Feeds:
Posts
Comments

Belum sampai satu minggu artikel Urgensi Mempelajari Kristologi (1) diposting heboh terdengar kabar tentang seorang selebritis yang telah meninggalkan keyakinannya yaitu Islam, dan menggantinya dengan keyakinan Kristen. Hal ini menambah deretan bukti perlunya pembinaan Islam lebih mendalam lagi.

Namun yang amat patut disesalkan selebritis tersebut yaitu Lukman Sardi, putra maestro biola kawakan Idris Sardi, pernah memerankan tokoh besar Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.  Tokoh itu ia perankan dalam film drama “Sang Pencerah” yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo  pada tahun 2010.

Yang juga patut disesali, ketika itu ke-Islam-an aktor tersebut sebenarnya sudah diragukan. Istri Lukman adalah seorang pemeluk Kristen, dan kini telah memiliki 3 orang anak. Tapi tampaknya pemilihan Lukman sebagai pemeran utama tokoh KH Ahmad Dahlan bukannya tidak disengaja. Karena bagi sebagian umat Islam Hanung Bramantyo, diketahui telah beberapa kali memproduksi film yang sengaja menyudutkan dunia Islam.  Berikut wawancara mengenai sutradara muda tersebut dengan Taufik Ismail.

https://ajaran.wordpress.com/2010/09/22/wawancara-taufiq-ismail-seputar-hanung-bramantyo/

Murtadnya Lukman Sardi memang sedikitpun tidak akan mencoreng Islam. Tapi paling tidak ini membuktikan bahwa perkawinan beda agama, baik itu Muslim dengan perempuan non Muslim apalagi Muslimah dengan laki-laki non Muslim sangatlah rentan pemurtadan. Karena bagaimanapun ikatan perkawinan apalagi bila sudah dikaruniai anak, pasti membutuhkan kesamaan pandangan, termasuk keyakinan. Dan cepat atau lambat pasti salah satu akan ada yang “mengalah”. Kalaupun tidak juga, anak pasti yang akan jadi korban. Mereka akan dibiarkan mencari jalan sendiri dalam menentukan agamanya.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Setiap anak dilahirkan dalam fitrahnya. Keduanya orang tuanya yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hal lain yang patut dicermati adalah pengakuan Lukman tentang alasannya murtad, salah satunya adalah penyelamatan Yesus. Dalam pandangan Islam jelas ini tidak benar. Karena Islam mengajarkan bahwa setiap orang bertanggung-jawab penuh atas perbuatannya masing-masing.

Para pendeta Kristen sering meng-klaim bahwa ayat Quran dan prediksi Rasulullah tentang kedatangan kembali Yesus ( nabi Isa as) diakhir zaman adalah bukti kebenaran Yesus adalah juru selamat, bahkan Tuhan itu sendiri.

“Dan demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sudah dekat saatnya di mana akan turun pada kalian (‘Isa) Ibnu Maryam alaihissallam sebagai hakim yang adil”. (Muttafaqun ‘alaih).

Bagi orang awam mungkin hadist diatas cukup membingungkan, dan memang itulah yang diharapkan para misionaris. Mereka sengaja mencatut sebagian hadist di atas dan menghilangkan kelanjutannya. Berikut adalah hadist lengkapnya.

“Dan demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sudah dekat saatnya di mana akan turun pada kalian (‘Isa) Ibnu Maryam Alaihissallam sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah (upeti/pajak), dan akan melimpah ruah harta benda, hingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya.” (Muttafaqun ‘alaih).

Yesus di akhir zaman akan datang untuk menyampaikan kebenaran, bahwa ia adalah seorang utusan Allah, Tuhannya, bukan anak Tuhan atau Tuhan itu sendiri sebagaimana perkiraan umat Kristen. Yaitu dengan dihancurkannya salib sebagai lambang Trinitas, keyakinan Tuhan 3 adalah 1. Membunuh babi, sebagai lambang kesalahan karena umatnya telah menghalalkan babi yang sebenarnya diharamkan.

Anehnya, ayat bahwa Allah adalah Tuhan yang harus disembah dan Yesus adalah utusan-Nya, hingga detik ini masih bisa ditemui di Al-Kitab. Menjadi bukti tampaknya umat Kristen tidak suka membaca dan mempelajari kitab sucinya sendiri.

Markus 12:29. Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Yohanes 17:3. Inilah hidup sejati dan kekal; supaya orang mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang diutus oleh Bapa.

Ulangan 14:8. Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya. (Dalam Al-Kitab cetakan lama 1991 disebut babi bukan babi hutan).

Doktrin penyelamatan manusia oleh Yesus yang dijadikan jargon para misionaris sebenarnya hanya suatu usaha untuk menarik seseorang agar mau memeluk Kristen. Doktrin ini dimulai dengan peristiwa penyaliban Yesus sebagai tebusan dosa manusia.

Mereka beranggapan bahwa semua manusia, kecuali Yesus dan ibunya, dilahirkan ke dunia dalam kedaan menanggung dosa. Ini sebagai akibat dosa yang pernah dilakukan nenek moyang manusia. Yaitu Adam dan Hawa ( Eva) yang memakan buah terlarang sebelum turun ke dunia, dan menyebabkan kemurkaan-Nya. ( Sementara menurut Islam Allah swt telah memaafkan kesalahan keduanya sebelum Ia memerintahkan mereka turun agar menjadi khalifah di muka bumi.)

Itu sebabnya umat Kristiani membaptis setiap anak yang baru dilahirkan, agar bersih dari segala dosa warisan tadi. Anehnya, ternyata Yesus sendiri juga dibaptis ! Bahkan Matius 16:27 secara jelas menerangkan bahwa setiap anak manusia harus mempertanggung-jawabkan segala perbuatannya kelak di akhirat.

Matius 16:27.Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Matius 3:13.Kemudian datanglah Isa dari Galilea ke Sungai Yordan menemui Nabi Yahya, untuk dipermandikan olehnya.

Disamping itu Al-Kitab juga menceritakan bagaimana berdukanya Yesus yang harus disalib. Hukum salib ketika itu memang hal biasa yang dilakukan penguasa terhadap orang yang melawan penguasa.  Yesus sangat sedih dan kecewa terhadap murid-muridnya yang tidak membela malah masih bisa nyenyak tidur ketika ia ditangkap pasukan penguasa. Akhirnya Yesus hanya bisa bersujud, berdoa dan memohon kepada Tuhannya agar selamat dari penyaliban. Meski sebagai seorang yang shaleh ia tetap pasrah akan kehendak-Nya.

Matius 26:38. Lalu sabda Isa kepada mereka, “Hati-Ku sangat sedih, seperti akan mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah bersama-sama dengan Aku.”

Matius 26:39. Setelah maju sedikit ke depan, Ia sujud dan berdoa, “Ya Bapa-Ku, jika boleh, biarlah cawan minuman ini lalu dari-Ku. Meskipun demikian, janganlah terjadi menurut kehendak-Ku, melainkan menurut kehendak-Mu.”

Matius 26:40. Ketika Ia kembali kepada ketiga pengikut-Nya, didapati-Nya mereka sedang tidur. Lalu sabda-Nya kepada Petrus, “Bagaimana, tidak sanggupkah engkau berjaga-jaga dengan Aku selama satu jam saja?

Artinya Yesus di salib tidak secara suka rela demi menebus dosa manusia sebagaimana diyakini selama ini. Sebaliknya Yesus di salib, di zalimi dan difitnah oleh penguasa Yahudi karena merasa terancam dengan ajaran Tauhid Yesus untuk menyembah Tuhan Yang Esa, Allah swt, yang Yesus menyebutnya Bapak. Yesus disalib karena kedengkian orang-orang yang membenci ajarannya.

Yohanes 12:27. Sekarang hati-Ku galau. Apa yang akan Kukatakan? Ya Bapa, selamatkanlah Aku dari saat yang sukar ini? Tetapi justru untuk maksud itulah Aku sampai pada saat ini.

Matius 27:17.Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?”

Matius 27:18.Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

Berikut ulasan menarik bahwa Yesus sebenarnya tidak mati ditiang salib,  dogma penting Kristen tentang penebusan dosa. Dan ini sangat sesuai dengan apa yang diberitakan Al-Quran.

Yesaya 53:10. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.

« dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah“, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. … … «  ( Terjemah QS.An-Nisa(4) :157).

https://id-id.facebook.com/notes/mimi-syifa/menggugat-keyakinan-yesus-mati-di-salib-yang-merupakan-harga-mati/567779853254490

( Bersambung).

Jakarta, 25 Juni 2015.

Vien AM.

Kristologi adalah ilmu pengetahuan tentang Kekristenan, tentang konsep Ketuhanan dalam Kristen, tentang Yesus Kristus dan ajaran-ajarannya.

Istilah “Kristologi” sendiri berasal dari bahasa Yunani “Christos/Kristus” dan “logos/ilmu”. Kristologi merupakan cabang dari ilmu teologi, logos mengenai Kristus, pemikiran dan ucapannya Yesus Kristus, sasaran iman kepercayaan Kristen.

Menurut pakar Kristologi Raymond E. Brown dalam bukunya dikatakan bahwa, “Kristologi membahas pengertian mengenai Yesus dalam hubungan dengan siapakah Ia dan peran yang dilaksanakanNya dalam rencana Allah”

Menurutnya ada dua pandangan tentang Kristologi, yaitu yang biasa disebut Kristologi Rendah (Low Christology) dan Kristologi Tinggi (High Christology). Istilah tinggi rendah ini tidak ada hubungan dan sangkut pautnya dengan pengertian mana yang lebih tinggi atau mana yang lebih rendah dari lainnya. Hanya saja Kristologi rendah yaitu yang melihat Yesus dalam hubungannya dengan kemanusiaanNya dan Kristologi Tinggi, melihat Yesus dalam hubungan dengan ketuhananNya.

Namun seiring dengan kemajuan jaman dan makin kritisnya pemikiran manusia,  Kristologi saat ini lebih cenderung kepada pembahasan berbagai misteri mengenai kehidupan Yesus yang dianggap ‘aneh’dan ‘janggal’. Alhasil, Al-Kitab sebagai kitab suci umat Kristenpun di aduk-aduk dan dikritisi secara lebih serius dan mendalam. Akibatnya ayat-ayat yang tadinya jarang dan bahkan tidak pernah dibahas akhirnya mengemuka.

Ini terbukti dengan adanya Red Letter Bible (huruf bertinta merah dalam Bible), di situ ditemukan bahwa setiap kata yang berasal dari ucapan Yesus ditulis dengan tinta merah sedangkan yang bukan ucapan Yesus ditulis dengan tinta hitam. Hasilnya, ditemukan bahwa dari 27 kitab perjanjian baru, 90% ditulis dengan tinta hitam.

Ini merupakan pengakuan terus terang para misionaris bahwa Al-Kitab/Holly Bible memang bukan murni ajaran Yesus. Bahkan mereka ini mengakui bahwa sebagian besar ajaran Kristen adalah merupakan ajaran Paulus. Yesus hanya punya andil amat sangat sedikit, yaitu 10 % saja.

Namun di luar itu semua, yang mendorong umat Islam ikut mempelajari Kristologi adalah fakta bahwa para misionaris dari hari ke hari makin agresif menyebarkan ajarannya kepada umat Islam, dengan cara yang sering kali tidak etis pula. Mereka bahkan nekad memalsukan ayat-ayat Al-Quran dan hadist demi mencapai tujuan mereka, yaitu Kristenisasi alias memurtadkan kaum Muslimin agar mau menukar keimanannya dengan iman Kristen, yang jelas-jelas tidak sesuai dengan akidah Islam. Inilah yang harus kita lawan.

Al-Fatihah palsucover quran palsuPerbuatan para missionaris seperti itu jelas telah melanggar hukum.  Mereka juga berani membuat dan menerbitkan kitab berbahasa Arab yang mirip dengan Al-Quran dan mengatakan itulah The True Furqan ( Al-Quran yang sebenarnya). Al-Quran palsu yang terdiri dari beberapa surat ini sebagian suratnya diberi nama yang sama persis dengan Al-Quran asli dan sebagian diberi nama mirip.

( Baca : http://www.zulfanafdhilla.com/2013/03/al-quran-palsu-furqanul-haq-buatan.html )

Ini membuktikan bahwa Kristenisasi yang oleh kebanyakan orang hanya dianggap sebagai isu yang akan segera sirna dengan sendirinya ternyata tidaklah benar.  Kristenisasi adalah masalah besar yang memerlukan perhatian dan penanganan serius.  Ia tidak hanya berusaha mencari pengikut tapi juga sekaligus merusak ajaran yang dibawa Rasulullah saw 15 abad silam tersebut. Na’udzubillah min dzalik …

“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):109).

Ayat di atas mengajarkan kita untuk memaafkan Ahli Kitab yang memang sejak dulu selalu berusaha memurtadkan umat Islam, karena kedengkian mereka. Namun ini tidak berarti kita disuruh mendiamkan perbuatan busuk mereka itu. Minimal kita harus menyadari bahwa kita harus berhati-hati menghadapi mereka. Jangan pernah kita tergiur bujuk rayuan mereka betapapun canggihnya tipu daya mereka.

DW Ellis menyatakan bahwa kewajiban mengabarkan Injil adalah tanggung jawab setiap orang Kristen yang telah menerima Kristus menjadi Tuhan dan juru selamatnya. Menurutnya, setiap orang percaya wajib mengabarkan Injil sesuai kemampuan dan karunia-karunia yang dianugerahkan Roh Kudus kepadanya.

Berdasarkan hal ini, orang Kristen yang tidak melakukan Kristenisasi berarti berkhianat kepada Tuhan mereka. Oleh karena itu, Kristenisasi akan senantiasa muncul selama masih ada orang Kristen dan menjadi problem bagi bangsa yang akan dikristenkan, termasuk umat Islam.

Jadi memang benar adanya bahwa umat Kristen, bukan hanya misionarisnya begitu antusias menyebarkan ajarannya ya karena doktrin mereka, tanpa menyadari bahwa ajarannya tersebut telah diselewengkan sedemkian rupa. Tugas kitalah seharusnya meluruskan  penyelewengan tersebut.

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”. (Terjemah QS.An-Nisa(4):171).

Menurut Kristolog Abu Deedat Syihabuddin, yang juga merupakan salah satu pengurus MUI pusat  sekaligus Ketua Umum Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (Fakta),  pengkristenan dari hari ke hari makin menggila. Korbannyapun tidak hanya orang awam tapi juga para uztad yang mustinya sudah tahu kesesatan ajaran ini !

Mengapa ini bisa terjadi?? Ada beberapa faktor penyebab namun yang paling mencolok adalah karena tekanan ekonomi. Para misionaris ini masuk melalui bantuan ekonomi dengan tujuan terselubung, tanpa disadari korban.

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

Beberapa modus Kristenisasi yang teramati antara lain adalah : pendirian gereja di lingkungan Muslim secara illegal  sebagai tempat pemurtadan, pemberian beasiswa, bantuan dan kegiatan sosial, panggung hiburan dan melalui dunia politik.  Kristenisasi dengan cara memacari dan menghamili si gadis juga tak kalah banyaknya. Naudzu’billah min dzalik …

( Baca : http://www.nahimunkar.com/waspadai-10-modus-kristenisasi-yang-menggerogoti-umat-islam-indonesia/ ).

Buku Kristen berkedok Islambuku panduan palsuSecara membabi buta mereka bahkan berani mencetak buku ajaran Kristen dengan kedok Islam, diantaranya adalah buku panduan haji.

http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2012/09/10/20544/kristenisasi-berkedok-haji-beredar-buku-manasik-palsu-bergambar-yesus;#sthash.vGVzsDdB.dpbs

( Bersambung)

Jakarta, 17 Juni 2015.

Vien AM.

kisahmuallaf.com – Baris demi baris kalimat dalam kitab setebal 500-an halaman yang dibacanya hanya menyisakan satu kesan di benaknya; kagum. Dan kekaguman yang bercampur rasa ingin tahu menjadi satu alasan bagi pemuda bernama Brent Lee Graham untuk mencuri buku itu dari perpustakaan kampusnya.

Dengan desain sampul yang menurutnya eksotis, buku berbahasa Inggris itu lebih dari sekadar menarik bagi Brent. Selain menyajikan berbagai cerita indah para nabi, buku itu berisi banyak kisah mengagumkan yang tak banyak ia ketahui.

“Saat itu aku baru berusia 17 tahun,” Brent mengawali kisahnya pada Republika, di sebuah pusat perbelanjaan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

***

Semua berawal dari perenungannya tentang kematian. Brent yang telah mengubah namanya menjadi Isa Graham itu masih mengingat jelas dua peristiwa yang membuka matanya tentang kematian, hal yang tak pernah menyibukkannya.

Masa mudanya yang akrab dengan musik membuat Brent dekat dengan pesta. Dan pesta pada malam itu berbeda. “Aku terus mengingatnya hingga sekarang,” ujar pria yang pernah belajar di sekolah musik itu.

Malam itu, sebelum memasuki rumah tempat pesta digelar, Brent melihat beberapa orang membawa keluar sesosok tubuh lunglai seorang pemuda mabuk. Pemuda itu lalu diletakkan di salah satu sisi halaman rumah, dan ditinggalkan bersama mereka yang lebih dulu tak sadarkan diri karena alkohol. Tak ada pertolongan, tak ada obat-obatan. “Aku berpikir, bagaimana jika mereka mati?” ujarnya.

Brent tak dapat membenarkan apa yang baru dilihatnya. Terlebih, ketika ia berharap ada sedikit kepedulian di sana, Brent justru mendapati sebaliknya. “Beberapa orang yang baru datang ke pesta berlalu begitu saja saat melewati mereka yang tergeletak di halaman. Itu menyedihkan,” katanya.

Terhenyak, Brent mendengar teriakan dari dalam rumah, memanggilnya. Teman-temannya meminta Brent masuk dan memainkan musik untuk mereka.” Brent masuk dengan sebuah pertanyaan menghantuinya. “Jika aku mengalami hal menyedihkan seperti orang-orang yang ada di halaman itu dan kemudian mati, apakah mereka akan memikirkan keadaanku?”

Keesokannya, sebuah peristiwa lain kembali menghentak hati Brent, memaksanya merenungi segala hal dalam hidupnya. “Seorang dosen mendatangi kelasku dan membawa berita kematian salah seorang teman sekelas kami,” kenangnya. Brent terguncang.

Ia semakin teguncang mengetahui teman sekelasnya itu meninggal karena heroin. Brent menjelaskan, semua orang di kampus tahu teman mereka yang baru meninggal itu tak pernah menggunakan heroin. “Dan ia meninggal pada percobaan pertamanya menggunakan obat terlarang itu,” Isa menghela nafas. “Hidup begitu singkat.”

Perasaan takut menyergap Brent. Dan remaja 17 tahun itu mulai memikirkan kehidupannya, juga kematian yang ia tahu akan menghampirinya.

Brent memiliki seorang Ibu yang menjadi pengajar Injil, dan menyekolahkan Brent di sebuah sekolah Injil. “Aku mengetahui isi kitab suciku. Dan karenanya, aku banyak bertanya tentang agamaku,” kata Brent.

Brent tahu, nabi-nabi yang diutus jauh sebelum Yesus lahir menyampaikan ajaran yang sama, yakni tauhid. “Pun Yesus. Dalam Injil dijelaskan bahwa ia menyerukan tauhid. Dan itu bertentangan dengan konsep Trinitas yang diajarkan gereja,” ujarnya.

Siang itu, saat membaca terjemahan Alquran di perpustakaan kampus, Brent dikejutkan oleh sebuah ayat yang mengatakan bahwa Yesus bukanlah anak Tuhan. “Ayat itu seolah menjawab keraguanku tentang Trinitas,” katanya.

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (An-Nisa’: 171)

Brent mencuri Alquran itu dari perpustakaan, dan mulai berinteraksi dengan Alquran. Keterkejutan terbesar muncul saat ia membaca ayat-ayat tentang Yesus. “Alquran memuat cerita tentang kelahirannya yang menakjubkan, tentang ibunya yang mulia, juga keajaiban yang tidak diceritakan dalam Injil, ketika dari buaian ia membela kehormatan ibunya.”

Penemuan hari itu membawa Brent pada sebuah misi pembuktian. “Aku bertekad menemukan pernyataan Injil yang akan mampu menjawab pernyataan Alquran. Dan Brent menemukannya. Sayang, jawaban itu sama sekali tak mendukung doktrin agamanya, dan justru membenarkan Alquran.

Dalam Injil Yohanes 3:16 misalnya, tulis Brent dalam artikel “My Passion for Jesus Christ” (muslimmatters.org), disebutkan tentang anak Tuhan dan kehidupan abadi bagi siapapun yang mempercayainya. “Jika kita terus membaca, kita akan bertemu Matius 5:9 atau Lukas 6:35 yang menjelaskan bahwa sebutan ‘anak Tuhan’ tidak hanya untuk Yesus,” katanya.

Brent menambahkan, baik dalam teks Perjanjian Baru dan juga Perjanjian Lama, Injil menggunakan istilah “anak Tuhan” untuk menyebut orang yang saleh. “Dalam Islam, kita menyebutnya muttaqun (orang-orang yang bertakwa),” jelas Isa.

Dalam pencarian yang semakin dalam, Brent menemukan bahwa ayat terbaik yang dapat membuktikan doktrin trinitas telah dihapuskan dari Injil. “Ayat itu dulu dikenal sebagai Yohanes 5:7, dan kini secara universal diyakini sebagai sebuah ayat sisipan yang penah secara sengaja ditambahkan oleh gereja,” terang Isa yang kemudian menguraikan hasil penelitian seorang profesor peneliti Injil asal Dallas, Daniel B. Wallace, tentang ayat tersebut.

Dari The New Encyclopedia Britannica yang dibacanya, Brent menemukan pula bahwa tidak satupun doktrin dalam Perjanjian Baru, termasuk kata Trinitas ataupun perkataan Yesus sekalipun, bertentangan dengan pengakuan Yahudi tentang ketauhidan yang disebutkan dalam Perjanjian Lama (Injil Ulangan 6:4).

Brent berkesimpulan, bukan Yesus ataupun para pengikutnya yang mengajarkan Trinitas. “Dan mereka yang mengajarkan Trinitas menambahkan keyakinan yang dibuat-buat ke dalam Injil?” ia bertanya, sekaligus menjawab pertanyaan yang muncul di otaknya.

Setelah mencapai kesimpulan yang sulit diterimanya itu, ia menemukan sebuah peringatan dalam Injil Perjanjian Lama. “… jika seseorang menambahkan (atau mengurangi) sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.” (Wahyu 22:18-19)

“Ayat itu senada dengan pernyataan Alquran,” tandas Brent. “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah’, (dengan maksud) memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 79)

Pertanyaan dalam otak Brent belum tuntas. Ia kembali bertanya-tanya, “Jika Injil dan Alquran sama-sama memastikan Yesus bukanlah seorang anak Tuhan, lalu siapa dia?”

Lagi-lagi, Brent menemukan banyak kesepakatan antara Injil dan Alquran. Melalui ayat masing-masing, kedua kitab yang diselaminya itu menegaskan kenabian Yesus. “Yesus diutus untuk menyeru umatnya pada keesaan Tuhan, sebagaimana dilakukan para nabi dan rasul sebelumnya.”

Persoalan agama itu menjadikan Brent semakin kritis, yang menggiringnya pada berbagai pertanyaan besar tentang agamanya. Ia mempelajari berbagai agama lain. “Aku mencari tahu tentang beberapa agama, aku mempelajari paganisme, dan aku tertarik pada Islam.”

Di mata Brent kala itu, Islam adalah agama yang sempurna. “Aspek ekonomi, pemerintahan, semua diatur dengan baik dalam Islam. Aku kagum pada cara Muslim memperlakukanku, dan aku sangat kagum pada bagaimana Islam meninggikan derajat perempuan.”

Brent pun menyatakan keinginannya untuk masuk Islam pada seorang teman Muslimnya. “Sayang, ia memberitahuku bahwa aku tak bisa menjadi Muslim, hanya karena aku dilahirkan sebagai Kristen. Karena tak mengerti, aku menerima informasi itu sebagai kebenaran,” sesalnya.

Bagi pemuda kebanyakan di Australia, bisa jadi kehidupan Brent nyaris sempurna. Ia mahir memainkan alat musik, menjadi personel kelompok band, dan popular. Ia bisa berpesta sesering apapun bersama teman-teman yang mengelukannya. “Namun aku tidak bahagia dengan semua itu. Aku tak tahu mengapa.”

Namun terlepas dari kondisi tidak membahagiakan itu, Brent sangat mencintai musik. Ia mempelajari musik, memainkannya, mengajarkannya, dan menjadi bahagia dengannya. Hingga ia berfikiran bahwa musik adalah agamanya, karena mampu membuatnya bahagia.

Tanpa agama yang menenangkan hatinya, Brent seolah terhenti di sebuah sudut dengan banyak persimpangan. Perhentian itu membangunkannya di sebuah malam. “Aku berkeringat dan menangis. Aku sangat ketakutan sambil terus bergumam ‘Aku bisa mati kapanpun’,” tuturnya.

Dengan keringat dan air mata itu, Brent memanjatkan doa. “Aku meminta pada semua Tuhan; Tuhan umat Kristen, Tuhan umat Islam, Tuhan siapapun, karena aku tak yakin harus meminta pada salah satu diantaranya.”

“Tuhan, aku teramat sedih dan gundah dan tak tahu bagaimana menyelesaikannya. Tolong, beri aku isyarat, beri aku petunjuk, beri aku jalan keluar,” Brent mengutip doa yang diucapkannya 15 tahun lalu.

Isyarat Allah menghampiri Brent keesokan harinya. Seorang Muslimah asal Burma yang menjadi teman kampusnya mengiriminya sebuah email. Ia tahu Brent telah tertarik pada Islam sejak belajar di sekolah menengah, dan dalam emailnya itu ia bertanya apakah Brent masih tertarik pada Islam. Brent mengiyakan.

Beberapa hari kemudian, teman asal Burma itu datang ke rumah Brent dan membawakannya sejumlah buku tentang Islam. Membacanya, Brent tahu bahwa Islam tak melarang non Muslim sepertinya untuk memeluk agama itu. “Dari buku itu aku tahu bahwa banyak dari sahabat Nabi saw, termasuk Abu Bakar, adalah mualaf. Aku sangat senang dan berteriak dalam hati, ‘Ini yang kumau’.”

Selesai dengan bacaannya, Brent mendatangi seorang teman Muslim dan memintanya menjelaskan tentang jannah (surga). Dari penjelasan tentang surga itu, bertambahlah kekaguman Brent, juga kemantapannya pada Islam. Masjid Al-Fatih Coburg, Melbourne, menjadi saksi keislaman Bent Lee Graham.

Ia lalu mengganti namanya menjadi Isa Graham. “Aku ingin orang (non Muslim) tahu bahwa dalam Islam, kami juga mempercayai Yesus,” ujarnya. Bagi Isa, mencintai seseorang tidak seharusnya diwujudkan dengan menuhankannya, melainkan mengatakan segala sesuatu tentangnya apa adanya. “Kini aku ingin menunjukkannya pada Yesus, bukan sebagai seorang Kristen, namun sebagai Muslim,” tegas Brent menutup perbincangan.

Subhanallah …

Jakarta, 26 May 2015.

Vien AM.

Dicopy dari :

http://www.kisahmuallaf.com/isa-graham-nekat-mencuri-al-quran-demi-membuktikan-kebenaran-injil/

Ahli Kitab adalah sebutan bagi orang yang telah menerima kitab suci sebelum turunnya kitab suci umat Islam Al-Quranul Karim. Mereka itu adalah orang-orang Yahudi dengan kitab Tauratnya dan Nasrani dengan Injilnya. Sama seperti Al-Quran, Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa as dan Injil yang diturunkan kepada nabi Isa as atau Yesus,  kedua kitab itu diturunkan Allah swt, melalui malaikat Jibril as.

« Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil ». (QS. Ali Imran(3) :3).

Sayang pada perjalanan waktunya, kedua kitab suci tersebut telah terkontaminasi. Disana-sini telah terjadi perubahan bahkan penambahan hingga akhirnya banyak sekali ditemukan ayat-ayat yang kontradiksi. Tak jarang pula ditemukan kata-kata kasar dan umpatan yang dilontarkan tidak hanya antar sesama manusia tetapi juga Tuhan kepada nabi-Nya. Tuhan mengeluarkan kata-kata kasar, alangkah ironisnya kehidupan ini.

 « Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? “(QS. Ali Imran (3) :71).

Para nabi dan rasul yang merupakan utusan Allah tak luput dari penistaan. Sungguh tak masuk akal manusia pilihan Tuhan, yang diutus bagi manusia agar mengajarkan kebaikan, bisa berbuat kesalahan yang benar-benar keterlaluan. Tak dapat dibayangkan bagaimana jadinya manusia bila para nabinya saja berbuat kezaliman dan hal-hal yang sungguh tidak pantas. Padahal para nabi dan rasul adalah panutan, contoh keteladanan yang harusnya ditiru umat-Nya.

Berikut beberapa contoh ayat-ayat yang berada di dalam Al-Kitab, gabungan Perjanjian Lama ( Taurat)  dan Perjanjian Baru ( Injil) yang kini dijadikan panduan umat Kristiani.

1. Nabi Luth as, prilaku tak pantas kedua putrinya. (Kejadian 19 : 32-36).

 “(32).Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita (33). Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. (34).Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: “tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita. (35).Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.(36) Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.”

2. Nabi Daud as, memperkosa istri panglimanya. (Samuel 11 : 2-5).

(2).Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. (3).Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu”.(4).Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.(5).Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: “Aku mengandung”.

3. Amnon, putra Nabi Daud yang memperkosa saudara perempuannya, dengan izin ayahnya. ( Samuel 13: 12-14).

(12).Tetapi gadis itu berkata kepadanya: “Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu.(13).Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.”(14).Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia.

4. Putra nabi Daud lain yang memperkosa ibunya sendiri. (Samuel 16: 21-22).

 (21).Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom: “Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israel mendengar, bahwa engkau telah membuat dirimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya”. (22).Absalom membentangkan sebuah kemah di atas Sotoh dan membaringkan 10 istri (gundik) ayahnya dan memperkosa mereka semuanya satu per satu, ‘di depan mata seluruh Bani Israel.’

Tak jarang pula ayat-ayat bernada tidak senonoh yang sama sekali tidak pantas berada di dalam sebuah kitab suci bisa kita temukan di dalamnya. Contohnya apa yang ada di Kitab Kidung Agung, terutama pasal 7 ayat 7-8, yang malu rasanya untuk ditulis disini.  Tidak heran ada pendapat mengatakan bahwa kitab ini harus dijauhkan/disembunyikan dari anak-anak di bawah umur.

http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/chapter/?b=22&c=7&version=tb&lang=indonesia&theme=clearsky

Disamping itu Ahli Kitab juga telah menuhankan orang-orang suci mereka seperti Uzair dan Yesus. Mereka menganggap keduanya sebagai anak Tuhan bahkan Tuhan itu sendiri ( konsep Trinitas).

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. At-Taubah(9):30).

«  Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi ». (QS. Maryam(19) :30).

Padahal betapa banyaknya ayat-ayat Injil menerangkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan melainkan seorang utusan Tuhan, Allah Azza wa Jalla Yang Esa .

17:3.”Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus ». (Yohanes 17 :3).

17:8.”Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. ». (Yohanes 17 :8).

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”. (QS. An-Nisa(4) :171).

Konsep Trinitas sebenarnya baru lahir lebih dari 300 tahun setelah hidupnya Yesus, yaitu pada tahun 325 M. Yaitu dengan adanya perjanjian Nicea di zaman kaisar Romawi Konstantinus berkuasa. Maka sejak itulah para pengikut Arianisme dibawah pimpinan pendeta Arius dari Alexandria, harus melepaskan keyakinan mereka selama itu bahwa Yesus adalah hanya mahluk ciptaan-Nya, bukan Tuhan itu sendiri. Selanjutnya Ariuspun dikucilkan, jabatannya sebagai pendeta dicopot.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Konsili_Nicea_I).

Namun jauh sebelum itu, yaitu pada masa Yesus hidup ada seorang bernama Paulus, yang nama aslinya adalah Saul. Pemuda kelahiran Tarsus (Turki) ini dikenal sebagai pecinta berat filsafat Yunani. Aliran filsafat Yunani yang amat berpengaruh ketika itu adalah aliran Stoa yang pantheistik, yang menganggap Tuhan dan makhluk merupakan suatu kesatuan yang sama zatnya dan hanya berbeda dalam penglihatan bentuk. Karena itu ia sangat membenci Yesus dan ajaran-ajarannya. Ia sengaja mendekati murid-murid Yesus agar dapat menyusup dan merusak ajaran Yesus dari dalam.

https://www.facebook.com/notes/%DB%9E-kristologi-%DB%9E/bible-study-kontroversi-paulus-rasul-kristen/309039149117693

Yang juga mengejutkan ternyata Injil tidak pernah menghalalkan babi maupun khamar/alkohol.

14 :8. « Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya ». ( Ulangan 14 :8).

10:9.  “Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun ». (Imamat 10:9).

«Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik ». (QS. Al-Maidah(5) :47).

Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, dan lain-lain, yang bersumberdari al-Barra’ bin ‘Azib. Bahwa di depan Rasulullah saw, berlalulah orang-orang Yahudi membawa seorang terhukum yang dijemur dan dipukuli. Rasulullah saw memanggil mereka dan bertanya:

“Apakah demikian hukuman terhadap orang berzina yang kalian dapati di dalam kitab kalian?”

Mereka menjawab: “Ya.”

Kemudian Rasulullah memanggil seorang ulama mereka dan bersabda: “Aku bersumpah atas nama Allah yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, apakah demikian kamu dapati hukuman bagi orang yang berzina di dalam kitabmu?”

Ia menjawab: “Tidak. Demi Allah, jika engkau tidak bersumpah lebih dulu, tidak akan kuterangkan. Sesungguhnya hukuman bagi orang yang berzina di dalam kitab kami adalah dirajam. Akan tetapi karena banyak pembesar-pembesar kami yang melakukan zina, maka kami mengabaikannya. Namun apabila seorang hina berzina, kami tegakkan hukum sesuai dengan kitab. Kemudian kami berkumpul dan mengubah hukuman tersebut dengan menetapkan hukuman yang ringan dilaksanakan, baik bagi orang hina dan pembesar, yaitu menjemur dan memukuliya.”

Bersabdalah Rasulullah saw.: “Ya Allah, sesungguhnya saya yang pertama menghidupkan perintah-Mu setelah dihapus oleh mereka.”

Semoga kita dapat mengambil hikmahnya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 8 Mei 2015.

Vien AM.

Oleh Nurfitri Hadi
Artikel KisahMuslim.com

Dalam perjalanan sejarah Islam terdapat beberapa negeri yang memiliki pemikiran yang menyimpang dan melakukan kekerasan terhadap umat Islam untuk memaksakan pemikiran mereka. Seperti yang dilakukan negeri-negeri berpaham Syiah semisal; Daulah Fatimiyah, Qaramithah, Buwaihiyah, dan Shafawiyah. Cara negeri-negeri ini bergaul dengan masyarakat Islam yaitu dengan cara permusuhan, menolak pemikiran-pemikiran pihak lain dengan kekerasan dan terorisme, siapa saja yang menolak pemikiran mereka, maka kematian adalah jawaban yang tak terbantahkan. Selain itu, negara-negara ini tidak malu-malu menjalin aliansi dengan negara-negara Salib saat Perang Salib antara muslim dan Kristen sedang berkecamuk.

Oleh karena itu, apa yang hendak kami sampaikan ini sangat penting untuk kita petik hikmahnya agar kita bisa memahami realitas kekinian dengan membandingkan apa yang terjadi pada sejarah kita. Tidak diragukan lagi, dan kita melihat dengan mata kepala kita bahwa apa yang terjadi di masa lampau terulang kembali di era modern ini. Sulit bagi kita memahami apa yang terjadi saat ini, kecuali dengan membandikannya dengan peristiwa-peristiwa di masa lalu yang mirip keadaannya dengan masa kini.

Jika kita mendalami sejarah, maka kita bisa menentukan sikap dimana kita akan meletakkan kaki kita. Dengan memahami sejarah Daulah Shafawi, maka kita bisa melihat negara mana di era modern ini yang rekam jejaknya mirip dengan Daulah Shafawi.

Siapakah Yang Disebut Shafawi?

Nasab orang-orang Shafawi merujuk kepada Shafiyuddin Ishaq al-Arbadili (650-735 H/1251-1334 M), ia adalah kakek kelima dari Syah Ismail as-Shafawi, pendiri Daulah Shawafiyah di Iran. Ardabil adalah sebuah wilayah yang terletak di Azerbaijan. Wilayah itu banyak dihuni oleh orang-orang Turki dan Armenia atau secara umum bangsa Turk menghuni daerah tersebut.

Sebagian orang menyatakan bahwa nasab Shafiyuddin Ishaq al-Arbadili sampai kepada salah seorang putra ahlul bait, Musa bin Ja’far rahimahullah, orang Syiah menyebut beliau dengan Imam Musa al-Kazhim. Namun pendapat ini disanggah oleh para sejarawan dengan beberapa alasan:

– Istri dari Shafiyuddin Ishaq al-Ardabili, yang merupakan kerabatnya yang paling dekat tidak mengetahui nasab suaminya sampai kepada Musa al-Kazhim ‘alaihissalam (Tarikh ash-Shafawiyin wa Hadharatihim, Hal: 29).

– Para sejarawan Syiah di masa hidup Shafiyuddin Ishaq al-ardabili, tidak pernah menuliskan bahwa ia termasuk ahlul bait dari keturunan Musa bin Ja’far (Shilatun baina Tasawwuf wa Tasyyau’, Hal: 140.).

– Penulis-penulis pada masa Daulah Shafawi menisbatkan nasab Shafiyuddin Ishaq kepada Husein bin Ali bin Abi Thalib, namun anaknya, Musa bin Shafiyuddin Ishaq, tidak tahu nasab ayahnya ini terhubung ke Husein atau Hasan.

– Pengakuan nasab tersebut hanya bertujuan politis untuk menjadi penguasa dan mendapat simpatik rakyat.

Berdirinya Kerajaan Shafawi, Rakyat Dipaksa Menjadi Syiah

Sebelum Daulah Syiah Shafawi berkuasa di Iran, wilayah tersebut dikuasai oleh orang-orang Mongol Dinasti Ilkhan. Madzhab resmi negeri ini adalah Ahlussunnah namun sudah terkontaminasi dengan paham tasawwuf.

Pada masa Shafiyuddin Ishaq, situasi politik di Iran dan sekitarnya dalam kondisi tidak stabil, rakyat merasa tidak puas terhadap pemerintahnya, perbuatan keji tersebar di kalangan penguasa, dll. Syiah membaca hal ini sebagai peluang mereka. Pada awalnya Syiah hanya sebagai gerakan keagamaan, namun pada masa al-Junaid –cucu Shafiyuddin Ishaq- gerakan madzhab ini berubah menjadi gerakan politik dan Sultan Haidar menetapkan bahwa nasab keluarga Shafawi bersambung dengan Musa bin Ja’far al-Kazhim (Tarikh ad-Daulah ash-Shafawiyah fi Iran, Hal: 38).

Deklarasi Syiah sebagai gerakan politik atau pengakuan masuknya kader Syiah dalam ranah politik bertujuan untuk memperluas pengaruh mereka dan sebagai sinyal perlawanan terhadap Dinasti Ilkhan yang mulai sakit. Gerakan perlawanan mereka dimulai pada masa Fairuz Syah yang memimpin revolusi perlawanan terhadap Ilkhan dan puncaknya dicapai pada masa Syah Ismail ash-Shafawi dengan berdirinya Daulah Syiah ash-Shafawi tahun 1501. Saat itulah madzhab resmi Iran berganti menjadi Syiah, dan rakyat dipaksa untuk memeluk pemahaman ini. Syah Ismail tidak peduli bahwa mayoritas rakyatnya adalah orang-orang berpaham Ahlussunnah. Ia mengerahkan seluruh kemampuan dan pengaruhnya untuk memaksa warga beralih madzhab menjadi Syiah.

Tidak berhenti memberlakukan kebijakan tersebut di dalam negerinya, Syah Ismail juga berupaya menyebarkan paham Syiah di Daulah Ahlussunnah seperti Daulah Utsmaniyah. Masyarakat Utsmani menolak keras ajaran Syiah yang pokok pemikirannya adalah mengkafirkan para sahabat Nabi, melaknat generasi awal Islam, meyakini adanya perubahan di dalam Alquran, dll. Ketika Syah Ismail memasuki wilayah Irak, ia membunuhi umat Islam Ahlussunnah, menghancurkan masjid-masjid, dan merusak pekuburan.

Pemimpin Utsmaniyah, Sultan Salim, menanggapi serius upaya yang dilakukan oleh Syah Ismail terhadap rakyatnya. Pada tahun 920 H/1514 M, Sultan Salim membuat keputusan resmi tentang bahaya pemerintah Iran ash-Shafawi. Ia memperingatkan para ulama, para pejabat, dan rakyatnya bahwa Iran dengan pemerintah mereka ash-Shafawi adalah bahaya nyata, tidak hanya bagi Turki Utsmani bahkan bagi masyarakat Islam secara keseluruhan. Atas masukan dari para ulama, Sultan Salim mengumumkan jihad melawan Daulah Shafawiyah. Sultan Salim memerintahkan agar para simpatisan dan pengikut Kerajaan Shafawi yang berada di wilayahnya ditangkap dan bagi mereka yang melakukan pelanggaran berat dijatuhi sangsi hukuman mati (Juhud al-Utsmaniyin li Inqadz al-Andalus).

Persekutuan Daulah Shafawiyah dengan Pasukan Salib Melawan Umat Islam

Peperangan antara Daulah Syiah Shafawi dengan umat Islam yang diwakili Turki Utsmani pun benar-benar terjadi. Sadar bahwa Turki Utsmani begitu besar untuk ditaklukkan, ash-Shafawi menjalin sekutu dengan orang-orang kafir Eropa yakni orang Kristen Portugal kemudian Kerajaan Inggris. Di antara poin kesepatakan kedua kelompok ini adalah Portugal membantu Shafawi dalam perang terhadap Bahrain, Qathif, dan Turki Utsmani.

Panglima Portugal, Alfonso de Albuquerque, mengatakan, “Saya sangat menghormati kalian atas apa yang kalian lakukan terhadap orang-orang Nasrani di negeri kalian. Sebagai balas jasa, saya persiapkan armada dan tentara saya untuk kalian dalam menghadapi Turki Utsmani di India. Jika kalian juga ingin menyerang negeri-negeri Arab atau Mekah, saya pastikan pasukan Portugal ada di sisi kalian, baik itu di Laut Merah, Teluk Aden, Bahrain, Qathif, atau di Bashrah, Syah Ismail akan melihat saya di Pantai Persia dan saya akan melakukan apa yang dia inginkan.” (Qira-ah Jadidah di Tarikh al-Utsmaniyin).

Tawaran kerja sama Portugal ini bukanlah sesuatu yang tanpa pamrih, mereka menginginkan membangun sebuah pangkalan di Teluk Arab. Bantuan kerja sama militer ini juga menjanjikan pembagian wilayah taklukkan; Shafawi mendapatkan Mesir dan Portugal diiming-imingi dengan tanah Palestina (Qira-ah Jadidah di Tarikh al-Utsmaniyin). Pasukan Salib Portugal mengtahui, bekerja sama dengan negeri-negeri muslim Teluk atau mengadakan kontak senjata dengan mereka akan berbuah kegagalan terhadap misi mereka. Shafawi adalah pilihan tepat bagi mereka untuk masuk memuluskan misi mereka di dunia Arab.

Selain bekerjasama dengan Portugal, Shafawi juga menjalin hubungan dengan Kerajaan Inggris untuk memerangi umat Islam di Irak. Di Irak mereka membunuh 7000 warga Ahlussunnah dari Suku Kurdi, melarang mereka menunaikan ibadah haji ke Mekah, dan memaksa umat Islam di sana untuk berhaji ke Kota Masyhad, Iran, kota yang mereka yakini tempat kelahiran imam mereka, Imam Ali bin Musa ar-Ridha.

Inilah fakta yang terjadi, dibalik slogan-slogan persatuan ternyata ada tikaman dari belakang. Di balik kesan pahlawan, Syiah bagaikan serigala yang mengindati domba-domba yang akan dimangsa.

Pelajaran:

Sejarah mengajarkan kepada kita sebuah pengalaman berharga, betapa orang-orang Syiah melalui Daulah Shafawiyah (dan Daulah Fatimiyah, Qaramithah, dll) menaruh kebencian terhadap umat Islam. Mereka tidak pernah mengumandangkan jihad terhadap tentara salib berbeda halnya dengan umat Islam, mereka benar-benar menunjukkan permusuhan, melakukan pembunuhan dan pengrusakan, serta mengumandangkan peperangan. Sebaliknya mereka menjalin hubungan yang harmonis dengan pasukan salib dan Yahudi, bahkan terhadap orang-orang majusi penyembah api.

Hal serupa kita dapatkan di era modern ini, dimana kerajaan Shafawi modern, Republik Syiah Iran, melakukan hal yang sama dengan pendahulunya. Mereka berteriak-teriak lantang memerangi Amerika dan Israel, tapi tidak pernah kita dapati mereka berperang melawan Amerika dan Yahudi di Palestina. Sementara ribuan bahkan jutaan Ahlussunnah mereka bunuh. Dengan kekuatan media, mereka putar balikkan fakta bahwa negara-negara Ahlussunnah lah yang menjadi kaki tangan Barat Amerika dan pelindung Israel.

Pelajaran lainnya adalah Syiah selalu memanfaatkan instabilitas politik di suatu negeri untuk mencuri kekuasaan. Mereka memanfaatkan status ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintahnya dengan iming-iming perubahan dan janji manis, namun kenyataannya jauh lebih parah dari yang kita bayangkan. Semoga Allah senantiasa melindungi negeri kita dari maker-makar yang dibuat oleh orang-orang Syiah..

( Bersambung).

Sumber:
– Tarikh ad-Daulah ash-Shafawiyah di Iran
– Majalah al-Furqon al-Kuwaitiyah, dll.

Dicopy dari :

http://kisahmuslim.com/trilogi-kisah-iran-dan-daulah-shafawi-munculnya-daulah-shafawi-13/

Lebih dari 500 warga Indonesia dilaporkan telah bergabung dengan ISIS (Islamic State in Iraq and al-Syam). Mereka masuk ke  Suriah atau Irak yang merupakan basis  ISIS melalui Turki. Sebagian menyamar sebagai turis tetapi sesampai tujuan memisahkan diri.

Menurut beberapa sumber, Indonesia memang menjadi tujuan empuk perekrutan anggota ISIS. Dengan terang-terangan ISIS berani mempromosikan sepak terjang mereka. Iming-iming surga karena jihad disamping gaji tinggi adalah imbalannya. Jadi tidak perlu heran mengapa organisasi ini begitu diminati warga Indonesia.

Yang patut menjadi pertanyaan betulkah ISIS yang meng-klaim berjuang memerangi segala kekafiran dan kedzaliman itu murni karena Sang Khalik, Allah swt, dengan menjadikan Al-Quranul Karim dan As-Sunah sebagai pegangan??

Sementara kita tahu bagaimana ulah ISIS menyebarkan terror, membakar musuh, membunuhi kaum perempuan dan anak-anak, bahkan merekrut gadis-gadis untuk dijadikan pemuas seksual para anggotanya ?? Dengan teganya, para orang-tua anggota kelompok yang mencuat pada tahun 2013 itu  menyuruh anak-anak gadis mereka yang baru berusia 14-15 tahun agar mau, berkali-kali, melayani nafsu seksual anggota ISIS.  Setiap perbuatan dibuatkan akadnya, digauli lalu diakhiri dengan kalimat cerai dan imbalan sejumlah uang. Begitu hingga 5-6 kali, dalam sehari. Ironisnya. putri-putri malang tersebut diyakinkan bahwa itulah jihadnya perempuan ! Persis ajaran mut’ah dalam Syiah.

https://www.youtube.com/watch?v=JGqijQy_22I

Berikut pengakuan mantan ISIS yang hengkang dari kelompok tersebut.

http://internasional.kompas.com/read/2015/03/18/11252901/Mantan.Anggota.ISIS.Beberkan.Alasan.Ia.Tinggalkan.Kelompok.Itu?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Islam saat ini memang dalam keadaan terpuruk. Keterpurukan tersebut menyebabkan umat begitu mudah dibohongi. Sebaliknya harapan segera berakhirnya keterpurukan dengan kembalinya zaman kejayaan Islam sebagaimana yang telah diprediksi juga dengan mudah mengecoh umat. Itulah ISIS, yang mengumumkan diri sebagai kekhalifahan Islam, lambang keemasan Islam yang dulu hilang, dan di nanti-nantikan kembalinya oleh sebagian umat.

Umur umat Islam dan kembalinya kejayaan Islam.

Sebagian ulama sepakat bahwa umat Islam akan melewati 5 fase/ tahapan.

“Periode An-Nubuwwah (kenabian) akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang periode Khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah (kekhalifahan atas manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’aala mengangkatnya, kemudian datang periode Mulkan Aadhdhon (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa, selanjutnya datang periode Mulkan Jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’aala, setelah itu akan terulang kembali periode Khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah. … ,” (HR Ahmad 17680).

Para ulama juga sepakat bahwa saat ini umat Islam berada di akhir fase ke 4 yaitu periode Mulkan Jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak). Atau berada di tahap awal datangnya fase akhir, yaitu fase 5, periode Khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah, alias kekhalifahan Islamiyah sebagaimana di zaman Rasulullah dan para sahabat dulu. Itulah zaman kejayaan Islam, zaman yang amat dimimpikan seluruh umat Islam di dunia. Zaman dimana kekuasaan Islam membentang dari Spanyol hingga ke perbatasan Cina, yang kini paling tidak terdiri atas 20 negara.

Tentu saja bukan hal yang mengherankan mengingat saat ini kita hidup di zaman Islam amat sangat terpuruk. Islam yang menjadi bulan-bulanan Barat hingga umat Islam tidak mempunyai rasa Percaya Diri yang tinggi. Hingga apapun yang dikatakan Barat ditelan mentah-mentah meski bertentangan dengan ajaran Islam. Kebodohan, kemunduran, kemiskinan bahkan label terorisme seolah melekat erat dengan Islam. Islamophobia atau ketakutan terhadap Islam terjadi dimana-mana.

Ironisnya korbannya bukan hanya non Muslim tapi juga Muslim itu sendiri. Apalagi kalau sudah berbicara jihad. Slogan Barat bahwa “Islam adalah agama pedang”, tampaknya berhasil membuat umat Islam begitu trauma akan kata ini. Padahal berapa banyaknya ayat jihad diturunkan demi membela Islam, jiwa dan kebesaran Islam itu sendiri. Jihad memang tidak selalu berperang dengan mengangkat senjata, tapi manakala keadaan memaksa, jihad seperti ini wajib dilakukan. Tapi hari ini, dengan dalih Islam adalah rahmatan lillalamiin, sebagian besar umat Islam memilih berdiam diri meski melihat saudara-saudari kita di berbagai belahan bumi ini terinjak-injak, terdzalimi dan tertindas demikian parahnya.

Munculnya JIL ( Jaringan Islam Liberal) juga adalah akibat rasa tidak PD terhadap ke-Islam-an mereka. Lagi-lagi dengan dalih toleransi dan “Islam adalah Rahmatan lilalamin” mereka mengklaim bahwa semua agama adalah sama.

Sebaliknya bagi sebagian kecil umat Islam yang dapat ikut merasakan penderitaan saudara/saudarinya, dan tertantang untuk membantu, kehadiran ISIS bagaikan mata air di tengah padang pasir. Apalagi yang juga meyakini hadist diatas bahwa kita telah berada di penghujung fase ke 4. Maka berbondong-bondonglah mereka bergabung ke dalam organisasi yang dalam waktu singkat berhasil merekrut anggota dan meluaskan jajahan kekuasaannya itu.

Masalahnya, betulkah ISIS sesuai dengan hadist yang dimaksuf diatas? Apalagi mengingat cara “jihad” yang ditempuh? Membakar, memperkosa, memanfaat anak-anak sebagai tentara dan berbagai cara yang jauh dari ajaran Islam? Berikut perintah Rasulullah ketika fitnah terhadap Islam makin menjadi-jadi.

“Jika kalian menangkap si A, bunuhlah dan jangan kalian bakar. Karena tidak boleh menyiksa dengan api kecuali Tuhannya api (yaitu Allah).” (HR. Abu Daud).

Hadist mengenai tanda-tanda akhir zaman sangatlah banyak dan sangat rinci. Diantaranya yang sangat penting untuk diketahui saat ini adalah ciri-ciri Imam Mahdi, yang merupakan pemimpin umat Islam yang akan datang nanti.

Bersabda Rasulullah saw, “Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah swt akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Muhammad bin Abdullah). Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumipun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun.” (HR. Thabrani).

Telah bersabda Rasulullah saw, “Akan terjadi suatu perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah. Maka keluarlah seorang laki-laki dari penduduk Madinah dan ia lari ke Makkah. Lalu datanglah kepadanya orang-orang yang berasal dari penduduk Makkah, dan mereka membawa laki-laki tersebut dengan paksa. Kemudian mereka membaiatnya antara sudut Ka’bah dengan maqam Ibrahim. Lalu diberangkatkanlah sekelompok tentara dari Syam untuk mengejarnya. Maka mereka ditelan bumi di daerah Baidaa’, antara Makah dan Madinah. Maka ketika orang-orang melihat hal itu, wali-wali Abdal dari Syam dan orang-orang mulia dari Irak mendatanginya. Mereka membaiatnya antara sudut Ka’bah dengan maqam Ibrahim”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Thabrani).

https://netlog.wordpress.com/category/tanda-tanda-kemunculan-al-mahdi/

Dari hadist diatas dapat kita simpulkan bahwa Imam Mahdi bukanlah seorang yang  ambisius, yang sangat ingin menjadi pemimpin umat Islam. Imam Mahdi, pemimpin masa depan Islam yang dimaksud Rasulullah adalah seorang yang diangkat menjadi pemimpin secara paksa. Ia adalah seorang penduduk Madinah bernama Muhammad bin Abdullah yang ntah atas karena alasan apa melarikan diri menuju Makkah. Hal ini terjadi paska suatu perselisihan setelah meninggalnya seorang raja Arab Saudi. Ia akan dibaiat di Makkah, diantara sudut Ka’bah dengan maqam Ibrahim.

Kini, orang bisa saja memang merekayasa seorang bernama Muhammad bin Abdullah dan mengangkatnya seolah-olah ia adalah orang yang dimaksud hadist diatas. Tetapi peristiwa detail yang mengawalinya, rasanya sulit untuk dapat direkayasa. Sejarah mencatat betapa banyaknya orang yang mengaku-ngaku sebagai Imam Mahdi.

Berdasarkan hadist yang jumlahnya sangat banyak akan kita ketahui bahwa hal pertama yang akan dilakukan Imam Mahdi adalah membersihkan Makkah dan Madinah dari segala kekufuran. Kemudian bersama pasukan Rum ( Barat) memerangi Syiah di Syam ( Iran), berperang melawan Yahudi dan kaum Salibis, baru membebaskan Palestina dengan Al-Qudsnya ( Masjidil Aqsha). Disamping itu, sejak awal kekhalifahan, khalifah terakhir ini sudah akan menjadikan Madinah, bukan kota di Suriah maupun Irak, sebagai pusat pemerintahan, persis seperti kekhalifahan di zaman nabi 15 abad silam.

Artinya, dapat disimpulkan bahwa ISIS dengan Abu Bakr al-Baghdadinya jelas bukanlah khalifah yang kita nanti-nantikan itu. Apalagi dengan adanya tindakan ceroboh yang baru-baru ini mereka lakukan, yaitu penyerangan terhadap kamp pengungsi Palestina Yarmouk di Suriah yang menelan korban ratusan jiwa itu. ISIS tampaknya benar adalah ciptaan musuh Islam untuk mendiskreditkan Islam, yang sudah terpuruk makin terpuruk saja.

http://sapujagat.co/pengakuan-hillary-clinton-isis-ciptaan-amerika-israel/

Semoga umat Islam tidak mudah terpedaya tipuan jahat musuh-musuh Islam yang kelihatannya juga rajin mempelajari hadist. Dengan tujuan agar ketika Imam Mahdi datang nanti, umat Islam tidak mau mendukungnya.

“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi),  maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah  Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074).

Na’udzubillah min dzalik.

Jakarta, 13 April 2015.

Vien AM.

Yaman membara. Serangan yang dillakukan koalisi Arab sejak 26 Maret 2015 lalu dilaporkan telah menelan banyak korban tewas. Serangan gabungan Negara-negara teluk dibawah pimpinan Arab Saudi ini dilakukan atas permintaan presiden resmi Yaman yang dikudeta kelompok Syiah Houthi Februari lalu. Disinyalir, Iran berada di belakang kelompok pemberontak tersebut. Ini menambah jumlah perang dan kerusuhan yang melanda Timur Tengah yang telah terlihat tanda-tandanya sejak 2010 lalu, yaitu Arab Spring.

Ketika itu para pimpinan tertinggi Negara-negara Arab seperti Tunisia, Libia, Mesir,  Suriah, Aljazair, Maroko, Irak, Sudan dll didemo rakyatnya karena dianggap telah menjalankan pemerintahan secara tidak demokratis alias otoriter. Akibatnya, secara serempak, pemberontakan dan kerusuhanpun melanda Negara-negara tersebut. Tampaknya ini adalah buah dari gembar-gembor Demokrasi ala Barat yang berhasil menarik simpati dunia Islam, karena Islam saat ini memang sedang mengalami masa keterpurukannya. Sayangnya, hingga detik ini, meski presiden telah diganti melalui cara demokrasi, perang saudara masih terus saja terjadi. Ada apakah gerangan ??

Mesir, contohnya. Presiden Husni Mubarak telah djatuhkan, pemilu  secara demokratis telah dijalankan, dengan Mohammad Mursi sebagai pemenangnya. Namun tak sampai setahun jendral Abdul Fattah al-Sisi dan kelompoknya meng-kudeta Mursi.  Bahkan resmi menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin yang merupakan pendukung kuat Mursi adalah organisasi teroris. Tak tanggung-tanggung ratusan anggota organisasi yang dibentuk Hassan al Banna pada tahun 1928 dengan tujuan agar umat Islam bersatu dibawah payung Al-Quran dan As-Sunnah, di-eksekusi mati, dan ribuan lainnya dijebloskan ke bui.

Demikian pula Libia. Padahal dulu, sebelum pemberontakan, dibawah presiden Muammar Ghadaffi, meski dikenal otoriter, Libia cukup maju dan makmur. Ini berkat dibangunnya sebuah sungai buatan sepanjang 2800 km, yang berhasil membuat padang tandus Libia menjadi lahan hijau yang menghasilkan buah dan sayur -sayuran.

Uztad Arifin Ilham melalui status FB-nya berkata, “Alhamdulillah, sudah tiga kali ke Libya, dan dua kali shalat berjamaah di lapangan Moratania dan Lapangan Tripoli. Shalat berjamaah yang dihadiri 873 ulama seluruh dunia dan rakyat Libia, dengan Imam langsung Muammar Ghadaffi, bacaan panjang hampir 100 ayat Al Baqarah, sebagian besar jamaah menangis, sebelumnya diawali dengan syahadat 456 muallaf dari suku2 Afrika, dakwah beliau selalu mengingatkan tentang ancaman zionis dan blok Barat, pemimpin Arab boneka AS, dan selamatkan Palestina…”.

Suriah dan Irak lebih parah lagi. Perang saudara antara sesama bangsa dan sesama Muslim, yaitu Sunni dan Syiah berkecamuk dengan dasyatnya. Presiden Suriah, Bashar al-Assad yang menganut Syiah Rafidhah, secara brutal membantai rakyatnya sendiri yang beraliran Sunni.

Seperti diketahui, Sunni dan Syiah sejak dulu memang tidak pernah dapat disatukan. Awalnya perbedaan hanya pada pendapat siapa yang berhak meneruskan kepemimpinan Islam paska wafatnya Rasulullah Muhammad saw. Namun demikian istilah Syiah baru muncul setelah terjadinya perseteruan antara keponakan Rasulullah saw, Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah, khalifah ketika itu. Kelompok yang mendukung Ali menamakan diri sebagai “Shi’at Ali”, atau pengikut Ali, yang di kemudian hari berkembang menjadi Syiah. Saat ini dilaporkan, anggota Syiah berjumlah sekitar 10-15% dari Muslim di dunia.

Dengan berkembangnya waktu, Syiah makin terpecah menjadi banyak sekali kelompok kecil-kecil. Namun sebagian ulama sepakat bahwa Syiah terpecah menjadi 3 kelompok besar. Diantara 3 kelompok tersebut, yang sesat dan perlu diperangi adalah kelompok Syiah Istna Asyariah ( Syiah 12 imam). Nama lain kelompok ini adalah Syiah Rafidhah/Syi’ah Ja’fariyyah/Syiah Imamiyyah. Mayoritas dari mereka saat ini berada di Iran, Irak, Kuwait, Bahrain, India, Saudi Arabia, di beberapa daerah di Suriah dan beberapa daerah bekas Uni Sovyet.

Sedangkan Syiah yang lain bukan diperangi tapi cukup dibina dan disadarkan. Sayangnya, justru Syiah Rafidhah inilah yang terbesar, yang merupakan mayoritas dan terus berkembang pesat termasuk yang masuk ke Indonesia. Padahal kesesatannya dari hari ke hari makin menjadi-jadi, terakhir pada masa kekuasaan Ayatullah Khomeini di Iran pada tahun 1979.

Syiah sejak lama berkeyakinan bahwa Alquran yang ada sekarang ini telah dipalsukan. Karena ayat yang menyatakan bahwa Ali telah ditunjuk langsung oleh Allah swt untuk menggantikan Muhammad saw telah dihapuskan. Tentu saja ini adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Bukanlah Allah sendiri yang mengatakan bahwa melalui para malaikat Al-Quran akan terus dijaga dan dipelihara dengan sungguh-sungguh??  Bukankah sejak dahulu penghafal Al-Quran sudah ada, dan jumlahnyapun banyak sekali.

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (QS. Al-Hijr(15):9).

Syiah juga berpendapat bahwa para imam maksum alias tidak mungkin berbuat kesalahan. Kedudukan mereka bahkan lebih tinggi dari para nabi dan malaikat. Mereka juga menuhankan Ali. Syiah mengenal kawin mut’ah, menyiksa diri pada hari Asyura, mengkafirkan para sahabat sejati dan istri nabi serta menjadikan cercaan terhadap mereka sebagai ibadah !.

Patut menjadi pertanyaan besar, siapa sebenarnya yang paling senang ketika Sunni dan Syiah berperang? Siapa musuh terbesar Islam kalau bukan Israel dan sekutunya yaitu Amerika Serikat.

Ya, jurang perbedaan antara Sunni dan Syiah memang sengaja dibuat makin lama makin jauh, dengan tujuan agar umat Islam lupa kepada musuh aslinya, yaitu Yahudi. Agar Zionis Israel bebas mengusir rakyat Palestina dari tanah airnya sendiri, dan membangun bait mereka di Yerusalem.

Tapi tindakan koalisi Arab menyerang Yaman juga bukan berarti salah. Karena Syiah di Yaman yang merupakan perpanjangan Syiah Iran adalah musuh dalam selimut kaum Muslimin, yang sewaktu-waktu bisa menusuk dari belakang. Keberhasilan Syiah merebut kekuasaan di Yaman sebagai tetangga terdekat Arab Saudi, sangat berpotensi membahayakan Mekah dan Madinah, 2 kota tersuci umat Islam.

Simak pengakuan sultan Salahuddin, khalifah yang berhasil merebut kembali  Masjid al-Aqsha di Jerusalem dari tangan pasukan Salib pada tahun 1187. Dari kisah tersebut kita juga akan tahu bahwa Syiah Rafidhah sudah ada sejak zaman tersebut.

“Ketika Shalahuddin al-Ayyubi memutuskan untuk menghancurkan kaum Syiah Rafidhah dan Daulah al-‘Ubaidiyyah di Mesir, ada yang bertanya:

Mengapa anda memerangi kaum Syiah Rafidhah dan Daulah al-‘Ubaidiyyah di Mesir, tapi membiarkan kaum Romawi Salibis (Kristen) menguasai Baitul Maqdis dan wilayah Palestina?

Beliau menjawab: “Aku tidak akan memerangi kaum Salibis lalu membiarkan ‘punggung’ku tersingkap di hadapan kaum Syiah!”

Maka beliau pun membasmi Daulah Syiah al-‘Ubaidiyah di Mesir, Maghrib dan Syam, lalu mengembalikan kebesaran Ahlussunnah wal Jamaah atau Sunni di negri-negri yang tadinya memang ber-mahzab Sunni tersebut.  Setelah itu, beliau pun memimpin penaklukan kembali Baitul Maqdis, membersihkan Masjid al-Aqsha dari kenistaan kaum Salibis dan mengembalikan Palestina ke pangkuan umat Islam”.

http://www.pkspiyungan.org/2015/03/kenapa-raja-salman-tidak-serang-israel.html

http://kisahmuslim.com/dendam-syiah-kepada-shalahuddin-al-ayyubi/.

Simak pula prilaku busuk kerajaan Syiah Shafawi ( di daerah Iran sekarang ) pada abad 13 yang bersekongkol dengan pasukan Salib demi menjatuhkan kerajaan Islam Turki Ottoman yang dulu pernah berjaya selama berabad-abad.  Kemudian memaksa dengan kekerasan rakyatnya yang ketika itu mayoritas Sunni untuk berpindah ke Syiah.

http://kisahmuslim.com/trilogi-kisah-iran-dan-daulah-shafawi-bersama-kristen-eropa-memerangi-turki-utsmani-23/

Kini, menjadi pertanyaan akankah raja Salman bin Abdul Aziz dari Arab Saudi, yang merupakan pimpinan operasi militer gabungan Dewan Kerja Sama Negara-Negara Arab Teluk (GCC) bertajuk “Aashifatul Hazm” (Badai Penghancur) mengikuti jejak pendahulunya ? Yaitu menaklukkan kembali Jerusalem dengan Masjidil Aqshanya setelah serangannya ke Yaman ? Sebuah mimpi besar bagi umat Islam yang sejak berdirinya Negara Israel di tanah Palestina terpaksa terus menyaksikan kebiadaban Zionis terhadap saudara-saudari kita di sana.

Berikut penegasan raja Salman dalam sambutannya pada pembukaan KTT Liga Arab ke-26 di Mesir, Sabtu (28/03/2015) yang baru lalu.

Sesungguhnya urusan Palestina tetap menjadi hal terpenting bagi kami, sebagaimana sikap Arab Saudi terhadap masalah ini ( penyerangan Syiah Yaman, red) dari dahulu untuk terus memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina dan berdirinya negara Palestina yang berdaulat serta menjadikan kota Al-Quds yang mulia sebagai ibu kotanya. Hal ini sejalan dengan keputusan Resolusi Legitimasi Internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab tahun 2002, keputusan ini disambut hangat oleh dunia internasional tetapi Israel merasa tidak mengetahuinya”.

http://www.pkspiyungan.org/2015/03/raja-salman-palestina-dan-suriah-babak.html

Ya Allah kabulkanlah keinginan raja Salman dan satukan umat Islam dalam menghadapi Zionis Israel, agar dapat segera keluar dari keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan serta permainan licik musuh-musuh Islam, aamiin YRA.

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya“.(QS.Ali Imran(3):54).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 8 April 2015.

Vien AM.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 66 other followers