Feeds:
Posts
Comments

Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar yang berarti malam kemuliaan, sebagaimana digambarkan surat ke 97 yaitu surat Al-Qadar.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”.

Jumhur ulama sepakat bahwa yang dimaksud Al Qur’an diturunkan pada malam kemuliaan ( Lailatul Qadar) adalah Al-Quran yang diturunkan ke langit dunia ( Daarul Izzah). Seperti kita ketahui Al-Quran itu turun ke langit dunia sekaligus. Setelah itu baru diturunkan ke dunia dengan cara berangsur-angsur sepanjang kehidupan Nabi saw setelah beliau diangkat menjadi Nabi di Mekah dan Madinah sampai wafatnya  beliau.

Imam An-Nasa’I (no. 7991) meriwayatkan dengan sanad yang shohih dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata : “……dan Al-qur’an diletakkan di Baitil Izzah dari langit dunia kemudian Jibril turun dengan membawanya kepada Muhammad saw.”

Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” ( Terjemah QS. Al Isra (17):106).

http://zarkasih20.blogspot.com/2011/08/nuzulul-quran-lailatul-qodar-atau-17.html

Asbabun Ayat surat Al-Qadar:

Ibnu Abi Hatim dan al Wahidi dari Mujahid meriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah saw. pernah menyebut tentang seorang laki-laki dari bani Israel yang berjuang fisabilillah menggunakan senjatanya selama seribu bulan secara berterusan. Kaum Muslimin berasa kagum dengan perjuangan orang tersebut, sekaligus merasa iri atas ketangguhan dan keberuntungan lelaki bernama Syam`un Al-Ghazy tersebut. Mereka merasa tak akan pernah bisa memiliki kesempatan untuk beribadah dalam kurun waktu selama itu mengingat usia kaum Muslimin yang tidak sepanjang umur umat nabi-nabi lain.

Untuk itu maka Allah menurunkan surah Al- Qadr, yang menerangkan bahwa satu malam Lailatul Qadar itu lebih lebih baik daripada perjuangan lelaki dari bani Israel selama 1000 bulan tersebut.

http://asbabunnuzulharjin.blogspot.com/2013/07/surah-al-qadr.html

Dari Aisyah ra bahwasanya ” Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadan dan beliau bersabda: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan” ” (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)

I’tikaf adalah diam/menetap di masjid dalam rangka mengingat kebesaran Allah swt, bertafakur, berzikir, bersyukur atas segala yang telah diberikan kepada kita. Caranya dengan memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Quran serta mengkajinya.

Sebenarnya di zaman sebelum kenabian, Rasulullahpun sudah terbiasa melakukan kegiatan semacam itu. Yaitu ber-khalwah / tahanuts di gua Hira. Ketika itu Rasulullah merasa sangat prihatin atas keadaan masyarakat Mekkah yang bejat dimana perzinahan, mabuk-mabukan dan yang semacamnya sudah menjadi kelaziman. Rasulullah berkhalwah selama 3 tahun di bulan Ramadhan hingga datangnya masa kenabian. Dan sejak turunnya surat Al-Qadar diatas Rasulullah mengganti kegiatan tersebut dengan I’tikaf di masjid selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Perumpamaan I’tikaf sebagaimana dicontohkan Rasulullah adalah seperti grasi yang diberikan kepala Negara kepada seorang tahanan. Nah bila seorang kepala Negara saja bisa dan mempunyai hak untuk mengampuni seseorang apalagi Allah swt Yang Maha Pengampun.

“ Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka diampunkan baginya dosa yang telah lalu dan siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka diampunkan baginya dosa yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Malam pengampunan itu terjadi pada malam Lailatul Qadar yaitu pada salah satu malam ganjil 10 hari terakhir Ramadhan. Allah swt sengaja merahasiakan malam tersebut agar umat Islam yang menginginkan pengampunan tersebut benar-benar berusaha mencarinya secara serius. Tentu bukan hal yang memberatkan bila dibandingkan ganjarannya yaitu seolah berjihad sepanjang 1000 bulan atau kurang lebih 83 tahun!

“Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R Al Bukhari no.1768, An Nasa’i no. 2164, Ahmad no. 8222)

Rasulullah mengajarkan untuk membaca doa berikut:

”Allahumma innaka afuwwun karim tuhibbul afwa fa’fu anni”, yang artinya: “Ya Allah Engkau Yang Maha Pengampun Lagi Maha Pemurah, Engkau senang mengampuni hamba-hambaMu karena itu ampunilah dosa-dosaku”.

Ada riwayat mengatakan “afuwwun” lebih tinggi dari pada “ ghofur” karena afuwwun bermakna tidak hanya mengampuni dosa tapi juga menghapus catatan dosa tersebut. Sedangkan ghofur mengampuni tapi catatan dosa tersebut masih tetap ada.

Malam itu  para malaikat memenuhi bumi untuk melihat dan mencatat siapa saja hamba Allah yang malam itu hadir menghidupkan malamnya demi meraih “grasi”keberkahan istimewa dari Tuhannya, Allah Azza wa Jalla. Tentunya hanya hamba yang takwa, yang selama awal Ramadhan telah sungguh-sungguh mempersiapkan peristiwa istimewa ini, atau bahkan mungkin selama setahun terakhir, yang beruntung didatangi para  malaikat di malam penuh berkah tersebut. Dan untuk mengetahui bahwa seseorang telah sukses meraih malam tersebut pasti akan terlihat dari sikapnya yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 15 Juli 2015.

Vien AM.

«Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat ». ( Terjemah QS. Al-Fatihah (1) :6-7).

Para ulama sepakat bahwa yang dimaksud pada ayat akhir surat Al-Fatihah yaitu ayat 7 tentang « mereka yang dimurkai » adalah umat Yahudi, sedangkan » mereka yang sesat »adalah umat Nasrani.

Umat Yahudi dikatakan dimurkai karena mereka telah mencampur-adukan ayat-ayat suci Taurat ( Perjanjian Lama) dan Injil ( Perjanjian Baru), membunuhi para nabi dan utusan serta selalu melawan perintah Allah.

Sedangkan umat Nasrani dikatakan tersesat karena mengikuti jalan orang-orang Yahudi tanpa menyadari bahwa mereka telah disesatkan. Yang bahkan dengan begitu bersemangat berdakwah mengajak umat Islam agar mau ikut memeluk agama yang mereka anut, tidak peduli sabda Yesus bahwa ajarannya khusus untuk bangsa Israel.

Matius 15 :24. Yesus menjawab, “Aku diutus hanya kepada bangsa Israel, khususnya kepada mereka yang sesat.”

Yang ironisnya juga menggunakan cara-cara yang tidak elok bahkan cenderung licik dalam berdakwah, « cerdik seperti ular tulus seperti merpati ». Maka tak heran bila belakangan ini dapat kita jumpai misionaris yang berpenampilan layaknya seorang Muslim, yaitu berjilbab, berbaju koko, berkopiah dan bahkan berdakwah menggunakan istilah dan nama-nama berbahasa Arab. Seperti nama penerbit yayasan Jalan Al-Rahmat, yayasan Nurkalimatullah, sekolah teologi Kalimatullah dll.

Tak jarang pula mereka mengadakan berbagai dakwah dengan kedok acara sosial, seperti pertunjukkan musik, berbagai macam lomba, bazar, pengobatan dll. Padahal di acara tersebut mereka membagi-bagikan Al-Kitab, mengajak anak-anak Muslim menyanyikan lagu-lagu Kristen bahkan ada yang nekad membaptis kaum Muslimin yang awam ajaran Kristen !

Matius 10 :16. Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

1 Corintus 9 :20. Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.

Saking semangatnya mereka juga telah mempersiapkan dakwah mereka dengan sangat  cermat dan rapi. Diantaranya adalah Gerakan Penuaian Jiwa dan Transformasi  tahun 2005-2020, W10/40 ( Window/Jendela 10/40) dan W4/14 ( Window/Jendela 4/14)  yang merupakan contoh dakwah jangka panjang mereka. Di masa lalu, ingatlah bagaimana pada zaman penjajahan Belanda dan Inggris yang telah berhasil mengkristenkan Ambon, Teratai dan Morotai yang tadinya Muslim.

W10/40 adalah sebuah kawasan yang terbentang dari 10 sampai 40 derajat Lintang Utara garis Khatulistiwa dan merentang dari Afrika Barat sampai ke Asia Timur. Daerah inilah yang saat ini sedang diincar misionaris untuk dikafirkan padahal mayoritas penduduknya adalah Muslim.

( Lihat   http://misi.sabda.org/tantangan-dari-jendela-1040 ).

Sedangkan W4/14 adalah rentang anak usia 4 hingga 14 tahun yang disasar misionaris untuk   digarap menjadi ujung tombak Kristenisasi. Kita pasti sadar bahwa anak seusia itu sangatlah rentan, dan mudah diiming-imingi “kesenangan sesaat”, melalui hiburan seperti game online, mainan boneka, permen dan aneka permainan lain. Apalagi dengan kondisi saat ini dimana kedua orang-tua sibuk bekerja mencari nafkah dan mengejar karir.

( Lihat http://www.renunganharian.net/23-sisipan/juli-2012/349-jendela-4-14.html ).

Sungguh sebuah tantangan yang amat besar bagi umat Islam untuk mempertahankan keimanan dan keislaman kita dan anak keturunan kita. Padahal kitalah, umat Islam yang telah dibekali ajaran yang pasti benar, yang seharusnya mengajak mereka agar kembali ke jalan yang benar.

Hendaklah ada di antara kalian suatu golongan yang membeda, bekerja untuk dakwah, amar ma’ruf dan nahi munkar.” (Ali Imron 3 : 104)

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. … … ”. (Terjemah An Nahl (16) : 125).

“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”. (Terjemah QS. Al-Ankabuut(29):46).

Namun demikian tetap saja sebenarnya sumber permasalahan berada pada orang-orang Yahudi. Karena merekalah yang seharusnya paling bertanggung-jawab atas prilaku para misionaris yang bertindak atas nama kitab suci mereka. Protokol Zionisme yang dibuat di Basel, Swiss pada 1895 adalah bukti terbaru yang dapat dijadikan pegangan. Tujuannya adalah untuk menguasai dunia. Ironisnya, agen-agen Zionisme tersebut sudah memenuhi bumi kita tercinta yang katanya mayoritas Muslim ini. Na’udzubillah min dzalik …

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/05/07/nny9y6-ali-mustafa-yaqub-banyak-agen-zionis-di-indonesia )

Sayangnya lagi umat Nasrani hanya mengekor saja, tidak mau membaca dan memperhatikan isi kitab sucinya yang telah dicampur-aduk sedemikian rupa. Padahal kalau mau diperhatikan masih bisa dicari mana ayat yang benar mana ayat yang tidak benar, karena adanya kontradiksi di sana sini. Meski akhirnya, setelah berabad-abad lamanya tertutup rapat, kebusukan tersebut baru terbongkar. Ini antara lain berkat ilmu Hermeneutika, sebuah ilmu untuk menafsirkan text, yang sangat mengedepankan akal dan pikiran.

Namun begitu bukan Yahudi namanya kalau mereka hanya berdiam diri saja. Belakangan ini ilmu Hermeneutika mulai dicoba untuk mengutak-ngutik kitab suci umat Islam. Dengan ilmu tersebut mereka ingin mengkritisi Al-Quranul Karim. Padahal jelas sejarah Al-Quran tidak sama dengan Al-Kitab.

Penulisan Al-Quran yang merupakan kumpulan firman Allah telah dilakukan tak lama setelah wafatnya Rasulullah Muhammad saw. Hal itu dilakukan dengan dasar tulisan dan catatan para sahabat yang tersebar di batu, dedaunan dan aneka bahan dasar tulisan lainnya. Dan yang terutama atas dasar hafalan para sahabat dan umat Islam yang telah menjadikan ayat-ayat Al-Quran sebagai bacaan shalat, minimal 5 x sehari, sejak Rasulullah masih hidup di antara mereka. Inilah satu penyebab mengapa umat Islam disunahkan menghafal surat-surat  Al-Quran dalam bahasa aslinya yaitu Arab.

Disamping itu agar kemurnian Al-Quran tetap terjaga perkataan Rasulullah saw juga dipisahkan, dan dilarang penulisannya hingga waktu tertentu, yaitu setelah ayat-ayat Al-Quran tidak lagi turun, yang otomatis terhenti seiring dengan wafatnya sang rasul. Jadi sungguh mustahil ayat-ayat Al-Quran dapat dipalsukan.

Tetapi upaya musuh-musuh Islam itu ternyata tidaklah sia-sia. Ini terbukti dengan lahirnya JIL ( Jaringan Islam Liberal) dengan SIPILISnya. SIPILIS adalah singkatan Sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan sosial, Pluralis yang menganggap semua agama sama benarnya serta Liberalis yang membolehkan menafsirkan text-text kitab suci agama sebebas-bebasnya.

Gerakan ini dipelopori antara lain oleh almarhum Gus Dur, Cak Nur dan Dawam Raharjo, yang dibiayai pendidikannya di Barat oleh Barat. Sekarang ini JIL diketuai Ulil Absor Abdalla yang sering membuat pernyatan nyleneh. Ada juga prof Dr Siti Musdah Mulia, seorang guru besar UIN yang menyatakan bahwa Al-Quran tidak pernah melarang Homoseksual. Padahal tak satupun agama di dunia ini yang membolehkan prilaku yang binatang sajapun enggan melakukannya, kecuali babi. Bukankah prilaku ini jelas-jelas menentang hak manusia untuk dilahirkan dan melahirkan ??

Ini masih ditambah lagi dengan gencarnya isu HAM, demokrasi dan toleransi yang sudah kebablasan, hingga aliran-aliran sesat seperti Ahmadiyah, Syiah dll makin saja bebas berkembang. Bahkan belakangan ini wacana lahirnya Islam Nusantara mulai dikembangkan, terbukti dengan mulai dipopulerkannya pembacaan Al-Quran dengan langgam daerah. Ini jelas akan membuat wajah Islam terpecah, sesuai keinginan Yahudi. Belum lagi dengan isu terorisme yang sering disandingkan dengan nama Islam. Dan ini semua memang disengaja agar supaya umat Islam yang kurang kuat keimanannya menjadi tidak PD terhadap agamanya sendiri. Hingga ketika dilecehkan dan diperangi tidak membelanya.

Padahal kita seyogyanya menyadari bahwa ada 3 kekuatan besar dunia yang mengancam eksistensi Islam, yaitu Zionisme, Kristenisasi dan Imperialisme Barat. Yang ujung-ujungnya semua adalah sama yaitu Yahudi dengan Dajjalnya. Dengan tujuan utama yaitu menjauhkan umat manusia dari Tuhannya, Allah Azza wa Jalla.

Kita tentu tahu betapa banyaknya hadist Rasulullah yang memperingatkan bahayanya Dajjal si mata satu yang merupakan musuh terbesar Islam di akhir zaman nanti. Dan tanah Palestina yang sejak puluhan tahun terakhir ini dijajah Israel adalah yang kelak akan menjadi ajang pertempuran antara pasukan pembela kebenaran melawan pasukan syaitan dibawah Dajjal.

Tampaknya inilah saat yang tepat untuk benar-benar bersatu agar kita dapat menghadapi musuh terberat kita. Tidak perlu lagi kita berdebat dan mempertentangkan hal-hal yang bukan hal pokok. Musuh sudah di depan mata haruskah kita masih juga berselisih hal-hal cabang seperti doa qunut, ziarah kubur, tahlilan, yasinan, bidah hasanah bidah dhalalah dan lain sebagainya. Apalagi merasa diri atau golongan paling benar. Karena sudah jelas yang paling benar adalah umat Islam yang menjadikan Al-Quran dan Hadist sebagai dalil dan pegangan hidup mereka.

Dari Anas bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, dan sesungguhnya ummatku akan terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang semuanya berada di Neraka, kecuali satu golongan, yakni “al-Jama’ah.” “Siapakah golongan yang selamat itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ialah golongan yang mengikuti jejakku dan jejak para shahabatku.”

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 13 Juli 2015.

Vien AM.

Disimpulkan dari kajian Drs Abu Deedat Syihab, MH,  ketua BDI – FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan).

«Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? » (Terjemah QS.Ali Imran (3) :71).

Pada bahasan Urgensi Kristologi (1) telah diterangkan adanya  Red Letter Bible ( huruf bertinta merah pada Al-Kitab). Al-Kitab model ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1901 oleh  Louis Klopsch, editor asal Jerman sebuah majalah Amerika Christian Herald. Kebanyakan pemeluk Kristen Protestan menggunakan Al-Kitab model ini.

 ( https://www.crossway.org/blog/2006/03/red-letter-origin/ )

Huruf bertinta merah yang jumlahnya tidak lebih dari 10 % isi Al-Kitab ini menunjukkan bahwa itulah tulisan Yesus. Sementara sisanya yang 90 % bukan ditulis oleh Yesus, melainkan yang terbanyak oleh Paulus. Ini membuktikan kebenaran ayat diatas bahwa telah terjadi kerancuan di dalam Al-Kitab. Telah bercampur antara yang benar/haq dan salah/bathil.

Kebenaran, yang haq, terlihat dengan ditemukannya ayat-ayat tentang ke-Esa-an Tuhan padahal umat Nasrani berpegang teguh pada dogma Trinitas ( Tiga dalam satu). Yaitu di   Ulangan 4 :35 ( tauhid nabi Musa as), 2 Samuel 7 :22 ( tauhid nabi Daud as), 1 Raja-raja 8 :23 ( tauhid nabi Sulaiman as). Juga ayat bahwa Yesus bukan Tuhan melainkan utusan-Nya. (Markus 9:37,  Yohanes 5:24,30 dan Yohanes 7:28, 33). Ayat-ayat tersebut sesuai dengan apa yang diterangkan Al-Quranul Karim sebagai kitab suci terakhir yang diturunkan Sang Khalik, Allah Azza wa Jalla.

Juga ayat tentang akan datangnya seorang nabi, yang akan menyampaikan apa yang dikatakan Tuhannya. Ini telah terjadi 14 abad silam, atau 7 abad setelah turunnya Yesus. Dan hal ini dapat dibuktikan dengan datangnya sang nabi yang selalu memulai setiap ucapannya dengan kata “Bismillahirahmanirahim” yang artinya “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang”. Itulah nabi Muhammad saw, saudara mereka dari keturunan saudara nabi Ishak as yaitu nabi Ismail as, putra nabi Ibrahim as!

Ulangan 18:18 Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

Sementara yang bathil, antara lain terlihat dalam ayat-ayat pelecehan para nabi yang notabene adalah utusan Tuhan. Ini dapat ditemukan di Kejadian 9:18-27 (tentang nabi Nuh mabuk dan tampil bugil tanpa disadari), Kejadian 19:30-38 ( tentang dua putri nabi Luth yang menzinahi ayahnya ketika ayahnya sedang tidur), 2 Samuel 11:2-27 ( tentang nabi Daud yang menghamili istri anak buahnya). Sedangkan ayat-ayat vulgar dan tidak senonoh antara lain dapat ditemukan di Yehezkiel 23:1-21, Ulangan 23:1-2, Kidung Agung 4:1-7, 7:6-13.

Pertanyaannya adalah, siapakah Paulus? Murid Yesuskah ia? Mengapa ia dapat menuliskan ayat dalam Al-Kitab sebegitu banyaknya, hingga jauh melebihi tulisan Yesus sendiri? Yang pasti Paulus bukanlah murid Yesus. Matius 10:2-4 menyebutkan nama-nama ke murid Yesus yang 12 itu, tapi tak satupun menyebut nama Paulus!

Beberapa sumber termasuk Wikipedia, menyebutkan nama asli Paulus adalah Saul. Ia lahir di Tarsus (Turki) namun dibesarkan di Yerusalem. Ia berumur 8 tahun lebih muda daripada Yesus. Ayah Paulus berasal dari suku Benyamin, satu dari 12 suku Bani Israel.

Budaya yang berkembang di Yerusalem  ketika itu adalah budaya Yunani. Budaya ini amat digandrungi pendudukmya, tak terkecuali Paulus. Ia sangat menyukai filsafat Yunani lengkap dengan mitos dewa-dewinya, seperti Zeus sebagai Tuhan tertinggi/bapak dewa, Hera sebagai saudara sekaligus istri Zeus karena diperkosa Zeus. Lalu Ares sebagai Tuhan perang, Aprodite sebagai Tuhan kecantikan dll.

Yang paling menarik, Zeus yang digambarkan suka selingkuh itu mempunyai anak hasil selingkuhan dengan perempuan bumi. Itulah Herkules ( Heracles) sang pahlawan penyelamat masyarakat Yunani. Paulus sangat terobsesi pada kehebatan tokoh super ini.

Namun sebagai seorang Yahudi tulen, Paulus juga berguru pada Gamalil, seorang ulama Yahudi yang amat terkenal di Yerusalem. Tak heran bila kemudian pada dirinya terkumpul dua pengaruh, yaitu hukum Taurat dan filsafat Yunani. Persinggungan pengaruh filsafat Yunani terhadap agama Yahudi di masa itu adalah hal yang umum.

Sementara itu penguasa Yerusalem di zaman itu adalah orang-orang Yahudi zalim yang tidak mengindahkan agamanya. Mereka sangat membenci ajaran Yesus. Dan berkat jasa Yudas, salah satu murid Yesus yang berkhianat, penguasa berhasil menjebak Yesus. Hukum Salib pada waktu itu adalah hal biasa.

Matius 27:21-22. Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka: “Barabas.” Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Ia harus disalibkan!”

Pada awalnya Paulus ketika masih bernama Saul sangat memusuhi pengikut-pengikut Yesus dan sering bertindak sangat kejam terhadap mereka.  Tetapi paska penyaliban Yesus, Saul yang cerdik, licik dan ambisius, berhasil mendekati murid-murid Yesus. Dari merekalah ia mempelajari ajaran Yesus, namun dengan mencampur-adukkannya dengan ajaran Yahudi dan filasafat Yunani.

Ialah orang pertama yang berpendapat bahwa ajaran Yesus tidak dikhususkan bagi bani Israel. Akibatnya ia harus berhadapan dengan murid-murid Yesus yang meyakini bahwa ajaran Yesus hanya untuk bani Israel.

Matius 10:5-6. Kedua belas rasul itu kemudian diutus oleh Yesus dengan mendapat petunjuk-petunjuk ini, “Janganlah pergi ke daerah orang-orang yang bukan Yahudi. Jangan juga ke kota-kota orang Samaria.         Tetapi pergilah kepada orang-orang Israel, khususnya kepada mereka yang sesat”.

Untuk menghindari perselisihan maka diadakanlah persidangan di Yerusalem yang dipimpin oleh Petrus dan Yakobus, adik Yesus, yang disebut sebagai Sidang Sinode atau Konsili Gereja yang pertama (Konsili Yerusalem). Dari konsili inilah akhirnya keinginan Paulus tercapai.

Selain itu Paulus juga mendapat gelar kehormatan sebagai santo ( orang suci) dan mendapat mandat untuk memberitakan Injil ke daerah-daerah berbahasa Yunani. Dari situ pulalah akhirnya  lahir dogma Tuhan anak dan Tuhan penyelamat sebagaimana Herkules menyelamatkan hidup banyak orang Yunani. Sempurnalah sudah obsesi dan mimpi Paulus. Meski dengan versi yang agak berbeda, karena Yesus menjadi penyelamat seluruh manusia melalui penyalibannya. Sedangkan Herkules melalui kekuatan ototnya.

Tetapi ternyata dogma Paulus tersebut tidak memuaskan semua pihak. Pada masa kekuasaan kaisar Bizantium, Konstantin I, terjadi perselisihan pemikiran tentang  kedudukan dan substansi antara Tuhan dan anak Tuhan. Apakah keduanya sama ataukah tidak.

Untuk mengatasi hal tersebut maka diselenggarakanlah KonsiIi Nicea ( Nicea adalah nama kota di Turki, sekarang bernama Iznik). Konsili ini terjadi pada tahun 325 M. Hasilnya, sang kaisar memutuskan bahwa Tuhan dan anak Tuhan adalah satu, alias sama! Maka siapa yang tidak setuju dan menentang harus dijatuhi hukuman berat.

( https://id.wikipedia.org/wiki/Konsili_Nicea_I )

Dan ia adalah uskup Arius yang di kemudian hari pengikutnya popular dengan nama Arianus. Arius bersiteguh bahwa anak Tuhan yaitu Yesus dengan Allah, Tuhan bapak tidaklah sama. Menurut pendapatnya Yesus meski ia sempurna tapi tetap mahluk ciptaan, yang mempunyai awal dan akhir. Itu sebabnya ia bisa mati.

Yohanes 17:3. Inilah hidup sejati dan kekal; supaya orang mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang diutus oleh Bapa.

Selanjutnya yaitu pada tahun 381 M, Trinitas resmi digunakan sebagai doktrin tunggal semua gereja seluruh dunia. Pada tahun itu Roh Kudus dinyatakan satu dari tiga. Maka lengkaplah sudah doktrin Allah, Yesus dan Roh Kudus sebagai Tuhannya umat Kristiani.

Jadi sungguh pantas begitu besarnya kemurkaan Allah swt mengetahui orang-orang yang sudah dimuliakan dengan kitab Injil tetapi tidak mengikuti apa yang ada di dalamnya. Karena itu tadi, pengikutnya tidak menyadari bahwa kitab mereka sudah tidak lagi seperti ketika ditinggalkan Rasulnya, yaitu Isa as / Yesus. Alangkah ironisnya.

Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik”. (Terjemah QS.Al-Maidah(5):47)..

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk”. (Terjemah QS. Al-Bayyinah (98):6).

Berikut beberapa pokok ajaran Yesus yang telah diselewengkan Paulus :

1. Yesus adalah anak Tuhan bahkan Tuhan itu sendiri. Padahal Yesus tidak pernah meminta disembah/dituhankan.

2. Yesus tidak membatalkan hukum Taurat, justru meneruskan hukum Taurat.

3. Yesus mengajarkan laki-laki harus dikhitan, tidak ada dosa waris, khamar dan babi haram, orang meninggal dunia dibungkus kain kafan.

4. Yesus mengajarkan berpuasa, berwudlu, mengajarkan sujud serta berdoa ketika sedang sujud.

5. Yesus tidak membatalkan hukum rajam.

6. Yesus menerapkah hukum Qisash.

Sepintas ajaran Yesus diatas mirip dengan ajaran Islam, karena memang pada dasarnya semua agama yang diturunkan Allah swt kepada para nabi melalui malaikat Jibril as adalah sama. Yaitu penyembahan yang murni, ikhlas kepada Tuhan Yang Satu, Allah Azza wa Jalla. Yang berbeda adalah syariatnya.

Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (Terjemah QS. Al-Maidah(5):69).

Meski demikian para ulama sepakat bahwa ayat diatas berlaku pada zamannya.

Untuk mengetahui perbedaan ajaran Yesus dan Paulus silahkan klik situs berikut :

http://lampuislam.blogspot.com/2013/08/paulus-sang-perusak-ajaran-asli-yesus.html

Wallahu’alam bish shawwab.

( Bersambung).

Belum sampai satu minggu artikel Urgensi Mempelajari Kristologi (1) diposting heboh terdengar kabar tentang seorang selebritis yang telah meninggalkan keyakinannya yaitu Islam, dan menggantinya dengan keyakinan Kristen. Hal ini menambah deretan bukti perlunya pembinaan Islam lebih mendalam lagi.

Namun yang amat patut disesalkan selebritis tersebut yaitu Lukman Sardi, putra maestro biola kawakan Idris Sardi, pernah memerankan tokoh besar Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.  Tokoh itu ia perankan dalam film drama “Sang Pencerah” yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo  pada tahun 2010.

Yang juga patut disesali, ketika itu ke-Islam-an aktor tersebut sebenarnya sudah diragukan. Istri Lukman adalah seorang pemeluk Kristen, dan kini telah memiliki 3 orang anak. Tapi tampaknya pemilihan Lukman sebagai pemeran utama tokoh KH Ahmad Dahlan bukannya tidak disengaja. Karena bagi sebagian umat Islam Hanung Bramantyo, diketahui telah beberapa kali memproduksi film yang sengaja menyudutkan dunia Islam.  Berikut wawancara mengenai sutradara muda tersebut dengan Taufik Ismail.

https://ajaran.wordpress.com/2010/09/22/wawancara-taufiq-ismail-seputar-hanung-bramantyo/

Murtadnya Lukman Sardi memang sedikitpun tidak akan mencoreng Islam. Tapi paling tidak ini membuktikan bahwa perkawinan beda agama, baik itu Muslim dengan perempuan non Muslim apalagi Muslimah dengan laki-laki non Muslim sangatlah rentan pemurtadan. Karena bagaimanapun ikatan perkawinan apalagi bila sudah dikaruniai anak, pasti membutuhkan kesamaan pandangan, termasuk keyakinan. Dan cepat atau lambat pasti salah satu akan ada yang “mengalah”. Kalaupun tidak juga, anak pasti yang akan jadi korban. Mereka akan dibiarkan mencari jalan sendiri dalam menentukan agamanya.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Setiap anak dilahirkan dalam fitrahnya. Keduanya orang tuanya yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hal lain yang patut dicermati adalah pengakuan Lukman tentang alasannya murtad, salah satunya adalah penyelamatan Yesus. Dalam pandangan Islam jelas ini tidak benar. Karena Islam mengajarkan bahwa setiap orang bertanggung-jawab penuh atas perbuatannya masing-masing.

Para pendeta Kristen sering meng-klaim bahwa ayat Quran dan prediksi Rasulullah tentang kedatangan kembali Yesus ( nabi Isa as) diakhir zaman adalah bukti kebenaran Yesus adalah juru selamat, bahkan Tuhan itu sendiri.

“Dan demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sudah dekat saatnya di mana akan turun pada kalian (‘Isa) Ibnu Maryam alaihissallam sebagai hakim yang adil”. (Muttafaqun ‘alaih).

Bagi orang awam mungkin hadist diatas cukup membingungkan, dan memang itulah yang diharapkan para misionaris. Mereka sengaja mencatut sebagian hadist di atas dan menghilangkan kelanjutannya. Berikut adalah hadist lengkapnya.

“Dan demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sudah dekat saatnya di mana akan turun pada kalian (‘Isa) Ibnu Maryam Alaihissallam sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah (upeti/pajak), dan akan melimpah ruah harta benda, hingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya.” (Muttafaqun ‘alaih).

Yesus di akhir zaman akan datang untuk menyampaikan kebenaran, bahwa ia adalah seorang utusan Allah, Tuhannya, bukan anak Tuhan atau Tuhan itu sendiri sebagaimana perkiraan umat Kristen. Yaitu dengan dihancurkannya salib sebagai lambang Trinitas, keyakinan Tuhan 3 adalah 1. Membunuh babi, sebagai lambang kesalahan karena umatnya telah menghalalkan babi yang sebenarnya diharamkan.

Anehnya, ayat bahwa Allah adalah Tuhan yang harus disembah dan Yesus adalah utusan-Nya, hingga detik ini masih bisa ditemui di Al-Kitab. Menjadi bukti tampaknya umat Kristen tidak suka membaca dan mempelajari kitab sucinya sendiri.

Markus 12:29. Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Yohanes 17:3. Inilah hidup sejati dan kekal; supaya orang mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang diutus oleh Bapa.

Ulangan 14:8. Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya. (Dalam Al-Kitab cetakan lama 1991 disebut babi bukan babi hutan).

Doktrin penyelamatan manusia oleh Yesus yang dijadikan jargon para misionaris sebenarnya hanya suatu usaha untuk menarik seseorang agar mau memeluk Kristen. Doktrin ini dimulai dengan peristiwa penyaliban Yesus sebagai tebusan dosa manusia.

Mereka beranggapan bahwa semua manusia, kecuali Yesus dan ibunya, dilahirkan ke dunia dalam kedaan menanggung dosa. Ini sebagai akibat dosa yang pernah dilakukan nenek moyang manusia. Yaitu Adam dan Hawa ( Eva) yang memakan buah terlarang sebelum turun ke dunia, dan menyebabkan kemurkaan-Nya. ( Sementara menurut Islam Allah swt telah memaafkan kesalahan keduanya sebelum Ia memerintahkan mereka turun agar menjadi khalifah di muka bumi.)

Itu sebabnya umat Kristiani membaptis setiap anak yang baru dilahirkan, agar bersih dari segala dosa warisan tadi. Anehnya, ternyata Yesus sendiri juga dibaptis ! Bahkan Matius 16:27 secara jelas menerangkan bahwa setiap anak manusia harus mempertanggung-jawabkan segala perbuatannya kelak di akhirat.

Matius 16:27.Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Matius 3:13.Kemudian datanglah Isa dari Galilea ke Sungai Yordan menemui Nabi Yahya, untuk dipermandikan olehnya.

Disamping itu Al-Kitab juga menceritakan bagaimana berdukanya Yesus yang harus disalib. Hukum salib ketika itu memang hal biasa yang dilakukan penguasa terhadap orang yang melawan penguasa.  Yesus sangat sedih dan kecewa terhadap murid-muridnya yang tidak membela malah masih bisa nyenyak tidur ketika ia ditangkap pasukan penguasa. Akhirnya Yesus hanya bisa bersujud, berdoa dan memohon kepada Tuhannya agar selamat dari penyaliban. Meski sebagai seorang yang shaleh ia tetap pasrah akan kehendak-Nya.

Matius 26:38. Lalu sabda Isa kepada mereka, “Hati-Ku sangat sedih, seperti akan mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah bersama-sama dengan Aku.”

Matius 26:39. Setelah maju sedikit ke depan, Ia sujud dan berdoa, “Ya Bapa-Ku, jika boleh, biarlah cawan minuman ini lalu dari-Ku. Meskipun demikian, janganlah terjadi menurut kehendak-Ku, melainkan menurut kehendak-Mu.”

Matius 26:40. Ketika Ia kembali kepada ketiga pengikut-Nya, didapati-Nya mereka sedang tidur. Lalu sabda-Nya kepada Petrus, “Bagaimana, tidak sanggupkah engkau berjaga-jaga dengan Aku selama satu jam saja?

Artinya Yesus di salib tidak secara suka rela demi menebus dosa manusia sebagaimana diyakini selama ini. Sebaliknya Yesus di salib, di zalimi dan difitnah oleh penguasa Yahudi karena merasa terancam dengan ajaran Tauhid Yesus untuk menyembah Tuhan Yang Esa, Allah swt, yang Yesus menyebutnya Bapak. Yesus disalib karena kedengkian orang-orang yang membenci ajarannya.

Yohanes 12:27. Sekarang hati-Ku galau. Apa yang akan Kukatakan? Ya Bapa, selamatkanlah Aku dari saat yang sukar ini? Tetapi justru untuk maksud itulah Aku sampai pada saat ini.

Matius 27:17.Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?”

Matius 27:18.Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

Berikut ulasan menarik bahwa Yesus sebenarnya tidak mati ditiang salib,  dogma penting Kristen tentang penebusan dosa. Dan ini sangat sesuai dengan apa yang diberitakan Al-Quran.

Yesaya 53:10. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.

« dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah“, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. … … «  ( Terjemah QS.An-Nisa(4) :157).

https://id-id.facebook.com/notes/mimi-syifa/menggugat-keyakinan-yesus-mati-di-salib-yang-merupakan-harga-mati/567779853254490

( Bersambung).

Jakarta, 25 Juni 2015.

Vien AM.

Kristologi adalah ilmu pengetahuan tentang Kekristenan, tentang konsep Ketuhanan dalam Kristen, tentang Yesus Kristus dan ajaran-ajarannya.

Istilah “Kristologi” sendiri berasal dari bahasa Yunani “Christos/Kristus” dan “logos/ilmu”. Kristologi merupakan cabang dari ilmu teologi, logos mengenai Kristus, pemikiran dan ucapannya Yesus Kristus, sasaran iman kepercayaan Kristen.

Menurut pakar Kristologi Raymond E. Brown dalam bukunya dikatakan bahwa, “Kristologi membahas pengertian mengenai Yesus dalam hubungan dengan siapakah Ia dan peran yang dilaksanakanNya dalam rencana Allah”

Menurutnya ada dua pandangan tentang Kristologi, yaitu yang biasa disebut Kristologi Rendah (Low Christology) dan Kristologi Tinggi (High Christology). Istilah tinggi rendah ini tidak ada hubungan dan sangkut pautnya dengan pengertian mana yang lebih tinggi atau mana yang lebih rendah dari lainnya. Hanya saja Kristologi rendah yaitu yang melihat Yesus dalam hubungannya dengan kemanusiaanNya dan Kristologi Tinggi, melihat Yesus dalam hubungan dengan ketuhananNya.

Namun seiring dengan kemajuan jaman dan makin kritisnya pemikiran manusia,  Kristologi saat ini lebih cenderung kepada pembahasan berbagai misteri mengenai kehidupan Yesus yang dianggap ‘aneh’dan ‘janggal’. Alhasil, Al-Kitab sebagai kitab suci umat Kristenpun di aduk-aduk dan dikritisi secara lebih serius dan mendalam. Akibatnya ayat-ayat yang tadinya jarang dan bahkan tidak pernah dibahas akhirnya mengemuka.

Ini terbukti dengan adanya Red Letter Bible (huruf bertinta merah dalam Bible), di situ ditemukan bahwa setiap kata yang berasal dari ucapan Yesus ditulis dengan tinta merah sedangkan yang bukan ucapan Yesus ditulis dengan tinta hitam. Hasilnya, ditemukan bahwa dari 27 kitab perjanjian baru, 90% ditulis dengan tinta hitam.

Ini merupakan pengakuan terus terang para misionaris bahwa Al-Kitab/Holly Bible memang bukan murni ajaran Yesus. Bahkan mereka ini mengakui bahwa sebagian besar ajaran Kristen adalah merupakan ajaran Paulus. Yesus hanya punya andil amat sangat sedikit, yaitu 10 % saja.

Namun di luar itu semua, yang mendorong umat Islam ikut mempelajari Kristologi adalah fakta bahwa para misionaris dari hari ke hari makin agresif menyebarkan ajarannya kepada umat Islam, dengan cara yang sering kali tidak etis pula.

Mereka sengaja mendirikan sekolah-sekolah tinggi teologi yang mempunyai sks tinggi untuk mempelajari Al-Quran, hadist, sirah nabi dan bahasa Arab. Dengan tujuan ingin menyerang Islam dari dalam. Ironisnya, dosen-dosen pengajar ilmu ke-Islam-an tersebut adalah lulusan UIN yang belakangan memang sudah terkontaminasi pemikiran SIPILIS ( Sekuler Pluralis Liberalis).

Mereka bahkan nekad memalsukan ayat-ayat Al-Quran dan hadist demi mencapai tujuan mereka, yaitu Kristenisasi alias memurtadkan kaum Muslimin sebanyak-banyaknya agar mau menukar keimanannya dengan iman Kristen, yang jelas-jelas tidak sesuai dengan akidah Islam. Inilah yang harus kita lawan.

Al-Fatihah palsucover quran palsuPerbuatan para missionaris seperti itu jelas telah melanggar hukum.  Mereka juga berani membuat dan menerbitkan kitab berbahasa Arab yang mirip dengan Al-Quran dan mengatakan itulah The True Furqan ( Al-Quran yang sebenarnya). Al-Quran palsu yang terdiri dari beberapa surat ini sebagian suratnya diberi nama yang sama persis dengan Al-Quran asli dan sebagian diberi nama mirip.

( Baca : http://www.zulfanafdhilla.com/2013/03/al-quran-palsu-furqanul-haq-buatan.html )

Ini membuktikan bahwa Kristenisasi yang oleh kebanyakan orang hanya dianggap sebagai isu yang akan segera sirna dengan sendirinya ternyata tidaklah benar.  Kristenisasi adalah masalah besar yang memerlukan perhatian dan penanganan serius.  Ia tidak hanya berusaha mencari pengikut tapi juga sekaligus merusak ajaran yang dibawa Rasulullah saw 15 abad silam tersebut. Na’udzubillah min dzalik …

“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):109).

Ayat di atas mengajarkan kita untuk memaafkan Ahli Kitab yang memang sejak dulu selalu berusaha memurtadkan umat Islam, karena kedengkian mereka. Namun ini tidak berarti kita disuruh mendiamkan perbuatan busuk mereka itu. Minimal kita harus menyadari bahwa kita harus berhati-hati menghadapi mereka. Jangan pernah kita tergiur bujuk rayuan mereka betapapun canggihnya tipu daya mereka.

DW Ellis menyatakan bahwa kewajiban mengabarkan Injil adalah tanggung jawab setiap orang Kristen yang telah menerima Kristus menjadi Tuhan dan juru selamatnya. Menurutnya, setiap orang percaya wajib mengabarkan Injil sesuai kemampuan dan karunia-karunia yang dianugerahkan Roh Kudus kepadanya.

Berdasarkan hal ini, orang Kristen yang tidak melakukan Kristenisasi berarti berkhianat kepada Tuhan mereka. Oleh karena itu, Kristenisasi akan senantiasa muncul selama masih ada orang Kristen dan menjadi problem bagi bangsa yang akan dikristenkan, termasuk umat Islam.

Jadi memang benar adanya bahwa umat Kristen, bukan hanya misionarisnya begitu antusias menyebarkan ajarannya ya karena doktrin mereka, tanpa menyadari bahwa ajarannya tersebut telah diselewengkan sedemkian rupa. Tugas kitalah seharusnya meluruskan  penyelewengan tersebut.

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”. (Terjemah QS.An-Nisa(4):171).

Menurut Kristolog Abu Deedat Syihabuddin, yang juga merupakan salah satu pengurus MUI pusat  sekaligus Ketua Umum Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (Fakta),  pengkristenan dari hari ke hari makin menggila. Korbannyapun tidak hanya orang awam tapi juga para uztad yang mustinya sudah tahu kesesatan ajaran ini !

Mengapa ini bisa terjadi?? Ada beberapa faktor penyebab namun yang paling mencolok adalah karena tekanan ekonomi. Para misionaris ini masuk melalui bantuan ekonomi dengan tujuan terselubung, tanpa disadari korban.

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

Beberapa modus Kristenisasi yang teramati antara lain adalah : pendirian gereja di lingkungan Muslim secara illegal  sebagai tempat pemurtadan, pemberian beasiswa, bantuan dan kegiatan sosial, panggung hiburan dan melalui dunia politik.  Kristenisasi dengan cara memacari dan menghamili si gadis juga tak kalah banyaknya. Naudzu’billah min dzalik …

( Baca : http://www.nahimunkar.com/waspadai-10-modus-kristenisasi-yang-menggerogoti-umat-islam-indonesia/ ).

Buku Kristen berkedok Islambuku panduan palsuSecara membabi buta mereka bahkan berani mencetak buku ajaran Kristen dengan kedok Islam, diantaranya adalah buku panduan haji.

http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2012/09/10/20544/kristenisasi-berkedok-haji-beredar-buku-manasik-palsu-bergambar-yesus;#sthash.vGVzsDdB.dpbs

( Bersambung)

Jakarta, 17 Juni 2015.

Vien AM.

kisahmuallaf.com – Baris demi baris kalimat dalam kitab setebal 500-an halaman yang dibacanya hanya menyisakan satu kesan di benaknya; kagum. Dan kekaguman yang bercampur rasa ingin tahu menjadi satu alasan bagi pemuda bernama Brent Lee Graham untuk mencuri buku itu dari perpustakaan kampusnya.

Dengan desain sampul yang menurutnya eksotis, buku berbahasa Inggris itu lebih dari sekadar menarik bagi Brent. Selain menyajikan berbagai cerita indah para nabi, buku itu berisi banyak kisah mengagumkan yang tak banyak ia ketahui.

“Saat itu aku baru berusia 17 tahun,” Brent mengawali kisahnya pada Republika, di sebuah pusat perbelanjaan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

***

Semua berawal dari perenungannya tentang kematian. Brent yang telah mengubah namanya menjadi Isa Graham itu masih mengingat jelas dua peristiwa yang membuka matanya tentang kematian, hal yang tak pernah menyibukkannya.

Masa mudanya yang akrab dengan musik membuat Brent dekat dengan pesta. Dan pesta pada malam itu berbeda. “Aku terus mengingatnya hingga sekarang,” ujar pria yang pernah belajar di sekolah musik itu.

Malam itu, sebelum memasuki rumah tempat pesta digelar, Brent melihat beberapa orang membawa keluar sesosok tubuh lunglai seorang pemuda mabuk. Pemuda itu lalu diletakkan di salah satu sisi halaman rumah, dan ditinggalkan bersama mereka yang lebih dulu tak sadarkan diri karena alkohol. Tak ada pertolongan, tak ada obat-obatan. “Aku berpikir, bagaimana jika mereka mati?” ujarnya.

Brent tak dapat membenarkan apa yang baru dilihatnya. Terlebih, ketika ia berharap ada sedikit kepedulian di sana, Brent justru mendapati sebaliknya. “Beberapa orang yang baru datang ke pesta berlalu begitu saja saat melewati mereka yang tergeletak di halaman. Itu menyedihkan,” katanya.

Terhenyak, Brent mendengar teriakan dari dalam rumah, memanggilnya. Teman-temannya meminta Brent masuk dan memainkan musik untuk mereka.” Brent masuk dengan sebuah pertanyaan menghantuinya. “Jika aku mengalami hal menyedihkan seperti orang-orang yang ada di halaman itu dan kemudian mati, apakah mereka akan memikirkan keadaanku?”

Keesokannya, sebuah peristiwa lain kembali menghentak hati Brent, memaksanya merenungi segala hal dalam hidupnya. “Seorang dosen mendatangi kelasku dan membawa berita kematian salah seorang teman sekelas kami,” kenangnya. Brent terguncang.

Ia semakin teguncang mengetahui teman sekelasnya itu meninggal karena heroin. Brent menjelaskan, semua orang di kampus tahu teman mereka yang baru meninggal itu tak pernah menggunakan heroin. “Dan ia meninggal pada percobaan pertamanya menggunakan obat terlarang itu,” Isa menghela nafas. “Hidup begitu singkat.”

Perasaan takut menyergap Brent. Dan remaja 17 tahun itu mulai memikirkan kehidupannya, juga kematian yang ia tahu akan menghampirinya.

Brent memiliki seorang Ibu yang menjadi pengajar Injil, dan menyekolahkan Brent di sebuah sekolah Injil. “Aku mengetahui isi kitab suciku. Dan karenanya, aku banyak bertanya tentang agamaku,” kata Brent.

Brent tahu, nabi-nabi yang diutus jauh sebelum Yesus lahir menyampaikan ajaran yang sama, yakni tauhid. “Pun Yesus. Dalam Injil dijelaskan bahwa ia menyerukan tauhid. Dan itu bertentangan dengan konsep Trinitas yang diajarkan gereja,” ujarnya.

Siang itu, saat membaca terjemahan Alquran di perpustakaan kampus, Brent dikejutkan oleh sebuah ayat yang mengatakan bahwa Yesus bukanlah anak Tuhan. “Ayat itu seolah menjawab keraguanku tentang Trinitas,” katanya.

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (An-Nisa’: 171)

Brent mencuri Alquran itu dari perpustakaan, dan mulai berinteraksi dengan Alquran. Keterkejutan terbesar muncul saat ia membaca ayat-ayat tentang Yesus. “Alquran memuat cerita tentang kelahirannya yang menakjubkan, tentang ibunya yang mulia, juga keajaiban yang tidak diceritakan dalam Injil, ketika dari buaian ia membela kehormatan ibunya.”

Penemuan hari itu membawa Brent pada sebuah misi pembuktian. “Aku bertekad menemukan pernyataan Injil yang akan mampu menjawab pernyataan Alquran. Dan Brent menemukannya. Sayang, jawaban itu sama sekali tak mendukung doktrin agamanya, dan justru membenarkan Alquran.

Dalam Injil Yohanes 3:16 misalnya, tulis Brent dalam artikel “My Passion for Jesus Christ” (muslimmatters.org), disebutkan tentang anak Tuhan dan kehidupan abadi bagi siapapun yang mempercayainya. “Jika kita terus membaca, kita akan bertemu Matius 5:9 atau Lukas 6:35 yang menjelaskan bahwa sebutan ‘anak Tuhan’ tidak hanya untuk Yesus,” katanya.

Brent menambahkan, baik dalam teks Perjanjian Baru dan juga Perjanjian Lama, Injil menggunakan istilah “anak Tuhan” untuk menyebut orang yang saleh. “Dalam Islam, kita menyebutnya muttaqun (orang-orang yang bertakwa),” jelas Isa.

Dalam pencarian yang semakin dalam, Brent menemukan bahwa ayat terbaik yang dapat membuktikan doktrin trinitas telah dihapuskan dari Injil. “Ayat itu dulu dikenal sebagai Yohanes 5:7, dan kini secara universal diyakini sebagai sebuah ayat sisipan yang penah secara sengaja ditambahkan oleh gereja,” terang Isa yang kemudian menguraikan hasil penelitian seorang profesor peneliti Injil asal Dallas, Daniel B. Wallace, tentang ayat tersebut.

Dari The New Encyclopedia Britannica yang dibacanya, Brent menemukan pula bahwa tidak satupun doktrin dalam Perjanjian Baru, termasuk kata Trinitas ataupun perkataan Yesus sekalipun, bertentangan dengan pengakuan Yahudi tentang ketauhidan yang disebutkan dalam Perjanjian Lama (Injil Ulangan 6:4).

Brent berkesimpulan, bukan Yesus ataupun para pengikutnya yang mengajarkan Trinitas. “Dan mereka yang mengajarkan Trinitas menambahkan keyakinan yang dibuat-buat ke dalam Injil?” ia bertanya, sekaligus menjawab pertanyaan yang muncul di otaknya.

Setelah mencapai kesimpulan yang sulit diterimanya itu, ia menemukan sebuah peringatan dalam Injil Perjanjian Lama. “… jika seseorang menambahkan (atau mengurangi) sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.” (Wahyu 22:18-19)

“Ayat itu senada dengan pernyataan Alquran,” tandas Brent. “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah’, (dengan maksud) memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 79)

Pertanyaan dalam otak Brent belum tuntas. Ia kembali bertanya-tanya, “Jika Injil dan Alquran sama-sama memastikan Yesus bukanlah seorang anak Tuhan, lalu siapa dia?”

Lagi-lagi, Brent menemukan banyak kesepakatan antara Injil dan Alquran. Melalui ayat masing-masing, kedua kitab yang diselaminya itu menegaskan kenabian Yesus. “Yesus diutus untuk menyeru umatnya pada keesaan Tuhan, sebagaimana dilakukan para nabi dan rasul sebelumnya.”

Persoalan agama itu menjadikan Brent semakin kritis, yang menggiringnya pada berbagai pertanyaan besar tentang agamanya. Ia mempelajari berbagai agama lain. “Aku mencari tahu tentang beberapa agama, aku mempelajari paganisme, dan aku tertarik pada Islam.”

Di mata Brent kala itu, Islam adalah agama yang sempurna. “Aspek ekonomi, pemerintahan, semua diatur dengan baik dalam Islam. Aku kagum pada cara Muslim memperlakukanku, dan aku sangat kagum pada bagaimana Islam meninggikan derajat perempuan.”

Brent pun menyatakan keinginannya untuk masuk Islam pada seorang teman Muslimnya. “Sayang, ia memberitahuku bahwa aku tak bisa menjadi Muslim, hanya karena aku dilahirkan sebagai Kristen. Karena tak mengerti, aku menerima informasi itu sebagai kebenaran,” sesalnya.

Bagi pemuda kebanyakan di Australia, bisa jadi kehidupan Brent nyaris sempurna. Ia mahir memainkan alat musik, menjadi personel kelompok band, dan popular. Ia bisa berpesta sesering apapun bersama teman-teman yang mengelukannya. “Namun aku tidak bahagia dengan semua itu. Aku tak tahu mengapa.”

Namun terlepas dari kondisi tidak membahagiakan itu, Brent sangat mencintai musik. Ia mempelajari musik, memainkannya, mengajarkannya, dan menjadi bahagia dengannya. Hingga ia berfikiran bahwa musik adalah agamanya, karena mampu membuatnya bahagia.

Tanpa agama yang menenangkan hatinya, Brent seolah terhenti di sebuah sudut dengan banyak persimpangan. Perhentian itu membangunkannya di sebuah malam. “Aku berkeringat dan menangis. Aku sangat ketakutan sambil terus bergumam ‘Aku bisa mati kapanpun’,” tuturnya.

Dengan keringat dan air mata itu, Brent memanjatkan doa. “Aku meminta pada semua Tuhan; Tuhan umat Kristen, Tuhan umat Islam, Tuhan siapapun, karena aku tak yakin harus meminta pada salah satu diantaranya.”

“Tuhan, aku teramat sedih dan gundah dan tak tahu bagaimana menyelesaikannya. Tolong, beri aku isyarat, beri aku petunjuk, beri aku jalan keluar,” Brent mengutip doa yang diucapkannya 15 tahun lalu.

Isyarat Allah menghampiri Brent keesokan harinya. Seorang Muslimah asal Burma yang menjadi teman kampusnya mengiriminya sebuah email. Ia tahu Brent telah tertarik pada Islam sejak belajar di sekolah menengah, dan dalam emailnya itu ia bertanya apakah Brent masih tertarik pada Islam. Brent mengiyakan.

Beberapa hari kemudian, teman asal Burma itu datang ke rumah Brent dan membawakannya sejumlah buku tentang Islam. Membacanya, Brent tahu bahwa Islam tak melarang non Muslim sepertinya untuk memeluk agama itu. “Dari buku itu aku tahu bahwa banyak dari sahabat Nabi saw, termasuk Abu Bakar, adalah mualaf. Aku sangat senang dan berteriak dalam hati, ‘Ini yang kumau’.”

Selesai dengan bacaannya, Brent mendatangi seorang teman Muslim dan memintanya menjelaskan tentang jannah (surga). Dari penjelasan tentang surga itu, bertambahlah kekaguman Brent, juga kemantapannya pada Islam. Masjid Al-Fatih Coburg, Melbourne, menjadi saksi keislaman Bent Lee Graham.

Ia lalu mengganti namanya menjadi Isa Graham. “Aku ingin orang (non Muslim) tahu bahwa dalam Islam, kami juga mempercayai Yesus,” ujarnya. Bagi Isa, mencintai seseorang tidak seharusnya diwujudkan dengan menuhankannya, melainkan mengatakan segala sesuatu tentangnya apa adanya. “Kini aku ingin menunjukkannya pada Yesus, bukan sebagai seorang Kristen, namun sebagai Muslim,” tegas Brent menutup perbincangan.

Subhanallah …

Jakarta, 26 May 2015.

Vien AM.

Dicopy dari :

http://www.kisahmuallaf.com/isa-graham-nekat-mencuri-al-quran-demi-membuktikan-kebenaran-injil/

Ahli Kitab adalah sebutan bagi orang yang telah menerima kitab suci sebelum turunnya kitab suci umat Islam Al-Quranul Karim. Mereka itu adalah orang-orang Yahudi dengan kitab Tauratnya dan Nasrani dengan Injilnya. Sama seperti Al-Quran, Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa as dan Injil yang diturunkan kepada nabi Isa as atau Yesus,  kedua kitab itu diturunkan Allah swt, melalui malaikat Jibril as.

« Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil ». (QS. Ali Imran(3) :3).

Sayang pada perjalanan waktunya, kedua kitab suci tersebut telah terkontaminasi. Disana-sini telah terjadi perubahan bahkan penambahan hingga akhirnya banyak sekali ditemukan ayat-ayat yang kontradiksi. Tak jarang pula ditemukan kata-kata kasar dan umpatan yang dilontarkan tidak hanya antar sesama manusia tetapi juga Tuhan kepada nabi-Nya. Tuhan mengeluarkan kata-kata kasar, alangkah ironisnya kehidupan ini.

 « Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? “(QS. Ali Imran (3) :71).

Para nabi dan rasul yang merupakan utusan Allah tak luput dari penistaan. Sungguh tak masuk akal manusia pilihan Tuhan, yang diutus bagi manusia agar mengajarkan kebaikan, bisa berbuat kesalahan yang benar-benar keterlaluan. Tak dapat dibayangkan bagaimana jadinya manusia bila para nabinya saja berbuat kezaliman dan hal-hal yang sungguh tidak pantas. Padahal para nabi dan rasul adalah panutan, contoh keteladanan yang harusnya ditiru umat-Nya.

Berikut beberapa contoh ayat-ayat yang berada di dalam Al-Kitab, gabungan Perjanjian Lama ( Taurat)  dan Perjanjian Baru ( Injil) yang kini dijadikan panduan umat Kristiani.

1. Nabi Luth as, prilaku tak pantas kedua putrinya. (Kejadian 19 : 32-36).

 “(32).Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita (33). Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. (34).Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: “tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita. (35).Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.(36) Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.”

2. Nabi Daud as, memperkosa istri panglimanya. (Samuel 11 : 2-5).

(2).Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. (3).Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu”.(4).Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.(5).Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: “Aku mengandung”.

3. Amnon, putra Nabi Daud yang memperkosa saudara perempuannya, dengan izin ayahnya. ( Samuel 13: 12-14).

(12).Tetapi gadis itu berkata kepadanya: “Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu.(13).Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.”(14).Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia.

4. Putra nabi Daud lain yang memperkosa ibunya sendiri. (Samuel 16: 21-22).

 (21).Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom: “Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israel mendengar, bahwa engkau telah membuat dirimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya”. (22).Absalom membentangkan sebuah kemah di atas Sotoh dan membaringkan 10 istri (gundik) ayahnya dan memperkosa mereka semuanya satu per satu, ‘di depan mata seluruh Bani Israel.’

Tak jarang pula ayat-ayat bernada tidak senonoh yang sama sekali tidak pantas berada di dalam sebuah kitab suci bisa kita temukan di dalamnya. Contohnya apa yang ada di Kitab Kidung Agung, terutama pasal 7 ayat 7-8, yang malu rasanya untuk ditulis disini.  Tidak heran ada pendapat mengatakan bahwa kitab ini harus dijauhkan/disembunyikan dari anak-anak di bawah umur.

http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/chapter/?b=22&c=7&version=tb&lang=indonesia&theme=clearsky

Disamping itu Ahli Kitab juga telah menuhankan orang-orang suci mereka seperti Uzair dan Yesus. Mereka menganggap keduanya sebagai anak Tuhan bahkan Tuhan itu sendiri ( konsep Trinitas).

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. At-Taubah(9):30).

«  Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi ». (QS. Maryam(19) :30).

Padahal betapa banyaknya ayat-ayat Injil menerangkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan melainkan seorang utusan Tuhan, Allah Azza wa Jalla Yang Esa .

17:3.”Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus ». (Yohanes 17 :3).

17:8.”Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. ». (Yohanes 17 :8).

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”. (QS. An-Nisa(4) :171).

Konsep Trinitas sebenarnya baru lahir lebih dari 300 tahun setelah hidupnya Yesus, yaitu pada tahun 325 M. Yaitu dengan adanya perjanjian Nicea di zaman kaisar Romawi Konstantinus berkuasa. Maka sejak itulah para pengikut Arianisme dibawah pimpinan pendeta Arius dari Alexandria, harus melepaskan keyakinan mereka selama itu bahwa Yesus adalah hanya mahluk ciptaan-Nya, bukan Tuhan itu sendiri. Selanjutnya Ariuspun dikucilkan, jabatannya sebagai pendeta dicopot.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Konsili_Nicea_I).

Namun jauh sebelum itu, yaitu pada masa Yesus hidup ada seorang bernama Paulus, yang nama aslinya adalah Saul. Pemuda kelahiran Tarsus (Turki) ini dikenal sebagai pecinta berat filsafat Yunani. Aliran filsafat Yunani yang amat berpengaruh ketika itu adalah aliran Stoa yang pantheistik, yang menganggap Tuhan dan makhluk merupakan suatu kesatuan yang sama zatnya dan hanya berbeda dalam penglihatan bentuk. Karena itu ia sangat membenci Yesus dan ajaran-ajarannya. Ia sengaja mendekati murid-murid Yesus agar dapat menyusup dan merusak ajaran Yesus dari dalam.

https://www.facebook.com/notes/%DB%9E-kristologi-%DB%9E/bible-study-kontroversi-paulus-rasul-kristen/309039149117693

Yang juga mengejutkan ternyata Injil tidak pernah menghalalkan babi maupun khamar/alkohol.

14 :8. « Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya ». ( Ulangan 14 :8).

10:9.  “Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun ». (Imamat 10:9).

«Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik ». (QS. Al-Maidah(5) :47).

Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, dan lain-lain, yang bersumberdari al-Barra’ bin ‘Azib. Bahwa di depan Rasulullah saw, berlalulah orang-orang Yahudi membawa seorang terhukum yang dijemur dan dipukuli. Rasulullah saw memanggil mereka dan bertanya:

“Apakah demikian hukuman terhadap orang berzina yang kalian dapati di dalam kitab kalian?”

Mereka menjawab: “Ya.”

Kemudian Rasulullah memanggil seorang ulama mereka dan bersabda: “Aku bersumpah atas nama Allah yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, apakah demikian kamu dapati hukuman bagi orang yang berzina di dalam kitabmu?”

Ia menjawab: “Tidak. Demi Allah, jika engkau tidak bersumpah lebih dulu, tidak akan kuterangkan. Sesungguhnya hukuman bagi orang yang berzina di dalam kitab kami adalah dirajam. Akan tetapi karena banyak pembesar-pembesar kami yang melakukan zina, maka kami mengabaikannya. Namun apabila seorang hina berzina, kami tegakkan hukum sesuai dengan kitab. Kemudian kami berkumpul dan mengubah hukuman tersebut dengan menetapkan hukuman yang ringan dilaksanakan, baik bagi orang hina dan pembesar, yaitu menjemur dan memukuliya.”

Bersabdalah Rasulullah saw.: “Ya Allah, sesungguhnya saya yang pertama menghidupkan perintah-Mu setelah dihapus oleh mereka.”

Semoga kita dapat mengambil hikmahnya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 8 Mei 2015.

Vien AM.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers