Feeds:
Posts
Comments

Friedrich Leopold Goltz seorang filosofi Jerman, suatu hari pernah melakukan percobaan dengan menggunakan seekor katak. Katak tersebut dimasukkan ke dalam panci berisi air bersuhu sedang, tidak panas tidak dingin. Selanjutnya pancipun dipanaskan.

Suhu bergerak naik perlahan, katak tetap nyaman dalam posisinya terendam air yang terus menghangat. Hingga pada suhu tertentu ketika air mulai mendidih sang katak mulai merasa kegerahan tapi ia tetap bertahan. Akhirnya ketika ia sudah tak tahan lagi iapun berusaha meloncat ke luar. Namun ada daya energinya ternyata telah habis terpakai demi menyesuaikan diri dengan panas air yang melingkupinya. Maka sang katak malangpun akhirnya mati. Inilah yang dinamakan teori katak rebus.

Teori ini di kemudian hari digunakan untuk menggambarkan orang yang merasa aman dan nyaman dalam keterancaman masa depan, yang merasa tenang-tenang saja meskipun lingkungan telah rusak dan terus bertambah rusak saja, tidak sadar bahwa dirinya telah larut dan hanyut di dalam kerusakan tersebut. Akibatnya hilanglah kesensitivitasan diri yang seharusnya  dapat menjadi tolak ukuran kebenaran. Berbagai isu negative yang datang menerjang tidak dapat lagi dirasakan kejanggalannya.

Baca juga : http://vienmuhadi.com/2014/11/19/pengosongan-kolom-agama-pada-ktp/

Ini tampaknya yang sedang terjadi di republik tercinta ini.  Dimulai dari balita yang sejak dini sudah terbiasa bermain game tanpa batas waktu dan aturan, murid SD yang suka menyontek namun didiamkan, murid SMP SMA yang tawuran bahkan  tentara dan bapak-bapak terhormat anggota MPR DPR yang hobby berkelahi. Belum lagi masalah keluarga dimana kedua orang-tuanya sibuk bekerja mencari uang hingga anak-anak terbengkalai khususnya ahlak dan agamanya, juga perzinahan dan korupsi yang makin meraja-lela.

Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud No. 3745)

Ucapan rasulullah saw 15 abad  silam makin terasa kebenarannya. Ya, umat Islam saat  ini makin cinta dunia, secara berlebihan. Demi menjadi kaya, sukses, maju dan terkenal orang tak lagi peduli bagaimana cara mendapatkannya. Ayat-ayat Al-Quran tidak lagi dijadikan pegangan bahkan ketika memilih pemimpin, padahal pemimpin dalam Islam adalah kunci keberhasilan bangsa.

Maka beginilah hasilnya, pemimpin bangsa yang terpilih adalah hasil pilihan rakyat yang juga kurang mempedulikan kitab sucinya. “Kita bukan Negara Islam”, begitu alasannya. Sangat kentara bahwa sekulerisme telah merasuki jiwa sebagian umat. Para ulama dan uztad/uztadazah yang sebelum pemilu telah berjuang keras mengingatkan rakyat hanya bisa mengelus dada. Padahal imbauan diberikan bukannya tanpa dasar, diantaranya sebagai berikut:

Pertama, bila Jokowi yang pada saat sebelum pemilu adalah gubernur DKI, terpilih menjadi R1, maka konsekwensinya wakil gubernur dipastikan bakal menggantikan posisi Jokowi. Dan wakil tersebut tak lain adalah Ahok seorang yang bukan saja non Muslim namun juga sering tidak pro terhadap Islam dan tabiatnya buruk meskipun mungkin lurus, ini yang hilang dari sebagian politikus Muslim. Tetapi ini tetap perlu pembuktian.

( Baca juga : http://vienmuhadi.com/2014/10/21/fpi-menyerang-ahok-melawan/ )

Dari mulutnya keluar pernyataan “ Ini gara-gara miras tidak dilegalkan. Coba kalau dilegalkan tidak perlu mereka membuat oplosan yang akhirnya merenggut nyawa mereka !”, “ Banyak orang butuh miras, turis juga butuh itu”. Tanggapan ini berkaitan dengan ditemukannya korban akibat miras oplosan.

Kedua, PDIP yang merupakan partai utama pendukung Jokowi dipenuhi orang non Muslim. Artinya, bagi non Muslim, pantas bila mereka memilih Jokowi. Namun bagi Muslim ? Apalagi di partai tersebut ada dedengkot Syiah Jalaludin Rahmat yang sering terang-terangan mengolok-olok Aisyah istri Rasulullah yang paling dicintai sekaligus ibu bagi kaum Muslimin, umirul mukminin, disamping para sahabat Muhajirin dan Anshar.

“ Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.  … “(QS. Al-Ahzab(33):6).

“ Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan mela`natinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan”.(QS. Al-Ahzab(33):57).

Maka tak heran bila belakangan ini datang berita tentang masuknya ratusan imigran gelap yang mengaku datang dari Afganistan untuk mencari suaka. Mereka menyerbu Balikpapan dan kota-kota besar di bagian timur lainnya. Namun anehnya mereka datang tanpa istri dan anak-anak mereka. Badan mereka tegap-tegap layaknya militer. Apa tujuan pendatang gelap yang ternyata Syiah itu ??? Akankah orang-orang ini ingin menjadikan negri tercinta ini Suriah jilid 2?? Bila menyiksa diri di hari Asyura saja sudah terbiasa apalagi hanya membantai orang yang tidak sefaham?? Nau’dzubillah min dzalik …

http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2014/12/05/34461/pengakuan-aparat-imigran-bisa-naik-pesawat-teriak-ya-husein-ya-husein.html#.VIWIG9KUde4 

Juga wacana bahwa PTI ( Perguruan Tinggi Islam) yang tadinya berada di bawah pengawasan Departemen Agama akan dipindahkan kebawah  Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Pemindahan ini ditengarai berpotensi bakal meng-sekuler-kan ilmu-ilmu Islam. Ini berpotensi PTI akan disamakan dengan studi Islam, sebuah fakultas yang  sifatnya hanya sekedar mempelajari ilmu ke-Islam-an bukan atas dasar keyakinan dan keimanan yang harusnya merupakan ciri khas PTI.

http://www.republika.co.id/berita/koran/khazanah-koran/14/11/26/nfmxhb-pemindahan-perguruan-tinggi-islam-tak-bermanfaat 

Berita miring juga datang dari metri Pendidikan Anies Bawesdan. Pria ganteng pintar nan simpatik yang digandrungi banyak ibu-ibu ini mempermasalahkan doa pembuka dan penutup di sekolah yang dinilai sebagai promosi agama tertentu, Islam tentunya.

http://news.detik.com/read/2014/12/01/161654/2764309/10/mendikbud-anies-sekolah-negeri-promosikan-sikap-berketuhanan-yang-maha-esa

Hmm, aneh bin ajaib sejak kapan doa dianggap sebagai promosi agama yaa. Rasanya semua orang pasti tahu bahwa doa adalah komunikasi kepada Tuhannya. Kecuali mungkin bagi orang-orang JIL Sepilis dan Paramadina pimpinan pak Anies yang beberapa waktu lalu mendatangkan rabbi Yahudi untuk memperkenalkan Yahudi. Rabbi ini mengatakan bahwa Tuhannya telah menjanjikan tanah Palestina khusus bagi umat Yahudi. Nah apakah bukan ini yang namanya promosi?? Sementara negara-negara Barat saja sejak beberapa bulan terakhir berbondong-bondong mengakui Palestina sebagai negara di tanah tersebut.

Tak urung uztad Yusuf Mansur melalui tweetnya uring-uringan menanggapi hal tersebut. Namun segera pak mentripun bereaksi, mengatakan bahwa beliau tidak bermaksud demikian. Atas reaksi tersebut muncul kemudian teori Water Test yang diperkirakan digunakan rezim yang baru beberapa bulan ini memerintah. Yaitu melontarkan pemikiran kontroversial, bila tidak ada reaksi maka pemikiran akan  ditindak-lanjuti. Sebaliknya bila terjadi reaksi negative maka mereka mengatakan telah terjadi kesalahan komunikasi … Hmm …

Umat Islam negri ini tampaknya benar-benar sedang dicoba. Kerusakan agama sejatinya adalah kerusakan terbesar dalam hidup ini. Mari kita segera bertobat karena sesungguhmya kerusakan terjadi karena kesalahan kita sendiri. Mengapa Indonesia yang mayoritas Muslim bisa memilih pemimpin yang tidak menjunjung tinggi ayat-ayat Al-Quran.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.(QS.Ar-Ruum(30:41).

Ini yang akan menyebabkan ridho Allah swt tak akan datang. Mungkinkah ini cara Sang Khalik untuk memisahkan dan menunjukkan mana orang munafik dan mana Muslim sejati?? Untuk mengetahui mana Muslim yang kaffah, yang benar-benar mau menjadikan ayat-ayat Al-Quranul Karim sebagai pegangan, memperjuangkannya kemudian bersabar dan yakin bahwa pertolongan Allah swt pasti akan datang.

Inilah saatnya umat Muslim harus keluar dari panci panas yang makin lama makin mendidih tanpa kita menyadari sebagaimana teori katak di awal tulisan di atas. Kita harus bersatu, bergandengan tangan sebelum energi kita habis tuntas terpakai untuk menyesuaikan dengan panas yang makin menggila. Mari kita berjuang sesuai kemampuan kita, setiap diri pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, tapi kita bisa saling mengisi kelebihan dan kekurangan tersebut.

Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Ingatlah berbagai pertolongan yang datang pada saat-saat kritis. Kisah Rasulullah bersama Abu Bakar di gua Tsur, kisah Rasulullah dilempari dan diusir dari Thaif, kisah nabi Musa yang dikejar Firaun dan pasukannya, kisah nabi Ibrahim yang dibakar dll.

Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ( Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya … “. (QS. At-Taubah(9):40).

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (QS. Al-Insyiraah(94) :5).

Ya Allah tolonglah kami keluar dari kesulitan ini, aamiin YRA

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 12 Desember 2014.

Vien AM.

Lembaran kertas benar-benar telah mengubah dunia. Kertas telah membuat ilmu pengetahuan dan peradaban manusia berkembang begitu cepat, secepat kilat. Cendekiawan Muslim, Ziauddin Sardar, menyatakan, pembuatan kertas pada masa kejayaan kekhalifan Islam merupakan peristiwa paling revolusioner dalam sejarah manusia. ”Pembuatan kertas juga merupakan tonggak penting dalam sejarah peradaban manusia,” ungkap Sardar dalam bukunya berjudul Kembali ke Masa Depan. Umat Islam berperan besar dalam proses pembuatan kertas. Bayangkan, jika kertas tak diproduksi umat Islam. Pastilah, ilmu pengetahuan dan teknologi tak berkembang pesat, seperti saat ini.

Meski penggunaan kertas mulai menyusut di era digital ini, namun kertas telah berjasa mengantarkan manusia memasuki zaman cyber. Jauh sebelum kertas ditemukan, manusia kuno mengungkapkan perasaannya di atas batu dan tulang belulang. Menulis di atas batu telah dilakukan bangsa Sumeria sejak 3.000 tahun SM. Orang-orang Chaldea dari Babylonia Kuno menulis di tanah liat.

Bangsa Romawi menggunakan perunggu untuk mencatat. Pada Abad ke-9 SM, buku-buku besar tersusun dari lembaran-lembaran kayu telah dipakai sebelum masa Homer. Masyarakat Mesir kuno, menggunakan papirus untuk menulis dan menggambar. Papyrus sudah menyerupai kertas, dari kata itu pula orang Barat mengenal paper (kertas).

Papirus merupakan tanaman yang tinggi tangkainya mencapai 10 hingga 15 kaki. Tangkainya berbentuk segi tiga secara bersilangan dan di sekeliling dasarnya tumbuh beberapa daun yang berserabut pendek. Kertas orang Mesir (papyrus) itu telah berkembang dengan pesat pada abad ke-3 SM hingga 5 SM. Penggunaan papyrus mulai terkikis ketika bangsa Mesir mulai beralih ke kulit binatang.

Kali pertama, kertas ditemukan di Cina pada era kekuasaan Kaisar Ho-Ti dari Dinasti Han. Konon, menurut sejarah lama Cina, cikal-bakal pembuatan kertas mulai dikembangkan seorang pejabat pemerintah bernama Ts’ai Lun pada tahun 105 M. Meski begitu, banyak pula yang meragukan Ts’ai Lun sebagai penemu kertas.

”Meski dokumen-dokumen sejarah lama Cina secara hati-hati dan eksplisit menyebut Ts’ai Lun sebagai penemu kertas. Namun, pastinya ide dan produk kertas tak muncul secara serta merta,” papar Sukey Hughes dalam buku Washi The World of Japanese Paper. Terlebih, peradaban Cina sudah mulai mengenal kertas sejak tahun 100 SM. Kertas yang dibuat Tsiau Lun berasal dari kulit pohon murbei.

Selain peradaban Cina, konon bangsa India pun pada tahun 400 M sudah mulai mengenal kertas. Lalu sejak kapan peradaban Islam mulai akrab dengan kertas? Menurut Sardar, pertama kali kertas diperkenalkan ke dunia Islam pada abad ke-8 M di Samarkand, Irak. Teknologi industri kertas mulai berkembang pesat di dunia Islam, setelah terjadinya Pertempuran Talas pada 751 M.

Kaum Muslim berhasil menawan orang Cina yang ulung membuat kertas. ”Para tahanan itu segera diberi fasilitas untuk memperlihatkan keterampilan mereka,” papar Sardar. Sayangnya, proses pembuatan kertas yang diperkenalkan orang-orang Cina itu tak bisa dilajutkan, lantaran tak ada kulit pohon murbei di negeri Islam.

Para sarjana Muslim pun memutar otak. Sebuah terobosan spektakuler akhirnya tercipta. Mereka memperkenalkan penemuan baru dan inovasi yang mengubah keterampilan membuat kertas menjadi sebuah industri. Kulit pohon murbei diganti dengan pohon linen, kapas, dan serat.

Selain itu, para sarjana Islam pun memperkenalkan bambu yang digunakan untuk mengeringkan lembaran kertas basah dan memindahkan kertas ketika masih lembab. Inovasi lainnnya proses permentasi untuk mempercepat pemotongan linen dan serat dengan menambahkan pemutih atau bahan kimiawi lainnya.

Proses pembuatan kertas juga menggunakan palu penempa besar untuk menggiling bahan-bahan yang akan dihaluskan. Awalnya, proses ini melibatkan para pekerja ahli. Namun, seiring ditemukannya kincir air di Jativa, Spanyol pada 1151 M, palu penempa tak lagi digerakkan tenaga manusia. Sejak itu penggilingan bahan-bahan menggunakan tenaga air.

Tak lama kemudian, orang-orang Muslim memperkenalkan proses pemotongan kertas dengan kanji gandum. Proses ini mampu menghasilkan permukaan kertas yang cocok untuk ditulis dengan tinta. Sejak saat itu, industri kertas menyebar dengan cepat ke negeri-negeri Muslim.

Percetakan kertas pertama di Baghdad didirikan pada tahun 793 M, era Khalifah Harun Al-Rasyid dari Daulah Abbasiyah. Setelah itu, pabrik-pabrik kertas segera bermunculan di Damskus, Tiberia, Tripoli, Kairo, Fez, Sicilia Islam, Jativa, Valencia, dan berbagai belahan dunia Islam lainnya.

Wazir Dinasti Abbasiyah, Ja’far Ibnu Yahya, mulai mengganti parkemen dengan kertas di kantor-kantor pemerintahan. Pada abad ke-10, berdiri pabrik kertas yang mengapung di Sungai Tigris. Kertas pun begitu populer di dunia Islam dari India sampai Spanyol.

Saking populernya kertas, seorang petualang Persia pada 1040 mencatat: Di Kairo para pedagang sayuran dan rempah-rempah sudah menggunakan kertas untuk membungkus semua dagangannya. Padahal, pada saat itu Eropa sama sekali belum mengenal kertas. Eropa yang tengah dicengkram kegelapan masih memakai parkemen.

Orang Barat baru mengenal kertas beberapa ratus tahun setelah orang Muslim menggunakannya. Pabrik kertas pertama di Eropa dibangun pada 1276 M di Fabrino, Italia. Seabad kemudian, berdiri pabrik kertas di Nuremberg Jerman. Barat mempelajari tata cara membuat kertas, setelah Kristen menginvasi Spanyol Islam. Setelah kejayaan Islam redup, Barat akhirnya mendominasi industri kertas.

Kertas dan Revolusi Budaya

”Produksi kertas tak hanya memberi rangsangan luar biasa untuk menuntut ilmu, tetapi membuat harga buku semakin murah dan mudah diperoleh. Hasil akhirnya adalah revolusi budaya,” cetus Cendekiawan Muslim, Ziauddin Sardar.

Menurut dia, produksi buku dalam skala yang tak pernah terjadi sebelumnya membuat konsep ilmu bertransformasi menjadi sebuah praktik yang benar-benar distributif.

Bermunculannya industri kertas pada era kejayaan Islam juga telah melahirkan sejumlah profesi baru. Salah satunya adalah warraq. Mereka menjual kertas dan berperan sebagai agen. Selain itu, warraqin juga bekerja sebagai penulis yang menyalin berbagai manuskrip yang dipesan para pelanggannya. Mereka juga menjual buku dan membuka toko buku.

Menurut Sardar, sebagai agen, warraqin juga sering membuat sendiri kertas untuk mencetak buku. Sebagai penjual buku, warraqin mengatur segalanya, mulai dari mendirikan kios di pinggir jalan hingga toko-toko besar yang nyaman jauh dari debu-debu pasar. Kios-kios buku itu umumnya berdiri di jantung kota-kota besar, seperti Baghdad, Damskus, kairo, Granada, dan Fez.

Seorang sarjana Muslim, Al-Yaqubi dalam catatannya mengungkapkan pada abad ke-9, di pinggiran kota Baghdad terdapat tak kurang dari 100 kios buku. Di toko-toko buku besar, kerap berlangsung diskusi informal membedah buku. Acara itu dihadiri para penulis dan pemikir terkemuka.

Sardar menuturkan, salah satu toko buku terkemuka dalam sejarah Islam adalah milik Al-Nadim (wafat 990 M). Dia adalah seorang kolektor buku pada abad ke-10. Toko buku Al-Nadim di Baghdad dipenuhi ribuan manuskrip dan dikenal sebagai tempat pertemuan para pemikir, penyair terkemuka pada masanya. Katalog buku-buku yang terdapat di tokonya Al-Fihrist Al-Nadim dilengkapi dengan catatan kritis. Katalog itu dikenal sebagai ensiklopedia kebudayaan Islam abad pertengahan.

Industri penerbitan yang dipelopori warraqin dilakukan dengan sistem kerja sama antara penulis dengan penerbit. Seorang penulis yang ingin menerbitkan bukunya bisa menyampaikan keinginannya secara publik atau menghubungi satu atau dua warraqin. Buku tersebut nantinya akan ‘diterbitkan’ di sebuah masjid atau di toko buku terkenal.

Selama masa yang ditentukan, setiap harinya penulis buku itu akan mendiktekan isi bukunya. Setiap orang boleh menghadiri acara itu. Biasanya, para pelajar dan sarjana berkerumun menyimak acara penting itu. Para penulis biasanya menegaskan bahwa hanya warraqin saja yang boleh menulis bukunya.

Ketika buku selesai ditulis, manuskrip tangan akan diperiksa dan diperbaiki penulisnya. Setelah sepakat, buku akan diterbitkan dan dijual kepada pembaca. Sesuai kesepakatan, penulis akan mendapat royalti dari warraqin. Tumbuh suburnya industri penerbitan membuat gairah membaca masyarakat Muslim begitu tinggi.

Untuk menampung buku-buku yang terus terbit, dibangunlah perpustakaan-perpustakaan. Salah satu perpustakaan terkemuka adalah Baitul Hikmah yang dibangun Khalifah Harun Al-Rasyid di kota Baghdad.

Perjalanan Industri Kertas

3000 SM: Orang mesir, Romawi dan Yunani kuno menggunakan papirus sebagai media untuk menulis.
105 M: Seorang pejabat Cina bernama Ts’ai Lun dari Dinasti Han pafa masa kepemimpinan Kaisar Ho Ti memproduksi kertas dari kulit pohon murbei. Teknologinya masih sederhana.
400 M: Peradaban India juga sudah mengenal kertas.
610 M: Pembuatan kertas sudah menyebar ke Jepang melalui Korea dari Cina.
751 M: Dunia Islam mulai mengembangkan industri kertas, setelah memenangkan Perang Talas. Pada era itulah industri pertama kertas di dunia dibangun.
900 M: Kertas menyebar ke Mesir menggantikan papirus.
1000 M: Penggunaan kertas menyebar ke Marroko.
1200 M: Industri kertas menyebar ke Spanyol dan Sicilia.
1221 M: Pasukan Kristen menguasai Spanyol Islam dan mulai belajar membuat kertas.
1300 M: Orang-orang Italia memperbaiki teknik membuat kertas yang dikembangkan Arab.
1400 M: Arab mengekspor kertas ke Eropa.
1450-55: Johann Gutenberg mencetak bible.
1491 M: Orang Polandia mulai membuat kertas.
1567 M: Rusia memproduksi kertas.
1690 M: William Rittenhouse memproduksi kertas di Philadelphia, AS.
1854 M: Formula bubur kertas (pulp) dipatenkan.
1860 M: Bubur kertas kain diganti dengan bubur kertas kayu.

(heri ruslan; republika Senin, 10 Maret 2008 )

Dicopy dari :

http://hizbut-tahrir.or.id/2008/04/24/kejayaan-khilafah-jejak-industri-kertas-di-dunia-islam/

Rekomendasi mendagri tentang diperbolehkannya tidak mengisi kolom KTP menuai reaksi pro dan kontra.  Meski sebenarnya ini bukan hal baru. Karena pada Desember 2013 lalu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang kala itu masih menjabat wakil gubernur DKI menilai pencantuman agama dalam KTP tidak terlalu penting dan tak memiliki manfaat bagi orang lain.

Selanjutnya pada bulan Juni 2014, direktur Megawati Institute, Siti Musdah Mulia, memunculkan wacana penghapusan kolom agama pada KTP dalam sebuah diskusi publik. Tokoh Sepilis ( Sekulerisme Pluralisme Liberalisme) dari PDIP ini memang dikenal nyleneh karena jauh sebelum itu, yaitu pada tahun 2008, pernah menulis di sebuah harian berbahasa Inggris bahwa Islam mengakui homoseksualitas !

Ini masih disusul lagi gugatan 5 mahasiswa fakultas Hukum UI mengenai keabsahan UU Perkawinan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka berpendapat bahwa pasal 2 ayat 1 UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang isinya  melarang perkawinan beda agama ini berpotensi merugikan hak konstitusional mereka.

(http://panjimas.com/news/2014/09/11/5-mahasiswa-ui-gugat-uu-perkawinan-soal-tidak-sahnya-nikah-beda-agama-ke-mk/ )

Namun demikian pernyataan resmi yang keluar dari mulut Cahyo Kumolo sebagai mendagri beberapa hari lalu tetap saja mengejutkan banyak orang, terutama ormas Islam tentu saja. Mendagri beralasan hal ini untuk mengakomodir warga yang tidak termasuk ke dalam 6 agama resmi yang selama ini diakui pemerintah, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Konghuchu. Selain juga untuk memenuhi keinginan sebagian pengikut aliran kepercayaan yang ada di negri ini.

Bagi umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk negri ini, keberadaan kolom agama jelas amat sangat penting. Ini adalah identitas diri. Islam bukan sekedar pengakuan di hati, ia harus di deklarasikan. Itu sebabnya ada kalimat syahadat, dan ini harus diikuti pengamalannya. Islam sarat dengan ibadah ritual yang memiliki dasar hukum yang kuat. Dimulai dari kelahiran, menikah hingga meninggal dunia, ada syarat-syarat dan hukum-hukum yang harus dipenuhi.

Intinya, kolom agama dalam KTP seorang Muslim mustahil dihilangkan, karena hal ini akan menghilangkan hak-haknya sebagai Muslim. Sebagai contoh, bagaimana seorang Muslim akan dimakamkan bila tiba-tiba ia tewas dalam kecelakaan tanpa seorangpun mengenalnya, sementara kolom agama di KTP nya kosong. Juga ketika menikah, Islam melarang pemeluknya menikah dengan yang tidak seagama. Jadi pernyataan Ahok bahwa kolom agama tidak penting dan tidak ada manfaatnya jelas ngawur !

Sebaliknya pengosongan kolom agama yang katanya ditujukan bagi mereka yang beragama di luar yang diakui pemerintah,  terdengar janggal. Bagaimana mungkin pemerintah sudah menetapkan agama yang resmi diakui, tetapi tetap diizinkan mengosongkannya. Apakah ini namanya bukan melanggar hukum ? Atau mungkin ini pertanda bahwa pemerintah bakal mengizinkan lahirnya agama baru ??? Padahal dengan adanya 6 agama ini saja pemerintah seringkali tidak mampu mengatasi masalah yang berkaitan dengan agama.

Syiah dan Ahmadiyah yang mengaku bagian dari Islam padahal terbukti sesat, juga JIL ( jaringan Islam Liberal) yang sering melontarkan pandangan nyleneh adalah contohya.  Sayangnya pemerintahan saat ini justru terlihat memiliki kedekatan dengan Syiah.  Presiden Iran, negri seribu mullah yang merupakan simbol Syiah, Hassan Rouhani dikabarkan sebenarnya ingin hadir pada acara pelantikan presiden yang baru lalu. Perlu dicatat, hampir semua Syiah di negri ini memilih Jokowi – JK karena PDIP sebagai partai pendukung pasangan tersebut memang dipenuhi sosok Syiah.

http://www.kiblat.net/2013/11/15/mui-ajaran-syiah-penuhi-10-kriteria-aliran-sesat-yang-ditetapkan-mui/

Belum lagi fenomena pemurtadan yang makin hari makin kasar dan kasat mata, seperti yang terjadi pada Car Free Day di kawasan Semanggi Jakarta baru-baru ini. Padahal pemerintah telah membuat aturan yang jelas tentang hal ini. Ini masih ditambah lagi dengan perseteruan antara Ahok dan FPI yang makin hari makin parah, dan berbuntut pengajuan permohonan dari Ahok agar ormas Islam ini dibubarkan.

Pengosongan kolom agama juga ditengarai berpotensi ke arah pemurtadan. Bahkan bisa ke arah Atheisme. Sesuatu yang sangat bertentangan dengan budaya kita, juga Pancasila, khususnya sila pertama tentang Ketuhanan.  Tampak jelas bahwa budaya Liberal Barat sudah sedemikian merasuknya ke dalam dada sebagian orang Indonesia. Adakah ini sebuah pertanda bahwa sebentar lagi pemerintah juga bakal merestui perkawinan sesama jenis disusul perkawinan dengan beda spesies ??? Naudzubillah min dzalik …

http://panjimas.com/news/2014/09/21/nikah-sejenis-nikah-beda-agama-selanjutnya-nikah-beda-spesies/

Tampaknya Muslim di Indonesia saat ini bakal menghadapi tantangan berat dalam mempertahankan keislamannya. Pemerintah terlihat bernafsu ingin meng-“internasionalisasi”kan Indonesia dengan mengabaikan sejarah dan latar belakang bangsa serta keberagamaan rakyatnya. Ironisnya hal ini didukung oleh sebagian umat Islam, yang mungkin sudah jenuh dan bosan dengan nasib bangsa yang tidak kunjung maju dan tertinggal jauh dari negara-negara tetangga. Islam memang tidak melarang mengejar kesenangan dan keberhasilan kehidupan duniawi namun kebahagiaan akhirat tetap prioritas utama. Tengoklah bagaimana Islam pada zaman keemasannya selama berabad-abad.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan“.(QS. Al-Qashshas (28):77).

Membandingkan lebih baik pemimpin kafir yang penting tidak korupsi, merokok dan bertato meski tidak berjilbab,  riba asal bermanfaat dll bukanlah pembenaran yang dapat ditrima. Mustinya hal tersebut justru menjadi pemicu, agar kita memilih pemimpin Muslim yang akhlaknya baik dan kerjanya juga baik.

Belum lagi fenomena pendukung buta hati yang tidak mampu atau tidak mau realistis melihat cara kerja pemimpin pilihannya. Tengok pidato Abu Bakar Ash-Sidieq ketika beliau dilantik sebagai khalifah pertama Islam berikut :

“ Aku, bukanlah yang terbaik diantara kamu sekalian. Oleh karena itu aku  sangat menghargai dan mengharapkan saran dan pertolongan kalian semua. Menyampaikan kebenaran kepada seseorang yang terpilih sebagai penguasa adalah kesetiaan yang sebenar-benarnya; sedang menyembunyikan kebenaran adalah suatu kemunafikan. Orang yang kuat maupun orang yang lemah adalah sama kedudukannya dan aku akan memperlakukan kalian semua secara adil. Jika aku bertindak dengan hukum Allah dan Rasul-Nya, taatilah aku, tetapi jika aku mengabaikan ketentuan Allah dan Rasul-Nya, tidaklah layak kalian menaatiku.”

Ini mencerminkan bahwa antara pemimpin dan yang dipimpin sama, yaitu sama-sama menjadikan  Allah dan Rasul-Nya sebagai pegangan. Namun apa yang kita lihat hari ini??

Pernyataan mendagri bahwa pengosongan kolom agama di KTP salah satunya untuk mengakomodir para pemeluk kepercayaan yang selama ini merasa dipaksa mengisi “Islam” sebagai agama mereka, patut dicermati.  Apalagi bila kita mengingat kisah kerbau kyai Slamet, kerbau keramat keraton Surakarta dan lain-lain ritual syirik yang hingga detik ini masih digadang-gadang sebagian orang yang mengaku Islam.

Apakah ini pertanda bahwa dakwah Islam selama ini sebenarnya tidak berjalan dengan baik? Buktinya ya itu tadi, kesyirikan yang dibiarkan berlarut-larut dengan harapan dapat dihilangkan sedikit demi sedikit ternyata tetap terus berjalan. Patut diingat, pada zaman rasulullah dan sahabat segala sesuatu yang berbau kesyirikan segera dihancurkan. Penghancuran semua patung dan berhala yang ada di dalam Ka’bah pada masa penaklukan Mekah, adalah salah satu contohnya.

Disamping itu, jargon « Islam adalah rahmatan lil alamin » dan « Islam adalah agama toleransi » tampaknya  justru memojokkan umat Islam itu sendiri. Kedua jargon ini telah ditafsirkan sedemikan rupa hingga menjadi kabur dan kebablasan. Dan siapa yang dianggap tidak sesuai  dengan kedua jargon tersebut dianggap sebagai teroris. Nasib penyanyi legendaries Yusuf Islam adalah contoh yang paling sederhana. Pemusik Inggris era 1970-an bernama asli Cat Stevens ini pernah dicekal masuk Amerika Serikat karena “kesalahannya”menjadi mualaf . Ia dianggap sebagai teroris karena kesalahan tersebut!

Kekurang-pedulian pemerintah kepada persaudaraan Islam juga tercermin dari reaksi Jokowi terhadap masalah Palestina. Masjidil Aqsho pada akhir bulan lalu sempat ditutup oleh pemerintah pendudukan Israel. Meskipun malamnya masjid dibuka kembali tak urung hal ini mengakibatkan panasnya hubungan Israel tidak saja dengan warga setempat namun juga negara-negara Islam seperti Yordania dan Turki.

Tapi tidak demikian dengan Negara kita. Kecuali setelah Jokowi yang kebetulan bertemu dengan Ban Ki Moon sekjen PBB, menanyakan bagaimana posisi Indonesia terhadap Palestina.  Jawabannya memang mendukung Palestina tapi terkesan hanya setengah hati, sekedar memenuhi janjinya pada pilpres kemarin, mungkin.  Memang kenyataannya pada acara jumpa pers pertama menlu Retno LP Marsudi, sedikitpun tak disinggung masalah Timur Tengah.

Yang pasti, pada awal November lalu telah datang seorang rabbi ( ulama Yahudi) dari AS yang memberi semacam pengenalan tentang agamanya, bahwa Tuhannya sama dengan Tuhan umat Islam, dan Tuhan telah menjanjikan tanah Palestina khusus untuk umatnya !  Acara ini bukan digelar di AS atau negara barat lainnya, tapi di universitas Paramadina, Jakarta, yang direkturnya tak lain tak bukan adalah mentri pendidikan baru kita, Anies Bawesdan. ( Republika 24 November 2014, kolom sudut pandang oleh A Syalabi Ichsan).

Juga ketika Jokowi bertemu dengan presiden Myanmar. Beliau sama sekali tidak mengusik tentang nasib Rohingya, Muslim Myanmar, yang sejak bertahun-tahun diperlakukan pemerintah secara  semena-mena. Padahal dunia internasional sering mengecam hal ini karena dianggap telah melanggar HAM.

Sementara itu Susi Pudjiastuti, mentri kelautan dan perikanan yang kontroversial itu kembali membuat berita besar. Dengan alasan menyelamatkan ikan-ikan kita dari  ‘illegal fishing’ beliau mengundang angkatan laut AS untuk membantu menjaga perairan Indonesia. Pertanyaannya, mengapa harus Amerika Serikat, sobat Israel  si penyerobot tanah Palestina, yang jauhnya ribuan mil dari Indonesia, dan jelas-jelas memusuhi Islam ??

( http://www.antaranews.com/berita/462816/menteri-kelautan-dan-perikanan-temui-dua-dubes-benua-amerika )

Ya Allah mau dibawa kemana negri ini ….   :-(

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. …“.(QS.Ali Imran(3):19).

Jakarta, 18 November 2014.

Wallahu’alam bish shawwab.

Vien AM.

Kami tiba di kota pelabuhan tersebut pada pukul 15.30 waktu setempat. Kamipun langsung  memanfaatkan waktu yang tersisa di hari itu dengan berjalan-jalan melihat pusat kota. Danau dimana kita dapat memberi makan angsa yang bebas berenang di atasnya tampaknya menjadi hiburan tersendiri bagi warga Stavanger. Danau ini terletak diantara pelabuhan yang cukup ramai dan pusat perbelanjaan. Tak kalah menarik adalah deretan restoran dengan arsitektur bangunan kayu yang di cat warna-warni. Restoran ini berdiri berjajar di sepanjang pedestrian berbatu yang mengikuti kontur tanah naik turun.

Kami sempat beberapa kali melihat dan berpapasan dengan Muslimah, berkat jilbabnya, Subhanallah … Sayang kami tidak mempunyai informasi tentang Muslim di kota ini. Namun tanpa sengaja  kami menemukan resto halal siap saji hanya beberapa puluh meter dari hotel tempat kami menginap.

Hanya kami satu-satunya restoran yang seluruh sajiannya halal”, tegas sang pemilik resto yang menyediakan masakan lumayan bervariasi selain kebab.

« Kebab itu kayak masakan Padang kalo di Indonesia kali ya, tapi ini versi internasionalnya », begitu komentar anak-anak setengah bergurau.

Hmm, benar juga ya, kebab memang bisa di jumpai hampir di seluruh pelosok dunia lho, paling tidak di negara-negara yang sudah kami kunjungi. Dan yang lebih melegakan kebab yang kami kunjungi selalu halal, hingga kamipun mengambil kesimpulan kedai kebab sudah pasti halal karena biasanya pemiliknya Muslim Turki, Maroko atau Tunisia. Paling tidak itulah kesimpulan kami saat itu.

Esoknya, sesuai rencana kami menuju pelabuhan untuk memulai cruise kami menyusuri Lysefyord. Fyord sepanjang 42 km ini akan ditempuh selama 3 jam  dengan kapal Rodne Fyord Cruise. Tepat pukul 11 siang kapal berkapasitas 40 – 45  penumpang ini berlabuh meninggalkan pelabuhan. Alhamdulillah udara cerah meski tetap saja di luar lumayan dingin dan berangin.

IMG_7108IMG_2627IMG_2593Kapal berlayar keluar dari pelabuhan awalnya perlahan, melewati kapal-kapal yang di parkir dan bangunan-bangunan yang berdiri di tepi pelabuhan. Setelah melewati jembatan panjang yang menghubungkan daratan satu ke daratan yang lain, kapalpun mulai melaju pesat membelah sungai menuju laut dengan latar belakang Subhanallah, bukan cuma deretan bukit, tapi bukit yang bertumpuk, saling tumpah tindih memamerkan keindahannya. Belum lagi airnya yang begitu bening dan bersih bagaikan kristal, ditambah  pantulan cahaya matahari.

IMG_7029IMG_7045IMG_7069

Pulpit Rock dari bawah

Pulpit Rock dari bawah

Angin kencang yang makinIMG_7095 lama makin dingin segera menerpa wajah-wajah penumpang yang nekad bertahan di dek kapal.  Akhirnya sebagian besar penumpangpun menyerah, dengan terpaksa harus puas menikmati keindahan ciptaan-Nya dari dalam kapal yang dilengkapi heater itu. Namun ternyata kapal lebih sering berjalan perlahan bahkan berhenti sejenak, ketika mendekati obyek menarik. Diantaranya air terjun, tebing-tebing yang cantik, perkampungan penduduk, adanya sekawanan kambing yang sedang menuruni tebing dan lain-lain, termasuk Pulpit Rock atau Preikestolen yang termasyur itu. Kami segera membayangkan bagaimana rasanya berada diatas sana, di tepi tebing yang menjorok ke laut tersebut.

Semoga udara tetap cerah”, itulah harapan kami.

Namun ternyata Sang Khalik berkehendak lain. Sekitar 20 menit menjelang kapal merapat ke pelabuhan hujan rintik-rintik turun bahkan makin lama makin deras. Kami terpaksa berlarian ketika turun dari kapal, menuju restoran siap saji yang ada di sekitar lokasi. Padahal rencananya kami akan take away dan menyantapnya di dalam mobil, sebagai bekal sebelum mendaki tebing.

Sampai kami selesai makan siang, dan melanjutkan perjalanan ke Tau, dengan ferry selama kurang lebih 1 jam, hujan tetap tidak berhenti. Apa boleh buat tampaknya kami harus merubah rencana. Tidak tega sebenarnya melihat wajah anak-anak yang tidak mampu menyembunyikan kekecewaan mereka. Dengan berat hati, akhirnya diputuskan hiking besok pagi saja, sepagi mungkin. Dengan catatan rute perjalanan turistik Stavanger – Bergen sepulang hiking terpaksa dibatalkan.

“Kasian ayah, habis hiking pasti kan cape banget kalo harus nyetir 6 jam-an jalur pegunungan pula. Kita lewat tol aja, ok” bujuk saya.

IMG-20141023-WA003IMG_7136Setelah semua setuju maka mobilpun melancar mantab menuju penginapan di sekitar Tau, sebuah kota kecil tak jauh dari Pilpit Rock. Pemandangan alam yang disuguhkan negri ini memang benar-benar mengagumkan. Pegunungan yang terlihat tumpang tindih bukan sekedar berderet saja, sungai dan danau yang airnya amat jernih menjadi pemandangan utama kami. Tak sampai setengah jam kemudian sampailah kami di “ The Wathne Feriesenter “, penginapan ala bumi perkemahan yang terdiri dari beberapa rumah kayu berwarna merah lengkap dengan terasnya.  Bumi perkemahan ini terletak di ujung danau panjang Tysdalvalnet seluas 3.74 km2, dan di apit jejeran gunung yang sungguh menakjubkan.

Waduuh, kalau di dunia ini ada pemandangan yang begitu menakjubkan, gimana di surga yaa, Subhanallah. Ayo berlomba kita dalam kebaikan supaya bisa lihat keindahan di surga sana ”, setengah bercanda berkata saya kepada suami dan anak-anak.

Lebay deh ibu “, jawab anak-anak sontak. :-)

Sore itu, setelah hujan reda kami mensurvey perjalanan menuju Pulpit Rock yang katanya hanya setengah jam dengan mobil. Dengan petunjuk GPS kamipun menyusuri jalan-jalan kecil, naik turun, sempit dan berkelak-kelok menuju kesana. Sesuai perkiraan memang benar sekitar setengah jam. Namun yang lebih menyenangkan lagi pemandangannya itu lho, benar-benar sulit untuk dilukiskan. Meski ketika pulang kami sempat tersesat karena hari telah gelap. Tak urung waswas juga hati ini berjalan menyusuri tebing-tebing tinggi di pinggir laut dengan pemandangan bayangan gunung-gunung dan bukit gagah namun terkesan angker saking gelapnya.  Alhamdulillah akhirnya sampai juga kami di penginapan, leganya hati ini.

Esok paginya sesuai rencana kami berangkat menuju Pulpit Rock, agak ngaret, karena berfoto-foto dulu di tepi danau. Akibatnya sesampai di Preikestolen Fjellstue, pos terdekat untuk mencapai tujuan, parkiran sudah dipenuhi kendaraan para wisatawan, termasuk bus-bus besar turis dari mancanegara. Pos yang dilengkapi youth hostel ini terletak agak tinggi di pegunungan menghadap danau. Berdasarkan info yang tercantum di papan informasi dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam pulang pergi.

IMG_7151IMG_1182IMG_7168IMG_7186Maka dimulailahIMG_7264 pendakian ini dengan penuh semangat. Meski jujur bagi saya, track sepanjang 3.8 km ini lumayan berat. Track memang sudah disiapkan dengan baik dan relative aman, tetapi tetap saja di beberapa tempat lumayan terjal, cukup membuat nafas saya tersengal-sengal. Maklum selain faktor U alias umur, juga kurang execise … :-)  Track ini lumayan bervariasi, ada yang relative landai, ada yang terdiri dari tumpukan batu-batu sedang kadang cukup runcing, ada yang besar tapi ada juga yang super besar, yang bahkan untuk melaluinya saja terpaksa setengah merangkak.  Beruntung kedua putra-putri kami cukup kuat dan gesit menolong ibunya yang semangat 45. Pemandangan selama perjalanan tidak perlu diceritakan, silahkan dinikmati saja sendiri.

IMG_7205IMG_2722IMG_7251IMG_7234IMG_2713Kurang lebih 2.5 jam kemudian sampailah kami di puncak tebing Preikestolen atau Pulpit Rock yang selama beberapa bulan ini hanya kami pandang lewat foto. Tebing berbentuk persegi panjang ini memiliki pelataran datar seluas 25×25 meter. Diatas pelataran inilah dengan berbagai pose seolah berani melawan alam, para wisatawan mancanegara itu bergaya di tepi jurang yang tak berpengaman itu.  Batu besar yang menjorok ke selat yang kemarin kami arungi itu, dimana di hadapannnya berdiri kokoh daratan tinggi berkarang besar, mampu memberikan sensasi yang sungguh luar biasa. Subhanallah …

Hebatnya, meski tak berpagar sama sekali, tidak pernah ada laporan korban terjatuh atau kecelakaan lain. Satu-satunya laporan hanyalah pasangan asal Austria yang sengaja datang ke tempat ini untuk bunuh diri bersama, dengan meloncat ke dalam kedalaman jurang sungai yang tak terlihar dasarnya itu.  Naudzubillamin dzalik …

Setelah puas menikmati keindahan kebesaran Allah, kamipun kembali.  Kami menempuh perjalanan pulang tersebut persis sama dengan ketika berangkat, yaitu 2.5 jam. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Waktu telah menunjukkan pukul 4 sore, kami belum sempat makan siang, pantas saja kalau perut terasa keroncongan. Ketika itu kami berada di Joperland, sebuah kota kecil tidak jauh dari Pulpit Rock. Kebetulan hari itu hari Minggu jadi kota sepi, tidak ada satupun toko dan restoran yang kami lalui buka. Alhasil begitu melihat ada resto kebab, yang selama ini kami anggap pasti halal, tanpa berpikir panjang kamipun masuk. Tak lama kamipun sudah asik menikmati makan siang kami sambil berceloteh tentang pengalaman kami tadi siang. Hingga ketika kami hampir selesai makan, tiba-tiba anak kami berkata pelan:

“Yah bu lihat…”, bisik anak kami sambil diam-diam menunjuk ke arah dapur resto. Sontak kamipun segera melirik ke arah yang ditunjuknya. Disana, di dinding dapur restoran cepat saji tersebut, terlihat sebuah salib tergantung.

“Astaghfirullahaldzim … “, seru kami nyaris bersamaan.

Koq aneh ya, tadi Dilla kan udah tanya halal g nih …  Jawabnya halal”, keluh putri kami kecewa.

Ntahlah, Allah Maha tahu, pasti Ia mengetahui bahwa kami sama sekali tidak bermaksud mengkonsumsi apa yang diharamkannya. Yah, setidaknya bukan babi ajalah, celetuk anak-anak lagi mencoba menenangkan diri.

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Baqarah(2):173).

Akhirnya kamipun mengakhiri perjalanan di salah satu Negara Skandivania itu dengan menempuh perjalanan ke Bergen. Bergen adalah kota ke 2 terbesar di Norwegia setelah Oslo, ibu kota Norwegia. Kota yang terletak di utara Stavanger ini sebenarnya hanya berjarak 210 km dari Stavanger namun harus ditempuh dalam waktu 5 jam-an. Ini disebabkan kecepatan kendaraan maksimal yang dizinkan pemerintah setempat, yaitu hanya 80 km/jam, termasuk di jalur tol.

Tak dapat dipungkiri, pemandangan sepanjang perjalanan tersebut sungguh indah dipandang mata.  Jalur dibuat sedemikan rupa memotong laut, selat, danau, sungai dan pegunungan, kadang menyeberang dengan ferry sering kali menerobos terowongan yang sangat panjang. Terakhir, sebelum masuk Bergen, mobil naik ferry, dan selama 1 jam kami berada diatasnya. Di ferry ini kita dapat turun dari kendaraan dan naik ke lobby ferry yang mempunyai fasilitas lengkap, seperti restoran, wc dll.

Akhir kata, ya Allah jadikan segala kesempatan yang Engkau berikan kepada kami sekeluarga untuk menikmati keindahan-Mu sebagai bekal untuk lebih mendekatkan lagi kepada-Mu.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ali Imran(5):190-191).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 10 November 2014.

Vien AM.

Fyord, dari bahasa Norwegia fjord, adalah bagian panjang dan sempit dari laut yang berada di antara tebing, bukit terjal atau gunung, hingga membentuk semacam teluk sempit memanjang. Fyord terbentuk ketika bongkahan es raksasa di puncak gunung ( gletser) memotong lembah berbentuk  U karena terjadinya pengikisan alam baik abrasi maupun erosi terhadap batuan dasar di sekitarnya. Proses ini terjadi secara perlahan selama jutaan tahun hingga akhirnya terbentuklah aliran sungai di sela-sela bukit, tebing, gunung sebagai dampak mencairnya gletser yang jatuh dan meleleh di lembah sempit tersebut dan juga area sekitarnya. Itu sebabnya air fyord sangat bersih dan jernih.

Itu pula sebabnya fyord bisa sangat dalam dan sangat panjang, dengan kedalaman bisa mencapai 1.300 m di bawah permukaan laut. Contohnya adalah fyord Sognefjord di Norwegia yang mempunyai panjang 205 kilometer dan kedalaman 1308 meter (4291 kaki ) di bawah permukaan laut, serta memiliki lebar sekitar 2.8 mil.

Fyord memiliki nilai ekonomis sangat tinggi karena selain merupakan daya tarik wisata yang sangat mengagumkan, fyord yang kaya akan sedimen ini menarik untuk diteliti demi mengungkap keberadaan minyak bumi ataupun jenis mineral-mineral bumi lainnya. Ini masih ditambah lagi dengan adanya terumbu karang dan berbagai jenis ikan, diantaranya ikan salmon yang terkenal mahal itu.

Geirangerfjord Norway

Geirangerfjord Norway

Hardangerfjor Norway

Hardangerfjor Norway

Milford Sound1 New Zealand

Milford Sound1 New Zealand

Fyord banyak ditemukan di negara-negara  Skandinavia, Islandia, Greenland dan New Zealand.  Menurut catatan resmi, fjord terpanjang di dunia adalah Scoresby Sund di Greenland (350 km), disusul Greely/Tanquary Fiord di Canada (230 km) dan Sognefjord di Norwegia  (203 km). Sedangkan fyord terdalam di dunia adalah Skelton Inlet di Antartika (-1, 933 m ), kemudian Sognefjord di Norwegia ( -1,308 m ) dan Messier Channel di Cili (-1,288 m). Ukuran minus di dalam kurung menunjukkan ukuran di bawah permukaan laut.

“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan”.(QS. An-Nuur(24):43).

Subhanallah, sungguh luar biasa cantiknya fyord buatan-Mu Ya Allah. Kecantikan alam ciptaan-Nya inilah yang membuat kami memutuskan untuk mengunjungi Norwegia. Kebetulan kami memang telah berniat menghadiri wisuda S2 putra kami ke 2 di Leiden, Belanda.  Dan setelah searching internet kesana kemari, Pulpit Rock atau Preikestolen, tebing terjal di Norwegia dengan pemandangan spektakuler fyord bernama Lyse atau Lysefyord di bawahnya, menjadi pilihan tujuan utama kami.

Wah lumayan nih bisa sekalian jadi ladang dakwah ibu, kayaknya Muslim belum terlalu dikenal disana deh”, itu mimpi saya. Dengan modal minimal jilbab saja sebenarnya tidak sulit bagi Muslimah untuk berdakwah. Paling tidak untuk sekedar menunjukkan bahwa Islam itu exist, dan lebih penting lagi bahwa Islam bukan cuma milik dunia Arab seperti bayangan kebanyakan orang Barat.

“ Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. (QS. Al-Ahzab(59):33).

Rencananya waktu 3 hari yang sebenarnya terlalu singkat itu akan kami gunakan untuk hiking ke tebing berketinggian 600 meter tersebut, menyusuri Lysefyord dengan kapal dan terakhir menyisir rute turistik 6 jam Stavanger – Bergen dengan mobil sewaan. Tiket kapal telah kami beli jauh-jauh hari melalui internet karena lebih murah dibanding membeli langsung di lokasi.

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya …”. (QS. Al-Mulk (67):15).

Maka pada tanggal 15 September 2014 lalu saya, suami dan putri bungsu kami, jadilah terbang meninggalkan tanah air menuju daratan Eropa. Kami menumpang Qatar Airways yang transit 4 jam di Doha. Total perjalanan kurang lebih 18 jam. Kami mendarat di bandara Charles de Gaule Paris sekitar pukul 7 pagi waktu setempat.

Dari ibu kota Perancis ini kami langsung melanjutkan perjalanan ke Denhag Belanda dengan mengendarai mobil sewaan yang telah di booking suami dari tanah air.  Perjalanan dengan jarak tempuh 472 km ini ditempuh dalam waktu kurang lebih 6 jam. Syukur Alhamdulillah Allah swt memberi kekuatan dan kemampuan suami tercinta menyetir setelah penerbangan panjang malam sebelumnya. Trima-kasih ayaaah …

Dua malam kami menginap di Denhag yang jaraknya hanya 22 km dari Leiden dimana wisuda bakal dilaksanakan. Acara wisuda di universitas tertua di Belanda ini ternyata amat sangat sederhana, tidak ada toga dan atribut lain seperti di negri kita. Di Indonesia, bahkan wisuda TK pun memakai toga … :-)

Wisuda diselenggarakan 2x dalam setahun. Namun penyelenggaraannya bukan di hall atau ruang besar seperti umumnya wisuda di Indonesia, melainkan di beberapa ruangan kelas.  Wisudawan dipanggil satu persatu untuk masuk ke dalam ruangan sesuai jadwal yang telah diberikan sebelumnya. Ia berhak mengundang maksimal 15 orang sahabat dan handai taulan untuk duduk di deretan kursi di belakangnya. Sementara duduk di seberang wisudawan, dosen pembimbing dan rektor fakultas.

Disanalah keduanya, selama 10 menit memberikan speech : penilaian, kesan, nasehat serta saran kepada si wisudawan. Keduanya berbicara dengan suara cukup kencang hingga semua yang hadir bisa ikut mendengarkan. Suasananya demikian hidup, akrab dan santai. Setelah itu disertai jabat tangan, ijazahpun diserahkan. Bravo Bimo, semoga ilmunya bermanfaat dunia akhirat, bagi diri, keluarga dan lingkungan, aamiin YRA.

Esoknya, kami menyempatkan mengunjungi Delft dan Roterdam yang jaraknya hanya beberapa puluh km dari Denhag. Jarak antar kota di Belanda memang sangat berdekatan, maklum negara ini luasnya hanya sekitar 41 ribu km2. Bandingkan dengan Indonesia yang luasnya 1.990.250 km2.

Belanda,  Netherlands dalam bahasa Inggris, Nederland dalam bahasa Belanda,  artinya adalah  tanah yang rendah. Ini dikarenakan seperempat tanah negara ini memang berada di bawah permukaan laut. Rata-rata kota di negara ini berada di 1 m dibawah permukaan laut, bahkan ada yang 7 m. Tentu saja hal ini sangat berbahaya. Itu sebabnya bendungan menjadi semacam keharusan. Berkat dinding-dinding bendungan inilah Belanda  aman dari ancaman air laut yang sewaktu-waktu bisa mendatangkan bencana.

Disamping itu untuk menambah luas tanah negaranya, pemerintah berikhtiar maksimal dengan mereklamasi laut serta mengembangkan sistim tata air yaitu dengan kanal dan kincir angin yang kemudian menjadi ciri khas negara ini. Alhasil, hampir setengah dari penduduk Belanda sekarang ini hidup di darat yang telah direklamasi.

“God created the world, but the Dutch created Holland” ujar Rene Descartes, seorang filsuf Perancis kenamaan mencoba menggambarkan bagaimana orang Belanda mengeringkan daratan yang digenangi air agar dapat menjadi permukiman yang layak didiami.

Leiden

Leiden

Delf

Delf

di depan Leiden Univ, Leiden

di depan Leiden Univ, Leiden

Setelah puas berkeliling menikmati indahnya kanal-kanal kotaIMG_6566, siangnya kami melanjutkan perjalanan ke Paris. Perjalanan bertambah seru karena putra kami yang baru saja diwisuda ikut bergabung.  Di Paris kami hanya satu malam, dan rencananya kami akan menutup perjalanan kali ini dengan kembali ke Paris untuk 2 malam yaitu sekembalinya dari Norwegia nanti. Sebagai catatan, kami menggunakan penerbangan Jakarta – Paris – Jakarta atas permintaan si bontot yang ingin bernostalgia, mengingat hari-harinya di kota ini.

Sedangkan kota tujuan utama kami di Norwegia adalah Stavanger. Stavanger adalah kota ke 3 terbesar dan ke 4 terpadat penduduk di Norwegia.  Kota ini mempunyai luas 71 km2 dan sekitar 125 ribu penduduk ( 2010) bandingkan dengan Jakarta yang berluas sekitar 662 km2 dan 10 juta penduduk ( 2011).

Kota ini terletak di Norwegia bagian barat daya, tak jauh dari Laut Utara yang kaya minyak itu. Bagi sebagian besar orang Indonesia mungkin nama ini terdengar asing. Namun tidak bagi kami, terutama suami yang bekerja di perusahaan minyak. Karena Stavanger adalah kota minyak. Oil Capital of Norway adalah julukannya, disebabkan banyaknya perusahaan minyak dunia berkantor di kota ini, termasuk perusahaan dimana suami bekerja.

IMG_6880IMG_6960IMG_6883Namun yang diluar dugaan suami ternyata Stavanger tidak se’angker’yang dibayangkannya. Selama ini bila ada sejawat yang ditempatkan di Stavanger, yang terbayang adalah kota antah berantah di ujung dunia yang sepiii, dingiiin dan jauh dari keramaian. Nyatanya Stavanger cukup ramai, kotanya juga menarik dan unik, terutama bentuk rumahnya yang terbuat dari kayu.

Tetapi yang paling menakjubkan, kontur alamnya itu lho, Subhanallah … Dimana-mana terlihat bukit yang menyembul di tengah atau di balik laut dan danau … Dan yang lebih menguntungkan lagi, udara yang cukup ideal, yaitu sekitar 20 derajat, padahal ini sudah masuk musim gugur, biasanya bulan September maksimal hanya  15 derajat. Alhamdulillah,  terima-kasih ya Allah …

Meski belakangan saya baru tahu ternyata Norwegia memiliki iklim yang lebih besahabat dibandingkan dengan Negara lain dengan posisi ketinggian yang sama yaitu Alaska, Greenland dan Siberia.

( Bersambung).

Mariam Sohb, Pejuang Hijab Chicago

Di balik penampilan sederhana, perempuan asal Illinois ini punya segudang prestasi. Yang membuat Sohb istimewa adalah keteguhan hatinya untuk mengampanyekan hijab.

Dream - Mariam Sobh. Muslimah Chicago, Amerika Serikat, ini selalu tampil berhijab. Tak neko-neko, hijab yang dia kenakan selalu sederhana. Namun begitu, wajahnya tetap terlihat ayu.

Di balik penampilan sederhana, perempuan asal Illinois ini punya segudang prestasi. Di bidang akademis, dia sudah lulus master bidang Jurnalisme Radio dan Televisi.

Tak hanya akademis. Kariernya pun juga cemerlang. Sudah hampir lima belas tahun dia berkecimpung di dunia jurnalistik. Liputan politik di Negeri Paman Sam tak pernah dia lewatkan. Termasuk terpilihnya Barack Obama saat terpilih sebagai Presiden AS dua tahun silam.

Blasteran Lebanon-Amerika ini mengawali karier dari radio kampus. Sekarang, perempuan yang pernah bekerja di Jaringan Radio Illinois ini bekerja sebagai wartawan sekaligus pembaca berita di  WBEZ 91.5 FM, Chicago. Sohb juga menjadi penulis Gaya Perempuan Muslim untuk majalah terkemuka Washington, Examiner.

Yang membuat Sohb istimewa adalah keteguhan hatinya untuk mengampanyekan hijab. Dia mempromosikan hijab kepada muslimah di berbagai belahan dunia melalui blog miliknya: Hijab Trendz.

“Saya memulai Hijab Trendz pada April 2007 ketika saya cuti hamil dari pekerjaan saya sebagai reporter politik dan pembaca berita di Chicago,” tutur Sohb dikutip Dream dari Majalah Emel, Selasa 20 Mei 2014.

Ide mendirikan blog itu cukup sederhana. Mulanya muslimah yang genap berusia tiga puluh tahun pada September nanti itu merasa bingung. Sebab, setelah melahirkan anak, hampir seluruh pakaiannya tak muat lagi di badan. Sementara, baju yang dijual pada toko-toko di Chicago tak ada yang cocok. Memang tak banyak toko yang menjual hijab kala itu.

Mariam Sohb, Pejuang Hijab Chicago

Sumber foto: Hijab Trendz

Dia kemudian berdiskusi dengan teman-temannya. Apa yang dihadapi Sohb itu ternyata juga dialami oleh teman-temananya. Sehingga Sohb didorong untuk membuat jaringan yang bisa menjadi jalan keluar permasalahan mereka.

“Saya memutuskan untuk membuat website dan berdiskusi tentang hijab yang cocok dan tidak seperti yang banyak dijual di toko-toko,” tutur dia.

Dibuatlah blog fesyen itu. Sejak itulah Sobh selalu memulai hari-harinya dengan menatap kalender. Dia ingin memastikan blog hijabnya terus update. Di sela kesibukannya, ibu satu anak ini meluangkan waktu untuk menulis informasi aktual soal hijab di blog itu.

Di blog itu, Sohb menempatkan tautan laman-laman penjual hijab online dari berbagai negara. Mulai Eropa, Timur Tengah, Asia, hingga Amerika. Siapa pun yang berkunjung ke blog itu akan mudah menemukan penjual hijab online.

Lambat laun, blog milik Sohb dikenal komunitas hijab seluruh dunia. Kini pengikut fans page blog Hijab Trendz di Facebook sudah mencapai 821 ribu. Mereka berasal dari berbagai negara.

Meski giat berkampanye, Sohb mengakui semula sulit berhijab. Dia berkisah sempat tak percaya diri berhijab, terutama saat melamar kerja. Namun akhirnya dia memberanikan diri.

“Saya membuang pikiran negatif itu dari kepala. Saya tahu saya bisa melakukan pekerjaan dengan baik, tapi apabila saya tidak percaya diri pekerjaan itu akan hilang,” kata Sohb seperti dilansir Hijab Trendz.

Melalui Hijab Trendz pula perempuan yang menikah sembilan tahun silam ini mendirikan televisi online yang khusus mengulas gaya hidup muslimah. Kini, Sohb telah melihat rasa percaya diri dalam diri muslimah Amerika Serikat yang berhijab.

“Saya pikir muslimah di AS mulai percaya diri berhijab dan menemukan cara unik untuk berbusana dengan gaya terbaru dengan tetap mengenakan hijab. Saya melihat ini terjadi di seluruh dunia,” kata dia.

“Ketika saya masih remaja, hampir tidak ada orang yang mengenakan hijab sehingga sangat susah berbusana dengan model baru. Tapi sekarang sangat banyak perempuan menggunakan hijab yang dapat Anda jadikan inspirasi di manapun Anda lihat,” tutur Sohb.

Diambil dari : http://www.dream.co.id/your-story/mariam-sohb-pejuang-hijab-chicago-1405197.html

“FPI Menyerang Ahok Melawan” adalah judul acara ILC ( Indonesia Lawyer Club) yang dipandu wartawan senior Karni Ilyas edisi Selasa (14/10/2014) lalu. Sebuah tema yang cukup menarik meskipun sebenarnya judulnya tendensius. Tema ini diangkat tampaknya gara-gara demo FPI tentang keberatan mereka, dan sebenarnya juga sebagian warga DKI, dengan otomatis naiknya Ahok sebagai gubernur DKI menggantikan Jokowi yang hari ini resmi dilantik menjadi R1.

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. (QS.Al-Maidah(5):51).

Sayangnya demo tersebut berujung anarkis, membuat wacana pembubaran ormas ini kembali mencuat. Beragam reaksipun bermunculan merespons polemik tersebut. Ahok sebagai orang yang merasa diserang dengan berang berkata “Saya tidak mau mahasiswa nanti memasang lilin, berdukacita karena seorang gubernur terguling di Balai Kota. Yang akan saya lakukan, bila diserbu oleh demonstran yang anarki, akan saya bakar hidup-hidup mereka”.

Saya sampaikan Jakarta ini surga bagi masyarakat dan neraka bagi para penjahat. Kejahatan bentuk apa pun harus kita tindak tegas,”  ucap Sudjarno, wakapolda Metro Jaya, di Eco Park Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Tapi yang paling menyakitkan adalah pernyataan Nusron Wahid, ketua Umum GP Anshor yang dipecat dari Partai Golkar pasca mendukung Jokowi.

“Kita ini orang Indonesia yang beragama Islam bukan orang Islam yang tinggal di Indonesia. Kita lahir, sujud dan sholat di bumi Indonesia karena itu kita tidak boleh mengotori Indonesia.” … “Diatas hukum agama dan hukum adat, ada hukum konstitusi”, tambahnya lagi.

Hmmm, tampaknya Nusron lupa bahwa bumi Indonesia hanyalah secuil bagian dari bumi milik Allah, bahwa diatas langit ada langit. Itulah kerajaan Allah swt, sang penguasa tunggal.

Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong“. (QS. Al-Baqarah(2):107).

Tentu saja pernyataan yang dilontarkan tokoh yang notabene tokoh NU ini mengundang banyak komentar, baik yang pro maupun yang kontra. Kontan, ketua Majelis Syura DPP FPI KH. Syeikh Misbahul Anam yang hadir dalam acara tersebut menyatakan : “Kepada semua anggota GP Anshor di seluruh Indonesia sesuai “fatwa” ketumnya,  mulai besok jangan baca ayat Al-Qur’an tapi baca saja ayat Konstitusi, dan kalau sekarat atau mati jangan dibacakan Yasin, tapi bacakan saja ayat Konstitusi”.

Namun ternyata Nusron memang dicap su’ul adab oleh para kyai dan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU). KH Miftachul Akhyar, pimpinan NU Jawa Timur, pernah menegurnya melalui media massa karena pernyataan Nusron yang provokatif dan berpotensi memecah belah kalangan Nahdliyin. Saat itu ia menyebut para kyai sepuh NU lupa sejarah masa lalu karena mendukung pasangan Prabowo Hatta.

Berkaitan dengan wacana pembubaran FPI, kiai Miftachul mengatakan, di tengah masyarakat yang semakin permisif dan apatis terhadap lingkungan sekarang ini, manfaat keberadaan FPI sangat jelas dalam memberantas kemunkaran. Sementara ketua umum pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay menilai aksi anarkis FPI memang pantas mendapatkan tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Akan tetapi perlu diteliti secara seksama apakah ini disengaja atau tidak. Karena menurut pengamatannya, kericuhan baru diatasi setelah benar-benar pecah tidak terkendali. Mustinya tugas penegak hukum adalah mengantisipasinya, karena demo dengan jumlah massa yang banyak bagaimanapun sulit mengendalikannya, termasuk bila terjadi provokasi dari pihak-pihak tertentu.

Ketua umum Persis ( Pemuda Persatuan Islam) Tiar Anwar Bachtiar malah berani berkata, dibalik aksi anarkis FPI, ada upaya penggambaran bahwa Islam merupakan bagian dari anarkisme. Skenario ini disajikan secara terus menerus oleh media kepada masyarakat, termasuk kepada umat Islam. Ini terbukti dengan minimnya pemberitaan hal-hal positif yang dilakukan ormas pimpinan Habib Riziek ini.   Kegiatan FPI mengangkat 100.000 mayat di Aceh saat terjadi tsunami, membantu gempa Jogja, melawan RMS, membantu pembangunan rumah bagi warga miskin, membantu berbagai bencana alam di pelosok tanah air seperti bencana banjir di Jakarta, di Sinabung dll adalah contohnya.

Sebaliknya hanya aksi pelarangan dan peredaran miras, serta perjudian dan pelacuran yang berbuntut ricuh selalu diberitakan besar-besaran. Padahal ketiga hal tersebut adalah perbuatan maksiat yang sangat dibenci Allah swt, karena jelas-jelas merusak ahlak dan diri sendiri serta lingkungan. FPI memperluas makna kemungkaran, tidak hanya hal-hal yang berbau kemaksiatan seperti ketiga hal diatas, tetapi juga aliran-aliran sesat yang mengatas namakan Islam seperti Ahmadiyah, Syiah dan JIL.

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman”. (HR. Muslim)

Dapat dibayangkan bagaimana bangganya Ahok, gara-gara dirinya umat Islam jadi saling menyerang. Hal yang benar-benar amat disayangkan. Ironisnya, umat Islam kurang menyadari hal ini. Demi citra Islam sebagai rahmatan lil’aamiin, umat sebenarnya sedang dipojokkan, dibuat lupa dengan hadist di atas dan pentingnya jihad di jalan Allah. Padahal makna sesungguhnya rahmatan lil ‘aalamiin salah satunya adalah menegakkan keadilan, di jalan Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Maidah(5):54).

Tak perlu teriak-teriak bubarkan FPI karena kami akan bubar sendiri, caranya gampang, yaitu pemerintah dan seluruh aparat negara memberhentikan tindak tanduk kemunkaran di Indonesia. Kalau pemerintah sudah melakukan itu, untuk apa lagi ada FPI,” ujar Rizieq sang ketua FPI.

Menurut ketua ormas tersebut  kaum  Muslim harus berbagi tugas. Ada yang berdakwah dengan lembut, ada yang menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan tegas, dan ada yang berjihad dengan keras. “Silakan memilih sesuai dengan kemampuan kita. Tapi jangan saling menyalahkan karena tahapan yang kami lakukan berbeda,” imbuhnya.

Berikut beberapa alasan mengapa FPI tidak setuju Ahok menjadi gubernur ibu kota kita tercinta, yang dikutip dari  http://www.idjoel.com/alasan-fpi-demo-ahok-jadi-gubernur-dki-jakarta/ .

  1. Ahok menghancurkan Masjid Baitul Arif di Jatinegara, Jakarta Timur, sehingga warga setempat tidak bisa shalat Jum’at dan melakukan kajian Islam sampai saat ini.
  2. Ahok juga menghancurkan masjid bersejarah Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki(TIM). Dengan dalih renovasi namun hingga hari ini tidak ada tanda-tanda akan dibangun kembali.
  3. Ahok mengganti para pejabat Muslim dengan pejabat-pejabat non Muslim seperti lurah Susan, lurah Grace, dan sebagainya.
  4. Ahok juga mengganti sejumlah kepala sekolah Muslim di DKI, dengan alasan lelang jabatan. Hasilnya, banyak kepala sekolah di DKI saat ini dari kalangan Nasrani.
  5. Ahok mengeluarkan aturan mengganti busana Muslim di sekolah-sekolah DKI setiap Jum’at dengan baju Betawi. Sebagai perbandingan, di sekolah-sekolah Bandung, baju daerah ( Sunda) dikenakan setiap hari Rabu, hari Jum’at tetap dengan busana Muslim.
  6. Ahok juga melarang malam takbiran dengan alasan macet. Padahal perayaan tahun baru dan HUT DKI yang dicanangkan dirayakan tiap tahun jauh lebih membuat macet jalanan. Bahkan menurut ketua Panitia Nasional Syukuran Rakyat Abdee Negara, Ahok sudah memberi izin pesta rakyat menyambut kemenangan Jokowi selama 4 hari berturut-turut.
  7. Ahok juga mendukung legalisasi pelacuran yaitu lokalisasi prostitusi, dan menyebut yang menolaknya sebagai orang munafik, termasuk Muhammadiyah. Akhirnya Muhammadiyah resmi melaporkan Ahok ke polisi dengan pasal penghinaan.
  8. Ketika umat Islam mati-matian memprotes Miss World, Ahok justru mendukung total bahkan bangga jika Jakarta menjadi tuan rumah final kontes yang sama sekali tidak Islami itu.
  9. Ahok juga mendukung konser Lady Gaga di Jakarta, yang di Singapura, Cina dan beberapa negara bukan mayoritas Muslimpun dilarang karena penampilannya yang dianggap asusila.
  10. Ahok bahkan berani gegabah mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan, yaitu BOLEH MINUM BIR, asal jangan sampai mabuk.
  11. Ahok mendukung wacana penghapusan Kolom Agama di KTP.
  12. Ahok dengan berani melecehkan ayat suci, yaitu dengan mengatakan bahwa ayat suci wajib tunduk pada ayat konstitusi.
  13. Ahok sempat berwacana untuk menghapuskan cuti bersama Lebaran.
  14. Ahok juga menentang habis manifesto Partai Gerinda tentang pemurnian agama dari aliran sesat.
  15. Adanya dugaan kuat bahwa Ahok terlibat korupsi pengadaan bus Transjakarta bernilai 1,6 triliun rupiah.
  16. Terakhir, pelarangan penyembelihan kurban di lingkungan SD.( http://vienmuhadi.com/2014/10/07/ahok-larangan-kurban-di-lingkungan-sd-dan-ham/ )

Jadi keberatan FPI terhadap kepemimpinan DKI ternyata tidak hanya karena Ahok non Muslim. Dalam acara ILC kemarin juga mencuat tentang adab Ahok yang dinilai kasar dan sering kali memaki-maki  anak buahnya di depan umum, sambil membanting-banting barang. Bahkan Ratna Sarumpaet, tokoh perempuan yang dikenal anti FPI pun juga mempertanyakan prilaku kasar tersebut.

Jangan lupa pemimpin adalah contoh ketauladan orang yang dipimpinnya. Sekarang saja kita bisa melihat sendiri betapa buruknya adab dan akhlak anak zaman sekarang. Tawuran, bulli-membulli, nyontek dll sudah menjadi budaya.

Rakyat Indonesia memang terlihat jelas sudah muak menyaksikan prilaku busuk para pejabat yang menjadikan budaya korupsi sebagai hal yang wajar. Tak heran bila sepak terjang Ahok yang terkesan disiplin dan tegas terhadap korupsi itu menjadi daya tarik tersendiri.

Termasuk juga terpilihnya Jokowi sebagai presiden RI ke 7, yang dikenal berkat gaya blusukannya itu, menjadi lambang kedekatan dengan rakyatnya. Hal yang wajar dan sah-sah saja sebenarnya. Sayangnya rakyat lupa ( atau mungkin memang tidak peduli?? ) bahwa dengan naiknya Jokowi maka otomatis Ahok sebagai wakil gubernur bakal naik jabatan menjadi  gubernur. Belum lagi melihat kenyataan bahwa PDI lah yang mendukung pencalonan Jokowi. Perlu diingat anggota partai berlambang banteng ini banyak dari kalangan JIL dan Syiah. Ini yang dikhawatirkan dan diwanti-wanti para ulama sejak awal, mengapa mereka lebih mendukung pasangan Prabowo – Hatta.

Namun nasi sudah menjadi bubur, kita harus menghadapi kenyataan, itulah pilihan rakyat. Semoga dengan terpilihnya ketua MPR dan DPR dari kubu KMP pimpinan Prabowo, pemerintahan presiden terpilih Jokowi dapat berjalan lebih baik dari perkiraan. Semoga susunan kabinet Jokowi  tidak membuat resah rakyat.

Meski ternyata, Nusron Wahid, sang ketua GP Ansor yang telah membuat para ulama kebakaran jenggot, telah didapuk menjadi koordinator pelaksanaan doa lintas agama di masjid Sunda Kelapa dalam rangkaian pesta pelantikan presiden dan wakil presiden yang baru saja berlalu. Bahkan dicalonkan menjadi salah satu mentri kabinet baru ini. Na’udzubillah min dzalik …

(  http://news.fimadani.com/read/2014/10/20/nusron-wahid-jadi-koordinator-doa-lintas-agama-pesta-jokowi/ ).

Tak dapat dibayangkan apa yang akan terjadi dengan negri ini bila FPI benar-benar dibubarkan. Dapat dipastikan berbagai bisnis maksiat seperti pelacuran dll pasti akan berjalan mulus, miras kembali beredar bebas, pemurtadan terhadap kaum muslimin akan makin menjadi-jadi. Lalu siapa yang bisa dan mau menghalangi hal ini bila semua ini terjadi ???

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 21 Oktober 2014.

Vien AM.

( Kabar terbaru, Minggu 26 Oktober 2014, Nusron Wahid tidak termasuk dalam daftar kabinet 2014, Alhamdulillah).

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 58 other followers