Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

Musibah dan Azab Allah.

Salah satu keuntungan menjadi seorang Muslim adalah ketika mendapat musibah ia sabar bahkan berusaha memetik hikmahnya. Tentu bukan hal yang mudah. Tapi bagaimanapun sulitnya seorang Muslim yang baik akan berusaha sekuat tenaga agar dapat menerimanya. Ini dikarenakan keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini hanya dapat terjadi karena izin-Nya.’

“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. …“.   ( Terjemah QS. At-Taghabun(64):11).

“Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Segala sesuatu yang terjadi padanya semua merupakan kebaikan. Ini terjadi hanya pada orang mukmin. Jika mendapat sesuatu yang menyenangkan dia bersyukur, maka itu kebaikan baginya. Jika mendapat keburukan dia bersabar, maka itu juga kebaikan baginya“ (H.R Muslim).

Dengan bekal inilah seorang Muslim yang mengalami musibah betapa beratnya tidak akan putus asa. Bencana dan musibah sebaliknya justru akan memperkuat imannya karena bencana bisa jadi memang ujian atas hamba-Nya untuk menaiki tingkat keimanan yang lebih tinggi. Itu sebabnya para nabi dan rasul mengalami cobaan yang maha berat.

Uniknya Allah swt juga berfirman bencana tidak akan terjadi kecuali karena kesalahan  manusia sendiri. Artinya Allah swt sebagai Zat yang Maha Adil tidak semena-mena menjatuhkan musibah atau bencana. Bencana terjadi karena manusia tidak menjaga apa yang telah diberikan-Nya, baik itu kesehatan, harta yang berlimpah, kekayaan alam bahkan iman dan islam. Bila kita dapat menjaga dan mensyukuri pemberian Allah tersebut, dengan izin-Nya, nikmat tersebut akan tetap menjadi miliknya.

“Apa saja ni`mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. … “. (Terjemah QS.An-Nisa(4):79).

Sebaliknya bila kita tidak menjaga nilmat Allah tersebut, dengan izin-Nya jua musibah akan merenggutnya. Itulah sunatullah yang tidak hanya ditujukan bagi orang beriman saja namun bagi semua orang. Atau orang awam biasa menyebutnya sebagai fenomena alam. Fenomena alam sendiri dapat didefinisikan dengan tanda-tanda atau gejala suatu peristiwa alam yang  dilandasi suatu teori/pikiran ilmiah, yang masuk akal manusia. Terjadinya gempa, gunung meletus, tsunami dll adalah contohnya.

Namun sebagai orang beriman kita harus meyakini bahwa itulah cara Allah memperkenalkan ilmu-Nya kepada manusia sebagai mahluk ciptaan-Nya  yang paling pandai dan berakal. Tujuannya agar manusia mampu menaklukkan alam dimana ia berdiam, hingga dengan demikian ia bisa menghadapi dan menyesuaikan hidupnya terhadap dasyat dan garangnya alam.

Meski demikian agar manusia tidak lupa diri maka sekali-sekali Allah swt menunjukkan kekuasaan-Nya yaitu dengan bertindak menyimpang dari aturan baku yang telah diketahui manusia. Untuk mengingatkan bahwa Allah Azza wa Jalla sebagai penguasa tertinggi bisa melakukan apapun sesuka-Nya tanpa harus mengikuti aturan atau tanda-tanda yang dibuatnya itu. Karena bila manusia dibiarkan terus mengikuti illmu-Nya bisa jadi membuat manusia menjadi congkak, sombong dan takabur, hingga merasa tidak lagi memerlukan-Nya.

“Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (ni`mat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)”. (  Terjemah QS.Al-‘Araf(7):168).

Akan tetapi sebagai Zat Yang Maha Pengasih, Ia juga tidak mau berbuat semena-mena membiarkan manusia takut dan hanya dapat berpasrah-diri menerima segala ketentuan-Nya. Karena sungguh tidak menariknya kehidupan ini bila kita hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apapun.

Untuk itulah Allah menciptakan manusia dengan sifat menyukai tantangan.  Allah menantang manusia dengan berbagai ujian dan cobaan. Uniknya, ujian dan cobaan yang diberikan-Nya itu tidak selalu dalam bentuk kesulitan namun bisa juga dengan kesenangan dan kenikmatan hidup. Siapa yang dapat melewati ujian dan cobaan surga adalah balasannya. Dan neraka bagi yang tidak berhasil melaluinya.

Sementara itu Allah swt juga menciptakan apa yang dinamakan azab. Azab ini diberikan sebagai teguran kepada orang atau kaum yang mendustakan-Nya. Contohnya yaitu apa yang terjadi terhadap kaum nabi Nuh, kaum nabi Luth dan juga kaum nabi Saleh. Penyebabnya bermacam-macam, diantaranya karena kesyirikan, perzinahan, perbuatan homoseksual dll. Al-Quran banyak sekali menceritakan hal tersebut agar kita dapat memetik pelajaran dan tidak mengulanginya.

Rasul itu berdo`a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku.” Allah berfirman:

“Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal.” Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu”.

( Terjemah QS. Al-Mukminun(23): 39-41).

“Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan”.  (Terjemah QS.Hud (11):37)..

“Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini, sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim”. (Terjemah QS. Al-Ankabut(29):31).

“Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka, (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu`aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu`aib mereka itulah orang-orang yang merugi”. ( Terjemah QS. Al-‘Araf(7):91-92).

Ironisnya, tidak sedikit orang dan kaum yang hingga detik ini masih saja melakukan kemaksiatan seperti yang dikisahkan Al-Quran diatas. Diantaranya apa yang terjadi pada musibah banjir bandang di Garut yang menelan 26 korban jiwa, 23 hilang,  merusak sekitar 594 bangunan terdiri dari sekolah, asrama TNI, rumah sakit, pemukiman, PDAM dan  menghanyutkan 57 bangunan lainnya.

http://www.mongabay.co.id/2016/09/23/memprihatinkan-ternyata-ini-penyebab-banjir-bandang-garut/

Meski pemerintah daerah memang mengumumkan bahwa penyebab musibah adalah lingkungan yang rusak parah. Pembangunan besar-besaran yang tidak memperhatikan lingkungan, bantaran sungai yang dipadati rumah penduduk dsbnya. Akan tetapi demi kebaikan kita sendiri marilah kita introspeksi, dengan memperhatikan cerita seorang relawan yang bertugas di salah satu desa yang terkena bencana.

Ia menceritakan betapa parahnya keadaan desa tersebut. Korban bergelimpangan disana-sini, laki-laki perempuan tua muda. Yang paling memilukan menurutnya adalah 2 mayat bayi yang menyembul dari balik timbunan tanah. Di desa tersebut ia sempat bertemu dengan  seorang lelaki tua penduduk desa yang selamat dari bencana. Dengan mata berkaca-kaca dan suara parau, kakek berusia sekitar 60 tahun-an tersebut menceritakan betapa perzinahan dan pengguguran kandungan di desanya yang jauh dari perkotaan itu sudah menjadi hal biasa. Dengan mudahnya para ibu mengubur bayi yang dilahirkan tanpa ayah. Itu sebabnya ia yakin bahwa apa yang menimpa desanya adalah azab dari Allah swt.

“ Coba kau lihat dari jembatan, dari jembatan ke sungai jaraknya sangat jauh. Tidak masuk akal kalau air sungai bisa tumpah ke kampung kami”, jelasnya.

http://mozaik.inilah.com/read/detail/2326997/kisah-nyata-azab-zina-di-balik-bencana-garut

Ya, serusak apapun lingkungan alam dan sederas apapun hujan tanpa izin-Nya musibah tidak akan terjadi. Hanya Allah yang bisa menghentikan hujan, menyuruh tanah menyerap airnya dan menjauhkan manusia dari bencana besar. Seperti ayat 44 surat Hud berikut:

“Dan difirmankan:

“Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” Dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.”

Saya jadi teringat pada sebuah kisah yang pernah terjadi di desa sekitar Dieng, Legatang nama desa tersebut. Desa tersebut dikenal sebagai desa yang paling subur di banding desa-desa tetangganya. Tak heran bila penduduknyapun hidup dalam kemakmuran.

Suatu malam 16 April 1955, seperti malam-malam sebelumnya, tampak warga baik laki perempuan dewasa maupun kanak-kanak mengerumuni panggung satu-satunya yang ada di desa tersebut. Suara tabuh musik tradisional diselingi hiruk pikuk tawa terbahak serta terkikik terdengar memecah keheningan malam. Asap rokok, asap dupa dan celoteh warga bercampur menjadi satu. Sementara bau arak tercium hingga jarak cukup jauh. Rupanya mereka sedang asik menyaksikan tari daerah yang dibawakan perempuan desa tersebut secara genit dan terkesan mengundang birahi penonton.

Di akhir acara pada tengah malam bahkan pagi hari dapat ditebak dengan mudah. Dalam keadaan mabuk mereka melampiaskan nafsu, tak peduli dengan sesama jenis bahkan dengan orang-tua dan anak mereka sendiri. Na’udzubillah min dzalik.

Namun apa yang terjadi malam itu ternyata tidak sama dengan malam-malam sebelumnya. Hujan yang awalnya hanya rintik-rintik makin lama makin lebat. Tapi seolah tersihir mereka tidak mempedulikan hal tersebut. Keramaian terus saja berlangsung. Hingga akhirnya ketika hujan berhenti tiba-tiba terdengar bunyi nyaring seperti meteor menghujam bumi. Seiring dengan itu berhenti pulalah suara hingar bingar dan kegaduhan di desa tersebut.

Suhuri, salah seorang warga desa tetangga Legatang yang kini berusia sangat lanjut mengatakan, musibah terjadi malam hari pukul 23.00 saat musim hujan. Namun warga tidak ada yang berani ke luar rumah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

”Saya dan beberapa teman malam itu tidur di masjid. Saya baru dengar kabar gunung Pengamun-amun longsor jam tiga pagi,” katanya.

Anehnya, desa Legatang yang sebenarnya terletak jauh dari gunung yang sejak beberapa waktu memang telah menunjukkan tanda-tanda akan longsor, justru yang terkena dampaknya. Desa tersebut dipisahkan sungai dan jurang yang hingga kini masih ada. Lebih aneh lagi, gunung Pengamun-amun yang tadinya memiliki pucuk, pagi hari setelah kejadian telah kehilangan pucuk tersebut. Sebaliknya Legatang yang tadinya berada di lembah menjadi rata bahkan cenderung menyerupai gundukan paska terjadinya tragedi nahas tersebut. Seolah pucuk gunung tersebut terbang meloncati sungai dan jurang lalu mendarat tepat menutupi Legatang yang sedang berpesta pora.

plakat banjarnegara1955Dilaporkan seluruh warga yang jumlahnya 332 kecuali satu orang, yaitu salah satu istri kepala desa, ditambah 19 orang tamu dari luar desa menjadi korban. Mereka tertimbun di dalam tanah tanpa berhasil di evakuasi, hingga saat ini, karena sangat sulit ditemukan. Istri Rana, sang ketua desa, lolos dari musibah karena sedang tidak berada di lokasi ketika musibah terjadi. Di desa tersebut kini berdiri sebuah prasasti yang menunjukkan peristiwa tragis tersebut.

http://duniatimteng.com/tragedi-legetang-legenda-kaum-sodom-gomorah-di-nusantara/

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang dilangit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?” (Terjemah QS.Al Mulk (67): 16).

Ada pertanyaan yang cukup menarik. Di Barat yang rata-rata penduduknya atheis,  perzinahan dan homoseksual sudah menjadi hal umum, namun mengapa Allah swt tidak mengazab mereka? Betulkah demikian??

Ada 2 kemungkinan. Pertama, Allah sudah tidak peduli lagi, karena kekafiran yang sudah keterlaluan. Allah mencukupkan balasannya kelak di negri akhirat. Meski bila mau berpikir lebih jauh, dampak perzinahan dan homoseksual di dunia tidak sedikit. Diantaranya praktek pengguguran kandungan yang berresiko kematian, masa depan anak yang suram karena lahir di luar harapan orang-tua, punahnya generasi manusia dll. Belum lagi berbagai penyakit seksual berbahaya seperti AIDS dll.

korban-badai-haitiKedua, Allah swt telah memberi peringatan dengan berbagai bencana yang tidak sedikit. Seperti badai Matthew yang baru kemarin menerjang Haiti dan menelan korban 283 jiwa serta menghancurkan 80% bangunan di sebuah kota utamanya. Saat ini AS bahkan sedang dalam status siaga menghadapi badai yang sedang bergerak menuju ke negara dimana Donald Trump, calon presiden yang sangat memusuhi Islam itu, berada. Kita tahu betapa bencinya ia terhadap kaum Muslimin.

http://www.mirajnews.com/id/as-siaga-korban-tewas-di-haiti-akibat-badai-matthew-melonjak-283-orang/132005

Sayangnya mereka tidak pernah merasa bahwa bisa jadi itu adalah bentuk murka Allah atas kelakuan menyimpang mereka. Karena yaitu tadi, mereka menganggapnya sebagai fenomena alam biasa. Kalaupun ada cerita atau laporan dari penduduk yang dianggap tidak masuk akal, mereka tidak mau mempercayainya. Kalau sudah demikian untuk apa lagi Sang Khalik memperingatkan mereka ??

Bagaimana dengan Jakarta atau kota-kota besar di negri yang katanya mayoritas Muslim namun kemaksiatan meraja-lela. Bahkan sang gubernur petahana baru-baru ini dengan lancangnya berani mengolok-olok ayat Al-Quran. Sudahkah Allah swt menurunkan azab-Nya??

“Allah tidak akan menyiksa mereka selama kamu ada di tengah mereka. Dan Allah tidak akan menghukum mereka, sementara mereka memohon ampun.” (Terjemah (QS.Al-Anfal):33).

Ayat di atas berkenaan dengan orang-orang Qurasy yang menantang Rasulullah agar menurunkan azab karena kemaksiatan mereka. Namun Allah swt tidak mengabulkannya karena Rasulullah ada di antara mereka. Alasan lain karena masih ada di antara mereka yang memohon ampun. Dengan kata lain Allah swt tidak akan meng-azab suatu kaum selama ada yang ber-istighfar, ber-istighfar dengan istighfar yang sebenar-benarnya, istighfar yang dibuktikan dengan tidak mengulang kesalahan yang sama. Hingga Sang Khalik berkenan mengampuni segala dosa hamba dan memberikan ampunan-Nya.

Untuk itu mari kita perbanyak istighfar dengan harapan semoga lingkungan buruk yang mengepung kita dari segala penjuru itu mampu mendatangkan belas kasih-Nya, hingga Ia ridho membatalkan azab yang sebenarnya sangat pantas diberikan-Nya itu … Na’udzubillah min dzalik.

“Semua musibah yang menimpa kalian, itu disebabkan kemaksiatan yang kalian lakukan. Dan Dia telah mengampuni banyak dosa.” (Terjemah QS.As-Syura(42): 30).

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,

“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”.

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. ( Terjemah QS.Al-Baqarah(2): 155-157).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 8 Oktober 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Jadi sungguh bukan hal yang mengherankan mengapa negara-negara Islam termasuk Turki belakangan ini terus saja dilanda kerusuhan dan fitnah yang tak kunjung henti. Isu teroris yang dialamatkan kepada umat Islam makin menjadi-jadi bahkan cenderung mulai tak terkendali. ISIS contohnya, yang awalnya dicitrakan sebagai “negara Islam” yang dengan brutal menteror Barat/non Islam, belakangan mulai menampakkan belangnya dan sedikit demi sedikit memperlihatkan jati diri aslinya.  Serangan bom terhadap bandara Istanbul Turki 3 minggu sebelum kudeta, yang notabene Islam adalah buktinya.

http://donatqofficial.blogspot.co.id/2015/03/isis-dibuat-oleh-cia-dan-mossad-untuk.html

Juga serangan terhadap Nice, kota pelabuhan di selatan Perancis yang belum lama terjadi. Dalam tragedy brutal yang menewaskan 84 orang dimana sebuah truk tronton sengaja ditabrakkan ke sekumpulan orang yang sedang menyaksikan pesta kembang api dalam rangka kemerdekaan Perancis itu, ternyata korban/sasaran pertamanya adalah seorang Muslimah yang menjalankan ajarannya dengan baik. Bahkan berdasarkan laporan terakhir lebih dari 1/3 korban adalah Muslim !

http://international.sindonews.com/read/1123921/41/isis-klaim-bertanggung-jawab-atas-teror-nice-1468668262

Memang berdasarkan pemeriksaan polisi, si penabrak yang kemudian tewas ditembakaparat, adalah seorang yang mengaku Muslim. Pria keturunan Tunisia itu bernama Mohamed Lahouaiej Bouhlel (31). Namun para tetangganya mencermati bahwa pria tersebut sama sekali tidak menunjukkan keislamannya. Ia dikenal sebagai pria yang suka minum alkohol dan makan babi. Ia juga tercatat sebagai penjahat kecil yang sering membuat onar.

Begitulah cerminan anggota ISIS, persis seperti kesaksian seorang  warga Perancis yang suatu ketika pernah ditawan kelompok teroris. Ia menceritakan bahwa ia tidak pernah melihat anggota ISIS shalat maupun membaca Al-Quran. Sekedar info, di Nice jumlah penduduk Muslim yang terus saja bertambah banyak telah membuat pemerintah Perancis merasa khawatir negaranya bakal didominasi Muslim yang kebanyakan adalah pendatang.

https://iamisty.wordpress.com/artikel-islam/ketakuatan-barat-atas-jumlah-kaum-muslim/

Namun yang juga tak kalah menarik, Perancis yang masih berada dalam “masa darurat” sejak 3 bulan lalu dan harusnya akan berakhir pada 26 Juli mendatang. Mengapa justru pada perayaan kemerdekaan akbar 14 Juli sebuah truk tronton bisa berada di tengah kerumuman orang yang begitu padat ??? Dimanakah gerangan para petugas yang di beri tanggung-jawab mengamankan suksesnya “masa darurat”???

Yang juga patut diperhatikan, pemerintah Perancis yang pada tanggal 13 Juli tiba-tiba menutup perwakilan mereka di Istanbul dan Ankara demi alasan keamanan, lalu 2 hari kemudian kita dikejutkan dengan adanya percobaan kudeta di Turki. Suatu kebetulankah???

Kedutaan Perancis di Ankara, juga konsulat jenderal di Istanbul akan ditutup pada Rabu, 13 Juli, pukul 13.00, hingga pemberitahuan selanjutnya.

http://www.cnnindonesia.com/internasional/20160713182039-134-144609/perancis-tutup-kantor-perwakilan-di-turki/

Barat sangat menyadari umat Islam dengan konsep jihadnya seperti pada waktu lalu, sulit untuk dikalahkan melalui perang terbuka. Maka diciptakanlah perang pemikiran ( Gazwl Fikri). Isu Demokrasi, Toleransi, Sekulerisme, Pluralisme dan Liberlisme adalah contohnya, yang dalam prakteknya berstandard ganda alias sangat rancu, tergantung pelakunya.

Negara adi daya Amerika Serikat yang dikenal paling bernafsu melawan terorisme, contohnya. Ketika Erdogan secara resmi meminta agar otak kudeta berdarah yang sejak beberapa tahun tinggal di AS di ekstradisi, AS terlihat mempersulit permintaan tersebut. Ada apakah sebenarnya?? Mengapa AS yang merupakan sekutu terdekat sekaligus pelindung Israel ini begitu ingin melindunginya?? Perhatikan pidato Obama di depan AIPAC ( American Israel Public Affairs) beberapa tahun lalu, sesuatu yang selalu ditutupinya ketika berada di depan umum.

http://safeshare.tv/w/WfohHOLdCE

http://www.suarapalestina.com/in/?action=showdetail&seid=1103

Ironisnya tidak sedikit umat Islam yang termakan propaganda tersebut. Tidak sedikit umat Islam yang justru menyalahkan keputusan Erdogan. Begitupun dengan penetapan masa darurat yang diambil Erdogan. Ketika presiden Turki ini memutuskan status darurat bagi negaranya yang baru lolos dari percobaan kudeta, sebagaimana Perancis yang juga menetapkan masa darurat dan paska tragedi Nice memperpanjangnya, media sekuler, seperti kebakaran jenggot beramai-ramai mencemoohnya. Bahkan tega memfitnah bahwa kudeta hanyalah akal-akal Erdogan agar ada alasan membuat status darurat. Apakah itu berarti rakyat yang bangun di pagi buta kemudian ke luar rumah berbondong-bondong menghalau tentara juga bagian dari sandiwara ???

Kudeta terhadap pemerintahan yang sah, yang terpilih secara demokratis adalah berlawanan dengan demokrasi itu sendiri. Namun kudeta yang dilakukan jendral Fattah Al-Sisi pada tahun 2013 terhadap presiden Mesir Mohammad Morsi yang terpilih secara demokratis hingga kini baik-baik saja. Jendral tersebut melenggang sebagai presiden Mesir hingga detik ini.  Tidak ada kecaman serius termasuk dari negara kita yang katanya mayoritas Muslim. Untuk diingat, seperti Erdogan, Morsi juga sedang berusaha menerapkan hukum syariat begitu dirinya terpilih sebagai presiden.

http://www.portalpiyungan.com/2016/07/jokowi-tidak-mengecam-kudeta-di-turki.html

Sikap mendukung kudeta juga diperlihatkan sejumlah pejabat kita, juga media sekuler seperti MetroTv, Kompas, Tempo dan Detik. Media-media tersebut dengan sigap memberitakan kudeta penggulingkan Erdogan dengan nada kemenangan. Begitupun media Mesir yang pro militer. Setidaknya 3 surat kabar Mesir memberitakan kudeta tersebut dan menyambut dengan suka cita sebelum akhirnya meralat kegagalan kudeta. Mesir yang merupakan anggota tidak tetap DK-PBB bahkan mengajukan keberatan atas resolusi dewan agar mengecam kudeta Turki.

http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/16/07/18/oah244377-kenapa-mesir-menolak-kecaman-kudeta-turki

Sungguh pada diri sebagian kaum Muslimin tersebuti tidak tampak sedikitpun ghirah (cemburu dan marah/tersakiti/tersinggung) terhadap agama yang terdzalimi. Tidak juga terbetik adanya rasa persaudaraan sebagai sesama Muslim.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam”.( HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)

Lemahnya rasa persaudaraan diantara umat Islam ini tentu saja tidak luput dari perhatian musuh-musuh Islam. Ditambah lagi dengan adanya kaum Munafikun yang terus merongrong dari dalam. Juga mereka yang mengaku Islam tapi enggan menjalankan syariat agamanya bahkan memusuhi saudara-saudarinya sendiri yang mereka anggap kolot dan kuno karena kukuh menjalankan syariat. Juga adanya orang yang mengaku Islam namun mengabaikan ajaran agamanya sendiri agar mematuhi pemimpin, selama sang pemimpin tidak mendzalimi Tuhannya dan tidak melecehkan agamanya, layaknya imam dalam shalat.

Bukankah adanya perbedaan , selama hanya di cabang/furu’ bukan di ushul/prinsip adalah bagian dari indahnya Islam yang harus kita syukuri? Bukan malah dipertentangkan apalagi dipertajam ??

Inilah yang kemudian dimanfaatkan musuh-musuh Islam untuk menyerang dari dalam. Hanya dengan sedikit dikipas saja jadilah perpecahan umat, persis seperti yang terjadi di negara-negara mayoritas Muslim saat ini. Kerusuhan bahkan perang saudara yang tak kunjung surut sungguh membuat kita makin lemah, sekaligus pemandangan menyenangkan bagi para pembenci Islam.

Masih belum cukupkah semua itu kita jadikan pelajaran berharga ??? Relakah kita menyaksikan Turki yang sedang menuju kemajuan dan kebesaran Islam kembali terhempas dilanda kerusuhan yang masih mungkin terjadi paska kudeta yang gagal ini, terlepas siapapun dalang di baliknya??

Ya Allah, lindungilah umat Islam dimanapun berada, khususnya rakyat Turki yang saat ini sedang berada dalam situasi genting. Buka dan satukan hati umat Islam agar tidak mudah terpecah hingga mudah di adu domba dan menjadi mangsa empuk mereka yang tidak ingin Islam kembali mencapai puncak kejayaan.

 Ya Allah bersihkan hati umat Islam termasuk para pemimpinnya dari segala kotoran dan nafsu duniawi yang menyebabkan lupa dari menyembah dan mengagungkan-Mu, lupa bahwa dunia adalah lahan untuk mengumpulkan amal demi mendapatkan ridho dan surga-Mu. Aamiin aamiin aamiin ya Robbal ‘ Aalamiin …

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 22 Juli 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Belum genap 3 minggu Turki berduka dengan adanya rangkaian ledakan bom di bandara internasional Ataturk, Istanbul dan menewaskan 42 korban meninggal serta 239 korban luka berat dan ringan. Ironisnya tidak ada liputan khusus sebagaimana serangan teroris yang terjadi di Paris, Nice atau Orlando beberapa waktu lalu.  Tidak juga hash tag “Pray for Istanbul” atau yang sejenisnya di media social. Bahkan  UEFA,  Federasi Sepakbola Eropa, yang sedang menyelenggarakan pesta bola Eropa 2016 ketika peristiwa nahas itu terjadi, menolak usulan mengheningkan cipta (hold minute’s silence before games) yang biasanya merupakan bagian dari pertandingan bila terjadi tragedy seperti Paris Attack 2015 lalu. Padahal Turki termasuk yang berpartisipasi dalam pesta bola akbar tersebut.

http://www.middleeastupdate.net/uefa-menolak-mengheningkan-cipta-untuk-korban-serangan-bom-di-bandara-istanbul/

Kini Turki kembali dilanda duka, kali ini percobaan kudeta. Meski akhirnya gagal berkat partisipasi rakyat yang datang secara massif demi membela negara dan presiden yang mereka cintai. Percobaan merebut kekuasaan oleh sekelompok militer ini terjadi di dua kota utama Turki yaitu Istanbul dan Ankara, pada hari Jumat malam, 15 Juli 2016.

Pengkudeta berhasil menguasai stasiun tv pemerintah serta sempat mengumumkan bahwa mereka telah mengambil alih pemerintahan. Bahkan istana kepresidenan di Ankarapun kabarnya sempat dikuasai meski ketika itu Recep Tayyip Erdogan, sang presiden yang memegang tampuk pimpinan melalui proses demokrasi yang sah, sedang berada di peristirahatan di luar Ankara. Untuk catatan, bukan hanya kali ini presiden Turki tersebut mengalami percobaan pembunuhan.

Mantan Jaksa Agung Turki, Mohammad Dameer pada akhir desember 2014 mengatakan bahwa pihak asing berkordinasi dengan dengan berbagai institusi dalam negeri Turki pernah merencanakan untuk menghabisi Presiden Racep Tayyeb Erdogan setelah mereka gagal mengkudeta pemerintahan Erdogan. Seperti yang dilansir oleh arabic.yenisafak.com (23/12/2014).

Damer mengatakan bahwa banyak pihak tidak senang atas berbagai prestasi sukses dan keunggulan serta pertumbuhan ekonomi yang kini dicapai Turki, mereka ingin menghambat dan membatasi kemajuan Turki dengan melemparkan berbagai tuduhan palsu dan melakukan makar-makar murahan, dan setelah mereka gagal mewujudkannya lewat pemilu akhirnya mereka menempuh cara kotor dengan rencana pembunuhan Presiden Erdogan, namun semua rencana buruk mereka gagal.

http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/jaksa-agung-turki-rencana-pembunuhan-erdogan.html

Begitu pula dengan percobaan kudeta dan pembunuhan kali ini. Dengan pertolongan Allah swt, Erdogan berhasil memanfaatkan kecanggihan teknologi ponsel. Yaitu dengan mengirim pesan darurat ke sebuah stasiun tv dan meminta rakyat turun ke jalan sebagai tanda menolak kudeta. Permintaan di pagi buta Sabtu tersebut segera disambut masjid di seantero negri dengan bergemanya takbir bersahut-sahutan, membangunkan rakyat yang serentak berbondong-bondong ke luar rumah dan tanpa rasa takut mencegat para tentara pengkhianat, Allhuakbar …

“ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):54).

Meski demikian tak urung tercatat 265 orang tewas dalam upaya kudeta yang digagalkan dalam semalam itu. 104 diantaranya adalah dari pihak pengkudeta. Sementara itu dilaporkan 1.440 orang terluka di ibu kota Ankara dan Istanbul.

Kudeta, bagi negara yang dulu pernah lama mengenyam masa kejayaan Islam, bukan hal asing. Sejak berdirinya Turki Baru yang sekular pada tahun 1924, negara ini telah beberapa kali mengalami kudeta. Kudeta yang dilancarkan militer ini terjadi setiap kali penguasa Turki dinilai akan meninggalkan ke-sekuleran-nya menuju ke arah ke-Islam-an. Militer sejak awal pembentukan Turki Baru oleh pendirinya, Mustafa Kemal Ataturk yang kabarnya seorang Yahudi tulen, memang disumpah sebagai penjaga kesekuleran negara, atau yang dikemudian hari dikenal sebagai penganut Kemalisme.

Turki sejak berada di bawah pemerintahan Kemal Ataturk berubah drastis. Tak tampak sedikitpun sisa wajah Islam. Azan memang masih berkumandang namun tidak dalam bahasa aslinya yaitu Arab, meainkan dalam bahasa Turki, karena Ataturk yang sangat membenci Islam dan segala yang berbau Islam dan Arab, melarangnya. Ialah yang memperkenalkan budaya ke-Barat-an, melarang pemakaian jilbab, merubah fungsi Hagia Sofa dari masjid menjadi museum dll.

http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/siapa-sebenarnya-mustafa-kemal-attaturk.htm#.V3ifBrh96Uk

Penguasa pertama Turki yang menjadi korban kudeta adalah Ali Adnan Menderes. Kudeta terhadap presiden yang terpilih 2x secara demokratis, yaitu pada tahun 1950 dan 1953, terjadi pada tahun 1960. Begitu terpilih Menderes merealisasikan janjinya ketika kampanye yaitu mengembalikan adzan ke dalam bahasa Arab, mencabut UU larangan pakaian muslimah, pendididkan agama di sekolah dan pemakmuran masjid.

Namun demikian kudeta baru terjadi 4 tahun setelah Menderes mengusir dubes Israel untuk Turki. Itupun setelah sebelumnya terjadi beberapa kali percobaan pembunuhan terhadap dirinya, termasuk “ kecelakaan”  pesawat pada tahun 1959 dimana ia bisa lolos secara ajaib. Nasib Menderes berakhir di tiang gantungan paska kudeta.

http://www.monitorday.com/detail/37928/kudeta-turki-adnan-menderes-pm-pertama-turki-yang-digulingkan/2

Sedangkan kudeta pada awal tahun 1997 terhadap Nekmettin Erbakan yang ketika itu sedang memegang tampuk kekuasaan, militer hanya memaksa sang presiden agar membentuk pemerintahan baru. Hal ini disebabkan tudingan militer bahwa Erbakan telah mencoreng ke-sekuler-an Turki dengan aturan syariat yaitu dengan diperbolehkannya hijab, pendirian pendidikan pesantren, dan beragam kebijakan islami lainnya.

Akan halnya kudeta yang baru beberapa hari menimpa pemerintahan Recep Tayyip Erdoğan. Erdogan yang merupakan murid Erbakan, terpilih menjadi orang no 1 Turki setelah menang dalam pemilihan presiden 2014 secara demokratis, hal yang sangat dipuja Barat khususnya. Sebelumnya Erdogan pernah menjadi wali kota Istanbul, yaitu pada 1994 – 1998. Dan sebagai perdana mentri selama 3 periode yaitu 2003, 2007 serta 2011.

Turki selama berada dibawah Erdogan, banyak prestasi yang telah dicapai. Erdogan bukan hanya berhasil mengembalikan wajah Islam yang selama ini tertutup namun juga dalam bidang ekonomi dan pembangunan. Erdogan telah mampu membuat lompatan besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16, dengan rata-rata peningkatan 10 % pertahun, yang berarti masuknya Turki kedalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia.

https://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/2016/07/12/kondisi-terkini-turki-turki-campakkan-sekulerisme-tuai-kejayaan/

Kabar terakhir Erdogan telah berhasil mengembalikan fungsi Hagia Sofia sebagai masjid dimana adzan dapat berkumandang dengan lantangnya, dalam bahasa aslinya, Arab tentu saja.  Ia juga memberi kebebasan pelajar dan mahasiswi Muslimah untuk berhijab. Serta berhasil memotivasi para pemuda agar melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid. Kini bukan merupakan pemandangan yang aneh melihat anak-anak muda Turki datang  berbondong-bondong memenuhi panggilan Subuh di masjid-masjid.

Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam shalat Subuh dan Isya’ maka mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Muslim dan AnNasaa’i).

Hal yang ternyata sangat ditakuti kaum Yahudi, yaitu ketika Subuh berjamaah di masjid lebih ramai dari shalat Jumat. Dan fenomena ini telah terbukti dengan gagalnya kudeta yang baru lalu, disamping militer yang saat ini terpecah antara pendukung sekuler dan yang tidak sekuler.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (Terjemah QS. Al-Baqarah (2):120).

Sejarah mencatat bahwa perang Salib dan sejumlah perang antara kaum Muslimin dan kaum Salibis/Yahudi yang pernah terjadi ratusan tahun silam adalah bukti nyata ayat di atas. Perseteruan dan persaingan antar agama langit ini tampaknya sudah menjadi suratan takdir yang tak mungkin dapat dihindari hingga akhir zaman nanti. Rasulullah saw menceritakan perang akhir zaman tersebut dalam banyak hadist. Yang ternyata amat sangat sesuai dengan apa yang sedang terjadi hari ini. Pendudukan Zionis di Palestina dan perang Suriah adalah salah satu diantaranya.

http://www.fimadani.com/prediksi-perang-akhir-zaman-sampai-kiamat/   

( Bersambung)

Read Full Post »

Perkosaan dan pelecehan seksual tak ada hentinya terjadi di negri tercinta yang katanya mayoritas berpenduduk Muslim ini. Miris, sungguh sama sekali tidak mencerminkan agama yang sangat mengagungkan kaum perempuan. Lupa, bagaimana rasulullah Muhammad saw dalam khutbah terakhirnya berpesan bahwa kaum perempuan haruslah dijaga dan diperlakukan dengan baik. Lupa, bagaimana Sang Khalik memuliakan kaum perempuan dengan perintah menutup aurat, agar tidak mengumbarnya kepada sembarang lelaki kecuali muhrimnya.

Namun yang lebih menyedihkan lagi adalah hukuman yang ditimpakan kepada si pelaku kejahatan seksual. Bagaimana mungkin seorang yang dilaporkan telah memperkosa 58 anak, anak di bawah umur pula, dihukum hanya 10 tahun penjara! Parahnya lagi padahal sebelumnya sudah pernah dilaporkan dengan pengaduan yang sama, namun terbebas dari hukuman hanya karena alasan sakit. Sungguh tidak masuk akal.

Uang nampaknya sudah demikian berkuasanya bahkan dalam lingkaran pengadilan sekalipun.  Sony Sandra alias Koko, laki-laki bejat 63 tahun tersebut memang adalah seorang pengusaha terkenal yang suka membagi-bagikan harta kekayaan kepada siapa yang dianggapnya perlu, termasuk korban dan keluarganya. Dengan kekayaannya itu ia bisa leluasa bertindak sesukanya. Apa arti uang 300 juta sebagai denda perbuatan biadabnya itu???

Anehnya lagi hukuman tersebut keluar tak lama setelah adanya rencana kebiri sebagai hukuman pemerkosa. Tragedi Yuyun, gadis cilik 14 tahun yang diperkosa secara beramai-ramai oleh 12 anak yang juga dibawah umur, adalah puncaknya.

http://www.merdeka.com/peristiwa/yuyun-tewas-usai-diperkosa-13-lelaki-di-hutan-12-pelaku-dibekuk.html

“Kami mendesak undang-undang hukuman kebiri yang saat ini masih dalam pengkajian segera direalisasikan. Itu bagus hukum kebiri,” ujar Mulyanah, dari komunitas perempuan Kabupaten Lebak.

http://news.liputan6.com/read/2501767/duka-yuyun-dan-revisi-uu-perlindungan-anak

Perkosaan dan pelecehan seksual memang tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga negara-negara maju sekelas Amerika Serikat, Inggris maupun Jerman. Bahkan menurut laporan tahun 2014, Amerika menempati peringkat tertinggi kasus perkosaan di dunia. Sementara Inggris di peringkat 3.

http://www.wowmenariknya.com/2014/06/10-negara-dengan-tingkat-pemerkosaan.html

Namun Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim perkosaan dan pelecehan seksual tidak sepatutnya hal ini terjadi. Sebagaimana disebutkan di atas, Islam sejak awal telah memuiakan kaum hawa dan telah  mengantisipasinya dengan aturan dan hukum tertentu.

Islam adalah ajaran yang benar-benar patut diacungi jempol. Ajaran yang dibawa nabi Muhammad saw 14 abad silam ini telah mengenal metode Reward ( penghargaan) and Punishment ( hukuman), sebuah metode pendidikan dan pembelajaran yang diakui dunia internasional.

Tapi lebih hebatnya lagi Islam tidak menerapkan metode ini sebelum masyarakatnya memahami benar apa hakehat dibalik suatu permasalahan. Sebagai contoh pelarangan khamar/alkohol. Awalnya umat diberi penjelasan bahwa khamr itu mempunyai manfaat tertentu. Akan tetapi karena mudharatnya ( kekurangannya) lebih banyak dari pada manfaatnya, maka umat Islam dilarang mengkonsumsinya. Jadi pelarangan minum khamar itu bertahap, tidak serta merta.

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya”. …… “. (Terjemah QS.Al-Baqarah(2):219).

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.( Terjemah QS.Al-Maidah(5):90).

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”. (Terjemah QS Al-Maidah(5):91).

Demikian pula hukum perkosaan, perzinahan, pencurian dan hukum-hukum syariat lainnya. Untuk mencegah perzinahan, kaum perempuan mula-mula diperintahkan untuk menutup aurat. Selanjutnya kaum laki-laki diperintahkan agar dapat menjaga pandangan dan syahwat.  Setelah itu, larangan berkhalwat alias berdua-duan dengan lawan jenis yang bukan muhrim. Atau berpacaran istilah zaman sekarang.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (Terjemah QS.An-Nuur(24):30).

Selanjutnya setelah semua rambu-rambu di keluarkan, perzinahan tetap terjadi maka hukum harus dilaksanakan. Itulah hukum cambuk 100x bagi yang belum menikah atau rajam bila sudah menikah. Namun itupun tetap harus melalui proses pemeriksaan yang ketat, yaitu harus ada saksi. Demikian pula hukum pelaku perkosaan dan pelecehan seksual. Dapat dibayangkan bila perzinahan yang notebene atas dasar suka sama suka saja hukumnya begitu berat apalagi perkosaan yang sifatnya memaksa bahkan dengan ancaman kekerasan, penganiyaan dan tak jarang di akhiri dengan pembunuhan.

Masalahnya karena alasan HAM ala Barat, hukum syariat Islam dipandang sebagai hukum yang keji dan melanggar hak manusia. Tak heran bila pada akhirnya banyak orang termasuk orang Islam sendiri yang enggan menerapkan hukum terebut. Dan akibatnya inilah yang terjadi, perkosaan makin meraja-lela. Lalu dimana letak hak perempuan yang menjadi korban perkosaan? Adakah hukum Barat yang katanya meng-agungkan hak manusia itu, mampu mencegah kebiadaban tersebut? Buktinya justru Amerika dan Inggris yang menempati urutan tertinggi kejahatan tersebut.

Anehnya lagi, ketika orang telah menjadi jenuh, tiba-tiba saja hukum kebiri muncul tanpa ada yang berani memprotes bahwa hal tersebut melanggar HAM atau tidak. Sementara alkohol yang terbukti menjadi faktor utama pendorong naiknya nafsu birahi justru dibiarkan bebas diperjual belikan di pasaran. Bahkan pemda DKI memiliki saham besar di perusahaan minuman beralkohol sebagai salah satu andalan pendapatan daerah.

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/04/02/14215501/Kemendagri.Kenapa.Pak.Ahok.Masih.Targetkan.Pendapatan.dari.Miras.?utm_source=RD&utm_medium=inart&utm_campaign=khiprd

http://www.suaranews.com/2016/05/aneh-banyak-kasus-awalnya-dari-miras.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Dengan arogan, Ahok, gubernur DKI plt, berucap tidak ada orang mati karena minum alkohol. Malah harusnya bir itu bisa dibeli cukup di toko sekelas Alfamart, ujarnya, meski ia sendiri mengaku tidak mengkonsumsinya. Yang juga penting untuk diperhatikan, Papua yang mayoritas penduduknya Kristen, demikian juga gubernurnya, bersikukuh tidak akan menuruti perintah pusat untuk mencabut perda miras.

Menjadi pertanyaan besar, sebenarnya siapakah yang bodoh dan mau dibodohi-bodohi dengan peraturan tersebut? Sungguh pantas bila para ulama berduka memiliki gubernur semacam itu meski hanya pengganti gubernur. Atau lebih tepatnya, berduka menyadari betapa bodoh dan konyolnya umat Islam yang tetap saja memujanya.

http://m.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2016/04/13/93008/adian-wajar-kh-bahtiar-menangis-melihat-ahok.html#.V0ahsJF96Uk

Belum lagi dengan makin marak dan vulgarnya video porno di negri tercinta ini. Sementara dengan mudahnya pemerintah memblokir situs-situs yang mereka anggap sebagai pemicu terorisme. Dan yang lebih ajaib lagi ruu pornografi, yang diantaranya mengatur cara berpakaian perempuan, malah diprotes habis-habisan, ironisnya justru oleh kaum feminis sendiri, karena dianggap tidak menghargai budaya, seni dll.

https://id.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Pornografi

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”.( Terjemah QS. Al-Ahzab(33):59).

Akhir kata, hukum seberat apapun termasuk kebiri, bila kaum perempuan terus saja memamerkan aurat, kaum lelaki mengumbar pandangan dan syahwat, tontonan pornografi dibiarkan meraja-lela dan minuman keras berserakan, tampaknya baik perkosaan maupun pelecehan seksual tetap akan sulit dihilangkan. Dan yang paling menderita tetap kaum hawa … Na’udzubillah min dzalik …

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 26 Mei 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Masjid Luar Batang adalah sebuah masjid yang berada di daerah Penjaringan Pasar Ikan, Jakarta Utara. Masjid ini berdiri d atas lahan seluas 3.500 meter persegi dan memiliki 12 tiang penyangga.  Konon, nama masjid ini berasal dari kisah seorang ulama bernama Al Habib Husein bin Abubakar bin Abdillah Al ‘Aydrus. Ulama ini datang dari Yaman ke Jakarta ( dahulu Batavia) untuk menyiarkan Islam pada abad 18 dalam usia yang sangat muda yaitu 20 tahun-an.

Tak lama kemudian beliau membangun sebuah surau di pelabuhan Sunda Kelapa yang ketika itu merupakan pelabuhan terbesar di pulau Jawa. Dengan berjalannya waktu suraupun makin ramai dikunjungi orang yang hendak shalat, dan akhirnya berubah menjadi masjid. Bahkan akhirnya banyak orang yang datang menetap di sekitar masjid bernama asli An-Nuur itu, hingga akhirnya terbentuklah masyarakat Muslim di lingkungan masjid tersebut.

Namun habib Husein berdakwah tidak terlalu lama, hanya 10 tahun lebih, karena pada usia sekitar 30 – 40 tahun Allah swt telah memanggilnya kembali. Ulama muda yang sejak awal dakwah telah dikenal memiliki berbagai karamah ini wafat pada tanggal 24 Juni 1756, bertepatan dengan 17 Ramadhan 1169 H.

Dari sinilah kisah nama Luar Batang bermula. Ketika hari pemakaman tiba, dikabarkan jasad ulama kelahiran Migrab,  dekat Hazam, Hadramaut atau Yaman tersebut “raib” alias hilang dari kurungan/keranda jenazah atau “ keluar dari kurung batang” nya. Hal ini terjadi hingga tiga kali. Akhirnya jenazah sang habibpun batal dimakamkan di pemakaman sekitar Karet yang semula direncanakan, melainkan di tempat beliau wafat yaitu di dalam masjid yang kemudian lebih dikenal dengan nama masjid “Luar Batang”.

Namun demikian menurut Yudo Sapmono (50), seorang pengurus masjid Luar  Batang, asal usul masjid  ini simpang siur. Ada yang berpendapat sejatinya jenazah akan  dikembalikan ke asalnya di Yaman. Tapi sampai di tujuan, begitu akan dikubur, jenazahnya tidak ada. Setelah diperiksa ternyata jenazah masih ada di tempatnya meninggal, maka dimakamkanlah beliau di tempatnya sekarang ini berada.

Kisah misterius inilah tampaknya yang menjadi daya tarik tersendiri hingga membuat masjid banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah bahkan kabarnya dari manca negara termasuk Belanda. Di dalam masjid ini pulalah habib Husein meng-Islamkan sejumlah orang, termasuk seorang pemuda Tionghoa yang kemudian menjadi muridnya.  KH Abdul Kadir demikian nama pemuda tersebut, dan kini makamnya dapat ditemui disamping makan habib Husein.

http://www.indoglobalnews.com/2015/02/misteri-di-balik-nama-masjid-keramat.html

Apapun alasannya, dapat ditarik kesimpulan bahwa usia masjid Luar Batang telah begitu tua dan menyatu erat dengan masyarakatnya. Masjid, apalagi di masa lalu adalah tempat berkumpulnya masyarakat utamanya kaum Muslimin.  Namun demikian masjid bukan hanya tempat shalat tapi juga tempat untuk bermusyawarah  membicarakan dan membahas berbagai hal termasuk masalah-masalah besar. Persis seperti yang dicontohkan Rasulullah dan para sahabat 1400 tahun silam.

Maka sungguh ironis ketika pemerintah daerah baru-baru ini tiba-tiba saja datang menggusur masyarakat daerah tersebut dengan alasan apapun, termasuk alasan tanah milik negara ataupun karena kumuh atau karena sudah tidak ada lagi ikan yang dapat ditangkap nelayan.  Lagipula menurut beberapa sumber, tanah di sekitar masjid adalah milik Belanda yang telah dihibahkan kepada sang habib, dan telah diwakafkan pula.

Alasan yang dikemukakan pemda terasa sangat mengada-ada. Kalau karena alasan kumuh, mengapa tidak diperbaiki, di tata dan diberi fasilitas yang memadai saja. Bukankah begitu tugas pemerintah daerah? Bukannya malah menggusur, dan menyulapnya menjadi kawasan bisnis mewah milik segelintir orang, orang luar pula ???

Rekaman youtube tentang pemasaran kawasan yang di pasarkan ke negri Tirai Bambu nun jauh di sana dengan bahasa mereka pula, dapat disaksikan di sini :

Ustad Bahtiar Nasir, dai kondang yang selalu gigih memperjuangkan kebenaran sangat prihatin dan kecewa atas proyek reklamasi yang sama sekali tidak berpihak kepada rakyat kecil tersebut. Dai yang dibesarkan di lingkungan Luar Batang ini menceritakan bagaimana ketika kecil dulu bersama teman-teman sekampungnya sering berjalan kaki sambil bermain di atas pasir putih dari kampungnya hingga ke Ancol. Airnya masih bersih dan jernih hingga kerang yang bertebaran di sepanjang pantai, dengan berbagai bentuknya, bisa dipungut dan dijual dengan harga cukup mahal. Ia bahkan bisa menjual air asin yang diambil dari pulau-pulau sekeliling kepada orang yang memerlukannya. Sayang semua itu kini tinggal kenangan karena tembok-tembok bangunan baik bangunan komersial maupun perumahan mewah telah menjadi penghalang penduduk setempat. Berikut uraian panjang ustad Bahtiar.

https://www.youtube.com/watch?v=6FuHjvm9XL0 UBN

Sementara ikan yang menurut pihak pemda sudah tidak ada lagi, ternyata hanya omong kosong belaka. Menko Maritim Rizal Ramli bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti beberapa waktu lalu membuktikan hal tersebut, yaitu dengan melakukan sidak ke lokasi. Kalaupun jumlahnya berkurang itu disebabkan adanya proyek reklamasi dan pembangunan perumahan mewah yang menjamur di bibir pesisir teluk Jakarta beberapa tahun terakhir ini. Selanjutnya kedua mentri juga berpesan bila reklamasi tetap akan dilanjutkan harus dipikirkan betul-betul dampak terhadap lingkungan termasuk nasib 16.855 nelayan berikut keluarganya, hutan mangrove, terumbu karang dll yang bakal terancam musnah. Ingat keberadaan monyet yang terusir lebih 13 tahun lalu karena proyek reklamasi PIK.

https://www.selasar.com/politik/ahok-monyet-dan-reklamasi-teluk-jakarta

Akan halnya dengan masjid Luar Batang, Ahok sebagai gubernur DKI memang berkali-kali menyatakan bahwa masjid bukan yang termasuk kena penggusuran. Wargalah yang akan direlokasi ke tempat yang lebih baik. Begitu kilahnya. Betulkah hanya begitu?? Tidakkah ada maksud lain di luar itu ???

Memindahkan atau membangun masjid jauh dari masyarakatnya sebenarnya bukanlah ide baru. Mari kita tengok apa yang terjadi di Barat dimana Islam adalah minoritas. Di Madrid ibukota Spanyol dan Roma ibukota Itali, sejak 10 tahun lebih berdiri masjid besar dan pusat study Islam. Hebat bukan?? Namun sayangnya masjid tersebut sepi dari jamaah, bahkan nyaris tak ada satupun penyelenggaraan shalat jamaah di masjid-masjid tersebut. Mengapa ??? Karena masjid tidak didirikan di lingkungan jamaahnya yaitu kaum Muslimin !

Dan ini bukannya tidak sengaja, karena tujuan pemerintah kedua negara tersebut memang bukan agar kaum Muslimin mudah menjalankan ajarannya. Masjid maupun Pusat Study Islam dibangun hanya sebatas simbol dan daya tarik wisata, tidak lebih dari itu. Mereka tahu persis kaum Muslimin tanpa masjid ibarat ikan tanpa air yang pastinya lama kelamaan pasti mati ! Ironisnya banyak orang yang mengaku Islam namun tidak menyadari hal ini. Atau bisa jadi orang-orang tersebut memang hanya Islam KTP, alias Muslim yang tidak pernah shalat di masjid, dan tidak merasa membutuhkannya … 😦

” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” . ( Terjemah QS. Al-Maidah(5):51).

Disamping itu,  reklamasi laut dan proyek Giant Sea Wall yang dianggarkan biayanya sebesar 500 trilyun rupiah ini dipastikan bakal membuat rakyat, warga Jakarta khususnya, kehilangan kesempatan menikmati keindahan laut anugerah Sang Khalik secara cuma-cuma.  Keindahan ini nantinya hanya akan dinikmati segelintir orang kaya raya yang mampu memiliki perumahan atau apartemen mewah, atau membayar mahal hotel lux milik para konglomerat dan taipan non pribumi negri ini. Persis Singapura saat ini yang menjadi rumah yang nyaman bagi orang-orang Cina sementara pribumi hanya menempati sudut-sudut kumuh dimana kumandang azan terlarang.

http://www.eramuslim.com/berita/gerakan-dakwah/tidak-ada-kumandang-adzan-di-negeri-singapura.htm

Berikut apa yang diutarakan wartawan senior Karni Ilyas.

https://kabarislamia.com/2016/04/14/karni-ilyas-warga-jakarta-tak-bisa-lagi-melihat-laut/

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan [Kiara] bahkan menuding proyek Giant Sea Wall telah menyalahi peraturan perundang-undangan karena tidak berbasis kajian lingkungan hidup strategis, analisa dampak lingkungan berikut perizinannya. Kalau diteruskan, Giant Sea Wall dinilai akan mendatangkan kerusakan hutan mangrove, terumbu karang, abrasi di pesisir, mengancam kehidupan nelayan dan sebagainya.

Muslim Muin PhD., ahli kelautan ITB melalui situs ITB.ac.id menyatakan Giant Sea Wall bukan jalan keluar mengatasi banjir dan penurunan tanah di Jakarta. Menurutnya, Giant Sea Wall justru memperparah banjir di Ibukota, mempercepat pendangkalan sungai, merusak lingkungan laut dan mengancam perikanan lokal, selain menimbulkan masalah sosial.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 5 Mei 2016.

Vien AM.

 

Read Full Post »

Menyikapi HOAX

Kata HOAX tentu tidak asing di telinga kita, tapi apa dan dari mana asal kata tersebut sebenarnya ? Hoax adalah suatu pemberitaan palsu / pemberitahuan yang tidak jelas sumbernya dan biasanya isinya tidak benar. Hoax merupakan suatu usaha untuk menipu pembaca agar  mempercayai suatu berita, bisa dengan tujuan tertentu atau bisa hanya sekedar lelucon.

Celakanya Hoax biasanya cepat menyebar, karena si penerima berita mengirim kembali berita tersebut tanpa mengecek dahulu apakah berita tersebut benar atau tidak. Hoax biasanya digunakan dalam internet seperti di blog, e-mail, tweeter, facebook dan lain-lain. Namun belakangan HP pun melalui sms, WA dll tak luput dari keganasan Hoax.

Contoh Hoax yang paling umum yaitu mengklaim sesuatu kejadian atau barang dengan suatu sebutan yang berbeda dengan kejadian/ barang yang sebenarnya. Ciri-ciri  HOAX adalah tak memiliki referensi asli dan tak menyebut sumber yang bisa di tanyai tentang kebenarannya.

Kata Hoax sendiri kabarnya berasal dari “Hocus Pocus” yang aslinya adalah bahasa Latin “hoc est corpus”, artinya “ini adalah tubuh”. Konon kata ini biasa digunakan penyihir utuk mengklaim bahwa sesuatu adalah benar, padahal sebenarnya tidak begitu.

Sementara itu pada tahun 2006 pernah beredar sebuah film drama Amerika berjudul The Hoax. Film yang disutradarai Lasse Hallström  berdasarkan karya Clifford Irving dengan judul yang sama ini bercerita tentang biografi Clifford sendiri. Akan tetapi kenyataannya banyak cerita dalam film tersebut yang tidak sesuai dengan cerita aslinya hingga akhirnya sang penulispun meminta agar namanya dicoret dari film tersebut. Sejak itu, film Hoax dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan dan akhirnya kata  Hoax pun digambarkan sebagai suatu kebohongan.

Yang menjadi pertanyaan apakah Hoax merugikan orang lain ??

Namanya juga menipu ya pasti merugikan meski tergantung seberapa dalam dan besar merugikannya.  Yang pasti Hoax sangat berpotensi merusak kepercayaan publik dan ini bukan hal sepele. Akibatnya bisa fatal, yaitu orang menjadi cuek alias tidak peduli terhadap berita, karena khawatir dibohongi. Padahal berita adalah sumber informasi yang harusnya amat sangat bermanfaat.

Tentu sebagian dari kita masih ingat bagaimana dulu Belanda mempraktekkan politik pecah belah ( devide et impera) demi mempertahankan Indonesia sebagai negara jajahan. Salah satu caranya yaitu melalui berita. Radio satu-satunya kantor berita ketika itu mereka kuasai hingga kita tidak tahu dan tidak bisa mengikuti perkembangan berita. Ada memang beberapa radio swasta milik pribumi tapi tetap dibawah pengawasan mereka dan itupun hanya diizinkan menyiarkan acara seni dan budaya.

Sebaliknya ketika akhirnya Jepang datang,  berkat berita propaganda Jepang, Belanda sudah kalah dulu sebelum perang yang sesungguhnya menghadapi tentara penjajah baru tersebut terjadi. Demikian juga dengan kemerdekaan Indonesia, yang bisa terealisasi lagi-lagi berkat adanya berita yaitu berita menyerahnya Jepang pada PD Dunia II.

Di era pemerintahan saat ini, sebegitu pentingnya kantor berita hingga kita bisa saksikan hampir setiap partai politik mempunyai kantor berita masing-masing. Bisa hanya sekedar web site, koran, majalah, radio hingga chanel tv tergantung besar kecil dan kayanya partai. Dan yang menyedihkan masing-masing sarana komunikasi massa tersebut tampil dengan kepentingan dan kebutuhan masing-masing. Bahkan pernah pada suatu era, kantor berita dikuasai dan dikendalikan pemerintah. Maka itulah satu-satunya informasi yang bisa kita dapat.

Yang teranyar, baru-baru ini muncul berita yang cukup mengejutkan, yaitu tentang artikel yang ditulis oleh Adriano Rusfi, seorang psikolog. Isi artikel tersebut bagus sekali yaitu mengenai LGBT. Saya pertama kali menerima artikel tersebut melalui WA kemudian menyusul melalui FB. Tapi anehnya tak sampai 2 minggu kemudian saya menerima artikel melalui WA dengan isi persis tapi dicantumkan Sarlito Wirawan Sarwono, senior Adriano Rusfi, sebagai penulisnya ! Kemudian memyusul di FB, juga katanya ditulis oleh mantan dekan fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut. Mana yang benar ???

https://officialwaru.wordpress.com/2016/02/12/lgbt-sebuah-gerakan-penularan/

Saya yakin bahwa ini bukan plagiat oleh satupun dari kedua akademisi tersebut. Melainkan oleh seseorang yang mungkin ingin artikel itu dibaca banyak orang tapi merasa nama Adriano kurang menjual. Maka digantinya nama tersebut dengan Sarlito Wirawan Sarwono yang lebih populer. Ini kalau saya berbaik sangka. Tapi kalau saya berburuk sangka, bisa jadi hal ini memang disengaja agar publik akhirnya malah tidak mempercayai isi artikel yang intinya amat sangat menentang prilaku menyimpang tersebut !

Ada apa gerangan ??

“Saya lebih takut pada media massa dibanding senjata”, demikian ungkap Napoleon Bonaparte, sang kaisar Perancis ratusan tahun yang lalu.

Protokol ke 12 gerakan Zionis menyatakan bahwa “Media massa dunia harus berada di bawah pengaruh kita”. Sementara Theodore Hertzl (wartawan & novelis Yahudi berskala internasional), peletak dasar Gerakan Zionisme Internasional, dalam konferensi di Swiss tahun 1897 pun mengatakan, “Kita akan berhasil mendirikan pemerintah Israel dengan memanfaatkan dan menguasai fasilitas propaganda dunia dan media massa dunia”.

Sedangkan Iqbal Shadiqi, pemimpin redaksi majalah terbitan Inggris, Cressent International, menyatakan media-media AS sangat bergantung kepada para investor dan orang-orang Zionis. Kedua kelompok inilah yang mengontrol pemerintah dan media AS.

Penguasaan Yahudi terhadap media massa bisa terlihat dari fakta banyaknya kantor-kantor berita yang dikuasai atau menjadi corong mereka. Misalnya: Reuters (Inggris) yang dibentuk Julius Powell (Yahudi), AFP (Perancis) dan AP (AS), ABC yang  Dirut Pelaksananya Leonard Goldenson dan Direktur Entertainmennya Stuart Bloomberg (Yahudi), CBS yang oleh didirikan William S. Paley (Yahudi Rusia), Fox News yang didirikan Rupert Murdoch (Yahudi Australia) pada 1996.

Rupert Murdoch  bahkan menguasai 300 saluran televisi, 3 penerbit buku (HarperCollins, ReagenBooks dan Zondervan Christian Publisher). Kabarnya seluruh perusahaan Murdoch melayani 3/4 penduduk bumi. Ia mempunya kuku di ratusan suratkabar di Australia, Fiji, Papua New Guinea, Inggris dan AS. Murdoch juga menguasai jaringan BSkyB di Inggris, Sky Italia, Sky Amerika Latin, Foxtel Australia, DirectTV Group Amerika Utara dan Latin, serta Star TV untuk wilayah Asia.

Industri film pun tidak luput dari kekuasaan Yahudi, utamanya Hollywood. Disanalah perusahaan film kelas kakap dunia seperti 20th Century Fox, Walt Disney, Paramount Picture dll bercokol.

 https://tabloidminijejak.wordpress.com/2008/04/11/perang-ideologi-di-media-massa/

Nah dengan kenyataan seperti ini masih bisa dan maukah kita, umat Muslim, menjadikan Barat sebagai sumber berita kepercayaan??  Bagaimana kita bisa yakin kalau berita yang mereka sebarkan itu benar ? Bagaimana kita tahu sebuah berita itu Hoax alias berita palsu atau bukan ???

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Terjemah QS. Al-Hujurat (49):6).

Itulah sikap Islam, teliti dahulu kebenaran sebuah berita sebelum mempercayai apalagi menyebarkannya, kalau tidak ingin dibodohi dan terjebak dalam fitnah. Itu sebabnya umat Islam harus mempunyai sendiri sumber berita, yang mampu mencari, menyaring dan memverifikasi bila terjadi hoax. Inilah salah satu pentingnya fungsi pemimpin dalam Isam.

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. (Terjemah QS. An-Nisa(4):138-139).

Mungkin banyak orang yang tidak menyadari bagaimana sejak awal Islam telah mengajarkan cara mengantisipasi Hoax.  Adalah ilmu Hadist. Secara bahasa Hadist artinya adalah berita. Sedangkan secara istilah Hadist adalah segala sesuatu ( ucapan, prilaku, diam atau tidak diam) yang disandarkan kepada Rasulullah saw.

Berdasarkan ilmu Hadist inilah maka sekarang kita mengenal adanya bermacam-macam hadist dengan beberapa tingkatannya. Ada hadist mutawatir ada hadist ahad, dengan beberapa tingkatannya, yaitu  shoheh, hasan,  dhaif ( lemah) dan maudhu (palsu).Tak ada satupun di dunia ini ilmu yang dapat menyamai ketinggian ilmu Hadist, terutama bila dilihat dari cara menyensor nara sumbernya.

Nara sumber atau perawi benar-benar dipelajari dan diteliti bagaimana ia dapat tersambung dengan sumber berita utama yaitu Rasulullah saw. Bukhari dan Muslim,  dua perawi besar dalam Islam contohnya, menghabiskan puluhan tahun demi mencari tahu riwayat hidup seorang perawi. Seperti tahun berapa dan di kota/negara apa sang perawi hidup, dari mana dan bagaimana ia menerima hadist yang ia riwayatkan, bagaimana hubungannya dengan orang yang menyampaikan hadist tersebut dll. Tujuannya untuk memastikan bahwa hadist benar-benar berasal dari Rasulullah, tidak ada manipulasi dan kolusi atau maksud-maksud tertentu.

Itu sebabnya syarat shoheh tidaknya sebuah hadist sangat tergantung sang perawi. Seorang perawi yang dikenal ahli ibadah, tapi bila hafalan/daya ingatnya tidak begitu bagus atau diketahui pernah berbohong maka berita yang disampaikannya tertolak.  Padahal sebuah hadist biasanya mempunyai perawi yang banyak, yang bersambung hingga ke nara sumber. Inilah yang disebut sanad. Dan bila satu saja perawi karena suatu sebab tertolak, maka tertolak pula hadist tersebut. Hebatnya lagi sanad ini jauh lebih penting kedudukannya dari pada isi berita (matan) itu sendiri.

Ini membuktikan betapa tinggi dan pentingnya kejujuran dalam kacamata Islam. Rasulullah adalah contoh keteladanan yang paling patut ditiru. Sejak masa kanak-kanak beliau telah memperlihatkan kejujurannya. Tak heran, ketika suatu hari terjadi pertikaian antar kabilah dimana masing-masing ingin agar kabilahnya yang diberi kepercayaan mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula, akhirnya sepakat menunjuk Rasulullah. Ketika itu mereka memutuskan siapapun yang muncul pertama di lokasi pertikaian, dialah yang berhak meletakkan batu hitam tersebut ke tempat asalnya. Ternyata yang muncul adalah Rasulullah yang waktu itu belum menjadi rasul. Maka merekapun langsung menyetujuinya.

Juga ketika suatu hari Rasulullah mengumpulkan orang-orang Quraisy dari banyak kabilah dan berkata “ Bila aku katakan di belakang bukit sana ada seekor serigala, percayakah kalian padaku?”. “ Tentu kami percaya, karena kau orang yang tak pernh berbohong!”, jawab mereka serentak. Padahal ketika itu mereka belum memeluk Islam. Patut dicatat, sifat amanah dan jujur ini pula yang pertama kali menarik hati Khadijah sebelum Muhammad muda melamarnya.

(http://vienmuhadisbooks.com/category/sirah-nabawiyah-sejarah-hidup-rasulullah-saw/ ).

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Terjemah QS. Al-Ahzab(33):21).

As-Sa’di membagi sumber (media) berita kepada tiga klasifikasi:
Pertama, berita dari seorang yang jujur yang secara hukum harus diterima.
Kedua, berita dari seorang pendusta yang harus ditolak.
Ketiga, berita dari seorang yang fasik yang membutuhkan klarifikasi, cek dan ricek akan kebenarannya.

Dalam sebuah riwayat dari Qatadah disebutkan, “At-tabayyun minaLlah wal ‘ajalatu minasy syaithan”, sikap tabayun merupakan perintah Allah, sementara sikap terburu-buru merupakan arahan syaitan.

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 8 Maret 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »