Feeds:
Posts
Comments

Archive for January 19th, 2009

Mush’ab bin Umair adalah salah satu sahabat yang memeluk Islam pada masa awal keislaman. Ia lahir dan dibesarkan dalam kesenangan. Pada waktu remaja ia menjadi buah bibir gadis-gadis Mekah dikarenakan wajahnya yang rupawan, kekayaan, otak yang cerdas dan akhlaknya yang baik.

Suatu hari ia mendengar berita mengenai Muhammad SAW dan apa yang diajarkannya. Iapun tertarik dan memutuskan untuk pergi ke Darul Arqom, suatu tempat dimana kaum Muslim berkumpul dan belajar. Disana ia mendengar ayat-ayat Al-Qur’an yang begitu mempesona. Hatinya menjadi tenang dan damai mendengar untaian ayat-ayat tersebut. Maka Mush’abpun memutuskan untuk memeluk ajaran baru ini. Namun ibunda Mush’ab adalah seorang yang berkepribadian kuat, pendiriannya tidak dapat ditawar-tawar. Oleh sebab itu Mush’ab memutuskan untuk sementara menyembunyikan keislamannya. Namun tak lama kemudian ibundanya mengetahui hal tersebut. Iapun berusaha membujuk agar Mush’ab mau kembali memeluk ajaran leluhurnya namun Mush’ab menolak sehingga akhirnya ia putus asa dan menghentikan pemberian keuangan serta mengurung Mush’ab di kamarnya dan melarangnya keluar rumah.

Beberapa waktu kemudian Mush’ab mendengar berita bahwa beberapa orang Muslim hijrah ke Habasyi (Ethiopia). Segera Mushabpun memutuskan untuk melarikan diri dan ikut bergabung bersama orang-orang Muslim untuk hijrah ke Habasyi. Beberapa waktu kemudian karena terdengar desas-desus bahwa pihak Quraisy telah mengurangi tekanan terhadap Muslim, mereka memutuskan untuk kembali ke Mekah, begitu pula Mush’ab. Mereka segera menemui Rasulullah dan para sahabat. Demi melihat Mush’ab, Rasulullah menitikkan airmata, penampilan Mush’ab sungguh berbeda, ia berpakaian usang dengan tambalan disana-sini. Rasulullah menatapnya dengan penuh kasih sayang dan bersabda: “ Dahulu aku lihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam hal memperoleh kesenangan dari orang-tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan RasulNya”.

Setelah peristiwa baiat Aqabah ke 1 pada tahun ke 11 kenabian, Mush’ab ditugasi Rasulullah sebagai duta Muslim ke Madinah untuk mengajarkan Al-Quran dan berbagai pengetahuan lain mengenai Islam kepada penduduk disana. Berkat kecerdasan, kesabaran dan kebesaran jiwanya ia berhasil mengajak sebagian besar masyarakat kota itu untuk memeluk Islam. Itulah sebabnya ia dikenal dengan panggilan Muqri’ul Madinah ( Nara sumber Madinah). Dan sejak itu pula setiap orang yang mengajarkan Al-Qur’an disebut “Mush’ab”. Kemudian pada musim haji tahun berikutnya Mush’ab berhasil mengajak lebih dari 70 kaum Muslimin ke Mekkah dimana kemudian terjadi perjanjian Aqabah 2. Sejak saat itu Mush’ab tidak pernah absen menyertai Rasulullah berperang.

Dalam perang Uhud Mush’ab dipercaya Rasulullah sebagai pembawa bendera pasukan. Peperangan berlangsung sengit. Mulanya pasukan Muslim bisa menguasai keadaan namun ketika pasukan pemanah yang ditugasi untuk bertahan diatas bukit melanggar perintah dikarenakan tergiur oleh banyaknya ghonimah ( pampasan perang ) yang tertinggal di hadapan mereka, keadaan menjadi berubah terbalik. Tanpa diduga pasukan kafir yang dipimpin Khalid bin Walid yang waktu itu belum memeluk Islam menyerang-balik dari balik bukit sehingga pasukan Muslim kocar-kacir. Mush’ab sungguh terkejut. Ia sangat mengkhawatirkan keselamatan Rasulullah. Bila Rasulullah sampai terbunuh di perang tersebut bagaimana nasib kelanjutan ajaran Islam yang baru saja tumbuh itu ??

Lalu iapun segera meneriakkan “ Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul ” sambil mengacungkan bendera tinggi-tinggi dan bertakbir sembari menyerang musuh dengan gagah berani. Namun kemudian pihak musuh berhasil menebas tangannya hingga putus. Mush’ab segera memindahkan bendera ke tangan kirinya namun kali inipun ia tidak berhasil menghindar serangan lawan sehingga tangan kirinya juga ditebas pedang musuh. Mush’ab segera membungkuk kearah bendera lalu dengan kedua pangkal lengannya meraihnya ke dada sambil terus bertakbir. Namun kali ini lawan menyerangnya dengan menusukkan tombak ke dada Mush’ab. Mush’abpun gugur sebagai seorang syuhada yang gagah berani. Ironisnya, wajah Mush’ab yang memang mirip Rasulullah itu justru menjadi penyebab berita bahwa Rasulullah telah terbunuh! Hingga membuat pasukan Muslim semakin kacau dan panik.

Diakhir perang, Rasulullah beserta para sahabat meninjau medan perang dan mendapati jasad Mush’ab. Tak sehelaipun kain untuk menutupinya selain sehelai burdah yang andai ditaruh di atas kepalanya terbukalah kedua kakinya. Sebaliknya bila ditutup kakinya maka terbukalah kepalanya. Maka Rasulullah bersabda : ” Tutupkanlah ke bagian kepalanya , kakinya tutuplah dengan rumput idzkir!”.

Itulah akhir perjuangan Mush’ab bin Umair dalam menegakkan agama yang dengan tidak gentar menghadapi musuh-musuh Allah, yaitu orang-orang yang enggan mengakui bahwa “Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah”( Laa ilaaha illaLLAH wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah).

“ Katakanlah: “Ta`atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.(QS. Ali Imran(3):32).

Itulah kalimat Tauhid, kalimat yang mampu mengantarkan manusia menuju ridho Sang Khalik, karena memang Dialah yang menciptakan manusia, langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya. Dialah Zat satu-satunya yang memegang jiwa dan hidup seseorang. Itulah kalimat Syahadat yang merupakan pintu gerbang ke-Islam-an seseorang. Sebuah pengakuan yang akan mengantarkannya kepada kebebasan dan kemerdekaan dari penyembahan, kepatuhan dan ketundukan kepada selain Allah SWT.

“Katakanlah (hai orang-orang mu’min): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.(QS.Al-Baqarah(2):136).

Syahadat adalah inti ajaran Islam yang mengajarkan keadilan dan persamaan hak. Manusia disisi Allah adalah sama hanya ketakwaan yang membedakannya .

“ Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.(QS.Al-Baqarah(2):132).

Seorang Muslim minimal 5 kali dalam sehari dalam shalatnya mengikrarkan sebuah janji melalui doa Iftitah, yang mustinya diikuti dengan pelaksanaan janji tersebut bahwa hidup dan matiku hanyalah untukMu, Yaa Allah.

“ Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS.Al-An’aam(6):161-163).


Salam atasmu wahai Mush’ab

Salam atasmu syuhada Perang Uhud

Assalamu’alaikum.

 

 

Jakarta, 10/8/2007.

Vien AM.

Read Full Post »

Hati-hati bahaya Yahudi!

Ketika peristiwa 11/09/2001 terjadi yaitu ambruknya Menara Kembar WTC di New York, yang konon sebagai akibat ditabrakannya masing-masing sebuah pesawat Boeing 767 ke kedua menara tersebut, dunia menjadi gempar. Bangunan yang merupakan lambang supremasi dan kebanggaan warga AS itu runtuh dalam hitungan detik. Padahal diberitakan bangunan tersebut dibangun dalam waktu hampir 7 tahun dengan menggunakan konstruksi baja dan aluminium,tahan api dan tahan guncangan angin topan dan memilki kedalaman fondasi 70 kaki pula.

Kemudian dalam waktu tidak kurang dari 1 bulan setelah kejadian, Washington menjatuhkan vonisnya yang tanpa bukti kuat serta proses peradilan dengan memborbardir Afganistan, dengan dalih mencari Osama Bin Laden sebagai otak peledakan WTC. Dan nama Islampun kemudian ikut tercoreng dengan digambarkan sebagai agama penyebar terror. Bahkan George W Bush selaku kepala Negara adidaya telah dengan lancang menyatakan: “Either you are with us or you with the terrorists”.

Namun saat ini ketika pemerintah Israel selama berhari-hari hingga detik ini terus mengerahkan pasukannya untuk memborbardir Palestina secara membabi-buta hanya dengan alasan mencari seorang kopralnya yang disandera pejuang Palestina, mana reaksi dunia? Dipihak mana mereka berdiri? Siapakah sebenarnya sang teroris? Padahal yang dituntut pihak penyandera adalah pembebasan sejumlah tahanan wanita dan tahanan dibawah umur 18 tahun, meskipun sebelumnya yang dituntut memang sekitar 1500an tahanan pejuang Palestina. Sebaliknya sebagai tindakan balasan, atas restu pemerintahannya, pasukan Israel malah nekat menyandera sejumlah mentri dan pejabat Palestina. Dan seperti bisa diduga, pemerintah Amerikapun dengan ringan menyatakan adalah hak Israel untuk mempertahankan diri! Lalu bagaimana pula halnya dengan kamp Guantanamo, dimana ratusan tahanan yang dicurigai terlibat aksi terorisme disekap tanpa pernah diadili? Kemanakah HAM yang mereka agung-agungkan selama ini ditempatkan?

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah(yang benar)”.Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (QS.Al Baqarah ( 2):120).

Selain itu sebagai informasi tambahan, beberapa waktu sebelum Palestina dibombardir, negara-negara barat yang tidak setuju atas kebijaksanaan pemerintahan baru negara tersebut menyatakan enggan meneruskan pinjaman keuangannya.Namun ketika akhirnya mereka menyetujuinya, mereka mengajukan persyaratan bahwa pemerintah setempat tidak berhak mengetahui cara kerja maupun kemana mereka akan mendistribusikan bantuannya tersebut. Tidakkah hal ini sungguh menyakitkan? Memang tidaklah sepatutnya sebuah negara muslim menggantungkan diri atas bantuan negara kafir yang kemudian akan menyebabkan negara tersebut menjadi lemah dan terhina.

“Hai-hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”. (QS. Al Mumtahanah(60):13).

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari bani Israil dengan lisan Daud as dan ‘Isa as putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang yang kafir(musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.”.(QS.Al Ma-idah(5):78-80).

Harus diakui kaum Yahudi adalah kaum yang cerdas. Dikabarkan lebih dari 65% bangsa Israel berpendidikan S3. Mereka hidup berbaur dengan berbagai bangsa dan agama disebabkan ‘diaspora’ atau pertebaran bangsa Yahudi sejak awal abad Masehi, terutama di Eropa dan Amerika. Itu sebabnya kita mengenal adanya orang Yahudi Belanda, Yahudi Rusia, Yahudi Amerika dan lain-lain. Walaupun begitu, mereka tetap menjaga utuh ke-Yahudi-annya meskipun acapkali mereka menyatakan bukan pemeluk agama Yahudi. Mereka mempunyai motifasi yang sangat kuat untuk menciptakan Yahudi Raya, mereka berambisi untuk menguasai seluruh dunia dengan pusat pemerintahan di tanah leluhurnya, Yerusalem, sebagai obsesi untuk kembali ke tanah yang dijanjikan berabad-abad yang lalu. Mereka tidak akan segan untuk bertempur dengan siapapun, bangsa atau agama apapun yang berani menghalangi cita-cita mereka itu.Maka untuk mencapai impian tersebut mereka bertekad harus menguasai segala ilmu pengetahuan. Sekarang ini mereka telah menguasai tidak hanya sektor perekonomian, seperti perbankan dll, tetapi juga sektor-sektor komunikasi seperti persurat-kabaran dan media internet, hiburan bahkan pendidikan. Dengan menguasai perekonomian, tentu lebih mudah bagi mereka untuk menyebarkan ide-ide dan pandangan mereka. Issu-issu seperti HAM,demokrasi,persamaan agama,persamaan hak,emansipasi wanita dan segala hal yang hanya bersifat dan mementingkan keduniawian semata adalah hal-hal yang gemar mereka dengungkan secara berlebihan guna menarik simpati lawan. Termasuk di negara tercinta kita ini, Indonesia.

Namun jangan lupa, kita umat Islam, sejak awal telah diingatkan akan kejahatan dan sifat licik Yahudi ini. Berapa banyak rasul Allah yang telah didustakan,bahkan rasul merekapun, Daud as dan Sulaiman as tidak luput dari fitnah mereka. “Isa as” mereka salib, mereka juga telah berkali-kali mencoba membunuh nabi Muhammad saw.

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab(Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya(berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran(mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus.Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu(pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang(diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang(yang lain) kamu bunuh?”. (QS.Al Baqarah(2):87)

Ajaran yang dianut mereka saat inipun tidak lagi sama dengan ajaran Tauhid yang diajarkan para rasul mereka. Pengikut dan budak si mata satu alias Dajjal ini memang sudah ditakdirkan menjadi musuh utama Islam. Maka untuk membantu saudara-saudara kita yang tertindas baik di Palestina atau dimanapun mereka berada apakah yang dapat kita lakukan, selain berdoa tentunya?

Marilah kita bersatu, minimal untuk tidak membelanjakan harta kita di supermarket atau toko-toko yang mereka modali, tidak menyekolahkan anak-anak kita di sekolah-sekolah yang beraliansi dengan mereka serta mencari informasi yang akurat, tidak hanya berdasarkan berita yang mereka sebarkan melalui media-media yang mereka kuasai.

scan10001

( Gambar diambil dari Koran Republika 11/7/2006)

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta,7 Juli 2006

Vien AM.

Read Full Post »

Yakub as bin Ishaq as bin Ibrahim as memiliki nama lain yaitu Israel. Israel inilah kakek moyang bangsa Israel atau bangsa Yahudi. Jadi sebenarnya bangsa Arab dan bangsa Yahudi adalah bersaudara. Nasab mereka bertemu pada garis Ibrahim as karena Ismail as dan Ishaq as adalah kakak beradik dari ayah yang sama yaitu Ibrahim as walaupun ibu mereka berbeda. Ishaq menurunkan garis bangsa Yahudi sedangkan Ismail adalah kakek bangsa Arab yang kelak menurunkan Muhammad saw. Ibrahim as sendiri adalah seorang pendatang di negri Palestina. Ia berasal dari Mesopotamia.

Yakub memiliki 12 anak laki-laki, yang ke 11 adalah Yusuf as. Ketika Yusuf masih kanak-kanak, saudara-saudaranya merasa bahwa ayah mereka lebih menyayangi Yusuf dari pada mereka. Meski sebenarnya sikap sang ayah yang sangat melindungi Yusuf tersebut bukannya tanpa sebab. Yaitu karena mimpi yang dialami Yusuf ( lihat surat Yusuf ayat 4 dan 5), yang memang di kemudian hari terbukti Yusuf adalah seorang ahli tafsir mimpi ( lihat surat Yusuf ayat 45).

Disebabkan perasaan cemburu dan dengki inilah mereka kemudian melemparkan Yusuf kecil ke sebuah sumur. Namun Allah SWT berkehendak lain, Yusuf diselamatkan para khafilah dagang yang menemukannya di dasar sumur. Kemudian Yusuf dibawa ke Mesir dan dijadikan budak. Dalam Al-Qur’an surat ke 12 yaitu surat Yusuf diceritakan secara panjang lebar bahwa Yusuf as selain diangkat menjadi salah satu utusan Allah juga berhasil menduduki jabatan penting di negri Mesir.

Disitu juga diceritakan bahwa akhirnya ia berhasil bertemu kembali dengan keluarga besarnya. Ia memaafkan saudara-saudaranya dan kemudian memboyong keluarga besarnya tersebut ke negri Mesir. Hal ini diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 2150 SM. Sebagai tamu keluarga pembesar negara, mereka mendapat kedudukan dan perlakuan yang baik di negri tersebut. Namun tak lama setelah Yusuf wafat, dibawah kekuasaan para firaun mereka diperlakukan sebagai budak oleh bangsa Mesir. Ini terus terjadi selama ratusan tahun.

Hingga tiba suatu saat, Musa as diperintah Allah SWT untuk menyelamatkan dan membebaskan mereka dari perbudakan. Namun sayang, setelah pertolongan Allah datang dengan dibelahnya laut Merah, keturunan Yakub tersebut tidak memiliki nyali untuk masuk ke negri Palestina yang ketika itu dikuasai oleh bangsa Kana’an yang gagah perkasa. Padahal melalui Musa as dan Harun as, Allah SWT memerintahkan mereka untuk memasuki negri tersebut. Tampak bahwa keimanan dan rasa syukur mereka kepada-Nya begitu tipis. Bahkan ketika Allah SWT memanggil Musa as ke bukit Tuur di Sinai untuk menerima Taurat yang berisi perintah-perintahNya selama 40 hari, dipimpin salah satu murid Musa yang bernama Samiri, mereka malah membuat sapi emas sebagai sesembahan. Musa begitu gusar dan kecewa begitupun Allah SWT hingga akhirnya mereka dikutuk selama 40 tahun tidak memiliki tanah dan tempat tinggal tetap. Mereka hidup nomad di sekitar bukit Sinai.( lihat QS.Al-Maidah(5):26).

Setelah itu Allah SWT mengutus Yusya bin Nun memimpin generasi berikutnya untuk memasuki tanah Palestina. Setelah melewati sejumlah peristiwa ( lihat QS.Al-Baqarah(2):58-59, 246-251) akhirnya Daud as berhasil mendirikan kerajaan Yahudi di tanah tersebut dengan ibu kota Yerusalem. Di bawah pemerintahan putranya, Sulaiman as, mereka membangun rumah peribadatan, yang kelak dinamakan Haekel atau kuil Solomon oleh bangsa Yahudi. Namun fondasi masjid ini sesungguhnya telah didirikan jauh sebelumnya oleh Yakub as, yaitu 40 tahun setelah dibangunnya Masjidil Haram di Mekkah. Pada ayat 96 surat Ali Imran, diterangkan bahwa rumah/bait tertua di muka bumi adalah Masjidil Haram dimana didalamnya terdapat Ka’bah.

Bangsa Yahudi dibawah Daud as dan Sulaiman as berada pada puncak kejayaannya. Kerajaan ini berdiri pada sekitar 1010 SM – 927 SM . Namun raja-raja yang menggantikan Sulaiman setelah wafatnya adalah raja-raja yang zalim dan tidak mentaati ajaran Allah SWT. Mereka menyembah dewa-dewa disamping menyembah Tuhan yang mereka namakan ’Yahweh’. Hingga akhirnya lenyaplah kekuasaan kerajaan tersebut. Demikian pula Tabut, meja kecil keramat tempat penyimpanan lembaran-lembaran ( shuhuf )suci mereka beserta Taurat versi aslinya ikut ra’ib. ( lihat surat Al-Baqarah ayat 248).

Kemudian pada tahun 587 SM, raja Nebukadnezar dari Babilonia datang membantai bangsa ini. Haekel Solomon tidak luput dari penghancuran. Seluruh warga kota dijadikan budak. Namun setelah raja tersebut meninggal, mereka dibebaskan. Kezalimanpun kembali meraja lela. Mereka tetap menyembah dewa-dewa disamping ’Yahweh’. Lebih dari itu, mereka kemudian memproklamirkan diri sebagai bangsa pilihan Tuhan. Mereka mengatakan bahwa hanya bangsa Yahudi yang berhak menguasai dunia. Bangsa lain adalah bangsa yang rendah dan terkutuk.

Para Rasul yang datang untuk mengingatkan agar mereka kembali ke jalan yang benar, antara lain Zakaria, Yahya dan terakhir Isa as yang diutus pada sekitar tahun 30 M, mereka dustakan dan bunuh / ’salib’. Walaupun sebenarnya itu hanya dugaan mereka saja karena Allah swt telah mengangkat Isa as. ( lihat surat An-Nisa ayat 157 -158). Demikian pula, Rasulullah Muhammad saw, beliau juga tidak luput dari usaha pembunuhan yang berkali-kali mereka kerjakan.

” dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa”. ( Terjemah QS. An-Nisa(4):157).

“Penyaliban ” Isa as terjadi pada masa kekuasaan kerajaan Romawi dimana ketika itu hidup  seorang Yahudi yang sangat membenci Isa as dan ajarannya.  Itulah Paulus (nama aslinya Saul). Paulus inilah yang pertama kali mengacak-acak isi Injil dan menamakannya sebagai ajaran Kristen. Nabi Isa as sendiri sebenarmya tidak pernah meng-klaim ajaran yang dibawanya sebagai ajaran Kristen. Karena sejatinya ajaran yang dibawanya itu khusus untuk orang Yahudi yang ketika itu banyak yang tersesat. Paulus memasukkan ide-ide filsafat Yunani dalam ajaran Yesus yang di dapatnya dari murid Yesus.

https://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/2010/08/25/p-a-u-l-u-s-atau-s-a-u-l/

Selama tiga abad ajaran Kristen ini terus berkembang di kalangan masyarakat Romawi. Di sisi lain, masyarakat Romawi pada umumnya, adalah masyarakat pagan. Mereka sedang menantikan datangnya anak dewa matahari, dewa sesembahan mereka. Konstantin I, sang kaisar Romawi menjadi khawatir akan kehilangan pamor dan kekuasaan. Maka pada tahun 325 M ia segera membentuk sebuah dewan yang kemudian menghasilkan sebuah deklarasi yang dikenal dengan nama ’deklarasi/konsili Nicea’ (’Nicene Creed’).

https://id.wikipedia.org/wiki/Konsili_Nicea_I

Deklarasi ini intinya menerangkan bahwa agama Kristen adalah agama resmi kerajaan dan Isa as ditetapkan bukan lagi ’hanya’ utusan Tuhan melainkan justru anak Tuhan itu sendiri (sebagai ganti anak dewa matahari) yang malah lebih parah lagi dengan substansi yang sama pula dengan Tuhan ‘ bapak’. Itulah doktrin Trinitas. Dengan demikian ia berhasil menyatukan masyarakatnya dari perpecahan. Namun sebagai dampaknya, Yahudi dan ajarannya menjadi tersingkir. Mereka dimusuhi dan tidak lagi mendapat tempat hingga akhirnya sebagian besar dari mereka terusir dari Yerusalem yang ketika itu takluk dibawah kerajaan Romawi. Mereka ber’diaspora’ ke berbagai tempat, diantaranya ke Madinah, Yaman dan negara-negara Eropa.

Sekitar tahun 620 M, ketika Rasulullah Muhammad saw melaksanakan Isra’ Mi’raj ke Sidratul Muntaha, Rasulullah sempat melaksanakan shalat di masjid Al-Aqsha ( kuil Solomon) yang ketika itu merupakan kiblat shalat umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka’bah di Mekah. Namun 18 tahun kemudian ketika akhirnya pasukan Muslim berhasil menaklukan Syam termasuk Yerusalem, keadaan masjid ini sama sekali tidak terawat. Penguasa Romawi sebagai penguasa terakhir daerah tersebut menjadikan reruntuhan masjid / kuil sebagai tempat pembuangan sampah.

Sampai-sampai ketika Sang Khulafaul Rashidin, Umar bin Khatab datang mengunjungi lokasi tersebut , diceritakan bahwa ia tidak dapat melewati lokasi masjid disebabkan begitu tingginya tumpukan sampah yang mengitarinya. Tidak diketahui sejak kapan persisnya rumah ibadah tersebut runtuh dan tidak lagi dipergunakan sebagai tempat peribadatan. Tempat ibadah tersebut baru diperbaiki dan diaktifkan sebagai tempat ibadah umat Islam di bawah kekhalifahan Islam.

Selanjutnya pada awal abad ke 10 M, terjadi kesalah-fahaman antar penduduk Yerusalem. Padahal selama hampir 4 abad dibawah kekuasaan kekhafilahan kota tersebut aman bagi seluruh pemeluk agama, baik Islam, Nasrani maupun Yahudi. Hal ini memicu ketegangan hingga akhirnya meletuslah Perang Salib ( The Crusaders ) yang diprovokasi oleh Paus Urban yang ketika itu berkedudukan di Perancis Selatan. Menempuh perjalanan yang sangat jauh pasukan ini secara sadis dan membabi buta menyerang Yerusalem dan sekitarnya. Namun tampaknya pihak Salib tidak menyadari bahwa sesungguhnya ada yang memanfaatkan situasi tersebut, yaitu orang-orang Yahudi. Mereka diam-diam menyusup kedalam pasukan Salib. Tujuan mereka bulat, yaitu disamping mencari Tabut yang telah lama hilang juga merebut Yerusalem untuk kemudian mendirikan kembali kuil atau Haekel Solomon. Pasukan Yahudi ini dikenal dengan nama Knight Templar.

Dalam Perang yang berlangsung berkali-kali selama hampir 200 tahun, Pasukan Salib nyaris tidak pernah menang. Pada akhirmya pihak Salibpun menyerah. Mereka menyadari bahwa pasukan Muslim terlalu kuat untuk dikalahkan dengan perang senjata secara terbuka. Perang di jalan Allah adalah jihad dan kematian adalah surga. Oleh karena itu pasukan Muslim tidak pernah takut mati. Maka pasukan Salibpun memilih jalan lain untuk mengalahkan pasukan Muslim yaitu melalui perang Pemikiran ( Al-Gazwl Fikri). Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, Demokrasi, Feminisme, faham-faham kebangsaan, faham Materialisme dan Kapitalisme, isu-isu HAM adalah contohnya. Semua ini dimaksudkan untuk memecah belah rasa persatuan umat Islam.

Sementara itu, usai Perang, pasukan Salib kembali ke negaranya, sebagian besar ke Perancis selatan. Namun di tempat tersebut, para Knight Templar berprilaku buruk, rasis dan sering melanggar janji. (Ini pula salah satu penyebab, mengapa pada masa Rasulullah orang-orang Yahudi diusir dari Madinah). Munculnya ‘ anti semit ‘ di Eropa yang menjadi salah satu pemicu ’Holocaust’ juga oleh sebab tersebut). Lebih dari itu, pihak gereja melihat bahwa mereka telah melakukan penyimpangan ajaran Kristen. Akhirnya merekapun diusir bahkan sebagian harus menerima hukuman bakar sebagai hukum yang umum berlaku ketika itu.

Namun mereka tidak putus asa. Mereka segera membentuk kelompok rahasia yang merupakan cikal bakal organisasi berpengaruh di dunia, yaitu Freemason. Tujuan mendesak mereka adalah mencari tanah kosong, tempat yang aman agar mereka bebas bertindak dan berprilaku. Dan tanah itu adalah tanah suku Indian, yaitu benua Amerika sekarang ini. Di kota New York inilah kaum Yahudi menancapkan kuku-kukunya dengan kuat. Untuk mencari dukungan, baik materi maupun spirit, juga sekaligus mengaburkan niat sejati mereka, mereka kemudian mencampur-adukkan ajaran Yahudi dan Kristen. Perjanjian baru (Injil) dan perjanjian lama ( Taurat) yang memang sudah mengalami distorsi, digabung menjadi satu.

https://id.wikipedia.org/wiki/Freemasonry

Mereka menyebut diri sebagai Yahudi Kristen (Kristen Zionis). Dalam perjalanannya kelompok ini terus berkembang membentuk organisasi-organisasi elite, diantaranya adalah Illuminaty. Gerakan ini bekerja secara rahasia dan dengan sangat rapi menyusup ke segala bidang seperti lembaga keuangan, telekomunikasi, media, perfilman, budaya, sosial dan politik bahkan juga LSM di berbagai negara. Anggotanya orang-orang terhormat, kaya dan memiliki pengaruh besar di masyarakat lokal maupun dunia.

Hebatnya, mereka tidak mewajibkan anggotanya harus menjadi Yahudi. Karena sejatinya seperti juga Konstantin I, sang kaisar Romawi yang berinisiatif menjadikan Isa as sebagai Tuhan, adalah penganut agama pagan, penyembah dewa matahari. Tujuan utama mereka satu, yaitu kembali ke tanah yang ’dijanjikan’, itulah tanah rakyat Palestina, demi mendirikan kembali negara Israel Raya plus Haekelnya, dengan ibu kota, Yerusalem!

Rencana panjang yang disusun secara amat matang ini mulai membuahkan hasilnya pada tahun 1917, yaitu pada era pasca Perang Dunia I dengan adanya Perjanjian Balfour. Dengan dikalahkannya kerajaan Islam – Ottoman oleh pihak sekutu, maka Inggris memberikan dukungan bagi berdirinya negara Zionis di tanah Palestina yang sebelumnya termasuk wilayah kekuasaan Ottoman. Dukungan ini baru terealisasi pada tahun 1948. Namun hingga kini sebagian negara berpenduduk Muslim, termasuk Indonesia, tidak mengakui keabsahan negara Israel ini.

Melalui berbagai media informasi dewasa ini, dapat kita saksikan betapa ternyata Israel tidak cukup puas dengan menguasai tanah rakyat Palestina. Mereka terus berlaku semena-mena tidak hanya kepada penduduk asli namun juga ke negara-negara tetangganya. Saat ini Al-Aqsa, masjid ke 3 kaum Muslimin ini terus mereka gali dan hancurkan secara sembunyi-sembunyi agar Haekel dapat segera berdiri kembali. Mereka berupaya meluaskan kekuasaan dan ingin menjadikan tata dunia baru (The New World Order) dengan standard prilaku dan kemauan mereka dibawah kepemimpinan Dajjal, ” Si Messiah” yang masih dinanti kedatangannya hingga saat ini.

https://www.kompasiana.com/chilso/the-new-world-order-tata-dunia-presiden-dajjal_5664bee3d87a61f808af60c5

http://lingkarannews.com/tentang-astana-khazakhstan-ibukota-new-world-order-illuminati-capital/

Namun yang tak kalah pentingnya, umat Islam harus terus waspada terhadap segala siasat dan fitnah busuk sekaligus canggih yang dilemparkan Zionis Yahudi demi memenangkan pertempuran akhir zaman. Rasulullah telah mengingatkan bahwa di akhir zaman nanti akan muncul kekhalifahab dibawah Imam Mahdi. Dan dibawah khalifah inilah kekuasaan Yahudi dibawah Dajjal akah dikalahkan secara telak. Itu sebabnya dimunculkan ISIS, si khalifah gadungan  !! ( update Juni 2018).

http://spionase-news.com/2018/05/19/akhirnya-terungkap-pimpinan-isis-ternyata-agen-mossad-israel/

https://rumaysho.com/725-kedatangan-imam-mahdi-yang-dinanti-nanti.html

 

Wallahu’alam bishawab.

Jakarta, 31 Maret 2008.

Vien AM.

Read Full Post »

Mengapa Hamas melempar roket ke Israel? Banyak pihak yang menyalahkan Hamas karena hal tersebutlah yang menjadi pemicu ’kemarahan’ Israel hingga ia ’terpaksa’ membombardirGaza dan sekitarnya yang dianggap sebagai sarang ’teroris’ Hamas. Dengan alasan yang sama pihak Amerika Serikat mendukung operasi Israel tersebut. ” Untuk menghentikan kekerasan, Hamas harus berhenti menembakkan roket ke Israel demi menghormati gencatan senjata yang berkelanjutan dan bertahan lama”, kata juru bicara Gedung Putih, Gordon Johndroe.

Oleh sebab itu pada tanggal 28 Desember atau 30 Zulhijjah, tepat beberapa saat sebelum pergantian tahun baru Islam, Israelpun’mengeksekusi sang teroris’ dengan menjatuhkan bom-bomnya melalui sejumlah jet tempur pada230 titik di Gaza dan sekitarnya. Padahal tanah ini dipenuhi puluhan ribu pengungsi Palestina yang terusir dari tanah dan rumah mereka sendiri yang diduduki Israel sejak tahun 1948.

Menjadi pertanyaan besar, benarkah cara, alasan dan waktu yang dipilih Israel untuk menghukum Hamas? Berikut beberapa fakta menarik :

1. Rakyat Palestina telah mendiami wilayah Gaza, Tepi Barat dan seluruh tanah yang saat ini di’klaim’ sebagai tanah Israel sejak ribuan tahun lamanya secara turun temurun.
2. Dengan berakhirnya PD I pada tahun 1917, yang dimenangkan sekutu, Inggris menjanjikan tanah Palestina sebagai hadiah bagi orang-orang Yahudi yang dianggap telah membantu sekutu dalam memenangkan perang tersebut.
3. Sejak adanya perjanjian diatas, orang-orang Yahudi mulai berdatangan ke Palestina. Maka mulai saat itu sering terjadi bentrokan antara penduduk asli Palestina dengan pendatang baru Yahudi.
4. Pada tahun 1948,didukung Amerika Serikat, Inggris dan sekutunya termasuk PBB, Israel mengumumkan bahwa tanah Palestina adalah milik Israel tanpa memperdulikansuara penduduk asli Palestina. Dengan kata lain Israel telah mendirikan sebuah negara di atas tanah rakyat Palestina. Bahkan secara sepihak, tanpa izin PBB, Israel mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota negri tersebut.
5. Sejak itu orang-orang Yahudi yang semula tersebar di seluruh dunia secara terang-terangan dan mencolok mata berhamburan memasuki tanah Palestina. Untuk itu pemerintah Israel mendirikan dan membangun ribuan tempat tinggal bagi para pendatang tersebut lengkap dengan segala fasilitasnya. Sebaliknya bagi penduduk asli, mereka makin terpinggirkan dan tersisih.
6. Muncul gerakan Intifada I pada tahun 1987 yaitu gerakan perlawanan rakyat Palestina dengan melempar batu. Diikuti Intifada II atau Intifada Al-Aqsha, yang timbul sehubungan dengan adanya penodaan terhadap masjid Al-Aqsha pada tahun 2000. Harap dicatat dalam peristiwa tersebut 900 anak Palestina menjadi korban tewas!
7.Tahun 2006, Hamas memenangkan Pemilu Palestina yang dilaksanakan secara demokrasi. Namun otoritas Israel tidak mau mengakuinya. Otoritas sejak lama memang telah memusuhi Hamas karena organisasi yang didukung sebagian besar rakyatini dianggap berani melawan otoritas. Anehnya lagi, negara-negara barat yang mengaku diri sebagai negara demokrasi mengekorkebijaksanaanIsrael tersebut.
8. Sejak Juni 2007 Hamas menguasai Gaza. Maka pihak otoritaspun memberlakukan blokade terhadap wilayah tersebut.
9. Ketegangan antara Hamas dan pihak otoritas terus meningkat hingga terjadi genjatan senjata pada Juni 2008. Berakhirnya gencatan senjata pada Desember 2008 tidak menghasilkan dibukanya blokade Gaza. Maka Hamaspun mulai melemparkan roket-roketnya ke wilayah Israel.

Dari sejumlah bukti dan fakta diatas, alasan Israel memborbadir Gaza dan sekitarnya adalah karena penembakkan roket yang dilakukan Hamas, jelas tidak dapat diterima. Apalagibila mengutip perkataan Ehud Barak, mentri Pertahanan Israel yang diberitakanharian Israel Haaretz. Ia mengatakan bahwaia telah memerintahkan penyerangan tersebut sejak enam bulan yang lalu, padahal ketika itu Palestina dan Israel baru saja menandatangani kesepakatan genjatan senjata!

Diluar itu, pantaskah serangan roket yang dilakukan Hamas dibalas dengan serangan ke seluruh penjuru Gaza dengan menjatuhkan sejumlah besar bom yang ditembakkan melaui jet-jet tempur dan mengakibatkan 2000-an orang terluka dan lebih 420 orang tewas, 100 diantaranya rakyat sipil termasuk kanak-kanak? Juga merontokkan sejumlah bangunan perumahan, perkantoran dan bahkan masjid serta rumah sakit?

Bagaimana pula dengan pemilihan waktunya? Mengapa harus menjelang tahun baru Islam? Padahal tahun baru Hijriyah bagi pemeluk Islam sangat mulia artinya. Tahun hijrahnya (pindah) Rasulullah dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 M ini ditetapkan sebagai tahun baru umat Islam sebagai tanda dimulainya tonggak sejarah kegemilangan serta kejayaan Islam.

Berdasarkan pengamatan para saksi mata yang terdiri dari relawan manca negara yang beberapa kali terjun dan membantu rakyat Gaza yang memang sering kekurangan pangan dan obat-obatan, rakyat Gaza hidup dalam kondisi yang amat mengenaskan. Sejak lama pengangguran terjadi dimana-mana. Kemiskinan meraja lela. Fasilitas pendidikan, kesehatan bahkan air dan listrikpun amat minim. Pihak otoritas Israel tidak saja hanya menghancurkan ribuan rumah namun juga sebagian besar tanah pertanian yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan berbagai cara, halus maupun kasar, pihak otoritas memaksa penduduk asli keluar dari tanah air mereka sendiri.

Pemerintah dengan sengaja tidak menyediakan pemukiman dengan fasilitas kebersihan, air, listrik dan pangan yang memadai. Bahkan sebagian besar terpaksa hidup dalam pengungsian. Gaza adalahsalah satu wilayah yang penuh dengan pengungsian tersebut. Wilayah di sudut barat daya Israel yang sempit ini tidak mempunyai jalan keluar selain laut dan perbatasan dengan Mesir. Untuk keluar dari tempat ini penduduk harus melewati cek poin yang dibangun Israel dan jumlahnya hingga ratusan. Cek poin inidikontrol dan dijaga ketat oleh otoritas Israel yang diperlengkapi senjata!

Menurut Konvensi Jenewa 1949, status Gaza dan Tepi Barat di mata internasional adalah occupied territories atau daerah pendudukan. Karenanya kedua daerah tersebut berhak atas sejumlah perlindungan dari pihak yang mendudukinya alias Israel. Hak tersebut diantaranya adalah hak kesejahteraan dan keamanan. Namun kenyataannya adalah sebaliknya. Mereka hidup terisolasi di rumahnya sendiri. Masyarakat Palestina sudah terlalu lama mengalah kendati mereka diperlakukan tidak adil. Itu sebabnya mereka sangat berharap akan bantuan Hamas dalam membebaskan mereka dari boikot dan terutama pendudukan Israel yang sangat jauh dari keadilan. Rakyat Palestina seperti juga normalnya rakyat di belahan duniamanapun mendambakan negrinya bebas dari penjajahan pihak manapun, tidak Israel, tidak Amerikatidak juga negri-negri Arab. Yang mereka inginkan hanyalah Gaza dan Tepi Barat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Tidaklebih! Meski bila mereka menginginkan seluruh tanah yang saat ini dikuasai Israelpun sebenarnya sah-sah saja. Salahkan itu?

Namun tampaknya para petinggi Zionis Israel telah berhasil mencekoki masyarakat Yahudi dengan doktrin Holocaustnya. Kaum Yahudi dibuat begitu bernafsu untuk menguasai tanah Palestina secara mutlak dan keseluruhan. Dengan perasaan penuh dendam kesumat mereka berusaha membalas sakit hati mereka dengan membantai habis-habisan penduduk asli Palestina yang ingin mereka kuasai tanahnya. Padahal semua orang yang mengikuti masalah Holocaust pasti tahu persis bahwa Nazi dibawah Hittlerlah penyebabnya bukan bangsa Palestina maupun bangsa Arab apalagi masyarakat Muslim! Itupun bila Holocaust memang benar-benar terjadi sedasyat yang di dengung-dengungkan Zionis.

Kesimpulannya, jelas terlihat tindakan Israel dan sekutunya memang sengaja dimaksudkan untuk menghapuskan bangsa Palestina secara khusus (Genocide) dan memusuhi masyarakat Islam secara umum. ( Temuan terakhir : Beberapa hari sebelum penyerangan, Israel sedang melakukan negosiasi dengan British Gas (BG), kontraktor yang sedang menangani ladang gas dengan hasil fantastis yang belakangan ditemukan di sepanjang jalur Gaza !?!)

Lalu bagaimana reaksi kita sebagai umat Islam ? Patutkah kita hanya berpangku tanganmenyaksikan saudara-saudara kita dibantai habis-habisan? Pantaskah harga diri kita diinjak-injak seenaknya setelah Rasulullah dan para sahabat berjuang dengan susah payah menegakkan agama ini?Pemerintah telah berinsiatif mengirim bantuan uang, makanan serta obat-obatan lengkap dengan tim medisnya. Begitu pula sejumlah ormas seperti MER-C, Bulan Sabit Merah dll. Tetapi cukupkah itu semua? Israel dibantu pemerintah Amerika Serikat terlalu kuat dan kaya untuk ditentang. Marilah kita berkorban sedikit denganmemboikotbarang-barang Amerika/Yahudi. Kurangi konsumsi barang dan makanan kedua negara tersebut.

Dari Abu Abbas Abdullah bin Abbas ra, Rasulullah bersabda : ……” Ketahuilah, seandainya manusia bersatu untuk memberikan suatu kebaikan kepadamu, mereka tidak akan mampu, kecuali yang sudah ditetapkan Allah untukmu. Dan seandainya manusia bersatu untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan mampu, kecuali keburukan yang telah ditetapkan Allah untukmu…”.( HR Tirmidzi)

Sementara hadis lain meriwayatkan, ketika umat Islam mengalami tekanan, peperangan serta kezaliman, selama satu bulan Rasulullah membaca doa qunut nazilah pada rakaat terakhir setiap shalat fardhu yang dikerjakannya. Doa ini dibaca setelah bangun dari rukuk sebelum sujud.

Apa hubungan antara kedua hadis diatas dan situasi di Palestina saat ini? Berdasarkan hadis pertama, harus diyakini bahwa kebaikan maupun keburukan yang terjadi adalah merupakan sebuah takdir yang telah ditetapkan-Nya. Dengan kata lain, berapapun besar bantuan yangdisalurkan umat Muslim kepada saudara-saudara kita di Palestina, baik itu bantuan raga dengan ikut membantu berperang, harta, makanan, medis, moril, boikot maupuntekanan kepada PBB agar mendesak Israel mau menghentikan serangan brutalnya, bila Allah berkata ”tidak” maka sia-sialah semua bantuan tersebut.

Namun berdasarkan hadis berikutnya, dengan mencontoh Rasulullah membaca doa qunut nazilah pada setiap shalat fardhu yang seharusnya memang dilakukan secara berjamaah, Allah swt akan menjadikan berbagai bantuan kaum Muslimin di atas sebagai kemenangan atas pihak yang telah menindas saudara-saudara kita di Palestina. Inilah yang dimaksud dengan ’ketetapan’ Allah pada hadis pertama diatas. Persoalannya sekarang, maukah kita melakukannya?
Berikut doa Qunut Nazilah (Hadist diriwayatkan oleh Umar Bin Khatab) :

Alloohummaghfir lilmu’miniina wal mu’minaat
Wal muslimiina wal muslimaat
Wa allif baina quluubihim
Wa ashlih dzaata bainahum
Wanshur ‘Alaa ‘Aduwwika wa’aduwwihim

Allohummal’in kafarota ahlil kitaabil ladziina
Yukadzibuuna rusulaka wayuqottiluuna auliyaa aka
Alloohumma khollif baina kalimaatihim
Wazalzil Aqdaamahum
Wa anzilbihim ba’sakalladzii layuroddu ‘anil
qaumil mujrimiin

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Allohumma innaanasta’iinuka

Artinya:

” Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat,
Ya Allah, laknatlah orang-orang kafir yang mendustakan para RasulMu dan membunuh para kekasih-Mu,
Ya Allah cerai-beraikan kesatuan kata mereka, hancur leburkan kekuatan mereka
dan turunkanlah bencana-Mu yang tiada tertolak lagi untuk orang-orang yang penuh dengan dosa.
Dengan menyebut nama-Mu ya Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang,
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan kepadaMu” .

Catatan:
– Banyak ulama berpendapat lafaz qunut di atas bukan dari Nabi saw. Oleh karenanya bagi yang mampu menyusun doa dalam bahasa arab boleh menyusun doanya sesuai dengan keadaan musibah.

“ Jangan pernah merasa cukup untuk beramal kebaikan”

Jakarta, 3 Januari 2009.
Vien AM.

Read Full Post »

Hati yang membatu

Seorang gadis kecil berumur 4 tahun sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba entah dari mana muncul tentara Israel dengan senapan ditangan. Tanpa diduga serdadu tersebut langsung memuntahkan pelurunya ke tubuh gadis kecil dihadapannya itu. Tubuh gadis kecil malang tersebutpun langsung tersungkur dibuatnya.

Mendengar suara tembakan yang begitu dekat kedua orang-tuanya segera keluar dan berlari mendekati putrinya. Namun serdadu itu menghardik keduanya dengan bahasa moncong senapannya. Selanjutnya ia mempersilahkan anjing-anjing pelacak yang dibawanya untuk ‘menyantap’ tubuh kecil yang belum tentu telah tewas tersebut di hadapan kedua orang-tuanya! Perbuatan macam apakah ini?? Syaitankah atau Ibliskah mereka ?

Esok paginya orang-tua dan beberapa saudaranya datang kembali dengan maksud mengambil jasad yang sudah tercabik-cabik tersebut. Namun para serdadu tetap tidak mengizinkannya. Karena tak tahan, pada hari ke lima dua orang saudaranya nekad datang secara diam-diam untuk mengambil tubuh yang telah membusuk tersebut. Mereka ingin menguburnya baik-baik. Tetapi apa yangterjadi ? Keduanya ditembaki oleh serdadu-serdadu Israel tadi hingga tewas. Sungguh perbuatan biadab yang tidak masuk akal.

Kisah ini diceritakan oleh seorang dokter Palestina dengan air mata bercucuran. Dokter ini telah bolak balik menangani sejumlah korban baik yang terkena bom maupun yang menjadi korban kejahatan dan kebrutalan serdadu Israel di Gaza. Namun tidak pernah ia melihat korban seperti yang baru saja dikisahkannya. Peristiwa ini terjadi di Jabaliya, salah satu kamp pengungsi di Gaza. Menurut beberapa saksi mata kejadian serupa tidak hanya sekali itu saja dan kemungkinan juga terjadi di tempat lain. Para serdadu tidak mengizinkan korban untuk diangkat dan dikuburkan. Tampaknya mereka sangat menikmati pemandangan ketika anjing-anjing pelacak menyantapnya!
Mereka juga tak peduli ketika tank -tank mereka harus melindas korban meninggal yang berserakan menghalangi perjalanan mereka. Astaghfirullah….


Sementara yang sudah menjadi pemandangan biasa adalah penembakan terhadap anak di muka umum. Seorang relawan secara diam-diam berhasil mengabadikan peristiwanya. Terlihat dalam rekaman 2 orang anak jongkok berimpitan disebelah tong sampah dengan penuh ketakutan. Tak lebih dari 6 meter dihadapan mereka seorang serdadu mengarahkan moncong senapannya ke arah keduanya. Selanjutnya si serdadu memilih satu diantaranya untuk ditembak dan satu lagi dibiarkannya tetap hidup dalam kenangan buruknya.

Hingga hari ke 18 agresi Israel hari ini, korban meninggal telah mencapai 1000 orang dan lebih 4500 luka-luka. Kebanyakan korban adalah warga sipil, perempuan dan anak-anak. Bahkan dokter dan petugas medis lengkap dengan peralatannyapun tidak luput dari serangan brutal. Akibatnya para korban perang terpaksa menjalani operasi tanpa dibius terlebih dahulu. Bayangkan!

Melalui Al-Quran kita tahu bahwa sejak dahulu bangsa Yahudi adalah bangsa yang keras kepala. Padahal sesungguhnya Allah telah menentukan tanah Palestina bagi bangsa Yahudi. Dengan syarat bila mereka dapat berbuat adil terhadap penduduknya serta mentaati perintah Allah sebagaimana tercantum dalam ayat 21 dan 12 surat Al-Maidah berikut :

021. Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.

012. Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: ”Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus”.
Namun apa jawaban mereka?

022. Mereka berkata: “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.”
023. Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi ni`mat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”.
024. Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.”(QS.Al-Maidah (5):22-24)

Ternyata selain keras kepala mereka sangat pengecut, suka melanggar janji serta membunuh para nabi. Nikmat yang diberikan Allah kepada mereka tidak mampu menjadikan mereka takwa. Sifat-sifat inilah yang menyebabkan Allah mengutuk bangsa Yahudi.

026. Allah berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.“. ( QS.Al-Maidah (5):26).

155. Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.(QS.An-Nisa(4):155)

013. (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. ( QS.Al-Maidah (5):13).

Fenomena inilah yang kita saksikan saat ini. Hati mereka keras seperti batu. Mereka tega membantai dan menyiksa sesama manusia tanpa sedikitpun perasaan belas kasihan. Maha benar Allah dengan segala firmannya Maka ketika hati nurani ini tidak lagi terasa bergertar ketika menyaksikan ketidak adilan dan kebiadaban terjadi di hadapan kita, waspadalah! Jangan-jangan Allah telah mengutuk kita sehingga hati ini menjadi keras membantu. Naudzubillah min Dzalik..

Jakarta, 15 Januari 2008
Vien AM.

Read Full Post »

Salman Al-Farisiy adalah salah satu sahabat Rasulullah yang terkenal gigih dalam memperjuangkan tegaknya kebenaran agama Allah. Ia berkebangsaan Persia. Ia memeluk Islam pada periode Madinah. Ayah Salman adalah seorang kepala sebuah desa bernama Jayy, Isfahan di Persia. Keluarganya memeluk agama Majusi. Salman diberi tugas ayahnya untuk menjaga nyala api pemujaan agar jangan sampai padam walau hanya sekejap. Ayahnya begitu menyayanginya hingga tidak pernah mengizinkan Salman pergi kemanapun.

Suatu hari karena ayah Salman sibuk, maka ia meminta Salman agar memeriksa ladang mereka yang terletak agak jauh dari rumah. Sang ayah berpesan agar ia pergi tidak terlalu lama sehingga akan menyebabkan Sang ayah khawatir akan keselamatannya.

Namun dalam perjalanan menuju ladang, Salman muda yang selalu tinggal di rumah melewati sebuah gereja. Ketika ia melongok apa yang dikerjakan orang-orang didalam gereja tersebut ia merasa takjub dan berkata dalam hati bahwa agama ini jauh lebih baik dari agama keluarganya. Maka iapun menanyakan dari manakah agama ini berasal, yang kemudian dijawab : “dari Syam”.

Karena ketertarikannya ia tinggal disana hingga matahari terbenam dan ketika ia pulang kerumah, ternyata ayahnya sedang sibuk mencarinya. Kemudian ketika Salman menceritakan pengalamannya, sang ayah menjadi marah dan mengatakan bahwa agama tersebut tidak cocok untuk keluarga mereka. Maka Salmanpun dihukum, kakinya dibelenggu dan ia dikurung dalam rumah.

Beberapa waktu kemudian, Salman menyuruh orang untuk menemui beberapa orang Nasrani dan berpesan bahwa ia ingin melarikan diri dari rumah dan mengikuti para saudagar Nasrani itu pergi ke Syam. Maka dengan bantuan mereka, akhirnya Salman berhasil meninggalkan rumah dan tiba di negeri Syam. Segera Salman ikut bergabung dengan seorang uskup di gereja dan tinggal bersamanya. Namun ia kecewa ternyata sang pendeta berkelakuan buruk. Ia menganjurkan pengikutnya untuk banyak mendermakan harta namun harta yang banyak itu ia tumpuk sendiri demi kepentingan pribadi. Tak lama kemudian setelah sang uskup wafat, Salman menceritakan keburukan sang uskup hingga akhirnya para pengikutnya tidak jadi memakamkannya dan malah menyalib dan melempari jenazah tersebut.

Setelah itu untuk menggantikan uskup yang telah wafat tersebut kemudian diangkat uskup lain. Kali ini ia seorang uskup yang jujur. Namun sayang, Allah SWT tidak memanjangkan umurnya. Hingga tiga kali Salman hidup berpindah-pindah dan tinggal bersama uskup dibeberapa negeri dan ketiganya adalah orang yang hidup zuhud serta tekun beribadat. Salman amat mencintai mereka.

Akhirnya uskup yang ketiga, yaitu uskup di Rumawi, sebelum ajal meninggalkan pesan pada Salman bahwa saat ini (saat dimana uskup dan Salman hidup) amat jarang orang Nasrani yang menekuni agama sebagaimana yang dilakukannya. Ia juga mengatakan bahwa saat ini telah datang seorang Nabi yang diutus Allah SWT membawa agama Ibrahim. Nabi ini bersedia menerima hadiah namun tidak bersedia menerima sedekah dan beliau memiliki tanda kenabian diantara kedua tulang belikatnya. Nabi ini akan muncul di negeri Arab. Ia menambahkan bahwa sebenarnya kaum Nasrani telah mengetahui hal tersebut karena kitab mereka memang telah mengatakannya namun banyak diantara mereka yang nantinya akan menyangkal kebenaran tersebut.

“ Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya”.(Kitab-Ulangan 18:18).

“ Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.(QS.Ash-Shaff(61):6).

Maka demi memenuhi keinginan untuk segera bertemu dengan Sang Nabi baru, Salmanpun segera mengumpulkan bekal untuk perjalanan ke negeri Arab. Namun sayang, ditengah perjalanan ia dizalimi. Setelah dirampok iapun dijual dan dijadikan budak oleh seorang Yahudi. Tak lama kemudian ia dijual kembali kepada orang Yahudi lain yang tinggal di Madinah. Salman menyimpan harapan agar ditempat ini ia akan segera berjumpa dengan Sang Kekasih Allah.

Suatu hari, ketika ia sedang berada di atas pohon kurma untuk menjalankan perintah majikannya, ia mendengar seseorang berteriak : “ Celakalah orang-orang Bani Qailah, mereka sekarang sedang berkumpul di Quba, menyambut kedatangan seorang dari Makkah yang mereka pandang sebagai Nabi!”.

Maka malam hari itu juga ketika si majikan sedang tidur, Salman segera menuju Quba dan membawa beberapa jenis makanan untuk diberikan kepada Sang Nabi dan mengatakan bahwa itu adalah sedekah. Sang Nabi menerimanya dan menyuruh orang-orang untuk memakannya namun beliau sendiri tidak turut menyantapnya.

Salman berkata dalam hati “Inilah tanda pertama..”. Keesokkan harinya ia kembali lagi dan membawa beberapa jenis makanan, namun kali ini ia mengatakan bahwa ini adalah hadiah. Sang Nabi menerimanya dan menyantapnya bersama orang-orang yang lain. Salman kembali berbisik : ” Inilah tanda kedua itu ..”. Pada kesempatan lain Salman kembali datang menemui dan berusaha untuk melihat bagian punggung Sang Nabi. Rupanya Sang Nabi mengetahui maksud Salman, iapun segera membuka pakaian atasnya. Maka Salmanpun segera melihat tanda kenabian di punggung Sang Nabi sebagaimana yang digambarkan uskup di Rumawi.

Detik itu juga Salman langsung menghambur dan memeluk Sang Nabi, Muhammad Rasulullah dengan penuh haru dan sambil menangis tersedu sedan iapun menceritakan pengalaman panjang hidupnya dalam rangka mencari kebenaran sejati. Salmanpun segera memeluk agama Allah, Islam. Semoga Allah melimpahkan rahmat sebesar-besarnya kepada hambanya yang sudi terseok-seok mencari hidayah-Nya.

Namun perjalanan Salman masih panjang. Karena kedudukannya sebagai budak ia terikat perjanjian kepada majikannya hingga ia sulit menjalankan ajaran agamanya. Untuk menebus dirinya ia harus menyediakan tiga ratus bibit kurma dan menanamnya di sebidang tanah ditambah lagi harus menyerahkan emas seberat kurang lebih 119 gram.

Namun berkat anjuran Rasulullah, maka para sahabatpun rela membantu Salman untuk mengumpulkan barang tebusan tersebut. Maka sejak itulah Salman Al Farisy R.A , sang anak Persia kesayangan ayahnya, tidak pernah meninggalkan Rasulullah dan selalu menyertai beliau dalam memperjuangkan berdiri tegaknya Islam.

“ Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah”.(QS.Luqman(31):33).

“…… Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”.(QS.Asy-Syuura(42):13).


Wallahu’alam,
Jakarta, 25/4/2007.
Vien AM.

Read Full Post »