Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2009

Hati yang membatu

Seorang gadis kecil berumur 4 tahun sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba entah dari mana muncul tentara Israel dengan senapan ditangan. Tanpa diduga serdadu tersebut langsung memuntahkan pelurunya ke tubuh gadis kecil dihadapannya itu. Tubuh gadis kecil malang tersebutpun langsung tersungkur dibuatnya.

Mendengar suara tembakan yang begitu dekat kedua orang-tuanya segera keluar dan berlari mendekati putrinya. Namun serdadu itu menghardik keduanya dengan bahasa moncong senapannya. Selanjutnya ia mempersilahkan anjing-anjing pelacak yang dibawanya untuk ‘menyantap’ tubuh kecil yang belum tentu telah tewas tersebut di hadapan kedua orang-tuanya! Perbuatan macam apakah ini?? Syaitankah atau Ibliskah mereka ?

Esok paginya orang-tua dan beberapa saudaranya datang kembali dengan maksud mengambil jasad yang sudah tercabik-cabik tersebut. Namun para serdadu tetap tidak mengizinkannya. Karena tak tahan, pada hari ke lima dua orang saudaranya nekad datang secara diam-diam untuk mengambil tubuh yang telah membusuk tersebut. Mereka ingin menguburnya baik-baik. Tetapi apa yangterjadi ? Keduanya ditembaki oleh serdadu-serdadu Israel tadi hingga tewas. Sungguh perbuatan biadab yang tidak masuk akal.

Kisah ini diceritakan oleh seorang dokter Palestina dengan air mata bercucuran. Dokter ini telah bolak balik menangani sejumlah korban baik yang terkena bom maupun yang menjadi korban kejahatan dan kebrutalan serdadu Israel di Gaza. Namun tidak pernah ia melihat korban seperti yang baru saja dikisahkannya. Peristiwa ini terjadi di Jabaliya, salah satu kamp pengungsi di Gaza. Menurut beberapa saksi mata kejadian serupa tidak hanya sekali itu saja dan kemungkinan juga terjadi di tempat lain. Para serdadu tidak mengizinkan korban untuk diangkat dan dikuburkan. Tampaknya mereka sangat menikmati pemandangan ketika anjing-anjing pelacak menyantapnya!
Mereka juga tak peduli ketika tank -tank mereka harus melindas korban meninggal yang berserakan menghalangi perjalanan mereka. Astaghfirullah….


Sementara yang sudah menjadi pemandangan biasa adalah penembakan terhadap anak di muka umum. Seorang relawan secara diam-diam berhasil mengabadikan peristiwanya. Terlihat dalam rekaman 2 orang anak jongkok berimpitan disebelah tong sampah dengan penuh ketakutan. Tak lebih dari 6 meter dihadapan mereka seorang serdadu mengarahkan moncong senapannya ke arah keduanya. Selanjutnya si serdadu memilih satu diantaranya untuk ditembak dan satu lagi dibiarkannya tetap hidup dalam kenangan buruknya.

Hingga hari ke 18 agresi Israel hari ini, korban meninggal telah mencapai 1000 orang dan lebih 4500 luka-luka. Kebanyakan korban adalah warga sipil, perempuan dan anak-anak. Bahkan dokter dan petugas medis lengkap dengan peralatannyapun tidak luput dari serangan brutal. Akibatnya para korban perang terpaksa menjalani operasi tanpa dibius terlebih dahulu. Bayangkan!

Melalui Al-Quran kita tahu bahwa sejak dahulu bangsa Yahudi adalah bangsa yang keras kepala. Padahal sesungguhnya Allah telah menentukan tanah Palestina bagi bangsa Yahudi. Dengan syarat bila mereka dapat berbuat adil terhadap penduduknya serta mentaati perintah Allah sebagaimana tercantum dalam ayat 21 dan 12 surat Al-Maidah berikut :

021. Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.

012. Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: ”Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus”.
Namun apa jawaban mereka?

022. Mereka berkata: “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.”
023. Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi ni`mat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”.
024. Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.”(QS.Al-Maidah (5):22-24)

Ternyata selain keras kepala mereka sangat pengecut, suka melanggar janji serta membunuh para nabi. Nikmat yang diberikan Allah kepada mereka tidak mampu menjadikan mereka takwa. Sifat-sifat inilah yang menyebabkan Allah mengutuk bangsa Yahudi.

026. Allah berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.“. ( QS.Al-Maidah (5):26).

155. Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.(QS.An-Nisa(4):155)

013. (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. ( QS.Al-Maidah (5):13).

Fenomena inilah yang kita saksikan saat ini. Hati mereka keras seperti batu. Mereka tega membantai dan menyiksa sesama manusia tanpa sedikitpun perasaan belas kasihan. Maha benar Allah dengan segala firmannya Maka ketika hati nurani ini tidak lagi terasa bergertar ketika menyaksikan ketidak adilan dan kebiadaban terjadi di hadapan kita, waspadalah! Jangan-jangan Allah telah mengutuk kita sehingga hati ini menjadi keras membantu. Naudzubillah min Dzalik..

Jakarta, 15 Januari 2008
Vien AM.

Read Full Post »

Salman Al-Farisiy adalah salah satu sahabat Rasulullah yang terkenal gigih dalam memperjuangkan tegaknya kebenaran agama Allah. Ia berkebangsaan Persia. Ia memeluk Islam pada periode Madinah. Ayah Salman adalah seorang kepala sebuah desa bernama Jayy, Isfahan di Persia. Keluarganya memeluk agama Majusi. Salman diberi tugas ayahnya untuk menjaga nyala api pemujaan agar jangan sampai padam walau hanya sekejap. Ayahnya begitu menyayanginya hingga tidak pernah mengizinkan Salman pergi kemanapun.

Suatu hari karena ayah Salman sibuk, maka ia meminta Salman agar memeriksa ladang mereka yang terletak agak jauh dari rumah. Sang ayah berpesan agar ia pergi tidak terlalu lama sehingga akan menyebabkan Sang ayah khawatir akan keselamatannya.

Namun dalam perjalanan menuju ladang, Salman muda yang selalu tinggal di rumah melewati sebuah gereja. Ketika ia melongok apa yang dikerjakan orang-orang didalam gereja tersebut ia merasa takjub dan berkata dalam hati bahwa agama ini jauh lebih baik dari agama keluarganya. Maka iapun menanyakan dari manakah agama ini berasal, yang kemudian dijawab : “dari Syam”.

Karena ketertarikannya ia tinggal disana hingga matahari terbenam dan ketika ia pulang kerumah, ternyata ayahnya sedang sibuk mencarinya. Kemudian ketika Salman menceritakan pengalamannya, sang ayah menjadi marah dan mengatakan bahwa agama tersebut tidak cocok untuk keluarga mereka. Maka Salmanpun dihukum, kakinya dibelenggu dan ia dikurung dalam rumah.

Beberapa waktu kemudian, Salman menyuruh orang untuk menemui beberapa orang Nasrani dan berpesan bahwa ia ingin melarikan diri dari rumah dan mengikuti para saudagar Nasrani itu pergi ke Syam. Maka dengan bantuan mereka, akhirnya Salman berhasil meninggalkan rumah dan tiba di negeri Syam. Segera Salman ikut bergabung dengan seorang uskup di gereja dan tinggal bersamanya. Namun ia kecewa ternyata sang pendeta berkelakuan buruk. Ia menganjurkan pengikutnya untuk banyak mendermakan harta namun harta yang banyak itu ia tumpuk sendiri demi kepentingan pribadi. Tak lama kemudian setelah sang uskup wafat, Salman menceritakan keburukan sang uskup hingga akhirnya para pengikutnya tidak jadi memakamkannya dan malah menyalib dan melempari jenazah tersebut.

Setelah itu untuk menggantikan uskup yang telah wafat tersebut kemudian diangkat uskup lain. Kali ini ia seorang uskup yang jujur. Namun sayang, Allah SWT tidak memanjangkan umurnya. Hingga tiga kali Salman hidup berpindah-pindah dan tinggal bersama uskup dibeberapa negeri dan ketiganya adalah orang yang hidup zuhud serta tekun beribadat. Salman amat mencintai mereka.

Akhirnya uskup yang ketiga, yaitu uskup di Rumawi, sebelum ajal meninggalkan pesan pada Salman bahwa saat ini (saat dimana uskup dan Salman hidup) amat jarang orang Nasrani yang menekuni agama sebagaimana yang dilakukannya. Ia juga mengatakan bahwa saat ini telah datang seorang Nabi yang diutus Allah SWT membawa agama Ibrahim. Nabi ini bersedia menerima hadiah namun tidak bersedia menerima sedekah dan beliau memiliki tanda kenabian diantara kedua tulang belikatnya. Nabi ini akan muncul di negeri Arab. Ia menambahkan bahwa sebenarnya kaum Nasrani telah mengetahui hal tersebut karena kitab mereka memang telah mengatakannya namun banyak diantara mereka yang nantinya akan menyangkal kebenaran tersebut.

“ Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya”.(Kitab-Ulangan 18:18).

“ Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.(QS.Ash-Shaff(61):6).

Maka demi memenuhi keinginan untuk segera bertemu dengan Sang Nabi baru, Salmanpun segera mengumpulkan bekal untuk perjalanan ke negeri Arab. Namun sayang, ditengah perjalanan ia dizalimi. Setelah dirampok iapun dijual dan dijadikan budak oleh seorang Yahudi. Tak lama kemudian ia dijual kembali kepada orang Yahudi lain yang tinggal di Madinah. Salman menyimpan harapan agar ditempat ini ia akan segera berjumpa dengan Sang Kekasih Allah.

Suatu hari, ketika ia sedang berada di atas pohon kurma untuk menjalankan perintah majikannya, ia mendengar seseorang berteriak : “ Celakalah orang-orang Bani Qailah, mereka sekarang sedang berkumpul di Quba, menyambut kedatangan seorang dari Makkah yang mereka pandang sebagai Nabi!”.

Maka malam hari itu juga ketika si majikan sedang tidur, Salman segera menuju Quba dan membawa beberapa jenis makanan untuk diberikan kepada Sang Nabi dan mengatakan bahwa itu adalah sedekah. Sang Nabi menerimanya dan menyuruh orang-orang untuk memakannya namun beliau sendiri tidak turut menyantapnya.

Salman berkata dalam hati “Inilah tanda pertama..”. Keesokkan harinya ia kembali lagi dan membawa beberapa jenis makanan, namun kali ini ia mengatakan bahwa ini adalah hadiah. Sang Nabi menerimanya dan menyantapnya bersama orang-orang yang lain. Salman kembali berbisik : ” Inilah tanda kedua itu ..”. Pada kesempatan lain Salman kembali datang menemui dan berusaha untuk melihat bagian punggung Sang Nabi. Rupanya Sang Nabi mengetahui maksud Salman, iapun segera membuka pakaian atasnya. Maka Salmanpun segera melihat tanda kenabian di punggung Sang Nabi sebagaimana yang digambarkan uskup di Rumawi.

Detik itu juga Salman langsung menghambur dan memeluk Sang Nabi, Muhammad Rasulullah dengan penuh haru dan sambil menangis tersedu sedan iapun menceritakan pengalaman panjang hidupnya dalam rangka mencari kebenaran sejati. Salmanpun segera memeluk agama Allah, Islam. Semoga Allah melimpahkan rahmat sebesar-besarnya kepada hambanya yang sudi terseok-seok mencari hidayah-Nya.

Namun perjalanan Salman masih panjang. Karena kedudukannya sebagai budak ia terikat perjanjian kepada majikannya hingga ia sulit menjalankan ajaran agamanya. Untuk menebus dirinya ia harus menyediakan tiga ratus bibit kurma dan menanamnya di sebidang tanah ditambah lagi harus menyerahkan emas seberat kurang lebih 119 gram.

Namun berkat anjuran Rasulullah, maka para sahabatpun rela membantu Salman untuk mengumpulkan barang tebusan tersebut. Maka sejak itulah Salman Al Farisy R.A , sang anak Persia kesayangan ayahnya, tidak pernah meninggalkan Rasulullah dan selalu menyertai beliau dalam memperjuangkan berdiri tegaknya Islam.

“ Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”.(QS.Luqman(31):33).

“…… Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”.(QS.Asy-Syuura(42):13).


Wallahu’alam,
Jakarta, 25/4/2007.
Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts