Feeds:
Posts
Comments

Islam Nusantara

In the old days, the Dutch would highly value our culture. Nowadays, many Indonesians want to replace it by Arab culture and clothing.” ( Dulu orang Belanda sangat menghargai budaya kita. Sekarang banyak orang Indonesia ingin menggantikannnya dengan budaya dan pakaian Arab).

“ Nonik-nonik Belanda ikut berkebaya. Belanda gak pernah berniat menghancurkan budaya lokal Nusantara. Siapa justru yg paling berniat mengharamkan budaya lokal ini? “.

Belakangan ini pernyataan-pernyataan semacam pernyataan diatas banyak bermunculan di medsos, ntah itu di FB, Twitter atau sekedar BC melalui grup-grup WA ataupun BB dan yang sejenisnya.  Pernyataan bernada provokasi kebencian dan antipati terhadap budaya Arab tampak sekali nyata. Namun yang tambah tidak lucunya lagi mengapa harus membandingkannya dengan Belanda yang selama 350 tahun telah menjajah negri kita tercinta ini.

Bersamaan dengan itu muncul pula apa yang disebut dengan Islam Nusantara. Pada pembukaan acara Istighosah menyambut Ramadhan dan pembukaan munas alim ulama NU, di Masjid Istiqlal 14 Juni 2015 lalu, muncul istilah Islam Nusantara. Ketua Umum PBNU yang kembali terpilih Said Aqil Siradj mengatakan, NU akan terus memperjuangkan dan mengawal “ model” Islam teranyar tersebut.

“Yang paling berkewajiban mengawal Islam Nusantara adalah NU,” kata Said Aqil, yang disambut tepuk tangan meriah ribuan anggota NU yang memadati ruangan dalam Masjid Istiqlal.

“Islam Nusantara ini didakwahkan untuk merangkul, melestarikan dan menghormati budaya, tidak malah memberangus budaya. Dari pijakan sejarah itulah, NU akan terus mempertahankan karakter Islam Nusantara yaitu “Islam yang ramah, anti radikal, inklusif dan toleran.” ,” ujarnya usai acara kepada wartawan yang hadir pada acara tersebut.

NU tampaknya tidak main-main. Sebuah situs dengan nama yang sama tak lama kemudianpun lahir. Dalam situs tersebut dikatakan bahwa sejumlah media online Islam ternama seperti  eramuslim.com, hidayatullah.com, voa-alislam dll telah berusaha menggiring opini publik bahwa Islam Nusantara adalah sebuah upaya halus bagi proses deislamisasi di negeri tercinta ini. Situs ini juga tak lupa mengingatkan bahwa media-media online tersebut adalah media Islam “radikal” yang sempat di blokir BNPT beberapa waktu lalu. ( Namun setelah didemo banyak pihak karena alasan yang mengada-ada kembali dibuka tidak lama kemudian).

Hmm … Apa maksud ketua NU tersebut ? Apakah itu berarti Islam secara umum, yang bukan Nusantara, kebalikan dari semua itu ?? Bukankah Islam itu ya Islam tidak ada pengkotak-kotakan dalam Islam.

Barat saat ini memang sedang mengalami Islamophobia akut apalagi paska tragedi Paris Attact yang disusul insiden penembakan di St Bernardino California beberapa hari lalu dan memakan 14 orang korban meninggal. Yang membuat calon presiden AS Donal Trump  uring-uringan dan sesumbar mengeluarkan pernyataan bahwa bila ia terpilih akan melarang Muslim memasuki negaranya, meski hanya sebagai turis sekalipun !

Padahal siapapun pelakunya, baik itu ISIS ataupun orang yang mengaku beragama Islam jelas tidak bisa mewakili Islam, baik pemeluk maupun ajarannya. Islam tidak mengajarkan kekerasan. Contoh paling mudah adalah dengan melihat bagaimana Rasulullah Muhammad saw bersikap. Bagaimana nabi Allah yang berakhlak mulia ini menghadapi orang-orang yang memusuhi beliau, mengejek bahkan bersengkongkol hendak membunuh beliau. Perang baru dilakukan setelah kaum yang memusuhi Islam makin lama makin membahayakan jiwa dan perkembangan Islam. Itupun bila mereka telah meminta ampun dan berjanji tidak lagi akan mengganggu maka kita diwajibkan berhenti memeranginya.

Dari sejarah kita juga dapat menyaksikan betapa Islam ketika berkuasa hak-hak non Muslim tetap terpelihara. Yerusalem dibawah kekuasaan Sultan Salahuddin contohnya, ataupun Sultan Mehmed yang hidup sezaman dengan Dracula si penguasa kejam nan sadis dari Rumania. Bandingkan dengan ketika Kristen berkuasa di suatu wilayah, Spanyol dibawah raja Ferdinand dan ratu Isabella, yang mengusir dan membunuhi kaum Muslimin dan Yahudi, misalnya.

Atau yang terjadi hingga detik ini, tengok bagaimana Zionis Israel Yahudi memperlakukan rakyat Palestina.  Semua orang tahu bagaimana kejam dan sadisnya mereka bertindak selama puluhan tahun lamanya. Namun apa yang dilakukan Barat yang notabene Kristen dan saat ini sedang memegang kontrol dunia ??? Padahal mereka inilah yang dengan gencar menggaungkan pentingnya HAM, toleransi dan demokrasi.

Jadi sungguh tidak penting apa yang dilakukan ketua NU dan kroni-kroninya itu dengan Islam Nusantaranya. Yang justru memberi kesan hendak memojokkan Islam dengan segala yang berbau Arab. Islam yang memang lahir di semenanjung Arabia, dibawa oleh nabinya yang juga orang Arab dengan membawa kita suci Al-Quran yang berbahasa Arab, jelas tidak bisa dilepaskan dari dunia Arab. Bukankah ketika shalat minimal 5x seharipun wajib menghadap Kiblat yang ada di Mekah ? Begitupun kewajiban haji dan umrah yang hanya bisa dilakukan di Mekah dan sekitarnya.

Yang juga perlu diingat, Rasulullah Muhamad saw ketika datang membawa ajaran Islam, yang dilawan adalah budaya dan kebiasaan Arab jahiliyah, yang telah melupakan ajaran Tauhid yang pernah diajarkan nabi Ibrahim dan putranya nabi Ismail ribuan tahun silam, jauh sebelum nabi Muhammad saw datang. Ketika itu kesyirikan meraja-lela, patung-patung yang dengan beribu alasan disembah. Itu sebabnya hal pertama yang dilakukan Rasulullah begitu menaklukan kota Mekah adalah menghancurkan semua patung yang ada di dalam Kabah.

Setelah itu secara bertahap kebiasaan bermabuk-mabukan, perzinahan, riba, pelecehan kaum perempuan dll dilarang. Termasuk juga kebiasaan kaum perempuan mempertontonkan auratpun dilarang, yaitu dengan perintah menggunakan jilbab. Dengan demikian jelas, jilbab bukanlah budaya Arab melainkan aturan Islam !

“ Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. ( Terjemah (QS. At-Taubah(33):59).

Jadi alangkah ironisnya bila detik ini ada orang yang mengaku ulama/santri/cendekiawan Muslim namun gemar mengolok-olok segala yang berbau Arab atau mengklaim bahwa Islam adalah sebuah budaya, yaitu budaya Arab, yang mencoba merubah dan mengutak-atik budaya Nusantara. Bahkan dengan santainya membandingkan dengan Belanda yang menurutnya tidak pernah berusaha merusak budaya Indonesia.

Mungkinkah mereka lupa bagaimana masuknya penjajahan Belanda ke Nusantara ?? Bagaimana keadaan Jawa, Sumatra, Sulawesi bahkan Ternate sebelum masuknya penjajahan berabad-abad  lamanya itu ?  Lupa bahwa Islam sudah ada jauuh sebelum Belanda menjajah negri yang dikarunia Allah swt rempah-rempahan dan aneka kekayaan bumi  .. Lupa bahwa nenek moyang kita dulu lebih mahir membaca huruf-huruf Arab dari pada huruf latin. Bahkan dulu hari libur itu Jumat bukan Minggu.

Mereka juga agaknya lupa betapa banyaknya ulama yang syahid dalam mempertahankan bangsa dan agama dari penjajahan Belanda … Apakah ini bukan namanya deislamisasi, penghapusan Islam dan menggantinya dengan budaya Barat ???

Menjadi pertanyaan besar apa sebenarnya maksud dan tujuan Islam Nusantara? Siapa tokoh-tokoh di balik ini semua. Yang pasti sosok ketua NU Said Aqil Siraj adalah sosok yang dikenal kontroversial. Beberapa kali ia mengeluarkan pernyataan yang terlihat membela Syiah.

Berikut tanggapan imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Dr Ali Musthafa Ya’qn ub tentang ketua NU tersebut.

”Pernyataan Kiai Said sungguh tidak pantas dilakukan sebagai pemimpin NU. Pernyataan tersebut jelas-jelas bertentangan dengan pemikiran Rais Akbar KH Hasyim Asy’ari dan juga bertentangan dengan AD/ART NU itu sendiri,” kata Kiai Ali Musthafa Ya’qub dalam diskusi terbatas yang digelar PCNU Jember .

”Syi’ah memiliki paham bahwa membunuh orang selain Syi’ah itu ibadah. Ini sangat berbahaya sekali kalau disebarkan di Indonesia yang mayoritas umat Islam-nya berpaham Ahlussunnawaljama’ah yang bersebarangan dengan paham Syi’ah. Akan banyak friksi-friksi dan konflik yang berkecamuk di tengah masyarakat. Bahkan ini akan mengancam NKRI karena menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa,” papar tokoh NU ini.

”Bagi saya paham Syi’ah itu lebih berbahaya dari pada paham komunis, ini kalau dilihat dari perspektif ajaran dan dampak yang ditimbulkan di tengah masyarakat,” ujar ulama jebolan King Saud University Saudi Arabia yang dikenal sebagai ahli hadits ini. Pernyataan Ali Musthafa yang dimuat di situs nugarislurus ini juga memperlihatkan bahwa telah terjadi perpecahan di dalam tubuh ormas tertua ini.

http://www.nugarislurus.com/2015/03/kiyai-mustafa-yakub-tentang-syiah-said-aqil-dan-pbnu-menentang-adart-nu.html#ixzz3tyuxbr7W

https://www.nahimunkar.com/imam-besar-masjid-istiqlal-syiah-kelompok-liberal-sudah-masuk-ke-pbnu/

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah Youtube, yang sungguh tak sepantasnya keluar dari lisan seorang kiyai/ulama, Said menghina kebiasaan para ulama memanjangkan jenggot. Menurutnya, orang orang cerdas pasti tidak berjenggot contohnya Gus Dur, Quraish Shihab, dan Nurcholis Majid.

“Semakin panjang jenggot seseorang, semakin GOBLOK”. Perlu dicatat ketiga tokoh yang disebut Said adalah tokoh JIL yang terbiasa membela Syiah.

Demikian pula pernyataan budayawan Emha Ainun Najib yang lebih di kenal dengan nama cak Nun tentang dukungannya terhadap apa yang telah dilakukan Dedy Mulyadi, bupati Purwakarta belakangan ini. Ia menganjurkan agar sang bupati tegar dalam mempertahankan budaya Sunda. Seperti diketahui bupati tersebut telah menghiasi kota yang dipimpinnya itu dengan bermacam patung,  dan membalutnya dengan kain hitam putih kotak-kotak persis seperti Bali dengan budaya kental Hindunya. Hal ini tentu saja mendatangkan banyak kecaman baik dari masyarakat maupun ulama karena dianggap telah mendatangkan kesyirikan yang merupakan musuh utama Islam.

http://www.suara-islam.com/read/index/16241/Ulama-Purwakarta-Sebut-Bupati-Dedi-Mulyadi-Raja-Syirik

Prilaku nyleneh juga datang dari KH Masdar F Mas’udi salah satu ketua NU yang men-share pernyataan cendekiawan NU yang kabarnya tinggal di Kanada. Dengan ringannya cendekiawan tersebut mengata-ngatai kaum Muslimin yang memelihara jenggot dan bercelana cingkrang dengan kata-kata yang sungguh tidak elok.

Menjadi pertanyaan besar apa sebenarnya maksud tokoh-tokoh Syiah dan JIL yang bersembunyi di belakang bendera NU dengan Islam Nusantaranya itu ?? Apa dan siapa sebenarnya yang mereka bidik, budaya Arab atau ajaran Islam itu sendiri, agar kita kembali ke zaman jahiliyah, atau ke ajaran Hindu Budha ??

Atau lebih parah lagi agar wabah Arab Spring segera melanda republik tercinta ini seperti yang terjadi di Suriah, Yaman, Mesir dll ?? Dan memberi kesempatan Yahudi dengan Freemason dan Iluminaty beserta antek-anteknya seperti Syiah, JIL dan musuh-musuh Islam lainnya memperlancar pembentukan tatanan dunia baru dibawah pimpinan si mata satu Dajjal ??

Mari rapatkan barisan jangan lagi kita mau di adu domba. Perbedaan selama bukan di tauhid, mau wiridan, tahlilan, jenggotan, celana cingkrang, NU, Muhammadiyah, Wahabi, Salafi selama berpegang pada Al-Quran dan hadist, menjadikan Rasulullah dan para sahabat sebagai panutan, adalah bersaudara. Itulah Al-Jamaah.

Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71  golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, yang 71 golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.’ (HR. Ibnu Majah).

“ dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia ( Muhammad); dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa”. ( Terjemah QS. Al-An’am (6):153).

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 17 Desember 2015.

Vien AM.

Palestina belum juga ada tanda-tanda kemajuan kecuali berkibarnya bendera di PBB, sudah ditambah lagi kemelut Suriah yang dari hari ke hari makin saja membara. Krisis Suriah yang sudah memasuki tahun ke 5 makin berkepanjangan dengan masuknya Rusia yang terang-terangan membela rezim Syiah Bashar Asad melawan koalisi Amerika Serikat, Perancis, Inggris dan Arab Saudi.

Prediksi Rasulullah 15 abad silam bahwa Islam di akhir zaman layaknya sebuah piring yang dikerubuti orang yang memangsanya tampaknya sudah menjadi kenyataan.

Dari Thauban ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.”

Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?”

Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih banyak tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.”

Sahabat bertanya lagi, “Mengapa mereka banyak tetapi seperti buih di laut?”

Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.”

Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?”

Rasulullah SAW bersabda: “Cinta dunia dan takut akan kematian.”

Ya Bumi Syam yang merupakan julukan Suriah dan di akhir zaman nanti diprediksi bakal menjadi ajang pertempuran antara pasukan Musimin melawan kaum yang Kafir, saat ini memang layaknya piring yang diperebutkan musuh-musuh Islam. Kecuali Arab Saudi yang keberadaannya di arena pertempuran di pihak sekutu Amerika Serikat perlu dipertanyakan. Meski kemungkinan besar hanya merupakan strategi apalagi bila mengingat sosok raja Salman yang baru menduduki jabatan tertinggi Januari 2015 lalu.

Suriah dibawah Basyar Asad yang Syiah itu memang harus diperangi secara sungguh-sungguh. Syiah dengan Tauhidnya yang menyimpang adalah duri dalam tubuh Islam, layaknya musuh dalam selimut. Apalagi sejak revolusi Iran dibawah pimpinan Khomeini yang kemudian menyebar-luaskan Syiah Rafidhoh yang benar-benar ekstrim kesesatannya. Celakanya, Syiah inilah yang saat ini berkembang pesat hingga masuk ke Indonesia. Syiah Rafidhoh dikenal sangat membenci Islam Sunni yang sejak dulu merupakan mayoritas di dunia. Itu sebabnya pula mengapa Arab Yahudi terpaksa turun tangan menghadapi Yaman yang dikuasai Syiah Houti yang didukung Iran. Perlu diingat posisi Yaman yang memang berbatasan langsung dengan Arab Saudi.

Jadi apa yang terjadi saat ini di Suriah bukan lagi perang saudara antar sesama Muslim sepeti yang sering diberitakan media sekuler. Revolusi damai yang dilakukan rakyat Suriah pada Maret 2011 terhadap rezim Syiah Basyar Asad dan dihadapi dengan cara kekerasan itu kini telah didomplengi pihak-pihak yang tidak senang melihat Islam bersatu. Meski kenyataannya Sunni dan Syiah sejak dulu memang sering bentrok apalagi sekarang dengan adanya perbedaan mencolok seperti dijelaskan di atas.

Ditambah lagi dengan adanya ISIS, organisasi yang dibidani dan didanai Amerika, dengan mencatut nama Islam, dan diterjunkan di sekitar Irak dan Suriah jadilah Suriah yang sudah kacau makin kacau saja. Strategi negara adi daya yang saat ini berada dibawah pimpinan Obama ini tampaknya benar-benar berhasil. Umum bahkan sebagian besar umat Islam sendiri akhirnya menjadi rancu, tidak dapat membedakan mana kaum Mujahidin yang berjuang rela menghadapi musuh Allah dengan ISIS yang berjuang karena bayaran dengan cara brutal pula.  Keberingasan ISIS yang didukung dana dan senjata yang sangat besar telah berhasil mencoreng wajah Islam yang sesungguhnya.

http://www.voa-islamnews.com/index.php/2015/10/07/pengakuan-mengagetkan-as-tentang-aset-mereka-suriah/

Yang terakhir adalah tragedy di Paris yang diberi nama Paris Attack pada 13 November lalu. Serangkaian bom bunuh diri dan serangan bersenjata menimpa pusat kota mode dunia ini. Serangan bom bunuh diri yang dimulai di stadion sepak bola dimana hadir presiden Perancis dan mentri luar negri Jerman untuk menyaksikan pertandingan persahabatan antar dua negara tersebut diikuti dengan rangkaian tembakan di restoran, gedung pertunjukkan musik dan beberapa tempat sudut lain di Paris.

Maka dalam hitungan menitpun seluruh dunia menyampaikan duka cita yang mendalam atas serangan yang memakan korban 130 orang itu. Tak lama kemudian ISIS mengklaim bertanggung-jawab atas serangan brutal tersebut, dengan alasan sebagai “upah” bergabungnya Perancis ke dalam pasukan sekutu dalam memerangi ISIS di Suriah.  Sejumlah pemimpin negara serempak berkumpul mengutuk dan sepakat meningkatkan gempuran.

Islamophobia yang sudah dimulai sejak serangan September 2001 dan sempat menurun kini kembali menjangkiti Barat. Dan korbannya sudah dapat dipastikan yaitu kaum Muslimin, terutama yang tinggal di Barat. Akibatnya rasa takut dan rasa Percaya Diri umatpun akhirnya runtuh, termasuk di negri kita tercinta Indonesia. Yang hingga demi memperbaiki nama baik Islam ada sebagian kaum Muslimin yang mulai mereka-reka bagaimana cara mengatasi hal ini. Sayangnya dengan cara yang berlebihan, diantaranya dengan menyatakan bahwa semua agama adalah sama, seperti yang dilakukan JIL dan yang teranyar dengan lahirnya Islam Nusantara. Celakanya lagi, ini didomplengi kaum Syiah yang terus berusaha keras agar dapat diterima kaum Muslimin di Indonesia yang mayortas Sunni ini.

Padahal tidak seharusnya umat Islam terjebak oleh hal ini, terjebak antara terorisme dan jihad yang sengaja dipelesetkan Barat. ISIS jelas bukan Islam. Islam tidak pernah mengajarkan membunuh perempuan, anak-anak dan orang yang tidak bersalah. Lihatlah bagaimana ISIS menyerang masjid, kaum Muslimin di pengungsian dan sebagainya. Bahkan baru-baru ini kabarnya ODOJ ( One Day One Juz), suatu komunitas baca Al-Quran telah menerima ancaman dari ISIS !

Tidak dapat dipungkiri sikap dan reaksi dunia terhadap suatu permasalahan memang terlihat jelas pilih kasih. Coba bandingkan, bagaimana reaksi dunia ketika terjadi ledakan bom diri di Ankara yang memakan korban lebih dari 80 orang tewas dan ratusan lainnya terluka, persis sebulan sebelum Paris Attack.  Padahal pemerintah Turki menegaskan biang keladinya sama dengan Paris Attack yaitu ISIS, meski tidak ada klaim resmi dari organisasi teroris tersebut.

Belum lagi kerusuhan yang tidak kurang dasyatnya yang  terjadi setiap hari di tanah Palestina yang dijajah Israel sejak puluhan tahun silam. Penangkapan, penculikan, perkosaan dan penembakan terhadap rakyat sipil, baik anak di bawah umur, perempuan maupun orang lanjut usia terjadi setiap hari tanpa adanya reaksi dunia seperti yang terjadi di Paris beberapa waktu lalu. Sama halnya dengan yang terjadi terhadap Muslim Rohingnya yang merupakan minoritas di Myanmar, juga Muslim Uighur yang tertindas di Cina.

Sementara itu kemarahan Perancis akibat Paris Attack tak tanggung-tanggung. Hanya selang beberapa hari setelah tragedy, Perancis mengirimkan jet-jet tempurnya untuk menggempur kota-kota di Suriah yang diduga sebagai markas ISIS terlaknat. Tak ayal lagi sejumlah fasilitas umum seperti rumah sakit, pabrik dan pasarpun hancur berantakan diterjang amukan bom yang dijatuhkan jet-jet tersebut. Sayangnya ternyata tidak tepat karena ISIS mengklaim bahwa apa yang mereka sasar itu telah mereka kosongkan.

Artinya yang menjadi korban lagi-lagi hanyalah rakyat biasa. Suriah yang telah ditinggalkan 60 % penduduknya itupun makin merana hidupnya. Belum lagi pengungsi Suriah yang hidup di pengungsian yang menjadi sasaran kemarahan penduduk setempat. Yang bahkan oleh para pemimpin sejumlah negara bagian di Amerka kabarnya mulai diawasi pergerakannya. Ini semua akibat ulah teroris pelaku bom bunuh diri yang membiarkan jejaknya “ tercecer “ dengan “ ditemukannya” sebuah passport Suriah di lokasi kejadian. Persis seperti yang dilakukan teroris pelaku Charlie Hebdo, yang passportnya “ tercecer”  di mobil sewaannya. ???

Terakhir, Turki yang beberapa hari lalu menembak jatuh jet tempur Rusia yang nyasar memasuki wilayah udara Turki, harus menerima sejumlah sanksi Rusia yang secara teori bakal membuat negara ini cukup terpukul. Putin bahkan dengan kejinya menyebar fitnah bahwa Turki dibawah Recep Tayyib Erdogan, satu dari pemimpin Islam terbaik era ini, sebenarnya adalah antek-antek ISIS.

Padahal Rusia yang katanya berkomitmen melawan ISIS demi mendukung Suriah dibawah Bashar Assad sebenarnya beberapa kali bukannya menargetkan ISIS melainkan para pejuang oposisi. Diantaranya faksi oposisi Turkmen yang merupakan etnis Turki yang tinggal di Suriah utara yang berbatasan dengan Turki. Disamping itu pasukan Rusia, bersama pasukan rezim Suriah, juga sering menjadikan warga sipil sebagai target mereka. Rumah penduduk, pasar, sekolah, rumah sakit bahkan konvoi truk yang membawa bantuan kemanusiaan dari Turki yang sedang melintaspun tak luput dari serangan mereka. Mereka juga tak segan menggunakan senjata kimia hingga menewaskan 140 jiwa rakyat Suriah.

Untuk itu tak salah bila akhirnya para ulama manca negara, diantaranya  ulama Mesir kenamaan Syeikh Yusuf Qaradawi menghimbau kaum Muslimin untuk berjihad membantu penderitaan kaum Muslimin di Suriah yang tertindas. Anehnya, Tempo dengan ringannya mengabarkan bahwa para ulama telah menelan ludah sendiri karena sebelumnya telah mengutuk tindakan brutal ISIS. Tampak jelas bahwa majalah sekuler ini ingin menyesatkan pembacanya antara gerakan terorisme ISIS dan jihad membela kaum Muslimin yang terdzalimi. Persis seperti provokasi Barat yang selama ini beredar.

http://jakartagreater.com/ulama-arab-saudi-serukan-muslim-dunia-jihad-lawan-rusia/ 

Pertanyaannya tegakah kita mengulangi kesalahan dengan membiarkan tanah Palestina yang direbut penjajah Zionis Israel 67 tahun lalu  itu dengan kembali membiarkan bumi Syam yang merupakan tanah warisan para nabi itu kepada musuh-musuh Islam ??? Membiarkan negara-negara yang memproduksi senjata secara massal seperti Amerika Serikat, Perancis dan Rusia mengeruk keuntungan dengan menggunakannya secara semena-mena terhadap kaum Muslimin ???

Bukankan Islam mengajarkan bahwa jihad tidak melulu dengan perang bersenjata? Melainkan juga dengan pena, dengan pikiran, dengan harta dan bisa juga dengan boikot ekonomi dengan tidak membelanjakan uang kita untuk membeli produk musuh??

Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. (Terjemah QS. At-Taubah(9):122)..

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 30 November 2015.

Vien AM.

Dr Roger Haddenkisahmuallaf.com – Roger Hadden adalah seorang dokter gigi berasal dari Dungannon, Irlandia Utara. Ia membuka praktek dokter giginya di Inggris. Namun, ia telah lama tinggal di Skotlandia.

Hadden dibesarkan dari keluarga Kristen, dan ia adalah telah memutuskan menjadi Kristen sejak lahir. Meskipun dibesarkan dengan ajaran Alkitab, namun ia tidak terlalu mengikuti prinsip-prinsip yang diajarkan.

Hadden layaknya pemuda Inggris kebanyakan, sangat suka bersenang-senang tanpa mengenal batas. Ketika remaja ia mengaku tidak menjalankan agama apa pun, termasuk Kristen. “Saya selalu percaya bahwa Tuhan itu ada,” ujarnya.

Ia meyakini alam semesta ada penciptanya dan manusia tidak bisa menciptakan dirinya sendiri. Ketika terus berusaha berpikir tentang Tuhan dari waktu ke waktu, Hadden selalu terganjal dalam keyakinannya.

Ketika melanjutkan studi ke jenjang universitas, ia bertemu banyak Muslim. Pada saat itu ia dan teman-teman Muslimnya terus bergulat dalam diskusi yang membahas tentang keyakinan. Hadden sangat menikmati diskusi-diskusi tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, Hadden ingin bersikeras memperdalam keagamaannya dan keyakinan Kristennya.

Ketika memasuki tahun terakhir kuliahnya di universitas, Roger Hadden membuat rencana untuk mereformasi keyakinannya dan menjadi seperti orang tuanya dulu; Kristen taat. Dan ia memutuskan untuk memulai memahami bacaan Alkitab.

Ia memulainya dengan memantapkan konsep Trinitas, yang selalu mengganggu pikirannya. Karena pada waktu itu pemahaman agama Kristennya masih awam, kadang ia cukup bingung untuk berdoa. “Apakah doa saya akan ditujukan kepada Tuhan Bapa atau Yesus,” ujarnya.

Hadden kemudian berbicara dengan beberapa pemuka agama Kristen, untuk mendapatkan penjelasan akan konsep Tritunggal. Namun, tak satu pun dari mereka yang dapat meyakinkan dirinya.

Ia kemudian memutuskan untuk terus membaca dan memahami Alkitab, dengan mencari kebenaran di dalamnya.

“Masalah Trinitas membingungkan saya. Karena mengapa semua Nabi dalam Perjanjian Lama berdoa kepada Tuhan dan melakukan tindakan benar berharap pengampunan Tuhan? Dan tidak ada yang berdoa kepada Yesus?” gusarnya.

Bahkan tidak disebutkan kata ‘Trinitas’ dalam Perjanjian Lama, dan sebagian pemuka Kristen bahkan berpendapat tidak ada dalam Perjanjian Baru. Hadden tahu, Tuhan tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang, jadi pasti ada yang salah dengan ini.

Hadden kemudian berbicara dengan teman-temannya di Universitas. Beberapa mereka beragama Sikh, Katolik, ateis, dan beberapa juga ada yang Muslim. Keingintahuan telah merubah hidup Hadden sepenuhnya, dan ia menemukan jawaban dari sahabat Muslimnya.

Dalam Islam diperintahkan menyembah satu Tuhan, yang tidak memiliki mitra atau partner dengan-Nya. “Saya sangat tertarik dengan konsep ini,” kata Hadden. Namun, Hadden terus membaca Alkitab dan membandingkan sumber-sumber Kristen dengan Alquran dan buku-buku Islam.

Ia menemukan bahwa Muslim percaya Tuhan mengirim pesan kepada umat manusia melalui para nabi yang berbeda sejak Adam, manusia pertama. Dan semua nabi itu hanya percaya pada satu Tuhan, Allah SWT. Dan Muslim juga percaya bahwa akan ada hari perhitungan di akhir dunia nanti, ketika semua orang akan dibangkitkan dan dihakimi.

“Saya menyadari bahwa inilah yang saya percaya. Dan apa saya pikir, seperti inilah Alkitab berkata pada saya,” kata dia. Hadden kemudian mendiskusikan hal-hal tersebut dengan kedua orang tuanya, namun mereka tidak terlalu terkesan.

Beberapa bulan memperoleh karunia dan hidayah Allah, Hadden memantapkan hati untuk menjadi seorang Muslim. Ia pun memutuskan memeluk Islam.

Ia meyakini keputusannya ini adalah langkah yang tepat. “Alhamdulillah, terima kasih Allah,” ujarnya.

Hadden kini mencoba menjadi Muslim sejati dan berusaha membantu orang lain. Hari-harinya diisi dengan ibadah, shalat lima waktu dan tadarus (membaca) Alquran. Teman-teman Hadden di universitas sempat terkejut dengan perubahannya, terutama sejawatnya di kedokteran gigi.

Orang tua Hadden pun marah besar, mereka percaya sang anak sudah dicuci otaknya. Ia ingat ketika pertama kali memberi tahu orang tuanya bahwa ia memilih menjadi seorang Muslim, mereka tidak terlalu terkesan.

Kedua orang tuanya mengatakan langkah Hadden itu adalah “tindakan yang dibenci agama”. Namun, itu tidak menyurutkan langkah sang dokter gigi untuk menjadi pengikut Rasulullah. Beberapa bulan kemudian ia memutuskan bersyahadat.

Walaupun sejak masuk universitas Hadden selalu berjauhan dengan orang tuanya, tetapi ia terus mencoba untuk mengunjungi mereka. Kini, ia merasa hubungan dengan orang tuanya telah membaik. Sebab, berlaku baik kepada mereka (orang tua) adalah perintah Allah dalam Alquran.

“Saat ini saya bekerja sebagai dokter gigi di Inggris. Dan telah menikah dengan seorang wanita Muslimah setahun yang lalu. Dan berkat karunia Allah, kami dianugerahi seorang anak bernama Ismael,” tuturnya.

Jakarta, 2 November 2014.

Dikutip dari : http://www.kisahmuallaf.com/dr-roger-hadden-memeluk-islam-karena-trinitas/

Semua orang pasti tahu apa itu raja/khalifah/kaisar/king/roi/malik  dan apa itu kerajaan/kekhalifahan/kekaisaran/monarki/kingdom/royaume/mamalik.   Dalam bahasa Indonesia  kata Raja ( Rani bila perempuan), yaitu pemimpin/penguasa tertinggi  dalam sebuah kerajaan, berasal dari Rājan yang merupakan bahasa Sangsekerta.

Sedangkan kata kerajaan atau monarki  berasal dari bahasa Yunani, monos yang berarti satu, dan archein yang berarti pemerintah. Kerajaan/monarki merupakan sejenis pemerintahan yang dipimpin oleh seorang penguasa monarki.

Seorang raja sudah pasti mempunyai wilayah kerajaan yang dikuasainya,  dan di masa lalu, biasanya secara absolut.  Seorang raja biasanya berkuasa hingga seumur hidupnya, dan biasanya yang menggantikan kedudukannya bila ia wafat adalah sang putra mahkota yang telah dipersiapkan secara matang.

Raja bisa menguasai daerah kekuasaan yang sangat luas, namun bisa juga kecil, kerajaan Monaco, misalnya.  Kerajaan ini hanya mempunyai luas wilayah sekitar 2 km2. Bandingkan dengan Jakarta yang luasnya 650km2. Suatu kerajaan dapat dikatakan besar dilihat dari beberapa faktor, antara lain luasnya, populasinya, ekonominya, lama kekuasaannya, bagaimana sang pemimpinnya berkuasa, bagaimana kehidupan rakyatnya dsbnya.

Kerajaan adalah sistem pemerintahan tertua di dunia. Tercatat pada suatu masa dulu pernah ada lebih dari 900 kerajaan di dunia ini. Kini yang masih bertahan hanya tinggal 40 buah saja, Arab Saudi, Yordania, Maroko, Malaysia, Inggris, Belanda, Spanyol, Kamboja dan Thailand adalah diantaranya.  Dari jumlah tersebut, hanya 4 yang mempunyai penguasa mutlak, selebihnya terbatas kepada sistem konstitusi.

Di masa lalu, kerajaan bisa berkuasa hingga ratusan tahun, dan daerah kekuasaannyapun bisa mencakup berpuluh-puluh Negara yang ada saat ini. Yang terpanjang adalah kerajaan/kekhalifahan Islam Ottoman. Kerajaan ini berkuasa selama hampir 7 abad lamanya, yaitu sejak tahun 1299 hingga 1923 lalu. Kekuasaannya terbentang dari Afrika Utara dan Spanyol di ujung Barat hingga perbatasan sebelum Cina di ujung Timur, Austria di ujung paling utara hingga Yaman di ujung selatan.

http://yusranyusufnur.blogspot.co.id/2012/11/10-kerajaan-terbesar-dalam-sejarah-dunia.html

Disamping mempunyai daerah kekuasaan dan rakyat yang dipimpin, sebuah kerajaan juga pasti mempunyai pasukan/tentara yang bertugas menjaga wilayahnya agar aman dari serbuan musuh, juga aparat yang bertugas menjalankan pemerintahan.

Demikian pulalah kerajaan Allah Azza wa  Jalla, kerajaan terbesar dan terluas di sepanjang sejarah kehidupan yang ada di alam semesta ini. Kerajaan ini meliputi langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya.

Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong”. (Terjemah QS. Al-Baqarah(2):107).

Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi; hanya Allahlah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.(Terjemah QS. Ath-Thaggabun(64):1).

IMG_2722IMG_2864Kerajaan Allah yang teramat sangat luas ini seperti juga kerajaan dunia lainnya tidaklah kekal. Meski usianya sangat amat jauh dibanding kerajaan biasa yang umurnya “ hanya” ratusan tahun. Kerajaan Allah diciptakan jauh sebelum manusia ada, dan akan hancur nanti bersamaan dengan orang terakhir di dunia, yaitu pada hari Kiamat. Paling tidak itulah yang terjadi pada galaksi yang kita tempati ini.

 “ Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”.

Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap,

lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. (Terjemah QS. Fushshilat(41):9-12).

Setelah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya, Allahpun bersemayam di atas Arsy, yaitu di Kursy-Nya.  Arsy itu sendiri dijunjung oleh 8 malaikat.  Sementara jarak Kursy Allah ini dengan Arsy mencapai ratusan tahun ( cahaya ?) sebagaimana yang dikatakan Rasulullah Muhammad saw.

Dari Jabir bin Abdullah dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Aku telah diizinkan untuk menyampaikan tentang para malaikat Allah pembawa Arasy. Sesungguhnya ‘antara daun telinga dan lehernya berjarak tujuh ratus tahun.”

Abu Dzar radhiallahu anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah Kursy di banding Arasy kecuali bagaikan cincin yang dilempar di atas padang di muka bumi.”

“ Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia” .(Terjemah QS. Al-Furqon(25):59).

“ Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (Terjemah QS.Al-Haqqah(69):17).

“ Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan”. (Terjemah QS. Al-Qaariah(101):1-5).

Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dipanaskan,” (Terjemah QS. At-Takwir(81):1-6).

Uniknya meski kerajaan Allah yang begitu luas ini akan hancur pada saatnya nanti, tidak demikian dengan “ Sang Raja di Raja”. Jadi terbalik dengan kerajaan dunia yang bila rajanya suatu hari nanti wafat dan digantikan putra mahkota, maka kerajaan akan terus berlangsung.

IMG_3079Jadi pada sistim kerajaan Allah, Raja lebih dominan dari pada kerajaan. Ia akan tetap eksis meski kerajaannya telah hancur. Karena memang Dialah yang menciptakan kerajaan, kerajaan ada karena ada raja, bukan raja ada karena ada kerajaan.  Sang Raja hidup abadi, kekal selamanya. Itu sebabnya Ia tidak memerlukan pewaris, putra mahkota, keturunan atau apapun.

Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya” .(Terjemah QS. Al-Isra(17):111).

Disamping itu seperti juga kerajaan dunia, kerajaan Allah juga memiliki pasukan yang senantiasa patuh pada perintah-Nya, tanpa syarat. Itulah malaikat yang senantiasa berzikir memuji dan memuja kebesaran Tuhannya. Malaikat yang tercipta dari cahaya, bersayap dan berukuran extra besar ini selain jumlahnya  amat sangat banyak juga mempunyai fungsi dan tugas yang beraneka ragam.

“Tidaklah ada tempat kosong  dengan ukuran empat jari tangan di semua lapisan langit, kecuali pada tempat tersebut ada Malaikatyang sedang berdiri, ruku’ atau sujud (artinya semuanya dalam keadaan beribadah kepada Allah)”. (HR Tirmidzi).

“ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” . (Terjemah QS. Fathir(35):1).

Ada yang bertugas menjunjung  Arsy, ada yang bertugas membawa angin, membagikan rezeki, meniup terompet kematian dan kebangkitan, mencabut nyawa, mencatat amal manusia, menjaga surga, menjaga neraka dll. Dan yang tertinggi adalah malaikat Jibril, yaitu yang menyampaikan wahyu kepada para rasul. Malaikat Jibril inilah yang pernah dilihat Rasulullah Muhammad saw, yaitu ketika menyampaikan wahyu dari Allah Azza wa Jalla.

Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang” . (QS. At-Takwir(81):23).

“ Sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),  yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy,  yang dita’ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya”. (Terjemah QS.At-Takwir(81)19-21).

Dari [‘Ashim] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Jibril dalam bentuk aslinya, ia memiliki enam ratus sayap, setiap sayap dapat menutupi antara langit dan bumi, dari sayapnya berjatuhan aneka warna warni, mutiara dan yaqut. Allah Maha Mengetahui itu semua. (Musnad Ahmad No Hadist 3561)

Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan,  dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya,   dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya,   dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang bathil) dengan sejelas-jelasnya,  dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu,”  (Terjemah QS.Al-Mursalat(77):1-5).

“ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” . (Al-Fathir(35):1).

2010-02 La Mongie - Pyrenee_35IMG_0761Namun demikian sesungguhnya Allah swt tidak memerlukan siapapun dan apapun termasuk pasukan elit malaikat yang dimiliki sekaligus diciptakannya sendiri itu. Karena hanya dengan kalimat “ Kun Fayakun” saja sebenarnya semuanya bisa terjadi.  Penciptaan malaikat dan keberadaannya di sekeliling kita lebih ditujukan untuk kepentingan manusia.  Agar manusia dapat mengerti dan lebih memahami apa tujuan dan hikmah dibalik kehidupan ini. Agar dapat mengikuti dan memahami ilmu-Nya meski hanya secuil . Itulah sunatullah.  Allah terlalu suci dan agung untuk mengurusi langsung para hamba ciptaan-Nya di muka bumi ini.

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.  Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).  Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah”. (Terjemah QS.Fathir(35):15-17).

Intinya kerajaan Allah dengan segala cakupannya, seperti para malaikat, langit dengan segala perhiasannya, bumi dengan segala isinya seperti gunung, sungai, aneka binatang dan lain lain adalah bukti keberadaan Sang Khalik, Raja dari segala raja, yang tak terbantahkan.

Allah swt yang memiliki Asmaul-Husna,  99 nama indah untuk mencerminkan sifat-sifat-Nya, yang dengan menyebut nama-nama tersebut memohonlah orang-orang beriman pertolongan dan perlindungan-Nya.

Alhasry 22-24

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.  Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Terjemah QS.Al-Hasyr(59):22-24).

ayat kursi

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.(Terjemah QS. Al-Baqarah(2):255).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 23 Oktober 2015.

Vien AM.

peggy3Beberapa minggu  yang lalu saya menghadiri tausiyah yang diberikan Peggy  Melati Sukma, seorang artis dan aktifis sosial yang pada tahun 1999 dikenal dengan jargon  “ Pusiiiiing” dalam salah satu sinetron yang dibintanginya, yaitu “ Gerhana”.  Artis berbakat dengan segudang kegiatan,  diantaranya pernah ditunjuk sebagai duta  Pendidikan Kesetaraan oleh Depdiknas dan Duta Teknologi oleh Kementerian Riset dan Teknologi ini, sejak 2012 lalu memang telah berhijrah, begitu ia menyebutnya.

( Baca kisah hijrah Peggy : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,45-id,55962-lang,id-c,internasional-t,Kisah+Peggy+Melati+Sukma+Hijrah+ke+Dunia+Dakwah-.phpx ).

Sekali lagi terbukti, bahwa ketenaran, kekayaan dan kesuksesan bukan jaminan kebahagiaan yang hakiki. Kini Peggy melalui Komunitas Akhwat Bergerak yang dimotorinya sibuk berdakwah tidak saja di pelosok dalam negri namun juga ke manca Negara, tidak hanya sekedar Negara tetangga saja.

Selain berbagi ilmu, kami juga mempunyai program donasi untuk akhwat Gaza bersinergi dengan ACT yaitu melakukan penggalangan donasi bagi persalinan akhwat (perempuan/ibu-ibu) Gaza. Target awal kita adalah akan men-cover 1000 ibu-ibu Gaza, per orang akan dibantu dana persalinan US$ 200,” tutur Peggy.

Karena Israel sesumbar mengatakanbahwa anak-anak Palestina dan para ibu hamil adalah target mereka. Jelas ini adalah sebuah pemasungan hak hidup yang harus dilawan ”, begitu kira-kira jawaban Peggy atas pertanyaan saya mengapa ia memilih menyalurkan dana bantuan untuk persalinan ibu-ibu Gaza.

Pada  tanggal 21 September yang baru lalu Peggy bersama yayasannya, bekerja sama dengan ACT juga telah meresmikan sekolah difabel ( anak dengan keterbatasan/cacat) di Gaza. Sayangnya Peggy sendiri dan timnya tersebut tidak/belum bisa melihat sendiri sekolah tersebut.

Persis halnya dengan proyek bantuan persalinan ibu-ibu Gaza tahun lalu yang tidak dilihatnya sendiri, karena tertahan di pintu perbatasan Mesir.  Padahal , masih menurutnya, tim bantuan dari Aljazair bisa masuk ke Gaza.  Ini dimungkinkan karenakan adanya kesepakatan antara Negara tersebut dengan Mesir sebagai pemegang otoritas gerbang ke Israel.

Dengan nada sedikit kesal Peggy juga mempertanyakan dimana kepedulian pemerintah Indonesia terhadap nasib Palestina seperti yang pernah dijanjikan Jokowi saat kampanya sebelum terpilih menjadi presiden.  Indonesia hingga detik ini memang tidak mempunyai kesepakatan seperti yang dimiliki Aljazair. Padahal Al-sisi, sang jendral presiden Mesir hasil kudeta militer itu baru saja menyelesaikan kunjungan resmi kenegaraannya ke Indonesia, meski protes datang berhamburan dari masyarakat, memperkuat kesan bahwa pemerintah saat ini memang tidak peduli terhadap nasib rakyat dan bangsa Palestina. Sekaligus juga menambah kesan tidak peduli terhadap kekuasaan hasil kudeta.

Seperti diketahui Al-Sisi menduduki kursi orang pertama di Mesir setelah menggulingkan presiden Mursi yang terpilih secara demokrasi. Mursi sendiri bisa maju ke kursi kepresidenan karena dukungan IM ( Ikhwanul Muslimin), organisasi binaan almarhum Hasan Al-Banna yang sangat mendukung berjalannya syariat Islam, sesuatu yang bagi sebagian masyarakat Indonesia termasuk pemerintah sebagai momok menakutkan, padahal  mayoritas penduduk Indonesia mengaku Muslim.

Jadi sungguh memang tidak mengherankan bila nasib Palestina tidak berada di urutan prioritas pemerintah. Ironisnya bukan hanya pemerintahan Jokowi saat ini, namun juga rezim-rezim sebelumnya.

Dr Mahmud Hashem Anbar, seorang dosen ilmu Islam di Universitas Islam Gaza, pernah menyinggung bahwa hubungan antara pemerintahan Palestina dan Indonesia (Government to Government) atau G to G tidak kuat.  Ini diutarakannya pada Konferensi Internasional Al Quds dan Palestina yang berlangsung di Bandung pada 4-5 Juli 2012 lalu.

Hubungan antara Palestina dan Indonesia lebih kuat antar masyarakat. Ini bisa dilihat dalam beberapa hal, yang pertama dengan adanya beberapa pelajar Indonesia yang studi di rumah sakit Islam Gaza. Yang kedua adalah pembangunan rumah sakit disana. Tapi kita belum pernah tahu ada utusan resmi dari pemerintahan Indonesia,” keluhnya.

http://www.dakwatuna.com/2012/06/14/21085/dosen-gaza-tagih-hubungan-baik-g-to-g-indonesia-palestina/#axzz3nwX5iezF

Perlakuan tidak manusiawi penjajah Israel terhadap rakyat Palestina terus saja terjadi selama puluhan tahun tanpa peduli reaksi dunia internasional yang terkesan tidak peduli atau mungkin bosan (?). Yang terakhir adalah yang dimulai sejak tanggal 13 September lalu hingga hari ini, dan sangat mungkin bakal melahirkan Intifadah III. Ironisnya, Israel menghadapi gerakan perlawanan rakyat bersenjatakan batu ini dengan peluru tajam, granat, gas beracun, air kimia dan aneka senjata berbahaya lainnya.

Tentara Zionis kembali  memprovokasi rakyat Palestina dengan tindakan yang makin semena-mena terhadap Al-Quds ( Yerusalem) dengan  Al-Haram Asy-Syarifnya dimana berdiri 2 bangunan suci milik umat Islam, yaitu Masjid Al-Aqsho dan Kubah Shakhrah (Dome of The Rock) yang merupakan kiblat pertama umat Islam, sekaligus juga masjid suci ke 3 setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Tentara penjajah Zionis  tersebut seenaknya saja mengangkangi dan mengacak-acak Masjidil Aqsha, masjid yang merupakan titik keberangkatan Rasulullah Muhammad SAW menuju Sidrat al Muntaha dalam peristiwa Miraj.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. … …”  ( Terjemah QS. Al-Isra(17): 1).

Namun tanpa sedikitpun rasa gentar para pemuda Palestina dengan gigih menjaga rumah suci tersebut. Mereka yang berada di dalam masjid bertahan tidak membiarkan begitu saja musuh-musuh Allah masuk dan merusak bagian dalam masjid, meski senjata mereka hanya batu. Sementara mereka yang berada di luar masjid selain melempari tentara Yahudi itu dengan batu juga dengan bom-bom Molotov buatan sendiri.  Mereka juga memasang barikade agar tentara ZIonis tersebut tidak dapat memasuki masjid.

Akibatnya bentrokanpun tak dapat dihindarkan. Pasukan Israel lengkap dengan senjata dan tamengnya terus mendesak warga Palestina, mendorong, menendang, memukul,  bahkan tak segan-segan mengarahkan moncong senjata mereka  kepada siapapun yang menghalangi, tak  peduli apakah itu perempuan atau anak-anak sekalipun. Mereka juga menempatkan penembak jitu di atap masjid dan menggunakan peluru karet untuk menembaki warga yang menghalangi perbuatan brutal mereka, mengakibatkan puluhan warga cedera. Pasukan biadab tersebut juga menembakkan gas air mata dan granat kejut ke arah warga.

Tentara Zionis dengan seragam tentaranya berhelm,  bermasker dan bersenjata tentunya, selama bertahun-tahun tidak pernah malu dan sungkan mengeroyok warga sipil, perempuan maupun kanak-kanak. Dengan semena-mena mereka juga menembak warga tanpa alasan yang jelas, melepas jilbab muslimah, misalnya. Atau juga menembak remaja hingga jatuh tak berdaya, lalu mengatai-ngatai dan membiarkannya kehabisan darah hingga meninggal dunia. Sungguh lebih biadab dari binatang apapun di dunia ini. Naudzubillah min dzalik … 😦

http://5pillarsuk.com/video/13-yr-old-palestinian-boy-shot-by-israeli-police-as-jewish-settlers-shouted-insults-at-him/

Beberapa hari lalu sebuah video berhasil merekam tindakan busuk mereka, yaitu menyusup dan menyamar sebagai warga Palestina, lalu memancing melempari polisi Israel dengan batu. Setelah warga terpancing mengikuti perbuatan mereka, tiba-tiba mereka berbalik menyerang para pemuda yang berada di sekitar mereka tadi.

https://youtu.be/55Cpmy9xrSU )

Ajaibnya lagi, dengan tenangnya PM Israel Benyamin Netanyahu  mengumumkan hukuman berat bagi para  pelaku lempar batu. Hukuman juga berlaku bagi anak-anak dibawah umur, namun kedua orang-tuanyalah yang harus bertanggung-jawab. Untuk diketahui, sejak musim dingin tahun 2000, 2000 anak Palestina telah terbunuh. Sementara sekitar  500-700 anak Palestina tiap tahun ditangkap, dijebloskan ke penjara dan harus menjalani mahkamah militer.

Pemerintah penjajah Zionis ini juga dengan seenaknya menetapkan aturan bahwa ada waktu-waktu dan hari-hari  tertentu masjid ditutup dan khusus hanya boleh digunakan pemeluk  Yahudi untuk beribadah di dalamnya. Mereka tidak peduli ada beberapa  Jumat di dalamnya, akibatnya kaum Muslimin tidak bisa shalat Jumat di dalam masjidnya sendiri !

Maket Rekonstruksi Bait Suci Sulaiman

Maket Rekonstruksi Bait Suci Sulaiman

Bukan rahasia lagi Israel secara provokatif memang ingin merebut Al-Haram Asy-Syarif dari pelukan kaum Muslimin. Mereka mengklaim bahwa area tersebut adalah milik mereka, bahwa ribuan tahun lalu, jauh sebelum datangnya Islam, berdiri bait Sulaiman, rumah suci Yahudi. Kini, kabarnya, secara diam-diam orang-orang Yahudi telah membangun kembali fondasi rumah suci tersebut,  tepat dibawah Haram Asy-Syarif, yang pada saatnya nanti, akan berdiri tegak menggantikan Haram Asy-Syarif yang akan dihancurkan.  Hal yang tidak mustahil bila kaum Muslimin di seluruh dunia tidak bersatu menjaganya.

Reaksi dari dunia Arabpun akhirnya bermunculan.

“Provokasi dalam bentuk apa pun di Jerusalem akan berpengaruh terhadap hubungan Israel-Yordania. Yordania tak punya pilihan lain, selain mengambil tindakan yang tegas,” kata Raja Abdullah dari Yordania. Yordania adalah negara yang bertanggung jawab atas aspek-aspek keIslaman di kompleks Al-Aqsa, karena adanya perjanjian damai dengan Israel

Kami akan melawan agresi pendudukan atau agresi Israel di Masjid Al-Aqsa,” ujar Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir.

Bendera Palestina memang telah berkibar dengan gagahnya di markas PBB, New York, Amerika Serikat pada tanggal 30 September yang baru lalu.   Upacara pengibaran bendera ini disaksikan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Dalam sambutannya, Abbas menegaskan bahwa pengibaran bendera negaranya merupakan bukti telak bahwa kedaulatan Palestina merdeka telah diakui PBB. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tak lagi terikat oleh segala kesepakatan dengan Israel.

“Selama Israel tidak mau menghentikan ekspansi permukiman dan enggan melepaskan para tahanan Palestina, kami tak punya pilihan kecuali tak melepaskan diri dari kesepakatan-kesepakatan sebelumnya, apalagi sejauh ini hanya kami yang komit,” kata Mahmoud Abbas seperti dilansir BBC, Rabu (30/9).

Semoga harapan rakyat Palestina mendapatkan kemerdekaanya benar-benar akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat ini, bukan hanya sekedar simbol pengibaran bendera di kantor PBB.  Kemerdekaan penuh sebuah bangsa dan Negara, adalah hak seluruh orang di dunia ini, tak terkecuali rakyat Palestina yang selama puluhan tahun terpaksa mengubur dalam-dalam impian itu. Ini adalah bagian dari HAM  yang tercantum dalam salah satu butir kesepakatan PBB yang dirancang Barat, Amerika Serikat khususnya. Namun siapa yang tidak tahu bahwa tanpa izin Negara adi daya tersebut mana mungkin Israel bisa berbuat semena-mena terhadap rakyat dan tanah air Palestina.

Maka,  seperti yang telah berkali-kali diingatkan imam besar masjid Istiqal Ali Mustafa Yaqub agar kita mau merenungkan kembali Protokol Zionisme nomor 7 yaitu ” Untuk kawasan Eropa dan demikian pula benua-benua lain, kita wajib menciptakan konflik, mengobarkan api permusuhan dan pertentangan“.

Siapakah sebenarnya dalang dibalik berbagai kerusuhan yang melanda dunia Islam seperti Tragedi Arab Spring diantaranya konflik Suriah yang terus saja memanas hingga detik, kebiadaban ISIS, makin mengguritanya Syiah, JIL, JIN dll ??

Lihat pula bagaimana isi Talmud, kitab yang mereka anggap lebih suci dari Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa as berikut ini :

“Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)

“Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)

Ahir kata salut buat Peggy Melati Sukma, selebritis yang dengan serius mau memberikan waktu dan perhatiannya untuk Palestina. Semoga kiprahnya dapat memotivasi kaum muda negri ini yang sibuk dengan gemerlapnya dunia hingga lupa memikirkan akhirat mereka, untuk segera berhijrah secara total dan mau peduli terhadap nasib dan penderitaan saudara-saudarinya sesama Muslim.

Salut juga untuk sejumlah PTN yang kabarnya telah memotivasi mahasiswanya agar shalat Subuh secara berjamaah.  Karena sesungguhnya inilah yang paling ditakuti orang Yahudi, karena shalat yang demikian menandakan kekuatan dan kesatuan Islam yang tidak mungkin dapat dilawan musuh-musuh Islam, Yahudi khususnya. Ayo kita songsong kembalinya zaman kejayaan Islam yang telah makin dekat ini, yang juga sekaligus menandakan datangnya hari akhir.

http://inpasonline.com/new/harapan-baru-untuk-indonesia-gerakan-religius-di-kampus-negeri/

Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak” (HR Bukhari dan Muslim)

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 9 Oktober 2015.

Vien AM.

 Kejahatan Syiah di Tanah Haram Dalam Kurun Sejarah

Saat ini, terkadang sulit bagi kita membedakan mana pihak yang benar dan mana pihak yang salah. Terkadang pihak yang salah, melakukan penghianatan dan kejahatan, melemparkan ungkapan-ungkapan yang menjelek-jelekkan orang lain sehingga kita menangkap orang yang salah ini adalah orang yang benar dan pihak yang benar adalah mereka yang melakukan kesalahan. Hal ini telah dikabarkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau,

سيأتي على الناس سنوات خداعات يصدق فيها الكاذب و يكذب فيها الصادق و يؤتمن فيها الخائن و يخون فيها الأمين

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, dimana pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah dan orang yang amanah dikhianati,…” (HR. Hakim).

Hal itu juga terjadi pada klaim-klaim kebenaran yang dilemparkan oleh salah satu kelompok yang memiliki sejarah berdarah dalam Islam, yaitu kelompok Syiah. Orang-orang Syiah pada hari ini menuding Ahlussunnah wal Jamaah atau Sunni sebagai kelompok yang tidak mencintai keluarga Nabi, kelompok yang radikal, teroris, dan ekstrimis. Setelah itu, mereka menambahkan kebohongan-kebohongan untuk menguatkan pendapat mereka.

Jika kita membaca sejarah, maka akan kita dapati bahwa Syiah merupakan suatu sekte yang banyak menebarkan kebencian dan peperangan di tengah umat Islam. Tentang hancurnya Baghdad, lalu bagaimana Dinasti Fatmiyah berkuasa, dll. kali ini kita akan mengangkat sejarah tentang kejahatan Syiah di tanah Haram. Sebelum masuk pembahasan, kita ketahui terlebih dahulu bagaimana kedudukan Mekah dan Madinah bagi orang Syiah.

Kedudukan Karbala Setara Kedudukan Mekah

Di dalam kitab referensi utama Syiah seperti Biharul Anwar diriwayatkan,

قال جعفر …”فأوحى الله إليها أن كفي وقري، ما فضل ما فضلت به فيما أعطيت كربلاء إلا بمنزلة الإبرة غرست في البحر فحملت من ماء البحر، ولولا تربة كربلاء ما فضلتك، ولولا من تضمنه أرض كربلاء ما خلقتك ولا خلقت البيت الذي به افتخرت، فقري واستقري وكوني ذنبًا متواضعًا ذليلاً مهينًا غير مستنكف ولا مستكبر لأرض كربلاء، وإلا سخت بك وهويت بك في نار جهنم”

Ja’far berkata, “…Sesungguhnya Allah telah mewahyukan ke Kabah; kalaulah tidak karena tanah Karbala, maka Aku tidak akan mengutamakanmu, dan kalaulah tidak karena orang yang dipeluk oleh bumi Karbala (Husain), maka Aku tidak akan menciptakanmu, dan tidaklah Aku meciptakan rumah yang mana engkau berbangga dengannya, maka tetap dan berdiamlah kamu, dan jadilah kamu sebagai dosa yang rendah, hina, dina, dan tidak congkak dan sombong terhadap bumi Karbala, kalau tidak, pasti Aku telah buang dan lemparkan kamu ke dalam Jahanam”.

Datang ke Karbala Lebih Mulia dari Haji

Masih merujuk kitab-kitab referensi utama Syiah, tercantum sebuah riwayat tentang keutamaan ziarah ke tanah Karbala di Irak lebih dari ibadah haji ke Mekah.

إن زيارة قبر الحسين تعدل عشرين حجة، وأفضل من عشرين عمرة وحجة

“Sesungguhnya ziarah (berkunjung) ke kubur Husein sebanding dengan (pahala) haji sebanyak 20 kali. Dan lebih utama dari 20 kali umrah dan 1 kali haji.” (Furu’ al-Kafi, 1: 324).

Salah seorang penganut Syiah menyatakan,

إني حججت تسع عشرة حجة، وتسع عشرة عمرة”، أجابه الإمام بأسلوب يشبه السخرية قائلاً: “حج حجة أخرى، واعتمر عمرة أخرى، تكتب لك زيارة قبر الحسين عليه السلام

“Sungguh saya telah menunaikan haji sebanyak 19 kali dan umrah juga 19 kali.” Lalu imam menjawabnya dengan perumpamaan yg mengejek, “Berhajilah sekali lagi dan umrahlah sekali juga, maka akan dicatatkan untukmu (pahala yang sama) dengan berziarah ke kubur Husein ‘alaihissalam”. (Biharul Anwar, 38: 101).

Perdana mentri Irak, penganut Syiah 12 Imam, menyatakan bahwa tanah Karbala lebih berkah untuk menjadi kiblat umat Islam dunia. Ia beralasan, karena di Karbala terdapat Husein radhiallahu ‘anhu. Dan ia akan berusaha mewujudkan hal itu.

Berikut pernyataannya:

Nah.. setelah mengetahui kedudukan Mekah bagi orang-orang Syiah, kita pun mengetahui mengapa mereka melakukan pengrusakan dan perbuatan onar di tanah Haram. Kita juga menyadari potensi kecemburuan mereka terhadap Mekah ini akan senantiasa muncul. Sekarang akan kita lihat sejarah prilaku teror orang-orang Syiah di tanah haram.

1. Kejahatan Syiah di Masa Silam

Pertama: Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa an-Nihayah mencatatkan suatu peristiwa pembantaian jamaah haji oleh orang-orang Syiah Qaramithah. Pada tahun 312 H, orang-orang Syiah Qaramithah yang dipimpin oleh Abu Thahir, Husein bin Abi Said al-Janabi menyerang jamaah haji yang baru saja pulang dari Baitullah al-Haram selesai melaksanakan kewajiban mereka menunaikan ibadah haji. Mereka membunuh sejumlah besar jamaah, mengambil harta yang mereka inginkan, memilih para wanita dan anak-anak untuk mereka tawan, kemudian mereka tinggalkan orang-orang yang tersisa dengan mengambil onta-onta sebagai rampasan.

Kedua: masih dalam al-Bidayah wa an-Nihayah. Imam Ibnu Katsir juga mencatat kejadian pada tahun 317 H. Orang-orang Qaramithah dengan pemimpin mereka Abu Thahir, Husein bin Abi Said al-Janabi, memasuki Masjidil Haram dan membunuh jamaah haji yang sedang beribadah di sana. Peristiwa itu terjadi pada hari tarwiyah 8 di bulan haram, bulan Dzul Hijjah, dan tanah haram, Mekah al-Mukaramah. Para jamaah haji sampai berlindung di  kiswah Ka’bah, namun orang-orang Syiah ini tidak peduli dan tetap menumpahkan darah mereka. Mengapa hal ini terjadi? Karena mereka tidak memuliakan tanah haram sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Kemudian dengan sombongnya Abu Thahir memerintahkan jasad-jasad jamaah haji yang tewas di masukkan ke dalam sumur zam-zam, melepas kiswah dan pintu Ka’bah, dan yang keterlaluan ia mencongkel hajar aswad dan membawanya ke tempat mereka. Imam Ibnu Katsir menyebutkan pada tahun 339 H barulah mereka mengembalikannya lagi ke Mekah.

2. Kejahatan Syiah di Zaman Modern.

Pertama: Pada tahun 1406 H/1986 M, pihak keamanan Arab Saudi berhasil mengamankan bahan peledak yang dibawa jamaah haji Iran memasuki Mekah.

Kedua: Di tahun berikutnya, 1407 H/1987 M, kembali jamaah haji Syiah Iran mengadakan kerusuhan di tanah haram. Mereke berdomonstrasi anti Amerika di tanah suci dan di bulan suci dengan membawa senjata tajam.

Video:https://youtu.be/Ef6nNOGufWI

Ketiga: Pada tahun 1414 H/1994 M orang-orang Syiah mengadakan pengrusakan di dekat Masjid al-Haram. Mereka juga membunuh beberapa jamaah haji. Mereka adalah orang-orang Syiah dari Kuwait dan satu orang dari Arab Saudi sendiri. Saat itu, Allah bukakan kebusukan yang mereka tutupi dengan istilah toleransi atau persaudaraan Sunni-Syiah, di hadapan jamaah haji dari seluruh dunia.

Salah satu petinggi Hizbullah Lebanon menyatakan akan menyerang Mekah:

https://youtu.be/8PQJv5Esh8k

Sebenarnya masih sangat banyak sekali kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang Syiah di tanah haram, baik secara perorangan atau kelompok yang terorganisir. Mereka melakukan pencurian terhadap jamaah haji, membunuh jamaah yang berada antara shafa dan marwa, dll.

Penulis serahkan kepada pembaca sendiri yang menilai slogan-slogan persatuan yang digembar-gemborkan oleh orang-orang Syiah di negeri ini, apakah itu sebuah bualan atau memang sebuah kebenaran.

Siapa yang tidak membaca sejarah, maka ia akan dihukum dengan melakukan kesalahan yang sama dengan kesalahan di masa lalu.

Oleh Nurfitri Hadi
Artikel www.KisahMuslim.com

Di copy dari : http://kisahmuslim.com/kejahatan-syiah-di-tanah-haram-dalam-kurun-sejarah/