Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

Tanpa banyak tanya, Uwais menunjukkan lengannya ketika Umar, sang khalifah memintanya.  Tanpa diduga, Umarpun langsung memeluknya begitu menyaksikan lengan bertanda tersebut, seraya berkata, “Engkaulah orang yang diceritakan Nabi dan kucari-cari selama ini. Berdoalah dan mintakanlah aku ampunan dari Allah.”

“Wahai Amirul Mukminiin, apakah aku harus memohon supaya engkau diampuni?”, tanya Quwais keheranan. “Benar”, tukas Umar.

Pertanyaannya, siapa Uwais Al-Qarni ini hingga namanya disebut oleh Nabi dan seorang khalifah sekaliber Umar bin Khattabpun mencari-carinya demi memohon doa darinya?

Dikisahkan dari hadis Riwayat Muslim dari Ishak bin Ibrahim, pada zaman hidup Rasulullah SAW, hidup seorang pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Pemuda fakir dan yatim ini tinggal di negeri Yaman, bersama ibunya yang lumpuh dan buta.

Uwais Al-Qarni bekerja sebagai seorang penggembala domba. Hasil usahanya hanya cukup untuk makan ibunya sehari-hari. Bila ada kelebihan ia gunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin. Uwais Al-Qarni dikenal seorang yang taat beribadah dan sangat patuh pada ibunya. Ia juga dikenal sering sekali berpuasa.

Pemuda tersebut menyimpan keinginan membuncah agar suatu hari nanti dapat bertemu dengan Rasulullah. Itu sebabnya ia sangat sedih setiap kali melihat tetangganya berjumpa dengan sang kekasih, nabi Muhammad SAW. Kecintaannya yang begitu mendalam mampu membuatnya ikut mematahkan giginya dengan batu. Ini dilakukannya ketika mendengar kabar bahwa gigi sang Rasul patah karena dilempari batu oleh penduduk Thaif yang enggan mengikuti ajakan Rasulullah untuk ber-Islam.  

Uwais sangat merindukan Rasulullah, kerinduan karena iman kepada Allah dan Muhammad sebagai rasulnya. Hingga suatu hari, karena tak dapat membendung lagi kerinduannya, ia mendekati ibunya dan mengeluarkan isi hatinya, memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menemui Rasulullah di Madinah.

Begitu ibunya mengizinkannya dengan syarat agar tidak berlama-lama meninggalkannya, Uwaispun segera pergi menempuh perjalanan jauh ke Madinah.  Sayangnya ketika ia tiba di tujuan, rupanya Rasulullah sedang memimpin jihad di luar Madinah. Ia hanya bertemu Aisyah ra, istri Rasulullah, yang tentu saja tidak dapat memastikan kapan dan berapa lama Rasulullah akan kembali.

Sementara itu terngiang pesan ibunya tercinta yang telah renta agar tidak berlama-lama meninggalkannya. Akhirnya karena ketaatannya kepada sang ibu, ia  mengalahkan keinginan menggebunya untuk menunggu dan berjumpa dengan sang kekasih, Muhammad SAW. Uwaispun kembali ke Yaman.

Beberapa lama kemudian Rasulullah pulang dari medan pertempuran. Sesampainya di rumah Rasulullah menanyakan kepada Aisyah tentang orang yang mencarinya. Aisyah menjelaskan bahwa memang benar ada yang mencarinya, tetapi tidak menunggu dan segera kembali ke Yaman karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.

Mendengar itu Rasulullah berkata bahwa orang itu penghuni langit. Nabi menceritakan kepada para sahabatnya, “Kalau kalian ingin berjumpa dengannya, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih di lengannya. Apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan bumi.”

Uwais pergi berhaji.

Anakku, mungkin ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji,” pinta sang ibu suatu hari.

Mendengar ucapan sang ibu tercinta, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan? Uwais terus berpikir mencari jalan keluar.

Tak lama iapun membeli seekor anak lembu. Kemudian ia membuatkan kandang di puncak bukit untuk anak lembu tersebut. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit.

Uwais gila … Uwais gila …” kata orang-orang yang melihat tingkah laku Uwais yang aneh tersebut. Tak pernah satu haripun terlewat ia menggendong lembu naik-turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi. Setelah 8 bulan berlalu, sampailah pada musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot Uwais yang makin kuat.  

Alhamdulillah, trimakasih yaa Allah”, puji Uwais kepada Tuhannya.

Rupanya selama 8 bulan tersebut, ia sedang melatih dirinya agar mampu menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah! Masya Allah, sungguh besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya. Uwais berjalan tegap menggendong ibunya wukuf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata melihat Baitullah.

Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa. “Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais. “Bagaimana dengan dosamu?” tanya sang Ibu keheranan. Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga”, jawab Uwais tulus dan penuh cinta.

Allah subhanahu wata’ala pun memberikan karunia untuknya. Uwais seketika itu juga sembuh dari penyakit sopak yang selama itu diderita seluruh tubuhnya. Yang tertinggal hanya bulatan putih di lengannya. Itulah tanda yang dimaksudkan Rasulullah agar para sahabat dapat mengenali Uwais, yang di kemudian hari akhirnya ditemukan khalifah Umar bin Khattab yang setiap waktu haji dan datangnya kafilah dagang dari Yaman, rela mencarinya. Allahu Akbar …

Akan halnya pertemuannya dengan khalifah Umar bin Khattab bertahun-tahun kemudian adalah sebagai berikut: 

Uwais pergi berdagang ke Madinah.

Suatu hari setelah ibu Uwais wafat, bersama  rombongan kafilah dagang, Uwais tiba di kota Madinah. Seperti biasa, melihat ada rombongan kafilah yang baru datang dari Yaman segera Khalifah Umar dan juga Ali bin Abi Thalib mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu Umar dan Ali segera pergi menjumpainya dan memberinya salam.

Umar kemudian menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah”. Mendengar jawaban Uwais, Umar dan Ali tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al Qarni”.

Selanjutnya Umar meminta agar Uwais bersedia memperlihatkan lengannya. Maka begitu keduanya melihat tanda putih di lengan tersebut, sontak keduanya memeluk dan meminta Uwais untuk mendoakan keduanya.

Wafatnya Uwais.

Ketika Uwais wafat di rumahnya yang sederhana di Yaman, orang-orang tak dikenal  dari segala penjuru berbondong-bondong datang untuk memandikan, mengkafani, menyalati hingga mengantarnya ke pemakaman. Masyarakatpun gempar.

Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau Wahai Uwais Al Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai pengembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatnya, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya.

Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al Qarni disebabkan permintaan Uwais sendiri kepada khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib agar merahasiakan tentang dirinya. Di hari wafatnya itulah mereka baru mengetahui bahwa Uwais Al Qarni adalah seorang penghuni langit.

Begitulah Uwais Al Qarni, sosok yang sangat berbakti kepada orang tua, dan itu sesuai dengan sabda Rasulullah ketika beliau ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau menjawab, “Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.” (HR Ibnu Majah).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 30 Desember 2024.

Vien AM.

Read Full Post »

Hingga akhirnya, pada tahun 1095 Paus Urbanus II di Clermont, Perancis Selatan mengobarkan ajakan perang untuk merebut Palestina. Ajakan ini langsung disambut ribuan pengikutnya. Maka rombongan dengan berbagai tujuan dan niat yang  kemudian bergabung dengan tentara Salib dibawah para bangsawan, segera bergerak menuju Palestina. Namun sejarah mencatat bahwa dalam perjalanan jauhnya, rombongan yang makin lama makin membesar tersebut, melakukan berbagai tindakan anarkis, termasuk pembantaian terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di sepanjang perjalanan.  

Pada tahun 1099 dalam perang yang berlangsung selama 3 hari,  tentara Salib  berhasil menguasai kota dengan membantai lebih dari 30.000 penduduknya, termasuk perempuan dan anak-anak Muslim yang berlindung di dalam masjid Al-Aqsa. Mereka juga membunuhi kaum Yahudi dan Nasrani yang bermukim disekitar kota tua tersebut.

Dalam bukunya, Karen Amstrong mengutip kata-kata Raymond dari Aguilles, seorang saksi dari Perancis yang mengatakan : ”Tumpukan kepala, tangan dan kaki dapat terlihat”, ”… para pria berjalan dengan darah yang naik hingga ke lutut dan tali kekang kuda mereka …”. Dengan cara seperti itulah Yerusalem jatuh ke tangan pihak Nasrani Eropa. 88 tahun kemudian yaitu pada tahun 1187, dibawah kekuasaan Sultan Salahuddin Ayubi, pasukan Muslim kembali berhasil menguasai Yerusalem. Dan sebagaimana pendudukan Yerusalem oleh pasukan Muslim pada kali pertama, kali inipun tidak terjadi pembantaian. Bahkan para penguasa yang ditaklukkan tersebut selain diampuni juga diberi keleluasaan untuk meninggalkan kota dengan membawa seluruh harta bendanya. Peristiwa ini pada tahun 2005 pernah diabadikan dengan sangat baik dalam film “The Kingdom of a Heaven” yang disutradarai oleh Sir Ridley Scott dan dibintangi aktor kenamaan Orlando Bloom.

Peperangan yang kemudian dikenal dengan nama “Perang Salib” ini terus terjadi hingga beberapa kali selama hampir 200 tahun namun pihak Salib tidak pernah berhasil menguasai kembali Yerusalem. Selanjutnya yaitu pada tahun 1517-1917 sebagian besar wilayah Palestina  berada di bawah kesultanan Islam Ottoman. Hingga pada tahun 1918 ketika kesultanan tersebut runtuh paska Perang Dunia I, Palestina dikuasai oleh Inggris. Liga Bangsa-Bangsa (LBB) kemudian  mengeluarkan mandat kepada Inggris untuk mengontrol secara administratif kawasan Palestina, termasuk ketentuan mendirikan tanah air nasional Yahudi di Palestina dan mulai berlaku pada 1923 M.

Hingga akhirnya di tahun 1948, ketika Yahudi Israel dengan dukungan Barat memaksakan terbentuknya Negara Israel, Palestinapun kembali memasuki masa kelamnya. Ini dimulai dengan apa yang dinamakan peristiwa tragis Nakba ( Malapetaka Palestina). Genosida yang dilakukan Yahudi terhadap rakyat Palestina disertai perampasan tanah Palestina ini mengakibatkan eksodusnya 700.000 orang Palestina dan berpindahnya 78% wilayah Palestina ke Negara Israel yang baru terbentuk.  

Maka sejak itulah perlawanan rakyat Palestina baik yang masih bertahan di tanah Palestina maupun yang berada di pengungsian terus terjadi hingga hari ini. Apalagi ditambah dengan perlakuan kejam dan diskriminatif tentara Zionis Israel yang makin hari makin brutal.

Dengan demikian jelas bahwa apa yang kita saksikan setahun belakangan ini bukanlah semata-mata akibat serangan 7 Oktober 2023 yang dilakukan  faksi perjuangan Hamas sebagaimana yang dituduhkan Netanyahu. PM Israel tersebut sejatinya sedang berusaha menghindar dari kasus korupsi yang dilakukannya. Hukum Israel rupanya memberi kelonggaran kepada pemimpinnya bila ia sedang berperang.

Ironisnya, Netanyahu bahkan tidak peduli terhadap nasib ratusan warganya yang disandera Hamas. Bila terhadap rakyatnya saja tidak peduli apatah arti kematian 41 ribu lebih rakyat Gaza, sebagian besar anak-anak dan kaum perempuan. Juga puluhan bangunan termasuk sekolah, masjid dan rumah penduduk yang hancur lebur di bom tentara Zionis Israel.    

Sementara orang-orang Yahudi extrim berkeras ingin merebut Al-Quds dari tangan Islam. Dengan dikawal tentara Zionis, beberapa kali mereka menerobos masuk ke dalam masjid ke 3 tersuci umat Islam tersebut secara paksa. Mereka masuk tanpa menanggalkan sepatu, merusak barang-barang yang di dalamnya bahkan menyerang dan mengusir jamaah yang sedang shalat. Mereka beralasan disitulah rumah ibadah mereka pernah berada. “Demi mematuhi perintah Tuhan”, kilah mereka.

Lalu bagaimana dengan ayat 24 surat Al-Maidah yang secara terang benderang menceritakan penolakan orang-orang Yahudi atas perintah nabinya, yang notabene berarti perintah Tuhannya, untuk memasuki Baitul Maqdis berabad-abad lalu??

Mereka ( orang-orang Yahudi) berkata: “Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya ( Baitul Maqdis) selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” ( Terjemah QS.Al-Maidah(5):24).

Dan banyak lagi ayat Al-Quran yang menceritakan betapa seringnya kaum Yahudi melawan perintah Tuhannya. Bahkan nabi dan rasulpun mereka aniaya dan bunuh. Dan lagi apakah ada Tuhan yang memerintahkan suatu kaum membantai orang tidak bersalah??? Bandingkan dengan adab Islam dalam berperang yang ditunjukkan khalifah Umar bin Khattab ra ataupun Sultan Salahuddin Ayubi berabad-abad silam.

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”.(Terjemah QS.Ali Imran(3):19).

Wallahu’alam bi shawab.

Jakarta, 19 September 2024.

Vien AM.    

Read Full Post »

Hari Kiamat adalah rukun ke 5 dari Rukun Iman yang merupakan pilar tegaknya seorang beriman. Hari yang merupakan berakhirnya kehidupan seluruh manusia dan alam semesta ini wajib diyakini oleh umat Islam. Hari Kiamat didahului dengan datangnya tiupan sangkakala (terompet raksasa)  pertama. Maka hancurlah alam semesta. Kemudian ketika sangkakala kembali bertiup maka seluruh manusia yang pernah ada di bumi ini akan hidup kembali. Itulah hari Berbangkit.

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)“.( Terjemah QS. Az-Zumar(39):68).

Ia adalah sesuatu yang ghaib. Tidak ada yang mengetahui kapan akan terjadi kecuali Allah swt. Rasulullah saw bersabda jarak antara hari Kiamat dengan beliau seperti jarak antara jari telunjuk dan jari tengah. Menandakan bahwa hari tersebut tidaklah terlalu lama akan terjadi.      

Manusia bertanya kepadamu tentang hari Berbangkit. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu wahai (Muhammad), boleh jadi hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya”. ( Terjemah QS. Al-Ahzaab(33): 63).

Rasulullah hidup pada abad 7. Sedangkan kini kita berada di abad 21. Dalam pandangan kita jarak 15 abad tentu sangat jauh. Tapi dibanding umur bumi dan alam semesta ini tidak ada artinya. Dan lagi sebenarnya tidak penting kita mempermasalahan kapan Kiamat akan terjadi karena kiamat kecil yaitu hari Allah swt memanggil kita jauh lebih dekat. Pengetahuan dan keyakinan datangnya hari Kiamat adalah bagian dari keimanan yang tidak penting untuk diperdebatkan.    

Namun demikian demi memenuhi sifat manusia yang selalu ingin tahu, Allah swt  memberikan tanda-tandanya. Yaitu melalui ayat suci Al-Quranul Karim dan hadist Rasulullah saw yang jumlahnya sangat banyak. Pada tulisan kali ini yang akan dibahas adalah 3 hal yaitu pemimpin yang bodoh, gempa dan kembali suburnya tanah Arab Saudi.

Mengenai pemimpin yang bodoh telah dibahas pada artikel sebelum ini. Hal tersebut sangat berkaitan dengan masalah Palestina yang makin hari makin tak terkendali. Yang secara tak langsung karena masalah kepemimpinan Islam yang tidak tangguh alias bodoh menurut syariat.

Palestina dan Fenomena Akhir Zaman (1) -Kepemimpinan Dalam Islam.

Selanjutnya adalah,

2. Gempa dengan korban yang sangat banyak.

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda bahwa di antara tanda semakin dekatnya Hari Kiamat adalah banyaknya gempa bumi dan banyak orang meninggal dunia karena musibah tersebut. (HR. Bukhari no.XIII/81-82, Shahih; HR. Ahmad no.IV/104, Hasan/Shahih).

Dapat kita saksikan belakangan ini betapa seringnya gempa melanda bumi kita tercinta. Diantaranya yang terdasyat adalah gempa Aceh yang disusul gelombang tsunami di tahun 2004. Gempa berskala 9.3 SR yang menelan korban tewas sekitar 227.898 orang ini terasa hingga di  14 negara. Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Somalia, dan Maladewa adalah negara yang paling parah terkena dampaknya.

Menyebabkannya tercatat sebagai gempa bumi terkuat di Asia, ketiga di dunia sejak tahun 1900 setelah gempa Valdivia 1960 dan gempa Alaska 1964. Wikipedia mencatat gempa Aceh merupakan patahan terpanjang ( 1.200 km hingga 1.300 km ) dengan durasi guncangan terlama ( setidaknya 10 menit). Gempa ini bahkan menyebabkan seluruh planet Bumi bergetar 1 sentimeter dan memicu aktivitas gempa di berbagai wilayah, termasuk Alaska. Total kerugian finansial akibat bencana ini mencapai USD$14 miliar atau sekitar Rp 51,4 triliun, sehingga membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun untuk pemulihan seperti kondisi sebelum bencana.

https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_dan_tsunami_Samudra_Hindia_2004

Gempa yang menelan korban sangat banyak dapat dipastikan akibat disusulnya  tsunami. Dan ini terjadi pertama kali pada abad 15 yaitu tahun 1498 di Jepang. Gempa berkekuatan 8.3 SR ini menewaskan 31.000 jiwa.

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6771006/10-tsunami-terbesar-di-dunia-dengan-korban-terbanyak-2-terjadi-indonesia

Bumi yang kita tinggali ini memang sudah amat renta. Gunung yang merupakan pasak/paku bumi hingga tempat manusia tinggal selama ribuan tahun ini dapat berdiri tegak dan stabil itu, kini mulai goyah. Gesekan antar lempengan di dasar kerak bumi akhirnya tak dapat dihindarkan. Maka bumipun bergoncang.  Itulah gempa yang makin hari makin sering kita rasakan.

“Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu,…” (Terjemah QS.An-Nahl(16):15).

“Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka,…”. ( Terjemah QS.An-Anbiya(21):31).

Pada ayat 88 surat An-Naml dikatakan bahwa gunung-gunung itu sebenarnya tidak diam melainkan berjalan sebagaimana jalannya awan yang terbawa angin. Hal ini makin membuktikan betapa Allah swt sebagai Zat Pencipta mengetahui segala sesuatu yang kita sebagai mahluk ciptaan, sangkakan.    

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

3. Menghijaunya kembali tanah Arab.

Hari kiamat tidak berlaku sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.” (HR Muslim).

Sejumlah ilmuwan yang dikutip dalam buku “Kiamat Sudah Dekat?” karya Dr. Muhammad al-‘Areifi, menunjukkan bukti bahwa perambatan sungai es sekarang bergerak ke arah Jazirah Arab dengan membawa salju turun dan hujan. Keduanya biasanya menjadi faktor tumbuhnya tanaman dan kemakmuran.

https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-6512800/hadits-tanah-arab-kembali-hijau-jadi-tanda-kiamat-dulu-pernah-subur-makmur

Sejarah mencatat bahwa jazirah Arab dulunya adalah tanah yang subur, dengan padang rumput dan sungai-sungainya. Hal ini dikatakan seorang ahli geologi asal Institute of Geosciences Johannes Gutenberg-University Jerman, Alfred Kroner, sebagaimana termuat dalam buku Mausu’ah al-Ijaz al-Qur’ani karya Nadiah Tharayyarah.

Dalam perbincangannya dengan seorang dai muslim bernama Syekh Abdul Majid al-Zindani saat membahas tanah Arab yang gersang dulunya adalah padang rumput yang hijau, Alfred Kroner mengatakan bahwa para pakar geologi sudah mengetahui hal itu. Ia mengatakan, bila tanah di Jazirah Arab digali, akan ditemukan jejak-jejak yang membuktikan bahwa wilayah tersebut dulunya adalah tanah yang subur. Salah satunya pernah ditemukan kampung hijau bernama Al-Faw di bawah gurun pasir Rub’ al-Khali.

Kroner menjelaskan bukti ilmiah mengapa Jazirah Arab yang dulunya hijau bisa berubah menjadi gersang dan kemungkinan akan kembali menghijau. Berdasarkan penelitian sejarah bumi di masa lampau yang ia lakukan, hal ini terjadi lantaran Jazirah Arab pernah mengalami fase zaman es.

Lebih lanjut ia menjelaskan, fase zaman es ini terjadi ketika air laut dalam volume besar akan berubah menjadi es dan berkumpul di Kutub Utara yang beku, lalu bergerak perlahan menuju arah selatan. Pergerakan inilah yang akan memengaruhi keadaan tanah yang ada di sekitarnya.

Di antara daerah yang tanahnya mengalami perubahan kondisi adalah semenanjung Arab. Cuaca menjadi dingin. Tanah Arab akan menjadi negeri yang paling banyak curah hujannya dan aliran-aliran sungainya,” jelas Kroner seperti diterjemahkan oleh M. Zaenal Arifin dkk.

Selain Alfred Kroner, seorang pakar geologi asal Amerika juga memprediksi kembalinya danau-danau ke gurun pasir Jazirah Arab dan kembalinya air ke sungai-sungai yang kini terpendam di bawah gurun pasir. Dalam riset modern, bumi mengalami zaman es sekitar 100 ribu tahun yang lalu. Setelah itu, bumi berada pada periode interglasial (hangat) yang berlangsung 10 hingga 20 ribu tahun.

Dalam kenyataannya kita telah tahu bahwa beberapa tahun belakangan ini Mekah dan Madinah beberapa kali mengalami hujan lebat bahkan hujan es. Ini adalah peristiwa langka. Itu sebabnya ketika hujan  datang banjir hampir selalu terjadi. Arab Saudi dan juga negara2 Teluk lainnya sep Dubai, UEA (Uni Emirat Arab) dll, memang tidak mempunyai sistim drainase yang baik karena amat jarang sekali mengalami hujan.

Dengan makin canggihnya teknologi, demi mengatasi suhu panas extrim  yang merupakan suasana sehari-hari, beberapa waktu lalu sebuah perusahaan di UEA berusaha memindahkn gunung es/iceberg yang berada di laut Antartika. Yaitu dengan cara menyeret bongkahan es raksasa yang jaraknya ribuan km itu ke pantai UEA.

https://jagatbisnis.com/2023/06/06/arab-saudi-akan-memindahkan-gunung-es-antartika/

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 3 Juni 2024.

Vien AM.

Read Full Post »

Pada akhir abad 14 Timur Lenk merebut wilayah Uzbekistan dari tangan kekaisaran Mongol. Disinilah ia kemudian membangun sebuah imperium raksasa yang kekuasaannya meliputi seluruh Asia Tengah, Iran, Afganistan, Pakistan, sebagian India, Mesopotamia dan Kaukasus. Itu sebabnya ia mendapat julukan Sang Penakluk. Timur menjadikan Samarkand sebagai ibukotanya hingga kota kuno dengan budaya dan sastra Islam Persia tersebut dapat kembali mencapai kejayaannya.  Kerajaan ini bertahan selama 137 tahun ( 1370 -1507).

Timur lahir dari keluarga Muslim Mongol –Turki di sebuah kota kecil 80 km dari Samarkand. Ia adalah keturunan kaisar Mongol Jenghis Khan. Kakeknya adalah orang pertama Mongol yang memeluk Islam. Timur sendiri dikenal sebagai Muslim yang baik. Ia mempunyai beberapa ulama sebagai penasehat pribadinya. Ia juga dikenal sangat mengagumi tarekat Naqsabandiyah yang berkembang di wilayah Uzbekistan.

Sebagai pendiri kerajaan Timuriyah hingga kini ia tetap dianggap sebagai pahlawan terbesar Uzbekistan. Ini terbukti dengan berdirinya makam Sang Amir ( berkuasa selama 35 tahun, pada 1370 -1405) yang megah dan tetap terjaga dengan baik di Samarkand. Dan juga dengan adanya makam keluarga kerajaan Shaki Zinda yang berdiri megah di sebuah bukit juga di Samarkand, dengan kubah-kubah mozaik birunya yang cantik menawan.

Di dalam kompleks makam tersebut berdiri sekitar 12 bangunan  dan setiap bangunan terdiri dari 1-3 makam. Tiap bangunan memiliki ciri dan detil yang berbeda dengan bangunan yang lain. Di dalam salah satu bangunan inilah Ibnu Abbas ra sepupu rasulullah Muhammad saw yang pernah pergi berdakwah ke Samarkand dimakamkan. Meski ada pendapat lain bahwa Ibnu Abbas wafat dan dimakamkan di Thaif Mekah.

Kecintaan terhadap Amir Timur juga tampak dari reaksi Orif guide kami yang asli Uzbek, yang tampak tidak suka nama Amir Timur disandingkan dengan kata Lenk. Maklum Lenk artinya adalah kaki pincang. Padahal sebagian besar literature menggunakan nama tersebut karena kakinya pincang. Ada yang mengatakan ia pincang sejak lahir namun ada juga pendapat bahwa sang Amir pincang sebagai akibat perang.

Timur memang pribadi yang kontroversial. Sebagai raja ia dikenal adil dan sangat mencintai rakyatnya. Kepeduliannya terhadap dakwah Islam tinggi. Tak heran sepak terjangnya selalu didukung para ulama. Dibawah kekuasaannya Timuryah mencapai kemajuan dalam berbagai bidang, dengan Samarkand dan Bukhara sebagai pusatnya.

Pada masa itulah Islam menyebar hingga ke Cina, India dan juga Rusia. Rusia bahkan pernah takluk selama tiga abad di mana adipati Moskwa membayar upeti kepada pemerintahan Bukhara setiap tahun. Sayang karena disiplinnya yang tinggi, keras kemauan dan jiwa ambisi penakluk yang sangat tinggi Timur sering lepas kontrol dan membuatnya jadi bengis. Pada penyerangan ke Baghdad tahun 1401 puluhan ribu orang dikabarkan tewas. Amir Timur wafat pada 1405 M saat sedang melakukan pertempuran melawan dinasti Ming.

Kerajayaan Timuriyah pada saat jatuhnya di tahun 1507 hanya meninggalkan wilayah Khurasan dan Transoksiana. Kaisar-kaisar Rusia sedikit demi sedikit merebut kembali wilayah yang pernah dikuasai Timuriyah. Benteng Islam pertama di Transoksania yaitu benteng Aq-Masjid jatuh ke tangan Rusia pada tahun 1852 M. Selanjutnya pada tahun 1924 ketika komunis berhasil menguasai Rusia, Uzbekistan menjadi satu dari 15 negara federasi Rusia. Pada tahun 1991 Uzbekistan melepaskan diri dan memproklamirkan diri sebagai Repubik Uzbekistan dengan Tashken sebagai ibu kotanya.

Peninggalan Rusia di kota-kota besar seperti Tashken, Samarkand dan Bukhara hari ini terlihat jelas dari jalan-jalannya yang lebar dan taman-taman kotanya. Pemerintah Sovyet pada tahun 1977 juga sempat membamgun transportasi bawah tanah di Tashkent. Transportasi bawah tanah yang pertama di Asia Tengah ini ini memiliki 29 stasiun yang didesain khusus sesuai dengan nama stasiun bersangkutan. Stasiun-stasiun tersebut dulunya sekaligus berfungsi sebagai tempat pengungsian seandainya terjadi serangan bom nuklir. Demi keamanan maka pemerintah Uzbekistan melarang pengunjung mengambil foto atau video.

Baru pada tahun 2018 keindahan stasiun tersebut bisa dinikmati dunia melalui foto dan video. Alhamdulillah di hari terakhir kunjungan kami berkesempatan menjajal kendaraan umum tersebut dan berdesak-desakan di antara penduduk Tashken yang pulang kerja meski hanya menikmati 2 stasiun.

Sedangkan kereta kecepatan tinggi yang diberi nama Afrosiyob baru dibangun pada tahun 2011 dibawah pemerintahan Uzbekistan. Dengan menumpang kereta cepat inilah kami pergi dari Tashken ke Bukhara, Bukhara ke Samarkand dan Samarkand kembali ke Tashken.

Di Tashken kami mengunjungi berbagai tempat bersejarah diantaranya adalah Ensemble Of Hazrat Imam dimana tersimpan Al-Quran tertua yaitu mushaf khalifah Ustman, Amir Timur Square dll.  Namun demi menjaga kwalitas mushaf tertua tersebut tidak diizinkan untuk diambil foto maupun videonya. Kitab suci berusia 1400 tahun lebih itu tersimpan di sebuah kotak kaca.

Selain itu kami juga berkesempatan menikmati salah satu keindahan alam Uzbekistan yaitu gunung Chimgan. Dengan menaiki cable car kami tiba di puncak gunung dan menyaksikan kebesaran Allah yang telah menciptakan deretan pegunungan yang pada musim dingin menjadi wahana ski karena saljunya yang cukup tebal, juga sungainya yang berwarna biru dan berakhir di danau Charvak.  

Uzbekistan memiliki empat musim termasuk musim dingin yang jatuh pada Desember hingga Februari. Salju biasanya memenuhi area pegunungan pada Januari. Itu sebabnya pada hari tersebut yaitu 21 November, salju belum turun. Namun dari kejauhan sudah terlihat di puncak-puncak gunungnya.

Dengan latar belakang agama yang sama, pada Mei 2021 pemerintah Uzbekistan telah menanda-tangani perjanjian pertukaran pelajar dan pemuda dengan pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia bahkan telah mengirimkan sejumlah ulama ke negri yang sekarang telah menjadi sekuler tersebut. Itulah dampak berada dibawah kekuasaan komunis yang sangat menyedihkan. Sebagai info, jilbab baru diperbolehkan digunakan di tempat umum baru beberapa tahun belakangan ini.

Semoga Uzbekistan, negri di jalur sutra yang dulu pernah mengalami kejayaannya itu, dapat segera mencapai kejayaannya kembali. Baik melalui jalur pariwisatanya yang beberapa tahun belakangan ini sedang digenjot maupun dari kekayaan alam seperti emas, minyak, kapas, buah-buahan  dan kerajinan tangannya yang indah serta tentu saja pengamalan ajaran Islam yang benar sesuai Al-Quranul Karim dan Al-Sunnah/Al-Hadist.

Jakarta, 25 Desember 2023.

Wallahu’alam bish shawwab.

Vien AM.

Read Full Post »

Uzbekistan adalah sebuah negara yang terletak di tengah Asia Tengah. Negara ini berbatasan dengan Kazakhstan di sebelah barat dan utara, Kirgizstan dan Tajikistan di timur dan Afganistan dan Turkmenistan di selatan.

Uzbekistan meski sebagian besar berupa gurun namun negara ini mempunyai banyak gunung dan sungai. Gunung tertinggi setinggi 4503 meter sedangkan 2 sungainya yaitu Syr Darya ( 2790 km) dan Amu Darya (2600 km) adalah yang terbesar dan terpanjang di Asia Tengah. Kedua sungai ini mengalir jauh hingga negara-negara tetangganya.

Sungai yang sejak dulu merupakan jalur transport pokok inilah yang menjadikan negara ini menjadi bagian penting jalur sutra yang menghubungkan perdagangan dari wilayah barat (mediterania dan sekitarnya) dengan wilayah timur, daratan Cina khususnya.

Tak heran Samarkand, kota kuno yang terdapat di negara tersebut sejak berabad-abad lamanya selalu ramai dikunjungi orang. Inilah yang menjadi daya tarik utama Uzbekistan. Samarkand ( dan juga Bukhara) dengan bangunan-bangunan indah megah baik itu berupa masjid, madrasah/sekolah maupun mausoleum/makam yang umurnya telah ratusan tahun.

Bahasa resmi di Uzbekistan adalah bahasa Uzbek sebuah bahasa Turkik yang masih satu rumpun dengan bahasa Turki. Dan juga bahasa Rusia karena negara ini selama beberapa tahun pernah berada di bawah kekuasaan Uni Soviet setelah akhirnya merdeka pada tahun 1991. Mayoritas penduduk Uzbekistan adalah Muslim (96% Sunni). 

Kata Uzbek yang berarti pemimpin sejati.  terbentuk dari 2 kata yaitu “uz/oz yang berarti sejati/asli, dan kata “bek” yang berarti pemimpin. Uzbekistan dan sekitarnya di masa lalu dikenal dengan nama Transoxiana. Wilayah ini telah dihuni sejak milenium kedua SM. Di wilayah inilah Alexander Agung pernah mencoba menguasainya namun mendapat perlawanan sengit rakyatnya.

Selama berabad-abad wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan kekaisaran Persia seperti kekaisaran Parthia dan Sassanian. Hingga pada abad 7 Persia ditaklukkan oleh pasukan Islam pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab ra melalui 2 panglima jendralnya yang gagah berani  yaitu Khalid bin Walid ra dan Sa’ad bin Abi Waqqash. Selanjutnya dinasti Umayah lalu dinasti Abbasiyah yang menguasai wilayah ini.

Namun demikian penaklukan tersebut tidak memaksa penduduk yang mayoritas beragama Majusi ( sebagian lain adalah pemeluk Budha, Kristen dan Yahudi)  untuk memeluk Islam. Mereka hanya diwajibkan untuk membayar pajak, yang pada praktiknya juga cenderung lebih longgar dikenakan. Dan pada akhirnya hampir semua rakyat memeluk Islam secara bertahap dan suka rela.

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk”. ( Terjemah QS. At-Taubah (9):29).

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Terjemah QS.Al-Baqarah (2):256).

Sejak itu seluruh bekas kerajaan Persia menjadi wilayah Islam yang dikuasai secara bergantian oleh beberapa dinasti kerajaan Islam seperti dinasti Samaniyah, kekaisaran Khwarezmia, Seljuk dll. Di sinilah, di Bukhara khususnya, lahir tokoh-tokoh dan ulama kenamaan Muslim lahir. Diantaranya adalah Imam Al-Bukhari dan Imam at-Tirmidzi yang merupakan ahli hadist, Ibnu Sina (bapak kedokteran modern), Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi (bapak Aljabar/ahli Matematika), Abd al-Manshur al-Maturidi ( ilmu Kalam), Imam Bahauddin An-Naqsyabandi (pendiri tariqah Naqsyabandiyah) dll. Konon, nama Bukhara berasal dari metafora bahasa Mongol, yakni Bukhar yang berarti ‘lautan ilmu.’ 

Imam Bukhari lahir di Bukhara yang terletak di pusat Uzbekistan pada tahun 810. Nama asli ahli hadist kenamaan ini adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail. Ia adalah rujukan hampir semua ahli hadist hingga mendapat julukan Amirul Mukminin fil Hadits (pemimpin orang-orang yang beriman dalam hal ilmu hadis). Imam Bukhari wafat pada tahun 870 di Samarkand dan dimakamkan di kota tersebut.

Sayang ketika kami datang berziarah, kompleks makam Al-Bukhari tersebut sedang dipugar secara besar-besaran. Nantinya di tempat tersebut akan dibangun masjid yang mampu menampung 25.000 jamaah dengan perincian 7.000 jamaah di ruang shalat utama, 3.000 jamaah di ruang shalat perempuan dan 15.000 jamaah di halaman. Pemakaman ini merupakan  salah satu monumen bersejarah paling dihormati dan diakui di dunia Islam.  

https://khazanah.republika.co.id/berita/qxey5s430/uzbekistan-rekonstruksi-komplek-pemakaman-imam-bukhari

Kabarnya makam ahli hadist tersebut pertama kali ditemukan dan dipugar pada tahun 1998 atas permintaan mantan presiden pertama RI Soekarno yang ketika itu diundang presiden Rusia untuk datang mengunjungi Moskow. Namun tidak sedikit pihak yang meragukan kebenaran hal tersebut.

Selain berziarah makam Imam Bukhari kita juga bisa mempelajari biografi Sang Imam di museum Al-Bukhari yang terletak di kompleks pemakaman tersebut. Gambaran perjalanan Imam Bukhari dalam mencari ilmu, ilmu hadist khususnya, dari Bukhara hingga ke Mekah dan Madinah terlukis secara mengesankan di dinding museum.

Di Bukhara kita juga bisa berziarah ke makam Bahauddin Naqshabandi, ulama kelahiran Bukhara yang sangat dihormati di Uzbekistan, sumur nabi Ayyub  as yang airnya dikabarkan telah menyembuhkannya dari penyakit yang dideritanya, bekas istana Bukhara dengan masjid istananya yaitu masjid Bolo Haouz yang juga dikenal dengan nama masjid 40 pilar kayu berkat kayu yang banyak digunakan untuk menopang masjid tersebut, madrasah Ulugh Bek yang dibangun pada tahun 1417 oleh sultan sekaligus ilmuwan kenamaan Uzbekistan, Ulugh Beg, yang juga membangun madrasah Ulugh Bek di Registan Square Samarkand, dll.

Di ibu kota kuno ini nafas kehidupan penduduk masih terasa kental. Berjalan dari arah bekas istana Bukhara kita akan sampai di semacam gerbang megah yang dinamakan kompleks Poi Kaylan. Di dalam kompleks ini berdiri 3 bangunan utama yaitu masjid Kalyan dan 2 bangunan bersejaran lain yakni Menara Kalyan dan Madrasah Mir-i Arab. Masjid Kaylan yang ditopang ratusan pilar dengan sejumlah kubah biru berhiaskan kaligrafi ayat-ayat suci Alquran ini dibangun pada tahun 713 M. Sementara menara Kalyan yang berada di bagian tengah mempunyai tinggi 46 meter, pada permukaan dindingnya dihiasi dengan ornamen geometris yang indah. Di tengah-tengahnya, tampak guratan kaligrafi ayat-ayat Alquran, dengan warna yang selaras.

Dari Poi Kalyan menuju pasar ( bazaar dalam bahasa Uzbek) kami menyusuri jalan dimana berjejer toko-toko dengan berbagai suvenirnya, sejumlah masjid dan madrasah cantik. Setiba di pasar yang mempunyai banyak kubah dengan gang-gangnya yang seperti labirin tersebut berbagai pernak pernik cantik sebagian hand made seperti tas, sarung bantal sulam, piring-piring cantik hingga karpet yang harganya jutaan dapat ditemui.

Malamnya kami menyantap makanan khas Uzbekistan sambil menikmati peragaan busana yang diperagakan gadis-gadis Uzbekistan yang khas berwajah campuran Asia/Cina dan Eropa. Hidangan khas Uzbekistan adalah roti gandum yang disebut patyr dengan lauk daging berbumbu kuat( kebanyakan daging domba), terong, wortel, timun dan bawang bombay iris yang dicampur dengan minyak zaitun.  

Samarkand dan Bukhara mengalami masa kejayaannya sebagai pusat peradaban Islam dan perdagangan di Asia Tengah hingga datangnya pasukan Mongol pada tahun 1220 M. Dibawah kaisar Jenghis Khan yang terkenal bengis dan kejam pasukan ini berhasil meluaskan kekuasaan dan penalukkannya hingga ke Asia Tengah ( termasuk wilayah Uzbekistan), sebagian Eropa dan Rusia. Pasukan ini membumi-hanguskan kota-kota besar Islam seperti Baghdad (ibu kota kekhalifahan Abbasiyah), Samarkand dan Bukhara. Samarkand dan Bukhara kini termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Meski demikian karena perluasan Mongol tidak memiliki motivasi penyebaran agama apapun, walau suka membunuh  para pemimpinnya menerapkan kebijakan yang cenderung toleran terhadap kemajemukan agama-agama dan kebudayaan lokal. Oleh sebab itu Islam tetap tumbuh subur bahkan banyak pemimpin Mongol yang tertarik kepada ajaran ini dan diam-diam memeluknya.   

(Bersambung).

Read Full Post »

Pemerintah kolonial Belanda kewalahan menghadapi pasukan pangeran Diponegoro yang berperang dengan menggunakan berbagai cara tersebut. Pasukan Diponegoro dikenal sangat gesit, cepat dan lincah berkat semangat perang Sabilillah.

Terpaksa pemerintah Hindia Belanda mengirimkan banyak jenderal, kolonel dan mayor ke Pulau Jawa, diantaranya adalah gubernur jendral De Kock. Cara licikpun dilakukan. Mereka mengeluarkan sayembara bahwa siapapun yang dapat menangkap Pangeran Diponegoro baik hidup atau mati, akan diberi hadiah sebesar 50.000 Gulden, beserta tanah dan penghormatan. Sebuah jumlah yang sangat menggiurkan untuk ukuran ketika itu.

Upaya licik tersebut berhasil menarik mereka yang lemah iman dan rasa kebangsaan yang kerdil. Pasukan pangeran Diponegoro dengan rasa sedih dan kecewa terpaksa melawan mati-matian saudara mereka setanah air dan seiman.

Sayang pada akhir tahun ke 3 perang yang banyak sekali menelan korban, menguras tenaga dan biaya tersebut, Kiai Mojo tertangkap. Hal ini membuat semangat perlawanan pasukan Diponegoro melemah. Disusul tahun depannya lagi yaitu tahun 1829, dengan tertangkapnya para panglima, istri dan putra sang pangeran. Disamping juga karena kesulitan biaya yang makin membengkak.

Akhirnya terjadilah gencatan senjata dan perundingan yang membuat musuh mampu menjebak pangeran Diponegoro dalam situasi yang rumit. Tepat pada hari Raya Iedul tahun 1830M, pangeran Diponegoro ditangkap di kediamannya sendiri, langsung oleh gubernur jendral Belanda Jenderal De Kock yang berpura-pura datang untuk bersilaturahim.

Selanjutnya Pangeran Diponegoro diasingkan ke Manado bersama istri serta para pengikutnya. Kemudian  dipindahkan ke Makassar hingga wafatnya di Benteng Rotterdam pada Januari 1855.

Perang Diponegoro tercatat sebagai perang yang menelan korban terbanyak dalam sejarah Indonesia, yakni 15 ribu korban serdadu Hindia Belanda termasuk 7 ribu pribumi pengkhianat di dalamnya, 200 ribu pasukan Diponegoro serta kerugian materi 25 juta Gulden.

Di kemudian hari diketahui, selama dalam pengasingan di Manado, pangeran Diponegoro menuliskan biografinya melalui seorang juru tulisnya. Biografi tersebut diberi nama “Babad Diponegoro” yang merupakan kumpulan puisi tradisional Jawa/tembang setebal 1.170 halaman folio, yang menceritakan sejarah kehidupan Rasulullah saw, sejarah Pulau Jawa dari zaman Majapahit hingga Perjanjian Giyanti (Mataram).

Di buku tersebut dapat juga kita temui gambar stempel yang biasa digunakan pangeran Diponegoro dalam berkorespondasi dengan pihak lain. Menariknya lagi, buku tersebut ditulis dalam aksara Arab gundul (tanpa tanda baca) dan aksara Jawa. Sayang naskah asli Babad Diponegoro, menurut sejarawan Peter Carey, sudah hilang. Yang ada hanyalah salinan yang saat ini tersimpan di Perpustakaan Nasional di Rotterdam, Belanda.

Keberadaan buku tersebut menjadi bukti betapa tinggi kecintaan dan kekaguman pangeran Diponegoro terhadap Rasulullah Muhammad saw.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. ( Terjemah QS. Al-Ahzab (33):21).

Selain “Babad Diponegoro” yang mendapatkan penghargaan tertinggi oleh UNESCO pada 21 Juni 2013. UNESCO sebagai Warisan Ingatan Dunia (Memory of the World), pangeran Diponegoro teryata juga menyempatkan diri menulis sebuah Al-Quran. Al-Qur’an berumur ratusan tahun tersebut ditemukan di Pondok Pesantren Nurul Falah, Salaman, Kabupaten Magelang.

Penangkapan Diponegoro telah mengakhiri perlawanan secara militer. Pangeran Diponegoro diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada November 1973 melalui Keppres No 87/TK/1973. Tapi, perjuangan melawan penjajah tidak berakhir.

Para panglima perang pasukan Diponegoro yang masih hidup melanjutkan perjuangan melawan penjajah Belanda melalui pendidikan, yakni melalui pondok-pondok pesantren yang hingga kini masih berdiri tegak. Pondok-pondok pesantren yang mencetak bukan hanya para santri yang mahir membaca Al-Quran namun juga memahami dan melaksanakannya dengan baik.   

Akhir kata, semoga kita bisa mengambil hikmah perjuangan sang pangeran, tidak hanya sebagai pahlawan nasional tapi juga sebagai sosok agamis yang mampu mendudukkan dirinya sebagai hamba Allah yang kaffah.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. ( Terjemah QS. Al-Baqoroh (2):208).

Hamba yang kaffah adalah hamba Allah yang memeluk Islam secara keseluruhan tidak setengah-setengah, memilah dan memilih ayat yang disukai dan mengabaikan ayat yang tidak disukai sesuka hati. Seperti contohnya ayat tentang memilih pemimpin, kewajiban berhijab dll.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

Ayat 51 surat Al-Maidah di atas adalah ayat yang memerintahkan bagaimana umat Islam harus memilih pemimpin, terutama pemimpin tertinggi pemerintahan. Ayat ini sangat penting diterapkan karena seorang pemimpin bukan hanya suri keteladanan tapi juga pemegang kekuasaan yang keputusan-keputusannya harus kita patuhi.

Oleh sebab itu ketika kita salah dalam memilih pemimpin kemudian pemimpin terpilih tersebut membuat keputusan-keputusan yang menyusahkan rakyat apalagi bertentangan dengan hukum yang kita yakini maka kita sendirilah yang rugi. Meski Allah swt yang akan menghukumnya.       

“Tidaklah seseorang diamanahi memimpin suatu kaum kemudian ia meninggal dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, maka diharamkan baginya surga” (HR Bukhari-Muslim).

Itulah sebabnya pangeran Diponegoro berani berjuang dan  mempertaruhkan nyawanya demi melepaskan diri dari pemerintahan penjajah Belanda yang kafir, dzalim, suka merusak ahlak dan budaya rakyat serta suka memecah belah dan mengadu domba rakyat.

Wallahu ‘alam bish shawwab.

Jakarta, 28 Juli 2023.

Vien AM.

Diambil dari sumber-sumber berikut:

https://id.wikipedia.org/wiki/Diponegoro

https://nasional.okezone.com/read/2021/04/29/337/2402568/kisah-laskar-pangeran-diponegoro-menyebar-di-pulau-jawa-dirikan-pesantren

https://www.adianhusaini.id/detailpost/beginilah-para-prajurit-diponegoro-melanjutkan-perjuangan-melalui-pondok-pesantren

https://www.detik.com/jateng/budaya/d-6675254/inilah-al-quran-tulisan-tangan-pangeran-diponegoro-di-ponpes-magelang.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »