Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Kazan’

P1020190Kremlin (benteng) Kazan terletak di atas bukit kecil. Dari kejauhan masjid Kul Syarif yang selama ini hanya kami lihat melalui internet memamerkan menaranya. Saking semangatnya saya langsung menarik suami untuk mendekatinya, tanpa mencari tahu dahulu dimana pintu masuknya. Dan memang kami kecele karena untuk memasuki masjid harus melalui satu-satunya pintu, yaitu pintu utama benteng. Bersama beberapa wisatawan yang juga kecele, kami terpaksa berputar.

Namun tidak rugi juga karena dari atas bukit di luar benteng ini pembangunan kota baru terlihat jelas. Kazan memang sedang merayakan 10 abad berdirinya kota. Pembangunan besar-besaran dan renovasi dipusatkan di Kremlin dan sekitarnya, yang dulunya adalah pusat kota. Pembangunan ini dimulai sejak tahun 2005, tepat pada perayaan 1000 tahun lahirnya kota, yaitu tahun 1005. Kazan rupanya juga dipersiapkan untuk menerima tamu manca negara dalam rangka Piala Dunia 2018. Stadion sepak bola berskala dunia dibangun persis menghadap masjid Kul Syarief.

P1020248P1020252P1020253Sesampai di depan pintu gerbang, sebuah monumen pembebasan dan beberapa lukisan batu para pahlawan Kazan telah menanti. Yang menarik disamping deretan lukisan tersebut terpampang tulisan dengan huruf hijaiyah. Apakah ini cuplikan ayat Al-Quran ? Tidak ada keterangan.

P1020209Di dalam Kremlin berdiri sejumlah bangunan, ada gedung pemerintahan, museum, gereja  dll.  Masjid Kul Syarif sendiri terletak di bagian agak belakang. Namun kemegahannya terasa mendominasi areal ini. Masjid yang kabarnya merupakan masjid terbesar di Eropa ini diresmikan pembukaannya pada tahun  2005, bertepatan pada hari jadi kota ini. Tercatat lebih dari lima ribu umat Muslim dari seluruh kawasan Rusia dan  lebih dari 40 perwakilan negara termasuk perwakilan PBB dan Dewan Eropa datang menghadiri acara akbar ini. Ini adalah sebuah acara yang sejak lama dinantikan penduduk kota yang lebih dari separuhnya Muslim ini, sebagian besar etnis Tatar.

P1020214Masjid ini didirikan di masa kerajaan Khanat Kazan. Tetapi seiring dengan kejatuhan kerajaan oleh serbuan pasukan Ivan the terrible dari Moskow, masjidpun ikut menjadi korban. Ia dihancurkan pada tahun 1552. Itu sebabnya masjid ini diberi nama Kul Syarif, sebagai penghormatan terhadap pemimpin kerajaan Kul Syarif, yang terbunuh ketika sedang mempertahankan kerajaan benteng tersebut. Pada peristiwa tersebut penduduk hanya diberi 3 pilihan, tetap hidup namun harus berpindah agama menjadi Kristen Orthodoks, mati atau meninggalkan kota. Tercatat jutaan penduduk memilih mati. Rumah ibadah milik bangsa Tatar ini baru direkonstruksi kembali pada tahun 1996.

OLYMPUS DIGITAL CAMERASayangnya, masjid berwarna biru megah nan rupawan ini ternyata TUTUP! Padahal kami sungguh berharap dapat melaksanakan shalat di dalam masjid yang bagian dalamnya tak kalah indahnya dengan bagian luarnya itu. Kami sungguh ingin melihat dan menjadi saksi kecantikan tidak hanya bagian luar masjid tapi juga bagian dalamnya. Kami berusaha mencari informasi mengapa masjid tutup, apakah ini hanya sementara atau jangan-jangan hanya berfungi sebagai museum alias pajangan belaka. Namun sampai kami meninggalkan lokasi kami tidak menemukan jawaban yang memuaskan.

P1020230Sebaliknya kami sempat menyaksikan sepasang pengantin sedang berpose tidak jauh dari tempat kami berdiri. Mereka menjadikan bekas masjid yang diperkirakan dapat menjadi bukti bahwa Kazan telah berdiri lebih dari 10 abad yang lalu, sebagai latar belakang pemotretan tersebut. Uniknya lagi, pasangan pengantin Muslim ini menggunakan kereta kuda sebagai kendaraan pengantin mereka, bukan limusin, sebagaimana pasangan-pasangan pengantin yang kami saksikan di Moskow beberapa hari yang lalu.

P1020228P1020244Selain itu kami juga melihat adanya prasasti mausoleum para khan. Disinilah dulu para khan dimakamkan. Juga sebuah prasasti berbahasa Arab yang sayangnya kami tidak tahu itu prasasti apa. Puas berkeliling di dalam kremlin kamipun meninggalkan areal dan menuju stasiun metro yang terletak di samping gerbang utama.

P1020256Pengadaan transportasi umum masal metro ini juga bagian dari perayaan 1000 tahun ulang tahun kota, dibuka pada tahun 2005. Yang unik, ke 7 stasiun yang dimiliki alat transportasi ini dibangun dengan nuansa Islami. Saya membayangkannya seperti suasana hidup di negri Aladdin.  🙂 …

Dengan bermodalkan peta ditangan, kami turun di salah satu stasiun yang kami perkirakan paling dekat dengan sebuah masjid yang ingin kami kunjungi. Namun pada kenyataannya kami tersasar. Sepasang anak muda yang kami jumpai di sekitar lokasi tidak memberikan jawaban yang memuaskan.

Setelah berjalan dan bertanya kesana kemari tanpa hasil, akhirnya kami memutuskan untuk berhenti sebentar dan makan siang di sebuah resto cepat saji yang ada di dekat kami. Ketika itulah tiba-tiba saya melihat sebuah menara menyembul di kejauhan.

“Yah, itu menara masjid bukan?”, teriak saya kegirangan kepada suami.

Secepatnya kami memesan makanan dan melahapnya dengan suka ria, membayangkan sebentar lagi kami bisa sampai tujuan. Meski ternyata untuk mencapai tempat tersebut dibutuhkan waktu yang tidak sedikit, dan tidak terlalu mudah pula.

P1020326P1020333Kami tiba di masjid bernama Zakabannaya atau The Anniversary Of Islam Mosque ini di detik2 terakhir waktu Asar, dengan nafas tersengal-sengal. Masjid yang dibangun pada tahun 1922 sebagai peringatan 1000 tahun Islamnya kerajaan Volga Bulgar ini, ketika kami masuk, dalam keadaan sepi.

Seorang penjaga yang sedang duduk di balik meja menyambut kedatangan kami dengan wajah sedikit terheran-heran. Kelihatannya masjid ini jarang didatangi tamu berwajah asing seperti kami. Saya segera dipersilahkan naik ke lantai atas begitu ia mengetahui kami hendak mengerjakan shalat. Meski ternyata lantai atas hanya terdiri atas ruang-ruang kelas. Tidak masalah, saya segera menggelar sajadah yang tergantung di salah satu kursi di dalam ruangan tersebut dan mendirikan shalat Zuhur dan Ashar yang digabung.

Dari Muadz bin Jabal bahwa Rasululloh SAW apabila beliau melakukan perjalanan sebelum matahari condong (masuk waktu sholat zuhur), maka beliau mengakhirkan sholat zuhur kemudian menjamaknya dengan sholat ashar pada waktu ashar, dan apabila beliau melakukan perjalanan sesudah matahari condong, beliau menjamak sholat zuhur dan ashar (pada waktu zuhur) baru kemudian beliau berangkat. Dan apabila beliau melakukan perjalanan sebelum magrib maka beliau mengakhirkan sholat magrib dan menjamaknya dengan sholat isya, dan jika beliau berangkat sesudah masuk waktu magrib,maka beliau menyegerakan sholat isya dan menjamaknya dengan sholat magrib. (Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).

Tak berapa lama setelah itu azan Magribpun terdengar. Saya meneruskan shalat sendiri, tetap di lantai atas. Setelah itu baru turun. Disitu, saya melihat suami sedang berbincang dengan beberapa jamaah. Syukurlah mereka bisa berbahasa Inggris, kata saya dalam hati. Suami saya memperkenalkan saya kepada mereka.

Tak dinyana, ternyata salah satu dari mereka itu adalah imam masjid sekaligus dosen  Universitas Islam Rusia (UIR). Universitas yang didirikan pada tahun 1998 ini memang terletak di Kazan. Suami saya juga sempat berbisik kepada saya bahwa salah satu anak muda yang ada di hadapan kami itu adalah yang tadi menjadi imam shalat “Bacaannya bagus banget”, bisiknya… Masya Allah  …

Yang lebih surprised lagi, begitu sang dosen tahu bahwa kami berdua ini jauh-jauh ke Kazan ingin melihat perkembangan Muslim di kotanya, ia langsung menawarkan kami untuk datang ke kampusnya, malam itu juga! Tanpa berpikir dua kali kamipun segera meng-iya-kan tawaran istimewa tersebut.

“Pulangnya gimana yah, diantar g yaa”, bisik saya sedikit khawatir, dalam perjalanan di atas mobil tuanya yang dipenuhi buku-buku itu. Bukan apa-apa, ini saya tanyakan karena ternyata universitas terletak agak jauh dari lokasi masjid, malam hari pula.

Tetapi kekhawatiran tersebut segera hilang tertutup kegembiraan yang meluap melihat kenyataan kami bisa masuk kampus tanpa kesulitan. Dosen ekonomi dan keuangan universitas ini mengajak kami berkeliling dan memasuki kelas-kelas yang menempati gedung berlantai 4 ini. Sambil berkeliling ia bercerita tentang Islam di negri ini.

Berfoto bersama dosen UIR

Berfoto bersama dosen UIR

Menurutnya hal terpenting yang harus dibangun umat Islam di negrinya adalah segera mengejar ketertinggalan mereka dalam sains dan ekonomi. Sementara tantangan terberat adalah isu terorisme. Darinya, kami mendapatkan jawaban pertanyaan tadi pagi yang belum terjawab, yaitu mengapa masjid Kul Syarief tutup …

Jawaban tersebut ternyata adalah adanya ancaman bom tepat di hari raya iedul adha beberapa hari yang lalu. Persis dengan masjid biru St Petersburg yang tutup dan puluhan polisi Moskow yang berjaga-jaga di sekitar masjid dan stasiun metro tepat ketika kami berdua sedang berada di 2 kota tersebut beberapa hari lalu. Ironisnya, penyebar ancaman tersebut dari kelompok Islam juga ! Apakah ini hanya provokasi pihak lain? Ntahlah. Yang pasti betapa sayangnya bila Islam harus ternodai perpecahan di dalam tubuh sendiri apalagi kalau bukan menyangkut hal yang pokok. Padahal Islam di Rusia saat ini sedang berada di atas angin.

Contohnya ya Universitas Islam Rusia ini. Kampus ini termasuk perguruan tinggi Islam terbesar di Rusia. Menurutnya saat ini kampus memiliki sekitar 800 mahasiswa, 400 diantaranya tinggal di asrama. Kampus  ini membuka program S1 dan S2 untuk beberapa bidang studi, termasuk program Tahfidz Al-qur’an yang menjadi program andalan universitas ini. Kampus juga memiliki masjid sendiri yang berdiri megah disamping kantin kampus.

Tak sampai 1 jam kami berada di dalam kampus dan berbincang, sebelum akhirnya pak dosen berpamitan. Oya, di depan gerbang kampus kami sempat berpapasan dengan beberapa anak muda yang memberi salam kepada beliau.

“Itu mahasiswa tahfiz”, terang beliau. Masya Allah …

Sekarang tiba giliran kami kebingungan mencari jalan pulang ke hotel. Hari telah larut malam. Kami segera berjalan menuju perempatan jalan raya dimana sejumlah bus tampak masih lalu lalang. Masalahnya bus yang mana yang melalui depan atau sekitar hotel …

Tiba-tiba mata saya tertumbuk pada seorang gadis muda berjilbab sedang menyeberang jalan, kelihatannya ia baru turun dari bus. Saya langsung menghampirinya,

“Assalamualaykum”, tegur saya, sebuah teguran umum yang pasti menyentuh semua Muslim di belahan dunia manapun.

“Waalaykum salam”, jawabnya sambil tersenyum ramah.

“ Do you speak English ?”, tanya saya penuh harap.

“ No .. yes, but just a little”, jawab gadis bermata biru ini, ragu, namun tetap dengan nada ramah.

Saya segera menunjukkan peta yang saya punyai dan menyebut nama hotel yang kami tinggali. Dengan bahasa gado-gado, antara bahasa Inggris yang benar-benar pas-pasan dan bahasa isyarat, ia menerangkan no bus yang harus kami tumpangi.

Di sela-sela itu kami sempat menyaksikan beberapa gadis kecil berjilbab menghampiri dirinya, mengucap salam dan mencium tangannya. Ternyata gads muda tersebut mahasiswi S2 universitas yang baru saja kami kunjungi dan gadis-gadis kecil tersebut adalah yuniornya, Subhanallah …

Sementara itu, mengetahui bahwa kami terlihat agak bingung dan ragu akan keterangannya, gadis tersebut mengantar kami hingga ke halte bus. Tak tanggung-tanggung, ketika bus datang, iapun ikut naik bus, dan menerangkan kepada ‘kenek’ bus yang juga perempuan, kemana kami hendak pergi dan memintanya agar memberi tahu kami dimana kami harus turun. Hebatnya lagi, di stasiun berikutnya iapun turun! Allahuakbar  … rupanya ia naik bus dengan tujuan agar kami tidak tersesat …. Ya Allah balaslah kebaikan dan ketulusan muslimah Rusia tersebut dengan yang jauh lebih baik, aamiin …

Malam  itu kami menutup hari dengan makan malam di resto hotel dengan menu caviar, menu khas Rusia yang dikenal eksklusif itu, namun ternyata harganya masih bisa kami jangkau, dengan hati yang puas. Alhamdulillah …

“Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman(55):25).

( Bersambung).

Read Full Post »

Alhamdulillah, puji syukur kupersembahkan hanya pada-Mu ya Allah. Dengan izin-Mu tiba juga kami akhirnya di Kazan. Hari itu ialah Minggu 29 Oktober 2012. Kami melakukan penerbangan menuju Kazan dari St Petersburg setelah transit dulu di Moskow. Kazan adalah ibu kota Tatarstan, yang merupakan satu dari 83 negara bagian Rusia.

Kota ini terletak di sebelah timur Moskow dengan jarak 862 km, sementara jarak Moskow dan St Petersburg yang terletak di barat laut Moskow adalah 705 km. Sebuah jarak yang cukup jauh bila harus ditempuh melalui darat. Pesawat mengudara pada hari Minggu pukul 4.30 pagi. Sekitar 1 jam kemudan pesawat mendarat di bandara Moskow dengan selamat. Sayangnya para penumpang tidak dapat turun karena salju mulai turun padahal pesawat tidak dilengkapi belalai. Maklum penerbangan domestik. Ketar ketir juga hati ini, karena penerbangan kami berikutnya hanya tinggal 1 jam saja.

« Kalo lihat cuaca kayak gini, palingan penerbangan kita juga mundurlah. Tenang aja”, begitu perkiraan suami, berusaha menenangkan hati.

Untung tidak sampai 30 menit kemudian para penumpang diizinkan turun. Maka kamipun keluar dari pesawat dibawah curahan salju yang makin deras dan landasan yang licin karena mulai tertutup lapisan salju. Kami segera menuju ke terminal penerbangan selanjutnya. Ternyata dugaan suami benar, pesawat delay, tanpa pemberitahuan pasti untuk berapa lama.

Satu jam kami menunggu, hingga akhirnya ada pemberitahuan bahwa pesawat akan terbang dan para penumpang dipersilahkan menaiki pesawat. Dengan hati senang, lega bercampur was-was kamipun menaiki pesawat. Salju belum berhenti turun, landasanpun masih tertutup salju tebal, mungkinkah pesawat bisa terbang, begitu pertanyaan kami.

IMG_0909Benar saja, setelah semua penumpang telah siap di dalam pesawat, pesawat memang tidak bisa meninggalkan landasan. Selama 2 jam kami dalam keadaan demikian, menunggu di dalam pesawat, menyaksikan dari jendela pesawat salju yang turun makin lama makin tebal menutupi landasan. Dengan hati was-was kami hanya bisa berdoa, memohon agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Saat menjelang terbang kami juga sempat mendengar suara berisik di atap pesawat, ternyata suara tersebut adalah salju di atas tubuh pesawat yang sedang dikerok !

“Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, … …”.(QS.Ar-Raad(13):12-13).

Maka ketika akhirnya pesawat terbang dan mendarat dengan selamat di bandara Kazan, alangkah senang dan leganya hati ini. Dari jendela kaca pesawat terlihat cuaca kota yang terbalik 180 derajat di banding di Moskow. Pilot mengumumkan bahwa temperatur di kota tersebut 28 derajat Celcius.

Sayangnya, kegembiraan kami sedikit ternodai dengan kenyataan bahwa bagasi kami tidak terangkut! Rupanya kondisi buruk di Moskow pagi tadi tidak memungkinkan petugas memindahkan bagasi kami ke pesawat yang kami tumpangi ini. Sebenarnya kami bisa memaklumi hal ini kalau saja petugas bandara dapat menerangkan keadaan tersebut dengan jelas.

Masalahnya tak satupun petugas bandara yang bisa berbahasa Inggris. Dapat dibayangkan bagaimana sulitnya membuat laporan baggage claim dalam keadaan seperti ini. Ini masih ditambah lagi dengan form isiannya yang dalam huruf dan bahasa Rusia. Meski akhirnya dengan susah payah, kami dapat mengerti info yang diberikan, bahwa besok kami harus mengambil bagasi tersebut di bandara. Karena tidak ada jasa pelayanan pengiriman bagasi ke hotel, meski itu sebenarnya adalah tanggung jawab Aeroflot, satu-satunya maskapai penerbangan domestik yang dimiliki negri ini. Yaah, apa mau dikata, padahal waktu kami sangat singkat dan jarak bandara ke pusat kota tidak dekat  … 😦

Singkat kata, dengan mengendarai taxi, sampailah kami di hotel tanpa kesulitan berarti. Alhamdulillah recepsionis hotel bisa berbahasa Inggris. Setelah check in, kami segera keluar lagi, dan dengan berjalan kaki tibalah kami di Kremlin Kazan yang merupakan obyek utama  kota ini.

P1020190Tapi rupanya rute yang kami lalui ini sedang dalam tahap pembangunan, termasuk pedestriannya yang super lebar ini. Bangunan-bangunan di sepanjang jalan ini sedang direnovasi dengan bangunan model klasik yang cantik, menampakkan nuansa Eropa yang kental. Pedestrian ini berujung di Kremlin yang terletak di atas bukit kecil. Seperti yang telah saya katakan di artikel sebelum ini, Kremlin sebenarnya adalah kata untuk menunjukkan kompleks gedung pemerintahan yang dipagari benteng. Demikianlah Kremlin Kazan ini.

Sejarah Kazan adalah sejarah yang panjang. Kota ini didirikan pada tahun 1005 di pertemuan sungai Volga dan Kazanka oleh bangsa Bulgaria Volga. Bangsa Bulgaria Volga sendiri adalah bangsa yang dipimpin oleh kerajaan dengan nama yang sama, yaitu Bulgaria Volga, yang berkuasa pada abad ke 7 hingga abad 13.

Pada tahun 922 raja kerajaan ini menjalin kerja sama dengan kerajaan Abbasiyah di Baghdad. Ia mengirimkan duta besarnya. Sebagai balasan, kalifah Baghdadpun mengirimkan duta besarnya. Dan dari duta besar inilah sang raja kemudian mengenal Islam dan akhirnya bersyahadat. Selanjutnya kerajaan pagan inipun menjadikan Islam sebagai agama resmi Negara. Vladimir I dari Kiev kabarnya pernah ditawari agar memeluk Islam, namun menolak dengan alasan wine, terlalu nikmat untuk ditinggalkan.

Kerajaan Islam Bulgaria Volga ini jatuh pada tahun 1238 M oleh serangan bangsa Mongol yang dipimpin oleh Jochi Khan, yang kemudian mendirikan kekaisaran Kipchak Khanate atau Golden Horde dan menjadikannya bagian dari kekaisarannya. Ia merebut banyak sekali wilayah Eropa Timur dan Asia Tengah. Jochi adalah anak pertama Jengis Khan, sekaligus paman Hulagu Khan, cucu Jengis Khan yang terkenal sadis itu. Hulagu inilah yang bertanggung-jawab atas hancurnya kerajaan Islam terbesar Abbasiyah waktu itu. Ini terjadi hanya 20 tahun setelah jatuhnya Bulgaria Volga, yaitu pada tahun 1258M. Ini masa terpahit bagi sejarah Islam yang berhasil diporak-perandakan pasukan Mongol, secara kejam dan brutal pula.

P1020238Pada masa inilah Kazan yang berpusat di Kremlin didirikan. Menara Söyembikä yang saat ini masih berdiri tegak di dalam kawasan tersebut adalah buktinya. Sayang menara bergaya abad pertengahan yang dulunya bagian dari masjid itu kini hanya tinggal tugu kenangan belaka.

Sementara itu, Kipchak Khanat dibawah Berke Khan yang memimpin pada tahun 1257 M menjalin hubungan yang sangat erat dengan kerajaan Islam Mameluk di Mesir. Berke ( ada pendapat bahwa nama ini berasal dari kata Berkah dalam bahasa Arab) memang seorang pemeluk Islam. Ia adalah cucu Jochi dan sekaligus sepupu Hulagu.  Berkat jasa Berke inilah kerajaan-kerajaan Islam selain Abbasiyah luput dari ambisi jahat Hulagu untuk terus menaklukan dunia Islam. Berke berhasil membuat Hulagu dan pasukannya sibuk berperang dengannya hingga terpaksa mengubur dalam-dalam cita-cita kejamnya itu.

Kipchak Khanat mencapai puncak kejayaannya dibawah kekaisaran Oz Beg Khan yang memerintah dari tahun 1313 hingga 1341 M. Kekuasaannya meliputi sebagian wilayah Asia Tengah, sebagian besar wilayah Eropa Timur; dari pegunungan Ural, pesisir barat sungai Danube hingga jauh ke pedalaman Siberia, termasuk Moskow. Di sisi selatan kekuasaannya hingga ke tepi laut Hitam, pegunungan Kaukasus hingga perbatasan dinasti Mongol.

Seperti Berke, Oz Beg juga seorang Muslim, Ia mememeluk Islam ketika dalam pengasingan. Ia jatuh cinta kepada Islam berkat perkenalannya dengan seorang sufi kenamaan dari Bukhara. Ketika itu Oz Beg diasingkan oleh musuh politiknya yang membunuh ayah dan mengawini ibunya secara paksa. Setelah akhirnya ia berhasil menduduki lagi haknya sebagai khan, ia menjadikan kerajaannya sebagai kerajaan Islam dan menjadikannya kesultanan. Kesultanan ini mampu menyaingi kejayaan kesultanan-kesultanan lain yang ada di Timur Tengah yang saat itu juga sedang maju-majunya.

Oz Beg dikenal sangat toleran. Bahkan Paus John XXI pernah mengiriminya surat tanda terima-kasih atas sikap Oz Beg yang mengizinkan kaum Nasrani beribadah di gereja dan melindungi mereka. Kebijakan pemungutan jizyah terhadap kaum dzimmipun diberlakukan dengan baik. Kaum dzimmi adalah para ahli kitab yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani yang tinggal di Negara Muslim.

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk “.(QS.At-Taubah(9):29).

“Siapa jua yang beragama Yahudi atau Nasara, dia tidak boleh dipaksa meninggalkan agamanya dan wajib ke atasnya jizyah” [HR Abu Ubaid].

Dinarasikan Ibnu Mas’ud RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menyakiti seorang kafir dzimmi, maka aku kelak yang akan menjadi musuhnya. Dan siapa yang menjadikanku sebagai musuhnya, maka aku akan menuntutnya pada hari kiamat.”

Sayangnya sejak tahun 1430 kesultanan ini mulai bercerai berai menjadi kerajaan kecil-kecil, Khanat Kazan yang berdiri pada tahun 1438 adalah salah satunya. Kerajaan ini menjadikan Kazan sebagai ibu kotanya. Sementara itu Moskow juga mulai memberontak dan menolak membayar jizyah. Akhirnya pada tahun 1552 M, dibawah Ivan the terrible, penguasa Moskow, Khanat Kazanpun jatuh. Kipchak Khanat sendiri ambruk nyaris secara keseluruhan pada tahun 1516 dan baru benar-benar hancur pada 1783. Selanjutnya kekaisaran Rusia dibawah para tsar menguasai wilayah yang luas ini.

IMG_3722Namun jatuhnya Khanat Kazan inilah tampaknya yang dianggap menjadi puncak titik kemenangam Rusia. Ini terbukti dengan didirikannya katedral St Basil, gereja cantik di dalam Kremlin Moskow yang merupakan ikon Rusia itu. Katedral ini dibangun pada tahun 1555- 1561 atas perintah emperor Ivan the terrible untuk memperingati jatuhnya Kazan. Dan, saat ini katedral tersebut menjadi simbol arsitektur tradisional Rusia !

P1020385Dalam hati saya berpikir, mungkin ini adalah jawaban pertanyaan saya mengapa gereja-gereja di Rusia, khususnya Moskow, sangat menyerupai bangunan masjid. Kalau memang benar, “Alangkah ironisnya … “…. 😦  …

( Bersambung).

Sumber :

http://www.hidayatullah.com/read/10675/09/02/2010/berke-khan-dan-golden-horde-.html

Read Full Post »