Feeds:
Posts
Comments

Pengakuan para tawanan Israel mengenai bagaimana pasukan Hamas memperlakukan mereka selama dalan tahanan juga menambah kekaguman Barat. Melalui video dan media social terlihat jelas kehangatan sikap para tawanan terhadap orang-orang yang menyandera mereka. Tampak aneh tapi begitulah kenyataanya.

Menurut Globe Eye News, jumlah orang yang memeluk Islam di Eropa meningkat hingga 400% sejak dimulainya serangan dan genosida oleh Zionis di Jalur Gaza, Palestina. Diawali oleh rasa penasaran akan keteguhan dan ketabahan warga Gaza dalam menghadapi kekejaman tentara penjajah Israel yang sudah sangat kelewatan, banyak orang Barat yang mulai tertarik dengan ajaran Islam kemudian membaca terjemah Al-Quran, mencoba memahami dan akhirnya bersyahadat.

Berikut adalah pengakuan seorang mantan prajurit perempuan Israel melalui wawancara berdurasi 8 menit,  “Salah satu hal yang paling mengguncang saya adalah ketika mereka mengatakan:“Kami takut kepada Allah, itulah mengapa kami tidak akan menyakiti kalian!”

“Saya terkejut, bagaimana mungkin musuh yang berperang melawan kami bisa mengatakan hal seperti itu? Saya mulai bertanya, dan mereka menjelaskan bahwa dalam Islam, mereka percaya bahwa Allah mengawasi semua perbuatan manusia dan akan meminta pertanggungjawaban atas setiap tindakan yang dilakukan, bahkan terhadap musuh sekalipun. Seiring waktu, rasa takut saya berubah menjadi keingin-tahuan”.

Prajurit Israel Masuk Islam Karena Akhlak Mulia Pejuang Palestina

Kesaksian juga datang dari Wilhelmi Massay, seorang perawat Amerika yang datang ke Gaza dengan tujuan membantu meringankan penderitaan rakyat Gaza.     Bersama empat relawan medis Amerika lainnya mereka bertugas di Rumah Sakit Nasser di Gaza selatan dan di Rumah Sakit Indonesia di utara.

“Bayangkan seorang ayah atau ibu menggendong kedua anaknya di dalam kantong plastik setelah Israel mengebom anak tersebut, dan mereka masih berkata, ‘Alhamdulillah!’ Itulah iman,” kata Massay, dalam sebuah podcast dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (18/3/2025).

Masai menggambarkan hal tersebut sebagai sebuah keyakinan yang “tidak dapat dibom oleh Israel.”

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7828905/perawat-as-masuk-islam-usai-lihat-keimanan-warga-gaza

Tak dapat dipungkiri skenario Allah swt tidak pernah salah dan selalu ada hikmah dibalik segala peristiwa. Islam pasti akan tersebar ke seluruh pelosok dunia dan tidak akan pernah terhenti oleh apa dan siapapun. Ajaran suci yang dibawa dan diperkenalkan oeh nabi besar Muhammad saw 15 abad silam tersebut akan selalu sesuai dengan hati nurani manusia hingga hari Kiamat nanti. Ahlak mulia dibawah syariat islam itulah inti ajaran Islam. Dan ini langsung dicontohkan Rasulullah saw sebagaimana ayat 21 surat Al-Ahzab berikut,

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.    

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik”. [HR. Al-Bukhari].

Aisyah berkata: “Akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Al-Quran”. [HR. Muslim no.746].

Sayangnya saat ini tidak sedikit kaum Muslimin yang lupa hal tersebut. Generasi muda bahkan lebih memilih artis Barat dan Korea sebagai idola daripada nabi mereka sendiri. Sementara para pejabat hidup bermewah-mewahan dan tanpa malu memamerkan kekayaan yang didapat dari hasil korupsi tersebut. Sebaliknya tak sedikit pula orang yang berlomba dalam berbagai kebaikan seperti menghafal ayat-ayat suci Al-Quran, membangun masjid, banyak sedekah, itikaf dan lain-lain tapi tidak memperbaiki ahlak buruk mereka seperti riya, sombong, kasar dan sebagainya.

Perkataan yang baik dan pemberian ma`af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):263).

Rasulullah adalah seorang yang penyayang. Tentu kita sering mendengar kisah Rasululah dan seorang lelaki Yahudi tua buta. Hampir setiap hari Rasulullah menyempatkan diri menyuapinya padahal setiap kali itu pula si lelaki buta mengumpati Rasulullah. Ia baru tahu tahu bahwa orang yang menyuapinya dengan lembut itu adalah nabi besar Muhammad saw seteah Rasululah wafat.  

Banyak ayat-ayat Al-Quran yang memberitahukan ciri-ciri hamba-hamba Allah yang penyayang ( Ibadur Rahman), diantaranya adalah ayat 63-68 surat Al-Furqon berikut,

Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”.

Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya)”.

Dengan kata lain, Islam adalah ajaran yang tidak semata bersifat ke-akhirat-an (hubungan dengan Allah / hablu min Allah ) tapi juga keduniawian ( hubungan dengan sesama manusia/hablu min naas). Islam bukan hanya sekedar ritual ibadah seperti shalat dan puasa namun juga akhlak yang  baik. 

Dari Abu Tsa’labah Al Khusyani, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang paling aku cintai dan yang paling dekat denganku (kelak di akhirat) adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh denganku (kelak di akhirat) adalah orang yang paling buruk akhlaknya. Yaitu mereka yang banyak berbicara dan suka mencemooh manusia dengan kata-katanya.” (HR. Ahmad no. 17077).

“Wahai Abu Hurairah, seyogyanya anda untuk berperilaku baik (husnul khuluq).”Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Apakah husnul khuluq itu, wahai Rasulullah?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Anda menyambung (tali persaudaraan kepada) orang yang memutuskan (hubungan dengan)mu, dan anda memaafkan (kesalahan atas) orang yang menzalimimu, dan anda memberi orang yang enggan memberi kepadamu”. (HR.Al-Baihaqi).

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 21 November 2025.

Vien AM.

Genjatan senjata antara Hamas dan Israel yang kembali memanas sejak serangan 7 Oktober 2023 akhirnya disepakati kedua belah pihak. Kesepakatan yang diusulkan oleh Donald Trump presiden Amerika Serikat, disaksikan oleh Qatar, Mesir dan Turki, serta dihadiri delegasi Israel dan Hamas ini berlangsung di Mesir. Dan berlaku sejak Jumat 10 Oktober 2025.

Genjatan senjata tersebut terlaksana setelah munculnya desakan banyak pihak dan Negara yang tampaknya telah muak menyaksikan kebrutalan tentara penjajah Israel yang secara terbuka tanpa malu melakukan genosida terhadap penduduk Gaza. Puncaknya yaitu  pengakuan Palestina sebagai Negara pada sidang Sidang Umum PBB Senin, 22 September 2025. 153 dari 193 anggota PBB secara resmi memberikan pengakuan berdirinya Palestina. Termasuk negara-negara mitra Israel seperti Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal. Juga Irlandia, Spanyol dan Norwegia. Namun lagi-lagi Amerika Serikat memveto hasil sidang tersebut.

Oleh sebab itu sungguh janggal bila kemudian justru Amerika Serikat yang memediasi genjatan senjata tersebut. Tentu kita tidak lupa bagaimana Donald Trump, presiden Negara adi daya tersebut membuat rencana gila menyulap Jalur Gaza menjadi pusat wisata. Dalam proposal “Gaza Reconstitution, Economic Acceleration and Transformation Trust”, atau GREAT Trust, tertulis bahwa AS akan mengelola Gaza selama setidaknya 10 tahun, membangunnya kembali menjadi resor wisata dan pusat manufaktur.

Dalam proposal setebal 38 halaman tersebut disebutkan bahwa  warga Gaza akan ditawarkan iming-iming US$5.000 ( setara Rp82 juta ) untuk keluar dari Gaza secara sukarela dan akan dirancang agar terlihat seperti “sukarela.”

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20250901174522-120-1268955/rencana-gila-trump-bikin-gaza-pusat-wisata-warga-diimingi-rp82-juta

Sejumlah pengamat juga mengatakan sebagai imbalan, Israel bakal mendapatkan sebagian Tepi Barat dimana berdiri di dalamnya Masjidil Aqsho, masjid ke 3 tersuci umat Islam. Ini terbukti dengan penyerbuan tentara Israel ke banyak kota di Tepi Barat yang terus meningkat.  

Dan seperti yang sudah diduga banyak pihak, seperti biasa pihak Israel melanggar kesepakatan genjatan senjata bahkan hanya beberapa jam setelah penanda-tanganan terjadi. Dengan berbagai alasan mereka memborbardir sejumlah wilayah Gaza hingga saat ini. Otoritas Kesehatan Gaza menyebut, jumlah korban tewas tercatat sebanyak 68.234 orang yang berarti sama dengan 11% penduduk Gaza. Belum lagi jumlah korban yang masih terkubur dibawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan brutal tentara Israel.

Namun dibalik tragedy memilukan ini ada hikmah besar yang dapat kita ambil, yaitu pengakuan Palestina sebagai Negara. Ini adalah adalah sebuah jalan kemenangan yang amat patut dihargai, meski mungkin jalan masih panjang, mengingatkan Perjanjian Hudaibiyah yang terjadi pada masa Rasulullah.

Suatu hari di bulan Dzulqa’idah tahun ke 6 H, Rasulullah mengumumkan keinginan beliau untuk  menunaikan ibadah umrah. Pengumuman ini langsung disambut antusias oleh sekitar 1400 sahabat Anshar dan Muhajirin. Singkat cerita berangkatlah rombongan besar tersebut.

Namun di suatu lembah bernama Hudaibiyyah, Al-Qudwah, unta Rasulullh mogok alias tidak mau berjalan. Para sahabat panik namun dengan tenang Rasulullah bersabda unta tersebut mogok atas perintah Alah swt sebagaimana gajah-gajah pasukan Abrahah yang diperintahkan menyerang Ka’bah tapi menolak.

Ternyata benar. Di lembah tersebut terjadilah peristiwa bersejarah yang menjadi pembuka kemenangan Islam, yaitu perjanjian Hudaibiyyah. Di tempat itulah terjadi penanda-tanganan genjatan senjata antara Islam ( Rasulullah saw) dan perwakilan Quraisy yang ketika sangat memusuhi Islam. Inilah pengakuan pertama kehadiran Islam dibawah pimpinan Muhammad bin Abdullah. Kaum Quraisy ketika masih belum mau mengakui Muhammad sebagai utusan Allah swt.     

Di tempat ini utusan Quraisy mendapati betapa para sahabat menghormati sang pimpinan, Rasulullah Muhammad saw. “ Wahai kaum. Demi Allah, aku pernah menjadi tamu para raja, kaisar, kisra dan najasi. Akan tetapi, demi Allah, aku tidak pernah melihat seorang raja yang diagungkan oleh pengikutnya sebagaimana penghormatan yang dilakukan oleh para pengikut Muhammad. Sesungguhnya, dia telah menawarkan suatu langkah yang baik buat kalian. Karena itu, terimalah!”, demikian ucap Urwah, melaporkan hasil pertemuannya dengan Rasulullah kepada para pembesar Quraisy.

Langkah selanjutnya, para pemuka Quraisy memutuskan mengutus Suhail bin Amr sebagai wakil mereka untuk membuat perjanjian dengan kaum Muslimin. Sementara Rasulullah menunjuk Ali bin Abu Thalib ra sebagai juri tulis perjanjian yang di kemudian hari dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah ini.

“ Silahkan”, kata Suhail, “ Tuliskan suatu perjanjian antara kami dan kalian”.

“ Tulislah Bismilahir rahmanir rahim”, sabda Rasulullah kepada Ali.

“ Demi Allah, kami tidak tahu apa itu ‘ar-Rahman’. Tulislah Bismikallahumma », tukas Suhail.

« Demi Allah, kami tidak mau menulis kecuali  Bismilahir rahmanir rahim”, kaum Muslimin berkata.

«Tulislah Bismikallahumma. Ini adalah perjanjian yang dibuat oleh Muhammad Rasul Allah », sabda Rasul lagi.

Mendengar ini Suhail sontak menolak, «  Demi Allah, seandainya kami mengakui bahwa engkau adalah Rasul Allah, niscaya kami tidak menahanmu untuk datang ke Baitullah dan memerangimu. Tulislah Muhammad bin Abdullah ».

Rasul kembali mengalah, « Demi Allah, aku adalah Rasul Allah sekalipun kalian mendustakanku ! Tulislah Muhammad bin Abdullah ».

Di dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa nabi saw memerintahkan Ali agar menghapuskannya lalu Ali berkata, « Demi Allah, aku tidak akan menghapusnya». Rasulullah lalu bersabda, « Tunjukkan kepadaku mana tempatnya ». Ali lalu menunjukkan dan Rasulullahpun menghapusnya sendiri.

Perjanjian ini berlaku untuk 10 tahun. Selama itu tidak boleh terjadi peperangan antara ke dua belah pihak. Sayangnya berdasarkan perjanjian tersebut rombongan besar dibawah pimpinan Rasul saat itu tidak dapat melakukan umroh hingga sebagian besar sahabat merasa kecewa terhadap isi perjanjian yang dianggap merendahkan umat Islam yang dirasa mulai menguat itu. Umar bin Khattab ra adalah satu diantaranya.

“Bukankah engkau Nabi Allah?” tanya Umar.

“Ya, benar”, jawab Rasul.

“Bukankah orang-orang kita yang terbunuh akan masuk surga dan orang-orang yang mereka bunuh akan masuk neraka?” tanya Umar lagi.

“Ya, benar”, jawab Rasul tenang.

«Lalu, mengapa kita menyetujui agama kita direndahkan ? », tanya Umar bertambah penasaran.

“Sesungguhnya aku adalah Rasul Allah. Aku tidak akan menyalahi perintah-Nya dan Dia pasti akan membelaku”, jawab Rasul sabar.

«Bukankah engkau telah menjanjikan bahwa kita akan datang ke Baitullah untuk melakukan thawaf ? », cecar Umar.

«Ya, benar. Tetapi apakah aku mengatakan bahwa engkau akan datang ke sana tahun ini ? Engkau pasti akan datang dan thawaf di Baitullah », tegas Rasul.

Dengan menahan rasa kecewa Umar hanya tertunduk lesu. Namun tak lama kemudian Rasulullah memanggilnya kembali untuk mengabarkan bahwa Allah swt telah menurunkan surat Al-Fath sebagai berikut:

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni`mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)”.

Alangkah leganya Umar dan seluruh kaum Muslimin mendengar itu. Namun demikian kemenangan tersebut tidak serta merta datang. Fathu Mekkah yaitu penaklukkan Mekah baru terjadi 2 tahun kemudian, yaitu pada tahun 8H. Pemicunya adalah pelanggaran yang dilakukan Quraisy dan sekutunya yang mengakibatkan batalnya genjatan senjata. 

Begitu pula dengan pengakuan Palestina di PBB baru-baru ini. Perjuangan belum selesai. Apalagi kita bisa melihat kasat mata bagaimana prilaku Israel yang berkali-kali telah melanggar genjata senjata tapi Amerika Serikat sebagai Negara adi daya sekaligus pemrakarsa genjatan tapi malah menutup mata bahkan ikut mengancam Hamas dan menuduhnya sebagai pihak yang melanggar perjanjinan.

Belum lagi ulah beberapa Negara Islam yang diam-diam mendukung penjajah Israel diantaranya dengan memberi izin Negara Zionis membangun pabrik senjata di negaranya. Maroko, UEA, Bahrain, Sudan dan Kazhastan adalah 5 negara Muslim yang tergabung dalam perjanjian Abraham (Abraham Accords). Sementara hanya 1 dari 8 negara yang secara resmi menyatakan bahwa Netanyahu dan puluhan pejabat Israel lain adalah penjahat perang akibat genosida Gaza, yaitu Turki. 7 negara lain adalah Slovenia, Lituania, Norwegia, Swiss, Irlandia, Italia dan Kanada.

Tapi jangan lupa, kaum Munafik yang sejatinya adalah musuh dalam selimut,  memang selalu ada bahkan sejak zaman Rasulullah. Peristiwa desersi pasukan dibawah tokoh Munafikun sejati Abdullah bin Ubay bin Salul dari Madinah pada perang Uhud di tahun 3 H adalah contohnya.  Namun tak perlu berkecil hati, pertolongan Allah swt pasti dating, bukankah Allah sebaik-baik pembalas tipu daya??

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imron(3):54).

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berjama’ah (bersatu) adalah rahmat sedangkan berpecah-belah adalah adzab”. (HR. Ahmad (IV/278) dan Ibnu Abi ‘Ashim (no. 93).

Jakarta, 9 November 2025.

Vien AM.

Pada 7 Oktober 2025, 2 tahun genap sudah pasukan Zionis Israel melakukan genosida terhadap penduduk Gaza yang luasnya hanya setengah Jakarta (363 km2) hingga menelan sekitar 63.700 korban meninggal kebanyakan anak-anak, ratusan ribu terluka dan puluhan bangunan luluh lantak.

Bahkan rumah sakit dan antrian panjang orang yang mengantri bahan pokok makananpun tak luput jadi sasaran kekejaman Zionis. Demikian pula orang yang bermaksud membantu evakuasi ledakan bom dan drone Zionis. Dengan sengaja mereka membiarkan anjing berdatangan mengendus mayat-mayat yang berserakan tersebut … Na’udzu billah min dzalik … Sungguh biadab …   

https://international.sindonews.com/read/1627047/43/mayat-mayat-bergeletakan-di-jalanan-gaza-tentara-israel-halangi-tim-evakuasi-1759241379

Kesadisan dan kebrutalan tentara Zionis yang sudah jauh diatas batas kewajaran tersebut membuat dunia muak hingga membuahkan protes dan demo di seluruh penjuru dunia. Belanda dan Italia tercatat memecahkan rekor terbesar demo pro Palestina. Di Italia semua kota besar melakukan demo besar-besaran.  Spanyol belakangan bahkan melakukan tindakan nyata menghentikan kerja sama dengan Israel.

Tidak sedikit kejuaraan seni dan olahraga ajang dunia yang menolak keterlibatan tim Israel.  Termasuk pemerintah Indonesia yang sebentar lagi akan menjadi tuan rumah olah raga senam. Tapi anehnya tidak sedikit pula orang Indonesia yang mencemoohnya. Menurut Prof Sudarnoto, seorang cendekiawan Muslim dari Muhammadiyah,  ada dua persen pembela atau pendukung Zionisme di Indonesia.  Bukan jumlah sedikit … Alangkah menyedihkannya …

Sementara Global Sumud Flotilla ( GSF), sebuah aksi kemanusiaan kolaborasi manca Negara demi mendobrak blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang terancam bahaya kelaparan akut, kembali berani menunjukkan diri. Setidaknya 15.000 peserta yang terdiri dari aktivis, dokter, artis bahkan juga pejabat lebih dari 44 negara tercatat dalam misi kemanusiaan terbesar yang pernah ada di muka bumi ini. Dengan membawa obat-obatan, susu bayi, pampers dan kebutuhan pokok lainnya, pada Agustus hingga September 2025, sekitar 450 peserta dengan menumpang lebih dari 50 kapal berlayar menuju Gaza.

Ironisnya, pada 3 Oktober begitu mendekati tujuan, meski masih berada di wilayah lautan internasional, mereka disergap tentara Israel. Persis seperti yang dialami kapal Turki Mavi Marmara dan 5 kapal lainnya yang datang  dengan membawa misi serupa. Tragedi memilukan yang terjadi pada tahun 2010 tersebut memakan korban 10 penumpang tewas dan 50 lainnya terluka.

Kali ini tentara Israel memang tidak menembaki para aktivis, tapi mereka menangkap dan menjebloskannya ke penjara Israel. Namun karena tekanan internasional 2 hari kemudian sebagian aktivis tersebut dideportasi ke Negara masing-masing. Akan tetapi meski hanya dalam waktu sangat singkat para aktivis yang sedang menjalankan tugas mulia tersebut diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi. Bahkan dengan ringannya pihak Israel mengatakan bahwa misi tersebut merupakan perpanjangan Hamas yang mereka cap sebagai teroris.

https://news.detik.com/internasional/d-8145974/dideportasi-aktivis-global-sumud-flotilla-kami-diperlakukan-bak-binatang

Tampak jelas Israel tidak peduli dengan tanggapan internasional atas perbuatannya yang semena-mena tersebut. Ini terjadi karena dukungan Amerika Serikat yang selalu merestui apapun yang dilakukan mitranya itu. Bukti nyata setiap PBB melakukan sidang pembahasan kebebasan Palestina, negri paman Sam tersebut selalu memvetonya.   

Pada pra sidang KTT PBB September 2025 lalu, tak lama setelah mengumumkan persetujuannya atas solusi 2 negara Palestina dan Israel, Perancis dibawah presiden Macron dengan menggandeng Arab Saudi berinisiatif mengumpulkan puluhan pemimpin dunia demi menggalang dukungan internasional terkait solusi dua Negara tersebut. Andorra, Belgia, Luksemburg, Malta dan Monako langsung bergabung  dalam deklarasi bersama ini. Sidang tersebut berlangsung di sela-sela Sidang Umum PBB di pusat PBB, yaitu New York.

Alhasil pada Sidang Umum PBB pada Senin, 22 September 2025, 153 dari 193 anggota PBB secara resmi memberikan pengakuan berdirinya Palestina sebagai Negara. Termasuk negara-negara mitra Israel seperti Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal. Sementara Irlandia, Spanyol dan Norwegia sejak Mei 2024 sudah lebih dahulu menyatakan akan menyetujui Palestina sebagai Negara, hal yang membuat PM Israel uring-uringan.

Namun lagi-lagi Amerika Serikat memveto hasil sidang tersebut. Tak ayal presiden Kolombia yang di sidang paling bergengsi di dunia itu berpidato secara berapi-api dan terang-terangan menyerang negeri adi daya tersebut langsung mengecam tindakan konyol tersebut. Begitu juga presiden Cina.

Tapi anehnya, Amerika Serikat ini pula yang dipercaya memberikan draft rencana penghentian perang Israel-Palestina (Hamas). Diantara butir-butir terdapat butir pelucutan senjata Hamas yang diberi label teroris. Sayangnya hanya Erdogan, presiden Turki yang secara nyata berani memberikan label pejuang kemerdekaan bagi Hamas, bukan teroris.  

Lain lagi dengan presiden Indonesia Prabowo, yang sepintas terlihat garang dengan gaya bicaranya yang penuh retorika menggebrak meja. Namun ternyata setelah diperhatikan meski mendukung berdirinya Negara Palestina ( yang hidup berdampingan dengan Israel) tapi juga menekankan untuk melindungi Israel !! Sebuah pertanyaan besar, melindungi dari apa?? Tidak cukupkah sebegitu banyak tindakan melanggar hukum internasional yang didiamkan saja?? Belum lagi kata sambutan Prabowo “Shalom” dalam bahasa Ibrani yang berarti “damai”. Dan ini tak lepas dari pengamatan media Israel sebagai pesan rekonsiliasi dengan Israel.

https://www.cnbcindonesia.com/news/20250924124006-4-669768/media-israel-sorot-pidato-prabowo-di-pbb-soroti-shalom-palestina

Sementara presiden Palestina, dalam sidang PBB tersebut secara online mengatakan tindakan Hamas pada 7 Oktober yang dianggap sebagai pemicu perang, tidak mewakili Palestina. Mahmud Abbas yang telah menduduki jabatan tertinggi sejak 2005 adalah dari partai Fatah yang selalu berseteru dengan Hamas yang menguasai Jalur Gaza.

Tindakan Hamas menyerang dan menculik sejumlah warga Israel pada 7 Oktober 2023 yang selalu dijadikan alasan Israel melakukan genosida, sejatinya adalah salah satu usaha untuk melawan penjajah Israel yang menguasai Palestina selama 77 tahun tanpa reaksi berarti dunia. Meski tak sedikit pihak yang meragukan kabar terbunuhnya 1000 lebih warga Israel adalah benar-benar akibat serangan Hamas. Banyak video beredar bagaimana senjata-senjata canggih tentara Israel justru yang menjadi penyebab terbunuhnya korban sebanyak itu.     

Kekejaman tentara pendudukan Zionis Israel sudah terjadi jauh sebelum peristiwa 7 Oktober. Bukan rahasia lagi bahwa hampir setiap hari rakyat Palestina selama 77 tahun tersebut selalu diperlakukan dengan tidak adil bahkan kejam. Berbagai kebebasan termasuk kebebasan berpendapat yang seharusnya merupakan hak rakyat dibatasi. Rumah dan tanah rakyat digusur, diambil paksa. Ribuan rakyat ditangkap, dipenjara, disiksa secara sadis hingga cacat seumur hidup, bahkan dibunuh tanpa alasan jelas. Adakah reaksi dunia???

Sebaliknya tawanan Israel yang ditangkap Hamas diperlakukan dengan amat sangat baik. Mereka dilindungi, diberi perawatan dokter dan makanan cukup padahal penduduk Gaza menderita kelaparan hebat akibat tentara Israel yang membombardir seluruh fasilitas umum yang ada di Gaza. Pengakuan para ex sandera Israel dapat dicari dengan mudah di medsos, bila tidak diblokir tentunya.

Tindakan Hamas memperlakukan tawanan perang dengan sangat baik tak lain adalah meniru apa yang diperintahkan Al-Quran dan dicontohkan Rasulullah SAW. “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” [Terjemah QS.Al-Insan(76):8).

Aku wasiatkan agar kalian berbuat baik terhadap mereka -yaitu tawanan-.” (HR. ath-Thabrani dalam al-Kabir, 977).

Hamas adalah pejuang Palestina yang tidak hanya menuntut kemerdekaan Palestina tapi juga adalah para mujahidin yang berjihad demi mempertahankan Masjidil Aqsho yang merupakan rumah suci ke 3 umat Islam yang sejatinya adalah incaran utama Zionis Israel.

https://spiritofaqsa.or.id/pemukim-yahudi-serbu-masjid-al-aqsha-tentara-israel-ubah-rumah-di-tepi-barat-jadi-barak-militer.html

Kabar terbaru, kesepakatan gencatan senjata memang telah tercapai namun siapa yang berani menjamin Israel yang dikenal sering ingkar janji dan selalu melanggar hukum namun tidak pernah diadili, bakal mematuhinya? Bahkan baru beberapa jam setelah presiden AS Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan awal tahap pertama gencatan senjata, tentara Israel mengebom rumah sebuah keluarga Palestina di wilayah barat Gaza menyebabkan lebih dari 70 warga sipil syahid dan terluka, sementara banyak korban lainnya masih tertimbun di bawah reruntuhan. Astaghfirullah …

https://spiritofaqsa.or.id/israel-lakukan-pembantaian-di-distrik-sabar-hamas-penjajah-ingin-gagalkan-implementasi-gencatan-senjata.html

Lalu sebagai umat Islam, apa yang telah dan akan kita lakukan untuk saudara/saudari kita yang terdzalimi tersebut?? Akankah kita terus diam membisu padahal sebagian besar Barat yang notabene mitra Israel telah memberikan pembelaan mereka???

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya). ‘ (HR. Bukhari dan Muslim).

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 10 Oktober 2024/ 18 Rabi’ul Akhir 1447H.     

Vien AM.

Hafshah adalah putri ‘Umar Abu Hafsh, Amirul Mukminin. Nama lengkap dengan nasabnya adalah Hafshah Hafshah binti ‘Umar bin Al-Khatthab bin Nufail bin Nufail bin ‘Abdil ‘Uzza bin Rabah bin ‘Abdillah bin Qurth bin Razah bin ‘Adi bin Ka’ab bin Lui bin Ghalib Al-Qurasyi Al-‘Adawi.

Ibunya adalah Zainab binti Mazh’un bin Hubaib bin Wahb bin Hudzafah bin Juma’.

Hafshah lahir lima tahun sebelum nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat menjadi nabi dan dibangun Ka’bah. Sebelumnya ia telah menikah dengan Khunais bin Hudzafah bin Qais. Keduanya sempat berhijrah ke Habasyah untuk menyelamatkan agamanya dari serangan orang-orang Quraisy. Lalu mereka kembali untuk selanjutnya hijrah menuju Madinah.

Pada usia Hafshah yang ke 18 tahun, Khunais bin Hudzafah mengikuti perang Badar dan meninggal dunia setelah perang Badar dikarenakan luka parah yang ia alami. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolatkannya dan memakamkannya di pekuburan Baqi’ di samping sahabat yang agung, Utsman bin Mazh’un, saudara ibu Hafshah.

Umar radhiyallahu ‘anhu sungguh terpukul menerima nasib putrinya  yang harus menjadi janda dalam usia sangat muda. Untuk itu ia menawarkan putri tercintanya tersebut kepada Abu Bakar maupun Utsman bin ‘Affan untuk dinikahi. Namun keduanya enggan karena tahu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang akan melamarnya.

Akhirnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Hafshah pada tahun 3 H (sebelum perang Uhud) dengan mahar sebesar 400 dirham. Saat itu pula, Utsman bin Affan menikahi Ummu Kultsum setelah meninggalnya Ruqayyah, putri rasulullah, yang menjadi istri Utsman sebelumnya.

Setelah Umar menikahkan Hafshah, Abu Bakar menemuinya dan menyampaikan alasannya mengapa ia menolak Hafshah, َ“Jangan kesal kepadaku, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyebut nama Hafshah. Aku tidak mau mengungkapkan rahasia beliau. Dan seandainya beliau meninggalkannya, niscaya aku menikahinya.” (HR. Bukhari, no. 5122).

Keutamaan Hafshah binti ‘Umar.

Pertama: Ia sangat mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Buktinya adalah Hafshah selalu mencari ridha Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjalankan apa yang ia inginkan, juga menjauhi apa yang beliau benci. Hafshah tidak pernah surut dalam upaya membahagiakan dan menggembirakan beliau. Setiap saat yang ia lalui disamping Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu ia manfaatkan untuk semakin mendekat dan mendekat lagi kepada Allah. Ia mempelajari semua bentuk ketaatan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mendekatkannya kepada Allah.

Seperti itulah kehidupan suami istri yang mewujudkan kebahagiaan yang selalu menyeruak di rumah mereka. Apa yang dijalankan Hafshah ingin merealisasikan hadits berikut ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasa’i, no. 3231dan Ahmad, 2:251. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Kedua: Hafshah dikenal sangat cerdas karena ia diajarkan khusus oleh Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam, sampai ia mahir dalam kitabah (penulisan) karena diajarkan oleh Asy-Syifa’ binti ‘Abdillah.

Di antara bukti kecerdasan Hafshah pula dapat dilihat dari peristiwa berikut. Hafshah pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, “Aku berharap tidak ada seorang pun yang masuk neraka dengan kehendak Allah bagi yang menghadiri perang Badar dan menghadiri Hudaibiyah.” Kalimat tersebut terasa aneh oleh Hafshah karena seolah-olah bertentangan dengan ayat, “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.” (Terjemah QS.Maryam(19):71). [Di antara tafsiran ayat ini adalah orang beriman akan melewati shirath pada hari kiamat]. Hafshah membacakan ayat ini pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan ayat kepada Hafshah, “Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.”(Terjemah QS. Maryam(19):72).

Akhirnya Hafshah memahami apa yang dimaksud dengan ayat tersebut. (HR. Ibnu Majah, no.3473. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ketiga: Hafshah jadi sebab turunnya ayat, “Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Tahrim: 1).

Dalam Shahihain dari hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum madu di tempat Zainab binti Jahsy dan tinggal bersamanya. Aku membuat kesepakatan dengan Hafshah bahwa siapa pun dari kami yang ditemui beliau hendaknya ia menanyakan kepada beliau, apakah engkau makan maghafir? Aku mencium bau maghafir darimu. Beliau pun mengatakan, “Tidak, akan tetapi aku minum madu di tempat Zainab binti Jahsy. Aku tidak akan mengulangi lagi. Aku pun sudah bersumpah. Jangan diberitahukan itu kepada siapa pun.” (HR. Bukhari, no. 4912 dan Muslim, no. 1474).

Kemudian Allah pun menurunkan ayat (yang artinya), “Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.At-Tahrim: 1).

Keempat: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mentalak Hafshah lalu rujuk lagi dan Hafshah diberikan kabar gembira menjadi istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga.

Kelima: Hafshah dikenal rajin beribadah, rajin shalat malam dan rajin berpuasa di siang harinya. Dalam hadits dari Anas bin Malik dan Qais bin Zaid, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Jibril berkata kepadaku, ‘Kembalilah (rujuklah) kepada Hafshah karena ia adalah wanita yang rajin berpuasa, rajin shalat malam, dan ia akan jadi istrimu di surga.’” (Diriwayatkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 6061.Hadits ini shahih)

Keenam: Sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihiwa sallam, Hafshah tetap dikenal rajin dalam ibadah termasuk juga rajin bersedekah pada fakir miskin yang membutuhkan. Ia juga sering jadi tempat bertanya para sahabat lainnya.

Al-Qur’an yang telah dikumpulkan berawal dari masa Abu Bakr, lalu berpindah pada Umar. Lalu setelah bapaknya wafat, Al-Qur’an tersebut berpindah pada Hafshah.

Wafatnya.

Hafshah meninggal dunia tahun 45 Hijriyah pada khilafah Mu’awiyah. Yang menyolatkannya ketika meninggal dunia adalah Marwan bin Al-Hakam yang menjabat di Madinah ketika itu.

Yang menurunkan jenazahnya dalam kubur ketika itu adalah dua saudaranya ‘Abdullah bin ‘Umar dan ‘Ashim bin ‘Umar, juga putra-putra dari Ibnu ‘Umar yaitu Salim, ‘Abdullah, dan Hamzah.

Wallahu ‘alam bish shawwab.

Vien AM.

Jakarta, 26 September 2025.

Referensi:

Barat sering menuduh Islam disebarkan dengan pedang, atau dengan kata lain dengan perang (kekerasan dan kekuatan). Benarkah demikian??

“ Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. ( Terjemah QS An-Nuur(24:55).

Ayat di atas adalah janji Allah swt bahwa jika orang-orang beriman mengerjakan amal perbuatan baik maka :

1. Allah akan menjadikan mereka penguasa di muka bumi. 2. Allah tegakkan Islam, 3. Aman dan sentausa, 4. Tidak menyekutukan Allah swt dengan apapun.

Itulah yang terjadi pada era terakhir kehidupan Rasulullah, sahabat khualarrasyidin, para tabi’in dan tabi’ut tabi’in, selama kurang lebih 8 abad hingga jatuhnya Turki Ustmani pada 1924. Zaman kejayaan Islam yang daerah kekuasaannya membentang dari Andalusia di Spanyol, sepanjang Afrika Utara ( Maroko, Aljazair, Tunisia, Libia dan Mesir), seluruh semenanjung Arab ( Arab Saudi, Kuwait, UEA, Bahrain, Qatar, Yaman, Oman), Asia Tengah (Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan),  Asia Kecil (Turki, Suriah, Palestina, Yordania dan Lebanon), Asia Barat ( Irak dan Iran), Eropa Timur ( Bulgaria, Yunani, Albania, Makedonia dan Yunani) hingga perbatasan barat negri China.

Dalam buku berjudul “Bonaparte et L’Islam” yang ditulis oleh Christian Cherfils, Napoleon Bonaparte (Napoleon I), pendiri Empirium Perancis (1769-1821 M) berkata,

“Musa telah menerangkan adanya Tuhan kepada bangsanya, Yesus kepada dunia Romawi dan Muhammad kepada seluruh dunia…Enam abad sepeninggal Yesus bangsa Arab adalah bangsa penyembah berhala, yaitu ketika Muhammad memperkenalkan penyembahan kepada Tuhan yang disembah oleh Ibrahim, Ismail, Musa dan Isa. … Muhammad seorang bangsawan, ia mempersatukan semua patriot. Dalam beberapa tahun kaum Muslimin dapat menguasai separoh bola bumi. … Muhammad memang seorang manusia besar”.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. ( Terjemah QS. Al-Ahzab(33):21).

Pada saat itu orang-orang beriman benar-benar menjalankan seluruh isi Al-Quran sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah saw, tidak memilih dan hanya mengamalkan ayat-ayat yang mereka sukai saja.        

Yang dimaksud penguasa di muka bumi pada ayat di atas adalah pemerintah dibawah pimpinan tertinggi baik itu presiden atau raja/sultan, yang taat pada Tuhannya. Itulah tahta. Sedangkan harta yang dimaksud pada judul di atas adalah harta yang didapat para pengusaha dengan cara yang halal dan menggunakannya sesuai syariat.

Jadi makna tahta dan harta adalah perisai pada judul tulisan ini yaitu bahwa penguasa dan pengusaha yang takwa adalah jaminan tegak dan teguhnya agama tanpa sedikitpun adanya kesyirikan. Yang dengan demikian rakyat akan dapat menjalankan kehidupan yang baik sesuai syariat. Hingga Allah swt pun ridho memberikan perlindungan dan menjadikan tanahnya aman sentausa, rakyatnya sejahtera.

Karena tak dapat dipungkiri untuk menjalankan syariat Islam dibutuhkan perlindungan yang kuat, yaitu penguasa. Sementara pengusaha sangat dibutuhkan tidak saja agar rakyat tidak kelaparan namun juga agar dapat menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan dan sains.

Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. ( Terjemah QS. At-Taubah(9):122).  

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):190-191).

Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu” ( HR. Ahmad).

Artinya pendapat Barat bahwa  Islam disebarkan dengan pedang atau perisai tidaklah benar. Yang benar dan tepat, penguasa ( tahta) dan pengusaha (harta) adalah perisai berdirinya ajaran Islam.  Perang-perang  yang dilakukan Rasulullah dan para sahabat adalah pertahanan/defensive demi tersebarnya kalimat Allah agar bumi ini damai dibawah lindungan Allah swt.   

Itu sebabnya mengapa Rasulullah saw bersusah-payah mendatangi Thaif, kota sejuk 95 km sebelah timur Mekah, tempat para petinggi Quraysi menghabiskan waktu senggangnya. Rasulullah berusaha mendapatkan dukungan penguasa agar risalah Islam yang diembannya dapat ditrima dan berkembang dengan baik. Meski ternyata penduduk Thaif menolak bahkan mengusir beliau.

Begitu juga paska penaklukan Mekah, Rasulullah memperlakukan petinggi Mekah, Abu Sufyan yang ketika itu belum memeluk Islam, dengan sangat istimewa, “Siapa saja yang memasuki rumah Abu Sufyan, maka ia aman, siapa saja yang menutup pintu rumahnya, maka ia aman. Dan siapa saja yang memasuki Masjid al-Haram, maka ia aman”.

Demikian pula pernikahan Rasulullah dengan Shafiyyah binti Huyay, putri penguasa Yahudi Khaibar yang dikalahkan pasukan Islam. Sebagai bentuk penghargaan Rasulullah memberikan Shafiyyah 2 pilihan yaitu menikah dengan Rasulullah dan masuk Islam atau dikembalikan kepada keluarganya. Ternyata putri penguasa Yahudi tersebut memilih menikah dengan Rasulullah dan memeluk Islam. Namun selain itu Rasulullah sangat berharap agar pernikahan tersebut dapat melunakkan hati orang-orang Yahudi untuk mau menerima Islam.   

Para sahabat utama seperti Abu Bakar ra, Ustman bin Affan ra dan Abdurrahman bin Auf ra yang keislamannya tidak diragukan lagi, sejatinya adalah pengusaha sukses di zamannya. Ketiganya dikenal sebagai orang-orang yang sangat dermawan. Namun ketiganya memiliki cara masing-masing dalam menginfakkan harta mereka.

Abu Bakar tercatat wafat dalam keadaan tidak memiliki harta sedikitpun. Khalifah pertama ini menginfakkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Islam. Sesuatu yang diizinkan Rasulullah khusus untuk Abu Bakar. Semasa hidupnya, ketika masih di Mekah, jauh sebelum menjadi khalifah, Abu Bakar sering sekali membebaskan para budak Muslim dengan menebusnya dari tuannya. Tak kurang dari 70 budak ia bebaskan. Bilal adalah salah satu diantaranya.

Sementara Ustman bin Affan, khalifah khulafaur rasyidin ke tiga, tercatat sebagai orang kaya raya hingga akhir hayatnya. Ketika wafat, ia mewariskan harta peninggalan yang jika diakumulasikan totalnya mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun.  Semasa hidupnya, Ustman banyak sekali membantu perjuangan Islam. Diantaranya yaitu pada perang Tabuk melawan Romawi. Ia menyumbangkan 300 ekor unta dan 1000 dinar dari kantong pribadinya untuk bekal perang.

Dengan hartanya yang berlimpah, Ustman bin Affan pernah membeli sumur air milik Yahudi dengan harga sangat tinggi. Itupun dengan syarat Ustman hanya boleh mengambil airnya 2 hari sekali, bergantian dengan si Yahudi yang menjual air tersebut kepada kaum Muslimin dengan harga tinggi.

Ustman tidak kehabisan akal, jatahnya ia berikan kepada kaum Muslimin secara cuma-cuma. Akibatnya Yahudi tersebut tidak mendapatkan apapun karena kaum Muslimin hanya mengambil air di hari-hari milik Ustman. Akhirnya iapun menjual seluruh sumur tersebut. Sumur yang dikenal dengan nama sumur Raumah tersebut hingga hari ini masih mengalir. Menjadikannya satu-satunya sumur pada zaman Rasulullah yang masih berfungsi, selain sumur zamzam tentunya.

Akan halnya Abdurrahman bin Auf, sahabat yang mempunyai julukan “ Sahabat bertangan Emas” dan merupakan sahabat terkaya diantara para sahabat tetap kaya hingga akhir hayatnya. Abdurrahman bin Auf sering memborong dagangan dari kota Syam untuk dibawa ke Madinah. Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan, Abdurrahman bin Auf seringkali membawa pulang 700 kontainer dagangan seperti barisan pawai yang tak ada putusnya.

Hingga suatu hari Abdurahman mendengar Rasulullah menerangkan tentang perbedaan waktu hisab antara orang kaya dan orang miskin. “Kelak dihari kiamat, orang kaya akan lebih lama menjalani perhitungan amal dibandingkan orang miskin. Dan aku ada berada di barisan orang-orang miskin”.

Sejak itu ia menjadi resah dan selalu merenung. Ia sering menangis setiap teringat apa yang dikatakan Rasulullah. “Aku tidak mau berlama-lama di Yaumul Hisab hanya karena kekayaan yang aku punya. Ya Allah, aku mohon miskinkanlah diriku dan masukkanlah aku ke dalam barisan orang-orang miskin bersama Rasulullah di hari akhir nanti”,rintihnya.

Berbagai cara ia lakukan agar hartanya habis, cara yang baik tentunya. Namun Allah swt telah takdirkan Abdurrahman menjadi orang kaya selama hidupnya. Itu adalah ketetapan Allah yang harus ia terima dan jalani.

Abu Bakar ra, Ustman bin Affan ra dan Abdurrahman bin Auf ra adalah sedikit contoh dari banyak sahabat yang notebene adalah orang-orang beriman dengan akidah kokoh yang mengerjakan amal-amal saleh sebagaimana ayat 55 surat An-Nuur di awal tulisan. Mereka adalah pejuang tangguh sekaligus pengusaha sukses yang Allah beri amanah memegang kekuasaan di muka bumi ini.

Sayangnya hari ini tidak sedikit kaum Muslimin yang tidak mau menteladani jejak Rasulullah saw dan para sahabat. Dan lebih sayangnya lagi banyak musuh-musuh Islam yang mengetahui hal tersebut. Contohnya adalah ucapan Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis yang terekam dalam buku tulisan Cherfils yang sama dengan di atas :

“Selama Al-Quran ini berkuasa di tengah-tengah kaum Muslimin, dan mereka hidup di bawah naungan ajaran-ajarannya yang sangat istimewa, maka kaum Muslimin tidak akan tunduk kepada kita, kecuali bila kita pisahkan antara mereka dengan Al-Quran.” 

https://www.goriau.com/ragam/kaisar-prancis-napoleon-bonaparte-mualaf.html

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 13 September / 20 Rabi’ul Awal 1447H.

Vien AM.

Disebutkan oleh Abu Sa‘id al-Khudri, pada suatu hari, Rasulullah saw masuk ke masjid. Ternyata di sana sudah ada seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Umamah. Beliau kemudian menyapanya: “Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat?”. Abu Umamah menjawab : “Kebingungan dan hutang-hutangku yang membuatku (begini), ya Rasul”.

Rasulullah kembali bertanya: “Maukah kamu jika aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi hutang?” 

Umamah menjawab : “Tentu, ya Rasul”. Nabi pun menyatakan: “Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah:

Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl “ 

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.  

Abu Umamah lalu menuturkan: “Setelah aku mengamalkan doa itu, Allah benar-benar menghilangkan kebingunganku dan memberi kemampuan melunasi hutangku”.

Bingung, sedih, lemah, malas, takut, kikir, lilitan hutang dan tekanan manusia lain adalah 8 perkara tidak menyenangkan tapi sering dialami manusia. Namun demikian bagi seorang Muslim yang baik, tidak sepatutnya perasaan dan sikap yang seperti itu dipelihara. Muslim yang baik harus kuat, tabah dan sabar menghadapi segala cobaan. 

Karenanya tak heran bila kemudian Rasulullah mengajarkan doa yang tidak khusus hanya untuk Abu Umamah namun juga berlaku untuk semua umatnya. Doa sejatinya adalah senjata kaum Muslimin yang paling ampuh dalam menghadapi segala masalah. Allah swt memasukkan orang yang tidak mau memohon doa padaNya sebagai orang yang sombong dan tempatnya adalah neraka Jahanam.

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina”. (Terjemah QS. Ghafir (40):60).

Hidup adalah cobaan, ujian dari Sang Pencipta sebagaimana ayat 155 surat Al-Baqarah “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan”.

Allah swt menguji manusia untuk mengetahui mana hamba-Nya yang sabar dan takwa mana yang tidak. Ialah yang menganugerahkan hidayah, rezeki, jodoh, keturunan dll kepada siapa yang Ia kehendaki. Namun manusia wajib berusaha untuk menggapainya. Al-Quran secara tegas memerintahkan manusia untuk aktif dan produktif dalam melakukan sesuatu. Hal tersebut guna menghindari waktu luang yang umumnya kerap diisi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat. Menghidari waktu luang bukan berarti menghilangkan porsi istirahat setelah mengisi hari dengan ibadah, bekerja, belajar, dan kegiatan lainnya.

Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”. (Terjemah QS. Al-Insyirah (94):7).

Buya Hamka melalui Tafsir Al-Azhar, beliau menjelaskan bahwa Allah mengingatkan pada Rasulullah saw dan umatnya untuk tidak cepat berpuas hati dengan hasil usahanya. Oleh karenanya, apabila seseorang telah selesai suatu urusan (urusan dunia serta kesibukannya) maka segera mengerjakan urusan yang lain. Inilah yang akan menjadikan orang menjadi kuat, tidak lemah dan tidak mudah mengeluh.

Allah swt sangat membenci orang malas hingga bisa jadi rezekinyapun Ia batasi. Akibatnya orang bersangkutan susah hidupnya sementara kebutuhan hidup terus meningkat. Maka dalam keadaan galau, sedih, takut dan kikir karena memang tidak memiliki apapun, ia terjebak dalam hutang.

Dan ketika akhirnya hutang melilitnya apapun terpaksa dilakukan. Tergadai sudah nyawanya. Hilanglah kemerdekaan dirinya padahal kemerdekaan adalah hal terpenting dalam hidup. Inilah yang dimaksud “min qahrir rijâl” ( dari tekanan orang) pada akhir doa yang diajarkan Rasulullah di atas, yaitu orang yang memberinya hutang dengan tujuan memeras.

Ini pula salah satu penyebab penderitaan berkepanjangan rakyat Palestina, Gaza khususnya, hingga detik ini. Negara-negara Timur Tengah tetangga Palestina seperti Yordania, Mesir, Arab Saudi dll, tak mampu berbuat banyak untuk menolong saudaranya yang terdzalimi, adalah akibat tersandera hutang dan kepentingan politik Israel dan Amerika Serikat.

Dari Hakîm bin Hizâm Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah”. Tangan diatas maksudnya adalah memberi, sedangkan tangan dibawah adalah meminta.

Selanjutnya pada ayat 8 surat Al-Insyirah “dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” menunjukkan bahwa manusia hanya bisa berusaha sedangkan hasilnya adalah milik Allah swt.

Artinya, bila setelah berusaha maksimal hasilnya tidak sesuai keinginan tidak sepatutnya seorang Muslim menjadi kecewa, galau, sedih berkepanjangan apalagi sampai putus asa dan bunuh diri.

Siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi harta karena Allah, menahan harta karena Allah, maka telah sempurna imannya”. (HR. Abu Daud no.4681, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb; Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Suhail dari Bapaknya dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seseorang, maka Dia akan memanggil malaikat Jibril alaihi salam seraya berseru: “Hai Jibril, sesungguhnya Aku mencintai si fulan. Oleh karena itu, cintailah ia!”’

Rasulullah bersabda: “Akhirnya orang tersebut pun dicintai Jibril. Setelah itu, Jibril berseru di atas langit; “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai si fulan. Oleh karena itu, cintailah ia!  Kemudian para penghuni langit pun mulai mencintainya pula. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setelah itu para penghuni bumi juga mencintainya”.

Sebaliknya, apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala membenci seseorang, maka Dia akan memanggil malaikat Jibril dan berseru kepadanya: “Sesungguhnya Aku membenci si fulan. Oleh karena itu, bencilah ia”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Lalu malaikat Jibril berseru di langit; “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala membenci si fulan. OIeh karena bencilah ia!“. Kemudian para penghuni langit membencinya. Setelah itu para penghuni dan penduduk bumi juga membencinya.

Dua hadist diatas menunjukkan betapa cinta dan benci Allah swt kepada seorang hamba akan sangat mempengaruhi cinta dan benci manusia kepada kita. Oleh sebab itu jangan pernah berharap pada manusia, berharap pada imbalannya. Lakukan semua perintahNya, jauhi segala laranganNya sesuai apa yang dicontohkan Rasulullah saw, maka kebahagiaan dunia dan akhiratpun kita raih.

Dan ta`atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat“. ( Terjemah QS. Ali Imran(3):132).

Sekecil apapun amal kebaikan kita Allah swt pasti akan melihat dan membalasnya sebagaimana ayat 7 dan 8 surat Al-Zalzalah, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.(Terjemah QS.Al.Qashash (28):77).

Wallahu’alam bi shawwab. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin.

Jakarta, 24 Agustus 2025, 29 Rabi’ul Awal 1446 H.

Vien AM.