Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Perkembangan Islam Di Perancis’ Category

Sekitar 400 petani Perancis bunuh diri setiap tahunnya !  Data ini tercatat terjadi sejak 10 tahun terakhir ini. Penyebabnya adalah masalah kekeringan, berjangkitnya bakteri yang menyerang tanaman mereka serta turunnya harga jual hasil panen.

Seorang petani strowberi yang pernah mencoba bunuh diri namun gagal bercerita. Ia memulai karirnya dengan susah payah.Namun pada tahun 1999, ketika ia sedang berada di puncak kesuksesannya, ladang strowberinya ludes diterjang keganasan angin topan. Ia berusaha bangkit. Namun belum sempat ia bangkit kuat, kekeringan melanda seluruh dataran Perancis.

Ini terjadi pada bulan Agustus tahun 2003. Ketika itu panas udara mencapai hingga lebih dari 40 derajat Celcius! Dikabarkan bahwa untuk menggoreng telurpun tidak perlu wajan dan minyak atau mentega panas. Cukup letakkan saja telur di atas jalanan! Sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Tragisnya, kekeringan dan panas menyengat di setiap musim panas tersebut terus berlanjut hingga saat ini.

Dampak kekeringan rupanya tidak hanya melanda para petani. Para peternak juga terkena imbasnya. Para peternak ini terpaksa hanya memberikan jerami sebagai ganti rumput hijau untuk makanan ternaknya. Bahkan karena merasa berat memelihara dan membesarkan ternak-ternaknya, banyak diantara mereka yang terpaksa merelakan ’harta’ mereka itu dipotong meski masih muda.

Saya jadi teringat kata-kata anak lelaki saya. ” Kasihan banget bu .. sapi masih muda udah dipotong. Kalo begini terus lama-lama bisa habis dong populasi sapi ..”. Inikah salah satu tanda kerusakan di muka bumi yang dibenci-Nya? Wallahu’alam bish shawwab.

Sejumlah surat kabar memberitakan bahwa masalah bunuh diri di kalangan para petani tidak pernah ter-’ekspos’ secara tajam. Sebaliknya, bunuh diri di kalangan pegawai perkantoran lebih sering mencuat ke permukaan. Meski sebenarnya tingkat bunuh diri di kalangan ini ’hanya’ 1/3 kalangan petani. Penyebab utamanya adalah stress dan depresi alias tertekannya perasaan. Mayoritas adalah stress dalam masalah pekerjaan dan kegagalan dalam membina keluarga.

Sebagai catatan, perceraian di negri Sarkozy ini makin hari makin meningkat. Sementara persentase pernikahan makin menurun. Ini yang menjadi dasar pemikiran orang Perancis, ” lebih baik tidak usah menikah dari pada nanti bercerai ”. . Akibatnya dapat ditebak .. hidup bersama alias kumpul kebo atau hidup bersama tanpa ikatan pernikahanpun makin diminati. … 😦

… Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. … ”. (QS. An-Nisa(4):24).

Bukan itu saja. Bahkan hidup ala homoseksual yang jelas-jelas dikutuk itupun makin terbuka lebar saja. Meski untuk sementara pernikahan antar sesama jenis yang di beberapa negara Eropa telah di-legal-kan, di Perancis masih belum di terima secara legal.

Di sisi lain, benua Eropa saat ini tengah diguncang masalah lain. Yaitu terkontaminasinya sejumlah sayuran oleh bakteri E.coli. Sejak 2 minggu terakhir ini, timun asal Spanyol yang beredar di Jerman dicurigai telah terkontaminasi bakteri yang mematikan. Bakteri yang menyerang ginjal tersebut  telah menelan puluhan korban meninggal di Jerman, Swedia dan Spanyol sendiri. Sementara ribuan lain harus menjalani pengobatan cukup serius.

Beberapa negara segera melakukan penelitian namun hingga detik ini tidak dapat memastikan dari mana sayuran tersebut bisa terkontaminasi. Untuk sementara mereka memperkirakan adanya kemungkinan bahwa taoge adalah sumbernya, meski masih diragukan. Dampak yang paling terasa adalah bagi Spanyol. Karena hampir semua negara Eropa telah membatalkan import timun dari negeri matador ini. Celakanya, tidak hanya timun namun juga tomat, slada dan paprika.

Kabar terakhir, tidak hanya sayuran di atas yang ’disalahkan’ menjadi penyebab meninggalnya korban. Namun juga daging sapi cincang yang dibekukan atau dalam bahasa Perancisnya dinamakan ’steak hache’ juga telah terkontaminasi bakterio E.coli. Beberapa anak Perancis telah menjadi korban. Mereka harus masuk RS dan menjalani pemeriksaan serius.

Sebagai hamba yang tinggal di negri ini meski hanya untuk sementara, sungguh prihatin hati ini. Berbagai bencana dan cobaan terus melanda negri yang sebagian pendududknya kafir bahkan atheis alias tidak percaya akan keberadaan Tuhan, penguasa alam semesta.

Peristiwa petani strowberi di awal tulisan di atas mengingatkan saya akan ayat di bawah ini.

”Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya di pagi hari, dan mereka tidak mengucapkan: “In syaa Allah“, lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,  lalu mereka panggil memanggil di pagi hari:

Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya“.

Maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan. “Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu”.

Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya). Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: “Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan), bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)”.

Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?”

Mereka mengucapkan: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.(QS.Al-Qalam(68):17-29).

Sementara berbagai musibah dan bencana alam mengingatkan saya akan azab Allah terhadap kaum Fir’aun di Mesir, berabad-abad lalu. Ketika itu Allah swt menurunkan berbagai cemeti azab diantaranya hama yang menyerang tanaman. Hal ini dikarenakan kaum Fir’aun adalah kaum yang mendustakan nabi Musa as.

”Dan berkata Fir`aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta“.(QS.Al-Qashash(28)”38).

Atau kaum Aad dan kaum Tsamud yang tidak mau mendengar seruan para nabi dan utusan Allah swt, Sang Khalik.

”Jika mereka berpaling maka katakanlah: “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum `Aad dan kaum Tsamud“. (QS.Al-Fushilat(41):13).

Anak perempuan saya yang bersekolah di Paris menceritakan betapa guru bahasa Perancisnya amat sangat anti pati terhadap agama, agama apapun. Anehnya, ia sering memancing pembicaraan ke arah itu. Tentu saja anak saya tidak dapat terima. Begitu saja beberapa teman Kristen dan Yahudinya.

Masih menurut anak saya, gurunya itu sangat menikmati perdebatan yang terjadi di antara muridnya yang multi agama itu. Dengan semangat ia menceritakan apa yang terjadi di kelasnya. Ada hal yang membuat saya cukup terkejut. Yaitu cerita mengenai teman Yahudinya yang dengan semangat menggebu menyatakan bahwa ia tidak sabar untuk segera pergi mengunjungi Yerusalem. Untuk apa? Untuk berperang melawan orang-orang yang memusuhi agamanya !

Allahuakbar .. seorang remaja Yahudi yang tinggal di kota metropolitan Paris bisa  begitu menggebu ingin mempertahan keyakinannya, meski keyakinannya tersebut ternyata tidak benar. Bagaimana dengan kita, kaum Muslimin ? Adakah diantara kita yang  ridho pergi berperang ke tanah Palestina demi membela agama, tanah suci dimana rumah suci Al-Aqsho berdiri? Demi membela saudara-saudara seiman yang tertindas di negrinya sendiri? Ironisnya lagi, kalaupun jawaban ada, tentu ia telah ditangkap dan diinterogasi karena dianggap Teroris!!

Kembali ke perdebatan di kelas anak saya. Mendengar kata-kata remaja Yahudi tadi, si guru langsung menyelak ” Buat apa ada agama, ada Tuhan .. kalo selalu terjadi pertumpahan darah .. Percayalah .. Tuhan itu tidak ada!! ” , begitu ia mengakhiri perdebatan. ” Kesel deh bu ..”, dengan jengkel anak saya mengeluh.

Suatu kali ia juga bercerita betapa murid-murid dicekoki pelajaran tentang seks bebas, demokrasi yang kebablasan dll. Astaghfirullah haladzim … Saya hanya bisa mengelus dada, betapa beratnya tantangan anak-anak muda di negri ini.

” Ya Allah, lindungilah dan teguhkanlah keimanan dan keislaman anak-anak kami”.

Dalam hati saya bertanya-tanya, Ya Allah, mengapa bebal betul orang-orang Barat yang mengaku modern dan berilmu ini? Kurang berat dan kurang hebatkah azab-Mu? Tiba-tiba saya teringat ayat-ayat yang mengatakan bahwa Allah tidak akan mengazab suatu kaum selama ada orang Muslim di antara mereka atau selama dakwah belum mencapai tempat tersebut.

Terlintas beberapa daerah di Paris ini dimana saya katakan ” serasa di pasar Seng euy .. ” . Di tempat ini berbagai barang keperluan Muslim bisa didapat, seperti sajadah, Al-Quran, henna semir rambut dan kuku serta barang-barang kelontong lain. Ini memang  daerah dimana Muslim banyak bermukim.

Sementara pasar Seng adalah pasar di Mekah dimana berbagai barang oleh-oleh haji banyak di dapat. Ini adalah tempat kesukaan jamaah haji Indonesia. Sayang sekarang sudah tidak ada lagi karena tergusur proyek perluasan Masjidil Haram.

Namun betulkah ayat-ayat Allah belum menyentuh Eropa? Tidak juga .. Buktinya Tony Blair, mantan perdana mentri Inggris yang sekarang menjadi penasehat Timur tengah itu, katanya, membaca Al-Quran setiap hari!  Apapun tujuannya, bukan hak kita untuk menghukuminya.

”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. (QS.Al-Anfal(8):33).

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 16 juni 2011.

Vien AM.

Read Full Post »

Paris, hingga detik ini masih tercatat sebagai kota no 1 di dunia yang menjadi target sasaran turis manca negara. Menurut catatan Wikipedia, sebanyak 29 juta turis pertahun datang mengunjungi ibu kota Perancis ini. Kota ini memiliki banyak julukan, diantaranya  Paris Lumiere ( Paris Bercahaya), Paris Capitale Romantique ( Paris kota Romantis), Paris la Mode Mondiale ( Paris Pusat Mode Dunia) dll.

Paris dengan segala kelebihan dan kekurangannya harus diakui memang pantas untuk mendapatkan segala predikat tersebut.  Turis manca negara, dari bangsa kulit putih, hitam, merah, kuning hingga sawo matang semua bercampur menjadi satu.  Yang juga cukup mencolok adalah keberadaan sejumlah Muslimah ber-abaya hitam lengkap dengan cadarnya.  Bila dilihat dari pasangan yang mendampinginya kelihatannya mereka adalah para turis Arab Saudi kaya raya yang sedang membelanjakan real mereka.  Ini kalau kita menjumpainya di daerah-darah elite, tentunya. Itulah salah satu sebab  mengapa sejumlah  kelompok menentang pelarangan ‘niqab’ atau cadar penutup wajah Muslimah.

Mereka yang menentang ini adalah para pemilik butik-butik terkenal di sepanjang Champs Elysees, Faubourg St Honore,  Place Vendome, St Germain de Pres dan banyak lagi. Bagi pemburu  ‘haute couture’ alias barang-barang mewah bermerk, seperti Yves St Laurent, Givenchy, Louis Vitton, Prada dll Paris memang surganya. Namun, dari sebuah blog yang saya baca baru-baru ini, banyak Muslimah mualaf asli Perancis, yang memilih mengenakan cadar begitu mereka memutuskan untuk memeluk Islam.  Allahuakbar ..

Paris di musim dingin terlihat ‘santun’. Karena hampir semua orang, lelaki maupun perempuan, menutup rapat-rapat auratnya saking dinginnya. Walaupun ada saja segelintir perempuan yang berbusana mini meski ber-stoking dan mantel tebal. “ Sampe’ segitunya ya dibela-belain … kita udah  hampir beku begini .. bbrr », begitu komentar ayahnya anak-anak, heran.

Namun begitu musim dingin berlalu .. waah, mata para lelaki tampaknya yang musti ganti ‘dijilbab’in … 🙂 .. Belum lagi melihat pasangan yang bebas bercumbu sesukanya. Di jalanan, di taman, di lift, di metro .. pokoknya dimana sajalah .. seakan dunia ini hanya milik mereka berdua. Mungkin  ini yang menyebabkan Paris dinamakan Paris Romantique .. 😦  ..

Tapi yang membuat hati lebih miris lagi  ..  Sesama jenis, baik sesama lelaki maupun sesama perempuan, bukan cuma bergandengan .. tapi juga berpelukan dan bahkan berciuman .. Na’udzubillah min dzalik .. Benar-benar keterlaluan .. zaman sudah makin edan .. Tanpa rasa malu dan risih apalagi bersalah, mereka ini melakukannya di depan umum.

Padahal tahun lalu, ketika kami masih tinggal di Pau, kota kecil di selatan Perancis, tampaknya hal seperti ini masih tabu. Saya teringat, ketika itu saya berpapasan dengan dua orang lelaki yang bergandengan mesra. Melihat ini, lelaki setengah baya yang kebetulan  berjalan di depan saya, langsung mengumpat. Sambil  menunjuk ibu-jari ke dahinya, tanda bahwa ada orang ‘miring’, sebentar-sebentar ia menengok ke arah dua orang ‘miring’ tadi sambil terus mengomel. Saya hanya bisa mengelus dada. Itu di Pau. Nah, ini kan Paris .. kota metropolitan, dimana semua orang berkumpul, berbagai budaya dan tradisi bertumpuk.

Ditambah lagi dengan mulai panasnya suhu politik dalam rangka pemilihan presiden pada 2012 yang akan datang. Dengan dalih ketinggalan dari teman-teman Barat mereka dalam hal demokrasi, lawan-lawan politik partai yang sekarang berkuasa, melempar isu agar perkawinan antar sesama jenis ( Homoseksual/Lesbian) dilegalkan! Dalam hal ini Perancis memang ketinggalan. Belanda, Belgia, Spanyol, Norwegia, Swedia, Islandia, Portugal dan Inggris sejak beberapa tahun lalu telah mengizinkan perkawinan laknat ini secara resmi.

Sedangkan cara hidup ‘kumpul kebo’ alias hidup bersama tanpa ikatan perkawinan, baik antara dua jenis kelamin berbeda maupun sama telah dilegalkan sejak tahun 1999. Hukum Negara menyatakan bahwa mereka yang hidup dalam ikatan seperti ini berhak mendapatkan sejumlah hak yang sama dengan mereka yang hidup dalam ikatan perkawinan, kecuali mengadopsi anak. Pasangan Homoseksual tidak diizinkan. Inilah yang saat ini sedang dijadikan alasan agar pemerintah mengizinkan perkawinan ‘menjijikan’ tersebut.

Sungguh ironis. Tidakkah kaum intelektual negri ini menyadari bahwa mereka sedang merusak ke-intelektual-an mereka? Tidakkah mereka khawatir bahwa hal ini bakal merusak keseimbangan yang begitu indah sekaligus rumit ini? Bukankah mereka menyadarai betapa sulit dan rumitnya penciptaan manusia itu? Tidakkah mereka berpikir bahwa hal tersebut akan menutup perkembangan biakkan manusia di dunia ini ? Belum lagi dengan berbagai ancaman penyakit seperti AIDS yang bahkan hingga detik inipun belum dapat diatasi … 😦  ..

Sementara saat ini saja saya sedang disuguhi acara televisi yang menyiarkan keraguan para bapak akan ‘keabsahan’anak yang dilahirkan pasangan mereka sendiri !! Dan dapat dibayangkan betapa pedihnya perasaan para bapak itu lebih-lebih lagi anak yang bersangkutan ketika mengetahui bahwa lelaki yang selama ini mereka panggil ‘ papa’ ternyata bukan ayah kandung mereka.

Itu baru dampak Pacs ( Pacte Civil de Solidarite) Heterogen alias ‘kumpul kebo’ antara laki-laki dan perempuan .. Bagaimana dengan ‘kumpul kebo’ sesama lelaki atau sesama perempuan ? Padahal rasanya tak satupun agama di dunia ini yang bakal mengizinkan perkawinan seperti itu. Tidak juga agama Kristen. Buktinya adalah apa yang terjadi di Uganda.

Negara yang terletak di Afrika bagian Timur ini baru saja mengeluarkan usulan undang-undang Anti Homoseksual. Tingginya tingkat penderita HIV adalah pemicunya. Tampaknya para penginjil asal Amerika Serikat yang banyak jumlahnya di negri inilah yang berhasil mempengaruhi presiden dan mentri Luar Negri Uganda yang juga beragama Kristen itu agar menerapkan undang-undang tersebut.

“Potensi homosexualitas dalam menghancurkan keluarga kita begitu besar, sehingga jika Anda tidak bertindak sekarang, masyarakat kita akan habis di tahun-tahun mendatang. Tidak ada tekanan, intimidasi maupun kegaduhan apapun, yang mampu menghentikan kita dalam membela nilai-nilai tradisi keluarga, membela anak-anak, negara dan benua kita.”

Itulah jawaban David Bahati, mentri Luar Negri Uganda, dalam menghadapi  tekanan Barat yang mempertanyakan kebijaksaan negaranya. Uganda mengancam hukuman mati bagi para Homoseksual, termasuk  kaum gay HIV-positif. Jika undang-undang baru ini berhasil diloloskan maka Negara ini akan menjadi Negara ke 38 negara di Afrika yang mendukung gerakan anti-homoseksual yang diprakasai oleh para penginjil Kristen asal Amerika itu. Anehnya, tindakan ini justru ditentang sendiri oleh Vatikan! Vatikan berpendapat bahwa mereka tidak berhak mencampuri hak pribadi seseorang … ?!?? ..

Sementara Islam jelas melarang perbuatan tersebut. Allah swt melaknatnya karena perbuatan ini melawan kodrat yang telah ditentukan-Nya. Perbuatan dzalim ini jelas bakal merusak keseimbangan dan tatanan alam semesta. Itu sebabnya, dulu, Allah swt pernah menurunkan cemeti azab.

Adalah kaum Luth, yang menempati daerah sekitar Laut Luth atau Laut Mati, Yordania, sekitar tahun 1800 SM. Kota mereka dinamakan Sodom dan Gomorah. Mereka adalah kaum pertama di dunia ini yang melakukan perbuatan seksual antar sesama jenis.

“ Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”.(QS.Asy-Syuara(26):165-166).

“ Luth berkata: “Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”. (Allah berfirman): “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”. Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda”. (QS.Al-Hijr(15):71-75).

Adakah tragedi ribuan tahun silam tersebut mampu membuat kapok kaum yang datang sesudahnya ? Peristiwa Pompei, di Italia pada tahun 79 M membuktikan bahwa prilaku menyimpang Homoseksual telah tumbuh subur di daerah kekuasaan raja Nero yang terkenal kejam dan sangat menikmati kemaksiatan.

( lihat : http://sayoudancity.blogspot.com/2010/11/laut-mati-dan-hancurnya-kaum-homo.html)

Sejarah juga mencatat bahwa cara hidup menyimpang seperti itu sudah ada pada abad 8 SM, yaitu pada zaman Yunani Kuno. Ironisnya, kebiasaan laknat ini menjadi lambang status para pemegang kekuasaan.  Sejak usia remaja lelaki lingkungan tersebut telah sengaja dipersiapkan dan dididik ke arah itu. Bahkan, Alexandre The Great, raja Macedonia yang pernah menyatukan Asia, Afrika dan Eropa dalam tempo hanya 10 tahun itu dikabarkan juga menjalani kehidupan menyimpang tersebut. Tampaknya inilah salah satu sebab mengapa para ilmuwan Muslim menolak adanya perkiraan bahwa raja ini adalah Zulkarnaen, hamba Allah sekaligus pemimpin kenamaan yang kisahnya tercatat dalam Al-Quran.

Kembali ke ayat Al-Hijr diatas .. Adakah orang-orang memperhatikan tanda-tanda kemurkaan Sang Khalik terhadap kaum Homoseksual? Bila jawabnya ‘Ya’ mengapa hingga detik ini perbuatan tersebut masih juga ‘exist’? Tidak hanya di Barat yang notabene Kafir atau Atheis namun juga negri kita tercinta, yang katanya negri Muslim terbesar di dunia??

Kembali ke usulan Perancis tentang perkawinan antar jenis ..  Sebenarnya dalih yang digunakan  kaum ‘beradab’ ini adalah azas Demokrasi dan Toleransi yang saat ini memang sedang menjadi dewa dan kata ampuh untuk menyerang segala hal yang dirasa kurang ‘pas. Kedengarannya memang adil karena dimaksudkan untuk membela semua kepentingan dan golongan ..

Masjid Paris, usai Jumatan

Masjid Paris, usai Jumatan

Resto Uighur Halal, Paris

Resto Uighur Halal, Paris

Toko buku2 Islam, Paris

Toko buku2 Islam, Paris

Namun bagaimana dengan keberatan para tokoh politik tingkat atas yang memperkarakan pemakaian jilbab, cadar, suara azan, menara masjid dan jamaah Jumatan yang membludak ke jalanan gara-gara masjid tidak muat menampung jamaahnya yang ingin menunaikan perintah Tuhannya?  Juga sejumlah marche, supermarket dan resto yang makin banyak menjual daging berlabel halal karena konsumen dan permintaan akan hal tersebut makin hari memang makin meningkat. Dimana semboyan Demokrasi dan Toleransi itu diletakkan ?  Oh .. maaf ya .. ke dua kata tersebut  tidak berlaku untuk dunia Islam dan segala masalahnya .. 😦

Masjid Bordeaux

Masjid Bordeaux

Masjid Genevilliers, Perancis

Masjid Genevilliers, Perancis

Persis seperti peristiwa dunia yang saat ini sedang terjadi, yaitu pergolakan politik di Mesir. Presiden yang didemo rakyatnya karena telah memerintah 30 tahun lebih ini tidak di’depak’ Barat seperti halnya Saddam Husein misalnya. Padahal dengan dalih Demokrasi Barat biasanya paling getol ikut mencampuri hal-hal seperti ini.

Mengapa? Karena ia sangat bersahabat kalau tidak mau dikatakan selalu tunduk dan patuh terhadap segala macam kebijakan Barat yang jelas-jelas tidak ingin Islam kembali berkibar  di negri ini. Jadi Demokrasi itu benar-benar tergantung .. tergantung dari mana, sudut mana dan siapa yang melihatnya .. 😦 ..  Korban sipil yang terus berjatuhan di kota pusat pendidikan Islam tertua Al-Azhar ini  tidak akan membuat Barat peduli ..

Tetapi sadarkah mereka bahwa sikap tidak adil mereka ini justru malah memancing simpati terhadap Islam. Bahkan mereka sebenarnya sedang mengumumkan bahwa Islam makin diterima dan berkembang dengan pesatnya, terutama di Perancis ini. Di negri dimana masyarakat termasuk anak-anak sekolah diajari Demokrasi dan Toleransi sementara ajaran Islam dan pemeluknya terus disudutkan dengan berita-berita yang tidak proporsional.

Masjid Toulouse yg tertunda

Masjid Toulouse yg tertunda

Resto Indonesia Halal, Toulouse

Resto Indonesia Halal, Toulouse

Masjid Pau, Perancis

Masjid Pau, Perancis

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”(QS.Ali Imran(3):54).

( Baca juga :

http://www.al-ikhwan.net/pejabat-israel-orang-orang-yahudi-di-perancis-berada-di-balik-kampanye-bahaya-niqab-3523/ )

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 31 Januari 2011.

Vien AM.

Read Full Post »

Isu Islamophobia di Perancis kembali memanas !!

Sejak beberapa minggu terakhir ini sejumlah tentara berbekal senapan panjang tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi-lokasi strategis dan tempat-tempat dimana turis mancanegara berkumpul. Menara Eiffel, menara lambang kebanggaan warga Perancis setinggi 324 meter yang didirikan pada tahun 1889 dan bernama asli La Dame de Fer ( Nyonya dari Besi) ini bahkan setempat ditutup selama beberapa jam karena adanya ancaman bom. Ironisnya, isu yang berkembang ( atau dikembangkan ?? ) adalah karena adanya ancaman dari Al-Qaeda.

Bagi kami, Muslim terutama yang berada di Perancis tentu saja berita miring ini amat sangat tidak mengenakkan dan membuat hati tidak nyaman. Apalagi ketika berita ini dihubungkan dengan adanya tragedi penculikan 7 orang asing di Nigeria, dimana 5 diantaranya adalah warga Perancis. Penculikan ini terjadi pada bulan September lalu dan diklaim secara resmi diculik oleh kelompok Al-Qaeda.

Belum juga kasus penculikan diatas diusut tuntas, berbagai media kembali mengeluarkan pernyataan bahwa, Osama Bin Laden, telah mengirim pesan singkat di Al-Jazirah, jaringan televisi milik pemerintah Qatar. Menurut sebuah sumber pernyataan pimpinan Al-Qaeda tersebut berisi  tentang ancaman terhadap warga Perancis !

Masih menurut sumber yang sama, ancaman tersebut dikeluarkan karena 2 hal. Yang pertama karena pemerintah Perancis tidak mau menarik tentaranya dari Afganistan. Yang kedua karena  pemerintah Perancis melarang warga Muslimnya mengenakan Burqa .

Buat saya pribadi, terus terang hal ini agak aneh. Alasan pertama masih masuk akal. Pasca tragedi September 2001, yaitu sejak Oktober 2001, dibawah pimpinan Amerika Serikat dengan George W Bush sebagai dalangnya, Perancis bersama 29 negara lain memang menyumbangkan tentaranya untuk menduduki Afganistan.

Dengan alasan yang tidak jelas, sejak itulah negri yang dulunya sempat diduduki Uni Sovyet itu menjadi arena baku tembak antara tentara Taliban pimpinan Osama Bin Laden dengan tentara sekutu Amerika Serikat. Padahal tadinya Osama adalah sekutu Amerika Serikat dalam memerangi Uni Sovyet untuk merebut tanah Afganistan yang kaya minyak itu.

Menurut sebuah sumber pihak CIA bahkan menawarkan uang sebesar 250 juta dollar atau 250 milyard bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi tentang keberadaan Osama dengan kelompok Al-Qaedanya!

Namun demikian ternyata banyak kelompok Islam yang tidak mendukung bahkan curiga terhadap sepak terjang Al-Qaeda, diantaranya kelompok Hamas. Kelompok ini menduga bahwa Osama dengan Al-Qaedanya sebenarnya main mata dengan Amerika Serikat. Alasan ini bukannya mengada-ada. Karena keluarga besar Osama memang memiliki perusahaan konstruksi bangunan bertaraf internasional yang mempunyai jaringan erat dengan Amerika Serikat. Hamas juga beranggapan bahwa sepak terjang Osama sangat merusak nama Islam yang harusnya mengagungkan kebaikan bukannya terorisme.

Tetapi bagi saya pribadi, bagaimanapun Osama berhak membela tanah Afganistan yang sejak beberapa puluh tahun belakangan telah menjadi tanah airnya. Orang yang masih mempunyai hati yang bersih pasti mampu berpikir bahwa tidaklah patut sejumlah negara apalagi Negara yang mengaku Negara maju dan menjunjung tinggi demokrasi bersekongkol menyerang Negara lain apapun alasannya.

Tidak juga tragedi September 2001 yang menewaskan ribuan nyawa manusia itu. Ini adalah jelas perbuatan sebuah konspirasi sadis yang pernah ada di bumi ini. Menara kembar dan beberapa gedung tinggi dan penting itu ambruk bukan karena jet yang menabrak tapi karena bom yang ditanam secara rahasia di kaki gedung-gedung tersebut. Hal yang terlalu beresiko bagi Osama dan kawan-kawan untuk melakukan hal tersebut. Tidak adakah skenario tolol jet menabrak gedung hingga ambruk daripada scenario lain yang lebih masuk akal? Bahkan saat ini lebih dari 40 % rakyat Amerika meragukan scenario tersebut ..  ( Click : http://www.youtube.com/watch?v=kcrF346sS_I )

Sejarah juga pernah mencatat bagaimana Amerika Serikat dan sekutunya pada tahun 2003 lalu mengivasi Irak yang ketika itu berada dibawah kekuasaan  presiden Saddam Husein. Dengan berbagai alasan, seperti pengembangan senjata pemusnah massal dan pelanggaran HAM, Amerika Serikat dibawah pimpinan lagi-lagi George W Bush menyerang Irak dan meluluh lantakkan negri 1001 malam ini hingga porak poranda. Namun nyatanya sampai detik ini tidak ditemukan satupun bukti bahwa Irak telah mengembangkan senjata pemusnah massal.

Target selanjutnya adalah Iran. Negri tetangga Irak ini juga dituduh Barat memiliki pusat reaktor nuklir yang mengembangkan senjata pemusnah massal. Akibatnya negri ini harus menanggung ancaman sanksi ekonomi dari Barat. Dengan sekuat tenaga Mahmud Ahmadinejad, sang presiden negri Ayatullah Khomeini ini menegaskan bahwa pusat reaktor nuklir yang dimilikinya itu dikembangkan demi kepentingan damai bukan untuk membuat bom nuklir seperti yang dituduhkan.

Padahal Amerika Serikat dan beberapa Negara barat sendiri jelas-jelas mengembangkan bom dan senjata nuklir. Begitu juga Israel yang merupakan kroni Amerika Serikat tanpa kesulitan bebas mengembangkan proyek nuklirnya.

Patut diketahui, Saddam Husein dan Mahmud Ahmadinejad adalah dua tokoh besar pemimpin Negara Islam yang berani melawan kebijaksanaan Barat. Sementara Negara-negara Arab pasca jatuhnya kekhalifahan Islam Ottoman, seperti Saudi Arabia, Mesir dan Yordania saat ini sangat pro Barat.

Bila kita menilik ke belakang, Ottoman sekitar tahun 1750-an walaupun kerajaannya amat sangat luas namun di dalam sebenarnya amatlah lemah dan rentan. Sebagian para penguasanya tidak lagi menjunjung tinggi akidah Islam. Kesirikan, bid’ah, kekerasan, korupsi, kemaksiatan dan kemalasan meraja lela. Akibatnya banyak negri yang berusaha keluar dari kesatuan Ottoman yang telah berdiri sejak tahun 1517 M itu.  Tidak saja negara-negara yang sekarang menjadi bagian dari Eropa seperti Hungaria, Albania, Yunani, Rumania, Serbia dan Bulgaria yang berontak. Namun juga Negara-negara Arab juga ingin lepas dari kekhalifahan. Padahal kekuatan militer Ottomanpun saat itu sedang lemah-lemahnya.

Sebaliknya kekuatan kaum Salib Eropa makin kukuh dan bersatu. Sayangnya, negara-negara Arab tidak menyadari hal ini. Mereka justru meminta bantuan Inggris agar mereka bisa keluar dari kekhalifahan. Tentu saja Inggris dan kaum Salib Eropa segera menyambut baik permintaan tersebut. Mereka melihat ini sebagai peluang untuk menaklukkan kejayaan Islam. Peperangan demi peperangan terjadi hingga puncaknya meletuslah Perang Dunia I yang berujung pada kejatuhan kekhalifahan Islam Ottoman. Istanbul sebagai pusat pemerintahan berhasil dikuasai Kemal Attaturk, seorang Yahudi Dunamah sekuler. Pendiri Turki  yang sering disebut sebagai Bapak bangsa Turki ini adalah seorang Freemason tulen yang amat anti Islam!

Dengan jatuhnya kekhalifahan dimulailah babak baru dunia Islam yang tidak saja tidak bersatu namun juga sekuler. Setelah sebelumnya perjanjian Balfour ditanda tangani pada tahun 1918 dimana tanah Palestina dijanjikan sebagai rumah bagi bangsa Israel yang sebelumnya berpencaran di penjuru dunia maka tanah Arabpun dibagi-bagi menjadi milik Barat. Perancis menguasai diantaranya Aljazair, Tunisia. Maroko, Lebanon dan Suriah. Inggris menguasai Afganistan, Pakistan dan negara-negara Arab seperti Qatar, Kuwait, Irak, Yordania dll. Sementara  Italia menjajah Libya.

Dari sini terlihat jelas bahwa ketegangan, persaingan dan permusuhan antara Barat ( Kristen) dengan Islam telah ada sejak lama.

Kembali kepada ancaman Osama di awal tulisan. Osama adalah satu dari sekian banyak umat Islam yang menginginkan agar akidah Islam kembali berdiri tegak. Pemikiran yang baik ini sebenarnya telah timbul sejak agak lama, yaitu pada masa kekhalifahan Ottoman berada di puncak kelemahannya di tahun 1750-an. Karena pada masa itu selain seperti yang telah dikemukakan diatas, pengaruh Barat/Kristen juga telah mulai dirasakan mendominasi pemikiran para petingginya. Sebagian bahkan menikahi perempuan-perempuan Barat Kristen yang memang sengaja diselundupkan pihak Barat agar dapat mempengaruhi pemikiran para sultan dan amir.

« Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim ».(QS.Al-Maidah(5) :51).

Ayat ini mengidentifikasikan bahwa umat Islam tidak boleh menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin mereka. Karena mereka tidak menyembah Allah swt, sebagai Penguasa Tunggal Alam semesta ini dengan benar. Hal ini amat berbahaya. Karena dengan kepemimpinan yang demikian umat Islam bakal kesulitan menjalankan  syariatnya. Maka bermuncullanlah mujahid-mujahid yang menentang pengaruh dan kepemimpinan Barat/Kristen. Ini yang menjadikan Barat bertambah takut dan bertambah memusuhi Islam. Untuk itu Barat bertekad bila ingin menguasai dunia jihad harus dihapuskan dari pemikiran Muslim. Itu sebabnya segala perlawanan yang bertujuan menentang Barat diisukan sebagai Terorisme agar dunia Islam menjadi malu dan tidak percaya diri. Perhatikan bagaimana sikap Israel terhadap rakyat Palestina yang begitu sadis dan tidak berperikemanusiaan. Ini bukan Terorisme karena tidak melawan Barat !

Cara perlawanan Osama dan Al-Qaedanya dengan menyebar bom yang tidak pada tempatnya memang tidak dapat dibenarkan. Namun mempertahankan akidah dan Negara adalah keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar.

Lain halnya dengan masalah pelarangan burqa ataupun jilbab di Perancis. Ancaman Osama terhadap hal yang sensitive ini saya rasa kurang tepat. Karena hal ini seharusnya menjadi tanggung-jawab para pemuka Muslim di Negara yang bersangkutan.

Presiden CFCM (Conseil Français du Culte Musulman) organisasi resmi Muslim Perancis, mengatakan bahwa pernyataan dan ancaman Osama kepada pemerintah Perancis atas pelarangan burqa dan jilbab terhadap Muslim Perancis adalah bentuk campur tangan luar yang tidak perlu bahkan mengundang reaksi negatif terhadap Islam itu sendiri. Menurutnya perjuangan Islam dalam menegakkan ajarannya harus dengan cara santun dan bertahap, tidak dengan kekerasan .

Menurut saya sendiri, walaupun Islam sudah mulai dapat di terima di negri ini namun untuk menjalankan ibadah sehari-hari rasanya masih terasa sulit. Jangan heran bila banyak keturunan Arab dari Aljazair, Maroko atau Tunisia yang mengaku Muslim namun mereka tidak pernah shalat, suka minum minuman keras dan mengenal huruf Arabpun tidak.

Pernah suatu hari di masjid Paris, saya bertemu seorang remaja Muslimah keturunan Maroko. Remaja manis yang mengenakan abaya hitam ini menghampiri saya karena melihat Al-Quran yang saya baca. Rupanya remaja yang lahir dan dibesarkan di Perancis ini penasaran karena Al-Quran yang saya bawa saat itu memang ada Asbabun-Nuzulnya. Dari percakapan itu saya ketahui bahwa ia hanya membaca Al-Quran tafsirnya saja karena ia tidak mengenal huruf Arab. Padahal ia berbicara bahasa Arab dengan kedua orang-tuanya. Namun ia menambahkan sekarang ia dan teman-temannya  setiap Sabtu mengikuti kursus mengaji, belajar bahasa Arab dan belajar tentang Islam. Menurutnya sekarang kursus-kursus seperti itu mulai banyak… Alhamdulillah ..

Saya jadi teringat sesuatu. Suatu hari saya membaca web milik sebuah Asosiasi Muslim tempat saya tinggal. Mereka menyatakan berniat mencari dana untuk membangun masjid di lingkungan mereka karena ditempat itu memang tidak ada masjid. Untuk itu dalam acara bazar yang akan diselenggarakan pemerintah setempat mereka mau menerima sumbangan pakaian, alat-alat rumah tangga dll untuk dijual dan hasilnya untuk menambah dana pembangunan masjid.

Maka pada hari yang telah ditentukan saya dan suami datang untuk menyerahkan bantuan ala kadarnya. Namun ketika kami tiba di tempat pegawai yang menerima kami menyatakan bahwa ia sama sekali tidak tahu menahu hal tersebut. Beruntung setelah menelpon kesana kemari akhirnya kami bertemu dengan orang yang menangani hal tersebut. Darinya kami baru tahu bahwa bantuan yang diminta Asosiasinya itu memang diam-diam alias tidak resmi.

Dari sini tampak bahwa kaum Muslimin masih seperti berada pada era dakwah sembunyi-sembunyi di masa Rasulullah. Karena bahkan untuk shalatpun sulit. Masjid amat sangat terbatas. Walaupun beberapa sumber tidak resmi meng-klaim bahwa negri ini memiliki ratusan masjid  namun pada kenyataannya sebagian besar bukanlah masjid melainkan hanya mushola-mushola kecil yang letaknyapun terpencil dan tersembunyi. Malah biasanya hanya menempati rumah-rumah atau apartemen milik pribadi di kawasan penduduk yang mayoritas Muslim. Jadi jangan pernah berharap menemukan adanya penunjuk arah ke masjid ( sekalipun Grande Mosque de Paris, satu-satnya masjid besar di Perancis ) sementara penunjuk arah ke beberapa sinagog ( rumah ibadah Yahudi) apalagi gereja dengan mudah dapat ditemukan.

Jadi untuk menjalankan kewajiban shalat ini murid-murid sekolah bahkan mahasiswa dan pegawaipun harus secara diam-diam. Anak saya yang duduk di bangku SMA melaporkan bahwa sebenarnya shalat sambil duduk di dalam bus sekolahpun dilarang ! Alasannya Perancis adalah negara sekuler walaupun pada prakteknya hampir semua hari besar Kristen diperingati sementara hari Raya Iedul Fitri  dipandang tidak pernah ada.

Demikian pula dengan jilbab. Perempuan berjilbab sementara ini masih bisa aman berjalan-jalan di kota-kota Perancis. Tetapi saya mendengar adanya desas desus bahwa beberapa senator berniat melarang pemakaian jilbab di tempat umum. Sedangkan bagi pelajar di sekolah pelarangan ini sudah berlaku. Khusus untuk burqa ( baju lebar penutup tubuh dari ujung kepala hingga kaki lengkap dengan cadar yang menutup hidung dan mulut ) larangannya sudah disetujui pemerintah. Namun penerapannya baru akan berlaku 5 bulan lagi. Bagi yang melanggar mereka akan dikenakan sangsi denda antara 150 euro – 15.000 euro ( 2 juta – 200 juta rupiah ) atau masuk penjara !

Saat ini Perancis kebanjiran imigran korban perang yang disulutnya sendiri. Banyak pendatang gelap dari Afganistan, Turki, Irak, Iran, Bosnia, Yugoslavia di negri ini. Mereka adalah saudara kita sesama Muslim yang terpaksa meninggalkan negaranya karena negri mereka luluh lantak oleh bom-bom yang dijatuhkan Amerika dan sekutunya. Mereka hidup meminta-minta dan memohon belas kasihan orang lain. Pedulikah pemerintah Perancis kepada mereka? Beberapa bulan yang lalu kamp pengungsi Afganistan malah digrebek, di musim dingin pula ! Salah siapakah ini?

Jadi benarkah tindakan Osama mengancam pemerintah Perancis?? Entahlah .. Yang pasti Osama telah ‘diwanted’ dengan imbalan milyaran rupiah .. Afganistan telah bertahun-tahun diobok-obok habis-habisan oleh 29 negara .. Saya hanya bertanya-tanya mungkinkah Osama bin Laden sang pemimpin Al-Qaeda itu masih hidup? Bagaimana bila ternyata ia telah dieksekusi seperti mantan presiden Irak, Saddam Husein secara diam-diam .. Bagaimana bila isu jaringan televisi Al-Jazirah itu adalah CNN-nya Arab adalah benar adanya ….  Maka tidak mungkinkah ini hanya fitnah yang sengaja dilempar musuh-musuh Islam agar dunia Islam makin terpuruk dan tidak  percaya diri ??

PF.

Berita terakhir, sejumlah bom ditemukan di beberapa negara Eropa. Memang belum ada yang mengklaim siapa pelakunya. Namun kelihatannya Al-Qaeda dicurigai. Rasanya benar juga peringatan presiden Mahmud Ahmadinejad juga Yusuf Al-Qardhawi, ulama terkenal Mesir, yang menghimbau agar umat Islam tidak usah mengunjungi Negara-negara Eropa dan Amerika serta membelanjakan uangnya di negri yang amat memusuhi kita ini.

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 2 November 2010.

Vien AM.

Read Full Post »

Identité nationale .. ya ..inilah isu yang saat ini sedang hangat dibahas dan dibicarakan media massa di seluruh pelosok Perancis.

Bukanlah rahasia bahwa orang Perancis amat menyukai perdebatan. Masalah apapun bisa menjadi debat seru. Antiknya perdebatan tidak selalu harus mempunyai tujuan penting. Bahkan seringkali hal sepelepun diperdebatkan. Saking hobbynya, acara debat ini sering kali menjadi primadona program televisi yang menempati rangking lumayan tinggi. Dengan nada bicara tinggi para peserta debat saling memotong pembicaraan. Biasanya si pembawa acara yang memegang kunci penting keberhasilan suatu debat. Makin tinggi tingkat emosi peserta terpancing makin tinggi pula tingkat keberhasilan debat. Inilah tugas utama pembawa acara… L

Debat Identitas nasional yang kali ini sedang  ramai dibahas adalah bertujuan untuk mengetahui nilai dan tingkat kecintaan serta rasa kebanggaan individu sebagai warga negara yang memiliki semboyan ‘Liberté, Égalité, Fraternité. ( Kebebasan, Persamaan, Persaudaraan). 

Debat ini dilempar ke publik oleh Eric Besson, politikus Perancis kelahiran Maroko yang diangkat menjadi mentri keimigrasian dan integrasi Perancis pada bulan Januari 2009 lalu. Debat dimulai sejak November 2009 dan berakhir hingga akhir Januari 2010. Setelah itu hasil debat akan dibahas di tingkat yang lebih tinggi.   

Yang menjadi pertanyaan apa sebenarnya yang menjadi pemicu debat tersebut ? 

Sebuah majalah Perancis terkemuka memuat beberapa keluhan peserta debat, diantaranya sebagai berikut : “ Perancis bukanlah negri muslim. Namun nyatanya 45 % komunitas dimana saya hidup adalah kaum imigran. Ini kan keterlaluan !! » ;  «   Ini waktunya untuk bertindak, bila kita tidak ingin ditelan mereka !! 10 juta kita keluarkan untuk sesuatu yang sia-sia! », ucap salah seorang wali kota Perancis. 

Lain lagi dengan pengakuan walikota Marseilles, kota pelabuhan terbesar Perancis dimana mayoritas Muslim tinggal. «  Mulanya kami tenang-tenang saja melihat kegembiraan para Muslimin ketika pertandingan sepakbola antara Mesir dan Aljazair berlangsung di kota kami. Namun ketika sekitar 15 hingga 20 ribu pendukung tim Aljazair berbaris di sepanjang jalan untuk merayakan kemenangan mereka sambil membawa bendera Aljazair dan tak satupun terlihat bendera Perancis, sakit rasanya hati ini !”.     

Nah, inilah rupanya benang merahnya.  

Berdasarkan angket yang dibuat pada Maret 2007, jumlah Muslim di Perancis adalah sekitar 4 hingga 5 juta orang atau 6 % dari total penduduk Perancis.  ( Katholik 64 %, Ateis 27.2 %, Protestan 2.1 % dan Yahudi 0.6 %). Jumlah ini merupakan jumlah terbesar dibandingkan Muslim di negara-negara Eropa lainnya. ( Jerman 2.5 juta, Inggris 1.6 juta, Italy 1.5 juta, Spanyol 1 juta dan Belanda 850 ribu ). Mereka ini sebagian besar adalah imigran, baik legal maupun illegal.     

Setelah itu pemerintah Perancis tidak pernah lagi memiliki keberanian untuk mengadakan angket resmi terhadap jumlah pemeluk Islam di negaranya. Yang pasti ada laporan bahwa sekarang ini telah berdiri  1536 masjid dan mushola di seluruh Perancis ! Walaupun tentu saja sebenarnya sebagian besar hanyalah mushola-mushola kecil yang tidak memadai dan letaknya sangat terpencil. Masjid yang tergolong lumayan besar hanya ada beberapa  di kota-kota besar seperti Paris, Lille dan Lyon. 

Namun yang juga amat mengejutkan adalah adanya laporan bahwa setiap tahun sekitar 30.000 hingga 70.000 orang Perancis masuk Islam. Allahuakbar ..  Mereka ini datang dari berbagai kalangan dan tingkatan. Dokter, pelajar, mahasiswa, ibu rumah-tangga, artis, politikus dll. Belum lama ini saya mendengar ada seorang artis hiphop peranakan Itali-Perancis yang bersyahadat. Penggemarnya benar-benar terkejut ketika ia muncul dalam pertunjukkan solonya dengan penampilan baru … Ber-jilbab !! 

Reaksipun bermuncullan .. Ada yang pro ada yang kontra. Namun pada umumnya para penggemar setianya tidak mempermasalahkan penampilan. Alasannya mereka menyukai suaranya bukan penampilannya …              

Sejarah masuknya Islam ke Perancis

Sebenarnya Islam masuk ke Perancis telah lama sekali, yaitu sejak abad 8 M. Islam masuk ke kota-kota selatan Perancis melalui Spanyol ke  Toulouse, Narbonne dan sekitarnya hingga Bourgogne di tengah-tengah Perancis.  Namun baru pada abad 12 hingga abad 15 orang-orang Islam mulai menempati kota-kota selatan Perancis yang terdapat di provinsi Roussillon, Languedoc, Provence, Pay Basque Perancis termasuk Bearn. Hal ini berlangsung secara bertahap dan puncaknya adalah ketika terjadi pengusiran besar-besaran terhadap muslim Spanyol pada peristiwa Reconquista di bawah raja Ferdinand II dan istrinya ratu Isabelle pada  tahun 1492 M.  

Tahap berikutnya adalah setelah Perang Dunia I dan II. Sebagian Muslim yang masuk ke Perancis adalah para korban perang. ( Palestina, Turki, Tunisia dll ). Sementara sebagian besar lagi datang dari Aljazair sekitar tahun 1960-an karena Perancis membutuhkan sejumlah besar tenaga dalam rangka membangun negaranya yang hancur karena perang. Perlu dicatat, Aljazair adalah satu dari negara bekas jajahan Perancis. 

Begitulah cara Allah swt menetapkan ketentuan-Nya. Apapun yang dikehendaki-Nya pasti terjadi. Bahkan seandainya tak satupun  orang yang mau berdakwah, mengajak orang kepada Islam . 

“ Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “Kun (jadilah)”, maka jadilah ia”.( QS. An-Naml(16):40).

Masuknya Islam pada abad ini .    

Sejak peristiwa kelam 11 September 2001, Islam mendapat cap baru yaitu, agama teroris. Dengan berbagai alasan dan dalih, Amerika Serikat menjadi pelopor dan penggerak agar dunia mengutuk dan menjauhi  Islam. Timbullah  apa yang disebut Islamophobia. Ajaran Islam mulai jilbab, poligami, jihad hingga masalah penampilan seperti jenggot dll menjadi obyek serangan.  

Negara-negara Islam seperti Irak dan Afganistan menjadi sasaran serangan membabi buta. Dan seperti biasa rakyat yang menjadi korban dan yang paling menderita. Mereka   ini kemudian berimigrasi ke Perancis untuk mencari perlindungan. Ini masih ditambah lagi dengan orang-orang Iran yang lari dari negaranya ketika Revolusi Iran tahun 1979, korban perang negara-negara bekas jajahan Uni Sovyet seperti Chenya serta perang saudara di Yugoslavia. Dengan demikian masuklah  Islam ke Eropa termasuk Perancis. 

Selanjutnya pada tahun 2004 dengan sembrono pemerintah Perancis secara resmi mengeluarkan peraturan yang melarang pelajar Muslimah dan pegawai negri mengenakan jilbab selama mereka berada dilingkungan sekolah dan kerja. Begitupun dengan masjid. Azan dilarang dikumandangkan bila suaranya terdengar hingga ke luar lingkungan masjid. Menara masjid tidak boleh lebih tinggi dari 30 meter. Namun  mampukah semua itu menghentikan penyebaran Islam ? 

 “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya“.(QS. Ali Imran(3):54). 

Ya, hal ini benar-benar terbukti. Karena justru sejak tahun 2004 itu  makin banyak saja perempuan berjilbab di kota-kota Perancis. Menurut laporan banyak perempuan Perancis tertarik kepada ajaran Islam karena Islam ternyata sangat melindungi hak-hak perempuan. Jilbab yang dituduh merupakan cermin ketidak-bebasan perempuan sekaligus lambang superioritas laki-laki ternyata malah berfungsi melindungi perempuan dari gangguan dan keisengan laki-laki mata keranjang. Sejumlah perempuan barat yang biasa dididik untuk bekerja mencari nafkah hingga larut malam juga mulai merasakan betapa berat tugas mereka. Dengan ber-Islam mereka menyadari bahwa ternyata mencari nafkah adalah tugas laki-laki. 

Sementara itu saya juga dapat merasakan perubahan besar. 7 tahun lalu ketika kami tinggal di Paris hanya ada 1 supermarket besar yang menyediakan counter khusus daging halal. Namun sekarang bahkan di Pau, kota relatif kecil dimana kami tinggal, dengan mudah daging halal dapat  dijumpai. Saat ini di semua supermarket besar di kota ini telah menyediakan counter khusus halal. Daging sapi, daging ayam, kalkun, berbagai jenis daging asap, sosis, ayam panggang, nugget bahkan permen jelly dan ‘ pate’ sebagai bahan dasar pembuat pie siap jadipun ada ! 

Namun kabar yang paling mengejutkan adalah yang datang dari Eric Besson, sang mentri keimigrasian yang melempar isu debat nasional. Sejumlah tabloid melaporkan bahwa saat ini, duda berusia sekitar 45 tahun  ini sedang menjalin hubungan asmara dengan seorang gadis Tunisia Muslim! Ia adalah cucu mantan presiden Tunisia.     

Hubungan mereka kelihatannya serius. Karena dikabarkan mereka akan melangsungkan pernikahan dimusim panas 2010 ini. Dan yang juga cukup mengejutkan sang calon mempelai pria telah berjanji kepada nenek calon mempelai putri untuk memeluk Islam  sebelum menikah nanti … Allahuakbar .. 

Berdebar hati ini. Tiba-tiba saya teringat akan doa Rasulullah pada awal penyebaran Islam. Ketika itu Rasululah  memohon kepada Allah swt agar Islam diberi kekuatan dengan masuk Islamnya salah satu tokoh besar Quraisy, Umar Bin Khattab atau Amr bin Hisham yang dikemudian hari dikenal dengan sebutan Abu Jahal. Dan ternyata Allah swt memilih Umar. Sejak itulah banyak orang Quraisy yang mengikuti jejak Umar yang terkenal gagah berani itu untuk memeluk Islam. 

Tentu saja saya sama sekali tidak bermaksud membandingkan Besson dengan Umar bin Khattab, sang khalifah. Namun paling tidak fenomenanya. Akankah saya menjadi salah satu saksi peristiwa besar Islamnya Perancis ? Wallahu’alam .. ( Click :http://www.youtube.com/watch?v=1rHXT935Hac ).

Yang pasti Napoleon Bonaparte, pendiri Empirium Perancis (1769-1821 M) dalam  “Bonaparte et L’Islam” yang ditulis oleh Cherfils, pernah berkomentar : 

“Musa telah menerangkan adanya Tuhan kepada bangsanya, Yesus kepada dunia Romawi dan Muhammad kepada seluruh dunia…Enam abad sepeninggal Yesus bangsa Arab adalah bangsa penyembah berhala, yaitu ketika Muhammad memperkenalkan penyembahan kepada Tuhan yang disembah oleh Ibrahim, Ismail, Musa dan Isa. Sekte Arius dan sekte-sekte lainnya telah mengganggu kesentosaan Timur dengan jalan membangkit-bangkitkan persoalan tentang Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus. Muhammad mengatakan, tidak ada tuhan selain Allah yang tidak berbapa, tidak beranak dan “Trinitas” itu kemasukkan ide-ide sesat…Muhamad seorang bangsawan, ia mempersatukan semua patriot. Dalam beberapa tahun kaum Muslimin dapat menguasai separoh bola bumi… Muhammad memang seorang manusia besar. Sekiranya revolusi yang dibangkitkannya itu tidak dipersiapkan oleh keadaan, mungkin ia sudah dipandang sebagai “dewa”. Ketika ia muncul bangsa Arab telah bertahun-tahun terlibat dalam berbagai perang saudara”…..

Debat Identitas Nasional yang heboh itu telah ditutup pada 8 Februari lalu, dengan hasil GAGAL. Hasil perdebatan dikabarkan tidak sesuai dengan harapan pemerintah. Isu masalah imigran dianggap isu yang tidak bermutu. Karena saat ini hampir tidak mungkin ada seorangpun orang berdarah asli Perancis. Bahkan sang presidenpun, Nicholas Sarkozy adalah seorang keturunan Hongaria. Kakeknya berimigrasi ke Perancis ketika masih berusia 14 tahun. Jadi kelihatannya untuk sementara ini Islam ‘aman’ dari gangguan. Rasanya sulit di zaman sekarang ini bagi sebuah pemerintahan untuk berterus terang memusuhi Islam.  Yang harus diingat menjadi Muslim bukan berarti harus membenci dan membuang identitas dan kewarga-negaraan. Bangga sebagai Muslim sekaligus bangga sebagai warga Indonesia atau warga Perancis, mengapa tidak  ??

” Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal “. (QS. Al-Hujjurat (49):13).  

Ironisnya, tak sampai 24 jam kemudian, sebuah resto siap saji ala Amerika “Quick’ mengumumkan bahwa pihaknya membuka cabang baru yang menyediakan burger khusus daging halal !! Padahal pada tahun 2005 lalu, resto ayam KFC yang mengumumkan secara terbuka bahwa ayamnya adalah ayam halal, harus menerima teguran untuk tidak perlu mengumumkan hal tersebut secara terang-terangan.  Namun seperti yang telah diperkirakan, keputusan Quick ini memancing banyak protes.                       

Seolah tidak mau kalah, saya juga mendengar kabar ada sebuah resto Cina di Pau yang dapat memasak daging halal bila kita memesan sebelumnya. Yang dimaksud daging halal disini tidak hanya bukan daging babi saja tapi dipotongnyapun secara halal… Allahuakbar … 

Sungguh lega rasanya hati ini. Namun demikian saya tetap merasa sedih. Betapa tidak. Di sejumlah negri kafir orang berbondong-bondong memeluk Islam,  sementara di negri kita sendiri banyak orang yang mengaku Islam namun tidak menjalankan ajaran dengan baik. Kesyirikan, jilbab yang diabaikan, liberalisasi, sekulerisasi, pluralisasi bahkan pengabaian hadis masih saja terjadi. 

Dari Miqdam bin Ma’dikariba ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Hampir tiba suatu masa di mana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di atas katilnya, lalu disampaikan orang kepadanya sebuah hadis daripada hadisku maka ia berkata : “Pegangan kami dan kamu hanyalah kitabullah (al-Quran) saja. Apa yang dihalalkan oleh al-Quran kami halalkan. Dan apa yang ia haramkan kami haramkan”. Kemudian Nabi saw melanjutkan sabdanya: “Padahal apa yang diharamkan oleh Rasulullah saw samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan oleh Allah swt”. (Riwayat Abu Daud). 

Janji-Nya pasti benar dan akan terlaksana, menjelang akhir zaman ini Islam pasti bakal tersebar ke seluruh penjuru dunia, dengan atau tanpa partisipasi kita. Pertanyaannya bagaimana kita mensikapinya .. maukah kita memanfaatkan kesempatan yang ada dengan ikut berusaha menyebarkan ajaran-Nya atau hanya dengan diam menanti. Ini yang akan dicatat para malaikat dan menjadi bahan pertimbangan di peradilan akhirat nanti.

Wallahu’alam bishawab.

Pau – France, 20 Februari 2010.

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts