Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Catatan Perjalanan’ Category

Sambungan dari “ Suka Duka Muslim Di Perancis ( 9)”.

Selesai menunaikan shalat zuhur dan ashar yang dijama’, kami menuju Cannes, sebuah kota pantai yang dikenal karena ‘Palm D’Or’ nya, piala penghargaan film terbaik, kira-kira saingan piala Oscarlah… Festival film yang diselenggarakan setiap tahun di gedung Palais De Festival Cannes ini pertama kali diadakan pada tahun 1954. Cristine Hakim adalah satu-satunya aktris kita, kalau saya tidak salah, yang pernah mendapat kehormatan duduk sebagai dewan jurinya.        

Di pelataran gedung festival ini, kita dapat melihat cap tangan para artis kenamaan dunia seperti Tom Cruise, Isabella Roselinni, Michael Douglas, Sharon Stone, sutradara Roman Polanski bahkan bintang-bintang tua seperti Clint Eastwood, Julie Andrew dll.

Kami di Cannes ini bisa dibilang hanya numpang tidur. Karena esok paginya kami segera melanjutkan perjalanan menuju Italy dengan menyusuri pantai Mediterania yang amat cantik itu. Tujuan utama kami memang ingin melihat menara miring Pisa dari dekat. Namun sayang sekali, jauh-jauh kami menempuh perjalanan hampir 400 km ditambah lagi satu jam mobil tak bergerak sama sekali karena terjebak dalam kemacetan total, ternyata beberapa kilometer menjelang keluar tol, pintu tersebut ditutup !  Ternyata Pisa dikepung banjir besar…:-(

Dengan bantuan GPS ( Global Positioning System ), alat elektronik canggih pengidentifikasi jalanan yang biasa mendampingi kemanapun kami pergi ini, kami berusaha mencari alternative jalan lain. Namun tidak berhasil. Sementara hari telah mulai gelap. Maka kamipun memutuskan untuk langsung meneruskan perjalanan ke Florence yang hanya berjarak 60 km. Kami memang telah booking hotel di kota tersebut.

Menurut penjaga hotel di Florence yang kami temui malam itu, untuk menghindari banjir yang ternyata sering terjadi di Tuscany, propinsi dimana Pisa berada, jalan terbaik dan praktis mengunjungi menara Pisa adalah dengan menumpang kereta api.

Jarak antara lokasi menara dan stasiun kereta api sekitar 3 kilometer. Lumayan buat orang Indonesia yang jarang berjalan-kaki. Alhamdulillah hari tidak hujan walaupun cuaca dingin ( 3 derajat ) dan mataharipun malas menampakkan diri. Selama berjalan kali menuju lokasi kami tidak bersua dengan banyak turis. Sebaliknya kami malah berjumpa dengan dua orang mahasiswa Indonesia yang sedang  mengambil program S3 di kota tersebut. Menurut mereka, hal ini tidak biasa. Mungkin ya disebabkan oleh banjir tadi.

Menara Miring Pisa dan Kathedral di depannya

Menara Miring Pisa dan Kathedral di depannya

Lantai teratas menara Pisa

Lantai teratas menara Pisa

Menara miring Pisa ( Leaning Tower ) mulai dibangun pada tahun 1173. Namun baru selesai 2 abad kemudian. Menara ini miring bukan karena disengaja. Para arsitek berpendapat kemungkinan ia miring karena struktur tanahnya yang tidak stabil. Menara yang memiliki ketinggian 60 meter ini terdiri atas 8 lantai. Lantai teratas adalah teras terbuka. Teras ini dikelilingi tembok yang memiliki beberapa gapura dengan lonceng-lonceng di bawahnya.

Kathedral Florence

Kathedral Florence

Terus terang saya agak terkejut menyaksikan bentuk bagian tersebut. Bagian ini mengingatkan saya pada bagian dalam masjid Nabawi di Madinah dan juga ( bekas ) masjid  di Kordoba, Spanyol yang dibangun pada tahun 700. Begitu juga ketika saya memasuki bagian dalam gereja yang berada di seberang menara. Secara sepintas ada bagian-bagian tertentu yang mirip dengan ciri khas arsitektur Islam Arab. Begitu juga dengan gereja besar nan indah yang terdapat di Florence yang memiliki kemiripan dengan Masjid Kubah ( Dome Of The Rock) di Yerusalem,Palestina. Tampaknya garis-garis putih-hitam/hijau tua/merah di dinding marmer atau di atas gapura itulah yang memberi kesan tersebut. Saya yakin  ini pasti pengaruh seni Islam yang pada abad pertengahan memang sedang berada di puncak kejayaannya dan menjadi kiblat dunia. Bolehlah ikut berbangga hati .. J

Untuk memenuhi rasa penasaran saya, dalam hati saya berjanji akan mencari data di internet sekembalinya nanti. ( Dan inilah yang saya temukan…   http://www.persee.fr/web/revues/home/prescript/article/crai_0065-0536_1946_num_90_1_77932 . Menyusul tulisan saya : Menilik Jejak Islam Di Eropa (4): Tuscani – Italia).

Setelah puas menikmati menara miring dan beberapa bangunan bersejarah disekitarnya, kami kembali berjalan kaki menuju stasiun kereta api untuk kembali ke Florence dan meneruskan perjalanan ke Milano yang berjarak sekitar 300 km dari Florence.

Dew Kebab, Halal Food

Dew Kebab, Halal Food

Namun di perjalanan kami melihat sebuah kedai kebab halal ! Tanpa pikir panjang kami segera mampir. Kebetulan kami memang belum sempat makan siang. Sambil menunggu pesanan, kamipun berbincang-bincang. Bilal, begitu si empunya memperkenalkan namanya dengan bangga .. Allahuakbar !!. Dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah, Bilal warga negara Itali keturunan Yordania ini, bercerita bahwa umat Islam di Pisa cukup banyak. Ia juga memberitahu bahwa ada masjid yang tidak begitu jauh dari tempat tersebut. Sayang kami tidak sempat mengunjunginya.

Dengan bangga Bilal juga bercerita bahwa istrinya adalah seorang mualaf asli Italia… Subhanallah. Dalam menjalankan bisnis kebabnya, Bilal dibantu  temannya yang bernama Muhammad. Ia juga keturunan Yordania.

Tanpa terasa pesanan kamipun siap. Dua kebab daging, satu kebab ayam  plus satu botol besar air minum. Namun ketika suami saya hendak membayar, Bilal berkata : “ You are my brother. So the drink is free. Halal, Insya Allah”. Kamipun hanya dapat memandangnya  dengan penuh ketakjuban, tak kuasa berkata sepatah katapun.

Alangkah indahnya ikatan persaudaraan antara sesama Muslim dimanapun berada. Allahuakbar…         

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.(QS.Al-Hujurat (49):13).     

Bersambung ke : “Suka Duka Muslim Di Perancis ( 11 ).

Wallahu’alam bishawab.

Pau-France, 11 Januari 2010.

Vien AM.     

Read Full Post »

“Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?”. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS.Al-Qashash(28):71-72). 

Rasanya ke dua ayat di atas benar-benar pas  untuk memulai laporan perjalanan kami kali ini. Betapa tidak. Jika pada musim panas yang biasanya berlangsung antara bulan Juli hingga Agustus matahari terbit sekitar pukul 5 pagi dan terbenam sekitar  pukul 22.30 maka pada musim dingin yang biasanya berlangsung antara bulan Desember hingga Februari matahari baru terbit pukul 8 lebih dan terbenam sebelum pukul 5 !  Hal ini lebih terasa  lagi ketika kita berpuasa, khususnya puasa Ramadhan. 

Lucunya, ketika bulan Ramadhan jatuh di musim panas, ada saja sejumlah orang yang meminta keringanan karena  puasa kita memang jauh lebih panjang dibanding puasa ditanah air. Namun ketika bulan Ramadhan jatuh di musim dingin yang berarti puasa menjadi jauh lebih pendek,  tak satupun yang memprotesnya ….:-) … 

Begitupun ketika kita berlibur. Di musim panas, selama hampir 17 jam lamanya kita bisa sepuas mungkin menikmati pemandangan di siang hari. Sebaliknya ketika musim dingin, waktu terasa begitu cepat berlalu. Rasanya belum puas kita menikmati pemandangan sembari berfoto-foto mengambil gambar kenangan .. tahu2 hari telah gelap. Inilah salah satu  bukti kekuasaan Allah swt yang tidak mungkin dapat diingkari. 

Perjalanan kami kali ini adalah perjalanan terpanjang yang kami lalui dengan menggunakan mobil pribadi, yaitu 3000 km bolak balik. Salah satu keuntungan  bepergian di Eropa memang melalui jalan darat, baik dengan mobil pribadi maupun mobil sewaan. Dengan cara ini dengan mudah kita dapat  mengunjungi berbagai kota di Eropa. Ini dimungkinkan karena adanya jaringan jalan/highway antar negara yang terkoordinir dengan baik. Disamping itu, dengan tidak adanya pengecekan di perbatasan setiap negara serta digunakannya satu mata uang Uni Eropa, yaitu Euro, menjadikan perjalanan sangat mudah, aman dan nyaman. 

Kota pertama yang kami kunjungi adalah Montpellier. Namun kami mampir dahulu ke kota abad pertengahan ( Cite Medieval), bernama Carcassonne yang terletak sekitar 350 km timur Pau. Kota tua yang dikelilingi benteng kuno ini ternyata menyimpan sejarah kelam kekejaman  pasukan Salib ( The Crusaders) dibawah perintah Paus Innocent III. Carcassonne ( termasuk Toulouse, Beziers dan Montpellier ) yang ketika itu berada dibawah kekuasaan raja Raimond-Roger Trencavel, pada tahun 1209 harus menerima hukuman berat karena sang raja dianggap terlalu permisif dan toleran terhadap pemeluk agama lain. Seluruh penduduk Beziers yang mayoritas Yahudi ini bahkan habis dibunuh. 

Gerbang utama Carcassonne

Gerbang utama Carcassonne

Carcassonne

Carcassonne

Tak sampai seratus tahun kemudian, Carcassonne masih harus menderita hebat akibat pandemi ‘ The Black Death’ yang sangat mematikan. Kemudian dalam ‘ Perang Seratus Tahun ‘antara pemeluk Kristen dan Protestan sekitar tahun 1560, pemeluk protestan kota tersebut habis dibantai musuh !!. Sungguh menyedihkan . Merinding bulu kuduk ini menyaksikan sejarah kota tua tersebut. Jadi rasanya pantas saja jika anak perempuan saya berkomentar : “ Banyak hantunya kali bu ya disini … “ .. Hiii… 

Place De La Comedie, Montpellier

Place De La Comedie, Montpellier

Selanjutnya kami menuju Montpellier. Kota ini adalah kota pelajar yang berubah menjadi kota turis ketika musim panas tiba. Seperti juga kota-kota besar Perancis lainnya, warga  rakyat Montpellier sibuk mempersiapkan diri ketika ‘Fete De La Musique ‘ pesta musik dan seni Perancis, yang biasa diadakan pada setiap tanggal 21 Juni tiba. Pesta musik gratis yang di adakan di semua tempat umum  ini, seperti di taman, teras dll ini biasanya terpusat di Place De La Comedie,  yang merupakan landmark kota.

Di kota ini berdiri sebuah universitas terkenal yang telah berdiri sejak abad 13, yaitu University of Montpellier. Ketika itu fakultas kedokterannya telah menjadi primadona. Ini adalah pengaruh dari kejayaan kerajaan Islam Granada di Spanyol. Tenaga pengajar universitas ini memang khusus didatangkan dari sejumlah perguruan tinggi Granada yang ketika itu sedang berada di puncak kejayaannya dan menjadi kiblat ilmu pengetahuan dan sains. Saat ini Universitas Montpellier telah terpecah menjadi 3 universitas, yaitu  Universitas Montpellier I ( sosial ), Montpellier II ( Sains dan Kedokteran ) dan Montpellier III Paul Valery  ( Seni dan Budaya ).

Katanya sih, banyak juga mahasiswa Indonesia yang menuntut di kota ini. Kami memang melihat sejumlah wajah Asia namun tidak yakin apakah mereka itu mahasiswa kita. Saya rasa mungkin mereka lebih memilih santai istirahat di apartemen mereka daripada berdingin-dingin di jalanan. Temperatur ketika itu memang dingin yaitu 3 derajat ! Bbbrr ..      

Esoknya, setelah menginap semalam di kota yang memiliki kecantikan campuran antara kuno dan modern ini kami melanjutkan perjalanan  ke Cannes. Namun kami menyempatkan diri dulu mencari masjid yang menurut internet ada beberapa. Tetapi ternyata tidak mudah menemukannya.

Setelah bolak-balik ‘ menyatroni’ sebuah gedung yang menurut Mr Google adalah sebuah masjid, akhirnya kami harus menyerah setelah seorang perempuan berjilbab yang kebetulan sedang menanti di halte bus menerangkan bahwa gedung tersebut bukan masjid. Kemudian ia memberi tahu lokasi masjid yang sebenarnya. Tetapi tetap saja kami tidak berhasil menemukannya. Apa boleh buat …Lanjut sajalah ke Cannes, begitu pikir kami ..

Namun Allah swt berkehendak lain. Disebuah perempatan jalan, jauh dari  yang diidentifikasikan muslimah tadi, kami melihat sejumlah orang bergamis dan beberapa perempuan berjilbab sedang berbondong-bondong meninggalkan suatu tempat.

Orang-orang itu dari masjid kali yah .. », teriak anak saya.

Belum sempat suami saya menjawab, tiba-tiba seorang perempuan tua berjilbab datang menghampiri kendaraan kami,  untuk mengemis !!  Kebetulan memang  sedang macet .. dapat dibayangkan .. betapa menyedihkannya melihat saudara kita seiman jauh-jauh di Perancis .. eh, mengemis .. L .. Tampaknya ia adalah satu dari sekian banyak korban perang yang datang dari negri-negri Muslim yang dilanda kekacauan seperti Afganistan, Irak, Chechnya,  Kosovo dll. ( Oya, kemarin kami juga berjumpa dengan seorang pengemis cilik, gadis berusia 8 tahun yang berasal dari Kosovo. Ia mengemis di depan restoran dimana kami makan. Dengan bahasa Perancis yang terbata-bata, ia bercerita bahwa ia datang bersama ibunya yang saat ini sedang sakit, sekitar 2 bulan yang lalu.)

masjid Montpellier - France

masjid Montpellier - France

Darinya kami tahu bahwa bangunan di perempatan tersebut adalah masjid ! Kamipun segera celingukan mencari apa yang disebutnya masjid tadi. Setelah berputar beberapa kali akhirnya kamipun menemukannya. Ya ampun .. masjid itu benar-benar sederhana sekali. Tanpa kubah apalagi menara .. Pantas kami tidak berhasil menemukannya. Padahal di kota tersebut katanya ada beberapa masjid ..

Tiba-tiba saya teringat ketika bulan lalu kami berjalan-jalan di sebuah kota kecil dekat Pau, namanya Mourenx. Ada beberapa teman Indonesia yang bekerja di kota ini. Katanya ada masjid di kota tersebut. Dari seorang perempuan berjilbab yang kami jumpai di telpon umum, kami diberitahu bahwa masjid hanya sekitar 1 km dari tempat kami berada. Namun nyatanya setelah hampir satu jam kami berputar-putar, kami tidak juga menemukannya. Yaah .. begitulah .. kami terlalu sok yakin bahwa namanya masjid pasti ada kubahnya ada menaranya  …  lupa bahwa kami adalah minoritas di negri yang katanya meng-agung-kan azas demokrasi ini. Nyatanya bahkan azanpun tidak boleh sampai terdengar hingga ke luar masjid !! … duuh, sedihnya …

Bersambung ke “ Suka Duka Muslim Di Perancis ( 10).

Read Full Post »

( Sambungan dari : Suka Duka Muslim Di Perancis (7).)  

Beberapa hari yang lalu seperti biasa saya ‘ surfing’ internet. Ternyata saya menemukan fakta bahwa pada awal abad 14 ( 1348 M) Eropa pernah dilanda pandemi penyakit  yang dikenal dengan nama “ The Black Death / Pest Noire ” yang membuat lebih dari 60 % penduduk Eropa meninggal dunia ! Ketika itu tak seorangpun dokter dengan ramuan obat-obatannya mampu mencegah penyakit menular yang mematikan ini. Tak satupun kota di Eropa yang mampu membendung penyebaran penyakit ini. Wabah ini dikabarkan terjadi setelah selama 7 tahun lamanya Eropa menderita kelaparan parah disebabkan musim dingin extra berkepanjangan selama tahunan ! Astaghfirullah Al- Adzim …

Click :  http://en.wikipedia.org/wiki/Black_Death ).

Berdasarkan beberapa sumber, epidemi inilah yang menjadi penyebab munculnya tindakan ‘Flagellant’, yaitu tindakan mencambuk diri sendiri dalam rangka menghapuskan dosa-dosa. Ini membuktikan betapa dasyatnya wabah penyakit tersebut hingga sebagian warganya merasa bahwa ini adalah kutukan Tuhan.

Belakangan, setelah berabad-abad lamanya misteri ini disembunyikan, dipastikan bahwa penyebab petaka tersebut adalah  tikus besar hitam. Penyakitnya adalah Pes paru-paru yang menyebabkan pembuluh darah korban menjadi hitam sebelum akhirnya pecah. Pertanyaannya siapa yang memberi izin tikus-tikus got tersebut agar menewaskan lebih separuh penduduk negri2 yang penduduknya kafir, yang membuat kerusakan di muka bumi, yang memprovokasi Perang Salib / The Crusaders / La Guerre Sainte   dan membantai Muslim di Yerusalem di abad 11, yang mengusir, menyiksa dan membantai Muslim Spanyol di akhir abad 13 ?? Inikah azab Allah swt ? Wallahu’alam …

Saat ini, 7 abad setelah peristiwa mengerikan tersebut berlalu, telah berubahkah masyarakat Eropa? Sudahkah mereka kembali ke jalan yang benar? Betulkah cara mereka memohon ampun dengan jalan mencambuk diri?? Saya berani bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka tetap sesat malah mungkin lebih sesat lagi. Di negri Perancis ini perzinahan benar-benar telah meraja-lela bahkan sepertinya dianjurkan!! Menurut sebagian besar dari mereka hubungan seksual adalah bukti kasih sayang, hubungan seksual adalah sebuah kebutuhan alami yang harus dilaksanakan tanpa perlunya ikatan pernikahan !

Bukti paling dekat ada di sekolah anak saya. Ketika seorang murid yang baru berusia 15 tahun hamil ( tentu saja diluar nikah)  kemudian mengugurkan kandungannya, tak seorangpun merasa aneh apalagi terkejut. Ia tetap pergi ke sekolah  seperti biasa tanpa sedikitpun teguran dari pihak sekolah. Padahal itu terjadi di sekolah Kristen. Kritikan yang datang paling paling hanyalah pertanyaan mengapa bisa sampai hamil… Pakai alat kontrasepsi dong … Astaghfirullah ….

Adalah hal lazim bila kita berjalan-jalan ditaman, pusat perbelanjaan bahkan di sepanjang  jalan manapun kita menemui sepasang kekasih berpelukan erat dan berciuman.  Gadis-gadis muda dengan pakaian seronok alias extra ketat dan terbuka disana-sini. Acara tv dengan aneka  iklannya lebih mengerikan lagi.  Dengan santai setiap waktu mereka menampilkan tontonan gerakan menggoda dari sosok tubuh  perempuan seksi yang nyaris telanjang. Yang terparah biasanya iklan parfum. Ini masih ditambah lagi dengan diselipkannya gerakan yang mendorong imaginasi penonton ke arah hubungan seksual meski tidak terlalu terang-terangan.

Belum lagi sejumlah orang yang dengan bangga secara terus terang memproklamirkan hubungan sesama jenis alias Homosekual. Bahkan dengan alasan persamaan hak, mereka nekat menuntut di legalkannya perkawinan sesama jenis! Astaghfirullah .. Lupakah mereka akan azab yang pernah menimpa kaum Luth berabad-abad  lalu karena gemar melakukan perbuatan terkutuk tersebut??

Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda”.(QS.Al-Hijr (15):73-75).

Mungkinkah ini yang menyebabkan hati mereka menjadi membatu hingga dengan mudah mengikuti bisikan syaitan ? Kebencian terhadap kebenaran , kebencian yang sangat terhadap ajaran agama terutama Islam makin lama terlihat makin menjadi-jadi. Di Perancis ini hampir setiap hari terjadi perdebatan sengit yang intinya jelas, ingin agar ajaran yang dibawa Rasulullah saw ini tidak berkembang. Pelarangan jilbab dan burqa, dipersulitnya izin pendirian masjid, dipertanyakannya fungsi menara masjid, dilarangnya azan bahkan sikap ‘alergi‘ mereka terhadap bahasa Arab… lho ?? Ini semua dibungkus manis dengan paket slogan ‘Laicite’ yaitu bahwa negara tidak mengenal agama plus ‘Identitas Nasional Perancis / Identity National ‘ . ( Namun menurut saya, dengan adanya perdebatan terbuka ini, sebenarnya Sang Khalik justru sedang memuluskan jalannya dakwah Islam, agar Islam dikenal dengan lebih baik di Eropa ..  Allahu Akbar..).

Belum lagi bila kita berbicara mengenai keterlibatan pemerintah Perancis dalam mendukung kebijakan Amerika Serikat ( yang mendukung Yahudi ) untuk menekan dan memporak-porandakan negri-negri Islam seperti Palestina, Afganistan, Irak dll dengan dalih apapun. Tidakkah cukup semua itu untuk memancing kemurkaan-Nya? Harus dengan cara apa lagi menyadarkan mereka? Cuaca dingin mematikan ? Wabah penyakit ??

Perancis saat ini sedang panik terhadap sebuah fenomena lain penyakit flu, yaitu Grippe A alias Swine Flue alias Flu Babi atau H1N1. (Click :: http://sutikno.blog.uns.ac.id/2009/06/04/flu-babi-swine-influenza-h1n1-virus/ ).  Penyakit yang  disebabkan oleh virus yang cenderung senang berkeliaran di area sekitar tempat babi hidup ini berhasil membuat pemerintah Perancis kelabakan hingga mereka terpaksa membuat vaksin dan setengah memaksa warganya agar sudi di vaksin dengan vaksin berbiaya  mahal tersebut.

Hingga saat ini korban meninggal dinegri ini memang baru mencapai angka seratusan. Namun bila melihat kenyataan bahwa Perancis adalah negara pengembang ternak babi sekaligus pengkonsumsi babi terbesar di Eropa, walaupun dengan adanya vaksin, bisakah ia mengalahkan kekuatan-Nya? Bukankah Allah swt dengan tegas melarang kita, umat Islam agar tidak mengkonsumsi babi? Alangkah beruntungnya orang-orang yang mau mendengar dan memperhatikan ayat-ayat-Nya sekalipun tidak memahami hikmahnya.

Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allah-lah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, disiksa-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan diampuni-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu ”.(QS.Al-Midah(5):40).           

Wallahu’alam bishawab.

Pau-France, 16 Desember 2009.

Vien AM.

Read Full Post »

Pagi ini temperatur udara menunjuk pada angka minus 2 derajat! Bbbrrrr … rasa dingin terasa  menusuk hingga jauh ke dalam tulang sumsum tubuh. Tetapi ternyata ini masih lumayan karena  di sejumlah kota lain malah sampai minus 7!   Benar, ini memang musim dingin atau orang Perancis bilang ‘Hiver’. Namun demikian para pengamat berpendapat bahwa ini bukan fenomena biasa. Karena biasanya hanya kota–kota tertentu saja yang bertemperatur dibawah nol derajat. Entah, tanda apa pula ini …Kalau sudah begini pikir –pikir enak di tanah air, dengan catatan kalau tidak banjir, tidak macet  ( di musim hujan ) dan tidak ada kebakaran ( di musim kemarau).. Semoga saja cuaca dingin ini tidak menghalangi  aktifitas sehari-hari, amin..

‘Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya…….”.(QS.An-Nur(24):43).

Untuk itu ada beberapa hikmah yang patut dicatat. Yang pertama adalah reaksi cepat tanggap pemerintah dibantu para relawan yang jumlahnya cukup banyak. Begitu juga siaran televisi yang secara terus menerus mengingatkan pentingnya membekali diri ketika harus keluar rumah. Di musim dingin ini pemerintah menyiapkan sejumlah penampungan gratis lengkap dengan selimut dan makanan bagi ‘sans abri’, sebutan bagi mereka yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap alias gelandangan. Jangan kaget, di Perancis ini banyak lho orang seperti ini  …  ( Saya baru saja mendengar kabar bahwa pagi tadi di depan gedung wali kota Bordeaux ditemukan sesosok tubuh lelaki berumur 35 tahunan yang membujur kaku karena mati kedinginan! Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un ..)

Hebatmya lagi, dengan berkendaraan petugas yang khusus menangani hal ini ( Palang Merah Perancis) aktif menyisir jalanan untuk mencari mereka. Di pagi buta nan duingin itu para petugas dan relawan membangunkan, menyelimuti serta memberi minuman penghangat tubuh. Dan akhirnya membujuk mereka agar mau dibawa ke tempat penampungan . Ada pula petugas yang bertugas membagi-bagikan kantong plastik di depan pintu supermarket agar diisi barang belanjaan oleh konsumen ketika mereka selesai berbelanja. Barang-barang yang biasanya berupa makanan ini setelah terkumpul kemudian diberikan kepada orang kurang mampu yang membutuhkannya.

Demikian pula ketika musim panas tiba, para relawan aktif membagi-bagikan air minum botol gratis. Mereka bahkan memeriksa rumah dan apartemen untuk memastikan tidak ada penghuninya yang abai terhadap panas.  Karena tidak jarang ditemukan orang meninggal akibat ‘over heat’ alias kekeringan tanpa seorangpun tahu. Ini sering terjadi pada orang-orang tua yang hidup sendiri di apartemen yang rata-rata memang tidak berpendingi karena musim panas hanya terjadi tidak lebih dari 1 bulan.

Yang kedua. Dalam rangka mengantisipasi dinginnya  udara yang luar biasa ini, masyarakatpun mau tidak mau terpaksa mengkonsumsi listrik lebih untuk mengaktifkan alat pemanas mereka. Apa akibatnya? Ternyata sekalipun Perancis masuk dalam kelompok Negara maju, tahun ini mereka ‘keteteran’ menyediakan pasokan listrik bagi kebutuhan pokok warganya. Saat ini pemerintah khawatir akan kemungkinan putusnya aliran listrik karena beban yang terlalu berat. Sungguh sulit membayangkan bagaimana harus menghadapi cuaca sedingin ini tanpa pemanas udara.  Satu lagi bukti betapa kekuatan-Nya tak terkalahkan!

“ Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allahbaik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa » .(QS.Al-Fathir(35):44).

Yang ketiga. Sebagian besar orang Perancis adalah kafir. Ini mereka akui secara terus terang. Dan ini bukan ‘hanya’ karena  mereka menuhankan Yesus, salah satu uzul-azmi yang 5, yang Al-Quran menyebutnya Isa as.

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu)”.(QS. Al-Maidah(5): 73-75).

Sebagian bahkan menganggap tuhan itu tidak ada, bahwa agama hanya buatan manusia. Pendek kata mereka tidak peduli terhadap kehidupan akhirat. Yang patut dipikirkan hanya kehidupan saat ini, kehidupan dunia. Kalaupun mereka merayakan Natal, ini lebih disebabkan karena tradisi dan kebiasaan masa lalu orang-tua mereka.

“Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja“.(QS. Al-Jatsiyah(45):24).

Darisini dapat diambil kesimpulan bahwa sekalipun dalam hal kemanusiaan mereka patut mendapat acungan jempol, namun bila mereka kafir, Allah swt tidak menghitungnya sebagai amalan yang patut dibalas dengan kenikmatan surga.. Naudzu billah min dzalik …

Selanjutnya timbul pertanyaan, kalau begitu  mengapa Allah tidak menjatuhkan azab atau hukuman kepada orang-orang Barat yang jelas-jelas kafir terhadap ayat-ayat-Nya? Ada sebagian yang berpendapat bahwa siksa Allah akan diberikan di akhirat nanti. Tentu saja ini pasti, tidak ada sedikitpun keraguan. Namun di dunia ini benarkah Allah benar-benar membiarkan mereka begitu saja?

( Bersambung ke : Suka Duka Muslimdi Perancis  (8). )

Read Full Post »

Belum genap 4 bulan kami menetap di Pau, Perancis Selatan namun kembali kami telah dapat memetik satu lagi hikmahnya, Alhamdulillah… Terima kasih, Ya Allah..

Ini berkaitan dengan sistim pendidikan setingkat SMA, orang Perancis menyebutnya Lycee.  9 tahun yang lalu ketika kami untuk pertama kali menetap di Perancis ( Paris), kami memang tidak begitu merasakan hal ini. Mungkin selain karena si sulung ketika itu bersekolah di internasional school, kesadaran kami sebagai orang –tua juga belum begitu tinggi.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya …………”.(QS.Al-Baqarah (2):286).

Kali ini adalah si bungsu yang berusia 15 tahun. Karena di Pau tidak ada internasional school untuk tingkat SMA, akhirnya kami memutuskan menyekolahkan anak gadis kami tersebut ke sekolah Kristen dengan harapan minimum ia mendapatkan pelajaran akhlaknya. Ada beberapa point yang ingin saya ‘share’ disini, dari sudut positif maupun sudut negatifnya.

Pertama, masalah mutu pendidikan.

Di tanah air, adalah aib bila murid / anak sampai tidak naik kelas. Hampir bisa dipastikan yang harus menanggung malu tidak saja si anak namun juga orang tua, guru bahkan bisa jadi sekolahnya. Saya yakin itu sebabnya sebagian anak menjadi tidak merasa bersalah alias ‘biasa-biasa’ saja ketika ia ‘nyontek’  ketika diadakan tes atau ulangan. Karena targetnya memang jelas, jangan sampai tinggal kelas !!

Nah disini perbedaannya. Di Perancis, tidak naik kelas bukan aib. Karena targetnya adalah anak harus menguasai pelajaran yang diberikan sekolah. Jadi bila murid memang belum menguasai, mengulang atau tinggal kelas tidak masalah. Itu sebabnya ketika anak lulus SMA, ia sudah memiliki bekal cukup memadai hingga ia dapat langsung bekerja. Tentu saja bila si anak tidak ingin meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian ia tidak merasa rendah diri.  Disamping itu, pendapatannyapun memang mencukupi. Ini karena peran pemerintah yang serius mengurus rakyatnya. Standar gaji minimum yang memadai dan  jaminan kesehatan adalah salah satu contohnya.

Jelas ini sangat islami, amat sesuai dengan nilai dan ajaran Islam. Karena pada akhirnya  orang Perancis tidak suka membeda-bedakan antara si kaya dan si miskin, sarjana atau bukan,  bos atau sopir bahkan tukang sampah sekalipun. Mereka saling menghargai. Mereka sama-sama menyadari bahwa mereka saling membutuhkan.

“Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS.Az- Zukhruf(43):32).

Yang Kedua, sikap memusuhi Muslim.

Ini adalah sudut negative yang sungguh menyakitkan. Mulanya saya tidak menyadari hal ini karena sikap ini bukan sikap pribadi melainkan justru sikap pemerintah !! Tentu kita tidak lupa bahwa Perancis, bersembunyi dibalik jargonnya yang ‘laic’ yaitu tidak berpihak kepada agama apapun, adalah negara yang pertama kali secara terang-terangan melarang pemakaian  jilbab di seluruh instansi negrinya. Ini terjadi pada tahun 2004 lalu.

Secara pribadi, saya sebagai muslimah berjilbab, memang tidak begitu merasakan dampak negatifnya. Saya baru benar-benar merasakan permusuhan  ketika baru-baru ini anak saya mendapat tugas sekolah.  Tugas tersebut adalah membaca, mempelajari serta membuat resume sebuah novel yang setelah saja ikut pelajari isinya ternyata memberi kesan buruk Islam. Hebatnya lagi, novel tersebut  mendapat penghargaan khusus dari pemerintah dan menjadi salah satu bacaan wajib murid SMA!! Astaghfirullah …

Dapat dibayangkan bagaimana orang Perancis memandang Muslim bila sejak remaja telah dicekoki pandangan dan pikiran buruk dan keliru seperti itu. Ini adalah bagian dari Perang Pemikiran (Al-Gawzl Fikri) yang amat menakutkan.Apa yang dapat kita perbuat ? Ini bukan hanya tugas berat saudara-saudari kita muslim/muslimah Perancis ataupun saudara-saudari kita yang menetap di negri yang memusuhi Islam. Namun juga tugas seluruh muslim/muslimah diseluruh belahan bumi ini.

Islam adalah rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam semesta. Dengan masih banyaknya orang atau negara yang memusuhi Islam berarti ajaran Rasulullah saw saat ini belum sepenuhnya mencapai sasaran. Padahal para sahabat di masa lalu dengan susah payah telah berhasil menyebarkan Islam ke hampir separuh dunia. Seluruh jazirah Arab, Asia Tengah, Asia Kecil, Afrika Utara, Spanyol, Portugal, sebagian Perancis Selatan, sebagian Italia Selatan, sebagian Yugoslavia, sebagian Rusia Selatan ( Kazhastan, Uzbekistan ) hingga sebagian barat Cina dan Negri kita Indonesia telah menerima ajaran Islam.  Bahkan sebetulnya sebagian daratan Amerika yang dulunya milik suku Indianpun pernah dijajagi para sahabat. Saat itu Islam berada di puncak kejayaannya. Sains, seni dan filsafat berkembang dengan amat pesat. Sebaliknya barat berada dalam kegelapan. Terbalik dengan sekarang.

Saat ini dunia Islam memang sedang mengalami kemunduran. Namun ini tidak berarti kita tidak mampu berbuat banyak. Kita hidup ditengah era komunikasi yang super canggih meskipun tehnologi tersebut bukan milik kita. Ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin ; buku, telpon, sms,  chatting, Internet ( web, blog, Facebook, Indoface, MSN dll). Janji Allah pasti benar. Atas kehendak dan izin-Nya, di akhir zaman ini Islam bakal tersebar ke seluruh permukaan bumi, dengan atau tanpa partisipasi kita.

Adalah Marseille, sebuah kota pelabuhan terbesar di Eropa setelah Roterdam di Belanda. Setelah sekian lama menanti akhirnya kota dimana hidup sekitar 20 % Muslim ini dijanjikan bakal memiliki sebuah masjid dengan kapasitas 3000 jamaah lengkap dengan menaranya yang memiliki ketinggian 25m. Masjid ini diperkirakan akan siap menyelenggarakan shalat Ied Fitri pada pertengahan tahun depan, Alhamdulillah …

Namun belakangan, dengan ditanda-tanganinya sebuah referendum di Swis, yang isinya larangan bagi umat Islam untuk mendirikan menara masjid di negara tersebut, Muslim Marseillepun mulai was-was terhadap dampaknya. Akankah pemerintah Perancis latah mengikuti jejak Swis?

Sementara itu di Swedia, para imigran yang sebagian besar adalah Muslim terpaksa harus mengurut dada karena dipersalahkan menjadi penyebab berbagai kerusuhan dan kemunduran ekonomi di negara Skandinavia tersebut. Padahal mereka telah cukup lama menetap, bekerja dan berkarya di negri ini. Bahkan banyak yang telah beranak-cucu.

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: “Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati”. (QS.Ali Imran (3): 119).

Mengapa semua ini bisa terjadi? Disamping sifat iri dan benci kaum kafir terhadap ajaran Islam sebagaimana ayat diatas, tidak ada salahnya bila kita berkaca diri.

Ini berdasarkan pengalaman saya pribadi. Tanpa bermaksud menjelek-jelekan saudara sendiri, saya sering melihat sekelompok anak muda Arab yang bergerombol sambil berteriak-teriak. Bahkan tidak jarang mereka ini dalam keadaan mabuk. Suami saya  juga bercerita bahwa beberapa temannya ( Muslim Indonesia dan beberapa bule non Muslim ) bahwa mobil mereka sering dilempari botol kosong minuman keras ketika malam hari mereka melewati perumahan Arab di seputar masjid !!

Begitu pula di Marseille yang sebagian besar warganya penggemar fanatik sepakbola. Tidak jarang mereka berbuat kerusuhan ketika tim kesayangan mereka yang datang dari Aljazair ( Muslim) kalah dalam pertandingan. Persis seperti para penggemar bola di Indonesia yang doyan berbuat keributan. Sungguh memalukan …

Bagaimana ini ? Bukankah Islam mengajarkan bahwa akhlak dan budi pekerti adalah cerminan Muslim? Bahwa Islam adalah agama yang santun ?

 “Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya.” (HR Muslim dari Abu Hurairoh).

“Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan ahlak yang mulia”.

“Tidaklah Aku utus engkau wahai Muhammad kecuali sebagai rakhmat seluruh alam.” “Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) memiliki akhlak yang agung.”

Tampaknya umat Islam saat ini banyak yang lupa akan ayat dan hadis di atas. Padahal Muslim itu seharusnya layaknya pohon yang dapat memberikan manfaat yang banyak bagi orang lain, bukan malah kebencian dan ketakutan. Umat Islam jumlahnya memang banyak tetapi seperti buih di lautan. Artinya tidak bermanfaat.

“ Suatu waktu kelak umat Islam akan diperebutkan oleh umat-umat lainnya sebagaimana orang-orang yang rakus sedang memperebutkan suatu hidangan. Apakah kita waktu itu sedikit jumlahnya wahai Rasulullah? (ujar seorang sahabat). Tidak, jawab beliau, Bahkan kamu waktu itu banyak sekali, tapi hanya ibarat buih di pantai saja”

Rasulullah saw telah memperingatkan hal ini, tinggal kita yang memilih ; menjadi buih yang pantas dibuang begitu saja atau menjadi inti yang penuh manfaat ? Cahaya Allah, dengan atau tanpa partisipasi kita tetap akan terus bersinar. Kitalah yang membutuhkan-Nya.

Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.(QS. As-Shaf (61): 8).

Wallahu’alam bishawab.

Semoga bermanfaat.

Pau – France, 2 Desember 2009.

Vien AM.

Catatan penting :

Masjid di seluruh Perancis tidak diizinkan untuk mengumandangkan azan. Namun berkat teknologi, atas izin-Nya, umat Islam tetap dapat mendengar panggilan shalat tersebut melalui komputer di rumah atau dikantor serta hp mereka. Subhanallah …

Read Full Post »

( Sambungan dari Menilik Jejak Islam Di Eropa (2) – Andalusia ).

IMG_3361IMG_3451Keesokannya kami menuju Ronda. Terus terang sebelum ini tidak pernah terlintas di benak bahwa ada kota bernama Ronda di dunia ini. Sungguh tidak rugi kami berkesempatan mengunjungi kota ini. Ronda adalah sebuah kota yang lain dari pada yang lain. Kota ini dibangun diatas bebatuan tinggi di atas jurang nan terjal. Pemandangannya sungguh memukau sekaligus mencengangkan. Subhanalllah ..

Pada abad ke 8, Ronda adalah provinsi ke 21 dari kekhalifahan Kordoba. Setelah terpecahnya kekhalifahan menjadi kerajaan-kerajaan kecil Islam ( taifa ) pada tahun 1030, Ronda berada dibawah kekuasaan kerajaan Granada. Kota ini jatuh ke tangan kerajaan Kristen hanya beberapa tahun sebelum kejatuhan Granada yaitu pada tahun 1485 M.

Taman Gantung Ronda

Taman Gantung Ronda

Setelah puas memandangi keindahan kota dari atas jembatan, kami menyusuri jalan setapak berbatu menuju La Casa Del Rey Moro. Ini adalah tempat tinggal raja Moor ( Hispanik Muslim). Dari luar kediaman yang dibangun diatas bebatuan curam ini tampak tidak terlalu istimewa. Namun setelah masuk ke dalam dan melihat taman gantung dengan air mancurnya disana sini ternyata pemandangannya sungguh menakjubkan.

IMG_3503Namun yang lebih menakjubkan lagi adalah adanya pintu kecil di balik taman tersebut. Pintu sederhana yang menyerupai pintu gua ini terdiri atas  365 anak tangga yang curam dan berkelak kelok. Tangga yang dalam bahasa Inggris diberi nama The Miria Stairway ini menuju ke dasar lembah yang berujung ke sebuah danau kecil dimana tebing-tebing tinggi mengepungnya. Danau yang airnya berwarna biru jernih ini  terhubung langsung ke sungai Guadalevin.

Bekas kediaman keluarga raja Abu Malik ini kini memang kosong dan tidak ditinggali lagi namun kita tetap bisa menikmati perjalanan menuruni gua buatan yang dibangun di dalam tebing  bebatuan sempit tersebut. Bangunan istimewa ini dulunya selain digunakan sebagai gua rahasia dimana penghuninya sewaktu-waktu dapat dengan mudah menyelamatkan diri dengan  menaiki kapal kecil yang selalu siap menunggu di pinggir danau, juga merupakan tempat penyimpanan rahasia senjata militer kerajaan. Dari sini pula sistim pengaturan air kota diatur. Sebuah  bangunan yang sungguh patut mendapat acungan jempol …

Ironisnya, justru bangunan inilah yang menjadi penyebab utama kejatuhan Ronda. Selama bertahun-tahun rakyat Ronda dengan keras mempertahankan kota mereka padahal kota-kota di sekitarnya telah jatuh. Namun ketika akhirnya La Casa jatuh dan pihak musuh memotong  pasokan air ke dalam kota wargapun terperangah. Tanpa air tidak mungkin mereka bertahan.  Tidak ada pilihan bagi penduduk selain menyerah.  Maka  jatuhlah Ronda untuk selamanya. ( Tiba-tiba terbesit di benak ini, inikah maksud busuk  pemerintah pendudukan Israel membatasi pasokan air bersih bagi warga Palestina di Tepi Barat ?? Astaghfirullah…. )

Tidak berapa jauh dari La Casa berdiri reruntuhan bangunan pemandian ala Arab ( Bain Arab )yang tampaknya dulu merupakan tempat pusat kebugaran. Pemandian semacam ini dapat ditemui tidak hanya di kota-kota besar namun juga hampir di semua kota kecil di Andalusia. Pemandian umum ini biasanya tertutup dan dihiasi dengan kubah-kubah indah yang diberi penerangan. Pemandian ini dipisahkan antara bagian lelaki dan perempuan.

Benteng Ronda

Benteng Ronda

Seperti kota-kota Islam lainnya,  Ronda juga mempunyai tembok pertahanan kota atau benteng ( Alcazaba). Hingga kini benteng tersebut masih berdiri walaupun disana sini telah rusak. Gereja utama yang ada di kota ini sama dengan nasib kota-kota Andalusia lain adalah bekas masjid agung yang telah direnovasi.

jalanan samping gereja Jerez

jalanan samping gereja Jerez

gereja Jerez

gereja Jerez

Esok siangnya kami menuju Jeres di sebelah barat. Di kota ini kami kembali menemui benteng tua dan masjid agung  yang telah direnovasi menjadi gereja. Dari sini tampak bahwa kehidupan umat Muslim tidak pernah jauh dari kegiatan masjid. Masjid agung di semua kota Andalusia selalu berada di tengah-tengah pemukiman padat penduduk dimana di sekitarnya terdapat pasar, pusat kegiatan bisnis yang tidak henti-hentinya berdenyut kecuali pada waktu-waktu shalat. Allahu Akbar …

Selanjutnya kami beristirahat di Marbella, sebuah kota pantai di pesisir laut Mediterania yang cukup ramai. Namun sebelumnya kami sempat mampir ke kota San Roque, sebuah kota yang terletak di perbatasan Gibraltar di ujung selat yang memisahkan Eropa dari benua Afrika. . Dari sini gunung karang raksasa yang menjadi lambang kebanggaan Gibraltar jelas terlihat. Sayang ketika itu matahari telah  masuk keperaduannya sementara kamera kamipun telah ‘lowbat’. Akibatnya kami tidak bisa merekam gambar gunung tersebut … apa boleh buat ..

salah satu pintu gereja Malaga

salah satu pintu gereja Malaga

Pintu utama benteng Malaga

Pintu utama benteng Malaga

Gereja Malaga

Gereja Malaga

Kunjungan terakhir adalah Malaga. Sebenarnya banyak yang dapat dikunjungi di kota ini. Namun karena waktu yang amat terbatas hanya sedikit yang dapat kami nikmati.  Seperti yang sudah diperkirakan,  di Malaga ini terdapat benteng besar kuno peninggalan Islam ( Alcazaba) dan masjid agung yang telah direnovasi  total menjadi gereja yang amat cantik dan megah  Sayang ternyata kami datang tepat pada hari dimana benteng selalu tutup yaitu  hari Senin. L. Terpaksa kami hanya puas melihat dari luar dan di kejauhan pula.

IMG_3856

Benteng Malaga dari kejauhann

Benteng megah Malaga terletak tinggi di atas bukit. Benteng ini dibangun pada abad 11 untuk melindungi istana raja Nasrid yang memerintah pada akhir zaman keemasan Islam di Granada. Peninggalan istana khas arsitektur Islam ini tampak masih dirawat dengan baik. Dari ketinggian ini, kota  Malaga yang saat ini merupakan salah satu kota pelabuhan Mediteranian terbesar dan terpenting di Spanyol terlihat jelas. Karena letaknya yang strategis, pelabuhan Malaga banyak dikunjungi wisatawan yang datang dengan kapal pesiar ( Croisiere ).

Di luar sejarah peradabannya yang menarik, berkat pembangunannya yang pesat kota metropolis ini memang pantas untuk dikunjungi. Malaga adalah gabungan antara kota tua yang sarat dengan jalan-jalan sempit berbatu serta berliku khas kota Islam masa lalu, bangunan bergaya campuran Gothic, Mudejar, Renaissance, Baroque dan Neoclassical yang relatife baru serta areal pedestrian luas yang dipenuhi butik-butik terkenal dunia. Kami bahkan sempat tersesat di areal ini padahal hotel kami sebetulnya tidak jauh dari tempat tersebut.

Salah satu peninggalan peradaban Islam yang pantas dibanggakan adalah masalah air. Sebagaimana kita ketahui kehidupan umat Islam hampir tidak pernah terlepas dari air. Karena sebelum shalat kita  wajib berwudhu. Nah, bagi yang sering bepergian dan harus menginap di hotel tentu tahu bahwa toilet di hotel  biasanya hanya menyediakan tissue. Namun tidak demikian di Andalusia. Semua hotel yang kami kunjungi selalu memiliki  closet dengan fasilitas air pembasuh.

Jangan lupa aquaduct ( sistim saluran air, biasanya yang terbayang di benak umum adalah aquaduct romawi yaitu saluran air yang dibangun di atas tembok besar kuno yang mengelilingi kota) di masa kejayaan Islam 10 abad yang lalupun  telah menjadi bagian penting dari kehidupan Muslim dan selalu mendapat perhatian khusus. Contohnya ya The Miria Stairway di atas tadi. Juga General Life yaitu taman luas indah nan asri yang terdapat di perbukitan istana Alhambra di Granada.

General Life, Alhambra

General Life, Alhambra

General Life, Alhambra

General Life, Alhambra

Di dalam taman ini banyak sekali dijumpai kolam-kolam dengan air mancur di sana sini. Bahkan sejumlah arsitek taman terkemuka dunia mengakui bahwa taman istana Versailles di Perancis dan juga taman-taman di istana Inggris terinsiprasi oleh General Life. Sebaliknya terlihat jelas bahwa para pemimpin dan raja-raja Islam di masa lalu membangun taman-taman indah dengan kolam-kolamnya, air mancur dan sungai yang gemericik suaranya serta tanaman yang beraneka ragam buah dan bunganya karena terinspirasi ayat-ayat  Al-Quran.

Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka)”.( QS. Ar-rad (13): 35).

Peninggalan lama di luar Islam yang menjadi ciri khas kota-kota di Andalusia dan Spanyol pada umumnya adalah Plaza de Torro yaitu gelanggang pertunjukkan Matador. Pertarungan dimana anak muda ditantang untuk dapat menaklukkan banteng dengan hanya bermodalkan secarik kain berwarna merah darah atau sering juga berwarna merah muda ini hingga kini masih dipertandingkan dan dapat disaksikan di beberapa kota yang memiliki stadion untuk itu. Walaupun sejak beberapa tahun belakangan sering diprotes para anggota klub pecinta lingkungan hidup karena dianggap mempermainkan mahkluk hidup lain (banteng ) selain juga karena kerap memakan korban luka-luka parah bahkan meninggal.

Bersambung : https://vienmuhadi.com/2010/05/17/menilik-jejak-islam-di-eropa-4-zaragoza/

Wallahu’alam bi shawab.

Semoga bermanfaat.

Pau – France, 10 November 2009.

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »