Feeds:
Posts
Comments

Rubrik Republika « Khazanah Mozaik” edisi 24 Maret 2015 memuat artikel dengan judul “Revolusi Budak Muslim di Brazil”. Miris hati ini membacanya. Betapa tidak, lebih dari 12 juta Muslimin dibawa dari Afrika menuju Amerika Utara dan Selatan, hanya untuk dipekerjakan sebagai budak ! Na’udzubillah min dzalik …

Tragedi pahit ini memang telah lama terjadi yaitu selama periode tahun 1500 hingga 1800-an. Padahal Islam yang datang pada abad 7 mengajarkan bahwa perbudakan adalah hal yang sangat bertentangan dengan HAM, oleh karena itu harus dihilangan, meski secara bertahap, karena perbudakan di jazirah Arab pada masa itu telah mendarah-daging dan menjadi kebutuhan yang sulit untuk dihindarkan.

Islam menghapuskan perbudakan dengan berbagai cara.  Diantaranya membebaskan budak bagi orang yang melanggar janji ( Al-Maidah ayat 89), orang yang men-zihar istrinya ( Al-Mujadil ayat 3), zakat untuk memerdekakan budak ( At-Taubah ayat 60) dan sebagainya.

Sebaliknya Allah swt memang menciptakan manusia tidak semua dalam ‘derajat’ yang sama, dengan tujuan agar bisa saling memanfaatkan, saling bekerja sama. Tapi itu bukan berarti perbudakan dibolehkan ! Coba bayangkan bila di dunia ini tidak ada satupun pekerja kasar seperti kuli bangunan, tukang sampah, sopir dll.  Semua orang kaya, tak satupun ada orang miskin. Bagaimana zakat akan berjalan ? Akan tetapi perbedaan itu hanya berlaku didunia, yang hanya sementara, karena di akhirat nanti perbedaan hanya ada karena takwa.

“ Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS. Az-Zukhruf(45):32).

Perbudakan di Brazil baru lenyap pada tahun 1888. Ini berkat usaha dan kerja keras kaum Muslimin, baik dari para budak itu sendiri maupun  tokoh –tokoh Muslim yang ada di negri Samba tersebut. Perdagangan budak bermula di Brazil ketika Portugis berkuasa di sana. Para budak yang rata-rata beragama Islam itu dipekerjakan dengan semena-mena. Namun demikian mereka tidak mau mengorbankan agama dan keimanan mereka. Mereka menolak berpindah keyakinan mengikuti agama tuan mereka, yaitu Katolik.

Di kemudian hari, bersama orang-orang Muslim non budak, mereka bahkan berhasil membangun komunitas Islam yang kuat. Mereka berhasil membina rasa persatuan umat, sesuatu yang  teramat sangat langka di zaman sekarang ini. Rasa persaudaraan sesama Muslim lebih kuat ketimbang persaudaraan sesama bangsa dan negara. Hingga pada sekitar tahun 1800 an, mereka telah memiliki komunitas dengan ulama-ulama yang mumpuni, masjid, sekolah dan sejumlah kegiatan keagamaan. Komunitas ini berpusat di Negara bagian Bahia, Brazil bagian timur.

Pada saat itulah akhirnya mereka sadar dan memutuskan harus keluar dari perbudakan yang selama ratusan tahun telah menjerat mereka. Mereka bertekad akan memberontak dari pemerintahan , membebaskan para budak dan merebut kapal-kapal milik pemerintah agar dapat kembali ke tanah kelahiran mereka di Afrika.

Sayang, gara-gara pengkhianatan seorang budak, rencana pemberontakan yang telah disiapkan matang-matang tersebut berhasil diendus dan digagalkan pemerintah.  Akibatnya para pemimpin rencana pemberontakan tersebutpun ditangkapi dan dibunuh oleh pemerintah. Sejak itu kaum Muslimin di Bahia terpaksa hidup sembunyi-sembunyi. Seluruh kegiatan mereka diawasi dan ditekan pemerintah.  Namun demikian, hingga 20 tahun setelah peristiwa tersebut, kaum Muslimin tetap berkali-kali mencoba memberontak meski selalu gagal. Tapi hebatnya,  meski mereka gagal mencapai tujuan utama mereka, dakwah mereka cukup berhasil. Dari balik persembunyiannya, para ulama dan cendekiawan Muslim  berhasil meng-Islam-kan orang-orang Afrika yang berada di Bahia.

Hingga suatu hari, salah satu tokoh terkenal mereka,  Malam Bubakar, mendeklarasikan jihad melawan pemerintah. Melalui dokumen berbahasa Arab, ia menyeru agar seluruh umat Islam di negri tersebut bersatu dan melawan tuan-tuan mereka. Ia juga menetapkan 27 Ramadhan tahun tersebut sebagai hari puncak pemberontakan.

Namun sekali lagi usaha ini terpaksa gagal. Pemerintah mencium gelagat tersebut. Tak ayal lagi dalam pertempuran tidak seimbang,  300 budak dan mantan budak Muslim berkulit hitam harus menghadapi lebih dari 1000 tentara bersenjata lengkap yang dikerahkan gubernur Bahia. Malam Bubakar bahkan telah tertangkap dan kemudian diasingkan beberapa bulan sebelum jatuhnya hari  H.

Tetapi ternyata peristiwa yang menelan korban 100 budak Muslim itu tidaklah sia-sia belaka. Beberapa waktu setelah tragedi tersebut pemerintah memutuskan untuk mendeportasi mereka kembali ke tanah air. Bukan hasil terbaik  memang,  tetapi minimal harapan mereka untuk kembali menghirup udara kebebasan  mereka dapatkan, di tanah air mereka sendiri.

Kini, 200 tahun paska tragedi nahas tersebut, fenomena seperti itu masih saja terjadi.  Bukan perbudakan dalam arti seperti dulu memang. Namun saudara-saudari kita sesama Muslim di berbagai belahan bumi ini banyak yang masih tertindas. Muslim di Palestina, Suriah, Rohingnya, Cina bahkan di Negara-negara Barat yang mengaku menjunjung tinggi toleransi dan demokrasi seperti Perancis, masih saja tidak dapat bebas menjalankan ajaran agama mereka. Diantaranya adalah izin pendirian masjid yang sangat sulit, pelarangan jilbab, shalat yang sangat sulit dilaksanakan di tempat kerja dll. Bahkan tak jarang mereka dimusuhi dan dijadikan kambing hitam pada berbagai kerusuhan yang terjadi.

Ironisnya, di Indonesia yang mayoritas Muslimpun, ada beberapa daerah yang tidak mau memberikan hak-hak beribadah kaum Muslimin. Bahkan polwanpun baru hari ini ( 25/3/2015) mendapatkan haknya menggunakan jilbab ketika bertugas. Itupun baru sebatas pengesahan peraturannya belum penerapannya. Namun masih tetap lebih baik dibanding TNI yang belum ada pemikiran ke arah itu. Kabar terbaru, bandara Soekarno Hattapun telah dipasangi autogate yang tidak dapat dilewati orang-orang bernama Muhammmad atau Ali. Meski akhirnya  kemenag mengklarifikasi bahwa itu hanyalah kesalahan alat canggih yang baru dipasang saja.

Lucunya lagi, ketika ada kelompok-kelompok yang membantu saudara-saudari mereka yang tertindas, yang diperangi, yang dizalimi, dengan mengangkat senjata alias berjihad, seperti yang terjadi di Palestina atau Suriah, maka dengan lantang orang-orang yang tidak satu pemikiran, meski sama-sama Muslim berteriak lantang :“ Islam adalah rahmatan lilalamin”. Jadi tidak boleh umat Islam melawan, marah, apalagi sampai mengangkat senjata. Lebih parah lagi label « Teroris»pun disandangkan kepada mereka yang melawan “kebenaran” versi Barat.

Tampak nyata bahwa persatuan Islam  yang merupakan salah satu kekuatan Islam telah hilang lenyap ntah kemana. Umat Islam telah terpecah dan terkotak-kotak ke dalam kelompok-kelompok bangsa dan Negara hingga akhirnya tidak lagi mempedulikan penderitaan sesama Muslim,  terutama bila bukan sesama bangsa dan negaranya. Padahal Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal dan berkasih-sayang, dalam ikatan takwa.( Al-Hujurat ayat 13). Tanpa sadar umat Islam sebenarnya telah termakan hasil karya perang pemikiran ( ghazwl fikiri) yang dilontarkan Barat. Persaudaraan Muslim, apalagi jihad membela sesama Muslim yang tertindas adalah kejahatan, terorisme.

Rasulullah saw. bersabda:  “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam”. (Shahih Muslim).

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. Ali Imran(3):103).

Lalu bagaimana kita masih berani mengatakan “Islam adalah rahmatan lilalamin” bila kaum Muslimin saja tidak bisa merasakan kedamaian?  Pembunuhan dan pembantaian terus saja terjadi. Lihatlah betapa menderitanya saudara-saudari kita di Palestina yang selama puluhan tahun hidup di bawah kezaliman penjajah Israel, rakyat Suriah yang terus dibantai oleh Syiah Rasyidah dibawah Basar Asad. Bukankah Allah swt berjanji bahwa Ia akan memberikan nikmat-Nya;  kemudahan dalam segala hal dan urusan, dengan catatan bila umat Islam mau bersatu dibawah hukum dan panji Islam?

Tak heran bila belakangan ini, ISIS dengan segala isu kontroversialnya, berhasil menjaring banyak simpati dan daya tarik tersendiri, dari sebagian umat Islam. Kita saksikan sendiri betapa umat Islam dari segala penjuru datang bergabung ke dalam ISIS yang jelas-jelas berperang dengan tidak mengikuti apa yang dicontohkan Rasulullah.

Rasulullah saw bersabda :“Apabila kalian mendapatkan Fulan maka bunuhlah dia, tapi jangan kalian bakar! Sesungguhnya tak ada yang boleh menyiksa dengan api kecuali Tuhan Penguasa api” (HR. Abudaud).

http://internasional.kompas.com/read/2015/03/18/11252901/Mantan.Anggota.ISIS.Beberkan.Alasan.Ia.Tinggalkan.Kelompok.Itu?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

ISIS sama sekali tidak mencerminkan Islam, dan bukan juga Islam. Tapi toh tetap saja banyak Muslim yang membela organisasi ini hingga Islam tampak garang, jahat dan keji. Sepak terjang ISIS jelas makin mencoreng citra Islam yang sudah tercoreng. Alih-alih membela saudara-saudari kita yang tertindas, justru Islamophobilah yang makin menjadi-jadi. Tidak ada pembelaan ISIS untuk saudara/saudari kita di Palestina.

Lalu siapa sebenarnya yang diuntungkan dengan adanya ISIS ini ??? Siapakah dibalik gerakan berbau terorisme ini ?

http://sapujagat.co/pengakuan-hillary-clinton-isis-ciptaan-amerika-israel/

Sekali lagi, tampaknya, kita telah berhasil diperdaya, dengan amat mudahnya, oleh musuh-musuh Islam. Na’udzubillah min dzalik …

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 26 Maret 2015.

Vien AM.

Menciptakan organisasi teroris dunia yang menebarkan ketakutan, tak bisa dipisahkan dengan Amerika Serikat. Hampir setiap kurun waktu akan lahir sebuah kelompok teroris kaliber dunia, yang dilahirkan oleh Central Intelligence Agency (CIA/lembaga kontra intelijen internasioal milik AS). Tujuannya untuk menciptakan Islam sebagai musuh baru pasca berakhirnya era komunisme yang ditandai keruntuhan Uni Soviet. Tak heran bila  kelompok teroris yang dibidani, hampir selalu berbendera Islam. Setelah Al-Qaeda ditumpas, kini Islamic State of Iraq and al-Syam (ISIS), yang dijadikan simbol Islam radikal sebagai musuh bersama.

SEJAK awal tahun 2014 lalu, dunia dikejutkan oleh sepak terjang kelompok yang menamakan diri sebagai pasukan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS). Pasukan yang tampil dalam kostum hitam-hitam dengan wajah tertutup itu menebarkan wabah ketakutan di daratan Irak dan Suria. Tidak hanya menerapkan hukuman mati massal terhadap tawanan perang saat menyerbu beberapa wilayah di Irak dan Suria. Namun, mereka juga menebarkan maut di jalanan umum dengan menembaki warga sipil secara membabi buta. Kekejaman itu dengan bangganya diunggah di situs youtube, untuk menunjukkan arogansi dan kekuatan mereka.

Pada awalnya, perilaku pasukan ISIS itu dinilai masyarakat dunia sebagai ambisi politik pimpinannya, Abu Bakr al-Baghdadi yang ingin mendirikan Daulah Islamiah di wilayah Irak dan Syam, yang merupakan istilah bahasa Arab klasik untuk Damaskus dan wilayah daratan sekitarnya. Dari waktu ke waktu, nama itu merujuk ke daerah antara Laut Tengah dan Sungai Eufrat, di selatan Pegunungan Taurus dan di utara gurun Arab. Dengan kata al-Sham, maka wilayah yang diincar ISIS tidak hanya mencakup Suriah saja. Namun, melebar pada wilayah  Israel, Yordania, Lebanon, dan Palestina, dan bahkan bagian tenggara Turki. Daerah ini disebut sebagai Levant oleh pakar geografi Barat.

Saat kekejaman dan sikap radikal pasukan ISIS membawa korban jiwa ribuan, yang mayoritas juga muslim. Pengusiran massal suku Yazid, suku asli bangsa Suria, dari tanah kelahirannya. Demikian pula melakukan perampasan dan perampokan harta warga sipil, maka mulailah berdatangan kecaman dari para ulama muslim di seluruh dunia. ISIS dituding sebagai kelompok radikal berbendera Islam, tapi perilakunya jauh dari firman Allah dalam Al-Quran dan perilaku islami yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW dalam ribuan hadits.

Kejengkelan dan kebencian para muslim dunia kian menggunung, setelah mantan pegawai badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA) yang juga mantan agen CIA, Edward Snowden, pembocor rahasia intelijen AS yang kini bermukim di Rusia mengungkapkan di beberapa media internasional, bahwa bahwa ISIS bukan murni organisasi militan Islam. Organisasi ini merupakan bentukan kerjasama dari badan intelijen Inggris (MI6), Amerika (CIA) dan Israel (Mossad).

Badan intelijen ketiga negara itu, menurut Snowden, secara khusus menciptakan sebuah organisasi teroris yang mampu menarik semua ekstremis dunia untuk bergabung di suatu tempat. Strategi itu populer dalam dunia intelijen dengan sebutan the hornet’s nest (sarang lebah). Penciptaan ISIS itu terdapat dalam dokumen NSA yang dimiliki. Implementasi strategi sarang lebah untuk melindungi entitas Zionis di dunia, dengan menciptakan slogan-slogan keagamaan dan Islam. Dengan strategi ini, kelompok-kelompok yang merupakan musuh Israel dan sekutunya lebih mudah terdeteksi. Tujuan lainnya, untuk merawat instabilitas di negara-negara Arab.

Menurut dokumen yang dirilis oleh Snowden, disebutkan, bahwa satu-satunya solusi melindungi negara Yahudi adalah menciptakan musuh di dekat perbatasannya. Dokumen yang dibocorkan itu mengungkapkan, bahwa pimpinan tertinggi ISIS yang juga seorang ulama, Abu Bakr al-Baghdadi sepeti dikutip Moroccantimes, telah dilatih secara militer dan intensif selama satu tahun oleh Mossad. Selain latihan militer dan pengorganisasiannya, dia juga dilatih dalam masalah teologi dan seni berbicara.

Sedangkan Global Research, sebuah lembaga peneliti independen dari Canada menyebutkan, bahwa seorang pakar dalam studi oriental berkebangsaan Rusia, Vyacheslav Matuzov, mengatakan pemimpin dari Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) Abu Bakr al-Baghdadi memiliki hubungan sangat dekat dan terus bekerja sama dengan CIA. Matuzov menyatakan, “All facts show that Al-Baghdadi is in contact with the CIA and during all the years that he was in prison (2004-2009) he has been collaborating with the CIA,” katanya di Suara Radio Rusia, Selasa, 8 Juli 2014.

Dia mengatakan bahwa AS tidak perlu menggunakan drone untuk mengamati ISIL atau ISIS, karena sudah memiliki akses ke para pemimpin kelompok tersebut. Matuzov meyakini sejak komandan teroris merupakan sekutu AS, maka Washington tidak akan memerangi mereka. Mereka adalah bagian dari rencana besar dari AS.

Dalam catatan Global Reserarch, pemimpin ISIL adalah Abu Bakr Al-Baghdadi yang pernah menjadi tahanan di pusat penahanan AS, Camp Bucca di Umm Qasr, kota pelabuhan di Irak selatan, Februari 2004 hingga awal Desember 2004. Pada tahun 2006 Baghdadi kembali aktif di kawasan Irak. Baghdadi selanjutnya mengumumkan diri sebagai khalifah dari negara Islam. Beberapa informasi menyebutkan, pejuang suku Kurdi menemukan bahan makanan kemasan buatan Israel di tempat persembunyian ISIL di Mosul dan kota Kirkuk.

Beberapa laporan pengamat militer juga menyebutkan, rumah sakit milik Israel banyak merawat militan ISIL yang terluka dalam pertempuran. Bahkan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu juga melakukan kunjungan ke rumah sakit lapangan yang didirikan oleh otoritas Israel di wilayah Suriah yang diduduki ISIL, untuk mengobati pemberontak yang luka akibat bertempur dengan pasukan Suriah.

Informasi lain yang memperkuat adanya kaitan antara kelompok ISIL (ISIS) dengan CIA, disampaikan oleh pejabat Yordania. Menurut dia, anggota ISIL telah dilatih disebuah markas rahasia di Yordania oleh instruktur dari Amerika Serikat. Pada minggu pertama bulan Juni 2014 mingguan Jerman Der Spiegel menulis, bahwa militer AS telah melatih pemberontak Suriah di Yordania.

Latihan di Yordania dilaporkan terutama pada penggunaan senjata anti-tank. Majalah Jerman itu melaporkan, sebelumnya sekitar 200 orang pemberontak telah menerima pelatihan selama tiga bulan. Harian Inggris Guardian juga melaporkan, AS pada bulan Maret 2014 membantu pelatihan militer kepada pemberontak Suriah di Yordania bersama dengan instruktur Inggris dan Perancis. Kantor berita Reuters melaporkan, juru bicara Departemen Pertahanan AS menolak berkomentar langsung pada laporan majalah Jerman itu. Kementerian luar negeri Prancis dan kementerian luar negeri dan pertahanan Inggris juga tidak mau berkomentar kepada Reuters.

PENGAKUAN HILLARY

Fakta lain yang mengungkap eksistensi ISIS sebagai organisasi teroris bentukan CIA yang dilatih Mossad dan MI6 terungkap dari pengakuan mantan Menlu AS Hillary Clinton. Mantan first lady AS itu mengakui, bahwa ISIS merupakan organisasi buatan AS guna memecah belah dan membuat Timur Tengah senantiasa bergolak.

Pernyataan Hillary tersebut selain disiarkan berbagai media massa barat juga dilansir harian Mesir, Elmihwar edisi Rabu 6 Agustus 2014. Pengakuan mengejutkan itu tercatat dalam buku yang ditulis Hillary dengan judul “Hard Choice”. Mantan Menlu di kabinet Obama masa jabatan pertama itu mengaku, pemerintah AS dan negara-negara barat sengaja membentuk organisasi ISIS demi memecah belah Timur Tengah (Timteng). Hillary mengatakan gerakan ISIS sepakat dibentuk dan diumumkan pada 5 Juni 2013.

“Kami telah mengunjungi 112 negara sedunia. Lalu kami bersama rekan-rekan bersepakat mengakui sebuah Negara Islam (Islamic State/IS) saat pengumuman tersebut,” tulis Hillary.

Negara Islam tersebut, awalnya direncanakan didirikan di Sinai, Mesir, sesuai revolusi di beberapa negeri di Timteng seperti Libya dan Suriah. Namun, lanjutnya, semua berantakan saat meletus kudeta politik oleh militer di Mesir. “Kami memasuki perang Irak, Libya dan Suriah dan semua berjalan sangat baik. Namun tiba-tiba meletus revolusi 30 Juni-7 Agustus di Mesir, yang membuat segalanya berubah dalam tempo 72 jam,” ungkap istri mantan presiden AS ke-42, Bill Clinton, itu.

Akibat revolusi tersebut, tambahnya, semua rencana pembentukan Negara Islam berantakan tanpa bisa dihindari. “Kami berpikir untuk menggunakan kekuatan. Namun Mesir bukanlah Suriah atau Libya. Militer Mesir kuat. Bangsa Mesir tidak akan pernah meninggalkan militer. Jika kami gunakan kekuatan melawan Mesir, kami akan rugi. Tapi jika kami tinggalkan kamipun rugi,” lanjutnya.

Mesir, menurutnya, merupakan jantung Arab. Jika AS dan Barat dapat menguasai Mesir, maka negara-negara di Timteng lainnya dapat mudah dikuasai dengan sempurna, meski terjadi perselisihan di antara mereka. Dengan demikian sumber-sumber minyak dan laut di kawasan tersebut dapat dikuasai penuh oleh AS. Tidak hanya melempar pengakuan mengejutkan mengenai ISIS sebagai bentukan Amerika dan negara-negara barat, Hillary juga mengaku sempat mengajukan rencana pelatihan relawan anti-Bashar Assad.

Dalam memoarnya Hillary mengakui, seputar pengajuan proposal pelatihan relawan bersenjata anti-Assad dibukanya dalam wawancara video dengan harian terkemuka Inggris, The Guardian. Dalam wawancara yang disiarkan secara streaming pada 4 Juli 2014 lalu, Hillary mengaku kecewa manakala sebuah proposal pelatihan 100 ribu relawan bersenjata anti-Assad yang diajukan Jendral Sir David Richards (perwira paling senior Angkatan Bersenjata Inggris) pada tahun 2012, ditolak PM David Cameron.

“Perdana Menteri melihat (pelatihan itu) terlalu berisiko,” kata Hillary kepada The Guardian. Dia mengaku, senyampang koleganya di Inggris itu mengajukan rencana proyek tersebut, di Washington dirinya melakukan hal serupa. Hasilnya sama saja. Presiden Barack Obama juga menolak proposal Hillary yang saat itu Menlu.

“Saya kurang tahu pasti, apa yang menjadi alasan khusus penolakan proposal di Inggris. Tetapi di AS ada perdebatan, karena saya berupaya menguji coba, melatih dan mempersenjatai warga Suriah (untuk menggulingkan Assad),” kata Hillary.

Wawancara tersebut tidak menjelaskan, apakah ditolaknya kedua proposal tersebut, ada proposal lain untuk pembentukan ISIS yang kemudian disetujui pemerintah AS.

Sebagaimana diketahui, dalam memoar terbarunya,’Hard Choices’, Hillary Clinton mengaku bahwa kelompok radikal bersenjata ISIS dibentuk dan dibuat negara-negara barat, terutama AS dan Inggris.

KONTROVERSI

Dari beberapa fakta diatas, menegaskan Baghdadi ditahan di Camp Bucca AS hanya 10 bulan, Februari-Desember 2004. Selanjutnya Baghdadi diketahui kembali aktif di kawasan Irak pada tahun 2006. Sepanjang 2005 tak ada yang mengetahui keberadaan Baghdadi. Hasil analisa para pengamat politik sebagaimana dilansir Reuters, menengarai sepanjang tahun 2005 itulah Baghdadi sedang menjalani pelatihan oleh Mossad di Yordania. Saat muncul dan aktif kembali pada 2006, Baghdadi terlihat bergabung dalam organisasi Mujahidin Shura Council (MSC). Baghdadi kemudian mengubah nama MSC menjadi Negara Islam Irak (ISI). Selanjutnya pada 16 Mei 2010 menjadi pimpinan tertinggi. Selama aktif di ISI diketahui Baghdadi ikut beroperasi sebagai organisasi militant Al-Qaeda di Irak (AQI-Irak).

Kiprah Baghdadi kemudian mulai bersinar setelah ISIS melebarkan sayap ke Suriah dan melakukan serangan bom bunuh diri di Mosul pada 15 Agustus 2011. ISIS dibawah kepemimpinan Baghdadi terus melakukan serangan bom bunuh diri di Irak. Selain itu, Baghdadi mengeluarkan pernyataan akan membalas kematian Osama bin Laden yang ditembak mati Pasukan Khusus AS Navy SEALs pada 2 Mei 2011 di Abbottabad, Pakistan.

Namun, pada 4 Oktober 2011 Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan masuknya nama Baghdadi sebagai teroris global. Dia diburuh dan kepalanya dihargai 10 juta dollar AS. Pengumuman ini yang sangat menarik perhatian, karena seperti dikatakan oleh pakar Rusia Matuzov, Baghdadi adalah agen binaan CIA yang dilatih Mossad. Apakah ini merupakan upaya pengamanan agen seperti yang biasanya dilakukan badan intelijen? Biasa disebut sebagai upaya desepsi pengamanan agen agar tidak terbaca oleh counter intelligence(Kontra Intelijen) lawan.

Kiprah al-Baghdadi kemudian semakin menjadi-jadi. Pembentukan ISIS (ISIL) pada 8 April 2013 kian membangun rasa percaya diri dan anak buahnya. Dikabarkan di daerah operasi Suriah, sebagian besar milisi asing bergabung ke ISIS. Baghdadi tidak perduli, siapapun yang dianggap bertentangan akan diserangnya. ISIS ini telah mendapatkan reputasi menerapkan aturan brutal di daerah yang dikendalikan. Semua diatur dengan hukum syariat Islam yang sangat keras. Mereka yang beragama selain Islam dipaksa masuk Islam atau membayar pajak. Sebaliknya bila menolak, maka kepalanya akan dipenggal dan ditancapkan di pagar makam umum atau tempat-tempat yang dapat dilihat oleh umum.

Konflik ISIS dengan pemerintahan negara-negara di Timur Tengah kian menjadi-jadi, setelah dia mengumumkan Negara Islam versi Baghdadi, dengan jabatannya sebagai Khalifah pada tanggal 29 Juni 2014. Baghdadi mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk pindah dan bergabung dengannya.

Kini, Islamic State bentukan Baghdadi semakin kuat. Mempunyai ribuan pasukan bersenjata, memiliki peralatan perang hasil rampasan dari pasukan Irak di Mosul. Dengan idenya membentuk negara Islam yang menerapkan syariat Islam dengan keras, disatu pihak dia tidak disukai, sementara dilain pihak dia dipuja. Sebagai contoh, di Indonesia ada kelompok yang melakukan bai’at kepada Baghdadi tidak peduli apa yang dilakukannya dan dimanapun dia berada, yang penting kata mereka, ada tokoh yang menyuarakan negara Islam dan telah membuktikan keberhasilan langkah militernya untuk menguasai sebuah negara.

Jadi memang benar, ISIS bukanlah aliran agama yang berisi ajaran teologi dan ritual keagamaan. ISIS atau faham Islamic State Baghdadi adalah gerakan politik yang bisa mengancam kedaulatan dan konstitusi negara lain. ISIS termasuk dalam kategori gerakan transnasional politik agama. Itulah sebabnya organisasi ini dinilai sangat berbahaya apabila terbentuk dan kemudian membesar. Tujuannya apabila berkembang di Indonesia hanya satu, yaitu akan merebut dan mengubah dasar negara Pancasila dan UUD 1945.

Nah, kini yang menjadi pertanyaan, apakah memang ISIS dan Abu Bakr al-Baghdadi adalah bentukan tiga badan intelijen dari tiga negara? Memang bisa diakui, keberadaan ISIS yang kemudian berkembang menjadi IS (Islamic State) telah menimbulkan konflik kepelbagai pejuru. Baghdadi telah menabrak semua pihak yang bertikai, dan ada satu dimana dia tidak terlibat, yaitu dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Disinilah point penting, pada masa mendatang kita akan melihat apakah mereka justru merupakan bemper dari Israel?=TIM

REKAM JEJAK ISIS VERSI AL-JAZEERA

2003    Tahun cikal bakal terbentuknya ISIS. Diawali dengan jatuhnya Presiden Irak Saddam Hussein.

Gerakan ISIS berawal dari gerakan Tauhid dan Jihad, sebuah kelompok teroris bentukan

pemerintah Irak, setelah jatuhnya Saddam Hussein. Kelompok ini gencar menentang invasi

pimpinan Amerika Serikat.

2006    Pemimpin Tauhid versi Takfiri, Abu Musab al-Zarqawi dari Yordania menyatakan setia kepada Al

            Qaeda–yang diduga mendukung Saddam Hussein meski kemudian mengganti nama kelompok

            menjadi ISIS. Sejak itu ISIS mulai melancarkan serangan bom kepada pemerintah Irak dan AS.

            Metode serangan ini banyak ditentang oleh orang Irak, yang sebelumnya mendukung mereka.

            Pasalnya metode mereka dianggap telah melenceng dari perjuangan nasional dan malah memicu

            perang sektarian.

2006    Pemimpin ISIS, Zarqawi, yang dikenal piawai menembakkan senapan mesin dari pinggul, tewas

            dalam serangan tentara AS. Peristiwa itu membuat Irak dan AS kegirangan. Namun, sosok baru

            muncul menggantikannya. Abu Omar al-Baghdadi terpilih memimpin ISIS. Kendati demikian,

            banyak yang mengatakan Baghdadi tetaplah orang asing yang tak pantas memimpin ISIS.

2010    Di bawah pimpinan Baghdadi sampai terbunuh oleh pasukan AS dan Irak pada tahun 2010, ISIS

            terus menyerang sektarian dan AS. Kepemimpinannya digantikan Abu Bakr al-Baghdadi, yang

            bernama asli Ibrahim Awwad Ibrahim al-Badri. Dari sinilah, serangan ISIS naik ke level internasional.

2012    Abu Bakr al-Baghdadi dikenal sebagai komandan medan perang yang memiliki strategi sangat

            cerdas. ISIS semakin hebat di bawah pimpinannya. Hingga tahun 2012, Baghdadi mengalihkan

            perhatian untuk memperluas operasi ke Suriah. Di tahun ini pula, Baghdadi menyatakan

            penggabungan ISIS dengan Front Al Nusra, kelompok yang menyatakan diri sebagai satu

            satunya afiliasi Al-Qaeda di Suriah. Namun, permintaan ISIS itu ditolak. Al Nusra menganggap ISIS

            telah melenceng dari Al-Qaeda. Pemimpin Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri mendesak ISIS untuk

            fokus pada Irak dan meninggalkan Suriah. Sejak saat itu, tanggal 17 April 2012, ISIS menyatakan

            tidak lagi menjadi bagian Al-Qaeda. Hubungan keduanya pun memburuk hingga seringkali terlibat

            konflik bersenjata.

2014    Pada Januari 2014, ISIS kembali mengalihkan perhatian ke Irak. Serangan ISIS semakin matang

            dan terorganisir. Sejak saat itu pula, sejumlah kota seperti Falujjah, Anbar, Ramadi, dan Mosul jatuh

            di bawah kendali kelompok ini. Dari keberhasilan ini, ISIS akhirnya mendeklarasikan berdirinya

            Negara Islam pada 29 Juni 2014. Dalam sebuah rekaman suara, kelompok ini juga menyatakan

            bahwa pemimpin mereka, Baghdadi akan menjadi pemimpin bagi umat muslim di seluruh dunia.=

Wallahu’alam bish shawwab.

Dicopy dari http://sapujagat.co/pengakuan-hillary-clinton-isis-ciptaan-amerika-israel/

Jakarta, 21 Maret 2015.

Vien AM.

( Sambungan ” Legenda Yunani; Santorini, Athena dan Hikmahnya (3)“).

Tiba saatnya untuk kembali, dengan tanda tanya besar dan rasa penasaran karena tidak berhasil menemukan satupun restoran halal di pulau milik Yunani ini. Namun ternyata jawaban itu ada di Yunani daratan yang kami temukan esok harinya.

Kami tiba di Athena, ibu kota Yunani, setelah setengah jam terbang dari Santorini. Setelah cek in hotel dan meletakkan koper serta barang bawaan, kami segera keluar kembali untuk melihat-lihat suasana kota sekaligus mencari makan malam. Maklum kami hanya semalam menginap di kota tua ini. Jadi harus benar-benar memanfaat kesempatan ini.

Untuk itu kami sengaja memilih hotel yang dekat dengan pusat daya tarik utama kota ini. Itulah Parthenon.  Parthenon  adalah kuil, rumah milik dewi Athena, putri kesayangan Zeus, dewa tertinggi Yunani. Nama ibu kota Negara ini memang diambil dari nama dewi yang dikenal sebagai dewi pelindung kota di pada abad 5 SM. Parthenon sendiri berada di pelataran tertinggi kompleks reruntuhan kuno Acropolis.

Athena menjelang tengah malam masih sangat ramai. Mungkin karena malam itu adalah malam minggu. Dan mungkin karena kami berada di pusat turis. Dengan mudah kami menemukan lokasi yang dari kejauhanpun sudah terlihat itu. Apalagi dibantu penduduk setempat yang rata-rata ramah. Dengan bahasa Inggris yang cukup baik, dengan senang hati mereka mau menjawab pertanyaan dan membantu menunjukkan jalan.

Restoran adalah tujuan pertama kami. Kami memasuki sebuah restoran cepat saji ala Mc Donald. Bingung juga kami melihat menu berbahasa Yunani dengan hurufnya yang tampak asing bagi kami. Alphabet Yunani adalah alphabet paling tua di dunia yang masih digunakan hingga saat ini.

Akhirnya kami hanya melihat dan menunjuk gambar. Pertanyaan kami hanya satu, apakah itu daging babi atau bukan. “No, it’s chicken”, katanya sambil lalu, setelah sempat bingung apa yang kami tanyakan. Tampak bahwa ia tidak begitu menguasai bahasa Inggris. Sayang sekali … :-(

Apa boleh buat, meski sempat ragu, kami habiskan juga sajian di hadapan kami tersebut. Bismillah … Semoga kami tidak salah. Setelah itu kami segera keluar dan menuju Parthenon yang terletak tidak begitu jauh dari tempat kami makan.

IMG_3237Beruntung kami sempat menyaksikan Parthenon di malam hari. Karena kuil yang terletak di atas bukit di tengah kota itu terlihat sangat megah ketika bermandikan cahaya lampu di malam hari. Namun tak lama kami berada di tempat tersebut. Selain memang tutup hari juga sudah terlalu larut malam. Sayangnya kami juga tidak berhasil mengambil gambar yang cukup bagus.

« Besok bangun pagi ya .. Kita naik ke kereta mini ke Parthenon, lihat Athena dari atas, okay ?”, kata suami mengingatkan.

Pada saat kami hendak kembali ke hotel itulah, tiba-tiba seseorang menegur kami “ Assalamualaykum .. Glad to see you wearing the hijab. But why do not your daughter?”. Kaget kami dibuatnya. Saya dan suami hanya tersenyum sambil memandang anak gadis kami yang wajahnya terlihat memerah, tidak menyangka bakal ditegur sedemikian rupa, di kota berpenduduk mayoritas Kristen pulak. Ia memang belum siap menutup auratnya dengan sempurna.

Akhirnya kamipun terlibat percakapan. Ternyata orang yang menegur kami tadi adalah seorang imigran Ajjazair. Ia makin semangat mengobrol mengetahui bahwa kami tinggal di Perancis. Maklum, Aljazair adalah negara bekas jajahan Perancis. Itu sebabnya banyak sekali imigran Negara Arab di ujung utara Afrika ini di kota-kota Perancis, beranak pinak dan membuat semarak Muslim di negri bekas pimpinan Zarkozy ini. Demikian pula lelaki ini, ia mempunyai beberapa sanak saudara yang tinggal di Perancis.

Darinya pula kami jadi tahu bahwa Muslim di negri ini kurang beruntung. Karena selain tidak memiliki satupun masjid, pemotongan daging halalpun tidak ada. Yunani yang katanya merupakan bapak demokrasi karena disinilah sejarah awal demokrasi muncul namun nyatanya tidak mengizinkan Muslim berkembang.

Konstitusi Yunani menyatakan bahwa setiap anggota masyarakat secara mutlak dijamin kebebasannya dalam beragama. Dan bahwa setiap orang yang tinggal di wilayah Yunani akan menikmati perlindungan penuh akan kepercayaan mereka. Namun nyatanya tidak ada satupun masjid yang dapat ditemukan di Athena. Karena pendirian tempat ibadah agama lain ditentang oleh kalangan Kristen fundamentalis. Bahkan kabarnya, setiap aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan rumah ibadah resmi harus disetujui terlebih dahulu oleh Gereja Ortodoks. Sekedar informasi, mayoritas penduduk Yunani adalah Kristen Ortodoks Timur (94%).

Untuk itu, ternyata kami harus bersyukur. Perancis yang nyaris selama 4 tahun ditambah 3 tahun lagi yaitu dari tahun 2000 hingga 2003 telah menjadi tempat tinggal kami sementara, masih memiliki sejumlah masjid. Bahkan pemotongan daging halal resmipun sudah ada sejak beberapa tahun belakangan ini meski protes tetap saja ada.

“ Kami disini tidak punya pilihan. Yang bisa kami hindari hanya tidak mengkonsumsi babi saja. Yah, baca Bismillah sajalah ketika memakannya, apa boleh buat”, keluhnya sedih.

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. (QS.Al-An’am(6):121).

“Apa saja yang dapat mengalirkan darah dan disebut asma’ Allah atasnya, maka makanlah dia.” (Riwayat Bukhari).

Selanjutnya ia bercerita. Suatu ketika datang satu rombongan turis dari Arab Saudi ke sekitar Parthenon. Tamu perempuan yang ada diantara mereka seperti biasa mengenakan abaya hitam lengkap dengan cadarnya. Menunjukkan jelas bahwa mereka adalah Muslim. Mereka mendatangi sebuah restoran untuk makan malam dan memesan menu ayam. Kebetulan hari memang telah sangat larut malam. Wajar bila ternyata restoran kehabisan stok yang diminta. Namun tampaknya pihak restoran tidak mau menolak rezeki.

Lalu apa yang mereka lakukan. Dicucinya bersih-bersih daging tersisa yang mereka punya. Lalu dimasaklah dengan bumbu-bumbu beraroma kuat dengan maksud agar hilang bau dan rasa khas daging tersebut.  Kemudian dihidangkannyalah masakan ‘ayam’ tersebut. Dan tanpa sedikitpun rasa curiga para tamupun melahap pesanan mereka.

“Tahukah anda, daging apa yang mereka masak?”, “Babiii”, begitu jawab si bapak Aljazair tersebut menjawab pertanyaannya sendiri tanpa menunggu jawaban kami. Naúdzubillah min dzalik … Benar-benar keterlaluan. Pasti orang-orang restoran tersebut tahu persis bahwa tamu mereka adalah kaum Muslimin yang haram mengkonsumsi daging yang satu itu.

Selanjutnya mengenai masjid. Ia menerangkan meski di Athena ini tidak ada satupun masjid namun beberapa komunitas Muslim tetap melaksanakan shalat berjamaah di tempat-tempat tertentu. Contohnya Muslimin Pakistan, yang banyak mendiami area yang tidak begitu jauh dari tempat kami berdiri saat ini. Ia menunjuk ke suatu arah tertentu.

Rasulullah s.a.w. bersabda “Shalat jamaah lebih utama dua puluh tujuh kali dibanding shalat sendiri” (HR. Bukhari Muslim).

Utsman ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda “Barang siapa shalat Isya’ dengan berjamaah, maka ia seperti mendirikan shalat selama setengah malam, barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka ia laksana shalat semalam suntuk” .(H.R. Muslim).

Tampaknya kesadaran umat Islam untuk mendirikan shalat secara berjamaah di Yunani, Athena khususnya, tidak dapat ditekan begitu saja. Ini terbukti dengan adanya 100 an masjid kecil di kota ini. Tentu saja semua masjid temporer tersebut tidak memiliki izin resmi dari pemerintah. Tercatat di Yunani ini ada sekitar 500 ribu Muslim, 40 % diantaranya berdomisili di Athena.

Keinginan agar pemerintah merealisasikan janji menyediakan rumah ibadah khusus bagi mereka hingga detik ini belum juga tercapai. Bahkan pernah suatu ketika terjadi di akhir shalat Iedul Fitri yang diselenggerakan di lapangan sebuah universitas, sejumlah orang melempari mereka dengan telur dan yoghurt ! Astaghfirullah haladzim .. Ya Allah berilah saudara-saudari kami itu kesabaran yang benar-benar tebal, amiiin ..

“ Bangunan di belakang anda itu dulunya juga masjid”, katanya mengejutkan “Namun duluuuu sekali ya, ketika Yunani masih berada di bawah kekuasaan Turki Ottoman”, lanjutnya lagi.

Saya jadi teringat sebuah blog yang pernah saya baca sebelum keberangkatan kami. Blog ini menceritakan pengalaman bagaimana ia dan sejumlah temannya mencari alamat masjid yang mereka temukan di internet. Mereka kecele karena masjid yang dimaksud tersebut adalah bangunan di belakang kami yang sekarang sudah dijadikan museum.

Sebaliknya mereka juga beruntung. Karena Allah swt mempertemukan mereka dengan seseorang yang menunjukkan letak ‘masjid rahasia’, dimana mereka dapat shalat berjamaah dengan tenang. Tidak semua orang bisa menemukan apalagi memasuki masjid tersebut, namanya juga rahasia. “Masjid” tersebut kalau bisa dibilang masjid karena sebenarnya hanya bekas sebuah gudang yang sudah disulap, terletak di bawah tanah. Dan hanya orang-orang tertentu saja yang dapat membuka rolling door kios makanan halal dimana masjid rahasia tersebut tersembunyi. Allahuakbar !

( Baca : http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/08/24/menjadi-marbot-di-masjid-bawah-tanah-di-athena-lawatan-ke-masjid-masjid-di-mancanegara-10-390724.html

( Bersambung  : http://vienmuhadi.com/2012/11/02/yunani-santorini-athena-dan-hikmahnya-tamat/ )

Urgensi Shalat

Dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “ Inti segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi).

Ibarat rumah, shalat adalah tiangnya. Tentu kita semua faham tanpa tiang tidak mungkin sebuah rumah atau bangunan bisa berdiri. Begitu pula dalam be-Islam, tanpa shalat sia-sialah ke-Islam-an seseorang. Inilah yang menjadi ciri seorang Muslim, yang  membedakannya dari yang lain. Itu sebabnya seorang Muslim wajib shalat apapun kondisinya, baik ia dalam keadaan sehat maupun sakit, bahkan dalam perang sekalipun.

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka`at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. …”. (QS. An-Nisa(4):102).

Maka dapat dibayangkan bila dalam keadaan perang saja shalat tetap wajib didirikan apalagi hanya karena kesibukan kantor atau dalam kemacetan lalu lintas, sesuatu yang sering menjadi alasan penduduk ibu kota yang memang selalu macet. Meski berkat Kebaikan, Kemurahan dan Kebijaksaan-Nya, ada keringanan yang diberikan kepada hamba yang begitu dicintaiNya itu. Dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, tentu saja.

Inti shalat sebenarnya adalah zikrillah yaitu mengingat Allah swt, Sang Pencipta Yang Satu. Itu sebabnya bila shalat tidak mampu mendatangkan “ingat” kita kepada-Nya,  akan sia-sialah shalat tersebut. Itulah shalat yang disebut shalat yang lalai, shalat yang dijalankan hanya karena kewajiban atau malah riya, alias pamer karena ingin dilihat orang lain.

Lalu bagaimana mungkin kita dapat mengisi suatu bangunan bila tiangnya saja rapuh atau bahkan tidak ada ?? Tanpa shalat bagaimana kita dapat mengisi rumah tangga kita dengan ketenangan, kebahagiaan dan lain sebagainya ? Karena itu hal pertama yang dihisab ketika kita meninggal nanti adalah shalat kita.

Bila shalatnya baik maka baik pula seluruh amalnya, sebaliknya jika shalatnya buruk maka buruk pula seluruh amalnya”.(HR. Ath-Thabarani).

Shalat seharusnya dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana dalam ayat 45 surat Al-Ankabut berikut :  “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar”.

Shalat yang didirikan karena Allah swt, karena takwa, yang karenanya kita ingat kepada-Nya, dijamin pasti akan mencegah perbuatan buruk. Bagaimana mungkin seseorang akan berbuat selingkuh, zina, membunuh, korupsi, meng-acuh-kan kedua orang-tua, tidak peduli kepada fakir miskin, membiarkan aurat terbuka,  dan perbuatan hina lainnya bila kita selalu ingat pada-Nya ? Bila kita yakin seyakinnya bahwa ada kehidupan lain selain di dunia, ada kehidupan setelah mati, ada surga ada neraka, ada dosa dan pahala ?

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (QS. Al-baqarah(2):45-46).

“ Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad ini ada segumpal daging apabila ia (segumpal daging) tersebut baik, baiklah seluruh jasadnya dan apabila ia (segumpal daging) tersebut rusak (buruk), maka rusaklah (buruklah) seluruh jasadnya. Ketahuilah, segumpal daging tersebut adalah hati”.

Disinilah pentingnya hati, dan juga ilmu sebagai pedoman agar shalat kita tidak lalai, tidak percuma, tidak sia-sia. Agar kita tidak terjebak kepada pemikiran sekuler yang belakangan makin diminati, yaitu tidak penting shalat, yang penting baik, tidak korupsi dll apapun agamanya. Padahal Allah sendiri yang mengatakan shalat adalah amalan terbaik manusia. Agar Allah swt tidak memasukkan kita ke dalam golongan orang yang fasik apalagi kafir. Nudzu’billah min dzalik.

“ … Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain)”, (QS. Al-Ankabut (29):45).

 “Buhul/ikatan Islam akan terputus satu demi satu. Setiap kali putus satu buhul, manusia mulai perpegang pada tali berikutnya. Buhul yang pertama-kali putus adalah adalah hukum, dan yang terakhir adalah shalat“. (HR.Imam Ahmad).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 19 Maret 2015.

Vien AM.

13922864221265699102

Kisah Terry Holdbrooks, tentara Amerika yang masuk Islam saat bertugas di Guantanamo Bay (Gitmo) sebenarnya bukan berita baru karena dia jadi Mualaf akhir tahun 2003. Tapi karena Terry menerbitkan buku “Traitor?” tahun 2013 lalu, yang berisi pengalamannya saat bertugas di Gitmo, nama Terry kembali jadi sorotan berbagai media massa. Judul “Traitor?” sengaja dipakai Terry karena sebagian besar rekannya menuduh Terry sebagai traitor (pengkhianat). Terry menyangkal tuduhan itu dia bilang “saya berubah jadi Muslim tapi bukan pengkhianat!” Menurut Terry apa yang dia ceritakan tentang Guantanamo Bay adalah fakta, oleh karena itu Terry setuju jika pemerintah Amerika menutup saja penjara itu.

Setelah masuk Islam, ada ucapan Terry yang menarik tentang Muslim di Amerika, apakah yang diucapkan Terry? Sebelum membahas ucapannya itu, ada baiknya mengenal sekilas kehidupannya. Terry Holdbrooks lahir di Arizona, Amerika tahun 1983 sebagai anak tunggal yang kurang kasih sayang, karena orang tuanya adalah pasangan Junkies (pecandu narkoba) dan lebih suka tenggelam dalam kenikmatan dunianya sendiri daripada mengurus anak. Sejak umur 6 tahun, Terry sudah dititipkan pada kakek dan neneknya hingga lulus SMA dan sekolah ketrampilan lainnya.

Sejak remaja Terry sudah hidup liar. Alkohol, tatto, seks bebas dan musik keras adalah bagian dari hidupnya. Suatu hari Terry tertarik untuk masuk Militer, selain bosan dengan kemiskinan, dia pikir profesi tentara adalah sesuatu yang keren dan bisa menghasilkan uang. Terry lalu mendaftar, saat pendaftaran dia ditanya, “Apa motif kamu masuk militer?” Terry jawab, “Saya ingin bunuh orang dan dibayar.” Saat itu juga Terry ditolak. Tapi Terry tidak menyerah setelah kunjungan ke empat kali, Terry ikut test dan dia lulus.

1392286270706644135

Juni 2003 diusia 19 tahun, Terry ditugaskan di penjara Guantanamo Bay, sebelum berangkat para tentara itu diperlihatkan lagi video saat gedung WTC hancur. Saat itu sang komandan bilang bahwa para teroris ini tidak perlu dikasihani, mereka berbahaya, bukan manusia dan jangan berinteraksi dengan mereka. Dalam pikiran Terry, para tahanan Gitmo itu sangat berbahaya, berdarah dingin dan menyeramkan.

Begitu sampai di Gitmo. Apa yang dia lihat disana ternyata jauh berbeda dengan bayangannya selama ini. Sebagian besar para penghuni Gitmo seperti orang desa yang lugu dan tidak tahu apa-apa, ada juga beberapa yg bergelar doctor, koki, guru, supir taxi bahkan ada anak 12 tahun dan kakek 70 tahun yang akhirnya meninggal karena sakit paru-paru. Dia bingung, inikah para teroris itu?? Apalagi jika melihat penyiksaan diluar batas kemanusiaan yang dilakukan pada para tahanan hatinya semakin terguncang, dia pikir banyak tahanan yang tidak terlibat terorisme, jadi apa lagi info yang mau dikorek dari orang yang tidak bersalah ?

Tugas Terry di Gitmo adalah memeriksa tahanan secara berkala dan membawa mereka sesuai perintah atasan, biasanya keruang interogasi. Karena itu Terry tahu bagaimana kejamnya para tentara itu menyiksa mereka, tapi perilaku sebagian tahanan yang sabar, tabah, rajin shalat dan mengaji Quran membuat Terry heran, bahkan ada seorang tahanan yang tak pernah mengeluh dan selalu tersenyum, dia seorang koki (orang Maroko) yang kerja di Inggris tapi kena getahnya akibat peristiwa 9/11 dan jadi tahanan Gitmo, padahal dia bukan teroris.

13922863391469990593

Terry bertanya pada dia, “Kenapa kamu masih bisa tersenyum padahal kamu menghadapi hidup sangat berat disini? Jika Tuhanmu menyayangimu tentu DIA tidak akan membiarkanmu menderita seperti ini! Saya tidak mengerti kamu masih rajin berdoa sementara Tuhanmu tidak peduli sama kamu?”  tapi orang itu menjawab, “Tuhan sedang menguji keimanan saya terhadapNYA dan inilah bentuk ujian Tuhan pada saya. Disini saya bisa lebih rajin shalat, ngaji dan mendalami Islam” Terry semakin kagum padanya.

Sejak itu Terry diam-diam sering berdiskusi dengan para tahanan dan mulai mempelajari Islam di internet. Diantara sekian banyak tentara Amerika yang bertugas disana, hanya Terry yang mengasihani para tahanan hingga dia jadi penjaga favorit disana. Suatu malam dibulan Desember 2003, Terry pun masuk Islam dibimbing orang Maroko itu dan disaksikan beberapa tahanan disitu. Sejak masuk Islam, Terry sempat kesulitan untuk menyembunyikan hal itu pada semua rekannya apalagi jika harus shalat 5 waktu.

Juli 2004 Terry kembali ke Amerika dan menikah. Tapi sejak jauh dari Gitmo Terry balik lagi ke kebiasaan semula seperti minum alkohol, narkoba dll hingga pernikahannya kandas dan dia keluar dari Militer. Setelah cerai dari Istrinya tahun 2008, Terry kembali tersentuh hatinya. Ingatannya melayang saat dia bahagia di Gitmo bersama para tahanan. Sejak itu Terry bertekad untuk kembali kejalan yang benar. Dia rajin puasa sunat dan meninggalkan alkohol dan Narkoba.

13922834881318277996

Tahun 2009 Terry benar-benar bersih, sempat meneruskan kuliah dijurusan sosiologi hingga selesai dan rajin mengikuti kegiatan Islam dengan beberapa organisasi Islam di Amerika bahkan diundang umroh ke Mekah dan sudah menikah lagi dengan seorang perawat yang tak sengaja bertemu di mesjid. Lalu apa ucapan Terry yang patut kita renungkan?

Dia bilang begini, If the Prophet Muhammad were to come back to Earth today, he would find the best examples of Islam in the United States. American Muslims have a responsibility to live their faith so others can see a true example, not the perversions of the terrorists or the tyranny of corrupt governments in some majority-Muslim nations.” (*Terjemahan bebas: “Seandainya Nabi Muhammad kembali lagi kedunia, beliau akan melihat contoh Islam terbaik di Amerika. Karena para Muslim Amerika bertanggung jawab terhadap agamanya hingga bisa jadi contoh yang benar bagi orang lain, tidak seperti penyimpangan yang dilakukan para teroris atau para pemimpin dari pemerintahan yang korup di sebagian besar Negara Muslim”).

Apa yang diucapkan Terry itu ada benarnya, jika kita renungkan sebagian besar orang Indonesia beragama Islam tapi seperti apa perilakunya? Lalu seperti apa kelakuan orang yang disebut pemimpin dan ustadz disini? Entahlah hanya hati nurani yang bisa jujur menjawabnya…

Dicopy dari : http://sosok.kompasiana.com/2014/02/13/tentara-amerika-masuk-islam-setelah-melihat-perilaku-tahanan-guantanamo-631695.html

13922850621500166410

Sakit Dan Sakratul Maut (3).

( Sambungan dari Sakit-dan-sakratul-maut ).

Satu tahun tiga bulan sudah berlalu sejak bapak terjatuh dari tempat tidur dan mengalami kelumpuhan total. Operasi pemasangan pen di leher bagian belakang sudah dilakukan.  Masa-masa sulit dimana bapak sempat mengalami frustasi, sulit tidur dan sering mengigau,  masalah kulit yang lazim menghinggapi pasien yang banyak berbaring, seperti decubitus dan pemphigus yaitu kulit yang menggelembung berisi cairan mirip kulit yang  melepuh, sudah terlewati. Bahkan kepasrahan keluarga besar bila Allah swt menghendaki  memanggilnya, saking tidak teganya melihat beratnya cobaan bapak, suami, kakek kami tercintapun telah kami lalui.

Namun rupanya Allah berkehendak lain, hingga detik ini bapak masih bersama kami, Alhamdulillah. Malah belakangan ini terlihat adanya kemajuan, bapak sudah bisa menggerakkan ke dua tangannya meski cuma sekedar untuk menggaruk sendiri kepalanya yang gatal, memegang sendiri garpu kecil untuk memasukkan potongan buah atau kue ke mulut, membuka lembaran Alquran, dan terakhir mencari chanel gelombang radio untuk mendengarkan berita.  Subhanallah … Alhamdulillah … Itu semua tak lepas dari peran ibu yang rajin dan sabar menyemangati bapak agar mau melatih kedua tangannya, disamping izin-Nya, tentu saja …

Meski lumpuh, daya ingat bapak benar-benar luar biasa. Di perayaan hari ulang tahun ke 87 lalu, bapak dengan suara lantang, jernih dan lumayan kencang,  menceritakan berbagai hal di depan anak cucu dan cicitnya. Dengan penuh semangat bapak menerangkan beda umur bapak menurut hitungan kalender Masehi dan kalender Hijriyah. Selanjutnya bapak bercerita bagaimana bapak memimpin 60 orang anak buahnya melawan penjajahan Belanda, padahal usia bapak ketika itu baru 20 tahun.  Waktu itu bapak baru saja lulus dari Akademi Militer Magelang  yang sangat bergengsi itu.

Kisah tersebut mau tidak mau mengingatkan saya pada Usamah bin Zaid bin Haritsah, panglima perang yang ditunjuk langsung oleh Rasulullah untuk menghadapi pasukan Romawi.  Terbukti bahwa usia 20 tahun bukanlah penghalang untuk memimpin suatu peperangan. Usamah ketika itu bahkan belum mencapai 20 tahun namun telah berhasil dengan cemerlang memenangkan peperangan yang dipimpinnya.

Alangkah terharunya kami melihat bapak yang demikian bersemangatnya apalagi bila mengingat hari-hari awal bapak jatuh sakit. Umur  memang benar-benar rahasia Sang Khalik. Tak ada satupun manusia di dunia  ini yang bisa memperkirakan kapan kita akan mati, berapa panjang umur kita nanti. Yang pasti setiap manusia, setiap yang bernyawa suatu ketika kelak pasti akan mati, itulah ketentuan Allah yang tak mungkin dipungkiri.

“ Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes, air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya)”. (QS. Al-Ghaffir(40):67).

Ayat diatas menerangkan dengan jelas bahwa pada umumnya, setelah seseorang dilahirkan ke dunia, ia akan melewati masa kanak-kanak, remaja, dewasa, tua  kemudian baru mati.  Namun ada juga yang meninggal sebelum melewati semua masa di atas. Tanpa kepastian apakah sebelum meninggal ia harus melewati masa sakit atau tidak.

Ibaratnya mobil, ketika mobil masih baru normalnya tidak ada masalah, semua baik-baik saja. Tetapi ketika mobil sudah mulai tua atau perawatannya kurang baik, mobil jadi sering merongrong, rusak disana-sini hingga harus masuk bengkel, diperbaiki atau mungkin juga hanya perlu diservis saja.

Begitu pula manusia. Meski masih muda bila ia tidak pandai menjaga kesehatan, sebagaimana Rasulullah mencontohkannya, tidak mustahil ia akan sering sakit, cepat lelah dan tidak fit hingga kwalitas hidupnya berkurang, persis seperti orang tua yang sakit-sakitan yang sudah mendekati ajal. Tapi ini bukan berarti bahwa yang muda dan sehat walafiat, tidak akan tiba-tiba meninggal.  Kita pasti tahu, tidak sedikit orang muda, yang dalam keadaan sehat tiba-tiba saja mengalami kecelakaan,  atau terkena serangan jantung hingga mendadak meninggal dunia.

Namun demikian tidak otomatis juga yang sudah tua, sakit keras, bakal segera diwafatkan-Nya.  Bahkan ada yang mengalami koma bertahun-tahun tapi tidak juga meninggal. Contohnya adalah yang terjadi terhadap mantan presiden Israel, Ariel Sharon. Ntah apa yang dirasakannya selama dalam kondisi mengenaskan tersebut. Mungkinkah Allah swt berkehendak membalas kekejian musuh terbesar umat Islam itu di dunia disamping di akhirat kelak? Wallahu’alam.

Yang pasti kita sering mendengar betapa banyaknya orang tua yang mengalami  kelumpuhan atau sakit keras, tapi tetap hidup, selama bertahun-tahun ke depan. Berikut beberapa kisahnya.

Suatu ketika teman saya bercerita tentang ibunya yang baru saja wafat. Selama lebih dari 10 tahun ibunya yang sudah sepuh itu mengalami kebutaan akibat penyakit darah tinggi yang dialaminya. Namun semangat hidupnya tidak pernah luntur.  Beliau tidak pernah mau menyusahkan orang lain. Beliau mampu berjalan sendiri di dalam rumah, tanpa bantuan apapun termasuk tongkat demi memenuhi kebutuhannya sehari-hari.  Bahkan   berbekal daya ingatnya yang kuat beliau masih mampu membantu mengingat nomor2 telpon penting ketika anak cucu membutuhkannya.  Dan dengan bekal hafalan Alquran yang sejak kecil telah dikuasainya, beliau bisa mengatasi kebutaannya itu dengan melantunkan ayat-ayat suci tersebut . Subhanallah …

Kisah lain datang dari sepupu saya. Ibunya yang telah berusia di atas 70 tahun, sejak  3 tahun lalu menderita kelumpuhan. Namun dengan cobaan tersebut, kegemarannya membaca Alquran makin memuncak. Tiada harii tanpa bacaan Alquranul Karim. Tekad kuatnya untuk tidak mau merepotkan orang lain direalisasikan dengan membagikan seluruh simpanan beliau.  Alhasil ketika beliau wafat beberapa waktu lalu tidak ada kerepotan putrinya untuk membersihkan, membongkar apalagi membagikan segala macam tetek bengek simpanan almarhumah.

Tetapi ada juga kisah-kisah sedih dari beberapa rekan dan kenalan.  Misalnya seorang yang sudah sepuh, lumpuh lebih dari 7 tahun tetapi  tidak bisa berbagi dengan istri tercinta.  Ini dikarenakan istrinya itu telah meninggalkan Islam yang semula dianutnya.  Ini memang terjadi jauh sebelum kelumpuhan, namun ketika kemudian beliau mengalami cobaan lumpuh, beliau tetap memilih untuk menjauh dari istrinya itu meski mereka tidak resmi bercerai.

Ada juga kisah seorang yang telah lanjut usia, yang di waktu sakratul maut tetap menolak kematiannya. “ Mengapa aku harus mati lebih dulu, padahal si A si B jauh si C lebih tua dari aku. Aku tidak mau mati, tidak mauuu  … «  …  Astaghfirullahaladzim …

Atau kisah seorang sahabat yang tidak seiman dengan ibundanya tercinta. Sahabat saya  itu lahir dari pasangan ayah ibu yang beda agama. Ayahnya Islam sedangkan ibunya Nasrani. Ayahnya telah lama meninggal dunia. Ibunya meninggal beberapa minggu lalu dalam usia 76 tahun. Ketika saya dan beberapa teman datang bertakziah, kami menyaksikan betapa sedih dan pilu hati sahabat kami tersebut. Betapa tidak, ia harus berdiri di sisi peti ibunya tercinta sembari mendengarkan  pastor dan puluhan kenalan ibunya menyanyikan lagu-lagu kebaktian Kristen. Apalagi harus menghadapi keyakinan apa yang bakal dihadapi ibu di alam kubur dan akhirat sebentar lagi.

Ada juga cerita tentang salah seorang bude saya yang ketika sakratul maut dikelilingi sepupu-sepupunya yang non Muslim. Dengan nekad mereka bahkan membawa seorang pastor untuk « membimbing » bude kami tercinta tersebut melewati detik-detik terakhir beliau. Padahal mereka tahu bahwa bude kami tersebut seorang Muslim, bahkan sudah berhaji.  Bersyukur saudara-saudara Muslim beliau segera datang dan menyuruh mereka meninggalkan ruangan. Akhirnya berkat pertolongan Allah swt bude sayapun wafat dengan tenang, dengan mengucap kalimat “Laa ilaaha illAllah””.لا إله إلا الله محمد رسول الله

Sementara itu kemarin teman saya bercerita bahwa ibunya, usia 75 tahun, tiba-tiba tidak bisa membedakan mana waktu Subuh mana waktu Ashar. Lebih menyedihkan lagi, beliau juga tiba-tiba lupa jumlah rakaat shalat padahal selama ini beliau tidak pernah meninggalkan shalat. Selain itu beliau juga merasa tidak mampu berdiri untuk shalat dan mandi sendiri padahal menurut teman saya beliau tidak mengalami gangguan apapun.  Apakah ini hanya bentuk protes beliau untuk mencari perhatian putrinya mengingat putrinya itu dalah putri satu-satunya dan selama ini sangat sibuk dengan kegiatan sosialnya yang membludak ???

“Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”. (QS. An-Nahl(16):70).

Maha Allah dengan segala firman-Nya.

Semoga kita dapat mengambil hikmah atas segala yang terjadi di sekeliling kita. Sungguh beruntung orang yang mau mempersiapkan hari tuanya, yang terbiasa mendengarkan dan menghafal ayat-ayat suci Al-quran tanpa menunggu hari tua atau hari-hari sakitnya. Yang banyak berinfak, menjaga silaturahmi dan yang terpenting, mendidik putra-putrinya agar menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah. Yang kelak ketika kita sakit atau membutuhkan kasih sayang atau perhatian mau mengorbankan waktunya untuk kita, dan ketika kita wafat kelak senantiasa mau mendoakan kita.

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada seorang laki-laki dalam rangka menasihatinya : “Manfaatkanlah lima (keadaan) sebelum (datangnya) lima (keadaan yang lain) : masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, dan hidupmu sebelum matimu” ( HR. Bukhari Muslim).

Rasulullah Saw bersabda, “Tengoklah kuburan dan renungkanlah tentang kebangkitan setelah kematian! “. Nahjul Fashahah, hadis no. 331)

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 27 Februari 2015.

Vien AM.

Berbicara mengenai masuknya Islam di Papua, uztad Fadzlan bercerita,

“Nuu Waar adalah nama pertama untuk Papua, sebelum berubah menjadi Irian Jaya, kemudian Papua saat ini. Nuu Waar, dalam bahasa orang Papua, berarti cahaya yang menyimpan rahasia alam. Sedangkan Papua dalam bahasa setempat berarti keriting. Karena itu, komunitas Muslim lebih senang menyebutnya dengan Nuu Waar dibandingkan Irian atau Papua,” ujarnya kepada Republika, Februari lalu.

Menurut uztad ini,  Islam sebenarnya masuk lebih dulu ke Nuu Waar dibanding  Kristen, terutama di Fak-Fak.  Namun, karena misionaris lebih gencar menyebarkan ajarannya, ditambah lagi peran media yang condong membela ke Kristen, maka akhirnya Kristenlah kini yang terlihat dominan.  Wikipedia menuliskan bahwa Muslim di Papua adalah minoritas yaitu hanya 22.5 %. Itupun 15.5 % diantaranya bukan warga asli, alias pendatang (2010) (??).

 “Padahal, saat ini jumlah umat Islam di Nuu Waar kemungkinan lebih banyak daripada pemeluk Kristen. Itu sebabnya  pemerintah daerah tidak berani membuat angket untuk mengetahui jumlah yang sebenarnya”, tegas uztad Fadzlan.

Aktivitas dakwah Islam di Papua merupakan bagian dari rangkaian panjang syiar Islam di Nusantara. Berdasarkan buki-bukti yang ada, ditarik kesimpulan bahwa Islam sudah masuk ke Indonesia  sejak abad ke-7 dan ke-8 Masehi. Daerah pertama yang didatangi oleh Islam adalah pesisir utara Sumatera, berlanjut dengan berdirinya kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Kerajaaan Perlak, tahun 840, di Aceh.  Dari sinilah selanjutnya Islam menyebar ke pelosok Nusantara. Ada beberapa pendapat/teori mengenai penyebaran Islam ke Papua. Diantaranya adalah teori Bacan.

Teori Bacan menyimpulkan bahwa Islam telah masuk ke Papua pada era kerajaan Bacan berkuasa melalui  wali Ja’far As-Shadiq (1250 M), melalui keturunannya syiar Islam menyebar ke Sulawesi, Filipina, Kalimantan, Nusa Tenggara, Jawa dan Papua.  Pendapat ini didukung oleh sumber-sumber Barat, meski waktunya tidak sama.  Menurut mereka pada abad ke XVI sejumlah daerah di Papua bagian barat, terutama yang di wilayah pesisir, yakni wilayah-wilayah Waigeo, Missool, Waigama, dan Salawati, telah tunduk kepada kekuasaan Sultan Islam Bacan di Maluku.  Sementara yang dipedalaman masih tetap menganut faham animisme.

Sementara bukti lain mencatat bahwa pada tahun 1214 M, rombongan ekspedisi kerajaan Samudra Pasai  dibawah Syekh Iskandarsyah telah datang ke Papua. Mereka masuk melalui Mes, ibukota Teluk Patipi saat itu.

Dalam “The Preaching of Islam” karya Thomas W. Arnold, dinyatakan bahwa Islam memasuki Papua,  secara langsung maupun tidak langsung, karena pengaruh kerajaan Islam Demak. Kerajaan ini berkuasa setelah mengalahkan kerajaan Majapahit  Hindu Budha  pada tahun 1527.

Kajian oleh L.C. Damais dan de Casparis dari sudut paleografi membuktikan telah terjadi saling pengaruh antara dua kebudayaan yang berbeda (yakni antara Hindu-Budha dan  Islam) pada awal perkembangan Islam di Jawa Timur. Data-data tersebut menjelaskan bahwa sesungguhnya dakwah Islam sudah terjadi terjadi jauh sebelum keruntuhan total kerajaan Majapahit di tahun 1527M. Dengan kata lain, ketika kerajaan Majapahit berada di puncak kejayaannya, syiar Islam juga terus menggeliat melalui jalur-jalur perdagangan di daerah-daerah yang menjadi kekuasaan Majapahit di delapan mandala (meliputi seluruh nusantara) hingga Malaysia, Brunei Darussalam, dan seluruh kepulauan Papua.

Berikut beberapa bukti peninggalan sejarah Islam yang ada di pulau Papua  :

  1. Tradisi lisan masih tetap terjaga sampai hari ini yang berupa cerita dari mulut ke mulut tentang kehadiran Islam di Bumi Cendrawasih.
  2. Naskah-naskah dari masa Raja Ampat dan teks kuno lainnya yang berada di beberapa masjid kuno.
  3. Di Fakfak, Papua Barat dapat ditemukan 8 atau 9 manuskrip kuno berhuruf Arab. Lima manuskrip berbentuk kitab dengan ukuran yang berbeda-beda, yang terbesar berukuran kurang lebih 50 x 40 cm, yang berupa mushaf Al Quran yang ditulis dengan tulisan tangan di atas kulit kayu dan dirangkai menjadi kitab. Sedangkan keempat kitab lainnya, yang salah satunya bersampul kulit rusa, merupakan kitab hadits, ilmu tauhid, dan kumpulan doa. Kelima kitab tersebut diyakini masuk pada tahun 1214 dibawa oleh Syekh Iskandarsyah dari kerajaan Samudra Pasai yang datang menyertai ekspedisi kerajaannya ke wilayah timur. Mereka masuk melalui Mes, ibukota Teluk Patipi saat itu. Sedangkan ketiga kitab lainnya ditulis di atas daun koba-koba, Pohon khas Papua yang mulai langka saat ini. Tulisan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tabung yang terbuat dari bambu. Sekilas bentuknya mirip dengan manuskrip yang ditulis di atas daun lontar yang banyak dijumpai di wilayah Indonesia Timur.
  4. Masjid Patimburak yang didirikan di tepi teluk Kokas, distrik Kokas, Fakfak yang dibangun oleh Raja Wertuer I yang memiliki nama kecil Semempe.

Sementara kedatangan misionaris Kristen tercatat pada pernyataan berikut,  Dalam Nama Allah kami menginjak kaki di Tanah ini“. Inilah Kalimat awal yang diucapkan dua misionaris Papua yakni Johan Gottlob Geissler dan C.W. Ottow, Pada tanggal 5 Februari 1855 dengan kapal Ternate membuang sauhnya di depan pulau Manansbari (Mansinam) Manokwari -Papua barat).

Kedua misionaris itu bisa masuk ke pulau Manansbari  berkat kebaikan raja Islam Tidore yang memberikan kedua orang tersebut surat rekomendasi.  Akhirnya Manokwaripun, sebagai salah satu kota besar di Papua berhasil di-Kristenkan, hingga hari ini. Namun harus diingat awal semua ini tak lepas dari pertarungan politik serta  peran negara-negara Barat penjajah seperti Belanda dan Spanyol yang ingin menguasai rempah-rempah dan hasil bumi Nusantara  yang begitu berlimpah.

Yang juga patut menjadi catatan, ketika para misionaris datang menyerbu Papua,  sejumlah kerajaan kecil Islam di Papua masih bertebaran, kerajaan Patipi adalah salah satunya. Sebaliknya ada juga sebagian  Papua yang rakyatnya masih animism, meski jumlahnya tidaklah banyak. Mereka ini adalah yang tinggal di pedalaman-pedalaman yang sulit dijangkau, sehingga ajaran Islam belum masuk. Ironisnya, inilah yang di kemudian hari dibesar-besarkan dan sering dijadikan model dan contoh keterbelakangan Papua, bahkan sengaja dipertahankan atas alasan warisan budaya.  Selain juga dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengaburkan peradaban Islam yang sejak berabad-abad lamanya telah menerangi Nuu Waar, nama yang lebih disukai rakyat daripada Papua yang terkesan membodohi .

Padahal selama abad 14 dan 15 kesultanan Ternate yang juga pernah menguasai sebagian Papua, sebagai kerajaan Islam terbesar di Indonesia timur, bersama  Aceh dan Demak yang menguasai wilayah barat dan tengah Nusantara kala itu, tengah mengalami masa keemasannya. Bahkan di masa pemerintahan Sultan Bayanullah (1500-1521), syariat Islam pernah diterapkan di kerajaan tersebut. Teknik pembuatan perahu dan senjata yang diperoleh dari orang Arab dan Turki digunakan untuk memperkuat pasukan Ternate dari serangan musuh. Tapi entah sengaja atau tidak, peran ke 3 kerajaan tersebut telah dikesampingkan dalam sejarah bangsa ini padahal mereka adalah pilar pertama yang membendung kolonialisme Barat.

Anehnya lagi, hari ini ketika uztadz Fadzlan dengan AKFN nya berkiprah dan berjuang mati-matian mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua yang terpinggirkan, para pendeta dan pemeluk Kristen Papua justru merasa kebakaran jenggot.

Orang Kristen tidak boleh cemburu. Yang seharusnya cemburu adalah umat Islam, karena selama ini umat Islam di Papua kurang sekali mendapat fasilitas. Justru yang sering mendapat fasilitas adalah mereka (Kristen), baik dari negara maupun hasil kekayaan alam negeri yang mereka ambil. Otsus itu mereka yang makan semua, sementara umat Islam tidak mendapat. Bukankah selama ini seluruh orang Kristen, misionaris dan gereja, menggunakan pesawat modern, tapi umat Islam tidak pernah mengganggu. Kok dengan kapal kecil saja mereka cemburu. Tidak ada yang melarang. Yang jelas, saat ini belum ada gangguan terhadap dakwah AFKN.  Irian itu negeri Muslim kok,” demikian tanggapannya, santai.

Mari kita dukung kegiatan positif uztad Fadzlan dan timnya demi mengembalikan rakyat Nuu Waar ke arah masyarakat yang maju dibawah lindungan Sang Khalik, Allah swt,  Sang Penguasa alam semesta yang sebenarnya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 16 Februari 2015.

Vien AM.

Bagi yang berminat berpartisipasi membantu kemajuan Nuu Waar, kirim zakat infak sodaqoh anda ke

BCA cabang Fak-Fak norek 0911 3180 31 an Mz Fadzlan Garamatan. Saat ini uztad Fadzlan sedang bersiap-siap membangun sebuah masjid besar di Patipi, Fak-Fak.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 61 other followers