Feeds:
Posts
Comments

Dua puluh bulan sudah tentara Israel dibawah kepemimpinan Netanyahu memperlihatkan sifat ke-dajal-annya yang makin terang-terangan. Perlakuan keji terhadap penduduk Gaza seolah hewan ternak yang bisa sewaktu-waktu dibunuh, kota yang porak poranda, pembatasan air bersih, listrik, makanan dan obat-obatan yang membuat kelaparan makin meraja-lela dll, sudah benar-benar diluar nalar manusia normal.

Terakhir ( 29/6) warga Gaza menemukan pil dalam kantong tepung yang diberikan oleh pusat bantuan makanan dari AS-Israel. Dan ternyata pil tersebut adalah pil narkoba yang dapat membuat orang yang memakannya menjadi kesakitan dan ketagihan. Hal tersebut memicu  munculnya kekhawatiran jangan-jangan pil telah ditumbuk dan dicampurkan kedalam tepung. Astaghfirullah …  

https://news.detik.com/berita/d-7987939/usai-tembaki-warga-gaza-kini-israel-diduga-campur-tepung-bantuan-pakai-narkoba

Sebelumnya ratusan warga sipil Gaza yang sedang berkerumun menanti bantuan makanan, tewas dalam waktu 1 bulan di area pusat pembagian makanan AS-Israel. Mereka ditembaki oleh tentara bayaran Israel. Dalam suatu pengakuan, tentara Israel mengklaim mendapat perintah untuk menembaki warga sipil di lokasi distribusi bantuan. Memberi pesan jelas, mati ditembak atau mati kelaparan !!!

Gaza tidak lagi menjadi perhatian siapa pun. Itu telah menjadi tempat dengan hukumnya sendiri. Bahkan pembunuhan tidak lagi memerlukan pernyataan tentang terjadinya insiden itu,” kata seorang tentara Israel yang tidak disebutkan namanya. Inikah yang namanya perang???

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20250627223910-120-1244541/pengakuan-tentara-israel-sengaja-tembaki-warga-gaza-yang-kelaparan

Tak heran bila kini sejumlah Negara sekutu Israelpun mulai berani memberikan stempel Negara teroris kepada Negara Zionis tersebut.  Beberapa Negara Eropa yaitu Irlandia, Spanyol dan Norwegia sudah berani memberikan pengakuan Palestina sebagai Negara. Ke 3 negara tersebut ditambah Slovenia mengecam keputusan Israel melarang Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) beroperasi di Gaza. PM Slovenia dalam pidatonya di Majelis Umum PBB secara tegas meminta Israel menghentikan operasi militer dan mengakhiri pendudukan di wilayah Palestina. Ia juga menekankan bila Uni Eropa tidak segera bertindak tegas ia mengingatkan agar tidak meyalahkannya bila negaranya mencari jalan keluar sendiri.

Saya ingin mengatakan ini dengan lantang dan jelas kepada Pemerintah Israel: Hentikan pertumpahan darah, hentikan penderitaan, pulangkan para sandera, dan hentikan pendudukan,” serunya.

Hal serupa juga dilakukan pemerintah Meksiko. Presiden perempuan berdarah Yahudi yang baru dilantik beberapa waktu lalu  tersebut menyerukan pengakuan Palestina sebagai negara. Sementara Kanada, Prancis, Italia, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris meski belum mengakui secara resmi tapi sedang berupaya ke arah tersebut. Jerman yang biasanya tidak berani mencela Israel karena beban psiokologis pelaku Holocaust dimasa lalu juga sudah mulai gerah terhadap prilaku beringas Israel yang terihat jumawa merasa tak satupun Negara bakal menentangnya.

Padahal Mahkamah Pengadilan Internasional (ICC) telah mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas tuduhan genosida.  Meski nyatanya perintah yang dikeluarkan pada November 2024 hingga detik ini, masih bebas melakukan aksi brutal dan sadisnya.

Demonstrasi menuntut Israel agar segera keluar dari Gaza terjadi di berbagai Negara. Yang terbesar terjadi di Den Haag, Belanda. Demo yang terjadi pada 18 Mei 2025 tersebut diikuti lebih dari 100.000 peserta. Mereka mendesak pemerintah Belanda agar mengambil langkah-langkah yang lebih tegas untuk menghentikan kekejaman Israel di Gaza.

Sementara itu sejumlah aktifis berbagai kewarga-negaraan yang menamakan diri Koalisi Freedom Flotilla, pada 8 Juni 2025, dengan menumpang sebuah kapal nekad berlabuh dari pulau Sisilia di Italia menuju Gaza. Mereka membawa berbagai kebutuhan pokok seperti obat-obatan dll. Namun kemudian militer laut Israel mencegat kapal tersebut, menangkap seluruh penumpang dan mendeportasi mereka ke Negara-negara masing-masing. Hal tersebut dilakukan Israel padahal kapal masih berada di perairan internasional, dan mata seluruh dunia mengawasinya!

Selanjutnya adalah Long March to Gaza, yaitu aksi jalan kaki massal atau konvoi solidaritas yang dilakukan oleh aktivis kemanusiaan dari berbagai negara untuk menunjukkan dukungan terhadap rakyat Palestina. Aksi yang diikuti ribuan orang lebih dari 35 negara ini rencananya akan berkumpul pada 15 Juni di kota Al-Arish Mesir. Selanjutnya para peserta akan berjalan kaki ke perlintasan Rafah yang jaraknya sekitar 50 KM dari Gaza, sambil membawa bendera, poster untuk menyerukan kebebasan bagi masyarakat Palestina. Rafah adalah satu-satunya pintu masuk ke Gaza dari dunia luar.

Namun apa lacur sesampai di Kairo polisi Mesir malah menginterogasi bahkan  menangkap sejumlah peserta dan mendeportasinya. Aksi tersebut dinyatakan illegal. Sepuluh aktifis Indonesia termasuk artis  Zaskia Mecca dan politisi Wanda Hamidah yang bergabung dalam aksi tersebut bercerita bahwa mereka terkurung di hotel Kairo  dibawah pengawasan ketat polisi Mesir hingga akhirnya memutuskan pulang ke tanah air. Sementara sejumlah perserta bule yang kebanyakan non muslim terekam adu mulut  dengan polisi Mesir. Mereka mempertanyakan bagaimana para polisi itu bisa berdiam diri melihat saudara/i mereka sesama Muslim diperlakukan begitu kejam oleh Zionis Isrrael. Sungguh memalukan …   

Namun demikian dunia Islam sebenarnya bukannya diam. Indonesia sejak awal sudah mengutuk pendudukan Israel di tanah Palestina. Demo pro Palestina sering diadakan di berbagai kota besar. Terakhir ( Juni 2025) Indonesia dan Arab Saudi mengeluarkan deklarasi bersama mengutuk genosida yang dilakukan Negara Zionis tersebut. Bahkan imam besar Masjidil Aqsho telah menyerukan jihad, dan ditanggapi positif oleh MUI.     

Selanjutnya sebagai tanggapan atas kegagalan total komunitas internasional untuk menerapkan hukum internasional di Gaza, koalisi akademisi, intelektual, pembela hak asasi manusia serta perwakilan organisasi masyarakat sipil membentuk sebuah pengadilan dengan nama Pengadilan Gaza.

Deklarasi ini dibentuk pada November 2024 di London dan telah mengadakan sidang publik pertamanya pada Mei 2025 di Sarajevo, Bosnia Herzegovina. Sidang terakhir rencananya akan diadakan pada Oktober 2025 di Istanbul untuk menyampaikan draf temuan dan keputusan pengadilan, dengan mengacu pada kesaksian dari para saksi dan pernyataan dari warga Palestina yang terkena dampak krisis.

Deklarasi tersebut menuntut penghentian segera aksi militer Israel dan penarikan pasukan militer, serta penghentian “genosida, pemindahan paksa dan pengusiran, aktivitas permukiman, pengepungan Gaza dan pembatasan pergerakan di Tepi Barat.”

Tampaknya alasan bela diri Israel terhadap serangan 7 Oktober 2023 yang dilakukan Hamas sudah tidak lagi dapat ditrima akal sehat. Serangan brutal dan membabi buta tentara Israel yang menyasar fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, kamp penampungan bahkan rumah pribadi seperti yang dialami direktur RS Indonesia Gaza, telah mengakibatkan korban lebih dari 55 ribu sebagian besar anak. Pencegahan masuknya bantuan makanan dan obat-obatan serta penyerangan dan pembunuhan terhadap tenaga medis menambah daftar kejahatan perang Negara Zionis tersebut.  

Ditambah lagi dengan adanya pengakuan para sandera Israel yang telah dibebaskan Hamas. Pengakuan baik yang diberikan di depan PBB maupun prilaku akrab para sandera terhadap ex penculik yang dinarasikan sebagai teroris oleh Israel itu justru membuktikan siapa sebenarnya yang teroris.

(Bersambung ke https://vienmuhadi.com/2025/07/05/gaza-israel-dan-dajjal-2/ ).

Sering kali orang beranggapan bahwa nikmat tertinggi dalam hidup adalah sehat, apalagi ketika seseorang dalam keadaan sakit, apapun sakitnya, bahkan ketika hanya terserang flue batuk pilek ataupun sakit gigi, apalagi sakit parah yang macamnya makin hari makin beragam.

Akan tetapi dalam keadaan normal dan sehat, orang baru menyadari bahwa rasa aman ternyata lebih tinggi tingkatannya daripada sehat. Lingkungan yang tidak aman membuat orang tidak nyaman meski ia sehat. Sedangkan orang yang sedang sakit ketika datang penjahat atau kebakaran tanpa sadar pasti akan berusaha lari menghindar.

Tak jarang orang yang sehat tiba-tiba menjadi sakit akibat rasa takut yang menderanya. Sebaliknya orang yang sedang sakit tapi hatinya tenang lebih cepat sembuh dari pada yang hatinya tidak tenang dan ketakutan.

Maka tak heran demi mendapatkan rasa aman orang rela membayar mahal satpam, memasang cctv, memelihara anjing dll. Meski ternyata semua itu tidak menjamin yang bersangkutan menjadi tenang dan bebas dari rasa takut dan khawatir. Mengapa demikian?? Banyak penyebabnya, bisa jadi satpam bekerja sama alias kongkalikong dengan si penjahat, cctv rusak atau dirusak, anjing diracun dsbnya. Tak sedikit cerita bahwa makin canggih penjagaan makin tinggi pula derajat ketakutan seseorang. Ada apakah gerangan???

Mari kita tengok Gaza. Wilayah kantong di Palestina ini adalah contoh ekstrim situasi super mencekam dan sangat mengerikan di abad ini. Betapa tidak, selama hampir 2 tahun terakhir ini setiap hari siang malam mereka dihujani bom.  Tapi takutkah mereka?? Mengapa mereka bisa memilih tetap bertahan di tanah yang sarat reruntuhan puing bangunan dimana makanan dan air bersih sulit didapat?? Tanah dimana tidak ada satupun tempat aman dari incaran bom tentara penjajah Israel yang secara kejam menteror mereka.

“ Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsho yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. ( Terjemah QS. Al-Isra (17):1).

Ayat di atas itulah salah satu penyebabnya. Tanah Palestina dimana berdiri didalamnya Masjidil Aqsho, sebagaimana janji Allah swt sebagai satu-satunya pencipta manusia, langit bumi dan segala isinya, adalah tanah yang diberkahi. Disanalah ladang pahala berlimpah ruah dengan surga sebagai balasannya. Itu sebabnya rakyat Palestina rela berkorban dan berjuang mempertahankan tanah air mereka seberat apapun tekanan terhadap mereka.

Rakyat Palestina adalah hamba-hamba pilihan Allah yang mendapat hak sekaligus tugas untuk menjaga kesucian Masjidil Aqsho, kiblat pertama umat Islam. Tingkat keimanan yang begitu tinggi memberi mereka keyakinan bahwa dunia hanyalah cobaan dan kampung akhirat adalah tujuan utama. Segala kesedihan, ketakutan, kelaparan, kesakitan di dunia tidak ada apa-apanya dibanding kepedihan akhirat yaitu neraka jahanam.

Jaminan keamanan di akhirat inilah yang membuat mereka tegar menghadapi segala cobaan maha berat tersebut.  Itulah nikmat terbesar manusia yang sayangnya hanya sedikit manusia menyadarinya. Meski tidak berarti kita, umat Islam yang tinggal di luar tanah Palestina, boleh hanya diam pasrah menyaksikan penderitaan saudara/i kita tersebut. Karena sejatinya Allah swt sedang menguji kita bagaimana reaksi kita ketika saudara/i seiman mengalami ujian maha berat.

Dari An-Nu’man bin Bisyir dia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Muslim No 4685).

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari kedua hadist diatas jelas bahwa seorang Muslim tidak cukup sekedar ikut merasakan penderitaan saudaranya tapi bahkan dianggap memiliki iman yang tidak sempurna bila hanya diam melihat saudara/i didzalimi. Apalagi para pemimpin yang sejatinya memiliki kemampuan untuk menyerukan jihad melawan kedzaliman. Jihad adalah senjata ampuh kaum Muslimin yang paling ditakuti musuh-musuh Islam. Tak heran bila musuh-musuh Islam tersebut sering mengecam jihad dan memojokkan pelakunya.  

Lagi pula janji keamanan dari Allah bagi orang beriman dan beramal salih sebenarnya bukan hanya untuk kehidupan akhirat tapi juga kehidupan di dunia sebagaimana firman-Nya dalam ayat 55 surat An-Nur berikut,

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa. Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku”. 

Itulah yang terjadi pada masa kejayaan Islam di abad 7-18 sebelum jatuhnya kesultanan  Turki Ustmani yang berkedudukan pusat di Istambul paska PD I. Pada masa keemasan tersebut umat Islam bersatu, saling mengasihi, menyayangi dan bantu membantu hingga terbentuklah masyarakat yang kokoh. Hukum-hukum Islam ditegakkan dengan sangat baik termasuk hukum riba yang saat ini justru marak terjadi di Negara-negara mayoritas Muslim. Pada zaman itu musuh-musuh Islam yang notabene orang-orang kafir takut dan tidak berani menentang dominasi Islam.

“ Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):151).

Berkat jaminan keamanan inilah seorang hamba terbebas dari rasa takut dan khawatir dari mahluk lain selain Allah Azza wa Jala, hingga dengan demikian mampu beribadah memenuhi perintah Tuhannya dengan tenang dan sempurna. Demikian pula keamanan lingkungan yang mampu membuahkan ketenangan jiwa, ketentraman batin, kebahagiaan serta kedamaian hati.

“Seorang muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun janji Allah tersebut tidak berlaku bagi orang beriman yang suka mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman/kesyirikan. Orang beriman yang meyakini keberadaan satpam, pengawasan cctv, penjagaan anjing dll adalah sumber keamanan yang mereka rasakan adalah contohnya. Allah swt akan menyelipkan rasa was-was yang terus menghantui mereka.

Sebaliknya orang beriman yang tidak mencampuradukkan iman dengan kezaliman/kesyirikan, akan mendapatkan jaminan keamanan karena ridho-Nya. Bukan berarti mereka tidak berusaha meraih keamanan tapi usahanya tersebut adalah bagian dari niat mencari ridho Allah swt. Untuk itu mereka akan mendapatkan rasa aman serta mendapatkan petunjuk di dunia maupun di akhirat. Di dunia, mereka akan mendapatkan keamanan berupa ketenangan hati, sedangkan di akhirat mereka akan bebas dari api neraka.

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang berhak mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang berhak mendapatkan petunjuk.” (Terjemah QS. Al An’am(6): 82).

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya, Allah Ta’ala menurunkan untuk umatku dua jaminan keamanan.”

Beliau kemudian membacakan ayat, “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan engkau (wahai Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah pula Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun (beristighfar).” (Terjemah QS.Al-Anfâl(8):33).

Maka, sambung Rasulullah saw, “Jika aku sudah tiada, aku telah meninggalkan istighfar di tengah-tengah mereka sampai hari Kiamat.” (HR At-Tirmidzi)

Dengan demikian, agar hidup kita terjamin aman, hadirkanlah Rasulullah saw dalam keseharian kita, yaitu dengan membanyak shalawat kepadanya, menjaga dan menghidupkan sunnahnya, serta memperbanyak istighfar (memohon ampunan) kepada-Nya. Sungguh, inilah dua kunci keselamatan sekaligus kebahagiaan seorang Muslim.

Wallahu’alam bishawwab.

Jakarta, 7 Juni 2025.

Vien AM.

Kehidupan pernikahan.

Allah swt menganugerahi pasangan muda tersebut dua orang putra yaitu Hasan dan Husein, dan dua orang putri yaitu Zainab dan Ummu Kultsum. Keluarga tersebut hidup bahagia meski dalam kemiskinan. Fatimah tidak pernah mengurangi rasa hormat dan cintanya kepada sang suami. Kesetiaan dan perhatian yang ia berikan menggambarkan betapa ia menghargai peran Ali sebagai pemimpin keluarga.

Ada sebuah kisah menarik ketika suatu hari Fathimah menemui ayahnya untuk meminta bantuan. Ia tahu bahwa ayahnya sering memberikan tawanan perang kepada para sahabat untuk dijadikan sebagai pelayan rumah tangga. Fathimah yang merasa kelelahan karena banyak pekerjaan dan tugas rumah tangga yang harus dilakukan, berharap agar ayahnya berkenan memberinya pula seseorang yang dapat membantunya menyelesaikan pekerjaan di rumah.

Namun apa jawaban sang ayah ?? Alih-alih memberinya pelayan, Rasulullah malah mengajarkan putri tercintanya itu dzikir untuk dibaca di malam hari sebagai berikut:

Maukah kalian berdua aku ajari apa yang lebih baik dari apa yang kalian berdua minta kepadaku, jika kalian berdua hendak tidur, bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbihlah tiga puluh tiga kali dan bertahmidlah tiga puluh tiga kali, ia lebih baik bagi kalian berdua daripada pembantu.

Sebagai seorang ibu, tidak ada yang mampu menyangkal bahwa Fathimah adalah seorang ibu yang patut diteladani. Dengan kelembutannya ia membesarkan dan mendidik putra-putrinya. Ia menanamkan sikap qana’ah atau rasa cukup. Ia mengajarkan nilai-nilai keutamaan yang lebih berharga daripada harta, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang teguh dalam iman dan akhlak. Di kemudian di hari terbukti ke empat putra-putrinya tercatat sebagai pribadi-pribadi yang mengagumkan.

Anak pertama yaitu Hasan, setelah sempat 6 bulan menggantikan ayahnya sebagai khalifah, memilih mengundurkan diri dari kedudukan tertinggi dari dunia Islam tersebut. Hal ini demi mencegah pertumpahan darah antar sesama umat Islam. Adik Hasan yaitu Husain, dikenal sebagai simbol keberanian dan keteguhan dalam membela kebenaran. Husain syahid dalam tragedi Karbala yang mengenaskan. Sementara anak ke tiga, Zainab, dikenal sebagai perempuan  pemberani yang memainkan peran penting setelah tragedi Karbala. Dengan lantang ia menyuarakan kebenaran dan membongkar kezaliman Bani Umayyah di pengadilan Yazid bin Muawiyah. Selanjutnya bungsu Ummu Kultsum yang merupakan istri khalifah Umar bin Khattab dikenal sebagai seorang yang juga memiliki peran penting dalam menjaga warisan keluarga Rasulullah SAW.

Suatu hari Fathimah mendapat kabar bahwa suaminya telah meminang salah seorang putri Abu Jahal. Abu Jahal adalah seorang yang sangat memusuhi Islam dan Rasulullah.  Oleh sebab itu ketika Fathimah mengadukan hal tersebut Rasulullahpun terdiam kemudian bersabda: “Demi Allah tidak akan berkumpul putri Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dan putri musuh Allah pada satu orang lelaki”.

Fathimah adalah bagian dari diriku, barang siapa yang menyakitinya maka ia telah menyakitiku”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Mendengar itu Ali segera membatalkan lamarannya. Maka hingga akhir hayatnya Fathimah tetap menjadi satu-satunya istri Ali bin Abi Thalib. Anehnya orang-orang Syiah menjadikan hadist tersebut sebagai dalil bahwa Fathimah adalah seorang yang maksum ( tidak pernah melakukan kesalahan). Mereka mengartikan bahwa jika Fathimah sakit hati tidak saja Rasulullah yang sakit tapi juga Allah swt. Mereka menggunakan hadist tersebut untuk menyerang khalifah Abu Bakar ketika terjadi permasalah antara sang khalifah dengan Fathimah mengenai hal waris. Padahal itupun akhirnya telah selesai dengan baik.       

Fathimah dan wafatnya Rasulullah.

Fathimah adalah satu-satunya putri Rasulullah yang menjadi saksi wafatnya sang ayah tercinta. Ketika sakit Rasulullah makin hari makin bertambah Fathimah setiap hari datang menjenguk. Setiap kali datang menjenguk, diciumnya putri kesayangan tersebut. Namun ketika sakit Rasul makin berat, Fathimahlah yang mencium ayahnya tercinta.

Selamat datang, puteriku“, sambut Rasul. Dengan wajah menahan duka Fathimahpun duduk disamping ayahnya. Tak lama kemudian Rasul membisikkan sesuatu ke telinga Fathimah. Seketika Fathimah tertawa. Wajahnya langsung berubah cerah. Tetapi beberapa saat kemudian setelah  Rasulullah kembali membisikan sesuatu, Fathimahpun menangis sedih.

Aisyah kemudian bertanya, apa yang dikatakan ayahnya itu. Fatimah hanya menjawab pendek : ”Aku tidak akan membuka rahasia ayahku “.

Di kemudian hari, setelah Rasulullah wafat, Fathimah mengatakan, bahwa ayahnya membisikkan kata  bahwa dirinya adalah orang pertama dari pihak keluarga yang akan menyusul Rasulullah wafat. Itu sebabnya ia tertawa. Selanjutnya ketika Rasulullah berbisik bahwa beliau akan wafat disebabkan  sakitnya itu, iapun tak tahan untuk tidak menangis.

Enam bulan kemudian Fathimah wafat. Ia wafat pada tahun 11 Hijriyah pada bulan Ramadan kemudian dimakamkan di pemakaman Baqi’ di Madinah.

Kisah hidup  Fathimah Az-Zahra yang dipenuhi dengan tantangan dan pengorbanan, mengajarkan kita makna sejati dari keberanian, kesederhanaan, dan kasih sayang. Ia tidak hanya diingat sebagai putri Rasulullah Muhammad SAW, tetapi juga sebagai seorang pribadi yang mencerminkan cinta, keadilan, dan komitmen pada kebenaran.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 13 Mei 2025.

Vien AM.

Fathimah Az-Zahra adalah putri bungsu, putri ke 4 dari 6 bersaudara yang lahir dari rahim seorang perempuan mulia  Khadijah ra, istri tercinta Rasulullah Muhammad SAW. Putri Rasulullah ini makin istimewa kedudukannya di hati kaum Muslimin karena ia juga adalah istri dari Ali bin Abi Thalib, salah satu sahabat dekat dan sepupu Rasulullah.  

Sebaik-baik wanita penghuni surga adalah Khadijah binti Khuawilid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Muzahim, istrinya Fir’aun.” (HR. Ahmad)

Fathimah lahir di Makkah pada sekitar tahun 605 Masehi dan wafat pada tahun 632 Masehi di Madinah. Fathimah memiliki akhlak dan kepribadian yang sangat mulia.  Ia adalah seorang yang rendah hati, murah hati dan penuh kasih sayang. Terhadap orang miskin ia sangat peduli dan selalu berusaha untuk membantu.  

Masa Kecil.

Sejak kecil Fathimah dikenal mampu mengisi rumah Rasulullah SAW dengan kegembiraan dan keceriaan. Tak salah bila sang ayah memberinya julukan az-Zahra yang artinya yang selalu harum berseri layaknya sekuntum bunga, meski sebenarya ia tumbuh dalam keadaan yang sulit.

Fathimah yang lahir tak lama setelah ayahnya diangkat menjadi Rasul, sejak kecil menyaksikan perjuangan dakwah Islam di Makkah yang penuh dengan pengorbanan dan tantangan. Ia bahkan melihat sendiri bagaimana pamannya sendiri memusuhi Islam dan ayahnya.

Fathimah yang ketika itu baru berusia 7 tahun begitu gusar, sedih dan kecewa melihat kepala ayahnya tercinta dilumuri kotoran unta ketika sedang sujud dalam shalatnya di depan Ka’bah.  Ia segera berlari mendekati ayahnya untuk membersihkan kotoran tersebut lalu dengan penuh keberanian menghampiri kerumunan dimana paman berada dan memarahi pamannya tersebut.

Fathimah kecil bersama ibu dan 3 kakak perempuannya juga menjadi saksi sekaligus korban boikot sosial dan ekonomi yang dilakukan orang-orang Quraisy terhadap bani Hasyim, bani Muthalib dan  pengikut Rasulullah yang waktu itu masih sangat sedikit jumlahnya. Boikot ini terjadi pada tahun ke-7 kenabian tak lama setelah Umar bin Khattab yang merupakan pemuka Quraisy, memeluk Islam. Itu sebabnya para pemuka Quraisy makin kesal melihat perkembangan Islam.  

Selama kurang lebih 3 tahun mereka dikucilkan dari pergaulan dan dipaksa tinggal di sebuah celah bukit sempit di Mekah. Selama itu pula demi mempertahankan hidup mereka terpaksa memakan dedaunan kering dan kulit pepohonan.

Memasuki bulan Muharram tahun ke-10 kenabian, warga Makkah mulai kasihan terhadap mereka dan merasa tindakan Abu Lahab dan kawan-kawan sudah di luar batas kemanusiaan. Pada saat yang sama naskah boikot yang digantung para pemuka Quraisy pada dinding Ka’bah koyak. Tampak bahwa Allah SWT telah mengutus pasukan rayap untuk memakan lembar perjanjian yang dazlim tersebut. Sayang tak lama boikot usia, Fathimah harus kehilangan sang ibu tercinta yang telah berusia 80 tahun. Tak lama kemudian  Allah swt memerintahkan umat Islam untuk hijah ke Madinah.

Keadaan ini membentuk Fathimah menjadi sosok perempuan yang tangguh, kuat, dan penuh kesabaran. Kepedulian dan perhatian Fatimah kepada ayahnya mencerminkan rasa cinta yang mendalam serta keteguhannya dalam mempertahankan kebenaran yang diajarkan oleh ayahnya.

Meski hidup dalam keterbatasan dan jauh dari kemewahan, Fatimah tetap bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Kesabarannya dalam menghadapi kesulitan hidup menjadikannya teladan yang luar biasa bagi umat Muslim, mengajarkan bahwa kekuatan iman dan rasa syukur adalah kunci dalam menjalani kehidupan.

Fathimah dan Lamaran.

Ali bin Abi Thalib telah mengenal Fathimah sejak kecil karena Ali sejak kecil memang tinggal bersama pamannya itu. Fathimah dikenal sebagai sosok anak yang sangat berbakti kepada orang tua. Ali terketuk pertama kali saat Fathimah dengan sigap membasuh dan mengobati luka ayahnya yang luka parah karena berperang. Sejak itu ia bertekad akan menikahinya. Namun demikian ia berusaha menjaga hati dan pandangannya hingga Fathimah tidak menyadarinya.

Ketika keduanya beranjak dewasa, Ali berniat menghadap Rasulullah SAW untuk melamar Fathimah. Namun terbesit sedikit keraguan karena menyadari ia hanyalah pemuda miskin yang tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk maharnya.

Di tengah kebimbangannya, terdengar kabar bahwa Abu Bakar RA mengajukan lamaran kepada Rasulullah SAW untuk Fathimah. Kemudian disusul pula oleh Umar bin Khattab RA yang juga datang untuk melamar sang putri tercinta.

Namun tanpa disangka secara halus ternyata Rasulullah menolak lamaran kedua sahabatnya tersebut. Tak dapat disangkal Ali merasakan adanya kesempatan emas baginya. Apalagi ketika  seorang temannya berkata, “Mengapa kamu tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, kamulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.”

Akhirnya Alipun memberanikan diri menemui Rasulullah. Siapa  tahu Rasulullah berkenan menerima baju besi senilai 400 dirham, sebilah pedang dan seekor unta yang dimilikinya itu sebagai mahar, begitu ia berpikir menenangkan diri.

Betapa leganya Ali begitu mengetahui Rasulullah hanya tersenyum. Rupanya Rasulullah mengetahui bahwa kemenakannya itu telah lama mencintai putrinya. Tentang mahar, setelah Rasulullah mengetahui bahwa Fathimah bersedia menerima lamaran Ali, beliau berkata, “Tentang pedangmu, kamu tetap memerlukannya untuk meneruskan perjuangan di jalan Allah SWT, dan untamu kamu perlukan untuk mengambil air bagi keluargamu serta untuk perjalanan jauh. Karena itu, aku akan menikahkan kamu dengan mahar baju besi. Wahai Ali, kamu wajib bergembira karena Allah SWT sebenarnya sudah lebih dulu menikahkan kamu di langit sebelum aku menikahkanmu di bumi ini.”

(Bersambung).

Dari Abdullah bin Abi Aufa, rasulullah bersabda:

Wahai sekalian manusia, janganlah kalian berharap untuk bertemu dengan musuh, dan mintalah keselamatan kepada Allah. Tetapi jika kalian bertemu dengan musuh, hendaknya kalian bersabar. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya surga itu di bawah kilatan pedang”. (Hadis sahih) – (Muttafaq ‘alaih).

Hadist ini sering digunakan untuk menyerang Islam dengan cara dipotong bagian awalnya hingga seolah Islam adalah ajaran pedang alias kekerasan. Inilah yang dijadikan pegangan bahwa Islam adalah ajaran penuh kebencian hingga menyebabkan Islamophobia akut di kalangan Barat. Islam bagi mereka adalah teroris.

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya surga itu di bawah kilatan pedang”.

Padahal bila kita baca dan perhatikan secara utuh, hadist tersebut justru mengajarkan kesabaran. Menariknya lagi, dengan adanya panggilan “wahai sekalian manusia” bukan “wahai sekalian orang beriman” di awal kalimat, menunjukkan bahwa hadis ini mengajarkan agar seluruh manusia, bukan khusus umat Islam atau orang beriman, untuk selalu berbaik sangka, tidak mencari permusuhan dan keributan. Berdoa selalu kepada Allah swt agar diberi keselamatan.

Akan tetapi bila ternyata ada orang datang mengganggu, memusuhi,  apalagi memerangi, hendaknya bersabar. Namun bersabar bukan berarti diam, pasrah akan tetapi wajib melawan sekuat tenaga, bahkan hingga mati. Mati demi membela diri dan keimanan, keluarga, darah dan harta, syurga adalah balasannya. Itulah mati syahid. Kata pedang digunakan karena perang pada waktu itu biasanya menggunakan pedang. Kilatan pedang menunjukan kedasyatan perang.   

Dari sini jelas terlihat bahwa perang dengan pedang/kekerasan adalah jalan terakhir ketika jalan damai tidak dapat dilakukan. Ini menunjukkan bahwa perang dalam Islam adalah defensive/bertahan bukan ofensif/menyerang. Perang cara ini adalah demi tegaknya keadilan di atas muka bumi. Sementara perang dengan lisan dan pena yaitu dengan perkataan dan tulisan adalah demi tegaknya kalimat Laa ilaha ila Allah, tiada tuhan selain Allah.  

Islam adalah agama yang damai, agama yang tidak menyukai peperangan kecuali terpaksa. Ayat 32 surat Al-Maidah  berikut secara jelas menerangkan membunuh 1 orang tanpa sebab maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.

“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi”.

Ayat Al-Quran diatas menyebut dengan jelas, bani Israil, namun sebenarnya juga berlaku bagi umat nabi Muhammad saw yaitu umat Islam. Ironisnya, hari ini seluruh dunia bisa melihat dengan jelas bagaimana Zionis Israil melakukan kebiadaban yang benar-benar di luar nalar manusia. Lebih dari 50 ribu penduduk Gaza mereka bantai, tidak peduli laki perempuan, tua muda, anak kecil. Bahkan sekolah, rumah sakit dan penampunganpun mereka bombardir. Pun setelah adanya perjanjian genjatan senjata tanpa rasa malu mereka langgar.

Bandingkan dengan apa yang terjadi pada peristiwa penaklukkan Yerusalem di tahun 637 di zaman khalifah Umar bin Khattab ra atau pada salah satu perang Salib (pertempuran Hittin ) pada tahun 1187 di masa sultan Salahuddin Al-Ayyubi.

Pada akhir ayat di atas, dapat kita ketahui pula bahwa orang-orang Israil sejak dulu memang  suka berbuat kerusakan di muka bumi, termasuk membunuh para nabi. Rasulullahpun tak luput dari percobaan pembunuhan, bahkan hingga beberapa kali.

Pengusiran yang dilakukan Rasulullah terhadap bani Israil seperti bani Qainuqa’, bani Quraizhah dan bani Nadhir dari Madinah ( dulu Yastrib) karena berkali-kali mereka melanggar piagam Madinah, bukan hanya karena mereka Yahudi.

Piagam Madinah adalah piagam perdamaian yang dibuat Rasulullah agar penduduk Madinah hidup damai, saling menghargai dan menghormati apapun agama maupun suku mereka. Piagam ini juga menerangkan bagaimana berinteraksi antar pemeluk agama yang berbeda.

Para pakar politik dunia saat ini mengakui bahwa piagam Madinah adalah konstitusi pertama dunia yang menjadi sumber inspirasi untuk membangun masyarakat yang pluralistik, memiliki relevansi yang kuat dengan perkembangan masyarakat internasional dan menjadi pandangan hidup modern berbagai negara di dunia.

Siapa yang tidak sempurna imannya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Seseorang yang tetangganya tidak merasa aman atas kejahatannya.” (HR al-Bukhari).

Perang yang terjadi selama masa kerasulan ( perang pertama baru terjadi pada tahun ke 2 hijriyah, atau 15 tahun setelah masa kerasulan) sebenarnya juga bukan perang panjang dengan korban massif. Perang-perang tersebut berlangsung hanya dalam hitungan hari dengan adanya jeda waktu. Bandingkan dengan sejumlah perang yang pernah terjadi di dunia yang bisa mencapai tahunan bahkan ratusan tahun sebagaimana tercantum pada link berikut :

https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/0a0b2090f28488f/daftar-perang-terpanjang-dalam-sejarah-hingga-lebih-dari-700-tahun

Melansir dari World Atlas, perang dengan periode terlama yang dicatat sejarah adalah Reconquista, yakni berlangsung selama 781 tahun. Perang Reconquista atau Perang Salib Iberia merupakan perang antara Portugis dan Spanyol dengan Kekhalifahan Kordoba. Perang-perang lain adalah Perang Dunia I (4 tahun), Perang Dunia II (6 tahun), perang Seratus Tahun antara Inggris dan Perancis dll.

Perang di masa hidup Rasulullah yang jumlahnya 27 kali ( mulai tahun ke 2 H hingga tahun ke 10 H), bila ditotal jumlahnya tidak lebih dari 540 hari ( kurang dari 1.5 tahun). Korbannyapun tidak pernah menyasar warga sipil apalagi anak-anak. Demikian pula perintah perang dalam Al-Quran yang sering dituding oleh musuh-musuh Islam sebagai biang kekerasan, sebenarnya hanya 7% dari total ayat yang ada dalam Al-Quran. Itupun dengan berbagai persyaratan. Diantaranya  adalah sebagai berikut:

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”. (HR. An Nasa’i).

Selebihnya bermacam-macam, antara lain yang paling utama adalah tentang tauhid ( bahwa Tuhan adalah satu), berbagai perintah ( seperti shalat, zakat, infak sedekah, haji, berbuat baik pada orang-tua/manusia/mahluk dll, berbagai larangan ( seperti minum khamr/alcohol, makan babi, zina dll), sains dan kedasyatan alam semesta, kisah orang-orang terdahulu, nabi, rasul dll.     

Dari Abdullah ibnul Mishwar, ia berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ’Seorang yang beriman tidak akan kekenyangan sedangkan tetangganya dalam keadaan lapar”.

Anehnya ada saja orang yang saat ini masih juga membela Israel yang jelas-jelas telah melakukan genosida terhadap rakyat Palestina, Gaza khususnya, bahkan menyebar Islamophobia yang jelas-jelas menjadi korban kebiadaban Israel.   

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada”. ( Terjemah QS. Al-Hajj (22):46).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 9 April 2025.

Vien AM.

Operasi Badai Al-Aqsa, serangan mendadak yang dilakukan kelompok Hamas pada Sabtu (7/10/2023) adalah serangan Hamas terhebat yang pernah dialami Israel sejak Perang Yom Kippur pada 1973. Secara tiba-tiba Hamas meluncurkan serangan besar-besaran ke wilayah Israel di pagi hari tersebut, mengejutkan warga Israel di bagian selatan. Sirine serangan udara pun berbunyi hingga ke wilayah Tel Aviv, ibu kota Israel. Di pagi hari 7 Oktober 2023 itu, dalam hitungan menit, tentara Hamas berhasil menerobos pagar perbatasan wilayah Israel selatan dan menyerbu masuk ke tengah acara perayaan Yahudi dan festival music yang digelar bersamaan.

Kami ingin masyarakat internasional menghentikan kekejaman di Gaza, terhadap rakyat Palestina, tempat suci kami seperti Al-Aqsa,” jelas juru bicara Hamas mengenai serangan tersebut.

Seperti kita ketahui bersama pendudukan Israel terhadap tanah Palestina telah berjalan selama puluhan tahun yaitu sejak tahun 1948, dilanjutkan dengan pencaplokan wilayah tahun 1967 yang membuat wilayah Palestina makin menyempit. Penjajahan yang terjadi di era modern ini terjadi dengan perlakuan kejam terhadap rakyat Palestina. Hampir setiap hari tentara penjajah melakukan perampasan tanah dan rumah penduduk, penyiksaan, penculikan bahkan pembunuhan terhadap rakyat Palestina.

Kemarahan rakyat mencapai puncaknya disebabkan makin seringnya para pemeluk Yahudi menerobos masuk kompleks Masjidil Aqsho. Dibawah pengawasan tentara penjajah mereka seenaknya melarang bahkan mengusir umat Islam yang sedang shalat di dalam Masjidil Aqsho.  Masjidil Aqsho adalah rumah ibadah umat Islam pertama sekaligus kibat pertama sebelum Allah swt memerintahkannya pindah ke Ka’bah di Mekkah. Masjid ini berada di Jerusalem Timur yang merupakan ibu kota Palestina.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Tidak boleh bersusah-payah bepergian, kecuali ke tiga masjid, (yaitu) Masjidil Haram, Masjid Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Masjidil Aqsha” [HR Al-Bukhari dan Muslim].

Shalat di Masjidil Haram (Mekah) lebih utama dari seratus ribu shalat di tempat lainnya, dan shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama dari seribu shalat di tempat lainnya, dan shalat di Masjidil Aqsa lebih utama dari lima ratus shalat di tempat lainnya.” (HR. Bukhari)

Tak heran bila akhirnya Hamas sebagai organisasi Islam terbesar di Palestina yang berkedudukan di Gaza, untuk mengakhiri pendudukan Israel, menyerukan  semua penduduk yang mempunyai senjata untuk bergerak. “Waktunya telah tiba“, seru jubir Hamas.

Gayungpun bersambut. Sementara para pejuang bertempur, rakyatpun ribath yaitu bertahan di tanah air mereka, apapun yang terjadi. Mereka tidak mau tragedy Nakba 1948 yang memaksa mereka exodus/keluar dari tanah air hingga Israel berhasil merebut tanah kelahiran mereka, kembali terjadi.   

Sementara Israelpun mengamuk karena tanpa disangka serangan mendadak HAMAS pada 7 Oktober tersebut telah memakan tidak saja ratusan tentara Israel dan sipil tapi bahkan berhasil menyandera 270 orang Israel yang sedang menyaksikan pesta musik dan perayaan Yahudi. Dari Jalur Gaza, setidaknya Hamas telah menembakkan 3.000 roket ke wilayah perbatasan Israel.

Tiga belas bulan lamanya pertempuran tidak seimbang antara Israel yang didukung AS dengan senjata canggihnya melawan pejuang Hamas yang berperang habis-habisan secara gerilya bermodalkan sistim pertahanan bawah tanahnya yang rumit. Lebih 47 ribu korban syahid sebagian besar anak-anak dan orang-tua, 110 ribu lebih korban luka, ratusan bangunan mulai rumah, sekolah, masjid hingga rumah sakit ambruk. Tapi penduduk Gaza tetap bertahan meski terpaksa mengungsi daerah 1 wilayah ke wilayah lain Gaza. Tak sudi mereka meninggalkan tanah air kelahiran mereka. Sementara pejuang Hamas terus berjuang mati-matian tanpa kenal lelah dan takut.

Tak salah bila akhirnya pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap petinggi otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan bekas petinggi otoritas pertahanannya, atas dakwaan kejahatan perang dan kejahatan genosida terhadap kemanusiaan di Gaza.

Hingga akhirnya  tercapailah genjatan senjata pada 15 Januari 2025 lalu. Gencatan senjata ini dimediasi oleh Qatar, Mesir dan Amerika Serikat. Meski Gaza hancur lebur namun kebanyakan pakar militer berpendapat Israel adalah pihak yang kalah. Israel yang didukung Amerika Serikat dengan berbagai senjata canggih mutakhir, menghadapi Gaza yang hanya seluas tak lebih dari luas 1/5 Jakarta, 1 tahun lebih tidak mampu menguasai daerah kantong, rumah bagi 2,3 juta orang Palestina trsebut.

Genjatan senjata ini dibarengi dengan pertukaran sandera Israel yang dibawa Hamas pada 7 Oktober dengan ribuan tahanan Palestina yang disekap Israel selama bertahun-tahun tanpa tuduhan jelas. Pelaksanaan pertukaran tahanan setelah perundingan yang alot telah berjalan mulai 19 Januari lalu.

Hamas mengawalinya dengan membebaskan 3 sandera perempuan Israel dalam kondisi sehat. Bahkan pada penyerahan sandera berikutnya terlihat beberapa sandera mencium kening penyanderanya. Seorang bekas sandera pada sebuah siaran televisi menceritakan bahwa ia diperlakukan dengan baik oleh sebuah keluarga Palestina dimana ia ditempatkan. Ia justru merasa lebih takut terkena bom pemerintahnya yang berkali-kali menyasar rumah dimana ia tinggal, dari pada kepada pejuang Hamas. Ia juga menambahkan bahwa dua orang temannya tewas akibat bom Israel.

Salut dengan apa yang dilakukan para pejuang Hamas karena memang begitulah yang dicontohkan Rasulullah, yaitu berbuat baik kepada musuh. Ahklak inilah tampaknya yang menjadi salah satu kunci keberhasilan dakwah Islam.

Salah satu contohnya adalah usai perang Khaibar ( perang melawan Yahudi di benteng Khaibar) yang dimenangkan kaum Muslimin. Ketika itu Rasulullah melihat para tawanan perempuan digiring melewati jasad-jasad musuh yang tak lain adalah keluarga mereka. Melihat itu, Rasulullah bangkit seraya berkata, “Apakah kau sudah tidak punya perasaan kasih sayang hingga membiarkan perempuan-perempuan itu melewati mayat orang-orang yang mereka cintai?”

Contoh lain adalah perlakuan Rasulullah terhadap Abu Sufyan pada peristiwa Fathu Makkah. Pemuka Quraisy yang sangat memusuhi Islam ini diberi Rasulullah kesempatan untuk melihat kebesaran pasukan Islam bahkan kehormatan berupa keselamatan bagi musuh yang berlindung ke dalam rumahnya, hal yang membuat Abu Sufyan tersanjung. Dan akhirnya tokoh Quraisy itupun luluh dan masuk Islam.   

Hal tersebut bertolak belakang dengan kondisi ribuan tahanan Israel yang dilepaskan secara bertahap. Selama di penjara mereka disiksa dengan berbagai siksaan sadis oleh para penjaga penjara. Tak sedikit ex para tahanan tersebut yang keluar dalam keadaan cacat dan terganggu emosinya.

Anehnya di tengah genjatan senjata dan pertukaran tawanan yang sedang berlangsung, Donald Trump, presiden AS yang baru saja terpilih, melemparkan usulan ajaib yaitu relokasi penduduk Gaza ke Negara-negara tetangga seperti Mesir, Yordan dll juga Indonesia sebagai Negara mayoritas Muslim, dengan alasan agar pembangunan kota dapat berjalan mudah. Dan lebih anehnya lagi tanpa ada jaminan kapan mereka dapat kembali menempati tanah air mereka itu karena tanah tersebut akan diambil oleh Amerika Serikat !??!!

Logika apa yang digunakan orang nomor 1 yang katanya Negara adi daya tersebut??? Untuk apa rakyat Gaza/Palestina berjuang, berperang mati-matian mempertahankan tanah air jika akhirnya harus menyerahkannya kepada pihak asing??? Benar-benar tidak masuk akal. Saking anehnya, orang Amerikapun banyak yang malu melihat tingkah laku presidennya itu.

Dan kini di akhir genjatan senjata tahap 1 yang seharusya masuk tahap 2,  dengan pongah Israel membatalkan genjatan senjata tersebut. Mereka menutup perbatasan demi mencegah masuknya bantuan sosial untuk Gaza. Bahkan selama genjatan senjata tahap 1 pun tidak jarang mereka melanggar kesepakatan. Beberapa kali mereka mengebom kerumunan dan rumah penduduk hingga menewaskan ratusan warga Gaza. Begitulah sifat Yahudi, persis yang dikisahkan dalam banyak ayat Al-Quranul Karim, diantaranya adalah sebagai berikut:

Dan mengapa setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Bahkan sebagian mereka tidak beriman”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2): 100).

Hamas mencurigai mereka memang tidak bersungguh-sungguh berniat menepati genjatan senjata. Mereka hanya menginginkan kembalinya sandera Israel kemudian akan melanjutkan penghancuran dan genosida, tidak saja penduduk Gaza tapi juga Tepi Barat dimana kompleks Masjidil Aqsho berada. Dan hal tersebut diakui secara resmi oleh pihak Israel!!

Beberapa waktu lalu penjajah tersebut secara provokatif mengeluarkan peta Israel yang memasukkan Palestina, Yordania, Suriah dan Lebanon sebagai bagian dari Israel Raya.

https://www.tribunnews.com/internasional/2025/01/09/terbitkan-peta-provokatif-israel-klaim-palestina-yordania-suriah-dan-lebanon-adalah-tanah-zionis

Kabar lain menyatakan bahkan sebagian wilayah Arab Saudi, Mesir  dan Irakpun mereka masukkan. Banyak pakar dan akademisi menyatakan hal tersebut bukan semata-mata kemauan Israel tapi merupakan bagian kebijakan luar negeri AS yang bertujuan memperluas hegemoni AS ke Timur Tengah dan usaha memecah belahnya. Gagasan Israel Raya tersebut tentu saja memicu kecaman di seluruh dunia, tidak hanya Negara yang terkena dampak.

Pertanyaan besar akankah kaum Musimin tetap diam berpangku tangan menyaksikan kompleks suci ini jatuh ketangan Israel terkutuk??? Bersyukur Mesir, Yordania maupun Arab Saudi tegas menolak permintaan ajaib Trump meski dibawah tekanan. Kabar terakhir para pemimpin negara Liga Arab pada Selasa (4/3/2025) sepakat membentuk komite dana perwalian guna membiayai rekonstruksi Jalur Gaza  akibat agresi brutal Israel sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Semoga para pemimpin Negara mayoritas Islam terutama negara-negara teluk mampu teguh mempertahankan pendirian mereka hingga terbentuk Negara Palestina merdeka. Bukankah kemerdekaan adalah hal segala bangsa, mengapa Palestina harus dipersulit??? 

Dan sebagai Muslim sejati yang senantiasa mewaspadai berita akhir zaman yang telah disampaikan Rasulullah Muhammad saw 15 abad silam, tentunya harus siap memperjuangkan dan menyambut hari kemenangan tersebut, tidak hanya diam menanti. Jangan sampai kalah dengan kaum di luar sana yang justru mampu melihat kebenaran dan keagungan Islam berkat kesucian hati mereka, untuk kemudian bersyahadat dan membela Islam dengan sungguh-sungguh.

Wallahu’alam bi shawwab.
Jakarta, 6 Maret 2025/ 6 Ramadhan 1446 H.

Vien AM.