Feeds:
Posts
Comments

Semua orang pasti tahu apa itu raja/khalifah/kaisar/king/roi/malik  dan apa itu kerajaan/kekhalifahan/kekaisaran/monarki/kingdom/royaume/mamalik.   Dalam bahasa Indonesia  kata Raja ( Rani bila perempuan), yaitu pemimpin/penguasa tertinggi  dalam sebuah kerajaan, berasal dari Rājan yang merupakan bahasa Sangsekerta.

Sedangkan kata kerajaan atau monarki  berasal dari bahasa Yunani, monos yang berarti satu, dan archein yang berarti pemerintah. Kerajaan/monarki merupakan sejenis pemerintahan yang dipimpin oleh seorang penguasa monarki.

Seorang raja sudah pasti mempunyai wilayah kerajaan yang dikuasainya,  dan di masa lalu, biasanya secara absolut.  Seorang raja biasanya berkuasa hingga seumur hidupnya, dan biasanya yang menggantikan kedudukannya bila ia wafat adalah sang putra mahkota yang telah dipersiapkan secara matang.

Raja bisa menguasai daerah kekuasaan yang sangat luas, namun bisa juga kecil, kerajaan Monaco, misalnya.  Kerajaan ini hanya mempunyai luas wilayah sekitar 2 km2. Bandingkan dengan Jakarta yang luasnya 650km2. Suatu kerajaan dapat dikatakan besar dilihat dari beberapa faktor, antara lain luasnya, populasinya, ekonominya, lama kekuasaannya, bagaimana sang pemimpinnya berkuasa, bagaimana kehidupan rakyatnya dsbnya.

Kerajaan adalah sistem pemerintahan tertua di dunia. Tercatat pada suatu masa dulu pernah ada lebih dari 900 kerajaan di dunia ini. Kini yang masih bertahan hanya tinggal 40 buah saja, Arab Saudi, Yordania, Maroko, Malaysia, Inggris, Belanda, Spanyol, Kamboja dan Thailand adalah diantaranya.  Dari jumlah tersebut, hanya 4 yang mempunyai penguasa mutlak, selebihnya terbatas kepada sistem konstitusi.

Di masa lalu, kerajaan bisa berkuasa hingga ratusan tahun, dan daerah kekuasaannyapun bisa mencakup berpuluh-puluh Negara yang ada saat ini. Yang terpanjang adalah kerajaan/kekhalifahan Islam Ottoman. Kerajaan ini berkuasa selama hampir 7 abad lamanya, yaitu sejak tahun 1299 hingga 1923 lalu. Kekuasaannya terbentang dari Afrika Utara dan Spanyol di ujung Barat hingga perbatasan sebelum Cina di ujung Timur, Austria di ujung paling utara hingga Yaman di ujung selatan.

http://yusranyusufnur.blogspot.co.id/2012/11/10-kerajaan-terbesar-dalam-sejarah-dunia.html

Disamping mempunyai daerah kekuasaan dan rakyat yang dipimpin, sebuah kerajaan juga pasti mempunyai pasukan/tentara yang bertugas menjaga wilayahnya agar aman dari serbuan musuh, juga aparat yang bertugas menjalankan pemerintahan.

Demikian pulalah kerajaan Allah Azza wa  Jalla, kerajaan terbesar dan terluas di sepanjang sejarah kehidupan yang ada di alam semesta ini. Kerajaan ini meliputi langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya.

Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong”. (Terjemah QS. Al-Baqarah(2):107).

Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi; hanya Allahlah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.(Terjemah QS. Ath-Thaggabun(64):1).

IMG_2722IMG_2864Kerajaan Allah yang teramat sangat luas ini seperti juga kerajaan dunia lainnya tidaklah kekal. Meski usianya sangat amat jauh dibanding kerajaan biasa yang umurnya “ hanya” ratusan tahun. Kerajaan Allah diciptakan jauh sebelum manusia ada, dan akan hancur nanti bersamaan dengan orang terakhir di dunia, yaitu pada hari Kiamat. Paling tidak itulah yang terjadi pada galaksi yang kita tempati ini.

 “ Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”.

Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap,

lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. (Terjemah QS. Fushshilat(41):9-12).

Setelah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya, Allahpun bersemayam di atas Arsy, yaitu di Kursy-Nya.  Arsy itu sendiri dijunjung oleh 8 malaikat.  Sementara jarak Kursy Allah ini dengan Arsy mencapai ratusan tahun ( cahaya ?) sebagaimana yang dikatakan Rasulullah Muhammad saw.

Dari Jabir bin Abdullah dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Aku telah diizinkan untuk menyampaikan tentang para malaikat Allah pembawa Arasy. Sesungguhnya ‘antara daun telinga dan lehernya berjarak tujuh ratus tahun.”

Abu Dzar radhiallahu anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah Kursy di banding Arasy kecuali bagaikan cincin yang dilempar di atas padang di muka bumi.”

“ Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia” .(Terjemah QS. Al-Furqon(25):59).

“ Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (Terjemah QS.Al-Haqqah(69):17).

“ Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan”. (Terjemah QS. Al-Qaariah(101):1-5).

Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dipanaskan,” (Terjemah QS. At-Takwir(81):1-6).

Uniknya meski kerajaan Allah yang begitu luas ini akan hancur pada saatnya nanti, tidak demikian dengan “ Sang Raja di Raja”. Jadi terbalik dengan kerajaan dunia yang bila rajanya suatu hari nanti wafat dan digantikan putra mahkota, maka kerajaan akan terus berlangsung.

IMG_3079Jadi pada sistim kerajaan Allah, Raja lebih dominan dari pada kerajaan. Ia akan tetap eksis meski kerajaannya telah hancur. Karena memang Dialah yang menciptakan kerajaan, kerajaan ada karena ada raja, bukan raja ada karena ada kerajaan.  Sang Raja hidup abadi, kekal selamanya. Itu sebabnya Ia tidak memerlukan pewaris, putra mahkota, keturunan atau apapun.

Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya” .(Terjemah QS. Al-Isra(17):111).

Disamping itu seperti juga kerajaan dunia, kerajaan Allah juga memiliki pasukan yang senantiasa patuh pada perintah-Nya, tanpa syarat. Itulah malaikat yang senantiasa berzikir memuji dan memuja kebesaran Tuhannya. Malaikat yang tercipta dari cahaya, bersayap dan berukuran extra besar ini selain jumlahnya  amat sangat banyak juga mempunyai fungsi dan tugas yang beraneka ragam.

“Tidaklah ada tempat kosong  dengan ukuran empat jari tangan di semua lapisan langit, kecuali pada tempat tersebut ada Malaikatyang sedang berdiri, ruku’ atau sujud (artinya semuanya dalam keadaan beribadah kepada Allah)”. (HR Tirmidzi).

“ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” . (Terjemah QS. Fathir(35):1).

Ada yang bertugas menjunjung  Arsy, ada yang bertugas membawa angin, membagikan rezeki, meniup terompet kematian dan kebangkitan, mencabut nyawa, mencatat amal manusia, menjaga surga, menjaga neraka dll. Dan yang tertinggi adalah malaikat Jibril, yaitu yang menyampaikan wahyu kepada para rasul. Malaikat Jibril inilah yang pernah dilihat Rasulullah Muhammad saw, yaitu ketika menyampaikan wahyu dari Allah Azza wa Jalla.

Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang” . (QS. At-Takwir(81):23).

“ Sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),  yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy,  yang dita’ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya”. (Terjemah QS.At-Takwir(81)19-21).

Dari [‘Ashim] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Jibril dalam bentuk aslinya, ia memiliki enam ratus sayap, setiap sayap dapat menutupi antara langit dan bumi, dari sayapnya berjatuhan aneka warna warni, mutiara dan yaqut. Allah Maha Mengetahui itu semua. (Musnad Ahmad No Hadist 3561)

Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan,  dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya,   dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya,   dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang bathil) dengan sejelas-jelasnya,  dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu,”  (Terjemah QS.Al-Mursalat(77):1-5).

“ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” . (Al-Fathir(35):1).

2010-02 La Mongie - Pyrenee_35IMG_0761Namun demikian sesungguhnya Allah swt tidak memerlukan siapapun dan apapun termasuk pasukan elit malaikat yang dimiliki sekaligus diciptakannya sendiri itu. Karena hanya dengan kalimat “ Kun Fayakun” saja sebenarnya semuanya bisa terjadi.  Penciptaan malaikat dan keberadaannya di sekeliling kita lebih ditujukan untuk kepentingan manusia.  Agar manusia dapat mengerti dan lebih memahami apa tujuan dan hikmah dibalik kehidupan ini. Agar dapat mengikuti dan memahami ilmu-Nya meski hanya secuil . Itulah sunatullah.  Allah terlalu suci dan agung untuk mengurusi langsung para hamba ciptaan-Nya di muka bumi ini.

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.  Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).  Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah”. (Terjemah QS.Fathir(35):15-17).

Intinya kerajaan Allah dengan segala cakupannya, seperti para malaikat, langit dengan segala perhiasannya, bumi dengan segala isinya seperti gunung, sungai, aneka binatang dan lain lain adalah bukti keberadaan Sang Khalik, Raja dari segala raja, yang tak terbantahkan.

Allah swt yang memiliki Asmaul-Husna,  99 nama indah untuk mencerminkan sifat-sifat-Nya, yang dengan menyebut nama-nama tersebut memohonlah orang-orang beriman pertolongan dan perlindungan-Nya.

Alhasry 22-24

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.  Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Terjemah QS.Al-Hasyr(59):22-24).

ayat kursi

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.(Terjemah QS. Al-Baqarah(2):255).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 23 Oktober 2015.

Vien AM.

peggy3Beberapa minggu  yang lalu saya menghadiri tausiyah yang diberikan Peggy  Melati Sukma, seorang artis dan aktifis sosial yang pada tahun 1999 dikenal dengan jargon  “ Pusiiiiing” dalam salah satu sinetron yang dibintanginya, yaitu “ Gerhana”.  Artis berbakat dengan segudang kegiatan,  diantaranya pernah ditunjuk sebagai duta  Pendidikan Kesetaraan oleh Depdiknas dan Duta Teknologi oleh Kementerian Riset dan Teknologi ini, sejak 2012 lalu memang telah berhijrah, begitu ia menyebutnya.

( Baca kisah hijrah Peggy : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,45-id,55962-lang,id-c,internasional-t,Kisah+Peggy+Melati+Sukma+Hijrah+ke+Dunia+Dakwah-.phpx ).

Sekali lagi terbukti, bahwa ketenaran, kekayaan dan kesuksesan bukan jaminan kebahagiaan yang hakiki. Kini Peggy melalui Komunitas Akhwat Bergerak yang dimotorinya sibuk berdakwah tidak saja di pelosok dalam negri namun juga ke manca Negara, tidak hanya sekedar Negara tetangga saja.

Selain berbagi ilmu, kami juga mempunyai program donasi untuk akhwat Gaza bersinergi dengan ACT yaitu melakukan penggalangan donasi bagi persalinan akhwat (perempuan/ibu-ibu) Gaza. Target awal kita adalah akan men-cover 1000 ibu-ibu Gaza, per orang akan dibantu dana persalinan US$ 200,” tutur Peggy.

Karena Israel sesumbar mengatakanbahwa anak-anak Palestina dan para ibu hamil adalah target mereka. Jelas ini adalah sebuah pemasungan hak hidup yang harus dilawan ”, begitu kira-kira jawaban Peggy atas pertanyaan saya mengapa ia memilih menyalurkan dana bantuan untuk persalinan ibu-ibu Gaza.

Pada  tanggal 21 September yang baru lalu Peggy bersama yayasannya, bekerja sama dengan ACT juga telah meresmikan sekolah difabel ( anak dengan keterbatasan/cacat) di Gaza. Sayangnya Peggy sendiri dan timnya tersebut tidak/belum bisa melihat sendiri sekolah tersebut.

Persis halnya dengan proyek bantuan persalinan ibu-ibu Gaza tahun lalu yang tidak dilihatnya sendiri, karena tertahan di pintu perbatasan Mesir.  Padahal , masih menurutnya, tim bantuan dari Aljazair bisa masuk ke Gaza.  Ini dimungkinkan karenakan adanya kesepakatan antara Negara tersebut dengan Mesir sebagai pemegang otoritas gerbang ke Israel.

Dengan nada sedikit kesal Peggy juga mempertanyakan dimana kepedulian pemerintah Indonesia terhadap nasib Palestina seperti yang pernah dijanjikan Jokowi saat kampanya sebelum terpilih menjadi presiden.  Indonesia hingga detik ini memang tidak mempunyai kesepakatan seperti yang dimiliki Aljazair. Padahal Al-sisi, sang jendral presiden Mesir hasil kudeta militer itu baru saja menyelesaikan kunjungan resmi kenegaraannya ke Indonesia, meski protes datang berhamburan dari masyarakat, memperkuat kesan bahwa pemerintah saat ini memang tidak peduli terhadap nasib rakyat dan bangsa Palestina. Sekaligus juga menambah kesan tidak peduli terhadap kekuasaan hasil kudeta.

Seperti diketahui Al-Sisi menduduki kursi orang pertama di Mesir setelah menggulingkan presiden Mursi yang terpilih secara demokrasi. Mursi sendiri bisa maju ke kursi kepresidenan karena dukungan IM ( Ikhwanul Muslimin), organisasi binaan almarhum Hasan Al-Banna yang sangat mendukung berjalannya syariat Islam, sesuatu yang bagi sebagian masyarakat Indonesia termasuk pemerintah sebagai momok menakutkan, padahal  mayoritas penduduk Indonesia mengaku Muslim.

Jadi sungguh memang tidak mengherankan bila nasib Palestina tidak berada di urutan prioritas pemerintah. Ironisnya bukan hanya pemerintahan Jokowi saat ini, namun juga rezim-rezim sebelumnya.

Dr Mahmud Hashem Anbar, seorang dosen ilmu Islam di Universitas Islam Gaza, pernah menyinggung bahwa hubungan antara pemerintahan Palestina dan Indonesia (Government to Government) atau G to G tidak kuat.  Ini diutarakannya pada Konferensi Internasional Al Quds dan Palestina yang berlangsung di Bandung pada 4-5 Juli 2012 lalu.

Hubungan antara Palestina dan Indonesia lebih kuat antar masyarakat. Ini bisa dilihat dalam beberapa hal, yang pertama dengan adanya beberapa pelajar Indonesia yang studi di rumah sakit Islam Gaza. Yang kedua adalah pembangunan rumah sakit disana. Tapi kita belum pernah tahu ada utusan resmi dari pemerintahan Indonesia,” keluhnya.

http://www.dakwatuna.com/2012/06/14/21085/dosen-gaza-tagih-hubungan-baik-g-to-g-indonesia-palestina/#axzz3nwX5iezF

Perlakuan tidak manusiawi penjajah Israel terhadap rakyat Palestina terus saja terjadi selama puluhan tahun tanpa peduli reaksi dunia internasional yang terkesan tidak peduli atau mungkin bosan (?). Yang terakhir adalah yang dimulai sejak tanggal 13 September lalu hingga hari ini, dan sangat mungkin bakal melahirkan Intifadah III. Ironisnya, Israel menghadapi gerakan perlawanan rakyat bersenjatakan batu ini dengan peluru tajam, granat, gas beracun, air kimia dan aneka senjata berbahaya lainnya.

Tentara Zionis kembali  memprovokasi rakyat Palestina dengan tindakan yang makin semena-mena terhadap Al-Quds ( Yerusalem) dengan  Al-Haram Asy-Syarifnya dimana berdiri 2 bangunan suci milik umat Islam, yaitu Masjid Al-Aqsho dan Kubah Shakhrah (Dome of The Rock) yang merupakan kiblat pertama umat Islam, sekaligus juga masjid suci ke 3 setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Tentara penjajah Zionis  tersebut seenaknya saja mengangkangi dan mengacak-acak Masjidil Aqsha, masjid yang merupakan titik keberangkatan Rasulullah Muhammad SAW menuju Sidrat al Muntaha dalam peristiwa Miraj.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. … …”  ( Terjemah QS. Al-Isra(17): 1).

Namun tanpa sedikitpun rasa gentar para pemuda Palestina dengan gigih menjaga rumah suci tersebut. Mereka yang berada di dalam masjid bertahan tidak membiarkan begitu saja musuh-musuh Allah masuk dan merusak bagian dalam masjid, meski senjata mereka hanya batu. Sementara mereka yang berada di luar masjid selain melempari tentara Yahudi itu dengan batu juga dengan bom-bom Molotov buatan sendiri.  Mereka juga memasang barikade agar tentara ZIonis tersebut tidak dapat memasuki masjid.

Akibatnya bentrokanpun tak dapat dihindarkan. Pasukan Israel lengkap dengan senjata dan tamengnya terus mendesak warga Palestina, mendorong, menendang, memukul,  bahkan tak segan-segan mengarahkan moncong senjata mereka  kepada siapapun yang menghalangi, tak  peduli apakah itu perempuan atau anak-anak sekalipun. Mereka juga menempatkan penembak jitu di atap masjid dan menggunakan peluru karet untuk menembaki warga yang menghalangi perbuatan brutal mereka, mengakibatkan puluhan warga cedera. Pasukan biadab tersebut juga menembakkan gas air mata dan granat kejut ke arah warga.

Tentara Zionis dengan seragam tentaranya berhelm,  bermasker dan bersenjata tentunya, selama bertahun-tahun tidak pernah malu dan sungkan mengeroyok warga sipil, perempuan maupun kanak-kanak. Dengan semena-mena mereka juga menembak warga tanpa alasan yang jelas, melepas jilbab muslimah, misalnya. Atau juga menembak remaja hingga jatuh tak berdaya, lalu mengatai-ngatai dan membiarkannya kehabisan darah hingga meninggal dunia. Sungguh lebih biadab dari binatang apapun di dunia ini. Naudzubillah min dzalik … 😦

http://5pillarsuk.com/video/13-yr-old-palestinian-boy-shot-by-israeli-police-as-jewish-settlers-shouted-insults-at-him/

Beberapa hari lalu sebuah video berhasil merekam tindakan busuk mereka, yaitu menyusup dan menyamar sebagai warga Palestina, lalu memancing melempari polisi Israel dengan batu. Setelah warga terpancing mengikuti perbuatan mereka, tiba-tiba mereka berbalik menyerang para pemuda yang berada di sekitar mereka tadi.

https://youtu.be/55Cpmy9xrSU )

Ajaibnya lagi, dengan tenangnya PM Israel Benyamin Netanyahu  mengumumkan hukuman berat bagi para  pelaku lempar batu. Hukuman juga berlaku bagi anak-anak dibawah umur, namun kedua orang-tuanyalah yang harus bertanggung-jawab. Untuk diketahui, sejak musim dingin tahun 2000, 2000 anak Palestina telah terbunuh. Sementara sekitar  500-700 anak Palestina tiap tahun ditangkap, dijebloskan ke penjara dan harus menjalani mahkamah militer.

Pemerintah penjajah Zionis ini juga dengan seenaknya menetapkan aturan bahwa ada waktu-waktu dan hari-hari  tertentu masjid ditutup dan khusus hanya boleh digunakan pemeluk  Yahudi untuk beribadah di dalamnya. Mereka tidak peduli ada beberapa  Jumat di dalamnya, akibatnya kaum Muslimin tidak bisa shalat Jumat di dalam masjidnya sendiri !

Maket Rekonstruksi Bait Suci Sulaiman

Maket Rekonstruksi Bait Suci Sulaiman

Bukan rahasia lagi Israel secara provokatif memang ingin merebut Al-Haram Asy-Syarif dari pelukan kaum Muslimin. Mereka mengklaim bahwa area tersebut adalah milik mereka, bahwa ribuan tahun lalu, jauh sebelum datangnya Islam, berdiri bait Sulaiman, rumah suci Yahudi. Kini, kabarnya, secara diam-diam orang-orang Yahudi telah membangun kembali fondasi rumah suci tersebut,  tepat dibawah Haram Asy-Syarif, yang pada saatnya nanti, akan berdiri tegak menggantikan Haram Asy-Syarif yang akan dihancurkan.  Hal yang tidak mustahil bila kaum Muslimin di seluruh dunia tidak bersatu menjaganya.

Reaksi dari dunia Arabpun akhirnya bermunculan.

“Provokasi dalam bentuk apa pun di Jerusalem akan berpengaruh terhadap hubungan Israel-Yordania. Yordania tak punya pilihan lain, selain mengambil tindakan yang tegas,” kata Raja Abdullah dari Yordania. Yordania adalah negara yang bertanggung jawab atas aspek-aspek keIslaman di kompleks Al-Aqsa, karena adanya perjanjian damai dengan Israel

Kami akan melawan agresi pendudukan atau agresi Israel di Masjid Al-Aqsa,” ujar Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir.

Bendera Palestina memang telah berkibar dengan gagahnya di markas PBB, New York, Amerika Serikat pada tanggal 30 September yang baru lalu.   Upacara pengibaran bendera ini disaksikan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Dalam sambutannya, Abbas menegaskan bahwa pengibaran bendera negaranya merupakan bukti telak bahwa kedaulatan Palestina merdeka telah diakui PBB. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tak lagi terikat oleh segala kesepakatan dengan Israel.

“Selama Israel tidak mau menghentikan ekspansi permukiman dan enggan melepaskan para tahanan Palestina, kami tak punya pilihan kecuali tak melepaskan diri dari kesepakatan-kesepakatan sebelumnya, apalagi sejauh ini hanya kami yang komit,” kata Mahmoud Abbas seperti dilansir BBC, Rabu (30/9).

Semoga harapan rakyat Palestina mendapatkan kemerdekaanya benar-benar akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat ini, bukan hanya sekedar simbol pengibaran bendera di kantor PBB.  Kemerdekaan penuh sebuah bangsa dan Negara, adalah hak seluruh orang di dunia ini, tak terkecuali rakyat Palestina yang selama puluhan tahun terpaksa mengubur dalam-dalam impian itu. Ini adalah bagian dari HAM  yang tercantum dalam salah satu butir kesepakatan PBB yang dirancang Barat, Amerika Serikat khususnya. Namun siapa yang tidak tahu bahwa tanpa izin Negara adi daya tersebut mana mungkin Israel bisa berbuat semena-mena terhadap rakyat dan tanah air Palestina.

Maka,  seperti yang telah berkali-kali diingatkan imam besar masjid Istiqal Ali Mustafa Yaqub agar kita mau merenungkan kembali Protokol Zionisme nomor 7 yaitu ” Untuk kawasan Eropa dan demikian pula benua-benua lain, kita wajib menciptakan konflik, mengobarkan api permusuhan dan pertentangan“.

Siapakah sebenarnya dalang dibalik berbagai kerusuhan yang melanda dunia Islam seperti Tragedi Arab Spring diantaranya konflik Suriah yang terus saja memanas hingga detik, kebiadaban ISIS, makin mengguritanya Syiah, JIL, JIN dll ??

Lihat pula bagaimana isi Talmud, kitab yang mereka anggap lebih suci dari Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa as berikut ini :

“Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)

“Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)

Ahir kata salut buat Peggy Melati Sukma, selebritis yang dengan serius mau memberikan waktu dan perhatiannya untuk Palestina. Semoga kiprahnya dapat memotivasi kaum muda negri ini yang sibuk dengan gemerlapnya dunia hingga lupa memikirkan akhirat mereka, untuk segera berhijrah secara total dan mau peduli terhadap nasib dan penderitaan saudara-saudarinya sesama Muslim.

Salut juga untuk sejumlah PTN yang kabarnya telah memotivasi mahasiswanya agar shalat Subuh secara berjamaah.  Karena sesungguhnya inilah yang paling ditakuti orang Yahudi, karena shalat yang demikian menandakan kekuatan dan kesatuan Islam yang tidak mungkin dapat dilawan musuh-musuh Islam, Yahudi khususnya. Ayo kita songsong kembalinya zaman kejayaan Islam yang telah makin dekat ini, yang juga sekaligus menandakan datangnya hari akhir.

http://inpasonline.com/new/harapan-baru-untuk-indonesia-gerakan-religius-di-kampus-negeri/

Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak” (HR Bukhari dan Muslim)

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 9 Oktober 2015.

Vien AM.

 Kejahatan Syiah di Tanah Haram Dalam Kurun Sejarah

Saat ini, terkadang sulit bagi kita membedakan mana pihak yang benar dan mana pihak yang salah. Terkadang pihak yang salah, melakukan penghianatan dan kejahatan, melemparkan ungkapan-ungkapan yang menjelek-jelekkan orang lain sehingga kita menangkap orang yang salah ini adalah orang yang benar dan pihak yang benar adalah mereka yang melakukan kesalahan. Hal ini telah dikabarkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau,

سيأتي على الناس سنوات خداعات يصدق فيها الكاذب و يكذب فيها الصادق و يؤتمن فيها الخائن و يخون فيها الأمين

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, dimana pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah dan orang yang amanah dikhianati,…” (HR. Hakim).

Hal itu juga terjadi pada klaim-klaim kebenaran yang dilemparkan oleh salah satu kelompok yang memiliki sejarah berdarah dalam Islam, yaitu kelompok Syiah. Orang-orang Syiah pada hari ini menuding Ahlussunnah wal Jamaah atau Sunni sebagai kelompok yang tidak mencintai keluarga Nabi, kelompok yang radikal, teroris, dan ekstrimis. Setelah itu, mereka menambahkan kebohongan-kebohongan untuk menguatkan pendapat mereka.

Jika kita membaca sejarah, maka akan kita dapati bahwa Syiah merupakan suatu sekte yang banyak menebarkan kebencian dan peperangan di tengah umat Islam. Tentang hancurnya Baghdad, lalu bagaimana Dinasti Fatmiyah berkuasa, dll. kali ini kita akan mengangkat sejarah tentang kejahatan Syiah di tanah Haram. Sebelum masuk pembahasan, kita ketahui terlebih dahulu bagaimana kedudukan Mekah dan Madinah bagi orang Syiah.

Kedudukan Karbala Setara Kedudukan Mekah

Di dalam kitab referensi utama Syiah seperti Biharul Anwar diriwayatkan,

قال جعفر …”فأوحى الله إليها أن كفي وقري، ما فضل ما فضلت به فيما أعطيت كربلاء إلا بمنزلة الإبرة غرست في البحر فحملت من ماء البحر، ولولا تربة كربلاء ما فضلتك، ولولا من تضمنه أرض كربلاء ما خلقتك ولا خلقت البيت الذي به افتخرت، فقري واستقري وكوني ذنبًا متواضعًا ذليلاً مهينًا غير مستنكف ولا مستكبر لأرض كربلاء، وإلا سخت بك وهويت بك في نار جهنم”

Ja’far berkata, “…Sesungguhnya Allah telah mewahyukan ke Kabah; kalaulah tidak karena tanah Karbala, maka Aku tidak akan mengutamakanmu, dan kalaulah tidak karena orang yang dipeluk oleh bumi Karbala (Husain), maka Aku tidak akan menciptakanmu, dan tidaklah Aku meciptakan rumah yang mana engkau berbangga dengannya, maka tetap dan berdiamlah kamu, dan jadilah kamu sebagai dosa yang rendah, hina, dina, dan tidak congkak dan sombong terhadap bumi Karbala, kalau tidak, pasti Aku telah buang dan lemparkan kamu ke dalam Jahanam”.

Datang ke Karbala Lebih Mulia dari Haji

Masih merujuk kitab-kitab referensi utama Syiah, tercantum sebuah riwayat tentang keutamaan ziarah ke tanah Karbala di Irak lebih dari ibadah haji ke Mekah.

إن زيارة قبر الحسين تعدل عشرين حجة، وأفضل من عشرين عمرة وحجة

“Sesungguhnya ziarah (berkunjung) ke kubur Husein sebanding dengan (pahala) haji sebanyak 20 kali. Dan lebih utama dari 20 kali umrah dan 1 kali haji.” (Furu’ al-Kafi, 1: 324).

Salah seorang penganut Syiah menyatakan,

إني حججت تسع عشرة حجة، وتسع عشرة عمرة”، أجابه الإمام بأسلوب يشبه السخرية قائلاً: “حج حجة أخرى، واعتمر عمرة أخرى، تكتب لك زيارة قبر الحسين عليه السلام

“Sungguh saya telah menunaikan haji sebanyak 19 kali dan umrah juga 19 kali.” Lalu imam menjawabnya dengan perumpamaan yg mengejek, “Berhajilah sekali lagi dan umrahlah sekali juga, maka akan dicatatkan untukmu (pahala yang sama) dengan berziarah ke kubur Husein ‘alaihissalam”. (Biharul Anwar, 38: 101).

Perdana mentri Irak, penganut Syiah 12 Imam, menyatakan bahwa tanah Karbala lebih berkah untuk menjadi kiblat umat Islam dunia. Ia beralasan, karena di Karbala terdapat Husein radhiallahu ‘anhu. Dan ia akan berusaha mewujudkan hal itu.

Berikut pernyataannya:

Nah.. setelah mengetahui kedudukan Mekah bagi orang-orang Syiah, kita pun mengetahui mengapa mereka melakukan pengrusakan dan perbuatan onar di tanah Haram. Kita juga menyadari potensi kecemburuan mereka terhadap Mekah ini akan senantiasa muncul. Sekarang akan kita lihat sejarah prilaku teror orang-orang Syiah di tanah haram.

1. Kejahatan Syiah di Masa Silam

Pertama: Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa an-Nihayah mencatatkan suatu peristiwa pembantaian jamaah haji oleh orang-orang Syiah Qaramithah. Pada tahun 312 H, orang-orang Syiah Qaramithah yang dipimpin oleh Abu Thahir, Husein bin Abi Said al-Janabi menyerang jamaah haji yang baru saja pulang dari Baitullah al-Haram selesai melaksanakan kewajiban mereka menunaikan ibadah haji. Mereka membunuh sejumlah besar jamaah, mengambil harta yang mereka inginkan, memilih para wanita dan anak-anak untuk mereka tawan, kemudian mereka tinggalkan orang-orang yang tersisa dengan mengambil onta-onta sebagai rampasan.

Kedua: masih dalam al-Bidayah wa an-Nihayah. Imam Ibnu Katsir juga mencatat kejadian pada tahun 317 H. Orang-orang Qaramithah dengan pemimpin mereka Abu Thahir, Husein bin Abi Said al-Janabi, memasuki Masjidil Haram dan membunuh jamaah haji yang sedang beribadah di sana. Peristiwa itu terjadi pada hari tarwiyah 8 di bulan haram, bulan Dzul Hijjah, dan tanah haram, Mekah al-Mukaramah. Para jamaah haji sampai berlindung di  kiswah Ka’bah, namun orang-orang Syiah ini tidak peduli dan tetap menumpahkan darah mereka. Mengapa hal ini terjadi? Karena mereka tidak memuliakan tanah haram sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Kemudian dengan sombongnya Abu Thahir memerintahkan jasad-jasad jamaah haji yang tewas di masukkan ke dalam sumur zam-zam, melepas kiswah dan pintu Ka’bah, dan yang keterlaluan ia mencongkel hajar aswad dan membawanya ke tempat mereka. Imam Ibnu Katsir menyebutkan pada tahun 339 H barulah mereka mengembalikannya lagi ke Mekah.

2. Kejahatan Syiah di Zaman Modern.

Pertama: Pada tahun 1406 H/1986 M, pihak keamanan Arab Saudi berhasil mengamankan bahan peledak yang dibawa jamaah haji Iran memasuki Mekah.

Kedua: Di tahun berikutnya, 1407 H/1987 M, kembali jamaah haji Syiah Iran mengadakan kerusuhan di tanah haram. Mereke berdomonstrasi anti Amerika di tanah suci dan di bulan suci dengan membawa senjata tajam.

Video:https://youtu.be/Ef6nNOGufWI

Ketiga: Pada tahun 1414 H/1994 M orang-orang Syiah mengadakan pengrusakan di dekat Masjid al-Haram. Mereka juga membunuh beberapa jamaah haji. Mereka adalah orang-orang Syiah dari Kuwait dan satu orang dari Arab Saudi sendiri. Saat itu, Allah bukakan kebusukan yang mereka tutupi dengan istilah toleransi atau persaudaraan Sunni-Syiah, di hadapan jamaah haji dari seluruh dunia.

Salah satu petinggi Hizbullah Lebanon menyatakan akan menyerang Mekah:

https://youtu.be/8PQJv5Esh8k

Sebenarnya masih sangat banyak sekali kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang Syiah di tanah haram, baik secara perorangan atau kelompok yang terorganisir. Mereka melakukan pencurian terhadap jamaah haji, membunuh jamaah yang berada antara shafa dan marwa, dll.

Penulis serahkan kepada pembaca sendiri yang menilai slogan-slogan persatuan yang digembar-gemborkan oleh orang-orang Syiah di negeri ini, apakah itu sebuah bualan atau memang sebuah kebenaran.

Siapa yang tidak membaca sejarah, maka ia akan dihukum dengan melakukan kesalahan yang sama dengan kesalahan di masa lalu.

Oleh Nurfitri Hadi
Artikel www.KisahMuslim.com

Di copy dari : http://kisahmuslim.com/kejahatan-syiah-di-tanah-haram-dalam-kurun-sejarah/

Beberapa hari belakangan ini berita mengenai Negara-negara Barat yang membuka pintunya bagi pengungsi Suriah menjadi head line sejumlah media nasional maupun internasional. Sebaliknya, media-media tersebut mempertanyakan dan mengecam dimana peran Negara-negara Timur Tengah, Arab Saudi, khususnya, yang dianggap tidak menerima satupun pengungsi.

Padahal sejak pecahnya konflik Suriah 4 tahun lalu, yaitu tahun 2011, Arab Saudi telah menerima 2.5 juta pengungsi Suriah. Tidak ada gembar gembor di media massa karena pemerintah setempat memang tidak merasa perlu publikasi. Para pengungsi bahkan diperlakukan bak si empunya tanah. Tidak hanya tempat tinggal yang disediakan namun juga pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan dll. Itu sebabnya  tidak terlihat adanya camp atau tenda pengungsi di Arab Saudi karena memang pemerintah ingin mengembalikan martabat para pengungsi Suriah sekaligus keamanan bagi mereka.  Persis yang dicontohkan kaum Anshor sebagai penduduk asli Madinah  ketika menerima kaum Muhajirin yang terpaksa berhijrah meninggalkan kota kelahiran mereka Mekah demi dapat menjalankan kepercayaan baru mereka, yaitu Islam. Masya Allah …

http://english.alarabiya.net/en/News/middle-east/2015/09/12/Saudi-official-we-received-2-5-mln-Syrians-since-conflict.html

Ironisnya, tidak hanya media Barat yang mempertanyakan hal tersebut, namun juga media-media dalam negri, terutama media sekuler yang telah lama jelas memperlihatkan kebencian terhadap Islam dan segala yang “ berbau” Arab.  Malah dengan teganya menyebar berita bahwa kabar Arab Saudi menerima para pengungsi hingga 2.5 juta orang adalah hoax.

Lebih parah lagi, mereka juga ikut mengipasi berita dari media Barat yang mempertanyakan adanya ribuan tenda Mina yang mubazir karena hanya digunakan sekali dalam setahun, yaitu ketika musim haji. Padahal ini justru menambah kepicikan mereka. Tak dapat dibayangkan bila kompleks tenda Mina digunakan oleh pengungsi, maka ketika musim haji tiba akan dikemanakan para tamu Allah yang susah payah datang dari penjuru dunia demi mecari ridho-Nya itu ??? Area Mina adalah area terbatas yang tidak mungkin dipindahkan, tanpa mabit ( menetap) di Mina, haji tidaklah sempurna.

Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu“. (Terjemah QS. Al Hujurat(49):6).

Terkesan amat sangat kuat bahwasanya media-media sekuler tersebut ingin sekali,  secara membabi buta, menonjolkan kehebatan Barat. Meski harus diakui, bila kesediaan Barat, Jerman khususnya,  menerima para pengungsi semata berdasarkan kemanusiaan tanpa maksud buruk apapun, termasuk Kristenisasi yang sering mendapat sorotan namun belum terbukti, patut diacungi jempol.

Hal yang tak kalah pentingnya, mungkin ada baiknya bila kita mau melihat akar permasalahan sebenarnya. Pengungsian Suriah secara besar-besaran terjadi bukannya tanpa sebab.  Awal konflik Suriah yang terjadi pada tahun 2011 adalah bagian dari rentetan peristiwa Arab Spring. Secara sederhana Arab Spring adalah munculnya gelombang perlawanan rakyat atas nama demokrasi terhadap penguasa diktator yang telah puluhan tahun berkuasa.  Meski pada kenyataannya, jatuhnya rezim  diktator seperti di Mesir, Tunisia, Libia dan Irak hingga detik ini tidak melahirkan demokrasi seperti yang diinginkan rakyat. Padahal korban yang jatuh tidaklah sedikit, sementara ketidakstabilan politik dan kerusuhan terus saja terjadi. Diktator baru bahkan muncul kembali, namun kali ini yang pro Barat, tidak seperti sebelumnya, yang dikenal “ ngeyel”. Muammar Khadaffi, mantan pemimpin Libia, adalah contohnya.

Demonstrasi besar-besaran dan gelombang perlawanan rakyat di Negara-negara  Timur Tengah ini terjadi memang karena ada yang “mengipasi”. Dan siapa lagi sang pengipas kalau bukan Negara adi daya Amerika Serikat,  sahabat kental Israel, dan para sekutunya,  yang ingin menjadikan Negara-negara Islam mengalami ketidak stabilan hingga mudah di aneksasi. Minyak bumi dan sumber alam lainnya yang banyak terdapat di perut bumi Negara-negara tersebut adalah salah satu penyebabnya. Israel jelas mempunyai kepentingan yang paling banyak, termasuk jalur pipa air bersih yang sejak bertahun-tahun menjulur dari Turki melewati Negara-negara tertangga, Suriah diantaranya, yang pastinya perlu pengamanan ketat.

Suriah dibawah presiden  Basyar Ashad, yang Syiah, berkuasa sejak tahun 2000, mengalami hal yang sama. Terinspirasi Arab Spring, pada tahun 2011, rakyat Suriah yang mayoritas Sunni menuntut Ashad agar turun dari kursi kepresidenan. Namun demonstrasi damai tersebut dihadapi Ashad secara brutal dan sangat mengerikan.

Setiap hari kurban berjatuhan, tercatat  200 hingga 300 ribu orang tewas sejak Maret 2011. Sepertiga  di antaranya adalah warga sipil, lebih dari 10 ribu diantaranya adalah kanak-kanak, dan hampir 7 ribu kaum perempuan. Bahkan memasuki tahun kelima saja, sekitar 5 ribu orang telah tewas dalam waktu 5 minggu. Ashad dengan rezimnya yang didukung Iran yang sama-sama beraliran Syiah itu tak tanggung-tanggung menghadapi rakyatnya sendiri.  Pada bulan Agustus 2013 dengan teganya ia menggunakan senjata kimia untuk meredam pembrontakan yang makin meluas.  Jutaan penduduk mengalami luka-luka, hilang atau dipenjarakan,  13 ribu orang dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami penyiksaan berat di tahanan Negara dan puluhan juta penduduk  kehilangan tempat tinggal.

Namun demikian konflik di Suriah terjadi tidak hanya karena adanya pembrontakan rakyat. ISiS, organisasi raksasa militan bentukan Amerika (http://mirajnews.com/id/internasional/amerika/hillary-clinton-isis-produk-untuk-pecah-timteng/ )  yang mengatas namakan Islam memperparah keadaan. Ini masih ditambah lagi dengan adanya kelompok-kelompok kecil berbagai kepentingan lainnya.  Bahkan saat ini Rusiapun telah menerjunkan 1 juta pasukan terbaiknya  demi melindungi Ashad yang sudah kewalahan menghadapi krisis  negri yang sedang menuju kehancuran itu.  Tak heran bila kini separuh rakyatpun memilih mengungsi meninggalkan tanah air mereka.  Badan pengungsi PBB ( UNHCR) mencatat 4 juta rakyat Suriah telah menjadi pengungsi.  1.8 juta diantaranya telah ditampung di Turki,  1 juta di Libanon, 625 ribu di Yordania,  250 ribu di Irak dan 135 ribu di Mesir.  Ini belum termasuk yang ditampung di Arab Saudi karena UNHCR memang tidak mencatatnya, ntah sengaja atau memang tidak tahu.

Saat ini ribuan pengungsi Suriah berduyun-duyun menuju Jerman dengan berbagai cara. Jarak sepanjang 3725 km itu harus ditempuh 39 jam berkendaraan, atau 3500 km dalam 706 jam bila melalui rute pejalan kaki. Turki, Bulgaria, Serbia, Hungaria, Austria dan Ceska adalah negara-negara yang harus dilalui. Artinya bila satu Negara saja menutup perbatasannya maka tak satupun pengungsi bisa sampai ke tujuan. Padahal Hungaria dan Austria telah resmi mengumumkan menutup perbatasan mereka. Hungaria bahkan mengancam hukuman penjara bila para pengungsi kedapatan nekad menerobos perbatasan.  Pagar kawat berduri dan tentara disiagakan di semua titik perbatasan. Akibatnya ribuan pengungsi saat ini tertahan di stasiun kereta api Hungaria tidak bisa meneruskan perjalanan mereka. Lalu apa gunanya Jerman mengumbar pengumuman bersedia menerima pengungsi??

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/671272-ini-alasan-pengungsi-suriah-memilih-kabur-ke-jerman

Itupun belum tentu fasilitas yang disediakan memenuhi standard keperluan hidup pengungsi yang mayoritas Muslim itu. Makanan halal dan rumah ibadah contohnya. Maka tak salah bila Arab Saudi kemudian menawarkan pembangunan 200 masjid di kota-kota dimana pengungsi akan ditempatkan.  Menjadi pertanyaan besar, apa mungkin Jerman seperti juga negara-negara Barat lainnya,  yang selama ini dikenal sebagai Negara yang mengalami Islamphobia akut itu mau menerima  tawaran tersebut ??

http://news.fimadani.com/read/2015/09/21/arab-saudi-ingin-bantu-buat-200-masjid-untuk-pengungsi-suriah/

camp pengungsi Turki dan PerancisKalaupun mau, apakah fasilitas yang diberikan Barat yang kaya dan maju tersebut bisa mengalahkan apa yang disediakan Turki, misalnya. Satu hal yang tidak pernah di publikasikan media sekuler. Perancis jelas tidak, bisa dililhat perbandingannya dibawah ini.

http://mirajnews.com/id/artikel/feature/kota-tenda-turki-bahagiakan-pengungsi-suriah/

Pertanyaannya mengapa pengungsi Suriah begitu bersemangat memilih Jerman sebagai Negara tujuan. Tentu banyak alasannya, dengan berbagai resikonya. Namun apapun alasannya sebagai umat Islam kita harus yakin bahwa  skenario Sang Khalik pasti terjadi. Bahwa di akhir zaman Islam akan tersebar ke seluruh penjuru dunia.  Begitupun yang telah diprediksi para pemerhati bahwa pada tahun 2050 Muslim akan menjadi mayoritas di Eropa meski orang Barat sangat membencinya.

” Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal”. ( Terjemah QS. An-Nahl(16):41-42).

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. (Terjemah QS. Ali Imran(3):54).

Fenomena menarik lainnya, penduduk Damaskus, ibukota Suriah, yang merupakan ibu kota kekhalifahan Islam di masa lalu, ternyata sejak lama telah dikenang sebagai penduduk yang ramah dan disukai.  Ibnu Battuta, penjelajah Muslim ternama Maroko yang pernah menginjakkan kakinya di Damaskus tidak mampu menyembunyikan kekagumannya menyaksikan kehidupan sosial masyarakatnya yang begitu  dermawan dan pemurah.

Semangat sosial masyarakat Damaskus begitu tinggi,” kisah Ibnu Battuta dalam catatan perjalanannya.

Masyarakat kota ini terbiasa berlomba-lomba dalam kebaikan, diantaranya dalam mewakafkan tanahnya untuk sekolah, rumah sakit serta masjid. Sederet lembaga amal berdiri untuk meringankan beban orang-orang yang tak berpunya dan membutuhkan bantuan. Dengan bantuan lembaga-lembaga tersebut orang yang tidak mampu berhaji jadi bisa melaksanakan impian setiap Muslim itu.

Damaskus, kota dimana masjid putih berdiri, sebagai tempat dimana nabi Isa as akan turun di akhir zaman nanti, tercatat beberapa kali menjadi tujuan para pengungsi. Diantaranya para pengungsi asal Andalusia yang terusir dari  Spanyol, yaitu ketika Kristen menguasai tanah itu pada abad ke 12 M. Juga warga Iran dan Irak ketika bangsa Mongol menghancurkan tanah kelahiran mereka di abad berikutnya. Kemudian pada abad 16 sekali lagi menampung pengungsi dari Spanyol, baik Muslim maupun Yahudi. Damaskus memang terbuka bagi seluruh pemeluk agama. Tiga abad berselang, kota ini kembali menjadi tanah harapan bagi warga Kaukasus, Kurdi dan Turki dari ancaman tentara Rusia.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/07/10/m6y2z6-damaskus-kota-ilmu-dan-peradaban-1

Sungguh tak heran bila hari ini rakyat Suriah sedang menikmati buah perbuatan baik mereka, yaitu dengan ditrimanya mereka sebagai pengungsi di berbagai Negara belahan dunia. Semoga Allah swt segera membalas kebaikan mereka dengan segera dibebaskannya Suriah dari cengkeraman tangan-tangan kotor dan keji  Syiah, ISIS maupun Israel dan sekutunya, aamiin YRA.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” . (Terjemah QS. Al-Hujurat (49):13).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 21 September 2015.

Vien AM.

Hikmah Kurban

Hari Raya Haji yang merupakan hari raya kedua  setelah Iedul Fitri, sebentar lagi akan tiba. Inilah saatnya untuk berkurban bagi yang mampu membeli hewan ternak kurban tentunya.  Yaitu kambing, sapi atau unta yang harganya sudah pasti tidak murah itu. Namun tetap saja setiap kali tiba saatnya, umat Islam berbondong-bondong melakukan ritual potong kurban tersebut.   Muslim di Negara-negar Timur Tengah bahkan merayakan hari yang juga disebut Iedul Adha tersebut, lebih meriah daripada Iedul Fitri. Apa sebetulnya hikmah dibalik itu semua.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya”. ( Terjemah QS. Al-Hajj(22):34).

Penyembelihan kurban adalah syariat yang usianya sudah amat tua, yaitu sejak zaman nabi Ibrahim as. Syariat ini pertama kali dimulai dengan turunnya perintah Allah swt kepada nabi Ibrahim as agar menyembelih  Ismail, satu-satunya putra beliau ketika itu. Perintah itu datang berupa mimpi sebagaimana tercermin pada terjemahan surat As-Shaffat ayat 102 – 110 dibawah ini.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar“.

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).

Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi  balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.              

Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim“. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Dari ayat-ayat diatas dapat kita ketahui bahwa perintah Sang Khalik untuk menyembelih Ismail, putra Ibrahim as, sejatinya hanya untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat ketaatan Ibrahim kepada Tuhannya, Tuhan yang menciptakannya. Dan sebagai imbalan atas ketaatan keduanya, baik Ibrahim maupun Ismail maka Allah swt pun menggantikan Ismail dengan kambing sembelihan yang besar.  Maka sejak itulah penyembelihan kurbanpun menjadi syariat turun temurun, hingga ke umat nabi Muhammad saw detik ini.

Ada 3 macam faktor timbulnya ketaatan, yaitu rasa takut, rasa harap dan rasa syukur. Dan yang paling sempurna adalah ketika ketiganya ada menyatu di dalam jiwa seorang Mukmin.

Rasa takut atau khouf seorang Mukmin timbul karena ia tahu dan yakin akan adanya siksa, baik di dunia, alam kubur maupun di akhirat nanti.  Oleh karenanya ia berusaha sekuat mungkin agar tidak melanggar apa-apa yang dilarangnya.

Sedangkan rasa harap atau roja’ muncul karena ia tahu dibalik kerasnya siksa Allah ada rahmat-Nya. Yang dengan demikian ia akan berusaha sebanyak mungkin melakukan perbuatan baik. Perbuatan yang mendatangkan kasih sayang-Nya, agar Ia menjauhkan dirinya dari segala macam siksa.

Sementara itu rasa syukur, yang hanya mungkin timbul bila seseorang banyak merenung, memikirkan betapa banyaknya kenikmatan yang telah ia rasakan di dunia ini, akan menimbulkan keinginannya untuk selalu berusaha memenuhi keinginan-Nya. Dengan kata lain, ia ingin “ membalas” segala kebaikan-Nya, sesuatu yang tentu saja amat sangat mustahil. Hal yang perlu selalu diingat, kenikmatan tidak hanya dalam bentuk kekayaaan/harta benda namun juga nikmat sehat/bisa melihat/mendengar dll, ketenangan hidup dan yang puncaknya adalah nikmat Iman dan Islam.

Maka dengan adanya ke 3 unsur yang menyatu tersebut, lahirlah ketaatan. Yang dengan demikan seberat apapun perintah dan larangan-Nya ia akan berusaha memenuhinya. Contohnya yaitu tadi, nabi Ibrahim yang rela menyembelih putra satu-satunya yang bertahun-tahun lamanya ia tunggu kehadirannya. Juga ketabahan Ismail yang masih belia tapi memahami benar artinya pengorbanan.

Jadi sungguh sebenarnya tidak ada apa-apanya pengurbanan kita membeli seekor kambing atau bahkan seekor sapi, bila kita bandingkan dengan apa yang dikurbankan nabi besar Ibrahim as. Meskipun akhirnya Allah swt menggantinya dengan seekor kambing.

Namun kurban seberapapun besarnya bila tidak didasari atas ketaatan, tidak ada rasa takut, harap ataupun syukur kepada-Nya, tidaklah akan mendatangkan ridho-Nya. Sebaliknya kurban meski hanya seekor kambing kecil itupun untuk satu keluarga, bila dilandasi ketakwaan, ketundukan demi mencari ridho-Nya, akan mendatangkan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan shalat dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka” ( Terjemah QS. Al-Hajj(22):35).

Meskipun besar tidaknya kurban sepatutnya tentu sesuai kemampuan, tidak melulu hanya atas dasar takwa. Seharusnya malu seseorang yang telah diberi harta melimpah ruah namun hanya berkurban sedikit, tidak sesuai dengan apa yang dimikilinya, yang diterimanya. Resesi ekonomi yang belakangan ini sedang terjadi bukan alasan untuk tidak menjalankan syariat mulia ini. Disinilah keyakinan kita diuji, bahwa apabila kita bersyukur pasti Allah akan menambah nikmat-Nya.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Terjemah QS. Ibrahim(14):7).

Disamping itu kurban juga memiliki hikmah lain, yaitu kepedulian sosial. Allah swt memerintahkan kita untuk menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi atau unta bukannya tanpa tujuan.  Hewan ternak yang dalam bahasa Arabnya adalah An’am artinya adalah yang diberi nikmat.

Ya hewan ternak terutama kambing, sapi dan unta, adalah hewan yang mempunyai kenikmatan yang amat banyak. Mulai dari fungsinya, kambing dan unta yang bisa dijadikan alat transportasi,  sapi sebagai bajak sawah, hingga manfaatnya; dari susu, daging, kulit hingga bulunya.  Rasanya tak satupun Negara di dunia ini yang tidak memanfaatkan ketiga hewan tersebut, ntah itu untuk dikonsumsi susu/dagingnya atau/dan diambil kulit serta bulunya.

Sungguh tak salah Sang Khalik memerintahkan kita untuk berkurban ketiga hewan tersebut. Setelah hewan disembelih dengan cara dan syarat-syarat yang telah ditentukan, daging, kulit serta bulunya dibagikan kepada fakir miskin. Orang yang berkurban boleh ikut menikmatinya tapi tidak boleh lebih dari 1/ 3 bagiannya. Dengan demikian, secara zahir,  paling tidak ada 3 pihak yang diuntungkan pada hari kurban, yaitu si penjual hewan,  fakir miskin dan si pemberi kurban.

Jadi tidaklah benar persangkaan sebagian orang yang berpendapat bahwa kurban dalam Islam tidak ada bedanya dengan persembahan sesajian dalam agama lain. Kurban dalam Islam benar-benar untuk kemaslahatan umat, bahkan bukan hanya Muslim saja yang boleh menikmatinya.

“Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bahagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu” . (Terjemah QS. Al-An’am(6):136).

Maka alangkah anehnya bila saat ini ada Negara, contohnya Belgia, yang baru-baru ini mengeluarkan larangan berkurban bagi umat Islam. Apa alasannya? Bila cara penyembelihannya yang dipertanyakan, ketahuilah bahwa Rasulullah Muhammad saw adalah mahluk Allah yang paling menyayangi mahluk ciptaan Allah, termasuk hewan.

“Sesungguhnya Allah mewajibkan perbuatan baik terhadap segala sesuatu. Apabila kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik. Dan jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik pula. Hendaklah salah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan (tidak menyiksa) sesembelihannya.” (H.R. Muslim)

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya didekat leher seekor kambing, sedangkan dia menajamkan pisaunya. Binatang itu pun melirik kepadanya. Lalu beliau bersabda (artinya): “Mengapa engkau tidak menajamkannya sebelum ini (sebelum dibaringkan, pen)?! Apakah engkau ingin mematikannya sebanyak dua kali?!.” (H.R. Ath Thabrani dengan sanad shahih)

Pengalaman pribadi kami dengan seorang sahabat non Muslim  yang asli Perancis, ia lebih senang membeli daging halal yang ada di kotanya. Alasannya, dagingnya lebih empuk dibanding daging standard yang dijual di kota tersebut. Tidak mengherankan bukan? Karena hewan yang dipotong secara syar’i memang  dalam keadaan santai alias tidak tegang hingga dagingnya lebih empuk dibanding yang tidak dipotong secara syar’ i.  Perumpamaannya, persis ketika seseorang akan diambil darahnya, si perawat pasti selalu mengingatkan agar kita tidak tegang, supaya darah lebih mudah diambil.

http://www.arrahmah.com/kajian-islam/jelang-idul-adha-4-syarat-syarat-penyembelihan-hewan-kurban.html

Mungkin yang masih harus menjadi PR bagi kita umat Islam, adalah penyelenggaraannya yang kadang kurang memperhatikan faktor kebersihan dan area pemotongan yang sering kali terkesan sembarangan.

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 7 September 2015.

Vien AM.

kisahmuallaf.com – Melekh Yacov lahir di New York. Ia dibesarkan dalam keluarga Yahudi Hasidic, kelompok Yahudi ultra-ortodoks. Berbeda dengan penganut Hasidic lain, keluarga Yacov tergolong biasa-biasa saja dalam menjalankan keyakinannya.

“Kami tidak seperti itu, kami tetap beraktivitas ketika hari sabat. Saya juga tidak mengenakan yarmulke di kepala. Yang pasti, keluargaku lebih banyak dipengaruhi kehidupan sekuler,” kenang Yacov.

Semasa muda, Yacov merasa tidak seperti orang Yahudi. Ia tidak lagi mempedulikan hari sabat. Ia juga sering mengkonsumsi makanan non halal. Yacov sadar, dirinya tidak lagi mematuhi aturan. Saat itu ia berpikir, apa yang ia lakukan merupakan kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Padahal semasa kecil, ia banyak mendengar cerita kisah para rabi seperti Eliezar, Baal Shem Tov dan Taurat.

Setiap cerita yang ia dengar menunjukan Yahudi sepanjang sejarah selalu ditindas. Selama itu pula, Tuhan bersama umatnya sampai akhir. “Bangsa kami selalu mendapat anugerah-Nya. Jika seseorang ingin memperoleh pandangan objektif tentang alasan orang Yahudi memiliki sikap zionis maka anda harus melihat bagaimana kami didoktrin sejak kecil. Itulah mengapa, kami seolah tidak pernah melakukan kesalahan apapun,” paparnya.

Yacov tahu betul bahwa orang Yahudi memiliki ikatan yang kuat satu dengan yang lain. Setiap orang Yahudi selalu memegang erat “umat pilihan” Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tapi ia tidak merasa nyaman dengan itu.

Ia masih ingat, betapa membosankannya saat ia diajak ayahnya mengunjungi sinagoga “Saya merasa aneh dengan melihat banyak orang bertopi hitam dengan janggut panjang lalu berdoa dengan bahasa Ibrani,” ucapnya.

Memasuki usia 13 tahun, Yacov menjalani proses khitan, atau dalam tradisi Yahudi disebut Bar-mitvahh’ed. Lalu, setiap paginya ia menempatkan Tefilin, kotak hitam berisi ayat Taurat.

Namun, kebiasaan itu tidak berlangsung lama. Awalnya, ayah Yacov bertengkar dengan anggota jamaah lain. Sejak itu, ayah menolak untuk mendatangi sinagoga.

Tak berselang lama, ayahnya memutuskan untuk memeluk agama Kristen. Putusan itu lantaran diajak temannya. Ibunya enggan menerima keputusan suaminya itu, dan akhirnya mengajukan cerai. Masa-masa ini merupakan yang terberat dalam hidup Yacov.

“Keputusan ayah banyak berpengaruh padaku. Saya sendiri bingung, sebenarnya apa Yahudi itu apakah bangsa, budaya atau agama. JIka bangsa, mengapa orang Yahudi selalu menjadi warga negara kelas dua. Jika agama, mengapa setiap doa dibacakan dalam bahasa Ibrani. Lalu jika budaya, jika seseorang berhenti menjadi Yahudi maka ia berhenti berbicara bahasa Ibrani dan mempraktekan tradisi Yahudi,”
tanya Yacov.

Pertanyaan lain yang mengemuka dalam pikiran Yacov adalah mengapa Ibrahim disebut Yahudi padahal ia hidup sebelum Taurat diturunkan kepada Nabi Musa. Anehnya lagi, Taurat tidak menyebutkan Nabi Ibrahim sebagai orang Yahudi. Kata Yahudi sendiri berasal dari nama salah satu dari 12 anak Nabi Yakub, yakni Yehuda.

“Dalam tradisi Yahudi sendiri, ketika ibunya seorang Yahudi, maka anda dapat menjadi orang Yahudi meski memeluk agama Kristen atau atheis. Sejak itu, saya mulai menjauh dari tradisi Yahudi, karena saya tidak puas lantaran terlalu banyak tanda tanya,” ujarnya.

Sejenak menjauh dari tradisi Yahudi, Yacov mulai terpesona dengan budaya asli Amerika. Mereka dinilai Yacov memiliki semangat juang tinggi menghadapi sikap jumawa kulit putih. Mereka terusir dari tanah kelahirannya sendiri. Terkucil, namun tidak berputus asa dengan keadaan.

Kondisi itu, ditangkap Yacov, seperti apa yang dialami bangsa Palestina. Selama ribuan tahun, bangsa Palestina menempati tanah suci. Kini, mereka harus digantikan orang Yahudi.

Penduduk asli terpaksa tinggal di kamp pengungsi. “Lalu saya bertanya kepada orang tua tentang apa perbedaan warga asli Amerika dan Palestina. Jawaban yang saya dapatkan adalah bangsa Palestina selalu ingin membunuh orang Yahudi lalu mengusir mereka ke laut,” ungkapnya.

Namun, Yacov tidak begitu saja menerima jawaban itu. Menurut dia, orang Yahudilah yang membunuhi warga Palestina. Bagaimana bisa, orang Yahudi menyangkal pengusiran yang dilakukannya. “Mereka memprotes adanya pembantaian etnis. Tapi mereka sendiri melakukannya. Mereka berdalih hal itu dibenarkan dalam Taurat, tapi sebenarnya tidak seperti itu,” ucap Yacov.

Memasuki jenjang sekolah menengah, Yacov mulai tertarik mendalami filsafat. Ia menghabiskan waktu membaca karya pemikir-pemikir besar, seperti filsuf Yahudi Spinoza. Ia juga membaca karya Abram Leon, tokoh komunis Belgia, yang tewas di Aushwitz. Tak ketinggalan karya Karl Marx, Lenin, Stalin, Mao Zeding dan Leon Trotsky.

“Setiap kali saya membaca Marxisme, saya merasakan ada sesuatu yang hilang dalam hidup saya. Kadang saya merasa telah menemukan jawabannya, namun sebenarnya tidak,” kenang dia.

Setelah bertemu semua kelompok kiri, Yacov tidak bisa seutuhnya menerima konsep atheisme. Ia percaya, ada tujuan akhir dalam hidup ini. Agama adalah alat untuk menjembatani antara kehidupan di dunia dan kehidupan lain sesudah kematian.

Di sisi lain, ia membenci aliran fundamentalis dalam agama. “Saya masih percaya adanya agama, tapi saya merasa skeptis dengan terhadap semua agama,” paparnya.

Kekosongan itu, secara perlahan mulai terisi. Ia tidak ingat, apa yang membuatnya tertarik dengan Islam. Namun, ia pernah mendengar ibunya bercerita tentang Islam, sosok Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keturunan Ibrahim ‘Alaihissalam dari bangsa Arab.

“Saat itu saya melihat Islam hanya sebatas agama yang menyembah satu Tuhan. Tapi pandangan saya berubah, ketika sepupu saya (Chasid) mengatakan jika seorang Yahudi menjadi Muslim maka ia akan berbuat dosa. Saya sontak terkejut,” kenangnya.

Ketika tragedi 9/11, gerakan anti Islam tumbuh pesat. Awalnya, ia sadar ada sesuatu yang dilindungi. Hal itu yang membuatnya tertarik mengenal lebih dalam tentang Islam. “Saya bersyukur, tanpa mereka (media dan masyarakat), saya tidak akan mendalami Islam,” ucapnya.

Suatu hari, ia mendengar diskusi tentang fakta ilmiah dalam Injil. Sekelebat, ia bertanya, apakah Alquran memiliki fakta ilmiah didalamnya. Pertanyaan itu segera ia cari jawabannya. Ia gali informasi lewat internet. Butuh banyak artikel yang perlu ia baca guna menemukan jawaban itu. ia pun terkejut dengan apa yang ia baca.

“Al-Quran memiliki pesan moral yang luar biasa. Sangat menyenangkan ketika membacanya. Sekitar lima bulan mendalami Islam, akhirnya saya memutuskan menjadi Muslim, dan mengucapkan dua kalimat syadahat, Aku Bersaksi tiada Tuhan selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan Aku bersaksi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam utusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” kenang dia.

Tidak butuh waktu lama, bagi Yacov beradaptasi. Ia melihat Islam merupakan agama yang masuk akal. Islam membantunya memahami dunia. Satu hal yang ia yakini bahwa setiap agama pada dasarnya sama, tetapi telah dirusak oleh manusia dari waktu ke waktu.

“Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menyebut Yahudi dan Kristen guna memberitahu umat manusia untuk menyembah-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala hanya menyebut Islam, jelas dan sederhana.”
ujarnya penuh keyakinan.

Allahuakbar …

Jakarta, 3 September 2015.

Vien AM.

Dicopy dari : http://www.kisahmuallaf.com/melekh-yacov-yahudi-hasidic-yang-memeluk-islam/