Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

Energi Al-Maidah (4).

Meski telah didemo secara besar-besaran oleh jutaan umat Islam dari seluruh penjuru negri, bahkan hingga 3x, kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok di pulau Seribu pada  27 September 2016 lalu belum juga tuntas.

Sidang yang diselenggarakan pada 3 Januari 2017 berlangsung cukup alot. Pembela kedua kubu yang hadir di persidangan dikabarkan nyaris bentrok. Ketika azan berkumandang dan para pembela kebenaran segera menegakkan shalat berjamaah di jalanan, para pembela Ahok yang selalu berkoar demi toleransi dan persatuan NKRI, justru mempertontonkan sikap buruk yang sungguh bertentangan dengan ucapan mereka. Tanpa tahu sopan santun mereka menyetel musik keras-keras dan berjoged di depan jamaah sambil mengejek mereka yang sedang menghadap Tuhannya. Na’udzubillah min dzalik …

http://metro.sindonews.com/read/1167780/170/kawal-sidang-ahok-massa-gnpf-mui-salat-berjamaah-di-jalan-1483425334

Novel Bamukmin, sekretaris FPI, yang hadir sebagai saksi pada sidang hari itu, memaparkan bahwa sidang terkesan mengada-ada dan melebar ke arah yang tidak substansif. Contohnya adalah BAP tentang dirinya, yang sempat menjadi viral selama beberapa waktu. Ahok yang berstatus tersangka itu malah mempermasalahkan dan menuduh bahwa Fitsa Hats yang dalam BAP tercatat sebagai tempat Bamukmin pernah bekerja, sebenarnya adalah Pizza HUT yang sengaja dipelintir karena saksi malu pernah bekerja di perusahaan Amerika yang notabene negara kafir. Padahal BAP itu ditulis oleh pihak kepolisian bukan saksi.

Tuduhan Ahok tentu bukannya tanpa perhitungan matang. Gubernur petahana ini bermaksud menyasar umat Islam yang masih ragu menentukan sikap dalam cara memilih pemimpin, dengan membentuk opini negatif bahwa bahkan seorang anggota FPIpun tidak konsisten dalam bersikap. Berikut sebuah artikel yang dapat dijadikan panduan bagaimana hukum seorang Muslim bekerja di perusahaan non Muslim, dan apa bedanya dengan memilih pemimpin non Muslim.

http://www.dakwatuna.com/2017/01/09/84793/novel-bamukmin-fitsa-hats-dan-hukum-muslim-bekerja-perusahaan-non-muslim/#axzz4VFLxSM3G  

Selain itu juga adalah sikap salah satu kuasa hukum Ahok yaitu Vivi Evitha yang tak lain adalah adik bungsu tersangka. Perempuan ini menyandingkan kasus Habib Rizieq Shihab dengan kasus Ahok dengan mengemukakan bukti yang sama yaitu video rekaman yang menurutnya telah melecehkan agama lain. Tentu saja Novel langsung mengajukan keberatan, yang beruntung diterima oleh majelis hakim lantaran memang tidak ada korelasinya.

“Dia mengangkat Habieb Rizieq memakai ayat, menilai ulama bukan kapasitasnya. Itu yang disampaikan adik Ahok. Dan saya tahu adik Ahok bukan Islam, ngapain bawa-bawa ayat, bukan kapasitasnya,” ujar Novel di luar sidang.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/03/063832327/saksi-ini-keberatan-pertanyaan-adik-ahok-yang-sebut-rizieq

Demikian pula dengan sidang ke 5 yang di gelar pada 10 Januari. Pembela mempertanyakan sikap saksi Irena Handono, yang dianggap tidak tabayun dalam menyikapi pernyataan Ahok di kepulauan Seribu. Namun dengan sigap Irena, mantan biarawati yang sejak beberapa tahun lalu menjadi dai, justru mempecundangi si pembela dengan pernyataan bahwa tabayun adalah istilah yang merujuk dalam hukum Islam, yang artinya adalah mengkonfirmasi ulang sebuah pernyataan.

“Ketahuilah, istilah tabayun itu merujuk pada istilah dalam hukum Islam. Di Al-Quran Bapak temukan di mana? NKRI ini kita ini berdiri berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang 1945. Kalau Indonesia ini pakai hukum Islam, terdakwa sudah kami usir”, tegas Irena.

Dari beberapa contoh di atas dapat disimpulkan bahwa sidang penistaan agama kali ini terkesan jelas ingin dipersulit. Bandingkan dengan budayawan Arswendo Atmowiloto yang pernah divonis 4 tahun akibat dinilai menodai agama pada tahun 1990. Juga Lia Aminudin yang pernah dua kali dijatuhi hukuman penjara 2 tahun 6 bulan pada tahun 2006 dan 2 tahun 5 bulan pada 2009. Demikian pula seorang pendeta bernama Antonius Richmond Bawengan yang divonis 5 tahun penjara karena dinilai melecehkan agama Islam dan sekaligus Katholik. Belum lagi politikus Permadi yang pernah dipenjara karena penistaan agama.

“Dan puluhan orang yang dituduh melakukan penistaan agama langsung ditangkap, langsung ditahan, langsung diadili, langsung dipenjara. Termasuk saya,” aku Permadi yang kesal melihat perbedaan mencolok sikap pengadilan antara dirinya dengan Ahok.

Atau yang terakhir adalah kasus Habib Riziek yang tak sampai 3 minggu dari adanya pelaporan telah dipanggil kepolisian. Padahal kalau mau kita simak bersama kasus Habib tidaklah sama dengan Ahok. Habib sebagai seorang ulama berceramah di depan umatnya sendiri. Mengenai materi yang dianggap melecehkan umat agama lain tentu tidak dapat dipersalahkan, karena beliau memang sedang menerangkan tafsir surat Al-Ikhlas yang merupakan ruh ajaran yang diimaninya, yaitu tauhid.

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. ( Terjemah QS. Al-Ikhlas (112):1-4).

Anehnya lagi, pengacara Ahok, Trimoelja D. Soerjadi, seperti juga para pembenci Islam, menuduh bahwa kasus Ahok bermuatan politis, agar kliennya itu batal sebagai cagub. Padahal jelas yang jadi pemicu kasus Ahok memang ayat tentang cara memilih pemimpin dalam Islam, yang diyakini cagub tersebut bakal membuatnya kalah, bila umat Islam yang merupakan mayoritas rakyat taat terhadap kitab sucinya. Artinya Ahoklah yang memulai mempolitisasi ayat tersebut demi ambisi besarnya menjadi DKI-1, bukan umat Islam .

Tak heran bila untuk itu maka Trimoelja yang nyata-nyata sudah gagal paham memaknai perjuangan umat Islam dalam membela agamanya itu, bersumpah akan menghancurkan kredibilitas para saksi. Dan sumpah itu terbukti dengan bukti-bukti di atas, dengan tidak relevannya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam persidangan.

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/01/09/063834114/pengacara-ahok-kami-akan-hancurkan-kredibilitas-saksi

http://www.panjimas.com/citizens/2017/01/16/temuan-tim-advokasi-gnpf-mui-kriminalisasi-para-saksi-perkara-penistaan-agama/

Tak hanya pengacara Ahok, para penguasa negri yang tampak ingin melindungi Ahok itu, terus berusaha keras mencari-cari kesalahan para ketua maupun pembina  GNPF dan MUI. Habib Riziek, Pembina sekaligus ketua FPI itu dituduh dengan berbagai pengaduan yang mengada-ada, diantaranya tuduhan pelecehan Pancasila.

http://suaranasional.com/2016/10/29/dituding-lecehkan-pancasila-ini-jawaban-skakmat-habib-rizieq-ke-sukmawati/

Sementara ustad Bahtiar Nasir ketua GNPF dituduh sebagai kaki tangan ISIS hanya karena rekening yayasan yang rutin menyalurkan  bantuan zakat infak sodaqoh umat Islam untuk rakyat Suriah yang menjadi korban kekejaman pemerintahan Syiah Bashar Assad. Dan pemicunya tak lain adalah infak yang terkumpul ketika demo Aki Bela Islam 212 yang mencapai 3.5 milyar.

“Silahkan saja di cek. Saya sudah meminta pihak bank untuk mem-print dana yang masuk, yang jumlahnya 700 ribu lembar itu. Ada yang transfer 20 ribu, 50 ribu, 100 ribu hingga yang jutaan. Jadi g usah khawatir infak antum yang hanya 20 ribu semua tercatat rapi”, ujar ustad Bahtiar Nasir mengomentari asal dana ABI sambil tersenyum simpul dan disambut takbir jamaah yang berkumpul di masjid Al-Azhar untuk shalat Subuh berjamaah Minggu 15 januari kemarin.

tengku-zulkarnaen-dicegatJuga MUI yang terus dikriminalisasi dengan bermacam tuduhan tak berdasar, tak hanya dengan menyebar fitnah tapi juga tindakan anarkis. Contohnya Tengku Zulkarnaen, sekjen MUI, yang disambut sekelompok orang bersenjata tradisional di bawah tangga pesawat begitu pesawat yang membawa ulama ini mendarat di bandara Sintang, Kalimantan Barat. Sungguh ajaib, bagaimana mungkin sekelompok orang bersenjata bisa masuk ke sebuah bandara bahkan hingga tangga pesawat?? Dimana polisi dan petugas bandara yang biasanya dengan ketat memeriksa orang yang akan masuk bandara???

http://www.panjimas.com/news/2017/01/12/astaghfirullah-wasekjen-mui-diancam-massa-dayak-ini-tanah-kafir-jangan-diinjak/

Demikian pula para anggota FPI yang sedang mengawal sidang Habib Riziek di pengadilan Mapolda Jawa Barat. Sejak awal persidangan mereka memang sudah di provokasi oleh GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) sebuah ormas binaan Irjen Anton Charliyan, kapolda Jabar. ( Padahal ada peraturan polisi/aparat negara tidak diperbolehkan berada/memayungi suatu ormas). Namun mereka tetap bertahan tidak mau melayani provokasi ormas yang menginginkan agar Habib ditahan itu.

Namun di akhir persidangan, ketika para pendukung Habib sudah membubarkan diri, beberapa anggota FPI diserang oleh anggota GMBI hingga ada yang terluka di kepala bahkan ada yang tak sadarkan diri hingga semalaman. Mereka juga memukuli kendaraan FPI yang sedang terjebak macet hingga kaca-kacanya pecah. Ironisnya hal itu terjadi di depan kantor polisi hingga terkesan polisi memang sengaja mendiamkannya.

http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/01/13/109571/sejumlah-anggota-fpi-diserang-anggota-ormas-seusai-kawal-pemeriksaan-habib-rizieq.html

demo-1601-di-depan-alazhardemo-1601-di-dpn-mabesPada peringatan Maulud Nabi di masjid Al-Azhar Jumat 13 Januari, Habib menuturkan tampaknya dirinyalah yang sebenarnya ingin dijadikan sasaran. Namun sebagai orang yang taat hukum yang dilakukan pimpinan FPI itu hanyalah mengajak kaum Muslimin agar siang ini, Senin 16 Januari, untuk long march dari masjid Al-Azhar menuju mabes Polri dengan tujuan agar kapolda Jabar dicopot dari jabatannya karena telah menyalah-gunakan wewenang..

Sementara FUIB ( Forum Umat Islam Bersatu ) Sulawesi Selatan menyampaikan pernyataan sikap atas peristiwa pelecehan dan penyerangan terhadap kaum muslimin, khususnya anggota FPI di Bandung  dan penghadangan ulama di Bandara Sintang , Kalimantan Barat, diantaranya agar kepolisian mencopot jabatan kapolda Jawa Barat dan kapolda Kalimantan Barat.

http://www.panjimas.com/news/2017/01/15/fuib-sulsel-insiden-kalbar-dan-jabar-bukti-konspirasi-bungkam-kebangkitan-islam/

Anehnya, kantor berita mainstream diantaranya CNN malah memberitakan hal yang sebaliknya !

http://www.dakwahmedia.net/2017/01/cnn-plintir-fpi-serang-gmbi-fakta-gmbi.html

Berikut rekamannya, silahkan dinilai siapa sebenarnya yang anarkis?

https://www.youtube.com/watch?v=FJCE9dJYnVU

Menjadi pertanyaan besar mengapa demi seorang Ahok pemerintah tega mendzalimi para ulama dan umat Islam yang merupakan mayoritas negri tercinta ini. Ada apa gerangan dengan Ahok? Siapa sebenarnya kekuatan di belakang orang no 1 DKI yang begitu ngotot mempertahankan proyek raksasa reklamasi teluk Jakarta yang hanya menguntungkan segelintir orang dan jelas-jelas bertentangan dengan rekomendasi kajian KKP ( Kementrian Kelautan dan Perikanan) dibawah pimpinan mentri Susi Pudjiastuti??

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/17/01/16/ojv8ij382-ahok-dikecam-karena-terbitkan-pergub-reklamasi-tabrak-aturan

Sungguh umat Islam nampaknya sedang mengalam ujian berat. Ironisnya, tidak hanya dari luar namun juga dari dalam, itulah kaum munafikun, yaitu mereka yang mengaku Islam tapi prilakunya suka memojokkan kaumnya sendiri, benar-benar menyakitkan …

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. ( Terjemah QS. An-Nisa(4):138-139).

Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan, “Orang-orang munafik itu akan terus ada sepanjang masa. Apalagi tatkala kekuatan Islam nampak dan mereka benar-benar tidak bisa mengalahkannya. Saat itulah mereka memeluk Islam dengan tujuan memasang makar buat Islam dan orang-orang Islam dalam hati mereka.”

Semakin jelas bahwa peristiwa pelecehan Ahok terhadap ayat 51 surat Al-Maidah di kepulauan Seribu September lalu adalah skenario Allah untuk memperlihatkan sekaligus memisahkan mana Muslim sejati dan mana Munafikun. Na’udzubillah min dzalik.

Wallahu’alam bish shawab.

Jakarta, 16 Januari 2017.

Vien AM.

Read Full Post »

Energi Al-Maidah 51 (2).

Pada tanggal 16 November 2016 Bareskrim ( Badan Reserse Kriminal Polri ) akhirnya menetapkan Ahok sebagai tersangka. Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penistaan agama. Ia dinilai melanggar Pasal 156a KUHP dan Pasal 28 Ayat (1) UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Langkah Bareskrim ini tentunya tak terlepas dari demo Aksi Bela Islam II yang diselenggarakan pada 4 November lalu dan diikuti jutaan umat Islam. Mengapa demikian? Karena penetapan menjadi tersangka ini tergolong lambat bila dibanding mereka yang juga diduga menista agama.

Politikus Permadi, seniman Arswendo Atmowiloto dan penulis H. B. Jassin adalah contohnya. Begitu mereka diadukan telah menistakan agama polisi langsung mengamankan mereka sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Sementara Ahok, sejak kejadian di pulau Seribu pada tanggal 27 September hingga 4 November belum juga ditanggapi. Jadi wajar bila akhirnya umat Islampun marah dan jengkel.

Apa hal itu karena Ahok adalah gubernur petahana sekaligus calon gubernur PDIP? Jadi aneh juga sebenarnya pernyataan polisi juga presiden yang menuduh demo ditunggangi muatan politik. Tidakkah itu terbalik ??

Anehnya lagi, pasal yang digunakan untuk menjadikan Ahok tersangka, mengapa pasal tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, bukannya pasal tentang penistaan agama ??? Hingga akhirnya justru Buni Yani, yang dijadikan tersangka dengan pasal yang sama dengan Ahok. Yang pastinya akan membuat orang berpikir dua kali  bila ingin melaporkan kejahatan, meski mempunyai bukti kuat rekaman video. Ironisnya,  begitu dijadikan tersangka Buni Yanipun langsung ditahan, kalau saja tidak ada protes dari masyarakat.

http://tekno.kompas.com/read/2016/11/16/12015287/uu.ite.dipakai.jerat.ahok.pengamat.sebut.aneh.dan.tidak.logis

http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/11/24/oh51ad301-pakar-hukum-pidana-ahok-tersangka-artinya-buni-yani-tidak-bohong

Disamping itu keberadaan media sosial yang tidak sedikit memamerkan foto-foto kedekatan kapolri dengan Ahok maupun Teman Ahok membuat masyarakat makin pesimis proses hukum bakal berjalan sesuai harapan. Meski sebaiknya masyarakat lebih waspada dan hati-hati menyikapinya karena berita hoax dan foto-foto editan makin meraja-lela hingga sulit dibedakan mana yang asli mana yang palsu.

Dalam rangka meng-antsipasi hal tersebut maka GNPF-MUI kembali berniat menggelar demo Aksi Bela Islam III. Rencana awal demo ini akan dilaksanakan di sepanjang jalan Thamrin-Sudirman, dengan tema gelar sajadah alias shalat Jumat. Tidak ada orasi, yang ada hanya zikir, membaca Al-Quran dan tausiyah oleh para ulama, sambil menunggu waktu shalat Jumat. Oleh sebab itu demo Aksi Belas Islam III ini disebut demo super damai, bukan hanya damai lagi.

Namun rupanya polisi tidak mengizinkan jalan protocol digunakan untuk shalat karena menganggu kepentingan umum. Dan hasilnya setelah beberapa kali mengadakan pertemuan, terakhir kunjungan kapolri Jenderal Tito Karnavian ke kantor pusat MUI pada Senin 28 November, disepakati demo akan dilangsungkan di Monas, masjid Istiqlal dan sekitarnya, dengan kawalan resmi aparat keamanan. Allahu Akbar !

Pertemuan yang dihadiri wakil GNPF – MUI Habib Riziek, Ustad Bahtiar Nasir, ustad Zaitun serta Aa Gym ini dibuka oleh ketua MUI Ma’ruf Amin dengan menyebutnya sebagai Yaumun Rahman atau pertemuan kasih sayang.  Ma’ruf Amin juga menerangkan bahwa paska 211 akan diadakan rujuk nasional yang bertujuan untuk memperbaiki hubungan polisi ( pemerintah) dengan MUI ( umat Islam) yang sempat terganggu dengan adanya kasus penistaan tersebut. Yang paling menyakitkan adalah pernyataan polisi ( dan presiden ) bahwa para pendemo 411 adalah teroris !

Dalam pertemuan tersebut Habib Riziek, ketua GNPF-MUI sekaligus FPI dengan legowo menerangkan alasan mengapa mereka memilih Thamrin Sudirman sebagai lokasi awal. Menurut beliau, berdasarkan pengalaman demo 411 lalu, masjid Istiqlal tidak mampu memuat peserta demo yang mencapai 2.3 juta itu. Puncaknya adalah ketika mereka harus berdesak-desakan keluar masjid hingga akhirnya banyak yang jatuh pingsan. Sementara akses ambulance yang dibutuhkan untuk membantu mereka yang membutuhkan sangatlah sulit.

Jadi bukannya kami keras kepala, ngotot ingin memaksakan kehendak”, jelas Habib Riziek.

Habib juga menegaskan, perjuangan GNPF – MUI tetap satu yaitu agar fatwa MUI bahwa Ahok telah menistakan agama ditindak lanjuti pada jalur yang benar. Demi utuhnya NKRI, tidak boleh satupun orang baik rakyat biasa apalagi pejabat melecehkan agama yang ada di negri tercinta ini. Baik itu agama minoritas apalagi agama mayoritas.

Sementara ustad Bahtiar Nasir dengan santai mempersilahkan peserta demo untuk datang lebih awal di Istiqlal agar bisa shalat Subuh berjamaah. “Semoga demo 212  ini menjadi awal momentum pembiasaan diri shalat Subuh berjamaah sebagaimana mestinya”. Masya Allah.

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

Hal ini mengingatkan Turki yang saat ini mulai menampakkan kembali cahayanya. Masjid mulai dipenuhi jamaah shalat Subuh.  Tidak hanya itu pemimpin Turki, Sultan Erdogan, telah berhasil membawa negaranya menjadi negara  yang tidak lagi bergantung kepada Barat. Pembangunan dan ekonomi negri yang dulu dikenal sebagai kerajaan Islam Ottoman ini mengalami kemajuan pesat.

http://www.hidayatullah.com/artikel/opini/read/2015/06/30/73321/bagaimana-erdogan-membangun-turki-dan-menumbangkan-sekulerisme-1.html

Membuktikan bahwa menjadi negara sekuler tidak menjamin kemajuan sebuah negara. Bosnia adalah contoh lain negara berpenduduk mayoritas Muslim yang mengalami keterpurukan karena rakyatnya  meninggalkan syariat dan memilih untuk sekuler.

http://www.republika.co.id/berita/kolom/fokus/16/06/30/o9jkwl336-belajar-dari-genosida-muslim-bosnia-refleksi-terhadap-toleransi-beragama

Dalam pertemuan tersebut kapolri juga menegaskan bahwa larangan bus mengangkut peserta demo akan dihapuskan. Meski di lapangan, ratusan umat Islam dari Ciamis sejak Selasa 29 November telah terlanjur menuju ibu kota, dengan berjalan kaki …

Singkat kata demo super damai 212 Aksi Bela Islam III telah disetujui polisi. Kapolri bahkan berjanji akan membantu penyelenggaraannya seperti mendirikan mimbar shalat, penyediaan toilet, air wudhu, ambulance dll. Allahu Akbar …

Terima-kasih ya Allah, semoga pelaksanaan Aksi Bela Islam III besok benar-benar lancar dan aman, dan yang terpenting tujuannya tercapai, aamiin ya robbal ‘aalamiin …

Berikut video lengkap pertemuan Senin 28/10/2106 di kantor MUI.

Yang juga harus diingat, janji Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang bersabar dan senantiasa mendirikan shalat, adalah pasti. Allah swt tidak akan mengecewakan doa hamba-hamba yang sholeh. Apalagi doa orang yang terdzalimi. Tengoklah apa yang terjadi di tanah Palestina, yang selama puluhan tahun diduduki dan direbut Zionis. Yang selama puluhan tahun menyiksa rakyat Palestina dengan begitu kejam dan sadisnya.

Kebakaran hebat hingga hari ke 6 tidak juga surut. Api tidak hanya melahap hutan tapi juga perumahan bahkan gudang senjata Israel yang menjadi andalan untuk menindas rakyat Palestina. Kebakaran hebat ini terjadi hanya selang beberapa hari setelah Zionis Israel melarang azan dikumandangkan di Masjidil Aqsho dan menetapkan denda 200 dollar pada setiap kali azan di semua masjid seantero negri pendudukan tersebut. Kebakaran ini juga mengakibatkan ribuan warga terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya”. (QS. Terjemah QS. Al-An’am (6):123).

http://datariau.com/internasional/Merinding–Begini-Foto-foto-Kebakaran-di-Israel–Api-Ada-Dimana-mana-Laksanakan-Neraka

Semoga kejadian diatas dapat makin mempertebal keimanan kaum Muslimin, membuat kaum Munafikun berhenti mengolok-olok dan melecehkan ayat-ayat suci Al-Quran, serta kaum Kafirun berpikir 2 x bila ingin menyiksa kaum Muslimin dmanapun berada, aamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 1 Desember 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Musibah dan Azab Allah.

Salah satu keuntungan menjadi seorang Muslim adalah ketika mendapat musibah ia sabar bahkan berusaha memetik hikmahnya. Tentu bukan hal yang mudah. Tapi bagaimanapun sulitnya seorang Muslim yang baik akan berusaha sekuat tenaga agar dapat menerimanya. Ini dikarenakan keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini hanya dapat terjadi karena izin-Nya.’

“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. …“.   ( Terjemah QS. At-Taghabun(64):11).

“Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Segala sesuatu yang terjadi padanya semua merupakan kebaikan. Ini terjadi hanya pada orang mukmin. Jika mendapat sesuatu yang menyenangkan dia bersyukur, maka itu kebaikan baginya. Jika mendapat keburukan dia bersabar, maka itu juga kebaikan baginya“ (H.R Muslim).

Dengan bekal inilah seorang Muslim yang mengalami musibah betapa beratnya tidak akan putus asa. Bencana dan musibah sebaliknya justru akan memperkuat imannya karena bencana bisa jadi memang ujian atas hamba-Nya untuk menaiki tingkat keimanan yang lebih tinggi. Itu sebabnya para nabi dan rasul mengalami cobaan yang maha berat.

Uniknya Allah swt juga berfirman bencana tidak akan terjadi kecuali karena kesalahan  manusia sendiri. Artinya Allah swt sebagai Zat yang Maha Adil tidak semena-mena menjatuhkan musibah atau bencana. Bencana terjadi karena manusia tidak menjaga apa yang telah diberikan-Nya, baik itu kesehatan, harta yang berlimpah, kekayaan alam bahkan iman dan islam. Bila kita dapat menjaga dan mensyukuri pemberian Allah tersebut, dengan izin-Nya, nikmat tersebut akan tetap menjadi miliknya.

“Apa saja ni`mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. … “. (Terjemah QS.An-Nisa(4):79).

Sebaliknya bila kita tidak menjaga nilmat Allah tersebut, dengan izin-Nya jua musibah akan merenggutnya. Itulah sunatullah yang tidak hanya ditujukan bagi orang beriman saja namun bagi semua orang. Atau orang awam biasa menyebutnya sebagai fenomena alam. Fenomena alam sendiri dapat didefinisikan dengan tanda-tanda atau gejala suatu peristiwa alam yang  dilandasi suatu teori/pikiran ilmiah, yang masuk akal manusia. Terjadinya gempa, gunung meletus, tsunami dll adalah contohnya.

Namun sebagai orang beriman kita harus meyakini bahwa itulah cara Allah memperkenalkan ilmu-Nya kepada manusia sebagai mahluk ciptaan-Nya  yang paling pandai dan berakal. Tujuannya agar manusia mampu menaklukkan alam dimana ia berdiam, hingga dengan demikian ia bisa menghadapi dan menyesuaikan hidupnya terhadap dasyat dan garangnya alam.

Meski demikian agar manusia tidak lupa diri maka sekali-sekali Allah swt menunjukkan kekuasaan-Nya yaitu dengan bertindak menyimpang dari aturan baku yang telah diketahui manusia. Untuk mengingatkan bahwa Allah Azza wa Jalla sebagai penguasa tertinggi bisa melakukan apapun sesuka-Nya tanpa harus mengikuti aturan atau tanda-tanda yang dibuatnya itu. Karena bila manusia dibiarkan terus mengikuti illmu-Nya bisa jadi membuat manusia menjadi congkak, sombong dan takabur, hingga merasa tidak lagi memerlukan-Nya.

“Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (ni`mat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)”. (  Terjemah QS.Al-‘Araf(7):168).

Akan tetapi sebagai Zat Yang Maha Pengasih, Ia juga tidak mau berbuat semena-mena membiarkan manusia takut dan hanya dapat berpasrah-diri menerima segala ketentuan-Nya. Karena sungguh tidak menariknya kehidupan ini bila kita hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apapun.

Untuk itulah Allah menciptakan manusia dengan sifat menyukai tantangan.  Allah menantang manusia dengan berbagai ujian dan cobaan. Uniknya, ujian dan cobaan yang diberikan-Nya itu tidak selalu dalam bentuk kesulitan namun bisa juga dengan kesenangan dan kenikmatan hidup. Siapa yang dapat melewati ujian dan cobaan surga adalah balasannya. Dan neraka bagi yang tidak berhasil melaluinya.

Sementara itu Allah swt juga menciptakan apa yang dinamakan azab. Azab ini diberikan sebagai teguran kepada orang atau kaum yang mendustakan-Nya. Contohnya yaitu apa yang terjadi terhadap kaum nabi Nuh, kaum nabi Luth dan juga kaum nabi Saleh. Penyebabnya bermacam-macam, diantaranya karena kesyirikan, perzinahan, perbuatan homoseksual dll. Al-Quran banyak sekali menceritakan hal tersebut agar kita dapat memetik pelajaran dan tidak mengulanginya.

Rasul itu berdo`a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku.” Allah berfirman:

“Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal.” Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu”.

( Terjemah QS. Al-Mukminun(23): 39-41).

“Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan”.  (Terjemah QS.Hud (11):37)..

“Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini, sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim”. (Terjemah QS. Al-Ankabut(29):31).

“Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka, (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu`aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu`aib mereka itulah orang-orang yang merugi”. ( Terjemah QS. Al-‘Araf(7):91-92).

Ironisnya, tidak sedikit orang dan kaum yang hingga detik ini masih saja melakukan kemaksiatan seperti yang dikisahkan Al-Quran diatas. Diantaranya apa yang terjadi pada musibah banjir bandang di Garut yang menelan 26 korban jiwa, 23 hilang,  merusak sekitar 594 bangunan terdiri dari sekolah, asrama TNI, rumah sakit, pemukiman, PDAM dan  menghanyutkan 57 bangunan lainnya.

http://www.mongabay.co.id/2016/09/23/memprihatinkan-ternyata-ini-penyebab-banjir-bandang-garut/

Meski pemerintah daerah memang mengumumkan bahwa penyebab musibah adalah lingkungan yang rusak parah. Pembangunan besar-besaran yang tidak memperhatikan lingkungan, bantaran sungai yang dipadati rumah penduduk dsbnya. Akan tetapi demi kebaikan kita sendiri marilah kita introspeksi, dengan memperhatikan cerita seorang relawan yang bertugas di salah satu desa yang terkena bencana.

Ia menceritakan betapa parahnya keadaan desa tersebut. Korban bergelimpangan disana-sini, laki-laki perempuan tua muda. Yang paling memilukan menurutnya adalah 2 mayat bayi yang menyembul dari balik timbunan tanah. Di desa tersebut ia sempat bertemu dengan  seorang lelaki tua penduduk desa yang selamat dari bencana. Dengan mata berkaca-kaca dan suara parau, kakek berusia sekitar 60 tahun-an tersebut menceritakan betapa perzinahan dan pengguguran kandungan di desanya yang jauh dari perkotaan itu sudah menjadi hal biasa. Dengan mudahnya para ibu mengubur bayi yang dilahirkan tanpa ayah. Itu sebabnya ia yakin bahwa apa yang menimpa desanya adalah azab dari Allah swt.

“ Coba kau lihat dari jembatan, dari jembatan ke sungai jaraknya sangat jauh. Tidak masuk akal kalau air sungai bisa tumpah ke kampung kami”, jelasnya.

http://mozaik.inilah.com/read/detail/2326997/kisah-nyata-azab-zina-di-balik-bencana-garut

Ya, serusak apapun lingkungan alam dan sederas apapun hujan tanpa izin-Nya musibah tidak akan terjadi. Hanya Allah yang bisa menghentikan hujan, menyuruh tanah menyerap airnya dan menjauhkan manusia dari bencana besar. Seperti ayat 44 surat Hud berikut:

“Dan difirmankan:

“Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” Dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.”

Saya jadi teringat pada sebuah kisah yang pernah terjadi di desa sekitar Dieng, Legatang nama desa tersebut. Desa tersebut dikenal sebagai desa yang paling subur di banding desa-desa tetangganya. Tak heran bila penduduknyapun hidup dalam kemakmuran.

Suatu malam 16 April 1955, seperti malam-malam sebelumnya, tampak warga baik laki perempuan dewasa maupun kanak-kanak mengerumuni panggung satu-satunya yang ada di desa tersebut. Suara tabuh musik tradisional diselingi hiruk pikuk tawa terbahak serta terkikik terdengar memecah keheningan malam. Asap rokok, asap dupa dan celoteh warga bercampur menjadi satu. Sementara bau arak tercium hingga jarak cukup jauh. Rupanya mereka sedang asik menyaksikan tari daerah yang dibawakan perempuan desa tersebut secara genit dan terkesan mengundang birahi penonton.

Di akhir acara pada tengah malam bahkan pagi hari dapat ditebak dengan mudah. Dalam keadaan mabuk mereka melampiaskan nafsu, tak peduli dengan sesama jenis bahkan dengan orang-tua dan anak mereka sendiri. Na’udzubillah min dzalik.

Namun apa yang terjadi malam itu ternyata tidak sama dengan malam-malam sebelumnya. Hujan yang awalnya hanya rintik-rintik makin lama makin lebat. Tapi seolah tersihir mereka tidak mempedulikan hal tersebut. Keramaian terus saja berlangsung. Hingga akhirnya ketika hujan berhenti tiba-tiba terdengar bunyi nyaring seperti meteor menghujam bumi. Seiring dengan itu berhenti pulalah suara hingar bingar dan kegaduhan di desa tersebut.

Suhuri, salah seorang warga desa tetangga Legatang yang kini berusia sangat lanjut mengatakan, musibah terjadi malam hari pukul 23.00 saat musim hujan. Namun warga tidak ada yang berani ke luar rumah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

”Saya dan beberapa teman malam itu tidur di masjid. Saya baru dengar kabar gunung Pengamun-amun longsor jam tiga pagi,” katanya.

Anehnya, desa Legatang yang sebenarnya terletak jauh dari gunung yang sejak beberapa waktu memang telah menunjukkan tanda-tanda akan longsor, justru yang terkena dampaknya. Desa tersebut dipisahkan sungai dan jurang yang hingga kini masih ada. Lebih aneh lagi, gunung Pengamun-amun yang tadinya memiliki pucuk, pagi hari setelah kejadian telah kehilangan pucuk tersebut. Sebaliknya Legatang yang tadinya berada di lembah menjadi rata bahkan cenderung menyerupai gundukan paska terjadinya tragedi nahas tersebut. Seolah pucuk gunung tersebut terbang meloncati sungai dan jurang lalu mendarat tepat menutupi Legatang yang sedang berpesta pora.

plakat banjarnegara1955Dilaporkan seluruh warga yang jumlahnya 332 kecuali satu orang, yaitu salah satu istri kepala desa, ditambah 19 orang tamu dari luar desa menjadi korban. Mereka tertimbun di dalam tanah tanpa berhasil di evakuasi, hingga saat ini, karena sangat sulit ditemukan. Istri Rana, sang ketua desa, lolos dari musibah karena sedang tidak berada di lokasi ketika musibah terjadi. Di desa tersebut kini berdiri sebuah prasasti yang menunjukkan peristiwa tragis tersebut.

http://duniatimteng.com/tragedi-legetang-legenda-kaum-sodom-gomorah-di-nusantara/

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang dilangit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?” (Terjemah QS.Al Mulk (67): 16).

Ada pertanyaan yang cukup menarik. Di Barat yang rata-rata penduduknya atheis,  perzinahan dan homoseksual sudah menjadi hal umum, namun mengapa Allah swt tidak mengazab mereka? Betulkah demikian??

Ada 2 kemungkinan. Pertama, Allah sudah tidak peduli lagi, karena kekafiran yang sudah keterlaluan. Allah mencukupkan balasannya kelak di negri akhirat. Meski bila mau berpikir lebih jauh, dampak perzinahan dan homoseksual di dunia tidak sedikit. Diantaranya praktek pengguguran kandungan yang berresiko kematian, masa depan anak yang suram karena lahir di luar harapan orang-tua, punahnya generasi manusia dll. Belum lagi berbagai penyakit seksual berbahaya seperti AIDS dll.

korban-badai-haitiKedua, Allah swt telah memberi peringatan dengan berbagai bencana yang tidak sedikit. Seperti badai Matthew yang baru kemarin menerjang Haiti dan menelan korban 283 jiwa serta menghancurkan 80% bangunan di sebuah kota utamanya. Saat ini AS bahkan sedang dalam status siaga menghadapi badai yang sedang bergerak menuju ke negara dimana Donald Trump, calon presiden yang sangat memusuhi Islam itu, berada. Kita tahu betapa bencinya ia terhadap kaum Muslimin.

http://www.mirajnews.com/id/as-siaga-korban-tewas-di-haiti-akibat-badai-matthew-melonjak-283-orang/132005

Sayangnya mereka tidak pernah merasa bahwa bisa jadi itu adalah bentuk murka Allah atas kelakuan menyimpang mereka. Karena yaitu tadi, mereka menganggapnya sebagai fenomena alam biasa. Kalaupun ada cerita atau laporan dari penduduk yang dianggap tidak masuk akal, mereka tidak mau mempercayainya. Kalau sudah demikian untuk apa lagi Sang Khalik memperingatkan mereka ??

Bagaimana dengan Jakarta atau kota-kota besar di negri yang katanya mayoritas Muslim namun kemaksiatan meraja-lela. Bahkan sang gubernur petahana baru-baru ini dengan lancangnya berani mengolok-olok ayat Al-Quran. Sudahkah Allah swt menurunkan azab-Nya??

“Allah tidak akan menyiksa mereka selama kamu ada di tengah mereka. Dan Allah tidak akan menghukum mereka, sementara mereka memohon ampun.” (Terjemah (QS.Al-Anfal):33).

Ayat di atas berkenaan dengan orang-orang Qurasy yang menantang Rasulullah agar menurunkan azab karena kemaksiatan mereka. Namun Allah swt tidak mengabulkannya karena Rasulullah ada di antara mereka. Alasan lain karena masih ada di antara mereka yang memohon ampun. Dengan kata lain Allah swt tidak akan meng-azab suatu kaum selama ada yang ber-istighfar, ber-istighfar dengan istighfar yang sebenar-benarnya, istighfar yang dibuktikan dengan tidak mengulang kesalahan yang sama. Hingga Sang Khalik berkenan mengampuni segala dosa hamba dan memberikan ampunan-Nya.

Untuk itu mari kita perbanyak istighfar dengan harapan semoga lingkungan buruk yang mengepung kita dari segala penjuru itu mampu mendatangkan belas kasih-Nya, hingga Ia ridho membatalkan azab yang sebenarnya sangat pantas diberikan-Nya itu … Na’udzubillah min dzalik.

“Semua musibah yang menimpa kalian, itu disebabkan kemaksiatan yang kalian lakukan. Dan Dia telah mengampuni banyak dosa.” (Terjemah QS.As-Syura(42): 30).

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,

“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”.

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. ( Terjemah QS.Al-Baqarah(2): 155-157).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 8 Oktober 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Jadi sungguh bukan hal yang mengherankan mengapa negara-negara Islam termasuk Turki belakangan ini terus saja dilanda kerusuhan dan fitnah yang tak kunjung henti. Isu teroris yang dialamatkan kepada umat Islam makin menjadi-jadi bahkan cenderung mulai tak terkendali. ISIS contohnya, yang awalnya dicitrakan sebagai “negara Islam” yang dengan brutal menteror Barat/non Islam, belakangan mulai menampakkan belangnya dan sedikit demi sedikit memperlihatkan jati diri aslinya.  Serangan bom terhadap bandara Istanbul Turki 3 minggu sebelum kudeta, yang notabene Islam adalah buktinya.

http://donatqofficial.blogspot.co.id/2015/03/isis-dibuat-oleh-cia-dan-mossad-untuk.html

Juga serangan terhadap Nice, kota pelabuhan di selatan Perancis yang belum lama terjadi. Dalam tragedy brutal yang menewaskan 84 orang dimana sebuah truk tronton sengaja ditabrakkan ke sekumpulan orang yang sedang menyaksikan pesta kembang api dalam rangka kemerdekaan Perancis itu, ternyata korban/sasaran pertamanya adalah seorang Muslimah yang menjalankan ajarannya dengan baik. Bahkan berdasarkan laporan terakhir lebih dari 1/3 korban adalah Muslim !

http://international.sindonews.com/read/1123921/41/isis-klaim-bertanggung-jawab-atas-teror-nice-1468668262

Memang berdasarkan pemeriksaan polisi, si penabrak yang kemudian tewas ditembakaparat, adalah seorang yang mengaku Muslim. Pria keturunan Tunisia itu bernama Mohamed Lahouaiej Bouhlel (31). Namun para tetangganya mencermati bahwa pria tersebut sama sekali tidak menunjukkan keislamannya. Ia dikenal sebagai pria yang suka minum alkohol dan makan babi. Ia juga tercatat sebagai penjahat kecil yang sering membuat onar.

Begitulah cerminan anggota ISIS, persis seperti kesaksian seorang  warga Perancis yang suatu ketika pernah ditawan kelompok teroris. Ia menceritakan bahwa ia tidak pernah melihat anggota ISIS shalat maupun membaca Al-Quran. Sekedar info, di Nice jumlah penduduk Muslim yang terus saja bertambah banyak telah membuat pemerintah Perancis merasa khawatir negaranya bakal didominasi Muslim yang kebanyakan adalah pendatang.

https://iamisty.wordpress.com/artikel-islam/ketakuatan-barat-atas-jumlah-kaum-muslim/

Namun yang juga tak kalah menarik, Perancis yang masih berada dalam “masa darurat” sejak 3 bulan lalu dan harusnya akan berakhir pada 26 Juli mendatang. Mengapa justru pada perayaan kemerdekaan akbar 14 Juli sebuah truk tronton bisa berada di tengah kerumuman orang yang begitu padat ??? Dimanakah gerangan para petugas yang di beri tanggung-jawab mengamankan suksesnya “masa darurat”???

Yang juga patut diperhatikan, pemerintah Perancis yang pada tanggal 13 Juli tiba-tiba menutup perwakilan mereka di Istanbul dan Ankara demi alasan keamanan, lalu 2 hari kemudian kita dikejutkan dengan adanya percobaan kudeta di Turki. Suatu kebetulankah???

Kedutaan Perancis di Ankara, juga konsulat jenderal di Istanbul akan ditutup pada Rabu, 13 Juli, pukul 13.00, hingga pemberitahuan selanjutnya.

http://www.cnnindonesia.com/internasional/20160713182039-134-144609/perancis-tutup-kantor-perwakilan-di-turki/

Barat sangat menyadari umat Islam dengan konsep jihadnya seperti pada waktu lalu, sulit untuk dikalahkan melalui perang terbuka. Maka diciptakanlah perang pemikiran ( Gazwl Fikri). Isu Demokrasi, Toleransi, Sekulerisme, Pluralisme dan Liberlisme adalah contohnya, yang dalam prakteknya berstandard ganda alias sangat rancu, tergantung pelakunya.

Negara adi daya Amerika Serikat yang dikenal paling bernafsu melawan terorisme, contohnya. Ketika Erdogan secara resmi meminta agar otak kudeta berdarah yang sejak beberapa tahun tinggal di AS di ekstradisi, AS terlihat mempersulit permintaan tersebut. Ada apakah sebenarnya?? Mengapa AS yang merupakan sekutu terdekat sekaligus pelindung Israel ini begitu ingin melindunginya?? Perhatikan pidato Obama di depan AIPAC ( American Israel Public Affairs) beberapa tahun lalu, sesuatu yang selalu ditutupinya ketika berada di depan umum.

http://safeshare.tv/w/WfohHOLdCE

http://www.suarapalestina.com/in/?action=showdetail&seid=1103

Ironisnya tidak sedikit umat Islam yang termakan propaganda tersebut. Tidak sedikit umat Islam yang justru menyalahkan keputusan Erdogan. Begitupun dengan penetapan masa darurat yang diambil Erdogan. Ketika presiden Turki ini memutuskan status darurat bagi negaranya yang baru lolos dari percobaan kudeta, sebagaimana Perancis yang juga menetapkan masa darurat dan paska tragedi Nice memperpanjangnya, media sekuler, seperti kebakaran jenggot beramai-ramai mencemoohnya. Bahkan tega memfitnah bahwa kudeta hanyalah akal-akal Erdogan agar ada alasan membuat status darurat. Apakah itu berarti rakyat yang bangun di pagi buta kemudian ke luar rumah berbondong-bondong menghalau tentara juga bagian dari sandiwara ???

Kudeta terhadap pemerintahan yang sah, yang terpilih secara demokratis adalah berlawanan dengan demokrasi itu sendiri. Namun kudeta yang dilakukan jendral Fattah Al-Sisi pada tahun 2013 terhadap presiden Mesir Mohammad Morsi yang terpilih secara demokratis hingga kini baik-baik saja. Jendral tersebut melenggang sebagai presiden Mesir hingga detik ini.  Tidak ada kecaman serius termasuk dari negara kita yang katanya mayoritas Muslim. Untuk diingat, seperti Erdogan, Morsi juga sedang berusaha menerapkan hukum syariat begitu dirinya terpilih sebagai presiden.

http://www.portalpiyungan.com/2016/07/jokowi-tidak-mengecam-kudeta-di-turki.html

Sikap mendukung kudeta juga diperlihatkan sejumlah pejabat kita, juga media sekuler seperti MetroTv, Kompas, Tempo dan Detik. Media-media tersebut dengan sigap memberitakan kudeta penggulingkan Erdogan dengan nada kemenangan. Begitupun media Mesir yang pro militer. Setidaknya 3 surat kabar Mesir memberitakan kudeta tersebut dan menyambut dengan suka cita sebelum akhirnya meralat kegagalan kudeta. Mesir yang merupakan anggota tidak tetap DK-PBB bahkan mengajukan keberatan atas resolusi dewan agar mengecam kudeta Turki.

http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/16/07/18/oah244377-kenapa-mesir-menolak-kecaman-kudeta-turki

Sungguh pada diri sebagian kaum Muslimin tersebuti tidak tampak sedikitpun ghirah (cemburu dan marah/tersakiti/tersinggung) terhadap agama yang terdzalimi. Tidak juga terbetik adanya rasa persaudaraan sebagai sesama Muslim.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam”.( HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)

Lemahnya rasa persaudaraan diantara umat Islam ini tentu saja tidak luput dari perhatian musuh-musuh Islam. Ditambah lagi dengan adanya kaum Munafikun yang terus merongrong dari dalam. Juga mereka yang mengaku Islam tapi enggan menjalankan syariat agamanya bahkan memusuhi saudara-saudarinya sendiri yang mereka anggap kolot dan kuno karena kukuh menjalankan syariat. Juga adanya orang yang mengaku Islam namun mengabaikan ajaran agamanya sendiri agar mematuhi pemimpin, selama sang pemimpin tidak mendzalimi Tuhannya dan tidak melecehkan agamanya, layaknya imam dalam shalat.

Bukankah adanya perbedaan , selama hanya di cabang/furu’ bukan di ushul/prinsip adalah bagian dari indahnya Islam yang harus kita syukuri? Bukan malah dipertentangkan apalagi dipertajam ??

Inilah yang kemudian dimanfaatkan musuh-musuh Islam untuk menyerang dari dalam. Hanya dengan sedikit dikipas saja jadilah perpecahan umat, persis seperti yang terjadi di negara-negara mayoritas Muslim saat ini. Kerusuhan bahkan perang saudara yang tak kunjung surut sungguh membuat kita makin lemah, sekaligus pemandangan menyenangkan bagi para pembenci Islam.

Masih belum cukupkah semua itu kita jadikan pelajaran berharga ??? Relakah kita menyaksikan Turki yang sedang menuju kemajuan dan kebesaran Islam kembali terhempas dilanda kerusuhan yang masih mungkin terjadi paska kudeta yang gagal ini, terlepas siapapun dalang di baliknya??

Ya Allah, lindungilah umat Islam dimanapun berada, khususnya rakyat Turki yang saat ini sedang berada dalam situasi genting. Buka dan satukan hati umat Islam agar tidak mudah terpecah hingga mudah di adu domba dan menjadi mangsa empuk mereka yang tidak ingin Islam kembali mencapai puncak kejayaan.

 Ya Allah bersihkan hati umat Islam termasuk para pemimpinnya dari segala kotoran dan nafsu duniawi yang menyebabkan lupa dari menyembah dan mengagungkan-Mu, lupa bahwa dunia adalah lahan untuk mengumpulkan amal demi mendapatkan ridho dan surga-Mu. Aamiin aamiin aamiin ya Robbal ‘ Aalamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 22 Juli 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Belum genap 3 minggu Turki berduka dengan adanya rangkaian ledakan bom di bandara internasional Ataturk, Istanbul dan menewaskan 42 korban meninggal serta 239 korban luka berat dan ringan. Ironisnya tidak ada liputan khusus sebagaimana serangan teroris yang terjadi di Paris, Nice atau Orlando beberapa waktu lalu.  Tidak juga hash tag “Pray for Istanbul” atau yang sejenisnya di media social. Bahkan  UEFA,  Federasi Sepakbola Eropa, yang sedang menyelenggarakan pesta bola Eropa 2016 ketika peristiwa nahas itu terjadi, menolak usulan mengheningkan cipta (hold minute’s silence before games) yang biasanya merupakan bagian dari pertandingan bila terjadi tragedy seperti Paris Attack 2015 lalu. Padahal Turki termasuk yang berpartisipasi dalam pesta bola akbar tersebut.

http://www.middleeastupdate.net/uefa-menolak-mengheningkan-cipta-untuk-korban-serangan-bom-di-bandara-istanbul/

Kini Turki kembali dilanda duka, kali ini percobaan kudeta. Meski akhirnya gagal berkat partisipasi rakyat yang datang secara massif demi membela negara dan presiden yang mereka cintai. Percobaan merebut kekuasaan oleh sekelompok militer ini terjadi di dua kota utama Turki yaitu Istanbul dan Ankara, pada hari Jumat malam, 15 Juli 2016.

Pengkudeta berhasil menguasai stasiun tv pemerintah serta sempat mengumumkan bahwa mereka telah mengambil alih pemerintahan. Bahkan istana kepresidenan di Ankarapun kabarnya sempat dikuasai meski ketika itu Recep Tayyip Erdogan, sang presiden yang memegang tampuk pimpinan melalui proses demokrasi yang sah, sedang berada di peristirahatan di luar Ankara. Untuk catatan, bukan hanya kali ini presiden Turki tersebut mengalami percobaan pembunuhan.

Mantan Jaksa Agung Turki, Mohammad Dameer pada akhir desember 2014 mengatakan bahwa pihak asing berkordinasi dengan dengan berbagai institusi dalam negeri Turki pernah merencanakan untuk menghabisi Presiden Racep Tayyeb Erdogan setelah mereka gagal mengkudeta pemerintahan Erdogan. Seperti yang dilansir oleh arabic.yenisafak.com (23/12/2014).

Damer mengatakan bahwa banyak pihak tidak senang atas berbagai prestasi sukses dan keunggulan serta pertumbuhan ekonomi yang kini dicapai Turki, mereka ingin menghambat dan membatasi kemajuan Turki dengan melemparkan berbagai tuduhan palsu dan melakukan makar-makar murahan, dan setelah mereka gagal mewujudkannya lewat pemilu akhirnya mereka menempuh cara kotor dengan rencana pembunuhan Presiden Erdogan, namun semua rencana buruk mereka gagal.

http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/jaksa-agung-turki-rencana-pembunuhan-erdogan.html

Begitu pula dengan percobaan kudeta dan pembunuhan kali ini. Dengan pertolongan Allah swt, Erdogan berhasil memanfaatkan kecanggihan teknologi ponsel. Yaitu dengan mengirim pesan darurat ke sebuah stasiun tv dan meminta rakyat turun ke jalan sebagai tanda menolak kudeta. Permintaan di pagi buta Sabtu tersebut segera disambut masjid di seantero negri dengan bergemanya takbir bersahut-sahutan, membangunkan rakyat yang serentak berbondong-bondong ke luar rumah dan tanpa rasa takut mencegat para tentara pengkhianat, Allhuakbar …

“ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):54).

Meski demikian tak urung tercatat 265 orang tewas dalam upaya kudeta yang digagalkan dalam semalam itu. 104 diantaranya adalah dari pihak pengkudeta. Sementara itu dilaporkan 1.440 orang terluka di ibu kota Ankara dan Istanbul.

Kudeta, bagi negara yang dulu pernah lama mengenyam masa kejayaan Islam, bukan hal asing. Sejak berdirinya Turki Baru yang sekular pada tahun 1924, negara ini telah beberapa kali mengalami kudeta. Kudeta yang dilancarkan militer ini terjadi setiap kali penguasa Turki dinilai akan meninggalkan ke-sekuleran-nya menuju ke arah ke-Islam-an. Militer sejak awal pembentukan Turki Baru oleh pendirinya, Mustafa Kemal Ataturk yang kabarnya seorang Yahudi tulen, memang disumpah sebagai penjaga kesekuleran negara, atau yang dikemudian hari dikenal sebagai penganut Kemalisme.

Turki sejak berada di bawah pemerintahan Kemal Ataturk berubah drastis. Tak tampak sedikitpun sisa wajah Islam. Azan memang masih berkumandang namun tidak dalam bahasa aslinya yaitu Arab, meainkan dalam bahasa Turki, karena Ataturk yang sangat membenci Islam dan segala yang berbau Islam dan Arab, melarangnya. Ialah yang memperkenalkan budaya ke-Barat-an, melarang pemakaian jilbab, merubah fungsi Hagia Sofa dari masjid menjadi museum dll.

http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/siapa-sebenarnya-mustafa-kemal-attaturk.htm#.V3ifBrh96Uk

Penguasa pertama Turki yang menjadi korban kudeta adalah Ali Adnan Menderes. Kudeta terhadap presiden yang terpilih 2x secara demokratis, yaitu pada tahun 1950 dan 1953, terjadi pada tahun 1960. Begitu terpilih Menderes merealisasikan janjinya ketika kampanye yaitu mengembalikan adzan ke dalam bahasa Arab, mencabut UU larangan pakaian muslimah, pendididkan agama di sekolah dan pemakmuran masjid.

Namun demikian kudeta baru terjadi 4 tahun setelah Menderes mengusir dubes Israel untuk Turki. Itupun setelah sebelumnya terjadi beberapa kali percobaan pembunuhan terhadap dirinya, termasuk “ kecelakaan”  pesawat pada tahun 1959 dimana ia bisa lolos secara ajaib. Nasib Menderes berakhir di tiang gantungan paska kudeta.

http://www.monitorday.com/detail/37928/kudeta-turki-adnan-menderes-pm-pertama-turki-yang-digulingkan/2

Sedangkan kudeta pada awal tahun 1997 terhadap Nekmettin Erbakan yang ketika itu sedang memegang tampuk kekuasaan, militer hanya memaksa sang presiden agar membentuk pemerintahan baru. Hal ini disebabkan tudingan militer bahwa Erbakan telah mencoreng ke-sekuler-an Turki dengan aturan syariat yaitu dengan diperbolehkannya hijab, pendirian pendidikan pesantren, dan beragam kebijakan islami lainnya.

Akan halnya kudeta yang baru beberapa hari menimpa pemerintahan Recep Tayyip Erdoğan. Erdogan yang merupakan murid Erbakan, terpilih menjadi orang no 1 Turki setelah menang dalam pemilihan presiden 2014 secara demokratis, hal yang sangat dipuja Barat khususnya. Sebelumnya Erdogan pernah menjadi wali kota Istanbul, yaitu pada 1994 – 1998. Dan sebagai perdana mentri selama 3 periode yaitu 2003, 2007 serta 2011.

Turki selama berada dibawah Erdogan, banyak prestasi yang telah dicapai. Erdogan bukan hanya berhasil mengembalikan wajah Islam yang selama ini tertutup namun juga dalam bidang ekonomi dan pembangunan. Erdogan telah mampu membuat lompatan besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16, dengan rata-rata peningkatan 10 % pertahun, yang berarti masuknya Turki kedalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia.

https://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/2016/07/12/kondisi-terkini-turki-turki-campakkan-sekulerisme-tuai-kejayaan/

Kabar terakhir Erdogan telah berhasil mengembalikan fungsi Hagia Sofia sebagai masjid dimana adzan dapat berkumandang dengan lantangnya, dalam bahasa aslinya, Arab tentu saja.  Ia juga memberi kebebasan pelajar dan mahasiswi Muslimah untuk berhijab. Serta berhasil memotivasi para pemuda agar melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid. Kini bukan merupakan pemandangan yang aneh melihat anak-anak muda Turki datang  berbondong-bondong memenuhi panggilan Subuh di masjid-masjid.

Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam shalat Subuh dan Isya’ maka mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Muslim dan AnNasaa’i).

Hal yang ternyata sangat ditakuti kaum Yahudi, yaitu ketika Subuh berjamaah di masjid lebih ramai dari shalat Jumat. Dan fenomena ini telah terbukti dengan gagalnya kudeta yang baru lalu, disamping militer yang saat ini terpecah antara pendukung sekuler dan yang tidak sekuler.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (Terjemah QS. Al-Baqarah (2):120).

Sejarah mencatat bahwa perang Salib dan sejumlah perang antara kaum Muslimin dan kaum Salibis/Yahudi yang pernah terjadi ratusan tahun silam adalah bukti nyata ayat di atas. Perseteruan dan persaingan antar agama langit ini tampaknya sudah menjadi suratan takdir yang tak mungkin dapat dihindari hingga akhir zaman nanti. Rasulullah saw menceritakan perang akhir zaman tersebut dalam banyak hadist. Yang ternyata amat sangat sesuai dengan apa yang sedang terjadi hari ini. Pendudukan Zionis di Palestina dan perang Suriah adalah salah satu diantaranya.

http://www.fimadani.com/prediksi-perang-akhir-zaman-sampai-kiamat/   

( Bersambung)

Read Full Post »

Perkosaan dan pelecehan seksual tak ada hentinya terjadi di negri tercinta yang katanya mayoritas berpenduduk Muslim ini. Miris, sungguh sama sekali tidak mencerminkan agama yang sangat mengagungkan kaum perempuan. Lupa, bagaimana rasulullah Muhammad saw dalam khutbah terakhirnya berpesan bahwa kaum perempuan haruslah dijaga dan diperlakukan dengan baik. Lupa, bagaimana Sang Khalik memuliakan kaum perempuan dengan perintah menutup aurat, agar tidak mengumbarnya kepada sembarang lelaki kecuali muhrimnya.

Namun yang lebih menyedihkan lagi adalah hukuman yang ditimpakan kepada si pelaku kejahatan seksual. Bagaimana mungkin seorang yang dilaporkan telah memperkosa 58 anak, anak di bawah umur pula, dihukum hanya 10 tahun penjara! Parahnya lagi padahal sebelumnya sudah pernah dilaporkan dengan pengaduan yang sama, namun terbebas dari hukuman hanya karena alasan sakit. Sungguh tidak masuk akal.

Uang nampaknya sudah demikian berkuasanya bahkan dalam lingkaran pengadilan sekalipun.  Sony Sandra alias Koko, laki-laki bejat 63 tahun tersebut memang adalah seorang pengusaha terkenal yang suka membagi-bagikan harta kekayaan kepada siapa yang dianggapnya perlu, termasuk korban dan keluarganya. Dengan kekayaannya itu ia bisa leluasa bertindak sesukanya. Apa arti uang 300 juta sebagai denda perbuatan biadabnya itu???

Anehnya lagi hukuman tersebut keluar tak lama setelah adanya rencana kebiri sebagai hukuman pemerkosa. Tragedi Yuyun, gadis cilik 14 tahun yang diperkosa secara beramai-ramai oleh 12 anak yang juga dibawah umur, adalah puncaknya.

http://www.merdeka.com/peristiwa/yuyun-tewas-usai-diperkosa-13-lelaki-di-hutan-12-pelaku-dibekuk.html

“Kami mendesak undang-undang hukuman kebiri yang saat ini masih dalam pengkajian segera direalisasikan. Itu bagus hukum kebiri,” ujar Mulyanah, dari komunitas perempuan Kabupaten Lebak.

http://news.liputan6.com/read/2501767/duka-yuyun-dan-revisi-uu-perlindungan-anak

Perkosaan dan pelecehan seksual memang tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga negara-negara maju sekelas Amerika Serikat, Inggris maupun Jerman. Bahkan menurut laporan tahun 2014, Amerika menempati peringkat tertinggi kasus perkosaan di dunia. Sementara Inggris di peringkat 3.

http://www.wowmenariknya.com/2014/06/10-negara-dengan-tingkat-pemerkosaan.html

Namun Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim perkosaan dan pelecehan seksual tidak sepatutnya hal ini terjadi. Sebagaimana disebutkan di atas, Islam sejak awal telah memuiakan kaum hawa dan telah  mengantisipasinya dengan aturan dan hukum tertentu.

Islam adalah ajaran yang benar-benar patut diacungi jempol. Ajaran yang dibawa nabi Muhammad saw 14 abad silam ini telah mengenal metode Reward ( penghargaan) and Punishment ( hukuman), sebuah metode pendidikan dan pembelajaran yang diakui dunia internasional.

Tapi lebih hebatnya lagi Islam tidak menerapkan metode ini sebelum masyarakatnya memahami benar apa hakehat dibalik suatu permasalahan. Sebagai contoh pelarangan khamar/alkohol. Awalnya umat diberi penjelasan bahwa khamr itu mempunyai manfaat tertentu. Akan tetapi karena mudharatnya ( kekurangannya) lebih banyak dari pada manfaatnya, maka umat Islam dilarang mengkonsumsinya. Jadi pelarangan minum khamar itu bertahap, tidak serta merta.

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya”. …… “. (Terjemah QS.Al-Baqarah(2):219).

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.( Terjemah QS.Al-Maidah(5):90).

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”. (Terjemah QS Al-Maidah(5):91).

Demikian pula hukum perkosaan, perzinahan, pencurian dan hukum-hukum syariat lainnya. Untuk mencegah perzinahan, kaum perempuan mula-mula diperintahkan untuk menutup aurat. Selanjutnya kaum laki-laki diperintahkan agar dapat menjaga pandangan dan syahwat.  Setelah itu, larangan berkhalwat alias berdua-duan dengan lawan jenis yang bukan muhrim. Atau berpacaran istilah zaman sekarang.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (Terjemah QS.An-Nuur(24):30).

Selanjutnya setelah semua rambu-rambu di keluarkan, perzinahan tetap terjadi maka hukum harus dilaksanakan. Itulah hukum cambuk 100x bagi yang belum menikah atau rajam bila sudah menikah. Namun itupun tetap harus melalui proses pemeriksaan yang ketat, yaitu harus ada saksi. Demikian pula hukum pelaku perkosaan dan pelecehan seksual. Dapat dibayangkan bila perzinahan yang notebene atas dasar suka sama suka saja hukumnya begitu berat apalagi perkosaan yang sifatnya memaksa bahkan dengan ancaman kekerasan, penganiyaan dan tak jarang di akhiri dengan pembunuhan.

Masalahnya karena alasan HAM ala Barat, hukum syariat Islam dipandang sebagai hukum yang keji dan melanggar hak manusia. Tak heran bila pada akhirnya banyak orang termasuk orang Islam sendiri yang enggan menerapkan hukum terebut. Dan akibatnya inilah yang terjadi, perkosaan makin meraja-lela. Lalu dimana letak hak perempuan yang menjadi korban perkosaan? Adakah hukum Barat yang katanya meng-agungkan hak manusia itu, mampu mencegah kebiadaban tersebut? Buktinya justru Amerika dan Inggris yang menempati urutan tertinggi kejahatan tersebut.

Anehnya lagi, ketika orang telah menjadi jenuh, tiba-tiba saja hukum kebiri muncul tanpa ada yang berani memprotes bahwa hal tersebut melanggar HAM atau tidak. Sementara alkohol yang terbukti menjadi faktor utama pendorong naiknya nafsu birahi justru dibiarkan bebas diperjual belikan di pasaran. Bahkan pemda DKI memiliki saham besar di perusahaan minuman beralkohol sebagai salah satu andalan pendapatan daerah.

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/04/02/14215501/Kemendagri.Kenapa.Pak.Ahok.Masih.Targetkan.Pendapatan.dari.Miras.?utm_source=RD&utm_medium=inart&utm_campaign=khiprd

http://www.suaranews.com/2016/05/aneh-banyak-kasus-awalnya-dari-miras.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Dengan arogan, Ahok, gubernur DKI plt, berucap tidak ada orang mati karena minum alkohol. Malah harusnya bir itu bisa dibeli cukup di toko sekelas Alfamart, ujarnya, meski ia sendiri mengaku tidak mengkonsumsinya. Yang juga penting untuk diperhatikan, Papua yang mayoritas penduduknya Kristen, demikian juga gubernurnya, bersikukuh tidak akan menuruti perintah pusat untuk mencabut perda miras.

Menjadi pertanyaan besar, sebenarnya siapakah yang bodoh dan mau dibodohi-bodohi dengan peraturan tersebut? Sungguh pantas bila para ulama berduka memiliki gubernur semacam itu meski hanya pengganti gubernur. Atau lebih tepatnya, berduka menyadari betapa bodoh dan konyolnya umat Islam yang tetap saja memujanya.

http://m.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2016/04/13/93008/adian-wajar-kh-bahtiar-menangis-melihat-ahok.html#.V0ahsJF96Uk

Belum lagi dengan makin marak dan vulgarnya video porno di negri tercinta ini. Sementara dengan mudahnya pemerintah memblokir situs-situs yang mereka anggap sebagai pemicu terorisme. Dan yang lebih ajaib lagi ruu pornografi, yang diantaranya mengatur cara berpakaian perempuan, malah diprotes habis-habisan, ironisnya justru oleh kaum feminis sendiri, karena dianggap tidak menghargai budaya, seni dll.

https://id.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Pornografi

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”.( Terjemah QS. Al-Ahzab(33):59).

Akhir kata, hukum seberat apapun termasuk kebiri, bila kaum perempuan terus saja memamerkan aurat, kaum lelaki mengumbar pandangan dan syahwat, tontonan pornografi dibiarkan meraja-lela dan minuman keras berserakan, tampaknya baik perkosaan maupun pelecehan seksual tetap akan sulit dihilangkan. Dan yang paling menderita tetap kaum hawa … Na’udzubillah min dzalik …

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 26 Mei 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »