Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Napoleon Bonaparte’

grand archKeluar dari 4 temps, mall yang kabarnya terbesar di Eropa itu, Grand Arch, tugu raksasa setinggi  110 meter yang dibangun pada tahun 1985 langsung menyongsong. Tugu ini merupakan duplikat Arch de Triomphe, dalam versi modernnya, sesuai dengan lingkungan sekitarnya, yaitu La Defense.

La Defense adalah bagian Paris modern dimana gedung-gedung tinggi pencakar langit layaknya Manhattan di New York, kokoh berdiri menantang langit. Disinilah selama hampir 3 tahun suami tercinta pergi ‘ngantor’, dengan hanya berjalan kaki selama kurang lebih 10 menit.  Hal yang mustahil terjadi di Jakarta, kantor barunya setelah pulang ke tanah air. Dari  stasiun metro La Defense, ujung metro line 1 ini pulalah kami pulang pergi melaksanakan berbagai kegiatan kami selama itu.

Grand Arch bersama dengan Arch de Triomphe dan Arch de Triomphe du Carousel yang ukurannya lebih kecil lagi dari Arch de Triomphe,  membentuk satu garis lurus yang dikenal dengan nama Axe Historique, garis lurus bersejarah. Bulevard terkenal Champs Elysees dan Place de la Concorde yang fenomenal itu terletak diantara Arch de Triomphe dan Arch de Triomphe du Carousel.  Arch de Triomphe du Carousel sendiri berada di ujung akhir Jardin de Tuleries, persis di depan Pyramida kaca raksasa yang merupakan pintu gerbang Musee du Louvre .

Yang mengejutkan, adalah temuan bahwa Axe Historique ini ternyata menuju ke 1 titik, yaitu Ka’bah di Mekkah ! Paling tidak, itulah yang dikatakan Hanum putri Amien Rais dan suaminya , Rangga, dalam buku « 99 cahaya di Langit Eropa » karya pasangan muda tersebut. Ini berdasarkan keterangan seorang Muslimah, mualaf asli Perancis, peneliti yang bekerja di Institut du Monde Arab, Paris.

arch de triomp carouselEntahlah, apakah itu suatu kebetulan atau tidak. Yang pasti tugu kemenangan bernama Arch de Triomph du Carousel itu faktanya memang dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte yang juga dikenal sebagai Napoleon 1.  Sementara sejumlah sumber  menyatakan bahwa Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis yang terkenal itu, pernah menyatakan kekagumannya atas Islam.  Ini berawal pada tahun 1798, ketika ia berkunjung ke Mesir dan menaklukan negri 1000 menara ini. Waktu itu ia belum menjadi kaisar.

« Puis enfin, à un certain moment de l’histoire, apparut un homme appelé Mahomet. Et cet homme a dit la même chose que Moïse, Jésus, et tous les autres prophètes : il n’y a qu’Un Dieu. C’était le message de l’Islam. L’Islam est la vraie religion. Plus les gens liront et deviendront intelligents, plus ils se familiariseront avec la logique et le raisonnement. Ils abandonneront les idoles, ou les rituels qui supportent le polythéisme, et ils reconnaîtront qu’il n’y a qu’Un Dieu. Et par conséquent, j’espère que le moment ne tardera pas où l’Islam prédominera dans le monde. »

“Lalu akhirnya, pada beberapa titik dalam sejarah, muncul seorang pria bernama Muhammad. Dan orang ini mengatakan hal yang sama bahwa Musa, Yesus dan nabi-nabi lainnya: hanya ada satu Tuhan. Itu adalah pesan Islam. Islam adalah agama yang benar. Makin banyak orang membaca makin banyak orang menjadi lebih cerdas, mereka menjadi akrab dengan logika dan penalaran. Mereka meninggalkan berhala, atau ritual yang mendukung politeisme, dan mereka mengakui bahwa hanya ada satu Tuhan. Dan karena itu saya berharap bahwa suatu waktu nanti akan segera tiba waktunya Islam mendominasi dunia.

Tulisan di atas bukan satu-satunya bukti kekaguman Napoleon yang sangat hobby membaca ini, atas Islam. Ada sejumlah tulisan lain yang menerangkan kekaguman Napoleon pada Rasulullah Muhammad saw dan para sahabat. Diantaranya yaitu pernyataan kekagumannya tentang keberhasilan penyebaran Islam, yang dalam waktu kurang dari 100 tahun telah manpu ‘meng-Islam-kan’ hampir separuh dunia.  Bahkan ada pula catatan bahwa  ketika berada di Mesir, Napoleon pernah bersyahadat ! Meski sebagian berpendapat bahwa itu hanyalah bagian dari politik Napoleon. Wallahu’alam .. Napoleon memang dikenal sebagai tokoh besar yang kontroversial.

Tulisan diatas sendiri disadur dari Jurnal Sainte Helene, pada tahun 1815 – 1818. Sainte Helene atau Santa Helena adalah tempat Napoleon di asingkan pada tahun 1812, tak lama setelah kekalahannya. Pulau ini terletak di tengah lautan Atlantik sebelah selatan, 1900 kilo meter dari Afrika. Dibutuhkan 2.5 bulan untuk mencapai pulau ini, dengan menumpang kapal.

Sedangkan jurnal St Helene adalah catatan harian orang-orang yang menemani Napoleon selama di pengasingan. Sebagai informasi, selama di Santa Helena, Napoleon memang selalu mendiktekan biografi hidupnya kepada orang-orang dekat yang mendampinginya. Salah satunya adalah asisten pribadinya yang bernama Ali.

Di pulau terpencil nun jauh di ujung sana inilah Napoleon hidup selama 6 tahun hingga akhir hayatnya. Disinilah kabarnya ia menghabiskan waktunya untuk lebih mengenal Islam yang pernah dikaguminya, dan mungkin bersyahadat, secara serius …

german embassy 1Namun pagi ini saya mendapat surprised. Melalui Face Book, saya melihat sebuah foto hasil jepretan seorang teman di Paris. Foto tersebut adalah foto langit-langit sebuah ruangan dengan hiasan mirip kaligrafi. Tebakan saya kaligrafi tersebut berbunyi « La illaha illa Allah ».

Lalu apa surprisednya ? Bila tulisan tersebut berada di masjid atau tempat-tempat milik Muslim tentu hal biasa. Tapi bila tulisan tersebut berada di langit-langit salah satu ruangan di dalam rumah duta besar Jerman di Paris, tentu berbeda. Dan info yang saya dapat kemudian, ternyata bangunan tersebut awalnya adalah milik putri Napoleon 1 !  Subhanallah … Dapatkah ini dijadikan bukti bahwa Napoleon memang benar-benar telah bersyahadat jauh sebelum dipenjarakan di pengasingannya di Santa Helena? Wallahu’alam ..

Berikut video mengenai Napoleon dan Islam :

http://www.youtube.com/watch?v=bL6DTlAnwek

Adalah kenyataan, bahwa salah seorang jendral kepercayaan Napoleon yang ikut mendampingi Napoleon dalam ekspedisinya ke Mesir yaitu, jendral Francois Menou, telah bersyahadat. Jendral yang mempunyai julukan Baron de Boussay ini kemudian menikah dengan seorang Muslimah Mesir dan mengganti namanya menjadi Abdallah. Sebelum wafatnya pada tahun 1810, ia sempat menduduki jabatan gubernur jendral Tuscany dan Venezia.

Sementara orang terdekat Napoleon, Raza Roustam, yang senantiasa setia mendampingi Napoleon kemanapun sang kaisar pergi, adalah seorang Muslim sejati. Roustam yang ahli berkuda itu adalah seorang  Mesir kelahiran Georgia yang diberikan penguasa Mesir kepada Napoleon pada lawatannya ke Mesir. Dengan penuh rasa percaya diri, sang asisten pribadi istimewa ini selalu berpakaian ala Mameluk lengkap dengan sorbannya, hingga menarik perhatian siapapun yang melihatnya.

german embassy 2Dan sejumlah foto yang dipajang di salah satu ruangan rumah duta besar Jerman yang dilihat beberapa teman saya di Paris beberapa hari lalu itu, kabarnya memang foto para sahabat Muslim Napoleon dari Mesir. Orang-orang yang menginspirasi kebesaran dan kebenaran Islam.

Marion, demikian nama peneliti yang disebutkan Hanum dalam bukunya, juga berani berkata bahwa Napoleonic Code, hukum yang dibuat Napoleon sekembalinya dari Mesir itu, jika dicermati secara serius, sebenarnya senafas dengan syariah Islam.

Kini, melihat kenyataan bahwa Islam berkembang pesat di negri yang pernah dikuasainya, seperti yang pernah diimpikannya, bagaimana kira-kira perasaan Napoleon bila ia masih hidup, puaskah ia? Yang pasti, selang beberapa hari setelah kami meninggalkan Paris, pemerintahan Perancis dibawah kepresidenan Francois Holland telah mengirimkan tentaranya ke Mali, untuk menghancurkan pasukan Mujahidin Mali yang sedang berjuang untuk menerapkan hukum Islam di negaranya.

“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”.(QS.Al-Jatsiyah(45):18).

Apakah aksi berlebihan pemerintah Perancis ini merupakan reaksi ketidak-senangan mereka terhadap perkembangan Islam di negaranya? Apakah berbagai larangan seperti pelarangan jilbab, pelarangan azan, pelarangan pembangunan masjid dll yang dilontarkan pemerintah terhadap umat Islam di negri itu berhasil menghentikan penyebaran agama yang diridhoi-Nya itu?

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”(QS.Ali Imran(3):54).

Entahlah. Yang jelas, kami berdua hanya dapat berharap dan berdoa semoga saudara-saudari kita di negri ini bisa tetap istiqomah menjalankan syariat agama ini meski hanya sebagai kaum minoritas.

Sebagai penutup, tulisan yang saya buat ini bukan dimaksudkan sebagai  ‘íming-iming’agar para pembaca berkunjung ke Paris. Justru sebaliknya, saya berharap agar tulisan ini dapat cukup mewakili keinginan tersebut. Kecuali bila pembaca telah menunaikan kewajiban haji bila memang mampu dan masih memiliki kelebihan harta setelah melaksanakan kewajiban-kewajiban lain sebagai Muslim. Atau bila itu adalah memang tugas perusahaan, tentu saja. Itupun masih ditambah dengan tujuan untuk kepentingan dakwah, insya Allah.

eifel totindoAkhir kata, saya ucapkan banyak terima-kasih kepada sahabat-sahabat dan teman-teman yang telah membuat kami betah tinggal di kota ini, dengan segala suka dukanya. Teman-teman Totindo dimana kami secara rutin berkumpul untuk mengkaji ayat-ayat suci Al-Quranul Karim, baik melalui pengajian biasa maupun pengajian via Skype. Ataupun sekedar kumpul-kumpul sambil mencicipi masakan Indonesia yang memang top. Ataupun juga sekedar berjalan-jalan menikmati keindahan kota sambil berfoto-ria. …  🙂  ..

Au revoir “, kata dalam bahasa Perancis yang pada umumnya diartikan sebagai sampai bertemu kembali ini tampaknya kurang cocok untuk dijadikan judul dalam artikel ini.  Mungkin ” Good Bye” atau “A Dieu”  dalam bahasa Perancisnya,  lebih tepat. Meski “Dieu” yang artinya Tuhan itu kedengaran sedikit lebay, karena rata-rata orang Perancis tidak percaya Tuhan.  Tetapi ternyata kata itu tetap saja exist … 🙂

Terima-kasih ya Allah, telah Kau beri kami kesempatan untuk menyaksikan berbagai kejadian dan peristiwa di belahan barat bumi-Mu ini. Semoga kami memiliki kemampuan untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari segala kejadian tersebut. Aamiin aamiin aamiin ya robbal álamin ..

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”.(QS.Al-Mulk(67):15).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 1 April 2013.

Vien AM.

Read Full Post »

Identité nationale .. ya ..inilah isu yang saat ini sedang hangat dibahas dan dibicarakan media massa di seluruh pelosok Perancis.

Bukanlah rahasia bahwa orang Perancis amat menyukai perdebatan. Masalah apapun bisa menjadi debat seru. Antiknya perdebatan tidak selalu harus mempunyai tujuan penting. Bahkan seringkali hal sepelepun diperdebatkan. Saking hobbynya, acara debat ini sering kali menjadi primadona program televisi yang menempati rangking lumayan tinggi. Dengan nada bicara tinggi para peserta debat saling memotong pembicaraan. Biasanya si pembawa acara yang memegang kunci penting keberhasilan suatu debat. Makin tinggi tingkat emosi peserta terpancing makin tinggi pula tingkat keberhasilan debat. Inilah tugas utama pembawa acara… L

Debat Identitas nasional yang kali ini sedang  ramai dibahas adalah bertujuan untuk mengetahui nilai dan tingkat kecintaan serta rasa kebanggaan individu sebagai warga negara yang memiliki semboyan ‘Liberté, Égalité, Fraternité. ( Kebebasan, Persamaan, Persaudaraan). 

Debat ini dilempar ke publik oleh Eric Besson, politikus Perancis kelahiran Maroko yang diangkat menjadi mentri keimigrasian dan integrasi Perancis pada bulan Januari 2009 lalu. Debat dimulai sejak November 2009 dan berakhir hingga akhir Januari 2010. Setelah itu hasil debat akan dibahas di tingkat yang lebih tinggi.   

Yang menjadi pertanyaan apa sebenarnya yang menjadi pemicu debat tersebut ? 

Sebuah majalah Perancis terkemuka memuat beberapa keluhan peserta debat, diantaranya sebagai berikut : “ Perancis bukanlah negri muslim. Namun nyatanya 45 % komunitas dimana saya hidup adalah kaum imigran. Ini kan keterlaluan !! » ;  «   Ini waktunya untuk bertindak, bila kita tidak ingin ditelan mereka !! 10 juta kita keluarkan untuk sesuatu yang sia-sia! », ucap salah seorang wali kota Perancis. 

Lain lagi dengan pengakuan walikota Marseilles, kota pelabuhan terbesar Perancis dimana mayoritas Muslim tinggal. «  Mulanya kami tenang-tenang saja melihat kegembiraan para Muslimin ketika pertandingan sepakbola antara Mesir dan Aljazair berlangsung di kota kami. Namun ketika sekitar 15 hingga 20 ribu pendukung tim Aljazair berbaris di sepanjang jalan untuk merayakan kemenangan mereka sambil membawa bendera Aljazair dan tak satupun terlihat bendera Perancis, sakit rasanya hati ini !”.     

Nah, inilah rupanya benang merahnya.  

Berdasarkan angket yang dibuat pada Maret 2007, jumlah Muslim di Perancis adalah sekitar 4 hingga 5 juta orang atau 6 % dari total penduduk Perancis.  ( Katholik 64 %, Ateis 27.2 %, Protestan 2.1 % dan Yahudi 0.6 %). Jumlah ini merupakan jumlah terbesar dibandingkan Muslim di negara-negara Eropa lainnya. ( Jerman 2.5 juta, Inggris 1.6 juta, Italy 1.5 juta, Spanyol 1 juta dan Belanda 850 ribu ). Mereka ini sebagian besar adalah imigran, baik legal maupun illegal.     

Setelah itu pemerintah Perancis tidak pernah lagi memiliki keberanian untuk mengadakan angket resmi terhadap jumlah pemeluk Islam di negaranya. Yang pasti ada laporan bahwa sekarang ini telah berdiri  1536 masjid dan mushola di seluruh Perancis ! Walaupun tentu saja sebenarnya sebagian besar hanyalah mushola-mushola kecil yang tidak memadai dan letaknya sangat terpencil. Masjid yang tergolong lumayan besar hanya ada beberapa  di kota-kota besar seperti Paris, Lille dan Lyon. 

Namun yang juga amat mengejutkan adalah adanya laporan bahwa setiap tahun sekitar 30.000 hingga 70.000 orang Perancis masuk Islam. Allahuakbar ..  Mereka ini datang dari berbagai kalangan dan tingkatan. Dokter, pelajar, mahasiswa, ibu rumah-tangga, artis, politikus dll. Belum lama ini saya mendengar ada seorang artis hiphop peranakan Itali-Perancis yang bersyahadat. Penggemarnya benar-benar terkejut ketika ia muncul dalam pertunjukkan solonya dengan penampilan baru … Ber-jilbab !! 

Reaksipun bermuncullan .. Ada yang pro ada yang kontra. Namun pada umumnya para penggemar setianya tidak mempermasalahkan penampilan. Alasannya mereka menyukai suaranya bukan penampilannya …              

Sejarah masuknya Islam ke Perancis

Sebenarnya Islam masuk ke Perancis telah lama sekali, yaitu sejak abad 8 M. Islam masuk ke kota-kota selatan Perancis melalui Spanyol ke  Toulouse, Narbonne dan sekitarnya hingga Bourgogne di tengah-tengah Perancis.  Namun baru pada abad 12 hingga abad 15 orang-orang Islam mulai menempati kota-kota selatan Perancis yang terdapat di provinsi Roussillon, Languedoc, Provence, Pay Basque Perancis termasuk Bearn. Hal ini berlangsung secara bertahap dan puncaknya adalah ketika terjadi pengusiran besar-besaran terhadap muslim Spanyol pada peristiwa Reconquista di bawah raja Ferdinand II dan istrinya ratu Isabelle pada  tahun 1492 M.  

Tahap berikutnya adalah setelah Perang Dunia I dan II. Sebagian Muslim yang masuk ke Perancis adalah para korban perang. ( Palestina, Turki, Tunisia dll ). Sementara sebagian besar lagi datang dari Aljazair sekitar tahun 1960-an karena Perancis membutuhkan sejumlah besar tenaga dalam rangka membangun negaranya yang hancur karena perang. Perlu dicatat, Aljazair adalah satu dari negara bekas jajahan Perancis. 

Begitulah cara Allah swt menetapkan ketentuan-Nya. Apapun yang dikehendaki-Nya pasti terjadi. Bahkan seandainya tak satupun  orang yang mau berdakwah, mengajak orang kepada Islam . 

“ Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “Kun (jadilah)”, maka jadilah ia”.( QS. An-Naml(16):40).

Masuknya Islam pada abad ini .    

Sejak peristiwa kelam 11 September 2001, Islam mendapat cap baru yaitu, agama teroris. Dengan berbagai alasan dan dalih, Amerika Serikat menjadi pelopor dan penggerak agar dunia mengutuk dan menjauhi  Islam. Timbullah  apa yang disebut Islamophobia. Ajaran Islam mulai jilbab, poligami, jihad hingga masalah penampilan seperti jenggot dll menjadi obyek serangan.  

Negara-negara Islam seperti Irak dan Afganistan menjadi sasaran serangan membabi buta. Dan seperti biasa rakyat yang menjadi korban dan yang paling menderita. Mereka   ini kemudian berimigrasi ke Perancis untuk mencari perlindungan. Ini masih ditambah lagi dengan orang-orang Iran yang lari dari negaranya ketika Revolusi Iran tahun 1979, korban perang negara-negara bekas jajahan Uni Sovyet seperti Chenya serta perang saudara di Yugoslavia. Dengan demikian masuklah  Islam ke Eropa termasuk Perancis. 

Selanjutnya pada tahun 2004 dengan sembrono pemerintah Perancis secara resmi mengeluarkan peraturan yang melarang pelajar Muslimah dan pegawai negri mengenakan jilbab selama mereka berada dilingkungan sekolah dan kerja. Begitupun dengan masjid. Azan dilarang dikumandangkan bila suaranya terdengar hingga ke luar lingkungan masjid. Menara masjid tidak boleh lebih tinggi dari 30 meter. Namun  mampukah semua itu menghentikan penyebaran Islam ? 

 “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya“.(QS. Ali Imran(3):54). 

Ya, hal ini benar-benar terbukti. Karena justru sejak tahun 2004 itu  makin banyak saja perempuan berjilbab di kota-kota Perancis. Menurut laporan banyak perempuan Perancis tertarik kepada ajaran Islam karena Islam ternyata sangat melindungi hak-hak perempuan. Jilbab yang dituduh merupakan cermin ketidak-bebasan perempuan sekaligus lambang superioritas laki-laki ternyata malah berfungsi melindungi perempuan dari gangguan dan keisengan laki-laki mata keranjang. Sejumlah perempuan barat yang biasa dididik untuk bekerja mencari nafkah hingga larut malam juga mulai merasakan betapa berat tugas mereka. Dengan ber-Islam mereka menyadari bahwa ternyata mencari nafkah adalah tugas laki-laki. 

Sementara itu saya juga dapat merasakan perubahan besar. 7 tahun lalu ketika kami tinggal di Paris hanya ada 1 supermarket besar yang menyediakan counter khusus daging halal. Namun sekarang bahkan di Pau, kota relatif kecil dimana kami tinggal, dengan mudah daging halal dapat  dijumpai. Saat ini di semua supermarket besar di kota ini telah menyediakan counter khusus halal. Daging sapi, daging ayam, kalkun, berbagai jenis daging asap, sosis, ayam panggang, nugget bahkan permen jelly dan ‘ pate’ sebagai bahan dasar pembuat pie siap jadipun ada ! 

Namun kabar yang paling mengejutkan adalah yang datang dari Eric Besson, sang mentri keimigrasian yang melempar isu debat nasional. Sejumlah tabloid melaporkan bahwa saat ini, duda berusia sekitar 45 tahun  ini sedang menjalin hubungan asmara dengan seorang gadis Tunisia Muslim! Ia adalah cucu mantan presiden Tunisia.     

Hubungan mereka kelihatannya serius. Karena dikabarkan mereka akan melangsungkan pernikahan dimusim panas 2010 ini. Dan yang juga cukup mengejutkan sang calon mempelai pria telah berjanji kepada nenek calon mempelai putri untuk memeluk Islam  sebelum menikah nanti … Allahuakbar .. 

Berdebar hati ini. Tiba-tiba saya teringat akan doa Rasulullah pada awal penyebaran Islam. Ketika itu Rasululah  memohon kepada Allah swt agar Islam diberi kekuatan dengan masuk Islamnya salah satu tokoh besar Quraisy, Umar Bin Khattab atau Amr bin Hisham yang dikemudian hari dikenal dengan sebutan Abu Jahal. Dan ternyata Allah swt memilih Umar. Sejak itulah banyak orang Quraisy yang mengikuti jejak Umar yang terkenal gagah berani itu untuk memeluk Islam. 

Tentu saja saya sama sekali tidak bermaksud membandingkan Besson dengan Umar bin Khattab, sang khalifah. Namun paling tidak fenomenanya. Akankah saya menjadi salah satu saksi peristiwa besar Islamnya Perancis ? Wallahu’alam .. ( Click :http://www.youtube.com/watch?v=1rHXT935Hac ).

Yang pasti Napoleon Bonaparte, pendiri Empirium Perancis (1769-1821 M) dalam  “Bonaparte et L’Islam” yang ditulis oleh Cherfils, pernah berkomentar : 

“Musa telah menerangkan adanya Tuhan kepada bangsanya, Yesus kepada dunia Romawi dan Muhammad kepada seluruh dunia…Enam abad sepeninggal Yesus bangsa Arab adalah bangsa penyembah berhala, yaitu ketika Muhammad memperkenalkan penyembahan kepada Tuhan yang disembah oleh Ibrahim, Ismail, Musa dan Isa. Sekte Arius dan sekte-sekte lainnya telah mengganggu kesentosaan Timur dengan jalan membangkit-bangkitkan persoalan tentang Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus. Muhammad mengatakan, tidak ada tuhan selain Allah yang tidak berbapa, tidak beranak dan “Trinitas” itu kemasukkan ide-ide sesat…Muhamad seorang bangsawan, ia mempersatukan semua patriot. Dalam beberapa tahun kaum Muslimin dapat menguasai separoh bola bumi… Muhammad memang seorang manusia besar. Sekiranya revolusi yang dibangkitkannya itu tidak dipersiapkan oleh keadaan, mungkin ia sudah dipandang sebagai “dewa”. Ketika ia muncul bangsa Arab telah bertahun-tahun terlibat dalam berbagai perang saudara”…..

Debat Identitas Nasional yang heboh itu telah ditutup pada 8 Februari lalu, dengan hasil GAGAL. Hasil perdebatan dikabarkan tidak sesuai dengan harapan pemerintah. Isu masalah imigran dianggap isu yang tidak bermutu. Karena saat ini hampir tidak mungkin ada seorangpun orang berdarah asli Perancis. Bahkan sang presidenpun, Nicholas Sarkozy adalah seorang keturunan Hongaria. Kakeknya berimigrasi ke Perancis ketika masih berusia 14 tahun. Jadi kelihatannya untuk sementara ini Islam ‘aman’ dari gangguan. Rasanya sulit di zaman sekarang ini bagi sebuah pemerintahan untuk berterus terang memusuhi Islam.  Yang harus diingat menjadi Muslim bukan berarti harus membenci dan membuang identitas dan kewarga-negaraan. Bangga sebagai Muslim sekaligus bangga sebagai warga Indonesia atau warga Perancis, mengapa tidak  ??

” Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal “. (QS. Al-Hujjurat (49):13).  

Ironisnya, tak sampai 24 jam kemudian, sebuah resto siap saji ala Amerika “Quick’ mengumumkan bahwa pihaknya membuka cabang baru yang menyediakan burger khusus daging halal !! Padahal pada tahun 2005 lalu, resto ayam KFC yang mengumumkan secara terbuka bahwa ayamnya adalah ayam halal, harus menerima teguran untuk tidak perlu mengumumkan hal tersebut secara terang-terangan.  Namun seperti yang telah diperkirakan, keputusan Quick ini memancing banyak protes.                       

Seolah tidak mau kalah, saya juga mendengar kabar ada sebuah resto Cina di Pau yang dapat memasak daging halal bila kita memesan sebelumnya. Yang dimaksud daging halal disini tidak hanya bukan daging babi saja tapi dipotongnyapun secara halal… Allahuakbar … 

Sungguh lega rasanya hati ini. Namun demikian saya tetap merasa sedih. Betapa tidak. Di sejumlah negri kafir orang berbondong-bondong memeluk Islam,  sementara di negri kita sendiri banyak orang yang mengaku Islam namun tidak menjalankan ajaran dengan baik. Kesyirikan, jilbab yang diabaikan, liberalisasi, sekulerisasi, pluralisasi bahkan pengabaian hadis masih saja terjadi. 

Dari Miqdam bin Ma’dikariba ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Hampir tiba suatu masa di mana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di atas katilnya, lalu disampaikan orang kepadanya sebuah hadis daripada hadisku maka ia berkata : “Pegangan kami dan kamu hanyalah kitabullah (al-Quran) saja. Apa yang dihalalkan oleh al-Quran kami halalkan. Dan apa yang ia haramkan kami haramkan”. Kemudian Nabi saw melanjutkan sabdanya: “Padahal apa yang diharamkan oleh Rasulullah saw samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan oleh Allah swt”. (Riwayat Abu Daud). 

Janji-Nya pasti benar dan akan terlaksana, menjelang akhir zaman ini Islam pasti bakal tersebar ke seluruh penjuru dunia, dengan atau tanpa partisipasi kita. Pertanyaannya bagaimana kita mensikapinya .. maukah kita memanfaatkan kesempatan yang ada dengan ikut berusaha menyebarkan ajaran-Nya atau hanya dengan diam menanti. Ini yang akan dicatat para malaikat dan menjadi bahan pertimbangan di peradilan akhirat nanti.

Wallahu’alam bishawab.

Pau – France, 20 Februari 2010.

Vien AM.

Read Full Post »