Feeds:
Posts
Comments

Kubah, menara, mihrab dan mimbar adalah 4 hal yang umumnya menjadi tanda sebuah masjid. Meski sebenarnya bukan menjadi keharusan. Sebaliknya patung dan gambar mahluk hidup haram hukumnya. Itu sebabnya ketika Rasulullah memasuki Ka’bah setelah penaklukan Makkah ( Fathu’ Makkah) hal pertama yang dilakukan Rasulullah adalah menurunkan patung-patung dan menghapus gambar-gambar yang ada didalam bangunan kubus tersebut.

masjd Ali Pasha, Kairo

masjd Ali Pasha, Kairo

Pada masa kejayaan Islam, masjid tumbuh bagaikan jamur di musim hujan. Saking banyaknya masjid di kota Kairo yang ditaklukan pada tahun 640 M, kota ini memperoleh gelar negri 1000 menara. Begitu juga kota-kota di Andalusia Spanyol yang selama 7 abad memang pernah berada di bawah kekuasaan Islam. Masjid dan madrasah terlihat dimana-mana. Bahkan hingga kini bila kita berkendaraan di wilayah tersebut menara-menara tua bekas masjid masih terlihat dari kejauhan.

Katedral Jerez, Spanyol

Katedral Jerez, Spanyol

IMG_9466

Katedral Palermo, Sisilia

IMG_3808

Katedral Malaga – Spanyol

Peninggalan masjid dan madrasah di Spanyol hingga kini masih bisa disaksikan. Sejumlah katedral  seperti katedral di Sevilla, Cordoba, Granada, Toledo, Malaga dan  Saragosa adalah bekas masjid yang sudah direnovasi sedemikan rupa. Demikian pula katedral-katedral di Sisilia, Italia. Bahkan mihrabnyapun di sebagian kecil gereja-geraja tersebut masih ada yang dipertahankan.

( Baca https://vienmuhadi.com/2009/11/10/menilik-jejak-islam-di-eropa-2-andalusia/

marbella-mosque-king-abdul-aziz-21860387

Masjid Marbella – Spanyol

Sayang ketika berada Andalusia Spanyol, kami tidak sempat mengunjungi masjid cantik King Abdul Aziz, nama lain masjid Marbella, yang dibangun megah di perbukitan kota pantai  Marbella itu.

2009-11-Granada Alhambra_27

Mezquita Del Cristo De La Luz, Toledo, Spain

Mezquita Del Cristo De La Luz, Toledo, Spain

Alhambra5Selain ke 4 hal diatas, kaligrafi yang menjadi ciri khas masjid juga bisa dijadikan tanda bahwa sebuah bangunan tadinya adalah masjid. Pada masa itu masjid-masjid selain jamaahnya membludak juga indah. Masjid besar selain dilengkapi dengan madrasah lengkap plus perpustakaannya dan pasar yang tidak seberapa jauh, biasanya juga diperindah dengan taman dengan air mancur air mancurnya.

Sebaliknya ada hadist yang mengatakan bila masjid hanya diperindah dan orang berlomba membangun masjid namun tidak meramaikannya ( tidak menggunakannya untuk shalat dan kegiatan keagamaan lainnya) maka itu adalah salah satu tanda datangnya hari Kiamat.

HR.Khamsah, kecuali Imam Tirmidzi dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dari jalan Anas ra. dari Nabi saw. “Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum orang-orang saling berbangga diri dengan masjid-masjidnya”.

Di negri kita tercinta, Indonesia, tampaknya tanda-tanda tersebut mulai terlihat. Orang-orang kaya  berlomba membangun masjid yang bagus dan indah namun tidak banyak orang yang mengerjakan shalat di dalamnya.

Masjid Milan, Italia

Masjid Milan, Italia

Masjid di Moskow, Rusia

Masjid di Moskow, Rusia

Masjid Madrid, Spanyol

Masjid Madrid, Spanyol

masjid di London

masjid di London

Masjid Petersburg, Rusia

Masjid Petersburg, Rusia

Kazan Mosque, Rusia

Kazan Mosque, Rusia

Terbalik dengan apa yang terjadi di benua Eropa. Masjid di daratan Eropa yang lumayan indah bisa dihitung dengan jari. Tetapi ini harus kita syukuri. Karena sungguh tidak mudah membangun rumah ibadah bagi umat Islam di benua ini. Apalagi pasca tragedi September 2001. Sejak beberapa tahun lalu Swis, negara yang dikenal dengan sebutan Euro Islam ini, melarang pembangunan menara masjid. Hal ini kemudian menjalar ke negara-negara tetangga seperti Jerman, Belanda, Belgia dan Italia.

Masjid di Roterdam

Masjid di Roterdam

Kubah Masjid Biru Istanbul, Turki

Kubah Masjid Biru Istanbul, Turki

Masjid di Kehl, Jerman

Masjid di Kehl, Jerman

Masjid Roterdam

Masjid Roterdam

Kubah masjid Jenewa

Kubah masjid Jenewa

Namun demikian, di Roterdam Belanda pada tahun 2012 dan dua masjid besar yang ada di Jenewa dan Zurich, dua kota terbesar di Swis, memiliki menara yang lumayan tinggi. Bahkan kabarnya negara yang luasnya hanya 1\3 pulau Jawa ini memiliki ratusan masjid meski hanya majid-masjid kecil. ( atau mungkin hanya mushola ??).

Mosque de ParisSementara itu Muslim di Perancis pantas bersyukur karena di Paris berdiri dengan megahnya sebuah masjid, yaitu Grande Mosquee de Paris. Masjid dengan menara setinggi 33 meter ini berdiri setelah melewati perjuangan panjang seorang diplomat Maroko kelahiran Andalusia. Masjid yang terletak dipusat kota ini akhirnya dapat berdiri dengan tegak  pada tahun 1926 M, 20 tahun setelah peletakkan batu pertamanya.

Masjid ini didirikan sebagai tanda terima kasih atas pengorbanan 70.000 tentara Muslim ( sebagian besar keturunan Aljazair, Tunis dan Maroko di Afrika Utara) yang berperang untuk Perancis. Untuk diingat, Paris ketiga negara tersebut adalah Negara bekas jajahan Perancis. Sebagai catatan, pada PD II, masjid Agung Paris ini pernah digunakan sebagai tempat pengungsian rahasia dan perlindungan bagi warga Yahudi yang dikejar pasukan Jerman. Dari masjid ini pulalah dikeluarkan puluhan, bahkan ratusan surat tanda lahir muslim palsu untuk melindungi anak-anak Yahudi dari kematian akibat ditangkap Jerman untuk dibawa ke kamp konsentrasi.

IMG_4702

IMG_4694IMG_1153IMG_1155IMG_1154cropmosque de parisMasjid Agung Paris memiliki arsitektur gaya Maure-Hispano, gaya Muslim Spanyol. Masjid Karaiyun Fez di Maroko yang menjadi inspirasi masjid ini. Seperti juga masjid-masjid di Andalusia dan istana Alhambra di Granda, Spanyol, taman dengan sejumlah air mancurnya menghiasi masjid ini.

IMG_4695IMG_4704IMG_4694IMG_4690Saat ini meski masjid terlihat kurang terawat karena kekurangan dana ( itu sebabnya, belakangan ini masjid dibuka untuk turis. Dengan biaya 3 euro para turis bisa berkeliling melihat-lihat masjid) masjid masih digunakan secara aktif. Bahkan pada waktu shalat Jumat kaum Muslimin harus berdesak-desakan mencari tempat. Tidak saja jamaah lelakinya namun juga jamaah perempuannya. Masjid ini juga dilengkapi dengan madrasah, perpustakaan, hamam dan restoran.

IMG_4696IMG_4700Suatu ketika, ba’da shalat Jumat, seorang gadis ber-abaya hitam menghampiri saya. Rupanya ia penasaran dengan Al-Quran yang saya baca. Ia menanyakan mengapa Al-Quran saya banyak keterangan-keterangannya. Kebetulan saya hari itu memang membawa Al-Quran dimana tertulis Asbabun- nuzul ayat. Ia juga terheran-heran ketika saya terangkan bahwa kalimat yang ada di bawah setiap kata itu bukan cara membacanya namun artinya.

“ Jadi anda bisa membaca huruf-huruf Arab tersebut?”, tanyanya terheran-heran. Saya katakan bahwa rata-rata Muslim Indonesia bisa membaca Al-Quran walaupun tidak tahu artinya. Dalam hati, saya berkata, malu juga hati ini .. masak bertahun-tahun shalat minimal 5 kali sehari dan mengaji namun tidak juga faham artinya … 😦  ..

Namun lebih lucu lagi, gadis keturunan Tunisia kelahiran Paris itu berkata bahwa ia dan rata-rata teman Muslim Arabnya malah tidak bisa membaca huruf-huruf Al-Quran! Ia membaca Al-Quran berkat bantuan tulisan latin dibawahnya. Olala ..

Tetapi ia bersyukur, beberapa tahun belakangan ini Mosquee de Paris membuka kursus tajwid. Juga kursus agama dan bahasa Arab. Setiap Sabtu sekarang ia mengikuti berbagai ilmu agama di masjid tersebut. “ Gratis pula .. “, katanya senang. Ia menambahkan dari hari ke hari makin banyak saja orang Perancis yang tertarik dengan ajaran Islam. Allahuakbar ..

Berikut beberapa masjid lumayan besar kota-kota utama Perancis yang berhasil kami tandangi.

Mosque de Bordeaux

Mosque de Bordeaux

Mosque de Pau - France

Mosque de Pau – France

Masjid Genevilliers, Perancis

Masjid Genevilliers, Perancis

Masjid di Evry Courcouronnes Paris

Masjid di Evry Courcouronnes Paris

IMG_1992

Masjid Strassbourg (2012)

Masjid Strassbourg (2012)

Masjid Lille, Perancis

Masjid Lille, Perancis

Sebenarnya Grande Mosquee de Paris bukan satu-satunya masjid di Paris. Melalui http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_mosques_in_Europe saya menemukan bahwa masjid di Paris bahkan Perancis dan Eropa ini cukup banyak.  Namun ketika kami berjalan-jalan dan mencoba mencari lokasi masjid, dengan bantuan GPS, sesuai list tersebut, ternyata kami sulit menemukannya. Karena ternyata sebagian besar masjid itu hanya masjid kecil yang letaknya amat terpencil dan seringkali tidak terlihat dari luar. Bahkan tulisan dan tanda-tandanyapun tidak ada. Kita baru bisa menemukannya bila kebetulan berpapasan dengan Muslim lain,menanyakannya, dan sangat beruntung bila ia mengetahuinya !

Begitupun masjid dimana suami saya selalu melakukan shalat. Masjid ini adalah bangunan apartemen 3 lantai milik Mulim yang diwakafkan.  Karena tidak memadai akhirnya shalat Jumat terpaksa dilaksanakan dua kali. Bahkan dibeberapa tempat dan kota( seperti Marseilles dimana jumlah Muslim dikabarkan amat banyak)  sejumlah Muslim terpaksa melaksanakan shalat Jumat di jalan-jalan. Hal inilah yang hingga detik ini menjadi pemicu debat berkepanjangan di parlemen. Hampir setiap hari televisi menyiarkan berita dan debat mengenai Islam, mengenai penting tidaknya pemerintah mendirikan masjid dll.

Saya pikir, ‘ Inikah yang disebut tipu daya Allah? “. Tujuan mereka ingin menjelekkan dan menjauhkan masyarakat yang makin lama makin tertarik dengan ajaran Islam. Namun nyatanya dengan sering munculnya perdebatan mengenai Islam justru makin banyak lagi orang Perancis yang memeluk Islam! Tidak hanya di Perancis tetapi juga di Inggris, Belanda dan negara-negara Eropa lainnya.

« Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya ».(QS. Ali Imran (3) :54).

Majid Toulouse, Perancis

Majid Toulouse, Perancis

Masjid Lyon, Perancis

Masjid Lyon, Perancis

Lain lagi dengan masjid di Toulouse, Perancis Selatan. Masjid yang nyaris siap pakai tersebut di protes masyarakat sekitar. Padahal masjid tersebut sengaja di bangun di lokasi yang tidak jauh dari masjid lama yang kecil dan terpencil.

Kabar terakhir dari Marseilles. Yves Moraine, pemimpin partai berkuasa UMP seperti dikutip BBC belum lama ini menerangkan bahwa lebih baik memberi tempat berkumpul ( maksudnya masjid ) yang terbuka dan terlihat secara jelas kepada kaum Muslimin dari pada mereka harus diam-diam berkumpul dan membicarakan serta merencanakan sesuatu ( maksudnya terorisme) di gudang-gudang atau apartemen lusuh. Karena, masih menurutnya, pemerintah akan lebih mudah mengawasi gerak-gerik kaum Muslimin. ( Baca : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/07/13/124461-muslim-marseille-menyulap-katredal-menjadi-masjid ).

IMG_0420

Masjid di Dublin, Irlandia

Untuk itu, Notre Dame de la Garde, katedral yang berdiri di atas ketinggian Marseille, kabarmya akan dihibahkan untuk  umat Islam. Katedral yang memiliki corak bergaris hitam putih mirip masjid ini memang terlihat kurang terawat karena lama ditinggalkan umatnya. Sejarah mencatat, betapa banyaknya gereja tua di Eropa yang tak terawat akhirnya dibeli oleh kaum Muslimin kemudian dijadikan masjid. Masjid di Dublin Irlandia adalah salah satu contohnya. Subhanallah …

Bila hal ini benar-benar terlaksana masjid agung Marseille ini bakal mampu menampung 7000 jamaah. Dengan demikian masjid yang rencananya akan dilengkapi perpustakaan raksasa ini bakal menjadi masjid terbesar di seantero Perancis.

Namun banyak pihak yang menentang rencana ini. Politikus kawakan Marie Le Pen dan putrinya Marine Le Pen yang dikenal sangat anti Islam tentu saja yang paling merasa jengkel bagai kebakaran jenggot.

“Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci”.(QS.Ash-Shaf(61):8)

Tampaknya saudara-saudara Muslim kita di Perancis masih harus bersabar menanti Islam menjadi tuan rumah di negri Sarkozi ini. Agar pemerintah segera mengizinkan warga Muslimnya memiliki rumah sendiri, yaitu masjid. Bersabar agar dapat kembali ke habitat sebagaimana ikan bersabar menanti dimasukkan kembali ke lautan atau keburu menggelepar kehabisan oksigen ..  Apalagi, jajak pendapat terakhir mengatakan bahwa Marine Le Pen berhasil mengungguli sang presiden berkuasa !

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 2 Maret 2011.

Vien AM.

“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat.  Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang”.(QS. An-Nur(24):36-37).

Itulah masjid, tempat yang dimuliakan dimana didalamnya para hamba yang takwa menyebut-nyebut nama-Nya, meng-agung-kan-Nya.

Masjid bagi umat Islam bukanlah sekedar lambang atau tempat suci untuk mengerjakan shalat. Namun juga tempat untuk mengerjakan segala sesuatu yang sifatnya demi mengagungkan dan membesarkan Sang Khalik, Allah  azza wa jalla. Meski tanpa itu semuapun Allah swt tetap dalam ke-Agung-an dan ke-Besar-an-Nya.

Masjid adalah rumah yang paling mulia. Tempat ini merupakan tempat paling baik bagi umat Islam untuk berkumpul melaksanakan shalat, membaca ayat-ayat suci Al-Quran, memahami dan mengkajinya.  Dengan berkumpul di masjid minimal 5 kali sehari, tua muda, kaya miskin dan apapun kebangsaan serta warna kulitnya akan terbentuk ikatan persaudaraan yang kuat dengan landasan cinta dan patuh hanya kepada-Nya.

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Shalat berjamaah itu lebih utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat”.

Masjid adalah tempat terbaik untuk berdoa dan mendirikan shalat, baik shalat sendiri apalagi shalat jamaah. Di dalam masjid inilah diharapkan terbangun ukhuwah dan mahabbah antar sesama kaum Muslimin. Dan semua ini diikat karena ketaatan dan kecintaan kepada Sang Khalik, Allah Azza wa Jalla Yang Esa.

Maka adalah wajar bila umat Islam dimanapun berada, sampai kapanpun, akan selalu memerlukan keberadaan masjid. Perumpamaan kaum Muslimin dengan masjidnya adalah laksana ikan di dalam lautan. Ia akan mati bila harus dikeluarkan dari habitat aslinya.

Masjid-Quba

Masjid Quba

Itu sebabnya hal pertama yang dibangun begitu Rasulullah hijrah ke Madinah adalah membangun masjid. Masjid tersebut adalah masjid Quba yang terletak 5 km di sebelah tenggara Madinah. Masjid ini dibangun pada tahun 1 H atau tahun 622 M, hanya beberapa saat sebelum memasuki Madinah.

Rumah ibadah tersebut amat sangat sederhana. Bahkan pembangunannyapun hanya dalam hitungan hari. Karena bangunan masjid memang tidak rumit. Tidak perlu hiasan, lukisan dan sebagainya. Dari sini jelas terlihat betapa penting dan tingginya kedudukan masjid itu.

« … Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih”.(QS.At-Taubah(9) :108).

Masjid Quba yang kita lihat saat ini telah berubah jauh dari awal pembangunannya. Masjid ini setiap hari selalu ramai dikunjungi jamaah yang melakukan ibadah haji maupun umrah. Meski demikian berdasarkan hadist dibawah ini, masjid Quba bukan termasuk ke dalam 3 masjid yang memiliki ke-utama-an  bagi umat Islam.

Dari Abu Ad-Darda’ ra, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsa lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad).

1. Masjidil Haram.

Masjidil Haram.png_thumbMasjidil Haram di Mekah adalah rumah ibadah di dunia  yang pertama kali didirikan. Dasar Rumah ibadah ini sudah ada sejak zaman nabi Adam as. Nabi Ibrahim as dibantu putranya nabi Ismail as meneruskan pendiriannya beberapa ratus kemudian ( atau ribu tahun ?? ) karena adanya perintah dari Sang Pemilik, Allah swt.

“ Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdo`a): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.(QS.Al-Baqarah(2):127).

sai 2011

Sa’i

Masjidil Haram Desember 2015P1010016Keutamaan masjid ini adalah karena adanya Ka’bah di dalam masjid tersebut. Di masjid inilah setiap tahun pada bulan Zulhjjah umat Islam melaksanakan ibadah haji. Sementara setiap waktu umat Islam datang membanjiri bait Allah ini untuk melaksanakan ibadah umrah.

Masjid ini pertama kali diperluas pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, yaitu pada tahun 17 H atau 639 M. Saat ini Masjidil Haram yang mempunyai luas 328.000  meter persegi dapat menampung 730.000 jamaah dalam satu waktu sholat berjamaah. Pada musim haji pemerintah Arab Saudi mampu menerima lebih dari 1.5 juta tamu Allah belum termasuk jamaah tuan rumah. Indonesia sendiri tahun ini dikabarkan mendapat tambahan kuota haji sebesar 10 ribu hingga totalnya mencapai 211 ribu jamaah.

2. Masjid Nabawi.

masjid-nabawi

Masjid Nabawi didirikan begitu Rasulullah usai mendirikan masjid Quba dan shalat di dalam masjid tersebut. Dari Quba beliau saw segera meneruskan perjalanan. Di ambang pintu Madinah ( dulu Yatsrib), dimana penduduk kota mengelu-elukan kedatangan sang utusan, Rasulullah membiarkan untanya berjalan sendiri tanpa kendali hingga akhirnya berhenti di suatu tempat. Tempat itu adalah tanah milik dua anak yatim piatu. Ini adalah petunjuk dan kehendak Allah swt. Rasulullah kemudian membeli tanah tersebut dan menjadikannya masjid. Itulah masjid Nabawi atau masjid Nabi.

Nabawi1 (2)Di dalam masjid ini terdapat makam nabi yang dinamakan Raudhah yang artinya taman surga. Raudhah dapat dengan mudah dikenali dengan melihat kubah hijau yang terletak di bagian selatan masjid, disamping mimbar dimana imam biasa memimpin shalat.

Pada awal pendiriannya masjid ini hanya berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m. Dindingnya terbuat dari batu bata dan tanah, sedangkan atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopangnya dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka. Rasulullah saw turut membangunnya dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para sahabat dan kaum muslimin.

Rasulullah dan keluarga mendiami salah satu sisi masjid sederhana ini. Sementara sejumlah fakir miskin yang tidak memiliki rumah menempati salah satu bagian lain. Masjid juga merangkap madrasah yaitu tempat belajar. Didalam masjid inilah para sahabat selalu berkumpul. Dari kegiatan ibadah seperti shalat, mengkaji ayat-ayat, memotong kurban, membicarakan masalah keseharian penduduk hingga membahas strategi perang.

Islam adalah pandangan hidup, way of life. Karenanya tidak ada pemisahan antara kehidupan spiritual dengan kehidupan sosial dan politik. Semua menjadi suatu kesatuan. Kehidupan dunia bagi umat Islam adalah karena-Nya dan untuk-Nya.

Selama beberapa waktu masjid Nabawi tetap dalam keadaan demikian hingga akhirnya direnovasi dan diperluas untuk pertama kalinya pada masa kekhalifahn Umar bin Khattab pada tahun 17 H. Saat ini masjid memiliki luas hampir 100.000 m², belum termasuk lantai atas yang mempunyai luas 67.000 m². Masjid Nabawi saat ini dapat menampung sekitar 535.000 jemaah setiap harinya.

” Barangsiapa mendatangi masjidku ini dan ia tidak mendatanginya melainkan  untuk mempelajari suatu kebaikan dan mengajarkannya maka kedudukannya laksana pejuang fi sabilillah. Namun barangsiapa datang bukan dengan tujuan tersebut maka ia seperti orang yang melihat harta orang lain”. (HR Bukhari).

3. Masjidil Aqsho.

Selanjutnya adalah Masjidil Aqsho. Masjid ini adalah kiblat pertama umat Islam sebelum dipindahkan ke Makah.

“ … Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. … “(QS.Al-Baqarah(2):143).

Dari Al-Barra’ bin Azib ra, ia berkata, “Kami sholat bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, kemudian beliau mengalihkan arah ke kiblat (di Mekkah).” (HR Bukhari dan Muslim).

Masjid As-Saqrah

Bagian dalam kubah As-Sakrah sedang di renovasi

Bagian dalam kubah As-Saqrah yg sedang di renovasi

kubah masjidil Aqsho

Masjidil Aqsho

 Masjid suci ke 3 setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ini terletak di Yerusalem Timur. Masjidil Aqsho terletak di dalam sebuah kawasan yang dinamakan Haram al Quds al Syarif. Di dalam  kawasan ini berdiri 2 masjid, yaitu Masjidil Aqsho yang berkubah abu-abu, dan Masjid As-Saqrah ( Masjid Kubah Batu/ Dome of the Rock) yang kubahnya ke-emas-an dimana di dalamnya terdapat “batu terbang”.

https://teguhimanprasetya.wordpress.com/2010/02/12/batu-terbang-masjid-al-aqsha-dan-kubah-emas/

Dari batu tersebut Rasulullah menuju singgasana-Nya dengan mengendarai buroq, sejenis kuda putih bersayap. Disanalah Rasulullah menerima perintah dari Tuhannya agar mendirikan shalat 5x dalam sehari.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. ( Terjemah QS. Al-Isra(17):1)

Dikisahkan dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya:

“Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam. Kemudian aku turun menemui Musa ’alaihis salam. Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?” Aku menjawab: “50 shalat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya aku telah menguji dan mencoba Bani Israil”.

Beliau bersabda :“Maka akupun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian aku kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 shalat”. Dia berkata:“Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”.

Maka terus menerus aku pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman: “Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis (baginya) satu kejelekan”. Kemudian aku turun sampai aku bertemu dengan Musa’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka akupun berkata: “Sungguh aku telah kembali kepada Tuhanku sampai akupun malu kepada-Nya”. (HR. Muslim)

Ironisnya, saat ini,  sangat sulit bagi umat Islam untuk menunaikan shalat didalam rumah suci ini. Pemerintah pendudukan Yahudi yang sejak puluhan tahun menguasai negri ini adalah penyebabnya. Itu sebabnya umat Islam begitu gigih berjuang agar Zionis Israel segera hengkang dari tanah yang mereka jajah dan duduki sejak tahun 1967 tersebut.

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 1 Maret 2011.

Vien AM.

XX.Jihad Fi Sabilillah(3).

3. Perang Khandaq ( Ahzab) atau Perang Parit.

Perang yang terjadi pada tahun ke 5 H ini disebabkan oleh adanya hasutan beberapa pemimpin Yahudi bani Nadhir kepada Quraisy Mekah agar mereka bersama-sama menyerang Madinah dan menghancurkan Islam. Orang-orang Yahudi berhasil meyakinkan bahwa ajaran Quraisy lebih baik dari pada ajaran Islam.

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman”.(QS.An-Nisa(4):51).

Setelah itu mereka membujuk suku Gathafan, bani Fuzarah dan bani Murrah untuk bersengkokol memusuhi Islam. Maka berangkatlah sepuluh ribu pasukan Ahzab yang berarti pasukan gabungan tersebut menuju Madinah. Sementara itu mendengar kabar bahwa Madinah akan diserang, Rasulullah segera mengumpulkan para sahabat untuk membicarakan strategi apa yang akan digunakan menghadapi pasukan tersebut.

Salman Al-Farisi, sahabat kelahiran Persia, mengusulkan agar mereka menggali parit untuk melindungi Madinah dari serangan musuh. Strategi yang ketika itu belum dikenal masyarakat Arab ini tak urung membuat mereka terkagum-kagum. Rasulullahpun segera menerima usulan tersebut. Maka secara bergotong-royong paritpun digali.

Suatu ketika sejumlah sahabat melaporkan bahwa mereka menemui kesulitan. Sebongkah batu besar tidak berhasil mereka pecahkan. Segera Rasulullah turun tangan. Berkata nabi saw, “ Biarkan aku yang turun”. Dalam keadaan perut diganjal dengan batu, beliau segera bangkit. Karena tidak adanya sesuatu yang dapat dimakan selama tiga hari itu Rasulullah dan para sahabat memang terpaksa mengganjal perut mereka dengan batu. Rasulullah segera mengambil martil dan dipukulkannya ke atas batu. Maka seketika itu juga hancur luluhlah bongkahan batu tadi hingga menyerupai pasir.

Dalam sebuah riwayat diceritakan dengan mengucap takbir Rasulullah memecahkan batu besar tersebut dalam 3 kali pukulan hingga cahaya terang memenuhil angit. Pada pukulan pertama Jibril menerangkan bahwa kerajaan Persia akan ditaklukan umat Islam. Pukulan kedua, tanah Romawi dan pukulan terakhir Yaman yang akan jatuh. Di kemudian hari sejarah membuktikan Persia ( Irak, Iran dan sekitarnya), Romawi Timur ( Turki dan sekitarnya) serta Yaman adalah bagian dari Islam !

Sementara itu Jabir meminta izin pulang. Ia bermaksud menanyakan istrinya apakah mereka memiliki sesuatu untuk dimasak. Namun istrinya menerangkan bahwa mereka hanya memilki satu ekor anak kambing dan sedikit gandum. Segera Jabir menyembelih anak kambing tersebut dan menumbuk gandum yang ada. Kemudian memasaknya. Setelah itu ia segera kembali menemui Rasulullah dan mengajak beliau untuk makan di rumahnya.

“ Berapa banyakkah makanan itu”, tanya Rasulullah.

Setelah Jabir menyebutkan jumlah makanan itu beliau berkata, “ Itu cukup banyak dan baik. Katakan pada istrimu jangan diangkat dari atas tungku dan roti itu jangan pula sampai dikeluarkan dari tempat pembakarannya sebelum aku datang ke sana”.

Selanjutnya begitu Rasulullah tiba di rumah Jabir, beliau segera memotong-motong roti dan dicampurkannya pada daging serta kuah yang ada di periuk. Tak lama kemudian para sahabat yang jumlahnya tak hingga banyaknya itu makan dengan puas sampai kenyang.

“ Makanlah ini dan bagikanlah kepada orang banyak karena saat ini sedang musim paceklik”, sabda Rasulullah kepada Jabir dan istrinya, setelah semua usai makan.

Di dalam riwayat lain, Jabir menuturkan, “ Aku bersumpah dengan nama Allah. Mereka telah makan hingga mereka pergi dan meninggalkannya, sedangkan daging di dalam periuk kami masih tetap utuh, demikian pula roti kami”. ( HR Bukhari).

Dua kejadian diatas ( terpecahnya batu dan periuk yang tak habis-habis ) adalah bukan kejadian biasa. Ini adalah salah satu mukjizat Rasulullah dari Sang Khalik sebagaimana juga mukjizat yang diterima para nabi Allah. Seperti tongkat nabi Musa as, unta nabi Shalih as dll.

Di lain pihak, orang-orang Munafik yang ikut serta dalam penggalian tampak setengah hati mengerjakan tugas tersebut. Mereka berpura-pura lemas. Bahkan banyak yang tanpa meminta izin Rasulullah, diam-diam meninggalkan lokasi dan pulang ke Madinah. Itu sebabnya kemudian Allah swt menurunkan ayat berikut :

“Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mu’min ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(QS.An-Nur(24):62).

Sementara itu pasukan Musyrikin bergerak makin mendekati kota. Mereka dikejutkan akan keberadaan parit yang melindungi kota ini.” Sungguh, ini merupakan tipu daya yang tidak pernah dilakukan oleh bangsa Arab”. Mereka kemudian mengambil posisi dan berkemah di sekitar parit mengepung kaum Muslimin. Jumlah mereka ketika itu sekitar 10 ribu sedangkan kaum Muslimin 3 ribu orang.

Tidak terjadi pertempuran kecuali beberapa orang Musyrik yang berusaha menyeberangi parit di bagian-bagian yang sempit namun berhasil dicegat pasukan Muslimin. Sebulan lamanya Madinah dalam keadaan demikian. Selama itu pula Rasulullah tidak henti-hentinya ber-istighatsah, yaitu  merendahkan diri seraya berdoa memohon kepada Allah swt agar kaum Muslimin dimenangkan.

Hingga suatu hari tersiar berita bahwa Yahudi bani Quraidzah yang merupakan bagian dari penduduk Madinah telah membelot. Ia ikut bersengkokol dengan musuh untuk menjatuhkan kaum Muslimin. Sementara orang-orang Munafikpun gencar menyebarkan bisa racun berbahaya yang menimbulkan keraguan dan perpecahan diantara umat Muslim.

“ Dulu Muhammad menjanjikan bahwa kita akan memakan harta kekayaan Kisra dan Kaisar. Tetapi sekarang bahkan untuk pergi membuang hajatpun kita tidak aman”.

Akhirnya datanglah pertolongan Allah swt. Pertama dengan masuk Islamnya Nu’aim bin Mas’ud. Kedua dengan didatangkannya angin topan yang sangat kencang. Nu’aim yang disangka kaumnya masih Musrik, ditugaskan Rasulullah untuk mengadu domba musuh. Ini adalah sebuah taktik perang yang diperbolehkan. Dengan kelihaiannya ia berhasil meyakinkan orang-orang bani Quraidzah dan orang-orang Quraisy untuk tidak saling mempercayai dan saling curiga. Maka merekapun akhirnya saling ragu untuk memulai serangan.

Ditambah dengan angin topan yang bertiup kencang pada suatu malam yang teramat dingin maka bubarlah pasukan gabungan tersebut.

“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan ni`mat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan”.(QS.Al-Ahzab(33):9).

Hudzaifah berkata : «  Peristiwa ini terjadi saat Perang Ahzab dan di malam gulita. Pasukan Abu Sufyan berada diatas bukit. Pasukan bani Quraidzah berada di bagian lembah. Kami khawatir atas keluarga kami. Angin terasa berembus lebih kencang sehingga kaum Munafikin minta izin pulang dengan alasan rumah mereka kosong. Mereka mendapat izin dan kemudian lari menyembunyikan diri. Rasul memeriksa pasukan lalu berkata kepadaku, “ Coba selidiki keadaan musuh”. Aku berangkat dan aku melihat perkemahan musuh beterbangan dihantam angin yang sangat kencang. Merekapun lari mundur. Aku kembali dan menghadap Rasul untuk menceritakan kejadian itu. Atas hal itu turunlah ayat ini” ( HR. Baihaqi).

“Wahai kaum Quraisy, demi Allah, kalian tidak mungkin lagi berada di tempat ini ! Banyak ternak kita yang telah mati ! Orang-orang bani Quraidzah telah mencederai janji dan kita mendengar berita yang tidak menyenangkan tentang sikap mereka ! Kalian tahu kita sekarang menghadapi angin topan yang hebat .. Karena itu, pulang sajalah kalian dan akupun akan berangkat pulang!”, begitu Abu Sufyan, pemimpin Quraisy berkata menyerah.

4. Perang bani Quraidzah.

Disebutkan dalam ash-Shahihain bahwa ketika nabi saw kembali dari Khandaq, tidak lama setelah meletakkan senjata dan mandi, Jibril as datang lalu berkata, “ Apakah kamu sudah meletakkan senjata ?”. “ Demi Allah, kami belum meletakkannya”. “ Berangkatlah kepada mereka !”. “ Kemana?”. JIbril menjawab :” Ke sana”, seraya menunjuk kearah perkampungan bani  Quraidzah. Nabi saw lalu berangkat mendatangi mereka.

Demikianlah para sahabat, tanpa mengenal lelah dan takut, segera melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Padahal baru saja mereka meninggalkan keluarga selama 1 bulan untuk berperang. Jihad, berperang di jalan Allah adalah bukti ketinggian cinta, iman dan kesetiaan mereka kepada Sang Khalik dan Rasul-Nya.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ”(.QS.At-Taubah(9):16).

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. ”(.QS.At-Taubah(9):24).

Selama 25 malam, ada yang mengatakan 15 malam, Rasulullah mengepung perkampungan bani  Quraidzah hingga akhirnya mereka menyerah dan Allah swt melemparkan rasa takut ke dalam hati mereka. Ka’ab bin Asad, pemimpin mereka memberikan 3 pilihan.

“Kita mengikuti Muhammad dan membenarkannya. Demi Allah, tentu telah jelas bagi kalian bahwa dia adalah Rasul yang diutus dan kalianpun dapat menemukan dalam kitab suci kalian. Dengan demikian nyawa, hak, kaum wanita dan anak-anak kalian akan selamat”.

Mereka menjawab, “ Kami tidak akan melepas hukum-hukum Taurat”.

“ Kalau begitu, marilah kita habisi nyawa istri dan anak-anak kita lalu kita hadapi Muhammad dan para sahabatnya dengan pedang terhunus”.

Mereka menjawab, “ Apakah dosa mahluk-mahluk kesayangan ini ?”.

“ Baiklah, bila demikian. Malam ini adalah malam Sabtu ( Sabbath). Bisa jadi Muhammad dan sahabat-sahabatnya merasa aman dari gangguan kita. Karena itu mari kita turun dan menyergap mereka secara tiba-tiba », ajak Ka’ab lagi semangat.

«  Haruskah kita mengotori Sabbath dan melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang sebelum kita hingga kemudian dijadikan kera?? », jawab mereka ketus.

« Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”.(QS.Al-Baqarah(2) :65).

« Tak seorangpun diantara kalian, sejak hari lahir kalian, yang bisa melewati satu malam untuk memecahkan masalah yang seharusnya », sahut Ka’ab kesal campur putus asa.

Akhirnya merekapun menyerah. Dan karena Yahudi bani Quraidzah itu sekutu suku A’us maka Rasulullah menyerahkan ketetapan hukum mereka kepada Sa’ad bin Mu’adz, salah satu pemimpin A’us.

“ Orang-orang yang menerjunkan diri dalam perang harus dihukum bunuh dan keluarga mereka ditawan”, demikian keputusan Sa’ad yang langsung disambut baik Rasulullah.

Dalam perang ini ada beberapa kejadian penting yang patut dijadikan renungan. Salah satunya adalah perintah Rasulullah untuk tidak melaksanakan shalat ashar sebelum pasukan sampai di perkampungan yang dituju.

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa di tengah perjalanan, tibalah waktu ashar. Maka sebagian berkata, “ Kami tidak akan shalat sehingga kami sampai sana”. Sedangkan sebagian lain mengatakan, “ Kami akan melakukan shalat karena bukan itu yang dimaksud Rasulullah”.

Sepulang dari perang kemudian para sahabat mengadukan hal tersebut. Namun ternyata Rasulullah tidak mengecam ataupun menegur satupun kelompok tersebut. Hal ini menandakan bahwa umat Islam itu diizinkan berijtihad. Perbedaan dalam penafsiran adalah tidak dilarang selama tidak keluar dari jalur.

5. Perang Bani Asad dan beberapa pelajaran bagi musuh Islam.

Sebenarnya tidak terjadi kontak senjata antara pasukan Muslim dengan bani Asad maupun orang-orang yang membenci Islam. Pada perang bani Asad, pemimpin bani ini yaitu Thulaihan bin Khuwailid bermaksud menyerang Madinah. Rasulullah segera mengirim pasukan untuk melawan mereka. Ternyata mereka malah melarikan diri sebelum perang terjadi. Bahkan mereka meninggalkan harta mereka begitu saja hingga kaum Musliminpun dengan leluasa dapat menguasainya.

Demikian pula orang-orang Hudzail yang datang dari sebuah tempat dekat Mekah. DIbawah pimpinan  Khalid al-Hudzali, mereka berusaha menyerang Madinah. Namun sebelum perang terbuka berlangsung ia telah terbunuh. Maka pasukannyapun bubar sebelum perang benar-benar terjadi.

Juga Abu Sufyan, pemimpin Quraisy yang kalah pada perang Badar beberapa tahun sebelumnya. Dengan penuh semangat balas dendam ia membawa 3000 pasukannya untuk menggempur Madinah. Namun pasukan ini segera melarikan diri begitu melihat sambutan 1500 pasukan Muslim yang dikerahkan Rasulullah untuk menghadapi mereka.

Kemudian setelah berhasil melepaskan diri dari ancaman Yahudi, Quraisy dan orang-orang tersebut Rasulullahpun berinisiatif mengirimkan sejumlah ekspedisi kepada orang-orang Arab Badui. Misi ini berhasil karena setelah itu orang-orang Badui tersebut tidak lagi berani berbuat macam-macam. Maka sejak akhir tahun ke 5 H Madinah tidak pernah menerima serangan dan ancaman lagi. Kaum Muslimin kini telah menjadi kuat dan disegani musuh. Allahuakbar ..

“ Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. ”(.QS.At-Taubah(9):20).

( Bersambung)

Paris, 22 Februari 2011.

Vien AM.

XX.Jihad Fi Sabilillah (2).

Berikut peperangan yang terjadi antara tahun ke 4 H dan ke 6 H, yaitu  sebelum adanya Perjanjian Perdamaian Hudaibiyah.

1. Perang Dzatur Riqa’

Perang ini terjadi sebagai akibat dibunuhnya 70 orang dai oleh kabilah Najd. Padahal para dai tersebut datang atas permintaan pimpinan kabilah mereka sendiri untuk mengajarkan Islam. Sebagai balasannya, dengan mengendarai unta secara bergantian, 1 unta untuk 6 orang, Rasulullah mendatangi perkampungan mereka.

Abi Musa al Asy’ari meriwayatkan bahwa dalam perjalanan mengarungi padang pasir nan panas membara itu banyak sahabat yang telapak kakinya pecah-pecah dan kukunya terlepas. Kemudian mereka membalutnya dengan sobekan kain atau  Dzatur Riqa’. Itu sebabnya kemudian perang ini dinamakan Perang  Dzatur Riqa’ walaupun sebenarnya pertempuran tidak pernah terjadi.

Ada beberapa peristiwa penting yang patut dicatat pada perang ini. Yang pertama, Allah swt telah memasukkan rasa takut kepada orang-orang yang telah berbuat zalim tersebut. Tanpa sebab yang pasti, mereka melarikan diri dari kawasan Gathafan, kawasan yang telah disetujui sebagai tempat pertempuran. Padahal jumlah mereka sebenarnya amat sangat banyak bila dibanding pasukan Muslim.

Di tempat inilah kemudian Rasulullah memimpin shalat khauf. Rasulullah mengimami satu kelompok sementara kelompok satu lagi berjaga-jaga menghadap arah lawan. Kemudian pada rakaat berikutnya Rasulullah tetap berdiri sambil menanti makmum menyelesaikan shalat. Selanjutnya Rasulullah menyempurnakan shalat bersama kelompok yang tadi berjaga-jaga. Sementara pasukan yang telah shalat ganti berjaga-jaga menghadap musuh.

“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka`at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. …”.(QS.An-Nisa(4):102).

Di tempat ini pula kisah seorang Badui yang datang secara tiba-tiba dan langsung mengancam Rasulullah terjadi.  Ketika itu Rasulullah dan para sahabat karena lelah maka jatuh tertidur. Para sahabat terbangun karena panggilan Rasulullah. Mereka melihat ada seorang Arab gunung  yang tidak mereka kenal sedang duduk terpekur di samping Rasulullah. Rasulullah kemudian bercerita,

“ Orang ini telah menyambar pedangku  pada waktu aku tidur. Seraya menghunus pedang tersebut  ia mengancamku “ Siapa yang dapat menyelamatkanmu dari pedangku ini?”. Lalu aku jawab, “ Allah Subhanallahu wa Ta’ala”.

2. Perang Bani Musthaliq.

Perang ini terjadi pada tahun ke 5 H. Adalah Harits bin Dhirar, pemimpin bani Musthaliq. Ia merencanakan menyerang Madinah. Namun Rasulullah segera menyambutnya di suatu tempat diluar Madinah, yaitu di telaga Muraisi’. Maka terjadilah pertempuran sengit hingga Allah swt memenangkan pasukan Islam.

Tidak seperti biasanya, kali ini sejumlah besar kaum Munafik banyak yang ikut serta. Hal ini dikarenakan mereka menyaksikan sendiri betapa pasukan Muslim sering memenangkan pertempuran dan berhasil membawa rampasan perang ( ghanimah) yang melimpah. Termasuk kaum perempuan yang menjadi tawanan dan kemudian dibagi-bagikan.

Dalam perang ini, usai perang Rasulullah memberi pilihan kepada Juwairiyah binti al-Harits, untuk menerima lamaran beliau atau dibebaskan. Ternyata putri pimpinan musuh yang dikalahkan ini memilih menerima lamaran Rasulullah. Maka jadilah ia sebagai salah satu Umirul Mukminin. “ Mereka kini menjadi keluarga Rasulullah”, kemudian seluruh bani Musthaliqpun dibebaskan.

Sayangnya, sepulang pasukan yang disambut gembira oleh penduduk Madinah, terjadi peristiwa fitnah terhadap diri Aisyah ra. Beliau dituduh berbuat tidak senonoh gara-gara kembali ke Madinah terlambat dan tidak bersama rombongan. Melainkan berdua, bersama salah seorang pasukan yang sama-sama tertinggal rombongan.

Abdulllah bin Ubay, si tokoh Munafikun Madinah itulah yang pertama kali menghembus-hembuskan fitnah. Padahal sebelumnya, di sekitar telaga dimana kedua pasukan bertempur, ia juga telah melemparkan kata hasutan. Ketika itu ia geram melihat pertengkaran yang terjadi antara seorang Anshar dan seorang  Muhajirin.

“ Apakah mereka ( Muhajirin) telah melakukannya? Mereka telah menyaingi dan mengungguli jumlah kita di negri sendiri. Demi Allah, antara kita dan orang-orang Quraisy ini ( kaum Muslimin Quraisy) tak ubahnya seperti apa yang dikatakan orang. “ Gemukkan anjingmu agar menerkammu”. Demi Allah, jika kita telah sampai di Madinah, orang yang mulia pasti akan mengusir kaum yang hina( Muhajirin)”.

Zaid bin Arqam, salah satu orang yang mendengar ucapan tersebut kemudian melaporkan ucapan ini kepada Rasulullah. Namun Rasulullah tidak berkata apa-apa. Allah swt memang melarang menghakimi orang Munafik. Karena hanya Sang Khalik sajalah yang mengetahui isi hati manusia dan berhak menghakimi mereka. Hingga akhirnya turun ayat berikut :

“Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya”. Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mu’min, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.”(QS.Al-Munafikun(63):8).

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”.(QS.An-Nisa(4):145).

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda : “Tanda-tanda orang munafik itu tiga ; bila berkata ia bohong, bila berjanji ia mengingkari dan bila ia dipercaya ia mengkhianati”.

Sementara Aisyah sendiri terbebas dari fitnah melalui ayat yang diturunkan Allah azza wa jalla sebulan kemudian.

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar … ( sampai dengan ayat 21)”. (QS.An-Nur(24):11-21).

Namun selama satu bulan itu fitnah benar-benar telah membuat gundah hati Rasulullah. Beliau tidak memiliki saksi seorangpun hingga hanya dapat membela sang istri tercinta dengan kata-kata yang diucapkan secara hati-hati :

“ Aku tidak mengetahui Aisyah kecuali sebagai orang baik-baik”.

Sebulan kemudian setelah berusaha mencari tahu dan meminta pendapat para sahabat, Rasulullah berujar :

«  Hai Aisyah, aku telah mendengar apa yang digunjingkan orang tentang dirimu. Jika engkau tidak bersalah Allah pasti akan membebaskan dirimu. Sebaliknya jika engkau telah melakukan dosa mintalah ampunan kepada Allah ».

Aisyah ra mengisahkan bahwa ucapan pertama yang dikeluarkan Rasulullah begitu ayat pembelaan tersebut turun adalah “ Bergembiralah wahai Aisyah, sesungguhnya Allah telah membebaskan kamu”. Ibukupun kemudian berkata kepadaku : “Berdirilah ( berterima-kasihlah) kepadanya ( Rasulullah saw)”. Aku jawab: “ Tidak! Demi Allah, aku tidak akan berdiri ( berterima-kasih) kepadanya ( Rasulullah ) dan aku tidak akan memuji kecuali Allah. Karena Dialah yang telah menurunkan pembebasanku”.

( Bersambung)

Paris, 21 Februari 2011.

Vien AM.

XX.Jihad Fi Sabilillah(1).

Madinah pada masa hidup Rasulullah terdiri atas tiga golongan besar manusia, yaitu kaum Muslimin ( Anshor dan Muhajirin), golongan Munafikun serta orang-orang Yahudi ( bani Nadhir, bani Quraidzah dan bani Qainuqa). Namun demikian Rasulullah berhasil mengikat dan mempersatukan ketiga golongan tersebut. Buktinya adalah adanya Piagam Madinah. Dalam perjanjian tersebut disebutkan bahwa demi tercapainya kemananan dan kedamaian kota, ketiga kelompok tersebut harus saling bantu dan bahu membahu ketika terjadi ancaman dan bahaya dari pihak luar. Intinya azas Toleransi harus dijaga dengan baik.

Dan sebagai pemimpin tertinggi, Rasulullah menjadikan Al-Quran sebagai dasar hukum Negara. Pada masa inilah sebagian besar ayat mengenai hukum dan tata cara bermasyarakat  diturunkan. Dengan kata lain negara Islam telah dibangun sejak zaman Rasulullah hidup. Madinah adalah Negara pertama yang didirikan atas azas Islam, atas dasar ketakwaaan kepada Sang Khalik, Allah swt, Azza wa Jalla ( Yang Maha Perkasa dan Maha Agung).

Sebelum hijrahnya Rasulullah ke Madinah Allah swt tidak pernah menurunkan ayat tentang perintah perang. Tidak ada paksaan untuk memeluk ajaran Islam. Ajaran ini hanya mengajak manusia menuju kepada kebaikan, mengingatkan apa hakikat hidup, bahwa kehidupan dunia adalah cobaan dan hanya untuk sementara. Kebahagiaan akhirat yaitu surga atau neraka adalah kehidupan abadi. Jadi memeluk Islam itu untuk kebutuhan manusia bukan kebutuhan Rasulullah Muhammad saw apalagi Allah swt.

Perintah perang baru datang setelah Rasulullah hijrah ke Madinah dan umat Islam sulit untuk melaksanakan ajarannya. Tidak saja orang-orang Quraisy Mekah yang sejak awal memang menghalangi perkembangan Islam namun juga Ahli Kitab, yaitu kaum Yahudi Madinah.

Kontak senjata pertama terjadi pada tahun 2H. Perang ini terjadi pada bulan Haram. Bangsa Arab sejak dahulu telah mengenal adanya 4 bulan Haram, yaitu bulan-bulan dimana diharamkan mengadakan peperangan. Bulan tersebut adalah Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Oleh sebab itu orang-orang Quraisy bertambah geram terhadap Rasulullah yang dianggap telah melanggar kesucian bulan Haram. Namun kemudian turun ayat yang membela tindakan Rasulullah.

“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup…. “.(QS.Al-Baqarah(2):217).

Selanjutnya terjadilah perang Badar dan perang Uhud. ( Untuk baca Perang Badar click : https://vienmuhadi.com/2010/12/06/xv-perang-badar-perang-pertama-dalam-sejarah-islam/; untuk Perang Uhud click : https://vienmuhadi.com/2010/12/23/xvii-perang-uhud-dan-hikmah-diperintahkannya-berperang-bag-1/ ).

Dengan adanya kedua perang  tersebut maka makin kukuhlah kedudukan Islam walaupun sebenarnya pasukan Muslim tidak selalu menang. Namun dengan makin kuatnya Islam di Madinah tampaknya malah makin membuat orang-orang Musyrik yang berada di sekitar kota ini makin benci dan kesal.

Kemudian setelah terjadi beberapa peristiwa pembunuhan terhadap sejumlah dai ( 10 dai pada Tragedi Ar-Raji’ pada tahun ke 3 H dan 70 dai pada Tragedi Bi’ru Ma’unah pada tahun ke 4 H) disusul dengan pengkhianatan Yahudi yang berakibat diusirnya mereka dari Madinah maka perang terbuka antara Muslimin melawan orang-orang Musrik dan kaum Yahudipun tak terhindarkan lagi.

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu”.(QS.Al-Hajj(22):39).

Melalui ayat diatas Allah swt memerintahkan kaum Muslimin untuk berperang melawan  orang-orang yang menghalangi umat Islam dalam menjalankan ajarannya. Karena yang demikian itu berarti telah membuat umat Islam teraniaya. Padahal sebenarnya sejak di Mekahpun penganiayaan itu telah terjadi. Tampak disini bahwa perintah perang itu ada tahapannya. Sang Khalik tidak menyuruh kita berperang ketika keadaan kita lemah dan tidak berdaya. Dalam keadaan demikian Allah memerintahkan umat Islam untuk bersabar. Namun begitu umat Islam dalam keadaan membaik perintah Allah untuk berperang ini menjadi wajib. Inilah yang membedakan hamba Allah antara yang taat dan yang munafik.

“Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti,  jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS.At-Taubah(9):13).

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman dan menghilangkan panas hati orang-orang mu’min. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.(QS.At-Taubah(9):14-15).

“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal keni`matan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(.QS.At-Taubah(9):38-39).

Islam adalah agama yang cinta perdamaian. Namun itu bukan berarti bahwa ajaran ini dapat dilecehkan dan menjadi bulan-bulanan orang yang iri dan dengki. Islam bukan sekedar teori yang sarat kata dan janji indah. Sebaliknya ia harus dipraktekkan dan direalisasikan dalam kegiatan nyata, dalam  kehidupan sehari-hari. Dan hanya dengan diterapkannya hukum Islam yang tertulis dalam Al-Quran dan hadis sebagaimana dicontohkan Rasulullahlah kaum Muslimin dapat dengan tenang menjalankan ajaran-ajaran tadi. Karena hukum ini tidak hanya mengatur kehidupan pribadi saja namun juga mengatur hubungan masyarakat, hubungan kekerabatan dan silaturahmi antar manusia.

« Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian). Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu”.(QS.At-Taubah(9):8-9).

Itu sebabnya, Allah memerintahkan Rasulullah memerangi orang-orang yang melanggar perjanjian, orang-orang yang menghalangi orang yang hendak memuji-Nya, yang hendak menjalankan perintah demi kelangsungan dan keharmonisan hubungan masyarakat yang diciptakan-Nya. Kecuali bila mereka meminta perlindungan, bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat.

“Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui”.(.QS.At-Taubah(9):11).

“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui”(.QS.At-Taubah(9):6).

Allah swt tidak menghukum kaum yang tidak atau belum mendengar ayat-ayat-Nya. Semua orang di dunia ini berhak mengetahui perintah dan larangan-Nya. Itu sebabnya umat Islam harus berdakwah ; memberitahukan, menerangkan, mencontohkan dan mengajak manusia kepada jalan yang lurus menuju ketakwaaan. Walau hanya satu ayat. “ Balaghul ‘Anni walau ayah” yang artinya Sampaikanlah dariku (Muhammad), walau hanya satu ayat. Kita dilarang menyembunyikan atau memilah-milah ayat yang sesuai dengan kehendak kita.

Perang dapat dilakukan setelah ayat kita sampaikan namun mereka tetap memusuhi dan memerangi kita. Bahkan membayar jiziyah, sebagaimana umat Muslim melaksanakan zakat, pun enggan.

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk”.(QS.At-Taubah(9):29).

Disamping itu umat Islam itu bersaudara. Mereka dipersatukan karena mereka mempunyai satu keyakinan dan kecintaan, yaitu kecintaan kepada Sang Khalik Yang Maha Esa, yaitu Allah swt. Karenanya mereka wajib saling menyayangi dan saling melindungi kecuali dalam kemungkaran tentunya. Mereka harus saling mengingatkan dalam berbuat kebaikan.

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.(QS.Al-Ashr(103):2-3).

“Kamu akan melihat kepada orang-orang Mukmin itu dalam hal kasih-sayang diantara mereka, dalam kecintaan dan belas kasihan diantara mereka adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh itu merasa sakit maka akan menjalarlah kesakitan itu pada anggota tubuh yang lain dengan menyebabkan tidak dapat tidur dan merasakan demam.”(HR Bukhari).

(Bersambung).

Paris, 13 Februari 2011.

Vien AM.

REPUBLIKA.CO.ID,  Kolonel Donald S Rockwell lahir di Illinois, Amerika Serikat. Ia menyelesaikan studi d Universitas Washington dan Columbia di mana ia memperoleh banyak gelar kehormatan. Ia adalah seorang penyair, kritik sastra sekaligus pimpinan redaksi di Radio Personalities.

Ia mendapat pangkat kolonel saat ikut wajib militer pada masa Perang Dunia II, ketika AS melawan Jerman dan Jepang. Sebagai sastrawan ia pun menulis buku, salah satunya yang terkenal berjudul  “Beyond the Brim and Bazar of Dreams.

Dalam bukunya itu ia menuliskan pandangannya tentang Islam dan mengapa akhirnya ia memilih memeluk Islam. Berikut nukilannya yang pernah dipublikasikan oleh Islamic Review pada tahun 1935.

Kesetaraan dalam Islam selalu menarik perhatian Donald. Orang kaya dan orang miskin memiliki hak yang sama di lantai masjid, bersujud dalam ibadah yang rendah hati. “Tidak ada bangku yang disewakan atau tidak ada kursi khusus yang bisa dipesan sebelumnya,”

Kesederhanaan dalam Islam, daya tarik kuat dan atmosfer yang memikat dari masjid-masjid, kesungguhan para penganut setianya, serta perwujudan meyakinkan yang menginspirasi dari jutaan pemeluknya di dunia yang menjawab panggilan lima kali sehari untuk melaksanakan shalat–semua faktor tadi menarik hati Donald pertama kali.

Namun setelah ia memutuskan untuk menjadi pemeluk Islam, ia menemukan banyak lagi alasan mendalam yang kian memperkuat keputusan tersebut. Konsep kehidupan penuh kelembutan–nasihat bijaksana, amal untuk meningkatkan rasa kasih sayang, kemanusiaan yang luas serta perintis deklarasi hak milik perempuan–adalah faktor-faktor lain dari ajaran ini–begitu impresi Donald terhadap ajaran Islam, ia pandang luar biasa.

Begitu pula ketika mendengar hadis yang menuturkan kisah seorang pria Mekah dengan Rasul Muhammad yang berbunyi”Beriman dan percayalah pada Tuhan dan ikatlah untamu”. Bagi Donald itu adalah bukti singkat paling jelas dari sebuah praktek keagamaan yang ditunjukkan tepat dalam kata-kata tak langsung Rasul Muhammad.

Dari kisah itu Donald menilai ada sistem bersikap normal dalam beriman, bukan keyakinan buta di bawah perlindungan kekuatan tak terlihat. Namun di sisi lain ia meyakini bahwa jika manusia melakukan semua dengan benar dan terbaik menurut kemampuannya, maka seseorang layak meyakini takdir baik sebagai kehendak Tuhan.

Selain faktor tadi ia juga terkesan dengan toleransi berwawasan luas Islam terhadap agama lain. Rasul Muhammad, tulis Donald, akan menegur pengikutnya yang tidak memperlakukan Ahli Kitab dengan baik, karena Ibrahim, Musa dan Isa juga diakui sebagai nabi dari Satu Tuhan. Tentu, tulis Donald, itu sikap yang sangat murah hati terhadap agama lain.

Satu juga yang digarisbawahi oleh Donald adalah praktek keagamaan dan ibadah yang bebas dari berhala dan kemusrikan. Donald memandang itu adalah inti utama dari kekuatan dan kemurnian menyehatkan dari keyakinan seorang Muslim.

Tak hanya itu, Donald juga kagum dengan kemurnian ajaran Rasul yang tidak terkooptasi dalam perubahan atau tambahan doktrin meski waktu telah terpaut jauh sejak Islam pertama kali diajarkan Rasul. Al Qur’an tetap seperti sejak pertama ia diturunkan. Kitab tersebut, ungkap Donald, justru hadir untuk membenahi umat politheis yang korup di era Rasul Muhammad. Sebagai jantung Islam itu sendiri, Al Qur’an tidak berubah.

Kesahajaan dan sikap tidak berlebihan dalam segala hal sebagai kunci utama dalam Islam diakui Donald telah memenangkan persetujuan dalam dirinya secara wajar tanpa pengecualian. Yang juga membuat ia semakin kagum, Islam juga menyentuh keseharian. Ia menyaksikan bagaimana Muslim yang sehat karena meneladani sikap Rasul, yakni hidup dalam kebersihan dan melakukan puasa untuk menekan nafsu duniawi.

Ketika Donald berdiri di depan masjid-masjid di Istanbul, Damaskus, Yerusalem, Kairo, Aljazair, Tangier, Fez dan kota-kota lain, ia menemukan hal lain yang menyentuh kesadarannya. Potensi ampuh kesederhanaan Islam lahir pada hal-hal lebih tinggi. Donald menyadari tak ada ornamen berlebih, ukiran-ukiran rumit, sosok makhluk hidup, gambar dan ritual seremoni dalam rumah ibadah tersebut.

Masjid, tulis Donald, adalah sebuah tempat kontemplasi yang sunyi dan tempat melakukan penghapusan diri ke dalam realitas yang lebih besar yakni Satu Tuhan yang Esa.

Ia juga menyukai konsep di mana Muslim tak memiliki perantara antara dirinya dan Tuhannya. Ia langsung menuju sumber tak kasat mata, pencipta kehidupan itu sendiri, Tuhan, tanpa ada ketergantungan terhadap rumus pengakuan dosa dan kepercayaan bahwa ada kekuatan seorang guru atau manusia suci sebagai penyelamat.

Terakhir namun tak kalah mengagumkan adalah persaudaraan dalam Islam. Terlepas dari warna kulit, aliran politik, ras dan negara, Donald merasa selalu menemukan rumah setiap saat dalam kehidupannya saat bersinggungan dengan Muslim dan Islam. Itulah salah satu faktor pula yang mendorong Donald untuk memeluk keyakinan tersebut.

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Dikutip dari : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/02/09/163243-bagi-donald-rockwell-beriman-dan-ikatlah-untamu-bukan-keyakinan-buta