Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

Jadi sungguh bukan hal yang mengherankan mengapa negara-negara Islam termasuk Turki belakangan ini terus saja dilanda kerusuhan dan fitnah yang tak kunjung henti. Isu teroris yang dialamatkan kepada umat Islam makin menjadi-jadi bahkan cenderung mulai tak terkendali. ISIS contohnya, yang awalnya dicitrakan sebagai “negara Islam” yang dengan brutal menteror Barat/non Islam, belakangan mulai menampakkan belangnya dan sedikit demi sedikit memperlihatkan jati diri aslinya.  Serangan bom terhadap bandara Istanbul Turki 3 minggu sebelum kudeta, yang notabene Islam adalah buktinya.

http://donatqofficial.blogspot.co.id/2015/03/isis-dibuat-oleh-cia-dan-mossad-untuk.html

Juga serangan terhadap Nice, kota pelabuhan di selatan Perancis yang belum lama terjadi. Dalam tragedy brutal yang menewaskan 84 orang dimana sebuah truk tronton sengaja ditabrakkan ke sekumpulan orang yang sedang menyaksikan pesta kembang api dalam rangka kemerdekaan Perancis itu, ternyata korban/sasaran pertamanya adalah seorang Muslimah yang menjalankan ajarannya dengan baik. Bahkan berdasarkan laporan terakhir lebih dari 1/3 korban adalah Muslim !

http://international.sindonews.com/read/1123921/41/isis-klaim-bertanggung-jawab-atas-teror-nice-1468668262

Memang berdasarkan pemeriksaan polisi, si penabrak yang kemudian tewas ditembakaparat, adalah seorang yang mengaku Muslim. Pria keturunan Tunisia itu bernama Mohamed Lahouaiej Bouhlel (31). Namun para tetangganya mencermati bahwa pria tersebut sama sekali tidak menunjukkan keislamannya. Ia dikenal sebagai pria yang suka minum alkohol dan makan babi. Ia juga tercatat sebagai penjahat kecil yang sering membuat onar.

Begitulah cerminan anggota ISIS, persis seperti kesaksian seorang  warga Perancis yang suatu ketika pernah ditawan kelompok teroris. Ia menceritakan bahwa ia tidak pernah melihat anggota ISIS shalat maupun membaca Al-Quran. Sekedar info, di Nice jumlah penduduk Muslim yang terus saja bertambah banyak telah membuat pemerintah Perancis merasa khawatir negaranya bakal didominasi Muslim yang kebanyakan adalah pendatang.

https://iamisty.wordpress.com/artikel-islam/ketakuatan-barat-atas-jumlah-kaum-muslim/

Namun yang juga tak kalah menarik, Perancis yang masih berada dalam “masa darurat” sejak 3 bulan lalu dan harusnya akan berakhir pada 26 Juli mendatang. Mengapa justru pada perayaan kemerdekaan akbar 14 Juli sebuah truk tronton bisa berada di tengah kerumuman orang yang begitu padat ??? Dimanakah gerangan para petugas yang di beri tanggung-jawab mengamankan suksesnya “masa darurat”???

Yang juga patut diperhatikan, pemerintah Perancis yang pada tanggal 13 Juli tiba-tiba menutup perwakilan mereka di Istanbul dan Ankara demi alasan keamanan, lalu 2 hari kemudian kita dikejutkan dengan adanya percobaan kudeta di Turki. Suatu kebetulankah???

Kedutaan Perancis di Ankara, juga konsulat jenderal di Istanbul akan ditutup pada Rabu, 13 Juli, pukul 13.00, hingga pemberitahuan selanjutnya.

http://www.cnnindonesia.com/internasional/20160713182039-134-144609/perancis-tutup-kantor-perwakilan-di-turki/

Barat sangat menyadari umat Islam dengan konsep jihadnya seperti pada waktu lalu, sulit untuk dikalahkan melalui perang terbuka. Maka diciptakanlah perang pemikiran ( Gazwl Fikri). Isu Demokrasi, Toleransi, Sekulerisme, Pluralisme dan Liberlisme adalah contohnya, yang dalam prakteknya berstandard ganda alias sangat rancu, tergantung pelakunya.

Negara adi daya Amerika Serikat yang dikenal paling bernafsu melawan terorisme, contohnya. Ketika Erdogan secara resmi meminta agar otak kudeta berdarah yang sejak beberapa tahun tinggal di AS di ekstradisi, AS terlihat mempersulit permintaan tersebut. Ada apakah sebenarnya?? Mengapa AS yang merupakan sekutu terdekat sekaligus pelindung Israel ini begitu ingin melindunginya?? Perhatikan pidato Obama di depan AIPAC ( American Israel Public Affairs) beberapa tahun lalu, sesuatu yang selalu ditutupinya ketika berada di depan umum.

http://safeshare.tv/w/WfohHOLdCE

http://www.suarapalestina.com/in/?action=showdetail&seid=1103

Ironisnya tidak sedikit umat Islam yang termakan propaganda tersebut. Tidak sedikit umat Islam yang justru menyalahkan keputusan Erdogan. Begitupun dengan penetapan masa darurat yang diambil Erdogan. Ketika presiden Turki ini memutuskan status darurat bagi negaranya yang baru lolos dari percobaan kudeta, sebagaimana Perancis yang juga menetapkan masa darurat dan paska tragedi Nice memperpanjangnya, media sekuler, seperti kebakaran jenggot beramai-ramai mencemoohnya. Bahkan tega memfitnah bahwa kudeta hanyalah akal-akal Erdogan agar ada alasan membuat status darurat. Apakah itu berarti rakyat yang bangun di pagi buta kemudian ke luar rumah berbondong-bondong menghalau tentara juga bagian dari sandiwara ???

Kudeta terhadap pemerintahan yang sah, yang terpilih secara demokratis adalah berlawanan dengan demokrasi itu sendiri. Namun kudeta yang dilakukan jendral Fattah Al-Sisi pada tahun 2013 terhadap presiden Mesir Mohammad Morsi yang terpilih secara demokratis hingga kini baik-baik saja. Jendral tersebut melenggang sebagai presiden Mesir hingga detik ini.  Tidak ada kecaman serius termasuk dari negara kita yang katanya mayoritas Muslim. Untuk diingat, seperti Erdogan, Morsi juga sedang berusaha menerapkan hukum syariat begitu dirinya terpilih sebagai presiden.

http://www.portalpiyungan.com/2016/07/jokowi-tidak-mengecam-kudeta-di-turki.html

Sikap mendukung kudeta juga diperlihatkan sejumlah pejabat kita, juga media sekuler seperti MetroTv, Kompas, Tempo dan Detik. Media-media tersebut dengan sigap memberitakan kudeta penggulingkan Erdogan dengan nada kemenangan. Begitupun media Mesir yang pro militer. Setidaknya 3 surat kabar Mesir memberitakan kudeta tersebut dan menyambut dengan suka cita sebelum akhirnya meralat kegagalan kudeta. Mesir yang merupakan anggota tidak tetap DK-PBB bahkan mengajukan keberatan atas resolusi dewan agar mengecam kudeta Turki.

http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/16/07/18/oah244377-kenapa-mesir-menolak-kecaman-kudeta-turki

Sungguh pada diri sebagian kaum Muslimin tersebuti tidak tampak sedikitpun ghirah (cemburu dan marah/tersakiti/tersinggung) terhadap agama yang terdzalimi. Tidak juga terbetik adanya rasa persaudaraan sebagai sesama Muslim.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam”.( HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)

Lemahnya rasa persaudaraan diantara umat Islam ini tentu saja tidak luput dari perhatian musuh-musuh Islam. Ditambah lagi dengan adanya kaum Munafikun yang terus merongrong dari dalam. Juga mereka yang mengaku Islam tapi enggan menjalankan syariat agamanya bahkan memusuhi saudara-saudarinya sendiri yang mereka anggap kolot dan kuno karena kukuh menjalankan syariat. Juga adanya orang yang mengaku Islam namun mengabaikan ajaran agamanya sendiri agar mematuhi pemimpin, selama sang pemimpin tidak mendzalimi Tuhannya dan tidak melecehkan agamanya, layaknya imam dalam shalat.

Bukankah adanya perbedaan , selama hanya di cabang/furu’ bukan di ushul/prinsip adalah bagian dari indahnya Islam yang harus kita syukuri? Bukan malah dipertentangkan apalagi dipertajam ??

Inilah yang kemudian dimanfaatkan musuh-musuh Islam untuk menyerang dari dalam. Hanya dengan sedikit dikipas saja jadilah perpecahan umat, persis seperti yang terjadi di negara-negara mayoritas Muslim saat ini. Kerusuhan bahkan perang saudara yang tak kunjung surut sungguh membuat kita makin lemah, sekaligus pemandangan menyenangkan bagi para pembenci Islam.

Masih belum cukupkah semua itu kita jadikan pelajaran berharga ??? Relakah kita menyaksikan Turki yang sedang menuju kemajuan dan kebesaran Islam kembali terhempas dilanda kerusuhan yang masih mungkin terjadi paska kudeta yang gagal ini, terlepas siapapun dalang di baliknya??

Ya Allah, lindungilah umat Islam dimanapun berada, khususnya rakyat Turki yang saat ini sedang berada dalam situasi genting. Buka dan satukan hati umat Islam agar tidak mudah terpecah hingga mudah di adu domba dan menjadi mangsa empuk mereka yang tidak ingin Islam kembali mencapai puncak kejayaan.

 Ya Allah bersihkan hati umat Islam termasuk para pemimpinnya dari segala kotoran dan nafsu duniawi yang menyebabkan lupa dari menyembah dan mengagungkan-Mu, lupa bahwa dunia adalah lahan untuk mengumpulkan amal demi mendapatkan ridho dan surga-Mu. Aamiin aamiin aamiin ya Robbal ‘ Aalamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 22 Juli 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Belum genap 3 minggu Turki berduka dengan adanya rangkaian ledakan bom di bandara internasional Ataturk, Istanbul dan menewaskan 42 korban meninggal serta 239 korban luka berat dan ringan. Ironisnya tidak ada liputan khusus sebagaimana serangan teroris yang terjadi di Paris, Nice atau Orlando beberapa waktu lalu.  Tidak juga hash tag “Pray for Istanbul” atau yang sejenisnya di media social. Bahkan  UEFA,  Federasi Sepakbola Eropa, yang sedang menyelenggarakan pesta bola Eropa 2016 ketika peristiwa nahas itu terjadi, menolak usulan mengheningkan cipta (hold minute’s silence before games) yang biasanya merupakan bagian dari pertandingan bila terjadi tragedy seperti Paris Attack 2015 lalu. Padahal Turki termasuk yang berpartisipasi dalam pesta bola akbar tersebut.

http://www.middleeastupdate.net/uefa-menolak-mengheningkan-cipta-untuk-korban-serangan-bom-di-bandara-istanbul/

Kini Turki kembali dilanda duka, kali ini percobaan kudeta. Meski akhirnya gagal berkat partisipasi rakyat yang datang secara massif demi membela negara dan presiden yang mereka cintai. Percobaan merebut kekuasaan oleh sekelompok militer ini terjadi di dua kota utama Turki yaitu Istanbul dan Ankara, pada hari Jumat malam, 15 Juli 2016.

Pengkudeta berhasil menguasai stasiun tv pemerintah serta sempat mengumumkan bahwa mereka telah mengambil alih pemerintahan. Bahkan istana kepresidenan di Ankarapun kabarnya sempat dikuasai meski ketika itu Recep Tayyip Erdogan, sang presiden yang memegang tampuk pimpinan melalui proses demokrasi yang sah, sedang berada di peristirahatan di luar Ankara. Untuk catatan, bukan hanya kali ini presiden Turki tersebut mengalami percobaan pembunuhan.

Mantan Jaksa Agung Turki, Mohammad Dameer pada akhir desember 2014 mengatakan bahwa pihak asing berkordinasi dengan dengan berbagai institusi dalam negeri Turki pernah merencanakan untuk menghabisi Presiden Racep Tayyeb Erdogan setelah mereka gagal mengkudeta pemerintahan Erdogan. Seperti yang dilansir oleh arabic.yenisafak.com (23/12/2014).

Damer mengatakan bahwa banyak pihak tidak senang atas berbagai prestasi sukses dan keunggulan serta pertumbuhan ekonomi yang kini dicapai Turki, mereka ingin menghambat dan membatasi kemajuan Turki dengan melemparkan berbagai tuduhan palsu dan melakukan makar-makar murahan, dan setelah mereka gagal mewujudkannya lewat pemilu akhirnya mereka menempuh cara kotor dengan rencana pembunuhan Presiden Erdogan, namun semua rencana buruk mereka gagal.

http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/jaksa-agung-turki-rencana-pembunuhan-erdogan.html

Begitu pula dengan percobaan kudeta dan pembunuhan kali ini. Dengan pertolongan Allah swt, Erdogan berhasil memanfaatkan kecanggihan teknologi ponsel. Yaitu dengan mengirim pesan darurat ke sebuah stasiun tv dan meminta rakyat turun ke jalan sebagai tanda menolak kudeta. Permintaan di pagi buta Sabtu tersebut segera disambut masjid di seantero negri dengan bergemanya takbir bersahut-sahutan, membangunkan rakyat yang serentak berbondong-bondong ke luar rumah dan tanpa rasa takut mencegat para tentara pengkhianat, Allhuakbar …

“ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):54).

Meski demikian tak urung tercatat 265 orang tewas dalam upaya kudeta yang digagalkan dalam semalam itu. 104 diantaranya adalah dari pihak pengkudeta. Sementara itu dilaporkan 1.440 orang terluka di ibu kota Ankara dan Istanbul.

Kudeta, bagi negara yang dulu pernah lama mengenyam masa kejayaan Islam, bukan hal asing. Sejak berdirinya Turki Baru yang sekular pada tahun 1924, negara ini telah beberapa kali mengalami kudeta. Kudeta yang dilancarkan militer ini terjadi setiap kali penguasa Turki dinilai akan meninggalkan ke-sekuleran-nya menuju ke arah ke-Islam-an. Militer sejak awal pembentukan Turki Baru oleh pendirinya, Mustafa Kemal Ataturk yang kabarnya seorang Yahudi tulen, memang disumpah sebagai penjaga kesekuleran negara, atau yang dikemudian hari dikenal sebagai penganut Kemalisme.

Turki sejak berada di bawah pemerintahan Kemal Ataturk berubah drastis. Tak tampak sedikitpun sisa wajah Islam. Azan memang masih berkumandang namun tidak dalam bahasa aslinya yaitu Arab, meainkan dalam bahasa Turki, karena Ataturk yang sangat membenci Islam dan segala yang berbau Islam dan Arab, melarangnya. Ialah yang memperkenalkan budaya ke-Barat-an, melarang pemakaian jilbab, merubah fungsi Hagia Sofa dari masjid menjadi museum dll.

http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/siapa-sebenarnya-mustafa-kemal-attaturk.htm#.V3ifBrh96Uk

Penguasa pertama Turki yang menjadi korban kudeta adalah Ali Adnan Menderes. Kudeta terhadap presiden yang terpilih 2x secara demokratis, yaitu pada tahun 1950 dan 1953, terjadi pada tahun 1960. Begitu terpilih Menderes merealisasikan janjinya ketika kampanye yaitu mengembalikan adzan ke dalam bahasa Arab, mencabut UU larangan pakaian muslimah, pendididkan agama di sekolah dan pemakmuran masjid.

Namun demikian kudeta baru terjadi 4 tahun setelah Menderes mengusir dubes Israel untuk Turki. Itupun setelah sebelumnya terjadi beberapa kali percobaan pembunuhan terhadap dirinya, termasuk “ kecelakaan”  pesawat pada tahun 1959 dimana ia bisa lolos secara ajaib. Nasib Menderes berakhir di tiang gantungan paska kudeta.

http://www.monitorday.com/detail/37928/kudeta-turki-adnan-menderes-pm-pertama-turki-yang-digulingkan/2

Sedangkan kudeta pada awal tahun 1997 terhadap Nekmettin Erbakan yang ketika itu sedang memegang tampuk kekuasaan, militer hanya memaksa sang presiden agar membentuk pemerintahan baru. Hal ini disebabkan tudingan militer bahwa Erbakan telah mencoreng ke-sekuler-an Turki dengan aturan syariat yaitu dengan diperbolehkannya hijab, pendirian pendidikan pesantren, dan beragam kebijakan islami lainnya.

Akan halnya kudeta yang baru beberapa hari menimpa pemerintahan Recep Tayyip Erdoğan. Erdogan yang merupakan murid Erbakan, terpilih menjadi orang no 1 Turki setelah menang dalam pemilihan presiden 2014 secara demokratis, hal yang sangat dipuja Barat khususnya. Sebelumnya Erdogan pernah menjadi wali kota Istanbul, yaitu pada 1994 – 1998. Dan sebagai perdana mentri selama 3 periode yaitu 2003, 2007 serta 2011.

Turki selama berada dibawah Erdogan, banyak prestasi yang telah dicapai. Erdogan bukan hanya berhasil mengembalikan wajah Islam yang selama ini tertutup namun juga dalam bidang ekonomi dan pembangunan. Erdogan telah mampu membuat lompatan besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16, dengan rata-rata peningkatan 10 % pertahun, yang berarti masuknya Turki kedalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia.

https://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/2016/07/12/kondisi-terkini-turki-turki-campakkan-sekulerisme-tuai-kejayaan/

Kabar terakhir Erdogan telah berhasil mengembalikan fungsi Hagia Sofia sebagai masjid dimana adzan dapat berkumandang dengan lantangnya, dalam bahasa aslinya, Arab tentu saja.  Ia juga memberi kebebasan pelajar dan mahasiswi Muslimah untuk berhijab. Serta berhasil memotivasi para pemuda agar melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid. Kini bukan merupakan pemandangan yang aneh melihat anak-anak muda Turki datang  berbondong-bondong memenuhi panggilan Subuh di masjid-masjid.

Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam shalat Subuh dan Isya’ maka mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Muslim dan AnNasaa’i).

Hal yang ternyata sangat ditakuti kaum Yahudi, yaitu ketika Subuh berjamaah di masjid lebih ramai dari shalat Jumat. Dan fenomena ini telah terbukti dengan gagalnya kudeta yang baru lalu, disamping militer yang saat ini terpecah antara pendukung sekuler dan yang tidak sekuler.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (Terjemah QS. Al-Baqarah (2):120).

Sejarah mencatat bahwa perang Salib dan sejumlah perang antara kaum Muslimin dan kaum Salibis/Yahudi yang pernah terjadi ratusan tahun silam adalah bukti nyata ayat di atas. Perseteruan dan persaingan antar agama langit ini tampaknya sudah menjadi suratan takdir yang tak mungkin dapat dihindari hingga akhir zaman nanti. Rasulullah saw menceritakan perang akhir zaman tersebut dalam banyak hadist. Yang ternyata amat sangat sesuai dengan apa yang sedang terjadi hari ini. Pendudukan Zionis di Palestina dan perang Suriah adalah salah satu diantaranya.

http://www.fimadani.com/prediksi-perang-akhir-zaman-sampai-kiamat/   

( Bersambung)

Read Full Post »

Perkosaan dan pelecehan seksual tak ada hentinya terjadi di negri tercinta yang katanya mayoritas berpenduduk Muslim ini. Miris, sungguh sama sekali tidak mencerminkan agama yang sangat mengagungkan kaum perempuan. Lupa, bagaimana rasulullah Muhammad saw dalam khutbah terakhirnya berpesan bahwa kaum perempuan haruslah dijaga dan diperlakukan dengan baik. Lupa, bagaimana Sang Khalik memuliakan kaum perempuan dengan perintah menutup aurat, agar tidak mengumbarnya kepada sembarang lelaki kecuali muhrimnya.

Namun yang lebih menyedihkan lagi adalah hukuman yang ditimpakan kepada si pelaku kejahatan seksual. Bagaimana mungkin seorang yang dilaporkan telah memperkosa 58 anak, anak di bawah umur pula, dihukum hanya 10 tahun penjara! Parahnya lagi padahal sebelumnya sudah pernah dilaporkan dengan pengaduan yang sama, namun terbebas dari hukuman hanya karena alasan sakit. Sungguh tidak masuk akal.

Uang nampaknya sudah demikian berkuasanya bahkan dalam lingkaran pengadilan sekalipun.  Sony Sandra alias Koko, laki-laki bejat 63 tahun tersebut memang adalah seorang pengusaha terkenal yang suka membagi-bagikan harta kekayaan kepada siapa yang dianggapnya perlu, termasuk korban dan keluarganya. Dengan kekayaannya itu ia bisa leluasa bertindak sesukanya. Apa arti uang 300 juta sebagai denda perbuatan biadabnya itu???

Anehnya lagi hukuman tersebut keluar tak lama setelah adanya rencana kebiri sebagai hukuman pemerkosa. Tragedi Yuyun, gadis cilik 14 tahun yang diperkosa secara beramai-ramai oleh 12 anak yang juga dibawah umur, adalah puncaknya.

http://www.merdeka.com/peristiwa/yuyun-tewas-usai-diperkosa-13-lelaki-di-hutan-12-pelaku-dibekuk.html

“Kami mendesak undang-undang hukuman kebiri yang saat ini masih dalam pengkajian segera direalisasikan. Itu bagus hukum kebiri,” ujar Mulyanah, dari komunitas perempuan Kabupaten Lebak.

http://news.liputan6.com/read/2501767/duka-yuyun-dan-revisi-uu-perlindungan-anak

Perkosaan dan pelecehan seksual memang tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga negara-negara maju sekelas Amerika Serikat, Inggris maupun Jerman. Bahkan menurut laporan tahun 2014, Amerika menempati peringkat tertinggi kasus perkosaan di dunia. Sementara Inggris di peringkat 3.

http://www.wowmenariknya.com/2014/06/10-negara-dengan-tingkat-pemerkosaan.html

Namun Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim perkosaan dan pelecehan seksual tidak sepatutnya hal ini terjadi. Sebagaimana disebutkan di atas, Islam sejak awal telah memuiakan kaum hawa dan telah  mengantisipasinya dengan aturan dan hukum tertentu.

Islam adalah ajaran yang benar-benar patut diacungi jempol. Ajaran yang dibawa nabi Muhammad saw 14 abad silam ini telah mengenal metode Reward ( penghargaan) and Punishment ( hukuman), sebuah metode pendidikan dan pembelajaran yang diakui dunia internasional.

Tapi lebih hebatnya lagi Islam tidak menerapkan metode ini sebelum masyarakatnya memahami benar apa hakehat dibalik suatu permasalahan. Sebagai contoh pelarangan khamar/alkohol. Awalnya umat diberi penjelasan bahwa khamr itu mempunyai manfaat tertentu. Akan tetapi karena mudharatnya ( kekurangannya) lebih banyak dari pada manfaatnya, maka umat Islam dilarang mengkonsumsinya. Jadi pelarangan minum khamar itu bertahap, tidak serta merta.

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya”. …… “. (Terjemah QS.Al-Baqarah(2):219).

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.( Terjemah QS.Al-Maidah(5):90).

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”. (Terjemah QS Al-Maidah(5):91).

Demikian pula hukum perkosaan, perzinahan, pencurian dan hukum-hukum syariat lainnya. Untuk mencegah perzinahan, kaum perempuan mula-mula diperintahkan untuk menutup aurat. Selanjutnya kaum laki-laki diperintahkan agar dapat menjaga pandangan dan syahwat.  Setelah itu, larangan berkhalwat alias berdua-duan dengan lawan jenis yang bukan muhrim. Atau berpacaran istilah zaman sekarang.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (Terjemah QS.An-Nuur(24):30).

Selanjutnya setelah semua rambu-rambu di keluarkan, perzinahan tetap terjadi maka hukum harus dilaksanakan. Itulah hukum cambuk 100x bagi yang belum menikah atau rajam bila sudah menikah. Namun itupun tetap harus melalui proses pemeriksaan yang ketat, yaitu harus ada saksi. Demikian pula hukum pelaku perkosaan dan pelecehan seksual. Dapat dibayangkan bila perzinahan yang notebene atas dasar suka sama suka saja hukumnya begitu berat apalagi perkosaan yang sifatnya memaksa bahkan dengan ancaman kekerasan, penganiyaan dan tak jarang di akhiri dengan pembunuhan.

Masalahnya karena alasan HAM ala Barat, hukum syariat Islam dipandang sebagai hukum yang keji dan melanggar hak manusia. Tak heran bila pada akhirnya banyak orang termasuk orang Islam sendiri yang enggan menerapkan hukum terebut. Dan akibatnya inilah yang terjadi, perkosaan makin meraja-lela. Lalu dimana letak hak perempuan yang menjadi korban perkosaan? Adakah hukum Barat yang katanya meng-agungkan hak manusia itu, mampu mencegah kebiadaban tersebut? Buktinya justru Amerika dan Inggris yang menempati urutan tertinggi kejahatan tersebut.

Anehnya lagi, ketika orang telah menjadi jenuh, tiba-tiba saja hukum kebiri muncul tanpa ada yang berani memprotes bahwa hal tersebut melanggar HAM atau tidak. Sementara alkohol yang terbukti menjadi faktor utama pendorong naiknya nafsu birahi justru dibiarkan bebas diperjual belikan di pasaran. Bahkan pemda DKI memiliki saham besar di perusahaan minuman beralkohol sebagai salah satu andalan pendapatan daerah.

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/04/02/14215501/Kemendagri.Kenapa.Pak.Ahok.Masih.Targetkan.Pendapatan.dari.Miras.?utm_source=RD&utm_medium=inart&utm_campaign=khiprd

http://www.suaranews.com/2016/05/aneh-banyak-kasus-awalnya-dari-miras.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Dengan arogan, Ahok, gubernur DKI plt, berucap tidak ada orang mati karena minum alkohol. Malah harusnya bir itu bisa dibeli cukup di toko sekelas Alfamart, ujarnya, meski ia sendiri mengaku tidak mengkonsumsinya. Yang juga penting untuk diperhatikan, Papua yang mayoritas penduduknya Kristen, demikian juga gubernurnya, bersikukuh tidak akan menuruti perintah pusat untuk mencabut perda miras.

Menjadi pertanyaan besar, sebenarnya siapakah yang bodoh dan mau dibodohi-bodohi dengan peraturan tersebut? Sungguh pantas bila para ulama berduka memiliki gubernur semacam itu meski hanya pengganti gubernur. Atau lebih tepatnya, berduka menyadari betapa bodoh dan konyolnya umat Islam yang tetap saja memujanya.

http://m.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2016/04/13/93008/adian-wajar-kh-bahtiar-menangis-melihat-ahok.html#.V0ahsJF96Uk

Belum lagi dengan makin marak dan vulgarnya video porno di negri tercinta ini. Sementara dengan mudahnya pemerintah memblokir situs-situs yang mereka anggap sebagai pemicu terorisme. Dan yang lebih ajaib lagi ruu pornografi, yang diantaranya mengatur cara berpakaian perempuan, malah diprotes habis-habisan, ironisnya justru oleh kaum feminis sendiri, karena dianggap tidak menghargai budaya, seni dll.

https://id.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Pornografi

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”.( Terjemah QS. Al-Ahzab(33):59).

Akhir kata, hukum seberat apapun termasuk kebiri, bila kaum perempuan terus saja memamerkan aurat, kaum lelaki mengumbar pandangan dan syahwat, tontonan pornografi dibiarkan meraja-lela dan minuman keras berserakan, tampaknya baik perkosaan maupun pelecehan seksual tetap akan sulit dihilangkan. Dan yang paling menderita tetap kaum hawa … Na’udzubillah min dzalik …

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 26 Mei 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Masjid Luar Batang adalah sebuah masjid yang berada di daerah Penjaringan Pasar Ikan, Jakarta Utara. Masjid ini berdiri d atas lahan seluas 3.500 meter persegi dan memiliki 12 tiang penyangga.  Konon, nama masjid ini berasal dari kisah seorang ulama bernama Al Habib Husein bin Abubakar bin Abdillah Al ‘Aydrus. Ulama ini datang dari Yaman ke Jakarta ( dahulu Batavia) untuk menyiarkan Islam pada abad 18 dalam usia yang sangat muda yaitu 20 tahun-an.

Tak lama kemudian beliau membangun sebuah surau di pelabuhan Sunda Kelapa yang ketika itu merupakan pelabuhan terbesar di pulau Jawa. Dengan berjalannya waktu suraupun makin ramai dikunjungi orang yang hendak shalat, dan akhirnya berubah menjadi masjid. Bahkan akhirnya banyak orang yang datang menetap di sekitar masjid bernama asli An-Nuur itu, hingga akhirnya terbentuklah masyarakat Muslim di lingkungan masjid tersebut.

Namun habib Husein berdakwah tidak terlalu lama, hanya 10 tahun lebih, karena pada usia sekitar 30 – 40 tahun Allah swt telah memanggilnya kembali. Ulama muda yang sejak awal dakwah telah dikenal memiliki berbagai karamah ini wafat pada tanggal 24 Juni 1756, bertepatan dengan 17 Ramadhan 1169 H.

Dari sinilah kisah nama Luar Batang bermula. Ketika hari pemakaman tiba, dikabarkan jasad ulama kelahiran Migrab,  dekat Hazam, Hadramaut atau Yaman tersebut “raib” alias hilang dari kurungan/keranda jenazah atau “ keluar dari kurung batang” nya. Hal ini terjadi hingga tiga kali. Akhirnya jenazah sang habibpun batal dimakamkan di pemakaman sekitar Karet yang semula direncanakan, melainkan di tempat beliau wafat yaitu di dalam masjid yang kemudian lebih dikenal dengan nama masjid “Luar Batang”.

Namun demikian menurut Yudo Sapmono (50), seorang pengurus masjid Luar  Batang, asal usul masjid  ini simpang siur. Ada yang berpendapat sejatinya jenazah akan  dikembalikan ke asalnya di Yaman. Tapi sampai di tujuan, begitu akan dikubur, jenazahnya tidak ada. Setelah diperiksa ternyata jenazah masih ada di tempatnya meninggal, maka dimakamkanlah beliau di tempatnya sekarang ini berada.

Kisah misterius inilah tampaknya yang menjadi daya tarik tersendiri hingga membuat masjid banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah bahkan kabarnya dari manca negara termasuk Belanda. Di dalam masjid ini pulalah habib Husein meng-Islamkan sejumlah orang, termasuk seorang pemuda Tionghoa yang kemudian menjadi muridnya.  KH Abdul Kadir demikian nama pemuda tersebut, dan kini makamnya dapat ditemui disamping makan habib Husein.

http://www.indoglobalnews.com/2015/02/misteri-di-balik-nama-masjid-keramat.html

Apapun alasannya, dapat ditarik kesimpulan bahwa usia masjid Luar Batang telah begitu tua dan menyatu erat dengan masyarakatnya. Masjid, apalagi di masa lalu adalah tempat berkumpulnya masyarakat utamanya kaum Muslimin.  Namun demikian masjid bukan hanya tempat shalat tapi juga tempat untuk bermusyawarah  membicarakan dan membahas berbagai hal termasuk masalah-masalah besar. Persis seperti yang dicontohkan Rasulullah dan para sahabat 1400 tahun silam.

Maka sungguh ironis ketika pemerintah daerah baru-baru ini tiba-tiba saja datang menggusur masyarakat daerah tersebut dengan alasan apapun, termasuk alasan tanah milik negara ataupun karena kumuh atau karena sudah tidak ada lagi ikan yang dapat ditangkap nelayan.  Lagipula menurut beberapa sumber, tanah di sekitar masjid adalah milik Belanda yang telah dihibahkan kepada sang habib, dan telah diwakafkan pula.

Alasan yang dikemukakan pemda terasa sangat mengada-ada. Kalau karena alasan kumuh, mengapa tidak diperbaiki, di tata dan diberi fasilitas yang memadai saja. Bukankah begitu tugas pemerintah daerah? Bukannya malah menggusur, dan menyulapnya menjadi kawasan bisnis mewah milik segelintir orang, orang luar pula ???

Rekaman youtube tentang pemasaran kawasan yang di pasarkan ke negri Tirai Bambu nun jauh di sana dengan bahasa mereka pula, dapat disaksikan di sini :

Ustad Bahtiar Nasir, dai kondang yang selalu gigih memperjuangkan kebenaran sangat prihatin dan kecewa atas proyek reklamasi yang sama sekali tidak berpihak kepada rakyat kecil tersebut. Dai yang dibesarkan di lingkungan Luar Batang ini menceritakan bagaimana ketika kecil dulu bersama teman-teman sekampungnya sering berjalan kaki sambil bermain di atas pasir putih dari kampungnya hingga ke Ancol. Airnya masih bersih dan jernih hingga kerang yang bertebaran di sepanjang pantai, dengan berbagai bentuknya, bisa dipungut dan dijual dengan harga cukup mahal. Ia bahkan bisa menjual air asin yang diambil dari pulau-pulau sekeliling kepada orang yang memerlukannya. Sayang semua itu kini tinggal kenangan karena tembok-tembok bangunan baik bangunan komersial maupun perumahan mewah telah menjadi penghalang penduduk setempat. Berikut uraian panjang ustad Bahtiar.

https://www.youtube.com/watch?v=6FuHjvm9XL0 UBN

Sementara ikan yang menurut pihak pemda sudah tidak ada lagi, ternyata hanya omong kosong belaka. Menko Maritim Rizal Ramli bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti beberapa waktu lalu membuktikan hal tersebut, yaitu dengan melakukan sidak ke lokasi. Kalaupun jumlahnya berkurang itu disebabkan adanya proyek reklamasi dan pembangunan perumahan mewah yang menjamur di bibir pesisir teluk Jakarta beberapa tahun terakhir ini. Selanjutnya kedua mentri juga berpesan bila reklamasi tetap akan dilanjutkan harus dipikirkan betul-betul dampak terhadap lingkungan termasuk nasib 16.855 nelayan berikut keluarganya, hutan mangrove, terumbu karang dll yang bakal terancam musnah. Ingat keberadaan monyet yang terusir lebih 13 tahun lalu karena proyek reklamasi PIK.

https://www.selasar.com/politik/ahok-monyet-dan-reklamasi-teluk-jakarta

Akan halnya dengan masjid Luar Batang, Ahok sebagai gubernur DKI memang berkali-kali menyatakan bahwa masjid bukan yang termasuk kena penggusuran. Wargalah yang akan direlokasi ke tempat yang lebih baik. Begitu kilahnya. Betulkah hanya begitu?? Tidakkah ada maksud lain di luar itu ???

Memindahkan atau membangun masjid jauh dari masyarakatnya sebenarnya bukanlah ide baru. Mari kita tengok apa yang terjadi di Barat dimana Islam adalah minoritas. Di Madrid ibukota Spanyol dan Roma ibukota Itali, sejak 10 tahun lebih berdiri masjid besar dan pusat study Islam. Hebat bukan?? Namun sayangnya masjid tersebut sepi dari jamaah, bahkan nyaris tak ada satupun penyelenggaraan shalat jamaah di masjid-masjid tersebut. Mengapa ??? Karena masjid tidak didirikan di lingkungan jamaahnya yaitu kaum Muslimin !

Dan ini bukannya tidak sengaja, karena tujuan pemerintah kedua negara tersebut memang bukan agar kaum Muslimin mudah menjalankan ajarannya. Masjid maupun Pusat Study Islam dibangun hanya sebatas simbol dan daya tarik wisata, tidak lebih dari itu. Mereka tahu persis kaum Muslimin tanpa masjid ibarat ikan tanpa air yang pastinya lama kelamaan pasti mati ! Ironisnya banyak orang yang mengaku Islam namun tidak menyadari hal ini. Atau bisa jadi orang-orang tersebut memang hanya Islam KTP, alias Muslim yang tidak pernah shalat di masjid, dan tidak merasa membutuhkannya … 😦

” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” . ( Terjemah QS. Al-Maidah(5):51).

Disamping itu,  reklamasi laut dan proyek Giant Sea Wall yang dianggarkan biayanya sebesar 500 trilyun rupiah ini dipastikan bakal membuat rakyat, warga Jakarta khususnya, kehilangan kesempatan menikmati keindahan laut anugerah Sang Khalik secara cuma-cuma.  Keindahan ini nantinya hanya akan dinikmati segelintir orang kaya raya yang mampu memiliki perumahan atau apartemen mewah, atau membayar mahal hotel lux milik para konglomerat dan taipan non pribumi negri ini. Persis Singapura saat ini yang menjadi rumah yang nyaman bagi orang-orang Cina sementara pribumi hanya menempati sudut-sudut kumuh dimana kumandang azan terlarang.

http://www.eramuslim.com/berita/gerakan-dakwah/tidak-ada-kumandang-adzan-di-negeri-singapura.htm

Berikut apa yang diutarakan wartawan senior Karni Ilyas.

https://kabarislamia.com/2016/04/14/karni-ilyas-warga-jakarta-tak-bisa-lagi-melihat-laut/

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan [Kiara] bahkan menuding proyek Giant Sea Wall telah menyalahi peraturan perundang-undangan karena tidak berbasis kajian lingkungan hidup strategis, analisa dampak lingkungan berikut perizinannya. Kalau diteruskan, Giant Sea Wall dinilai akan mendatangkan kerusakan hutan mangrove, terumbu karang, abrasi di pesisir, mengancam kehidupan nelayan dan sebagainya.

Muslim Muin PhD., ahli kelautan ITB melalui situs ITB.ac.id menyatakan Giant Sea Wall bukan jalan keluar mengatasi banjir dan penurunan tanah di Jakarta. Menurutnya, Giant Sea Wall justru memperparah banjir di Ibukota, mempercepat pendangkalan sungai, merusak lingkungan laut dan mengancam perikanan lokal, selain menimbulkan masalah sosial.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 5 Mei 2016.

Vien AM.

 

Read Full Post »

Menyikapi HOAX

Kata HOAX tentu tidak asing di telinga kita, tapi apa dan dari mana asal kata tersebut sebenarnya ? Hoax adalah suatu pemberitaan palsu / pemberitahuan yang tidak jelas sumbernya dan biasanya isinya tidak benar. Hoax merupakan suatu usaha untuk menipu pembaca agar  mempercayai suatu berita, bisa dengan tujuan tertentu atau bisa hanya sekedar lelucon.

Celakanya Hoax biasanya cepat menyebar, karena si penerima berita mengirim kembali berita tersebut tanpa mengecek dahulu apakah berita tersebut benar atau tidak. Hoax biasanya digunakan dalam internet seperti di blog, e-mail, tweeter, facebook dan lain-lain. Namun belakangan HP pun melalui sms, WA dll tak luput dari keganasan Hoax.

Contoh Hoax yang paling umum yaitu mengklaim sesuatu kejadian atau barang dengan suatu sebutan yang berbeda dengan kejadian/ barang yang sebenarnya. Ciri-ciri  HOAX adalah tak memiliki referensi asli dan tak menyebut sumber yang bisa di tanyai tentang kebenarannya.

Kata Hoax sendiri kabarnya berasal dari “Hocus Pocus” yang aslinya adalah bahasa Latin “hoc est corpus”, artinya “ini adalah tubuh”. Konon kata ini biasa digunakan penyihir utuk mengklaim bahwa sesuatu adalah benar, padahal sebenarnya tidak begitu.

Sementara itu pada tahun 2006 pernah beredar sebuah film drama Amerika berjudul The Hoax. Film yang disutradarai Lasse Hallström  berdasarkan karya Clifford Irving dengan judul yang sama ini bercerita tentang biografi Clifford sendiri. Akan tetapi kenyataannya banyak cerita dalam film tersebut yang tidak sesuai dengan cerita aslinya hingga akhirnya sang penulispun meminta agar namanya dicoret dari film tersebut. Sejak itu, film Hoax dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan dan akhirnya kata  Hoax pun digambarkan sebagai suatu kebohongan.

Yang menjadi pertanyaan apakah Hoax merugikan orang lain ??

Namanya juga menipu ya pasti merugikan meski tergantung seberapa dalam dan besar merugikannya.  Yang pasti Hoax sangat berpotensi merusak kepercayaan publik dan ini bukan hal sepele. Akibatnya bisa fatal, yaitu orang menjadi cuek alias tidak peduli terhadap berita, karena khawatir dibohongi. Padahal berita adalah sumber informasi yang harusnya amat sangat bermanfaat.

Tentu sebagian dari kita masih ingat bagaimana dulu Belanda mempraktekkan politik pecah belah ( devide et impera) demi mempertahankan Indonesia sebagai negara jajahan. Salah satu caranya yaitu melalui berita. Radio satu-satunya kantor berita ketika itu mereka kuasai hingga kita tidak tahu dan tidak bisa mengikuti perkembangan berita. Ada memang beberapa radio swasta milik pribumi tapi tetap dibawah pengawasan mereka dan itupun hanya diizinkan menyiarkan acara seni dan budaya.

Sebaliknya ketika akhirnya Jepang datang,  berkat berita propaganda Jepang, Belanda sudah kalah dulu sebelum perang yang sesungguhnya menghadapi tentara penjajah baru tersebut terjadi. Demikian juga dengan kemerdekaan Indonesia, yang bisa terealisasi lagi-lagi berkat adanya berita yaitu berita menyerahnya Jepang pada PD Dunia II.

Di era pemerintahan saat ini, sebegitu pentingnya kantor berita hingga kita bisa saksikan hampir setiap partai politik mempunyai kantor berita masing-masing. Bisa hanya sekedar web site, koran, majalah, radio hingga chanel tv tergantung besar kecil dan kayanya partai. Dan yang menyedihkan masing-masing sarana komunikasi massa tersebut tampil dengan kepentingan dan kebutuhan masing-masing. Bahkan pernah pada suatu era, kantor berita dikuasai dan dikendalikan pemerintah. Maka itulah satu-satunya informasi yang bisa kita dapat.

Yang teranyar, baru-baru ini muncul berita yang cukup mengejutkan, yaitu tentang artikel yang ditulis oleh Adriano Rusfi, seorang psikolog. Isi artikel tersebut bagus sekali yaitu mengenai LGBT. Saya pertama kali menerima artikel tersebut melalui WA kemudian menyusul melalui FB. Tapi anehnya tak sampai 2 minggu kemudian saya menerima artikel melalui WA dengan isi persis tapi dicantumkan Sarlito Wirawan Sarwono, senior Adriano Rusfi, sebagai penulisnya ! Kemudian memyusul di FB, juga katanya ditulis oleh mantan dekan fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut. Mana yang benar ???

https://officialwaru.wordpress.com/2016/02/12/lgbt-sebuah-gerakan-penularan/

Saya yakin bahwa ini bukan plagiat oleh satupun dari kedua akademisi tersebut. Melainkan oleh seseorang yang mungkin ingin artikel itu dibaca banyak orang tapi merasa nama Adriano kurang menjual. Maka digantinya nama tersebut dengan Sarlito Wirawan Sarwono yang lebih populer. Ini kalau saya berbaik sangka. Tapi kalau saya berburuk sangka, bisa jadi hal ini memang disengaja agar publik akhirnya malah tidak mempercayai isi artikel yang intinya amat sangat menentang prilaku menyimpang tersebut !

Ada apa gerangan ??

“Saya lebih takut pada media massa dibanding senjata”, demikian ungkap Napoleon Bonaparte, sang kaisar Perancis ratusan tahun yang lalu.

Protokol ke 12 gerakan Zionis menyatakan bahwa “Media massa dunia harus berada di bawah pengaruh kita”. Sementara Theodore Hertzl (wartawan & novelis Yahudi berskala internasional), peletak dasar Gerakan Zionisme Internasional, dalam konferensi di Swiss tahun 1897 pun mengatakan, “Kita akan berhasil mendirikan pemerintah Israel dengan memanfaatkan dan menguasai fasilitas propaganda dunia dan media massa dunia”.

Sedangkan Iqbal Shadiqi, pemimpin redaksi majalah terbitan Inggris, Cressent International, menyatakan media-media AS sangat bergantung kepada para investor dan orang-orang Zionis. Kedua kelompok inilah yang mengontrol pemerintah dan media AS.

Penguasaan Yahudi terhadap media massa bisa terlihat dari fakta banyaknya kantor-kantor berita yang dikuasai atau menjadi corong mereka. Misalnya: Reuters (Inggris) yang dibentuk Julius Powell (Yahudi), AFP (Perancis) dan AP (AS), ABC yang  Dirut Pelaksananya Leonard Goldenson dan Direktur Entertainmennya Stuart Bloomberg (Yahudi), CBS yang oleh didirikan William S. Paley (Yahudi Rusia), Fox News yang didirikan Rupert Murdoch (Yahudi Australia) pada 1996.

Rupert Murdoch  bahkan menguasai 300 saluran televisi, 3 penerbit buku (HarperCollins, ReagenBooks dan Zondervan Christian Publisher). Kabarnya seluruh perusahaan Murdoch melayani 3/4 penduduk bumi. Ia mempunya kuku di ratusan suratkabar di Australia, Fiji, Papua New Guinea, Inggris dan AS. Murdoch juga menguasai jaringan BSkyB di Inggris, Sky Italia, Sky Amerika Latin, Foxtel Australia, DirectTV Group Amerika Utara dan Latin, serta Star TV untuk wilayah Asia.

Industri film pun tidak luput dari kekuasaan Yahudi, utamanya Hollywood. Disanalah perusahaan film kelas kakap dunia seperti 20th Century Fox, Walt Disney, Paramount Picture dll bercokol.

 https://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/11/perang-ideologi-di-media-massa/

Nah dengan kenyataan seperti ini masih bisa dan maukah kita, umat Muslim, menjadikan Barat sebagai sumber berita kepercayaan??  Bagaimana kita bisa yakin kalau berita yang mereka sebarkan itu benar ? Bagaimana kita tahu sebuah berita itu Hoax alias berita palsu atau bukan ???

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Terjemah QS. Al-Hujurat (49):6).

Itulah sikap Islam, teliti dahulu kebenaran sebuah berita sebelum mempercayai apalagi menyebarkannya, kalau tidak ingin dibodohi dan terjebak dalam fitnah. Itu sebabnya umat Islam harus mempunyai sendiri sumber berita, yang mampu mencari, menyaring dan memverifikasi bila terjadi hoax. Inilah salah satu pentingnya fungsi pemimpin dalam Isam.

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. (Terjemah QS. An-Nisa(4):138-139).

Mungkin banyak orang yang tidak menyadari bagaimana sejak awal Islam telah mengajarkan cara mengantisipasi Hoax.  Adalah ilmu Hadist. Secara bahasa Hadist artinya adalah berita. Sedangkan secara istilah Hadist adalah segala sesuatu ( ucapan, prilaku, diam atau tidak diam) yang disandarkan kepada Rasulullah saw.

Berdasarkan ilmu Hadist inilah maka sekarang kita mengenal adanya bermacam-macam hadist dengan beberapa tingkatannya. Ada hadist mutawatir ada hadist ahad, dengan beberapa tingkatannya, yaitu  shoheh, hasan,  dhaif ( lemah) dan maudhu (palsu).Tak ada satupun di dunia ini ilmu yang dapat menyamai ketinggian ilmu Hadist, terutama bila dilihat dari cara menyensor nara sumbernya.

Nara sumber atau perawi benar-benar dipelajari dan diteliti bagaimana ia dapat tersambung dengan sumber berita utama yaitu Rasulullah saw. Bukhari dan Muslim,  dua perawi besar dalam Islam contohnya, menghabiskan puluhan tahun demi mencari tahu riwayat hidup seorang perawi. Seperti tahun berapa dan di kota/negara apa sang perawi hidup, dari mana dan bagaimana ia menerima hadist yang ia riwayatkan, bagaimana hubungannya dengan orang yang menyampaikan hadist tersebut dll. Tujuannya untuk memastikan bahwa hadist benar-benar berasal dari Rasulullah, tidak ada manipulasi dan kolusi atau maksud-maksud tertentu.

Itu sebabnya syarat shoheh tidaknya sebuah hadist sangat tergantung sang perawi. Seorang perawi yang dikenal ahli ibadah, tapi bila hafalan/daya ingatnya tidak begitu bagus atau diketahui pernah berbohong maka berita yang disampaikannya tertolak.  Padahal sebuah hadist biasanya mempunyai perawi yang banyak, yang bersambung hingga ke nara sumber. Inilah yang disebut sanad. Dan bila satu saja perawi karena suatu sebab tertolak, maka tertolak pula hadist tersebut. Hebatnya lagi sanad ini jauh lebih penting kedudukannya dari pada isi berita (matan) itu sendiri.

Ini membuktikan betapa tinggi dan pentingnya kejujuran dalam kacamata Islam. Rasulullah adalah contoh keteladanan yang paling patut ditiru. Sejak masa kanak-kanak beliau telah memperlihatkan kejujurannya. Tak heran, ketika suatu hari terjadi pertikaian antar kabilah dimana masing-masing ingin agar kabilahnya yang diberi kepercayaan mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula, akhirnya sepakat menunjuk Rasulullah. Ketika itu mereka memutuskan siapapun yang muncul pertama di lokasi pertikaian, dialah yang berhak meletakkan batu hitam tersebut ke tempat asalnya. Ternyata yang muncul adalah Rasulullah yang waktu itu belum menjadi rasul. Maka merekapun langsung menyetujuinya.

Juga ketika suatu hari Rasulullah mengumpulkan orang-orang Quraisy dari banyak kabilah dan berkata “ Bila aku katakan di belakang bukit sana ada seekor serigala, percayakah kalian padaku?”. “ Tentu kami percaya, karena kau orang yang tak pernh berbohong!”, jawab mereka serentak. Padahal ketika itu mereka belum memeluk Islam. Patut dicatat, sifat amanah dan jujur ini pula yang pertama kali menarik hati Khadijah sebelum Muhammad muda melamarnya.

(http://vienmuhadisbooks.com/category/sirah-nabawiyah-sejarah-hidup-rasulullah-saw/ ).

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Terjemah QS. Al-Ahzab(33):21).

As-Sa’di membagi sumber (media) berita kepada tiga klasifikasi:
Pertama, berita dari seorang yang jujur yang secara hukum harus diterima.
Kedua, berita dari seorang pendusta yang harus ditolak.
Ketiga, berita dari seorang yang fasik yang membutuhkan klarifikasi, cek dan ricek akan kebenarannya.

Dalam sebuah riwayat dari Qatadah disebutkan, “At-tabayyun minaLlah wal ‘ajalatu minasy syaithan”, sikap tabayun merupakan perintah Allah, sementara sikap terburu-buru merupakan arahan syaitan.

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 8 Maret 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Beberapa hari belakangan ini berita mengenai Negara-negara Barat yang membuka pintunya bagi pengungsi Suriah menjadi head line sejumlah media nasional maupun internasional. Sebaliknya, media-media tersebut mempertanyakan dan mengecam dimana peran Negara-negara Timur Tengah, Arab Saudi, khususnya, yang dianggap tidak menerima satupun pengungsi.

Padahal sejak pecahnya konflik Suriah 4 tahun lalu, yaitu tahun 2011, Arab Saudi telah menerima 2.5 juta pengungsi Suriah. Tidak ada gembar gembor di media massa karena pemerintah setempat memang tidak merasa perlu publikasi. Para pengungsi bahkan diperlakukan bak si empunya tanah. Tidak hanya tempat tinggal yang disediakan namun juga pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan dll. Itu sebabnya  tidak terlihat adanya camp atau tenda pengungsi di Arab Saudi karena memang pemerintah ingin mengembalikan martabat para pengungsi Suriah sekaligus keamanan bagi mereka.  Persis yang dicontohkan kaum Anshor sebagai penduduk asli Madinah  ketika menerima kaum Muhajirin yang terpaksa berhijrah meninggalkan kota kelahiran mereka Mekah demi dapat menjalankan kepercayaan baru mereka, yaitu Islam. Masya Allah …

http://english.alarabiya.net/en/News/middle-east/2015/09/12/Saudi-official-we-received-2-5-mln-Syrians-since-conflict.html

Ironisnya, tidak hanya media Barat yang mempertanyakan hal tersebut, namun juga media-media dalam negri, terutama media sekuler yang telah lama jelas memperlihatkan kebencian terhadap Islam dan segala yang “ berbau” Arab.  Malah dengan teganya menyebar berita bahwa kabar Arab Saudi menerima para pengungsi hingga 2.5 juta orang adalah hoax.

Lebih parah lagi, mereka juga ikut mengipasi berita dari media Barat yang mempertanyakan adanya ribuan tenda Mina yang mubazir karena hanya digunakan sekali dalam setahun, yaitu ketika musim haji. Padahal ini justru menambah kepicikan mereka. Tak dapat dibayangkan bila kompleks tenda Mina digunakan oleh pengungsi, maka ketika musim haji tiba akan dikemanakan para tamu Allah yang susah payah datang dari penjuru dunia demi mecari ridho-Nya itu ??? Area Mina adalah area terbatas yang tidak mungkin dipindahkan, tanpa mabit ( menetap) di Mina, haji tidaklah sempurna.

Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu“. (Terjemah QS. Al Hujurat(49):6).

Terkesan amat sangat kuat bahwasanya media-media sekuler tersebut ingin sekali,  secara membabi buta, menonjolkan kehebatan Barat. Meski harus diakui, bila kesediaan Barat, Jerman khususnya,  menerima para pengungsi semata berdasarkan kemanusiaan tanpa maksud buruk apapun, termasuk Kristenisasi yang sering mendapat sorotan namun belum terbukti, patut diacungi jempol.

Hal yang tak kalah pentingnya, mungkin ada baiknya bila kita mau melihat akar permasalahan sebenarnya. Pengungsian Suriah secara besar-besaran terjadi bukannya tanpa sebab.  Awal konflik Suriah yang terjadi pada tahun 2011 adalah bagian dari rentetan peristiwa Arab Spring. Secara sederhana Arab Spring adalah munculnya gelombang perlawanan rakyat atas nama demokrasi terhadap penguasa diktator yang telah puluhan tahun berkuasa.  Meski pada kenyataannya, jatuhnya rezim  diktator seperti di Mesir, Tunisia, Libia dan Irak hingga detik ini tidak melahirkan demokrasi seperti yang diinginkan rakyat. Padahal korban yang jatuh tidaklah sedikit, sementara ketidakstabilan politik dan kerusuhan terus saja terjadi. Diktator baru bahkan muncul kembali, namun kali ini yang pro Barat, tidak seperti sebelumnya, yang dikenal “ ngeyel”. Muammar Khadaffi, mantan pemimpin Libia, adalah contohnya.

Demonstrasi besar-besaran dan gelombang perlawanan rakyat di Negara-negara  Timur Tengah ini terjadi memang karena ada yang “mengipasi”. Dan siapa lagi sang pengipas kalau bukan Negara adi daya Amerika Serikat,  sahabat kental Israel, dan para sekutunya,  yang ingin menjadikan Negara-negara Islam mengalami ketidak stabilan hingga mudah di aneksasi. Minyak bumi dan sumber alam lainnya yang banyak terdapat di perut bumi Negara-negara tersebut adalah salah satu penyebabnya. Israel jelas mempunyai kepentingan yang paling banyak, termasuk jalur pipa air bersih yang sejak bertahun-tahun menjulur dari Turki melewati Negara-negara tertangga, Suriah diantaranya, yang pastinya perlu pengamanan ketat.

Suriah dibawah presiden  Basyar Ashad, yang Syiah, berkuasa sejak tahun 2000, mengalami hal yang sama. Terinspirasi Arab Spring, pada tahun 2011, rakyat Suriah yang mayoritas Sunni menuntut Ashad agar turun dari kursi kepresidenan. Namun demonstrasi damai tersebut dihadapi Ashad secara brutal dan sangat mengerikan.

Setiap hari kurban berjatuhan, tercatat  200 hingga 300 ribu orang tewas sejak Maret 2011. Sepertiga  di antaranya adalah warga sipil, lebih dari 10 ribu diantaranya adalah kanak-kanak, dan hampir 7 ribu kaum perempuan. Bahkan memasuki tahun kelima saja, sekitar 5 ribu orang telah tewas dalam waktu 5 minggu. Ashad dengan rezimnya yang didukung Iran yang sama-sama beraliran Syiah itu tak tanggung-tanggung menghadapi rakyatnya sendiri.  Pada bulan Agustus 2013 dengan teganya ia menggunakan senjata kimia untuk meredam pembrontakan yang makin meluas.  Jutaan penduduk mengalami luka-luka, hilang atau dipenjarakan,  13 ribu orang dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami penyiksaan berat di tahanan Negara dan puluhan juta penduduk  kehilangan tempat tinggal.

Namun demikian konflik di Suriah terjadi tidak hanya karena adanya pembrontakan rakyat. ISiS, organisasi raksasa militan bentukan Amerika (http://mirajnews.com/id/internasional/amerika/hillary-clinton-isis-produk-untuk-pecah-timteng/ )  yang mengatas namakan Islam memperparah keadaan. Ini masih ditambah lagi dengan adanya kelompok-kelompok kecil berbagai kepentingan lainnya.  Bahkan saat ini Rusiapun telah menerjunkan 1 juta pasukan terbaiknya  demi melindungi Ashad yang sudah kewalahan menghadapi krisis  negri yang sedang menuju kehancuran itu.  Tak heran bila kini separuh rakyatpun memilih mengungsi meninggalkan tanah air mereka.  Badan pengungsi PBB ( UNHCR) mencatat 4 juta rakyat Suriah telah menjadi pengungsi.  1.8 juta diantaranya telah ditampung di Turki,  1 juta di Libanon, 625 ribu di Yordania,  250 ribu di Irak dan 135 ribu di Mesir.  Ini belum termasuk yang ditampung di Arab Saudi karena UNHCR memang tidak mencatatnya, ntah sengaja atau memang tidak tahu.

Saat ini ribuan pengungsi Suriah berduyun-duyun menuju Jerman dengan berbagai cara. Jarak sepanjang 3725 km itu harus ditempuh 39 jam berkendaraan, atau 3500 km dalam 706 jam bila melalui rute pejalan kaki. Turki, Bulgaria, Serbia, Hungaria, Austria dan Ceska adalah negara-negara yang harus dilalui. Artinya bila satu Negara saja menutup perbatasannya maka tak satupun pengungsi bisa sampai ke tujuan. Padahal Hungaria dan Austria telah resmi mengumumkan menutup perbatasan mereka. Hungaria bahkan mengancam hukuman penjara bila para pengungsi kedapatan nekad menerobos perbatasan.  Pagar kawat berduri dan tentara disiagakan di semua titik perbatasan. Akibatnya ribuan pengungsi saat ini tertahan di stasiun kereta api Hungaria tidak bisa meneruskan perjalanan mereka. Lalu apa gunanya Jerman mengumbar pengumuman bersedia menerima pengungsi??

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/671272-ini-alasan-pengungsi-suriah-memilih-kabur-ke-jerman

Itupun belum tentu fasilitas yang disediakan memenuhi standard keperluan hidup pengungsi yang mayoritas Muslim itu. Makanan halal dan rumah ibadah contohnya. Maka tak salah bila Arab Saudi kemudian menawarkan pembangunan 200 masjid di kota-kota dimana pengungsi akan ditempatkan.  Menjadi pertanyaan besar, apa mungkin Jerman seperti juga negara-negara Barat lainnya,  yang selama ini dikenal sebagai Negara yang mengalami Islamphobia akut itu mau menerima  tawaran tersebut ??

http://news.fimadani.com/read/2015/09/21/arab-saudi-ingin-bantu-buat-200-masjid-untuk-pengungsi-suriah/

camp pengungsi Turki dan PerancisKalaupun mau, apakah fasilitas yang diberikan Barat yang kaya dan maju tersebut bisa mengalahkan apa yang disediakan Turki, misalnya. Satu hal yang tidak pernah di publikasikan media sekuler. Perancis jelas tidak, bisa dililhat perbandingannya dibawah ini.

http://mirajnews.com/id/artikel/feature/kota-tenda-turki-bahagiakan-pengungsi-suriah/

Pertanyaannya mengapa pengungsi Suriah begitu bersemangat memilih Jerman sebagai Negara tujuan. Tentu banyak alasannya, dengan berbagai resikonya. Namun apapun alasannya sebagai umat Islam kita harus yakin bahwa  skenario Sang Khalik pasti terjadi. Bahwa di akhir zaman Islam akan tersebar ke seluruh penjuru dunia.  Begitupun yang telah diprediksi para pemerhati bahwa pada tahun 2050 Muslim akan menjadi mayoritas di Eropa meski orang Barat sangat membencinya.

” Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal”. ( Terjemah QS. An-Nahl(16):41-42).

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. (Terjemah QS. Ali Imran(3):54).

Fenomena menarik lainnya, penduduk Damaskus, ibukota Suriah, yang merupakan ibu kota kekhalifahan Islam di masa lalu, ternyata sejak lama telah dikenang sebagai penduduk yang ramah dan disukai.  Ibnu Battuta, penjelajah Muslim ternama Maroko yang pernah menginjakkan kakinya di Damaskus tidak mampu menyembunyikan kekagumannya menyaksikan kehidupan sosial masyarakatnya yang begitu  dermawan dan pemurah.

Semangat sosial masyarakat Damaskus begitu tinggi,” kisah Ibnu Battuta dalam catatan perjalanannya.

Masyarakat kota ini terbiasa berlomba-lomba dalam kebaikan, diantaranya dalam mewakafkan tanahnya untuk sekolah, rumah sakit serta masjid. Sederet lembaga amal berdiri untuk meringankan beban orang-orang yang tak berpunya dan membutuhkan bantuan. Dengan bantuan lembaga-lembaga tersebut orang yang tidak mampu berhaji jadi bisa melaksanakan impian setiap Muslim itu.

Damaskus, kota dimana masjid putih berdiri, sebagai tempat dimana nabi Isa as akan turun di akhir zaman nanti, tercatat beberapa kali menjadi tujuan para pengungsi. Diantaranya para pengungsi asal Andalusia yang terusir dari  Spanyol, yaitu ketika Kristen menguasai tanah itu pada abad ke 12 M. Juga warga Iran dan Irak ketika bangsa Mongol menghancurkan tanah kelahiran mereka di abad berikutnya. Kemudian pada abad 16 sekali lagi menampung pengungsi dari Spanyol, baik Muslim maupun Yahudi. Damaskus memang terbuka bagi seluruh pemeluk agama. Tiga abad berselang, kota ini kembali menjadi tanah harapan bagi warga Kaukasus, Kurdi dan Turki dari ancaman tentara Rusia.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/07/10/m6y2z6-damaskus-kota-ilmu-dan-peradaban-1

Sungguh tak heran bila hari ini rakyat Suriah sedang menikmati buah perbuatan baik mereka, yaitu dengan ditrimanya mereka sebagai pengungsi di berbagai Negara belahan dunia. Semoga Allah swt segera membalas kebaikan mereka dengan segera dibebaskannya Suriah dari cengkeraman tangan-tangan kotor dan keji  Syiah, ISIS maupun Israel dan sekutunya, aamiin YRA.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” . (Terjemah QS. Al-Hujurat (49):13).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 21 September 2015.

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »