugas sebagai khalifah agar dapat mengelola seluruh fasilitas tersebut dengan sebaik mungkin.

“Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (Terjemah QS. Ali Imran(3):191).

  1. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu).

Seorang Muslim sejati harus selalu sadar bahwa musuh utama manusia adalah syaitan. Syaitan inilah yang pekerjaannya menghembus-hembuskan hawa nafsu agar tidak mentaati perintah Allah swt. Cinta yang berlebihan terhadap kenikmatan dunia adalah awal petaka yang dapat menjerumuskan manusia pada kehinaan. Inilah yang terjadi pada awal mundurnya kesultanan Ottoman.

Dan awal dari segala hawa nafsu yang harus diperangi adalah sifat sombong sebagaimana yang diabadikan ayat 13-18 surat Al-Baqarah berikut:

Allah berfirman:“Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.

Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan“.

Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at)”.

Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.

  1. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu).

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. ( Terjemah QS. Al-Ashr(103):1-3)

Dari Ibnu Abbas ra: Rasulullah saw bersabda dan menasehati pada seseorang: “Gunakan yang lima sebelum datang yang lima: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa lapangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum masa matimu,” (HR Al-Hakim).

Islam mengajarkan kaum Muslimin untuk menggunakan waktunya sebaik mungkin, diantaranya shalat yang mempunyai waktu-waktu tertentu bahkan gerakan yang sudah ditentukan dan mempunyai batas waktu. Dan yang utama adalah yang di awal waktu. Inilah awal dari kedisiplinan.

  1. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan).

Dengan kedisiplinan seorang Muslim akan lebih mudah menyelesaikan segala urusan secara tertata/tertib/teratur. Apapun yang dikerjakan, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah, profesionalisme selalu diperhatikan, dikerjakan secara sungguh-sungguh. Dalam ayat 282-283 surat Al-Baqarah Allah swt menerangkan secara terperinci bagaimana cara bermualamah dalam Islam.

Dengan berbekal ilmu seorang Muslim akan mampu menyelesaikan pekerjaannya secara professional, sesuai dengan kedudukan dan jabatan masing-masing. Apakah itu sebagai kepala keluarga, ketua RT/RW/Kelurahan hingga bos perusahaan bahkan mentri dan presiden.

Demikian pula ketika berperang sebagai ayat berikut :

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh”. (Terjemah QS. Ash-Shaff(61): 4).

“Kebenaran yang tak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir.” ( Ali bin Thalib ra).

  1. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/ mandiri).

Muslim sejati adalah yang tidak tergantung pada orang lain yang beresiko menjadikannya tergadai dan terhina. Apalagi bila ketergantungannya itu terhadap orang kafir. Karena yang demikian bisa menyebabkannya tidak saja harga diri yang tergadai tapi bahkan aqidah.

“Tangan yang diatas adalah yang memberi (mengeluarkan infaq) sedangkan tangan yang di bawah adalah yang meminta”.(HR. Bukhari).

  1. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain).

Inilah ciri Muslim sejati yang mewakili ajaran Islam Rahmatan Lil Aalamiin. Ia bagaikan pohon rindang yang bisa digunakan orang untuk berteduh, akarnya yang kuat mampu menyangga orang yang bersandar, buahnya lezat, dan bunganya indah dipandang mata.

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. … “. ( Terjemah QS.Ibrahim (14):24-25).

Sayangnya saat ini kita saksikan kondisi umat Islam secara umum masih saja terpuruk dibawah pengaruh Barat yang sekuler bahkan kafir. Korupsi, khamr, perzinahan, prilaku menyimpang homoseksual  dll yang makin merajela. Belum lagi ikatan persatuan sesama Muslim yang sangat rentan hingga mudah di adu domba musuh-musuh Islam.

“Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya seperti satu bangunan yang tersusun rapi, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.” Dan beliau merekatkan jari-jemarinya”. (HR. Bukhari).

Berikut yang dikatakan  Abdallah ibn Buluggin, seorang cendekiawan yang melihat langsung awal kejatuhan Kerajaan Cordoba pada tahun 1000-an M hingga tercerai-berai menjadi kerajaan-kerajaan kecil Islam yang saling bertikai.

“Ketika dinasti Amirid (al Mansur) berakhir dan rakyat ditinggal tanpa pemimpin, maka setiap komandan militer bangkit membangun kotanya dan melindungi diri mereka sendiri dengan benteng untuk memperkuat posisinya, membangun tentara dan memperkokoh sumber dayanya sendiri. Orang-orang ini saling bersaing dengan lainnya untuk merebut kekuasaan dan mengalahkan lawan-lawannya.”

Tampaknya baru Turki dibawah Recep Tayyip Erdogan yang terlihat siap menghadapi kebangkitan Islam. Ia berhasil membawa kembali Kesultanan Turki Ustmaniyah yang ambruk nyaris 100 tahun silam ke masa kejayaannya. Hanya Erdogan satu-satunya kepala negara di dunia ini yang berani melawan kejahatan Zionis Israel terhadap Palestina secara terang-terangan. Kaum perempuan di era Erdogan juga berhasil mendapatkan kembali haknya menutup aurat dengan baik setelah puluhan tahun lamanya dilarang dibawah pemerintahan Turki yang sekuler. Demikian pula adzan yang kembali dikumandangkan di seantero negri.

Dilansir dari berbagai sumber, Turki baru dibawah Erdogan telah melakukan lompatan ekonomi yang besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16, dengan rata-rata peningkatan 10 % pertahun, yang berarti masuknya Turki kedalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia.

https://www.hidayatullah.com/artikel/opini/read/2015/06/30/73321/bagaimana-erdogan-membangun-turki-dan-menumbangkan-sekulerisme-1.html

Bahkan selama pandemi Covid19 Turki memperlihatkan kedigjayaannya dengan mengirim bantuan medis ke Italia dan Spanyol sebagai bagian dari upaya memerangi pandemi virus tersebut. Italia dan Spanyol adalah dua negara yang terdampak virus Corona paling parah di dunia. Bantuan medis yang dikirim tersebut berupa masker, pakaian pelindung dan cairan antibakteri yang diproduksi oleh pabrik serta fasilitas jahit milik Kementerian Pertahanan Turki.

https://news.detik.com/internasional/d-4961337/pandemi-virus-corona-turki-kirim-bantuan-medis-ke-italia-dan-spanyol

Semoga dengan adanya pandemi Covid19 yang menyebabkan kita terpaksa mengurung di dalam rumah masing-masing mampu membuat kita untuk segera berbenah diri, bertobat memohon ampunan-Nya hingga Allah swt pun ridho memberi kita kemenangan dan kejayaan sebagaimana yang pernah dialami para sahabat dan pendahulu-pendahulu kita, bukan sekedar bebas dari virus menular ganas tersebut.

Semoga Allah swt masukkan kita ke dalam bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari tersebut dalam keadaan bukan hanya sehat wal afiat, tapi juga aqidah yang kokoh dan hati yang bersih bebas dari segala kotoran dan buruk sangka.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 20 April 2020.

Vien AM.

Read Full Post »

Kata Pandemi berasal dari bahasa Yunani “Pan” yang artinya “Semua” dan “Demi” dari kata “Demos” yang artinya “Orang“. Singkat kata Pandemi adalah epidemi (wabah penyakit yang terjadi secara lebih cepat daripada yang diduga) yang menyebar di wilayah yang sangat luas, meliputi beberapa benua, atau bahkan ke seluruh dunia, menjangkiti semua orang,  karena penularan yang sangat cepat.

Sepanjang sejarah, sejumlah pandemi penyakit telah terjadi, seperti cacar (variola) dan tuberkulosis. Salah satu pandemi yang paling menghancurkan adalah Maut Hitam ( Black Death)  yang menewaskan sekitar 75–200 juta orang atau 1/3 hingga 2/3 penduduk dunia, sebagian besar penduduk Eropa. Pandemi ini terjadi antara tahun 1400-an hingga 1700-an. Pandemi lain yang tak kalah dasyatnya adalah Pandemi Influenza 1918 ( Spanish Flue) yang menelan korban antara 50 – 100 juta penduduk dunia.

Saat ini dunia kembali gempar karena adanya virus Corona  yang muncul pada Desember 2019.  Virus yang ditularkan dari kelelawar ini bermula dari kota Wuhan, sebuah wilayah China bagian tengah. Warga China, Wuhan khususnya memang dikenal sangat suka melahap daging kelelawar.

Ironisnya tragedy ini terjadi tak lama setelah presiden China Xi Jinping dengan penuh percaya diri menyatakan bahwa tidak ada kekuatan yang bisa menggoyahkan China. Pernyataan tersebut dikeluarkan dalam perayaan 70 tahun kekuasaan Partai Komunis China pada 1/10/2019.

Tidak ada satu kekuatanpun yang bisa menggoyahkan landasan negara hebat ini,”.”Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan orang China dan negara China untuk melangkah maju”, serunya, sesumbar.

Maklum China adalah negara komunis yang menafi’kan keberadaan Tuhan. Tak heran bila kemudian Allah swt menjungkir-balikkan pernyataan pongah Jinping. Dari Wuhan virus terus menyebar tak terbendung ke berbagai penjuru kota China menyebabkan jatuhnya puluhan ribu korban. Pemerintah China segera mengeluarkan perintah untuk mengisolasi kota, penduduk dilarang keluar masuk kota yang terinfeksi.

Akhirnya WHO pun menyatakan virus Corona atau Covid-19 sebagai pandemik menyusul ditemukannya ratusan ribu kasus Corona di berbagai negara dan berisiko semakin menyebar luas. Tujuannya agar seluruh negara di dunia siap menghadapi kemungkinan penularan secara lebih luas dengan melakukan berbagai upaya pencegahan dan lain sebagainya.  Tercatat, kasus terparah di luar China hingga pertengahan Maret adalah Korea Selatan, Italia dan Iran.

Tak ayal sejumlah negarapun menyatakan Lockdown, artinya negara menutup semua perbatasannya, dengan tujuan tidak ada satupun orang bisa keluar masuk kota/negara bersangkutan. Jakarta diikuti beberapa kota besar lainnya akhirnya mengikuti jejak tersebut, meski bukan Lockdown dalam arti sebagaimana yang dilakukan negara lain.

https://wow.tribunnews.com/2020/03/14/jakarta-siaga-corona-covid-19-anies-baswedan-liburkan-sekolah-anak-anak-adalah-penular?_ga=2.191341866.1028413833.1584329569-650280403.1553788439.

Anies Bawesdan selaku gubernur DKI pada Sabtu 14 Maret dengan tegas memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sebelumnya yaitu pada hari Jumat 13 Maret, Anies juga menghimbau agar umat Islam dalam melaksanakan shalat Jumat tetap waspada dalam menghadapi bahaya virus Corona, diantaranya yaitu dengan membawa alat shalat masing-masing, yang kurang sehat memakai masker, membersihkan tangan dengan sanitizer sebelum memasuki pintu utama masjid dll.

Menariknya, gubernur DKI tersebut tidak lupa mengutip hadist yang berkaitan dengan Lockdown sebagaimana berikut,

Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari).

Dulu di zaman Rasululullah SAW, sebelum diketahui obatnya, memang pernah terjadi wabah kusta yang menular dan mematikan. Kala itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami kusta atau lepra.

“Jangan kamu terus menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta.” (HR Bukhari).

Pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab ra sekitar tahun 18H (640 M) pernah pula terjadi wabah penyakit menular. Ketika itu Umar bin Khattab bersama para sahabatnya berjalan dari Madinah menuju negeri Syam. Di perbatasan sebelum memasuki Syam mereka mendengar ada wabah Tha’un Amwas sedang melanda negeri tersebut. Tha’un Amwas adalah sebuah penyakit menular berupa benjolan diseluruh tubuh yang ketika pecah akan mengakibatkan pendarahan. Umar dan rombonganpun berhenti.

Abu Ubaidah bin Al Jarrah, seorang sahabat sekaligus gubernur Syam ketika itu segera datang menemui rombongan. Terjadilah percakapan hangat, membicarakan bagaimana sebaiknya rombongan bersikap, melanjutkan masuk Syam atau pulang kembali ke Madinah.

Umar yang bijaksana, seperti biasa meminta saran para sahabat. Mereka semua berbeda pendapat. Abu Ubaidah menginginkan rombongan tetap masuk, dan berkata :”Mengapa engkau harus lari dari takdir Allah SWT?”

Namun Umar ra menyanggahnya, dan bertanya, “Jika engkau mempunyai kambing dan ada 2 lahan, yang satu subur dan yang lain kering, kemana akan engkau arahkan kambingmu? Jika ke lahan kering itu adalah takdir Allah, dan jika ke lahan subur itu juga takdir Allah”.

“Sesungguhnya dengan kami pulang, kami hanya berpindah dari takdir satu ke takdir yang lain”, lanjut Umar.

Beruntung tiba-tiba Abdurrahman bin Auf ra teringat ucapan Rasulullah SAW,

Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya”.

Akhirnya rombonganpun kembali ke Madinah. Namun demikian Umar tidak kuasa meninggalkan Abu Ubaidah, sahabat yang dikaguminya itu tetap tinggal di Syam. Umar lalu menulis surat untuk mengajaknya ke Madinah.

Tapi apa jawaban Abu Ubaidah?? Ternyata sahabat Rasul tersebut memilih hidup dan mati bersama rakyatnya. Umar ra pun menangis membaca surat balasan Abu Ubaidah. Tangisnya bahkan bertambah mendengar Abu Ubaidah dan sahabat-sahabat mulia lainnya seperti Muadz bin Jabal dan Suhail bin Amr wafat akibat wabah Tha’un yang merenggut sekitar 20 ribu orang, hampir separuh penduduk Syam ketika itu.

Wabah baru berhenti ketika sahabat Amr bin Ash ra memimpin Syam. Ia berkata:

Wahai sekalian manusia, penyakit ini menyebar layaknya kobaran api. Jaga jaraklah dan berpencarlah kalian dengan menempatkan diri di gunung-gunung”.

Pendudukpun mematuhinya. Mereka berpencar dan menempati gunung2. Wabah berhenti layaknya api yang padam karena tidak bisa lagi menemukan bahan bakar.

Dari peristiwa di atas dapat disimpulkan keputusan Lockdown dan Social distancing (menjaga jarak, mengurangi perjumpaan/kontak fisik) adalah sesuai dengan ajaran Islam. Makin membuktikan Islam akan senantiasa sesuai untuk manusia hingga akhir zaman.

Sayang penduduk Jakarta yang mayoritas Muslim itu ternyata banyak yang kurang memahami ajaran agamanya sendiri. Terbukti satu hari setelah Anies me”liburkan“ sekolah, jalan menuju Puncak Bogor macet sepanjang 8 km. Alasannya karena tempat rekreasi di Jakarta ditutup ! Dan ini berlanjut hingga esok harinya, dimana antrian panjang orang yang hendak pergi bekerja mengular di jalur antrian stasiun MRT dan busway Transjakarta.  Padahal imbauan agar orang bekerja dari rumah ( Work From Home) kecuali darurat telah dikeluarkan.

https://www.liputan6.com/global/read/4204213/bedanya-lockdown-dan-social-distancing-yang-perlu-dipahami-untuk-cegah-virus-corona

Tidakkah mereka menyadari bahwa tindakan tersebut dapat membahayakan orang lain?? Jika yang berdesakan di stasiun MRT dan busway dengan alasan harus bekerja demi kemaslahatan seperti para dokter, petugas medis, petugas pemadam kebakaran atau para pejabat tinggi yang memang mempunyai tanggung-jawab besar terhadap masyarakat, tentu bisa dimaklumi. Bahkan bila niatnya demi mencari ridho Allah swt pahala besar sudah pasti akan mereka raih. Tapi mereka yang hanya sekedar berjalan-jalan rekreasi ???

Sejumlah hadist mengatakan penyakit bisa jadi rahmat bahkan syahid bagi kaum Mukmimin, tapi tentunya setelah ikhtiar maksimal. Dan bersabar adalah salah satu syaratnya.

“Tha’un merupakan azab yang ditimpakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Kemudian Dia jadikan rahmat kepada kaum mukminin”.

“Maka, tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah lalu ia menetap dikampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah SWT tetapkan, baginya pahala orang yang mati syahid”. (HR. Bukhari dan Ahmad)

Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya)”. (HR Bukhari).

Akhir kata semoga kita semua bisa lulus dari ujian berat ini, dan semoga Alah swt berkenan segera mengakhirinya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin.

“Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga yang menurunkan penawarnya”.(HR. Bukhari)

96ecc4d5-bd64-4256-9d33-38db0863e78eWallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 18 Maret 2020.

Vien AM.

Read Full Post »

Pertolongan Allah.

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. …”, ( Al-Baqarah(2):45).

Bagi kaum Muslimin ayat di atas tentu tidak asing meski pada prakteknya mungkin tidak mudah. Karena harus diakui tidak sedikit orang yang mengerjakan shalat karena sekedar memenuhi kewajiban semata. Shalat memang adalah kewajiban yang pertama dihisab di hari akhirat nanti.

Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi”. (HR. Tirmidzi).

Ironisnya, dalam sebuah hadist dikatakan bahwa shalat adalah tali pertolongan terakhir yang dilepaskan manusia.  Artinya tali pertolongan Allah itu sejatinya banyak. Namun kebanyakan manusia meremehkannya yaitu dengan tidak menjalankannya. Maka bila tali terakhirpun diabaikan yaitu shalat, sungguh tidak ada artinya orang yang mengaku Islam. Allah swt tidak akan mau menolong bahkan melaknatnya dengan neraka jahanam.  Tali pertama yang dilepaskan manusia adalah hukum atau syariat Islam. Ini terbukti jelas dengan sangat banyaknya negara yang mengabaikan hukum Islam padahal penduduknya mayoritas mengaku Muslim.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Buhul/ikatan Islam akan terputus satu demi satu. Setiap kali putus satu buhulan, manusia mulai perpegang pada tali berikutnya. Yang pertama-kali putus adalah adalah hukum, dan yang terakhir adalah shalat.”

Sayangnya tidak semua shalat dapat mendatangkan petolongan Allah. Shalat yang dikerjakan bukan karena Allah swt dan yang riya (pamer) adalah diantaranya.

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, ( itulah) orang-orang yang berbuat riya”. ( Terjemah QS. Al-Maun(107):4-6).

Lalu shalat yang yang bagaimanakah yang dimaksud ayat 45 surat Al-Baqarah di atas? Mari kita perhatikan kelanjutan ayat tersebut.

“Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” ( Al-Baqarah(2):45-46).

Ya hanya orang yang yakin akan menemui Tuhannya dan bahwa suatu hari kelak mereka akan kembali kepada-Nya, merekalah yang akan ditolong-Nya. Keyakinan ini harus terus melekat di hati sanubari kita, dalam keadaan apapun, susah maupun senang, ketika sendiri maupun bersama orang lain.  Dan sesuai ayat di atas memang bukan hal yang mudah, bahkan amat berat.

Untuk itulah diperlukan kesabaran. Manusia hanya bisa berusaha Allah yang menentukan hasilnya. Dan wajib hukumnya kita menerima ketentuan takdir dari-Nya. Itulah cobaan Allah yang akan mengarahkan kehidupan kita kelak di akhirat, yaitu surga atau neraka.

Nabi SAW bersabda: “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Sungguh segala keadaannya selalu baik buat dirinya, dan ini tidak diperoleh kecuali siapa yang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur maka ini baik baginya, dan bila ia ditimpa musibah, ia bersabar, ini pun baik baginya” (H.R. Muslim melalui Shuhaib Ibn Sinan).

Maka ketika suatu hari kami ( saya dan suami) menerima kabar bahwa putri kami tercinta yang sedang melanjutkan study di sebrang benua nun jauh di sana, mengalami masalah yang tidak kami ketahui secara pasti karena ia tak mengatakannya dengan jelas, kami hanya pasrah. Bukankah Allah berjanji akan menolong hambanya yang mau bersabar dan menjalankan shalat dengan khusuk?  Di akhir shalat kami hanya dapat memohon supaya Allah swt ridho memberinya jalan keluar terbaik, apapun kesulitan yang dihadapinya.

Namun tak ayal betapa shocknya kami ketika 16 hari kemudian akhirnya putri kami tersebut menceritakan apa yang sebenarnya dialaminya. Rupanya ia kehilangan dompet dengan segala isinya termasuk passport. Padahal ketika itu ia sedang berlibur bersama teman-temannya di sebuah negara Eropa Timur. Parahnya lagi instansi yang berwenang mengeluarkan passport sementara di kota tersebut hanya buka sekali sepekan ! Akibatnya ia tidak bisa meninggalkan kota untuk kembali ke Newcaste Inggris tempat ia menuntut ilmu, setidaknya selama 2 pekan-an.

Artinya selama 16 hari kami berhubungan 2 hari sekali melalui video call putri kami tersebut tidak berada di tempat yang semestinya. Yang sedihnya kami tidak menyadarinya sama sekali kecuali di hari-hari terakhir.

“Itu tulisan-tulisan di gedung belakang Dilla koq aneh yaa  .. Kayak huruf Rusia”, komentar suami selesai kami ber-video call dengannya.

Rupanya putri kami sengaja tidak mau menceritakan musibah yang dialamiya kepada kami berdua karena khawatir membuat kami risau. Kami memang sempat bertanya-tanya melihat ekspresi wajahnya yang sedikit galau. Ia mengungkapkan itu disebabkan kegundahan karena terpaksa berbohong kepada kami. Itu sebabnya ia selalu melaporkan segala kejadian kepada kakaknya yang berada di Jakarta dengan syarat tidak menyampaikannya kepada kami. Masya Allah …

dillabudapest2Tapi yang sungguh membuat kami meng-haru biru adalah prilaku teman-temannya yang sangat peduli terhadapnya. Mereka langsung bergerak cepat ada yang melapor ke kantor polisi, melapor KBRI Budapest, UK embassy serta menghubungi PPI Budapest memohon kesediaan menampung putri kami tersebut selama urusan passport belum tuntas.

Bahkan di hari besoknya yang seharusnya melanjutkan liburan ke Praha Cekoslavakia mereka batalkan demi menemaninya. Mereka rela membeli tiket baru pesawat Budapaest-Newcastle langsung tanpa mampir Praha ke esokan harinya, setelah yakin temannya itu ada yang bisa menampungnya. Belum lagi salah seorang teman yang rela meminjamkan kartu kreditnya tanpa diminta, hingga selama 16 hari di kota tersebut putri kami tidak keteteran … Allahu Akbar …

Pertanyaan besar, siapa yang kuasa membuka hati mereka untuk berbuat baik kepada putri kami tercinta tersebut??

Jangan salah, teman-teman tersebut bukanlah teman lama melainkan teman-teman yang baru 6 bulan berkenalan karena sama-sama kuliah di kampus yang jauh dari orang-orang yang mereka sayangi. Alasan kebersamaan sebagai sesama pelajar di luar negri? Bisa jadi … namun tetap bila Allah tidak mengizinkannya tidak mungkin mereka rela melakukannya.

dillabudapest1

Gul Baba Museum Budapest

Museum Gul Baba 

Demikian pula teman-teman PPI Budapest yang berkenan menerimanya tinggal di tempat mereka selama 16 hari tanpa meminta sepeserpun imbalan. Bahkan mau menghiburnya dengan berjalan-jalan menikmati kota, hiking bahkan mengajaknya mengunjungi museum Islam Gul Baba yang ada di kota tersebut.

dillabudapest3Belum lagi seorang teman yang rela terbang dari Newcastle menuju Budapest untuk membawakan beberapa baju ganti dan lap top agar putri kami tersebut tetap bisa mengikuti pelajarannya di kampus. Masya Allah … Semoga Allah swt membalas kebaikan mereka dengan yang lebih baik.

Sungguh alangkah besarnya cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Diturunkannya pertolongan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Bergidik hati ini bila mengingat kejadian yang belum lama terjadi. Yaitu kisah seorang pelajar Indonesia di Manchester Inggris yang menganiaya ratusan orang dengan sangat keji. Bagaimana bila putri bungsu kami tercinta tersebut jatuh ke tangan orang seperti itu ??? Na’udzubllah min dzalik …

Ataukah ini salah satu buah kesabaran putri kami dalam menutup aurat yang jika di lakukan di tanah air mungkin hal biasa namun tidak ketika berada di lingkungan dimana Islam adalah minoritas. Apalagi di kelas yang jumlahnya ratusan hanya ia sendiri yang mengenakkan hijab?? Wallahu ‘alam …

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. ( Terjemah QS. Al-Ahzab(33:59).

Yaa Allah berilah kami dan putri kami kemampuan untuk dapat merasakan cinta-Mu yang demikian besar. Berilah pula kami kemampuan untuk dapat mengambil hikmah segala kejadian, meyakini kebesaran-Mu, agar mau lebih mendekatkan diri lagi kepada-Mu, dengan langkah nyata yaitu dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Mu, hingga akhir hayat kelak.

Beri juga putri kami kepahaman dan keyakinan betapa kuatnya doa kedua orang-tua terhadap anak meski mereka tidak tahu persis kesulitan apa yang dihadapinya. Dan tolonglah kami agar tidak menjadi orang yang kufur terhadap nikmat sebagaimana ayat berikut, na’udzubillah min dzalik.

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan”.(Terjemah QS. Yunus(10):12).

Berikut kisah inspiratif bahwa ketika berdoa memohon pertolongan kepada-Nya, Allah Azza wa Jala mengizinkan kita menyebutkan amal kebaikan yang pernah kita perbuat. Karena amal sekecil apapun, seperti menolong orang yang dalam kesulitan, menuntut ilmu dll, selama diniatkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, Allah swt mencatat dan pasti membalasnya.

https://rumaysho.com/3390-kisah-tiga-orang-yang-tertutup-batu-dalam-goa.html

Wallahu ‘alam bish shawwab.

Jakarta, 21 Februari 2020.

Vien AM.

Read Full Post »

Older Posts »