Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

Energi Al-Maidah (5).

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3:54).

Ayat diatas rasanya sangat tepat untuk mencerminkan apa yang terjadi pada sidang lanjutan kasus penistaan agama pada Selasa 31 Januari lalu. Dalam sidang tersebut Ahok melakukan intimidasi dan ancaman yang sangat tidak pantas terhadap Ketua MUI sekaligus Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) KH Ma’ruf Amin yang saat itu menjadi saksi ahli. Sikap kasar gubernur DKI non aktif tersebut memperlihatkan ke-aroganan diri dan tidak adanya rasa hormat kepada ulama besar yang merupakan sesepuh dan panutan kaum Muslimin yang merupakan mayoritas rakyat yang dipimpinnya.  Itulah cara Sang Khalik membuka kedok orang yang telah melecehkan ayat-ayat-Nya.

https://nasional.sindonews.com/read/1176295/13/mengancam-kh-ma-ruf-amin-ahok-buka-topeng-siapa-dia-sebenarnya-1485987355

kunjungan-ke-rumah-amin-marufAnehnya lagi, tak sampai 24 jam kemudian, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, kapolda DKI M Iriawan dan beberapa orang lainnya datang mengunjungi sesepuh NU itu alias sowan, kalau orang Jawa bilang. Apa hubungan sikap Ahok dengan pejabat pemerintah tersebut?? Mengapa mereka sebegitu paniknya atas kelakuan tidak beradab calon gubernur dengan status tersangka tersebut??? ( Rasanya dalam sejarah baru kali ini ada seorang tersangka bisa ikut pilgub… ).

Kesewotan pemerintah juga terlihat dari sikap kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan yang baru beberapa bulan menduduki jabatan barunya. Kasus penyerangan GMBI, gerombolan ex napi bimbingan kapolda, terhadap kaum Muslimin dan anggota FPI yang sedang mengawal pengadilan Habib Riziek Shihab, bukannya diselesaikan dengan baik. Padahal kasus tersebut menyebabkan seorang anggota FPI harus meregang nyawa. Akan tetapi Charliyan malah menjadikan Habib Riziek menjadi tersangka. Anehnya ketika pengacara Habib beberapa kali menanyakan surat resmi penetapan tersangka pihak kepolisian tidak bisa menunjukkannya. Ini yang menyebabkan Habib Riziek menolak panggilan kepolisian.

muhaballah-hrsTidak berhenti disitu saja, Habib juga difitnah melakukan perbuatan asusila, tak tanggung-tanggung dengan murid sekaligus simpatisan yang mengenal baik istri Habib. Kali ini Habib menantang sang pemfitnah dengan sumpah Laknat ( Mubahalah), seperti yang pernah diajarkan Rasulullah terhadap musuh-musuh Islam.

http://indonews.id/berita/soal-video-perselingkuhan–fpi–itu-fitnah-keji-dan-hoax-jatuhkan-habib-rizieq/

http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2017/01/29/ahokers-bela-habib-rizieq-pasca-heboh-selingkuh-firza-husein-simak-videonya/

Namun dengan izin Allah swt fitnah murahan yang bertubi-tubi tersebut justru membuat para pembela Ahok yang masih bersih hatinya berpikir ulang. Dan akhirnya membela pimpinan FPI tersebut. Bahkan belakangan ratusan simpatisan PDIP seperti Boy Sadikin dll akhirnya malah berbalik mendukung lawan Ahok, yaitu paslon Anies – Sandiaga. Allahu Akbar ….

Korban selanjutnya adalah Patrialis Akbar, hakim mahkamah, yang selama ini dikenal kukuh dalam ber-Islam. Patrialis juga diketahui mendukung aksi yang diadakan umat Islam beberapa waktu lalu. Hakim ini ditangkap polisi secara OTT ( Operasi Tangkap Tangan) yaitu menerima suap uji materi suatu undang-undang. Tapi kenyataannya polisi tidak bisa menunjukkan uang hasil OTT tersebut. Dan yang lebih menyakitkan lagi Patrialis dikabarkan ditangkap ketika sedang selingkuh dengan seorang perempuan. Padahal pada kenyataannya Patrialis sedang berjalan-jalan dengan istrinya. Anehnya berita tersebut mempunyai 3 versi tempat penangkapan yang berbeda, yaitu di sebuah hotel, di lapangan golf dan satu lagi di sebuah mall. Mana yang benar, munkingkah satu orang yang sama bisa berada di 3 tempat sekaligus ??? Sungguh menggelikan dan sama sekali tidak masuk akal!

https://liputansingkat.com/2017/01/29/tanggapan-pengacara-senior-soal-ott-patrialis-akbar/

Ketidak-berpihakan penguasa terhadap mereka yang tidak melindungi Ahok makin terlihat dengan adanya sertfikasi ulama. Karena seperti yang ketahui para ulama saat ini sedang berjuang keras mengingatkan umat agar melaksanakan perintah Allah swt agar tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin.

hp-ubnKetidak-sukaan ini juga terlihat jelas dengan tidak ditindak-lanjutinya prilaku sekelompok orang yang menakui-nakuti sekjen MUI Teuku Zulkarnaen di bawah tangga pesawat bandara Sintang beberapa waktu lalu. Terakhir, pengumuman ustad Bahtiar Nasir bahwa no hp sekjen GNPF tersebut telah di cloning oleh seseorang sejak Sabtu 11 Februari kemarin. Uztad kondang pimpinan AQL ( Al-Quran Learning) tersebut baru beberapa hari lalu dipriksa kepolisian dengan tuduhan pencucian dana umat. Pihak kepolisian mengancam bahwa mereka memiliki bukti kuat. Ini dilakukan setelah sebelumnya dituduh sebagai antek-antek ISIS !!

https://news.detik.com/berita/3418756/kata-pengacara-bachtiar-nasir-soal-pengumpulan-dana-212-via-yayasan

Bersyukur ABI (Aksi Bela Islam) 112 di masjid Istiqlal yang semula dilarang Kapolri dengan alasan masa tenang akhirnya dapat berlangsung lancar, bersamaan dengan kubu Ahok yang tanpa kendala bisa menyelenggarakan kampanye di Kemayoran. Itupun dengan perasaan was-was karena adanya ancaman bahwa kepolisian akan memanggil paksa Habib Riziek bila hingga tengah malam tersebut tidak juga memenuhi panggilan polisi.

Tito Karnavian sebagai Kapolri sebelumnya berkali-kali juga memperingatkan dengan keras agar gelar acara 112 tidak dipolitisasi. Padahal ABI sesuai namanya, dan telah diselenggarakan untuk kesekian kalinya  adalah aksi yang lahir karena umat Islam sakit hati atas pelecehan Ahok terhadap ayat suci Al-Quran. Dan ayat tersebut adalah ayat tentang memilih pemimpin yang berarti adalah hak politik kaum Muslimin. Jadi sungguh peringatan kapolri sangat tidak masuk akal. Sama dengan tidak masuk akalnya tuduhan ketua PBNU Said Aqil bahwa ABI bukan bertujuan memperkarakan Ahok melainkan ingin mengadu domba ulama-ulama garis keras dan ulama liberal.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/02/11/058845512/ketua-pbnu-tahu-siapa-penggerak-dan-tujuan-aksi-112

Syukur Alhamdulillah ABI 112 yang diikuti ratusan ribu peserta dari berbagai daerah yang rencananya akan long march namun ditentang, akhirnya berlangsung tertib di masjid Istiqlal. Acara tersebut diawali dengan shalat Tahajud kemudian shalat Subuh lalu ditutup dengan shalat Zuhur berjamaah. Dan yang tak dapat dihindari adalah long march, walaupun tidak sesuai rencana awal.  Long march terpaksa dilakukan mulai patung pak Tani di Kwitang hingga lokasi utama, masjid Istiqlal, saking banyaknya peserta yang antusias menghadiri acara. Acara ini juga dihadiri oleh ke 2 calon pasangan yaitu paslon no 3 Anies – Sandiaga dan calon no 1, Agus Yudhoyono. Ketiga orang calon tersebut terlihat shalat berdampingan dalam satu shaf, serius mendengarkan tausiyah para ulama, bahkan mesra saling bergandengan tangan. Masya Allah …

krewmetrotvSayangnya peristiwa ini harus dikotori seperti biasa oleh krew Metrotv yang berulah melaporkan bahwa dirinya diserang peserta aksi hingga kepalanya berdarah-darah. Padahal peserta aksi hanya menyoraki krew tersebut karena reputasi stasiun tv tempat ia bekerja memang sering memojokkan umat Isam. Dan laporan yang dibuat krew tersebut makin membuktikan keburukan mereka.

Keberpihakan penguasa kembali diperlihatkan kemarin malam, yaitu dengan diaktifkannya kembali Basuki Purnama Tjahja alias Ahok menjadi gubernur setelah masa cuti kampanye selesai, bahkan 8 jam sebelum masa tersebut habis. Padahal sebelumnya rezim penguasa sudah membebaskan Ahok dari undang-undang tersebut dengan alasan yang bersangkutan sedang cuti kampanye.

Begitu cutinya nanti habis kami berhentikan,” kata Tjahjo Kumolo di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jawa Barat, Jumat (16/12).

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20161227124908-12-182350/sidang-berlanjut-ahok-pasrah-tak-lagi-bertugas-di-balai-kota/

uu-pemda-pasal-83-ayat-1Dimana disembunyikan undang-undang yang menyebutkan bahwa seorang terdakwa harus di non-aktifkan secara sementara dari jabatannya??? Sebegitu pentingnyakah Ahok untuk diamankan hingga undang-undangpun harus dikalahkan?? Ada apa gerangan di negri tercinta ini???

Pilkada, khususnya pilgub DKI yang merupakan barometer negara, tinggal menghitung jam. Ahok yang dijagokan penguasa berapapun harganya, yang didukung dana tak terhingga dari 9 taipan raksasa yang  sangat berkepentingan dengan kelangsungan reklamasi, yang tak satupun kasusnya tersentuh meski bukti sudah menumpuk dan konyolnya tetap di elu-elukan pendukung fanatiknya, termasuk sebagian orang yang mengaku Muslim padahal jelas-jelas Ahok telah melecehkan ayat suci Al-Quran.

Namun atas kehendak-Nya aib-aibnya dibukakan-Nya sedikit demi sedikit. Masihkah kita mau memilih pemimpin yang seperti itu, seandainyapun tidak ada perintah Sang Khalik agar tidak memilihnya?? Relakah kita negri yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh darah kaum syuhada ini dikuasai komunis, yang notabene adalah kaum kafir tulen, paling kafir dari seluruh kafir yang ada di muka bumi ini?? Inikah fitnah akhir zaman Ya’juj Ma’jud yang dimaksud pada ayat 94 surat Al-Kahfi ??

Mereka berkata: “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”

ayat-memilih-pemimpinInilah saatnya kita bersatu, menjauhkan segala perbedaan mendasar, demi menyambut awal kebangkitan Islam yang telah diprediksi Rasulullah 15 abad silam. Ayo kita bangun dari tidur panjang yang telah melenakan kita hingga kita lalai akan tugas dan kewajiban kita dilahirkan ke dunia ini, yaitu sebagai khalifah di muka bumi. Pilih pemimpin Muslim yang amanah, yang tidak berhutang budi pada rezim kekuasaan manapun, serta yang dekat dan mau mendengarkan ulama. Tidak perlu memikirkan kicauan Ahok yang mengatakan memilih pemimpin berdasarkan agama adalah melanggar konstitusi.

https://news.detik.com/berita/d-3420395/tepis-ahok-hidayat-memilih-berdasar-agama-tak-langgar-konstitusi

Republik Turki dengan Tayyib Erdogan-nya telah memulai menunjukkan kebangkitan tersebut, rakyat negara-negara di Eropa dan Amerika yang berbondong-bondong bersyahadat, Masjidil Aqsho di Yerusalem yang nyaris jatuh ke tangan Zionis Yahudi Israel, ditambah lagi dengan Donald Trump seorang lelaki bejat tidak berakhlak yang justru terpilih menjadi negara adi daya Amerika dan jelas-jelas memperlihatkan permusuhan dan kebencian yang amat sangat terhadap Islam. Itulah sebagian tanda-tanda akhir zaman yang akan diawali dengan kebangkitan Islam.

Nabi SAW bersabda: “Akan datang kepada kalian (1) masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang (2) masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, (3) masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang (4) masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah (5) masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam”. [HR. Imam Ahmad]

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Februari 2017.

Vien AM.

 

Read Full Post »

Kekuatan Doa

“ Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”.( Terjemah QS. Al-Ahzab (33):41-43).

Kata DZIKIR berasal dari adz-dzikr dalam bahasa Arab, yang berarti mengingat, mengucap atau menyebut. Ayat diatas dan juga pada banyak ayat Al-Quran perintah berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla banyak kita jumpai. Dzikir kepada Allah dan segala kebesaran-Nya adalah penyebab dikeluarkannya kita dari kegelapan/ kesulitan/ keterpurukan menuju kepada cahaya/ kemudahan/ kemenangan/ kesuksesan. Doa dan shalat termasuk dalam dzikir.

Doa yang merupakan kekuatan dasyat yang diberikan kepada kaum Muslimin, adalah sebuah cara untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.  Allah swt sangat menyukai dan mencintai hamba yang senantiasa berdoa; memohon kepada-Nya apa yang diinginkannya, merengek dan mengadukan segala kesulitan kepada-Nya agar diberi jalan keluarnya.

Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu memulai segala aktifitas dengan berdoa. Itu sebabnya sejak kecil umat Islam telah diajarkan dan dibiasakan membaca bermacam doa, seperti doa hendak tidur, doa hendak makan, doa hendak bepergian, doa masuk kamar kecil dll.

Isi doa selain seperti yang diajarkan Rasulullah di atas, bisa juga mengambil ayat-ayat Al-Quran, dan bisa juga dengan kata-kata sendiri dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah atau bahasa  apapun yang ada di dunia ini. Namun tentu saja ada adabnya. Diantaranya didahului dengan bertasbih yaitu memuji-Nya dan bershalawat untuk Rasulullah saw.

https://konsultasisyariah.com/9561-13-ada-dalam-berdoa.html

Sayangnya, kita berdoa pada umumnya hanya untuk kepentingan diri dan keluarganya sendiri. Tak banyak Muslim yang rajin berdoa agar di anugerahi pemimpin yang amanah, yang mampu dan mau benar-benar memikirkan kepentingan umatnya.

Padahal sesukses dan sekaya apapun kita dan keluarga kita, bila pemimpinnya tidak amanah, keberkahannya dapat dipastikan cepat menguap tak berbekas. Dan yang harus juga diingat jika ini terjadi yang paling menderita adalah kelas menengah atas. Mengapa demikian?? Karena rakyat kelas bawah sudah terbiasa hidup susah dan kekurangan. Lain halnya dengan kelas menengah atas yang terbiasa hidup mapan dan nyaman.

Suriah adalah contohnya. Sebelum tahun 2011 rakyat Suriah, Aleppo khususnya yang merupakan kota industry, kota terbesar ke 2 setelah Damaskus,  tidak pernah mengira bahwa kota dan negaranya bakal hancur seperti sekarang ini. Padahal Aleppon, kota yang tercatat sebagai salah satu tua tertua di dunia ini tadinya tersohor sebagai kota pariwisata yang menawan. Penduduknya banyak yang sukses dan hidup makmur. Tapi kini sebagian besar rakyatnya baik yang miskin maupun yang sukses dan kaya raya terpaksa mengungsi dan hidup di pengungsian dengan kodisi yang jauh dari nyaman. Begitu juga Beirut ibukota Lebanon yang mendapat julukan “ Parisnya Timur Tengah” sebelum pecah perang saudara. ( 1975- 1990).

Pemimpin adalah kunci kesuksesan sebuah negara. Untuk itu diperlukan pemimpin yang amanah. Pemimpin amanah adalah seorang Muslim sholeh, yang sangat takut pada Tuhannya. Yang dengan demikian menyadari betapa berat tugas dan tanggung-jawab seorang pemimpin. Itu sebabnya ia tidak akan berani korupsi, dalam hal apapun, tidak suka berbohong apalagi berbuat curang. Ia benar-benar menyadari bahwa amanah yang dititipkan umat ditujukan agar ia mau mengurusi kebutuhan spiritual dan material rakyat yang dipimpinnya. Memberikan kemudahan agar umat dapat beribadah, memuji Tuhannya dengan sebaik mungkin. Menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya, apapun agama, suku dan rasnya. Dan semuanya ini dilakukannya demi mencari ridho Sang Khalik, Allah Azza wa Jallat, penciptanya.

Berikut cuplikan pidato Umar ibn Khattab pada pelatikan beliau sebagai khalifah :

” Kewajibanku adalah aku tidak akan memilih orang-orang diantara kalian atau apa yang telah Allah anugerahkan kepada kalian, kecuali adanya pertimbangan yang tepat. Dan aku berkewajiban menambah pendapatan kalian atau rezeki kalian. Jika Allah berkehendak, maka aku naikkan upah kalian. Kewajibanku kepada kalian adalah tidak menyesatkan kalian pada bencana. Jika kalian hilang dalam suatu perintah dan perjalanan, maka aku akan mencarinya. Mengenai harta Allah, aku memposisikan diriku disini seperti anak yatim. Jika aku diberi kekayaan, maka aku akan menjadi ornag yang pemurah. Jika aku miskin, aku akan memakan makanan yang baik dan halal. Bertaqwalah kalian semua, wahai hamba Allah.

Bantulah aku dengan urusan yang ada pada kalian semua dengan menjalankannya dengan baik. Dan semoga diteguhkan kepadaku untuk selalu memerintahkan kebaikan dan mencegah terjadi kemungkaran dan selalu menasihatkan kebaikan ketika aku memerintah nanti.

Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).

Jadi sungguh tidak benar slogan “ Lebih baik kafir tapi jujur daripada Muslim  tapi Korupsi”. Perbandingan tersebut bukan perbandingan yang seimbang. Karena kafir  sendiri berarti tidak beriman kepada Allah Yang Satu yaitu Allah swt, itulah dosa terbesar dalam kacamata Islam.

Patut diingat, setiap agama pasti mempunyai standard dan aturan masing-masing. Dan bukan hal yang aneh bila suatu negara membuat peraturan pemimpin harus seagama dengan mayoritas rakyatnya. Itulah adalah fitrah manusia, karena setiap manusia pasti lebih nyaman bila pemimpinnya memahami apa yang dibutuhkannya. Sebagai contoh, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris atau  Perancis yang notabene mayoritas rakyatnya Nasrani, dan mengaku sebagai negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan toleransi, tidak pernah tercatat mempunyai presiden beragama Islam.

Begitu pula Islam. Islam  adalah ajaran yang sangat spesifik. Ia memiliki sejumlah aturan sendiri yang wajib dipatuhi pemeluknya, bukan hanya sebagai pribadi tapi juga dalam hubungan sosial kemasyarakatan. Umat Islam membutuhkan komunitas, fasilitas  dan kebijaksanaan yang sangat khas. Misalnya, kebutuhan akan masjid, pelaksanaan shalat pada jam kerja, shalat berjamaah di masjid pada hari Jum’at, menjalankan puasa pada bulan Ramadhan, penentuan hari raya iedul fitri dan iedul adha, mengenakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari, pemotongan hewan halal, menjauhi riba, minuman keras, perjudian serta pelacuran, hukum waris, hukum perkawinan  dan masih banyak lagi. Bahkan ketika meninggal duniapun seorang Muslim wajib dimakamkan dengan aturan tertentu.

Itu sebabnya umat Islam memerlukan pemimpin, pemimpin yang benar-benar mengerti, memahami dan menguasai kebutuhan orang yang dipimpinnya. Dan tentu saja kalau bukan dari kalangan umat Islam sendiri siapa lagi yang lebih patut menjadi pemimpin tersebut. Apalagi Allah swt dengan tegas telah memerintahkan hal tersebut, bukan hanya dengan 1 atau 2 ayat, tapi sampai 7 ayat ! Diantaranya yaitu surat Al-Maidah ayat 51 yang belakangan menjadi populer berkat kasus pelecehan yang dilakuan gubernur DKI, Ahok alias Basuki Purnama Cahaya,.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS.Al-Maidah(5):51).

Artinya, bila kita tetap nekad memilih pemimpin yang bukan dari kalangan kita sendiri ( baca Islam), Allah swt tidak lagi mau melindungi kita. Dan dampak perbuatan ini tidak saja ‘hanya’ kita terima di akhirat nanti, tapi juga di dunia. Allah swt memerintahkan dengan jelas agar tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, untuk kepentingan dan kebaikan kita sendiri, yaitu agar umat Islam dapat menjalani kehidupan sosial sesuai ajarannya. Karena pemimpin adalah orang yang diberi mandat untuk menentukan segala kebijakan dalam suatu pemerintahan.

Jadi sungguh aneh bila ada sebagian orang yang mengaku Islam tapi berpendapat bahwa orang Islam tidak perlu berpolitik. Dengan dalih Islam adalah rahmatan alamiin, maka cukup berbuat baik saja. Itulah jargon sesat tokoh JIL almarhum Nurcholis Majjid “ Islam Yes Partai Islam No”, yang hingga saat ini masih dipegang sebagian umat Islam.  Ini pula yang terjadi di Lebanon dan Pantai Gading hingga akhirnya harus pasrah memiliki presiden non Muslim ( Nasrani) padahal mayoritas penduduknya Muslim.

Sebaliknya seorang pemimpin Muslim yang tidak amanah juga beresiko menyengsarakan rakyatnya. Kekacauan mengerikan di Suriah terjadi diawali karena pemimpinnya yaitu Bashar Assad yang otoriter, tidak mau menerima kritik rakyatnya yang mayoritas Islam Sunni. Bashar sendiri adalah seorang Syiah. Kini Suriah menjadi ajang pertempuran banyak pihak dengan berbagai kepentingan. Demkian pula negara-negara teluk yang hingga saat ini terus bergejolak. Pemimpin mereka memang Muslim namun tidak/kurang amanah. Mereka menjadikan kaum kafir sebagai sekutu bahkan penolong dengan meninggalkan sesama Muslim. Itu sebabnya mereka menjadi tergantung, lemah dan mudah di adu domba oleh mereka yang tidak menyukai Islam.

Untuk itu kita umat Indonesia yang sebentar lagi akan menghadapi pilkada, marilah kita mengambil hikmahnya. Apa lagi saat ini, di zaman dimana para ulama garis lurus di kriminalisasi hanya karena tidak sejalan dengan kemauan penguasa, umat Islam yang terus diprovokasi dan di adu domba dengan berbagai cara.

Kita mulai dengan ber-doa. Patut dicamkan, doa itu bukan”hanya”. Doa adalah niat, harapan yang mengawali sebuah perbuatan. Jadi adalah wajib bagi seluruh umat Islam untuk berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon kepada Sang Khalik, pemimpin seperti apa yang ingin kita miliki.  Dan agar doa terkabul wajib bagi kita untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Kenali Tuhan kita.

Ada sebuah perumpamaan menarik. Ketika seseorang terus digonggongi seekor anjing padahal ia orang yang benar-benar takut pada anjing. Otomatis tentu ia akan lari terbirit-birit sambil berusaha  melempari anjing tersebut dengan batu atau apa saja yang ia temui. Akankah ia berhasil keluar dari ketakutannya itu? Mana yang lebih efektif, dengan bila ia melapor kepada si empunya agar segera mengendalikan anjingnya? Masalahnya kenalkah ia dengan si pemilik anjing?

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Terjemah QS. Al-Baqarah: 186).

Begitu pula dengan doa, kenali Sang Pemilik, dekati dan pelajari apa yang Ia kehendaki dari kita. Setelah doa, kita harus berusaha keras mewujudkan doa tersebut. Diantaranya dengan ikut memilih, tidak golput, lebih baik lagi bila bisa ikut mengawasi jalannya pemilihan. Mari kita rapatkan barisan, pilih pemimpin yang amanah, yang benar-benar mau menegakkan nilai-nilai Islam dan membela rakyatnya. Penting untuk diingat, tidak ada manusia yang sempurna. Tapi yakinilah Allah swt pasti akan menolong dan mengisi kekurangan tersebut, selama yang bersangkutan dekat dengan ulama dan mau mendengar nasehat mereka.

Terakhir kita tutup usaha kita dengan kembali berdoa, pasrah dan yakin bahwa ketetapan-Nya adalah yang terbaik untuk kita semua, pasti ada hikmah yang dapat kita ambil. Bukankah Islam mengajarkan manusia hanyalah dapat berusaha sedangkan keputusan akhir adalah hak-Nya? Dan usaha inilah yang akan dinilai-Nya bukan hasilnya. Allahu Akbar …

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Terjemah QS.-Taubah (9):105).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 26 Januari 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

Energi Al-Maidah (4).

Meski telah didemo secara besar-besaran oleh jutaan umat Islam dari seluruh penjuru negri, bahkan hingga 3x, kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok di pulau Seribu pada  27 September 2016 lalu belum juga tuntas.

Sidang yang diselenggarakan pada 3 Januari 2017 berlangsung cukup alot. Pembela kedua kubu yang hadir di persidangan dikabarkan nyaris bentrok. Ketika azan berkumandang dan para pembela kebenaran segera menegakkan shalat berjamaah di jalanan, para pembela Ahok yang selalu berkoar demi toleransi dan persatuan NKRI, justru mempertontonkan sikap buruk yang sungguh bertentangan dengan ucapan mereka. Tanpa tahu sopan santun mereka menyetel musik keras-keras dan berjoged di depan jamaah sambil mengejek mereka yang sedang menghadap Tuhannya. Na’udzubillah min dzalik …

http://metro.sindonews.com/read/1167780/170/kawal-sidang-ahok-massa-gnpf-mui-salat-berjamaah-di-jalan-1483425334

Novel Bamukmin, sekretaris FPI, yang hadir sebagai saksi pada sidang hari itu, memaparkan bahwa sidang terkesan mengada-ada dan melebar ke arah yang tidak substansif. Contohnya adalah BAP tentang dirinya, yang sempat menjadi viral selama beberapa waktu. Ahok yang berstatus tersangka itu malah mempermasalahkan dan menuduh bahwa Fitsa Hats yang dalam BAP tercatat sebagai tempat Bamukmin pernah bekerja, sebenarnya adalah Pizza HUT yang sengaja dipelintir karena saksi malu pernah bekerja di perusahaan Amerika yang notabene negara kafir. Padahal BAP itu ditulis oleh pihak kepolisian bukan saksi.

Tuduhan Ahok tentu bukannya tanpa perhitungan matang. Gubernur petahana ini bermaksud menyasar umat Islam yang masih ragu menentukan sikap dalam cara memilih pemimpin, dengan membentuk opini negatif bahwa bahkan seorang anggota FPIpun tidak konsisten dalam bersikap. Berikut sebuah artikel yang dapat dijadikan panduan bagaimana hukum seorang Muslim bekerja di perusahaan non Muslim, dan apa bedanya dengan memilih pemimpin non Muslim.

http://www.dakwatuna.com/2017/01/09/84793/novel-bamukmin-fitsa-hats-dan-hukum-muslim-bekerja-perusahaan-non-muslim/#axzz4VFLxSM3G  

Selain itu juga adalah sikap salah satu kuasa hukum Ahok yaitu Vivi Evitha yang tak lain adalah adik bungsu tersangka. Perempuan ini menyandingkan kasus Habib Rizieq Shihab dengan kasus Ahok dengan mengemukakan bukti yang sama yaitu video rekaman yang menurutnya telah melecehkan agama lain. Tentu saja Novel langsung mengajukan keberatan, yang beruntung diterima oleh majelis hakim lantaran memang tidak ada korelasinya.

“Dia mengangkat Habieb Rizieq memakai ayat, menilai ulama bukan kapasitasnya. Itu yang disampaikan adik Ahok. Dan saya tahu adik Ahok bukan Islam, ngapain bawa-bawa ayat, bukan kapasitasnya,” ujar Novel di luar sidang.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/03/063832327/saksi-ini-keberatan-pertanyaan-adik-ahok-yang-sebut-rizieq

Demikian pula dengan sidang ke 5 yang di gelar pada 10 Januari. Pembela mempertanyakan sikap saksi Irena Handono, yang dianggap tidak tabayun dalam menyikapi pernyataan Ahok di kepulauan Seribu. Namun dengan sigap Irena, mantan biarawati yang sejak beberapa tahun lalu menjadi dai, justru mempecundangi si pembela dengan pernyataan bahwa tabayun adalah istilah yang merujuk dalam hukum Islam, yang artinya adalah mengkonfirmasi ulang sebuah pernyataan.

“Ketahuilah, istilah tabayun itu merujuk pada istilah dalam hukum Islam. Di Al-Quran Bapak temukan di mana? NKRI ini kita ini berdiri berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang 1945. Kalau Indonesia ini pakai hukum Islam, terdakwa sudah kami usir”, tegas Irena.

Dari beberapa contoh di atas dapat disimpulkan bahwa sidang penistaan agama kali ini terkesan jelas ingin dipersulit. Bandingkan dengan budayawan Arswendo Atmowiloto yang pernah divonis 4 tahun akibat dinilai menodai agama pada tahun 1990. Juga Lia Aminudin yang pernah dua kali dijatuhi hukuman penjara 2 tahun 6 bulan pada tahun 2006 dan 2 tahun 5 bulan pada 2009. Demikian pula seorang pendeta bernama Antonius Richmond Bawengan yang divonis 5 tahun penjara karena dinilai melecehkan agama Islam dan sekaligus Katholik. Belum lagi politikus Permadi yang pernah dipenjara karena penistaan agama.

“Dan puluhan orang yang dituduh melakukan penistaan agama langsung ditangkap, langsung ditahan, langsung diadili, langsung dipenjara. Termasuk saya,” aku Permadi yang kesal melihat perbedaan mencolok sikap pengadilan antara dirinya dengan Ahok.

Atau yang terakhir adalah kasus Habib Riziek yang tak sampai 3 minggu dari adanya pelaporan telah dipanggil kepolisian. Padahal kalau mau kita simak bersama kasus Habib tidaklah sama dengan Ahok. Habib sebagai seorang ulama berceramah di depan umatnya sendiri. Mengenai materi yang dianggap melecehkan umat agama lain tentu tidak dapat dipersalahkan, karena beliau memang sedang menerangkan tafsir surat Al-Ikhlas yang merupakan ruh ajaran yang diimaninya, yaitu tauhid.

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. ( Terjemah QS. Al-Ikhlas (112):1-4).

Anehnya lagi, pengacara Ahok, Trimoelja D. Soerjadi, seperti juga para pembenci Islam, menuduh bahwa kasus Ahok bermuatan politis, agar kliennya itu batal sebagai cagub. Padahal jelas yang jadi pemicu kasus Ahok memang ayat tentang cara memilih pemimpin dalam Islam, yang diyakini cagub tersebut bakal membuatnya kalah, bila umat Islam yang merupakan mayoritas rakyat taat terhadap kitab sucinya. Artinya Ahoklah yang memulai mempolitisasi ayat tersebut demi ambisi besarnya menjadi DKI-1, bukan umat Islam .

Tak heran bila untuk itu maka Trimoelja yang nyata-nyata sudah gagal paham memaknai perjuangan umat Islam dalam membela agamanya itu, bersumpah akan menghancurkan kredibilitas para saksi. Dan sumpah itu terbukti dengan bukti-bukti di atas, dengan tidak relevannya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam persidangan.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/09/063834114/pengacara-ahok-kami-akan-hancurkan-kredibilitas-saksi

http://www.panjimas.com/citizens/2017/01/16/temuan-tim-advokasi-gnpf-mui-kriminalisasi-para-saksi-perkara-penistaan-agama/

Tak hanya pengacara Ahok, para penguasa negri yang tampak ingin melindungi Ahok itu, terus berusaha keras mencari-cari kesalahan para ketua maupun pembina  GNPF dan MUI. Habib Riziek, Pembina sekaligus ketua FPI itu dituduh dengan berbagai pengaduan yang mengada-ada, diantaranya tuduhan pelecehan Pancasila.

http://suaranasional.com/2016/10/29/dituding-lecehkan-pancasila-ini-jawaban-skakmat-habib-rizieq-ke-sukmawati/

Sementara ustad Bahtiar Nasir ketua GNPF dituduh sebagai kaki tangan ISIS hanya karena rekening yayasan yang rutin menyalurkan  bantuan zakat infak sodaqoh umat Islam untuk rakyat Suriah yang menjadi korban kekejaman pemerintahan Syiah Bashar Assad. Dan pemicunya tak lain adalah infak yang terkumpul ketika demo Aki Bela Islam 212 yang mencapai 3.5 milyar.

“Silahkan saja di cek. Saya sudah meminta pihak bank untuk mem-print dana yang masuk, yang jumlahnya 700 ribu lembar itu. Ada yang transfer 20 ribu, 50 ribu, 100 ribu hingga yang jutaan. Jadi g usah khawatir infak antum yang hanya 20 ribu semua tercatat rapi”, ujar ustad Bahtiar Nasir mengomentari asal dana ABI sambil tersenyum simpul dan disambut takbir jamaah yang berkumpul di masjid Al-Azhar untuk shalat Subuh berjamaah Minggu 15 januari kemarin.

tengku-zulkarnaen-dicegatJuga MUI yang terus dikriminalisasi dengan bermacam tuduhan tak berdasar, tak hanya dengan menyebar fitnah tapi juga tindakan anarkis. Contohnya Tengku Zulkarnaen, sekjen MUI, yang disambut sekelompok orang bersenjata tradisional di bawah tangga pesawat begitu pesawat yang membawa ulama ini mendarat di bandara Sintang, Kalimantan Barat. Sungguh ajaib, bagaimana mungkin sekelompok orang bersenjata bisa masuk ke sebuah bandara bahkan hingga tangga pesawat?? Dimana polisi dan petugas bandara yang biasanya dengan ketat memeriksa orang yang akan masuk bandara???

http://www.panjimas.com/news/2017/01/12/astaghfirullah-wasekjen-mui-diancam-massa-dayak-ini-tanah-kafir-jangan-diinjak/

Demikian pula para anggota FPI yang sedang mengawal sidang Habib Riziek di pengadilan Mapolda Jawa Barat. Sejak awal persidangan mereka memang sudah di provokasi oleh GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) sebuah ormas binaan Irjen Anton Charliyan, kapolda Jabar. ( Padahal ada peraturan polisi/aparat negara tidak diperbolehkan berada/memayungi suatu ormas). Namun mereka tetap bertahan tidak mau melayani provokasi ormas yang menginginkan agar Habib ditahan itu.

Namun di akhir persidangan, ketika para pendukung Habib sudah membubarkan diri, beberapa anggota FPI diserang oleh anggota GMBI hingga ada yang terluka di kepala bahkan ada yang tak sadarkan diri hingga semalaman. Mereka juga memukuli kendaraan FPI yang sedang terjebak macet hingga kaca-kacanya pecah. Ironisnya hal itu terjadi di depan kantor polisi hingga terkesan polisi memang sengaja mendiamkannya.

http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/01/13/109571/sejumlah-anggota-fpi-diserang-anggota-ormas-seusai-kawal-pemeriksaan-habib-rizieq.html

demo-1601-di-depan-alazhardemo-1601-di-dpn-mabesPada peringatan Maulud Nabi di masjid Al-Azhar Jumat 13 Januari, Habib menuturkan tampaknya dirinyalah yang sebenarnya ingin dijadikan sasaran. Namun sebagai orang yang taat hukum yang dilakukan pimpinan FPI itu hanyalah mengajak kaum Muslimin agar siang ini, Senin 16 Januari, untuk long march dari masjid Al-Azhar menuju mabes Polri dengan tujuan agar kapolda Jabar dicopot dari jabatannya karena telah menyalah-gunakan wewenang..

Sementara FUIB ( Forum Umat Islam Bersatu ) Sulawesi Selatan menyampaikan pernyataan sikap atas peristiwa pelecehan dan penyerangan terhadap kaum muslimin, khususnya anggota FPI di Bandung  dan penghadangan ulama di Bandara Sintang , Kalimantan Barat, diantaranya agar kepolisian mencopot jabatan kapolda Jawa Barat dan kapolda Kalimantan Barat.

http://www.panjimas.com/news/2017/01/15/fuib-sulsel-insiden-kalbar-dan-jabar-bukti-konspirasi-bungkam-kebangkitan-islam/

Anehnya, kantor berita mainstream diantaranya CNN malah memberitakan hal yang sebaliknya !

http://www.dakwahmedia.net/2017/01/cnn-plintir-fpi-serang-gmbi-fakta-gmbi.html

Berikut rekamannya, silahkan dinilai siapa sebenarnya yang anarkis?

https://www.youtube.com/watch?v=FJCE9dJYnVU

Menjadi pertanyaan besar mengapa demi seorang Ahok pemerintah tega mendzalimi para ulama dan umat Islam yang merupakan mayoritas negri tercinta ini. Ada apa gerangan dengan Ahok? Siapa sebenarnya kekuatan di belakang orang no 1 DKI yang begitu ngotot mempertahankan proyek raksasa reklamasi teluk Jakarta yang hanya menguntungkan segelintir orang dan jelas-jelas bertentangan dengan rekomendasi kajian KKP ( Kementrian Kelautan dan Perikanan) dibawah pimpinan mentri Susi Pudjiastuti??

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/17/01/16/ojv8ij382-ahok-dikecam-karena-terbitkan-pergub-reklamasi-tabrak-aturan

Sungguh umat Islam nampaknya sedang mengalam ujian berat. Ironisnya, tidak hanya dari luar namun juga dari dalam, itulah kaum munafikun, yaitu mereka yang mengaku Islam tapi prilakunya suka memojokkan kaumnya sendiri, benar-benar menyakitkan …

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. ( Terjemah QS. An-Nisa(4):138-139).

Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan, “Orang-orang munafik itu akan terus ada sepanjang masa. Apalagi tatkala kekuatan Islam nampak dan mereka benar-benar tidak bisa mengalahkannya. Saat itulah mereka memeluk Islam dengan tujuan memasang makar buat Islam dan orang-orang Islam dalam hati mereka.”

Semakin jelas bahwa peristiwa pelecehan Ahok terhadap ayat 51 surat Al-Maidah di kepulauan Seribu September lalu adalah skenario Allah untuk memperlihatkan sekaligus memisahkan mana Muslim sejati dan mana Munafikun. Na’udzubillah min dzalik.

Wallahu’alam bish shawab.

Jakarta, 16 Januari 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

Musibah dan Azab Allah.

Salah satu keuntungan menjadi seorang Muslim adalah ketika mendapat musibah ia sabar bahkan berusaha memetik hikmahnya. Tentu bukan hal yang mudah. Tapi bagaimanapun sulitnya seorang Muslim yang baik akan berusaha sekuat tenaga agar dapat menerimanya. Ini dikarenakan keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini hanya dapat terjadi karena izin-Nya.’

“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. …“.   ( Terjemah QS. At-Taghabun(64):11).

“Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Segala sesuatu yang terjadi padanya semua merupakan kebaikan. Ini terjadi hanya pada orang mukmin. Jika mendapat sesuatu yang menyenangkan dia bersyukur, maka itu kebaikan baginya. Jika mendapat keburukan dia bersabar, maka itu juga kebaikan baginya“ (H.R Muslim).

Dengan bekal inilah seorang Muslim yang mengalami musibah betapa beratnya tidak akan putus asa. Bencana dan musibah sebaliknya justru akan memperkuat imannya karena bencana bisa jadi memang ujian atas hamba-Nya untuk menaiki tingkat keimanan yang lebih tinggi. Itu sebabnya para nabi dan rasul mengalami cobaan yang maha berat.

Uniknya Allah swt juga berfirman bencana tidak akan terjadi kecuali karena kesalahan  manusia sendiri. Artinya Allah swt sebagai Zat yang Maha Adil tidak semena-mena menjatuhkan musibah atau bencana. Bencana terjadi karena manusia tidak menjaga apa yang telah diberikan-Nya, baik itu kesehatan, harta yang berlimpah, kekayaan alam bahkan iman dan islam. Bila kita dapat menjaga dan mensyukuri pemberian Allah tersebut, dengan izin-Nya, nikmat tersebut akan tetap menjadi miliknya.

“Apa saja ni`mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. … “. (Terjemah QS.An-Nisa(4):79).

Sebaliknya bila kita tidak menjaga nilmat Allah tersebut, dengan izin-Nya jua musibah akan merenggutnya. Itulah sunatullah yang tidak hanya ditujukan bagi orang beriman saja namun bagi semua orang. Atau orang awam biasa menyebutnya sebagai fenomena alam. Fenomena alam sendiri dapat didefinisikan dengan tanda-tanda atau gejala suatu peristiwa alam yang  dilandasi suatu teori/pikiran ilmiah, yang masuk akal manusia. Terjadinya gempa, gunung meletus, tsunami dll adalah contohnya.

Namun sebagai orang beriman kita harus meyakini bahwa itulah cara Allah memperkenalkan ilmu-Nya kepada manusia sebagai mahluk ciptaan-Nya  yang paling pandai dan berakal. Tujuannya agar manusia mampu menaklukkan alam dimana ia berdiam, hingga dengan demikian ia bisa menghadapi dan menyesuaikan hidupnya terhadap dasyat dan garangnya alam.

Meski demikian agar manusia tidak lupa diri maka sekali-sekali Allah swt menunjukkan kekuasaan-Nya yaitu dengan bertindak menyimpang dari aturan baku yang telah diketahui manusia. Untuk mengingatkan bahwa Allah Azza wa Jalla sebagai penguasa tertinggi bisa melakukan apapun sesuka-Nya tanpa harus mengikuti aturan atau tanda-tanda yang dibuatnya itu. Karena bila manusia dibiarkan terus mengikuti illmu-Nya bisa jadi membuat manusia menjadi congkak, sombong dan takabur, hingga merasa tidak lagi memerlukan-Nya.

“Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (ni`mat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)”. (  Terjemah QS.Al-‘Araf(7):168).

Akan tetapi sebagai Zat Yang Maha Pengasih, Ia juga tidak mau berbuat semena-mena membiarkan manusia takut dan hanya dapat berpasrah-diri menerima segala ketentuan-Nya. Karena sungguh tidak menariknya kehidupan ini bila kita hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apapun.

Untuk itulah Allah menciptakan manusia dengan sifat menyukai tantangan.  Allah menantang manusia dengan berbagai ujian dan cobaan. Uniknya, ujian dan cobaan yang diberikan-Nya itu tidak selalu dalam bentuk kesulitan namun bisa juga dengan kesenangan dan kenikmatan hidup. Siapa yang dapat melewati ujian dan cobaan surga adalah balasannya. Dan neraka bagi yang tidak berhasil melaluinya.

Sementara itu Allah swt juga menciptakan apa yang dinamakan azab. Azab ini diberikan sebagai teguran kepada orang atau kaum yang mendustakan-Nya. Contohnya yaitu apa yang terjadi terhadap kaum nabi Nuh, kaum nabi Luth dan juga kaum nabi Saleh. Penyebabnya bermacam-macam, diantaranya karena kesyirikan, perzinahan, perbuatan homoseksual dll. Al-Quran banyak sekali menceritakan hal tersebut agar kita dapat memetik pelajaran dan tidak mengulanginya.

Rasul itu berdo`a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku.” Allah berfirman:

“Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal.” Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu”.

( Terjemah QS. Al-Mukminun(23): 39-41).

“Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan”.  (Terjemah QS.Hud (11):37)..

“Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini, sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim”. (Terjemah QS. Al-Ankabut(29):31).

“Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka, (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu`aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu`aib mereka itulah orang-orang yang merugi”. ( Terjemah QS. Al-‘Araf(7):91-92).

Ironisnya, tidak sedikit orang dan kaum yang hingga detik ini masih saja melakukan kemaksiatan seperti yang dikisahkan Al-Quran diatas. Diantaranya apa yang terjadi pada musibah banjir bandang di Garut yang menelan 26 korban jiwa, 23 hilang,  merusak sekitar 594 bangunan terdiri dari sekolah, asrama TNI, rumah sakit, pemukiman, PDAM dan  menghanyutkan 57 bangunan lainnya.

http://www.mongabay.co.id/2016/09/23/memprihatinkan-ternyata-ini-penyebab-banjir-bandang-garut/

Meski pemerintah daerah memang mengumumkan bahwa penyebab musibah adalah lingkungan yang rusak parah. Pembangunan besar-besaran yang tidak memperhatikan lingkungan, bantaran sungai yang dipadati rumah penduduk dsbnya. Akan tetapi demi kebaikan kita sendiri marilah kita introspeksi, dengan memperhatikan cerita seorang relawan yang bertugas di salah satu desa yang terkena bencana.

Ia menceritakan betapa parahnya keadaan desa tersebut. Korban bergelimpangan disana-sini, laki-laki perempuan tua muda. Yang paling memilukan menurutnya adalah 2 mayat bayi yang menyembul dari balik timbunan tanah. Di desa tersebut ia sempat bertemu dengan  seorang lelaki tua penduduk desa yang selamat dari bencana. Dengan mata berkaca-kaca dan suara parau, kakek berusia sekitar 60 tahun-an tersebut menceritakan betapa perzinahan dan pengguguran kandungan di desanya yang jauh dari perkotaan itu sudah menjadi hal biasa. Dengan mudahnya para ibu mengubur bayi yang dilahirkan tanpa ayah. Itu sebabnya ia yakin bahwa apa yang menimpa desanya adalah azab dari Allah swt.

“ Coba kau lihat dari jembatan, dari jembatan ke sungai jaraknya sangat jauh. Tidak masuk akal kalau air sungai bisa tumpah ke kampung kami”, jelasnya.

http://mozaik.inilah.com/read/detail/2326997/kisah-nyata-azab-zina-di-balik-bencana-garut

Ya, serusak apapun lingkungan alam dan sederas apapun hujan tanpa izin-Nya musibah tidak akan terjadi. Hanya Allah yang bisa menghentikan hujan, menyuruh tanah menyerap airnya dan menjauhkan manusia dari bencana besar. Seperti ayat 44 surat Hud berikut:

“Dan difirmankan:

“Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” Dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.”

Saya jadi teringat pada sebuah kisah yang pernah terjadi di desa sekitar Dieng, Legatang nama desa tersebut. Desa tersebut dikenal sebagai desa yang paling subur di banding desa-desa tetangganya. Tak heran bila penduduknyapun hidup dalam kemakmuran.

Suatu malam 16 April 1955, seperti malam-malam sebelumnya, tampak warga baik laki perempuan dewasa maupun kanak-kanak mengerumuni panggung satu-satunya yang ada di desa tersebut. Suara tabuh musik tradisional diselingi hiruk pikuk tawa terbahak serta terkikik terdengar memecah keheningan malam. Asap rokok, asap dupa dan celoteh warga bercampur menjadi satu. Sementara bau arak tercium hingga jarak cukup jauh. Rupanya mereka sedang asik menyaksikan tari daerah yang dibawakan perempuan desa tersebut secara genit dan terkesan mengundang birahi penonton.

Di akhir acara pada tengah malam bahkan pagi hari dapat ditebak dengan mudah. Dalam keadaan mabuk mereka melampiaskan nafsu, tak peduli dengan sesama jenis bahkan dengan orang-tua dan anak mereka sendiri. Na’udzubillah min dzalik.

Namun apa yang terjadi malam itu ternyata tidak sama dengan malam-malam sebelumnya. Hujan yang awalnya hanya rintik-rintik makin lama makin lebat. Tapi seolah tersihir mereka tidak mempedulikan hal tersebut. Keramaian terus saja berlangsung. Hingga akhirnya ketika hujan berhenti tiba-tiba terdengar bunyi nyaring seperti meteor menghujam bumi. Seiring dengan itu berhenti pulalah suara hingar bingar dan kegaduhan di desa tersebut.

Suhuri, salah seorang warga desa tetangga Legatang yang kini berusia sangat lanjut mengatakan, musibah terjadi malam hari pukul 23.00 saat musim hujan. Namun warga tidak ada yang berani ke luar rumah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

”Saya dan beberapa teman malam itu tidur di masjid. Saya baru dengar kabar gunung Pengamun-amun longsor jam tiga pagi,” katanya.

Anehnya, desa Legatang yang sebenarnya terletak jauh dari gunung yang sejak beberapa waktu memang telah menunjukkan tanda-tanda akan longsor, justru yang terkena dampaknya. Desa tersebut dipisahkan sungai dan jurang yang hingga kini masih ada. Lebih aneh lagi, gunung Pengamun-amun yang tadinya memiliki pucuk, pagi hari setelah kejadian telah kehilangan pucuk tersebut. Sebaliknya Legatang yang tadinya berada di lembah menjadi rata bahkan cenderung menyerupai gundukan paska terjadinya tragedi nahas tersebut. Seolah pucuk gunung tersebut terbang meloncati sungai dan jurang lalu mendarat tepat menutupi Legatang yang sedang berpesta pora.

plakat banjarnegara1955Dilaporkan seluruh warga yang jumlahnya 332 kecuali satu orang, yaitu salah satu istri kepala desa, ditambah 19 orang tamu dari luar desa menjadi korban. Mereka tertimbun di dalam tanah tanpa berhasil di evakuasi, hingga saat ini, karena sangat sulit ditemukan. Istri Rana, sang ketua desa, lolos dari musibah karena sedang tidak berada di lokasi ketika musibah terjadi. Di desa tersebut kini berdiri sebuah prasasti yang menunjukkan peristiwa tragis tersebut.

http://duniatimteng.com/tragedi-legetang-legenda-kaum-sodom-gomorah-di-nusantara/

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang dilangit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?” (Terjemah QS.Al Mulk (67): 16).

Ada pertanyaan yang cukup menarik. Di Barat yang rata-rata penduduknya atheis,  perzinahan dan homoseksual sudah menjadi hal umum, namun mengapa Allah swt tidak mengazab mereka? Betulkah demikian??

Ada 2 kemungkinan. Pertama, Allah sudah tidak peduli lagi, karena kekafiran yang sudah keterlaluan. Allah mencukupkan balasannya kelak di negri akhirat. Meski bila mau berpikir lebih jauh, dampak perzinahan dan homoseksual di dunia tidak sedikit. Diantaranya praktek pengguguran kandungan yang berresiko kematian, masa depan anak yang suram karena lahir di luar harapan orang-tua, punahnya generasi manusia dll. Belum lagi berbagai penyakit seksual berbahaya seperti AIDS dll.

korban-badai-haitiKedua, Allah swt telah memberi peringatan dengan berbagai bencana yang tidak sedikit. Seperti badai Matthew yang baru kemarin menerjang Haiti dan menelan korban 283 jiwa serta menghancurkan 80% bangunan di sebuah kota utamanya. Saat ini AS bahkan sedang dalam status siaga menghadapi badai yang sedang bergerak menuju ke negara dimana Donald Trump, calon presiden yang sangat memusuhi Islam itu, berada. Kita tahu betapa bencinya ia terhadap kaum Muslimin.

http://www.mirajnews.com/id/as-siaga-korban-tewas-di-haiti-akibat-badai-matthew-melonjak-283-orang/132005

Sayangnya mereka tidak pernah merasa bahwa bisa jadi itu adalah bentuk murka Allah atas kelakuan menyimpang mereka. Karena yaitu tadi, mereka menganggapnya sebagai fenomena alam biasa. Kalaupun ada cerita atau laporan dari penduduk yang dianggap tidak masuk akal, mereka tidak mau mempercayainya. Kalau sudah demikian untuk apa lagi Sang Khalik memperingatkan mereka ??

Bagaimana dengan Jakarta atau kota-kota besar di negri yang katanya mayoritas Muslim namun kemaksiatan meraja-lela. Bahkan sang gubernur petahana baru-baru ini dengan lancangnya berani mengolok-olok ayat Al-Quran. Sudahkah Allah swt menurunkan azab-Nya??

“Allah tidak akan menyiksa mereka selama kamu ada di tengah mereka. Dan Allah tidak akan menghukum mereka, sementara mereka memohon ampun.” (Terjemah (QS.Al-Anfal):33).

Ayat di atas berkenaan dengan orang-orang Qurasy yang menantang Rasulullah agar menurunkan azab karena kemaksiatan mereka. Namun Allah swt tidak mengabulkannya karena Rasulullah ada di antara mereka. Alasan lain karena masih ada di antara mereka yang memohon ampun. Dengan kata lain Allah swt tidak akan meng-azab suatu kaum selama ada yang ber-istighfar, ber-istighfar dengan istighfar yang sebenar-benarnya, istighfar yang dibuktikan dengan tidak mengulang kesalahan yang sama. Hingga Sang Khalik berkenan mengampuni segala dosa hamba dan memberikan ampunan-Nya.

Untuk itu mari kita perbanyak istighfar dengan harapan semoga lingkungan buruk yang mengepung kita dari segala penjuru itu mampu mendatangkan belas kasih-Nya, hingga Ia ridho membatalkan azab yang sebenarnya sangat pantas diberikan-Nya itu … Na’udzubillah min dzalik.

“Semua musibah yang menimpa kalian, itu disebabkan kemaksiatan yang kalian lakukan. Dan Dia telah mengampuni banyak dosa.” (Terjemah QS.As-Syura(42): 30).

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,

“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”.

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. ( Terjemah QS.Al-Baqarah(2): 155-157).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 8 Oktober 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Perkosaan dan pelecehan seksual tak ada hentinya terjadi di negri tercinta yang katanya mayoritas berpenduduk Muslim ini. Miris, sungguh sama sekali tidak mencerminkan agama yang sangat mengagungkan kaum perempuan. Lupa, bagaimana rasulullah Muhammad saw dalam khutbah terakhirnya berpesan bahwa kaum perempuan haruslah dijaga dan diperlakukan dengan baik. Lupa, bagaimana Sang Khalik memuliakan kaum perempuan dengan perintah menutup aurat, agar tidak mengumbarnya kepada sembarang lelaki kecuali muhrimnya.

Namun yang lebih menyedihkan lagi adalah hukuman yang ditimpakan kepada si pelaku kejahatan seksual. Bagaimana mungkin seorang yang dilaporkan telah memperkosa 58 anak, anak di bawah umur pula, dihukum hanya 10 tahun penjara! Parahnya lagi padahal sebelumnya sudah pernah dilaporkan dengan pengaduan yang sama, namun terbebas dari hukuman hanya karena alasan sakit. Sungguh tidak masuk akal.

Uang nampaknya sudah demikian berkuasanya bahkan dalam lingkaran pengadilan sekalipun.  Sony Sandra alias Koko, laki-laki bejat 63 tahun tersebut memang adalah seorang pengusaha terkenal yang suka membagi-bagikan harta kekayaan kepada siapa yang dianggapnya perlu, termasuk korban dan keluarganya. Dengan kekayaannya itu ia bisa leluasa bertindak sesukanya. Apa arti uang 300 juta sebagai denda perbuatan biadabnya itu???

Anehnya lagi hukuman tersebut keluar tak lama setelah adanya rencana kebiri sebagai hukuman pemerkosa. Tragedi Yuyun, gadis cilik 14 tahun yang diperkosa secara beramai-ramai oleh 12 anak yang juga dibawah umur, adalah puncaknya.

http://www.merdeka.com/peristiwa/yuyun-tewas-usai-diperkosa-13-lelaki-di-hutan-12-pelaku-dibekuk.html

“Kami mendesak undang-undang hukuman kebiri yang saat ini masih dalam pengkajian segera direalisasikan. Itu bagus hukum kebiri,” ujar Mulyanah, dari komunitas perempuan Kabupaten Lebak.

http://news.liputan6.com/read/2501767/duka-yuyun-dan-revisi-uu-perlindungan-anak

Perkosaan dan pelecehan seksual memang tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga negara-negara maju sekelas Amerika Serikat, Inggris maupun Jerman. Bahkan menurut laporan tahun 2014, Amerika menempati peringkat tertinggi kasus perkosaan di dunia. Sementara Inggris di peringkat 3.

http://www.wowmenariknya.com/2014/06/10-negara-dengan-tingkat-pemerkosaan.html

Namun Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim perkosaan dan pelecehan seksual tidak sepatutnya hal ini terjadi. Sebagaimana disebutkan di atas, Islam sejak awal telah memuiakan kaum hawa dan telah  mengantisipasinya dengan aturan dan hukum tertentu.

Islam adalah ajaran yang benar-benar patut diacungi jempol. Ajaran yang dibawa nabi Muhammad saw 14 abad silam ini telah mengenal metode Reward ( penghargaan) and Punishment ( hukuman), sebuah metode pendidikan dan pembelajaran yang diakui dunia internasional.

Tapi lebih hebatnya lagi Islam tidak menerapkan metode ini sebelum masyarakatnya memahami benar apa hakehat dibalik suatu permasalahan. Sebagai contoh pelarangan khamar/alkohol. Awalnya umat diberi penjelasan bahwa khamr itu mempunyai manfaat tertentu. Akan tetapi karena mudharatnya ( kekurangannya) lebih banyak dari pada manfaatnya, maka umat Islam dilarang mengkonsumsinya. Jadi pelarangan minum khamar itu bertahap, tidak serta merta.

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya”. …… “. (Terjemah QS.Al-Baqarah(2):219).

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.( Terjemah QS.Al-Maidah(5):90).

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”. (Terjemah QS Al-Maidah(5):91).

Demikian pula hukum perkosaan, perzinahan, pencurian dan hukum-hukum syariat lainnya. Untuk mencegah perzinahan, kaum perempuan mula-mula diperintahkan untuk menutup aurat. Selanjutnya kaum laki-laki diperintahkan agar dapat menjaga pandangan dan syahwat.  Setelah itu, larangan berkhalwat alias berdua-duan dengan lawan jenis yang bukan muhrim. Atau berpacaran istilah zaman sekarang.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (Terjemah QS.An-Nuur(24):30).

Selanjutnya setelah semua rambu-rambu di keluarkan, perzinahan tetap terjadi maka hukum harus dilaksanakan. Itulah hukum cambuk 100x bagi yang belum menikah atau rajam bila sudah menikah. Namun itupun tetap harus melalui proses pemeriksaan yang ketat, yaitu harus ada saksi. Demikian pula hukum pelaku perkosaan dan pelecehan seksual. Dapat dibayangkan bila perzinahan yang notebene atas dasar suka sama suka saja hukumnya begitu berat apalagi perkosaan yang sifatnya memaksa bahkan dengan ancaman kekerasan, penganiyaan dan tak jarang di akhiri dengan pembunuhan.

Masalahnya karena alasan HAM ala Barat, hukum syariat Islam dipandang sebagai hukum yang keji dan melanggar hak manusia. Tak heran bila pada akhirnya banyak orang termasuk orang Islam sendiri yang enggan menerapkan hukum terebut. Dan akibatnya inilah yang terjadi, perkosaan makin meraja-lela. Lalu dimana letak hak perempuan yang menjadi korban perkosaan? Adakah hukum Barat yang katanya meng-agungkan hak manusia itu, mampu mencegah kebiadaban tersebut? Buktinya justru Amerika dan Inggris yang menempati urutan tertinggi kejahatan tersebut.

Anehnya lagi, ketika orang telah menjadi jenuh, tiba-tiba saja hukum kebiri muncul tanpa ada yang berani memprotes bahwa hal tersebut melanggar HAM atau tidak. Sementara alkohol yang terbukti menjadi faktor utama pendorong naiknya nafsu birahi justru dibiarkan bebas diperjual belikan di pasaran. Bahkan pemda DKI memiliki saham besar di perusahaan minuman beralkohol sebagai salah satu andalan pendapatan daerah.

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/04/02/14215501/Kemendagri.Kenapa.Pak.Ahok.Masih.Targetkan.Pendapatan.dari.Miras.?utm_source=RD&utm_medium=inart&utm_campaign=khiprd

http://www.suaranews.com/2016/05/aneh-banyak-kasus-awalnya-dari-miras.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Dengan arogan, Ahok, gubernur DKI plt, berucap tidak ada orang mati karena minum alkohol. Malah harusnya bir itu bisa dibeli cukup di toko sekelas Alfamart, ujarnya, meski ia sendiri mengaku tidak mengkonsumsinya. Yang juga penting untuk diperhatikan, Papua yang mayoritas penduduknya Kristen, demikian juga gubernurnya, bersikukuh tidak akan menuruti perintah pusat untuk mencabut perda miras.

Menjadi pertanyaan besar, sebenarnya siapakah yang bodoh dan mau dibodohi-bodohi dengan peraturan tersebut? Sungguh pantas bila para ulama berduka memiliki gubernur semacam itu meski hanya pengganti gubernur. Atau lebih tepatnya, berduka menyadari betapa bodoh dan konyolnya umat Islam yang tetap saja memujanya.

http://m.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2016/04/13/93008/adian-wajar-kh-bahtiar-menangis-melihat-ahok.html#.V0ahsJF96Uk

Belum lagi dengan makin marak dan vulgarnya video porno di negri tercinta ini. Sementara dengan mudahnya pemerintah memblokir situs-situs yang mereka anggap sebagai pemicu terorisme. Dan yang lebih ajaib lagi ruu pornografi, yang diantaranya mengatur cara berpakaian perempuan, malah diprotes habis-habisan, ironisnya justru oleh kaum feminis sendiri, karena dianggap tidak menghargai budaya, seni dll.

https://id.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Pornografi

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”.( Terjemah QS. Al-Ahzab(33):59).

Akhir kata, hukum seberat apapun termasuk kebiri, bila kaum perempuan terus saja memamerkan aurat, kaum lelaki mengumbar pandangan dan syahwat, tontonan pornografi dibiarkan meraja-lela dan minuman keras berserakan, tampaknya baik perkosaan maupun pelecehan seksual tetap akan sulit dihilangkan. Dan yang paling menderita tetap kaum hawa … Na’udzubillah min dzalik …

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 26 Mei 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Masjid Luar Batang adalah sebuah masjid yang berada di daerah Penjaringan Pasar Ikan, Jakarta Utara. Masjid ini berdiri d atas lahan seluas 3.500 meter persegi dan memiliki 12 tiang penyangga.  Konon, nama masjid ini berasal dari kisah seorang ulama bernama Al Habib Husein bin Abubakar bin Abdillah Al ‘Aydrus. Ulama ini datang dari Yaman ke Jakarta ( dahulu Batavia) untuk menyiarkan Islam pada abad 18 dalam usia yang sangat muda yaitu 20 tahun-an.

Tak lama kemudian beliau membangun sebuah surau di pelabuhan Sunda Kelapa yang ketika itu merupakan pelabuhan terbesar di pulau Jawa. Dengan berjalannya waktu suraupun makin ramai dikunjungi orang yang hendak shalat, dan akhirnya berubah menjadi masjid. Bahkan akhirnya banyak orang yang datang menetap di sekitar masjid bernama asli An-Nuur itu, hingga akhirnya terbentuklah masyarakat Muslim di lingkungan masjid tersebut.

Namun habib Husein berdakwah tidak terlalu lama, hanya 10 tahun lebih, karena pada usia sekitar 30 – 40 tahun Allah swt telah memanggilnya kembali. Ulama muda yang sejak awal dakwah telah dikenal memiliki berbagai karamah ini wafat pada tanggal 24 Juni 1756, bertepatan dengan 17 Ramadhan 1169 H.

Dari sinilah kisah nama Luar Batang bermula. Ketika hari pemakaman tiba, dikabarkan jasad ulama kelahiran Migrab,  dekat Hazam, Hadramaut atau Yaman tersebut “raib” alias hilang dari kurungan/keranda jenazah atau “ keluar dari kurung batang” nya. Hal ini terjadi hingga tiga kali. Akhirnya jenazah sang habibpun batal dimakamkan di pemakaman sekitar Karet yang semula direncanakan, melainkan di tempat beliau wafat yaitu di dalam masjid yang kemudian lebih dikenal dengan nama masjid “Luar Batang”.

Namun demikian menurut Yudo Sapmono (50), seorang pengurus masjid Luar  Batang, asal usul masjid  ini simpang siur. Ada yang berpendapat sejatinya jenazah akan  dikembalikan ke asalnya di Yaman. Tapi sampai di tujuan, begitu akan dikubur, jenazahnya tidak ada. Setelah diperiksa ternyata jenazah masih ada di tempatnya meninggal, maka dimakamkanlah beliau di tempatnya sekarang ini berada.

Kisah misterius inilah tampaknya yang menjadi daya tarik tersendiri hingga membuat masjid banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah bahkan kabarnya dari manca negara termasuk Belanda. Di dalam masjid ini pulalah habib Husein meng-Islamkan sejumlah orang, termasuk seorang pemuda Tionghoa yang kemudian menjadi muridnya.  KH Abdul Kadir demikian nama pemuda tersebut, dan kini makamnya dapat ditemui disamping makan habib Husein.

http://www.indoglobalnews.com/2015/02/misteri-di-balik-nama-masjid-keramat.html

Apapun alasannya, dapat ditarik kesimpulan bahwa usia masjid Luar Batang telah begitu tua dan menyatu erat dengan masyarakatnya. Masjid, apalagi di masa lalu adalah tempat berkumpulnya masyarakat utamanya kaum Muslimin.  Namun demikian masjid bukan hanya tempat shalat tapi juga tempat untuk bermusyawarah  membicarakan dan membahas berbagai hal termasuk masalah-masalah besar. Persis seperti yang dicontohkan Rasulullah dan para sahabat 1400 tahun silam.

Maka sungguh ironis ketika pemerintah daerah baru-baru ini tiba-tiba saja datang menggusur masyarakat daerah tersebut dengan alasan apapun, termasuk alasan tanah milik negara ataupun karena kumuh atau karena sudah tidak ada lagi ikan yang dapat ditangkap nelayan.  Lagipula menurut beberapa sumber, tanah di sekitar masjid adalah milik Belanda yang telah dihibahkan kepada sang habib, dan telah diwakafkan pula.

Alasan yang dikemukakan pemda terasa sangat mengada-ada. Kalau karena alasan kumuh, mengapa tidak diperbaiki, di tata dan diberi fasilitas yang memadai saja. Bukankah begitu tugas pemerintah daerah? Bukannya malah menggusur, dan menyulapnya menjadi kawasan bisnis mewah milik segelintir orang, orang luar pula ???

Rekaman youtube tentang pemasaran kawasan yang di pasarkan ke negri Tirai Bambu nun jauh di sana dengan bahasa mereka pula, dapat disaksikan di sini :

Ustad Bahtiar Nasir, dai kondang yang selalu gigih memperjuangkan kebenaran sangat prihatin dan kecewa atas proyek reklamasi yang sama sekali tidak berpihak kepada rakyat kecil tersebut. Dai yang dibesarkan di lingkungan Luar Batang ini menceritakan bagaimana ketika kecil dulu bersama teman-teman sekampungnya sering berjalan kaki sambil bermain di atas pasir putih dari kampungnya hingga ke Ancol. Airnya masih bersih dan jernih hingga kerang yang bertebaran di sepanjang pantai, dengan berbagai bentuknya, bisa dipungut dan dijual dengan harga cukup mahal. Ia bahkan bisa menjual air asin yang diambil dari pulau-pulau sekeliling kepada orang yang memerlukannya. Sayang semua itu kini tinggal kenangan karena tembok-tembok bangunan baik bangunan komersial maupun perumahan mewah telah menjadi penghalang penduduk setempat. Berikut uraian panjang ustad Bahtiar.

https://www.youtube.com/watch?v=6FuHjvm9XL0 UBN

Sementara ikan yang menurut pihak pemda sudah tidak ada lagi, ternyata hanya omong kosong belaka. Menko Maritim Rizal Ramli bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti beberapa waktu lalu membuktikan hal tersebut, yaitu dengan melakukan sidak ke lokasi. Kalaupun jumlahnya berkurang itu disebabkan adanya proyek reklamasi dan pembangunan perumahan mewah yang menjamur di bibir pesisir teluk Jakarta beberapa tahun terakhir ini. Selanjutnya kedua mentri juga berpesan bila reklamasi tetap akan dilanjutkan harus dipikirkan betul-betul dampak terhadap lingkungan termasuk nasib 16.855 nelayan berikut keluarganya, hutan mangrove, terumbu karang dll yang bakal terancam musnah. Ingat keberadaan monyet yang terusir lebih 13 tahun lalu karena proyek reklamasi PIK.

https://www.selasar.com/politik/ahok-monyet-dan-reklamasi-teluk-jakarta

Akan halnya dengan masjid Luar Batang, Ahok sebagai gubernur DKI memang berkali-kali menyatakan bahwa masjid bukan yang termasuk kena penggusuran. Wargalah yang akan direlokasi ke tempat yang lebih baik. Begitu kilahnya. Betulkah hanya begitu?? Tidakkah ada maksud lain di luar itu ???

Memindahkan atau membangun masjid jauh dari masyarakatnya sebenarnya bukanlah ide baru. Mari kita tengok apa yang terjadi di Barat dimana Islam adalah minoritas. Di Madrid ibukota Spanyol dan Roma ibukota Itali, sejak 10 tahun lebih berdiri masjid besar dan pusat study Islam. Hebat bukan?? Namun sayangnya masjid tersebut sepi dari jamaah, bahkan nyaris tak ada satupun penyelenggaraan shalat jamaah di masjid-masjid tersebut. Mengapa ??? Karena masjid tidak didirikan di lingkungan jamaahnya yaitu kaum Muslimin !

Dan ini bukannya tidak sengaja, karena tujuan pemerintah kedua negara tersebut memang bukan agar kaum Muslimin mudah menjalankan ajarannya. Masjid maupun Pusat Study Islam dibangun hanya sebatas simbol dan daya tarik wisata, tidak lebih dari itu. Mereka tahu persis kaum Muslimin tanpa masjid ibarat ikan tanpa air yang pastinya lama kelamaan pasti mati ! Ironisnya banyak orang yang mengaku Islam namun tidak menyadari hal ini. Atau bisa jadi orang-orang tersebut memang hanya Islam KTP, alias Muslim yang tidak pernah shalat di masjid, dan tidak merasa membutuhkannya … 😦

” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” . ( Terjemah QS. Al-Maidah(5):51).

Disamping itu,  reklamasi laut dan proyek Giant Sea Wall yang dianggarkan biayanya sebesar 500 trilyun rupiah ini dipastikan bakal membuat rakyat, warga Jakarta khususnya, kehilangan kesempatan menikmati keindahan laut anugerah Sang Khalik secara cuma-cuma.  Keindahan ini nantinya hanya akan dinikmati segelintir orang kaya raya yang mampu memiliki perumahan atau apartemen mewah, atau membayar mahal hotel lux milik para konglomerat dan taipan non pribumi negri ini. Persis Singapura saat ini yang menjadi rumah yang nyaman bagi orang-orang Cina sementara pribumi hanya menempati sudut-sudut kumuh dimana kumandang azan terlarang.

http://www.eramuslim.com/berita/gerakan-dakwah/tidak-ada-kumandang-adzan-di-negeri-singapura.htm

Berikut apa yang diutarakan wartawan senior Karni Ilyas.

https://kabarislamia.com/2016/04/14/karni-ilyas-warga-jakarta-tak-bisa-lagi-melihat-laut/

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan [Kiara] bahkan menuding proyek Giant Sea Wall telah menyalahi peraturan perundang-undangan karena tidak berbasis kajian lingkungan hidup strategis, analisa dampak lingkungan berikut perizinannya. Kalau diteruskan, Giant Sea Wall dinilai akan mendatangkan kerusakan hutan mangrove, terumbu karang, abrasi di pesisir, mengancam kehidupan nelayan dan sebagainya.

Muslim Muin PhD., ahli kelautan ITB melalui situs ITB.ac.id menyatakan Giant Sea Wall bukan jalan keluar mengatasi banjir dan penurunan tanah di Jakarta. Menurutnya, Giant Sea Wall justru memperparah banjir di Ibukota, mempercepat pendangkalan sungai, merusak lingkungan laut dan mengancam perikanan lokal, selain menimbulkan masalah sosial.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 5 Mei 2016.

Vien AM.

 

Read Full Post »

Menyikapi HOAX

Kata HOAX tentu tidak asing di telinga kita, tapi apa dan dari mana asal kata tersebut sebenarnya ? Hoax adalah suatu pemberitaan palsu / pemberitahuan yang tidak jelas sumbernya dan biasanya isinya tidak benar. Hoax merupakan suatu usaha untuk menipu pembaca agar  mempercayai suatu berita, bisa dengan tujuan tertentu atau bisa hanya sekedar lelucon.

Celakanya Hoax biasanya cepat menyebar, karena si penerima berita mengirim kembali berita tersebut tanpa mengecek dahulu apakah berita tersebut benar atau tidak. Hoax biasanya digunakan dalam internet seperti di blog, e-mail, tweeter, facebook dan lain-lain. Namun belakangan HP pun melalui sms, WA dll tak luput dari keganasan Hoax.

Contoh Hoax yang paling umum yaitu mengklaim sesuatu kejadian atau barang dengan suatu sebutan yang berbeda dengan kejadian/ barang yang sebenarnya. Ciri-ciri  HOAX adalah tak memiliki referensi asli dan tak menyebut sumber yang bisa di tanyai tentang kebenarannya.

Kata Hoax sendiri kabarnya berasal dari “Hocus Pocus” yang aslinya adalah bahasa Latin “hoc est corpus”, artinya “ini adalah tubuh”. Konon kata ini biasa digunakan penyihir utuk mengklaim bahwa sesuatu adalah benar, padahal sebenarnya tidak begitu.

Sementara itu pada tahun 2006 pernah beredar sebuah film drama Amerika berjudul The Hoax. Film yang disutradarai Lasse Hallström  berdasarkan karya Clifford Irving dengan judul yang sama ini bercerita tentang biografi Clifford sendiri. Akan tetapi kenyataannya banyak cerita dalam film tersebut yang tidak sesuai dengan cerita aslinya hingga akhirnya sang penulispun meminta agar namanya dicoret dari film tersebut. Sejak itu, film Hoax dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan dan akhirnya kata  Hoax pun digambarkan sebagai suatu kebohongan.

Yang menjadi pertanyaan apakah Hoax merugikan orang lain ??

Namanya juga menipu ya pasti merugikan meski tergantung seberapa dalam dan besar merugikannya.  Yang pasti Hoax sangat berpotensi merusak kepercayaan publik dan ini bukan hal sepele. Akibatnya bisa fatal, yaitu orang menjadi cuek alias tidak peduli terhadap berita, karena khawatir dibohongi. Padahal berita adalah sumber informasi yang harusnya amat sangat bermanfaat.

Tentu sebagian dari kita masih ingat bagaimana dulu Belanda mempraktekkan politik pecah belah ( devide et impera) demi mempertahankan Indonesia sebagai negara jajahan. Salah satu caranya yaitu melalui berita. Radio satu-satunya kantor berita ketika itu mereka kuasai hingga kita tidak tahu dan tidak bisa mengikuti perkembangan berita. Ada memang beberapa radio swasta milik pribumi tapi tetap dibawah pengawasan mereka dan itupun hanya diizinkan menyiarkan acara seni dan budaya.

Sebaliknya ketika akhirnya Jepang datang,  berkat berita propaganda Jepang, Belanda sudah kalah dulu sebelum perang yang sesungguhnya menghadapi tentara penjajah baru tersebut terjadi. Demikian juga dengan kemerdekaan Indonesia, yang bisa terealisasi lagi-lagi berkat adanya berita yaitu berita menyerahnya Jepang pada PD Dunia II.

Di era pemerintahan saat ini, sebegitu pentingnya kantor berita hingga kita bisa saksikan hampir setiap partai politik mempunyai kantor berita masing-masing. Bisa hanya sekedar web site, koran, majalah, radio hingga chanel tv tergantung besar kecil dan kayanya partai. Dan yang menyedihkan masing-masing sarana komunikasi massa tersebut tampil dengan kepentingan dan kebutuhan masing-masing. Bahkan pernah pada suatu era, kantor berita dikuasai dan dikendalikan pemerintah. Maka itulah satu-satunya informasi yang bisa kita dapat.

Yang teranyar, baru-baru ini muncul berita yang cukup mengejutkan, yaitu tentang artikel yang ditulis oleh Adriano Rusfi, seorang psikolog. Isi artikel tersebut bagus sekali yaitu mengenai LGBT. Saya pertama kali menerima artikel tersebut melalui WA kemudian menyusul melalui FB. Tapi anehnya tak sampai 2 minggu kemudian saya menerima artikel melalui WA dengan isi persis tapi dicantumkan Sarlito Wirawan Sarwono, senior Adriano Rusfi, sebagai penulisnya ! Kemudian memyusul di FB, juga katanya ditulis oleh mantan dekan fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut. Mana yang benar ???

https://officialwaru.wordpress.com/2016/02/12/lgbt-sebuah-gerakan-penularan/

Saya yakin bahwa ini bukan plagiat oleh satupun dari kedua akademisi tersebut. Melainkan oleh seseorang yang mungkin ingin artikel itu dibaca banyak orang tapi merasa nama Adriano kurang menjual. Maka digantinya nama tersebut dengan Sarlito Wirawan Sarwono yang lebih populer. Ini kalau saya berbaik sangka. Tapi kalau saya berburuk sangka, bisa jadi hal ini memang disengaja agar publik akhirnya malah tidak mempercayai isi artikel yang intinya amat sangat menentang prilaku menyimpang tersebut !

Ada apa gerangan ??

“Saya lebih takut pada media massa dibanding senjata”, demikian ungkap Napoleon Bonaparte, sang kaisar Perancis ratusan tahun yang lalu.

Protokol ke 12 gerakan Zionis menyatakan bahwa “Media massa dunia harus berada di bawah pengaruh kita”. Sementara Theodore Hertzl (wartawan & novelis Yahudi berskala internasional), peletak dasar Gerakan Zionisme Internasional, dalam konferensi di Swiss tahun 1897 pun mengatakan, “Kita akan berhasil mendirikan pemerintah Israel dengan memanfaatkan dan menguasai fasilitas propaganda dunia dan media massa dunia”.

Sedangkan Iqbal Shadiqi, pemimpin redaksi majalah terbitan Inggris, Cressent International, menyatakan media-media AS sangat bergantung kepada para investor dan orang-orang Zionis. Kedua kelompok inilah yang mengontrol pemerintah dan media AS.

Penguasaan Yahudi terhadap media massa bisa terlihat dari fakta banyaknya kantor-kantor berita yang dikuasai atau menjadi corong mereka. Misalnya: Reuters (Inggris) yang dibentuk Julius Powell (Yahudi), AFP (Perancis) dan AP (AS), ABC yang  Dirut Pelaksananya Leonard Goldenson dan Direktur Entertainmennya Stuart Bloomberg (Yahudi), CBS yang oleh didirikan William S. Paley (Yahudi Rusia), Fox News yang didirikan Rupert Murdoch (Yahudi Australia) pada 1996.

Rupert Murdoch  bahkan menguasai 300 saluran televisi, 3 penerbit buku (HarperCollins, ReagenBooks dan Zondervan Christian Publisher). Kabarnya seluruh perusahaan Murdoch melayani 3/4 penduduk bumi. Ia mempunya kuku di ratusan suratkabar di Australia, Fiji, Papua New Guinea, Inggris dan AS. Murdoch juga menguasai jaringan BSkyB di Inggris, Sky Italia, Sky Amerika Latin, Foxtel Australia, DirectTV Group Amerika Utara dan Latin, serta Star TV untuk wilayah Asia.

Industri film pun tidak luput dari kekuasaan Yahudi, utamanya Hollywood. Disanalah perusahaan film kelas kakap dunia seperti 20th Century Fox, Walt Disney, Paramount Picture dll bercokol.

 https://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/11/perang-ideologi-di-media-massa/

Nah dengan kenyataan seperti ini masih bisa dan maukah kita, umat Muslim, menjadikan Barat sebagai sumber berita kepercayaan??  Bagaimana kita bisa yakin kalau berita yang mereka sebarkan itu benar ? Bagaimana kita tahu sebuah berita itu Hoax alias berita palsu atau bukan ???

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Terjemah QS. Al-Hujurat (49):6).

Itulah sikap Islam, teliti dahulu kebenaran sebuah berita sebelum mempercayai apalagi menyebarkannya, kalau tidak ingin dibodohi dan terjebak dalam fitnah. Itu sebabnya umat Islam harus mempunyai sendiri sumber berita, yang mampu mencari, menyaring dan memverifikasi bila terjadi hoax. Inilah salah satu pentingnya fungsi pemimpin dalam Isam.

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. (Terjemah QS. An-Nisa(4):138-139).

Mungkin banyak orang yang tidak menyadari bagaimana sejak awal Islam telah mengajarkan cara mengantisipasi Hoax.  Adalah ilmu Hadist. Secara bahasa Hadist artinya adalah berita. Sedangkan secara istilah Hadist adalah segala sesuatu ( ucapan, prilaku, diam atau tidak diam) yang disandarkan kepada Rasulullah saw.

Berdasarkan ilmu Hadist inilah maka sekarang kita mengenal adanya bermacam-macam hadist dengan beberapa tingkatannya. Ada hadist mutawatir ada hadist ahad, dengan beberapa tingkatannya, yaitu  shoheh, hasan,  dhaif ( lemah) dan maudhu (palsu).Tak ada satupun di dunia ini ilmu yang dapat menyamai ketinggian ilmu Hadist, terutama bila dilihat dari cara menyensor nara sumbernya.

Nara sumber atau perawi benar-benar dipelajari dan diteliti bagaimana ia dapat tersambung dengan sumber berita utama yaitu Rasulullah saw. Bukhari dan Muslim,  dua perawi besar dalam Islam contohnya, menghabiskan puluhan tahun demi mencari tahu riwayat hidup seorang perawi. Seperti tahun berapa dan di kota/negara apa sang perawi hidup, dari mana dan bagaimana ia menerima hadist yang ia riwayatkan, bagaimana hubungannya dengan orang yang menyampaikan hadist tersebut dll. Tujuannya untuk memastikan bahwa hadist benar-benar berasal dari Rasulullah, tidak ada manipulasi dan kolusi atau maksud-maksud tertentu.

Itu sebabnya syarat shoheh tidaknya sebuah hadist sangat tergantung sang perawi. Seorang perawi yang dikenal ahli ibadah, tapi bila hafalan/daya ingatnya tidak begitu bagus atau diketahui pernah berbohong maka berita yang disampaikannya tertolak.  Padahal sebuah hadist biasanya mempunyai perawi yang banyak, yang bersambung hingga ke nara sumber. Inilah yang disebut sanad. Dan bila satu saja perawi karena suatu sebab tertolak, maka tertolak pula hadist tersebut. Hebatnya lagi sanad ini jauh lebih penting kedudukannya dari pada isi berita (matan) itu sendiri.

Ini membuktikan betapa tinggi dan pentingnya kejujuran dalam kacamata Islam. Rasulullah adalah contoh keteladanan yang paling patut ditiru. Sejak masa kanak-kanak beliau telah memperlihatkan kejujurannya. Tak heran, ketika suatu hari terjadi pertikaian antar kabilah dimana masing-masing ingin agar kabilahnya yang diberi kepercayaan mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula, akhirnya sepakat menunjuk Rasulullah. Ketika itu mereka memutuskan siapapun yang muncul pertama di lokasi pertikaian, dialah yang berhak meletakkan batu hitam tersebut ke tempat asalnya. Ternyata yang muncul adalah Rasulullah yang waktu itu belum menjadi rasul. Maka merekapun langsung menyetujuinya.

Juga ketika suatu hari Rasulullah mengumpulkan orang-orang Quraisy dari banyak kabilah dan berkata “ Bila aku katakan di belakang bukit sana ada seekor serigala, percayakah kalian padaku?”. “ Tentu kami percaya, karena kau orang yang tak pernh berbohong!”, jawab mereka serentak. Padahal ketika itu mereka belum memeluk Islam. Patut dicatat, sifat amanah dan jujur ini pula yang pertama kali menarik hati Khadijah sebelum Muhammad muda melamarnya.

(http://vienmuhadisbooks.com/category/sirah-nabawiyah-sejarah-hidup-rasulullah-saw/ ).

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Terjemah QS. Al-Ahzab(33):21).

As-Sa’di membagi sumber (media) berita kepada tiga klasifikasi:
Pertama, berita dari seorang yang jujur yang secara hukum harus diterima.
Kedua, berita dari seorang pendusta yang harus ditolak.
Ketiga, berita dari seorang yang fasik yang membutuhkan klarifikasi, cek dan ricek akan kebenarannya.

Dalam sebuah riwayat dari Qatadah disebutkan, “At-tabayyun minaLlah wal ‘ajalatu minasy syaithan”, sikap tabayun merupakan perintah Allah, sementara sikap terburu-buru merupakan arahan syaitan.

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 8 Maret 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »