Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2025

Dua puluh bulan sudah tentara Israel dibawah kepemimpinan Netanyahu memperlihatkan sifat ke-dajal-annya yang makin terang-terangan. Perlakuan keji terhadap penduduk Gaza seolah hewan ternak yang bisa sewaktu-waktu dibunuh, kota yang porak poranda, pembatasan air bersih, listrik, makanan dan obat-obatan yang membuat kelaparan makin meraja-lela dll, sudah benar-benar diluar nalar manusia normal.

Terakhir ( 29/6) warga Gaza menemukan pil dalam kantong tepung yang diberikan oleh pusat bantuan makanan dari AS-Israel. Dan ternyata pil tersebut adalah pil narkoba yang dapat membuat orang yang memakannya menjadi kesakitan dan ketagihan. Hal tersebut memicu  munculnya kekhawatiran jangan-jangan pil telah ditumbuk dan dicampurkan kedalam tepung. Astaghfirullah …  

https://news.detik.com/berita/d-7987939/usai-tembaki-warga-gaza-kini-israel-diduga-campur-tepung-bantuan-pakai-narkoba

Sebelumnya ratusan warga sipil Gaza yang sedang berkerumun menanti bantuan makanan, tewas dalam waktu 1 bulan di area pusat pembagian makanan AS-Israel. Mereka ditembaki oleh tentara bayaran Israel. Dalam suatu pengakuan, tentara Israel mengklaim mendapat perintah untuk menembaki warga sipil di lokasi distribusi bantuan. Memberi pesan jelas, mati ditembak atau mati kelaparan !!!

Gaza tidak lagi menjadi perhatian siapa pun. Itu telah menjadi tempat dengan hukumnya sendiri. Bahkan pembunuhan tidak lagi memerlukan pernyataan tentang terjadinya insiden itu,” kata seorang tentara Israel yang tidak disebutkan namanya. Inikah yang namanya perang???

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20250627223910-120-1244541/pengakuan-tentara-israel-sengaja-tembaki-warga-gaza-yang-kelaparan

Tak heran bila kini sejumlah Negara sekutu Israelpun mulai berani memberikan stempel Negara teroris kepada Negara Zionis tersebut.  Beberapa Negara Eropa yaitu Irlandia, Spanyol dan Norwegia sudah berani memberikan pengakuan Palestina sebagai Negara. Ke 3 negara tersebut ditambah Slovenia mengecam keputusan Israel melarang Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) beroperasi di Gaza. PM Slovenia dalam pidatonya di Majelis Umum PBB secara tegas meminta Israel menghentikan operasi militer dan mengakhiri pendudukan di wilayah Palestina. Ia juga menekankan bila Uni Eropa tidak segera bertindak tegas ia mengingatkan agar tidak meyalahkannya bila negaranya mencari jalan keluar sendiri.

Saya ingin mengatakan ini dengan lantang dan jelas kepada Pemerintah Israel: Hentikan pertumpahan darah, hentikan penderitaan, pulangkan para sandera, dan hentikan pendudukan,” serunya.

Hal serupa juga dilakukan pemerintah Meksiko. Presiden perempuan berdarah Yahudi yang baru dilantik beberapa waktu lalu  tersebut menyerukan pengakuan Palestina sebagai negara. Sementara Kanada, Prancis, Italia, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris meski belum mengakui secara resmi tapi sedang berupaya ke arah tersebut. Jerman yang biasanya tidak berani mencela Israel karena beban psiokologis pelaku Holocaust dimasa lalu juga sudah mulai gerah terhadap prilaku beringas Israel yang terihat jumawa merasa tak satupun Negara bakal menentangnya.

Padahal Mahkamah Pengadilan Internasional (ICC) telah mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas tuduhan genosida.  Meski nyatanya perintah yang dikeluarkan pada November 2024 hingga detik ini, masih bebas melakukan aksi brutal dan sadisnya.

Demonstrasi menuntut Israel agar segera keluar dari Gaza terjadi di berbagai Negara. Yang terbesar terjadi di Den Haag, Belanda. Demo yang terjadi pada 18 Mei 2025 tersebut diikuti lebih dari 100.000 peserta. Mereka mendesak pemerintah Belanda agar mengambil langkah-langkah yang lebih tegas untuk menghentikan kekejaman Israel di Gaza.

Sementara itu sejumlah aktifis berbagai kewarga-negaraan yang menamakan diri Koalisi Freedom Flotilla, pada 8 Juni 2025, dengan menumpang sebuah kapal nekad berlabuh dari pulau Sisilia di Italia menuju Gaza. Mereka membawa berbagai kebutuhan pokok seperti obat-obatan dll. Namun kemudian militer laut Israel mencegat kapal tersebut, menangkap seluruh penumpang dan mendeportasi mereka ke Negara-negara masing-masing. Hal tersebut dilakukan Israel padahal kapal masih berada di perairan internasional, dan mata seluruh dunia mengawasinya!

Selanjutnya adalah Long March to Gaza, yaitu aksi jalan kaki massal atau konvoi solidaritas yang dilakukan oleh aktivis kemanusiaan dari berbagai negara untuk menunjukkan dukungan terhadap rakyat Palestina. Aksi yang diikuti ribuan orang lebih dari 35 negara ini rencananya akan berkumpul pada 15 Juni di kota Al-Arish Mesir. Selanjutnya para peserta akan berjalan kaki ke perlintasan Rafah yang jaraknya sekitar 50 KM dari Gaza, sambil membawa bendera, poster untuk menyerukan kebebasan bagi masyarakat Palestina. Rafah adalah satu-satunya pintu masuk ke Gaza dari dunia luar.

Namun apa lacur sesampai di Kairo polisi Mesir malah menginterogasi bahkan  menangkap sejumlah peserta dan mendeportasinya. Aksi tersebut dinyatakan illegal. Sepuluh aktifis Indonesia termasuk artis  Zaskia Mecca dan politisi Wanda Hamidah yang bergabung dalam aksi tersebut bercerita bahwa mereka terkurung di hotel Kairo  dibawah pengawasan ketat polisi Mesir hingga akhirnya memutuskan pulang ke tanah air. Sementara sejumlah perserta bule yang kebanyakan non muslim terekam adu mulut  dengan polisi Mesir. Mereka mempertanyakan bagaimana para polisi itu bisa berdiam diri melihat saudara/i mereka sesama Muslim diperlakukan begitu kejam oleh Zionis Isrrael. Sungguh memalukan …   

Namun demikian dunia Islam sebenarnya bukannya diam. Indonesia sejak awal sudah mengutuk pendudukan Israel di tanah Palestina. Demo pro Palestina sering diadakan di berbagai kota besar. Terakhir ( Juni 2025) Indonesia dan Arab Saudi mengeluarkan deklarasi bersama mengutuk genosida yang dilakukan Negara Zionis tersebut. Bahkan imam besar Masjidil Aqsho telah menyerukan jihad, dan ditanggapi positif oleh MUI.     

Selanjutnya sebagai tanggapan atas kegagalan total komunitas internasional untuk menerapkan hukum internasional di Gaza, koalisi akademisi, intelektual, pembela hak asasi manusia serta perwakilan organisasi masyarakat sipil membentuk sebuah pengadilan dengan nama Pengadilan Gaza.

Deklarasi ini dibentuk pada November 2024 di London dan telah mengadakan sidang publik pertamanya pada Mei 2025 di Sarajevo, Bosnia Herzegovina. Sidang terakhir rencananya akan diadakan pada Oktober 2025 di Istanbul untuk menyampaikan draf temuan dan keputusan pengadilan, dengan mengacu pada kesaksian dari para saksi dan pernyataan dari warga Palestina yang terkena dampak krisis.

Deklarasi tersebut menuntut penghentian segera aksi militer Israel dan penarikan pasukan militer, serta penghentian “genosida, pemindahan paksa dan pengusiran, aktivitas permukiman, pengepungan Gaza dan pembatasan pergerakan di Tepi Barat.”

Tampaknya alasan bela diri Israel terhadap serangan 7 Oktober 2023 yang dilakukan Hamas sudah tidak lagi dapat ditrima akal sehat. Serangan brutal dan membabi buta tentara Israel yang menyasar fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, kamp penampungan bahkan rumah pribadi seperti yang dialami direktur RS Indonesia Gaza, telah mengakibatkan korban lebih dari 55 ribu sebagian besar anak. Pencegahan masuknya bantuan makanan dan obat-obatan serta penyerangan dan pembunuhan terhadap tenaga medis menambah daftar kejahatan perang Negara Zionis tersebut.  

Ditambah lagi dengan adanya pengakuan para sandera Israel yang telah dibebaskan Hamas. Pengakuan baik yang diberikan di depan PBB maupun prilaku akrab para sandera terhadap ex penculik yang dinarasikan sebagai teroris oleh Israel itu justru membuktikan siapa sebenarnya yang teroris.

(Bersambung ke https://vienmuhadi.com/2025/07/05/gaza-israel-dan-dajjal-2/ ).

Read Full Post »

Sering kali orang beranggapan bahwa nikmat tertinggi dalam hidup adalah sehat, apalagi ketika seseorang dalam keadaan sakit, apapun sakitnya, bahkan ketika hanya terserang flue batuk pilek ataupun sakit gigi, apalagi sakit parah yang macamnya makin hari makin beragam.

Akan tetapi dalam keadaan normal dan sehat, orang baru menyadari bahwa rasa aman ternyata lebih tinggi tingkatannya daripada sehat. Lingkungan yang tidak aman membuat orang tidak nyaman meski ia sehat. Sedangkan orang yang sedang sakit ketika datang penjahat atau kebakaran tanpa sadar pasti akan berusaha lari menghindar.

Tak jarang orang yang sehat tiba-tiba menjadi sakit akibat rasa takut yang menderanya. Sebaliknya orang yang sedang sakit tapi hatinya tenang lebih cepat sembuh dari pada yang hatinya tidak tenang dan ketakutan.

Maka tak heran demi mendapatkan rasa aman orang rela membayar mahal satpam, memasang cctv, memelihara anjing dll. Meski ternyata semua itu tidak menjamin yang bersangkutan menjadi tenang dan bebas dari rasa takut dan khawatir. Mengapa demikian?? Banyak penyebabnya, bisa jadi satpam bekerja sama alias kongkalikong dengan si penjahat, cctv rusak atau dirusak, anjing diracun dsbnya. Tak sedikit cerita bahwa makin canggih penjagaan makin tinggi pula derajat ketakutan seseorang. Ada apakah gerangan???

Mari kita tengok Gaza. Wilayah kantong di Palestina ini adalah contoh ekstrim situasi super mencekam dan sangat mengerikan di abad ini. Betapa tidak, selama hampir 2 tahun terakhir ini setiap hari siang malam mereka dihujani bom.  Tapi takutkah mereka?? Mengapa mereka bisa memilih tetap bertahan di tanah yang sarat reruntuhan puing bangunan dimana makanan dan air bersih sulit didapat?? Tanah dimana tidak ada satupun tempat aman dari incaran bom tentara penjajah Israel yang secara kejam menteror mereka.

“ Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsho yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. ( Terjemah QS. Al-Isra (17):1).

Ayat di atas itulah salah satu penyebabnya. Tanah Palestina dimana berdiri didalamnya Masjidil Aqsho, sebagaimana janji Allah swt sebagai satu-satunya pencipta manusia, langit bumi dan segala isinya, adalah tanah yang diberkahi. Disanalah ladang pahala berlimpah ruah dengan surga sebagai balasannya. Itu sebabnya rakyat Palestina rela berkorban dan berjuang mempertahankan tanah air mereka seberat apapun tekanan terhadap mereka.

Rakyat Palestina adalah hamba-hamba pilihan Allah yang mendapat hak sekaligus tugas untuk menjaga kesucian Masjidil Aqsho, kiblat pertama umat Islam. Tingkat keimanan yang begitu tinggi memberi mereka keyakinan bahwa dunia hanyalah cobaan dan kampung akhirat adalah tujuan utama. Segala kesedihan, ketakutan, kelaparan, kesakitan di dunia tidak ada apa-apanya dibanding kepedihan akhirat yaitu neraka jahanam.

Jaminan keamanan di akhirat inilah yang membuat mereka tegar menghadapi segala cobaan maha berat tersebut.  Itulah nikmat terbesar manusia yang sayangnya hanya sedikit manusia menyadarinya. Meski tidak berarti kita, umat Islam yang tinggal di luar tanah Palestina, boleh hanya diam pasrah menyaksikan penderitaan saudara/i kita tersebut. Karena sejatinya Allah swt sedang menguji kita bagaimana reaksi kita ketika saudara/i seiman mengalami ujian maha berat.

Dari An-Nu’man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Muslim No 4685).

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari kedua hadist diatas jelas bahwa seorang Muslim tidak cukup sekedar ikut merasakan penderitaan saudaranya tapi bahkan dianggap memiliki iman yang tidak sempurna bila hanya diam melihat saudara/i didzalimi. Apalagi para pemimpin yang sejatinya memiliki kemampuan untuk menyerukan jihad melawan kedzaliman. Jihad adalah senjata ampuh kaum Muslimin yang paling ditakuti musuh-musuh Islam. Tak heran bila musuh-musuh Islam tersebut sering mengecam jihad dan memojokkan pelakunya.  

Lagi pula janji keamanan dari Allah bagi orang beriman dan beramal salih sebenarnya bukan hanya untuk kehidupan akhirat tapi juga kehidupan di dunia sebagaimana firman-Nya dalam ayat 55 surat An-Nur berikut,

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa. Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku”. 

Itulah yang terjadi pada masa kejayaan Islam di abad 7-18 sebelum jatuhnya kesultanan  Turki Ustmani yang berkedudukan pusat di Istambul paska PD I. Pada masa keemasan tersebut umat Islam bersatu, saling mengasihi, menyayangi dan bantu membantu hingga terbentuklah masyarakat yang kokoh. Hukum-hukum Islam ditegakkan dengan sangat baik termasuk hukum riba yang saat ini justru marak terjadi di Negara-negara mayoritas Muslim. Pada zaman itu musuh-musuh Islam yang notabene orang-orang kafir takut dan tidak berani menentang dominasi Islam.

“ Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):151).

Berkat jaminan keamanan inilah seorang hamba terbebas dari rasa takut dan khawatir dari mahluk lain selain Allah Azza wa Jala, hingga dengan demikian mampu beribadah memenuhi perintah Tuhannya dengan tenang dan sempurna. Demikian pula keamanan lingkungan yang mampu membuahkan ketenangan jiwa, ketentraman batin, kebahagiaan serta kedamaian hati.

“Seorang muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun janji Allah tersebut tidak berlaku bagi orang beriman yang suka mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman/kesyirikan. Orang beriman yang meyakini keberadaan satpam, pengawasan cctv, penjagaan anjing dll adalah sumber keamanan yang mereka rasakan adalah contohnya. Allah swt akan menyelipkan rasa was-was yang terus menghantui mereka.

Sebaliknya orang beriman yang tidak mencampuradukkan iman dengan kezaliman/kesyirikan, akan mendapatkan jaminan keamanan karena ridho-Nya. Bukan berarti mereka tidak berusaha meraih keamanan tapi usahanya tersebut adalah bagian dari niat mencari ridho Allah swt. Untuk itu mereka akan mendapatkan rasa aman serta mendapatkan petunjuk di dunia maupun di akhirat. Di dunia, mereka akan mendapatkan keamanan berupa ketenangan hati, sedangkan di akhirat mereka akan bebas dari api neraka.

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang berhak mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang berhak mendapatkan petunjuk.” (Terjemah QS. Al An’am(6): 82).

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya, Allah Ta’ala menurunkan untuk umatku dua jaminan keamanan.”

Beliau kemudian membacakan ayat, “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan engkau (wahai Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah pula Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun (beristighfar).” (Terjemah QS.Al-Anfâl(8):33).

Maka, sambung Rasulullah saw, “Jika aku sudah tiada, aku telah meninggalkan istighfar di tengah-tengah mereka sampai hari Kiamat.” (HR At-Tirmidzi)

Dengan demikian, agar hidup kita terjamin aman, hadirkanlah Rasulullah saw dalam keseharian kita, yaitu dengan membanyak shalawat kepadanya, menjaga dan menghidupkan sunnahnya, serta memperbanyak istighfar (memohon ampunan) kepada-Nya. Sungguh, inilah dua kunci keselamatan sekaligus kebahagiaan seorang Muslim.

Wallahu’alam bishawwab.

Jakarta, 7 Juni 2025.

Vien AM.

Read Full Post »