Feeds:
Posts
Comments

Archive for July 23rd, 2016

Jadi sungguh bukan hal yang mengherankan mengapa negara-negara Islam termasuk Turki belakangan ini terus saja dilanda kerusuhan dan fitnah yang tak kunjung henti. Isu teroris yang dialamatkan kepada umat Islam makin menjadi-jadi bahkan cenderung mulai tak terkendali. ISIS contohnya, yang awalnya dicitrakan sebagai “negara Islam” yang dengan brutal menteror Barat/non Islam, belakangan mulai menampakkan belangnya dan sedikit demi sedikit memperlihatkan jati diri aslinya.  Serangan bom terhadap bandara Istanbul Turki 3 minggu sebelum kudeta, yang notabene Islam adalah buktinya.

http://donatqofficial.blogspot.co.id/2015/03/isis-dibuat-oleh-cia-dan-mossad-untuk.html

Juga serangan terhadap Nice, kota pelabuhan di selatan Perancis yang belum lama terjadi. Dalam tragedy brutal yang menewaskan 84 orang dimana sebuah truk tronton sengaja ditabrakkan ke sekumpulan orang yang sedang menyaksikan pesta kembang api dalam rangka kemerdekaan Perancis itu, ternyata korban/sasaran pertamanya adalah seorang Muslimah yang menjalankan ajarannya dengan baik. Bahkan berdasarkan laporan terakhir lebih dari 1/3 korban adalah Muslim !

http://international.sindonews.com/read/1123921/41/isis-klaim-bertanggung-jawab-atas-teror-nice-1468668262

Memang berdasarkan pemeriksaan polisi, si penabrak yang kemudian tewas ditembakaparat, adalah seorang yang mengaku Muslim. Pria keturunan Tunisia itu bernama Mohamed Lahouaiej Bouhlel (31). Namun para tetangganya mencermati bahwa pria tersebut sama sekali tidak menunjukkan keislamannya. Ia dikenal sebagai pria yang suka minum alkohol dan makan babi. Ia juga tercatat sebagai penjahat kecil yang sering membuat onar.

Begitulah cerminan anggota ISIS, persis seperti kesaksian seorang  warga Perancis yang suatu ketika pernah ditawan kelompok teroris. Ia menceritakan bahwa ia tidak pernah melihat anggota ISIS shalat maupun membaca Al-Quran. Sekedar info, di Nice jumlah penduduk Muslim yang terus saja bertambah banyak telah membuat pemerintah Perancis merasa khawatir negaranya bakal didominasi Muslim yang kebanyakan adalah pendatang.

https://iamisty.wordpress.com/artikel-islam/ketakuatan-barat-atas-jumlah-kaum-muslim/

Namun yang juga tak kalah menarik, Perancis yang masih berada dalam “masa darurat” sejak 3 bulan lalu dan harusnya akan berakhir pada 26 Juli mendatang. Mengapa justru pada perayaan kemerdekaan akbar 14 Juli sebuah truk tronton bisa berada di tengah kerumuman orang yang begitu padat ??? Dimanakah gerangan para petugas yang di beri tanggung-jawab mengamankan suksesnya “masa darurat”???

Yang juga patut diperhatikan, pemerintah Perancis yang pada tanggal 13 Juli tiba-tiba menutup perwakilan mereka di Istanbul dan Ankara demi alasan keamanan, lalu 2 hari kemudian kita dikejutkan dengan adanya percobaan kudeta di Turki. Suatu kebetulankah???

Kedutaan Perancis di Ankara, juga konsulat jenderal di Istanbul akan ditutup pada Rabu, 13 Juli, pukul 13.00, hingga pemberitahuan selanjutnya.

http://www.cnnindonesia.com/internasional/20160713182039-134-144609/perancis-tutup-kantor-perwakilan-di-turki/

Barat sangat menyadari umat Islam dengan konsep jihadnya seperti pada waktu lalu, sulit untuk dikalahkan melalui perang terbuka. Maka diciptakanlah perang pemikiran ( Gazwl Fikri). Isu Demokrasi, Toleransi, Sekulerisme, Pluralisme dan Liberlisme adalah contohnya, yang dalam prakteknya berstandard ganda alias sangat rancu, tergantung pelakunya.

Negara adi daya Amerika Serikat yang dikenal paling bernafsu melawan terorisme, contohnya. Ketika Erdogan secara resmi meminta agar otak kudeta berdarah yang sejak beberapa tahun tinggal di AS di ekstradisi, AS terlihat mempersulit permintaan tersebut. Ada apakah sebenarnya?? Mengapa AS yang merupakan sekutu terdekat sekaligus pelindung Israel ini begitu ingin melindunginya?? Perhatikan pidato Obama di depan AIPAC ( American Israel Public Affairs) beberapa tahun lalu, sesuatu yang selalu ditutupinya ketika berada di depan umum.

http://safeshare.tv/w/WfohHOLdCE

http://www.suarapalestina.com/in/?action=showdetail&seid=1103

Ironisnya tidak sedikit umat Islam yang termakan propaganda tersebut. Tidak sedikit umat Islam yang justru menyalahkan keputusan Erdogan. Begitupun dengan penetapan masa darurat yang diambil Erdogan. Ketika presiden Turki ini memutuskan status darurat bagi negaranya yang baru lolos dari percobaan kudeta, sebagaimana Perancis yang juga menetapkan masa darurat dan paska tragedi Nice memperpanjangnya, media sekuler, seperti kebakaran jenggot beramai-ramai mencemoohnya. Bahkan tega memfitnah bahwa kudeta hanyalah akal-akal Erdogan agar ada alasan membuat status darurat. Apakah itu berarti rakyat yang bangun di pagi buta kemudian ke luar rumah berbondong-bondong menghalau tentara juga bagian dari sandiwara ???

Kudeta terhadap pemerintahan yang sah, yang terpilih secara demokratis adalah berlawanan dengan demokrasi itu sendiri. Namun kudeta yang dilakukan jendral Fattah Al-Sisi pada tahun 2013 terhadap presiden Mesir Mohammad Morsi yang terpilih secara demokratis hingga kini baik-baik saja. Jendral tersebut melenggang sebagai presiden Mesir hingga detik ini.  Tidak ada kecaman serius termasuk dari negara kita yang katanya mayoritas Muslim. Untuk diingat, seperti Erdogan, Morsi juga sedang berusaha menerapkan hukum syariat begitu dirinya terpilih sebagai presiden.

http://www.portalpiyungan.com/2016/07/jokowi-tidak-mengecam-kudeta-di-turki.html

Sikap mendukung kudeta juga diperlihatkan sejumlah pejabat kita, juga media sekuler seperti MetroTv, Kompas, Tempo dan Detik. Media-media tersebut dengan sigap memberitakan kudeta penggulingkan Erdogan dengan nada kemenangan. Begitupun media Mesir yang pro militer. Setidaknya 3 surat kabar Mesir memberitakan kudeta tersebut dan menyambut dengan suka cita sebelum akhirnya meralat kegagalan kudeta. Mesir yang merupakan anggota tidak tetap DK-PBB bahkan mengajukan keberatan atas resolusi dewan agar mengecam kudeta Turki.

http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/16/07/18/oah244377-kenapa-mesir-menolak-kecaman-kudeta-turki

Sungguh pada diri sebagian kaum Muslimin tersebuti tidak tampak sedikitpun ghirah (cemburu dan marah/tersakiti/tersinggung) terhadap agama yang terdzalimi. Tidak juga terbetik adanya rasa persaudaraan sebagai sesama Muslim.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam”.( HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)

Lemahnya rasa persaudaraan diantara umat Islam ini tentu saja tidak luput dari perhatian musuh-musuh Islam. Ditambah lagi dengan adanya kaum Munafikun yang terus merongrong dari dalam. Juga mereka yang mengaku Islam tapi enggan menjalankan syariat agamanya bahkan memusuhi saudara-saudarinya sendiri yang mereka anggap kolot dan kuno karena kukuh menjalankan syariat. Juga adanya orang yang mengaku Islam namun mengabaikan ajaran agamanya sendiri agar mematuhi pemimpin, selama sang pemimpin tidak mendzalimi Tuhannya dan tidak melecehkan agamanya, layaknya imam dalam shalat.

Bukankah adanya perbedaan , selama hanya di cabang/furu’ bukan di ushul/prinsip adalah bagian dari indahnya Islam yang harus kita syukuri? Bukan malah dipertentangkan apalagi dipertajam ??

Inilah yang kemudian dimanfaatkan musuh-musuh Islam untuk menyerang dari dalam. Hanya dengan sedikit dikipas saja jadilah perpecahan umat, persis seperti yang terjadi di negara-negara mayoritas Muslim saat ini. Kerusuhan bahkan perang saudara yang tak kunjung surut sungguh membuat kita makin lemah, sekaligus pemandangan menyenangkan bagi para pembenci Islam.

Masih belum cukupkah semua itu kita jadikan pelajaran berharga ??? Relakah kita menyaksikan Turki yang sedang menuju kemajuan dan kebesaran Islam kembali terhempas dilanda kerusuhan yang masih mungkin terjadi paska kudeta yang gagal ini, terlepas siapapun dalang di baliknya??

Ya Allah, lindungilah umat Islam dimanapun berada, khususnya rakyat Turki yang saat ini sedang berada dalam situasi genting. Buka dan satukan hati umat Islam agar tidak mudah terpecah hingga mudah di adu domba dan menjadi mangsa empuk mereka yang tidak ingin Islam kembali mencapai puncak kejayaan.

 Ya Allah bersihkan hati umat Islam termasuk para pemimpinnya dari segala kotoran dan nafsu duniawi yang menyebabkan lupa dari menyembah dan mengagungkan-Mu, lupa bahwa dunia adalah lahan untuk mengumpulkan amal demi mendapatkan ridho dan surga-Mu. Aamiin aamiin aamiin ya Robbal ‘ Aalamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 22 Juli 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Belum genap 3 minggu Turki berduka dengan adanya rangkaian ledakan bom di bandara internasional Ataturk, Istanbul dan menewaskan 42 korban meninggal serta 239 korban luka berat dan ringan. Ironisnya tidak ada liputan khusus sebagaimana serangan teroris yang terjadi di Paris, Nice atau Orlando beberapa waktu lalu.  Tidak juga hash tag “Pray for Istanbul” atau yang sejenisnya di media social. Bahkan  UEFA,  Federasi Sepakbola Eropa, yang sedang menyelenggarakan pesta bola Eropa 2016 ketika peristiwa nahas itu terjadi, menolak usulan mengheningkan cipta (hold minute’s silence before games) yang biasanya merupakan bagian dari pertandingan bila terjadi tragedy seperti Paris Attack 2015 lalu. Padahal Turki termasuk yang berpartisipasi dalam pesta bola akbar tersebut.

http://www.middleeastupdate.net/uefa-menolak-mengheningkan-cipta-untuk-korban-serangan-bom-di-bandara-istanbul/

Kini Turki kembali dilanda duka, kali ini percobaan kudeta. Meski akhirnya gagal berkat partisipasi rakyat yang datang secara massif demi membela negara dan presiden yang mereka cintai. Percobaan merebut kekuasaan oleh sekelompok militer ini terjadi di dua kota utama Turki yaitu Istanbul dan Ankara, pada hari Jumat malam, 15 Juli 2016.

Pengkudeta berhasil menguasai stasiun tv pemerintah serta sempat mengumumkan bahwa mereka telah mengambil alih pemerintahan. Bahkan istana kepresidenan di Ankarapun kabarnya sempat dikuasai meski ketika itu Recep Tayyip Erdogan, sang presiden yang memegang tampuk pimpinan melalui proses demokrasi yang sah, sedang berada di peristirahatan di luar Ankara. Untuk catatan, bukan hanya kali ini presiden Turki tersebut mengalami percobaan pembunuhan.

Mantan Jaksa Agung Turki, Mohammad Dameer pada akhir desember 2014 mengatakan bahwa pihak asing berkordinasi dengan dengan berbagai institusi dalam negeri Turki pernah merencanakan untuk menghabisi Presiden Racep Tayyeb Erdogan setelah mereka gagal mengkudeta pemerintahan Erdogan. Seperti yang dilansir oleh arabic.yenisafak.com (23/12/2014).

Damer mengatakan bahwa banyak pihak tidak senang atas berbagai prestasi sukses dan keunggulan serta pertumbuhan ekonomi yang kini dicapai Turki, mereka ingin menghambat dan membatasi kemajuan Turki dengan melemparkan berbagai tuduhan palsu dan melakukan makar-makar murahan, dan setelah mereka gagal mewujudkannya lewat pemilu akhirnya mereka menempuh cara kotor dengan rencana pembunuhan Presiden Erdogan, namun semua rencana buruk mereka gagal.

http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/jaksa-agung-turki-rencana-pembunuhan-erdogan.html

Begitu pula dengan percobaan kudeta dan pembunuhan kali ini. Dengan pertolongan Allah swt, Erdogan berhasil memanfaatkan kecanggihan teknologi ponsel. Yaitu dengan mengirim pesan darurat ke sebuah stasiun tv dan meminta rakyat turun ke jalan sebagai tanda menolak kudeta. Permintaan di pagi buta Sabtu tersebut segera disambut masjid di seantero negri dengan bergemanya takbir bersahut-sahutan, membangunkan rakyat yang serentak berbondong-bondong ke luar rumah dan tanpa rasa takut mencegat para tentara pengkhianat, Allhuakbar …

“ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):54).

Meski demikian tak urung tercatat 265 orang tewas dalam upaya kudeta yang digagalkan dalam semalam itu. 104 diantaranya adalah dari pihak pengkudeta. Sementara itu dilaporkan 1.440 orang terluka di ibu kota Ankara dan Istanbul.

Kudeta, bagi negara yang dulu pernah lama mengenyam masa kejayaan Islam, bukan hal asing. Sejak berdirinya Turki Baru yang sekular pada tahun 1924, negara ini telah beberapa kali mengalami kudeta. Kudeta yang dilancarkan militer ini terjadi setiap kali penguasa Turki dinilai akan meninggalkan ke-sekuleran-nya menuju ke arah ke-Islam-an. Militer sejak awal pembentukan Turki Baru oleh pendirinya, Mustafa Kemal Ataturk yang kabarnya seorang Yahudi tulen, memang disumpah sebagai penjaga kesekuleran negara, atau yang dikemudian hari dikenal sebagai penganut Kemalisme.

Turki sejak berada di bawah pemerintahan Kemal Ataturk berubah drastis. Tak tampak sedikitpun sisa wajah Islam. Azan memang masih berkumandang namun tidak dalam bahasa aslinya yaitu Arab, meainkan dalam bahasa Turki, karena Ataturk yang sangat membenci Islam dan segala yang berbau Islam dan Arab, melarangnya. Ialah yang memperkenalkan budaya ke-Barat-an, melarang pemakaian jilbab, merubah fungsi Hagia Sofa dari masjid menjadi museum dll.

http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/siapa-sebenarnya-mustafa-kemal-attaturk.htm#.V3ifBrh96Uk

Penguasa pertama Turki yang menjadi korban kudeta adalah Ali Adnan Menderes. Kudeta terhadap presiden yang terpilih 2x secara demokratis, yaitu pada tahun 1950 dan 1953, terjadi pada tahun 1960. Begitu terpilih Menderes merealisasikan janjinya ketika kampanye yaitu mengembalikan adzan ke dalam bahasa Arab, mencabut UU larangan pakaian muslimah, pendididkan agama di sekolah dan pemakmuran masjid.

Namun demikian kudeta baru terjadi 4 tahun setelah Menderes mengusir dubes Israel untuk Turki. Itupun setelah sebelumnya terjadi beberapa kali percobaan pembunuhan terhadap dirinya, termasuk “ kecelakaan”  pesawat pada tahun 1959 dimana ia bisa lolos secara ajaib. Nasib Menderes berakhir di tiang gantungan paska kudeta.

http://www.monitorday.com/detail/37928/kudeta-turki-adnan-menderes-pm-pertama-turki-yang-digulingkan/2

Sedangkan kudeta pada awal tahun 1997 terhadap Nekmettin Erbakan yang ketika itu sedang memegang tampuk kekuasaan, militer hanya memaksa sang presiden agar membentuk pemerintahan baru. Hal ini disebabkan tudingan militer bahwa Erbakan telah mencoreng ke-sekuler-an Turki dengan aturan syariat yaitu dengan diperbolehkannya hijab, pendirian pendidikan pesantren, dan beragam kebijakan islami lainnya.

Akan halnya kudeta yang baru beberapa hari menimpa pemerintahan Recep Tayyip Erdoğan. Erdogan yang merupakan murid Erbakan, terpilih menjadi orang no 1 Turki setelah menang dalam pemilihan presiden 2014 secara demokratis, hal yang sangat dipuja Barat khususnya. Sebelumnya Erdogan pernah menjadi wali kota Istanbul, yaitu pada 1994 – 1998. Dan sebagai perdana mentri selama 3 periode yaitu 2003, 2007 serta 2011.

Turki selama berada dibawah Erdogan, banyak prestasi yang telah dicapai. Erdogan bukan hanya berhasil mengembalikan wajah Islam yang selama ini tertutup namun juga dalam bidang ekonomi dan pembangunan. Erdogan telah mampu membuat lompatan besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16, dengan rata-rata peningkatan 10 % pertahun, yang berarti masuknya Turki kedalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia.

https://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/2016/07/12/kondisi-terkini-turki-turki-campakkan-sekulerisme-tuai-kejayaan/

Kabar terakhir Erdogan telah berhasil mengembalikan fungsi Hagia Sofia sebagai masjid dimana adzan dapat berkumandang dengan lantangnya, dalam bahasa aslinya, Arab tentu saja.  Ia juga memberi kebebasan pelajar dan mahasiswi Muslimah untuk berhijab. Serta berhasil memotivasi para pemuda agar melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid. Kini bukan merupakan pemandangan yang aneh melihat anak-anak muda Turki datang  berbondong-bondong memenuhi panggilan Subuh di masjid-masjid.

Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam shalat Subuh dan Isya’ maka mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Muslim dan AnNasaa’i).

Hal yang ternyata sangat ditakuti kaum Yahudi, yaitu ketika Subuh berjamaah di masjid lebih ramai dari shalat Jumat. Dan fenomena ini telah terbukti dengan gagalnya kudeta yang baru lalu, disamping militer yang saat ini terpecah antara pendukung sekuler dan yang tidak sekuler.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (Terjemah QS. Al-Baqarah (2):120).

Sejarah mencatat bahwa perang Salib dan sejumlah perang antara kaum Muslimin dan kaum Salibis/Yahudi yang pernah terjadi ratusan tahun silam adalah bukti nyata ayat di atas. Perseteruan dan persaingan antar agama langit ini tampaknya sudah menjadi suratan takdir yang tak mungkin dapat dihindari hingga akhir zaman nanti. Rasulullah saw menceritakan perang akhir zaman tersebut dalam banyak hadist. Yang ternyata amat sangat sesuai dengan apa yang sedang terjadi hari ini. Pendudukan Zionis di Palestina dan perang Suriah adalah salah satu diantaranya.

http://www.fimadani.com/prediksi-perang-akhir-zaman-sampai-kiamat/   

( Bersambung)

Read Full Post »