Feeds:
Posts
Comments

Archive for March 30th, 2009

Apakah Neraka itu ?

Apakah neraka itu ?

Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim”.(QS.Ali Imraan (3):151).

Neraka adalah tempat kembali orang-orang kafir, musyrik, munafik, orang-orang yang menyombongkan diri, pemimpin yang zhalim, para pezina, kaum homosekual dan lesbian, para pemakan riba dan harta anak yatim-piatu tanpa dasar yang benar, para pembunuh orang mukmin tanpa hak, para pelaku bunuh diri, orang-orang yang meninggalkan shalat, zakat dan puasa tanpa alasan yang dibenarkan agama, orang-orang yang durhaka terhadap kedua orang-tuanya serta orang-orang yang membiarkan dosa-dosa kecilnya bertumpuk tanpa berusaha untuk bertobat dan memperbaikinya.

” Allah berfirman: “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala yang sangat enggan melakukan kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah, maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat”. (QS.Qaaf(50):24-26).

Dikatakan bahwa neraka mempunyai 7 buah pintu / tingkatan, yaitu neraka Jahanam, neraka Ladza, neraka Huthomah, neraka Sa’ir, neraka Saqor, neraka Jahim serta neraka Hawiyah.. Masing-masing pintu telah ditetapkan golongan penghuninya.

” Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka. (QS.Al-Hijr(15): 43-44).

Rasulullah bersabda : Seringan-ringan siksaan penghuni neraka adalah : Apabila seseorang yang memakai terompah dari bara api sehingga menyebabkan otaknya mendidih.( HR Bukhari – Muslim).

Allah swt telah berulang memperingatkan hamba-Nya, yaitu semua manusia tanpa kecuali bahwa siksa-Nya amatlah keras dan pedih. Dan janji Allah itu pasti akan terjadi karena Allah tidak mungkin menyalahi janji-Nya. Maka hari itu manusia yang tidak mau dan bahkan tidak memperdulikan peringatan yang diberikan melalui para Rasul akan menerima akibatnya. Bukan Allah yang berbuat zalim melainkan manusia itu sendiri.

” Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nissa’(4):56).

” Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa”. (QS.Al-Haqqoh(69):36-37).

“… Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): “Rasailah azab yang membakar ini”.(QS.Al-Hajj(22):19-22).

Sementara itu ada sebagian hamba yang berada diantara surga dan neraka. Dengan harap-harap cemas mereka menanti keputusan Yang Maha Kuasa atas nasib mereka. Mereka sangat berharap agar pintu surga dibukakan bagi mereka dan sebaliknya pintu neraka di tutup.

Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A`raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga:” Salaamun `alaikum“. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya). (QS.Al-A’raaf(7): 46).

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata:Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu“. (QS.Al-A’raaf(7):47).

Kemudian terjadilah percakapan antara penghuni surga, penghuni neraka dan orang-orang yang masih dalam antrian sebagai berikut :

(Orang-orang di atas A`raaf bertanya kepada penghuni neraka): “Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?(Kepada orang mu’min itu dikatakan): “Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati”.(QS.Al-A’raaf(7):49).

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga:Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami”. (QS.Al-A’raaf(7):50-51).

Itulah yang terjadi pada hari peradilan. Hari dimana manusia harus mempertanggung-jawabkan apa yang telah dilakukannya, tidak ada kata menyesal bagi siapapun. Karena pintu-pintu pengampunan telah tertutup, layar telah diturunkan dan selesai sudah segalanya. Ini adalah akhir dari permainan, “The True Game” yang diciptakan-Nya. Na’udzu billah min dzalik..

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”(QS.Al-Mukminun(23):99-100).

Wallahu’alam bi shawab.

Jakarta, Juli 2008.

Vien AM.

Read Full Post »