Feeds:
Posts
Comments

Devide et Impera Gaya Baru

Devide et Impera adalah kosa kata bahasa Spanyol (atau Prancis ??)yang dalam bahasa Indonesia biasa diartikan dengan pecah belah atau adu domba. Devide berarti memecah belah, et berarti dan, impera berarti menguasai.

Devide et Impera digunakan untuk menunjuk sebuah strategi perang yang diterapkan oleh bangsa-bangsa kolonialis seperti Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris dan Prancis sejak abad 15. Bangsa-bangsa Eropa tersebut melakukan ekspansi dan penaklukan untuk mencari sumber-sumber kekayaan alam, terutama di wilayah khatulistiwa, seperti Indonesia.

Caranya yaitu dengan menimbulkan perpecahan di wilayah yang dituju hingga mudah untuk dikuasai dan ditaklukkan. Atau dengan mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat hingga berpotensi mengadakan perlawanan. Dengan cara inilah Belanda berhasil menguasai negara kita tercinta. Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang luas, komunikasi dan transportasi antar pulau yang sulit, terpaksa takluk tak berkutik.

Hanya atas izin Allah swt, dengan memanfaatkan momen kalahnya Jepang pada PD II, perjuangan panjang para pejuang akhirnyapun membuahkan hasil. Pada 17 Agustus 1945, di rumah Faradj Martak, seorang pengusaha Arab Indonesia kelahiran Yaman, Soekarno – Hatta memproklamirkan kemerdekaan. Di pekarangan rumah jalan Pegangsaan Timur ( sekarang jalan Proklamasi) no 56 Jakarta Pusat yang  kemudian dihibahkan kepada pemerintah Indonesia tersebut itulah berkibarlah bendera Merah Putih untuk pertama kalinya. Rumah tersebut sekarang telah berubah menjadi Gedung Perintis Kemerdekaan.

Kini kita telah merdeka, lepas dari penjajahan. 75 tahun berlalu sudah, namun benarkah kita bisa benar-benar lepas dari strategi pecah belah tersebut?? Strategi yang seiring dengan berjalannya waktu telah mengalami perkembangan. Pecah belah tidak lagi sekadar sebagai strategi perang namun telah menjadi strategi politik, yang menggabungkannya dengan strategi militer , ekonomi dan budaya.

Tak dapat dipungkiri penduduk Indonesia beberapa tahun belakangan ini dalam keadaan terpecah, yaitu sejak adanya kasus Al-Maidah.  Kasus Al-Maidah adalah kasus yang disebabkan pernyataan Basuki Cahaya Purnama (Ahok) yang ketika itu menjabat sebagai gubernur DKI, bahwa orang Indonesia tidak boleh dibohongi oleh orang-orang yang menggunakan surah Al-Ma’idah ayat 51 supaya tidak memilih non-Muslim sebagai pemimpin mereka. Pernyataan kontrovesial ini terjadi pada tahun 2016 di kepulauan pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, di hadapan pada para nelayan dan penduduk lokal lainnya.  

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

Kasus tersebut tentu saja memicu kemarahan kaum Muslimin yang merupakan mayoritas penduduk. Maka terjadilah demo yang melibatkan jutaan orang, menjadikannya demo terbesar yang pernah terjadi di seantero dunia. Demo yang kemudian dikenal dengan nama Aksi Damai 4 November (411) dan Aksi Damai 2 Desember (212) ini diikuti tidak saja umat Islam namun juga mereka yang merasa bahwa pernyataan tersebut sangat tidak pantas, dan berpotensi memecah persatuan. Aksi Damai yang selanjutnya diperingati tiap 2 Desember sebagai Reuni 2012 ini menuntut penahanan Ahok atas tuduhan menista dan menghujat Al-Qur’an.

Ahok memang akhirnya menjalani vonis penjara namun dampak dari pernyataannya ternyata masih terus bergaung bahkan lebih hebat lagi. Penduduk Indonesia hingga saat ini bisa dibilang terpecah menjadi 2 kelompok. Perseteruan antara pemilih Jokowi dan Prabowo pada pilpres 2019 seolah mencerminkan antara pembela dan penentang Ahok. Lebih parah lagi pembela Ahok diposisikan sebagai Pancasilais, cinta NKRI dll. Sebaliknya penentang Ahok adalah kaum Muslimin pro kekhalifahan pemecah NKRI yang ingin men-Suriah-kan Indonesia.  Ada apakah gerangan???

Isu ini terus digodog dengan berbagai cara hingga makin lama makin terkuak bahwa sejatinya Islamlah sasaran tembak. Namun yang lebih menyedihkan lagi banyak kaum Muslimin yang tidak menyadarinya.

Tengoklah berbagai prilaku dan pernyataan yang memojokkan Islam. Contohnya ditangkapinya sejumlah ulama oleh petugas khusus yang menangani masalah terorisme hanya karena alasan pernah di Afganistan, pernah memberi bantuan ke Suriah dll.  Pernyataan jangan merasa bahwa agama hanya Islam yang benar, berdoa tidak perlu harus bahasa Arab, berbusana tidak perlu meniru bangsa Arab dll. Bahkan dimunculkan pula Islam Nusantara sebagai Islam yang sesuai dengan orang Indonesia. Inilah Devide et Impera gaya baru yang harus kita waspadai. Siapa sebenarnya yang paling diuntungkan bila kita berpecah belah???  

Saat ini umat Islam di seluruh penjuru dunia memang sedang dalam keadaan terpuruk. Cahaya Islam nyaris tidak menampakkan semburatnya. Budaya Barat mulai dari cara pergaulan, cara berpakaian hingga sistim ekonomi yang jauh dari syariah telah merasuki kehidupan sebagian besar kaum Muslimin dimanapun berada. Belum lagi isu teroris yang terus dihembuskan musuh-musuh Islam. Membuat kaum Muslimin makin tidak percaya diri. Lupa, bahwa delapan abad lamanya Islam pernah menguasai dunia, menjadi negara super power layaknya AS saat ini.

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu“. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):109).

Thomas W. Arnold (1864-1930), seorang orientalis berkebangsaan Inggris dalam bukunya “The Preaching of Islam” mengungkapkan bahwa satu di antara faktor suksesnya Islam adalah ketinggian moral umat Islam dibandingkan dengan umat Kristen. Disamping juga kemakmuran rakyatnya. Hingga rakyat Italiapun ingin menjadi bagian dari Turki Ustmani melihat tetangga mereka, Yunani, menjadi makmur dibawah kekhalifahan Islam tersebut. Bahkan perseteruan antara sesama umat Kristen yang sebelum sering terjadi, menjadi sangat berkurang. Ini membuktikan betapa toleransinya umat Islam.

Bukan rahasia lagi bahwa salah satu kunci utama kejayaan Islam adalah kuatnya persatuan dan persaudaraan sesama Muslim. Hal ini diketahui musuh-musuh Islam. Tak heran bila akhirnya musuh-musuh Islam menggunakan politik Devide et Impera untuk menjatuhkan Islam. Diantaranya yaitu dengan cara menggunakan isu kebangsaan, persamaan hak, demokrasi, HAM dll.  

Ditambah lagi dengan adanya peristiwa 911 yang menyudutkan umat Islam hingga melahirkan Islamophobia akut, tidak hanya bagi orang lain tapi terlebih lagi sebagian umat Islam sendiri. Padahal tidak sedikit orang Barat yang justru memeluk Islam setelah tragedy mengerikan tersebut karena rasa penasaran.    

Pertanyaannya sampai kapan kaum Muslimin mau terus diperlakukan seperti ini?? Tidak dapatkah kita bersatu menjunjung tinggi persatuan dan persaudaraan Islam seperti di masa kejayaan Islam? Islam seperti yang dicontohkan Rasulullah, Islam yang kaffah yaitu yang tidak memilih-milah ayat sesuai hawa nafsu dan keinginan, Islam yang benar-benar rahmatan lillalamin, Islam yang penuh kedamaian, yang tidak hanya milik kaum Muslimin namun juga pemeluk agama lain yang menginginkan hal yang sama, dan juga seluruh isi dunia ini, termasuk binatang, tumbuhan dan alam ini.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.(Terjemah QS. Al-Hujurat(49):13).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 13 Desember 2021.

Vien AM. 

Sejak beberapa tahun terakhir ini banyak pesantren yang menjadikan panahan sebagai salah satu kegiatan mereka.  Kegiatan olah raga yang masuk dalam kategori atletik ini ternyata tidak hanya diminati para santriwan santriwati namun juga para ibu jamaah MT (Majlis Taklim). Dengan penuh semangat para ibu tersebut mencoba mempraktekkan apa yang dicontohkan sang coach panahan yang tak jarang adalah seorang ustadz. Demikian pula kami, MT Raudhatul Jannah beberapa waktu lalu di lokasi panahan Emaki Al-Ma’soem Resort Lembang.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Segala sesuatu yang tidak mengandung dzikirullah padanya maka itu adalah kesia-siaan dan main-main kecuali empat perkara: yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasai no.8890). Al-Albani menyatakan bahwa hadits itu shahih (Shahih al-Jami’ ash-Shaghir no.4534).

Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, serta memanah,” (HR Bukhari/Muslim). Rasullullah SAW bersabda, ”Lemparkanlah (panah) serta tunggangilah (kuda). ” (HR Muslim)

Hadist di atas itulah yang rupanya yang menjadi penyebab berlombanya kaum Muslimin menjajal olah raga yang melibatkan 3 unsur itu. Yaitu busur yang berfungsi sebagai pelontar, anak panah sebagai pelurunya, dan papan sasaran sebagai tujuan.

Kegiatan memanah sebagai bagian dari kegiatan sehar-hari sudah dikenal sejak awal peradaban manusia. Yaitu sebagai cara untuk melindungi diri dari bahaya binatang buas, selain sebagai perburuan hewan untuk dimakan. Juga dalam peperangan melawan musuh dan pertahanan diri. Namun sebagai sebuah olahraga, panahan ternyata memiliki filosofi yang cukup mendalam, ia tidak hanya dapat membuat tubuh kita bugar, namun juga sarat dengan makna. Simak kisah berikut :

Pada suatu senja yang kelabu, terlihatlah rombongan raja yang baru pulang dari berburu di hutan. Hari itu adalah hari tersial bagi mereka, karena mereka sama sekali tidak membawa hasil buruan. Seolah-olah anak panah dan busur, tidak bisa dikendalikan dengan baik seperti biasanya. Setibanya dipinggir hutan, raja memutuskan untuk beristirahat sejenak di rumah sederhana milik seorang pemburu yang terkenal karena kehebatannya memanah.

Dengan tergopoh-gopoh, pemburu itu menyambut kedatangan raja beserta rombongannya. Ketika berbasa-basi, san pemburu memperhatikan air muka raja yang nampak jengkel dan tidak bahagia. Pemburu itupun lalu menanyakan alasan kejengkelan dan ketidakbahagiaan itu. Tetapi raja malah beranjak pergi tanpa menjawab pertanyaan pemburu trsebut, dan menghampiri sebuah busur tanpa tali yang tergeletak di sudut ruangan. Raja pun mempertanyakan busur yang dilihatnya tanpa tali itu kepada pemburu.

Menjawab pertanyaan raja, pemburupun menjelaskan alasan mengapa tali busurnya sengaja dilepas. Menurut pemburu itu, busur membutuhkan waktu untuk beristirahat. Jadi ketika talinya dipasang kembali, busur itu tetap lentur untuk melontar anak panahnya. Karena menurut pengalaman, tali busur yang terus tegang tidak bisa dipergunakan secara optimal. Raja memuji pengetahuan pemburu yang ahli memanah itu. Dan memang itu yang diajarkan secara turun temurun di keluarga pemburu itu.

Pemburu itu lalu menambahkan bahwa pelajaran lain yang tidak kalah penting yang dilakukan adalah menjaga pikiran. Karena sehebat apapun kita, jika pikiran kita tidak fokus, perasaan kita tidak seirama dengan tangan, anak panah dan busur, maka hasilnya juga tidak akan maksimal untuk mencapai sasaran buruan yang kita inginkan.

Raja terkesima mendengar penjelasan itu. Sedetik kemudian raja pun tertawa dan berterima kasih kepada sng pemburu atas pelajaran berharga yang diberikan. Setelah cukup beristirahat, raja dan rombonganpun pulang setelah dengan perasaan gembira sambil meyakinkan diri bahwa perburuan berikutnya pasti akan berhasil lebih baik.

Kisah di atas menggambarkan dengan jelas bahwa kegiatan memanah perlu persiapan yang matang. Diantaranya emosi dan pikiran yang tenang. Sehebat apapun seorang pemanah bila ia tidak dapat menjaga emosi dan pikiran besar kemungkinan akan gagal mengenai sasaran.

Diperlukan proses panjang untuk menuju keberhasilan. Diawali dengan pemilihan busur yang sesuai dengan kondisi dan keadaan si pemanah, dilanjutkan dengan cara berdiri tegak dengan kuda- kuda yang kokoh, tangan yang kuat dan stabil untuk mengangkat busur ( membidik) lalu menarik anak panahnya kuat-kuat. Terakhir adalah konsentrasi yang tinggi sambil memperhitungkan kekuatan dan arah angin, sebelum akhirnya melepasnya.

Dalam Islam hal tersebut bisa di artikan membidik adalah niat, menarik adalah usaha/ikhtiar dan melepaskannya adalah tawakkal. Seperti juga dalam kehidupan sehari-hari, begitu anak panah dilepaskan kita hanya bisa pasrah, menanti apakah hasil bidikan kita tepat mengenai sasaran atau tidak.  Kita sebagai manusia hanya diperintahkan-Nya untuk berusaha secara maksimal, Allah swt lah yang menentukan hasilnya.   Yang juga tak kalah penting, yaitu cadangan anak panah yang menjadi bagian wajib peralatan memanah. Ini diartikan sebagai plan B, C, D dan seterusnya. Yaitu ketika target A tidak terpenuhi maka kita harus bersabar, tidak boleh putus asa, dan melanjutkannya dengan anak panah berikutnya.

Tak salah bila ternyata dalam bidang managementpun tidak sedikit perusahaan yang menerapkan filosofi memanah untuk membentuk SDM ( Sumber Daya Manusia) mereka. Tahapan-tahapan memanah terbukti dapat melahirkan manusia-manusia yang berkwalitas.

Sejarah mencatat bagaimana karier seorang Sa’ad bin Waqqash ra, sahabat yang dikenal kepiawaiannya dalam memanah. Konon Sa’ad mampu melepas 8 anak panah sekaligus ke 8 sasaran yang berbeda namun tepat sasaran. Sa’ad adalah satu dari 10 sahabat yang disebutkan Rasulullah saw masuk surga. Ia tergolong ke dalam orang-orang yang pertama masuk Islam atau Assabiqunal Awwalun.

Sa’ad bin Abi Waqqash bin Wuhaib bin Abdi Manaf adalah paman nabi dari garis ibu yaitu Aminah binti Wahab. Kakek Sa’ad, yakni Wuhaib merupakan paman dari Aminah. Namun usianya jauh lebih muda dari Rasulullah. Ia lahir dari keluarga bangsawan Quraisy kaya raya yang sejak muda belia sudah hobby memanah. Selain dikenal sebagai pemuda yang serius dan memiliki pemikiran yang cerdas ia juga dikenal sangat menyayangi, menghormati sekaligus patuh pada ibunya. Sesuatu yang sangat sesuai dengan ajaran Islam.

Pada usia 17 tahun ia memutuskan memeluk Islam namun ibunya berusaha keras menghalanginya. Selama beberapa hari sang ibu mogok makan dan minum dengan harapan putranya itu mau kembali ke agama nenek moyang mereka. Sa’adpun menjawab tegas bahwa meski ia sangat menyayanginya namun kecintaannya pada Allah SWT dan Rasulullah SAW jauh lebih besar lagi.

“Wahai ibu, demi Allah seandainya engkau mempunyai seribu nyawa dan keluar satu per satu, aku tidak akan pernah meninggalkan agama ini selamanya,”

Menyadari keteguhan hati putranya sang ibu akhirnya menyerah. Kisah tersebut Allah swt abadikan pada ayat 15 surah Luqman berikut :

“Dan, jika keduanya memaksa untuk mempersatukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.”

Rasulullah saw sangat menyayangi Sa’ad hingga suatu hari pernah memohon kepada Allah swt agar selalu mengabulkan apapun permintaan Sa’ad. Rasulullah juga pernah menyemangati Sa’ad yang senantiasa setia berperang melawan musuh-musuh Islam agar terus memanah dengan tebusan ke dua orang-tuanya. Sesuatu yang tidak pernah dikatakan Rasullah kecuali kepada Sa’ad. Namun bagi bangsa Arab adalah sesuatu yang biasa dikatakan sebagai tanda kehormatan.

“Lepaskanlah panahmu, wahai Sa’ad! Tebusanmu adalah ayah dan ibuku!” kata Rasulullah saat Perang Uhud,

Di kemudian hari Sa’ad kerap memperkenalkan dirinya dengan mengatakan “Aku adalah orang ketiga yang memeluk Islam dan orang pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah.”   

Sa’ad pernah menjabat sebagai penglima perang bersama Khalid bin Walid ra dalam penaklukan Persia dan membebaskan ibu kotanya, Kisra. Ia juga pernah menjadi amir (gubernur) d Kufah Persia. Khalifah Ustman bin Affan ra pada 651 H bahkan mempercayakan Sa’ad sebagai duta negara untuk tanah Tiongkok. Ia menjalankan tugas tersebut dengan sangat baik hingga ajaran Islampun mampu menyebar di negri tirai bambu tersebut. Sa’ad diterima kaisar Gaozong, penguasa Dinasti Tang saat itu dengan tangan terbuka. Meski demikian, Sa’ad adalah orang yang sering menangis karena takut kepada Allah. Setiap kali mendengar Rasulullah memberi nasihat dan berkhutbah di hadapan para sahabat, maka air matanya selalu berlinang.

Abdullah bin Amr bin ‘Ash pernah mendekati Sa’ad dan memintanya agar mau menunjukkan ibadah dan amalan apa yang ia lakukan dalam mendekatkan diri kepada Allah sehingga Rasulullah menjaminnya menjadi penghuni surga.

Tidak lebih dari amal ibadah yang biasa kita lakukan. Namun, aku tidak pernah menyimpan dendam maupun niat jahat kepada siapa pun,” jelas Sa’ad.

Kesuksesan Sa’ad bin Waqqash di dunia maupun di akhirat, tersebut tak syak lagi pasti ada pengaruh dari hobbynya memanah sejak muda belia. Hobby yang mampu mengajarkannya bahwa hidup ini harus mempunyai target dan tujuan yang jelas. Karakternya yang pandai menjaga emosi, berpikir dengan tenang berhasil membukakan pintu Islam baginya. Dan dengan kekuatan fisiknya ia mampu berjuang gigih membela ajarannya. Ditambah dengan akal yang selalu diasah mengantarkannya ke puncak karirnya, dengan izin Allah swt tentunya.      

Sungguh benar apa yang dikatakan Rasululah “ Ajarilah anak-anakmu memanah”, karena banyak sekali hikmah yang didapat dari kegiatan ini. Semoga tanpa perlu menunggu terlalu lama akan lahir Sa’ad-Sa’ad yang mampu mengembalikan kejayaan Islam seperti di masa lalu, aamiin yaa robbal ‘alamiin.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 25 November 2021.

Vien AM.  

Mata pelajaran di sekolah bahkan sampai di tingkat universitas selalu ada yang berbau science. Kalo di tingkat menengah pertama (SMP) atau menengah akhir (SMA), mata pelajaran sains lebih dikenal dengan mata pelajaran IPA.

Di masa sekolah, ada penjurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) atau IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Tidak jarang streotype atas pembagian siswa ini pun terjadi. Siswa dengan nilai tinggi masuk ke dalam jurusan IPA, sedangkan siswa nilai rendah masuk ke dalam jurusan IPS.

Pembagian siswa didasarkan atas nilai, bukan pada peminatan. Walaupun yang seringkali disebutkan adalah pembagian berdasarkan pada peminatan, tapi nyatanya siswa terbagi atas dasar nilai di atas kertas. Maka yang pintar masuk IPA sedangkan “golongan kedua” masuk IPS.

Pola pikir yang seperti ini secara tak sadar telah tertanam dalam kehidupan sosial secara umum. Dimulai dari pelajaran di sekolah, perkuliahan, hingga pengajaran di rumah pun seperti itu. Alhasil sains hanya diminati oleh segelintir yang dinilai pintar. Dari mana pola pikir ini terjadi? Sekuler.

Sekuler secara sederhana dapat diartikan memisahkan antara dunia dan agama. Seolah-olah agama itu hanya berlaku di masjid, sedangkan di luar masjid aturan agama tidak bisa diberlakukan.

Bermula dari pola pikir hingga berlanjut ke dunia pendidikan. Maka hasilnya seperti tadi. Sains diartikan begitu sempit. Yang sebenarnya bisa dibagi berdasarkan peminatan tapi malah dibagi berdasarkan nilai di atas kertas.

Lantas apa sebenarnya yang dimaksud sains dalam Islam?

Jika membuka dictionary.com, maka salah satu arti science adalah knowledge, as of facts or principles; knowledge gained by systematic study. Salah satu kunci yang bisa diambil di sini adalah tentang sistematis dan metode berpikir. Lantas bagaiamana dengan agama? Apakah termasuk sains?

Pertanyaan tadi sebenarnya sudah keliru, apalagi jika mengaitkan dalam Islam. Karena Islam mengajarkan kehidupan secara keseluruhan dan memiliki keterkaitan. Tidak bisa dipisahkan antara sains dan Islam.

Cukup panjang jika ingin menjabarkan konsep sains dalam Islam. Ada banyak referensi yang bisa dibaca untuk melengkapinya. Salah satu namanya adalah Prof al-Attaas. Beliau menjabarkan sains lebih luas dalam pandangan Islam. Bahkan perihal adab, beliau menjelaskan lebih komprehensif. Bukan hanya tentang adab sebagai akhlak, tapi adab sebagai bagian dari peradaban.

Padanan kata sains dalam bahasa Arab adalah ilm. Dasar kata ilmu terdiri dari i-l-m atau ‘alam. Kata ilm dalam bahasa Arab memiliki hubungan yang kuat dengan ilmu (‘ilm), alam (‘alam), dan al-Khaliq. Maka dalam pandangan Islam, ilmu harusnya mampu membantu kita untuk mengetahui tentang alam dan mengenali Sang Khaliq.

Secara teori mungkin terlihat mudah. Bahkan jika diimplementasikan dalam institusi pendidikan mungkin juga terlihat mudah. Bagaimana caranya agar sekolah bisa mengajarkan “ilmu umum” kepada siswa dan siswa tersebut mampu mengetahui tentang alam dan mengenali Sang Khaliq. Tapi nyatanya ini bukanlah perkara mudah. Guru tidak mungkin bisa mengajarkannya dengan sebenar-benarnya jika bukanlah Al-quran sebagai pedoman. Karena Al-quran tidak hanya mengajarkan tentang agama saja, tapi juga kehidupan manusia secara keseluruhan. Termasuk tentang sains modern. Penciptaan langit dan bumi, garis edar tata surya, bertemunya dua lautan, api di dasar laut dan masih banyak fenomena sains modern lain yang ditemukan di Al-quran.

Jadikan alam semesta sebagai guru dan Al-quran sebagai pedoman. Alam semesta adalah ayat kauniyah dan Al-quran adalah ayat kauliyah. Setidaknya, inilah cara yang paling mudah bagi kita untuk menghubungkan kembali sains dalam Islam. Mengikis pola pikir sekuler dan menjadikan Islam sebagai satu-satunya jalan terbaik untuk memahami dunia dan kehidupan setelah dunia.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 20 November 2021.

Dicopas dari :

Khurosan dan Taliban.

Kemenangan telak Taliban atas Amerika Serikat di Afghanistan memiliki arti yang sangat penting dalam ajaran Islam khususnya mengenai fenomena akhir zaman. Ilmu yang dinamakan Eskatologi  ini berkenaan dengan ilmu / ajaran teologi mengenai akhir zaman seperti hari kiamat, kebangkitan manusia, surga, neraka dll.

Ustadz Rahmat Baequni dan ustadz Zulkifli, dua dari sedikit ustadz yang mengkhususkan diri dalam ilmu tersebut, meyakini bahwa Taliban adalah pasukan panji hitam yang muncul di akhir zaman sesuai nubuwat yang pernah diramalkan Rasulullah Muhammad SAW ribuan tahun silam.

“Akan muncul dari bumi Khurosan pasukan yang membawa panji hitam. Tidak ada satu pun kekuatan di muka bumi yang bisa mengalahkannya sampai mereka bisa mengibarkan panji hitam itu di Al-Aqsa,” ujar ustaz Rahmat Baequni yang membacakan hadis Rasulullah Muhammad SAW dikutip dari YouTube Al Manhaj Jumat (27/8/2021).

“Kemenangan akhir zaman, Rasul sebutkan startnya adalah dari negeri Khurosan. Rasulullah mengatakan ada suatu komunitas di negeri Khurosan, mereka memiliki hati seperti gunung, memiliki akhlak seperti akhlak sahabat,” ” ustadz Zulkifli berkata di YouTube Al Manhaj.

“Ciri komunitas ini adalah selalu berperang dengan musuh Allah dan mereka tidak pernah terkalahkan”, tambahnya.

“Kalau lihat ciri-ciri yang disebutkan nabi, maka terus terang kami katakan kabar gembira itu sedang kita dengar sekarang. Emirate Islamiyah Taliban di Afghanistan. Taliban adalah bala tentara Al Mahdi di akhir zaman yang akan mengembalikan kejayaan Islam dan merebut Palestina dari tangan Israel”, imbuhnya.

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. ( Terjemah QS. Al-Maidah(5):54).

Dalam peta geografi kuno disebutkan bahwa Afghanistan adalah jantung kawasan Khurosan. Kawasan ini meliputi Afghanistan, sebagian wilayah Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan dan Iran. Bahkan di Iran namanya masih dilestarikan menjadi sebuah provinsi yaitu provinsi Khurosan.

Dari Khurosan inilah akan muncul pasukan berpanji hitam yang akan menjadi tentara Imam Mahdi melawan pasukan Al-Masih ad-Dajjal atau Al-Masih palsu. “Apabila keluar panji-panji hitam dari arah Khurosan tidak akan ada sesuatu apapun yang dapat menolaknya hingga (panji-panji) ditancapkan di Ilya (Baitul Makdis atau Yerusalem).” (HR. Tirmidzi).

“Jika kamu melihat panji-panji hitam datang dari arah Khurosan maka sambutlah walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salju. Sesungguhnya di tengah-tengah panji-panji itu ada khalifah Allah yang mendapat petunjuk”. (HR. Ibnu Majah, Abu Nuaim dan Al Hakim).

Khalifah Allah yang dimaksud adalah Imam Mahdi. Pakar Eskatologi asal Trinidad, Syekh Imran Hossein mengatakan tahap kedua beroperasinya Dajjjal adalah Pax Americana. Sebelumnya Dajjal menggunakan Inggris sebagai operator lapangannya yang disebut Pax Britannica. Tahap terakhir beroperasinya Dajjal adalah Pax Yudaica atau yang menjadi operator lapangan Israel.

Dalam banyak hadist disebutkan bahwa Dajjal adalah musuh utama Imam Mahdi. Musuh-musuh Islam tampaknya mengetahui hal tersebut. Tak heran mereka terus berusaha keras menghancurkan sumber-sumber tentara Imam Mahdi. Salah satunya yaitu Taliban yang tak lain adalah tentara pembawa panji hitam dari Khurosan. Ibaratnya membunuh janin sebelum menjadi manusia.

Dimulai Dajjal dengan topeng Inggris yang pada 1839-1841 dan 1878-1880 menginvasi Afganistan, kemudian Dajjal dengan kedok imperialis-komunis Uni Soviet yang mencaplok Afganistan pada 1979.  Terakhir Dajjal dengan wajah imperialis-kapitalisme Amerika tahun 2001. Dan jika perlawanan muslim di Afghanistan telah berhasil mengalahkan Amerika Serikat, sehingga mereka menarik kembali tentaranya. Maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa hal ini membuktikan Nubuwah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

https://www.portal-islam.id/2021/08/kemenangan-taliban-perang-akhir-zaman.html

Jadi sudah sepatutnya seluruh umat Islam saat ini memperhatikan apa yang terjadi di Afghanistan. Karena sejarah tidak terjadi secara acak, melainkan bergerak satu arah menuju akhir yang telah ditentukan. Sedangkan Mesiah ada di jantung pergerakan sejarah dan ia terhubung dengan Yerusalem. Maka sejarah berakhir dengan Islam sebagai pemeran yang luar biasa. Saya tidak perlu mengulangi apa yang telah saya katakan. Saya bicara perlahan agar anda bisa memahaminya secara benar.

Demikian pesan Syekh Imran Hossein yang banyak menulis buku, salah satunya adalah “Jerusalem in the Qur’an”.

https://kalam.sindonews.com/read/529028/786/taliban-menanti-kedatangan-imam-mahdi-ini-kata-syekh-imran-hosein-1630512599

Berakhirnya Invasi Amerika Serikat dan terbentuknya Emirat Islam Afganistan.

Dua puluh tahun setelah invasi koalisi dibawah pimpinan Amerika Serikat, Joe Biden presiden AS yang baru saja terpilih menggantikan Trump, memutuskan untuk menarik pasukannya dari Afghanistan. Invasi 2001 yang ditujukan demi terciptanya demokrasi (demokrasi kebablasan ala Barat yang tidak sesuai dengan ruh Islam, termasuk sistim keuangan ribawi yang ironisnya telah berhasil menyusup ke sebagian besar negara2 berpenduduk mayoritas Islam) disamping membasmi ancaman terorisme Al-Qaeda paska serangan 11 September 2001 ini telah mengakibatkan ratusan ribu korban. Lebih dari 3.500 tentara koalisi tewas, sekitar dua pertiga diantaranya adalah tentara Amerika.

Keputusan kontroversial ini banyak dikritik, terutama setelah Kabul, ibu kota Afghanistan, dengan cepat jatuh ke tangan Taliban. Namun Biden bersikukuh dengan keputusannya. Ia bahkan berkomentar Amerika tak seharusnya mati “dalam perang yang warga Afghan sendiri enggan untuk membela diri”.

“Tidak akan pernah ada kekuatan militer yang bisa menciptakan Afghanistan yang stabil, bersatu, dan aman,” imbuh Biden, menyebut kembali julukan “Kuburan Para Penguasa” yang dipopulerkan politikus AS David Isby. Isby mengatakan, “Kekuatan-kekuatan ‘Para Penguasa’, baik itu Uni Soviet, Inggris, atau Amerika, tak mampu menunjukkan fleksibilitas saat menghadapi Afghanistan.

“Mereka ingin dan harus melakukan semuanya dengan cara mereka, tanpa mau memahami kompleksitas negara tersebut,” tambahnya.

AS telah menghabiskan miliaran dolar untuk memasok militer Afghanistan dengan berbagai peralatan canggih demi mencegah Taliban berkuasa. Tapi ternyata Kabul dan kota-kota besar lainnya jatuh ke tangan Taliban dengan cepat, termasuk sebagian besar persenjataan canggih seperti helikopter Black Hawk, puluhan  kendaraan lapis baja dan pesawat militer lainnya.  

Tak lama Talibanpun mengumumkan terbentuknya Emirat Islam Afghanistan, sekaligus susunan kabinetnya meski baru sebagian. Abdul Ghani Baradar, salah seorang pimpinan tertinggi Taliban, mengatakan akan menjadikan Afghanistan sebagai negara yang berdaulat penuh. Secara tegas ia menjanjikan Afghanistan yang tentram dan damai di bawah naungan syariat Islam.

“Saya meyakinkan kepada seluruh warga negara bahwa para tokoh pemerintahan akan bekerja keras menerapkan aturan dan syariah Islam di negara ini,” ucap Hibatullah Akhundzada yang juga dikenal sebagai tokoh kharismatik Taliban.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintahan baru bakal mengutamakan perdamaian, kesejahteraan, serta kemakmuran bagi seluruh warga Afghanistan.

JK, mantan wakil presiden 2014-2019, menilai Afghanistan di bawah kepemimpinan Taliban saat ini akan mengalami transformasi apabila disiplin di seluruh negara itu tetap dipertahankan. Menurutnya, Taliban sudah mengalami perubahan ke arah yang lebih moderat. Mereka sadar perlu bantuan negara lain untuk mengembangkan ekonomi mereka.Tidak seperti dua dasawarsa lalu yang cenderung kaku dan keras. 

Ketika masih menjabat wakil presiden, JK bercerita pernah mengundang pemerintah Afganistan dan Taliban ke Indonesia. Dengan tujuan selain untuk membicarakan perdamaian, juga untuk memberi kesadaran Taliban khususnya, bahwa Islam dapat tumbuh secara moderat. Itu sebabnya ia mengajak delegasi Taliban berkeliling ke sejumlah pesantren di sekitar Jakarta. 

Selanjutnya JK mengatakan, pasukan Amerika mengundurkan diri dari Afghanistan karena tak mampu mengalahkan Taliban yang menerapkan perang gerilya. JK mengakui Amerika berhasil menang di dua Perang Dunia. Namun, sejarah menunjukkan Amerika kerap kalah dalam berbagai perang gerilya.

“Amerika bisa memenangkan Perang Dunia Pertama dan Perang Dunia Kedua. Tapi mereka tak bisa menang, kalau lawannya gerilya seperti di Vietnam, Somalia Afrika, Irak, dan Afghanistan sekarang,” ucap JK dalam acara “Sapa Indonesia Malam” Kompas TV, Senin (16/7/2021).

Apapun itu kita bisa melihat sikap Amerika dan Barat, bahkan PBB, yang tidak pernah tegas terhadap Israel yang mencaplok Palestina dan bertindak semena-mena terhadap penduduknya. Dan tidak sedikit hadist yang mengabarkan bahwa pertempuran antara pasukan Imam Mahdi melawan pasukan Dajjal akan terjadi di tanah tersebut.    

Bush secara tegas juga telah berucap : “ You are either with us, or with the terrorists”. Sekarang tinggal bagaimana umat Islam menyikapinya. Dimana kita akan berpihak, kepada Amerika dan sekutunya yang saat ini menguasai dunia lengkap dengan medianya yang tidak jarang memutar-balikkan fakta atau kepada nubuwat Rasulullah  ???

 Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada”.(Terjemah QS. Al-Hajj(22):46).

Di akhir zaman nanti Imam Al-Mahdi akan mempersatukan umat Nabi Muhammad saw yang terpecah, yang berserakan, dan ditipu-daya. Dengan pertempurannya, Al-Mahdi akan menyiapkan dunia bagi kembalinya Mesiah sejati, Nabi lsa ‘alaihissalam. Dia akan memenuhi bumi dengan kedamaian dan keadilan sebab bumi telah diliputi oleh tirani dan ketidakadilan. (Sahih at-Tirmidzi dan Sunan Abu Dawud)

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 28 Oktober 2021.

 Vien AM.

Misteri jatuhnya menara kembar WTC.

Pada 11 September 2001 menara kembar World Trade Center (WTC) di  kota New York yang merupakan ikon kebanggaan Amerika Serikat luluh lantak dalam waktu 2 jam. Dalam rekaman yang disiarkan secara terus menerus di seluruh dunia itu terlihat bahwa gedung tersebut runtuh akibat ditabrak 2 pesawat komersial, menelan 3000 korban meninggal.

Selain gedung pencakar langit  berlantai 110 tersebut, menara 7 WTC dimana kantor CIA berada dan gedung Pentagon yang berada tak jauh dari lokasi, ikut terkena serangan. Namun Menara 7 WTC ambruk beberapa jam setelahnya bukan karena ditabrak pesawat melainkan akibat kebakaran. Demikian yang dirilis oleh The National Institute of Standards and Technology.

Namun demikian tidak sedikit pihak yang merasakan kejanggalan tragedy tersebut.  Diantaranya para ilmuwan yang tergabung dalam tim investigasi 9/11 Truth. Mereka mengatakan bahwa penjelasan yang diungkapkan oleh The National Institute of Standards and Technology tak masuk akal. Mereka berpendapat bahwa telah terjadi penghancuran terkendali dengan menggunakan bahan peledak atau yang dikenal dengan controlled demolition. WTC 7 adalah gedung pencakar langit pertama yang terbuat dari baja yang sangat sulit terbakar.

“Tower Seven merupakan bukti konkrit dari peristiwa 9/11. Seorang siswa kelas enam dapat melihat gedung ini jatuh pada kecepatan serupa terjun bebas, simetris, halus, dan itu bukan merupakan proses alami (seperti kebakaran). Bangunan yang jatuh karena proses alami tak mengalami hal seperti itu”, jelas pendiri 9/11 Truth, Richard Gage seperti dikutip dari BBC, Rabu (31/8/2016).

https://www.liputan6.com/global/read/2590625/misteri-runtuhnya-menara-ketiga-pada-teror-911-sengaja-dibom

Bagi saya laporan mengenai peristiwa itu ibarat sebuah film kartun karena di sana keterlibatan masif unsur pemerintah,” kata David Ray Griffin, salah satu anggota 9/11 Scholars for Truth sekaligus pendiri Center for a Postmodern World di Claremont University. Ia adalah seorang filsuf dan teolog liberal terkemuka Amerika Serikat. 

Bersama setidaknya 75 akademisi AS, Griffin tak henti mempelajari dan mengutak-utik peristiwa tersebut. Steven E Jones pemimpin 9/11 Scholars for Truth, seorang profesor kimia di Brigham Young University, Utah, setelah  mempelajari runtuhan menara kembar berkesimpulan runtuhnya bangunan itu disebabkan oleh ledakan yang terkontrol yang dipercepat ribuan pon bahan peledak jenis termite berkualitas prima. Jones juga yakin bahwa peristiwa itu hasil pekerjaan ‘orang dalam’.

”Kami tidak yakin bahwa ke-19 pembajak dan beberapa orang lain yang selama ini tinggal di gua-gua Afghanistan melakukan aksi itu sendiri. Oleh karena itu kami menantang teori yang selama ini ada dan kami akan membuktikan teori kami,” imbuhnya.

Tokoh lain yang meyakini adanya campur tangan pemerintah AS adalah Morgan O Reynolds. Ia berpendapat tragedy keji tersebut merupakan hasil karya tiga pihak, yakni sebuah elemen di Washington, M-16, dan Mossad. Semuanya itu membuka jalan bagi pemerintah Bush untuk hadir di Afganistan, seperti juga yang terjadi dengan Irak.

https://www.republika.co.id/berita/qgbjrj320/teori-konspirasi-911-mossad-israelm16-inggris-terlibat

Sementara itu beredar pula kabar yang mengatakan bahwa tidak ada orang Yahudi yang terbunuh dalam serangan tersebut. Karena 4.000 karyawan Yahudi yang bekerja di World Trade Center menerima peringatan melalui surel agar tidak bekerja besok hari.

Tentu saja berbagai teori konspirasi yang tersebar luas tersebut serta merta dibantah pihak resmi pemerintah. Bahkan dalam waktu sangat singkat Amerikat Serikatpun segera menyimpulkan bahwa pelakunya adalah Al Qaeda pimpinan Osamah bin Laden yang sebelumnya telah mereka labeli sebagai kelompok teroris yang harus diperangi.

Dan karena Taliban dianggap melindungi kelompok tersebut maka AS dipimpin NATO, bersama koalisinya, langsung memborbardir Afganistan dan memaksa Taliban keluar dari Afganistan. Pertanyaannya, mengapa bukan Arab Saudi yang mereka serang, bukankah Osama bin Laden warga Arab Saudi?? Jawabannya jelas pasti mereka tidak bisa membayangkan bila umat Islam bersatu membalas mereka. Lain halnya bila Afganistan yang dijadikan kambing hitam.

Tapi tak berhenti disitu. Bush, presiden AS saat itu juga berkoar, “You are either with us, or with the terrorists” yang artinya menuntut siapa yang tidak berpihak kepada AS berarti teroris. Dan karena Al-Qaeda adalah Islam maka sang teroris adalah Islam dan siapapun yang tidak berpihak pada AS maka ia teroris. Inilah yang kemudian memicu lahirnya Islamophobia akut, hingga hari ini.

Dampak Islamophobia.

Islamophobia adalah rasa curiga dan takut terhadap Islam dan segala yang berhubungan dengannya. Pernyataan Bush di atas tampaknya cukup sukses melanda sebagian besar penduduk dunia. Tak terkecuali mereka yang mengaku Islam. Dan akibatnya sungguh mengerikan, selain menjadi tidak PD alias Percaya Diri, persaudaraan sesama Muslim yang merupakan bagian dari ajaran Islampun akhirnya ikut tergerus. Tak heran bila akhirnya tak ada pembelaan untuk Taliban. Bahkan banyak Muslim yang ikut memberikan label teroris kepada mereka.

Sebaliknya berita baik justru datang dari Barat, Diantaranya dari Yvonne Ridley, seorang jurnalis surat kabar  Inggris yang pada September 2001 dikabarkan diculik oleh Taliban. Padahal ia ditangkap tentara Taliban karena masuk ke perbatasan Afganistan secara illegal, tanpa paspor maupun visa. Perempuan setengah baya tersebut masuk melalui Pakistan untuk melakukan tugas jurnalistik.

Namun apa yang disaksikannya di luar dugaannya. Ia diperlakukan dengan sopan dan hormat. Persentuhannya langsung dengan Taliban justru membuatnya dapat merasakan perbedaan dengan tuduhan yang dilontarkan selama ini. Ridley menyebut Taliban sebagai keluarga terbesar dan terbaik di dunia yang pernah dilihatnya.

Setelah selama 11 hari di interogasi dalam tahanan, ia akhirnya dibebaskan. Dengan syarat ia harus dapat membuktikan bahwa Taliban/Islam tidak memperlakukan kaum perempuan secara tidak adil seperti yang diberitakan selama ini. Ridley memenuhi janjinya. Begitu bebas ia segera mempelajari Islam lewat Al-Quran. Dan berujung dengan ke-Islamannya. Pada tahun 2003 ia memutuskan masuk Islam.

Al-Quran membuat jelas bahwa perempuan setara dalam spiritualitas, nilai dan pendidikan. Apa yang semua orang lupa adalah bahwa Islam itu sempurna, namun manusia tidak,” tegas Ridley dilansir Guardian.

Ridley bukan satu-satunya orang Barat yang memeluk Islam paska tragedy 911. Ada banyak lagi Ridley-Ridley lain yang tak terhitung jumlahnya. Mereka tertarik mempelajari  Islam justru karena penasaran. Karena sejatinya tak ada satupun agama mengajarkan kekerasan. . 

Invasi Amerika Serikat dan Sekutu.

Invasi ini dimulai pada Oktober sampai dengan November 2001. Sejak itu pasukan Amerika dan negara sekutu seperti Britania Raya dan Jerman menduduki Afganistan dengan dalih untuk menumpas Taliban dan membantu menjaga keamanan negara.

Selanjutnya struktur politik Afganistan diganti dengan pemerintah pro-Barat yang dipilih melalui proses demokrasi. Negara ini memproklamirkan diri sebagai republik Islam, Islam diakui sebagai agama resmi negara.

Namun tidak sedikit rakyat Afganistan yang mengatakan bahwa keadaan Afganistan tidak membaik. Kekacauan sering tetap terjadi. Hingga akhirnya pada Mei 2021, pasukan AS dan sekutunya mulai menarik diri dari Afganistan secara bertahap. Pemerintah AS akhirnya menyadari biaya yang mereka keluarkan untuk menguasai Afganistan telah melampaui batas kemampuan dan keuangan mereka. Trilyunan rupiah telah mereka habiskan diantaranya untuk mendirikan pangkalan milter, mendatangkan dan membiayai hidup ribuan militer AS serta keluarganya dll. Afganistan dengan Talibannya terlalu sulit untuk ditaklukkan. AS tampaknya tidak bisa mengambil pelajaran dari agresi mereka ke Vietnam puluhan tahun lalu.  

Sementara itu Taliban yang selama 20 tahun terus melakukan perlawanan segera memanfaatkan peluang tersebut. Dalam waktu kurang dari 2 minggu Taliban berhasil menguasai seluruh Afganistan dan kembali mengambil alih tampuk pemerintahan. Beberapa pengamat politik Timur Tengah berpendapat bahwa kemenangan Taliban yang demikian singkat bahkan tanpa korban dan perlawanan, menandakan bahwa mereka didukung oleh rakyat sehingga mudah menguasai ibu kota Kabul dan kota-kota lainnya.

Mereka bahkan berhasil bernegosiasi dengan pemerintah Afganistan terkait penyerahan kekuasaan secara damai hingga terbentuklah negara Emirat Islam Afghanistan. Selanjutnya presiden Ashraf Ghani dan beberapa diplomat AS di Afganistan segera dievakuasi dan meninggalkan Afghanistan .

https://www.tribunnews.com/internasional/2021/08/19/taliban-umumkan-pembentukan-emirat-islam-afghanistan-dibentuk-dewan-penguasa

( Bersambung),

Berdirinya Republik Demokratik Afganistan.

Setelah berhasil merebut kekuasaan dari Zahir Syah, Daoud Khan merubah Afganistan dari bentuk kerajaan menjadi negara republik yaitu Republik Afganistan yang merupakan republik pertama Afganistan. Namun republik ini hanya berumur 5 tahun. Karena pada tahun 1978 kembali terjadi kudeta hingga lahirlah Republik Demokratik Afganistan yang berfaham komunis. Republik ini beraliansi dengan Uni Sovyet.

Pada masa itulah pemerintah memperkenalkan sejumlah kebijakan revolusioner Marxisme, yang bertentangan dengan mayoritas rakyat yang sejak berabad-abad telah memeluk Islam dengan segala budaya Islamnya. Hal yang sudah pasti membuat gejolak rakyat.  

Selain itu di tubuh rezim komunis tersebut terjadi perebutan kekuasaan antar pejabat dan antar partai yang menambah kacaunya keadaan. Saling sikut, bahkan saling bunuh pejabat beserta keluarga adalah hal biasa. Pejabat yang tidak mau mendukung program pemerintah disingkirkan bahkan tidak sedikit yang dihabisi.  Semua perusahaan dinyatakan sebagai milik pemerintah.

Invasi Uni Sovyet.

Ketegangan terus berlanjut hingga pada 1979 Uni Soviet menginvasi Afghanistan yang sebelumnya sudah sangat tergantung pada negara pusat komunis tersebut. Milyaran rubel telah dilimpahkan Sovyet dalam berbagai bentuk mulai bantuan ekonomi, persenjataan, militer dll. Demi menghadapi perlawanan rakyat yang makin massif rezim komunis tersebut bahkan tidak segan-segannya meminta bantuan militer Sovyet, lengkap dengan personil dan persenjataan beratnya.

Maka dengan menyamar sebagai tentara Afganistan, tentara Sovyet   memasuki ibu kota Kabul dan dengan mudah merebut istana kepresidenan. Mereka juga berhasil menguasai sejumlah kota besar, mengangkat dan memilih orang-orang Afganistan yang mau diperbudak melanjutkan pemerintahan boneka tersebut.  

Perang saudarapun tak terhindarkan. Afganistan makin kacau, rakyat hidup dalam keadaan tegang. Perang membuat infrastruktur yang ada hancur,  aktivitas ekonomi terhambat, perdagangan dan transportasi terganggu seiring dengan hilangnya tenaga kerja dan modal.

Berbagai kelompok mujahidin bermunculan menentang penjajahan tersebut.  Namun rezim kejam tersebut tidak tanggung-tanggung. Dengan segala upaya mereka melindungi kepentingan Sovyet. Diantaranya dengan memborbardir sebuah kampung berpenduduk 24 ribu orang demi membalas para mujahidin yang menyerang dan membunuh pejabat-pejabat Sovyet.

Namun para mujahidin pantang menyerah. Dengan dana dan persenjataan yang dipasok oleh Amerika Serikat yang memang merupakan rival Sovyet, juga Pakistan, China, Iran, dan Arab Saudi, mereka melawan habis-habisan. Dari wilayah pedesaan yang tidak berhasil dikuasai rezim mereka terus bergerak. Hingga akhirnya Gorbachev, pemimpin Soviet ketika itu, menyadari bahwa mereka tak bisa melanjutkan perang tanpa harus banyak menelan biaya. Padahal ekonomi negaranya sedang memburuk.

Akhirnya setelah bertahan selama 10 tahun, maka pada tahun 1988 Gorbachevpun memutuskan menarik pasukannya. Namun Afghanistan tak pernah sepenuhnya pulih dari perang yang meninggalkan negara ini dalam keadaan porak-poranda. Perang ini menimbulkan sekitar 1,5 juta korban jiwa dan sekitar lima juta pengungsi.

Afghanistan menjadi semacam Vietnam-nya Uni Soviet. Seperti juga Amerika Serikat, negri tirai bambu ini harus menanggung malu dikalahkan oleh para gerilyawan lokal padahal telah memakan biaya yang sangat mahal. Tak lama Uni Sovietpun pecah.

Sebagai catatan, pada masa pemerintahan Republik Demokratik Afganistan yang komunis tersebut, meski pemberontakan terus terjadi namun bidang pendidikan, khususnya bagi kaum perempuan, mengalami kemajuan, meski hanya di kota-kota besar. Pada tahun 1988, tercatat 40% dokter dan 60% guru di Universitas Kabul adalah perempuan. Sebaliknya di pedesaan penduduk masih banyak yang tidak kenal huruf. Setelah invasi Soviet, perang menghancurkan sebagian besar sarana pendidikan. Para gurupun berhamburan mengungsi ke negara lain.

Analis pertahanan dan kebijakan luar negeri, David Isby yang juga penulis buku, “ Afghanistan, Graveyard of Empires” (2010) berujar, “Perang ini adalah salah satu kesalahan terbesar Uni Soviet.”

“Selama berabad-abad, Afghanistan tak ubahnya ‘makam’ bagi pasukan dan kekuatan asing yang berusaha mengendalikannya. Meskipun pada awalnya mereka terlihat sukses menginvasi, tapi cepat atau lambat, mereka terpaksa meninggalkan negara tersebut”.

“Ini bukan karena masyarakat Afghanistan punya kekuatan besar, tapi apa yang terjadi di sana adalah kesalahan dari penguasa itu sendiri, karena keterbatasan dan permasalahan imperialisme”, imbuhnya.

Taliban dan Lahirnya Republik Islam Afganistan.

Ironisnya meski penjajah telah hengkang perang saudara tidak juga usai.  Najibullah sang presiden boneka tetap ingin mempertahankan kekuasaannya, tidak peduli pemberontakan makin meluas di seluruh penjuru negri. Hingga pada April 1992 Kabul jatuh ke tangan para mujahidin. Tak lama berdirilah republik Afganistan yang berdasarkan hukum Islam. Dan ini semua tak lepas dari peran gerakan mujahidin yang dikenal sebagai gerakan Taliban.

Taliban adalah kata dalam bahasa Pasthun dan Persia yang berarti murid, siswa atau pelajar yang merupakan kata serapan dari bahasa Arab dengan arti yang sama. Pasthun juga adalah nama etnis terbesar di Afganistan.  

Ketika terjadi agresi Sovyet pada tahun 1979 seperti juga mujahidin-mujahidin lain, Mohammed Omar yang ketika itu sedang duduk di bangku sekolah madrasah, ikut tergerak demi memenuhi panggilan agama. Maka iapun mengumpulkan rekan-rekannya sesama pelajar untuk bergabung melawan penjajahan komunis. Jumlah mereka ketika itu 50 orang. Para pelajar yang kemudian dikenal dengan nama Gerakan Taliban tersebut bersumpah untuk membela negara demi memulihkan ketertiban, perdamaian dan keamanan Afghanistan berdasarkan syariat Islam.

Dengan cepat gerakan ini berkembang dan didukung sebagian besar rakyat. Bahkan banyak mujahidin dari sejumlah negara tetangga ikut bergabung. Diantaranya adalah Osama bin Laden dari Arab Saudi. Gerakan ini juga didukung secara resmi oleh Pakistan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) juga  Amerika Serikat, yang merupakan seteru Sovyet. Mayoritas anggota gerakan Taliban adalah etnis Pasthun.

Berkat kegigihannya Omar yang digambarkan sebagai sosok yang sangat karismatik, hidup dalam kesederhanaan serta memiliki selera humor yang tinggi itu dianugerahi gelar Amir Al-Mukmin, gelar yang diberikan kepada pemimpin yang saleh, oleh para pendukungnya. Ia juga dikenal sebagai kepribadian yang tenang, tak mudah terbawa emosi, ramah, dan rendah hati. Bahkan kabarnya tidak memiliki rumah ataupun rekening bank asing.

Dibawah pimpinan Omar gerakan ini berhasil merebut kembali ibu kota Kabul yang selama beberapa tahun sempat dikuasai Sovyet. Selanjutnya pada tahun 1991, Omar yang dalam pertempuran sempat kehilangan mata kanannya itupun mendirikan Keemiratan Islam Afghanistan. Keemiratan yang memberlakukan syariat Islam secara ketat ini menguasai hampir seluruh wilayah Afghanistan sejak tahun 1996 hingga  2001.

Masyarakat Afghanistan yang sudah lelah dengan perang dan pertikaian,  menyambut kemunculan Taliban sebagai ‘juru Selamat’. Popularitas Taliban makin besar karena keberhasilan mereka memberantas korupsi dan membangun jalan-jalan di wilayah Afghanistan. Taliban juga dikabarkan tidak menjarah harta milik warga, tidak memerkosa atau pun menculik seperti yang sering diberitakan media mainstream dunia.

Pada tahun 2000 secara resmi Omar bahkan melarang perdagangan narkoba dan penanaman opium yang selama itu telah menjadi lahan penghidupan rakyat di negaranya. Tahun berikutnya yaitu di tahun 2001, produksi opium nyaris berhasil diberantas tuntas (99%). Di bawah pemerintahan Taliban, pengguna dan pengedar narkoba diadili dengan berat.

Untuk diketahui, Afganistan memiliki ladang bunga poppy yang amat sangat luas lagi subur. Dan menurut penelitian, hampir seluruh bagian bunga ini dapat mengandung jenis bahan baku narkotika atau alkaloid, terutama morfin dan kodein, meskipun kecil persentasenya. Budidaya bunga poppy sebagai penghasil utama opium tercatat sebagai sumber utama dana perang sejak meletusnya perang Afghanistan-Soviet.

Ironisnya, setahun kemudian Amerika Serikat dan sekutunya yang sebelumnya mendukung Taliban berbalik arah, dan malah menyerang Afganistan. Dengan kekuatan besarnya mereka menginvasi dan menggulingkan pemerintahan Taliban. AS menuduh Taliban telah melindungi Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda yang dituduh sebagai otak serangan menara kembar WTC, New York pada September 2001. Departemen Luar Negeri AS bahkan menawarkan hadiah 10 juta dolar AS bagi siapa saja yang bisa menemukan pimpinan tertinggi negara tersebut.

Dalam sebuah buku yang berjudul The Secret Life of Mullah Omar yang ditulis oleh wartawan Belanda, Bette Dam, diceritakan bahwa Omar tidak pernah bersembunyi di Pakistan seperti yang diyakini oleh AS. Omar, setelah jatuhnya Taliban, bersembunyi di sebuah ruang rahasia di sebuah tempat yang jaraknya hanya tiga mil dari pangkalan operasi AS di provinsi Zabul Afganistan. Pemimpin Taliban tersebut tetap di tempat persembunyiannya hingga kematiannya karena sakit pada 2013.

Menjadi pertanyaan besar, apa sebenarnya daya tarik Afganistan, selain posisinya yang berada di jalur sutra, hingga negara-negara besar seperti AS, Inggris, Rusia dll ingin menguasai negri tersebut??

Dari beberapa sumber yang dapat dipercaya, ternyata sumber daya alam yang dimiliki negri yang terkurung daratan ini cukup melimpah. Terdapat sumber daya alam berupa hasil tambang seperti emas, perak, tembaga, seng dan bijih besi yang dapat ditemukan di bagian tenggara. Negara ini juga kaya akan batu mulia dan semi mulia yang banyak ditemukan di wilayah timur laut. Minyak bumi dan gas alam juga menjadi andalan Afganistan yang banyak ditemukan di bagian utara. Dan tentu saja lahan bunga poppynya yang berpotensi menghasilkan kekayaan melimpah bila tidak memikirkan akibat negatifnya yang sungguh sangat mengerikan.   

 ( Bersambung).