Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Akhlak’ Category

FPI Menyerang Ahok Melawan.

“FPI Menyerang Ahok Melawan” adalah judul acara ILC ( Indonesia Lawyer Club) yang dipandu wartawan senior Karni Ilyas edisi Selasa (14/10/2014) lalu. Sebuah tema yang cukup menarik meskipun sebenarnya judulnya tendensius. Tema ini diangkat tampaknya gara-gara demo FPI tentang keberatan mereka, dan sebenarnya juga sebagian warga DKI, dengan otomatis naiknya Ahok sebagai gubernur DKI menggantikan Jokowi yang hari ini resmi dilantik menjadi R1.

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. (QS.Al-Maidah(5):51).

Sayangnya demo tersebut berujung anarkis, membuat wacana pembubaran ormas ini kembali mencuat. Beragam reaksipun bermunculan merespons polemik tersebut. Ahok sebagai orang yang merasa diserang dengan berang berkata “Saya tidak mau mahasiswa nanti memasang lilin, berdukacita karena seorang gubernur terguling di Balai Kota. Yang akan saya lakukan, bila diserbu oleh demonstran yang anarki, akan saya bakar hidup-hidup mereka”.

Saya sampaikan Jakarta ini surga bagi masyarakat dan neraka bagi para penjahat. Kejahatan bentuk apa pun harus kita tindak tegas,”  ucap Sudjarno, wakapolda Metro Jaya, di Eco Park Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Tapi yang paling menyakitkan adalah pernyataan Nusron Wahid, ketua Umum GP Anshor yang dipecat dari Partai Golkar pasca mendukung Jokowi.

“Kita ini orang Indonesia yang beragama Islam bukan orang Islam yang tinggal di Indonesia. Kita lahir, sujud dan sholat di bumi Indonesia karena itu kita tidak boleh mengotori Indonesia.” … “Diatas hukum agama dan hukum adat, ada hukum konstitusi”, tambahnya lagi.

Hmmm, tampaknya Nusron lupa bahwa bumi Indonesia hanyalah secuil bagian dari bumi milik Allah, bahwa diatas langit ada langit. Itulah kerajaan Allah swt, sang penguasa tunggal.

Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong“. (QS. Al-Baqarah(2):107).

Tentu saja pernyataan yang dilontarkan tokoh yang notabene tokoh NU ini mengundang banyak komentar, baik yang pro maupun yang kontra. Kontan, ketua Majelis Syura DPP FPI KH. Syeikh Misbahul Anam yang hadir dalam acara tersebut menyatakan : “Kepada semua anggota GP Anshor di seluruh Indonesia sesuai “fatwa” ketumnya,  mulai besok jangan baca ayat Al-Qur’an tapi baca saja ayat Konstitusi, dan kalau sekarat atau mati jangan dibacakan Yasin, tapi bacakan saja ayat Konstitusi”.

Namun ternyata Nusron memang dicap su’ul adab oleh para kyai dan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU). KH Miftachul Akhyar, pimpinan NU Jawa Timur, pernah menegurnya melalui media massa karena pernyataan Nusron yang provokatif dan berpotensi memecah belah kalangan Nahdliyin. Saat itu ia menyebut para kyai sepuh NU lupa sejarah masa lalu karena mendukung pasangan Prabowo Hatta.

Berkaitan dengan wacana pembubaran FPI, kiai Miftachul mengatakan, di tengah masyarakat yang semakin permisif dan apatis terhadap lingkungan sekarang ini, manfaat keberadaan FPI sangat jelas dalam memberantas kemunkaran. Sementara ketua umum pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay menilai aksi anarkis FPI memang pantas mendapatkan tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Akan tetapi perlu diteliti secara seksama apakah ini disengaja atau tidak. Karena menurut pengamatannya, kericuhan baru diatasi setelah benar-benar pecah tidak terkendali. Mustinya tugas penegak hukum adalah mengantisipasinya, karena demo dengan jumlah massa yang banyak bagaimanapun sulit mengendalikannya, termasuk bila terjadi provokasi dari pihak-pihak tertentu.

Ketua umum Persis ( Pemuda Persatuan Islam) Tiar Anwar Bachtiar malah berani berkata, dibalik aksi anarkis FPI, ada upaya penggambaran bahwa Islam merupakan bagian dari anarkisme. Skenario ini disajikan secara terus menerus oleh media kepada masyarakat, termasuk kepada umat Islam. Ini terbukti dengan minimnya pemberitaan hal-hal positif yang dilakukan ormas pimpinan Habib Riziek ini.   Kegiatan FPI mengangkat 100.000 mayat di Aceh saat terjadi tsunami, membantu gempa Jogja, melawan RMS, membantu pembangunan rumah bagi warga miskin, membantu berbagai bencana alam di pelosok tanah air seperti bencana banjir di Jakarta, di Sinabung dll adalah contohnya.

Sebaliknya hanya aksi pelarangan dan peredaran miras, serta perjudian dan pelacuran yang berbuntut ricuh selalu diberitakan besar-besaran. Padahal ketiga hal tersebut adalah perbuatan maksiat yang sangat dibenci Allah swt, karena jelas-jelas merusak ahlak dan diri sendiri serta lingkungan. FPI memperluas makna kemungkaran, tidak hanya hal-hal yang berbau kemaksiatan seperti ketiga hal diatas, tetapi juga aliran-aliran sesat yang mengatas namakan Islam seperti Ahmadiyah, Syiah dan JIL.

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman”. (HR. Muslim)

Dapat dibayangkan bagaimana bangganya Ahok, gara-gara dirinya umat Islam jadi saling menyerang. Hal yang benar-benar amat disayangkan. Ironisnya, umat Islam kurang menyadari hal ini. Demi citra Islam sebagai rahmatan lil’aamiin, umat sebenarnya sedang dipojokkan, dibuat lupa dengan hadist di atas dan pentingnya jihad di jalan Allah. Padahal makna sesungguhnya rahmatan lil ‘aalamiin salah satunya adalah menegakkan keadilan, di jalan Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Maidah(5):54).

Tak perlu teriak-teriak bubarkan FPI karena kami akan bubar sendiri, caranya gampang, yaitu pemerintah dan seluruh aparat negara memberhentikan tindak tanduk kemunkaran di Indonesia. Kalau pemerintah sudah melakukan itu, untuk apa lagi ada FPI,” ujar Rizieq sang ketua FPI.

Menurut ketua ormas tersebut  kaum  Muslim harus berbagi tugas. Ada yang berdakwah dengan lembut, ada yang menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan tegas, dan ada yang berjihad dengan keras. “Silakan memilih sesuai dengan kemampuan kita. Tapi jangan saling menyalahkan karena tahapan yang kami lakukan berbeda,” imbuhnya.

Berikut beberapa alasan mengapa FPI tidak setuju Ahok menjadi gubernur ibu kota kita tercinta, yang dikutip dari  http://www.idjoel.com/alasan-fpi-demo-ahok-jadi-gubernur-dki-jakarta/ .

  1. Ahok menghancurkan Masjid Baitul Arif di Jatinegara, Jakarta Timur, sehingga warga setempat tidak bisa shalat Jum’at dan melakukan kajian Islam sampai saat ini.
  2. Ahok juga menghancurkan masjid bersejarah Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki(TIM). Dengan dalih renovasi namun hingga hari ini tidak ada tanda-tanda akan dibangun kembali.
  3. Ahok mengganti para pejabat Muslim dengan pejabat-pejabat non Muslim seperti lurah Susan, lurah Grace, dan sebagainya.
  4. Ahok juga mengganti sejumlah kepala sekolah Muslim di DKI, dengan alasan lelang jabatan. Hasilnya, banyak kepala sekolah di DKI saat ini dari kalangan Nasrani.
  5. Ahok mengeluarkan aturan mengganti busana Muslim di sekolah-sekolah DKI setiap Jum’at dengan baju Betawi. Sebagai perbandingan, di sekolah-sekolah Bandung, baju daerah ( Sunda) dikenakan setiap hari Rabu, hari Jum’at tetap dengan busana Muslim.
  6. Ahok juga melarang malam takbiran dengan alasan macet. Padahal perayaan tahun baru dan HUT DKI yang dicanangkan dirayakan tiap tahun jauh lebih membuat macet jalanan. Bahkan menurut ketua Panitia Nasional Syukuran Rakyat Abdee Negara, Ahok sudah memberi izin pesta rakyat menyambut kemenangan Jokowi selama 4 hari berturut-turut.
  7. Ahok juga mendukung legalisasi pelacuran yaitu lokalisasi prostitusi, dan menyebut yang menolaknya sebagai orang munafik, termasuk Muhammadiyah. Akhirnya Muhammadiyah resmi melaporkan Ahok ke polisi dengan pasal penghinaan.
  8. Ketika umat Islam mati-matian memprotes Miss World, Ahok justru mendukung total bahkan bangga jika Jakarta menjadi tuan rumah final kontes yang sama sekali tidak Islami itu.
  9. Ahok juga mendukung konser Lady Gaga di Jakarta, yang di Singapura, Cina dan beberapa negara bukan mayoritas Muslimpun dilarang karena penampilannya yang dianggap asusila.
  10. Ahok bahkan berani gegabah mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan, yaitu BOLEH MINUM BIR, asal jangan sampai mabuk.
  11. Ahok mendukung wacana penghapusan Kolom Agama di KTP.
  12. Ahok dengan berani melecehkan ayat suci, yaitu dengan mengatakan bahwa ayat suci wajib tunduk pada ayat konstitusi.
  13. Ahok sempat berwacana untuk menghapuskan cuti bersama Lebaran.
  14. Ahok juga menentang habis manifesto Partai Gerinda tentang pemurnian agama dari aliran sesat.
  15. Adanya dugaan kuat bahwa Ahok terlibat korupsi pengadaan bus Transjakarta bernilai 1,6 triliun rupiah.
  16. Terakhir, pelarangan penyembelihan kurban di lingkungan SD.( https://vienmuhadi.com/2014/10/07/ahok-larangan-kurban-di-lingkungan-sd-dan-ham/ )

Jadi keberatan FPI terhadap kepemimpinan DKI ternyata tidak hanya karena Ahok non Muslim. Dalam acara ILC kemarin juga mencuat tentang adab Ahok yang dinilai kasar dan sering kali memaki-maki  anak buahnya di depan umum, sambil membanting-banting barang. Bahkan Ratna Sarumpaet, tokoh perempuan yang dikenal anti FPI pun juga mempertanyakan prilaku kasar tersebut.

Jangan lupa pemimpin adalah contoh ketauladan orang yang dipimpinnya. Sekarang saja kita bisa melihat sendiri betapa buruknya adab dan akhlak anak zaman sekarang. Tawuran, bulli-membulli, nyontek dll sudah menjadi budaya.

Rakyat Indonesia memang terlihat jelas sudah muak menyaksikan prilaku busuk para pejabat yang menjadikan budaya korupsi sebagai hal yang wajar. Tak heran bila sepak terjang Ahok yang terkesan disiplin dan tegas terhadap korupsi itu menjadi daya tarik tersendiri.

Termasuk juga terpilihnya Jokowi sebagai presiden RI ke 7, yang dikenal berkat gaya blusukannya itu, menjadi lambang kedekatan dengan rakyatnya. Hal yang wajar dan sah-sah saja sebenarnya. Sayangnya rakyat lupa ( atau mungkin memang tidak peduli?? ) bahwa dengan naiknya Jokowi maka otomatis Ahok sebagai wakil gubernur bakal naik jabatan menjadi  gubernur. Belum lagi melihat kenyataan bahwa PDI lah yang mendukung pencalonan Jokowi. Perlu diingat anggota partai berlambang banteng ini banyak dari kalangan JIL dan Syiah. Ini yang dikhawatirkan dan diwanti-wanti para ulama sejak awal, mengapa mereka lebih mendukung pasangan Prabowo – Hatta.

Namun nasi sudah menjadi bubur, kita harus menghadapi kenyataan, itulah pilihan rakyat. Semoga dengan terpilihnya ketua MPR dan DPR dari kubu KMP pimpinan Prabowo, pemerintahan presiden terpilih Jokowi dapat berjalan lebih baik dari perkiraan. Semoga susunan kabinet Jokowi  tidak membuat resah rakyat.

Meski ternyata, Nusron Wahid, sang ketua GP Ansor yang telah membuat para ulama kebakaran jenggot, telah didapuk menjadi koordinator pelaksanaan doa lintas agama di masjid Sunda Kelapa dalam rangkaian pesta pelantikan presiden dan wakil presiden yang baru saja berlalu. Bahkan dicalonkan menjadi salah satu mentri kabinet baru ini. Na’udzubillah min dzalik …

(  http://news.fimadani.com/read/2014/10/20/nusron-wahid-jadi-koordinator-doa-lintas-agama-pesta-jokowi/ ).

Tak dapat dibayangkan apa yang akan terjadi dengan negri ini bila FPI benar-benar dibubarkan. Dapat dipastikan berbagai bisnis maksiat seperti pelacuran dll pasti akan berjalan mulus, miras kembali beredar bebas, pemurtadan terhadap kaum muslimin akan makin menjadi-jadi. Lalu siapa yang bisa dan mau menghalangi hal ini bila semua ini terjadi ???

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 21 Oktober 2014.

Vien AM.

( Kabar terbaru, Minggu 26 Oktober 2014, Nusron Wahid tidak termasuk dalam daftar kabinet 2014, Alhamdulillah).

Read Full Post »

Urgensi Ahklakul Khorimah.

Ramadhan telah berlalu.  Selesai sudah ganjaran malam Lailatul Qadar  yang berlipat-lipat lebih dari 1000 bulan yang hampir setara dengan ibadah selama 84 tahun itu.

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS.Al-Qadr(97):1-5).

Bukan hal yang dilarang mengejar pahala berlipat ganda seperti itu, justru dianjurkan. Namun ada esensi lain yang lebih utama tapi sering dilupakan kaum muslimin, yaitu akhlakul khorimah atau akhlak yang baik sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw. Inilah ciri orang takwa yang  merupakan tujuan utama perintah berpuasa di bulan Ramadhan.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al-baqarah(2):183).

Ciri orang yang takwa yang paling mudah kita temukan ada dalam diri Rasulullah. Aisyah ra mengatakan bahwa Rasulullah adalah Quran berjalan. Maksudnya, bila kita ingin melihat secara nyata, apa itu Al-Quran, bagaimana Islam, maka tengok dan pelajarlah sifat dan sikap nabi penutup ini.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.(QS. Al-Ahzab(33):21).

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

Rasulullah adalah seorang yang dikenal jujur, adil, santun, disiplin, hangat, ramah dan apik dalam berpenampilan, namun tetap sederhana dan bersahaja, dan sekaligus tegas. Beliau juga dikenal sangat menghormati kaum perempuan dan begitu  menyayangi anak-anak. Dan kesemuanya itu beliau lakukan demi mencari ridho Tuhannya.

“ Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, ‘Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu “.

Demi Allah. Seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, agar aku menghentikan dakwah ini, niscaya aku tidak akan menghentikan dakwah ini hingga Allah memenangkannya atau aku binasa.”

Itulah jawaban Rasulullah atas permintaan Abu Thalib, paman nabi yang meminta ponakan yang sangat dicintai itu agar menghentikan dakwahnya. Ini dilakukan karena sang paman mengkawatirkan keselamatan nabi yang sejak kecil telah dalam perawatan dan pengawasannya.

Inilah ciri ketakwaan yang sesungguhnya, yang seharusnya menjadi buah dari Ramadhan yang tiap tahun dilalui umat Islam seluruh dunia.

Namun anehnya, sebagian bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim ini, kurang mampu dan ( atau tidak mau ?? )  mencontoh serta   meneladani rasulnya. Bukti paling kentara yaitu dengan banyaknya koruptor di negri tercinta ini. Menjadi  bukti betapa orang-orang yang notabene adalah para pejabat negri, yang mustinya menjadi contoh keteladanan rakyatnya,  tidak memiliki rasa takut kepada Tuhannya, bahwa segala prilakunya senantiasa dalam pengawasan-Nya. Ironisnya lagi, mereka ini tidak punya sedikitpun rasa sesal dan malu ketika pengadilan memvonis kesalahan mereka.

Hal yang tak kalah menyedihkan, adalah betapa banyaknya anak usia SD yang  telah diajari untuk berbuat curang oleh gurunya. Ini  terlihat pada setiap ujian Negara  yang dilakukan tiap tahun di seluruh penjuru negri.  Demi menjaga nama baik sekolah, pihak sekolah rela mengorbankan murid-muridnya agar mau menyontek supaya mendapat nilai yang tinggi. Tak heran bila akhirnya murid berpikir bahwa menyontek itu tidak apa yang penting nilanya bagus ! Naúdzubillah min dzalik …

Nyesel juga lho waktu ujian SD dulu g ikutan nyontek, padahal guru yang jaga sengaja kasih kesempatan. Ijazah temen-temen yang nyontek jadinya pada bagus-bagus, bangga banget mereka”, begitu keluh putra kami yang sekarang telah menyelesaikan S2nya dan sudah bekerja.

Ironis bukan? Orang berbuat curang koq bangga, bahkan mampu membuat orang yang jujur berkecil hati. Kapan kita bisa maju jika kebiasaan buruk seperti ini kita biarkan saja. Karena sejatinya sifat jujur adalah kunci segala keberhasilan. Sebaliknya kebohongan adalah awal bencana besar.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Wajib atas kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan kepada Surga. Seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian sifat dusta, karena sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada keburukan, dan keburukan itu menunjukkan kepada Neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk selalu berdusta sehingga ia ditulis disisi Allah sebagai seorang pendusta.” (SHOHIH. Diriwayatkan oleh imam Muslim no. 6586).

 Tak ada jalan lain, segala perbuatan buruk mulai dari menyontek, berbohong, memfitnah dll  harus diberi sangsi dan hukuman, agar si pelaku kapok. Itu bila kita berniat membangun bangsa yang terhormat,  cerminan negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Harus diingat, ajaran Islam bukan hanya teori belaka, yang sarat dengan rutinitas rentetan ibadah ritual. Tidak akan ditrima shalat, puasa, zakat dan haji kita bila tanpa disertai perbuatan mulia yang bermanfaat bagi orang lain. Karena sejatinya orang yang paling dicintai Allah swt adalah  Mukmin yang berakhlak baik.  Yaitu mereka yang peduli terhadap sesama, yang suka membantu orang yang dalam kesulitan, yang santun, jujur dan  tidak pamrih, disamping melaksanakan segala kewajiban Tuhannya. Mukmin yang dicintai Sang Khalik adalah ibarat sebuah pohon yang dari akar, batang, dahan, ranting hingga bunga dan buahnya bermanfaat bagi orang lain. Perumpamaannya seperti apa yang disiratkan ayat 24 – 26 surat Ibrahim berikut :

“ Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun”.

Tak heran bila saat ini banyak non muslim yang merasa “ilfil” kata anak muda zaman sekarang, terhadap kaum Muslimin. Betapa banyaknya pengakuan para mualaf yang “curhat”,  jika tidak karena ayat-ayat Al-quranul Karim  yang begitu dasyat, mereka ini tidak bakal tertarik masuk Islam karena banyaknya contoh Muslim yang tidak baik akhlaknya bahkan bejat. Korupsi, pelacuran, mabuk2an dll adalah contohnya.

Sungguh aneh, Indonesia yang setiap tahun mengirimkan 200-an ribu jamaah haji ke tanah suci, tetapi prilakunya tidak mencerminkan hal itu. Juga shalat wajib 5x sehari yang merupakan tali pertolongan terakhir umat Islam ternyata tidak mampu melahirkan insan yang berakhlak mulia.  Apa gerangan yang salah dengan umat ini ???

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya”.(QS.Al-Mauun(107) :4-6).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Yang pertama kali dihilangkan dari umat manusia adalah amanat, dan yang tersisa paling akhir adalah shalat. Berapa banyak orang yang mengerjakan shalat tanpa ada kebaikan di dalamnya sama sekali di dalam dirinya.” (HR Ath Thabrani, hasan)

Marilah kita bersama introspeksi, silahkan menambah ibadah sunnah namun jangan kesampingkan kebiasaan dan sifat baik yang mustinya menjadi buah utama ibadah kita. Mari kita buktikan bahwa semboyan Islam adalah rahmatan lillalamiin, adalah nyata bukan hanya sekedar omong kosong belaka.

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia”. (QS. Fushilaat(41):34).

Dari Jabir r.a meriwayatkan bahawa Baginda Rasulullah saw bersabda : Diantara kamu orang yang paling aku cintai dan orang yang paling hampir kepadaku pada hari kiamat ialah orang yang baik akhlaknya. (HR Tirmizi).

Dari Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : Musa bin Imran a.s berkata: Wahai Tuhanku, siapakah orang yang paling mulia pada pandanganMu? Allah SWT menjawab: Barangsiapa yang memberi maaf meskipun dia memiliki kemampuan untuk membalas dendam. (HR Baihaqi).

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna dan orang-orang yang menunaikan zakat dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (ya`ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Mukminun(23):1-11).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 5 September 2014.

Vien AM.

Read Full Post »

Kejahatan dan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur atau Pedofili  kembali terjadi di bumi tercinta ini. Ironisnya,  perbuatan terkutuk tersebut terjadi di lingkungan pendidikan yang semustinya adalah tempat yang paling aman bagi anak, yaitu sekolah.  Dan tak tanggung-tanggung sekolah tersebut adalah JIS ( Jakarta International School), sebuah sekolah bergengsi elit di kawasan elit Pondok Indah. TK nya pula!

Sungguh menyedihkan, anak usia TK yang semestinya sedang senang-senangnya bermain dengan teman-teman seusianya itu sudah harus menanggung derita sakit tak terkira akibat nafsu bejat psikopat tak berperikemanusiaan tersebut.

Kejahatan seksual dari hari ke hari makin menggila. Tidak hanya ditilik dari frekwensinya namun juga   cara dan jenisnya. Bagaimana tidak, anak umur 6 tahun disodomi beberapa lelaki dewasa, disaksikan dan dipegangi seorang perempuan supaya tidak lari. Naudzubillah min dzalik … Iblis dan syaitan dari jenis apapun mungkin kalah sudah.

Yang lebih ajaib lagi, FBI, badan investigasi bergengsi  milik Amerika Serikat, mengumumkan bahwa warganya yang bernama  William James Vahey, yang merupakan buronan mereka, pernah bekerja di sekolah tersebut, tak tanggung-tanggung selama 10 tahun pula!

Lebih mengerikan lagi, lelaki usia 64 tahun tersebut buron karena kejahatan seksual yang dilakukannya. Badan investigasi tersebut menyebutnya sebagai  predator pedofil terbesar abad ini. Diduga 90 anak laki dari berbagai sekolah dimana ia mengajar, telah menjadi korban kebiadabannya. Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa buron kelas kakap tersebut, Inggris memasukkan kejahatannya kedalam kelas terorisme, telah mati bunuh diri pada tahun 2013 lalu di sebuah kamar di Minnesota,  Amerika Serikat.

Aneh juga ya, koq agen FBI yang diakui kehebatannya itu tidak mampu menangkap buronannya yang telah puluhan tahun berbuat kejahatan besar, malah sampai bunuh diri segala .. . hemmm. Ajaibnya lagi, predator tersebut bisa seenaknya berpindah-pindah kerja dari satu negara ke negara lain, sebagai pengajar TK pula ! Ia dikabarkan pernah mengajar di  10 negara diantaranya Iran, Mesir, Lebanon, Spanyol, Inggris, beberapa Negara di Amerika Latin dan di Indonesia.  Sebagian besar adalah sekolah berstatus internasional.

Tanda tanya makin bertambah besar saja karena seorang tersangka kejahatan di JIS ditemukan mati bunuh diri di toilet kantor polisi. Hal ini terjadi tidak lama setelah pihak kepolisian mengumumkan tersangka yang jumlahnya ada 5, tidak termasuk tersangka yang bunuh diri tersebut. Apalagi setelah pihak keluarga mengklaim bahwa muka tersangka lebam.  Namun anehnya lagi, mereka menolak autopsi. Ini yang kemudian melahirkan kecurigaan bahwa mereka dibayar untuk ‘diam’.

Untuk sementara, ke 5 tersangka memang dari bagian petugas keamanan dan kebersihan, yang disewa sekolah. Namun berita terakhir menyebutkan adanya kemungkinan terlibatnya tenaga pengajar di sekolah tersebut. Hal yang sama sekali tidak mustahil, mengingat si predator Amrik yang sempat bebas gentayangan dari tahun 1992 hingga 2002 lalu. Apalagi dengan adanya temuan bahwa korban pedofili beresiko tinggi menjadi pedofili juga !

Patut menjadi pertanyaan, apakah lingkungan JIS yang dikenal super ketat dijaga oleh satpam itu sejatinya untuk melindungi para predator yang tersembunyi didalamnya, bukan untuk keamanan muridnya ??? Agar konspirasi besar merusak generasi penerus dengan menyebarkan  ‘virus ‘pedofili, di seluruh pelosok dunia dapat berjalan mulus ???  Agar cita-cita terkutuk menjadikan dunia dengan tatanan baru  ( the New World Order) yang tidak memiliki budaya, tata krama dan agama dibawah Dajjal si mata satu yang memang sudah diprediksi Rasulullah saw ribuan tahun lalu itu bisa terlaksana ?? Siapa sebenarnya Dajjal, dalang terlaknat di balik semua ini?

Perlakuan seksual menyimpang seperti Homoseksual memang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Mereka adalah kaum nabi Luth, yang tinggal di sekitar laut Mati. Kota dimana mereka tinggal itu di kemudian hari dinamakan Sodom.  Mungkin dari sinilah lahir kata sodomi. Berikut ayat 80- 84 surat Al-Araf yang merekam perbuatan menyimpang yang dilaknat Sang Khalik tersebut.

“ Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”

Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan:

“Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.”

Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu”.

Islam dan agama-agama besar di dunia mengutuk Homoseksual. Karena jelas prilaku ini melawan fitrah. Dengan homoseksual bagaimana manusia akan berkembang biak ? Padahal salah satu tujuan perkawinan antar 2 mahluk lawan jenis adalah untuk memperkembang- biakan manusia sebagai mahluk Allah  yang ditugasi mengurus bumi milik-Nya.  Yaitu sebagai khalifah di muka bumi.

 « Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ». (QS.Al-Hujurat(49) :13).

« Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. … ». (QS.Al-Fathir(35) :39).

Anehnya, belakangan ini sejumlah negara Barat yang mengklaim diri sebagai bangsa maju dan  modern, hanya atas dasar alasan demokrasi dan kebebasan bepikir dan berpendapat,  malah melegalkan perkawinan antar sesama jenis.  Naudzu’billah min dzalik.

Lebih aneh lagi, Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim dan berazaskan Pancasila no 1 Ketuhanan, gaya hidup menyimpang ini tetap mempunyai pengikut yang tidak sedikit.  Ini terbukti dengan laku kerasnya acara-acara televisi yang dipandu selebritis lelaki keperempuan-perempuanan. Dan tanpa disadari ‘tokoh’ini menjadi panutan anak-anak kita.

Ini masih ditambah lagi dengan penampilan para selebritis perempuan tulen yang dengan genit memamerkan daya tarik keperempuanan mereka, aurat yang terbuka disana-sini. Belum lagi adegan seks yang dipertontonkan film-film di bioskop, video,  tv kabel dan internet yang sangat mudah di akses anak umur berapapun.  Inilah dunia yang sedang kita hadapi. Bayang-bayang nikmat kehidupan seks liar dan bebas tanpa ikatan perkawinan, layaknya binatang di hutan rimba nan luas. Betapa mengenaskan …

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pelaku pedofili biasanya seorang Homoseks yang karena berbagai alasan tidak mampu melampiaskan nafsu bejatnya kepada orang dewasa. Akibatnya, anak dibawah umur yang cenderung penurut dan belum mengenal kejahatanpun menjadi mangsanya.

Musuh-musuh Islam dan Allah seringkali menghubungkan perbuatan terkutuk pedofili dengan Rasulullah saw, yaitu karena Aisyah binti Abu Bakar, istri rasul yang paling muda.  Sungguh tuduhan yang sangat teramat keji dan tidak masuk akal. Cukup hanya dengan bekal mengetahui riwayat kehidupan  nabi dari kecil hingga dewasa yang begitu bersih saja, akal sehat tidak mungkin dapat menerima tuduhan tersebut.

Aisyah ra ketika dinikahi nabi memang masih teramat belia. Namun ini bukan kehendak nabi, Allah swt yang memerintahkan beliau saw untuk menikahinya. JIbril as yang memperlihatkan gambar Aisyah kepada rasul. Disamping itu Aisyah adalah putri sahabat terdekat dan terpercaya rasul yang sangat besar jasanya kepada Islam. Dan yang juga patut menjadi catatan, rasulullah baru menggauli istri tercinta tersebut dua tahun setelah pernikahan.

Catatan lain, Aisyah adalah satu-satunya istri rasul yang masih muda belia dan perawan ketika dinikahi. Aisyah tercatat sebagai istri rasul yang paling pandai dan paling banyak meriwayatkan hadist. Hal yang sangat berlawanan dengan korban pedofili. Dan lagi bila rasul seorang pedofili tentu semua istri rasul adalah anak dibawah umur.

Di sisi lain, hal yangcukup aneh, kaum Syiah yang mengaku Islam, menganggap Aisyah sebagai pelacur. Demikian juga Hafsah binti Umar bin Khattab. Juga ayah keduanya, yang merupakan orang pertama yang masuk Islam. Kaum ini bahkan menjadikan kutukan dan umpatan kepada mereka sebagai doa, sebagai amal ibadah. Padahal mereka adalah sahabat terbaik rasul. Yang dalam Al-Quranpun Allah swt memuji mereka sebagai ahli surga dari kaum Muhajirin.

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”.(QS.At-Taubah(9):100).

Selain pedofili, tuduhan berbau pelecehan seksual yang dibebankan kaum Orientalis kepada nabi Allah ini adalah mengenai kehidupan perkawinan rasul, yaitu poligami. Padahal rasulullah baru berpoligami pada 12 tahun terakhir kehidupan beliau saw. Itupun bukan atas dasar alasan pribadi. Nabi pertama kali menikah dengan Khadijah yang kemudian dikarunia 4 putri selama 25 tahun. Dan selama itu nabi tidak mempunyai istri lain. Padahal usia nabi ketika itu baru 25 tahun sedangkan Khadijah 40 tahun. Dan bagi orang Arab ketika itu memiliki istri lebih dari satu adalah hal biasa. Jadi mustinya tidak aneh bila nabi mau berpoligami, namun nyatanya nabi memilih untuk monogami.

Tuduhan kaum kafirin terhadap nabi tidak hanya terbatas pada kehidupan pribadi beliau. Mereka juga mengolok-olok bahwa nabi adalah orang gila, tukang sihir dll. Al-Quran dikatakan karangan nabi, kaum Muslimin dianggap barbar, jihad membela agama disamakan dengan teroris. Meski sebenarnya, tuduhan, finah dan permusuhan terhadap nabi, yang notabene membawa misi kebenaran dari Tuhannya, tidak hanya terjadi pada nabi Muhammad saw. Para nabi seperti nabi Nuh as, nabi Ibrahim as, nabi Luth as, nabi Musa as, nabi Isa as dll juga mengalami hal yang sama.

Jadi pertarungan antara hisbulllah ( pasukan Allah) yang membawa bendera kebaikan melawan hisbusyaitan ( pasukan syaitan) dengan bendera kejahatan dan kemaksiatannya, sudah ada sejak dahulu kala. Dan pertarungan ini puncaknya akan terjadi di akhir zaman.

“Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw. bersabda: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata, ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya”. (HR Muslim).

Ya tampaknya Dajjal telah datang kepada anak cucu kita sekarang ini, Ia datang memutar balikkan berita tentang surga dan neraka. Diantaranya yaitu tadi, pedofili, homoseksual, kejahatan dan pelecehan seksual dianggap sebagai surga. Sebaliknya ketaatan dan ketakwaan kepada Sang Khalik adalah neraka.

Manusia lahir dibekali akal untuk digunakan, hati untuk membedakan antara kebaikan dan kejahatan. Silahkan memilih dimana anak cucu akan kita tempatkan, kita sekolahkan, lingkungan dan pendidikan yang seperti apa.  Ingatlah, virus itu sekatang telah menyebar ke segala arah, dengan begitu dasyat.

 “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS.Al-Araf(7):179).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 29 April 2014.

Vien AM.

Read Full Post »

Urgensi Dakwah dalam Islam.

Kata “dakwah” berasal dari bahasa Arab yang mempunyai arti: panggilan, ajakan, dan seruan. Kata ini berasal dari kata kerja : دعا ( da’a),  يدعو  (yad’u).

« Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti ». (QS.Al-Baqarah(2) :171).

«  Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti ». (QS.Ali Imran(3) :193).

Dakwah adalah ajakan agar manusia mau beriman kepada Sang Khalik, Allah swt, mengakui bahwa Ia-lah satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, taat kepada-Nya, melaksanaka segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan itu semua dilaksanakan dengan mencontoh apa yang telah dilakukan Rasulullah Muhammad saw.

Pada masa hidup Rasuluh saw, dakwah terbagi atas 2 jenis, yaitu dakwah secara rahasia/tersembunyi ( Sirriyatud Dakwah) dan dakwah secara terang-terangan ( Jahriyatud Dakwah). Dakwah secara rahasia terpaksa dilakukan karena penganut Islam pada waktu masih sedikit sekali dan pula dimusuhi. Dakwah ini hanya berlangsung 3 tahun, setelah itu turun perintah agar Rasulullah berdakwah secara terang-terangan.

“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik”.  (QS.Al-Hijir [15]: 94).

Dakwah atau ajakan kepada Tauhid sebenarnya terjadi tidak hanya di zaman hidup nabi saw, namun pada semua nabi Allah, yaitu sejak nabi Adam as hingga nabi Isa as. Ini menunjukkan bahwa pada dasarnya para nabi dan rasul itu diutus untuk menyembah hanya kepada Allah swt, Azza wa Jalla, Tuhan Yang Satu, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Hanya saja syariatnya yaitu hukum atau aturannya berbeda-beda, sesuai dengan kitab yang diturunkan kepada nabi-Nya. Dalam hal ini, Islam, tentu saja merujuk kepada Al-Quran dan hadist.

Uniknya, dakwah bukanlah monopoli para nabi. Perintah ini juga berlaku untuk semua manusia. Namun tentu saja sesuai kemampuan dan kapabilitas masing-masing.

Jadi sungguh tidak benar jika ada yang berpendapat bahwa orang Islam itu yang penting baik prilakunya dan menjalankan ibadah pribadinya, seperti shalat, puasa, zakat dan  pergi haji. Akan tetapi tidak sedikitpun terbersit di dalam hatinya untuk berdakwah.

Coba bayangkan bila Rasulullah dan para sahabat dulu tidak berdakwah. Mungkinkah Islam bisa berkembang seperti sekarang ini ? Mungkinkah penduduk Mekah yang waktu itu mayoritas kafir memeluk Islam, membolehkan sanak keluarganya shalat, bahkan mengizinkan Ka’bah yang sejak dulu memang pusat ibadah haji ala pagan itu dikembalikan ke fungsinya yang sebenarnya yaitu haji yang bersih dari segala ritual kesyirikan ??

Islam adalah way of life, cara pandang hidup, bukan sekedar ajaran budi pekerti dan sejumlah aturan pribadi yang memisahkan antara kehidupan pribadi dengan kehidupan bermasyarakat. Islam adalah sebuah pandangan apa itu hidup dan kehidupan, yang memiliki ikatan erat antara manusia dengan Tuhannya, antara manusia dengan manusia lainnya serta antara manusia dengan alam sekitarnya.

Oleh karena itu hukum Islam sangat dibutuhkan agar umat Islam bisa beribadah dengan baik, agar ada hukum yang bisa dijadikan pakem sekaligus payung untuk berlindung. Kehidupan masyarakat negara Madinah yang dibentuk Rasulullah begitu Islam memiliki kekuatan dan sumber daya manusia adalah contoh masyarakat Islam yang paling baik. Itu pula sebabnya kita harus saling mengajak, dalam kebaikan, dan saling mengingatkan untuk menjauhi kejahatan.

« Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung ». (QS.Ali Imran(3) :104).

Uniknya lagi, segala aktifitas kehidupan, bila disandarkan kepada Sang Khalik, nilainya adalah ibadah. Karenanya berdakwah bukan hanya memberikan tausiyah sebagaimana yang biasa diberikan para pendakwah seperti uztad/uztadzah. Namun juga pemberian contoh keteladanan, seperti kedisiplinan, menjaga silaturahim, menghormati orang-tua atau yang lebih tua,  menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dll. Itu semua bisa bernilai dakwah.

Siapa saja yang melihat kemungkaran hendaknya ia mengubah dengan tangannya. Jika dengan tangan tidak mampu, hendaklah ia ubah dengan lisannya; dan jika dengan lisan tidak mampu maka ubahlah dengan hatinya; dan ini adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim).

Bahkan bagi para Muslimah  yang tinggal di negri minoritas Muslim, dengan berhijab saja bisa menjadi dakwah dan mempunyai nilai tersendiri. Apalagi bila bisa mengerjakan shalat atau membaca Al-Quranul Karim di tempat umum, tentu akan lebih baik lagi.

Jadi dakwah itu tergantung situasi dan lingkungan yang didakwahi ( mad’u).  Selain dengan contoh dan keteladanan, dakwah bisa juga dilakukan melalui  tulisan di blog, ataupun ‘status’ di jejaring sosial, seperti FB misalnya.

Itu sebabnya untuk berdakwah tidak harus menunggu hingga sepintar atau  sesholeh para dai dan ulama kenamaan.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra dituturkan, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” (HR. Bukhari).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 26 Februari 2014.

Vien AM.

Read Full Post »

Pujian dalam pandangan Islam.

Rasanya tak ada di dunia ini orang yang tidak senang  dipuji, baik secara langsung maupun tidak. Yang berbeda mungkin hanya tanggapannya, ada yang bersyukur, ada yang biasa-biasa saja, ada yang senang, ada yang bangga dan ada pula overacting. Meski pujian tidak jarang hanya basa-basi, bahkan bisa jadi dengan maksud tertentu. Yang terakhir ini mungkin ditujukan bagi orang yang memang gila hormat dan pujian.

Pujian adalah cerminan dari perhatian yang diberikan kepada seseorang, bisa karena prestasi, bisa juga karena kelebihan yang dimiliki orang yang bersangkutan. Kelebihan tersebut bisa berupa  kesuksesan,  kepintaran, kesholehan,  kekayaan , kecantikan/ ketampanan,  dan lain sebagainya.

Dalam dunia pendidikan, reward and punishment atau pujian dan hukuman adalah hal biasa. Pujian dan penghargaan diberikan kepada mereka yang berbuat baik, yang berhasil meraih prestasi misalnya. Sedangkan hukuman diberikan kepada yang berbuat salah, melanggar aturan, contohnya.

Dengan kata lain, penghargaan diberikan sebagai ungkapan rasa senang dan bangga atas perbuatan baik dan prestasi anak.  Sedang hukuman diberikan dengan tujuan untuk menuntun dan memperbaiki kesalahan, bukan untuk menjatuhkan apalagi tujuan balas dendam. Jadi reward and punishment adalah alat untuk mendidik agar anak didik mau berusaha memperbaiki kelakuan, sikap  dan prestasinya.

Secara umum, Allah swt mencontohkan hal ini dengan adanya pahala dan dosa.

“ … …,  maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. … ” , (QS Al-Maidah (5):48).

Ini untuk memotivasi manusia agar mau berbuat baik. Karena pada dasarnya manusia itu senang berlomba. Meski sayangnya, tidak jarang manusia itu senang berlomba dalam segala hal, baik dalam hal kebaikan maupun hal keburukan.

Dari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa ada orang yang memuji temannya yang ada disamping Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Celakalah engkau, kau telah menggorok leher saudaramu. Kau telah meggorok leher saudaramu!”.

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar ada orang yang memuji saudaranya dengan sangat berlebihan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Kalian telah mematahkan punggung saudara kalian (kalian telah membinasakannya).” [HR. Bukhari Muslim ).

Ya pujian adalah ibarat pedang bermata dua, yang dapat menjadi sarana ketakwaan kepada Allah di satu sisi,  dan dapat menjadi alat masuknya bisikan syaithan, di sisi sebaliknya. Oleh karenanya Islam mengatur adab dam tata cara memuji ini, bagaimana agar pujian tidak menjadi bumerang , agar pujian tidak menyebabkan seseorang menjadi besar kepala dan lalai.

Pujian terbagi menjadi 2, yaitu pujian yang tercela dan pujian yang diperbolehkan. Pujian yang tercela, adalah pujian yang berlebihan dan pujian yang dapat menyebabkan orang yang dipuji merasa bangga diri (‘ujub). Sedangkan pujian yang dibolehkan adalah yang hanya sekedarnya, tulus dan membuat yang dipuji bertambah dekat kepada Sang Khalik.

Harus kita ingat bahwa pujian hanyalah milik Allah Azza wa Jalla. Kebaikan dan kelebihan seorang hamba tidak ada apa-apanya dibanding dengan-Nya. Dan lagi kelebihan seorang hamba sejatinya adalah pemberian dan berkat izin-Nya. Apalagi bila kelebihan tersebut adalah kelebihan yang sifatnyas fisik, kecantikan misalnya. “Udah dari sononya”, kata orang Betawi.

Ironisnya, kelebihan semacam ini makin hari makin sirna, ditelan umur dan waktu. Kecantikan dan ketampanan seseorang jelas tidak abadi. Cobalah bayangkan seorang perempuan yang diwaktu mudanya cantik rupawan. Bandingkan dengan ketika ia berusia 70 tahunan, ketika giginya sudah mulai tanggal alias ompong. Atau lelaki yang ketika muda tampan dan gagah, bandingkan setelah ia berusia lanjut, giginya ompong, perutnya buncit dan kepalanyapun botak.

“ Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,  Maha Pemurah lagi Maha Penyayang » (QS. Al-Fatihah(1) : 2-3).

Bicara soal gigi, suatu hari saya pernah mengantar seorang kerabat yang sudah sepuh ke tukang gigi, untuk memperbaiki gigi palsunya yang patah beberapa minggu sebelumnya. Kerabat saya tersebut mengeluh bahwa ia merasa lidahnya lebih panjang dari sebelumnya. Selain itu ia juga merasa tidak dapat berkata-kata secara jelas, alias pelo. Padahal ia tidak sakit alias sehat-sehat saja.

Usut punya usut, ternyata pangkal semuanya adalah karena gigi. Menurut tukang gigi tersebut, yang menyebabkan ibu tersebut merasa lidahnya memanjang, karena selama beberapa minggu ia tidak memakai gigi palsunya. Akibatnya lidah menjadi tidak terkontrol, dan ‘lari ‘kesana-kemari, keluar dari ‘pagar’gigi yang selama ini membatasinya. Demikian juga kata-kata yang tidak jelas dan mendesis, itu semua diakibatkan karena alpanya gigi ! Subhanallah …

“ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya ».(QS.At-Tiin(95):4).

Imam Al Ghazali berkata: “Apabila kalian membenci atas dirimu hendaklah kalian alihkan untuk memuji kepada Allah swt. Karena orang yang memuji Allah itu adalah orang yang dekat dengan Allah. Orang yang berlebihan memuji manusia adalah yang lupa bahwa Allah bersifat Maha Tinggi lagi terpuji.”

Lagi pula, dibalik kelebihan dan kesholehan seorang hamba, pasti ada kejelekan dan kekurangannya, meski mungkin hanya dirinya yang mengetahui hal tersebut. Oleh karenanya, ketika kita sedang dipuji, dianjurkan agar segera istighfar, meyakini  bahwa Allah swt sedang menutupi kejelekan dan kekurangannya tersebut. Dan membaca doa yang artinya adalah sebagai berikut :

“Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku sendiri daripada mereka yang memujiku”.

“Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka duga, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan sebab perkataan mereka” (HR. Al-Baihaqi).

Sebaliknya bagi yang suka memuji, bila ia benar-benar mencintai saudaranya, tahanlah pujian tersebut, karena pada umumnya manusia itu memiliki sifat-sifat lemah, seperti munafik, ujub, lupa diri, dan sifat-sifat buruk lainnya.

Disamping itu bila memang kita ingin memujinya, lakukan itu dengan ikhlas, dengan tujuan untuk memotivasi, dan agar ia mensyukuri kelebihan tersebut. Yang dengan demikian dapat lebih mendekatkan diri pada-Nya.

“ … … Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. … … “. (QS. Al Maidah(5): 2).

Fenomena puji memuji yang belakangan ini menjadi trend adalah pemberian ‘jempol’di dunia maya, FaceBook, contohnya. Jempol diberikan kepada status atau foto yang diunggah sesama anggota FB, sebagai bentuk perhatian, apresiasi atau sekedar ‘sudah dibaca”.  Atau bisa juga hanya basa-basi. Padahal tidak jarang status atau foto yang dipajang itu tidak Islami. Tidak jelas sebenarnya atas dasar apa jempol tersebut diacungkan.

Lebih parah lagi apa yang terjadi saat ini. Yaitu pujian yang sifatnya membela seseorang secara berlebihan, tidak peduli orang yang dipuji dan dibelanya itu salah atau benar. Ini adalah contoh pujian yang sama sekali tidak islami, karena sifatnya sangat emosional, dan sudah mengarah kepada pendewaan.

“ Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan, bencilah orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai.” (HR. Muslim).

Dari Al-Miqdad bin Al-Aswad radhiallahu anhu dia berkata:

 “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menaburkan tanah ke wajah-wajah orang yang berlebihan dalam memuji.” (HR. Muslim).

Mungkin sudah saatnya  kita harus introspeksi, memilah-milah mana yang patut mendapat pujian, mana yang tidak. Jangan sembarang mengangkat jempol, memuji dan mengeluarkan pendapat, karena semua itu ada pertanggung-jawabannya, baik di dunia apalagi di akhirat nanti.

“ pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan”. (QS.An-Nuur(24) :24).

“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk fisik kalian dan harta kalian. Melainkan Dia melihat kepada hati kalian”. (HR. Muslim).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 20 Februari 2014.

Vien AM.

Read Full Post »

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS.Al-Baqarah(2):183).

Ramadhan adalah bulan dimana Allah swt mewajibkan umat Islam untuk berpuasa. Inilah satu-satunya ibadah yang hanya dapat diketahui oleh Nya dan diri kita sendiri. Selama sebulan penuh, 29 atau 30 hari, kita dituntut untuk dapat menahan lapar dan dahaga, setelah 11 bulan lainnya kita dapat bebas menikmati rezeki dari-Nya. Meski sebenarnya perintah puasa di bulan dimana  Al-Quranul Karim turun untuk pertama kalinya ini bukan sekedar puasa dari menahan makan dan minum,  dari menjelang matahari terbit atau subuh hingga menjelang matahari terbenam atau magrib. Melainkan agar menjadi hamba yang takwa.

Ramadhan pada dasarnya adalah bulan dimana umat Islam menjalani tes, ujian untuk naik tingkatan. Persis ujian atau tes di sekolah agar bisa naik ke kelas yang lebih tinggi. Materi utama yang diujikan dalam bulan ini memang puasa dari menahan makan dan minum, termasuk merokok serta menahan hubungan suami istri. Namun untuk mencapai derajat sempurna, yaitu takwa tadi itu, maka kwalitas puasa seorang Mukmin ikut mendapat penilaian.

Memang banyak tidur dan bermalas-malasan dengan alasan lemas dan tidak bertenaga tidak mendatangkan dosa. Bahkan masih lebih baik dibanding ‘menggosip’ apalagi membicarakan kesalahan dan kejelekan orang lain. Namun puasa yang seperti ini tidak akan menghasilkan buah apapun selain lapar dan haus. Walhasil dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya tidak akan ada perubahan dan perbaikan sikap, baik secara pribadi maupun secara umum.

Padahal tidak mungkin Sang Khalik memerintahkan sesuatu yang tidak ada gunanya. Bukankah Islam diturunkan untuk rahmatan lil alamin, agar tercapai masyarakat yang adil dan makmur ? Kesabaran, kedisiplinan, kepedulian sosial dan ketundukan kepada-Nya adalah beberapa diantara manfaat atau buah yang dapat kita capai. Temuan sains mutakhir bahkan berani mengatakan bahwa puasa secara teratur sangat baik bagi kesehatan. Ini adalah bagian dari detoksifikasi atau pembuangan racun dalam tubuh, sebuah pengobatan yang belakangan ini sedang ‘ngetrend’.

Khusus mengenai kepedulian sosial, kepedulian terhadap sesama. Puasa mustinya mampu membuat seorang Mukmin merasakan kesulitan dan penderitaan hidup masyarakat miskin, yang terpaksa berpuasa karena keadaan. Mereka yang berpuasa tanpa sahur dan tidak mengenal waktu berbuka, baik ketika Ramadhan maupun bukan Ramadhan. Bukan yang seperti kebanyakan kita, yang justru makan berlebihan ketika berbuka, dan makan sekenyang mungkin ketika sahur, seolah bakal tidak makan berhari-hari.

Mukmin yang mempunyai empati tinggi terhadap orang susah seperti ini pasti hatinya lembut, mudah tersentuh. Diawali dengan hati yang seperti itulah, hidayah dan petunjuk Allah swt akan mudah masuk. Yang dengan demikian dapat merasakan bahwa kebenaran hanya milik Yang Pencipta Yang Maha Esa. Tidak ada kebenaran atas nama kelompok, karena kelompok pasti mempunyai kebutuhan dan niat tertentu. Tidak demikian dengan Allah swt. Maka dengan demikian tujuan takwa sebagaimana yang diharapkan-Nya akan lebih mudah dicapai.

Tidak  mudah memang membuat definisi persis apa itu takwa. Namun secara sederhana kata takwa dapat diartikan dengan rasa takut. Tapi bukan takut seperti takutnya seseorang kepada binatang buas atau penjahat, melainkan takut karena khawatir ditinggalkan-Nya, khawatir tidak lagi mendapat perhatian dan kasih sayang-Nya, khawatir dan takut membuat-Nya murka. Karena ia menyadari bahwa ia hanya seorang hamba yang tanpa-Nya ia bukanlah apa-apa. Ini yang dapat menyebabkan seseorang  rela mengerjakan apapun permintaan dan perintah-Nya serta menjauhi segala larangan dan apapun yang tidak disukai-Nya. Intinya, apapun tindakannya selalu berpatokan pada Allah dan rasul-Nya.

Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.” “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.(QS.An-Nur(24):51).

Dari Irbadh bin Sariyah ra berkata: Rasulullah saw  pernah memberi peringatan kepada kami yang membuat hati bergetar dan mata berlinang. Kami lalu berkata, “Ya Rasulullah, seolah-olah itu peringatan perpisahan. Maka dari itu, berilah kami wasiat.” Beliau bersabda, “Aku mewasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun yang memerintah kalian seorang budak. Sesungguhnya siapa saja di antara kalian yang hidup sesudahku, lalu melihat perselisihan yang banyak, maka kalian wajib berpegang dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk; gigitlah ia dengan gigi geraham; dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru yang diada-adakan sebab semua bid’ah (perkara baru yang diada-adakan) adalah kesesatan”.  (HR Ahmad, Abu Dawud Ibn Majah, at-Tirmidzi. At-Tirmidzi berkata: hadis hasan shahih).

Takut dalam arti takwa juga bisa mengambil contoh kepada gunung yang bila saja Allah swt menurunkan Al-Quran itu kepadanya, maka gunung tersebut akan tunduk jatuh tersungkur bahkan pecah saking takutnya.

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir”.(QS.Al-Hasry(59):21).

Jadi hati yang bersih sebenarnya adalah kunci kemenangan Ramadhan. Dengan hati yang bersih umat Islam dapat melihat dan merasakan keadilan, dapat membedakan mana kebaikan mana kebathilan. Tragedi di Negara-negara Muslim belakangan ini seperti di Mesir dan Suriah contohnya, harusnya mampu membuat mata kita melek. Bahwa kejahatan Fir’aun di masa lalu telah terjadi lagi di bumi para nabi.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra berkata: Bersabda Rasulullah saw: “Barang siapa diantara kamu melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu, jika kamu tidak mampu, maka cegahlah dengan lisanmu, dan jika kamu tidak mampu juga, maka cegahlah dengan hatimu, dan itulah selemah-lemahnya iman”. ( HR. Muslim ).

Dan sudah sepantasnya pula bila kita harus banyak bersyukur karena dapat menjalankan puasa dan ibadah Ramadhan ini dalam keadaan aman dan tenang, insya Allah hingga akhir. Semoga di hari raya Iedul Fitri nanti, kita bisa kembali ke fitrah. Yaitu fitrah manusia yang bersih, sebersih hati bayi yang baru dilahirkan.

Pada waktu itulah  Allah swt juga mewajibkan umat Islam untuk melaksanakan zakat fitrah. Zakat yang jumlahnya tidak seberapa  ini diberikan kepada orang yang tidak mampu, agar mereka juga dapat merayakan Hari Raya terbesar kedua bagi umat Islam ini, meski hanya sekedarnya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 28 Juli 2013 / 20 Ramadhan 1434 H.

Vien AM.

Read Full Post »

Teror ala Barat (1).

Sebuah film pelecehan terhadap Rasulullah kembali di ungguh Youtube dan membuat umat Islam seluruh dunia bagai kebakaran jenggot. Protes dan demo besar-besaranpun segera digelar.  Dapat dibayangkan betapa kecewa, gusar dan sakit hatinya umat Islam. Jangankan pelecehan apalagi fitnah, penggambaran wajah Rasulullah, meski tanpa niat jelekpun sebenarnya tidak dibenarkan dalam Islam.

Ini bukan kali pertama Barat dan musuh-musuh Islam mengeluarkan film dan gambar-gambar pelecehan yang amat menyakitkan hati umat. Berlindung dibalik kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat ( freedom of speech), Barat membiarkan anggota masyarakatnya menghina, memfitnah dan melecehkan junjungan umat Islam, Rasulullah Muhammad saw dan ajarannya.

Jyllands-Posten, surat kabar terbesar di Denmark adalah surat kabar pertama yang tercatat menerbitkan karikatur Rasulullah saw. Pada akhir September 2005, surat kabar ini menerbitkan 12 gambar hasil lomba karikatur Rasulullah. 3 bulan kemudian yaitu Desember 2005 OKI ( Organisasi Konferensi Islam) mulai menyatakan keberatannya. Sejak itulah kontroversi ini kemudian menghangat di seantero dunia.

Sejak semula, Islam telah melarang penggambaran benda hidup seperti manusia dan binatang. Ini diawali dengan pembersihan gambar dan patung-patung yang berada di dalam Ka’bah, segera begitu Rasulullah berhasil menaklukan kota Mekah dari dominasi kaum musrikin Quraisy. Meski dalam perjalannya, ntah bagaimana dan sejak kapan, pelarangan ini tidak lagi begitu diindahkan. Kecuali bangunan masjid.

Itu sebabnya dekorasi rumah ibadah umat Islam dimanapun, selain kaligrafi ayat-ayat suci hanya diisi oleh gambar dan bentuk bunga dan dedaunan. Penggambaran mahluk bernyawa apalagi sosok dan wajah Rasulullah sama sekali tidak dibenarkan bahkan dilarang.

Dari Ibnu, dia berkata, “Rasulullah Saw bersabda, ‘Barangsiapa menggambar suatu gambar dari sesuatu yang bernyawa di dunia, maka dia akan diminta untuk meniupkan ruh kepada gambarnya itu kelak di hari akhir, sedangkan dia tidak kuasa untuk meniupkannya.’” [HR. Bukhari].

Rasulullah mewanti-wanti umatnya agar tidak mengkultuskan diri beliau seperti umat Nasrani mengkultuskan nabi mereka, nabi Isa as atau Yesus Kristus. Diantaranya yaitu dengan tidak menggambar wajah beliau.

Namun demi alasan demokrasi dan kebebasan berpendapat dan berekspresi, Barat yang merasa diri dan mengaku  berperadaban paling tinggi di dunia, tidak mau memahami hal ini. Pelecehan dan fitnah terhadap Rasulullah saw dan kitab suci umat Islam melalui karikatur, foto dan film  terus berlanjut hingga detik ini.

Protes umat Islam dari seluruh pelosok dunia, mulai dari yang kasar dan penuh kekerasan hingga jalur diplomatik yang santun, tak ada satupun yang digubris. Inilah demokrasi kebablasan, kalau kita, umat Islam, orang timur sebagai pihak yang terkalahkan alias pecundang boleh menyuarakan pendapat.

Karena nyatanya, Holocaust, peristiwa pembantaian Yahudi oleh Nazi Jerman puluhan tahun lalu, dilarang diprotes. Padahal beberapa sumber menyatakan bahwa peristiwa tersebut sengaja dibesar-besarkan agar dunia jatuh simpati kepada Yahudi. Yang dengan demikian mereka punya alasan untuk menyerang dan merebut tanah Palestina yang semua orang juga tahu betapa rasisnya prilaku mereka terhadap penduduk asli non Yahudi. Inilah konspirasi busuk Zionis dengan Amerika Serikat sebagai Negara pelindung mereka.

Gerard Fredick Toben, pendiri universitas Adelaide, seorang Jerman kelahiran Australia adalah salah satu buktinya. Ia dijatuhi hukuman 7 bulan masuk penjara gara-gara berani mengemukakan pendapat bahwa Holocaust terlalu di besar-besarkan. Ia beragumentasi bahwa korban Holocaust bukan semuanya orang Yahudi.

Sementara Robert Forison, seorang ilmuwan Perancis staf pengajar di Lyon Universite, diberhentikan dari tempatnya mengajar.  Penyebabnya adalah karena ia mempertanyakan kebenaran Holocaust serta keberadaan ruang gas ( gaz chamber) lewat bukunya «  Ruangan gas : fiktif atau nyata ? ».  Ini terjadi pada tahun 1978.

Pertanyaannya, mengapa Barat bisa melarang seluruh dunia memprotes dan melindungi Holocaust hingga sedemikian rupa. Sementara protes dan permintaan umat Islam agar nabinya dilindungi diabaikan. Malah seenaknya saja dijadikan bahan olok-olok keji tanpa boleh sedikitpun memprotes !

Jelas, kebebasan berpendapat yang didengungkan Barat itu tidak berlaku umum. Ada standard ganda di sini. Karena itu tadi, tidak jelas batas-batasnya. Siapa yang berhak dilindungi siapa yang tidak.

Beberapa waktu lalu di Paris, Perancis, begitu sebuah surat kabar memuat gambar pelecehan Rasulullah, Mosque de Paris, masjid agung Paris, sebagai masjid terbesar, langsung dijaga ketat. Puluhan mobil polisi disiagakan demi mengantisipasi jamaah umat Islam berkumpul dan memprotes hal tersebut.

Artinya mereka sepenuhnya sadar bahwa pemuatan gambar seperti itu bakal memicu emosi umat Islam dan beresiko tinggi melahirkan amarah dan kerusuhan. Bahkan baru beberapa minggu yang lalu salah seorang duta besar mereka terpaksa menanggung kemarahan sebagian umat yang benar-benar tidak mampu menahan kekesalan dan kekecewaan. Ini hanya  gara-gara sebuah film keluaran Amerika yang berisi lagi-lagi, fitnah keji terhadap Rasulullah saw. Sesuatu yang tidak masuk akal.

«  Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah ».(QS.Al-Ahzab(33) :21).

Beberapa hari lalu ada lagi berita menyesakkan.  Adalah Mona Eltahawy, seorang wartawati Amerika asal Mesir. Ia ditangkap polisi gara-gara kedapatan sedang menyemprotkan cat ke poster raksasa di sebuah stasiun subway di New York. Poster yang menurut kabar tersebar di 10 stasiun dan bertuliskan :   In any war between the civilized man and the savage, support the civilized man. Support Israel defeat Jihad” ini ingin ditutupnya dengan cat semprot agar tidak menimbulkan ketidak nyamanan, terutama bagi umat Islam, tentunya.

Poster yang dialamatkan ke arah umat Islam dengan ‘Jihad’nya ini jelas-jelas berisi hasutan dan sangat berbau rasisme. Tapi orang yang berusaha mencegahnya malah ditangkap polisi dan dipenjarakan. Sementara pembuat film sampah Amerika yang membuat jutaan umat Islam marah dan tersinggung dibiarkan melenggang dan dilindungi negara.

Tampak bahwa ini memang disengaja. Disengaja supaya terjadi keributan dan kerusuhan, supaya ada kesempatan memberi cap « teroris » bagi umat Islam. Agar orang Barat makin takut dan membenci Islam. Menjadi bukti nyata bahwa Islamophobia memang diciptakan secara sengaja. Apalagi melihat kenyataan bahwa Islam makin dilirik orang Barat yang berilmu, yang masih bersih hatinya alias tidak menyimpan dengki.

Mereka tampaknya lupa bahwa peristiwa 11 september 2002 lalu, yang sengaja diciptakan dengan tujuan sama itu, sebenarnya  telah gagal. Lupa akan adanya berbagai bukti bahwa peristiwa kejam tersebut adalah hasil konspirasi jahat tingkat tinggi mereka. Ironisnya,  kejadian memilukan tersebut justru membuat penasaran banyak orang untuk mengetahui dan mempelajari lebih dalam apa itu Islam. Alhasil, sebagianpun kembali ke fitrah ; bersyahadat dan memeluk Islam. Subhanallah ..

«  Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya ».(QS.Ali Imran(3) :54).

Semakin jelas, siapa sebenarnya yang teroris itu, siapakah penyebar aksi teror.  Jadi, masih patutkah kita menganggap dan menjadikan Barat kiblat dan panutan peradaban? Peradaban pemuja kebebasan mengkritik, menghasut, menghina dan memprovokasi kerusuhan dan kejahatan atas nama kebebasan berekspresi tanpa mengindahkan norma-norma. Sementara di hadapan kita jelas nabi yang mereka hina mengajarkan dan mencontohkan yang sebaliknya ??

Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: «Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara «  ( HR. Shahih Muslim).

Wallahu’alam  bish shawwab.

Paris, 28 September 2012.

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »