Pada masa Islam baru masuk tanah Arab, hiduplah Walid bin Mughirah. Ia adalah seorang pemuka Quraisy Mekah kaya raya sekaligus ahli syair yang ketika itu merupakan keahlian yang sangat dikagumi masyarakat Arab. Tak heran bila pengikut dan pengagumnya sangat banyak.
Lomba membaca unjuk kemahiran syair dan puisi diselenggarakan tiap tahun di pekan raya terkemuka Pasar Ukaz (Souq ‘Ukadz). Pasar kuno yang terletak di antara Mekah dan Taif ini bukan sekadar tempat transaksi perdagangan melainkan juga ajang festival kebudayaan, sastra sekaligus panggung politik bagi bangsa Arab.
Bahkan mendekati musim haji, tradisi yang sudah ada jauh sebelum datangnya Islam, lokasi lomba menyebar ke pasar lain di kota Mekah, seperti Majannah dan Dzul Majaz. Festival tersebut diadakan pada bulan-bulan suci (bulan haram) yang dilarang untuk berperang, yakni dimulai dari awal bulan Zulkaidah.
Peserta tidak hanya dari Mekah tapi juga dari seluruh penjuru semenanjung Arab. Mereka datang mewakili kabilah dan suku Arab yang ada. Hadiahnyapun tidak main-main, yaitu kehormatan tertinggi tertulis dengan tinta emas pada kain sutra yang kemudian digantungkan di dinding Ka’bah.
Hingga suatu hari Mekah gempar karena datangnya seorang suku Quraisy yang mengaku rasul dan membacakan ayat-ayat yang indah di pasar Ukadz. Orang-orangpun berkumpul dan ramai membicarakannya. Banyak orang terkagum-kagum mendengarnya. Orang tersebut tak lain tak bukan adalah Rasulullah Muhammad saw dan yang dibacakan adalah ayat-ayat Al-Quran.
Para pemuka Mekah murka mendengarnya. Mereka merasa bait-bait tersebut membahayakan posisi para pemuka dan orang-orang kaya seperti mereka. Diantara pemuka tersebut adalah Abu Jahal. Segera ia meminta Walid bin Mughirah untuk menanggapi dan mencemooh bait-bait tersebut. Dengan kejamnya ia menuduh bahwa Muhammad adalah seorang penyihir.
Namun apa yang terjadi?? Setelah mendengar ayat-ayat tersebut Walid bin Mughirah malah merasa tersentuh. “Apa yang harus kukatakan? Demi Allah, tak seorangpun diantara kalian yang melebihi pengetahuanku tentang syair, puisi dan sajak, bahkan dari kalangan jinpun. Demi Allah apa yang diucapkan Muhammad tak sedikitpun menyerupai semua itu. Sungguh perkataannya indah dan menyejukkan. Kata-katanya sangat tinggi dan tak mungkin tertandingi”, aku Walid kagum.
Betapa terkejutnya Abu Jahal mendengar itu. Namun dengan segera ia mendesak Walid agar tidak mudah terpengaruh. “ Hai Walid, kaummu takkan rela hingga kau mengatakan sesuatu yang mencela Muhammad”, desak Abu Jahal.” Beri aku waktu untuk berpikir”, jawab Walid pada akhirnya.
Setelah berpikir sejenak, Walidpun berkata dalam hati, ” Mungkin memang benar, ucapan Muhammad itu adalah sihir yang berkesan”.
Kisah diatas diriwayatkan oleh Hakim dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa setelah kejadian diatas turunlah ayat yang artinya berikut : “Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya” . (Terjemah QS.Al-Mudatstsir(74):11).
Dan juga ayat 1-6 Al-Qalam yang merupakan pembelaan kepada Rasulullah, yang artinya berikut,
“Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis, berkat ni’mat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila. Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesunggu ya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila”.
Yang dilanjutkan ayat 7-16 surat yang sama sebagai kecaman atas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Al-Quran seperti Walid bin Mughirah yang artinya sebagai berikut,
“Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu Mekah”.
“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya, karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala”. Kelak akan kami beri tanda dia di belalai-(nya)”.
Walid bin Mughiroh selain dikenal kaya raya juga memiliki banyak anak yaitu 11 orang, sesuatu yang di masa itu merupakan kebanggaan. Di akhir masa penaklukan Mekah dimana orang berbondong-bondong masuk Islam ternyata hanya 3 orang anaknya yang masuk Islam. Yang paling terkenal dan hingga kini selalu dikenang umat adalah Khalid bin Walid sang Pedang Allah (Saifullah) panglima perang pasukan Islam yang di bawah pimpinannya pasukan selalu menang, dengan izin Allah tentunya.
Masa Walid bin Mughiroh hidup sudah berlalu 15 abad lamanya. Kini dengan makin majunya teknologi Islam telah tersebar ke seluruh belahan dunia. Dengan sangat mudah Al-Quranul Karim dapat dibaca oleh siapapun dimanapun berada. Namun tidak sedikit orang seperti Walid yang membaca dan mungkin mengaguminya namun karena kekerasan hati dan gengsinya tidak mau mengakui bahkan mencemoohnya. Meski tidak sedikit juga orang yang luluh kemudian bersyahadat dan kembali ke jalan yang benar.
“Saya tidak berpindah agama. Saya pulang dari pengembaraan panjang”, demikian pengakuan seorang cendekiawan Perancis, Roger Garaudy, yang memeluk Islam pada usia 70 tahun dan sejak itu menulis banyak sekali buku tentang Islam.
Sementara Marine Le Pen dan ayahnya yaitu Mari Le Pen adalah contoh politikus Perancis yang sangat keras perlawanannya terhadap Islam. Marine bahkan dengan pongahnya berjanji akan melarang pemakaian hijab di semua tempat di Perancis bila partainya memenangkan pemilu tahun depan (2027). Sungguh pernyataan yang amat sangat berbahaya sekaligus sembrono. Tampaknya ia lupa, tidak menyadari atau tidak mau tahu betapa Islam sudah menyebar luas di negrinya. Pengadaan makan halal di sekolah-sekolah negri Perancis yang sangat ditentangnya adalah salah satu buktinya.
Pada tahun 2010 dengan alasan menjunjung nilai-nilai sekularisme (laïcité), kesetaraan gender serta menolak simbol-simbol yang dianggap mengekang kebebasan perempuan, presiden Perancis Zarkozy secara tidak tegas melarang pemakaian burka di tempat umum. Namun ternyata banyak pemilik usaha besar ( terutama toko pakaian wanita kelas atas/high couture) merasa keberatan. Mengapa?? Ternyata karena sebagian besar pelanggan mereka adalah Muslimah pemakai burka, yaitu Muslimah kaya raya asal Arab Saudi.
Tahun ini (2025), pernyataan Marine tentang pelarangan hijab di tempat umum ditanggapi dengan demo tidak hanya kaum Hawa ( non Muslim) tapi juga kaum Adam yaitu dengan cara memakai hijab sebagai tanda solidaritas kepada Muslimah berhijab di negri mereka baik itu kawan, kenalan, saudari atau bukan.
Sebaliknya pada sekitar tahun 2014, Maxence Buttey, seorang anggota sayap kanan Prancis ( partainya Marine Le Pen), melalui video mengumumkan bahwa ia telah memeluk Islam. Di video itu, ia memuji Al-Quran, dan mengajak anggota sayap kanan lainnya untuk memeluk Islam. “Seperti Front National (FN), i Islam membela yang lemah, menolak suku bunga tinggi sebagai dampak utang negara, dan Islam sangat menentang praktik riba,” kata Buttey seperti dilansir onislam.net, Ahad (26/10).
Begitupun di Belanda. Dua orang anggota partai pimpinan Geert Wilders yang dikenal sangat anti Islam yaitu Arnoud Van Doorn dan Joram van Klaveren, secara mengejutkan mengumumkan ke-Islam-an mereka. Sebelumnya kedua orang tersebut dikenal sebagai orang dibalik publikasi film berjudul Fitna yang menghina Rasulullah saw.
Arnoud Van Doorn memeluk Islam pada tahun 2013 dan selanjutnya ia mendirikan partai Islam di Belanda. Sedangkan Joram van Klaveren pada tahun 2018 di usia 40 tahun. Ia dulu pernah mengatakan bahwa Islam adalah “kebohongan” dan Al-Quran adalah “racun”. Ia menceritakan bahwa ia telah mengubah pikirannya saat menulis buku anti-Islam.
Menurut Biro Pusat Statistik Belanda (CBS) sekitar lima persen dari populasi Belanda yang berjumlah 17 juta, yaitu sekitar 850.000 orang adalah Muslim. Meskipun penentangan terhadap Islam terus berlanjut hingga detik ini, Islam terus berkembang. Para ahli memperkirakan jumlah itu akan berlipat ganda pada tahun 2050.
Baca artikel detiknews, “Mantan Politisi Sayap Kanan Belanda yang Anti-Islam Kini Jadi Mualaf” selengkapnya https://news.detik.com/dw/d-4417217/mantan-politisi-sayap-kanan-belanda-yang-anti-islam-kini-jadi-mualaf.
Atas izin Allah swt Islam berkembang ke seluruh pelosok dunia dengan cara apapun yang Ia kehendaki. Pada tahun 2025 lalu berkat kandungan Al-Quran yang sesuai dengan temuan sains dan ilmu pengetahuan, 20 ilmuwan Korea Selatan terdiri dari ilmuwan, profesor dan doctor menyatakan diri masuk Islam. Mereka serentak bersyahadat di Seoul Central Mosque. Bahkan tragedy genosida yang mengerikan di Gaza yang sedang terjadi saat inipun ternyata justru menarik simpati orang untuk mempelajari ajaran Islam hingga membuat orang berbondong-bondong memeluk Islam. Meski harus diakui juga tidak sedikit orang Islam di negri-negri minoritas Muslim mengalami perlakuan buruk dari penduduk setempat yang membenci Islam. Yang kemungkinan besar karena tidak mengenal Islam alias hanya terprovokasi, ikut-ikutan.
Akhir kata, sebagai pemeluk Islam karena orang-tua (sejak lahir), semoga kita mampu mengambil hikmahnya. Jangan jadikan Al-Quran hanya sebagai ritual bacaan tanpa mengerti arti dan tidak pula memahaminya. Karena tanpa mengerti dan memahaminya, ilmu dan pengetahuan Al-Quran yang begitu luas dan dalam tidak akan kita dapatkan. Bukankah Al-Quran adalah petunjuk hidup yang harusnya kita amalkan? Lalu bagaimana kita mengamalkan bila tidak memahami bahkan tahu artinyapun tidak.
Sebaliknya bagi orang non Islam, hati yang bersih jauh dari perasaan dengki, dengan mempelajari Al-Quran, semoga Allah swt memudahkan dan memberinya hidayah untuk memeluk Islam, aamiin yaa robbal ‘aalamiin.
Wallahu’alam bish shawab.
Vien AM.
Jakarta, 7 Oktober 2026/26 Rabiul Awal 1448H.
Leave a comment