Feeds:
Posts
Comments

Keteguhan Hati Rasulullah.

Paman, demi Tuhan, andaikata mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku untuk memaksaku agar meninggalkan tugas suci ini, sungguh tidak akan aku tinggalkan sampai Tuhan memberiku kemenangan atau aku mati karenanya”.

Itulah jawaban tegas yang diucapkan Rasulullah Muhammad saw ketika Abu Thalib, paman yang amat disayangi dan dihormatinya itu memintanya untuk menghentikan dakwah yang membuat para pemuka Quraisy kebakaran jenggot. Abu Thalib yang selama itu senantiasa melindungi dan menjaga keponakan yang sangat dicintainya itu rupanya sudah tak tahan menghadapi tekanan para pejabat Quraisy tersebut.

Namun mendengar keteguhan Rasulullah yang begitu luar biasa Abu Thalibpun terdiam. Rasa kagum tak dapat dipungkiri merasuki hati Abu Thalib. Ia menyadari segala kerusakan yang terjadi di Mekah, kebejatan ahlak seperti mabuk-mabukan, perjudian, pelacuran, penindasan kaum yang lemah dll, memang sudah mencapai puncaknya.

Maka akhirnya Abu Thalib menyerah dan sejak itu tidak pernah sekalipun meminta keponakannya berhenti berdakwah. Bahkan melindunginya lebih ketat lagi, hingga akhir hayatnya. Hal ini membuat orang-orang Quraisy terutama para petingginya makin kesal. Dengan teganya mereka sebarkan berita bahwa bahwa Muhammad gila, tukang sihir dll. Namun dengan sabar Rasulullah menghadapi hinaan dan berbagai fitnah keji yang menimpa beliau.   

Mereka bahkan nekad memboikot tidak hanya rasulullah tapi juga keluarga besar rasulullah.Tiga tahun lamanya keluarga bani Hasyim dan bani Muthalib diasingkan dan dikucilkan dari pergaulan dan perekonomian. Mereka dipaksa hidup di pemukiman sempit dan terjal ( syi’ib) tanpa bisa keluar dan melakukan aktifitas apapun.

Suku Quraisy yang terdiri atas beberapa bani itu dilarang mengadakan jual beli dengan kedua keluarga bani tersebut. Tidak boleh ada perdamaian, belas kasih, pertemanan, persahabatan apalagi pernikahan dengan anggota ke dua bani tersebut. Bahkan dua putri rasulullah yang waktu itu masih berstatus sebagai istri dari dua anak Abu Lahab, dipaksa cerai oleh Abu Lahab. Puncaknya adalah rencana pembunuhan terhadap Rasulullah. Hal ini dilakukan begitu Abu Thalib meninggal.  

Akhirnya atas perintah Allah swt rasulullahpun berhijrah ke Madinah. Di kota ini Rasulullah mendapat sambutan hangat penduduk yang Allah namakan sebagai kaum Ashar. Sementara mereka yang berhijrah dinamakan sebagai kaum Muhajirin. Di Madinah (dulu Yatsrib) inilah Islam berkembang pesat.

Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung“. (Terjemah QS. Al-Hasyr (59):9).

Kecintaan dan rasa persaudaraan antara kaum Anshar dan Muhajirin yang dilandasi atas dasar takwa tersebut melahirkan kekuatan maha dasyat. Ini yang menjadi kunci kemenangan Islam. Perang terbuka antara kaum Muslimin melawan Quraisy yang didukung Yahudi Madinah yang merasa terancam kedudukan dan agamanyapun tak terhindarkan, bahkan beberapa kali terjadi.

Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR Bukhari dan Muslim).  

Dan hanya atas izin Allah Azza wa Jala, perjuangan panjang dan maha berat Rasulullah dibantu para sahabat akhirnya membuahkan hasilnya. Yaitu dengan terjadinya Penaklukan Mekah (Fathu Makkah) pada tahun 632 M/10 H, sekitar 22 tahun sejak turunnya ayat pertama yang menunjukkan diangkatnya Muhammad menjadi utusan Allah swt.

Ibnu Ishaq berkata, “ Setelah orang-orang berkumpul di sekitarnya, nabi saw sambil memegang kedua penyangga pintu Ka’bah mengucapkan khutbah kepada mereka”,

Tiada Ilah kecuali Allah semata. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah ( Allah) yang menepati janji-Nya, memenangkan hamba-Nya ( Muhammad) dan mengalahkan musuh-musuh sendirian. Sesungguhnya segala macam balas dendam, harta dan darah semuanya berada di bawah kedua kakiku ini kecuali penjaga Ka’bah dan pemberi air minum kepada jamaah haji. Wahai kaum Quraisy! Sesungguhnya, Allah telah mencabut dari kalian kesombongan jahiliyah dan mengagungkan dengan keturunan. Semua orang berasal dari Adam dan Adam itu berasal dari tanah”.

Selanjutnya Rasulullah membacakan ajat 13 surat Al-Hujurat sebagai berikut :

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Ayat di atas menjadi bukti betapa sejak mula toleransi antar suku, bangsa dan agama adalah bagian dari ajaran Islam. Tidak ada paksaan dalam memasuki Islam. Namun begitu seseorang telah meng-ikrarkan diri sebagai Muslim/Muslimah maka ia terikat pada hukum lslam apapun bangsa, etnis, suku dan warna kulitnya. Islam bukan hanya urusan pribadi tapi juga dalam bermuamalah dan bermasyarakat karena Islam adalah way of life/pandangan hidup bukan sekedar agama dan keyakinan.

15 abad lewat sudah perjuangan berat Rasulullah mendakwahkan Islam. Berkat para sahabat dan ulama sebagai penerus nabi kita bangsa Indonesia mengenal Islam. Bahkan mayoritas penduduk negara kita tercinta adalah Muslim. Sungguh beruntung kita mempunyai Muhammad Rasulullah sebagai panutan dan contoh keteladanan.   

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.(Terjemah Al-Ahzab(33):21).

Namun dapat kita saksikan betapa buruknya keadaan kita sekarang ini. Korupsi, perjudian, pelacuran, perzinahan, homoseksual dll meraja-lela, persis keadaan Mekah di awal dakwah Rasulullah. Bedanya pada zaman nabi mereka belum mengenal ajaran Islam. Sedangkan sekarang???

Bahkan hari ini ulama yang berani menjalankan nahi mungkarpun dimusuhi karena dianggap melawan pemerintah. Adu domba dan perpecahan antar kelompok sesama Muslim makin meruncing. Ini masih ditambah lagi dengan fenomena akan diakuinya kelompok-kelompok seperti Syiah dan Ahmadiyah yang sudah jelas-jelas disahkan sesat oleh MUI. Sejarah mencatat Sunni dan Syiah tidak pernah bisa bersatu sampai kapanpun.

https://almanhaj.or.id/3630-pokok-pokok-kesesatan-aqidah-syiah.html

Pertanyaan besar, akankah kita menyia-nyiakan perjuangan berat Rasulullah dan para penerusnya?? Tegakah kita melihat masa depan anak cucu kita terpuruk, tidak saja di dunia tapi juga di akhirat???

Akhir kata, semoga Allah swt ridho mengeluarkan bangsa ini dari kerusakan moral, semoga kita mampu meneladani Rasulullah, dan para ulama khususnya berani dan tegar mencontoh keteguhan rasulullah dalam menegakkan Islam, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …   

Ya Muqallibal qulub tsabbit qulubinna ‘ala dinika.”

Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hati kami (agar) senantiasa berada di atas agamamu”. 

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 26 Desember 2020.

Vien AM.

Siapa yang tak kenal Jenghis Khan, kaisar Mongol yang terkenal karena kebengisan dan kebrutalannya dalam menaklukkan tanah dan negri yang dimasukinya termasuk negri-negri Islam. Pada puncak kekuasaannya, Jenghis dan anak cucunya berhasil menaklukkan wilayah Asia Tengah, China, Rusia, sebagian Timur Tengah, dan Eropa Timur.

Namun karena penaklukkannya tersebut tidak berlandaskan ideology apapun kecuali bermodalkan kekuatan militer dan nafsu menguasai maka banyak di antara mereka yang pada akhirnya terpengaruh oleh budaya dan agama bangsa/penduduk yang mereka jajah. Bahkan kemudian memeluk Islam. Tughluk Timur adalah salah satunya. Sementara yang pertama masuk Islam adalah Berke Khan (w. 1266). Ia adalah cucu Jenghis Khan dari anak pertamanya, Jochi. Berke Khan masuk Islam di tangan Saifuddin Boharzi, seorang Syeikh sufi dari Bukhara,

Tughluk Timur merupakan keturunan Jenghis Khan yang ketujuh, dari jalur Chagatai. Ia hidup lebih dari satu abad setelah Jenghis Khan. Kekuasaannya pada jaman sekarang ini mencakup wilayah Uzbekistan, Tajikistan, Kyrgystan, Kazakhstan, dan Barat Laut China (Xinjiang) yang penduduknya ketika itu mayoritas beragama Budha.

Sejarah pemerintahan Tughluk Timur dan keturunannya secara khusus tertulis dalam buku Tarikh-i-Rashidi yang disusun oleh Mirza Muhammad Haidar, seorang emir dari keluarga Dughlat. Mirza sendiri sempat memimpin wilayah Kashmir dan meninggal di wilayah itu.

Tarikh-i-Rashidi menceritakan kisah masuk Islam-nya Tughluk Timur. Pada suatu hari, Tughluk Timur yang masih berumur 18 tahun pergi berburu bersama beberapa orang bawahannya. Ketika itu tampaknya ia baru menjelang diangkat sebagai khan atau pemimpin Moghulistan. Tughluk memerintahkan orang-orang untuk menyertainya berburu, tidak boleh ada yang absen.

Ketika itu, ia melihat ada beberapa orang yang sedang duduk beristirahat tak jauh dari tempatnya berburu. Maka ia pun memerintahkan agar orang-orang ini ditangkap, karena mereka telah melanggar perintahnya untuk ikut serta berburu. Mereka kemudian dibawa ke hadapan Tughluk Timur.

Orang-orang yang ditangkap ini adalah rombongan kecil yang dipimpin oleh Syeikh Jamaluddin, seorang ulama keturunan Tajik. Saat berada di hadapannya, Tughluk bertanya kepadanya, “Mengapa kalian melawan perintah saya?”

Syeikh Jamaluddin kemudian menjawab, “Kami ini orang asing yang meninggalkan reruntuhan kota Katak. Kami tidak mengerti tentang perburuan dan aturan dalam berburu, karena itu kami tidak melanggar perintahmu.”

Apa yang dikatakan Syeikh Jamaluddin memang benar, sehingga Tughluk tidak memiliki alasan untuk menahan atau menghukumnya. Ia pun memutuskan untuk membebaskan mereka. Tapi mungkin masih ada rasa kesal dalam hatinya terhadap Syeikh Jamaluddin, sehingga ia mengajukan pertanyaan terakhir yang bertujuan menghinakannya. Ketika itu ia sedang memberi makan anjingnya dengan potongan daging babi. Maka ia pun bertanya kepada Syeikh Jamaluddin, “Apakah kamu lebih baik daripada anjing ini; atau anjing ini yang lebih baik daripada kamu?”

Syeikh Jamaluddin memberikan jawaban yang bijak, “Kalau saya memiliki iman, maka saya lebih baik daripada anjing ini; tapi kalau saya tidak memiliki iman, maka anjing ini lebih baik daripada saya.”

Tughluk rupanya terkesan dengan jawaban ini. Setelah selesai dari aktivitasnya, ia memutuskan untuk pulang dan ia memerintahkan anak buahnya untuk menaikkan Syeikh Jamaluddin ke atas kuda dan membawanya untuk menemuinya. Anak buah Tughluk kemudian membawa seekor kuda dan mempersilahkan Syeikh Jamaluddin naik ke atasnya. Saat melihat ada bekas darah babi pada sadel kuda itu, Syeikh Jamaluddin memutuskan untuk berjalan kaki. Tapi karena terus didesak, ia akhirnya mengendarai kuda itu dengan meletakkan sehelai sapu tangan di atas sadel kuda itu.

Saat tiba di hadapan Tughluk, ia kembali ditanya, “Apa itu tadi yang sekiranya dimiliki oleh seseorang ia akan lebih baik daripada anjing?”

Iman,” jawab Syeikh Jamaluddin. Beliau kemudian menjelaskan apa itu iman dan menjelaskan tentang Islam kepada Tughluk Timur sehingga yang terakhir ini tersentuh dan menangis.

Tughluk kemudian berkata kepada Syeikh Jamaluddin, “Kalau nanti saya menjadi seorang Khan dan memiliki kekuasaan yang mutlak, kamu harus datang lagi kepada saya, dan saya berjanji akan menjadi seorang Muslim.” Ia kemudian menyuruh orang-orangnya untuk membawa pergi Syeikh Jamaluddin dengan penuh penghormatan.

Tak lama setelah kejadian itu, sebelum Tughluk diangkat menjadi seorang penguasa, Syeikh Jamaluddin meninggal dunia. Namun sebelum meninggalnya, ia menceritakan pengalamannya itu kepada anaknya yang bernama Arshaduddin yang juga alim dan soleh.

Ia berpesan kepada anaknya itu, “Karena saya mungkin akan meninggal dunia tak lama lagi, maka hendaknya hal ini menjadi perhatian kamu. Jika pemuda itu menjadi seorang Khan, ingatkan dia tentang janjinya untuk menjadi seorang Muslim; dengan begitu berkah kebaikan ini mudah-mudahan terjadi dengan perantaraanmu, dan karenanya dunia akan menjadi terang benderang (dengan cahaya Islam, pen.).”

Tidak lama setelah itu, Tughluk Timur diangkat menjadi seorang Khan yang berkuasa penuh atas wilayah Moghulistan. Saat mendengar hal ini, Syeikh Arshaduddin segera berangkat ke Moghulistan dan mencari jalan untuk bertemu dengan Tughluk Khan. Tetapi berkali-kali mencoba, ia tetap tidak berhasil menjumpainya.

Ia terus menunggu kesempatan untuk bertemu dengan Khan yang baru diangkat itu. Sementara itu, ia punya kebiasaan melantunkan azan subuh setiap pagi di tempat yang tidak terlalu jauh dari tenda tempat tinggal Tughluk Khan. Pada suatu pagi, Tughluk Khan memanggil seorang pengawalnya dan berkata, “Ada orang yang bersuara keras seperti ini setiap pagi, pergi dan bawalah ia ke sini.”

Syeikh Arshaduddin masih di tengah lantunan azannya ketika pengawal itu datang dan terus menangkap dan membawanya ke hadapan Tughluk Khan. Tughluk kemudian bertanya kepadanya, “Siapa kamu yang selalu mengganggu tidur saya setiap pagi di waktu yang awal ini?”

Saya putra seseorang yang pada satu ketika dulu Anda berjanji kepadanya untuk menjadi seorang Muslim,” jawab Syeikh Arshaduddin. Ia pun menceritakan apa yang dahulu pernah terjadi antara ayahnya dan Tughluk Khan sehingga yang terakhir ini ingat.

Engkau diterima,” kata Tughluk Khan, “dan dimana ayahmu?”

Ayah saya telah meninggal dunia, tetapi ia memberikan amanah misi ini kepada saya,” jawab Syeikh Arshad.

Sejak saya naik ke tampuk kepemimpinan saya ingat bahwa saya mempunyai sebuah janji, tetapi orang yang saya beri janji itu tidak pernah datang. Sekarang saya menerimamu. Apa yang mesti saya lakukan?”

Maka Syeikh Arshaduddin membimbingnya untuk melakukan wudhu dan mengucapkan kalimat syahadat selepasnya. Kemudian ia mengajarinya hal-hal yang mendasar dalam Islam. Mereka juga sepakat untuk mengajak setiap emir di pemerintahan Tughluk Khan untuk masuk Islam. Satu demi satu emir-emir kepercayaannya diseru kepada Islam dan mereka menerima ajakan ini. Ternyata beberapa emir itu ada yang sudah masuk Islam secara diam-diam sebelumnya. Mereka merahasiakan hal ini karena khawatir Tughluk Khan tidak akan menyukainya.

Keislaman Tughluk Timur Khan telah membawa perubahan besar dalam pemerintahan di Moghulistan. Ia lah yang secara resmi untuk pertama kalinya menjadikan Islam sebagai agama negara di wilayah ini. Semuanya berawal dari pertemuannya dengan seorang Syeikh yang soleh dan mampu menjelaskan kepadanya tentang hakikat iman; bahwa iman itulah yang menentukan nilai kemuliaan seorang hamba dan membedakannya dari seekor hewan.

Kisah Islamnya Tughluk Timur Khan

Tughluk Timur gugur bersama putra mahkotanya Ilyas Khoja pada tahun 1363M ketika harus menghadapi Timur Lenk, penakluk Mongol yang tak kalah kejamnya dengan Jenghis Khan, padahal ia telah masuk Islam. Tughuk Timur berperang untuk mempertahankan kekuasaannya di Transoxiana (Uzbekistan dan Turkmenistan) yang ingin dikuasai calon penakluk Mongol tersebut. Mungkin saking senangnya Timur Lenk berperang ia tidak pernah sempat membaca dan mempelajari bahwa Islam melarang manusia berbuat zalim kepada siapapun, dan bahwa sesama Muslim adalah bersaudara.

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan“. (Terjemah QS. Al-Isra(17):33).

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam.” (HR Muslim).

Atau bisa jadi ajaran Islam yang ditrimanya tidak benar karena kabarnya Timur Lenk adalah seorang penganut Syiah yang menghalalkan darah penganut Suni. Na’udzubillah min dzalik …

https://ihram.co.id/berita/qaqpqy385/kisah-islam-dalam-rentang-kejayaan-kekaisaran-mongol-part1

https://almanhaj.or.id/3630-pokok-pokok-kesesatan-aqidah-syiah.html


Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 21 Desember 2020.

Vien AM.

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. … … “. (Terjemah QS. Ali Imran(3) :110).

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana“.(Terjemah At-Taubah:71).

2 ayat diatas adalah contoh dari banyak ayat Al-Quran yang memerintahkan kita agar ber-amar nahi mungkar, yaitu menyuruh kepada yang ma’ruf/kebaikan, dan mencegah dari yang mungkar/keburukan. Kebaikan dan keburukan yang dimaksud sudah pasti berdasarkan pandangan Islam karena kebaikan dan keburukan menurut kaca mata manusia tidak selalu sama. Meski pada fitrahnya harusnya sama. Iblislah yang kemudian menggelincirkan manusia hingga berbuat yang sebaliknya sebagaimana diabadikan surat Al-A’raf ayat 16 dan 17 berikut:.

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (manusia) dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at)”.  ( Terjemah QS. Al-A’raf(7):16-17).

Itu sebabnya dalam Islam sekedar mempunyai ahlak yang baik saja tidaklah cukup. Ahlak yang baik harus dilandasi iman dan niat karena Allah swt. Namun ibadah mahdhah/ibadah murni seperti shalat, zakat, umrah/haji dll meski diiringi ahlak yang baik juga kurang sempurna bila tidak ada unsur dakwahnya/mengajak orang untuk mencontohnya.

Inilah yang dilakukan Rasulullah Muhammad saw. Rasulullah adalah seorang hamba Allah yang taat dengan ahlak sempurna yang tak diragukan sedikitpun. Tetapi itu tidak cukup. Allah swt memerintahkan beliau untuk berdakwah, mengajak agar orang mengikuti beliau, agar ber-amar nahi mungkar.

Dan begitu Rasulullah melaksanakan perintah tersebut, putra Abdullah yang tadinya tak pernah dibenci dan dimusuhi seorangpun itu, sontak dijauhi dan dimusuhi, terutama oleh para penguasa yang merasa kekuasaannya terancam. Mereka ini bahkan berencana membunuh rasulullah saw.  

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung“. ( Terjemah QS. Al-Imron:104).

Menyuruh kepada yang ma’ruf, mungkin banyak yang bisa melakukannya. Contohnya menyuruh/mengingatkan orang agar shalat, ber-zakat, menolong orang dll. Namun tidak demikian dengan mencegah perbuatan mungkar/keburukan, seperti melarang mencuri, korupsi, ber-zina dll. Mengapa?? Karena mencegah kejahatan memerlukan keberanian khusus. Tidak semua orang mampu menjalankan tugas maha berat tersebut.

Dan agar dapat memberikan efek jera serta tidak diikuti/dicontoh orang lain pelaku kejahatan harus diberi hukuman setimpal dengan kejahatannya. Oleh sebab itu tugas mencegah kejahatan yang paling efektif seyogyanya di pegang/dikendalikan oleh penguasa negara.

https://almanhaj.or.id/2708-amar-maruf-nahi-mungkar-menurut-hukum-islam.html

Sayangnya, tugas berat tersebut sering kali tidak berjalan dengan baik. Tak heran bila akhirnya tokoh-tokoh super hero seperti Superman, Batman, Spiderman dll menjadi favorit tua muda pecinta dunia perfilman. Rupanya petugas keamanan seperti polisi, pejabat dll di seantero dunia sama saja, mudah disogok … Na’udzubillah min dzalik … Setidaknya itulah yang sering ditampilkan film-film tersebut.

Tak heran pula para tokoh super hero yang dipuja-puja rakyat hampir dapat dipastikan selalu dimusuhi para petugas dan penguasa. Yang bahkan balihonya saja bisa membuat si penguasa uring-uringan, seperti yang terjadi pada pamflet pangeran Diponegoro yang dibakar oleh pemerintah Hindia Belanda pada masa lalu. Maka tak perlu heran  bila di suatu negri antah berantah ada seorang yang begitu dipuja-puja karena  kegarangannya dalam memberantas kemungkaran terus dikejar dengan segala tuduhan dan fitnah yang mengada-ada oleh penguasa.  

Barang siapa yang melihat satu kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman“. [HR Muslim].     

Sebaliknya tugas kita sebagai rakyat kecil, berpartisipasi dalam merubah kemungkaran dapat dimulai dari diri sendiri dan anggota keluarga kita. Mari kita kenalkan Al-Quran dan As-Sunnah pada anak sejak mereka kecil. Biasakan  mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Yang juga tak kalah pentingnya anak dari kecil wajib dikenalkan nilai kebaikan menurut kaca mata agama kita. Jangan sampai mereka terbawa arus “modern” menyesatkan, yang membolak-balikkan kebaikan dan kejahatan. Hingga akhirnya salah memilih idola, bukannya Spiderman malah Joker si tokoh antagonis musuh utama Spiderman yang dijadikan panutan. Itulah salah satu tanda akhir zaman yang kini sedang terjadi di hadapan kita. 

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu tiba-tiba, tetapi mencabutnya dengan mewafatkan para ulama, sampai tidak tersisa seorang berilmu. Akhirnya manusia menjadikan orang-orang bodoh (sebagai ulama), akhirnya mereka (orang-orang bodoh tadi) memberi fatwa tanpa ilmu dan mereka menyesatkan”.

Tanda-tanda Hari Kiamat adalah disingkirkannya orang-orang baik, dan diangkatnya orang-orang jahat“. (HR. Hakim dalam al-Mutadrak)

Karakter Ulama Su’ dan Fitnah Akhir Zaman

Sebaliknya bila pemimpin tidak menjalankan kekuasaan dengan baik demo bisa menjadi pilihan. Beruntung negara kita tidak melarang demo alias unjuk rasa, dengan berbagai kekecualiannya. Hal ini masih sesuai dengan ajaran Islam meski ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama.   

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/09/25/jangan-asal-demo-pahami-aturannya

Namun bila kita merujuk bagaimana khalifah Abu Bakar ra dan Umar bin Khattab ra berujar pada hari mereka diangkat sebagai pemimpin tertinggi, yaitu bahwa pemimpin adalah amanah terberat dalam hidup. Umar yang dikenal keras hingga sempat membuat resah masyarakat Madinah ketika itu juga mengatakan bahwa sikap kerasnya telah Allah lembutkan kecuali kepada orang-orang yang berlaku zalim dan memusuhi kaum Muslimin.

Sebaliknya Umar juga meminta rakyatnya tidak ragu untuk menegurnya jika di kemudian hari ia membuat kesalahan. Bahkan Umar meminta rakyat tak ragu menuntutnya jika ia menyusahkan mereka.

“Bantulah aku dalam tugas menjalankan amar makruf nahi munkar dan bekalilah diriku dengan nasihat-nasihat kalian sehubungan dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku demi kepentingan saudara-saudara sekalian“, ujar Umar menutup pidato panjangnya.     

Adalah hak rakyat untuk berdemo mengemukakan pendapat bila dirasa ada hukum yang membuat hidup menjadi sulit apalagi yang berkaitan dengan ibadah kita sebagai kaum Muslimin, seperti  dihapusnya mata pelajaran agama, jam istirahat kerja yang terlalu sempit hingga tidak cukup untuk melakukan shalat dll. Selama demo dilakukan sesuai aturan yang berlaku pemerintah tidak berhak melarang apalagi memukuli dan menangkap peserta demo.

Namun bila demo tidak berhasil menyadarkan penguasa, kejahatan terus saja terjadi, korupsi, pelacuran, perjudian, khamr makin meraja-lela, ulama terus saja di bully, hukum yang tumpul ke atas tajam ke bawah dll, jangan salahkan bila kemudian muncul “super hero” bak Spiderman sang pahlawan pembela rakyat melawan kejahatan. Yang didukung ormasnya berani memberantas segala kejahatan menurut cara yang dibenarkan agamanya, agama mayoritas negri tercinta ini.

Semoga Allah swt meridhoi sepak terjang sang super hero dan senantiasa melindunginya dari segala keburukan. Dan semoga rezim ini dapat segera menyadari kesalahan serta memperbaiki cara kerja dan berpikir meteka, aamiin taa robbal ‘aalamiin. Kejahatan memang tidak akan mungkin berdampingan dengan kebaikan, selamanya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 3 Desember 2020.

Vien AM.

Hijab adalah Fitrah.

Lauren Booth adalah jurnalis Inggris yang dikenal gencar membela Palestina dan menentang perang Irak. Pada tahun 2008 bersama 46 aktivis, saudari tiri istri mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair ini, dengan menumpang kapal dari Siprus memasuki Gaza. Rombongan aktivis tersebut datang  dengan membawa misi kemanusiaan.  2 tahun kemudian yaitu tahun 2010 ia mengumumkan ke-Islam-annya.

Berikut adalah cerita Booth mengenai reaksi kedua putrinya yang berusia 8 dan 10 tahun ketika ia mengatakan akan memeluk Islam.

Kami punya 3 pertanyaan, tolong ibu jawab”, pinta kedua putri Booth.

“Pertanyaan pertama, ketika ibu sudah masuk Islam, apakah ibu masih menjadi ibu kami?

Tentu aku tetap menjadi ibumu, bahkan aku akan menjadi ibu yang lebih baik dari sebelumnya’, jawab Booth.

Pertanyaan kedua, ketika ibu sudah masuk Islam, apakah ibu  masih minum alkohol?

Ibu tidak akan pernah mendekati alkohol setelah ini. Selama-lamanya”, jawab Booth lagi.

Pertanyaan ketiga, ketika ibu sudah masuk Islam, apakah ibu masih memakai baju yang memperlihatkan sebagian tubuh ibu?

Kenapa kalian bertanya seperti ini?”, tanya Booth keheranan.

Karena ibu suka memakai baju yang kelihatan dadanya. Dan kami tidak suka itu”, jawab Holy, salah satu putri Booth.

Setelah aku masuk Islam, maka aku akan terus memakai baju yang tertutup ketika keluar rumah”, jawab Booth.

Tiba-tiba keduanyapun berteriak: “Aku suka kalau ibu masuk Islam. Aku suka agama Islam”.

Itulah yang terjadi. Dan Alhamdulillah anak-anakku sekarang adalah muslimah dan shalat bersamaku. Subhanallah”, ujar Booth mengakhiri ceritanya.

Masya Allah … Alangkah indahnya Islam. Tampak jelas bahwa menutup aurat adalah fitrah perempuan. Bahkan anak umur 8 dan 10 tahunpun sudah bisa merasa risih melihat ibunya berpakaian memperlihatkan sebagian dadanya. Tampaknya anak-anak tersebut sudah bisa membedakan kehormatan yang ditrima perempuan yang mengumbar aurat dengan yang menjaganya dengan baik.

Maklum ratu mereka yaitu ratu Inggris, selalu tampil anggun dengan gaun panjang lengkap dengan sarung tangan panjang hingga setengah lengan. Dan hanya orang tertentu saja yang bisa mendapat izin mencium tangan ratu mereka, dengan penuh khidmad pula.

Atau bisa jadi anak-anak tersebut sering melihat suster gereja berpakaian rapat menutup aurat, dari ujung rambut hingga ujung kaki, persis yang diajarkan Islam. Namun dalam Islam menutup aurat bukan khusus untuk “orang suci”, tapi untuk semua perempuan yang mengaku beriman.     

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. ( Terjemah QS. Al-Ahzab (33):59).

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka … … Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. ( Terjemah QS. An-Nuur (24):31).

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Semoga Allah merahmati para perempuan generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat: “dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya”, maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.

Begitulah reaksi umat Islam generasi awal menyikapi ayat-ayat yang turun. Mereka segera melaksanakan perintah-Nya.

Sungguh alangkah beruntungnya Lauren Booth. Berapa banyak Muslimah yang sejak lahir sudah Islam namun tidak menutup aurat mereka sebagaimana perintah-Nya. Tidakkah mereka menyadari betapa Islam begitu memuliakan mereka???

Perumpamaannya ibarat emas permata berlian yang dijual di toko mewah dengan pengawasan cctv, ditata rapi di dalam lemari kaca terkunci, dibandingkan dengan perhiasan imitasi yang dijual di emperan yang bisa dan boleh disentuh siapapun tanpa harus membelinya.

Ironisnya peradaban Barat yang dianggap maju dan modern, telah berhasil menyesatkan kaum Muslimah bahwa kecantikan dan daya tarik kaum hawa boleh dinikmati bukan hanya dirinya sendiri tapi juga untuk orang lain termasuk lelaki yang bukan muhrimnya. Kita bisa menyaksikan bagaimana film-film barat dengan ringannya mengekspos tubuh perempuan sebagai komoditi yang sangat menguntungkan. Tanpa sedikitpun rasa risih mereka menampilkan perbuatan zina yang dalam kaca mata Islam merupakan dosa besar.

Hingga akhirnya sebagian muda-mudi Islampun memandangnya sebagai hal yang biasa. Padahal Islam mengajarkan bahkan mendekatinyapun haram. Namun apa daya pacaran/berduaan/nge-date  yang sejatinya merupakan budaya Barat sekarang ini sudah dianggap lumrah oleh sebagian besar Muslim di negri tercinta ini.

Laki-laki dan perempuan memang ditakdirkan memiliki saling ketertarikan. Lewat hubungan intim antar ke dua mahluk inilah Allah swt melanggengkan keberadaan manusia di muka bumi. Namun Islam mengajarkan harus melalui ikatan pernikahan agar jelas pertanggung-jawabannya.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. ( Terjemah QS. Al-Isra’(17):32).

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, jangan sekali-kali ia berdua-duaan dengan wanita (ajnabiyah/ yang bukan mahram) tanpa disertai oleh mahram si wanita karena yang ketiganya adalah setan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Hebatnya lagi bila kaum perempuan diwajibkan menutup aurat maka kaum lelaki diperintahkan untuk menjaga pandangan dan nafsu birahi mereka.

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat“. ( Terjemah QS. An-Nuur (24):30).

Sebaliknya perempuan Barat yang sudah terbiasa mengumbar aurat dan melakukan seks bebas pada titik tertentu justru menemukan kejenuhan. Mereka merasa telah dijadikan objek pemuasan nafsu laki-laki yang tidak bertanggung-jawab, yang dengan mudahnya mencampakkan mereka begitu merasa bosan dan menemukan perempuan lain. Hidup bebas tanpa aturan pada akhirnya hanya menyisakan kekosongan jiwa.   

Itu sebabnya ketika Nazma Khan, seorang Muslimah asal Amerika, menyerukan hak perempuan ber-hijab dihormati mereka bisa memahaminya. Nazma dan kawan-kawan memilih 1 Februari 2020 sebagai hari gerakan perempuan dunia yang mereka namakan “World Hijab Day”. Hijab diartikan tidak sebagai fashion/ pakaian, bahkan juga tidak sebagai simbol agama tertentu, melainkan sebagai simbol gerakan kaum perempuan sedunia agar diakui kehormatan dan pilihannya dalam berhijab.

Bagi yang belum mengenakan jilbab, momen ini bisa membantu mereka menguatkan niatnya untuk menutupi auratnya,” ujar Nazma.

Tema hijab yang mereka usung memang bukan persoalan agama semata. Karena salah satu tujuannya adalah untuk melawan hijab-phobia akut, yaitu ketakutan orang kepada para perempuan ber-hijab. Jadi tak usah heran pada hari tersebut kaum hawa non Muslim dari berbagai negara ikut berpartisipasi mengenakan hijab.   

Semoga kaum Muslimah segera menyadari betapa Allah Azza wa Jala sangat memuliakan kaum perempuan. Berhijab adalah fitrah yang mempunyai banyak keuntungan, dan bila dikerjakan demi menggapai ridho-Nya akan mendapat balasan tinggi dari-Nya.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 25 November 2020.

Vien AM.

Macron dan Karikatur (2).

Sebaliknya Perancis yang katanya negara maju, modern, beradab dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan/humanisme, nyatanya tidak mampu melihat dan menghormati perbedaan. Menyakiti hati orang yang berbeda keyakinan apalagi secara sengaja sudah pasti bukan perbuatan orang yang beradab, apapun alasannya, termasuk kebebasan berpendapat.

Macron tampaknya lupa pada kejadian Agustus tahun lalu yaitu ketika istrinya yang berumur 25 tahun lebih tua darinya itu dijadikan bahan olok-olok oleh Bolsonaro, presiden Brasil. Peristiwa memalukan itu terjadi di tengah panasnya pertemuan KTT G7 di Biarritz, Perancis. Sebelumnya hubungan antara Macron dan Bolsonaro memang tidak baik, Hinaan Bolsonaro tak ayal menambah sengitnya hubungan mereka.    

Apa yang bisa saya katakan? Menyedihkan. Menyedihkan baginya dan bagi orang Brasil. Saya rasa para wanita Brasil mungkin malu membaca bahwa presiden mereka telah melakukan itu.”

Saya pikir orang Brasil, orang-orang hebat, sedikit malu dengan perilaku ini,” ujar Macron kesal.

https://www.merdeka.com/dunia/macron-kecam-presiden-brasil-karena-ejek-istrinya-di-facebook.html

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. (Terjmah QS. Hujuraat(49):11).

Hari ini giliran rakyat Perancis yang harusnya menanggung malu perbuatan pemimpinnya yang tampaknya lupa bagaimana rasanya sakit hati. Tak tanggung-tanggung bukan cuma istri yang ia hina melainkan nabi!! Kalau saja mereka tahu ayat di atas, bagaimana Islam yang pemimpinnya menyebut agama krisis agama teroris, mengajarkan orang beradab harusnya berprilaku. 

Menyebalkannya lagi Olivier Chambard, duta besar Perancis untuk Indonesia beberapa waktu lalu menanggapi boikot yang dilakukan kaum Musllimin di berbagai negara termasuk Indonesia, dengan cara yang sungguh menyakitkan. Ia mengatakan boikot tidak hanya merugikan negaranya tapi juga rakyat Indonesia sendiri. Jelas terasa jelas kesan pongah dan mengancam dalam ucapannya.

Ada 50 ribu orang yang bekerja di perusahaan Perancis di Indonesia. Ada banyak orang yang terdampak jika aksi boikot terus dilakukan”, katanya.

Ada 200 perusahaan Perancis, dengan ukuran yang berbeda. Jika Anda bicara Danone, itu adalah perusahaan besar di Prancis, di dunia dengan 30 pabrik di Indonesia”, tambahnya.

Alih-alih meminta maaf, Chambard malah menerangkan bahwa ucapan Macron yang telah membuat gaduh dunia Islam itu sejatinya ditujukan bagi kelompok “Islam radikal” di dunia termasuk di Perancis. Ia bahkan berani mengatakan “ seperti juga di lndonesia”, ada “Islam moderat” ada “Islam radikal”. Apa maksudnya ?!?! Apa yang ia ketahui tentang ajaran Islam?

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5247558/dubes-prancis-blak-blakan-soal-boikot-orang-indonesia-terdampak/2

Islam adalah ajaran yang rahmatan lillaalamiin ( rahmat/kebahagiaan untuk semesta alam/semua orang). Namun tidak berarti boleh dan bisa dilecehkan dan dipermainkan. Ini yang ingin dimanfaatkan Barat. Islam yang diam ketika mereka olok-olok bahkan tunduk kepada kemauan dan aturan mereka adalah Islam moderat. Sedangkan yang tidak demikian adalah Islam radikal.

Sayangnya umat Islam tidak menyadari bahwa mereka sedang diadu domba. Kita lihat hari ini betapa parahnya perpecahan dan perseteruan sesama Muslim. Padahal Islam mengajarkan pentingnya persatuan, saling menyayangi agar kuat dan tidak mudah di lecehkan dan dikalahkan.    

Perumpamaan kaum Mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Pengalaman membuktikan adu domba terhadap sesama Muslim adalah senjata ampuh yang sangat efektif. Lihat apa yang terjadi di negara-negara seperti Suriah, Irak dll. Siapa yang paling diuntungkan kalau bukan para pembuat senjata perang??

Paska tragedy mengenaskan 911 dengan ambruknya Menara Kembar WTC pada tahun 2001 berujung dengan  pengerahan kekuatan militer Amerika Serikat ke Afghanistan dan Irak. Dalihnya untuk memerangi terorisme, seperti yang dikatakan Bush “ either with me or the terrorists”. Mantan presiden AS yang sangat kental ke-Yahudi-annya ini jelas memposisikan umat Islam. Siapa yang tidak mau bekerja sama dengan Barat berarti teroris !!   

Politik adu domba/ pecah-belah/devide et impera yang dilakukan Barat sudah dikenal sejak lama. Itulah penyebab utama kekalahan Islam, termasuk Indonesia hingga jatuh ke tangan penjajah Belanda.    

“ … … Mereka ( orang-orang kafir) tidak henti-hentinya memerangi kamu (kaum Muslimin) sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. … … “.(Terjemah QS. Al-Baqarah(2):217).    

Indonesia saat ini memang sudah merdeka dari penjajah Belanda. Tapi secara ekonomi, teknologi dll sudahkah kita merdeka?? Apa yang dikatakan duta besar Perancis di atas bisa jadi benar. Boikot tidak hanya merugikan Perancis tapi juga Indonesia.  

Tapi kita tidak perlu takut dan pesimis. Ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk segera keluar dari ketergantungan kita dari dominasi Barat. Ketergantungan yang menyebabkan kita lemah dan tidak memiliki harga diri maupun harga tawar.    

Sebaliknya Perancis dengan semboyan Fraternity (persaudaran), Egalite (persamaan) dan Liberte (kebebasan) sejatinya tidak konsisten  dengan semboyannya sendiri. Setidaknya bagi rakyatnya yang Muslim. Di negara tersebut tidak ada yang namanya libur lebaran, bahkan di kalendernya tercantumpun tidak, masjid diawasi, jilbab apalagi cadar dilarang. Bandingkan dengan Indonesia dimana pemeluk Nasrani, Hindu, Budha yang meskipun minoritas tetap dihormati, diberi tempat ibadah dan bebas melakukan ibadah. 

Perancis beberapa waktu lalu menerima kabar gembira dengan dibebaskannya Sophie Petronin, seorang relawan kemanusiaan Perancis. Perempuan berusia 75 tahun itu beserta dua warga negara Italia dan seorang politisi Mali terkemuka telah disandera selama 4 tahun oleh sebuah kelompok Dukungan untuk Islam dan Muslim (GSIM) yang kabarnya berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Macron khusus datang ke bandara untuk menyambut pembebasan yang ditebusnya dengan uang senilai 10 Juta Euro ditambah pembebasan 200 tahanan tersebut. Namun di luar dugaan siapapun, Petronin muncul dengan hijab di kepala dan pakaian tertutup ala Muslimah. Ternyata Petronin telah memeluk Islam. Selanjutnya, tanpa pemberitahuan jelas, Macron yang sedianya akan memberikan sambutan membatalkannya. Ada apakah gerangan?? Kecewakah ia karena mantan misionaris itu berpindah ke agama yang ia sebut sebagai agama krisis???

Akan halnya Petronin, ia berkata bahwa ia masuk Islam secara sukarela, tanpa paksaan. Ia menceritakan ke-Islam-annya diantaranya karena perlakuan baik para penyanderanya. Bandingkan dengan perlakuan kejam penjara Guantanamo terhadap dokter perempuan Aafia Siddiqui, seorang dokter ahli syaraf perempuan asal Pakistan yang ditangkap dan dipenjara bersama 3 anaknya oleh FBI, dengan tuduhan tidak jelas. 

Dr Aafia Siddiqui Seorang Ilmuwan Muslimah Pakistan Yang Di Perkosa, Disiksa Dan Dilecehkan Di Dalam Penjara, Beserta Pidato Lauren Booth Bahwa Aafia Kerap Bermimpi Bertemu Dengan Rasulullah Dan Aisyah

Kabar terakhir Siddiqiu dalam keadaan stress dan ingatan yang kacau saking seringnya menerima siksaan di penjara yang dikenal paling sadis di dunia itu. Dokter dengan nomor 650 yang dikenai hukuman 86 tahun penjara ini dikenal juga dikenal sebagai seorang yang taat ibadah sekaligus seorang hafizah (penghafal Al-Quran).

Dr Aafia Siddiqui Seorang Ilmuwan Muslimah Pakistan Yang Di Perkosa, Disiksa Dan Dilecehkan Di Dalam Penjara, Beserta Pidato Lauren Booth Bahwa Aafia Kerap Bermimpi Bertemu Dengan Rasulullah Dan Aisyah

Berikut surat ibunda dokter Aafia Siddiqui kepada PM Pakistan Imran Khan sebelum kunjungannya ke AS, memohon pembebasan putri tercintanya. 

https://mediaumat.news/ibunda-aafia-siddiqui-tulis-surat-kepada-pm-pakistan-sebelum-kunjungannya-ke-as/

Lebih lanjut, Petronin menceritakan sering melihat para penjaganya shalat dan membaca Al-Quran.  Petronin sejak lama memang sering mengunjungi Mali demi tugas misionaris yang diembannya. Jadi ia sudah mengenal Islam walaupun tidak banyak. Beruntung Allah swt memberinya hidayah.

Akhir kata semoga Macron mau segera menyadari kesalahannya, meminta maaf dan mencabut kebijakannya atas kebebasan menghina Islam, khususnya nabi Muhammad, sebelum radikalisme makin merajalela.

Sebaliknya umat Islam agar dapat merenung mengapa umat Islam begitu lemah tak berdaya hingga mudah dibully dan di olok-olok oleh musuh-musuh Islam. Mari kita bersatu bergandengan tangan, jauhkan perbedaan, jadikan moment untuk belajar mandiri tidak bergantung kepada kaum lain, dan yang terpenting, segera kembali menjadikan Al-Quranul Karim dan As-Sunnah sebagai pegangan hidup.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 15 November 2020.

Vien AM.

Macron dan Karikatur (1).

Perancis berulah lagi. Awal Oktober lalu presiden Perancis, Emmanuel Macron, mengumumkan rencana undang-undang yang lebih ketat untuk mengatasi hal yang ia sebut “separatisme Islam” di Prancis. Ia mengatakan kelompok minoritas Muslim di Prancis – terdiri dari kira-kira enam juta orang yang berpotensi membentuk “masyarakat tandingan”. Ia menggambarkan Islam sebagai agama “dalam krisis”, agama bermasalah yang perlu dibendung. Dengan keji ia juga mengatakan itu semua akibat makanan halal yang dikonsumsi kaum Muslimin. Ia menegaskan pengawasan yang lebih ketat pada sekolah dan kontrol yang lebih baik atas pendanaan masjid dari pihak asing.

Macron juga menegaskan dengan dalih kebebasan berekspresi, tidak akan mencegah penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad. Tak tanggung-tanggung poster karikatur penghinaanpun dipasang di gedung pemerintahan. Padahal ia tahu persis kartun penggambaran seperti itu terbukti telah menimbulkan kemarahan besar kaum Muslimin dimanapun berada. Islam dengan berbagai alasan memang melarang penggambaran nabi terakhir itu dalam bentuk apapun. Apalagi dalam bentuk penghinaan!!. Meski penghinaan dalam bentuk apapun tidak akan membuat rasulullah menjadi hina.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.(Terjemah QS. Al-Ahzab(33):21).

Adalah majalah satir karikatur Perancis Charlie Hebdo yang pada tahun 2006 mencetak ulang karikatur nabi Muhammad saw yang setahun sebelumnya pernah diterbitkan surat kabar Denmark.  Kejadian tersebut  menyulut gelombang protes di berbagai tempat, mengutuk keras perbuatan yang menyakitkan hati jutaan umat muslim dunia. Namun hal tersebut tidak membuat mereka jera. Pada tahun 2011 dan 2012 majalah tersebut bahkan menerbitkan lebih banyak lagi karikatur kontroversial tersebut. Akhirnya pada tahun 2015, dua orang yang diduga sebagai anggota Al-Qaeda melakukan serangan brutal ke kantor majalah satir tersebut hingga menewaskan 12 orang korban meninggal. 

Tampak jelas Macron tidak bisa mengambil pelajaran tragedy berdarah tersebut. Ntah setan apa yang membuatnya mengambil keputusan berbahaya tersebut. Dan seperti yang sudah diperkirakan dunia Islampun geger. Mulai dari rakyat biasa hingga tokoh-tokoh dari Turki, Mesir, Libia, Yaman, Yordan, Palestina, Pakistan, Indonesia, Malaysia dll. Demo di depan kedutaan Perancis untuk menunjukkan kemarahan kaum Muslimin yang tersakiti hatinya terus bermunculan hingga hari ini (2/11/2020). 

Islam adalah agama damai dan tidak memiliki tempat untuk terorisme, Prancis adalah sumber terorisme”, kata seorang tokoh lokal Palestina dalam unjuk rasa yang digelar. “Kami tidak melupakan pembunuhan 1,5 juta orang di Aljazair oleh Prancis,” tambahnya.

Recep Tayyip Erdogan presiden Turki yang dikenal memiliki ghiroh (kecintaan dam semangat tinggi membela Islam) melayangkan kegusarannya. Ia menyebut Macron sebagai orang yang sakit mental, yang tidak bisa menghargai perbedaan dan agama lain padahal di negrinya hidup kaum Muslimin meski hanya minoritas. Untuk itu ia menyerukan dunia agar memboikot produk Perancis. Sambutan tersebut langsung disambut negara-negara timur tengah yang merupakan konsumen besar produk Perancis.  Sambutan juga datang dari MUI (Majelis Ulama Indonesia).    

https://news.detik.com/berita/d-5235701/bergema-seruan-boikot-produk-prancis-dari-majelis-ulama-indonesia/3

Macron terbukti telah memprovokasi makin suburnya radikalisme yang tidak hanya merugikan kaum Muslimin tapi juga membahayakan rakyatnya sendiri. Seorang pemuda Chechnya usia 18 tahun nekad membunuh guru kelas dramanya setelah sebelumnya menunjukkan karikatur nabi Muhammad saw di depan kelas. Menyusul 2 pekan kemudian tragedi mengerikan yang menewaskan 3 orang yang sedang berada di dalam gereja Notredame Nice. Macron mengatakan kejadian tragis 29 Oktober, tak sampai 1 bulan setelah pengumumannya, bahwa penikaman itu adalah “serangan teroris kelompok Islamis”.

Akibatnya mudah ditebak, Islamophobiapun makin menjadi-jadi. Kaum Muslimin terpaksa menjalankan shalat Jumat di jalanan karena masjid ditutup. Itupun tetap diganggu dengan orang-orang yang mendatangi jalanan tempat kaum Muslim shalat sembari membawa spanduk bertuliskan kebencian terhadap Islam. 

Macron juga berhasil memperuncing perseteruannya dengan Erdogan. Paska pernyataan Erdogan yang menyebutnya sebagai sakit mental, presiden Perancis tersebur segera memanggil pulang dubesnya di Turki. Dengan culasnya Charlie Hebdopun memanfaatkan keahliannya dengan mempublikasikan karikatur menghina Erdogan demi mengeruk keuntungan dari orang-orang yang membenci Islam.

Sebuah pertanyaan besar apa sebenarnya maksud dan tujuan Macron melakukan ini semua??

Dari berbagai sumber dapat disimpulkan setidaknya ada 3 hal penyebabnya, yaitu :  

1. Ketakutan yang berlebihan terhadap perkembangan Islam yang makin tak terbendung tidak saja di Perancis tapi juga di Barat. Sebaiknya umat Nasrani makin berkurang, terbukti dari banyaknya gereja yang dijual karena sepi jamaah dan dibeli kaum Muslimin untuk dijadikan masjid karena jumlah masjid yang jauh kurang dari kebutuhan. Di Perancis makanah halal juga makin menjamur.   

2. Popularitas Macron di dalam negri yang makin menurun. Kekalahan partai pengusung Macron dalam pemilu pemanasan yang dilakukan bulan Juli lalu membuktikan hal tersebut. Partainya kembali harus bersaing ketat dengan partai pengusung Marine Le Pen yang dikenal sangat anti Isam.

https://mediaindonesia.com/read/detail/323995-partai-macron-menderita-kekalahan-besar-dalam-pemilu-prancis

3. Ketidak-pahamannya tentang Islam bahwa agama dalam pandangan Islam adalah di atas segalanya. Bahwa mencintai nabinya yaitu Muhammad saw, adalah menunjukkan ketinggian iman seseorang.

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”. (Terjemah QS. At-Taubah(9):24).

Abdullah bin Hisyam menceritakan, suatu hari ia dan sejumlah sahabat melihat Nabi Muhammad SAW sedang menjabat tangan Umar bin Khatab. Sambil berjabat tangan itu, Umar berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, engkau lebih aku cintai daripada segalanya, kecuali diriku sendiri.”

Mendengar perkataan Umar, Nabi berujar, “Tidak beriman salah seorang dari kamu sampai aku lebih dicintai daripada dirinya sendiri.”

Mendengar sabda Nabi, Umar pun berkata, “Kalau begitu, demi Allah engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.

Mendengar jawaban sahabatnya ini, Rasulullah menegaskan, “Sekarang inilah imanmu telah sempurna, wahai Umar.”

Seorang pengamat Turki, Mustafa Guldagi, bahkan berani mengatakan bahwa perseteruan Macron dengan Erdogan menambah penyebab keputusan kontroversial Macron. Turki baru-baru ini meluncurkan penerbangan Turkish Air ke seluruh Afrika. Padahal selama ini sebagian besar negara Afrika yang merupakan bekas jajahan Perancis tidak punya pilihan lain selain menggunakan penerbangan Perancis.

Bekas negara-negara Perancis yang kelihatannya sudah bebas merdeka tersebut sejatinya memang belum merdeka penuh. Merdeka mereka adalah merdeka bersyarat. Selain masalah penerbangan, mereka harus tergabung dalam apa yang dinamakan “Francophonie” yang mewajibkan Perancis sebagai Bahasa ibu. Mereka juga wajib tergabung dalam CFA sebuah sistem moneter Perancis yang mengontrol keuangan mereka.      

https://hajinews.id/2020/10/29/mengapa-presiden-prancis-macron-menyerang-turki/

Itu sebabnya Macron sangat ketakutan bila Turkish Air bisa masuk Afrika dan merebut salah satu sumber keuangan terbesar mereka. Apalagi Turki dibawah Erdogan sekarang ini sangat Islami. Sementara penduduk negara-negara jajahan Perancis mayoritas adalah Muslim. Kejengkelan Macron ditambah lagi  dengan makin banyaknya orang Turki Muslim yang datang menempati kota-kota besar Perancis.    

Tidakkah Macron pernah mendengar cerita tentang kado istimewa Erdogan untuk Sarkozy, mantan presiden Perancis yang mengadakan kunjungan kerja 6 jam ke ibu kota Turki. Kunjungan itu dilakukan selaku ketua G-20 dimana Turki adalah salah satu anggotanya. Seperti juga Macron, Sarkozy memperlakukan kaum Muslimin di negaranya secara tidak adil. Dan Erdogan ingin memberikan pelajaran kepada Sarkozy bagaimana ber-sosialisasi yang baik.   

Untuk itu Erdogan memberikan sepucuk surat salinan yang diambil dari arsip Turki Utsmani. Surat yang ditulis pada tahun 932H/1525M tersebut merupakan surat balasan sultan Turki Utsmani kala itu yaitu  Sulaiman Al-Qonuni kepada raja Perancis, Francis I. Isinya memohon bantuan Turki Utsmani menghadapi pasukan Spanyol yang menyerang negaranya.  

Intinya surat itu menggambarkan bagaimana kerajaan Turki Ustmani sebagai negara adi daya yang luasnya jauh lebih besar dari Perancis bahkan dari Amerika Serikat, Rusia atau Cina sekarang, mau membantu negara yang membutuhkan bantuan, dengan ikhlas, tanpa syarat dan imbalan apapun. Sesuatu yang mustahil terjadi di zaman sekarang.

Hal itu dilakukan sebagai tanda persahabatan antar negara, meski Perancis bukan negara Islam. Hebatnya lagi sang raja Turki tak lupa melibatkan nama Allah di dalam surat resminya, baik sebagai kalimat pembuka maupun di alinea berikutnya.

Bersambung.