Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Aqidah’ Category

Kebangkitan Islam

4 November 2017, tepat satu tahun setelah Aksi Bela Islam 411, masjid Al-Azhar Jakarta menggelar acara  Shalat Subuh Berjamaah yang diikuti dengan pengajian bertemakan politik Islam. Acara akbar ini diselenggarakan oleh PPI (Pengajian Politik Islam) yang diketuai Hamdan Zoelva. Sekedar pengingat, Aksi Bela Islam (ABI)  digelar untuk memprotes pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang ketika itu menjabat Gubernur DKI Jakarta, karena ia mengobok-obok ayat 51 surat Al-Maidah. Aksi berjilid ini berjalan dengan sangat aman dan tertib, terutama ABI 212 yang diikuti jutaan umat Islam. Sementara ABI 411 lebih dikenang karena ketika itu polisi menghujani massa dengan gas air mata hingga menimbulkan korban.

http://www.voa-islam.id/read/citizens-jurnalism/2017/11/08/54232/menolak-lupa-tragedi-aksi-bela-islam-411/#sthash.5fFPUGRi.dpbs

Selain masjid Al-Azhar, masjid Baitul Hakim Cipinang Jakarta Timur, di hari yang sama juga menggelar Tabligh Akbar. Tabligh di masjid tersebut diisi oleh ustad kondang Abdul Somad yang didahului sambutan ketua MPR Zulkifli Hasan, sebagai pribadi.

Dalam sambutan tersebut Zulkifli mengatakan di Indonesia saat ini banyak sekali timbul kesalahan fahaman yang sangat merugikan umat Islam. Contohnya, orang taat beragama dikatakan tidak cinta tanah air, pihak yang menolak perpu dituduh anti Pancasila, bahkan menyerukan Takbirpun bisa dianggap radikal.  Peran umat islam yang begitu besar dalam memperjuangkan kemerdekaan tampaknya mulai dikesampingkan. Umat Islam dianggap tidak toleran terhadap umat agama lain.

Ketua MPR tersebut juga mengingatkan, Musim yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia ( 85%) namun nyatanya hanya kurang 3 % yang menguasai perekonomian.  Sebagian besar penduduk Indonesia yang hidup dalam garis kemiskinan adalah kaum Muslimin. Untuk itu ia menghimbau agar umat Islam mau bersatu dan kompak menyusun kekuatan politik bila ingin maju dan berjaya membentuk Indonesia yang Islami, yang rakyatnya hidup makmur dan sejahtera.

https://www.kiblat.net/2017/11/06/zulkifli-hasan-salah-paham-jika-taat-beragama-dinilai-anti-nkri/

Hal senada juga pernah dicetuskan Jimly Asshidiqqie, ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) beberapa waktu lalu. Ia mengatakan keberadaan pengusaha muslim di Indonesia saat ini semakin minoritas. Oleh karena itu, Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) harus mampu menggerakkan perekonomian.

“Kalau dari perspektif penduduk, kita mayoritas muslim. Kalau perspektif ekonomi, kita yang muslim justru minoritas. Dari 50 orang terkaya di Indonesia hanya 5 pengusaha muslim,” kata Jimly saat menerima kunjungan pengurus SKPI di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Demikian juga yang dikatakan Sekretaris Umum MUI Kota Medan, DR Syukri Albani Nasution, saat membuka acara Penyuluhan Penguatan Pemahaman Ekonomi Praktis Bagi Para Dai yang diselenggarakan Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Kota Medan, Rabu (4/10) di Aula MUI Kota Medan.

“Kita tidak pernah membenci produk di luar produksi nonmuslim, tapi kalau masih ada produk umat kenapa pilih yang lain. Meski kita menilai produk lain lebih terkenal dibandingkan produk umat,” ucapnya.

Sementara itu uztad Abdul Somad yang menjadi primadona Tabligh Akbar 4 November di masjid Baitul Hakim Cipinang mengatakan, setidaknya ada 4 kunci kebangkitan Islam, yaitu :

1. Muliakan ulama, dan amalkan ilmunya.

… … Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. … “ (Terjemah QS.Fathiir(35):28).

Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi ).

Ulama adalah ibarat guru dalam dunia pendidikan. Dari para ulama inilah ilmu agama diteruskan hingga sampai kepada manusia di akhir zaman. Ulama adalah orang yang paling bertanggung-jawab dalam mendidik dan menyampaikan ilmu dan pengetahuan mereka kepada umat.

Jadi sungguh sudah sepatutnya kedudukan ulama harus diutamakan dan dimuliakan. Perkataan mereka sudah seharusnya didengar dan dipatuhi. Sebaliknya mereka juga dituntut harus memberikan contoh yang baik. Namun apa yang terjadi belakangan ini sungguh menyakitkan hati. Para ulama dilecehkan, dihina bahkan difitnah dengan berbagai fitnah kejam. Tak sedikit ulama yang hidupnya berakhir di belakang jeruji penjara tanpa bukti kesalahan yang jelas.

Tidak hanya itu, pengajianpun dibubarkan paksa dan sang ulama diteror. Perpu ormas yang belakangan diresmikan menjadi UU sejatinya adalah membidik ormas Islam dimana terdapat para ulama di dalamnya. HTI dengan tuduhan ingin mendirikan kekhalifan Islam adalah pembukaannya. FPI adalah sasaran selanjutya, setelah itu ntah siapa lagi.

Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Hadist di atas telah terbukti saat ini. Banyak ulama/uztad yang menyampaikan ilmu tidak berdasarkan ayat Al-Quranul Karim maupun hadist shoheh. Anehnya tidak sedikit orang yang begitu saja mempercayainya. Orang-orang liberal, JIL ( Jaringan Islam Liberal) adalah contohnya. Mereka ini mengaku sebagai orang berakal yang mempercayai ajaran agama berdasarkan logika. Padahal Islam tidak selalu sejalan dengan akal. Banyak hal-hal dalam ajaran yang dibawa rasullah Muhammad saw yang tidak mampu kita mencernanya.

Jangan lupa Firaun raja Mesir yang diabadikan kisahnya di dalam Al-Quran juga merasa dirinya hebat dan pintar hingga tidak merasa perlu mempercayai ajaran nabi Musa as karena terlalu mengandalkan akal dan logikanya. Padahal baik dan benar menurut seseorang belum tentu baik dan benar menurut Sang Khalik.

“ … … Fir`aun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”. ( Terjemah QS. Al-Mukmin(40):29).

Ulama terbagi atas 2 kelompok besar yaitu ulama Suu’ dan ulama Warosatul Anbiya ( Ulama Pewaris Nabi). Ulama Suu’ adalah ulama jahat yaitu yang orientasinya hanya keduniawian. Sementara ulama pewaris nabi sesuai namanya adalah ulama yang mengikuti jejak nabi, yaitu mengajarkan keutamaan akhirat karena memang begitulah hakikat agama, yaitu komitmen kita mempertanggung-jawabkan apa yang telah kita terima dari Tuhannya.

Sabda Rasulullah SAW, “Apabila tergelincir ulama, maka tergelincirlah umat.”

2. Pemimpin yang adil dan takwa.

Keberhasilan kerja ulama terlihat dari lahirnya pemimpin-pemimpin yang adil dan takwa. Ilmu yang disampaikan para ulama untuk diamalkan bukan hanya sekedar disimpan sebagai ilmu pengetahuan. Disamping itu ilmu agama seharusnya bukan hanya bermanfaat untuk diri sendiri atau keluarga terdekatnya namun juga untuk lingkungan yang ada di sekitarnya.

Islam Rahmatan Lil ’Aalamiin” hanya akan terjadi bila ada orang Islam yang menjadi pemimpin yang adil dan takwa hingga tercipta situasi kondusif yang memungkinkan tidak hanya umat Islam dapat menjalankan kehidupan sesuai tuntunan syariah namun juga umat agama lain. Tidak sedikit ayat-ayat Al-Quranul Karim yang mengajarkan bagaimana cara dan syarat memilih pemimpin.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS. Al-Maidah(5):51).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS. At- Taubah(9):23).

Jadi sungguh tidak benar bila ada yang mengatakan “ Yang penting jadi orang baik dan tidak menyusahkan orang lain” atau “ Islam Yes Politik No”.

Harus diingat sesholeh dan sebaik apapun seorang Muslim bila situasi tidak mendukung bukan mustahil ia akan sulit menjalankan ajarannya. Dalam menjalankan ekonomi syariah misalnya, diperlukan campur tangan pemerintah untuk mengatur kebijaksanaan tersebut.

3. Bangkitkan ekonomi Islam.

Denyut perekonomian adalah cermin keberhasilan suatu negara. Sekali lagi bila ingin membuktikan bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘aalamiin maka denyut ini harus kita kuasai. Bagaimana mungkin Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim namun hanya menguasai 3 % perekonomian?

Umat Muslim selama ini terus dicekoki bahwa rasulullah Muhammad saw adalah sosok yang miskin dan selalu hidup dalam kesulitan. Padahal rasulullah sebenarnya kaya raya, tapi kekayaan tersebut tidak  digunakan beliau maupun keluarganya. Namun digunakan untuk dakwah Islam dan disumbangkan kepada fakir miskin.

Rasulullah bersabda, “Kemiskinan itu dekat kepada kekufuran”.(HR.Abu Na’im).

Kesadaran kaum Muslimin di Indonesia akan pentingnya menguasai perekonomian sebenarnya sudah lama terjadi. Yaitu dengan berdirinya organisasi Syarekat Dagang Islam (SDI) yang dirintis oleh Haji Samanhudi di Surakarta pada tahun 1905. Tujuannya waktu itu untuk menghimpun para pedagang pribumi Muslim  agar dapat bersaing dengan pedagang-pedagang besar Cina yang lebih maju usahanya dari mereka. Pada waktu itu pedagang Cina memang diberi hak dan status yang lebih tinggi oleh  pemerintah Hindia-Belanda. Hal inilah yang membuat kaum Muslimin bangkit bersatu menuntut keadilan. Namun demikian bank syariah pertama di Indonesia baru lahir 87 tahun kemudian. Yaitu  Bank Muamalat Indonesia yang berdiri atas prakarsa ICMI dan MUI pada tahun 1992.

http://salman-rusdi.blogspot.co.id/2012/10/kebangkitan-ekonomi-islam-kedua.html

Ironisnya lagi, setelah lewat lebih dari seratus tahun berdirinya SDI, kaum Muslimin tetap saja terpuruk. Kesenjangan sosial  antara si kaya dan si miskin yang mayoritas Muslim tidak kunjung terselesaikan. Monopoli perdagangan dan ekonomi tetap dipegang etnis Cina yang makin menggurita.  Kebijaksanaan pemerintah saat ini bahkan berat membela kepentingan para taipan Cina yang menguasai hampir semua lini.

Namun syukur Alhamdulillah paska terjadinya Aksi Bela Islam pada November 2106 lalu ghirah umat kembali muncul. Berdirinya Koperasi212 dan Mart212 yang dibidani sejumah ulama kondang dengan penasehat ekonom Anggito Abimanyu adalah buktinya. Koperasi ini diketuai Dr. M Syafii Antonio M.Ec, pemimpin  Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia, seorang pakar perbankan dan ekonomi syariah yang mumpuni.

Keberadaan Syafii Antonio yang etnis Cina dan menjadi mualaf ketika masih duduk di bangku SMA ini menjadi bukti tersendiri bahwa umat Islam tidak rasis. Karena dengan memeluk Islam Syafii pasti tahu persis bagaimana kekayaan harus dikelola.

“ Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. … …”. ( Terjemah QS. Al-Hasyr(59):7).

4. Selamatkan anak muda dari segala jenis kerusakan.

Anak muda adalah tonggak masa depan. Di tangan merekalah kemajuan dan kesuksesan bergantung. Sayangnya sebagian anak muda saat ini, “ generasi now” begitu mereka menyebut, telah dilimpahi begitu banyak kesibukan dan kesenangan duniawi. Tidak hanya gadget yang sebenarmya tidak selalu negative, tergantung pemakaian, tapi juga  gaya hidup konsumtif, hidup bebas tanpa aturan seperti LGBT alias homoseksual dan ketergantungan terhadap narkoba contohnya.  Yang bila diingatkan untuk belajar agama berkilah “ Mumpung masih muda, agama nanti kalau sudah tua”. Padahal siapa yang bisa menjamin ia bakal hidup sampai tua??

Anak-anak muda seperti di atas harusnya menyadari dan mengenal bagaimana di zaman nabi para pemuda belasan tahun sudah berjuang untuk menegakkan agama. Diantaranya yaitu Mush’ab bin Umair ra. Mush’ab adalah seorang remaja dari keluarga kaya raya yang sangat dimanjakan ke dua orang-tuanya. Wajahnya yang tampan dengan pakaian dan rambut yang selalu tersisir rapi tak pelak menjadi buah bibir dan idaman para gadis Mekah. Namun semua itu ia tinggalkan demi memeluk Islam.

Paska perjanjian Aqabah rasulullah saw memerintahkan Mush’ab agar mengajarkan ayat-ayat suci Al-Quran kepada penduduk Madinah. Di kemudian hari Mush’ab gugur sebagai syuhada dalam perang Uhud. Tangan kanannya yang ketika itu sedang membawa bendera perang berhasil ditebas musuh. Demikian pula tangan kirinya yang berusaha mempertahankan bendera. Mush’ab segera  memungut bendera yang terjatuh dengan kedua pangkal tangannya namun demikian Mush’ab tak dapat bertahan ketika sebuah tombak ditusukkan ke dadanya. Iapun syahid.

https://vienmuhadi.com/2009/01/19/kisah-mush%E2%80%99ab-bin-umair/

Dalam perang Uhud yang berlangsung tidak seimbang itu, rasulullah melibatkan 2 remaja yang usianya belum 15 tahun, karena umat Islam ketika itu memang baru sedikit sekali. Itupun setelah rasulullah di desak para sahabat dengan alasan kedua remaja tersebut adalah jago panah. Sementara itu Rasulullah memulangkan sejumlah remaja yang sebenarmya sangat ingin bergabung karena usia mereka kurang dari 15 tahun. Salah satu yang dipulangkan tersebut adalah Usamah bin Zaid yang menangis kecewa.

Namun di kemudian hari yaitu ketika Usamah mencapai usia 19 tahun rasulullah menunjuk Usamah sebagai panglima perang melawan pasukan Rum yang ketika itu sangat disegani. Padahal ketika itu terdapat sahabat-sahabat senior, diantaranya Abu Bakar Shidiq, Umar bin Khattab, Sa’ad bin ABi Waqqas, Abu Ubaidah bin Jarrah, dan lain-lain.

Usamah memang akhirnya membatalkan keberangkatannya karena mendengar kabar wafatnya rasulullah. Namun setelah kemudian Abu Bakar Shidiq diangkat sebagai khalifah dan tetap melanjutkan perintah rasulullah agar menjadikan Usamah sebagai panglima perang, Usamahpun berangkat.

Lain lagi dengan Zaid bin Tsabit ra yang ketika rasulullah saw wafat usianya baru 20 thn. Zaid adalah penerjemah rasulullah dari bahasa  Yahudi ( Ibrani) ke Bahasa Arab. Rasulullah yang memerintahkan anak muda tersebut agar mempelajari Bahasa tersebut sepaham-pahamnya dengan tujuan agar tidak dibohongi mereka.

Semangat anak-anak muda seperti inilah yang seharusnya ditiru anak muda zaman sekarang. Berjihad membela Islam tidak harus dengan berperang. Dengan menguasai ilmu pengerahuan dan teknologi serta bekal keimanan yang tinggi kejayaan Islam di masa lalu bukan tidak mungkin bisa kita raih kembali.  Bukankah dunia adalah ladang amal yang akan menentukan nasib kita di hari akhirat kelak ??

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.( Terjemah QS. Al-Qashash(28):77).

Jangan biarkan hidup di dunia yang hanya sekali ini membuat kita selamanya menyesal. Jangan biarkan pula tangan-tangan kotor sedikit demi sedikit mencicipi bubur panas dan kita baru menyadarinya setelah habis tandas. Karena bubur panas tersebut tak lain adalah kita, umat Islam yang tidur lelap tidak sadar musuh sedang mengerubuti kita. Na’udzubillah min  dzalik …

Wallahu ‘alam bish shawwab.

Jakarta, 16 November 2017.

Vien AM.

Advertisements

Read Full Post »

Amal ibadah dan ilmu

Beberapa hari yang lalu saya “ terjebak” film Hollywood yang diputar channel HBO berjudul “Tomorrow Land”, sebuah film yang judulnya mengambil salah satu wahana hiburan terkenal Disneyland bertema futuristik.  Mengapa saya katakan ”terjebak”? Karena jujur sebenarnya saya bukan orang yang hobby nonton film baik di tv apalagi di bioskop. Tapi kalau kebetulan kepergok film di tv menarik, sering kali saya keterusan menontonnya, meski tidak dari awal dan belum tentu ditonton sampai selesai … 🙂

Lalu apa menariknya film sains-fiksi yang bercerita tentang sulit dan banyaknya bencana di bumi hingga menyebabkan seorang saintis berambisi menciptakan alternative tempat tinggal yang jauh lebih aman di luar angkasa sana.  Hhhmm … sampai disini mungkin sudah dapat ditebak ke arah mana pikiran saya …

Betul sekali .. bukankah kita hidup di dunia ini hanya sementara, sedang akhirat adalah kehidupan yang relative jauh lebih abadi. Kehidupan dunia adalah cobaan dan ujian, yang baik maupun yang buruk, yang menyenangkan maupun yang menyusahkan. Untuk itu dituntut kesabaran yang tinggi. Islam mengajarkan umatnya untuk mengucapkan “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” ketika menghadapi kesulitan.

Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal”. (Terjemah QS. Al-Ghafir(40):39).

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (Terjemah QS. Al-Baqarah(2): 155-156).

Dan sebagai balasannya Allah swt sebagai pemilik sekaligus penguasa kehidupan ini menjanjikan kita kehidupan yang aman, menyenangkan, jauh dari segala kesulitan. Itulah kehidupan akhirat di surga yang jauh lebih kekal dibanding kehidupan duniawi.

Sayangnya tempat yang  penuh kenikmatan itu hanya khusus diperuntukkan mereka yang taat kepada Tuhannya saja, yaitu Allah Azza wa Jala. Itulah tuhan semesta alam, tuhannya semua manusia, mulai dari manusia pertama nabi Adam as hingga manusia terakhir kelak, apapun agama, bangsa dan warna kulitnya.  Khusus bagi mereka yang lulus dari berbagai kesulitan ujian dan cobaan yang diberikan-Nya.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):214).

Dengan kata lain, tak perlu kita repot-repot menciptakan dunia baru yang serba canggih, aman dari segala bencana dan kesusahan seperti film “ Tomorrow Land”. Apalagi kita semua tahu bahwa kematian pasti akan mendatangi kita semua, kapan kita dapat menikmati tanah masa depan ciptaan sang saintis??

Tapi begitulah mimpi besar dan khayalan orang-orang Yahudi ( Barat) yang tercermin dari sebagian besar film  Disney dan Hollywood yang karyanya hampir selalu mendunia dan berhasil memperdaya sebagian besar manusia dengan ide-ide gilanya. Itulah mimpi dan cita-cita menguasai dunia, hidup dalam kemewahan dan kenyamanan yang berlebihan hingga lupa kehidupan akhirat. Lupa bahwa dunia adalah ladang amal yang menentukan kemana akan kembali, yaitu surga yang penuh kenikmatan, atau neraka yang siksanya sungguh pedih.

Mungkin saat ini mereka memang telah berhasil mencapai kemajuan yang menakjubkan. Namun sungguh tidak seharusnya kita sebagai Muslim iri terhadap kesuksesan duniawi yang mereka capai tersebut. Karena dasar mereka bukan karena keimanan dan kecintaan terhadap Sang Pencipta. Dan keberhasilan tersebut juga tidak menyebabkan mereka lebih bersyukur dan mendekatkan diri kepada-Nya. Keberhasilan yang demikian tidak akan mendatangkan ke-ridho-an-Nya, justru sebaliknya, jahanamlah tempat kembali mereka. Na’udzubillah min dzalik ..

Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti”. (Terjemah QS. Ali Imran(3):196-198).

Atas izin-Nya usaha gigih mereka yang hanya menghendaki kesuksesan dunia memang dibalas-Nya bahkan secara sempurna, tanpa sedikitpun kerugian. Tapi sayangnya sesuai keinganan mereka, ya hanya sebatas kehidupan dunia, di akhirat nanti perbuatan mereka tidak akan diperhitungkan-Nya, sungguh alangkah sia-sianya …

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”. ( Terjemah QS. Huud(11): 15-16).

Ironisnya, orang-orang Yahudi yang mengaku beriman kepada Tuhan Semesta Alam serta adanya surga dan neraka, pada kenyataannya amat sangat ingin berumur panjang bahkan hingga seribu tahun. Tampak bahwa sifat serakah dan cinta dunia yang berlebihan telah mengalahkan keimanan mereka hingga begitu takutnya mati.

“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”. (Terjemah QS. Al-Baqarah(2):96).

Maha benar Allah swt yang telah memperingatkan kita, kaum Muslimin, agar senantiasa membaca surat Al-Fatihah dalam shalat kita, yaitu minimal 17 x dalam sehari.

Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. ( Terjemah QS. Al-Fatihah (2):6-7).

Sadarkah kita apa sebetulnya yang dimaksud “ jalan mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” dalam ayat 6 dan 7 surat tersebut?

Rasululah saw bersabda bahwa “Sesungguhnya orang –orang yang dimurkai itu adalah orang-orang  Yahudi, dan sesungguhnya orang-orang  yang sesat itu adalah orang-orang Nasrani”. ( HR Imam Turmuzi, Imam Ahmad).

http://www.ibnukatsironline.com/2014/08/tafsir-fatihah-ayat-7.html

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan dalam kitabnya Iqtidha Shirathil Mustaqim, “Pangkal kekufuran Yahudi adalah karena mereka tak mengamalkan ilmunya. Padahal mereka mengetahui kebenaran, namun tidak mau mengikutinya dalam bentuk ucapan atau perbuatan, atau bahkan tidak mau mengikuti keduanya”.

“Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri.” (QS. Al-Baqarah ayat 146).

Beliau (Ibnu Taimiyah) melanjutkan “ Sedangkan kekufuran Nasrani berawal dari perbuatan mereka yang tanpa ilmu. Mereka berijtihad (berpendapat) sendiri dalam banyak ragam ibadah, tanpa ada ajaran dari Allah. Mereka berpendapat atas nama Allah tanpa ilmu. Kesalahan mereka terbesar adalah menjadikan nabi Isa as dan roh kudus sebagai sesembahan selain Allah. Bahkan disebutkan bahwa tidaklah Nabi Isa itu diangkat menjadi Tuhan kecuali setelah berlalunya masa beliau selama 325 tahun”.

Kekufuran dan kejahatan orang-orang Yahudi dalam memerangi kebenaran sejak dahulu kala, diantaranya yaitu dengan membunuhi para nabi, mengubah-ubah ayat-ayat Taurat dan Injil, mengadu domba umat Islam dengan umat Nasrani, terus berlanjut hingga hari ini. Rakyat Palestina yang tanah airnya diduduki Zionis Yahudi terkutuk sejak puluhan tahun lalu adalah yang paling menderita. Bahkan hingga detik ini mereka harus berjuang mati-matian mempertahankan Masjidil Aqsho yang dengan semena-mena direbut dan dikuasai pasukan bar-bar tersebut. Mereka kerap melarang umat Islam masuk dan shalat di dalam masjid ke 3 paling utama bagi umat Islam tersebut.

Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsha lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad dari Abu Darda).

Ya Allah lindungi saudara-saudari kami di Palestina, beri mereka kekuatan dan kesabaran untuk mempertahankan rumah-Mu, jiwa serta keimanan dan keislaman mereka …

Ya Allah satukan hati kaum Muslimin untuk melawan dan memerangi segala tak-tik dan akal bulus Zionis Yahudi terkutuk ( termasuk film, fashion dan gaya hidup seperti LGBT dll) dalam memenuhi nafsu jahat mereka untuk menguasai dunia dan mengelabui kaum Muslimin …

Ya Allah beri kami kaum Muslimin kemauan dan kemampuan agar dapat menjalankan amal ibadah sesuai ilmu yang Kau berikan melalui nabi-Mu Muhammad saw … aamiin 3x ya robbal ‘aalamiin …

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 26 Juli 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

4 Model Mukmin.

Al-Quran banyak menyebutkan ciri-ciri orang yang benar-benar beriman, di antaranya ayat 2-4 surat Anfal sebagai berikut :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah, maka gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al-Anfal:2-4).

Ayat di atas menyebutkan lima ciri mukmin sejati, yaitu :

  1. Hatinya bergetar saat mendengar nama Allah SWT.
  2. Keimanannya bertambah saat mendengar lantunan atau bacaan ayat Al-Quran.
  3. Bertawakal (berserah diri) hanya kepada Allah SWT.
  4. Mendirikan shalat
  5. Menafkahkan rezeki di jalan Allah.

Makna ayat diatas dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir antara lain sebagai berikut :

Ali Ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, orang-orang munafik tidak terpengaruh jika nama Allah SWT disebut. Mereka sama sekali tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, tidak bertawakal, tidak shalat apabila sendirian, dan tidak menunaikan zakat harta bendanya.

Mujahid mengatakan, orang mukmin itu ialah orang yang apabila disebut nama Allah hatinya gemetar karena takut kepada-Nya.

Sedangkan Sufyan As-Sauri mengatakan, ia pernah mendengar As-Saddi mengatakan, sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah maka gemetarlah hati mereka. Yang dimaksud ialah seorang lelaki yang apabila ia hendak berbuat aniaya (dosa) atau hampir berbuat maksiat, lalu dikatakan kepadanya.”Bertakwalah kepada Allah!” Maka gemetarlah hatinya (dan membatalkan perbuatan aniaya atau maksiatnya).

Sebagian ulama sepakat Mukmin yang demikian sebagai Mukmin Hanif. Pertanyaannya bagaimana dengan Mukmin yang tidak tergetar hatinya dan tidak merasa takut ketika nama Allah Azza wa Jalla disebut, apakah itu berarti ia termasuk golongan orang Munafik??

Ibn Rajab berkata: “Nifaq (kemunafikan) secara bahasa merupakan jenis penipuan, makar, menampakkan kebaikan dan memendam kebalikannya”.

Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga: bila berbicara, ia berdusta; bila berjanji, ia mengingkari; dan bila diberi kepercayaan (amanah), ia berkhianat.” Dalam riwayat lain ditambahkan, jika berseteru ia licik.

Secara syari’at Nifaq terbagi dua yaitu Nifaq Amaly ( munafik perbuatan ) dan Nifaq Diny ( munafik agama ). Nifaq Amaly tidak mengeluarkan seseorang dari Islam (murtad). Itulah yang dimaksud hadist di atas. Hampir setiap orang pernah melakukan salah satu dari hal tersebut, dengan tingkatan yang berbeda tentunya. Namun demikian hal tersebut sangat buruk, karena bisa merugikan orang lain. Oleh sebab itu harus dihindari sejauh-jauhnya.

Allah swt menyebut orang yang demikian sebagai orang yang menyembah Allah di tepi. Mereka mau beribadah, menjalankan shalat, zakat dll ketika mereka mendapat kenikmatan. Tapi bermalas-malasan bila tertimpa musibah atau hal yang tidak sesuai dengan keinginannya dan harapannya. Mereka adalah orang-orang merugi.

“ Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata”. (Terjemah QS. Al-Hajj(22):11).

Termasuk di dalam kelompok ini adalah mereka yang bermalas-malasan ketika menjalankan shalat. Sebagian ulama sepakat menamakan mereka sebagai Mukmin Awam.

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. (Terjemah QS. An-Nisa(4):142).

Sebaliknya Nifaq Diny. Jenis nifak ini mengeluarkan seseorang dari agamanya ( murtad ) dan mereka akan kekal di dasar neraka jahanam. Itulah yang dinamakan Munafikun Sejati. Contohnya adalah Abdullah bin Ubay bin Salul yang hidup pada zaman Rasulullah saw. Juga Abdullah bin Saba, pendiri Syiah sekaligus biang perusak Islam yang hidup di zaman khalifah Ustman bin Affan ra dan khalifah Ali bin Abi Thalib ra.

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”. ( Terjemah QS.An-Nisa(4): 145).

Sifat mereka seperti yang dijelaskan dalam ayat 8 sampai 20 surah Al-Baqarah. Diantaranya yaitu mengaku dan merasa beriman kepada Allah dan hari akhir padahal tidak. Mereka melakukan kerusakan besar di muka bumi ( terutama kerusakan agama), tetapi merasa telah melakukan perbaikan. Mereka menganggap orang beriman sebagai orang yang lemah akal, padahal merekalah orang lemah akal yang sesungguhnya. Sikap mereka berpura-pura baik di hadapan orang beriman demi kemaslahatan duniawi semata-mata, padahal hati mereka bersama kekufuran. Keimanan mereka sangat tipis. Mereka bagaikan musuh dalam selimut, yang siap menjatuhkan dan menerkam sesama saudara seiman.

“Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu”.( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):13).

Di samping itu ada satu lagi jenis Mukmin yang paling tinggi derajatnya, itulah Mukmin Mujahid.  Mukmin Mujahid adalah seorang Mukmin Hanif sebagaimana kriteria ayat 2-4 surat Al-Anfal di atas, namun kepeduliannya terhadap sesama Muslim dan ajaran Islam sangatlah tinggi. Selain taat ber-ibadah Mukmin Mujahid juga aktif mengajak lingkungannya agar berbuat ma`ruf dan mencegah kemungkaran ( ‘amar ma’ruf nahi munkar).  Mereka tidak suka melihat kebathilan terjadi di depan mata mereka tanpa mereka berusaha mencegahnya. Mereka tidak rela saudara-saudarinya seiman di dzalimi, ayat-ayat Allah dipermainkan dan dilecehkan. Itu semua dilakukannya karena kecintaannya yang begitu tinggi terhadap Sang Khalik.

“Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

“Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku`, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma`ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mu’min itu”. Terjemah QS. At-Taubah (9):112).

Untuk itu mereka rela dimusuhi dan dikucilkan orang-orang yang tidak menyukainya. Mereka adalah orang-orang yang pantang menyerah meski ujian dan cobaan berat menghadang mereka. Bahkan bila jalan damai tidak bisa ditempuh, berperang mempertaruhkan tidak hanya harta namun juga jiwa dan keluarga demi tegaknya keadilan, demi kalimat Allah swt, mereka tidak ragu melakukannya.

“Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).

Banyak sekali ayat dalam Al-Quran yang menegaskan pentingnya berperang, berjihad dengan harta dan diri demi membela Islam.

“Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu ( untuk tidak berperang dengan bermacam alasan), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya”. ( Terjemah QS. At-Taubah (9):45).

Sejatinya keberadaan Mukmin Mujahid seperti itulah yang menyebabkan Islam yang lil aalamiin dapat terwujud. Seperti juga sebaik dan sebagus apapun sebuah negara, tanpa tegaknya hukum dan keadilan mustahil hal itu bisa terjadi. Inilah yang menjadi kunci kesuksesan Islam di masa lalu.  Para sahabat yang tidak pernah takut berperang dalam membela ajaran dan nabinya. Ketika itu jumlah sahabat yang gugur tak terhitung banyaknya. Tak heran bila Allah swt menjanjikan para syuhada ( mati syahid) ini dengan imbalan yang sangat tinggi yaitu kenikmatan di surga bersama para nabi.

” Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”.(TerjemahQS. An-Nisa 69).

Bahkan seorang Mukmin Hanifpun sebenarnya ia egois karena ia hanya mementingkan dan memikirkan dirinya sendiri. Ia tidak mau repot dengan urusan di  luar diri dan keluarganya. Bukankah tugas kaum Mukminin dan Muslimin untuk saling mengingatkan, saling menasehati, bahu membahu dalam menegakkan keadilan dan kebenaran, seperti ketika kita shalat berjamaah dengan shaf yang rapat, rapi dan teratur, taat dibawah komando imam yang satu??

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. ( Terjemah QS. Al-Asr (103):2-3).

Sungguh tepat apa yang dikatakan Ali bin Abi Thalib ra, yang mengalami bencana besar pertama dalam Islam paska wafatnya Rasulullah saw, “Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik.”

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 5 Juli 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

Umat Islam hari ini semakin berduka dengan  terpilihnya Donald Trump sebagai orang no 1 Amerika Serikat menggantikan Barack Obama yang telah menyelesaikan 2 periode kepresidenan. Pemilik Trump Tower darimana milyuner gaek ini menjalankan bisnis raksasanya, resmi menjadi presiden AS ke pada 8 November 2016. Keprihatinan tersebut bukannya tanpa alasan.

Saat kampanye ia melontarkan beragam pernyataan yang mengkhawatirkan umat muslim. Diantaranya adalah gagasan untuk memantau masjid-masjid di seantero AS dan agar umat Islam diawasi aparat sebagai langkah melawan terorisme.

Trump menampilkan sikap konfrontatif bukan hanya pada Islam dan kaum Muslim, tetapi juga pada China, Meksiko, dan juga banyak sekutu Eropa-nya. Sikap rasis itu tampaknya sudah menjadi karakternya, karena pada tahun 1971 ketika usianya masih 25 tahun, ia pernah di[panggil Departemen Kehakiman dengan tuduhan diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam yang ingin menyewa apartemen miliknya. Terpilihnya Trump yang beberapa kali dilaporkan melakukan pelecehan seksual ini, ternyata kurang disukai rakyatnya sendiri. “Penyuka” perempuan sekaligus pemilik organisasi miss universe penyelenggara miss universe dan miss US ini hanya menang tipis terhadap saingannya yang juga kebetulan mahluk hawa yaitu Hillary Clinton.

Yang pasti, terpilihnya Trump menjadi Presiden Amerika, menambah deretan panjang pemimpin dan pemuka negara pembenci Islam. Diantaranya yaitu pemimpin kelompok radikal bhiksu Myanmar, pemimpin politik sayap kanan Eropa Le Pen (Prancis) dan Wilder Geert (Belanda). Para pemimpin tersebut segera merapat dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memojokkan Islam.

Kekhawatiran umat Islam ternyata terbukti tak lama setelah Trump dilantik, yaitu dengan adanya  pelarangan masuk AS warga tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim, yaitu, Iran, Syria, Iraq, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman. Alasannya, banyak warga keenam negara ini terlibat dalam radikalisme dan terorisme. Trump juga menghentikan penerimaan pengungsi Suriah. Meski demikian, dia mengecualikan pengungsi Suriah yang berasal dari komunitas minoritas, yaitu penganut Nasrani. Sekali lagi, Trump menunjukkan sikapnya yang menjadikan kaum Muslim sebagai target.

idlib1

idlib2

Idlib -Suriah

Namun serangan rudal Amerika Serikat ke beberapa target penting di Suriah beberapa hari lalu telah membuat kita terhenyak. Apa lagi bila benar alasannya adalah kemarahan gedung putih terhadap kebiadaban pemerintah Syiah pimpinan Basyar Assad yang menggunakan senjata kimia untuk menyerang sipil, rakyatnya sendiri. Menurut laporan serangan dengan senjata kimia tersebut telah menelan 87 warga, sebagian besar anak-anak dan perempuan.

Perang di Suriah yang berkecamuk sejak tahun 2011 memang menjadi semakin rumit. Protes damai yang dilakukan rakyat atas kebijakan Assad yang tidak pro rakyat malah ditanggapi dengan kekerasan. Hingga hari ini konflik telah menewaskan lebih dari 400 ribu warga dan menyebabkan separuh penduduk negri mengungsi mencari tempat yang lebih aman. Inilah salah satu penyebab Islamphobia akut negara-negara Eropa termasuk Trump yang melarang kedatangan pengungsi Suriah ke negaranya.

Ironisnya Rusia tanpa malu-malu malah ikut membantu dan mendukung pemerintahan Assad yang keji. Juga negara tetangga, Iran yang memang sama-sama Syiah. Rusia untuk ke 8 kalinya bahkan menjatuhkan veto untuk membela presiden Suriah tersebut. Veto terakhir untuk mementahkan rancangan resolusi mengecam serangan senjata kimia yang dilancarkan rezim Assad di Khan Syaykun, Idlib, Suriah yang merupakan basis penentang Assad.

Namun yang paling menyedihkan sekaligus memalukan adalah sikap Indonesia. Sebagai negara mayoritas berpenduduk Muslim, Sunni pula, harusnya kitalah yang berkewajiban membantu penderitaan saudara-saudari kita yang  terdzalimi di negaranya sendiri.

“Perumpamaan orang Islam yang saling mengasihi dan mencintai satu sama lain adalah ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit dan tidak bisa tidur ”. ( HR. Bukhari).

Sungguh ironis, presiden kita Jokowi bahkan tanpa ragu menolak bergabung dengan koalisi 34 negara-negara Islam yang bertujuan membantu dan melindungi Islam dari kelompok yang meneror pihak yang tidak bersalah. Padahal Indonesia sudah berjanji akan memerangi terorisme termasuk ISIS, organisasi biadab yang mengaku Islam namun sama sekali tidak mencerminkan ke-Islaman-nya. Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, Malaysia, Pakistan dan beberapa negara teluk serta negara Afrika termasuk dalam koalisi ini.

Indonesia, khususnya kaum Musliminnya, hari ini tampaknya memang sedang mengalami kemunduran dasyat. Berbagai penyakit kronis menghinggapi tidak saja rakyatnya yang miskin tapi terlebih lagi pemimpin dan pemuka-pemukanya.

Pantas bila DR Zakir Naik, cendekiawan Muslim asal India, yang beberapa hari lalu ber-safari dakwah di 6  kota besar di Indonesia,  merasa benar-benar prihatin. Betapa tidak, sejumlah anak muda datang pada acara beliau, berbicara di depan umum menggunakan mike, dan dengan bangga mengaku lahir dari keluarga Muslim namun kemudian murtad. Sementara tidak sedikit non Muslim yang justru bersyahadat di bawah tuntunan beliau.

Mana tanggung-jawab para orang-tua dan komunitas yang katanya mayoritas Muslim?”, tanya DR Zakir dengan nada prihatin.

Kami di India, adalah minoritas. Tapi kami sungguh malu bila ada yang murtad”, sambung beliau.

Ulama kenamaan yang datang seminggu menjelang pilkada ( pemilihan kepala daerah ) atas kehendak sendiri ini, sungguh  menjadi hiburan bagi bangsa yang sedang dirundung duka mendalam. Pasalnya, calon kuat  pemimpin yang banyak didukung anak muda itu adalah non Muslim yang berstatus tersangka akibat pelecehan ayat Al-Quran yaitu Al-Maidah ayat 51 tentang kepemimpinan. Bahkan dengan santainya masih berani berseloroh akan meluncurkan wifi bernama Almadah dengan password kafir. Kaum Muslimin amat berharap kedatangan beliau sanggup mengembalikan sebagian Muslim yang ngotot membela dan memilih paslon bermasalah  tersebut.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman“. (Terjemah QS. Al-Maidah(5):57).

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam”, ( Terjemah QS. An-Nisa (4):140).

Padahal “kesalahan” calon tersebut bukan hanya karena non Muslim tapi juga lisannya yang telah berhasil membuat kaum Muslimin terpecah, terkotak-kotak bahkan saling serang untuk menjatuhkan. Ironisnya lagi, calon tersebut tidak sebersih yang digembar-gemborkan media main stream selama ini. Berbagai kasus sebenarnya telah menjeratnya, seperti kasus reklamasi yang jelas-jelas telah diputuskan bermasalah oleh pengadilan, kasus RS Sumber Waras, pengadaan bus Transjakarta dll. Tapi tak satupun kasus tersebut ditindak-lanjuti. Bahkan pemerintahpun tampak jelas ingin menutupi dan membelanya.

Pengadilan Ahok yang tak kunjung usai bahkan ditunda dengan alasan yang mengada-ada,  peresmian masjid raya Daan Mogot oleh Jokowi menjelang pilkada yang terkesan dipaksakan adalah salah satu contohnya.

Tidak berhenti disitu, fitnah dan kekerasan juga digunakan, ntah oleh siapa. Beberapa hari lalu penyidik KPK, Novel Bawesdan, disiram cairan kimia ( diduga air keras) oleh 2 orang tak dikenal, hingga menyebabkan mata kirinya nyaris buta. Peristiwa keji tersebut terjadi ketika Novel sedang pulang dari shalat Subuh berjamaah di masjid tak jauh dari rumahnya. Namun dengan santainya kapolda Metrojaya M.Iriawan berkomentar kejadian itu berhubungan dengan bisnis online jualan jilbab istri Novel !

Padahal ini adalah serangan ke enam selama Novel menjabat di KPK. Novel dikenal sebagai penyidik yang menangani berbagai kasus besar seperti e-KTP yang kabarnya melibatkan nama banyak pejabat, juga kasus lama RS Sumber Waras yang melibatkan gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang tak kunjung tuntas.

http://news.detik.com/berita/d-3359666/ketua-kpk-saya-dapat-info-baru-kasus-sumber-waras-bpk-ajak-ketemu

Belum lagi ulama-ulama kondang GNPF-MUI seperti Habib Riziek Syihab dan Bahtiar Nasir yang dikenal sebagai penggerak Aksi Bela Islam 411 dan 212, aksi super damai memprotes pernyataan Ahok yang melecehkan ayat suci umat Islam Oktober 2016.

Bukan hanya sekali dua kali Habib Riziek tertimpa fitnah kejam. Terakhir adalah Minggu malam 15 April lalu, sebuah mobil terbakar tidak jauh dari tempat berkumpulnya ribuan jamaah yang sedang mendengarkan ceramah Habib hingga menimbulkan kebakaran besar. Sementara dua mobil lain dengan beberapa jeriken berisi bensin di dalamnya, terlihat terparkir tidak jauh dari mobil Riziek diparkir. Anehnya lagi polisi yang dihubungi begitu kejadian baru datang 3 jam kemudian. Tapi dengan santainya kapolres Jaktim meminta untuk tidak membesar-besarkan kejadian tersebut.

https://news.detik.com/berita/d-3475790/fpi-jelaskan-kronologi-mobil-terbakar-di-cawang 

Lain lagi dengan ustad Bahtiar Nasir yang dituding sebagai penghubung ISIS hanya karena menerima titipan dana umat demi terselenggaranya ABI yang begitu besar. Dan ironisnya kapolri Tito Karnavian terpaksa membatalkan tuntutan ngawur tersebut setelah LSM di Turki yang biasa menyalurkan dana titipan Bahtiar, mengancam melaporkan Tito ke mahmakam internasional karena tuduhan palsu tersebut.

https://www.intelijen.co.id/ada-apa-dengan-kapolri-tito-karnavian/

Prilaku buruk Ahok juga mengajarkan keberanian seorang etnis Tionghoa melecehkan dan menghina orang lain. Pemuda tersebut dengan arogan memaki seorang “pribumi” dengan kata-kata “tiko” yang berarti tikus kotor bahkan bisa juga berarti anjing atau babi. Kejadian tersebut terjadi di bandara Singapura, dan ironisnya yang ia maki adalah Zainul Mujadi, gubernur NTB yang dikenal alim dan santun !

Terakhir, hari ini, 2 hari sebelum pilkada, panitia berseragam kotak-kotak merah khas terlihat membagikan amplop berisi uang dan sembako gratis menyerbu perkampungan-perkampungan DKI. Dengan uang rupanya mereka ingin membeli suara rakyat. Ironisnya kegiatan tersebut dilakukan secara terang-terang dan massif, yakin tindakan kotor mereka tidak akan dicegah pihak berwajib. ???

Apapun, itulah cerminan rakyat Indonesia, Muslim warga ibu kota Jakarta khususnya. Dengan modal keimanan yang hanya sebatas perut, maksimal akal yang merasa pintar, tidak sampai ke hati sanubari, bagaimana mungkin mampu memikirkan hal-hal besar seperti memikirkan apalagi membantu penderitaan saudara-saudarinya di Suriah, Palestina, Myanmar dll.  yang terdzalimi di negrinya sendiri??

Bahkan ketika dibohongi bahwa membawa ayat-ayat agama ke ranah politik bisa mengakibatkan krisis seperti di Suriahpun mudah saja percaya. Itulah fitnah yang dilemparkan seorang guru besar politik UI, Arbi Sanit. Islam adalah ajaran yang sempurna. Allah swt melalui Al-Quran dan nabi-Nya telah mengajarkan dan memberikan semua solusi permasalahan, baik masalah pribadi maupun sosial dan kenegaraan.

Maka ketika negara-negara besar di dunia telah menentukan sikap dan arah dengan jelas, dimanakah posisi kita?? Sebagai pelaku, saksi atau malah hanya korban??

“Hampir terjadi keadaan yang mana ummat-ummat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang yang makan mengerumuni makanannya”. “ Salah seorang sahabat berkata; “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?”. Nabi menjawab: “Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pasti Allah akan cabut rasa segan yang ada didalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn. “Kata para sahabat: “Wahai Rasulullah, apa Wahn itu?”.Beliau bersabda: “Cinta dunia dan takut mati. “. (HR Abu Daud ).

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 17 April 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

Perbedaan dalam Islam adalah indah, itulah rahmatan lillaalamiin yang amat sangat patut kita syukuri. Perbedaan dapat menambah wawasan hingga kita dapat lebih bijak dan lebih menghargai perbedaan dalam menghadapi permasalahan. Perbedaan bukan berarti perpecahan. Sebaliknya perbedaan yang mengarah pada potensi perpecahan harus di waspadai. Itu sebabnya ada batas-batas yang harus ditaati dan dipahami seberapa jauh perbedaan  dapat ditolerir.

Rasulullah saw bersabda: ”Kutinggalkan kepadamu dua perkara, dan kamu sekalian tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya)”. (HR. Muslim)  .

“Barangsiapa mencari agama SELAIN agama ISLAM, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang RUGI”. (Terjemah QS. Ali Imran (3);85).

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Terjemah QS. Al-Hijr: (15):9).

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan PENUTUP nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (Terjemah QS. Al-Ahzab(33):40).

Kalian akan melihat perselisihan yang hebat sepeninggalku, maka berpeganglah kalian pada sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin Al Mahdiyin sepeninggalku. Gigitlah ia dengan gigi geraham (peganglah kuat-kuat), dan jauhilah perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena setiap bid’ah adalah sesat.” (Shahih Sunan Ibnu Majah)

“ Orang-orang terdahulu lagi pertama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah… “.( Terjemah QS. At-Taubah(9):100).

Dari ayat dan hadist di atas dapat disimpulkan bahwa perbedaan dapat ditrima dan dibenarkan selama mengacu pada ayat-ayat Al-Quran, hadist-hadist shoheh dan mengikuti apa yang dicontohkan para sahabat khulafa’ur Rasyidin. Perbedaan selama tidak menyangkut aqidah/tauhid yaitu ke-Esa-an Allah swt serta sifat-sifat-Nya, Rasulullah Muhammad saw adalah penutup para nabi, Al-Quran adalah murni tidak terjadi pembengkokan di dalamnya serta Islam adalah satu-satunya agama yang benar yang diridho-i Allah Azza wa Jalla, tidak ada masalah. Keempat hal tersebut adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dipertentangan.

Itu sebabnya MUI menyatakan dengan tegas bahwa Syiah dan  Ahmadiyah adalah sesat. Sementara JIL ( Jaringan Islam Liberal) dengan jargon SIPILIS nya ( Sekuler Pluralis Liberalis) berdasarkan fatwa MUI 2005 haram bagi umat Islam untuk mengikutinya.

http://arsyadal-baghdadi.blogspot.co.id/2012/09/fatwa-mui-tentang-jil.html

Sayangnya, pemerintah hingga detik ini tidak/kurang meng-apresiasi fatwa lembaga ke-Islam-an tertinggi tersebut. Ini dapat terlihat jelas dengan adanya kenyataan ketiga aliran sesat tersebut yang tetap saja exist. Bahkan kabarnya sudah merambah ke dalam pemerintahan. Bahkan lagi,

Jadi disadari atau tidak, perbedaan tajam tersebut memang ada, dan inilah yang dimanfaatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tersangka penista agama yang hingga detik ini tetap bebas beraktifitas bahkan tetap menjabat gubernur DKI, dan bertarung dalam pilkada. Padahal aturan pemerintah tentang seseorang dengan status tersangka harus meletakkan jabatan yang sedang dipegang, ada.

Maka tak heran bila pernyataan berbau SARA yang dilontarkan Ahok di pulau Seribu beberapa bulan lalu ditanggapi dengan bermacam pendapat. Tidak semua ulama sepakat dan mau menerima fatwa yang dikeluarkan MUI bahwa pernyataan tersebut adalah sebuah penistaan agama. Akibatnya mudah ditebak, umat Islam saling gontok-gontokan, masing-masing mencari pembenaran dengan cara merujuk ulama-ulama yang sesuai dengan keinginan dan kecenderungan hatinya. Tidak peduli atau lupa adakah ulama yang diikuti itu menjadikan Al-Quran dan hadist sebagai pegangan atau tidak. Tidak peduli Syiah, Ahmadiyah, JIL atau simpatisannya. Itulah yang ditunggu-tunggu musuh-musuh Islam, perpecahan yang semakin nyata dan runcing !

Tak aneh bila kemudian dalam sidang pengadilan,  tim pengacara Ahok berani mengajukan ulama sebagai saksi ahli seperti Ahmad Ishomuddin, contohnya. Dalam kesaksiannya, dosen IAIN ini menyatakan larangan memilih pemimpin nonmuslim dalam surat Al Maidah 51 tidak berlaku lagi untuk saat ini.Tentu saja pernyataan kontroversial ini memicu banyak reaksi. Termasuk teman-teman Ishomuddin sesama alumni IAIN yang merasa kecewa dan dikhianati hingga akhirnya mengeluarkan pernyataan berlepas darinya.

http://inilampung.com/alumni-iain-radin-intan-kecewa-pada-kesaksian-ahmad-ishomuddin-pada-sidang-ahok/

http://www.portal-islam.id/2017/03/membongkar-kedok-gelar-dan-jabatan.html

Yang menjadi pertanyaan apakah Ishomuddin lupa bahwa ayat yang melarang memilih pemimpin kafir bukan cuma ayat 51 Al-Maidah. Tapi juga Ali Imran 28, 118, 149-150, An-Nisa 144, Al-Maidah 57, At-Taubah 23, Al-Mujadilah 22 dll. Apakah semua ayat tersebut juga sudah tidak berlaku lagi ???

http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/10/03/20572/inilah-dalildalil-mengharamkan-umat-islam-memilih-pemimpin-kafir/#sthash.vYAAiT7f.dpbs

Perlu menjadi catatan, sejak lama umat Islam dibuat tidak peduli terhadap masalah politik termasuk kepemimpinan. Tentu kita ingat jargon “ Islam Yes Politik No” yang di populerkan tokoh JIL alm Cak Nur pada tahun  1970an. JIL yang merupakan salah satu produk Yahudi Zionis itu memang sengaja dirancang untuk menghancurkan Islam dari dalam. Dengan berbekal slogan demokrasi, toleransi, HAM dan yang semacamnya jaringan ini berhasil masuk dan mengelabui umat Islam.  Islam digambarkan seolah hanya mengurusi hubungan manusia dengan Tuhannya, agama adalah urusan pribadi yang tidak perlu diperlihatkan kepada umum dan mencampur adukannya dengan masalah kenegaraan dan kepemimpinan. Maka dapat kita rasakan akibatnya sekarang, ayat-ayat yang berhubungan dengan kepemimpinanpun akhirnya diabaikan dan dianggap sepele. Bahkan Jokowi terang-terangan melontarkan keinginannya memisahkan agama dari politik !.

http://www.panjimas.com/news/2017/03/26/jokowi-ingin-pisahkan-agama-dan-politik-pemuda-muhammadiyah-ini-bertentangan-dengan-pancasila/

Siasat Yahudi dengan adu dombanya bukankah hal baru. Sebelum datangnya Islam, suku Aus dan Khahraj sering di adu domba oleh Yahudi yang sama-sama menetap di Yatsrib ( Madinah). Perseteruan kedua suku  yang merupakan cikal bakal kaum Anshor tersebut membuat kedua suku tersebut tidak mampu  menghadapi dominasi Yahudi di kota tersebut. Hal itu terus terjadi hingga hijrahnya Rasulullah saw ke Madinah dan mempersaudarakan suku Aus dan Khahraj dengan kaum Muhajirin. Dan dengan adanya persatuan dan persaudaraan tersebut akhirnya runtuhlah dominasi Yahudi di Madinah. Inilah yang menambah kebencian Yahudi terhadap Islam.

Persaudaraan dan persatuan dalam Islam adalah kunci kemenangan Islam. Hal ini sangat disadari musuh-musuh Islam. Sayang justru sebagian Muslim kurang menyadarinya. “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam.” (HR. Muslim).

Namun bagaimanapun apa yang diucapkan Ahok di kepulauan Seribu beberapa waktu lalu tidak terlepas dari skenario Allah Azza wa Jalla. Seperti juga apa yang terjadi di Madinah paska turunnya ayat jihad menuju kemenangan Islam, Allah swt memperlihatkan mana muslimin sejati dan mana yang tidak alias munafikun.

https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/11/xvi-pengkhianatan-pertama-yahudi-dan-munculnya-tanda-tanda-kemunafikan/

“Tidak, bahkan jumlah kalian banyak. Namun kalian seperti buih di air bah, sungguh Allah akan mencabut rasa takut dari hati musuh-musuh kalian, dan sungguh Allah akan memasukan penyakit Wahn didalam hatimu. Kami bertanya, “Apakah penyakit Wahn itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Sesuai peringatan Rasulullah saw 15 abad lalu, di akhir zaman nanti jumlah umat Islam memang banyak tapi sayang hanya seperti buih. Penyebabnya karena kecintaan yang berlebihan kepada segala yang bersifat duniawi, seperti harta benda, kemegahan dan yang semacamnya. Lupa bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, dunia adalah ladang mencari amal untuk kehidupan akhirat. Lupa bahwa 1000 tahun hitungan manusia hanyalah 1 hari di sisi Allah. Artinya bila usia kita sama dengan Rasulullah saw yaitu kurang lebih 63 tahun, berarti itu sama dengan 1.5 jam di akhirat.

Pertanyaannya akankah kita menyia-nyiakan waktu yang hanya sangat sedikit itu dengan memilah ayat sesuka hati kita dan lebih memilih hal-hal keduniawian yang tidak mendatangkan manfaat bahkan mudharat ???

“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu”. ( Terjemah QS. Al-Hajj ( 22):47).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 26 Maret 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

Seorang sahabat memohon kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah lapangkan hatimu kepada Abdullah bin Ubay. Sungguh Abdullah bin Ubay bin Salul itu adalah orang yang sakit hati. Sebelum engkau menjelang datang ke Madinah, kaumnya telah bersepakat mengangkatnya menjadi raja. Sudah menyiapkan tahta dan singgasananya. Tapi kemudian engkau hadir ya Rasulullah. Lalu kaumnya batal mengangkatnya jadi raja. Maka betapa sakit hatinya ia karena kedatanganmu ya Rasulullah…

Itulah awal ketidak-sukaan Abdullah bin Ubay bin Salul terhadap Rasulullah dan Islam. Abdullah bin Ubay bin Salul adalah seorang pemuka Madinah dari suku Khazraj yang disegani penduduk Madinah. Ketika itu Madinah masih bernama Yathrib. Namun dengan kedatangan Rasulullah ke kota tersebut, dan disambut serta di elu-elukan penduduk, baik suku Aus maupun Kazraj yang sebelumnya selalu bertikai, pamornyapun turun.

Kedatangan Rasulullah yang disambut dan langsung didaulat penduduk Madinah tentu tak lepas dari skenario Allah swt. Bagaimana tidak, Rasulullah yang berdakwah selama 10 tahun di Mekah hanya berhasil mengajak 70 orang menjadi Musiim. Itupun setelah melalui penentangan dan permusuhan yang amat sangat dari penduduk. Bahkan Rasulullah beserta pengikut dan keluarga pernah di boikot secara ekonomi oleh mereka. Sedangkan di Madinah hanya dalam waktu 2 tahun Islam telah berhasil memiliki kekuatan militer hingga mampu melawan pasukan Qurasy yang didukung Yahudi.

Keberhasilan dakwah Rasulullah di Madinah dimulai dengan terjadinya baiat Aqibat 1 dan 2 pada tahun ke 11 dan 12 kerasulan, yaitu pada tahun 622 M. Dengan bekal ke 2 baiat yang intinya merupakan janji setia penduduk Madinah kepada Allah, Rasul dan ajarannya, maka Rasulullah beserta seluruh sahabat hijrah ke Madinah. Di sanalah akhirnya terbentuk negara Islam Madinah, dengan Rasulullah sebagai kepala negaranya. Pada masa itu pulalah Yatsrib berganti nama menjadi Madinah.

Madinah di zaman sebelum datangnya Islam selain dihuni suku Aus dan Khazraj, terdapat pula orang-orang Yahudi. Mereka terdiri dari tiga qabilah besar yaitu kabilah Qainuqa’, kabilah al-Nadhir dan kabilah Quraidzah. Ketiga kabilah ini menguasai ekonomi penduduk kota Madinah.

Hasil pendapatan mereka yang terbesar adalah keuntungan dari penggadaian barang dan riba. Keadaan Madinah sebagai kawasan pertanian memberi peluang mereka melakukan kedua hal tersebut. Orang-orang Yahudi yang sejak dulu dikenal licik dan licin itu memeras suku Aus dan Khazraj yang kebanyakan petani itu, dengan cara gadai, sementara menunggu datangnya musim panen. Lebih menyedihkan lagi barang yang digadaikan bukan hanya uang atau harta benda, tapi juga kaum perempuan dan anak-anak !.

Tak heran bila akhirnya ke dua suku tersebut sangat membenci orang-orang Yahudi. Namun sekali lagi dengan modal sifat licin mereka, ke dua suku yang sejak awal sudah sering bermusuhan itu, sering dipanas-panasi dan di adu domba hingga keduanya tidak pernah akur dan mau bersatu. Akibatnya orang-orang Yahudi tetap bisa menguasai mereka hingga datangnya Islam. Dan sejak itulah kedua suku tersebut dinamakan kaum Anshar yang artinya membantu, yaitu membantu Rasulullah dan para sahabat. Sedangkan para sahabat selanjutnya disebut kaum Muhajirin.

Sayangnya, Abdullah bin Ubay bin Salul, pemuka Madinah yang batal menjadi raja itu, tidak berhasil menyingkirkan rasa sakit hatinya. Meski ia ikut memeluk Islam sebagaimana kaumnya, penyakit yang terus dipeliharanya itu akhirnya berkembang menjadi duri menyakitkan yang merugikan kekuatan umat yang baru terbentuk itu.

Kedekatan dan persahabatannya dengan kaum Yahudi yang sangat membenci kaum Muslimin, menambah ketidak-sukaan tersebut. Hingga ketika Rasulullah memerintahkan hukuman bagi bani Qainuqa yang telah mengkhianati perjanjian perdamaian antara kaum Muslimin dengan Yahudi, ia berani membantah perintah tersebut.

“Hai Muhammad, perlakukanlah para sahabatku itu dengan baik.“, serunya.

Tanpa memperhatikan air  muka Rasulullah yang kesal, hal itu terus diulanginya sampai 3 kali. Akhirnya Rasulullahpun menjawab ketus : “Mereka itu kuserahkan padamu dengan syarat mereka harus keluar meninggalkan Madinah dan tidak boleh hidup berdekatan dengan kota ini !”.

https://vienmuhadisbooks.com/2011/06/11/xvi-pengkhianatan-pertama-yahudi-dan-munculnya-tanda-tanda-kemunafikan/

Dalam perang Uhud, pemuka Madinah ini berhasil menghasut 300 orang pasukannya untuk mundur ( desersi) saking takutnya melihat jumlah musuh yang banyak. Akhirnya pasukan kaum Muslimin yang tinggal 700 orang itu terpaksa berperang dengan susah payah melawan 3000 musuh. Al-Quran mengabadikan kejadian tersebut di dalam ayat 121 -125 surat Ali Imran.

Selanjutnya, dalam perjalanan pulang ke Madinah, usai perang melawan Yahudi banu Musthaliq, Abdullah bin Ubay kembali berulah. Ia yang merasa kuat itu, berkata kepada pasukannya bahwa ia akan mengusir kaum Muslimin, yang dianggapnya kaum yang lemah. Zaid bin Arqam yang mendengar hal tersebut melaporkannya kepada Rasulullah, hingga Umar bin Khaththab yang ketika itu berada di samping Rasul meminta Rasul agar membunuh tokoh munafik tersebut. Akan tetapi Abdullah tidak mengakuinya dan malah menuduh Zaid telah memfitnahnya. Hingga turun ayat yang membenarkan kesaksian Zaid yaitu ayat 8 surat Al-Munafikun. Namun demikian Rasulullah tetap tidak mau memenuhi permohonan Umar.

“Tidak wahai Umar. Nanti apa kata orang bahwa Muhammad membunuh sahabatnya. Demi Allah tidak.”

Pada peristiwa fitnah yang menimpa Aisyah ra, Abdullah juga terbukti berperan mengomporinya sehingga Rasulullahpun hampir ikut mempercayainya.

Sikap lembut dan lunak Rasulullah terhadap Abdullah, meski sudah terbukti berkali-kali meng-khianati Islam, menunjukkan harapan agar suatu ketika tokoh Madinah ini mau insyaf, dan mau beriman dengan sebenar-benar iman. Sepertii yang terjadi terhadap tokoh Quraisy Abu Sofyan, yang awalnya sangat memusuhi Islam namun setelah memeluk Islam membuktikannya dengan sangat baik.

Hingga suatu hari di tahun ke sembilan Hijriyah, sepulang dari perang Tabuk, Rasulullah saw mendengar kabar bahwa Abdullah bin Ubay menderita sakit. Rasulullah saw menyempatkan diri untuk membesuknya. Dan ketika akhirnya Abdullah bin Ubay meninggal, putranya, Abdullah bin Abdullah, meminta Rasulullah meminjamkan jubah Rasulullah, Rasulpun juga mengabulkannya. Begitupun ketika putra Abdullah yang merupakan salah satu sahabat pilihan meminta agar Rasulullah sudi men-sholatkannya, Rasulpun tidak menolak permintaan tersebut.

Hingga Umar berkata “ Ya Rasulullah, Allah melarangmu memohonkan ampun mereka. Ia memfitnah Aisyah berzina, ia mengatakan akan mengeluarkan orang mukmin dari Madinah. Ia pembuat fitnah. Ia memisahkan diri dari perang. Ia memecah belah kaum muslimin”.

Tidakkah engkau dengar wahai Umar? Tuhanku memberikan pilihan bagiku.. ‘engkau mohonkan ampun atau tidak engkau mohonkan ampun sama saja”, (surat A-Taubah ayat 80), maka aku akan memilih memohonkan ampun wahai Umar…”.

Umar terkesiap, dan segera ia beristighfar dan memohon ampun atas kelancangannya memaksa nabi. Meski kemudian, selesai Rasulullah men-shalat-kan tokoh munafik tersebut, turun ayat berikut : “Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” [QS At Taubah(9): 84]

Maka sejak itu Rasulullah melarang dan tidak pernah lagi men-shalat-kan orang yang jelas-jelas menunjukkan kemunafikan. Karena sebagai manusia kita hanya bisa melihat keadaan dzahir seseorang, urusan hati dan batinnya adalah kewenangan Allah SWT. Namun dengan menyimak apa yang telah dilakukan Abdullah bin Ubay bin Salul, sifat-sifat ke-munafik-an dapat kita lihat dan pelajari.

Dari Abu Hurairah “Kamu sekalian, satu sama lain janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling menjauhi dan janganlah membeli barang yang sedang ditawar orang lain. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada beliau tiga kali). Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram darahnya bagi muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya”. (HR. Muslim).

Tetapi apa yang terjadi hari ini sungguh memilukan. Persaudaraan sesama Muslim sangat rapuh. Bahkan para ulamapun dikriminalisasi, difitnah dan dijadikan bulan-bulanan sesama Muslim. Dan itu semua demi melindungi satu orang kafir yang saking inginnya dipilih menjadi pemimpin maka iapun meng-olok-olok ayat kitab suci yang bukan agamanya, dengan mengatakan ” dibohongi pakai ayat 51 Al-Maidah”.  Tidakkah itu lebih parah dari pada perbuatan Abdullah bin Ubay si tokoh munafikun  yang melindungi teman Yahudinya dari hukuman yang dijatuhkan Rasulullah ??? Tidakkah itu sama dengan mengkhianati perjuangan Rasulullah dan para sahabat yang telah bersusah-payah menegakkan Islam di muka bumi ini???

Ironisnya lagi, tetap saja ada orang yang mengaku Muslim namun tetap memilih orang tersebut. Padahal ayat larangan tersebut bukannya hanya satu, tapi banyak. Yaitu Ali Imran ayat 28 dan 49, An-Nisa ayat 138-144, Al-Maidah ayat 51-57, At-Taubah ayat 23 dan Al-Mujadillah ayat 14. Bahkan ayat-ayat tersebut berlanjut dengan berbagai ancaman, diantaranya label Munafik, yang tempatnya adalah neraka tingkatan paling bawah! Itulah tingkatan neraka yang paling mengerikan. Na’udzubillah min dzalik …

Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIK bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang KAFIR menjadi AULIYA  dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. ( Terjemah QS. An-Nisa (4):138-139).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang KAFIR  menjadi AULIYA dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? Sesungguhnya orang-orang MUNAFIK itu (ditempatkan) pada TINGKATAN PALING BAWAH NERAKA. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”.( Terjemah QS. An-Nisa (4):144,145).

Dalil penolakan yang mereka gunakan bermacam-macam. Diantaranya adalah bahwa AULIYA yang dimaksud adalah teman setia/kepercayaan, bukan pelindung apalagi pemimpin. Padahal kalau teman setia atau pelindung saja tidak boleh apalagi mengangkatnya sebagai pemimpin!

Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai AULIYA orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai AULIYA, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. ( Mumtahanah (60): 9).

Ayat diatas sering dijadikan alasan pembenaran dalam memilih pemimpin non Muslim, khususnya gubernur DKI petahana, Ahok. Pertanyaannya, benarkah Allah swt membolehkan hal tersebut?  Berikut adalah asbabun nuzul ayat di atas.

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa seorang wanita kafir yang bernama Qatilah iaitu ibu kandung kepada Asma datang kepada Asma binti Abu Bakar. Setelah itu Asma bertanya kepada Rasulullah: “Bolehkah saya berbuat baik kepadanya?” Rasulullah menjawab: “Ya boleh”. Maka turunlah ayat ini (Surah al Mumtahanah: 60: 8) sebagai penjelasan bahawa Allah tidak melarang berbuat baik kepada orang yang tidak memusuhi agama Allah. (Diriwayatkan oleh al Bukhari dari Asma binti Abu Bakar)

Itu sebabnya maka para ulamapun menyimpulkan bahwa Auliya yang dimaksud ayat tersebut adalah teman setia/orang dekat, bukan pemimpin. Inilah bentuk keadilan dan toleransi dalam Islam. Silaturahim antar umat beragama sangat penting, dan itu harus dijaga serta dipelihara dengan baik. Tapi tidak berarti boleh menjadikan mereka sebagai pemimpin.  Karena pemimpin, terutama pemimpin strategis, adalah orang yang berhak membuat kebijakan bagi orang yang dipimpinnya. Bagaimana mungkin seseorang bisa tunduk kepada kebijaksanaan seorang pemimpin yang tidak meng-imani apa yang di-imaninya??

Dan lagi, seandainyapun Aulia di atas diartikan sebagai pemimpin, adakah Ahok memiliki kriteria sebagaimana disebutkan ayat di atas ? Bila ya, mengapa ia suka menyakiti umat Islam, dengan mengolok-olok jilbab yang katanya seperti serbet, melarang takbir keliling, boleh minum bir asal tidak mabuk, mempermasalahkan kurban di sekolah, mengganti seragam Muslim murid SD, bolak balik menggusur penduduk dan menjauhkan mereka dari masjid tempat mereka biasa berkumpul, penduduk Luang Batang misalnya, yang telah tinggal di tempat mereka sejak zaman Belanda. Juga penghancuran masjid bersejarah di TIM yang katanya akan direnovasi namun hingga detik ini tidak ada tanda-tandanya, dan masih banyak lagi. Terakhir ia malah berani mengutak-ngatik ayat kepemimpinan dalam Al-Quran, melecehkannya dengan menjadikannya wifi dengan password kafir, bahkan seenaknya membentak-bentak ulama!!

Sekali lagi, kita memang tidak berhak menghakimi bahwa seseorang munafik atau tidak. Apalagi bila kemunafikannya tidak diperlihatkan secara dzahir.( Munafik terdari dari 2 macam, yaitu munafik besar/Keyakinan (Nifaq I’tiqadi) dan munafik kecil/Perbuatan ( Nifaq ‘Amali). ( Lihat https://almanhaj.or.id/3164-nifaq-definisi-dan-jenisnya.html).

Tapi paling tidak Al-Quran telah menerangkan tanda-tandanya dengan jelas. Maka sudah sewajarnya bila kita harus berhat-hati, jangan sampai Allah swt memasukkan kita ke dalam golongan orang munafik. Na’udzubillah min dzalik …

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. ( Terjemah QS. An-Nisa (4):142).

“Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya”.(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 22 Februari 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

Energi Al-Maidah 51 (3).

Sesuai dengan temanya yaitu demo super damai, Aksi Bela Islam III 212 yang baru lalu, berjalan dengan mulus, amat sangat damai. Dibawah awan mendung, angin sepoi-sepoi, hujan rintik-rintik yang sesekali turun, kemudian hujan deras tepat ketika shalat Jumat dimulai dan berhenti secara perlahan di akhir acara, benar-benar menambah nikmat dan syahdunya suasana. Menjadi berkah tersendiri bagi jamaah yang telah batal wudhu untuk memperbarui wudhu mereka. Maklum, sebagian jamaah telah datang sejak Subuh dan lagi tidak mudah untuk keluar dari kerumunan jutaan manusia untuk sekedar mencari air wudhu.  Allahu Akbar !

Doa qunut yang dibacakan imam di bawah derasnya hujan justru makin menambah keseriusan umat dalam berdoa. Berdoa memohon agar Allah swt sudi mengabulkan doa jutaan umat Muslim yang berkumpul siang itu dengan satu tujuan utama, yaitu agar para pemimpin mau serius menangani si penista agama, agar hukum tidak hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, agar keadilan berlaku tidak hanya bagi minoritas tapi terlebih lagi bagi kami kaum mayoritas, dan juga agar NKRI tetap bersatu, tidak terpecah belah. Berdoa dengan posisi tangan menengadah ke atas hingga dapat merasakan guyuran air yang turun langsung dari langit, sungguh mampu membangkitkan semangat dan rasa optimis bahwa Allah swt  pasti mendengar dan akan mengabulkan doa umat Muslim.

Pagi itu sekitar pukul 10, bersama suami, yang sengaja mengambil cuti, adik saya serta suaminya yang baru kali ini ikut turun ke jalan, alias berdemo, kami tiba di Istiqlal.  Dari masjid terbesar di Asia Tenggara ini kami berjalan kaki menuju pintu Gambir, yang berdasarkan info yang saya trima dikhususkan bagi kaum Muslimah. Di sepanjang jalan yang kami lalui itu, tak henti-hentinya makanan dan minuman ditawarkan, secara gratis !

wudhu-monas212Sejumlah ambulan dengan posko medisnya, WC mobile dan  mobil pemadam yang sudah disulap menjadi tempat wudhu terlihat di beberapa sudut. Juga yang tak kalah pentingnya adalah tim kebersihan dan mereka yang bertugas mengingatkan untuk tidak menginjak rumput ! Masya Allah …

monas-212tugu-pak-tani-212Yang mengherankan adalah area sekitar pintu Gambir yang tidak terlalu padat. Adik saya sampai berkomentar ” G seramai waktu 411 kayaknya mbak ya?“. Saya hanya mengangkat bahu, jujur, bingung. Jawaban baru kami dapatkan di perjalanan pulang. Kami baru menyadari bahwa jamaah membludak tidak hanya di Monas tapi juga hingga Sudirman-Thamrin, sesuai keinginan awal GNPF yang kemudian ditentang polisi, dengan alasan mengganggu ketertiban umum. Namun nyatanya bahkan membludak hingga kawasan patung pak Tani di Kwitang. Masya Allah …

Pantaas, ketika shalat tadi beberapa kali kami mendengar suara seperti deru angin yang sangat kencang, kami sempat menyangka bahwa itu suara angin puyuh. Suara itu terdengar datang dari sisi depan kiri yang tak lain adalah sisi Thamrin-Sudirman. Dan belakangan kami baru sadar bahwa itu adalah suara takbir yang terbawa angin … Allahu Akbar !!!

monas2-212monas3-212Rupanya kami benar2 beruntung bisa masuk Monas di saat akses menuju lokasi utama terhambat jutaan jamaah, dan shalat persis di depan monumen tersebut. Dan itupun sudah penuh ketika menjelang waktu Zuhur. Sungguh tidak percuma kami memaksakan diri hadir di pesta akbar ini karena pagi tadi, tepat sebelum berangkat mobil kami mogok, hal yang benar-benar tidak pernah terjadi. Untung satpam kompleks segera memberitahukan bahwa tetangga kami ada yang punya jumper, yaitu alat pemancing aki. Segera  suami bertindak cepat, dan Alhamdulillah berhasil. Dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan suami memutuskan mampir membeli aki baru dan menggantinya sebelum berangkat ke tkp.

santriciamis

Santri Ciamis berbondong menuju Jakarta

Anehnya, ketika umat Islam sedang bergembira atas keberhasilan aksi super damai ini, 2 hari kemudian muncul aksi di tempat yang sama. Rupanya ini adalah aksi tandingan yang diselenggarakan mereka yang tidak senang dengan aksi 211. Sungguh aneh, aksi 211 yang dipersiapkan jauh-jauh hari secara matang oleh tim GNPF, yang bahkan beberapa kali sempat ditentang pihak berwajib dengan alasan mengganggu ketertiban dan sebagainya. Hingga mengakibatkan peserta aksi dari Ciamis yang berjarak 270 km dari Jakarta, memutuskan untuk berjalan kaki menuju ibu kota karena polisi melarang bus-bus mengangkut mereka. Namun aksi tandingan bisa tiba-tiba saja muncul tanpa persiapan, dan direstui pula oleh kepolisian.

monas4-212Ajaibnya lagi, aksi yang mereka beri nama aksi budaya dengan slogan menjaga ke-bhineka-an, pada kenyataannya malah membawa-bawa bendera partai penyelenggara aksi, dengan pengerahan pns pulak. Aksi ini juga melibatkan perusahaan-perusahaan besar milik para taipan dan konglomerat kelas kakap yang mewajibkan pegawainya untuk hadir. Hmmm … apa sebenarnya maksud dibalik aksi ini???

Yang juga kemudian menjadi viral adalah munculnya pernyataan resmi PT Nippon Indosari Co, sebagai pemilik Sari Roti bahwa perusahaan tersebut tidak ikut mendukung aksi 212. Alasannya Sari Roti berkomitmen menjaga keutuhan , kesatuan dan ke-bhineka-an.  Apa maksudnya ??? Yang pasti hal ini dipicu karena adanya seorang donatur yang memborong sejumlah gerobak roti dari merk tersebut dan menggratiskannya bagi peserta aksi 212.

Namun yang menggembirakan adalah paska aksi dimana umat Islam kemudian bersatu dan sadar akan pentingnya membangun sendiri ekonomi Islam yang tidak perlu tergantung kepada umat lain. Karena harus diakui kekuatan ekonomi dunia saat ini, khususnya Indonesia, berada pada genggaman non Muslim.  Kita pasti tahu bank-bank swasta seperti BCA, Danamon, BII, Niaga dan lain-lain itu bukan milik Muslim. Juga swalayan besar seperti Carrefour dan Gyant hingga yang kecil seperti Alfamart dan Indomaret. Demikian pula produk yang setiap hari kita gunakan dan konsumsi, mulai bangun tidur gosok gigi memakai Pepsodent, mandi memakai sabun Lux, sarapan dengan beras impor Thailand atau sereal impor dll.

Semangat  ini demikian membuncahnya hingga pada tausiyah ustad Bahtiar Nasir seminggu setelah aksi 211,  seorang notaris yang hadir di tausiyah tersebut naik ke atas panggung dan menyatakan ia dan kawan-kawan siap membantu kaum Muslimin yang ingin mendirikan perusahaan. Ia bercerita bahwa pendirian asosiasi notaris Muslim itu secara spontan paska 211. Dan melihat antusias kaum Muslimin yang begitu tinggi, tampaknya pendirian supermarket dengan rencana bernama Muslim212Mart hampir menjadi kenyataan.

http://www.iqromedia.net/2016/12/Ratusan-Umat-Islam-Hadiri-Rapat-Pendirian-Supermarket-Islami-atau-Muslim212Mart-Hebohkan-Netizen.html

subuhpusdai

Jamaah Subuh masjid Pusdai Bandung

Dan yang juga tak kalah penting adalah lahirnya kesadaran shalat Subuh berjamaah di masjid bagi kaum lelaki. Gerakan yang digalakkan pada hari Senin, 12 Desember bersamaan dengan hari libur nasional dalam rangka memperingati Maulud Nabi ini berlangsung di hampir semua kota-kota besar di Indonesia. Di Bandung yang dipusatkan di masjid Pusdai jamaah mencapai 25 ribu, sementara tak sedikit jamaah masjid lain di kota selain Bandung yang meluber ke jalanan layaknya shalat Jumat, sesuatu yang amat ditakuti musuh Islam, Yahudi khususnya. Semoga ini dapat menjadi awal kebangkitan Islam yang telah diprediksi rasulullah muncul menjelang akhir zaman. Allahu Akbar …

Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang Munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari).

Anehnya, pemerintah malah meng-izinkan secara resmi agama Yahudi di negri ini. Ya Allah apa yang sedang terjadi dengan bumi pertiwi ini? Yahudi adalah agama yang dilaknat Allah karena kedzaliman pemeluknya yang suka berbuat kerusakan, menukar-nukar ayat-ayat-Nya, juga membunuh para nabi dan rasul. Bahkan hingga detik ini kita bisa menyaksikan betapa Zionis Yahudi tak hentinya menindas Muslim Palestina. Ya Allah skenario apakah yang sedang Kau persiapan bagi kami yang lemah ini? Apakah ini azab-Mu karena umat ini kurang gigih membela ayat-ayat-Mu ? Ya Allah beri kami kekuatan yang lebih besar untuk melawan kedzaliman ini.

http://www.nasional.info/2016/12/pemerintah-jokowi-akui-yahudi-sebagai.html

Sementara itu, tujuan utama aksi umat Islam agar pemerintah segera mengadili dan memberikan hukuman setimpal bagi penista agama, dalam hal ini Ahok, hingga detik ini belum menunjukkan tanda-tanda berarti. Sidang perdana memang telah dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Desember lalu. Sidang ini menjadi heboh karena Ahok sebagai tersangka tampil berbeda dengan kebiasaan sehari-harinya. Beberapa kali ia memperlihatkan sikap minta dikasihani, bahkan menangis. ???!?? Padahal baru sehari sebelumnya ia muncul di net-tv, debat cagub bersama pasangan Anis-Sandiaga n dan Agus-Sylvi. Sandiwara apa pulakah ini??? Bagaimana mungkin seorang tersangka bisa ikut debat cagub???

Yang menyedihkan lagi ditengah ketidak-pastian hukum yang mampu membela kepentingan kaum Musimin muncul berita tak sedap. Yaitu penolakan pemerintah bergabung dengan 34 negara Muslim demi melindungi kaum Muslimin dari terorisme, khususnya rakyat Suriah dari makin brutalnya rezim Syiah Bashar Asad yang didukung Rusia serta Iran. Alasannya Indonesia masih ingin menggunakan pendekatan Islam rahmatan lil’aalamiin … ??!? … Korban sudah demikian parahnya, Islam sudah demikian tidak memiliki harga diri masih juga beralasan ?? Dimana letak persaudaraan sesama Muslim yang sejak lama telah hilang dari bumi pertiwi dengan alasan toleransi dan kebhinekaan yang terus didengungkan para pengikut JIL dan kroninya???i

http://news.metrotvnews.com/read/2015/12/16/201951/ini-alasan-indonesia-tak-gabung-aliansi-arab-saudi

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau berkata: “Rasulullah SAW bersabda: Seorang Muslim itu adalah saudara Muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzdalimi dan meremehkannya dan jangan pula menyakitinya.” (HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim).

joko-iranBahkan dengan teganya presiden kita malah mengunjungi Iran dan membuat perjanjian dengan negri para imam dedengkot Syiah itu. Ya Allah lindungi kami kaum Muslimin yang sejak awal kemerdekaan bahkan sebelum zaman penjajahan Belanda adalah dari golongan Sunni yang bertolak belakang dengan ajaran Syiah yang sangat memusuhi kami. Yang jelas-jelas tega melaknat para sahabat utama dan istri-istri rasulullah.

https://almanhaj.or.id/3630-pokok-pokok-kesesatan-aqidah-syiah.html

http://www.mediapribumi.com/2016/12/iran-dukung-penuh-pembantaian-aleppo.html?m=1

jlnbeijingBelum lagi sejumlah kebijakan pemerintah yang sangat pro RRC. Mungkinkah ini yang menyebabkan pemerintah sulit mengatasi imigran gelap illegal cina, meski terbukti mereka telah mengibarkan bendera Cina di proyek yang ada di Indonesia, membawa masuk narkoba, menanam cabe beracun dll??? Termasuk juga bangkitnya kembali pki sejalan dengan paham komunisme yang dianut Republik China??

http://www.kabarsatunews.com/2016/11/tak-hanya-bendera-china-dikibarkan-di.html

http://suaranasional.com/2016/12/17/digerebek-imigrasi-pekerja-china-di-gresik-ngacir-terbirit-birit

http://www.faktamedia.net/2016/04/indikasi-kebangkitan-pki-makin-sangat.html

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 19 Desember 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Older Posts »