Feeds:
Posts
Comments

Menurut sejarawan Sima Qian (145 – 90 SM), pembangunan makam agung kaisar Qin Shi Huang dimulai disekitar 246 SM, saat usia sang Kaisar baru menginjak usia 13 tahun, dengan memperkerjakan kurang lebih 700.000 pekerja.

http://harianinternasional.blogspot.co.id/2016/01/sejarah-dinasti-qin-zaman-musim-semi.html

Bergidik hati ini menyaksikan bagaimana Sang Raja Alam Semesta, Allah swt, memperlihatkan Kebesaran dan Kekuasaan-Nya dengan membongkar harta karun kaisar Qin yang telah terpendam selama ribuan tahun lamanya, dalam keadaan relative utuh. Disamping tidak mungkin juga kita menyingkirkan kenyataan, betapa pandainya manusia, yang sejak ribuan tahun lalu telah mampu membangun peradaban yang begitu tingginya.

Lulu bercerita bahwa tehnologi pembuatan patung Terracotta sangat rumit dan canggih. Sementara teknik pembuatan senjata perunggunya lebih menakjubkan lagi. Pedang perunggu yang ditemukan di dalam lubang Terakota tersebut sangat tajam dan halus, tidak berkarat bahkan berkilau seperti baru. Senjata tersebut mengandung berbagai macam logam, permukaannya adalah lapisan oksidasi garam kromium setebal 10 mikro meter, dan derajat kekerasannya setara dengan baja karbon medium yang dikeraskan. Senjata-senjata perunggu yang tergali dari lubang tersebut dibuat dengan cara tuangan (cor), bahannya terutama tembaga dan timah. Ini adalah teknik tingkat tinggi dalam sejarah metalurgi dunia.

http://indonesian.cri.cn/chinaabc/chapter22/chapter220111.htm

Dzulqarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu“. ( Terjemah QS. Al-Kahfi (18):95-96).

Para ahli tafsir sepakat bahwa Dzulkarnain yang dimaksud pada kisah di atas adalah seorang raja alim yang diberi Allah swt kekuasaan sangat besar. Sebagian ada yang berpendapat Dzulkarnaen hidup sezaman dengan nabi Ibrahim as, dan pernah tawaf bersama sang nabi as. Namun ada juga yang berpendapat Dzulkarnaen hidup di masa nabi Musa as. Pendapat lain mengatakan bahwa Dzulkarnaen hidup di masa dinasti Zhou, dinasti pendahulu Qin. Catatan sejarah memang mengatakan teknologi perunggu di masa itu sedang mencapai puncaknya.

Berdasarkan kajian mendalam ayat 86-99 surat Al-Kahfi yang sarat dengan pesan sains dan ilmu alam, sebagian ahli tafsir menyimpulkan bahwa lokasi dimana Dzulkarnaen membantu suatu kaum dari ancaman kebengisan Ya’juj Ma’juj yang akan muncul di akhir zaman nanti, adalah suatu daerah di dataran tinggi Cina. Ayat-ayat di atas juga sekaligus menjadi saksi betapa Cina sejak ribuan tahun lampau telah mencapai kemajuan dan peradaban yang tinggi.

Tak dapat dipungkiri, Cina hari ini sungguh sangat berbeda dengan Cina beberapa tahun yang lalu. Selain kemajuan dalam berbagai bidang, termasuk kebersihan kota-kotanya, disiplin masyarakat Cina, terutama anak-anak mudanya, patut diacungi jempol.

Berkat majunya pendidikan”, jelas Lulu tegas, ketika kami mengajukan keheranan kami. Kami juga beberapa kali melihat gadis tersebut menegur orang setengah tua Cina yang meludah atau membuang sampah sembarangan.

Dzulqarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”. Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya”. ( Terjemah QS. Al-Kahfi (18):98-99).

Dominasi negara-negara Asia Timur (Cina, Jepang dan Korea) sebagaimana yang diprediksi para ahli tafsir dan ilmuwan Muslim, Cina khususnya, baru terjadi 10 tahun-an belakangan ini. Orang-orang Cina, hari ini, dapat kita saksikan, telah menyebar hampir di seluruh pelosok dunia, bercampur dengan penduduk asli tapi tetap dalam komunitasnya sendiri, yaitu China town.

Menjadi tanda tanya besar, mungkinkah yang dimaksud hancur luluhnya dinding di akhir zaman pada ayat di atas adalah temuan spektakuler sang penakluk Cina raja Qin yang telah ribuan tahun terpendam di perut bumi? Atau memang nyata dinding buatan Dzulkarnaen yang menyatukan dua puncak gunung yang kemungkinan berada di Cina itu belum ditemukan??

Siapa dan dimana kira2 kaum yang meminta pertolongan Zulkarnaen agar dibuatkan tembok sebagai benteng perlindungan dari kekejaman kaum lain? Siapa pula yang dimaksud kaum bengis itu? Mungkinkah ia adalah raja Qin, si penakluk Cina, yang pasti banyak dibuat membencinya??

Masih terngiang ucapan uztad Bahtiar Nasir pada salah satu kajiannya, “Bisa jadi hari ini adalah era kejayaan Cina. Namun tidak berarti kita harus terus mengekor Cina”.

Ya, patutkah kita tunduk kepada negara ex komunis yang kini menuju sosialis kapitalis, yang terang-terangan melarang rakyatnya (Muslim Xinjiang) menjalankan ibadah?? Yang dengan berang menantang perang Erdogan, hanya karena presiden Turki tersebut geram terhadap kebengisan tentara Myanmar terhadap Muslim Rohingya?

http://www.kabarsatu.news/2017/09/wow-china-ancam-perang-turki-jika.html

Dengan membawa sejuta pertanyaan di atas, usai sudah kunjungan ke Xian. Tiba saatnya kami menuju bandara untuk selanjutnya terbang ke Guilin sebagai penutup rihlah kali ini. Alhamdulillah Lulu menyempatkan mengantar kami ke masjid yang ada di jalur menuju bandara. Ia bahkan sempat masuk, memperhatikan kami wudhu dan membaca papan berisikan beberapa ajaran Islam yang terpampang di depan pintu masjid.

“Oh jadi orang Islam itu terbiasa ber-puasa yaa ..  pantas kamu langsing”, komentar Lulu sambil terus membaca pengumuman-pengumuman yang ada di sana. Kebetulan Lulu memang agak besar badannya, dan beberapa kali mengeluh ingin kurus. 🙂

20170429_191740Oya, di dalam pesawat kami mendapat surprised makanan halal padahal kami tidak memesannya karena memang tidak menyangka ada pilihan untuk itu. Saking terheran-herannya saya sampai melirik ke meja penumpang lain untuk mengetahui apakah hanya kami saja yang mendapat pelayanan istimewa. Ternyata tidak, semua penumpang mendapat jatah snack sama, yaitu bungkusan coklat dengan label HALAL di atasnya. Sekedar info, pesawat yang kami tumpangi adalah pesawat lokal Air China.

******

Guilin, 30 April – 2 May 2017.

Guilin adalah kota menengah di Cina Selatan yang memiliki pemandangan unik menakjubkan. Kota ini selain dikelilingi sungai dan 4 buah danau, juga oleh pegunungan kars dengan ribuan puncak, yang menjadikannya salah satu  pegunungan kars terbesar di dunia.

20170430_115839IMG_0634Kami mengawali penjelajahan dengan cruise menyusuri sungai Li yang panjangnya 83 km, menuju Yangshuo yang ditempuh dalam waktu 4-5 jam. Waktu berlalu tidak terasa terlalu lama berkat pemandangan yang sungguh mencengangkan. Dari sejak awal hingga usai perjalanan, tumpukan gunung dengan bermacam bentuk dan ketinggian, menyesaki pandangan. Masya Allah …

IMG_0690Tak heran bila kemudian pemerintah setempat memanfaatkan salah satu spot cantik di tempat tersebut sebagai latar belakang uang pecahan 20 Yuan. Pepatah Cina mengatakan Guilin adalah “tempat terindah, surga dunia”.

Keberadaan pegunungan kars dengan puncak-puncak lancip bagaikan pasak /paku dan gua disana-sini, menunjukkan bahwa Guilin ratusan juta tahun yang lalu adalah merupakan dasar laut, yang disebabkan adanya perubahan alam, terangkat hingga membentuk apa yang terlihat saat ini.

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?”( Terjemah QS. An-Naba’(78):6-7).

Sekitar jam 2 siang setelah cruise selesai, kami berjalan-jalan melihat-lihat aneka pernak-pernik barang lokal yang dijajakan di sepanjang jalan keluar pelabuhan. Termasuk yang paling menarik adalah cara pembuatan permen jahe, dimana jahe yang sudah diolah sedemikian rupa menyerupai gulungan besar dililitkan di sebuah tiang. Kemudian gulungan tersebut ditarik, digulung, ditarik-gulung   berkali-kali, hingga akhirnya dipotong-potong kecil dan dibungkus menjadi permen jahe yang lezat.

20170430_16545220170430_162234Selanjutnya Cory, guide kami menawarkan extra kunjungan ke sebuah bukit dimana dari sana terlihat pemandangan sungai dengan gunung-gunungnya dari ketinggian. Meski harus mengeluarkan tambahan biaya dan sedikit terengah-engah menaiki tangga, sungguh tidak percuma bukit yang ia perkenalkan dengan nama  bukit Wow itu, memang benar-benar “wow”.

“Bukan hanya wow tapi katakan Allahu Akbar”, sambil bercanda saya mengoreksinya. “Bayangkan, kalau ciptaan-Nya saja seperti ini apalagi yang menciptakan-Nya”.

20170501_110644IMG_0817Singkat cerita, Guilin ternyata mempunyai lumayan banyak tujuan wisata. Diantaranya adalah The elephant trunk hill, bukit berbentuk gajah yang agak dipaksakan, dan Reed Flute Cave, gua yang sudah dipercantik dengan lampu sorot warna-warni dengan bermacam tema hingga menampilkan pemandangan yang cantik menarik. Tak kalah cantiknya adalah pemandangan danau di dalam kota.

20170501_175915IMG_0804Namun yang di luar perkiraan adalah keberadaan masjid dan restoran halal di kota ini. Di restoran halal yang kami kunjungi untuk makan siang maupun malam itu kami berjumpa dengan rombongan 2 bus besar yang membawa turis Malaysia. Mereka datang dari Guangzhou yang jaraknya 6 jam perjalanan dengan bus. Di restoran ini dipajang lukisan menarik sepasang muda lelaki Arab khas dengan pakaian Arabnya, dan gadis Cina dengan kepang rambutnya. Mungkin pemilik restoran, bisik saya kepada suami .. sotoy … 🙂

20170501_16150320170501_16162520170501_163950IMG_0859 - Copy20170501_161352Akan halnya dengan masjid, Guilin ternyata mempunyai 6 buah masjid. Rata-rata masjid tersebut dibangun pada masa kekuasaan dinasti Qing (1644-1911 M), dinasti terakhir empurium Cina. Muslim di Guilin adalah suku Hui. Sayang Cory hanya sempat mengajak kami mengunjungi 1 masjid saja, yaitu  Guilin Chongshan Street Mosque. Karena memang inilah satu-satunya masjid yang masih terawat dan berfungsi dengan baik.

http://www.muslim2china.com/china-mosques/Guilin-Chongshan-Street-Mosque-17.html 

Menurutnya, kebetulan sejak kecil ia tinggal di sebelah masjid, dulu di lingkungan tersebut berdiri sebuah sekolah Islam. Ketika usia TK ia bahkan sempat bersekolah di sekolah tersebut. Ia tidak begitu ingat sejak kapan sekolah tersebut tutup. Yang pasti dengan nada kecut, pemuda yang mengaku tidak percaya kepada adanya Tuhan sebagaimana rata-rata orang Cina, masih menurutnya, punya pengalaman buruk dengan lingkungan orang-orang masjid.

“Kalau ketahuan ada orang membawa daging babi ke rumah, mereka memukulinya”, ceritanya.

Menurut suami saya, ia memang tampak alergi bila suami saya sekali-sekali memancing pembicaraan kearah agama. Ntah bagaimana perasaannya ketika kami meminta tolong padanya agar menjaga barang-barang kami sementara kami shalat di hadapannya, di pelataran bukit wow, karena waktu yang tidak memungkinkan shalat di hotel ataupun masjid.

Semoga suatu hari nanti Allah swt berkenan membuang citra buruk Islam yang ada di kepalanya dengan yang lebih baik, dan semoga suatu hari nanti Islam dapat ditrima di negri Tirai Bambu ini, aamiin ya robbal ‘aalamiin …

Wallahu ‘alam bish shawab.

Jakarta, 25 September 2017.

Vien AM.

Advertisements

IMG_0418Mendekati waktu Zuhur kami segera menuju masjid. Sebuah plang tanda arah ke masjid terlihat di persimpangan pasar yang lumayan padat tersebut. Lulu mengingatkan untuk memperhatikan tanda tersebut agar ketika pulang menuju tempat rendez-vous nanti tidak tersasar. Ia mengantar kami hingga gerbang masjid. Terlihat beberapa lelaki berteriak-teriak di tempat tersebut. Tadinya kami tidak begitu paham apa yang mereka teriakkan dan inginkan. Setelah kami dengarkan baik-baik ternyata mereka meneriakkan “ fii sabilillah fii sabilillah”, alias sedang meminta infak/sodaqoh.

Lulu bersiap mengeluarkan dompet untuk membayar tanda masuk. Di depan masjid memang terpampang papan bertuliskan tarif masuk masjid.

Tidak perlu bayar Lulu. Kami kan mau shalat. Itu khusus untuk turis yang ingin melihat-lihat masjid”, jelas suami saya. Dan tanpa menunggu jawabannya kami segera memasuki lokasi. Lulu hanya bengong sebentar kemudian berbalik meninggalkan kami.

Tapi tak lama kemudian, dengan bahasa isyarat seorang lelaki mengatakan bahwa tempat akhwat/perempuan shalat bukan di situ. Kami segera keluar lagi dan  mengikutinya menuju tempat yang dimaksud, yang lumayan jauh dari lokasi  utama.

Tempat shalat bagian perempuan tersebut rupanya adalah sebuah apartemen tingkat 2 sederhana yang sudah di sulap menjadi musola. Tempat wudhu terletak di lantai dasar, sedangkan ruang shalat berada di lantai di atasnya. Terdengar suara dzikir dan shalawat  dari pengeras suara yang terpasang di ruangan berukuran sekitar 6×6 meter tersebut. Sebuah layar televise kecil terlihat di  dinding depannya. Rupanya layar tersebutlah yang menjadi penghubung dengan masjid.  Tak tampak gambar apapun di layar tersebut, mungkin karena waktu Zuhur belum tiba.

Saya melihat hanya ada sekitar 4 muslimah di dalamnya. Tapi setengah jam kemudian setelah saya selesai shalat Tahiyatul masjid, dzikir dan berdoa separuh ruangan telah terisi. Waktu terus berlalu, saya mulai gelisah karena tanda-tanda shalat Jumat belum juga terlihat. Akhirnya dengan alasan perempuan tidak wajib menunaikan shalat tersebut saya memutuskan untuk keluar ruangan.

20170428_13292520170428_133129Alhamdulillah sebelum keluar saya sempat membagikan dulu jilbab yang sengaja saya bawa dari tanah air kepada beberapa ibu yang ada di barisan belakang. Juga  mukena berbordir cantik dari Padang yang tadi saya kenakan. Dengan bahasa isyarat saya katakan bahwa saya dari Indonesia dan hadiah saya berikan sebagai tanda ukhuwah. Mereka tampak terkejut tapi dengan senang mereka menerimanya. Sungguh bahagia hati ini melihat ekspresi dan tanggapan mereka.

“Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al Bukhari).

Selanjutnya saya segera menuju masjid utama. Tampak orang berbondong-bondong memasukinya, termasuk juga beberapa orang perempuan. Sayapun nekad masuk bersama mereka.

20170428_13540620170428_13385020170428_13380820170428_134303Masya Allah, ternyata masjid Agung Xian ini menempati area yang cukup luas, menurut info yang saya dapat, sekitar 12.000 – 13.000 m2. Sementara luas masjid utama yang khusus digunakan untuk shalat sekitar 6.000 m2.  Bangunan mirip rumah ibadah Cina, klenteng, ini terletak di ujung lokasi. Komplek masjid ini mempunyai beberapa pendopo dan gapura ber-arsitektur khas Cina, dengan hiasan kaligrafi di sana-sini. Sangat menarik dan unik.

20170428_14070220170428_13474520170428_13551020170428_134140Masjid Agung Xi’an yang dibangun pada tahun 742 M pada masa kekuasaan dinasti Tang (618-907) ini meski sudah berusia sangat tua masih terlihat terawat dan masih berfungsi dengan baik. Pada tahun 1998 pemerintah bahkan menetapkan kompleks masjid Xian sebagai warisan Sejarah China.

20170428_13293920170428_13514320170428_134308Saya sempat ngobrol dengan ibu muda yang tadi juga berada di masjid bagian perempuan. Ia bersama putri kecilnya juga sedang menunggu suaminya shalat Jumat. Perempuan muda asli Cina ini rupanya seorang turis lokal. Masjid Agung Xi’an memang bukan hanya tujuan wisata luar negri, tapi juga dalam negri.

20170428_14100420170428_13442620170428_14020820170428_134020Menjelang waktu shalat tiba, makin banyak jamaah berbondong-bondong datang. Sungguh tak menyangka wajah-wajah bermata sipit tua maupun muda, dengan berbagai penampilan, mulai dari yang ber-jas rapi hingga yang hanya ber-kaos oblong plus tangan bertato, mereka adalah saudara seiman kita. Allahu Akbar …

Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum`at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.( Terjemah QS. Al-Jumuah (62):9).

20170428_14195020170428_14330920170428_131954Tak urung merinding hati ini mendengar shalawat, dzikir dan adzan berkumandang dengan nada yang tidak biasa, terdengar di negri Tirai Bambu ini. Bahagia rasanya bisa menjadi salah satu saksi shalat Jumat dengan jamaah yang membludak hingga ke luar masjid, meski sayang tidak rapat shaftnya.

Usai shalat kami segera menuju tempat rendez-vous dengan Lulu. Kami melanjutkan kunjungan “wajib” ke Pagoda yang terdiri dari kuil dan patung Budha terbesar di Xian bahkan Cina. Diteruskan dengan makan malam meski sebenarnya masih sore, di sebuah restoran halal tidak jauh dari lokasi. Tampaknya Lulu ingin cepat menyelesaikan tugasnya dan cepat istirahat. Hmm apa boleh buat. Selanjutnya kami di antar pulang ke hotel untuk acara bebas. Kami hanya memanfaatkan waktu tersebut untuk berjalan-jalan di sekitar hotel.

Keesokan paginya kami mengunjungi Musium Terracota yang merupakan wisata utama kota ini. Adalah sejumlah petani yang ketika itu sedang menggali tanah dan secara tidak sengaja menemukan ribuan patung kuda dan prajurit terbuat dari tanah liat, dengan ukuran sebesar aslinya, dengan tinggi rata-rata 1,8 meter.

Peristiwa tersebut terjadi pada Maret 1974, sekitar 1,6 kilometer dari makam Kaisar Qin Shi Huang yang terletak di Gunung Li Shian, sebelah utara kota Xian. Maka sejak itu proses penggalianpun terus dilakukan hingga hari ini. Penggalian tersebut merupakan lokasi penggalian arkeologi terbesar di Cina.

Selanjutnya pemerintah membangun semacam hangar pesawat raksasa di lokasi temuan spektakuler tersebut, dan menjadikannya sebagai Musium dengan nama Terracota Warrior and Horses, yang dibuka secara resmi pada tahun 1979. Musium ini dibagi menjadi tiga seksi.

20170429_10174520170429_10171520170429_11030420170429_105800Seksi pertama merupakan yang paling besar. Ada sekitar 8.000 patung prajurit dan kuda Terracotta, namun hanya sekitar 2.000 patung yang dipamerkan. Hebatnya tiap patung tersebut mempunyai ekspresi wajah dan posisi kucir rambut yang berbeda-beda. Ada yang kucir kiri, ada yang kanan dan ada yang di tengah. Masing-masing memiliki arti dan maksud tersendiri.

Seksi dua dan seksi tiga hingga kini masih dalam tahap penggalian. Kabarnya penggalian yang sekarang ini dilakukan baru 1 % dari perkiraan seluruh galian. Selain patung prajurit dengan berbagai posisi, sebagian besar tidak ada bagian kepalanya, kuda dan kereta kuda juga ditemukan berbagai senjata perang.

20170429_11241720170429_11244020170429_110134Menurut Lulu, aslinya kuda-kuda dan prajurit Terracotta tersebut tersusun pada posisi dan barisan tertentu di bawah atap sebuah bangunan. Semua dikubur menjadi satu. Namun ketika ditemukan hampir semua atapnya sudah rusak. Sementara dari sekian ribu patung yang ditemukan, hanya 1 patung prajurit yang masih utuh, bahkan warnanyapun masih relative jelas.

kaisar QinshihuangAkan halnya kaisar Qin Shi Huang, ia adalah kaisar pendiri dinasti Qin. Ia menjadi kaisar ketika usianya baru 13 tahun. Pada usia 38 tahun sang kaisar muda berhasil mempersatukan Cina, yaitu pada tahun 221 SM. Qin selain dikenal sangat berjasa dalam membangun peradaban Cina, juga dikenal sebagai seorang kaisar yang kejam.

Ia pernah mengubur hidup-hidup 460 sarjana hanya karena mereka menyimpan buku filsafat yang harusnya dibakar dan dilarang untuk dimiliki rakyat. Qin ini pulalah yang memerintahkan pembangunan tembok besar Cina sepanjang 3000 km yang banyak memakan korban.( Ada yang mengatakan hanya melanjutkan pembangunan). Kabarnya karena tidak sempat diurus dengan baik, para korban tersebut dijebloskan begitu saja ke dalam tembok yang sedang dibangun itu.

20170429_11273820170429_11382920170429_112822Qin wafat pada usia 50 tahun, setelah sebelumnya mempersiapkan kematiannya dengan cara memerintahkan pembuatan ribuan patung prajurit dan ksatria lengkap dengan kereta kuda dan senjatanya, demi menemani dan menjaganya di alam kubur. Serta sebagai persiapan untuk menyambut kehidupan baru setelah kematiannya. Selain juga sebagai tanda untuk menunjukkan kejayaan sekaligus penghormatan terhadap pasukannya yang telah berjasa membantunya dalam menyatukan Cina. Hebatnya lagi patung-patung tersebut diatur sedemikian rupa hingga menyerupai pasukan yang sedang menjaga istana kekaisaran.

( Bersambung).

20170427_16130520170427_160859Dengan menumpang subway dan berjalan kaki lumayan jauh akhirnya tiba juga kami di masjid Niujie. Rupanya nama masjid tertua di Beijing ini diambil berdasarkan nama jalan dimana ia berada yaitu Niu yang berarti sapi dan Jie ( jalan). Namun ada pula sumber yang mengatakan justru nama jalan tersebut yang mengikuti  lingkungannya yang Islami. Nama Niu diambil karena banyaknya restoran halal yang notabene adalah sapi, bukan babi, yang merupakan makanan umum masyarakat Cina.

Masjid Niujie yang mampu menampung 1000 jamaah ini dibangun pada tahun 996 M pada masa Dinasti Song, sempat dihancurkan oleh Bangsa Mongol namun kemudian dibangun kembali tahun 1443 M pada masa Dinasti Ming. Mayoritas Muslim di Beijing adalah suku Hui yang merupakan suku minoritas di kota tersebut.

20170427_16191120170427_16231320170427_162519Model bangunan masjid ini benar-benar unik tidak seperti lazimnya masjid yang biasa kita lihat. Kalau saja tidak pernah melihat fotonya mungkin kami tidak mengira bahwa area seluas 6000 m² tersebut adalah sebuah kompleks masjid. Arsitektur khas Cina berwarna merah terlihat kental mendominasi masjid tersebut.

20170427_16221720170427_161427Area masjid terlihat sepi ketika kami memasuki area sekitar pukul 3 sore. Seorang lelaki setengah baya, kelihatannya penjaga masjid, bergegas menghampiri kami. Dengan bahasa isyarat kami katakan bahwa kami hendak shalat. Segera ia mengantarkan kami ke masjid bagian perempuan. Rupanya bagian laki-laki dan perempuan terpisah lumayan jauh meski masih di area yang sama.

Setelah saya wudhu suami berkata “ Shalat di masjid utama aja yuuk, g rame ini”.

20170427_16373420170427_163659Alhasil kamipun shalat di ruang utama masjid yang memang terlihat senyap. Maklum memang bukan jam shalat. Terlihat hanya ada satu orang sedang shalat. Usai shalat saya melihat ada seorang perempuan setengah baya sedang melihat-lihat masjid. Sayapun menyapanya. Ternyata perempuan tersebut juga seorang turis. Ia datang dari London bersama suaminya. Kami sempat berbincang sebentar. Dilihat dari raut wajahnya kelihatannya ia seorang keturunan Pakistan. Tak lama iapun shalat.

20170427_16250620170427_162820Setelah puas mengelilingi masjid dimana 13.000 Muslim Beijing bertempat tinggal di sekitar area tersebut, kamipun bersiap meninggalkan lokasi. Ketika itu tiba-tba seorang pria keluar mengejar kami. Rupanya lelaki tersebut adalah suami ibu dari London tadi. Pria tersebut mengantarkan jam tangan suami saya yang kami kira hilang, dan ternyata ketinggalan di toilet. Kebetulan tadi saya sempat bercerita kepada sang ibu bahwa suami saya sedang mencari jam tangannya yang tercecer ketika wudhu. Alhamduillah …

Selanjutnya dengan bantuan beberapa orang yang ada di sekitar masjid kami berhasil menyingkat waktu, yaitu dengan bus menuju ke stasiun subway. Karena ternyata jalan yang kami tempuh ketika berangkat tadi bukan jalur yang tepat. Seharusnya kami naik dan turun di stasiun Caishikou yang berada di line 4.

Sesuai rencana kami langsung menuju terminal kereta Beijing Barat untuk menukar tiket kereta cepat ke Xian yang kami beli di tanah air secara on line. Setelah sempat panik karena kesulitan bahasa akhirnya beres juga urusan tersebut. Selanjutnya kami kembali ke hotel untuk mengambil koper dan kembali ke stasiun yang sama dengan perasaan lega. Maklum terminal kereta tersebut sangat luas dan ramai. Sesuai jadwal, malam itu kamipun berangkat menuju Xian.

20170427_195041Kereta api peluru super cepat ( bullet train) yang kami tumpangi tersebut menempuh jarak  1.216 kilometers dengan kecepatan rata-rata 310 km/jam dalam waktu 4.5 jam. Tak rugi rasanya mencicipi kereta kebanggaan negri tirai bambu tersebut meski harus merogoh kocek cukup dalam yaitu CNY 513.5 (sekitar IDR 1.168.212) untuk tiket klas 2. Tak jauh beda dengan harga tiket pesawat, yang hanya 2 jam namun kabarnya bila ditambah kemacetan bandara Beijing maupun Xian bisa lebih dari 4.5 jam. Disamping kabarnya lebih sering delay dari pada bullet train yang jadwalnya hampir selalu tepat.

20170427_232033Setiba di terminal kereta yang mirip bandara tersebut guide kami telah menanti. Kami langsung menuju hotel untuk istirahat. Esoknya jam 9 pagi setelah sarapan di hotel kami menuju tembok tua kota Xian.

IMG_036820170428_101150Tembok ini dulunya adalah tembok pertahanan kota alias benteng, yang melindungi kota dari serangan musuh. Tembok tersebut dibangun pertama kalinya oleh dinasti Sui (581-617 M). Kini tembok tua yang mempunyai 4 gerbang tersebut masih dipertahankan sebagai salah satu ikon kota. Dari sela-sela tembok yang dulu sengaja dibuat agar bisa mengintai dan menembak musuh itu, pemandangan kota dapat terlihat jelas.

20170428_10334720170428_105121IMG_0386Tembok dengan tinggi 12 meter diatas fondasi 18 meter dengan lebar 15 meter ini bisa dikelilingi dengan sepeda sewaan. Namun kami hanya menyusuri salah satu sisi tembok dengan berjalan santai. Setelah itu kami segera menuju masjid Xian, disamping untuk menziarahinya juga sekaligus untuk mendirikan shalat Jum’at.

20170428_14432820170428_14435020170428_144505Masjid Agung Xian terletak di area Muslim dimana Muslim street berada. Begitu memasuki jalanan ini aroma Islami langsung terasa menyergap. Berbagai macam makanan terlihat menyesaki pedestrian lebar ini, dengan tulisan HALAL dalam huruf hijaiyah terpampang. Mulai aneka rempah-rempahan, bumbu masakan, aneka manisan hingga segala macam kue, sosis, sate dan lauk pauk ada di sini. Rasa senang, bahagia dan haru bercampur menjadi satu. Sungguh tak menyangka di negri yang jauh dari tanah suci dimana Islam hanya minoritas bisa menyaksikan hal seperti ini.

Menurut guide kami, Lulu, hanya inilah satu-satunya Muslim street di  negaranya. Pusat jajan jalanan terbesar di Xian ini ternyata bukan hanya dimiliki kaum Muslimin tapi juga seluruh warga kota. Setiap hari area ini disesaki pengunjung yang ingin kuliner.

Karena waktu Zuhur masih agak lama Lulu menawarkan kami untuk makan siang dulu. Kamipun menyetujuinya. Tapi kami terpaksa harus menahan keinginan mencicipi jajanan yang ada di sepanjang jalan tersebut. Lulu tidak mau beresiko menanggung nanti kami sakit perut karena menurutnya kebersihannya kurang terjamin. Ia mengantar kami ke sebuah restoran besar yang tampaknya sudah menjadi langganan travel tempat ia bekerja.

20170428_11491620170428_114833IMG_0420the Drum BellLagi-lagi kami dibuat terpana. Restoran dengan tulisan HALAL besar 20170428_120048tersebut terlihat mewah dan bagus. Lokasinyapun sangat strategis yaitu di samping The Drum Bell yang merupakan salah satu ikon Xian. Dan yang tak kalah pentingnya adalah masakannya yang cukup lezat …. Masya Allah …

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu“.( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):168).

20170428_14412220170428_144119Selesai menikmati makan siang kami langsung menuju masjid. Sekali lagi berhubung masih ada waktu, kami menyempatkan diri untuk melihat-lihat kios-kios yang ada di sepanjang jalan menuju masjid, mengingatkan suasana pasar Seng seberang Masjidil Haram yang sekarang sudah tidak ada lagi itu. Aneka kerudung, tasbih dll bercampur dengan aneka pernak-pernik pajangan khas Cina.

Tampak jelas bahwa Islam telah lama masuk ke kota ini. Tidak hanya Xian namun juga kota-kota besar Cina lainnya. Islam masuk ke negri tirai bambu ini melalui apa yang disebut jalur sutra yaitu jalur perdagangan yang membawa sutra, rempah-rempah dll dari Timur ke  Barat dan sebaliknya.

Islam pertama kali di perkenalkan di Cina pada tahun 651 M, tak sampai 20 tahun setelah wafatnya Rasulullah Muhammad saw.  Ketika itu khalifah ke 3, Ustman bin Affan ra mengirim seorang utusan. Utusan tersebut diterima secara terbuka oleh Kaisar Dinasti Tang (Li Zhi atau Yung Wei).

masjid Huangsieng GuangzouSang Kaisar ini bahkan memerintahkan pembangunan Masjid Huaisheng atau masjid Agung Kanton di Guangzhou, yang merupakan masjid pertama di daratan Cina. Hingga kini masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Guangzhou atau orang Arab menyebutnya Khanfu, merupakan pusat perdagangan dan pelabuhan tertua di Cina. Dengan kata lain Islam masuk ke Cina selain melalui jalur perdagangan juga jalur diplomatik.

Namun demikian Sa’ad bin Abi Waqqas, seorang sahabat kenamaan, dan beberapa orang sahabat pada tahun 615 M, sudah pernah datang ke dataran Cina, meski tidak lama. Ketika itu Rasulullah masih ada. Sa’ad kabarnya bahkan datang lagi untuk berdakwah hingga wafatnya pada tahun 635 M, dan dimakamkan di negri tersebut. Makamnya dikenal di kemudian hari dengan nama Geys’ Mazars.

Menurut catatan sejarah awal Cina, masyarakat Cina sudah mengetahui adanya agama Islam di Timur Tengah. Mereka menyebut pemerintahan Rasulullah SAW sebagai Al-Madinah dan agama Islam dikenal dengan sebutan Yisilan Jiao yang berarti ‘agama yang murni’. Masyarakat Tiongkok menyebut Makkah sebagai tempat kelahiran “Buddha Ma-hia-wu” (Nabi Muhammad SAW).

Orang Cina yang pertama kali memeluk Islam adalah suku Hui Chi. Saat ini Islam di Cina memang tidak begitu populer bahkan cenderung ditekan. Namun pada masa dinasti Song, disusul Dinasti Mongol Yuan (1274 M -1368 M), jumlah pemeluk Islam di China semakin besar. Dinasti Mongol menggunakan jasa orang Persia, Arab dan Uyghur untuk mengurus pajak dan keuangan. Pada waktu itu, banyak Muslim yang memimpin korporasi di awal periode Dinasti Yuan. Para sarjana Muslim mengkaji astronomi dan menyusun kalender. Selain itu, para arsitek Muslim juga membantu mendesain ibu kota Dinasti Yuan, Khanbaliq. (Sumber : Sejarah Islam di Negeri Tirai Bambu ).

Pada masa kekuasaan Dinasti Ming, Muslim masih memiliki pengaruh yang kuat di lingkaran pemerintahan. Pendiri Dinasti Ming, Zhu Yuanzhang adalah jenderal Muslim terkemuka. Di masa Kaisar Yong Le (Zhu Di) muncul seorang pelaut Muslim yang handal, yaitu laksamana Cheng Ho.

( Lihat :https://kanzunqalam.com/2011/01/13/sejarah-awal-mula-umat-muslim-di-china/ ).

Islam mulai mengalami kemunduran ketika berkuasanya dinasti Manchu-Qing (1644 M-1911 M). Karena dianggap sebagai pembela utama dinasti Ming sebagai dinasti pendahulu, maka semua kegiatan agama, pembangunan masjid dan ibadah hajipun dilarang. Politik “devide et impera” digunakan untuk memecah belah umat Islam yang terdiri dari bangsa Han, Tibet dan Mongol. Akibatnya ketiga suku penganut Islam itu saling bermusuhan.

” Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki dan saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara”. ( HR. Muslim).

Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” begitu kata pepatah kita.

Selanjutnya selama revolusi kebudayaan China (1966 – 1976), dengan berkuasanya partai komunis, kaum Muslimin tidak diperbolehkan menunaikan ibadah haji secara resmi, kecuali secara diam-diam melalui Pakistan. Syukur Alhamdulillah pada tahun 1979 kebijaksaan tersebut berubah. Sedikit demi nafas Islam kembali berdegup. Pada tahun 2007 adalah puncaknya. Sebanyak 10.700 jamaah China pergi menunaikan ibadah haji.

Sebagian besar Muslim Cina yaitu suku Hui, yang merupakan mayoritas Muslim, kini menetap di Xinjiang ( Daerah Otonomi Uighur Xinjiang ) yang berbatasan dengan Mongolia di sebelah timur dan Rusia di utara, bergabung dengan kaum Muslimin Uighur yang sudah lebih lama menetap di wilayah tersebut. Dari total 25 juta Muslim di Cina , 8,5 juta di antaranya hidup di Xinjiang. Sementara, dari 300 ribu masjid di Cina, 23 ribu di antaranya ada di Xinjiang.

Sayangnya, pemberian status wilayah otonomi oleh pemerintah hanyalah akal-akalan belaka. Islam yang merupakan agama mayoritas masyarakat di tekan habis-habisan. Keberadaan sekolah Islam, masjid, dan imam dikontrol secara ketat. Pemerintah bahkan melarang kaum Muslimin shalat dan berpuasa pada bulan Ramadhan di kantor atau sekolah milik negara.

Resto Uighur Halal, Paris

Restoran Uighur di Paris

Keberadaan suku Uighur makin terdesak oleh suku Han yang bukan Muslim, yang tadinya hanya 6 % hingga kini menjadi lebih dari 40 % dan diperlakukan secara istimewa oleh pemerintah. Banyak orang-orang Uighur yang akhirnya memilih meninggalkan kota kelahiran mereka dan mencari suaka ke negara lain, Perancis contohnya. Beberapa tahun yang lalu saya pernah mampir dan mencicipi masakan orang Uighur yang pindah ke Paris dan membuka restoran di kota tersebut.

Sebagai info tambahan, Xinjiang adalah wilayah  yang kaya akan mineral dan minyak bumi. Cadangan gas alamnya bahkan merupakan yang terbesar di Cina. Daerah ini juga merupakan lokasi utama bagi Cina untuk melakukan uji coba nuklir.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/06/13/m5k6pb-muslim-xinjiang-bertahan-di-tengah-keterbatasan-1

https://international.sindonews.com/read/1114590/40/larang-muslim-xinjiang-puasa-ramadan-komitmen-china-diragukan-1465262380

( Bersambung).

Wisata ke Cina … hmmm … mungkin kurang popular, apalagi di tengah suasana paska pilkada DKI yang baru lalu, dimana semua isu yang berbau cina menjadi sangat sensitive. Tapi nyatanya keinginan menggebu yang telah lama terpendam untuk menengok saudara-saudari seiman di negri tirai bambu tersebut tidak dapat begitu saja dipadamkan. Bukankah rasulullah sendiri pernah menganjurkan agar kita mau mengunjungi Cina? Meski tidak sedikit ulama yang berpendapat bahwa hadist tersebut tingkatannya lemah. Wallahu’alam …

Dari Anas ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda : “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut.” (H.R. Ibnu Abdil Bar).

http://bersamadakwah.net/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-cina-bukanlah-hadits/   

Yang pasti Islam mengajarkan bahwa menuntut ilmu itu wajib, hingga sejauh apapun jarak yang harus ditempuh. Tapi mengapa harus Cina? Ya mungkin karena Cina jaraknya sangat jauh dari jazirah Arab disamping sejak dahulu Cina telah dikenal sebagai negara besar dengan peradaban tinggi. Disamping itu sejarah juga mencatat bahwa ajaran Islam telah diperkenalkan ke negri tersebut sejak awal lahirnya Islam, yaitu ketika di bawah khalifah Ustman bin Affan ra.

Dengan berbekal itulah pada hari Selasa 25 April 2017 lalu saya dan suami berangkat menuju dataran Cina. Tujuan kami adalah Beijing dengan Great Wall dan masjid Nuijie sebagai tujuan utama, Xian dengan Terracota dan masjid Great Mosque yang merupakan salah satu masjid terbesar dan tertua di Cina, serta Guilin yang terkenal karena keindahan alamnya sebagai tadabur alam sekaligus penutup perjalanan.

Kali ini kami memutuskan untuk menggunakan jasa travel biro yaitu China Muslim Private Travel Tour yang berkedudukan di Beijing. Keputusan ini kami ambil karena itinerary yang ditawarkan travel biro lokal tidak ada yang sesuai dengan keinginan kami. Tetapi khusus selama di Beijing, dengan pertimbangan Beijing adalah kota besar, namanya juga ibu kota, jalan sendiri naik turun subway/kereta bawah tanah tentu bukan masalah.

Karena dengan demikian kita bisa lebih melihat dan merasakan kehidupan mereka sehari-hari. Disamping juga tidak perlu menghabiskan waktu ke tempat/toko wajib kunjung travel biro. Jadi selama di Beijing kami putuskan jalan sendiri. Jasa guide dari travel biro baru akan kami gunakan di Xian dan Guilin. Untuk itu kami sudah menyiapkan peta subway Beijing yang di down load dari computer.

Singkat cerita kami berduapun tiba di bandara Beijing pukul 4.30 pagi waktu setempat. Segera setelah mengambil bagasi kami ke luar bandara untuk mencari taxi. Tapi belum sempat berpikir, tiba-tiba datang seorang pria menawarkan taxi dan langsung menggiring kami menuju parkiran, tanpa menghiraukan beberapa sopir taxi lain yang sudah menanti di depan pintu keluar bandara.

Anehnya, seolah terhipnotis kami mau saja mengikutinya. Tanpa banyak bicara, suami segera menyerahkan alamat hotel. Kami pikir toh tadi sudah sempat menanyakan kepada seorang penumpang asli Beijing yang kami temui di bandara berapa kira-kira ongkos taxi menuju ke hotel tersebut, yaitu sekitar 100 yuan. Belakangan kami baru sadar bahwa taxi tersebut tidak ada argonya atau mungkin juga tidak dihidupkan. Hati kami mulai was-was.

Dan benar saja, begitu kami sampai di hotel si sopir meminta ongkos 600 yuan ! Suami segera berdalih bahwa kami tidak cukup membawa uang cash jadi akan menukar uang dulu di hotel. Dengan kesal si sopir bertanya berapa cash yang tersedia, “ 160 “, jawab suami sambil menunjukkan dompetnya. Sambil mengomel tak jelas, diambilnya uang tersebut dan langsung tancap gas … olalaa .. hari pertama sudah hampir kena tipuu …

Beruntung kekecewaan di saat pertama itu bisa langsung tertutupi dengan keramahan penjaga hotel. Yang menarik meski mereka tidak bisa berbahasa Inggris tapi dengan bantuan aplikasi terjemah Bahasa yang di install di hp mereka, lengkap dengan suara, masalah komunikasi berhasil dihilangkan. Alhamdulillah …

Tak lama setelah menitipkan koper karena kamar baru siap jam 12 siang, kami ke luar lagi untuk mencari sarapan dan langsung ke stasiun subway yang letaknya tidak jauh dari hotel, dengan tujuan Great Wall. Untuk itu kami harus menuju stasiun Huoying yang terletak di persimpangan line 8 dan 13. Dari stasiun tersebut kami harus keluar stasiun dan pindah ke stasiun kereta api Huangtudian S2 yang katanya hanya berjarak 110 meter. Turun dari kereta api bus khusus arah Great Wall tersedia secara gratis. Demikian info yang kami peroleh melalui internet.

http://www.tour-beijing.com/blog/beijing-travel/how-to-visit-great-wall-by-train

Tapi ntah kenapa ketika kami keluar dari stasiun yang kami pikir adalah Huoying ternyata kami kesulitan menemukan stasiun kereta api menuju Great Wall. Terpaksa kami bertanya kepada orang-orang yang berada di sekitar tempat tersebut. Namun keterangan yang kami dapat simpang siur. Ada yang mengatakan harus naik metro lagi, ada yang mengatakan kereta api dan ada juga yang mengatakan naik bus lebih baik.

Namun yang sama sekali di luar dugaan kami, ternyata banyak warga Beijing yang kooperatif. Meski hampir semua yang kami mintai keterangan tidak bisa berbahasa Inggris, mereka berusaha keras untuk menolong kami. Meski mereka kelihatan terburu-buru berangkat ke kantor mereka mau dengan sabar tidak hanya sekedar memberi keterangan ( dengan bahasa isyarat) namun juga mengantar kami hingga ke halte, bahkan ada yang mengejar hingga ke atas bus karena ternyata ia salah memberi keterangan. Masya Allah …

20170426_12161420170426_121430IMG_0153Akhirnya setelah kami menunjukkan foto Great Wall barulah kami mendapat keterangan yang benar. Walaah rupanya mereka tidak paham apa yang sebenarnya kami tanyakan. Belakangan kami baru sadar kami tadi turun bukan di stasiun yang seharusnya. Syukur Alhamdulillah akhirnya sampai juga kami di pelataran luas pintu gerbang menuju Great Wall Badaling, bagian tembok Cina yang terdekat dengan Beijing. Dari sana untuk menghemat tenaga kami memilih naik dengan cable car, nanti pulangnya baru berjalan kaki.

IMG_0204IMG_0191Dari atas cable car terlihat sebagian tembok besar tersebut tersembul meliuk di sepanjang pegunungan. Tembok sepanjang 8.851 km ini berfungsi sebagai tembok pertahanan, disamping juga sebagai jalur transportasi di atas temboknya. Sebuah karya besar yang patut diacungi jempol. Meski pada masa pembangunannya yang melalui kerja paksa itu menelan jutaan korban rakyat, dengan biaya yang tak terkira tingginya.

IMG_0273IMG_019620170426_154254Tembok spektakuler tersebut dibangun oleh beberapa dinasti, secara bertahap, selama ribuan tahun, sejak sebelum ratusan tahun sebelum Masehi. Namun yang saat ini mudah terlihat dan banyak dikunjungi wisatawan adalah yang direkonstruksi oleh dinasti Ming (1368-1644).

Setelah puas menikmati pemandangan dan sejuknya hawa pegunungan sambil berjalan menyusuri tembok raksasa yang naik turun, cukup membuat lelah kaki tersebut, kamipun beristirahat sebentar sambil menyantap makan siang sekedarnya di restoran yang ada di lokasi tersebut.

Tak terasa rupanya kami berada di sana hingga menjelang jam tutup yaitu sekitar pukul 4 sore. Berbondong-bondong bersama wisatawan lain kamipun ikut mengantri bus yang akan membawa kami pulang. Di tengah perjalanan, setelah di dalam bus, kami baru merasa kalau bus tersebut bukan bus yang tadi kami gunakan. Bus tersebut adalah bus umum yang tidak menuju ke stasiun kereta api seperti tadi ketika kami datang.

Celakanya lagi, semua penumpang termasuk keneknya tidak bisa berbahasa Inggris. Untung anak muda yang duduk di depan kami bisa berbahasa Inggris meski sedikit. Anak muda yang pergi bersama kekasih dan keluarganya tersebut meminta kami tenang, karena kebetulan mereka juga akan menuju ke stasiun metro yang sama dengan kami.  Leganya hati ini, trima-kasih ya Allah … Alhamdulillah …

IMG_0289Malamnya kami berjalan-jalan menuju Tiananmen, yaitu gerbang menuju Forbidden City, kota terlarang , yang merupakan kompleks bekas istana yang kini dijadikan museum. Cukup surprised, ternyata ikon yang terletak di jantung ibu kota tersebut pukul 10 sudah gelap dan sepi. Hanya terlihat segelintir turis di depan pintu gerbang berwarna merah khas lambang komunis dimana terpampang foto raksasa Mao Zedong, pendiri RRT.

IMG_0309IMG_033220170427_120333Ke-esokan paginya, dengan subway kami mengunjungi Summer Palace. Istana musim panas tempat keluarga kaisar berkumpul dan bersantai ini terletak kurang lebih 15 kilometer dari pusat kota Beijing. Kali ini tanpa kesulitan kami bisa mencapai tempat tersebut berkat foto yang kami tunjukkan kepada orang yang kami temui begitu kami keluar dari stasiun metro.

20170427_15432220170426_045649Harus diakui alat transportasi ibu kota Cina ini, terutama subwaynya, patut diacungi jempol. Disamping bersih, baik stasiun maupun metronya, mudah dicapai juga artistik. Yang juga di luar perkiraan kami, adalah adab mengantri para penumpang, baik ketika akan masuk subway maupun ketika akan membeli tiket. Padahal di jam sibuk masuk kantor.

Sayang untuk mendapatkan peta subway sangat sulit. Untung kami sudah mempersiapkannya dari rumah. ( Print internet). Tapi karena waktu kami tidak banyak, kami tidak terlalu menikmati istana yang saat ini telah dijadikan tempat wisata umum tersebut. Apalagi kami masih harus menukar tiket online bullet train menuju Xian yang kami beli di tanah air sebelum keberangkatan.

Maka tak lama setelah itu kamipun meninggalkan lokasi untuk menuju masjid Niujie yang memang menjadi tujuan utama kami di Beijing.

( Bersambung)

Umat Islam kembali harus mengelus dada. Pasalnya yaitu keinginan Jokowi untuk menggunakan dana haji milik umat Islam yang jumlahnya trilyunan itu, untuk mempercepat pembangunan.

“Ini sebuah potensi yang sangat besar. Kurang lebih ada Rp80 sampai Rp90 triliun. Jumlahnya triliun, bukan miliar, Rp 93 triliun yang ini kalau dimanfaatkan dengan baik, ditaruh di tempat-tempat yang memberikan keuntungan yang besar, juga akan mempercepat pembangunan negara kita,” kata Jokowi dalam sambutannya di peluncuran Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan peresmian pembukaan Silatnas Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Di luar pro kontra, setuju tidak dan halal tidaknya dana haji dimanfaatkan untuk pembangunan negara, yang jelas umat Islam merasa sakit hati. Bagaimana mungkin dana yang dikumpulkan secara susah payah sedikit demi sedikit oleh sebagian umat yang bermimpi ingin menunaikan rukun Islam ke 5 itu bakal digunakan untuk sesuatu yang bukan tujuannya. Sementara pemerintah selama ini dirasa tidak adil memperlakukan umat Islam.

Kita bisa melihat sendiri bagaimana sikap dan prilaku pemerintah paska gagalnya Ahok dalam pilkada yang baru lalu. Kegagalan mantan gubernur DKI yang naik jabatan lantaran Jokowi terpilih menjadi RI1 itu sebenarnya banyak disebabkan lisannya sendiri yang mengutak-atik ayat suci Al-Quranul Karim. Ialah yang memprovokasi kemarahan umat Islam, bagaikan membangunkan singa tidur yang selama ini tidak begitu memperdulikan ayat-ayat kepemimpinan yang sudah ada sejak 15 abad silam.

Ironisnya, pemerintah malah menyalahkan para ulama, tokoh dan mereka yang ikut dalam demo ABI ( Aksi Bela Islam) meskipun demo tersebut terbukti berjalan rapi dan santun. Maka sejak itulah dimulai kriminalisasi para ulama dan tokoh ABI, pemblokiran situs-situs Islam dll. Mereka tak henti-hentinya difitnah dengan segala macam tudingan, seperti makar, anti Pancasila, anti NKRI, Islam radikal dll. Mereka ini juga  dibenturkan dengan umat agama lain, dituduh intoleran dll. Sesama umat Islam akhirnya saling menjelekkan dan saling tuduh. Inilah tehnik adu domba sesama Muslim yang benar-benar keji dan merusak persaudaraan Islam yang sejatinya merupakan kekuatan yang maha dasyat.

“Perumpamaan orang Islam yang saling mengasihi dan mencintai satu sama lain adalah ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit dan tidak bisa tidur ”. (HR.Bukhori).

Terakhir adalah pembubaran HTI dengan alasan makar. FPI beserta 14 ormas lainnya adalah target selanjutnya. Sementara ormas yang jelas-jelas telah mengancam ulama bahkan ada ormas di Papua yang berani mengibarkan bendera Israel bebas dari ancaman pembubaran.

Anehnya lagi, pegawai negri yang dicurigai pernah mendukung kegiatan HTI yang diperkirakan mempunyai anggota dan partisan puluhan ribu orang itu diancam untuk segera mengundurkan diri dari instansi dimana mereka bekerja. Padahal organisasi tersebut selama itu telah mengantongi izin resmi dari pemerintah, dan baru dibubarkan belum lama ini.

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/07/25/otn2ab377-pns-disuruh-keluar-hti-ini-komentar-yusril

Dapat dibayangkan bagaimana kesal dan kecewanya umat Islam diperlakukan seperti itu. Belum lagi ancaman menkeu Sri Mulyani “ Pilih potong gaji pns atau hutang??”.

http://www.gemarakyat.id/menkeu-pilih-utang-atau-gaji-pns-dipotong/

Sebegitu mendesaknyakah keadaan keuangan repubik kita tercinta ini?? Bukankah tugas negara untuk mensejahterakan dan melindungi kepentingan rakyat? Mengapa harus dana haji milik rakyat atau gaji pegawai negri, bukannya gaji atau tunjangan istimewa para pejabat negara yang suka korupsi atau anggaran pejabat yang tidak/kurang penting, seperti pesawat kepresidenan yang super mewah itu misalnya??? Atau kejarlah para koruptor kelas kakap seperti mereka yang merampok dana  BLBI yang jumlahnya trilyunan itu.

Bagaimana pula dengan tax amnesty yang merupakan ide Sri Mulyani dan menurutnya bisa untuk menjerat dan mendapatkan dana segar para konglomerat yang diamankan di bank-bank internasonal. Khususnya konglomerat kelas wahid keturunan Cina yang tak dapat dipungkiri memang lihai dalam berbisnis.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa hampir semua bisnis dan ekonomi negri ini berada dalam cengkeraman 9 taipan tersebut. Hampir semua mega proyek mulai dari pembangunan perumahan, gedung perkantoran, mall hingga pembangunan jalan, jembatan dan proyek pembangkit listrik & energy, merekalah yang memegang kendali.

Tengoklah proyek raksasa pembangunan kota baru Meikarta di Bekasi yang di targetkan akan menjadi saingan Jakarta. Proyek Lippo grup milik James Riyadi bernilai ratusan trilyun ini berencana membangun ratusan pencakar langit yang dibangun sekaligus, meski sebenarnya belum mendapatkan izin resmi dari pemda. Tak dapat dibayangkan berapa besarnya asset dan kekayaan mereka.

http://katadata.co.id/berita/2017/08/02/deddy-mizwar-minta-lippo-hentikan-sementara-proyek-meikarta

http://stabilitas.co.id/home/detail/menguatnya-cengkeraman-sang-naga

http://ekonomi.kompas.com/read/2015/04/25/165045026/Tiongkok.Sapu.Bersih.Proyek.Infrastruktur.Indonesia

Juga bukan rahasia demi nafsu mengejar ketertinggalan kita dengan negara-negara lain maka pemerintahpun nekad berhutang. Ntah berapa besar tepatnya, kepada siapa saja, bagaimana dan kapan hutang tersebut bakal lunas. Apakah semua itu tidak diperhitungkan lebih dahulu?? Tidak adakah standard prioritas mana yang harus didahulukan, yang lebih pro rakyat kecil, selain untuk mengurangi resiko mangkraknya pembangunan?? Atau mungkinkah ada tekanan dari pihak lain hingga pemerintah tidak berani menolak si pemberi hutang??

Yang pasti dengan hutang yang demikian besarnya tak heran bila akhirnya sang pemberi hutangpun dengan mudah ikut masuk ke dalam percaturan politik dan ikut menentukan arah kepemimpinan negri kita tercinta Indonesia. Negri yang katanya menyimpan kekayaan besar yang terpendam ntah dimana.

Padahal Islam yang merupakan ajaran dan agama mayoritas penduduk Indonesia, sejak awal telah melarang kebiasaan buruk berhutang. Tangan di atas ( memberi) lebih baik dari tangan di bawah ( meminta/hutang).

“Berhati-hati kamu dalam berhutang, sesungguhnya hutang itu mendatangkan kerisauan di malam hari dan menyebabkn kehinaan di siang hari”.(HR Al-Baihaqi).

Kasus Srilanka di bawah amat sangat patut menjadi renungan kita. Relakah kita bila suatu hari nanti kita mengalami hal serupa???

http://www.beritaislam24h.info/2017/07/tak-bisa-bayar-utang-sri-lanka-lepas.html

Kembali kepada rencana pemerintah untuk memanfaatkan dana haji milik umat Islam yang jumlahnya trilyunan itu. Islam tidak pernah memisahkan masalah keagamaan dengan kenegaraan. Hal yang menjadi momok menakutkan rezim Jokowi, yang menginginkan agar agama tidak di campur-adukkan dengan politik. Rezim yang alergi terhadap bendera tauhid dan kata “ kekhalifahan” hingga harus mengeluarkan perppu pembubaran ormas seperti HTI itu ternyata kini menginginkan dana haji milik umat Islam. Alasannya  untuk biaya infrastruktur.

Bukankah Cina dan Arab Saudi baru saja menggelontorkan pinjaman trilyunan rupiah?? Tidak cukupkah semua itu?? Apa jangan-jangan sudah menguap ntah kemana seperti biasa ???

Dan lagi betulkah dana tersebut untuk biaya infrastruktur, infrastruktur apa, yang mana? Apakah ada kaitannya dengan tujuan utama tabungan haji, perbaikan fasilitas pondokan dan transport di Mekah dan Madinah, misalnya. Karena selama ini kedua fasilitas tersebut kalah jauh dengan apa yang didapat jamaah haji Malaysia.

Bila saja penduduk negri mayoritas Islam, dimana pejabat negara termasuk presiden disumpah dibawah kitab suci Al-Quran, mau sedikit saja memahami makna “ Masuklah kedalam Islam secara kaffah”, masalah hutang sebenarnya tidak  akan menjadi masalah besar.

Adalah Baitul maal yang berdiri pada zaman nabi dan juga para khalifah. Di dalam lembaga ini tersimpan semua dana rakyat termasuk harta pampasan perang, zakat, infak, sodaqoh, wakaf dan lain-lain. Dengan mengelola dana itulah para pemimpin ketika itu berhasil mensejahterakan rakyat tanpa adanya riba seperti bunga, bahkan tanpa harus berhutang kepada siapapun. Itulah zaman keemasan Islam yang tidak dapat dipungkiri sejarah. Mereka benar-benar berdiri di atas kaki sendiri tanpa harus tergantung negara/pihak lain.

Selama 8 abad Islam dibawah para khalifah berhasil menguasai dunia dalam segala hal baik ekonomi, pembangunan, seni budaya dll. Termasuk kebebasan dalam beragama. Jadi sungguh tidak benar apa yang dikatakan politikus Partai Nasdem yang menuduh sistim khilafah akan memaksa semua orang shalat, berjilbab dll. Berikut pengakuan seorang pemuka Katolik tentang Aceh yang sejak beberapa tahun ini telah menegakkan syariat.

http://www.planetmuslim.id/2017/01/pemuka-agama-katolik-di-aceh-syariat.html?m=1

“Untukmu agamamu dan untukku agamaku”. (TerjemahQS.Al-Kafirun(109):6).

Para pemimpin terutama di zaman kekhalifahan yang 4, tidak hanya menunjukkan keberhasilan yang sifatnya duniawi seperti yang dicapai Barat saat ini. Tetapi juga keberhasilan ukhrowi. Ketakwaan mereka kepada Sang Khalik benar-benar patut diacungi jempol. Demikian pula rakyatnya. Karena pemimpin sejatinya adalah panutan yang harus ditiru.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.( Terjemah QS. At-Taubah (9);23).

Jadi tak perlu heran bila sekarang ini sebagian besar umat Islam keberatan dana haji yang mereka tabung selama bertahun-tahun dan dicicil sedikit demi sedikit itu akan digunakan pemerintah. Meski kabarnya MUI menyetujui rencana tersebut, tampaknya tidak akan mudah membujuk para pemilik dana haji agar ridho menyerahkan tabungan mereka. Apalagi untuk meyakinkan bahwa dana mereka akan aman, tidak dikorupsi serta dijamin tidak akan mengganggu jadwal keberangkatan mereka.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 6 Agustus 2017.

Vien AM.

Amal ibadah dan ilmu

Beberapa hari yang lalu saya “ terjebak” film Hollywood yang diputar channel HBO berjudul “Tomorrow Land”, sebuah film yang judulnya mengambil salah satu wahana hiburan terkenal Disneyland bertema futuristik.  Mengapa saya katakan ”terjebak”? Karena jujur sebenarnya saya bukan orang yang hobby nonton film baik di tv apalagi di bioskop. Tapi kalau kebetulan kepergok film di tv menarik, sering kali saya keterusan menontonnya, meski tidak dari awal dan belum tentu ditonton sampai selesai … 🙂

Lalu apa menariknya film sains-fiksi yang bercerita tentang sulit dan banyaknya bencana di bumi hingga menyebabkan seorang saintis berambisi menciptakan alternative tempat tinggal yang jauh lebih aman di luar angkasa sana.  Hhhmm … sampai disini mungkin sudah dapat ditebak ke arah mana pikiran saya …

Betul sekali .. bukankah kita hidup di dunia ini hanya sementara, sedang akhirat adalah kehidupan yang relative jauh lebih abadi. Kehidupan dunia adalah cobaan dan ujian, yang baik maupun yang buruk, yang menyenangkan maupun yang menyusahkan. Untuk itu dituntut kesabaran yang tinggi. Islam mengajarkan umatnya untuk mengucapkan “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” ketika menghadapi kesulitan.

Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal”. (Terjemah QS. Al-Ghafir(40):39).

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (Terjemah QS. Al-Baqarah(2): 155-156).

Dan sebagai balasannya Allah swt sebagai pemilik sekaligus penguasa kehidupan ini menjanjikan kita kehidupan yang aman, menyenangkan, jauh dari segala kesulitan. Itulah kehidupan akhirat di surga yang jauh lebih kekal dibanding kehidupan duniawi.

Sayangnya tempat yang  penuh kenikmatan itu hanya khusus diperuntukkan mereka yang taat kepada Tuhannya saja, yaitu Allah Azza wa Jala. Itulah tuhan semesta alam, tuhannya semua manusia, mulai dari manusia pertama nabi Adam as hingga manusia terakhir kelak, apapun agama, bangsa dan warna kulitnya.  Khusus bagi mereka yang lulus dari berbagai kesulitan ujian dan cobaan yang diberikan-Nya.

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):214).

Dengan kata lain, tak perlu kita repot-repot menciptakan dunia baru yang serba canggih, aman dari segala bencana dan kesusahan seperti film “ Tomorrow Land”. Apalagi kita semua tahu bahwa kematian pasti akan mendatangi kita semua, kapan kita dapat menikmati tanah masa depan ciptaan sang saintis??

Tapi begitulah mimpi besar dan khayalan orang-orang Yahudi ( Barat) yang tercermin dari sebagian besar film  Disney dan Hollywood yang karyanya hampir selalu mendunia dan berhasil memperdaya sebagian besar manusia dengan ide-ide gilanya. Itulah mimpi dan cita-cita menguasai dunia, hidup dalam kemewahan dan kenyamanan yang berlebihan hingga lupa kehidupan akhirat. Lupa bahwa dunia adalah ladang amal yang menentukan kemana akan kembali, yaitu surga yang penuh kenikmatan, atau neraka yang siksanya sungguh pedih.

Mungkin saat ini mereka memang telah berhasil mencapai kemajuan yang menakjubkan. Namun sungguh tidak seharusnya kita sebagai Muslim iri terhadap kesuksesan duniawi yang mereka capai tersebut. Karena dasar mereka bukan karena keimanan dan kecintaan terhadap Sang Pencipta. Dan keberhasilan tersebut juga tidak menyebabkan mereka lebih bersyukur dan mendekatkan diri kepada-Nya. Keberhasilan yang demikian tidak akan mendatangkan ke-ridho-an-Nya, justru sebaliknya, jahanamlah tempat kembali mereka. Na’udzubillah min dzalik ..

Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti”. (Terjemah QS. Ali Imran(3):196-198).

Atas izin-Nya usaha gigih mereka yang hanya menghendaki kesuksesan dunia memang dibalas-Nya bahkan secara sempurna, tanpa sedikitpun kerugian. Tapi sayangnya sesuai keinganan mereka, ya hanya sebatas kehidupan dunia, di akhirat nanti perbuatan mereka tidak akan diperhitungkan-Nya, sungguh alangkah sia-sianya …

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”. ( Terjemah QS. Huud(11): 15-16).

Ironisnya, orang-orang Yahudi yang mengaku beriman kepada Tuhan Semesta Alam serta adanya surga dan neraka, pada kenyataannya amat sangat ingin berumur panjang bahkan hingga seribu tahun. Tampak bahwa sifat serakah dan cinta dunia yang berlebihan telah mengalahkan keimanan mereka hingga begitu takutnya mati.

“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”. (Terjemah QS. Al-Baqarah(2):96).

Maha benar Allah swt yang telah memperingatkan kita, kaum Muslimin, agar senantiasa membaca surat Al-Fatihah dalam shalat kita, yaitu minimal 17 x dalam sehari.

Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. ( Terjemah QS. Al-Fatihah (2):6-7).

Sadarkah kita apa sebetulnya yang dimaksud “ jalan mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” dalam ayat 6 dan 7 surat tersebut?

Rasululah saw bersabda bahwa “Sesungguhnya orang –orang yang dimurkai itu adalah orang-orang  Yahudi, dan sesungguhnya orang-orang  yang sesat itu adalah orang-orang Nasrani”. ( HR Imam Turmuzi, Imam Ahmad).

http://www.ibnukatsironline.com/2014/08/tafsir-fatihah-ayat-7.html

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan dalam kitabnya Iqtidha Shirathil Mustaqim, “Pangkal kekufuran Yahudi adalah karena mereka tak mengamalkan ilmunya. Padahal mereka mengetahui kebenaran, namun tidak mau mengikutinya dalam bentuk ucapan atau perbuatan, atau bahkan tidak mau mengikuti keduanya”.

“Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri.” (QS. Al-Baqarah ayat 146).

Beliau (Ibnu Taimiyah) melanjutkan “ Sedangkan kekufuran Nasrani berawal dari perbuatan mereka yang tanpa ilmu. Mereka berijtihad (berpendapat) sendiri dalam banyak ragam ibadah, tanpa ada ajaran dari Allah. Mereka berpendapat atas nama Allah tanpa ilmu. Kesalahan mereka terbesar adalah menjadikan nabi Isa as dan roh kudus sebagai sesembahan selain Allah. Bahkan disebutkan bahwa tidaklah Nabi Isa itu diangkat menjadi Tuhan kecuali setelah berlalunya masa beliau selama 325 tahun”.

Kekufuran dan kejahatan orang-orang Yahudi dalam memerangi kebenaran sejak dahulu kala, diantaranya yaitu dengan membunuhi para nabi, mengubah-ubah ayat-ayat Taurat dan Injil, mengadu domba umat Islam dengan umat Nasrani, terus berlanjut hingga hari ini. Rakyat Palestina yang tanah airnya diduduki Zionis Yahudi terkutuk sejak puluhan tahun lalu adalah yang paling menderita. Bahkan hingga detik ini mereka harus berjuang mati-matian mempertahankan Masjidil Aqsho yang dengan semena-mena direbut dan dikuasai pasukan bar-bar tersebut. Mereka kerap melarang umat Islam masuk dan shalat di dalam masjid ke 3 paling utama bagi umat Islam tersebut.

Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsha lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad dari Abu Darda).

Ya Allah lindungi saudara-saudari kami di Palestina, beri mereka kekuatan dan kesabaran untuk mempertahankan rumah-Mu, jiwa serta keimanan dan keislaman mereka …

Ya Allah satukan hati kaum Muslimin untuk melawan dan memerangi segala tak-tik dan akal bulus Zionis Yahudi terkutuk ( termasuk film, fashion dan gaya hidup seperti LGBT dll) dalam memenuhi nafsu jahat mereka untuk menguasai dunia dan mengelabui kaum Muslimin …

Ya Allah beri kami kaum Muslimin kemauan dan kemampuan agar dapat menjalankan amal ibadah sesuai ilmu yang Kau berikan melalui nabi-Mu Muhammad saw … aamiin 3x ya robbal ‘aalamiin …

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 26 Juli 2017.

Vien AM.

4 Model Mukmin.

Al-Quran banyak menyebutkan ciri-ciri orang yang benar-benar beriman, di antaranya ayat 2-4 surat Anfal sebagai berikut :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah, maka gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al-Anfal:2-4).

Ayat di atas menyebutkan lima ciri mukmin sejati, yaitu :

  1. Hatinya bergetar saat mendengar nama Allah SWT.
  2. Keimanannya bertambah saat mendengar lantunan atau bacaan ayat Al-Quran.
  3. Bertawakal (berserah diri) hanya kepada Allah SWT.
  4. Mendirikan shalat
  5. Menafkahkan rezeki di jalan Allah.

Makna ayat diatas dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir antara lain sebagai berikut :

Ali Ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, orang-orang munafik tidak terpengaruh jika nama Allah SWT disebut. Mereka sama sekali tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, tidak bertawakal, tidak shalat apabila sendirian, dan tidak menunaikan zakat harta bendanya.

Mujahid mengatakan, orang mukmin itu ialah orang yang apabila disebut nama Allah hatinya gemetar karena takut kepada-Nya.

Sedangkan Sufyan As-Sauri mengatakan, ia pernah mendengar As-Saddi mengatakan, sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah maka gemetarlah hati mereka. Yang dimaksud ialah seorang lelaki yang apabila ia hendak berbuat aniaya (dosa) atau hampir berbuat maksiat, lalu dikatakan kepadanya.”Bertakwalah kepada Allah!” Maka gemetarlah hatinya (dan membatalkan perbuatan aniaya atau maksiatnya).

Sebagian ulama sepakat Mukmin yang demikian sebagai Mukmin Hanif. Pertanyaannya bagaimana dengan Mukmin yang tidak tergetar hatinya dan tidak merasa takut ketika nama Allah Azza wa Jalla disebut, apakah itu berarti ia termasuk golongan orang Munafik??

Ibn Rajab berkata: “Nifaq (kemunafikan) secara bahasa merupakan jenis penipuan, makar, menampakkan kebaikan dan memendam kebalikannya”.

Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga: bila berbicara, ia berdusta; bila berjanji, ia mengingkari; dan bila diberi kepercayaan (amanah), ia berkhianat.” Dalam riwayat lain ditambahkan, jika berseteru ia licik.

Secara syari’at Nifaq terbagi dua yaitu Nifaq Amaly ( munafik perbuatan ) dan Nifaq Diny ( munafik agama ). Nifaq Amaly tidak mengeluarkan seseorang dari Islam (murtad). Itulah yang dimaksud hadist di atas. Hampir setiap orang pernah melakukan salah satu dari hal tersebut, dengan tingkatan yang berbeda tentunya. Namun demikian hal tersebut sangat buruk, karena bisa merugikan orang lain. Oleh sebab itu harus dihindari sejauh-jauhnya.

Allah swt menyebut orang yang demikian sebagai orang yang menyembah Allah di tepi. Mereka mau beribadah, menjalankan shalat, zakat dll ketika mereka mendapat kenikmatan. Tapi bermalas-malasan bila tertimpa musibah atau hal yang tidak sesuai dengan keinginannya dan harapannya. Mereka adalah orang-orang merugi.

“ Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata”. (Terjemah QS. Al-Hajj(22):11).

Termasuk di dalam kelompok ini adalah mereka yang bermalas-malasan ketika menjalankan shalat. Sebagian ulama sepakat menamakan mereka sebagai Mukmin Awam.

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. (Terjemah QS. An-Nisa(4):142).

Sebaliknya Nifaq Diny. Jenis nifak ini mengeluarkan seseorang dari agamanya ( murtad ) dan mereka akan kekal di dasar neraka jahanam. Itulah yang dinamakan Munafikun Sejati. Contohnya adalah Abdullah bin Ubay bin Salul yang hidup pada zaman Rasulullah saw. Juga Abdullah bin Saba, pendiri Syiah sekaligus biang perusak Islam yang hidup di zaman khalifah Ustman bin Affan ra dan khalifah Ali bin Abi Thalib ra.

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”. ( Terjemah QS.An-Nisa(4): 145).

Sifat mereka seperti yang dijelaskan dalam ayat 8 sampai 20 surah Al-Baqarah. Diantaranya yaitu mengaku dan merasa beriman kepada Allah dan hari akhir padahal tidak. Mereka melakukan kerusakan besar di muka bumi ( terutama kerusakan agama), tetapi merasa telah melakukan perbaikan. Mereka menganggap orang beriman sebagai orang yang lemah akal, padahal merekalah orang lemah akal yang sesungguhnya. Sikap mereka berpura-pura baik di hadapan orang beriman demi kemaslahatan duniawi semata-mata, padahal hati mereka bersama kekufuran. Keimanan mereka sangat tipis. Mereka bagaikan musuh dalam selimut, yang siap menjatuhkan dan menerkam sesama saudara seiman.

“Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu”.( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):13).

Di samping itu ada satu lagi jenis Mukmin yang paling tinggi derajatnya, itulah Mukmin Mujahid.  Mukmin Mujahid adalah seorang Mukmin Hanif sebagaimana kriteria ayat 2-4 surat Al-Anfal di atas, namun kepeduliannya terhadap sesama Muslim dan ajaran Islam sangatlah tinggi. Selain taat ber-ibadah Mukmin Mujahid juga aktif mengajak lingkungannya agar berbuat ma`ruf dan mencegah kemungkaran ( ‘amar ma’ruf nahi munkar).  Mereka tidak suka melihat kebathilan terjadi di depan mata mereka tanpa mereka berusaha mencegahnya. Mereka tidak rela saudara-saudarinya seiman di dzalimi, ayat-ayat Allah dipermainkan dan dilecehkan. Itu semua dilakukannya karena kecintaannya yang begitu tinggi terhadap Sang Khalik.

“Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

“Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku`, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma`ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mu’min itu”. Terjemah QS. At-Taubah (9):112).

Untuk itu mereka rela dimusuhi dan dikucilkan orang-orang yang tidak menyukainya. Mereka adalah orang-orang yang pantang menyerah meski ujian dan cobaan berat menghadang mereka. Bahkan bila jalan damai tidak bisa ditempuh, berperang mempertaruhkan tidak hanya harta namun juga jiwa dan keluarga demi tegaknya keadilan, demi kalimat Allah swt, mereka tidak ragu melakukannya.

“Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).

Banyak sekali ayat dalam Al-Quran yang menegaskan pentingnya berperang, berjihad dengan harta dan diri demi membela Islam.

“Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu ( untuk tidak berperang dengan bermacam alasan), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya”. ( Terjemah QS. At-Taubah (9):45).

Sejatinya keberadaan Mukmin Mujahid seperti itulah yang menyebabkan Islam yang lil aalamiin dapat terwujud. Seperti juga sebaik dan sebagus apapun sebuah negara, tanpa tegaknya hukum dan keadilan mustahil hal itu bisa terjadi. Inilah yang menjadi kunci kesuksesan Islam di masa lalu.  Para sahabat yang tidak pernah takut berperang dalam membela ajaran dan nabinya. Ketika itu jumlah sahabat yang gugur tak terhitung banyaknya. Tak heran bila Allah swt menjanjikan para syuhada ( mati syahid) ini dengan imbalan yang sangat tinggi yaitu kenikmatan di surga bersama para nabi.

” Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”.(TerjemahQS. An-Nisa 69).

Bahkan seorang Mukmin Hanifpun sebenarnya ia egois karena ia hanya mementingkan dan memikirkan dirinya sendiri. Ia tidak mau repot dengan urusan di  luar diri dan keluarganya. Bukankah tugas kaum Mukminin dan Muslimin untuk saling mengingatkan, saling menasehati, bahu membahu dalam menegakkan keadilan dan kebenaran, seperti ketika kita shalat berjamaah dengan shaf yang rapat, rapi dan teratur, taat dibawah komando imam yang satu??

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. ( Terjemah QS. Al-Asr (103):2-3).

Sungguh tepat apa yang dikatakan Ali bin Abi Thalib ra, yang mengalami bencana besar pertama dalam Islam paska wafatnya Rasulullah saw, “Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik.”

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 5 Juli 2017.

Vien AM.