Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Save Palestine’ Category

Israel attacks Gaza aid fleet – Middle East – Al Jazeera English.

Read Full Post »

Begitu mengetahui takwil mimpinya, Fir’aun langsung memerintahkan aparatnya untuk segera memburu  dan membunuh bayi-bayi lelaki yang baru lahir di seluruh pelosok negri Mesir yang dipimpinnya. Dalam mimpinya itu Firaun, sang raja negri 1000 piramida tersebut melihat seorang pemuda Yahudi menjatuhkan kekuasaannya yang absolut. Namun takdir Allah tidak dapat dihindari. Pemuda Yahudi itu nyatanya lolos dari pembunuhan pasukan Firaun. Bahkan ia hidup tenang di dalam istana megah Firaun dengan segala limpahan kekayaan dan kasih sayang istri Firaun sendiri!   

“ Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul. Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir`aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir`aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. Dan berkatalah isteri Fir`aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfa`at kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.”(QS.Al-Qashash(28):7-9). 

Ya, pemuda Yahudi dalam mimpi raja Mesir yang kejam tersebut adalah Musa, seorang Rasul Allah, salah satu Ulul Azmi yang diutus kepada kaum Yahudi. Ketika itu Yahudi dibawah kekuasaan Mesir diperlakukan sebagai budak belian. Dibawah Musa as inilah kaum Yahudi berhasil lolos dari kekejaman Firaun. Sementara Firaun sendiri beserta  pasukan yang mengejar rombongan Musa tertimpa azab Allah. Mereka tenggelam dibawah sungai Nil yang tiba-tiba menutup kembali begitu rombongan Musa melewati sungai yang terbelah atas izin-Nya itu.  Kisah legendaris yang diperkirakan terjadi lebih 3000 tahun lalu ini tidak saja tercantum dalam Al-Quran namun juga di kitab Injil dan Taurat.   

Fenomena diatas kembali muncul melalui perbuatan biadab Israel terhadap rakyat Palestina namun dengan posisi terbalik. Israel dengan Zionisnya memerankan tokoh Firaun yang keji dan kejam sedangkan rakyat Palestina memerankan tokoh bangsa Yahudi yang ditindas.  Agresi Israel ke Jalur Gaza yang baru beberapa hari lalu mencapai genjatan senjata sementara adalah contoh terakhir penindasan Israel terhadap Palestina.

Adalah fakta bahwa kebanyakan orang Yahudi sangat fanatik terhadap agamanya terlepas apakah agama dan kitab yang dipegangnya sekarang ini murni atau tidak. Dalam kehidupan kesehariannya, banyak orang Yahudi yang masih pergi ke sinagog (tempat ibadah penganut agama ini) untuk beribadah dan membahas Taurat dan Talmud.  Dengan penuh rasa percaya diri mereka bepergian mengenakan topi kecil dan jubah khas Yahudi seta merayakan dan memperingati hari-hari besar mereka. Dan hal tersebut bukan hanya dikerjakan oleh pendeta-pendetanya namun juga para pejabat tinggi termasuk anggota  Zionisnya. Organisasi elit Yahudi ini dibentuk atas dasar berbagai kepentingan. Tidak saja atas dasar keagamaan dan kepercayan namun lebih lagi karena kepentingan politik. Zionis inilah yang membidani lahirnya negara Israel di atas tanah Palestina. Mengapa Palestina? Karena mereka yakin di atas tanah inilah ( tepatnya di atas areal Haram Asy-Syarif dimana sekarang ini berdiri Masjid Al-Aqsho dan Masjid As-Saqroh) Bait Allah, rumah suci mereka pada zaman keemasan Daud as dan Sulaiman as ribuan tahun lalu pernah berdiri! 

Jadi jelas, jika  ditinjau dari kacamata diatas  faktor utama penindasan Israel terhadap Palestina adalah  faktor yang amat kental dengan nuansa keagamaan. Pertanyaannya, mengapa orang Yahudi begitu membenci dan memusuhi Islam? Yang pertama tentu saja karena Haram Asy-Syarif saat ini berada di bawah kekuasaan Islam. Namun dari sisi lain, kita tahu bahwa orang Yahudi sejak dahulu kala dikenal suka terhadap kekerasan dan kemaksiatan. Al-Quran berkali-kali menuturkan betapa keras kepalanya mereka ini. Mereka cenderung tidak mau mendengar orang yang mengajak kepada kebaikan. Mereka bahkan memfitnah dan membunuh para nabi. Salah satu contohnya adalah penyaliban nabi Isa as, walaupun kemudian dengan cara yang tidak kita ketahui  Allah swt menyelamatkan dan menyerupakan Isa as dengan Yudas, salah satu muridnya yang berkhianat. Malapetaka ini terjadi pada tahun 30 an Masehi di Yerusalem.    

Sejarah juga bersaksi betapa sejak dahulu kala orang Yahudi dimanapun berada sering dimusuhi dan dibenci. Holocaust yang tejadi  pada sekitar tahun 1940an oleh Nazi adalah salah satu contohnya walaupun sebenarnya mungkin tidak sedasyat yang dikumdangkan Israel sekarang ini. Tragedi pembantaian Yahudi (juga antisemit, prilaku membenci orang-orangYahudi yang hingga sekarang ini banyak dijumpai di Eropa) sebenarnya adalah akibat dari ulah mereka sendiri. Nazi dibawah kepimpinan Hitler berkeyakinan  bahwa PD I  terjadi akibat perbuatan rasis mereka. Bangsa Yahudi sejak dulu merasa dirinya bangsa superior, bangsa pilihan Tuhan yang berhak berlaku sewenang-wenang terhadap bangsa lain. 

Hanya orang Yahudilah yang dipandang sebagai manusia: Seisi dunia ini semuanya untuknya dan segala sesuatu haruslah melayaninya terutama ‘binatang’ yang berbentuk orang.” ( Hal 60 kitab Talmud).

Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata: “Kami akan diberi ampun”. Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga)……. ” (QS.Al-A’raf(7):169). 

Sejarah juga mencatat kerajaan Yahudi berdiri dengan segala kebesarannya hanya dalam waktu yang sangat singkat , yaitu  pada masa raja sekaligus nabi Daud as dan nabi Sulaiman as. Ini terjadi pada sekitar tahun 1010 SM -927 SM. Setelah itu kerajaan selalu dalam perpecahan. Fitnah, kejahatan dan kekerasan meraja-lela dimana-mana. Generasi ini adalah generasi rakus yang mencintai kehidupan duniawi secara berlebihan. Mereka lupa akan negri akhirat. Dalam keadaan seperti itulah akhirnya pada tahun 587 SM kerajaan ini ditaklukan oleh  raja Nebukadnezar dari kerajaan Babilonia. Oleh raja tersebut orang-orang Yahudi kemudian dibawa ke negrinya dan sekali lagi dijadikan budak belian. 

Pada masa kehidupan Rasulullah di Madinah di tahun 600 an M Yahudi terus saja  berulah. Ketika itu di Madinah yang masih bernama Yatrib hidup beberapa kabilah Yahudi. Mereka suka mengolok-olok agama dan ajaran penduduk asli yang memang belum mengenal agama samawi. Mereka mengatakan bahwa kitab suci  mereka menceritakan akan datangnya seorang utusan Allah yang akan membela kepentingan mereka. Mereka juga menambahkan orang yang mengkafirkan utusan tersebut akan diazab Tuhan. 

Itu sebabnya ketika pada tahun 610 M datang berita mengenai kehadiran seorang utusan Tuhan di Mekah penduduk asli Yatrib segera berbondong-bondong datang ke Mekah. Mereka tidak ingin kalah cepat dari orang Yahudi dalam membait utusan tersebut. Sebaliknya orang Yahudi. Menyadari bahwa ternyata utusan yang telah lama mereka nantikan, utusan yang telah digambarkan dalam kitab suci mereka  tidak datang dari kaumnya, orang Yahudi beramai-ramai  menolak mengakui sang utusan, Muhammad saw.   

Sifat iri dan dengki inilah yang menjadi penyebab awal mengapa pengikut Yahudi amat membenci ajaran Islam. Sejak itupun mereka berusaha keras melenyapkan Rasulullah, para pengikut serta ajarannya. Ketika akhirnya Rasulullah hijrah ke Madinah dengan dukungan penduduk yang kelak dinamai kaum Anshor, orang-orang  Yahudi bertambah kesal. Oleh karenanya demi menghindari bentrokan Rasulullah membuat perjanjian perdamaian antara kaum Muslimin dan Yahudi. Namun berbagai perjanjian yang disepakati  kedua belah pihak tersebut sering berakhir dengan pelanggaran yang dilakukan Yahudi. Berkali-kali orang Yahudi berbuat keributan dan berusaha membunuh Rasulullah  Hingga akhirnya Rasulullah terpaksa mengusir orang-orang tersebut dari tanah Madinah untuk selamanya.   

Selanjutnya pada masa penaklukan Yerusalem oleh Khalid bin Walid dibawah kepemimpinan khalifah Umar Bin Khattab pada tahun 636M. Pemimpin Nasrani ketika itu berpesan kepada sang khalifah yang khusus datang dari Madinah agar orang Yahudi jangan diperbolehkan tinggal disekitar Yerusalem. Mengapa? Karena para pendeta Nasrani ketika itu telah mengetahui kebusukan Yahudi! Talmud yang dijadikan undang-undang Yahudi adalah buktinya. Oleh sebab itu sejak abad 15 sejumlah Paus telah memerintahkan agar Talmud ini diberangus dan dilarang peredarannya karena dianggap dapat memprovokasi umat Nasrani. Dengan demikan jelas bahwa Yahudi bukan hanya memusuhi Islam namun juga Nasrani. Ia tidak menyukai keadilan dan kemapanan. Tegasnya Yahudi menentang kekuasaan Sang Khalik, Allah swt. Ini yang menyebabkan kemurkaan-Nya.          

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS.Al-A’raf(7):167). 

Jadi Yahudi sejatinya amat meyakini ajaran pokok agama samawi. Mereka tidak saja rajin mempelajari Injil dan Taurat namun juga Al-Quran dan hadis. Kitab perjanjian lama dan perjanjian baru adalah gabungan antara Taurat dan Injil. telah lama mereka acak-acak. Mereka juga memiliki kitab Talmud yang sering disebut-sebut sebagai ayat-ayat hitam. Al-Quran satu-satunya kitab yang tidak dapat mereka aduk-aduk. Padahal dalam kitab suci umat Islam ini terdapat banyak cerita dan kisah penyelewengan Yahudi. Ini yang mereka benci dan  ingin mereka hapuskan. 

Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi. (HR. Shahih Muslim No.5203). 

Bangsa Yahudi sangat percaya terhadap hadis diatas. Ini terlihat dari kebijaksanaan  pemerintah Israel yang baru-baru ini mengeluarkan imbauan untuk menanam jenis pohon tertentu di tanah Israel. Dengan gencar imbauan ini diserukan melalui berbagai media komunikasi diantaranya melalui internet. Mereka mengiming-iminginya dengan sertifikat dengan berbagai bentuknya yang cantik. Pohon ini dijual dengan harga 18 US$ per pohon. Untuk menarik pembeli, selain mencantumkan ayat dalam Injil mereka juga  menawarkan potongan-potongan harga menarik. Pohon-pohon ini dijual mulai harga satuan, tigaan, limaan hingga ratusan dan ribuan! Saat ini pohon-pohon yang baru ditanam tersebut terlihat memenuhi tanah Israel. Namun sayangnya, sudah betulkah pohon yang ditanam itu adalah pohon Gharqad, pohon yang akan melindungi mereka dari azab-Nya? Wallahu’alam..     

Dalam kaitan penyerangan Israel terhadap Jalur Gaza  beberapa waktu lalu, banyak hikmah yang dapat kita petik. Sebagaimana kita maklumi Sang Pencipta telah menetapkan bahwa pada akhir zaman nanti wilayah Palestina dan sekitarnya akan menjadi ajang pertempuran antara pengikut-Nya melawan pengikut kebathilan. Juga kita ketahui lebih dari 90 % penduduk Palestina adalah Muslim. Hamas adalah wakil rakyat yang saat ini memegang pemerintahan  di Jalur Gaza. Ia adalah pemenang pemilu yang digelar secara demokratis pada tahun 2006 namun ditolak oleh Israel, Amerika Serikat dan Barat serta ironisnya oleh Fatah, partai yang dikalahkan Hamas. Diberitakan bahwa untuk menjadi anggota Hamas diperlukan penyaringan ketat. Orang yang bukan jamaah shalat Subuh masjid manapun jangan harap dapat menjadi anggota partai ini! 

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid)sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]. 

Apa yang diketahui Zionis tentang hal ini ? Seorang penguasa Yahudi mengatakan bahwa mereka tidak takut dengan orang Islam kecuali pada satu hal. Yaitu bila jumlah jamaah shalat Subuh menyamai jumlah  jamaah  shalat Jum’at.  Inilah hikmah pertama yang harus kita ketahui. 

Yang kedua.  Dalam surat Al-Isra ayat  4 dan 5, Allah menerangkan bahwa Bani Israel  akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali. Pada kerusakan atau kejahatan pertama,  Allah telah membalasnya dengan kekuatan yang amat besar hingga bani ini mengalami penderitaan dan kesengsaraan. yang amat berat. Balasan apakah itu ? Sejumlah ulama  berpendapat balasan tersebut terjadi ketika Nebukadnezar datang menghancurkan kerajaan Yahudi.. Tapi ada pula yang berpendapat bahwa Holocaust adalah balasan yang dimaksud ayat  4 dan 5 surat Al-Isra.    

Yang ketiga.  Allah berfirman sebagai berikut :

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali
dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan
kamu kelompok yang lebih besar.
” (QS. Al-Isra’(17): 6).

Berkat rahmat dan kasih sayang-Nya, bangsa Israel telah mendapat kesempatan untuk menguasai kembali tanah Palestina. Ini yang terjadi pada tahun 1948. Jika tidak karena izin-Nya mustahil negara Israel bisa berdiri di atas tanah Palestina. Setelah hampir dua setengah milenium bangsa Israel tidak memiliki negara dan hidup terlunta-lunta, kini bangsa Israel berhasil memiliki negara, kekuatan, harta dan pendukung. Mereka bahkan telah berhasil menguasai hampir seluruh aspek kehidupan manusia di seluruh pelosok dunia. Mulai dari media, perbankan dan keuangan, militer, perdagangan, teknologi dan lain sebagainya telah berada di genggaman mereka.

Selanjutnya Allah berfirman : “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…….”. (QS.Al-Isra’(17):7).

Tetapi apa yang dilakukan bangsa ini? Sungguh tak terkira banyaknya bukti ketidak adilan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Mulai dari pengusiran baik secara halus maupun kasar, pemboikotan ekonomi dan sosial hingga pembunuhan dan pembantaian yang mengarah pada genosida. Bahkan juga ’perang’ dengan menggunakan fosfor putih yang terlarang. Rakyat Palestina dibuat benar-benar menderita. Mereka seperti hidup dalam penjara raksasa. Kesatuan mereka dipecah menjadi 2, Tepi Barat dan Jalur Gaza yang jaraknya sangat berjauhan. Belum puas dengan itu, Israel mendirikan tembok-tembok pembatas di kota-kota besar Tepi Barat. Ini yang membuat rakyat Palestina hidup terisolasi, tidak mendapatkan  pasokan listrik dan air yang memadai. Perekonomian dan perdagangan lumpuh. Anak-anak terancam putus sekolah. Fasilitas sosial sangat minim.   

Frustasikah bangsa Palestina? Inilah hikmah yang ke empat. Seorang perempuan anggota DPR yang suatu ketika berkunjung ke Gaza menuturkan bahwa ia ditanyai seorang perempuan Palestina. ” Apakah anda hafal Al-Quran ?”, tanya perempuan Palestina tersebut. Ketika anggota DPR tersebut menjawab bahwa ia hafal 20 juz, perempuan Palestina itu balik bertanya dengan nada keheranan ” Berapa umur anda saat ini?”. ” 41 tahun ”, jawab si anggota DPR.. ” Kemana saja anda selama itu ??”…

Berita lain juga mengabarkan bahwa sebagian besar korban di Gaza adalah anak-anak. Mereka ini rata-rata adalah para hafizh ( penghafal Al-Quran). Mereka ini dijatuhi bom ketika sedang berada di dalam masjid-masjid. Israel beralasan bahwa masjid di bom karena dijadikan tempat persembunyian anggota Hamas. Namun hal ini dibantah Hamas. Dan tentu saja ini tidak benar. Dari sejumlah bukti diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pertempuran antara rakyat Palestina, khususnya Hamas dengan Israel adalah pertempuran antara hamba Allah  yang shaleh melawan kebathilan. Peperangan dalam rangka menegakkan kebenaran dan keadilan yang hakiki. Sebuah kebenaran dan keadilan bagi seluruh manusia bukan bagi sekelompok atau segolongan manusia. Inilah inti ajaran Islam. Sebaliknya Israel jelas-jelas ingin melenyapkan segala bentuk kemapanan, keadilan dan ketenangan hidup. Ia ingin menguasai dunia  dengan sebuah sistim tatanan baru yang tunduk dibawah kekuasaan dan kemauan hawa nafsu ke-Yahudi-an. Dunia yang tunduk demi kepentingan Yahudi semata dengan Dajjal sebagai tuhannya!

 ”…. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...” (QS.Ar-Rad (13):11)

 Ayat diatas adalah hikmah ke lima dari pertempuran antara Palestina dan Israel. Pertempuran tersebut harus  menjadi semangat bagi seluruh pemuja kebenaran dan keadilan terutama Muslim dimanapun berada untuk membuktikan keimanan mereka. Kebenaran dan keadilan harus diperjuangkan bukan sekedar hanya dipikirkan apalagi diwacanakan atau dimimpikan. Dalam perjuangan ada yang harus dikorbankan. Allah telah menjanjikan surga bagi orang yang wafat dalam memperjuangkan kebenaran tersebut. Itulah para syuhada. Sedangkan imbalan bagi yang tetap hidup adalah kebahagiaan dan ketentraman di dunia. Kerajaan dimana Yusuf memegang sebuah jabatan penting di Mesir pada masa lalu, kerajaan Daud dan Sulaiman, kerajaan ratu Balqis, kerajaan Habasyah serta kekhalifahan Islamiyah yang berumur hingga lebih dari seribu tahun adalah contoh nyata kemenangan yang diberikan-Nya kepada masyarakat yang takwa.

Dan hikmah yang terakhir adalah janji Allah pasti akan datang. Israel tidak lama  lagi akan jatuh dan  Palestina pasti akan menang. Rakyat Palestina dibawah pemerintahan hamba-hamba-Nya yang shaleh, yang mau berjihad menentang kedzaliman, berjuang menegakkan kalimat Allah dan bertempur demi mendapatkan haknya pasti akan mencapai apa yang diinginkan dan dicita-citakan selama ini. Mereka telah bersabar selama lebih dari 60 tahun untuk menanda-tangani berbagai perjanjian perdamaian yang selalu dilanggar pihak lawan. Maka janji Allah pasti akan dipenuhi, Insya Allah.

 “……. Apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan
orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke
dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan
untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
” (QS. Al-Isra’(17):7).

Itulah bunyi kelanjutan ayat yang menandakan bahwa Israel dengan Zionisnya akan dikalahkan. Itulah hukuman bagi kaum yang tidak mau menepati janji-janjinya. Ketetapan Allah adalah pasti. Sebagaimana Fir’aun yang berusaha melawan takwil mimpinya maka usaha Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestinapun tidak akan mampu mencegah apalagi membendung rencana-Nya. Pepatah berkata ”Mati satu tumbuh seribu”. Keadaan ini benar-benar terjadi di tanah Palestina. Karena selama 22 hari serangan Israel di Gaza yang menewaskan 400-an anak telah lahir pula lebih dari seribu anak!  Subhanallah….

Hidup para pemegang kalimat Allah, hidup Palestina, Allahu Akbar….

Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Jakarta, 28/1/08.

Sylvia Nurhadi . 

Read Full Post »

Bunuh diri dalam Islam hukumnya jelas, dosa bahkan masuk dosa besar! Bunuh diri dengan alasan apapun tidak bisa dibenarkan. Allah melaknat perbuatan ini karena bunuh diri sama dengan tidak bersyukur , tidak menghargai pemberian nikmat hidup yang diberikan-Nya. Hidup adalah ujian, batu loncatan untuk menuju kehidupan yang lebih abadi yaitu kehidupan akhirat. Kehidupan didunia adalah tiket yang harus dipergunakan sebaik mungkin agar dinegri akhirat nanti  tidak terjebak ke dalam derita,  duka nestapa dan penyesalan yang tiada akhir di neraka. 

 Kesulitan  hidup di dunia baik itu kemiskinan, penyakit, kegagalan dalam membina keluarga, kegagalan dalam cinta, kegagalan dalam karier maupun kegagalan-kegagalan lain dalam hidup ini tidak ada artinya sama sekali dibanding siksa neraka. Ini adalah cobaan yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran. Dan balasan yang akan diterima seseorang itu tergantung dari tingkat cobaan serta kesabaran yang diperlihatkannya. Makin tinggi dan berat cobaan makin tinggi pula kesabaran yang dibutuhkan. Oleh karenanya ganjaran pahalanyapun  lebih banyak lagi. Disamping itu Allah juga berfirman bahwa Ia tidak akan memberi cobaan lebih dari kemampuan seseorang.

 Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya……”. (QS. Al-Baqarah (2): 286).

 Begitupun membunuh manusia lain. Betapapun miskinnya Allah melarang seseorang membunuh anak-anak mereka.

 “ Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar”(QS.Al-Isra (17):31).

Namun tidak semua perbuatan membunuh itu dilarang. Dengan beberapa alasan Allah membolehkannya. Contohnya yaitu ketika dalam perang. Tetapi dengan catatan  tidak boleh dengan nafsu amarah. Perang dalam Islam yang diperbolehkan adalah dalam rangka menegakkan kebenaran, menegakkan keadilan,melawan kezaliman. Islam adalah agama yang cinta damai tetapi tetap tegas.

Berikut  pengalaman Ali bin Thalib yang amat patut untuk dicontoh.

Pada suatu pertempuran, Ali bin Abi Thalib menjatuhkan lawannya. Kemudian ia meletakkan kakinya di atas dada lawannya lalu menempelkan pedangnya ke leher lawan tersebut. Tetapi ia tidak segera membunuh orang itu.

Mengapa engkau tidak segera membunuhku?” Orang itu berteriak dengan marah.

Aku adalah musuhmu. Mengapa kamu hanya berdiri saja?

Lalu ia meludahi muka Ali. Mulanya Ali menjadi marah, tetapi kemudian dia mengangkat kakinya dari dada orang itu dan menarik kembali pedangnya.

Aku bukan musuhmu”. Ali menjawab. “Musuh yang sebenarnya adalah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita. Engkau adalah saudaraku, tetapi engkau meludahi mukaku. Ketika engkau meludahi aku, aku menjadi marah dan keangkuhan datang kepadaku. Jika aku membunuhmu dalam keadaan seperti itu, maka aku akan menjadi seorang yang berdosa, seorang pembunuh. Aku akan menjadi seperti semua orang yang kulawan. Perbuatan buruk itu akan terekam atas namaku. Itulah sebabnya aku tidak membunuhmu”.

Sebaliknya Allah swt mengizinkan seseorang untuk menuntut balas atas kematian yang dilakukan seseorang secara sengaja dan zalim terhadap keluarganya. Tetapi dengan syarat tidak melampaui  batas. Apalagi bila si pembunuh telah mengakui kesalahan, meminta maaf serta membayar diat. Maka tidak ada lagi alasan bagi seorang ahli waris untuk membalas kematian tersebut.

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan”.(QS.Al-Isra (17):33).

Bagaimana dengan bom bunuh diri yang belakangan ini makin marak saja terjadi. Saya secara pribadi berpendapat bahwa bom bunuh diri termasuk kasus khusus. Bom bunuh diri yang dilakukan dengan niat mengakhiri berbagai masalah dan kegagalan dalam kehidupan sudah pasti dilarang, haram.hukumnya alias dosa. Namun bom diri yang dilakukan dalam rangka perang  sama hukumnya dengan yang berlaku dalam perang. Bom bunuh diri yang banyak terjadi di wilayah perang seperti di Palestina adalah contohnya.

Harus diakui, seluruh permukaan tanah Palestina adalah wilayah perang. Karena pemerintahan dan negara Israel yang berdiri diatas tanah Palestina dan diakui oleh PBB pada tahun 1948 tidaklah  berdiri atas kemauan dan kehendak rakyat yang mendiami wilayah tersebut.

Sekedar untuk diketahui, Palestina sebelum berdirinya Israel adalah negri yang diakui sebagai negri yang memliki toleransi amat tinggi. Mayoritas penduduknya yang etnis Arab Muslim mampu hidup berdampingan dengan Arab Nasrani, Armenia maupun Yahudi secara rukun dan damai. Berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan mandatari  Inggris yang menguasai Palestina sejak tahun 1917, pada tahun 1922 perbandingan jumlah penduduk antara Muslim, Yahudi dan Nasrani adalah 78 : 11 : 10. Pada tahun 1931 adalah 74 : 17 : 9 dan pada tahun 1945 adalah 60 : 31 : 8. Total penduduk ketika itu adalah 1.845.560 jiwa. Gaza, Hebron, Nablus dan Ramallah adalah 4 kota terbesar yang dikuasai Muslim yaitu antara 83 hingga 99 %. Sementara berdasarkan kepemilikan tanah pada tahun 1945 perbandingan Muslim dan Yahudi adalah adalah 84 : 2.

( click : Rahasia Israel Yang Tidak Dipublikasikan )

Namun sejak Israel bercokol ditanah tersebut, kerusuhan dan ketegangan terus saja terjadi setiap hari. Dengan berdatangannya orang-orang Yahudi dari seluruh pelosok dunia,     etnis Arab Muslim yang semula mayoritas makin lama makin terpinggirkan. Mereka terus ditekan, dikucilkan dan terusir. Saat ini mereka hanya menduduki  Gaza dan Tepi Barat yang tidak lebih dari 25 % dari seluruh Palestina sebelum 1948. Itupun letaknya terpisah ratusan km. Dan dengan dibangunnya tembok-tembok pembatas di dalam kota-kota Tepi Barat seperti yang terjadi di Yerusalem Timur, Bethlehem, Jericho dll  sejak tahun 2001 wilayah Palestinapun makin lama makin menyempit. Hingga akhirnya yang tersisa hanya tinggal 12 % saja. Disinilah mereka hidup berdesak-desakan.

Belum lagi dengan kwalitas hidup yang serba dalam kesulitan. Karena otoritas Israel hanya menyalurkan 15 % air bersih dan  listrik ke wilayah ini. Keadaan mereka benar-benar sangat memprihatinkan. Mereka tertindas di tanah air mereka sendiri dan ironisnya lagi seluruh dunia mengetahuinya! Dapatkah kita merasakan bagaimana tertekannya perasaan mereka?  Bagaimana dan dengan apa mereka harus melawan ? Bagaimana mereka dapat meng-agung-kan-Nya, mendirikan ibadah dengan tenang ? Siapa yang mau membela dan melindungi anak-anak mereka ??

Maka bom bunuh diripun akhirnya menjadi pilihan terakhir. Untuk menghindari agar korban sipil dapat ditekan tampaknya agak sulit. Mereka memang tinggal di wilayah yang padat penduduk dengan pos penjagaan tentara yang tersebar dimana-mana. Setiap waktu setiap saat selalu terjadi keributan. Untuk pergi mencari nafkah, ke sekolah, ke pasar  bahkan ke dokterpun mereka musti berkali-kali melalui pos penjagaan yang super ketat. Dibawah todongan senjata pula ! Maka jalan satu-satunya hanya meledakkan diri didepan pos-pos penjagaan tersebut.

Namun bila kemudian aksi bom bunuh diri ini divonis sebagai kejahatan perang, tentunya banyak pihak yang harus dilibatkan dan dipersalahkan. Begitu pula dengan timbulnya kesan kebencian yang begitu mendalam terhadap Amerika Serikat. Amerika Serikat adalah negara adi daya yang menjadi sekongkol Israel. Tanpa dukungan dan perlindungan negri paman Sam ini mustahil Israel dengan Zionisnya mampu berbuat semena-mena terhadap rakyat Palestina. Sebenarnya bahkan umat Kristiani Palestinapun membenci kebijaksanaan Israel. Bagaimanapun mereka merasa bahwa dibawah bendera Palestina Muslim ( dulu) mereka aman. Toleransi diantara pemeluk Islam, Nasrani dan Yahudi sangat tinggi dijunjung.             

Saya sering mendengar dan membaca berita mengenai korban kejahatan perang melalui berbagai media, baik televisi, koran maupun internet. Namun baru kali ini saya mendengar sendiri dari mulut anak perempuan saya yang berumur 15 tahun. Ia murid sebuah SMA di Pau, kota kecil di Perancis Selatan. Di sekolah inilah ia berkenalan dengan seorang remaja Chechnya. Darinya ia mengetahui bahwa temannya tersebut adalah pengungsi korban perang Chechnya.

Chechnya adalah salah satu negara bagian Rusia yang berjuang untuk melepaskan dan memerdekakan diri dari Rusia. Karena letaknya yang berdekatan dengan Turki Ustmaniyah sejak abad 15 mayoritas penduduknya adalah Muslim. Namun dibawah pemerintahan Rusia mereka sangat sulit menjalankan ajaran Islam. Walaupun pada tahun 1991 dengan bubarnya Republik Federasi Rusia, Chechnya berhasil memproklamirkan diri, perang sengit tetap saja terjadi. Rupanya Rusia tidak ingin kehilangan wilayah yang dikabarkan kaya akan minyak ini. Perang yang berlangsung sejak tahun 1994 dan menelan korban meninggal ratusan ribu jiwa, jutaan anak yatim piatu dan cacat serta menghancurkan sebagian besar infrakstuktur negri ini hingga kini sesekali masih saja berlangsung.    

Click : Distruction of Chechnya

Bella, demikian nama remaja tersebut, menceritakan bahwa ia masih dapat mengingat bagaimana kedua saudara lelakinya ditembak tentara Rusia di depan matanya hingga meninggal ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah menuju rumah. Menurut anak saya, temannya yang cantik dan santun itu kelihatan kurang percaya diri dan agak pendiam serta pemalu. Saya katakan itu adalah trauma akibat dari apa yang pernah terjadi terhadap dirinya. Ayah Bella hingga saat ini masih sering pulang ke negaranya untuk membantu perjuangan saudara dan teman-temannya. Sementara kakak lelakinya bekerja di salah satu kota di Perancis bagian utara. Dengan gaji yang pas-pasan ia harus menyantuni hidup Bella, adik dan kedua orang-tuanya yang hingga saat ini masih   mengontrak sebuah apartemen sempit di Pau. Bella sendiri bisa sekolah karena bea siswa Perancis.

Suatu hari anak saya juga bercerita bahwa Bella hanya hafal beberapa surat pendek saja dan tampaknya sering meng-qodho shalat Zuhur dan  Asar dengan Magrib! Hampir semua murid di Perancis memang sulit menjalankan shalat Zuhur pada waktunya. Karena selain sekolah tidak menyediakan tempat shalat suasananya juga  kurang mendukung. Biasanya mereka memang meng-qodhonya dengan Asar. Namun dengan Magrib??

Inilah salah satu dampak perang yang nyata terlihat. Anak-anak tidak saja hanya kehilangan orang-tua dan sanak keluarga namun juga bimbingan dan pegangan agama. Bella masih lumayan karena bagaimanapun ia masih menjalankan shalatnya. Namun bagaimana dengan yang lain.. Karena banyak korban perang yang kemudian diadopsi oleh penduduk setempat yang pada umumnya pemeluk Nasrani atau malah Atheis !

Belum lagi dengan nasib mereka yang terpaksa hidup mengemis, tinggal di tenda-tenda pengungsian yang kumuh. Mereka hidup hanya berdasarkan belas kasihan orang lain. Mereka adalah para korban perang yang datang dari berbagai negara seperti Irak, Palestina, Afganistan, Serbia dan Chechnya.

Ironisnya, bahkan sesungguhnya kitapun, rakyat Indonesia yang sebagian besar penduduknya memeluk Islam secara tidak langsung telah ikut andil dalam penghancuran tersebut. Sebab dengan berbelanja dan mengkonsumsi berbagai produk Zionis yang dibungkus label barat berarti kita telah memberikan keuntungan kepada Israel. Dan dengan kekayaan yang makin menggunung itulah  mereka menekan saudara-saudara kita dimanapun berada.

Sungguh mengherankan, di zaman modern ini dimana kata demokrasi, keadilan, persamaan hak dll begitu sering dikumandangkan namun nyatanya penindasan, monopoli, pemaksaaan pikiran bahkan perang masih saja terjadi di hadapan kita. Ironisnya, sebagian umat Muslim dengan begitu na’ifnya tetap saja merasa bahwa mereka sedang tidak ditekan. Padahal jelas apapun dalih dan alasannya yang selalu menjadi korban adalah negara-negara Islam yang mayoritas penduduknya tegar dalam menegakkan agamanya. Setelah Turki Otoman jatuh pada 1924, dunia Islam benar-benar terpuruk. Palestina, Irak, Afganistan, Serbia, Chechnya .. siapa berikutnya .. Iran? Indonesia?  

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS.Al-Baqarah(2):109)

Wallahu’alam bishawab.

Pau – France, 24 Oktober 2009.

Vien AM.

Read Full Post »

Tanpa bermaksud membela apalagi membesarkan orang-orang Yahudi,  sengaja artikel berikut saya kutip agar dapat diambil hikmahnya.

Sabili Edisi No. 16 Th XVI 26 Februari 2009/1 Rabiul Awal 1430H
Oleh: Eman Mulyatman

Perang panjang dengan Yahudi entah berlanjut sampai berapa generasi. Baik Israel maupun Palestina sadar dengan hal itu. Bagaimana dengan Indonesia? Artikel DR Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama.

Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit disana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu,“MengapaYahudi Pintar?

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas dibenaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk PHd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir 8 tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin. Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”. Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikuti terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah
cara makan. Sejak awal mengandung sang ibu suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang. Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan pertumbuhan otak anak di dalam kandungan. Ini adalah adat orang-orang Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam kewajiban untuk ibu-ibu yang sedang
mengandung mengkonsumsi pil minyak ikan.

Ketika saya diundang untuk makan malam bersama orang-orang Yahudi, perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet).”

Biasanya kalau sudah ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut mereka, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang adalah suatu kemestian, terutama badan. Uniknya, mereka akan memakan buah-buahan dahulu sebelum memakan hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan karbohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah-buahan, ini akan menyebabkan kita merasa mengantuk, lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah. Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka, menyuruh Anda merokok di luar rumah.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dahsyat ditemukan oleh saintis yang mendalami bidang gen dan DNA. Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan. Makanan awal adalah buah-buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka memahami tiga bahasa yaitu Hebrew, Arab, dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih main piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi,  hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak-anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, perbandingan anak-anak di Calfornia,dalam tingkat IQ-nya bisa dikatakan 6 tahun ke belakang!

Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi, olahraga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan ialah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman saya ini memanah dan menembak dapat melatih otak memfokus sesuatu perkara disamping mempermudah persiapan membela negara.”
Selanjutnya perhatian saya menuju ke sekolah tinggi (menengah) disini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apalagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang yang lebih tinggi.”

Satu lagi yang diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan serius belajar ekonomi. Di akhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktekkannya. Dan Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap tim) dapat keuntungan sebanyak US$ 1 juta! Anda terperanjat? Itulah kenyataannya.”

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina? Terjawab sudah mengapa agresi Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang kita ketahui, setelah lewat dua minggu, jumlah korban tewas akibat Holocaust itu sudah mencapai lebih dari 900 orang. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismail Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Qur’an.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz al-Qur’an ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam seusia muda itu mereka sudah menguasai al-Qur’an, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika anak Palestina menjadi para penghapal al-Qur’an. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada yang main playstation atau game. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghapal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghapal al-Qur’an itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Ambil contoh tetangga kita yang terdekat, Singapura.

Contoh yang penulis ambil sederhana saja, rokok. Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “goblok”? Kata goblok diambil bukan dari penulis, tapi kata itu dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti yang menyokong teori ini. “Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu. “Jika Anda ke Jakarta, dimana saja Anda berada; dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke museum, hidung Anda akan segera mencium asap rokok! Dan harga rokok? Cuma 70 sen dolar! Hasilnya! Dengan penduduk berjumlah jutaan orang, ada berapa banyakkah universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Di tangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia? Adakah ini bukan akibat merokok? Anda pikirlah sendiri?”

faisal.Cool

Dikutip dari :

http://www.mail-archive.com/syiar-islam@yahoogroups.com/msg06208.html

Read Full Post »

Hati-hati bahaya Yahudi!

Ketika peristiwa 11/09/2001 terjadi yaitu ambruknya Menara Kembar WTC di New York, yang konon sebagai akibat ditabrakannya masing-masing sebuah pesawat Boeing 767 ke kedua menara tersebut, dunia menjadi gempar. Bangunan yang merupakan lambang supremasi dan kebanggaan warga AS itu runtuh dalam hitungan detik. Padahal diberitakan bangunan tersebut dibangun dalam waktu hampir 7 tahun dengan menggunakan konstruksi baja dan aluminium,tahan api dan tahan guncangan angin topan dan memilki kedalaman fondasi 70 kaki pula.

Kemudian dalam waktu tidak kurang dari 1 bulan setelah kejadian, Washington menjatuhkan vonisnya yang tanpa bukti kuat serta proses peradilan dengan memborbardir Afganistan, dengan dalih mencari Osama Bin Laden sebagai otak peledakan WTC. Dan nama Islampun kemudian ikut tercoreng dengan digambarkan sebagai agama penyebar terror. Bahkan George W Bush selaku kepala Negara adidaya telah dengan lancang menyatakan: “Either you are with us or you with the terrorists”.

Namun saat ini ketika pemerintah Israel selama berhari-hari hingga detik ini terus mengerahkan pasukannya untuk memborbardir Palestina secara membabi-buta hanya dengan alasan mencari seorang kopralnya yang disandera pejuang Palestina, mana reaksi dunia? Dipihak mana mereka berdiri? Siapakah sebenarnya sang teroris? Padahal yang dituntut pihak penyandera adalah pembebasan sejumlah tahanan wanita dan tahanan dibawah umur 18 tahun, meskipun sebelumnya yang dituntut memang sekitar 1500an tahanan pejuang Palestina. Sebaliknya sebagai tindakan balasan, atas restu pemerintahannya, pasukan Israel malah nekat menyandera sejumlah mentri dan pejabat Palestina. Dan seperti bisa diduga, pemerintah Amerikapun dengan ringan menyatakan adalah hak Israel untuk mempertahankan diri! Lalu bagaimana pula halnya dengan kamp Guantanamo, dimana ratusan tahanan yang dicurigai terlibat aksi terorisme disekap tanpa pernah diadili? Kemanakah HAM yang mereka agung-agungkan selama ini ditempatkan?

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah(yang benar)”.Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (QS.Al Baqarah ( 2):120).

Selain itu sebagai informasi tambahan, beberapa waktu sebelum Palestina dibombardir, negara-negara barat yang tidak setuju atas kebijaksanaan pemerintahan baru negara tersebut menyatakan enggan meneruskan pinjaman keuangannya.Namun ketika akhirnya mereka menyetujuinya, mereka mengajukan persyaratan bahwa pemerintah setempat tidak berhak mengetahui cara kerja maupun kemana mereka akan mendistribusikan bantuannya tersebut. Tidakkah hal ini sungguh menyakitkan? Memang tidaklah sepatutnya sebuah negara muslim menggantungkan diri atas bantuan negara kafir yang kemudian akan menyebabkan negara tersebut menjadi lemah dan terhina.

“Hai-hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”. (QS. Al Mumtahanah(60):13).

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari bani Israil dengan lisan Daud as dan ‘Isa as putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang yang kafir(musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.”.(QS.Al Ma-idah(5):78-80).

Harus diakui kaum Yahudi adalah kaum yang cerdas. Dikabarkan lebih dari 65% bangsa Israel berpendidikan S3. Mereka hidup berbaur dengan berbagai bangsa dan agama disebabkan ‘diaspora’ atau pertebaran bangsa Yahudi sejak awal abad Masehi, terutama di Eropa dan Amerika. Itu sebabnya kita mengenal adanya orang Yahudi Belanda, Yahudi Rusia, Yahudi Amerika dan lain-lain. Walaupun begitu, mereka tetap menjaga utuh ke-Yahudi-annya meskipun acapkali mereka menyatakan bukan pemeluk agama Yahudi. Mereka mempunyai motifasi yang sangat kuat untuk menciptakan Yahudi Raya, mereka berambisi untuk menguasai seluruh dunia dengan pusat pemerintahan di tanah leluhurnya, Yerusalem, sebagai obsesi untuk kembali ke tanah yang dijanjikan berabad-abad yang lalu. Mereka tidak akan segan untuk bertempur dengan siapapun, bangsa atau agama apapun yang berani menghalangi cita-cita mereka itu.Maka untuk mencapai impian tersebut mereka bertekad harus menguasai segala ilmu pengetahuan. Sekarang ini mereka telah menguasai tidak hanya sektor perekonomian, seperti perbankan dll, tetapi juga sektor-sektor komunikasi seperti persurat-kabaran dan media internet, hiburan bahkan pendidikan. Dengan menguasai perekonomian, tentu lebih mudah bagi mereka untuk menyebarkan ide-ide dan pandangan mereka. Issu-issu seperti HAM,demokrasi,persamaan agama,persamaan hak,emansipasi wanita dan segala hal yang hanya bersifat dan mementingkan keduniawian semata adalah hal-hal yang gemar mereka dengungkan secara berlebihan guna menarik simpati lawan. Termasuk di negara tercinta kita ini, Indonesia.

Namun jangan lupa, kita umat Islam, sejak awal telah diingatkan akan kejahatan dan sifat licik Yahudi ini. Berapa banyak rasul Allah yang telah didustakan,bahkan rasul merekapun, Daud as dan Sulaiman as tidak luput dari fitnah mereka. “Isa as” mereka salib, mereka juga telah berkali-kali mencoba membunuh nabi Muhammad saw.

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab(Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya(berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran(mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus.Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu(pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang(diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang(yang lain) kamu bunuh?”. (QS.Al Baqarah(2):87)

Ajaran yang dianut mereka saat inipun tidak lagi sama dengan ajaran Tauhid yang diajarkan para rasul mereka. Pengikut dan budak si mata satu alias Dajjal ini memang sudah ditakdirkan menjadi musuh utama Islam. Maka untuk membantu saudara-saudara kita yang tertindas baik di Palestina atau dimanapun mereka berada apakah yang dapat kita lakukan, selain berdoa tentunya?

Marilah kita bersatu, minimal untuk tidak membelanjakan harta kita di supermarket atau toko-toko yang mereka modali, tidak menyekolahkan anak-anak kita di sekolah-sekolah yang beraliansi dengan mereka serta mencari informasi yang akurat, tidak hanya berdasarkan berita yang mereka sebarkan melalui media-media yang mereka kuasai.

scan10001

( Gambar diambil dari Koran Republika 11/7/2006)

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta,7 Juli 2006

Vien AM.

Read Full Post »

Yakub as bin Ishaq as bin Ibrahim as memiliki nama lain yaitu Israel. Israel inilah kakek moyang bangsa Israel atau bangsa Yahudi. Jadi sebenarnya bangsa Arab dan bangsa Yahudi adalah bersaudara. Nasab mereka bertemu pada garis Ibrahim as karena Ismail as dan Ishaq as adalah kakak beradik dari ayah yang sama yaitu Ibrahim as walaupun ibu mereka berbeda. Ishaq menurunkan garis bangsa Yahudi sedangkan Ismail adalah kakek bangsa Arab yang kelak menurunkan Muhammad saw. Ibrahim as sendiri adalah seorang pendatang di negri Palestina. Ia berasal dari Mesopotamia.

Yakub memiliki 12 anak laki-laki, yang ke 11 adalah Yusuf as. Ketika Yusuf masih kanak-kanak, saudara-saudaranya merasa bahwa ayah mereka lebih menyayangi Yusuf dari pada mereka. Meski sebenarnya sikap sang ayah yang sangat melindungi Yusuf tersebut bukannya tanpa sebab. Yaitu karena mimpi yang dialami Yusuf ( lihat surat Yusuf ayat 4 dan 5), yang memang di kemudian hari terbukti Yusuf adalah seorang ahli tafsir mimpi ( lihat surat Yusuf ayat 45).

Disebabkan perasaan cemburu dan dengki inilah mereka kemudian melemparkan Yusuf kecil ke sebuah sumur. Namun Allah SWT berkehendak lain, Yusuf diselamatkan para khafilah dagang yang menemukannya di dasar sumur. Kemudian Yusuf dibawa ke Mesir dan dijadikan budak. Dalam Al-Qur’an surat ke 12 yaitu surat Yusuf diceritakan secara panjang lebar bahwa Yusuf as selain diangkat menjadi salah satu utusan Allah juga berhasil menduduki jabatan penting di negri Mesir.

Disitu juga diceritakan bahwa akhirnya ia berhasil bertemu kembali dengan keluarga besarnya. Ia memaafkan saudara-saudaranya dan kemudian memboyong keluarga besarnya tersebut ke negri Mesir. Hal ini diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 2150 SM. Sebagai tamu keluarga pembesar negara, mereka mendapat kedudukan dan perlakuan yang baik di negri tersebut. Namun tak lama setelah Yusuf wafat, dibawah kekuasaan para firaun mereka diperlakukan sebagai budak oleh bangsa Mesir. Ini terus terjadi selama ratusan tahun.

Hingga tiba suatu saat, Musa as diperintah Allah SWT untuk menyelamatkan dan membebaskan mereka dari perbudakan. Namun sayang, setelah pertolongan Allah datang dengan dibelahnya laut Merah, keturunan Yakub tersebut tidak memiliki nyali untuk masuk ke negri Palestina yang ketika itu dikuasai oleh bangsa Kana’an yang gagah perkasa. Padahal melalui Musa as dan Harun as, Allah SWT memerintahkan mereka untuk memasuki negri tersebut. Tampak bahwa keimanan dan rasa syukur mereka kepada-Nya begitu tipis. Bahkan ketika Allah SWT memanggil Musa as ke bukit Tuur di Sinai untuk menerima Taurat yang berisi perintah-perintahNya selama 40 hari, dipimpin salah satu murid Musa yang bernama Samiri, mereka malah membuat sapi emas sebagai sesembahan. Musa begitu gusar dan kecewa begitupun Allah SWT hingga akhirnya mereka dikutuk selama 40 tahun tidak memiliki tanah dan tempat tinggal tetap. Mereka hidup nomad di sekitar bukit Sinai.( lihat QS.Al-Maidah(5):26).

Setelah itu Allah SWT mengutus Yusya bin Nun memimpin generasi berikutnya untuk memasuki tanah Palestina. Setelah melewati sejumlah peristiwa ( lihat QS.Al-Baqarah(2):58-59, 246-251) akhirnya Daud as berhasil mendirikan kerajaan Yahudi di tanah tersebut dengan ibu kota Yerusalem. Di bawah pemerintahan putranya, Sulaiman as, mereka membangun rumah peribadatan, yang kelak dinamakan Haekel atau kuil Solomon oleh bangsa Yahudi. Namun fondasi masjid ini sesungguhnya telah didirikan jauh sebelumnya oleh Yakub as, yaitu 40 tahun setelah dibangunnya Masjidil Haram di Mekkah. Pada ayat 96 surat Ali Imran, diterangkan bahwa rumah/bait tertua di muka bumi adalah Masjidil Haram dimana didalamnya terdapat Ka’bah.

Bangsa Yahudi dibawah Daud as dan Sulaiman as berada pada puncak kejayaannya. Kerajaan ini berdiri pada sekitar 1010 SM – 927 SM . Namun raja-raja yang menggantikan Sulaiman setelah wafatnya adalah raja-raja yang zalim dan tidak mentaati ajaran Allah SWT. Mereka menyembah dewa-dewa disamping menyembah Tuhan yang mereka namakan ’Yahweh’. Hingga akhirnya lenyaplah kekuasaan kerajaan tersebut. Demikian pula Tabut, meja kecil keramat tempat penyimpanan lembaran-lembaran ( shuhuf )suci mereka beserta Taurat versi aslinya ikut ra’ib. ( lihat surat Al-Baqarah ayat 248).

Kemudian pada tahun 587 SM, raja Nebukadnezar dari Babilonia datang membantai bangsa ini. Haekel Solomon tidak luput dari penghancuran. Seluruh warga kota dijadikan budak. Namun setelah raja tersebut meninggal, mereka dibebaskan. Kezalimanpun kembali meraja lela. Mereka tetap menyembah dewa-dewa disamping ’Yahweh’. Lebih dari itu, mereka kemudian memproklamirkan diri sebagai bangsa pilihan Tuhan. Mereka mengatakan bahwa hanya bangsa Yahudi yang berhak menguasai dunia. Bangsa lain adalah bangsa yang rendah dan terkutuk.

Para Rasul yang datang untuk mengingatkan agar mereka kembali ke jalan yang benar, antara lain Zakaria, Yahya dan terakhir Isa as yang diutus pada sekitar tahun 30 M, mereka dustakan dan bunuh / ’salib’. Walaupun sebenarnya itu hanya dugaan mereka saja karena Allah swt telah mengangkat Isa as. ( lihat surat An-Nisa ayat 157 -158). Demikian pula, Rasulullah Muhammad saw, beliau juga tidak luput dari usaha pembunuhan yang berkali-kali mereka kerjakan.

” dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa”. ( Terjemah QS. An-Nisa(4):157).

“Penyaliban ” Isa as terjadi pada masa kekuasaan kerajaan Romawi dimana ketika itu hidup  seorang Yahudi yang sangat membenci Isa as dan ajarannya.  Itulah Paulus (nama aslinya Saul). Paulus inilah yang pertama kali mengacak-acak isi Injil dan menamakannya sebagai ajaran Kristen. Nabi Isa as sendiri sebenarmya tidak pernah meng-klaim ajaran yang dibawanya sebagai ajaran Kristen. Karena sejatinya ajaran yang dibawanya itu khusus untuk orang Yahudi yang ketika itu banyak yang tersesat. Paulus memasukkan ide-ide filsafat Yunani dalam ajaran Yesus yang di dapatnya dari murid Yesus.

https://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/2010/08/25/p-a-u-l-u-s-atau-s-a-u-l/

Selama tiga abad ajaran Kristen ini terus berkembang di kalangan masyarakat Romawi. Di sisi lain, masyarakat Romawi pada umumnya, adalah masyarakat pagan. Mereka sedang menantikan datangnya anak dewa matahari, dewa sesembahan mereka. Konstantin I, sang kaisar Romawi menjadi khawatir akan kehilangan pamor dan kekuasaan. Maka pada tahun 325 M ia segera membentuk sebuah dewan yang kemudian menghasilkan sebuah deklarasi yang dikenal dengan nama ’deklarasi/konsili Nicea’ (’Nicene Creed’).

https://id.wikipedia.org/wiki/Konsili_Nicea_I

Deklarasi ini intinya menerangkan bahwa agama Kristen adalah agama resmi kerajaan dan Isa as ditetapkan bukan lagi ’hanya’ utusan Tuhan melainkan justru anak Tuhan itu sendiri (sebagai ganti anak dewa matahari) yang malah lebih parah lagi dengan substansi yang sama pula dengan Tuhan ‘ bapak’. Itulah doktrin Trinitas. Dengan demikian ia berhasil menyatukan masyarakatnya dari perpecahan. Namun sebagai dampaknya, Yahudi dan ajarannya menjadi tersingkir. Mereka dimusuhi dan tidak lagi mendapat tempat hingga akhirnya sebagian besar dari mereka terusir dari Yerusalem yang ketika itu takluk dibawah kerajaan Romawi. Mereka ber’diaspora’ ke berbagai tempat, diantaranya ke Madinah, Yaman dan negara-negara Eropa.

Sekitar tahun 620 M, ketika Rasulullah Muhammad saw melaksanakan Isra’ Mi’raj ke Sidratul Muntaha, Rasulullah sempat melaksanakan shalat di masjid Al-Aqsha ( kuil Solomon) yang ketika itu merupakan kiblat shalat umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka’bah di Mekah. Namun 18 tahun kemudian ketika akhirnya pasukan Muslim berhasil menaklukan Syam termasuk Yerusalem, keadaan masjid ini sama sekali tidak terawat. Penguasa Romawi sebagai penguasa terakhir daerah tersebut menjadikan reruntuhan masjid / kuil sebagai tempat pembuangan sampah.

Sampai-sampai ketika Sang Khulafaul Rashidin, Umar bin Khatab datang mengunjungi lokasi tersebut , diceritakan bahwa ia tidak dapat melewati lokasi masjid disebabkan begitu tingginya tumpukan sampah yang mengitarinya. Tidak diketahui sejak kapan persisnya rumah ibadah tersebut runtuh dan tidak lagi dipergunakan sebagai tempat peribadatan. Tempat ibadah tersebut baru diperbaiki dan diaktifkan sebagai tempat ibadah umat Islam di bawah kekhalifahan Islam.

Selanjutnya pada awal abad ke 10 M, terjadi kesalah-fahaman antar penduduk Yerusalem. Padahal selama hampir 4 abad dibawah kekuasaan kekhafilahan kota tersebut aman bagi seluruh pemeluk agama, baik Islam, Nasrani maupun Yahudi. Hal ini memicu ketegangan hingga akhirnya meletuslah Perang Salib ( The Crusaders ) yang diprovokasi oleh Paus Urban yang ketika itu berkedudukan di Perancis Selatan. Menempuh perjalanan yang sangat jauh pasukan ini secara sadis dan membabi buta menyerang Yerusalem dan sekitarnya. Namun tampaknya pihak Salib tidak menyadari bahwa sesungguhnya ada yang memanfaatkan situasi tersebut, yaitu orang-orang Yahudi. Mereka diam-diam menyusup kedalam pasukan Salib. Tujuan mereka bulat, yaitu disamping mencari Tabut yang telah lama hilang juga merebut Yerusalem untuk kemudian mendirikan kembali kuil atau Haekel Solomon. Pasukan Yahudi ini dikenal dengan nama Knight Templar.

Dalam Perang yang berlangsung berkali-kali selama hampir 200 tahun, Pasukan Salib nyaris tidak pernah menang. Pada akhirmya pihak Salibpun menyerah. Mereka menyadari bahwa pasukan Muslim terlalu kuat untuk dikalahkan dengan perang senjata secara terbuka. Perang di jalan Allah adalah jihad dan kematian adalah surga. Oleh karena itu pasukan Muslim tidak pernah takut mati. Maka pasukan Salibpun memilih jalan lain untuk mengalahkan pasukan Muslim yaitu melalui perang Pemikiran ( Al-Gazwl Fikri). Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, Demokrasi, Feminisme, faham-faham kebangsaan, faham Materialisme dan Kapitalisme, isu-isu HAM adalah contohnya. Semua ini dimaksudkan untuk memecah belah rasa persatuan umat Islam.

Sementara itu, usai Perang, pasukan Salib kembali ke negaranya, sebagian besar ke Perancis selatan. Namun di tempat tersebut, para Knight Templar berprilaku buruk, rasis dan sering melanggar janji. (Ini pula salah satu penyebab, mengapa pada masa Rasulullah orang-orang Yahudi diusir dari Madinah). Munculnya ‘ anti semit ‘ di Eropa yang menjadi salah satu pemicu ’Holocaust’ juga oleh sebab tersebut). Lebih dari itu, pihak gereja melihat bahwa mereka telah melakukan penyimpangan ajaran Kristen. Akhirnya merekapun diusir bahkan sebagian harus menerima hukuman bakar sebagai hukum yang umum berlaku ketika itu.

Namun mereka tidak putus asa. Mereka segera membentuk kelompok rahasia yang merupakan cikal bakal organisasi berpengaruh di dunia, yaitu Freemason. Tujuan mendesak mereka adalah mencari tanah kosong, tempat yang aman agar mereka bebas bertindak dan berprilaku. Dan tanah itu adalah tanah suku Indian, yaitu benua Amerika sekarang ini. Di kota New York inilah kaum Yahudi menancapkan kuku-kukunya dengan kuat. Untuk mencari dukungan, baik materi maupun spirit, juga sekaligus mengaburkan niat sejati mereka, mereka kemudian mencampur-adukkan ajaran Yahudi dan Kristen. Perjanjian baru (Injil) dan perjanjian lama ( Taurat) yang memang sudah mengalami distorsi, digabung menjadi satu.

https://id.wikipedia.org/wiki/Freemasonry

Mereka menyebut diri sebagai Yahudi Kristen (Kristen Zionis). Dalam perjalanannya kelompok ini terus berkembang membentuk organisasi-organisasi elite, diantaranya adalah Illuminaty. Gerakan ini bekerja secara rahasia dan dengan sangat rapi menyusup ke segala bidang seperti lembaga keuangan, telekomunikasi, media, perfilman, budaya, sosial dan politik bahkan juga LSM di berbagai negara. Anggotanya orang-orang terhormat, kaya dan memiliki pengaruh besar di masyarakat lokal maupun dunia.

Hebatnya, mereka tidak mewajibkan anggotanya harus menjadi Yahudi. Karena sejatinya seperti juga Konstantin I, sang kaisar Romawi yang berinisiatif menjadikan Isa as sebagai Tuhan, adalah penganut agama pagan, penyembah dewa matahari. Tujuan utama mereka satu, yaitu kembali ke tanah yang ’dijanjikan’, itulah tanah rakyat Palestina, demi mendirikan kembali negara Israel Raya plus Haekelnya, dengan ibu kota, Yerusalem!

Rencana panjang yang disusun secara amat matang ini mulai membuahkan hasilnya pada tahun 1917, yaitu pada era pasca Perang Dunia I dengan adanya Perjanjian Balfour. Dengan dikalahkannya kerajaan Islam – Ottoman oleh pihak sekutu, maka Inggris memberikan dukungan bagi berdirinya negara Zionis di tanah Palestina yang sebelumnya termasuk wilayah kekuasaan Ottoman. Dukungan ini baru terealisasi pada tahun 1948. Namun hingga kini sebagian negara berpenduduk Muslim, termasuk Indonesia, tidak mengakui keabsahan negara Israel ini.

Melalui berbagai media informasi dewasa ini, dapat kita saksikan betapa ternyata Israel tidak cukup puas dengan menguasai tanah rakyat Palestina. Mereka terus berlaku semena-mena tidak hanya kepada penduduk asli namun juga ke negara-negara tetangganya. Saat ini Al-Aqsa, masjid ke 3 kaum Muslimin ini terus mereka gali dan hancurkan secara sembunyi-sembunyi agar Haekel dapat segera berdiri kembali. Mereka berupaya meluaskan kekuasaan dan ingin menjadikan tata dunia baru (The New World Order) dengan standard prilaku dan kemauan mereka dibawah kepemimpinan Dajjal, ” Si Messiah” yang masih dinanti kedatangannya hingga saat ini.

https://www.kompasiana.com/chilso/the-new-world-order-tata-dunia-presiden-dajjal_5664bee3d87a61f808af60c5

http://lingkarannews.com/tentang-astana-khazakhstan-ibukota-new-world-order-illuminati-capital/

Namun yang tak kalah pentingnya, umat Islam harus terus waspada terhadap segala siasat dan fitnah busuk sekaligus canggih yang dilemparkan Zionis Yahudi demi memenangkan pertempuran akhir zaman. Rasulullah telah mengingatkan bahwa di akhir zaman nanti akan muncul kekhalifahab dibawah Imam Mahdi. Dan dibawah khalifah inilah kekuasaan Yahudi dibawah Dajjal akah dikalahkan secara telak. Itu sebabnya dimunculkan ISIS, si khalifah gadungan  !! ( update Juni 2018).

http://spionase-news.com/2018/05/19/akhirnya-terungkap-pimpinan-isis-ternyata-agen-mossad-israel/

https://rumaysho.com/725-kedatangan-imam-mahdi-yang-dinanti-nanti.html

 

Wallahu’alam bishawab.

Jakarta, 31 Maret 2008.

Vien AM.

Read Full Post »

Mengapa Hamas melempar roket ke Israel? Banyak pihak yang menyalahkan Hamas karena hal tersebutlah yang menjadi pemicu ’kemarahan’ Israel hingga ia ’terpaksa’ membombardirGaza dan sekitarnya yang dianggap sebagai sarang ’teroris’ Hamas. Dengan alasan yang sama pihak Amerika Serikat mendukung operasi Israel tersebut. ” Untuk menghentikan kekerasan, Hamas harus berhenti menembakkan roket ke Israel demi menghormati gencatan senjata yang berkelanjutan dan bertahan lama”, kata juru bicara Gedung Putih, Gordon Johndroe.

Oleh sebab itu pada tanggal 28 Desember atau 30 Zulhijjah, tepat beberapa saat sebelum pergantian tahun baru Islam, Israelpun’mengeksekusi sang teroris’ dengan menjatuhkan bom-bomnya melalui sejumlah jet tempur pada230 titik di Gaza dan sekitarnya. Padahal tanah ini dipenuhi puluhan ribu pengungsi Palestina yang terusir dari tanah dan rumah mereka sendiri yang diduduki Israel sejak tahun 1948.

Menjadi pertanyaan besar, benarkah cara, alasan dan waktu yang dipilih Israel untuk menghukum Hamas? Berikut beberapa fakta menarik :

1. Rakyat Palestina telah mendiami wilayah Gaza, Tepi Barat dan seluruh tanah yang saat ini di’klaim’ sebagai tanah Israel sejak ribuan tahun lamanya secara turun temurun.
2. Dengan berakhirnya PD I pada tahun 1917, yang dimenangkan sekutu, Inggris menjanjikan tanah Palestina sebagai hadiah bagi orang-orang Yahudi yang dianggap telah membantu sekutu dalam memenangkan perang tersebut.
3. Sejak adanya perjanjian diatas, orang-orang Yahudi mulai berdatangan ke Palestina. Maka mulai saat itu sering terjadi bentrokan antara penduduk asli Palestina dengan pendatang baru Yahudi.
4. Pada tahun 1948,didukung Amerika Serikat, Inggris dan sekutunya termasuk PBB, Israel mengumumkan bahwa tanah Palestina adalah milik Israel tanpa memperdulikansuara penduduk asli Palestina. Dengan kata lain Israel telah mendirikan sebuah negara di atas tanah rakyat Palestina. Bahkan secara sepihak, tanpa izin PBB, Israel mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota negri tersebut.
5. Sejak itu orang-orang Yahudi yang semula tersebar di seluruh dunia secara terang-terangan dan mencolok mata berhamburan memasuki tanah Palestina. Untuk itu pemerintah Israel mendirikan dan membangun ribuan tempat tinggal bagi para pendatang tersebut lengkap dengan segala fasilitasnya. Sebaliknya bagi penduduk asli, mereka makin terpinggirkan dan tersisih.
6. Muncul gerakan Intifada I pada tahun 1987 yaitu gerakan perlawanan rakyat Palestina dengan melempar batu. Diikuti Intifada II atau Intifada Al-Aqsha, yang timbul sehubungan dengan adanya penodaan terhadap masjid Al-Aqsha pada tahun 2000. Harap dicatat dalam peristiwa tersebut 900 anak Palestina menjadi korban tewas!
7.Tahun 2006, Hamas memenangkan Pemilu Palestina yang dilaksanakan secara demokrasi. Namun otoritas Israel tidak mau mengakuinya. Otoritas sejak lama memang telah memusuhi Hamas karena organisasi yang didukung sebagian besar rakyatini dianggap berani melawan otoritas. Anehnya lagi, negara-negara barat yang mengaku diri sebagai negara demokrasi mengekorkebijaksanaanIsrael tersebut.
8. Sejak Juni 2007 Hamas menguasai Gaza. Maka pihak otoritaspun memberlakukan blokade terhadap wilayah tersebut.
9. Ketegangan antara Hamas dan pihak otoritas terus meningkat hingga terjadi genjatan senjata pada Juni 2008. Berakhirnya gencatan senjata pada Desember 2008 tidak menghasilkan dibukanya blokade Gaza. Maka Hamaspun mulai melemparkan roket-roketnya ke wilayah Israel.

Dari sejumlah bukti dan fakta diatas, alasan Israel memborbadir Gaza dan sekitarnya adalah karena penembakkan roket yang dilakukan Hamas, jelas tidak dapat diterima. Apalagibila mengutip perkataan Ehud Barak, mentri Pertahanan Israel yang diberitakanharian Israel Haaretz. Ia mengatakan bahwaia telah memerintahkan penyerangan tersebut sejak enam bulan yang lalu, padahal ketika itu Palestina dan Israel baru saja menandatangani kesepakatan genjatan senjata!

Diluar itu, pantaskah serangan roket yang dilakukan Hamas dibalas dengan serangan ke seluruh penjuru Gaza dengan menjatuhkan sejumlah besar bom yang ditembakkan melaui jet-jet tempur dan mengakibatkan 2000-an orang terluka dan lebih 420 orang tewas, 100 diantaranya rakyat sipil termasuk kanak-kanak? Juga merontokkan sejumlah bangunan perumahan, perkantoran dan bahkan masjid serta rumah sakit?

Bagaimana pula dengan pemilihan waktunya? Mengapa harus menjelang tahun baru Islam? Padahal tahun baru Hijriyah bagi pemeluk Islam sangat mulia artinya. Tahun hijrahnya (pindah) Rasulullah dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 M ini ditetapkan sebagai tahun baru umat Islam sebagai tanda dimulainya tonggak sejarah kegemilangan serta kejayaan Islam.

Berdasarkan pengamatan para saksi mata yang terdiri dari relawan manca negara yang beberapa kali terjun dan membantu rakyat Gaza yang memang sering kekurangan pangan dan obat-obatan, rakyat Gaza hidup dalam kondisi yang amat mengenaskan. Sejak lama pengangguran terjadi dimana-mana. Kemiskinan meraja lela. Fasilitas pendidikan, kesehatan bahkan air dan listrikpun amat minim. Pihak otoritas Israel tidak saja hanya menghancurkan ribuan rumah namun juga sebagian besar tanah pertanian yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan berbagai cara, halus maupun kasar, pihak otoritas memaksa penduduk asli keluar dari tanah air mereka sendiri.

Pemerintah dengan sengaja tidak menyediakan pemukiman dengan fasilitas kebersihan, air, listrik dan pangan yang memadai. Bahkan sebagian besar terpaksa hidup dalam pengungsian. Gaza adalahsalah satu wilayah yang penuh dengan pengungsian tersebut. Wilayah di sudut barat daya Israel yang sempit ini tidak mempunyai jalan keluar selain laut dan perbatasan dengan Mesir. Untuk keluar dari tempat ini penduduk harus melewati cek poin yang dibangun Israel dan jumlahnya hingga ratusan. Cek poin inidikontrol dan dijaga ketat oleh otoritas Israel yang diperlengkapi senjata!

Menurut Konvensi Jenewa 1949, status Gaza dan Tepi Barat di mata internasional adalah occupied territories atau daerah pendudukan. Karenanya kedua daerah tersebut berhak atas sejumlah perlindungan dari pihak yang mendudukinya alias Israel. Hak tersebut diantaranya adalah hak kesejahteraan dan keamanan. Namun kenyataannya adalah sebaliknya. Mereka hidup terisolasi di rumahnya sendiri. Masyarakat Palestina sudah terlalu lama mengalah kendati mereka diperlakukan tidak adil. Itu sebabnya mereka sangat berharap akan bantuan Hamas dalam membebaskan mereka dari boikot dan terutama pendudukan Israel yang sangat jauh dari keadilan. Rakyat Palestina seperti juga normalnya rakyat di belahan duniamanapun mendambakan negrinya bebas dari penjajahan pihak manapun, tidak Israel, tidak Amerikatidak juga negri-negri Arab. Yang mereka inginkan hanyalah Gaza dan Tepi Barat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Tidaklebih! Meski bila mereka menginginkan seluruh tanah yang saat ini dikuasai Israelpun sebenarnya sah-sah saja. Salahkan itu?

Namun tampaknya para petinggi Zionis Israel telah berhasil mencekoki masyarakat Yahudi dengan doktrin Holocaustnya. Kaum Yahudi dibuat begitu bernafsu untuk menguasai tanah Palestina secara mutlak dan keseluruhan. Dengan perasaan penuh dendam kesumat mereka berusaha membalas sakit hati mereka dengan membantai habis-habisan penduduk asli Palestina yang ingin mereka kuasai tanahnya. Padahal semua orang yang mengikuti masalah Holocaust pasti tahu persis bahwa Nazi dibawah Hittlerlah penyebabnya bukan bangsa Palestina maupun bangsa Arab apalagi masyarakat Muslim! Itupun bila Holocaust memang benar-benar terjadi sedasyat yang di dengung-dengungkan Zionis.

Kesimpulannya, jelas terlihat tindakan Israel dan sekutunya memang sengaja dimaksudkan untuk menghapuskan bangsa Palestina secara khusus (Genocide) dan memusuhi masyarakat Islam secara umum. ( Temuan terakhir : Beberapa hari sebelum penyerangan, Israel sedang melakukan negosiasi dengan British Gas (BG), kontraktor yang sedang menangani ladang gas dengan hasil fantastis yang belakangan ditemukan di sepanjang jalur Gaza !?!)

Lalu bagaimana reaksi kita sebagai umat Islam ? Patutkah kita hanya berpangku tanganmenyaksikan saudara-saudara kita dibantai habis-habisan? Pantaskah harga diri kita diinjak-injak seenaknya setelah Rasulullah dan para sahabat berjuang dengan susah payah menegakkan agama ini?Pemerintah telah berinsiatif mengirim bantuan uang, makanan serta obat-obatan lengkap dengan tim medisnya. Begitu pula sejumlah ormas seperti MER-C, Bulan Sabit Merah dll. Tetapi cukupkah itu semua? Israel dibantu pemerintah Amerika Serikat terlalu kuat dan kaya untuk ditentang. Marilah kita berkorban sedikit denganmemboikotbarang-barang Amerika/Yahudi. Kurangi konsumsi barang dan makanan kedua negara tersebut.

Dari Abu Abbas Abdullah bin Abbas ra, Rasulullah bersabda : ……” Ketahuilah, seandainya manusia bersatu untuk memberikan suatu kebaikan kepadamu, mereka tidak akan mampu, kecuali yang sudah ditetapkan Allah untukmu. Dan seandainya manusia bersatu untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan mampu, kecuali keburukan yang telah ditetapkan Allah untukmu…”.( HR Tirmidzi)

Sementara hadis lain meriwayatkan, ketika umat Islam mengalami tekanan, peperangan serta kezaliman, selama satu bulan Rasulullah membaca doa qunut nazilah pada rakaat terakhir setiap shalat fardhu yang dikerjakannya. Doa ini dibaca setelah bangun dari rukuk sebelum sujud.

Apa hubungan antara kedua hadis diatas dan situasi di Palestina saat ini? Berdasarkan hadis pertama, harus diyakini bahwa kebaikan maupun keburukan yang terjadi adalah merupakan sebuah takdir yang telah ditetapkan-Nya. Dengan kata lain, berapapun besar bantuan yangdisalurkan umat Muslim kepada saudara-saudara kita di Palestina, baik itu bantuan raga dengan ikut membantu berperang, harta, makanan, medis, moril, boikot maupuntekanan kepada PBB agar mendesak Israel mau menghentikan serangan brutalnya, bila Allah berkata ”tidak” maka sia-sialah semua bantuan tersebut.

Namun berdasarkan hadis berikutnya, dengan mencontoh Rasulullah membaca doa qunut nazilah pada setiap shalat fardhu yang seharusnya memang dilakukan secara berjamaah, Allah swt akan menjadikan berbagai bantuan kaum Muslimin di atas sebagai kemenangan atas pihak yang telah menindas saudara-saudara kita di Palestina. Inilah yang dimaksud dengan ’ketetapan’ Allah pada hadis pertama diatas. Persoalannya sekarang, maukah kita melakukannya?
Berikut doa Qunut Nazilah (Hadist diriwayatkan oleh Umar Bin Khatab) :

Alloohummaghfir lilmu’miniina wal mu’minaat
Wal muslimiina wal muslimaat
Wa allif baina quluubihim
Wa ashlih dzaata bainahum
Wanshur ‘Alaa ‘Aduwwika wa’aduwwihim

Allohummal’in kafarota ahlil kitaabil ladziina
Yukadzibuuna rusulaka wayuqottiluuna auliyaa aka
Alloohumma khollif baina kalimaatihim
Wazalzil Aqdaamahum
Wa anzilbihim ba’sakalladzii layuroddu ‘anil
qaumil mujrimiin

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Allohumma innaanasta’iinuka

Artinya:

” Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat,
Ya Allah, laknatlah orang-orang kafir yang mendustakan para RasulMu dan membunuh para kekasih-Mu,
Ya Allah cerai-beraikan kesatuan kata mereka, hancur leburkan kekuatan mereka
dan turunkanlah bencana-Mu yang tiada tertolak lagi untuk orang-orang yang penuh dengan dosa.
Dengan menyebut nama-Mu ya Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang,
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan kepadaMu” .

Catatan:
– Banyak ulama berpendapat lafaz qunut di atas bukan dari Nabi saw. Oleh karenanya bagi yang mampu menyusun doa dalam bahasa arab boleh menyusun doanya sesuai dengan keadaan musibah.

“ Jangan pernah merasa cukup untuk beramal kebaikan”

Jakarta, 3 Januari 2009.
Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »