Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2013

Namun yang lebih membanggakan lagi, masjid ini difungsikan kembali berkat protes presiden RI pertama Soekarno. Ketika itu tanpa sengaja Soekarno melihat masjid yang telah berubah fungsi tersebut. Sayang kabarnya, hingga akhir hayatnya sang presiden legendaris ini tidak pernah berhasil memasukinya. Dalam hal ini, ternyata kami berdua lebih beruntung dari beliau, Alhamdulillah ..

IMG_3870IMG_3871Puas rasanya bisa mengamati masjid ini dari jarak sedemikian dekatnya. Menikmati kaligrafi yang menghiasi gerbang utamanya yang berwarna biru seperti juga kubahnya. Puncak pintu gerbang ini disusun sedemikian rupa hingga menyerupai rumah lebah, dimana setiap lengkungnya diisi dengan gambar bunga-bunga yang juga berwarna biru.

Susunan sarang lebah yang rumit ini mengingatkan masjid-masjid cantik di Uzbekistan, Iran, Syria juga bagian dalam museum Topkapi dimana benda-benda berharga milik Rasulullah disimpan. Lebah adalah satu dari sedikit binatang yang diabadikan dalam Al-Quran. Serangga ini dikenal mempunyai manfaat yang amat banyak bagi manusia. Bahkan juga rumahnya, yang mengandung propolis. Penemuan terbaru menyebutkan bahwa propolis ini mampu menyembuhkan berbagai penyakit seperti kanker, TBC, diabetes, sinus, wasir, jantung dll.

« Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan ».(QS.An-Nahl(16) :68-69).

Sayang keindahan masjid ini harus dinodai dengan toilet perempuannya yang kotor dan terlihat tidak terawat. Demikian pula tempat wudhunya, hiks .. Usai wudhu, kami segera masuk ke dalam masjid. Masjid terlihat lengang. Kami langsung shalat tahiyatul masjid. Terharu hati ini di sebuah negara komunis bisa shalat di dalam bait-Nya. Setelah mengucap salam di akhir shalat, saya baru menyadari bahwa ternyata kami tidak sendiri. Seorang ibu muda yang datang bersama suami dan putranya yang masih balita, sedang shalat di belakang saya.

IMG_0884Tak lama setelah ia selesai shalat saya segera mendekati dan menyapanya, berharap bisa berkenalan dan sedikit mengorek kehidupan Muslim di negri ini. Tapi saya kecele. Ternyata ia juga turis. Ia datang dari Istanbul, Turki. Tapi tetap saja senang rasanya hati ini bertemu dengan saudara sesama Muslim di rantau. Apalagi mengetahui bahwa ia dan suaminya juga berencana mengunjungi Bali awal tahun depan. Sekedar untuk kenang-kenang sayapun menyempatkan diri berfoto berdua dengan ibu muda yang cantik tersebut. .. 🙂 …

IMG_0874IMG_0872Tak lama setelah itu kami berpisah, masing-masing memperhatikan detil masjid. Dinding masjid ini dihiasi keramik motif bunga yang sangat khas Rusia. Mimbarnya yang berwarna biru diapit oleh 2 buah papan kayu yang juga berwarna biru. Belakangan kami baru tahu ternyata papan berukuran sekitar satu kali dua meter itu adalah hadiah dari Presiden kita, Megawati Soekarnoputri. Sedang yang satu lagi dari  mantan wapres Jusuf Kalla. Kami bahkan tidak menyadari bahwa ukiran yang menghiasi papan tersebut adalah ukiran Bali ! Subhanallah .. Bangganya hati ini ..  Sebuah persaudaraan Muslim yang indah, bukan ?

Islam kembali berkembang dan umatnya dapat kembali melakukan aktivitas ibadah dan dakwah setelah runtuhnya rezim komunis Uni Soviet pada tahun 1991. Saat ini komunitas muslim Rusia sebagian besar berdiam di beberapa republik (negara bagian) di kawasan Volga-Ural dan Kaukasus Utara. Islam juga tumbuh dengan pesat di kota-kota besar seperti Moskow dan Saint Petersburg.

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. (QS.Ali Imran(3):54).

Berdasarkan catatan resmi tahun 2011, Islam di Rusia adalah agama terbesar kedua setelah Kristen Ortodoks, yakni sekitar  28 juta penduduk atau 15 – 20 persen dari sekitar 142 juta penduduk. Kehidupan Muslim di Rusia saat ini juga makin membaik dibanding masa Komunis dulu. Bahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah Rusia, pemimpin Rusia (Vladimir Putin) memasukkan menteri Muslim dalam kabinetnya dan mengakui eksistensi Muslim di negri tirai bambu ini.

Saat ini, menurut imam masjid St Peterburg, ada sekitar 700 ribu Muslim tinggal di kota ini. Artinya sekitar 7 persen dari penduduk St Petersburg yang jumlahnya sekitar 5 juta itu. Mereka terdiri dari 22 bangsa yang berbeda. Sebagian besar bangsa Tatars, Azeris, Kazakh, Uzbek, Kyrgyz, Tajiks dan Chechens yang notabene adalah bagian dari Republik Federasi Rusia. Ini berbeda dengan Negara-negara minoritas Muslim lain yang rata-rata Muslimnya adalah kaum pendatang. Dan dengan hanya satu2nya masjid yang ada di kota ini, jelas ia tidak sanggup menampung jamaah. Apalagi ketika Ramadhan tiba.

Ironisnya, tepat di hari Raya Iedul Adha yang kebetulan jatuh 1 hari sebelum kedatangan kami itu, terjadi insiden. Sebuah bom dikabarkan telah ditempatkan di salah satu sudut masjid ini. Dapat dibayangkan bagaimana hebohnya tidak saja jamaah yang sedang berkumpul untuk shalat namun juga masyarakat sekitar masjid ini.

Yang lebih menyedihkan lagi, ancaman bom tersebut tidak hanya terjadi di masjid St Petersburg, namun juga masjid-masjid lain yang ada di Moskow. Ntah siapa sebenarnya yang harus bertanggung-jawab terhadap peristiwa nahas ini. Rupanya inilah sebabnya mengapa pelataran depan masjid ditutup semacam bedeng setinggi 1.50 meter ketika kami datang berkunjung siang itu.

Masjid adalah rumah kaum Muslimin, tidak hanya sekedar tempat untuk shalat dan menemukan keteduhan di dalamnya. Masjid wajib dimiliki kaum Muslimin karena disinilah mereka bisa bertemu, bersilaturahmi serta  bertukar ilmu dan pengetahuan. Di masa Rasulullah saw dan generasi sahabat, ilmu dan pengetahuan bukan hanya sekedar mengkaji ilmu keagamaan namun juga ilmu duniawi. Karena dalam Islam sebenarnya tidak ada istilah pemisahan antara ilmu duniawi dan ilmu akhirat.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.(QS.Al-Qashas(28):77).

Setelah puas menikmat masjid kamipun keluar untuk terus berjalan melihat-lihat kota. Di depan pintu keluar kami berjumpa dengan seorang pemuda yang hendak memasuki masjid. Tanpa aba-aba, suamipun langsung menyalaminya dan sedikit berbincang. Beruntung ia bisa berbahasa Inggris. Ia orang Kazan. Kazan adalah ibu kota Tatarstan, propinsi Rusia yang mayoritas penduduknya Muslim.

Alangkah gembiranya pemuda tersebut ketika mengetahui bahwa kami besok akan mengunjungi kotanya.  Ia segera memeluk suami saya sekali lagi, “Welcome to Kazan, brother”, katanya hangat.

Kami meninggalkan satu-satunya rumah kaum Muslimin ini dengan hati puas dan bangga. Berkali-kali kami menengok ke belakang, memastikan bahwa kubah birunya yang menjulang tinggi itu cukup menarik perhatian banyak orang. Memastikan bahwa suara azannya bisa terdengar hingga kejauhan dan mampu menggugah tidur panjang kaum Muslimin yang lama tertekan dan tertindas itu.Syukur-syukur jika bisa menggelitik hati dan telinga orang-orang yang tertutup hatinya.

masjid sukarno - st petersburgIMG_3893

IMG_3901IMG_3900Dan hingga menyeberangi sungai Neva yang membelah pusat kota melalui jembatan gantung Triniti, kubah itu memang masih jelas terlihat. Kami terus berjalan melintasi Marsovo Pole, taman luas dimana patung Peter the Great, sang pendiri kota, berdiri tegak di atas kudanya. Dari sini hampir semua obyek turis St Petersburg dapat dicapai, hanya dengan berjalan kaki.

IMG_3943IMG_39122 istana cantik milik keluarga kerajaan yaitu Summer Palace dan Winter Palace serta Hermitage Museum yang merupakan salah satu museum terbesar dan tertua di dunia,  adalah contohnya. Obyek-obyek turisme ini terletak diantara kanal-kanal sungai yang menambah indahnya kota. Tak heran jika Soekarno sang mantan RI 1 yang awalnya hanya ingin berkeliling melihat keindahan kota tanpa sengaja ‘menemukan’ sebuah masjid, meski hanya masjid yang berubah fungsi.

Jadi teringat mal-mal di Jakarta yang menempatkan masjid/mushollanya di parkiran atau bagian-bagian lain yang tidak representative. Sungguh pantas ketika suatu hari terdengar komentar bule “Bagaimana orang dapat menghargai Tuhan anda bila rumah-Nya saja hanya anda tempatkan di parkiran ??” … 😦  ..

“Sesungguhnya Allah itu indah. Dia suka keindahan”.(Hadis riwayat Muslim )

Malam itu kami pulang ke hotel dengan hati senang dan puas, meski tubuh ini tak tertahankan  lelahnya. Ntah berapa puluh kilometer jalan telah kami susuri pagi hingga malam hari itu. Apalagi suhu hanya berkisar antara 1 dan 2 derajat saja, atau mungkin malah dibawah nol, membuat jari-jari kaki serasa  frost bite.

Dan ternyata kami benar-benar beruntung karena esok harinya salju turun seharian penuh. Bahkan pesawat yang harusnya membawa kami terbang menuju Kazan dan transit di Moskow pagi itu sempat tertunda beberapa kali karena landasan bandara tertutup salju tebal !

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 20 Mei 2013.

Vien AM.

Read Full Post »

Sulit  rasanya membayangkan bagaimana perasaan Soekarno, presiden pertama RI, ketika suatu hari di tahun 1956 tanpa sengaja melihat sebuah masjid berdiri di suatu kota besar di negara komunis terbesar dunia, Rusia.

Namun pagi itu, Sabtu, 28 Oktober 2012, bayangan itu dapat terhapus. Bangga, kagum, senang sekaligus terharu bercampur menjadi satu, Subhanallah Allahuakbar wa Alhamdulillah …

Ya, di pagi hari yang cerah itu Allah swt telah memberi kami berdua kesempatan untuk melihat dari dekat masjid Biru yang terletak di St Petersburg, sekitar 900 km dari Moskwa ke arah barat laut, mendekati perbatasan Finlandia. Itulah Masjid Soekarno. Namun nama tersebut sebenarnya hanya sebutan yang diberikan masyarat Indonesia yang ada di kota tersebut. Karena nama aslinya adalah Central Mosque atau St Petersburg Mosque.  Orang juga sering menyebutnya Masjid Jamul Muslimin.

Perjalanan Moskwa-Petersburg berlangsung sekitar 1 jam, dengan pesawat terbang.  Kami mendarat di kota ini pada pukul 7.30 waktu setempat, dengan sambutan salju dimana-mana. Beruntung pesawat bisa mendarat dengan selamat, karena beberapa waktu sebelumnya badai salju menerpa kota di belahan bumi  utara ini.

Kami juga sangat beruntung karena sopir taxi yang memperkenalkan diri dengan nama Blood ini fasih berbasa Inggris. Hal yang sangat jarang ditemui. Dan makin beruntung lagi karena pak sopir bule berambut pirang, bukan merah darah sebagaimana namanya, .. 🙂  .. rupanya punya hobby bercerita.  Terlihat jelas betapa bangganya ia terhadap kota kelahirannya ini. Plus bangga dengan kefasihannya berbahasa Inggris, karena beberapa kali kami memujinya. Eits, berpahala lho membuat hati orang senang, dengan catatan tidak mengada-ada dan ikhlas.

Darinya kami jadi tahu sekilas sejarah kota ini. St Petersburg adalah kota terbesar ke 2 di Rusia setelah Moskwa. Hampir 200 tahun lamanya kota ini pernah menjadi ibu kota Negara sebelum akhirnya dipindahkan ke Moskwa pada tahun 1918. Ia sempat beberapa kali berganti nama, yaitu Petrogad dan Leningrad.  Selama 67 tahun kota ini dikenal  dengan nama Leningrad.  Nama ini diambil dari Vladimir Lenin, bapak komunisme Rusia.  Leningrad kembali menjadi St Petersburg  setelah kejatuhan komunisme di tahun 1991.

P1020175P1020172IMG_3908IMG_3931St Petersburg dibangun pada tahun 1703 oleh tsar ( kaisar)  Rusia, Peter the Great. Kota ini dibangun di dalam benteng kuno Peter and Paul fortress yang terletak di sebuah pulau kecil atau tepatnya delta di sungai Neva. St Petersburg tercatat sebagai kota yang memiliki beberapa julukan karena kecantikannya, diantaranya yaitu Venice from the North. Ini disebabkan banyaknya kanal yang ada di kota ini.  Dalam membangun kota pelabuhan di tepi pantai Baltik ini, sang raja terinspirasi oleh kecantikan bangunan-bangunan di Eropa Barat yang sering dikunjunginya.

Taxi yang kami tumpangi pagi itu langsung meluncur menuju hotel yang terletak di St Petersburg selatan. Kami hanya satu hari satu malam di kota ini. Tujuan utama kami jelas, yaitu melihat masjid biru yang pernah dilihat presiden pertama  RI dulu.  Besok pagi kami sudah harus meninggalkan kota menuju Kazan, ibu kota Dagestan, salah satu Negara bagian Rusia.

Maka setelah cek-in hotel kami segera keluar lagi mencari stasiun metro, yang menurut peta kota tidak berapa jauh dari hotel. Sayangnya, meski udara cerah dan matahari bersinar terang namun udara terasa amat dingin, menggigit hingga ke tulang sumsum, brrr …  Ini masih ditambah dengan jalanan yang lumayan licin, karena  masih ada sisa-sisa salju yang turun subuh tadi.  Kami sempat beberapa kali terpeleset, hiks ..

Yang menarik, orang Rusia yang selama ini dikenal ‘dingin’ dan tidak bersahabat, mungkin karena kesan komunisnya yaa, ternyata tidaklah demikian. Beberapa kali tanpa ditanya mereka menawarkan bantuan melihat kami celingukan mencari arah dengan peta di tangan. Uniknya lagi, tanpa peduli bahwa percakapan kami tidak nyambung, karena mereka bertanya dalam bahasa mereka, Rusia, sementara kami tidak paham apa yang mereka katakan.

Berkat bantuan dua orang ibu setengah umur kami berdua akhirnya sampai di stasiun metro. Yang pertama adalah seorang ibu setengah umur. Ibu ini tidak cukup hanya menunjukkan arahnya saja namun mengajak kami berjalan mengikutinya karena kebetulan ia juga sedang menuju ke arah yang sama,  begitu kilahnya. Ibu ini hendak pergi ke sebuah bank. Kami berjalan berdampingan selama beberapa menit sambil mengobrol. Ia sempat bercerita bahwa ia pernah mengunjungi Malaysia. Kebetulan ibu yang satu ini bisa berbahasa Inggris. Kami berpisah di perempatan jalan setelah ia menunjukkan kemana kami harus menuju.

Selanjutnya kami berjalan mengikuti arahannya, dengan tetap memegang peta. Namun di tengah perjalanan seorang nenek menawarkan bantuannya. Bersamanya akhirnya kami tiba di depan pintu stasiun metro. Kali ini sang nenek hanya bisa berbahasa Rusia. Namun tampak jelas bahwa ia tidak ingin kami tersesat. Karena beberapa kali ia menunjuk ke arah pintu stasiun seolah kami tidak bisa membaca tulisan besar di atas pintu tersebut. Padahal memang tidak bisa, karena tulisannya dalam huruf akrilik .. 🙂

Sekitar 20 menit kami berada di dalam metro. Stasiun metro yang kami tuju adalah Gorkovskaya. Begitu keluar dari stasiun bawah tanah ini, angin sejuk langsung menerpa wajah kami. Segera saya menaikkan pull over tebal yang saya kenakan hingga leher dan menarik retsleting jaket dingin saya. Demikian pula suami saya. Selanjutnya kami segera mencari posisi dan mencocokannya dengan peta yang kami genggam erat sejak tadi.

Subhanallah .. Begitu kami mendongakkan kepala terlihat sebuah menara tinggi menatap kami. Tidak salah lagi, inilah menara masjid yang kami cari itu. Betapa senangnya hati ini melihat kenyataan bahwa bait Allah ini begitu mudah ditemukan.

IMG_3855Letak  masjid ini benar-benar strategis dan istimewa. Masjid terletak tidak jauh dari benteng Peters and Paul, yang merupakan pusat kota, selain sangat dekat dengan stasiun metro. Di dalam benteng inilah berdiri gereja dimana semua kaisar Rusia dimakamkan. Masjid terletak di pinggir jalan raya, di depan sebuah taman. Menaranya yang berjumlah 2 buah itu terlihat menyembul di antara ranting-ranting cantik pepohonan musim gugur yang sungguh mempesona. Sementara kubah birunya hampir tidak terlihat karena begitu menyerupai birunya langit yang pagi itu terlihar sangat cerah.

Kami terus berjalan mendekati masjid dengan hati berdebar senang. Namun rupanya untuk memasuki masjid, harus berputar, karena jalanan terlalu lebar untuk diseberangi. Kami berjalan hingga mencapai ujung jalan sebelum akhirnya menyebranginya.

IMG_3878IMG_3869Sayang ternyata masjid tidak seindah dari kejauhan. Tembok-temboknya sudah tua dan terlihat berlumut.  Meski tidak dapat dipungkiri detilnya tetap menawan. Masjid ini amat mirip dengan masjid-masjid di Bukhara, Uzbekistan, yang rata-rata berkubah biru itu.

Dan nyatanya, masjid yang dibangun pada tahun 1910 dan selesai pada tahun 1921 ini memang dibangun dalam  rangka peringatan 25 tahun berkuasanya Abdul Ahat Khan, penguasa kota Bukhara, Uzbekistan, saat itu. Pada waktu itu, umat Islam di St Petersburg diperkirakan berjumlah 8.000 jiwa, sebagian besar adalah para pekerja yang sedang membangun kapal di galangan Sungai Neva. Umumnya mereka datang dari Dagestan, Kazakhstan, Tajikistan, dan Turkmenistan. Ini terjadi di era Rusia dibawah tsar Nicholas II, yang mengizinkan berdirinya masjid. Ini merupakan masjid terbesar di Eropa kala itu.

Penting untuk diketahui, pada tahun 1868, Bukhara yang merupakan kerajaan Islam jatuh ke tangan Rusia dibawah para tsar.  Sejak itulah umat Islam berbondong-bondong datang ke kota ini. Jadi ikatan keduanya memang sudah terjalin baik. Meski ajaran Islam itu sendiri sebenarnya telah ada di Rusia sebelum abad 8, yaitu berkat orang-orang Tatar yang pernah lama menguasai negri ini.

Selanjutnya, ketika komunisme berhasil menjatuhkan kekaisaran Rusia pada tahun 1917, Bukharapun direbut dan kerajaan ini ambruk pada tahun 1920. Bukhara adalah kota kelahiran ahli hadist kenamaan Bukhari ( 810 M – 870 M).

Sejak berkuasanya komunisme di negri ini, pintu-pintu keagamaanpun ditutup rapat. Tidak ada tempat bagi pemeluk agama di negri ini. Mereka ditekan dan ditindas luar biasa kejam. Kitab-kitab suci dibakar. Seluruh rumah ibadah ditutup, termasuk masjid yang baru saja selesai dibangun ini. Bahkan pada tahun 1940, masjid beralih fungsi menjadi gudang medis tentara komunis.

( Bersambung)

Click : https://vienmuhadi.com/2013/05/20/st-petersburg-dan-masjid-soekarno-2-tamat/

Read Full Post »

Diriwayatkan dari Said bin Jubair RA dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: “Kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara: minum madu, sayatan pisau bekam, dan sundutan besi panas, dan aku melarang umatku (menggunakan) pengobatan dengan besi panas” (HR. Al-Bukhari, dikeluarkan juga oleh Ibnu Majah, Ahmad dan Al-Bazzar)

Segala puji bagi Allah SWT, yang dengan kehendak-Nya Dia menurunkan penyakit dan juga obatnya. Shalawat dan salam kita haturkan kepada Rasulullah SAW yang telah mengajarkan kepada umatnya segala sesuatu yang bermanfaat, baik dalam perkara agama maupun dunia mereka, yang diantaranya adalah mengajarkan umatnya bagaimana cara menjaga kesehatan ruhani dan jasmani serta cara pengobatan dari beragam penyakit. Juga shalawat dan salam kita sampaikan kepada keluarga beliau, sahabat-sahabatnya serta siapa saja yang berjalan di atas jalan mereka hingga akhir zaman.

Dunia Pengobatan Umum

Dunia pengobatan semenjak dulu selalu berjalan seiring dengan kehidupan manusia. Karena, sebagai makhluk hidup, manusia amatlah akrab dengan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Keinginan untuk berlepas diri dari berbagai penyakit itulah yang mendorong manusia berupaya menyingkap berbagai metode pengobatan, mulai dari mengkonsumsi berbagai jenis tumbuhan secara tunggal maupun yang sudah terkontaminasi, yang diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit tertentu, atau sistem pemijatan, akupuntur, pembekaman hingga operasi dan pembedahan.

Namun seiring dengan perkembangan peradaban manusia, budaya konsumerisme dan materialisme menggiring manusia mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang dianggap praktis, lezat dan penuh variasi. Sayangnya kebanyakan mereka tidak menyadari bahwa produksi makanan semacam itu seringkali terpaksa menggunakan berbagai jenis bahan kimia berbahaya, seperti boraxformalin, Rhodamin B dan Metanil Yellow (bahan pewarna sintetis), antibiotik kloramfenikol,dietilpirokarbonatdulsinnitrofurazon dan berbagai bahan kimia yang amat merusak kesehatan. Orang yang sudah banyak mengkonsumsi berbagai jenis makanan berkomposisi kimia menjadi sering terserang penyakit komplikasi yang beragam. Sehingga obat-obatan yang diperlukan juga obat-obatan berkomposisi kimia berat.

Bukan rahasia lagi, pengobatan dengan bahan kimia sintetis (pengobatan barat/modern) mungkin dapat mengobati suatu penyakit, tetapi dapat juga menimbulkan penyakit bawaan yang lain sebagai bentuk side effect buruk dari sifat bahan kimia. Satu penyakit dapat disembuhkan tetapi dapat muncul penyakit lain. Jadilah lingkaran setan yang tidak ada habisnya dalam dunia pengobatan modern. Ternyata mahalnya obat kimia sintetis bukan jaminan kesembuhan.

Pengobatan Ilahiyah dan Misykat Nubuwah

Teknologi medis boleh saja merambati modernisasi dan shopisticasi yang sulit diukur. Namun perkembangan jenis penyakit juga tidak kalah cepat beregenerasi. Sementara banyak manusia yang tidak menyadari bahwa Allah SWT tidak pernah menciptakan manusia dengan ditinggalkan begitu saja. Setiap kali penyakit muncul, pasti Allah SWT juga menciptakan obatnya.

Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan penyembuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah).

Hanya saja ada manusia yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Kenyataan lain yang harus disadari oleh manusia, bahwa apabila Allah SWT secara tegas memberikan petunjuk pengobatan, maka petunjuk pengobatan itu sudah pasti lebih bersifat pasti dan bernilai absolut. Dan memang demikianlah kenyataannya. Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, bukan saja memberi petunjuk tentang perikehidupan dan tata cara ibadah kepada Allah SWT secara khusus yang akan membawa keselamatan dunia dan akhirat, tetapi juga memberikan banyak petunjuk praktis dan formula umum yang dapat digunakan untuk menjaga keselamatan lahir dan batin, termasuk yang berkaitan dengan terapi atau pengobatan.

Petunjuk praktis dan kaidah medis tersebut banyak sekali didemonstrasikan oleh Rasulullah SAW dan diajarkan kepada para sahabatnya. Bila kesemua formula dan kaidah praktis itu dipelajari secara seksama, tidak syak lagi bahwa kaum Muslimin dapat mengembangkannya menjadi sebuah sistem dan metode pengobatan yang tidak ada duanya. Disitulah akan terlihat korelasi yang erat antara sistem pengobatan Ilahi dengan sistem pengobatan manusia.

Karena Allah SWT telah menegaskan: “Telah diciptakan bagi kalian semua segala apa yang ada di muka bumi ini.” Ilmu pengobatan berikut segala media dan materinya, termasuk yang diciptakan oleh Allah SWT untuk kepentingan umat manusia.

Camkanlah! Islam adalah agama yang sempurna, yang dibawa Rasulullah SAW bukan hanya kepada orang sehat tapi juga kepada orang yang sakit, maka syariatnya juga disediakan.

Untuk itu seyogyanya kaum Muslimin menghidupkan kembali kepercayaan terhadap berbagai jenis obat dan metode pengobatan yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai metode terbaik untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

Namun tentu semua jenis pengobatan dan obat-obatan tersebut hanya terasa khasiatnya bila disertai dengan sugesti dan keyakinan. Karena-demikian dinyatakan Ibnul Qayyim-keyakinan adalah doa. Bila pengobatan manusia mengenal istilahplacebo (semacam penanaman sugesti lalu memberikan obat netral yang sebenarnya bukan obat dari penyakit yang dideritanya), maka Islam mengenal istilah doa dan keyakinan. Dengan pengobatan yang tepat, dosis yang sesuai disertai doa dan keyakinan, tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati, kecuali penyakit yang membawa kematian. Jabir RA membawakan hadits dari Rasulullah SAW: “Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah SWT.” (HR. Muslim)

Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih sarat dengan beragam penyembuhan dan obat yang bermanfaat dengan izin Allah SWT. Sehingga mestinya kita tidak terlebih dahulu berpaling dan meninggalkannya untuk beralih kepada pengobatan kimiawi yang ada di masa sekarang.

Karena itulah Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata: “Sungguh para tabib telah sepakat bahwa ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan maka jangan beralih kepada obat-obatan kimiawi. Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, maka jangan beralih memakai obat yang kompleks. Mereka mengatakan: ‘Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan-makanan tertentu dan pencegahan, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan kimiawi’.”

Ibnul Qayyim juga berkata: “Berpalingnya manusia dari cara pengobatan nubuwwah seperti halnya berpalingnya mereka dari pengobatan dengan Al-Qur`an, yang merupakan obat bermanfaat.” Dengan demikian, tidak sepantasnya seorang muslim menjadikan pengobatan nabawiyyah sekedar sebagai pengobatan alternatif. Justru sepantasnya dia menjadikannya sebagai cara pengobatan yang utama, karena kepastiannya datang dari Allah SWT lewat lisan Rasul-Nya SAW. Sementara pengobatan dengan obat-obatan kimiawi (pengobatan cara barat) kepastiannya tidak seperti kepastian yang didapatkan denganthibbun nabawi. Pengobatan yang diajarkan Nabi SAW diyakini kesembuhannya karena bersumber dari wahyu. Sementara pengobatan dari selain Nabi SAW kebanyakannya dugaan atau dengan pengalaman / uji coba.

Namun tentunya, berkaitan dengan kesembuhan suatu penyakit, seorang hamba tidak boleh bersandar semata dengan pengobatan tertentu, dan tidak boleh meyakini bahwa obatlah yang menyembuhkan sakitnya. Seharusnya ia bersandar dan bergantung kepada Dzat yang memberikan penyakit dan menurunkan obatnya sekaligus, yakni Allah SWT. Seorang hamba hendaknya selalu bersandar kepada-Nya dalam segala keadaannya. Hendaknya ia selalu berdoa memohon kepada-Nya agar menghilangkan segala kemudharatan yang tengah menimpanya.

Bekam, Cara Pengobatan Terbaik

Dari Jabir RA, bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan racun ke dalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah SAW. Beliau mengambil bagian kaki dan memakan sebagian darinya. Beberapa orang sahabat yang bersamanya juga ikut memakannya. Sebagian sahabat yang terlanjur memakannya ada yang meninggal. Lalu Rasulullah SAW melakukan pengobatan dengan hijamah di bagian pundaknya karena daging yang terlanjur beliau makan. Yang mengobatinya adalah Abu Hindun, dengan menggunakan tulang tanduk dan mata pisau.

Untuk pembinaan kesehatan rohani dan jasmani, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai teknik pengobatan atau terapi sebagaimana terdapat dalam Shahih Bukhari dari Said Ibnu Jabir RA dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW, bahwa Rasululllah SAW bersabda: “Kesembuhan itu ada dalam tiga hal, yaitu dalam minum madu, sayatan alat hijamah atau sundutan api. Namun aku melarang umatku melakukan sundutan.

Bahkan Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam).” (Muttafaq ‘alaihi) Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah bekam (hijamah).” (HR. Ibnu Majah, Abu Dawud) Sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah.” (HR. Ahmad, shahih)

Beberapa Hadits tentang Hijamah (Bekam)

Para malaikat menyampaikan wasiat tentang hijamah. Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata: “Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh Beliau SAW dengan mengatakan: “Perintahkanlah umatmu untuk berbekam“” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib). Pada malam aku di-isra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata: “Wahai Muhammad suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami’us Shaghir 2/731)

Dari Ibnu ‘Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku berjalan melewati segolongan malaikat pada malam aku diisra’kan, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: ‘Wahai Muhammad, engkau harus berbekam’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, Syaikh al-Albani (II/259)) Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku melewati satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan: ‘Hai Muhammad, perintahkan ummatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))

Hukum Bekam

Imam Ghazali berpendapat, yang dinukilkan dalam kitab Tasyirul Fiqih lil Muslimil Mu’ashir oleh Dr. Yusuf Qardhawi: “Al Hijamah adalah termasuk fardhu kifayah. Jika di suatu wilayah tidak ada seorang yang mempelajarinya, maka semua penduduknya akan berdosa. Namun jika ada salah seorang yang melaksanakannya serta memadai, maka gugurlah kewajiban dari yang lain. Menurut saya, sebuah wilayah kadang membutuhkan lebih dari seorang. Tapi yang terpenting adalah adanya jumlah yang mencukupi dan memenuhi seukuran kebutuhan yang diperlukan. Jika di sebuah wilayah tidak ada orang yang Muhtajib (ahli bekam), suatu kehancuran siap menghadang dan mereka akan sengsara karena menempatkan diri di ambang kehancuran. Sebab Dzat yang menurunkan penyakit juga menurunkan obatnya, dan memerintahkan untuk menggunakannnya serta menyediakan sarana untuk melaksanakannya, maka dengan meremehkannya berarti sebuah kehancuran telah menghadang.

Apa itu Bekam?

Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. Dalam istilah medis dikenal dengan istilah ‘Oxidant Release Therapy’ atau ‘Oxidant Drainage Therapy’ atau istilah yang lebih populer adalah ‘detoksifikasi’. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan cara pemberian obat antioksidan (obat kimiawi) yang bertujuan untuk menetralkan oksidan di dalam tubuh sehingga kadarnya tidak makin tinggi. Tapi jika efek obat antioksidan sudah habis, oksidan akan tumbuh dan berkembang kembali. Karena itu, para dokter biasanya memberikan obat antioksidan secara kontinyu.

Untuk mengeluarkan oksidan dari dalam tubuh butuh ketrampilan khusus. Caranya dengan penyedotan menggunakan alat khusus yang sebelumnya didahului dengan pembedahan minor (sayatan khusus) secara hati-hati di titik-titik tertentu secara tepat dalam tubuh. Jika oksidan dapat dikeluarkan semua maka penyumbatan aliran darah ke organ-organ tertentu dalam tubuh dapat diatasi, sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh kembali normal.

Penelitian Bekam

Pada saat ini di negeri-negeri barat (Eropa dan Amerika) melalui penelitian ilmiah, serius dan terus-menerus menyimpulkan fakta-fakta ilmiah bagaimana keajaiban bekam sehingga mampu menyembuhkan berbagai penyakit secara lebih aman dan efektif dibandingkan metode kedokteran modern. Sehingga bekam mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan bermuncullah Ahli Bekam serta Klinik Bekam di kota-kota besar di Amerika dan Eropa.

Bahkan pada tahun-tahun terakhir ini pengobatan dengan bekam telah dipelajari dalam kurikulum fakultas kedokteran di Amerika, walaupun mereka tidak pernah mau mengakui bahwa bekam adalah warisan Rasulullah SAW, dokter terbaik sepanjang zaman. Ironisnya, sekarang ini orang Islam sendiri masih memandang sinis terhadap thibbun nabawi, padahal kita semua mengakui secara lisan bahwa Rasulullah SAW adalah uswatun khasanah. Semoga Allah SWT menyelamatkan aqidah kita!

Berdasarkan laporan umum penelitian tentang pengobatan dengan metode bekam tahun 2001 M (300 kasus) dalam buku Ad Dawa’ul-Ajib yang ditulis oleh ilmuwan Damaskus Muhammad Amin Syaikhu didapat data sebagai berikut: 1) dalam kasus tekanan darah tinggi, tekanan darah turun hingga mencapai batas normal, 2) dalam kasus tekanan darah rendah, tekanan darah naik hingga batas normal, 3) kadar gula darah turun pada pengidap kencing manis dalam 92,5 % kasus, 4) jumlah asam urat di darah turun pada 83,68% kasus, 5) pada darah bekam yang keluar, didapati bahwa eritrosit yang didalamnya berbentuk aneh, tidak berfungsi normal, menganggu kinerja sel lain.

Renungan

Di tengah derasnya serbuan pengobatan modern dan pengobatan alternatif dari dalam atau luar negeri kedalam lingkungan kaum muslimin, tanpa jaminan kehalalan, memaksa kita menggunakan bahan dan cara yang haram, bahkan dapat membawa kita kepada perbuatan syirik, sangat mahal tapi tanpa jaminan kesembuhan secara sempurna, bahkan mungkin menimbulkan komplikasi yang lebih berat, maka kembali kepada thibbun nabawi adalah solusi yang tepat dan selamat. Keuntungan ganda akan kita peroleh, yaitu kesehatan tubuh dan terselamatkannya aqidah umat Islam.

Bekam menjadi pilihan terbaik untuk berobat, karena murah, aman, praktis dan sesuai sunnah Rasulullah SAW. Apabila bekam dilakukan secara baik dan benar sesuai kaidah medis, maka akan memberikan hasil yang luar biasa. Insya Allah!!! (7/10/2011Kasmui)

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Mei 2013.

Vien AM.

Dicopy dari :

http://kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2011/10/07/bekam-al-hijamah-cara-pengobatan-menurut-sunnah-nabi-saw-401596.html

Read Full Post »

Muhasabah atau introspeksi diri adalah ciri seorang Muslim yang baik. Ini adalah usaha seorang hamba untuk mengetahui seberapa  besar amal ibadah yang telah dikerjakannya  selama ini. Muhasabah diperlukan agar ia dapat mengira-ngira apakah perbuatannya selama itu bisa dihitung sebagai amal ibadah, sebagai tiket untuk memasuki surga-Nya, kelak setelah hari yang dijanjikan-Nya itu tiba.

Merenung,  mengingat, menghitung dan mengkalkulasi diri amal apa yang belum sempat dikerjakan,  seberapa banyak dosa yang telah dilakukan, dan  sudahkah ia bertobat atas kesalahan-kesalahan tersebut, adalah merupakan bagian dari Muhasabah. Dengan kata lain, Muhasabah adalah sebuah upaya untuk selalu menghadirkan kesadaran bahwa segala sesuatu yang dikerjakannya itu senantiasa disaksikan oleh Sang Khalik, bahkan dihisab dan dicatat oleh 2 malaikat penjaga, yaitu Raqib dan Atid.

Itu sebabnya alangkah baiknya bila kita mau menghisab diri sebelum kita dihisab oleh Nya di hari perhitungan ( Al-Yaumil Hisab) nanti, dengan tujuan agar kita dapat segera memperbaiki diri, menuju takwa. Ini adalah bagian dari persiapan diri.  Karena bekal manusia yang paling baik dan berharga dalam menemui-Nya adalah taqwa.

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri, memperhatikan bekal apa yang dipersiapkannya untuk hari esok (kiamat). Bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.(QS.Al-Hasry(59):18).

Umar r.a pernah mengucapkan kata-katanya yang sangat terkenal: “Haasibu anfusakum qabla antuhasabu” (Hisablah dirimu sebelum kelak engkau dihisab).

Al-Hasan rahimahullah mengatakan: “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berhenti (untuk muhasabah) saat bertekad (untuk berbuat sesuatu). Jika (amalnya) karena Allah, maka ia terus melaksanakannya dan jika karena selain-Nya ia mengurungkannya.”

Dari ucapan Al-Hasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Muhasabah juga dapat bermakna berhenti. Yaitu berhenti sejenak, merenung,  untuk mengevaluasi apakah apa yang kita perbuat itu lillahi taála, murni demi mencari keridhoan Allah swt, bukan hal lain.

Muhasabah dibagi menjadi 2, yaitu berhenti untuk merenung sebelum melakukan kegiatan dan yang kedua, berhenti untuk merenung setelah melakukan kegiatan. Perumpamaan Muhasabah seperti ini ibarat kendaraan yang melaju cepat ke suatu tempat. Ia berhenti untuk memastikan apakah jalan yang dilaluinya sudah tepat.  Sekaligus memeriksa apakah tujuan berikutnya sudah benar pula.

Karena ada kalanya seseorang beribadah dengan tekun, setiap hari. Namun ternyata tanpa disadarinya sebenarnya ia telah kehilangan ruhnya. Mengapa? Karena bisa jadi ia melakukannya hanya karena kebiasaan, karena rutinitas. Meski ini masih jauh lebih baik daripada karena riya, misalnya. Ini bukan hal yang mustahil terjadi. Sebab bisa saja, karena sudah terbiasa dinilai sebagai ahli ibadah, iapun jadi malu jika tidak beribadah seperti yang biasa dilakukannya. Namun yang paling parah jika ibadah tanpa disadari telah mengarah kepada kemusryikan, na’udzubillah min dzalik.

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS.Al-Anám(6):82).

Muhasabah juga bertujuan agar seorang yang beriman tidak meremehkan apalagi terbiasa melakukan dosa-dosa kecil.  Karena dosa kecil yang dilakukan hampir setiap hari, akhirnya bisa menumpuk dan menjadi dosa besar..

Untuk itu seorang Muslim seyogyanya senantiasa berpikir dahulu sebelum bertindak. Sebaiknya dipikirkan dahulu secara matang apakah tindakan yang akan dilakukannya itu memang benar-benar bermanfaat, apakah lebih banyak manfaat daripada mudharatnya. Jangan sampai ibadah hanya sekedar ikut-ikutan bukan berdasarkan ketaatan kepada-Nya.

Ada beberapa tahapan Muhasabah, diantaranya adalah :

1. Ma’rifatullah, yaitu mengenal Allah swt.

Ini adalah tahap awal Muhasabah  Semua Muslim pasti tahu bahwa kita ini adalah hamba Allah, yang mendapat tugas untuk beramal sholeh di dunia. Kita juga pasti tahu bahwa akhirat dengan surga dan nerakanya adalah kehidupan nanti, di akhirat. Dan setiap Muslim yang baik pasti masuk surga adalah cita-cita.

Untuk itu sudah sewajarnya bila kita ini harus mengenal Sang Pemilik, yang tidak saja memiliki surga namun juga diri kita ini. Ada beberapa cara untuk mengenal Sang Pencipta, Allah swt, yaitu melalui ayat-ayat Al-Quranul Karim ( ayat Qauliyah),  merenungkan fenomena alam semesta ( ayat Kaulinah), mengenal sifat-sifat-Nya dan memperhatikan penciptaan diri sendiri. Ini adalah hak semua manusia. ( Baca :  http://vienmuhadisbooks.com/2009/07/01/bab-i-hak-manusia/ ).

 “Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja ( Al-Malik), Yang Maha Suci ( Al-Quddus) , Yang Maha Sejahtera ( As-salaam ), Yang Mengaruniakan keamanan ( Al-Mukmin), Yang Maha Memelihara ( Al-Muhaimin), Yang Maha Perkasa ( Al-Azis), Yang Maha Kuasa ( Al-jabbar), Yang Memiliki segala keagungan ( Al-Mutakabbir), Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan ( Al-kholiq)), Yang Mengadakan (Al-Barri’), Yang Membentuk Rupa (Al-Mushowwir), Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ».(QS.Al-Hasry (59) :23-24).

2.Musyaraqah, yaitu membuat perjanjian dengan Sang Khalik, Allah Azza wa Jalla.

Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan”.(QS.Qaaf(50):32-34).

Seperti juga pada sejumlah peristiwa penting dalam hidup, pernikahan misalnya, akad atau perjanjian antara calon mempelai lelaki dan perempuan adalah hal yang sangat menentukan. Demikian pula dalam Muhasabah.

Perjanjian Sang Khalik dengan hamba-Nya adalah suatu ikatan yang  teramat kuat dan sangat menentukan.  Inilah perjanjian dimana Alllah swt menawarkan surga  sebagai balasan bagi para hamba yang senantiasa memelihara dan mentaati aturan-aturan-Nya. Aturan-aturan tersebut tercantum jelas dalam Al-Quranul Karim dan diperjelas lagi secara detil dalam Sunah Rasul-Nya.

Lafaz  Syahadah yang merupakan pintu gerbang seorang Muslim adalah contoh yang paling tegas. Juga bacaan dalam Iftitah “ Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi robbil ‘alamiin”, yang artinya : “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” yang senantiasa kita baca dalam shalat kita.

3. Muraqabah, yaitu upaya diri untuk senantiasa merasa terawasi oleh Allah ( Muraqabatullah).

“ … Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun”. (QS. Al-Baqarah(2): 235).

Seorang Muslim harus meyakini bahwa Allah swt selalu mengawasi dirinya. Apapun dan dimanapun kita berada,  akan diketahui-Nya. Tidak ada sesuatupun yang dapat disembunyikan dari-Nya, bahkan bisikan yang  ada di dalam hati sekalipun. Kesadaran inilah yang mustinya akan membuat seseorang senantiasa berhati-hati dalam bertindak.

“…Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.(QS.Al-Hadid(57):4), “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya”.(QS. Qoof(50):16),

Nabi saw bersabda, “Jangan engkau mengatakan engkau sendiri, sesungguhnya Allah bersamamu. Dan jangan pula mengatakan tak ada yang mengetahui isi hatimu, sesungguhnya Allah mengetahui”. (HR. Ahmad).

Muraqabatullah atau kesadaran tentang adanya pengawasan Allah yang tinggi akan melahirkan Ma’iyatullah (kesertaan Allah). Contohnya adalah peristiwa ketika Rasulullah saw dalam perjalanan hijrah ke Madinah dan nyaris tertangkap pasukan Quraisy. Ketika itu Rasulullah saw dan Abu Bakar ra sedang bersembunyi di dalam gua. Abu Bakar amat khawatir karena melihat pasukan telah berada di mulut gua dimana mereka berada.  Tetapi Allah swt telah membutakan orang-orang Musyrik itu hingga tidak melihat Rasulullah dan Abu Bakar. Sesuatu yang mustahil terjadi bila Sang Khalik tidak turun tangan. ( ayat 40 surat At-taubah). Muqarabah yang seperti ini akan melahirkan ketenangan jiwa.

4.Mujahadah, yaitu upaya keras untuk bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah kepada Allah, menjauhi segala yang dilarang dan mengerjakan apa saja yang diperintahkan-Nya.

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS.Al-Ankabut(29): 69).

Contoh yang paling menarik dalam ber-mujahadah adalah kisah seorang sahabat bernama Ka’ab bin Malik. Kelalaian sahabat Nabi SAW yakni Ka’ab bin Malik sehingga tertinggal rombongan saat perang Tabuk adalah karena ia sempat kurang bermujahadah untuk mempersiapkan kuda perang dan sebagainya. Ka’ab bin Malik mengakui kelalaian dan kekurangan mujahadah pada dirinya secara jujur kepada Rasulullah saw.

Meski akibatnya ia harus membayarnya dengan sangat mahal. Ia diasingkan selama kurang lebih 50 hari sebelum akhirnya turun ayat Allah yang memberikan pengampunan padanya. Namun demikian ia tidak pernah menyesali keputusannya tersebut, bahkan puas menerima dan menjalaninya. Karena ini berarti Allah swt benar-benar telah mengampuni dosa dan kesalahannya dan membebaskannya dari api neraka.

dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.(QS.At-Taubah (9):118).

 5.Taslim, yaitu penyerahan diri dan kepatuhan kepada perintah Allah swt.

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu ( Muhammad)  hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”(QS. An-Nisa (4):65).

Tidak ada hukum lain diatas hukum-Nya yang lebih dipatuhinya. Seorang Muslim harus menyadari hal ini.

(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar”.(QS. An-Nisa (4):13).

Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan”.(QS. An-Nisa (4):14).

6. Ridho.

Ini  adalah tahap akhir seorang Muslim menuju puncak pengabdiannya. Mereka ini mengerjakan amal kebaikan tanpa pamrih. Mereka ridho berhukum kepada hukum Allah meski harus bertentangan dengan adat dan kebiasaan masyarakat. Meski tidak jarang mungkin hukum tersebut  tidak menguntungkan dan tidak berpihak padanya. Bahkan boleh jadi membuatnya dimusuhi orang sekitarnya. Namun ia tidak peduli. Padahal mereka tahu bahwa balasan dari Sang Khalik baru datang nanti, setelah mereka meninggal dunia kelak. Meski tidak jarang pula siapa yang mematuhi dan berani menegakkan hukum-Nya, urusan duniapun dapat digenggamnya.

Hal ini hanya dapat dilakukan  oleh mereka yang yakin, haqqul yakin, bahwa kehidupan di dunia hanya sementara dan hanya cobaan. Negri akhirat adalah tujuan dan lebih abadi. Untuk itu Allah swtpun ridho membalas perbuatan agung  mereka. Balasan mereka adalah surga tertinggi. Itulah keberuntungan yang tiada taranya.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya”.(QS.Al-Bayyinah(98):8).

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar”. (QS. At-Taubah(9):72).

Wallahu’alam bish shawwab.

 Jakarta, 3 Mei 2013.

Vien AM.

Read Full Post »