Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2021

Adalah hal yang wajar bahwa setiap orang pasti mempunyai masalah, terlepas masalah berat atau ringan, dan pasti pernah berbuat kesalahan. Bahkan para nabi sekalipun mengalaminya. Namun tidak seperti umumnya manusia biasa, para nabi segera menyadari kesalahan mereka yang pada hitungan manusia biasa tidak seberapa, dan segera bertaubat.

Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat”. (HR Tirmidzi 2499, Shahih at-Targhib 3139).

Berikut adalah kisah nabi Yunus alayhissalam yang diabadikan dalam Al-Quran dan doa taubat dalam ayat 87 surat Al-Anbiya yang amat masyur karena sering dijadikan pegangan kaum Muslimin yang sedang mengalami masalah dan kesulitan.   

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Nabi Yunus bin Mata adalah seorang utusan yang diperintahkan Allah swt untuk menyebarkan agama-Nya kepada penduduk kota Niniwa yang berada di daerah Mosul, Irak. Al-Quran memang tidak secara jelas menyebutkan tempat nabi Yunus diutus. Namun sejumlah ulama menyimpulkan, berdasarkan keterangan ayat 139-140 surah As-Shaafaat, negeri yang berdekatan dengan pantai ( menuju kapal) tersebut adalah kota Niniwa, Mosul di Irak.

“Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, ingatlah ketika dia lari ke kapal yang penuh muatan.”

Pada Desember 2017 para arkeolog yang berhasil menemukan sejumlah prasasti di sekitar makam nabi Yunus di Mosul antara tahun 1987 dan 1992 mempublikasikan hasil studi mereka. Mereka menyebutkan bahwa nabi Yunus pernah hidup pada masa raja Esarhaddon di kota Niniwa yang merupakan ibukota Kerajaan Assyria. Raja Esarhaddon disebutkan sebagai seorang yang dihormati meski sangat kejam. Prasasti-prasasti itu diperkirakan telah berusia 2700 tahun.

Sementara itu, Sami bin Abdullah Al-Maghluts, dalam kitabnya Athlas Tarikh al-Anbiya; wa al-Rasul, disebutkan bahwa Niniwa adalah ibu kota dari negara Asyiria yang terletak di sebelah selatan Irak. Kota tersebut merupakan kota terbesar dan terkaya pada masa itu. Ketika itu penduduk Niniwa adalah kaum penyembah patung dan berhala. Mereka belum mengenal Allah Azza wa Jala.

Dalam keadaan seperti itulah Nabi Yunus datang, setelah sebelumnya  menempuh perjalanan jauh dari negri Syam melewati gurun pasir yang panas dan gersang. Namun sebagaimana nabi lain, ajakan nabi Yunus ditolak, kecuali dua orang yang masih bersih hatinya, yaitu Rubil dan Tanuh. Selama bertahun-tahun dakwah beliau tidak mendapat kemajuan. Mereka bahkan menganggap utusan Allah tersebut sebagai orang gila.   

Hingga akhirnya dengan perasaan marah, sedih dan kecewa, nabi Yunus memutuskan pergi meninggalkan kaum Niniwa bersama kedua pengikutnya. Sepanjang perjalanan, nabi Yunus terus berdoa memohon agar Allah swt berkenan memberi peringatan kaumnya.

Dan (ingatlah kisah) Dzan Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, … … … “. ( Terjemah QS. Al-Anbiya(21):87).

“Dza Nun”, bisa diartikan sebagai tuannya paus atau manusia paus, dan merujuk kepada nabi Yunus alayhissalam. Kata “Nun” juga dapat berarti paus atau sebuah kapal atau ikan yang besar.

Tak lama, badai petir dan angin kencang pun datang. Disusul dengan gempa besar yang memporak-porandakan sawah-ladang, peternakan, dan rumah-rumah kaum Niniwa, membuat penduduk tiba-tiba teringat apa yang pernah disampaikan nabi Yunus as. Mereka segera insyaf dan segera mencari nabi Yunus untuk bertaubat dan meminta maaf.

Sayang mereka tidak berhasil menemukannya. Ketika itu nabi Yunus telah berada di dermaga dan bersiap menaiki kapal. Nabi Yunus tidak mengetahui bahwa doanya agar Allah swt memberi peringatan kaumnya telah dikabulkan-Nya, dan bahwa mereka telah bertobat, bahkan sedang mencarinya.

Sebaliknya Sang Khalik justru malah menuntun nabi Yunus menuju kapal yang telah penuh muatan. Padahal di pelabuhan tersebut terdapat kapal lain yang lebih lowong. Ironisnya, sang nakhoda baru menyadari bahwa kapal kelebihan beban ketika kapalnya sudah berlabuh. Hingga diputuskan bahwa harus ada yang rela keluar dari kapal. Maka dibuatlah undian. Nahasnya, setelah diundi hingga 3x nama nabi Yunuslah yang terus muncul. Nabi Yunuspun segera menyadari bahwa Tuhannya telah menghukumnya.   

Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela”. (Terjemah QS. Ash-Shaffat(37):139-142).

Nabi Yunus segera bertobat dan mengakui kesalahannya yaitu kurang bersabar dalam menghadapi kaumnya bahkan pergi meninggalkan mereka, dalam keadaan marah pula. Tampak bahwa syaitan telah menyesatkannya, lupa bahwa hidayah adalah milik Allah, tugas para Rasul hanyalah mnyampaikan risalah-Nya.

“Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (Terjemah QS. Al-Baqarah(2): 213) dan Allah berfirman yang artinya “Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk.” (Terjemah QS. Az-zumar(39):23).

Maka tidak ada pilihan lain bagi nabi Yunus selain menceburkan dirinya ke dalam lautan yang sangat dalam. Dan begitu nabi Yunus masuk ke laut seekor ikan Paus raksasa langsung menyambut dan menelannya bulat-bulat. Dan atas kuasa-Nya jua,  nabiyullah ini tetap hidup. Di dalam kegelapan perut paus nabi Yunus terus berdoa memohon ampunan Allah swt.

Dan (ingatlah kisah) Dzan Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” ( Terjemah QS. Al-Anbiya(21):87).

Empat puluh hari lamanya Allah Azza wa Jala menguji nabi Yunus dalam keadaan demikian. Selama itu pula nabi Yunus tidak pernah sedikitpun bosan memohon ampunan dan mengakui dosa dan kesalahannnya, berdzikir dan beristighfar. Hingga akhirnya Allah swt pun menerima tobatnya.

Maka Allah ilhamkan ikan Paus tersebut agar memuntahkan nabi Yunus dari perutnya. Lalu melemparkannya ke sebuah daratan dimana sebatang pohon jenis labu telah Allah siapkan untuknya. Dengan bantuan buah tersebut nabi Yunus berangsur sembuh dari sakit yang di deritanya selama puluhan hari dalam perut Paus.

Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.Dan Kami tumbuhkan untuknya sebatang pohon dari jenis labu.”.( Terjemah QS. Ash-Shaffat(37):143-146).

Selanjutnya Allah swt mengabarkan bahwa kaum Niniwa telah bertobat dan siap menanti kembalinya nabi Yunus untuk menyampaikan ajaran-Nya.

Maka Kami telah memperkenankan do`anya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman”. ( Terjemah QS. Al-Anbiya(21):88).

Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu. .”.( Terjemah QS. Ash-Shaffat(37):147-148).

Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” ( Terjemah QS. Yunus (10): 98).

Kisah Nabi Yunus ini memberikan pelajaran kepada kita akan betapa pentingnya makna sabar dalam pandangan Allah swt. Allah swt melalui surat Al-Qalam ayat 48 mengingatkan agar tidak mengulangi apa yang telah dilakukan nabi Yunus di masa lalu.

Maka bersabarlah kamu terhadap ketetapan Tuhanmu dan janganlah kamu seperti orang yang berada di dalam perut ikan besar(nabi Yunus).”

Nabi Yunus memang pernah menyerah bahkan marah dan meninggakan tugas karena kecewa penduduk Ninawa tidak mau menerima ajakannya. Namun cepat menyadari kesalahannya dan segera bertobat. Meski demikian tobat perlu pembuktian. Allah swt memberi waktu 40 hari untuk melihat keseriusan tobat nabi Yunus. Dan nabi Yunus berhasil membuktikannya dengan baik. 

Doa nabi Yunus patut dijadikan contoh dalam berdoa, karena meliputi 4 hal penting, yaitu pengakuan tauhid, pengakuan kesalahan/kekurangan diri, permohonan ampun (istighfar) tidak akan mengulang kesalahan serta bersabar menerima pengampunan-Nya. Itulah Tauban Nasuha, taubat sebenar-benar tobat, bukan tobat yang hanya di mulut saja.

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (Terjemah QS. At-Tahrim: 8)

Ibnu Katsir menerangkan mengenai taubat yang tulus sebagaimana diutarakan oleh para ulama, “Taubat yang tulus yaitu dengan menghindari dosa untuk saat ini, menyesali dosa yang telah lalu, bertekad tidak mengulangi dosa itu lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya atau mengembalikannya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 323).

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 22 April 2021.

Vien AM.

Read Full Post »

Awalnya, musisi Dewa Putu Sutrisna adalah seorang mahasiswa yang kuliah di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH). Lulusan dari kampus itu bisa dikatakan langsung menjadi pendeta Hindu. Dia kuliah hingga tiga tahun.

Saya asli Bali. Keluarga pun keluarga Bali. Tidak ada campurannya. Ibu bapak Bali. Mereka berdua Hindu,” katanya mulai berkisah beberapa waktu lalu di penghujung tahun 2017.

Kakeknya adalah pendeta tertinggi di Bali. Baginya ini adalah cobaan berat. Namun begitu, ia justru menemukan Islam dari kitab agamanya sendiri (Hindu).

Saya tidak pernah membaca Alquran. Saya tidak pernah mencari tahu tentang Islam. Buat saya, Islam itu kebencian waktu itu,” ungkap Putu Sutrisna.

Ia berpandangan demikian sebab ia teringat dengan tragedi bom Bali sekitar tahun 2002, yang membuat perekonomian, pariwisata hancur, banyak korban dan efeknya cukup besar.

Islam tidak pernah saya pandang. Di STAH saya banyak membaca Weda dan kitab pendukung lainnya,” kata dia.

Dari kitab tersebut ia malah menemukan Islam. Bukan dari seorang sahabat, ustadz atau dari mana pun. Di Weda banyak membicarakan tentang Kalki Awatara. Setelah dipelajari, sepanjang di kitab Hindu, siapa itu Kalki Awatara, bagaimana silsilahnya Kalki Awatara dan semua Kalki Awatara.

Di Weda disebutkan Kalki Awatara itu lahir di tanggal 12 di awal bulan. Kita tahu sendiri Nabi Muhammad SAW lahir di tanggal 12 Rabiul Awal. Kemudian ciri-cirinya, dia datang dengan naik unta, menggunakan pedang dan tanah, berperang bersama empat sahabatnya”.

“Kalki memiliki ayah bernama Vishnuyash dan ibu bernama Sumatti.  Jika diterjemahkan dari bahasa Sansekerta, “Vishnuyash” yang berarti “hamba Tuhan”, dalam bahasa Arab “Abdullah”. Abdullah ayahanda Rasulullah SAW.  Sementara, “Sumatti” memiliki makna “lemah lembut”. Aminah, ibunda Rasulullah SAW memiliki makna yang sama yaitu “lemah lembut”.

Dari cara berpakaian, menyisir rambutnya dan cara lainnya sama dengan Rasulullah SAW, tertera dalam Weda,” ungkap Putu Sutrisna yang getol dengan dunia musik ini.

Setelah lima tahun mencari tahu tentang Islam dan mencari tahu siapa itu Rasulullah SAW,  Dewa Putu pun memutuskan masuk Islam.  Uniknya, meski ia mengikuti apa yang diteladankan Rasulullah SAW selama lima tahun itu, ia belum mengucapkan syahadat sama sekali.

Alhamdulillah saya bertemu dengan Mualaf Center Darussalam, kemudian saya dituntun syahadat. Tepat saat kedatangan Dokter Zakir Naik di Bekasi,” ungkap pria bertato ini.

Dua tahun setelah bersyahadat yaitu pada tahun 2019, dalam suatu acara bertajuk ‘Dialog Iman’, Putu Sutrisna menceritakan kisah terberat yang dialaminya sejak menjadi mualaf. Yaitu tiga bulan setelah mengucapkan Syahadat, ketika itu istrinya sedang hamil tua anak kedua, dan akan melahirkan.

Dalam kondisi sudah menjadi muallaf, ia tinggalkan 2 label music, yang didalamnya ada 45 artis yang ia besarkan namanya. Ia tinggalkan itu semua dan mulai belajar Islam, sembari mendalami studi film. Tak hanya meninggalkan mata pencahariannya yang berhubungan dengan musik. Bahkan, ketika berpindah keyakinan, Dewa mengaku masih memiliki total hutang mencapai 16 Miliar, sedangkan saat itu ia belum memiliki penghasilan lain.

Istrinya masuk ke rumah sakit karena usia kandungan yang sudah tua. Pihak rumah sakit menyarankan untuk dilakukan operasi caesar, dengan biaya yang tidak murah. Dewa hanya bisa melihat wajah istrinya yang pucat dan menahan sakit yang sangat, sedangkan ia hanya bisa menggenggam tangan istrinya yang mulai melemah.

Setelah sholat Subuh, Dewa meninggalkan istrinya yang sedang dirawat di rumah sakit. “Karena pada saat itu punya uang hanya dua puluh enam ribu, saya tinggalkan istri saya. Saya datangi teman-teman yang mereka artis besar, dan saya tahu saldo mereka, saya cari. Tunggu di depan rumahnya hingga setengah jam, karena sudah tidak dianggap lagi saya. Saya cari uang pinjaman. Jangankan diberikan, dipinjamkan saja tidak,” ujar Dewa dengan nafas tertahan.

Bukan hanya teman-teman artis saja yang menjauhinya. Dewa mengaku beberapa label musik bahkan memusuhinya karena dianggap mengajak talent label itu hijrah dan meninggalkan musik.

Dalam keadaan demikian Dewa ditelepon pihak rumah sakit untuk menandatangani suatu perjanjian.

Saya dikasih surat sama suster, suratnya itu menandakan bahwa jika terjadi kematian janin atau ibu, saya tidak boleh menuntut rumah sakit. Saya ingat sekali wajah istri saya kesakitan,” ujarnya, kini dengan sedikit terisak.

Waktu itu saya telepon Ustadz Khalid Bassalamah, minta petunjuk saat itu, bukan minta, bukan ngemis. Saya bilang sedang cari solusi untuk masalah saya, tidak bilang istri saya lagi hamil dan butuh uang,” ungkap Dewa.

Atas pertanyaan Dewa, ustadz Khalid Bassalamah menjawab “Untuk apa cari solusi, Allah ciptakan manusia untuk ibadah. Jika kita punya masalah dan kesulitan, cek ibadah kita.”

Seketika itu juga Dewa tersadar, sholat Dhuha terlewatkan, sholat Dhuhur terlambat ia tunaikan. Seharian yang terbayang hanya wajah pucat istrinya di rumah sakit. “Saya ditampar dengan chat itu. Saya cari mushola di belakang rumah sakit, Saya hanya minta pada Allah ‘ya Allah, ampuni saya, saya orang dzalim, saya minta ya Allah selamatkan istri saya, selamatkan anak saya’,” doa itu terus Dewa panjatkan sampai setelah sholat Ashar.

Singkat cerita, setelah melalui beberapa proses, pertolonganpun datang melalui seorang yang tak diduga.

“ … … Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (Terjemah QS. Ath-Thalaq(65):2-3).

Demi Allah, tidak sampai dua menit, uang itu sampai. Anak saya lahir, perempuan sehat, istri saya sehat juga.

Ia pun menyampaikan hikmah dari kejadian yang menurutnya adalah yang paling berat dalam hidupnya itu. “Ini sebenarnya kelemahan kita, kita lupa sama Allah, kita sibuk sama dunia. Nanti kalau kita sudah susah, kalau sudah kesulitan, sudah mentok, sudah sangat terpojok sekali, baru kita ingat Allah,” ujarnya.

Dewa pun mengungkapkan seharusnya manusia bersyukur, Allah mengingatkan hambanya untuk sholat lima kali sehari, bukan tiga kali atau satu kali. Supaya selalu ingat, bahwa harus selalu ingat kepada Allah.

Sibuk dunia, sibuk dunia, sibuk dunia, kita lupa sama Allah, kita lupa kenapa Allah ciptakan Qiyamullail, kenapa kita disuruh sholat sunnah dua rokaat sebelum subuh, kenapa Allah suruh kita sholat Subuh. Allah ingin kita ingat DIA dulu, sebelum kita sekolah, kerja, atau aktivitas lain. inget Allah dulu, kalau kita sudah inget Allah, semua yang kita kerjakan akan dituntun sama Allah, semua yang kita kerjakan,” ujarnya.

Ia sempat meminta maaf karena menyampaikan cerita itu dalam keadaan yang cukup emosional, karena cerita yang ia sampaikan sudah lama tidak diceritakan, dan kisahnya adalah yang paling berat dalam hidupnya. Karena dulunya, Dewa adalah orang yang cukup dipandang dan sering foya-foya. “Ketika susah, orang gak mau lihat saya. Tapi di sini saya dapat pelajaran yang luar biasa, kita tidak boleh lupakan Allah”, tutupnya.

Wallahu’alam bi shawwab.

Vien AM.

Diambil dari :

https://news.bersamadakwah.net/2018/01/unik-putu-sutrisna-putuskan-masuk-islam.html

https://www.kiblat.net/2019/08/26/kisah-muallaf-untuk-apa-cari-solusi-allah-ciptakan-manusia-untuk-beribadah/

Read Full Post »