Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

Oleh Dr. Mohamad Daudah.

Kronologi Terapi Suara:

Alfred Tomatis, seorang dokter warga negara Prancis, membuat eksperimen-eksperimen selama lima puluh tahun mengenai indera manusia, dan ia membuat kesimpulan bahwa indera pendengaran merupakan indera yang paling penting! Ia menemukan bahwa pendengaran mengontrol seluruh tubuh, mengatur operasi-operasi vitalnya, keseimbangan, dan koordinasi gerakan-gerakannya. Ia juga menemukan bahwa telinga mengontrol sistem syaraf!

Selama eksperimennya, ia menemukan bahwa syaraf pendengaran terhubung dengan seluruh otot tubuh, dan ini adalah alasan mengapa keseimbangan dan fleksibilitas tubuh, serta indera penglihatan itu terpengaruh oleh suara. Telinga bagian dalam terhubung dengan seluruh organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati, perut, dan usus. Hal ini menjelaskan mengapa frekuensi-frekuensi suara itu memengaruhi seluruh tubuh.

Pada tahun 1960, ilmuwan Swiss yang bernama Hans Jenny menemukan bahwa suara dapat memengaruhi berbagai Artikelal dan membentuk partikular-partikularnya, dan bahwa masing-masing sel tubuh itu memiliki suaranya sendiri, dapat terpengaruh oleh suara, dan menyusun ulang Artikelal di dalamnya. Pada tahun 1974, peneliti Fabien Maman dan Sternheimer mengumumkan penemuan mengejutkan.

Mereka menemukan bahwa setiap organ tubuh itu memiliki sistem vibrasinya sendiri, sesuai dengan hukum fisika. Beberapa tahun kemudian, Fabien dan Grimal serta peneliti lain mengungkapkan bahwa suara dapat memengaruhi sel-sel, khususnya sel kanker, dan bahwa suara-suara tertentu memiliki efek yang lebih kuat. Hal ajaib yang ditemukan dua peneliti itu adalah bahwa suara yang memiliki efek paling kuat pada sel-sel tubuh adalah suara manusia itu sendiri!

Gambar: suara bergerak dari telinga ke otak dan memengaruhi sel-sel otak. Akhir-akhir ini para ilmuwan menemukan bahwa suara memiliki daya penyembuh yang ajaib dan afek mengagumkan terhadap sel-sel otak, dimana ia bekerja untuk mengembalikan keseimbangan ke seluruh tubuh! Bacaan al-Qur’an memiliki efek luar biasa terhadap sel-sel dan dapat mengembalikan keseimbangan. Otak merupakan organ yang mengontrol tubuh, dan darinya muncul perintah untuk relaksasi organ-organ tubuh, khususnya sistem kekebalan tubuh.

Fabian, seorang peneliti sekaligus musisi, meletakkan sel-sel darah dari tubuh yang sehat dan menghadapkannya pada berbagai macam suara. Ia menemukan bahwa setiap not skala musik dapat memengaruhi medan elektromagnetik sel. Ketika ia memotret sel ini dengan kamera Kirlian, ia menemukan bahwa bentuk dan nilai medan elektromagnetik sel itu berubah sesuai dengan frekuensi-frekuensi suara dan tipe suara orang yang membaca. Kemudian ia membuat eksperimen lain dengan meletakkan darah orang sakit, memonitornya dengan kamera Kirlian, dan meminta pasien untuk membuat berbagai macam suara. Ia menemukan, sesudah memproses gambar, bahwa not tertentu dapat mengakibatkan perubahan pada medan elektromagnetiknya dan menggetarkannya secara seutuhnya dengan merespon suara pemiliknya.

Akhirnya ia menyimpulkan bahwa ada not-not tertentu yang bisa memengaruhi sel-sel dan membuatnya lebih vital dan aktif, bahkan meregenerasinya. Ia menarik suatu hasil yang penting: suara manusia memiliki pengaruh yang kuat dan unik terhadap sel-sel tubuh; pengaruh ini tidak ditemukan pada instrumen lain.

Peneliti ini menyatakan, ‘Suara manusia memiliki nada spiritual khusus yang membuatnya menjadi sarana pengobatan yang paling kuat.’ Fabien menemukan bahwa beberapa suara dapat menghancurkan sel-sel kanker, dan pada waktu yang sama dapat mengaktifkan sel-sel yang sehat.

Gambar: Sel kanker hancur hanya dengan frekuensi-frekuensi suara! Itulah mengapa bacaan al-Qur’an memiliki pengaruh yang besar terhadap kanker yang paling berbahaya dan penyakit yang sangat akut!

Tetapi, apakah pengaruh ini hanya terbatas pada sel-sel? Jelas bahwa suara dapat memengaruhi segala sesuatu di sekitar kita. Inilah yang dibuktikan Masaru Emoto, ilmuwan Jepang, dalam eksperimennya terhadap air. Ia menemukan bahwa medan elektromagnetik pada molekul-molekul air itu sangat terpengaruh oleh suara, dan ada suara-suara tertentu yang memengaruhi molekul dan membuatnya lebih teratur.

Apabila kita mengingat bahwa 70% tubuh manusia itu adalah air, maka suara yang didengar manusia itu memengaruhi keteraturan molekul-molekul air pada sel-sel tubuh, dan juga memengaruhi molekul-molekul itu bergetar, sehingga dapat memengaruhi kesehatannya.

Para peneliti lain mengonfirmasi bahwa suara manusia dapat mengobati banyak macam penyakit termasuk kanker. Para terapis juga menyetujui bahwa ada suara-suara tertentu yang lebih efektif dan memiliki kekuatan penyembuh, khususnya dalam meningkatkan sistem kekebatan tubuh.

Gambar: bentuk molekul air berubah ketika dihadapkan pada suara. Jadi, suara itu berpengaruh sangat besar terhadap air yang kita minum. Apabila Anda membacakan al-Qur’an pada air, maka karakteristiknya akan berubah dan air itu akan mentransfer efek-efek al-Qur’an itu kepada setiap sel dalam tubuh, sehingga mengakibatkannya sembuh. Dalam gambar kita melihat molekul air yang didinginkan. Medan elektromagnetik di sekitar molekul ini berubah secara kontinu disebabkan efek suara.

Bagaimana al-Qur’an mengobati?

Sekarang, mari kita jawab pertanyaan penting: apa yang terjadi pada sel-sel tubuh dan bagaimana suara itu bisa mengobati? Bagaimana suara ini berpengaruh pada sel-sel yang rusak dan mengembalikan keseimbangannya? Dengan kata lain, bagaimana mekanisme pengobatannya?

Para dokter selalu mencari jalan untuk menghancurkan beberapa virus. Apabila kita berbicara tentang mekanisme virus ini, apa yang membuatnya bergerak dan menemukan jalannya kepada sel? Siapa yang memberi virus itu informasi sehingga bisa menyerang sel dan berkembang biak di dalamnya? Apa yang menggerakkan sel-sel untuk menyerang virus agar menghancurkannya, sementara ia lemah terhadap virus lain?

Gambar: Virus dan kuman juga bergetar dan sangat terpengaruh oleh vibrasi suara, khususnya suara bacaan al-Qur’an. Suara al-Qur’an dapat menghentikan mereka, dan pada waktu yang sama meningkatkan aktivitas sel-sel sehat dan membangkitkan program yang terkacaukan di dalamnya agar siap bertempur melawan virus dan kuman.

Bacaan al-Qur’an itu terdiri dari sekumpulan frekuensi yang sampai ke telinga, lalu bergerak ke sel-sel otak, dan memengaruhinya melalui medan elektronik, lalu frekuensi-frekuensi tersebut mengaktifkan sel-sel. Sel-sel akan merespon medan itu dan memodifikasi vibrasi-vibrasinya. Perubahan pada vibrasi inilah yang kita rasakan dan pahami sesudah mengalami dan mengulangi.

Ini merupakan sistem alamiah yang diberikan Allah pada sel-sel otak. Ini merupakan sistem keseimbangan yang natural. Inilah yang difirmankan Allah kepada kita di dalam al-Qur’an al-Karim, ‘Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’ (ar-Rum: 30).

Gambar: Gambaran riil sel darah yang dihadapkan pada suara sehingga medan elektromagnetik di sekitarnya berubah. Suara bacaan al-Qur’an membuat sel menjadi lebih kuat untuk melawan virus dan kerusakan akibat penyakit menular.

Ayat-Ayat Obat

Setiap ayat dalam al-Qur’an memiliki daya penyembuh untuk penyakit tertentu. Tetapi yang ditekankan Rasulullah saw adalah beberapa surat dan ayat tertentu, seperti membaca al-Fatihah 7 kali, membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir surat surat al-Baqarah, dan tiga surat terakhir al-Qur’an.

Anda juga memilih ayat-ayat yang sesuai untuk mengobati penyakit Anda. Sebagai contoh, jika anda merasa gelisah, maka fokuskan pada bacaan surat asy-Syarh. Dan jika Anda sakit kepala, maka bacalah ayat: ‘alau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.’ (al-Hasyr: 21)

Nabi saw membaca ta’awudz ratusan kali setiap hari. Beliau memohon kepada Allah untuk melindunginya dari berbagai hal buruk, termasuk penyakit. Kita juga sangat dianjurkan untuk membaca surat al-Falaq dan an-Nas setiap hari. Semoga Allah menjadikan al-Qur’an sebagai obat bagi kita dari setiap penyakit, lahir dan batin.

Diambil dari:

http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/energi-penyembuh-dalam-al-qur-an-antara-sain-dan-keyakinan-2.htm

Read Full Post »

“ Bangunlah, lalu berilah peringatan! Agungkanlah Tuhanmu. Bersihkanlah pakaianmu. ” (QS.AlMudatsir(76(4).

Ayat di atas turun pada awal masa kenabian, memerintahkan Rasulullah agar segera menyampaikan peringatan-Nya kepada kaumnya. Rasulullah diperintahkan agar membersihkan pakaian (diri) terlebih dahulu. Artinya, kebersihan adalah hal yang sangat utama dan penting, baik itu kebersihan hati, diri maupun lingkungan.

Kita juga tentu tahu, bagaimana Allah swt memerintahkan umat Islam untuk membersihkan dan mensucikan diri terlebih dahulu sebelum menemui-Nya, yaitu berwudhu sebelum shalat. Meski suci disini tidak sama dengan suci dan bersih berdasarkan pendapat umum. Karena sesuatu yang bersih belum tentu suci menurut Islam. 

Contoh paling jelas adalah tayamum, yang merupakan pengganti wudhu. Tayamum dilakukan ketika air sulit ditemukan. Tayamum dilakukan dengan menepukkan debu ke tangan dan wajah. Sungguh aneh bukan, bagaimana mungkin debu dapat menggantikan air? Dapatkah debu membersihkan kotoran ??

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”. (QS Al-Maidah (5): 6).

Ternyata jawabannya dapat ! Belakangan ini Ilmu Pengetahuan dan Sains membuktikan bahwa debu mampu mengangkat kotoran yaitu kotoran ‘elektron’ yang menempel pada tubuh kita. Untuk diketahui, kotoran jenis ini berpotensi mengganggu keseimbangan tubuh. Inilah yang dimaksudkan-Nya demi ‘menyempurnakan’ nikmat-Nya. Subhanalllah !

( baca : https://vienmuhadi.com/2011/07/12/hikmah-dibalik-tayamum/ ).

Temuan tersebut juga berhasil memberikan jawaban mengapa perintah wudhu ( dengan air) itu  cukup hanya dengan membasuhnya, bukan menyiram apalagi sampai menggunakan sabun. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa suci yang selama ini biasa diartikan sebagai bersih dari hadats/kotoran ternyata juga bersih dari kotoran’elektron’.  

Begitu pula dengan pepatah “Kebersihan Sebagian Dari Iman” yang sering dianggap sebagai hadits. Karena yang tepat Rasulullah bersabda “ Bersuci Adalah Sebagian Dari Iman”.

 “Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi.” (HR. Tirmidzi)

Hadits diatas jelas mencerminkan betapa Allah swt mencintai kebersihan. Bahkan saking pentingnya Ia merasa perlu menyebutkan “ bersihkan halaman rumah”. Maka bila halaman rumah saja harus bersih apalagi bagian dalam rumahnya …

Ironisnya, dalam kehidupan keseharian kita di negri yang mayoritas penduduknya mengaku Muslim ini, kebersihan tampaknya hanyalah sebuah isapan jempol belaka. Ini tercermin dari toilet-toilet umum yang sebagian besar terlihat jorok, kotor dan bau. Bahkan mukena, pakaian Muslimah yang biasa digunakan untuk menghadap-Nya, yang tersedia di masjid-masjid, sering terlihat kotor dan apek !

Tidak jarang pula lingkungan sekolah, pesantren dan masjid  yang notabene adalah tempat  orang berilmupun keadaannya setali tiga uang alias sama kotor dan joroknya dengan tempat umum.  Lupakah umat Islam bahwa tempat yang kotor dan jorok adalah tempat yang paling disukai jin dan syaitan, musuh terbesar manusia ?

Begitupun berbagai bencana dan malapetaka seperti banjir misalnya, yang seringkali terjadi akibat tidak terjaganya kebersihan. Ini terjadi karena orang membuang sampah di bantaran sungai. Hingga akhirnya sungai menjadi dangkal dan tidak mampu menampung air yang melimpah ketika hujan datang.

Ataupun bebagai jenis penyakit yang timbul karena orang tidak menjaga kebersihan. Misalnya tidak mencuci tangan sebelum makan, tidak menutup atau membungkus makanan dengan cukup baik hingga lalatpun datang mencicipinya. Atau meludah dan buang air sembarangan, tidak disiram pula ..  hingga kumanpun bebas berkembang biak.

Lalu kapan Islam akan kembali mencapai puncaknya bila untuk menjaga kebersihan saja  tidak mampu atau tidak mau ??? Bagaimana  kita bisa berharap pertolongan Allah akan datang bila sifat dan keinginan-Nya saja kita tidak tahu ?

” Allah Ta’ala adalah bersih dan mencintai kebersihan”.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 18 Juli 2011.

Vien AM. 

Read Full Post »

Hikmah dibalik Tayamum

Assalaamu’alaikum, wr, wb.

Teman saya bertanya kepada saya, “Kamu sering kesetrum listrik statis waktu memegang handle pintu kantor kita?”

Saya jawab, “Iya, betul sekali. Tetapi hanya waktu winter saja.”

Setiap musim winter tiba, saya memang sering merasa kesetrum ketika memegang handle pintu yang terbuat dari bahan logam seperti almunium.

Ia bertanya, “Tahukah kamu mengapa hal ini tidak terjadi di musim yang lain?”

Saya jawab, “Tidak tahu.”

Kata teman saya, “Karena udara sangat kering di musim winter.”

Saya tanya, “Kok bisa begitu?”

Jawab dia, “Karena molekul air yang mengembun di tubuh kita akan menetralkan listrik statis yang terakumulasi di tubuh kita. Di musim winter, udara sangat kering, sehingga tidak ada molekul air di permukaan kulit kita. Elektron yang terkumpul di tubuh kita, yang kebanyakan berasal dari gesekan jaket yang kita kenakan, akan terus terakumulasi. Dan begitu tangan kita menyentuh logam yang merupakan konduktor yang baik, elektron yang terakumulasi tadi langsung “meloncat” dari tubuh kita ke logam tsb.

Itu adalah fenomena “petir mini”, dan ujung jarimu yang merasa seperti tersambar petir. Hal ini mirip dengan fenomena penangkal petir. Di atas ada gumpalan uap air yang kaya akan elektron. Elektron elektron itu akan “meloncat” ke bumi melalui titik titik terdekat dengan awan dan bahan konduktor yang bagus.”

Saya terkesima, dan berujar, “Oooo, begitu ya, ceritanya.”

Ia pun dengan semangat meneruskan kuliahnya, “Jadi, kalau kamu tidak ingin tersambar petir mini alias kesetrum listrik statis, sebelum kau memegang handle pintu, basahilah dulu tanganmu dengan air. Atau, kalau tidak ada air, salurkanlah elektron di tubuhmu ke bumi dengan menebakkan tanganmu ke tanah atau tembok.”

Saya terperangah dengan kalimat terakhir itu. Saya terperanjat. Saya terkagum kagum. Saya bertakbir: Allahu Akbar!

Berpuluh puluh tahun saya bertanya tanya tentang tayamum sebagai pengganti wudhu, berpuluh puluh tahun naluri keingintahuan saya pendam. Hari ini, temanku yang notabene seorang atheis yang menjelaskannya dengan gamblang dengan teori listrik statis; sebuah ilmu sederhana yang sudah aku pelajari sejak bangku SD dan selalu kudapatkan pelajaran itu di jenjang sekolah berikutnya.

Dulu, saya mengira bahwa (satu satunya) hikmah berwudhu adalah membersihkan badan dari kotoran yang menempel di tubuh kita. Tetapi saya tidak habis fikir, bagaimana bisa wudhu diganti dengan tayammum yang dilakukan dengan membasuhkan debu ke wajah dan telapak tangan? Ternyata “kotoran” yang ada di dalam tubuh kita ternyata bukan hanya debu yang menempel ke tubuh kita.

Ada jenis “kotoran” yang tidak terlihat oleh mata, jauh lebih berbahaya bilatidak segera di”buang”. “Kotoran” itu bernama elektron, yang apabila terlalu banyak terakumulasi di tubuh kita bisa merusak keseimbangansistem elektrolit cairan di dalam tubuh kita.

Molekul molekul air H2O yang bersifat polar sangat mudah menyerap elektron-elektron yang terakumulasi di tubuh kita. Hanya dengan mengusapkan air ke permukaan kulit saja, maka “kotoran” elektron itu dengan mudah “terbuang” dari tubuh kita. Sekarang saya faham, mengapa Rasulullah SAW pernah “mandi besar” hanya dengan menggunakan air satu ciduk saja, kurang lebih satu liter saja.

Rupa rupanya yang dibutuhkan hanyalah membasahi seluruh permukaan tubuh dengan air, tanpa harus mengguyurnya; dan itu pulalah sebenarnya definisi syar’i wudhu dan mandi besar, hanya perlu membasuh saja, dan bukan mengguyur. Ternyata, hanya dengan membasuh kulit tubuh dengan air itulah kelebihan elektron di permukaan tubuh kita akan dinetralkan.

Dengan teori “kotoran” elektron listrik statis inilah akhirnya rahasia di balik tayamum sebagai pengganti wudhu menjadi terang benderang di mata saya; bahwa air yang dibasuhkan ke kulit tubuh akan menetralkan listrik statis di tubuh kita, dan penetralan itu bisa diganti dengan menebakkan tangan ke tanah dan mengusapkan debu wajah dan telapak tangan.

Pernah ada kisah seorang sahabat bergulung gulung di tanah karena ia harus mandi besar dan tidak ada air. Ia mengira, bahwa ia harus melumuri tubuhnya dengan debu, sebab ia beranalogi dengan wudhu dan tayamum. Kalau wudhu yang mengusap hanya wajah, kepala, tangan dan kaki difanti dengan tayamum yang mengusap wajah dan telapak tangan, maka mandi janabat yang harus membasuh seluruh tubuh diganti dengan tayamum seluruh tubuh.

Rasulullah pun menjelaskan bahwa tayamum untuk mandi janabah dilakukan sama persis dengan tayamum sebagai pengganti wudhu, yaitu cukup wajah dan telapak tangan saja.

Subhaanallaah. … Satu lagi Allah tunjukkan kepada saya bukti kebenaran Alqur’an sebagai wahyu Allah dan bukan karangan manusia:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”. (QS Al-Maidah (5):6).

Merasa mendapatkan “ilmu baru”, saya pun mengklarifikasi hal ini ke mbah Google. Rupa rupanya saya ketinggalan jaman. Ternyata literatur mengenai wudhu, tayamum dan listrik statis ini sudah berjibun jumlahnya. Inilah salah satunya:

http://fountainmaga zine.net/ article.php? ARTICLEID= 435

Untungnya saya melakukan literatur search kecil kecilan sebelum membagi pengalaman saya di atas. Jika tidak, bisa bisa saya mendapat gelar baru Plagiator!

Alaa kulli haal, above all, mudah mudahan sharing pengalaman saya ini bisa menambah keyakinan bagi rekan rekan semua akan kebenaran Alqur’an. Sukur-sukur ada yang bersedia menjelaskan lebih detail. Amin.

Wassalam,

Rois Fatoni

Dosen Teknik Kimia Univ. Muhammadiyah Surakarta

(Subhanallah .. sebelumnya mohon maaf tulisan diatas saya kutip tanpa izin, dengan keyakinan demi memberikan manfaat kepada sebanyak mungkin orang).

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 12 Juli 2011.

Vien AM.

Read Full Post »

Berbicara mengenai perempuan selalu mengundang banyak perhatian. Tidak dapat dipungkiri, mahluk yang satu ini memang sungguh menarik. Bila perempuan adalah perhiasan maka berlian adalah perumpamaan yang paling tepat baginya. Rasanya tak satupun jenis perhiasan yang dapat mengalahkan ketinggian nilai batu mulia ini.

Itu sebabnya tidak pernah ada cerita berlian di perjual-belikan sembarangan, di pinggir jalan. Toko berlian dapat dipastikan pasti berada di kawasan mewah dan dijaga satpam pula. Tidak cuma itu, berlian-berlian tersebut bahkan ditempatkan di dalam kaca yang terkunci ! Bila ada berlian yang dijual, diobral dan boleh di bolak balik oleh sembarangan calon pembeli, berlian tersebut patut dicurigai sebagai berlian palsu.

Begitulah  perumpamaan perempuan. Ia harus dijaga, dilindungi dan dirawat dengan hati-hati. Ia terlalu berharga dan mulia untuk dibiarkan terbuka, tercecer apalagi disentuh dan dicolek tangan-tangan jahil lelaki hidung belang yang bukan menjadi haknya.

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS.Al-Ahzab(33):59).

Perempuan, pada umumnya, baik fisik maupun hatinya adalah lemah lembut. Oleh itu, maka Sang Khalik menjadikan lelaki sebagai pelindung, pengayom sekaligus pendidiknya. Lelaki itu adalah lelaki yang secara resmi menjadi suami, ayah anak-anaknya, yang menyayangi, mencintai dan menanggung segala kebutuhannya, baik materi maupun spiritualnya.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka perempuan yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka …”(QS.An-Nisa’(4):34).

Sebaliknya, dibalik kelembutan seorang perempuan, sebenarnya tersimpan ketegaran yang jauh melebihi kaum lelaki. Gabungan sifat unik inilah yang menjadikan kaum perempuan sangat pas memegang peran sebagai ibu. Menstruasi, hamil, melahirkan dan menyusui anak adalah tugas khas perempuan yang tidak mungkin dapat digantikan kaum lelaki.

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, .. “.(QS.Al-Ahqaf(46):15).

“Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Datang seseorang kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kpd siapakah aku hrs berbakti pertama kali ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Ia berta lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’, Orang tersebut berta kembali, ‘Kemudian siapa lagi, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Bapakmu’ “[Hadits Riwayat Bukhari (AL-Ftah 10/401) No. 5971, Muslim 2548]

Itulah hukum dan aturan Sang Khalik, Allah Azza wa Jalla yang ditujukan untuk kaum perempuan yang begitu disayangi-Nya. Sungguh beruntung bukan kaum perempuan ? Subhanallah ..

Sayangnya, dalam kenyataannya, yang terjadi seringkali adalah yang sebaliknya. Perempuan menjadi bulan-bulanan kaum lelaki yang tidak bertanggung-jawab. Perempuan berkeliaran tanpa menutup auratnya dengan baik. Sementara Barat dengan ringannya mengatakan Islam telah memasung kebebasan perempuan !

Padahal, bila kaum perempuan Muslim mencapai titik terendahnya hanya ‘baru’ beberapa puluh tahun belakangan ini maka perempuan Barat telah menerima  perlakuan buruk sejak ribuan tahun lalu! Tanpa mereka sendiri menyadarinya.

Perempuan, khususnya di semenanjung Arabia, terangkat dari keterpurukannya sejak tahun 600-an, yaitu dengan datangnya Islam. Perempuan di tanah tersebut sebelum lahirnya Islam adalah aib. Kehadiran perempuan dianggap hanya menjadi pemicu berbagai masalah. Itu sebabnya bayi-bayi perempuan sering dikubur hidup-hidup begitu mereka dilahirkan.

“ dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur  hidup-hidup, ditanya, karena dosa apa ia dibunuh ?“.(QS.At-Takwir(81):8-9).

Pada zaman dahulu, para lelaki hampir di seluruh pelosok dunia terbiasa hidup berpoligami, tanpa batas. Apalagi di kalangan kerajaan. Adalah hal biasa bahwa para raja dan penguasa memiliki istri yang sangat banyak, Bahkan seringkali tanpa ikatan perkawinan!

Para raja biasa menempatkan istri pertama sebagai permaisuri sedangkan istri-istri yang lain adalah selir. Kedudukan dan hak antara permaisuri dan selir jelas tidak sama. Demikian pula anak-anak mereka.

Inilah yang kemudian diatur ketika Islam datang. Boleh berpoligami asal tidak lebih dari 4 serta mampu memenuhi persyaratannya. Diantaranya adalah berbuat adil, baik kepada para istri maupun anak-anaknya. Tidak ada istilah permaisuri dan selir. Semua memiliki hak dan kedudukan yang sama.

Sebaliknya dengan Barat. Gereja masa lalu, lama beranggapan bahwa perempuan adalah mahluk jahat yang keberadaannya sangat membahayakan. Perempuan adalah penggoda iman.  Perempuan adalah ahli sihir. Itu sebabnya pada masa lalu, banyak perempuan yang harus mati di atas tiang kayu bakar.

Lalu bagaimana dengan citra perempuan Barat saat ini? Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi sejumlah gereja di beberapa negri Eropa. Bahkan beberapa waktu lalu, saya juga mendapat kesempatan mengunjungi gedung walikota Paris dan melihat bagian dalam beberapa ruang pertemuannya.

Naúdzubillah min dzalik. Saya rasa itulah kata yang paling tepat untuk mengomentari apa yang saya saksikan. Persamaan mencolok pemandangan dalam gereja dan gedung walikota adalah gambar-gambar dan patung-patung  perempuan setengah telanjang!

Sungguh ironis. Rumah ibadah, tempat suci dimana umat beragama berusaha mensucikan diri demi ‘bertemu’Tuhannya, koq malah dikotori gambar-gambar dan patung perempuan telanjang, apapun dalih dan alasannya. Bahkan tidak sedikit juga lukisan dan patung tersebut benar-benar terlihat tidak senonoh !

Begitu juga gedung wali kota, dimana duduk para pimpinan terhormat sebuah negara/kota yang bertugas memutuskan berbagai masalah penting pemerintahan.  Ternyata dinding-dinding dan bahkan langit-langitnyapun dipenuhi lukisan perempuan setengah bugil.  “Ini gedung pemerintahan atau tempat hiburan atau bahkan pelacuran”, pikir saya, bingung.

Saya hanya bisa ‘bengong’ mendengar jawaban : “Kenapa tidak .. itu adalah gabungan keindahan antara perempuan dan suasana musim panas”. Begitulah jawaban yang saya terima ketika saya melontarkan keheranan saya atas salah satu lukisan  raksasa yang melukiskan danau dengan perempuan-perempuan yang sedang mandi di dalamnya.

Kalau lukisan dipajang di museum, mungkin masih bisa saya maklukmi. Ini di depan pintu masuk ruangan pertemuan gedung pemerintahan ! Yang lebih mengherankan lagi, jawaban itu dikeluarkan oleh seorang perempuan paruh baya pula. Olala .. L

Pikiran saya langsung melayang ke seorang pejabat tinggi negri pimpinan Sarkozy ini. Lelaki berkeluarga yang sudah tidak muda ini, kalau tidak mau dibilang ‘sepuh’ terjegal kasus pelecehan seksual di puncak karirnya. Ia dilaporkan seorang pelayan hotel dimana ia menginap bahwa ia telah memperkosanya. Selanjutnya ia bahkan diberitakan sering melakukan tindakan pelecehan terhadap pegawai-pegawai perempuan di kantornya. “Pantaaaass”,  batin saya lagi.

Ironisnya lagi, nilai-nilai Barat yang sering dianggap atau menganggap diri maju itu, saat ini justru ditiru dan didewakan negri-negri Muslim. Mengapa masyarakat Muslim dewasa ini begitu tidak percaya diri ya ??   Tidakkah kita menyadari bahwa sebagian perempuan Barat belakangan ini justru sudah mulai muak dan mencoba melirik Islam?

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 5 Juli 2010.

Vien AM.

Read Full Post »

Makan apa aja deh, g usah banyak pilih-pilih, udah siang ini, ntar sakit lho “, kata seorang ibu kepada ke dua putra-putri remajanya. Ketika itu mereka sedang berada di depan sebuah resto siap saji yang rupanya menjadi pilihan si remaja putri. 

Makan itu kan hak, bu .. apalagi makan enak, itu hak tubuh kita  “, jawab si sulung yang kelihatannya memang doyan makan dan kurang setuju dengan pilihan adiknya.

 “ Tapi ini makan wajib nak, udah hampir jam 3 ini. Kasihan dong perutnya”, bujuk ibu lagi.

Tak urung, percakapan ringan yang terjadi di depan saya siang itu ternyata cukup menjadi beban pikiran saya. Makan, kewajiban atau hak ya .. Orang hidup jelas butuh makan, pikir saya.  Tapi apakah hidup itu hanya untuk makan?? Ironis sekali ya kedengarannya .. Atau orang makan supaya hidup??

Hak dan kewajiban … hemm … Keduanya memiliki keterikatan yang sangat erat, bukan? Setahu saya, hak baru didapat ketika kewajiban ditunaikan. Artinya bila makan adalah hak, maka kewajibannya apa?

Yang jelas tubuh adalah bagian dari kehidupan. Sedang kehidupan datang dari Sang Khalik, Allah Azza wa Jalla, Sang Pemilik Langit, Bumi dan segala isinya, termasuk manusia.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.(QS.Al-Dzariyat(51):56).

Jadi, apapun tindakan kita selama di dunia ini mustinya harus selalu berorientasi kepada-Nya. Dan perbuatan tersebut senantiasa dalam pengawasan-Nya. Melalui ayat-ayat Al-Quran, kita juga diberitahu bahwa hidup adalah ujian yang pada saatnya harus dikembalikan dan dipertanggung-jawabkan.

“ Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun ».(QS.Al-Mulk( 67):2-3).

Artinya kesehatan tubuh sebagai sarana fisik manusia adalah wajib dijaga, jika kita memang benar-benar ingin menjadi manusia terbaik. Untuk itulah tubuh memerlukan makan. Dengan kata lain, makan itu kewajiban.

Sebaliknya, bila kita berprinsip bahwa tubuh telah lelah bekerja, beramal kebaikan demi menunaikan kewajibannya maka makan adalah haknya ! Bahkan sekali-sekali makan enakpun masih boleh dibilang adalah haknya .. J

Jadi, benar juga si ibu tadi, makan itu ada 2 kategori. Makan yang sifatnya wajib dan makan yang merupakan hak. Saya jadi teringat sebuah pemikiran. Kata orang, orang modern atau orang maju adalah orang yang telah terpenuhi hak makannya. Karena hanya dengan perut kenyang atau minimal tidak kelaparan, artinya makan sebagai kewajiban, orang baru dapat berpikir ke hal-hal lain.

Contohnya adalah orang Barat. Makan bagi mereka sudah bukan lagi hal yang perlu dirisaukan. Bahkan bukan cuma makan kewajiban tapi juga makan sebagai hak. Itu sebabnya bila kita jalan-jalan di kota Paris, ( kebetulan saya dan keluarga memang sedang diberi kesempatan oleh-Nya untuk tinggal dan menikmati kota ini), akan kita lihat betapa resto di kota tersebut hampir selalu penuh. Terutama week-end, yaitu Sabtu dan Minggu.

Bahkan saya dengar, sebagian besar gaji dan penghasilan orang Perancis itu dihabiskan untuk makan ( enak ) !  Selain makan, berlibur ke luarkota/ negri tampaknya juga menjadi prioritas mereka.  Musium dengan berbagai sejarah yang dituangkan melalui lukisannya adalah tujuan utama mereka disamping keindahan alam dan wisata kulinernya, tentunya.  Sementara biaya pendidikan anak tidak perlu dirisaukan karena pemerintah yang menangani hal ini.

Sebaliknya dengan negara kita, yang sebagian besar penduduknya masih banyak yang kelaparan.  Makan bagi mereka adalah kewajiban. Mungkin itu sebabnya Negara kita ini tidak maju-maju juga. Karena ya itu tadi, bagaimana bisa berpikir ke hal lain kalau perut saja masih kelaparan … L ..  Meski, bagi Muslim sejati, kelaparan bukanlah alasan untuk menjadi tidak peduli dan mengabaikan urusan akhirat mereka.

“ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.(QS.Al-Baqarah(2):155).

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”.(QS.An-Nahl(16): 112).

Namun bagaimana dengan sebagian kecil bangsa Indonesia yang perutnya kenyang, tidurpun nyenyak? Mampukah orang-orang yang beruntung ini memikirkan hal-hal lain? Misalnya memikirkan saudara-saudara sebangsa setanah air yang hidup dalam kesusahan? Memikirkan masa depan akhiratnya dengan berbuat amal kebaikan sebanyak mungkin? Ataukah cukup seperti orang-orang Barat yang notabene sebagian memang tidak percaya adanya akhirat alias kafir itu, dengan menambah porsi menikmati lezatnya kehidupan duniawi, seperti memenuhi hak makan enaknya,  berlibur, berfoya-foya dan berbelanja barang-barang mewah  yang sebenarnya tidak begitu diperlukan ?

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,Yang (naik) sampai hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka”. (QS.Al-Humazah (104) :1-8).

Ironisnya, yang saya pernah dengar, gaya hidup berbelanja barang mewah orang kaya kita justru lebih ‘wah’dari pada orang Barat sendiri. Malah kalau mau jujur, sebenarnya kepedulian orang Barat terhadap orang kecil dan miskinpun jauh lebih baik dari rata-rata orang kita. Tidak ada perbedaan mencolok antara si kaya dan si miskin, antara sopir, tukang sampah, pelayan resto dan para esksekutif.

Kekurangan rata-rata orang Barat yang mendasar sebenarnya ‘hanya’ kesombongan mereka terhadap adanya Tuhan. Itulah kekafiran, yang dalam penilaian-Nya adalah fatal. Jadi, bagaimanapun sudah sepantasnya bila kita ini, bangsa Indonesia yang sebagian besarnya adalah Muslim, bersyukur. Sayangnya, syukur inilah yang dalam pengamalannya sering tidak tepat.

Hai anak Adam, pakailah pakainmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.(QS. Al-Araf(7):31).

“Tidaklah beriman seseorang bila ia dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan”.(Al-Adabul Mufrad no 112, dishahihkan asy-Syaikh al-Albani).

Tiba-tiba saya teringat status FB seorang teman pagi tadi : “ Seorang nenek berusia 92 tahun di Jombang, ditemukan meninggal dalam keadaan kelaparan di tengah sawah ketika sedang berusaha mengais sisa gabah !”. Naudzubillah min dzalik .. Fenomena apa pula ini .. Sungguh mengenaskan .. L

Kembali ke masalah awal,  manakah jawaban yang benar dan tepat? Hidup untuk makan atau makan untuk hidup ??

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 1 Juli 2011.

Vien AM.

Read Full Post »

Kubah, menara, mihrab dan mimbar adalah 4 hal yang umumnya menjadi tanda sebuah masjid. Meski sebenarnya bukan menjadi keharusan. Sebaliknya patung dan gambar mahluk hidup haram hukumnya. Itu sebabnya ketika Rasulullah memasuki Ka’bah setelah penaklukan Makkah ( Fathu’ Makkah) hal pertama yang dilakukan Rasulullah adalah menurunkan patung-patung dan menghapus gambar-gambar yang ada didalam bangunan kubus tersebut.

masjd Ali Pasha, Kairo

masjd Ali Pasha, Kairo

Pada masa kejayaan Islam, masjid tumbuh bagaikan jamur di musim hujan. Saking banyaknya masjid di kota Kairo yang ditaklukan pada tahun 640 M, kota ini memperoleh gelar negri 1000 menara. Begitu juga kota-kota di Andalusia Spanyol yang selama 7 abad memang pernah berada di bawah kekuasaan Islam. Masjid dan madrasah terlihat dimana-mana. Bahkan hingga kini bila kita berkendaraan di wilayah tersebut menara-menara tua bekas masjid masih terlihat dari kejauhan.

Katedral Jerez, Spanyol

Katedral Jerez, Spanyol

IMG_9466

Katedral Palermo, Sisilia

IMG_3808

Katedral Malaga – Spanyol

Peninggalan masjid dan madrasah di Spanyol hingga kini masih bisa disaksikan. Sejumlah katedral  seperti katedral di Sevilla, Cordoba, Granada, Toledo, Malaga dan  Saragosa adalah bekas masjid yang sudah direnovasi sedemikan rupa. Demikian pula katedral-katedral di Sisilia, Italia. Bahkan mihrabnyapun di sebagian kecil gereja-geraja tersebut masih ada yang dipertahankan.

( Baca https://vienmuhadi.com/2009/11/10/menilik-jejak-islam-di-eropa-2-andalusia/

marbella-mosque-king-abdul-aziz-21860387

Masjid Marbella – Spanyol

Sayang ketika berada Andalusia Spanyol, kami tidak sempat mengunjungi masjid cantik King Abdul Aziz, nama lain masjid Marbella, yang dibangun megah di perbukitan kota pantai  Marbella itu.

2009-11-Granada Alhambra_27

Mezquita Del Cristo De La Luz, Toledo, Spain

Mezquita Del Cristo De La Luz, Toledo, Spain

Alhambra5Selain ke 4 hal diatas, kaligrafi yang menjadi ciri khas masjid juga bisa dijadikan tanda bahwa sebuah bangunan tadinya adalah masjid. Pada masa itu masjid-masjid selain jamaahnya membludak juga indah. Masjid besar selain dilengkapi dengan madrasah lengkap plus perpustakaannya dan pasar yang tidak seberapa jauh, biasanya juga diperindah dengan taman dengan air mancur air mancurnya.

Sebaliknya ada hadist yang mengatakan bila masjid hanya diperindah dan orang berlomba membangun masjid namun tidak meramaikannya ( tidak menggunakannya untuk shalat dan kegiatan keagamaan lainnya) maka itu adalah salah satu tanda datangnya hari Kiamat.

HR.Khamsah, kecuali Imam Tirmidzi dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dari jalan Anas ra. dari Nabi saw. “Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum orang-orang saling berbangga diri dengan masjid-masjidnya”.

Di negri kita tercinta, Indonesia, tampaknya tanda-tanda tersebut mulai terlihat. Orang-orang kaya  berlomba membangun masjid yang bagus dan indah namun tidak banyak orang yang mengerjakan shalat di dalamnya.

Masjid Milan, Italia

Masjid Milan, Italia

Masjid di Moskow, Rusia

Masjid di Moskow, Rusia

Masjid Madrid, Spanyol

Masjid Madrid, Spanyol

masjid di London

masjid di London

Masjid Petersburg, Rusia

Masjid Petersburg, Rusia

Kazan Mosque, Rusia

Kazan Mosque, Rusia

Terbalik dengan apa yang terjadi di benua Eropa. Masjid di daratan Eropa yang lumayan indah bisa dihitung dengan jari. Tetapi ini harus kita syukuri. Karena sungguh tidak mudah membangun rumah ibadah bagi umat Islam di benua ini. Apalagi pasca tragedi September 2001. Sejak beberapa tahun lalu Swis, negara yang dikenal dengan sebutan Euro Islam ini, melarang pembangunan menara masjid. Hal ini kemudian menjalar ke negara-negara tetangga seperti Jerman, Belanda, Belgia dan Italia.

Masjid di Roterdam

Masjid di Roterdam

Kubah Masjid Biru Istanbul, Turki

Kubah Masjid Biru Istanbul, Turki

Masjid di Kehl, Jerman

Masjid di Kehl, Jerman

Masjid Roterdam

Masjid Roterdam

Kubah masjid Jenewa

Kubah masjid Jenewa

Namun demikian, di Roterdam Belanda pada tahun 2012 dan dua masjid besar yang ada di Jenewa dan Zurich, dua kota terbesar di Swis, memiliki menara yang lumayan tinggi. Bahkan kabarnya negara yang luasnya hanya 1\3 pulau Jawa ini memiliki ratusan masjid meski hanya majid-masjid kecil. ( atau mungkin hanya mushola ??).

Mosque de ParisSementara itu Muslim di Perancis pantas bersyukur karena di Paris berdiri dengan megahnya sebuah masjid, yaitu Grande Mosquee de Paris. Masjid dengan menara setinggi 33 meter ini berdiri setelah melewati perjuangan panjang seorang diplomat Maroko kelahiran Andalusia. Masjid yang terletak dipusat kota ini akhirnya dapat berdiri dengan tegak  pada tahun 1926 M, 20 tahun setelah peletakkan batu pertamanya.

Masjid ini didirikan sebagai tanda terima kasih atas pengorbanan 70.000 tentara Muslim ( sebagian besar keturunan Aljazair, Tunis dan Maroko di Afrika Utara) yang berperang untuk Perancis. Untuk diingat, Paris ketiga negara tersebut adalah Negara bekas jajahan Perancis. Sebagai catatan, pada PD II, masjid Agung Paris ini pernah digunakan sebagai tempat pengungsian rahasia dan perlindungan bagi warga Yahudi yang dikejar pasukan Jerman. Dari masjid ini pulalah dikeluarkan puluhan, bahkan ratusan surat tanda lahir muslim palsu untuk melindungi anak-anak Yahudi dari kematian akibat ditangkap Jerman untuk dibawa ke kamp konsentrasi.

IMG_4702

IMG_4694IMG_1153IMG_1155IMG_1154cropmosque de parisMasjid Agung Paris memiliki arsitektur gaya Maure-Hispano, gaya Muslim Spanyol. Masjid Karaiyun Fez di Maroko yang menjadi inspirasi masjid ini. Seperti juga masjid-masjid di Andalusia dan istana Alhambra di Granda, Spanyol, taman dengan sejumlah air mancurnya menghiasi masjid ini.

IMG_4695IMG_4704IMG_4694IMG_4690Saat ini meski masjid terlihat kurang terawat karena kekurangan dana ( itu sebabnya, belakangan ini masjid dibuka untuk turis. Dengan biaya 3 euro para turis bisa berkeliling melihat-lihat masjid) masjid masih digunakan secara aktif. Bahkan pada waktu shalat Jumat kaum Muslimin harus berdesak-desakan mencari tempat. Tidak saja jamaah lelakinya namun juga jamaah perempuannya. Masjid ini juga dilengkapi dengan madrasah, perpustakaan, hamam dan restoran.

IMG_4696IMG_4700Suatu ketika, ba’da shalat Jumat, seorang gadis ber-abaya hitam menghampiri saya. Rupanya ia penasaran dengan Al-Quran yang saya baca. Ia menanyakan mengapa Al-Quran saya banyak keterangan-keterangannya. Kebetulan saya hari itu memang membawa Al-Quran dimana tertulis Asbabun- nuzul ayat. Ia juga terheran-heran ketika saya terangkan bahwa kalimat yang ada di bawah setiap kata itu bukan cara membacanya namun artinya.

“ Jadi anda bisa membaca huruf-huruf Arab tersebut?”, tanyanya terheran-heran. Saya katakan bahwa rata-rata Muslim Indonesia bisa membaca Al-Quran walaupun tidak tahu artinya. Dalam hati, saya berkata, malu juga hati ini .. masak bertahun-tahun shalat minimal 5 kali sehari dan mengaji namun tidak juga faham artinya … 😦  ..

Namun lebih lucu lagi, gadis keturunan Tunisia kelahiran Paris itu berkata bahwa ia dan rata-rata teman Muslim Arabnya malah tidak bisa membaca huruf-huruf Al-Quran! Ia membaca Al-Quran berkat bantuan tulisan latin dibawahnya. Olala ..

Tetapi ia bersyukur, beberapa tahun belakangan ini Mosquee de Paris membuka kursus tajwid. Juga kursus agama dan bahasa Arab. Setiap Sabtu sekarang ia mengikuti berbagai ilmu agama di masjid tersebut. “ Gratis pula .. “, katanya senang. Ia menambahkan dari hari ke hari makin banyak saja orang Perancis yang tertarik dengan ajaran Islam. Allahuakbar ..

Berikut beberapa masjid lumayan besar kota-kota utama Perancis yang berhasil kami tandangi.

Mosque de Bordeaux

Mosque de Bordeaux

Mosque de Pau - France

Mosque de Pau – France

Masjid Genevilliers, Perancis

Masjid Genevilliers, Perancis

Masjid di Evry Courcouronnes Paris

Masjid di Evry Courcouronnes Paris

IMG_1992

Masjid Strassbourg (2012)

Masjid Strassbourg (2012)

Masjid Lille, Perancis

Masjid Lille, Perancis

Sebenarnya Grande Mosquee de Paris bukan satu-satunya masjid di Paris. Melalui http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_mosques_in_Europe saya menemukan bahwa masjid di Paris bahkan Perancis dan Eropa ini cukup banyak.  Namun ketika kami berjalan-jalan dan mencoba mencari lokasi masjid, dengan bantuan GPS, sesuai list tersebut, ternyata kami sulit menemukannya. Karena ternyata sebagian besar masjid itu hanya masjid kecil yang letaknya amat terpencil dan seringkali tidak terlihat dari luar. Bahkan tulisan dan tanda-tandanyapun tidak ada. Kita baru bisa menemukannya bila kebetulan berpapasan dengan Muslim lain,menanyakannya, dan sangat beruntung bila ia mengetahuinya !

Begitupun masjid dimana suami saya selalu melakukan shalat. Masjid ini adalah bangunan apartemen 3 lantai milik Mulim yang diwakafkan.  Karena tidak memadai akhirnya shalat Jumat terpaksa dilaksanakan dua kali. Bahkan dibeberapa tempat dan kota( seperti Marseilles dimana jumlah Muslim dikabarkan amat banyak)  sejumlah Muslim terpaksa melaksanakan shalat Jumat di jalan-jalan. Hal inilah yang hingga detik ini menjadi pemicu debat berkepanjangan di parlemen. Hampir setiap hari televisi menyiarkan berita dan debat mengenai Islam, mengenai penting tidaknya pemerintah mendirikan masjid dll.

Saya pikir, ‘ Inikah yang disebut tipu daya Allah? “. Tujuan mereka ingin menjelekkan dan menjauhkan masyarakat yang makin lama makin tertarik dengan ajaran Islam. Namun nyatanya dengan sering munculnya perdebatan mengenai Islam justru makin banyak lagi orang Perancis yang memeluk Islam! Tidak hanya di Perancis tetapi juga di Inggris, Belanda dan negara-negara Eropa lainnya.

« Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya ».(QS. Ali Imran (3) :54).

Majid Toulouse, Perancis

Majid Toulouse, Perancis

Masjid Lyon, Perancis

Masjid Lyon, Perancis

Lain lagi dengan masjid di Toulouse, Perancis Selatan. Masjid yang nyaris siap pakai tersebut di protes masyarakat sekitar. Padahal masjid tersebut sengaja di bangun di lokasi yang tidak jauh dari masjid lama yang kecil dan terpencil.

Kabar terakhir dari Marseilles. Yves Moraine, pemimpin partai berkuasa UMP seperti dikutip BBC belum lama ini menerangkan bahwa lebih baik memberi tempat berkumpul ( maksudnya masjid ) yang terbuka dan terlihat secara jelas kepada kaum Muslimin dari pada mereka harus diam-diam berkumpul dan membicarakan serta merencanakan sesuatu ( maksudnya terorisme) di gudang-gudang atau apartemen lusuh. Karena, masih menurutnya, pemerintah akan lebih mudah mengawasi gerak-gerik kaum Muslimin. ( Baca : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/07/13/124461-muslim-marseille-menyulap-katredal-menjadi-masjid ).

IMG_0420

Masjid di Dublin, Irlandia

Untuk itu, Notre Dame de la Garde, katedral yang berdiri di atas ketinggian Marseille, kabarmya akan dihibahkan untuk  umat Islam. Katedral yang memiliki corak bergaris hitam putih mirip masjid ini memang terlihat kurang terawat karena lama ditinggalkan umatnya. Sejarah mencatat, betapa banyaknya gereja tua di Eropa yang tak terawat akhirnya dibeli oleh kaum Muslimin kemudian dijadikan masjid. Masjid di Dublin Irlandia adalah salah satu contohnya. Subhanallah …

Bila hal ini benar-benar terlaksana masjid agung Marseille ini bakal mampu menampung 7000 jamaah. Dengan demikian masjid yang rencananya akan dilengkapi perpustakaan raksasa ini bakal menjadi masjid terbesar di seantero Perancis.

Namun banyak pihak yang menentang rencana ini. Politikus kawakan Marie Le Pen dan putrinya Marine Le Pen yang dikenal sangat anti Islam tentu saja yang paling merasa jengkel bagai kebakaran jenggot.

“Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci”.(QS.Ash-Shaf(61):8)

Tampaknya saudara-saudara Muslim kita di Perancis masih harus bersabar menanti Islam menjadi tuan rumah di negri Sarkozi ini. Agar pemerintah segera mengizinkan warga Muslimnya memiliki rumah sendiri, yaitu masjid. Bersabar agar dapat kembali ke habitat sebagaimana ikan bersabar menanti dimasukkan kembali ke lautan atau keburu menggelepar kehabisan oksigen ..  Apalagi, jajak pendapat terakhir mengatakan bahwa Marine Le Pen berhasil mengungguli sang presiden berkuasa !

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 2 Maret 2011.

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »