Feeds:
Posts
Comments

Hari Kiamat adalah rukun ke 5 dari Rukun Iman yang merupakan pilar tegaknya seorang beriman. Hari yang merupakan berakhirnya kehidupan seluruh manusia dan alam semesta ini wajib diyakini oleh umat Islam. Hari Kiamat didahului dengan datangnya tiupan sangkakala (terompet raksasa)  pertama. Maka hancurlah alam semesta. Kemudian ketika sangkakala kembali bertiup maka seluruh manusia yang pernah ada di bumi ini akan hidup kembali. Itulah hari Berbangkit.

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)“.( Terjemah QS. Az-Zumar(39):68).

Ia adalah sesuatu yang ghaib. Tidak ada yang mengetahui kapan akan terjadi kecuali Allah swt. Rasulullah saw bersabda jarak antara hari Kiamat dengan beliau seperti jarak antara jari telunjuk dan jari tengah. Menandakan bahwa hari tersebut tidaklah terlalu lama akan terjadi.      

Manusia bertanya kepadamu tentang hari Berbangkit. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu wahai (Muhammad), boleh jadi hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya”. ( Terjemah QS. Al-Ahzaab(33): 63).

Rasulullah hidup pada abad 7. Sedangkan kini kita berada di abad 21. Dalam pandangan kita jarak 15 abad tentu sangat jauh. Tapi dibanding umur bumi dan alam semesta ini tidak ada artinya. Dan lagi sebenarnya tidak penting kita mempermasalahan kapan Kiamat akan terjadi karena kiamat kecil yaitu hari Allah swt memanggil kita jauh lebih dekat. Pengetahuan dan keyakinan datangnya hari Kiamat adalah bagian dari keimanan yang tidak penting untuk diperdebatkan.    

Namun demikian demi memenuhi sifat manusia yang selalu ingin tahu, Allah swt  memberikan tanda-tandanya. Yaitu melalui ayat suci Al-Quranul Karim dan hadist Rasulullah saw yang jumlahnya sangat banyak. Pada tulisan kali ini yang akan dibahas adalah 3 hal yaitu pemimpin yang bodoh, gempa dan kembali suburnya tanah Arab Saudi.

Mengenai pemimpin yang bodoh telah dibahas pada artikel sebelum ini. Hal tersebut sangat berkaitan dengan masalah Palestina yang makin hari makin tak terkendali. Yang secara tak langsung karena masalah kepemimpinan Islam yang tidak tangguh alias bodoh menurut syariat.

Palestina dan Fenomena Akhir Zaman (1) -Kepemimpinan Dalam Islam.

Selanjutnya adalah,

2. Gempa dengan korban yang sangat banyak.

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda bahwa di antara tanda semakin dekatnya Hari Kiamat adalah banyaknya gempa bumi dan banyak orang meninggal dunia karena musibah tersebut. (HR. Bukhari no.XIII/81-82, Shahih; HR. Ahmad no.IV/104, Hasan/Shahih).

Dapat kita saksikan belakangan ini betapa seringnya gempa melanda bumi kita tercinta. Diantaranya yang terdasyat adalah gempa Aceh yang disusul gelombang tsunami di tahun 2004. Gempa berskala 9.3 SR yang menelan korban tewas sekitar 227.898 orang ini terasa hingga di  14 negara. Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Somalia, dan Maladewa adalah negara yang paling parah terkena dampaknya.

Menyebabkannya tercatat sebagai gempa bumi terkuat di Asia, ketiga di dunia sejak tahun 1900 setelah gempa Valdivia 1960 dan gempa Alaska 1964. Wikipedia mencatat gempa Aceh merupakan patahan terpanjang ( 1.200 km hingga 1.300 km ) dengan durasi guncangan terlama ( setidaknya 10 menit). Gempa ini bahkan menyebabkan seluruh planet Bumi bergetar 1 sentimeter dan memicu aktivitas gempa di berbagai wilayah, termasuk Alaska. Total kerugian finansial akibat bencana ini mencapai USD$14 miliar atau sekitar Rp 51,4 triliun, sehingga membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun untuk pemulihan seperti kondisi sebelum bencana.

https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_dan_tsunami_Samudra_Hindia_2004

Gempa yang menelan korban sangat banyak dapat dipastikan akibat disusulnya  tsunami. Dan ini terjadi pertama kali pada abad 15 yaitu tahun 1498 di Jepang. Gempa berkekuatan 8.3 SR ini menewaskan 31.000 jiwa.

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6771006/10-tsunami-terbesar-di-dunia-dengan-korban-terbanyak-2-terjadi-indonesia

Bumi yang kita tinggali ini memang sudah amat renta. Gunung yang merupakan pasak/paku bumi hingga tempat manusia tinggal selama ribuan tahun ini dapat berdiri tegak dan stabil itu, kini mulai goyah. Gesekan antar lempengan di dasar kerak bumi akhirnya tak dapat dihindarkan. Maka bumipun bergoncang.  Itulah gempa yang makin hari makin sering kita rasakan.

“Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu,…” (Terjemah QS.An-Nahl(16):15).

“Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka,…”. ( Terjemah QS.An-Anbiya(21):31).

Pada ayat 88 surat An-Naml dikatakan bahwa gunung-gunung itu sebenarnya tidak diam melainkan berjalan sebagaimana jalannya awan yang terbawa angin. Hal ini makin membuktikan betapa Allah swt sebagai Zat Pencipta mengetahui segala sesuatu yang kita sebagai mahluk ciptaan, sangkakan.    

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

3. Menghijaunya kembali tanah Arab.

Hari kiamat tidak berlaku sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.” (HR Muslim).

Sejumlah ilmuwan yang dikutip dalam buku “Kiamat Sudah Dekat?” karya Dr. Muhammad al-‘Areifi, menunjukkan bukti bahwa perambatan sungai es sekarang bergerak ke arah Jazirah Arab dengan membawa salju turun dan hujan. Keduanya biasanya menjadi faktor tumbuhnya tanaman dan kemakmuran.

https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-6512800/hadits-tanah-arab-kembali-hijau-jadi-tanda-kiamat-dulu-pernah-subur-makmur

Sejarah mencatat bahwa jazirah Arab dulunya adalah tanah yang subur, dengan padang rumput dan sungai-sungainya. Hal ini dikatakan seorang ahli geologi asal Institute of Geosciences Johannes Gutenberg-University Jerman, Alfred Kroner, sebagaimana termuat dalam buku Mausu’ah al-Ijaz al-Qur’ani karya Nadiah Tharayyarah.

Dalam perbincangannya dengan seorang dai muslim bernama Syekh Abdul Majid al-Zindani saat membahas tanah Arab yang gersang dulunya adalah padang rumput yang hijau, Alfred Kroner mengatakan bahwa para pakar geologi sudah mengetahui hal itu. Ia mengatakan, bila tanah di Jazirah Arab digali, akan ditemukan jejak-jejak yang membuktikan bahwa wilayah tersebut dulunya adalah tanah yang subur. Salah satunya pernah ditemukan kampung hijau bernama Al-Faw di bawah gurun pasir Rub’ al-Khali.

Kroner menjelaskan bukti ilmiah mengapa Jazirah Arab yang dulunya hijau bisa berubah menjadi gersang dan kemungkinan akan kembali menghijau. Berdasarkan penelitian sejarah bumi di masa lampau yang ia lakukan, hal ini terjadi lantaran Jazirah Arab pernah mengalami fase zaman es.

Lebih lanjut ia menjelaskan, fase zaman es ini terjadi ketika air laut dalam volume besar akan berubah menjadi es dan berkumpul di Kutub Utara yang beku, lalu bergerak perlahan menuju arah selatan. Pergerakan inilah yang akan memengaruhi keadaan tanah yang ada di sekitarnya.

Di antara daerah yang tanahnya mengalami perubahan kondisi adalah semenanjung Arab. Cuaca menjadi dingin. Tanah Arab akan menjadi negeri yang paling banyak curah hujannya dan aliran-aliran sungainya,” jelas Kroner seperti diterjemahkan oleh M. Zaenal Arifin dkk.

Selain Alfred Kroner, seorang pakar geologi asal Amerika juga memprediksi kembalinya danau-danau ke gurun pasir Jazirah Arab dan kembalinya air ke sungai-sungai yang kini terpendam di bawah gurun pasir. Dalam riset modern, bumi mengalami zaman es sekitar 100 ribu tahun yang lalu. Setelah itu, bumi berada pada periode interglasial (hangat) yang berlangsung 10 hingga 20 ribu tahun.

Dalam kenyataannya kita telah tahu bahwa beberapa tahun belakangan ini Mekah dan Madinah beberapa kali mengalami hujan lebat bahkan hujan es. Ini adalah peristiwa langka. Itu sebabnya ketika hujan  datang banjir hampir selalu terjadi. Arab Saudi dan juga negara2 Teluk lainnya sep Dubai, UEA (Uni Emirat Arab) dll, memang tidak mempunyai sistim drainase yang baik karena amat jarang sekali mengalami hujan.

Dengan makin canggihnya teknologi, demi mengatasi suhu panas extrim  yang merupakan suasana sehari-hari, beberapa waktu lalu sebuah perusahaan di UEA berusaha memindahkn gunung es/iceberg yang berada di laut Antartika. Yaitu dengan cara menyeret bongkahan es raksasa yang jaraknya ribuan km itu ke pantai UEA.

https://jagatbisnis.com/2023/06/06/arab-saudi-akan-memindahkan-gunung-es-antartika/

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 3 Juni 2024.

Vien AM.

Bagi umat Islam, hari Kiamat adalah keniscayaan, wajib diyakini karena merupakan salah satu dari Rukun Iman. Akan tetapi tak ada satu makhluk pun yang bisa mengetahui secara pasti kapan terjadinya hari tersebut.

Manusia bertanya kepadamu tentang hari Berbangkit. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu wahai (Muhammad), boleh jadi hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya”. ( Terjemah QS.Al-Ahzaab(33): 63).

Namun demikian karena kasih sayang-Nya Allah swt  memberikan tanda-tandanya, yaitu melalui ayat suci Al-Quranul Karim dan hadist Rasulullah saw yang jumlahnya sangat banyak. Diantara sekian banyaknya hadist, hadist yang berkaitan antara hari Kiamat dan Palestina, hadist tentang kepemimpinan tampaknya menarik untuk kita perhatikan dan pelajari.

Kita tentu tahu apa yang terjadi di Palestina terutama 7 bulan terakhir dimana penjajah Israel terkutuk dengan amat sangat biadab melakukan pembantaian  terhadap rakyat Gaza. 85 % infrastruktur Gaza yang hanya seluas 45km2 luluh lantak, 35 ribu penduduk Gaza sebagian besar anak dan kaum perempuan meninggal. Dan kini tentara penjajah tersebut menyerbu Rafah, kota terakhir di ujung selatan Gaza dimana berkumpul 1.5 juta penduduk Gaza yang terpaksa meninggalkan rumah mereka di Gaza utara dan tengah yang hancur lebur di bombarbardir siang malam. Kota ini terletak di perbatasan Mesir, menjadi satu-satunya jalur keluar masuk Gaza melalui daratan. Dari kota inilah biasanya bantuan pangan dan obat-obatan datang.

Peristiwa kejam tersebut terjadi terang-terangan di hadapan dunia yang hanya bisa mengutuk tanpa bisa mencegahnya. Bahkan Amerika Serikat dan beberapa Negara Eropa tetap membela kebijakan Israel tersebut dengan dalih untuk membela diri paska serangan 7 Oktober yang dilakukan Hamas sebagai sayap revolusi Palestina. Mereka tidak mau melihat kenyataan yang telah dilakukan penjajah Israel selama 75 tahun yang hampir setiap hari menyiksa dan menangkapi rakyat Palestina serta merebut dan mengusir rakyat dari rumah dan tanah mereka sendiri. Kemerdekaan adalah hak semua bangsa serta HAM yang merupakan slogan PBB tampak nyata hanya sekedar slogan tanpa makna.         

Ironisnya Palestina yang mayoritas Muslim adalah negri yang terletak berdampingan dengan Negara-negara Muslim seperti Mesir, Yordania, Suriah, Iran, Irak dan Saudi Arabia. Tidakkah para tetangga ini dapat berbuat sesuatu untuk mencegah hal tersebut?? Bukankah umat Islam adalah umat terbaik karena dapat mengajak kepada kebaikan sekaligus mencegah kejahatan sebagaimana ayat 110 surat Ali Imran berikut, “Kalian ( umat Islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”.

Mengapa sebaliknya Mesir, Yordania dan Arab Saudi malah menangkal drone yang diluncurkan Iran dan Yaman menuju Israel apapun latar belakang kedua Negara tersebut menyerang Israel. Karena bagaimanapun kedua Negara tersebut dikenal sebagai pemeluk Syiah yang jauh dari ajaran Islam yang diajarkan Rasulullah saw. Namun setidaknya mereka berani secara nyata melawan kekejaman Zionis.

Harus diakui Barat sejak beberapa abad terakhir memang telah menguasai dunia baik secara ekonomi, teknologi maupun ideologi. Islam yang di masa lalu selama berabad-abad berada di puncak keemasan kini benar-benar terpuruk dan jauh tertinggal dalam segala hal. Ditambah lagi isu Islamophobia seperti Islam adalah teroris, Islam adalah agama yang tidak toleran dll.

Isu ini sengaja di sebarkan oleh mereka yang membenci Islam dan sayangnya tidak saja membuat orang non Muslim takut terhadap ajaran Islam namun juga berhasil membuat sebagian umat Islam yang keimanannya rapuh, mempercayainya. Sebaliknya prilaku Israel yang sudah amat sangat keterlaluan itu telah membuat banyak mahasiswa Barat marah. Mereka melakukan demo besar-besaran agar pembantaian segera dihentikan. Anehnya sekali lagi, Yordania dan Mesir menangkapi mahasiswanya yang melakukan hal yang sama … ??!!? Ada apakah gerangan?? Mengapa umat Islam tidak bisa bersatu seperti bersatunya Barat yang notabene kafir???

Tampaknya mereka telah melupakan hadist “ Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)”. (HR. Bukhari dan Muslim). 

Rasulullah saw bersabda bahwa diantara tanda-tanda Kiamat adalah diserahkannya tampuk kepemimpinan kepada orang-orang bodoh, yaitu orang yang tidak mau mengambil petunjuk dari Al-Qur’an dan Sunnah, serta tidak mau menerima nasihat. Pembohong dianggap benar, orang jujur dianggap pendusta, pengkhianat dipercaya, orang yang bisa dipercaya malah dianggap pengkhianat, orang bodoh akan berbicara, dan orang pintar diam saja. Tak syak lagi mereka adalah orang-orang munafik.

Hadist yang meng-identifikasikan hal tersebut banyak, diantaranya adalah sebagai berikut :

“ Hari Kiamat belum akan terjadi sampai nanti kabilah-kabilah dikuasai oleh orang munafik dari kalangan mereka. “ (HR. Thabrani).

Jabir ibn Abdillah r.a.a meriwayatkan, bahwa Rasulullah s.a.w. berkata kepada Ka’ab ibn ‘Ajrah, “ Semoga Allah melindunginya dari kepemimpinan orang bodoh, wahai Ka’ab. ” Ka’ab lantas bertanya, “ Apakah yang dimaksud kepemimpinan orang-orang bodoh, wahai Rasulullah ? “

Nabi menjawab, “ Sepeninggalku nanti, akan muncul para pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula mengambil sunnah-sunnahku”.

Pemimpin yang takwa pasti mencontoh apa yang dilakukan Rasulullah dan para sahabat di masa lalu,  tidak mungkin ia diam melihat saudara-saudarinya sesama Muslim didzalimi sedemikian parahnya. Anehnya lagi, bukan hanya diam tapi bahkan menjalin hubungan erat dengan musuh Allah tersebut … Na[udzubillah min dzalik …

Wahn yaitu cinta dunia dan takut mati seperti yang telah diperkirakan Rasulullah saw tampak sangat menguasai para pemimpin dunia Islam. Mereka menjadikan Barat yang notabene kafir sebagai kiblat, sebagai contoh dan panutan. Mereka berlomba mengejar kesuksesan dunia tanpa khawatir melanggar aturan-aturan Sang Pencipta maupun sunah-sunah Rasul. Diantaranya yaitu dengan berhutang bahkan dengan cara Barat yaitu riba yang diharamkan dalam Islam. Merekapun akhirnya terjebak dan tersandera hingga tidak mampu berdiri di atas kaki sendiri, pasrah, tunduk patuh terhadap si pemberi hutang.

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. … … Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” ( Terjemah QS. Al-Baqarah(2):275).

Maka jadilah umat Islam yang seharusnya menjadi umat yang terbaik di muka bumi ini kehilangan segalanya hingga akhirnya tidak mampu bersuara apalagi membela saudara-saudarinya sesama Muslim yang terdzalimi di tanah Palestina. Padahal di tanah yang diberkahi Allah swt inilah berdiri masjid suci ke 3 umat Islam yang seharusnya wajib untuk dilindungi dan dipertahankan. Bukan hanya diam membisu menyaksikan masjid suci tersebut diduduki, direbut bahkan dijadikan rumah ibadah umat Yahudi yang sejak lama memimpikannya.   

Sebagai penutup, adalah tugas kita sebagai orang-tua untuk mendidik anak-anak kita betapa pentingnya memilih seorang pemimpin agar kita dapat menjalankan tanggung-jawab dan kewajiban sebagai Muslim dengan aman dimanapun berada.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim“. ( Terjemah QS. Al-Maidah(5:51).

Maka Islam sebagai rahmatan lil ‘aalamiin kembali akan terjadi seperti di masa Rasulullah dan tokoh-tokoh Muslim di masa lalu. Itulah zaman keemasan Islam yang selama berabad-abad pernah menyelimuti bumi Allah Azza wa Jala. Dan Rasulullah saw dalam suatu hadist yang panjang pernah menyampaikannya akan kembali terjadi beberapa waktu sebelum hari Akhir datang.  Dan semoga Allah swt segera meridhoi terbentuknya Palestina merdeka yang bebas dari kekejaman Zionis Israel Yahudi terlaknat, aamiin yaa robbal ‘aalamiin.    

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 16 Mei 2024.

Vien AM.     

Manfaat Dzikir.

Dari ‘Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam (amalan sunnah) itu amat banyak yang mesti kami jalankan. Maka mana yang mesti kami pegang (setelah menunaikan yang wajib, pen.)?” Beliau menjawab, “Hendaklah lisanmu selalu basah dengan berdzikir kepada Allah (maksudnya: terus meneruslah berdzikir kepada Allah, pen).” (HR. Ahmad dengan lafazh seperti ini) [HR. Ahmad, 4:188; Tirmidzi, no. 3375; Ibnu Majah, no. 3793; Ibnu Hibban, no. 2317; Al-Hakim, 1:495. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Lihat pula penjelasan hadits ini dalam Tuhfah Al-Ahwadzi bi Syarh At-Tirmidzi, 9:305].

Faedah hadits

Pertama: Para sahabat begitu bersemangat dalam bertanya berkaitan dengan urusan agama mereka.

Kedua: Allah memerintahkan kita untuk banyak berdzikir. Allah juga memuji orang yang banyak berdzikir tersebut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا , وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42)

وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah: 10)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَذْكُرُ اللهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berdzikir (mengingat) Allah pada setiap waktunya.” (HR. Bukhari, no. 19 dan Muslim, no. 737)

Yang dimaksud banyak berdzikir di sini adalah berdzikir ketika berdiri, berjalan, duduk, berbaring, termasuk pula dalam keadaan suci dan berhadats.

Ketiga: Para ulama menghitung dzikir dengan jarinya.

Khalid bin Ma’dan bertasbih setiap hari 40.000 kali. Ini selain Al-Qur’an yang beliau baca. Ketika ia meninggal dunia, ia diletakkan di atas ranjangnya untuk dimandikan, maka isyarat jari yang ia gunakan untuk menghitung dzikir masih terlihat.

Ada yang bertanya pada ‘Umair bin Hani, bahwa ia tak pernah kelihatan lelah untuk berdzikir. Ketika ditanya berapa jumlah bacaan tasbih beliau, ia jawab bahwa 100.000 kali tasbih dan itu dihitung dengan jari jemari.

Dari Yusairah seorang wanita Muhajirah, dia berkata:

قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُنَّ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ وَالتَّقْدِيسِ وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَة

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada kami, ‘Hendaknya kalian bertasbih (ucapkan subhanallah), bertahlil (ucapkan laa ilaha illallah), dan bertaqdis (mensucikan Allah), dan himpunkanlah (hitunglah) dengan ujung jari jemari kalian karena itu semua akan ditanya dan diajak bicara, janganlah kalian lalai yang membuat kalian lupa dengan rahmat Allah.’” (HR. Tirmidzi, no. 3583; Abu Daud, no. 1501 dari hadits Hani bin ‘Utsman dan disahihkan oleh Adz-Dzahabi. Sanad hadits ini dikatakan hasan oleh Al-Hafizh Abu Thahir).

Keempat: Jika seseorang telah benar-benar mengenal Allah, ia akan berdzikir tanpa ada beban sama sekali.

Kelima: Berdzikir adalah kelezatan bagi orang-orang benar-benar mengenal Allah. Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’du: 28)

Keenam: Ada keutamaan berdzikir saat orang-orang itu lalai.

Abu ‘Ubaidah bin ‘Abdullah bin Mas’ud berkata, “Ketika hati seseorang terus berdzikir pada Allah maka ia seperti berada dalam shalat. Jika ia berada di pasar lalu ia menggerakkan kedua bibirnya untuk berdzikir, maka itu lebih baik.” (Lihat Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 524). Di sini dinyatakan lebih baik karena orang yang berdzikir di pasar berarti berdzikir di kala orang-orang lalai. Para pedagang dan konsumen tentu lebih sibuk dengan tawar menawar mereka dan jarang yang ambil peduli untuk sedikit mengingat Allah barang sejenak.

Lihatlah contoh ulama salaf. Kata Ibnu Rajab Al-Hambali setelah membawahkan perkataan Abu ‘Ubaidah di atas, beliau mengatakan bahwa sebagian salaf ada yang bersengaja ke pasar hanya untuk berdzikir di sekitar orang-orang yang lalai dari mengingat Allah. Ibnu Rajab pun menceritakan bahwa ada dua orang yang sempat berjumpa di pasar. Lalu salah satu dari mereka berkata, “Mari sini, mari kita mengingat Allah di saat orang-orang pada lalai dari-Nya.” Mereka pun menepi dan menjauh dari keramaian, lantas mereka pun mengingat Allah. Lalu mereka berpisah dan salah satu dari mereka meninggal dunia. Dalam mimpi, salah satunya bertemu lagi temannya. Di mimpi tersebut, temannya berkata, “Aku merasakan bahwa Allah mengampuni dosa kita di sore itu dikarenakan kita berjumpa di pasar (dan lantas mengingat Allah).” Lihat Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2:524.

Ketujuh: Allah telah mewajibkan pada kaum muslimin untuk berdzikir kepada Allah pada siang dan malam dengan mengerjakan shalat lima waktu pada waktunya. Dari shalat lima waktu itu ada shalat rawatib (qabliyah dan bakdiyah), di mana shalat rawatib itu berfungsi sebagai penutup kekurangan atau sebagai tambahan dari yang wajib.

Kedelapan: Antara shalat Isya dan shalat Shubuh ada shalat malam dan shalat witir. Antara shalat Shubuh dan shalat Zhuhur ada shalat Dhuha.

Kesembilan: Dzikir dengan lisan disunnahkan setiap waktu dan ada yang dianjurkan pada waktu tertentu seperti:

  • Dzikir bakda shalat wajib.
  • Dzikir pagi dan petang pada bakda shubuh dan bakda ashar (yang tidak ada shalat sunnah setelah dua shalat tersebut).
  • Dzikir sebelum tidur, dianjurkan berwudhu sebelumnya.
  • Dzikir setelah bangun tidur.
  • Beristighfar pada waktu sahur.
  • Dzikir ketika makan, minum, dan mengambil pakaian.
  • Dzikir ketika bersin.
  • Dzikir ketika melihat yang lain terkena musibah.
  • Dzikir ketika masuk pasar.
  • Dzikir ketika mendengar suara ayam berkokok pada malam hari.
  • Dzikir ketika mendengar petir.
  • Dzikir ketika turun hujan.
  • Dzikir ketika turun musibah.
  • Dzikir ketika safar.
  • Dzikir ketika meminta perlindungan saat marah.
  • Doa istikharah kepada Allah ketika memilih sesuatu yang belum nampak kebaikannya.
  • Taubat dan istighfar atas dosa kecil dan dosa besar.

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Siapa yang menjaga dzikir pada waktu-waktu tadi, dialah yang disebut orang yang rajin berdzikir kepada Allah pada setiap waktunya.” (Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2:529)

Referensi:

  1. Fath Al-Qawi Al-Matin fii Syarh Al-Arba’in wa Tatimmah Al-Khamsiin li An-Nawawi wa Ibnu Rajab rahimahumallah. Cetakan kedua, Tahun 1436 H. Syaikh ‘Abdul Muhsin bin Muhammad Al-‘Abbad Al-Badr.
  2. Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam. Cetakan kesepuluh, Tahun 1432 H. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.
  3. Tuhfah Al-Ahwadzi bi Syarh At-Tirmidzi. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Al-Imam Al-Hafizh Abul ‘Ula Muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdurrahim Al-Mubarakfuri. Penerbit Darul Fayhan & Darus Salam.

Sumber https://rumaysho.com/25391-inilah-manfaat-dzikir-yang-luar-biasa-hadits-jamiul-ulum-wal-hikam-50.html

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 31 Maret 2024.

Vien AM.

Ramadhan Karim.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”,  (Terjemah QS. Al-Baqarah (2):183).

Tak terasa bulan suci Ramadhan, bulan dimana Allah swt perintahkan umat Islam agar berpuasa, telah tiba. Berpuluh tahun sudah kita menjalani bulan suci tersebut. Pertanyaannya adakah puasa kita dari tahun ke tahun ada peningkatan kwalitas? Atau sama saja? Atau bahkan lebih buruk???

KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dalam artikel berjudul “Keistimewaan Bulan Ramadhan” menyebut puasa berasal dari bahasa Sansekerta yakni upavasa. Upa berarti dekat dan vasa/wasa berarti yang maha agung. Jadi upavasa artinya mendekatkan diri kepada Yang Maha Agung.

Hampir semua agama memang mempunyai perintah berpuasa. Tapi hanya Islam yang mewajibkan umatnya berpuasa selama 1 bulan penuh yaitu di bulan Ramadhan. Bulan di mana pertama kali diturunkan ayat suci Al-Quran. Itulah ayat 1 – 5 surat Al-‘Alaq. Ayat ini adalah ayat perintah agar membaca. Menandakan betapa pentingnya membaca. Kita semua pasti tahu membaca adalah bagian terpenting dalam menuntut ilmu agar orang menjadi pandai. Uniknya dalam Islam, pandai adalah minimal mengetahui bahwa yang menciptakan manusia adalah Allah subhanallahu wa Ta’ala.

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.

Dalam bahasa Arab, puasa adalah shaum/shiyam (shaamu – yashuumu) yang berarti menahan. Meski demikian ada perbedaan mencolok antara shaum dan shiyam. Shaum adalah menahan bicara atau berpuasa dalam arti menahan makan dan minum sedangkan shiyam menahan makan, minum, syahwat dan hal-hal yang tidak disukai Allah swt dengan niat untuk mendekatkan diri pada Allah swt. Itu sebabnya perintah berpuasa dalam ayat 183 surat Al-Baqarah di atas menggunakan kata shiyam bukan shaum.  

Ibadah puasa mempunyai keistimewaan dibandingkan dengan ibadah lain seperti sedekah, haji dan lainnya, bahkan shalat. Ini berdasarkan hadist qudsi berikut:

Setiap amal perbuatan manusia demi dirinya sendiri kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya.”

Dengan demikian sungguh tinggi nilai puasa di hadapan Allh swt. Apalagi puasa Ramadhan. Untuk itu sungguh rugi orang yang memasuki bulan Ramadhan berpuasa tapi tidak secara sungguh-sungguh. Berpuasa hanya sekedar menahan lapar, haus dan syahwat.

Ramadhan adalah bulan dimana semua amal ibadah dilipat gandakan pahalanya. Ibaratnya adalah seperti toko yang mengobral barang-barang bermutu alias SALE yang biasanya diburu terutama kaum perempuan.

Maka bila obral saja diburu tidakkah Ramadhan lebih lagi?? Mari di bulan suci ini kita berlomba dalam mengerjaan ibadah, tidak hanya puasanya tapi juga dalam tilawah (membaca Al-Quran), mengkhatamkan dan menghafalnya, shalat Tarawih dan Witir, sedekah/infak, sodaqoh, dll. Jangan lupa juga untuk terus mendoakan dan membantu saudara-saudari kita di Palestina terutama Gaza yang hingga detik ini masih dalam kesulitan memenangkan pertempuran melawan Zionis Israel terkutuk.  Mari kita memulainya dengan hati yang bersih, dengan saling memaafkan.

Mari kita dekatkan diri kepada Allah Azza wa Jala agar Ia mencintai kita hingga ridho memudahkan segala urusan kita dan kelak memasukkan kita kedalam syurga-Nya yang indah memukau, dalam keadaan mata yang terbuka lebar sebagaimana Allah telah memberi kita mata yang dapat melihat di dunia. Syurga yang Rasulullah gambarkan keindahannya tidak pernah ada di dunia ini bahkan terlintaspun tidak, sebagaimana hadist berikut:

“Allah SWT berfirman: Aku telah menyiapkan  untuk hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan tidak pernah terlintas di benak manusia untuk hamba-hamba-Ku yang saleh.” (HR. Muslim)

Sedangkan buta yang dimaksud dalam ayat-ayat berikut bukan mata fisik yang buta melainkan hati yang buta. Mengapa demikian?? Karena matanya tidak digunakan untuk membaca ayat-ayat suci Al-Quran yang merupakan firman Allah sebagaimana perintah-Nya di awal turunnya Al-Quranul Karim di bulan Ramadhan. Nau’udzubillah min dzalik …

Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada”. (Terjemah QS Al-Hajj (22):46).

Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).”(Terjemah QS Al-Isra’ (17):72).

Wallahu ‘alam bish shawwab.

Jakarta, 10 Maret 2024/ 29 Sya’ban 1445 H.

Vien AM.

AISHA Bhutta, seorang muslimah yang juga dikenal dengan nama aslinya, Debbie Rogers, punya cerita menakjubkan tentang bagaimana dirinya memeluk Islam dan mengantarkan hidayah kepada 30 orang keluarga dan kerabatnya.

Keluarga Rogers adalah orang-orang Kristen yang taat. Mereka secara rutin menghadiri pertemuan Salvation Army. Ketika semua remaja di Inggris mencium poster George Michael (artis), Debbie Rogers lebih suka memasang foto-foto Yesus di dindingnya. Namun dia menemukan bahwa kekristenan tidak cukup; ada terlalu banyak pertanyaan yang tidak terjawab dan dia merasa tidak puas dengan kurangnya struktur disiplin untuk keyakinannya.

Pasti ada lebih banyak yang harus kupatuhi daripada sekadar berdoa ketika aku menginginkannya,” kata dia.

Debbie Rogers masih seorang gadis Kristen taat berusia belia saat mengenal Muhammad, pria yang kini menjadi suaminya. Aisha pertama kali bertemu calon suaminya, Mohammad Bhutta, ketika dia berusia 10 tahun. Muhammad merupakan pelanggan toko yang dikelola oleh keluarga Rogers. Aisha melihatnya sholat di ruang belakang.

Ada kepuasan dan kedamaian dalam apa yang dia lakukan. Dia mengatakan dia adalah seorang Muslim. Saya berkata: Apa itu seorang Muslim?” tutur Aisha.

Kemudian dengan bantuan Muhammad, dia mulai mencari lebih dalam tentang Islam. Pada usia 17, dia telah membaca seluruh isi Alquran dalam bahasa Arab. “Semua yang saya baca,” katanya, “masuk akal.

Debbie Rogers yang kemudian bernama Aisha, membuat keputusan untuk masuk Islam pada saat dirinya masih berusia 16. “Ketika aku mengucapkan kata-kata itu, rasanya seperti beban besar yang kubawa di pundakku terlempar. Aku merasa seperti bayi yang baru lahir,” ungkap Aisha.

Meskipun dia telah jadi mualaf, orang tua Muhamad ternyata menentang pernikahan mereka. Mereka melihatnya sebagai wanita Barat yang akan menyesatkan putra tertua mereka dan memberi nama keluarga yang buruk.

Meski demikian, pasangan itu menikah di masjid setempat. Aisha mengenakan gaun yang dijahit tangan oleh ibu dan saudara perempuan Muhamad yang menyelinap ke upacara melawan keinginan ayahnya yang menolak untuk hadir. Nenek tuanya yang membuka jalan untuk ikatan di antara para wanita. Dia tiba dari Pakistan di mana pernikahan campuran ras bahkan lebih tabu. Neneknya bersikeras ingin bertemu Aisha. Dia sangat terkesan oleh fakta bahwa calon cucu menantunya itu mempelajari Alquran dan kultur keluarga Muhammad. Neneknya lah yang meyakinkan keluarga untuk menerima Aisha.

Sementara orang tua Aisha, Michael dan Marjory Rogers, meskipun menghadiri pernikahan, lebih peduli dengan pakaian yang sekarang dipakai oleh putri mereka (shalwaar kameez tradisional) dan apa yang akan dipikirkan tetangga. Enam tahun kemudian, Aisha memulai sebuah misi untuk mengantarkan hidayah kepada mereka dan anggota keluarganya lainnya.

Suami saya dan saya berdakwah pada ibu dan ayah saya, memberi tahu mereka tentang Islam dan mereka melihat perubahan dalam diri saya,” ungkap Aisha.

Ibunya segera mengikuti jejaknya. Marjory Rogers mengubah namanya menjadi Sumayyah dan menjadi seorang Muslim yang taat. “Dia mengenakan jilbab dan melakukan shalat tepat waktu dan tidak ada yang berarti baginya kecuali hubungannya dengan Tuhan,” kata Aisha.

Ayah Aisha lebih sulit didakwahi, jadi dia meminta bantuan ibunya yang baru masuk Islam (yang sejak itu meninggal karena kanker). “Ibu saya, saya biasa berbicara dengan ayah saya tentang Islam dan suatu hari kami duduk di sofa di dapur dan dia berkata, “Apa kata yang kamu ucapkan ketika kamu menjadi seorang Muslim?” Aku dan ibuku terkejut dibuatnya. Tiga tahun kemudian, saudara laki-laki Aisha masuk Islam melalui telepon, – terima kasih kepada BT,” cerita Aisha.

Kemudian istri dan anak-anak dari saudara lelaki Aisha itu turut masuk Islam, diikuti oleh putra saudara perempuannya. Itu tidak berhenti di situ. Setelah keluarganya menjadi mualaf, Aisha mengalihkan perhatiannya ke lingkungan kediamanannya di Cowcaddens, yang penuh dengan deretan flat rumah petak abu-abu. Setiap hari Senin selama 13 tahun terakhir sejak dirinya masuk Islam, Aisha telah membuka masjlis di sana. Islam untuk wanita Skotlandia. Sejauh ini dia telah membantu untuk mengkonversi lebih dari 30 orang.

Para wanita datang dari berbagai latar belakang yang membingungkan. Trudy, seorang dosen di Universitas Glasgow dan mantan Katolik, menghadiri kelas-kelas Aisha murni karena dia ditugaskan untuk melakukan penelitian. Tetapi setelah enam bulan belajar, dia pindah agama. Kekristenan penuh dengan “inkonsistensi logis”. “Saya tahu dia mulai terpengaruh oleh pembicaraan”, kata Aisha. Bagaimana dia bisa tahu? “Aku tidak tahu, itu hanya perasaan.”

Kelas-kelas itu termasuk gadis-gadis Muslim yang tergoda oleh cita-cita Barat dan kebutuhan akan keselamatan, mempraktikkan wanita Muslim yang menginginkan forum terbuka untuk diskusi menolak mereka di masjid yang didominasi pria setempat, dan mereka yang hanya tertarik pada Islam.

Aisha menyambut pertanyaan. “Kita tidak bisa berharap orang membabi buta percaya,” kata dia.

Suaminya, Mohammad Bhutta, tampaknya tidak begitu terdorong untuk mengubah pemuda Skotlandia menjadi saudara Muslim. Dia sesekali membantu di restoran keluarga, tetapi tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memastikan kelima anaknya tumbuh sebagai Muslim.

Yang tertua, Safia, “hampir 14, Al-Humdlillaah (Alhamdulillah!)”, Tidak membenci majlis. Suatu hari dia bertemu seorang wanita di jalan dan membawa belanjaannya, wanita itu menghadiri kelas-kelas Aisha dan sekarang seorang Muslim.

Jujur saya bisa mengatakan saya tidak pernah menyesalinya,” kata Aisha tentang perjalanannya ke Islam.

Setiap pernikahan mengalami pasang surut dan kadang-kadang Anda membutuhkan sesuatu untuk menarik Anda keluar dari kesulitan apa pun. Tetapi Nabi SAW bersabda, mengatakan: ‘Setiap kesulitan memiliki kemudahan.’ Jadi, ketika Anda melewati tahap yang sulit, Anda sebetulnya sedang bekerja untuk kemudahan yang akan datang.”

Mohammed lebih romantis: “Saya merasa kita sudah saling kenal selama berabad-abad dan tidak boleh berpisah satu sama lain. Menurut Islam, Anda bukan hanya mitra seumur hidup, Anda bisa menjadi mitra di surga juga, selamanya. Ini hal indah,” kenang Aisha. []

Wallahu a’lam bish shawwab.

Jakarta, 6 Maret 2024.

Vien AM.

Dicopy dari : https://www.islampos.com/kisah-aisha-bhutta-seorang-mualaf-yang-mengislamkan-30-orang-188533/

“Masa kenabian (Nubuwwah) itu ada di tengah-tengah kalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya masa kerajaan yang menggigit (Mulkan ’Adhan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Setelah itu, masa kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyyan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam,” (H.R Ahmad).

Hadist di atas menunjukkan bahwa dalam pandangan Islam kepemimpinan di dunia ada 5 fase, yaitu

1. Masa kenabian (Nubuwwah).

Ini adalah masa kehidupan Rasulullah selama 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah. Ini adalah masa terbaik dalam Islam.

2. Masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala  minhaj an-nubuwwah).

Masa ini adalah masa Khulafaul Rasyidin dimana 4 khalifah memimpin secara berurutan yaitu  Abu Bakar Asy Siddiq ra ( 2 tahun), Umar bin Khatab ra ( 10 tahun), Utsman bin Affan ra ( 12 tahun) dan Ali bin Abu Thalib ra ( 6 tahun). Masa ini adalah masa terbaik setelah masa kenabian.

3. Masa kerajaan yang menggigit.

Yang dimaksud menggigit adalah memegang teguh syariat Islam dengan cukup kuat. Ini adalah masa Islam dengan sistim kerajaan/dinasti yang dimulai dari dinasti Muawwiyah, Abbasiyah hingga jatuhnya Turki Ustmaniyah pada tahun 1924. Ini adalah masa terpanjang kejayaan Islam di dunia. Pada masa ini hampir 2/3 dunia didominasi kekuasaan Islam.    

4.  Masa Mulkan Jabariyyan ( kediktatoran).

Masa ini umat Islam terbagi menjadi negara-negara kecil yang tercerai-berai dan tidak bersatu.  Mulkan Jabariyyan juga diartikan dengan masa kerajaan yang sombong. Ini disebabkan sebagian besar negara/kerajaan tidak menjalankan pemerintahan secara syariat Islam. Masa ini adalah masa terburuk dalam sejarah Islam.

5. Masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah).

Masa ini adalah masa akhir sebelum datangnya hari Akhir. Dimulai setelah berakhirnya masa Kediktatoran. Rasulullah bersabda “Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435).

Rasulullah bersabda “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898).

Jumhur ulama sepakat bahwa saat ini kita berada pada periode ke 4 yaitu Mulkan Jabariyyan. Masa dimana umat Islam hidup tidak bersatu, masa dimana wilayah dan negara menjadi batas dan kewenangan masing-masing kepala negara/kerajaan yang kurang bahkan tidak menjadikan syariat Islam sebagai pegangan. Masa dimana banyak terjadi perselisihan, peperangan, kedzaliman  dan juga gempa bumi. Saat ini kita menjadi saksi bagaimana perzinahan, prilaku menyimpang homoseksual, riba, korupsi dll meraja-lela dimana-mana.

Masa ini diawali dengan jatuhnya kesultanan Turki Usmaniyah/Ottoman pada tahun 1924. Kekhalifahan atau kesultanan ( kerajaan Islam) yang berkuasa selama 625 tahun ini pada puncak kejayaannya meliputi wilayah yang sangat luas, mulai dari pantai utara Afrika  (Aljazair, Tunisia, Libia dan Mesir), sebagian jazirah Arab ( Suriah, Yordania, Palestina, Lebanon), Irak, Iran, sebagian Eropa ( Austria, Bulgaria, Hungaria, Rumania, Yunani, Siprus), negara-negara Balkan bekas Yugoslavia ( Kroasia, Kosovo, Serbia, Makedonia dll) serta negara-negara bekas jajahan Rusia ( Tajikistan, Uzbekistan dll) dengan Istanbul ( dulu Konstatinopel) di Turki sebagai ibu kotanya.

Kesultanan yang sudah sangat renta dan mulai mengalami kemunduran di berbagai bidang termasuk terlepasnya sejumlah besar wilayah kekuasaannya, makin terpuruk dengan kekalahan  Perang Dunia I melawan pasukan sekutu dibawah kepemimpinan Inggris ( 1914-918). Ottoman ketika itu berada di pihak Jerman.    

Ottoman yang sudah kehilangan sebagian besar wilayahnya benar-benar ambruk pada tahun 1924 dengan dideklarasikannya republik Turki yang sekuler oleh Mustafa Kemal Ataturk. Menurut sebagian pendapat ia adalah seorang boneka Inggris berdarah Yahudi yang sengaja dimunculkan untuk menyerang Turki dari dalam. Bahkan Palestina yang tadinya bagian dari Ottoman juga adalah Inggris yang menjadi biang kerok berdatangannya orang-orang Yahudi yang kemudian merebut tanah Palestina dan mendeklarasikan negara Israel pada tahun 1948.  Itulah deklarasi Balfour yang sarat masalah yang menjadi awal penderitaan rakyat Palestina.

Kemudian dengan didirikannya PBB paska PD II pada tahun 1945, dengan dalih bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa maka habis sudahlah masa kejayaan kekhalifahan Islamiyah.  

Ironisnya PBB yang didirikan dengan tujuan agar tidak terjadi perang dan perebutan wilayah nyatanya perang dan pertumpahan darah tetap terjadi hingga detik ini. Perang Israel – Hamas yang telah menelah korban lebih dari 27 ribu jiwa sebagian besar anak-anak, orang-tua dan perempuan, adalah contoh sangat nyata.  Dan ini bukan kali pertama penjajah Israel melakukan aksi kekerasan terhadap rakyat Palestina. Serangan 7 Oktober 2023 yang dilakukan HAMAS adalah sebuah tindakan yang mewakili rakyat Palestina demi mendapatkan kemerdekaannya yang tidak kunjung terealisasi.

Pertempuran antara kaum beriman dengan kaum kafirun memang sudah  tercatat di Lauh Mahfuzh bahwa tidak akan berhenti hingga akhir zaman nanti. Meski ada sebagian orang kafir yang membela Palestina demi alasan kemanusiaan. Itulah mereka yang masih mempunyai hati nurani. Semoga suatu hari Allah swt memberi mereka hidayah. Atau Muslim yang tidak berani membela Palestina terang-terangan sebagai akibat dari Islamophobia yang disebarkan musuh-musuh Islam.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. ( Terjemah QS. Al-Hujurat(49):13).     

Namun yang sangat menyakitkan adalah sikap negara-negara mayoritas Muslim yang terlihat tidak mampu berbuat banyak.  Padahal Barat yang notabene kafir jelas-jelas memperlihatkan keberpihakan mereka dan mati-matian membela perbuatan kejam Israel yang mengarah pada pembersihan etnis (genosida). Ketertinggalan umat Islam di segala bidang seperti teknologi, ekonomi dll membuat umat tersandera, tak berdaya dan sangat tergantung kepada Barat. Sungguh memprihatinkan …   

Bersyukur dalam hadist lain dikatakan bahwa masa Mulkan Jabariyyan tidaklah panjang dibanding masa-masa sebelumnya. Saat ini masa terburuk dalam sejarah Islam tersebut telah memasuki tahun ke 100. Banyak ulama berpendapat bahwa masa ini akan segera berlalu. Dan akan datang masa kembalinya kejayaan Islam seperti di masa lalu.

Beberapa hari lagi rakyat Indonesia akan menyelenggarakan Pilpres. Adakah kita akan mengawali masa kejayaan tersebut?? Namun jangan lupa kemenangan perlu perjuangan yang tidak mudah. Dibutuhkan suatu lingkungan dan masyarakat yang benar-benar memahami Islam secara kaffah/keseluruhan. Dan dari  masyarakat yang seperti inlah akan timbul kesadaran pentingnya memilih pemimpin yang memenuhi kriteria syariat Islam. Yaitu selain beriman dan takwa juga memiliki sifat  jujur (shiddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh) serta pandai/mempunyai kemampuan (fathanah).

Perumpamaan kaum mukminin dalam saling mencintai, saling mengasihi dan saling menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR Muslim).

Ditambah lagi dengan menghormati ulama dan mau mendengarkan mereka, peduli terhadap rakyat kecil serta benar-benar memahami masalah saudara-saudari sesama Muslim yang terdzalimi seperti yang terjadi di Palestina. Bukan yang asal bicara mengatakan bahwa Palestina terus digempur Israel karena tidak memiliki pertahanan yang baik. Merdeka saja belum bagaimana mungkin mempunyai pertahanan? Bukan pula yang suka mengancam, menakuti rakyat atau menyogok dengan sejumlah uang apalagi uang haram pula.       

Yaa Allah berilah rakyat Indonesia kemampuan untuk memilih pemimpin yang baik sesuai syariat, jadikan pilpres ini berjalan dengan aman, lancar tanpa kecurangan, dan jadikan kami sebagai saksi datangnya awal masa kembalinya kejayaan Islam yang rahmatan lil alamin, rahmat bagi semua isi semesta alam , manusia apapun bangsa, bahasa, suku, agama dan kulit warnanya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

Wallahu a’lam bish shawwab.

Jakarta, 10 Februari 2024.

Vien AM.