Feeds:
Posts
Comments

Archive for July 20th, 2010

Azraq bin Qais ra mengatakan bahwa suatu hari ada seorang pendeta dari Najran beserta seorang pengikutnya datang menemui Nabi saw. Ketika Nabi menjelaskan kepada mereka tentang Islam, mereka berkata :  “Kami juga Muslim jauh sebelum kamu”.  Nabi menjawab , “ Kalian berdusta karena sesungguhnya ada tiga ajaran kalian yang bertentangan dengan Islam yaitu kalian menisbatkan seorang anak pada Allah, kalian memakan daging babi dan kalian menyembah berhala”. Mereka lalu bertanya, “Siapakah ayah Isa ?”. Rasul tidak segera menjawab karena menunggu petunjuk Allah.  Kemudian turunlah ketiga ayat ini “. ( Hadist shohih, menurut Hakim, Bukhari dan Muslim ).

Demikianlah (kisah `Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Qur’an yang penuh hikmah. Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu”.(QS.Ali imran(3): 58-60).

Hadist diatas menunjukkan bahwa setidaknya ada tiga kriteria yang dapat dijadikan tolok ukur Islam tidaknya seseorang.  Yang utama adalah ke-Esa-an Allah swt. Inilah ajaran Tauhid.

Selama ini Barat ( Nasrani )biasa mengkategorikan tiga agama besar dunia yaitu Nasrani, Yahudi dan Islam sebagai ajaran Monotheisme. Ajaran yang juga  mendapat julukan agama samawi ( agama langit ) ini dianggap lebih ‘modern’ dan tinggi dibanding ajaran Polytheisme yang dulu  dianut oleh banyak peradaban kuno. Polytheisme adalah ajaran yang  menganggap bahwa Tuhan itu lebih dari satu. Sementara Monotheisme adalah ajaran yang meyakini bahwa Tuhan itu hanya ada satu.

Sebuah pertanyaan yang sungguh menggelitik, bagaimana mungkin orang-orang Nasrani itu bisa mengklaim bahwa   ajaran mereka itu ajaran Monotheisme. Sementara mereka tetap menganggap Tuhan itu tiga, Tuhan mempunyai anak, Tuhan bapak Tuhan anak,  Tiga dalam satu atau apapun istilah semacam itu.

” Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS.At-Taubah(9):30)

Sementara Islam secara tegas mengecam pengakuan tersebut. Allah swt adalah Esa, Tunggal. Ia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tidak ada yang menyerupainya, tidak ada yang menyertainya.

“ Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.(QS.Al-Ikhlas(112):1-4).

Kembali ke hadist  diatas. Para pendeta Nasrani di masa Rasulullah mengklaim bahwa mereka Muslim bahkan jauh sebelum  Islam datang. Apa yang dimaksud para pendeta ini? Mengapa mereka mengatakan demikian? Apa yang dimaksud Muslim oleh mereka?

Muslim berasal   dari kata Salama yang berarti berserah diri. Artinya berserah diri kepada ketetapan Allah swt Yang Maha Esa, Sang Khalik yang menciptakan langit, bumi dan segala apa yang ada diantaranya. Para nabi dan rasul diutus Sang Khalik dengan misi, tugas dan tanggung jawab utama yang sama yaitu  menyembah hanya kepada-Nya tanpa  mempersekutukan-Nya dengan apapun. Orang-orang  yang demikian inilah yang dinamakan ‘ Muslim ‘.

Maka jika para pendeta mengklaim bahwa mereka adalah Muslim sementara mereka tetap mengatakan Yesus ( Isa as ) sebagai anak Tuhan, pantaskah mereka menyebut diri sebagai Muslim ?

“ Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih”.(QS.Al-Maidah (5):72-73).

“ Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Muslim ( yang berserah diri)”. (QS.Ali imran(3): 52).

Adalah Ibrahim as. Rasul Allah ini sering disebut sebagai bapak para nabi. Ibrahim as mempunyai 2 istri. Yang pertama adalah Sarah. Dari rahimnyalah lahir nabi Ishak as, bapak nabi Yakub as. Nabi Yakub yang memiliki nama lain Israel ini  adalah kakek moyang bangsa Yahudi. Dari garis Yakub ini lahir para nabi, diantaranya yaitu Yusuf as, Musa as, Daud as, Sulaiman as, Yahya as dan Isa as.

Sementara Siti Hajar, istri kedua Ibrahim melahirkan nabi Ismail as. Dari garis ini lahir satu-satunya nabi yaitu Muhammad saw yang merupakan nabi dan rasul penutup. Muhammad saw yang diutus menyampaikan kitab suci Al-Quran ini datang  sekitar 6 abad setelah wafatnya Isa as.

“ Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim”.(QS.Al-Baqarah(2):124)

Lucunya, kaum Yahudi maupun Nasrani masing-masing mengklaim bahwa Ibrahim adalah penganut agama mereka.

“ Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?  Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah-membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui?; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang  yang lurus lagi Muslim ( berserah diri kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS.Ali imran(3): 65-67).

“ Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam“.(QS.Al-Baqarah(2):132)

Allah swt mengutus para nabi dan rasul dengan misi dan  tugas utama yang sama, yaitu memurnikan penyembahan hanya kepada-Nya. Mengingatkan manusia agar meyakini keberadaan Tuhan Yang Satu dan berserah diri kepada-Nya, yaitu menjadi Muslim.

“ Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-beda kan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.(QS.Ali imran(3): 84).

Demikian pula nabi Musa as yang diutus kepada bangsa Yahudi dengan membawa Taurat, nabi Isa as dengan membawa Injil mengingatkan orang-orang Yahudi agar tidak menyelewengkan dan menyembunyikan sebagian ayat-ayat Taurat. Sementara nabi Muhammad saw sebagai nabi penutup  diutus menyampaikan Al-Quranul Karim yang menyempurnakan kitab-kitab terdahulu kepada seluruh umat di akhir zaman.

Para nabi dan rasul ini selain diutus untuk menyampaikan ayat-ayat Allah juga ditugaskan untuk mengajarkan,  menerangkan sekaligus mencontohkan bagaimana penerapan ayat-ayat tersebut. Manusia-manusia pilihan ini adalah panutan dan  merupakan contoh keteladanan bagi setiap umat yang didatanginya.   Allah swt berfirman :   “Ta`atilah Allah dan Rasul-Nya”.

“ Katakanlah: “Ta`atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (QS.Ali imran(3): 32).

Dan ta`atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat”. (QS.Ali imran(3): 132).

Kaum Nuh telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu  maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku”.(QS.Asy-Syuara(26):105-108).

“Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu maka bertakwalah kepada Allah dan ta`atlah kepadaku”. (QS.Asy-Syuara(26):124-126).

“Ketika saudara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku”. (QS.Asy-Syuara(26):142-144).

“ Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku”.(QS.Zukhruf(43):63).

Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,”(QS.Al-Hadid(57):28).

Selain perintah meng-Esa-kanNya,ternyata  Allah juga menyuruh manusia agar melaksanakan shalat. Dari hadits kita mengetahui bahwa umat nabi Musa diperintahkan untuk melaksanakan shalat 50 kali dalam sehari. Malah tampaknya perintah shalat dengan gerakan-gerakannya yang khusus itupun telah Allah ajarkan sejak  dulu. Demikian pula perintah zakat, puasa bahkan pergi haji ke ke Bait Allah di Mekah.

“Hai Maryam, ta`atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku`lah bersama orang-orang yang ruku`”.(QS.Ali imran(3): 43).

“ Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (QS.Ali imran(3): 96-97).

“ Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan “. (QS.Al-Baqarah(2):141).

Begitulah Allah berfirman mengenai Muslim terdahulu melalui ayat-ayat Al-Quran yang mulia. Maka adalah kewajiban kita sebagai umat Islam, Muslim generasi terakhir  yang mendapat kehormatan menerima ayat-ayat suci Al-Quran melalui perantaraan Rasulullah Muhammad saw agar mentaati rasul-Nya yang ummi ini.

“ Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk“.(QS.Al-Araf (7):158).

Dan sungguh beruntung para sahabat sejati yang dengan setia mentaati, menjaga serta melindungi Rasullullah dalam berbagai peperangan itu telah mencatat segala tindakan dan perkataan Rasul. Itulah hadits yang dengan demikian kita yang hidup 15 abad setelah wafatnya Rasulullah tetap dapat mentaati, meneladani dan mencontoh bagaimana Nabi sebagai Muslim melaksanakan perintah Allah swt … Allahuakbar !!!

( Baca juga : https://vienmuhadi.com/2009/04/15/urgensi-mematuhi-hadis/ dan

https://vienmuhadi.com/2009/06/30/hadis-dan-perang-pemikiran/ )

“ Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman”. (QS.Ali imran(3): 68).

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS.Al-Ahzab(33):21)

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim  ( yang berserah diri kepada Allah)”. (QS.Ali imran(3): 64).

“ Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan”. (QS.Ali imran(3): 83).

“ Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (QS.Ali imran(3): 19).

Wallahu’alam bishshawab.

Jakarta, 20 Juli 2010.

Vien AM.

Read Full Post »