Feeds:
Posts
Comments

( Sambungan ).

Penduduk Irlandia saat ini memang mayoritas Kristen Katolik. Namun dulunya mereka adalah pemeluk agama pagan alias penyembah dewa-dewa, agama warisan nenek moyang mereka, yaitu bangsa Celtes. Nama Irlandia sendiri berasal dari kata Eire atau Eiru yang dalam bahasa Irlandia, adalah nama dewi menantu dewa Ogma, salah satu dewa yang disembah orang Celtes.

Odille, guide kami, menerangkan bahwa agama Kristen masuk ke negara pulau ini pada abad 5 melalui santo Patrik. Ajaran ini dengan mudah masuk dan berkembang berkat kelihaian santo tersebut menggabungkannya dengan kepercayaan pagan, yang juga merupakan kepercayaan Romawi pada abad tersebut.

Menurut legenda, santo Patrik ini pulalah yang memberi inspirasi bangsa Irlandia untuk menggunakan shamrock ( clover), sejenis semanggi yang mempunyai tiga helai daun, sebagai lambang Negara. Ketiga helai daun tersebut menunjukkan keyakinan Kristen tentang konsep tritunggal, ‘tiga pribadi dalam satu Allah’ yang bertentangan dengan keyakinan Arianisme yang populer pada masa itu.

“Arianisme adalah sebuah pandangan kristologis yang dianut oleh para pengikut Arius, seorang presbiter Kristen yang hidup dan mengajar di Alexandria, Mesir, pada awal abad ke-4. Arius mengajarkan bahwa berbeda dengan Allah Bapa, Allah Anak tidak sama-sama kekal dengan Sang Bapa. Ia mengajarkan bahwa Yesus sebelum menjelma adalah makhluk ilahi, namun ia diciptakan oleh Sang Bapa pada suatu saat tertentu — dan oleh karenanya statusnya lebih rendah daripada Sang Bapa. Sebelum penciptaan-Nya itu, Sang Putra tidak ada. Dalam bahasa yang lebih sederhana, kadang-kadang dikatakan bahwa kaum Arian percaya bahwa Yesus, dalam konteks ini, adalah suatu “makhluk”. Kata yang digunakan dalam pengertian aslinya adalah “makhluk ciptaan.”

Konflik antara Arianisme dan keyakinan Trinitarian adalah konfrontasi doktriner besar pertama dalam gereja setelah agama Kristen dilegalisasikan oleh Kaisar Konstantin I. Kontroversi tentang Arianisme ini meluas hingga sebagian besar dari abad ke-4 dan melibatkan sebagian terbesar anggota gereja, orang-orang percaya yang sederhana dan para biarawan, serta para uskup dan kaisar. Sementara Arianisme memang selama beberapa dasawarsa mendominasi di kalangan keluarga kaisar, kaum bangsawan kekaisaran dan para rohaniwan yang lebih tinggi kedudukannya, pada akhirnya Trinitarianismelah yang menang secara teologis dan politik pada akhir abad ke-4. dan sejak saat itu telah menjadi doktrin yang praktis tidak tertandingi di semua cabang utama gereja Timur dan Barat. Arianisme, yang diajarkan oleh misionaris Arian Ulfilas kepada suku-suku Jermanik, memang bertahan selama beberapa abad di antara sejumlah suku Jermanik di Eropa barat, khususnya suku-suku Goth dan Longobard tetapi sejak itu tidak memainkan peranan teologis yang penting lagi.”

(tulisan bercetak miring dalam tanda kutip diatas adalah copy paste dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Arianisme .

Baca juga : http://id.wikipedia.org/wiki/Konsili_Nicea_ tentang perjanjian Nicea yang dilakukan di Nicaea ( sekarang Iznik, Turki) pada tahun 325 M oleh kaisar Romawi Konstantin I).

Yang juga penting untuk diketahui, kerajaan Romawi yang pada abad 5 merupakan kekuatan terbesar di dunia adalah penganut pagan, seperti umumnya penduduk dunia saat itu. Dewa matahari adalah dewa tertinggi yang mereka sembah. Kaisar Konstantin I, kaisar Romawi Timur ketika itu, menjadi gusar sekaligus panik ketika mengetahui bahwa ternyata sebagian besar rakyatnya mulai tertarik pada ajaran yang dibawa nabi Isa as.

Padahal ajaran tersebut datang pada awal-awal abad 1. Artinya ada jeda beberapa ratus tahun antara datangnya ajaran dan mulai tersebarnya ajaran Monotheisme itu. Hal yang sangat berlawanan dengan ajaran pagan yang menyembah banyak dewa. Maka demi mencegah perpecahan rakyat yang mungkin terjadi, sang kaisarpun segera menggabungkan kedua kepercayaan tersebut, Kristen dan pagan. Bagaimana caranya ?

Dari beberapa sumber, termasuk juga Odille, dikatakan bahwa nabi Isa as atau Yesus di identikkan dengan dewa matahari. Itu sebabnya dalam penggambaran orang-orang suci Kristen selalu terlihat lingkaran bersinar di belakang kepala. Tanggal 25 Desember, hari di saat mana matahari berada pada titik terjauh dari katulistiwa ( The Winter Saltice ) sekaligus hari lahir dewa matahari ditetapkan sebagai hari lahir Yesus. Sun day atau hari matahari yang dianggap hari suci bagi pagan ditetapkan sebagai hari suci Kristen.

« Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara ».(QS.An-Nisa(4) :171).

Salib Celtic

Salib Celtic

Begitulah akhirnya pada tahun 325 M dibawah perjanjian Nicea yang ditanda tangani kaisar Konstantin I, Kristen menjadi agama resmi Romawi. Dan tersebar ke Eropa termasuk Irlandia. Bahkan rakyat Irlandia hingga beberapa tahun belakangan masih tercatat sebagai rakyat yang sangat religius dibanding Negara Eropa lainnya. Meski tidak dapat dipungkiri percampurannya dengan ajaran pagan lebih terlihat kental dari pada Negara Eropa yang lain.

Agak kaget juga saya mendengar penjelasan Odille yang dengan jujur dan tegas berani mengatakan semua itu di depan tamu-tamu Perancisnya yang kemungkinan besar beragama Kristen. Ingin rasanya saya melihat reaksi dan air muka mereka. Namun mustahil karena penjelasan tersebut di berikan guide cantik kami itu di dalam bus. Dan lagi penjelasan tersebut diberikan secara sebagian-sebagian dalam beberapa hari sesuai keadaan dan kondisi hingga tidak terkesan membosankan apalagi mendikte.

 
Cliffden

Cliffden

Westport

Westport

Tralee

Tralee

IMG_1109

Galway

Setiap malam kami memang menginap di kota yang berbeda. Berangkat pukul 8.30 dan masuk hotel berikutnya sekitar pukul 7 malam kemudian keluar lagi untuk makan malam bersama. Begitulah ritual kami selama 8 hari. … 🙂

“ Orang Perancis kan rata-rata atheis”, bisik suami saya mengingatkan. Saya jadi teringat, Pauline, teman sekaligus guru saya bahasa Inggris di Paris pernah mengatakan bahwa sejak tahun 80-an anak muda Irlandia banyak yang mengikuti jejak saudara-saudara mereka di daratan Eropa, yaitu tidak mempercayai adanya Tuhan alias atheis. Pauline, perempuan setengah baya warga Irlandia yang taat pada agamanya, Kriten Katolik itu menceritakan kondisi tersebut dengan nada sedih campur kecewa.

Janji Sang Khalik terbukti benar, tipu daya manusia tidak mungkin dapat mengalahkan-Nya.

“ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”.(QS.Ali Imran(3):54).

“ Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya ‘.(QS.Al-An’am(6):123).

Di era modern seperti sekarang ini informasi memang tidak mungkin dapat dibendung. Dengan hanya duduk manis di depan komputer atau bahkan hanya dengan modal HP seseorang dapat surfing kemanapun ia suka untuk mendapatkan berbagai informasi. Dunia maya yang penuh misteri dapat dijelajahinya. Bahkan ayat-ayat suci Al-Quran dan hadist berikut penjelasannya dapat dengan mudah di acces. Meski tentu saja mempelajari keduanya tanpa bimbingan sama sekali sangat berbahaya, karena Al-Quran memang bukan bacaan biasa yang dapat ditafsirkan sesuka orang yang membacanya.

Dari pengalaman selama 8 hari di Irlandia, saya juga jadi tahu bahwa rakyat Irlandia ternyata sangat menyukai sesuatu yang bersifat mistis. Mereka beranggapan bahwa beberapa batu-batuan memiliki kekuatan tertentu. Ini terbukti dengan banyaknya batu-batu berwarna tertentu dengan macam-macam bentuk seperti kalung, cincin, bros dll yang dijual di semua toko di kota-kota yang kami kunjungi. Disitu dicantumkan dengan jelas bahwa tiap warna batu mempunyai sifat dan keberuntungannya masing-masing.

Hal ini membuat saya teringat akan kisah bagaimana orang-orang Quraisy dahulu suka membawa-bawa batu pemujaan ketika mereka bepergian, dengan harapan membawa keselamatan dan kesuksesan perdagangan mereka. Suatu hal yang menjadi penyebab  utama diutusnya rasulullah Muhammad saw agar mengingatkan mereka bahwa hal tersebut adalah hal yang keliru. Ini adalah termasuk dosa syirik, dosa besar yang tak terampuni.

“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar “.(QS.An-Nisa (4): 48).

Hikmah lain yang juga patut untuk dicatat adalah pengalaman 2 orang teman sebagai berikut.

“ Vin, coba dong fromage-nya”, bujuk Monique, seorang warga Perancis asal Vietnam yang bersuamikan orang asli Perancis, sambil menyodorkan keju ke hadapan saya. “ Dulu saya anti sama yang namanya keju, tapi saya sekarang suka sekali. Dulu saya tidak pernah minum wine, sekarang tidak ketemu wine sehari rasanya garing mulut ini”, ujarnya sambil tersenyum. Lebih dari separuh hidup perempuan berambut pendek ini memang dilewatkannya di Perancis. Ia meninggalkan tanah airnya ketika ia baru berumur 5 tahun dimana kemudian ia diadopsi oleh keluarga Perancis.

Sementara Tandar, seorang gadis budha asli Myanmar bercerita : ” Di negri kami, makan tidak boleh sambil berbicara, makan harus perlahan-lahan, makanan di dalam piring tidak boleh habis sampai licin”. “ Disini, saya makan selalu diolok-olok karena lambat. Orang selalu mengajak saya bicara dan diprotes kalau makanan di piring bersisa”. “ Akibatnya, ketika saya pulang kampung, saya dipelototi keluarga besar saya karena saya makan cepat sampai piringnya licin dan sambil berbicara pula”. Ia sudah 3 tahun bekerja di Paris dan akan selesai penugasan akhir tahun ini. “ Gawat nih”, katanya sambil tertawa lebar.

Penyesuaian diri memang sangat diperlukan. Selama hal itu tidak bertentangan dengan akidah dan mempunyai nilai positif, mengapa tidak .. Yang berbahaya kalau sampai mengganggu akidah. Tidak ringan memang perjuangan hidup di negri yang berbeda kultur dan kepercayaan , batin saya.

Suatu hari Odille menceritakan bahwa rakyat Irlandia, pada umumnya sangat menyukai taruhan, diantaranya yaitu balapan anjing atau greyhound. Untuk itulah maka kami diajak menyaksikan balapan yang cukup bergengsi ini. Balapan diadakan di stadion khusus di kota Tralee. Di luar dugaan kami, saya dan suami, ternyata stadion tersebut merangkap sebagai restoran. Jadi sambil menikmati hidangan, pelayan datang berkeliling mencatat anjing mana yang kita jagokan sekaligus membayar taruhannya. Na’udzubilah min dzalik ..Tak urung, terbersit rasa malu di hati ini .. Meski tiap taruhan minimum hanya perlu membayar 2 euro sekali putaran tetap saja ini dilarang dalam Islam.

“ Kalian tidak ikut taruhan ?”, tanya Nicole, teman kami semeja, teman satu grup tur. Dengan sopan dan sedikit tersenyum saya hanya menjawab : “ Non, c’est pas bien”, maksudnya itu tidak baik. Kontan wajah perempuan setengah baya tersebut langsung memerah, malu. “ Iya sih, tapi ini kan hanya main-main. Cuma 2 euro koq. Dan lagi sebenarnya baru 2x ini saya ikut. Sebelumnya pernah sekali menemani anak lelaki saya, bertahun-tahun yang lalu”, katanya berusaha membela diri. Kami hanya tersenyum menanggapinya.

Namun yang juga tak kalah mengagetkan, ternyata peristiwa ini sekaligus untuk merayakan hari terakhir para gadis yang akan menikah keesokan harinya. Kami berdua sempat terhenyak melihat sejumlah miss Tralee membopong-bopong organ vital tubuh lelaki yang tidak pantas di perlihatkan di muka umum, ke atas podium. Padahal disitu banyak anak-anak menyaksikan peristiwa tersebut. Merupakan tradisi, mereka beralasan. Astaghfirullahaladzim, kami hanya bisa mengelus dada.

Saya bergidik ngeri, tidakkah kebiasaan dan tradisi buruk seperti diatas ditambah lagi dengan hobby meminum minuman beralkohol, mempercayai kekuatan batu-batuan, penyembahan tuhan yang tidak tepat alias kesyirikan dll, akan memancing kemurkaan Sang khalik ?? Bukankah mereka orang-orang beragama ?

Dalam hati saya berpikir, ternyata beragama saja tanpa mempertanyakan apakah agama dan Tuhan yang disembah itu sudah benar dan tepat, tidaklah cukup. Allah swt, Tuhan seluruh alam semesta yang Satu, yang tidak lazim beranak dan diperanakkan, telah mengutus sejumlah rasul untuk mengingatkan dan mengajak kepada penyembahan yang benar. Namun bila ternyata manusia tidak mau mendengar ajakan tersebut ?? Bahkan mendustakannya …

Tidakkah mereka memahami bagaimana Sang Khalik mengazab kaum yang demikian, melalui berbagai bencana seperti gempa, angin puyuh dll .. Tidakkah mereka memperhatikan apa yang terjadi pada penduduk kota Pompei di Italia yang sungguh mengenaskan itu … Berlindung dibalik sains dan pengetahuan alam, orang-orang pandai selalu berdalih bahwa bencana alam adalah memang fenomena alam yang sudah seharusnya demikian. Tidakkah mereka mengetahui bahwa tanpa izin dan ridho Sang Pemilik semua itu tidak akan terjadi ??

Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri. Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: “Sesungguhnya nenek moyang kamipun telah merasai penderitaan dan kesenangan”, maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”.(QS. Al-A’raf(7): 94-96).

Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pengajaran?” (QS.At-Taubah(9):126).

IMG_0885Padahal begitu banyak nikmat yang telah dilimpahkan kepada rakyat Irlandia. Kecantikan alam yang begitu mempesona, ikan salmon yang hanya bisa ditemui di lautan Atlantik dan lautan Pasifik dengan cara hidupnya yang menakjubkan itu, domba dan sapi yang begitu mudah hidup dan berkembang hingga daging, susu dan bulunya dapat mereka manfaatkan.fb1

Oya, kami sempat dibawa ke peternakan lho, untuk menyaksikan peternak domba mencukur bulu dombanya. Juga ke tempat penggembala domba lain untuk menyaksikan bagaimana ia melatih 2 ekor anjingnya dalam membantu menggembalakan 1300 domba miliknya !.

“ Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa) nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu)”.(QS. An-Nahl (16):80).

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya”.(QS. An-Nahl(16):66).

Mungkin inilah saat yang tepat bagi kaum Muslimin untuk memberikan informasi yang benar tentang Sang Khalik, tuhan semesta alam yang mustinya harus disembah seluruh manusia tanpa perlu merasa congkak dan sombong karena kita lebih dahulu tahu dari mereka. Bahkan Allah swt berjanji mengganjar pahala 2 x lipat bagi ahli kitab yang mau kembali ke jalan yang benar, sebagaimana yang diterima raja Habasyah yang memeluk Islam setelah mendengar surat Maryam dibacakan oleh Ja’far bin Abi Thalib, salah satu sahabat yang ketika itu hijrah ke negrinya.

“ Dan apabila dibacakan (Al Qur’an itu) kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Qur’an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan Kami, sesungguhnya Kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan (nya). Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan” .(QS.Al-Qashash(28):54).

Jadi mungkin tidak berlebihan jika saya berharap semoga Allah swt menghitung perjalanan kami berdua ke Irlandia ini sebagai amal ibadah. Paling tidak, semoga keberadaan kami diantara 15 anggota grup kecil ini dapat sedikit memberikan gambaran mengenai Islam. Tentang apa itu makanan halal, bagaimana puasa, apa itu ijtihaj dll. Karena memang selama perjalanan tersebut ada saja teman yang menanyakan hal-hal tersebut. Bahkan juga ada yang bertanya tentang perempuan bekerja dalam Islam, tentang hubungan madu dan akhir zaman. Meski sebenarnya, dengan berjilbab saja tanpa peru berkata banyak, seorang Muslimah bisa dianggap berdakwah.

“Wow, kamu mencuci sepatu kamu? Debu banget yaa !», komentar Lawrence, seorang teman seperjalanan ketika melihat saya sedang mengelap sepatu saya sebagai bagian dari wudhu, di toilet perempuan.

“ Bukan, ini persiapan untuk shalat”, jawab saya.
Kamu mau shalat dimana?” tanyanya lagi.
Ya di bus saja. Karena hari ini perjalanan sangat padat, kalau harus menunggu sampai kami masuk hotel, seperti yang biasa kami lakukan, g akan keburu », jawab saya lagi.

“ Saya dengar, Al-Quran berkata bahwa kalau madu sudah sulit ditemukan di muka bumi ini, artinya itulah tanda akhir zaman, betul g ?”, begitu tanya Caroline, perempuan asli Perancis asal Lille, utara Perancis yang tampaknya seorang pecinta madu itu.

“ Wah, kalau Al-Quran rasanya g pernah dengar tuh, mungkin hadist. Yang pasti saya tahu, salah satu tanda akhir zaman itu bila homoseksual makin merajalale di muka bumi, seperti sekarang ini », jawab saya, yakin.

“Oh, soalnya homoseksual membuat terhentinya perkembangan manusia sih ya .. “, katanya lagi, juga yakin.

Wallahu’alam bish shawwab.
Jakarta, 1 Juni 2012.
Vien AM.

( Sambungan ).

Selama 8 hari di Irlandia, kami menggunakan mini bus yang dikemudikan oleh seorang sopir bule, asli Irlandia. Sementara guide kami, adalah seorang gadis Perancis yang telah 7 tahun tinggal di negri tersebut. Guide bernama Odille ini, benar-benar seorang guide yang luar biasa. Pengetahuan dan cara menyampaikan pengetahuannya tersebut patut mendapat acungan jempol. Selama perjalanan, gadis yang fasih berbahasa Inggris ini, dalam bahasa Perancis menceritakan berbagai hal, mulai dari sejarah resmi Irlandia, masuknya Kristen ke Irlandia lengkap dengan berbagai legendanya, hal-hal teknis seperti cara pembentukan bog atau tanah rawa atau tourbieres dalam bahasa Perancis, yang banyak dijumpai di negri ini, hingga mengajarkan lagu daerah yang populer di Irlandia, « Molly Mallone ». Molly Mallone adalah tokoh legendaris gadis penjaja buah-buahan yang mewakili penderitaan rakyat Irlandia.

Molley Mallone

Molley Mallone

IMG_0639

Athlone

Perjalanan dimulai dari ibu kota Irlandia, Dublin, di sisi timur, dan berakhir di Cork, kota ke 2 terbesar setelah Dublin, di barat daya. Dari Dublin kami menuju bagian tengah negri, Co. Westmeath, dan menginap di kota Athlone. Dalam perjalanan tersebut, situs penting yang kami kunjungi adalah biara kuno (monastere) Clonmacnoise, yang terletak di tepi sungai Shanon. Shanon adalah sungai terbesar yang membelah Irlandia. Dengan menaiki kapal kayu traditional, kami menyusuri sungai selama kurang lebih 1 jam hingga kami tiba di Athlone, dimana kami kemudian bermalam.

Biara kuno Clonmacnoise, sebenarnya hanya tinggal reruntuhan. Biara yang dibangun pada tahun 545 M oleh Santo Kieran de Clonmacnoise, adalah merupakan biara tertua di Irlandia. Kieran sendiri yang dianggap sebagai rasul/utusan Tuhan oleh umat Kristen Irlandia, meninggal dunia 6 tahun setelah ia membangun biara tersebut, dalam usia tidak lebih dari 30 tahun, karena penyakit pes.

Dari Athlone kami menuju Achille island, di barat laut. Dari pulau ini kami mulai menyusuri tepi barat Irlandia yang berbatasan langsung dengan samudra Atlantik, ke barat daya negri, untuk akhirnya berakhir di Cork dan kembali terbang ke Paris.

Cliff of Moher

Cliff of Moher

Bagian barat daya Irlandia khususnya Dingle dengan pantainya yang dinamakan Inche, adalah bagian terindah negri ini. Cliff of Moher, tebing cantik yang terkenal itu salah satunya.

Bayangkan saja, bus berjalan menyusuri jalan berliku yang diapit oleh laut biru dengan gunung-gunung kecil yang menyembul di antara birunya laut, di sisi kanan, dan jajaran dataran lumayan tinggi di sisi kiri, yang dipenuhi domba dan sapi yang dipelihara para peternak. Deretan gunung-gunung tersebut layaknya pasak atau paku yang ditancapkan agar bumi tetap kokoh berdiri pada tempatnya dan tidak mudah goyah.  Subhanallah .. betapa indahnya ciptaan-Mu ya Allah … Allahuakbar …

Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. …. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” .(QS.Ar-Raad(13):3).

“ Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?” ,(QS.An-Nabaa’(78):6-7).

Ironisnya, dalam salah satu kunjungan wisata yang diprogramkan oleh biro perjalanan kami itu, ville fantome atau dalam bahasa Indonesianya kota hantu, dijadikan salah satu obyek wisata. Kota yang telah menjadi reruntuhan batu tersebut terletak di dataran tinggi dengan pemandangannya yang sungguh indah, yaitu laut berpantai dan berbukit.

Sejarah Irlandia memang sangat tragis. Negri yang pernah dijajah selama ratusan tahun oleh Inggris ini pernah beberapa kali menderita kelaparan hebat. Yang terparah adalah antara tahun 1845 -1849. Kentang yang menjadi makanan pokok mereka diserang hama hingga sama sekali tidak dapat dikonsumsi. Padahal penjajah mereka, Inggris, sama sekali tidak mau perduli. Bahkan bantuan sultan Ottoman, Abdul Meshid, sebesar 10.000 pound bagi rakyat Irlandiapun diprotes oleh ratu Victoria, ratu Inggris ketika itu. Ia hanya menyetujui 1/10 nya dan menambahkan 2000 pound lagi dari negrinya.

Akibatnya 5 juta penduduk Irlandia mati kelaparan. Sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi ke luar negri diantaranya ke Canada, Inggris dan Amerika Serikat. Sedangkan orang-orang tahanan, pemerintah kolonial mengirim mereka ke Australia bila mereka bersedia membayar biaya perjalanannya, yang tentu saja sangat tinggi.

Selama periode itu pula, rakyat Irlandia dipaksa bekerja di tanah yang direbut orang-orang Inggris bila mereka ingin mendapat upah, 1 penny per hari. Jumlah yang sama sekali tidak ada artinya. Namun karena frustasi, tidak tahu apa yang harus dikerjakan, mereka tetap mengerjakannya. Meski pekerjaan itu hanyalah menumpuk batu-batu, tanpa tujuan apapun.

Tumpukan bebatuan tanpa bentuk yang jelas tersebut hingga saat ini dapat kita saksikan di seluruh penjuru negri, terutama di bagian tengah Irlandia, yang memang merupakan wilayah termiskin. Kabarnya, pemerintah Inggris pernah meminta agar peninggalan yang menyisakan citra buruk negrinya itu dihancurkan, tetapi rakyat Irlandia menolak karena mereka ingin menjadikannya kenangan, kenangan yang sangat menyakitkan hati. Malah di suatu lokasi di tepi jalan raya ( saya tidak begitu ingat dimana tepatnya) mereka mendirikan ornamen patung yang memperlihatkan seorang anak kecil sedang mengetuk pintu rumah seorang kaya karena kedua orang tuanya meninggal kelaparan.

Irlandia ( selatan) yang mayoritas beragama Katolik itu, baru berhasil memerdekakan diri dari penjajahan pada tahun 1948, setelah perjuangan yang sangat alot. Namun dibanding dengan negara kita tercinta, Indonesia yang merdeka 3 tahun lebih awal dari negri ini, Irlandia termasuk cepat dalam mengejar ketertinggalannya. Dalam kurun waktu kurang dari 35 tahun, Irlandia telah mengalami kemajuan pesat., terlebih setelah menjadi bagian dari Uni Eropa pada tahun 2000. Meski sejak tahun 2009, dengan adanya krisis ekonomi yang melanda seluruh Eropa, negri ini dilaporkan menjadi negri yang paling menderita dalam menghadapi krisis tersebut.

Sekedar informasi tambahan, tanah Irlandia bukanlah tanah yang subur. Hampir seluruh negri adalah tanah rawa yang membentuk lapisan gambut. Lapisan ini tertutup lapisan vegetasi yang telah melapuk, yang tidak jarang bisa mencapai ketebalan hingga 5 meter. Tanah ini sangat sulit untuk ditanami tanaman.

Pada salah satu kunjugan ke museum arkeologi di Dublin pada hari ke 2, kami sempat melihat sejumlah mumi yang bisa awet hingga hari ini karena tersimpan di bawah tanah jenis tersebut. Mumi-mumi yang ditemukan pada tahun 2003 lalu dan diperkirakan sebagai manusia yang hidup 2300 tahun lampau itu kemungkinan adalah korban sesembahan bagi tuhan agama pagan yang menjadi agama nenek moyang mereka.

Tiba-tiba saja saya bergidik, teringat mumi firaun, raja Mesir, yang ditemukan utuh padahal usianya telah ribuan tahun.

“ Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya)”.(QS.An-Naziat(79:21-26) .

“ Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami”.(QS.Yunus(10):92).

Ayat 92 surat Yunus diatas adalah firman Allah swt yang menunjukkan bahwa ditemukannya jasad firaun yang tenggelam di laut Merah ketika ia beserta pasukannya sedang mengejar nabi Musa as adalah atas izin Sang Khalik agar menjadi pelajaran berharga bagi umat yang datang kemudian, yaitu kita. Diantaranya yaitu jangan menyembah tuhan yang salah apalagi mengaku-ngaku sebagai tuhan, Naudzubillah min dzalik.

Croagh Patrick Mountain

Croagh Patrick Mountain

Westport

Westport

Patut menjadi catatan, adalah gunung bernama Croagh Patrick. Gunung ini terletak 8 km dari kota pelabuhan Westport di Co. Mayo ( Co adalah singkatan County, kurang lebih propinsi). Gunung ini terkenal karena sejak lama telah menjadi tempat ziarah umat Kristen manca Negara. Dengan bertelanjang kaki para peziarah mendaki gunung berketinggian 764 meter tersebut. Hal ini untuk mengikuti jejak santo Patrik, orang suci yang sering dianggap sebagai santo pelindung Irlandia sekaligus nabi, yang pada abad 5 pernah bertapa selama 40 hari di puncak gunung tersebut. Meski sebenarnya beberapa sumber menyebutkan bahwa ritual ini telah terjadi jauh sebelum kedatangan sang santo. Jadi sebenarnya ini hanyalah kelanjutan ritual paganisme yang dianut nenek moyang bangsa mereka, bangsa Celtes.

Untuk mengenang jasa santo Patrik yang dianggap telah memperkenalkan ajaran Kristen Celtik maka tanggal 17 Maret yang merupakan tanggal meninggalnya santo tersebut, diperingati sebagai hari besar resmi Irlandia. Malah belakangan, hari yang dikenal dengan nama St Patrick day ini diperingati oleh seluruh umat Kriten dunia. Hal ini dikarenakan baru pada abad 17 saja sang santo dikanonisasi.

Sebelumnya, selama seribu tahun pertama kedatangan Kristen, kanonisasi ( diakui sebagai orang suci dan berhak mendapat sejumlah penghormatan) hanya berhak dilakukan oleh keuskupan, tak lama setelah yang bersangkutan wafat. Dengan kata lain, santo Patrik sebenarnya tidak pernah secara resmi dikanonisasi oleh seorang Paus. Namun demikian ia tetap dihormati oleh umat Kristen seluruh dunia.

( Bersambung)

Jakarta, 29 Mei 2012.

Vien AM.

Senin 30 April 2012 pukul 10.25 pagi, saya dan suami menjadi bagian dari grup kecil wisatawan dari Paris – Perancis yang terbang menuju Dublin – Irlandia selama 1.5 jam. Beda waktu antara Perancis dan Irlandia adalah 1 jam, Irlandia lebih awal. Grup perjalanan dimana kali ini kami bergabung  adalah grup perjalanan khusus bagi karyawan perusahaan dimana suami bekerja, tetapi agen perjalannya sendiri adalah swasta.  Meski demikian, sebagian besar dari mereka, sebelum ini,  tidak saling mengenal, karena perusahaan raksasa Perancis ini memang  mempunyai pegawai hingga belasan ribu orang. Grup ini terdiri atas 15 orang.  Pegawai diizinkan membawa pasangan masing-masing. Itu sebabnya saya berada di sini, Alhamdulillah .. Dan yang juga tak kalah penting, ongkos perjalanannyapun istimewa. Perusahaan memberikan potongan yang cukup signifikan.

Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman (55):13).

Dublin_day1_098

Sungai Liffey – Dublin

Dublin_day1_120Irlandia adalah sebuah negara pulau yang terletak di sebelah barat Inggris. Negara dengan ibu kota Dublin ini selama 8 abad berada di bawah kekuasaan Inggris sebelum akhirnya memerdekan diri pada tahun  1948. Sementara Irlandia bagian utara yang mencakup 1/6 bagian dari pulau, dengan Belfast sebagai ibu kotanya, tetap berada di bawah kekuasaan Inggris. Hingga detik ini negara kerajaan di bawah ratu Elizabeth II ini masih harus kewalahan menghadapi perlawawan rakyat Irlandia utara.

Dibanding Negara-negara tetangganya di Eropa, Irlandia yang sejak tahun 2000 masuk menjadi bagian Uni Eropa, tampak tertinggal. Bahkan wajahDublin, kota dimana sungai Liffey membaginya menjadi 2 bagian, Dublin utara dan Dublin selatan, tampak tua dan kuyu. Yang terlihat mencolok dari kota ini adalah bentuk pintu rumahnya. Rumah, apartemen bahkan hotel-hotelnya memiliki kemiripan bentuk pintu yang diberi warna-warna mencolok, seperti merah, kuning, hijau dan biru. Sementara toko-tokonya, temboklah yang dicat war-warni. Ini kesan pertama yang tertangkap di semua kota yang kami kunjungi.

Di Dublin, kami mengunjungi Trinity College – universitas tertua di negri ini,  the Old Jameson – tempat penyulingan wisky dan braseri Guinness – tempat pembuatan bir hitam Guiness. Ke 3 tempat ini kabarnya adalah merupakan daya tarik utama wisatawan mancanegara ke Irlandia. Irlandia memang dikenal dengan wiski ( Irish whisky) dan bir Guinessnya. Tampaknya wiski dan bir bagi masyarakat negri ini ibarat nafas dalam kehidupan. Betapa tidak, ke2 jenis minuman beralkohol ( khamar) yang bagi umat Islam terlarang ini, bagi mereka adalah mutlak keberadaannya.

Dublin_day1_054Di setiap sudut kota, baik kota besar maupun kota kecil, bar-bar bertebaran menawarkan keduanya. Di tempat inilah berkumpul penduduk untuk sekedar bersilaturahmi, membicarakan berbagai macam masalah. Anehnya, beberapa sumber mengatakan, bahwa wiski dan alkohol di negri ini bukan penyebab utama kerusuhan dan keributan sebagaimana biasanya terjadi ditempat lain. Alasannya, alkohol yang dikandungnya sangat sedikit .

« Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya“. … Demikian ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, »(QS. Al-Baqarah (2) :219).

Apapun alasannya, bagi kita, turis Muslim, hal ini agak merepotkan. Ini pengalaman kami. Pada hari pertama kunjungan, rombongan makan siang di sebuah bar ( bar di sana adalah resto biasa yang tidak hanya untuk minum minuman keras). Tidak banyak pilihan makanan. Daging halal, tentu saja kami tidak berharap banyak. Inilah kekurangan bepergian dengan tur asing, ke negri minoritas muslim pula.  Pilihan kami tinggal makanan laut, binatang yang tidak perlu disembelih ketika kita hendak mengkonsumsinya.

“ Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya. Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas”. (QS. Al-Anám(6):118-119).

Ayat diatas memang memberikan kita keringanan yaitu boleh memakannya bila terpaksa. Namun karena saat itu kami masih mempunyai pilihan maka kami tidak/belum ingin menggunakan keringanan tersebut, dengan mengkonsumsi ayam atau daging yang tidak halal, misalnya. Bukan babi, tentunya.

Ketika itu, satu-satunya makanan laut yang tersedia hanya fish n chips, makanan favorit asal Inggris, yang juga menjadi makanan favorit Irlandia, Australia, New Zealand, Canada dan Afrika selatan. Ke 5 negara tersebut memang bekas koloni Inggris. Di kemudian hari, nyaris selama 8 hari tur tersebut, makanan inilah yang selalu menjadi menu utama kami semua. Alhamdulillah … 🙂

Yang menjadi masalah, tepung yang menjadi baham campuran utama penggoreng ikan, ternyata dicampur dengan wiski ! Ealah … 😦  .. Untung, akhirnya pihak resto mau mengerti keberatan kami hingga bersedia mengganti masakan tersebut dengan masakan yang bebas alkohol, setelah kami memintanya, tentu saja. Alhamdulillah .. Tetapi jangan lupa, saking sukanya dengan wiski, teh dan kopi merekapun dicampur dengan wiski lho, begitu pula permennya. Irish coffee, yang merupakan minuman khas Irlandia yang terkenal di dunia itu, mengandung wiski.

Yang menggembirakan, sejak kejadian di hari pertama itu, ada saja anggota grup yang sengaja mendekati kami untuk berbincang seputar hukum Islam. Diantaranya adalah seorang perempuan setengah baya berdarah Iran. Mulanya kami tidak mengira kalau ia seorang Muslim. Apalagi melihat wajah suaminya yang asli bule, seorang dokter asli Canada, yang ternyata adalah suami keduanya. Mereka baru menikah 5 tahun yang lalu. Kebetulan ulang tahun perkawinan mereka jatuh pada salah satu hari tur kami ini.

Dari perbincangan tersebut kami jadi tahu bahwa ia hijrah ke Paris dari Teheran, Iran, pada era kejatuhan Syah Reza Pahlevi di tahun 1979. Kami membahas banyak mengenai hukum Islam diantaranya tentang makanan halal, jilbab dan kedudukan perempuan dalam Islam.

Tu n’est pas une bonne musulman, alors “, demikian komentar suaminya di tengah-tengah percakapan, sambil memandang tajam istrinya.  Arti kalimat diatas kurang lebih adalah « kalau begitu kamu bukan Muslim yang baik dong ». Dari situlah kami baru tahu kalau perempuan bernama Choleh ( agak aneh ya, biasanya kalau di negri kita, Shaleh ini nama laki-laki) ini adalah seorang Muslimah. « Saya Syiah », akunya.

Malah ketika kami menceritakan alasan mengapa anak perempuan kami yang berusia 18 tahun memilih kembali ke tanah air karena sulit menjaga shalat, dengan nada pahit ia berkomentar : « Betapa  menyakitkannya hal tersebut ». Pandangannya terlihat menerawang jauh. Saya yakin, pasti ia teringat saat-saat pertama dulu ia pindah ke negri ini.

Saya hanya berharap semoga sekarang ia bisa menjalankan agama dengan lebih baik meski penampilannya yang terbuka disana-sini tidak mencerminkan hal tersebut. Bahkan sekali-sekali ia terlihat mau mencicipi bir yang ditawarkan sang suami tercinta yang tampaknya seorang penikmat bir hitam Guiness .. 😦   Minimal lega hati ini mendengar pengakuannya bahwa perkawinannya dengan pak dokter bule itu secara Islam.

Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”.(QS.Al-Baqarah (2):221).

Perlu dicatat, salah satu hal menarik mengapa kami ingin berkunjung ke Irlandia adalah karena adanya info bahwa beberapa tahun belakangan, Muslim di negri terujung barat Eropa ini berkembang cukup pesat. Foto masjid dengan bentuk unik yang saya temukan di internet sebelum keberangkatan kami, membuat kami makin mantab menjelajahi negri yang terkenal memiliki keindahan alam ini.

Sengaja kami mencatat alamat masjid dan cara bagaimana mencapainya. Alhamdulillah, di sore hari pertama tur itu, dengan menumpangi bus umum kami berhasil menemukannya. Kami sempat bertemu dan berbincang dengan 2 mahasiswi asal Malaysia yang kebetulan berada dalam satu bus dengan tujuan sama. Dari keduanya kami mengetahui bahwa Muslim banyak didapati di  Dublin ini. Bahkan di Griffith College, perguruan tinggi dimana mereka menuntut ilmu, Muslim bisa dibilang mendominasi kampus tersebut, sebagian besar mahasiswa asal Malaysia .. Subhanallah …

Masjid Dublin dibangun pada tahun 1983 oleh mahasiswa Muslim Dublin yang merasakan perlunya rumah ibadah bagi mereka, karena tak satupun masjid ada di kota ini. Dengan berpatungan membeli rumah penduduk yang terletak di sebelah kampus ( Griffith College) merekapun kemudian sedikit merenovasinya hingga layak menjadi tempat shalat. Di kantin masjid inilah berkumpul tidak saja mahasiswa Muslim kampus tersebut namun juga mahasiswa non Muslim hingga kerap terjadi dialog antar keduanya.

Hingga pada tahun 1996 akhirnya dibangun masjid terbesar di Dublin karena masjid kampus tidak lagi mampu menampung membludaknya jamaah. Sayang kami tidak sempat mengunjunginya karena info tersebut baru kami terima sore itu.  Seorang Muslim asal Pakistan yang menceritakan hak tersebut. Kami bertemu dengannya ketika kami sedang mengantri bus kembali dari masjid.

Dublin bukan rumah kami, umat Muslim pendatang. Maka dengan berlaku sopan dan tahu diri, tidak menjelek-jelekan agama mereka dan memojokannya, insya Allah justru membuka hati tuan rumah untuk mengenal Islam dan menerima kami dengan lebih baik ”, terangnya. Alangkah indahnya, teduh hati ini mendengarnya  …

“ Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan”. (QS. Al-Anám(6):108).

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

( Bersambung)

Paris, 20 Mei 2012.

Vien AM.

« Waduuh, cantik-cantik tapi udah molor aja padahal terbang juga belum », kata saya dalam hati, melihat seorang bule cantik tertidur dengan posisi sama sekali tidak cantik. Pemandangan ini saya temui ketika saya sedang mencari no kursi penerbangan kami menuju Dublin, Irlandia.

Lucunya, di akhir penerbangan saya baru menyadari bahwa perempuan tersebut ternyata satu dari  15 anggota grup dimana kami bergabung untuk menjelajahi Irlandia, negara pulau yang menjadi tertangga terdekat Inggris itu. Dan baru di akhir tur selama 8 hari itu, saya tahu atas alasan apa ia tertidur seperti itu.

Takut ! Ya, itulah satu-satunya alasannya. Caroline, begitu nama perempuan cantik asli Perancis  ini, mengakui bahwa ia sangat takut ketika ia harus terbang, menumpang pesawat terbang. Namun demikian rasa takut tersebut tidak cukup kuat untuk menghalanginya bepergian menikmati keindahan Negara-negara yang ingin dikunjunginya.   Untuk itu, maka setiap kali pesawat akan terbang, iapun menelan obat tidur !

Saya yakin, Caroline pasti bukan satu-satunya orang yang takut bepergian dengan menumpang pesawat terbang, terutama ketika pesawat baru take off, landing dan ketika pesawat berguncang karena harus melewati awan tebal. Jujur, saya adalah satu di antaranya. Dan pasti banyak orang seperti itu. Yang jarang mungkin orang yang sampai harus menelan obat tidur. Padahal, menurut saya, rasa takut itu, bila  sekali-sekali terjadi sebenarnya merupakan nikmat yang memiliki nilai tersendiri.

Betapa tidak, pada saat takut biasanya secara reflek, orang akan teringat Tuhannya. Tidak percaya ? Coba perhatikan, bahkan orang bulepun, yang notabene atheis alias tidak percaya akan keberadaan Tuhan, ketika mereka ketakutan minimal akan berteriak “Oh my god !”. Demikian pula yang tercermin pada film-film Barat. Ironisnya, begitu badai berlalu, maka merekapun segera melupakan pertolongan yang datang tersebut bahkan kembali melupakan atau mempersekutukan-Nya.

 “ Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo`a kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.” Katakanlah: “Allah menyelamatkan kamu daripada bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya.”(QS.Al-Anám(6):63-64).

Rasa takut sebenarnya sebuah nikmat besar, selama tidak berlebihan, tentu saja. Karena dengan adanya perasaan takut inilah seseorang dapat merasakan bahwa ada kekuatan tersembunyi yang dapat melindungi dan membantunya. Melalui rasa takut, terasa betapa kecil dan lemahnya kita ini.

Sungguh beruntung orang yang meyakini adanya Tuhan, Allah azza wa jala, Dia Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. Dalam keadaan takut diajarkannya kita untuk berdoa, memohon pada-Nya agar dibebaskan dari keadaan yang membuat kita takut. Dalam takut kita dapat merasakan indahnya doa. Rasulullah saw mengatakan bahwa doa yang langsung dikabulkan Allah swt salah satunya adalah doa yang dipanjatkan ketika kita dalam perjalanan atau safar ( doa seorang musafir).

Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang yang terzholimi, (2) do’a seorang musafir, (3) do’a orang tua pada anaknya.” (HR. Ahmad 12/479 no. 7510, At Tirmidzi 4/314 no. 1905, Ibnu Majah 2/1270 no. 3862. Syaikh Al Albani menghasankan hadits ini)

Doanyapun bukan doa sembarang doa melainkan doa yang dipanjatkan diantara rasa takut, khawatir harapan kita tidak terwujud dan harapan doa pasti dikabulkan-Nya. Karena sesungguhnya Ialah yang paling mengetahui mana yang tebaik bagi hamba-Nya. Maka dengan demikian ketika doa tidak terkabul kita tetap sabar menerimanya.

 “ … dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”.(QS.Al-Araf(7):56).

Takut tampaknya adalah fitrah manusia. Demikian juga percaya akan adanya Tuhan atau minimal percaya akan adanya kekuatan lain disamping diri manusia. Katakanlah kekuatan ghaib. Kekuatan ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi rasa tidak menyenangkan tadi yaitu takut. Dengan kata lain takut dan Tuhan itu 2 kata yang saling berkaitan.

Rasa takut sebenarnya bisa dibagi menjadi dua jenis. Pertama, takut gagal dan kalah, takut sakit, takut menderita, takut sakit hati, takut miskin dan hidup susah, takut mati dll. Intinya, semua jenis takut yang  sifatnya duniawi berada di jenis no 1 ini.

Sedangkan jenis takut yang kedua, adalah jenis takut terhadap Tuhannya.  Takut disini adalah takut terhadap pembalasan di alam akhirat. Rasa takut jenis ke 2 ini hanya dimiliki orang-orang yang percaya akan adanya hari pembalasan. Artinya hanya orang-orang beragama saja. Itupun kelihatannya hanya orang yang benar-benar takwa. Orang-orang seperti ini bisa dibilang tidak takut terhadap penderitaan yang sifatmya duniawi. Mereka itu adalah orang-orang yang berserah diri, pasrah pada kehendak Sang Ilahi, tentu setelah berusaha keras menghindari penyebab rasa takut itu sendiri. Mereka tegar karena meyakini adanya kadar dan takdir yang telah ditetapkan-Nya dan tidak mungkin mengindarinya..

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.(QS.Al-Baqarah(2):(153).

Ya begitulah orang beriman mengatasi rasa takutnya. Mereka tidak cukup hanya berdoa apalagi hanya menelan pil tidur, namun dengan shalat dan menahan sabar.

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 12 Mei 2012.

Vien AM.

Syukur

Manusia pada umumnya mencintai harta benda. Oleh karenanya menjadi kaya adalah idaman dan cita-cita kebanyakan orang.  Demi mencapai tujuan inilah orang rela mengerjakan pekerjaan apapun, tidak peduli apakah pekerjaan itu halal atau tidak, menzalimi orang lain atau tidak. Ironisnya, bukan cerita yang jarang bila sang istri/pasangan tercinta tidak hanya tidak tahu namun malah mendukung perbuatan buruk tersebut.

Ya, harta kekayaan memang sangat berpotensi menutup mata hati seseorang. Padahal tidak berbukti bahwa kekayaan dan kebahagiaan itu berbanding lurus. Buktinya, berapa banyak kita mendengar cerita anak-anak ‘broken home’yang biasanya berasal dari keluarga kaya raya. Berapa sering kita mendengar skandal perselingkuhan dan perceraian yang biasanya menimpa keluarga berkecukupan.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.(QS.Ali Imran(3):114).

Dari ayat diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa kecintaan terhadap harta benda memang telah menjadi fitrah manusia. Sejauh kecintaan tersebut tidak sampai membuat kita lalai terhadap kehidupan akhirat, hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah. Karena kehidupan dunia hanyalah sementara. Kehidupan yang jauh lebih kekal adalah kehidupan akhirat, yaitu surga atau neraka.

Oleh sebab itu, nikmat terbesar dalam hidup ini sesungguhnya adalah nikmat Iman dan Islam. Karena dengan bekal inilah seseorang akan mengetahui  hakekat kehidupan yang sesungguhnya. Dan kedua nikmat ini hanya dapat diperoleh dengan adanya mata hati yang bersih.

Melalui nikmat Iman, seseorang akan mempercayai adanya Sang Pencipta Yang Satu. Dengan nikmat Iman seseorang akan meyakini adanya yang ghaib, seperti para malaikat, surga dan neraka, hari pembalasan  dll. Dan dengan nikmat Islam seseorang akan mampu menikmati manisnya shalat, zakat, puasa serta indahnya berbagi dengan sesama. Sebagai dampaknya, maka orang-orang seperti ini tidaklah  akan terjebak dalam kenikmatan palsu, kenikmatan duniawi.

Tidak dapat dipungkiri kenikmatan dunia seperti harta benda dan kekayaan memang dibutuhkan dalam hidup ini. Karena kita memang hidup di alam dunia. Namun dengan adanya kesadaran bahwa ada kehidupan lain setelah kehidupan dunia, maka ia tidak akan terperangkap dalam kenikmatan tersebut. Ia akan berpikir kritis apa dan bagaimana resiko dan tanggung-jawab yang harus diembannya ketika ia menikmati kenikmatan  tersebut.

Tingkat kenikmatan seseorang berbeda-beda. Orang yang mampu menikmati indahnya Iman dan Islam pasti juga mampu menikmati indahnya pemberian kelima indra dari-Nya, yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba dan perasa. Dengan bekal inilah kita dapat menikmati betapa indahnya ciptaan-Nya.

Sebaliknya, sekiranya mereka ini dicoba dengan kurangnya salah satu dari ke 5 indra tersebut, mereka tetap mensyukurinya. Begitu pula bila mereka dicoba dengan kurangnya rezeki dll.

‎”Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya maka dia berkata,”Tuhanku telah memuliakanku”. Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata,”Tuhanku telah menghinaku”. Sekali-kali tidak! .. (QS.Al-Fajr(89):15-17)

Adalah salah besar orang yang beranggapan bahwa kekayaan dan kesempurnaan tubuh adalah suatu kemuliaan. Sementara kemiskinan dan kekurang sempurnaan tubuh adalah suatu kehinaan. Karena sesungguhnya baik kekayaan, kemiskinan maupun kekurangan, semua adalah ujian dan cobaan Allah Azza wa Jalla bagi hamba-hamba-Nya. Ini untuk mengetahui siapa sebenarnya yang tetap dalam ketakwaan, siapa yang tetap sabar dan bersyukur dalam menghadapi dan menyikapi kelebihan dan kekurangan tersebut .

“ Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.(QS.Al-Baqarah(2):45-46).

Yang juga perlu dicatat, syukur tidak hanya cukup dikatakan secara lisan. Syukur yang dikehendaki-Nya adalah syukur yang diucapkan lewat lisan, dengan niat yang tulus di hati serta di wujudkan dalam sikap. Shalat 5 waktu, zakat, sodakoh dan infak,  membaca Al-Quran dan berusaha memahaminya adalah salah satu contohnya. Mari kita saling mengingatkan untuk memotivasi diri agar selalu ada peningkatan kwalitas dalam ibadah/syukur.

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 29 April 2012.

Vien AM.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.(QS.Al-HUjurat(49):13).

Ya, salah satu hikmah terbesar mendapat kesempatan tinggal di luar negri memang adalah mengenal dan mengetahui keberadaan bangsa-bangsa lain. Sungguh merupakan nikmat yang kecil kemungkinannya bisa didapat bila kita tetap terus berada di dalam negri. Karena meski di kota-kota besar negri kita, apalagi Jakarta sebagai ibu kota Negara, bule bisa kita jumpai, nuansa dan suasananya sangatlah berbeda.

Di dalam metro ( transportasi umum bawah tanah Perancis), di pertokoan, di restoran, di jalanan apalagi di obyek-obyek wisata, yang jumlahnya banyak di kota pusat mode dunia ini, warna kulit dan bahasa yang bermacam-macam itu bisa menjadi daya tarik tersendiri.  Sungguh terasa, betapa hebatnya Sang Pencipta!

“ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui”.(QS.Ruum(30):22).

Paris adalah kota tujuan utama wisatawan manca Negara. Di kota ini bermacam bangsa, warna kulit dan  bahasa berbaur. Tentu saja tidak sama dengan berbaurnya umat Islam di kota suci Mekah yang berbaur karena landasan ketakwaaan. Di Paris, pada umumnya, orang berkunjung selain untuk mengagumi keindahan kota yang terkenal dengan menara Eiffelnya ini, juga  untuk berbelanja barang-barang mewah ber-merk.

Buktinya, lihat saja butik mewah kenamaan Louis Vuitton, rumah mode barang-barang kulit asli Perancis yang terletak di Champs-Elysees  itu. Orang rela berduyun-duyun mengantri di depan pintu butik ini demi membeli sebuah tas yang harganya bisa mencapai belasan juta rupiah ! Orang-orang Asia seperti Jepang, Cina, Korea dan juga orang Indonesia adalah termasuk mereka yang doyan mengantri. Malu juga sebenarnya hati ini, menyadari bahwa negara kita adalah negara miskin ntah, ke berapa di dunia ini. Bahkan mayoritas penduduknyapun Muslim, yang diajarkan agar hidup tidak berlebihan, tidak bermegah-megahan.

“ Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,”(QS.At-Takatsur(102):1).

Paris memang dikenal sebagai pusat mode dunia, kota yang juga dikenal romantis, tujuan bagi pasangan pengantin baru yang memiliki uang berlebih, untuk sekedar berbulan madu.

Namun demikian ternyata Paris juga bukan hanya tujuan orang-orang kaya. Buktinya, peminta-minta, dari hari ke hari, makin banyak saja, dan kebanyakan dari mereka adalah imigran. Yang lebih menyedihkan,  mereka adalah kaum imigran, korban perang dan kerusuhan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim ! Afganistan,  Palestina, Irak, Iran adalah contohnya. Untungnya, imigran dari Eropa Timur yang notabene bukan mayoritas Muslim ternyata yang tercatat sebagai imigran yang paling sering melakukan pencurian di metro.

Secara pribadi, terus terang saya tidak habis berpikir, mengapa para korban perang dan kerusuhan tersebut memilih Perancis sebagai tempat tujuan. Karena selain sulit menjalankan ibadah, iklim di negri ini sebenarnya juga kurang bersahabat, terutama pada saat musim dingin tiba. Tidak jarang saya melihat, ibu dengan bayi atau putra/putrinya yang masih kecil, mengemis di sudut-sudut jalan, sambil menahan rasa dingin yang betul-betul menggigit hingga ke tulang. Apalagi kalau hari Jum’at, di sepanjang jalan menuju masjid Mosque de Paris, berjejer mengemis para perempuan;  tua muda, dengan anak-anaknya ataupun sendiri saja.

Dari Hakim bin Hizam r.a katanya:”Tangan yang di atas (tangan yang memberi) lebih baik dari pada  tangan yang di bawah (tangan yang menerima atau meminta). Maka karena itu mulailah memberi kepada keluargamu. Sebaik-baik sedekah ialah ketika kaya. Barangsiapa  yang memohon dipelihara (agar ia tidak sampai meminta-minta) Allah akan memeliharanya dan barangsiapa yang memohon dicukupkan (agar ia tidak bergantung selain kepada Allah) Allah akan mencukupkannya.”

Jika mereka Muslim yang baik, pasti mereka tahu persis hadist di atas. Artinya, kalau tidak karena terpaksa pasti mereka tidak akan melakukan hal tersebut. Sungguh menyedihkan, bukan ?

Namun yang juga harus dicatat, kaum imigran tidak selalu orang miskin alias orang tidak mampu. Anak saya pernah memperkenalkan teman sekolahnya, seorang imigran asal Chechnya.  Ia dan keluarganya meninggalkan Negara bekas jajahan Rusia ini karena kerusuhan yang terjadi di negrinya. Demi memperjuangkan kemerdekaannya, negara berpenduduk  mayoritas Islam ini harus menderita hebat selama 2 x perang melawan Rusia.

Bella, demikan nama gadis teman putri saya ini, bersama keluarganya, hanya dengan bekal sejumlah uang tunai yang dapat mereka bawa, terpaksa meninggalkan harta kekayaan dan tanah air mereka tercinta. Menurut cerita putri saya, ayah dan abang Bella sesekali masih suka pulang ke negaranya untuk membantu perjuangan saudara-saudaranya di negri yang hingga detik ini masih juga bergejolak.

Tapi jangan dikira bahwa selama mereka di Perancis inipun mereka dapat hidup tenang. Karena sebagai imigran gelap yang tidak memiliki surat-surat resmi, sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan.  Pada saat-saat seperti ini sungguh terasa betapa tidak berartinya uang berapapun besarnya.

Saya juga mempunyai kenalan seorang warga Azerbaijan, yang juga bekas jajahan Rusia. Ia memang bukan imigran. Ia tinggal di Perancis  dalam rangka mendampingi suaminya bekerja di negri ini. Darinya saya menjadi tahu bahwa jumlah imigran asal negaranya di Perancis ini relative cukup banyak. Melalui  perkenalan ini pula saya jadi tahu sedikit tentang Azerbaijan.

Sama dengan Chechnya, negri ini juga sering dilanda kerusuhan.  Tidak hanya perang terhadap Rusia dalam rangka meraih kemerdekaannya  tetapi juga dengan Armenia, negri tetangganya.

Selama ini Holocaust yaitu peristiwa pembersihan ras Yahudi oleh Nazi paska PD II selalu dibesar-besarkan Barat. Menyusul baru-baru ini, Israel menuduh Turki harus mempertanggung-jawabkan peristiwa terbunuhnya sejumlah besar orang-orang Armenia. Padahal peristiwa tersebut telah terjadi pada awal tahun 1900-an. Tidak tanggung-tanggung, ia bahkan menyebutkan Genosida. Meski tentu saja hal ini tidak terbukti dan masih menjadi bahan perdebatan.  Namun pernahkah kita mendengar apa yang pernah dilakukan bangsa Rusia dan bangsa Armenia terhadap bangsa Arzeri  di Armenia, yang dilakukan belum terlalu lama ini, yaitu pada  1987-1988 ?

Arzeri yang rata-rata pemeluk Islam adalah nama penduduk Azerbaijan. Sebelum  tahun 1828, mereka merupakan 80 %  penduduk wilayah yang  saat ini menjadi wiayah Armenia yang mayoritas Kristen. Namun secara bertahap, mulai Rusia menguasai wilayah ini hingga Armenia melepaskan diri dari Rusia pada tahun 1918, bangsa Azeri  terus tersingkir.  Malah berdasarkan beberapa sumber, pernah pada suatu saat dilaporkan, tak satupun orang Arzeri hidup di Armenia.  Oleh pemerintah setempat dibantu Rusia, mereka dideportasi ke Azerbaijan.

Saat ini bangsa Arzeri di Armenia adalah bangsa minoritas. Permusuhan sengit antara keduanya terus terjadi hingga detik ini. Masing-masing saling mengklaim bahwa bangsa mereka telah berusaha untuk dipunahkan. Namun Barat tampaknya tidak mau peduli terhadap keluhan dan penderitaan Arzeri. Persis seperti yang terjadi atas bangsa Palestina oleh Yahudi di Yerusalem, khususnya  dan hampir seluruh wilayah Palestina yang direbut Israel.

Sementara pengalaman dan cerita saudara-saudari kita asal Magreban (Aljazair, Maroko dan Tunisia) lain lagi. Pada awal abad 19, penduduk ketiga Negara bekas jajahan Perancis ini awalnya didatangkan ke Perancis karena Perancis kekurangan tenaga kerja dan kecilnya angka kelahiran. Karena di negrinya sendiri lapangan pekerjaan juga sulit akhirnya secara bergelombang mereka datang memenuhi kebutuhan tersebut. Mereka beranak pinak di negri ini, mencintai dan menganggap Perancis sebagai negrinya sendiri. Bahkan pada beberapa kali perang,  banyak diantara bapak dan kakek mereka gugur dalam perang demi mempertahankan bangsa ( Perancis).

Ironisnya, detik ini, sejumlah tokoh politik Perancis mempermasalahkan masalah imigran ini. Para imigran dianggap tidak bisa berintegrasi dengan baik ( baca tidak mau meninggalkan ajaran Islam sebagai ajaran nenek moyang ! ). Seperti biasa, laicite, adalah alasannya.

« Saya berbahasa Perancis, saya bersekolah di sekolah umum Perancis, teman-teman sayapun banyak orang Perancis. Tinggal Islam, agama saya, yang tidak saya tinggalkan”, begitu keluh sebagian mereka.

Di klub dimana saya menjadi salah satu anggotanya, saya mempunyai 2 orang kenalan asli Jerman yang bersuamikan orang Islam Maroko, warga Perancis. Saya tidak yakin kalau ke 2 orang kenalan saya itu berpindah memeluk Islam.  Anak-anaknyapun saya tidak tahu, dididik dalam agama apa mereka itu.

“ Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran”.(QS.Al-Baqarah(2):221).

“ Kami beri nama anak kami Maryam Yasmin dengan panggilan Yasmin. Eh, sekarang setelah dewasa ia tidak mau dipanggil Yasmin, maunya Maryam”, demikian keluh salah satu kenalan saya itu. Sayang, saya tidak begitu paham maksud keluhannya. Apakah itu berarti anaknya telah memilih Islam sebagai agamanya dan merasa lebih nyaman dengan nama Maryam yang lebih islami daripada Yasmin ? Wallahu’alam.

Kenalan saya yang lain, suami-istri asli Perancis, bermenantukan gadis India Muslim. Itu sebabnya mereka berdua terutama sang ibu, sangat memahami saya. « Kamu tidak usah khawatir, saya sengaja masak makanan laut, agar kamu bisa makan. … Kue inipun tidak mengandung alkohol … Kalau kamu mau shalat, di kamar ini saja. Ini bersih”, kata kenalan saya tersebut, sambil menunjukkan kamar dimana saya bisa shalat..

Namun jangan heran juga, kalau dalam sebuah perdebatan, ia kukuh membela prilaku Homoseksual! Alasannya sederhana saja, setiap orang kan bebas memilih mengikuti kehendaknya. Itulah toleransi. Yaah, beginilah cara berpikir orang yang tidak beragama, yang tidak percaya akan adanya Tuhan, tidak percaya adanya kehidupan setelah kematian, bahwa suatu saat nanti akan dibangkitkan dari kematiannya. Cara berpikirnya hanya kebaikan dimensi duniawi.

“ Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?” (QS.Al-Isra(17):49).

“ Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pengajaran?”(QS.At-Taubah(9):125-126).

Bergidik hati ini, membayangkan kemurkaan Sang Khalik. Perancis di akhir April, malah di awal Maret mustinya sudah memasuki musim semi, waktu dimana daun-daun mulai tumbuh dan bunga2 mulai bersemi setelah 3 bulan lamanya bersembunyi dari dinginnya salju. Dengan mulai naiknya suhu udara, matahari yang menghangati permukaan bumi, mustinya, inilah masa-masa indah yang paling dinanti-nanti.

Namun bagaimana nyatanya? Hingga detik ini, di pagi hari suhu masih berkisar antara 3-6 drajat, siang antara 7-12 drajat. Bagi orang asing atau pendatang mungkin hal ini tidak begitu terasa. Tetapi bagi penduduk atau ilmuwan, terutama  yang bergerak di bidang meteorologi, ini bukan hal yang biasa. Lebih jauh lagi, ini bisa berakibat fatal, karena akan sangat mengganggu ekosistim. Perubahan cuaca akan mengganggu berbagai hal, diantaranya panen, yang pasti sangat dibutuhkan manusia. Tidakkah mereka menyadari bahwa ini adalah peringatan dari-Nya??

“Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar? Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS.Al-Qashash(28):71-72).

Dulu, pada zaman nabi Musa as yang diberi mukjizat tongkat menjadi ular kepada penduduk Fir’aun di Mesir yang ahli shir, para ahli sihirlah yang paling dahulu beriman. Sekarang, di zaman dimana sains dan ilmu pengetahuan berkembang pesat,  siapakah yang kira-kira akan beriman terlebih dahulu ?

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 24 April 2012.

Vien AM.