Feeds:
Posts
Comments

Memang benar, bahwa kepintaran manusia itu mempunyai akibat yang merugikan dirinya sendiri. Dan orang-orang yang mempunyai bakat-bakat istimewa, banyak yang harus membayar mahal, justru pada waktu ia patut menerima ganjaran dan peng­hargaan ….

Shahabat mulia Abu Hurairah termasuk salah seorang dari mereka . .. . Sungguh dia mempunyai bakat luar biasa dalam kemampuan dan kekuatan ingatan … Abu Hurairah r.a. mem­punyai kelebihan dalam seni menangkap apa yang didengarnya, sedang ingatannya mempunyai keistimewaan dalam seni meng­hafal dan menyimpan . . . . Didengarnya, ditampungnya lalu terpatri dalam ingatannya hingga dihafalkannya, hampir tak pernah ia melupakan satu kata atau satu huruf pun dari apa yang telah didengarnya, sekalipun usia sertambah dan masa pun telah berganti-ganti. Oleh karena itulah, ia telah mewakafkan hidupnya untuk lebih banyak mendampingi Rasulullah sehingga termasuk yang terbanyak menerima dan menghafal Hadits, Serta meriwayatkannya.

Sewaktu datang masa pemalsu-pemalsu hadits yang dengan sengaja membikin hadits-hadits bohong dan palsu, seolah-olah berasal dari Rasulullah saw. mereka memperalat nama Abu Hurairah dan menyalahgunakan ketenarannya dalam meriwayatkan Hadits dari Nabi saw., hingga sering mereka mengeluarkan sebuah “hadits”, dengan menggunakan kata-kata:  ”Berkata Abu Hurairah . . . “.

Dengan perbuatan ini hampir-hampir mereka menyebabkan ketenaran Abu Hurairah dan kedudukannya selaku penyampai Hadits dari Nabi saw. menjadi lamunan keragu-raguan dan tanda tanya, kalaulah tidak ada usaha dengan susah payah dan ketekunan yang luar biasa, serta banyak waktu yang telah di­habiskan oleh tokoh-tokoh utama para ulama Hadits yang telah membaktikan hidup mereka untuk berhidmat kepada Hadits Nabi dan menyingkirkan setiap tambahan yang dimasukkan ke dalamnya.’

Di sana Abu Hurairah berhasil lolos dari jaringan kepalsuan dan penambahan-penambahan yalkg sengaja hendak diselundup­kan oleh kaum perusak ke dalam Islam, dengan mengkambing ­hitamkan Abu Hurairah dan membebankan dosa dan kejahatan mereka kepadanya ….

Setiap anda mendengar muballigh atau penceramab atau khatib Jum’at mengatakan kalimat yang mengesankan “dari Abu Hurairah r.a. berkata ia, telah bersabda Rasulullah saw.

Saya katakan ketika anda mendengar nama ini dalam rangkaian kata tersebut, dan ketika anda banyak menjumpainya, yah … banyak sekali dalam kitab-kitab Hadits, sirah, fikih serta kitab-kitab Agama pada umumnya, maka ketahuilah bahwa anda sedang menemui suatu pribadi antara sekian banyak pribadi yang paling gemar bergaul dengan Rasulullah dan mendengarkan sabdanya …. Karena itulah perbendaharaannya yang mena’jubkan dalam hal Hadits dan pengarahan-pengarahan penuh hikmat yang dihafalkannya dari Nabi saw. jarang diperoleh bandingannya . . . . Dan dengan bakat pemberian Tuhan yang dipunyainya beserta perbendaharaan Hadits tersebut, Abu Hurairah merupa­kan salah seorang paling mampu membawa anda ke hari-hari masa kehidupan Rasulullah saw. beserta para shahabatnya r.a. dan membawa anda berkeliling, asal anda beriman teguh dan berjiwa siaga, mengitari pelosok dan berbagai ufuk yang membuktikan kehebatan Muhammad saw. beserta shahabat-shahabat­nya itu dan memberikan makna kepada kehidupan ini dan memimpinnya ke arah kesadaran dan pikiran sehat. Dan bila garis-garis yang anda hadapi ini telah menggerakkan kerinduan anda untuk mengetahui lebih dalam tentang Abu Hurairah dan mendengarkan beritanya, maka silakan anda memenuhi keinginan anda tersebut . . . .

Ia adalah salah seorang yang menerima pantulan revolusi Islam, dengan segala perubahan mengagumkan yang diciptakan­nya. Dari orang upahan menjadi induk semang atau majikan . . . . Dari seorang yang terlunta-lunta di tengah-tengah lautan manusia, menjadi imam dan ikutan. Dan dari seorang yang sujud di hadapan batu-batu yang disusun menjadi orang yang beriman kepada Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa . . . . Inilah dia sekarang bercerita dan berkata:

“Aku dibesarkan dalam keadaan yatim, dan pergi hijrah dalam keadaan miskin . . . . Aku menerima upah sebagai pem­bantu pada Busrah binti Ghazwan demi untuk mengisi perutku…! Akulah yang melayani keluarga itu bila mereka sedang menetap dan menuntun binatang tunggangannya bila sedang bepergian . . . . Sekarang inilah aku, Allah telah menikahkanku dengan putri Busrah, maka segala puji bagi Allah yang telah menjadikan Agama ini tiang penegak, dan menjadikan Abu Hurairah ikutan ummat …

Ia datang kepada Nabi saw. di tahun yang ke tujuh Hijrah sewaktu beliau berada di Khaibar; ia memeluk Islam karena dorongan kecintaan dan kerinduan . . . . Dan semenjak ia ber­temu dengan Nabi saw. dan berbaiat kepadanya, hampir-hampir ia tidak berpisah lagi daripadanya kecuali pada saat-saat waktu tidur . . . . Begitulah berjalan selama masa empat tahun yang dilaluinya bersama Rasulullah saw. yakni sejak ia masuk Islam sampai wafatnya Nabi, pergi ke sisi Yang Maha Tinggi. Kita katakan: “Waktu yang empat tahun itu tak ubahnya bagai suatu usia manusia yang panjang lebar, penuh dengan segala yang baik, dari perkataan, sampai kepada perbuatan dan pen­dengaran.

Dengan fitrahnya yang kuat, Abu Hurairah mendapat ke­sempatan yang besar yang memungkinkannya untuk memain­kan peranan penting dalam berbakti kepada Agama Allah.

Pahlawan perang di kalangan shahabat, banyak ….

Ahli fiqih, juru da’wah dan para guru juga tidak sedikit ….

Tetapi lingkungan dan masyarakat memerlukan tulisan dan penulis. Di masa itu golongan manusia pada umumnya, jadi bukan hanya terbatas pada bangsa Arab Saja, tidak mementing­kan tulis-menulis. Dan tulis-menulis itu belum lagi merupakan bukti kemajuan di masyarakat manapun.

Bahkan Eropah sendiri juga demikian keadaannya sejak kurun waktu yang belum lama ini. Kebanyakan dari raja-rajanya, tidak terkecuali Charlemagne sebagai tokoh utamanya, adalah orang-orang yang buta huruf tak tahu tulis baca, padahal me­nurut ukuran masa itu, mereka memiliki kecerdasan dan kemampuan besar ….

Kembali kita pada pembicaraan semula untuk melihat Abu Hurairah, bagaimana ia dengan fitrahnya dapat menyelami kebutuhan masyarakat baru yang dibangun oleh Islam, yaitu kebutuhan akan orang-orang yang dapat melihat dan memelihara peninggalan dan ajaran-ajarannya. Pada waktu itu memang ada para shahabat yang mampu menulis, tetapi jumlah mereka sedikit sekali, apalagi sebagiannya tak mempunyai kesempatan untuk mencatat Hadits-hadits yang diucapkan oleh Rasul.

Sebenarnya Abu Hurairah bukanlah seorang penulis, ia hanya seorang ahli hafal yang mahir, di samping memiliki kesempatan atau mampu mengadakan kesempatan yang diperlukan itu, karena ia tak punya tanah yang akan digarap, dan tidak pula perniagaan yang akan diurus… .

Ia pun menyadari bahwa dirinya termasuk orang yang masuk Islam belakangan, maka ia bertekad untuk mengejar ketinggalan­nya, dengan cara mengikuti Rasul terus-menerus dan secara tetap menyertai majlisnya . . .. Kemudian disadarinya pula adanya bakat pemberian Allah ini pada dirinya, berupa daya ingatannya yang luas dan kuat, Serta semakin sertambah kuat, tajam dan luas lagi dengan do’a Rasul saw., agar pemilik bakat ini diberi Allah berkat.

Ia menyiapkan dirinya dan menggunakan bakat dan kemampuan karunia Ilahi untuk memikul tanggung jawab dan meme­lihara peninggalan yang sangat penting ini dan mewariskannya kepada generasi kemudian ….

Abu Hurairah bukan tergolong dalam barisan penulis, tetapi sebagaimana telah kita utarakan, ia adalah seorang yang terampil menghafal lagi kuat ingatan . . . . Karena ia tak punya tanah yang akan ditanami atau perniagaan yang akan menyibukkannya, ia tidak berpisah dengan Rasul, baik dalam perjalanan maupun di kala menetap ….

Begitulah ia mempermahir dirinya dan ketajaman daya ingatnya untuk menghafal Hadits-hadits Rasulullah saw. dan pengarahannya. Sewaktu Rasul telah pulang ke Rafikul ‘Ala (wafat), Abu Hurairah terus-menerus menyampaikan Hadits-­hadits, yang menyebabkan sebagian shahabatnya merasa heran sambil bertanya-tanya di dalam hati, dari mana datangnya Hadits-hadits ini, kapan didengarnya dan diendapkannya dalam ingatannya ….

Abu Hurairah telah memberikan penjelasan untuk menghilangkan kecurigaan ini, dan menghapus keragu-raguan yang menulari para shahabatnya, maka katanya: “Tuan-tuan telah mengatakan bahwa Abu Hurairah banyak sekali mengeluarkan Hadits dari Nabi saw. . . . Dan tuan-tuan katakan pula orang-­orang Muhajirin yang lebih dahulu daripadanya masuk Islam, tak ada menceritakan Hadits-hadits itu … ? Ketahuilah, bahwa shahabat-shahabatku orang-orang Muhajirin itu, sibuk dengan perdagangan mereka di pasar-pasar, sedang shahabat-shahabatku orang-orang Anshar sibuk dengan tanah pertanian mereka …. Sedang aku adalah seorang miskin, yang paling banyak menyertai majlis Rasulullah, maka aku hadir sewaktu yang lain absen .. dan aku selalu ingat seandainya mereka lupa karena ke­sibukan ….

Dan Nabi saw. pernah berbicara kepada kami di suatu hari, kata beliau:

“Siapa yang membentangkan serbannya hingga selesai pembicaraanku, kemudian ia meraihnya ke dirinya, maka ia takkan terlupa akan suatu pun dari apa yang telah didengarnya daripadaku … ! “

Maka kuhamparkan kainku, lalu beliau berbicara kepadaku, kemudian kuraih kain itu ke diriku, dan demi Allah, tak ada suatu pun yang terlupa bagiku dari apa yang telah kudengar daripadanya . . . ! Demi Allah, kalau tidaklah karena adanya ayat di dalam Kitabullah niscaya tidak akan kukabarkan kepada kalian sedikit jua pun! Ayat itu ialah:

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa­apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterang­an dan petunjuk, sesudah Kami nyatakan kepada manusia di dalam Kitab mereka itulah yang dikutuk oleh Allah dan dikutuk oleh para pengutuk (Malatkat-malatkat) . . . !”

Demikianlah Abu Hurairah menjelaskan rahasia kenapa hanya ia seorang diri yang banyak mengeluarkan riwayat dari Rasulullah saw.

Yang pertama: karena ia melowongkan waktu untuk me­nyertai Nabi lebih banyak dari para shahabat lainnya.

Kedua, karena ia memiliki daya ingatan yang kuat, yang telah-diberi berkat oleh Rasul, hingga ia jadi semakin kuat ….

Ketiga, is menceritakannya bukan karena ia gemar bercerita, tetapi karena keyakinan bahwa menyebarluaskan Hadits-hadits ini, merupakan tanggung jawabnya terhadap Agama dan hidup­nya. Kalau tidak dilakukannya berarti ia menyembunyikan kebaikan dan haq, dan termasuk orang yang lalat yang sudah tentu akan menerima hukuman kelalatannya. … !

Oleh sebab itulah ia harus  memberitakan, tak suatu pun yang menghalanginya dan tak seorang pun boleh melarang­nya . . . hingga pada suatu hari Amirul Mu’minin Umar berkata kepadanya: “Hendaklah kamu hentikan menyampaikan berita dari Rasulullah! Bila tidak, maka’kan kukembalikan kau ke tanah Daus … !” (yaitu tanah kaum dan keluarganya).

Tetapi larangan ini tidaklah mengandung suatu tuduhan bagi Abu Hurairah, hanyalah sebagai pengukuhan dari suatu pandangan yang dianut oleh Umar, yaitu agar orang-orang Islam dalam jangka waktu tersebut, tidak membaca dan menghafalkan yang lain, kecuali al-Quran sampai ia melekat dan mantap dalam hati sanubari dan pikiran ….

Al-Quran adalah Kitab suci Islam, Undang-undang Dasar dan kamus lengkapnya, dan terlalu banyaknya cerita tentang Rasulullah saw. teristimewa lagi pada tahun-tahun menyusul wafatnya saw., saat sedang dihimpunnya al-Quran, dapat menyebabkan kesimpangsiuran dan campur-baur yang tak berguna dan tak perlu terjadi . . . !

Oleh karena ini Umar berpesan: “Sibukkanlah dirimu dengan al-Quran karena dia adalah kalam Allah . . . “. Dan katanya lagi: “Kurangilah olehmu meriwayatkan perihal Rasulullah kecuali yang mengenai amal perbuatannya!”

Dan sewaktu beliau mengutus Abu Musa al-Asy’ari ke Irak ia berpesan kepadanya:  “Sesungguhnya anda akan mendatangi suatu kaum yang dalam mesjid mereka terdengar bacaan al­Quran seperti suara lebah, maka biarkanlah seperti itu, dan jangan anda bimbangkan mereka dengan Hadits-hadits, dan aku menjadi pendukung anda dalam hal ini …….

Al-Quran sudah dihimpun dengan jalan yang sangat cermat, hingga terjamin keasliannya tanpa dapat dirembesi oleh hal-hal lainnya …. Adapun Hadits, maka Umar tidak dapat menjamin bebasnya dari pemalsuan atau perubahahan atau diambilnya sebagai alat untuk mengada -ada terhadap Rasulullah saw. dan merugikan Agama Islam.. ..

Abu Hurairah menghargai pandangan Umar, tetapi ia juga percaya terhadap dirinya dan teguh memenuhi amanat, hingga ia tak hendak menyembunyikan suatu pun dari Hadits dan ilmu

selama diyakininya bahwa mrnyembunyikannya adalah dosa dan kejahatan.

Demikianlah, setiap ada kesempatan untuk menumpahkan isi dadanya berupa Hadits yang pernah didengar dan ditangkap­nya tetap saja disampaikan dan dikatakannya ….

Hanya terdapat pula suatu hal yang merisaukan, yang me­nimbulkan kesulitan bagi Abu Hurairah ini, karena seringnya ia bercerita dan banyaknya Haditsnya yaitu adanya tukang Hadits yang lain yang menyebarkan hadits-hadits dari Rasul saw. Dengan menambah-nambah dan melebih-lebihkan hingga para. shahabat tidak merasa puas terhadap sebagian besar dari Hadits-haditsnya. Orang itu namanya Ka’ab al-Ahbaar, seorang Yahudi yang masuk Islam.

Pada suatu hari Marwan bin Hakam bermaksud menguji kemampuan menghafal dari Abu Hurairah. Maka dipanggilnya ia dan dibawanya duduk bersamanya, lalu dimintanya untuk mengabarkan hadits-hadits dari Rasulullah saw. Sementara itu disuruhnya penulisnya menuliskan apa yang diceritakan Abu Hurairah dari balik dinding. Sesudah berlalu satu tahun, dipanggilnya Abu Hurairah kembali, dan dimintanya mem­bacakan lagi hadits-hadits yang dulu itu Yang telah ditulis oleh sekretarisnya. Ternyata tak ada yang terlupa oleh Abu Hurairah walau agak sepatah kata pun … !

Ia berkata tentang dirinya: — “Tak ada seorang pun dari shabat-shahabat Rasul Yang lebih banyak menghafal Hadits dari pada aku, kecuali Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, karena ia pandai menuliskannya sedang aku tidak . . . “. Dan Imam Syafi’I mengemukakan pula pendapatnya tentang Abu Hurairah: — “Ia seorang yang paling banyak hafal di antara seluruh perawi Hadits semasanya”. Sementara Imam Bukhari menyatatakan pula: Ada kira-kira delapan ratus orang atau lebih dari shahabat tabi’in dan ahli ilmu yang meriwayatkan Hadits dari Abu Hurairah”.

Demikianlah Abu Hurairah tak ubah bagai suatu perpustakaan besar yang telah ditaqdirkan kelestarian dan keabadiannya ….

Abu Hurairah termasuk seorang ahli ibadat yang mendekat­kan diri kepada Allah, selalu melakukan ibadat bersama isterinya dan anak-anaknya semalam-malaman secara bergiliran; mula­- mula ia berjaga sambil shalat sepertiga malam kemudian di­lanjutkan oleh isterinya sepertiga malam dan sepertiganya lagi dimanfaatkan oleh puterinya Dengan demikian, tak ada satu saat pun yang berlalu setiap malam di rumah Abu Hurairah, melainkan berlangsung di sana ibadat, dzikir dan shalat!

Karena keinginannya memusatkan perhatian untuk me­nyertai Rasul saw. ia pernah menderita kepedihan lapar yang jarang diderita orang lain. Dan pernah ia menceritakan kepada kita bagaimana rasa lapar telah menggigit-gigit perutnya, maka diikatkannya batu dengan surbannya ke perutnya itu dan di­tekannya ulu hatinya dengan kedua tangannya, lalu terjatuhlah ia di mesjid sambil menggeliat-geliat kesakitan hingga sebagian shahabat menyangkanya ayan, padahal sama sekali bukan … !

Semenjak ia menganut Islam tak ada yang memberatkan dan menekan perasaan Abu Hurairah dari berbagai persoalan hidupnya ini, kecuali satu masalah yang hampir menyebabkannya tak dapat memejamkan mata. Masalah itu ialah mengenai ibunya, karena waktu itu ia menolak untuk masuk Islam . . . . Bukan hanya sampai di sana saja, bahkan ia menyakitkan perasaannya dengan menjelek-jelekkan Rasulullah di depannya ….

Pada suatu hari ibunya itu kembali mengeluarkan kata-kata Yang menyakitkan hati Abu Hurairah tentang Rasulullah saw., hingga ia tak dapat menahan tangisnya dikarenakan sedihnya, lalu ia pergi ke mesjid Rasul . .. . Marilah kita dengarkan ia menceritakan lanjutan berita kejadian itu sebagai berikut:

Sambil menangis aku datang kepada Rasulullah, lalu kata­ku: — “Ya Rasulallah, aku telah meminta ibuku masuk Islam. Ajakanku itu ditolaknya, dan hari ini aku pun baru saja me­mintanya masuk Islam. Sebagai jawaban ia malah mengeluarkan kata-kata yang tak kusukai terhadap diri anda. Karenanya mohon anda doakan kepada Allah kiranya ibuku itu ditunjuki-Nya kepada Islam …

Maka Rasulullah saw. berdoa: “Ya Allah tunjukilah ibu Abu Hurairah!”

Aku pun berlari mendapatkan ibuku untuk menyampaikan kabar gembira tentang doa Rasulullah itu. Sewaktu sampai di muka pintu, kudapati pintu itu terkunci. Dari luar kedengaran bunyi gemercik air, dan suara ibu memanggilku: “Hai Abu Hurairah, tunggulah di tempatmu itu . . . !”

Di waktu ibu keluar ia memakai baju kurungnya, dan mem­balutkan selendangnya sambil mengucapkan: “Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasu­luh . . . “

Aku pun segera berlari menemui Rasulullah saw. sambil menangis karena gembira, sebagaimana dahulu aku menangis karena berduka, dan kataku padanya: “Kusampaikan kabar suka ya Rasulallah, bahwa Allah telah mengabulkan doa anda . . . , Allah telah menunjuki ibuku ke dalam Islam … “. Kemu­dian kataku Pula: “Ya Rasulallah, mohon anda doakan kepada Allah, agar aku dan ibuku dikasihi oleh orang-orang Mu’min, baik laki-laki maupun perempuan!” Maka Rasul berdoa: “Ya Allah, mohon engkau jadikan hamba-Mu ini beserta ibunyadikasihi oleh sekalian orang-orang Mu’min, laki-laki dan pe­rempuan … !”

Abu Hurairah hidup sebagai seorang ahli ibadah dan seorang mujahid . .. tak pernah ia ketinggalan dalam perang, dan tidak Pula dari ibadat. Di zaman Umar bin Khatthab ia diangkat sebagai amir untuk daerah Bahrain, sedang Umar sebagaimana kita ketahui adalah seorang yang sangat keras dan teliti terhadap pejabat-pejabat yang diangkatnya. Apabila ia mengangkat se­seorang sedang ia mempunyai dua pasang pakaian maka sewaktu meninggalkan jabatannya nanti haruslah orang itu hanya mem­punyai dua pasang pakaian juga … malah lebih utama kalau ia hanya memiliki satu pasang saja! Apabila waktu meninggalkan jabatan itu terdapat tanda-tanda kekayaan, maka ia takkan luput dari interogasi Umar, sekalipun kekayaan itu berasal dari jalan halal yang dibolehkan syara’! Suatu dunia lain . .  yang diisi oleh Umar dengan hal-hal luar biasa dan mengagumkan … !

Rupanya sewaktu Abu Hurairah memangku jabatan sebagai kepala daerah Bahrain ia telah menyimpan harta yang berasal dari sumber yang halal. Hal ini diketahui oleh Umar, maka ia pun dipanggilnya datang ke Madinah  . . . Dan mari kita dengar­kan Abu Hurairah memaparkan soal jawab ketus yang ber­langsung antaranya dengan Amirul Mu’minin Umar;  Kata Umar: “Hai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, apa engkau telah mencuri harta Allah?” Jawabku: “Aku bukan musuh Allah dan tidak Pula musuh Kitab-Nya …hanya aku menjadi musuh orang yang memusuhi keduanya dan aku bukanlah orang yang mencuri harta Allah . . . !”  Dari mana kau peroleh sepuluh ribu itu?  Kuda kepunyaanku beranak-pinak dan pemberian orang berdatangan . . . .  Kembalikan harta itu ke perbendaharaan negara (baitul maal) … !

Abu Hurairah menyerahkan hartanya itu kepada Umar, kemudian ia mengangkat tangannya ke arah langit sambil ber­doa: “Ya Allah, ampunilah Amirul Mu’minin …….

Tak selang beberapa lamanya. Umar memanggil Abu Hurai­rah kembali dan menawarkan jabatan kepadanya di wilayah baru. Tapi ditolaknya dan dimintanya maaf karena tak dapat menerimanya. Kata Umar kepadanya: — “Kenapa, apa sebab­nya?” Jawab Abu Hurairah: “Agar kehormatanku tidak sampai tercela, hartaku tidak dirampas, punggungku tidak dipukul … !” Kemudian katanya lagi: “Dan aku takut menghukum tanpa ilmu dan bicara tanpa belas kasih … !”

Pada suatu hari sangatlah rindu Abu Hurairah hendak ber­temu dengan Allah …. Selagi orang-orang yang mengunjunginya mendoakannya cepat sembuh dari sakitnya, ia sendiri berulang­-ulang memohon kepada Allah dengan berkata: “Ya Allah, sesungguhnya aku telah sangat rindu hendak bertemu dengan-Mu, Semoga Engkau pun demikian . . . !” Dalam usia 78 tahun, tahun yang ke-59 Hijriyah ia pun berpulang ke rahmatullah. Di sekeliling orang-orang shaleh penghuni pandam pekuburan Baqi’, di tempat yang beroleh berkah, di sanalah jasadnya di­baringkan . . . ! Dan sementara orang-orang yang mengiringkan jenazahnya kembali dari pekuburan, mulut dan lidah mereka tiada henti-hantinya membaca Hadits yang disampaikan Abu Hurairah kepada mereka dari Rasul yang mulia ….

Salah seorang di antara mereka yang baru masuk Islam sertanya kepada temannya: “Kenapa syekh kita yang telah berpulang ini diberi gelar Abu Hurairah (bapak kucing)? Tentu temannya yang telah mengetahui akan menjawabnya: “Di waktu jahiliyah namanya dulu Abdu Syamsi, dan tatkala ia memeluk Islam, ia diberi nama oleh Rasul dengan Abdurrahman. Ia sangat penyayang kepada binatang dan mempunyai seekor kucing, yang selalu diberinya makan, digendongnya, dibersihkannya dan diberinya tempat. Kucing itu selalu menyertainya seolah-olah bayang-bayangnya. Inilah sebabnya ia diberi gelar “Bapak kucing”, moga-moga Allah ridla kepadanya dan menjadikannya ridla kepada Allah … !

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 17 Agustus 213.

Vien AM.

 Dicopy dari: http://edywitanto.wordpress.com/2010/12/09/abu-hurairah/

Malaikat, jin dan manusia adalah 3 makhluk ciptaan Allah yang sering disebut dalam Al-Quranul Karim. Perbedaan pokok di antara ketiganya adalah dari bahan penciptaannya. Malaikat terbuat dari materi cahaya, jin dari materi api dan manusia dari materi tanah.

Dalam tafsir Ibnu Katsir diberitakan bahwa Iblis, yang merupakan kakek moyang jin, sebagaimana Adam yang merupakan kakek moyang manusia, awalnya adalah hamba yang shaleh. Bersama malaikat ia rajin beribadah.  Hingga tiba suatu saat Allah swt menciptakan Adam dan memerintahkan malaikat dan Iblis agar bersujud kepada Adam. Perintah ini sebenarnya hanya untuk mengetahui seberapa jauh tingkat ketaatan keduanya kepada Sang Khalik. Dan ternyata karena kesombongannya Iblis menolak. ia merasa bahwa dirinya yang terbuat dari api, jauh lebih terhormat dari pada Adam yang hanya terbuat dari tanah. Berikut rekaman surat Al-Araaf ayat 11 dan 12 yang mengabadikan peristiwa tersebut.

“ Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.

 Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?”

Menjawab Iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah“.

Kesombongan yang diperlihatkan Iblis di atas adalah kedurhakaan Iblis pertama terhadap Allah Azza wa Jalla. Berbeda dengan Adam yang begitu menyadari kekeliruannya ketika ia tetap memetik buah Kuldi padahal Allah melarangnya, ia langsung bertobat. Sebaliknya dengan Iblis. Bukannya menyesal, ia malah menantang Sang Khalik agar hukumannya ditangguhkan hingga akhir zaman nanti.

Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan“.

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Baqarah(2):35-37).

Allah berfirman: “Turunlah kamu ( Iblis) dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.

Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.

 Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at)”.

Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”. (QS.Al-Araaf(7):13-18).

Inilah  yang membedakan antara keduanya, meski akibatnya keduanya sama-sama harus  turun ke muka bumi.  Adam ( dan Hawa) turun ke bumi dalam keadaan terhormat, bersih dari dosa. Sementara Iblis turun dalam keadaan terhina dan tercela bahkan terkutuk. Inilah awal permusuhan dan perseteruan antara bangsa jin dan bangsa manusia, yang akan terus terjadi hingga akhir zaman nanti.

Namun dalam perkembangannya, tidak semua bangsa jin itu jahat, hina dan terkutuk. Seperti juga bangsa manusia yang tidak semua bersih dan bebas dari dosa. Jadi, baik jin maupun manusia ada yang beriman, sholeh dan taat namun ada juga yang ingkar dan kafir.  Hal ini terlihat dari surat Al-Jin  ayat 11 hingga 15 berikut.

“ Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. Dan sesungguhnya kami mengetahui, bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada) Nya dengan lari”.

“ Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al Qur’an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan”.

“ Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang ta`at dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang ta`at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api neraka Jahannam”.

Sementara syaitan sebenarnya bukanlah makhluk melainkan sifat jahat yang bisa dimiliki baik oleh jin maupun manusia.

 “ dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,  yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. (QS. An-Naas(114):4-6).

Secara lengkap dan jelas surat  Jin menceritakan bagaimana proses berimannya sebagian jin. Dikisahkan, sebelum kedatangan Rasulullah saw, bangsa jin biasa naik ke langit untuk mencuri dengar pembicaraan para malaikat, hingga para jinpun bisa meramalkan masa depan manusia, apa yang akan terjadi dan menimpa manusia. Hal ini kemudian disampaikan kepada para dukun dan tukang-tukang sihir, tentu saja dengan tambahan disana sini. Itu sebabnya sihir dan ilmu hitam di masa itu sangat populer dan marak berkembang di kalangan masyarakat, karena sering kali bisa mendekati kenyataan.

Hingga suatu saat mereka terkejut mendapati pintu langit dipenuhi penjagaan yang sangat ketat hingga mereka tidak lagi mudah mencuri dengar rahasia langit. Maka Iblispun sebagai raja jin memerintahkan pasukannya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Menyebarlah kalian semuanya di muka bumi dari barat sampai timur, dan perhatikanlah dengan seksama apa sebenarnya yang telah terjadi.”

Maka setan-setan dari bangsa jin itu kemudian menyebar, mengelilingi muka bumi dari barat ke timur, hingga  sampailah mereka di kota Makkah. Di atas sebuah masjid yang  dikemudian hari dinamakan masjid  Jin, mereka melihat cahaya terang memancar dengan terangnya, hingga mencuat ke ujung langit. Mereka segera mendekat dan memperhatikan apa yang sedang terjadi di dalamnya. Ternyata di dalam sana Rasulullah Muhammad saw sedang membacakan ayat-ayat suci Al-Quran.

“ Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya. ”. (QS. Al-Jin (72):19).

Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur’an), lalu mereka berkata:

“Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan kami, dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak”. (QS. Al-Jin (72):1-3).

Rupanya itulah yang terjadi. Sebagian jinpun beriman. Dan sejak itu pulalah pintu langit dijaga ketat oleh para malaikat. Maka sejak itulah bangsa jin tidak lagi dapat mencuri dengar pembicaraan di langit, kalau tidak ingin dikejar panah api yang dilontarkan oleh malaikat penjaga.

“ dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya)”. (QS. Al-Jin (72):8-9).

Akhir kata, dari ayat-ayat di atas saja ada beberapa kesimpulan yang tampaknya dapat kita ambil,

1. Sombong, adalah sifat buruk yang tidak boleh disepelekan begitu saja. Iblis, hamba Allah yang tadinya adalah hamba yang sholeh, ternyata terpeleset hanya karena nafsu sombongnya, yang merasa api yang menjadi materi dasar pembuatannya itu lebih baik dari  tanah yang merupakan materi dasar penciptaan Adam as.

 « Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan meski hanya sebiji sawi »(HR. Ibnu Majah ).

2. Taubat, adalah perbuatan yang sangat mulia dan tinggi di sisi Allah swt. Nabi Adam as dan istrinya, Hawa telah membuktikan hal tersebut.

3.  Nasab seseorang tidak menentukan kesholehan. Buktinya anak cucu Iblis yang telah dikutuk karena kesombongan dan keenggannya untuk bertobat ,tetap ada yang sholeh. Sebaliknya anak cucu Adam yang telah diampuni dosa dan kesalahannya, juga tetap ada yang kafir.

4. Iblis dan pasukannya, yaitu setan dari jenis jin dan manusia akah senantiasa mengganggu kita, hingga akhir zaman nanti. Tujuannya agar bisa menjadi ‘teman’mereka dalam memasuki neraka jahanam.

5. Hidup di dunia hanya sementara, akhiratlah tempat kembali. Ibaratnya kita sedang menjalani ujian yang hasilnya akan menentukan kemana nanti kita akan kembali, surga atau neraka. Yang sayangnya kita tidak pernah tahu, kapan ujian tersebut harus kita serahkan ke “penguji”.

6. Tidak perlu lagi mempercayai para dukun dan tukang sihir karena bangsa jin sebagai sumber kepercayaan yang dulunya bisa mencuri dengar rahasia langit, sejak diutusnya Rasulullah saw ke muka bumi ini tidak dapat lagi melakukan hal tersebut.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 13 Agustus 2013.

Vien Muhadi.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS.Al-Baqarah(2):183).

Ramadhan adalah bulan dimana Allah swt mewajibkan umat Islam untuk berpuasa. Inilah satu-satunya ibadah yang hanya dapat diketahui oleh Nya dan diri kita sendiri. Selama sebulan penuh, 29 atau 30 hari, kita dituntut untuk dapat menahan lapar dan dahaga, setelah 11 bulan lainnya kita dapat bebas menikmati rezeki dari-Nya. Meski sebenarnya perintah puasa di bulan dimana  Al-Quranul Karim turun untuk pertama kalinya ini bukan sekedar puasa dari menahan makan dan minum,  dari menjelang matahari terbit atau subuh hingga menjelang matahari terbenam atau magrib. Melainkan agar menjadi hamba yang takwa.

Ramadhan pada dasarnya adalah bulan dimana umat Islam menjalani tes, ujian untuk naik tingkatan. Persis ujian atau tes di sekolah agar bisa naik ke kelas yang lebih tinggi. Materi utama yang diujikan dalam bulan ini memang puasa dari menahan makan dan minum, termasuk merokok serta menahan hubungan suami istri. Namun untuk mencapai derajat sempurna, yaitu takwa tadi itu, maka kwalitas puasa seorang Mukmin ikut mendapat penilaian.

Memang banyak tidur dan bermalas-malasan dengan alasan lemas dan tidak bertenaga tidak mendatangkan dosa. Bahkan masih lebih baik dibanding ‘menggosip’ apalagi membicarakan kesalahan dan kejelekan orang lain. Namun puasa yang seperti ini tidak akan menghasilkan buah apapun selain lapar dan haus. Walhasil dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya tidak akan ada perubahan dan perbaikan sikap, baik secara pribadi maupun secara umum.

Padahal tidak mungkin Sang Khalik memerintahkan sesuatu yang tidak ada gunanya. Bukankah Islam diturunkan untuk rahmatan lil alamin, agar tercapai masyarakat yang adil dan makmur ? Kesabaran, kedisiplinan, kepedulian sosial dan ketundukan kepada-Nya adalah beberapa diantara manfaat atau buah yang dapat kita capai. Temuan sains mutakhir bahkan berani mengatakan bahwa puasa secara teratur sangat baik bagi kesehatan. Ini adalah bagian dari detoksifikasi atau pembuangan racun dalam tubuh, sebuah pengobatan yang belakangan ini sedang ‘ngetrend’.

Khusus mengenai kepedulian sosial, kepedulian terhadap sesama. Puasa mustinya mampu membuat seorang Mukmin merasakan kesulitan dan penderitaan hidup masyarakat miskin, yang terpaksa berpuasa karena keadaan. Mereka yang berpuasa tanpa sahur dan tidak mengenal waktu berbuka, baik ketika Ramadhan maupun bukan Ramadhan. Bukan yang seperti kebanyakan kita, yang justru makan berlebihan ketika berbuka, dan makan sekenyang mungkin ketika sahur, seolah bakal tidak makan berhari-hari.

Mukmin yang mempunyai empati tinggi terhadap orang susah seperti ini pasti hatinya lembut, mudah tersentuh. Diawali dengan hati yang seperti itulah, hidayah dan petunjuk Allah swt akan mudah masuk. Yang dengan demikian dapat merasakan bahwa kebenaran hanya milik Yang Pencipta Yang Maha Esa. Tidak ada kebenaran atas nama kelompok, karena kelompok pasti mempunyai kebutuhan dan niat tertentu. Tidak demikian dengan Allah swt. Maka dengan demikian tujuan takwa sebagaimana yang diharapkan-Nya akan lebih mudah dicapai.

Tidak  mudah memang membuat definisi persis apa itu takwa. Namun secara sederhana kata takwa dapat diartikan dengan rasa takut. Tapi bukan takut seperti takutnya seseorang kepada binatang buas atau penjahat, melainkan takut karena khawatir ditinggalkan-Nya, khawatir tidak lagi mendapat perhatian dan kasih sayang-Nya, khawatir dan takut membuat-Nya murka. Karena ia menyadari bahwa ia hanya seorang hamba yang tanpa-Nya ia bukanlah apa-apa. Ini yang dapat menyebabkan seseorang  rela mengerjakan apapun permintaan dan perintah-Nya serta menjauhi segala larangan dan apapun yang tidak disukai-Nya. Intinya, apapun tindakannya selalu berpatokan pada Allah dan rasul-Nya.

Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.” “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.(QS.An-Nur(24):51).

Dari Irbadh bin Sariyah ra berkata: Rasulullah saw  pernah memberi peringatan kepada kami yang membuat hati bergetar dan mata berlinang. Kami lalu berkata, “Ya Rasulullah, seolah-olah itu peringatan perpisahan. Maka dari itu, berilah kami wasiat.” Beliau bersabda, “Aku mewasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun yang memerintah kalian seorang budak. Sesungguhnya siapa saja di antara kalian yang hidup sesudahku, lalu melihat perselisihan yang banyak, maka kalian wajib berpegang dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk; gigitlah ia dengan gigi geraham; dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru yang diada-adakan sebab semua bid’ah (perkara baru yang diada-adakan) adalah kesesatan”.  (HR Ahmad, Abu Dawud Ibn Majah, at-Tirmidzi. At-Tirmidzi berkata: hadis hasan shahih).

Takut dalam arti takwa juga bisa mengambil contoh kepada gunung yang bila saja Allah swt menurunkan Al-Quran itu kepadanya, maka gunung tersebut akan tunduk jatuh tersungkur bahkan pecah saking takutnya.

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir”.(QS.Al-Hasry(59):21).

Jadi hati yang bersih sebenarnya adalah kunci kemenangan Ramadhan. Dengan hati yang bersih umat Islam dapat melihat dan merasakan keadilan, dapat membedakan mana kebaikan mana kebathilan. Tragedi di Negara-negara Muslim belakangan ini seperti di Mesir dan Suriah contohnya, harusnya mampu membuat mata kita melek. Bahwa kejahatan Fir’aun di masa lalu telah terjadi lagi di bumi para nabi.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra berkata: Bersabda Rasulullah saw: “Barang siapa diantara kamu melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu, jika kamu tidak mampu, maka cegahlah dengan lisanmu, dan jika kamu tidak mampu juga, maka cegahlah dengan hatimu, dan itulah selemah-lemahnya iman”. ( HR. Muslim ).

Dan sudah sepantasnya pula bila kita harus banyak bersyukur karena dapat menjalankan puasa dan ibadah Ramadhan ini dalam keadaan aman dan tenang, insya Allah hingga akhir. Semoga di hari raya Iedul Fitri nanti, kita bisa kembali ke fitrah. Yaitu fitrah manusia yang bersih, sebersih hati bayi yang baru dilahirkan.

Pada waktu itulah  Allah swt juga mewajibkan umat Islam untuk melaksanakan zakat fitrah. Zakat yang jumlahnya tidak seberapa  ini diberikan kepada orang yang tidak mampu, agar mereka juga dapat merayakan Hari Raya terbesar kedua bagi umat Islam ini, meski hanya sekedarnya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 28 Juli 2013 / 20 Ramadhan 1434 H.

Vien AM.

Kami tiba di masjid Essalam tepat ketika shalat Isya baru saja dimulai. Sayang, kembali saya harus sendirian shalat, di lantai 3 yang belum sempurna pengerjaannya.  Saya bahkan terpaksa menghidupkan sendiri lampu di ruangan yang sebagian lantainya masih beton dan belum berkarpet tersebut. Kabel listrik masih menjuntai tak beraturan di lantai.

P1020670P1020669Masjid ini memiliki 4 lantai, tangganya melingkar, dimana beberapa ruang kelas berdiri di sisi-sisinya. Sebenarnya hanya lantai 3 dan 4 saja yang belum benar-benar rampung,  menunggu pemasangan keramik, plus kubahnya yang juga masih terlihat polos, tanpa ornament. IMG_4288

Namun dari luar masjid ini tidak terlihat bahwa belum selesai secara sempurna. Dibawah taburan lampu, ia terlihat megah dan indah. Kata Muhammad, ‘guide’ kami, banyak orang berpendapat bahwa dari arah taman, masjid ini mirip Taj Mahal, istana merangkap masjid  di India yang terkenal itu. Itu sebabnya ia ngotot mengambil foto kami berdua, berkali-kali, agar hasilnya minimal mirip, mungkin …   🙂 ..

roterdam at nightJujur, sebenarnya kami belum puas melihat masjid yang kabarnya merupakan masjid terbesar di negara ini. Namun berhubung hari telah larut malam dan kami juga belum makan malam ditambah lagi khawatir nanti tersesat pulangnya, akhirnya kami memutuskan untuk kembali lagi besok. Dengan alasan khawatir tersesat ini pulalah Muhammad terus ikut berjalan-jalan menemani kami menikmati kota yang memang indah ini. Hingga lama-lama risih juga kami dibuatnya.

Setelah kami yakinkan bahwa kami akan baik-baik saja akhirnya pemuda tersebutpun pamit. Tentu saja kami tak lupa mengucapkan banyak terima-kasih atas kebaikannya itu. Sebelumnya ia juga sempat memberikan alamat Universitas Islam Roterdam yang akan kami tandangi besok, insyAllah.

Belakangan ia mengaku bahwa sebenarnya ia mempunyai  alasan pribadi mengapa ia melakukan semua ini. Ia menceritakan suatu hari beberapa tahun  yang lalu, ia pernah berkunjung ke Kuala Lumpur, Malaysia. Disana ia sendiri dan merasa kesepian hingga ia bertemu seorang pemuda lokal yang menawarkannya menemani keliling kota. Untuk membalas kebaikan itulah ia menemani kami di kotanya ini. Subhanallah …

Esok paginya kami pergi menuju UIR (Universitas Islam Rotterdam). Rencananya dari situ kami akan mampir lagi ke masjid Essalam, untuk melihat keindahannya di waktu pagi, sebelum keliling kota. Dalam perjalanan menuju UIR ini kami mengalami kejadian unik, yaitu bertemu dan ngobrol dengan seorang ‘kenek’ trem. Asal tahu, trem di Roterdam ini mempunyai semacam kenek yang kalau di bus di Jakarta tugasnya menarik bayaran. Bedanya disini ia hanya memeriksa tiket.

P1020694Saya menyebutnya unik karena si kenek ini lihai berbahasa Jawa meski Jawa ngoko alias Jawa kasar, tapi sama sekali tidak faham bahasa Indonesia. Dari pembicaraan dengan bahasa Jawa inilah akhirnya kami tahu bahwa istrinya ternyata berasal dari Suriname yang memang dipenuhi orang Jawa yang dibawa oleh orang-orang Hindia Belanda pada tahun 1890-1939. Di Negara bekas jajahan Belanda ini kemudian mereka beranak pinak dan menjadi warga negara Suriname yang terletak di Amerika Selatan. Di atas trem inilah kami sempat ngobrol ngalur ngidul dengannya, bagaimana ia menjalani ke-islam-annya, meski sering kali kami tidak bisa memahaminya.  🙂 ..

Oya, kami juga sempat ‘terdampar’ di sebuah resto Suriname di pusat kota. Resto ini menjual aneka masakan khas Indonesia seperti gado-gado, soto, rendang, tempe dan juga lumpia. Rasanyapun cukup enak, lumayan untuk obat kangen …

IMG_4380IMG_4394IMG_4371Kembali ke perjalanan pagi itu. Dengan bekal petunjuk Muhammad sampai juga kami di tujuan. Universitas ini terletak di sebelah kanal yang memang banyak di jumpai di kota ini. Cuaca cerah di awal musim dingin yang sungguh indah itu menambah kecantikan bangunan milik umat Islam ini. Pepohonan yang masih menyisakan warnanya yang beraneka, air mancur dan jembatan kayu lengkung serta bebek-bebek yang masih bisa bertahan berenang di airnya yang dingin itu, menambah keinginan hati ini untuk berlama-lama di tempat yang pasti diberkahi-Nya.

Kami sempat melongokkan kepala ke pintu gerbang bangunan ini, namun tidak menjumpai seorangpun didalamnya. Hari ini memang hari Minggu. Namun menurut pak dosen yang kami jumpai kemarin ketika Magrib di masjid Maulana, universitas  tetap buka. Justru pada hari inilah umat Islam bisa memanfaatkan waktu libur mereka untuk belajar berbagai ilmu tambahan mengenai Islam disini. Kami memang sempat juga melihat beberapa orang masuk kedalam, tapi mungkin mereka langsung masuk ke kelas hingga kami tidak melihatnya kembali.

Universitas Islam Rotterdam didirikan pada tahun 1997, dan telah beroperasi selama itu tanpa pengakuan resmi dari pemerintah Belanda. Akreditasinya baru diberikan pada Maret 2013 lalu ( 4 bulan setelah kunjungan kami). Sebuah langkah maju yang bagaimanapun patut disyukuri umat Islam sedunia. Universitas ini berada di bawah payung Federation of the Universities of the Islamic World yang berkedudukan di Rabat, Maroko.

Sekedar informasi tambahan, wali kota Roterdam yang baru diangkat pada tahun 2009, yaitu Ahmad Abuthalib adalah seorang politikus Belanda keturunan Maroko. Abuthalib yang merupakan putra seorang imam di kota kecil di Maroko ini adalah Muslim pertama yang mendapat kepercayaan dan menduduki jabatan wali kota di kota besar Belanda. Mungkinkah ini salah satu faktor penyebab universitas mendapat akreditasi? Wallahua’alam …

“Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir”.(QS.Al-Anfal(8):18).

Sebagian besar Muslim Belanda adalah keturunan imigran Turki, disusul oleh Maroko, Tunisia, Aljazair dan Suriname. Mereka masuk ke Negara kincir ini pada sekitar tahun 1960 an. Jadi Muslim Belanda memang relatif baru. Menurut catatan resmi, pada tahun 1994 Islam di Belanda menduduki rangking 3 setelah Katolik Roma dan Kristen Protestan.

Namun sebuah surat kabar lokal Dutch Metro, edisi 29 Juli 2002, melaporkan bahwa Islam menduduki peringkat teratas. Koran gratis ini juga melaporkan penyebabnya  kemungkinan adalah karena rata-rata penduduk asli Belanda adalah atheis.Kebanyakan berpindahnya mereka ini ke Islam adalah karena pernikahan. Sementara jumlah pemeluk Kristen dan Protestan makin lama makin menipis. Bahkan rumah-rumah ibadah mereka sering terpaksa dilelang atau dijual karena kekurangan jamaah.

Di salah satu rute perjalanan trem kami, kami melihat sebuah wilayah yang di sepanjang jalannya dipenuhi toko-toko daging berlabel halal, juga toko-toko yang menjual pernak pernik Islami, seperti sajadah, tasbeh dll. Sejumlah perempuan berjilbab dan laki-laki bergamis terlihat ‘berseliweran’ di sini tempat ini. Sayang kami tidak tahu nama daerahnya.

Mungkin ini memang lokasi pemukiman Muslim“, komentar suami.

Kabar terakhir, Viva News, Senin 22 April 2013, melaporkan bahwa seorang tangan kanan Geert Wilder, pemimpin salah satu partai Belanda yang dikenal kebenciannya yang amat sangat terhadap Islam itu telah bersyahadat!

Dalam laporannya, disebutkan bahwa Arnoud van Doorn, wakilnya itu, justru muak dengan ulah pemimpinnya yang selalu memojokkan Islam melalui karikaturnya bahkan telah membuat film berjudul “Fitna”yang sangat menjelek-jelekan Islam. Ia malah makin penasaran dengan kebenaran film tersebut. Dan akhirnya menyadari bahwa selama ini ia “buta”.

Semakin banyak saya membaca (Al-Quran dan hadits) semakin saya meyakini bahwa Islam adalah agama yang indah dan bijaksana,” kata Doorn kepada kantor berita Iran Mehr.

Untuk itu iapun rela dimusuhi tidak saja orang-orang partainya namun juga rata-rata orang Belanda yang membenci islam.

(http://dunia.news.viva.co.id/news/read/407015-politisi-anti-islam-belanda-itu-kini-jadi-muslim )

Kepedulian umat Islam terhadap agamanya tampaknya tidak tanggung-tanggung. VOA ( Voice Of Al-Islam) melaporkan bahwa ratusan umat Islam Amsterdam rela meninggalkan kotanya demi berjihad membantu saudara-saudaranya yang tertindas di Suriah. Disana mereka bergabung dengan sesama Muslim dari berbagai negara diantaranya dari Belgia, Jerman, Kanada dan Rusia yang mempunyai tujuan sama.

(http://www.voa-islam.com/news/international-jihad/2013/06/17/25289/ratusan-muslim-belanda-tinggalkan-hidup-nyaman-dan-keluarga-harmonis-demi-jihad-di-suriah/).

Sebaliknya kebencian dan antipati masyarakat Belanda terhadap Islam ( Islamophobia) seperti juga rekan-rekan kafir dan atheis mereka di Eropa semakin menjadi-jadi. Isu bahwa pemotongan daging secara halal tidak hewanwi ( menyontek kata manusiawi untuk hewan .. 🙂  ) membuat mereka bernafsu ingin menutup tempat pemotongan seperti itu. Mereka menantang pembuktian bahwa memotong hewan secara Islam tidak lebih menyiksa daripada dipotong setelah dibius.

Padahal 2 dokter bedah kenamaan Eropa, yaitu Lord Horder dan Sir C.A Lovatt Evans dari Universitas London berani mengatakan bahwa pemotongan hewan secara Islam terbukti paling tidak menyakitkan hewan yang dipotong. Pemotongan tepat di nadi utama membuat mereka cepat mati tanpa lama tersiksa. Kenyataan bahwa hewan menjelang disembelih secara ini tidak begitu berontak dan meronta bisa menjadi buktinya.

https://www.facebook.com/notes/sholat-tahajud-by-qiyamul-lail/ilmuwan-barat-berbicara-tentang-penyembelihan-hewan-cara-islami/10150371004712123 ).

” Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS Al-An’am: 121).

“Wahai Aisyah, ambilkanlah alat sembelih.” Kemudian beliau berkata lagi: “Asahlah alat itu dgn batu.” (HR. Muslim no. 1967).

cube box housecube box house2roterdam citySetelah puas memandangi UIR meski hanya dari luar kamipun meninggalkan lokasi. Sore hari setelah berjalan-jalan menikmati keindahan kota, melihat cube box housenya yang terkenal serta kanal-kanal dan sungainya yang sangat bersih, lengkap dengan perahu-perahu yang diparkir di pelabuhan kamipun kembali mengunjungi masjid Essalam. Kali ini kami sempat menyaksikan sejumlah anak dan remaja sedang belajar di dalam kelas-kelas yang ada di dalam masjid. Para ibu dengan jilbabnya terlihat mengajar anak-anak dan para remaja tersebut mengaji, Subhanallah ..

9Hari sudah menjelang magrib ketika kami meninggalkan masjid, bersamaan dengan bubarnya penonton sepak bola di stadion yang berdiri tidak jauh dari lokasi masjid. Yakin pasti Sang Khalik telah mengatur skenario terbaiknya  agar para pecandu bola tersebut bisa melihat keindahan Islam, minimal melalui kubah dan menaranya yang begitu menantang. Allahuakbar …

Jakarta, 16 Juli 2013.

Vien AM.

Sabtu, 17/11/2012, pukul 13.30  dengan menumpang kereta cepat Thalys Paris – Roterdam kami tiba di tujuan. Perjalanan yang mustinya hanya memakan waktu 2.5  jam itu sempat tertunda 1 jam dikarenakan  adanya perbaikan rel kereta. Beruntung tujuan kami memang Roterdam karena stasiun-stasiun di sebelah utara kota terbesar no 2 di Belanda ini hampir semua mengalami gangguan. Tujuan Amsterdam misalnya, penumpang tujuan kota ini terpaksa harus turun di Roterdam dan melanjutkan perjalanan dengan alat transportasi lain.

Stasiun Roterdam sendiri ternyata sedang dalam taraf renovasi besar-besaran. Ke depannya stasiun ini akan terintegral antara stasiun kereta api antar kota maupun antar Negara, trem dan bus. Kami membeli tiket terusan tram dan bus, yang bisa digunakan keliling kota selama 2 hari dengan harga 11.5 euro. Setelah itu kamipun meninggalkan stasiun menuju hotel yang telah kami booking melalui internet booking beberapa hari yang lalu.

IMG_4244Syukur Alhamdulillah hotel tersebut sangat dekat dengan stasiun pusat tersebut. Meski sebelumnya kami sempat tersesat ke arah yang berlawanan dengan lokasi hotel, yaitu arah belakang stasiun. Namun ada untungnya, karena kami malah menemukan sebuah kedai kebab halal di tempat tersebut, meski tidak tertulis di depannya. Kedai ini terletak di depan parkiran sepeda, dimana ratusan bahkan mungkin ribuan sepeda, mulai sepeda bagus sampai sepeda butut dan super butut, tampak diparkiran ini. Sepeda di Belanda memang dikenal sebagai alat transportasi yang paling populer dan disukai warga.

Segera setelah cek-in hotel kami menuju halte yang ada tepat di seberang hotel, tujuan kami adalah masjid yang kabarnya terbesar di Belanda. Teman saya yang mengabarkan hal ini beberapa tahun yang lalu dan baru bisa kami kunjungi hari ini, Insya Allah. Sayangnya saya tidak mencatat nama masjid yang dimaksudkannya itu.

Ternyata Roterdam mempunyai masjid yang lumayan banyak. Uniknya masyarakat awam hanya menyebutnya masjid Turki atau  masjid Maroko. Karena memang kedua kelompok Muslim asal Negara inilah yang mendominasi negri kincir angin ini.  Maka dengan modal peta kota yang kami miliki dan banyak bertanya, kamipun akhirnya tiba di sebuah masjid Maroko. Itupun setelah kami bolak balik turun naik dan berganti trem. Ini untungnya membeli tiket terusan.

Namun saya yakin bahwa masjid ini yang bukan dimaksud teman saya. Sedikit catatan, ternyata di kota ini tidak terlalu mudah menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris. Tetapi tidak masalah, masjid dimanapun adalah rumah Allah apalagi bila masjid tersebut ada di Eropa, di Negara dimana Muslim adalah minoritas.

IMG_4260IMG_4263Dari luar, masjid yang cukup besar ini tidak terlihat seperti bangunan masjid pada umumnya. Tidak ada menara dan kubah yang cukup mencolok.  Bila saja tidak tertulis kata Masjid dalam huruf Hijaiyah di salah satu dindingnya mungkin orang tidak akan menyangka bahwa bangunan tersebut adalah rumah ibadah kaum Muslimin. Saya sempat memperhatikan banyaknya perempuan berjilbab mondar mandir di sekitar lokasi. Bahkan sebuah tulisan besar “HALAL” terpampang di sebuah toko kelontong di seberang masjid.

Tanpa kesulitan suami memang bisa masuk dan shalat tahiyatul masjid. Sebaliknya saya, sebagai seorang perempuan sulit bahkan hanya untuk sekedar masuk ke dalam. Rupanya pintu masuk bagian laki-laki dan perempuan terpisah cukup jauh. Seorang  jamaah laki-laki, dengan ditemani suami saya mengantar ke pintu kecil di salah satu sudut masjid. Tapi ternyata terkunci rapat, dan tak seorangpun tahu bagaimana caranya  bisa masuk. Apa boleh buat, saya harus pasrah, puas hanya melihatnya.

Tak lama setelah suami selesai shalat, ketika kami sedang berdiri di depan masjid, memandang peta dan mencari posisi kami berada, seorang bule perempuan bersepeda tiba-tiba menawarkan bantuan.

“May I help you?”, tanyanya dari atas sepeda.

Pucuk dicinta ulam tiba. Kami segera menanyakan dimanakah letak masjid terbesar di Roterdam ini. Tanpa banyak bicara iapun menunjuk ke suatu arah, “ Do you see that tall tower in front of you?”, tanyanya balik.

“That’s what you are looking for”, katanya lagi sambil tersenyum meyakinkan.

IMG_4269Subhanallah … Bagaimana mungkin kami tadi tidak melihatnya. Segera setelah mengucapkan terima kasih kamipun segera menuju masjid  bermenara  jangkung itu.  Menjelang magrib kami baru sampai di tujuan, karena meskipun kelihatannya dekat ternyata tetap memakan waktu, apalagi kami hanya berjalan kaki dan santai pula, sambil menikmati kota.

IMG_0996IMG_0981Alhamdulillah kami sempat shalat berjamaah, meski di bagian perempuan yang letaknya di lantai atas itu, saya hanya sendirian. Usai shalat saya sempatkan mengamati masjid cantik ini meski tidak besar. Ornament kaligrafi  warna-warni khas masjid Turki mendominasi bagian dalam rumah ibadah ini.

P1020652Selesai itu sayapun turun dan mendapati suami sedang berbincang dengan beberapa jamaah. Suami saya memperkenalkan saya kepada mereka. Ternyata salah seorang dari mereka adalah seorang dosen tafsir dan hadist universitas Islam yang ada di kota ini, Subhanallah ..

Dari percakapan tersebut kami mengetahui bahwa ternyata bukan ini masjid yang kami cari. Masjid terbesar yang kami cari itu namanya masjid Essalam, masjid Maroko. Sementara masjid ini adalah masjid Turki, masjid Maulana, namanya. Kebetulan sekali salah seorang jamaah tersebut berniat pergi ke masjid Essalam.

Maka jadilah kamipun pergi ke masjid tersebut, bersama Muhammad, pemuda asal Turki yang mengadu nasib di negri ini. Dan lebih surprised lagi, pak dosenlah yang mengantar kami ke tempat tersebut. Yang dengan sangat menyesal mengatakan tidak dapat mengantar kami masuk karena ia sudah punya acara.

Beliau bahkan juga mengatakan sangat ingin  mengantar kami mengunjungi universitas dimana ia mengajar, sayang itupun beliau tidak bisa. Untuk itu beliau segera menelpon beberapa kenalannya menanyakan siapa tahu ada yang bisa mengantar kami masuk. Tetapi tampaknya keberuntungan kami tidak sebanyak itu, karena tak satupun kenalannya menyanggupi. Namun tetap saja kami merasa sangat terharu  dan tersanjung atas kebaikan dan perhatiannya yang begitu besar. Indahnya persaudaraan.

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain.” (HR. Muslim).

Akhirnya tibalah kami di masjid yang dimaksud. Setelah mengucapkan banyak terima-kasih kamipun turun dari kendaraannya yang sarat buku-buku tebal itu. Ditemani Muhammad kamipun menerobos malam menuju masjid.

Awalnya heran juga kami mengapa menuju masjid terbesar koq jalannya lumayan sulit. Ternyata ini jalan potong. Di depan sebuah café remang-remang ia mengatakan bahwa café itu tempat anak-anak muda Roterdam mangkal untuk menikmati hashis.

Iseng saya bertanya : “But not our Muslims guys, I hope”.

Ternyata jawabannya diluar dugaan saya. Banyak anak-anak muda Muslim yang suka datang dan mengkonsumsi barang haram tersebut.  Jadi shalat jalan minum dan ganjapun jalan. Astaghfirullah, alangkah menyedihkannya. Jangan-jangan ini pula yang menyebabkan orang Belanda tidak menaruh simpati kepada Islam … 😦

Ini yang terjadi terhadap masjid Essalam yang kini ada dihadapan kami. Lebih 7 tahun lamanya Muslim Roterdam harus menanti masjid ini terealisasi. Konstruksi masjid yang diharapkan mampu menampung 2600 jamaah ini telah dimulai sejak tahun 2000 hingga 2003. Namun pada tahun 2004 baru bisa mulai dibangun. Ironis, hingga kami berada disini, tahun 2012, masjid belum juga tuntas meski sudah bisa digunakan.

IMG_4278Kabarnya tinggi menara yang menjadi masalah bagi kelanjutan masjid ini. Masjid yang berdiri di sekitar pemukiman padat penduduk Muslim Maroko ini memang bertetangga dengan stadion bola terkenal di kota ini,  Fijenoord. Menara kembarnya yang menjulang tinggi diatas kubah bertinggi 25 m inilah yang membuat risau warga asli Roterdam karena dianggap menyaingi stadion.

Lokasi masjid ini benar-benar strategis. Selain berdiri di tepi jalan raya, sejumlah jalur bus, trem dan kereta api juga melewati masjid ini. Pusat perbelanjaan juga terletak dekat. Belum lagi parkiran dan tamannya yang luas, yang pastinya nikmat untuk menampung shalat Iedul Fitri dan Iedul Adha.

Barangkali ini yang  menyebabkan , Geert Wilders, tokoh politik Belanda yang sering menyerang Islam dengan karikatur Rasulullah itu makin bertambah berang. Dalam akun twitternya ia berkomnentar sinis : “That horrible thing does not belong here but in Saudi Arabia.”

“ Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai”.(QS.At-taubah(9):32).

Dan ini terbukti dengan tidak sedikitnya warga non Muslim yang menjadi tetangga masjid besar ini tidak menjadikannya masalah bahkan bangga akan keberadaannya.

 “It is beautiful and to me it does not matter whether it’s a mosque or a church.”

( Bersambung ke : https://vienmuhadi.com/2013/07/16/bertandang-ke-masjid-terbesar-belanda-di-roterdam-2-tamat/  )

Pagi ini kami sudah harus meninggalkan Kazan. Masih ada sedikit waktu untuk keliling kota.  Dengan bantuan recepsionis hotel kami mendapatkan sopir taxi yang mau memenuhi keinginan tersebut. Alhamdulillah …

Kazan adalah ibu kota propinsi Tatarstan, merupakan kota ketiga terbesar di Rusia setelah Moskow dan St Petersburg. Selain dikenal sebagai pusat industri, sains, politik dan komunikasi, Kazan juga dikenal sebagai kota pelajar. Disamping Universitas Islam Rusia ( UIR), yang kami kunjungi kemarin, Kazan yang merupakan kota terpadat penduduk ke 8 di Rusia, juga memiliki Kazan State University.

P1020291P1020278Ke tempat inilah taxi membawa kami berkeliling, disamping gedung-gedung lain, yang terlewati jalur ke bandara, tentunya. Waktu kami memang tidak banyak, jadi kami hanya melewatinya saja. Universitas ini dibangun pada tahun 1804 dan menjadikannya salah satu universitas tertua di negri ini. Bahkan menduduki urutan ke 2 setelah Moskow University.

Perpustakaan universitas ini menempati ranking penting berkat koleksi bukunya yang mengagumkan. Sejumlah manuscript berbahasa Arab karya cendekiawan Muslim seperti Ibnu Sinna yang hidup di abad 11 ( 980 – 1037 M) melengkapi perpustakaan ini. Saat ini Kazan  sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Summer Universiade 2013 yang akan berlangsung tanggal 6 – 17 Juli ini dan kejuaraan dunia sepak bola FIFA 2018.

Penduduk Kazan terbagi atas ras Rusia yang mayoritas Kristen Ortodoks dan suku Tatar yang Muslim. Di kota inilah sebagian besar Muslim Rusia berkumpul. Toleransi antar kedua agama besar ini telah ada sejak lama. Sejarah sejumlah kerajaan Islam yang pernah mendominasi daratan Rusia secara umum, tampaknya  yang menjadi latar belakang hal ini.

IMG_3722Kehidupan beragama khususnya Islam yang sempat lama menjadi agama resmi kerajaan Khanat Kazan memang hancur sejak serbuan raja Rusia Ivan IV di tahun 1552. Raja ini mempunyai julukan Ivan the terrible karena kekejamannya. Salah satu contoh kekejamaannya adalah perintah untuk mencongkel mata seorang arsiteknya. Alasannya sederhana saja, agar sang arsitek tidak bisa lagi membuat bangunan yang lebih indah dari katedral St Basil, geraja ikon Moskow yang dibangun sebagai lambang jatuhnya Khanat Kazan, dan selanjutnya dijadikan  simbol arsitektur tradisional Rusia !

Sejarah Islam makin terpuruk di era Uni Sovyet yang memberangus kehidupan beragama semua agama di negri komunis ini. Namun ternyata hal ini tidak berhasil menutup hasrat bangsa Tatar untuk kembali ke fitrah, yaitu Islam.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui “,(QS.Ar-Ruum(30):30).

P1020305Saat ini ratusan masjid besar dan kecil bisa dijumpai di kota ini. Alhamdulillah pagi itu kami sempat melihat masjid yang diberi nama Masjid Marjani, meski hanya dari luar. Masjid berarsitektur gabungan khas Tatar dan baroque provinsial ini terletak di tepi danau dan menempati areal yang lumayan luas. Masjid terlihat bersih dan terawat baik.  Masjid ini dibangun pada tahun 1766-1770, merupakan masjid yang pertama kali dibangun kerajaan Rusia sejak jatuhnya Kazan. Hebatnya, masjid ini dibangun justru di saat Kazan dalam keadaan rusak parah. Sebaliknya ia adalah satu-satunya masjid di Kazan yang lolos dari penutupan pemerintahan Sovyet.

P1020314P1020238P1020209Berbeda dengan ketika kemarin kami berjalan kaki untuk ‘hunting’masjid, dengan taxi menara sejumlah masjid terlihat lebih jelas dan mudah. Sultan Mosque dan Nurullah Mosque adalah diantaranya. Sementara menara Syuyumbike yang menjadi bagian dari salah satu masjid yang kini hanya tinggal menaranya saja, miring pula, ternyata menyimpan kisah sendiri. Menara ini terletak di dalam Kremlin, tidak jauh dari masjid biru Kul Syarif yang fenomenal itu.

Konon, adalah Syuyumbike, putri seorang bangsawan, yang juga  permaisuri raja Khanat Kazan. Putri yang dikenal sangat jelita ini sempat menikah 3 kali dengan raja-raja pengganti suaminya, setiap kali mereka meninggal dunia. Hingga saat raja terakhir terbunuh paska penyerangan raja Ivan, ratu ini terpaksa ikut merasakan penderitaan yang mendalam. Ada 2 versi kisah akhir yang mengenaskan dari ratu ini. Yang pertama, ia diasingkan ke penjara Moskow bersama putranya yang masih belia, hingga wafatnya 3 tahun kemudian di usianya yang ke 38 tahun.

Yang kedua, tergiur oleh kecantikannya, Ivan sang penakluk yang kejam itu melamarnya. Syuyumbike menerima lamaran tersebut namun dengan syarat, yaitu membangun menara masjid berlantai 7 dalam waktu 7 hari. Ironisnya, begitu menara selesai tepat pada waktunya, dengan alasan ingin melihat kota untuk terakhir kalinya dari atas menara, sang putri calon mempelai malah melompat menjatuhkan diri hingga tewas.

( Click :  http://web67.derternet.com/Kazan2006/photos/photo02160.htm ).

P1020350Setelah puas berkeliling kamipun meninggalkan kota dan menuju bandara. Gerbang kota dengan initial M raksasa, mengartikan Miliainaire untuk 1000 tahun ulang tahun Kazan, menutup kunjungan singkat kami di kota Muslim tercantik dan terbesar di Eropa ini.

Dan kurang lebih satu jam kemudian kamipun telah berada di ibu kota Rusia, Moskow. Bertolak belakang dengan sopir taxi Kazan, sopir taxi di kota metropolitan ini terlihat grasak-grusuk, serobot sana serobot sini, masuk verboden, hingga akhirnya tiba di hotel, dengan memarkir taxinya di atas trotoar jalanan yang padat pejalan kaki ..

Setelah cek in hotel, kami langsung keluar lagi. Udara cerah meski dingin mendukung kami. Stasiun metro berada tepat di depan hotel, Alhamdulillah. Tujuan kami adalah Moskow Cathedral Mosque. Saya mendengar masjid ini berkat youtube yang menayangkan shalat Ied dan shalat Iedul adha Muslim Rusia yang selalu membludak sampai ke jalanan, mengular hingga berkilo-kilo meter, Subhanallah. Saya yakin bahwa orang yang membuat video tersebut, yang tampak jelas merekam dengan niat busuk dan penuh kebencian, tidak sadar bahwa perbuatannya tersebut justru bisa menjadi dakwah tersendiri.

( Click :  https://www.youtube.com/watch?v=4BYExXqM7k4 )

Sayangnya, September lalu dikabarkan bahwa masjid ini telah dibongkar hingga menuai protes banyak orang, padahal bangunan ini terdaftar sebagai warisan budaya. Masjid ini  dibangun pada 1904 atas permintaan orang-orang Tatar yang sejak ratusan tahun telah menjadi penghuni Moskow. Masjid berwarna biru hijau pastel yang mampu menampung 2000 jamaah ini adalah satu-satunya masjid di Moskow yang selama era Sovyet lolos dari penutupan pemerintahan komunis.

Mustinya tidak sulit menemukan masjid ini karena orang sering menyebutnya dengan nama masjid Prospekt Myra, sesuai nama stasiun metro dimana masjid berlokasi. Namun yang diluar dugaan kami ternyata exit metro bukan cuma satu. Dan sayangnya kami  ke luar di exit yang tidak benar, tanpa sadar bahwa kami salah. Akibatnya kami harus berputar-putar sebelum akhirnya sampai di tujuan, dan mendapati bahwa ternyata masjid bukan dibongkar melainkan diperbesar. Subhanallah …

IMG_3993IMG_3988Senangnya hati ini bisa menjadi saksi perluasan ini. Senangnya lagi kami masih melihat masjid lama dalam bentuk dan warna aslinya. Masjid baru berlantai 6 dengan rencana kapasitas 10 ribu jamaah ini dibangun tepat di samping masjid lama, ntah berapa kali lipat lebih besar. Yang pasti, masjid lama benar-benar  terlihat imuut ..  Dari menara masjid yang terletak tidak jauh dari stadion tertutup Olympic di pusat kota ini nantinya Kremlin Moskow dapat terlihat jelas.

Dari beberapa sumber, saya mendapat kesimpulan bahwa keberatan dan protes atas ‘diambrukannya’masjid ini terbagi menjadi 2 golongan. Golongan pertama adalah kaum Muslimin yang mengira bahwa masjid benar-benar diruntuhkan. Alasan yang sampai kepada golongan ini adalah kondisi masjid yang sudah tidak aman, ditambah mihrab yang kabarnya tidak menghadap sepenuhnya ke arah kiblat di Mekah (?).

Golongan kedua adalah mereka yang tahu pasti bahwa masjid bukan diambrukkan melainkan diperluas. Ini yang membuat mereka kesal dan merasa pemerintah terlalu memanjakan kaum Muslimin. Seorang politikus kenamaan Rusia beragumen bahwa mayoritas Muslim yang ada di Moskow bukan penduduk tetap. Namun pernyataan ini ditangkis politikus lain bahwa ia terlalu berlebihan dan cenderung rasis karena sebagian besar jamaah gereja juga bukan penduduk tetap Moskow.

Sementara mufti masjid besar Moskow menyatakan bahwa Muslim Moskow yang jumlahnya sekitar 2 juta itu sangat memerlukan rumah ibadah tambahan. Saat ini Moskow hanya memiliki 4 masjid. Menurutnya, paling tidak diperlukan 1 masjid untuk setiap distrik yang jumlahnya 12 itu. Sebagai catatan, kaum Muslimin di Rusia meliputi 20% dari 270 juta penduduk seluruh negara. Mereka terdiri lebih dari 35 suku yang memakai sekitar 100 bahasa yang berlainan. Rusia memang dikenal sebagai Negara mutietnis.

Kami tiba di lokasi sekitar pukul setengah 11. Masjid lama ditutup dan pagarnya digembok. Sebagai gantinya, sebuah tenda raksasa semi permanen dibangun di sisi kiri masjid. Untuk memasuki areal ini kami harus berputar. Kami menyempatkan diri masuk dan shalat tahiyatul masjid. Beberapa jamaah perempuan terlihat sedang berkumpul di sisi luar tenda. Sebelum keluar saya sempatkan meninggalkan Al-Quran dengan terjemah bahasa Perancis di loker yang tersedia di tenda tersebut. Bismillah, semoga jadi amal jariyah, aamiin ..

IMG_4000IMG_3999Setelah itu kami menuju ke semacam gerobak makanan yang ada di depan tenda. Huruf hijaiyah besar “HALAL” tertera di kacanya. Seorang perempuan Tatar terlihat sedang melayani beberapa tamu. Sejumlah makanan tradisional dipamerkan di etalase gerobak tersebut. Ditambah lagi dengan ‘nasi campur khas Rusia’nya, membuat kami tak tahan untuk tidak mencobanya. Dan memang yummy, lezat sekali … Akhirnya secangkir teh panas di hari yang memang sangat dingin itu menutup kenangan religius kami berada di Moskow Catedral Mosque, Moskow, Rusia.

( berikut foto2 kegiatan di sekitar masjid : http://www.demotix.com/news/1484381/four-mosques-2-million-muslims#media-1484374 ).

Aji Surya, seorang diplomat yang sedang bertugas di ibukota Rusia, dalam bukunya “Geliat Islam di Rusia” menuturkan pasca datangnya Perestroika dan Glasnost, ada hampir 7.000 masjid di Rusia dan tidak sedikit Muslim Rusia menjadi pejabat penting di negri ini, diantaranya yaitu sebagai wali kota dan gubernur.

Untuk itu ia memprediksi bahwa tidak sampai satu generasi ke depan, atau kira-kira 50 tahun lagi, Islam bisa menjadi agama mayoritas di Rusia. Tingginya tingkat kematian dan rendahnya kelahiran pada kelompok tertentu di Rusia dapat mendororong perubahan demografi.

“Jumlah umat Kristen Ortodok menurun di Rusia, sedangkan umat Islam di sana rata-rata mempunyai tiga hingga lima anak. Jika tren ini konstan, jumlah Muslim Rusia bisa meningkat 50 persen dari jumlah penduduk di sana”, begitu ia berujar.

Bukan hal yang berlebihan, saya rasa. Mungkin rekaman video youtube berikut bisa menjadi salah satu buktinya :  http://www.youtube.com/watch?v=TOSFT3FxqgM

P1020387P1020385Sore itu kami menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di pusat kota. Sepanjang perjalanan kami banyak dikejutkan banyaknya ‘masjid’ dengan tanda salib di puncak kubahnya yang warna-warni. Ya, itu memang bukan masjid melainkan gereja dan katedral yang dari kejauhan  amat mirip dengan masjid sekiranya tidak ada tanda salibnya. Gereja dan juga museum di Moskow adalah obyek wisata andalan kota ini.

IMG_4066IMG_4079Malamnya kami mencoba masakan halal dari Uzbekistan. Uzbekistan adalah bekas wilayah Uni Sovyet yang penduduknya mayoritas Muslim. Itu sebabnya banyak Muslim Uzbek yang membuka resto di kota ini.

P1020379P1020365IMG_4092Esoknya giliran stasiun metro yang indah bagaikan museum dan merupakan bagian dari daya tarik kota menjadi tujuan wisata kami. P1020393Yang paling unik adalah stasiun Ploshcad Revolyutsii dimana berdiri beberapa patung serdadu dengan anjingnya. Kabarnya, banyak pelajar yang beranggapan bahwa dengan mengelus moncong anjing tersebut mereka akan sukses melalui ujian sekolah. Dan dari pengamatan kami, ternyata bukan hanya pelajar yang berusaha melakukan hal itu, namun juga anak-anak kecil, orang dewasa laki dan perempuan bahkan nenek-nenek sekalipun, hingga moncong anjing tersebut berubah warna  … 🙂 …

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.(QS. Al-Maidah(5):90).

Semoga saja tidak satupun Muslim melakukan kesyirikan tersebut. Karena menggantungkan keberuntungan ( lulus ujian, misalnya) dengan mengelus patung sama dan mengundi nasib dengan anak panah, pada dasarnya adalah sama saja.

Tepat lima  hari sudah kami berada di negri tirai bambu ini, persis dengan jumlah hari yang kami peroleh di visa kami. Kami harus terbang meninggalkan Rusia bagaimanapun caranya, meski dengan terpaksa bermalam di bandara Lituania, tetangga terdekat Rusia. Mengapa bisa demikian?

mushola bandara Moscow

mushola bandara Moskow

Sore menjelang magrib hari itu kami terjebak kemacetan luar biasa di jalanan Moskow, persis seperti kedatangan kami 5 hari lalu. Akibatnya beginilah, kami ketinggalan pesawat … Namun demikian kami tetap sempat melihat bahwa di bandara Moskow ada musholanya lho, Alhamdulillah …

Jakarta, 28 Juni 2013.

Vien AM.

Sumber :

http://www.sptimes.ru/index.php?action_id=2&story_id=36352 )

http://putrahermanto.wordpress.com/2009/10/12/sejarah-islam-di-rusia/