Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

Untuk pertama kalinya sejak 1967, Masjidil Aqsho di Al-Quds (Yerusalem)  yang merupakan masjid tersuci ke 3 setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, ditutup. Penutupan oleh otoritas Israel ini dimulai pada 28 Februari 2026  bertepatan dengan 10 Ramadhan 1447 H. Penutupan tersebut berlanjut hingga akhir Ramadhan membuat ribuan warga Palestina tidak bisa menunaikan shalat Iedul Fitri yang merupakan hari raya umat Islam terpenting disamping hari raya Iedul Adha.

Syekh Ekrima Sabri, khatib Masjid Al-Aqsho dan mantan mufti besar Yerusalem, mengeluarkan fatwa agar umat Islam melaksanakan shalat Ied di titik terdekat yang bisa dijangkau dari masjid tersebut. Namun, kehadiran militer yang masif di lorong-lorong Kota Tua membuat situasi tetap mencekam dan rawan bentrokan.

Penutupan dengan dalih keamanan yang diberlakukan tepat pada saat dimulainya serangan AS-Israel ke Iran tersebut tentu saja memicu kemarahan dan kesedihan tidak saja warga Yerusalem namun juga umat Islam seluruh dunia. Hamas menilai penutupan itu sebagai bagian dari kebijakan sistematis yang bertujuan memaksakan kendali penuh atas kompleks Al-Aqsha yang selama 60 tahun berada dibawah kendali otoritas Palestina.

Negara2 Arab tetangga seperti Yordania, Arab Saudi, Qatar, UAE, Kuwait, Bahrain dll segera mengutuk tindakan yang dinilai melanggar kesepakatan internasional tersebut. Sayangnya seperti juga tindakan brutal dan biadab yang selama ini dilakukan Israel terhadap Palestina, Gaza khususnya, Lebanon, Yaman dll hanya sekedar dikutuk tanpa tindakan nyata dan upaya serius untuk menghentikannya. Bahkan atas izin negara-negara teluk dimana pangkalan militer  AS bercokol, AS bisa leluasa menyerang Iran.

Itu sebabnya kemudian Iran menyerang balik pangkalan-pangkalan militer tersebut. Namun sayangnya sekali lagi, negara-negara teluk berpenduduk mayoritas Islam tersebut tidak mau trima,  dengan alasan serangan Iran menimpa sejumlah fasilitas vital meski Iran menyangkalnya. Belakangan terbukti bahwa itu adalah perbuatan sengaja AS !! Sungguh sebuah upaya adu domba yang tidak lucu.   

Ajaibnya lagi tanpa sedikitpun rasa malu Israel mengadu kepada PBB bahwa Iran telah melanggar perjanjian internasional dengan mengebom kota-kota Israel hingga mengakibatkan korban sipil. Lupa seolah dunia tidak melihat apa yang dilakukannya di Gaza dimana kota luluh lantak, puluhan ribu korban meninggal sebagian besar anak-anak dan perempuan.    

Di saat yang sama ketika perhatian dunia tersedot ke arah perang AS-Israel melawan Iran, pemukim Yahudi dengan dibantu tentara Israel seenaknya menyerobot lahan dan rumah penduduk Palestina di kota-kota Tepi Barat serta mengusir sang pemilik bahkan menganiaya dan membunuhnya. Mereka juga seenaknya memasuki area Masjidil Aqsho dan melakukan ritual agama mereka.

Begitupun Gaza yang katanya sedang dalam keadaan genjatan senjata, namun tak henti-hentinya pasukan Israel menjatuhinya bom hingga detik ini. Truk-truk bantuan makanan dan obat-obatan yang merupakan bagian dari perjanjian genjatan senjata  juga mengalami pemblokiran membuat rakyat Gaza terus menderita kelaparan akut dan kesengsaraan berkepanjangan.    

Sejumlah ulama spesialis akhir zaman, termasuk Shamsi Ali, imam besar asal Indonesia yang berdomisili di New York, Amerika Serikat, secara tegas menyatakan bahwa tindakan provokatif Israel merupakan usaha demi terwujudnya impian Zionis yaitu Israel Raya dengan Yerusalem sebagai ibukota. Lebih khusus lagi demi tegaknya kembali the Kingdom of David alias Temple of Solomon yang berdiri tepat di atas Masjidil Aqsha, persis prediksi Rasulullah s.a.w ribuan abad silam.  

Padahal perbuatan biadab dan kekejian yang dilakukan Yahudi Israel dibantu sekutu sejatinya AS yang sudah sangat keterlaluan itu, sesungguhnya hanyalah akan mempercepat datangnya siksaan dan hukuman Allah sebagaimana ayat 7 surat Al-Isra’ berikut,

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”.

Ayat diatas memastikan akan lenyapnya bangsa Yahudi dari permukaan bumi ini. Maha Suci Allah yang memberitahukan kepada kaum Muslimin bahwa kaum Muslimin akan memasuki Masjidil Aqsa, sebagaimana pertama kali dahulu (di masa pemerintahan Umar bin Khathab r.a menaklukan bumi Palestina). Namun dengan catatan bila kaum Muslimin bersatu sebagaimana penaklukan pertama. Allah swt bahkan telah menjanjikan pertolongan dengan batu yang dapat berbicara.

“Kaum Yahudi nanti akan memerangi kalian. Akan tetapi, kalian (diberi kekuatan) menguasai (mengalahkan) mereka, kemudian (sampai) batu pun berkata, ‘Wahai Muslim, ada orang Yahudi di belakangku, bunuhlah dia.‘” (HR Tirmidzi No. 2236).

Dr. Bassam Nahad Jarrar dalam buku terjemahan “Kehancuran Israel tahun 2022” menguraikan bahwa dua janji Allah kepada Bani Israil yang diturunkan dalam kitab Taurat dan Al-Quran baru terlaksana sekali. Berarti masih akan terjadi sekali lagi. Menurutnya, dalam Kitab Taurat, Allah telah memutuskan bahwa bani Israil akan memasuki bumi yang diberkati, yaitu Palestina. Bahkan di sana mereka akan mendirikan pemerintahan. Tetapi kemudian mereka membuat kerusakan besar sehingga menyebabkan Allah swt menghukum mereka dengan cara mengirim hamba-hamba-Nya yang tangguh, itulah umat Islam. Setelah kerajaan mereka binasa, mereka diusir dan dicerai-beraikan.

Masalahnya, akankah umat Islam bersatu, dalam waktu dekat ini?? Sampai kapan umat Islam akan terus tunduk dan mengekor AS dan Israel yang saat ini memang sedang diberi Allah swt kejayaan yang menyesatkan??  Padahal negara-negara Nato sekutu dekat AS seperti Spanyol, Italia, Inggris, Perancis dan Jermanpun sudah menyatakan kemuakannya dan tidak ingin telibat perang melawan Iran. Dan Iranpun sudah secara terbuka mengajak negara-negara Muslim untuk bersatu melawan kejahatan AS dan Israel.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):51).

Atau akankah Iran yang dengan gagah berani sendirian terus menghadapi Yahudi Israel hingga memborong balasan pahala tertinggi dari-Nya tanpa satupun kita mendapatkan bagian pahala? Alangkah meruginya !!! Karena sesungguhnya ketetapan Allah Azza wa Jala pasti terjadi meski tak satupun manusia di dunia ini berpartisipasi.

Kami tidak berniat hendak memerangi Abrahah karena kami tidak memiliki kekuatan untuk itu. Rumah suci itu ( Ka’bah) adalah milik Allah yang dibangun oleh nabi Ibrahim a.s.  Jika Allah  hendak mencegah penghancurannya itu adalah urusan Pemilik Rumah suci itu tetapi jika Allah hendak membiarkannya dihancurkan orang maka kami tidak sangggup mempertahankannya”.

Itulah jawaban pemuka Quraisy penguasa Mekah  penjaga Ka’bah, Abdul Mutthalib kakek Rasulullah Muhammad s.a.w atas tantangan Abrahah penguasa Yaman yang datang ke Mekah dengan pasukan gajahnya yang bertujuan menghancurkan Ka’bah. Maka Allah swt mendatangkan pertolonganNya sebagaimana terekam dalam surat Al-Fill berikut,

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka`bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)”.  

Akhir kata, semoga kita bisa mengambil hikmahnya, menjadi bagian kemenangan semampu kita meski hanya dengan doa yang sejatinya adalah senjata terkuat umat Islam, aamiin …

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 26 Maret 2026 / 6 Syawal 1447 H.

Vien AM.

Read Full Post »

Trump kembali berulah. Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama sekutu dekatnya, Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran setelah sebelumnya berulang kali mengeluarkan sejumlah ancaman. Serangan brutal tersebut selain memakan korban ratusan murid sekolah dasar meninggal juga menyebabkan wafatnya Ali Khamenei, pimpinan tertinggi spiritual Iran.   

Sudah pasti Iran murka dan langsung membalas serangan tersebut. Sasarannya selain wilayah Israel juga pangkalan militer AS yang berada di negara-negara teluk seperti UEA, Qatar, Kuwait dll. Ironisnya, negara-negara teluk berpenduduk mayoritas Muslim tersebut tidak mau trima dan bersumpah akan membalasnya. Meski memang kabarnya ada target fasilitas umum yang terdampak.   

Sebaliknya negara-negara NATO ragu-ragu mengabulkan permintaan Trump agar pangkalan militer mereka diizinkan untuk digunakan menyerang Iran. Mereka beralasan tindakan kedua negara tersebut tidak sejalan dengan PBB dan dianggap mengabaikan sistim hukum internasional yang berlaku. Sejumlah negara bahkan berani memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Sementara beberapa negara menarik duta besar mereka, Spanyol salah satunya.  

Di Indonesia sendiri umat Islam berbeda pendapat, antara yang berpihak kepada AS-Israel dan kepada Iran. Alasan utamanya karena Iran adalah Syiah yang selama ini dianggap tidak sama dengan Islam bahkan memusuhi Islam Sunni yang merupakan mayoritas di Indonesia. Sementara itu Prabowo terlihat ragu memberikan pernyataan duka cita atas wafatnya Khameini, dan akhirnya baru mengirimkan pernyataan tersebut 5 hari setelah tragedi. Padahal sejak awal dubes Iran di Indonesia secara resmi telah memohon dukungan resmi Indonesia.  

Di luar itu banyak pihak termasuk ikatan dosen UGM, Unpad, wakil presiden Jusuf Kalla, MUI dll tak lama setelah serangan brutal tersebut kembali meminta Prabowo agar keluar dari BoP yang baru ditanda-tangani beberapa waktu lalu. Dengan alasan selain isi perjanjian yang sangat tidak seimbang bahkan cenderung memberatkan rakyat, tidak melibatkan  Palestina juga prilaku Amerika sebagai pencetus ide perdamaian namun justru bertindak sebagai biang kericuhan.

Kabar terakhir berkenaan dengan Trump adalah ancamannya kepada Kuba sebagai next target setelah Iran. Usut punya usut ternyata pada (5/9/2025) dalam konferensi pers di Gedung Putih secara resmi ia mengumumkan perubahan nama Departemen Pertahanan Amerika Serikat menjadi Departemen Perang. Alasannya mengikuti apa yang pernah dilakukan pendahulunya. “Dengan nama inilah Departemen Perang, bersama dengan Departemen Angkatan Laut yang kemudian dibentuk, memenangkan Perang 1812, Perang Dunia I, dan Perang Dunia II, yang menginspirasi kekaguman dan kepercayaan diri pada militer negara kita, dan memastikan kebebasan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Amerika,” ucap Trump pongah, jelas mencerminkan kesukaannya dengan perang!

Sehubungan dengan Syiahnya Iran, sejumlah ulama besar seperti UBN ( ust Bahtiar Nasir) dan UAH ( ust Adi Hidayat) mengemukakan pendapat bahwa tindakan AS dan Israel bukan asal dasar pertimbangan agama melainkan politik. Sebagaimana tindakan keji Trump menculik presiden Venezuela yang berlatar politik maka seharusnya kitapun mencelanya. Mengenai menshalati almarhum Khameini secara ghaib karena tidak sesuai syariah sebaiknya tidak usah dilakukan.

Namun Iran tetap perlu dibela apalagi kita semua tahu Iran adalah satu-satunya negara yang secara aktif berpihak kepada Palestina. Palestina dimana didalamnya berdiri Masjidil Aqsho yang harus dijaga keberadaannya bukan hanya oleh rakyat Palestina namun juga oleh seluruh umat Islam, jangan sampai jatuh ke tangan pihak lain apalagi Israel. Jadi isu Palestina tidak cuma sekedar kemerdekaan Palestina tapi juga jaminan keamanan dan kepemilikannya.

Iran dibawah bendera Republik Islam Iran juga dikenal sebagai satu-satunya negara yang tidak mau tunduk kepada AS. Maka tak heran AS dan Israel begitu bernafsu menjatuhkan pemerintahan Iran agar dapat segera menggantinya dengan Reza Pahlevi, putra mahkota syah Iran yang dilengserkan melalui revolusi Iran pada tahun 1979, dan yang sejak itu terpaksa mengasingkan diri ke AS.

Iran dibawah dinasti Pahlevi yang sekuler, yang berkuasa sejak tahun 1925 hingga 1979 dikenal sangat loyal pada Barat, AS khususnya. Dinasti ini berkuasa melalui kudeta yang dibantu Inggris dan AS. Dibawah syah Iran Reza yang sangat memuja Koresy agung, pendiri empurium Persia, ia mengubah awal kalender Iran dari Kalender Hijriyah ke tahun penobatan sang pujaan hati.  

Dan kini secara terang-terangan putra mahlota tersebut telah menyatakan kesiapannya untuk memimpin kembali Iran. Dalam rekaman yang viral di media sosial X, Jumat (6/3/2026), ia bahkan mengajak Eropa bergabung dengan AS dan Israel untuk “perang Salib “ melawan Iran. Menjadi pertanyaan besar, perang Salib yang pernah terjadi beberapa kali pada lampau itu, adalah perang antara pasukan Islam melawan pasukan Kristen. Artinya ia secara jelas menempatkan diri sebagai musuh Islam !

https://www.cnbcindonesia.com/news/20260306120442-4-716614/putra-shah-iran-serukan-perang-salib-lawan-teheran-minta-eropa-ikut

Belum lagi dengan wacana yang dilontarkan PM Israel Netanyahu yang mengajak negara-negara Teluk untuk memerangi Syiah-Sunni. Apa maksudnya?? Apa yang ada di benaknya tentang negara-negara Teluk? Apakah ia tidak melihatnya sebagai pemeluk Islam???    

Sementara itu pada waktu yang sama Masjidil Aqsho yang merupakan kiblat pertama umat Islam hari ini memasuki hari ke 8 ditutup baik untuk shaalat Isya, Taraweh maupun shalat Jumat. Shalat Jumat bahkan sudah tiga kali Jumat. Ustad Hasan Gaza pada Jumat 6 Maret juga mengabarkan bahwa ia mendapat bocoran video yang menampilkan Yusif Izrai seorang rabbi Yahudi, bahwa masjid utama ke 3 termulia tersebut akan dihancurkan lewat skenario drone Iran yang tersasar. Na’udzubillah min dzalik.

Tak dapat disangkal Israel adalah bangsa yang sejak dulu suka berbuat berbagai fitnah kejahatan. Antisemit ( kebencian bangsa Eropa terhadap bangsa Israel) yang sempat lama melanda Eropa adalah salah satu buktinya. Mohammad Safa, seorang direktur eksekutif non pemerintah (PVA) yang juga anggota perwakilan utama PBB, melaporkan bahwa rudal yang membidik pasukan PBB di Lebanon adalah hasil kerja rahasia Israel yang berusaha mengadu domba antar negara teluk. Persis seperti skandal Lavon Affair yang pernah dilakukan Israel untuk mengadu domba Mesir dan AS pada tahun 1954.    

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Fenomena diatas telah diprediksi Rasululah saw ribuan tahun silam. Saat ini kita berada di tahap 4 dari 5 sistim pemerintahan yaitu Mulkan Jabariyyah ( raja/ penguasa dzalim yang tidak memegang teguh Al-Quranul Karim). Saat dimana dunia dengan segala kenikmatan dan gemerlapnya membutakan kita dari hari akhirat. Saat semua negara tergoda untuk berlomba mencapai kemajuan dalam segala bidang kehidupan tak peduli harus berhutang sebesar apapun, tak peduli kepada siapa kita berhutang, pun bila harus membayar bunga pinjaman berkali lipat pinjaman padahal Islam jelas-jelas melarangnya.   

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. …” ( Terjemah Al-Baqarah (2):249).

Sungguh berat tugas seorang pemimpin menjaga amanah apalagi memasuki akhir zaman ini. Tak heran bila syurga tertinggi adalah balasannya jika bisa berbuat adil namun neraka bila zalim.

Sesungguhnya, dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (Terjemah QS Asy-Syura (42: 42).

Sebaliknya bagi umatpun berat hidup di masa ini, perlu kesabaran extra menghadapinya. Tetap berjalan di atas kebenaran, mengikuti arus zaman namun kokoh tidak hanyut dalam arus kenikmatan yang menyesatkan serta tetap berbuat sesuai kemampuan.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 49).      

“Sebab di belakang kalian ada hari-hari (yang kalian wajib) bersabar, sabar pada saat itu seperti seseorang yang memegang bara api, dan orang yang beramal pada saat itu pahalanya sebanding dengan lima puluh kali amalan orang yang beramal seperti amalnya, ia menambahkan untukku, “seperti amalan selainnya.” Abu Tsa’labah bertanya, “Wahai Rasulullah, seperti pahala lima puluh orang dari mereka!” beliau menjawab: “(Bahkan) seperti pahala lima puluh orang dari kalian.” (Riwayat Abu Dawud 3778).

Semoga Ramadhan kali ini Allah swt benar-benar ridho mengampuni segala dosa dan menerima amal ibadah kita, tidak saja amal pribadi seperti shalat, puasa, tilawah, zakat infak sodaqoh namun juga kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan ujian maha berat seperti yang dialami rakyat Palestina, Gaza khususnya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …  

Jakarta, 22 Ramadhan 1447 H/ 12 Maret 2026 M.

Wallahu’alam bi shawwab.

Vien AM.

Read Full Post »

Barat sering menuduh Islam disebarkan dengan pedang, atau dengan kata lain dengan perang (kekerasan dan kekuatan). Benarkah demikian??

“ Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. ( Terjemah QS An-Nuur(24:55).

Ayat di atas adalah janji Allah swt bahwa jika orang-orang beriman mengerjakan amal perbuatan baik maka :

1. Allah akan menjadikan mereka penguasa di muka bumi. 2. Allah tegakkan Islam, 3. Aman dan sentausa, 4. Tidak menyekutukan Allah swt dengan apapun.

Itulah yang terjadi pada era terakhir kehidupan Rasulullah, sahabat khualarrasyidin, para tabi’in dan tabi’ut tabi’in, selama kurang lebih 8 abad hingga jatuhnya Turki Ustmani pada 1924. Zaman kejayaan Islam yang daerah kekuasaannya membentang dari Andalusia di Spanyol, sepanjang Afrika Utara ( Maroko, Aljazair, Tunisia, Libia dan Mesir), seluruh semenanjung Arab ( Arab Saudi, Kuwait, UEA, Bahrain, Qatar, Yaman, Oman), Asia Tengah (Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan),  Asia Kecil (Turki, Suriah, Palestina, Yordania dan Lebanon), Asia Barat ( Irak dan Iran), Eropa Timur ( Bulgaria, Yunani, Albania, Makedonia dan Yunani) hingga perbatasan barat negri China.

Dalam buku berjudul “Bonaparte et L’Islam” yang ditulis oleh Christian Cherfils, Napoleon Bonaparte (Napoleon I), pendiri Empirium Perancis (1769-1821 M) berkata,

“Musa telah menerangkan adanya Tuhan kepada bangsanya, Yesus kepada dunia Romawi dan Muhammad kepada seluruh dunia…Enam abad sepeninggal Yesus bangsa Arab adalah bangsa penyembah berhala, yaitu ketika Muhammad memperkenalkan penyembahan kepada Tuhan yang disembah oleh Ibrahim, Ismail, Musa dan Isa. … Muhammad seorang bangsawan, ia mempersatukan semua patriot. Dalam beberapa tahun kaum Muslimin dapat menguasai separoh bola bumi. … Muhammad memang seorang manusia besar”.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. ( Terjemah QS. Al-Ahzab(33):21).

Pada saat itu orang-orang beriman benar-benar menjalankan seluruh isi Al-Quran sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah saw, tidak memilih dan hanya mengamalkan ayat-ayat yang mereka sukai saja.        

Yang dimaksud penguasa di muka bumi pada ayat di atas adalah pemerintah dibawah pimpinan tertinggi baik itu presiden atau raja/sultan, yang taat pada Tuhannya. Itulah tahta. Sedangkan harta yang dimaksud pada judul di atas adalah harta yang didapat para pengusaha dengan cara yang halal dan menggunakannya sesuai syariat.

Jadi makna tahta dan harta adalah perisai pada judul tulisan ini yaitu bahwa penguasa dan pengusaha yang takwa adalah jaminan tegak dan teguhnya agama tanpa sedikitpun adanya kesyirikan. Yang dengan demikian rakyat akan dapat menjalankan kehidupan yang baik sesuai syariat. Hingga Allah swt pun ridho memberikan perlindungan dan menjadikan tanahnya aman sentausa, rakyatnya sejahtera.

Karena tak dapat dipungkiri untuk menjalankan syariat Islam dibutuhkan perlindungan yang kuat, yaitu penguasa. Sementara pengusaha sangat dibutuhkan tidak saja agar rakyat tidak kelaparan namun juga agar dapat menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan dan sains.

Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. ( Terjemah QS. At-Taubah(9):122).  

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):190-191).

Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu” ( HR. Ahmad).

Artinya pendapat Barat bahwa  Islam disebarkan dengan pedang atau perisai tidaklah benar. Yang benar dan tepat, penguasa ( tahta) dan pengusaha (harta) adalah perisai berdirinya ajaran Islam.  Perang-perang  yang dilakukan Rasulullah dan para sahabat adalah pertahanan/defensive demi tersebarnya kalimat Allah agar bumi ini damai dibawah lindungan Allah swt.   

Itu sebabnya mengapa Rasulullah saw bersusah-payah mendatangi Thaif, kota sejuk 95 km sebelah timur Mekah, tempat para petinggi Quraysi menghabiskan waktu senggangnya. Rasulullah berusaha mendapatkan dukungan penguasa agar risalah Islam yang diembannya dapat ditrima dan berkembang dengan baik. Meski ternyata penduduk Thaif menolak bahkan mengusir beliau.

Begitu juga paska penaklukan Mekah, Rasulullah memperlakukan petinggi Mekah, Abu Sufyan yang ketika itu belum memeluk Islam, dengan sangat istimewa, “Siapa saja yang memasuki rumah Abu Sufyan, maka ia aman, siapa saja yang menutup pintu rumahnya, maka ia aman. Dan siapa saja yang memasuki Masjid al-Haram, maka ia aman”.

Demikian pula pernikahan Rasulullah dengan Shafiyyah binti Huyay, putri penguasa Yahudi Khaibar yang dikalahkan pasukan Islam. Sebagai bentuk penghargaan Rasulullah memberikan Shafiyyah 2 pilihan yaitu menikah dengan Rasulullah dan masuk Islam atau dikembalikan kepada keluarganya. Ternyata putri penguasa Yahudi tersebut memilih menikah dengan Rasulullah dan memeluk Islam. Namun selain itu Rasulullah sangat berharap agar pernikahan tersebut dapat melunakkan hati orang-orang Yahudi untuk mau menerima Islam.   

Para sahabat utama seperti Abu Bakar ra, Ustman bin Affan ra dan Abdurrahman bin Auf ra yang keislamannya tidak diragukan lagi, sejatinya adalah pengusaha sukses di zamannya. Ketiganya dikenal sebagai orang-orang yang sangat dermawan. Namun ketiganya memiliki cara masing-masing dalam menginfakkan harta mereka.

Abu Bakar tercatat wafat dalam keadaan tidak memiliki harta sedikitpun. Khalifah pertama ini menginfakkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Islam. Sesuatu yang diizinkan Rasulullah khusus untuk Abu Bakar. Semasa hidupnya, ketika masih di Mekah, jauh sebelum menjadi khalifah, Abu Bakar sering sekali membebaskan para budak Muslim dengan menebusnya dari tuannya. Tak kurang dari 70 budak ia bebaskan. Bilal adalah salah satu diantaranya.

Sementara Ustman bin Affan, khalifah khulafaur rasyidin ke tiga, tercatat sebagai orang kaya raya hingga akhir hayatnya. Ketika wafat, ia mewariskan harta peninggalan yang jika diakumulasikan totalnya mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun.  Semasa hidupnya, Ustman banyak sekali membantu perjuangan Islam. Diantaranya yaitu pada perang Tabuk melawan Romawi. Ia menyumbangkan 300 ekor unta dan 1000 dinar dari kantong pribadinya untuk bekal perang.

Dengan hartanya yang berlimpah, Ustman bin Affan pernah membeli sumur air milik Yahudi dengan harga sangat tinggi. Itupun dengan syarat Ustman hanya boleh mengambil airnya 2 hari sekali, bergantian dengan si Yahudi yang menjual air tersebut kepada kaum Muslimin dengan harga tinggi.

Ustman tidak kehabisan akal, jatahnya ia berikan kepada kaum Muslimin secara cuma-cuma. Akibatnya Yahudi tersebut tidak mendapatkan apapun karena kaum Muslimin hanya mengambil air di hari-hari milik Ustman. Akhirnya iapun menjual seluruh sumur tersebut. Sumur yang dikenal dengan nama sumur Raumah tersebut hingga hari ini masih mengalir. Menjadikannya satu-satunya sumur pada zaman Rasulullah yang masih berfungsi, selain sumur zamzam tentunya.

Akan halnya Abdurrahman bin Auf, sahabat yang mempunyai julukan “ Sahabat bertangan Emas” dan merupakan sahabat terkaya diantara para sahabat tetap kaya hingga akhir hayatnya. Abdurrahman bin Auf sering memborong dagangan dari kota Syam untuk dibawa ke Madinah. Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan, Abdurrahman bin Auf seringkali membawa pulang 700 kontainer dagangan seperti barisan pawai yang tak ada putusnya.

Hingga suatu hari Abdurahman mendengar Rasulullah menerangkan tentang perbedaan waktu hisab antara orang kaya dan orang miskin. “Kelak dihari kiamat, orang kaya akan lebih lama menjalani perhitungan amal dibandingkan orang miskin. Dan aku ada berada di barisan orang-orang miskin”.

Sejak itu ia menjadi resah dan selalu merenung. Ia sering menangis setiap teringat apa yang dikatakan Rasulullah. “Aku tidak mau berlama-lama di Yaumul Hisab hanya karena kekayaan yang aku punya. Ya Allah, aku mohon miskinkanlah diriku dan masukkanlah aku ke dalam barisan orang-orang miskin bersama Rasulullah di hari akhir nanti”,rintihnya.

Berbagai cara ia lakukan agar hartanya habis, cara yang baik tentunya. Namun Allah swt telah takdirkan Abdurrahman menjadi orang kaya selama hidupnya. Itu adalah ketetapan Allah yang harus ia terima dan jalani.

Abu Bakar ra, Ustman bin Affan ra dan Abdurrahman bin Auf ra adalah sedikit contoh dari banyak sahabat yang notebene adalah orang-orang beriman dengan akidah kokoh yang mengerjakan amal-amal saleh sebagaimana ayat 55 surat An-Nuur di awal tulisan. Mereka adalah pejuang tangguh sekaligus pengusaha sukses yang Allah beri amanah memegang kekuasaan di muka bumi ini.

Sayangnya hari ini tidak sedikit kaum Muslimin yang tidak mau menteladani jejak Rasulullah saw dan para sahabat. Dan lebih sayangnya lagi banyak musuh-musuh Islam yang mengetahui hal tersebut. Contohnya adalah ucapan Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis yang terekam dalam buku tulisan Cherfils yang sama dengan di atas :

“Selama Al-Quran ini berkuasa di tengah-tengah kaum Muslimin, dan mereka hidup di bawah naungan ajaran-ajarannya yang sangat istimewa, maka kaum Muslimin tidak akan tunduk kepada kita, kecuali bila kita pisahkan antara mereka dengan Al-Quran.” 

https://www.goriau.com/ragam/kaisar-prancis-napoleon-bonaparte-mualaf.html

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 13 September / 20 Rabi’ul Awal 1447H.

Vien AM.

Read Full Post »

– Kalender Hijriyah dan Asal Usulnya.

Kalender Hijriyah adalah kalender/penanggalan yang dimiliki umat Islam. Kalender ini menggunakan sistem lunar atau qamariyah, yaitu penanggalan yang berdasarkan pada peredaran bulan, bukan matahari seperti kalender Masehi.

Oleh sebab itu jumlah hari dalam satu tahun kalender Hijriyah tidak sama dengan jumlah hari dalam satu tahun kalender Masehi yang 365 hari. Jumlah hari dalam kalender Hijriyah antara 354-355 hari, 1 bulan 29 atau 30 hari. Penetapan bulan-bulan Hijriah dimulai ketika hilal (bulan sabit pertama) terlihat, sedangkan perubahan hari/ tanggal dimulai pada waktu Magrib ( terbenamnya matahari) bukan pada jam 12 malam seperti kalender Masehi.

Sebagaimana kalender Masehi, kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan. Bulan-bulan tersebut adalah Muharam, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.

Tahun Hijriyah ditetapkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab ra,  yaitu pada tahun ke-16 setelah hijrah dengan dasar hijrahnya Rasulullah ( 622 M) sebagai awal penetapannya. Ketika itu khalifah Umar merasa kesulitan menetapkan suatu perkara tanda adanya angka tahun.

Sang khalifah lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior, di antaranya Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Zubair bin Awwam  dan Thalhah bin Ubaidillah, untuk mengadakan rapat syura. Sejumlah usulanpun masuk, ada yang mengusulkan berdasarkan kelahiran Rasulullah, ada yang berdasarkan pengangkatan menjadi Rasul dan ada pula yang  berdasarkan waktu hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Yatsrib (Madinah).

– Kalender Hijriyah dan Al-Quran.

Kalender Hijriyah dengan jumlah bulannya yang 12, sangat sesuai dengan Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 36 berikut, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa”.

Empat bulan haram yang dimaksud ayat diatas adalah  Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Keempat bulan ini memiliki keistimewaan dan kemuliaan tersendiri.

Sistim kalender Hijriyah sangat dibutuhkan umat Islam dalam menjalani kehidupannya. Banyak sekali perintah dalam Al-Quran yang berdasarkan sistim kalender ini. Puasa Ramadhan selama 1 bulan ditutup dengan shalat Iedul Fitri adalah salah satu contohnya. Tanpa mengenal kalender Hijriyah mustahil umat Islam bisa menjalankan kewajiban tersebut.

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, … …”.( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):185).

Demikian pula perintah berhaji yang wajib dilakukan seorang Muslim sekali dalam hidupnya bila mampu. Kewajiban pergi haji dan shalat Iedul Adha tersebut hanya bisa dilakukan pada bulan Dzulhijjah. Kemudian puasa sunnah 10 dan 11 Muharam, belum lagi puasa sunnah Ayyamul Bidh yang dilaksanakan selama 3 hari di setiap pertengahan bulan Hijriah.

Sebuah pertanyaan besar mengapa Indonesia sebagai Negara mayoritas Muslim tidak menggunakan kalender Hijriyah melainkan kalender Masehi??? Jawabannya adalah akibat penjajahan Belanda selama 350 tahun. Jauh sebelum Islam datang, Belanda dan Negara-negara Barat telah menggunakan kalender Masehi, yaitu kalender yang menggunakan tahun kelahiran Yesus ( nabi Isa as) yang mereka tuhankan, sebagai patokan tahun 0. Dalam bahasa Inggris kalender Masehi adalah AD (Anno Domini) bahasa Latin yang artinya tahun Tuhan kita. Tahun sebelum lahirnya Yesus disebut BC ( Before Centuri). Sedangkan nama hari “Minggu”, berasal dari bahasa Portugis, yaitu Domingo yang berakar pada kata Latin “Dies Dominicus” yang berarti hari Tuhan.

Sementara masyarakat Arab pada masa pra Islam menggunakan metode tahun Hijrah dengan jumlah dan nama-nama bulan yang sama. Akan tetapi tanpa nomor tahunnya. Penamaan tahun diberikan sesuai dengan kejadian besar yang terjadi pada tahun bersangkutan. Contohnya adalah tahun Gajah ( 570 M) yaitu tahun lahirnya Rasulullah saw.

Namun sejak khalifah Umar bin Khattab menetapkan kalender Hijriyah, seluruh wilayah Islampun menggunakan kalender tersebut.  Di Indonesia para ulama yang membawa Islam inilah yang memperkenalkan kalender Hijriyah, meski sebelumnya telah dikenal kalender Jawa. Sultan Agung (1613-1645), Sultan Mataram Islam, kabarnya yang kemudian mengadopsi kalender Hijriyah ke kalender Jawa. Itu sebabnya terdapat kemiripan antara kedua kalender tersebut.

– Semangat Hijrah dan Muhasabbah.

Penetapan tahun Hijriyah atas dasar awal hijrahnya Rasulullah bukannya tanpa alasan.  Hijrah dari Mekah ke Madinah memiliki nilai dan hikmah yang sangat dalam. Hijrah yang artinya pindah, adalah sebuah perjuangan berat untuk berpindah dari tanah kelahiran ke tanah orang lain, dari tempat yang menolak kebenaran ke tempat yang menerima kebenaran, dari lingkungan jahiliyah menuju lingkungan Islami.

Semangat inilah yang diharapkan khalifah Umar dan para sahabat senior agar dapat memotivasi kaum Muslimin kapan dan  dimanapun berada untuk mengambil hikmahnya dan bermuhasabah. Agar dalam menjalankan perintah dan larangan Allah swt tidak semata karena kewajiban namun juga karena kecintaan dan penghormatan atas jasa besar dan pengorbanan maha berat Rasulullah saw.

Untuk itulah perlunya memahami siroh nabawyah ( sejarah kehidupan Rasulullah ) yang sangat erat kaitannya dengan Al-Quran serta asbun-nuzulnya ( sebab-sebab turunnya ayat). Bagaimana Rasulullah menyikapi ayat-ayat yang turun, bagaimana Rasulullah menghadapi perbedaan pandang umatnya dll. Intinya ibadah harus mengikuti apa yang dicontohkan Rasulullah saw yaitu As-Sunnah. Muhasabah atau introspeksi diri sangat dianjurkan dalam Islam sebagaimana ayat 18-19 Al-Hasyr berikut,

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Muhasabah diperlukan agar kita bisa memperbaiki prilaku dan ibadah kita. Dimulai dari merenung atas apa yang telah kita perbuat selama ini, memohon ampunan/taubat kepada Allah swt sebagai Sang Pencipta dan  meminta maaf kepada orang yang telah kita sakiti.

Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” ( Terjemah QS.An-Nur (24):31).

Karena sebagai manusia biasa tidak mungkin kita bebas dari kesalahan dan dosa. Selanjutnya adalah menyusun program apa yang akan kita lakukan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Umar bin Khattab meriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab“.

Hisablah dirimu sebelum amalmu dihisab dan persiapkanlah dirimu untuk menghadapi hari dimana semua mahluk dihadapkan kepada Allah, sungguh hisab terasa ringan dihari kiamat bagi orang-orang yang gemar mengoreksi dirinya di dunia”, nasehat sang khalifah.

Muhasabah seringkali dilaksanakan pada setiap tahun baru Hijriyah meski sebenarnya bisa dilakukan kapanpun. Momen tahun baru bisa menjadi pengingat penting untuk melakukan introspeksi diri atas segala perbuatan yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Selain juga bisa menjadi momentum untuk menetapkan tujuan dan tekad baru dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di tahun yang akan datang.

Akhir kata, semoga tahun baru 1 Muharam 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat 27 Juni 2025 lalu mampu menjadikan kita lebih baik dari hari-hari yang lalu, tidak asal ikut-ikutan dan meniru yang bukan milik kita. Dengan kata lain menjadi umat Islam yang kaffah ( menyeluruh, sempurna, tidak tebang pilih) dalam menjalankan ajarannya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya (kaffah), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu“. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):208).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 18 Juli 2025/ 24 Muharam 1147H.

Vien AM.

Read Full Post »

Tanpa banyak tanya, Uwais menunjukkan lengannya ketika Umar, sang khalifah memintanya.  Tanpa diduga, Umarpun langsung memeluknya begitu menyaksikan lengan bertanda tersebut, seraya berkata, “Engkaulah orang yang diceritakan Nabi dan kucari-cari selama ini. Berdoalah dan mintakanlah aku ampunan dari Allah.”

“Wahai Amirul Mukminiin, apakah aku harus memohon supaya engkau diampuni?”, tanya Quwais keheranan. “Benar”, tukas Umar.

Pertanyaannya, siapa Uwais Al-Qarni ini hingga namanya disebut oleh Nabi dan seorang khalifah sekaliber Umar bin Khattabpun mencari-carinya demi memohon doa darinya?

Dikisahkan dari hadis Riwayat Muslim dari Ishak bin Ibrahim, pada zaman hidup Rasulullah SAW, hidup seorang pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Pemuda fakir dan yatim ini tinggal di negeri Yaman, bersama ibunya yang lumpuh dan buta.

Uwais Al-Qarni bekerja sebagai seorang penggembala domba. Hasil usahanya hanya cukup untuk makan ibunya sehari-hari. Bila ada kelebihan ia gunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin. Uwais Al-Qarni dikenal seorang yang taat beribadah dan sangat patuh pada ibunya. Ia juga dikenal sering sekali berpuasa.

Pemuda tersebut menyimpan keinginan membuncah agar suatu hari nanti dapat bertemu dengan Rasulullah. Itu sebabnya ia sangat sedih setiap kali melihat tetangganya berjumpa dengan sang kekasih, nabi Muhammad SAW. Kecintaannya yang begitu mendalam mampu membuatnya ikut mematahkan giginya dengan batu. Ini dilakukannya ketika mendengar kabar bahwa gigi sang Rasul patah karena dilempari batu oleh penduduk Thaif yang enggan mengikuti ajakan Rasulullah untuk ber-Islam.  

Uwais sangat merindukan Rasulullah, kerinduan karena iman kepada Allah dan Muhammad sebagai rasulnya. Hingga suatu hari, karena tak dapat membendung lagi kerinduannya, ia mendekati ibunya dan mengeluarkan isi hatinya, memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menemui Rasulullah di Madinah.

Begitu ibunya mengizinkannya dengan syarat agar tidak berlama-lama meninggalkannya, Uwaispun segera pergi menempuh perjalanan jauh ke Madinah.  Sayangnya ketika ia tiba di tujuan, rupanya Rasulullah sedang memimpin jihad di luar Madinah. Ia hanya bertemu Aisyah ra, istri Rasulullah, yang tentu saja tidak dapat memastikan kapan dan berapa lama Rasulullah akan kembali.

Sementara itu terngiang pesan ibunya tercinta yang telah renta agar tidak berlama-lama meninggalkannya. Akhirnya karena ketaatannya kepada sang ibu, ia  mengalahkan keinginan menggebunya untuk menunggu dan berjumpa dengan sang kekasih, Muhammad SAW. Uwaispun kembali ke Yaman.

Beberapa lama kemudian Rasulullah pulang dari medan pertempuran. Sesampainya di rumah Rasulullah menanyakan kepada Aisyah tentang orang yang mencarinya. Aisyah menjelaskan bahwa memang benar ada yang mencarinya, tetapi tidak menunggu dan segera kembali ke Yaman karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.

Mendengar itu Rasulullah berkata bahwa orang itu penghuni langit. Nabi menceritakan kepada para sahabatnya, “Kalau kalian ingin berjumpa dengannya, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih di lengannya. Apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan bumi.”

Uwais pergi berhaji.

Anakku, mungkin ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji,” pinta sang ibu suatu hari.

Mendengar ucapan sang ibu tercinta, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan? Uwais terus berpikir mencari jalan keluar.

Tak lama iapun membeli seekor anak lembu. Kemudian ia membuatkan kandang di puncak bukit untuk anak lembu tersebut. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit.

Uwais gila … Uwais gila …” kata orang-orang yang melihat tingkah laku Uwais yang aneh tersebut. Tak pernah satu haripun terlewat ia menggendong lembu naik-turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi. Setelah 8 bulan berlalu, sampailah pada musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot Uwais yang makin kuat.  

Alhamdulillah, trimakasih yaa Allah”, puji Uwais kepada Tuhannya.

Rupanya selama 8 bulan tersebut, ia sedang melatih dirinya agar mampu menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah! Masya Allah, sungguh besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya. Uwais berjalan tegap menggendong ibunya wukuf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata melihat Baitullah.

Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa. “Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais. “Bagaimana dengan dosamu?” tanya sang Ibu keheranan. Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga”, jawab Uwais tulus dan penuh cinta.

Allah subhanahu wata’ala pun memberikan karunia untuknya. Uwais seketika itu juga sembuh dari penyakit sopak yang selama itu diderita seluruh tubuhnya. Yang tertinggal hanya bulatan putih di lengannya. Itulah tanda yang dimaksudkan Rasulullah agar para sahabat dapat mengenali Uwais, yang di kemudian hari akhirnya ditemukan khalifah Umar bin Khattab yang setiap waktu haji dan datangnya kafilah dagang dari Yaman, rela mencarinya. Allahu Akbar …

Akan halnya pertemuannya dengan khalifah Umar bin Khattab bertahun-tahun kemudian adalah sebagai berikut: 

Uwais pergi berdagang ke Madinah.

Suatu hari setelah ibu Uwais wafat, bersama  rombongan kafilah dagang, Uwais tiba di kota Madinah. Seperti biasa, melihat ada rombongan kafilah yang baru datang dari Yaman segera Khalifah Umar dan juga Ali bin Abi Thalib mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu Umar dan Ali segera pergi menjumpainya dan memberinya salam.

Umar kemudian menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah”. Mendengar jawaban Uwais, Umar dan Ali tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al Qarni”.

Selanjutnya Umar meminta agar Uwais bersedia memperlihatkan lengannya. Maka begitu keduanya melihat tanda putih di lengan tersebut, sontak keduanya memeluk dan meminta Uwais untuk mendoakan keduanya.

Wafatnya Uwais.

Ketika Uwais wafat di rumahnya yang sederhana di Yaman, orang-orang tak dikenal  dari segala penjuru berbondong-bondong datang untuk memandikan, mengkafani, menyalati hingga mengantarnya ke pemakaman. Masyarakatpun gempar.

Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau Wahai Uwais Al Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai pengembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatnya, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya.

Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al Qarni disebabkan permintaan Uwais sendiri kepada khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib agar merahasiakan tentang dirinya. Di hari wafatnya itulah mereka baru mengetahui bahwa Uwais Al Qarni adalah seorang penghuni langit.

Begitulah Uwais Al Qarni, sosok yang sangat berbakti kepada orang tua, dan itu sesuai dengan sabda Rasulullah ketika beliau ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau menjawab, “Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.” (HR Ibnu Majah).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 30 Desember 2024.

Vien AM.

Read Full Post »

Hingga akhirnya, pada tahun 1095 Paus Urbanus II di Clermont, Perancis Selatan mengobarkan ajakan perang untuk merebut Palestina. Ajakan ini langsung disambut ribuan pengikutnya. Maka rombongan dengan berbagai tujuan dan niat yang  kemudian bergabung dengan tentara Salib dibawah para bangsawan, segera bergerak menuju Palestina. Namun sejarah mencatat bahwa dalam perjalanan jauhnya, rombongan yang makin lama makin membesar tersebut, melakukan berbagai tindakan anarkis, termasuk pembantaian terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di sepanjang perjalanan.  

Pada tahun 1099 dalam perang yang berlangsung selama 3 hari,  tentara Salib  berhasil menguasai kota dengan membantai lebih dari 30.000 penduduknya, termasuk perempuan dan anak-anak Muslim yang berlindung di dalam masjid Al-Aqsa. Mereka juga membunuhi kaum Yahudi dan Nasrani yang bermukim disekitar kota tua tersebut.

Dalam bukunya, Karen Amstrong mengutip kata-kata Raymond dari Aguilles, seorang saksi dari Perancis yang mengatakan : ”Tumpukan kepala, tangan dan kaki dapat terlihat”, ”… para pria berjalan dengan darah yang naik hingga ke lutut dan tali kekang kuda mereka …”. Dengan cara seperti itulah Yerusalem jatuh ke tangan pihak Nasrani Eropa. 88 tahun kemudian yaitu pada tahun 1187, dibawah kekuasaan Sultan Salahuddin Ayubi, pasukan Muslim kembali berhasil menguasai Yerusalem. Dan sebagaimana pendudukan Yerusalem oleh pasukan Muslim pada kali pertama, kali inipun tidak terjadi pembantaian. Bahkan para penguasa yang ditaklukkan tersebut selain diampuni juga diberi keleluasaan untuk meninggalkan kota dengan membawa seluruh harta bendanya. Peristiwa ini pada tahun 2005 pernah diabadikan dengan sangat baik dalam film “The Kingdom of a Heaven” yang disutradarai oleh Sir Ridley Scott dan dibintangi aktor kenamaan Orlando Bloom.

Peperangan yang kemudian dikenal dengan nama “Perang Salib” ini terus terjadi hingga beberapa kali selama hampir 200 tahun namun pihak Salib tidak pernah berhasil menguasai kembali Yerusalem. Selanjutnya yaitu pada tahun 1517-1917 sebagian besar wilayah Palestina  berada di bawah kesultanan Islam Ottoman. Hingga pada tahun 1918 ketika kesultanan tersebut runtuh paska Perang Dunia I, Palestina dikuasai oleh Inggris. Liga Bangsa-Bangsa (LBB) kemudian  mengeluarkan mandat kepada Inggris untuk mengontrol secara administratif kawasan Palestina, termasuk ketentuan mendirikan tanah air nasional Yahudi di Palestina dan mulai berlaku pada 1923 M.

Hingga akhirnya di tahun 1948, ketika Yahudi Israel dengan dukungan Barat memaksakan terbentuknya Negara Israel, Palestinapun kembali memasuki masa kelamnya. Ini dimulai dengan apa yang dinamakan peristiwa tragis Nakba ( Malapetaka Palestina). Genosida yang dilakukan Yahudi terhadap rakyat Palestina disertai perampasan tanah Palestina ini mengakibatkan eksodusnya 700.000 orang Palestina dan berpindahnya 78% wilayah Palestina ke Negara Israel yang baru terbentuk.  

Maka sejak itulah perlawanan rakyat Palestina baik yang masih bertahan di tanah Palestina maupun yang berada di pengungsian terus terjadi hingga hari ini. Apalagi ditambah dengan perlakuan kejam dan diskriminatif tentara Zionis Israel yang makin hari makin brutal.

Dengan demikian jelas bahwa apa yang kita saksikan setahun belakangan ini bukanlah semata-mata akibat serangan 7 Oktober 2023 yang dilakukan  faksi perjuangan Hamas sebagaimana yang dituduhkan Netanyahu. PM Israel tersebut sejatinya sedang berusaha menghindar dari kasus korupsi yang dilakukannya. Hukum Israel rupanya memberi kelonggaran kepada pemimpinnya bila ia sedang berperang.

Ironisnya, Netanyahu bahkan tidak peduli terhadap nasib ratusan warganya yang disandera Hamas. Bila terhadap rakyatnya saja tidak peduli apatah arti kematian 41 ribu lebih rakyat Gaza, sebagian besar anak-anak dan kaum perempuan. Juga puluhan bangunan termasuk sekolah, masjid dan rumah penduduk yang hancur lebur di bom tentara Zionis Israel.    

Sementara orang-orang Yahudi extrim berkeras ingin merebut Al-Quds dari tangan Islam. Dengan dikawal tentara Zionis, beberapa kali mereka menerobos masuk ke dalam masjid ke 3 tersuci umat Islam tersebut secara paksa. Mereka masuk tanpa menanggalkan sepatu, merusak barang-barang yang di dalamnya bahkan menyerang dan mengusir jamaah yang sedang shalat. Mereka beralasan disitulah rumah ibadah mereka pernah berada. “Demi mematuhi perintah Tuhan”, kilah mereka.

Lalu bagaimana dengan ayat 24 surat Al-Maidah yang secara terang benderang menceritakan penolakan orang-orang Yahudi atas perintah nabinya, yang notabene berarti perintah Tuhannya, untuk memasuki Baitul Maqdis berabad-abad lalu??

Mereka ( orang-orang Yahudi) berkata: “Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya ( Baitul Maqdis) selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” ( Terjemah QS.Al-Maidah(5):24).

Dan banyak lagi ayat Al-Quran yang menceritakan betapa seringnya kaum Yahudi melawan perintah Tuhannya. Bahkan nabi dan rasulpun mereka aniaya dan bunuh. Dan lagi apakah ada Tuhan yang memerintahkan suatu kaum membantai orang tidak bersalah??? Bandingkan dengan adab Islam dalam berperang yang ditunjukkan khalifah Umar bin Khattab ra ataupun Sultan Salahuddin Ayubi berabad-abad silam.

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”.(Terjemah QS.Ali Imran(3):19).

Wallahu’alam bi shawab.

Jakarta, 19 September 2024.

Vien AM.    

Read Full Post »

Older Posts »