Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional yang para siswa/santrinya tinggal bersama menginap di asrama, dan belajar di bawah bimbingan guru yang dikenal dengan sebutan kiai. Di dalam kompleks pesantren biasanya berdiri pula masjid untuk shalat berjamaah. Pesantren dilahirkan atas kesadaran kewajiban dakwah Islamiyah, yakni menyebarluaskan dan mengembangkan ajaran Islam sekaligus mencetak kader-kader ulama dan dai.

Sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berakar kuat di negeri ini, pondok pesantren diakui memiliki andil yang sangat besar terhadap perjalanan sejarah bangsa. Asal usul pesantren tidak bisa dipisahkan dari pengaruh walisongo yang  masuk ke Asia Tenggara antara tahun 1250 -1404 M.

Misi yang dibawa oleh utusan Kesultanan Utsmaniyah di Istambul Turki ini diperkirakan masuk pulau Jawa pada tahun 1404 ketika berada dibawah kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan terbesar di Asia Tenggara. Misi ini dipimpin oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim, seorang ulama kelahiran Magrib, yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gresik. Ia menjadikan rumahnya di Gresik Jawa Timur sebagai tempat berkumpul dan belajar menuntut ajaran Islam.

Setelah Sunan Gresik wafat Raden Rahmat seorang ulama kelahiran Champa Vietnam menggantikannya. Keponakan raja Majapahit yang dikenal dengan Sunan Ampel ini mendirikan padepokan di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Para wali yang jumlahnya 9 tersebut bisa dikatakan sebagai peletak dasar-dasar pendidikan pesantren di Indonesia.

Selanjutnya para santri yang telah selesai menuntut ilmu kembali ke daerahnya masing-masing, mengamalkan ilmunya bahkan membuka pesantren di tempat asal mereka. Hingga lahirlah ulama-ulama besar seperti yang kita saksikan saat ini. Dengan cara inilah Islam berkembang dan menyebar ke berbagai pelosok Nusantara.

Perang Diponegoro.

Perang Diponegoro atau Perang Jawa adalah perang yang dipimpin oleh pangeran Diponegoro. Perang ini berlangsung selama 5 tahun,  dari tahun 1825 hingga 1830 melawan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang memasuki bumi pertiwi pada tahun 1602 melalui tangan VOC .

Pangeran Diponegoro yang bernama asli Bendara Raden Mas Antawirya dan bernama Islam Abdul Hamid, lahir di Yogyakarta pada tahun 1785. Ayahnya bernama Gusti Raden Mas Suraja yang di kemudian hari naik takhta dengan gelar Hamengkubuwono III.

Diponegoro menolak keinginan ayahnya menggantikannya menjadi raja. Ia beralasan bahwa ibunya yang bukan permaisuri membuatnya tak layak untuk menduduki jabatan tersebut. Disamping ia memang kurang tertarik dengan masalah pemerintahan dan kekeratonan. Ia lebih tertarik pada masalah keagamaan dan membaur dengan rakyat.

Ketika masih kecil, Diponegoro diasuh nenek buyutnya, GKR Ageng Tegalreja yang merupakan putri dari salah satu ulama terkenal yakni Ki Ageng Derpoyudo. Suami Ratu Ageng adalah Sultan Mangkubumi (Hamengkubuwono I).

Ratu Ageng memutuskan keluar dari keraton ketika putranya naik tahta menggantikan ayahnya karena tidak cocok dengan putranya tersebut. Ia memilih Tegalreja yang terletak di luar Yogyakarta, dan membangun sebuah lingkungan yang didominasi oleh orang-orang yang agamis.

Disitulah Pangeran Diponegoro tumbuh dan akrab dengan kehidupan pesantren. Pangeran Diponegoro dikenal sebagai pribadi yang cerdas, banyak membaca, dan ahli di bidang hukum Islam-Jawa. Ia pernah mengenyam pendidikan Islam di Pondok Pesantren Gebang Tinanar, Ponorogo asuhan Kiai Hasan Besari. Ia juga dikenal memiliki hubungan yang akrab dengan para pemuka agama dan ulama.

Ketidak-sukaan pangeran Diponegoro terhadap pemerintahan kolonial Belanda dimulai dengan adanya perbedaan peraturan pajak antara pribumi dan asing ( Eropa dan Cina). Sebelumnya ia juga tahu benar bagaimana pemerintahan penjajah tersebut memainkan peran adu domba dan pecah belah terhadap kerajaan Mataram Islam hingga lahirlah kekeratonan Yogya dan Surakarta, 30 tahun sebelum ia lahir. Kemarahan Diponegoro meledak ketika pemerintah mematok tanah yang berada di bawah kekuasaannya tanpa sepengetahuannya.

Diponegoro mulai mencari dukungan. Dukunganpun berdatangan dari berbagai pelosok termasuk pesantren-pesantren, para alim ulama, tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh yang berpengaruh di wilayah bekas Mataram seperti Pangeran Mangkubumi dan Kiai Mojo. Kiai Mojo adalah kiai kepercayaan Sunan Pakubuwono IV, Raja Surakarta. Hingga Sang Rajapun memutuskan tidak hanya memberi dukungan dalam bentuk dana perang, tapi juga pasukan dan para senopati pilihan.

Kiai Mojo yang dikenal sebagai ulama penegak ajaran Islam sejak lama bercita-cita tanah Jawa dipimpin oleh pemimpin yang mendasarkan hukumnya pada syariat Islam bukan pemimpin yang tunduk pada peraturan kolonial Belanda yang jelas-jelas jauh dari Islam.

Itu sebabnya ia mendukung semangat perjuangan pangeran Diponegoro dan menjadikan semangat tersebut sebagai perang suci melawan penjajah Belanda yang kafir.  Pangeran Diponegoropun dinobatkan menjadi kepala negara bergelar “Sultan Abdulhamid Herucakra Amirulmukminin Sayidin Panatagama Kalifatullah Tanah Jawa“, dengan pusat negara berada di Plered, dengan pertahanan yang kuat.

Diantara banyak panglima yang dimiliki pangeran Diponegoro yang menonjol adalah Sentot Ali Pasha. Panglima belia ini diilhami oleh sosok Usamah bin Zaid, panglima Islam yang diangkat langsung oleh Rasulullah sebagai pimpinan tertinggi ketika itu untuk memimpin perang melawan bangsa Romawi di usianya yang sama, yaitu 18 tahun. Sentot Ali Pasha juga dijuluki sebagai “Napoleon Jawa”. Ia memimpin pasukan sebanyak 1.000 orang dengan menyandang senjata dan mengenakan jubah dan sorban mirip pasukan Turki Utsmani di masa kejayaan Islam.

Sejarah mencatat, ini adalah perang pertama yang melibatkan semua metode yang dikenal dalam sebuah perang modern. Metode perang terbuka dan perang gerilya yang dilaksanakan melalui taktik hit and run serta pengadangan. Ini bukan sebuah perang suku, melainkan suatu perang modern yang memanfaatkan berbagai siasat yang saat itu belum pernah dilakukan sebelumnya.  

Perang ini juga dilengkapi dengan taktik perang urat saraf (psy-war) melalui tekanan-tekanan serta provokasi terhadap mereka yang terlibat langsung dalam pertempuran, dan kegiatan mata-mata (spionase) demi mencari informasi mengenai kekuatan dan kelemahan lawannya.

( Bersambung)

Read Full Post »

Ketika orang mendengar kalimat “the City that Never Sleeps” yang langsung terbayang biasanya adalah kota New York di Amerika Serikat. Paling tidak itulah yang dipopulerkan penyanyi  legendaris Frank Sinatra melalui lagunya yang terkenal yaitu New York New York. New York adalah kota terpadat di Amerika Serikat dimana bertebaran berbagai tempat hiburan seperti restoran, café, bar, club malam dll yang buka hingga pagi hari. Bahkan transportasi bawah tanah kota tersebut buka selama 24 jam penuh.   

Namun yang akan dibahas dalam tulisan ini bukan New York yang merupakan gudang kemaksiatan dan kesenangan duniawi. Melainkan 2 kota di semenanjung Arab yaitu Mekkah dan Madinah yang merupakan pusat peribadatan kaum Muslimin dari seluruh pelosok dunia. Mekah dan Madinah tidak pernah sepi dari pengunjung sepanjang hari sepanjang pekan sepanjang bulan sepanjang tahun. Setiap saat tamu-tamu dari berbagai negara dengan bermacam bangsa, bahasa, ras dan warna kulit berdatangan memadati jalan dan hotel di dua kota suci tersebut.  

Di Mekkah pusat keramaian berada di sekitar Ka’bah yang merupakan kiblat/arah shalat seluruh pemeluk Islam di muka bumi. Ka’bah ini berada di dalam Masjidil Haram.  Sedangkan di Madinah, Raudhah yang merupakan makam nabi Muhammad saw merupakan tempat yang paling dimuliakan. Makam ini berada di bawah kubah hijau di dalam Masjid Nabawi. Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memiliki nilai berlipat ganda dibanding di masjid lain. Itu sebabnya kaum Muslimin berbondong-bondong pergi mengunjungi ke dua masjid tersebut tanpa mengenal waktu.

Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsa lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad dari Abu Darda).

Jam berapapun Raudah dan Ka’bah khususnya, selalu ramai dengan orang-orang yang thawaf, sai dan shalat.  Thawaf dan Sai adalah ibadah yang usianya telah mencapai ribuan tahun yaitu sejak zaman nabi Ibrahim as, seperti juga Mekkah yang merupakan kota tertua di muka bumi bahkan sebagai pusat bumi.

https://www.republika.co.id/berita/o7s4s3394/kabah-ternyata-terletak-tepat-di-pusat-bumi

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdo`a): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):127-128).

Mekah dan Madinah mencapai puncak kepadatannya pada musim Haji yang jatuh pada setiap bulan Dzulhijjah. Berhaji adalah kewajiban kaum Muslimin sekali dalam seumur hidup bagi yang mampu. Sekitar 2.5 juta jamaah dari berbagai negara tumpah ruah di Mekah tepatnya di Padang Arafah pada satu hari dan waktu yang sama. Selanjutnya selama kurang lebih 1 bulan lamanya sebagian besar jamaah haji tersebut akan memadati Mekah dan Madinah untuk beribadah seperti shalat, membaca Al-Quran, berdzikir dll, tanpa mengenal waktu siang dan malam.

” … mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; …” ( Terjemah QS. Ali IMran (3):97)

Tak salah bila kemudian sejumlah astronout seperti Noguchi Soichi dari Jepang (2019), Sergey Ryazanskiy dari Rusia (2017), Randy Bresnik  asal Amerika Serikat (2014) membagikan hasil jepretan Mekah dengan Kabahnya dari luar angkasa. Ketiganya mengatakan bahwa pada malam hari Ka’bah dan sekitarnya terlihat sangat mencolok dari tempat mereka berada. Sesuatu yang sangat sejalan dengan hadist berikut:

Sesungguhnya, rumah yang dibacakan di dalamnya Alquran, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi” (HR Ahmad).

https://nationalgeographic.grid.id/read/132690993/astronaut-jepang-unggah-foto-mekkah-yang-dipotret-dari-luar-angkasa?page=all

Selain melaksanakan ibadah haji dan umrah, selama di tanah suci jamaah  biasanya juga  mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang berada di sekitar ke dua kota tersebut. Diantaranya yaitu gua Hira dimana Rasulullah menerima wahyu pertama, gua Tsur tempat Rasulullah berlindung dari kejaran musyirikin Quraisy ketika hijrah ke Madinah, masjid Quba masjid yang pertama kali dibangun Rasulullah di Madinah, masjid Qiblatain masjid dimana turun perintah Allah swt agar merubah qiblat dari Baitul Maqdis (Palestina) ke Baitul Haram (Makkah), dll. Belakangan ada juga Thaif, kota berhawa sejuk sekitar 65 kilometer dari kota Makkah dimana Rasulullah berdakwah mengajak kepada Islam tapi Rasulullah malah dilempari batu. ( baca: https://vienmuhadi.com/2023/01/09/mengenang-thaif/ ).

Di luar tempat-tempat tersebut di atas yang harus ditempuh dengan kendaraan, ada beberapa tempat bersejarah yang dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki. Diantaranya yaitu masjid Awan Al-Ghomamah. Masjid yang dibangun pada masa khalifah Ustman bin Affan ini hanya berjarak beberapa puluh meter dari Masjid Nabawi. Masjid ini berada di depan bangunan hotel-hotel baru yang dibangun belakangan. Di tempat yang di masa Rasulullah hanya berupa tanah lapang ini Rasulullah pernah memimpin kaum Muslimin melakukan shalat Istisqa, yaitu shalat memohon hujan. Setelah shalat yang sangat lama, Allah swt kemudian berkenan mengirimkan awan (ghomamah) lalu hujan lebatpun turun. 

Tak jauh dari masjid Al-Ghomamah berdiri pula masjid Abu Bakar as Siddiq yang tadinya merupakan rumah sahabat terdekat nabi ini. Di sekitar tempat tersebut sebenarnya terdapat pula masjid Ali bin Abi Thalib dan masjid Umar bin Khattab yang pada awalnya juga adalah rumah tempat tinggal mereka. Sayangnya keduanya tidak dapat dilihat karena tertutup oleh suatu pembatas. Masjid Ali bin Abi Thalib masih terlihat atap dan menaranya sedangkan masjid Umar bin Khattab sama sekali tidak terlihat. Kabarnya ke dua masjid bersejarah tersebut akan dirobohkan guna perluasan Masjid Nabawi yang masuk dalam program Saudi Vision 2030. Beruntung kami masih berkesempatan mengunjunginya  meski hanya dari luar. Karena selama ini tampaknya terlupakan oleh sebagian besar travel haji dan umrah yang ada. Museum Sirah Muhammad The Messenger of Allah Exhibition yang terletak di salah satu sisi masjid Nabawi adalah bagian dari mega proyek tersebut. Museum ini diresmikan pada Februari 2021.

Sementara di Mekah bangunan peninggalan bersejarah hanya tersisa sedikit sekali.  Berdasarkan estimasi Gulf Institute 95 persen bangunan yang rata-rata berumur 1,000 tahun tersebut telah dihancurkan dalam 20 tahun terakhir. Diantaranya adalah rumah dimana Rasulullah dilahirkan yang kini menjadi perpustakaan, rumah Khadijah ra di posisi toilet umum sekarang berada dan rumah Abu Bakar Siddiq yang skemudian dijadikan masjid hingga kini namun posisinya telah berada di suatu lantai hotel mewah di samping masjidil Haram.  

https://nu.or.id/internasional/95-persen-situs-berusia-1000-tahun-telah-dihancurkan-LKpZm

Sedangkan masjid Jin yang terletak tidak jauh dari pemakaman umum Ma’la adalah termasuk yang luput dari penggusuran. Masjid ini dinamakan masjid Jin karena ketika Rasulullah membacakan surat Al-Jin di tempat tersebut, para jin berdatangan lalu mengimani Allah dan kerasulan Muhammad SAW.

Akhir kata semoga dengan adanya mega proyek Saudi Vision 2030 yang tinggal beberapa tahun ini, denyut dan gemerlap cahaya Mekkah dan Madinah berkat tamu-tamunya yang datang untuk beribadah demi mengagungkannya akan terus bertambah. Bukan malah sebaliknya seperti NewYork dengan segala macam pusat hiburan dan wisatanya, yang berpotensi mengurangi kwalitas ibadah para tamu-tamu-Nya,  naudzu’billah min dzalik …..

Meski sebenarnya umrah dan haji tidak harus melulu ibadah namun juga memerlukan istirahat, makan bahkan juga bisa jadi belanja ( atau juga berjualan) baik untuk keperluan diri sendiri maupun oleh-oleh yang tak dapat dipungkiri memiliki nilai keindahan tersendiri. Dalam kesempatan ini pula kita bisa menemukan berbagai barang khas buatan negara lain yang dibawa oleh para jamaah berbagai negara, seperti boneka kayu khas Rusa dll. Di sini pula kita melihat dan mengenal wajah, bahasa dan kebiasaan saudara-saudara kita sesama Muslim dari belahan dunia lain. Masya Allah ….

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.( Terjemah QS. Al-Hujurat(49):13)

Namun demikian kegiatan tersebut diisi untuk sambil menunggu waktu shalat bukan sebailknya seperti yang biasa dilakukan banyak orang ketika sedang tidak berumrah/haji. Itu sebabnya restoran dan toko di Mekkah dan Madinah segera tutup begitu adzan berkumandang … Allahu Akbar ….

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku“.( Terjemah QS. Adz-Dzariyat(51):56).

Mega proyek Saudi Vision 2030 yang merupakan ide putra mahkota Mohammad bin Salman demi memodernisasi negaranya tak dapat disangkal memang mengundang pro dan kontra,  bukan saja oleh rakyatnya tapi juga umat Islam di seluruh dunia. Maklum sejatinya Mekkah dan Madinah adalah milik umat Islam bukan milik bangsa Arab semata.

Wallahu ‘alam bi shawwab.

Jakarta, 6 Februari 2023.

Vien AM.     

Read Full Post »

Piala Dunia yang merupakan ajang sepakbola paling bergengsi di dunia, tahun 2022 ini diselenggarakan di Qatar. Ini adalah kali pertama Piala Dunia diselenggarakan di negara kecil, di Timur Tengah pula. Qatar resmi dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara kejuaraan sepak bola 4 tahunan ini pada tahun 2010, mengalahkan empat negara pesaingnya. Yaitu Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Australia. Kemenangan tersebut berdasarkan suara terbanyak dalam pemungutan suara dari 22 anggota eksekutif Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).

Menjadi tuan rumah Piala Dunia memang selalu diperebutkan banyak negara. Salah satu alasannya adalah untuk menarik wisatawan manca negara berdatangan yang sudah pasti akan meningkatkan pendapatan dan ekonomi sang negara penyelenggara. Sebaliknya untuk menjadi penyelenggara FIFA mengajukan kriteria yang tidak sedikit. Diantaranya adalah kekayaan negara. Qatar adalah negara yang kaya raya. Total PDB Qatar mencapai USD146,4 miliar (2020). Pemerintah Qatar membuktikan keseriusannya dengan melakukan renovasi pada 8 stadion yang mereka miliki, menjadikannya negara yang menggelontorkan dana terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp 3,13 kuadriliun.

Qatar seperti juga negara Timur Tengah lainnya adalah negara Islam yang sangat menjunjung tinggi ajaran dan kultur Islam. Qatar menyadari Islamophobia akut yang tengah melanda dunia saat ini. Ini tampaknya yang menjadi salah satu alasan mengapa Qatar mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia. Qatar ingin  memperlihatkan kepada dunia wajah sejati Islam, Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Islam yang merupakan rahmat bagi seluruh alam semesta.

Untuk itu Qatar tampil percaya diri menunjukkan jati dirinya sebagai negara Islam yang menjadi tuan rumah pesta sepak bola terbesar dunia ini. Dikeluarkannyalah berbagai peraturan Islami yang tidak pernah terjadi pada acara Piala Dunia sebelum ini. Diantaranya yaitu larangan menginap dalam  1 kamar bagi pasangan bukan suami istri. Tak heran kemudian beberapa pemain bola top dunia akhirnya memutuskan untuk segera menikahi pasangan mereka yang telah bertahun-tahun mereka lakoni. Yang bahkan ada  yang sudah dikarunia 2 anak.

https://bola.okezone.com/read/2022/07/04/51/2623032/larangan-seks-bebas-di-piala-dunia-2022-qatar-bikin-3-pesepakbola-top-dunia-ini-menikah-cristiano-ronaldo-dan-georgina-rodriguez-menyusul

Agar para tamu memahami peraturan-peraturan tersebut panitiapun menyelenggarakan bermacam pameran  tentang Islam. Pameran-pameran tersebut dapat diakses dalam banyak bahasa. Hal yang sama dengan sejumlah kamar hotel di Doha yang dilengkapi barcode khusus tentang dunia Islam dalam berbagai bahasa.

Selain itu panitia menyiapkan tempat sholat lengkap dengan tempat wudhunya, mikrofon untuk adzan dengan muadzinnya yang sengaja dipilih yang memiliki suara merdu di semua stadion dimana pertandingan bola diselenggarakan. Panitia juga tidak lupa menempatkan berbagai hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam di setiap sudut stadion dan kota penyelenggara kejuaraan. Diantaranya yang artinya sebagai berikut,

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Qatar tak tanggung-tanggung. Ia memulai acara pembukaan yang berlangsung di Stadion Al Bayt, Doha, Ahad, 20 November 2022, dengan memunculkan ayat 13 surat Al Hujurat yang artinya sebagai berikut :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal”.

Ayat tersebut dibacakan oleh Ghanim Muftah dengan suara yang jernih bergema syahdu. Ghanim Muftah adalah seorang penyandang disabilitas asal Qatar yang dikenal sebagai seorang pengusaha muda dengan segudang aktifitas kemanusiaan, sekaligus juga seorang penghafal Al-Quran ( hafiz).Al-Muftah membacakan ayat tersebut sebagai atas respons kepada Morgan Freeman, aktor legendaris Hollywood, yang mempertanyakan perihal banyaknya tamu dari berbagai negara dengan bermacam bahasa dan budaya pada acara akbar tersebut.

Dialog menarik tersebut ditampilkan dengan latar belakang film digital gurun pasir dimana La’eeb, sang maskot Piala Dunia 2022  melayang-layang diatasnya. La’eeb yang berwujud kepala manusia dengan penutup khas Timur Tengah ini menggambarkan pemain dengan kemampuan super. Sementara itu para penonton yang hadir dikejutkan dengan bingkisan berisi bermacam hadiah, baik yang diberikan ketika mereka memasuki pintu stadion maupun yang telah disiapkan di semua bangku stadion.  

Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas“.( Terjemah (QS. Al-Syu’ara(26):165-166).

Ayat diatas adalah ayat yang melarang LGBT. Untuk itu panitia melarang LGBT dengan segala symbol dan atributnya. Demikian pula alcohol yang dikenal sering memancing berbagai keributan. Namun karena desakan FIFA akhirnya panitia terpaksa mengalah dengan mengizinkannya di area-area tertentu dan syarat-syarat tertentu. Meski pada kenyataannya banyak tamu yng merasa diuntungkan dengan adanya larangan alcohol tersebut. Terutama kaum wanitanya. Mereka mengaku merasa aman selama jalannya perhelatan akbar tersebut. “Baru kali ini Piala Dunia tidak ada perkelahian dan tidak ada pelecehan seksual“, aku mereka.

Panitia mengalah karena yakin Allah swt pasti akan bertindak sendiri dengan cara-NYa. Dan ini memang terbukti. Negara-negara besar pendukung LGBT yang selama ini dikenal sering keluar sebagai pemenang Piala Dunia, seperti Jerman, Inggris, Belanda dan Belgia, satu-satu berguguran. Bersama pendukungnya yang getol mempromosikan symbol-simbol prilaku laknat tersebut, mereka  terpaksa hengkang dari Qatar, lebih cepat dari semestinya. 

Sebaliknya tim Maroko yang selama ini tidak pernah diperhitungkan justru masuk 4 besar. Tim Maroko yang dikenal dengan sebutan Singa Atlas ini berhasil menyingkirkan kesebelasan Spanyol dan Portugal yang dikenal kuat itu pada babak-babak sebelumnya.   

Menariknya, sebelum memasuki babak penetuan tersebut pelatih Walid Regragui bersama Federasi Sepak Bola Maroko sepakat mengambil langkah yang di luar kebiasaan. Yaitu dengan meminta para pemain mengundang orang tua atau orang tercinta pilihan mereka untuk menyaksikan pertandingan yang akan mereka lakukan. Kehangatan keluarga inilah tampaknya yang menjadi kunci semangat dan kemenangan tim Maroko. Kemenangan yang mewakili Afrika, dunia Arab serta dunia Islam yang selama ini kurang diperhitungkan lawan.

Banyak hal menarik dari kemenangan tim underdog ini. Yang pertama yaitu tadi, dukungan keluarga yang sudah pasti akan mendoakan kemenangan tim mereka, terutama doa ibu yang bagi kaum Muslimin sudah diketahui kemakbulannya. Yang kedua, pendukung yang terus mendoakan dan banyak berzikir pada Allah swt. Yang ketiga, rasa syukur yang dipanjatkan seluruh pemain, diperlihatkan melalui sujud beramai-ramai. Dan keempat, yang paling menyentuh, yaitu kekompakan seluruh pendukung yang menyambut kemenangan tim Maroko dengan bernyanyi, bukan lagu untuk Sang Pemenang, melainkan untuk  Palestina!

Bersama mereka menyanyikan lagu perjuangan pembebasan Palestina, dengan lirik diantaranya sebagai berikut :

Maafkan bangsa Arab yang masih terlelap dalam mimpinya

Takkan kami biarkan kau sendirian, Gaza

Walau jarak memisahkan

Umat kita sudah muak oleh korupsi dan penindasan

Dan kerusakan para penguasa

Kemenangan tim Singa Atlas Maroko tentu bukan sekedar kebetulan meski baru kali ini masuk babak semi final.  Capaian terbaik sebelumnya adalah masuk babak 16 besar, 36 tahun silam, yaitu pada tahun 1986. Maroko kini memiliki sejumlah pemain dari generasi emas mereka. Mereka ini banyak yang sering tampil di sejumlah klub liga top Eropa. Sebanyak 14 dari mereka sejak kecil hidup bahkan lahir bukan di Maroko. Melainkan di Kanada, Perancis, Spanyol, Italia, Belgia dan Belanda. Maroko dibawah pelatih barunya yang juga bukan kelahiran Maroko ini, tampaknya berhasil mengundang dan menyatukan para pemainnya yang selama ini berdiaspora untuk kembali ke negara mereka demi membela dan mengharumkan tanah leluhur mereka.

Hampir tidak ada rumah tangga di Maroko yang tak memiliki seorang keluarga atau lebih di kalangan diaspora luar negeri,” ujar Mohamed Ben Moussa, profesor ilmu komunikasi di Universitas Sharjah, Uni Emirat Arab.

Harap dimaklumi Maroko adalah negara jajahan Perancis sejak 1912 hingga perang kemerdekaan pada 1956. Namun sebelumnya yaitu pada tahun 1800an ( abad 17)  Perancis bersama negara-negara Eropa lain seperti Inggris, Belanda, Spanyol, Portugal, Belgia, Italia, Jerman telah memulai invasinya secara besar-besaran di wilayah Afrika. Termasuk Maroko, Aljazair, Tunisia, Mesir, Libia yang mayoritas Muslim.

Disana mereka menyebarkan budaya Eropa dan agama Kristen sebagai kewajiban “ras yang lebih beradab” untuk mendidik “ras-ras inferior”. Begitu dalih mereka. Tak heran bila kemudian terjadilah perlawanan sengit yang menelan korban tak terhitung banyaknya. Inilah yang menyebabkan diasporanya penduduk Afrika ke Eropa.   

Semoga pesta bola kali ini tidak hanya mampu merealisasikan mimpi Sang Singa Atlas menjadi juara. Namun juga mampu mengembalikan jati diri mereka yang mungkin sempat terserabut dari akarnya. Semoga juga cita-cita luhur Qatar untuk melawan Islamophobia akut yang melanda dunia saat ini dapat membuahkan hasilnya. Semoga dengan banyaknya orang yang memeluk Islam di acara akbar ini mampu membuat Muslim negara kita tercinta Indonesia yang murtad untuk berpikir ulang. Untuk diketahui, Indonesia yang pada era 1980an penduduknya 90 % Muslim saat ini tinggal 71 % !!! 

Semoga para kaum lgbt dan simpatisannya segera menyadari prilakunya yang menyimpang itu tidak hanya saja merugikan diri sendiri tapi juga orang banyak. Selain dikutuk semua agama, bukan hanya Islam. Bahkan Rusia yang selama beberapa dekade dikenal sebagai negara komunis, telah menandatangani UU anti-LGBT pada Senin (5/12/2022), sekitar sepekan setelah parlemen Rusia meloloskan RUU anti-LGBT. Presiden Vladimir Putin dalam pidatonyanya menyatakan bahwa lgbt adalah politik Amerika dan tidak sesuai dengan tradisi nenek moyang mereka. Di bawah UU baru tersebut, Rusia melarang semua bentuk propaganda LGBT, mulai dari tindakan hingga kampanye di publik, internet, film, buku, atau iklan. Warga yang melanggar bisa didenda hingga setara Rp100 juta.

https://www.inilah.com/putin-sahkan-uu-anti-lgbt-pelanggar-bisa-didenda-rp100-juta

Akhir kata semoga para elit politik Indonesia mampu mengikuti jejak Rusia apalagi MUI juga telah mengeluarkan fatwa tegas terhadap pengikut dan pembela hawa nafsu syeitan terkutuk tersebut.

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (manusia) dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Terjemah QS. Al A’raf(7): 16-17).

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”    (Terjemah QS. Muhammad(47):7).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Desember 2022.

Vien AM.

Read Full Post »

Bahagiakah anda ??? Pertanyaan yang mudah namun ternyata tidak mudah menjawabnya.

Tiap orang berbeda dalam mempersepsikan rasa bahagia yang dialaminya. Sebagian orang menjadikan tolok ukur kebahagiaan dengan apa yang terlihat secara kasat mata/materi, seperti harta yang melimpah, karir yang melejit, ketenaran nama, anak yang pintar, dan yang semacamnya. Sebagian lain berpendapat bahagia itu sehat dan punya banyak teman.

Sementara ada juga berpendapat bahagia itu letaknya di hati. Yaitu hati yang tenang, senang dan damai, bisa menolong dan berbagi dengan orang lain. Dan ada juga sebagian orang yang memaknai bahagia  itu dengan membandingkan antara bayaknya kejadian yang menyenangkan dengan kejadian yang menyedihkan. Ada juga yang ketika cita-cita atau tujuan hidup sudah tercapai, itulah bahagia.

Yang pasti semua orang dapat dipastikan ingin hidupnya bahagia. Dengan kata lain kebahagiaan adalah tujuan utama manusia. Untuk itu manusia berusaha keras agar tujuan tersebut bisa tercapai.

Beberapa tahun belakangan ini bermunculan berbagai lembaga survey tentang kebahagiaan yang dicapai tiap negara. Ide tersebut pertama kali digagas pada tahun 1972 oleh Raja Bhutan ke 4, yang memasukan kebahagiaan rakyat atau Gross National Happiness (GNH) sebagai target pencapaian pemerintah. Ia berpendapat bahwa pembangunan suatu negara sebaiknya tidak hanya fokus kepada pencapaian produk domestik bruto ( PDB/GDP) semata.

Selanjutnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi berjudul “Kebahagiaan, Menuju pendekatan holistik untuk pembangunan yang menyatakan bahwa “mengejar kebahagiaan adalah tujuan dasar manusia”, dan, “Mengakui bahwa indikator produk domestik bruto secara alami tidak dirancang untuk dan tidak cukup mencerminkan kebahagiaan dan kesejahteraan orang-orang di suatu Negara”.

Selama ini memang PDB yang bertujuan menghitung pendapatan nasional dijadikan standard kebahagiaan. Namun pada kenyataannya tidak sedikit ditemukan kasus paradox bahwa negara dengan PDB tinggi masyarakatnya tidak bahagia.

Selain itu ditemukan bahwa kebahagiaan penduduk pedesaan lebih tinggi dibanding kebahagiaan penduduk perkotaan. Namun minat penduduk desa untuk pindah ke kota tetap tinggi karena harapan akan kesempatan kerja dan upah yang lebih tinggi. Meski pada akhirnya ada titik di mana peningkatan pendapatan tidak mampu lagi meningkatkan kesejahteraan. Studi pengukuran tingkat kebahagiaan berbagai negara menemukan kebahagiaan bervariasi tergantung kondisi sosial ekonomi saat itu.

Happiness Research Institute, sebuah survei yang bertugas menilai tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup masyarakat suatu negara, pada 2021 menetapkan Finlandia, Denmark, Swiss dan Islandia di urutan 1 sd 4 dari 156 negara yang diteliti. Indonesia berada di urutan ke 82. Sedangkan jajak pendapat yang dilakukan oleh perusahaan riset pasar yang berbasis di Prancis, Ipsos, dengan mengukur tingkat kebahagiaan di 27 negara di seluruh dunia, pada tahun 2020 lalu menetapkan bahwa Arab Saudi menempati peringkat negara paling bahagia ketiga, setelah China dan Belanda.

Seorang tenaga ahli Indonesia di Jeddah, Saudi Arabia, menceritakan bahwa ada 2 hal yang membuatnya terheran-heran atas sikap rekan-rekan kerjanya yang asli Arab, yang sering dikatakan orang malas dll.

Yang pertama, begitu azan berkumandang mereka akan segera meninggalkan kantor untuk shalat. Tidak peduli sedang meeting ataupun pekerjaan penting lainnya.  Yang kedua, mereka sangat patuh pada ibu mereka. Mereka akan segera pulang begitu mendengar kabar ibu mereka sakit atau ada keperluan penting. Dua hal yang memang diajarkan Islam agar menjadi orang yang takwa.

Mereka terlihat begitu percaya diri, seolah tidak memerlukan pekerjaan dan tidak takut di pecat. Dan hal tersebut ternyata dilakukan mayoritas penduduk Arab Saudi. Toko-toko tutup begitu adzan terdengar. Ayat berikut tampaknya yang membuat mereka seperti itu,

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya”.  ( Terjemah QS. At-Tholaq (65):2-3).

Dapat kita saksikan betapa kayanya Arab Saudi yang hingga hari ini masih mampu bertahan menggunakan syariat Islam dalam sistim pemerintahannya. Bagaimana mewah dan megahnya Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah yang setiap saat selalu ramai didatangi jamaah dari seluruh penjuru dunia. Tanah mereka yang kering dan tandus atas izin-Nya ternyata menyimpan kekayaan minyak bumi yang berlimpah mampu membuatnya rakyatnya bahagia.

Sementara Indeks Kebahagiaan yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019 menyatakan Yogyakarta berada di peringkat delapan sebagai provinsi paling bahagia se-Indonesia. Padahal pada saat yang sama BPS menyatakan bahwa Yogyakarta berada di urutan 12 angka kemiskinan tertinggi se Indonesia, termiskin di Pulau Jawa. Ini disebabkan propinsi tersebut sejak lama menjadikan upah rendah sebagai daya tarik investasi. Dan ini diterima warganya dengan lapang dada.

“Nrima ing pandum” yang artinya menerima segala pemberian memang adalah falsafah Jawa yang sejak lama dianut masyarakat Jawa. Falsafah ini mengajarkan bahwa setiap manusia sebaiknya bisa ikhlas atas apa yang diterima dalam kehidupan atau legowo dalam menghadapi setiap lika-liku kehidupan.

Pertanyaan menggelitik, bagaimana definisi bahagia dalam Islam? Samakah dengan standar umum manusia di dunia ini??

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram ( sakinah) kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih (mawaddah)  dan sayang (rahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”  (Terjemah QS. Ar-Rum(30):21).

Islam mengajarkan awal kebahagiaan hidup adalah menikah, sesuai syariah, karena Allah swt. Maka Ialah nanti yang akan mendatangkan rasa tentram/damai (sakinah), kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah).

Rasa tentram dan damai akan datang ketika ada perasaan aman dari segala gangguan, baik fisik maupun mental. Apalagi bila tercukupi pangan, sandang dan papan yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Sedangkan rasa kasih dan sayang akan muncul diawali dengan adanya rasa saling memiliki, saling memberi dan saling memahami diantara keduanya.

Namun kebahagiaan tertinggi yang seharusnya dimiliki manusia adalah adanya rasa syukur sebagai manusia yang diciptakan Allah swt, dengan segala keunikannya. Yang menyadari bahwa dirinya adalah mahluk yang sangat istimewa. Perumpamaannya adalah sebuah jam tangan Swiss edisi khusus yang diciptakan penciptanya khusus bagi dirinya semata, yang tidak memiliki persamaan sedikitpun dengan jam tangan milik orang lain.

Harus diakui manusia adalah memang mahluk istimewa. Tak satupun manusia dari zaman nabi Adam as hingga akhir zaman nanti yang memiliki sidik jari yang sama. Manusia diciptakan atas dasar kasih sayang yang sangat besar dari Tuhannya, Allah Azza wa Jala. Maka sebagai manusia yang tahu diri harusnya ia akan rela menjalankan perintah dan larangan-Nya, yang dengan demikian Sang Pencipta kelak akan memasukannya ke surga-Nya. Orang yang demikian tidak akan takut menghadapi hidupnya betapapun sulitnya hidup.

“Yang namanya kaya bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ (kaya) adalah hati yang selalu merasa cukup” (HR. Bukhari dan Muslim).

Islam tidak melarang umatnya menjadi kaya. Sebaliknya selama harta dipergunakan untuk kebaikan, untuk menolong orang yang kesulitan, berinfak dan berjihad di jalan Allah, untuk menjaga silaturahim dll, ini lebih utama.  Ustman bin Affan ra dan Abdurahman bin Auf ra adalah 2 contoh tokoh Muslim takwa dan kaya raya yang hartanya bermanfaat bagi manusia hingga hari ini.

“Tidak apa-apa dengan kaya bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan bahagia itu bagian dari kenikmatan.” (HR. Ibnu Majah no. 2141 dan Ahmad 4/69.

Hebatnya lagi, kebahagiaan dalam Islam bukan milik perorangan tapi juga tanggung jawab pemimpin/penguasa. Itu sebabnya zakat yang bertujuan agar harta tidak hanya beredar di antara kelompok tertentu, penguasalah yang harus mengambilnya. Penguasa juga diberi tanggung-jawab mengatur agar riba yang merupakan dosa besar dan merugikan rakyat kecil untuk dicegah.  

Demikian pula pengadaan lembaga pendidikan dan pesantren, rumah sakit, penyelenggaraan shalat Jumat yang sekaligus sebagai ajang silaturahim mingguan, pengadaan pemakaman Islam dll. Ini yang terjadi pada ke-khalifahan dan kesultanan Islam pada masa keemasannya berabad-abad silam yang terkenal dengan Baitul Maalnya yang berfungsi semacam lembaga keuangan negara.

Syukur Alhmdulillah Uni Emirat Arab (UEA) baru-baru ini membawa kabar gembira. Yaitu bahwa hanya dengan menunjukkan kartu penduduk negara bersangkutan, mereka akan mendapatkan berbagai fasilitas seperti tanah/rumah, pendidikan, kesehatan, bahkan upacara pernikahan dan pemakaman. Dan itu semua gratiiis !!!

Namun apabila warga negara tersebut menikah dengan warga negara lain semua fasilitas istimewa tersebut tidak berlaku. Harap maklum, pendatang asing di UEA jauh lebih banyak dibanding penduduk asli. Di Dubai yang merupakan kota terpadat dan termodern di negara tersebut pendatang asing mencapai 85% dari total penduduk.

Dubai kaya berkat kekayaan minyak bumi yang melimpah. Namun sejak tahun 2000, sektor property, industry penerbangan, pelabuhan serta parawisata menjadi penyumbang pendapatan terbesar negara. Produksi minyak bumi tercata hanya 7 persen dari total pendapatan negara

Gedung-gedung megahnya seperti, Burj Khalifa yang merupakan salah satu bangunan tertinggi di dunia,  Burj Al-Arab hotel super mewah termahal di dunia,  Museum of the Future yang sangat futuristic serta Jumeirah Village sebuah kompleks kepulauan mewah berbentuk  kelapa yang dibangun di atas laut yang dikeruk berhasil memancing turis mancanegara untk berdatangan ke negara tersebut.

Namun yang lebih menarik lagi adalah adanya monument berbentuk kepalan dengan 3 jari terangkat yaitu ibu jari, telunjuk serta jari tengah. Monumen yang terletak di depan museum of the Future ini melambangkan bahwa UEA sangat menghargai agamanya yaitu Islam. Monumen ini menunjukkan hadist Rasulullah tentang makan dengan 3 jari.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Sunnahnya adalah makan dengan tiga jari, sekalipun lebih dari tiga jari dibolehkan”. (Fathul Bari).

Pemerintahan UEA memang kurang berhasil mempertahankan kota-kota besarnya dari serangan kultur Barat. Tapi Sarjah yang merupakan kota ke 3 terbesar UEA berhasil mempertahankannya, yaitu dengan larangan alohol, hari libur tetap Jumat dan Sabtu, tidak seperti kebijakan pemerintah baru-baru ini bahw Sabtu dan Minggu adalah hari libur resmi.

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. … “ (Terjemah QS. Az-Zumar (39):23).

Jadi bahagia dalam kamus Islam adalah orang yang mampu mengenal Tuhannya hingga rela menjalankan perintah dan larangan-Nya, termasuk di dalamnya membaca ayat-ayat suci Al-Quran dan juga menjaga silaturahim dengan saudaranya.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya.” (HR. Bukhari no. 6951 dan Muslim no. 2580).

Sedangkan sehat, makmur, tenang bersama  keluarga yang harmonis, dalam lingkungan yang aman dan nyaman, adalah sempurnanya kebahagiaan yang sifatnya duniawi.  

Itulah dasyatnya Islam, Buthan sebagai negara pertama di dunia memelopori berdirinya negara yang rakyatnya bahagia pada tahun 1972, Islam telah melakukannya sejak datangnya Islam 15 abad lalu!  

Semoga tidak lama lagi negara-negara mayoritas berpenduduk Islam termasuk negara kita tercinta Indonesia, mampu bangun dari tidur panjang mereka demi terbentuknya negara dengan rakyat yang bahagia sesuai syariat Islam.  Yaitu diawali dengan kesadaran rakyat dalam  memilih pemimpin yang takwa yang benar-benar memahami syariat Islam dan mengamalkanya secara kaffah, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 21 November 2022.

Vien AM.

Read Full Post »

Al-Quran Sebagai Cahaya.

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Secara Bahasa Al-Qur’an memiliki arti bacaan. Sedangkan secara istilah, Al-Quran memiliki arti firman Allah SWT yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an bagi umat Islam adalah kitab suci yang bukan hanya wajib dibaca, tetapi juga dipelajari, diterapkan, diamalkan, dan dijadikan petunjuk bagi kehidupan manusia.

Al-Quran mempunyai beberapa nama lain. Diantaranya yaitu Al-Furqan yang artinya pembeda, At-Tanzil yang  artinya  diturunkan langsung dari Allah,  Az-Zikri yang artinya pemberi peringatan, Al-Huda yang artinya petunjuk, As-Syifa artinya penyembuh, An-Nuur artinya cahaya dan lain sebagianya.

Al-Quran sebagai cahaya atau An-Nuur. Kita semua pasti tahu betapa pentingnya cahaya bagi kehidupan. Tanpa cahaya meski kita memiliki mata, kita tidak akan dapat melihat apapun. Dalam ilmu kesehatan kita diajarkan bahwa  tubuh kita memerlukan sinar matahari  diantaranya agar tulang kita kuat. Tumbuh2an perlu sinar matahari untuk proses fotosintesis. Demikian pula dalam dunia fotografi, tanpa cahaya keindahan suatu objek foto akan berkurang.

Tak dapat dipungkiri kita amat sangat tergantung pada cahaya. Siang hari Allah swt anugerahkn kita matahari. Bagaimana dengan malam hari. Bersyukur Allah kirimkan Thomas Alva Edison sang penemu lampu hingga dng demikian kita tetap bisa beraktivitas pada malam hari.

Meski sebenarnya ada hikmah besar dibalik gelapnya malam hari. Yaitu selain untuk istirahat juga agar kita memiliki waktu untuk merenungi luasnya langit nan indah dimana milyaran bintang-bintang bertaburan. Malam hari nan pekat gelap gulita dimana benda-benda langit dapat terlihat jelas. Mengingatkan bahwa ada kehidupan lain selain di dunia yang fana ini.

Allah swt berfirman dalam ayat 191 surat Ali Imran sebagai berikut :

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.

Tidak sedikit ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa Al-Quran adalah cahaya, diantaranya adalah :

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mu`jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an)”. ( Terjemah QS. An-Nisa (4):174).

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”. ( Terjemah QS.Ibrahim (14):1)

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (Terjemah QS. Asy-Syuraa (42):52).

Demikian pula hadist yang menyiratkan bahwa Al-Quran adalah cahaya. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Sesungguhnya, rumah yang dibacakan di dalamnya Alquran, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi” (HR Ahmad).

Masya Allah … kita penduduk bumi yang senantiasa terkagum-kagum akan indahnya bintang-bintang di langit. Ternyata malaikat sebagai penduduk langit bisa memandang kita penduduk bumi sebagaimana kita bintang-bintang di langit … Allahu Akbar …

Dengan kata lain Al-Quran akan menjadi cahaya ketika kita baca. Apalagi bila dibaca dengan tartil, dengan tajwij yang benar maka akan sempurnalah cahaya tersebut.

Ibn Mas’ud ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka mendapat Hasanat/ kebaikan dan tiap Hasanat mempunyai pahala berlipat sepuluh kali. Saya tidak berkata: Alif lam mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”.(HR. Attirmidzy).

Rasulullah bersabda, “Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari Muslim).

Pada tahun 2003, Masaru Emoto seorang seorang peneliti dari Jepang, melalui penelitiannya mengungkapkan bahwa susunan partikel molekul air bisa berubah ketika dibacakan kata-kata ke dalamnya. Bila yang disebutkan kata-kata yang baik partikel air tersebut membentuk kristal yang indah. Sebaliknya bila kata-kata buruk yang terbentuk adalah susunan kristal air yang juga buruk .

Apabila kata-kata baik saja mampu membentuk susunan molekul yang indah apalagi bacaan Al-Quranul Karim !

Sementara dalam penelitian lain diketahui, hanya dengan mendengarkan lantunan ayat suci Quran, ternyata mampu menimbulkan efek terapeutik sekalipun pada orang yang tak mengerti isi ataupun arti dari ayat-ayat Quran yang didengarnya.

Seorang dokter spesialis kanker dari rumah sakit Beirut, Lebanon, menyatakan bahwa bacaan ayat suci Al-Quran mampu meningkatkan aktivitas sel-sel sehat dan membangkitkan sistem imun yang melemah agar dapat bertempur melawan sel-sel tumor atau kanker yang paling berbahaya sekalipun. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

Dan kami turunkan Alquran sebagai penawar ( as-syifa)  dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Terjemah QS. Al-Isra (17): 82).

Al-Quran adalah As-Syifa yang artinya penawar atau penyembuh penyakit. Sungguh dasyat energy yang dikeluarkan orang yang membaca Al-Quran sekalipun yang bersangkutan tidak memahaminya. Ia mampu mengeluarkan yang membacanya dari segala macam kegelapan seperti penyakit, menuju cahaya yang terang, yaitu kesembuhan.

Pada ayat 35 surat An-Nuur (24) Allah berfirman,

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Nuur ala nuur, cahaya di atas cahaya. Tidak seperti sinar matahari ataupun sinar lampu yang dapat terhalang oleh sesuatu, seperti awan, gunung, bangunan, topi dll, cahaya Al-Quran tidak mungkin dihalangi dan terhalangi oleh apapun. Cahaya Al-Quran tidak hanya mampu menembus batu hitam yang berada di dasar lautan nan gelap gulita tapi juga hati manusia. Dengan Al-Quran hati siapapun yang membacanya secara berulang-ulang akan menjadi tenang. Ayat 23 surat Az-Zumar menyiratkan hal tersebut.  

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya”. ( Terjemah QS. Az-Zumar (39):23).

Dengan cahaya inilah kita dapat dapat berjalan kemanapun/ kapanpun, dengan tenang tanpa khawatir tersesat. Di bawah cahaya Al-Quran inilah kita dapat membedakan mana yang baik/haqq dan mana yang buruk/bathil. Itu sebabnya Al-Quran juga disebut dengan Al-Furqon yang artinya adalah Pembeda.  

Dalam kehidupan sehari-hari, ketika makan siang sering kali saya tidak menyalakan lampu karena saya pikir sudah cukup terang. Namun rupanya putri kami tidak menyukainya. Sambil menyalakan lampu ia berkata ”Bukannya enak gini bu,  teraaang”. Spontan sambil tersenyum saya mencadainya, “ Naah persis nih Al-Quran sebagai cahaya … jadi kelihatan jelas semuaa … bayam beda dengan kangkung, buncis g sama dengan kacang, wortel orange, tomat merah”.      

Bicara mengenai cahaya, Rasulullah pernah bersabda bahwa umatnya nanti akan datang dalam keadaan bercahaya pada dahi, kedua tangan dan kaki karena bekas wudhu mereka.

Di akhirat nanti, cahaya tersebut akan menerangi kubur orang Mukmin, menolong perjalanannya menyeberangi jembatan Shiratal Mustaqin serta membelanya pada pengadilan hari akhir nanti. Cahaya ini akan sangat kita butuhkan karena pada hari Kiamat nanti,  matahari yang selama ini menjadi sumber cahaya bumi akan hilang. Pada hari itu bumi menjadi rata dan gelap gulita.

Jadi sungguh benar, cahaya adalah sesuatu yang mutlak kita butuhkan, baik ketika kita masih di dunia apalagi di akhirat nanti. Namun demikian hanya membaca Al-Quran dengan tujuan agar kita mendapatkan cahaya-Nya tidaklah cukup. Kita harus mentadaburi agar kita benar-benar faham apa yang dikehendaki-Nya, agar menjadi petunjuk atau Al-Huda … kemudian mengamalkannya agar Allah swt meridhoi kita agar kelak bisa masuk ke surga-Nya.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 3 Oktober 2022.

Vien AM.

Read Full Post »

Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama, ahli pikir, ahli filsafat Islam terkemuka yang banyak memberikan sumbangan bagi perkembangan kemajuan manusia. Ia digelari Hujjatul Islam berkat kemampuan daya ingatnya yang luar biasa dan bijak dalam berhujjah/argumentasi.

Al-Ghazali dikenal sebagai ulama yang sangat kuat beribadah, wara’, zuhud dan tidak gemar kepada kemewahan, kepalsuan serta kemegahan. Dan itu semua ia lakukan demi mencari ridha Allah SWT.

Al-Ghazali banyak menulis buku dalam berbagai bidang seperti tasawuf, filsafat dan logika. Diantaranya yang paling menonjol adalah Ihya Ulumuddin yang berarti Kebangkitan Ilmu-Ilmu Agama. Kitab ini membahas tentang kaidah dan prinsip dalam menyucikan jiwa (Tazkiyatun Nafs) yang membahas perihal penyakit hati, pengobatan dan bagaimana cara mengasahnya.

Patut diketahui ulama yang lahir di kota Tus, Khurasan pada 450 H/1059 M ini hidup pada masa kemunduran pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah yang memerintah sejak abad 8 di wilayah bekas kekuasaan Persia tersebut. Pada masa itu penyakit hati dan kemerosotan ahlak sedang menjangkiti banyak umat Islam. Dalam pemerintahanpun terjadi berbagai konflik internal yang berlangsung berkepanjangan  tiada henti.  

Al-Ghazali sendiri mengalami 2 fase kehidupan. Yang pertama adalah fase dimana ia sangat semangat menekuni ilmu hingga akhirnya mencapai puncak kesuksesan dengan diangkatnya sebagai penasehat kerajaan sekaligus pengajar di Perguruan Nizamiyah yang sangat bergengsi. Kehidupannya saat itu diliputi ketenaran dan kekayaan.

Sedangkan fase kedua adalah fase dimana ia mulai jenuh dengan segala kemewahan yang didapatnya. Al-Ghazali mengalami perubahan drastis dalam kehidupannya setelah mempelajari ilmu tasawuf. Ia meninggalkan seluruh kehidupan mewahnya dan mengembara demi mencari ketenangan dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Pada tahap inilah ia banyak menulis kitab termasuk kitab tasawuf Ihya Ulumuddin.

Dalam kitabnya tersebut, Al-Ghazali salah satunya mengutip perkataan Khalil bin Ahmad, seorang ulama ahli Bahasa dan sastra Arab  yang hidup pada abad 7, bahwa manusia terbagi atas 4 golongan berdasarkan tahu dan tidak tahunya seseorang.Yang pertama yaitu, Tahu dan Ia Tahu, 2.  Tahu tapi Ia Tidak Tahu, 3. Tidak Tahu tapi Ia Tahu, 4. Tidak Tahu dan Ia Tidak Tahu.

1.Tahu Ia Tahu.

Rojulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri (Seseorang yang Tahu/berilmu, dan Tahu kalau ia Tahu). Yaitu seorang yang Tahu (berilmu), dan ia Tahu kalau dirinya Tahu (berilmu). Inilah yang disebut Al-‘Alim yang artinya adalah Mengetahui.

Al-‘Alim adalah golongan manusia terbaik. Manusia yang memiliki kemapanan ilmu dan ia tahu persis hal tersebut. Maka ia gunakan ilmunya semaksimal mungkin agar benar-benar bermanfaat tidak hanya bagi dirinya tapi juga orang sekitarnya, bahkan bagi seluruh umat manusia. Manusia jenis ini adalah manusia unggul. Manusia yang sukses dunia dan akhirat.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):190-191)

Pada masa kejayaan Islam orang-orang seperti ini banyak jumlahnya. Salah satunya adalah Ibnu Sina, sang bapak kedokteran modern” yang ilmunya tidak lagi diragukan. Hebatnya ia mengawali ilmunya dengan banyak mempelajari ilmu ke-Islam-an. Bahkan pada usia 10 tahun ia telah menjadi penghafal Al-Qur’an. Pada masa itu ilmu memang belum terbagi-bagi dan terkotak-kotak seperti saat ini. Tak heran pada masa itu tak sedikit ilmuwan yang menguasai berbagai bidang ilmu sekaligus. Baik ilmu pengetahuan umum, sains maupun agama ( Islam).    

Orang seperti ini sudah seharusnya kita ikuti dan teladani. Apalagi bagi golongan awam yang masih butuh banyak ilmu. 

2. Tahu tapi Ia Tidak Tahu.

Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri (Seseorang yang Tahu (berilmu), tapi dia Tidak Tahu kalau dirinya Tahu).

Yang dimaksud dalam golongan ini adalah orang yang berilmu namun sayang ilmunya tidak sampai pada hakekat, yaitu tidak hingga mengenal Tuhan Yang Menciptakannya. Tidak jarang kita menemukan orang jenis ini. Al-Ghazali menyebutnya bagaikan orang yang tertidur.

Untuk itu adalah tugas kita untuk membangunkannya agar ilmunya berguna dunia maupun akhirat sebagaimana manusia golongan pertama. Karena pada dasarnya ilmu itu milik Allah swt dan dari Allah swt. Dengan bekal ilmunya itu seharusnya ia mengenal Sang Pemilik Ilmu.   

3. Tidak tahu tapi Tahu kalau Ia Tidak Tahu.

Rojulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri (Seseorang yang tidak tahu (tidak atau belum berilmu), tapi tahu alias sadar diri bahwa ia tidak tahu).

Ini masih tergolong baik. Sebab meski tidak berilmu tapi menyadari kekurangannya hingga mau  memperbaiki dan berusaha untuk menuntut ilmu agar dapat mengejar ketertinggalannya. Maka dengan demikian tidak tertutup kemungkinan golongan ini naik menjadi golongan manusia tingkat pertama, yaitu Tahu dan Ia Tahu.

4. Tidak Tahu tapi Tidak Tahu kalau Tidak Tahu.

Rojulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri (Seseorang yang Tidak Tahu (tidak berilmu), dan dia Tidak Tahu kalau dirinya Tidak Tahu).

Ini adalah golongan manusia terburuk. Al-Ghazali bahkan menyebutnya manusia dungu. Mereka adalah manusia yang merasa ber-ilmu, merasa tahu dan benar padahal sebenarnya tidak tahu apa-apa. Repotnya manusia seperti ini sulit disadarkan. Orang seperti ini tidak perlu diajak berdebat karena percuma hanya membuang waktu dan tenaga. Cukup kita doakan saja semoga Allah swt memberinya hidayah. Semoga Allah azza wa jala menjauhkan kita dari sifat-sifat buruk tersebut, aamiin yaa robbal ‘alaamiin.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 12 Juli 2022.

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »