Feeds:
Posts
Comments

Nama lahirnya adalah William Cleland, seorang Anglo-Celtik, yaitu keturunan Inggris-Scotlandia yang dikenal sebagai pendatang Eropa yang awal kali datang dan menetap di Australia. Saat ini ia adalah seorang manager sebuah lembaga pendidikan umum di Melbourne, Australia.  

William lahir dari keluarga Kristen Unitarian, yaitu aliran Kristen yang menganut kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Ini adalah aliran Kristen yang amat sangat jarang dijumpai karena semenjak lahirnya hampir 2000 tahun lalu pengikut aliran ini telah dimusuhi dan dibasmi habis-habisan. Ketika itu nenek moyang mereka dibakar hidup-hidup. Keluarga William adalah salah satu keluarga yang beruntung karena lolos dari pembantaian.  

Ketika William duduk di perguruan tinggi, ia mulai menyadari bahwa ada ajaran-ajaran gereja yang membingungkan, diantaranya ajaran trinitas. Setelah dipelajari lebih jauh ia yakin bahwa Keesaan Tuhan, ajaran penting dalam Perjanjian Lama, telah menjadi kabur ketika Kristen meresap ke dalam mainstream kepercayaan Eropa. 

“ Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”.(QS.An-Nisa’(4):171). 

William pertama kali mengenal ajaran Islam ketika ia berada di Mesir. Ia sering berdiskusi mengenai Al-Quran dengan tetangganya yang Muslim. Berbagai literatur yang berhubungan dengan Islam ia pelajari. Setelah yakin bahwa Al-Quran adalah benar-benar wahyu Tuhan Yang Tunggal, akhirnya pada tahun 1977 iapun bersyahadat. Allahuakbar … 

Berdasarkan pengakuannya, sebagaimana umumnya mualaf, faktor utama yang membuat ia  tertarik pada Islam adalah ajaran dasarnya, yaitu Laa ilaha illallah, tidak ada Tuhan selain Allah. Masih menurutnya, dari sinilah mengalir prinsip-pronsip ekonomi dan politik. «  Karena saya dibesarkan dalam masyarakat Barat yang mementingkan hak-hak dan kebebasan individu, saya selalu menganggap hal-hal itu sebagai unsur penting dari suatu masyarakat beradab. Dalam prinsip dasar Islam itu saya menemukan filsafat politik paling liberal di dunia ». 

«  Bila anda sungguh-sungguh menerima prinsip dasar  Laa ilaha illallah sebagai basis hidup anda, itu berarti anda bebas dari perbudakan oleh tuhan-tuhan lain. Anda terbebaskan dari posisi untuk menekan dan ditekan orang lain. Negara-negara Barat didasarkan pada ide kebebasan tetapi sifatnya materialistik dan egoistik », begitu tambahnya. 

Selama satu tahun pertama keislamannya, William yang kemudian memilih Bilal sebagai nama Islamnya, mencoba bertahan untuk tidak bergaul dan bergabung dengan komunitas Islam. Ini dilakukannya karena ia merasa kecewa bahwa dalam kenyataannya terdapat perbedaan yang jauh antara Islam sebagai ajaran dan Islam yang dipraktekkan orang-orang Islam yang dikenalnya. Ia baru bergabung dengan komunitas Muslim setelah salah seorang mahasiswanya mengajaknya shalat Jumat di masjid. 

Sejak itu ia justru dapat merasakan dan melihat kelebihan Islam dari sudut yang lain. Islam tidak mengenal kata Diskriminasi. Sebagai Muslim bule, ia merasa telah memperkaya keragaman bangsa, budaya, etnik dan bahasa dalam Islam. Ia mengakui bahwa Islam telah membagun bangsa Australia yang multi etnik. 

Toleransi rasial merupakan suatu sumbangan besar yang diberikan Islam kepada Australia. Sejak awal lahirnya di Mekkah, Islam tidak pernah rasis. Bahkan dalam khutbah terakhirnya di kota itu, nabi Muhammad saw menekankan kepada kaum beriman perlunya memelihara kesadaran bahwa tidak ada suatu kelompok etnikpun yang lebih baik daripada kelompok lainnya. Ini jelas tercermin pada saat haji, jutaan orang berkulit hitam, putih dan coklat berbaur menjadi satu mengelilingi Ka’bah”, jelasnya. Subhanallah … 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal “. (QS. Al-Hujurat (49):13). 

Dalam menjalani kehidupan barunya sebagai muslim, Bilal terlihat tidak mau setengah-setengah. Setiap kali ia berbelanja ke supermarket, ia selalu memperhatikan daftar kandungan belanjaannya, memastikan apakah apa yang bakal dikonsumsinya itu benar-benar bebas dari hal-hal yang diharamkan. Ia bahkan berusaha sebisa mungkin menghindari makan di restoran bersama teman-teman non muslimnya karena khawatir tidak bisa makan.  

Dalam menghadapi kesulitannya untuk melakukan wudhu, melaksanakan shalat sehari-hari di tempat kerjanya ( Zuhur dan Ashar ), shalat Jum’at dan berpuasa, Bilal berpendapat bahwa seorang Muslim tidak seharusnya hanya diam, pasrah tanpa berusaha mencari jalan keluar. Menurutnya pada umumnya orang barat dapat mengerti, menerima dan memberi jalan keluar bila kita berterus-terang mengatakan bahwa kita adalah muslim dan butuh waktu serta tempat untuk menjalankan kewajiban agama kita. 

Saya percaya bahwa Islam menawarkan jalan hidup yang menyeluruh. Islam menawarkan solusi untuk mengatasi masalah besar yang dihadap masyarakat Australia dan seluruh dunia saat ini. Sistim sosial seperti demokrasi  parlementer, sosialisme dengan segala bentuknya berada dalam krisis besar”. 

“ Dalam krisis ideologi ini, sudah tiba waktunya bagi kita untuk mengetengahkan solusi Islam. Kita hanya bisa melakukannya bila kaum Muslim bersatu dan terdidik. Jika kita bersatu, kita bisa mengembangkan Islam lewat dakwah. Saya kira masa depan Islam sangat cemerlang. Kekosongan ideologi di barat yang saat ini diisi dengan hedonisme, selfisness dan individualisme yang extrim pasti tak akan bertahan lama. Mereka sedang mencari penjelasan tentang  hidup ini. Ini saat kritis bagi Islam dan dunia. Jika gagal dalam ujian ini, dunia akan sangat menderita”, tandasnya yakin.      

(Al Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa “. (QS. Ali Imran(3):138). 

Wallahu’alam bishawwab.

Pau – France, 7 Maret 2010.

Vien AM. 

Disarikan dari : «  Santri – santri Bule «  oleh Prof DR Deddy Mulyana MA.  

Dune atau dalam bahasa Indonesianya ‘bukit pasir‘ yang terbayang dalam benak kita biasanya adalah gurun pasir sahara di Arabia atau Afrika yang extra panas di ujung sana. Namun dune yang kami temui beberapa hari lalu benar-benar jauh berbeda dari bayangan tersebut. La Dune du Pyla  adalah bukit pasir yang terletak sekitar 60 km barat daya Bordeaux, Perancis barat. Ini adalah dune  terbesar di Eropa. Bukit ini membujur sepanjang 3 km di pesisir pantai Gasconne, lautan Atlantik dengan ketinggian sekitar 117 meter, lebar 500 meter serta terdiri atas sekitar 60 juta meter kubik pasir putih.

Pasir yang membentuk bukit ini adalah pasir yang semula berada di pantai Gasconne.  Namun karena kekuatan angin dan arus air pantai yang amat kencang pasir terdorong hingga membentur hutan kecil yang ada di belakangnya. Dan sedikit demi sedikit menumpuk hingga terbentuklah bukit pasir seperti yang kami saksikan sore itu. Subhanallah .. 

« Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, » (QS.As-Shad (38) :36).

« Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan sekuat-kuatnya, » (QS.Adz-Zariyat (51):1).

« Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), ….. »(QS.Al-Qamar (54):34). 

Ya, Kami yang dimaksud ayat diatas adalah Dia, Allah  swt, Sang Penguasa Tunggal yang memiliki langit, bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya. Dialah  yang memerintahkan pasukannya yang teramat taat dan setia  yaitu para malaikat agar angin berhembus kemanapun, menerbangkan dan mengangkat apapun yang dikehendaki-Nya. Jangankan debu-debu lembut dipinggir pantai bahkan batu-batu besar dan tajam sekalipun seperti yang menimpa kaum Luth ataupun kota Pompei di Italia adalah hal yang amat sangat mudah bagi-Nya. Allahuakbar .. 

Sore hari itu ketika kami sedang berusaha mendaki bukit, tiba-tiba angin yang lumayan dingin datang bertiup cukup kencang. Temperatur berkisar sekitar 12 derajat Celcius. Saya terpaksa membatalkan keinginan untuk memandang keindahan pemandangan lautan Atlantik yang terdapat di balik bukit tersebut karena khawatir terjatuh oleh angin. Padahal bila cuaca cerah kita bisa menyaksikan  rantai pegunungan Pyrene yang sedang bersalju itu dari kejauhan. Menurut seorang penjual toko souvenir yang berada disana pada musim panas sebenarnya disediakan tangga kayu menuju bukit.  

Bordeaux

Bordeaux

Mosque de Bordeaux

Mosque de Bordeaux

Dengan berat hati akhirnya kamipun meninggalkan tempat dan langsung menuju kota Bordeaux. Esoknya, karena hari itu adalah hari Jumat kamipun menyempatkan diri mencari masjid untuk menunaikan shalat Jumat. Bertolak belakang dengan keadaan kota  yang besar, ramai dan cantik, masjid yang kami jumpai hanyalah sebuah bangunan apartemen tua yang bediri disela-sela hunian tua pula. 

Namun demikian jumlah jamaah cukup mengejutkan hati. Ternyata bangunan 4 lantai yang bertangga sempit tersebut sesak dijejali para hamba yang hendak mengagungkan-Nya. Alhamdulillah …         

Setelah puas berjalan-jalan melihat kota dimana deretan panjang bangunan tua nan antik dan cantik menghisasi tepi sungai Garonne, kamipun kembali ke hotel. Esok sebelum kembali ke Pau, kami masih ingin mencoba mengunjungi Dune du Pyla yang tertunda kemarin. 

Dune du Pyla 1

Dune du Pyla 1

Dune du Pyla2

Dune du Pyla2

Rupanya Sang Khalik amat mengetahui keinginan hamba ini. Setelah beberapa kali kecewa karena sejumlah pintu menuju lokasi ditutup, kami akhirnya berhasil menemukan jalan menuju pantai. Dari sinilah kami akhirnya dapat mendaki bukit walaupun bukan dari lokasi terbaiknya. Karena ternyata di lokasi tersebut tersedia sejumlah tempat wisata yang sayangnya hanya dibuka di musim panas saja. Perkemahan lengkap dengan sarananya, berbagai permainan pantai dan taman bermain anak-anak hingga olah raga layang gantung  tersedia disini. 

Subhanallah .. sungguh cantik pemandangannya  .. laut biru kehijauan nan luas diselingi bukit-bukit pasir putih  kecil memanjang di sana sini terbentang di hadapan mata kami. Kami bahkan sempat memandang dan mengikuti terbenamnya matahari ke balik laut. Betapa indahnya alam ciptaan-Mu Ya Allah .. Subhanallah  .. terima kasih Ya Allah  .. 

Namun esok paginya ketika kami telah tiba kembali di rumah terdengar kabar bahwa semalam badai Xynthia telah memporak-porandakan pantai barat Perancis. Termasuk sekitar wilayah Bordeaux dimana terdapat Dune du Pyla yang diterjang angin berkekuatan antara 120 – 140 km perjam! Badai ini mengakibatkan angin puyuh, gelombang laut setinggi 8 meter, hujan deras dan banjir dimana-mana. Korban sejumlah  50-an  orang yang kebanyakan sedang tidur nyenyakpun berjatuhan. Angin juga berhasil melumpuhkan tenaga listrik negara maju ini hingga jutaan orang terpaksa melewati malam di musim dingin tersebut dalam kegelapan. Astaghfirullah ..     

Pada saat yang sama kami juga mendengar berita terjadinya gempa berkekuatan 8.8 skala richter menyerang Santiago, ibu kota Chili di Amerika Selatan. Gempa dasyat ini disusul dengan terjadinya gelombang tsunami yang berdampak hingga ke Jepang yang letaknya  ribuan kilometer dari Chili. Korban mencapai 700 orang lebih, ironisnya lebih dari separuhnya justru  akibat tsunami yang datang belakangan tanpa terduga. 

Jadi pada saat yang sama baik lautan Atlantik di barat maupun lautan Pasifik di timur telah merasakan kekuatan raksasa yang mengakibatkan bencana besar. Siapa yang kuasa mendatangkan ini semua ? 

“ Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah, lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya “.(QS. Ar-Raad(13):41). 

Tampak jelas bumi, rumah yang dihuni milyaran manusia sejak ribuan tahun lalu ini telah mulai goyah dan rentan, renta dimakan usia. Rasanya sudah bukan waktunya lagi manusia cukup hanya mempercayai bahwa bumi akan hancur, bahwa kiamat pasti akan datang, bahwa Sang Penguasa alam semesta itu ada … namun tetap berkeras kepala tidak mau menjalankan perintah dan larangan-Nya. Na’udzubillah min dzalik …    

Sekali lagi syukur yang dalam kami panjatkan kepada Allah swt  yang telah mengantarkan kami kembali ke rumah dalam keadaan selamat. Semalam kami memang merasa khawatir terhadap angin kencang yang bertiup. Suara angin yang terjebak di sekitar bangunan apartemen dimana kami tinggal terdengar berderu keras seolah ingin menerbangkan kami. Saking khawatirnya bahkan anak perempuan kami yang telah berusia 15 tahunpun pindah tidur sekamar dengan kami. 

Begitu pula malam sebelumnya ketika masih di Bordeaux. Kertas –kertas berterbangan, tong sampah terguling, tiang lampu lalu lintas dan tiang papan reklame bergoyang-goyang. Ini  masih ditambah lagi dengan hujan es batu kecil ( grele) yang datang secara tiba-tiba walaupun hanya beberapa menit. 

Cap Ferret

Cap Ferret

Sama halnya dengan ketika kami dalam perjalanan menuju Cap Ferret, sekitar 30 km utara Bordeaux. Hujan angin terus mengiringi perjalanan kami. Namun tidak percuma   kami tetap berkeras meneruskan perjalanan karena di tempat ini kami juga berhasil melihat ‘hasil karya angin’ ciptaan-Nya. Yaitu deretan pulau pasir putih ditengah laut biru kehijauan. Rupanya bukit pasir memang terbentuk di sepanjang garis pantai Gascone di lautan Atlantik ini.                   

Itulah angin, sebuah kekuatan maha dasyat yang bergerak atas izin dan kehendak-Nya kemanapun ia mau. Menggiring pasir pantai dan membentuknya menjadi bukit pasir, membawa air hujan dan menumbuhkan tanam-tanaman hingga menjadi berkah namun juga sekaligus menghancurkan apa yang menghalanginya. Allahuakbar .. 

«  dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkanNya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal. Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya ».(QS.Al-Jaatsiyah(45) :5-6). 

Wallahu’alam bishawwab.

Pau- France, 2 Maret 2010.

Vien AM.

Identité nationale .. ya ..inilah isu yang saat ini sedang hangat dibahas dan dibicarakan media massa di seluruh pelosok Perancis.

Bukanlah rahasia bahwa orang Perancis amat menyukai perdebatan. Masalah apapun bisa menjadi debat seru. Antiknya perdebatan tidak selalu harus mempunyai tujuan penting. Bahkan seringkali hal sepelepun diperdebatkan. Saking hobbynya, acara debat ini sering kali menjadi primadona program televisi yang menempati rangking lumayan tinggi. Dengan nada bicara tinggi para peserta debat saling memotong pembicaraan. Biasanya si pembawa acara yang memegang kunci penting keberhasilan suatu debat. Makin tinggi tingkat emosi peserta terpancing makin tinggi pula tingkat keberhasilan debat. Inilah tugas utama pembawa acara… L

Debat Identitas nasional yang kali ini sedang  ramai dibahas adalah bertujuan untuk mengetahui nilai dan tingkat kecintaan serta rasa kebanggaan individu sebagai warga negara yang memiliki semboyan ‘Liberté, Égalité, Fraternité. ( Kebebasan, Persamaan, Persaudaraan). 

Debat ini dilempar ke publik oleh Eric Besson, politikus Perancis kelahiran Maroko yang diangkat menjadi mentri keimigrasian dan integrasi Perancis pada bulan Januari 2009 lalu. Debat dimulai sejak November 2009 dan berakhir hingga akhir Januari 2010. Setelah itu hasil debat akan dibahas di tingkat yang lebih tinggi.   

Yang menjadi pertanyaan apa sebenarnya yang menjadi pemicu debat tersebut ? 

Sebuah majalah Perancis terkemuka memuat beberapa keluhan peserta debat, diantaranya sebagai berikut : “ Perancis bukanlah negri muslim. Namun nyatanya 45 % komunitas dimana saya hidup adalah kaum imigran. Ini kan keterlaluan !! » ;  «   Ini waktunya untuk bertindak, bila kita tidak ingin ditelan mereka !! 10 juta kita keluarkan untuk sesuatu yang sia-sia! », ucap salah seorang wali kota Perancis. 

Lain lagi dengan pengakuan walikota Marseilles, kota pelabuhan terbesar Perancis dimana mayoritas Muslim tinggal. «  Mulanya kami tenang-tenang saja melihat kegembiraan para Muslimin ketika pertandingan sepakbola antara Mesir dan Aljazair berlangsung di kota kami. Namun ketika sekitar 15 hingga 20 ribu pendukung tim Aljazair berbaris di sepanjang jalan untuk merayakan kemenangan mereka sambil membawa bendera Aljazair dan tak satupun terlihat bendera Perancis, sakit rasanya hati ini !”.     

Nah, inilah rupanya benang merahnya.  

Berdasarkan angket yang dibuat pada Maret 2007, jumlah Muslim di Perancis adalah sekitar 4 hingga 5 juta orang atau 6 % dari total penduduk Perancis.  ( Katholik 64 %, Ateis 27.2 %, Protestan 2.1 % dan Yahudi 0.6 %). Jumlah ini merupakan jumlah terbesar dibandingkan Muslim di negara-negara Eropa lainnya. ( Jerman 2.5 juta, Inggris 1.6 juta, Italy 1.5 juta, Spanyol 1 juta dan Belanda 850 ribu ). Mereka ini sebagian besar adalah imigran, baik legal maupun illegal.     

Setelah itu pemerintah Perancis tidak pernah lagi memiliki keberanian untuk mengadakan angket resmi terhadap jumlah pemeluk Islam di negaranya. Yang pasti ada laporan bahwa sekarang ini telah berdiri  1536 masjid dan mushola di seluruh Perancis ! Walaupun tentu saja sebenarnya sebagian besar hanyalah mushola-mushola kecil yang tidak memadai dan letaknya sangat terpencil. Masjid yang tergolong lumayan besar hanya ada beberapa  di kota-kota besar seperti Paris, Lille dan Lyon. 

Namun yang juga amat mengejutkan adalah adanya laporan bahwa setiap tahun sekitar 30.000 hingga 70.000 orang Perancis masuk Islam. Allahuakbar ..  Mereka ini datang dari berbagai kalangan dan tingkatan. Dokter, pelajar, mahasiswa, ibu rumah-tangga, artis, politikus dll. Belum lama ini saya mendengar ada seorang artis hiphop peranakan Itali-Perancis yang bersyahadat. Penggemarnya benar-benar terkejut ketika ia muncul dalam pertunjukkan solonya dengan penampilan baru … Ber-jilbab !! 

Reaksipun bermuncullan .. Ada yang pro ada yang kontra. Namun pada umumnya para penggemar setianya tidak mempermasalahkan penampilan. Alasannya mereka menyukai suaranya bukan penampilannya …              

Sejarah masuknya Islam ke Perancis

Sebenarnya Islam masuk ke Perancis telah lama sekali, yaitu sejak abad 8 M. Islam masuk ke kota-kota selatan Perancis melalui Spanyol ke  Toulouse, Narbonne dan sekitarnya hingga Bourgogne di tengah-tengah Perancis.  Namun baru pada abad 12 hingga abad 15 orang-orang Islam mulai menempati kota-kota selatan Perancis yang terdapat di provinsi Roussillon, Languedoc, Provence, Pay Basque Perancis termasuk Bearn. Hal ini berlangsung secara bertahap dan puncaknya adalah ketika terjadi pengusiran besar-besaran terhadap muslim Spanyol pada peristiwa Reconquista di bawah raja Ferdinand II dan istrinya ratu Isabelle pada  tahun 1492 M.  

Tahap berikutnya adalah setelah Perang Dunia I dan II. Sebagian Muslim yang masuk ke Perancis adalah para korban perang. ( Palestina, Turki, Tunisia dll ). Sementara sebagian besar lagi datang dari Aljazair sekitar tahun 1960-an karena Perancis membutuhkan sejumlah besar tenaga dalam rangka membangun negaranya yang hancur karena perang. Perlu dicatat, Aljazair adalah satu dari negara bekas jajahan Perancis. 

Begitulah cara Allah swt menetapkan ketentuan-Nya. Apapun yang dikehendaki-Nya pasti terjadi. Bahkan seandainya tak satupun  orang yang mau berdakwah, mengajak orang kepada Islam . 

“ Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “Kun (jadilah)”, maka jadilah ia”.( QS. An-Naml(16):40).

Masuknya Islam pada abad ini .    

Sejak peristiwa kelam 11 September 2001, Islam mendapat cap baru yaitu, agama teroris. Dengan berbagai alasan dan dalih, Amerika Serikat menjadi pelopor dan penggerak agar dunia mengutuk dan menjauhi  Islam. Timbullah  apa yang disebut Islamophobia. Ajaran Islam mulai jilbab, poligami, jihad hingga masalah penampilan seperti jenggot dll menjadi obyek serangan.  

Negara-negara Islam seperti Irak dan Afganistan menjadi sasaran serangan membabi buta. Dan seperti biasa rakyat yang menjadi korban dan yang paling menderita. Mereka   ini kemudian berimigrasi ke Perancis untuk mencari perlindungan. Ini masih ditambah lagi dengan orang-orang Iran yang lari dari negaranya ketika Revolusi Iran tahun 1979, korban perang negara-negara bekas jajahan Uni Sovyet seperti Chenya serta perang saudara di Yugoslavia. Dengan demikian masuklah  Islam ke Eropa termasuk Perancis. 

Selanjutnya pada tahun 2004 dengan sembrono pemerintah Perancis secara resmi mengeluarkan peraturan yang melarang pelajar Muslimah dan pegawai negri mengenakan jilbab selama mereka berada dilingkungan sekolah dan kerja. Begitupun dengan masjid. Azan dilarang dikumandangkan bila suaranya terdengar hingga ke luar lingkungan masjid. Menara masjid tidak boleh lebih tinggi dari 30 meter. Namun  mampukah semua itu menghentikan penyebaran Islam ? 

 “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya“.(QS. Ali Imran(3):54). 

Ya, hal ini benar-benar terbukti. Karena justru sejak tahun 2004 itu  makin banyak saja perempuan berjilbab di kota-kota Perancis. Menurut laporan banyak perempuan Perancis tertarik kepada ajaran Islam karena Islam ternyata sangat melindungi hak-hak perempuan. Jilbab yang dituduh merupakan cermin ketidak-bebasan perempuan sekaligus lambang superioritas laki-laki ternyata malah berfungsi melindungi perempuan dari gangguan dan keisengan laki-laki mata keranjang. Sejumlah perempuan barat yang biasa dididik untuk bekerja mencari nafkah hingga larut malam juga mulai merasakan betapa berat tugas mereka. Dengan ber-Islam mereka menyadari bahwa ternyata mencari nafkah adalah tugas laki-laki. 

Sementara itu saya juga dapat merasakan perubahan besar. 7 tahun lalu ketika kami tinggal di Paris hanya ada 1 supermarket besar yang menyediakan counter khusus daging halal. Namun sekarang bahkan di Pau, kota relatif kecil dimana kami tinggal, dengan mudah daging halal dapat  dijumpai. Saat ini di semua supermarket besar di kota ini telah menyediakan counter khusus halal. Daging sapi, daging ayam, kalkun, berbagai jenis daging asap, sosis, ayam panggang, nugget bahkan permen jelly dan ‘ pate’ sebagai bahan dasar pembuat pie siap jadipun ada ! 

Namun kabar yang paling mengejutkan adalah yang datang dari Eric Besson, sang mentri keimigrasian yang melempar isu debat nasional. Sejumlah tabloid melaporkan bahwa saat ini, duda berusia sekitar 45 tahun  ini sedang menjalin hubungan asmara dengan seorang gadis Tunisia Muslim! Ia adalah cucu mantan presiden Tunisia.     

Hubungan mereka kelihatannya serius. Karena dikabarkan mereka akan melangsungkan pernikahan dimusim panas 2010 ini. Dan yang juga cukup mengejutkan sang calon mempelai pria telah berjanji kepada nenek calon mempelai putri untuk memeluk Islam  sebelum menikah nanti … Allahuakbar .. 

Berdebar hati ini. Tiba-tiba saya teringat akan doa Rasulullah pada awal penyebaran Islam. Ketika itu Rasululah  memohon kepada Allah swt agar Islam diberi kekuatan dengan masuk Islamnya salah satu tokoh besar Quraisy, Umar Bin Khattab atau Amr bin Hisham yang dikemudian hari dikenal dengan sebutan Abu Jahal. Dan ternyata Allah swt memilih Umar. Sejak itulah banyak orang Quraisy yang mengikuti jejak Umar yang terkenal gagah berani itu untuk memeluk Islam. 

Tentu saja saya sama sekali tidak bermaksud membandingkan Besson dengan Umar bin Khattab, sang khalifah. Namun paling tidak fenomenanya. Akankah saya menjadi salah satu saksi peristiwa besar Islamnya Perancis ? Wallahu’alam .. ( Click :http://www.youtube.com/watch?v=1rHXT935Hac ).

Yang pasti Napoleon Bonaparte, pendiri Empirium Perancis (1769-1821 M) dalam  “Bonaparte et L’Islam” yang ditulis oleh Cherfils, pernah berkomentar : 

“Musa telah menerangkan adanya Tuhan kepada bangsanya, Yesus kepada dunia Romawi dan Muhammad kepada seluruh dunia…Enam abad sepeninggal Yesus bangsa Arab adalah bangsa penyembah berhala, yaitu ketika Muhammad memperkenalkan penyembahan kepada Tuhan yang disembah oleh Ibrahim, Ismail, Musa dan Isa. Sekte Arius dan sekte-sekte lainnya telah mengganggu kesentosaan Timur dengan jalan membangkit-bangkitkan persoalan tentang Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus. Muhammad mengatakan, tidak ada tuhan selain Allah yang tidak berbapa, tidak beranak dan “Trinitas” itu kemasukkan ide-ide sesat…Muhamad seorang bangsawan, ia mempersatukan semua patriot. Dalam beberapa tahun kaum Muslimin dapat menguasai separoh bola bumi… Muhammad memang seorang manusia besar. Sekiranya revolusi yang dibangkitkannya itu tidak dipersiapkan oleh keadaan, mungkin ia sudah dipandang sebagai “dewa”. Ketika ia muncul bangsa Arab telah bertahun-tahun terlibat dalam berbagai perang saudara”…..

Debat Identitas Nasional yang heboh itu telah ditutup pada 8 Februari lalu, dengan hasil GAGAL. Hasil perdebatan dikabarkan tidak sesuai dengan harapan pemerintah. Isu masalah imigran dianggap isu yang tidak bermutu. Karena saat ini hampir tidak mungkin ada seorangpun orang berdarah asli Perancis. Bahkan sang presidenpun, Nicholas Sarkozy adalah seorang keturunan Hongaria. Kakeknya berimigrasi ke Perancis ketika masih berusia 14 tahun. Jadi kelihatannya untuk sementara ini Islam ‘aman’ dari gangguan. Rasanya sulit di zaman sekarang ini bagi sebuah pemerintahan untuk berterus terang memusuhi Islam.  Yang harus diingat menjadi Muslim bukan berarti harus membenci dan membuang identitas dan kewarga-negaraan. Bangga sebagai Muslim sekaligus bangga sebagai warga Indonesia atau warga Perancis, mengapa tidak  ??

“ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal “. (QS. Al-Hujjurat (49):13).  

Ironisnya, tak sampai 24 jam kemudian, sebuah resto siap saji ala Amerika “Quick’ mengumumkan bahwa pihaknya membuka cabang baru yang menyediakan burger khusus daging halal !! Padahal pada tahun 2005 lalu, resto ayam KFC yang mengumumkan secara terbuka bahwa ayamnya adalah ayam halal, harus menerima teguran untuk tidak perlu mengumumkan hal tersebut secara terang-terangan.  Namun seperti yang telah diperkirakan, keputusan Quick ini memancing banyak protes.                       

Seolah tidak mau kalah, saya juga mendengar kabar ada sebuah resto Cina di Pau yang dapat memasak daging halal bila kita memesan sebelumnya. Yang dimaksud daging halal disini tidak hanya bukan daging babi saja tapi dipotongnyapun secara halal… Allahuakbar … 

Sungguh lega rasanya hati ini. Namun demikian saya tetap merasa sedih. Betapa tidak. Di sejumlah negri kafir orang berbondong-bondong memeluk Islam,  sementara di negri kita sendiri banyak orang yang mengaku Islam namun tidak menjalankan ajaran dengan baik. Kesyirikan, jilbab yang diabaikan, liberalisasi, sekulerisasi, pluralisasi bahkan pengabaian hadis masih saja terjadi. 

Dari Miqdam bin Ma’dikariba ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Hampir tiba suatu masa di mana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di atas katilnya, lalu disampaikan orang kepadanya sebuah hadis daripada hadisku maka ia berkata : “Pegangan kami dan kamu hanyalah kitabullah (al-Quran) saja. Apa yang dihalalkan oleh al-Quran kami halalkan. Dan apa yang ia haramkan kami haramkan”. Kemudian Nabi saw melanjutkan sabdanya: “Padahal apa yang diharamkan oleh Rasulullah saw samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan oleh Allah swt”. (Riwayat Abu Daud). 

Janji-Nya pasti benar dan akan terlaksana, menjelang akhir zaman ini Islam pasti bakal tersebar ke seluruh penjuru dunia, dengan atau tanpa partisipasi kita. Pertanyaannya bagaimana kita mensikapinya .. maukah kita memanfaatkan kesempatan yang ada dengan ikut berusaha menyebarkan ajaran-Nya atau hanya dengan diam menanti. Ini yang akan dicatat para malaikat dan menjadi bahan pertimbangan di peradilan akhirat nanti.

Wallahu’alam bishawab.

Pau – France, 20 Februari 2010.

Vien AM.

Makna Zakat

Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat – syarat yang telah ditentukan oleh agama, dan disalurkan kepada orang–orang yang telah ditentukan pula, yaitu delapan golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 :

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk  budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana .”

Zakat dalam bahasa Arab mempunyai beberapa makna :

Pertama, zakat bermakna At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan. Makna ini menegaskan bahwa  orang yang selalu menunaikan zakat karena Allah dan bukan karena ingin dipuji manusia, Allah akan membersihkan dan mensucikan baik hartanya maupun jiwanya. Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan  dan mensucikan  mereka  dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu  ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kedua, zakat bermakna Al-Barakatu, yang artinya berkah. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu membayar zakat, hartanya akan selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT, kemudian keberkahan harta ini akan berdampak kepada keberkahan hidup. Keberkahan ini lahir karena harta yang kita gunakan adalah harta yang suci dan bersih, sebab harta kita telah dibersihkan dari kotoran dengan menunaikan zakat yang hakekatnya zakat itu sendiri berfungsi  untuk membersihkan dan mensucikan harta.

Ketiga, zakat bermakna An-Numuw, yang artinya tumbuh dan berkembang. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya (dengan izin Allah) akan selalu terus tumbuh dan berkembang. Hal ini disebabkan oleh kesucian dan keberkahan harta yang telah ditunaikan kewajiban zakatnya. Tentu kita tidak pernah mendengar orang yang selalu menunaikan zakat dengan ikhlas karena Allah, kemudian banyak mengalami masalah dalam harta dan usahanya, baik itu kebangkrutan, kehancuran, kerugian usaha, dan lain sebagainya. Tentu kita tidak pernah mendengar hal seperti itu, yang ada bahkan sebaliknya.

Selama beraktivitas di Lembaga Amil Zakat, sampai saat ini penulis belum menemukan orang –orang yang rutin menunaikan zakat kemudian berhenti dari menunaikan zakat disebabkan usahanya bangkrut atau ekonominya bermasalah, bahkan yang ada adalah orang–orang yang selalu menunaikan zakat, jumlah nominal zakat yang dikeluarkannya dari waktu ke waktu semakin bertambah besar, itulah bukti bahwa zakat sebenarnya tidak mengurangi harta kita, bahkan sebaliknya. Memang secara logika manusia, dengan membayar zakat maka harta kita akan berkurang, misalnya jika kita mempunyai penghasilan Rp. 2.000.000,- maka zakat yang kita keluarkan adalah 2,5 % dari Rp. 2.000.000,- yaitu Rp 50.000,-. Jika kita melihat menurut logika manusia, harta yang pada mulanya berjumlah Rp.2.000.000,- kemudian dikeluarkan Rp. 50.000,- maka harta kita menjadi Rp. 1.950.000,-  yang berarti jumlah harta kita berkurang. Tapi, menurut ilmu Allah yang Maha Pemberi rizki, zakat yang kita keluarkan tidak mengurangi harta kita, bahkan menambah harta kita dengan berlipat ganda.  Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 39 :

“Dan sesuatu riba  yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka  itulah orang-orang yang melipat gandakan .”

Dalam ayat ini Allah berfirman tentang zakat yang sebelumnya didahului dengan firman tentang riba. Dengan ayat ini Allah Maha Pemberi Rizki menegaskan bahwa riba tidak akan pernah melipat gandakan harta manusia, yang sebenarnya dapat melipat gandakannya adalah dengan menunaikan zakat.

Keempat, zakat bermakna As-Sholahu, yang artinya beres atau keberesan, yaitu bahwa orang orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya akan selalu beres dan jauh dari masalah. Orang yang dalam hartanya selalu ditimpa musibah atau  masalah, misalnya kebangkrutan, kecurian, kerampokan, hilang, dan lain sebagainya boleh jadi karena mereka selalu melalaikan zakat yang merupakan kewajiban mereka dan hak fakir miskin beserta golongan lainnya yang telah Allah sebutkan dalam Al – Qur’an.

Pau – France, 15/02/2010.

Vien AM.

Sumber : http://www.rumahzakat.org/dinamycrzicontent.php?parent=SZ&id=68

Pegunungan Apennis adalah rantai pegunungan sepanjang 1000 km di Italia yang membentang dari Italia bagian utara hingga Italia bagian selatan. Secara geografis pegunungan ini dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu Apennis utara, Appenis Tengah dan Apennis Selatan. Di Appenis Selatan inilah berdiri 2 gunung berapi teraktif  di Eropa yaitu gunung Etna ( 3330 m) dan gunung Vesuvius ( 1281 m ).

Gunung Etna tercatat sebagai salah satu gunung paling berbahaya di dunia. Hampir setiap tahun gunung ini memperlihatkan kemarahannya dengan menumpahkan lahar merah panasnya. Bahkan hingga detik ini pemerintah Italia belum bisa mengendurkan pengawasannya terhadap kegiatan berbahaya gunung yang terletak di pulau Sisilia  itu.

Sementara gunung Vesuvius yang terletak di teluk Naples di pantai Tirrenia tercatat sebagai gunung paling terkenal di dunia karena akibat letusannya mampu mengubur kota Pompei dan sekitarnya plus ribuan penduduknya yang tidak berhasil menyelamatkan diri.  Ironisnya lagi, bekas dan sisa kejadian memilukan yang  terjadi pada tahun 79 M ini hingga kini masih dapat kita saksikan. Mayat-mayat bergelimpangan di seluruh penjuru kota dengan berbagai posisi mengerikan. Dari ekspresi wajahnya jelas tampak bahwa mereka ini meninggal dunia dalam keadaan menahan sakit luar biasa. Para peneliti menemukan fakta bahwa leher dan rongga pernafasan korban disesaki lumpur dan debu ! Astaghfirullahaladzim ..

( Youtube Pompei, The Lost City, click :  http://www.youtube.com/watch?v=gmwylbF3-CA&feature=related )

“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”.(QS.Ali-Imran (3):137).                

Masyarakat Romawi dibawah raja Nero Claudius pada awal Masehi adalah masyarakat pagan. Mereka menyembah dewa dewi seperti Isis, Eleusis dan Mithras. Nero sendiri diangkat sebagai raja pada tahun 54 M pada usia 17 tahun.. Ia dikenal sebagai raja yang amat kejam. Bahkan kakak tiri dan ibunya sendiri dikabarkan dibunuh atas perintahnya ! Nero juga adalah raja yang mempopulerkan adu antara manusia dengan singa sebagaimana film The Gladiator yang mengerikan itu. Ironisnya, ia sendiri meninggal bunuh diri karena khawatir dibantai rakyatnya. Ini terjadi ketika militer melakukan kudeta terhadap kekuasaannya pada tahun 68 M.      

Yerusalem sebelum datangnya nabi Isa as.

Yerusalem di bawah kekuasan nabi Daud dan nabi Sulaiman  ( King Solomon) pada 1000 SM berada pada masa puncak kejayaan Yahudi. Sayang masa keemasan kerajaan ini hanya berlangsung tidak lebih dari 80 tahun saja. Setelah nabi Sulaiman wafat, kerajaan terpecah-pecah dibawah para raja yang zalim. Mereka tidak lagi mau mentaati dan menjadikan bekas raja mereka yang sholeh itu sebagai panutan. Perintah Allah yang tertulis pada kitab suci Taurat yang dibawa nabi Musa as tidak dijalankan dengan baik. Bahkan sebagian besar ayat-ayat tersebut mereka sembunyikan dan diputar balikan.

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya dikala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)?”….”.(QS. Al-An’am(6):91).

Akibatnya pertolongan Allahpun menjauh. Yerusalem kini menjadi bulan-bulanan para penguasa asing yang datang menjajah mereka.  Syria, Assyria, Babylon, Mesir dan  Romawi adalah diantaranya. Bahkan orang-orang Yahudi ini beberapa kali harus mengulangi sejarah pahit sebagai budak belian, persis seperti ketika mereka berada dibawah kekuasaan Fir’aun di Mesir pada masa nabi Musa as. Mereka hidup sebagai budak di negrinya sendiri, dibawa ke berbagai negri yang menjajahnya sebagai budak atau dipaksa pergi meninggalkan negrinya dan hidup terlunta-lunta. Inilah yang di kemudian hari dikenal dengan istilah Diaspora.

Bahasa Aramaic, bahasa asli bangsa Yahudi juga terkena dampaknya. Sedikit demi sedikit bahasa ini punah digantikan oleh bahasa Yunani. Ironisnya, kitab Tauratpun tak bisa mereka pertahankan dalam bahasa aslinya. Kitab ini diterjemahkan kedalam bahasa Yunani, diutak atik dan diubah disana sini hingga akhirnya jauh dari aslinya.      

Setelah beberapa ratus tahun berlalu, bangsa Yahudi akhirnya dapat kembali dan berkumpul di Yerusalem. Dengan sangat antusias mereka kembali mendirikan tempat peribadatan yang dulu sempat dihancurkan para penguasa. Ajaran Yahudi kembali dihidupkan walaupun sebenarnya telah mengalami penyimpangan. Namun tak lama   kemudian Yerusalem jatuh ke tangan kekaisaran Romawi. Pada masa inilah ajaran Yunani yang pagan masuk kedalam ke ajaran Yahudi. Karena penguasanya ketika itu memang memerintahkan hal tersebut.

Tentu saja para ulama dan penganut fanatik Yahudi memberontak. Namun dengan tangan besi mereka ini ditangkapi dan dikucilkan. Bahkan dibawah raja Herod I, raja Yahudi penguasa Yerusalem yang diangkat Romawi, mengeluarkan perintah agar seluruh anak lelaki Yahudi yang berumur dibawah 2 tahun dibasmi. Ini dilakukannya agar Romawi tetap memberinya kepercayaan sebagai penguasa Yerusalem. Herod I memegang tampuk pemerintahan tertinggi antara tahun 37 SM hingga  4 M.

Pada masa inilah Allah swt mengutus nabi Isa as ke kota Yerusalem. Ia diutus kepada  bangsa Yahudi agar mereka kembali ke jalan yang lurus. Yang menjadi raja Yerusalem ketika itu adalah pengganti Herode I yaitu Pontius Pilate yang naik tahta karena ditunjuk Romawi. Dibawah kekuasaannya bangsa Yahudi benar-benar mengalami penderitaan berat. Siapapun yang menentang kebijaksanaan Romawi harus dibunuh dengan cara disalib atau dibakar hidup-hidup !

Nabi Isa as dengan susah payah mengingatkan kaumnya agar tetap bertahan dan menyembah hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah swt. Namun hingga akhir hayatnya murid setianya hanya 12 orang. Itupun salah satunya mengkhianatinya. Nabi Isa  dijebak dan difitnah hingga akhirnya penguasa menangkap dan memutuskan bahwa beliau harus dihukum salib. Namun atas izin-Nya Isa as diselamatkan-Nya dari kematian yang hina tersebut. Peristiwa ini terjadi pada tahun 33 M.     

“ dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa.(QS. An-Nisa (4):157).

Meletusnya Gunung Vesuvius.

Hingga wafatnya nabi Isa as tidak berhasil mengajak kaumnya ke jalan yang benar. Baik penduduk Yerusalem maupun penduduk Romawi, keduanya sama. Mereka bergelimang dalam kesesatan. Ritual dan penyembahan dewa dewi terjadi dimana-mana. Akhlak merekapun sungguh bejat. Perebutan kekuasaan, fitnah, saling bunuh dan kemaksiatan terus saja terjadi. Sementara pengikut nabi Isa yang hanya sedikit itupun terus diburu dan dibunuh. Murkakah Sang Khalik akan hal tersebut ??

Sejarah mencatat bahwa pada masa kekuasaan raja Nero, yaitu pada tahun 62 M terjadi gempa hebat di kota Pompei dan sekitarnya. Sejak itu gempa terjadi hampir  setiap tahun dan mengakibatkan kerusakan yang tidak sedikit. Ketika itu belum diketahui apa penyebabnya. Selanjutnya pada suatu malam ditahun 64 M, terjadi kebakaran besar di kota Roma. Kebakaran hebat yang hanya menyisakan 4 dari 14 distrik Roma ini berlangsung hingga 6 hari tujuh malam.    

Puncaknya adalah bulan Agustus tahun 79 M. Sumur-sumur dan sumber air mengering. Disusul dengan terjadinya gempa selama 4 hari yang makin lama makin kuat. Kemudian tepat satu hari sebelum Vulcanalia, perayaan hari besar dewa api Yunani, terjadi letusan hebat gunung Vesuvius yang terletak tidak jauh dari Naples. Letusan ini didahului dengan terjadinya hujan batu runcing hingga menutupi permukaan tanah Pompei setebal 2.8 m.  Ini terjadi hanya dalam waktu 2 jam yaitu pukul 18.00 hingga 20.00 !.

Setelah itu baru keluar awan panas yang membakar apa saja yang ditemuinya. Gunung Vesuvius meletus. Debu super tebal berterbangan dan mengubur habis kota Pompei, Herculanum, Oplontis dan Stabies berikut penduduknya  yang tidak mempunyai kesempatan untuk menyelamatkan diri. 

Dan hingga detik ini atas kehendak-Nya kita dapat menyaksikan Pompei yang diselimuti debu dan lumpur tebal berikut jasad-jasad dengan berbagai posisi  masih utuh ditempatnya. Betulkah ini azab Allah swt ? Wallahu’alam ..

 “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai `Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”. Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong”. (QS.Ali Imran (3):55-56).

Lalu bagaimana pula dengan berbagai bencana yang akhir-akhir ini terus bermunculan di sekitar kita. Apakah ini tanda-tanda  kemurkaan-Nya?  Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang lalai terhadap ayat-ayat-Nya apalagi mengingkarinya .. Astaghfirullahaladzim ..  

Lebih ironis lagi, ratusan tahun kemudian kitab yang dibawa nabi Isa as ( Injil) malah disatukan dengan Taurat yang jelas-jelas sudah diselewengkan itu. Taurat dinamakan perjanjian lama dan Injil disebut perjanjian baru. 

Wallahu’alam bishawab.

Pau – France, 11 Februari 2010.

Vien AM.

GATRA.com – PERBINCANGAN seputar hukum makan kepiting pada masyarakat Islam Indonesia selama ini terasa setengah hati dan kontroversial. Banyak yang bertanya, tapi dapat jawaban sekenanya. Ada yang yakin hukumnya haram, halal, atau makruh, tapi tidak dilengkapi kajian memadai. Nelayan di Ujung Pangkah, Gresik, Jawa Timur, misalnya, juga mengakui bahwa soal ini masih simpang-siur. Namun berdasarkan pengalaman seadanya, mereka memilih berpendapat halal.

“Di sini hampir sembilan puluh persen nelayan memilih halal,” kata Haji Nur Arifin, seorang nelayan. “Sepengetahuan saya, kepiting hanya hidup di air,” Arifin menambahkan. Berbeda dengan pendapat KH Mutawakil Alalloh yang memandang kepiting haram dimakan. Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur, ini beralasan, kepiting bisa hidup di darat dan air (amfibi). Ia menganalogkan dengan haramnya katak yang juga binatang amfibi. “Untuk lebih hati-hati, saya memilih haram,” katanya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) diam-diam melakukan kajian lebih teliti untuk merumuskan fatwa halal-haramnya kepiting. Ketua MUI Prof. Dr. Umar Shihab mengemukakan itu dalam Muktamar VIII Alkhairaat di Palu, Senin pekan lalu. Sebenarnya Umar hanya memaparkan lembaga MUI secara umum. Ketika dijelaskan bahwa MUI mempunyai Komisi Fatwa ada hadirin yang bertanya fatwa terbaru MUI. “Paling akhir, Komisi Fatwa memutuskan fatwa tentang kepiting,” jawab Umar.

Rupanya, kajian kepiting ini disebabkan membanjirnya produk berbahan baku kepiting yang mengajukan sertifikasi halal ke Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) – MUI. “Kami ragu hukum kepiting, karena di masyarakat masih ada silang pendapat, maka kami tanyakan ke Komisi Fatwa,” kata Osmena, Wakil Sekretaris LPPOM. Maka, 29 Mei lalu, Komisi Fatwa mengundang Prof. Dr. Hasanuddin AF, Dekan Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Jakarta, untuk presentasi makalah berjudul “Kepiting: Halal atau Haram?”

Dalam makalahnya, Hasanuddin menyebutkan tiga patokan untuk menyatakan halal atau haramnya makanan. Pertama, ada dalil berupa nash (Al-Quran atau hadis) yang menyatakan makanan itu halal. Kedua, ada nash yang menyatakan haram. Ketiga, tidak ada nash yang menyatakan haram atau halal. Makanan yang dinyatakan halal oleh nash, antara lain, binatang laut. “Semua jenis binatang laut hukumnya halal kecuali yang mengandung racun dan membahayakan jasmani rohani kita,” tulis Hasanuddin.

Hasanuddin merujuk Al-Quran surah Al-Maidah ayat 96: “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut, sebagai makanan yang lezat bagimu …” Hadis riwayat Abu Hurairah juga menyebutkan bahwa Rasulullah bersabda, “Laut itu airnya suci dan bangkainya halal.” Sedangkan makanan yang ditetapkan haram oleh nash antara lain bangkai, darah, dan daging babi (Al-Maidah ayat 3). Hadis riwayat Ahmad bin Hanbal mengecualikan, ada dua bangkai (ikan dan belalang) dan dua darah (hati dan limfa) yang halal.

Ada lagi makanan yang dinyatakan haram berdasarkan hadis. Misalnya, hadis riwayat Muslim melansir pernyataan Ibnu Abbas bahwa Rasulullah mengharamkan setiap binatang buas yang bertaring dan jenis burung yang bercakar tajam. Bagaimana dengan makanan yang didiamkan nash: tidak diharamkan dan tidak dihalalkan? Hasanuddin mengacu pada kaidah bahwa hukum dasar segala sesuatu adalah halal, selama tidak ada nash yang mengharamkan.

Kaidah itu disarikan dari surah Al-Baqarah ayat 29, “Dialah Allah yang menciptakan segala yang ada di bumi ini untuk kalian semua.” Serta dari hadis riwayat Ibnu Majah dan Turmuzi, “Halal adalah apa yang dihalalkan Allah dalam kitab-Nya, haram adalah yang diharamkan Allah dalam kitab-Nya, sedangkan apa yang tidak dinyatakan halal atau haram, maka itu termasuk yang dimaafkan untuk kalian makan.” Di sinilah Hasanuddin menempatkan hukum kepiting.

“Kepiting termasuk binatang yang tidak ditegaskan oleh nash tentang halal atau haramnya,” tulis Hasanuddin. Maka ketentuan hukumnya kembali kepada hukum asal segala sesuatu yang pada dasarnya adalah halal –sepanjang tidak berdampak buruk bagi jasmani dan rohani. Hasan menyarankan dilakukan uji laboratorium untuk memastikan apakah kepiting aman dikonsumsi atau tidak. Makalah guru besar ushul fikih ini mengundang perdebatan baru tentang hukum makhluk amfibi.

Argumen mereka yang menilai kepiting haram adalah karena statusnya yang diduga amfibi. Pandangan demikian banyak dipegangi ulama pesantren penganut mazhab Syafi’iyah. “Di madrasah-madrasah Alkhairaat, baik aliyah, tsanawiyah, maupun ibtidaiyah, selalu diajarkan bahwa binatang yang hidup di dua alam hukumnya haram,” kata Ketua Pengurus Besar Alkhairaat Prof. Dr. Huzaimah Tahido.

Ketua Komisi Fatwa KH Makruf Amin dan beberapa anggota komisi seperti KH Ghozali Masruri juga cenderung ke pendapat itu. Kiai Makruf menyitir kitab Nihayatul Muhtaj karya Imam Romli yang menyebutkan bahwa makhluk yang bisa hidup langgeng (hayyan daiman) di air dan darat hukumnya haram. “Kitab-kitab fikih Syafi’iyah kebanyakan menyatakan begitu, dan kitab Nihayah ini yang paling tegas,” kata Makruf. Ibnu Arabi, menurut Hasanuddin, juga berpendapat demikian.

Namun Hasanuddin menandaskan bahwa pendapat yang mengharamkan makhluk amfibi tidak memiliki dasar yang kuat dalam nash. “Lagi pula apa hubungannya antara halal-haram dengan kondisi bisa hidup di laut dan di darat?” tanya Hasanuddin. Menurut guru besar Fakultas Syari’ah IAIN Surabaya, Prof. Syechul Hadi Permono, ajaran bahwa makhluk amfibi itu haram bukan berasal dari Al-Quran, melainkan dari agama Yahudi.

Perdebatan internal ahli agama ini kemudian dikonfrontasikan dengan penjelasan pakar kepiting dari Institut Pertanian Bogor (IPB). MUI menghadirkan Dr. Sulistiono dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, 15 Juni lalu. Ia membawa makalah berjudul “Eko-Biologi Kepiting Bakau”. Pembantu Dekan III FPIK ini membatasi bahasan pada jenis kepiting yang banyak dikenal masyarakat. Di Indonesia ada 2.500-an spesies, sementara di dunia lebih dari 4.500 spesies.

Dari ribuan spesies itu, ada tiga jenis kepiting yang dikenal masyarakat Indonesia. Pertama, rajungan, yang hidup di perairan laut. Kedua, kepiting kecil yang hidup di darat, biasa dipakai makanan ternak. Ketiga, kepiting yang hidup di tambak air payau, sering disebut kepiting tambak atau kepiting bakau. Masyarakat mengenal kepiting tambak ini hanya satu jenis. “Bentuknya memang persis sama tapi sebenarnya ada empat jenis,” kata Sulistiono.

Keempatnya paling banyak dikonsumsi masyarakat karena dagingnya yang enak. Empat jenis kepiting itu adalah Scylla serrata, Scylla paramamosain, Scylla tranquebarica, dan Scylla olivacea. Ada dua hal untuk membedakan keempatnya, yaitu duri yang ada di sikut dan duri di dahinya (lihat tabel ciri-ciri). Menurut Sulistiono, dari keempat jenis itu, yang paling banyak dikonsumsi adalah Scylla serrata dan Scylla tranquebarica. “Di daerah Cilacap, Scylla tranquebarica ini sudah menjadi makanan sehari-hari,” katanya.

Sulistiono memastikan bahwa kepiting bukan hewan amfibi seperti katak. Katak bisa hidup di darat dan air karena bernapas dengan paru-paru dan kulit. Kepiting hanya bernapas dengan insang. Kepiting memang bisa tahan di darat selama 4-5 hari, kata Sulistiono, karena insangnya menyimpan air, sehingga masih bisa bernapas. “Tapi kalau tidak ada airnya sama sekali, akan terjadi evaporasi, akhirnya akan mati. Jadi, kepiting tidak bisa lepas dari air,” kata Sulistiono kepada Tata Haidar Riza dari Gatra.

Komisi Fatwa MUI akhirnya menetapkan empat jenis kepiting itu halal karena jenis binatang air. “Di luar itu, kami akan teliti lagi status hukumnya,” kata Kiai Makruf. Sulistiono juga belum bisa memastikan jenis yang lain. “Selain keempat jenis itu, saya nggak tahu pasti. Yang jelas, jenisnya buanyak sekali, tapi penelitiannya masih sedikit,” katanya. Bahkan untuk kepiting jenis pemakan kelapa, MUI belum memutuskan statusnya. Yang pasti, kepiting jenis beracun dinyatakan haram.

Sampai akhir pekan lalu, MUI belum mengeluarkan fatwa tertulis. “Kami masih menunggu kelengkapan data tentang ciri-ciri spesies yang halal dan yang beracun dari pakarnya,” kata Sekretaris Komisi Fatwa, Maulana Hasanuddin. MUI kemudian akan menyebarkannya ke masyarakat.

[Asrori S. Karni, Amran Amier (Palu), dan Rachmat Hidayat (Surabaya)]
[Agama, GATRA Nomor 34 Beredar 08 Juli 2002]  

Dikutip dari :

http://www.mail-archive.com/fupm-ejip@usahamulia.net/msg00128.html

********************************************************

Older Posts »