Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Save Palestine’ Category

peggy3Beberapa minggu  yang lalu saya menghadiri tausiyah yang diberikan Peggy  Melati Sukma, seorang artis dan aktifis sosial yang pada tahun 1999 dikenal dengan jargon  “ Pusiiiiing” dalam salah satu sinetron yang dibintanginya, yaitu “ Gerhana”.  Artis berbakat dengan segudang kegiatan,  diantaranya pernah ditunjuk sebagai duta  Pendidikan Kesetaraan oleh Depdiknas dan Duta Teknologi oleh Kementerian Riset dan Teknologi ini, sejak 2012 lalu memang telah berhijrah, begitu ia menyebutnya.

( Baca kisah hijrah Peggy : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,45-id,55962-lang,id-c,internasional-t,Kisah+Peggy+Melati+Sukma+Hijrah+ke+Dunia+Dakwah-.phpx ).

Sekali lagi terbukti, bahwa ketenaran, kekayaan dan kesuksesan bukan jaminan kebahagiaan yang hakiki. Kini Peggy melalui Komunitas Akhwat Bergerak yang dimotorinya sibuk berdakwah tidak saja di pelosok dalam negri namun juga ke manca Negara, tidak hanya sekedar Negara tetangga saja.

Selain berbagi ilmu, kami juga mempunyai program donasi untuk akhwat Gaza bersinergi dengan ACT yaitu melakukan penggalangan donasi bagi persalinan akhwat (perempuan/ibu-ibu) Gaza. Target awal kita adalah akan men-cover 1000 ibu-ibu Gaza, per orang akan dibantu dana persalinan US$ 200,” tutur Peggy.

Karena Israel sesumbar mengatakanbahwa anak-anak Palestina dan para ibu hamil adalah target mereka. Jelas ini adalah sebuah pemasungan hak hidup yang harus dilawan ”, begitu kira-kira jawaban Peggy atas pertanyaan saya mengapa ia memilih menyalurkan dana bantuan untuk persalinan ibu-ibu Gaza.

Pada  tanggal 21 September yang baru lalu Peggy bersama yayasannya, bekerja sama dengan ACT juga telah meresmikan sekolah difabel ( anak dengan keterbatasan/cacat) di Gaza. Sayangnya Peggy sendiri dan timnya tersebut tidak/belum bisa melihat sendiri sekolah tersebut.

Persis halnya dengan proyek bantuan persalinan ibu-ibu Gaza tahun lalu yang tidak dilihatnya sendiri, karena tertahan di pintu perbatasan Mesir.  Padahal , masih menurutnya, tim bantuan dari Aljazair bisa masuk ke Gaza.  Ini dimungkinkan karenakan adanya kesepakatan antara Negara tersebut dengan Mesir sebagai pemegang otoritas gerbang ke Israel.

Dengan nada sedikit kesal Peggy juga mempertanyakan dimana kepedulian pemerintah Indonesia terhadap nasib Palestina seperti yang pernah dijanjikan Jokowi saat kampanya sebelum terpilih menjadi presiden.  Indonesia hingga detik ini memang tidak mempunyai kesepakatan seperti yang dimiliki Aljazair. Padahal Al-sisi, sang jendral presiden Mesir hasil kudeta militer itu baru saja menyelesaikan kunjungan resmi kenegaraannya ke Indonesia, meski protes datang berhamburan dari masyarakat, memperkuat kesan bahwa pemerintah saat ini memang tidak peduli terhadap nasib rakyat dan bangsa Palestina. Sekaligus juga menambah kesan tidak peduli terhadap kekuasaan hasil kudeta.

Seperti diketahui Al-Sisi menduduki kursi orang pertama di Mesir setelah menggulingkan presiden Mursi yang terpilih secara demokrasi. Mursi sendiri bisa maju ke kursi kepresidenan karena dukungan IM ( Ikhwanul Muslimin), organisasi binaan almarhum Hasan Al-Banna yang sangat mendukung berjalannya syariat Islam, sesuatu yang bagi sebagian masyarakat Indonesia termasuk pemerintah sebagai momok menakutkan, padahal  mayoritas penduduk Indonesia mengaku Muslim.

Jadi sungguh memang tidak mengherankan bila nasib Palestina tidak berada di urutan prioritas pemerintah. Ironisnya bukan hanya pemerintahan Jokowi saat ini, namun juga rezim-rezim sebelumnya.

Dr Mahmud Hashem Anbar, seorang dosen ilmu Islam di Universitas Islam Gaza, pernah menyinggung bahwa hubungan antara pemerintahan Palestina dan Indonesia (Government to Government) atau G to G tidak kuat.  Ini diutarakannya pada Konferensi Internasional Al Quds dan Palestina yang berlangsung di Bandung pada 4-5 Juli 2012 lalu.

Hubungan antara Palestina dan Indonesia lebih kuat antar masyarakat. Ini bisa dilihat dalam beberapa hal, yang pertama dengan adanya beberapa pelajar Indonesia yang studi di rumah sakit Islam Gaza. Yang kedua adalah pembangunan rumah sakit disana. Tapi kita belum pernah tahu ada utusan resmi dari pemerintahan Indonesia,” keluhnya.

http://www.dakwatuna.com/2012/06/14/21085/dosen-gaza-tagih-hubungan-baik-g-to-g-indonesia-palestina/#axzz3nwX5iezF

Perlakuan tidak manusiawi penjajah Israel terhadap rakyat Palestina terus saja terjadi selama puluhan tahun tanpa peduli reaksi dunia internasional yang terkesan tidak peduli atau mungkin bosan (?). Yang terakhir adalah yang dimulai sejak tanggal 13 September lalu hingga hari ini, dan sangat mungkin bakal melahirkan Intifadah III. Ironisnya, Israel menghadapi gerakan perlawanan rakyat bersenjatakan batu ini dengan peluru tajam, granat, gas beracun, air kimia dan aneka senjata berbahaya lainnya.

Tentara Zionis kembali  memprovokasi rakyat Palestina dengan tindakan yang makin semena-mena terhadap Al-Quds ( Yerusalem) dengan  Al-Haram Asy-Syarifnya dimana berdiri 2 bangunan suci milik umat Islam, yaitu Masjid Al-Aqsho dan Kubah Shakhrah (Dome of The Rock) yang merupakan kiblat pertama umat Islam, sekaligus juga masjid suci ke 3 setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Tentara penjajah Zionis  tersebut seenaknya saja mengangkangi dan mengacak-acak Masjidil Aqsha, masjid yang merupakan titik keberangkatan Rasulullah Muhammad SAW menuju Sidrat al Muntaha dalam peristiwa Miraj.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. … …”  ( Terjemah QS. Al-Isra(17): 1).

Namun tanpa sedikitpun rasa gentar para pemuda Palestina dengan gigih menjaga rumah suci tersebut. Mereka yang berada di dalam masjid bertahan tidak membiarkan begitu saja musuh-musuh Allah masuk dan merusak bagian dalam masjid, meski senjata mereka hanya batu. Sementara mereka yang berada di luar masjid selain melempari tentara Yahudi itu dengan batu juga dengan bom-bom Molotov buatan sendiri.  Mereka juga memasang barikade agar tentara ZIonis tersebut tidak dapat memasuki masjid.

Akibatnya bentrokanpun tak dapat dihindarkan. Pasukan Israel lengkap dengan senjata dan tamengnya terus mendesak warga Palestina, mendorong, menendang, memukul,  bahkan tak segan-segan mengarahkan moncong senjata mereka  kepada siapapun yang menghalangi, tak  peduli apakah itu perempuan atau anak-anak sekalipun. Mereka juga menempatkan penembak jitu di atap masjid dan menggunakan peluru karet untuk menembaki warga yang menghalangi perbuatan brutal mereka, mengakibatkan puluhan warga cedera. Pasukan biadab tersebut juga menembakkan gas air mata dan granat kejut ke arah warga.

Tentara Zionis dengan seragam tentaranya berhelm,  bermasker dan bersenjata tentunya, selama bertahun-tahun tidak pernah malu dan sungkan mengeroyok warga sipil, perempuan maupun kanak-kanak. Dengan semena-mena mereka juga menembak warga tanpa alasan yang jelas, melepas jilbab muslimah, misalnya. Atau juga menembak remaja hingga jatuh tak berdaya, lalu mengatai-ngatai dan membiarkannya kehabisan darah hingga meninggal dunia. Sungguh lebih biadab dari binatang apapun di dunia ini. Naudzubillah min dzalik … 😦

http://5pillarsuk.com/video/13-yr-old-palestinian-boy-shot-by-israeli-police-as-jewish-settlers-shouted-insults-at-him/

Beberapa hari lalu sebuah video berhasil merekam tindakan busuk mereka, yaitu menyusup dan menyamar sebagai warga Palestina, lalu memancing melempari polisi Israel dengan batu. Setelah warga terpancing mengikuti perbuatan mereka, tiba-tiba mereka berbalik menyerang para pemuda yang berada di sekitar mereka tadi.

https://youtu.be/55Cpmy9xrSU )

Ajaibnya lagi, dengan tenangnya PM Israel Benyamin Netanyahu  mengumumkan hukuman berat bagi para  pelaku lempar batu. Hukuman juga berlaku bagi anak-anak dibawah umur, namun kedua orang-tuanyalah yang harus bertanggung-jawab. Untuk diketahui, sejak musim dingin tahun 2000, 2000 anak Palestina telah terbunuh. Sementara sekitar  500-700 anak Palestina tiap tahun ditangkap, dijebloskan ke penjara dan harus menjalani mahkamah militer.

Pemerintah penjajah Zionis ini juga dengan seenaknya menetapkan aturan bahwa ada waktu-waktu dan hari-hari  tertentu masjid ditutup dan khusus hanya boleh digunakan pemeluk  Yahudi untuk beribadah di dalamnya. Mereka tidak peduli ada beberapa  Jumat di dalamnya, akibatnya kaum Muslimin tidak bisa shalat Jumat di dalam masjidnya sendiri !

Maket Rekonstruksi Bait Suci Sulaiman

Maket Rekonstruksi Bait Suci Sulaiman

Bukan rahasia lagi Israel secara provokatif memang ingin merebut Al-Haram Asy-Syarif dari pelukan kaum Muslimin. Mereka mengklaim bahwa area tersebut adalah milik mereka, bahwa ribuan tahun lalu, jauh sebelum datangnya Islam, berdiri bait Sulaiman, rumah suci Yahudi. Kini, kabarnya, secara diam-diam orang-orang Yahudi telah membangun kembali fondasi rumah suci tersebut,  tepat dibawah Haram Asy-Syarif, yang pada saatnya nanti, akan berdiri tegak menggantikan Haram Asy-Syarif yang akan dihancurkan.  Hal yang tidak mustahil bila kaum Muslimin di seluruh dunia tidak bersatu menjaganya.

Reaksi dari dunia Arabpun akhirnya bermunculan.

“Provokasi dalam bentuk apa pun di Jerusalem akan berpengaruh terhadap hubungan Israel-Yordania. Yordania tak punya pilihan lain, selain mengambil tindakan yang tegas,” kata Raja Abdullah dari Yordania. Yordania adalah negara yang bertanggung jawab atas aspek-aspek keIslaman di kompleks Al-Aqsa, karena adanya perjanjian damai dengan Israel

Kami akan melawan agresi pendudukan atau agresi Israel di Masjid Al-Aqsa,” ujar Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir.

Bendera Palestina memang telah berkibar dengan gagahnya di markas PBB, New York, Amerika Serikat pada tanggal 30 September yang baru lalu.   Upacara pengibaran bendera ini disaksikan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Dalam sambutannya, Abbas menegaskan bahwa pengibaran bendera negaranya merupakan bukti telak bahwa kedaulatan Palestina merdeka telah diakui PBB. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tak lagi terikat oleh segala kesepakatan dengan Israel.

“Selama Israel tidak mau menghentikan ekspansi permukiman dan enggan melepaskan para tahanan Palestina, kami tak punya pilihan kecuali tak melepaskan diri dari kesepakatan-kesepakatan sebelumnya, apalagi sejauh ini hanya kami yang komit,” kata Mahmoud Abbas seperti dilansir BBC, Rabu (30/9).

Semoga harapan rakyat Palestina mendapatkan kemerdekaanya benar-benar akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat ini, bukan hanya sekedar simbol pengibaran bendera di kantor PBB.  Kemerdekaan penuh sebuah bangsa dan Negara, adalah hak seluruh orang di dunia ini, tak terkecuali rakyat Palestina yang selama puluhan tahun terpaksa mengubur dalam-dalam impian itu. Ini adalah bagian dari HAM  yang tercantum dalam salah satu butir kesepakatan PBB yang dirancang Barat, Amerika Serikat khususnya. Namun siapa yang tidak tahu bahwa tanpa izin Negara adi daya tersebut mana mungkin Israel bisa berbuat semena-mena terhadap rakyat dan tanah air Palestina.

Maka,  seperti yang telah berkali-kali diingatkan imam besar masjid Istiqal Ali Mustafa Yaqub agar kita mau merenungkan kembali Protokol Zionisme nomor 7 yaitu ” Untuk kawasan Eropa dan demikian pula benua-benua lain, kita wajib menciptakan konflik, mengobarkan api permusuhan dan pertentangan“.

Siapakah sebenarnya dalang dibalik berbagai kerusuhan yang melanda dunia Islam seperti Tragedi Arab Spring diantaranya konflik Suriah yang terus saja memanas hingga detik, kebiadaban ISIS, makin mengguritanya Syiah, JIL, JIN dll ??

Lihat pula bagaimana isi Talmud, kitab yang mereka anggap lebih suci dari Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa as berikut ini :

“Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)

“Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)

Ahir kata salut buat Peggy Melati Sukma, selebritis yang dengan serius mau memberikan waktu dan perhatiannya untuk Palestina. Semoga kiprahnya dapat memotivasi kaum muda negri ini yang sibuk dengan gemerlapnya dunia hingga lupa memikirkan akhirat mereka, untuk segera berhijrah secara total dan mau peduli terhadap nasib dan penderitaan saudara-saudarinya sesama Muslim.

Salut juga untuk sejumlah PTN yang kabarnya telah memotivasi mahasiswanya agar shalat Subuh secara berjamaah.  Karena sesungguhnya inilah yang paling ditakuti orang Yahudi, karena shalat yang demikian menandakan kekuatan dan kesatuan Islam yang tidak mungkin dapat dilawan musuh-musuh Islam, Yahudi khususnya. Ayo kita songsong kembalinya zaman kejayaan Islam yang telah makin dekat ini, yang juga sekaligus menandakan datangnya hari akhir.

http://inpasonline.com/new/harapan-baru-untuk-indonesia-gerakan-religius-di-kampus-negeri/

Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak” (HR Bukhari dan Muslim)

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 9 Oktober 2015.

Vien AM.

Advertisements

Read Full Post »

Ramadhan 1435 H telah berakhir, harapan tambahan selain agar Allah swt menerima amal ibadah ini, adalah semoga serangan brutal Zionis Israel ke Gaza yang telah dimulai pada awal bulan suci tersebut juga usai sudah.  Namun nyatanya hingga hari ini, memasuki minggu akhir bulan Syawal, keganasan pasukan penjajah tersebut masih juga terjadi.

Ntah berapa kali sudah genjatan senjata yang diprakasai Mesir diberlakukan, tanpa hasil memuaskan. Tuntutan utama HAMAS agar blokade yang telah berlangsung sejak tahun 2006 dibuka diabaikan begitu saja oleh Israel. Ini yang menyebabkan HAMAS nekad untuk meneruskan perlawanannya meski mereka telah habis-habisan.

Bayangkan, lebih dari 2000 nyawa telah melayang, 400 an diantaranya anak2, lebih dari 10 ribu  terluka,  ratusan ribu warga Gaza terpaksa mengungsi, ribuan rumah, ratusan bangunan seperti sekolah, masjid, pasar hancur, bahkan rumah sakit dan pembangkit listrikpun tak luput dari amukan tentara penjajah Israel. Tidakkah pengorbanan ini sudah lebih dari cukup untuk sekedar membebaskan mereka dari blokade yang menyengsarakan rakyat selama bertahun-tahun ??   

Tak heran jika kemudian roket-roket HAMASpun melayang hingga ke pusat kota Telaviv meski tidak sampai mencederai seorangpun karena Israel telah mengantisipasinya dengan Iron Dome. Iron Dome adalah sistim penangkal roket yang dbiayai pemerintah AS sebagai sekutu terdekat Israel terlaknat. 

Israel tidak akan aman selama rakyat Palestina juga dibuat tidak aman”, demikian pernyataan salah seorang pejabat Hamas, memperingatkan.

Namun tanpa rasa bersalah sedikitpun Israel membalas kekecewaan rakyat Gaza itu dengan kembali memborbardir kota yang sudah luluh lantak itu.  Hanya dalam waktu 2 hari berturut-turut paska genjatan senjata terakhir mereka telah menewaskan 30 orang lagi termasuk seorang bayi dan 7 anak serta 120 orang terluka. Dengan pongah Netanyahu, perdana mentri negara Zionis itu menyatakan bahwa ia akan melanjutkan gempuran terhadap Gaza (HAMAS) bahkan bila harus bertahun-tahun. Dan yang juga menyedihkan Amerika Serikat, si polisi dunia itu, juga menyalahkan HAMAS.

Tetapi yang paling menyedihkan, tak ada satupun negara Islam ( Timur Tengah) yang secara nyata mau membantu HAMAS ( Palestina). Persaudaraan dan ikatan sesama Muslim yang merupakan kekuatan Islam tampak jelas telah hilang menguap ntah kemana.

“Tidaklah sempurna iman seseorang dari kalian,sehingga dia mencintai saudaranya(sesama islam) sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri “ (HR. Bukhari).

“Perumpamaan orang Islam yang saling mengasihi dan mencintai satu sama lain adalah ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit dan tidak bisa tidur “(HR. Bukhari).

Nasib umat Islam saat ini memang benar-benar berada di titik terendah. Apapun yg dilakukan umat Islam selalu salah. Islam telah menjadi bulan-bulanan kaum kafir. Nyata benar bahwa Islam telah kehilangan giginya. Sejak jatuhnya kekhalifahan Turki Ottoman ditahun 1924 hingga saat ini, tak ada satupun negara Islam yang mempunyai pengaruh dan didengar dunia internasional. Parahnya lagi, malah label teroris yang kuat melekat di tubuh Islam !

Ini semua sebenarnya tidak lepas dari adanya  Ghawzl Fikri ( perang pemikiran) yang digarap Barat secara rapi.

(Baca : https://vienmuhadi.com/2009/03/06/perang-pemikiran-al-ghazwl-fikri/,

http://www.voa-islam.com/read/liberalism/2014/02/19/29151/ghazwul-fikrstrategi-musuh-islam-menghancurkan-kaum-muslimin-dari-akarnya/#sthash.L3ov3LYy.dpbs ).

Dengan berbagai cara umat Islam di pecah belah dan di adu domba. Generasi muda dibuat tidak percaya diri akan keislamannya, mereka diming-imingi hiruk pikuk dan gegap gempitanya nikmat duniawi. Demokrasi, HAM dan toleransi sengaja diangkat dan dibesar-besarkan untuk memojokkan persatuan dan persaudaraan Islam. Nilai-nilai Islam yang luhur seperti jihad dalam perang, jilbab dan juga ciri-ciri Islam lain seperti jenggot sebagai sunnah nabi dll diangkat sedemikian rupa agar umat Islam menjadi alergi dan rela meninggalkannya.

Lalu lahirlah pemikiran-pemikiran nyleneh  Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme.   lronisnya, pengikut faham ini justru sebagian kaum intelektual  Muslim ! Meski sejatinya tujuannya demi  menghlangkan cap teroris yang sengaja diciptakan musuh-musuh Islam.

Pernyataan mantan presiden AS George W Bush “Either you are with us or you with the terrorists” tak lama setelah tragedi 911 memperjelas sikap permusuhan Barat terhadap Islam. Ketakutan Barat terhadap Islampun ( Islamophobia) semakin menjadi-jadi.

Perang psikologi ( psywar) yang dilontarkan Barat ini nyata-nyata jauh lebih effektif dari pada perang fisik yang terbukti memakan biaya dan pengorbanan yang sangat mahal. Apalagi mereka tahu persis bahwa  para mujahid yang gagah berani melawan kekuasaan mereka tak pernah mengenal rasa takut, karena keyakinan syahid, masuk surga, adalah balasannya.

Inilah yang kemudian mereka manfaatkan.  Al-qaeda yang dicurigai merupakan bentukan AS, disusul ISIS ( Islamic State Irak Syria) yang baru saja lahir  ini disiapkan untuk menampung semangat jihad pemuda Islam yang sedang menggebu-gebu. Untuk diketahui,  ISIS adalah organisasi yang muncul secara tiba-tiba, dengan kekuatan besar dan persenjataan lengkap.

( Baca :  http://indocropcircles.wordpress.com/2011/12/04/al-qaeda-organisasi-ciptaan-amerika/

http://www.lensaindonesia.com/2014/08/04/isis-ternyata-bentukan-amerika-serikat-israel-dan-inggris.html ).

ISIS yang lahir di Suriah, awalnya muncul memihak dan membantu umat Islam Sunni yang dibantai Syiah pimpinan presiden Bashar Assad. Sepintas memang terlihat heroik. Betapa tidak, 3 tahun sudah Sunni Irak dibantai habis-habisan tanpa satupun pihak yang mau membantu. Tercatat 170 ribu orang tewas termasuk anak-anak dan 2 juta lebih penduduknya terpaksa meninggalkan tanah air mereka tercinta, menjalani hidup sebagai pengungsi di negara-negara tetangga mereka.

Maka tak heran jika kedatangan tentara ISIS yang menggunakan bendera bertuliskan “La illaha illa Allah, Muhammad Rasulullah” dalam huruf hijaiyah ini ( meski dengan susunan yang agak ganjil) langsung menarik banyak simpati dan pengikut. Apalagi kita tentu tahu bahwa di akhir zaman nanti fenomena seperti ini memang akan datang. Imam Mahdi, sang khalifah Islam yang gagah berani namun santun sebagaimana sifat Rasulullah Muhammad saw akan datang menyelamatkan dan mengharumkan nama Islam yang sedang hancur.

“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi),  maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah  Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074)

Namun benarkah Abu Bakar Bagdady, sang pemimpin ISIS yang mengklaim negaranya sebagai kekhalifahan Islam itu mencerminkan dirinya seperti Rasulullah saw? Yang bahkan ketika berperangpun berlaku santun, menghormati kaum perempuan, anak bahkan lingkungan alam sekitar kaum yang diperanginya??

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435).

( Baca tentang ciri-ciri Imam Mahdi :  http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/tanda-tanda-kemunculan-imam-mahdi.htm#.U_tOO8WSxe4 )

Nyatanya, ISIS yang semula memerangi Syiah dan membantu Sunni, belakangan ternyata juga membunuhi Sunni, disamping membunuh, mengusir dan menakuti-nakuti tidak saja orang-orang yang berlainan agama namun juga kaum perempuannya dan anak-anak mereka.        

Hal lain, bila memang ISIS adalah kekhalifahan sebagaimana yang diprediksi Rasulullah ribuan tahun lalu, mengapa ia tidak tergerak untuk membantu rakyat Palestina yang tertindas? Gaza yang saat ini porak poranda karena serangan brutal Zionis Israel yang sejatinya adalah pasukan Dajjal, musuh utama Imam Mahdi??   

Maka tak heran bila akhirnya negara-negara Islam menyatakan bahwa ISIS adalah sesat, termasuk MUI. Bahkan Imam besar Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz al-Sheikh dengan tegas mengatakan bahwa organisasi tersebut adalah Khawarij. Yaitu orang-orang yang berlebihan dalam mengartikan ayat-ayat suci Al-Quran sebagaimana musuh Islam di zaman Rasulullah dan para sahabat.

Patut kita cermati, PM Israel Netanyahu, beberapa hari  yang lalu, dbawah kawalan ketat tentaranya, untuk yg kesekian kalinya berkunjung ke Masjidil Aqsho. Dan untuk mengantisipasi kunjungan orang no  1 negri Zionis ini kaum Muslimin yg berumur diantara 18-50 tahun dilarang memasuki kawasan ini. Hal yang sebenarnya sudah berlaku sejak beberapa tahun lamanya. Menjadi pertanyaan besar, apa sebenarnya maksud kedatangannya ini ??? 

Hal lain yang mungkin lolos dari pengamatan dunia internasional. Selama gempuran dasyat Zionis ke Gaza yang sudah berlangsung lebih dari sebulan dengan meninggalkan kerusakan dasyat , tidak terdengar sama sekali adanya reaksi dari saudara/i seiman di Tepi Barat. Sesuatu yang agak mengherankan. Betulkah mereka memang tidak peduli akan penderitaan saudara/i mereka itu? Apa yg sebenarnya terjadi ?? 

Belakangan beredar berita, ternyata pasukan Zionis menangkapi para pemuda yang bahkan cuma demo menentang   agresi tersebut. Untuk diketahui Tepi Barat ( dan juga jalur Gaza)  sejak beberapa tahun ini memang tidak berdaya menghadapi penjajah sadis tersebut. Tembok besar layaknya tembok aperteid sepanjang 760 km telah dibangun, memisahkan dan mengucilkan warga Arab dari warga asli Yahudi.  Membuat orang-orang Arab- Palestina bak tinggal di ghetto-ghetto yang dulu dibangun Nazi untuk orang Yahudi di Eropa.    

(Baca:

http://www.republika.co.id/berita/koran/teraju/14/08/22/naoz8844-760-km-tembok-apartheidisrael 

http://mthalhah.blogspot.com/2010/12/tembok-apartheid-zionis-israel.html )

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/131551-tembok_di_yerusalem_perkuat_kisah_di_alkitab).

Dari sini dapat disimpulkan,  rentetan kejadian memilukan yang terjadi di dunia Islam saat ini  sebenarnya adalah pengalihan perhatian Zionis Israel dalam membangun kuil kuno Yahudi yang mereka klaim ada dibawah kompleks Haram As-Syarif, yaitu Masjidil Aqsho dan Masjid As-Saqroh, masjid suci ke 3 kaum Muslimin. Di dalam kuil Yahudi itulah mereka akan menyambut kedatangan pemimpin besar mereka, yaitu Dajjal, si mata satu, yang gambarnya sejak lama telah menghiasi lembaran 1 US dollar.       

Jadi jelas sudah gempuran brutal Zionis Israel ke Gaza dan tekanan Barat ke Palestina serta negara-negara berpenduduk mayoritas Islam, sejatinya adalah juga pertempuran antar agama, bukan sekedar politik demi kekuasaan dan kekayaan (  minyak dll) sebagaimana yang sering diklaim merelka yang tidak ingin melihatnya sebagai perang agama/ideologi. Ini adalah fenomena akhir zaman yang tidak mungkin kita hindari. Pertarungan antara kebathilan/kezaliman melawan kebaikan/keadilan sesuai fitrah manusia.

Islam adalah rahmatan lilalamiin, rahmat bagi semesta alam. Adalah tugas manusia yang beriman kepada Tuhannya,  Allah swt  untuk menjaga kelestarian alam ciptaan-Nya, menjaga keadilan dan ketenangan hidup sesama demi ketaatan dan syukur kepada Sang Pencipta.

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Baqarah(2):257).

Satu hal penting yang patut menjadi catatan, alangkah meruginya seorang Muslim yang tidak mau mempercayai hadist sementara sebagian ahli kitab mempercayai bahkan mempelajari nubuwah tersebut meski dengan tujuan untuk menghancurkan Islam itu sendiri. Ini terlihat dari cara mereka memandang fenomena akhir zaman yang ternyata tidak jauh berbeda dengan ajaran mereka.   

Dari Thauban r.a., bahwa Rasulullah saw bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.”

Diterangkan bahwa penyebabnya adalah Wahn yaitu penyakit cinta dunia yang berlebihan, hingga lupa akan kehidupan akhirat. 

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 25 Agustus 2014.

Vien AM.

Note: Mesir mengumumkan berlakunya genjatan senjata permanen mulai Selasa, 26/8/2014, pukul 19.00 waktu Gaza. Dikabarkan HAMAS bersedia ,menerima tawaran tersebut karena Israel bersedia membuka blokade 8 tahun Gaza, meski pada tahun 2012 tawaran tersebut juga pernah terjadi.

Ironisnya, esok harinya, Rabu, 27/8, tentara Israel kembali menangkapi, menculik dan memenjarakan penduduk sejumlah kota di Tepi Barat yang ikut bergembira bersama warga Gaza merayakan kemenangan tersebut. 

Read Full Post »

Hingga hari ini Minggu pagi 3 Agustus 2014, tercatat 1712 nyawa telah melayang, sebagian besar adalah warga sipil, dan sekitar 300 an diantaranya anak2. Ironisnya lagi, puluhan diantaranya tewas hanya 2 jam setelah adanya kesepakatan genjatan senjata diantara kedua belah pihak.

Lebih parah lagi, agresi brutal Israel terkutuk yang telah memasuki minggu ke 4 ini didukung oleh pemerintah AS. Sekjen PBB danObama sang presiden AS yang oleh sebagian rakyat Indonesia sering dielu-elukan hanya karena pernah tinggal dan mengecap pendidikan di SD Jakarta ini, bahkan mengutuk dan menyalahkan HAMAS karena telah menewaskan 2 tentara Israel dan menculik seorang perwiranya. Dengan demikian HAMAS dianggap telah merusak genjatan senjata dan patut mendapatkan balasan. Padahal HAMAS mengatakan bahwa penculikan dilakukan sebelum adanya genjatan senjata. Yang lebih menyedihkan lagi, sebagian besar orang lebih percaya kepada sumber barat !

Tak dapat dipungkiri, berita adalah kunci kesuksesan dalam menggiring opini publik. Bila ini salah, inilah fitnah terbesar dalam kehidupan. Itu sebabnya Islam mengajarkan agar seorang Muslim selalu menjaga lisannya, termasuk ketika menyebarkan berita tertulis. Sebaliknya untuk mempercayai sebuah berita, kita harus extra hati-hati. Sebelum menerima dan mempercayainya, kita harus mempelajari dulu siapa , darimana dan bagaimanakah sumber berita tersebut.

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” . (QS. Al-Hujurat(49): 6).

Abu Hurairah ra berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Itu pula sebabnya dalam ilmu hadist, riwayat perawi ( seseorang yang menceritakan/meriwayatkan /menyampaikan hadist ) harus benar-benar dipelajari dan diteliti. Diantaranya adalah tahun berapa ia lahir, hidup, siapa orang-tua, teman, guru, bagaimana hubungannya dengan nabi saw, bagaimana ibadahnya, kekuatan hafalannya, sifatnya dll sebagainya. Setelah diyakini bahwa sang perawi memenuhi persyaratan baru apa yang disampaikan dapat diterima secara shahih.

Akan hal nara sumber berita diatas, yaitu Barat, atau Amerika Serikat tepatnya. Mari kita menengok sedikit ke belakang, ke awal sebelum lahirnya negara Israel yang penuh masalah.

PBB pada tahun 1947, berdasarkan perjanjian Balfour 1917, memutuskan untuk membagi wilayah Mandat Britania atas Palestina. Ini adalah tanah Palestina yang dulu berada di bawah kekuasaan kerajaan Turki Otoman, yang kemudian karena kalah dalam PD I akhirnya terpaksa diserahkan kepada Inggris sebagai pemenang perang.

Tetapi pembagian tanah ini ditentang keras oleh negara-negara Timur Tengah dan banyak negeri-negeri Muslim, karena dianggap sama sekali tidak adil. Bayangkan, PBB memberikan 55% dari seluruh wilayah tanah tersebut kepada Yahudi, padahal Yahudi hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah itu. Selanjutnya Yerusalem, dimana didalamnya berdiri Masjidil Aqsho, kiblat pertama umat Islam, dicanangkan sebagai kota milik internasional.

Pertanyaannya mengapa Yahudi bisa mendapatkan jatah begitu besar ? Itulah salah satu esensi perjanjian Balfour, yaitu janji Inggris sebagai balas jasa kepada Dr. Chaim Weizmann, seorang ahli kimia Yahudi Inggris sekaligus jurubicara Zionisme di Inggris, dalam membantu negara sekutu tersebut memenangkan PD I tahun 1939. Yaitu memberikan tanah Palestina sebagai rumah Yahudi yang selama ini hidup di perantauan.

Dalam suasana panas seperti itulah Israel mengumumkan hari kemerdekaannya. Esoknya, tentara gabungan dari Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir, Irak dan negara Arab lainnyapun menyerbu negara baru tersebut. Maka pecahlah perang Arab – Israel 1948. Sialnya, dengan bantuan komunikasi dan peralatan perang canggih dari Inggris dan Amerika Serikat yang diberikan secara diam-diam, Israel berhasil memenangkan perang tersebut. Lebih sial lagi, setelah perang tersebut, wilayah kekuasaan Israel justru bertambah luas, yaitu sekitar 70% dari luas total wilayah. Berarti malah bertambah 15 % dari yang dijanjikan PBB.

Selanjutnya pada Perang Enam hari tahun 1967, negara zonis ini juga berhasil memenangkan perang melawan gabungan negara-negara Arab. Ini tidak lain, lagi-lagi, karena adanya bantuan dari Amerika Serikat dan Inggris. Maka sejak itu masuklah Gaza yang tadinya milik Mesir, Tepi barat milik Yordan dan dataran tinggi Golan milik Suriah sebagai bagian dari daerah jajahan Israel. Ini menjadi bukti bahwa ke dua negara adi daya tesebut sejak awal memang sudah berpihak pada Israel. Jadi bagaimana mungkin keduanya bisa netral dalam memberikan pemberitaan menyangkut perang antara Israel dan Palestina maupun negara-negara Arab lainnya ??

Pada tanggal 1 Agustus lalu, di tengah kecaman international akan biadabnya Israel, tanpa rasa bersalah Kongres Amerika Serikat bahkan sepakat untuk mendanai sistem pertahanan Iron Dome atau antirudal milik Israel sebesar 225 juta dolar Amerika. ( baca : http://suara.com/news/2014/08/02/162625/225-juta-dolar-dana-as-untuk-iron-dome-israel/ )

Sungguh lucu, Barat sering meng-klaim bahwa umat Islam tidak toleran karena tidak menginginkan tanah Palestina dibagi antara Palestina dan Israel. Padahal kenyataannya, 80 % lebih tanah tersebut saat ini telah diduduki Israel. Saat ini rakyat Palestina selain hidup di pengungsian negara-negara tetangga, sebagian harus hidup berdesak-desakan di Gaza dan Tepi Barat, dimana kontrol udara, laut dan sebagian darat tetap dipegang otorita Israel. Dengan pasokan air bersih dan listrik yang sangat terbatas pula !

Hal yang juga harus diingat, orang-orang Yahudi sejak dahulu kala suka melawan dan melanggar janji. Lihatlah bagaimana Al-Quran menceritakan hal tersebut. Bagaimana mereka mengkhianati para nabi mereka, diantaranya menolak ajakan nabi Musa as untuk menunggunya kembali dari bukit Thursina, menyembah sapi, melanggar kesucian hari Sabtu, membunuh para nabi, termasuk nabi Isa as, meski gagal karena Allah menyelamatkannya dari penyaliban.

Berikut ayat 154-157 surat An-Nisa yang menceritakan salah satu contoh perbuatan buruk kaum Yahudi di masa lalu :

Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: “Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud”, dan Kami perintahkan (pula), kepada mereka: “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.

Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.”

Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka. Dan karena kekafiran mereka (terhadap `Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan mereka:

Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah” … “.

Pada masa awal masuknya Islam, orang-orang Yahudi juga tercatat telah beberapa kali melanggar perjanjian dan bahkan berusaha membunuh Rasulullah Muhammad saw. Ini yang akhirnya menyebabkan Rasulullah memutuskan mengusir kaum Yahudi dari Madinah untuk selamanya.

( lihat : http://vienmuhadisbooks.com/2011/06/10/xix-pengkhianatan-yahudi-bani-nadhir-dan-dampaknya/ ).

Pengkhianatan orang-orang Yahudi terus terjadi hingga abad ini, menyebabkan banyak orang tidak menyukai mereka. Holocaust, peristiwa pembantaian Yahudi oleh Nazi, meski diberitakan secara berlebihan, Antisemit dll adalah contohnya.

Sementara khusus yang berhubungan dengan pertikaian tanah Palestina saja, tercatat Israel beberapa kali sengaja melanggar perjanjian yang ditanda-tanganinya. Diantaranya adalah pembangunan tembok kota Yerusalem dan sejumlah perumahan ilegal di tanah Palestina.

Begitu juga dalam syarat peperangan, Israel sering sekali melanggarnya. Pada perang Enam Hari tahun 1967, penjajah Zionis telah menembaki para tawanan perang hingga tewas. Ini terbukti dengan ditemukannya 2 kuburan raksasa berisi 30-60 tawanan perang. Padahal undang-undang internasional melarang menyiksa dan membunuh tawanan.

Ironisnya, Amerika Serikat yang sering mengklaim sebagai negara paling patuh hukumpun melanggar kesepakatan ini. Obama, sang presiden, baru-baru ini dengan santai, membela tuduhan senatnya atas tuduhan bahwa CIA telah menyiksa terdakwa peristiwa 911. Meski terbukti mereka telah menyiksa secara kejam dan tak berperi-kemanusiaan, yaitu dengan cara menelanjangi, menyekap di ruang gelap selama berhari-hari kemudian mencelupkannya ke dalam air dalam keadaan terikat !

Baru-baru ini datang berita bahwa BBC telah memecat seorang korespondennya karena dianggap memberitakan berita yang tidak sesuai kehendak Israel. Jeremy Bowen, sang koresponden BBC kenamaan, melaporkan bahwa ia tidak melihat adanya bukti Hamas menggunakan kaum perempuan dan anak-anak sebagai tameng hidup dalam menghadap gempuran Israel. Dikabarkan Israelpun naik pitam atas berita tersebut, dan memerintahkan BBC untuk memecatnya.

Sementara itu satu-satunya mentri perempuan Muslim dalam kabinet Inggris dikabarkan terpaksa mengundurkan diri dari kursinya, karena kebijaksanaan pemerintah yang tidak mau mengecam perbuatan kejam, brutal dan biadab Zionis Israel terhadap Gaza.

Kecaman juga datang dari Turki. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan berkali-kali melontarkan kritik pedas, kebrutalan pasukan Israel di Gaza sama seperti yang dilakukan pemimpin Nazi Adolf Hitler. Untuk itu, Erdogan mengatakan siap mengembalikan semua penghargaan yang pernah ia terima dari pihak Yahudi-Amerika pada 2004 sebagai bentuk protes kepada Israel.

Di kepulauan Maladewa yang setiap tahun dikunjungi turis mancanegara, puluhan turis Israel terpaksa diusir oleh pemerintah setempat. Ini dikarenakan seorang turis Israel merusak spanduk yang isinya menyamakan Israel dengan Nazi.

Dari Belgia, diberitakan bahwa seorang dokter di Belgia menolak menolong perempuan Yahudi yang datang meminta pertolongan karena menderita tulang rusuk retak. Dia mengatakan perempuan itu perlu dikirim ke Jalur Gaza agar dia tahu rasa sakit yang sebenarnya.
( baca : http://m.merdeka.com/dunia/dokter-belgia-tolak-pasien-yahudi.html).

Sungguh tak masuk akal, Gaza, kota berpenduduk 1.7 juta jiwa, dalam waktu 28 hari ( Selasa 5/8/2014) harus kehilangan 1867 warganya, lebih dari separuhnya warga sipil, serta ribuan lainnya luka. Gaza yang hanya memiliki panjang sekitar 41 kilometer dan lebar antara 6 sampai 12 kilometers, dengan luas total 365 kilometer persegi selama bulan Ramadhan harus menerima lebih dari 4000 gempuran udara, puluhan ribu personel serdadu Israel dan 3 ribuan pesawat tempur F-16 atau F-17 hingga menghancurkan ribuan bangunan, termasuk rumah penduduk, pasar, rumah sakit, masjid, sekolah, universitas, gedung perkantoran, bank, sebuah stasiun tenaga listrik serta puluhan terowongan.

Gaza dari sebuah kota yang padat penduduk tiba-tiba saja telah menjadi camp konsentrasi terbesar abad 21. Mereka telah kehilangan tempat tinggal, kekurangan makanan dan minuman, tidak ada pasokan air bersih dan listrik. Sementara ribuan mayat menanti untuk dapat dikuburkan.

Ironisnya, bertumpuk bantuan yang datang membanjiri tidak dapat disalurkan karena otorita Mesir tidak mau membuka pintu menuju Gaza ! Padahal ini adalah kesempatan emas, Hamas dan Israel telah sepakat menerima genjatan senjata yang beberapa hari yang lalu sempat tertunda.

Satu lagi catatan, Mesir sering menutup pintu keluar masuk Gaza karena adanya ikatan perjanjian Camp David, yang diprakasai presiden AS Jimmy Carter dan ditanda-tangani presiden Mesir Anwar Sadat dan presiden Israel Menachem Begin pada September 1978.

Tragedi ini juga menyisakan cerita betapa pengecutnya para serdadu Israel dalam menjalani perang darat. Sejumlah video dan foto memperlihatkan kepengecutan tersebut, diantaranya bagaimana belasan serdadu bersembunyi di dalam toilet rumah penduduk. Jangan lupa korban yang jumlahnya mencapai ribuan, sebagian besar sipil, perempuan dan anak-anak, adalah korban serangan udara.

Sebaliknya para pejuang Hamas dengan gagah berani menyelinap ke dalam sarang tentara Israel, menyerang, menculik 2 orang perwiranya dan kemudian masuk lagi ke dalam persembunyian mereka di dalam terowongan, yang membuat petinnggi Israel kebakaran jenggot. Hamas bahkan dengan lantang menegaskan bahwa mereka baru mengeluarkan 10 % kekuatan mereka, sementara Israel telah habis-habisan.

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti”. (QS. Al-Anfal(8):65).

Semoga genjatan senjata 72 jam yang berlangsung mulai Selasa, 5 Agustus hingga Kamis 7 Agustus nanti dapat berjalan baik. Semoga paling tidak Gaza dapat dibebaskan dari blokade yang telah berjalan 8 tahun itu. Dan semoga dunia mampu membuka mata dan telinganya agar mampu membedakan mana berita yang benar dan mana berita yang salah, aamiin YRA.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 6 Agustus 2014.
Vien AM.

Read Full Post »

Ramadhan 1435H/2014M telah dikotori oleh Israel. Untuk kesekian kalinya pasukan Zionis itu menggempur kembali Gaza di bulan Ramadhan. Lebih dari 1000 tank dan mobil barakud ditempatkan di Rafah. Dengan dalih balas dendam atas klaim hilang/diculiknya 3 remaja Israel oleh Hamas. Pasukan penjajah ini membombardir Gaza secara membabi buta. Ini dilakukan setelah sebelumnya mereka membakar seorang remaja Palestina hidup-hidup!

Ironis, berita heboh tentang Palestina selalu baru bermunculan ketika Israel menyerang tanah Palestina dengan alasan rakyat Israel dizalimi. Baratpun secara tiba-tiba muncul membela sekutunya dan ikut mengutuk Palestina. Padahal hampir setiap hari pasukan Zionis Israel selalu menzalimi rakyat Palestina yang mayoritas Muslim itu. Akan tetapi dunia membisu, mendadak buta dan tuli. Begitupun Negara-negara Arab tetangga dan Negara-negara Muslim. Sungguh menyakitkan …

Bahkan sebagian Muslim Indonesia ada yang berpendapat bahwa perseteruan antara Israel dan Palestina tidak perlu terlalu diperhatikan. Alasannya, Palestina bukan Indonesia, perang ini tidak ada hubungannya dengan masalah agama dll alasan yang sama sekali tidak menunjukkan kepedulian terhadap dunia Islam. 😦

Rasulullah saw bersabda, “Perumpamaan orang Islam yang saling mengasihi dan mencintai satu sama lain adalah ibarat satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit dan tidak bisa tidur “.(HR. Bukhari).

Bersyukurlah kita, Muslim di Indonesia, yang setiap tahun bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang. Tidak seperti saudara-saudari kita di Palestina yang bangun untuk sahur karena bom menggelegar di sisi rumah mereka. Berbukapun mereka tidak perlu menunggu suara bedug magrib, karena lebih dari 200-500 bom dimana tiap satu bom isinya bisa 5 roket, diluncurkan Israel begitu magrib tiba.

Dan lagi di luar bulan Ramadhanpun rakyat Palestina sudah terbiasa hidup menderita. Mereka biasa menahan lapar dan dahaga karena penjajah Israel sejak bertahun-tahun membatasi pasokan air bersih dan listrik bagi rakyat Palestina. Jalur Gaza memang sejak beberapa tahun belakangan ini di blokade. Inilah yang dituntut Hamas agar segera dibuka namun dunia pura-pura tidak tahu. 😦

Hingga hari Sabtu, 12 Juli 2014, hari ke 5 serangan, juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qodra melaporkan bahwa Israel telah menjatuhkan gempuran ke 1200 lokasi di seluruh Gaza dan telah menewaskan setidaknya 135 orang dan sekitar 950 luka-luka. Korban kebanyakan warga sipil, perempuan dan kanak-kanak. Tidak ada peringatan sama sekali bahwa wilayah sipil akan diserang, padahal rata-rata rumah warga tidak memiliki bunker untuk tempat bersembunyi.

Sejumlah rumah, bangunan dan masjid luluh lantak. Demikian pula rumah tahfis sumbangan rakyat Indonesia yang baru rampung Juni lalu terkena rudal hingga hancur. Sementara kaca-kaca RS Indonesia yang juga baru saja selesai dibangun dilaporkan pecah akibat dasyatnya bom yang meledak tidak jauh dari lokasi.

Kami tidak meminta umat Islam di belahan lain Palestina berjihad bersama kami mengangkat senjata. Kami siap siaga mempertahankan tanah suci umat Islam. Kami hanya meminta doanya. Karena doa adalah senjata paling hebat yang tidak dimiliki kaum kuffar. Tolong sampaikan kepada umat Islam di seluruh dunia bahwa kami saat ini terkepung”, begitu bunyi pesan singkat PM Palestina Ismail Haneiya yang tersebar di BBM.

Seperti kita ketahui, Palestina saat ini telah terpecah menjadi 2 wilayah yang tidak saling berhubungan yaitu Tepi Barat dan Gaza. Tepi Barat adalah wilayah yang terletak di antara sungai Yordan dan laut Mati, dimana kota suci Yerusalem berada. Di bagian timur kota suci inilah berdiri masjidil Aqsho dan masjid As-Sakroh yang merupakan masjid ke 3 tersuci bagi umat Islam.

Sedangkan Jalur Gaza yang saat ini sedang digempur, berada di sisi timur laut Tengah, berbatasan dengan Mesir di barat daya dan Israel di timur dan utara. Jalur Gaza sejak beberapa tahun terakhir ini diblokade oleh penjajah Israel. Satu-satunya jalan untuk masuk ke wilayah ini hanya melalui perbatasan Mesir yang ironisnya sering sekali dipersulit penjagaannya.

Di dalam tubuh Palestina sendiri terjadi perpecahan antara partai Fatah dan Hamas yang dikenal lebih tidak kompromis. Itu sebabnya Barat mencap Hamas sebagai teroris. Padahal pada pemilu 2006 Hamas yang dicintai rakyatnya itu, telah memenangkan pemilu yang dilakukan secara demokratis. Akan tetapi otorita Palestina tidak mengakuinya, dan Baratpun mengekor.

Namun beberapa minggu belakangan telah terjadi perubahan yang menggembirakan, Hamas dan Fatah memutuskan untuk berkonsiliasi. Mereka sepakat untuk duduk bersama dan merundingkan realisasi impian besar mereka bersama, yaitu terbentuknya negara Palestina merdeka. Ini terjadi karena pada perundingan yang dilakukan akhir April lalu, antara Palestina yang diwakili Fatah sebagai pemegang pimpinan tertinggi dan Israel, mengalami kegagalan total. Israel sedikitpun tidak mau mundur dari persyaratan yang diajukan Palestina.

Tentu saja Israel meradang melihat perkembangan yang berpotensi mengancam kekuasaan mereka di tanah yang diperebutkan tsb. Maka tak heran, bila saat ini dengan dalih yang dicari-cari merekapun menggempur Gaza habis-habisan seperti yang pernah terjadi pada tahun 2008. Padahal ketika itu, tak lama setelah terjadinya gencatan senjata karena tekanan dunia international, PBB berjanji akan membawa Israel ke meja pengadilan international. Karena kejahatan perang yang dilakukan tentara Zionis terlaknat tersebut benar-benar keterlaluan. Tercatat 400 anak lebih tewas dalam serangan 22 hari tersebut ! Namun mana hasilnya ?? Bahkan dengan santainya diulanginya lagi perbuatan biadab tersebut …

Pertanyaan lain, mengapa harus Gaza yang digempur, bukan Tepi Barat? Dan mengapa pula harus di bulan Ramadhan ?? Jawabnya adalah, karena Gaza yang hampir semua penduduknya Muslim itu adalah daerah kekuasaan Hamas. Disinilah para petinggi Hamas yang tidak kompromis dan sangat dibenci Barat itu, berada. Inilah benteng pertahanan terakhir yang dimiliki Palestina.

Sedangkan Ramadhan dipilih karena pada hari-hari biasa pasukan Zionis Israel tidak sanggup memerangi para jihadis yang pantang menyerah itu. Mereka berasumsi puasa apalagi di musim panas dimana temperatur berada di atas 40 derajat C, pasti akan membuat kaum Muslimin lemas tak bertenaga. Tampaknya mereka lupa atau mungkin memang tidak pernah belajar dari pengalaman, bahwa sebagian besar pertempuran yang dimenangkan umat Islam terjadi pada bulan Ramadhan. Semoga demikian pula dengan pertempuran kali ini, aamiin YRA. Yakin pertolongan Allah pasti datang.

Pertanyaan penting lain, apa yang dapat kita lakukan untuk menolong saudara-saudari kita keluar dari tragedi mengerikan ini?

Rasulullah saw bersabda, “Tidak lah sempurna iman seseorang dari kalian,sehingga dia mencintai saudaranya (sesama Muslim) sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri “. (HR. Bukhori).

Hati-hati kepada antek-antek Yahudi di Indonesia. Hati-hati kepada perusahaan-perusahaan, pemodal-pemodal yang mendukung Yahudi di Indonesia,” demikian himbauan yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri KH Muhyidin Junaidi pada acara Doa dan Pelepasan ”Action Team SOS Palestine” di ruang utama masjid Istiqlal, Jakarta pada Jumat, 13 Ramadhan 1435 H (11/7/2014) lalu.

Muhyidin mengungkap, para antek Yahudi berbisnis di Indonesia, lalu menyerahkan keuntungannya kepada berbagai lembaga Zionis internasional. Dana inilah yang membuat mereka leluasa menyerang dan menggempur Gaza dan siapapun yang dianggap berani menentang kepentingan mereka, terutama berdirinya Negara Israel di seluruh wilayah Palestina dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

Inilah yang selayaknya dilakukan Muslim di Indonesia bila benar-benar ingin membantu penderitaan rakyat Palestina. Hindari membelanjaakan uang kita di usaha yang dimiliki Yahudi. Selain tentunya bantuan dana dan doa.

Musa berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir`aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.” (QS. Yunus(10):88).

Israel dengan Yahudinya identik dengan Firaun. Mereka diberi kekayaan melimpah namun kekayaannya itu bukannya membuat takut kepada Tuhannya, sebaliknya malah menentangNya dan digunakannya untuk menzalimi sesama mahluk Allah.

Sungguh sebuah mimpi kapan negara kita mau dan bisa mewujudkan bantuan kita dalam bentuk yang lebih nyata. Apalagi ada berita berkata, beberapa orang Palestina bermimpi bahwa telah datang orang Indonesia membebaskan mereka dari cengkeraman Yahudi, padahal orang yang bermimpi tersebut tidak saling mengenal, Subhanallah …

Adakah ini hubungannya dengan pilpres yag baru saja berlalu dan masih menunggu hasil real count KPU? Mengingatkan kita bagaimana salah satu calon presiden yang memang dekat dengan pemerintah dan rakyat Yordania, serta memiliki keahlian kemiliteran yang diakui dunia, pernah melatih tentara Yordania dan juga tentara Afganistan dalam melawan pasukan Zionis Israel. Capres ini juga pernah mendirikan masjid untuk rakyat Yordania serta memberikan bantuan pribadi yang jumlahnya tidak sedikit kepada rakyat Palestina. Pantas bila Barat sangat menbencinya, dan berusaha keras menjegalnya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Juli 2014.
Vien AM.

( hingga hari ini, 25/7/2014, korban meninggal telah mencapai 810 orang, 15 anak diantaranya tewas ketika sekolah milik PBB dimana menuntut ilmu, dijatuhi bom oleh pesawat tempur Israel … Na’udzubillah miun dzalik … )

Read Full Post »

http://haluanpalestin.haluan.org.my

Seorang jurnalis dan pengarang yang berasal dari Belgium, Michel Collon, mengecam media Eropah kerana sikap mereka yang telah berabad-abad berbohong kepada masyarakat awam semata-mata untuk memberi sokongan kepada negara haram Israel. Melalui buku beliau yang bertajuk Israel, let’s talk about it, Collon telah menyenaraikan “10 pembohongan besar” yang telah disebarkan oleh media Barat bagi “menjustifikasi kewujudan dan tindakan-tindakan kejam rejim Zionis Israel”.

Berikut adalah pembohongan-pembohongan yang dimaksudkan:

1. Pembohongan pertama adalah bahawa negara haram Israel tertubuh sebagai reaksi kepada pembunuhan beramai-ramai kaum Yahudi ketika peperangan dunia kedua. Dakwaan ini sangat tidak betul, kerana penubuhan Israel pada hakikatnya adalah sebuah perancangan tirani yang kejam dan otokratik, yang telah dipersetujui oleh Kongres Zionis yang pertama di Basel, Switzerland pada tahun 1897. Dari sinilah puak-puak nasionalis Yahudi memutuskan untuk menakluk dan menzalimi Palestin.

2. Justifikasi kedua bagi mereka mendirikan negara haram Israel adalah bahawa kaum Yahudi kembali ke bumi nenek moyang mereka, dari mana mereka telah dihalau pada tahun 70 A.D. Ini hanyalah satu cerita dongeng! Collon telah berbincang dengan beberapa orang tokoh sejarah Israel, termasuklah Shlomo Sand, dan mereka semua percaya bahawa tidak pernah berlaku pemindahan beramai-ramai kaum Yahudi. Jadi “kembali ke bumi asal” adalah suatu yang tidak benar. Mereka yang menetap di Palestin pada zaman lampau tidak pernah meninggalkan bumi itu.

Malahan keturunan Yahudi yang berasal dari Palestin adalah mereka yang sekarang ini tinggal di Palestin. Mereka yang mendakwa untuk kembali ke bumi Palestin adalah sebenarnya berasal daripada Barat, Eropah Timur dan Afrika Utara.

Shlomo Sand menegaskan bahawa tidak pernah wujud sebuah negara Yahudi. Malahan, puak-puak Yahudi tidak pernah mempunyai persamaan dalam sejarah, bahasa mahupun budaya. Satu-satunya perkara yang mempunyai persamaan antara mereka adalah agama, dan agama tidak membentuk sebuah negara.

3. Pembohongan ketiga adalah bahawa ketika pendatang-pendatang Yahudi memasuki dan menduduki Palestin, bumi tersebut merupakan sebuah negara yang “kosong’ dan tidak diduduki. Sesungguhnya terdapat dokumen-dokumen dan bukti-bukti yang mengesahkan terdapat transaksi mengekspot barangan pertanian daripada Palestin ke negara-negara luar, termasuk Perancis, dalam abad ke sembilan belas.

4. Keempat, ada pihak yang mendakwa bahawa rakyat Palestin meninggalkan negara mereka secara sukarela. Ini adalah satu lagi pembohongan besar yang dipercayai ramai, termasuklah Collon sendiri, sehinggalah tokoh-tokoh sejarah Israel seperti Benny Morris dan Ilan Pappe menyatakan bahawa warga Palestin telah dihalau dan dihapuskan dari tanahair mereka melalui kekerasan, jenayah dan kekejaman.

5. Dikatakan bahawa negara Zionis Israel yang wujud hari ini adalah satu-satunya negara yang mengamalkan demokrasi di Timur Tengah, jadi negara itu harus dilindungi kerana ianya adalah sebuah negara yang menegakkan undang-undang.

Tetapi menurut Collon, bukan sahaja Israel sebuah negara yang tidak menegakkan undang-undang, malahan Israel juga adalah satu-satunya negara yang tidak mempunyai undang-undang yang dapat menjelaskan di mana wilayah dan sempadan negaranya.

Semua negara di dunia ini mempunyai undang-undang atau konstitusi yang memberi denifisi jelas berkenaan wilayah dan sempadan negara mereka, tetapi perkara ini tidak pernah wujud bagi negara Israel. Israel hanyalah sebuah projek penaklukan yang berkembang tanpa mengenal sempadan, dan undang-undang yang ada bagi negara tersebut benar-benar berbentuk perkauman. Menurut undang-undang mereka, Israel adalah sebuah negara untuk Yahudi dan penduduk Israel yang bukan daripada keturunan Yahudi tidak diiktiraf sebagai manusia. Adakah undang-undang seperti ini membentuk sebuah demokrasi?

6. Amerika dikatakan cuba menegakkan demokrasi di Timur Tengah dengan membantu dan mempertahankan negara Israel. Kita semua maklum bahawa bantuan kewangan tahunan Amerika kepada Israel mencecah sehingga USD 3 bilion. Dana ini sebenarnya digunakan untuk menghancurkan negara-negara yang berjiran dengan Israel.

Amerika tidak pernah menegakkan demokrasi di Timur Tengah, mereka mungkin hanya membantu mengukuhkan pemerintah yang sedia ada dan penguasaan kekayaan minyak di wilayah tersebut.

7. Mereka mendakwa Amerika membantu usaha mencapai persetujuan dalam perjanjian antara Israel dan Palestin. Ini juga suatu yang tidak benar dan pembohongan. Mantan Ketua Polisi Luar Kesatuan Eropah, Javier Solana pernah menyebut bahawa Israel adalah negara yang ke-21 dalam Kesatuan Eropah. Industri pertahanan Eropah bekerjasama dengan industri pertahanan Israel dan malahan membantu mereka dari segi kewangan. Tetapi apabila rakyat Palestin memilih pemerintah kerajaan mereka, negara-negara Eropah tidak mahu mengiktirafnya dan membenarkan Israel menyerang dahsyat bumi Gaza.

8. Apabila seseorang bercakap tentang perkara-perkara seperti ini dan juga sejarah pergolakan Israel dan Palestin, apabila seseorang mendedahkan kepentingan Amerika terhadap isu ini, dia akan didakwa sebagai anti-semit untuk memberi tekanan supaya beliau menutup mulut.

Tetapi kita harus menyebut bahawa bilamana kita mengkritik Israel, itu bukanlah suatu bentuk perkauman atau anti-semitism. Kita mengkritik sebuah kerajaan yang tidak mengiktiraf persamaan antara pemganut-penganut Yahudi, Kristian dan Islam, dan seterusnya menghapuskan keharmonian di kalangan penganut-penganut agama yang berbeza.

9. Media massa juga mendakwa bahawa rakyat Palestin melakukan jenayah dan keganasan. Kita percaya bahawa penaklukan secara kejam yang dilakukan oleh tentera Israel adalah sebenarnya satu jenayah dan keganasan, begitu juga dengan polisi mereka merampas tanah dan rumah-rumah milik rakyat Palestin adalah satu keganasan yang nyata. Rakyat Palestin hanyalah mempertahankan hak dan bumi milik mereka daripada jenayah dan keganasan Israel.

10. Ramai yang mengatakan bahawa tidak ada langsung harapan untuk menyelesaikan konflik ini, dan tidak akan ada penyelesaikan terhadap kebencian yang terbentuk akibat aksi-aksi ganas Israel dan sekutunya.

Percayalah di sana ada satu penyelesaian. Salah satu perkaya yang dapat menghentikan konflik ini adalah dengan memberi tekanan terhadap Israel, Amerika, Eropah dan sekutu-sekutu mereka yang lain. Media massa perlu diberi tekanan supaya memberitakan apa yang benar dan menghentikan pembohongan.

Gunakan internet dan apa sahaja media yang ada bagi menyebarkan perkara yang sebenarnya berkenaan Palestin dan apa yang berlaku di sana.

Dicopi dari :
Paris, 19 November 2012.
Vien AM

Read Full Post »

Oleh Ihsan Tandjung

Masih ada sebagian muslim di Indonesia yang mempermasalahkan persoalan Palestina. Mereka bertanya: “Mengapa kita harus memperhatikan apa yang terjadi nun jauh di Gaza sana? Bukankah di negeri kita sendiri masih banyak masalah? Lebih baik kita urus negeri kita saja. Soal Palestina, yah biarkan saja diurus sama yang lain. Kita urus urusan kita sajalah..!!”

Benarkah sikap seperti ini?

Saudaraku, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam telah memperingatkan kita bahwa salah satu tanda menjelang datangnya hari Kiamat ialah kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi. Suatu bentuk peperangan yang menjadi sangat unik karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan bahwa pada saat itu alam-pun turut berfihak kepada pasukan Islam. Pepohonan dan bebatuan pada hari itu diizinkan Allah berbicara kepada pasukan Islam. Alam akan memberitahu pasukan Islam posisi tentara Yahudi.

“Tidak akan terjadi Kiamat sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sampai Yahudi berlindung di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon berbicara “Hai Muslim, hai hamba Allah, ini Yahudi di belakangku, kemari, bunuhlah dia,” kecuali Ghorqod sebab ia sungguh pohon kaum Yahudi.” (HR Muslim 5203)

Artinya, berdasarkan hadits di atas bilamana kaum Muslimin sudah menjadi sadar bahwa kaum Yahudi merupakan musuh bebuyutan yang pada akhirnya harus diperangi, maka hal itu menandakan sudah dekatnya kedatangan hari Kiamat. Sedangkan peristiwa perang di Gaza kemarin jelas-jelas merupakan suatu konflik yang melibatkan kaum Yahudi di satu fihak dan kaum Muslimin di lain fihak.

Namun demikian, ada hal penting yang perlu kita catat. Dalam hadits di atas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyebutkan bahwa perang melawan Yahudi sebagi pertanda dekatnya hari Kiamat adalah perang yang dilancarkan oleh kaum Muslimin terhadap kaum Yahudi. Tidak ada samasekali di dalam hadits di atas isyarat bahwa yang memerangi Yahudi adalah kaum Muslimin bangsa tertentu, misalnya bangsa Palestina sendirian. Perang tersebut akan diikuti oleh segenap kaum Muslimin berlatar-belakang aneka bangsa. Sehingga pohon dan batupun tatkala memanggil tidak berkata: ”Hai orang Palestina… hai orang Mesir… hai orang Yordania… hai orang Suriah…. hai orang Arab… hai orang Malaysia… hai orang Indonesia… hai orang Melayu…” TIDAK, saudarku…! Pada saat perang ideologi itu berlangsung pohon dan batu hanya memanggil dengan satu identitas: “Hai Muslim, hai hamba Allah…”

Bila kita lihat peristiwa Gaza kemarin, maka kita menyaksikan bahwa praktis bangsa Palestina berperang melawan Yahudi sendirian. Tidak ada yang membantu mereka. Sehingga hal ini menjelaskan kepada kita mengapa pertolongan Allah dan kemenangan belum sepenuhnya berfihak kepada ummat Islam. Dan Israel bisa melenggang dengan pongahnya melakukan genosida yang begitu keji.

Maka saudaraku, di sinilah munculnya kewajiban bagi kita untuk terlibat menunjukkan solidaritas terhadap apa yang menimpa saudara-saudara kita di sana. Sebab bila kita tidak memiliki kepedulian akan apa yang menimpa mereka, maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengancam bahwa kita tidak akan dianggap sebagai bagian dari komunitas ummat Islam..!!

“Barangsiapa tidak peduli dengan urusan kaum Muslimin, maka ia tidak termasuk ke dalam golongan mereka.” (HR Thabrani 7686)

Kita dewasa ini memang sangat tidak berdaya. Kita hanya sanggup menonton di layar kaca pembantaian yang terjadi atas saudara-saudara kita di Gaza. Paling jauh kita hanya bisa berdoa, menangis, mengirim dana, obat-obatan, makanan, pakaian, menulis artikel, mengirim tim medis, jurnalis dan aktifis kemanusiaan. Tapi satu hal yang pasti, kita samasekali tidak memiliki izin, peluang dan kesanggupan untuk turut serta berjihad bahu membahu bersama para pejuang Hamas dan pejuang Palestina faksi lainnya.

Hal ini menandakan bahwa sesungguhnya perang di Gaza kemarin belum merupakan perang sebagaimana Nabi shollallahu ’alaih wa sallam isyaratkan di dalam hadits di atas. Perang di Gaza baru melibatkan sebagian ummat Islam dari satu bangsa tertetnu. Ia belum menjadi perang yang melibatkan segenap kaum Muslimin dari berbagai bangsa dan penjuru dunia. Padahal fihak Israel sudah sampai ke tahap melibatkan Yahudi dari berbagai latar belakang bangsa dan penjuru dunia. Ini jelas belum menunjukkan keseimbangan perlawanan. Padahal Israel sudah mempersiapkan seluruh warganya dengan digencarkannya megaproyek penghijauan berupa penanaman pohon Ghorqod sebanyak-banyaknya…!!! Kadangkala, mereka lebih memahami hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kita daripada sebagian kita sendiri.

Jangankan perang kemarin melibatkan kaum Muslimin dari berbagai bangsa dan penjuru dunia, bahkan kalangan pemerintah Arab negara tetangga Gaza saja ada yang malah berkolaborasi dengan Israel..!! Kita saksikan bahwa kesatuan faksi-faksi Palestina sulit disatukan, terutama antara Hamas dan Fatah, bukan karena sembarang sebab. Tetapi harus diakui bahwa sebagian pemimpin Fatah, terutama yang dewasa ini memegang posisi formal dalam lembaga Otoritas Palestina, memang memiliki hubungan yang sedemikian akrab dengan pemerintah zalim Israel sehingga mau tidak mau kesan yang muncul adalah mereka berkolaborasi dengan musuh. Repotnya lagi, fihak Hamas memiliki bukti-bukti kuat yang membenarkan munculnya kesan tadi.

Maka saudaraku, kasus Gaza setidaknya semakin menyadarkan dunia umumnya, ummat Islam khususnya, bahwa memerangi bangsa Yahudi menuntut kita semua untuk berada dalam kesatuan barisan Mujahidin fi sabilillah. Dan kita cukup optimis bahwa walaupun kali ini warga Gaza sendirian menghadapi kekuatan militer Yahudi Zionis Israel, setidaknya telah terjadi penyadaran dan pengkondisian kepada sebagian besar Ummat Islam bahwa bukanlah ikatan kebangsaan Palestina yang bisa menyelesaikan problema kezaliman penjajah Israel. Bukan pula ikatan ke-Arab-an. Tetapi memang haruslah wujud suatu semangat dan network ke-Islaman untuk menuntaskan masalah ini. Sebab masalah ini pada hakikatnya merupakan konflik abadi antara pembela Kebenaran versus pembela Kebatilan. Pasukan Islam merupakan representasi dari ahlul-haq alias Hizbullah sedangkan pasukan Yahudi merupakan representasi dari ahlul-batil alias Hizbusy-Syaithan. Wallahua’lam bish-showwab.

Dikutip dari : http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/palestina-dan-skenario-akhir-zaman/

Read Full Post »

Israel attacks Gaza aid fleet – Middle East – Al Jazeera English.

Read Full Post »

Older Posts »