Feeds:
Posts
Comments
Bilal Philips, mualaf mampu Islamkan 3.000 tentara Amerika

Abu Ameenah Bilal Philips bernama asli Dennis Bradley Philips. Dia berdarah Jamaika namun masa kecilnya dihabiskan di Kanada. Perjalanannya mengenal Islam menarik untuk disimak.

Dibesarkan dalam kultur kental musik Jamaika membuatnya memilih gitaris sebagai profesi. Jimi Hendrix dan Bob Marley adalah panutannya. Bermain musik memberikan kesempatan pria kelahiran Jamaika, 6 Januari 1946, ini menjelajah ke berbagai negara, termasuk Malaysia dan Indonesia pada 1960-an. Di dua negara berpenduduk mayoritas Islam ini, Philips mulai tertarik mempelajari agama Nabi Muhammad.

Balik ke negaranya pada 1972, lelaki berjanggut ini memutuskan mempelajari Islam secara intensif. Dia kerap berdiskusi dengan para cendekiawan muslim dan mempelajari buku-buku agama rahmatan lil alamin ini. Tak perlu waktu cukup banyak, beberapa bulan kemudian Philips mengucapkan dua kalimat syahadat, tanda sumpah serta pengakuan keesaan Allah dan Rasulullah sebagai utusanNya.

Setelah menjadi muslim, Philips memutuskan berhenti menjadi musikus dan mempelajari agama barunya lebih dalam. Dia mengaku tidak nyaman lagi bermusik.

“Ketika saya kuliah di Universitas Simon Frasier di Vancouver, Kanada, saya memainkan gitar dalam pertunjukan musik di klub-klub malam. Ketika saya tinggal di Malaysia, saya tampil di panggung-panggung dan dikenal sebagai Jimmy Hendrix-nya Sabah di Malaysia Timur,” tutur Philips pada Gulf Today.

“Tapi, begitu saya menjadi seorang muslim, saya merasa tidak nyaman melakukan itu semua, dan saya memutuskan berhenti main musik secara pribadi maupun secara profesional,” lanjutnya.

“Menjadi artis rentan terhadap perilaku dilarang Allah seperti obat-obatan, seks bebas, perempuan, dan pergaulan salah. Saya tidak mau seperti itu lagi,” ujarnya.

Dia kembali bersekolah dengan mendaftarkan diri ke jurusan studi Islam di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Alasannya, dia ingin belajar Islam dari sumber klasik di kota-kota bersejarah dan bukan budaya prakteknya. “Beda lingkungan akan berbeda menerjemahkan Islam,” kata Philips.

Kelar di Universitas Madinah, Philips terus belajar. Kali ini dia mendaftar program master di Universitas Riyadh. Selain berkuliah, dia juga nyambi menjadi pembawa acara ” Why Islam” di Channel Two, stasiun televisi milik pemerintah Saudi. Acara seputar wawancara dengan para muallaf dari berbagai latar belakang dan ketertarikan mereka mempelajari Islam. Dengan membawa acara itu, Philips mengaku imannya semakin kuat. Tak cuma menjadi presenter, dia juga menulis buku, antara lain Poligami dalam Islam dan Prinsip Dasar Iman dalam Islam.

Setelah berhasil meraih gelar MA-nya, Philips bekerja di departemen agama markas besar Angkatan Udara Arab Saudi di Riyadh. Kala itu Perang Teluk tengah berkecamuk. Irak menginvansi ke Kuwait karena menolak menghapus utang luar negeri negeri Saddam Hussein itu. Posisi Kuwait kewalahan dan meminta bantuan ke Amerika Serikat. Negara adidaya itu mengirimkan pasukannya dan membuat pangkalan di Arab Saudi. Ketika itulah Philips mendapat tugas memberikan pengajaran tentang Islam bagi  pasukan AS di basis-basis militer mereka di Bahrain dan di provinsi bagian timur Arab Saudi.
“Karena gambaran tentang Islam begitu terdistorsi di AS, saya dan lima orang Amerika lainnya, setelah Perang Teluk, selama lima setengah bulan terlibat dalam proyek untuk menghilangkan keraguan terhadap agama Islam pada sekitar setengah juta pasukan AS yang ada di kawasan Teluk. Hasilnya, lebih dari 3.000 tentara AS yang akhirnya masuk Islam,” ungkap Philips.

Ia kemudian pergi ke AS untuk membantu memberikan bimbingan rohani bagi para tentara yang baru masuk Islam. Dengan bantuan organisasi “Muslim Members of the Miltary (MMM)”, Philips menggelar berbagai konferensi dan kegiatan yang berhasil mendesak militer AS untuk membangun fasilitas-fasilitas mushola di seluruh basis-basis militernya. Pemerintah AS juga berkewajiban untuk meminta komunitas Muslim mengajukan kandidat ulama yang akan menjadi pembimbin rohani bagi tentara yang muslim di kemiliteran AS.

“Beberapa tentara Perang Teluk yang masuk Islam, pergi ke Bosnia untuk memberikan pelatihan pada rakyat Bosnia dan ikut berjuang bersama mereka melawan kekejaman tentara Serbia,” ujar Philips.

Setelah beberapa lama tinggal di AS, Philips kemudian pindah ke Philipina dan memberikan kuliah di berbagai tempat di Mindanao. Ia menekankan pentingnya sistem pendidikan yang Islami bagi umat Islam dalam setiap ceramah dan kuliahnya, sehingga mendorong didirikannya Universitas berbasis Islam di Cotobato City. Di universitas ini, ia membuka jurusan studi Islam sampai level untuk mendapatkan gelar MA dan menyiapkan tenaga guru-yang berorientasi pada Islam.

Tahun 1994, Philips imigrasi ke Uni Emirat Arab atas undangan Syaikh Salim Al-Qasimi dan bergabung dengan lembaga amal Dar Al Ber di Dubai. Philips juga membentuk Pusat Informasi Islam yang sekarang dikenal dengan nama “Discover Islam” di Karama. Pusat informasi dibuat untuk meluruskan pandangan-pandangan yang salah tentang Islam. Ia dibantu oleh para mualaf dari dari berbagai negara seperti Uthma Barry asal Irlandia, Ahmed Abalos asal Philipina dan Abdul Latif dari Kerala, dalam mengelola pusat informasi itu.

“Dalam kurun waktu lima tahun setelah dibentuknya Pusat Informasi Islam, sekitar 1.500 orang dari Amerika, Australia, Inggris, Rusia, Cina, Jerman, Philipina, Sri Lanka, India dan Pakistan, masuk Islam di Pusat Informasi ini,” kata Philips.

“Alasan mereka masuk Islam karena frustasi dan rasa tidak puas, selain kebutuhan akan landasan rasional dan spiritual yang kuat. Beberapa di antara mereka masuk Islam, karena menikah dengan muslim dan yang lainnya memilih masuk Islam karena terdorong rasa ingin tahu mereka tentang Islam dan muslim,” jelas Philips.

Setelah sukses mendirikan Pusat Informasi Islam, ia membentuk sebuah departemen percetakan Dar Al Falah untuk menerbitkan literatur-literatur Islam dalam berbagai bahasa untuk memberikan edukasi tentang ajaran Islam bagi masyarakat non-bahasa Arab.

Dari seluruh kegiatan dakwahnya menegakkan agama Allah, saat-saat yang paling membahagiakan dalam hidup Philips adalah ketika kedua orangtuanya, dalam usia 70-an tahun akhirnya juga menerima Islam sebagai agama mereka. Kedua orangtua Philips yang sudah terbiasa hidup di lingkungan masyarakat Muslim di berbagai negara, antara lain Nigeria, Yaman dan Malaysia memilih masuk Islam setelah mereka menyaksikan bagaimana rusaknya kehidupan masyarakat di Amerika.

Bilal Philips saat ini masih aktif dalam dunia pendidikan. Ia mengajar sejarah Islam dan studi Hadis Rasulullah saw.

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 3 April 2016.
Vien AM.
Diambil dari :

“ Lebih baik kafir tapi tidak korupsi dari pada Muslim tapi korupsi” !

Ungkapan diatas tiba-tiba menjadi demikian populer, khususnya menjelang di gelarnya pesta demokrasi dalam rangka pemilihan kepala daerah(pilkada) DKI 1 2017 mendatang. Padahal Al-Quran jelas-jelas melarang kaum Muslimin memilih pemimpin dari golongan orang kafir.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” ( Terjemah QS. An-Nisaa’ (4): 144).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” ( Terjemah QS. Al-Maa-idah (5): 57).

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).” ( Terjemah QS. Ali ‘Imraan (3): 28).

Ironisnya, ungkapan tersebut justru datang dari kaum Muslimin sendiri !  Orang-orang ini ngotot berpendapat “ Hanya Allah yang berhak menghakimi siapa yang kafir siapa yang tidak, bukan manusia ”.

Ada apakah gerangan ? Siapakah yang tidak benar, masyarakat yang tidak memahami ajaran agamanya atau pemimpin yang selalu mengecewakan masyarakatnya ???  Yang pasti ungkapan diatas jelas sama sekali tidak benar. Karena dosa terbesar dalam kacamata Islam adalah dosa syirik yaitu menyekutukan Sang Khalik, Azza wa Jalla. Itulah orang kafir.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (Terjemah QS. An-Nisa(4):48).

Jadi bagaimana mungkin orang yang mengaku beriman namun memilih pemimpin yang menanggung dosa besar bahkan dosa terbesar yang tidak diampuni-Nya. Pemimpin yang bukan saja tidak bisa memahami kitab kita, bahkan percayapun tidak ! Yang bahkan setuju dengan prostitusi, lgbt, melarang takbir keliling dan lain-lain yang berhubungan erat dengan Islam. Bagaimana mungkin Allah swt akan memberikan berkah-Nya kepada kita umat Islam?? Padahal sebagai orang beriman itulah yang paling dinantikan.

” Indonesia bukan negara Muslim mengapa pula memilih pemimpin harus membawa-bawa agama?”, begitu alasan sebagian masyarakat.

Ini tidak ada hubungannya dengan negara Islam atau bukan. Adalah tanggung-jawab setiap Muslim menjalankan agamanya. Muslim yang benar, baik itu pemimpin ataupun bukan, adalah mereka yang takut pada Tuhan-Nya, yang melaksanakan segala perintah dan menjauhi semua larangan.

Bila kemudian timbul pertanyaan mengapa ada orang yang mengaku Muslim, menjalankan shalat, puasa, zakat, haji dll tapi tetap korupsi ?

Jawabnya, yaitu karena ia melaksanakan kewajiban tersebut hanya ala kadarnya, sekedar menunaikan kewajiban, tanpa ilmu. Mungkin ia lupa bahwa segala amal ibadah itu sejatinya merupakan gabungan antara gerakan fisik/amal jasadiyah dan niat di hati/amal bathiniyah. Amal bathiniyah didasarkan atas beberapa hal, diantara karena adanya iman, yaitu yakin terhadap adanya rukun Iman yang 6, adanya rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, rasa takut ( khouf) dan harap ( roja’) serta adanya rasa pasrah dan kemauan untuk bertaubat. Pada tingkat inilah betul, hanya Allah swt yang berhak menilai seseorang itu kafir atau tidak. Tapi selama ia telah bersyahadat dan mendirikan shalat ia adalah Muslim.

Bukan lagi menjadi rahasia bahwa sebagian besar Muslim Indonesia adalah Muslim sejak lahir. Mereka lahir dari orang-tua Muslim dan hidup di lingkungan Muslim walau belum tentu Islami. Mereka mungkin shalat, puasa dll. Namun belum tentu melibatkan bathin, karena bisa jadi hanya menuruti perintah orang-tua dan guru di sekolah.

Sebaliknya dengan mualaf, yang hijrah, kembali ke fitrah karena mereka memang mencarinya. Mereka mau belajar hingga akhirnya menemukan kebenaran sejati. Dan akhirnya sadar bahwa shalat, puasa dll itu bukan sekedar gerakan fisik yang dikerjakan karena perintah, namun lebih karena kebutuhan. Mereka mengerjakannya dengan hati, karena yakin Allah itu ada, dan senantiasa mengawasi gerak-gerik manusia. Mereka percaya adanya segala yang ghaib seperti malaikat, surga, neraka dll.

Di atas itu, rasa syukur mereka atas segala nikmat seperti nikmat iman, islam, hidup, sehat, rezeki dll telah mampu melahirkan cinta mereka yang sangat besar kepada Tuhannya. Disamping juga rasa takut ditinggalkan dan dijauhi-Nya serta takut tidak mendapatkan cinta  dan perhatian-Nya dll. Disamping juga takut akan siksa dan azab-Nya. Jadi takutnya bukan seperti takut kepada orang jahat atau binatang buas atau yang semacamnya. Inilah yang akan melahirkan Muslim yang ber-akhlakul khorimah/ akhlak yang baik. Yaitu Muslim yang amanah, jujur dan santun.

Tapi tentu saja ini bukan berarti bahwa Muslim yang sejak lahir tidak mengamalkan amal bathiniyah. Mantan presiden RI ke 3 BJ Habibie adalah salah satu dari banyak contoh yang ada. Pada suatu kesempatan mantan ketua ICMI ( Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) pertama ini berkomentar  bahwa bila waktu bisa diputar ulang beliau lebih memilih ilmu agama dari pada sains yang sekarang disandang dan telah membesarkan namanya. Kedekatannya dengan anak-anak yatim piatu selain pribadi yang dikenal bersih bebas dari korupsi membuktikan hal tersebut.

Kemudian ada juga ibu Risma (walikota Surabaya), Ahmad Heryawan ( gubernur Jawa Barat), Ridwan Kamil (walikota Bandung),  M. Zaenal Majdi ( gubernur NTB), Adhyaksa Dault ( mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga) yang sering menjadi khatib shalat Jumat, atau pengusaha muda Sandiago Uno ( mantan ketua umum HIPMI ) yang rajin tahajud, dan masih banyak lagi.

Dari dunia internasional ada presiden Turki Tayyib Erdogan, Sultan Bolkiah dari Brunei serta Ahmed Aboutaleb, wali kota Roterdam di Belanda yang terbukti sukses menjadi pemimpin di kota dan negaranya masing-masing tanpa harus kehilangan identitas Muslim yang baik.

Tidak ada manusia yang sempurna, itu sudah pasti. Itu pentingnya ada pengawasan. Bukankah Islam mengajarkan agar saling mengingatkan dalam kebaikan ?

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” .(Terjemah QS. Al-Ashr(103):2-3).

Yang juga patut menjadi catatan, ungkapan “ Lebih baik kafir tapi tidak korupsi dari pada Muslim tapi korupsi”  di klaim sebagai pernyataan dari khalifah sekaligus sahabat dan ponakan nabi Muhammad saw yaitu Ali bin Abi Thali ra. Padahal sebenarnya adalah hanya pernyataan Ali bin Musa bin Ja’far bin Thawus, dikenal dengan sebutan Sayyid Ibnu Thawus, seorang tokoh ulama Syiah asal Irak yang lahir tahun 589 M.

http://manhajuna.com/sumber-ungkapan-pemimpin-kafir-yang-adil-lebih-baik-dari-pemimpin-muslim-yang-zalim/

Akhir kata, bila merasa Muslim pilihlah pemimpin Muslim, tapi jangan sembarang Muslim melainkan pilihlah Muslim yang berkwalitas.

Wallahu ‘alam bish shawwab.

Jakarta, 21 Maret 2016.

Vien AM.

Menyikapi HOAX

Kata HOAX tentu tidak asing di telinga kita, tapi apa dan dari mana asal kata tersebut sebenarnya ? Hoax adalah suatu pemberitaan palsu / pemberitahuan yang tidak jelas sumbernya dan biasanya isinya tidak benar. Hoax merupakan suatu usaha untuk menipu pembaca agar  mempercayai suatu berita, bisa dengan tujuan tertentu atau bisa hanya sekedar lelucon.

Celakanya Hoax biasanya cepat menyebar, karena si penerima berita mengirim kembali berita tersebut tanpa mengecek dahulu apakah berita tersebut benar atau tidak. Hoax biasanya digunakan dalam internet seperti di blog, e-mail, tweeter, facebook dan lain-lain. Namun belakangan HP pun melalui sms, WA dll tak luput dari keganasan Hoax.

Contoh Hoax yang paling umum yaitu mengklaim sesuatu kejadian atau barang dengan suatu sebutan yang berbeda dengan kejadian/ barang yang sebenarnya. Ciri-ciri  HOAX adalah tak memiliki referensi asli dan tak menyebut sumber yang bisa di tanyai tentang kebenarannya.

Kata Hoax sendiri kabarnya berasal dari “Hocus Pocus” yang aslinya adalah bahasa Latin “hoc est corpus”, artinya “ini adalah tubuh”. Konon kata ini biasa digunakan penyihir utuk mengklaim bahwa sesuatu adalah benar, padahal sebenarnya tidak begitu.

Sementara itu pada tahun 2006 pernah beredar sebuah film drama Amerika berjudul The Hoax. Film yang disutradarai Lasse Hallström  berdasarkan karya Clifford Irving dengan judul yang sama ini bercerita tentang biografi Clifford sendiri. Akan tetapi kenyataannya banyak cerita dalam film tersebut yang tidak sesuai dengan cerita aslinya hingga akhirnya sang penulispun meminta agar namanya dicoret dari film tersebut. Sejak itu, film Hoax dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan dan akhirnya kata  Hoax pun digambarkan sebagai suatu kebohongan.

Yang menjadi pertanyaan apakah Hoax merugikan orang lain ??

Namanya juga menipu ya pasti merugikan meski tergantung seberapa dalam dan besar merugikannya.  Yang pasti Hoax sangat berpotensi merusak kepercayaan publik dan ini bukan hal sepele. Akibatnya bisa fatal, yaitu orang menjadi cuek alias tidak peduli terhadap berita, karena khawatir dibohongi. Padahal berita adalah sumber informasi yang harusnya amat sangat bermanfaat.

Tentu sebagian dari kita masih ingat bagaimana dulu Belanda mempraktekkan politik pecah belah ( devide et impera) demi mempertahankan Indonesia sebagai negara jajahan. Salah satu caranya yaitu melalui berita. Radio satu-satunya kantor berita ketika itu mereka kuasai hingga kita tidak tahu dan tidak bisa mengikuti perkembangan berita. Ada memang beberapa radio swasta milik pribumi tapi tetap dibawah pengawasan mereka dan itupun hanya diizinkan menyiarkan acara seni dan budaya.

Sebaliknya ketika akhirnya Jepang datang,  berkat berita propaganda Jepang, Belanda sudah kalah dulu sebelum perang yang sesungguhnya menghadapi tentara penjajah baru tersebut terjadi. Demikian juga dengan kemerdekaan Indonesia, yang bisa terealisasi lagi-lagi berkat adanya berita yaitu berita menyerahnya Jepang pada PD Dunia II.

Di era pemerintahan saat ini, sebegitu pentingnya kantor berita hingga kita bisa saksikan hampir setiap partai politik mempunyai kantor berita masing-masing. Bisa hanya sekedar web site, koran, majalah, radio hingga chanel tv tergantung besar kecil dan kayanya partai. Dan yang menyedihkan masing-masing sarana komunikasi massa tersebut tampil dengan kepentingan dan kebutuhan masing-masing. Bahkan pernah pada suatu era, kantor berita dikuasai dan dikendalikan pemerintah. Maka itulah satu-satunya informasi yang bisa kita dapat.

Yang teranyar, baru-baru ini muncul berita yang cukup mengejutkan, yaitu tentang artikel yang ditulis oleh Adriano Rusfi, seorang psikolog. Isi artikel tersebut bagus sekali yaitu mengenai LGBT. Saya pertama kali menerima artikel tersebut melalui WA kemudian menyusul melalui FB. Tapi anehnya tak sampai 2 minggu kemudian saya menerima artikel melalui WA dengan isi persis tapi dicantumkan Sarlito Wirawan Sarwono, senior Adriano Rusfi, sebagai penulisnya ! Kemudian memyusul di FB, juga katanya ditulis oleh mantan dekan fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut. Mana yang benar ???

https://officialwaru.wordpress.com/2016/02/12/lgbt-sebuah-gerakan-penularan/

Saya yakin bahwa ini bukan plagiat oleh satupun dari kedua akademisi tersebut. Melainkan oleh seseorang yang mungkin ingin artikel itu dibaca banyak orang tapi merasa nama Adriano kurang menjual. Maka digantinya nama tersebut dengan Sarlito Wirawan Sarwono yang lebih populer. Ini kalau saya berbaik sangka. Tapi kalau saya berburuk sangka, bisa jadi hal ini memang disengaja agar publik akhirnya malah tidak mempercayai isi artikel yang intinya amat sangat menentang prilaku menyimpang tersebut !

Ada apa gerangan ??

“Saya lebih takut pada media massa dibanding senjata”, demikian ungkap Napoleon Bonaparte, sang kaisar Perancis ratusan tahun yang lalu.

Protokol ke 12 gerakan Zionis menyatakan bahwa “Media massa dunia harus berada di bawah pengaruh kita”. Sementara Theodore Hertzl (wartawan & novelis Yahudi berskala internasional), peletak dasar Gerakan Zionisme Internasional, dalam konferensi di Swiss tahun 1897 pun mengatakan, “Kita akan berhasil mendirikan pemerintah Israel dengan memanfaatkan dan menguasai fasilitas propaganda dunia dan media massa dunia”.

Sedangkan Iqbal Shadiqi, pemimpin redaksi majalah terbitan Inggris, Cressent International, menyatakan media-media AS sangat bergantung kepada para investor dan orang-orang Zionis. Kedua kelompok inilah yang mengontrol pemerintah dan media AS.

Penguasaan Yahudi terhadap media massa bisa terlihat dari fakta banyaknya kantor-kantor berita yang dikuasai atau menjadi corong mereka. Misalnya: Reuters (Inggris) yang dibentuk Julius Powell (Yahudi), AFP (Perancis) dan AP (AS), ABC yang  Dirut Pelaksananya Leonard Goldenson dan Direktur Entertainmennya Stuart Bloomberg (Yahudi), CBS yang oleh didirikan William S. Paley (Yahudi Rusia), Fox News yang didirikan Rupert Murdoch (Yahudi Australia) pada 1996.

Rupert Murdoch  bahkan menguasai 300 saluran televisi, 3 penerbit buku (HarperCollins, ReagenBooks dan Zondervan Christian Publisher). Kabarnya seluruh perusahaan Murdoch melayani 3/4 penduduk bumi. Ia mempunya kuku di ratusan suratkabar di Australia, Fiji, Papua New Guinea, Inggris dan AS. Murdoch juga menguasai jaringan BSkyB di Inggris, Sky Italia, Sky Amerika Latin, Foxtel Australia, DirectTV Group Amerika Utara dan Latin, serta Star TV untuk wilayah Asia.

Industri film pun tidak luput dari kekuasaan Yahudi, utamanya Hollywood. Disanalah perusahaan film kelas kakap dunia seperti 20th Century Fox, Walt Disney, Paramount Picture dll bercokol.

 https://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/11/perang-ideologi-di-media-massa/

Nah dengan kenyataan seperti ini masih bisa dan maukah kita, umat Muslim, menjadikan Barat sebagai sumber berita kepercayaan??  Bagaimana kita bisa yakin kalau berita yang mereka sebarkan itu benar ? Bagaimana kita tahu sebuah berita itu Hoax alias berita palsu atau bukan ???

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Terjemah QS. Al-Hujurat (49):6).

Itulah sikap Islam, teliti dahulu kebenaran sebuah berita sebelum mempercayai apalagi menyebarkannya, kalau tidak ingin dibodohi dan terjebak dalam fitnah. Itu sebabnya umat Islam harus mempunyai sendiri sumber berita, yang mampu mencari, menyaring dan memverifikasi bila terjadi hoax. Inilah salah satu pentingnya fungsi pemimpin dalam Isam.

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. (Terjemah QS. An-Nisa(4):138-139).

Mungkin banyak orang yang tidak menyadari bagaimana sejak awal Islam telah mengajarkan cara mengantisipasi Hoax.  Adalah ilmu Hadist. Secara bahasa Hadist artinya adalah berita. Sedangkan secara istilah Hadist adalah segala sesuatu ( ucapan, prilaku, diam atau tidak diam) yang disandarkan kepada Rasulullah saw.

Berdasarkan ilmu Hadist inilah maka sekarang kita mengenal adanya bermacam-macam hadist dengan beberapa tingkatannya. Ada hadist mutawatir ada hadist ahad, dengan beberapa tingkatannya, yaitu  shoheh, hasan,  dhaif ( lemah) dan maudhu (palsu).Tak ada satupun di dunia ini ilmu yang dapat menyamai ketinggian ilmu Hadist, terutama bila dilihat dari cara menyensor nara sumbernya.

Nara sumber atau perawi benar-benar dipelajari dan diteliti bagaimana ia dapat tersambung dengan sumber berita utama yaitu Rasulullah saw. Bukhari dan Muslim,  dua perawi besar dalam Islam contohnya, menghabiskan puluhan tahun demi mencari tahu riwayat hidup seorang perawi. Seperti tahun berapa dan di kota/negara apa sang perawi hidup, dari mana dan bagaimana ia menerima hadist yang ia riwayatkan, bagaimana hubungannya dengan orang yang menyampaikan hadist tersebut dll. Tujuannya untuk memastikan bahwa hadist benar-benar berasal dari Rasulullah, tidak ada manipulasi dan kolusi atau maksud-maksud tertentu.

Itu sebabnya syarat shoheh tidaknya sebuah hadist sangat tergantung sang perawi. Seorang perawi yang dikenal ahli ibadah, tapi bila hafalan/daya ingatnya tidak begitu bagus atau diketahui pernah berbohong maka berita yang disampaikannya tertolak.  Padahal sebuah hadist biasanya mempunyai perawi yang banyak, yang bersambung hingga ke nara sumber. Inilah yang disebut sanad. Dan bila satu saja perawi karena suatu sebab tertolak, maka tertolak pula hadist tersebut. Hebatnya lagi sanad ini jauh lebih penting kedudukannya dari pada isi berita (matan) itu sendiri.

Ini membuktikan betapa tinggi dan pentingnya kejujuran dalam kacamata Islam. Rasulullah adalah contoh keteladanan yang paling patut ditiru. Sejak masa kanak-kanak beliau telah memperlihatkan kejujurannya. Tak heran, ketika suatu hari terjadi pertikaian antar kabilah dimana masing-masing ingin agar kabilahnya yang diberi kepercayaan mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula, akhirnya sepakat menunjuk Rasulullah. Ketika itu mereka memutuskan siapapun yang muncul pertama di lokasi pertikaian, dialah yang berhak meletakkan batu hitam tersebut ke tempat asalnya. Ternyata yang muncul adalah Rasulullah yang waktu itu belum menjadi rasul. Maka merekapun langsung menyetujuinya.

Juga ketika suatu hari Rasulullah mengumpulkan orang-orang Quraisy dari banyak kabilah dan berkata “ Bila aku katakan di belakang bukit sana ada seekor serigala, percayakah kalian padaku?”. “ Tentu kami percaya, karena kau orang yang tak pernh berbohong!”, jawab mereka serentak. Padahal ketika itu mereka belum memeluk Islam. Patut dicatat, sifat amanah dan jujur ini pula yang pertama kali menarik hati Khadijah sebelum Muhammad muda melamarnya.

(http://vienmuhadisbooks.com/category/sirah-nabawiyah-sejarah-hidup-rasulullah-saw/ ).

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Terjemah QS. Al-Ahzab(33):21).

As-Sa’di membagi sumber (media) berita kepada tiga klasifikasi:
Pertama, berita dari seorang yang jujur yang secara hukum harus diterima.
Kedua, berita dari seorang pendusta yang harus ditolak.
Ketiga, berita dari seorang yang fasik yang membutuhkan klarifikasi, cek dan ricek akan kebenarannya.

Dalam sebuah riwayat dari Qatadah disebutkan, “At-tabayyun minaLlah wal ‘ajalatu minasy syaithan”, sikap tabayun merupakan perintah Allah, sementara sikap terburu-buru merupakan arahan syaitan.

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 8 Maret 2016.

Vien AM.

Dasyatnya fitnah akhir zaman sebagaimana diperkirakan Rasulullah 15 abad silam semakin benderang saja. Sepuluh (10) tanda besar datangnya Hari Akhir yang pasti tiba itu tampaknya nyaris di depan mata mengingat telah keluarnya seluruh tanda-tanda kecil Hari Kiamat sebagaimana yang diterangkan Rasulullah saw, perzinahan baik yang sejenis maupun tidak, adalah contohnya.

https://www.facebook.com/notes/islam-itu-agamaku/-tanda-tanda-kiamat-kecil-dan-kiamat-besar-/158720567494528/

LGBT ( Lesbian Gay Bisex Transgender) nama keren yang disandangkan kepada para pelaku Homoseksual  di negri yang katanya mayoritas Islam ini, makin saja banyak pengikutnya. Padahal prilaku menyimpang yang sudah ada jauh sebelum Islam datang ini jelas-jelas dilaknat oleh-Nya. Rasanya tak ada satupun agama di muka bumi yang membolehkannya. Bahkan Allah swt telah meng-azab negri yang menghalalkannya dengan azab yang sangat keras.

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim”.( Terjemah QS. Huud(11):82-83).

Ironisnya, para pentolan JIL ( Jaringan Islam Liberal) dengan santainya mengatakan bahwa homoseks tidak haram alias tidak melanggar hukum Allah.  “Buktinya itu negara-negara Barat yang menghalalkan LGBT baik-baik saja, g di azab tuuh … Azab itu karena orang zaman dahulu tidak mengenal sains. Al-Quran hanya menyesuaikan saja”, begitu kurang lebih celoteh Ulil Abshar Abdalla, si dedengkot JIL.

Tampak jelas ia malas menghubungkan segala macam kemaksiatan yang dilakukan para penghuni bumi yang makin sering mengalami bencana hebat itu. Mungkin santri NU yang pernah dua kali di DO ini lupa akan adanya azab akhirat ya  …

http://www.arrahmah.com/read/2012/02/22/18268-know-your-enemies-siapakah-ulil-abshar-abdalla.html

 “Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya. Mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahannam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir. Pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata [kepada mereka]: “Rasailah [pembalasan dari] apa yang telah kamu kerjakan”.(Terjemah QS.Al-Ankabut (29):53-55).

Atau mungkin lupa atau memang tidak pernah tahu akan adanya tragedi yang terjadi pada tahun 1955 di sebuah desa di Banjar Negara Jawa Tengah. Singkat cerita desa tersebut sangat subur dan makmur. Ketika desa lain paceklik Dukuh Legetang demikian nama dusun tersebut, tetap bisa panen dengan baik. Sayangnya penduduknya ahli maksiat. Perzinahan, mabuk-mabukan dan lain-lain sudah menjadi kebiasaan dan tradisi.

plakat banjarnegara1955Hingga pada suatu malam 17 April 1955 penduduk sekitar dikejutkan suara gemuruh yang memekakkan telinga. Keesokan harinya penduduk mendapati Dukuh Legetang sudah tertimbun irisan puncak gunung Pengamun-amun yang letaknya di seberang dukuh, terpisah jurang dan sungai. Mereka benar-benar terhenyak menyaksikan  gunung yang ujungnya sompal dan bisa berpindah tempat. 332 orang penduduk ditemukan tewas di bawah gundukan raksasa tersebut. Hingga saat ini bisa kita lihat prasastinya.

https://bambies.wordpress.com/2014/12/28/desa-yang-hilang-kisah-nyata-sodom-gomorah-di-banjarnegaradesa-yang-hilang-kisah-nyata-sodom-gomorah-di-banjarnegara/

Lain lagi cerita KH Haekal Hasan, sekretaris MIUMI yang belakangan secara tidak resmi didaulat menjadi ketua forum anti LGBT. Suatu hari ia berdebat dengan seorang homoseks. Orang tersebut dengan santainya membela diri bahwa Islam tidak melarang perbuatan tersebut dengan menyitir ayat 21 surat Ar-Rum yang biasa dilampirkan dalam undangan suatu pernikahan.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang”.

Na’udzubillah min dzalik … rupanya ia seperti juga para pentolan JIL, antara lain Musdah Mulia, mengartikan kalimat “ jenismu sendiri” pada ayat diatas bukannya sesama jenis manusia ( bukan dengan jin, binatang dll), melainkan sesama jenis kelamin! Dengan ngotot ia beragumen, bukankah Al-Quran memang diturunkan untuk manusia jadi ya tidak perlulah dijelaskan lagi. Hhmm, kelihatannya benar juga yaa … Lalu bagaimana dengan perbuatan manusia di bawah ini??? Apakah Sang Khalik tidak bisa memprediksi perbuatan tak masuk akal tersebut ???

http://www.anakregular.com/2015/10/enam-pernikahan-manusia-dengan-hewan.html#

Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni`mat Allah?” (Terjemah QS. An-Nahl(16):72).

Dapat dibayangkan jika orang yang katanya Islam, mengaku membaca Al-Quran bahkan meng-klaim sebagai ustad/ulama saja bisa mempunyai pendapat nyleneh seperti itu, memilah ayat sesukanya, apalagi orang yang tidak beragama, yang hanya menjadikan akal ( kalau tidak mau dikatakan nafsu kebinatangannya)!

Tampak jelas bahwa berbagai pemikiran seperti HAM, Demokrasi dan Toleransi yang terus didengungkan Barat itu telah membuahkan hasilnya. Orang baik, jujur dan bersih jadi serba salah mengemukakan pendapat murni yang keluar dari hatinya. Inilah kesempatan emas yang ditunggu-tunggu kaum Kafirun untuk masuk dan merusak kebenaran dari-Nya. Diantaranya yaitu tadi, kaum homoseks dan para pedukungnya.

Kaum Homoseksual sekarang ini tidak lagi malu-malu memperjuangkan hak mereka agar diakui dunia dan bisa melakukan pernikahan secara legal. Starbucks contohnya, yang tanpa tedeng aling-aling membuat slogan agar kaum tersebut ditrima dengan baik. Bahkan nekad mempersilahkan mereka yang tidak setuju untuk tidak usah menginjakkan kaki ke kedai kopi mereka. Mereka tidak lagi peduli dengan segala pendapat umum apalagi pendekatan agama.

Padahal jelas perbuatan mereka itu bertentangan dengan kodrat manusia. Bagaimana manusia bisa berkembang biak bila perkawinan sesama jenis di legalkan. Ini jelas pelanggaran HAM karena sama dengan perbuatan genosida/pemusnahan ras/bangsa. Dalam ilmu kesehatanpun perbuatan menyimpang mereka sangat berbahaya karena mendatangkan berbagai macam penyakit mengerikan, AIDS dan HIV contohnya. Penyakit ini menyerang sistim kekebalan manusia. Bayangkan bila sistim kekebalan tidak berfungsi manusia mana yang bisa bertahan lama hidup ??  Ironisnya, ketika suatu hari seorang homoseks penderita AIDS meninggal, dalam kondisi menjijikkan seperti lazimnya pendeita AIDS, tak satupun pengusung HAM yang mau mengurusi mereka.

Dr. dr. Fidiansjah, SpKJ, MPH , dalam acara ILC ( Indonesai Lawyer Club), yang tayang pada Selasa 16 Februari lalu, dengan tegas menyatakan bahwa Homoseksual adalah bentuk suatu gangguan kejiwaan. Gangguan tersebut bisa karena organ biologisnya, bisa psikologisnya, namun bisa juga karena spiritual dan lingkungan sosialnya.

“UU Kesehatan mendefinisikan bahwa kesehatan itu terdiri dari fisik, mental, spiritual dan sosial yang tidak mungkin dipisahkan satu dari yang lainnya. Ini sangat sesuai dengan apa yang dikatakan Einstein, ilmu tanpa agama membutakan sebaliknya agama tanpa ilmu lumpuh “, ujar ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Seksi Religi, Spritualitas dan Psikiatri (RSP) PDSKJI tersebut.

Namun demikian ia optimis bahwa penyakit ini dapat disembuhkan, asal melalui terapis dan terapi yang tepat. “ Maling diterapi maling atau koruptor diterapi koruptor, tentu tidak akan sembuh”, ujarnya disambut tawa gemuruh hadirin.

“Datang dan berobatlah pada orang yang tepat, insya Allah kami siap membantu. Tidak perlu malu“, lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan  Elly Risman, psikolog yang sejak lama fokus pada masalah parenting dan pendidikan anak yang malam itu juga hadir dalam acara yang dipandu Karni Ilyas tersebut. Menurutnya, pendidikan orang-tua ketika anak masih kecil adalah kunci utama seseorang untuk membentengi diri dari wabah Homoseksual. Disamping pergaulan dan lingkungan yang bersih, yang tidak tercemar pikiran kotor kelompok pesakitan ini.

“Kehadiran kedua orang-tua, baik ayah maupun ibu sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak yang baik. Ada contoh keteladanan. Kegiatan sehari-hari seperti prilaku, kegiatan dan mainan khas antara anak laki-laki dan perempuan perlu diberikan”, begitu kurang lebih yang dianjurkan psikolog kondang ini.

Adriano Rusfi, seorang psikolog lulusan UI sekaligus motivator yang sangat peduli terhadap masalah sosial berujar,  bahwa Homoseksual bukan sekedar penyakit menular melainkan adalah sebuah gerakan yang diorganisir dengan sangat rapi dan professional. Mahasiswa dan pelajar adalah sasaran utama gerakan massif ini.

Darwis “Tereliye”, novelis kondang yang banyak menelurkan novel dan buku, juga mempunyai pendapat yang sama. Ia memberikan perbandingan bagaimana Brazil yang 90 % religius bisa mensahkan perkawinan sesama jenis. Menurutnya 20-30 tahun yang akan datang tidak mustahil Indonesia juga akan mengalami hal yang sama bila rakyat negri tercinta ini tetap bersikap acuh tak acuh dan masa bodoh terhadap fenomena LGBT.

https://officialwaru.wordpress.com/2016/02/12/lgbt-sebuah-gerakan-penularan/

Sementara Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA, mantan imam besar Istiqlal, ahli hadits Indonesia yang juga anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, menyatakan kekhawatirannya bahwa Indonesia sejak lama telah dijadikan target 4 hal, yaitu  peredaran narkoba, konflik/perpecahan, terorisme dan terakhir LGBT. Pernyataan ini persis seperti apa yang dikatakan Dr. Yusron Ihza Mahendra, duta Besar RI untuk Jepang bahwa LGBT adalah  sebuah gerakan international yang mempunyai  agenda besar tertentu.

Apa yang dikatakan ke-empat tokoh tersebut tentu bukan sekedar tudingan tak beralasan apalagi bila mengingat adanya dana bantuan sebesar 108 milyar dari UNDP yang resmi tertulis ditujukan bagi kaum LGBT di negri ini.

http://www.portalpiyungan.com/2016/02/lgbt-konspirasi-dunia-oleh-dr.html

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/02/15/o2l1kz361-pemerintah-diminta-beberkan-dana-rp-108-miliar-untuk-lgbt

Hartoyo ustad jadijadianJuga acara yang disiarkan KompasTV dengan tajuk “LGBT: HARUSKAH DICEMASKAN” yang tayang secara live pada Kamis, 11 Februari 2016. Dengan nekad acara ini menampilkan seorang gay yang sengaja didandani sebagai “ustad”, dan menyatakan bahwa homoseksual tidak terlarang dalam Islam ! Ada apa dengan negri ini ???

http://www.portalpiyungan.com/2016/02/menguak-misteri-ustadz-jadi-jadian-lgbt.html

https://www.islampos.com/israel-amerika-dan-iran-di-balik-proyek-pecah-belah-umat-islam-95588/

http://persisalamin.com/artikel/buya-hamka-mereka-memusuhi-wahabi-demi-penguasa-pro-penjajah/

Pada sesi penutupan acara ILC,  Ali Mustafa Yakub sempat menyatakan opininya bahwa salah satu penyebab homoseks adalah kejenuhan kaum lelaki terhadap kaum perempuan yang gemar mengumbar auratnya.

… … Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali .. … . Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. ( Terjemah QS. An-Nuur (24):31).

Pada sesi tersebut pula budayawan nyentrik Jiwo Sutejo bahkan bisa berkata hilangnya peran dan sifat keibuan kaum perempuan karena kesibukannya bekerja dan berkarir, bisa jadi salah satu penyebab homoseksualisme  n lesbianisme.

“Perempuan masa kini terlalu mandiri. Kesetaraan perempuan membuat kaum lelaki menjadi minder alias tidak percaya diri. Mau dikemanain kitaa !!! ”, ujarnya dengan gaya khas yang mengundang tawa penonton.

new world order homoseksAkhir kata, dapat disimpulkan LGBT adalah sebuah gerakan international yang ingin mengacau tidak saja negri ini. Prediksi Rasulullah bahwa tidak akan datang Kiamat sebelum datangnya Dajjal si mata satu sebagai pemimpin hisbussyaitan alias pasukan syaitan tidak dapat dipungkiri. Zionisme, Freemason dan Illuminaty dengan New World Ordernya tampak makin menunjukkan taring dan wajah aslinya. Simak apa yang dikatakan Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub pada Mei tahun lalu mengenai banyaknya agen Zionis di negri ini.

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/05/07/nny9y6-ali-mustafa-yaqub-banyak-agen-zionis-di-indonesia

Georgia guidestones top-commandmentsSebuah monumen raksasa terbuat dari granit berdiri tegak di Georgia, Amerika Serikat. Monumen misterius yang didirikan pada tahun 1980-an  ini salah satunya menyebut jumlah ideal manusia di bumi, yaitu 500 juta, yang berarti hanya kurang lebih 5 % penduduk dunia !!

https://prof77.wordpress.com/2011/10/01/carved-in-stone-maintain-humanity-under-500000000-yep-they-want-us-dead/

Sedangkan homoseks sendiri adalah suatu kelainan seksual yang bisa dan harus diobati. Oleh sebab itu tidak boleh dipermainkan, diexploitasi dan dilecehkan apalagi dibully. Bahkan sebaliknya harus diobati dan disembuhkan. Dan bagi mereka yang telah berbuat kesalahan harus segera bertaubat dan memohon ampunan-Nya.

Jabir bin Abdillah  berkata bahwa Nabi  bersabda, “Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah swt”. (HR. Muslim)

“Maka barangsiapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Terjemah QS. Al-Maidah(5):39).

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (Terjemah QS. An-Nisa(4):17)

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 20 Februari 2016.

Vien AM.

Belakangan ini marak beredar pemberitaan tentang Gafatar, yang kemudian berlanjut dengan keluarnya fatwa MUI tentang kesesatan organisasi tersebut. Heboh tentang Gafatar muncul paska adanya laporan kehilangan demi kehilangan orang, khususnya di kantor polisi DIY Yogyakarta.

Pada akhir Desember 2015 seorang dokter bernama Rica Tri Handayani dilaporkan hilang bersama putranya yang masih balita. Ketika itu ia baru datang dari Lampung ke Yogya untuk menjenguk suaminya yang sedang mengambil spesialisi dokter, tetapi nyatanya sang suami tidak pernah bertemu dengan sang istri. Setelah lebih kurang 2 minggu, akhirnya polisi berhasil menemukan dokter muda tersebut di bandara Pangkalan Bun – Kalteng, bersama 6 orang lainnya. Memang selama 2 minggu dan beberapa hari setelahnya polisi kebanjiran pengaduan orang hilang.

Anehnya, setelah melalui pemeriksaan, pengakuan dokter Rica terhadap polisi tidak sama dengan pesan yang ditinggalkannya untuk sang suami. Kepada polisi ( sama dengan pengakuan 2 sepupu Rica yang sementara dituduh sebagai pelaku penculikan) Rica beralasan untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Sementara kepada suaminya ia berkata ingin berjuang di jalan Allah.

Yang pasti pada akhirnya polisi berkesimpulan bahwa Rica adalah mantan anggota Gafatar, sebuah organisasi yang mendeklarisasikan sebagai ormas yang bergerak di bidang sosial. Di situs resminya ormas yang didirikan pada tahun 2012 ini mencantumkan ketahanan dan kemandirian pangan sebagai program kerja mereka. Mereka memajang dokumentasi berbagai kegiatannya, diantaranya perkemahan, pelatihan kebencanaan, pelatihan untuk remaja, dan lain-lain.

“Gafatar bukan organisasi keagamaan,” demikian aku ketua umumnya yang di posting pada Februari 2015.

Namun Abu Deedat, anggota MUI, seorang kristolog sekaligus ketua umum Fakta ( Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan) mengingatkan agar umat Islam waspada terhadap sepak terjang dan ulah Gafatar.

“Di beberapa daerah termasuk di Jakarta mereka banyak mendompleng kegiatan PMI seperti donor darah dan aksi sosial lainnya hingga menjerumuskan banyak orang ke dalam ormas tersebut,” ungkapnya.

Dari penelusurannya, terbongkar Gafatar yang merupakan sempalan NII, adalah organisasi terlarang yang beberapa kali berganti nama.  Adalah Abdus Salam alias Ahmad Mushaddeq yang  mengikrarkan diri sebagai rasul melalui aliran sesat Al-Qiyadah Al-Islamiyah pada tahun 2006. Aliran ini berusaha merangkul sebanyak mungkin pengikut dengan cara mencampur-adukkan ajaran Islam, Nasrani dan Yahudi. Dan mengklaim bahwa Mushaddeq adalah sang messiah yang ditunggu ke 3 agama besar tersebut. Aliran ini juga tidak mau mempercayai hadist. Selain itu juga tidak mewajibkan shalat dan puasa bagi pengikutnya karena dianggap masih dalam periode Mekkah. (?).Aliran ini diperkirakan sempat memiliki 60 ribu pengikut, kebanyakan pelajar dan mahasiswa.

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.(Terjemah QS. Al-Ahzab(33):40).

Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Aku dilebihkan dari para nabi yang lain dengan enam hal: aku diberi ‘jawa’i’ al-Kalim (kalimat yang singkat tapi padat), aku ditolong dengan rasa takut pada musuh, dihalalkan bagiku harta rampasan (ghanimah), bumi dijadikan masjid dan suci bagiku, aku diutus kepada segenap makhluk dan aku menjadi penutup para nabi.” (HR.at-Turmudzy dan Ibn Majah).

Dari Jabir bin ‘Abdullah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaanku dan perumpamaan para Nabi seperti perumpamaan seorang laki-laki yang membangun sebuah rumah lalu ia sempurnakan dan buat indah kecuali ada satu tempat ubin lagi. Siapa saja yang memasukinya lalu melihatnya pastilah berkata, ‘Alangkah indahnya kecuali tempat ubin ini. Maka, akulah tempat ubin itu, para nabi ditutup denganku.” (HR.al-Bukhary dan Muslim)

Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kerasulan dan kenabian telah terputus, sehingga tidak ada Rasul atau pun nabi setelah (sepeninggal)-ku.” …. (HR.at-Turmudzi dan Ahmad).

Syukurlah setahun kemudian yaitu pada tahun 2007, MUI menetapkan bahwa aliran ini sesat,  dan sang nabi palsu itupun dijebloskan ke penjara. Selanjutnya Al-Qiyadah Al-Islamiyah merubah namanya menjadi Milah Abraham, kemudian  Negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKSA) dan terakhir sebagai Gafatar. Gafatar sendiri diresmikan pada tahun 2012 dengan merubah wajahnya aslinya namun sebenarnya masih tetap dengan misi lamanya.

( http://sangpencerah.com/2016/01/membongkar-kesesatan-gafatar.html ).

Bukankah nabi sendiri sudah memperkirakan bahwa  Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya 1 yang masuk surga. Dan saya yakin Milah Ibrahim inilah yang satu itu”, demikian alasan yang dikemukakan seorang kenalan ketika saya menanyakan mengapa ia mau menjadi pemeluk aliran sesat tersebut.

Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 (tujuh puluh) di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang 71 (tujuh puluh satu) golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 (tujuh puluh dua) golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.’ (HR. Ibnu Majah).

(http://almanhaj.or.id/content/453/slash/0/kedudukan-hadits-tujuh-puluh-tiga-golongan-umat-islam/).

Link diatas adalah beberapa hadist mengenai adanya golongan yang terpecah tersebut. Namun kalau diperhatikan lebih seksama, sebenarnya aneh juga. Aliran tersebut tidak mempercayai hadist namun mengapa ia justru menjadikan hadist diatas sebagai pegangan??

Dan lagi jelas dikatakan bahwa satu golongan yang benar dan masuk surga tersebut adalah Al-Jamaah, yaitu mereka yang berpegangan pada Al-Quran dan As-Sunnah atau Al-Hadist. Apalagi dengan adanya temuan MUI baru-baru ini bahwa terdapat lebih dari seratus aliran sesat di Jawa Barat. Apakah itu berarti perkiraan Rasulullah salah ?? Jawabannya pasti tidak ! Bukankah Allah swt telah menjamin segala apa yang dikatakan dan dikerjakan Rasul itu tidak mungkin menyimpang dari kebenaran ?

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya”. (Terjemah QS. An-Najm(53):1-3).

Dan kalaupun terjadi kekhilafan Allah yang akan langsung menegurnya. Seperti yang diabadikan-Nya melalui surat ‘Abasa misalnya. Surat ini turun menegur Rasulullah yang bermuka masam ketika ada orang buta datang menghadapnya. Ketika itu Rasul memang sedang berusaha mengajak pemuka-pemuka Quraisy agar mau mendengar ajaran Islam. Beliau tidak mempunyai maksud sedikitpun melecehkan orang buta tersebut. Hal sepele sebenarnya namun nyatanya Allah tetap menegurnya. Atau dalam surat AL-Kahfi yang menegur Rasulullah karena lupa mengatakan “ Insya Allah”.

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya-Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”. ( Terjemah QS. Al-Kahfi(18):23-24).

Jadi sudah pasti kitalah yang salah memahaminya. 73 golongan yang dimaksud Rasulullah itu tidak terbentur oleh nama seperti Muhamadiyah, NU, Salafi, Wahabi, FPI, Ahlusunnah Waljamaah ( Aswaja) dll. Namun isinya. Selama golongan tersebut menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai pegangan, itulah golongan yang satu itu, yaitu golongan yang benar, yang dijanjikan masuk surga-Nya, apapun namanya.

Sebaliknya golongan/kelompok/aliran/sekte yang tidak demikian, antara lain mempercayai adanya nabi setelah Muhammad saw seperti Ahmadiyah, Gafatar/Milah Ibrahim, Lia Eden dll, tidak mau mengikuti sunnah/hadist seperti Ingkar Sunnah, menghalalkan mut’ah, memfitnah Umirul Mukminin ( istri-istri nabi) dan para sahabat ( kaum Anshar dan Muhajirin) seperti ajaran Syiah, memelesetkan dan memlintir ayat-ayat Al-Quran seperti orang-orang JIL yang menghalakan homoseksual, dll, apapun namanya, itulah golongan sesat yang 72 itu.

“Salah seorang dari kalian akan menjumpai seorang yang bersandar pada kursi sofanya. Datang kepadanya sebuah perintah dari perintahku yang aku perintahkan atau perkara yang aku larang. Kemudian ia menjawab: “Aku tidak tahu perkara itu. Apa yang kami temukan dalam Al-Quran itulah yang kami ikuti.” (HR. Abu Dawud: 3989, Ibnu Majah: 13, At-Tirmidzi: 2587).

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (Terjemah QS. An-Nisa’(4): 80).

“ (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar”. ( Terjemah QS. An-Nisa(4):13).

Ironisnya, MUI, lembaga dimana berkumpul para ulama yang seharusnya dapat menjadi pengayom tertinggi umat Islam di negri ini, kurang menunjukkan pengaruhnya. Ntah karena kurang didukung pemerintah era ini atau ntah mengapa fatwa mereka sering kali tidak didengar. Akibatnya berbagai aliran yang telah dinyatakan sesat seperti Syiah dan JIL terus saja berkembang tanpa banyak hambatan, hingga detik ini.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 12 Februari 2016.

Vien AM.

Perindusurga.com – Ada seorang doktor wanita berasal dari Jerman, berkebangsaan Amerika, umurnya 46 tahun. Dia masuk Islam karena mahasiswinya yang bernama Fathimah. Dia menuturkan kisah keislamannya:

Dulu saya membenci kalimat Islam. Saya tidak pernah berangan-angan akan menemui seorang muslim atau muslimah hingga saya sampai di Amerika. Sejak bertahun-tahun lamanya saya menambah kebencian terhadap Islam sesuai dengan pemberitaan di pagi hari dan sore hari yang memberikan menu kebencian terhadap Islam. Setelah itu takdir Allah menundukkan saya untuk bertemu dengan Fathimah.

Pada suatu hari Kepala jurusan berkata kepada saya: “Kami memiliki seorang mahasiswi muslim yang cerdas dan baik. Dia memiliki syarat yang aneh, yaitu dia harus berada di bawah bimbingan seorang doktor wanita tidak di bawah bimbingan doktor laki-laki!”

Saya katakan: “Saya tidak tahu, saya akan mencobanya. Saya akan menemuinya terlebih dahulu sebelum persetujuan untuk membimbingnya.” Maka sayapun menemuinya.

Berubahlah segalanya. Hanya sekedar bertemu dengannya. Berubahlah pandanganku terhadap Islam. Dia adalah seorang wanita yang elok, berbudi luhur, berbaju sopan yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Sebuah wajah bercahaya putih yang semakin menambah cahaya dan kilatannya setiap kali tersenyum. Konsisten memegang agama dan ajaran. Konsisten terhadap pakaiannya hingga sampai pada tingkatan yang semakin menambah penghormatanku kepadanya.

Wahai Tuhanku, dia kuat berbangga dengan agamanya! Dia mensyaratkan apa yang menjaga kemuliaan diri dan agamanya!! Dia memuliakan orang lain, dia muliakan dirinya, agamanya, dan umatnya. Dia tidak menyebut mereka kecuali dengan kebaikan.

Saya putuskan untuk setuju dan membimbingnya. Setiap hari bertambahlah kekagumanku terhadapnya. Dia tunaikan shalat pada sudut terbuka dari ruangan laboratorium. Maka saya izinkan dia untuk masuk ke kantorku saat dia memerlukan shalat. Saya mengawasi shalatnya, dia menoleh setelah shalat, dan sungguh wajahnya bersinar dan bercahaya. Saya merasa seakan-akan dia telah menjadi makhluk malaikat dari cahaya setelah selesai dari beribadah.

Saya sangat berkeinginan untuk mengetahui rahasia hal ini, saya berusaha untuk mengetahuinya. Sayapun berbincang dengannya, berdebat dan berdialog tentang segala sesuatu; kehidupannya, dan ilmunya. Sayapun menyetujuinya dalam keimanan, akan tetapi saya tidak merasakan kenikmatan terhadap keimanan sebagaimana dia bisa merasakan keimanan tersebut.

Pada suatu kali dia shalat pada salah satu tiang di dalam kantorku, sayapun mengawasinya, dan memperhatikan gerakan-gerakannya. Maka saat dia menoleh kepadaku, dia tersenyum dengan senyuman lembut. Sayapun merasakan perasaan yang mengalirkan keinginan untuk menangis. Saya sangat ingin memeluknya, dan memintanya dengan terus terang untuk mengetahui rahasia kebahagiaan yang terus menerus dan cahaya pada wajahnya?!

Pada suatu kali saya gagal dalam menjalankan perkerjaan rutinku. Maka dia tersenyum dan berkata: “Sesungguhnya ini adalah termasuk pengaturan Allah Ta’ala.” Maka saya bertanya kepadanya, maka diapun menjelaskan kepada saya tentang iman terhadap qadha dan qadar!! Oh..Seandainya saya memiliki iman ini,

agar tidak bosan dengan jiwa saya, tidak menggerutu atas kegagalan saya yang menjadikan saya merasa gundah.

Sayapun meminta dia memberikan informasi tentang agamanya. Maka dia menghadiahkan kepada saya sebuah mushhaf, yang di dalamnya telah diterjemahkan makna-makna kalimat. Saya terhenti pada dua ayat yang ada di halaman pertama (yakni pada surat al-Fatihah):

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka.” (QS. Al-Fatihah: 6-7)

Siapakah mereka yang telah diberi nikmat oleh Allah? Apakah jalan yang lurus itu? Saya terus mengulang-ulang kedua ayat tersebut tanpa sadar, sayapun hampir berteriak. Kemudian pecahlah tangisan saya, dan saya berteriak tanpa sadar: “Wahai Tuhanku, tunjukilah saya jalan yang lurus, tunjukilah saya jalan yang lurus!!

Sungguh saya telah hidup dalam jalan yang bengkok, gelap, dan derita!” Kemudian saya menguasai diri dan bertanya-tanya: Apakah jalan yang lurus itu?! Saya kembali lagi melihat kepada al-Qur`an, maka datanglah jawabannya yaitu jalannya orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah Ta’ala atas mereka. Siapakah mereka menurut pendapat anda?!

Jiwa saya menjawabnya, dari lubuk hati yang paling dalam. Mereka itu adalah orang-orang seperti Fathimah!! Ya, orang-orang seperti Fathimah, yang hidup dalam nikmatnya senyuman, nikmatnya kebahagiaan, nikmatnya ketenangan jiwa, mulia dengan apa yang dimilikinya dan apa yang tumbuh baginya.!!

Sayapun menangis, dan saya mengulang-ulang do’a, “Tunjukkanlah kepada saya jalan yang lurus wahai Tuhanku!” Pada malam itu saya tidak bisa tidur dengan baik. Pagi harinya saya menemui Fathimah. Saya memuliakan dan menghormatinya dengan penghormatan yang lebih dari biasanya, seakan-akan saya adalah mahasiswi dan dia adalah dosen.

Sayapun mengabarkan kepadanya akan keputusan saya!! Saya ingin di pagi ini menjadi orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah atas mereka!! Diapun tersenyum kemudian memelukku!! Kamipun diam sambil berpelukan satu sama lain untuk beberapa menit. Sayapun menangis dengan penuh kerinduan dan kekhusyukan. Saya sama sekali tidak ingin melepaskan lehernya.

Dia mengurus urusan pernyataan keislaman saya melalui Islamic Center.

Saya merasakan nikmatnya kebahagiaan. Saya rasakan nikmat dan manisnya iman. Saya rasakan manisnya kehidupan dalam lindungan dan naungan Allah. Saya semakin bertambah bahagia setelah saya bertemu dengan bagian kewanitaan pada Islamic Center tersebut, dimana kami membaca al-Qur`an, kami saling membantu dalam membaca al-Qur`an, dan peningkatan keimanan melalui program menyenangkan yang memenuhi hidup saya dengan kesenangan dan kebahagiaan.

Saya mencintai Allah, saya mencintai saudari-saudariku muslimah, saya terikat dengan mereka di rumah Allah, sayapun menjadi ibu bagi yang kecil diantara mereka, menjadi teman bagi yang besar, dan ini adalah sesuatu yang paling mahal yang saya temui dalam kehidupan saya. Alhamdulillah Rabbil Alamin.

(Sumber Facebook Majalah Qiblati)

Dicopas dari :

http://www.perindusurga.com/2016/01/masya-allah-dosen-ini-masuk-islam-gara.html

Jakarta, 29 Januari 2016.

Vien AM.

Catatan.

Seringkali kita yang terlahir Muslim, shalat 5x sehari, tapi tidak menyadari betapa dasyatnya makna yang terkandung dalam setiap bacaan shalat kita, alangkah ironisnya … Semoga kisah diatas dapat memotivasi kita agar dapat menjadi lebih baik, aamiin …