Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2026

Peradaban Islam pernah memimpin dunia dalam bidang kesehatan. Bukan hanya dalam teori medis atau kehebatan para dokter, tetapi juga dalam pelaksanaan sistem kesehatan yang berkeadilan dan tanpa diskriminasi. Salah satu bukti nyata keagungan ini adalah keberadaan Bimaristan atau rumah sakit yang tersebar di berbagai kota besar di dunia Islam.

Rumah sakit dalam peradaban Islam bukan sekadar tempat berobat. Ia adalah pusat pelayanan kesehatan, pendidikan medis dan penelitian ilmu kedokteran. Setiap orang, tanpa melihat status agama atau ekonomi, berhak mendapatkan pelayanan terbaik. Semua tindakan medis, obat-obatan, hingga makanan pasien diberikan secara gratis. Negara menanggung seluruh pembiayaan melalui Baitul Mal.

‘Bimaristan’ atau ‘Maristan’ sendiri merupakan serapan dari bahasa Persia. ‘Bimar’ berarti penyakit, dan ‘stan’ berarti lokasi atau tempat. Meskipun pengorganisasian ‘Bimaristan’ ini baru tahap awal dan belum sempurna, namun konstribusinya sangatlah besar. Kelak kemudian dikenal dengan istilah modernnya disebut sebagai  ‘Rumah Sakit’ atau ‘al-Mustasyfa’.

Pada masa awal dakwah Rasulullah SAW tanah Arab belum mengenal apa itu Bimaristan. Hingga suatu ketika datang delapan orang suku Baduy Urainah ke Madinah untuk menyatakan keislaman dan ketundukkan mereka pada Islam. Namun iklim Madinah yang tidak cocok membuat mereka terserang penyakit (sering disebut penyakit busung air atau demam). Atas perintah Rasullah mereka dikirim ke suatu tempat khusus untuk mendapatkan perawatan khusus, yaitu satu kawasan penggembalaan ternak milik Baitul Mal di Dzi Jidr arah Quba’, tidak jauh dari unta-unta Baitul Mal yang digembalakan di sana. Selama masa perawatan,  mereka disediakan susu unta untuk dikonsumsi, hingga akhirnya mereka kembali pulih dan sehat.

Ironisnya, mereka bukannya bersyukur tapi malah berkhianat. Karena keimanan yang sangat tipis mereka berburuk sangka bahwa penyakit yang mereka derita akibat mereka memeluk Islam. Akan tetapi yang lebih mengerikan lagi mereka bahkan membunuh pemilik unta, merampas unta-untanya lalu melarikan diri.   

Selanjutnya ketika Raja Mesir, Muqauqis, menghadiahkan seorang dokter kepada Rasullullah S.A.W., beliau kemudian menugaskan dokter tersebut untuk melayani masyarakat tanpa dipungut biaya. Seiring perjalanan waktu, atas kepentingan dakwah dan jihad, serta semakin bertambah dan luasnya wilayah Islam, maka perhatian terhadap urusan kesehatan dan pengadaan fasilitas penunjang lainnya menjadi hal yang sangat penting. Diceritakan bahwa terdapat tenda berjalan atau bangunan semi permanen untuk keperluan medis yang mengikuti pasukan Rasulullah S.A.W. kemanapun pergi.

Adalah Rufaidah binti Sa’ad al Aslamiyah, dialah perempuan pertama yang meminta kepada Rasulullah S.A.W. untuk ikut serta dalam peperangan, guna melakukan tindakan  pengobatan dan perawatan kepada para sahabat yang terluka di medan jihad. Rufaidah bekerja di samping masjid Nabawi dengan mendirikan pusat kesehatan (sejenis tenda pengobatan). Ketika masa perang datang, Rufaidah mampu menghimpun dan mengorganisir kalangan perempuan untuk menjadi pelayan pengobatan disaat perang, termasuk diantaranya perang Badar, Khaibar dan perang Khandaq.

Rasulullah SAW pernah memerintahkan untuk mengevakuasi Sa’ad ibn Mu’adz yang terkena panah pada lengannya saat perang Khandaq berlangsung ke tenda rufaidah agar diberi pertolongan. Pada peristiwa tersebut Rasulullah SAW menemui pasukan yang terluka di tenda Rufaidah beberapa kali dalam sehari. Keberadaan tenda tersebut terkenal luas di kalangan pasukan kaum muslimin dengan nama “Khaimah Rufaidah”. Keberadaan tenda pengobatan berjalan yang sangat sederhana tersebut terus berlangsung hingga masa sahabat.

Pada masa sahabat sistem penggajian bagi mereka yang terlibat berjalan sebagaimana gaji para tentara yang dibayar sesuai tingkatan dan keahlian, pembiayaannya diambil dari kas Baitul Mal. Sebagaimana yang berlangsung di masa Khalifah Umar bin al-Kaththab, beliau menetapkan pembiayaan bagi para penderita lepra di Syam dari kas Baitul Mal.

Demikian seterusnya hingga di era Bani Umayyah, masa kepemimpinan Khalifah al Walid- bin Abdul Malik pada tahun 710 M, pola penanganan kesehatan sudah mulai dilakukan secara terorganisir. Diawali dengan pembangunan Bimaristan di Damaskus Suriah untuk pengobatan para penderita lepra serta kebutaan. Tenaga dokter dan tenaga perawat mendapatkan gaji yang juga diambil dari kas Baitul Mal.

Pada era Abbasiyah, Rumah Sakit Islam benar-benar terwujud keberadaanya. Khalifah Harun al Rasyid yang sangat popular pada masa kejayaan Khilafah Abbasiyah memiliki Rumah Sakit Modern dengan bangunan megah di Baghdad sekitar tahun 786 M. Pelayanan Rumah Sakit Islam Modern tersebut sudah mencakup kesehatan jiwa, kebidanan dan kandungan.  Khalifah Harun al Rasyid juga membangun Baitul Hikmah, yang berfungsi sebagai pusat penelitian penyakit, perpustakaan, dan observatorium.

Rumah Sakit lainnya yang sangat terkenal adalah Rumah Sakit Al-A’dudi. Muhammad ibn Zakariya al-Razi dipercaya A’du al Dawlah ibn Buwayh pada tahun 981 M untuk membangun Rumah Sakit Al-A’dudi tersebut. Konsep pembangunan dan pemilihan lokasi beberapa Rumah Sakit di Baghdad merupakan ide brilian dari ar-Razi, dokter Muslim terkemuka yang dikenal oleh Barat dengan nama Razes.

Demi memilih lokasi terbaik untuk bangunannya, sebuah eksperimen dilakukan untuk mengetahui kondisi kebersihan lingkungannya. Ar-Razi menempatkan empat buah daging mentah selama satu malam di beberapa penjuru, tempat daging yang paling segar dipilih sebagai tempat berdirinya Rumah Sakit.

Pada masa itu, ar-Razi sudah menggunakan obat sirup untuk pasiennya. Selain itu, konsep diet dari dapur Rumah Sakit, pengaturan udara dan suhu ruangan pasien, ruang isolasi penyakit menular, serta upaya pencegahan suatu penyakit juga merupakan buah pemikiran al-Razi.

Rumah Sakit ini kemudian berkembang menjadi pusat pengobatan dengan berbagai macam penambahan struktur organisasi. Dalam prosesnya ditambahkan tenaga medis dan staf serta memberikan tambahan fasilitas lain seperti gudang obat, dapur makanan, serta perahu ‘ambulance’. Perahu ‘ambulance’ disediakan dalam jumlah banyak dan disediakan untuk orang miskin. Ini semua menjadi cikal bakal melahirkan Rumah Sakit lainnya di seluruh wilayah Khilafah Islam.

Selanjutnya di sekitaran tahun 1156 M, Imam Nuruddin Zanki membangun Rumah Sakit al Nuri. Dalam sejarah perkembangan Rumah Sakit, Rumah Sakit inilah yang pertama kali di dunia menggunakan rekam medis pasien. Di Rumah Sakit ini pula pertama kalinya operasional Rumah Sakit berlangsung 24 jam dengan kata lain berfungsi sebagai Unit Gawat Darurat pertama di dunia. Saat itu, fakultas kedokteran berkembang pesat dengan perpustakaan terlengkap. Rumah sakit ini banyak terinspirasi oleh karya Ibnu Sina yang literaturnya hingga 450 buku yang disalin ulang dan dikembangkan pada fakultas kedokteran tersebut.

Sementara itu, pada tahun 1190 M, di kawasan Afrika Utara tepatnya di Maroko terdapat Rumah Sakit Marakesh yang dibangun oleh al-Manshur Ya’qub ibn Yusuf. Saat itu Marakesh merupakan Rumah Sakit besar nan indah. Halamannya dipenuhi bunga dan pepohonan yang menghasilkan beraneka jenis buah-buahan untuk dikonsumsi.

Tak kalah hebat, di tahun 1285 M, Sultan Qalaun al-Mashur membangun rumah sakit yang sangat mewah di Kairo (al Fustat), popular dengan nama Rumah Sakit Qalawun. Rumah sakit ini terkenal dengan kualitas akurasi dan pengorganisasiannya. Mampu menampung lebih dari empat ribu pasien setiap harinya. Sistem yang dibangun termasuk perawatan (penyakit umum, bedah, patah tulang, demam, penyakit mata, dlsb) dan memberi makan pasien di bangsal serta mendidik perawat dan dokter sejak usia muda dengan proses seleksi.

Di penggalan tahun1366 M, di Andalusia terdapat rumah sakit yang juga terkenal, yakni Rumah Sakit Granada, satu dari sekian banyak rumah sakit yang ada di masa itu. Tercatat, di ibu kota Cordoba saja ada lebih dari lima puluh rumah sakit lainnya dengan kualitas yang hampir merata.

Berlanjut kisah di era Muhammad al Fatih di kisaran tahun 1453  M, perhatian sang Khalifah terhadap keberadaan rumah sakit sangat mengesankan. Al Fatih mewakafkan sebagian besar hartanya untuk membangun fasilitas publik termasuk rumah sakit. Ada beberapa rumah sakit terkenal saat itu, diantaranya Darusy Syifa, Darul ‘Afiyah dan Darush Shihah.

Untuk memberikan pelayan yang prima kepada warga, Muhammad al Fatih menerapkan beberapa kebijakan untuk rumah sakit. Rumah sakit tidak boleh memungut bayaran sedikitpun dari pasien. Hal ini berlaku bagi siapa saja tanpa melihat latar belakang pasien. Dalam proses rekrutmen pegawai rumah sakit khususnya bagi juru masak, disyaratkan  memahami segala bentuk makanan yang cocok dengan kondisi pasien dari sisi kandungan protein, vitamin dan gizinya. Para dokter wajib mengunjungi pasien dua kali dalam sehari dan melarang dokter untuk memberikan obat tertentu kepada pasien kecuali setelah melakukan diagnose yang detail.

Di setiap Rumah Sakit ada dua orang dokter umum dan ditambah dengan tenaga spesialis di bidangnya seperti ahli penyakit dalam, ahli bedah, ahli farmasi, sejumlah perawat dan pengawas keamanan. al Fatih mensyaratkan pada semua yang bertugas di Rumah Sakit untuk memiliki sifat qana’ah, rasa asih dan kemanusiaan. Di masa peradaban pemerintahan Islam, ‘Bimaristan’ tak hanya menjadi pusat pengobatan, tetapi juga berfungsi sebagai kampus, tempat menimba ilmu dan riset di bidang kesehatan. Sebuah tempat dimana pendidikan para tenaga kesehatan yang profesional berlangsung.

Dari kisah ini kita memahami bahwa Islam mempunyai sejarah yang kuat dalam membangun dunia. Keberadaan ‘Bimaristan’ menjadi bukti rekaman sejarah tentang betapa tingginya peradaban Islam. Fakta ini sekaligus memberikan gambaran kemajuan negara Khilafah dalam mengembangkan sains dan teknologi di bidang kesehatan, mendahului peradaban Barat. Sistem pengobatan dan pelayanan warga negara dilaksanakan secara manusiawi berdasarkan bimbingan Ilahi. Hal ini karena Islam sejak lahirnya 15 abad silam telah sangat memperhatikan berbagai  urusan manusia termasuk kesehatan yang merupakan hak semua manusia apapun agama dan bangsanya.

“Dari Rasulullah ﷺ, bahwa beliau bersabda, Setiap penyakit ada obatnya. Maka apabila obat itu tepat mengenai penyakitnya, ia akan sembuh dengan izin Allah.”

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti”. (Terjemah QS. Al-Hujurat(49:13).

Jadi sungguh mengenaskan di zaman modern seperti saat ini masih banyak rumah sakit yang menetapkan tarif sangat tinggi seolah rumah sakit hanya milik orang kaya. Namun yang lebih mengerikan lagi ketika dunia dengan PBBnya menggaungkan toleransi dan persamaan hak dan kemerdekaan begitu kerasnya namun ketika Zionis Israel memborbardir begitu banyak rumah sakit di Gaza, tidak berbuat sesuatu yang berarti. 

Bahkan anehnya lagi Islamophobia masih saja terjadi. Padahal kebiadaban Zionis Israel terhadap dunia Islam terutama di Gaza terjadi terang-terangan di depan mata dunia. Rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat perawatan dan penyembuhan teraman bagi orang sakit dan korban perang malah dijadikan sasaran pemboman. Meski harus disyukuri, belakangan orang  dari berbagai belahan dunia mulai menyadari siapa sebenarnya teroris sejati, dan mulai berani secara terbuka melakukan aksi protes.

Semoga cahaya peradaban Islam dapat segera kembali menerangi bumi Allah yang makin redup dan renta ini, aamiin yaa robbal ‘aalamin …

Wallahu ‘alam bish shawwab.

Jakarta, 29 Juni 2026/ 14 Muharram 1448H.

Vien AM.     

Dikutip dari :

https://iainews.net/bimaristan-jejak-sejarah-peradaban-islam-cikal-bakal-lahirnya-rumah-sakit/

https://narasipost.com/syiar/07/2025/bimaristan-warisan-peradaban-islam-yang-terlupakan

Read Full Post »

Menjadi pemimpin bagi sebagian orang, dengan berbagai alasan, adalah sebuah impian dan cita-cita. Ada yang karena ingin memperbaiki/merubah keadaan, ada yang karena kewajiban dan tanggung-jawab sebagai pemilik suatu usaha, ada yang karena ingin membantu dan mengembangkan orang lain, tapi ada juga yang karena ambisi pribadi semata ingin berkuasa. Islam tidak melarangnya bahkan menganjurkannya, namun dengan syarat-syarat tertentu. Diantaranya harus adil, jujur, tidak zhalim dll.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam/pemimpin, bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zhalim”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):124).

Ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia.” (HR Muslim).

Abu Sa’id al Khudri menuturkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat adalah pemimpin yang adil, sedangkan manusia paling dibenci oleh Allah dan paling jauh tempat duduknya adalah pemimpin yang zhalim.” (Hadits Riwayat Imam Tirmidzi no.1329)

Sayangnya tidak semua orang yang ingin menjadi pemimpin mempunyai kemampuan untuk memimpin dengan baik. Ciri-ciri pemimpin yang baik diantaranya adalah yang tidak egois, mau mendengar pendapat orang lain, sabar, tidak cepat marah ketika dikritik dan tidak segan turun menemui orang yang dipimpinnya. Namun sebaliknya ia harus tetap tegas, tidak mudah terpengaruh pendapat dan percaya laporan bawahannya.  

Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah”. ( Terjemah QS.Al-Ahzab (33:21).

Rasulullah Muhammad saw adalah contoh keteladanan terbaik sepanjang masa. Tidak saja akhlaknya namun sebagai pemimpinpun beliau amat sangat patut dicontoh. Rasulullah selalu bermusyawarah dalam menghadapi semua masalah besar. Pada perang Khandaq ( Parit) beliau tidak segan menerima usulan Salman Al-Farisi agar menggunakan parit sebagai pertahanan kota. Padahal Al-Farisi adalah orang Persia yang belum lama memeluk Islam hingga banyak sabahat yang meragukannya. Namun Rasulullah mempercayainya karena Al-Farisi mengajukan usulan berdasarkan pengalaman negrinya ketika sukses melawan musuh yang menyerangnya. Tampak jelas untuk urusan dunia Rasulullah tidak ingin mencampur-adukkannya dengan urusan akhirat yang beliau ketahui.    

Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.”  (HR. Muslim, no. 2363).

Sementara itu pada perang Uhud ketika Rasulullah meminta pendapat para sahabat untuk bertahan di dalam kota ( Madinah) atau keluar menghadapi musuh di luar kota, Rasulullah mengalah pada keputusan mayoritas, yaitu keluar kota. Padahal sebetulnya Rasulullah lebih memilih bertahan di dalam kota.

Begitu pula dalam mengangkat pemimpin, Rasulullah selalu mempertimbangkan banyak hal. Contohnya adalah Abu Dzar al-Ghifari, seorang sahabat yang memohon agar ia diberi kepercayaan mendapat sebuah jabatan kepemimpinan.

Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, sedangkan kepemimpinan adalah sebuah amanah. Dan kepemimpinan itu pada hari kiamat akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambil haknya dan menunaikan kewajiban yang ada padanya.”

Abu Dzar al-Ghifari adalah seorang sahabat ahli ibadah yang dikenal zuhud (hidup sangat sederhana dan tidak memikirkan kenikmatan dunia). Beliau juga seorang yang tegas dalam membela kebenaran serta selalu bersikap jujur tanpa kompromi. Namun ternyata Rasulullah tidak memandangnya sebagai modal yang cukup untuk menjadikannya sebagai pemimpin.

Rasulullah justru memandangnya sebagai kelemahan dalam hal diplomasi karena seorang pemegang kekuasaan dituntut memiliki keluwesan, strategi dan kesabaran dalam menghadapi keragaman masyarakat. Kepemimpinan membutuhkan kombinasi antara iman, akhlak dan kemampuan/keterampilan mengelola manusia yang beragam serta membangun sistem yang baik.

Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh.”

Ayat 72 surah Al-Ahzab di atas menunjukkan bahwa kepemimpinan adalah amanat yang begitu berat, sampai-sampai gunung yang kokohpun menolaknya. Tetapi, manusia dengan segala kelemahannya justru berani memikulnya sering kali bahkan bukan karena kemampuannya melainkan karena kesombongan dan ambisi semata. Hingga akhirnya membuahkan kehancuran bukan hanya bagi dirinya sendiri tapi juga orang-orang yang dipimpinnya.

Jabatan dan kepemimpinan sering dianggap sebagai simbol kehormatan, kekuasaan dan kekayaan. Padahal seorang pemimpin harus mempertanggungkan jawabkan kekuasaannya tidak hanya kepada yang dipimpinnya tapi juga kepada Allah swt. Imbalan bagi pemimpin yang adil dan amanah adalah surga tertinggi. Sebaliknya neraka Jahanam bagi yang zhalim.   

Pemimpin zhalim juga telah didoakan agar mengalami kesukaran oleh Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan, “Ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia.” (HR Muslim).

Sayangnya hari ini kita dapat melihat banyak pemimpin yang mengaku Muslim namun zhalim. Bahkan sesama Muslimpun mereka tidak saling menjaga hubungan dengan baik. Mereka tampaknya lupa betapa pentingnya persatuan antar sesama Muslim yang sejatinya adalah kunci kekuatan Islam yang telah terbukti nyata pada masa-masa kejayaan Islam di masa lalu.

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat [49]: 10).

Janganlah kalian saling dengki, jangan saling membenci, jangan saling memutuskan hubungan, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apa yang terjadi di Palestina selama puluhan tahun, sungguh merupakan buah tidak bersatunya umat Islam hingga mudah diperdaya musuh-musuh Islam. Juga dengan yang terjadi di Sudan belakangan ini dimana sesama Muslim saling menumpahkan darah, na’udzubillah min dzalik …

Perpecahan dan peperangan sesama Muslim dalam sejarah Islam bukanlah hal baru. Bahkan pada masa nabipun telah ada, itulah kaum munafikun. Sejarahpun mencatat hal tersebut membuat lemah dan kalahnya umat Islam. Dan yang lebih mengerikan lagi adalah balasannya, yaitu neraka Jahanam yang merupakan neraka terdasyat, bersama dengan orang-orang kafir yang selama di dunia mereka jadikan teman akrab bahkan pelindung, na’udzu billah min dzalik …

“Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah mela`nati mereka; dan bagi mereka azab yang kekal”, ( Terjemah QS. At-Taubah (9):68).

Bila saat ini para pemimpin dzalim terus saja meneruskan kedzalimannya, tidak berlaku adil kepada rakyatnya, tidak segera bertobat bahkan terus menjalin hubungan mesra dengan musuh-musuh Islam yang nyata-nyata telah menyakiti kaum Muslimin seperti yang terjadi di Palestina, jangan lupa keadilan hakiki pasti terjadi.

Dan janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”. (Terjemah QS.Ibrahim (14):42).

Dan lebih menariknya lagi, adil tidak hanya kepada sesama Muslim tapi juga kepada umat agama lain selama tidak memusuhi Muslim.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 15 Juni 2026 / 29 Dzulhijjah 1447 H.

Vien AM.

Read Full Post »

Untuk kesekian kalinya, GSF, sebuah gerakan solidaritas maritim internasional yang digagas oleh masyarakat sipil global untuk menembus blokade laut Israel di Jalur Gaza, mengalami hambatan besar.  Global Sumud Flotilla 2.0 yang terdiri lebih dari 54 kapal dari berbagai negara dan mengangkut 428 aktivis dari 50 negara tersebut dibajak oleh tentara Zionis Israel di perairan internasional dekat pulau Siprus pada 18 Mei 2026. GSF 2.0 dengan membawa bantuan medis, pangan, dan logistik untuk masyarakat Gaza memulai pelayaran globalnya dari pelabuhan Barcelona, Spanyol, pada 12 April 2026.

Tentara Israel menembaki sejumlah kapal setelah akhirnya membajak seluruh kapal dan tanpa rasa bersalah menculik semua aktivis yang berada dalam kapal-kapal tersebut. Termasuk 9 aktivis asal Indonesia yang tengah menjalankan tugas jurnalistik. Ironisnya lagi, Netanyahu dengan bangga memberikan ucapan selamat kepada pasukannya yang telah melakukan operasi illegal tersebut. Ia menuduh armada kemanusiaan tersebut hanya sebagai aksi propaganda yang melayani kepentingan Hamas.

https://news.republika.co.id/berita/tfb24k393/seluruh-wni-peserta-armada-global-sumud-akhirnya-diculik-israel

Tak cukup itu saja, setiba di pelabuhan Ashdod menuju ke penjara, dengan tangan terikat ke belakang punggung mereka dipaksa bersujud, ditendang dan dipukul bila menolak. Sementara telinga mereka harus menerima maki-makian Itamar Ben-Gvir, menteri Keamanan Nasional Israel berhaluan sayap kanan, yang terus menunjuk-nunjuk para aktivis sebagai teroris. Ironisnya lagi, perbuatan busuk tersebut secara sengaja direkam dan kemudian diunggah ke media sosial.

Sujud yaitu posisi ujung jari kaki, lutut dan kepala menempel di tanah di hadapan seseorang, adalah posisi tertinggi merendahkan diri seseorang. Dan semua manusia apapun bangsa dan agamanya mengakui hal tersebut. Itu sebabnya para raja yang otoriter hampir selalu menuntut rakyatnya sujud kepadanya sebagai bentuk ketundukkan dan ketaatan..

Namun Islam melarang hal tersebut. Sujud hanya diperkenankan kepada Sang Pencipta Allah Azza wa Jala, satu-satunya tuhan segala yang ada di langit maupun di bumi. Malaikat, burung bahkan bayang-bayangpun bersujud kepada-Nya. Satu-satunya mahluk yang menolak bersujud pada-Nya hanya Iblis, dedengkot jin berhati syaitan. Ini tertulis pada ayat 30 dan 31 surat Al-Hijr berikut, “ Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu”.

Begitu pula Maryam ibu nabi Isa as yang umat Nasrani menyebutnya Yesus Kristus. Allah swt memerintahkannya sujud kepada-Nya, sebagaimana ayat 43 surat Maryam berikut, ” Hai Maryam, ta`atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku`lah bersama orang-orang yang ruku`”. Begitupun para nabi.

Itu sebabnya umat Islam melakukan sujud minimal 34x sehari semalam yang dibagi dalam 5x shalat wajib sebagai bentuk ketundukan hamba kepada Tuhannya. Dan sekaligus demi menjalankan perintah dan meraih ridho dan kasih-sayang-Nya.

Maka wajar saja bila sikap pongah Ben-Gvir yang menganggap dirinya seolah-olah tuhan menimbulkan kecaman lebih dari 20 negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, Kanada, juga Indonesia. Beruntung 3 hari kemudian berkat sejumlah diplomasi yang dilakukan sejumlah pihak, para aktivis tersebut berhasil dideportasi menuju Turki untuk kemudian dipulangkan ke negara masing-masing.     

Selanjutnya dari pengakuan para aktivis itulah diketahui selama 3 hari mereka diperlakukan dengan semena-mena, dengan amat sangat tidak manusiawi. Pemerintah Kanada mengatakan telah menerima informasi yang merinci perlakuan mengerikan terhadap warganya. Adapun pemerintah Jerman dan Spanyol mengonfirmasi bahwa sejumlah warga mereka mengalami cedera.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni melontarkan kritik keras terhadap Uni Eropa. Di hadapan para pengusaha Italia, Meloni menuding Brussel telah berubah menjadi raksasa birokrasi yang terlalu sibuk mengatur berbagai aspek kehidupan, tetapi lemah dalam menghadapi tantangan global. Sementara Perancis menjatuhkan sanksi khusus larangan masuk Perancis bagi Ben-Gvir. Sedangkan presiden terpilih Irlandia Catherine Connolly yang sejak lama telah menyuarakan dukungannya terhadap Palestina, secara terang-terangan menyebut Israel sebagai negara teroris.

Penyelenggara Global Sumud Flotilla 2.0 menyatakan setidaknya ada 15 kasus kekerasan seksual serta perlakuan keji lainnya. “Setidaknya ada 15 kasus kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan. Ada yang ditembak dengan peluru karet dari jarak dekat. Puluhan orang mengalami patah tulang“.

Tapi hebatnya semua aktivis yang mengalami siksaan berkata, “Kami baru saja merasakan sedikit dari apa yang dialami rakyat Palestina setiap hari“. Mereka juga menyatakan tidak kapok dan terus akan meneruskan cita-cita mulia untuk membantu penderitaan rakyat Palestina. 

https://www.bbc.com/indonesia/articles/c0r2j2zznqzo

Namun dibalik itu semua ternyata Israel tidak melepas seluruh aktivis GSF. Seorang Perempuan usia 54 tahun bernama Zohar Regev Chamberlain, adalah satu-satunya aktivis yang tetap yang ditahan dan ditolak pembebasannya oleh pihak berwenang Israel. Zohar lahir sebagai sebagai Yahudi, tumbuh dan besar di sebuah pemukiman Israel. Hingga pada suatu hari di tahun 2004, diusianya yang ke  34, ia memutuskan meninggalkan tempat asalnya untuk berpindah ke Spanyol, lalu menetap lama di Belanda dan Jerman.

Dua tahun kemudian, diawali karena sedih melihat penderitaan rakyat Palestina, Gaza khususnya, iapun memeluk Islam. Dua tahun kemudian yaitu pada tahun 2008 untuk pertama kalinya bergabung dengan GSF demi membela Gaza. Menambah deretan bukti bahwa serangan brutal Israel ke Gaza bukan sekedar balasan serangan yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Tahun 2026 ini Zohar kembali bergabung dalam GSF 2.0 dan ikut ditahan pemerintah Israel. Tapi karena ia masih memegang paspor dan kewarganegaraan Israel, nasibnya berbeda dari rekan‑rekannya. Hingga detik ini ia masih ia ditahan dan akan diseret ke pengadilan dengan dakwaan berat pengkhianatan terhadap negara.

Sungguh mengenaskan. Sementara masih banyak Muslim yang tidak peduli terhadap penderitaan saudaranya di Palestina, seorang Israel berdarah Yahudi berani mengorbankan dirinya untuk Palestina. Padahal dalam pengakuannya ia mengatakan bahwa ia memiliki kehidupan yang sangat nyaman, aman dan makmur di Eropa. Ia bisa saja diam dan menikmati hidupnya. Namun hatinya tak kuat menahan rasa sakit hati melihat penderitaan anak Gaza yang setiap hari kehilangan orang-orang yang dikasihi, kehilangan rumah, sekolah dll.

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada”. ( Terjemah QS. Al-Hajj(22):46).  

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” [HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599].

GSF yang merupakan kepanjangan Global Sumud Flotilla, “Sumud” yang berasal dari bahasa Arab yang artinya keteguhan, ketabahan atau daya tahan, Flotilla dalam Bahasa Spanyol artinya armada kecil kapal, sungguh nama yang tepat untuk menunjukkan solidaritas dunia dalam melihat keteguhan rakyat Palestina terutama Gaza dalam menghadapi krisis. Koalisi kemanusiaan diluar batas agama, wilayah dan kebangsaan ini terdiri dari ribuan relawan, aktivis hak asasi manusia, dokter dan jurnalis dari puluhan negara ini bersatu untuk membela dan membantu penderitaan Palestina yang sudah bertahun-tahun.

Israel dengan dibantu AS sebagai pelindungnya, telah benar-benar keterlaluan dalam kebiadaban dan kesewenang-wenangannya. Gaza Palestina meski katanya sedang dalam keadaan gencatan senjata tapi setiap hari korban terus berjatuhan karena gempuran tentara Israel terus saja terjadi. Yang paling menderita sudah pasti adalah kaum perempuan dan anak-anak. Mereka kehilangan segalanya, tidak hanya orang-tua dan orang-orang yang dikasihinya tapi juga kesehatan dan mental mereka.

Laporan menyebutkan lebih dari 1 juta anak Gaza menderita trauma akut. Saking ketakutannya banyak diantara mereka yang secara mendadak kehilangan kemampuan untuk berbicara. Hampir setiap hari menyaksikan orang-orang yang disayangi meregang nyawa di depan mata, melihat darah berceceran bahkan ikut mencari potongan2 tubuh manusia sungguh bukan hal mudah untuk dilupakan begitu saja. 

Ironisnya karena merasa tak satupun negara berani melawan tindakan brutal yang dilakukan tentara Israel dan maka demi nafsu merealisasikan mimpi membentuk Israel Raya, sejak beberapa bulan terakhir gempuranpun merambah ke negara-negara tetangga seperti Lebanon, Yaman dan Iran. Dan seperti juga serangan di Gaza, sipilpun ikut menjadi korban. 

Langkah perjuangan GSF tidak berhenti pada pembebasan aktivis. Saat ini fokus GSF telah beralih pada upaya hukum pidana internasional guna menyeret para petinggi militer dan politik Israel ke pengadilan. Hal ini merujuk pada sejumlah sanksi dan perintah penangkapan yang sudah mulai diterbitkan oleh sotoritas internasional.

Membangun kasus untuk dibawa ke pengadilan. Sudah ada 35 arrest warrant (perintah tangkap) kepada IDF (Israel Defense Forces) dan pemimpin-pemimpinnya karena terkait dengan Gerakan Sumud atas berbagai pelanggaran yang mereka lakukan,” ujar Steering Committee GSF, Maimon Herawati, yang juga merupakan dosen tetap Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, pada Ahad, 24 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa misi utama dari pelayaran kemanusiaan ini adalah kemerdekaan mutlak bagi para tahanan Palestina. Juga untuk membantu kekejaman sistemis yang dihadapi oleh ribuan warga asli Palestina yang ditahan tanpa kepastian hukum.

9.000 lebih saat ini dalam penjara dan saya harap teman-teman media meng-highlight ini semua. 400 di antaranya adalah anak-anak. Lebih dari 200 adalah perempuan. Dan semua mengalami penyiksaan yang di luar batas kemanusiaan. Kami ingin membebaskan tahanan Palestina, kerja belum selesai sampai seluruh tahanan Palestina bebas,” pungkasnya.

Berita terakhir, selain mengutuk keras tindakan Israel yang berencana memperluas wilayahnya di Gaza dan merebut tanah wilayah Lebanon selatan, akhirnya PBB juga berani memasukkan Israel ke dalam daftar hitam kekerasan seksual di zona konflik (29 Mei 2026). Pelapor khusus PBB tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, Reem Alsalem, mengatakan keputusan ini sebenarnya sudah lama tertunda. Semoga keputusan PBB tersebut mampu membuat Israel ciut.

Saya sebelumnya telah menyatakan kekecewaan saya karena Israel belum tercantum, mengingat kekerasan seksual sistematis, berskala besar, dan mengerikan yang dilakukan Israel terhadap perempuan, laki-laki, dan anak-anak Palestina yang telah didokumentasikan dan diverifikasi secara independen,” imbuhnya.

https://news.detik.com/internasional/d-8512710/daftar-hitam-yang-bikin-israel-berang-ke-sekjen-pbb

https://www.jpnn.com/news/pbb-kecam-israel-yang-berencana-memperluas-kendali-wilayah-gaza

Akhir kata sebagai manusia sekaligus Muslim mari kita minimal mendoakan agar usaha mulia GSF membuahkan hasil sesuai harapan. Semoga Palestina segera merdeka dan semoga Allah swt membalas kebaikan para aktivis baik yang Muslim maupun yang bukan dengan balasan yang lebih baik di dunia, dan akhirat sebagai tambahan khusus bagi yang Muslim, aamiin yaa robbal ‘aalamiin … Syukur Alhmdulillh bila Sang Khaliq ridho memberi bonus hidayah bagi yang non Muslim. Allahu Akbar …     

Wallahu’alam bish shawwab.

Vien AM.

Jakarta, 2 Juni 2026 / 17 Dzulhijjah 1447 H.

Read Full Post »