Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2014

Kejahatan dan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur atau Pedofili  kembali terjadi di bumi tercinta ini. Ironisnya,  perbuatan terkutuk tersebut terjadi di lingkungan pendidikan yang semustinya adalah tempat yang paling aman bagi anak, yaitu sekolah.  Dan tak tanggung-tanggung sekolah tersebut adalah JIS ( Jakarta International School), sebuah sekolah bergengsi elit di kawasan elit Pondok Indah. TK nya pula!

Sungguh menyedihkan, anak usia TK yang semestinya sedang senang-senangnya bermain dengan teman-teman seusianya itu sudah harus menanggung derita sakit tak terkira akibat nafsu bejat psikopat tak berperikemanusiaan tersebut.

Kejahatan seksual dari hari ke hari makin menggila. Tidak hanya ditilik dari frekwensinya namun juga   cara dan jenisnya. Bagaimana tidak, anak umur 6 tahun disodomi beberapa lelaki dewasa, disaksikan dan dipegangi seorang perempuan supaya tidak lari. Naudzubillah min dzalik … Iblis dan syaitan dari jenis apapun mungkin kalah sudah.

Yang lebih ajaib lagi, FBI, badan investigasi bergengsi  milik Amerika Serikat, mengumumkan bahwa warganya yang bernama  William James Vahey, yang merupakan buronan mereka, pernah bekerja di sekolah tersebut, tak tanggung-tanggung selama 10 tahun pula!

Lebih mengerikan lagi, lelaki usia 64 tahun tersebut buron karena kejahatan seksual yang dilakukannya. Badan investigasi tersebut menyebutnya sebagai  predator pedofil terbesar abad ini. Diduga 90 anak laki dari berbagai sekolah dimana ia mengajar, telah menjadi korban kebiadabannya. Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa buron kelas kakap tersebut, Inggris memasukkan kejahatannya kedalam kelas terorisme, telah mati bunuh diri pada tahun 2013 lalu di sebuah kamar di Minnesota,  Amerika Serikat.

Aneh juga ya, koq agen FBI yang diakui kehebatannya itu tidak mampu menangkap buronannya yang telah puluhan tahun berbuat kejahatan besar, malah sampai bunuh diri segala .. . hemmm. Ajaibnya lagi, predator tersebut bisa seenaknya berpindah-pindah kerja dari satu negara ke negara lain, sebagai pengajar TK pula ! Ia dikabarkan pernah mengajar di  10 negara diantaranya Iran, Mesir, Lebanon, Spanyol, Inggris, beberapa Negara di Amerika Latin dan di Indonesia.  Sebagian besar adalah sekolah berstatus internasional.

Tanda tanya makin bertambah besar saja karena seorang tersangka kejahatan di JIS ditemukan mati bunuh diri di toilet kantor polisi. Hal ini terjadi tidak lama setelah pihak kepolisian mengumumkan tersangka yang jumlahnya ada 5, tidak termasuk tersangka yang bunuh diri tersebut. Apalagi setelah pihak keluarga mengklaim bahwa muka tersangka lebam.  Namun anehnya lagi, mereka menolak autopsi. Ini yang kemudian melahirkan kecurigaan bahwa mereka dibayar untuk ‘diam’.

Untuk sementara, ke 5 tersangka memang dari bagian petugas keamanan dan kebersihan, yang disewa sekolah. Namun berita terakhir menyebutkan adanya kemungkinan terlibatnya tenaga pengajar di sekolah tersebut. Hal yang sama sekali tidak mustahil, mengingat si predator Amrik yang sempat bebas gentayangan dari tahun 1992 hingga 2002 lalu. Apalagi dengan adanya temuan bahwa korban pedofili beresiko tinggi menjadi pedofili juga !

Patut menjadi pertanyaan, apakah lingkungan JIS yang dikenal super ketat dijaga oleh satpam itu sejatinya untuk melindungi para predator yang tersembunyi didalamnya, bukan untuk keamanan muridnya ??? Agar konspirasi besar merusak generasi penerus dengan menyebarkan  ‘virus ‘pedofili, di seluruh pelosok dunia dapat berjalan mulus ???  Agar cita-cita terkutuk menjadikan dunia dengan tatanan baru  ( the New World Order) yang tidak memiliki budaya, tata krama dan agama dibawah Dajjal si mata satu yang memang sudah diprediksi Rasulullah saw ribuan tahun lalu itu bisa terlaksana ?? Siapa sebenarnya Dajjal, dalang terlaknat di balik semua ini?

Perlakuan seksual menyimpang seperti Homoseksual memang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Mereka adalah kaum nabi Luth, yang tinggal di sekitar laut Mati. Kota dimana mereka tinggal itu di kemudian hari dinamakan Sodom.  Mungkin dari sinilah lahir kata sodomi. Berikut ayat 80- 84 surat Al-Araf yang merekam perbuatan menyimpang yang dilaknat Sang Khalik tersebut.

“ Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”

Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan:

“Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.”

Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu”.

Islam dan agama-agama besar di dunia mengutuk Homoseksual. Karena jelas prilaku ini melawan fitrah. Dengan homoseksual bagaimana manusia akan berkembang biak ? Padahal salah satu tujuan perkawinan antar 2 mahluk lawan jenis adalah untuk memperkembang- biakan manusia sebagai mahluk Allah  yang ditugasi mengurus bumi milik-Nya.  Yaitu sebagai khalifah di muka bumi.

 « Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ». (QS.Al-Hujurat(49) :13).

« Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. … ». (QS.Al-Fathir(35) :39).

Anehnya, belakangan ini sejumlah negara Barat yang mengklaim diri sebagai bangsa maju dan  modern, hanya atas dasar alasan demokrasi dan kebebasan bepikir dan berpendapat,  malah melegalkan perkawinan antar sesama jenis.  Naudzu’billah min dzalik.

Lebih aneh lagi, Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim dan berazaskan Pancasila no 1 Ketuhanan, gaya hidup menyimpang ini tetap mempunyai pengikut yang tidak sedikit.  Ini terbukti dengan laku kerasnya acara-acara televisi yang dipandu selebritis lelaki keperempuan-perempuanan. Dan tanpa disadari ‘tokoh’ini menjadi panutan anak-anak kita.

Ini masih ditambah lagi dengan penampilan para selebritis perempuan tulen yang dengan genit memamerkan daya tarik keperempuanan mereka, aurat yang terbuka disana-sini. Belum lagi adegan seks yang dipertontonkan film-film di bioskop, video,  tv kabel dan internet yang sangat mudah di akses anak umur berapapun.  Inilah dunia yang sedang kita hadapi. Bayang-bayang nikmat kehidupan seks liar dan bebas tanpa ikatan perkawinan, layaknya binatang di hutan rimba nan luas. Betapa mengenaskan …

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pelaku pedofili biasanya seorang Homoseks yang karena berbagai alasan tidak mampu melampiaskan nafsu bejatnya kepada orang dewasa. Akibatnya, anak dibawah umur yang cenderung penurut dan belum mengenal kejahatanpun menjadi mangsanya.

Musuh-musuh Islam dan Allah seringkali menghubungkan perbuatan terkutuk pedofili dengan Rasulullah saw, yaitu karena Aisyah binti Abu Bakar, istri rasul yang paling muda.  Sungguh tuduhan yang sangat teramat keji dan tidak masuk akal. Cukup hanya dengan bekal mengetahui riwayat kehidupan  nabi dari kecil hingga dewasa yang begitu bersih saja, akal sehat tidak mungkin dapat menerima tuduhan tersebut.

Aisyah ra ketika dinikahi nabi memang masih teramat belia. Namun ini bukan kehendak nabi, Allah swt yang memerintahkan beliau saw untuk menikahinya. JIbril as yang memperlihatkan gambar Aisyah kepada rasul. Disamping itu Aisyah adalah putri sahabat terdekat dan terpercaya rasul yang sangat besar jasanya kepada Islam. Dan yang juga patut menjadi catatan, rasulullah baru menggauli istri tercinta tersebut dua tahun setelah pernikahan.

Catatan lain, Aisyah adalah satu-satunya istri rasul yang masih muda belia dan perawan ketika dinikahi. Aisyah tercatat sebagai istri rasul yang paling pandai dan paling banyak meriwayatkan hadist. Hal yang sangat berlawanan dengan korban pedofili. Dan lagi bila rasul seorang pedofili tentu semua istri rasul adalah anak dibawah umur.

Di sisi lain, hal yangcukup aneh, kaum Syiah yang mengaku Islam, menganggap Aisyah sebagai pelacur. Demikian juga Hafsah binti Umar bin Khattab. Juga ayah keduanya, yang merupakan orang pertama yang masuk Islam. Kaum ini bahkan menjadikan kutukan dan umpatan kepada mereka sebagai doa, sebagai amal ibadah. Padahal mereka adalah sahabat terbaik rasul. Yang dalam Al-Quranpun Allah swt memuji mereka sebagai ahli surga dari kaum Muhajirin.

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”.(QS.At-Taubah(9):100).

Selain pedofili, tuduhan berbau pelecehan seksual yang dibebankan kaum Orientalis kepada nabi Allah ini adalah mengenai kehidupan perkawinan rasul, yaitu poligami. Padahal rasulullah baru berpoligami pada 12 tahun terakhir kehidupan beliau saw. Itupun bukan atas dasar alasan pribadi. Nabi pertama kali menikah dengan Khadijah yang kemudian dikarunia 4 putri selama 25 tahun. Dan selama itu nabi tidak mempunyai istri lain. Padahal usia nabi ketika itu baru 25 tahun sedangkan Khadijah 40 tahun. Dan bagi orang Arab ketika itu memiliki istri lebih dari satu adalah hal biasa. Jadi mustinya tidak aneh bila nabi mau berpoligami, namun nyatanya nabi memilih untuk monogami.

Tuduhan kaum kafirin terhadap nabi tidak hanya terbatas pada kehidupan pribadi beliau. Mereka juga mengolok-olok bahwa nabi adalah orang gila, tukang sihir dll. Al-Quran dikatakan karangan nabi, kaum Muslimin dianggap barbar, jihad membela agama disamakan dengan teroris. Meski sebenarnya, tuduhan, finah dan permusuhan terhadap nabi, yang notabene membawa misi kebenaran dari Tuhannya, tidak hanya terjadi pada nabi Muhammad saw. Para nabi seperti nabi Nuh as, nabi Ibrahim as, nabi Luth as, nabi Musa as, nabi Isa as dll juga mengalami hal yang sama.

Jadi pertarungan antara hisbulllah ( pasukan Allah) yang membawa bendera kebaikan melawan hisbusyaitan ( pasukan syaitan) dengan bendera kejahatan dan kemaksiatannya, sudah ada sejak dahulu kala. Dan pertarungan ini puncaknya akan terjadi di akhir zaman.

“Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw. bersabda: Inginkah kamu sekalian aku beritahukan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata, ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya”. (HR Muslim).

Ya tampaknya Dajjal telah datang kepada anak cucu kita sekarang ini, Ia datang memutar balikkan berita tentang surga dan neraka. Diantaranya yaitu tadi, pedofili, homoseksual, kejahatan dan pelecehan seksual dianggap sebagai surga. Sebaliknya ketaatan dan ketakwaan kepada Sang Khalik adalah neraka.

Manusia lahir dibekali akal untuk digunakan, hati untuk membedakan antara kebaikan dan kejahatan. Silahkan memilih dimana anak cucu akan kita tempatkan, kita sekolahkan, lingkungan dan pendidikan yang seperti apa.  Ingatlah, virus itu sekatang telah menyebar ke segala arah, dengan begitu dasyat.

 “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS.Al-Araf(7):179).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 29 April 2014.

Vien AM.

Read Full Post »

Pemilu legislatif 2014 tinggal satu hari. Tapi hingga detik ini kelihatannya sebagian besar umat islam belum bisa menentukan pilihannya. Bisa dimaklumi, karena hingga saat ini, siapapun presiden dan partai yang memenangkan pemilu belum pernah berhasil membawa rakyat ke arah yang lebih baik. Tidak hanya partai sekuler, partai Islampun sami mawon. Korupsi dan tidak amanah seperti berlomba menjangkiti para anggotanya. Makin tahun bahkan makin menggurita. Sungguh menyedihkan. Ini yang menjadi penyebab makin banyaknya rakyat yang golput, alias tidak memilih.

Pertanyaannya, benarkah tindakan golput seperti itu? Apakah Islam mengizinkannya?

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat selalu membutuhkan adanya pemimpin. Dalam kehidupan rumah tangga, diperlukan adanya pemimpin atau kepala keluarga, begitu pula halnya di masjid sehingga shalat berjamaah bisa dilaksanakan dengan adanya orang yang bertindak sebagai imam, bahkan perjalanan yang dilakukan oleh tiga orang muslim, harus mengangkat salah seorang diantara mereka sebagai pemimpin perjalanan. Ini menunjukkan betapa pentingnya pemimpin dalam kacamata Islam, baik dalam skala kecil seperti dalam rumah tangga, apalagi dalam skala besar seperti dalam masyarakat suatu negara.

Malah sebenarnya kebutuhan akan kepemimpinan dan panutan tidak hanya monopoli Islam, namun juga umat agama lain. Orang Nasrani atau orang Hindu yang taat, pasti juga akan mengidolakan pemimpin yang satu kepercayaan dengan diri mereka. Karena setiap diri yang yakin akan keyakinannya, pasti akan lebih nyaman berada di lingkungan yang sama, yang kondusif, agar dapat menjalankan kepercayaannya tersebut.

Apalagi kita sebagai umat Islam, yang memiliki banyak sekali ritual yang membutuhkan pengayoman. Setiap Muslim yang baik, pasti tahu bahwa shalat 5 waktu bagi kaum lelaki, afdolnya adalah di Masjid. Shalat Jumat malah wajib di masjid, kecuali ada halangan. Sementara shalat Ied Fitri dan shalat Iedul Adha diperlukan lapangan yang luas, yang bila sewaktu-waktu hujan bisa masuk ke dalam masjid.

Belum lagi kewajiban memakai jilbab bagi kaum perempuannya. Ini masih ditambah lagi dengan berbagai hukum khas Islam mengenai riba’, waris, tata cara pernikahan, kematian, penguburan, sertifikasi halal dll. Semua itu memerlukan perangkat negara sebagai hukum tertinggi yang selalu mengacu kepada Al-Quran dan hadist. Artinya, wajib hukumnya orang Islam mempunyai pemimpin seiman dan memilihnya. Dan kita harus mempertanggung-jawabkan pilihan tersebut di hari akhirat nanti.

Ironisnya, banyak diantara kita yang mengaku Muslim namun ternyata tidak menyadari hal ini. Dengan bermacam alasan, seperti toleransi dan demokrasi, mereka memilih pemimpin yang dimata mereka baik, tanpa memperhatikan apa dan kwalitas agamanya, warna dan kebijakan partai yang mendukungnya.

Pemilu periode ini yang jatuh besok, Rabu, 9 April 2014, tampaknya semakin rawan saja. Bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim, kelihatannya sudah harus bersiap diri ’dijajah di negrinya sendiri.  Ini bisa terjadi karena ketika sebagian Muslim banyak yang masih ragu memilih partai Islam bahkan ingin golput, maka sebaliknya umat Nasrani telah berhasil diarahkan para pemimpin dan pendetanya agar berbondong-bondong mencoblos partai sekuler yang mempunyai caleg non Muslim terbesar. Ini disebabkan partai agama mereka tidak lolos seleksi. Jadi ya wajar saja.

Kebetulannya, capres yang diusung partai tersebut adalah seorang yang selama ini telah menjadi idola sebagian masyarakat, karena kejujuran, kesederhaan dan keluguan beliau. Hal yang amat sangat sulit dicari di zaman ini. Seorang yang seharusnya patut dijadikan panutan, karena beliau memang juga seorang Muslim. Tak heran, bila sebagian Muslim juga mencalonkan beliau.

Namun demikian, tampaknya ada hal penting yang lolos dari perhatian umat. Selama dua kali periode kepemimpinan beliau sebagai gubernur, Solo dan Jakarta, wakilnya adalah non Muslim. Dan keduanya ditinggalkannya sebelum habis masa jabatan. Artinya, sang wakilpun akhirnya naik jabatan menggantikan beliau sebagai pimpinan tertinggi. Sebagai Muslim, tidak sengaja atau tidak tahukah beliau ayat-ayat berikut ini ?

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. (QS.Al-Maidah(5):51).

Kabarkanlah kepada orang-orang Munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”.(QS.An-Nisa(4):138-139).

Jangan sampai Allah swt sebagai kekuatan tertinggi di alam semesta ini memasukkan kita ke dalam golongan orang Munafik. Yang menyebabkan kita susah, di dunia apalagi di akhirat. Bila di dunia ini Sang Khalik memberi kesuksesan dan keberhasilan, sebagaimana majunya negara-negara barat yang notabene kafir, yakinlah bahwa itu hanya sementara, hanya cobaan untuk menjatuhkan kita ke dalam lembah yang lebih hina dina dan kejam tak terkira, di akhirat kelak, yaitu neraka jahanam.

Karena tolok ukur kesuksesan dan keberhasilan dalam Islam tidak hanya bersifat materialistis. Namun ridho-Nya. Ini yang bisa membuat negara dan rakyat tenang dan aman dibawah limpahan kasih sayang-Nya. Sebagai balasan karena rakyat dapat secara tenang mengabdi dan beramal ibadah, sesuai tuntunan Quran dan hadist.

Akhir kata, dalam rangka menunaikan kewajiban kita sebagai Muslim yang baik, berhati-hatilah memilih pemimpin. Pilihlah pemimpin yang kaffah, yang tidak setengah-setengah dalam ber-Islam, disamping kemampuannya memimpin tentunya. Yang gigih membela umat Islam dan  PD terhadap ke-Islam-annya. Pilih diantara yang ada, meski tidak sempurna dan mempunyai kekurangan. Minimal yang paling sedikit cacatnya. Biarlah mereka yang terpilih mempertanggung-jawabkan kepemimpinan mereka di depan rakyat dan Tuhannya, Allah Azza wa Jalla.

Rasulullah SAW bersabda maksudnya : “Tiada seorang ( pemimpin )yang diamanahkan oleh Allah memimpin rakyatnya, kemudian ketika ia mati didapati telah menipu rakyatnya (berlaku tidak adil ), maka Allah pasti akan mengharamkan baginya syurganya”. (HR. Bukhari Muslim).

( Bersambung ke

https://vienmuhadi.com/2014/07/07/memilih-pemimpin-dalam-islam-2/

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 8 April 2014.

Vien AM.

Read Full Post »

Islam Akhir Pencarianku

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosita Budi Suryaningsih

Natasha merasakan kedamaian saat melihat suaminya shalat jamaah dengan buah hati.

Pergolakan keyakinan, telah berulang kali dialami ibu rumah tangga berdarah Kostarika ini. Ia lahir dari orang tua yang berbeda agama.Ibunya Kristen dan ayahnya Yahudi. Hingga usianya 12 tahun, ia dibesarkan dengan didikan Kristen. Ia rajin membaca Injil, bahkan hingga tuntas.

Ia sengaja melakukannya karena ia tidak ingin bersikap setengah-setengah. Selain membacanya, ia juga berusaha memahami apa yang ditulis dalam kitab suci Kristen tersebut.Beberapa hal mengusiknya, salah satunya adalah frase yang dibacanya dan kira-kira berisi, “Janganlah sekali-kali kau berdoa selain pada Allah yang mahakuasa.

Saat membaca kalimat tersebut, ia pun terkejut. “Jadi, selama ini aku berdoa kepada Yesus itu salah? Berarti selama ini aku berdosa karena berdoa bukan pada Tuhan yang sebenarnya?” katanya. Ia sadar, lalu beralih ke agama ayahnya, Yahudi.

Karena Natasha memang anak yang rajin, ia pun segera menghadiri banyak acara keagamaan Yahudi. Hingga akhirnya, ia pun setuju untuk masuk Yahudi sepenuhnya, meski keputusan ini ditentang hebat ibunya. Ketika berusia 20 tahun, ia berkesempatan mengunjungi Palestina. Ia bahkan berfoto di depan Masjid Al-Aqsa, tapi momentum itu belum berarti apa pun baginya karena ia belum mengenal Islam. Ia hanya berpikir ketika itu telah berpose di depan sebuah bangunan indah dan katanya bersejarah.

Cerai

Perjalanan hidupnya kemudian berlanjut ke Amerika. Ia tinggal di New York, menikahi Yahudi ortodoks, dan memiliki anak. Ia berusaha menjadi penganut Yahudi yang taat, tapi orang-orang di komunitasnya tak sepenuhnya menerimanya karena ibunya bukanlah Yahudi.

Sebenarnya, aku merasa ada yang mengganjal selain hal itu, tapi aku tak tahu apa itu, sehingga ya sudah, aku lanjutkan saja hidupku,” katanya, dilansir dari aquila-style.com.

Masa sedih mulai menggelayutinya. Ia dihadapkan pada perceraian dan kemudian pindah ke Kalifornia. Ia masih Yahudi, tapi di sini ia mulai bergaul dengan orang-orang baru, banyak di antaranya orang Mesir yang selalu ramah dan menjadi teman baiknya. Dari sinilah ia mengenal Islam. Salah satu orang Mesir yang menjadi sahabat baiknya bernama Omar. Pria ini sering menceritakan tentang sosok Nabi Muhammad SAW. Selain itu, ia rajin shalat. Pria ini juga bercerita ia memiliki teman mualaf.

Namun, cerita ini belum menggugah keinginan Natasha. Ia hanya mendengarkan penjelasan Omar sambil lalu. “Aku benar-benar tak tahu Islam itu seperti apa. Yang aku tahu hanyalah Muslim dilarang menikah dengan yang tidak seagama,” ujarnya.

Hubungan Natasaha dengan Omar semakin dekat. Tapi, ia belum mau masuk Islam, bahkan tak punya niat. Omar pun mengalah, mengatakan mereka berdua mungkin tetap bisa menikah meski Natasha tetap Yahudi asalkan anak-anak mereka dibesarkan dengan ajaran Islam. Hal yang menakjubkan pun terjadi padanya. Shane, anak dari pernikahan sebelumnya, justru lebih dulu tertarik dengan Islam dan meminta izin padanya untuk belajar shalat dengan Omar. 

Saat melihat mereka berdua shalat berjamaah, ada rasa yang luar biasa yang aku rasakan, rasa damai dan begitu tenang di sanubari dan ruangan tersebut,” jelasnya.

Selama ini, memang ada rasa gengsi padanya karena dari awal ia tak mau mengubah imannya. Ia juga tak mau bertanya apa pun tentang Islam pada Omar. Sewaktu Omar pulang kampung ke Mesir selama empat bulan. Momen ini dimanfaatkannya untuk mencari tahu tentang Islam sebanyak-banyaknya. Internet menjadi tumpuan hatinya untuk mendapatkan informasi yang benar tentang Islam.

Alquran.

Ia rajin mengunjungi laman Why Islam dan para pengelolanya menyambutnya dengan baik. Ia kemudian diberikan Alquran lengkap dengan terjemahan bahasa Spanyol. “Seingatku, Alquran itu aku terima tepat sebelum Ramadhan 2005,” ujarnya.

Dengan bersemangat ia pun mulai membaca lembar demi lembar isi Alquran. Ia pun sangat kagum dengan cara penulisan pegangan hidup umat Islam ini. 

“Cara penulisannya berbeda dengan Injil yang berbentuk cerita, Alquran justru disusun dengan cara yang berbeda, tapi nyaman saat membacanya,” katanya.

Alquran tersebut selalu dibawanya setiap saat. Ia terus membacanya setiap waktu, di mana pun, di mobil, saat makan siang, di rumahnya ketika malam hari, hingga akhirnya ia sampai pada titik inilah keyakinan yang selama ini ia cari.

Aku merasa Alquran diciptakan khusus untukku, seperti ada seseorang yang sedang berkata langsung padaku dan bisa menjelaskan hal-hal dengan gamblang,” katanya.

Bersyahadat.

Setelah mendapatkan hidayah tersebut, ia kemudian menghubungi lagi pengelola laman Why Islam. Kemudian ia pun dijadwalkan untuk berkunjung ke sebuah masjid dan diberikan penjelasan oleh imamnya.

Pria yang mengantarnya tersebut kemudian mengajukan pertanyaan padanya. “Apakah Anda percaya hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah? Apakah Anda percaya dengan surga dan neraka? Apakah Anda percaya dengan hari kiamat? Apakah Anda percaya malaikat itu ada?” Dan, untuk semua pertanyaan tersebut ia menjawab dengan satu kata mantap, “Ya!

Pria tersebut kemudian berkata, “Baik, jika Anda percaya itu semua, maka Anda adalah Muslim, mengapa Anda tidak juga bersyahadat?” 

Pertanyaan tersebut menggugah hatinya, setelah mengajukan beberapa pertanyaan, ia kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat. Sepulangnya dari masjid, ia pun diberikan bekal Alquran, kerudung, juga banyak buku-buku dan video tentang Islam.

Rasa gengsinya pada Omar masih ada dalam hatinya. Natasha bercerita ke Omar ia kini telah menjadi bagian dari Muslim. Hingga suatu hari, mau tak mau ia membutuhkan pertolongan dalam melafalkan sebuah surah dari rekaman CD yang ia dapatkan. Omar saat itu merasa sangat bahagia pujaan hatinya sudah ditunjukkan pada jalan kebenaran.

Akhirnya, mereka kemudian meresmikan hubungan tersebut dalam ikatan pernikahan yang acaranya dilangsungkan di Masjid Anaheim, Kalifornia. Anak-anaknya pun kemudian setiap Ahad dimasukkan dalam sekolah Islam, juga banyak menghadiri berbagai acara-acara Muslim. “Aku merasa ikatanku dengan Islam semakin kuat dan membuat hidupku jauh lebih indah,” katanya.

Islam telah membuat hidupnya jauh lebih indah dengan kedamaian dan ketenangan yang selalu ia rasakan. Ia kemudian mengambil sebuah keputusan yang sangat tepat untuk lebih memperindah dirinya, yaitu memakai jilbab yang mempercantik parasnya. 

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 7 April 2014.

Vien AM.

Diambil dari Oase, Harian Republika terbitan 30 Maret 2014.

Read Full Post »