Feeds:
Posts
Comments

Rekomendasi mendagri tentang diperbolehkannya tidak mengisi kolom KTP menuai reaksi pro dan kontra.  Meski sebenarnya ini bukan hal baru. Karena pada Desember 2013 lalu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang kala itu masih menjabat wakil gubernur DKI menilai pencantuman agama dalam KTP tidak terlalu penting dan tak memiliki manfaat bagi orang lain.

Selanjutnya pada bulan Juni 2014, direktur Megawati Institute, Siti Musdah Mulia, memunculkan wacana penghapusan kolom agama pada KTP dalam sebuah diskusi publik. Tokoh Sepilis ( Sekulerisme Pluralisme Liberalisme) dari PDIP ini memang dikenal nyleneh karena jauh sebelum itu, yaitu pada tahun 2008, pernah menulis di sebuah harian berbahasa Inggris bahwa Islam mengakui homoseksualitas !

Ini masih disusul lagi gugatan 5 mahasiswa fakultas Hukum UI mengenai keabsahan UU Perkawinan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka berpendapat bahwa pasal 2 ayat 1 UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang isinya  melarang perkawinan beda agama ini berpotensi merugikan hak konstitusional mereka.

(http://panjimas.com/news/2014/09/11/5-mahasiswa-ui-gugat-uu-perkawinan-soal-tidak-sahnya-nikah-beda-agama-ke-mk/ )

Namun demikian pernyataan resmi yang keluar dari mulut Cahyo Kumolo sebagai mendagri beberapa hari lalu tetap saja mengejutkan banyak orang, terutama ormas Islam tentu saja. Mendagri beralasan hal ini untuk mengakomodir warga yang tidak termasuk ke dalam 6 agama resmi yang selama ini diakui pemerintah, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Konghuchu. Selain juga untuk memenuhi keinginan sebagian pengikut aliran kepercayaan yang ada di negri ini.

Bagi umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk negri ini, keberadaan kolom agama jelas amat sangat penting. Ini adalah identitas diri. Islam bukan sekedar pengakuan di hati, ia harus di deklarasikan. Itu sebabnya ada kalimat syahadat, dan ini harus diikuti pengamalannya. Islam sarat dengan ibadah ritual yang memiliki dasar hukum yang kuat. Dimulai dari kelahiran, menikah hingga meninggal dunia, ada syarat-syarat dan hukum-hukum yang harus dipenuhi.

Intinya, kolom agama dalam KTP seorang Muslim mustahil dihilangkan, karena hal ini akan menghilangkan hak-haknya sebagai Muslim. Sebagai contoh, bagaimana seorang Muslim akan dimakamkan bila tiba-tiba ia tewas dalam kecelakaan tanpa seorangpun mengenalnya, sementara kolom agama di KTP nya kosong. Juga ketika menikah, Islam melarang pemeluknya menikah dengan yang tidak seagama. Jadi pernyataan Ahok bahwa kolom agama tidak penting dan tidak ada manfaatnya jelas ngawur !

Sebaliknya pengosongan kolom agama yang katanya ditujukan bagi mereka yang beragama di luar yang diakui pemerintah,  terdengar janggal. Bagaimana mungkin pemerintah sudah menetapkan agama yang resmi diakui, tetapi tetap diizinkan mengosongkannya. Apakah ini namanya bukan melanggar hukum ? Atau mungkin ini pertanda bahwa pemerintah bakal mengizinkan lahirnya agama baru ??? Padahal dengan adanya 6 agama ini saja pemerintah seringkali tidak mampu mengatasi masalah yang berkaitan dengan agama.

Syiah dan Ahmadiyah yang mengaku bagian dari Islam padahal terbukti sesat, juga JIL ( jaringan Islam Liberal) yang sering melontarkan pandangan nyleneh adalah contohya.  Sayangnya pemerintahan saat ini justru terlihat memiliki kedekatan dengan Syiah.  Presiden Iran, negri seribu mullah yang merupakan simbol Syiah, Hassan Rouhani dikabarkan sebenarnya ingin hadir pada acara pelantikan presiden yang baru lalu. Perlu dicatat, hampir semua Syiah di negri ini memilih Jokowi – JK karena PDIP sebagai partai pendukung pasangan tersebut memang dipenuhi sosok Syiah.

http://www.kiblat.net/2013/11/15/mui-ajaran-syiah-penuhi-10-kriteria-aliran-sesat-yang-ditetapkan-mui/

Belum lagi fenomena pemurtadan yang makin hari makin kasar dan kasat mata, seperti yang terjadi pada Car Free Day di kawasan Semanggi Jakarta baru-baru ini. Padahal pemerintah telah membuat aturan yang jelas tentang hal ini. Ini masih ditambah lagi dengan perseteruan antara Ahok dan FPI yang makin hari makin parah, dan berbuntut pengajuan permohonan dari Ahok agar ormas Islam ini dibubarkan.

Pengosongan kolom agama juga ditengarai berpotensi ke arah pemurtadan. Bahkan bisa ke arah Atheisme. Sesuatu yang sangat bertentangan dengan budaya kita, juga Pancasila, khususnya sila pertama tentang Ketuhanan.  Tampak jelas bahwa budaya Liberal Barat sudah sedemikian merasuknya ke dalam dada sebagian orang Indonesia. Adakah ini sebuah pertanda bahwa sebentar lagi pemerintah juga bakal merestui perkawinan sesama jenis disusul perkawinan dengan beda spesies ??? Naudzubillah min dzalik …

http://panjimas.com/news/2014/09/21/nikah-sejenis-nikah-beda-agama-selanjutnya-nikah-beda-spesies/

Tampaknya Muslim di Indonesia saat ini bakal menghadapi tantangan berat dalam mempertahankan keislamannya. Pemerintah terlihat bernafsu ingin meng-“internasionalisasi”kan Indonesia dengan mengabaikan sejarah dan latar belakang bangsa serta keberagamaan rakyatnya. Ironisnya hal ini didukung oleh sebagian umat Islam, yang mungkin sudah jenuh dan bosan dengan nasib bangsa yang tidak kunjung maju dan tertinggal jauh dari negara-negara tetangga. Islam memang tidak melarang mengejar kesenangan dan keberhasilan kehidupan duniawi namun kebahagiaan akhirat tetap prioritas utama. Tengoklah bagaimana Islam pada zaman keemasannya selama berabad-abad.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan“.(QS. Al-Qashshas (28):77).

Membandingkan lebih baik pemimpin kafir yang penting tidak korupsi, merokok dan bertato meski tidak berjilbab,  riba asal bermanfaat dll bukanlah pembenaran yang dapat ditrima. Mustinya hal tersebut justru menjadi pemicu, agar kita memilih pemimpin Muslim yang akhlaknya baik dan kerjanya juga baik.

Belum lagi fenomena pendukung buta hati yang tidak mampu atau tidak mau realistis melihat cara kerja pemimpin pilihannya. Tengok pidato Abu Bakar Ash-Sidieq ketika beliau dilantik sebagai khalifah pertama Islam berikut :

“ Aku, bukanlah yang terbaik diantara kamu sekalian. Oleh karena itu aku  sangat menghargai dan mengharapkan saran dan pertolongan kalian semua. Menyampaikan kebenaran kepada seseorang yang terpilih sebagai penguasa adalah kesetiaan yang sebenar-benarnya; sedang menyembunyikan kebenaran adalah suatu kemunafikan. Orang yang kuat maupun orang yang lemah adalah sama kedudukannya dan aku akan memperlakukan kalian semua secara adil. Jika aku bertindak dengan hukum Allah dan Rasul-Nya, taatilah aku, tetapi jika aku mengabaikan ketentuan Allah dan Rasul-Nya, tidaklah layak kalian menaatiku.”

Ini mencerminkan bahwa antara pemimpin dan yang dipimpin sama, yaitu sama-sama menjadikan  Allah dan Rasul-Nya sebagai pegangan. Namun apa yang kita lihat hari ini??

Pernyataan mendagri bahwa pengosongan kolom agama di KTP salah satunya untuk mengakomodir para pemeluk kepercayaan yang selama ini merasa dipaksa mengisi “Islam” sebagai agama mereka, patut dicermati.  Apalagi bila kita mengingat kisah kerbau kyai Slamet, kerbau keramat keraton Surakarta dan lain-lain ritual syirik yang hingga detik ini masih digadang-gadang sebagian orang yang mengaku Islam.

Apakah ini pertanda bahwa dakwah Islam selama ini sebenarnya tidak berjalan dengan baik? Buktinya ya itu tadi, kesyirikan yang dibiarkan berlarut-larut dengan harapan dapat dihilangkan sedikit demi sedikit ternyata tetap terus berjalan. Patut diingat, pada zaman rasulullah dan sahabat segala sesuatu yang berbau kesyirikan segera dihancurkan. Penghancuran semua patung dan berhala yang ada di dalam Ka’bah pada masa penaklukan Mekah, adalah salah satu contohnya.

Disamping itu, jargon « Islam adalah rahmatan lil alamin » dan « Islam adalah agama toleransi » tampaknya  justru memojokkan umat Islam itu sendiri. Kedua jargon ini telah ditafsirkan sedemikan rupa hingga menjadi kabur dan kebablasan. Dan siapa yang dianggap tidak sesuai  dengan kedua jargon tersebut dianggap sebagai teroris. Nasib penyanyi legendaries Yusuf Islam adalah contoh yang paling sederhana. Pemusik Inggris era 1970-an bernama asli Cat Stevens ini pernah dicekal masuk Amerika Serikat karena “kesalahannya”menjadi mualaf . Ia dianggap sebagai teroris karena kesalahan tersebut!

Kekurang-pedulian pemerintah kepada persaudaraan Islam juga tercermin dari reaksi Jokowi terhadap masalah Palestina. Masjidil Aqsho pada akhir bulan lalu sempat ditutup oleh pemerintah pendudukan Israel. Meskipun malamnya masjid dibuka kembali tak urung hal ini mengakibatkan panasnya hubungan Israel tidak saja dengan warga setempat namun juga negara-negara Islam seperti Yordania dan Turki.

Tapi tidak demikian dengan Negara kita. Kecuali setelah Jokowi yang kebetulan bertemu dengan Ban Ki Moon sekjen PBB, menanyakan bagaimana posisi Indonesia terhadap Palestina.  Jawabannya memang mendukung Palestina tapi terkesan hanya setengah hati, sekedar memenuhi janjinya pada pilpres kemarin, mungkin.  Memang kenyataannya pada acara jumpa pers pertama menlu Retno LP Marsudi, sedikitpun tak disinggung masalah Timur Tengah.

Juga ketika Jokowi bertemu dengan presiden Myanmar. Beliau sama sekali tidak mengusik tentang nasib Rohingya, Muslim Myanmar, yang sejak bertahun-tahun diperlakukan pemerintah secara  semena-mena. Padahal dunia internasional sering mengecam hal ini karena dianggap telah melanggar HAM.

Sementara itu Susi Pudjiastuti, mentri kelautan dan perikanan yang kontroversial itu kembali membuat berita besar. Dengan alasan menyelamatkan ikan-ikan kita dari  ‘illegal fishing’ beliau mengundang angkatan laut AS untuk membantu menjaga perairan Indonesia. Pertanyaannya, mengapa harus Amerika Serikat, sobat Israel  si penyerobot tanah Palestina, yang jauhnya ribuan mil dari Indonesia, dan jelas-jelas memusuhi Islam ??

( http://www.antaranews.com/berita/462816/menteri-kelautan-dan-perikanan-temui-dua-dubes-benua-amerika )

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. …“.(QS.Ali Imran(3):19).

Jakarta, 18 November 2014.

Wallahu’alam bish shawwab.

Vien AM.

Kami tiba di kota pelabuhan tersebut pada pukul 15.30 waktu setempat. Kamipun langsung  memanfaatkan waktu yang tersisa di hari itu dengan berjalan-jalan melihat pusat kota. Danau dimana kita dapat memberi makan angsa yang bebas berenang di atasnya tampaknya menjadi hiburan tersendiri bagi warga Stavanger. Danau ini terletak diantara pelabuhan yang cukup ramai dan pusat perbelanjaan. Tak kalah menarik adalah deretan restoran dengan arsitektur bangunan kayu yang di cat warna-warni. Restoran ini berdiri berjajar di sepanjang pedestrian berbatu yang mengikuti kontur tanah naik turun.

Kami sempat beberapa kali melihat dan berpapasan dengan Muslimah, berkat jilbabnya, Subhanallah … Sayang kami tidak mempunyai informasi tentang Muslim di kota ini. Namun tanpa sengaja  kami menemukan resto halal siap saji hanya beberapa puluh meter dari hotel tempat kami menginap.

Hanya kami satu-satunya restoran yang seluruh sajiannya halal”, tegas sang pemilik resto yang menyediakan masakan lumayan bervariasi selain kebab.

« Kebab itu kayak masakan Padang kalo di Indonesia kali ya, tapi ini versi internasionalnya », begitu komentar anak-anak setengah bergurau.

Hmm, benar juga ya, kebab memang bisa di jumpai hampir di seluruh pelosok dunia lho, paling tidak di negara-negara yang sudah kami kunjungi. Dan yang lebih melegakan kebab yang kami kunjungi selalu halal, hingga kamipun mengambil kesimpulan kedai kebab sudah pasti halal karena biasanya pemiliknya Muslim Turki, Maroko atau Tunisia. Paling tidak itulah kesimpulan kami saat itu.

Esoknya, sesuai rencana kami menuju pelabuhan untuk memulai cruise kami menyusuri Lysefyord. Fyord sepanjang 42 km ini akan ditempuh selama 3 jam  dengan kapal Rodne Fyord Cruise. Tepat pukul 11 siang kapal berkapasitas 40 – 45  penumpang ini berlabuh meninggalkan pelabuhan. Alhamdulillah udara cerah meski tetap saja di luar lumayan dingin dan berangin.

IMG_7108IMG_2627IMG_2593Kapal berlayar keluar dari pelabuhan awalnya perlahan, melewati kapal-kapal yang di parkir dan bangunan-bangunan yang berdiri di tepi pelabuhan. Setelah melewati jembatan panjang yang menghubungkan daratan satu ke daratan yang lain, kapalpun mulai melaju pesat membelah sungai menuju laut dengan latar belakang Subhanallah, bukan cuma deretan bukit, tapi bukit yang bertumpuk, saling tumpah tindih memamerkan keindahannya. Belum lagi airnya yang begitu bening dan bersih bagaikan kristal, ditambah  pantulan cahaya matahari.

IMG_7029IMG_7045IMG_7069

Pulpit Rock dari bawah

Pulpit Rock dari bawah

Angin kencang yang makinIMG_7095 lama makin dingin segera menerpa wajah-wajah penumpang yang nekad bertahan di dek kapal.  Akhirnya sebagian besar penumpangpun menyerah, dengan terpaksa harus puas menikmati keindahan ciptaan-Nya dari dalam kapal yang dilengkapi heater itu. Namun ternyata kapal lebih sering berjalan perlahan bahkan berhenti sejenak, ketika mendekati obyek menarik. Diantaranya air terjun, tebing-tebing yang cantik, perkampungan penduduk, adanya sekawanan kambing yang sedang menuruni tebing dan lain-lain, termasuk Pulpit Rock atau Preikestolen yang termasyur itu. Kami segera membayangkan bagaimana rasanya berada diatas sana, di tepi tebing yang menjorok ke laut tersebut.

Semoga udara tetap cerah”, itulah harapan kami.

Namun ternyata Sang Khalik berkehendak lain. Sekitar 20 menit menjelang kapal merapat ke pelabuhan hujan rintik-rintik turun bahkan makin lama makin deras. Kami terpaksa berlarian ketika turun dari kapal, menuju restoran siap saji yang ada di sekitar lokasi. Padahal rencananya kami akan take away dan menyantapnya di dalam mobil, sebagai bekal sebelum mendaki tebing.

Sampai kami selesai makan siang, dan melanjutkan perjalanan ke Tau, dengan ferry selama kurang lebih 1 jam, hujan tetap tidak berhenti. Apa boleh buat tampaknya kami harus merubah rencana. Tidak tega sebenarnya melihat wajah anak-anak yang tidak mampu menyembunyikan kekecewaan mereka. Dengan berat hati, akhirnya diputuskan hiking besok pagi saja, sepagi mungkin. Dengan catatan rute perjalanan turistik Stavanger – Bergen sepulang hiking terpaksa dibatalkan.

“Kasian ayah, habis hiking pasti kan cape banget kalo harus nyetir 6 jam-an jalur pegunungan pula. Kita lewat tol aja, ok” bujuk saya.

IMG-20141023-WA003IMG_7136Setelah semua setuju maka mobilpun melancar mantab menuju penginapan di sekitar Tau, sebuah kota kecil tak jauh dari Pilpit Rock. Pemandangan alam yang disuguhkan negri ini memang benar-benar mengagumkan. Pegunungan yang terlihat tumpang tindih bukan sekedar berderet saja, sungai dan danau yang airnya amat jernih menjadi pemandangan utama kami. Tak sampai setengah jam kemudian sampailah kami di “ The Wathne Feriesenter “, penginapan ala bumi perkemahan yang terdiri dari beberapa rumah kayu berwarna merah lengkap dengan terasnya.  Bumi perkemahan ini terletak di ujung danau panjang Tysdalvalnet seluas 3.74 km2, dan di apit jejeran gunung yang sungguh menakjubkan.

Waduuh, kalau di dunia ini ada pemandangan yang begitu menakjubkan, gimana di surga yaa, Subhanallah. Ayo berlomba kita dalam kebaikan supaya bisa lihat keindahan di surga sana ”, setengah bercanda berkata saya kepada suami dan anak-anak.

Lebay deh ibu “, jawab anak-anak sontak. :-)

Sore itu, setelah hujan reda kami mensurvey perjalanan menuju Pulpit Rock yang katanya hanya setengah jam dengan mobil. Dengan petunjuk GPS kamipun menyusuri jalan-jalan kecil, naik turun, sempit dan berkelak-kelok menuju kesana. Sesuai perkiraan memang benar sekitar setengah jam. Namun yang lebih menyenangkan lagi pemandangannya itu lho, benar-benar sulit untuk dilukiskan. Meski ketika pulang kami sempat tersesat karena hari telah gelap. Tak urung waswas juga hati ini berjalan menyusuri tebing-tebing tinggi di pinggir laut dengan pemandangan bayangan gunung-gunung dan bukit gagah namun terkesan angker saking gelapnya.  Alhamdulillah akhirnya sampai juga kami di penginapan, leganya hati ini.

Esok paginya sesuai rencana kami berangkat menuju Pulpit Rock, agak ngaret, karena berfoto-foto dulu di tepi danau. Akibatnya sesampai di Preikestolen Fjellstue, pos terdekat untuk mencapai tujuan, parkiran sudah dipenuhi kendaraan para wisatawan, termasuk bus-bus besar turis dari mancanegara. Pos yang dilengkapi youth hostel ini terletak agak tinggi di pegunungan menghadap danau. Berdasarkan info yang tercantum di papan informasi dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam pulang pergi.

IMG_7151IMG_1182IMG_7168IMG_7186Maka dimulailahIMG_7264 pendakian ini dengan penuh semangat. Meski jujur bagi saya, track sepanjang 3.8 km ini lumayan berat. Track memang sudah disiapkan dengan baik dan relative aman, tetapi tetap saja di beberapa tempat lumayan terjal, cukup membuat nafas saya tersengal-sengal. Maklum selain faktor U alias umur, juga kurang execise … :-)  Track ini lumayan bervariasi, ada yang relative landai, ada yang terdiri dari tumpukan batu-batu sedang kadang cukup runcing, ada yang besar tapi ada juga yang super besar, yang bahkan untuk melaluinya saja terpaksa setengah merangkak.  Beruntung kedua putra-putri kami cukup kuat dan gesit menolong ibunya yang semangat 45. Pemandangan selama perjalanan tidak perlu diceritakan, silahkan dinikmati saja sendiri.

IMG_7205IMG_2722IMG_7251IMG_7234IMG_2713Kurang lebih 2.5 jam kemudian sampailah kami di puncak tebing Preikestolen atau Pulpit Rock yang selama beberapa bulan ini hanya kami pandang lewat foto. Tebing berbentuk persegi panjang ini memiliki pelataran datar seluas 25×25 meter. Diatas pelataran inilah dengan berbagai pose seolah berani melawan alam, para wisatawan mancanegara itu bergaya di tepi jurang yang tak berpengaman itu.  Batu besar yang menjorok ke selat yang kemarin kami arungi itu, dimana di hadapannnya berdiri kokoh daratan tinggi berkarang besar, mampu memberikan sensasi yang sungguh luar biasa. Subhanallah …

Hebatnya, meski tak berpagar sama sekali, tidak pernah ada laporan korban terjatuh atau kecelakaan lain. Satu-satunya laporan hanyalah pasangan asal Austria yang sengaja datang ke tempat ini untuk bunuh diri bersama, dengan meloncat ke dalam kedalaman jurang sungai yang tak terlihar dasarnya itu.  Naudzubillamin dzalik …

Setelah puas menikmati keindahan kebesaran Allah, kamipun kembali.  Kami menempuh perjalanan pulang tersebut persis sama dengan ketika berangkat, yaitu 2.5 jam. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Waktu telah menunjukkan pukul 4 sore, kami belum sempat makan siang, pantas saja kalau perut terasa keroncongan. Ketika itu kami berada di Joperland, sebuah kota kecil tidak jauh dari Pulpit Rock. Kebetulan hari itu hari Minggu jadi kota sepi, tidak ada satupun toko dan restoran yang kami lalui buka. Alhasil begitu melihat ada resto kebab, yang selama ini kami anggap pasti halal, tanpa berpikir panjang kamipun masuk. Tak lama kamipun sudah asik menikmati makan siang kami sambil berceloteh tentang pengalaman kami tadi siang. Hingga ketika kami hampir selesai makan, tiba-tiba anak kami berkata pelan:

“Yah bu lihat…”, bisik anak kami sambil diam-diam menunjuk ke arah dapur resto. Sontak kamipun segera melirik ke arah yang ditunjuknya. Disana, di dinding dapur restoran cepat saji tersebut, terlihat sebuah salib tergantung.

“Astaghfirullahaldzim … “, seru kami nyaris bersamaan.

Koq aneh ya, tadi Dilla kan udah tanya halal g nih …  Jawabnya halal”, keluh putri kami kecewa.

Ntahlah, Allah Maha tahu, pasti Ia mengetahui bahwa kami sama sekali tidak bermaksud mengkonsumsi apa yang diharamkannya. Yah, setidaknya bukan babi ajalah, celetuk anak-anak lagi mencoba menenangkan diri.

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Baqarah(2):173).

Akhirnya kamipun mengakhiri perjalanan di salah satu Negara Skandivania itu dengan menempuh perjalanan ke Bergen. Bergen adalah kota ke 2 terbesar di Norwegia setelah Oslo, ibu kota Norwegia. Kota yang terletak di utara Stavanger ini sebenarnya hanya berjarak 210 km dari Stavanger namun harus ditempuh dalam waktu 5 jam-an. Ini disebabkan kecepatan kendaraan maksimal yang dizinkan pemerintah setempat, yaitu hanya 80 km/jam, termasuk di jalur tol.

Tak dapat dipungkiri, pemandangan sepanjang perjalanan tersebut sungguh indah dipandang mata.  Jalur dibuat sedemikan rupa memotong laut, selat, danau, sungai dan pegunungan, kadang menyeberang dengan ferry sering kali menerobos terowongan yang sangat panjang. Terakhir, sebelum masuk Bergen, mobil naik ferry, dan selama 1 jam kami berada diatasnya. Di ferry ini kita dapat turun dari kendaraan dan naik ke lobby ferry yang mempunyai fasilitas lengkap, seperti restoran, wc dll.

Akhir kata, ya Allah jadikan segala kesempatan yang Engkau berikan kepada kami sekeluarga untuk menikmati keindahan-Mu sebagai bekal untuk lebih mendekatkan lagi kepada-Mu.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ali Imran(5):190-191).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 10 November 2014.

Vien AM.

Fyord, dari bahasa Norwegia fjord, adalah bagian panjang dan sempit dari laut yang berada di antara tebing, bukit terjal atau gunung, hingga membentuk semacam teluk sempit memanjang. Fyord terbentuk ketika bongkahan es raksasa di puncak gunung ( gletser) memotong lembah berbentuk  U karena terjadinya pengikisan alam baik abrasi maupun erosi terhadap batuan dasar di sekitarnya. Proses ini terjadi secara perlahan selama jutaan tahun hingga akhirnya terbentuklah aliran sungai di sela-sela bukit, tebing, gunung sebagai dampak mencairnya gletser yang jatuh dan meleleh di lembah sempit tersebut dan juga area sekitarnya. Itu sebabnya air fyord sangat bersih dan jernih.

Itu pula sebabnya fyord bisa sangat dalam dan sangat panjang, dengan kedalaman bisa mencapai 1.300 m di bawah permukaan laut. Contohnya adalah fyord Sognefjord di Norwegia yang mempunyai panjang 205 kilometer dan kedalaman 1308 meter (4291 kaki ) di bawah permukaan laut, serta memiliki lebar sekitar 2.8 mil.

Fyord memiliki nilai ekonomis sangat tinggi karena selain merupakan daya tarik wisata yang sangat mengagumkan, fyord yang kaya akan sedimen ini menarik untuk diteliti demi mengungkap keberadaan minyak bumi ataupun jenis mineral-mineral bumi lainnya. Ini masih ditambah lagi dengan adanya terumbu karang dan berbagai jenis ikan, diantaranya ikan salmon yang terkenal mahal itu.

Geirangerfjord Norway

Geirangerfjord Norway

Hardangerfjor Norway

Hardangerfjor Norway

Milford Sound1 New Zealand

Milford Sound1 New Zealand

Fyord banyak ditemukan di negara-negara  Skandinavia, Islandia, Greenland dan New Zealand.  Menurut catatan resmi, fjord terpanjang di dunia adalah Scoresby Sund di Greenland (350 km), disusul Greely/Tanquary Fiord di Canada (230 km) dan Sognefjord di Norwegia  (203 km). Sedangkan fyord terdalam di dunia adalah Skelton Inlet di Antartika (-1, 933 m ), kemudian Sognefjord di Norwegia ( -1,308 m ) dan Messier Channel di Cili (-1,288 m). Ukuran minus di dalam kurung menunjukkan ukuran di bawah permukaan laut.

“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan”.(QS. An-Nuur(24):43).

Subhanallah, sungguh luar biasa cantiknya fyord buatan-Mu Ya Allah. Kecantikan alam ciptaan-Nya inilah yang membuat kami memutuskan untuk mengunjungi Norwegia. Kebetulan kami memang telah berniat menghadiri wisuda S2 putra kami ke 2 di Leiden, Belanda.  Dan setelah searching internet kesana kemari, Pulpit Rock atau Preikestolen, tebing terjal di Norwegia dengan pemandangan spektakuler fyord bernama Lyse atau Lysefyord di bawahnya, menjadi pilihan tujuan utama kami.

Wah lumayan nih bisa sekalian jadi ladang dakwah ibu, kayaknya Muslim belum terlalu dikenal disana deh”, itu mimpi saya. Dengan modal minimal jilbab saja sebenarnya tidak sulit bagi Muslimah untuk berdakwah. Paling tidak untuk sekedar menunjukkan bahwa Islam itu exist, dan lebih penting lagi bahwa Islam bukan cuma milik dunia Arab seperti bayangan kebanyakan orang Barat.

“ Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. (QS. Al-Ahzab(59):33).

Rencananya waktu 3 hari yang sebenarnya terlalu singkat itu akan kami gunakan untuk hiking ke tebing berketinggian 600 meter tersebut, menyusuri Lysefyord dengan kapal dan terakhir menyisir rute turistik 6 jam Stavanger – Bergen dengan mobil sewaan. Tiket kapal telah kami beli jauh-jauh hari melalui internet karena lebih murah dibanding membeli langsung di lokasi.

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya …”. (QS. Al-Mulk (67):15).

Maka pada tanggal 15 September 2014 lalu saya, suami dan putri bungsu kami, jadilah terbang meninggalkan tanah air menuju daratan Eropa. Kami menumpang Qatar Airways yang transit 4 jam di Doha. Total perjalanan kurang lebih 18 jam. Kami mendarat di bandara Charles de Gaule Paris sekitar pukul 7 pagi waktu setempat.

Dari ibu kota Perancis ini kami langsung melanjutkan perjalanan ke Denhag Belanda dengan mengendarai mobil sewaan yang telah di booking suami dari tanah air.  Perjalanan dengan jarak tempuh 472 km ini ditempuh dalam waktu kurang lebih 6 jam. Syukur Alhamdulillah Allah swt memberi kekuatan dan kemampuan suami tercinta menyetir setelah penerbangan panjang malam sebelumnya. Trima-kasih ayaaah …

Dua malam kami menginap di Denhag yang jaraknya hanya 22 km dari Leiden dimana wisuda bakal dilaksanakan. Acara wisuda di universitas tertua di Belanda ini ternyata amat sangat sederhana, tidak ada toga dan atribut lain seperti di negri kita. Di Indonesia, bahkan wisuda TK pun memakai toga … :-)

Wisuda diselenggarakan 2x dalam setahun. Namun penyelenggaraannya bukan di hall atau ruang besar seperti umumnya wisuda di Indonesia, melainkan di beberapa ruangan kelas.  Wisudawan dipanggil satu persatu untuk masuk ke dalam ruangan sesuai jadwal yang telah diberikan sebelumnya. Ia berhak mengundang maksimal 15 orang sahabat dan handai taulan untuk duduk di deretan kursi di belakangnya. Sementara duduk di seberang wisudawan, dosen pembimbing dan rektor fakultas.

Disanalah keduanya, selama 10 menit memberikan speech : penilaian, kesan, nasehat serta saran kepada si wisudawan. Keduanya berbicara dengan suara cukup kencang hingga semua yang hadir bisa ikut mendengarkan. Suasananya demikian hidup, akrab dan santai. Setelah itu disertai jabat tangan, ijazahpun diserahkan. Bravo Bimo, semoga ilmunya bermanfaat dunia akhirat, bagi diri, keluarga dan lingkungan, aamiin YRA.

Esoknya, kami menyempatkan mengunjungi Delft dan Roterdam yang jaraknya hanya beberapa puluh km dari Denhag. Jarak antar kota di Belanda memang sangat berdekatan, maklum negara ini luasnya hanya sekitar 41 ribu km2. Bandingkan dengan Indonesia yang luasnya 1.990.250 km2.

Belanda,  Netherlands dalam bahasa Inggris, Nederland dalam bahasa Belanda,  artinya adalah  tanah yang rendah. Ini dikarenakan seperempat tanah negara ini memang berada di bawah permukaan laut. Rata-rata kota di negara ini berada di 1 m dibawah permukaan laut, bahkan ada yang 7 m. Tentu saja hal ini sangat berbahaya. Itu sebabnya bendungan menjadi semacam keharusan. Berkat dinding-dinding bendungan inilah Belanda  aman dari ancaman air laut yang sewaktu-waktu bisa mendatangkan bencana.

Disamping itu untuk menambah luas tanah negaranya, pemerintah berikhtiar maksimal dengan mereklamasi laut serta mengembangkan sistim tata air yaitu dengan kanal dan kincir angin yang kemudian menjadi ciri khas negara ini. Alhasil, hampir setengah dari penduduk Belanda sekarang ini hidup di darat yang telah direklamasi.

“God created the world, but the Dutch created Holland” ujar Rene Descartes, seorang filsuf Perancis kenamaan mencoba menggambarkan bagaimana orang Belanda mengeringkan daratan yang digenangi air agar dapat menjadi permukiman yang layak didiami.

Leiden

Leiden

Delf

Delf

di depan Leiden Univ, Leiden

di depan Leiden Univ, Leiden

Setelah puas berkeliling menikmati indahnya kanal-kanal kotaIMG_6566, siangnya kami melanjutkan perjalanan ke Paris. Perjalanan bertambah seru karena putra kami yang baru saja diwisuda ikut bergabung.  Di Paris kami hanya satu malam, dan rencananya kami akan menutup perjalanan kali ini dengan kembali ke Paris untuk 2 malam yaitu sekembalinya dari Norwegia nanti. Sebagai catatan, kami menggunakan penerbangan Jakarta – Paris – Jakarta atas permintaan si bontot yang ingin bernostalgia, mengingat hari-harinya di kota ini.

Sedangkan kota tujuan utama kami di Norwegia adalah Stavanger. Stavanger adalah kota ke 3 terbesar dan ke 4 terpadat penduduk di Norwegia.  Kota ini mempunyai luas 71 km2 dan sekitar 125 ribu penduduk ( 2010) bandingkan dengan Jakarta yang berluas sekitar 662 km2 dan 10 juta penduduk ( 2011).

Kota ini terletak di Norwegia bagian barat daya, tak jauh dari Laut Utara yang kaya minyak itu. Bagi sebagian besar orang Indonesia mungkin nama ini terdengar asing. Namun tidak bagi kami, terutama suami yang bekerja di perusahaan minyak. Karena Stavanger adalah kota minyak. Oil Capital of Norway adalah julukannya, disebabkan banyaknya perusahaan minyak dunia berkantor di kota ini, termasuk perusahaan dimana suami bekerja.

IMG_6880IMG_6960IMG_6883Namun yang diluar dugaan suami ternyata Stavanger tidak se’angker’yang dibayangkannya. Selama ini bila ada sejawat yang ditempatkan di Stavanger, yang terbayang adalah kota antah berantah di ujung dunia yang sepiii, dingiiin dan jauh dari keramaian. Nyatanya Stavanger cukup ramai, kotanya juga menarik dan unik, terutama bentuk rumahnya yang terbuat dari kayu.

Tetapi yang paling menakjubkan, kontur alamnya itu lho, Subhanallah … Dimana-mana terlihat bukit yang menyembul di tengah atau di balik laut dan danau … Dan yang lebih menguntungkan lagi, udara yang cukup ideal, yaitu sekitar 20 derajat, padahal ini sudah masuk musim gugur, biasanya bulan September maksimal hanya  15 derajat. Alhamdulillah,  terima-kasih ya Allah …

Meski belakangan saya baru tahu ternyata Norwegia memiliki iklim yang lebih besahabat dibandingkan dengan Negara lain dengan posisi ketinggian yang sama yaitu Alaska, Greenland dan Siberia.

( Bersambung).

Mariam Sohb, Pejuang Hijab Chicago

Di balik penampilan sederhana, perempuan asal Illinois ini punya segudang prestasi. Yang membuat Sohb istimewa adalah keteguhan hatinya untuk mengampanyekan hijab.

Dream - Mariam Sobh. Muslimah Chicago, Amerika Serikat, ini selalu tampil berhijab. Tak neko-neko, hijab yang dia kenakan selalu sederhana. Namun begitu, wajahnya tetap terlihat ayu.

Di balik penampilan sederhana, perempuan asal Illinois ini punya segudang prestasi. Di bidang akademis, dia sudah lulus master bidang Jurnalisme Radio dan Televisi.

Tak hanya akademis. Kariernya pun juga cemerlang. Sudah hampir lima belas tahun dia berkecimpung di dunia jurnalistik. Liputan politik di Negeri Paman Sam tak pernah dia lewatkan. Termasuk terpilihnya Barack Obama saat terpilih sebagai Presiden AS dua tahun silam.

Blasteran Lebanon-Amerika ini mengawali karier dari radio kampus. Sekarang, perempuan yang pernah bekerja di Jaringan Radio Illinois ini bekerja sebagai wartawan sekaligus pembaca berita di  WBEZ 91.5 FM, Chicago. Sohb juga menjadi penulis Gaya Perempuan Muslim untuk majalah terkemuka Washington, Examiner.

Yang membuat Sohb istimewa adalah keteguhan hatinya untuk mengampanyekan hijab. Dia mempromosikan hijab kepada muslimah di berbagai belahan dunia melalui blog miliknya: Hijab Trendz.

“Saya memulai Hijab Trendz pada April 2007 ketika saya cuti hamil dari pekerjaan saya sebagai reporter politik dan pembaca berita di Chicago,” tutur Sohb dikutip Dream dari Majalah Emel, Selasa 20 Mei 2014.

Ide mendirikan blog itu cukup sederhana. Mulanya muslimah yang genap berusia tiga puluh tahun pada September nanti itu merasa bingung. Sebab, setelah melahirkan anak, hampir seluruh pakaiannya tak muat lagi di badan. Sementara, baju yang dijual pada toko-toko di Chicago tak ada yang cocok. Memang tak banyak toko yang menjual hijab kala itu.

Mariam Sohb, Pejuang Hijab Chicago

Sumber foto: Hijab Trendz

Dia kemudian berdiskusi dengan teman-temannya. Apa yang dihadapi Sohb itu ternyata juga dialami oleh teman-temananya. Sehingga Sohb didorong untuk membuat jaringan yang bisa menjadi jalan keluar permasalahan mereka.

“Saya memutuskan untuk membuat website dan berdiskusi tentang hijab yang cocok dan tidak seperti yang banyak dijual di toko-toko,” tutur dia.

Dibuatlah blog fesyen itu. Sejak itulah Sobh selalu memulai hari-harinya dengan menatap kalender. Dia ingin memastikan blog hijabnya terus update. Di sela kesibukannya, ibu satu anak ini meluangkan waktu untuk menulis informasi aktual soal hijab di blog itu.

Di blog itu, Sohb menempatkan tautan laman-laman penjual hijab online dari berbagai negara. Mulai Eropa, Timur Tengah, Asia, hingga Amerika. Siapa pun yang berkunjung ke blog itu akan mudah menemukan penjual hijab online.

Lambat laun, blog milik Sohb dikenal komunitas hijab seluruh dunia. Kini pengikut fans page blog Hijab Trendz di Facebook sudah mencapai 821 ribu. Mereka berasal dari berbagai negara.

Meski giat berkampanye, Sohb mengakui semula sulit berhijab. Dia berkisah sempat tak percaya diri berhijab, terutama saat melamar kerja. Namun akhirnya dia memberanikan diri.

“Saya membuang pikiran negatif itu dari kepala. Saya tahu saya bisa melakukan pekerjaan dengan baik, tapi apabila saya tidak percaya diri pekerjaan itu akan hilang,” kata Sohb seperti dilansir Hijab Trendz.

Melalui Hijab Trendz pula perempuan yang menikah sembilan tahun silam ini mendirikan televisi online yang khusus mengulas gaya hidup muslimah. Kini, Sohb telah melihat rasa percaya diri dalam diri muslimah Amerika Serikat yang berhijab.

“Saya pikir muslimah di AS mulai percaya diri berhijab dan menemukan cara unik untuk berbusana dengan gaya terbaru dengan tetap mengenakan hijab. Saya melihat ini terjadi di seluruh dunia,” kata dia.

“Ketika saya masih remaja, hampir tidak ada orang yang mengenakan hijab sehingga sangat susah berbusana dengan model baru. Tapi sekarang sangat banyak perempuan menggunakan hijab yang dapat Anda jadikan inspirasi di manapun Anda lihat,” tutur Sohb.

Diambil dari : http://www.dream.co.id/your-story/mariam-sohb-pejuang-hijab-chicago-1405197.html

“FPI Menyerang Ahok Melawan” adalah judul acara ILC ( Indonesia Lawyer Club) yang dipandu wartawan senior Karni Ilyas edisi Selasa (14/10/2014) lalu. Sebuah tema yang cukup menarik meskipun sebenarnya judulnya tendensius. Tema ini diangkat tampaknya gara-gara demo FPI tentang keberatan mereka, dan sebenarnya juga sebagian warga DKI, dengan otomatis naiknya Ahok sebagai gubernur DKI menggantikan Jokowi yang hari ini resmi dilantik menjadi R1.

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. (QS.Al-Maidah(5):51).

Sayangnya demo tersebut berujung anarkis, membuat wacana pembubaran ormas ini kembali mencuat. Beragam reaksipun bermunculan merespons polemik tersebut. Ahok sebagai orang yang merasa diserang dengan berang berkata “Saya tidak mau mahasiswa nanti memasang lilin, berdukacita karena seorang gubernur terguling di Balai Kota. Yang akan saya lakukan, bila diserbu oleh demonstran yang anarki, akan saya bakar hidup-hidup mereka”.

Saya sampaikan Jakarta ini surga bagi masyarakat dan neraka bagi para penjahat. Kejahatan bentuk apa pun harus kita tindak tegas,”  ucap Sudjarno, wakapolda Metro Jaya, di Eco Park Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Tapi yang paling menyakitkan adalah pernyataan Nusron Wahid, ketua Umum GP Anshor yang dipecat dari Partai Golkar pasca mendukung Jokowi.

“Kita ini orang Indonesia yang beragama Islam bukan orang Islam yang tinggal di Indonesia. Kita lahir, sujud dan sholat di bumi Indonesia karena itu kita tidak boleh mengotori Indonesia.” … “Diatas hukum agama dan hukum adat, ada hukum konstitusi”, tambahnya lagi.

Hmmm, tampaknya Nusron lupa bahwa bumi Indonesia hanyalah secuil bagian dari bumi milik Allah, bahwa diatas langit ada langit. Itulah kerajaan Allah swt, sang penguasa tunggal.

Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong“. (QS. Al-Baqarah(2):107).

Tentu saja pernyataan yang dilontarkan tokoh yang notabene tokoh NU ini mengundang banyak komentar, baik yang pro maupun yang kontra. Kontan, ketua Majelis Syura DPP FPI KH. Syeikh Misbahul Anam yang hadir dalam acara tersebut menyatakan : “Kepada semua anggota GP Anshor di seluruh Indonesia sesuai “fatwa” ketumnya,  mulai besok jangan baca ayat Al-Qur’an tapi baca saja ayat Konstitusi, dan kalau sekarat atau mati jangan dibacakan Yasin, tapi bacakan saja ayat Konstitusi”.

Namun ternyata Nusron memang dicap su’ul adab oleh para kyai dan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU). KH Miftachul Akhyar, pimpinan NU Jawa Timur, pernah menegurnya melalui media massa karena pernyataan Nusron yang provokatif dan berpotensi memecah belah kalangan Nahdliyin. Saat itu ia menyebut para kyai sepuh NU lupa sejarah masa lalu karena mendukung pasangan Prabowo Hatta.

Berkaitan dengan wacana pembubaran FPI, kiai Miftachul mengatakan, di tengah masyarakat yang semakin permisif dan apatis terhadap lingkungan sekarang ini, manfaat keberadaan FPI sangat jelas dalam memberantas kemunkaran. Sementara ketua umum pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay menilai aksi anarkis FPI memang pantas mendapatkan tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Akan tetapi perlu diteliti secara seksama apakah ini disengaja atau tidak. Karena menurut pengamatannya, kericuhan baru diatasi setelah benar-benar pecah tidak terkendali. Mustinya tugas penegak hukum adalah mengantisipasinya, karena demo dengan jumlah massa yang banyak bagaimanapun sulit mengendalikannya, termasuk bila terjadi provokasi dari pihak-pihak tertentu.

Ketua umum Persis ( Pemuda Persatuan Islam) Tiar Anwar Bachtiar malah berani berkata, dibalik aksi anarkis FPI, ada upaya penggambaran bahwa Islam merupakan bagian dari anarkisme. Skenario ini disajikan secara terus menerus oleh media kepada masyarakat, termasuk kepada umat Islam. Ini terbukti dengan minimnya pemberitaan hal-hal positif yang dilakukan ormas pimpinan Habib Riziek ini.   Kegiatan FPI mengangkat 100.000 mayat di Aceh saat terjadi tsunami, membantu gempa Jogja, melawan RMS, membantu pembangunan rumah bagi warga miskin, membantu berbagai bencana alam di pelosok tanah air seperti bencana banjir di Jakarta, di Sinabung dll adalah contohnya.

Sebaliknya hanya aksi pelarangan dan peredaran miras, serta perjudian dan pelacuran yang berbuntut ricuh selalu diberitakan besar-besaran. Padahal ketiga hal tersebut adalah perbuatan maksiat yang sangat dibenci Allah swt, karena jelas-jelas merusak ahlak dan diri sendiri serta lingkungan. FPI memperluas makna kemungkaran, tidak hanya hal-hal yang berbau kemaksiatan seperti ketiga hal diatas, tetapi juga aliran-aliran sesat yang mengatas namakan Islam seperti Ahmadiyah, Syiah dan JIL.

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman”. (HR. Muslim)

Dapat dibayangkan bagaimana bangganya Ahok, gara-gara dirinya umat Islam jadi saling menyerang. Hal yang benar-benar amat disayangkan. Ironisnya, umat Islam kurang menyadari hal ini. Demi citra Islam sebagai rahmatan lil’aamiin, umat sebenarnya sedang dipojokkan, dibuat lupa dengan hadist di atas dan pentingnya jihad di jalan Allah. Padahal makna sesungguhnya rahmatan lil ‘aalamiin salah satunya adalah menegakkan keadilan, di jalan Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Maidah(5):54).

Tak perlu teriak-teriak bubarkan FPI karena kami akan bubar sendiri, caranya gampang, yaitu pemerintah dan seluruh aparat negara memberhentikan tindak tanduk kemunkaran di Indonesia. Kalau pemerintah sudah melakukan itu, untuk apa lagi ada FPI,” ujar Rizieq sang ketua FPI.

Menurut ketua ormas tersebut  kaum  Muslim harus berbagi tugas. Ada yang berdakwah dengan lembut, ada yang menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan tegas, dan ada yang berjihad dengan keras. “Silakan memilih sesuai dengan kemampuan kita. Tapi jangan saling menyalahkan karena tahapan yang kami lakukan berbeda,” imbuhnya.

Berikut beberapa alasan mengapa FPI tidak setuju Ahok menjadi gubernur ibu kota kita tercinta, yang dikutip dari  http://www.idjoel.com/alasan-fpi-demo-ahok-jadi-gubernur-dki-jakarta/ .

  1. Ahok menghancurkan Masjid Baitul Arif di Jatinegara, Jakarta Timur, sehingga warga setempat tidak bisa shalat Jum’at dan melakukan kajian Islam sampai saat ini.
  2. Ahok juga menghancurkan masjid bersejarah Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki(TIM). Dengan dalih renovasi namun hingga hari ini tidak ada tanda-tanda akan dibangun kembali.
  3. Ahok mengganti para pejabat Muslim dengan pejabat-pejabat non Muslim seperti lurah Susan, lurah Grace, dan sebagainya.
  4. Ahok juga mengganti sejumlah kepala sekolah Muslim di DKI, dengan alasan lelang jabatan. Hasilnya, banyak kepala sekolah di DKI saat ini dari kalangan Nasrani.
  5. Ahok mengeluarkan aturan mengganti busana Muslim di sekolah-sekolah DKI setiap Jum’at dengan baju Betawi. Sebagai perbandingan, di sekolah-sekolah Bandung, baju daerah ( Sunda) dikenakan setiap hari Rabu, hari Jum’at tetap dengan busana Muslim.
  6. Ahok juga melarang malam takbiran dengan alasan macet. Padahal perayaan tahun baru dan HUT DKI yang dicanangkan dirayakan tiap tahun jauh lebih membuat macet jalanan. Bahkan menurut ketua Panitia Nasional Syukuran Rakyat Abdee Negara, Ahok sudah memberi izin pesta rakyat menyambut kemenangan Jokowi selama 4 hari berturut-turut.
  7. Ahok juga mendukung legalisasi pelacuran yaitu lokalisasi prostitusi, dan menyebut yang menolaknya sebagai orang munafik, termasuk Muhammadiyah. Akhirnya Muhammadiyah resmi melaporkan Ahok ke polisi dengan pasal penghinaan.
  8. Ketika umat Islam mati-matian memprotes Miss World, Ahok justru mendukung total bahkan bangga jika Jakarta menjadi tuan rumah final kontes yang sama sekali tidak Islami itu.
  9. Ahok juga mendukung konser Lady Gaga di Jakarta, yang di Singapura, Cina dan beberapa negara bukan mayoritas Muslimpun dilarang karena penampilannya yang dianggap asusila.
  10. Ahok bahkan berani gegabah mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan, yaitu BOLEH MINUM BIR, asal jangan sampai mabuk.
  11. Ahok mendukung wacana penghapusan Kolom Agama di KTP.
  12. Ahok dengan berani melecehkan ayat suci, yaitu dengan mengatakan bahwa ayat suci wajib tunduk pada ayat konstitusi.
  13. Ahok sempat berwacana untuk menghapuskan cuti bersama Lebaran.
  14. Ahok juga menentang habis manifesto Partai Gerinda tentang pemurnian agama dari aliran sesat.
  15. Adanya dugaan kuat bahwa Ahok terlibat korupsi pengadaan bus Transjakarta bernilai 1,6 triliun rupiah.
  16. Terakhir, pelarangan penyembelihan kurban di lingkungan SD.( http://vienmuhadi.com/2014/10/07/ahok-larangan-kurban-di-lingkungan-sd-dan-ham/ )

Jadi keberatan FPI terhadap kepemimpinan DKI ternyata tidak hanya karena Ahok non Muslim. Dalam acara ILC kemarin juga mencuat tentang adab Ahok yang dinilai kasar dan sering kali memaki-maki  anak buahnya di depan umum, sambil membanting-banting barang. Bahkan Ratna Sarumpaet, tokoh perempuan yang dikenal anti FPI pun juga mempertanyakan prilaku kasar tersebut.

Jangan lupa pemimpin adalah contoh ketauladan orang yang dipimpinnya. Sekarang saja kita bisa melihat sendiri betapa buruknya adab dan akhlak anak zaman sekarang. Tawuran, bulli-membulli, nyontek dll sudah menjadi budaya.

Rakyat Indonesia memang terlihat jelas sudah muak menyaksikan prilaku busuk para pejabat yang menjadikan budaya korupsi sebagai hal yang wajar. Tak heran bila sepak terjang Ahok yang terkesan disiplin dan tegas terhadap korupsi itu menjadi daya tarik tersendiri.

Termasuk juga terpilihnya Jokowi sebagai presiden RI ke 7, yang dikenal berkat gaya blusukannya itu, menjadi lambang kedekatan dengan rakyatnya. Hal yang wajar dan sah-sah saja sebenarnya. Sayangnya rakyat lupa ( atau mungkin memang tidak peduli?? ) bahwa dengan naiknya Jokowi maka otomatis Ahok sebagai wakil gubernur bakal naik jabatan menjadi  gubernur. Belum lagi melihat kenyataan bahwa PDI lah yang mendukung pencalonan Jokowi. Perlu diingat anggota partai berlambang banteng ini banyak dari kalangan JIL dan Syiah. Ini yang dikhawatirkan dan diwanti-wanti para ulama sejak awal, mengapa mereka lebih mendukung pasangan Prabowo – Hatta.

Namun nasi sudah menjadi bubur, kita harus menghadapi kenyataan, itulah pilihan rakyat. Semoga dengan terpilihnya ketua MPR dan DPR dari kubu KMP pimpinan Prabowo, pemerintahan presiden terpilih Jokowi dapat berjalan lebih baik dari perkiraan. Semoga susunan kabinet Jokowi  tidak membuat resah rakyat.

Meski ternyata, Nusron Wahid, sang ketua GP Ansor yang telah membuat para ulama kebakaran jenggot, telah didapuk menjadi koordinator pelaksanaan doa lintas agama di masjid Sunda Kelapa dalam rangkaian pesta pelantikan presiden dan wakil presiden yang baru saja berlalu. Bahkan dicalonkan menjadi salah satu mentri kabinet baru ini. Na’udzubillah min dzalik …

(  http://news.fimadani.com/read/2014/10/20/nusron-wahid-jadi-koordinator-doa-lintas-agama-pesta-jokowi/ ).

Tak dapat dibayangkan apa yang akan terjadi dengan negri ini bila FPI benar-benar dibubarkan. Dapat dipastikan berbagai bisnis maksiat seperti pelacuran dll pasti akan berjalan mulus, miras kembali beredar bebas, pemurtadan terhadap kaum muslimin akan makin menjadi-jadi. Lalu siapa yang bisa dan mau menghalangi hal ini bila semua ini terjadi ???

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 21 Oktober 2014.

Vien AM.

( Kabar terbaru, Minggu 26 Oktober 2014, Nusron Wahid tidak termasuk dalam daftar kabinet 2014, Alhamdulillah).

Belum juga Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama, wakil gubernur DKI Jokowi itu resmi dilantik naik jabatan menggantikan kursi gubernur yang ditinggalkan sang calon presiden terpilih. Tetapi pria asal Bangka ini telah nekad mengeluarkan instruksi  larangan pemotongan hewan kurban di lokasi SD.  Instruksi ini ditanda-tanganinya pada 17 Juli 2014 selaku petugas pelaksana gubernur DKI. Ketika itu Jokowi sedang sibuk pilpres.

(http://www.arrahmah.com/news/2014/09/26/instrusksi-ahok-larangan-qurban-di-sd-teror-terhadap-sekolah.html ).

Kontan hal ini memicu polemik berkepanjangan.  Sejumlah nara sumber menyebutkan instruksi tersebut jelas menyalahi  pasal 29 UUD 1945 dimana seharusnya Negara, dalam hal ini pemerintah, menjamin kebebasan beribadah bukan malah melakukan pelarangan.  Apalagi instruksi tersebut dikeluarkan tanpa alasan yang jelas. Meski beredar juga kabar bahwa alasannya adalah agar murid-murid SD yang notabene  masih berusia belia itu tidak menjadi trauma. Ahok juga sempat mengatakan bahwa hal tersebut bukan idenya, namun permintaan sejumlah kepala SD.  http://beritapopuler.com/ahok-dan-kebohongan-berlapis-soal-larangan-potong-hewan-qurban/

Apapun alasan yang dikemukakan Ahok sudah pasti membuat umat Islam bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dibalik semua ini. Ironisnya, meski MUI menyatakan bahwa calon gubernur DKI ini terlalu berlebihan dalam bersikap, ia tetap tegas mengatakan bahwa pemotongan hewan kurban di lokasi SD dilarang. Kali ini beralasan : “”Sekarang kan banyak penyakit ebola, rabies, flu burung sama macem-macem lah,” dalihnya di Gedung Balai Kota, seperti dikutip dari MetroTV, Kamis (2/10/2014).

Jadi atas dasar alasan yang mana sebenarnya Ahok berbicara ??

Kolom Opini Republika Sabtu 4 Oktober 2014 memuat artikel  menarik. Artikel itu ditulis oleh Dr Badrul Munir, seorang dokter spesialis syaraf RS Saiful Anwar Malang,. Dokter sekaligus dosen fakultas kedokteran Universitas Brawijaya ini mempertanyakan alasan Ahok bahwa penyembelihan hewan kurban dapat menyebabkan kelainan psikologi atau trauma terhadap anak.

Ilmu Psikoneurobehavior , ungkap Badrul, menyatakan bahwa usia sekolah dasar ( 7-12 tahun) saat perkembangan otak di lobus frontalis dan parietalis ( dahi dan pelipis) hal yang paling menonjol adalah mulai berkembangnya fungsi kognisi ( berpikir, logika, analisis), kreatifitas dan kemampuan berbahasa.  Jadi pada usia-usia inilah seorang anak memiliki kemampuan tinggi untuk merekam segala apa yang didengar dan dilihatnya. Artinya anak di usia tersebut harus dibekali paparan yang positif agar kelak bisa menjadi dasar prilaku positif.

Dengan kata lain, pendidikan dasar, seperti pendidikan moral dan agama, melalui contoh nyata dan penyampaian bahasa yang baik dan tepat,  di usia SD adalah waktu yang sangat tepat,  jauh lebih baik dari ketika anak sudah di tingkat SMP atau SMA.

Demikian pula  dengan ‘psikologi’ kurban. Setelah selama beberapa waktu murid-murid SD, khususnya yang  beragama Islam, mendengar kisah nabi Ibrahim dan putanya, nabi Ismail, tentang ketaatan kepada Tuhannya. Maka pada hari raya Iedul Adha, giliran murid-murid yang di ajak menyaksikan  bagaimana caranya mempraktekkan ketaatan tersebut. Jadi bila sebelumnya murid-murid belajar tentang teorinya maka kini saatnya mereka diajari tentang prakteknya. Menjadi tugas guru dan pengajar untuk memberikan pemahaman yang utuh tentang syariat berkurban kepada anak, secara runtut dan utuh, tidak separuh-separuh.

Nilai-nilai HAM yang belakangan ini sedang   ‘in’ bahkan bisa ditambahkan kepada murid-murid. Bahwa pemotongan hewan bukan dimaksudkan sebagai tanda kebiadaban, keberingasan apalagi tanda pelampisan kekuasaan manusia  atau ketidak-pedulian manusia terhadap hewan hingga bisa dikategorikan sebagai pelanggaran HAM kepada hewan. Justru kebalikannya. Pemotongan hewan kurban, selain tanda ketaatan kepada perintah Allah, juga realisasi dari keberpihakan kepada HAM.

Semua manusia berhak untuk hidup, dalam keadaan sehat jasmani rohani. Itu sebabnya setiap orang harus makan dan mengkonsumsi makanan bergizi, daging hewan contohnya. Sayangnya, tidak semua orang mampu membeli makanan hewani yang relative mahal itu. Itu sebabnya yang mampu harus berbagi, yaitu berkurban di hari raya Iedul Adha. Tentu saja ini hanya simbolis, karena berbagi kepada orang miskin tidak hanya pada hari tersebut namun bisa setiap waktu.

Itupun harus memenuhi beberapa persyaratan. Diantaranya hewan ( kambing, sapi atau unta) tidak boleh yang masih berada dibawah umur. Tidak boleh menakuti-nakuti dan mempermainkan hewan yang akan dipotong.  Itu pula sebabnya pisau harus tajam, agar hewan tidak terlampau merasa kesakitan. Ini masih ditambahkan, tidak mengasahnya di depam hewan yang akan disembelih, karena hal ini akan membuat hewan ketakutan. Ini wajib ditanamkan kepada murid-murid.

Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.” (HR. Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengasah pisau, tanpa memperlihatkannya kepada hewan.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah ).

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya di leher kambing, kemudian dia menajamkan pisaunya, sementar binatang itu melihatnya. Lalu beliau bersabda (artinya): “Mengapa engkau tidak menajamkannya sebelum ini ?! Apakah engkau ingin mematikannya sebanyak dua kali?!.” (HR. Ath-Thabrani dengan sanad sahih).

http://www.konsultasisyariah.com/tata-cara-menyembelih-sesuai-sunah/ ).

Perlu juga disampaikan kepada murid, bahwa HAM sejati adalah milik Allah swt sebagai Pemilik Alam semesta ini. Bahwa HAM adalah bukan milik perorangan, kelompok atau golongan tertentu.  Artinya selama suatu perintah dikeluarkan oleh Sang Khalik, tidak mungkin ada pelanggaran di dalamnya.  Karena sebagai pemilik Ia pasti tahu yang terbaik untuk mahluk-Nya. Pemakaian jilbab, perintah berpuasa, kepatuhan anak kepada orang-tua, hormat istri kepada suami dll dapat diberikan sebagai contohnya.

Adapun bila dalam prakteknya ada murid yang merasa mual, takut dll ketika melihat darah keluar dari hewan yang disembelih,  ini manusiawi. Kecuali bila sampai takut secara berlebihan hingga menimbulkan phobia ataupun trauma. Namun Dr Badrul berani mengatakan bila ini sampai terjadi pada umumnya dikarenakan pola asuh yang salah sejak anak masih kecil. Jadi bukan karena menyaksikan penyembelihan kurban di sekolah.

Yang perlu dikhawatirkan, tambahnya, justru ketika anak merasa cuwek bahkan menikmati berbagai game sadis atau senang menonton film brutal yang acap kali menjadi hobby anak, dan didiamkan saja oleh orang-tuanya. Malangnya, pemerintah tidak pernah merasa ada yang salah dengan hal ini. Padahal permainan games yang mengandalkan kecepatan otak dan gerak untuk menghancurkan lawan tanding akan terekam kuat di bawah sadar, dan menjadi dasar prilaku kekerasan anak di kemudian hari.

Jadi  apabila alasan pelarangan Ahok karena trauma atau alasan negative lain yang berhubungan dengan syaraf jelas tidas dapat ditrima. Tapi jika karena alasan kebersihan, ini  adalah tanggung jawab masing-masing sekolah bagaimana agar hal tersebut bisa ditanggulangi.

Terakhir, semoga saja tidak ada alasan “lain” alias mengada-ada yang memang disengaja untuk memojokkan umat Islam. Karena bagaimanapun secara sadar atau tidak kita sebenarnya sudah memancing kemarahan Sang Khalik, karena telah menjadikannya pemimpin.  Bukankah Allah swt telah jelas-jelas melarangnya ??

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Maidah (5):51).

Ironisnya, ternyata hanya FPI yang  berani secara terang-terangan memprotes pengangkatan Ahok sebagai gubernur. Itupun diacuhkan oleh Ahok, bahkan ia menganggap FPI seharusnya dibubarkan. Lebih jauh, dengan pongah ia berkata bahwa masyarakat sekarang sudah pintar jadi tidak perlu lagi  membawa-bawa isu  SARA. Malah bikin malu, ujarnya.

Apa maksud Ahok  tidak peduli bahkan malu ?? Apakah ini berarti bahwa masyarakat khususnya umat Islam sudah tidak peduli lagi dengan agama dan ajaran mereka? Bisa jadi ia benar sekali, buktinya yaitu tadi, tidak menjadikan ayat-ayat suci sebagai pegangan.  Na’udzubillah min dzalik …

Nasi sudah menjadi bubur.  Penduduk DKI sudah memilih Ahok sebagai wakil gubernurnya Jokowi. Sementara rakyat Indonesia juga sudah memilih Jokowi untuk diangkat sebagai R1. Konsekwensinya jelas, Ahok akan menjadi gubernur begitu Jokowi resmi dilantik menjadi presiden RI. Begitulah yang tertera pada  Undang-Undang No 34 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Lalu siapa yang bisa dan berani menghalanginya bila tahun depan pak gubernur kita ini melanjutkan gebrakan maut lanjutan pelarangan pemotongan hewan kurban di lingkungan SDnya yaitu dengan melarang murid SD berpuasa karena alasan kesehatan, jilbab bagi murid sekolah dst dst . Apakah ini namanya bukan pelanggaran HAM??

“ Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. … … ”. (QS.Al-Baqarah(2):109).

Mungkinkah hanya doa saja yang dapat membuatnya berpikir benar dan tidak emosional ? Tidak ada yang tidak mustahil selama Allah menghendaki. Buktinya koalisi Prabowo yang kalah dalam pilpres beberapa waktu lalu berhasil memenangkan kursi MPR dan DPR. Allahuakbar … Semoga selanjutnya Allah swt ridho memberi mantan bupati Belitung ini hidayah-Nya, agar dapat kembali ke jalan yang benar.

Ya Allah beri kami pemimpin yang mampu melindungi kami, khususnya warga DKI, agar dapat menjalankan ibadah sebaik mungkin, aamiin aamiin aamiin YRA.

… … … Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS.Al-Baqarah(2):109).

Wallahu’alam bish shawwab

Jakarta , 7 Oktober 2014.

Vien AM.

”Islam adalah agama rasional dan satu-satunya agama yang menolak adanya dosa warisan.”
Islam adalah agama yang rasional dan universal. Ia bisa diterima dan sesuai dengan akal sehat. Agama Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Sebab, kendati diturunkan di Jazirah Arabia, agama Islam bukan hanya untuk orang Arab, tetapi juga bisa diterima oleh orang yang bukan Arab (Ajam).

Bahkan, ilmu-ilmu dan ajaran yang terkandung dalam Alquran, sesuai dengan pandangan hidup umat manusia. Karena itu, tak heran, bila agama yang dibawa oleh Muhammad SAW ini, dengan mudah diterima oleh orang-orang yang senantiasa menggunakan akal pikirannya. Itulah yang dialami Dr Murad Wilfried Hofmann, mantan Diplomat Jerman. Ia menerima agama Islam, disaat kariernya berada di puncak.

Dr Hofmann, menerima Islam pada 25 September 1980. Ia mengucapkan syahadat di Islamic Center Colonia yang dipimpin oleh Imam Muhammad Ahmad Rasoul. Ia dilahirkan dalam keluarga Katholik Jerman pada 3 Juli 1931. Dia adalah lulusan dari Union College di New York dan kemudian melengkapi namanya dengan gelar Doktor di bidang ilmu hukum dari Universitas Munich, Jerman tahun 1957.

Selain itu, Hofmann dulunya adalah seorang asisten peneliti pada Reform of Federal Civil Procedure. Dan pada tahun 1960, ia menerima gelar LLM dari Harvard Law School. Kemudian, pada tahun 1983-1987, ia ditunjuk menjadi direktur informasi NATO di Brussels. Selanjutnya, ia ditugaskan sebagai diplomat (duta besar) Jerman untuk Aljazair tahun 1987 dan dubes di Maroko tahun 1990-1994. Tahun 1982 ia berumrah, dan 10 tahun (1992) kemudian melaksanakan haji.

Namun, justru sebelum di Aljazair dan Maroko inilah, Hofmann memeluk Islam. Dan ia baru mempublikasikan keislamannya setelah dirinya menulis sebuah buku yang berjudul Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif) tahun 1992. Setelah terbit bukunya ini, maka gemparlah Jerman.

Dalam buku tersebut, ia tidak saja menjelaskan bahwa Islam adalah alternatif yang paling baik bagi peradaban Barat yang sudah kropos dan kehilangan justifikasinya, namun secara eksplisit Hofmann mengatakan, bahwa agama Islam adalah agama alternatif bagi masyarakat Barat. Islam tidak menawarkan dirinya sebagai alternatif yang lain bagi masyarakat Barat pasca industri. Karena memang hanya Islam-lah satu-satunya alternatif itu, tulisnya.

Karena itu, tidak mengherankan saat buku itu belum terbit saja telah menggegerkan masyarakat Jerman. Mulanya adalah wawancara televisi saluran I dengan Murad Hofmann. Dan dalam wawancara tersebut, Hofmann bercerita tentang bukunya yang ketika itu sebentar lagi akan terbit itu.Saat wawancara tersebut disiarkan, seketika gemparlah seluruh media massa dan masyarakat Jerman. Dan serentak mereka mencerca dan menggugat Hofmann, hingga mereka membaca buku tersebut. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh media massa murahan yang kecil, namun juga oleh media massa yang besar semacam Der Spigel.

Malah pada kesempatan yang lain, televisi Jerman men-shooting Murad Hofmann saat ia sedang melaksanakan shalat di atas Sajadahnya, di kantor Duta Besar Jerman di Maroko, sambil dikomentari oleh sang reporter: Apakah logis jika Jerman berubah menjadi Negara Islam yang tunduk terhadap hukum Tuhan?

Hofmann tersenyum mendengar komentar sang reporter.Jika aku telah berhasil mengemukakan sesuatu, maka sesuatu itu adalah suatu realitas yang pedih. Artinya, Hofmann paham bahwa keislamannya akan membuat warga Jerman marah. Namun ia sadar, segala sesuatu harus ia hadapi apapun resikonya. Dan baginya Islam adalah agama yang rasional dan maju.

Sebagai seorang diplomat, pemikiran Hofmann terkenal sangat brilian. Karena itu pula, ia menambah nama depannya dengan Murad, yang berarti yang dicari. Leopold Weist, seorang Muslim Austria yang kemudian berganti nama menjadi Muhamad Asad, mengatakan, dalam pengertian luas, Murad adalah tujuan, yakni tujuan tertinggi Wilfried Hofmann.

Keislaman Hofmann dilandasi oleh rasa keprihatinannya pada dunia barat yang mulai kehilangan moral. Agama yang dulu dianutnya dirasakannya tak mampu mengobati rasa kekecewaan dan keprihatinannya akan kondisi tersebut.
Apalagi, ketika ia bertugas menjadi Atase di Kedutaan besar Jerman di Aljazair, ia menyaksikan sikap umat Islam Aljazair yang begitu sabar, kuat dan tabah menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan dari umat lain. Atas dasar itu dan sikap orang Eropa yang mulai kehilangan jati diri dan moralnya, Hofmann memutuskan untuk memeluk Islam.

Ia merasa terbebani dengan pemikiran manusia yang harus menerima dosa asal (turunan/warisan) dan adanya Tuhan selain Allah. Mengapa Tuhan harus memiliki anak dan kemudian disiksa dan dibunuh di kayu salib untuk menyelamatkan diri sendiri. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak punya kuasa, tegasnya.

Bahkan, sewaktu masa dalam masa pencarian Tuhan, Hofmann pernah memikirkan tentang keberadaan Allah. ia lalu melakukan analisa terhadap karya-karya filsuf seperti Wittgenstein, Pascal, Swinburn, dan Kant, hingga akhirnya ia dengan yakin menemukan bahwa Tuhan itu ada.

Ia kemudian bertanya; Bagaimana Allah berkomunikasi dengan manusia dan membimbingnya? Disini ia menemukan adanya wahyu yang difirmankan Tuhan. Dan ketika membandingkan agama Yahudi, Kristen, dan Islam, yang umatnya diberi wahyu, Hofmann menemukannya dalam Islam, yang secara tegas menolak adanya dosa warisan.

Ketika manusia berdoa, mereka harusnya tidak berdoa atau meminta kepada tuhan lain selain Allah, sang Pencipta. Seorang Muslim hidup di dunia tanpa pendeta dan tanpa hierarki keagamaan; ketika berdoa, ia tidak berdoa melalui Yesus, Maria, atau orang-orang suci, tetapi langsung kepada Allah, tegasnya.

Hofmann melihat bahwa agama Islam adalah agama yang murni dan bersih dari kesyirikan atau adanya persekutuan Allah dengan makhluknya. Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan,ujarnya. Dalam bukunya Der Islam Als Alternative, Annie Marie Schimmel memberikan kata pengantar dengan mengutip kata-kata Goethe.Jika Islam berarti ketundukan dengan penuh ketulusan, maka atas dasar Islam-lah selayaknya kita hidup dan mati.

Dalam bukunya Trend Islam 2000, Hofmann menyebutkan, potensi masa depan peradaban Islam. Ia menjelaskan, ada tiga sikap muslim terhadap masa depan mereka. Yakni, kelompok pesimis (yang melihat perjalanan sejarah selalu menurun), kelompok stagnan (yang melihat sejarah Islam seperti gelombang yang naik turun), dan ketiga kelompok optimis (umat yang melihat masa depannya terus maju). Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk senantiasa bersikap optimis dan menatap hari esok yang lebih baik.

Hofmann juga banyak terlibat aktif dalam organisasi keislaman, seperti OKI. Ia senantiasa menyampaikan pemikiranpemikiran briliannya untuk kemajuan Islam. Pada pertengahan September 2009 lalu, ia dinobatkan sebagai Muslim Personality of The Year (Muslim Berkepribadian Tahun Ini), yang diselenggarakan oleh Dubai International Holy Quran Award (DIHQA). Penghargaan serupa pernah diberikan pada Syekh Dr Yusuf al-Qaradhawi.

Islam Agama Rasional

Ada beberapa alasan yang membuat Murad Wilfried Hofmann akhirnya keluar dari Katholik dan memilih Islam. Dan alasan-lasan itu sangat membekas dalam pikirannya.

Tahun 1961, ketika ia bertugas sebagai Atase Kedutaan Besar Jerman di Aljazair, ia mendapati dirinya berada di tengah-tengah perang gerilya berdarah antara tentara Prancis dan Front Nasional Aljazair yang telah berjuang untuk kemerdekaan Aljazair, selama delapan tahun. Disana ia menyaksikan kekejaman dan pembantaian yang dialami penduduk Aljazair. Setiap hari, banyak penduduk Aljazair tewas.

Saya menyaksikan kesabaran dan ketahanan orang-orang Aljazair dalam menghadapi penderitaan ekstrem, mereka sangat disiplin dan menjalankan puasa selama bulan Ramadhan, rasa percaya diri mereka sangat tinggi dengan kemenangan yang akan diraih. Saya sangat salut dan bangga dengan sikap mereka, ujarnya. Alasan lain yang membuatnya memilih Islam, Hofmann adalah seorang penyuka seni dan keindahan.

Islam punya beragam kesenian yang sangat menarik dan indah, termasuk seni arsitekturnya. Hampir semua ruangan dimanifestasikan dalam seni keindahan Islam yang universal. Mulai dari kaligrafi, pola karpet, ruang bangunan dan arsitektur masjid, menunjukkan kuatnya seni Islam, jelasnya. Dari beberapa alasan diatas, persoalan yang benar-benar membuatnya harus memeluk Islam, karena hanya agama ini yang tidak mengajarkan doktrin tentang dosa warisan.

Pernyataan yang terdapat dalam Alquran sangat jelas, rasional dan tegas.Tak ada keraguan bagi saya akan kebenaran Islam dan misi yang dibawa oleh Nabi Muhammad SA, paparnya. sya/berbagai sumber Biodata
Nama : Wilfried Hofmann
Nama Muslim : Murad Wilfried Hofmann
Lahir : Jerman, 6 September 1931
Masuk Islam : 25 September 1980

Pekerjaan :
*Direktur Informasi NATO di Brussels Belgia
(1983-1987)
*Duta Besar Jerman untuk Aljazair (1987-
1990)
*Duta Besar Jerman untuk Maroko (1990-
1994).
*Penulis

Dicopy dari : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/09/09/29/78582-hidayah-bagi-sang-diplomat-jerman
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 58 other followers