Feeds:
Posts
Comments

Archive for May 8th, 2015

Ahli Kitab adalah sebutan bagi orang yang telah menerima kitab suci sebelum turunnya kitab suci umat Islam Al-Quranul Karim. Mereka itu adalah orang-orang Yahudi dengan kitab Tauratnya dan Nasrani dengan Injilnya. Sama seperti Al-Quran, Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa as dan Injil yang diturunkan kepada nabi Isa as atau Yesus,  kedua kitab itu diturunkan Allah swt, melalui malaikat Jibril as.

« Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil ». (QS. Ali Imran(3) :3).

Sayang pada perjalanan waktunya, kedua kitab suci tersebut telah terkontaminasi. Disana-sini telah terjadi perubahan bahkan penambahan hingga akhirnya banyak sekali ditemukan ayat-ayat yang kontradiksi. Tak jarang pula ditemukan kata-kata kasar dan umpatan yang dilontarkan tidak hanya antar sesama manusia tetapi juga Tuhan kepada nabi-Nya. Tuhan mengeluarkan kata-kata kasar, alangkah ironisnya kehidupan ini.

 « Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? “(QS. Ali Imran (3) :71).

Para nabi dan rasul yang merupakan utusan Allah tak luput dari penistaan. Sungguh tak masuk akal manusia pilihan Tuhan, yang diutus bagi manusia agar mengajarkan kebaikan, bisa berbuat kesalahan yang benar-benar keterlaluan. Tak dapat dibayangkan bagaimana jadinya manusia bila para nabinya saja berbuat kezaliman dan hal-hal yang sungguh tidak pantas. Padahal para nabi dan rasul adalah panutan, contoh keteladanan yang harusnya ditiru umat-Nya.

Berikut beberapa contoh ayat-ayat yang berada di dalam Al-Kitab, gabungan Perjanjian Lama ( Taurat)  dan Perjanjian Baru ( Injil) yang kini dijadikan panduan umat Kristiani.

1. Nabi Luth as, prilaku tak pantas kedua putrinya. (Kejadian 19 : 32-36).

 “(32).Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita (33). Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. (34).Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: “tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita. (35).Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.(36) Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.”

2. Nabi Daud as, memperkosa istri panglimanya. (Samuel 11 : 2-5).

(2).Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. (3).Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu”.(4).Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.(5).Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: “Aku mengandung”.

3. Amnon, putra Nabi Daud yang memperkosa saudara perempuannya, dengan izin ayahnya. ( Samuel 13: 12-14).

(12).Tetapi gadis itu berkata kepadanya: “Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu.(13).Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.”(14).Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia.

4. Putra nabi Daud lain yang memperkosa ibunya sendiri. (Samuel 16: 21-22).

 (21).Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom: “Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israel mendengar, bahwa engkau telah membuat dirimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya”. (22).Absalom membentangkan sebuah kemah di atas Sotoh dan membaringkan 10 istri (gundik) ayahnya dan memperkosa mereka semuanya satu per satu, ‘di depan mata seluruh Bani Israel.’

Tak jarang pula ayat-ayat bernada tidak senonoh yang sama sekali tidak pantas berada di dalam sebuah kitab suci bisa kita temukan di dalamnya. Contohnya apa yang ada di Kitab Kidung Agung, terutama pasal 7 ayat 7-8, yang malu rasanya untuk ditulis disini.  Tidak heran ada pendapat mengatakan bahwa kitab ini harus dijauhkan/disembunyikan dari anak-anak di bawah umur.

http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/chapter/?b=22&c=7&version=tb&lang=indonesia&theme=clearsky

Disamping itu Ahli Kitab juga telah menuhankan orang-orang suci mereka seperti Uzair dan Yesus. Mereka menganggap keduanya sebagai anak Tuhan bahkan Tuhan itu sendiri ( konsep Trinitas).

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. At-Taubah(9):30).

«  Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi ». (QS. Maryam(19) :30).

Padahal betapa banyaknya ayat-ayat Injil menerangkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan melainkan seorang utusan Tuhan, Allah Azza wa Jalla Yang Esa .

17:3.”Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus ». (Yohanes 17 :3).

17:8.”Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. ». (Yohanes 17 :8).

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”. (QS. An-Nisa(4) :171).

Konsep Trinitas sebenarnya baru lahir lebih dari 300 tahun setelah hidupnya Yesus, yaitu pada tahun 325 M. Yaitu dengan adanya perjanjian Nicea di zaman kaisar Romawi Konstantinus berkuasa. Maka sejak itulah para pengikut Arianisme dibawah pimpinan pendeta Arius dari Alexandria, harus melepaskan keyakinan mereka selama itu bahwa Yesus adalah hanya mahluk ciptaan-Nya, bukan Tuhan itu sendiri. Selanjutnya Ariuspun dikucilkan, jabatannya sebagai pendeta dicopot.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Konsili_Nicea_I).

Namun jauh sebelum itu, yaitu pada masa Yesus hidup ada seorang bernama Paulus, yang nama aslinya adalah Saul. Pemuda kelahiran Tarsus (Turki) ini dikenal sebagai pecinta berat filsafat Yunani. Aliran filsafat Yunani yang amat berpengaruh ketika itu adalah aliran Stoa yang pantheistik, yang menganggap Tuhan dan makhluk merupakan suatu kesatuan yang sama zatnya dan hanya berbeda dalam penglihatan bentuk. Karena itu ia sangat membenci Yesus dan ajaran-ajarannya. Ia sengaja mendekati murid-murid Yesus agar dapat menyusup dan merusak ajaran Yesus dari dalam.

https://www.facebook.com/notes/%DB%9E-kristologi-%DB%9E/bible-study-kontroversi-paulus-rasul-kristen/309039149117693

Yang juga mengejutkan ternyata Injil tidak pernah menghalalkan babi maupun khamar/alkohol.

14 :8. « Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya ». ( Ulangan 14 :8).

10:9.  “Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun ». (Imamat 10:9).

«Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik ». (QS. Al-Maidah(5) :47).

Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, dan lain-lain, yang bersumberdari al-Barra’ bin ‘Azib. Bahwa di depan Rasulullah saw, berlalulah orang-orang Yahudi membawa seorang terhukum yang dijemur dan dipukuli. Rasulullah saw memanggil mereka dan bertanya:

“Apakah demikian hukuman terhadap orang berzina yang kalian dapati di dalam kitab kalian?”

Mereka menjawab: “Ya.”

Kemudian Rasulullah memanggil seorang ulama mereka dan bersabda: “Aku bersumpah atas nama Allah yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, apakah demikian kamu dapati hukuman bagi orang yang berzina di dalam kitabmu?”

Ia menjawab: “Tidak. Demi Allah, jika engkau tidak bersumpah lebih dulu, tidak akan kuterangkan. Sesungguhnya hukuman bagi orang yang berzina di dalam kitab kami adalah dirajam. Akan tetapi karena banyak pembesar-pembesar kami yang melakukan zina, maka kami mengabaikannya. Namun apabila seorang hina berzina, kami tegakkan hukum sesuai dengan kitab. Kemudian kami berkumpul dan mengubah hukuman tersebut dengan menetapkan hukuman yang ringan dilaksanakan, baik bagi orang hina dan pembesar, yaitu menjemur dan memukuliya.”

Bersabdalah Rasulullah saw.: “Ya Allah, sesungguhnya saya yang pertama menghidupkan perintah-Mu setelah dihapus oleh mereka.”

Semoga kita dapat mengambil hikmahnya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 8 Mei 2015.

Vien AM.

Read Full Post »