Feeds:
Posts
Comments

Archive for April 30th, 2014

Kejahatan dan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur atau Pedofili  kembali terjadi di bumi tercinta ini. Ironisnya,  perbuatan terkutuk tersebut terjadi di lingkungan pendidikan yang semustinya adalah tempat yang paling aman bagi anak, yaitu sekolah.  Dan tak tanggung-tanggung sekolah tersebut adalah JIS ( Jakarta International School), sebuah sekolah bergengsi elit di kawasan elit Pondok Indah. TK nya pula!

Sungguh menyedihkan, anak usia TK yang semestinya sedang senang-senangnya bermain dengan teman-teman seusianya itu sudah harus menanggung derita sakit tak terkira akibat nafsu bejat psikopat tak berperikemanusiaan tersebut.

Kejahatan seksual dari hari ke hari makin menggila. Tidak hanya ditilik dari frekwensinya namun juga   cara dan jenisnya. Bagaimana tidak, anak umur 6 tahun disodomi beberapa lelaki dewasa, disaksikan dan dipegangi seorang perempuan supaya tidak lari. Naudzubillah min dzalik … Iblis dan syaitan dari jenis apapun mungkin kalah sudah.

Yang lebih ajaib lagi, FBI, badan investigasi bergengsi  milik Amerika Serikat, mengumumkan bahwa warganya yang bernama  William James Vahey, yang merupakan buronan mereka, pernah bekerja di sekolah tersebut, tak tanggung-tanggung selama 10 tahun pula!

Lebih mengerikan lagi, lelaki usia 64 tahun tersebut buron karena kejahatan seksual yang dilakukannya. Badan investigasi tersebut menyebutnya sebagai  predator pedofil terbesar abad ini. Diduga 90 anak laki dari berbagai sekolah dimana ia mengajar, telah menjadi korban kebiadabannya. Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa buron kelas kakap tersebut, Inggris memasukkan kejahatannya kedalam kelas terorisme, telah mati bunuh diri pada tahun 2013 lalu di sebuah kamar di Minnesota,  Amerika Serikat.

Aneh juga ya, koq agen FBI yang diakui kehebatannya itu tidak mampu menangkap buronannya yang telah puluhan tahun berbuat kejahatan besar, malah sampai bunuh diri segala .. . hemmm. Ajaibnya lagi, predator tersebut bisa seenaknya berpindah-pindah kerja dari satu negara ke negara lain, sebagai pengajar TK pula ! Ia dikabarkan pernah mengajar di  10 negara diantaranya Iran, Mesir, Lebanon, Spanyol, Inggris, beberapa Negara di Amerika Latin dan di Indonesia.  Sebagian besar adalah sekolah berstatus internasional.

Tanda tanya makin bertambah besar saja karena seorang tersangka kejahatan di JIS ditemukan mati bunuh diri di toilet kantor polisi. Hal ini terjadi tidak lama setelah pihak kepolisian mengumumkan tersangka yang jumlahnya ada 5, tidak termasuk tersangka yang bunuh diri tersebut. Apalagi setelah pihak keluarga mengklaim bahwa muka tersangka lebam.  Namun anehnya lagi, mereka menolak autopsi. Ini yang kemudian melahirkan kecurigaan bahwa mereka dibayar untuk ‘diam’.

Untuk sementara, ke 5 tersangka memang dari bagian petugas keamanan dan kebersihan, yang disewa sekolah. Namun berita terakhir menyebutkan adanya kemungkinan terlibatnya tenaga pengajar di sekolah tersebut. Hal yang sama sekali tidak mustahil, mengingat si predator Amrik yang sempat bebas gentayangan dari tahun 1992 hingga 2002 lalu. Apalagi dengan adanya temuan bahwa korban pedofili beresiko tinggi menjadi pedofili juga !

Patut menjadi pertanyaan, apakah lingkungan JIS yang dikenal super ketat dijaga oleh satpam itu sejatinya untuk melindungi para predator yang tersembunyi didalamnya, bukan untuk keamanan muridnya ??? Agar konspirasi besar merusak generasi penerus dengan menyebarkan  ‘virus ‘pedofili, di seluruh pelosok dunia dapat berjalan mulus ???  Agar cita-cita terkutuk menjadikan dunia dengan tatanan baru  ( the New World Order) yang tidak memiliki budaya, tata krama dan agama dibawah Dajjal si mata satu yang memang sudah diprediksi Rasulullah saw ribuan tahun lalu itu bisa terlaksana ?? Siapa sebenarnya Dajjal, dalang terlaknat di balik semua ini?

Perlakuan seksual menyimpang seperti Homoseksual memang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Mereka adalah kaum nabi Luth, yang tinggal di sekitar laut Mati. Kota dimana mereka tinggal itu di kemudian hari dinamakan Sodom.  Mungkin dari sinilah lahir kata sodomi. Berikut ayat 80- 84 surat Al-Araf yang merekam perbuatan menyimpang yang dilaknat Sang Khalik tersebut.

“ Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”

Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan:

“Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.”

Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu”.

Islam dan agama-agama besar di dunia mengutuk Homoseksual. Karena jelas prilaku ini melawan fitrah. Dengan homoseksual bagaimana manusia akan berkembang biak ? Padahal salah satu tujuan perkawinan antar 2 mahluk lawan jenis adalah untuk memperkembang- biakan manusia sebagai mahluk Allah  yang ditugasi mengurus bumi milik-Nya.  Yaitu sebagai khalifah di muka bumi.

 « Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ». (QS.Al-Hujurat(49) :13).

« Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. … ». (QS.Al-Fathir(35) :39).

Anehnya, belakangan ini sejumlah negara Barat yang mengklaim diri sebagai bangsa maju dan  modern, hanya atas dasar alasan demokrasi dan kebebasan bepikir dan berpendapat,  malah melegalkan perkawinan antar sesama jenis.  Naudzu’billah min dzalik.

Lebih aneh lagi, Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim dan berazaskan Pancasila no 1 Ketuhanan, gaya hidup menyimpang ini tetap mempunyai pengikut yang tidak sedikit.  Ini terbukti dengan laku kerasnya acara-acara televisi yang dipandu selebritis lelaki keperempuan-perempuanan. Dan tanpa disadari ‘tokoh’ini menjadi panutan anak-anak kita.

Ini masih ditambah lagi dengan penampilan para selebritis perempuan tulen yang dengan genit memamerkan daya tarik keperempuanan mereka, aurat yang terbuka disana-sini. Belum lagi adegan seks yang dipertontonkan film-film di bioskop, video,  tv kabel dan internet yang sangat mudah di akses anak umur berapapun.  Inilah dunia yang sedang kita hadapi. Bayang-bayang nikmat kehidupan seks liar dan bebas tanpa ikatan perkawinan, layaknya binatang di hutan rimba nan luas. Betapa mengenaskan …

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pelaku pedofili biasanya seorang Homoseks yang karena berbagai alasan tidak mampu melampiaskan nafsu bejatnya kepada orang dewasa. Akibatnya, anak dibawah umur yang cenderung penurut dan belum mengenal kejahatanpun menjadi mangsanya.

Musuh-musuh Islam dan Allah seringkali menghubungkan perbuatan terkutuk pedofili dengan Rasulullah saw, yaitu karena Aisyah binti Abu Bakar, istri rasul yang paling muda.  Sungguh tuduhan yang sangat teramat keji dan tidak masuk akal. Cukup hanya dengan bekal mengetahui riwayat kehidupan  nabi dari kecil hingga dewasa yang begitu bersih saja, akal sehat tidak mungkin dapat menerima tuduhan tersebut.

Aisyah ra ketika dinikahi nabi memang masih teramat belia. Namun ini bukan kehendak nabi, Allah swt yang memerintahkan beliau saw untuk menikahinya. JIbril as yang memperlihatkan gambar Aisyah kepada rasul. Disamping itu Aisyah adalah putri sahabat terdekat dan terpercaya rasul yang sangat besar jasanya kepada Islam. Dan yang juga patut menjadi catatan, rasulullah baru menggauli istri tercinta tersebut dua tahun setelah pernikahan.

Catatan lain, Aisyah adalah satu-satunya istri rasul yang masih muda belia dan perawan ketika dinikahi. Aisyah tercatat sebagai istri rasul yang paling pandai dan paling banyak meriwayatkan hadist. Hal yang sangat berlawanan dengan korban pedofili. Dan lagi bila rasul seorang pedofili tentu semua istri rasul adalah anak dibawah umur.

Di sisi lain, hal yangcukup aneh, kaum Syiah yang mengaku Islam, menganggap Aisyah sebagai pelacur. Demikian juga Hafsah binti Umar bin Khattab. Juga ayah keduanya, yang merupakan orang pertama yang masuk Islam. Kaum ini bahkan menjadikan kutukan dan umpatan kepada mereka sebagai doa, sebagai amal ibadah. Padahal mereka adalah sahabat terbaik rasul. Yang dalam Al-Quranpun Allah swt memuji mereka sebagai ahli surga dari kaum Muhajirin.

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”.(QS.At-Taubah(9):100).

Selain pedofili, tuduhan berbau pelecehan seksual yang dibebankan kaum Orientalis kepada nabi Allah ini adalah mengenai kehidupan perkawinan rasul, yaitu poligami. Padahal rasulullah baru berpoligami pada 12 tahun terakhir kehidupan beliau saw. Itupun bukan atas dasar alasan pribadi. Nabi pertama kali menikah dengan Khadijah yang kemudian dikarunia 4 putri selama 25 tahun. Dan selama itu nabi tidak mempunyai istri lain. Padahal usia nabi ketika itu baru 25 tahun sedangkan Khadijah 40 tahun. Dan bagi orang Arab ketika itu memiliki istri lebih dari satu adalah hal biasa. Jadi mustinya tidak aneh bila nabi mau berpoligami, namun nyatanya nabi memilih untuk monogami.

Tuduhan kaum kafirin terhadap nabi tidak hanya terbatas pada kehidupan pribadi beliau. Mereka juga mengolok-olok bahwa nabi adalah orang gila, tukang sihir dll. Al-Quran dikatakan karangan nabi, kaum Muslimin dianggap barbar, jihad membela agama disamakan dengan teroris. Meski sebenarnya, tuduhan, finah dan permusuhan terhadap nabi, yang notabene membawa misi kebenaran dari Tuhannya, tidak hanya terjadi pada nabi Muhammad saw. Para nabi seperti nabi Nuh as, nabi Ibrahim as, nabi Luth as, nabi Musa as, nabi Isa as dll juga mengalami hal yang sama.

Jadi pertarungan antara hisbulllah ( pasukan Allah) yang membawa bendera kebaikan melawan hisbusyaitan ( pasukan syaitan) dengan bendera kejahatan dan kemaksiatannya, sudah ada sejak dahulu kala. Dan pertarungan ini puncaknya akan terjadi di akhir zaman.

“Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw. bersabda: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata, ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya”. (HR Muslim).

Ya tampaknya Dajjal telah datang kepada anak cucu kita sekarang ini, Ia datang memutar balikkan berita tentang surga dan neraka. Diantaranya yaitu tadi, pedofili, homoseksual, kejahatan dan pelecehan seksual dianggap sebagai surga. Sebaliknya ketaatan dan ketakwaan kepada Sang Khalik adalah neraka.

Manusia lahir dibekali akal untuk digunakan, hati untuk membedakan antara kebaikan dan kejahatan. Silahkan memilih dimana anak cucu akan kita tempatkan, kita sekolahkan, lingkungan dan pendidikan yang seperti apa.  Ingatlah, virus itu sekatang telah menyebar ke segala arah, dengan begitu dasyat.

 “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS.Al-Araf(7):179).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 29 April 2014.

Vien AM.

Read Full Post »