Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

Segala puji bagi Allah SWT, sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, shahabat, keluarga serta orang-orang yang masih berittiba’ (mengikuti) kepada beliau sampai hari kiamat.

Al Qur’an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering untuk ditimba, penuh dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah dan teladan. Salah satu isi pokok dari Al Qur’an adalah kisah perjalanan kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh dari umat-umat sebelum nabi Muhammad SAW. Hikmah diceritakannya sirah manusia-manusia pilihan itu tidak lain karena besarnya manfaat dari keteladanan iman, sifat dan akhlaq mereka. Maka disini akan saya angkat sebuah kisah Luqman Al Hakim yang penuh dengan hikmah bagi kita semua.

1. Tidak menyekutukan Allah.
Sebesar-besar kedzaliman dan kemungkaran adalah menyekutukan Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(Q.S. Luqman:13)

Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali ia bertobat dan meninggalkan perbuatannya. Sesungguhnya hanya Allah sajalah yang berhak untuk disembah (Allahu mustahiqqul ‘ibaadah). Dia lah yang berhaq di mintai pertolongan. Hanya kepada-Nyalah segala urusan diserahkan, takut (khouf), berharap (raja’) hanya layak ditujukan kepada Allah swt, bukan kepada yang lainnya

2. Berbuat baik kepada kedua orang tua.
Firman Allah SWT.
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”( QS.Luqman: 14)

Di dalam riwayat Bukhari, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat:
“Amalan apakah yang dicintai oleh Allah ?Beliau menjawab: Shalat pada waktunya, ia bertanya lagi: Kemudian Apa ?, Beliau menjawab: berbuat baik kepada orang tua, .Ia bertanya lagi: kemudian apa?, Belau menjawab: Jihad di jalan Allah” (shahih Bukhari V/2227, hadits No.5625)

3. Ketaatan kepada kedua orang tua harus dilandasi oleh ketaatan kepada Allah; karena tidak boleh
taat kepada keduanya dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah, lebih-lebih menyekutukan Allah ( syirik ). Allah berfirman
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”(QS. Luqman: 14).

4. Mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah SWT
Firman Allah SWT
Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS. Luqman: 15)

Disini Luqman memberikan sebuah nasehat kepada anaknya agar ia mengikuti jejak orang-orang yang kembali kepada Allah SWT yaitu para nabi dan rasul serta orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang selalu bertaubat kepada Allah SWT, yang telah diberi Allah SWT hidayah, yaitu tetap dalam agama yang hanif yakni Islam.

5. Allah akan membalas semua perbuatan manusia.
Firman Allah swt :
(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(Q.S: 16)

“Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”. (QS. Al Zalzalah: 7-8).

6. Menegakkan sholat.
Shalat adalah tiang agama, sehingga ia tidak akan tegak tanpa shalat. Maka sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan menegakkannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 17 yang berbunyi :
“Hai anakku, dirikanlah shalat …”

Shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah SWT.
…”Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabuut: 45)

7. Amar Ma’ruf nahi Munkar.
Ada dua komponen penting dalam Islam yang memberikan sebuah dorongan yang kuat kepada setiap muslim untuk mendakwahkan agama yang dianutnya, yaitu Amar ma’ruf nahi mungkar (memerintahkan berbuat kebajikan dan mencegah yang mungkar). Perintah untuk beramar ma’ruf nahi mungkar sangat banyak di dalam Al Qur’an seperti :
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”.(QS. Ali Imran:104).

8. Bersabar terhadap apa yang menimpa kita.
Sesungguhnya segala cobaan yang menimpa seorang muslim itu adalah merupakan sesuatu yang mesti terjadi karena itulah bentuk ujian (ikhtibar) dari Allah SWT, apakah ia sabar atau tidak ?, firman Allah SWT.
“Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”(QS. Luqman:17)

9. Tidak Menyombongkan diri
Sifat takabur atau merasa besar dihadapan manusia adalah sifat yang dibenci oleh Allah SWT.
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

10. Bersikap pertengahan dalam segala hal dan berakhlaq yang baik
Islam tidak menghendaki sikap Ghuluw (berlebih-lebihan) juga tidak menginginkan untuk bersikap tahawun (meremehkan) dalam segala hal termasuk juga dalam perkara-perkara yang menurut penilaian sebagian orang dianggap kecil seperti sikap berjalan, berbicara dsb. Allah SWT mengatur itu semua sebagaimana firmanNya:
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Manusia akan mempunyai nilai jika menampakkan akhlaq yang baik, karena tujun diutusnya Rasulullah SAW selain untuk menyeru kepada Allah ( Ad-dakwah ilallah) adalah untuk menyempurnakan Akhlaq dan budi pekerti.

Dicopy dari :

http://alkisah.web.id/2009/12/nasehat-luqman-al-hakim-kepada-putranya.html

Paris, 3 Juli 2012.

Vien AM.

Read Full Post »

Hikmah Dibalik Rasa Takut

« Waduuh, cantik-cantik tapi udah molor aja padahal terbang juga belum », kata saya dalam hati, melihat seorang bule cantik tertidur dengan posisi sama sekali tidak cantik. Pemandangan ini saya temui ketika saya sedang mencari no kursi penerbangan kami menuju Dublin, Irlandia.

Lucunya, di akhir penerbangan saya baru menyadari bahwa perempuan tersebut ternyata satu dari  15 anggota grup dimana kami bergabung untuk menjelajahi Irlandia, negara pulau yang menjadi tertangga terdekat Inggris itu. Dan baru di akhir tur selama 8 hari itu, saya tahu atas alasan apa ia tertidur seperti itu.

Takut ! Ya, itulah satu-satunya alasannya. Caroline, begitu nama perempuan cantik asli Perancis  ini, mengakui bahwa ia sangat takut ketika ia harus terbang, menumpang pesawat terbang. Namun demikian rasa takut tersebut tidak cukup kuat untuk menghalanginya bepergian menikmati keindahan Negara-negara yang ingin dikunjunginya.   Untuk itu, maka setiap kali pesawat akan terbang, iapun menelan obat tidur !

Saya yakin, Caroline pasti bukan satu-satunya orang yang takut bepergian dengan menumpang pesawat terbang, terutama ketika pesawat baru take off, landing dan ketika pesawat berguncang karena harus melewati awan tebal. Jujur, saya adalah satu di antaranya. Dan pasti banyak orang seperti itu. Yang jarang mungkin orang yang sampai harus menelan obat tidur. Padahal, menurut saya, rasa takut itu, bila  sekali-sekali terjadi sebenarnya merupakan nikmat yang memiliki nilai tersendiri.

Betapa tidak, pada saat takut biasanya secara reflek, orang akan teringat Tuhannya. Tidak percaya ? Coba perhatikan, bahkan orang bulepun, yang notabene atheis alias tidak percaya akan keberadaan Tuhan, ketika mereka ketakutan minimal akan berteriak “Oh my god !”. Demikian pula yang tercermin pada film-film Barat. Ironisnya, begitu badai berlalu, maka merekapun segera melupakan pertolongan yang datang tersebut bahkan kembali melupakan atau mempersekutukan-Nya.

 “ Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo`a kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.” Katakanlah: “Allah menyelamatkan kamu daripada bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya.”(QS.Al-Anám(6):63-64).

Rasa takut sebenarnya sebuah nikmat besar, selama tidak berlebihan, tentu saja. Karena dengan adanya perasaan takut inilah seseorang dapat merasakan bahwa ada kekuatan tersembunyi yang dapat melindungi dan membantunya. Melalui rasa takut, terasa betapa kecil dan lemahnya kita ini.

Sungguh beruntung orang yang meyakini adanya Tuhan, Allah azza wa jala, Dia Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. Dalam keadaan takut diajarkannya kita untuk berdoa, memohon pada-Nya agar dibebaskan dari keadaan yang membuat kita takut. Dalam takut kita dapat merasakan indahnya doa. Rasulullah saw mengatakan bahwa doa yang langsung dikabulkan Allah swt salah satunya adalah doa yang dipanjatkan ketika kita dalam perjalanan atau safar ( doa seorang musafir).

Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang yang terzholimi, (2) do’a seorang musafir, (3) do’a orang tua pada anaknya.” (HR. Ahmad 12/479 no. 7510, At Tirmidzi 4/314 no. 1905, Ibnu Majah 2/1270 no. 3862. Syaikh Al Albani menghasankan hadits ini)

Doanyapun bukan doa sembarang doa melainkan doa yang dipanjatkan diantara rasa takut, khawatir harapan kita tidak terwujud dan harapan doa pasti dikabulkan-Nya. Karena sesungguhnya Ialah yang paling mengetahui mana yang tebaik bagi hamba-Nya. Maka dengan demikian ketika doa tidak terkabul kita tetap sabar menerimanya.

 “ … dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”.(QS.Al-Araf(7):56).

Takut tampaknya adalah fitrah manusia. Demikian juga percaya akan adanya Tuhan atau minimal percaya akan adanya kekuatan lain disamping diri manusia. Katakanlah kekuatan ghaib. Kekuatan ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi rasa tidak menyenangkan tadi yaitu takut. Dengan kata lain takut dan Tuhan itu 2 kata yang saling berkaitan.

Rasa takut sebenarnya bisa dibagi menjadi dua jenis. Pertama, takut gagal dan kalah, takut sakit, takut menderita, takut sakit hati, takut miskin dan hidup susah, takut mati dll. Intinya, semua jenis takut yang  sifatnya duniawi berada di jenis no 1 ini.

Sedangkan jenis takut yang kedua, adalah jenis takut terhadap Tuhannya.  Takut disini adalah takut terhadap pembalasan di alam akhirat. Rasa takut jenis ke 2 ini hanya dimiliki orang-orang yang percaya akan adanya hari pembalasan. Artinya hanya orang-orang beragama saja. Itupun kelihatannya hanya orang yang benar-benar takwa. Orang-orang seperti ini bisa dibilang tidak takut terhadap penderitaan yang sifatmya duniawi. Mereka itu adalah orang-orang yang berserah diri, pasrah pada kehendak Sang Ilahi, tentu setelah berusaha keras menghindari penyebab rasa takut itu sendiri. Mereka tegar karena meyakini adanya kadar dan takdir yang telah ditetapkan-Nya dan tidak mungkin mengindarinya..

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.(QS.Al-Baqarah(2):(153).

Ya begitulah orang beriman mengatasi rasa takutnya. Mereka tidak cukup hanya berdoa apalagi hanya menelan pil tidur, namun dengan shalat dan menahan sabar.

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 12 Mei 2012.

Vien AM.

Read Full Post »

Telekomunikasi, dari hari ke hari, makin canggih saja. Dewasa ini, di pelosok kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dll  hampir semua orang bisa dibilang mempunyai apa yang disebut telpon genggam, telpon seluler atau HP ( Hand Phone). Alat telekomunikasi canggih yang beberapa tahun lalu masih dianggap barang mewah ini sekarang sudah menjadi hal yang biasa-biasa saja. Dari presiden hingga sopir, kenek bus, pembantu rumah tangga dan tukang sampah. Dari orang dewasa, kakek-nenek hingga anak SD, laki-laki maupun perempuan, semua punya HP, dengan berbagai merk, model dan tingkat kecanggihannya masing-masing.

Bukan lagi pemandangan yang aneh, ketika dalam kemacetan, kita tengok kiri kanan kita, semua memegang HP, termasuk yang sedang mengemudikan kendaraan ! Ada yang untuk keperluan dasar yaitu menelpon, ada yang sms-an atau bbm-an, namun ada juga yang main game. Bahkan pada acara kumpul-kumpul, katakanlah reunian teman lama, yang belakangan ini memang sedang marak,  HP seolah sudah menjadi bagian dari tubuh. Sambil mengobrol kesana kemari, tangan tetap lincah ‘ berzikir”, alias ber-sms ria atau ber-BB ria.

HP di zaman super canggih ini, memang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi. Tetapi juga sebagai alat pemotret, perekam suara, surfing di dunia maya, game, musik dan  film,  GPS alias penunjuk jalan, juga untuk membaca Al-Quran, bila kita mau.

Namun fenomena HP yang paling membuat saya  tertegun adalah ketika HP disambungkan dengan head phone, sementara HP itu sendiri diselipkan di saku pakaian hingga tidak terlihat dari luar ( HP wireless; bluetooth). Yang dengan demikian, seseorang yang sedang menelpon tidak tampak sedang menelpon. Sepintas mungkin seperti orang ‘miring’ karena ia tampak sedang bercakap-cakap  bahkan tersenyum-senyum atau tertawa-tawa, sendiri !

Syukurlah ketertegunan tersebut segera hilang. Yang muncul kemudian adalah perasaan takjub. Ingatan saya langsung berbalik kepada saat-saat ketika seseorang sedang shalat atau berdoa. Tentu saja bukan dalam hal tertawa-tawa atau tersenyum-senyumnya, melainkan ‘seolah’ berbicara sendirinya itu. Untuk kita, orang Indonesia, yang sebagian besar memang orang beriman mungkin hal ini tidak terpikirkan.  Apalagi yang hampir tidak pernah bersinggungan dengan orang  Barat.

Sebagian besar orang Barat dewasa ini adalah atheis alias tidak percaya akan adanya Tuhan. Bagi mereka Tuhan adalah absurb, mistik. Orang beragama dan mempercayai adanya Tuhan bagi mereka adalah kuno, ketinggalan zaman, terbelakang dan jauh dari kata modern. Bagi mereka orang modern adalah orang berakal, yang berpikiran kritis dan tidak mempercayai hal-hal ghaib, hal-hal yang tidak dapat dibuktikan keberadaanya dengan data-data empiris.

Kembali kepada orang yang sedang menelpon, dengan kedua tangan berada di dalam saku celana, head phone mini nyaris tak terlihat. Namun ia terlihat serius berbicara sendiri, sekali-kali berteriak, mengeluarkan salah satu tangannya dari saku lalu memukul kepalanya sendiri. Atau tiba-tiba tertawa keras. Orang gilakah ini?

Tidak ! Ia sedang berbicara dengan seseorang di ujung dunia sana. Tahunya? Ambil saja head phonenya  .. Ada suara orang kan? Iya sih .. tapi bagaimana bisa yakin ada seseorang di ujung kabel sana?? Bagaimana kalau itu hanya suara rekaman seperti answering machine , misalnya, yang tidak jarang bisa mengecoh seseorang. Itulah tehnologi telekomunikasi yang makin hari makin canggih saja.

Patut dicatat, perusahaan telpon pertama di dunia baru ada pada tahun 1875.  Adalah Alexander Bell yang umumnya dikenal sebagai penemu tehnologi telpon yang ketika itu berhak mendapatkan paten atas penemuan Antonio Meucci, sang penemu aslinya. Dua tahun setelah berdirinya perusahaan tersebut, baru 300 buah telpon yang dapat dihasilkan. Tahun berikutnya menjadi 10.000 telpon dihasilkan.

Sementara telepon tanpa kabel atau wireless, pertama kali digunakan pada tahun 1915, yaitu pada waktu Perang Dunia I berkecamuk. Itulah pertama kalinya komunikasi telpon lintas negara mulai terjalin. Selanjutnya tahun 1971 barulah perusahaan telekomunikasi mandiri untuk keperluan bisnis mendapat izin untuk dikembangkan. Maka berjuta-juta saluran teleponpun  mulai digunakan masyarakat luas.

Dua tahun kemudian yaitu, tahun 1973, ponsel alias telepon seluler alias telepon genggam atau hp ( Hand Phone)  pertama berhasil diciptakan, dengan berat 2 kg dan biaya US$1 juta atau 9 milyard rupiah !  Sedangkan telepon genggam ringan nan canggih yang mampu browsing internet dengan harga relative terjangkau baru lahir belakangan saja, yaitu tahun 2000-an.

Artinya, kemudahan fasilitas telekomunikasi yang sehari-hari kita nikmati saat ini sebenarnya adalah benar-benar hasil kerja keras dan percobaan berkali-kali sejumlah pakar teknologi yang menghabiskan waktu hingga puluhan tahun dengan biaya luar biasa besarnya. Suara yang dikeluarkan orang yang berbicara di depan mike telepon diubah menjadi sinyal listrik dan menjadi energi gelombang radio. Energi tersebut kemudian dikirim melalui jalur khusus tertentu di udara agar sampai ke tempat tujuan yang diminta, untuk kemudian diubah lagi menjadi suara yang dapat di dengar orang di seberang  sana.

« Demi langit yang mempunyai jalan-jalan, » (QS.Adz-Dzariyat(51) :7).

Bagi orang awam mungkin ayat di atas biasa-biasa saja, alias tidak istimewa. Tetapi bagi para ilmuwan, khususnya para peneliti teknologi komunikasi diatas pasti ayat diatas membuat mereka terpana. Karena ‘jalan-jalan di langit’ itu memang benar adanya, diantaranya yaitu tadi, jalur komunikasi telepon, jalur dimana gelombang suara yang begitu rumit itu berseliweran, tanpa khawatir saling bersinggungan, kecuali sekali-sekali saja. Padahal ayat di atas sudah ada sejak 14 abad yang silam ! Allahuakbar …

Tak dapat dipungkiri, alangkah besarnya jasa para penemu komunikasi telepon ini.  Berkat teknologi HP, kita dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang kita cintai di ujung dunia manapun ia berada. Bahkan jika mau, kita dapat mengikuti dan mengetahui apa yang mereka sedang kerjakan dan lakukan, dari waktu ke waktu. Begitulah kira-kira Sang Khalik yang tidak pernah mengantuk dan tidur mengawasi hamba-hamba-Nya. Sungguh, bukan hal yang mustahil bagi-Nya !

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.( QS. Al-Baqarah(2):255).

Jadi sebenarnya agak aneh juga bila di zaman modern ini sebagian besar orang Barat yang mengaku sebagai orang pandai dan maju masih juga tidak mempercayai adanya Tuhan. Padahal telah tercatat  betapa banyaknya ilmuwan Barat yang  takluk terhadap kebenaran Al-Quran dan kemudian memeluk Islam berkat temuan ilmiah yang mereka temukan, yang ternyata kemudian cocok dengan ayat-ayat Al-Quran. Albert Einstein, fisikawan terkemuka asal Jerman yang pada tahun 1905 memperkenalkan teori Relatifitas, adalah salah satu contohnya.

click:http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/03/09/m0lv5f-subhanallah-inilah-kemukjizatan-alquran-tentang-teori-relativitas.

Sementara dari Jepang, seorang dokter bernama Masaru Emoto, pada tahun 1992, menerima sebuah sertifikat bergengsi berkat pengobatan alternatifnya dengan air. Dalam tesisnya ia berhasil membuktikan bahwa air bersih ternyata bereaksi terhadap bacaan.  Bila bacaan tersebut bacaan yang positif maka akan terbentuk kristal hexagon yang sangat indah. Kristal ini mampu membuang racun dalam darah serta mampu meningkatkan effisiensi metabolisme cairan dalam tubuh. Sebaliknya bila dibacakan bacaan buruk/kasar  maka kristal akan menjadi berantakan, tanpa bentuk.

Saya juga pernah membaca berita bahwa ruangan yang di dalamnya selalu dibacakan bacaan positif, ruangan akan menjadi lebih hangat dan adem. Masjid adalah contoh yang paling nyata.

“ Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”.(QS.Al-Araf(7):204-205).

Kembali kepada fenomena HP canggih di awal tulisan ini. Bila saat ini banyak orang terlihat cuek berteriak-teriak seolah sedang berbicara sendiri mengapa pula kita, umat Islam, harus malu ketika sedang shalat, berzikir atau berdoa dengan suara agak keras hingga terdengar oleh telinga sendiri, seolah berbicara sendiri, padahal kepada Allah kita sedang berbicara. Yang bahkan telah terbukti melalui berbagai penelitian mampu membuat kita dan aura di sekitar kita menjadi teduh, bila dilakukan dengan benar.

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. … “.(QS.Az-Zumar(39):23).

Jadi, komunikasi dengan Sang Pencipta, raja dari segala raja, melalui shalat, zikir dan doa, bukan sekedar keimanan belaka namun juga bagian dari teknologi canggih, teknologi milik-Nya.  Al ‘Alim, Yang Menguasai Segala Ilmu, yang sengaja dibuka-Nya bagi orang-orang yang mau mencari dan memikirkan  kehebatan dan kedasyatan jagad raya ciptaan-Nya ini. Allahuakbar …

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan“.(QS.Al-Baqarah(2):164).

Sudah tiba waktunya umat Islam ini harus percaya diri, diantaranya dengan membaca Al-Quranul Karim, dimanapun berada, di dalam kendaraan pribadi, kendaraan umum, ruang tunggu, atau di tempat umum manapun, sebagaimana orang Barat membaca buku apapun, dimanapun.

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 5 April 2012.

Vien AM.

Read Full Post »

Oleh Dr. Mohamad Daudah.

Kronologi Terapi Suara:

Alfred Tomatis, seorang dokter warga negara Prancis, membuat eksperimen-eksperimen selama lima puluh tahun mengenai indera manusia, dan ia membuat kesimpulan bahwa indera pendengaran merupakan indera yang paling penting! Ia menemukan bahwa pendengaran mengontrol seluruh tubuh, mengatur operasi-operasi vitalnya, keseimbangan, dan koordinasi gerakan-gerakannya. Ia juga menemukan bahwa telinga mengontrol sistem syaraf!

Selama eksperimennya, ia menemukan bahwa syaraf pendengaran terhubung dengan seluruh otot tubuh, dan ini adalah alasan mengapa keseimbangan dan fleksibilitas tubuh, serta indera penglihatan itu terpengaruh oleh suara. Telinga bagian dalam terhubung dengan seluruh organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati, perut, dan usus. Hal ini menjelaskan mengapa frekuensi-frekuensi suara itu memengaruhi seluruh tubuh.

Pada tahun 1960, ilmuwan Swiss yang bernama Hans Jenny menemukan bahwa suara dapat memengaruhi berbagai Artikelal dan membentuk partikular-partikularnya, dan bahwa masing-masing sel tubuh itu memiliki suaranya sendiri, dapat terpengaruh oleh suara, dan menyusun ulang Artikelal di dalamnya. Pada tahun 1974, peneliti Fabien Maman dan Sternheimer mengumumkan penemuan mengejutkan.

Mereka menemukan bahwa setiap organ tubuh itu memiliki sistem vibrasinya sendiri, sesuai dengan hukum fisika. Beberapa tahun kemudian, Fabien dan Grimal serta peneliti lain mengungkapkan bahwa suara dapat memengaruhi sel-sel, khususnya sel kanker, dan bahwa suara-suara tertentu memiliki efek yang lebih kuat. Hal ajaib yang ditemukan dua peneliti itu adalah bahwa suara yang memiliki efek paling kuat pada sel-sel tubuh adalah suara manusia itu sendiri!

Gambar: suara bergerak dari telinga ke otak dan memengaruhi sel-sel otak. Akhir-akhir ini para ilmuwan menemukan bahwa suara memiliki daya penyembuh yang ajaib dan afek mengagumkan terhadap sel-sel otak, dimana ia bekerja untuk mengembalikan keseimbangan ke seluruh tubuh! Bacaan al-Qur’an memiliki efek luar biasa terhadap sel-sel dan dapat mengembalikan keseimbangan. Otak merupakan organ yang mengontrol tubuh, dan darinya muncul perintah untuk relaksasi organ-organ tubuh, khususnya sistem kekebalan tubuh.

Fabian, seorang peneliti sekaligus musisi, meletakkan sel-sel darah dari tubuh yang sehat dan menghadapkannya pada berbagai macam suara. Ia menemukan bahwa setiap not skala musik dapat memengaruhi medan elektromagnetik sel. Ketika ia memotret sel ini dengan kamera Kirlian, ia menemukan bahwa bentuk dan nilai medan elektromagnetik sel itu berubah sesuai dengan frekuensi-frekuensi suara dan tipe suara orang yang membaca. Kemudian ia membuat eksperimen lain dengan meletakkan darah orang sakit, memonitornya dengan kamera Kirlian, dan meminta pasien untuk membuat berbagai macam suara. Ia menemukan, sesudah memproses gambar, bahwa not tertentu dapat mengakibatkan perubahan pada medan elektromagnetiknya dan menggetarkannya secara seutuhnya dengan merespon suara pemiliknya.

Akhirnya ia menyimpulkan bahwa ada not-not tertentu yang bisa memengaruhi sel-sel dan membuatnya lebih vital dan aktif, bahkan meregenerasinya. Ia menarik suatu hasil yang penting: suara manusia memiliki pengaruh yang kuat dan unik terhadap sel-sel tubuh; pengaruh ini tidak ditemukan pada instrumen lain.

Peneliti ini menyatakan, ‘Suara manusia memiliki nada spiritual khusus yang membuatnya menjadi sarana pengobatan yang paling kuat.’ Fabien menemukan bahwa beberapa suara dapat menghancurkan sel-sel kanker, dan pada waktu yang sama dapat mengaktifkan sel-sel yang sehat.

Gambar: Sel kanker hancur hanya dengan frekuensi-frekuensi suara! Itulah mengapa bacaan al-Qur’an memiliki pengaruh yang besar terhadap kanker yang paling berbahaya dan penyakit yang sangat akut!

Tetapi, apakah pengaruh ini hanya terbatas pada sel-sel? Jelas bahwa suara dapat memengaruhi segala sesuatu di sekitar kita. Inilah yang dibuktikan Masaru Emoto, ilmuwan Jepang, dalam eksperimennya terhadap air. Ia menemukan bahwa medan elektromagnetik pada molekul-molekul air itu sangat terpengaruh oleh suara, dan ada suara-suara tertentu yang memengaruhi molekul dan membuatnya lebih teratur.

Apabila kita mengingat bahwa 70% tubuh manusia itu adalah air, maka suara yang didengar manusia itu memengaruhi keteraturan molekul-molekul air pada sel-sel tubuh, dan juga memengaruhi molekul-molekul itu bergetar, sehingga dapat memengaruhi kesehatannya.

Para peneliti lain mengonfirmasi bahwa suara manusia dapat mengobati banyak macam penyakit termasuk kanker. Para terapis juga menyetujui bahwa ada suara-suara tertentu yang lebih efektif dan memiliki kekuatan penyembuh, khususnya dalam meningkatkan sistem kekebatan tubuh.

Gambar: bentuk molekul air berubah ketika dihadapkan pada suara. Jadi, suara itu berpengaruh sangat besar terhadap air yang kita minum. Apabila Anda membacakan al-Qur’an pada air, maka karakteristiknya akan berubah dan air itu akan mentransfer efek-efek al-Qur’an itu kepada setiap sel dalam tubuh, sehingga mengakibatkannya sembuh. Dalam gambar kita melihat molekul air yang didinginkan. Medan elektromagnetik di sekitar molekul ini berubah secara kontinu disebabkan efek suara.

Bagaimana al-Qur’an mengobati?

Sekarang, mari kita jawab pertanyaan penting: apa yang terjadi pada sel-sel tubuh dan bagaimana suara itu bisa mengobati? Bagaimana suara ini berpengaruh pada sel-sel yang rusak dan mengembalikan keseimbangannya? Dengan kata lain, bagaimana mekanisme pengobatannya?

Para dokter selalu mencari jalan untuk menghancurkan beberapa virus. Apabila kita berbicara tentang mekanisme virus ini, apa yang membuatnya bergerak dan menemukan jalannya kepada sel? Siapa yang memberi virus itu informasi sehingga bisa menyerang sel dan berkembang biak di dalamnya? Apa yang menggerakkan sel-sel untuk menyerang virus agar menghancurkannya, sementara ia lemah terhadap virus lain?

Gambar: Virus dan kuman juga bergetar dan sangat terpengaruh oleh vibrasi suara, khususnya suara bacaan al-Qur’an. Suara al-Qur’an dapat menghentikan mereka, dan pada waktu yang sama meningkatkan aktivitas sel-sel sehat dan membangkitkan program yang terkacaukan di dalamnya agar siap bertempur melawan virus dan kuman.

Bacaan al-Qur’an itu terdiri dari sekumpulan frekuensi yang sampai ke telinga, lalu bergerak ke sel-sel otak, dan memengaruhinya melalui medan elektronik, lalu frekuensi-frekuensi tersebut mengaktifkan sel-sel. Sel-sel akan merespon medan itu dan memodifikasi vibrasi-vibrasinya. Perubahan pada vibrasi inilah yang kita rasakan dan pahami sesudah mengalami dan mengulangi.

Ini merupakan sistem alamiah yang diberikan Allah pada sel-sel otak. Ini merupakan sistem keseimbangan yang natural. Inilah yang difirmankan Allah kepada kita di dalam al-Qur’an al-Karim, ‘Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’ (ar-Rum: 30).

Gambar: Gambaran riil sel darah yang dihadapkan pada suara sehingga medan elektromagnetik di sekitarnya berubah. Suara bacaan al-Qur’an membuat sel menjadi lebih kuat untuk melawan virus dan kerusakan akibat penyakit menular.

Ayat-Ayat Obat

Setiap ayat dalam al-Qur’an memiliki daya penyembuh untuk penyakit tertentu. Tetapi yang ditekankan Rasulullah saw adalah beberapa surat dan ayat tertentu, seperti membaca al-Fatihah 7 kali, membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir surat surat al-Baqarah, dan tiga surat terakhir al-Qur’an.

Anda juga memilih ayat-ayat yang sesuai untuk mengobati penyakit Anda. Sebagai contoh, jika anda merasa gelisah, maka fokuskan pada bacaan surat asy-Syarh. Dan jika Anda sakit kepala, maka bacalah ayat: ‘alau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.’ (al-Hasyr: 21)

Nabi saw membaca ta’awudz ratusan kali setiap hari. Beliau memohon kepada Allah untuk melindunginya dari berbagai hal buruk, termasuk penyakit. Kita juga sangat dianjurkan untuk membaca surat al-Falaq dan an-Nas setiap hari. Semoga Allah menjadikan al-Qur’an sebagai obat bagi kita dari setiap penyakit, lahir dan batin.

Diambil dari:

http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/energi-penyembuh-dalam-al-qur-an-antara-sain-dan-keyakinan-2.htm

Read Full Post »

“ Bangunlah, lalu berilah peringatan! Agungkanlah Tuhanmu. Bersihkanlah pakaianmu. ” (QS.AlMudatsir(76(4).

Ayat di atas turun pada awal masa kenabian, memerintahkan Rasulullah agar segera menyampaikan peringatan-Nya kepada kaumnya. Rasulullah diperintahkan agar membersihkan pakaian (diri) terlebih dahulu. Artinya, kebersihan adalah hal yang sangat utama dan penting, baik itu kebersihan hati, diri maupun lingkungan.

Kita juga tentu tahu, bagaimana Allah swt memerintahkan umat Islam untuk membersihkan dan mensucikan diri terlebih dahulu sebelum menemui-Nya, yaitu berwudhu sebelum shalat. Meski suci disini tidak sama dengan suci dan bersih berdasarkan pendapat umum. Karena sesuatu yang bersih belum tentu suci menurut Islam. 

Contoh paling jelas adalah tayamum, yang merupakan pengganti wudhu. Tayamum dilakukan ketika air sulit ditemukan. Tayamum dilakukan dengan menepukkan debu ke tangan dan wajah. Sungguh aneh bukan, bagaimana mungkin debu dapat menggantikan air? Dapatkah debu membersihkan kotoran ??

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”. (QS Al-Maidah (5): 6).

Ternyata jawabannya dapat ! Belakangan ini Ilmu Pengetahuan dan Sains membuktikan bahwa debu mampu mengangkat kotoran yaitu kotoran ‘elektron’ yang menempel pada tubuh kita. Untuk diketahui, kotoran jenis ini berpotensi mengganggu keseimbangan tubuh. Inilah yang dimaksudkan-Nya demi ‘menyempurnakan’ nikmat-Nya. Subhanalllah !

( baca : https://vienmuhadi.com/2011/07/12/hikmah-dibalik-tayamum/ ).

Temuan tersebut juga berhasil memberikan jawaban mengapa perintah wudhu ( dengan air) itu  cukup hanya dengan membasuhnya, bukan menyiram apalagi sampai menggunakan sabun. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa suci yang selama ini biasa diartikan sebagai bersih dari hadats/kotoran ternyata juga bersih dari kotoran’elektron’.  

Begitu pula dengan pepatah “Kebersihan Sebagian Dari Iman” yang sering dianggap sebagai hadits. Karena yang tepat Rasulullah bersabda “ Bersuci Adalah Sebagian Dari Iman”.

 “Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi.” (HR. Tirmidzi)

Hadits diatas jelas mencerminkan betapa Allah swt mencintai kebersihan. Bahkan saking pentingnya Ia merasa perlu menyebutkan “ bersihkan halaman rumah”. Maka bila halaman rumah saja harus bersih apalagi bagian dalam rumahnya …

Ironisnya, dalam kehidupan keseharian kita di negri yang mayoritas penduduknya mengaku Muslim ini, kebersihan tampaknya hanyalah sebuah isapan jempol belaka. Ini tercermin dari toilet-toilet umum yang sebagian besar terlihat jorok, kotor dan bau. Bahkan mukena, pakaian Muslimah yang biasa digunakan untuk menghadap-Nya, yang tersedia di masjid-masjid, sering terlihat kotor dan apek !

Tidak jarang pula lingkungan sekolah, pesantren dan masjid  yang notabene adalah tempat  orang berilmupun keadaannya setali tiga uang alias sama kotor dan joroknya dengan tempat umum.  Lupakah umat Islam bahwa tempat yang kotor dan jorok adalah tempat yang paling disukai jin dan syaitan, musuh terbesar manusia ?

Begitupun berbagai bencana dan malapetaka seperti banjir misalnya, yang seringkali terjadi akibat tidak terjaganya kebersihan. Ini terjadi karena orang membuang sampah di bantaran sungai. Hingga akhirnya sungai menjadi dangkal dan tidak mampu menampung air yang melimpah ketika hujan datang.

Ataupun bebagai jenis penyakit yang timbul karena orang tidak menjaga kebersihan. Misalnya tidak mencuci tangan sebelum makan, tidak menutup atau membungkus makanan dengan cukup baik hingga lalatpun datang mencicipinya. Atau meludah dan buang air sembarangan, tidak disiram pula ..  hingga kumanpun bebas berkembang biak.

Lalu kapan Islam akan kembali mencapai puncaknya bila untuk menjaga kebersihan saja  tidak mampu atau tidak mau ??? Bagaimana  kita bisa berharap pertolongan Allah akan datang bila sifat dan keinginan-Nya saja kita tidak tahu ?

” Allah Ta’ala adalah bersih dan mencintai kebersihan”.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 18 Juli 2011.

Vien AM. 

Read Full Post »

Hikmah dibalik Tayamum

Assalaamu’alaikum, wr, wb.

Teman saya bertanya kepada saya, “Kamu sering kesetrum listrik statis waktu memegang handle pintu kantor kita?”

Saya jawab, “Iya, betul sekali. Tetapi hanya waktu winter saja.”

Setiap musim winter tiba, saya memang sering merasa kesetrum ketika memegang handle pintu yang terbuat dari bahan logam seperti almunium.

Ia bertanya, “Tahukah kamu mengapa hal ini tidak terjadi di musim yang lain?”

Saya jawab, “Tidak tahu.”

Kata teman saya, “Karena udara sangat kering di musim winter.”

Saya tanya, “Kok bisa begitu?”

Jawab dia, “Karena molekul air yang mengembun di tubuh kita akan menetralkan listrik statis yang terakumulasi di tubuh kita. Di musim winter, udara sangat kering, sehingga tidak ada molekul air di permukaan kulit kita. Elektron yang terkumpul di tubuh kita, yang kebanyakan berasal dari gesekan jaket yang kita kenakan, akan terus terakumulasi. Dan begitu tangan kita menyentuh logam yang merupakan konduktor yang baik, elektron yang terakumulasi tadi langsung “meloncat” dari tubuh kita ke logam tsb.

Itu adalah fenomena “petir mini”, dan ujung jarimu yang merasa seperti tersambar petir. Hal ini mirip dengan fenomena penangkal petir. Di atas ada gumpalan uap air yang kaya akan elektron. Elektron elektron itu akan “meloncat” ke bumi melalui titik titik terdekat dengan awan dan bahan konduktor yang bagus.”

Saya terkesima, dan berujar, “Oooo, begitu ya, ceritanya.”

Ia pun dengan semangat meneruskan kuliahnya, “Jadi, kalau kamu tidak ingin tersambar petir mini alias kesetrum listrik statis, sebelum kau memegang handle pintu, basahilah dulu tanganmu dengan air. Atau, kalau tidak ada air, salurkanlah elektron di tubuhmu ke bumi dengan menebakkan tanganmu ke tanah atau tembok.”

Saya terperangah dengan kalimat terakhir itu. Saya terperanjat. Saya terkagum kagum. Saya bertakbir: Allahu Akbar!

Berpuluh puluh tahun saya bertanya tanya tentang tayamum sebagai pengganti wudhu, berpuluh puluh tahun naluri keingintahuan saya pendam. Hari ini, temanku yang notabene seorang atheis yang menjelaskannya dengan gamblang dengan teori listrik statis; sebuah ilmu sederhana yang sudah aku pelajari sejak bangku SD dan selalu kudapatkan pelajaran itu di jenjang sekolah berikutnya.

Dulu, saya mengira bahwa (satu satunya) hikmah berwudhu adalah membersihkan badan dari kotoran yang menempel di tubuh kita. Tetapi saya tidak habis fikir, bagaimana bisa wudhu diganti dengan tayammum yang dilakukan dengan membasuhkan debu ke wajah dan telapak tangan? Ternyata “kotoran” yang ada di dalam tubuh kita ternyata bukan hanya debu yang menempel ke tubuh kita.

Ada jenis “kotoran” yang tidak terlihat oleh mata, jauh lebih berbahaya bilatidak segera di”buang”. “Kotoran” itu bernama elektron, yang apabila terlalu banyak terakumulasi di tubuh kita bisa merusak keseimbangansistem elektrolit cairan di dalam tubuh kita.

Molekul molekul air H2O yang bersifat polar sangat mudah menyerap elektron-elektron yang terakumulasi di tubuh kita. Hanya dengan mengusapkan air ke permukaan kulit saja, maka “kotoran” elektron itu dengan mudah “terbuang” dari tubuh kita. Sekarang saya faham, mengapa Rasulullah SAW pernah “mandi besar” hanya dengan menggunakan air satu ciduk saja, kurang lebih satu liter saja.

Rupa rupanya yang dibutuhkan hanyalah membasahi seluruh permukaan tubuh dengan air, tanpa harus mengguyurnya; dan itu pulalah sebenarnya definisi syar’i wudhu dan mandi besar, hanya perlu membasuh saja, dan bukan mengguyur. Ternyata, hanya dengan membasuh kulit tubuh dengan air itulah kelebihan elektron di permukaan tubuh kita akan dinetralkan.

Dengan teori “kotoran” elektron listrik statis inilah akhirnya rahasia di balik tayamum sebagai pengganti wudhu menjadi terang benderang di mata saya; bahwa air yang dibasuhkan ke kulit tubuh akan menetralkan listrik statis di tubuh kita, dan penetralan itu bisa diganti dengan menebakkan tangan ke tanah dan mengusapkan debu wajah dan telapak tangan.

Pernah ada kisah seorang sahabat bergulung gulung di tanah karena ia harus mandi besar dan tidak ada air. Ia mengira, bahwa ia harus melumuri tubuhnya dengan debu, sebab ia beranalogi dengan wudhu dan tayamum. Kalau wudhu yang mengusap hanya wajah, kepala, tangan dan kaki difanti dengan tayamum yang mengusap wajah dan telapak tangan, maka mandi janabat yang harus membasuh seluruh tubuh diganti dengan tayamum seluruh tubuh.

Rasulullah pun menjelaskan bahwa tayamum untuk mandi janabah dilakukan sama persis dengan tayamum sebagai pengganti wudhu, yaitu cukup wajah dan telapak tangan saja.

Subhaanallaah. … Satu lagi Allah tunjukkan kepada saya bukti kebenaran Alqur’an sebagai wahyu Allah dan bukan karangan manusia:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”. (QS Al-Maidah (5):6).

Merasa mendapatkan “ilmu baru”, saya pun mengklarifikasi hal ini ke mbah Google. Rupa rupanya saya ketinggalan jaman. Ternyata literatur mengenai wudhu, tayamum dan listrik statis ini sudah berjibun jumlahnya. Inilah salah satunya:

http://fountainmaga zine.net/ article.php? ARTICLEID= 435

Untungnya saya melakukan literatur search kecil kecilan sebelum membagi pengalaman saya di atas. Jika tidak, bisa bisa saya mendapat gelar baru Plagiator!

Alaa kulli haal, above all, mudah mudahan sharing pengalaman saya ini bisa menambah keyakinan bagi rekan rekan semua akan kebenaran Alqur’an. Sukur-sukur ada yang bersedia menjelaskan lebih detail. Amin.

Wassalam,

Rois Fatoni

Dosen Teknik Kimia Univ. Muhammadiyah Surakarta

(Subhanallah .. sebelumnya mohon maaf tulisan diatas saya kutip tanpa izin, dengan keyakinan demi memberikan manfaat kepada sebanyak mungkin orang).

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 12 Juli 2011.

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »