Feeds:
Posts
Comments

AISHA Bhutta, seorang muslimah yang juga dikenal dengan nama aslinya, Debbie Rogers, punya cerita menakjubkan tentang bagaimana dirinya memeluk Islam dan mengantarkan hidayah kepada 30 orang keluarga dan kerabatnya.

Keluarga Rogers adalah orang-orang Kristen yang taat. Mereka secara rutin menghadiri pertemuan Salvation Army. Ketika semua remaja di Inggris mencium poster George Michael (artis), Debbie Rogers lebih suka memasang foto-foto Yesus di dindingnya. Namun dia menemukan bahwa kekristenan tidak cukup; ada terlalu banyak pertanyaan yang tidak terjawab dan dia merasa tidak puas dengan kurangnya struktur disiplin untuk keyakinannya.

Pasti ada lebih banyak yang harus kupatuhi daripada sekadar berdoa ketika aku menginginkannya,” kata dia.

Debbie Rogers masih seorang gadis Kristen taat berusia belia saat mengenal Muhammad, pria yang kini menjadi suaminya. Aisha pertama kali bertemu calon suaminya, Mohammad Bhutta, ketika dia berusia 10 tahun. Muhammad merupakan pelanggan toko yang dikelola oleh keluarga Rogers. Aisha melihatnya sholat di ruang belakang.

Ada kepuasan dan kedamaian dalam apa yang dia lakukan. Dia mengatakan dia adalah seorang Muslim. Saya berkata: Apa itu seorang Muslim?” tutur Aisha.

Kemudian dengan bantuan Muhammad, dia mulai mencari lebih dalam tentang Islam. Pada usia 17, dia telah membaca seluruh isi Alquran dalam bahasa Arab. “Semua yang saya baca,” katanya, “masuk akal.

Debbie Rogers yang kemudian bernama Aisha, membuat keputusan untuk masuk Islam pada saat dirinya masih berusia 16. “Ketika aku mengucapkan kata-kata itu, rasanya seperti beban besar yang kubawa di pundakku terlempar. Aku merasa seperti bayi yang baru lahir,” ungkap Aisha.

Meskipun dia telah jadi mualaf, orang tua Muhamad ternyata menentang pernikahan mereka. Mereka melihatnya sebagai wanita Barat yang akan menyesatkan putra tertua mereka dan memberi nama keluarga yang buruk.

Meski demikian, pasangan itu menikah di masjid setempat. Aisha mengenakan gaun yang dijahit tangan oleh ibu dan saudara perempuan Muhamad yang menyelinap ke upacara melawan keinginan ayahnya yang menolak untuk hadir. Nenek tuanya yang membuka jalan untuk ikatan di antara para wanita. Dia tiba dari Pakistan di mana pernikahan campuran ras bahkan lebih tabu. Neneknya bersikeras ingin bertemu Aisha. Dia sangat terkesan oleh fakta bahwa calon cucu menantunya itu mempelajari Alquran dan kultur keluarga Muhammad. Neneknya lah yang meyakinkan keluarga untuk menerima Aisha.

Sementara orang tua Aisha, Michael dan Marjory Rogers, meskipun menghadiri pernikahan, lebih peduli dengan pakaian yang sekarang dipakai oleh putri mereka (shalwaar kameez tradisional) dan apa yang akan dipikirkan tetangga. Enam tahun kemudian, Aisha memulai sebuah misi untuk mengantarkan hidayah kepada mereka dan anggota keluarganya lainnya.

Suami saya dan saya berdakwah pada ibu dan ayah saya, memberi tahu mereka tentang Islam dan mereka melihat perubahan dalam diri saya,” ungkap Aisha.

Ibunya segera mengikuti jejaknya. Marjory Rogers mengubah namanya menjadi Sumayyah dan menjadi seorang Muslim yang taat. “Dia mengenakan jilbab dan melakukan shalat tepat waktu dan tidak ada yang berarti baginya kecuali hubungannya dengan Tuhan,” kata Aisha.

Ayah Aisha lebih sulit didakwahi, jadi dia meminta bantuan ibunya yang baru masuk Islam (yang sejak itu meninggal karena kanker). “Ibu saya, saya biasa berbicara dengan ayah saya tentang Islam dan suatu hari kami duduk di sofa di dapur dan dia berkata, “Apa kata yang kamu ucapkan ketika kamu menjadi seorang Muslim?” Aku dan ibuku terkejut dibuatnya. Tiga tahun kemudian, saudara laki-laki Aisha masuk Islam melalui telepon, – terima kasih kepada BT,” cerita Aisha.

Kemudian istri dan anak-anak dari saudara lelaki Aisha itu turut masuk Islam, diikuti oleh putra saudara perempuannya. Itu tidak berhenti di situ. Setelah keluarganya menjadi mualaf, Aisha mengalihkan perhatiannya ke lingkungan kediamanannya di Cowcaddens, yang penuh dengan deretan flat rumah petak abu-abu. Setiap hari Senin selama 13 tahun terakhir sejak dirinya masuk Islam, Aisha telah membuka masjlis di sana. Islam untuk wanita Skotlandia. Sejauh ini dia telah membantu untuk mengkonversi lebih dari 30 orang.

Para wanita datang dari berbagai latar belakang yang membingungkan. Trudy, seorang dosen di Universitas Glasgow dan mantan Katolik, menghadiri kelas-kelas Aisha murni karena dia ditugaskan untuk melakukan penelitian. Tetapi setelah enam bulan belajar, dia pindah agama. Kekristenan penuh dengan “inkonsistensi logis”. “Saya tahu dia mulai terpengaruh oleh pembicaraan”, kata Aisha. Bagaimana dia bisa tahu? “Aku tidak tahu, itu hanya perasaan.”

Kelas-kelas itu termasuk gadis-gadis Muslim yang tergoda oleh cita-cita Barat dan kebutuhan akan keselamatan, mempraktikkan wanita Muslim yang menginginkan forum terbuka untuk diskusi menolak mereka di masjid yang didominasi pria setempat, dan mereka yang hanya tertarik pada Islam.

Aisha menyambut pertanyaan. “Kita tidak bisa berharap orang membabi buta percaya,” kata dia.

Suaminya, Mohammad Bhutta, tampaknya tidak begitu terdorong untuk mengubah pemuda Skotlandia menjadi saudara Muslim. Dia sesekali membantu di restoran keluarga, tetapi tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memastikan kelima anaknya tumbuh sebagai Muslim.

Yang tertua, Safia, “hampir 14, Al-Humdlillaah (Alhamdulillah!)”, Tidak membenci majlis. Suatu hari dia bertemu seorang wanita di jalan dan membawa belanjaannya, wanita itu menghadiri kelas-kelas Aisha dan sekarang seorang Muslim.

Jujur saya bisa mengatakan saya tidak pernah menyesalinya,” kata Aisha tentang perjalanannya ke Islam.

Setiap pernikahan mengalami pasang surut dan kadang-kadang Anda membutuhkan sesuatu untuk menarik Anda keluar dari kesulitan apa pun. Tetapi Nabi SAW bersabda, mengatakan: ‘Setiap kesulitan memiliki kemudahan.’ Jadi, ketika Anda melewati tahap yang sulit, Anda sebetulnya sedang bekerja untuk kemudahan yang akan datang.”

Mohammed lebih romantis: “Saya merasa kita sudah saling kenal selama berabad-abad dan tidak boleh berpisah satu sama lain. Menurut Islam, Anda bukan hanya mitra seumur hidup, Anda bisa menjadi mitra di surga juga, selamanya. Ini hal indah,” kenang Aisha. []

Wallahu a’lam bish shawwab.

Jakarta, 6 Maret 2024.

Vien AM.

Dicopy dari : https://www.islampos.com/kisah-aisha-bhutta-seorang-mualaf-yang-mengislamkan-30-orang-188533/

“Masa kenabian (Nubuwwah) itu ada di tengah-tengah kalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya masa kerajaan yang menggigit (Mulkan ’Adhan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Setelah itu, masa kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyyan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam,” (H.R Ahmad).

Hadist di atas menunjukkan bahwa dalam pandangan Islam kepemimpinan di dunia ada 5 fase, yaitu

1. Masa kenabian (Nubuwwah).

Ini adalah masa kehidupan Rasulullah selama 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah. Ini adalah masa terbaik dalam Islam.

2. Masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala  minhaj an-nubuwwah).

Masa ini adalah masa Khulafaul Rasyidin dimana 4 khalifah memimpin secara berurutan yaitu  Abu Bakar Asy Siddiq ra ( 2 tahun), Umar bin Khatab ra ( 10 tahun), Utsman bin Affan ra ( 12 tahun) dan Ali bin Abu Thalib ra ( 6 tahun). Masa ini adalah masa terbaik setelah masa kenabian.

3. Masa kerajaan yang menggigit.

Yang dimaksud menggigit adalah memegang teguh syariat Islam dengan cukup kuat. Ini adalah masa Islam dengan sistim kerajaan/dinasti yang dimulai dari dinasti Muawwiyah, Abbasiyah hingga jatuhnya Turki Ustmaniyah pada tahun 1924. Ini adalah masa terpanjang kejayaan Islam di dunia. Pada masa ini hampir 2/3 dunia didominasi kekuasaan Islam.    

4.  Masa Mulkan Jabariyyan ( kediktatoran).

Masa ini umat Islam terbagi menjadi negara-negara kecil yang tercerai-berai dan tidak bersatu.  Mulkan Jabariyyan juga diartikan dengan masa kerajaan yang sombong. Ini disebabkan sebagian besar negara/kerajaan tidak menjalankan pemerintahan secara syariat Islam. Masa ini adalah masa terburuk dalam sejarah Islam.

5. Masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah).

Masa ini adalah masa akhir sebelum datangnya hari Akhir. Dimulai setelah berakhirnya masa Kediktatoran. Rasulullah bersabda “Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435).

Rasulullah bersabda “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898).

Jumhur ulama sepakat bahwa saat ini kita berada pada periode ke 4 yaitu Mulkan Jabariyyan. Masa dimana umat Islam hidup tidak bersatu, masa dimana wilayah dan negara menjadi batas dan kewenangan masing-masing kepala negara/kerajaan yang kurang bahkan tidak menjadikan syariat Islam sebagai pegangan. Masa dimana banyak terjadi perselisihan, peperangan, kedzaliman  dan juga gempa bumi. Saat ini kita menjadi saksi bagaimana perzinahan, prilaku menyimpang homoseksual, riba, korupsi dll meraja-lela dimana-mana.

Masa ini diawali dengan jatuhnya kesultanan Turki Usmaniyah/Ottoman pada tahun 1924. Kekhalifahan atau kesultanan ( kerajaan Islam) yang berkuasa selama 625 tahun ini pada puncak kejayaannya meliputi wilayah yang sangat luas, mulai dari pantai utara Afrika  (Aljazair, Tunisia, Libia dan Mesir), sebagian jazirah Arab ( Suriah, Yordania, Palestina, Lebanon), Irak, Iran, sebagian Eropa ( Austria, Bulgaria, Hungaria, Rumania, Yunani, Siprus), negara-negara Balkan bekas Yugoslavia ( Kroasia, Kosovo, Serbia, Makedonia dll) serta negara-negara bekas jajahan Rusia ( Tajikistan, Uzbekistan dll) dengan Istanbul ( dulu Konstatinopel) di Turki sebagai ibu kotanya.

Kesultanan yang sudah sangat renta dan mulai mengalami kemunduran di berbagai bidang termasuk terlepasnya sejumlah besar wilayah kekuasaannya, makin terpuruk dengan kekalahan  Perang Dunia I melawan pasukan sekutu dibawah kepemimpinan Inggris ( 1914-918). Ottoman ketika itu berada di pihak Jerman.    

Ottoman yang sudah kehilangan sebagian besar wilayahnya benar-benar ambruk pada tahun 1924 dengan dideklarasikannya republik Turki yang sekuler oleh Mustafa Kemal Ataturk. Menurut sebagian pendapat ia adalah seorang boneka Inggris berdarah Yahudi yang sengaja dimunculkan untuk menyerang Turki dari dalam. Bahkan Palestina yang tadinya bagian dari Ottoman juga adalah Inggris yang menjadi biang kerok berdatangannya orang-orang Yahudi yang kemudian merebut tanah Palestina dan mendeklarasikan negara Israel pada tahun 1948.  Itulah deklarasi Balfour yang sarat masalah yang menjadi awal penderitaan rakyat Palestina.

Kemudian dengan didirikannya PBB paska PD II pada tahun 1945, dengan dalih bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa maka habis sudahlah masa kejayaan kekhalifahan Islamiyah.  

Ironisnya PBB yang didirikan dengan tujuan agar tidak terjadi perang dan perebutan wilayah nyatanya perang dan pertumpahan darah tetap terjadi hingga detik ini. Perang Israel – Hamas yang telah menelah korban lebih dari 27 ribu jiwa sebagian besar anak-anak, orang-tua dan perempuan, adalah contoh sangat nyata.  Dan ini bukan kali pertama penjajah Israel melakukan aksi kekerasan terhadap rakyat Palestina. Serangan 7 Oktober 2023 yang dilakukan HAMAS adalah sebuah tindakan yang mewakili rakyat Palestina demi mendapatkan kemerdekaannya yang tidak kunjung terealisasi.

Pertempuran antara kaum beriman dengan kaum kafirun memang sudah  tercatat di Lauh Mahfuzh bahwa tidak akan berhenti hingga akhir zaman nanti. Meski ada sebagian orang kafir yang membela Palestina demi alasan kemanusiaan. Itulah mereka yang masih mempunyai hati nurani. Semoga suatu hari Allah swt memberi mereka hidayah. Atau Muslim yang tidak berani membela Palestina terang-terangan sebagai akibat dari Islamophobia yang disebarkan musuh-musuh Islam.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. ( Terjemah QS. Al-Hujurat(49):13).     

Namun yang sangat menyakitkan adalah sikap negara-negara mayoritas Muslim yang terlihat tidak mampu berbuat banyak.  Padahal Barat yang notabene kafir jelas-jelas memperlihatkan keberpihakan mereka dan mati-matian membela perbuatan kejam Israel yang mengarah pada pembersihan etnis (genosida). Ketertinggalan umat Islam di segala bidang seperti teknologi, ekonomi dll membuat umat tersandera, tak berdaya dan sangat tergantung kepada Barat. Sungguh memprihatinkan …   

Bersyukur dalam hadist lain dikatakan bahwa masa Mulkan Jabariyyan tidaklah panjang dibanding masa-masa sebelumnya. Saat ini masa terburuk dalam sejarah Islam tersebut telah memasuki tahun ke 100. Banyak ulama berpendapat bahwa masa ini akan segera berlalu. Dan akan datang masa kembalinya kejayaan Islam seperti di masa lalu.

Beberapa hari lagi rakyat Indonesia akan menyelenggarakan Pilpres. Adakah kita akan mengawali masa kejayaan tersebut?? Namun jangan lupa kemenangan perlu perjuangan yang tidak mudah. Dibutuhkan suatu lingkungan dan masyarakat yang benar-benar memahami Islam secara kaffah/keseluruhan. Dan dari  masyarakat yang seperti inlah akan timbul kesadaran pentingnya memilih pemimpin yang memenuhi kriteria syariat Islam. Yaitu selain beriman dan takwa juga memiliki sifat  jujur (shiddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh) serta pandai/mempunyai kemampuan (fathanah).

Perumpamaan kaum mukminin dalam saling mencintai, saling mengasihi dan saling menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR Muslim).

Ditambah lagi dengan menghormati ulama dan mau mendengarkan mereka, peduli terhadap rakyat kecil serta benar-benar memahami masalah saudara-saudari sesama Muslim yang terdzalimi seperti yang terjadi di Palestina. Bukan yang asal bicara mengatakan bahwa Palestina terus digempur Israel karena tidak memiliki pertahanan yang baik. Merdeka saja belum bagaimana mungkin mempunyai pertahanan? Bukan pula yang suka mengancam, menakuti rakyat atau menyogok dengan sejumlah uang apalagi uang haram pula.       

Yaa Allah berilah rakyat Indonesia kemampuan untuk memilih pemimpin yang baik sesuai syariat, jadikan pilpres ini berjalan dengan aman, lancar tanpa kecurangan, dan jadikan kami sebagai saksi datangnya awal masa kembalinya kejayaan Islam yang rahmatan lil alamin, rahmat bagi semua isi semesta alam , manusia apapun bangsa, bahasa, suku, agama dan kulit warnanya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

Wallahu a’lam bish shawwab.

Jakarta, 10 Februari 2024.

Vien AM.

Lebih dari 100 hari sudah Zionis Israel melakukan aksi pembantaian terhadap penduduk Jalur Gaza. Kementrian kesehatan Palestina mencatat korban syahid telah mencapai 26.083  orang, terluka 64.487 orang. “Jumlah korban akibat agresi Israel naik menjadi 26.083 syahid dan 64.487 terluka. Pendudukan (Israel) melakukan 19 pembantaian yang menyebabkan 183 syahid dan melukai 377 dalam 24 jam terakhir,” demikian laporan langsung Aljazeera, Jumat (26/1).

Perbuatan biadab yang dilakukan Israel dengan alasan membela diri atas serangan 7 Oktober 2023 yang dilakukan Hamas adalah perbuatan yang sudah sangat keterlaluan.  Observatorium Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania, mengutip surat kabar Israel ‘Kol Ha’ir’, mengatakan, bom yang dijatuhkan tentara Israel di Jalur Gaza dalam empat bulan melebihi yang digunakan Rusia dalam melawan Ukraina selama dua tahun. Bom Israel juga melebihi yang digunakan Adolf Hotler dalam Perang Dunia II.

“Jumlah bom yang digunakan oleh tentara Israel di Gaza melebihi yang digunakan oleh Adolf Hitler selama Perang Dunia II,” demikian Observatorium Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania, dikutip Aljazeera, Senin (29/1).

Pengeboman Israel di Gaza Lebih Kejam daripada Hitler

Ini adalah genosida yang dilakukan secara terencana agar tanah Gaza, bagian dari tanah Palestina  yang tinggal secuil itu bisa dikuasai Israel yang telah merebut 78 % tanah Palestina itu bisa 100 % mereka rebut !!

Nafsu serakah dan kejam tersebut bahkan mengalahkan rasa kepedulian Netanyahu, presidan Israel terhadap ratusan warga Israel yang disandera Hamas. Seperti diketahui pada tanggal 7 Oktober organisasi terbesar Palestina itu selain menyerang Israel juga menyandera  sejumlah warga Israel. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah Israel mau menukar para sandera dengan ribuan orang Palestina yang selama belasan tahun berada di penjara Israel tanpa tuduhan jelas.

Tapi rupanya Netanyahu tak mau peduli. Dengan keras kepala ia terus memerintahkan pasukannya untuk terus memborbardir seluruh wilayah Gaza. Bahkan rumah penduduk, tempat pengungsian, sekolah hingga rumah sakit dan rumah ibadah tidak luput dari serangan brutal. Akibatnya tidak hanya rakyat Palestina tapi para sandera Israelpun terkena dampaknya. Itu sebabnya ia banyak diprotes warganya terutama yang keluarganya disandera.  

Gaza memang hancur lebur. 25 ribu warga Palestina syahid sebagian besar anak-anak, orang tua dan perempuan, ratusan ribu luka-luka, ribuan bangunan hancur termasuk infrastuktur hingga sumber air dan listrik terganggu. Warga Gaza terpaksa mengkonsumsi air tak layak minum hingga kesehatan mereka sangat terganggu padahal rumah sakit sebagian telah rata dengan tanah. Mereka juga menderita kelaparan karena pasokan makanan sangat terbatas padahal saat ini mereka sedang berada dalam musim dingin.

Tapi apakah Gaza kalah dan menyerah menghadapi ini semua??? Berhasilkah penjajah teroris itu menghentikan perlawanan Hamas? Berhasilkah mereka menemukan para sandera? Berhasilkah mereka menemukan,  merebut dan menghancurkan terowongan2 bawah tanah  Hamas? Berhasilkah mereka merebut tanah dan rumah-rumah penduduk tanpa perlawanan sengit???

Gaza yang luasnya hanya setengah Jakarta, yakni 663m2 dengan penduduk 2,2 juta selama hampir 4 bulan lebih tanpa henti harus menghadapi serangan bom massif tentara Israel. Para pejuang Palestina dengan senjata yang jauh tertinggal dari senjata-senjata mutakhir Israel terus mengadakan perlawanan. Berkali-kali sirene di TelAviv ibukota Israel meraung-raung menandakan kota tersebut dalam bahaya serangan dan membuat warganya ketakutan.   

Dalam berbagai laporan para pakar perang menyatakan sejatinya Israel telah kalah meski Netanyahu tidak mau mengakuinya. Ia hanya mengakui bahwa telah membayar mahal dengan terlukanya ribuan tentara termasuk perwiranya, serta rusak/hancurnya sejumlah tank dan peralatan perang canggih. Namun ia tidak dapat menyembunyikan fakta memalukan bahwa 1/5 tentara Israel tewas akibat tembakan teman sendiri!

Jumlah tentara yang tewas akibat tembakan teman dalam pertempuran di Gaza mewakili seperlima dari jumlah tentara yang tewas dalam operasi darat,” demikian laporan radio militer Israel, dikutip Aljazeera, Jumat (26/1).

Kejadian tragis tersebut selain penembakan terhadap sesama tentara yang tidak disengaja, tentara yang tidak sengaja menabrak tank Israel, tembok yang menimpa tentara, atau kesalahan penggunaan bahan peledak selama persiapan penghancuran.

Al Jazeera melaporkan penyebab tentara menembak rekan sendiri diantaranya karena ketakutan dan kebingungan, kelelahan, medan yang sulit dll. Bayangan pejuang Palestina yang tiba-tiba muncul dan hilang ke dalam tanah tampaknya benar-benar membuat mereka ketakutan.

Sebaliknya juru bicara pejuang Palestina menegaskan dalam sepekan terakhir saja Al-Qassam bisa menghancurkan 68 kendaraan militer dan menewaskan 53 tentara Israel dari jarak nol, Merek juga berhasil menembak jatuh dua pesawat pengintai jenis Sky Lark dan merebut 8 drone.

Abu Ubaidah: 68 Kendaraan Tempur Hancur dan 53 Tentara Israel Tewas

Keberhasilan pejuang Palestina yang didokumentasikan dengan baik itu tidak hanya sekali itu saja. Hampir setiap pekan  tercatat puluhan tentara Israel cedera dan tewas.  Pekan sebelum ini contohnya mereka telah menewaskan 22 tentara Israel dan 42 kedaraan tempur. Juga dari titik nol !

Pejuang Palestina Hamas juga berhasil mematahkan kemauan Netanyahu yang ingin membuat kesepakatan pertukaran tawanan dengan syarat gencatan senjata sementara. Dengan tegas Hamas menyatakan bahwa pertukaran hanya bisa dilakukan dengan syarat gencatan senjata permanen diikuti kemerdekaan Palestina. Karena memang itulah yang diidamkan seluruh rakyat Palestina sejak lama.    

Kemenangan Hamas dan Palestina juga terlihat dari sudut dakwah Islamiyah. Sudah bukan rahasia lagi betapa dasyatnya ketegaran rakyat Palestina dalam menghadapi kebiadaban Zionis Israel. Dan hal ini telah membuat banyak mata terbelalak dan hati terhenyak. Itulah kekuatan iman, salah satunya yaitu meyakini adanya kehidupan akhirat dan dunia hanya permainan sebagaimana ayat 36 surat Muhammad berikut. Hingga orangpun berbondong-bondong membeli Al-Quran, mempelajarinya dan akhirnya bersyahadat … Allahu Akbar … Mereka ini juga dapat melihat dengan jelas betapa jauh perbedaan prilaku Hamas terhadap sandera Israel dengan prilaku Israel yang sangat kejam terhadap tawanan Palestina.

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu”.

Untuk itulah Allah swt memberikan pertolongannya diantaranya yaitu dengan adanya kelahiran 20 ribu bayi sejak peristiwa 7 Oktober lalu. Kelahiran kembar 5 hingga 10 bagi rakyat Palestna bukanlah hal yang langka. Muslim Palestina sangat menyadari bahwa  hubungan intim  suami istri bukan sekedar pemuas nafsu belaka tapi terlebih lagi adalah ibadah demi  memperkembangkan anak manusia di muka bumi ini agar dapat menjalankan fungi sebagai khalifah/pemimpin. Mereka inilah yang diberi kehormatan untuk menjaga Masjidil Aqsho dan tanah di sekitarnya hingga perang akhir zaman nanti.    

Namun yang sungguh mengerikan dan mengecewakan,  aksi kejahatan Israel tersebut dibiarkan bahkan didukung negara-negara Barat yang selama ini mengaku menjalankan HAM. Tanpa rasa malu, negara-negara tersebut secara terang-terangan menjalankan standard ganda.

Contohnya, pada 9 Desember 2022 PBB mengusir dubes Israel dari sidang PBB karena Zionis menghancurkan 7 gereja. Padahal selain telah melakukan genosida Zionis Israel telah menghancurkan 22 rumah sakit dan sekitar 1000 masjid !!! Namun sekaligus menjadi bukti bahwa Israel tidak hanya memusuhi Islam namun juga Kristen. Mereka bahkan terang-terangan mengatakan bahwa umat Islam dan umat Kristen sama saja, mereka adalah binatang yang bisa diperlakukan sesuka mereka!!

Berikutnya pada 29 Januari 2024 AS dan 10 negara lainnya menghentikan bantuan mereka selama ini kepada lembaga bantuan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) hanya karena tuduhan Israel bahwa 12 staff lembaga tersebut terlibat serangan 7 Oktober.

https://news.detik.com/internasional/d-7166637/11-negara-kompak-setop-bantuan-unrwa-kini-kesulitan-pendanaan

Ironisnya lagi, meski Barat yang notebene Kafir terang-terangan bersatu dan menyatakan permusuhan terhadap Palestina yang notabene Muslim, para penguasa negara Muslim tidak bisa ( tidak mau??) bersatu secara tegas melawan kejahatan Israel. Yang bahkan untuk membuka pintu Rafah yang merupakan satu-satunya jalan masuk ke Gaza agar obat-obatan dan makanan bisa masuk bagi korban Gaza, harus memohon persetujuan mereka. Padahal pintu tersebut berada di wilayah kekuasaan Mesir !!! Tidak hanya merasa cukup dengan mengirim bantuan makanan atau berbicara di sidang internasional yang sifatnya hanya retorika belaka. Tidakkah negara-negara Muslim tersebut malu terhadap pembelaan nyata yang dilakukan pejuang Yaman dan Iran yang Syiah, Cina yang kafir atau warga negara-negara kafir yang konsisten berdemo menentang kejahatan Zionis Israel dan memblokir produk-produk Israel???

Umat Islam hari ini tampaknya lupa bagaimana Islam di masa lalu selama 8 abad pernah mencapai puncak kejayaannya, menjadi negara adi daya yang disegani sekaligus dihormati musuh dan disenangi kawan. Persaudaraan Islam yang kokoh dan jihad membela kebenaran, itulah kunci kejayaan Islam.

Dari An-Nu’man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Muslim No 4685).

Sejatinya Palestina yang saat ini sedang berjuang merebut kemerdekaannya adalah satu-satunya negara yang benar-benar merdeka, merdeka dari pengaruh negara atau lembaga apapun. Tidak seperti negara-negara lain yang merasa merdeka padahal sebenarnya terjajah ntah secara ekonomi, pikiran, teknologi dll. Ini terbukti dari tidak berdayanya negara-negara merdeka tersebut menyikapi agresi Israel yang sudah benar-benar di luar nalar tersebut.

Bahkan belakangan ini orang-orang Yahudi makin berani menganggu warga Tepi Barat yang berjarak sekitar 90 km dari Gaza. Beberapa kali mereka nekad menyerang umat Islam yang sedang shalat di dalam masjid.    

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7097561/pemukim-israel-serang-jemaah-masjid-di-tepi-barat-saat-salat

Untuk itulah rakyat Palestina dibawah Hamas berjuang  tanpa kenal lelah dan takut pada siapa dan apapun termasuk kematian. Tanah Palestina dimana berdiri di dalamnya Masjidil Aqsho adalah tanah yang diamanahkan Allah swt kepada kaum Muslimin khususnya rakyat Palestina untuk menjaganya dengan baik. Mereka adalah sebaik-baik umat Islam.        

“Dari Tsauban ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Suatu masa nanti, bangsa-bangsa akan memperebutkan kalian seperti orang-orang yang sedang makan yang memperebutkan makanan di atas nampan”. Kemudian ada sahabat yang bertanya: “Apakah saat itu kita (kaum Muslimin) berjumlah sedikit [sehingga bisa mengalami kondisi seperti itu]?”.

Rasulullah Saw menjawab: “Sebaliknya, jumlah kalian saat itu banyak, namun kalian hanyalah bak buih di atas air bah [yang dengan mudah dihanyutkan ke sana ke mari]. Dan Allah SWT akan mencabut rasa takut dari dalam diri musuh-musuh kalian terhadap kalian, sementara Dia meletakkan penyakit wahn dalam hati kalian.” Ada sahabat yang bertanya lagi: “Wahai Rasulullah Saw, apakah wahn itu?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”

Wallahu’alam bish-shawwab.

Jakarta, 30 Januari 2024.

Vien AM.

Palestina dan Ribath.

Kata “Ribath” dan “ Murabith” belakangan ini sering muncul, terutama yang berhubungan dengan berita perlawanan Gaza/Hamas melawan penjajah teroris Zionis Yahudi terkutuk.  Ribath berasal dari kata “rabatho-yarbuthu” yang secara bahasa artinya bisa bermacam-macam dari mulai mengikat, menghubungkan, menggandeng, menjaga, menguatkan, mengeratkan dan yang semacamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah kutunjukkan kepada kalian sesuatu yang dapat menjadi sebab Allah menghapuskan dosa-dosa dan meninggikan derajat.” Mereka -para sahabat- menjawab, “Tentu saja mau, wahai Rasulullah.” Maka beliau menjawab, “Yaitu menyempurnakan wudhu dalam kondisi yang tidak menyenangkan, memperbanyak langkah menuju masjid, dan menunggu sholat berikutnya sesudah mengerjakan sholat, maka itulah RIBATH.” (HR. Muslim dalam Kitab at-Thaharah).

Sedangkan secara istilah, ribath sering diartikan sebagai berjihad menjaga perbatasan suatu daerah dari serangan/rongrongan musuh dari luar. Orang yang melakukan ribath disebut Murabith. Seorang murabith tidak berarti harus berperang membawa senjata melawan musuh tapi juga bertahan tidak meninggalkan tempat walau jiwanya diancam. Contohnya dengan menolong korban/orang yang sakit, menyediakan kebutuhan hidup sehari-hari dll.

Ribath satu hari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan apa pun yang ada di atasnya”. (Shahih Al-Bukhari: 2892).

Itulah yang dilakukan rakyat Palestina, khususnya penduduk Gaza saat ini. Dapat kita saksikan betapa gigihnya perlawanan mereka terhadap kejahatan Zionis yang sudah benar-benar keterlaluan keji dan bengisnya. Dengan alasan membela diri dari serangan Hamas 7 Oktober 2023 lalu, mereka seenaknya memperlakukan penduduk Gaza. Gaza yang merupakan penjara terbesar di dunia adalah kota dimana lahir Hamas organisasi terbesar Palestina yang gigih berjuang meraih kemerdekaan Palestina agar lepas dari penjajah Israel yang telah merebut tanah air mereka pada tahun 1948.   

Perjuangan Hamas dan organisasi perjuangan Palestina lainnya yang berjihad dengan mengangkat senjata, serta rakyat Palestina yang berjihad dengan ribath, tentu saja bukan sekedar demi tanah air mereka tapi terlebih lagi dengan adanya kompeks Masjidil Aqsho yang merupakan kiblat pertama kaum Muslimin.      

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan RIBATH (tetaplah bersiap siaga di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung“. ( Terjemah QS. A-Ali Imron(3):200).

Maka atas kalian kewajiban berjihad, dan sesungguhnya jihad kalian yang paling utama adalah ribath menjaga perbatasan, dan sesungguhnya ribath kalian yang paling utama adalah di ‘Asqalan.” (HR Ath Thabrani, sanadnya shahih menurut Al Albani).

Berdasar penemuan sejarah, Gaza dan ‘Asqalan telah ada dan telah dihuni sejak masa prasejarah. Teks pertama menyebut wilayah ‘Asqalan berasal dari abad 19 sebelum Masehi. Sementara Gaza yang berjarak 12 mil dari ‘Asqalan, sejak dibebaskan dan menjadi kota Islam sampai terjadinya Perang Salib adalah bagian dari ‘Asqalan. Itulah mengapa ada yang menyebut Imam Asy Syafi’i lahir di Gaza, ada pula di ‘Asqalan.

“Adapun ‘Asqalan”, catat Ibn Taimiyah, “Termasuk wilayah perbatasan kaum Muslimin, karenanya banyak orang-orang shalih dari ummat ini yang bertempat tinggal di sana dalam rangka untuk ribath di jalan Allah.”

Dalam banyak rekaman video terlihat  bukan saja orang dewasa tapi juga anak-anak Palestina yang dengan tekad kuat menyatakan, “Ini tanah kami, dan kami akan menjaganya” meski kematian sudah tampak dekat di hadapan mereka. “Kami hanya takut kepada Allah” begitulah jawaban para murabith tanah ribath Palestina. Dan separah apapun keadaan yang mereka alami, “Alhamdulillah” adalah kata yang keluar dari lisan mereka.

Bahkan seorang nenek usia 80 tahunpun tak mau kalah untuk ribath. “Jika seluruh dunia datang, kami tidak akan meninggalkan tanah kami. Jika bukan saya, anak dan cucu saya akan hidup di sini selamanya, saya ingin syahid (mati) di tanahku. Saya akan tetap di sini meskipun semua kehancuran dan serangan,” kata nenek Fatihia, dikutip Aljazeera, Jumat (5/1). “Tidak ada yang bersama kami, rakyat Palestina menderita, kami hanya punya Allah, tapi saya tidak akan keluar dari rumah saya, saya tidak ingin keluar, baik mati atau terhina.”, lanjutnya lagi.

Kami bisa saja pergi dari sini mengungsi ke tempat yang lebih aman, tetapi jika kami pergi, lalu siapa yang akan menjaga Al-Aqsho. Jika Al-Aqsho dikuasai mereka (entitas Yahudi). Maka kehormatan umat Muslim di seluruh dunia akan diinjak-injak,” tegas  Komandan Brigade Al-Qassam Hamas, Abu Ubaidah.

Zionis Israel sejatinya tidak hanya menginginkan tanah Palestina yang mereka klaim sebagai tanah suci mereka. Zionis dan para sekutunya di belakang hari ternyata memiliki agenda tersembunyi yaitu ingin membangun sebuah terusan yang mau tidak mau harus melewati jalur Gaza, demi menyaingi terusan Suez yang saat ini dikuasai Mesir. Ini adalah proyek raksasa yang bakal membuat mereka makin kaya raya.    

Itu sebabnya kita saksikan betapa gencarnya tentara Zionis membombardir Gaza. Dengan semena-mena mereka mengusir penduduk Gaza utara untuk mengungsi ke Gaza selatan tapi setiba disana tetap ditembaki! Gaza dengan cara apapun memang ingin mereka rampas.   

Namun kini sebagian besar penduduk Gaza tidak mau mengulangi kesalahan dengan apa yang dikenal peristiwa Nakba. Nakba yang berarti bencana atau malapetaka adalah tragedy diusirnya rakyat Palestina dari kota-kota dan kampung-kampung  mereka hingga Zionis Israel dengan leluasa dapat merampas rumah dan tanah mereka.

Sebanyak  530 kota dan desa dihancurkan, sekitar 15 ribu warga Palestina dibunuh. Dan pada akhirnya Israel memperoleh 78 persen wilayah Palestina dengan menyisakan Tepi Barat, wilayah timur Yerusalem dan Jalur Gaza yang terisolasi dari keduanya. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1948 menyusul diproklamirkannya negara Israel yang di prakasai Inggris.  

Pertanyaannya, apakah ribath hanya milik warga Gaza\’Asqalan semata?? Tidak berlaku  bagi kaum Muslimin yang lain seperti kita, Muslim yang tinggal jauh dari Palestina?? Cukupkah kita membantu hanya dengan  doa dan donasi uang/makanan padahal korban hari ini sudah mencapai lebih dari 23 ribu jiwa mayoritas anak2??

https://almanhaj.or.id/1908-ar-ribath-berjuang-di-jalan-allah-adalah-salah-satu-sebab-diselamatkan-dari-siksa.html

Dari An-Nu’man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ‘Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Muslim No 4685).

Lupakah kita bagaimana hebat dan kuatnya persaudaraan Muslim hingga Islam di masa lalu dapat mencapai kejayaannya, Islam yang ditakuti sekaligus dihormati musuh. Bukan Islam yang menjadi korban dan bahan bualan musuh.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 14 Januari 2024.

Vien AM.

Pada akhir abad 14 Timur Lenk merebut wilayah Uzbekistan dari tangan kekaisaran Mongol. Disinilah ia kemudian membangun sebuah imperium raksasa yang kekuasaannya meliputi seluruh Asia Tengah, Iran, Afganistan, Pakistan, sebagian India, Mesopotamia dan Kaukasus. Itu sebabnya ia mendapat julukan Sang Penakluk. Timur menjadikan Samarkand sebagai ibukotanya hingga kota kuno dengan budaya dan sastra Islam Persia tersebut dapat kembali mencapai kejayaannya.  Kerajaan ini bertahan selama 137 tahun ( 1370 -1507).

Timur lahir dari keluarga Muslim Mongol –Turki di sebuah kota kecil 80 km dari Samarkand. Ia adalah keturunan kaisar Mongol Jenghis Khan. Kakeknya adalah orang pertama Mongol yang memeluk Islam. Timur sendiri dikenal sebagai Muslim yang baik. Ia mempunyai beberapa ulama sebagai penasehat pribadinya. Ia juga dikenal sangat mengagumi tarekat Naqsabandiyah yang berkembang di wilayah Uzbekistan.

Sebagai pendiri kerajaan Timuriyah hingga kini ia tetap dianggap sebagai pahlawan terbesar Uzbekistan. Ini terbukti dengan berdirinya makam Sang Amir ( berkuasa selama 35 tahun, pada 1370 -1405) yang megah dan tetap terjaga dengan baik di Samarkand. Dan juga dengan adanya makam keluarga kerajaan Shaki Zinda yang berdiri megah di sebuah bukit juga di Samarkand, dengan kubah-kubah mozaik birunya yang cantik menawan.

Di dalam kompleks makam tersebut berdiri sekitar 12 bangunan  dan setiap bangunan terdiri dari 1-3 makam. Tiap bangunan memiliki ciri dan detil yang berbeda dengan bangunan yang lain. Di dalam salah satu bangunan inilah Ibnu Abbas ra sepupu rasulullah Muhammad saw yang pernah pergi berdakwah ke Samarkand dimakamkan. Meski ada pendapat lain bahwa Ibnu Abbas wafat dan dimakamkan di Thaif Mekah.

Kecintaan terhadap Amir Timur juga tampak dari reaksi Orif guide kami yang asli Uzbek, yang tampak tidak suka nama Amir Timur disandingkan dengan kata Lenk. Maklum Lenk artinya adalah kaki pincang. Padahal sebagian besar literature menggunakan nama tersebut karena kakinya pincang. Ada yang mengatakan ia pincang sejak lahir namun ada juga pendapat bahwa sang Amir pincang sebagai akibat perang.

Timur memang pribadi yang kontroversial. Sebagai raja ia dikenal adil dan sangat mencintai rakyatnya. Kepeduliannya terhadap dakwah Islam tinggi. Tak heran sepak terjangnya selalu didukung para ulama. Dibawah kekuasaannya Timuryah mencapai kemajuan dalam berbagai bidang, dengan Samarkand dan Bukhara sebagai pusatnya.

Pada masa itulah Islam menyebar hingga ke Cina, India dan juga Rusia. Rusia bahkan pernah takluk selama tiga abad di mana adipati Moskwa membayar upeti kepada pemerintahan Bukhara setiap tahun. Sayang karena disiplinnya yang tinggi, keras kemauan dan jiwa ambisi penakluk yang sangat tinggi Timur sering lepas kontrol dan membuatnya jadi bengis. Pada penyerangan ke Baghdad tahun 1401 puluhan ribu orang dikabarkan tewas. Amir Timur wafat pada 1405 M saat sedang melakukan pertempuran melawan dinasti Ming.

Kerajayaan Timuriyah pada saat jatuhnya di tahun 1507 hanya meninggalkan wilayah Khurasan dan Transoksiana. Kaisar-kaisar Rusia sedikit demi sedikit merebut kembali wilayah yang pernah dikuasai Timuriyah. Benteng Islam pertama di Transoksania yaitu benteng Aq-Masjid jatuh ke tangan Rusia pada tahun 1852 M. Selanjutnya pada tahun 1924 ketika komunis berhasil menguasai Rusia, Uzbekistan menjadi satu dari 15 negara federasi Rusia. Pada tahun 1991 Uzbekistan melepaskan diri dan memproklamirkan diri sebagai Repubik Uzbekistan dengan Tashken sebagai ibu kotanya.

Peninggalan Rusia di kota-kota besar seperti Tashken, Samarkand dan Bukhara hari ini terlihat jelas dari jalan-jalannya yang lebar dan taman-taman kotanya. Pemerintah Sovyet pada tahun 1977 juga sempat membamgun transportasi bawah tanah di Tashkent. Transportasi bawah tanah yang pertama di Asia Tengah ini ini memiliki 29 stasiun yang didesain khusus sesuai dengan nama stasiun bersangkutan. Stasiun-stasiun tersebut dulunya sekaligus berfungsi sebagai tempat pengungsian seandainya terjadi serangan bom nuklir. Demi keamanan maka pemerintah Uzbekistan melarang pengunjung mengambil foto atau video.

Baru pada tahun 2018 keindahan stasiun tersebut bisa dinikmati dunia melalui foto dan video. Alhamdulillah di hari terakhir kunjungan kami berkesempatan menjajal kendaraan umum tersebut dan berdesak-desakan di antara penduduk Tashken yang pulang kerja meski hanya menikmati 2 stasiun.

Sedangkan kereta kecepatan tinggi yang diberi nama Afrosiyob baru dibangun pada tahun 2011 dibawah pemerintahan Uzbekistan. Dengan menumpang kereta cepat inilah kami pergi dari Tashken ke Bukhara, Bukhara ke Samarkand dan Samarkand kembali ke Tashken.

Di Tashken kami mengunjungi berbagai tempat bersejarah diantaranya adalah Ensemble Of Hazrat Imam dimana tersimpan Al-Quran tertua yaitu mushaf khalifah Ustman, Amir Timur Square dll.  Namun demi menjaga kwalitas mushaf tertua tersebut tidak diizinkan untuk diambil foto maupun videonya. Kitab suci berusia 1400 tahun lebih itu tersimpan di sebuah kotak kaca.

Selain itu kami juga berkesempatan menikmati salah satu keindahan alam Uzbekistan yaitu gunung Chimgan. Dengan menaiki cable car kami tiba di puncak gunung dan menyaksikan kebesaran Allah yang telah menciptakan deretan pegunungan yang pada musim dingin menjadi wahana ski karena saljunya yang cukup tebal, juga sungainya yang berwarna biru dan berakhir di danau Charvak.  

Uzbekistan memiliki empat musim termasuk musim dingin yang jatuh pada Desember hingga Februari. Salju biasanya memenuhi area pegunungan pada Januari. Itu sebabnya pada hari tersebut yaitu 21 November, salju belum turun. Namun dari kejauhan sudah terlihat di puncak-puncak gunungnya.

Dengan latar belakang agama yang sama, pada Mei 2021 pemerintah Uzbekistan telah menanda-tangani perjanjian pertukaran pelajar dan pemuda dengan pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia bahkan telah mengirimkan sejumlah ulama ke negri yang sekarang telah menjadi sekuler tersebut. Itulah dampak berada dibawah kekuasaan komunis yang sangat menyedihkan. Sebagai info, jilbab baru diperbolehkan digunakan di tempat umum baru beberapa tahun belakangan ini.

Semoga Uzbekistan, negri di jalur sutra yang dulu pernah mengalami kejayaannya itu, dapat segera mencapai kejayaannya kembali. Baik melalui jalur pariwisatanya yang beberapa tahun belakangan ini sedang digenjot maupun dari kekayaan alam seperti emas, minyak, kapas, buah-buahan  dan kerajinan tangannya yang indah serta tentu saja pengamalan ajaran Islam yang benar sesuai Al-Quranul Karim dan Al-Sunnah/Al-Hadist.

Jakarta, 25 Desember 2023.

Wallahu’alam bish shawwab.

Vien AM.

Uzbekistan adalah sebuah negara yang terletak di tengah Asia Tengah. Negara ini berbatasan dengan Kazakhstan di sebelah barat dan utara, Kirgizstan dan Tajikistan di timur dan Afganistan dan Turkmenistan di selatan.

Uzbekistan meski sebagian besar berupa gurun namun negara ini mempunyai banyak gunung dan sungai. Gunung tertinggi setinggi 4503 meter sedangkan 2 sungainya yaitu Syr Darya ( 2790 km) dan Amu Darya (2600 km) adalah yang terbesar dan terpanjang di Asia Tengah. Kedua sungai ini mengalir jauh hingga negara-negara tetangganya.

Sungai yang sejak dulu merupakan jalur transport pokok inilah yang menjadikan negara ini menjadi bagian penting jalur sutra yang menghubungkan perdagangan dari wilayah barat (mediterania dan sekitarnya) dengan wilayah timur, daratan Cina khususnya.

Tak heran Samarkand, kota kuno yang terdapat di negara tersebut sejak berabad-abad lamanya selalu ramai dikunjungi orang. Inilah yang menjadi daya tarik utama Uzbekistan. Samarkand ( dan juga Bukhara) dengan bangunan-bangunan indah megah baik itu berupa masjid, madrasah/sekolah maupun mausoleum/makam yang umurnya telah ratusan tahun.

Bahasa resmi di Uzbekistan adalah bahasa Uzbek sebuah bahasa Turkik yang masih satu rumpun dengan bahasa Turki. Dan juga bahasa Rusia karena negara ini selama beberapa tahun pernah berada di bawah kekuasaan Uni Soviet setelah akhirnya merdeka pada tahun 1991. Mayoritas penduduk Uzbekistan adalah Muslim (96% Sunni). 

Kata Uzbek yang berarti pemimpin sejati.  terbentuk dari 2 kata yaitu “uz/oz yang berarti sejati/asli, dan kata “bek” yang berarti pemimpin. Uzbekistan dan sekitarnya di masa lalu dikenal dengan nama Transoxiana. Wilayah ini telah dihuni sejak milenium kedua SM. Di wilayah inilah Alexander Agung pernah mencoba menguasainya namun mendapat perlawanan sengit rakyatnya.

Selama berabad-abad wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan kekaisaran Persia seperti kekaisaran Parthia dan Sassanian. Hingga pada abad 7 Persia ditaklukkan oleh pasukan Islam pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab ra melalui 2 panglima jendralnya yang gagah berani  yaitu Khalid bin Walid ra dan Sa’ad bin Abi Waqqash. Selanjutnya dinasti Umayah lalu dinasti Abbasiyah yang menguasai wilayah ini.

Namun demikian penaklukan tersebut tidak memaksa penduduk yang mayoritas beragama Majusi ( sebagian lain adalah pemeluk Budha, Kristen dan Yahudi)  untuk memeluk Islam. Mereka hanya diwajibkan untuk membayar pajak, yang pada praktiknya juga cenderung lebih longgar dikenakan. Dan pada akhirnya hampir semua rakyat memeluk Islam secara bertahap dan suka rela.

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk”. ( Terjemah QS. At-Taubah (9):29).

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Terjemah QS.Al-Baqarah (2):256).

Sejak itu seluruh bekas kerajaan Persia menjadi wilayah Islam yang dikuasai secara bergantian oleh beberapa dinasti kerajaan Islam seperti dinasti Samaniyah, kekaisaran Khwarezmia, Seljuk dll. Di sinilah, di Bukhara khususnya, lahir tokoh-tokoh dan ulama kenamaan Muslim lahir. Diantaranya adalah Imam Al-Bukhari dan Imam at-Tirmidzi yang merupakan ahli hadist, Ibnu Sina (bapak kedokteran modern), Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi (bapak Aljabar/ahli Matematika), Abd al-Manshur al-Maturidi ( ilmu Kalam), Imam Bahauddin An-Naqsyabandi (pendiri tariqah Naqsyabandiyah) dll. Konon, nama Bukhara berasal dari metafora bahasa Mongol, yakni Bukhar yang berarti ‘lautan ilmu.’ 

Imam Bukhari lahir di Bukhara yang terletak di pusat Uzbekistan pada tahun 810. Nama asli ahli hadist kenamaan ini adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail. Ia adalah rujukan hampir semua ahli hadist hingga mendapat julukan Amirul Mukminin fil Hadits (pemimpin orang-orang yang beriman dalam hal ilmu hadis). Imam Bukhari wafat pada tahun 870 di Samarkand dan dimakamkan di kota tersebut.

Sayang ketika kami datang berziarah, kompleks makam Al-Bukhari tersebut sedang dipugar secara besar-besaran. Nantinya di tempat tersebut akan dibangun masjid yang mampu menampung 25.000 jamaah dengan perincian 7.000 jamaah di ruang shalat utama, 3.000 jamaah di ruang shalat perempuan dan 15.000 jamaah di halaman. Pemakaman ini merupakan  salah satu monumen bersejarah paling dihormati dan diakui di dunia Islam.  

https://khazanah.republika.co.id/berita/qxey5s430/uzbekistan-rekonstruksi-komplek-pemakaman-imam-bukhari

Kabarnya makam ahli hadist tersebut pertama kali ditemukan dan dipugar pada tahun 1998 atas permintaan mantan presiden pertama RI Soekarno yang ketika itu diundang presiden Rusia untuk datang mengunjungi Moskow. Namun tidak sedikit pihak yang meragukan kebenaran hal tersebut.

Selain berziarah makam Imam Bukhari kita juga bisa mempelajari biografi Sang Imam di museum Al-Bukhari yang terletak di kompleks pemakaman tersebut. Gambaran perjalanan Imam Bukhari dalam mencari ilmu, ilmu hadist khususnya, dari Bukhara hingga ke Mekah dan Madinah terlukis secara mengesankan di dinding museum.

Di Bukhara kita juga bisa berziarah ke makam Bahauddin Naqshabandi, ulama kelahiran Bukhara yang sangat dihormati di Uzbekistan, sumur nabi Ayyub  as yang airnya dikabarkan telah menyembuhkannya dari penyakit yang dideritanya, bekas istana Bukhara dengan masjid istananya yaitu masjid Bolo Haouz yang juga dikenal dengan nama masjid 40 pilar kayu berkat kayu yang banyak digunakan untuk menopang masjid tersebut, madrasah Ulugh Bek yang dibangun pada tahun 1417 oleh sultan sekaligus ilmuwan kenamaan Uzbekistan, Ulugh Beg, yang juga membangun madrasah Ulugh Bek di Registan Square Samarkand, dll.

Di ibu kota kuno ini nafas kehidupan penduduk masih terasa kental. Berjalan dari arah bekas istana Bukhara kita akan sampai di semacam gerbang megah yang dinamakan kompleks Poi Kaylan. Di dalam kompleks ini berdiri 3 bangunan utama yaitu masjid Kalyan dan 2 bangunan bersejaran lain yakni Menara Kalyan dan Madrasah Mir-i Arab. Masjid Kaylan yang ditopang ratusan pilar dengan sejumlah kubah biru berhiaskan kaligrafi ayat-ayat suci Alquran ini dibangun pada tahun 713 M. Sementara menara Kalyan yang berada di bagian tengah mempunyai tinggi 46 meter, pada permukaan dindingnya dihiasi dengan ornamen geometris yang indah. Di tengah-tengahnya, tampak guratan kaligrafi ayat-ayat Alquran, dengan warna yang selaras.

Dari Poi Kalyan menuju pasar ( bazaar dalam bahasa Uzbek) kami menyusuri jalan dimana berjejer toko-toko dengan berbagai suvenirnya, sejumlah masjid dan madrasah cantik. Setiba di pasar yang mempunyai banyak kubah dengan gang-gangnya yang seperti labirin tersebut berbagai pernak pernik cantik sebagian hand made seperti tas, sarung bantal sulam, piring-piring cantik hingga karpet yang harganya jutaan dapat ditemui.

Malamnya kami menyantap makanan khas Uzbekistan sambil menikmati peragaan busana yang diperagakan gadis-gadis Uzbekistan yang khas berwajah campuran Asia/Cina dan Eropa. Hidangan khas Uzbekistan adalah roti gandum yang disebut patyr dengan lauk daging berbumbu kuat( kebanyakan daging domba), terong, wortel, timun dan bawang bombay iris yang dicampur dengan minyak zaitun.  

Samarkand dan Bukhara mengalami masa kejayaannya sebagai pusat peradaban Islam dan perdagangan di Asia Tengah hingga datangnya pasukan Mongol pada tahun 1220 M. Dibawah kaisar Jenghis Khan yang terkenal bengis dan kejam pasukan ini berhasil meluaskan kekuasaan dan penalukkannya hingga ke Asia Tengah ( termasuk wilayah Uzbekistan), sebagian Eropa dan Rusia. Pasukan ini membumi-hanguskan kota-kota besar Islam seperti Baghdad (ibu kota kekhalifahan Abbasiyah), Samarkand dan Bukhara. Samarkand dan Bukhara kini termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Meski demikian karena perluasan Mongol tidak memiliki motivasi penyebaran agama apapun, walau suka membunuh  para pemimpinnya menerapkan kebijakan yang cenderung toleran terhadap kemajemukan agama-agama dan kebudayaan lokal. Oleh sebab itu Islam tetap tumbuh subur bahkan banyak pemimpin Mongol yang tertarik kepada ajaran ini dan diam-diam memeluknya.   

(Bersambung).